Skip to content
Back to announcement

20260520_FITT_Rencana Transaksi Material Dengan Persetujuan RUPS_32093152_lamp7.pdf

Asset transaction Needs review FITT

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 71

Page 1 OCR 0.840
(ea Tau (Rab A 9 PRATSAL

KJPP Edi Andesta dan Rekan

LAPORAN PENILAIAN

99,9998X (549.999) Lembar Saham Penyertaan
PT Hotel Fitra International Tbk pada
PT Bumi Majalengka Permai

Bidang Usaha : Penyediaan Hotel

Disiapkan untuk:
PT Hotel Fitra International Tbk

Page 2 OCR 0.669
rw S CI1E£ N Tiri A PP RAJISA IL

KJPP Edi Andesta dan Rekan

DAFTAR ISI

Daftar Isi
Surat Pengantar ---——-——----———m——— non

Pernyataan Penilai
Asumsi dan Pembatas ——- vi

LAPORAN PENILAIAN

BABI PENDAHULUAN. ana - .. Pang
11. Latar Belakang -. 1-4
1.2. Dasar Penugasan —--———-——emnnnwnooonnnnnnnnewennnonnn mona maa mma ta maan Ff
1.3. Lingkup Penilaian — sana I-2
1.4. Pemberi Tugas-—— —— mual 1-2
1.5. Pengguna Laporan ke I-g
16. Maksud dan Tujuan Penilaian-----—--—--—-- own oomovonenovnnnwenon2on 1-2
17. Objek Penilaian: - 1-3
18 Kepemilikan Saham -—-——-—-—- — mama anannnna Ik
19. Tanggal Efektif Penilaian- - 1-3
1.10. Tanggal Pelaporan-- sn (9

111. Premis Nilai — ad 1-3

1-4
1-4
1-4
1-4
1-5
1-5
1-7
1-7
I-7

112. Pernyataan Independensi Penilai ——-———-----—-.——--o.-ooomnncooooonnvetn2n
113. Kualifikasi Penilai: Pem
114. Dasar Penilaian dan Definisi Nilai -—-—-—-———-—-—-——— non noomnnnnnmannon
115. Data dan Informasi
116. Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan -—----—--—-—..—
147. Pendekatan Penilaian dan Alasan Penggunaannya--——-------—-———..—
1.18, Konfirmasi Penugasan Bersamaan (Berdekatan)----—----—o—mnnmnoncoo...
1.19. Asumsi dan Asumsi Khusus: nam
1.20. Definisi dan Istilah: -— z1 aah

BAB II GAMBARAN PERSEROAN-—----on-oo-ooomonnn-onnnnn nona
21. Gambaran Umum ——
22. Struktur Permodalan dan Pemegang Saham -——

23. Organisasi Perusahaan- menannnnonanoo, —— — 1-2
24. Perijinan dan Legalitas Perseroan - 1-2
25. Aspek Manajemen dan Usaha: - 1-3
25.1. Gambaran Manajemen ---—---—-——-—--—-— mms mnnne monata 1-3
252. Sumber Daya Manusia—- na - 1-4
253. Kegiatan Usaha 1-4
26. Kinerja Keuangan — 1-4
261. Realisasi Laba Rugi--— —— 1-5
26.2. Realisasi Posisi Keuangan 1-6
2.6.3. Realisasi Arus Kas 1-8
264, Rasio Rasio Keuangan ---—------———— 1-9

27. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian -—-—-——
28 Hasil Pemeriksaan Atas Dokumen Hukum Yang Relevan-—--------—-—— II 10
Page 3 OCR 0.767
C & Gi Mm "PF AT PI AN AL

KJPP Edi Andesta dan Rekan

29. Uraian Mengenai Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan -—
2.10. Hasil identifikasi atas aset non operasional———-—-—-————

ms En)
1-11

211. Data Industri, Data Pasar, Data Ekonomi dan Informasi Empiris --——— 1-11
2.12. Informasi Non Keuangan Yang Relevan Mengenai Objek Penilaian —--— 1-12
2.13. Informasi Perpajakan: 11-12
2.14. Uraian Mengenai Penyesuaian Data Laporan Keuangan -——-—— 1-12
2.15. Perbandingan Laporan Keuangan yang Sebanding ——-—-—— 11-13
2.16. Perbandingan Informasi Keuangan Industri yang Sebanding 1-14
2.17, Informasi Kompensasi Bagi Pemegang Saham 1-14
2.18. Informasi Mengenai Asuransi Karyawan Kunci - 1-14
2.19. Perbandingan Kinerja Objek Penilaian dengan Tren Industri Sebanding 1-14
2.20. Analisa Pembahasan Manajemen --——-—-—---.———.....oooo..o 1-15

BAB III ASPEK MAKRO BISNIS dan PEMASARAN —-----—--—--.—-———eoem--r--ooooooo.. WA
31. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia —-— M-1

32. Neraca Pembayaran Indonesia- 1-2

33. Inflasi -———--—— M-3

34. Nilai Tukar Rupiah 1-4

35. Perkembangan Industri Pariwisata dan Perhotelan - I-5

36. Perkembangan Industri Pariwisata di Majalengka -—---—-- mm.

BABIV PENDEKATAN PENILAIAN-— “VA
41, Pendekatan Penilaian -— mananananannnann —. - V-1

42. Pendekatan Penilaian yang digunaka V-7

BABV  PROYEKSI KEUANGAN mn -. V-1
54. Business Plan —— -. V-1

52 Kegiatan Usaha- -— NA

5.3. Proyeksi Laba Rugi -—— V-2

5.4. Proyeksi Posisi Keuangan cam semaananananannnanana -- V-3

5.5. Proyeksi Arus Kas V-4

56. Proyeksi Rasio Keuangan co. menamumanananaanann V-5

BAB VI PENILAIAN SAHAM — VI-1
61. Penilaian dengan Pendekatan Pendapatan —--——---———-m eno onconoooocone VI

6.1.1 Penentuan Biaya Modal Ekuitas -—---———---—-———--nnnnvonnnnnn.. V2

61.2 Tingkat Suku Bunga -—— VI-3

61.3 Perhitungan Weighted Average Cost of Capital wace)- VI-3

6.1.4 Indikasi Nilai Ekuitas-——— VI-4

6.2. Penilaian dengan Pendekatan Aset am VI-5

621 Perhitungan Biaya Ekuitas VI-5

6.22 Nilai Pasar Aset Tetap ——— VI-5

6.23 Nilai Penyesuaian Posisi Keuangan Perusahaan —— VI-5

624 Nilai Pasar Saham BMP — VI-6

6.3. Discount for Lack of Marketability (DLOM) -—--———----nmmnwnwnnnnxnnmnnnnnnnnnnnntn VI-8

6.4. Rekonsiliasi Nilai VI-9

65. Kesimpulan Nilai Pasar-— VI-10

Lampiran :
- Realisasi Posisi Keuangan
- Proyeksi Posisi Keuangan
Pendekatan Pendapatan
Page 4 OCR 0.908
Tn S CITENTIFEIC APPRAISAL

KJPP Edi Andesta dan Rekan

No. : 00234/2.0053-00/BS/05/0095/1/V/2026 Jakarta, 18 Mei 2026
Lamp. : Laporan Penilaian Saham

Kepada,

PT Hotel Fitra International Tbk

Jalan KH, Abdul Halim No. 88 RT. 005 RW. 008,
Kelurahan Munjul, Kecamatan Majalengka,
Kabupaten Majalengka

Jawa Barat

Up. Yth.Direksi

Hal: Laporan Penilaian 99,9998/- Saham Penyertaan PT Hotel
Fitra International Tbk pada PT Bumi Majalengka Permai

Dengan hormat,

Berdasarkan Proposal Penawaran Jasa Penilaian No. 130/P/Andesta/lll/2026 tanggal 16 Maret
2026 oleh Kantor Jasa Penilai Publik Edi Andesta dan Rekan (“KJPP Andesta” / “Kami”)
yang ditujukan kepada PT Hotel Fitra International Tbk (“FITT" / “Perseroan”) yang telah
disepakati oleh para pihak sebagai Surat Perjanjian Kerja, maka Kami selaku penilai
(Appraisers) yang bersifat Independen berdasarkan Surat Ijin Usaha Kantor Jasa Penilai
Publik dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 1/KM.1/2022, tanggal 03 Januari
2022 dan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) Nomor KEP-30/KS.13/2026 sebagai pribadi, maka kami menyatakan telah
meneliti dan menilai 99.9998”- saham penyertaan PT Hotel Fitra International Tbk (“FITT")
pada PT Bumi Majalengka Permai (“BMP”).

Kami telah melaksanakan pemeriksaan data laporan keuangan dan data-data lain
sehubungan dengan pekerjaan tersebut dan telah melakukan inspeksi lapangan dan analisa
pada tanggal 25 Maret 2026 s/d 17 Mei 2026 dan memperhatikan faktor-faktor utama yang
berpengaruh terhadap nilai, antara lain :

a Data legalitas kepemilikan saham penyertaan dan laporan keuangan yang
bersangkutan.

b. Laporan Keuangan BMP per 31 Desember 2020, 2021, 2022, 2023, 2024 dan 2025
(Audited)

c. Tinjauan terhadap kondisi fundamental perusahaan yang menyangkut : sejarah singkat
perusahaan, struktur modal dan susunan pengurus, diskripsi bidang usaha dan kinerja
keuangan perusahaan serta memperhatikan kondisi makro yang ada.

d. Bisnis Plan

e. Data-data lain sebagai informasi.

Wilayah Kerja : Seluruh Indonesia Kos: Menkes. Na INN. 1/2O2I Wo. lain Z0 J055
Kantor Jasa Penilai Publik

Edi Andesta dan Rekan

Member Bidang Usaha Jalan Ciputat Raya No. 89-B, Pondok Pinang
1 Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) 1. Penilai Properti Kebayoran Lama, Jakarta - 12310
1 Forum Penilai Pasar Modal (FPPM) 1 Penilai Bisnis T : 021-75931015 (hunting) & 021-75931017

E-mail : kipp maj@yahoo.com
Page 5 OCR 0.935
5 5 CE NM Tie re AI PR Aa A4 &

KJPP Edi Andesta dan Rekan

MAKSUD DAN TUJUAN PENILAIAN

Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak manajemen, bahwa tujuan dari penilaian ini
adalah mengungkapkan pendapat mengenai opini nilai pasar 99,9998”b saham BMP, yang
akan dipergunakan untuk Transaksi Jual beli dalam rangka divestasi saham kepemilikan
FITT pada BMP.

DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN

Dasar nilai yang sesuai untuk digunakan sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Penilaian Bisnis di Pasar Modal
(Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020) adalah “Nilai Pasar. Dalam penilaian usaha yang
dalam hal ini berupa saham, didefinisikan sebagai : estimasi sejumlah uang yang dapat
diperoleh atau dibayar untuk penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian,
antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu
transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua pihak
masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa
paksaan.

TANGGAL EFEKTIF PENILAIAN

Tanggal efektif penilaian (cut off date) adalah tanggal dimana hasil nilai ditetapkan dengan
kondisi dan syarat-syarat yang diberlakukan. Dalam Laporan Penilaian ini maka Nilai Pasar
diperhitungkan pada tanggal 31 Desember 2025. Tanggal ini sesuai laporan keuangan
terakhir yang tersedia dan dapat diperoleh dan diterima penilai sebagai dasar untuk
melakukan penilaian, yaitu laporan keuangan per 31 Desember 2025 (audited)

INDEPENDENSI PENILAI & BENTURAN KEPENTINGAN

Dalam mempersiapkan Laporan Penilaian ini kami telah bertindak secara independen tanpa
adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas ataupun pihak-pihak yang
terafiliasi dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau
keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Penilaian ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pada pihak manapun. Imbalan
yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh indikasi nilai yang dihasilkan
dari proses penilaian ini

PENDEKATAN DAN METODE PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Dengan mempertimbangkan pendekatan-pendekatan yang lazim diterapkan dalam
penilaian saham pada perusahaan, karakteristik BMP sebagai perusahaan yang bergerak
dalam bidang jasa penyediaan hotel, maka menurut pendapat kami pendekatan yang paling
relevan dalam penilaian ini adalah dengan menggunakan Pendekatan Pendapatan Metode
DCF (Discounted Cash Flow) dan Pendekatan Aset Metode Penyesuaian Aset Bersih
(Adjusted Net Asset Method).

Surat Pengantar —

Page 6 OCR 0.904
E S5 C/EN TE de A ? PRIAdaSA

KJPP Edi Andesta dan Rekan

SUMBER DATA DAN INFORMASI

Sumber data primer diperoleh dari pihak manajemen BMP, sesuai laporan keuangan
perusahaan yang diterima adalah per 31 Desember 2020, 2021, 2022, 2023, 2024 dan 2025
Sedangkan Sumber data dan informasi sekunder berasal dari media cetak, elektronik,
internet, Badan Pusat Statistik, data base dan berbagai sumber data lainnya

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang
terkait dalam rangka menentukan nilai saham Perusahaan, maka kami berpendapat Opini
Nilai Pasar 99,9998”b saham penyertaan FITT pada BMP per tanggal 31 Desember 2025
adalah

Rp. 21.399.114.000,-

Dua Puluh Satu Miliar Tiga | Ratus Sembilan Puluh Sembilan Juta
Seratus Empat Belas Ribu Rupiah

Kami menyatakan dengan sesungguhnya bahwa kami tidak mempunyai kepentingan baik
secara langsung maupun tidak langsung atas hasil dari penilaian yang telah kami
laksanakan, dan penilaian ini telah dilaksanakan sesuai dengan Standar penilaian Indonesia
dan Kode Etik Penilai Indonesia yang berlaku

Hormat kami,
KJPP Edi Andesta dan Rekan

K3

Opa aa

Pemimpin Rekan
MAPPI 94-5-90411

Ijin Penilai PB-1.09.00095

Register RMK-2017.00091

Register Nomor KEP-30/KS.13/2026

Lisensi BPN No : 340/SK-600.PT.01.01/V11/2019
Klasifikasi Penilai Properti dan Bisnis

Surat Pengantar

Page 7 OCR 0.925
5

5 DG Ce MN Titi ee AP PRAYNSA L

KJPP Edi Andesta dan Rekan

PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan
di bawah ini menerangkan bahwa :

1

10

1

12

Surat Pengantar ——

Pernyataan, analisis, opini dan kesimpulan dalam laporan ini, sebatas pengetahuan
kami, adalah benar dan akurat dan kami bertanggung jawab atas laporan penilaian ini.

Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap objek penilaian pada tanggal
penilaian (cut off date).

Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan penilaian
usaha.

Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
sebagai kesimpulan nilai.

Kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembalas.

Data ekonomi dan industri dalam laporan penilaian usaha diperoleh dari berbagai
sumber yang diyakini penilai properti/usaha dapat dipertanggungjawabkan

Analisi, opini dan kesimpulan yang dinyatakan didalam Laporan Penilaian ini dibatasi
oleh asumsi dan batasan-batasan yang diungkapkan didalam Laporan Penilaian, yang
mana merupakan hasil analisis, opini dan kesimpulan Penilai yang tidak berpihak dan
tidak memiliki benturan kepentingan

Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang
terhadap properti/bisnis yang dinilai, maupun memiliki kepentingan pribadi atau
keberpihakan kepada pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan terhadap
properti/bisnis yang dinilai.

Penunjukan dalam penugasan ini tidak berhubungan dengan opini penilaian yang telah
disepakati sebelumnya dengan pemberi tugas

Biaya jasa profesional tidak dikaitkan dengan besaran opini nilai, pencapaian hasil yang
dinyatakan, atau adanya kondisi yang terjadi kemudian (subseguent event) yang
berhubungan secara langsung dengan penggunaan yang dimaksud.

Penilai telah mengikuti persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan/
dilaksanakan Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).

Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan properti/bisnis
dan/atau jenis industri yang dinilai.

Page 8 OCR 0.896
1 - S5 GEN Tee re A PP RAISA A

KJPP Edi Andesta dan Rekan

13. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut :

Identifikasi masalah (identifikasi, batasan, tujuan, objek, definisi dan tanggal
penilaian).

Pengumpulan data dan wawancara
Analisis data.
Estimasi dengan menggunakan Pendekatan Penilaian.

Penulisan laporan

13. Lingkup pekerjaan dan data-data yang diterima telah diungkapkan pada laporan.

14. Penilai atau pelaksana inspeksi (surveyor) telah melakukan inspeksi lapangan terhadap
properti/bisnis yang dinilai

15. Tidak seorangpun selain yang bertandatangan dibawah ini, yang telah terlibat dalam
pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang
dinyatakan dalam laporan penilaian ini

16. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penilaian telah
dibuat dengan memenuhi ketentuan Peraturan No. 35/POJK.04/2020.

Ir. Edi Andesta, MAPPI (Cert)
Pemimpin Rekan

MAPPI 94-S-0411

Ijin Penilai PB-1.09.00095
Registrasi RMK-2017.00091

Ahmad Firdaus, S.Pd.
Pengendali Mutu

MAPPI 04-T-1814
Registrasi RMK-2017.00718

Igro Haikal Sulaiman, S.E.
Penilai

MAPPI 11-T-03175
Registrasi RMK-2017.00719

Surat Pengantar

Page 9 OCR 0.911
E S CAE NN TE Ne A PR AdSAt

KJPP Edi Andesta dan Rekan

ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS

Penilaian ini berdasarkan asumsi-asumsi dan syarat-syarat pembatasan sebagai berikut
1. Menghasilkan Laporan Penilaian Bisnis yang bersifat non-disclaimer opinion:

2. Mencerminkan bahwa Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen yang
digunakan dalam proses Penilaian:

3. Mencerminkan bahwa data dan informasi yang diperoleh berasal dari keakuratannya:

4. Menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen pencapaiannya (fiduciary
duty),

5. Mencerminkan bahwa Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan
kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan:

6. Menghasilkan Laporan Penilaian Bisnis yang terbuka untuk publik, kecuali terdapat
informasi yang bersifat rahasia yang perusahaan:

7. Mencerminkan bahwa Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Bisnis
dan kesimpulan Nilai: dan

8. Mencerminkan bahwa Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas status hukum
objek Penilaian dari pemberi tugas

Surat Pengantar

Page 10 OCR 0.905
H - SS Ci Tali re A PR PR ATS AL

KJPP Edi Andesta dan Rekan

BABI PENDAHULUAN

11. Latar Belakang

FITT sebagai pemegang saham BMP sebesar 999998», FITT berencana akan
melakukan divestasi terhadap seluruh penyertaan saham tersebut. Sehubungan dengan
rencana tersebut, maka manajemen FITT menunjuk KJPP Andesta sebagai penilai
independen untuk memberikan pendapat yang obyektif mengenai opini Nilai Pasar
99,9998Xc penyertaan saham FITT pada BMP.

Dalam aplikasi penilaian untuk menentukan Nilai Pasar saham, komponen nilai disajikan
secara bersamaan dan terpadu. Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan dalam
penilaian meliputi :

a. Data legalitas akte pendirian dan akte perubahan
b. Laporan keuangan BMP 31 Desember 2020, 2021, 2022, 2023, 2024 dan 2025
(audited).

Cc. Tinjauan terhadap kondisi fundamental perusahaan yang menyangkut : sejarah
singkat perusahaan, struktur modal dan susunan pengurus, diskripsi bidang usaha
dan kinerja keuangan perusahaan serta memperhatikan kondisi makro yang ada.

d. Data-data lain sebagai informasi.

1.2. Dasar Penugasan

Sesuai surat penawaran Kami No. 130/P/Andesta!!!l/2026 tanggal 16 Maret 2026, penilaian
ini dilakukan atas permintaan FITT, yang selanjutnya dalam penugasan ini sebagai
Pemberi Tugas

Penilaian dilakukan dengan berpedoman kepada Peraturan No. 35/POJK.04/2020,
dengan ruang lingkup antara lain meliputi: Verifikasi dan identifikasi data, pemeriksaan
data-data dan analisa, dan penyampaian pendapat atas Nilai Pasar Saham dalam bentuk
Laporan Penilaian.

Pendahuluan

Page 11 OCR 0.910
1.3,

14.

1.5.

1.6.

S5. CE N tele A 2 AR ANISA

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Lingkup Penilaian

Lingkup penilaian hanya mencakup penilaian saham 99,9998”4 Saham Penyertaan FITT
pada BMP yang bergerak dalam bidang jasa penyediaan hotel per tanggal efektif
penilaian

Pemberi Tugas

Pemberi tugas dengan data-data dapat diuraikan sebagai berikut

Nama Perusahaan : PT Hotel Fitra International Tbk
Bidang Usaha : Industri Perhotelan
Alamat : Jalan KH. Abdul Halim No. 88 RT. 005 RW. 008

Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka
Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat

No. Telp 10233 - 8292 888
Email  reservation fitrahotel.co.id
Website - www fitratbk.co.id

Pengguna Laporan

Pengguna laporan dengan data-data dapat diuraikan sebagai berikut

Nama Perusahaan : PT Hotel Fitra International Tbk
Bidang Usaha : Industri Perhotelan
Alamat : Jalan KH. Abdul Halim No. 88 RT. 005 RW. 008

Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka,
Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat

No, Telp 10233 - 8292 888
Email : reservation @fitrahotel.co.id
Website - wwwfitratbk.co.id

Maksud Dan Tujuan Penilaian

Menurut infomasi yang diberikan kepada kami, bahwa maksud dari penilaian ini adalah
untuk mengungkapkan pendapat yang obyektif mengenai Opini Nilai Pasar 99,9998”
Saham Penyertaan FITT pada BMP per tanggal 31 Desember 2025 dengan mata uang
Rupiah yang akan dipergunakan untuk kepentingan divestasi saham dan oleh karenanya
tidak direkomendasikan untuk penggunaan lainnya

Pendahuluan

Page 12 OCR 0.878
&H

17.

1.8.

19.

110.

111.

Pendahuluan

E . C1EN TE ie A15 PT ANTA A4

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Objek Penilaian

Objek penilaian dalam penugasan ini adalah nilai pasar saham 99,9998/4 Saham
Penyertaan FITT pada BMP yang bergerak dalam bidang penyediaan hotel.

Kepemilikan Saham

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, pemegang saham BMP dapat
dilihat pada tabel di bawah ini

No Pemegang Saham Lembar Saham Lapar serba
Kepemilikan (Rp)
1 (PT Hotel Fitra Internasional Tbk 549.999 99, 999EK 54.999.900.000
2 (Siti Rahayu 0 1 0000216 100.000
Total | 550.000 0. 100,00 5.000.000.000

Tanggal Efektif Penilaian

Tanggal efektif penilaian (cut off date) adalah tanggal dimana hasil nilai ditetapkan dengan
kondisi dan syarat-syarat yang diberlakukan. Dalam Laporan Penilaian ini maka Nilai
Pasar diperhitungkan pada tanggal 31 Desember 2025. Tanggal ini sesuai laporan
keuangan terakhir yang tersedia dan dapat diperoleh dan diterima penilai sebagai dasar
untuk melakukan penilaian, yaitu laporan keuangan per 31 Desember 2025 (audited)

Tanggal Pelaporan

Tanggal pelaporan adalah tanggal dimana laporan penilaian ini disampaikan, oleh
karenanya sesuai dalam surat perjanjian kerja sama dan skedul pekerjaan, laporan ini
disampaikan pada tanggal 18 Mei 2026.

Premis Nilai

Asumsi yang digunakan adalah nilai pasar untuk saham mayoritas sebesar 99.9998”
saham penyertaan FITT pada BMP dengan asumsi perusahaan berjalan (going concern)

Page 13 OCR 0.933
H EC S5: Ie N TIE ee A PP RASA

KJPP Edi Andesta dan Rekan

112. Pernyataan Independensi Nilai

Dalam mempersiapkan Laporan Penilaian ini kami bertindak secara independen tanpa
adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas ataupun pihak-pihak yang
terafiliasi. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan
dengan penugasan ini.

1.13. Kualifikasi Penilai

Sesuai Keputusan Menteri Keuangan No. 1/KM.1/2022 tertanggal 3 Januari 2022 tentang
Izin Penilai, dimana Ir. Edi Andesta, MAPPI (Cert) ditetapkan dengan kualifikasi sebagai
penilai Bidang Jasa Penilaian Properti dan Bisnis (PB) dengan izin penilai publik
PB.1.09.00095 dan STTD OJK untuk penilaian Properti dan Usaha dengan Nomor KEP-
30/KS.13/2026.

1.14. Dasar Penilaian dan Definisi Nilai

Dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam penilaian ini sesuai Peraturan
35/POJK.04/2020 adalah "Nilai Pasar (Market Value)", yang didefinisikan sebagai berikut:

Nilai Pasar (Market Value) adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil
penukaran aset atau liabilitas pada Tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat
membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan,
yang pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua Pihak masing-masing
bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan.

115. Data dan Informasi

Data-data dan informasi sebagai berikut :

a. Hasil Pelaksanaan Inspeksi

Setelah dilakukan wawancara dengan pihak managemen BMP, bidang usaha
penyediaan hotel.

b. Sifat Pengendalian Objek Penilaian (controlling)

Sesuai dengan struktur modal saham BMP, di mana FITT sebagai mayoritas, maka
pengendali objek penilaian adalah FITT

Pendahuluan

1-4
Page 14 OCR 0.934
"m1 SC. is Aa Tap UC AP PRKANSIA

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Cc. Tingkat Likuiditas Pasar Objek Penilaian (marketability)

Mengingat BMP adalah sebuah perusahaan tertutup, yang sahamnya tidak
diperjualbelikan di Pasar Modal, maka Objek Penilaian bersifat tidak likuid.

d. Informasi Identitas Pihak yang di Wawancarai.

Pihak-pihak yang di wawancarai pada pelaksanaan penilaian BMP adalah Bapak
Steve Mulyono sebagai Direktur

e. Dokumen dan Sumber Informasi.

Dokumen-dokumen yang digunakan dalam melakukan penilaian ini adalah
dokumen-dokumen yang berasal dari pihak manajemen sebagai data-data primer
berupa laporan keuangan BMP tahun 2020, 2021, 2022, 2023, 2024 dan 2025
(audited), sedangkan data-data sekunder berasal dari media massa, internet, koran,
BPS, Bursa Efek Indonesia dan sumber data lainnya dapat dipercaya.

f. Jenis-Jenis Ekuitas dan Hak yang Melekat.

Ekuitas pada objek penilaian, terdiri dari modal disetor pemegang saham. Modal
disetor dari para pemegang saham mayoritas dan minoritas

1.16, Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

Informasi perkiraan dan pendapat yang diperoleh dari berbagai sumber seperti informasi
yang dipublikasikan dan data riset ataupun data yang diperoleh dari Pemerintah, dianggap
merupakan informasi yang relevan dan dapat dipercaya kebenarannya, oleh karenanya
tidak dilakukan verifikasi/pengecekan lebih lanjut.

117. Pendekatan Penilaian dan Alasan Penggunaannya

Penilaian saham BMP dilakukan dengan menggunakan 2 (Dua) pendekatan yaitu
berdasarkan Pendekatan Pendapatan Metode Discounted Cash Flow dan Pendekatan
Aset Metode Aajusted Net Asset Method Alasan-alasan pemilihan pendekatan pasar dan
pendekatan aset dalam penilaian ini adalah sebagai berikut:

a. Kami tidak menerapkan "Pendekatan Pasar" karena kami tidak memperoleh data
pembanding di Bursa Efek Indonesia yang bergerak di bidang hotel yang sebanding
dengan Objek Penilaian, dengan demikian metode perbandingan dengan
perusahaan terbuka tidak dapat digunakan dalam penilaian ini.

Pendahuluan

Page 15 OCR 0.944
H E S.E MN rTiEPie A PG MISA 'L

KJPP Edi Andesta dan Rekan

b. Pada umumnya pertimbangan yang terpenting bagi pihak yang berniat membeli
suatu perusahaan adalah kemampuan perusahaan tersebut dalam menghasilkan
pendapatan dimasa depan. Oleh karena itu, metode-metode penilaian yang
didasarkan pada konsep hubungan antara pendapatan dan nilai, terutama metode
diskonto pendapatan ekonomi mendatang, umum digunakan dalam penilaian atas
ekuitas suatu perusahaan. BMP adalah Perusahaan yang bergerak dalam bidang
perhotelan, secara komersial beroperasi. Dengan demikian, metode-metode
penilaian yang didasarkan pada konsep hubungan antara pendapatan dan nilai yaitu
metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, metode kapitalisasi pendapatan ekonomi
mendatang, dan terutama metode diskonto pendapatan ekonomi atau metode
diskonto arus kas (discounted cash flow method) kami pandang dapat digunakan
dalam penilaian ini.

Alasan pendekatan ini digunakan karena Perusahaan merupakan entitas usaha
perhotelan yang telah beroperasi secara komersial dan menghasilkan pendapatan
secara berkelanjutan dari kegiatan operasional, Metode DCF digunakan untuk
mengestimasi nilai kini dari proyeksi arus kas masa depan yang diharapkan akan
dihasilkan oleh Perusahaan. Pendekatan ini dinilai paling representatif dalam
mencerminkan nilai Perusahaan sebagai entitas going concern, karena secara
langsung menangkap potensi manfaat ekonomi masa depan.

Cc. Pendekatan Aset (Asset Based Approach) dapat kami terapkan dalam laporan
penilaian ini karena BMP berbasis aset, serta dilakukan penilaian terhadap aset tetap
BMP dengan demikian Pendekatan Aset (Asset Based Approach) dapat digunakan.

Alasan pendekatan ini digunakan karena disamping menghasilkan arus kas, usaha
perhotelan merupakan bisnis yang bersifat asset based dengan komponen aset
tetap yang material. ekuitas suatu perusahaan dimana Nilai perusahaan sangat
bergantung pada nilai aset tetap

Setelah mempelajari secara seksama, kami berpendapat pendekatan yang relevan
dilakukan untuk menentukan nilai pasar saham BMP adalah Pendekatan Pendapatan
Metode DCF (Discounted Cash Flow) dan Pendekatan Aset Metode Adjusted Net Asset
Method.

Pendahuluan

Page 16 OCR 0.923
H E SS C1 NN TIP lab A II PR Aha ML

KJPP Edi Andesta dan Rekan

1.18. Konfirmasi Penugasan Bersamaan (Berdekatan)

Berdasarkan Informasi dari Pemberi Tugas, bahwa aset atau liabilitas yang menjadi objek
penilaian tidak sedang atau telah dinilai oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud, tujuan,
pengguna laporan dan tanggal penilaian yang sama atau berdekatan (dalam jangka waktu
tidak lebih dari dua bulan). KEPI 2018 Edisi VII-Tahun 2018 butir 5.8.C.4

119. Asumsi dan Asumsi Khusus

a. Kami berasumsi bahwa saham yang dinilai, tidak mempunyai masalah hukum dan
bahwa hak kepemilikannya adalah sah dan dapat dipasarkan.

b. Laporan harus digunakan secara keseluruhan yang tak terpisahkan dan
penggunaanya terbatas pada maksud dan tujuan penilaian ini saja. Laporan ini tidak
akan berlaku untuk maksud dan tujuan berbeda

Cc. Tidak dibenarkan bilamana sebagian atau keseluruhan dari laporan dipublikasikan
dimedia cetak/elektronik sebelum mendapat persetujuan tertulis dari Kami sebagai
penilai dan pembuat laporan

d. Penilai dibebaskan dari segala tuntutan dan kewajiban yang berkaitan dengan
penggunaan laporan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan dari laporan.

e. Dalam Penugasan ini, Pemberi Tugas telah mempelajari, mengetahui dan menyadari
sepenuhnya mengenai keberadaan KJPP Andesta.

f. Baik KJPP Andesta, maupun para penilai dan karyawan lainnya, sama sekali tidak
mempunyai kepentingan finansial terhadap Saham yang dinilai.

1.20. Definisi dan Istilah

Berdasarkan Peraturan No.35/POJK.04/2020, Definisi yang digunakan dalam penilaian
usaha adalah sebagai berikut:

a. Premis Nilai adalah asumsi Nilai yang berhubungan dengan suatu kondisi transaksi
yang dapat digunakan pada objek Penilaian.
b. Nilai Buku adalah:

1) Hasil kapitalisasi atas biaya perolehan aset, dikurangi akumulasi depresiasi,
deplesi, amortisasi atau penurunan nilai sebagaimana yang tercatat dalam
laporan keuangan: atau

2) Selisih antara total aset dikurangi dengan total liabilitas dari perusahaan
sebagaimana tercatat dalam laporan keuangan.

Pendahuluan

Page 17 OCR 0.929
» Et ST CYEW TAPE MAN DG AE Re 1

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Cc. Asumsi adalah sesuatu yang dianggap akan terjadi termasuk fakta, syarat, atau
keadaan yang mungkin dapat mempengaruhi objek Penilaian atau pendekatan
penilaian dan kewajarannya telah dianalisis oleh Penilai Bisnis sebagai bagian dari
proses Penilaian

d. Pendekatan Pasar adalah Pendekatan Penilaian dengan cara membandingkan
objek Penilaian dengan objek lain yang sebanding dan sejenis serta telah tersedia
informasi harga transaksi atau penawaran.

e. Pendekatan Pendapatan adalah Pendekatan Penilaian dengan cara mengkonversi
manfaat ekonomis atau pendapatan yang diperkirakan akan dihasilkan oleh objek
Penilaian dengan tingkat diskonto tertentu.

f. Metode Penilaian adalah suatu cara atau rangkaian cara tertentu dalam melakukan
Penilaian.

g. Business Interest adalah kepemilikan dalam perusahaan yang antara lain meliputi
penyertaan dalam perusahaan, surat berharga, aset keuangan lainnya dan aset tak
berwujud.

h. Faktor Kapitalisasi adalah semua jenis rasio yang digunakan untuk mengkonversi
pendapatan menjadi suatu nilai.

i. Laporan Penilaian Bisnis adalah laporan tertulis yang dibuat oleh Penilai Bisnis
yang memuat pendapat Penilai Bisnis mengenai objek Penilaian serta menyajikan
informasi tentang proses Penilaian.

j- Diskon Tanpa Pengendalian (Discount for Lack of Control) adalah suatu jumlah
atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari Nilai suatu ekuitas sebagai
cerminan dari kurangnya tingkat pengendalian atas Objek penilaian.

k. Diskon Likuiditas Pasar (Discount For Lack of Marketability) adalah suatu jumlah
atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari Nilai suatu ekuitas sebagai
cerminan dari kurangnya likuiditas dari Objek penilaian.

I. Kelangsungan Usaha adalah suatu kondisi yang mencerminkan usaha yang
sedang beroperasi atau dalam konstruksi, atau suatu premis dalam Penilaian,
dimana Penilai Bisnis menganggap suatu perusahaan akan terus melanjutkan
operasinya secara berkelanjutan

m. Kapitalisasi adalah:

1) Pengkonversian arus kas bersih atau penghasilan bersih lain, baik yang bersifat
aktual maupun perkiraan, selama periode tertentu yang ekuivalen dengan Nilai
aset pada suatu tanggal tertentu, atau

2) Pengakuan atas suatu pengeluaran modal.

Pendahuluan

Page 18 OCR 0.928
H E S CTENTIFIe A PP RANSA:kL

KJPP Edi Andesta dan Rekan

n. Premi Kendali (Premium for Control) adalah suatu jumlah atau persentase
tertentu yang merupakan penambah dari Nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari
tingkat pengendalian atau Objek penilaian

0. Kendali Mayoritas adalah tingkat kemampuan pengendalian suatu perseroan oleh
pemegang saham pengendali

p. Tingkat Kapitalisasi adalah jumlah pembagi yang digunakan untuk mengkonversi
pendapatan menjadi Nilai

g. Tingkat Imbal Balik (Rate of Return) adalah jumlah laba atau rugi dan/atau
perubahan nilai yang direalisasikan atau diharapkan dari suatu investasi yang
dinyatakan dalam persentase.

r. Tingkat Diskonto adalah suatu Tingkat Imbal Balik untuk mengkonversikan nilai di
masa depan ke nilai sekarang yang mencerminkan nilai waktu dari uang dan
ketidakpastian atau terealisasinya pendapatan ekonomi.

s. Arus Kas Bersih adalah jumlah kas yang:
1) Tersedia setelah terpenuhinya kebutuhan kas untuk kegiatan operasional,

2) Merupakan arus kas yang tersedia bagi penyedia modal yang terdiri dari utang
dan ekuitas : dan

3) Telah bebas dari kewajiban untuk mempertahankan operasi saat ini dan untuk
mengantisipasi pertumbuhan perusahaan.

t. Nilai Terminal (Terminal Value) adalah Nilai dari jumlah arus kas untuk periode
setelah periode waktu tetap, dimana arus kas yang diterapkan dapat menggunakan
model ekuitas atau Modal Investasi.

Pendahuluan

Page 19 OCR 0.898
ta E CT IC OM Tik 18 A PP RAd4dGBSA Hi

KJPP Edi Andesta dan Rekan

sa | GAMBARAN PERSEROAN

21 Gambaran Umum

BMP didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 02 tanggal 09 Desember 2013 dibuat oleh
Notaris Muhammad Hanafi S.H., notaris di Jakarta yang telah mendapatkan pengesahan
dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. AHU-02739.AH.01.01.Tahun 2014 tanggal 20 Januari 2014. Akta perusahaan telah
mengalami perubahan, terakhir dengan Akta No. 12 tanggal 20 Juni 2019 oleh Notaris
Rudy Siswanto S.H., mengenai pernyataan keputusan para pemegang saham secara
edaran. Akta perubahan ini telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-
0096462.AH.01.11.Tahun 2019 tanggal 21 Juni 2019

Berdasarkan pasal 3 anggaran dasar, maksud dan tujuan BMP adalah menjalankan
usaha dalam bidang jasa penyediaan penginapan (hotel dan transit hotel), jasa
pengelolaan hotel meliputi aspek pemasaran, operasional dan pemeliharaan hotel, baik
berupa piranti lunak maupun piranti keras, perdagangan, pembangunan (kontraktor) guna
memborong segala pekerjaan bangunan dan pekerjaan umum, industri, pengangkutan
darat, percetakan dan perbengkelan.

BMP berdomisili di Jalan KH. Abdul Halim No. 88 RT.005 RW.008 Kelurahan Majalengka
Kulon, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

2.2 Struktur Permodalan dan Pemegang Saham

Berdasarkan Akta No. 12 tanggal 20 Juni 2019, pemegang saham BMP dapat dilihat pada

tabel di bawah ini :
No Pemegang Saham Lembar Saham Ca) pre
Kepemilikan (Rp)
1 (PT Hotel Fitra Internasional Tbk 549.999 99,9998”6 4.999.900.000
2 |Siti Rahayu 1 0,0002h 100.000
Total 550.000 100,076 55.000.000.000

Gambaran Perseroan

Page 20 OCR 0.925
» & S5 CLEN TAFIC APP RAN SAL

KJPP Edi Andesta dan Rekan

2.3 Organisasi Perusahaan

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, susunan pengurus BMP adalah
sebagai berikut

Dewan Komisaris

Komisaris : Tn. Joni Rizal
Direksi
Direksi : Tn. Steve Mulyono

24 Perijinan dan Legalitas Perseroan

a. Akta Pendirian No. 2 tanggal 9 Desember 2013 dari Notaris Muhammad Hanafi, S.H,
notaris di Kota Jakarta Selatan. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
02737.AH.01.01.Tahun 2014 tanggal 20 Januari 2014

b. Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT. Bumi Majalengka Permai No.
15 tanggal 11 Februari 2016 dari Notaris Benediktus Andy Widyanto, S.H, notaris di
Kota Tangerang Selatan. Akta telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi
Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam
Surat Pemberitahuan dengan No. AHU-AH.01.03-0023438 pada tanggal
15 Februari 2016

Cc. Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT. Bumi Majalengka Permai No.
26 tanggal 16 Februari 2016 dari Notaris Benediktus Andy Widyanto, S.H, notaris di
Kota Tangerang Selatan.

d, Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Secara Edaran PT. Bumi
Majalengka Permai No. 17 tanggal 18 April 2018 dari Notaris Rudy Siswanto, S.H,
notaris di Jakarta Utara

e. Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT. Bumi Majalengka Permai No. 25 tanggal 24
April 2018 dari Notaris Rudy Siswanto, S.H, notaris di Jakarta Utara. Akta telah
diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Pemberitahuan dengan No.
AHU-AH.01.03-0165813 pada tanggal 26 April 2018.

Gambaran Perseroan

Page 21 OCR 0.934
HH & . CI1E DN FLETCO APP RABBA L

KJPP Edi Andesta dan Rekan

f. Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Secara Edaran PT. Bumi
Majalengka Permai No. 25 tanggal 24 April 2018 dari Notaris Rudy Siswanto, S.H,
notaris di Jakarta Utara. Akta telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi
Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam
Surat Pemberitahuan dengan No. AHU-AH.01.03-0165813 pada tanggal
26 April 2018.

9- Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Secara Edaran PT. Bumi
Majalengka Permai No. 49 tanggal 26 Desember 2018 dari Notaris Rudy Siswanto,
S.H, notaris di Jakarta Utara

h. Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Secara Edaran PT. Bumi
Majalengka Permai No. 16 tanggal 27 Maret 2019 dari Notaris Rudy Siswanto, S.H,
notaris di Jakarta Utara. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
0017184.AH.01.02 Tahun 2019 tanggal 28 Maret 2019

i. Akta terakhir yang buat yaitu Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham
Secara Edaran PT. Bumi Majalengka Permai No. 12 tanggal 20 Juni 2019 dari Notaris
Rudy Siswanto, S.H, notaris di Jakarta Utara. Akta telah diterima dan dicatat dalam
Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam Surat Pemberitahuan dengan No. AHU-AH.01.03-0289195
pada tanggal 21 Juni 2019.

j. Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan No. 9120208410013 atas nama PT. Bumi
Majalengka Permai diterbitkan Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik
Indonesia tanggal 1 April 2019

2.5 Aspek Manajemen dan Usaha

2.5. Gambaran Manajemen

Manajemen perusahaan merupakan bagian aktivitas perusahaan yang secara langsung
maupun tidak langsung akan memberikan kontribusi keberhasilan dalam menjalankan
usahanya, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Koordinasi semua sumber daya
melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan,
dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.
Dapat disimpulkan bahwa dalam manajemen harus ada: tujuan, proses, suatu keahlian,
pihak yg mengatur dan di atur.

Sesuai bidang usaha penyediaan hotel yang bergerak dalam bidang penyediaan hotel.

Maka Aktifitas saat ini ditangani oleh karyawan-karyawan inti dan karyawan pendukung
Gambaran Perseroan

Page 22 OCR 0.931
HH E Ss C1ENTIFIE A & PARdRKAH

KJPP Edi Andesta dan Rekan
2.5.2. Sumber Daya Manusia

Sumber Daya Manusia merupakan hal yang vital bagi BMP sebagai mitra untuk mencapai
keberhasilan setiap usaha dan kegiatannya. Perseroan menyadari bahwa kinerja usaha
Perseroan sangat terpengaruh dengan kondisi sumber daya manusia, sehingga kebijakan
manajemen sehubungan dengan peran sumber daya manusia antara lain diwujudkan dalam
pemenuhan peraturan-peraturan Pemerintah dalam hal ketenagakerjaan juga fasilitas
lainnya.

Fasilitas yang diberikan kepada karyawannya meliputi tunjangan perawatan dan pengobatan
kesehatan, program keluarga berencana, upah selama sakit, tunjangan kecelakaan kerja,
tunjangan kematian bukan kecelakaan kerja, istirahat mingguan dan harian, cuti hamil,
keselamatan kerja, pemberian fasilitas untuk pekerja dengan jabatan tertentu.

2.5.3. Kegiatan Usaha

BMP bergerak dalam bidang penyediaan hotel. Pada saat ini, pendapatan perseroan
diperoleh dari usaha pengelolaan hotel.

26 Kinerja Keuangan

Berikut data-data laporan keuangan yang diterima:

a. Laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
diaudit oleh Akuntan Publik Drs Moch. Chaeroni, Ak, CA, BKP, CPA dari KAP Drs.
Chaeroni & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material. Dengan No
00046/2.0713/AU.1/05/0163-1/1/IV/2021 Tanggal 22 April 2021.

b. Laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
diaudit oleh Akuntan Publik Dulgani SE, AK, CPA, CA dari KAP Dra. Suhartati &
Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material. Dengan No
00038/2.0119/AU.1/05/0165-1/1/11/2022 Tanggal 10 Maret 2022.

c. Laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
diaudit oleh Akuntan Publik Dulgani SE, AK, CPA, CA dari KAP Dra. Suhartati &
Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material. Dengan No
00074/2.0119/AU.1/05/0165-2/1/111/2023 Tanggal 24 Maret 2023.

d. Laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
diaudit oleh Akuntan Publik Dulgani SE, AK, CPA, CA dari KAP Dra. Suhartati &
Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material. Dengan No
00028/2.0119/AU.1/05/0165-03/1/11/2024 Tanggal 19 Februari 2024.

Gambaran Perseroan

s
“|
Page 23 OCR 0.841
HH E 2 CO UK MW Tee Tu A PP RASA

KJPP Edi Andesta dan Rekan

e. Laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
diaudit oleh Akuntan Publik Dulgani SE, AK, CPA, CA dari KAP Dra. Suhartati &
Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material. Dengan No
00149/2.0119/AU.1/05/0165-4/1/IV/2025 Tanggal 16 April 2025.

f Laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
diaudit oleh Akuntan Publik Drs. Liasta Karo Karo Surbakti, CPA dari KAP Liasta,
Nirwan, Syafrudin & Rekan dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
Dengan No 00082/2.0887/AU.1/05/0299-1/1/IV/2026 Tanggal 28 April 2026

BMP berdiri pada tahun 2013 dengan nama PT Bumi Majalengka Permai. Pada saat ini
Perusahaan terutama bergerak dalam bidang jasa penyediaan hotel Keuangan BMP
selama 6 tahun terakhir mengalami rugi bersih yang berfluktuatif dimana pada tahun 2021
mengalami penurunan dari tahun 2020 kemudian pada tahun 2022 mengalami
peningkatan, pada tahun 2023 kembali mengalami kenaikan dan pada tahun 2024 - 2025
kembali mengalami penurunan, Hal ini disebabkan karena beban usaha dan beban lain-
lain yang mengalami peningkatan.

2.61. Realisasi Laba Rugi

Tabel 21 Realisasi Laba (Rugi) Perseroan

Realisasi Laba Rugi (Rp)
Waka 2020 221 2022 2023 2024 2025

Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des

Audited Audited Audited |” Audited Audited Audited
Pendapatan 5397369.104| 8.759.873.774| 10.495.281.006| 11.833.525.237| 13,341819.400| 8.936. 188.578)
Beban Pokok Penjualan (4.987.831971)| (5601.599.020)| (6.533.624.876)! (7652017.865)| (9.123.616.754)| (7.121.875.150)
Laba Kotor 409537133|  3158.274.754| 3961656130 4181507372| 4218.202646| 1.814.313.428!
Beban Usaha (5555752197)| (981678527)| (5303009431)| (6080800.145)| (6.198441035)| (5.068.657.557)!
Laba (Rugi) Usaha (6146215064)| (1823403773)! (1381353301)| (te99292773)| (1980238280) (3.254.344.120)
Pendapatan (Beban) lain-lain (2083159220)| (2.093.382.852)! (3114421667)| (3123424831)| (2.268.590.539)| (1.311.346.999):
Laba (Rugi) sebelum Pajak (7229374 284)| (3916786625)| (4455774968)| (5022717604)| (4.248828928)| (4.565.691.128)
Taksiran Pajak 92924636 2988761 (60373221| — 18.935.698 24518358| 989.762.186
Laba Bersih (7136449648)| (3913797864)! (4461812290)| (5.003.781.906) (4.224.250.570) (3.575.922.942)

Pendapatan

Pendapatan pada tahun 2020 tercatat 5,39 miliar, pada tahun 2021 mengalami kenaikan
tercatat sebesar 8,75 miliar, pada tahun 2022 tercatat naik menjadi 10,49 miliar dan tahun
2023 naik kembali menjadi 11,83 miliar, pada tahun 2024 mengalami kenaikan menjadi
13,34 miliar dan pada 2025 tercatat pendapatan BMP turun menjadi 8,93 miliar. Penyebab
utama penurunan tersebut adalah penurunan pendapatan hotel.

Gambaran Perseroan —

Page 24 OCR 0.806
HE S CYECEMN TIA AP KAS AM

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Rugi Usaha

Rugi usaha pada tahun 2020 tercatat 5,14 miliar, pada tahun 2021 menjadi 1,82 miliar,
pada tahun 2022 tercatat mengalami penurunan menjadi 1,34 miliar namun naik pada
tahun 2023 menjadi 1,90 miliar, pada tahun 2024 naik menjadi 1,98 miliar dan 2025
mengalami kenaikan menjadi 3,25 miliar. Penyebab utama peningkatan rugi usaha
tersebut adalah penurunan pendapatan hotel

Rugi Bersih

Rugi bersih pada tahun 2020 sebesar 7,13 miliar kemudian turun pada tahun 2021
menjadi 3,91 miliar kemudian naik pada tahun 2022 menjadi 4,46 miliar, pada tahun 2023
mengalami kenaikan menjadi 5,00 miliar, tahun 2024 turun menjadi 4,22 miliar dan pada
2025 turun menjadi 3,57 miliar. Penyebab utama peningkatan rugi bersih tersebut adalah
penurunan pendapatan hotel.

2.6.2. Realisasi Posisi Keuangan

Realisasi Posisi Keuangan (Rp) — Bi
Uraian z2 27 2022 22 z2 225

Jan - Des Jan-Des | Jan-Des | Jan-0es | Yan-Des | Yan-Des

L J Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Aset Lancar | 1.124.834.953 2.524 690.466 3171167793 2.225.066.444 2.030 948.649 1.658.926 986
Aset Tetap 59.388.262292 | 55.662664.163 | 56.853.786.339 | 53.010404.352| 49.228068.358 | 45.916.442 479
Aset Lan-ain 0. tan2e3ari|  t42e0207| — 913seoeo| — 7o4oan30| — gtss0s16| 4217120102
TotalAsat 60se0.360416| se30214816 | 60.t22200218| s5305gras35 | 51350650523 | si002.198507
Liabllitas Jangka Pendek | 6743121 705 5.479 437.394 5.055.700 639 6.552 863.554 9.833 518885 5.505.392 377
Liabilitas Jangka Panjang | 243913350041 27212464578 | 33745536752 | 32273136995 | 29249645072 | 34 329 304 343
Jumiah Ekuitas 20525903707 | 25638312864) 2t3010s2027| #6argaraase | 12257492965 | 12057.801647
Total Liabilitas & Ekuitas 60.660.360.416 | 58.330.214.836 | 60.122.290.218 | 55.305.878.935 | 51.350.656.923 | 51.892.498.567

Total Aset

Total Aset pada tahun 2020 tercatat sebesar 60,66 miliar, pada tahun 2021 mengalami
penurunan tercatat sebesar 58,33 miliar, pada tahun 2022 tercatat mengalami kenaikan
menjadi 60,12 miliar kemudian pada tahun 2023 tercatat turun menjadi 55,30 miliar, pada
tahun 2024 tercatat turun menjadi 51,35 miliar dan pada 2025 mengalami kenaikan
menjadi 51,89 miliar. Penyebab utama penurunan tersebut adalah penurunan kas dan
setara kas, meskipun pada tahun 2025 sedikit mengalami kenaikan yang disebabkan oleh
bertambahnya asset pajak tangguhan

Gambaran Perseroan

Page 25 OCR 0.912
H4 S5 CE MR TSEF Ek A UT P RASA L

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Total Liabilitas

Total liabilitas pada tahun pada tahun 2020 sebesar 31,13 miliar kemudian naik pada
tahun 2021 menjadi 32,69 miliar, pada tahun 2022 tercatat mengalami kenaikan menjadi
38,80 miliar kemudian naik pada tahun 2023 menjadi 38,82 miliar, pada tahun 2024
mengalami kenaikan menjadi 39,08 miliar dan pada 2025 naik menjadi 39,83 miliar.
Penyebab utama peningkatan tersebut adalah peningkatan utang pihak berelasi.

Ekuitas

Ekuitas pada tahun 2020 sebesar 29,52 miliar kemudian turun pada tahun 2021 menjadi
25,63 miliar, pada tahun 2022 tercatat mengalami penurunan menjadi 21,32 miliar, pada
tahun 2023 turun menjadi 16,47 miliar, pada tahun 2024 mengalami penurunan menjadi
12,26 miliar dan pada 2025 turun menjadi 12,05 miliar.

Gambaran Perseroan

1-7
Page 26 OCR 0.692
Tr ak sc

EN T

NX ame 0 “5 AP P RATNSAL
KJPP Edi Andesta dan Rekan
2.6.3. Realisasi Arus Kas
Tabel2.2 Realisasi Arus Kas
Ti — aa Realisasi Arus Kas (Rp.) 7 TAS
Uraian 2220 2021 22 223 2024 2025
Jan -Des Jan - Des Jan - Des -Des Jan Des Jan - Des
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
Penerimaan Kas dari Pelanggan 1234357353) 7587259004 | 10201924361 | 11843178.489 | 13.238.917582 9064596.306
Pembayaran Kas dari Pemasok |
dan Pihak Lainya (1930782779) (5024056706) (5.717.364.714)! (6571459516)! (8.903.026692)| (4835 275.785)
p Kepadal
be Kes (2188396.718)| (2369561997)! (277049007e)| (28ag1787a5)| (2867.103.190) (2839900128)
Penerimaan (Pembayaran) Kas |
Penghasilan Bunga 10450 438 | 7384072 14 544.477 12.397.018 12010 101 6.651.201
Beban Keuangan (2572613597| (2237956653) (3313786297| (3261169922) (2282365334): (1.313.291.726)
Beban Pajak (390.665.114) (14.544 437)| (68.068.575) (207.256.156)| (140.513.900)| (1.088.636.925)
Lainnya 379003939|  137.239734| 184820153| — 125248073 1.764.694 |
Arus Kas Bersih Diperoleh Dari
(Digunakan Untuk) Aktivitas 541.413.522 (.91.226c00) (1.468.420.671)! (898.740.799)| (940.316.739) (1.005.857.057)
Operasi 0 3 — | — |
| —
ARUS KAS DARI AKTIVITASI | |
INVESTASI
Perolehan Aset Tetap | terisraaoo| ertossen| Wssemeasp| (paaseazan| oMas9s300) — (eser6ars)
Arus Kas Bersih Diperoleh Dari|
Aktivitas Investasi (6.711.514.400) (267.125.980) (4.946.346.852) (288.999.731) (125953.o00| (55.676.475)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS |
| PENDANAAN
Penerimaan Utang Bank 6.241.600.000
Pembayaran Utang Bank (900002000)! (810000000)! (1080000.000)| (3720.020.000)| (5.400.000.000) (9.300.000.000)
Pembayaran — Utang — Sewa) P
aritiayaan (227791.550)| (167.095 828) (8.856.955)
Pane Perlanan Dari Pok -| #sono0oooo| B000000000| 41500000001 6:630000000 11310000000
Penerimaan Pembayaran | N
Pinjaman Dari Pihak Beretasi 27.000.000 | (100.000.000)| (450.000.000) (1.110.000.000)
Pemberian Pinjaman  Kepadal
Pihak Berelasi (27.000.000)
Arus Kas Bersih Diperoleh Dari n .
Aktivitas P an 5.086.808.450 3.549.904.172 | 6.911.143.045 330.000.000 780.000.000 900.000.000
KENAIKAN (PENURUNAN) KAS:
DAS SETARA KAS (1083292428)| 1368491204| 4963755221 (8s7.740530)| (286270630) (161.533.532
ben SETARA. KAS:AWAL 1.870.401.672 787.109.244 | 2155600448 | 2651975970 | 1.794.235.440 | 1.507.964.801
berang SETARA KAS'AKHR 781109244 | 2.155.600.448 | 2651.975970| 1.794.235.440 | 1.507.964.801 1.346.431.269
Arus Kas dari Aktivitas Operasi

Arus kas bersih dari aktivitas operasi pada tahun 2020 tercatat sebesar 541,41 juta. Pada
tahun 2021 arus kas operasi mengalami penurunan dan digunakan sebesar 1,91 miliar,
kemudian pada tahun 2022 masih digunakan sebesar 1,46 miliar. Pada tahun 2023 arus
kas operasi yang digunakan tercatat sebesar 898,74 juta dan pada tahun 2024 sebesar

Gambaran Perseroan

Page 27 OCR 0.870
1" ag

2.6.4.

5 CAECMN CL rc A FC! RAdS Ak

KJPP Edi Andesta dan Rekan

940,31 juta. Pada tahun 2025 arus kas operasi tercatat kembali digunakan sebesar 1,00
miliar. Penurunan arus kas operasi terutama disebabkan peningkatan pembayaran
kepada pemasok, pembayaran beban keuangan, serta pembayaran utang bank.

Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Arus kas dari aktivitas investasi pada tahun 2020 tercatat digunakan sebesar 6,71 miliar,
kemudian pada tahun 2021 digunakan sebesar 267,12 juta. Pada tahun 2022 arus kas
investasi kembali digunakan sebesar 4,94 miliar, pada tahun 2023 sebesar 288,99 juta,
dan pada tahun 2024 sebesar 125,95 juta. Pada tahun 2025 arus kas investasi tercatat
digunakan sebesar 55,67 juta, Penggunaan arus kas investasi terutama berasal dari
perolehan aset tetap

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan pada tahun 2020 tercatat sebesar 5,08 miliar,
kemudian pada tahun 2021 sebesar 3,54 miliar dan pada tahun 2022 meningkat menjadi
6,91 miliar. Pada tahun 2023 arus kas pendanaan tercatat sebesar 330,00 juta, kemudian
pada tahun 2024 sebesar 780,00 juta dan pada 2025 meningkat menjadi 900,00 juta.
Kenaikan arus kas pendanaan terutama disebabkan oleh penerimaan pinjaman dari pihak
berelasi, meskipun terdapat pembayaran utang bank yang cukup signifikan.

Rasio-Rasio Keuangan

Rasio-rasio keuangan periode per tanggal 31 Desember 2020 sampai dengan
31 Desember 2025, dapat dilihat sebagai berikut :

Tabel 2.3 Rasio-rasio Keuangan

Gambaran Perseroan

Uraian 2020 2021 | 2022 2023 2024 2025
| Audited Audited — Audited Audited Audited | Audited

AKTVITAS (X)
Total Asset Turnover 0.03 0,15 017 2 0.26 017
SOLVABILITAS (3) |
Total Debt to Eguity Ratio 105 128 1,82 2,36 | 319 3,30
Total Debt to Total Assets Ratio 051 0.56 0,65 0,70 | 0,76 077
(PROFITABILITAS (96) | | |
(Operating Margin 95,359 -20.8215 | 42789 16,059 A48AK 364200
Net Profit Margin 28394 4471p 424616 42449 318596 1094|
Page 28 OCR 0.913
BH E 5 CE N TIP 1 A CC PR AYAH

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Rasio Aktivitas

Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mendayagunakan aset-
aset yang dimilikinya. Secara rata-rata dapat dilihat bahwa rasio perputaran aset BMP
selama periode 2020-2025 adalah sebesar 0,19x pertahun.

Rasio Solvabilitas

Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar semua
kewajiban (jangka pendek maupun jangka panjang) BPM. Rasio rata-rata Debt to Eguity
Ratio selama tahun 2020-2025 adalah 2,39x dan Debt to Total Asset Ratio sebesar 0,69x.

Rasio Profitabiltas

Rasio profitabilitas menunjukkan operasional kemampuan suatu perusahaan dalam
mengelola aset-asetnya dengan tujuan akhir mengoptimalkan pengembalian yang dapat
diperoleh para penyedia kapital (capital providers). Operating margin rata-rata mencapai
negatif 20,18Y4 dan net profit margin negatif 425144.

2.7 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subseguent Event)

Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal
diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting dalam 31 Desember 2025, yang
dapat berpengaruh signifikan terhadap hasil penilaian.

Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat
kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

2.8 Hasil Pemeriksaan Atas Dokumen Hukum Yang Relevan

Kami menerima salinan dokumen-dokumen hukum milik BMP, namun kami tidak
melakukan pengecekan keabsahan dari dokumen tersebut dan tidak ada dokumen-
dokumen hukum tersebut yang mempengaruhi hasil penilaian

Gambaran Perseroan :
1-10
Page 29 OCR 0.916
H E CC IE N FA "HC A2 PRA Bi

KJPP Edi Andesta dan Rekan

29 Uraian mengenai Tenaga Ahli dan hasil pekerjaan Tenaga Ahli dalam
hal Penilai Bisnis mendasarkan Penilaian-nya pada hasil kerja Tenaga
Ahli

Dalam penilaian ini kami tidak menggunakan tenaga ahli dan hasil pekerjaan tenaga ahli.
Dengan demikian tidak ada informasi mengenai tenaga ahli dan hasil pekerjaan tenaga
ahli.

210 Hasil identifikasi atas aset non operasional, kewajiban non
operasional, dan kelebihan atau kekurangan aset operasional
(excess or deficient) yang terkait dan pengaruhnya terhadap penilaian

Aset Non Operasional adalah aset yang terpisahkan dari operasional perusahaan dan
terdiri atas aset yang akan dipakai pada masa yang akan datang (reserve aset), Aset
Surplus, atau Aset Investasi. Setelah dilakukan identifikasi, tidak terdapat asset non-
operasional pada BMP.

211 Data Industri, Data Pasar, Data Ekonomi, Dan Informasi Empiris Lainnya
Yang Mendukung Penilaian

a. Perkembangan Industri Hotel

Pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia
pada periode Desember 2025 mencapai 1,41 juta kunjungan meningkat 17,259 dari
dibandingkan November 2025 dan naik 14,4346 dibandingkan bulan yang sama di
tahun sebelumnya. Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang periode
januari - Desember 2025 tercatat sebesar 15,39 kunjungan. Perkembangan
pariwisata secara umum akan memicu meningkatnya pembangunan hotel dan resort
di berbagai kawasan Indonesia. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi
bintang di Indonesia pada September 2025 rata-rata sebesar 42,13”o, angka ini naik
216Yo dibandingkan bulan sebelumnya. TPK gabungan hotel bintang dan
nonbintang di Kabupaten Majalengka pada September 2025 tercatat sebesar 4474,
lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 37,556 atau naik 6,45 poin.
Peningkatan terjadi pada TPK hotel bintang pada Desember 2025 tercatat sebesar
47,39/o, naik dibandingkan 39,519 atau naik sebesar 7,88 poin dari bulan
sebelumnya

Gambaran Perseroan

Page 30 OCR 0.928
n & S CAEN Ie te A MD PR AdYSA.l

KJPP Edi Andesta dan Rekan

b. Prospek Industri Hotel

Peningkatan TPK merupakan indikasi tingginya permintaan fasilitas akomodasi yang
disebabkan oleh meningkatnya aktivitas wisata, kegiatan publik serta pelaksanaan
event di daerah Majalengka. Hal tersebut menunjukkan bahwa hotel bintang masih
menjadi pilihan utama karena menawarkan kenyamanan, fasilitas lengkap, serta
lokasi strategis. Peningkatan juga sejalan dengan meningkatnya permintaan
akomodasi dari tamu yang datang untuk menghadiri kegiatan resmi, rapat, maupun
event berskala besar di Kabupaten Majalengka. Potensi terus berkembangnya hotel
di Majalengka ditandai dengan adanya persaingan industri hotel, bumi perkemahan,
vila, dan pondok wisata di Majalengka. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Majalengka mencatat terdapat hotel atau penginapan baik hotel bintang dan non
bintang sebanyak 32 di Majalengka. Faktor ketersediaan infrastruktur turut menjadi
pendorong industri ini diantaranya Bandara Internasional Kertajati serta dua ruas
jalan tol Cipali dan Cisumdawu.

212 Informasi Non Keuangan Yang Relevan Mengenai Objek Penilaian

BMP merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa penyediaan hotel yang
saat ini beroperasi secara komersial.

213 Informasi Perpajakan

Berdasarkan informasi dari pihak manajemen, tidak ada masalah perpajakan yang dapat
berpengaruh terhadap hasil penilaian.

214 Uraian mengenai penyesuaian (normalisasi) data laporan keuangan
serta pertimbangan yang mendasari setiap penyesuaian
(normalisasi) terhadap data laporan keuangan

Laporan keuangan yang disajikan sudah sesuai dengan fakta, tidak terdapat akun-akun
diluar usaha yang berpengaruh terhadap proyeksi keuangan, yang dapat mempengaruhi
hasil penilaian. Pada laporan ini tidak ada penyesuaian data laporan keuangan yang
dilakukan dikarenakan sudah sesuai pasar.

Gambaran Perseroan
1-12
Page 31 OCR 0.746
H4 E 8 C IE N TAF re A PP RAK SA L

KJPP Edi Andesta dan Rekan

215 Perbandingan Laporan Keuangan Yang Sebanding (common size)
Periode Yang Sesuai.

Katana 2020 2021 2022 2023 2024 2025
sa Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Laba (Rugi) aa 2
(Pendapatan 5.397.369.104| 8.759.873.774 10495281006 11833525237| 13341819400) 8.936.188.578|
Perubahan Pendapatan 623016 19816 127586 12758 -33.0256
Beban Pokok Penjualan | (#ae7e31g97il (56015900201 (6533624818)! (res2018e5| (125616754 (7421875150)
Laba Kotor 400537133| 3153274758| 3961658130 4181507372| a2r8202646| tar 3n3428
Beban Usaha (55557521971 Wgere7ssam| (5303008431) (6080800.145)| (6.198.441 035)| (5068657:557)
Laba (Rugi) Usaha (5146215064)| (1823403773)| (13413533017 (1899292773) (1.980.238.380)| (32543441200

Pendapatan (Beban) lan-lar) (2083159220)| (2093382852)| (3114421667)! (3.123424831)| (2.268.590539)| (1.311.346.999)
Laba (Rugi) sebelum Pajak |” (7.229374284)| (3916786625)| (4455774968) (5.022.717604)| (4.248.828928)| (4.565.691 128)

Taksiran Pajak 921924636 2.988.761 16037 322) 18.935.698 24578358 | 989 768.186

Laba Bersih (7.136.449.648)| (3.913.797.864)| — (4.461.812.290)! (5.003.781.906)| (4.224.250.570)| (3.575.922.942)

Posisi Keuangan

Aset

Total Aset 60.660.360.416| 58.330.214.836|  60.122.290.218 55.305.878.935| 51.350.656.923| 51.892.498.567
Perubahan Aset “3,840 3.071 80199 7.159 10690

Liabilitas dan Ekuitas

Jumlah Liabilitas 31.134.456.709| 32.691.901.972| 38.801.237.391| 38.826.000.549| 39.083.163.957| 39.834.696.720
Perubahan Liabilitas 5.000 186946 006 06676 1,921

Jumlah Ekuitas 29.525.903.707| 25.638.312.864 21.321.052.827 16.479.878.386| 12.267.492.966| 12.057.801.847
Perubahan Ekuitas” | 131790 168496 21 -25,5619 A71

Pada perbandingan laporan keuangan tersebut diatas, dapat dilihat bahwa secara
pendapatan BMP tahun 2020 - 2025 mengalami kenaikan, namun pada 2025 pendapatan
BMP menurun sebesar 33,02”. Rugi usaha pada tahun 2020 - 2025 berfluktuasi yaitu
tahun 2020 - 2022 mengalami penurunan, kemudian pada tahun 2023 - 2025 rugi usaha
BMP mengalami kenaikan.

Total aset BMP tahun 2020 - 2025 tercatat berfluktuasi yaitu tahun 2021 mengalami
penurunan sebesar -3,84”5, kemudian mengalami kenaikan sebesar 3,076 pada tahun
2022, namun pada tahun 2023 - 2024 tercatat BMP mengalami penurunan total aset
sebesar -8,01Y6, -7,15Y6 namun pada tahun 2025 total asset BMP mengalami kenaikan
sebesar 1,0696. Liabilitas BMP tercatat mengalami kenaikan dari tahun 2020 — 2025
sebesar 5,00, 18,69”, 0,067, 0,66”o dan 1,92”o. Ekuitas BMP selama 5 tahun terakhir
mengalami penurunan dengan penurunan pada sebesar -13,17Y0, -16,84Y6, -22,71Yo, -
25,569 dan -1,7196

Gambaran Perseroan

1-13
Page 32 OCR 0.845
HH 8 G18 MN TAF Ex 2 IT CAK AS A bh

KJPP Edi Andesta dan Rekan

216 Perbandingan Informasi Keuangan Industri Yang Sebanding (common
size) Periode Sesuai

BMP bergerak dibidang jasa penyediaan hotel. Dilihat di bursa pada saat ini, terdapat
perusahaan yang sebanding dengan BMP di Bursa Efek Indonesia yang telah
menawarkan sahamnya. Sehingga bisa dijadikan “benchmark' untuk usaha dibidang jasa
penyediaan hotel. Perbandingan dengan industri sebanding dapat dilihat pada sub bab
219.

217 Informasi Kompensasi Bagi Pemegang Saham

Menurut informasi pihak manajemen tidak ada kompensasi khusus bagi para pemegang
saham, diluar gaji serta fasilitas perusahaan yang sesuai dengan normal.

218 Informasi Mengenai Asuransi Karyawan Kunci

Berdasarkan informasi pihak manajemen serta laporan keuangan yang ada, Asuransi
yang ditanggung oleh perusahaan adalah BPJS dan asuransi kesehatan bagi karyawan
kunci

219 Perbandingan Kinerja Objek Penilaian Dengan Tren Industri Sebanding

(ema | Sura PWON | LPKRo | JSPT | Objek Penilaian
AKTVITAS (X)
Total Asset Tumover 023 0.23 0.19 0.26 0.36 019
SOLVABILITAS (x) |
Total Debt to Eouity Ratio 042 tara 037 060 116 239
Total Debt to Total Assets Ratio o2t 5867 025 032 054 068
PROFITABILITAS (99)
Operating Margin 408016 493396 52968 111796 650496 2011816
Net Profit Margin 19.120 12 5095 33.234 1 5090| 516 42 5190
| |
| | | — | |

Rasio Aktivitas

Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mendayagunakan aset-
aset yang dimilikinya. Secara rata-rata dapat dilihat bahwa total asset tumover
pembanding sebesar 0,25x dan BMP sebesar 0,19x.

Gambaran Perseroan

1-1
Page 33 OCR 0.906
n E 8... (CW YK KEKE AP PRAdSA 1

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Rasio Solvabilitas

Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar semua
liabilitas (jangka pendek maupun jangka panjang) Perseroan. Rasio rata-rata jumlah
liabilitas terhadap jumlah ekuitas (Debt to Eguity Ratio / DER) rata-rata pembanding
memiliki DER sebesar 29,94x sedangkan BMP berada dibawah rata-rata tersebut yaitu
sebesar 2,39x

Rasio Profitabiltas

Rasio profitabilitas menunjukkan operasional kemampuan suatu perusahaan dalam
mengelola aset-asetnya dengan tujuan akhir mengoptimalkan pengembalian yang dapat
diperoleh para penyedia kapital (capital providers). Operating margin rata-rata mencapai
43,865, BMP sebesar -20,18”6 dan net profit margin rata-rata 14,246 sedangkan BMP
sebesar -42,5146.

2.20 Analisa Pembahasan Manajemen

BMP didirikan pada tahun 2013 dan beroperasi sejak tahun 2019 dengan nama PT. Bumi
Majalengka Permai dan menjalankan usaha di bidang jasa penyediaan hotel. BMP
mengelola hotel bintang 3 Fitra Hotel Majalengka dengan berbagai jenis kamar serta
fasilitas ruang meeting. Selain itu, Fitra Hotel merupakan pelopor dan satu-satunya Hotel
di Majalengka yang menyediakan fasilitas kids club lengkap dengan playground indoor
yang aman dan menyenangkan untuk anak-anak.

Keunggulan dari Fitra Hotel diantaranya dari segi aksesibilitas sebagai berikut :

a. 5 Menit Waktu Tempuh Jalan Kaki ke Masjid, Islamic Centre Majalengka, dan Alun-
alun Kota.

b. 5 Menit Waktu Tempuh Kendaraan ke Universitas dan Pusat Pemerintahan Daerah
Majalengka.

c. 10 Menit Waktu Tempuh Kendaraan ke Pusat Perbelanjaan, dan salah satu tujuan
wisata dan olahraga paralayang.

d. Akses Tol Cisumdawu ke arah Bandung « Akses Tol Cipali ke arah Jakarta.
@. £ 20 Menit Bandara Kertajati dan
f. 50 Menit Pelabuhan Cirebon.

Gambaran Perseroan:
Page 34 OCR 0.906
H S5 CC TE MN TE ho A PP PR AU SA 4

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Industri perhotelan di Majalengka mengalami tren positif ditandai dengan pertumbuhan
TPK hotel bintang dan non bintang yang menunjukkan adanya pemulihan serta
pertumbuhan yang stabil dipengaruhi oleh aktivitas wisatawan. Perbaikan TKP sejalan
dengan meningkatnya permintaan akomodasi dari tamu yang datang untuk menghadiri
kegiatan resmi, rapat, maupun event berskala besar di Kabupaten Majalengka. Festival
daerah dan event di Majalengka merupakan salah satu pendorong peningkatan okupansi
hotel serta berdampak luas pada perekonomian dan pariwisata Majalengka. Meskipun
demikian, peningkatan TPK harus diimbangi dengan kualitas layanan yang berkelanjutan
Saat ini, Majalengka memiliki potensi besar dari sektor pariwisata serta infrastruktur
dimana aksesibilitas berupa Bandara Kertajati, Tol dan perkembangan kawasan wisata
menjadi potensi untuk industri hotel di Majalengka semakin berkembang

Gambaran Perseroan

11-16
Page 35 OCR 0.905
34

Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran

KJPP Edi Andesta dan Rekan

ASPEK MAKRO BISNIS DAN PEMASARAN

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh lebih tinggi didukung berbagai kebijakan yang
ditempuh Pemerintah dan Bank Indonesia. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025
tercatat sebesar 5,39” (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan pada triwulan sebelumnya
sebesar 5,04” (yoy). Peningkatan ini terutama ditopang oleh permintaan domestik dari
konsumsi rumah tangga dan investasi sejalan dengan dampak positif berbagai stimulus
kebijakan Pemerintah dan bauran kebijakan Bank Indonesia. Dengan perkembangan ini,
pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan tahun 2025 sebesar 51194 (yoy), lebih tinggi
dibandingkan dengan pertumbuhan pada 2024 sebesar 5,039c (yoy) dan diikuti dengan
perbaikan kualitas ketenagakerjaan. Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi diprakirakan
berlanjut pada triwulan I 2026. Konsumsi rumah tangga meningkat ditopang berbagai
program stimulus Pemerintah, pelonggaran kebijakan moneter, ekspektasi konsumen
yang terus membaik serta peningkatan kegiatan ekonomi pada berbagai Hari Besar
Keagamaan Nasional (HBKN) di triwulan I 2026 seperti Tahun Baru Imlek, Hari Suci
Nyepi, dan Idulfitri 1447 H. Investasi juga diprakirakan tumbuh lebih tinggi didorong oleh
investasi Pemerintah, termasuk hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA), serta perbaikan
keyakinan pelaku usaha yang masih berlanjut.

Tabel 31 Pertumbuhan Ekonomi

Komponen

Konsumsi Rumah Tangga 498 453 521 505 4AT 482 492 494 492 499 494 495 497 489 Sll

Konsumsi Lembaga Nonprofit yang

566 629 818 640 1837 1003 2413 979 1l46 606 1248 307 782 316 590
Melayani Rumah Tangga

Konsumsi Pemerintah 442 333 1052 386 294 302 2045 204 463 461 676 -122 -032 566 4,55
Investasi (PMTDB) 381 153 405 508 432 376 378 442 5 9 SM 612
Investasi Bangunan 091 008 332 631 642 404 546 531 6 302 374
Investasi Nonbangunan 153 570 610 205 -078 303 -078 197 296 440 223 432 1293 1034 1239
Ekspor 1623 1172 -284 391 166 134 201 889 973 836 725 591 1014 914 325
Impor 1500 325 682 014 -160 192 812 12 357 1115 086 396

Sumber : Bank Indonesia

Page 36 OCR 0.856
HH CEO tni

la

AP PRA A IL

KJPP Edi Andesta dan Rekan

3.2 Neraca Pembayaran Indonesia

Secara keseluruhan tahun 2025, perkembangan NPI menunjukan ketahanan sektor
eksternal yang tetap terjaga, di Tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan
global. Transaksi berjalan tahun 2025 mencatat defisit yang terkendali sebesar 1,5 miliar
dolar AS (0,196 dar PDB), lebih tinggi dibandingkan dengan defisit tahun 2024 sebesar
8,6 miiliar dolar AS (0,66 dari PDB). Perkembangan ini depengaruhi oleh peningkatan
surplus neraca perdagangan barang seiring dengan kinerja ekspor yang meningkat,
khususnya ekpor produk manufaktur. Selain itu, surplus neraca pendapatan sekunder
juga lebih tinggi dipengaruhi oleh meningkatnya penerimaan remitansi dari Pekerja Migran
Indonesia (PMI).

Sementara itu defisit neraca jasa meningkat didorong oleh kenaikan defisit jasa
telekomukasi sejalan dengan peningkatan kinerja sektor informasi dan komunikasi. Defisit
neraca pendapatan primer juga meningkat dipengaruhi oleh kenaikan pembayaran
deviden. Transaksi modal dan finasial tahun 2025 mencatat defisit sebesar 4,2 miliar dolar
AS didorong oleh keluarnya aliran modal asing pada investasi portfolio dan investasi
lainnya seiring dengan ketidakpastian pasar keungan global yang tinggi sepanjang tahun
2025. Posisi Cadangan devisa meningkat dari 155,7 miliar dolar AS pada akhir Desember
2024 menjadi 156,5 milair dolar AS pada akhir Desember 2025. Posisi cadangan devisa
tersebut setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Grafik 3.1 Neraca Pembayaran Indonesia

miliar dolar AS miliar dolar AS
15 170

140

110

80
0
s0
» 20
10 -10
5/5 s3 2» sis s2» 5 '- - 2» 5-2 gta
g S|is|i8isis|5|8|i3|3i3|S|s 513|3!35|315
“elsa era sesar ee alas
2021 2022 2023 2024 2025
" angka sementara mama Trans, Modal & Finansial mam Trans. Berjalan
““ angka sangat sementara —— Neraca Keseluruhan —— Cadev (RHS)

Sumber : Bank Indonesia

Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran

Page 37 OCR 0.903
3.3

S5 C1E MN Tari A PP RASA

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Inflasi

Stabilitas harga terjaga dengan inflasi yang rendah dalam kisaran sasaran 2,5#1”5 dan
mendukung stabilitas perekonomian. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Desember
2025 tercatat rendah sebesar 2,924 (yoy). Inflasi inti terjaga rendah sebesar 2,384 (yoy),
seiring konsistensi kebijakan suku bunga dalam menjangkar ekspektasi inflasi dalam
sasaran, kapasitas ekonomi yang masih besar, imported inflation yang terkendali sejalan
dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif dari
digitalisasi. Inflasi volatile food (VF) tercatat 6,2196 (yoy)

Sementara itu, inflasi kelompok administered prices (AP) tercatat sebesar 1,93” (yoy),
sejalan dengan terbatasnya kebijakan penyesuaian harga yang diatur oleh Pemerintah.
Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK pada 2026 dan 2027 akan tetap terjaga
rendah dalam sasaran 2,5t1”o didukung oleh komitmen Bank Indonesia untuk terus
konsisten memperkuat kebijakan moneter serta sinergi dengan Pemerintah dalam
pengendalian inflasi baik di pusat maupun di daerah.

Grafik 3.2 Inflasi Gabungan Kota IHK

Wilayah Des'25 “'o, yoy
Sumatra 3,8

Balinusra

Kal

Nasional

36 91236 91236 91236 9123 6 9123 6 9123 6 912

2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025
—Sumatra Jawa —Balinusra Kalimantan Sulampua

Sumber : BPS, diolah

Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran

Page 38 OCR 0.913
3.4

Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran

SC te MN TUAFAC NA PR Awak AA Uk

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Nilai Tukar Rupiah

Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah sempat meningkat akibat kebijakan tarif sepihak oleh
AS dan dinamika global lainnya, namun langkah stabilisasi Bank Indonesia berhasil
menahan pelemahan lebih dalam. Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah kembali tinggi
sejak akhir Agustus 2025 akibat faktor global, seperti penurunan FFR yang dinilai kurang
akomodatif (less dovish) dan government shutdown di AS, serta faktor domestik antara
lain berupa kerusuhan sosial dan kekhawatiran pasar atas melebarnya defisit fiskal.

Nilai tukar Rupiah hingga akhir Desember 2025 tercatat Rp16.675 per dolar AS, atau
melemah 3,4846 dari posisi akhir Desember 2024. Secara keseluruhan, pergerakan
Rupiah relatif stabil dibandingkan dengan kelompok mata uang negara berkembang dan
lebih kuat dibandingkan dengan mata uang negara maju selain dolar AS. Stabilisasi nilai
tukar Rupiah tidak hanya ditopang oleh konsistensi kebijakan stabilisasi Bank Indonesia,
tetapi juga oleh peningkatan konversi valuta asing ke Rupiah oleh eksportir seiring dengan
penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam

Grafik 3.3 Pergerakan Nilai Tukar Rupiah

10

“15
36912 36912 36912 36912 36912 36912 36912

2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025

Nilai Tukar - mtm me Nilai Tukar - yoy

Sumber " Bloomberg

1-4

Page 39 OCR 0.931
t CE T CE 3 Tiri A CP RAltlSAL

KJPP Edi Andesta dan Rekan

3.5 Perkembangan Industri Pariwisata dan Perhotelan

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang semakin penting sejalan dengan
perkembangan dan kontribusi yang diberikan melalui penerimaan devisa, pendapatan
daerah, pengembangan wilayah, maupun penyerapan investasi dan tenaga kerja.
Pariwisata dapat dan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi dan penciptaan
lapangan kerja. Sektor pariwisata memberikan kontribusi dalam perekonomian dilihat dari
aktivitas wisatawan yang datang menghabiskan sejumlah uang untuk transportasi,
membeli produk atau jasa serta kegiatan rekreasi lainnya. Kegiatan tersebut memberikan
efek langsung pada bisnis dan perekonomian yang dapat terlihat dari pendapatan upah
tenaga kerja sektor pariwisata dan pajak yang dibayarkan. Penyerapan tenaga kerja pada
sektor pariwisata dari tahun 2017 — 2019 terus mengalami kenaikan. Pada tahun 2019,
serapan tenaga kerja sektor pariwisata mencapai 13 juta orang naik 3,17”4 dibandingkan
dengn tahun 2019. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah pekerja pada industri
pariwisata dalam proporsi terhadap total pekerja tahun 2017 sebesar 10,5346, 2018
sebesar 11,17” dan 2019 sebesar 11,83”. Namun, pandemi yang menghantam
Indonesia pada tahun 2020 menyebabkan penurunan jumlah wisatawan sehingga tenaga
kerja di sektor pariwisata ikut terdampak mengalami penurunan mencapai 409 ribu tenaga
kerja. Pemerintah terus berupaya untuk mengoptimalkan pembangunan sektor pariwisata
agar jumlah wisatawan membaik pasca pandemi serta melakukan pengembangan
mencakup infrastruktur, kesiapan sumber daya Masyarakat.

Indonesia memiliki 10 destinasi wisata prioritas yaitu Danau Toba, Tanjung Kelayang,
Mandalika, Wakatobi, Pulau Morotai, Kepulauan Seribu, Tanjung Lesung, dan Borobudur
Pada tahun 2021 memiliki lima destinasi super prioritas yaitu Mandalika, Borobudur,
Labuan Bajo, Danau Toba dan Likupang. Pariwisata Indonesia tercatat terus berkembang
sejalan dengan peningkatan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara ke Indonesia
pada tahun 2017 - 2019 mengalami peningkatan dari total 14,04 juta kunjungan (2017)
menjadi 16,27 juta kunjungan (2019). Namun, pada tahun 2020 dan terus berlanjut sampai
dengan 2021 mengalami penurunan yang signifikan masing-masing tercatat 4,05 juta
kunjungan (2020) dan 1,56 juta kunjungan (2021). Penurunan jumlah wisatawan
mancanegara dikarenakan adanya Pandemi Covid-19 yang membatasi mobilitas
masyarakat. Total kunjungan tahun 2020 turun 75,1076 dibanding tahun 2019. Pada tahun
2021, tercatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mengalami penurunan sebesar
61,57” dari total kunjungan tahun 2020. Kemudian pada tahun 2022 - 2024 terjadi
peningkatan jumlah kunjungan seiring dengan berakhirnya pandemi Covid-19 dari
sebanyak 5,89 juta kunjungan (2022) menjadi 13,90 juta kunjungan 2024.

Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran

Page 40 OCR 0.897
H E T (GEN Ie 4 AP PR Ads Aa ik

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Grafik : Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia 2017 -
September 2025
Jumlah Kunjungan (Dalam Ribu)
Kai 15.810.314 16:274,38
120010 14.039,80 “| 13.902,42
14.000,00
12.000,00 11.677,83 11.431,65
10.000,00 | | | | |
8000,00
Ganas 5.889,03
4.052,92
4.000,00
200,00 | -
2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024  Jan-Sep
2025

Sumber Badan Pusat Statistik Indonesia

Pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada periode
September 2025 mencapai 1,39 juta kunjungan meningkat 9,04 dari September 2024,
namun menurun dibandingkan dengan bulan Agustus 2025 sebesar 7,33”4 dari total
kunjungan sebesar 1,51 juta kunjungan. Total jumlah kunjungan wisman ke Indonesia
pada periode Januari-September 2025 tercatat sebesar 11,43 juta kunjungan meningkat
dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Berikut ini merupakan
perkembangan jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia dihitung dari 3 pintu masuk yakni pintu
masuk udara, pintu masuk laut dan pintu masuk darat. Berdasarkan jenis pintu masuk,
jumlah kunjungan wisman pada September 2025 yang melalui pintu masuk utama
sebanyak 1,22 juta kunjungan dan pintu masuk perbatasan sebanyak 175,75 ribu
kunjungan. Jumlah kunjungan yang melalui pintu masuk utama didominasi oleh wisman
dengan moda angkutan udara sebesar 81,74”o, wisman dengan moda angkutan laut dan
darat masing-masing hanya sebesar 14,95/s dan 3,31”s. Bandara Ngurah Rai-Bali dan
Soekamo Hatta-Banten tercatat menjadi pintu masuk utama moda angkutan udara
dengan kunjungan wisman terbanyak di bulan September 2025. Pelabuhan Batam dan
Tanjung Uban di Provinsi Kepulauan Riau tercatat menjadi pintu masuk utama moda
angkutan laut dengan kunjungan wisman terbanyak. Selanjutnya, pintu masuk Atambua
(Nusa Tenggara Timur), Lintas Batas Jayapura (Papua), dan Entikong (Kalimantan Barat)
tercatat sebagai pintu masuk utama moda angkutan darat dengan kunjungan wisman
terbanyak di bulan September 2025

Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran

Page 41 OCR 0.899
In u

()
9
2

KE iC APPRArSAd

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Sementara itu, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) Indonesia periode
Januari-September 2025 tercatat sebesar 901,90 juta perjalanan, meningkat 18,997
dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 757,96 juta perjalanan. Hal
tersebut menunjukkan perbaikan kondisi untuk perjalanan wisnus di Indonesia. Arus
perjalanan wisata didominasi di Pulau Jawa mencapai 64,216 dari total perjalanan
wisnus. Pulau Jawa masih menjadi tujuan utama per Provinsi Jawa Barat mencatatkan
jumlah perjalanan wisnus tertinggi pada September 2025 sebesar 17,20 juta perjalanan
atau 18,23”6 dari total perjalanan di Indonesia.

Perkembangan pariwisata secara umum akan memicu meningkatnya pembangunan hotel
dan resort di berbagai kawasan Indonesia. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel
klasifikasi bintang di Indonesia pada September 2025 rata-rata sebesar 38,20”, lebih
rendah dibandingkan September 2024 atau turun 4,839, TKP hotel dibedakan menjadi
TPK hotel bintang dan non bintang yang masing-masing mencatatkan TPK sebesar
50,164 dan 25,384 pada September 2025. Selain itu, TPK berdasarkan klasifikasi hotel
tertinggi pada September 2025 tercatat pada hotel bintang 5 sebesar 57,119, sedangkan
TPK terendah tercatat pada hotel nonbintang sebesar 25,3895. Jika dibandingkan dengan
kondisi bulan September 2024 seluruh klasifikasi hotel mengalami penurunan kecuali
hotel bintang 5 yang mengalami sedikit kenaikan

Secara spasial, TPK hotel bintang positif hanya terjadi di lima provinsi dengan
pertumbuhan tertinggi yaitu Provinsi Papua Tengah, Bali, dan Papua Pegunungan,
masing-masing naik sebesar 6,6146 poin: 1,83”6 poin, dan 1,636 poin. Sedangkan TPK
hotel non bintang yang mencatatkan pertumbuhan positif sebanyak 10 provinsi dengan
TPK tertinggi yaitu Provinsi Banten naik 4,846 poin, diikuti oleh Sumatra Selatan naik
2,79” poin dan Papua Pegunungan naik 2,53” poin dibanding September 2024.

Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran —
1-7
Page 42 OCR 0.947
un EC S5 C7EN TrE re A P5 PRATSAH

KJPP Edi Andesta dan Rekan

3.6 Perkembangan Industri Pariwisata di Majalengka

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi daerah. Perkembangan jumlah wisatawan yang datang, baik
domestik maupun mancanegara, menjadi gambaran nyata atas daya tarik suatu daerah
sekaligus potensi yang dimiliki untuk mendukung aktivitas ekonomi, budaya, maupun
social masyarakat. Kabupaten Majalengka, dengan dukungan infrastruktur Bandara
Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, memiliki peluang besar untuk meningkatkan
arus kunjungan wisatawan, khususnya dari mancanegara. Perkembangan wisatawan
mancanegara yang datang melalui pintu kedatangan Bandara Kertajati Kabupaten
Majalengka sepanjang tahun 2025 menunjukkan pola yang berfluktuasi. Pada bulan
Desember 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 210
kunjungan, mengalami peningkatan dibandingkan bulan November 2025 yang mencapai
181 kunjungan. Peningkatan ini berkaitan dengan meningkatnya mobilitas internasional
pada momentum libur akhir tahun dan perayaan Natal serta Tahun Baru (Nataru), yang
mendorong aktivitas perjalanan lintas negara. Secara kumulatif, kunjungan wisatawan
mancanegara melalui Bandara Kertajati selama tahun 2025 sempat mencapai puncaknya
pada bulan Juni 2025 dengan jumlah 513 kunjungan, sebelum mengalami penurunan
pada periode Juli hingga Oktober 2025, dengan jumlah terendah terjadi pada Oktober
2025 sebanyak 151 kunjungan. Memasuki dua bulan terakhir tahun 2025, jumlah
kunjungan kembali menunjukkan tren peningkatan, mencerminkan adanya perbaikan arus
kedatangan wisatawan mancanegara menjelang akhir tahun melalui Bandara Kertajati
Kabupaten Majalengka.

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara menurut kebangsaan yang datang melalui
Bandara Kertajati Kabupaten Majalengka pada Desember 2025 tercatat sebanyak 210
kunjungan, mengalami peningkatan 16,02 persen dibandingkan November 2025 yang
berjumlah 181 kunjungan. Berdasarkan kebangsaan, wisatawan asal Singapura masih
mendominasi dengan 174 kunjungan, meningkat signifikan sebesar 112,20 persen
dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 82 kunjungan. Kunjungan wisatawan asal
Malaysia juga mengalami peningkatan tajam dari 3 kunjungan pada November 2025
menjadi 22 kunjungan pada Desember 2025, atau tumbuh sebesar 633,33 persen.
Sementara itu, kunjungan dari Amerika Serikat meningkat dari 1 menjadi 4 kunjungan,
dan wisatawan asal Australia naik dari 1 menjadi 2 kunjungan pada periode yang sama

Di sisi lain, beberapa kebangsaan menunjukkan penurunan maupun tidak adanya
kunjungan pada Desember 2025. Wisatawan asal Jepang, Tiongkok, dan India yang pada
November 2025 masih tercatat melakukan kunjungan, pada Desember 2025 tidak tercatat
adanya kunjungan. Adapun kunjungan wisatawan dari beberapa negara lain seperti

Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran

Page 43 OCR 0.923
HH. & & CC TE MN TTF tc NA PP PRAsrSA il

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Filipina, Inggris, serta sejumlah negara Eropa dan Timur Tengah tercatat relatif kecil atau
tidak menunjukkan aktivitas kunjungan pada periode tersebut, mencerminkan bahwa
peningkatan kunjungan wisman pada Desember 2025 terutama didorong oleh wisatawan
dari kawasan Asia Tenggara, khususnya Singapura dan Malaysia.

Grafik : Jumlah Kunjungan Wisman Majelengka Januari 2024 - Desember 2025

Sumber Badan Pusat Statistik Majalengka

Kunjungan wisatawan nusantara ke Kabupaten Majalengka pada bulan Desember 2025
tercatat sebanyak 258.448 kunjungan, mengalami peningkatan dibandingkan bulan
November 2025 yang berjumlah 248.598 kunjungan. Secara umum, peningkatan ini
mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat pada periode libur akhir tahun, baik untuk
keperluan wisata, kunjungan keluarga, maupun perjalanan lainnya. Kondisi tersebut turut
mendorong meningkatnya aktivitas pergerakan wisatawan domestik ke Kabupaten
Majalengka. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, sebagian besar daerah asal
wisatawan menunjukkan peningkatan jumlah kunjungan pada Desember 2025. Kenaikan
terutama berasal dari wilayah-wilayah dengan kedekatan geografis dan aksesibilitas yang
baik menuju Majalengka, seperti kawasan Ciayumajakuning dan Bandung Raya. Hal ini
mengindikasikan bahwa faktor jarak, konektivitas antarwilayah, serta momentum libur
akhir tahun masih menjadi pendorong utama peningkatan kunjungan wisatawan
nusantara. Berdasarkan daerah asal, lima kabupaten/kota terbesar penyumbang
wisatawan nusantara ke Kabupaten Majalengka di luar Provinsi Jawa Barat pada
Desember 2025 adalah Kabupaten Cirebon dengan 42.112 kunjungan, diikuti Kabupaten
Sumedang sebanyak 29.614 kunjungan, Kabupaten Indramayu sebesar 25.482
kunjungan, Kota Bandung dengan 16.143 kunjungan, serta Kabupaten Bandung yang
mencapai 13.890 kunjungan. Dominasi daerah-daerah tersebut menunjukkan kuatnya
pergerakan wisatawan regional yang didukung oleh kedekatan wilayah, kemudahan akses
transportasi, serta meningkatnya intensitas perjalanan masyarakat menjelang akhir tahun.
Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran

Page 44 OCR 0.915
r “re SS C1EMN TEJ A PP RK AU SAK

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Grafik : Jumlah Kunjungan Wisnus ke Majelengka Januari 2024 - Desember 2025
(ribu perjalanan)

$ 8
1

Sumber Badan Pusat Statistik Majalengka

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Kabupaten Majalengka pada bulan Desember
2025 tidak terlepas dari tingginya arus kunjungan selama momentum libur Natal dan
Tahun Baru (Nataru). Kondisi ini semakin diperkuat oleh aktivitas paket meeting instansi
pemerintah serta semarak penyelenggaraan berbagai event di akhir tahun, seperti Konser
Musik Marema Festival, Majalengka Yanlik Festival, Pasar Bumi Pakuwon, hingga
kegiatan Malam Refleksi Tahun Baru 2026, yang turut mendorong meningkatnya
permintaan akomodasi di wilayah tersebut. Berdasarkan klasifikasinya, TPK hotel bintang
pada Desember 2025 tercatat sebesar 47,39 persen, meningkat 8,03 poin dibandingkan
Desember 2024 yang mencapai 39,36 persen, serta naik 7,88 poin dibandingkan
November 2025 yang sebesar 39,51 persen. Sementara itu, TPK hotel nonbintang
mencapai 37,90 persen, mengalami kenaikan 6,41 poin secara tahunan dari 31,49 persen
pada Desember 2024, dan meningkat 3,88 poin dibandingkan bulan sebelumnya yang
tercatat 34,02 persen. Secara keseluruhan, TPK hotel bintang dan nonbintang di
Kabupaten Majalengka pada Desember 2025 tercatat sebesar 44,00 persen, meningkat
7,44 poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan naik 6,45 poin
dibandingkan November 2025. Peningkatan tersebut mencerminkan membaiknya kinerja
sektor perhotelan di Kabupaten Majalengka, yang didukung oleh meningkatnya kunjungan
wisata, perjalanan masyarakat, serta berbagai aktivitas dan agenda yang beriangsung
menjelang akhir tahun

Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran

1-10
Page 45 OCR 0.852
hd. '€ 9 CUCW Gir te AP PRArSA Lk

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Tabel : Tingkat Penghunian Hotel (TPK) di Kabupaten Majalengka, Desember 2025

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) (x) Total Perubahan (poin)

202
Klasifikasi Desembar — November — Desember Desember 2025 tind|

2024 202 2025 d
Desember 2024

November 2028

Hotel Bintang 39,36 39.51 47.39 803 7,88
Hotel Nonbintang 31.49 34.02 37,90 541 388
Hotel Bintang dan Nonbintang 36.56 3755 4400 144 645

Sumber Badan Pusat Statistik Majalengka

Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Kabupaten Majalengka selama
periode Desember 2024 hingga Desember 2025 menunjukkan dinamika yang fluktuatif.
Pada Desember 2024, TPK hotel bintang dan nonbintang tercatat sebesar 36,56 persen,
yang kemudian mengalami penurunan pada awal tahun 2025. Penurunan tersebut terjadi
secara bertahap hingga mencapai titik terendah pada Maret 2025 dengan TPK sebesar
26,81 persen, mencerminkan melemahnya permintaan akomodasi setelah periode libur
akhir tahun.

Grafik : Perkembangan TPK Hotel Bintang dan Non Bintang Majalengka, Desember
2024 - Desember 2025

Sumber: Badan Pusat Statistik Majalengka

Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran

“0-1
Page 46 OCR 0.890
Hi - t CV8 NYTErC AMA RAYSA

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Memasuki April 2025, TPK kembali menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan
hingga mencapai 40,35 persen. Kenaikan ini sejalan dengan mulai meningkatnya aktivitas
perjalanan masyarakat, kegiatan dinas, serta pergerakan wisatawan pada triwulan kedua
tahun 2025. Namun demikian, pada periode Mei hingga Juli 2025, tingkat hunian kembali
mengalami fluktuasi dengan kecenderungan menurun, seiring berkurangnya intensitas
perjalanan dan belum optimalnya aktivitas pariwisata. Pada periode Agustus hingga
November 2025, TPK hotel di Kabupaten Majalengka Kembali menunjukkan tren
perbaikan secara bertahap. TPK hotel bintang dan nonbintang meningkat dari 36,60
persen pada Agustus 2025 menjadi 37,55 persen pada November 2025. Kondisi ini
mengindikasikan mulai pulihnya permintaan kamar hotel menjelang akhir tahun, seiring
meningkatnya aktivitas perjalanan, pertemuan, serta kegiatan masyarakat. Puncak TPK
dalam kurun waktu setahun terakhir terjadi pada Desember 2025, dengan capaian 44,00
persen, meningkat cukup signifikan dibandingkan Desember 2024 maupun bulan-bulan
sebelumnya sepanjang tahun 2025. Peningkatan tersebut terjadi pada seluruh klasifikasi
hotel, baik hotel bintang yang mencapai 47,39 persen maupun hotel nonbintang sebesar
37,90 persen. Secara umum, perkembangan ini mencerminkan penguatan kinerja sektor
perhotelan di Kabupaten Majalengka, yang didorong oleh tingginya mobilitas masyarakat,
peningkatan kunjungan wisata, serta berbagai aktivitas pada periode libur akhir tahun.

Potensi terus berkembangnya hotel di Majalengka ditandai dengan adanya persaingan
industri hotel, bumi perkemahan, villa, dan pondok wisata di Majalengka. Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata Majalengka mencatat terdapat hotel atau penginapan baik
hotel bintang dan non bintang sebanyak 32 di Majalengka. Faktor ketersediaan
infrastruktur turut menjadi pendorong industri ini diantaranya Bandara Intemasional
Kertajati serta dua ruas jalan tol Cipali dan Cisumdawi. Berikut ini merupakan data hotel
atau penginapan di Kabupaten Majalengka

Tabel : Daftar Hotel/Penginapan di Kabupaten Majalengka 2020 - 2024

No Nama Hotel | Alamat —| Tahun |
1 | Hotel Paraland | Munjul-Majalengka 2020
2 | “Wisma Puspa Indah | Komplek Puspa Indah CGS - 2020
(3 | Hotel Tidar Jaya Te | JL Kartini MIL — 1020 |
4 | Hotel Noni Syariah | JL Jend. A.Yani 2020
| Penginapan Sederhana Baru JL. KH. Abdul Halim 2020
6 | PenginapanHikmah —————— TU Siti Armilah 2020 |
7 | Hotel Puri Elsas | JL. Pemuda 2020
(8 | Hotel Fitra AL KHL ABDUL HALIM —|Rozo
9 Hotel Putra Jaya | JL. KH. ABDUL HALIM 0 2020 |

Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran

1-12
Page 47 OCR 0.905
T ME CGI W if we AP PRA sSsAaAt
KJPP Edi Andesta dan Rekan
No Nama Hotel Alamat Tahun
10 | Hotel Green Garden JL KH. ABDUL HALIM 2020
11 | Penginapan Saputra | JL. PASAR BALONG KDP 2020
12 | Penginapan Pamily JL. PASAR BALONG KDP 2020
13 | Hotel Nusa Indah JL. RAYA BARAT KDP 2020
14 | Hotel Libra JL BRAWIJAYA KDP 2020
15 | Cideres Holiday Homesy JL. KESATUAN 28 GANDASARI- 2020
KASOKANDEL
16 | Hotel Aluky JL. JATIBARANG-KADIPATEN 2020
17 | Hotel Pelangi JL. MAJALENGKA-KADIPATEN 2020
18 | Kolonial Guest House JL. BRAWIJAYA KDP 2021
19 | OYO 2944 Sukawana Travel Hub SUKAWANA -DAWUAN 2021
Residence “—
20 | Redoorz Syariah Near Rsud | JL. KESATUAN 8 DS. GANDU - 2021
Cideres DAWUAN
21 | Redoorz Plus Near Rsud Cideres JL. PUSPA INDAH 1 NO. 25 CIGASONG | 2021
22 | Oyo 3112 Wisma Dirmayo JL. PEMUDA 91 MAJALENGKA KULON 2021
23 | Hotel Horison Kertajati JL. JATIBARANG-KADIPATEN 2021
24 | Cemara Guest House Syariah JL. JATIBARANG-KADIPATEN 2021
(“25 | Hotel Amelia ILKADIPATEN 2021
(“26 | Hotel Arya 1 JL. RAYA SILIWANGI-KADIPATEN 2022
27 | Hotel Summerville JL. SITI ARMILAH NO 52A 2022
MAJALENGKA WETAN
28 | Hotel Bima JL. KH. ABDUL HALIM NO 121 2022
LEUWISEENG-KDP
29 | Hotel Green Garden JL. KH. ABDUL HALIM 2023
30 | Hotel Achiera DESA SUTAWANGI-KEC.JATIWANGI! 2023
(31 | Hotel Fieris 3 JI. KERTAJATI-KADIPATEN NO.180 2023
32 | Penginapan Hikmah JL. SITI ARMILAH 2023

Sumber: Dinas Parwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majalengka, 2024

Perusahaan yang memiliki hotel di Majalengka perlu strategi untuk meningkatkan
okupansi hotel, Selain itu, fokus pendapatan lainnya dapat berasal dari penyewaan
convention hall, banguet, breakfast, food and beverage, laundry dan lainnya. Okupansi
hotel tentunya sejalan dengan potensi wisata dikawasan tersebut, maka sesuai dengan
rencana hadirnya Umrah Park diharapkan potensi wisata dan perekonomian Majalengka
dapat meningkat. Kertajati Umrah Park merupakan Kawasan religi terpadu yang
mengoptimalkan data guna dan hasil guna property milik pemerintah daerah Majalengka
seluas 9,3 hektar. Pengembangan lahan total 4 hektar akan dijadikan pelatihan manasik
haji dan dilengkapi fasilitas masjid, restoran, pusat kuliner, area bazzar, gedung serba
guna dan tempat wisata. Aksesibilitas berupa Bandara Kertajati dan tol serta
perkembangan kawasan wisata menjadi peluang untuk industri hotel di Majalengka.

Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran

1-13
Page 48 OCR 0.918
ai 3 TC te Rn Far KE A PP R ANSA L

KJPP Edi Andesta dan Rekan

PBNU pewoekarawpemaan”—”—”—”—”—”—

44 Pendekatan Penilaian

Nilai Pasar atas saham perusahaan dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan (cara
umum dalam menentukan nilai dengan menggunakan satu atau lebih metode penilaian
spesifik) antara lain :

a. Pendekatan Pasar

1) Metode Perbandingan dengan Perusahaan Terbuka (Guidline Publicly
Traded Company Method)

Metode perbandingan dengan perusahaan terbuka merupakan metode penilaian
yang didasarkan pada pendekatan perbandingan data pasar (market comparison
approach). Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan harga
yang telah atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan
sepadan. Nilai pasar dari perusahaan pembanding diambil dari pasar modal
(perusahaan terbuka/publik). Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah
sebagai berikut:

a) Perusahaan yang dapat digunakan sebagai perusahaan pembanding adalah
perusahaan yang telah memiliki harga pasar yang terjadi dalam jangka waktu
tidak lebih dari 6 (enam) bulan sebelum Tanggal Penilaian

b) Penilai Usaha wajib memiliki keyakinan yang memadai untuk membuktikan
dan menjelaskan bahwa data harga pasar yang digunakan dalam Pendekatan
Pasar (Market Based Approach) dihasilkan dari suatu transaksi yang bersifat
wajar (arms-length transaction).

c) Penilaian dengan menggunakan Metode Pembanding PerusahaanTercatat di
Bursa Efek (Guideline Publicly Traded Company Method) hanya dapat
menghasilkan indikasi Nilai minoritas.

d) Perusahaan pembanding yang digunakan wajib merupakan perusahaan yang
tercatat di bursa efek dan sahamnya ditransaksikan selama 60 (enam puluh)
hari bursa dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari bursa terakhir sebelum
Tanggal Penilaian (Cut Off Date)

Pendekatan Penilaian
N-1
Page 49 OCR 0.929
HH E 8 GMC N Fair te A PM ANBSA L

KJPP Edi Andesta dan Rekan

e) Perusahaan pembanding yang digunakan wajib memenuhi kriteria sebagai
berikut:

1) industri, kegiatan usaha, produk, dan risiko usaha adalah sejenis:

2) karakteristik pertumbuhan (growth in sales and earnings) dan struktur
permodalan (capital structure) adalah sebanding

3) kinerja keuangan historis selama 5 (lima) tahun terakhir adalah
sebanding.

4) ukuran perusahaan (total assets) adalah sebanding: dan
5) pangsa pasar (market share) adalah sebanding.

f) Jumlah perusahaan pembanding yang digunakan paling sedikit 5 (lima)
perusahaan atau paling sedikit 8 (delapan) perusahaan dalam hal kriteria
sebagaimana dimaksud dalam angka 5) hanya terpenuhi paling sedikit 3 (tiga)
kriteria

Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham

perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan

perusahaan dengan rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding, seperti
rasio P/E (price/earning), P/SR (price/sales revenue), P/BV (price/book value of
eguity) dan sebagainya.

Keterbatasan penggunaan pendekatan ini adalah karena data perusahaan
pedoman (pembanding) yang benar-benar sepadan sulit didapat, terutama yang
telah listed di pasar modal. Hal ini disebabkan data transaksi perusahaan
cenderung tertutup kalaupun ada hampir tidak mungkin terakses, karena sifat
kerahasiaannya

b. Pendekatan Pendapatan (Income Approach)

Pendekatan ini merupakan pendekatan dapat digunakan untuk memperkirakan Nilai
dengan mengantisipasi dan mengkuantifikasi kemampuan Obyek Penilaian dalam
menghasilkan imbal balik (return) yang akan diterima dimasa datang yang relevan
digunakan untuk perusahaan dengan net cash flow yang dapat di proyeksi dengan
didasarkan pada kinerja waktu-waktu sebelumnya. Bila perusahaan masih dalam
masa pembangunan dan atau kemampulabaan (profitability) relatif rendah, maka
proyeksi-proyeksi pendapatan dan pengeluaran didasarkan kepada asumsi-asumsi
yang relatif banyak. Ada dua metode yang diterapkan dalam pendekatan ini, yaitu:

Pendekatan Penilaian

Page 50 OCR 0.936
wi & CC (EN tt CG AP. PRKAtfSA L

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Metode Diskonto Arus Kas (Discounted Cash Flow)

Dalam hal Penilai Usaha menggunakan Metode Diskonto Arus Kas (Discounted
Cash Flow Method), maka Penilai Usaha melakukan penelaahan atau penyesuaian
atas asumsi, keakuratan perhitungan dan kebijakan akuntansi yang digunakan dalam
menyusun proyeksi laporan keuangan. Metode Diskonto Arus Kas (Discounted Cash
Flow Method) hanya dapat digunakan untuk menilai perusahaan yang telah
melakukan kegiatan operasional selama satu tahun atau lebih.

Pendapatan yang dikapitalisasi dalam metode ini adalah pendapatan nominal yang
dianggap mewakili kemampuan perusahaan secara wajar dan proporsional dalam
menghasilkan pendapatan tersebut. Pendapatan normal tersebut dikonversi menjadi
nilai ekuitas dengan menggunakan tingkat kapitalisasi untuk ekuitas yang sesuai,
yang pada dasarnya adalah bunga bebas resiko ditambah dengan suatu premi untuk
meliput resiko yang melekat dengan penggunaan ekuitas tersebut pada perusahaan
yang dinilai. Tingkat kapitalisasi tersebut dapat diperoleh dengan mencari dan
mempertimbangkan perbandingan tingkat kapitalisasi yang pernah diaplikasikan
pada perusahaan yang sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang dinilai.
Salah satu tingkat kapitalisasi yang dapat digunakan adalah rasio Price/Earning dari
perusahaan sejenis yang telah tercatat di pasar modal.

Metode Proyeksi Pendapatan Ekonomis

Seperti juga metode kapitalisasi pendapatan ekonomi mendatang, metode ini
merupakan metode penilaian yang didasarkan pada pendekatan pendapatan
(income approach). Proyeksi pendapatan ekonomis digunakan untuk mengestimasi
aliran pendapatan ekonomis Obyek Penilaian dengan menggunakan Tingkat
Diskonto yang wajib disesuaikan dengan tingkat pendapatan ekonomis Obyek
Penilaian.

Tingkat Diskonto dan Tingkat Kapitalisasi yang ditetapkan oleh Penilai Usaha wajib
diuraikan dan digunakan dalam analisis proyeksi pendapatan ekonomis serta
mengungkapkannya dalam Laporan Penilaian Usaha.

Dalam membuat proyeksi pendapatan ekonomis, Penilai Usaha wajib:

1) menganalisis laporan keuangan Obyek Penilaian dan perusahaan pembanding
pada industri yang sama dalam kurun waktu paling kurang 3 (tiga) tahun
terakhir.

Pendekatan Penilaian

Page 51 OCR 0.947
HE SC IENTUFIC APPRAfSAL

KJPP Edi Andesta dan Rekan

2) melakukan penyesuaian atas laporan keuangan Obyek Penilaian, yang meliputi
neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas:

3) memperhatikan kondisi yang terjadi setelah Tanggal Penilaian (Cut Off Date)
yang dapat mempengaruhi proyeksi pendapatan ekonomis:

4) mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan usaha Obyek Penilaian sesuai
dengan tingkat pendapatan ekonomis yang dihasilkan oleh Obyek Penilaian dan
kepentingan usaha Obyek Penilaian:

5) melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan yang meliputi
neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas:

6) mempertimbangkan masa manfaat atau siklus usaha Obyek Penilaian: dan

7) Dalam hal pendapatan ekonomis Obyek Penilaian atau operasional Obyek
Penilaian tergantung pada faktor produksi utama yang memiliki masa manfaat
terbatas atau memiliki siklus tertentu maka proyeksi keuangan wajib disusun
selama masa manfaat atau mencerminkan sifat siklikal dari bisnis tersebut

Setelah dilakukan penyesuaian laporan keuangan, maka Penilai Usaha wajib
menyajikan proyeksi pendapatan ekonomis dalam Laporan Penilaian Usaha, yang
mencakup dividen berdasarkan perkiraan dividend pay out ratio, arus kas, dan
Earning Before Interest, Tax, Depreciation, and Amortization (EBITDA). Periode
proyeksi pendapatan ekonomis wajib dilakukan dalam kurun waktu paling kurang 5
(lima) tahun kedepan, atau disesuaikan dengan sisa umur dari fasilitas produksi
utama Obyek Penilaian. Penilai Usaha dilarang mendasarkan proyeksi pendapatan
ekonomis hanya dengan menggunakan tren data historis.

Cc. Pendekatan Asset (Asset Based Approach)

Penilai Usaha yang menggunakan Pendekatan Aset (Asset Based Approach) dalam
penugasan penilaian profesional wajib memiliki keahlian dalam bidang penilaian
properti dan Penilaian Usaha. Dalam hal Penilai Usaha tidak memiliki keahlian dalam
bidang penilaian properti, maka Penilai Usaha wajib mengacu pada hasil penilaian

properti

Pendekatan Aset (Asset Based Approach) dapat digunakan untuk memperoleh
indikasi Nilai dari Nilai suatu perusahaan, Nilai dari Modal yang Diinvestasikan
(Invested Capital), Nilai dari struktur permodalan (capital structure), dan/atau Nilai
Aset Bersih perusahaan (ekuitas).

Pendekatan Penilaian

Page 52 OCR 0.920
H (GC EN FAE HO AO PB AU S A ik

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Indikasi nilai ekuitas atau estimasi Nilai Aset Bersih (Net Asset Value) diperoleh dari
selisih antara nilai aset termasuk Aset Takberwujud dengan nilai liabilitas, atas dasar
nilai yang disesuaikan (appraised value)

Pos-pos dalam laporan keuangan wajib disesuaikan untuk mencerminkan Nilai Pasar
(Market Value) pada Tanggal Penilaian (Cut Off Date). Penyesuaian untuk masing-
masing pos wajib diungkapkan di dalam Laporan Penilaian Usaha.

Pendekatan ini cocok digunakan untuk menilai perusahaan dengan karakteristik asset
based yang signifikan, dalam pendekatan ini ada dua metode yang dapat diterapkan,
yaitu,

1) Metode Penyesuaian Aset Bersih (Adjusted Net Asset Method)

Metode ini merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan
neraca (balance sheet approach). Dengan metode ini, nilai dari semua komponen
aset dan liabilitas (liabilities) harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali
untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti
kas/bank atau hutang bank).

Metode PAB wajib digunakan untuk menilai :

a) ekuitas suatu perusahaan dimana Nilai perusahaan sangat bergantung pada
Nilai aset tetap (a heavy based on fixed assetscompany), seperti perusahaan
real estat,

b) ekuitas dari Holding Company

c) perusahaan yang tidak memiliki riwayat pendapatan yang mempunyai
prospek positif, perusahaan yang memiliki pendapatan yang berfluktuasi,
atau perusahaan yang diragukan kemampuannya untuk melanjutkan operasi
yang bersifat going concem, seperti perusahaan yang baru berdiri (start up
company) atau perusahaan yang berada dalam kesulitan untuk memperoleh
pendapatan (trouble companies):

d) perusahaan yang memiliki dan/atau menguasai aset berwujud dalam jumlah
yang signifikan

€e) perusahaan yang memiliki tenaga kerja yang memberikan nilai tambah relatif
kecil terhadap barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan, atau

f) perusahaan yang memiliki Aset Takberwujud dalam jumlah yang tidak
signifikan

Pendekatan Penilaian

Page 53 OCR 0.924
td

(9)
9

KR Rn TPG A PP RASA L

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Penilaian atas aset tetap berwujud (fixed tangible assets) wajib dilakukan sesuai
dengan metode yang berlaku dalam penilaian properti sesuai dengan Premis Nilai
yang ditetapkan, maka Aset Takberwujud wajib diidentifikasi dan dinilai secara
individual.

2) Metode Kelebihan Pendapatan (Excess Earning Method)

Pada dasarnya, metode ini sama dengan metode penyesuaian nilai buku. Nilai

dari semua komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan nilai pasarnya terlebih

dahulu. Yang membedakan metode ini adalah dalam proses perhitungan aset tak

berwujud. Dalam hal Penilai Usaha menggunakan metode KKP, maka berlaku

ketentuan sebagai berikut:

a) Metode KKP wajib digunakan untuk menilai ekuitas perusahaan operasional
(operating company) dengan tingkat pertumbuhan pendapatan dan laba
yang relatif stabil

b) Pendapatan suatu perusahaan yang digunakan merupakan hasil dari
produktivitas aset berwujud maupun tidak berwujud. Setiap kelebihan
pengembalian (excess return atau earning) yang diperoleh diatas
pengembalian normal (normal return) atas aset berwujud, diperhitungkan
sebagai pengembalian dari Aset Takberwujud secarakolektif.

Cc) Laporan laba rugi yang digunakan adalah:

(1) laporan laba rugi tahunan tahun terakhir,
(2) laporan laba rugi 12 (dua belas) bulan terakhir:
(3) rata-rata tertimbang dari paling kurang 5 (lima) tahun terakhir,
(4) proyeksi tahun berikutnya yang diyakini dapat dipertahankan dimasa
depan

d) Laporan laba rugi sebagaimana dimaksud dalam angka 3) wajib disesuaikan
dengan prinsip dan prosedur penyesuaian untuk memperoleh laba operasi
normal dari Obyek Penilaian

e) Penilaian yang digunakan pada Metode KKP wajib didasarkan atas

(1) nilai aset berwujud bersih (NABB)/net tangible asset value (NTAV):

(2) Tingkat Imbal Balik wajar (normal rate of return) dalam persentase untuk
NABB:

(3) jumlah imbal balik wajar (dalam rupiah) untuk NABB, atau

(4) laporan keuangan yang telah disesuaikan.
Pendekatan Penilaian
Page 54 OCR 0.925
HH £ TC US NO Ter iu A.A PP RAT SaA L

KJPP Edi Andesta dan Rekan

f) Penentuan Tingkat Imbal Balik wajar (normal rate of return) untuk NABB
wajib sesuai dengan risiko yang melekat pada NABB tersebut dan
mencerminkan Tingkat Imbal Balik rata-rata tertimbang antara biaya ekuitas
dan biaya utang sesuai dengan kapasitas NABB dalam memperoleh
pinjaman (borrowing capacity).

9) Pendapatan ekonomi atau laba normal yang akan dikurangi dengan jumlah
imbal balik wajar atas NABB mencerminkan pendapatan ekonomi yang
diperkirakan akan dapat dipertahankan dimasa datang. Selisih antara
pendapatan ekonomi normal dan jumlah imbal balik atas NABB adalah
jumlah imbal balik atas aset berwujud.

h) Nilai ekuitas yang diperoleh dengan menambahkan nilai Aset Tak berwujud
(going concern value) terhadap NABB mencerminkan nilai ekuitas (common
stocks) secara keseluruhan

Dalam metode kelebihan pendapatan, untuk menghitung nilai aset tak berwujud
terlebih dahulu dihitung nilai aset berwujud bersih (net tangible asset) dengan
mengurangkan nilai pasar Liabilitas dari nilai pasar aset berwujud (setelah semua
nilai pada neraca disesuaikan). Setelah itu diperkirakan nilai pendapatan yang
diharapkan (expected revenue) per tahun dari nilai aset berwujud bersih tersebut
dengan menggunakan tingkat pengembalian (rate of retum) yang wajar. Sebagai
langkah selanjutnya perlu dihitung pendapatan normal (normalized earning) dari
perusahaan yang dinilai dengan menyesuaikan laporan laba (rugi). Selisih antara
pendapatan normal dengan pendapatan yang diharapkan merupakan kelebihan
pendapatan (excess earning) yang dihasilkan oleh aset berwujud bersih, Aset tak
berwujud kemudian dihitung dengan cara mengkapitalisasikan kelebihan
pendapatan tersebut dengan tingkat kapitalisasi (capitalization rate) yang sesuai.

Langkah akhir dari metode ini adalah dengan menghitung nilai pasar ekuitas
dengan menjumlahkan nilai aset berwujud bersih dan nilai aset tak berwujud.
Dalam hal Penilai Usaha menggunakan metode KKP, maka Aset Takberwujud
wajib dinilai secara kolektif (big pot theory of goodwill/).

4.2 Pendekatan Penilaian yang digunakan

Penilaian saham BMP dilakukan dengan menggunakan 2 (Dua) pendekatan yaitu
berdasarkan Pendekatan Pendapatan Metode Discounted Cash Flow dan Pendekatan
Aset Metode Adjusted Net Asset Method Alasan-alasan pemilihan pendekatan pasar dan
pendekatan aset dalam penilaian ini adalah sebagai berikut:

Pendekatan Penilaian

Page 55 OCR 0.941
"tE S GIE MW TELE4C AA DR Ad SA ik

KJPP Edi Andesta dan Rekan

a. Kami tidak menerapkan "Pendekatan Pasar" karena kami tidak memperoleh data
pembanding di Bursa Efek Indonesia yang bergerak di bidang hotel yang sebanding
dengan Objek Penilaian, dengan demikian metode perbandingan dengan
perusahaan terbuka tidak dapat digunakan dalam penilaian ini.

b. Pada umumnya pertimbangan yang terpenting bagi pihak yang berniat membeli
suatu perusahaan adalah kemampuan perusahaan tersebut dalam menghasilkan
pendapatan dimasa depan. Oleh karena itu, metode-metode penilaian yang
didasarkan pada konsep hubungan antara pendapatan dan nilai, terutama metode
diskonto pendapatan ekonomi mendatang, umum digunakan dalam penilaian atas
ekuitas suatu perusahaan. BMP adalah Perusahaan yang bergerak dalam bidang
perhotelan, secara komersial beroperasi. Dengan demikian, metode-metode
penilaian yang didasarkan pada konsep hubungan antara pendapatan dan nilai yaitu
metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, metode kapitalisasi pendapatan ekonomi
mendatang, dan terutama metode diskonto pendapatan ekonomi atau metode
diskonto arus kas (discounted cash flow methodj kami pandang dapat digunakan
dalam penilaian ini.

Alasan pendekatan ini digunakan karena Perusahaan merupakan entitas usaha
perhotelan yang telah beroperasi secara komersial dan menghasilkan pendapatan
secara berkelanjutan dari kegiatan operasional, Metode DCF digunakan untuk
mengestimasi nilai kini dari proyeksi arus kas masa depan yang diharapkan akan
dihasilkan oleh Perusahaan. Pendekatan ini dinilai paling representatif dalam
mencerminkan nilai Perusahaan sebagai entitas going concern, karena secara
langsung menangkap potensi manfaat ekonomi masa depan.

c. Pendekatan Aset (Asset Based Approach) dapat kami terapkan dalam laporan
penilaian ini karena BMP berbasis aset, serta dilakukan penilaian terhadap aset tetap
BMP dengan demikian Pendekatan Aset (Asset Based Approach) dapat digunakan.

Alasan pendekatan ini digunakan karena disamping menghasilkan arus kas, usaha
perhotelan merupakan bisnis yang bersifat asset based dengan komponen aset
tetap yang material. ekuitas suatu perusahaan dimana Nilai perusahaan sangat
bergantung pada nilai aset tetap

Setelah mempelajari secara seksama, kami berpendapat pendekatan yang relevan
dilakukan untuk menentukan nilai pasar saham BMP adalah Pendekatan Pendapatan
Metode DCF (Discounted Cash Flow) dan Pendekatan Aset Metode Agjusted Net Asset
Method.

Pendekatan Penilaian

Page 56 OCR 0.916
DR OEM Kap he APP 8 Ali SA kh

KJPP Edi Andesta dan Rekan

BABV | pRoYEKSIKEUANGAN

54

5.2

Proyeksi Keuangan

Business Plan

Pedoman penilaian, pertama berdasarkan business plan BMP yang telah disusun pihak
manajemen untuk beberapa tahun kedepan, disamping itu proyeksi keuangan BMP juga
disusun berdasarkan data-data laporan keuangan yang disiapkan oleh pihak pemberi
tugas untuk tahun-tahun yang berakhir per 31 Desember 2020 - 2025 (audited).

Berdasarkan pendekatan dan metodologi penilaian yang akan dilakukan, maka kami
melakukan langkah-langkah sebagai berikut

a. Melakukan tinjauan atas faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi
operasional BMP

b. Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historikal BMP

C. Melakukan tinjauan atas proyeksi keuangan BMP.

d. Melakukan diskusi dengan manajemen atas proyeksi keuangan BMP.

e. Membuat proyeksi keuangan yang akan digunakan dasar dalam penilaian saham
BMP dengan pendekatan DCF

Langkah-langkah a dan b telah diungkapkan pada bab-bab sebelumnya, sedangkan hasil
diskusi dengan manajemen dimasukan kedalam proyeksi keuangan yang menjadi dasar
dalam melakukan penilaian. Pada bagian berikut akan diuraikan tinjauan proyeksi
keuangan

Kegiatan Usaha

BMP adalah suatu perusahaan tertutup yang bergerak di bidang penyediaan hotel dengan
mengelola hotel bintang 3 Fitra Hotel Majalengka dengan total 113 kamar. Sebagai
perusahaan yang berusaha di bidang perhotelan.

Page 57 OCR 0.840
an 5 & CG f8 RB TAAT NG A PC RKAKSA EL

KJPP Edi Andesta dan Rekan

5.3 Proyeksi Laba Rugi

Tabel 5.1 Proyeksi Laba Rugi

| Proyeksi (Ro) TA
Uralan ms |” 2 m3 | 20 | om |
Jan - Des | Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des
Pendapatan 14451.446.309 16.022354770 | 16363770505 | 18.045690.399 | 19.884.339.922
Beban Pokok Penjualan (7.944.872.862)! (9.101497.671)| (9.310.459.310)| (10197.958.924)| (1.155.973.864)
(Laba Kotor 6506.573447, 5920857099| 7053311196| 7847731475| 8728366.059
Beban Usaha (5202913303) (5662855614)| (5790567363) (6074020.565)| (6.371.735.104)
(Laba (Rugi) Usaha 1.303.660.143 | 1258001485 | 1262743833| 1773710910| 2.356.630.955
Pendapatan (Beban) lain-lain (1.263.651.021) (1.226.395.931) (1.217.531.912)| (1206 989.186)| (1.193.546.464)
Laba (Rugi) sebelum Pajak 40.009.122 | 31.605.554 45.211.921 566.721.724 | 1.163.084.490
Taksiran Pajak
Laba Bersih 40009 122| 31605 554 45 211921 566.721.724| 1.163.084 490|
Laba Bersih

Laba bersih pada tahun 2027 sebesar Rp. 31,6 juta. Laba bersih pada tahun 2026
sebesar Rp. 40,0 juta, mengalami penurunan sebesar Rp. 8,4 juta. Penyebab penurunan
tersebut adalah penurunan pendapatan BMP

Laba bersih pada tahun 2028 sebesar Rp. 45,2 juta. Laba bersih pada tahun 2027
sebesar Rp. 31,6 juta, mengalami kenaikan sebesar Rp. 13,6 juta. Penyebab kenaikan
tersebut adalah kenaikan pendapatan BMP.

Laba bersih pada tahun 2029 sebesar Rp. 566,7 juta. Laba bersih pada tahun 2028
sebesar Rp. 45,2 juta, mengalami kenaikan sebesar Rp. 521,5 juta. Penyebab kenaikan
tersebut adalah kenaikan pendapatan BMP

Laba bersih pada tahun 2030 sebesar Rp. 1,1 miliar. Laba bersih pada tahun 2029
sebesar Rp. 566,7 juta, mengalami kenaikan sebesar Rp. 596,3 juta. Penyebab kenaikan
tersebut adalah kenaikan pendapatan BMP

Proyeksi Keuangan

Page 58 OCR 0.852
5.4

3. CG TS NM Ter IG APP RAYSAL

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Proyeksi Posisi Keuangan

Tabel 5.2 Proyeksi Posisi Keuangan

Proyeksi (Rp) |
Uraian 2026 2027 2028 2029 2030
Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des

|Aset Lancar | 7072860906| 85859124001 10416.951620| 12795218622| 15772 3172nel
Aset Tetap | 14868658 388| 43588403652) 42012722777| 40421.695.267| 38.842 gua
|Aset Lain-lain | 70.408 139 70.408 139) 70.408 139) 70.408.139) 170.408.139!
Total Aset 52011.927.433| 52.244.724.192| 52.500.082.536| ' 53.287.322.028| 54.685.622 247
Liabilitas Jangka Pendek 5456.308352| 5456.308352| 54563083521 5456.308352) 5.456.308.352!
Liabilitas Jangka Panjang 34355.053.780| 34453490652) 34560882 744| 34678.646180| 34.811.107.577
Ekuitas 12200565301/ 12334925187) 12482891440| 13152367496| 14.418.206.319
Total Liabilitas & Ekuitas s201 serasa! i 5221174192 52.500.082.536| sam on 54.685.622.247:
Total Aset

Total aset pada tahun 2027 sebesar Rp. 52,2 miliar. Total aset pada tahun 2026 sebesar
Rp. 52,0 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 232,7 juta. Penyebab kenaikan tersebut
adalah kenaikan pada akun kas dan setara kas dan setara kas.

Total aset pada tahun 2028 sebesar Rp. 52,5 miliar. Total aset pada tahun 2027 sebesar
Rp. 52,2 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 255,3 juta. Penyebab kenaikan tersebut
adalah kenaikan pada akun kas dan setara kas dan setara kas

Total aset pada tahun 2029 sebesar Rp. 53,2 miliar. Total aset pada tahun 2028 sebesar
Rp. 52,5 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 787,2 juta. Penyebab kenaikan tersebut
adalah kenaikan pada akun kas dan setara kas.

Total aset pada tahun 2030 sebesar Rp. 54,6 miliar. Total aset pada tahun 2029 sebesar
Rp. 53,2 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 1,3 miliar. Penyebab kenaikan tersebut
adalah kenaikan pada akun kas dan setara kas.

Total Liabilitas dan Ekuitas

Total liabilitas dan ekuitas pada tahun 2027 sebesar Rp. 52,2 miliar. Total liabilitas dan
ekuitas pada tahun 2026 sebesar Rp. 52,0 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 232,7
juta. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan pada akun liabilitas imbalan kerja.

Proyeksi Keuangan

Page 59 OCR 0.728
5.5

Cc A

TC PR AAS A

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Total liabilitas dan ekuitas pada tahun 2028 sebesar Rp. 52,5 miliar. Total liabilitas dan
ekuitas pada tahun 2027 sebesar Rp. 52,2 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 255,3
juta. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan pada liabilitas imbalan kerja.

Total liabilitas dan ekuitas pada tahun 2029 sebesar Rp. 53,2 miliar. Total liabilitas dan
ekuitas pada tahun 2028 sebesar Rp. 52,5 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 787,2
juta. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan pada akun liabilitas imbalan kerja.

Total liabilitas dan ekuitas pada tahun 2030 sebesar Rp. 54,6 miliar. Total liabilitas dan
ekuitas pada tahun 2029 sebesar Rp. 53,2 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 1,3
miliar. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan pada akun liabilitas imbalan kerja.

Proyeksi Arus Kas

Tabel 5.3 Proyeksi Arus Kas

Proyeksi Keuangan

Uraian 2026 2217 | na 2029 2030
Jan- Dos Jan-Des | Jan-Dos Jan - Dos Jan - Dos

ARUS KAS DARI AKTIVITAS

OPERASI

Laba Bersin ta21e3asa| otsa3s0g80| 147960253) senargosa| 1205830022

(bepresiasi 1167035518| “750640484 te2n227ogi| teorasorgi | 1982404227

Perubahan Modal Kerja

Puutang Usaha (ra32aisl — Waeriass)| 1205587) wagretaw) (61300554
|

Persediaan (11679715) (8881650) (697.537) (008.512) |

Pencadangan Imbalan Kerja 2s1a9a37 | seagsar2| 013920021 mi.resase| 2401307

Aset Pajak Tangguhan 46720963

Utang Pajak

Utang Lain-lain (49.084 025)

Arus Kas Bersih Diperoleh Dari P— (1...

base IN Untuk) Aktivitas) 5343491481 | #s47o77.o98| 2069983.815| 2634976988 | 3.290.457.493

perasi

ARUS KAS DARI AKTIVITAS

INVESTASI

Perolehan Aset Tetap (ira2st420)| tarasaszag)| (eassastasy| (Gonga2ea2)) — (aasses.a52)

Arus Kas Bersih Diperoleh Dari ae

nian Irena (i19251420)| (arasas7ag)| passw6t4n)| (aosgs2ca2| (383.665.852)

KENAIKAN (PENURUNAN) KASI 4 223999054 | 4467491349 #e14a57670| 2328011306| 2915701611

DAN SETARA KAS

bol SETARA KAS AWAL| 4 446431209 | 6570361323 8037352672| 9382200342 | 1221033468 |

babat SETARA KAS AKHIRI 4 579361.323| @037852672| 9.882200342 | 12210331648 | 15120.126.200

V-4
Page 60 OCR 0.867
HE S5. C 18 NN TIF1G A PP RANSAL

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Arus Kas untuk Aktivitas Operasi

Arus kas proyeksi dari aktivitas operasi Perseroan pada 2027 sebesar Rp. 1,9 miliar turun
sebesar Rp. 3,3 miliar dibandingkan pada 2026 sebesar Rp. 5,3 miliar. Penurunan
tersebut adalah akun asset pajak tangguhan.

Arus kas proyeksi dari aktivitas operasi Perseroan pada 2028 sebesar Rp. 2,0 miliar naik
sebesar Rp. 142,9 juta dibandingkan pada 2027 sebesar Rp. 1,9 miliar. Kenaikan
disebabkan laba bersih, depresiasi dan pencadangan imbalan kerja.

Arus kas proyeksi dari aktivitas operasi Perseroan pada 2029 sebesar Rp. 2,6 miliar naik
sebesar Rp. 544,9 juta dibandingkan pada 2028 sebesar minus Rp. 2,0 miliar. Kenaikan
disebabkan laba bersih, depresiasi dan pencadangan imbalan kerja.

Arus kas proyeksi dari aktivitas operasi Perseroan pada 2030 sebesar Rp. 3,2 miliar naik
sebesar Rp, 6644 juta dibandingkan pada 2029 sebesar Rp. 2,6 miliar. Kenaikan
disebabkan laba bersih, depresiasi dan pencadangan imbalan kerja.

Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

Arus kas proyeksi yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan pada tanggal
2026 — 2030 dalam proyeksi diasumsikan untuk pembelian capex

5.6  Rasio-Rasio Keuangan

Rasio-rasio keuangan periode 2026 sampai dengan 2030, dapat dilihat sebagai berikut

Tabel 5.1 Rasio-rasio Keuangan

Proyeksi
Uraian 2026 227 2028 | 209 2030
|
Jan - Des Jan - Des Jan-Des | Jan: Des Jan - Des
/AKTVITAS (X)
|Total Asset Turnover 0,28| 0,31 031 0,34| 0,36
| SOLVABILITAS (x)
Total Debt to Eguity Ratio 3.26 324 32 305 279
Total Debt to Total Assets Ratio 077 0,76 0,76 0,75 0.74
PROFITABILITAS (96)
Operating Margin 90274 185 7,721 9830 118596
Net Profit Margin 0,284 02015 0281 314 5.854
IN — 1

Proyeksi Keuangan 0
Page 61 OCR 0.890
H E 3 CG IE MN Tin at A PP RASA II

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Rasio Aktivitas

Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mendayagunakan aset-
aset yang dimilikinya. Secara rata-rata dapat dilihat bahwa rasio perputaran aset BMP
selama proyeksi periode 2026-2030 adalah sebesar 0,32x pertahun

Rasio Solvabilitas

Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar semua
kewajiban (jangka pendek maupun jangka panjang) BPM. Rasio rata-rata Debt to Eguity
Ratio selama proyeksi tahun 2026-2030 adalah 3,11x dan Debt to Total Asset Ratio
sebesar 0,76x

Rasio Profitabiltas

Rasio profitabilitas menunjukkan operasional kemampuan suatu perusahaan dalam
mengelola aset-asetnya dengan tujuan akhir mengoptimalkan pengembalian yang dapat
diperoleh para penyedia kapital (capital providers). Operating margin rata-rata mencapai
9,257 dan net profit margin 1,952.

Proyeksi Keuangan

Page 62 OCR 0.924
H 5 C8 N TEE APP RAISA L

KJPP Edi Andesta dan Rekan

BAB VI | PENILAIAN SAHAM

61 Penilaian dengan Pendekatan Pendapatan

Pada penilaian diskonto arus kas, terdapat 3 (tiga) pilihan arus kas untuk didiskonto, yaitu
dividen, arus kas bersih untuk ekuitas dan arus kas bersih untuk perusahaan.

Arus Kas Bersih (AKB) yang akan digunakan sebagai economic income yang didiskonto
untuk dijadikan indikasi nilai bisnis adalah AKB untuk perusahaan (Free Cash Flow to
Capital).

Pengertian AKB adalah jumlah kas yang tersedia setelah terpenuhinya kebutuhan kas
untuk kegiatan, merupakan arus kas yang tersedia bagi penyedia modal (utang dan
ekuitas) dan telah bebas dari kewajiban untuk mempertahankan operasi saat ini
(current operation) dan untuk mengantisipasi pertumbuhan perusahaan, yang dihitung
sebagai berikut :

Laba Bersih

t/t Depresiasi & Amortisasi

t/t Interest (ix (1-T))

-I- Investment Outlays

4/- Perubahan Modal Kerja

- AKB Untuk Perusahaan (Free Cash Flow to Capital)

Proyeksi AKB tersebut, kemudian didiskontokan dengan menggunakan faktor diskonto
yang menggambarkan tingkat pengembalian yang diharapkan investor (reguired rate of
retum), setelah memperhitungkan risiko-risiko yang bersangkutan dengan proyeksi
pendapatan pada masa mendatang untuk menghasilkan nilai perusahaan. Setelah
diperoleh nilai perusahaan, nilai ekuitas dihitung dengan mengurangkan nilai perusahaan
dengan jumlah hutang yang dimiliki

Dalam rangka penilaian saham ini, mengingat bahwa penilaian akan didasarkan pada
AKB untuk penyedia perusahaan, maka penentuan tingkat diskonto yang digunakan
berdasarkan Biaya Modal Rata-rata Tertimbang (Weighted Average Cost of Capital,
WACC) dengan formula adalah sebagai berikut :

Penilaian Saham

v-
Page 63 OCR 0.860
4 £ 5 C EN Tiri APP RAISA L

KJPP Edi Andesta dan Rekan

WACC - (feltetb))x Ke) 4 betb)) x ko x (1-4)

Dimana :

WACC biaya modal rata-rata tertimbang
e z nilai pasar ekuitas

b 3 nilai pasar hutang

ke z3 biaya modal untuk ekuitas

Ko 3 biaya modal untuk hutang

t 2 tarif pajak

6.11 Penentuan Biaya Modal Ekuitas

Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Assets
Pricing Model (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas
risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistimatis dari sekuritas saham, dengan
formula adalah sebagai berikut

Ke Rit (Rm Ri) 8 # Rs

Dimana :

Ke 2 Tingkat Biaya Bunga Ekuitas

Rr 2 Tingkat Suku Bunga Bebas Risiko
ERPm 2 Eguity Risk Premium

Beta(B) - Ukuran Risiko Sistematis

Rs z  Specific Risk Premium

Tingkat Suku Bunga Bebas Risiko (Ri), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-
instrumen yang dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia,

instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk
jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 30 Desember
2025, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu obligasi Pemerintah RI berjangka
panjang (SUN) dalam mata uang Rupiah sesuai yang dikeluarkan Indonesia Bond Pricing
Agency (IBPA) sebagai acuan "Benchmark" SUN Tahun 30 Desember 2025 dengan tenor
30 tahun dan yang akan berakhir pada 30 Desember 2055 dengan tingkat yield 6,71Y2.

Penilaian Saham

Page 64 OCR 0.912
H — 2 Ie toe MN TO bip Noka APP RAISA L

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Eguity Risk Premium, ERPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko
dengan tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan eguity risk
premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base eguity market risk premium.
Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang
mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar
negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat premi risiko
sebesar 6,69, yang diolah dari hasil riset Aswath Damodaran (New York University
Business School).

Relevered Beta (B), premi risiko tersebut masih harus dikalikan dengan 8 dari industri
yang bersangkutan, berdasarkan average B dari damodaran, maka didapat besarnya
Relevered 8, sebesar : 0,71.

Default Spread, Pada perhitungan WACC, khususnya penentuan Tingkat Suku Bunga
Bebas Resiko, penilai menggunakan data yang bersumber dari Damodaran, dimana data
yang digunakan adalah Total Eguity Risk Premium yang juga telah mempertimbangkan
resiko, Pada perhitungan WACC penilai juga memperhitungkan resiko lainnya termasuk
Specific Risk, untuk menghindari perhitungan ganda Cost of Eguity perlu dikurangi
dengan Rating Based Default Spread yang bersumber dari data Damodaran juga sebesar
16276

6.1.2 Tingkat Suku Bunga

Biaya hutang (cost of debt) pada tanggal Penilaian (Cut Off Date) sebesar 8,444 yang
berasal dari data tingkat bunga pinjaman rata-rata bank pemerintah dalam melaksanakan
fungsi pembiayaan. Adapun sumber data yang digunakan adalah Suku Bunga Dasar
Kredit (SBDK) yang diteribitkan oleh Bank Indonesia yang berlaku pada saat Penilaian.

6.1.3 Perhitungan Weighted Average Cost of Capital (WACC)
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan kekuatan dan kelebihan serta risiko

Perseroan, kami berpendapat bahwa tingkat diskonto sebesar 8,834 per tahun adalah
wajar untuk mendiskonto arus kas bersih dengan perhitungan sebagai berikut :

Penilaian Saham

Page 65 OCR 0.901
KJPP Edi Andesta dan Rekan

Tabel 6.1 Perhitungan Weighted Average Cost of Capital (WACC)

Cost of Eguity
Risk free rate 6,7196|
Market risk premium 6,69X)|
Levered Beta 0,71
Specific Risk 0,001
(-) Default Spread 1,621
Cost of Eguity 9,8546,
|
Cost of Debt
Investment Credit 8,4AK
Tax 22,001
Cost of Debt 6,584
'CapitalStructure
Debt to Total capitalization 31,214
Eguity to Total capitalization 68,7996

6.1.4 Indikasi Nilai Ekuitas

Dengan proyeksi keuangan dan tingkat diskonto yang digunakan maka diperoleh nilai
bersih Perseroan seperti yang terlihat pada tabel berikut dibawah ini.

Tabel 6.2 Indikasi Nilai Ekuitas/Saham

Enterprise Value 60.897.191.350
(t) Cash and Cash Eguivalent 1.346.431.269

Indikasi Nilai Ekuitas Sebelum DLOM 23.210.522.619

Penilaian Saham

VI-4
Page 66 OCR 0.936
H £ Ii CE MT ee In A PP RAISA L

KJPP Edi Andesta dan Rekan

6.2 Penilaian dengan Pendekatan Aset

6.21 Perhitungan Biaya Ekuitas

Prinsip penilaian dengan metode Pendekatan Aset (Aset Based Approach) adalah
penyesuaian Nilai Pasar yang dilakukan atas nilai historis yang terdapat dalam posisi
keuangan. Adapun langkah-langkah penerapannya adalah :

a. Pada tahap pertama, mendapatkan posisi keuangan lengkap dengan penjelasan
serta informasi lain yang terkait dengan keperluan penilaian, sesuai kondisi pada saat
penilaian

b. Menyesuaikan atau mengubah pos-pos atau item-item yang terdaftar dalam posisi
keuangan, baik aset lancar, aset tidak lancar, liabilitas jangka pendek, liabilitas
Jangka panjang, menjadi refleksi nilai pasar.

Cc. Mengidentifikasi dan menilai item-item yang tidak terdaftar dalam posisi keuangan,
biasanya dalam bentuk aset tidak berwujud, misalnya : biaya pra-operasi, sistem
perangkat lunak, para karyawan profesional, uang jaminan, sistem pengendalian ISO
dan pelanggan tetap.

Mengurangi seluruh nilai aset berwujud dan tak berwujud sesuai perhitungan diatas
dengan kewajiban, untuk memperoleh nilai ekuitas per 31 Desember 2025.

6.2.2 Nilai Pasar Aset Tetap

Nilai Pasar aset tetap BMP per tanggal 31 Desember 2025, telah dilakukan penilaian oleh
KJPP Edi Andesta dan Rekan dengan nomor laporan aset yang telah dinilai yaitu Laporan
Penilaian Aset Tetap No. 00230/2.0053-00/P1/03/0506/1/V/2026, tanggal 18 Mei 2026.
Nilai Pasar atas aset berupa Tanah Bangunan, Sarana Pelengkap, Mekanikal Elektrikal,
Fixture Furniture & Eguipment (FFE) dan Kendaraan BMP adalah Rp 64.146.000.000,-.

6.2.3 Nilai Penyesuaian Posisi Keuangan Perusahaan

Sesuai dengan tanggal efektif penilaian yang telah ditetapkan, penyesuaian laporan
keuangan dilakukan terhadap posisi keuangan BMP per tanggal 31 Desember 2025.
Rincian penyesuaian yang dilakukan adalah sebagai berikut :

a. Kas dan Setara Kas tercatat Rp. 1,34 miliar, terhadap akun ini tidak dilakukan
penyesuaian, karena kas dan setara kas pada prinsipnya telah mencerminkan nilai
nominal yang dapat direalisasikan secara penuh pada Tanggal Penilaian.

Penilaian Saham

Page 67 OCR 0.941
aa : IG Mn ka if APP RAISA L

KJPP Edi Andesta dan Rekan

b. Piutang usaha tercatat Rp. 232,62 juta, terhadap akun ini tidak dilakukan
penyesuaian, karena piutang usaha dicatat sebesar nilai yang dapat direalisasikan
bersih, setelah mempertimbangkan cadangan kerugian penurunan nilai, dan selain
itu tidak ditemukan kondisi material yang memerlukan penyesuaian.

Cc. Persediaan tercatat Rp 77,18 juta, terhadap akun ini tidak dilakukan penyesuaian,
karena persediaan bersifat jangka pendek, perputaran cepat, dan tidak mengalami
apresiasi nilai seperti tanah. Sepanjang tidak terdapat persediaan usang yang
material, nilai tercatat dianggap telah mencerminkan nilai pasar.

d. Aset tetap, Tanah Bangunan, Sarana Pelengkap, Mekanikal Elektrikal, FFE dan
Kendaraan tercatat Rp. 45,91 miliar, terhadap akun ini dilakukan penyesuaian
dengan melakukan penilaian kembali, sehingga setelah dilakukan penyesuaian,
maka Nilai pasar aset tetap, peralatan dan perlengkapan operasi menjadi sebesar
Rp. 64,14 miliar, sesuai dengan laporan penilaian aset yang dilakukan oleh KJPP Edi
Andesta dan Rekan.

e. Aset pajak tangguhan tercatat Rp 4,31 miliar, terhadap akun ini tidak dilakukan
penyesuaian, karena sudah mencerminkan nilai pasar.

f. Pos-pos aset lainnya dan pos-pos liabilitas yang tercantum di posisi keuangan tidak
disesuaikan karena dianggap telah merefleksikan nilai pasarnya.

Penyesuaian hanya dilakukan pada aset tetap dikarenakan aset tetap dicatat dalam
laporan keuangan berdasarkan harga perolehan, sehingga nominal yang tercermin tidak
mencerminkan nilai pasar aset tetap pada tanggal penilaian.

Dengan penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan tersebut, total aset BMP yang tercatat
di posisi keuangan per tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp. 51,89 miliar, telah berubah
menjadi sebesar Rp. 70,12 miliar

6.2.4 Nilai Pasar Saham BMP

Dari hasil penyesuaian terhadap posisi keuangan BMP per tanggal 31 Desember 2025
diatas, Indikasi nilai ekuitas diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset
dan hutang yang telah disesuaikan.

Nilai saham perusahaan tertutup biasanya dikenakan "discount for lack of marketability',
diskon ini dimaksudkan karena saham pada perusahaan tertutup relatif lebih sulit untuk
dikonversi menjadi dana cash, karena calon pembeli akan memerlukan waktu untuk
menilai kewajaran nilai saham tersebut, berbeda dengan perusahaan terbuka dimana nilai
saham pada waktu tersebut sudah merefleksikan nilai yang sebenarnya dari sahamnya.

Penilaian Saham

Page 68 OCR 0.699
aa : CI N Tari APP RAMNSA L

KJPP Edi Andesta dan Rekan

Sehubungan dengan hal tersebut penilai memberikan "discount for lack marketability”
terhadap indikasi nilai saham tersebut. Besarnya discount sangat tergantung kepada
kondisi dan jenis perusahaan atau bisnisnya. Sehubungan dengan hal tersebut penilai
menetapkan besarnya "discount for lack of marketability" pada penilaian ini adalah 20”.
Selain potongan tersebut adanya opsi pemegang saham lain untuk membeli lebih dahulu
saham yang akan dijual, dan kalaupun pemegang saham lain tidak berminat membeli,
maka agak sulit untuk mencari investor lain untuk membeli saham tersebut, karena calon
investor belum tentu cocok dengan pemegang saham lainnya. Penyesuaian laporan
keuangan dan perhitungan nilai penyertaan saham dapat dilihat pada penyesuaian
sebagai berikut:

Tabel 6.3 Indikasi Nilai Ekuitas/Saham

koatam Rupiany

Keterangan Sebelum Penyosuatan | Penyesuaian Setelan Penyesualan
|Laporan posisi KEUANGAN Den 2025 | Den 2026
Aset ! |
sat Lancar
Kas dan Setara Kas 1 aan 200 4346 an 200
ruang Usaha 232027 6081 232627 681
persaaan 71405310 71 vas anal
Pajak Obayar Dimuka 2682720 2 022 720
|urmian Anot Lancar Wesna26.a0e 16 6|

Aset Tidak Lancar

Aset Pajak Targguhan A17 120.102 «317 120 102)
Aset Tetap 45 010 4a2 a79 10220567 521 64 140.000 000)
Jumlah Aset Tidak Lancar 18.220.667.621 68.463.129.102|
JUMLAH ASET 10.220.567.521

T
(LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabiitas Jangka Pendek
utang Lairstain 49084 025 49 084.025)
(utang Pajak 112203940 112.203 940|
biaya Yang Masih Harus Dibayar 256 004 412 256 004 412|
|tang Bark - Bagian jatuh tempo dalam »4 088 100.000, 5 088 100.000)
Launtah Latittas Jangka Pendek 8505 392377 : 6.505.302.377

Labiltas Jangka Parjang

Uang Bari 1015000000 1.015.000.001
Utang Pamogang Saham 32 030.900.000 32 w30.000 000|
Libitas Imbalan Kerja 394 304 3g 384.304 343
Jumlah Linbltas Jangka Paryang 34.328.304 323 : 34.329.304,343
Jumlah Libittas 38254696, ran) | 39.234.696.720
Exutas

Modal Saham -Nial nominal Rp100 000 45 000.000.000 58 000.000 Ond
Panghastan Kompreneraif Lai 430360210 4301360 210)
Dotst (43372 558371) (43372 558 3711
Penyesuaian 18220567 521

Lhrmlah Ekutas NN tr0s7a01aa7”—————————.

Lumban Luamu.rTAs DAN EKurTAS sn.a02.as0.se7!

lsumtan Exutas Tt |

| una

Indikasi Nilai 10004 Ekultas, sobokm DLOM | 301207 350 301 |

Penilaian Saham ——

Page 69 OCR 0.928
H £ & we Mu he ak A PP RAISA L

KJPP Edi Andesta dan Rekan

6.3 Discount for Lack of Marketability (DLOM)

Discount For Lack Of Marketability (DLOM) mencerminkan pengurangan terhadap nilai
sebagai pengaruh dari tidak likuidnya obyek penilaian untuk diperdagangkan. Likuiditas
Perseroan dipengaruhi oleh hal-hal sebagai berikut :

a. Informasi mengenai kondisi obyek penilaian yang relevan untuk penentuan harga
masih tertutup.

b. Berdasarkan ketentuan yang disepakati oleh para pemilik obyek penilaian, pelepasan
hak milik harus dengan persetujuan pemilik yang lain dengan sangat prioritas pada
persetujuan pemilik saham mayoritas.

Cc. Perkembangan usaha Perseroan kedepannya

Besarnya DLOM dipengaruhi oleh:

a. Besarnya pasar yang dapat mengakses kesempatan transaksi.

b. Besarnya minat terhadap obyek penilaian. Secara umum usaha hotel pasarnya sudah
banyak persaingan.

Cc, Biaya untuk melakukan tindakan yang diperlukan guna meyakinkan kebenaran dari
nilai obyek penilaian seperti audit, due diligence

d. Lamanya waktu yang diperlukan untuk melakukan transaksi.
Biaya yang diperlukan untuk membuat obyek penilaian menjadi lebih likuid
diperdagangkan (go public). Untuk menjadi lebih likuid, selain keterbukaan informasi,
potensi bisnis juga menjadi pertimbangan, oleh karena itu ada kemungkinan bahwa
struktur atau model bisnis yang saat ini dijalani perlu dirombak, dan dalam kondisi ini
tidak menutup kemungkinan diperlukan bantuan dari pihak yang memiliki model bisnis
dan modal yang diperlukan untuk perombakan ini.

Diskon marketabilitas sebesar 204 masih dalam range sebagaimana diatur dalam POJK
35/2020. DLOM sebesar 2076 diterapkan untuk mencerminkan keterbatasan likuiditas
saham Perseroan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif. Besaran tersebut ditetapkan
dengan mempertimbangkan referensi empiris dari restricted stock studies yang
menunjukkan kisaran diskon sekitar 207o-35”s, di mana 20”b berada pada tingkat
moderat dan konservatif. Penetapan ini juga mempertimbangkan karakteristik Perseroan
sebagai perusahaan perhotelan yang bersifat asset intensive dan menghasilkan arus kas
operasional, namun tetap memiliki keterbatasan dalam pengalihan saham. Dengan
demikian, DLOM 20”6 dinilai proporsional dan dapat dipertanggungjawabkan dalam
konteks estimasi Nilai Pasar

Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, kami memperhitungkan diskon untuk
tidak likuidnya saham perseroan sebesar 2096 dari indikasi nilai ekuitas.

Penilaian Saham
Page 70 OCR 0.847
AP P RAISA

KJPP Edi Andesta dan Rekan

64 Rekonsiliasi Nilai

Sesuai dengan konsep keuangan perusahaan, seseorang memiliki atau membeli aset
atau saham karena mengharapkan suatu aliran pendapatan (a stream of economic
income) yang dihasilkan oleh aset atau saham tersebut. Dari kedua pendekatan diatas
memberikan indikasi nilai yang berbeda:

| Pendekatan Metode indikasi Nilai |
Pendekatan Pendapatan (Metode Discounted Cash Flow 23210522 618 |
(Pendekatan Aset Metode Adjusted Net Assets Method 30 287 359 368

Pendekatan DCF lebih besar dibandingkan pendekatan aset. Pada proses rekonsiliasi
pendekatan pendapatan diberikan bobot 5096 untuk pendekatan aset diberikan bobot
5076, dikarenakan tingkat keyakinan kami terhadap kedua pendekatan tersebut sama
besarnya, pendekatan pendapatan dengan pertimbangan BMP adalah perusahaan yang
masih mempunyai potensi kedepannya sehingga pendekatan pendapatan
merepresentatif terhadap harga saham di pasar, pendekatan aset diberikan bobot 504
dikarenakan BMP merupakan perusahaan yang berbasis aset. Adapun hasil rekonsiliasi
nilai dapat dilihat sebagai berikut :

| j l |

Pendekatan Metode Indikasi Nila |. Bobot Total |
——| l-—

Pendekatan Pendapatan Metode Discourted Cash Flow 23210522 c1o| 50x 11605 261309
Pendekatan Aset Metode Adjusted Net Assets Method 30 287 359 K8 508 15 143679684
Indikasi Nilai Sebelum DLOM 26.748 940 993
lotom (535 738 1001|
Indikasi 1001 Nilai Saham T 21.390.152.795 |

Indikasi 99,99984 Nilai Saham” 21.390.113.887

Pembulatan 21.399. 114000

Nilai Pasar Per Lembar Saham. —38907,55

Penilaian Saham

Page 71 OCR 0.931
KJPP Edi Andesta dan Rekan

6.4. Kesimpulan Nilai Pasar 549.999 lembar (99,9998”6) Saham penyertaan
FITT pada BMP

Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang
terkait dalam rangka menentukan nilai saham Perseroan, maka kami berpendapat Nilai
Pasar 549.999 lembar (99,9998X) Saham penyertaan FITT pada BMP per tanggal
31 Desember 2025.

Nilai Pasar 549.999 lembar (99,9998/6) Saham penyertaan FITT pada BMP Per
31 Desember 2025 adalah :

| Rp. 21.399.114.000,-

| Dua Puluh Satu Miliar Tiga Ratus Sembilan Puluh Sembilan Juta |
| Seratus Empat Belas Ribu Rupiah

Penilaian Saham

File

File Open PDF
Source IDX
Size9.83 MB
Published20 May 2026
Pages71
Characters135,625
Text sourceOCR
OCR confidence0.889

Names mentioned 99 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Hotel Fitra International Tbk · Nama Perusahaan p.1 ×17
linked person Siti Rahayu p.12 ×2
linked person Joni Rizal · Komisaris p.20
linked org Pemerintah RI p.63
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.4 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.14 ×4
unresolved org PRATSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan p.1
unresolved org KJPP Edi Andesta p.1 ×77
unresolved org PT Bumi Majalengka Permai Bidang p.1
unresolved org A PP RAJISA IL KJPP Edi Andesta dan Rekan p.2
unresolved org AT PI AN AL KJPP Edi Andesta dan Rekan p.3
unresolved org Tn S CITENTIFEIC APPRAISAL KJPP Edi Andesta dan Rekan p.4
unresolved org PT Bumi Majalengka Permai p.4 ×13
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Edi Andesta dan Rekan p.4 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Edi Andesta p.4 ×2
unresolved org KJPP Andesta p.4 ×4
unresolved org Menteri Keuangan p.4 ×2
unresolved org KJPP Edi Andesta dan Rekan p.5 ×19
unresolved org PRIAdaSA KJPP Edi Andesta dan Rekan p.6
unresolved org Pusat Statistik p.6 ×2
unresolved org AP PRAYNSA L KJPP Edi Andesta dan Rekan p.7
unresolved org A PP RAISA A KJPP Edi Andesta dan Rekan p.8
unresolved person Igro Haikal Sulaiman p.8
unresolved org Ne A PR AdSAt KJPP Edi Andesta dan Rekan p.9
unresolved org PR PR ATS AL KJPP Edi Andesta dan Rekan p.10
unresolved — Pemberi Tug · Penilai p.10
unresolved org AR ANISA KJPP Edi Andesta dan Rekan p.11
unresolved org PT ANTA A p.12
unresolved org Hotel Fitra Internasional Tbk p.12 ×4
unresolved org A PP RASA KJPP Edi Andesta dan Rekan p.13
unresolved org Tap UC AP PRKANSIA KJPP Edi Andesta dan Rekan p.14
unresolved person Steve Mulyono · Direktur p.14 ×2
unresolved org L KJPP Edi Andesta dan Rekan p.15
unresolved org II PR Aha ML KJPP Edi Andesta dan Rekan p.16
unresolved org Hi KJPP Edi Andesta dan Rekan p.19
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.19 ×2
unresolved org Kementerian p.19
unresolved org TAFIC APP RAN SAL KJPP Edi Andesta dan Rekan p.20
unresolved person Muhammad Hanafi p.20
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.20
unresolved person Benediktus Andy Widyanto p.20 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.20 ×4
unresolved person Rudy Siswanto p.20 ×6
unresolved org FLETCO APP RABBA L KJPP Edi Andesta dan Rekan p.21
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia p.21
unresolved org PARdRKAH KJPP Edi Andesta dan Rekan p.22
unresolved person Akuntan Publik Drs Moch. Chaeroni p.22 ×2
unresolved person BKP p.22
unresolved org Drs. Chaeroni & Rekan p.22
unresolved person Drs. Chaeroni p.22
unresolved person CPA p.22 ×4
unresolved org Dra. Suhartati & Rekan p.22 ×4
unresolved person Dra. Suhartati p.22 ×7
unresolved org Tu A PP RASA KJPP Edi Andesta dan Rekan p.23
unresolved person Akuntan Publik Drs. Liasta Karo Karo Surbakti p.23 ×2
unresolved org Liasta p.23
unresolved org Syafrudin & Rekan p.23
unresolved org TIA AP KAS AM KJPP Edi Andesta dan Rekan p.24
unresolved org UT P RASA L KJPP Edi Andesta dan Rekan p.25
unresolved org AP P RATNSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan p.26
unresolved org RAdS Ak KJPP Edi Andesta dan Rekan p.27
unresolved org A CC PR AYAH KJPP Edi Andesta dan Rekan p.28
unresolved org PRA Bi KJPP Edi Andesta dan Rekan p.29
unresolved org PP RAK SA L KJPP Edi Andesta dan Rekan p.31
unresolved org Pemasaran KJPP Edi Andesta dan Rekan p.35
unresolved org Bank Indonesia p.35 ×10
unresolved org AP PRA A IL KJPP Edi Andesta dan Rekan p.36
unresolved org Bank Indonesia Aspek Makro Bisnis p.36
unresolved org Tari A PP RASA KJPP Edi Andesta dan Rekan p.37
unresolved org PR Awak AA Uk KJPP Edi Andesta dan Rekan p.38
unresolved org Tiri A CP RAltlSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan p.39
unresolved org Pusat Statistik Indonesia Pertumbuhan p.40
unresolved org APPRArSAd KJPP Edi Andesta dan Rekan p.41
unresolved org PRATSAH KJPP Edi Andesta dan Rekan p.42
unresolved org Pusat Statistik Majalengka Kunjungan p.43
unresolved org PP RK AU SAK KJPP Edi Andesta dan Rekan p.44
unresolved org Pusat Statistik Majalengka Tingkat Penghunian Kamar p.44
unresolved org AP PRArSA Lk KJPP Edi Andesta dan Rekan p.45
unresolved org Pusat Statistik Majalengka Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar p.45
unresolved org NYTErC AMA RAYSA KJPP Edi Andesta dan Rekan p.46
unresolved person KHL ABDUL HALIM p.46 ×9
unresolved org PP R ANSA L KJPP Edi Andesta dan Rekan p.48
unresolved org A PM ANBSA L KJPP Edi Andesta dan Rekan p.49
unresolved org CG AP. PRKAtfSA L KJPP Edi Andesta dan Rekan p.50
unresolved org HE SC IENTUFIC APPRAfSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan p.51
unresolved org A PP RASA L KJPP Edi Andesta dan Rekan p.53
unresolved org PP RAT SaA L KJPP Edi Andesta dan Rekan p.54
unresolved org A PC RKAKSA EL KJPP Edi Andesta dan Rekan p.57
unresolved org Ter IG APP RAYSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan p.58
unresolved org TC PR AAS A KJPP Edi Andesta dan Rekan p.59
unresolved org A PP RANSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan p.60
unresolved org A PP RASA II KJPP Edi Andesta dan Rekan p.61
unresolved org TEE APP RAISA L KJPP Edi Andesta dan Rekan p.62
unresolved org Tiri APP RAISA L KJPP Edi Andesta dan Rekan p.63
unresolved org Noka APP RAISA L KJPP Edi Andesta dan Rekan p.64
unresolved org A PP RAISA L KJPP Edi Andesta dan Rekan p.66 ×2
unresolved org APP RAISA L KJPP Edi Andesta dan Rekan p.67
unresolved org Tari APP RAMNSA L KJPP Edi Andesta dan Rekan p.68
unresolved org AP P RAISA KJPP Edi Andesta dan Rekan p.70

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 31 ms 13 Sep 2026 14:35
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result