Back to announcement
20260520_FITT_Rencana Transaksi Material Dengan Persetujuan RUPS_32093152_lamp9.pdf
Asset transaction Needs review FITTSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 60
Page 1 OCR 0.956
KJPP Edi Andesta dan Rekan LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS Studi Kelayakan Bisnis Terkait Penambahan Bidang Usaha KBLI 64200 (Aktivitas Perusahaan Holding) dan KBLI 70209 (Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya) Disiapkan Untuk: PT Hotel Fitra International Tbk
Page 2 OCR 0.627
H E CT TEA EK A PP RAISA Lu KJPP Edi Andesta dan Rekan Hal Halaman Judul Daftar Isi Babi | PENdahil Udi ane ssnumemmusuasa 2 1A Latar Belakang. 2 1.2 Kualifikasi Penilai .........................oooooooooooooooWoooWooocoo—ooooo 3 Td —"dantitas FOMbS TUGSS.coosonitino ah Re Makam Ban 4 14 Identitas: Pengguna Laporan. co.» mun 4 19 —.Objak:Studi: Kelayakan BISNIS.cuxcisssinsiisnvassnminan mane 4 1:6 “Tanggal:Studi Kelayakan BisniS ma Jaawagasana 4 1.7 Mata Uang yang digunakan .......................oooooooooooooooocooooo.Woooo 5 18 Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan... 5 IL ONAK ASAM ENI NOT MAS Lemon ea PENATAAN 5 110 Metode Penyusunan Laporan Studi Kelayakan .......................iooo.oooooo.o.Wo 5 11 Asumsiidari: Kondisi Pembatas: soo omonanakusaan "4 112 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi...........................oo.ooooooooo.Wo 14 113 Batasan atau Pengecualian atas Tanggung Jawab Kepada Pihak Selain Pemberi TU9ASi osis san nmsea ons 7 114 Pernyataan Tertulis dari Pemberi Tugas mengenai Kebenaran dan Sifat Informasi yang DiberikaN .....................oooooooooooooooo.oooooooo.WoooocoooWoWo—oWo.WoWooo. 115 Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan ..........................ooooooo.Wo.ooo.o.oo Bab II - Gambaran Perseroan & Data INFOTMASI ..........oo.ooooooooooooooooooooo 21. Informasi Keuangan dan Informasi Lainnnya. 22. Profil PT Hotel Fitra International Tbk.... 29. Bidefg Usaha asa Sman 24. Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan.................................... 12
Page 3 OCR 0.688
H E Ce Ce MR Tin ui AA TP RATSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan 2.5. Susunan Manajemen dan Struktur OrganisaSi.........................ooooooooooooo 12 26. Legalitasdan Pemank.ooooooo.oo#Wo0 oom oa sa 13 2 Tenaga KE NN 15 2.8. Tinjauan Kinerja Keuangan 15 29. Produk dan Layanan.... 20 210. Teknologi Yang Digunakan. 211. Peraturan Perundang-undangan Yang Terkait............................ooooocoWoWoo 21 212. Gambaran Perekonomian dan Industri..........................ooooooooooooooooo 321 Bab III — Analisis Kelayakan .........oooooo.ooooooooocooooooooooooooooooooooooooooooooooooo 31 3, (ASPpOk Pasaran eno naas 3 32 AOpek ON . 8 3.3. Aspek Pola BisSNis................oo.oooocoooooooWoooooWoWo Woo 35 3.4. Aspek Model Manajemen..........................ooooooooooooooooooom 37 3.5. Aspek Keuangan .. 40 Bab IV - Kesimpulan... 51 41. Analisis Kelayakan Aspek Pasar... 51 42. Analisis Kelayakan Aspek Teknis.. 52 43. Analisis Kelayakan Aspek Pola Bisnis... 53 44. Analisis Kelayakan Aspek Model Manajemen..............................ooo.ooo 54 45. Analisis Kelayakan Aspek Keuangan.....................oooooco.ocooWooo 54 46. Kesimpulan Studi Kelayakan Bisnis..........................ooooooooooWooo 55 47. Distribusi Laporan Studi Kelayakan Bisnis...........................ooooo”Woo.omo 55 Pernyataan Penilai......................................ooooooocooo.oooooooo.ooWoo.Wooooo 56 Asumsi dan Syarat POmbatas:...oo.o.io.o.oooooocooo.ooo.oooooooo.oooo.. 57
Page 4 OCR 0.880
r .— 3 0 GG 2 NN Tur 1G APP RAISA LL KJPP Edi Andesta dan Rekan No: 00240/2.0053-00/BS/05/0095/1/V/2026 Jakarta, 20 Mei 2026 Kepada, PT Hotel Fitra International Tbk Jalan KH. Abdul Halim No. 88 RT. 005 RW. 008, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat U.p. : Direksi Hal : Laporan Studi Kelayakan Bisnis Terkait Perubahan Kegiatan Usaha KBLI 64200 (Aktivitas Perusahaan Holding) Dan KBLI 70209 (Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya) Dengan hormat, Sehubungan dengan penugasan yang diberikan kepada Kantor Jasa Penilai Publik Edi Andesta dan Rekan (“KJPP Andesta"”Kami"), oleh manajemen PT Hotel Fitra International Tbk (“Perseroan"/"FITT") untuk memberikan Pendapat Studi Kelayakan Bisnis sebagai Penilai Independen, sesuai proposal penawaran jasa Studi Kelayakan Bisnis No. 132/P-Andesta!!ll/2026, tanggal 16 Maret 2026, maka dengan ini Kami sebagai KJPP resmi, berdasarkan Surat Ijin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 1/KM.1/2022, tanggal 3 Januari 2022, surat izin usaha No 2.09.0053, tanggal 15 Juli 2009 dan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. STTD-PPB-01/PJ-1/PM.02/2023 (Penilai Properti dan Penilai Usaha) menyampaikan pendapat atas Studi Kelayakan Bisnis terkait Rencana Perubahan Bidang Usaha KBLI 64200 Aktifitas Perusahaan Holding dan KBLI 70209 (Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya). kdi “ Menkeu. No.1/KM.1/2022 No, tzin 2.09.0053 Wilayah Kerja : Seluruh Indonesia Li Pesing embsng aren Edi Andesta dan Rekan Member Bidang Usaha Jalan Ciputat Raya No. 89-B, Pondok Pinang 1. Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) 1 Penilai Properti Kebayoran Lama, Jakarta - 12910 2 Forum Penilai Pasar Modal (FPPM) 1 Penilai Bisnis T : 021-75931015 (hunting) & 021-75931017 E-mail : kipp maj@yahoo.com
Page 5 OCR 0.944
H E 5: CLEM TT TES APP RAYSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan IL Pendahuluan 11 Latar Belakang FITT didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 34 tanggal 24 Januari 2014 dibuat oleh Notaris Muhammad Hanafi S.H, Notaris di Jakarta dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU- 0021306.AH.01.09.Tahun 2014 tanggal 12 Maret 2014. Akta perubahan terakhir yaitu Akta No. 15 dari Rudy Siswanto S.H., Notaris di Jakarta Utara, tanggal 17 Juli 2024, yang telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana ternyata dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan No. AHU-AH.01.03-0175047 tanggal 23 Juli 2024. Modal dasar Perusahaan sebesar Rp200.000.000.000 yang terbagi atas 2.000.000.000 saham dan masing-masing saham bernilai nominal sebesar Rp100 dari modal dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor sebanyak 1.304.272.051 lembar saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp130.427.205.100. Perusahaan berdomisili di Jl. KH. Abdul Halim No. 88 RT. 005 RW. 008, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan pasal 3 anggaran dasar, maksud dan tujuan FITT adalah berusaha dalam bidang konstruksi gedung, berusaha dalam bidang penyediaan akomodasi, berusaha dalam bidang real estat, berusaha dalam bidang aktivitas olahraga dan rekreasi lainnya. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut FITT dapat melaksanakan kegitan usaha berikut: a. Kegiatan usaha utama yaitu menjalankan kegiatan hotel bintang lima, menjalankan kegiatan usaha hotel bintang empat, menjalankan kegiatan usaha hotel bintang tiga, menjalankan kegiatan usaha hotel bintang dua, menjalankan kegiatan usaha hotel bintang satu, menjalankan kegiatan usaha hotel melati, menjalankan kegiatan usaha vila, menjalankan kegiatan usaha apartemen hotel, menjalankan kegiatan usaha penyediaan akomodasi jangka pendek lainnya b. Kegiatan usaha penunjang yang mendukung kegiatan usaha utama Perseroaan yaitu menjalankan kegiatan usaha konstruksi gedung penginapan, menjalankan kegiatan usaha real estat yang dimiliki sendiri atau disewa, menjalankan kegiatan usaha kawasan pariwisata. PT Hotel Fitra International Tbk
Page 6 OCR 0.909
ht € Cc Ke MN TE 4x 2 2nR Wu lA k KJPP Edi Andesta dan Rekan FITT juga merupakan Holding Company yang memiliki kepemilikan saham secara langsung pada perusahaan anak yaitu PT. Bumi Majalengka Permai (“BMP”) serta PT. Fitra Amanah Wisata (“FAW”) dan tidak terlibat langsung dalam pengelolaan bisnis perseroan. Sebagai Upaya untuk meningkatkan kapasitas perusahaan, FITT perlu menambah kegiatan usahanya dan melakukan penyesuaian terhadap kode klasifikasi resmi untuk mengklasifikasikan jenis bidang usaha perusahaan di Indonesia dengan menambahkankan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dalam menjalankan bisnisnya sebagai berikut: KBLI yang akan ditambahkan: No. Nama KBLI Kode KBLI (4. Aktivitas Perusahaan Holding — 64200 2 | Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya 70209 Dengan rencana perubahan kegiatan usaha pada FITT diatas sesuai Pasal 31, POJK No.17/POJK.04/2020, dan Peraturan Perundang-undangan yang mengatur mengenai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI 2020), maka atas rencana tersebut Perseroan memerlukan adanya Laporan Studi Kelayakan Bisnis yang disusun dan diterbitkan oleh Kantor Jasa Penilai Publik Independen dengan klasifikasi Penilai Bisnis. Untuk penyusunan Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini, Perseroan telah menunjuk KJPP Andesta sesuai penugasan dengan kesepakatan yang telah dituangkan dalam Surat Proposal Penawaran No. 132/P-Andesta'!l1/2026, tanggal 16 Maret 2026. 1.2 Kualifikasi Penilai Penilai adalah partner dari KJPP Andesta dengan kualifikasi sebagai berikut : Nama Penilai Ir. Edi Andesta, Mappi (Cert.) No Izin Penilai PB-1.09.00095 No. STTD Penunjang Pasar Modal : STTD.PBB-01/PM.2/2018 No. MAPPI 1 94-S-0411 Klasifikasi Izin : Penilai Properti dan Bisnis KJPP Andesta dalam posisi untuk memberikan penilaian objektif dan tidak memihak. Penilai tidak ada keterlibatan material atau benturan kepentingan baik aktual maupun bersifat potensial dengan subjek dan atau objek penilaian. Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan studi kelayakan. Penilai dapat menggunakan atau tidak menggunakan tenaga ahli atau penilai lain di luar KJPP Andesta sesuai dengan kebutuhan penugasan dengan seizin dari Pemberi Tugas. PT Hotel Fitra International Tbk
Page 7 OCR 0.928
13 14 1.5 1.6 Ge. TE Ni NT IE Hu ANA PP RWISAL KJPP Edi Andesta dan Rekan Dalam menjalankan tugas profesinya, tanggung jawab Penilai sebagai individu harus dipisahkan dari Penilai sebagai Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Sehingga tanggung jawab Penilai sebagai individu tidak menjadi tanggung jawab KJPP secara keseluruhan (SPI Edisi VII 2018, KEPI butir 5.8.8.3). Identitas Pemberi Tugas Nama Perusahaan : PT Hotel Fitra International Tbk Jenis Usaha Industri Pengelolaan Hotel dan Pariwisata Alamat : Jalan KH. Abdul Halim No. 88 RT. 005 RW. 008, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat No. Telp 10233 - 8292 888 Email : corsec.hotelfitra@gmail.com Website - www.fitratbk.co.id Identitas Pengguna Laporan Nama Perusahaan : PT Hotel Fitra International Tbk Jenis Usaha : Industri Pengelolaan Hotel dan Pariwisata Alamat : Jalan KH. Abdul Halim No. 88 RT. 005 RW. 008, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat No. Telp 10233 - 8292 888 Email : corsec.hotelfitra@gmail.com Website - www.fitratbk.co.id Objek Studi Kelayakan Bisnis Obyek Studi Kelayakan Bisnis adalah perubahan bidang usaha FITT berupa KBLI Aktifitas Perusahaan Holding (KBLI 64200) dan Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (KBLI 70209) Tanggal Studi Kelayakan Bisnis Tanggal efektif studi kelayakan bisnis (cut off date) adalah tanggal dimana hasil nilai ditetapkan dengan kondisi dan syarat-syarat yang diberlakukan. Dalam Laporan studi kelayakan bisnis ini maka kelayakan diperhitungkan pada tanggal 31 Desember 2025. Tanggal ini sesuai laporan keuangan terakhir yang tersedia dan dapat diperoleh dan diterima penilai sebagai dasar untuk melakukan studi kelayakan, yaitu laporan keuangan per 31 Desember 2025 (Audited). PT Hotel Fitra International Tbk
Page 8 OCR 0.931
H E GG EM TYEVA A PP RAISA ik KJPP Edi Andesta dan Rekan 1.7 Mata Uang yang digunakan Mata uang yang digunakan dalam penilaian ini adalah mata uang Rupiah (Rp.) 1.8 Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan Maksud dan tujuan dari penugasan Studi Kelayakan Bisnis ini adalah untuk mengetahui kelayakan usaha sehubungan dengan perubahan bidang usaha yaitu KBLI Aktifitas Perusahaan Holding (KBLI 64200) dan Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (KBLI 70209), serta sebagai syarat pemenuhan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan Kegiatan Usaha (POJK No.17/2020), dan bukan untuk kepentingan perbankan ataupun kepentingan lainnya. 1.9 Sifat dan Sumber Informasi Data-data objek Studi Kelayakan berasal dari pihak pemberi tugas, sedangkan data-data primer bersumber dari hasil survei lapangan dan data-data sekunder barasal dari hasil riset, informasi yang dipublikasikan dan maupun berasal dari intansi pemerintah. Terhadap data- data primer penilai melakukan verifikasi dan validasi atas data-data yang digunakan, sehingga akurasi hasil Study Kelayakan dapat dipertanggung jawabkan. 110 Metode Penyusunan Laporan Studi Kelayakan Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17 /SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018 yang disusun oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait. Struktur penyusunan Laporan studi kelayakan dirinci sebagai berikut: a. Melakukan pengumpulan data. b. Melakukan identifikasi dan anilisis terhadap data yang diterima. C. Melakukan wawancara dengan pihak manajemen FITT untuk mengetahui detail tentang bisnis yang dijalankan dan proses rencana bisnis kedepan @d. Melakukan analisa Study Kelayakan dengan menggunakan metode yang relevan atas analisa yang dilakukan. e. Studi meliputi : 1) Melakukan analisa kelayakan pasar meliputi: e Kondisi pasar, seperti pangsa pasar, kesinambungan, dan potensi pasar e Pesaing usaha PT Hotel Fitra International Tbk
Page 9 OCR 0.811
H E Pt ON TUruK A PP RASA KJPP Edi Andesta dan Rekan # Strategi Pemasaran 2) Melakukan analisa kelayakan teknis meliputi: e Kapasitas # Ketersediaan dan kualitas sumber daya pekerja dan ahli professional e Proses operasi/proses bisnis 3) Melakukan analisa kelayakan pola bisnis meliputi: e Keungulan kompetitif karena keunikan dari pola bisnis «Kemampuan pesaing untuk meniru produk «Kemampuan untuk menciptakan nilai 4) Melakukan analisa kelayakan model manajemen meliputi: # Ketersediaan tenaga kerja e Manajemen kekayaan intelektual # Manajemen Resiko e Kapasitas dan kemampuan manajemen e Kesesuian struktur organisasi dan manajemen 5) Melakukan analisa kelayakan keuangan meliputi: # Biaya Pendirian (Start Up Cost) e Modalkerja e Sumber pembiayaan # Struktur pendapatan # Biaya operasional # Beban usaha # Proyeksi laporan keuangan e Analisis Titik Impas e Analisis Rasio Keuangan (Likuiditas, Solvabilitas, dan Profitabilitas) # Tingkat imbalan balik investasi # Analisis Kelayakan PT Hotel Fitra International Tbk
Page 10 OCR 0.957
KJPP Edi Andesta dan Rekan 111 Asumsi dan Kondisi Pembatas Perbedaan Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini adalah: 1. Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion. 2. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam studi kelayakan. 3. Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan. 4. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen dengan mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). 5. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan. 6. Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan. 7. Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang dihasilkan. 8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari pemberi tugas. 112 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi Dilarang menyebarluaskan pernyataan atau laporan Studi Kelayakan Bisnis ini baik secara keseluruhan, sebagian, atau sebagai referensi, nilai yang terdapat didalamnya, maupun nama dan afiliasi tenaga ahli dari penilai, tanpa persetujuan tertulis dari KJPP Andesta. 113 Batasan atau Pengecualian atas Tanggung Jawab Kepada Pihak Selain Pemberi Tugas Penilai tidak memiliki tanggungjawab kepada pihak ketiga, selama tidak menyimpang dari peraturan dan hukum yang berlaku. PT Hotel Fitra International Tbk
Page 11 OCR 0.909
H £ EC uu TT ee AU APP RAISA L KJPP Edi Andesta dan Rekan 114 Pernyataan Tertulis dari Pemberi Tugas mengenai Kebenaran dan Sifat Informasi yang Diberikan Bahwa dalam penugasan ini seluruh informasi yang diberikan kepada kami adalah benar sesuai Surat Pernyataan (management representation letter) Pemberi Tugas, mengenai seluruh informasi penting dan relevan berkenaan dan sepanjang pengetahuan Pemberi Tugas tidak ada faktor material yang belum diungkapkan dan menyesatkan. 115 Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan Dari tanggal Penilaian Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang terjadi selama periode tersebut. PT Hotel Fitra International Tbk
Page 12 OCR 0.937
HE CSC TENTIE IE A PPRAYTSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan Il. Gambaran Perseroan & Data Informasi 21 Informasi Keuangan dan Informasi Lainnya a. Data Keuangan Perseroan 1) Laporan Keuangan Audit FITT periode 31 Desember 2021 dengan pendapat opini wajar dalam semua hal yang material oleh KAP Dra Suhartati & Rekan: 2) Laporan Keuangan Audit FITT periode 31 Desember 2022 dengan pendapat opini wajar dalam semua hal yang material oleh KAP Dra Suhartati & Rekan: 3) Laporan Keuangan Audit FITT periode 31 Desember 2023 dengan pendapat opini wajar dalam semua hal yang material oleh KAP Dra Suhartati & Rekan: 4) Laporan Keuangan Audit FITT periode 31 Desember 2024 dengan pendapat opini wajar dalam semua hal yang material oleh KAP Dra Suhartati & Rekan: 5) Laporan Keuangan Audit FITT periode 31 Desember 2025 dengan pendapat opini wajar dalam semua hal yang material oleh KAP, Nirwan, Syafruddin dan Rekan: b. Data dan Informasi Lainnya 1) Wawancara dan diskusi dengan manajemen Pemberi Tugas sehubungan dengan penugasan studi kelayakan bisnis dalam rangka memperoleh informasi yang relevan yang diwakili oleh Ibu Guo Jingjing sebagai Manajer Keuangan: 2) Prospektus Perseroan, 3) www.bi.go.id: 4) Proyeksi keuangan terkait Proyeksi keuangan terkait perubahan KBLI Oktober s.d Desember 2025 - 2030 yang disediakan oleh manajemen Perseroan, 5) Website Bank Indonesia: 6) Website BPS: 2.2 Profil PT Hotel Fitra International Tbk FITT didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 34 tanggal 24 Januari 2014 dibuat oleh Notaris Muhammad Hanafi S.H, Notaris di Jakarta dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU- 0021306.AH.01.09.Tahun 2014 tanggal 12 Maret 2014. Akta perubahan terakhir yaitu Akta No. 15 dari Rudy Siswanto S.H., Notaris di Jakarta Utara, tanggal 17 Juli 2024, yang telah diterima PT Hotel Fitra International Tbk
Page 13 OCR 0.922
». £ . GG TE MN T Or IX AA PO KVA Lu KJPP Edi Andesta dan Rekan dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana ternyata dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan No. AHU-AH.01.03-0175047 tanggal 23 Juli 2024. Modal dasar Perusahaan sebesar Rp200.000.000.000 yang terbagi atas 2.000.000.000 saham dan masing-masing saham bernilai nominal sebesar Rp100 dari modal dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor sebanyak 1.304.272.051 lembar saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp130.427.205.100. Perusahaan berdomisili di Jl. KH. Abdul Halim No. 88 RT. 005 RW. 008, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Visi Misi FITT Visi : Menjadikan Perseroan sebagai perusahaan manajemen perhotelan yang kompeten di Indonesia, dengan prinsip utama memberikan pelayanan yang terbaik untuk tamu dengan harga yang terjangkau. Misi : a. Menjadikan Perseroan sebagai pelopor dan panutan hotel berbintang di kelasnya. b. Harga yang bersaing dan terjangkau, sehingga dapat dinikmati oleh setiap golongan Cc. Bersama-sama dengan pemerintah bertekad untuk memajukan pariwisata local dan menciptakan pertumbuhan ekonomi. d. SDM yang berbakat, kreatif, inovatif dan bertumbuh Bersama. FITT merupakan perusahaan induk dari 2 anak perusahaan sebagai berikut: a. PT. Bumi Majalengka Permai (“BMP”) yang berfokus terhadap Pengelolaan Management Hotel. b. PT. Fitra Amanah Wisata (“"FAW”) yang berfokus terhadap Wisata Religi Manasik Umrah dan Haji Travel. 2.3 Bidang Usaha Kegiatan usaha yang dijalankan Perseroan berdasarkan pasal 3 anggaran dasar adalah berusaha dalam bidang konstruksi gedung, berusaha dalam bidang penyediaan akomodasi, berusaha dalam bidang real estat, berusaha dalam bidang aktivitas olahraga dan rekreasi lainnya. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut Perseroaan dapat melaksanakan kegitan usaha berikut: PT Hotel Fitra International Tbk 10
Page 14 OCR 0.933
H £ Oo CT EN Ter In 1 NP MASA L KJPP Edi Andesta dan Rekan a. Kegiatan usaha utama yaitu menjalankan kegiatan hotel bintang lima, menjalankan kegiatan usaha hotel bintang empat, menjalankan kegiatan usaha hotel bintang tiga, menjalankan kegiatan usaha hotel bintang dua, menjalankan kegiatan usaha hotel bintang satu, menjalankan kegiatan usaha hotel bintang melati, menjalankan kegiatan usaha vila, menjalankan kegiatan usaha apartemen hotel, menjalankan kegiatan usaha penyediaan akomodasi jangka pendek lainnya. b. Kegiatan usaha penunjang yang mendukung kegiatan usaha utama Perseroaan yaitu menjalankan kegiatan usaha konstruksi gedung penginapan, menjalankan kegiatan usaha real estat yang dimiliki sendiri atau disewa, menjalankan kegiatan usaha kawasan pariwisata. Kegiatan Usaha FITT dijalankan oleh 2 anak perusahaan yaitu BMP dan FAW dengan ringkasan sebagai berikut: a. BMP mengelola hotel bintang 3 Fitra Hotel Majalengka, terdiri dari 3 lantai dengan total 113 kamar. Jenis kamar di Fitra Hotel Majalengka yaitu Executive Deluxe Room dengan luas 25 m2, Fitra Suite dengan luas 28 m2 dan Superior dengan luas 18 m2. Fasilitas lainnya yaitu 3 ruang meeting berkapasitas 100 seat, area parkir serta lounge & restaurant berkapasitas 80 pax. Selain itu, Fitra Hotel merupakan pelopor dan satu-satunya Hotel di Majalengka yang menyediakan fasilitas kids club lengkap dengan playground indoor yang aman dan menyenangkan untuk anak-anak. Keunggulan dari Fitra Hotel diantaranya dari segi aksesibilitas sebagai berikut : 1) 5 Menit Waktu Tempuh Jalan Kaki ke Masjid, Islamic Centre Majalengka, dan Alun- alun Kota. 2) 5 Menit Waktu Tempuh Kendaraan ke Universitas dan Pusat Pemerintahan Daerah Majalengka. 3) 10 Menit Waktu Tempuh Kendaraan ke Pusat Perbelanjaan, dan salah satu tujuan wisata dan olahraga paralayang. 4) Akses Tol Cisumdawu ke arah Bandung » Akses Tol Cipali ke arah Jakarta. 5) & 20 Menit Bandara Kertajati dan 6) &£ 50 Menit Pelabuhan Cirebon. b. FAW merupakan perusahaan yang berlum beroperasi secara komersial dengan izin kegiatan usaha yaitu wisata religi dan tour travel haji selain itu usaha lainnya berupa penyediaan hotel dan penginapan bagi jamaah haji serta manajemen pengelolaan wisata religi manasik umrah yang propesional, amanah dan berkah. Perusahaan memiliki PT Hotel Fitra International Tbk "
Page 15 OCR 0.903
La : 5 & Te MN KAP Rt A ? PRANSA KJPP Edi Andesta dan Rekan pengetahuan di bidang tour & travel secara internasional. FAW bertekad untuk memberikan harga terjangkau dengan pelayanan yang terbaik bagi calon haji atau hajah. Produk yang ditawarkan oleh FAW sebagai berikut: 1) Hotel dan penginapan bagi jamaah berupa hotel maupun asrama haji yang nyaman dan berkualitas. Bekerjasama dengan penginapan lokal untuk turut membangun perekonomian penduduk lokal setempat. 2) Umrah park (manasik umroh) yaitu pengembangan & manajemen wisata religi manasik umrah yang berskala internasional dengan standar internasional di Indonesia, khususnya di wilayah Provinsi Jawa Barat. 24 Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan Berdasarkan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2025, susunan pemegang saham FITT adalah sebagai berikut : Persentase Pemegang Saham Lembar Saham Kepemilikan Jumlah PT Jinlong Resources Invesment 1.032.461.756 79,167 | 103.246.175.600 Masyarakat 271.810.295 20,64” | 27.181.029.500 Jumlah INN 1.304.272.051 100,00”o | 130.427.205.100 | 2.5 Susunan Manajemen dan Stuktur Organisasi Susunan Direksi dan Dewan Komisaris FITT berdasarkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Komisaris : Ny. Siti Rahayu Komisaris Independen : Ny. Ida Haerani Direksi Direktur Utama : Tn. Joni Rizal Direktur : Tn. Tomi Tris Direktur : Tn. Sukino PT Hotel Fitra International Tbk ”—— 1
Page 16 OCR 0.912
H E SG KE NN IT TP A PPRArsSsAL KJPP Edi Andesta dan Berikut struktur organisasi sehubungan dengan kegiatan operasional FITT: DEWAN KOMISARIS KOMITE AUDIT 1, Ketua 2, Anggota | 3. Anggota KOMITE NOMINASI & REMUNERASI 1. Ketua 2. Anggota 3. Anggota | DIREKSI 1, Direktur Utama | 2. Direktur 3. Direktur AUDIT INTERNAL SEKRETARIS PERUSAHAAN Sumber: Manajemen FITT 2.6 Legalitas dan Perizinan Legalitas dan Perizinan yang telah dimiliki FITT adalah sebagai berikut: a. Akta Pendirian Perseroan Terbatas PT Hotel Fitra Syariah No. 34 tanggal 24 Januari 2014 oleh Muhammad Hanafi, S.H., Notaris di Jakarta Selatan. b. Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT. Hotel Fitra Internasional No. 23 tanggal 16 Februari 2016 oleh B. Andy Widyanto, S.H., Notaris di Tangerang Selatan. C. Akta Keputusan Para Pemegang Saham Secara Edaran PT. Hotel Fitra Internasional No. 19 tanggal 23 April 2018 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di Jakarta Utara d. Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT. Hotel Fitra Internasional, Tbk No. 7 tanggal 10 Juli 2018 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di Jakarta Utara. @e. Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT. Hotel Fitra Internasional, Tbk No. 18 tanggal 24 Juli 2018 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di Jakarta Utara. f Akta Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham Penawaran Umum Perdana PT. Hotel Fitra Internasional, Tbk No. 19 tanggal 24 Juli 2018 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di Jakarta Utara. 9. Akta Pernyataan Penerbitan Waran Seri-I Penawaran Umum PT. Hotel Fitra Intemasional Tbk No. 20 tanggal 24 Juli 2018 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di Jakarta Utara. PT Hotel Fitra International Tbk
Page 17 OCR 0.925
3 H £ SS: C TEN TITEiIG A.A PP RASA Lt KJPP Edi Andesta dan Rekan h. Akta Pengelolaan Administrasi Waran Seri-l PT. Hotel Fitra Internasional Tbk No. 21 tanggal 24 Juli 2018 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di Jakarta Utara. i. Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT. Hotel Fitra Internasional, Tbk No. 9 tanggal 12 September 2018 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di Jakarta Utara. j- Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT. Hotel Fitra Internasional No. 17 tanggal 14 Februari 2019 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di Jakarta Utara. k. Akta Perjanjian Penjaminan Emisi Efek Penawaran Umum Perdana PT. Hotel Fitra Internasional No. 24 tanggal 20 Februari 2019 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di Jakarta Utara. | Akta Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham Penawaran Umum Perdana PT. Hotel Fitra Internasional No. 25 tanggal 20 Februari 2019 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di Jakarta Utara. m. Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Secara Edaran PT. Hotel Fitra Internasional, Tbk No. 15 tanggal 27 Maret 2019 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di Jakarta Utara. n. Akta Pernyataan Dewan Komisaris Tentang Kepastian Jumlah Saham dan Perubahaan Anggaran Dasar Dalam Rangka Penawaran Umum Perdana PT. Hotel Fitra Internasional Tbk No. 5 tanggal 18 Juni 2019 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di Jakarta Utara. 0. Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT. Hotel Fitra Internasional, Tbk No. 23 tanggal 24 Agustus 2020 oleh Dr. Erny Kencanawati S.H., M.Kn., Notaris di Bandung Pp. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar PT. Hotel Fitra Internasional, Tbk No. 25 tanggal 18 Agustus 2021 oleh Dr. Erny Kencanawati S.H., M.Kn., Notaris di Bandung. 9. Akta Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT. Hotel Fitra Internasional, Tbk No. 33 tanggal 30 Agustus 2021 oleh Dr. Erny Kencanawati S.H., M.Kn., Notaris di Bandung. "Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT. Hotel Fitra Internasional, Tbk No. 12 tanggal 20 Juni 2022 oleh Dr. Erny Kencanawati S.H., M.Kn., Notaris di Bandung. S. Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT. Hotel Fitra Internasional, Tbk No. 15 tanggal 26 Juni 2023 oleh Dr. Erny Kencanawati S.H., M.Kn., Notaris di Bandung. PT Hotel Fitra International Tbk
Page 18 OCR 0.914
H KJPP Edi Andesta dan Rekan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT. Hotel Fitra Internasional, Tbk No. 16 tanggal 26 Juni 2023 oleh Dr. Erny Kencanawati S.H., M.Kn., Notaris di Bandung. . Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT. Hotel Fitra Internasional, Tbk No. 6 tanggal 15 Maret 2024 oleh Dr. Erny Kencanawati S.H., M.Kn., Notaris di Bandung. Nomor Induk Berusaha (NIB) No. 9120201271193, dikeluarkan oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, tanggal 19 Februari 2019. .. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 03.346.647.5-077.000 atas nama PT. Hotel Fitra International Tbk. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) No. 517/01.PB-B/II-DPMPTSP/2019 Tanggal 28 Februari 2019 diterbitkam Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemerintah Kabupaten Majalengka. 27 Tenaga Kerja Sesuai dengan laporan keuangan Audit periode 31 Desember 2025 jumlah karyawan sebanyak 68 orang (25 karyawan tetap, 22 karyawan kontrak serta 21 karyawan harian). 28 Tinjauan Kinerja Keuangan Analisis kinerja keuangan historis FITT didasarkan atas Laporan Keuangan periode 2021, 2022, 2023, 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Dra. Suhartati dan Rekan. Dan periode 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Liasta, Nirwan, Syafruddin dan Rekan Tinjauan Posisi Keuangan (Dalam Jutaan Rupiah) 2021 2022 2023 2024 2025 LAPORAN POSISIKEUANGAN ”)1Jans 1dans Alan, Adlane 4 Jan AUDITED ASET — — Aset Lancar Kas dan Setara Kas 10.328 3.777 2.860 42.684 34.198 Piutang Usaha 286 358 335 361 233 Piutang Lain-lain - Pihak Ketiga Lo) YA 8 - - Persediaan 78 154 87 159 1 Pajak Dibayar Dimuka - - 4 4 Uang Muka 628 1.356 9.706 41.356 PT Hotel Fitra International Tbk 1
Page 19 OCR 0.898
H £ SC SN TE AP PRAISAL KJPP Edi Andesta dan Rekan 2021 2022 2023 2024 2025 AUDITED Jumlah aset lancar 10.698 4.924 4.647 52.915 75.869 Aset Tidak Lancar Aset pajak tangguhan 205 159 151 188 6.278 Aset Tetap 55.663 56.854 53.010 49.228 45.916 Jumlah aset tidak lancar 55.868 57.013 53.162 49.416 52.195 JUMLAH ASET 66.566 61.937 57.808 102.331 128.063 LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS Liabilitas Jangka Pendek Utang Usaha 93 20 Utang Lain-lain - Pihak Ketiga 342 122 108 31 487 Utang Pajak 141 142 198 155 117 Biaya Yang Masih Harus Dibayar 1.355 1.053 854 349 276 Utang Bank - Jatuh Tempo dalam 1 Tahun 3.540 3.720 5.400 9.300 5.088 Utang pemegang saham 9 - 7.000 8.000 22.000 | Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 5.479 5.056 13.560 17.834 27.968 Liabilitas Jangka Panjang Utang Sewa - - - - 20.668 Utang Bank 22.063 20.803 15.403 6.103 1015 Imbalan pasca kerja 934 724 638 855 934 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 22.997 | 21.528 16.091 6.958 22.617 JUMLAH LIABILITAS 28.477 26.584 29.651 24.793 50.585 EKUITAS Modal saham 70.359 72.613 72.613 130427 130.427 Tambahan modal disetor (7.272) (6.416) (6416) (7.15) (7.15) Defisit (24998) (30.845) (38039) (45.794) (45.853) Jumlah Ekuitas Yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk 38.089 35.353 28.158 77.519 77.459 Kepentingan Non-Pengendali - - (0) 19 19 JUMLAH EKUITAS 38.089 35.353 28.158 77.538 77.479 Bea Dam IT ASDAN 66.566” 61.937 57.808 102331 128.063 Sumber: Laporan Keuangan Audit FITT Tahun 2021-2025, diolah PT Hotel Fitra International Tbk 16
Page 20 OCR 0.866
H £ TC (EN TP 3x ANA TRANS A L KJPP Edi Andesta dan Rekan Aset Selama periode historis 2021 - 2025, total aset Perseroan mengalami peningkatan dengan CAGR 17,779o. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan kas dan setara kas serta uang muka yang dimiliki Perseroan. Liabilitas Total liabilitas Perseroan selama periode historis 2021 - 2025 menunjukkan peningkatan dengan CAGR sebesar 15,45/4. Kenaikan liabilitas Perseroan sebagian besar sehubungan dengan utang pemegang saham yang mengalami peningkatan setiap tahunnya. Ekuitas Selama periode historis 2021 - 2025, ekuitas Perseroan mengalami peningkatan dengan CAGR 19,4”o. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan pada setoran modal Perseroan. Tinjauan Laba (Rugi (Dalam Jutaan Rupiah) 2021 2022 2023 2024 2025 Lino mba “IA aka Maa GAN AUDITED Pendapatan 8.760 10.495 11.834 13.342 8.936 Beban pokok pendapatan (5.602) (6.534) (7.652) (9.124) (7.122) Laba (rugi) kotor 3.158 3.962 4.182 4.218 1.814 Beban Usaha | (6336) — (6863) (8336) — (9493) — (7.085) Pendapatan (Beban) Lain-lain Pendapatan Jasa Giro 14 54 18 196 182 Pendapatan Lain-lain 137 185 125 2 6 Bunga Pinjaman Bank (2211) (3.306) (3.254) (2.278) (1.313) Bunga Sewa Pembiayaan (20) (1) - - - Pajak Bunga 3 11) (4) (39) (36) Administrasi Bank 8) (8) » 7) 8) Bunga Pinjaman Pemegang Saham (161) 5 (118) (424) (625) Rugi sebelum pajak (5.430) (5.988) (7.395) (7.826) (7.065) Manfaat (beban) pajak Pajak kini 2 Pajak tangguhan 8 (6) 38 44 1.529 Rugi tahun berjalan (5.422) (5.994) (7.357) (7.781) (5.535) Sumber: Laporan Keuangan Audit FITT Tahun 2021-2025, diolah PT Hotel Fitra International Tbk
Page 21 OCR 0.897
Ho 8... MN TLFetc A PP RAISA Ik KJPP Edi Andesta dan Rekan Pendapatan Pendapatan Perseroan selama periode historis 2021 - 2025 mengalami peningkatan sebesar CAGR 7,99”s. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan pendapatan Perseroan pada penyediaan jasa layanan hotel. Beban Pokok Pendapatan Beban pokok pendapatan Perseroan menunjukkan kenaikan dari tahun 2021 - 2025 dengan CAGR sebesar 14,119o. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan pada beban terkait usaha perhotelan. Rugi Tahun Berjalan Perseroan mencatatkan rugi tahun berjalan selama periode historis 2021 — 2025 dengan peningkatan CAGR sebesar 8,01”6. Hal ini dikarenakan oleh meningkatnya beban beban lain- lain. Tinjauan Arus Kas (Dalam Rupiah) 2021 2022 2023 2024 2025 1 Jan - 1 Jan - 1 Jan - 1 Jan - 1 Jan - aan brng 31 Des 31Des 31Des 31Des 31 Des AUDITED ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan Kas Dari Pelanggan 7.587 10.202 11.843 13.239 9.065 Pembayaran Kas Kepada Pemasok dan Pihak Ketiga (5.530) (6.974) (8.554) (18.541) (6.384) Pembayaran Kas Kepada Karyawan (3.185) (3.637) (3.668) (3.691) (3.651) Penerimaan (Pembayaran) Penghasilan Bunga 11 44 14 157 140 Beban Keuangan (2.501) (3.415) (3.380) (2.710) (1.846) Beban Pajak (24) (131) (288) (1.241) (1.210) Operasional Lainnya 137 185 125 2 - Arus kas bersih digunakan untuk aktivitas operasi (3.505) — (3.727) (3.908) (12.785) (3.887) ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Perolehan Aset Dalam Pengerjaan - - - - (9.245) |. Perolehan Aset Tetap (267) (4.946) (289) (126) (56) Arus kas bersih aktivitas investasi (267) (4.946) (289) (126) (9.301) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Tambahan Modal Disetor Yang Berasal Dari | Penerbitan Saham Baru 14.296 3.110 2 50.834 PT Hotel Fitra International Tbk 18
Page 22 OCR 0.881
BH £ 5 O€ 17E N tiri A PP RAISA KJPP Edi Andesta dan Rekan 2021 2022 2023 2024 2025 1 Jan - 1 Jan - 1 Jan - 1 Jan - 1 Jan - LAFORAN ARUSIKAS 31Des 31Des 31Des 31Des 31 Des AUDITED Biaya Emisi Saham (710) (980) - (699) - Pembayaran Utang Bank (167) (9) (3.720) (5.400) (9.300) Penerimaan Pinjaman dari Pihak | Berelasi 2 (1.000) - 7.000 8.000 14.002 Arus kas bersih diperoleh dari aktivitas pendanaan 12.419 2121 3.280 52.735 4.702 PENURUNAN KAS DAN SETARA KAS 8.647 (6.552) (917) 39.824 (8.485) KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN, —— 1.682 10.328 3.777. 2.860 — 42.684 SALDO AKHIR KAS DAN SETARA KAS 10.328 3.777 2.860 42.684 34.198 | Sumber: Laporan Keuangan Audit FITT Tahun 2021 - September 2025, diolah Arus Kas dari Aktivitas Operasi Arus kas dari aktivitas operasi Perseroan selama periode historis 2021 sampai dengan 2025, mencatatkan arus kas negatif dan di tahun 2024 mencatatkan peningkatan tertinggi. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan pembayaran kas kepada pemasok dan pihak ketiga di tahun tersebut. Arus Kas dari Aktivitas Investasi Arus kas dari aktivitas investasi selama periode historis selalu mencatatkan kegiatan investasi yang terjadi selama periode historis 2021 — 2025 terkait penambahan aset tetap dan untuk perolehan pekerjaan proyek Kertajati Umrah Park. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Arus kas dari aktivitas pendanaan Perseroan selama periode historis tahun 2021 - 2025 sebagian besar terkait dengan pembiayaan untuk kebutuhan modal kerja operasional Perseroan. Di periode awal tahun 2024, Perseroan memperoleh penerbitan saham baru. Rasio Keuangan Rasio Likuiditas 2021 2022 2023 2024 2025 RASIO LIKUIDITAS 1Jan- | 1Jan- | 1Jan- | 1Jan- | 1Jan- .. | 31bes | 310es | 31Des | 31Des | 31 Des Current Ratio (x) 1,95 0.97 0,34 297 27 @uick Ratio (x) 1,94 0,82 0,24 2,41 1,23 Casn Ratio (x) — a88 075 0,21 2,39 1,22 PT Hotel Fitra International Tbk
Page 23 OCR 0.865
BH £ n FB NT air in AC PRABA KJPP Edi Andesta dan Rekan “ Rasio lancar Perseroan pada tahun 2021 - 2025 rata-rata menunjukkan angka di atas 1, hal ini menunjukkan bahwa Perseroan memiliki tingkat likuiditas sehat dalam melunasi liabilitas jangka pendeknya menggunakan aset lancar. Rasio Solvabilitas 2021 2022 2023 2024 2025 RASIO SOLVABILITAS 1Jan- | 1jan- | 1Jan- | 1Jan- | 1Jan- 31Des | 31Des | 31Des | 31Des | 31 Des Debt To Eguity Ratio (x) 0.67 0,69 0,99 0,30 0,36 Debt To Asset Ratio (x) 0,38 0,40 0,48 0,23 0,22 “ Utang berbunga terhadap ekuitas terlihat mengalami penurunan periode historis dari tahun 2021 sampai dengan 2025, hal ini menunjukan adanya perbaikan pada struktur modal Perseroan yang lebih kuat pada ekuitas yang dimiliki Perseroan dibandingkan fasilitas utang berbunga yang digunakan. Rasio Profitabilitas Rasio Profitabilitas 2021 2022 2023 2024 | 2025 Gross Profit Margin 36054 | 377596 | 35344 | 31,621 | 19414 Operating Profit Margin 619815 | -57.0594 | 62499 | -58,6696 | -89,439o Net Profit Margin 61890 | -571199 | 62179 | -58,3216 | 88917 Return On Asset ol as | 9681 | -12739 | -16016 | -5,73h Retum On Eguity 1423 | “169596 | -261396 | -10,046 | -78796 | “ Selama periode historis margin keuntungan dari kegiatan operasional menunjukkan hasil yang negatif. Hal ini menunjukan bahwa Perseroan memiliki kinerja yang kurang baik sebagai perusahaan dibidang penyediaan hotel 29 Produk dan Layanan FITT merupakan Holding Company yang memiliki kepemilikan saham secara langsung pada perusahaan anak yaitu BMP serta FAW dan tidak terlibat langsung dalam pengelolaan bisnis perseroan. Sebagai perusahaan yang berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan, FITT tidak hanya berfokus pada pencapaian kinerja ekonomi, tetapi juga secara aktif menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), dengan tujuan mendorong kemajuan industri sekaligus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi masyarakat. PT Hotel Fitra International Tbk 20
Page 24 OCR 0.931
Ht TB tb MN Toe Pe A PPRAI-SAL KJPP Edi Andesta dan Rekan 210 Teknologi yang Digunakan Dalam rangka perubahan kegiatan usaha dengan KBLI 64200 (Aktivitas Perusahaan Holding) dan KBLI 70209 (Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya), Perseroan tidak memerlukan teknologi khusus yang bersifat operasional. Sebagai perusahaan holding, aktivitas utama Perseroan lebih berfokus pada pengelolaan investasi dan koordinasi strategis dengan entitas anak. 211 Peraturan Perundang-undangan yang Terkait Beberapa peraturan perundangan-undangan yang terkait dengan pengembangan proyek kegiatan usaha Perseroan, antara lain adalah: 1. Peraturan perundang-undangan terkait penilaian adalah Undang-undang Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. 2. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 59/PMK.03/2022 tentang Perubahan atas PMK No. 231/PMK.03/2019 tentang Tata Cara Pendaftaran Penghapusan NPWP, Pengukuhan dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, serta Pemotongan dan/atau Pemungutan, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak Bagi Instansi Pemerintah. 3. POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan Kegiatan Usaha. 4. POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka. 5. Peraturan BPS Nomor 2 Tahun 2020 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia. 6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. 212 Gambaran Perekonomian dan Industri Perekonomian Dunia Pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan sebesar 3,1”b pada tahun 2026 dan 3,2”b pada tahun 2027, lebih lambat dari laju pertumbuhan pada tahun 2024-2025 sekitar 3,496, lebih lambat dari rata-rata historisnya selama tahun 2000-2019 sebesar 3,7 persen. Perkiraan untuk tahun 2026 turun sebesar 0,2 poin persentase dan perkiraan untuk tahun 2027 tidak mengalami perubahan. Pertumbuhan global diperkirakan akan direvisi ke atas apabila tidak ada perang. Oleh karena itu, proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2026 sebagian besar mencerminkan gangguan akibat konflik di Timur Tengah, sebagian diimbangi oleh dampak dari penurunan tarif. Perang di Timur Tengah semakin mendorong kondisi dan perkiraan perekonomian global PT Hotel Fitra International Tbk Pa)
Page 25 OCR 0.932
H £ TC FEN Teu APP RAYSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan memburuk. Penurunan pertumbuhan ekonomi global didorong harga minyak dan komoditas dunia yang meningkat dan diikuti disrupsi rantai pasok perdagangan antarnegara. Imbal hasil (yield) US Treasury juga mengalami peningkatan disebabkan dampak prakiraan defisit fiskal Amerika Serikat (AS) yang lebih besar. Aliran modal global terus bergeser ke safe-haven assets terutama pasar uang AS sejalan dengan meningkatnya preferensi investor terhadap aset aman. Indeks dolar AS terhadap mata uang negara maju (DXY) terus menguat, sedangkan mata uang emerging markets makin tertekan. Di eropa pertumbuhan diperkirakan akan menurun dari 1,44 pada tahun 2025 menjadi 1,196 pada tahun 2026 dan 1,2” pada tahun 2027. Tekanan pada perekonomian dipengaruhi kenaikan harga energi sejak invasi Rusia ke Ukraina serta ditambah dengan dampak negatif dari konflik Timur Tengah. Inflasi utama global diperkirakan akan meningkat menjadi 4,446 pada tahun 2026 dan menurun menjadi 3,796 pada tahun 2027. Hal tersebut mencerminkan perkiraan kenaikan harga energi dan pangan. Perbedaan inflasi terjadi di berbagai negara diantaranya inflasi inti AS diperkirakan kembali pada sasaran inflasi 27 pada tahun 2027. Sementara itu, inflasi akan mencapai 4/b pada tahun 2027 di Inggris Raya didorong efek kenaikan energi dan tekanan pada pasar tenaga kerja terutama pada pertumbuhan upah. Di Jepang, inflasi akan melambat pada tahun 2026 dan akan kembali pada sasaran inflasi pada tahun 2027 dipengaruhi harga pangan dan komoditas yang sudah mereda. Inflasi di Tiongkok diproyeksikan mulai naik dari tingkat inflasi yang rendah, sementara inflasi di India diperkirakan akan kembali mendekati sasaran inflasi setelah harga pangan yang menurun. PT Hotel Fitra International Tbk
Page 26 OCR 0.734
KJPP Edi Andesta dan Rekan
Perkembangan Ekonomi Global ("
Difference from January — Difference from October
Projections 2026 WEO Update" 2025 WEO'
2025 2026 12 zo1n6 2027 116 2027
Worid Output 34 14 12 “2 «0 00 00
Advanced Economies 19 1s yu 00 . 02 00
e 23 1 21 a 02 00
“ 12 42 42 ot “2
03 12 43 03 41 03
09 09 “1 03 «0 “3
05 03 02 “21 03 ot
2 18 42 41 Oo or
07 05 00 00 » 00
08 13 45 “2 45 42
5 19 91 (1) og 80
« 26 22 06 Oi 1) 01
Emerging Market and Developing Economies Ea 39 «1 “3 «1 “1 00
i Deve «9 48 41 00 02 00
“ « 41 090 02 02
63 03 01 01 03 ot
20 1 43 43 02 03
1 1 03 1 oi 00
23 21 01 00 09 1
9 20 03 03 00 02
W 18 12 01 or 01 02
1 19 4 20 06 19 03
1 4 14 09 99 13
«“ “ 43 “2 d1 01
“4 43 43 02 01 03
10 13 04 02 02 02
W ta 26 29 02 00 00. 01
13 14 02 02 oi “2
&1 4 41 00 00 ot
“ “3 28 08 2d Ini
“ Pri 38 4 83 009 01 00
. 3 48 49 43 22 02 d4
World Trade Volume (goods and services) sa 18 38 oz “7 os «
26 SI 08 os 13 09
2 “9 49 04 13 02
23 2 04 03 08 04 |
Wari 35 sa 91 12 02 13
Commodity Prices
na 18 209 12 239 14
“ 27 19 142 10 18 13
World Consumer Prices" « « 3 0s 03 « 03
: Pi 18 22 09 91 04 ot
ging Market and Den « K3 Tae 1 07 93 08 04
Sumber: website IMF
Perekonomian Indonesia
Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 5,394 (yoy), lebih tinggi dari
pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 5,04”5 (yoy). Peningkatan ini terutama
ditopang oleh permintaan domestik dari konsumsi rumah tangga dan investasi sejalan dengan
dampak positif berbagai stimulus kebijakan Pemerintah dan bauran kebijakan Bank Indonesia.
Dengan perkembangan ini, pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan tahun 2025 sebesar
5,119 (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada 2024 sebesar 5,03Y6 (yoy)
dan diikuti dengan perbaikan kualitas ketenagakerjaan.
PT Hotel Fitra International Tbk
23
Page 27 OCR 0.812
KJPP Edi Andesta dan Rekan Tabel : Pertumbuhan Ekonomi Dari Sisi Pengeluaran Komponen 2024 2024 2025 2025 U) V ! " Ul V Konsumasi Rumah Tangga 491 498 494 49 4g 489 511 498 Konsumsi Lembaga Nonprofit 11,46 6,06 1248 307 7,82 3,76 590 513 | yang Melayani Rumah Tangga — | Konsumsi Pemerintah 462 417 6,61 A37 0,33 5,66 455 250 Investasi (PMTDB) 516 5,03 481 212 6,99 5,04 612 5,09 Investasi Bangunan 6.02 5,26 5,51 135 | 489 3,02 374 3,25 Investigasi Non Bangunan 296 440 2,23 4,32 1293 | 10,34 12,39 1012 Ekspor 8,79 7,63 6,51 644 10,95 914 325 703 Impor 11,92 10,36 1,95 4,00 11,48 0,86 3,96 47 PDB 495 5,02 5,03 487 | 512 | 504 5,39 51 Sumber : Badan Pusat Statistik Pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh LU kecuali Pertambangan dan Penggalian: serta Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang yang masing masing terkontraksi sebesar 1,319o dan 0,51”b. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,986, diikuti noleh Jasa Lainnya sebesar 8,714. Sementara itu, Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan terhadap perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,406. Grafik : PDB Menurut Lapangan Usaha PDB Menurut Lapangan Usaha (6) 11,261 102 BK 1s agan SAM 525 aan SBI 6 38K ISP - - - Ost 1319 Industn Perdagangan.” Pertanan, ”— Konsiruksi Pertambangan &Transpotasidan JasalLainnya Pengadaan Air, — Lainnya Pengolahan — Reparasi Mobil Kehutanan, & Penggalian — Pegudangan Pengelolaan &Motot Perikanan Sampah, Limbah @ Trwll-2024 @ Triw I-2025 Trw II -2025 dan Daur Ulang Sumber : BPS Secara spasial, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tercatat di seluruh wilayah Indonesia terutama di Jawa dan Sulawesi dan Bali. Kelompok provinsi di Pulau Sulawesi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 6,236, diikuti oleh Pulau Jawa sebesar 5,309o, Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 4,87”b, Pulau Sumatera sebesar 4,8196, dan Pulau Kalimantan sebesar 4,79”b. Sementara itu, kelompok provinsi di Pulau Maluku dan Papua mencatat pertumbuhan terendah, yakni sebesar 1,447. PT Hotel Fitra International Tbk 24
Page 28 OCR 0.940
HE 5: Cc IE M TIPIS A PPRArSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan Kinerja positif ekonomi Indonesia terus berlanjut pada 2025, dan diprakirakan akan lebih tinggi pada 2026 dan 2027. Kinerja ekspor nonmigas meningkat dipengaruhi front-loading ekspor ke AS sebagai respons antisipasi eksportir terhadap kebijakan tarf AS, di samping kenaikan ekspor produk pertanian dan manufaktur, khususnya komoditas minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil, CPO) ke India seiring penurunan bea impor. Kenaikan pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh permintaan domestik, khususnya investasi swasta dan realisasi sejumlah program prioritas Pemerintah, termasuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di berbagai daerah. Konsumsi rumah tangga juga tumbuh baik seiring tingginya mobilitas masyarakat, meskipun terbatasnya ketersediaan lapangan kerja. Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi diprakirakan berlanjut pada triwulan | 2026. Konsumsi rumah tangga meningkat ditopang berbagai program stimulus Pemerintah, pelonggaran kebijakan moneter, ekspektasi konsumen yang terus membaik serta peningkatan kegiatan ekonomi pada berbagai Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di triwulan | 2026 seperti Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, dan Idulfitri 1447 H Investasi juga diprakirakan tumbuh lebih tinggi didorong oleh investasi Pemerintah, termasuk hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA), serta perbaikan keyakinan pelaku usaha yang masih berlanjut. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 dan 2027 akan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya menjadi masing-masing dalam kisaran 4,9- 5,7” dan 5,1-5,990. Neraca Pembayaran Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap sehat di tengah ketidakpastian global. Pada triwulan IV 2025, NPI diprakirakan tetap baik didukung neraca perdagangan yang tetap mencatat surplus pada Desember 2025 sebesar 2,5 miliar dolar AS, ditopang terutama oleh ekspor berbasis sumber daya alam. Perkembangan ini mendorong tetap rendahnya defisit transaksi berjalan pada 2025 kisaran defisit 0,54 sampai dengan surplus 0,346 dari PDB. Pada triwulan 12026, neraca perdagangan diprakirakan kembali mencatat surplus ditopang oleh membaiknya ekspor nonmigas. Sementara itu, aliran investasi portofolio asing pada triwulan | 2026 (hingga 13 Februari 2026) mencatat net inflows sebesar 1,6 miliar dolar AS terutama ditopang aliran modal asing yang cukup besar ke SRBI dan SBN, sedangkan aliran modal pada saham mencatat outflows. Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. PT Hotel Fitra International Tbk
Page 29 OCR 0.869
H SC TE MN TP 43K A PP RASA ii
KJPP Edi Andesta dan Rekan
Tabel : Neraca Perdagangan Indonesia
TransaksiBeralan | 43 | 44 | 20 24 | 30 207-412
A. Barang 102 | 114 463 93 100 92 13
Ekspor, fob 635 | 659 | 2577 | 619 | 623 | 675 | 713 | 2631 659 | 680 | 739 | 726 | 2804
Impor, fob 533 | 545 | -2114 | 526 | 523 | 583 | 600 | -2233 | 530 | -574 | -578 | 624 | -2306
2. Non mgas 160 | 177 678 151 152 | 147 178 62,7 188 | 157 | 209 | 164 18
b.Migas 54 59 “199 $5 46 A4 SA “19,6 47 42 48 87 19,5
B. Jasa-jasa 39 48 IAI 42 50 | 42 32 -18,6 35 35 43 49 198
C. Pendapatan 88 43 -360 88 | 34 | 85 | 90 359 93 | 98 | 34 46 -38,2
Primer
D Pendapatan 13 13 54 13 14 15 17 60 16 17 17 18 67
Sekunder
Transaksi Modal 45 108 99 24 26 | 80 94 17 04 5.2 81 83 A2
dan Finansial
1. Investasi 27 34 144 49 23 | 51 34 157 25 26 25 28 141
Langsung
2. Investasi 30 49 22 21 32 98 -25 83 10 81 IA 46 94
Portofolio
3 Investasi Lainnya 44 24 49 48 33 | 72 85 £7 42 03 34 07 492
Neraca Keseluruhan | 1.5 86 63 40 06 59 79 13 08 47 44 61 18
“Cadangan Devsa 1349 | 146,4 1464 | 1404 | 1402 | 1499 | 1557 | 1557 | 1571 | 1526 | 1487 | 156,5 | 1565
Dalam bulan impor 60 65 65 62 61 84 6,5 65 65 64 60 62 62
dan pembayaran
ULN pemerintah |
"Transaksi Berjalan 24 24 21 07 29 26 03 06 01 08 11 A7 41
("2PDB)
Sumber . Bank Indonesia. "Angka sementara, "" Angka sangat sementara
Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada 2025 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,541,
tercatat sebesar 2,92”4 (yoy), masih berada dalam kisaran sasaran meskipun lebih tinggi dari
inflasi 2024 sebesar 1,57”6 (yoy). Perkembangan ini ditopang inflasi inti yang terjaga rendah
sebesar 2,3876 (yoy) dengan andil terhadap inflasi IHK sebesar 1,53” (yoy). Perkembangan
inflasi inti tersebut terutama disumbang oleh kenaikan harga emas global, di tengah perbaikan
permintaan yang masih gradual dan ekspektasi inflasi yang terjaga. Secara spasial, inflasi IHK
yang terkendali tecermin dari sebagian besar provinsi yang berada dalam rentang sasaran
nasional. Inflasi VF pada 2025 tercatat 6,216 (yoy) meningkat dibandingkan dengan capaian
2024 sebesar 0,12Y4 (yoy). Berbagai sinergi kebijakan pengendalian inflasi VF ditempuh Bank
Indonesia dan Pemerintah Pusat-Daerah pada 2025 melalui forum Tim Pengendalian Inflasi
Pusat (TPIP) dan Daerah (TPID). Sinergi tersebut secara umum mencakup upaya menjaga
keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi serta upaya memperkuat
efektivitas komunikasi dalam menjaga ekspektasi pelaku ekonomi. Sementara itu, kelompok
administered price (AP) mengalami inflasi sebesar 1,93Y4 (yoy), meningkat dari Desember
2024 yang sebesar 0,56” (yoy) maupun November 2025 yang sebesar 1,58” (yoy).
PT Hotel Fitra International Tbk
Page 30 OCR 0.900
HE 8. C KE NT Et IA APP RAISA L KJPP Edi Andesta dan Rekan Secara spasial, inflasi tahunan IHK Desember 2025 meningkat di seluruh wilayah tercatat 29 provinsi berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5t1”o, sementara itu tujuh provinsi berada di atas sasaran inflasi nasional dan dua provinsi lainnya di bawah sasaran inflasi nasional. Inflasi tahunan tertinggi tercatat di Aceh sebesar 6,716 (yoy), Sumatera Barat 5,1546 (yoy), dan Riau sebesar 4,88” (yoy). Inflasi IHK pada tahun 2026 dan 2027 diperkirakan berada dalam sasaran 2,5t146, dipengaruhi oleh prospek harga komoditas global yang mengalami peningkatan. Grafik : Inflasi Indonesia Inflasi Indonesia - Administered Prices 12345678 91011121 2 3 4 5 6 7 8 91011121 2 3 2024 2025 2026 | Sumber: Badan Pusat Statistik Nilai Tukar Rupiah Nilai tukar Rupiah pada 20 Januari 2026 tercatat sebesar Rp16.945 per dolar AS, melemah 1,5396 (ptp) bila dibandingkan dengan level akhir Desember 2025. Pelemahan nilai tukar tersebut dipengaruhi aliran keluar modal asing akibat meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Selain itu, kenaikan permintaan valas oleh perbankan dan korporasi domestik sejalan dengan kegiatan ekonomi turut memengaruhi kinerja Rupiah. Dalam upaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, Bank Indonesia menempuh intensitas langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar NDF baik di off-shore maupun on-shore (DNDF) dan pasar spot. Respons kebijakan ini dapat menjaga volatilitas nilai tukar Rupiah dan tetap konsisten dengan upaya pencapaian sasaran inflasi 2,5t146 pada tahun 2026. PT Hotel Fitra International Tbk .n
Page 31 OCR 0.947
KJPP Edi Andesta dan Rekan Suku Bunga Kebijakan moneter Bank Indonesia terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dengan menjaga stabilitas tinggi dengan tetap menjaga stabilitas perekonomian. Kebijakan moneter ditempuh melalui penurunan suku bunga Bl-rate, stabilisasi nilai tukar Rupiah, dan ekspansi likuiditas moneter. Sejak September 2024, Bl-rate telah turun sebesar 150 bps, yaitu 25 bps pada September 2024 dan 125 bps selama tahun 2025 menjadi 4,755 hingga Desember 2025, yang merupakan level terendah sejak tahun 2022. Kebijakan stasbilisasi ilai tukar Rupiah terus diperkuat dengan intervensi di pasar off-shore melalui NDF dan intervensi di pasar domestik melalui pasar spot, DNDF, serta pembelian SBN di pasar sekunder. Ekspansi likuiditas Rupiah juga ditempuh Bank Indonesia melalui penurunan posisi instrumen moneter SRBI dari Rp916,97 trliun pada awal tahun 2025 menjadi Rp730,90 triliun pada akhir tahun 2025, serta berlanjut turun menjadi Rp694,04 triliun pada 20 Januari 2026. Bank Indonesia juga membeli SBN sebagai bentuk sinergi erat antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal, yang pada 2026 hingga 20 Januari 2026 mencapai Rp23,69 triliun, termasuk pembelian di pasar sekunder sebesar Rp13,21 triliun. Pembelian SBN di pasar sekunde dilakukan sesuai mekanisme pasar, terukur, transparan, dan konsisten dengan program moneter dalam menjaga stabilitas perekonomian sehingga dapat terus menjaga kredibilitas kebijakan moneter Grafik : Suku Bunga Kebijakan BI dan IndONIA Suku Bunga Kebijakan BI dan IndONIA | 27 | Sumber: Bank Indonesia PT Hotel Fitra International Tbk
Page 32 OCR 0.949
H E 1. WN Tae Uti A PP RASA L KJPP Edi Andesta dan Rekan Prospek Industri Holding Company di Bursa Indonesia Holding company di Bursa Efek Indonesia memiliki peran sentral dalam mengonsolidasikan aset lintas sektor dan menciptakan efisiensi manajerial. Struktur kepemilikan yang terintegrasi memungkinkan entitas holding untuk mengoptimalkan alokasi modal, memperkuat daya saing, serta memberikan akses yang lebih luas bagi investor terhadap sektor-sektor strategis. Kapitalisasi pasar BEI yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir mencerminkan kepercayaan investor terhadap instrumen investasi yang mampu menawarkan diversifikasi risiko sekaligus potensi pertumbuhan jangka panjang. Dalam konteks tersebut, holding company dipandang sebagai salah satu pilar penting dalam memperkuat ekosistem pasar modal Indonesia Prospek ke depan menunjukkan bahwa holding dengan portofolio di sektor energi terbarukan, teknologi hijau, pangan, dan logistik akan memperoleh momentum pertumbuhan yang signifikan. Kebijakan pemerintah terkait transisi energi, program makan bergizi gratis, serta pembangunan perumahan rakyat menjadi katalis utama bagi sektor-sektor tersebut. Di sisi lain, sektor konsumsi domestik tetap menjadi tulang punggung, didukung oleh daya beli masyarakat yang relatif stabil. Holding yang mampu mengintegrasikan portofolio tradisional seperti batu bara dan kelapa sawit dengan sektor baru berbasis keberlanjutan akan memiliki posisi kompetitif yang lebih kuat dalam menghadapi perubahan paradigma investasi global. Meski peluang pertumbuhan terbuka lebar, holding company tetap menghadapi tantangan berupa volatilitas harga komoditas, ketidakpastian ekonomi global, serta kompleksitas pengelolaan entitas anak. Dalam hal ini, tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel menjadi faktor penentu keberhasilan. OJK menekankan pentingnya keterbukaan informasi, pengendalian risiko, serta laporan penilaian independen dalam setiap transaksi material Dengan penerapan prinsip tata kelola yang konsisten, holding company tidak hanya mampu menjaga kepercayaan investor, tetapi juga berperan sebagai katalisator dalam memperkuat integritas dan daya tarik pasar modal Indonesia. Selain prospek sektor dan posisi strategis di pasar modal, keunggulan utama dari struktur holding company adalah fleksibilitas dalam pengelolaan portofolio. Holding mampu melakukan konsolidasi keuangan, sehingga laporan keuangan grup lebih transparan dan efisien untuk kepentingan regulator maupun investor. Dari sisi operasional, holding dapat mengoptimalkan alokasi modal antar entitas anak, memanfaatkan sinergi bisnis, serta menekan biaya melalui shared services (misalnya fungsi keuangan, SDM, dan teknologi). Keunggulan lainnya adalah kemampuan holding untuk melakukan restrukturisasi portofolio secara cepat, baik melalui akuisisi maupun divestasi, sehingga lebih adaptif terhadap dinamika pasar. PT Hotel Fitra International Tbk
Page 33 OCR 0.920
H4 £ 5 C!EN TI 1C APP RAINSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan Holding juga memberikan nilai tambah bagi investor karena menawarkan diversifikasi risiko yang lebih luas dibandingkan investasi pada satu entitas tunggal. Dengan kepemilikan lintas sektor, holding dapat menyeimbangkan fluktuasi kinerja dari masing-masing entitas anak. Hal ini menjadikan holding sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, sekaligus memberikan peluang pertumbuhan dari sektor-sektor baru yang sedang berkembang. Dari perspektif tata kelola, holding company memungkinkan penerapan standar pengendalian internal yang lebih konsisten di seluruh entitas anak. Dengan adanya struktur pengawasan terpusat, holding dapat memastikan kepatuhan terhadap regulasi OJK dan BEI, sekaligus meningkatkan kredibilitas di mata investor institusional maupun publik. Kombinasi antara efisiensi, diversifikasi, dan tata kelola yang kuat menjadikan holding company sebagai model bisnis yang berdaya tahan tinggi dalam menghadapi siklus ekonomi maupun perubahan kebijakan. PT Hotel Fitra International Tbk
Page 34 OCR 0.938
H SC Te KN or te AP PRA/SAL KJPP Edi Andesta dan Rekan Il. Analisis Kelayakan Analisis Kelayakan Bisnis pada bab ini didasarkan pada cakupan atau Lingkup Penugasan yang diberikan Perseroan, di mana fokus utama pengembangan usaha yang terdiri dari perubahan kegiatan usaha yaitu KBLI 64200 (Aktifitas Perusahaan Holding) dan KBLI 70209 (Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya). Hal ini sesuai dengan konfirmasi Perseroan yang telah disesuaikan dengan rencana proyeksi keuangan terkait aktivitas perusahaan holding yang diberikan oleh Manajemen Perseroan sebagai rencana bisnis jangka panjang. 31 Aspek Pasar Dalam analisis kelayakan pada Aspek Pasar, KJPP Andesta melakukan evaluasi dan tinjauan beberapa variabel yang menjadi bagian dari Aspek Pasar, antara lain: a. Pangsa Pasar dan Kesinambungan untuk kegiatan usaha pada aktivitas perusahaan holding dari pasar tersebut, b. Potensi Pasar, Sasaran Pasar dan Potensi Nilai Pasar, Cc. Kompetisi dan pelaku di industri yang sejenis: d. Strategi pemasaran 31.1 Pangsa dan Kesinambungan (Sustainability) dari Pasar Pangsa Pasar Perekonomian Indonesia tercatat mengalami pertumbuhan dan proyeksi kedepan tetap tumbuh positif dengan target pertumbuhan yang meningkat setiap tahunnya. Pertumbuhan ekonomi didorong salah satunya oleh industri pariwisata yang berhubungan dengan perkembangan industri penyediaan akomodasi perhotelan. Pariwisata dapat dan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Sektor pariwisata memberikan kontribusi dalam perekonomian dilihat dari aktivitas wisatawan yang datang menghabiskan sejumlah uang untuk transportasi, membeli produk atau jasa serta kegiatan rekreasi lainnya. Kegiatan tersebut memberikan efek langsung pada bisnis dan perekonomian yang dapat terlihat dari pendapatan upah tenaga kerja sektor pariwisata dan pajak yang dibayarkan. Majalengka merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang memiliki peluang untuk mengembangkan industri pariwisata baik wisata alam, budaya dan buatan. Pariwisata di Majalengka memiliki berbagai potensi wisata yang menjadi daya tarik wisatawan nusantara dan mancanegara. Pertumbuhan wisatawan yang datang merupakan gambaran daya tarik dan potensi untuk mendorong perekonomian daerah, budaya serta sosial masyarakat. Kabupaten Majalengka memiliki infrastruktur yang mendukung kemudahan PT Hotel Fitra International Tbk 31
Page 35 OCR 0.935
H E kl. IE MK MO AK AA 9 PR ANrS A.A £ KJPP Edi Andesta dan Rekan transportasi terutama untuk wisatawan mancanegara dengan hadirnya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Perkembangan pariwisata secara umum akan memicu meningkatnya pembangunan hotel dan resort di berbagai kawasan Indonesia. Perusahaan yang memiliki hotel di Majalengka perlu strategi untuk meningkatkan okupansi hotel. Selain itu, fokus pendapatan lainnya dapat berasal dari penyewaan convention hall, banguet, breakfast, food and beverage, laundry dan lainnya. Okupansi hotel tentunya sejalan dengan potensi wisata dikawasan tersebut, maka sesuai dengan rencana hadirnya Umrah Park diharapkan potensi wisata dan perekonomian Majalengka dapat meningkat. Kertajati Umrah Park merupakan Kawasan religi terpadu yang mengoptimalkan data guna dan hasil guna properti milik pemerintah daerah Majalengka seluas 9,3 hektar. Pengembangan lahan total 4 hektar akan dijadikan pelatihan manasik haji dan dilengkapi fasilitas masjid, restoran, pusat kuliner, area bazzar, gedung serba guna dan tempat wisata. Aksesibilitas berupa Bandara Kertajati dan tol serta perkembangan kawasan wisata menjadi peluang untuk industri hotel di Majalengka. Dengan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi nasional, prospek industri pariwisata, penguatan infrastruktur kawasan Majalengka, serta pengembangan destinasi wisata baru, FITT yang menjalankan operasional melalui entitas anak di industri penyediaan jasa perhotelan memiliki prospek usaha yang positif dan berkelanjutan. Selain itu, rencana Perseroan untuk melakukan diversifikasi usaha melalui penambahan entitas anak lainnya dengan akuisisi perusahaan target bidang industri pertambangan dinilai dapat memperluas pendapatan, serta menciptakan sinergi antar lini usaha guna mendukung pertumbuhan jangka panjang Perseroan. Kesinambungan (Sustainability) Dalam menjalankan kegiatan usaha Aktivitas Perusahaan Holding nantinya FITT melakukan investasi pada perusahaan dengan bidang usaha yang beragam, sehingga perluasan usaha tersebut dilakukan untuk memiliki anak perusahaan yang memungkinkan dari berbagai sektor industri guna menjaga kesinambungan kegiatan usaha FITT. 3.1.2 Potensi Pasar, Sasaran dan Potensi Nilai Pasar Berdasarkan data informasi manajemen, FITT berencana melakukan investasi pada perusahaan yang menawarkan peluang atau potensi untuk menciptakan nilai tambah. Sektor industri yang saat ini memiliki potensi bertumbuh sejalan dengan pembangunan perekonomian Indonesi yaitu sektor jasa pertambangan khususnya komoditas nikel yang juga memiliki aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya. Investasi tersebut diproyeksikan PT Hotel Fitra International Tbk
Page 36 OCR 0.913
& S CE YG CT CE. AP? RATA... i KJPP Edi Andesta dan Rekan akan mencatatkan laba bersih tahun 2030 sebesar Rp29,94 miliar (Proyeksi). Hal tersebut menjadi potensi penambahan nilai pasar bagi FITT. 3.1.3 Pesaing Usaha Rencana perubahan kegiatan usaha FITT berupa aktifitas perusahaan holding tentunya tidak terlepas dari kompetitor. Berdasarkan informasi dari manajemen FITT untuk saat ini perusahaan sejenis di Indonesia yang dapat dijadikan referensi secara umum bergerak di industri yang sama dan memiliki kegiatan usaha yang sebanding dengan FITT berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha sebagai perusahaan investasi tercatat di bursa sebagai berikut: No Nama Perusahaan PT. Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) — TPT. Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) 2 “PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) PT. MNC Kapital Indonesia Tbk. (BCAP) PT. Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET) "PT. MNC Asia Holding Tbk (BHIT) La PT. Charnic Capital Tbk. (NICK) Sumber: Bursa Efek Indonesia 3.1.4 Strategi Pemasaran Sebagai perusahaan holding, saat ini Perseroan tidak melakukan kegiatan pemasaran produk secara langsung karena tidak menghasilkan produk maupun jasa yang ditujukan kepada konsumen. Seluruh aktivitas pemasaran terkait produk atau jasa akan dijalankan oleh entitas anak sesuai dengan bidang usahanya, sementara Perseroan berfokus pada pengelolaan investasi. 3.2 Aspek Teknis Dalam analisis kelayakan pada Aspek Teknis, KJPP Andesta melakukan evaluasi dan tinjauan beberapa variabel yang menjadi bagian dari Aspek teknis, antara lain: 3.21 Kapasitas Bisnis Perseroan FITT sebagai perusahaan holding memiliki kapasitas yang memadai dalam mendukung kegiatan usaha entitas anak di bidang real estate. Saat ini FITT memiliki kepemilikan saham langsung pada BMP dan FAW, dimana BMP sudah beroperasi secara komersial bergerak dalam industri penyediaan perhotelan sehingga FITT dapat dianggap perusahaan induk yang PT Hotel Fitra International Tbk
Page 37 OCR 0.961
KJPP Edi Andesta dan Rekan berpengalaman. Kapasitas tersebut tercermin diantaranya dari pengalaman manajemen lebih dari 8 tahun dalam industri. Selain itu, Perseroan memberikan dukungan finansial untuk kelancaran aktivitas pengembangan proyek yang dijalankan oleh entitas anak. Perseroan juga memastikan bahwa entitas anak memiliki sumber daya manusia, perizinan, dan infrastruktur yang lengkap untuk melaksanakan kegiatan usaha secara berkesinambungan. Dengan kombinasi pengalaman, dukungan finansial, dan sistem pengelolaan yang terstruktur, Perseroan memiliki kapasitas yang memadai nuntuk mendukung keberhasilan pengembangan proyek melalui entitas anaknya. 3.2.2 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya Bahan Baku Mentah Dalam rencana perubahan kegiatan usaha, FITT tidak memerlukan bahan baku mentah karena kegiatan usaha yang dijalankan bersifat holding dan pengelolaan investasi, bukan manufaktur atau produksi, sehingga tidak melibatkan proses pengolahan bahan baku secara langsung Pekerja dan Tenaga Ahli Perubahan kegiatan usaha dengan aktvitas holding belum mengalokasikan tenaga ahli dengan pertimbangan bahwa FITT akan mengoptimalkan tenaga kerja yang telah ada untuk memenuhi kebutuhan manajemen dan sumber daya manusianya. Hingga Desember 2025, Perseroan memiliki 5 karyawan di tingkat holding yang berfokus pada fungsi strategis pengelolaan investasi serta koordinasi. Sedangkan pada entitas anak yaitu BMP sudah terdapat karyawan untuk menjalankan kegiatan operasionalnya yang berfokus pada pelayanan perhotelan. Dengan komposisi tersebut, walaupun Perseroan tidak memiliki tenaga ahli khusus, namun kegiatan usaha didukung oleh manajemen yang berpengalaman dan memiliki kompetensi memadai dalam mengelola perusahaan serta entitas anak, sehingga mampu menjalankan pengembangan usaha secara efektif. 3.2.3 Proses Produksi dan/atau Operasional Sebagai perusahaan holding, saat ini FITT tidak menghasilkan produk sehingga tidak memiliki alur proses produksi tersendiri. 3.2.4 Alur dan Flow Chart Dalam menjalankan bisnis pada kegiatan usaha aktivitas holding, FITT tidak menghasilkan produk sehingga tidak memiliki alur dan flow chart tersendiri. PT Hotel Fitra International Tbk
Page 38 OCR 0.940
HE TT &. IE MN "art TI A PP RAMSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan 3.2.5 Proses Bisnis Entitas Anak FITT menjalankan kegiatan usaha di bidang konstruksi gedung, berusaha dalam bidang penyediaan akomodasi, berusaha dalam bidang real estat, berusaha dalam bidang aktivitas olahraga dan rekreasi lainnya melalui entitas anak, dengan mengelola Fitra Hotel yang merupakan hotel berbintang skala nasional di provinsi Jawa Barat. 3.3 Aspek Pola Bisnis 3.34 Kegiatan Usaha Utama Berdasarkan pasal 3 anggaran dasar, maksud dan tujuan FITT adalah berusaha dalam bidang konstruksi gedung, berusaha dalam bidang penyediaan akomodasi, berusaha dalam bidang real estat, berusaha dalam bidang aktivitas olahraga dan rekreasi lainnya. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut FITT dapat melaksanakan kegitan usaha berikut a. Kegiatan usaha utama yaitu menjalankan kegiatan hotel bintang lima, menjalankan kegiatan usaha hotel bintang empat, menjalankan kegiatan usaha hotel bintang tiga, menjalankan kegiatan usaha hotel bintang dua, menjalankan kegiatan usaha hotel bintang satu, menjalankan kegiatan usaha hotel melati, menjalankan kegiatan usaha vila, menjalankan kegiatan usaha apartemen hotel, menjalankan kegiatan usaha penyediaan akomodasi jangka pendek lainnya. b. Kegiatan usaha penunjang yang mendukung kegiatan usaha utama Perseroaan yaitu menjalankan kegiatan usaha konstruksi gedung penginapan, menjalankan kegiatan usaha real estat yang dimiliki sendiri atau disewa, menjalankan kegiatan usaha kawasan pariwisata. FITT juga merupakan Holding Company yang memiliki kepemilikan saham secara langsung pada perusahaan anak yaitu BMP serta FAW dan tidak terlibat langsung dalam pengelolaan bisnis perseroan. 3.3.2 Keunggulan Kompetitif FITT dalam upaya menjalankan kegiatan usaha aktivitas perusahaan holding memiliki keunggulan kompetitif dan terus mengembangkan keunggulan kompetitiinya dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh FITT. Sumber daya manusia yang kompeten dibidangnya merupakan salah satu kunci keberhasilan untuk mencapai tujuan perusahaan. Manajemen dalam menjalankan usahanya memiliki track record sebagai perusahaan induk dengan kepemilikan saham langsung pada BMP dan FAW sehingga FITT dapat dianggap perusahaan investasi yang berpengalaman. Selain itu, aktifitas perusahaan PT Hotel Fitra International Tbk
Page 39 OCR 0.930
BH £ T C 1C Mm TR jik A PP RMATSA LL KJPP Edi Andesta dan Rekan holding juga akan didukung dengan rencana melakukan investasi pada perusahaan sektor lainnya dengan mempertimbangkan potensi pasar guna meningkatkan daya saing FITT. 3.3.3 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk Jumlah pesaing bisnis yang memiliki karakter bisnis yang sama dengan FITT tergolong tinggi, yang dibuktikan dengan banyaknya perusahaan dengan aktivitas holding di Indonesia. Kemungkinan persaingan dengan bidang usaha perusahaan investasi atau perusahaan holding cukup besar dimana perusahaan lain dapat melakukan investasi pada perusahaan lain yang diperkirakan memiliki potensi pasar yang baik. Kegiatan usaha ini tidak menghasilkan produk sehingga pesaing yang memiliki dana investasi dapat melakukan penyertaan saham dan menjadi perusahaan induk. Hal tersebut membuat persaingan menjadi kompetitif. Upaya untuk tetap bertahan ditengah persaingan yang kompetitif dilakukan oleh FITT dan entitas anak dengan penerapan strategi layanan terbaik untuk konsumen dan memitigasi risiko sebelum menentukan investasi yang akan dilakukan oleh FITT. 3.3.4 Kemampuan untuk Menciptakan Nilai Kemampuan menciptakan nilai dengan posisi FITT sebagai perusahaan induk yang memiliki fokus dalam mengelola investasi dan mendukung usaha entitas anak dapat melalui aspek berikut: a. Pengembangan kegiatan usaha entitas anak Dalam menjalankan usaha aktivitas perusahaan dan entitas anak, FITT senantiasa berupaya untuk memberikan kontribusi bagi peningkatan dan penguatan daya saing entitas anak agar menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan. b. Diversifikasi sumber pendapatan Ditengah ketidakpastian pasar yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan, maka diversifikasi sumber pendapatan dengan melakukan investasi pada entitas anak diberbagai jenis industri, diharapkan dapat menciptakan stabilitas, dan daya saing dalam jangka panjang bagi FITT. c. Peningkatan kinerja keuangan Dalam perubahan usaha aktivitas perusahaan holding dapat memberikan tambahan sumber pendapatan dan meningkatkan kinerja keuangan konsolidasi bagi FITT. Selanjutnya, dari atas manfaat tersebut maka perubahan kegiatan usaha tersebut mampu memberikan nilai tambah untuk FITT. PT Hotel Fitra International Tbk
Page 40 OCR 0.933
H £ Sa Ye NX Tee Yu A PP RANK SA il KJPP Edi Andesta dan Rekan Ketiga hal tersebut memberikan kontribusi positif terhadap penciptaan nilai, baik bagi Perseroan maupun pemegang saham. Dukungan modal ke entitas anak juga akan memperkuat daya saing, serta meningkatkan kinerja keuangan. 3.4 Aspek Model Manajemen 3.41 Ketersediaan Tenaga Kerja Untuk perubahan kegiatan usaha sebagai aktifitas perusahaan holding, maka terkait kebutuhan tenaga kerja berdasarkan evaluasi dengan manajemen FITT disampaikan bahwa: a. FITT memiliki frack record sebagai perusahaan induk dengan kepemilikan saham langsung pada BMP dan FAW sehingga FITT dapat dianggap perusahaan investasi yang berpengalaman. b. Pada periode 2025, Perseroan memiliki 5 karyawan di tingkat holding yang berfokus pada fungsi strategis pengelolaan investasi serta koordinasi. Sehubungan dengan rencana perubahan kegiatan usaha, Perseroan akan mengoptimalkan tenaga kerja yang telah ada untuk memenuhi kebutuhan manajemen dan sumber daya manusianya 3.4.2 Kekayaan Intelektual (Intellectual Property) Menurut UU yang telah disahkan oleh DPR-RI pada tanggal 21 Maret 1997, Hak Atas Kekayaaan Intelektual adalah hak-hak secara hukum yang berhubungan dengan permasalahan hasil penemuan dan kreativitas seseorang atau beberapa orang yang berhubungan dengan perlindungan permasalahan reputasi dalam bidang komersial (commercial reputation) dan tindakan/jasa dalam bidang komersial (goodwil/). Rencana perubahan bisnis sebagai objek kelayakan dalam laporan ini, tidak ada aset tak berwujud yang terlibat di dalamnya dan dikategorikan sebagai Kekayaan Intelektual, karena merupakan kegiatan usaha perdagangan yang berjalan umum atau sesuai dengan orderan dari pelanggan yang membutuhkan. 3.4.3 Manajemen Risiko Kegiatan usaha Perseroan tidak luput dari risiko atau ketidakpastian dalam proses dan pelaksanaan operasionalnya. Unsur ketidakpastian tersebut dapat menjadi semakin besar akibat perubahan iklim bisnis yang semakin cepat dan kompleks, sehingga menjadi risiko bisnis yang tidak mungkin dihindari, namun wajib dikelola melalui mekanisme Manajemen Risiko. Manajemen telah mengkaji dan mengeluarkan kebijakan untuk mengelola setiap risiko tersebut. Perseroan menerapkan kebijakan manajemen risiko akan mengurangi pengaruh ketidakpastian pasar terhadap kinerja keuangan perusahaan. PT Hotel Fitra International Tbk 37
Page 41 OCR 0.936
H £ Cc Ce MF te ut AP PRATISA tt KJPP Edi Andesta dan Rekan Berikut adalah beberapa ringkasan kebijakan dan praktik manajemen risiko untuk perubahan kegiatan usaha aktivitas perusahaan holding: a. Mitigasi Risiko Ekonomi, Sosial Politik: 1) Perusahaan melakukan pemantauan terhadap perubahan kebijakan pemerintah, kondisi sosial, dan indikator ekonomi makro yang berpotensi mempengaruhi kinerja investasi. Pengendalian risiko dilakukan dengan melakukan penyesuaian terhadap strategi investasi berdasarkan kondisi ekonomi. b. Mengurangi Risiko Ketergantungan pada Kegiatan Usaha dan Pendapatan Perusahaan Anak: 1) Melakukan diversifikasi eksposur risiko dengan investasi pada beberapa sektor agar meminimalisir risiko yang dihadapi oleh setiap perusahaan anak. 2) Perusahaan dapat melakukan berbagai strategi dalam menghadapi penurunan kinerja pada perusahaan anak dengan melakukan divestasi atau restrukturisasi usaha agar pendapatan perusahaan tetap baik. Cc. Mitigasi Risiko Kepatuhan dan Regulasi 1) Perusahaan menjaga kepatuhan regulasi, mengikuti perkembangan peraturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku sehubungan dengan kegiatan usaha 2) Perusahaan dapat melakukan analisis dampak kebijakan atas investasi guna menjaga nilai investasi dalam menghadapi ketidakpastian eksternal. Mempertahankan fokus pada kualitas produk dan layanan yang diberikan. d. Mitigasi Risiko Sumber Daya Manusia: 1) Melakukan berbagai program pelatihan dan pengembangan untuk manajemen. 2) Melakukan evaluasi atas kinerja manajemen secara berkala. e. Mitigasi Risiko Investasi dan Pengembangan Usaha: 1) Menetapkan evaluasi setelah kegiatan investasi pada perusahaan anak dilakukan. 2) Melakukan proses investasi yanag ketat berdasarkan analisis yang kuat dengan due diligence atau uji tuntas yang mendalam serta studi kelayakan sebelum menentukan investasi pada suatu perusahaan. PT Hotel Fitra International Tbk
Page 42 OCR 0.918
T H SC KE NM TAK IG A PP RAISA ii KJPP Edi Andesta dan Rekan 3.4.4 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Rencana perubahan kegiatan usaha merupakan rencana yang telah dipertimbangkan oleh dewan komisaris dan dewan direksi sebagai rencana yang diyakini dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja operasional dan kinerja keuangan Perseroan. Dalam perubahan kegiatan usaha aktivitas perusahaan holding, secara keseluruhan FITT saat ini telah memiliki Manajemen dengan kapasitas dan kemampuan yang telah teruji. Manajemen memiliki track record sebagai perusahaan induk dengan kepemilikan saham langsung pada BMP dan FAW sehingga FITT dapat dianggap perusahaan investasi yang berpengalaman. 3.4.5 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen Struktur organisasi dan manajemen eksisting FITT sehubungan adanya rencana perubahan kegiatan usaha sebagai aktifitas perusahaan holding sebagai berikut: | Dewan KomSaRIS 1. Komisaris Utama 2. Komisaris Independen KOMITE AUDIT N 4. Ketua | 2. Anggota 3. Anggota KOMITE NOMINASI & REMUNERASI | 4. Ketua 2. Anggota 3. Anggota DIREKSI 1. Direktur Utama 2. Direktur 3. Direktur B3 1 AUDIT INTERNAL SEKRETARIS PERUSAHAAN Sumber: Manajemen FITT Perseroan tidak memerlukan perubahan terhadap struktur manajemen untuk mendukung operasional perubahan kegiatan usaha baru. Hal ini seperti yang telah dijabarkan pada sub bab di atas terkait kapasitas dan kemampuan Manajemen, di mana FITT yang telah memiliki 2 perusahaan anak dan berperan sebagai perusahaan induk. Pertimbangan tidak diperlukannya perubahan struktur organisasi atas rencana perubahan kegiatan usaha Perseroan, antara lain atas adanya perubahan kegiatan usaha menjadi aktivitas perusahaan holding berupa investasi pada perusahaan lain sudah dilakukan oleh FITT sehingga manajamen sudah memiliki kapasitas dan kemampuan dalam menjalankan kegiatan usaha baru tersebut. Perubahan segmen usaha tersebut memiliki pola yang sama dengan PT Hotel Fitra International Tbk
Page 43 OCR 0.937
H 3.5 PT Hotel Fitra International Tbk CE N IT hb It AP PR Adi S3 Ad KJPP Edi Andesta dan Rekan kegiatan investasi di BMP dan FAW sehingga tidak melakukan penyesuaian atau perubahan signifikan terhadap pola bisnis. Aspek Keuangan Aspek keuangan adalah salah satu aspek yang dikaji dalam studi kelayakan. Kajian ini menganalisis besaran investasi dan pendapatan pertahunnya sehingga didapatkan suatu kesimpulan apakah suatu proyek/rencana layak dilaksanakan ataupun tidak. Dalam studi kelayakan ini, Penilai mengkaji beberapa hal, diantaranya kebutuhan investasi, proyeksi keuangan, penentuan tingkat diskonto (discount rate), dan kelayakan investasi 3.51 Biaya Pendirian (Start Up Costs) Belanja modal merupakan investasi awal yang dikeluarkan FITT terkait dengan perubahan kegiatan usaha aktivitas perusahaan holding yang dianggarkan untuk rencana penyertaan saham pada PT Venturi Tambang Perkasa (VTP) yang bergerak dalam industri pertambangan dengan estimasi rencana nilai investasi sebesar Rp 95.676.459.581. 3.5.2 Sumber Pembiayaan Sumber pembiayaan perubahan kegiatan usaha berasal dari modal sendiri yang didapatkan dari hasil divestasi atas kepemilikan saham perusahaan anak eksisting yakni BMP dan FAW serta pendapatan yang diterima atas pelunasan utang dari anak usaha FAW. Besaran estimasi dana yang dapat dikumpulkan atas hasil divestasi dan penerimaan dana dari piutang dengan total mencapai Rp 67.913.667.000,-, 3.5.3 Analisis Proyeksi Keuangan dan Asumsi Kajian aspek keuangan menganalisis besaran investasi dan arus kas bersih pertahunnya sehingga didapatkan suatu kesimpulan apakah suatu proyek/rencana kegiatan usaha baru layak dilaksanakan ataupun tidak. Asumsi dan prospektif keuangan yang terbentuk merupakan proyeksi keuangan yang telah mendasarkan asumsi melalui penyesuaian variabel makro dan variabel umum lainnya sesuai kegiatan usaha yang menjadi objek kajian kelayakan, kondisi dan informasi terkini operasional Perseroan, kajian industri dan target pencapaian oleh manajemen Perseroan sesuai hasil diskusi dan komunikasi oleh manajemen Perseroan terkait kemampuan pencapaiannya dan disetujui oleh manajemen Perseroan dan atau Pemberi Tugas. 40
Page 44 OCR 0.932
H E Ss € 8. MN TI rc APP RA'/SAL KJPP Edi Andesta dan Rekan a. Asumsi Umum Berikut ini adalah asumsi keuangan yang digunakan untuk prospektif proyeksi keuangan proyek atau rencana perubahan kegiatan usaha Aktivitas Perusahaan Holding (KBLI 64200) dan Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (KBLI 70209) yang akan dijalankan Perseroan dalam bentuk Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi Komprehensif, untuk jangka waktu tahun 2026 — 2030. Asumsi umum adalah asumsi yang bersumber dari data pasar yang diyakini valid sebagai standar dasar penyesuaian dalam review proyeksi keuangan untuk diterapkan selama periode proyeksi, sebagaimana antara lain adalah sebagai berikut: 1) Pertumbuhan Inflasi :2,5196 Rata-rata pertumbuhan inflasi 5 tahun kedepan yang bersumber dari proyeksi inflasi yang diterbitkan oleh International Monetary Fund, World Economic Outlook Database, April 2025. 2) Pajak Badan Perusahaan : 226 b. Asumsi Proyeksi Laporan Keuangan Proyeksi Keuangan yang digunakan dalam analisis merupakan proyeksi konsolidasi FITT dengan adanya rencana divestasi atas entitas anak usaha eksisting yaitu BMP dan FAW serta telah mempertimbangkan adanya rencana akuisisi terhadap VTP. Berikut adalah asumsi yang digunakan untuk penyusunan proyeksi Laporan Keuangan atas proyek atau rencana perubahan kegiatan usaha Aktivitas Perusahaan Holding (KBLI 64200) dan Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (KBLI 70209) yang akan dijalankan Perseroan untuk tahun 2026 - 2030: 1) Belanja modal merupakan investasi awal yang dikeluarkan Perseroan terkait dengan perubahan kegiatan usaha aktivitas perusahaan holding dengan rencana investasi pada VTP. Belanja modal yang dilakukan mempertimbangkan kapasitas dan kemampuan yang telah dikonfirmasi dan diterima sebagai asumsi yang wajar bagi Perseroan: 2) Peningkatan Laba dari FITT selaku entitas induk (Stand Alone) akibat adanya penerimaan dividen sebesar porsi yang diterima dengan asumsi porsi dividen payout ratio dari entitas anak sebesar 6076 dari laba tahun sebelumnya. PT Hotel Fitra International Tbk “
Page 45 OCR 0.719
H E — CC Te MT Ora A PP KAT KJPP Edi Andesta dan Rekan Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Berdasarkan asumsi yang mendasari penyusunan atas review proyeksi Laporan Posisi Keuangan, prospektif Laporan Posisi Keuangan tahun 2026 - 2030 adalah sebagai berikut: (dalam Rupiah) 2026 2027 2028 2029 2030 ) URAIAN 1 Jan-31 Des 1Jan-31 Des 1Jan- 31 Des 1Jan-31 Des ijan- 31 Des Forecost Forecast Forecast Forecast Forecast | LAPORAN POSISI KEUANGAN ASET Aset Lancar Kas dan Setara Kas 491599.843.592 — 61.867.060198 — 74.241095875 — 87.129.887.620 100.713.358.679 Deposito - - - Piutang Usaha 50.525.314.521 — 55.633.423.819 — 60.706760933 — 66.143.675.074 —71.445.345.030 Piutang Lain-lain - Pihak Ketiga - - - Persediaan : - - Pajak Dibayar Dimuka 1.682.602 1.682.602 1.682.602 1.682.602 1.682.602 Uang Muka 32930.000.000- 32930.000.000 32930000000 32930.000.000 32.930.000.000 Jumlah aset lancar 133.056.840.715 — 150.432.166.619 167.879539409 186.205.245.296 205.090.386.311 Aset Tidak Lancar Aset pajak tangguhan 1.961.054.660 1.961.054.660 1.961.054.660 1.961.054.660 1.961.054.660 Aset Tetap 73.716.560.236 78451422851 — 82516631349 — 86.544.337.711 — 89.900.598317 Jumlah aset tidak lancar 75.737.614.895 — 80412477510 — 84.507.686.009 — 88:505.392.371 9.861.652.977 JUMLAH ASET 208.794.455.610 — 230844.644129 252387225418 274710.637.666 — 296.952.039.287 UABILITAS DAN EKUITAS UABILITAS Liabilitas Jangka Pendek Utang Usaha 25.032.408.863 27.482.026.283 79.898 478.669 32.478. 758.335 34.977.124.361 Utang Lain-lain - Pihak Ketiga - Pendapatan Diterima Dimuka 5.492.651.613 6.047.958.691 6.617 566.436 7.190.537.397 7.166.886.625 Utang Pajak 18. 734.898.518 18 734.898.518 18 734 898.518 18 734.898.518 18.734.898.518 Biaya Yang Masih Harus Dibayar 925.864.158 1.016.467.223 1.105 843.626 1.201.279.446 1.293.685.557 Utang Bank - Jatuh Tempo dalam 1 Tahun - - Utang pernegang saham 586.333.000 586.333.000 586 333.000 586.333.000 586.333.000 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek S0.772.156.152 53.867.683.715 56.943.120.249 60.191.806.695 63.358.928.061 Liabilitas Jangka Panjang Utang Sewa Utang Bank 2 Imbalan pasca kerja 549.546.937 549.546.937 549 546.937 549.546.937 549.546.937 Jumlah Liabilitas langka Panjang 549.546.937 549.546.937 549.546.937 549.546.937 549.546.937 JUMLAH LIABILITAS $1321.703.089 — 54417230652 — 57492667186 — 60.7A1.353.6322 — 63.908,474.998 EKUITAS Modal saham 130427.205.100 130.427.205100 130427205.100 130.427.205.100 130.427.205.100 Tambahan modal disetor 2.370.237.600 2.370.237.600 2.370.237.600 2.370.237.600 2.370.237.600 Saldo Defisit 20255.742489 — 20346.040915 — 47906345491 66.215.687.084 —— 84.844.887.549 Laba (Rugi) Tahun Berjalan 26645.085.853 — 27519349843 — 27287079434 — 27.824.979359 — 28.002.833.057 Jumlah Ekuitas Yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk 179.698.271042 — 189.662833457 207990867625 226838109143 245.645.163.306 Kepentingan Non-Pengendali (22.225.518.521) (13.235.419.981) 113.096. 309.394) 112.868.8?5.109) (12.601.599.016) JUMLAH EKUITAS 157472752521 17642713477 194894558232 213.969.284.034 — 233.043.564.290 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 208:794.455.610 230844644129 252.387.225.418 274.710.637.666 — 296.952.039.287 PT Hotel Fitra International Tbk
Page 46 OCR 0.736
H £ . CT NM TA (Cc A PP RAISA L KJPP Edi Andesta dan Rekan Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif Berdasarkan asumsi yang mendasari penyusunan atas review proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif, prospektif Laporan Laba Rugi Komprehensif periode tahun 2026 - 2030 adalah sebagai berikut: (dalam Rupiah) ni SN s 2026 2027 8 2029 2030 URAIAN 1 Jan - 31 Des 1Jan- 31 Des Ljan- 31 Des 1 Jan-31 Des 1Jan- 31 Des Forecast Forecast Forecast Forecast Forecast PROYEKSI LAPORAN LABA RUGI Pendapatan 92.208.699.000 101. 530.998.469 111.093.372.507 120.712.207.009 130.387.754.679 Beban pokok pendapatan " “ Laba (rugi) kotor 92.208.699.000 — 101.530.998.469 111.093.372.507 — 120.712.207.009 130.387.754.679 Beban Usaha (111.753.013.140) (122.778.742.520) (134.493.308.278) (145.271.633.160) (156.594.845 254) Pendapatan (Beban) Lain-lain Pendapatan (Beban) Giro 1.855.130 1.855.130 1,855,130 1.855.130 1.855.130 Pendapatan (Beban) Lain-lain 54.326.705.737 57.058.742.941 58.913.152.087 60,778.174.159 62.653.856. 144 Bunga Pinjaman Bank - Bunga Sewa Pembiayaan Pajak Bunga (371.025) (243.098) (243.098) (243.098) (243.098) Administrasi Bank 11.014.800) (1.014.800) (1.014.800) (1.014.800) (1.014 800) Bunga Pinjaman Pemegang Saham (625.000.033) " » aa Laba (Rugi) sebelum pajak 34.157.860.869 — 35811596122 — 35.513813547 — 36.219.345.239 —36.447.362.801 Manfaat (beban) pajak Pajak kini 8.052.271.604) (8.292.246.279) (8.226.734.113) (8.394.365.881) (8.444 529 744) Pajak tangguhan 539.496.587 ? Laba (Rugi) tahun berjalan 26.645.085.853 — 27.519.349843 27.287.793” 27.824.979.359— 24.002.833.057 Penghasilan (Kerugian) Komprehensif Lain Pengukuran Kembali Imbalan Pasti - Keuntungan (Kerugian) Pelepasan Investasi Sahat (37.316,133.000) Pajak Atas Penghasilan Terkait - . . Laba (Rugi) Komprehensif Tahun Berjalan (10.671.047.147) 27.519.349.843 27.287.079.434 27.824.979.359 28.002.833.057 Laba (Rugi) Tahun Berjalan Yang Dapat Diatribusikan Kepada: Pemilik Entitas Induk. 124.934.336.219) 12.819.458.711 12.703.323.507 12.944.058.024 13.032.984.873 Kepentingan Non-Pengendali 14.274. 481.479 14.699.891,132 14.583.755.927 14.880.921.334 14.969.848. 183 Laba (Rugi) Tahun Berjalan 110.659.854.740) 27.519.349.843 27.287.079.434 27.824.979.359 28.002.833.057 Laba (Rugi) Komprehensif Yang Dapat Diatribusikan Kepada: Pemilik Entitas Induk (24.934. 336.219) 12.819.458. 711 12.703.323.507 12,944,058.024 13.032.984.873 Kepentingan Non-Pengendali 14.274.481.479 14.699.891.132 14.583.755.927 14.880.921.334 14.969.848.183 Laba (Rugi) Komprehensif Tahun Berjalan (10.659.854.740) 7.519.349.843 27.287.079.434 27.824.979.359 28.002.833.057 PT Hotel Fitra International Tbk
Page 47 OCR 0.811
BH £ SC CE Noer at APP RAISA KJPP Edi Andesta dan Rekan Proyeksi Laporan Laba Arus Kas Berdasarkan asumsi yang mendasari penyusunan atas review proyeksi Laporan Arus Kas, prospektif Laporan Arus Kas periode tahun 2026 - 2030 adalah sebagai berikut: (dalam Rupiah) TN —— 2026 2027 2018 2029 2030 URAIAN 1 Jan- 31 Des 1 Jan- 31 Des 1 Jan- 31 Des 1 Jan- 31 Des 1 Jan - 31 Des Forecast Forecast Forecast |” Forecast Forecost PROYEKSI LAPORAN ARUS KAS ARUS KAS AKTIVITAS OPERASI Laba Bersih 6.645.085.853 27.519.349.843 27.287.079.434 27.824.979.359 28.002 833.057 Penyusutan 7.749.670.718 8.637.137.385 9.505.655.501 9.906.464.646 10.853.802. 164 Perubahan Modal Kerja (kenaikan) penurunan Piutang Usaha (9.714.071.280) — (5.108.109.298) — (5072337114) — (5436914141) — (5.301.669.956) (kenaikan) penurunan Persediaan (kenaikan) penurunan Pajak Dibayar Dimuka - kenaikan (penurunan) Utang Usaha (2a.aa3.a8a.a54) 2.449.617.420 2.416.452.386 2.580.279.666 2.498.366.026 kenaikan (penurunan) Utang Lain-lain 2.249.750.000 kenaikan (penurunan) Biaya Yang Masih Harus Dibar (243.788.307) 90.603.065 89.376.403 95.435.820 92.406.111 kenaikan (penurunan) Pendapatan Diterima Dimuka (1.057.971.546) 555.307.078 569.607.746 572.970.961 576.349.228 “Arus Kas Neto Diperoleh Dari (Untuk) Aktivitas Op 1185.190.984 — 34.143.905.493 — 34.798.834.356 —” 35.543.216.310 —36.722.086,630 (ARUS KAS AKTIVITAS INVESTASI Pendapatan Atas Divestasi 67.913.667.000 Investasi Saham (46.500.000.000) Perolehan Aset Tetap (13.000.000.000) (13.312.000.000) (13.604.864.000) (13.904.171.008) (14. 210.062.770) Arus Kas Neto Diperoleh Dari (Untuk) Aktivitas Inv 8.413.667.000 (13.312.000.000) (13.604864.000) — (13.904.171.008) — (14.210.062.770) ARUS KAS AKTIVITAS PENDANAAN Pembayaran Hutang Kepada Pemegang Saham (21.413.667.000) Pembayaran Dividen (8.564.688.887) (8.819.934.679) (8 750.253.556) (8.928.552.801) Arus Kas Neto Diperoleh Dari (Untuk) Aktivitas Pee” (21.413.667.000) — (8.564.688.887) — (8.819.934.679) (8.750.253.556) — (8.928.552.801) Kenaikan (Penurunan) Kas (11.814.809.016) 12.267.216.606 12.374.035.677 12.888.791.745 13.583.471.059 Kas Awal Tahun 61.414.652.608 49.599.843.592 61867.060.198 74.241.095.875 87.129.887.620 Kas Akhir Tahun 49.599.843.592 61.867.060.198 74.241.095.875 87.129.887.620 100.713.358.679 Tingkat Diskonto Tingkat Faktor diskonto yang digunakan adalah Weighted Average Cost of Capital yang dihitung dengan rumus sebagai berikut. WACC - (Kd"(1-t)" Yo Debt) (Ke" Yo Eguity) Keterangan: WACC - Weighted average cost of capital (tingkat biaya tertimbang atas modal) Kd z Cost of debt (tingkat bunga hutang perusahaan) Ke - The reguired rate of return (biaya ekuitas) T - Tax rate (tarif pajak) Yb Debt - Proportion of Debt in the Capital structure (proporsi hutang dalam struktur kapital) "9 Eguity - Proportion of Eguity in the Capital structure (proporsi ekuitas dalam struktur kapital) PT Hotel Fitra International Tbk
Page 48 OCR 0.899
HE SC teEN TAP NA to PK AIA Le KJPP Edi Andesta dan Rekan Berikut adalah asumsi yang digunakan untuk mengestimasi tingkat diskonto yang akan digunakan dalam Studi Kelayakan. Cost of Debt (tingkat biaya hutang) Tingkat biaya hutang (cost of debt) diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut: # Rata-rata tertimbang tingkat suku bunga efektif atas dana pinjaman investasi yang akan digunakan yaitu sebesar 8,449. e Tingkat pajak yang digunakan adalah sebesar 22,00Yo berdasarkan tingkat pajak korporasi di Indonesia (Undang-undang Nomor 1 Tahun 2020 - PPh Badan). # Dengan pertimbangan faktor-faktor tersebut, maka tingkat biaya hutang (cost of debt) yang diaplikasikan dalam laporan ini adalah sebagai berikut: Kd -ix (1-T) Kd - 8,474 x (1-22,0096) - 6,58Y6 Cost of Eguity (biaya modal untuk ekuitas) Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan Model CAPM (Capital Asset Pricing Model). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari sekuritas saham, dengan formula sebagai berikut: Ke-Rft (Rm-Rf) Bt Rs Ke- Rft(Rpx B)# Rs Keterangan: Rf 3 tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko Rm - tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas Rp - market risk premium untuk pasar ekuitas secara keseluruhan B - ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar Rs - tingkat kembalian tambahan spesifik untuk Perusahaan Tingkat biaya modal untuk ekuitas diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut: Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Surat Utang Negara (most active government bond). Dalam Studi Kelayakan Perseroan digunakan Surat Utang Negara dengan yield sebesar 6,7196 untuk tenor selama 30 tahun. Angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian bebas risiko (Rf). Sumber: Indonesia Government Bond Yield yang diterbtikan Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), 31 Desember 2025 PT Hotel Fitra International Tbk 1»
Page 49 OCR 0.899
&H Bit TE MN Re ui AP AR A1 KJPP Edi Andesta dan Rekan Rp (Market Risk Premium - MRP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas. Premi risiko pasar (Rm-Rf) atau MRP ditentukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar modal Indonesia sebagai pasar modal yang emerging. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Aswath Damodaran per Juli 2025, diprediksi market risk premium adalah sebesar 7,03”o. Beta (PB), adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan eguity risk premium. Untuk memperoleh faktor Beta yang sesuai dan akan digunakan dalam perhitungan Nilai Pasar, kami menggunakan beta pembanding berdasarkan penelitian yang dilakukan Aswath Damodaran dalam industri Investments & Asset Management per Januari 2026 yaitu rata-rata sebesar 0,68. Rs (Specific Company Risk Premium). Sebagian dari risiko yang dihadapi oleh Indonesia telah tercermin dalam perhitungan eguity risk premium namun belum mencerminkan risiko yang berkaitan dengan karakteristik spesifik yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Melihat kondisi saat ini dan rencana usaha yang diproyeksikan oleh Perseroan, maka kami berpendapat tidak perlu ditambahkan adanya premi risiko. Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas Perseroan adalah: WACC Cost of Eguity Risk free rate 6,716 Market risk premium 7,037 Levered Beta 0,68 Specific Risk 0,0074 (-) Default Spread 1,874 Cost of Eguity 9,614 Cost of Debt Investment Credit 8,446 Tax 22,001 Cost of Debt 6,589 Capital Structure Debt to Total capitalization 47,217 Eguity to Total capitalization Ta 52.790 WACC 8180 PT Hotel Fitra International Tbk
Page 50 OCR 0.828
H E Ss « te & Ir ix AP PRATISAL KJPP Edi Andesta dan Rekan 3.5.4 Analisis Titik Impas (Break Even Point Analysis) Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak memperoleh laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha dikatakan impas jika jumlah pendapatan (revenue) sama dengan jumlah biaya, atau apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja. BEP dapat diformulasikan sebagai berikut: Total Biaya Tetap 1- Total Biaya Variabel ( ( Penjualan BEP — )) Nilai BEP mencerminkan pendapatan minimal yang diperlukan agar terjadi BEP Perhitungan BEP pada proyeksi atas adalah sebagai berikut: Analisis break even point sebelum transaksi | 2026 2027 2028 2029 | 2030 1 2 3 4 5 Total Biaya Tetap 111753013140 122778742520 134493308278 145271633160 156594845254 (Total Biaya Variabel 8.678.657.461 8.293.504 177 6.227.992.011 8.395.623.779 8.445 787642 Pendapatan 146535404737 158589741410 170.006.524593 181490381168 193041610823 BEP (Rp) 141.150.595.431 118788331617 129553802446 141333584601 152317.750.536 163.759.507.954 BEP 4 Rata-rata 83,401 81.694 831394 83,93 84.836) BEP kegiatan usaha aktvitas perusahaan holding selama periode proyeksi akan dicapai rata- rata pada pendapatan sebesar Rp 141,15 miliar, atau rata-rata sebesar 83,404» dari pendapatan atas Penjualan dan Pendapatan Incentive. 3.5.5 Analisis Profitabilitas (Overall Profitability) Analisis profitabilitas atas perubahan kegiatan usaha ditampilkan pada tabel berikut ini: Analisis profitabilitas (overall profitability) 2026 2027 2028 2029 2030 1 (5 3 4 5 Gross Profit Margin (GPM) 100,0046| 100,00 100,001) 100,001 100,00x6| EBITDA Margin 46,134) 43,781: 40,534) 38,214 36,281) (EBIT Margin 37,721) 35,274 3197| 30,001 | 27,95) Net Profit Margin (NPM) 28,90) 27,101) 24,561) 23,0596| 21,484) PT Hotel Fitra International Tbk ”
Page 51 OCR 0.885
H FE S Cc E. MN FFI A PRA NSA KJPP Edi Andesta dan Rekan Analisis profitabilitias ini bertujuan untuk kemampuan yang dimiliki Perusahaan untuk menghasilkan sebuah laba. Berdasarkan proyeksi keuangan perubahan kegiatan usaha aktvitas perusahaan holding sebelum transaksi, selama periode proyeksi rata-rata margin laba bersih periode berjalan adalah sebesar 25,0294.. 3.5.6 Tingkat Imbal Balik Investasi (Overall Return On Invesment) Dengan ROI, Perseroan dapat mengetahui seberapa efisien perusahaan guna memanfaatkan aktiva untuk kegiatan operasional dan dapat memberikan informasi ukuran profitabilitas Perseroan. Formula dalam perhitungan ROI adalah: Net Return on Investment ROI — Xx 1009 Cost of Invesment Net Return on Investment dimaksud adalah keuntungan bersih yang diperoleh selama periode proyeksi. Cost of Investment dimaksud adalah investasi (CAPEX) yang dikeluarkan selama periode proyeksi. Analisis Tingkat Imbal Balik Investasi atas perubahan kegiatan usaha ditampilkan pada tabel berikut ini: 2026 2027 2028 2029 2030 0 KI Joss, 2 33 AR L 4 d 5 (Present Value Of Cash Flow 195676459 561)| (10471018688)/ 17801367 705 | 16741674124 15801082 657 290 232 731 564 Net Retum On Investment 234 429.377.801 (Cost of Investment 95.676.459.561 | | IRO1(X) 248 | | Berdasarkan perhitungan total keuntungan bersih terhadap total CAPEX selama periode proyeksi, maka dihasilkan rata-rata ROI sebelum transaksi dari rencana perubahan kegiatan usaha aktvitas perusahaan holding yang dilakukan oleh Perseroan sebesar 2,46 x. 3.5.7 Analisis Kelayakan Keuangan Proyek Berdasarkan proyeksi Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Laba Rugi Komprehensif untuk Tahun 2026 - 2030, dihasilkan Arus Kas Bebas (Free Cash Flow) proyek atas kegiatan usaha baru yang selanjutnya dengan menggunakan tingkat diskonto berdasarkan perhitungan WACC ditambah dengan Terminal Value (Nilai Kekal) dengan menggunakan pertumbuhan sebesar 2,5196 maka diperoleh hasil perhitungan IRR di atas WACC dan PI di atas 1 sebagaimana ditunjukan pada tabel berikut: PT Hotel Fitra International Tbk 48
Page 52 OCR 0.730
HE 5: K ".e NM TE 0x AP PRANSA KJPP Edi Andesta dan Rekan Analisis Kelayakan Keuangan Proyek 2026 2027 2008 2029 2030 o 1 2 3 4 $ | EBT M157860869 38811506122 35513813547 30219345239 38447.362601| (-) Pajak (msrarson6) (0202246270) (022073419) (8304385881) (8.444.5291744) (4) Bunga (11) 29 487 500 026 (4 ) Penyusuan & Amorisasi Tmage7oTng M63T137IBS 950ABSGSOT OOOSAEAGA6 10853802 164 (1 Capax 113000000000) (13.312.000000) (13604864.000) (19.904.171008) (14.210.062.770) (5) Penuaan Modal Kerja (9200565587) (01258173) (197 9OOSEO) (2188227606) (2134548 591) Nila Investasi (95:678.459 261) Unlavorod Arus kas Borsih " (essroasose1) (11.327.300800) 20831905493 21192970366 21.039.046.302 22812023060 | 2207991.116 Waco ra Perpetuty Growth 2519 (Cap. Rate (Of Terminal Value) 5601 Terminal Value 407.485.301.409 Discount Period 100 200 300 400 500 Discount Factor 110000 09244 O545 0,7809 07302 06750 Nitai Kini Arus Kam Bersih (OS.876.459.601) (10.71.018.688) 17.801.367.705— 16.7ALGTAA2A. 18.801.082667 200.232:731.664 Net Prosont Value 294.429.371.801 IRR 400814, Profitabilty Indax (PI) 346 500 Tatun Payback Pe sada | 1,00 (Butan Dengan menggunakan asumsi proyeksi keuangan jangka panjang yang telah dilakukan evaluasi dan penyesuaian, menunjukkan bahwa rencana transaksi diperoleh gambaran variabel yang positif antara lain: a. Internal Rate of Return (IRR) » Tingkat Diskonto IRR yang dihasilkan adalah sebesar 40,05”o yang berarti di atas tingkat discount rate yang sebesar 8,180. b. Net Present Value (NPV) 2 0 NPV yang dihasilkan menunjukkan angka yang positif yaitu sebesar Rp234.429.377.801. c. Profitability Index (PI) »1 PI yang diperoleh adalah sebesar 3,45 yang berarti lebih besar dari 1. d. Payback Period (PP) PP yang dihasilkan sebesar 5,10 yang berarti diperoleh dalam waktu 5 tahun 1 bulan. Berdasarkan hasil parameter kelayakan investasi di atas maka Rencana Transaksi adalah "Layak" dikarenakan seluruh parameter Kelayakan Keuangan di atas menunjukan hasil yang lebih baik dari batasan minimum kelayakan. PT Hotel Fitra International Tbk
Page 53 OCR 0.738
H GG TE MN OOP IC A PP RAISA Lt KJPP Edi Andesta dan Rekan 3.5.8 Analisis Sensitivitas PT Hotel Fitra International Tbk Untuk menguji kepekaan usaha terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya, maka berikut ini disajikan analisis sensitivitas terhadap kelayakan usaha, yaitu antara lain: 1. Penurunan Pendapatan dengan simulasi perubahan kondisi penurunan sebesar 5,00”, 10,006, 15,0076, dan 20,000. 2. Peningkatan Struktur biaya dengan simulasi perubahan kondisi peningkatan sebesar 5,0075, 10,002, 15,00”6, dan 20,074. Berdasarkan simulasi tersebut di atas, di dapatkan hasil sebagaimana pada tabel berikut: | Gabah | Kondisi Normal | Perubahan Kondisi Sa AE Ta om 5 — om 1594 201 A (Penurunan Pendapatan | Npv zweaz9an7eo1| #32084200054| — 3r5a0023907| (sosoa15303040)! (171351.320.000.15)| IRR 40,0594| 28,964, ta21n| 1.621 Na pi 3as 239 133 027 (079 Payback Period (Tahun) 5 7 12 NIA NA Payback Period (Bulan) 1 1 9 NIA NIA 8 (Peningkatan Biaya — If 1 Inpv | 204420377601 tr2ases02208| (asi2te320501| (31 48207870562) (253453704211.75 IRR 40,056) 28.384) 8.131 NA NIA pi 345 218 0.90 (037 (1.85) Payback Period (Tahun) s) 8 16 N/AI NIA| | feaveaca Period (Bulan) ag | — 1 e| 12 NYA) 0 N/A Berdasarkan analisis sensitivitas, pada kondisi normal NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp234,43 miliar, jika terjadi perubahan terhadap Pendapatan, dimana pendapatan turun sampai dengan 20,00c maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar Negatif Rp171,35 miliar. Apabila terjadi perubahan terhadap struktur biaya, dimana Peningkatan struktur biaya sampai dengan 20,00”c maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar Negatif Rp253,45 miliar.
Page 54 OCR 0.942
H £ Ss te ON TAP it A PP RASA 4 KJPP Edi Andesta dan Rekan IV. Kesimpulan 41 Analisis Kelayakan Aspek Pasar Perekonomian Indonesia tercatat mengalami pertumbuhan dan proyeksi kedepan tetap tumbuh positif dengan target pertumbuhan yang meningkat setiap tahunnya. Prospek ke depan menunjukkan bahwa holding dengan portofolio di sektor energi terbarukan, teknologi hijau, pangan, dan logistik akan memperoleh momentum pertumbuhan yang signifikan. Kebijakan pemerintah terkait transisi energi, program makan bergizi gratis, serta pembangunan perumahan rakyat menjadi katalis utama bagi sektor-sektor tersebut. Di sisi lain, sektor konsumsi domestik tetap menjadi tulang punggung, didukung oleh daya beli masyarakat yang relatif stabil. Holding yang mampu mengintegrasikan portofolio tradisional seperti batu bara dan kelapa sawit dengan sektor baru berbasis keberlanjutan akan memiliki posisi kompetitif yang lebih kuat dalam menghadapi perubahan paradigma investasi global. Selain prospek sektor dan posisi strategis di pasar modal, keunggulan utama dari struktur holding company adalah fleksibilitas dalam pengelolaan portofolio. Holding mampu melakukan konsolidasi keuangan, sehingga laporan keuangan grup lebih transparan dan efisien untuk kepentingan regulator maupun investor. Dari sisi operasional, holding dapat mengoptimalkan alokasi modal antar entitas anak, memanfaatkan sinergi bisnis, serta menekan biaya melalui Shared services (misalnya fungsi keuangan, SDM, dan teknologi). Keunggulan lainnya adalah kemampuan holding untuk melakukan restrukturisasi portofolio secara cepat, baik melalui akuisisi maupun divestasi, sehingga lebih adaptif terhadap dinamika pasar. Holding juga memberikan nilai tambah bagi investor karena menawarkan diversifikasi risiko yang lebih luas dibandingkan investasi pada satu entitas tunggal. Dengan kepemilikan lintas sektor, holding dapat menyeimbangkan fluktuasi kinerja dari masing-masing entitas anak. Hal ini menjadikan holding sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, sekaligus memberikan peluang pertumbuhan dari sektor-sektor baru yang sedang berkembang. Rencana perubahan kegiatan usaha FITT berupa aktifitas perusahaan holding tentunya tidak terlepas dari kompetitor. Berdasarkan informasi dari manajemen FITT untuk saat ini perusahaan sejenis di Indonesia yang dapat dijadikan referensi secara umum bergerak di industri yang sama dan memiliki kegiatan usaha yang sebanding dengan FITT berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha sebagai perusahaan investasi tercatat di bursa sebagai berikut: PT Hotel Fitra International Tbk S1
Page 55 OCR 0.929
tt TC EN Ed Pt A 3 DK AO Kk A4 KJPP Edi Andesta dan Rekan No Nama Perusahaan 1. | PT. Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) 2. | PT. Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) 3. | PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) 4. | PT. MNC Kapital Indonesia Tbk. (BCAP) —— 5 6 PT. Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET) PT. MNC Asia Holding Tbk (BHIT) 7. | PT. Chamnic Capital Tbk. (NICK) Sumber: Bursa Efek Indonesia FITT berencana melakukan investasi pada perusahaan yang menawarkan peluang atau potensi untuk menciptakan nilai tambah. Sektor industri yang saat ini memiliki potensi bertumbuh sejalan dengan pembangunan perekonomian Indonesi yaitu sektor jasa pertambangan khususnya komoditas nikel, yang juga memiliki aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya. Investasi tersebut diproyeksikan akan mencatatkan laba bersih tahun 2030 sebesar Rp29,94 miliar (Proyeksi). Hal tersebut menjadi potensi penambahan nilai pasar bagi FITT. Dengan analisis pasar tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Perubahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan pasar adalah layak. 4.2 Analisis Kelayakan Aspek Teknis FITT sebagai perusahaan holding memiliki kapasitas yang memadai dalam mendukung kegiatan usaha entitas anak di bidang real estate. Saat ini FITT memiliki kepemilikan saham langsung pada BMP dan FAW, dimana BMP sudah beroperasi secara komersial bergerak dalam industri penyedian perhotelan sehingga FITT dapat dianggap perusahaan induk yang berpengalaman. Kapasitas tersebut tercermin diantaranya dari pengalaman manajemen lebih dari 8 tahun dalam industri. Selain itu, Perseroan memberikan dukungan finansial untuk kelancaran naktivitas pengembangan proyek yan dijalankan oleh entitas anak. Perseroan juga memastikan bahwa entitas anak memiliki sumber daya manusia, perizinan, dan infrastruktur yang lengkap untuk melaksanakan kegiatan usaha secara berkesinambungan. Dengan kombinasi pengalaman, dukungan finansial, dan sistem pengelolaan yang terstruktur, Perseroan memiliki kapasitas yang memadai nuntuk mendukung keberhasilan pengembangan proyek-proyek real estate melalui entitas anaknya. Perubahan kegiatan usaha dengan aktivitas holding belum mengalokasikan tenaga ahli dengan pertimbangan bahwa FITT akan mengoptimalkan tenaga kerja yang telah ada untuk memenuhi kebutuhan manajemen dan sumber daya manusianya. Hingga Desember 2025, Perseroan memiliki 5 karyawan di tingkat holding yang berfokus pada fungsi strategis PT Hotel Fitra International Tbk
Page 56 OCR 0.958
KJPP Edi Andesta dan Rekan pengelolaan investasi serta koordinasi. Sedangkan pada entitas anak yaitu BMP sudah terdapat karyawan untuk menjalankan kegiatan operasionalnya yang berfokus pada pelayanan perhotelan. Dengan komposisi tersebut, kebutuhan manajemen dan sumber daya manusia saat ini dinilai memadai untuk mendukung aktivitas Perseroan. Dengan analisis teknis tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Perubahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan teknis adalah layak. 43 Analisis Kelayakan Aspek Pola Bisnis FITT dalam upaya menjalankan kegiatan usaha aktivitas perusahaan holding memiliki keunggulan kompetitif dan terus mengembangkan keunggulan kompetitifnya dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh FITT. Sumber daya manusia yang kompeten dibidangnya merupakan salah satu kunci keberhasilan untuk mencapai tujuan perusahaan. Manajemen dalam menjalankan usahanya memiliki track record sebagai perusahaan induk dengan kepemilikan saham langsung pada BMP dan FAW sehingga FITT dapat dianggap perusahaan investasi yang berpengalaman. Selain itu, aktifitas perusahaan holding juga akan didukung dengan rencana melakukan investasi pada perusahaan sektor lainnya dengan mempertimbangkan potensi pasar guna meningkatkan daya saing FITT. Jumlah pesaing bisnis yang memiliki karakter bisnis yang sama dengan FITT jumlahnya banyak, karena sudah banyak perusahaan aktivitas holding di Indonesia. Kemungkinan persaingan dengan bidang usaha perusahaan investasi atau perusahaan holding cukup besar dimana perusahaan lain dapat melakukan investasi pada perusahaan lain yang diperkirakan memiliki potensi pasar yang baik. Kegiatan usaha ini tidak menghasilkan produk sehingga pesaing yang memiliki dana investasi dapat melakukan penyertaan saham dan menjadi perusahaan induk. Hal tersebut membuat pesiangan menjadi kompetitif. Upaya untuk tetap bertahan ditengah persaingan yang kompetitif dilakukan oleh FITT dan entitas anak dengan penerapan strategi layanan terbaik untuk konsumen dan memitigasi risiko sebelum menentukan investasi yang akan dilakukan oleh FITT. Kemampuan menciptakan nilai dengan posisi FITT sebagai perusahaan induk yang memiliki fokus dalam mengelola investasi dan mendukung usaha entitas anak dapat melalui aspek pengembangan kegiatan usaha entitas anak, diversifikasi sumber pendapatan dan peningkatan kinerja keuangan. Dengan analisis pola bisnis tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Perubahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan pola bisnis adalah layak. PT Hotel Fitra International Tbk
Page 57 OCR 0.924
n # 5: CC DS WN Yuan YunK AP PRANFKNSA KJPP Edi Andesta dan Rekan 44 Analisis Kelayakan Aspek Model Manajemen Untuk perubahan kegiatan usaha sebagai aktifitas perusahaan holding, maka terkait kebutuhan tenaga kerja berdasarkan evaluasi dengan manajemen FITT disampaikan bahwa FITT memiliki track record sebagai perusahaan induk dengan kepemilikan saham langsung pada BMP dan FAW sehingga FITT dapat dianggap perusahaan investasi yang berpengalaman. Pada periode 30 September 2025, Perseroan memiliki 5 karyawan di tingkat holding yang berfokus pada fungsi strategis pengelolaan investasi serta koordinasi. Sehubungan dengan rencana perubahan kegiatan usaha, Perseroan akan mengoptimalkan tenaga kerja yang telah ada untuk memenuhi kebutuhan manajemen dan sumber daya manusianya. Perseroan memiliki manajemen risiko yang terukur dengan melakukan pemetaan risiko dan kendali atas setiap risiko serta upaya dalam melakukan eliminasi risiko untuk industri terkait FITT. Kebijakan dan praktik manajemen risiko FITT diantaranya Risiko Ekonomi, Sosial Politik, Risiko Ketergantungan pada Kegiatan Usaha dan Pendapatan Perusahaan Anak, Risiko Kepatuhan dan Regulasi, Risiko Sumber Daya Manusia dan Risiko Investasi dan Pengembangan Usaha. Dengan analisis model manajemen tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Perubahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan model manajemen adalah layak. 4.5 Analisis Kelayakan Aspek Keuangan Dengan menggunakan asumsi proyeksi keuangan jangka panjang yang telah dilakukan evaluasi dan penyesuaian, menunjukkan bahwa rencana transaksi diperoleh gambaran variabel yang positif antara lain: a. Internal Rate of Return (IRR) » Tingkat Diskonto IRR yang dihasilkan adalah sebesar 40,05”6 yang berarti di atas tingkat discount rate yang sebesar 8,1874. b. Net Present Value (NPV) 2 0 NPV yang dihasilkan menunjukkan angka yang positif yaitu sebesar Rp234.429.377.801. c. Profitability Index (PI) »1 PI yang diperoleh adalah sebesar 3,45 yang berarti lebih besar dari 1. d. Payback Period (PP) PP yang dihasilkan sebesar 5,10 yang berarti diperoleh dalam waktu 5 tahun 1 bulan. Berdasarkan hasil parameter kelayakan investasi maka Rencana Transaksi adalah "Layak" dikarenakan seluruh parameter Kelayakan Keuangan di atas menunjukan hasil yang lebih baik saat transaksi dilakukan. PT Hotel Fitra International Tbk
Page 58 OCR 0.922
4.6 47 CG Fl DB Tn ta A PP RAY/SA L KJPP Edi Andesta dan Rekan Kesimpulan Studi Kelayakan Bisnis Berdasarkan analisis aspek kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis, kelayakan model manajemen, dan kelayakan keuangan dapat disimpulkan bahwa perubahan kegiatan usaha Aktifitas Perusahaan Holding (KBLI 64200) dan Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (KBLI 70209) adalah Layak. Distribusi Laporan Studi Kelayakan Bisnis Studi Kelayakan Bisnis ini disusun berdasarkan kondisi ekonomi dan peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Studi Kelayakan Bisnis Kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Studi Kelayakan Bisnis ini. Studi Kelayakan Bisnis ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dari KJPP Andesta. Kami menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Kami tidak mempunyai kepentingan, baik secara langsung maupun tidak langsung atas opini Pendapat Studi Kelayakan Bisnis yang telah Kami laksanakan, dan Studi Kelayakan Bisnis ini telah dilaksanakan sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia dan Kode Etik Penilai Indonesia yang berlaku. Hormat Kami, KJPP Edi Andesta dan-Rek Pimpinan Rekan MAPPI 94-5-9411 Klasifikasi: Penilai Properti dan Bisnis Register RMK-2017.00091 Izin Penilai Publik PB-1.09.00095 Registrasi OJK-Pasar Modal No. STTD.PPB-01/PJ-1/PM.02/2023 Registrasi OJK-IKNB No. 114/NB.122/STTD-P/2016 Lisensi BPN No : 340/SK-600.PT.01.01/V11/2019 PT Hotel Fitra International Tbk
Page 59 OCR 0.956
KJPP Edi Andesta dan Rekan Pernyataan Penilai Dalam batas kemampuan dan keyakinan sebagai Penilai, Kami yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan bahwa : 1. 10. Penilai : Ir. Edi Andesta, MAPPI (Cert) Penanggung Jawab MAPPI 94-S-0411 Register : RMK-2017.00091 Ahmad Firdaus S.Pd Pengendali Mutu MAPPI 04-T-01814 Register : RMK-2017.00718 Igro Haikal Sulaiman SE Penilai Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan didalamnya adalah benar sesuai dengan fakta dan pemahaman terbaik Penilai. Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat pembatas yang mempengaruhi analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan ini. Laporan ini telah disusun sesuai dengan ketentuan-ketentuan didalam Peraturan No. 35/POJK.04/2020, Standar Penilai Indonesia (SPI), dan Kode Etik Penilai (KEPI). tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Usaha di Pasar Modal serta tunduk pada ketentuan-ketentuan yang berlaku. Kami sebagai Penilai tidak mempunyai kepentingan baik secara langsung maupun tidak secara langsung terhadap objek Studi Kelayakan Bisnis. Penugasan penilaian professional telah dilakukan terhadap objek Studi Kelayakan Bisnis pada tanggal Studi Kelayakan Bisnis (cut off date). Analisis telah dilakukan untuk maksud dan tujuan sebagaimana telah diungkap dalam laporan Studi Kelayakan Bisnis. Opini Studi Kelayakan Bisnis yang dihasilkan dalam penugasan Studi Kelayakan Bisnis professional telah disajikan sebagai kesimpulan akhir Lingkup penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan dalam laporan Studi Kelayakan Bisnis. Kesimpulan Studi Kelayakan Bisnis telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas. Data ekonomi dan industri dalam laporan Studi Kelayakan Bisnis diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini oleh Penilai dan dapat dipertanggungjawabkan Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan Studi Kelayakan Bisnis, telah menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan laporan Studi Kelayakan Bisnis. MAPPI 11-T-03175 Register : RMK-2017.00719 PT Hotel Fitra International Tbk
Page 60 OCR 0.939
H £ S. CE MR Tek AG Aa PF? MATA £ KJPP Edi Andesta dan Rekan Asumsi dan Syarat Pembatas Studi Kelayakan Bisnis ini berdasarkan atas asumsi-asumsi dan syarat-syarat pembatasan sebagai berikut: 1. Bahwa semua pernyataan dan keterangan yang tercantum dalam laporan ini adalah benar dan sesuai dengan pengetahuan serta itikad baik dari Penilai. 2. Bahwa dengan dilandasi itikad baik, semua dokumen yang diberikan atau diperlihatkan oleh Pemberi Tugas dan pihak ketiga kepada Kami dalam rangka Studi Kelayakan Bisnis ini adalah sah, benar, lengkap dan sesuai dengan kenyataan sebenarnya dan bahwa dokumen-dokumen yang diberikan kepada Kami dalam bentuk foto copy, turunan dan/atau salinan adalah sesuai dengan aslinya dan dokumen tersebut adalah sah, benar, lengkap serta sesuai dengan kenyataan sebenarnya dan Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses Studi Kelayakan Bisnis. 3. Data ekonomi dan industri dalam laporan Studi Kelayakan Bisnis, diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini oleh Penilai dan dapat dipertanggungjawabkan. 4. Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). 5. Kami bertanggungjawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan Bisnis dan kewajaran proyeksi keuangan. Kami bertanggungjawab atas laporan Studi Kelayakan Bisnis dan kesimpulan nilai akhir. 7. Laporan Studi Kelayakan ini bersifat terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan. 8. Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek Studi Kelayakan Bisnis dari Pemberi Tugas 9. Kecuali dinyatakan secara tegas didalam penugasan Studi Kelayakan Bisnis ini, tidak dapat diasumsikan bahwa Kami berkewajiban dan telah melakukan pemeriksaan legalitas atas bisnis objek Studi Kelayakan Bisnis. 10. Bukan merupakan tanggung jawab Kami atas segala tuntutan dan kewajiban yang berkaitan dengan penggunaan laporan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan dari laporan ini. 11. Dalam Penugasan ini, Pemberi tugas telah mempelajari, mengetahui dan menyadari sepenuhnya mengenai keberadaan KJPP Andesta. 12. Baik KJPP Andesta, maupun para penilai dan karyawan lainnya, sama sekali tidak mempunyai kepentingan finansial terhadap objek Studi Kelayakan Bisnis. 13. Kecuali dinyatakan lain, Nilai dicantumkan dalam mata uang Rupiah, demikian juga analisis dan perhitungan yang digunakan sebagai dasar penilaian berdasarkan mata uang Rupiah. 14. Baik KJPP Andesta, maupun para Penilai dan karyawannya, oleh karena Studi Kelayakan Bisnis ini tidaklah diwajibkan memberikan kesaksian atau kehadirannya dalam pengadilan/Dewan Arbitrasi atau instansi Pemerintah lainnya, kecuali ada perjanjian sebelumnya. 15. Laporan ini dianggap sah apabila tertera cap (sea!) dan tanda tangan Pimpinan Rekan. PT Hotel Fitra International Tbk HI
Names mentioned 95 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.1 ×22
unresolved
org
KJPP Edi Andesta
p.1 ×63
unresolved
org
A PP RAISA Lu KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.2
unresolved
org
AA TP RATSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.3
unresolved
org
APP RAISA LL KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.4
unresolved
person
KH. Abdul Halim
p.4 ×5
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Edi Andesta dan Rekan
p.4
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Edi Andesta
p.4
unresolved
org
KJPP Andesta
p.4 ×12
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.4 ×2
unresolved
org
TT TES APP RAYSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.5
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.5 ×2
unresolved
org
Kementerian
p.5 ×2
unresolved
org
PT. Bumi Majalengka Permai
p.6 ×2
unresolved
org
PT. Fitra Amanah Wisata
p.6 ×2
unresolved
org
Hu ANA PP RWISAL KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.7
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.8
unresolved
org
TUruK A PP RASA KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.9
unresolved
—
Tanggung Jawab Kepada Pihak Selain Pemberi Tug
· Penilai
p.10
unresolved
org
AU APP RAISA L KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.11
unresolved
org
TENTIE IE A PPRAYTSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.12
unresolved
org
Dra Suhartati & Rekan
p.12 ×4
unresolved
person
Dra Suhartati
p.12 ×8
unresolved
org
Syafruddin dan Rekan
p.12 ×2
unresolved
person
Guo Jingjing
p.12
unresolved
org
Bank Indonesia
p.12 ×9
unresolved
org
AA PO KVA Lu KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.13
unresolved
org
NP MASA L KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.14
unresolved
org
PRANSA KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.15
unresolved
org
PT Jinlong Resources Invesment
p.15
unresolved
org
Sukino PT Hotel Fitra International Tbk
p.15
unresolved
org
PT Hotel Fitra Syariah
p.16
unresolved
person
Muhammad Hanafi
· Notaris
p.16
unresolved
org
PT. Hotel Fitra Internasional
p.16 ×21
unresolved
person
B. Andy Widyanto
· Notaris
p.16
unresolved
person
Rudy Siswanto
· Notaris
p.16 ×23
unresolved
org
Hotel Fitra Intemasional Tbk
p.16 ×2
unresolved
org
A PP RASA Lt KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.17
unresolved
person
Dr. Erny Kencanawati S.H.
· Notaris
p.17 ×20
unresolved
org
Menteri Investasi
p.18
unresolved
org
Koordinasi Penanaman Modal
p.18
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Majalengka.
p.18
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Dra. Suhartati dan Rekan
p.18
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Dra. Suhartati
p.18
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Liasta
p.18
unresolved
org
SN TE AP PRAISAL KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.19
unresolved
org
ANA TRANS A L KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.20
unresolved
org
A PP RAISA Ik KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.21
unresolved
org
A PP RAISA KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.22
unresolved
org
AC PRABA KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.23
unresolved
org
Toe Pe A PPRAI-SAL KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.24
unresolved
org
FEN Teu APP RAYSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.25
unresolved
org
Pusat Statistik Pertumbuhan
p.27
unresolved
org
M TIPIS A PPRArSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.28
unresolved
org
IA APP RAISA L KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.30
unresolved
org
Pusat Statistik Nilai Tukar Rupiah Nilai
p.30
unresolved
org
A PP RASA L KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.32
unresolved
org
APP RAINSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.33
unresolved
org
SAL KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.34 ×2
unresolved
org
TPT. Sinar Mas Multiartha Tbk
p.36
unresolved
org
TI A PP RAMSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.38
unresolved
org
A PP RMATSA LL KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.39
unresolved
org
Ad KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.43
unresolved
org
PT Venturi Tambang Perkasa
p.43
unresolved
org
Ora A PP KAT KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.45
unresolved
org
A PP RAISA L KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.46
unresolved
org
APP RAISA KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.47
unresolved
org
PK AIA Le KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.48
unresolved
org
AP PRATISAL KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.50
unresolved
org
FFI A PRA NSA KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.51
unresolved
org
AP PRANSA KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.52
unresolved
org
A PP RAISA Lt KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.53
unresolved
org
Chamnic Capital Tbk.
p.55 ×2
unresolved
org
Yuan YunK AP PRANFKNSA KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.57
unresolved
org
SA L KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.58
unresolved
—
KEPI
· Penilai
p.59
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
32 ms
13 Sep 2026 14:31
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}