Back to announcement
20240430_BSIM_Laporan Informasi dan Fakta Material_31632548_lamp2.pdf
Financial statement Text extracted BSIMSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 116
Page 1
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian dan Catatan atas Laporan Keuangan Pada Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
Page 2
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Daftar Isi
Halaman
Surat Pernyataan Direksi tentang Tanggung Jawab atas Laporan Keuangan
Konsolidasian PT Bank Sinarmas Tbk dan Entitas Anak yang Berakhir pada Tanggal 31
Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-
periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak
Diaudit).
Laporan Keuangan Konsolidasian – Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember
2023 serta untuk periode-periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024
dan 2023.
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1
Laporan Laba Rugi Komprehensif Lain Konsolidasian 3
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4
Laporan Arus Kas Konsolidasian 5
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 7 - 107
Informasi Tambahan I.1 - I.6
Page 3
Page 4
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Maret 2024 31 Desember 2023
ASET
Kas 613.960 388.102
Giro pada Bank Indonesia 4 5.714.999 6.022.812
Giro pada bank lain - pihak ketiga 5 1.839.503 2.656.867
Cadangan kerugian penurunan nilai (613) (932)
Jumlah - bersih 1.838.890 2.655.935
Penempatan pada bank lain dan 6
Bank Indonesia 5.079.177 6.263.389
Cadangan kerugian penurunan nilai (4) (12)
Jumlah - bersih 5.079.173 6.263.377
Efek-efek 7
Pihak berelasi 1.031.517 1.140.803
Pihak ketiga 18.950.385 16.991.268
Jumlah 19.981.902 18.132.071
Cadangan kerugian penurunan nilai (300) (269)
Jumlah - bersih 19.981.602 18.131.802
Kredit yang diberikan dan piutang/ 8
pembiayaan syariah
Pihak berelasi 103.318 211.039
Pihak ketiga 16.602.792 16.660.407
Jumlah 16.706.110 16.871.446
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.593.563) (1.686.246)
Jumlah - bersih 15.112.547 15.185.200
Tagihan akseptasi 9
Pihak ketiga 77.581 79.864
Cadangan kerugian penurunan nilai (2.093) (1.560)
Jumlah - bersih 75.488 78.304
Pendapatan yang masih akan diterima 10 263.463 326.751
Biaya dibayar dimuka 11 934.202 921.948
Aset tetap dan aset hak guna - setelah 12
dikurangi akumulasi penyusutan sebesar
Rp1.692.029 dan Rp1.631.508
masing-masing pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 1.581.238 1.606.075
Aset Ijarah - setelah dikurangi 14
akumulasi penyusutan sebesar Rp129.196
dan Rp119.251 masing-masing pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 276.634 384.218
Aset pajak tangguhan - bersih 214.568 214.568
Aset lain-lain - bersih 15 534.590 455.904
JUMLAH ASET 52.221.354 52.634.996
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
-1-
Page 5
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Maret 2024 31 Desember 2023
LIABILITAS, DANA SYIRKAH TEMPORER
DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas segera 16 381.191 165.101
Simpanan 17
Pihak berelasi 4.821.881 5.918.217
Pihak ketiga 28.614.959 29.224.368
Jumlah 33.436.840 35.142.585
Simpanan dari bank lain 18
Pihak ketiga 595.281 327.445
Efek yang dijual dengan janji beli kembali
- pihak ketiga 19 1.307.297 1.051.717
Utang pajak 20 58.376 52.572
Liabilitas akseptasi 9 77.604 79.880
Beban yang masih harus dibayar 21 40.478 43.816
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 44.237 35.426
Obligasi subordinasi - bersih 23 496.759 496.512
Liabilitas lain-lain 22 450.707 393.854
Jumlah Liabilitas 36.888.770 37.788.908
Dana Syirkah Temporer 24
Simpanan
Pihak berelasi 298.931 899.014
Pihak ketiga 6.640.737 6.104.537
Jumlah 6.939.668 7.003.551
Simpanan dari bank lain
Pihak ketiga 4.307 15.769
Jumlah Dana Syirkah Temporer 6.943.975 7.019.320
Ekuitas
Modal saham - nilai nominal Rp 100
(dalam Rupiah penuh) per saham
Modal dasar - 60.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor -
19.716.162.403 saham masing-masing
pada tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023 26 1.971.616 1.971.616
Tambahan modal disetor - bersih 26 3.552.194 3.552.194
Komponen ekuitas lainnya 7,12 565.084 588.242
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya 39 9.500 9.500
Tidak ditentukan penggunaannya 1.783.078 1.705.216
Jumlah 7.881.472 7.826.768
Kepentingan non pengendali 25 507.137 -
Jumlah Ekuitas 8.388.609 7.826.768
JUMLAH LIABILITAS, DANA SYIRKAH TEMPORER
DAN EKUITAS 52.221.354 52.634.996
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
-2-
Page 6
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk Periode-periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Maret 2024 31 Maret 2023
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan bunga 28 739.200 674.136
Pendapatan syariah 28 210.314 162.081
Beban bunga 29 (200.909) (137.822)
Beban syariah 29 (84.512) (53.978)
Pendapatan Bunga - Bersih 664.093 644.417
Pendapatan Operasional Lainnya
Provisi dan komisi selain dari kredit 125.547 108.052
Keuntungan dari kenaikan nilai wajar efek-efek
yang diukur melalui laba rugi - bersih 28.266 18.619
Keuntungan kurs mata uang asing - bersih 27.369 -
Keuntungan dari penjualan efek-efek yang diukur
melalui laba rugi - bersih - 122
Penerimaan kembali kredit yang dihapusbuku 53.389 20.448
Lain-lain 32 4.431 5.307
Jumlah Pendapatan Operasional 903.095 796.965
Beban Operasional Lainnya
Umum dan administrasi 30 291.760 279.290
Tenaga kerja 31 344.867 241.139
Kerugian penurunan nilai aset keuangan 71.254 79.917
Penyusutan aset tetap dan aset hak guna 12 63.572 60.734
Biaya komisi 8.927 8.315
Kerugian dari penjualan efek-efek yang diukur
melalui laba rugi - bersih 41 -
Kerugian kurs mata uang asing - bersih - 3.636
Lain-lain 33 3.428 35.341
Jumlah Beban Operasional 783.849 708.372
LABA SEBELUM PAJAK 119.246 88.593
BEBAN PAJAK
Kini 24.248 16.833
LABA BERSIH 94.998 71.760
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi - bersih
Laba yang belum direalisasi atas kenaikan
nilai wajar dari efek-efek yang diukur melalui
penghasilan komprehensif lain 7 (23.158) 89.561
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi -
bersih setelah dampak pajak tangguhan
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti 3.134 -
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN (20.024) 89.561
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF 74.974 161.321
LABA YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk 74.728 71.760
Kepentingan non-pengendali 20.270 -
94.998 71.760
TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk 54.704 161.321
Kepentingan non-pengendali 20.270 -
74.974 161.321
LABA BERSIH PER SAHAM (dalam Rupiah penuh) 34
Dasar 4,82 3,64
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
-3-
Page 7
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian
Untuk Periode-periode Tiga Bulan yang Berakhir pada 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Komponen Ekuitas Lainnya
Laba (Rugi) yang
Belum Direalisasi
atas Kenaikan
(Penurunan) Nilai Surplus Saldo Laba
Tambahan Modal Wajar Efek Tersedia Revaluasi Ditentukan Tidak Ditentukan Kepentingan
Catatan Modal Saham Disetor - Bersih untuk Dijual Aset Tetap Penggunaannya Penggunaannya Non-Pengendali Jumlah Ekuitas
Saldo pada tanggal 1 Januari 2023 1.971.616 3.552.194 (275.115) 393.743 9.000 1.633.570 - 7.285.008
Laba tahun berjalan - - - - - 71.760 - 71.760
Penghasilan (rugi) komprehensif lain
Rugi yang belum direalisasi atas
kenaikan nilai wajar aset keuangan
tersedia untuk dijual - - 89.561 - - - - 89.561
Saldo pada tanggal 31 Maret 2023 1.971.616 3.552.194 (185.554) 393.743 9.000 1.705.330 - 7.446.329
Saldo pada tanggal 1 Januari 2024 1.971.616 3.552.194 108.124 480.118 9.500 1.705.216 - 7.826.768
Laba tahun berjalan - - - - - 74.728 20.270 94.998
Penghasilan (rugi) komprehensif lain
Rugi yang belum direalisasi atas
kenaikan nilai wajar aset keuangan
tersedia untuk dijual - - (23.158) - - - - (23.158)
Pengukuran kembali liabilitas imbalan
kerja jangka panjang - - - - - 3.134 - 3.134
Ekuitas pada penyesuaian penjabaran
pada entitas anak - - - - - - 486.867 486.867
Saldo pada tanggal 31 Maret 2024 1.971.616 3.552.194 84.966 480.118 9.500 1.783.078 507.137 8.388.609
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
-4-
Page 8
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Laporan Arus Kas Konsolidasian
Untuk Periode-periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Maret 2024 31 Maret 2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Pendapatan bunga 10,28 807.218 728.495
Pendapatan syariah 10,28 333.294 179.341
Pendapatan operasional lainnya 32 129.758 113.271
Beban bunga 21,29 (203.947) (136.882)
Beban syariah 21,29 (84.565) (52.531)
Keuntungan (kerugian) selisih kurs
mata uang asing - bersih (93.153) 106.487
Pembayaran pajak penghasilan badan (24.248) (20.576)
Beban umum dan administrasi 30 (279.815) (296.955)
Beban tenaga kerja 31 (344.867) (241.139)
Beban operasional lainnya 33 (12.355) (43.527)
Arus kas operasional sebelum perubahan
aset dan liabilitas operasi 227.320 335.984
Penurunan (kenaikan) aset operasi:
Efek-efek 7 (1.844.723) (619.790)
Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali - (428.473)
Kredit yang diberikan 8 (1.879.846) (146.826)
Pembiayaan syariah 8 1.934.856 630.616
Pembayaran tagihan akseptasi 9 2.283 (35.772)
Biaya dibayar dimuka 11 (12.254) 73.490
Aset ijarah 14 (20.126) (18.324)
Aset lain-lain 15 (96.730) 56.819
Kenaikan (penurunan) liabilitas operasi:
Liabilitas segera 16 216.090 14.610
Simpanan 17 (1.705.745) 868.945
Simpanan dari bank lain 18 267.836 5.977
Utang pajak 20 5.804 (6.065)
Efek yang dijual dengan janji beli kembali 255.580 -
Penerimaan tagihan akseptasi 9 (2.276) 35.758
Liabilitas lain-lain 22 65.475 15.257
Kenaikan (penurunan) dana syirkah
temporer operasi:
Simpanan 24 (63.883) (842.153)
Simpanan dari bank lain 24 (11.462) (199.468)
Kas Bersih Digunakan untuk
Aktivitas Operasi (2.661.801) (259.415)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Hasil penjualan aset tetap 12 179 243
Perolehan aset tetap 12 (20.691) (40.509)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (20.512) (40.266)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan dari penyertaan kepemilikan
dari non-pengendali 486.867 -
Pembayaran liabilitas sewa 22 (15.064) (33.770)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan 471.803 (33.770)
PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (2.210.510) (333.451)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 15.331.170 11.042.096
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing 126.979 (124.380)
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 13.247.639 10.584.265
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
-5-
Page 9
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Laporan Arus Kas Konsolidasian
Untuk Periode-periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Maret 2024 31 Maret 2023
PENGUNGKAPAN TAMBAHAN
Kas dan Setara Kas terdiri dari:
Kas 613.960 430.691
Giro pada Bank Indonesia 4 5.714.999 3.616.979
Giro pada bank lain 5 1.839.503 1.238.655
Penempatan pada bank lain dan
Bank Indonesia - jangka waktu jatuh
tempo tiga bulan atau kurang sejak
tanggal perolehan 6 5.079.177 5.297.940
Jumlah Kas dan Setara Kas 13.247.639 10.584.265
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
-6-
Page 10
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
1. Umum
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Bank Sinarmas Tbk (“Perusahaan”) didirikan pada tahun 1989 dengan nama PT Bank
Shinta Indonesia, berdasarkan Akta No. 52 tanggal 18 Agustus 1989 dari Buniarti Tjandra,
S.H., notaris di Jakarta, dan telah diubah dengan Akta No. 91 tanggal 15 September 1989
dari notaris yang sama. Akta pendirian ini telah mendapat pengesahan dari Menteri
Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. C2-9142.HT.01.01-TH.89
tanggal 27 September 1989 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 49
tanggal 21 Juni 2005, Tambahan No. 6448.
Pada tanggal 26 Januari 2007, Perusahaan berganti nama menjadi PT Bank Sinarmas.
Perubahan nama tersebut telah disetujui melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
Perusahaan yang didokumentasikan dalam Akta No. 1 tanggal 21 November 2006 dari
Triphosa Lily Ekadewi, S.H., notaris di Jakarta. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah
memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan Surat Keputusannya No. W7-03960 HT.01.04-TH.2006 tanggal 20 Desember 2006.
Perubahan nama tersebut juga telah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia berdasarkan
Keputusan Gubernur Bank Indonesia No.9/4/KEP.GBI/2007 tanggal 22 Januari 2007 tentang
Perubahan Izin Usaha Atas Nama PT Bank Shinta Indonesia menjadi Izin Usaha Atas Nama
PT Bank Sinarmas.
Selanjutnya, berdasarkan Akta No. 1 tanggal 8 Oktober 2009 dari Endang Saritomo Utari,
S.H., notaris di Jakarta, terdapat perubahan Anggaran Dasar dalam rangka melaksanakan
kegiatan usaha berdasarkan prinsip perbankan syariah dan perpanjangan masa jabatan
direksi dan komisaris. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.10-22484. Tahun 2009
tanggal 11 Desember 2009.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 6 April 2010 yang didokumentasikan
dalam Akta No. 31 tanggal 6 April 2010 dari Sutjipto, S.H., Mkn, notaris di Jakarta, pemegang
saham menyetujui pemecahan nilai nominal saham Perusahaan dari Rp500.000 (dalam
Rupiah penuh) per saham menjadi Rp100 (dalam Rupiah penuh) per saham dan perubahan
status Perusahaan menjadi Perusahaan Terbuka (Tbk) dengan nama PT Bank Sinarmas Tbk.
Perubahan tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-22745.AH.01.02 Tahun 2010
tanggal 4 Mei 2010 serta telah dilaporkan kepada Bank Indonesia melalui surat
No. SKL.121/2010/PRESDIR-CorpSec tanggal 7 Mei 2010.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, dimana perubahan
terakhir dilakukan dengan Akta No. 134 tanggal 27 Juni 2023, yang dibuat di hadapan Notaris
Aulia Taufani, S.H. Perubahan tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0134921 tanggal 4
Juli 2023.
Kantor pusat Perusahaan beralamat di Sinarmas Land Plaza, Menara I, Jln. M.H. Thamrin
No. 51, Jakarta. Perusahaan memiliki 1 kantor cabang utama, 67 kantor cabang, 63 kantor
fungsional operasional, 10 kantor fungsional Usaha Mikro dan Kecil (UMK), 191 kantor
cabang pembantu, dan 3 mobil kas keliling yang semuanya berlokasi di Indonesia.
-7-
Page 11
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
PT Sinar Mas Multiartha (SMMA) Tbk, merupakan entitas induk Perusahaan yang didirikan di
Indonesia.
Pemegang saham akhir (ultimate shareholder) Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023 adalah PT Sinarmas Cakrawala.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar, maksud dan tujuan didirikannya Perusahaan adalah
untuk menjalankan usaha di bidang perbankan.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 16 Februari 1990, sesuai
dengan izin usaha yang diberikan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. 156/KMK.013/1990 tanggal 16 Februari 1990. Sesuai dengan Surat
Keputusan Bank Indonesia No. 27/156/KEP/DIR tanggal 22 Maret 1995, Perusahaan
memperoleh peningkatan status menjadi Bank Devisa.
Perusahaan memperoleh izin usaha perbankan berdasarkan prinsip syariah berdasarkan
surat keputusan Deputi Gubernur Bank Indonesia No. 11/13/KEP.DpG/2009 tanggal
27 Oktober 2009.
Pada tanggal 30 Januari 2012, Perusahaan memperoleh Surat Keputusan
No. KEP21/BL/2012 dari Ketua badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
mengenai persetujuan Perusahaan sebagai kustodian di pasar modal.
Perusahaan memperoleh izin sebagai wali amanat dari Otoritas Jasa Keuangan (dahulu
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan) berdasarkan Surat Tanda Terdaftar
Sebagai Wali Amanat No. 01/BL/STTD-WA/2009 tanggal 27 Agustus 2009.
Kedua izin kegiatan tersebut telah diperbarui sesuai surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
nomor S-682/PM.223/ 2022 tanggal 22 Agustus 2022.
Pada tanggal 1 Januari 2024, Pemisahan Unit Usaha Syariah PT Bank Sinarmas Tbk telah
efektif dilakukan. Dengan dipisahkannya Unit Usaha Syariah, maka selanjutnya Perusahaan
tidak lagi melakukan kegiatan usaha syariah, dan telah dilakukan perubahan kegiatan usaha
pada Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan
Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar PT Bank Sinarmas Tbk. No. 3 tanggal 2
Januari 2024 yang dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta yang telah
memperoleh persetujuan sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia No. AHU-0000118.AH.01.02 Tahun 2024 tanggal 2 Januari
2024.
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Pada tanggal 29 November 2010, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) atau sekarang
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat No. S-10683/BL/2010 untuk penawaran umum
perdana atas 1.600 lembar saham Perusahaan dengan nilai nominal Rp100 (dalam Rupiah
penuh) per saham pada harga penawaran Rp150 (dalam Rupiah penuh) per saham dimana
melekat 1.920.000.000 waran Seri I (Catatan 25). Setiap pemegang 5 (lima) saham baru
Perusahaan berhak memperoleh 6 (enam) waran dimana setiap 1 (satu) waran memberikan
hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) saham baru Perusahaan dengan harga
pelaksanaannya sebesar Rp150 (dalam Rupiah penuh), yang dapat dilakukan mulai tanggal
13 Juni 2011 sampai dengan tanggal 13 Desember 2015.
-8-
Page 12
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Penawaran umum perdana saham Perusahaan telah mendapat persetujuan dari Bank
Indonesia melalui surat No. 12/52/DPB3/TPB 3 – 1 tanggal 5 Agustus 2010. Saham-saham
Perusahaan telah tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 13 Desember 2010.
Pada tanggal 15 Juni 2012, Perusahaan memperoleh Pernyataan Efektif dari Ketua Bapepam
dan LK (sekarang OJK) melalui surat No. S-7561/BL/2012 untuk Penawaran Umum Terbatas
I (PUT I) kepada Pemegang Saham dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD)
atas 1.203.186.138 lembar Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp100 (dalam
Rupiah penuh) per saham yang ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp250 (dalam
Rupiah penuh) per saham dimana melekat 2.996.614.532 waran Seri II (Catatan 25). Setiap
pemegang 400 saham lama berhak atas 53 HMETD untuk membeli 53 saham, dimana pada
setiap 53 saham baru melekat 132 Waran Seri II yang diberikan oleh Perusahaan secara
cuma-cuma. Waran Seri II diberikan sebagai insentif kepada pemegang saham untuk
melakukan pembelian saham baru yang bernilai nominal Rp100 (dalam Rupiah penuh) per
saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp250 (dalam Rupiah penuh) per saham yang
dapat dilakukan selama masa laku pelaksanaan yaitu mulai tanggal 11 Januari 2013 sampai
dengan 29 Juni 2017 dimana setiap 1 (satu) Waran Seri II berhak membeli 1 (satu) saham
baru pada harga pelaksanaannya.
Berdasarkan Akta No. 45 tanggal 13 Juni 2014 dari Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., notaris di
Jakarta, tentang Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), dimana
pemegang saham Perusahaan menyetujui untuk menerbitkan 1.312.411.310 lembar saham
pada harga yang akan ditentukan oleh Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris melalui
Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). Pada tanggal
31 Oktober 2014 dan 24 November 2014, Perusahaan melaksanakan PMTHMETD tahap 1
dan 2 masing-masing sebanyak 888.888.888 dan 7.646.526 lembar saham dengan harga
pelaksanaan masing-masing sebesar Rp270 (dalam Rupiah penuh). Jumlah dana yang
diperoleh dari pemegang saham dalam pelaksanaan PMTHMETD adalah sebesar
Rp242.064.
Pada tanggal 27 April 2016, Perusahaan memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa
Keuangan melalui surat No. S-202/D.04/2016 untuk Penawaran Umum Terbatas II (PUT II)
kepada Pemegang Saham dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atas
1.099.490.445 lembar Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp100 (dalam Rupiah
penuh) per saham yang ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp400 (dalam Rupiah penuh)
per saham dimana melekat 4.397.961.780 waran Seri III. Setiap pemegang 13 saham lama
berhak atas 1 HMETD untuk membeli 1 saham baru, dimana pada setiap 1 saham baru
melekat 4 Waran Seri III yang diberikan oleh Perusahaan secara cuma-cuma. Waran Seri III
diberikan sebagai insentif kepada pemegang saham untuk melakukan pembelian saham baru
yang bernilai nominal Rp100 (dalam Rupiah penuh) per saham dengan harga pelaksanaan
sebesar Rp625 (dalam Rupiah penuh) per saham yang dapat dilakukan selama masa laku
pelaksanaan yaitu mulai tanggal 28 November 2016 sampai dengan 12 Mei 2021 dimana
setiap 1 (satu) Waran Seri III berhak membeli 1 (satu) saham baru pada harga
pelaksanaannya.
Saham Perusahaan telah tercatat di Bursa Efek Indonesia yaitu sebanyak 19.517.921.842
saham yang mewakili 98,99% dari saham yang beredar pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31
Desember 2023.
-9-
Page 13
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
c. Penawaran Umum Obligasi Perusahaan
Pada tanggal 29 Juni 2022, Perusahaan memperoleh Pernyataan Efektif dari Kepala
Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui suratnya No.S-
107/D.04/2022 untuk melaksanakan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Subordinasi
Berkelanjutan I Bank Sinarmas dengan jumlah pokok obligasi sebanyak-banyaknya
Rp3.000.000. Pada Tahap I, Perusahaan menerbitkan dengan jumlah pokok sebesar
Rp500.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,5% per tahun dengan jangka waktu 5
tahun.
d. Pemisahan Unit Usaha Syariah
Perusahaan menerima surat dari Otoritas Jasa Keuangan No. SR-1/D.03/2023 tanggal 14
Februari 2023 tentang Persetujuan Prinsip Pendirian PT Bank Nano Syariah (Badan Usaha
Syariah hasil pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Sinarmas Tbk).
Perusahaan menerima surat dari Otoritas Jasa Keuangan No. SR-255/PB.02/2023 tanggal 10
November 2023 tentang Keputusan Perpanjangan Jangka Waktu Pelaksanaan Kegiatan
Usaha PT Bank Nano Syariah.
Pemisahan Unit Usaha Syariah telah efektif tanggal 1 Januari 2024 dengan pendirian Bank
Umum Syariah baru dengan nama PT Bank Nano Syariah.
e. Entitas Anak
Entitas Anak yang dimiliki secara langsung dan tidak langsung oleh Perusahaan pada tanggal
31 Maret 2024 adalah sebagai berikut:
Tahun Persentase
Beroperasi Tempat Kepemilikan
Nama Perusahaan Komersial Bidang Usaha Kedudukan Efektif Jumlah Aset
PT Bank Nano Syariah 2024 Perbankan Syariah Jakarta 51% 8.318.740
PT Bank Nano Syariah
PT Bank Nano Syariah, suatu Perseroan Terbatas bergerak di bidang perbankan dengan
prinsip syariah yang didirikan berdasarkan Hukum Negara Republik Indonesia, berkedudukan
dan berkantor pusat di Jakarta Pusat dan beralamat di Jl. Teuku Cik Ditiro Nomor 29, RT.010,
RW.005, Kelurahan Menteng, Kecamatan Menteng, Kota Administrasi Jakarta Pusat, yang
didirikan berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas PT Bank Nano Syariah Nomor 38
tanggal 14 Juli 2022, yang dibuat dihadapan Aulia Taufani, Sarjana Hukum, Notaris di Kota
Administrasi Jakarta Selatan, yang telah mendapatkan Pengesahan Badan Hukum
berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
Nomor AHU-0070445.AH.01.01.Tahun 2022 tanggal 11 Oktober 2022 dan pelaksanaan
kegiatan usaha Bank Umum Syariah efektif pada tanggal 1 Januari 2024.
- 10 -
Page 14
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Susunan pemegang saham PT Bank Nano Syariah adalah sebagai berikut:
1 Januari 2024
Jumlah Lembar Persentase Jumlah
Saham/ Kepemilikan/ Modal Disetor/
Number of Percentage of Total Paid-up
Pemegang Saham Shares Ownership Capital Stock
% Rp
PT Bank Sinarmas Tbk 5.100.000.000 51,00% 510.000
PT Sinarmas Multiartha Tbk 2.500.000.000 25,00% 250.000
PT Asuransi Sinar Mas 2.400.000.000 24,00% 240.000
Jumlah 10.000.000.000 100% 1.000.000
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 1 tanggal 2 Januari 2024
yang dibuat di hadapan Aulia Taufani, Sarjana Hukum, Notaris di Kota Administrasi Jakarta
Selatan., yang Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan telah diterima dan
dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-AH.01.09-0001074 tanggal 2 Januari 2024.
Susunan anggota Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas Syariah PT Bank Nano
Syariah sebagai berikut:
1 Januari 2024
Dewan Komisaris
Komisaris Utama The Tjun Hau
Komisaris Independen Nana Supriana
Komisaris Independen Horas Parsaulian Pardede
Direksi
Direktur Utama Halim
Direktur Soejanto Soetjijo
Direktur Uzan Tedjamulia
Direktur Hanafi Himawan
Direktur Suyono Wijaya
Dewan Pengawas Syariah
Ketua Ahmadi Sukarno
Anggota Mochammad Bukhori Muslim
f. Karyawan, Direksi dan Dewan Komisaris
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, susunan pengurus Perusahaan adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Tjendrawati Widjaja Tjendrawati Widjaja
Komisaris Independen Sammy Kristamuljana Sammy Kristamuljana
Komisaris Independen Rusmin Rusmin
Direksi
Direktur Utama Frenky Tirtowijoyo Frenky Tirtowijoyo
Direktur Miko Andidjaja Miko Andidjaja
Direktur Ekajaya Ongny Putra Ekajaya Ongny Putra
Direktur Enny Kamal Enny Kamal
Direktur Sendy Sendy
Direktur* - Halim
Direktur* - Hanafi Himawan
Direktur* - Soejanto Soetjijo
Direktur* - Uzan Tedjamulia
*) Pada tanggal 1 Januari 2024, komposisi anggota Direksi PT Bank Sinarmas Tbk
mengalami perubahan sebagai hasil dari efektifnya permisahan Unit Usaha Syariah.
- 11 -
Page 15
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Susunan keanggotaan komite-komite yang dimiliki Perusahaan pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Komite Audit
Ketua Sammy Kristamuljana Sammy Kristamuljana
Anggota Robert A Simanjuntak Robert A Simanjuntak
Reynold M Batubara Reynold M Batubara
Komite Remunerasi dan Nominasi
Ketua Rusmin Rusmin
Anggota Tjendrawati Widjaja Tjendrawati Widjaja
Christina Suryadinata Christina Suryadinata
Komite Pemantau Risiko
Ketua Rusmin Rusmin
Anggota Tjendrawati Widjaja Tjendrawati Widjaja
Robert A Simanjuntak Robert A Simanjuntak
Reynold M Batubara Reynold M Batubara
Dewan Pengawas Syariah
Ketua Ahmadi Bin Sukarno Ahmadi Bin Sukarno
Anggota Moch.Bukhori Muslim Moch.Bukhori Muslim
Kepala Audit Internal Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
adalah Frieda Junia.
Sekretaris Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah Retno Tri
Wulandari.
Personel manajemen kunci Perusahaan terdiri dari Komisaris, Direksi, Group Head, Kepala
Kantor Wilayah, Wakil Kepala Kantor Wilayah, Kepala Divisi, Pimpinan Cabang dan
Koordinator Pimpinan Cabang Pembantu.
Jumlah rata-rata karyawan Perusahaan dan Entitas Anak-nya adalah 5.546 dan 5.477,
masing-masing untuk periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2024 dan tahun yang
berakhir 31 Desember 2023.
g. Penyelesaian Laporan Keuangan
Laporan keuangan PT Bank Sinarmas Tbk untuk periode yang berakhir 31 Maret 2024 telah
diselesaikan dan diotorisasi untuk terbit oleh Direksi Perusahaan pada 30 April 2024. Direksi
Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan tersebut.
2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Material
a. Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan Konsolidasian Grup
Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan dengan menggunakan Standar
Akuntansi Keuangan (SAK) di Indonesia, meliputi pernyataan dan interpretasi yang diterbitkan
oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) dan Dewan
Standar Akuntansi Syariah IAI, dan Peraturan OJK No. VIII.G.7 tentang “Penyajian dan
Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”.
- 12 -
Page 16
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Dasar pengukuran laporan keuangan ini adalah konsep biaya perolehan (historical cost),
kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana diuraikan
dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan keuangan ini disusun
dengan metode akrual, kecuali laporan arus kas.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian
pada tanggal 31 Maret 2024 serta untuk periode yang berakhir pada tanggal tersebut adalah
konsisten dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan
untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2023.
Laporan arus kas disusun menggunakan metode langsung dan arus kas dikelompokkan atas
dasar kegiatan operasi, investasi dan pendanaan. Untuk tujuan penyusunan laporan arus kas,
kas dan setara kas mencakup kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain,
penempatan pada bank lain dan Bank Indonesia dan efek-efek dengan jatuh tempo tiga bulan
atau kurang dan yang tidak dijaminkan serta yang tidak dibatasi pencairannya.
Laporan keuangan Perusahaan untuk Entitas Anak disusun berdasarkan PSAK (Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan) No. 101 (Amandemen 2018) “Penyajian Laporan Keuangan
Syariah”, PSAK No. 102 (Amandemen 2019) “Akuntansi Murabahah”, PSAK No. 105
“Akuntansi Mudharabah”, PSAK No. 106 “Akuntansi Musyarakah”, PSAK No. 107
(Amandemen 2016) “Akuntansi Ijarah”, PSAK No. 110 (Amandemen 2020) “Akuntansi
Sukuk”, Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia (“PAPSI”) dan prinsip-prinsip
akuntansi yang berlaku umum yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia, mencakup pula
pedoman akuntansi dan pelaporan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI) dan Otoritas
Jasa Keuangan (OJK).
Mata uang yang digunakan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan adalah mata
uang Rupiah (Rupiah) yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
b. Prinsip Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Entitas Anak.
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Entitas Anak
yang dikendalikan oleh Perusahaan dan Entitas Anak (Grup). Pengendalian diperoleh apabila
Perusahaan memiliki seluruh hal berikut ini:
Kekuasaan atas investee;
Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan
Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya untuk memengaruhi jumlah imbal
hasil investor.
Pengkonsolidasian Entitas Anak dimulai saat Perusahaan memperoleh pengendalian atas
Entitas Anak dan berakhir pada saat Perusahaan kehilangan pengendalian atas Entitas Anak.
Secara khusus, penghasilan dan beban Entitas Anak yang diakuisisi atau dilepaskan selama
tahun berjalan termasuk dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian sejak tanggal Perusahaan memperoleh pengendalian sampai dengan tanggal
Perusahaan kehilangan pengendalian atas Entitas Anak.
Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban, dan arus kas dalam intra kelompok
usaha terkait dengan transaksi antar entitas dalam Grup dieliminasi secara penuh dalam
laporan keuangan konsolidasian.
- 13 -
Page 17
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik
Perusahaan dan kepentingan non-pengendali (KNP) meskipun hal tersebut mengakibatkan
KNP memiliki saldo defisit.
KNP disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan
dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat
diatribusikan kepada pemilik Perusahaan.
Transaksi dengan KNP yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai
transaksi ekuitas. Selisih antara nilai wajar imbalan yang dialihkan dengan bagian relatif atas
nilai tercatat aset bersih Entitas Anak yang diakuisisi dicatat di ekuitas. Keuntungan atau
kerugian dari pelepasan kepada KNP juga dicatat di ekuitas.
c. Penjabaran Mata Uang Asing
Mata Uang Fungsional dan Pelaporan
Akun-akun yang tercakup dalam laporan keuangan Perusahaan diukur menggunakan mata
uang dari lingkungan ekonomi utama dimana Perusahaan beroperasi (mata uang fungsional).
Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional dan mata
uang penyajian Perusahaan.
Transaksi dan Saldo
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang fungsional menggunakan
kurs pada tanggal transaksi. Keuntungan atau kerugian selisih kurs yang timbul dari
penyelesaian transaksi dan dari penjabaran pada kurs akhir tahun atas aset dan liabilitas
moneter dalam mata uang asing diakui dalam laba rugi. Aset non-moneter yang diukur pada
nilai wajar dijabarkan menggunakan kurs pada tanggal nilai wajar ditentukan. Selisih
penjabaran akun ekuitas dan akun nonmoneter serupa yang diukur pada nilai wajar diakui
dalam laba rugi.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, kurs konversi yakni kurs Reuters pada
pukul 16:00 Waktu Indonesia Barat (WIB), yang digunakan oleh Perusahaan adalah sebagai
berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(dalam Rupiah penuh) (dalam Rupiah penuh)
Poundsterling Inggris 20.004,25 19.626,56
Euro 17.124,99 17.038,32
Dolar Amerika Serikat 15.855,00 15.397,00
Dolar Singapura 11.752,28 11.676,34
Dolar Australia 10.315,26 10.520,77
Dolar New Zealand 9.475,74 9.765,55
Riyal Arab Saudi 4.227,50 4.106,00
Yuan China 2.185,00 2.169,50
Dolar Hong Kong 2.026,57 1.970,72
Yen Jepang 104,69 108,87
d. Transaksi Pihak Berelasi
Orang atau entitas dikategorikan sebagai pihak berelasi Perusahaan apabila memenuhi
definisi pihak berelasi berdasarkan PSAK No. 7 “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
- 14 -
Page 18
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Semua transaksi signifikan dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam laporan
keuangan.
e. Kas dan Setara Kas
Kas terdiri dari kas dan bank. Setara kas adalah semua investasi yang bersifat jangka pendek
dan sangat likuid yang dapat segera dikonversikan menjadi kas dengan jatuh tempo dalam
waktu tiga (3) bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya, dan yang tidak dijaminkan
serta tidak dibatasi pencairannya.
f. Instrumen Keuangan
Perusahaan menerapkan PSAK No. 71, Instrumen Keuangan, mengenai pengaturan
instrumen keuangan terkait klasifikasi dan pengukuran, penurunan nilai atas instrumen
keuangan dan akuntansi lindung nilai.
Aset Keuangan
Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangan sesuai dengan PSAK No. 71, Instrumen
Keuangan, sehingga setelah pengakuan awal aset keuangan diukur pada biaya perolehan
diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain atau nilai wajar melalui laba
rugi, dengan menggunakan dua dasar, yaitu:
(a) Model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan; dan
(b) Karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, aset keuangan Perusahaan terdiri dari
aset yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi dan aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain.
1. Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut
terpenuhi:
(a) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset
keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
(b) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal
tertentu yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok
terutang.
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat
pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan
amortisasi kumulatif menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih
antara nilai awal dan nilai jatuh temponya, dan dikurangi dengan cadangan kerugian
penurunan nilai.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, kategori ini meliputi kas, giro pada
Bank Indonesia, giro pada bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain,
efek-efek, kredit yang diberikan dan piutang, tagihan akseptasi, pendapatan yang masih
akan diterima dan aset lain-lain.
- 15 -
Page 19
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi kecuali aset keuangan tersebut
diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain.
Derivatif juga diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, kecuali
derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dicatat pada laporan posisi
keuangan pada nilai wajarnya. Perubahan nilai wajar langsung diakui dalam laba rugi.
Bunga yang diperoleh dicatat sebagai pendapatan bunga, sedangkan pendapatan
dividen dicatat sebagai bagian dari pendapatan lain-lain sesuai dengan persyaratan
dalam kontrak, atau pada saat hak untuk memperoleh pembayaran atas dividen tersebut
telah ditetapkan.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, efek-efek berupa obligasi
Pemerintah, reksadana, serta aset lain-lain berupa tagihan derivatif diklasifikasikan
dalam kategori ini.
3. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika kedua
kondisi berikut terpenuhi:
(a) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan
mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
(b) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal
tertentu yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok
terutang.
Aset keuangan berupa surat berharga utang yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain selanjutnya diukur pada nilai wajar dikurangi dengan
cadangan kerugian penurunan nilai, dengan keuntungan atau kerugian yang belum
direalisasi diakui dalam penghasilan komprehensif lain, sampai aset keuangan tersebut
dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi, dimana pada saat itu akumulasi
keuntungan atau kerugian direklasifikasi ke laba rugi. Keuntungan atau kerugian
penurunan nilai dan selisih kurs dan bunga yang dihitung menggunakan metode suku
bunga efektif diakui dalam laba rugi.
Aset keuangan berupa instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain selanjutnya diukur pada nilai wajar, dengan keuntungan
atau kerugian yang belum direalisasi diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Saat
aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi, akumulasi
keuntungan atau kerugian direklasifikasi ke saldo laba.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, kategori ini meliputi investasi efek-
efek dalam bentuk obligasi Pemerintah dan obligasi korporasi.
- 16 -
Page 20
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas
Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas Perusahaan diklasifikasikan berdasarkan substansi
perjanjian kontraktual serta definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Kebijakan
akuntansi yang diterapkan atas instrumen keuangan tersebut diungkapkan berikut ini.
Instrumen Ekuitas
Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu
entitas setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas dicatat sejumlah
hasil yang diterima, setelah dikurangkan dengan biaya penerbitan langsung.
Liabilitas Keuangan
Tidak terdapat perubahan signifikan dalam klasifikasi dan pengukuran liabilitas keuangan.
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 71 diklasifikasikan sebagai berikut: (i) liabilitas
keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi, (ii) liabilitas keuangan yang diukur dengan
nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan komprehensif lain. Perusahaan
menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.
Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman
dan utang, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dan
selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku
bunga efektif. Amortisasi suku bunga efektif disajikan sebagai bagian dari beban keuangan
dalam laba rugi.
1. Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui
saat pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan
amortisasi kumulatif menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih
antara nilai awal dan nilai jatuh temponya.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, kategori ini meliputi liabilitas
segera, simpanan, simpanan dari bank lain, efek yang dijual dengan janji beli kembali,
liabilitas akseptasi, beban yang masih harus dibayar, obligasi subordinasi, serta liabilitas
lain-lain dalam bentuk setoran jaminan L/C dan bank garansi yang dimiliki oleh
Perusahaan.
2. Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Liabilitas keuangan diklasifikasikan dalam kategori ini apabila liabilitas tersebut
merupakan hasil dari aktivitas perdagangan atau transaksi derivatif yang tidak
dimaksudkan sebagai lindung nilai, atau jika Perusahaan memilih untuk menetapkan
liabilitas keuangan tersebut dalam kategori ini.
Perubahan dalam nilai wajar langsung diakui dalam laba rugi.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, kategori ini termasuk liabilitas
derivatif yang dimiliki oleh Perusahaan.
- 17 -
Page 21
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Instrumen Keuangan Derivatif
Dalam usaha normalnya, Perusahaan melakukan transaksi instrumen keuangan derivatif
berupa kontrak tunai dan berjangka mata uang asing. Instrumen keuangan derivatif diukur
dan disajikan di laporan posisi keuangan pada nilai wajar dengan menggunakan harga
pasar. Derivatif dicatat sebagai aset apabila memiliki nilai wajar positif dan sebagai liabilitas
apabila memiliki nilai wajar negatif. Keuntungan atau kerugian yang terjadi dari perubahan
nilai wajar diakui dalam laba/rugi.
Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam
laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, Perusahaan saat ini memiliki hak yang
berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut;
dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Reklasifikasi Aset Keuangan
Sesuai dengan ketentuan PSAK No. 71, Instrumen Keuangan, Perusahaan mereklasifikasi
seluruh aset keuangan dalam kategori yang terpengaruh, jika dan hanya jika, Perusahaan
mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan tersebut. Sedangkan, liabilitas
keuangan tidak direklasifikasi.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah risiko kredit dari instrumen
keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan
penilaian, Perusahaan mengacu pada perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi
sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah kerugian
kredit ekspektasian. Dalam melakukan penilaian, Perusahaan membandingkan antara risiko
gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat periode pelaporan
dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat pengakuan
awal dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia
tanpa biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu,
kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang
mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal.
Perusahaan menggunakan pendekatan 3 tahapan dalam mengukur penurunan nilai (Tahap
1, Tahap 2 dan Tahap 3) dengan menentukan apakah terjadi peningkatan risiko kredit yang
signifikan atas aset keuangan sejak awal atau fasilitas tersebut gagal bayar pada tanggal
pelaporan.
1. Tahap 1 - Kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) 12 bulan
Tahap 1 mencakup aset keuangan yang tidak memiliki peningkatan signifikan atas
risiko kredit sejak pengakuan awal atau memiliki risiko kredit rendah pada tanggal
pelaporan. Untuk aset ini, ECL 12 bulan akan dihitung.
Aset keuangan yang dikategorikan sebagai Tahap 1 adalah aset keuangan dengan hari
tunggakan kurang atau sama dengan 30 hari.
- 18 -
Page 22
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. Tahap 2 - Peningkatan risiko kredit yang signifikan
Tahap 2 mencakup aset keuangan yang mengalami peningkatan signifikan atas risiko
kredit, namun tidak memiliki bukti penurunan nilai yang obyektif. Untuk aset ini, ECL
lifetime dihitung.
Aset keuangan yang dianggap telah mengalami peningkatan risiko kredit yang
signifikan dan dikategorikan sebagai Tahap 2 adalah aset keuangan dengan hari
tunggakan dari 31-90 hari. Aset keuangan yang telah mengajukan program
restrukturisasi, juga dianggap telah mengalami peningkatan risiko kredit yang signifikan
sehingga akan dikategorikan sebagai Tahap 2.
3. Tahap 3 - Eksposur yang mengalami penurunan nilai kredit atau gagal bayar
Tahap 3 mencakup aset keuangan yang memiliki bukti obyektif penurunan nilai pada
tanggal pelaporan. Tahap ini berisi debitur yang telah impaired (gagal bayar).
Aset keuangan yang dikategorikan sebagai Tahap 3 adalah aset keuangan dengan hari
tunggakan lebih dari 90 hari.
Faktor utama dalam menentukan apakah aset keuangan memerlukan ECL 12 bulan (Tahap
1) atau ECL lifetime (Tahap 2) disebut dengan kriteria Peningkatan Signifikan dalam Risiko
Kredit (SICR). Penentuan kriteria peningkatan risiko kredit yang signifikan (SICR)
memerlukan pengkajian apakah telah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan pada
tanggal pelaporan.
PSAK No. 71 mensyaratkan penyertaan informasi tentang kejadian masa lalu, kondisi saat
ini, dan perkiraan kondisi ekonomi masa depan. Perkiraan perubahan dalam kerugian kredit
yang diharapkan harus mencerminkan, dan secara langsung konsisten dengan, perubahan
dalam data terkait yang diobservasi dari periode ke periode. Perhitungan ECL ini
membutuhkan estimasi forward-looking dari Probability of Default (PD), Loss Given Default
(LGD), dan Exposure at Default (EAD).
1. Probability of Default (“PD”)
Probabilitas yang timbul di suatu waktu dimana debitur mengalami gagal bayar,
dikalibrasikan sampai dengan periode 12 bulan dari tanggal laporan (Tahap 1) atau
sepanjang umur (Tahap 2 dan 3) dan digabungkan pada dampak asumsi ekonomi
masa depan yang memiliki risiko kredit. PD diestimasikan pada suatu titik waktu (point
in time) dimana hal ini berfluktuasi sejalan dengan siklus ekonomi.
2. Loss Given Default (“LGD”)
Kerugian yang diperkirakan akan timbul dari debitur yang mengalami gagal bayar
dengan menggabungkan dampak dari asumsi ekonomi masa depan yang relevan
dimana hal ini mewakili perbedaan antara arus kas kontraktual yang akan jatuh tempo
dengan arus kas yang diharapkan untuk diterima. Perusahaan mengestimasikan LGD
berdasarkan data historis dari tingkat pemulihan dan memperhitungkan pemulihan yang
berasal dari seluruh aset yang dikelola oleh Perusahaan dengan mempertimbangkan
asumsi ekonomi masa depan.
- 19 -
Page 23
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
3. Exposure of Default (“EAD”)
Perkiraan nilai eksposur laporan posisi keuangan pada saat gagal bayar dengan
mempertimbangkan bahwa perubahan ekspektasi yang diharapkan selama masa
eksposur. Hal ini menggabungkan dampak penarikan fasilitas yang hampir pasti terjadi
(committed), pembayaran pokok dan bunga, amortisasi dan pembayaran dipercepat,
bersama dengan dampak asumsi ekonomi masa depan.
Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan
1. Aset Keuangan
Aset keuangan (atau bagian dari suatu aset keuangan, atau kelompok aset keuangan
serupa) dihentikan pengakuannya jika:
a. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir;
b. Perusahaan tetap memiliki hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan
tersebut, namun juga menanggung liabilitas kontraktual untuk membayar kepada
pihak ketiga atas arus kas yang diterima tersebut secara penuh tanpa adanya
penundaan yang signifikan berdasarkan suatu kesepakatan; atau
c. Perusahaan telah mentransfer haknya untuk menerima arus kas dari aset keuangan
dan (i) telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset
keuangan, atau (ii) secara substansial tidak mentransfer atau tidak memiliki seluruh
risiko dan manfaat atas aset keuangan, namun telah mentransfer pengendalian atas
aset keuangan tersebut.
2. Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas keuangan tersebut berakhir,
dibatalkan, atau telah kadaluarsa.
g. Pengukuran Nilai Wajar
Pengukuran nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau
mengalihkan liabilitas akan terjadi:
1. di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau;
2. jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau
liabilitas tersebut.
Perusahaan harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan
pada tanggal pengukuran.
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku
pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku
pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar
untuk menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan
tertinggi dan terbaiknya, atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan
menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
- 20 -
Page 24
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Ketika Perusahaan menggunakan teknik penilaian, maka Perusahaan memaksimalkan
penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input
yang tidak dapat diobservasi.
Seluruh aset dan liabilitas yang mana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut diukur atau
diungkapkan, dikategorikan dalam hierarki nilai wajar sebagai berikut:
Level 1 – harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas
yang identik;
Level 2 – teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap
pengukuran nilai wajar dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
Level 3 – teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap
pengukuran nilai wajar tidak dapat diobservasi.
Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan
keuangan, maka Perusahaan menentukan apakah telah terjadi transfer di antara level hierarki
dengan menilai kembali pengkategorian level nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan.
h. Giro Wajib Minimum (GWM)
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, GWM Perusahaan telah sesuai dengan
ketentuan Peraturan Bank Indonesia (“PBI”) mengenai Giro Wajib Minimum Bank Umum
pada Bank Indonesia dalam Rupiah dan Mata Uang Asing, dengan perubahan terakhir sesuai
dengan Peraturan Anggota Dewan Gubernur No. 12 Tahun 2023 tanggal 1 Oktober 2023
tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Anggota Dewan Gubernur No. 24/8/PADG/2022
tentang Peraturan Pelaksanaan Pemenuhan Giro Wajib Minimum dalam Rupiah dan Valuta
Asing bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah, dimana
rasio GWM Rupiah harus dipenuhi sebesar 9% dengan pemenuhan secara harian sebesar
0%, PLM sebesar 5%, serta valuta asing sebesar 4%.
i. Penempatan pada Bank Lain dan Bank Indonesia
Penempatan pada bank lain merupakan penanaman dana dalam bentuk call money, deposit
facility, dan term deposit.
Penempatan pada bank lain dan Bank Indonesia diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2f untuk kebijakan akuntansi
pengukuran instrumen keuangan.
j. Efek-efek
Efek-efek selain Sukuk
Efek-efek yang dimiliki terdiri dari Sertifikat Bank Indonesia, Sertifikat Deposito Bank
Indonesia, obligasi, reksadana, surat utang jangka menengah, tagihan wesel ekspor, dan
efek-efek pasar uang dan pasar modal lainnya.
Obligasi terdiri dari Obligasi Pemerintah dan Obligasi Korporasi yang dibeli dari pasar.
Efek-efek dan Obligasi Pemerintah diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba/rugi, pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, dan biaya
perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2f untuk kebijakan akuntansi atas pengukuran
instrumen keuangan.
- 21 -
Page 25
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Investasi Sukuk
Investasi sukuk yang diukur pada biaya perolehan pada awalnya diakui sebesar biaya
perolehan, termasuk biaya transaksi. Selisih antara biaya perolehan dan nilai nominal
diamortisasi secara garis lurus selama jangka waktu sukuk dan diakui dalam laba rugi. Rugi
penurunan nilai diakui dalam laba rugi apabila jumlah terpulihkan lebih kecil daripada jumlah
tercatat.
Investasi sukuk yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi pada awalnya diakui sebesar
biaya perolehan, tidak termasuk biaya transaksi. Setelah pengakuan awal, selisih antara nilai
wajar dan jumlah tercatat diakui dalam laba rugi.
Investasi sukuk yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain pada
awalnya diakui sebesar biaya perolehan, termasuk biaya transaksi. Setelah pengakuan awal,
selisih antara biaya perolehan dan nilai nominal diamortisasi secara garis lurus selama jangka
waktu sukuk dan diakui dalam laba rugi. Keuntungan atau kerugian dari perubahan nilai wajar
diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Ketika investasi sukuk dihentikan
pengakuannya, akumulasi keuntungan atau kerugian yang sebelumnya diakui dalam
penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.
Rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi apabila jumlah terpulihkan lebih kecil daripada
jumlah tercatat, setelah memperhitungkan saldo dalam penghasilan komprehensif lain.
k. Kredit yang diberikan dan piutang/pembiayaan syariah
Kredit yang diberikan adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat disetarakan dengan
kas, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam dengan debitur yang
mewajibkan debitur untuk melunasi utang berikut bunganya setelah jangka waktu tertentu.
Kredit yang diberikan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi. (Catatan 2f).
Termasuk dalam kredit yang diberikan adalah pembiayaan syariah yang terdiri dari piutang
murabahah, piutang qardh, pembiayaan musyarakah, pembiayaan mudharabah dan piutang
ijarah.
Murabahah adalah akad jual beli barang dengan harga jual sebesar biaya perolehan
ditambah keuntungan (marjin) yang disepakati dan penjual harus mengungkapan biaya
perolehan barang tersebut kepada pembeli.
Qardh adalah akad pinjam meminjam dana tanpa imbalan dengan liabilitas pihak peminjam
mengembalikan pokok pinjaman secara sekaligus atau cicilan dalam jangka waktu tertentu.
Musyarakah adalah akad kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu,
dimana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dengan ketentuan bahwa
keuntungan dibagi berdasarkan kesepakatan sedangkan kerugian berdasarkan porsi
kontribusi dana. Dana tersebut meliputi kas atau aset nonkas yang diperkenankan oleh
syariah.
Mudharabah adalah akad kerjasama usaha antara bank sebagai pemilik dana (shahibul maal)
dan nasabah selaku pengelola dana (mudharib), menjalankan usaha dengan penentuan awal
keuntungan dan kerugian (nisbah). Ijarah adalah akad sewa-menyewa antara pemilik (obyek
sewa) dan penyewa untuk mendapatkan imbalan atas obyek sewa yang disewakannya.
- 22 -
Page 26
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pembiayaan syariah disajikan sebesar jumlah pembiayaan dikurangi dengan cadangan
kerugian penurunan nilai dengan jumlah minimum berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (POJK) No. 2/POJK.03/2022 tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum Syariah
dan Unit Usaha Syariah dan POJK No. 11/POJK.03/2020 tanggal 13 Maret 2020 tentang
Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Counter Cyclical Dampak Penyebaran
Corona Virus Diseases 2019.
Pembiayaan syariah dengan akad murabahah disajikan sebesar jumlah pembiayaan
dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sesuai dengan PSAK No. 102 (Amandemen
2019).
Ketika kredit yang diberikan tidak tertagih, kredit tersebut dihapus buku dengan menjurnal
balik cadangan kerugian penurunan nilai. Kredit yang diberikan tersebut dapat dihapus buku
setelah semua prosedur yang diperlukan telah dilakukan dan jumlah kerugian telah
ditentukan.
Kriteria debitur yang dapat dihapus bukukan meliputi:
1. Fasilitas kredit telah mengalami penurunan nilai;
2. Fasilitas kredit telah dibentuk cadangan kerugian penurunan nilai sebesar 100% dari
pokok kredit;
3. Telah dilakukan berbagai upaya penagihan dan pemulihan, namun tidak berhasil;
4. Usaha debitur sudah tidak mempunyai prospek atau kinerja debitur buruk atau tidak ada
kemampuan membayar;
5. Hapus buku dilakukan terhadap semua kewajiban kredit, termasuk dari fasilitas pinjaman
non tunai sehingga penghapusan tidak dapat dilakukan pada beberapa kewajiban
kreditnya (penghapusan sebagian);
Apabila aset yang dijaminkan diambil alih, maka Perusahaan akan menjurnal balik cadangan
kerugian penurunan nilai dan mengakui agunan yang diambil alih yang diukur pada nilai yang
lebih rendah antara nilai tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual.
Restrukturisasi kredit meliputi modifikasi persyaratan kredit, konversi kredit menjadi saham
atau instrumen keuangan lainnya dan/atau kombinasi dari keduanya.
Kredit yang direstrukturisasi disajikan sebesar nilai yang lebih rendah antara nilai tercatat
kredit pada tanggal restrukturisasi atau nilai tunai penerimaan kas masa depan setelah
restrukturisasi. Kerugian akibat selisih antara nilai tercatat kredit pada tanggal restrukturisasi
dengan nilai tunai penerimaan kas masa depan setelah restrukturisasi diakui sebagai
laba/rugi. Setelah restrukturisasi, semua penerimaan kas masa depan yang ditetapkan dalam
persyaratan baru dicatat sebagai pengembalian pokok kredit yang diberikan dan pendapatan
bunga sesuai dengan syarat-syarat restrukturisasi.
l. Tagihan dan Liabilitas Akseptasi
Tagihan akseptasi diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi. Lihat Catatan 2f untuk kebijakan akuntansi atas instrumen keuangan.
Liabilitas akseptasi diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan lain-lain yang diukur dengan
biaya perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2f untuk kebijakan akuntansi atas instrumen
keuangan.
- 23 -
Page 27
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
m. Efek yang Dibeli dengan Janji Jual Kembali dan Efek yang Dijual dengan Janji Beli
Kembali
Efek yang Dibeli dengan Janji Jual Kembali (Reverse Repo)
Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) disajikan sebagai tagihan sebesar
harga jual kembali yang disepakati dikurangi dengan selisih antara harga beli dan harga jual
kembali yang disepakati (pendapatan bunga yang ditangguhkan) dan cadangan kerugian
penurunan nilai. Selisih antara harga beli dan harga jual kembali yang disepakati tersebut
diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif sebagai pendapatan bunga selama
jangka waktu sejak efek itu dibeli hingga saat dijual kembali.
Efek yang dibeli dengan janji jual kembali diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur
pada biaya perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2f untuk kebijakan akuntansi atas instrumen
keuangan.
Efek yang Dijual dengan Janji Beli Kembali (Repo)
Efek yang dijual dengan janji beli kembali (repo) diakui sebagai liabilitas sebesar harga
pembelian kembali yang disepakati dengan nasabah dikurangi beban bunga yang belum
diamortisasi. Selisih antara harga jual dan harga beli kembali diperlakukan sebagai bunga
dibayar dimuka dan diakui sebagai beban bunga sesuai dengan jangka waktu sejak efek
dijual hingga dibeli kembali. Efek yang dijual tetap dicatat sebagai aset dalam laporan posisi
keuangan karena kepemilikan efek tetap berada pada pihak Perusahaan sebagai penjual.
Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2f untuk kebijakan akuntansi atas
instrumen keuangan.
n. Kontrak Jaminan Keuangan dan Tagihan Komitmen Lainnya
Kontrak jaminan keuangan adalah kontrak yang mengharuskan penerbit untuk melakukan
pembayaran kepada pemegang kontrak atas kerugian yang terjadi karena debitur tertentu
gagal untuk melakukan pembayaran pada saat jatuh tempo, sesuai dengan ketentuan dari
instrumen utang. Jaminan keuangan tersebut diberikan kepada bank, lembaga keuangan dan
badan-badan lainnya atas nama debitur untuk menjamin kredit, fasilitas-fasilitas perbankan
lainnya dan penyediaan dana yang belum ditarik.
Pengakuan awal jaminan keuangan dalam laporan keuangan adalah sebesar nilai wajar pada
saat jaminan diberikan. Nilai wajar jaminan keuangan pada saat berlakunya transaksi pada
umumnya sama dengan premi yang diterima karena diberikan dengan syarat dan kondisi
normal dan nilai wajar awal diamortisasi sepanjang umur jaminan keuangan.
Setelah pengakuan awal kontrak, jaminan keuangan dicatat pada nilai yang lebih tinggi antara
biaya perolehan diamortisasi dengan nilai kini pembayaran yang diharapkan akan terjadi
(ketika pembayaran atas jaminan menjadi besar kemungkinan terjadinya), dan selisihnya
dibebankan sebagai beban operasional lainnya dalam laba rugi.
Cadangan kerugian penurunan nilai atas komitmen berdasarkan dari model kerugian
ekspektasian (Catatan 2f).
- 24 -
Page 28
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
o. Aset Tetap
Aset tetap, kecuali tanah dan bangunan, dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, tetapi tidak
termasuk biaya perawatan sehari-hari, dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi
penurunan nilai, jika ada.
Tanah dinyatakan berdasarkan berdasarkan nilai revaluasian dikurangi akumulasi rugi
penurunan nilai, jika ada.
Bangunan dinyatakan berdasarkan nilai revaluasian dikurangi akumulasi penyusutan dan
akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada.
Nilai revaluasian tanah dan bangunan ditentukan oleh penilai independen. Pada saat model
revaluasi diterapkan, akumulasi penyusutan bangunan pada tanggal revaluasi dieliminasi
terhadap biaya perolehan dan nilai tercatat neto setelah dieliminasi disajikan kembali sebesar
jumlah revaluasian. Kenaikan nilai akibat revaluasi dikreditkan ke akun “Surplus revaluasi
aset tetap” sebagai “Komponen ekuitas lainnya” di bagian ekuitas pada laporan posisi
keuangan dan laporan perubahan ekuitas. Penurunan nilai yang menghapuskan kenaikan
nilai sebelumnya atas aset yang sama diakui dalam penghasilan komprehensif lain,
sedangkan penurunan nilai lainnya langsung dibebankan ke laba rugi. Surplus revaluasi aset
tetap akan dipindahkan dari “Komponen ekuitas lainnya” ke “Saldo laba” pada saat aset
dihentikan penggunaannya.
Biaya perolehan awal aset tetap meliputi harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak
pembelian yang tidak boleh dikreditkan dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara
langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan sesuai dengan tujuan
penggunaan yang ditetapkan.
Revaluasi akan dilakukan dengan keteraturan yang cukup reguler untuk memastikan bahwa
jumlah tercatat tidak berbeda secara material dengan jumlah yang ditentukan dengan
menggunakan nilai wajar pada akhir periode pelaporan.
Beban-beban yang timbul setelah aset tetap digunakan, seperti beban perbaikan dan
pemeliharaan, dibebankan ke laba rugi pada saat terjadinya. Apabila beban-beban tersebut
menimbulkan peningkatan manfaat ekonomis di masa datang dari penggunaan aset tetap
tersebut yang dapat melebihi kinerja normalnya, maka beban-beban tersebut dikapitalisasi
sebagai tambahan biaya perolehan aset tetap.
Penyusutan dihitung berdasarkan metode garis lurus (straight-line method) selama masa
manfaat aset tetap sebagai berikut:
Tahun %
Bangunan 20 5
Inventaris kantor 10 10
Kendaraan bermotor 4 25
Nilai tercatat aset tetap ditelaah kembali dan dilakukan penurunan nilai apabila terdapat
peristiwa atau perubahan kondisi tertentu yang mengindikasikan nilai tercatat tersebut tidak
dapat dipulihkan sepenuhnya.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada
manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap diakui dalam
laba rugi pada periode terjadinya penghentian pengakuan.
- 25 -
Page 29
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Nilai residu, umur manfaat, serta metode penyusutan ditelaah setiap akhir periode dan
dilakukan penyesuaian apabila hasil telaah berbeda dengan estimasi sebelumnya.
p. Aset Ijarah
Aset ijarah, yakni kendaraan bermotor, mesin, alat berat dan piranti lunak, disusutkan atau
diamortisasi sesuai dengan jangka waktu sewa atau umur ekonomis aset, mana yang lebih
pendek, dimana pada akhir masa akad, aset tersebut akan dihibahkan ke penyewa.
Untuk akad ijarah muntahiyah bitamlik (sewa pembiayaan), apabila pada saat perpindahan
kepemilikan aset ijarah dari pemilik kepada penyewa dilakukan dengan cara hibah, maka
jumlah tercatat aset ijarah diakui sebagai beban.
Pendapatan sewa selama masa akad diakui pada saat manfaat atas aset telah diserahkan
kepada penyewa.
Pendapatan ijarah disajikan secara neto setelah dikurangi beban yang terkait
yakni penyusutan dan pemeliharaan serta perbaikan. Pendapatan ijarah neto disajikan
sebagai bagian dari “pendapatan bunga dan bagi hasil” dalam laba rugi.
q. Agunan yang Diambil Alih
Agunan kredit yang diberikan, berupa tanah dan aset lainnya, yang telah diambil alih oleh
Perusahaan disajikan dalam perkiraan “Aset lain-lain”.
Agunan yang diambil alih dicatat pada nilai yang lebih rendah antara nilai tercatat dan nilai
wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual. Selisih antara nilai agunan yang diambil alih
dengan sisa pokok pinjaman yang diberikan, jika ada, dibebankan ke laba rugi periode
berjalan.
Selisih antara nilai agunan yang telah diambil alih dan hasil penjualannya diakui sebagai
keuntungan atau kerugian pada saat penjualan agunan.
Biaya-biaya yang berkaitan dengan pemeliharaan dan perbaikan agunan yang diambil alih
dibebankan ke laba rugi pada saat terjadinya.
Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen, maka nilai tercatatnya dikurangi untuk
mengakui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laba rugi periode berjalan.
Manajemen melakukan evaluasi secara berkala atas nilai agunan yang diambil alih. Bila
terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen, maka nilai tercatatnya dikurangi untuk
mengakui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laba rugi.
r. Transaksi Sewa
Sebagai Pesewa
Sewa Operasi
Sewa dimana Perusahaan tetap mempertahankan secara substansial seluruh risiko dan
manfaat yang terkait dengan kepemilikan suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi.
Biaya langsung awal yang dapat diatribusikan secara langsung dengan negosiasi dan
pengaturan sewa operasi ditambahkan ke nilai tercatat aset sewaan dan diakui ke laba rugi
tahun berjalan selama masa sewa sesuai dengan dasar pengakuan pendapatan sewa.
- 26 -
Page 30
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Sebagai Penyewa
Perusahaan menerapkan PSAK No. 73 yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa
sehubungan dengan sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai ‘sewa operasi’.
Pada tanggal permulaan kontrak, Perusahaan menilai apakah kontrak merupakan, atau
mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut
memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka
waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.
Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset
identifikasian, Perusahaan harus menilai apakah:
Perusahaan memiliki hak untuk mendapatkan secara substansial seluruh manfaat
ekonomi dari penggunaan aset identifikasian; dan
Perusahaan memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian.
Perusahaan memiliki hak ini ketika Perusahaan memiliki hak untuk pengambilan
keputusan yang relevan tentang bagaimana dan untuk tujuan apa aset digunakan telah
ditentukan sebelumnya dan:
1. Perusahaan memiliki hak untuk mengoperasikan aset;
2. Perusahaan telah mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya
bagaimana dan untuk tujuan apa aset akan digunakan selama periode penggunaan.
Pada tanggal awal dimulainya kontrak atau pada tanggal penilaian kembali atas kontrak yang
mengandung sebuah komponen sewa, Perusahaan mengalokasikan imbalan dalam kontrak
ke masing-masing komponen sewa berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa
dan harga tersendiri agregat dari komponen nonsewa.
Pada tanggal permulaan sewa, Perusahaan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset
hak-guna diukur pada biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas
sewa yang disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum
tanggal permulaan.
Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal
permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau
akhir masa sewa.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal
permulaan, didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika
suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman
inkremental. Pada umumnya, Perusahaan menggunakan suku bunga pinjaman inkremental
sebagai tingkat bunga diskonto.
Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran
berikut ini:
- pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi;
- pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada
awalnya diukur dengan menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal
permulaan;
- jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dengan jaminan nilai residual;
- harga eksekusi opsi beli jika Perusahaan cukup pasti untuk mengeksekusi opsi
tersebut; dan
- penalti karena penghentian awal sewa kecuali jika Perusahaan cukup pasti untuk tidak
menghentikan lebih awal.
- 27 -
Page 31
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian pokok dan biaya keuangan. Biaya keuangan
dibebankan pada laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga
periodik yang konstan atas saldo liabilitas untuk setiap periode.
Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Perusahaan pada akhir masa
sewa atau jika biaya perolehan aset hak-guna merefleksikan Perusahaan akan
mengeksekusi opsi beli, maka Perusahaan menyusutkan aset hak-guna dari tanggal
permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar. Jika tidak, maka Perusahaan
menyusutkan aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara
akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
s. Biaya Dibayar Dimuka
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan
menggunakan metode garis lurus.
t. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan tahunan, Perusahaan menelaah apakah terdapat
indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat
uji periode penurunan nilai aset perlu dilakukan, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah
terpulihkan aset tersebut.
Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut
dinyatakan mengalami penurunan nilai dan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi. Dalam
menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan bersih didiskontokan ke nilai kini
dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar
kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset.
Penelaahan dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan untuk mengetahui
apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai aset yang telah diakui dalam periode
sebelumnya mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud
ditemukan, maka Perusahaan mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Kerugian
penurunan nilai yang diakui dalam periode sebelumnya akan dipulihkan apabila nilai tercatat
aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun nilai tercatat, neto setelah penyusutan,
seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun-
tahun sebelumnya. Setelah pemulihan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di
periode mendatang untuk mengalokasikan nilai tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai
sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.
u. Liabilitas Segera
Liabilitas segera adalah liabilitas Perusahaan kepada pihak lain yang sifatnya wajib segera
dibayarkan sesuai perjanjian yang ditetapkan sebelumnya.
Liabilitas segera disajikan sebesar biaya perolehan yang diamortisasi (Catatan 2f).
v. Simpanan dan Simpanan dari Bank Lain
Simpanan dan simpanan dari bank lain diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif (Catatan
2f).
Simpanan merupakan liabilitas kepada nasabah dalam bentuk giro, tabungan dan deposito
berjangka.
- 28 -
Page 32
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Giro merupakan simpanan nasabah yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran, yang
penarikannya dapat dilakukan setiap saat melalui cek atau dengan cara pemindahbukuan
dengan bilyet giro atau sarana perintah pembayaran lainnya.
Tabungan merupakan simpanan nasabah yang penarikannya hanya dapat dilakukan sesuai
dengan syarat tertentu yang disepakati pada saat pembukaan rekening tabungan. Penarikan
atas tabungan tidak dapat dilakukan dengan menggunakan cek atau instrumen sejenis, tetapi
menggunakan formulir penarikan tersendiri yang hanya berlaku di bank yang bersangkutan
dan/atau menggunakan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM).
Deposito berjangka merupakan simpanan nasabah yang penarikannya hanya dapat dilakukan
pada saat jatuh tempo sesuai dengan jangka waktu yang disepakati dengan nasabah pada
saat penempatannya, dimana nasabah akan dikenakan penalti apabila melakukan penarikan
sebelum tanggal jatuh temponya.
Simpanan termasuk simpanan syariah dan investasi tidak terikat yang terdiri dari giro dan
tabungan Wadiah yang merupakan titipan dana dalam bentuk giro dan tabungan dimana
pemilik dana mendapatkan pendapatan bonus.
Simpanan dari bank lain merupakan liabilitas kepada bank lain dalam bentuk giro, call money
kurang dari atau 90 hari, dan deposito berjangka dengan periode jatuh tempo menurut
perjanjian masing-masing.
w. Obligasi Subordinasi
Obligasi subordinasi (‘obligasi’) diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan lainnya yang
diukur dengan biaya perolehan diamortisasi (Catatan 2f). Biaya transaksi yang timbul
sehubungan dengan penerbitan obligasi dikurangkan dari hasil penerbitan obligasi
bersangkutan. Selisih antara hasil emisi bersih dengan nilai nominal obligasi diakui sebagai
diskonto yang diamortisasi selama umur obligasi.
x. Dana Syirkah Temporer
Dana syirkah temporer terdiri dari giro dan tabungan Mudharabah, deposito berjangka
Mudharabah dan Sertifikat Investasi Mudharabah antar Bank.
Giro dan tabungan Mudharabah dinyatakan sebesar nilai investasi pemegang tabungan di
Perusahaan.
Deposito berjangka Mudharabah dinyatakan sebesar nilai nominal sesuai dengan perjanjian
antara pemegang deposito berjangka dengan Perusahaan.
Dana syirkah temporer tidak dapat digolongkan sebagai liabilitas. Hal ini karena Perusahaan
tidak berkewajiban untuk mengembalikan jumlah dana awal dari pemilik dana, kecuali
kerugian yang timbul akibat kelalaian atau wanprestasi dari manajemen Perusahaan. Di sisi
lain, dana syirkah temporer tidak dapat digolongkan sebagai ekuitas karena mempunyai
waktu jatuh tempo dan pemilik dana tidak mempunyai hak kepemilikan yang sama dengan
pemegang saham seperti hak voting dan hak atas realisasi keuntungan yang berasal dari
aset lancar dan aset non-investasi (current and other non-investment accounts).
Pemilik dana syirkah temporer memperoleh bagian atas keuntungan sesuai kesepakatan dan
menerima kerugian berdasarkan jumlah dana dari masing-masing pihak. Pembagian hasil
dana syirkah temporer berdasarkan konsep bagi hasil.
- 29 -
Page 33
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
y. Biaya Emisi Saham
Biaya emisi saham dikurangkan dari bagian tambahan modal disetor yang timbul dari
penerbitan saham dan tidak diamortisasi.
z. Pengakuan Pendapatan Bunga, Beban Bunga, Pendapatan dan Beban Bagi Hasil
Syariah
Pendapatan dan Beban Bunga
Pendapatan dan beban bunga untuk semua instrumen keuangan diakui di dalam laba rugi
secara akrual dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Pendapatan dan Beban Bagi Hasil Syariah
Pendapatan syariah terdiri dari keuntungan murabahah, pendapatan ijarah muntahiyah
bittamlik (sewa), dan bagi hasil pembiayaan mudharabah dan musyarakah.
Keuntungan murabahah dan pendapatan ijarah muntahiyah bittamlik diakui selama periode
akad berdasarkan konsep akrual. Pendapatan bagi hasil pembiayaan mudharabah diakui
pada saat diterima atau dalam periode terjadinya hak bagi hasil sesuai porsi bagi hasil
(nisbah) yang disepakati.
Beban berdasarkan prinsip syariah terdiri dari beban bagi hasil mudharabah, beban bonus
wadiah dan beban bagi hasil Sertifikat Investasi Mudharabah Antar Bank Syariah.
aa. Pengakuan Pendapatan dan Beban Provisi dan Komisi
Provisi dan Komisi Terkait Instrumen Keuangan
Pendapatan dan beban provisi dan komisi yang terkait dengan perolehan instrumen
keuangan dalam kategori dimiliki hingga jatuh tempo, pinjaman diberikan dan piutang, serta
tersedia untuk dijual, atau terkait jangka waktu tertentu yang jumlahnya signifikan,
dicatat sebagai bagian dari nilai wajar aset atau liabilitas keuangan dan diamortisasi sesuai
dengan jangka waktunya dengan menggunakan suku bunga efektif.
Provisi dan Komisi Lainnya
Provisi dan komisi lainnya yang tidak terkait dengan kegiatan perolehan instrumen keuangan
dan jangka waktu tertentu yang jumlahnya signifikan, dan diamortisasi menggunakan metode
garis lurus sesuai dengan jangka waktu transaksi yang bersangkutan. Sedangkan,
pendapatan dan beban provisi dan komisi lainnya yang tidak signifikan langsung diakui
sebagai pendapatan atau beban pada saat terjadinya transaksi.
Pendapatan provisi dan komisi lainnya, meliputi pendapatan yang tidak terkait dengan kredit,
seperti jasa bancassurance, pendapatan terkait dengan ekspor impor dan bank garansi, dan
pendapatan yang diakui pada saat jasa diberikan.
bb. Pendapatan dan Beban Operasional Lainnya
Pendapatan operasional lainnya diakui pada saat terjadinya.
Beban operasional lainnya diakui pada saat terjadinya dengan menggunakan metode akrual.
- 30 -
Page 34
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
cc. Pajak Penghasilan
Pajak Kini
Pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang
dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan diakui sebagai liabilitas jika terdapat perbedaan temporer kena pajak yang
timbul dari perbedaan antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan jumlah
tercatatnya pada tanggal pelaporan.
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan
rugi fiskal yang dapat dikompensasikan. Aset pajak tangguhan diakui dan direview pada
setiap tanggal pelaporan atau diturunkan jumlah tercatatnya, sepanjang kemungkinan besar
laba kena pajak tersedia untuk pemanfaatan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan
dan rugi fiskal yang dapat dikompensasikan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan
berlaku ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (atau
peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada tanggal
pelaporan.
Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus jika dan hanya jika,
terdapat hak yang dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini
terhadap liabilitas pajak kini dan pajak tangguhan tersebut terkait dengan entitas kena pajak
yang sama dan dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama.
dd. Laba per Saham
Laba per saham dasar dihitung berdasarkan laba bersih dibagi jumlah
rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata
tertimbang saham biasa yang beredar pada periode yang bersangkutan yang telah
disesuaikan dengan dampak dari semua efek berpotensi saham biasa dilutif.
ee. Imbalan Kerja
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek
Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah yang tak-terdiskonto sebagai liabilitas
pada laporan posisi keuangan setelah dikurangi dengan jumlah yang telah dibayar dan
sebagai beban dalam laba rugi.
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang
Manfaat yang ditentukan
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang merupakan manfaat pasti yang dibentuk dengan
pendanaan khusus melalui program dana pensiun dan didasarkan pada masa kerja dan
jumlah penghasilan karyawan pada saat pensiun yang dihitung menggunakan metode
Projected Unit Credit.
- 31 -
Page 35
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti langsung diakui dalam laporan posisi keuangan
dan penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya dan tidak akan direklasifikasi ke
laba rugi, namun menjadi bagian dari saldo laba. Biaya liabilitas imbalan pasti lainnya terkait
dengan program imbalan pasti diakui dalam laba rugi.
Pada tanggal 2 Februari 2021, Pemerintah mengundangkan dan memberlakukan Peraturan
Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 (PP 35/2021) untuk melaksanakan ketentuan Pasal 81
dan Pasal 185 (b) UU No. 11/2020 mengenai Cipta Kerja yang bertujuan untuk menciptakan
lapangan kerja yang seluas-luasnya.
Presiden Republik Indonesia telah menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-
Undang No. 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja (Perppu Cipta Kerja 2/2022) pada tanggal 30
Desember 2022 yang merupakan pelaksanaan dari Putusan MK Nomor 91/PUU-XVIII/2020.
Dengan berlakunya Perppu ini, UU No. 11/2020 tentang Cipta Kerja dicabut dan dinyatakan
tidak berlaku.
PP 35/2021 mengatur mengenai perjanjian kerja waktu tertentu (karyawan tidak tetap), alih
daya, waktu kerja, waktu istirahat dan pemutusan hubungan kerja, yang dapat mempengaruhi
manfaat imbalan minimum yang harus diberikan kepada karyawan.
Penyisihan dihitung dengan membandingkan manfaat yang akan diterima oleh karyawan
pada umur wajar pensiun dari dana pensiun dengan manfaat yang diatur dalam Perppu Cipta
Kerja 2/2022 setelah dikurangi akumulasi kontribusi dari karyawan dan hasil investasi yang
berkaitan. Jika manfaat dana pensiun yang didanai pemberi kerja lebih kecil dari manfaat
sesuai Perppu Cipta Kerja 2/2022, Perusahaan akan menyediakan kekurangannya.
Kontribusi yang ditentukan
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang merupakan imbalan pasca-kerja iuran pasti melalui
dana pensiun dan didasarkan pada masa kerja dan jumlah penghasilan karyawan saat
pensiun. Jumlah iuran yang terutang diakui sebagai liabilitas pada laporan posisi keuangan
konsolidasian setelah dikurangi dengan jumlah yang telah dibayar dan sebagai beban dalam
laba rugi.
Jika ada bagian iuran yang jatuh tempo dalam waktu lebih dari 12 bulan setelah tanggal
laporan posisi keuangan, maka iuran tersebut disajikan sebesar nilai kini liabilitas yang
didiskontokan.
Manfaat iuran pasti ditentukan berdasarkan akumulasi iuran dan hasil pengembangan
investasi.
ff. Informasi Segmen
Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam
penyusunan dan penyajian laporan keuangan.
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal komponen-komponen Perusahaan
yang secara berkala dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional dalam rangka
alokasi sumber daya ke dalam segmen dan penilaian kinerja Perusahaan.
- 32 -
Page 36
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
gg. Provisi
Provisi diakui jika Perusahaan mempunyai kewajiban kini (hukum maupun konstruktif)
sebagai akibat peristiwa masa lalu, yang memungkinkan Perusahaan harus menyelesaikan
kewajiban tersebut dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat
dibuat.
Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan
untuk menyelesaikan kewajiban kini pada tanggal pelaporan, dengan mempertimbangkan
risiko dan ketidakpastian terkait kewajiban tersebut.
hh. Peristiwa Setelah Periode Laporan
Peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang menyediakan tambahan
informasi mengenai posisi keuangan Perusahaan pada tanggal laporan posisi keuangan
(peristiwa penyesuai), jika ada, telah tercermin dalam laporan keuangan. Peristiwa-peristiwa
yang terjadi setelah periode pelaporan yang tidak memerlukan penyesuaian (peristiwa non-
penyesuai), apabila jumlahnya material, telah diungkapkan dalam laporan keuangan.
3. Penggunaan Estimasi, Pertimbangan dan Asumsi Manajemen
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan, seperti yang diungkapkan dalam Catatan 2
pada laporan keuangan, manajemen harus membuat estimasi, pertimbangan, dan asumsi atas
nilai tercatat aset dan liabilitas yang tidak tersedia oleh sumber-sumber lain. Estimasi dan asumsi
tersebut, berdasarkan pengalaman historis dan faktor lain yang dipertimbangkan relevan.
Manajemen berkeyakinan bahwa pengungkapan berikut telah mencakup ikhtisar estimasi,
pertimbangan dan asumsi signifikan yang dibuat oleh manajemen, yang berdampak terhadap
jumlah-jumlah yang dilaporkan serta pengungkapan dalam laporan keuangan.
Pertimbangan
Pertimbangan-pertimbangan berikut dibuat oleh manajemen dalam proses penerapan kebijakan
akuntansi Perusahaan yang memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah-jumlah yang
diakui dalam laporan keuangan:
a. Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional Perusahaan adalah mata uang lingkungan ekonomi utama dimana
masing-masing entitas beroperasi. Mata uang tersebut adalah yang paling mempengaruhi
harga jual barang dan jasa, dan mata uang dari negara yang kekuatan persaingan dan
peraturannya sebagian besar menentukan harga jual barang dan jasa entitas, dan merupakan
mata uang yang mana dana dari aktivitas pendanaan dihasilkan.
b. Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Perusahaan menentukan klasifikasi aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan
liabilitas keuangan dengan menilai apakah aset dan liabilitas tersebut memenuhi definisi yang
ditetapkan dalam PSAK No. 71. Aset keuangan dan liabilitas keuangan dicatat sesuai dengan
kebijakan akuntansi Perusahaan sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 2.
- 33 -
Page 37
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
c. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, Perusahaan menilai apakah risiko kredit atas
instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika
melakukan penilaian tersebut, Perusahaan mempertimbangkan perubahan risiko gagal bayar
yang terjadi selama umur instrumen keuangan. Dalam melakukan penilaian tersebut,
Perusahaan membandingkan risiko gagal bayar yang terjadi pada tanggal pelaporan dengan
risiko gagal bayar pada saat pengakuan awal, serta mempertimbangkan informasi, termasuk
informasi masa lalu, kondisi saat ini, dan informasi bersifat perkiraan masa depan (forward-
looking), yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan.
Perusahaan mengukur cadangan kerugian sepanjang umurnya, jika risiko kredit atas
instrumen keuangan tersebut telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, jika
tidak, maka Perusahaan mengukur cadangan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut
sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan. Suatu evaluasi yang bertujuan untuk
mengidentifikasi jumlah cadangan kerugian ekspektasian yang harus dibentuk, dilakukan
secara berkala pada setiap periode pelaporan. Oleh karena itu, saat dan besaran jumlah
cadangan kerugian ekspektasian yang tercatat pada setiap periode dapat berbeda tergantung
pada pertimbangan atas informasi yang tersedia atau berlaku pada saat itu.
Nilai tercatat aset keuangan Perusahaan (tidak termasuk akun Syariah) pada tanggal 31
Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Nilai Tercatat
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain
Efek-efek
Obligasi korporasi 5.846.044 5.673.001
Diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Kas 589.309 375.753
Giro pada Bank Indonesia 5.019.819 6.022.812
Giro pada bank lain - bersih 1.762.624 2.655.935
Penempatan pada bank lain
dan Bank Indonesia - bersih 3.503.173 6.263.377
Efek-efek - bersih 1.652.566 1.193.346
Kredit yang diberikan - bersih 12.677.957 10.954.956
Tagihan akseptasi - bersih 75.488 78.304
Pendapatan yang masih
akan diterima 232.561 300.579
Aset lain-lain - bersih 181.554 141.121
Jumlah 31.541.095 33.659.184
d. Komitmen sewa
Komitmen sewa operasi – Perusahaan sebagai penyewa
Perusahaan telah menandatangani sejumlah perjanjian sewa ruangan, kendaraan, dan
sewa mesin ATM. Perusahaan menentukan bahwa sewa ruangan dan kendaraan
memenuhi kriteria pengakuan dan pengukuran aset hak-guna dan liabilitas sewa sesuai
dengan PSAK No. 73, Sewa.
Komitmen sewa operasi – Perusahaan sebagai pesewa
Perusahaan telah menandatangani sejumlah perjanjian sewa ruangan. Perusahaan
menentukan bahwa sewa tersebut adalah sewa operasi karena Perusahaan menanggung
secara signifikan seluruh risiko dan manfaat dari kepemilikan aset-aset tersebut.
- 34 -
Page 38
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
e. Pajak Penghasilan
Pertimbangan yang signifikan dibutuhkan untuk menentukan jumlah pajak penghasilan.
Terdapat sejumlah transaksi dan perhitungan yang menimbulkan ketidakpastian penentuan
jumlah pajak penghasilan karena interpretasi atas peraturan pajak yang berbeda. Jika hasil
pemeriksaan pajak berbeda dengan jumlah yang sebelumnya telah dibukukan, maka selisih
tersebut akan berdampak terhadap aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan dalam periode
dimana hasil pemeriksaan tersebut terjadi.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber utama lain dalam mengestimasi ketidakpastian
pada tanggal pelaporan yang mempunyai risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian
material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode berikutnya diungkapkan di bawah
ini. Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia saat laporan
keuangan disusun. Kondisi yang ada dan asumsi mengenai perkembangan masa depan dapat
berubah karena perubahan situasi pasar yang berada di luar kendali Perusahaan. Perubahan
tersebut tercermin dalam asumsi ketika keadaan tersebut terjadi:
a. Nilai Wajar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mensyaratkan pengukuran aset keuangan dan
liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajarnya, dan penyajian ini mengharuskan penggunaan
estimasi. Komponen pengukuran nilai wajar yang signifikan ditentukan berdasarkan bukti-
bukti obyektif yang dapat diverifikasi (seperti nilai tukar, suku bunga), sedangkan saat dan
besaran perubahan nilai wajar dapat menjadi berbeda karena penggunaan metode penilaian
yang berbeda.
Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan diungkapkan pada Catatan 38.
b. Revaluasi Aset Tetap
Perusahaan mengukur tanah dan bangunan pada nilai revaluasi, dan perubahan nilai wajar
aset tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Perusahaan memakai jasa penilai
independen untuk menentukan nilai wajar aset. Teknik penilaian yang digunakan untuk
menentukan nilai wajar tanah dan bangunan diungkapkan dalam Catatan 12.
c. Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap
Masa manfaat dari masing-masing aset tetap Perusahaan diestimasi berdasarkan jangka
waktu aset tersebut diharapkan tersedia untuk digunakan. Estimasi tersebut didasarkan pada
penilaian kolektif berdasarkan bidang usaha yang sama, evaluasi teknis internal dan
pengalaman dengan aset sejenis. Estimasi masa manfaat setiap aset ditelaah secara berkala
dan diperbarui jika estimasi berbeda dari perkiraan sebelumnya yang disebabkan karena
pemakaian, usang secara teknis atau komersial serta keterbatasan hak atau pembatasan
lainnya terhadap penggunaan aset.
Dengan demikian, hasil operasi di masa mendatang mungkin dapat terpengaruh secara
signifikan oleh perubahan dalam jumlah dan waktu terjadinya biaya karena perubahan yang
disebabkan oleh faktor-faktor yang disebutkan di atas. Penurunan estimasi masa manfaat
ekonomis setiap aset tetap akan menyebabkan kenaikan beban penyusutan dan penurunan
nilai tercatat aset tetap.
Nilai tercatat aset tetap pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 diungkapkan
pada Catatan 12.
- 35 -
Page 39
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
d. Imbalan Kerja Jangka Panjang
Penentuan liabilitas dan imbalan pasca-kerja dipengaruhi oleh asumsi tertentu yang
digunakan oleh aktuaris dalam menghitung jumlah tersebut. Hasil aktual yang berbeda
dengan asumsi Perusahaan diakumulasi dan diamortisasi ke masa depan dan oleh karena
itu, secara umum berdampak pada beban yang diakui dan liabilitas yang tercatat pada
periode-periode mendatang. Manajemen berkeyakinan bahwa asumsi-asumsi yang
digunakan adalah tepat dan wajar, namun demikian, perbedaan signifikan pada hasil aktual,
atau perubahan signifikan dalam asumsi-asumsi tersebut dapat berdampak signifikan pada
jumlah liabilitas imbalan kerja jangka panjang.
e. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Penelaahan atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai aset
tertentu. Penentuan nilai wajar aset membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan akan
dihasilkan dari pemakaian berkelanjutan dan pelepasan akhir atas aset tersebut. Perubahan
signifikan dalam asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan nilai wajar dapat
berdampak signifikan pada nilai terpulihkan dan jumlah kerugian penurunan nilai yang terjadi
mungkin berdampak material pada hasil operasi Perusahaan.
Nilai tercatat aset non-keuangan berupa aset tetap dan aset lain-lain (agunan yang diambil
alih) diungkapkan pada Catatan 12 dan 15.
f. Aset Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara nilai tercatat aset dan
liabilitas pada laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak jika besar kemungkinan
bahwa jumlah laba fiskal akan memadai untuk pemanfaatan perbedaan temporer yang diakui.
Estimasi manajemen yang signifikan diperlukan untuk menentukan jumlah aset pajak
tangguhan yang diakui berdasarkan kemungkinan waktu terealisasinya dan jumlah laba kena
pajak pada masa mendatang serta strategi perencanaan pajak masa depan.
4. Giro pada Bank Indonesia
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Rupiah 5.242.640 5.602.464
Mata uang asing (Catatan 37) 472.359 420.348
Jumlah 5.714.999 6.022.812
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 termasuk dalam giro pada Bank Indonesia
adalah giro yang didasarkan pada prinsip perbankan syariah sebesar Rp695.180 dan Rp nihil.
Rasio GWM Perusahaan untuk mata uang Rupiah dan mata uang asing pada tanggal 31 Maret
2024 dan 31 Desember 2023 adalah:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
GWM yang telah dibentuk
Rupiah
GWM Primer
Konvensional dan syariah 14,46 15,22
Konvensional 15,78 10,08
Syariah 9,33 37,83
GWM Sekunder/PLM
Konvensional 24,04 23,03
Mata uang asing
Konvensional dan syariah 3,99 4,09
Konvensional 4,01 4,10
Syariah 2,12 3,21
- 36 -
Page 40
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
5. Giro pada Bank Lain
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 202.127 87.364
PT Maybank Indonesia Tbk 16.753 10.777
Standard Chartered Bank,
Indonesia 10.501 6.620
PT Bank CIMB Niaga Tbk, Indonesia 2.727 -
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk,
Indonesia 428 -
Lain-lain (di bawah Rp 1.000) 115 64
Jumlah 232.651 104.825
Mata uang asing (Catatan 37)
Sumitomo Mitsui Banking
Corporation, Jepang 360.326 8.069
Standard Chartered Bank,
Amerika Serikat 291.072 363.851
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk,
Indonesia 194.916 1.241.544
Bank of Amerika, Merrill Lynch,
Amerika Serikat 153.225 219.263
PT Bank Central Asia Tbk, Indonesia 150.935 417.552
PT Bank CIMB Niaga Tbk, Indonesia 129.443 71.674
United Overseas Bank, Singapura 95.141 26.131
Deutsche Bank Trust Company
Americas, Amerika Serikat 94.083 66.981
Citibank 50.487 35.254
Bank of China, Indonesia 19.694 31.758
Oversea Chinese Banking
Corporation, Singapura 17.140 18.655
Deutsche Bank AG, Jerman 9.698 12.303
PT Bank ICBC Indonesia, Indonesia 7.363 3.670
Banco De Sabadell SA, Spanyol 7.354 7.101
Bank of Communication, China 7.129 4.133
Aktif Bank, Turki 6.806 6.779
Standard Chartered Bank, Inggris 3.160 5.454
Kookmin Bank, Korea Selatan 1.827 5.290
Bank of China, China 2.968 2.945
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk, Singapura 1.525 1.482
DBS Bank, Hong Kong 1.004 1.009
Lain-lain (di bawah Rp 1.000) 1.556 1.144
Jumlah mata uang asing 1.606.852 2.552.042
Jumlah 1.839.503 2.656.867
Cadangan kerugian penurunan nilai (613) (932)
Jumlah Bersih 1.838.890 2.655.935
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, kualitas giro pada bank lain dikelompokkan
sebagai Lancar dan tidak terdapat saldo giro pada bank lain yang diblokir.
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Suku bunga rata-rata
Rupiah 1,00% 1,00%
Mata uang asing 0,52% 0,61%
- 37 -
Page 41
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai giro pada bank lain sebagai berikut:
31 Maret 2024
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal periode 932 - - 932
Pemulihan selama periode berjalan (319) - - (319)
Saldo akhir periode 613 - - 613
31 Desember 2023
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal tahun 724 - - 724
Pembentukan selama tahun berjalan 208 - - 208
Saldo akhir tahun 932 - - 932
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian untuk penurunan nilai yang dibentuk pada
tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah cukup untuk menutup kemungkinan
kerugian yang timbul.
6. Penempatan pada Bank Lain dan Bank Indonesia
31 Maret 2024
Suku Bunga Pihak
Jenis Penempatan Jangka Waktu Rata-rata% Ketiga
Rupiah
Penempatan pada Bank Indonesia
Deposit facility 1-4 hari 5,25 2.081.000
Penempatan pada bank lain
Sertifikat Investasi Mudharabah Antarbank 7 hari 6,25 95.000
Jumlah 2.176.000
Mata uang asing (Catatan 37)
Penempatan pada Bank Indonesia
Term deposit 4 hari 5,40 2.855.612
Penempatan pada bank lain
Call money 31 hari 5,85 47.565
Jumlah 2.903.177
Jumlah 5.079.177
Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai (4)
Jumlah - Bersih 5.079.173
31 Desember 2023
Suku Bunga Pihak
Jenis Penempatan Jangka Waktu Rata-rata% Ketiga
Rupiah
Penempatan pada Bank Indonesia
Deposit facility 4 hari 5,25 1.650.000
Mata uang asing (Catatan 37)
Penempatan pada Bank Indonesia
Term deposit 4 hari 5,34 4.467.117
Penempatan pada bank lain
Call money 7 hari 5,65 146.272
Jumlah 4.613.389
Jumlah 6.263.389
Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai (12)
Jumlah - Bersih 6.263.377
- 38 -
Page 42
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, penempatan pada bank lain dalam bentuk
call money, SIMA, dan penempatan pada Bank Indonesia dalam bentuk deposit facility dan term
deposit dikategorikan sebagai aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi.
Penempatan pada bank lain dalam mata asing merupakan penempatan pada:
Nama Bank 31 Maret 2024 31 Desember 2023
US$ US$
Mata uang asing
Call money
PT Bank SBI Indonesia 3.000.000 -
PT Bank CTBC Indonesia - 9.500.000
Jumlah 3.000.000 9.500.000
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, penempatan pada Bank Indonesia dan bank
lain dikelompokkan sebagai Lancar dan tidak terdapat saldo yang dijaminkan maupun yang
diblokir.
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain
adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal periode 12 - - 12
Pemulihan selama periode berjalan (8) - - (8)
Saldo akhir periode 4 - - 4
31 Desember 2023
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal tahun 113 - - 113
Pemulihan selama tahun berjalan (101) - - (101)
Saldo akhir tahun 12 - - 12
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian untuk penurunan nilai yang dibentuk pada
tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah cukup untuk menutup kemungkinan
kerugian yang timbul.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan tidak memiliki dana yang tidak
dapat dicairkan pada bank bermasalah, bank beku operasi atau likuidasi.
7. Efek-Efek
a. Jenis dan tujuan investasi efek-efek adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak berelasi (Catatan 35)
Rupiah
Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Unit reksadana 1.021.623 1.130.334
Jumlah Rupiah-pihak berelasi 1.021.623 1.130.334
Mata uang asing (Catatan 37)
Diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Tagihan atas wesel ekspor 9.894 10.469
Jumlah mata uang asing-pihak berelasi 9.894 10.469
Jumlah - pihak berelasi 1.031.517 1.140.803
- 39 -
Page 43
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Rupiah
Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Obligasi Pemerintah 69.285 -
Unit reksadana 962.194 861.814
Jumlah diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi 1.031.479 861.814
Diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain
Obligasi Pemerintah 6.629.048 7.040.628
Obligasi korporasi 5.591.194 5.913.385
Jumlah diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain 12.220.242 12.954.013
Diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Obligasi Pemerintah 4.436.510 2.363.861
Obligasi korporasi 10.196 10.212
Tagihan atas wesel ekspor - 1.527
Jumlah biaya perolehan diamortisasi 4.446.706 2.375.600
Jumlah Rupiah-pihak ketiga 17.698.427 16.191.427
Mata uang asing (Catatan 37)
Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Unit reksadana - 15.441
Obligasi pemerintah 634.733 326.954
Jumlah diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi 634.733 342.395
Diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Obligasi Pemerintah 15.978 15.527
Obligasi korporasi 99.895 97.103
Tagihan atas wesel ekspor 75.171 27.151
Jumlah diukur pada biaya perolehan
diamortisasi 191.044 139.781
Diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain
Obligasi Pemerintah 171.330 70.209
Obligasi korporasi 254.851 247.456
Jumlah diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain 426.181 317.665
Jumlah-mata uang asing-pihak ketiga 1.251.958 799.841
Jumlah-pihak ketiga 18.950.385 16.991.268
Jumlah 19.981.902 18.132.071
Cadangan kerugian penurunan nilai (300) (269)
Jumlah - bersih 19.981.602 18.131.802
b. Efek-efek yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi pada 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023 berdasarkan jangka waktu dan jatuh tempo adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024
Sampai dengan Lebih dari Lebih dari
1 tahun 1-5 tahun 5 tahun Jumlah
Berdasarkan jangka waktu
Rupiah
Obligasi Pemerintah 2.550.000 1.012 1.885.498 4.436.510
Obligasi korporasi - - 10.196 10.196
Jumlah - Rupiah 2.550.000 1.012 1.895.694 4.446.706
- 40 -
Page 44
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2024
Sampai dengan Lebih dari Lebih dari
1 tahun 1-5 tahun 5 tahun Jumlah
Berdasarkan jangka waktu
Mata uang asing (Catatan 37)
Obligasi korporasi - 7.762 92.133 99.895
Obligasi Pemerintah - - 15.978 15.978
Tagihan atas wesel ekspor 85.065 - - 85.065
Jumlah - mata uang asing 85.065 7.762 108.111 200.938
Jumlah 2.635.065 8.774 2.003.805 4.647.644
Berdasarkan jatuh tempo
Rupiah
Obligasi Pemerintah 2.550.000 170.618 1.715.892 4.436.510
Obligasi korporasi - 10.196 - 10.196
Jumlah - Rupiah 2.550.000 180.814 1.715.892 4.446.706
Mata uang asing (Catatan 37)
Obligasi korporasi - 7.762 92.133 99.895
Obligasi Pemerintah - 15.978 - 15.978
Tagihan atas wesel ekspor 85.065 - - 85.065
Jumlah - mata uang asing 85.065 23.740 92.133 200.938
Jumlah 2.635.065 204.554 1.808.025 4.647.644
31 Desember 2023
Sampai dengan Lebih dari Lebih dari
1 tahun 1-5 tahun 5 tahun Jumlah
Berdasarkan jangka waktu
Rupiah
Obligasi Pemerintah 426.868 51.199 1.885.794 2.363.861
Obligasi korporasi - - 10.212 10.212
Tagihan atas wesel ekspor 1.527 - - 1.527
Jumlah - Rupiah 428.395 51.199 1.896.006 2.375.600
Mata uang asing (Catatan 37)
Obligasi korporasi - 7.500 89.603 97.103
Obligasi Pemerintah - - 15.527 15.527
Tagihan atas wesel ekspor 37.620 - - 37.620
Jumlah - mata uang asing 37.620 7.500 105.130 150.250
Jumlah 466.015 58.699 2.001.136 2.525.850
Berdasarkan jatuh tempo
Rupiah
Obligasi Pemerintah 477.053 170.574 1.716.234 2.363.861
Obligasi korporasi - 10.212 - 10.212
Tagihan atas wesel ekspor 1.527 - - 1.527
Jumlah - Rupiah 478.580 180.786 1.716.234 2.375.600
Mata uang asing (Catatan 37)
Obligasi korporasi - 7.500 89.603 97.103
Obligasi Pemerintah - 15.527 - 15.527
Tagihan atas wesel ekspor 37.620 - - 37.620
Jumlah - mata uang asing 37.620 23.027 89.603 150.250
Jumlah 516.200 203.813 1.805.837 2.525.850
c. Suku bunga per tahun efek-efek adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Rupiah
Obligasi Pemerintah 5,50 - 10,00 5,50 - 10,25
Obligasi korporasi 5,50 - 11,25 5,50 - 11,25
Tagihan atas wesel ekspor - 6,80 - 7,45
- 41 -
Page 45
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Mata uang asing
Obligasi Pemerintah 0,00 - 7,75 1,75 - 7,75
Obligasi korporasi 2,30 - 8,13 2,30 - 8,13
Tagihan atas wesel ekspor 5,65 - 6,28 5,33 - 6,49
d. Nilai wajar dari obligasi (termasuk obligasi Pemerintah) yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah masing-masing
sebesar Rp2.145.832 dan Rp2.608.439.
e. Berikut ini adalah ikhtisar peringkat dan pemeringkat efek-efek untuk tujuan investasi yang
dimiliki Bank pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Penerbit Peringkat Pemeringkat Peringkat Pemeringkat
PT Adhi Karya (Persero) Tbk idBBB Pefindo idA- Pefindo
PT Adira Dinamika Multi
Finance Tbk idAAA Pefindo idAAA Pefindo
PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Barat dan Banten Tbk idAA Pefindo idAA Pefindo
PT Barito Pacific Tbk idA+ Pefindo idA+ Pefindo
PT BFI Finance Indonesia Tbk AA-(idn) Fitch AA-(idn) Fitch
PT Bussan Auto Finance idAAA Pefindo idAAA Pefindo
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk idAA- Pefindo idAA- Pefindo
PT Hino Finance Indonesia AAA (idn) Fitch AAA(idn) Fitch
PT Hutama Karya (Persero) idAA- Pefindo idAA- Pefindo
PT Indomobil Finance Indonesia idAA- Pefindo idA+ Pefindo
PT Indonesia Asahan Aluminium BBB- Fitch BBB- Fitch
PT Indosat Tbk idAAA Pefindo idAAA Pefindo
PT Japfa Comfeed Tbk B+(idn) Fitch B+(idn) Fitch
PT Mandiri Tunas Finance idAAA Pefindo idAAA Pefindo
PT Maybank Indonesia Finance idAAA Pefindo idAAA Pefindo
PT Medco Energi Internasional Tbk idAA- Pefindo idAA- Pefindo
PT Merdeka Copper Gold Tbk idA+ Pefindo idA+ Pefindo
PT Pembangunan Perumahan (Persero) idA Pefindo idA Pefindo
PT Pertamina (Persero) BBB Fitch BBB Fitch
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) idAAA Pefindo idAAA Pefindo
PT Samator Indo Gas Tbk A(idn) Fitch A(idn) Fitch
PT Surya Artha Nusantara Finance AA(idn) Fitch AA(idn) Fitch
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk idAAA Pefindo idAAA Pefindo
PT Wahana Inti Selaras idA Pefindo idA Pefindo
PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk AA(idn) Fitch AA(idn) Fitch
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk idSD Pefindo idCCC Pefindo
MTN PT Pos Indonesia (Persero) idBBB+ Pefindo idBBB+ Pefindo
MTN PT Wahana Interfood Nusantara Tbk irBBB+ KRI irBBB+ KRI
Sukuk Ijarah PT Samator Indo Gas Tbk A(idn) Fitch A(idn) Fitch
Sukuk Ijarah PT Indosat Tbk idAAA(sy) Pefindo idAAA(sy) Pefindo
Sukuk Mudharabah PT Wijaya
Karya Tbk idSD(sy) Pefindo idCCC Pefindo
Sukuk Mudharabah PT Hutama
Karya (Persero) idAA- Pefindo idAA- Pefindo
Sukuk Wakalah Bi Al-Istitsmar
CIMB Niaga Auto Finance AA+(idn) Fitch AA+(idn) Fitch
Solar United Network Pte.Ltd Ir BBB+ KRI Ir BBB+ KRI
Goldman Sachs Group Inc A Fitch A Fitch
Medco Oak Tree Pte Ltd B+(idn) Fitch B+(idn) Fitch
Sukuk Ijarah PT Perusahaan
Listrik Negara - - idAAA(sy) Pefindo
f. Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, seluruh efek-efek dikelompokkan
sebagai Lancar, kecuali untuk efek-efek dalam kelompok Macet sebesar Rp473.147 dan
Rp472.760.
- 42 -
Page 46
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
g. Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai efek-efek adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal periode 269 - - 269
Pembentukan selama periode berjalan 31 - - 31
Saldo akhir periode 300 - - 300
31 Desember 2023
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal tahun 498 - - 498
Pemulihan selama tahun berjalan (229) - - (229)
Saldo akhir tahun 269 - - 269
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian untuk penurunan nilai yang dibentuk
pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah cukup untuk menutup
kemungkinan kerugian yang timbul.
h. Tidak terdapat penghapusan efek-efek selama periode yang berakhir 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023.
8. Kredit yang Diberikan dan Piutang/Pembiayaan Syariah
a. Jenis Kredit dan Piutang/Pembiayaan Syariah
31 Maret 2024
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Syariah Jumlah
Pihak berelasi (Catatan 35)
Rupiah
Pinjaman karyawan 61.118 - - - 61.118
Pinjaman tetap 27.262 - - - 27.262
Pinjaman konsumsi 6.950 - - - 6.950
Piutang syariah - qardh - - - 60 60
Jumlah 95.330 - - 60 95.390
Mata uang asing (Catatan 37)
Pinjaman tetap 7.928 - - - 7.928
Jumlah - pihak berelasi 103.258 - - 60 103.318
Pihak ketiga
Rupiah
Pinjaman cicilan 2.953.883 755.111 42.111 - 3.751.105
Pinjaman konsumsi 2.416.251 349.656 76.525 - 2.842.432
Pinjaman tetap 5.982.525 5.726 - - 5.988.251
Pembiayaan musyarakah - - - 2.353.996 2.353.996
Pembiayaan mudharabah - - - 642.571 642.571
Piutang syariah - murabahah - - - 211.017 211.017
Pinjaman rekening koran 247.508 - 920 - 248.428
Piutang syariah - qardh - - - 22.090 22.090
Pinjaman karyawan 43.665 1.244 668 - 45.577
Piutang syariah - ijarah - - - 2.896 2.896
Jumlah 11.643.832 1.111.737 120.224 3.232.570 16.108.363
Mata uang asing (Catatan 37)
Pinjaman cicilan 442.297 - - - 442.297
Pinjaman tetap 52.132 - - - 52.132
Jumlah 494.429 - - - 494.429
Jumlah - pihak ketiga 12.138.261 1.111.737 120.224 3.232.570 16.602.792
Jumlah 12.241.519 1.111.737 120.224 3.232.630 16.706.110
Cadangan kerugian penurunan nilai (373.099) (364.406) (58.018) (798.040) (1.593.563)
Jumlah - bersih 11.868.420 747.331 62.206 2.434.590 15.112.547
- 43 -
Page 47
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2023
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Syariah Jumlah
Pihak berelasi (Catatan 35)
Rupiah
Pinjaman tetap 131.902 - - - 131.902
Pinjaman karyawan 62.398 - - - 62.398
Pinjaman konsumsi 8.973 - - - 8.973
Piutang syariah - qardh - - - 67 67
Jumlah 203.273 - - 67 203.340
Mata uang asing (Catatan 37)
Pinjaman tetap 7.699 - - - 7.699
Jumlah - pihak berelasi 210.972 - - 67 211.039
Pihak ketiga
Rupiah
Pinjaman cicilan 3.128.438 814.208 33.498 - 3.976.144
Pinjaman konsumsi 2.677.752 321.630 76.248 - 3.075.630
Pinjaman tetap 3.646.949 9.991 - - 3.656.940
Pembiayaan musyarakah - - - 3.936.659 3.936.659
Pembiayaan mudharabah - - - 679.725 679.725
Piutang syariah - murabahah - - - 377.007 377.007
Pinjaman rekening koran 218.699 - - - 218.699
Piutang syariah - qardh - - - 171.840 171.840
Pinjaman karyawan 42.119 61 668 - 42.848
Piutang syariah - ijarah - - - 2.188 2.188
Jumlah 9.713.957 1.145.890 110.414 5.167.419 16.137.680
Mata uang asing (Catatan 37)
Pinjaman cicilan 450.868 - - - 450.868
Pinjaman tetap 71.859 - - - 71.859
Jumlah 522.727 - - - 522.727
Jumlah - pihak ketiga 10.236.684 1.145.890 110.414 5.167.419 16.660.407
Jumlah 10.447.656 1.145.890 110.414 5.167.486 16.871.446
Cadangan kerugian penurunan nilai (347.689) (347.364) (53.952) (937.241) (1.686.246)
Jumlah - bersih 10.099.967 798.526 56.462 4.230.245 15.185.200
b. Sektor Ekonomi dan Kolektibilitas
Kredit dan piutang/pembiayaan syariah berdasarkan sektor ekonomi adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024
Jenis Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Syariah Jumlah
Rupiah
Perdagangan besar dan eceran, reparasi,
dan perawatan mobil, dan sepeda motor 5.554.913 495.548 28.095 3.000.865 9.079.421
Rumah tangga 2.468.621 348.195 74.743 324 2.891.883
Aktivitas keuangan dan asuransi 842.103 - - 339 842.442
Pertambangan dan penggalian 806.927 105 - - 807.032
Real estate 528.411 - 218 109.504 638.133
Informasi dan komunikasi 420.205 204.975 2.355 167 627.702
Pertanian, kehutanan dan perikanan 319.952 13.350 3.021 28.252 364.575
Industri pengolahan 210.770 11.693 6.436 18.799 247.698
Pengangkutan dan pergudangan 190.730 11.731 377 1.998 204.836
Konstruksi 158.020 992 1.436 4.864 165.312
Penyediaan akomodasi dan
penyediaan makan minum 69.314 18.069 1.182 12.267 100.832
Aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha
tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
perjalanan dan penunjang usaha lainnya 58.969 2.068 756 19.292 81.085
Bukan lapangan usaha lainnya 34.240 183 363 23.333 58.119
Aktivitas profesional, ilmiah, dan teknis 37.420 - 54 717 38.191
Aktivitas jasa lainnya 15.519 1.024 1.188 3.206 20.937
Jasa pendidikan 9.663 3.122 - 1.863 14.648
Aktivitas kesehatan manusia
dan aktivitas sosial 5.082 482 - 4.773 10.337
Kesenian, hiburan dan rekreasi 2.548 7 - 2.008 4.563
Pengadaan listrik, gas, uap/air
panas dan udara dingin 3.017 - - 45 3.062
Pengelolaan air, pengelolaan air limbah,
pengelolaan dan daur ulang sampah,
dan aktivitas remediasi 2.738 193 - 14 2.945
Jumlah 11.739.162 1.111.737 120.224 3.232.630 16.203.753
- 44 -
Page 48
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2024
Jenis Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Syariah Jumlah
Mata uang asing (Catatan 37)
Industri pengolahan 276.104 - - - 276.104
Pertambangan dan penggalian 218.325 - - - 218.325
Rumah tangga 7.928 - - - 7.928
Jumlah 502.357 - - - 502.357
Jumlah 12.241.519 1.111.737 120.224 3.232.630 16.706.110
Cadangan kerugian penurunan nilai (373.099) (364.406) (58.018) (798.040) (1.593.563)
Jumlah - bersih 11.868.420 747.331 62.206 2.434.590 15.112.547
31 Desember 2023
Jenis Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Syariah Jumlah
Rupiah
Perdagangan besar dan eceran, reparasi,
dan perawatan mobil, dan sepeda motor 3.341.911 507.005 21.314 4.574.150 8.444.380
Rumah tangga 2.721.848 313.574 72.304 354 3.108.080
Aktivitas keuangan dan asuransi 1.092.753 - 166 657 1.093.576
Pertambangan dan penggalian 780.252 147 - - 780.399
Informasi dan komunikasi 436.429 267.462 2.354 179 706.424
Real estate 508.732 279 - 112.610 621.621
Pertanian, kehutanan dan perikanan 328.557 12.672 3.049 242.310 586.588
Industri pengolahan 251.053 15.139 3.961 16.217 286.370
Aktivitas kesehatan manusia
dan aktivitas sosial 4.339 285 - 149.155 153.779
Konstruksi 103.329 1.967 737 5.279 111.312
Penyediaan akomodasi dan
penyediaan makan minum 81.915 7.582 4.169 11.019 104.685
Pengangkutan dan pergudangan 83.103 17.416 389 2.116 103.024
Aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha
tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
perjalanan dan penunjang usaha lainnya 67.088 1.006 636 19.605 88.335
Bukan lapangan usaha lainnya 44.850 306 42 25.576 70.774
Aktivitas profesional, ilmiah, dan teknis 35.485 - 57 769 36.311
Aktivitas jasa lainnya 14.755 819 1.200 3.376 20.150
Jasa pendidikan 12.906 - 36 1.936 14.878
Kesenian, hiburan dan rekreasi 2.314 25 - 2.105 4.444
Pengadaan listrik, gas, uap/air
panas dan udara dingin 3.041 - - 59 3.100
Pengelolaan air, pengelolaan air limbah,
pengelolaan dan daur ulang sampah,
dan aktivitas remediasi 2.570 206 - 14 2.790
Jumlah 9.917.230 1.145.890 110.414 5.167.486 16.341.020
Mata uang asing (Catatan 37)
Industri pengolahan 291.657 - - - 291.657
Pertambangan dan penggalian 231.070 - - - 231.070
Rumah tangga 7.699 - - - 7.699
Jumlah 530.426 - - - 530.426
Jumlah 10.447.656 1.145.890 110.414 5.167.486 16.871.446
Cadangan kerugian penurunan nilai (347.689) (347.364) (53.952) (937.241) (1.686.246)
Jumlah - bersih 10.099.967 798.526 56.462 4.230.245 15.185.200
Kredit dan piutang/pembiayaan syariah berdasarkan sektor ekonomi dan kolektibilitas adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2024
Dalam
Perhatian Kurang
Jenis Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet Jumlah
Pihak berelasi (Catatan 35)
Rupiah
Rumah tangga 61.612 - - - - 61.612
Perdagangan besar dan eceran,
reparasi dan perawatan mobil
dan sepeda motor 27.262 - - - - 27.262
Bukan lapangan usaha lainnya 6.516 - - - - 6.516
Jumlah 95.390 - - - - 95.390
Mata uang asing (Catatan 37)
Rumah tangga 7.928 - - - - 7.928
Jumlah - pihak berelasi 103.318 - - - - 103.318
- 45 -
Page 49
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2024
Dalam
Perhatian Kurang
Jenis Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet Jumlah
Pihak ketiga
Rupiah
Perdagangan besar dan eceran,
reparasi dan perawatan mobil
dan sepeda motor 8.086.230 936.467 7.941 7.398 14.123 9.052.159
Rumah tangga 1.826.197 929.330 38.191 22.042 14.511 2.830.271
Aktivitas keuangan dan asuransi 842.442 - - - - 842.442
Pertambangan dan penggalian 806.927 105 - - - 807.032
Real estate 637.915 - 218 - - 638.133
Informasi dan komunikasi 625.049 298 - - 2.355 627.702
Pertanian, kehutanan dan perikanan 356.901 4.653 123 1.365 1.533 364.575
Industri pengolahan 231.304 9.958 1.205 1.908 3.323 247.698
Pengangkutan dan pergudangan 204.022 432 - - 382 204.836
Konstruksi 162.738 1.139 1.435 - - 165.312
Penyediaan akomodasi dan
penyediaan makan minum 96.164 3.348 411 341 568 100.832
Aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha
tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
perjalanan dan penunjang usaha lainnya 78.326 2.004 404 - 351 81.085
Bukan lapangan usaha lainnya 42.772 7.275 806 174 576 51.603
Aktivitas profesional, ilmiah, dan teknis 38.137 - - - 54 38.191
Aktivitas jasa lainnya 19.002 746 130 - 1.059 20.937
Jasa pendidikan 11.521 3.127 - - - 14.648
Aktivitas kesehatan manusia
dan aktivitas sosial 10.243 89 - 5 - 10.337
Kesenian, hiburan dan rekreasi 4.562 1 - - - 4.563
Pengadaan listrik, gas, uap/air
panas dan udara dingin 3.062 - - - - 3.062
Pengelolaan air, pengelolaan air limbah,
pengelolaan dan daur ulang sampah,
dan aktivitas remediasi 2.931 - - - 14 2.945
Jumlah 14.086.445 1.898.972 50.864 33.233 38.849 16.108.363
Mata uang asing (Catatan 37)
Industri pengolahan 210.306 65.798 - - - 276.104
Pertambangan dan penggalian 218.325 - - - - 218.325
Jumlah 428.631 65.798 - - - 494.429
Jumlah - pihak ketiga 14.515.076 1.964.770 50.864 33.233 38.849 16.602.792
Jumlah 14.618.394 1.964.770 50.864 33.233 38.849 16.706.110
Cadangan kerugian penurunan nilai (686.366) (848.396) (23.351) (15.690) (19.760) (1.593.563)
Jumlah - bersih 13.932.028 1.116.374 27.513 17.543 19.089 15.112.547
31 Desember 2023
Dalam
Perhatian Kurang
Jenis Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet Jumlah
Pihak berelasi (Catatan 35)
Rupiah
Aktivitas keuangan dan asuransi 114.889 - - - - 114.889
Rumah tangga 62.920 - - - - 62.920
Perdagangan besar dan eceran,
reparasi dan perawatan mobil
dan sepeda motor 17.013 - - - - 17.013
Bukan lapangan usaha lainnya 8.518 - - - - 8.518
Jumlah 203.340 - - - - 203.340
Mata uang asing (Catatan 37)
Rumah tangga 7.699 - - - - 7.699
Jumlah - pihak berelasi 211.039 - - - - 211.039
Pihak ketiga
Rupiah
Perdagangan besar dan eceran,
reparasi dan perawatan mobil
dan sepeda motor 7.612.726 792.573 3.031 3.834 15.203 8.427.367
Rumah tangga 2.039.953 932.892 46.881 14.242 11.192 3.045.160
Aktivitas keuangan dan asuransi 978.521 - - - 166 978.687
Pertambangan dan penggalian 780.252 147 - - - 780.399
Informasi dan komunikasi 704.069 - - - 2.355 706.424
Real estate 621.342 279 - - - 621.621
Pertanian, kehutanan dan perikanan 577.029 6.497 43 913 2.106 586.588
Industri pengolahan 271.134 11.275 435 437 3.089 286.370
Aktivitas kesehatan manusia
dan aktivitas sosial 5.706 100 4 - 147.969 153.779
Penyediaan akomodasi dan
penyediaan makan minum 89.104 11.277 3.046 547 711 104.685
Pengangkutan dan pergudangan 102.366 265 - 389 4 103.024
Konstruksi 108.939 1.636 168 252 317 111.312
- 46 -
Page 50
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2023
Dalam
Perhatian Kurang
Jenis Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet Jumlah
Pihak ketiga
Rupiah
Aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha
tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
perjalanan dan penunjang usaha lainnya 85.882 1.817 427 - 209 88.335
Bukan lapangan usaha lainnya 55.429 6.100 391 143 193 62.256
Aktivitas profesional, ilmiah, dan teknis 36.254 - - - 57 36.311
Aktivitas jasa lainnya 18.426 524 873 16 311 20.150
Jasa pendidikan 14.837 5 - - 36 14.878
Kesenian, hiburan dan rekreasi 4.443 1 - - - 4.444
Pengadaan listrik, gas, uap/air
panas dan udara dingin 3.100 - - - - 3.100
Pengelolaan air, pengelolaan air limbah,
pengelolaan dan daur ulang sampah,
dan aktivitas remediasi 2.776 - - - 14 2.790
Jumlah 14.112.288 1.765.388 55.299 20.773 183.932 16.137.680
Mata uang asing (Catatan 37)
Industri pengolahan 225.450 66.207 - - - 291.657
Pertambangan dan penggalian 231.070 - - - - 231.070
Jumlah 456.520 66.207 - - - 522.727
Jumlah - pihak ketiga 14.568.808 1.831.595 55.299 20.773 183.932 16.660.407
Jumlah 14.779.847 1.831.595 55.299 20.773 183.932 16.871.446
Cadangan kerugian penurunan nilai (786.982) (696.858) (25.782) (10.057) (166.567) (1.686.246)
Jumlah - bersih 13.992.865 1.134.737 29.517 10.716 17.365 15.185.200
c. Jangka Waktu
Jangka waktu kredit dan piutang/ pembiayaan syariah diklasifikasikan berdasarkan periode
kredit sebagaimana yang tercantum dalam perjanjian kredit dan waktu yang tersisa sampai
dengan saat jatuh temponya:
Berdasarkan Periode Perjanjian Kredit:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Rupiah
Kurang dari atau sama dengan 1 tahun 1.172.532 1.981.350
Lebih dari 1 - 2 tahun 6.481.896 5.253.216
Lebih dari 2 - 5 tahun 4.784.468 4.985.425
Lebih dari 5 tahun 3.764.857 4.121.029
Jumlah 16.203.753 16.341.020
Mata uang asing (Catatan 37)
Kurang dari atau sama dengan 1 tahun - 170
Lebih dari 1 - 2 tahun 10.706 33.123
Lebih dari 2 - 5 tahun 267.679 277.335
Lebih dari 5 tahun 223.972 219.798
Jumlah 502.357 530.426
Jumlah 16.706.110 16.871.446
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.593.563) (1.686.246)
Jumlah - bersih 15.112.547 15.185.200
Berdasarkan Sisa Umur Jatuh Tempo:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Rupiah
Kurang dari atau sama dengan 1 tahun 5.432.906 6.362.940
Lebih dari 1 - 2 tahun 5.461.630 4.061.958
Lebih dari 2 - 5 tahun 3.457.036 3.299.418
Lebih dari 5 tahun 1.852.181 2.616.704
Jumlah 16.203.753 16.341.020
- 47 -
Page 51
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Mata uang asing (Catatan 37)
Kurang dari atau sama dengan 1 tahun 10.706 33.293
Lebih dari 1 - 2 tahun 49.354 46.265
Lebih dari 2 - 5 tahun 218.325 231.070
Lebih dari 5 tahun 223.972 219.798
Jumlah 502.357 530.426
Jumlah 16.706.110 16.871.446
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.593.563) (1.686.246)
Jumlah - bersih 15.112.547 15.185.200
d. Suku bunga/bagi hasil per tahun atas kredit diberikan dan piutang/pembiayaan syariah adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
% %
Rupiah 0,00 - 37,42 0,00 - 37,42
Dolar Amerika Serikat 0,95 - 10,00 0,95 - 10,00
e. Jumlah kredit yang dijamin dengan jaminan tunai pada tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023 masing-masing sebesar Rp339.400 dan Rp226.687.
f. Saldo kredit channeling pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing
adalah sebesar Rp27.032 dan Rp54.605, dimana sebesar Rp27.032 dan Rp38.965 saldo
kredit channelling disalurkan melalui pihak berelasi (Catatan 35).
g. Saldo kredit joint financing pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-
masing adalah sebesar Rp2.647.123 dan Rp2.862.913, dimana sebesar Rp2.388.554 dan
Rp2.586.684 dari saldo kredit joint financing disalurkan melalui pihak berelasi (Catatan 35).
h. Kredit yang diberikan kepada karyawan merupakan kredit untuk membeli kendaraan, rumah
dan keperluan lainnya yang dibebani bunga 0%-12% untuk kredit dibawah 1 tahun dan
0%-24,43% untuk kredit antara 1 sampai dengan 10 tahun.
i. Untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, jumlah
kredit yang direstrukturisasi masing-masing sebesar Rp19.671 dan Rp479.140.
j. Saldo kredit dan piutang/pembiayaan syariah pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember
2023 berdasarkan klasifikasi kolektibilitas adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024
Dalam
Perhatian Kurang
Jenis Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet Jumlah
Rupiah
Pihak berelasi (Catatan 35) 95.390 - - - - 95.390
Pihak ketiga 14.086.445 1.898.972 50.864 33.233 38.849 16.108.363
Jumlah 14.181.835 1.898.972 50.864 33.233 38.849 16.203.753
Mata uang asing (Catatan 37)
Pihak berelasi (Catatan 35) 7.928 - - - - 7.928
Pihak ketiga 428.631 65.798 - - - 494.429
Jumlah 436.559 65.798 - - - 502.357
Jumlah 14.618.394 1.964.770 50.864 33.233 38.849 16.706.110
- 48 -
Page 52
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2023
Dalam
Perhatian Kurang
Jenis Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet Jumlah
Rupiah
Pihak berelasi (Catatan 35) 203.340 - - - - 203.340
Pihak ketiga 14.112.288 1.765.388 55.299 20.773 183.932 16.137.680
Jumlah 14.315.628 1.765.388 55.299 20.773 183.932 16.341.020
Mata uang asing (Catatan 37)
Pihak berelasi (Catatan 35) 7.699 - - - - 7.699
Pihak ketiga 456.520 66.207 - - - 522.727
Jumlah 464.219 66.207 - - - 530.426
Jumlah 14.779.847 1.831.595 55.299 20.773 183.932 16.871.446
k. Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, rincian kredit bermasalah menurut
sektor ekonomi sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Rupiah
Rumah tangga 74.744 72.315
Perdagangan besar dan eceran, reparasi,
dan perawatan mobil dan sepeda motor 29.462 22.068
Industri pengolahan 6.436 3.961
Pertanian, kehutanan dan perikanan 3.021 3.062
Informasi dan komunikasi 2.355 2.355
Bukan lapangan usaha lainnya 1.556 727
Konstruksi 1.435 737
Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum 1.320 4.304
Aktivitas jasa lainnya 1.189 1.200
Aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha
tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
perjalanan dan penunjang usaha lainnya 755 636
Pengangkutan dan pergudangan 382 393
Real estate 218 -
Aktivitas profesional, ilmiah, dan teknis 54 57
Jasa pendidikan 36
Pengelolaan air, pengelolaan air limbah,
pengelolaan dan daur ulang sampah, dan
aktivitas remediasi 14 14
Aktivitas kesehatan manusia dan aktivitas sosial 5 147.973
Aktivitas keuangan dan asuransi - 166
Jumlah 122.946 260.004
l. Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, kredit non-performing yang telah
dihentikan pembebanan bunganya masing-masing adalah sebesar Rp122.946 dan
Rp260.004.
- 49 -
Page 53
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
m. Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai kredit adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Syariah Jumlah
Saldo awal 347.689 347.364 53.952 937.241 1.686.246
Saldo awal kerugian kredit ekspektasian
pada fasilitas kredit yang belum ditarik 6.479 33 54 - 6.566
Aset keuangan yang baru diperoleh 68.751 - - - 68.751
Perubahan bersih pada eksposur
dan pengukuran kembali (22.849) 12.344 (37.471) 8.768 (39.208)
Transfer ke kerugian kredit
ekspektasian 12 bulan
(Tahap 1) 3.071 (14.004) (789) - (11.722)
Transfer ke kerugian kredit
ekspektasian sepanjang umurnya
(Tahap 2) (16.821) 48.335 (5.829) - 25.685
Transfer ke penurunan kredit
(Tahap 3) (585) (29.655) 57.209 - 26.969
Penghapusbukuan selama
tahun berjalan - - (9.022) (147.969) (156.991)
Selisih kurs 2 - - - 2
Saldo akhir kerugian kredit ekspektasian
pada fasilitas kredit yang belum ditarik (12.638) (11) (86) - (12.735)
Saldo akhir 373.099 364.406 58.018 798.040 1.593.563
31 Desember 2023
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Syariah Jumlah
Saldo awal 105.916 326.469 859.110 829.630 2.121.125
Saldo awal kerugian kredit ekspektasian
pada fasilitas kredit yang belum ditarik 11.298 32 22 - 11.352
Aset keuangan yang baru diperoleh 59.086 26 - 59.112
Perubahan bersih pada eksposur
dan pengukuran kembali 232.257 14.875 87.885 118.034 453.051
Transfer ke kerugian kredit
ekspektasian 12 bulan
(Tahap 1) 15.356 (63.569) (12.110) - (60.323)
Transfer ke kerugian kredit
ekspektasian sepanjang umurnya
(Tahap 2) (69.740) 208.812 (36.559) - 102.513
Transfer ke penurunan kredit
(Tahap 3) (1) (139.248) 254.069 - 114.820
Penghapusbukuan selama
tahun berjalan - - (1.210.245) (10.423) (1.220.668)
Selisih kurs (4) 111.834 - 111.830
Saldo akhir kerugian kredit ekspektasian
pada fasilitas kredit yang belum ditarik (6.479) (33) (54) - (6.566)
Saldo akhir 347.689 347.364 53.952 937.241 1.686.246
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai untuk kredit yang
diberikan adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang akan timbul akibat tidak
tertagihnya kredit yang diberikan tersebut.
n. Mutasi kredit yang dihapus buku selama periode 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Mata Uang Mata Uang
Rupiah Asing Jumlah Rupiah Asing Jumlah
Saldo awal tahun 4.955.184 779.135 5.734.319 4.540.065 85.162 4.625.227
Mutasi selama periode berjalan
Penghapusan 156.991 - 156.991 525.765 694.903 1.220.668
Penerimaan kembali (27.589) - (27.589) (78.154) - (78.154)
Hapus tagih 38.264 - 38.264 (32.492) - (32.492)
Selisih kurs penjabaran - 6.695 6.695 - (930) (930)
Saldo akhir 5.122.850 785.830 5.908.680 4.955.184 779.135 5.734.319
- 50 -
Page 54
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
o. Jaminan pemberian kredit umumnya berupa tanah, bangunan, mesin, persediaan dan
deposito berjangka.
p. Rasio kredit usaha kecil terhadap jumlah kredit yang diberikan pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah masing-masing sebesar 5,63% dan 5,80%.
9. Tagihan dan Liabilitas Akseptasi
Tagihan Akseptasi
a. Berdasarkan jangka waktu perjanjian:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Rupiah
1 bulan atau kurang 8.266 7.946
1-3 bulan 19.466 12.779
3-6 bulan 10.483 9.066
Jumlah 38.215 29.791
Mata uang asing (Catatan 37)
1-3 bulan 26.326 40.721
3-6 bulan 13.040 9.352
Jumlah 39.366 50.073
Jumlah 77.581 79.864
Cadangan kerugian penurunan nilai (2.093) (1.560)
Jumlah - bersih 75.488 78.304
b. Berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Rupiah
1 bulan atau kurang 24.372 18.978
1-3 bulan 12.629 10.813
3-6 bulan 1.214 -
Jumlah 38.215 29.791
Mata uang asing (Catatan 37)
1 bulan atau kurang 10.440 32.282
1-3 bulan 28.516 17.791
Jumlah 39.366 50.073
Jumlah 77.581 79.864
Cadangan kerugian penurunan nilai (2.093) (1.560)
Jumlah - bersih 75.488 78.304
- 51 -
Page 55
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
c. Kolektibilitas tagihan akseptasi pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Rupiah
Pihak ketiga
Lancar 38.215 29.791
Mata uang asing (Catatan 37)
Pihak ketiga
Lancar 39.366 50.073
Jumlah 77.581 79.864
d. Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai tagihan akseptasi sebagai berikut:
31 Maret 2024
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal 1.560 - - 1.560
Pembentukan selama periode berjalan 533 - - 533
Saldo akhir 2.093 - - 2.093
31 Desember 2023
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal 593 - - 593
Pembentukan selama tahun berjalan 967 - - 967
Saldo akhir 1.560 - - 1.560
e. Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai untuk tagihan
akseptasi pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah cukup untuk menutup
kemungkinan kerugian yang akan timbul akibat tidak tertagihnya tagihan akseptasi tersebut.
Liabilitas Akseptasi
a. Berdasarkan jangka waktu perjanjian:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Rupiah
1 bulan atau kurang 8.265 7.948
1-3 bulan 19.471 12.784
3-6 bulan 10.485 9.066
Jumlah 38.221 29.798
Mata uang asing (Catatan 37)
1-3 bulan 26.339 40.730
3-6 bulan 13.044 9.352
Jumlah 39.383 50.082
Jumlah 77.604 79.880
- 52 -
Page 56
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
b. Berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Rupiah
1 bulan atau kurang 24.377 18.981
1-3 bulan 12.630 10.817
3-6 bulan 1.214 -
Jumlah 38.221 29.798
Mata uang asing (Catatan 37)
1 bulan atau kurang 10.444 32.291
1-3 bulan 28.529 17.791
Jumlah 39.383 50.082
Jumlah 77.604 79.880
10. Pendapatan yang Masih Akan Diterima
Pendapatan yang masih akan diterima merupakan piutang bunga dan piutang bagi hasil
pembiayaan syariah.
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Piutang Bunga
Kredit 47.986 255.131
Efek-efek 184.367 45.356
Penempatan pada bank lain 208 92
Jumlah 232.561 300.579
Piutang Syariah
Piutang dan pembiayaan syariah 15.922 22.651
Efek-efek 14.865 3.521
Penempatan pada bank lain 115 -
Jumlah 30.902 26.172
Jumlah 263.463 326.751
11. Biaya Dibayar Dimuka
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Asuransi 632.580 689.983
Pemeliharaan perangkat lunak dan keras 87.524 102.252
Tunjangan hari raya 56.334 -
Promosi dan pengembangan usaha 54.919 54.443
Premi penjaminan LPS 21.630 -
Sewa 22.581 19.912
Renovasi cabang baru 16.115 16.282
Program kepemilikan kendaraan karyawan 19.323 2.402
Jasa produksi 5.151 -
Lain-lain 18.045 36.674
Jumlah 934.202 921.948
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, asuransi dibayar dimuka termasuk asuransi
kredit kepada PT Asuransi Simas Insurtech, pihak berelasi (Catatan 35) masing-masing sebesar
Rp551.571 dan Rp638.661, dengan masa manfaat sampai dengan 15 November 2025.
Asuransi dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat dengan menggunakan metode garis
lurus.
- 53 -
Page 57
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
12. Aset Tetap dan Aset Hak Guna
Aset tetap dan aset hak guna terdiri dari:
Perubahan selama tahun berjalan
1 Januari 2024 Penambahan Pengurangan 31 Maret 2024
Kepemilikan langsung:
Nilai revaluasian:
Tanah 387.034 - - 387.034
Bangunan 265.685 804 - 266.489
Biaya perolehan:
Inventaris kantor 2.071.605 19.755 (178) 2.091.182
Kendaraan bermotor 18.628 - (496) 18.132
Subtotal 2.742.952 20.559 (674) 2.762.837
Aset hak-guna
Bangunan 342.832 13.104 - 355.936
Kendaraan 151.801 6.614 (3.921) 154.494
Subtotal 494.633 19.718 (3.921) 510.430
Jumlah 3.237.585 40.277 (4.595) 3.273.267
Akumulasi penyusutan
Nilai revaluasian:
Bangunan 15.485 3.963 - 19.448
Biaya perolehan:
Inventaris kantor 1.251.231 39.360 (187) 1.290.404
Kendaraan bermotor 20.680 72 (487) 20.265
Subtotal 1.287.396 43.395 (674) 1.330.117
Aset hak-guna
Bangunan 264.737 11.379 - 276.116
Kendaraan 79.377 8.666 (2.247) 85.796
Subtotal 344.114 20.045 (2.247) 361.912
Jumlah 1.631.510 63.440 (2.921) 1.692.029
Nilai Tercatat 1.606.075 1.581.238
Perubahan selama tahun berjalan
Eliminasi Akumulasi Surplus
1 Januari 2023 Penambahan Pengurangan Penyusutan Revaluasi Penyesuaian 31 Desember 2023
Kepemilikan langsung:
Nilai revaluasian:
Tanah 372.579 - - - 14.455 - 387.034
Bangunan 255.822 1.899 - (58.867) 71.920 (5.089) 265.685
Biaya perolehan:
Inventaris kantor 1.910.812 164.587 (3.794) - - - 2.071.605
Kendaraan bermotor 19.735 203 (1.310) - - - 18.628
Subtotal 2.558.948 166.689 (5.104) (58.867) 86.375 (5.089) 2.742.952
Aset hak-guna
Bangunan 254.173 88.659 - - - - 342.832
Kendaraan 124.357 28.933 (1.489) - - - 151.801
Subtotal 378.530 117.592 (1.489) - - - 494.633
Jumlah 2.937.478 284.281 (6.593) (58.867) 86.375 (5.089) 3.237.585
Akumulasi penyusutan
Nilai revaluasian:
Bangunan 51.641 22.711 - (58.867) - - 15.485
Biaya perolehan:
Inventaris kantor 1.099.480 155.286 (3.535) - - - 1.251.231
Kendaraan bermotor 21.672 318 (1.310) - - - 20.680
Subtotal 1.172.793 178.315 (4.845) (58.867) - - 1.287.396
Aset hak-guna
Bangunan 200.622 64.115 - - - - 264.737
Kendaraan 55.860 24.814 (1.297) - - - 79.377
Subtotal 256.482 88.929 (1.297) - - - 344.114
Jumlah 1.429.275 267.244 (6.142) (58.867) - - 1.631.510
Nilai Tercatat 1.508.203 1.606.075
- 54 -
Page 58
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Jumlah beban penyusutan aset tetap dan aset hak guna yang dibebankan pada laba rugi pada
periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 masing-masing sebesar
Rp63.572 dan Rp60.734.
Jumlah pengeluaran kas untuk sewa selama periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024
dan 31 Desember 2023 adalah Rp15.064 dan Rp111.120.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan menjual aset tetapnya dengan
nilai tercatat masing-masing sebesar Rp nihil dan Rp130 pada harga jual masing-masing sebesar
Rp179 dan Rp824. Keuntungan bersih penjualan aset tetap tersebut dibukukan pada akun
Pendapatan Operasional Lainnya (Catatan 32).
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan menghapus aset tetap dengan
nilai tercatat Rp nihil dan Rp129. Kerugian atas penghapusan aset tetap tersebut dibukukan pada
akun Beban Operasional Lainnya (Catatan 33).
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, aset tetap Perusahaan, kecuali tanah,
diasuransikan terhadap risiko kebakaran, gempa bumi, huru-hara, pencurian dan risiko lainnya
pada PT Asuransi Sinar Mas, pihak berelasi, dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar
Rp962.155 dan Rp963.472 (Catatan 35). Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan
tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, tidak terdapat komitmen kontraktual dalam
perolehan aset tetap.
Manajemen telah mengkaji ulang atas estimasi umur ekonomis, metode penyusutan, dan nilai
residu pada setiap akhir periode pelaporan.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, tidak terdapat perubahan estimasi masa
manfaat dan/atau metode penyusutan aset tetap.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, tidak ada aset tetap Perusahaan yang
ditempatkan sebagai jaminan.
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai atas aset tetap tersebut pada
tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, tidak terdapat aset tetap yang tidak dipakai
sementara.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, tidak terdapat aset tetap yang berasal dari
hibah.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, tidak terdapat aset tetap yang dihentikan
dari penggunaan aktif dan tidak diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual.
Tanah dan bangunan Perusahaan direvaluasi dengan menggunakan saldo tanggal 11 Juli 2023,
dengan laporan penilai dari KJPP Firmansyah & Rekan, penilai independen, dengan laporan
No. 00787/2.0115-00/PI/07/0249/1/VII/2023 tanggal 18 Agustus 2023 yang telah ditandatangani
oleh Firmansyah, S.T.MAPPI (Cert). Penilaian ditentukan menggunakan metode sebagaimana
dijelaskan pada Catatan 13. Surplus revaluasi dikreditkan pada akun “Komponen ekuitas lainnya”
dalam laporan perubahan ekuitas.
- 55 -
Page 59
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
13. Nilai Wajar Aset Non Keuangan
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pengukuran nilai wajar berulang
Tanah dan bangunan (aset tetap) 652.720 652.720
Pengukuran nilai wajar berulang aset non keuangan termasuk dalam Level 2 hierarki nilai wajar
sebagaimana dijelaskan pada Catatan 2.
Informasi tentang pengukuran nilai wajar yang menggunakan input signifikan yang tidak dapat
diobservasi (Level 2) adalah sebagai berikut:
Keterangan Teknik penilaian
Metode perbandingan data pasar dengan
Aset tetap (tanah dan bangunan)
penyesuaian faktor yang dianggap relevan
Tanah dan bangunan telah dinilai oleh penilai independen.
Seluruh aset dimanfaatkan pada penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Surplus revaluasi tanah dan bangunan dalam Catatan 12 mencerminkan keuntungan belum
direalisasi yang diakui pada penghasilan komprehensif lain.
14. Aset Ijarah
Akun ini merupakan obyek sewa dari transaksi Ijarah Muntahiyah Bittamlik dengan opsi
perpindahan hak milik obyek sewa dengan hibah.
Perubahan selama tahun berjalan
Pengalihan pada
1 Januari 2024 Penambahan akhir masa akad 31 Maret 2024
Biaya perolehan 503.469 20.126 (117.765) 405.830
Akumulasi penyusutan 119.251 127.710 (117.765) 129.196
Nilai tercatat 384.218 (107.584) - 276.634
Perubahan selama tahun berjalan
Pengalihan pada
1 Januari 2023 Penambahan akhir masa akad 31 Desember 2023
Biaya perolehan 485.505 85.805 (67.841) 503.469
Akumulasi penyusutan 87.886 99.206 (67.841) 119.251
Nilai tercatat 397.619 (13.401) - 384.218
- 56 -
Page 60
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
15. Aset Lain-lain – Bersih
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Uang muka pembelian aset 226.605 185.930
Agunan yang diambil-alih 117.410 125.621
Tagihan sehubungan dengan ATM bersama 97.743 72.841
Setoran jaminan 35.751 35.747
Tagihan komisi asuransi 25.667 20.825
Tagihan subsidi Pemerintah 22.541 12.169
Barang cetakan dan materai 19.485 17.104
Uang muka renovasi gedung kantor 14.149 17.583
Tagihan sehubungan dengan transaksi QR 11.334 7.402
Pajak dibayar dimuka 10.372 223
Tagihan derivatif 941 27.502
Tagihan sehubungan dengan jaringan
principal kartu kredit 928 616
Lain-lain 32.144 20.461
Jumlah 615.070 544.024
Cadangan kerugian penurunan nilai (80.480) (88.120)
Jumlah - bersih 534.590 455.904
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, nilai tercatat agunan yang diambil-alih
adalah sebesar Rp36.930 dan Rp37.501, setelah dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan
nilai masing-masing sebesar Rp80.480 dan Rp88.120.
Berikut adalah rincian agunan yang diambil alih berdasarkan kolektibilitasnya sesuai ketentuan
Bank Indonesia:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Lancar 1.369 1.481
Kurang lancar 3.002 3.346
Diragukan 37.326 41.068
Macet 75.713 79.726
Jumlah 117.410 125.621
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai aset lain-lain adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 88.120 247.959
Pembentukan (pemulihan) selama
periode berjalan (7.640) (159.839)
Saldo akhir 80.480 88.120
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai untuk aset lain-lain
adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang akan timbul akibat tidak tertagihnya
aset tersebut.
- 57 -
Page 61
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Rincian transaksi derivatif atas swap mata uang asing pada tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024
Tagihan Liabilitas
Nilai kontrak Nilai wajar derivatif derivatif
Pihak berelasi
Mata uang asing
Transaksi swap :
PT Berau Coal 1.874.790 (15.181) - (15.181)
PT Smart Tbk 65.306 (853) - (853)
Transaksi domestic non deliverable forward:
PT Smart Tbk 474 (2) - (2)
Pihak ketiga
Mata uang asing
Transaksi swap :
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 345.672 (663) 294 (957)
PT Bank KB Bukopin Tbk 285.307 (136) 79 (215)
PT Bank Permata Tbk 237.750 120 120 -
PT Bank Pan Indonesia Tbk 79.250 (107) - (107)
PT Bank Victoria International Tbk 47.676 48 48 -
PT Bank Central Asia Tbk 20.733 (135) - (135)
Transaksi spot : -
Deutsche Bank 396.863 151 221 (70)
PT Bank KB Bukopin Tbk 332.850 (398) - (398)
PT Bank BTPN Tbk 237.660 (320) - (320)
Bank of China 237.752 (59) 45 (104)
PT Bank Permata Tbk 79.250 15 15 -
PT Bank Victoria International Tbk 79.250 (72) - (72)
PT Bank KEB Hana Indonesia 47.530 (58) - (58)
PT Bank CTBC Indonesia 47.540 (30) - (30)
PT Bank CIMB Niaga Tbk 31.700 (47) - (47)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 31.700 (44) - (44)
Bank Shinhan Indonesia 31.700 (28) - (28)
PT Bank Syariah Indonesia Tbk 15.850 (20) - (20)
PT Bank Ganesha 15.850 (10) - (10)
PT Bank Mega Tbk 15.850 (10) - (10)
PT Bank Central Asia Tbk 15.850 (10) - (10)
PT Bank Artha Graha Internasional 15.850 - - -
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 15.816 (22) - (22)
Citibank N.A. 111.026 3 38 (35)
PT Bank Resona Perdania 31.700 (26) 12 (38)
MUFG Bank, Ltd. 70 69 69 -
Transaksi domestic non deliverable forward :
PT Pasifik Satelit Nusantara 475 (1) - (1)
Total (17.826) 941 (18.767)
31 Desember 2023
Tagihan Liabilitas
Nilai kontrak Nilai wajar derivatif derivatif
Pihak berelasi
Mata uang asing
Transaksi swap :
PT Berau Coal 1.895.727 23.564 23.869 (305)
PT Smart Tbk 23.829 199 199 -
Transaksi domestic non deliverable forward:
PT Sinarmas Sekuritas 154.344 (506) 400 (906)
PT Sinarmas Asset Management 30.878 (332) - (332)
Pihak ketiga
Mata uang asing
Transaksi swap :
Citibank N.A. 153.951 (559) - (559)
PT Bank Permata Tbk 76.975 (280) - (280)
PT Artha Cipta Langgeng 13.714 109 109 -
- 58 -
Page 62
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2023
Tagihan Liabilitas
Nilai kontrak Nilai wajar derivatif derivatif
Pihak ketiga
Mata uang asing
Transaksi spot :
Citibank N.A. 154.169 87 102 (15)
Deutsche Bank 123.157 (298) - (298)
PT Bank KB Bukopin Tbk 92.532 73 73 -
Bank Pan Indonesia Tbk 77.211 111 111 -
PT Bank KEB Hana 76.973 (77) 19 (96)
PT Bank CTBC Indonesia 61.655 32 32 -
Bank of China 53.976 (13) 45 (58)
MUFG Bank, Ltd 46.279 43 43 -
PT Indonesia
Bank Mega1906
Tbk Tbk 30.909 57 57 -
PT Bank Permata Tbk 30.865 35 35 -
PT (Persero)
Bank ArthaTbk
Graha International Tbk 30.855 30 30 -
PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Barat dan Banten, Tbk 30.789 (51) - (51)
PT Bank Multi Artha Sentosa 23.202 53 53 -
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 15.446 24 24 -
PT Bank Central Asia Tbk 15.442 22 22 -
PT Bank Shinhan Indonesia 15.426 14 14 -
PT Bank JTrust Indonesia Tbk 15.426 14 14 -
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 15.426 14 14 -
Transaksi domestic non deliverable forward :
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 188.630 1.902 2.237 (335)
Total 24.267 27.502 (3.235)
16. Liabilitas Segera
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Liabilitas sehubungan dengan jaringan ATM 154.553 61.935
Beban akrual 74.791 60.018
Liabilitas jasa produksi 88.120 -
Kiriman uang 28.756 19.669
Liabilitas administrasi kredit 5.916 6.062
Program loyalitas pelanggan 2.981 2.981
Liabilitas pembayaran online 18.420 8.644
Lain-lain 7.654 5.792
Jumlah 381.191 165.101
17. Simpanan
Simpanan terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Giro 14.920.334 14.682.168
Tabungan 10.912.762 10.768.878
Deposito berjangka 7.603.744 9.691.539
Jumlah 33.436.840 35.142.585
- 59 -
Page 63
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
a. Giro terdiri atas:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Konvensional
Pihak berelasi (Catatan 35)
Rupiah 2.638.924 2.714.531
Mata uang asing (Catatan 37) 1.521.797 2.214.065
Jumlah 4.160.721 4.928.596
Pihak ketiga
Rupiah 7.521.798 6.378.756
Mata uang asing (Catatan 37) 3.186.202 3.276.877
Jumlah 10.708.000 9.655.633
Jumlah 14.868.721 14.584.229
Syariah
Giro Wadiah
Pihak berelasi (Catatan 35)
Rupiah 15 15
Mata uang asing (Catatan 37) 953 902
Jumlah 968 917
Pihak ketiga
Rupiah 32.011 31.761
Mata uang asing (Catatan 37) 18.634 65.261
Jumlah 50.645 97.022
Jumlah 51.613 97.939
Jumlah 14.920.334 14.682.168
31 Maret 2024 31 Desember 2023
% %
Suku bunga giro
Rupiah 0,00 - 5,00 0,00 - 4,75
Mata uang asing 0,00 - 2,00 0,00 - 4,00
Saldo giro yang diblokir dalam rangka jaminan kredit yang diberikan, bank garansi dan letters
of credit pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, masing-masing sebesar
Rp82.082 dan Rp33.181.
b. Tabungan terdiri atas:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Konvensional
Rupiah
Pihak berelasi (Catatan 35)
Tabungan Sinarmas 23.804 20.918
Tabungan Sinarmas Gold 14.060 16.286
Tabungan Sinarmas Diamond 33.581 43.192
Tabunganku 654 973
Jumlah 72.099 81.369
Pihak ketiga
Tabungan Sinarmas 2.444.997 2.251.996
Tabungan Sinarmas Gold 5.989.227 5.972.979
Tabungan Sinarmas Diamond 1.465.856 1.492.200
Tabunganku 763.122 766.419
Jumlah 10.663.202 10.483.594
Jumlah 10.735.301 10.564.963
- 60 -
Page 64
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Syariah
Rupiah
Pihak berelasi (Catatan 35)
Tabungan Wadiah 598 570
Pihak ketiga
Tabungan Wadiah 174.341 201.121
Mata uang asing (Note 37)
Pihak berelasi (Catatan 35)
Tabungan Wadiah 1 1
Pihak ketiga
Tabungan Wadiah 2.521 2.223
Jumlah 177.461 203.915
Jumlah 10.912.762 10.768.878
31 Maret 2024 31 Desember 2023
% %
Suku bunga tabungan
Rupiah 0,00 - 5,00 0,00 - 5,00
Mata uang asing 0,00 0,00
Saldo tabungan yang diblokir dalam rangka jaminan kredit dan bank garansi sebesar
Rp3.002 dan Rp3.126 pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
c. Deposito berjangka terdiri atas:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak berelasi (Catatan 35)
Rupiah 557.058 603.088
Mata uang asing (Catatan 37) 30.436 303.676
Jumlah 587.494 906.764
Pihak ketiga
Rupiah 6.599.079 7.977.667
Mata uang asing (Catatan 37) 417.171 807.108
Jumlah 7.016.250 8.784.775
Jumlah 7.603.744 9.691.539
Klasifikasi deposito berjangka berdasarkan jangka waktu adalah sebagai berikut:
Berdasarkan periode deposito berjangka:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak berelasi Pihak Pihak berelasi Pihak
(Catatan 35) ketiga Jumlah (Catatan 35) ketiga Jumlah
Rupiah
Kurang dari 1 bulan 113.280 107.955 221.235 91.910 1.688.536 1.780.446
1 bulan 413.542 3.641.753 4.055.295 430.803 3.541.518 3.972.321
3 bulan 11.108 1.657.275 1.668.383 61.253 1.615.560 1.676.813
6 bulan 18.127 746.189 764.316 18.122 672.520 690.642
12 bulan 1.001 433.258 434.259 1.000 445.316 446.316
Lebih dari 12 bulan - 12.649 12.649 - 14.217 14.217
Jumlah 557.058 6.599.079 7.156.137 603.088 7.977.667 8.580.755
- 61 -
Page 65
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak berelasi Pihak Pihak berelasi Pihak
(Catatan 35) ketiga Jumlah (Catatan 35) ketiga Jumlah
Mata uang asing
(Catatan 37)
Kurang dari 1 bulan - 66.432 66.432 27.715 33.056 60.771
1 bulan 22.509 211.124 233.633 268.263 567.391 835.654
3 bulan - 13.917 13.917 - 46.316 46.316
6 bulan - 22.732 22.732 - 29.345 29.345
12 bulan 7.927 102.966 110.893 7.698 131.000 138.698
Jumlah 30.436 417.171 447.607 303.676 807.108 1.110.784
Jumlah 587.494 7.016.250 7.603.744 906.764 8.784.775 9.691.539
Berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak berelasi Pihak Pihak berelasi Pihak
(Catatan 35) ketiga Jumlah (Catatan 35) ketiga Jumlah
Rupiah
1 bulan atau kurang 531.434 4.513.559 5.044.993 544.745 6.019.349 6.564.094
1 - 3 bulan 6.570 1.389.309 1.395.879 58.269 1.214.879 1.273.148
3 - 6 bulan 18.053 419.885 437.938 74 500.307 500.381
6 - 12 bulan 1.001 267.338 268.339 - 234.819 234.819
12 bulan atau lebih - 8.988 8.988 - 8.313 8.313
Jumlah 557.058 6.599.079 7.156.137 603.088 7.977.667 8.580.755
Mata uang asing
(Catatan 37)
1 bulan atau kurang 22.509 290.527 313.036 295.977 637.934 933.911
1 - 3 bulan - 14.164 14.164 - 63.914 63.914
3 - 6 bulan 7.927 13.289 21.216 - 12.840 12.840
6 - 12 bulan - 99.191 99.191 7.699 92.420 100.119
Jumlah 30.436 417.171 447.607 303.676 807.108 1.110.784
Jumlah 587.494 7.016.250 7.603.744 906.764 8.784.775 9.691.539
31 Maret 2024 31 Desember 2023
% %
Suku bunga deposito
Rupiah 0,00 - 6,75 0,00 - 6,75
Mata uang asing 0,00 - 4,50 0,00 - 4,50
Saldo deposito berjangka yang diblokir dalam rangka jaminan kredit yang diberikan, bank
garansi dan letter of credit pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, masing-
masing adalah sebesar Rp1.080.934 dan Rp823.969.
- 62 -
Page 66
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
18. Simpanan dari Bank Lain
Simpanan dari bank lain pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 merupakan
simpanan dalam bentuk giro, deposito berjangka, dan call money dari pihak ketiga dengan rincian
sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Konvensional
Pihak ketiga
Rupiah
Giro 61.777 40.524
Deposito berjangka 28.174 11.174
Call money 505.000 275.000
Jumlah Rupiah 594.951 326.698
Mata uang asing
Giro 3 -
Syariah
Pihak ketiga
Rupiah
Giro Wadiah 327 747
Jumlah 595.281 327.445
31 Maret 2024 31 Desember 2023
% %
Suku bunga
Rupiah 0,00 - 6,55 0,00 - 6,27
19. Efek-efek yang Dijual dengan Janji beli Kembali – Pihak Ketiga
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, efek-efek yang dijual dengan janji beli
kembali adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024
Tanggal
Pihak Lawan Jenis Jangka waktu jatuh tempo Nilai bersih
Rupiah
Bank BPD Jatim FR0087 33 hari 17 April 2024 185.771
Bank BPD Jatim FR0087 33 hari 17 April 2024 185.771
Bank BPD Jatim FR0087 33 hari 17 April 2024 92.887
Bank BPD Jatim FR0082 33 hari 5 April 2024 189.768
Bank BPD Jatim FR0082 33 hari 5 April 2024 189.768
Bank BPD Kaltim FR0087 33 hari 5 April 2024 463.332
Jumlah 1.307.297
31 Desember 2023
Tanggal
Pihak Lawan Jenis Jangka waktu jatuh tempo Nilai bersih
Rupiah
Bank BPD Jatim FR0087 7 hari 5 Januari 2024 189.364
Bank BPD Jatim FR0087 7 hari 5 Januari 2024 189.364
Bank BPD Jatim FR0087 7 hari 5 Januari 2024 189.364
Bank BPD Jatim FR0082 7 hari 5 Januari 2024 193.449
Bank BPD Jatim FR0082 7 hari 5 Januari 2024 145.088
Bank BPD Jatim FR0082 7 hari 5 Januari 2024 145.088
Jumlah 1.051.717
- 63 -
Page 67
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
20. Utang Pajak
Utang pajak terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pajak kini - 22.677
Pajak penghasilan
Pasal 4 13.771 14.446
Pasal 23 dan 26 964 2.244
Pasal 25 22.676 -
Pasal 21 15.668 5.813
Jumlah pajak penghasilan 53.079 45.180
Pajak Pertambahan Nilai 5.297 7.392
Jumlah 58.376 52.572
Besarnya pajak yang terutang ditetapkan berdasarkan perhitungan pajak yang dilakukan sendiri
oleh Perusahaan (self-assessment). Berdasarkan Undang-undang No. 28 Tahun 2007 mengenai
Perubahan Ketiga atas Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, Kantor Pajak dapat
melakukan pemeriksaan atas perhitungan pajak dalam jangka waktu 5 tahun setelah terutangnya
pajak, dengan beberapa pengecualian, sebagaimana diatur dalam Undang-undang tersebut.
21. Beban yang Masih Harus Dibayar
Beban yang masih harus dibayar merupakan beban yang masih harus dibayar atas beban bunga
dan beban syariah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak berelasi (Catatan 35)
Rupiah
Deposito 624 1.051
Giro 340 349
Tabungan 12 16
Jumlah 976 1.416
Mata uang asing (Catatan 37)
Deposito 3 341
Giro 13 45
Jumlah 16 386
Jumlah pihak berelasi 992 1.802
Pihak ketiga
Rupiah
Deposito 28.504 29.921
Tabungan 1.738 1.477
Giro 1.503 1.273
Obligasi subordinasi 7.493 7.583
Jumlah 39.238 40.254
Mata uang asing (Catatan 37)
Deposito 211 1.753
Giro 37 7
Jumlah 248 1.760
Jumlah pihak ketiga 39.486 42.014
Jumlah 40.478 43.816
- 64 -
Page 68
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
22. Liabilitas Lain-lain
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Setoran jaminan 161.506 157.425
Liabilitas sewa 141.604 133.368
Pendapatan yang ditangguhkan 27.490 25.826
Liabilitas terkait asuransi kredit 23.971 23.005
Penampungan cadangan biaya spin-off 10.562 11.851
Liabilitas derivatif 18.767 3.235
Taksiran pajak penghasilan 14.595 -
Estimasi kerugian komitmen
dan kontinjensi 14.082 7.640
Titipan setoran pajak ke KPPN 5.982 2.871
Setoran penyelesaian hapus buku 884 731
Liabilitas sehubungan dengan pinjaman 1.999 4.028
Setoran penyelesaian AYDA 306 306
Lain-lain 28.959 23.568
Jumlah 450.707 393.854
Perubahan estimasi kerugian komitmen dan kontijensi adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal periode 7.553 33 54 7.640
Pembentukan (pemulihan) periode berjalan 6.432 (22) 32 6.442
Saldo akhir periode berjalan 13.985 11 86 14.082
31 Desember 2023
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal tahun 12.567 32 22 12.621
Pembentukan (pemulihan) tahun berjalan (5.014) 1 32 (4.981)
Saldo akhir 7.553 33 54 7.640
23. Obligasi Subordinasi
Merupakan obligasi subordinasi yang diterbitkan oleh Perusahaan dengan rincian sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Obligasi Subordinasi Bank Sinarmas Tahap I Tahun 2022 500.000 500.000
Diskonto yang belum diamortisasi (3.241) (3.488)
Jumlah - bersih 496.759 496.512
Pada tanggal 29 Juni 2022, Perusahaan menerbitkan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank
Sinarmas Tahap I Tahun 2022 sebesar Rp500.000. Obligasi subordinasi ini berjangka waktu 5
tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 8 Juli 2027. Tingkat suku bunga sebesar 6,50% per
tahun dan dibayarkan setiap tiga bulan sejak tanggal emisi.
Dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Subordinasi
Berkelanjutan I Bank Sinarmas Tahap I Tahun 2022 setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi
terkait, seluruhnya akan dipergunakan oleh Perusahaan untuk memperkuat permodalan yang
diperhitungkan sebagai modal pelengkap (Tier 2) dalam rangka mendukung rencana penyaluran
kredit dengan tenor yang lebih panjang.
- 65 -
Page 69
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pada Desember 2022, Perusahaan telah menggunakan seluruh dana hasil Penawaran Umum
Berkelanjutan Obligasi Subordinasi I untuk penyaluran kredit dengan tenor panjang.
PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk bertindak sebagi Wali Amanat.
Perusahaan wajib mengupayakan tingkat kesehatan Perusahaan minimal berada dalam peringkat
komposit 3 (tiga) yang tergolong "Cukup Baik", sesuai penilaian internal berdasarkan ketentuan
Otoritas Jasa Keuangan.
Melalui surat nomor RC-005/KRI-DIR/III/2024 tanggal 25 Maret 2024, PT Kredit Rating Indonesia
memutuskan peringkat atas Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Sinarmas sebanyak-
banyaknya sebesar Rp3.000.000.000.000 (tiga triliun Rupiah) di irA untuk periode 25 Maret 2024
sampai dengan 1 April 2025.
24. Dana Syirkah Temporer
Akun ini merupakan investasi tidak terikat dalam bentuk giro mudharabah, tabungan mudharabah,
deposito berjangka Mudharabah dan sertifikat investasi mudharabah antarbank.
a. Simpanan
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Giro mudharabah 626.575 712.713
Tabungan mudharabah 2.720.901 1.922.081
Deposito berjangka mudharabah 3.592.192 4.368.757
Jumlah 6.939.668 7.003.551
Giro mudharabah terdiri atas:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak berelasi (Catatan 35)
Rupiah 90.158 243.644
Mata uang asing (Catatan 37) 58 57
Jumlah 90.216 243.701
Pihak ketiga
Rupiah 535.505 468.172
Mata uang asing (Catatan 37) 854 840
Jumlah 536.359 469.012
Jumlah 626.575 712.713
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Tingkat nisbah
Rupiah 0,10 - 5,25 0,00 - 5,75
Mata uang asing 0,50 - 2,00 0,50 - 2,00
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, tidak ada saldo giro mudharabah yang
diblokir dalam rangka jaminan piutang dan pembiayaan syariah.
- 66 -
Page 70
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Tabungan mudharabah terdiri atas:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak berelasi (Catatan 35)
Rupiah 27.058 24.961
Mata uang asing (Catatan 37) - -
Jumlah 27.058 24.961
Pihak ketiga
Rupiah 2.693.223 1.895.553
Mata uang asing (Catatan 37) 620 1.567
Jumlah 2.693.843 1.897.120
Jumlah 2.720.901 1.922.081
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Tingkat nisbah
Rupiah 0,00 - 7,00 0,00 - 7,00
Mata uang asing 0,50 0,50
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, tidak ada saldo tabungan mudharabah
yang diblokir dalam rangka jaminan piutang dan pembiayaan syariah.
Deposito berjangka mudharabah terdiri atas:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak berelasi (Catatan 35)
Rupiah 181.657 630.352
Pihak ketiga
Rupiah 3.344.953 3.736.177
Mata uang asing (Catatan 37) 65.582 2.228
Jumlah 3.410.535 3.738.405
Jumlah 3.592.192 4.368.757
Klasifikasi deposito berjangka mudharabah berdasarkan jangka waktu adalah sebagai berikut:
Berdasarkan periode deposito berjangka:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak berelasi Pihak Pihak berelasi Pihak
(Catatan 35) ketiga Jumlah (Catatan 35) ketiga Jumlah
Rupiah
Kurang dari 1 bulan - 3.344 3.344 - 2.136 2.136
1 bulan 121.523 753.340 874.863 569.931 957.149 1.527.080
3 bulan 60.134 828.004 888.138 60.410 886.965 947.375
6 bulan - 1.553.158 1.553.158 - 1.696.032 1.696.032
12 bulan - 207.107 207.107 11 193.895 193.906
Jumlah 181.657 3.344.953 3.526.610 630.352 3.736.177 4.366.529
Mata uang asing
(Catatan 37)
1 bulan - 64.195 64.195 - 323 323
3 bulan - 349 349 - 339 339
6 bulan - 756 756 - 1.061 1.061
12 bulan - 282 282 - 505 505
Jumlah - 65.582 65.582 - 2.228 2.228
Jumlah 181.657 3.410.535 3.592.192 630.352 3.738.405 4.368.757
- 67 -
Page 71
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak berelasi Pihak Pihak berelasi Pihak
(Catatan 35) ketiga Jumlah (Catatan 35) ketiga Jumlah
Rupiah
1 bulan atau kurang 121.525 1.696.960 1.818.485 569.931 1.186.516 1.756.447
1 - 3 bulan 60.132 1.235.466 1.295.598 60.421 842.926 903.347
3 - 6 bulan - 234.047 234.047 - 1.571.592 1.571.592
6 - 12 bulan - 178.480 178.480 - 135.143 135.143
Jumlah 181.657 3.344.953 3.526.610 630.352 3.736.177 4.366.529
Mata uang asing
(Catatan 37)
1 bulan atau kurang - 64.195 64.195 - 1.058 1.058
1 - 3 bulan - 585 585 - 665 665
3 - 6 bulan - 756 756 - 460 460
6 - 12 bulan - 46 46 - 45 45
Jumlah - 65.582 65.582 - 2.228 2.228
Jumlah 181.657 3.410.535 3.592.192 630.352 3.738.405 4.368.757
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Tingkat nisbah
Rupiah 1,00 - 6,75 1,00 - 6,75
Mata uang asing 0,50 - 4,00 0,50 - 2,75
Saldo deposito berjangka mudharabah yang diblokir dalam rangka jaminan piutang dan
pembiayaan syariah pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, masing-masing
adalah sebesar Rp24.643 dan Rp25.093.
b. Simpanan dari Bank Lain
Simpanan dari bank lain dana syirkah temporer pada tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023 merupakan simpanan dalam bentuk giro dan deposito berjangka dari
pihak ketiga dengan rincian sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Rupiah
Pihak ketiga
Giro mudharabah 3.307 14.769
Deposito berjangka mudharabah 1.000 1.000
Jumlah 4.307 15.769
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Tingkat bagi hasil rata-rata
Rupiah 0,50 - 4,30 0,00 - 0,50
- 68 -
Page 72
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
25. Kepentingan Non Pengendali
Perubahan kepentingan non-pengendali atas aset bersih entitas anak sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 486.867 -
Bagian kepentingan non-pengendali
atas laba bersih entitas anak 20.270 -
Saldo akhir 507.137 -
26. Modal Saham dan Tambahan Modal Disetor
Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
sebagai berikut:
31 Maret 2024
Jumlah Lembar Persentase Jumlah
Pemegang Saham Saham Kepemilikan Modal Disetor
% Rp
PT Sinar Mas Multiartha Tbk 11.826.853.600 59,99 1.182.685
PT Shinta Utama 206.501.946 1,05 20.650
Enny Kamal, Direktur 1.795.332 0,01 180
Masyarakat 7.681.011.525 38,95 768.101
Jumlah 19.716.162.403 100,00 1.971.616
31 Desember 2023
Jumlah Lembar Persentase Jumlah
Pemegang Saham Saham Kepemilikan Modal Disetor
% Rp
PT Sinar Mas Multiartha Tbk 11.826.853.600 59,99 1.182.685
PT Shinta Utama 577.504.296 2,93 57.750
Halim, Direktur 612.146 0,00 61
Enny Kamal, Direktur 1.795.332 0,01 180
Masyarakat 7.309.397.029 37,07 730.940
Jumlah 19.716.162.403 100,00 1.971.616
PT Shinta Utama dan PT Sinar Mas Multiartha Tbk telah menandatangani dan menyampaikan
surat pernyataan kesanggupan untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam keikutsertaan
Perusahaan dalam program penjaminan Pemerintah.
Perubahan lembar saham untuk periode yang berakhir 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023,
adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham
Jumlah saham pada tanggal 1 Januari 2023 19.716.162.403
Penambahan modal disetor melalui
konversi Waran Seri III (Catatan 27) -
Jumlah saham pada tanggal 31 Desember 2023
dan 31 Maret 2024 19.716.162.403
- 69 -
Page 73
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Perubahan tambahan modal disetor sampai dengan tanggal 31 Maret 2024:
Penawaran Umum Perdana tahun 2010 80.000
Biaya emisi saham tahun 2010 (4.678)
Konversi Waran Seri I tahun 2011 89.918
Konversi Waran Seri I tahun 2012 90
Penawaran Umum Terbatas I tahun 2012 180.478
Biaya emisi saham tahun 2012 (3.776)
Konversi Waran Seri I tahun 2013 371
Konversi Waran Seri II tahun 2013 423.821
Konversi Waran Seri I tahun 2014 935
Konversi Waran Seri II tahun 2014 1.151
Peningkatan modal tanpa Hak Memesan
Efek Terlebih Dahulu (HMETD) 152.411
Biaya emisi saham tahun 2014 (227)
Konversi Waran Seri I 4.397
Konversi Waran Seri II 3.313
Konversi Waran Seri II 1.576
Penawaran Umum Terbatas II tahun 2016 326.782
Selisih antara aset dan liabiltas
pengampunan pajak 5.234
Biaya emisi saham tahun 2016 (5.285)
Konversi Waran Seri II 19.264
Konversi Waran Seri III 880
Konversi Waran Seri III tahun 2019 840.000
Konversi Waran Seri III tahun 2020 252.000
Konversi Waran Seri III tahun 2021 1.183.539
Jumlah tambahan modal disetor pada
tanggal 31 Maret 2024 3.552.194
Manajemen Permodalan
Tujuan utama dari pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan bahwa Perusahaan
mempertahankan rasio modal yang sehat dalam rangka mendukung bisnis dan memaksimalkan
nilai pemegang saham. Perusahaan wajib untuk memenuhi rasio Kewajiban Penyediaan Modal
Minimum (KPMM) sebagaimana ditetapkan oleh OJK.
Manajemen menggunakan peraturan rasio permodalan untuk memantau rasio Kewajiban
Pemenuh Modal Minimum (KPMM), sesuai dengan standar industri. Peraturan OJK untuk
pengukuran modal tersebut terutama didasarkan kepada pemantauan kebutuhan modal yang
diwajibkan (diukur sebagai 10% pada 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 dari aset tertimbang
menurut risiko) terhadap modal yang tersedia.
Perusahaan telah memenuhi ketentuan OJK yang berlaku tentang KPMM.
Perusahaan wajib memperhitungkan Risiko Pasar karena telah memenuhi kriteria sebagaimana
diatur oleh OJK yang berlaku, yaitu jumlah aset sebesar Rp10.000.000 atau lebih. Perhitungan
dilakukan menggunakan metode standar sesuai dengan Peraturan OJK.
- 70 -
Page 74
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Perhitungan rasio KPMM pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
I. Komponen Modal
A. Modal Inti 7.352.414 7.283.216
B. Modal Pelengkap 715.322 711.607
II. Jumlah modal 8.067.736 7.994.823
III. Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR)
Risiko kredit setelah memperhitungkan risiko spesifik 20.474.642 20.197.024
Risiko pasar 3.900.943 4.118.159
Risiko operasional 6.723.016 7.237.461
Jumlah ATMR untuk risiko kredit, pasar
dan operasional 31.098.600 31.552.644
IV.Rasio Kewajiban Penyediaan Modal
Minimum (KPMM) yang tersedia
KPMM dengan memperhitungkan risiko kredit 39,40% 39,58%
KPMM dengan memperhitungkan
risiko kredit dan pasar 33,10% 32,88%
KPMM dengan memperhitungkan
risiko kredit dan operasional 29,66% 29,14%
KPMM dengan memperhitungkan risiko
kredit dan operasional dan pasar 25,94% 25,34%
V. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal
Minimum yang diwajibkan berdasarkan
profil risiko 10% 10%
27. Waran
Pada tanggal 27 April 2016, Perusahaan menerbitkan Waran Seri III secara cuma-cuma sejumlah
4.357.096.148 waran yang melekat pada saham yang diterbitkan dalam rangka Penawaran Umum
Terbatas II. Setiap pemegang satu (1) saham baru Perusahaan berhak memperoleh empat (4)
waran dimana setiap satu (1) waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu
(1) saham baru Perusahaan dengan harga pelaksanaannya sebesar Rp625 (dalam Rupiah penuh)
dan dapat dikonversi menjadi saham mulai tanggal 28 November 2016 sampai dengan 12 Mei
2021.
Tanggal masa laku Waran Seri III berakhir pada 12 Mei 2021 dan sebanyak 21.031.543 Waran
Seri III tidak dikonversikan menjadi saham.
Perusahaan menerima surat dari OJK No. S-16/PB.331/2022 tanggal 11 Februari 2022 tentang
Laporan Perubahan Komposisi Kepemilikan PT Bank Sinarmas Tbk, dimana konversi peningkatan
modal dari Waran Seri III sebesar Rp1.408.975 yang terdiri dari Rp225.436 dicatat pada modal
disetor dan sisanya sebesar Rp1.183.539 dicatat pada agio saham, telah dicatat dalam
administrasi pengawasan OJK.
- 71 -
Page 75
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
28. Pendapatan Bunga dan Bagi Hasil
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Pendapatan bunga
Rupiah
Kredit yang diberikan 356.600 288.093
Efek-efek 259.327 259.068
Penempatan pada bank lain
dan Bank Indonesia 27.428 34.563
Efek yang dibeli dengan
janji jual kembali 1.337 17.673
Giro pada bank lain 4.884 5.692
Jumlah 649.576 605.089
Mata uang asing
Kredit yang diberikan 17.087 33.423
Penempatan pada bank lain
dan Bank Indonesia 63.324 28.087
Efek-efek 7.002 5.239
Giro pada bank lain 2.211 2.298
Jumlah 89.624 69.047
Jumlah Pendapatan Bunga 739.200 674.136
Pendapatan syariah
Rupiah
Piutang syariah 155.212 109.954
Penempatan pada bank lain
dan Bank Indonesia 47.537 8.342
Efek-efek 7.381 39.876
Jumlah 210.130 158.172
Mata uang asing
Efek-efek 184 158
Penempatan pada bank lain
dan Bank Indonesia - 3.751
Jumlah 184 3.909
Jumlah Pendapatan Syariah 210.314 162.081
Jumlah 949.514 836.217
29. Beban Bunga dan Bagi Hasil
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Beban bunga
Rupiah
Deposito berjangka 71.258 55.352
Tabungan 41.293 25.353
Giro 21.970 22.606
Premi penjaminan Pemerintah
(Catatan 43c) 22.620 23.601
Simpanan dari bank lain 8.561 1.189
Obligasi subordinasi 8.282 8.098
Efek yang dijual dengan janji beli 23.904 -
Jumlah 197.888 136.199
Mata uang asing
Deposito berjangka 2.331 1.440
Giro 690 183
Jumlah 3.021 1.623
Jumlah Beban Bunga 200.909 137.822
- 72 -
Page 76
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Beban syariah
Rupiah
Deposito berjangka 47.779 39.178
Tabungan 25.048 5.154
Giro 6.827 4.692
Premi penjaminan Pemerintah
(Catatan 43c) 4.691 4.157
Simpanan dari bank lain 167 797
Jumlah Beban Syariah 84.512 53.978
Jumlah Beban Bunga dan Beban Syariah 285.421 191.800
30. Beban Umum dan Administrasi
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Asuransi 96.024 96.980
Umum dan administrasi 67.298 57.867
Perbaikan dan pemeliharaan 54.103 49.298
Komunikasi 22.198 26.706
Sewa gedung 10.539 10.775
Imbalan kerja jangka panjang 8.825 3.000
Transportasi 8.142 8.762
Listrik dan air 6.582 5.721
Cetakan dan alat tulis 6.509 8.129
Promosi 5.939 7.182
Pendidikan dan pengembangan 2.564 2.607
Perjalanan dinas 1.868 1.915
Jasa profesional 1.169 348
Jumlah 291.760 279.290
31. Beban Tenaga Kerja
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Gaji 163.006 142.192
Tunjangan Hari Raya 35.126 13.114
Tunjangan lainnya 146.735 85.833
Jumlah 344.867 241.139
32. Pendapatan Operasional Lainnya – Lain-lain
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Pendapatan Safe Deposit Box 1.779 1.855
Keuntungan penjualan aset tetap - bersih
(Catatan 12) 179 210
Pendapatan klaim asuransi kredit - 267
Lain-lain 2.473 2.975
Jumlah 4.431 5.307
- 73 -
Page 77
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
33. Beban Operasional Lainnya – Lain-lain
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Beban tanggung jawab sosial 1.605 1.558
Kerugian lelang AYDA - bersih 188 909
Kerugian penurunan nilai aset lain-lain - 30.493
Kerugian dari tindakan kecurangan - 1.964
Hapus buku aset tetap
(Catatan 12) - 129
Biaya charge dan denda - 7
Lain-lain 1.635 281
Jumlah 3.428 35.341
34. Laba (Rugi) per Saham Dasar
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Laba (rugi) bersih 94.998 71.760
Rata-rata tertimbang jumlah saham untuk
perhitungan laba per saham dasar 19.716.162.321 19.716.162.321
Laba (rugi) bersih per saham
(dalam Rupiah penuh)
Dasar 4,82 3,64
35. Sifat dan Transaksi Pihak Berelasi
Sifat Pihak Berelasi
Selain karyawan kunci, pihak berelasi dengan Perusahaan adalah perusahaan-perusahaan yang
berada dalam Grup Sinar Mas:
a. Pemegang saham (termasuk pemegang saham akhir) Perusahaan. PT Sinarmas Multiartha
Tbk dan PT Shinta Utama.
b. Perusahaan-perusahaan yang dimiliki secara langsung atau tidak langsung oleh pemegang
saham Perusahaan.
c. Perusahaan-perusahaan yang dikendalikan oleh anggota keluarga dekat pemegang saham
dan manajemen kunci Perusahaan.
Transaksi Pihak Berelasi
Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan juga melakukan transaksi-transaksi tertentu dengan
pihak-pihak berelasi yang meliputi antara lain:
a. Transaksi aset dan liabilitas dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
- 74 -
Page 78
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Persentase Persentase
terhadap jumlah terhadap jumlah
aset/liabilitas/dan aset/liabilitas/dan
Jumlah dana syirkah temporer Jumlah dana syirkah temporer
% %
Aset
Efek-efek 1.031.517 1,98 1.140.803 2,17
Kredit 103.318 0,20 211.039 0,40
Pendapatan yang masih
akan diterima 67 0,00 212 0,00
Biaya dibayar dimuka 1.335 0,00 400 0,00
Aset lain - lain 43.945 0,08 39.103 0,07
Liabilitas
Liabilitas segera 1.259 0,00 1.535 0,00
Simpanan 4.821.881 13,07 5.918.217 15,66
Beban yang masih
harus dibayar 992 0,00 1.802 0,00
Dana Syirkah Temporer
Simpanan 298.931 4,30 899.014 12,81
b. Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, saldo kredit channeling masing-masing
sebesar Rp27.032 dan Rp38.965 dan saldo kredit joint financing masing-masing sebesar
Rp2.388.554 dan Rp2.586.684 disalurkan melalui pihak berelasi (Catatan 9).
c. Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, saldo aset ijarah channeling masing-
masing sebesar Rp136.490 dan Rp137.658 disalurkan melalui pihak berelasi (Catatan 14).
d. Pendapatan bunga dan bagi hasil yang diterima dari pihak berelasi untuk periode tiga bulan
yang berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp1.797 dan Rp4.277, atau
masing-masing 0,19% dan 0,58% dari jumlah pendapatan bunga dan syariah (Catatan 28).
e. Beban bunga dan bagi hasil yang dibayar kepada pihak berelasi untuk periode tiga bulan
yang berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp15.362 dan Rp18.492, atau
masing-masing 5,38% dan 9,64% dari jumlah beban bunga dan syariah (Catatan 29).
f. Beban umum dan administrasi yang dibayar kepada pihak berelasi untuk periode tiga bulan
yang berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp7.450 dan
Rp9.101 atau masing-masing 2,55% dan 3,26% dari jumlah beban umum dan administrasi
(Catatan 30).
g. Perusahaan memberikan kompensasi kepada karyawan kunci. Imbalan yang diberikan
kepada direksi dan anggota manajemen kunci lainnya adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024
Personil
Dewan manajemen
Direksi Komisaris kunci lainnya
% Rp % Rp % Rp
Gaji dan imbalan kerja
jangka pendek 100,00% 9.750 100,00% 1.371 97,19% 50.595
Imbalan pesangon 0,00% - 0,00% - 2,81% 1.461
Jumlah 100,00% 9.750 100,00% 1.371 100,00% 52.056
- 75 -
Page 79
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2023
Personil
Dewan manajemen
Direksi Komisaris kunci lainnya
% Rp % Rp % Rp
Gaji dan imbalan kerja
jangka pendek 100,00% 4.106 100,00% 1.026 91,86% 42.121
Imbalan pesangon 0,00% - 0,00% - 8,14% 3.731
Jumlah 100,00% 4.106 100,00% 1.026 100,00% 45.852
h. Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, saldo transaksi komitmen dan
kontinjensi (berupa letter of credit dan bank garansi) dengan pihak berelasi masing-masing
sebesar Rp116.965 dan Rp116.355 (Catatan 36). Saldo jaminan tunai dari pihak berelasi
sehubungan dengan transaksi letter of credit dan bank garansi pada tanggal 31 Maret 2024
dan 31 Desember 2023 masing-masing sebesar Rp614.469 dan Rp366.935.
i. Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, aset tetap Perusahaan, kecuali tanah
diasuransikan kepada PT Asuransi Sinar Mas dengan nilai pertanggungan seluruhnya masing-
masing sebesar Rp962.155 dan Rp963.472 (Catatan 12).
j. Perusahaan menandatangani asuransi kredit dengan PT Asuransi Insurtech, dengan manfaat
sampai dengan 15 November 2025 (Catatan 11).
k. Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, tidak terdapat anggota atau kelompok
pemegang saham utama yang juga sebagai karyawan dan manajemen kunci lainnya.
36. Komitmen dan Kontinjensi
a. Komitmen pembelian dan penjualan tunai mata uang asing:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pembelian tunai mata uang asing
(spot, forward, dan swap)
Dolar Amerika Serikat 1.627.560 515.800
Dolar Australia 10.315 -
Dolar Singapura - 7.696
Jumlah 1.637.875 523.496
Penjualan tunai mata uang asing
(spot, forward, dan swap)
Dolar Amerika Serikat 2.805.260 2.546.597
Dolar Australia 10.315 -
Yen Jepang 366.433 -
Jumlah 3.182.008 2.546.597
Pada tanggal 31 Maret 2024, transaksi spot, forward dan swap di atas akan selesai masing-
masing dalam 1 hari sampai 2 hari, 1 hari sampai 118 hari dan 1 hari sampai 54 hari.
Pada tanggal 31 Desember 2023, transaksi spot, forward dan swap di atas akan selesai
masing-masing dalam 1 hari sampai 2 hari, 1 hari dan 2 hari sampai 59 hari.
- 76 -
Page 80
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
b. Perusahaan memiliki tagihan dan liabilitas komitmen dan kontinjensi dalam rangka
ekspor-impor, pemberian garansi dan pemberian kredit kepada debitur dengan rincian
sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Komitmen
Liabilitas Komitmen
Fasilitas kredit kepada debitur
yang belum digunakan 418.539 474.753
Irrevocable letters of credit 92.673 103.015
Jumlah 511.212 577.768
Kontinjensi
Tagihan Kontinjensi
Pendapatan bunga dalam
penyelesaian 32.626 32.486
Liabilitas Kontinjensi
Bank garansi 960.335 924.115
Jumlah - bersih (927.709) (891.629)
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, saldo transaksi komitmen dan
kontinjensi berupa letter of credit dan bank garansi dengan pihak berelasi masing-masing
sebesar Rp116.965 dan Rp116.355 (Catatan 35).
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, jangka waktu untuk letter of credit
masing-masing berkisar antara 1 – 5 bulan dan 1 – 5 bulan, sedangkan untuk bank garansi
masing-masing berkisar antara 1 – 61 bulan dan 1 – 60 bulan.
Saldo Letter of Credit yang dijamin dengan jaminan tunai pada tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023 masing-masing adalah sebesar Rp837 dan Rp2.191.
Saldo bank garansi yang dijamin dengan jaminan tunai pada tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023 masing-masing adalah sebesar Rp678.391 dan Rp650.889.
37. Aset dan Liabilitas dalam Mata Uang Asing
a. Posisi aset dan liabilitas dalam mata uang asing adalah sebagai berikut:
Ekuivalen Rp
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Aset
Kas USD 168.620 32.557
SGD 20.513 14.605
EUR 11.763 11.261
AUD 10.236 8.308
JPY 6.255 2.502
CNY 2.432 2.201
GBP 710 658
HKD 693 718
SAR 253 250
Giro pada Bank Indonesia USD 472.359 420.348
Giro pada bank lain USD 1.011.952 2.354.998
JPY 360.325 8.069
SGD 111.069 41.997
AUD 54.602 68.759
CNY 37.055 42.410
EUR 24.071 26.183
GBP 3.160 5.454
- 77 -
Page 81
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Ekuivalen Rp
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Aset
Giro pada bank lain NZD 1.678 2.145
SAR 1.733 821
HKD 1.207 1.206
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain USD 2.903.177 4.613.389
Efek-efek USD 1.261.852 810.309
Kredit yang diberikan dan piutang/
pembiayaan syariah USD 502.357 530.426
Tagihan akseptasi USD 39.366 50.073
Pendapatan yang masih akan diterima USD 10.747 8.960
Aset lain-lain USD 4.764 6.179
JPY - 2.227
Jumlah Aset 7.022.949 9.067.013
Liabilitas
Liabilitas segera USD 7.207 8.623
SGD 351 349
Simpanan USD 4.891.235 6.435.384
SGD 130.318 63.770
AUD 65.697 74.867
EUR 40.983 45.696
CNY 38.835 41.685
JPY 8.515 6.598
SAR 1.137 869
GBP 916 1.163
NZD 79 81
Simpanan dari bank lain USD 3 -
Liabilitas akseptasi USD 39.383 50.082
Estimasi kerugian komitmen
dan kontijensi USD 904 684
Beban yang masih harus dibayar USD 264 2.146
Liabilitas lain-lain USD 146.870 6.203
Jumlah Liabilitas 5.372.697 6.738.200
Dana Syirkah Temporer
Simpanan USD 67.114 4.692
Jumlah Liabilitas dan Dana
Syirkah Temporer 5.439.811 6.742.892
Aset Bersih 1.583.138 2.324.121
b. Posisi Devisa Neto (PDN)
Berikut ini disajikan rincian posisi devisa neto Perusahaan sebagaimana disampaikan
Perusahaan kepada Bank Indonesia:
31 Maret 2024
Laporan Posisi Keuangan dan Bersih
Rekening Administratif Absolut
Mata Uang Aset Liabilitas Net
Dolar Amerika Serikat 7.894.581 7.862.733 31.848
Poundsterling Inggris 3.868 915 2.953
Yen Jepang 366.253 374.948 8.695
Dolar Hong Kong 1.899 - 1.899
Euro 60.086 39.038 21.048
Dolar Singapura 131.342 130.670 672
Dolar Australia 75.134 76.014 880
Yuan China 39.474 38.835 639
New Zealand Dollar 1.678 79 1.599
Saudi Arabian Riyal 846 - 846
Jumlah 8.575.161 8.523.232 71.079
- 78 -
Page 82
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2023
Laporan Posisi Keuangan dan Bersih
Rekening Administratif Absolut
Mata Uang Aset Liabilitas Net
Dolar Amerika Serikat 8.711.350 9.189.214 477.864
Yen Jepang 10.305 6.598 3.707
Dolar Singapura 64.288 64.132 156
Dolar Australia 77.037 74.868 2.169
Euro 61.678 43.684 17.994
Yuan China 44.600 41.685 2.915
Poundsterling Inggris 6.111 1.168 4.943
Dolar Hong Kong 1.924 - 1.924
Riyal Saudi Arabian 1.071 869 202
Dolar New Zealand 2.145 82 2.063
Jumlah 8.980.509 9.422.300 513.937
Posisi devisa neto pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 dihitung berdasarkan
Peraturan Bank Indonesia. Rasio PDN Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31
Desember 2023 masing-masing adalah sebesar 0,94% dan 6,57%.
38. Pengukuran Nilai Wajar
Tabel berikut menyajikan pengukuran nilai wajar aset (tidak termasuk akun syariah):
31 Maret 2024
Pengukuran nilai wajar menggunakan:
Input signifikan
Input signifikan yang tidak
Harga kuotasian yang dapat dapat
dalam pasar aktif/ diobservasi diobservasi
Nilai Tercatat (Level 1) (Level 2) (Level 3)
Aset yang diukur pada nilai wajar:
Aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi
Efek-efek 2.687.835 2.687.835
Tagihan derivatif 941 941 - -
Aset keuangan yang diukur pada
penghasilan komprehensif lain
Efek-efek 11.208.850 11.208.850 - -
Aset tetap yang dicatat pada nilai
revaluasi
Tanah dan bangunan 634.075 - 652.720 -
Aset yang nilai wajarnya disajikan:
Diukur pada biaya perolehan
diamortisasi
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain 3.503.173 3.503.173 - -
Efek-efek 1.737.590 1.737.590 - -
Kredit yang diberikan - bersih 12.677.957 - 12.677.957 -
Tagihan akseptasi - bersih 75.488 - 75.488 -
Liabilitas yang diukur pada nilai wajar:
Liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi
Liabilitas derivatif 18.767 18.767 - -
Liabilitas yang nilai wajarnya disajikan:
Diukur pada biaya perolehan
diamortisasi
Obligasi subordinasi 500.000 459.463 - -
- 79 -
Page 83
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2023
Pengukuran nilai wajar menggunakan:
Input signifikan
Input signifikan yang tidak
Harga kuotasian yang dapat dapat
dalam pasar aktif/ diobservasi diobservasi
Nilai Tercatat (Level 1) (Level 2) (Level 3)
Aset yang diukur pada nilai wajar:
Aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi
Efek-efek 2.334.543 2.334.543
Tagihan derivatif 27.502 27.502 - -
Aset keuangan yang diukur pada
penghasilan komprehensif lain
Efek-efek 12.135.957 12.135.957 - -
Aset tetap yang dicatat pada nilai
revaluasi
Tanah dan bangunan 637.234 - 652.720 -
Aset yang nilai wajarnya disajikan:
Diukur pada biaya perolehan
diamortisasi
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain 6.263.376 6.263.376 - -
Efek-efek 2.165.897 2.165.897 - -
Kredit yang diberikan - bersih 10.954.956 - 10.954.956 -
Tagihan akseptasi - bersih 78.304 - 78.304 -
Liabilitas yang diukur pada nilai wajar:
Liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi
Liabilitas derivatif 3.235 3.235 - -
Liabilitas yang nilai wajarnya disajikan:
Diukur pada biaya perolehan
diamortisasi
Obligasi subordinasi 500.000 460.245 - -
Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif adalah berdasarkan kuotasi
harga pasar pada tanggal pelaporan. Pasar dianggap aktif apabila kuotasi harga tersedia sewaktu-
waktu dan dapat diperoleh secara rutin dari bursa, pedagang efek, perantara efek, kelompok
industri atau badan penyedia jasa penentuan harga, atau badan pengatur, dan harga tersebut
mencerminkan transaksi pasar yang aktual dan rutin dalam suatu transaksi yang wajar. Kuotasi
harga pasar yang digunakan untuk aset keuangan yang dimiliki oleh Perusahaan adalah harga
penawaran (bid price) terkini. Instrumen keuangan seperti ini termasuk dalam hierarki Level 1.
Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan menggunakan
teknik penilaian. Teknik penilaian ini memaksimalkan penggunaan data pasar yang dapat
diobservasi yang tersedia dan sesedikit mungkin mengandalkan estimasi spesifik yang dibuat oleh
entitas. Jika seluruh input signifikan yang dibutuhkan untuk menentukan nilai wajar dapat
diobservasi, maka instrumen tersebut termasuk dalam hierarki Level 2.
Jika satu atau lebih input signifikan tidak diambil dari data pasar yang dapat diobservasi, maka
instrumen tersebut termasuk dalam hierarki Level 3.
Teknik penilaian spesifik yang digunakan untuk menentukan nilai wajar instrumen keuangan
termasuk:
Kuotasi harga pasar atau kuotasi harga penjual untuk instrumen sejenis;
Nilai wajar swap suku bunga dihitung dari nilai kini estimasi arus kas masa depan
berdasarkan kurva hasil yang dapat diobservasi;
Nilai wajar kontrak mata uang asing berjangka ditentukan berdasarkan kurs tukar
berjangka pada tanggal pelaporan;
Teknik penilaian lainnya, seperti analisa arus kas diskonto, digunakan untuk menentukan
nilai wajar instrumen keuangan lainnya.
- 80 -
Page 84
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Nilai wajar tidak diungkapkan untuk instrumen keuangan Perusahaan yang nilai tercatatnya telah
mendekati estimasi nilai wajarnya serta instrumen keuangan yang nilai wajarnya tidak dapat diukur
dengan andal karena tidak memiliki kuotasi harga di pasar aktif atau tidak memiliki jatuh tempo
yang pasti.
39. Saldo Laba yang Ditentukan Penggunaannya
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham yang didokumentasikan dalam Akta Berita Acara
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Sinarmas Tbk No. 133 tanggal 27 Juni 2023
dari Aulia Taufani, S.H., notaris di Jakarta, pemegang saham menyetujui untuk menyisihkan saldo
laba sebesar Rp500 untuk cadangan umum.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, saldo laba yang ditentukan penggunaannya
untuk cadangan umum adalah masing-masing sebesar Rp9.500 dan Rp9.500.
40. Kontinjensi
Perusahaan menghadapi perkara hukum atau gugatan yang timbul dari kegiatan normal usahanya.
Manajemen Perusahaan bersama dengan penasehat hukum berpendapat bahwa liabilitas akhir
atas perkara hukum atau gugatan tersebut, jika ada, tidak memiliki pengaruh yang material
terhadap laporan keuangan. Oleh karena itu, tidak ada provisi yang dibentuk atas liabilitas
kontinjensi tersebut.
41. Informasi Segmen
a. Segmen Usaha
Informasi segmen Perusahaan disajikan berdasarkan jenis kegiatan usahanya, yakni
pemasaran dan kredit, treasuri, dan ekspor-impor. Kegiatan usaha tersebut menjadi dasar
pelaporan informasi segmen primer Perusahaan, sebagai berikut:
Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian:
31 Maret 2024
Bank Umum Bank Umum Syariah
Pemasaran Pemasaran
dan Kredit Treasuri Ekspor-impor dan Kredit Treasuri Jumlah
Pendapatan
Pendapatan bunga dan bagi hasil 373.687 364.860 653 155.212 55.102 949.514
Pendapatan operasional lainnya 69.079 87.150 799 11.894 372 169.294
Jumlah Pendapatan 442.766 452.010 1.452 167.106 55.474 1.118.808
Beban
Beban bunga dan bagi hasil 160.163 40.746 - 84.345 167 285.421
Beban operasional lainnya 73.658 36.165 764 18.073 - 128.660
Jumlah Beban 233.821 76.911 764 102.418 167 414.081
Pendapatan segmen - bersih 704.727
Pendapatan yang tidak dapat
dialokasikan 69.707
Beban yang tidak dapat dialokasikan 655.188
Laba sebelum pajak 119.246
Beban pajak (24.248)
Laba bersih 94.998
- 81 -
Page 85
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2023
Bank Umum Unit Usaha Syariah
Pemasaran Pemasaran
dan Kredit Treasuri Ekspor-impor dan Kredit Treasuri Jumlah
Pendapatan
Pendapatan bunga dan bagi hasil 321.516 352.464 156 109.954 52.127 836.217
Pendapatan operasional lainnya 51.544 20.283 732 11.374 256 84.189
Jumlah Pendapatan 373.060 372.747 888 121.328 52.383 920.406
Beban
Beban bunga dan bagi hasil 128.534 9.288 - 53.181 797 191.800
Beban operasional lainnya 94.372 3.103 1.130 33.812 - 132.417
Jumlah Beban 222.906 12.391 1.130 86.993 797 324.217
Pendapatan segmen - bersih 596.189
Pendapatan yang tidak dapat
dialokasikan 68.615
Beban yang tidak dapat dialokasikan 576.211
Laba sebelum pajak 88.593
Beban pajak (16.833)
Laba bersih 71.760
Laporan posisi keuangan konsolidasian:
31 Maret 2024
Bank Umum Bank Umum Syariah
Pemasaran Pemasaran
dan Kredit Treasuri Ekspor-impor dan Kredit Treasuri Ekspor-impor
Aset
Aset segmen 13.470.346 27.452.819 75.655 2.727.523 5.380.302 49.106.645
Aset yang tidak dapat
dialokasikan 3.114.709
Jumlah Aset 52.221.354
Liabilitas
Liabilitas segmen 34.054.663 1.834.359 224.617 229.074 - 36.342.713
Liabilitas yang tidak dapat
dialokasikan 545.730
Dana Syirkah Temporer 6.944.302 - 6.944.302
Jumlah Liabilitas dan Dana
Syirkah Temporer 43.832.745
31 Desember 2023
Bank Umum Unit Usaha Syariah
Pemasaran Pemasaran
dan Kredit Treasuri Ekspor-impor dan Kredit Treasuri Ekspor-impor
Aset
Aset segmen 11.805.803 32.998.868 78.339 4.660.759 363.474 49.907.243
Aset yang tidak dapat
dialokasikan 2.727.753
Jumlah Aset 52.634.996
Liabilitas
Liabilitas segmen 35.317.113 1.559.673 222.635 312.464 1 37.411.886
Liabilitas yang tidak dapat
dialokasikan 377.022
Dana Syirkah Temporer 7.019.320 - 7.019.320
Jumlah Liabilitas dan Dana
Syirkah Temporer 44.808.228
- 82 -
Page 86
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
b. Segmen Geografis
Pendapatan bunga dan bagi hasil berdasarkan wilayah geografis adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Maret 2023
DKI Jakarta 840.850 703.180
Pulau Jawa (diluar Jakarta) 44.155 56.293
Pulau Sumatera 34.357 39.830
Pulau Sulawesi dan Maluku 12.207 16.291
Pulau Kalimantan 10.273 11.980
Pulau Bali dan Lombok 7.672 8.643
Jumlah 949.514 836.217
Nilai tercatat aset segmen dan tambahan atas aset tetap berdasarkan wilayah geografis atau
lokasi aset tersebut adalah sebagai berikut:
Nilai Tercatat Aset Segmen Penambahan Aset Tetap
31 Maret 2024 31 Desember 2023 31 Maret 2024 31 Desember 2023
DKI Jakarta 44.309.751 45.297.676 19.292 156.712
Pulau Jawa
(diluar Jakarta) 1.968.246 1.877.378 761 6.960
Pulau Sumatera 1.513.855 1.437.252 194 1.760
Pulau Sulawesi dan Maluku 541.651 525.739 73 423
Pulau Kalimantan 423.529 406.887 181 355
Pulau Bali dan Lombok 349.564 362.262 39 350
Pulau Papua 49 49 19 129
Jumlah 49.106.645 49.907.243 20.559 166.689
42. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan
Perusahaan menyadari bahwa situasi lingkungan eksternal dan internal Perusahaan telah
mengalami perkembangan yang diikuti dengan semakin kompleksnya risiko kegiatan usaha
Perbankan dan meningkatnya kebutuhan akan praktek tata kelola yang sehat (Good Corporate
Governance). Sebagai tanggapan terhadap kondisi tersebut, Perusahaan telah
mengimplementasikan kerangka menajemen risiko yang memadai mengacu pada pilar-pilar dan
ketentuan yang tercantum dalam peraturan dan ketentuan otoritas yang disesuaikan dengan
tujuan, kebijakan, ukuran dan kompleksitas usaha serta kemampuan Perusahaan, yang meliputi:
a. Pengawasan Aktif dari Dewan Komisaris dan Direksi;
b. Kecukupan kebijakan, prosedur, dan penetapan limit;
c. Kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pengawasan, dan pengendalian risiko,
serta sistem informasi manajemen risiko;
d. Sistem pengendalian internal.
Kerangka tersebut digunakan Perusahaan sebagai bagian integral dari menetapkan strategi,
struktur organisasi, kebijakan dan pedoman serta memperkuat infrastruktur manajemen risiko
guna mempertahankan tingkat kesehatan bank dan memastikan bahwa semua risiko yang
dihadapi dapat diidentifikasi, diukur, dikendalikan, dimitigasi dan dilaporkan dengan baik serta
aktivitas usaha yang dilakukan Perusahaan tidak menimbulkan kerugian yang melebihi
kemampuan Perusahaan atau dapat mengganggu kelangsungan usaha Perusahaan.
Penerapan manajemen risiko dilakukan secara komprehensif dan efektif, antara lain terkait
pengelolaan risiko atas produk-produk dana pihak ketiga, portofolio kredit dan pembiayaan,
pengelolaan likuiditas, dan aktivitas operasional.
- 83 -
Page 87
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Perusahaan telah menerapkan konsep 3 (tiga) Lapis Model (three lines model), membagi fungsi-
fungsi di dalam organisasi yang terlibat di dalam manajemen risiko menjadi tiga kelompok, yaitu
pemilik risiko (risk owner), pengawas risiko (risk overseer), dan penyedia pemastian independen.
Di samping itu, organisasi dapat pula melibatkan pihak eksternal sebagai lapis tambahan.
Lapis pertama adalah pemilik risiko yang bertanggung jawab mengelola risiko, dan menerapkan
pengendalian internal dalam pekerjaan sehari-hari, serta melakukan tindakan korektif dalam
mengatasi kelemahan pada proses dan pengendalian. Lapis kedua adalah fungsi atau unit
organisasi yang membantu membangun, memantau pengendalian lapis pertama, dan
memastikan lapis pertama melakukan tanggung jawabnya dengan memadai. Fungsi ini dilakukan
oleh satuan kerja manajemen risiko (risk management group), satuan kerja kepatuhan
(compliance group), dan penjaminan mutu (quality assurance). Lapis ketiga adalah audit internal
yang memastikan secara independen pelaksanaan dari lapis pertama dan lapis kedua terhadap
tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian internal. Untuk lapis tambahan dilakukan oleh
auditor eksternal dan regulator yang memberikan tambahan informasi penerapan manajemen
risiko bank kepada para pemangku kepentingan.
Dalam rangka pelaksanaan proses dan sistem Manajemen Risiko yang efektif, maka Perusahaan
sebagaimana yang diamanatkan dalam Ketentuan Regulator mengenai Penerapan Manajemen
Risiko Bank Umum telah membentuk Komite Manajemen Risiko dimana keanggotaan Komite
Manajemen Risiko terdiri dari Mayoritas Direksi dan Pejabat Eksekutif Bank. Komite Manajemen
Risiko dibentuk dengan tugas antara lain penyusunan kebijakan, strategis, dan pedoman
penerapan Manajemen Risiko, serta perbaikan atau penyempurnaan pelaksanaan Manajemen
Risiko berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan Manajemen Risiko..
Selanjutnya Perusahaan juga telah membentuk Risk Management Group (RMG) yang
bertanggung independen terhadap Satuan Kerja Operasional (risk taking unit) dan terhadap
satuan kerja yang melaksanakan fungsi pengendalian intern, dan dalam pelaksanaan tugasnya
bertanggung jawab langsung kepada Direktur Manajemen Risiko dan Kepatuhan. Pembentukan
Risk Management Group telah disesuaikan dengan kebutuhan dan kompleksitas bisnis
perusahaan. Adapun tugas dan tanggung jawab Risk Management Group (Satuan Kerja
Manajemen Risiko) antara lain mencakup:
a. Memberikan masukan kepada Direksi dalam penyusunan kebijakan, strategi, dan kerangka
manajemen risiko;
b. Menyusun dan mengembangkan prosedur dan alat untuk identifikasi, pengukuran,
pemantauan, dan pengendalian risiko;
c. Mendesain dan menerapkan perangkat yang dibutuhkan dalam melakukan identifikasi,
pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko serta sistem informasi;
d. Memantau implementasi kebijakan, strategi, dan kerangka manajemen risiko yang
direkomendasikan oleh Komite Manajemen Risiko dan yang telah disetujui oleh Direksi;
e. Memantau posisi/eksposur risiko secara keseluruhan, maupun per risiko termasuk
pemantauan kepatuhan terhadap toleransi risiko dan limit yang ditetapkan;
f. Melakukan stress testing guna mengetahui dampak dari implementasi kebijakan dan
strategi manajemen risiko terhadap portofolio atau kinerja Perusahaan secara keseluruhan;
g. Mengkaji usulan aktivitas dan/atau produk baru yang dikembangkan oleh suatu unit tertentu
Perusahaan. Pengkajian difokuskan terutama pada aspek kemampuan Perusahaan untuk
mengelola aktivitas dan/atau produk baru termasuk kelengkapan sistem dan prosedur yang
digunakan serta dampaknya terhadap eksposur risiko Perusahaan secara keseluruhan;
- 84 -
Page 88
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
h. Memberikan rekomendasi kepada satuan kerja bisnis dan/atau kepada Komite Manajemen
Risiko terkait penerapan manajemen risiko antara lain mengenai besaran atau maksimum
eksposur risiko yang dapat dipelihara Perusahaan;
i. Mengevaluasi akurasi dan validitas data yang digunakan oleh Perusahaan untuk mengukur
risiko bagi Perusahaan yang menggunakan model untuk keperluan intern;
j. Menyusun dan menyampaikan laporan profil risiko kepada Direktur Utama, Direktur
Manajemen Risiko, dan Komite Manajemen Risiko secara berkala atau paling kurang
secara triwulanan. Frekuensi laporan harus ditingkatkan apabila kondisi pasar berubah
dengan cepat;
k. Melaksanakan kaji ulang secara berkala dengan frekuensi yang disesuaikan kebutuhan
Perusahaan, untuk memastikan:
1. kecukupan kerangka manajemen risiko
2. keakuratan metodologi penilaian risiko; dan
3. kecukupan sistem informasi manajemen risiko
l. Menyusun dan menyampaikan rencana dan realisasi rencana kerja Komite Manajemen
Risiko Perusahaan sebagai panduan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab komite
untuk disetujui oleh Direksi dan/atau Komite Manajemen Risiko;
m. Menyusun dan menyampaikan Pedoman dan Tata Tertib Kerja Komite Manajemen Risiko
Perusahaan dalam rangka penguatan penerapan tata kelola dan manajemen risiko dengan
mengacu pada ketentuan Regulator dan ketentuan Internal mengenai Penerapan Tata
Kelola dan Penerapan Manajemen Risiko untuk disetujui oleh Direksi dan/atau Komite
Manajemen Risiko.
Pada Triwulan I – Maret 2024, perusahaan secara berkesinambungan akan dan/atau telah
melakukan beberapa upaya dalam penyempurnaan proses kredit dan monitoring kredit untuk
meminimalkan risiko kredit. Di antaranya upaya yang telah dilakukan Perusahaan antara lain.
Melakukan pengkinian Kebijakan/Standard Operating Procedure (SOP), Surat Edaran (SE),
Surat Keputusan (SK) untuk menyempurnakan proses kredit secara end to end disesuaikan
dengan perubahan faktor atau stratejik bisnis, eksposur risiko, profil risiko dan ketentuan
regulator yang berlaku,
Mengoptimalkan peningkatan kredit sesuai Rencana Bisnis Perusahaan dengan penyaluran
kredit yang dilakukan secara prudent dan menerapkan prinsip kehati-hatian kepada debitur
dengan mempertimbangkan sektor yang masih potensial dimasa Pandemi Covid-19 dan
yang masih memiliki prospek usaha, agunan aset tetap dan/atau skema penjaminan kredit
melalui lembaga penjaminan untuk meminimalkan risiko kredit,
Melakukan peningkatan frekuensi dan kualitas pemantauan kredit, meningkatkan efektifitas
dan efisiensi penagihan kredit bermasalah, serta memantau kondisi usaha debitur melalui
indikator Early Warning,
Memantau pemenuhan dokumen covenant kredit sesuai yang disyaratkan pada Offering
Letter dan segera ditindaklanjuti apabila terjadi penyimpangan,
Memantau progress penyelesaian nasabah Non Performing Loan dengan upaya
restrukturisasi dan memantau ketepatan pembayaran setelah restrukturisasi dilakukan,
penagihan yang intensif (lisan atau tertulis), dilakukan lelang/agunan yang diambil alih
(AYDA), hapus buku, dan mengoptimalisasi pemulihan kredit bermasalah,
- 85 -
Page 89
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Optimalisasi penanganan penyelesaian kredit bermasalah dan eksekusi Hak Tanggungan
melalui kerjasama dengan pengacara dan balai lelang swasta serta melakukan optimalisasi
terhadap proses penagihan, restrukturisasi, pengawasan progress penagihan baik pada
akun hapus buku, Non Performing Loan (NPL), dan AYDA, serta melakukan kerjasama jasa
penagihan melalui pihak ketiga,
Secara bertahap dan berkesinambungan, Perusahaan berupaya mengurangi eksposur
debitur inti, melakukan diversifikasi portofolio secara menyeluruh dan merata pada sektor
ekonomi yang dimiliki Perusahaan dan meningkatkan penyediaan dana pada sektor
ekonomi yang belum melampaui risk appetite dan/atau risk tolerance,
Secara bertahap Perusahaan berupaya meningkatkan pembentukan cadangan kerugian
penurunan nilain (CKPN) untuk NPL mencapai 100% untuk memitigasi potensi risiko
kerugian yang diakibatkan kredit bermasalah akibat penurunan kemampuan bayar debitur
atau gagal bayar;
Melakukan monitoring terhadap Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait dan Pihak Tidak
Terkait sebagaimana yang diatur dalam ketentuan OJK tentang Batas Maksimum
Pemberian Kredit (BMPK) Bank Umum yang dilakukan secara periodik,
Melakukan perhitungan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial untuk Perusahaan dan
PT Bank Nano Syariah sesuai yang diatur pada Peraturan Nomor 24/3/PBI/2022 Tentang
Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) Bagi Bank Umum Konvensional, Bank
Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah,
Melakukan pemantauan Risk Appetite & Risk Tolerance untuk rasio NPL Bank, NPL per
Segmentasi, Sektor Ekonomi, Debitur Inti, CKPN untuk NPL, Rasio Pembiayaan Inklusif
Makroprudensial (RPIM) dan memantau limit sektor ekonomi surat berharga, BMPK pihak
terkait dan selain pihak terkait,
Melakukan uji ketahanan (stress test) yang bertujuan untuk mengukur potensi terjadinya
Non-Performing Loan yang berpotensi terjadi penambahan pembentukan CKPN, dan
menguji kemampuan ketahanan modal dalam menutup potensi terjadinya kerugian.
Dari sisi operasional, Perusahaan melakukan beberapa upaya untuk meminimalkan risiko
operasional yang berasal dari sumber-sumber risiko antara lain:
Proses Internal: Melakukan kaji ulang berkala terhadap kebijakan, prosedur, melakukan
proses risk assurance terhadap aktivitas operasional Perusahaan, memberikan
rekomendasi perbaikan serta monitoring terhadap implementasinya, serta melakukan tindak
lanjut atas hasil audit internal/eksternal.
Sistem dan Teknologi: Penerapan proses manajemen risiko dalam penggunaan Teknologi
Informasi telah dilaksanakan secara memadai dalam hal pengelolaan pengamanan
informasi, pengamanan terhadap data Perusahaan, dan uji coba terhadap pengembangan
sistem aplikasi.
Manusia: Perusahaan memastikan kecukupan kuantitas SDM yang diperlukan dan secara
berkala berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan/training,
sosialisasi, refreshment risk/fraud awareness serta Deklarasi Anti Fraud dan Pakta
Integritas yang dilakukan secara online.
- 86 -
Page 90
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Faktor eksternal: Perusahaan melakukan pengkinian pedoman bagi pengelolaan
kelangsungan usaha yang komprehensif dengan tujuan untuk mengantisipasi risiko
operational yang mungkin terjadi dari situasi darurat/kritikal karena bencana alam seperti
banjir, gempa bumi dan faktor lainnya seperti kebakaran, gangguan sistem melalui Business
Continuity Management (BCM) dan Disaster Recovery Center (DRC).
Selama Triwulan I – Maret 2024, Bank Sinarmas telah melakukan penyertaan modal kepada
anak perusahaan dalam rangka Spin Off Unit Usaha Syariah Bank Sinarmas menjadi PT Bank
Nano Syariah. Seluruh aktivitas operasional Perusahaan terkendali dan berjalan dengan baik.
Perusahaan semakin memperkuat permodalan tercermin dengan jumlah modal sebesar
Rp7.546.396 dan KPMM sebesar 26,27% pada tanggal 31 Maret 2024.
Perusahaan melakukan pengelolaan terhadap 8 (delapan) jenis risiko, yang antara lain sebagai
berikut:
Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko yang terjadi akibat kegagalan pihak lawan (counterparty) memenuhi
liabilitasnya, yang timbul dari aktivitas fungsional Perusahaan seperti perkreditan (penyediaan
dana), treasury, investasi dan pembiayaan perdagangan (trade finance).
Dalam mengelola risiko kredit, Perusahaan menetapkan limit agar eksposur kredit sesuai dengan
appetite yang telah ditentukan. Ketentuan limit dibedakan antar setiap segmentasi yaitu Corporate
1, Corporate 2, Channeling/Joint Financing, Lembaga Keuangan, Mikro, Usaha Kecil dan
Menengah (SME), Komersial, Konsumsi, yang berlaku untuk konvensional maupun syariah.
Divisi Risk Management (Satuan Kerja Manajemen Risiko) berupaya secara bertahap
menyempurnakan metodologi identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pelaporan informasi risiko
yang efektif, dan mengkaji secara berkala kerangka manajemen risiko yang ada untuk
meminimalisasi berbagai risiko usaha yang dihadapi.
Perusahaan secara berkesinambungan telah dan/atau akan melakukan perbaikan dan
penyempurnaan dalam proses kredit antara lain:
Menetapkan dan melakukan pemantauan Risk Appetite dan Risk Tolerance untuk rasio
NPL Net dan Gross Bank, NPL per Segmentasi, Sektor Ekonomi, Debitur Inti, CKPN untuk
NPL, Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM);
Optimalisasi fungsi Early Warning oleh Credit Management Group (Corporate &
Commercial) dan Credit Management Group (MSME & Consumer) untuk mendeteksi dini
kinerja, prospek dan kemampuan membayar debitur untuk meminimalkan risiko gagal bayar
dan/atau penurunan kolektibilitas yang berdampak pada penambahan pembentukan
cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN);
Peningkatan fungsi Credit Administration and Control (CAC) dalam memastikan dan
memperkuat fungsi Monitoring atas pemenuhan kepatuhan terhadap covenant dan
kelengkapan dokumen;
- 87 -
Page 91
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
OJK sebagai regulator telah mengeluarkan kebijakan POJK Nomor 17/POJK.03/2021
tentang Perubahan Kedua atas POJK Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus
Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran
Coronavirus Disease 2019, POJK No.19 Tahun 2022 tentang Perlakuan Khusus Untuk
Lembaga Jasa Keuangan Pada Daerah Dan Sektor Tertentu Di Indonesia yang Terkena
Dampak Bencana dan Keputusan Dewan Komisioner OJK No.034/KDK.03/2022 tentang
penetapan sektor penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, sektor tekstil dan
produk tekstil serta alas kaki, segmen usaha mikro, kecil, dan menengah, serta Provinsi Bali
sebagai sektor dan daerah yang memerlukan perlakuan khusus terhadap kredit atau
pembiayaan bank. Perusahaan telah menindaklanjuti terbitnya POJK tersebut dengan
membuat maupun menyesuaikan ketentuan perkreditan yang mendukung upaya perbaikan
kualitas portofolio kredit di masa pandemi, diantaranya dengan mengeluarkan Standard
Operating Procedure (SOP) Penanganan Kredit/Pembiayaan yang terdampak penyebaran
Virus Covid-19;
Melakukan pengkinian kebijakan, Standard of Procedure (SOP), Surat Edaran (SE), Surat
Keputusan (SK) untuk menyempurnakan proses kredit secara end to end disesuaikan
dengan perubahan faktor atau stratejik bisnis, eksposur risiko, profil risiko dan ketentuan
regulator yang berlaku;
Memantau pemenuhan dokumen covenant kredit sesuai yang disyaratkan pada Offering
Letter dan segera ditindaklanjuti apabila terdapat covenant yang tidak dapat dipenuhi dan
memastikan mitigasi atas penyimpangan covenant telah memadai dan prudent guna
meminimalkan risiko yang akan dihadapi oleh Perusahaan;
Memantau progress penyelesaian debitur bermasalah dan melakukan penagihan yang
intensif, lelang/agunan yang diambil alih (AYDA), dan pemasaran jaminan melalui media
digital dan non digital serta hapus buku;
Secara bertahap melakukan pengurangan eksposur konsentrasi kredit kepada debitur inti
guna memenuhi Risk Appetite dan Risk Tolerance yang sudah ditentukan oleh Perusahaan;
Pembentukan CKPN secara bulanan berdasarkan metode PSAK No. 71 dan secara
bertahap melakukan penambahan pembentukan CKPN agar memadai sesuai dengan Risk
Appetite dan Risk Tolerance Perusahaan agar siap menghadapi kemungkinan risiko kredit
yang akan terjadi;
Melakukan simulasi dan membuat laporan stress testing guna mengetahui dampak
penurunan kolekbilitas debitur bermasalah terhadap NPL, penambahan pembentukan
CKPN, modal, dan CAR Perusahaan;
Melakukan penyusunan profil risiko Perusahaan yang dilaporkan secara triwulanan dan
semesteran. Laporan profil risiko ini menggambarkan risiko yang melekat dalam kegiatan
bisnis bank (inherent risk) termasuk kualitas penerapan manajemen risiko untuk masing-
masing jenis risiko; dan
Melakukan pemantauan dan pelaporan BMPK (pelanggaran, pelampauan dan penyediaan
dana kepada Pihak Terkait) setiap bulan.
Risiko kredit dikelola melalui penetapan kebijakan-kebijakan dan proses-proses yang meliputi
kriteria pemberian kredit dan persetujuan kredit, penetapan harga, pemantauan, pengelolaan
kredit bermasalah dan manajemen portofolio.
- 88 -
Page 92
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Perusahaan telah memiliki kebijakan dan pedoman tertulis terkait dengan kegiatan perkreditan
yang antara lain, mengatur prosedur analisa kredit, persetujuan kredit, pencatatan dan
pengawasan kredit, dan restrukturisasi kredit. Kebijakan dan prosedur tersebut dievaluasi/dikaji
secara berkala untuk disesuaikan perubahan kondisi serta arah kebijakan Perusahaan agar
potensi risiko dapat dimitigasi.
Proses pemantauan kualitas kredit sampai dengan penanganan kredit bermasalah terus
ditingkatkan dengan berbagai strategi yang dimonitor secara periodik untuk memastikan agar
kualitas portofolio kredit tetap terjaga. Pengelolaan kredit yang efektif dapat meminimalkan
kerugian dan mengoptimalkan penggunaan modal yang dialokasikan untuk risiko kredit. Selain
itu, mengelola sumber daya manusia secara kuantitas dan kualitas, serta mempersiapkan
kebijakan dan prosedur kerja.
Proses underwriting kredit telah dikaji ulang dengan melakukan revisi maupun menerbitkan
beberapa kebijakan perkreditan di setiap segmen kredit termasuk kewenangan dalam memutus
kredit, monitoring kredit, ketentuan penanganan kredit/pembiayaan yang terdampak penyebaran
Covid-19 dan lainnya.
Selain itu, untuk mendukung pertumbuhan kredit yang sehat, Perusahaan juga mengadakan
training dan workshop antara lain mengenai Sosialisasi mengenai mekanismen Pelaksanaan
Penilaian Agunan pada Micro Loan, Perubahan Proses Penyaluran Kredit Mikro Micro Loan
Melalui Sistem Simas Lead dan Pegasystem MSME, Sosialisasi Mengenai Mekanisme
Pelaksanaan Penilaian Agunan Pada Micro Loan, Sosialisasi Kredit Joint Financing, SFcSO
Refreshment, Sosialisasi Akad Murabahah dan Deploy Restruktur Murabahah, Monthly
Refreshment MCAS, dan Sosialisasi Ketentuan Baru dan Bedah Kasus KPR.
Dalam penilaian kredit calon debitur pada proses underwriting, Bank melakukan pengembangan
credit scoring dengan metode statistik sebagai salah satu cara untuk menganalisa kelayakan
pemberian fasilitas kredit. Serta melakukan monitoring dan validasi model secara berkala.
Perusahaan telah menyusun strategi dan action plan untuk aktivitas perkreditan, yang akan lebih
fokus pada debitur saat ini (exist) terutama yang terdampak dan akselerasi proses restrukturisasi
bagi debitur yang terdampak, dan memberikan penyaluran kredit kepada debitur-debitur yang
memiliki jaminan/agunan yang memadai dan dan sektor-sektor yang masih memiliki prospek
usaha.
Dalam hal penanganan pembiayaan bermasalah, Perusahaan telah melakukan sejumlah action
diantaranya melakukan restrukturisasi kredit, eksekusi hak tanggungan, pengambilalihan agunan
dan pemasaran jaminan melalui media digital dan non digital.
Perusahaan telah mengimplementasikan PSAK No. 71 dalam hal pembentukan cadangan
kerugian penurunan nilai kredit sesuai dengan penetapan Dewan Standar Akuntansi Keuangan
Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI). Perusahaan telah membangun infrastruktur dan sistem IT
yang dapat melakukan proses klasifikasi dan pengukuran, perhitungan penurunan nilai (kolektif
dan individu), serta Pengungkapan Laporan. Cakupan penurunan nilai berdasarkan PSAK No. 71
telah memperhitungkan kerugian di masa mendatang (expected credit loss model).
Cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) dengan menggunakan metode Expected Credit Loss
sesuai dengan ketentuan PSAK No. 71 menghitung penurunan nilai pada Portofolio (1) Kredit; (2)
Treasury; (3) Trade Finance baik untuk on balance sheet maupun off balance sheet setiap bulan.
Perusahaan melakukan pemodelan PD, LGD, EAD dan Forward Looking Macroeconomic
information untuk semua segmentasi portofolio instrumen keuangan sesuai dengan metodologi
yang telah ditentukan oleh Perusahaan.
- 89 -
Page 93
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pengukuran Cadangan Kerugian Kredit Ekpektasian
Perusahaan mengacu pada PSAK No. 71 yang memperkenalkan metode kerugian kredit
ekspektasian dalam mengukur kerugian instrumen keuangan akibat penurunan nilai. PSAK No.
71 mensyaratkan pengakuan segera atas dampak perubahan kerugian kredit ekspektasian
setelah pengakuan awal aset keuangan. Perusahaan mengembangkan permodelan parameter
risiko seperti PD, LGD dan EAD yang digunakan sebagai komponen perhitungan kerugian kredit
ekspektasian.
PSAK No. 71 mensyaratkan entitas untuk mengelompokkan aset keuangan ke dalam tiga
tahapan (tahap 1, tahap 2 dan tahap 3) dengan menentukan apakah terjadi peningkatan risiko
kredit yang signifikan. Perusahaan mengukur cadangan kerugian sejumlah kerugian kredit
ekspektasian 12 bulan untuk aset keuangan yang memiliki risiko kredit rendah pada tanggal
pelaporan (tahap 1) dan kerugian kredit sepanjang umur untuk aset keuangan yang mengalami
peningkatan risiko kredit yang signifikan (tahap 2 dan tahap 3). Pada setiap tanggal pelaporan,
entitas menilai apakah risiko kredit atas instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan
sejak pengakuan awal. Dalam melakukan penilaian tersebut, entitas membandingkan risiko gagal
bayar pada saat pengakuan awal serta mempertimbangkan informasi yang wajar dan terdukung
yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan, yang merupakan indikasi peningkatan risiko
kredit secara signifikan (SICR) sejak pengakuan awal.
Berikut adalah eksposur maksimum instrumen keuangan dalam laporan posisi keuangan dan
rekening administratif yang terkait risiko kredit pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember
2023:
31 Maret 2024
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Syariah Jumlah
Laporan Posisi Keuangan
Diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi
Efek-efek
Reksadana 1.983.817 - - - 1.983.817
Aset lain-lan
Tagihan derivatif 941 - - - 941
Diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain
Efek-efek
Obligasi korporasi 5.372.897 - 473.147 - 5.846.044
Diukur pada biaya perolehan dimortisasi
Giro pada bank lain - pihak ketiga 1.763.237 - - 76.266 1.839.503
Penempatan pada bank lain 47.565 - - 95.000 142.565
Efek-efek
Obligasi korporasi 99.895 - - 10.196 110.091
Tagihan atas wesel ekspor 85.065 - - - 85.065
Kredit yang diberikan (termasuk
pembiayaan prinsip syariah) 12.241.519 1.111.737 120.224 3.232.630 16.706.110
Tagihan akseptasi 77.581 - - - 77.581
Pendapatan yang masih akan diterima 232.561 - - 30.901 263.462
Aset lain-lain 181.554 - - - 181.554
Jumlah 22.086.632 1.111.737 593.371 3.444.993 27.236.733
Komitmen dan Kontinjensi
Fasilitas kredit kepada debitur
yang belum digunakan 418.539 - - - 418.539
Bank garansi 960.335 - - - 960.335
Irrevocable letters of credit 92.673 - - - 92.673
Jumlah 1.471.547 - - - 1.471.547
- 90 -
Page 94
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2023
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Syariah Jumlah
Laporan Posisi Keuangan
Diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi
Efek-efek
Reksadana 2.007.589 - - - 2.007.589
Aset lain-lan
Tagihan derivatif 27.502 - - - 27.502
Diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain
Efek-efek
Obligasi korporasi 6.160.841 - - - 6.160.841
Diukur pada biaya perolehan dimortisasi
Giro pada bank lain - pihak ketiga 2.656.867 - - - 2.656.867
Penempatan pada bank lain 146.272 - - - 146.272
Efek-efek
Obligasi korporasi 97.103 - - 10.212 107.315
Tagihan atas wesel ekspor 39.147 - - - 39.147
Kredit yang diberikan (termasuk
pembiayaan prinsip syariah) 10.447.656 1.145.890 110.414 5.167.486 16.871.446
Tagihan akseptasi 79.864 - - - 79.864
Pendapatan yang masih akan diterima 300.579 - - 26.172 326.751
Aset lain-lain 141.121 - - - 141.121
Jumlah 22.104.541 1.145.890 110.414 5.203.870 28.564.715
Komitmen dan Kontinjensi
Fasilitas kredit kepada debitur
yang belum digunakan 474.753 - - - 474.753
Bank garansi 924.115 - - - 924.115
Irrevocable letters of credit 103.015 - - - 103.015
Jumlah 1.501.883 - - - 1.501.883
Eksposur maksimum risiko kredit tercermin dari persentase setiap kategori kredit yang diberikan
terhadap jumlah kredit. Portofolio kredit yang diberikan terdiversifikasi ke dalam 23 jenis sektor
ekonomi, dimana untuk posisi 31 Maret 2024, kelompok sektor ekonomi yang memperoleh
penyaluran kredit terbesar dari Perusahaan adalah sektor ekonomi Perdagangan Besar dan
Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor, dan sektor ekonomi Rumah Tangga.
Sebagai bagian dari manajemen portofolio, Perusahaan juga melakukan pemantauan
perkembangan risiko portofolio kredit melalui perhitungan Credit Risk Profile yang
menggambarkan potensi risiko bawaan dan efektifitas kualitas penerapan manajemen risiko.
Perusahaan juga melakukan monitoring perkembangan dan kualitas portofolio berdasarkan
konsentrasi per kategori portofolio, 25 debitur besar, sektor industri, sektor wilayah, jenis produk,
tujuan penggunaan, dan jenis valuta.
Dengan demikian, Perusahaan dapat mengambil langkah-langkah antisipasi dan mitigasi risiko
secara portofolio maupun secara individu dan juga melalui penyempurnaan proses penerapan
manajemen risiko kredit, baik melalui penyempurnaan kebijakan perkreditan maupun
pengembangan sistem informasi kredit yang memadai.
Dalam hal adanya revisi standar pemenuhan modal minimum untuk risiko kredit sebagaimana
diatur dalam standar Basel III: Finalizing Post Crisis Reforms (Basel III Reforms) yang diterbitkan
oleh Basel Committee on Banking Supervision (BCBS), Perusahaan telah mengimplementasikan
Laporan Perhitungan ATMR Risiko Kredit dengan Pendekatan Standar sejak 1 Januari 2023.
Berikut adalah eksposur risiko kredit atas aset Perusahaan (termasuk kredit yang diberikan
berdasarkan prinsip syariah) pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023:
- 91 -
Page 95
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2024
Belum jatuh tempo Mengalami
dan tidak mengalami penurunan
penurunan nilai nilai Jumlah
Giro pada bank lain 1.763.237 - 1.763.237
Penempatan pada bank lain 142.565 - 142.565
Efek-efek
Diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi 1.983.817 - 1.983.817
Diukur pada biaya perolehan
diamortisasi 195.156 - 195.156
Diukur pada nilai wajar
penghasilan komprehensif lainnya 5.372.897 473.147 5.846.044
Kredit yang diberikan 16.583.164 122.946 16.706.110
Tagihan akseptasi 77.581 - 77.581
Pendapatan yang masih akan diterima 263.462 - 263.462
Aset lain-lain 181.554 - 181.554
Jumlah 26.563.433 596.093 27.159.526
31 Desember 2023
Belum jatuh tempo Mengalami
dan tidak mengalami penurunan
penurunan nilai nilai Jumlah
Giro pada bank lain 2.656.867 - 2.656.867
Penempatan pada bank lain 146.272 - 146.272
Efek-efek
Diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi 2.007.589 - 2.007.589
Diukur pada biaya perolehan
diamortisasi 97.103 - 97.103
Diukur pada nilai wajar
penghasilan komprehensif lainnya 6.815.324 472.760 7.288.084
Kredit yang diberikan 16.611.442 260.004 16.871.446
Tagihan akseptasi 79.864 - 79.864
Pendapatan yang masih akan diterima 326.751 - 326.751
Aset lain-lain 141.121 - 141.121
Jumlah 28.882.333 732.764 29.615.097
Risiko Pasar
Dalam melaksanakan aktivitasnya, Perusahaan terekspos pada risiko pasar yang terdiri atas risiko
suku bunga dan risiko nilai tukar. Risiko pasar antara lain terdapat pada aktivitas fungsional
Perusahaan seperti kegiatan treasury dan investasi dalam surat berharga dan pasar uang,
kegiatan pendanaan dan penerbitan surat utang, serta kegiatan pembiayaan perdagangan.
Perusahaan senantiasa melakukan pengelolaan terhadap risiko pasar tersebut secara rutin
dan/atau berkala.
Pemantauan terhadap risiko pasar dilakukan secara harian yang memuat informasi mengenai
posisi surat berharga yang dimiliki Perusahaan, Posisi Devisa Neto (PDN) serta pemantauan limit-
limit risiko pasar lainnya, seperti Value at Risk (VaR) nilai tukar, Present Value of One Basis Poin
Changes (PV01), Interest Rate Risk in Banking Book (IRRBB), Unrealized Profit/Loss, serta
Holding Period dan Off Market Rate (OMR).
Selain itu Perusahaan secara berkala melakukan perhitungan stress test terkait risiko suku bunga,
risiko nilai tukar dan risiko harga dengan 3 jenis skenario dan asumsi yaitu Skenario Baseline,
Skenario Moderate dan Skenario Severe yang menunjukkan kondisi stressed dengan
memperhatikan kondisi makro ekonomi di pasar serta pergerakan kondisi stressed menggunakan
data historikal yang pernah terjadi. Asumsi dan/atau skenario serta hasil stress testing
disampaikan dan disetujui oleh Komite Manajemen Risiko dan/atau Direksi melalui rapat komite
manajemen risiko atau melalui sirkulasi Memorandum Internal atau melalui e-mail.
- 92 -
Page 96
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
a. Risiko Suku Bunga
Risiko Suku Bunga dalam buku Bank atau Interest Rate Risk in The Banking Book (IRRBB)
merupakan risiko akibat pergerakan suku bunga di pasar yang berlawanan dengan posisi
Banking Book, yang berpotensi memberikan dampak terhadap permodalan dan rentabilitas
(earnings) Perusahaan baik untuk saat ini maupun pada masa mendatang.
Pengelolaan risiko suku bunga dilakukan terhadap posisi instrumen keuangan baik dalam
trading book maupun banking book. Risiko suku bunga dalam trading book dihitung dengan
metode standar sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan yang berlaku, yaitu
meliputi risiko spesifik (menggunakan Metode Jatuh Tempo) dan risiko umum.
Sehubungan dengan dikeluarkannya POJK No.12/POJK.03/2021 pada 30 Juli 2021
tentang Bank Umum dimana berdasarkan modal inti yang dimiliki bank maka Perusahaan
dapat dikelompokkan menjadi Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2, dengan
demikian wajib melakukan perhitungan dan menyampaikan pelaporan Interest Rate Risk in
The Banking Book (IRRBB) sejak diberlakukannya POJK tersebut, yaitu pertama kali pada
Januari 2022 untuk pelaporan posisi Desember 2021.
Penerapan manajemen risiko suku bunga pada Interest Rate Risk in The Banking Book
(IRRBB) diterapkan untuk mengidentifikasi, mengukur, dan memantau serta
mengendalikan pergerakan suku bunga yang dapat menyebabkan perubahan pada nilai
kini dan penetapan waktu arus kas pada masa mendatang yang mempengaruhi nilai
ekonomis dari asset, liabilitas, dan transaksi rekening administratif serta menyebabkan
perubahan pada pendapatan bunga bersih. Risiko suku bunga dalam Interest Rate Risk in
The Banking Book (IRRBB) diukur berdasarkan dampak sensitivitas dampak perunahan
suku bunga terhadap perubahan nilai ekonomis dari ekuitas (Economic Value of
Equity/EVE) dan perubahan pada pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII).
Rasio IRRBB berdasarkan EVE dan NII posisi Triwulan I – 2024 masing-masing sebesar
5,48% dan 17,65%.
Perusahaan dalam hal pengelolaan risiko suku bunga dilengkapi dengan analisa
sensitivitas secara periodik untuk mengukur dampak dari perubahan suku bunga yang
signifikan. Selain itu, Perusahaan telah menetapkan Risk Appetite dan Risk Tolerance
untuk Risiko Suku Bunga yaitu risiko suku bunga terhadap perubahan nilai ekonomis dari
nilai ekuitas. Saat ini Perusahaan sedang mengembangkan sistem terkait perhitungan
IRRBB yang diantaranya digunakan untuk keperluan pelaporan IRRBB dengan tujuan
semua perhitungan dilakukan secara otomasi guna menyampaikan informasi risiko yang
akurat, efektif, sesuai ketentuan yang diatur oleh regulator, dan tepat waktu serta
meminimalkan potensi terjadinya risiko operasional.
Tabel berikut merupakan rata-rata suku bunga efektif per tahun untuk aset dan liabilitas
yang signifikan (tidak termasuk akun Syariah):
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Rupiah Mata Uang Asing Rupiah Mata Uang Asing
% % % %
Aset
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain 2,57 3,92 3,50 3,67
Kredit yang diberikan 11,76 15,46 11,09 12,19
Liabilitas
Simpanan 1,90 0,19 1,67 0,45
Simpanan dari bank lain 5,23 0,00 3,20 0,06
- 93 -
Page 97
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Tabel berikut ini menyajikan portofolio Perusahaan (tidak termasuk portofolio yang
diperdagangkan) pada nilai tercatatnya, yang dikelompokkan menurut mana yang lebih
awal antara tanggal re-pricing atau tanggal jatuh tempo kontraktual:
31 Maret 2024
Sampai > 1 bulan > 3 bulan > 1 tahun
dengan s.d. s.d. s.d.
1 bulan 3 bulan 1 tahun 2 tahun > 2 tahun Jumlah
Aset
Bunga Mengambang
Giro pada bank lain 2.656.544 - - - - 2.656.544
Kredit yang diberikan 61.103 568.909 3.027.026 3.005.138 2.554.504 9.216.680
Liabilitas
Bunga Mengambang
Simpanan 25.604.022 - - - - 25.604.022
Simpanan dari bank lain 61.780 - - - - 61.780
31 Desember 2023
Sampai > 1 bulan > 3 bulan > 1 tahun
dengan s.d. s.d. s.d.
1 bulan 3 bulan 1 tahun 2 tahun > 2 tahun Jumlah
Aset
Bunga Mengambang
Giro pada bank lain 2.656.867 - - - - 2.656.867
Kredit yang diberikan 94.745 1.243.963 1.720.723 1.413.257 2.693.240 7.165.928
Liabilitas
Bunga Mengambang
Simpanan 25.149.192 - - - - 25.149.192
Simpanan dari bank lain 41.271 - - - - 41.271
b. Risiko Nilai Tukar
Risiko nilai tukar adalah risiko kerugian pada neraca dan rekening administratif yang
disebabkan oleh perubahan nilai tukar, termasuk perubahan nilai emas.
Kebijakan pengelolaan risiko nilai tukar berpedoman pada batas Posisi Devisa Neto (PDN)
sesuai ketentuan regulator yaitu Perusahaan wajib mengelola dan memelihara PDN paling
tinggi 20% dari Modal. Perusahaan juga menyusun Risk Appetite dan Risk Tolerance risiko
pasar yang selaras dengan tujuan strategis Perusahaan yang digunakan sebagai dasar
penentuan tingkat risiko yang akan diambil Perusahaan dalam pencapaian sasaran bisnis.
Selain itu, pengelolaan risiko nilai tukar secara harian juga dilakukan Perusahaan dengan
cara menghitung potensi kerugian yang mungkin timbul sebagai dampak dari adanya
perubahan nilai tukar terhadap posisi. Perusahaan menggunakan metode historical Value
at Risk (VAR) menggunakan 250 data historis dengan tingkat kepercayaan 99%. Selain itu
Perusahaan juga melakukan pemantauan terkait Off Market Rate (OMR) untuk transaksi
nilai tukar.
c. Risiko Harga
Risiko harga merupakan risiko yang timbul sebagai akibat ketidakpastian dalam perubahan
harga suatu aset, misalnya pendapatan yang kurang menguntungkan dan sekuritas yang
memiliki pendapatan tetap akibat perubahan tingkat suku bunga.
- 94 -
Page 98
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Dalam hal pengelolaan risiko harga, Perusahaan melakukan pemantauan atas eksposur
risiko pasar yang melekat pada portofolio yang dikelola oleh treasury, seperti Surat
Berharga yang dimiliki Perusahaan khususnya yang terekspos risiko pasar, yaitu Surat
Berharga yang dimiliki dalam kategori Fair Value to Other Comprehensive Income (FVOCI),
Amortized Cost (AC) dan Fair Value to Profit & Loss (FVTPL) dengan memantau Value at
Risk (VaR), Off Market Rate (OMR), Profit & Loss surat berharga dengan mengacu pada
limit-limit yang telah ditetapkan.
Dengan diterbitkannya SEOJK Nomor 23/SEOJK.03/2022 tentang Perhitungan Aset Tertimbang
Menurut Risiko (ATMR) untuk Risiko Pasar bagi Bank Umum yang mulai diberlakukan pada 1
Januari 2024 sesuai yang tertuang pada surat edaran tersebut maka Perusahaan telah berperan
serta dalam melakukan industrial test perhitungan ATMR untuk Risiko Pasar dengan pendekatan
standar (standardized approach) serta disampaikan secara berkala yaitu 3 (tiga) bulan sekali
kepada regulator sesuai dengan ketentuan tersebut dalam rangka mengukur serta memitigasi
risiko sebagai dampak jika terdapat peningkatan pada ATMR untuk Risiko Pasar yang berdampak
terhadap Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) dan CAR Perusahaan.
Dalam penerapan manajemen risiko pasar yang terpapar risiko counterparty, Perusahaan telah
menghitung, mengukur dan memantau secara berkala minimal 1 (satu) bulan sekali sesuai
dengan SEOJK Nomor 23/SEOJK.03/2022 tentang Perhitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko
(ATMR) untuk Risiko Pasar bagi Bank Umum terkait BMPK Derivatif Non Kredit yang
diperhitungkan pada Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) untuk Risiko Kredit dan Credit
Value Adjustment (CVA) yang merupakan bagian dari laporan Aktiva Tertimbang Menurut Risiko
(ATMR) untuk risiko pasar sesuai ketentuan.
Risiko Likuditas
Risiko likuiditas adalah risiko yang disebabkan oleh ketidakmampuan Perusahaan untuk
memenuhi kewajiban yang jatuh tempo menggunakan sumber pendanaan arus kas dan/atau dari
aset likuid berkualitas tinggi yang dapat diagunkan, tanpa mengganggu aktivitas dan kondisi
keuangan Perusahaan. Risiko likuiditas merupakan risiko yang terpenting pada perusahaan umum
dan perlu dikelola secara berkesinambungan.
Dalam menjaga serta memantau kondisi likuiditas maka Perusahaan membentuk Asset and
Liability Management (ALMA) dan Asset and Liability Committee (ALCO) yang beranggotakan
manajemen senior tertinggi. ALMA memiliki tugas dan tanggung jawab antara lain melakukan
simulasi kecukupan likuiditas Perusahaan dan memberikan rekomendasi kepada ALCO terkait
langkah antisipasi yang perlu dilakukan untuk memastikan kecukupan likuiditas termasuk
rekomendasi terkait suku bunga. Sedangkan ALCO memiliki tugas dan tanggung jawab yaitu
mengarahkan dan menentukan rencana, kebijakan, strategi, struktur neraca, likuiditas,
profitabilitas, dan risiko yang terkait dengan risiko valuta asing dan tingkat suku bunga melalui
proses pengawasan, identifikasi dan pengukuran paparan risiko dengan memperhatikan prinsip
kehati-hatian.
Pemantauan terhadap likuiditas Perusahaan dilakukan secara harian, bulanan, dan triwulan,
sebagai bagian dari sistem informasi manajemen dan hasil pemantauan tersebut dilaporkan
kepada Manajemen. Pemantauan antara lain dilakukan terhadap komposisi posisi keuangan
Perusahaan, aktivitas dana keluar dan dana masuk yang tercermin dari transaksi Real Time Gross
Settlement (RTGS), BI Fast, dan Sistem Kliring Nasional (SKN), aktivitas money market, posisi
aset likuid baik primer maupun sekunder, serta rasio-rasio likuiditas seperti Aset Likuid Terhadap
Non Core Deposit (AL/NCD), Rasio Kecukupan Aset Likuid, Rasio Kecukupan Likuiditas (LCR),
Rasio Pendanaan Stabil Bersih (NSFR), Arus Keluar Maksimum (MCO), dan Rasio Intermediasi
Makroprudensial (RIM).
- 95 -
Page 99
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pemantauan terhadap pemenuhan Giro Wajib Minimum baik primer maupun sekunder dan
Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) dilakukan secara harian untuk memastikan bahwa
Perusahaan selalu menjaga GWM dan PLM sesuai yang telah ditentukan oleh regulator, serta
pada level yang aman dengan besaran kecukupan disesuaikan dengan kondisi likuiditas
Perusahaan secara spesifik maupun kondisi likuiditas di pasar.
Perusahaan telah melakukan perhitungan dan pemantauan limit terhadap rasio likuiditas yaitu
Rasio Kecukupan Likuiditas (LCR) dan Rasio Pendanaan Stabil Bersih (NSFR). Hasil pemantauan
disampaikan secara berkala kepada Asset & Liabilities Committee (ALCO) member, Asset &
Liabilities Management (ALMA) member yang meliputi unit bisnis dan unit pendukung, Komite
Manajeman Risiko (KMR), Komite Pemantau Risiko (KPR) serta kepada Direksi Perusahaan.
Dalam melakukan perhitungan LCR dan NSFR, Perusahaan telah menggunakan sistem sebagai
bagian penerapan dari sistem informasi manajemen dalam rangka menghasilkan perhitungan LCR
dan NSFR secara bulanan dengan tujuan agar semua perhitungan dilakukan secara otomasi guna
menyampaikan informasi risiko yang akurat, efektif, sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh
regulator, dan tepat waktu serta meminimal potensi terjadinya risiko operasional.
Rasio likuiditas yaitu Liquidity Coverage Rasio (LCR) dan Net Stable Funding Rasio (NSFR),
masing-masing rasio pada bulan Maret 2024 sebesar 248,847% dan 175,20%, kedua rasio ini
telah memenuhi ketentuan regulator yaitu minimal sebesar 100%. Dengan tingginya rasio LCR
dan NSFR Perusahaan maka tingkat risiko likuiditas Perusahaan dinilai rendah dan tercermin
bahwa Perusahaan memiliki aset berkualitas tinggi yang sangat mencukupi untuk memenuhi
kewajiban Perusahaan.
Selain itu Perusahaan telah selesai mengembangkan sistem untuk mengukur kemampuan arus
kas keluar maksimum (Maximum Cumulative Outflow (MCO)) perusahaan secara otomasi dan
dihasilkan secara harian sehingga perusahaan dapat melakukan pemantauan kemampuan
likuiditas perusahaan serta melakukan tindak lanjut lebih cepat jika perusahaan mengalami
kebutuhan likuiditas dalam jumlah besar.
Dalam melakukan pengelolaan terhadap likuiditas Perusahaan, dilakukan studi untuk mempelajari
pola pergerakan dana dan/atau perilaku nasabah Dana Pihak Ketiga, khususnya dana nasabah
inti dan nasabah yang memiliki tingkat volatilitas cukup tinggi. Dengan mempelajari perilaku
nasabah, maka Perusahaan dapat menjaga kecukupan likuiditas yang diperlukan secara tepat
dalam rangka memenuhi kewajiban perusahaan atas Dana Pihak Ketiga. Perusahaan selalu
menjaga kecukupan Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) pada level yang aman dengan
besaran kecukupan disesuaikan dengan kondisi likuiditas Perusahaan secara spesifik maupun
kondisi likuiditas di pasar.
Perusahaan senantiasa melakukan pemantauan terhadap posisi core fund dan berupaya untuk
secara berkesinambungan meningkatkan persentase terhadap jumlah dana yang dimiliki. Core
fund menjadi bagian yang sangat penting bagi Perusahaan dalam menjalankan fungsi intermediasi
berupa penyediaan dana jangka panjang. Hal ini mengingat portofolio dana pihak ketiga yang
dimiliki Perusahaan sebagian besar berjangka waktu sampai dengan 1 (satu) tahun. Upaya yang
dilakukan untuk meningkatkan dana mengendap antara lain diciptakan program-program yang
mengharuskan dana nasabah ditahan dan tidak dapat ditarik sampai jangka waktu tertentu sesuai
dengan ketentuan program.
- 96 -
Page 100
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Dalam rangka mengikuti perkembangan bisnis Perusahaan yang semakin dinamis serta adanya
perubahan strategi yang dilakukan Perusahaan maka telah dilakukan back testing dan kaji ulang
terkait metodologi yang digunakan untuk perhitungan Core Fund yaitu menggunakan data historis
selama 5 tahun, melihat pergerakan outstanding secara behavioral selama 5 tahun dan
menghitung dengan tingkat kepercayaan (confidence level) 95%. Perhitungan back testing dan
kaji ulang metodologi telah disampaikan dan disetujui oleh Direksi dan Dewan Komisaris melalui
Rapat dan/atau melalui sirkulasi Memorandum Internal dan/atau melalui e-mail.
Pada dasarnya, risiko likuiditas dikelola sesuai dengan kerangka kebijakan, pengawasan, dan
batasan yang memastikan bahwa konsentrasi pendanaan bersifat minimal, sumber dan jangka
waktu pendanaan telah terdiversifikasi.
Berikut adalah jadwal jatuh tempo liabilitas keuangan (termasuk simpanan dan simpanan dari
bank lain berdasarkan prinsip syariah) dan dana syirkah temporer berdasarkan pembayaran
kontraktual pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023:
31 Maret 2024
Sampai > 1 bulan > 3 bulan > 6 bulan
dengan s.d. s.d. s.d.
1 bulan 3 bulan 6 bulan 12 bulan > 12 bulan Nilai Tercatat
Liabilitas
Liabilitas segera 381.191 - - - - 381.191
Simpanan 31.191.125 1.410.043 459.154 367.530 8.988 33.436.840
Simpanan dari bank lain 586.281 4.000 5.000 - - 595.281
Efek yang dijual dengan janji
beli kembali 1.307.297 - - - 1.307.297
Liabilitas akseptasi 34.821 41.159 1.624 - - 77.604
Beban yang masih harus
dibayar 40.478 - - - - 40.478
Obligasi subordinasi - - - - 496.759 496.759
Liabilitas lain-lain 180.273 - - - - 180.273
Jumlah Liabilitas 33.721.466 1.455.202 465.778 367.530 505.747 36.515.723
Dana Syirkah Temporer
Simpanan 5.230.156 1.296.183 234.803 178.526 - 6.939.668
Simpanan dari bank lain 4.307 - - - - 4.307
Jumlah Dana Syirkah
Temporer 5.234.463 1.296.183 234.803 178.526 - 6.943.975
31 Desember 2023
Sampai > 1 bulan > 3 bulan > 6 bulan
dengan s.d. s.d. s.d.
1 bulan 3 bulan 6 bulan 12 bulan > 12 bulan Nilai Tercatat
Liabilitas
Liabilitas segera 165.101 - - - - 165.101
Simpanan 32.949.051 1.337.062 513.221 334.938 8.313 35.142.585
Simpanan dari bank lain 325.445 2.000 - - - 327.445
Efek yang dijual dengan janji -
beli kembali 1.051.717 - - - 1.051.717
Liabilitas akseptasi 51.272 28.608 - - - 79.880
Beban yang masih harus
dibayar 43.816 - - - - 43.816
Obligasi subordinasi - - - - 496.512 496.512
Liabilitas lain-lain 160.660 - - - - 160.660
Jumlah Liabilitas 34.747.062 1.367.670 513.221 334.938 504.825 37.467.716
Dana Syirkah Temporer
Simpanan 4.392.299 904.012 1.572.052 135.188 - 7.003.551
Simpanan dari bank lain 15.769 - - - - 15.769
Jumlah Dana Syirkah
Temporer 4.408.068 904.012 1.572.052 135.188 - 7.019.320
- 97 -
Page 101
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Sebagian besar liabilitas yang dimiliki oleh Perusahaan akan jatuh tempo dalam waktu kurang dari
1 bulan, namun berdasarkan pengalaman Perusahaan, sebagian besar dari liabilitas tersebut
pada saat jatuh tempo akan diperpanjang (roll over). Upaya yang dilakukan Perusahaan agar
nasabah tetap mempertahankan dananya pada Perusahaan yaitu dengan meningkatkan kualitas
pelayanan serta memberikan penawaran suku bunga yang wajar dan kompetitif. Dengan upaya
tersebut, Perusahaan juga mengharapkan dapat menarik nasabah baru untuk menempatkan
dananya pada Perusahaan. Perusahaan juga melakukan upaya lain untuk memitigasi adanya
penarikan dana secara besar-besaran oleh nasabah dimana Perusahaan juga memantau
50 deposan inti, dengan cara mengevaluasi profil dan perilaku dari deposan-deposan tersebut
sehingga Perusahaan dapat melakukan antisipasi terhadap penarikan dana besar yang akan
dilakukan deposan.
Untuk mengetahui dampak perubahan faktor pasar maupun faktor internal pada kondisi ekstrim
terhadap likuiditas, Perusahaan melakukan stress testing Risiko Likuiditas secara berkala. Asumsi
dan/atau skenario serta hasil stress testing disampaikan dan disetujui oleh Komite Manajemen
Risiko dan/atau Direksi melalui rapat komite manajemen risiko atau melalui sirkulasi Memorandum
Internal atau melalui email. Dalam melakukan stress testing, Perusahaan telah melakukan kajian
besaran persentase dana keluar sesuai dengan kebiasaan atau behavior nasabah dalam kondisi
stress dengan menggunakan data historis dari 500 hari terakhir dengan tingkat kepercayaan 99%
untuk Skenario Bank Specific (Bank Specific Crisis - BSC) dan 4 kali standard deviasi untuk
skenario krisis pada pasar (General Market Crisis - GMC). Sampai dengan saat ini, Perusahaan
tidak pernah mengalami kesulitan likuiditas maupun kondisi yang berpotensi menimbulkan risiko
bagi Perusahaan.
Dalam rangka persiapan menghadapi potensi risiko, Perusahaan telah memiliki Rencana
Pendanaan Darurat (Contingency Funding Plan) dan Rencana Pinjaman Likuiditas Jangka Pendek
(PLJP) Bank Indonesia (BI) untuk menghindari terjadinya kesulitan likuiditas. Perusahaan memiliki
sejumlah upaya antisipasi seperti ketersediaan Giro Wajib Minimum (GWM), Cadangan Sekunder,
penetrasi yang baik terhadap pasar antar perusahaan, serta dukungan dari pemegang saham
pengendali. Perusahaan dalam rangka menjalankan Rencana Pendanaan Darurat (Contingency
Funding Plan (CFP) dan Pinjaman Likuiditas Jangka Pendek (PLJP) Bank Indonesia (BI) maka
membentuk tim khusus yaitu Contigency Crisis Team (CCT) yang beranggotakan manajemen
senior tertinggi Perusahaan baik dari divisi Risk, divisi Operation, divisi Finance dan bisnis unit
yang dipimpin oleh ketua ALMA yaitu Treasury & Financial Institution Group Head. CCT memiliki
tugas dan tanggung jawab utama yaitu melakukan proses pemantauan likuditas pada saat terjadi
krisis sampai dengan pemulihan kondisi likuiditas kembali ke kondisi normal.
Uji coba terkait CFP dan PLJP kepada BI dilakukan secara berkala yang mengikutksertakan
Direksi dan manajemen senior pada perusahaan serta hasil uji coba ini disampaikan kepada
ALCO, Komite Manajemen Risiko (KMR) dan Komite Pemantau Risiko (KPR) yang merupakan
salah satu tugas dan tanggung dari Dewan Komisaris dan Direksi. Parameter CFP yang telah di uji
coba dan disampaikan serta disetujui digunakan sebagai alat ukur untuk dilakukan pemantauan
secara mingguan melalui laporan Early Warning Indicators (EWI) yang dapat dijadikan salah satu
peringatan dini likuiditas perusahaan. Ketentuan yang diatur oleh regulator, dan tepat waktu serta
meminimalkan potensi risiko operasional.
Risiko Operasional
Risiko operasional adalah risiko yang antara lain disebabkan oleh ketidakcukupan dan/atau tidak
berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, atau adanya problem
eksternal yang mempengaruhi operasional Perusahaan.
- 98 -
Page 102
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Risiko operasional dapat menimbulkan kerugian keuangan maupun non-keuangan secara
langsung maupun tidak langsung dan kerugian potensial atas hilangnya kesempatan memperoleh
keuntungan. Risiko operasional juga dapat melekat pada setiap aktivitas fungsional Perusahaan,
seperti kegiatan perkreditan (penyediaan dana), treasury dan investasi, operasional dan jasa,
pembiayaan perdagangan, pendanaan dan instrumen utang, Teknologi Sistem Informasi dan
Sistem Informasi Manajemen, serta pengelolaan sumber daya manusia.
Kebijakan dan prosedur yang terkait dengan pengelolaan risiko operasional di Perusahaan
senantiasa disusun, dikaji ulang dan disempurnakan untuk memastikan kecukupan mekanisme
kontrol pada semua kebijakan dan prosedur telah memadai. Perusahaan juga secara aktif
melakukan sosialisasi untuk membangun budaya sadar risiko dan meningkatkan kualitas kontrol
dalam rangka mitigasi risiko operasional.
Pengembangan sistem dan penerapan perangkat risiko operasional untuk mengukur eksposur
risiko pada kondisi sekarang, lampau (historis) dan untuk mengukur besarnya potensi kejadian
risiko di masa depan. Dengan pendekatan ini, diharapkan Perusahaan dapat lebih komprehensif
dalam mengelola risiko operasional.
Proses identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko operasional ditingkatkan
dengan melibatkan lini pertama/unit kerja yang dilakukan melalui training karyawan mulai dari level
staff sampai dengan pejabat, reviu terhadap kebijakan/prosedur operasional, risk assessment atas
penerbitan produk dan/atau aktivitas baru Perusahaan, serta opini dari Direktur Kepatuhan dan
Direktur Manajemen Risiko terkait dengan penerbitan produk dan/atau aktivitas baru tersebut.
Perangkat risiko operasional yang digunakan oleh Perusahaan antara lain:
Loss Event Database (LED)
Perusahaan membangun dan mengembangkan perangkat risiko operasional lainnya
seperti Loss Event Database (LED) yang tujuannya untuk menyusun database atas
kejadian-kejadian yang terjadi sebagai akibat risiko operasional serta mengukur besarnya
kerugian yang diakibatkan oleh kejadian operasional tersebut. Monitoring dilakukan secara
terus menerus dan pelaporan LED dilakukan secara berkala.
Risk Control Self Assessment (RCSA)
Risk Control Self Assessment (RCSA) merupakan merupakan suatu alat dan mekanisme
yang bertujuan untuk melakukan identifikasi risiko dan pengukuran atas efektivitas
pelaksanaan kontrol yang akan menghasilkan penilaian atas tingkat risiko. RCSA dilakukan
secara berkala dan berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam
pelaksanaannya.
Key Risk Indicator (KRI)
Key Risk Indicator (KRI) adalah salah satu perangkat untuk mengelola risiko operasional
yang digunakan untuk mengidentifikasi atau memberikan suatu indikator (early warning
signal) dan menganalisa risiko sejak dini atas naik turunnya indikator-indikator tingkat risiko
dalam rangka pengendalian setiap risiko operasional yang melekat pada setiap aktivitas
bisnis dan operasional Perusahaan.
Untuk meningkatkan keamanan, Divisi Information Security (IT) telah memiliki Team Security
Operation Center (SOC) yang bertujuan untuk meningkatkan proses pemantauan terhadap
percobaan serangan yang ditujukan kepada sistem Perusahaan selama 24 jam dalam seminggu.
- 99 -
Page 103
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Divisi IT telah mengimplementasikan Operation Control Room, dimana ruangan ini digunakan
sebagai pusat untuk pemantauan terhadap availability dan performance jaringan kantor, serta
pemantauan permasalahan pada sistem Perusahaan.
Perusahaan telah memiliki Kebijakan/Prosedur Disaster Recovery Plan (DRP) sistem kritikal, yang
mengatur rencana pemulihan untuk gangguan yang terjadi pada sistem.
Dalam rangka fraud awareness, Perusahaan melakukan sosialisasi fraud awareness secara
berkesinambungan, refreshment terhadap Deklarasi Anti Fraud dan Pakta Integritas untuk
meningkatkan kesadaran karyawan tentang pentingnya tindakan pencegahan dan pengendalian
terhadap fraud.
Perusahaan juga telah melakukan self assessment atas Laporan Hasil Penilaian terkait Keamanan
Siber Bank Tahun 2023. Secara keseluruhan Hasil Penilaian terkait Keamanan Siber Bank tahun
2023 dengan menggunakan parameter-parameter yang ditetapkan dalam SEOJK
No.29/SEOJK.03/2023 dinilai peringkat 2 atau Low to Moderate dengan Penilaian Risiko Inheren
terkait Keamanan Siber dinilai peringkat 2 atau Low to Moderate dan Penilaian Tingkat Maturitas
Keamanan Siber dinilai peringkat 2 atau Satisfactory.
Risiko Hukum
Risiko hukum adalah risiko yang timbul dari kelemahan aspek hukum, antara lain akibat dari
tindakan hukum, tidak adanya peraturan yang mendukung atau kelemahan dari ketentuan-
ketentuan yang mengikat secara hukum, seperti kegagalan untuk mematuhi persyaratan hukum
suatu perjanjian dan celah-celah dalam pengikatan jaminan.
Pelaksanaan identifikasi, pengukuran, dan pemantauan terhadap potensi risiko hukum
dilaksanakan terhadap seluruh aktivitas Perusahaan, terutama kegiatan operasional Perusahaan
dengan melibatkan pihak ketiga yang memiliki potensi benturan kepentingan atau gugatan hukum.
Dalam rangka mitigasi potensi risiko hukum, Perusahaan melakukan hal-hal berikut: melakukan
kajian terhadap kesesuaian perjanjian kerjasama dengan pihak eksternal, menyempurnakan
kebijakan dan prosedur sebagai bagian dari mitigasi risiko hukum.
Dalam rangka pemantauan atas penyelesaian terhadap gugatan hukum, unit kerja Legal bagian
Litigasi melakukan pendampingan dan hadir dalam setiap persidangan/panggilan kepolisian risiko
hukum.
Risiko Stratejik
Risiko stratejik adalah risiko yang antara lain disebabkan oleh adanya penetapan dan
pelaksanaan strategi Perusahaan yang tidak tepat, pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat
atau kurang responsifnya Perusahaan terhadap perubahan eksternal.
Perusahaan telah menyusun strategi dan rencana bisnis yang sebelumnya telah didiskusikan
dengan Dewan Komisaris, Direksi serta seluruh manajemen Perusahaan. Perusahaan juga
melakukan kajian dan evaluasi stratejik bisnis serta realisasi yang telah dicapai oleh Perusahaan
sesuai dengan yang terangkum dalam Rencana Bisnis Perusahaan.
Secara umum, untuk posisi 31 Maret 2024, Perusahaan telah mencapai realisasi yang baik pada
pos-pos keuangan seperti Laba, CAR, NPL Gross, NPL Nett, ROE, ROA, dan BOPO Perusahaan
secara bertahap juga melakukan penyempurnaan pada seluruh proses aktivitas bisnis
Perusahaan untuk lebih mengakselerasi pencapaian kinerja sesuai dengan target yang ditentukan.
- 100 -
Page 104
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Sesuai dengan rencana stratejik Perusahaan, maka Perusahaan telah merealisasikan aktivitas
pendirian PT Bank Nano Syariah sebagai anak usaha yang telah resmi beroperasi sejak 1 Januari
2024. Di samping itu, Perusahaan juga semakin memfokuskan pada pengembangan Digital
Banking yang bekerjasama dengan pihak ketiga dalam rangka pemberian kredit melalui platform
mobile banking (Digital Loan) secara bertahap.
Selama Triwulan I – Maret 2024, Perusahaan berusaha mengembangkan bisnis dengan
melakukan diversifikasi produk dengan mengembangkan produk/aktivitas baru seperti:
Unit Link Premi Berkala/RPUL/Pengganti Simas Magna Link, yaitu produk asuransi yang
dikaitkan dengan investasi (Unit Link) dengan pembayaran premi berkala yang
memberikan manfaat asuransi jiwa dan pilihan asuransi tambahan serta investasi - Live
pada 28 Maret 2024,
Program Auto Donation (PT Bank Nano Syariah).
Pada Triwulan I – Maret 2024, Perusahaan mengambil sejumlah strategi dalam rangka
mempertahankan kinerja Perusahaan seperti aktivitas operasional secara hybrid (separuh
dilakukan di rumah (Work From Home) dan separuh dilakukan di kantor (Work From Office).
Perusahaan juga semakin gencar melakukan sosialisasi penggunaan transaksi digital melalui
SIMOBI. Selain itu Perusahaan juga mengembangkan kerjasama dengan platform digital dalam
penyaluran kredit (digital loan) dan digital banking secara keseluruhan. Perusahaan
mengembangkan bisnis dengan menyalurkan kredit yang mengutamakan prinsip kehati-hatian
dengan pemberian kredit secara lebih selektif, adanya pelaksanaan restrukturisasi serta menjaga
likuiditas dan permodalan Perusahaan pada level yang memadai sehingga aktivitas operasional
dan bisnis Perusahaan dapat berjalan dengan lancar.
Risiko Kepatuhan
Risiko kepatuhan merupakan risiko yang disebabkan Perusahaan tidak mematuhi atau tidak
melaksanakan peraturan perundang-undangan dan ketentuan lain yang berlaku, seperti Posisi
Devisa Neto (PDN), Giro Wajib Minimum (GWM), Non-Performing Loan (NPL) Netto, Ketentuan
Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM), Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK)..
Dalam rangka menerapkan manajemen risiko kepatuhan yang efektif, Perusahaan telah
melakukan identifikasi dan pengelolaan terhadap faktor-faktor yang dapat menyebabkan
meningkatnya eksposur risiko kepatuhan, yaitu:
Meningkatkan kesadaran atas budaya patuh melalui program kampanye kepatuhan
(Compliance Campaign) yang dilakukan ke seluruh jajaran organisasi Perusahaan
termasuk jaringan cabang melalui pelatihan kelas dan E-Learning, media komunikasi
internal, sosialisasi peraturan baru dari regulator maupun Peraturan perundang-undangan
lainnya. Evaluasi terhadap program pelatihan, sosialisasi dan kampanye kepatuhan
dilakukan secara berkala untuk memastikan efektifitas penyampaian, pemahaman serta
pemenuhan kepatuhan pada seluruh jajaran organisasi Perusahaan.
Menyusun dan menerbitkan Manual Level sebagai panduan hierarki ketentuan internal
serta panduan unit-unit kerja Perusahaan dalam menyusun, menerbitkan serta mengkaji
ketentuan internal.
Dilakukan proses review terhadap seluruh ketentuan internal Perusahaan untuk
memastikan kesesuaian dengan ketentuan regulator yang terkini, memastikan tidak adanya
ketentuan yang tumpang tindih atau saling bertentangan, meningkatkan kontrol risiko serta
simplifikasi proses dan jumlah aturan.
- 101 -
Page 105
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Melakukan pemantauan, memperdalam analisa dampak serta menyusun tindak lanjut yang
efektif atas peraturan baru yang diterbitkan OJK, Bank Indonesia dan regulator lainnya.
Sosialisasi dan komunikasi atas peraturan perundang-undangan baru, analisa dampak
serta tindak lanjut dilakukan baik melalui pertemuan langsung dengan unit-unit terkait
maupun melalui media komunikasi internal yang disampaikan ke jajaran direksi, komisaris,
pejabat eksekutif, karyawan pimpinan maupun seluruh karyawan Perusahaan.
Risiko Reputasi
Risiko reputasi adalah risiko yang antara lain disebabkan oleh adanya publikasi negatif yang
terkait dengan kegiatan usaha Perusahaan atau persepsi negatif terhadap Perusahaan.
Salah satu upaya yang dilakukan Perusahaan untuk meningkatkan pengelolaan risiko reputasi
antara lain melalui Contact Center untuk memberikan layanan informasi perbankan serta
menerima keluhan/pengaduan nasabah, Corporate Secretary yang memberikan informasi yang
perlu disampaikan kepada publik/stakeholders terkait aktivitas Perusahaan, serta petugas di
kantor-kantor cabang yang setiap saat dapat memberikan informasi kepada nasabah.
Selain itu pengendalian risiko reputasi juga dilakukan antara lain dengan melalui pemantauan
yang dilakukan oleh Unit Kerja Corporate Secretary terhadap berita yang berkaitan dengan
Perusahaan di media massa.
Transparansi produk yang ditawarkan kepada nasabah sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia
mengenai Transparansi produk melalui website Perusahaan, serta upaya peningkatkan standar
layanan nasabah dengan melakukan service excellence training kepada para petugas, adanya
unit kerja Service Quality (SQ) yang bertugas untuk memastikan kualitas pelayanan yang
diberikan oleh petugas bank kepada nasabah serta terdapatnya Quality Assurance pada unit kerja
Contact Center untuk memastikan kualitas pelayanan dari Agent Call Center maupun Agent
Telemarketing.
Selama Triwulan I – Maret 2024 terdapat 1 (satu) pemberitaan negatif terhadap reputasi Bank atas
pengaduan nasabah terkait transaksi yang diberitakan melalui media massa lokal. Namun
penyelesaian antara pihak bank dan nasabah saat ini sudah terselesaikan dengan baik.
Mengingat bahwa Perusahaan juga memiliki Entitas Anak sebagai Bank Umum Syariah (BUS)
maka pengelolaan risiko tidak hanya dilakukan pada 8 (delapan) risiko, akan tetapi terdapat
tambahan 2 (dua) jenis risiko lainnya yang dikelola yaitu:
1. Risiko Investasi
Risiko Investasi adalah Risiko akibat Perusahaan ikut menanggung kerugian usaha
nasabah yang dibiayai dalam pembiayaan berbasis bagi hasil baik yang menggunakan
metode net revenue sharing maupun yang menggunakan metode profit and loss sharing.
Sumber Risiko Investasi Perusahaan berasal dari anak perusahaan, dimana Unit Usaha
Syariah telah spin off menjadi PT Bank Nano Syariah efektif mulai 1 Januari 2024. Risiko
investasi merupakan turunan risiko kredit yang timbul karena aktivitas pembiayaan
PT Bank Nano Syariah yang menggunakan akad berbasis bagi hasil yaitu akad
Mudharabah dan akad Musyarakah.
- 102 -
Page 106
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
PT Bank Nano Syariah telah melakukan penyusunan kebijakan dan/atau ketentuan
internal di bidang pembiayaan dan/atau penyediaan dana lainnya untuk mendukung
pengelolaan penyediaan dana yang sehat dan sesuai prinsip kehati-hatian serta sesuai
dengan prinsip syariah. Selain itu, PT Bank Nano Syariah berupaya melakukan
diversifikasi portofolio dengan meningkatkan outstanding pembiayaan non korporasi
sesuai Rencana Bisnis Bank guna menurunkan risiko konsentrasi penyediaan dana
melalui produk KUR dan Micro Faedah, pembiayaan Haji, pembiayaan alat berat (heavy
equipment), dan pembiayaan alat-alat pertanian dimana produk-produk tersebut
menggunakan akad Murabahah dan Ijarah.
2. Risiko Imbal Hasil
Risiko imbal hasil (Rate of Return Risk) adalah Risiko akibat perubahan tingkat imbal hasil
yang dibayarkan Perusahaan kepada nasabah, karena terjadi perubahan tingkat imbal
hasil yang diterima Perusahaan dari penyaluran dana, yang dapat mempengaruhi perilaku
nasabah dana pihak ketiga Perusahaan.
Sumber risiko imbal hasil Perusahaan berasal dari Entitas Anak, dimana Unit Usaha
Syariah telah spin off menjadi PT Bank Nano Syariah efektif mulai 1 Januari 2024.
Pengelolaan terhadap tingkat imbal hasil kepada deposan masih terjaga dan
terkelola dengan memadai. PT Bank Nano Syariah terus berupaya untuk semakin
meningkatkan kemampuan dalam memberikan tingkat imbal hasil sesuai dengan
ekspektasi nasabah. Selain itu, PT Bank Nano Syariah telah melakukan berbagai upaya
perbaikan pada kualitas pembiayaan guna mitigasi potensi penurunan imbal hasil yang
diterima bank dari penyaluran dana, antara lain dengan melakukan evaluasi dan
monitoring secara ketat terhadap debitur-debitur yang bermasalah, dan menyusun action
plan untuk meningkatkan portofolio melalui pengembangan produk-produk pembiayaan
sehingga diharapkan dapat men-generate peningkatan imbal hasil.
Selain itu, Perusahaan juga merupakan Entitas Utama (EU) dalam Konglomerasi Keuangan Sinar
Mas. Pengelolaan risiko oleh EU dalam konglomerasi keuangan dilakukan dengan menambahkan
risiko lain selain 8 (delapan) risiko utama yaitu berupa Risiko Transaksi Intra-grup dan Risiko
Asuransi.
1. Risiko Transaksi Intra-grup adalah risiko akibat ketergantungan suatu entitas baik secara
langsung maupun tidak langsung terhadap entitas lainnya dalam satu Konglomerasi
Keuangan dalam rangka pemenuhan kewajiban perjanjian tertulis maupun perjanjian tidak
tertulis baik yang diikuti perpindahan dana dan/atau tidak diikuti perpindahan dana. Dalam
pengelolaan transaksi intragrup tersebut Perusahaan selalu mengedepankan prinsip-
prinsip antara lain seperti adanya persetujuan untuk setiap transaksi sesuai dengan
kewenangan di masing-masing entitas, transaksi dilaksanakan sesuai prinsip kehati-hatian
dan prinsip arm length serta sesuai dengan prosedur maupun ketentuan regulator.
2. Risiko Asuransi adalah risiko akibat kegagalan perusahaan asuransi memenuhi kewajiban
kepada pemegang polis sebagai akibat dari ketidakcukupan proses seleksi risiko
(underwriting), penetapan premi (pricing), penggunaan reasuransi, dan/atau penanganan
klaim. Risiko asuransi dikelola mengingat didalam konglomerasi keuangan terdapat
lembaga jasa keuangan berupa Perusahaan asuransi.
- 103 -
Page 107
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Perusahaan selaku Entitas Utama Konglomerasi Keuangan Sinarmas telah melakukan peniliaian
sendiri (self assesment) secara berkala minimum 6 (enam) bulan sekali sesuai dengan ketentuan
yang telah ditetapkan. Pada Desember 2023 telah dilakukan kaji ulang parameter, bobot risiko dan
threshold profil risiko yang telah disusun, disampaikan dan disetujui oleh Komite Manajemen
Risiko Terintegrasi serta di sosialisasikan untuk digunakan pada saat penilaian sendiri (self
assesment) profil risiko posisi Desember 2023 untuk disampaikan kepada regulator.
Penilaian Profil Risiko
Secara berkala Perusahaan melakukan penilaian risiko terhadap kedelapan risiko diatas
sebagaimana telah diatur oleh OJK. Penilaian risiko dilakukan melalui proses penilaian sendiri
(self-assessment) untuk menghasilkan profil risiko yang terdiri dari risiko inheren yaitu risiko yang
melekat pada aktivitas Perusahaan dan kualitas penerapan manajemen risiko yaitu pengendalian
terhadap risiko inheren.
Pada Triwulan I – Maret 2024, Perusahaan telah melakukan penilaian Profil Risiko dengan
menggunakan parameter, rentang risiko dan bobot risiko yang telah ditetapkan oleh Komite
Manajemen Risiko dan/atau Direksi. Secara Keseluruhan penilaian komposit hasil
penilaian sendiri (self assessment) profil risiko Triwulan I – Maret 2024 berada pada peringkat 2
(dua) - Low to Moderate dengan tren stabil dengan penilaian risiko melekat (inheren risk) pada
peringkat 2 (dua) atau Low to Moderate dan Kualitas Penerapan Manajemen Risiko (KPMR) pada
peringkat 2 (dua) atau Satisfactory.
Selain itu, pada Triwulan I – Maret 2024, Perusahaan juga telah melakukan penilaian Profil Risiko
secara konsolidasi dengan penilaian Profil Risiko Entitas Anak, PT Bank Nano Syariah, dengan
menggunakan parameter, rentang risiko dan bobot risiko yang telah ditetapkan oleh Komite
Manajemen Risiko dan/atau Direksi. Secara Keseluruhan penilaian komposit hasil
penilaian sendiri (self assessment) profil risiko Triwulan I – Maret 2024 berada pada peringkat 2
(dua) - Low to Moderate dengan tren stabil dengan penilaian risiko melekat (inheren risk) pada
peringkat 2 (dua) atau Low to Moderate dan Kualitas Penerapan Manajemen Risiko (KPMR) pada
peringkat 2 (dua) atau Satisfactory.
43. Informasi Lainnya
Perusahaan telah menghitung beberapa rasio pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember
2023 (tidak diaudit) sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Aset produktif bermasalah terhadap
total aset produktif 1,63% 1,66%
Non Performing Loan (NPL)
NPL secara bruto 0,89% 1,53%
NPL secara neto 0,46% 0,35%
Loan to Deposit Ratio (LDR) 40,57% 40,94%
Return On Assets (ROA) 0,59% 0,15%
Return On Equity (ROE) 3,13% 1,07%
Cadangan kerugian penurunan
nilai kredit terhadap kredit
yang diberikan 5,90% 9,99%
a. Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, tidak terdapat penyediaan dana kepada
pihak berelasi dan pihak ketiga yang melampaui Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK).
- 104 -
Page 108
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
b. Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU dan
PPT)
Perusahaan senantiasa menerapkan prinsip APU dan PPT dalam pelaksanaan aktivitas
pengenalan nasabah dengan mengacu pada kebijakan dan prosedur APU dan PPT yang
telah disempurnakan sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 14/27/PBI/2012 tentang
Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme Bagi Bank
Umum.
Kewajiban untuk menerapkan prinsip APU dan PPT tidak hanya terdapat dalam peraturan
Bank Indonesia saja, tetapi juga ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010
tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (Pasal 19) yang
pada intinya menjelaskan bahwa setiap orang melakukan usaha dengan penyedia jasa
keuangan harus menyerahkan identitas diri secara lengkap, disamping itu penyedia jasa
keuangan juga harus memastikan orang yang melakukan hubungan usaha bertindak untuk
diri sendiri atau orang lain. Jika bertindak untuk orang lain, maka penyedia jasa keuangan
harus meminta informasi mengenai identitas pihak lain tersebut.
Perusahaan akan terus memastikan bahwa kebijakan dan prosedur tertulis mengenai
program APU dan PPT sejalan dengan perkembangan modus pencucian uang atau
pendanaan terorisme.
Pengkinian terhadap seluruh data nasabah dilakukan Perusahaan secara terus-menerus
dengan menggunakan pendekatan berdasarkan risiko yang melekat pada nasabah yang
bersangkutan dan perkembangan pengkinian data nasabah dikirimkan oleh Perusahaan
kepada Bank Indonesia melalui Laporan Direktur Kepatuhan.
Pelatihan secara berkala kepada seluruh karyawan Perusahaan mengenai APU dan PPT dan
peraturan prudential banking dilakukan oleh Unit Kepatuhan guna mewujudkan budaya
kepatuhan pada seluruh lini bisnis Perusahaan. Pelatihan dilakukan melalui e-learning yang
dapat diakses oleh karyawan Perusahaan serta melalui metode tatap muka secara periodik.
c. Jaminan Pemerintah Terhadap Liabilitas Pembayaran Bank Umum
Program penjaminan Pemerintah dilaksanakan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
LPS akan membayarkan klaim penjaminan yang layak dibayar setelah melalui prosedur
rekonsiliasi dan/atau verifikasi sesuai dengan Peraturan Lembaga Penjamin Simpanan
(PLPS) yang berlaku.
d. Kegiatan Wali Amanat
Perusahaan memperoleh izin untuk menyelenggarakan kegiatan Wali Amanat dari Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) (d/h. BAPEPAM-LK) berdasarkan Surat Tanda Terdaftar Sebagai Wali
Amanat No. 01/BL/STTD-WA/2009 tanggal 27 Agustus 2009 dan telah diperbarui sesuai surat
OJK nomor S-682/PM.223/2022 tanggal 22 Agustus 2022.
Jasa-jasa yang dilakukan oleh Perusahaan sebagai Wali Amanat adalah sebagai berikut:
1. Jasa wali amanat dan agen pemantau untuk penerbitan obligasi/sukuk dan MTN.
2. Jasa agen penjamin.
Sejak tahun 2010 Perusahaan telah mewaliamanati 3 obligasi dengan nilai emisi sebesar
Rp2,8 triliun dan 21 MTN dengan total emisi sebesar Rp4,11 triliun.
- 105 -
Page 109
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
e. Kegiatan Jasa Kustodian
Perusahaan memberikan jasa kustodian dan memperoleh izin jasa kustodian berdasarkan
Surat Keputusan Bapepam-LK No. KEP-21/BL/2012 tanggal 30 Januari 2012 yang
diperbaharui dengan Surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nomor
S-682/PM.223/2022 tanggal 22 Agustus 2022.
Sejak September 2022, Perusahaan telah menyediakan jasa-jasa kustodian yang secara
garis besar dapat dibagi menjadi dua yaitu Layanan Kustodian Umum dan Layanan
Pengadministrasian Fund.
Layanan Kustodian Umum terdiri dari penyimpanan dan penyelesaian transaksi efek,
pengurusan hak-hak nasabah yang melekat pada efek, dan jasa perwakilan pada RUPS dan
Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO).
Layanan Pengadministrasian Fund untuk reksadana, kontrak pengelolaan dana (KPD), unit
link dan produk-produk berbasis kontrak investasi kolektif lainnya yang terdiri-dari layanan
Fund Accounting dan jasa unit registrar untuk pengadministrasian unit penyertaan produk-
produk tersebut.
Aset nasabah yang diadministrasikan meliputi aset yang disimpan dan ditatausahakan di
sentral kustodian domestic (KSEI) dan Global Securities Depository (Clearstream).
Saat ini Bank Kustodian Perusahaan sudah memiliki nasabah baik individu maupun
institusional dari berbagai industri seperti Bank, Manajer Investasi, Perusahaan Sekuritas,
Asuransi, Dana Pensiun dan Korporasi lainnya.
Perusahaan mengasuransikan portofolio nasabah yang disimpan di Bank Sinarmas Kustodian
terhadap kemungkinan kerugian yang timbul dari penyimpanan dan pemindahan efek sesuai
dengan ketentuan Otoritasi Jasa Keuangan.
44. Pengungkapan Tambahan Transaksi Bukan Kas
Aktivitas investasi dan operasi yang tidak mempengaruhi kas dan setara kas:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Penghapusbukuan kredit 159.991 1.220.668
Penghapusbukuan aset tetap - 129
45. Standar Akuntansi Keuangan Baru
Perubahan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) telah menerbitkan
amandemen dan interpretasi yang berlaku efektif sebagai berikut:
1 Januari 2024
- Amandemen PSAK No. 1, “Penyajian Laporan Keuangan” terkait Liabilitas Jangka Panjang
dengan Kovenan
- 106 -
Page 110
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
- Amandemen PSAK No. 73, “Sewa” terkait Liabilitas Sewa pada Transaksi Jual dan Sewa-
balik
- Standar Akuntansi Keuangan Internasional
Telah diterbitkan namun belum berlaku efektif
1 Januari 2025
- PSAK No. 74, “Kontrak Asuransi”
- PSAK No. 74 (Amandemen): “Kontrak Asuransi: Penerapan Awal PSAK No. 74 dan PSAK
No. 71 - Informasi Komparatif”
- Amandemen PSAK No. 10, “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing: Kekurangan
Ketertukaran”
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan, Perusahaan masih mempelajari dampak
yang mungkin timbul dari penerapan amandemen PSAK tersebut dan dampak dari penerapan
amandemen PSAK tersebut pada laporan keuangan konsolidasian belum dapat ditentukan.
********
- 107 -
Page 111
Lampiran I
PT BANK SINARMAS TBK
Informasi Tambahan
Laporan Posisi Keuangan Entitas Induk
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
ASET
Kas 589.309 388.102
Giro pada Bank Indonesia 5.019.819 6.022.812
Giro pada bank lain - pihak ketiga 1.763.237 2.656.867
Cadangan kerugian penurunan nilai (613) (932)
Jumlah - bersih 1.762.624 2.655.935
Penempatan pada bank lain dan
Bank Indonesia 3.503.177 6.263.389
Cadangan kerugian penurunan nilai (4) (12)
Jumlah - bersih 3.503.173 6.263.377
Efek-efek
Pihak berelasi 1.031.517 1.140.803
Pihak ketiga 16.040.630 16.991.268
Jumlah 17.072.147 18.132.071
Cadangan kerugian penurunan nilai (300) (269)
Jumlah - bersih 17.071.847 18.131.802
Kredit yang diberikan dan piutang/
pembiayaan syariah
Pihak berelasi 103.258 211.039
Pihak ketiga 13.370.222 16.660.407
Jumlah 13.473.480 16.871.446
Cadangan kerugian penurunan nilai (795.523) (1.686.246)
Jumlah - bersih 12.677.957 15.185.200
Tagihan akseptasi
Pihak ketiga 77.581 79.864
Cadangan kerugian penurunan nilai (2.093) (1.560)
Jumlah - bersih 75.488 78.304
Penyertaan modal 510.000 -
Pendapatan yang masih akan diterima 232.561 326.751
Biaya dibayar dimuka 878.307 921.948
Aset tetap - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sebesar
Rp1.602.646 dan Rp1.631.508
masing-masing pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 1.522.651 1.606.075
Aset Ijarah - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sebesar Rp nihil
dan Rp119.251 masing-masing pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 - 384.218
Aset pajak tangguhan - bersih 214.568 214.568
Aset lain-lain - bersih 446.508 455.904
JUMLAH ASET 44.504.812 52.634.996
- I.1 -
Page 112
Lampiran I
PT BANK SINARMAS TBK
Informasi Tambahan
Laporan Posisi Keuangan Entitas Induk
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
LIABILITAS, DANA SYIRKAH TEMPORER
DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas segera 361.775 165.101
Simpanan
Pihak berelasi 4.821.881 5.918.217
Pihak ketiga 28.385.885 29.224.368
Jumlah 33.207.766 35.142.585
Simpanan dari bank lain
Pihak ketiga 687.153 327.445
Efek yang dijual dengan janji beli kembali
- pihak ketiga 1.307.297 1.051.717
Utang pajak 50.861 52.572
Liabilitas akseptasi 77.604 79.880
Beban yang masih harus dibayar 30.669 43.816
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 37.497 35.426
Obligasi subordinasi - bersih 496.759 496.512
Liabilitas lain-lain 383.798 393.854
Jumlah Liabilitas 36.641.179 37.788.908
Dana Syirkah Temporer
Simpanan
Pihak berelasi - 899.014
Pihak ketiga - 6.104.537
Jumlah - 7.003.551
Simpanan dari bank lain
Pihak ketiga - 15.769
Jumlah Dana Syirkah Temporer - 7.019.320
Ekuitas
Modal saham - nilai nominal Rp 100
(dalam Rupiah penuh) per saham
Modal dasar - 60.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor -
19.716.162.403 saham masing-masing
pada tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023 1.971.616 1.971.616
Tambahan modal disetor - bersih 3.552.194 3.552.194
Komponen ekuitas lainnya 565.084 588.242
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya 9.500 9.500
Tidak ditentukan penggunaannya 1.765.239 1.705.216
Jumlah Ekuitas 7.863.633 7.826.768
JUMLAH LIABILITAS, DANA SYIRKAH TEMPORER
DAN EKUITAS 44.504.812 52.634.996
- I.2 -
Page 113
Lampiran II
PT BANK SINARMAS TBK
Informasi Tambahan
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Entitas Induk
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2024 31 Maret 2023
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan bunga 739.200 674.136
Pendapatan syariah - 162.081
Beban bunga (200.909) (137.822)
Beban syariah - (53.978)
Pendapatan Bunga - Bersih 538.291 644.417
Pendapatan Operasional Lainnya
Provisi dan komisi selain dari kredit 112.864 108.052
Keuntungan dari kenaikan nilai wajar efek-efek
yang diukur melalui laba rugi - bersih 28.267 18.619
Keuntungan kurs mata uang asing - bersih 26.996 -
Keuntungan dari penjualan efek-efek yang diukur
melalui laba rugi - bersih - 122
Penerimaan kembali kredit yang dihapusbuku 51.006 20.448
Lain-lain 2.160 5.307
Jumlah Pendapatan Operasional 759.584 796.965
Beban Operasional Lainnya
Umum dan administrasi 261.482 279.290
Tenaga kerja 305.159 241.139
Kerugian penurunan nilai aset keuangan 55.474 79.917
Penyusutan aset tetap dan aset hak guna 60.806 60.734
Kerugian kurs mata uang asing - bersih - 3.636
Kerugian dari penjualan efek-efek yang diukur
melalui laba rugi - bersih 41 -
Biaya komisi 8.499 8.315
Lain-lain 1.915 35.341
Jumlah Beban Operasional 693.376 708.372
LABA SEBELUM PAJAK 66.208 88.593
BEBAN PAJAK
Kini 12.580 16.833
LABA BERSIH 53.628 71.760
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi - bersih
Laba yang belum direalisasi atas kenaikan
nilai wajar dari efek-efek yang diukur melalui
penghasilan komprehensif lain (23.158) 89.561
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi -
bersih setelah dampak pajak tangguhan
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti 6.395 -
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN (16.763) 89.561
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF 36.865 161.321
LABA BERSIH PER SAHAM (dalam Rupiah penuh)
Dasar 2,72 3,64
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
- I.3 -
Page 114
Lampiran III
PT BANK SINARMAS TBK
Informasi Tambahan
Laporan Perubahan Ekuitas Entitas Induk
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Komponen Ekuitas Lainnya
Laba (Rugi) yang
Belum Direalisasi
atas Kenaikan
(Penurunan) Nilai Surplus Saldo Laba
Tambahan Modal Wajar Efek Tersedia Revaluasi Ditentukan Tidak Ditentukan
Modal Saham Disetor - Bersih untuk Dijual Aset Tetap Penggunaannya Penggunaannya Jumlah Ekuitas
Saldo pada tanggal 1 Januari 2023 1.971.616 3.552.194 (275.115) 393.743 9.000 1.633.570 7.285.008
Laba tahun berjalan - - - - - 71.760 71.760
Penghasilan (rugi) komprehensif lain
Rugi yang belum direalisasi atas
kenaikan nilai wajar aset keuangan
tersedia untuk dijual - - 89.561 - - - 89.561
Saldo pada tanggal 31 Maret 2023 1.971.616 3.552.194 (185.554) 393.743 9.000 1.705.330 7.446.329
Saldo pada tanggal 1 Januari 2024 1.971.616 3.552.194 108.124 480.118 9.500 1.705.216 7.826.768
Laba tahun berjalan - - - - - 53.628 53.628
Penghasilan (rugi) komprehensif lain
Rugi yang belum direalisasi atas
kenaikan nilai wajar aset keuangan
tersedia untuk dijual - - (23.158) - - - (23.158)
Pengukuran kembali liabilitas imbalan
kerja jangka panjang - - - - - 6.395 6.395
Saldo pada tanggal 31 Maret 2024 1.971.616 3.552.194 84.966 480.118 9.500 1.765.239 7.863.633
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
- I.4 -
Page 115
Lampiran IV
PT BANK SINARMAS TBK
Informasi Tambahan
Laporan Arus Kas Entitas Induk
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2024 31 Maret 2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Pendapatan bunga 714.138 728.495
Pendapatan syariah - 179.341
Pendapatan operasional lainnya 114.885 113.271
Beban bunga (213.809) (136.882)
Beban syariah - (52.531)
Keuntungan (kerugian) selisih kurs
mata uang asing - bersih (91.444) 106.487
Pembayaran pajak penghasilan badan (12.580) (20.576)
Beban umum dan administrasi (253.016) (296.955)
Beban tenaga kerja (305.159) (241.139)
Beban operasional lainnya 31.858 (43.527)
Arus kas operasional sebelum perubahan
aset dan liabilitas operasi (15.127) 335.984
Penurunan (kenaikan) aset operasi:
Efek-efek 1.065.033 (619.790)
Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali - (428.473)
Kredit yang diberikan 2.460.725 (146.826)
Pembiayaan syariah - 630.616
Pembayaran tagihan akseptasi 2.283 (35.772)
Biaya dibayar dimuka 43.641 73.490
Aset ijarah - (18.324)
Aset lain-lain 494.822 56.819
Kenaikan (penurunan) liabilitas operasi:
Liabilitas segera 196.674 14.610
Simpanan (8.938.370) 868.945
Simpanan dari bank lain 343.939 5.977
Utang pajak (1.711) (6.065)
Efek yang dijual dengan janji beli kembali 255.580 -
Penerimaan tagihan akseptasi (2.276) 35.758
Liabilitas lain-lain (1.434) 15.257
Kenaikan (penurunan) dana syirkah
temporer operasi:
Simpanan - (842.153)
Simpanan dari bank lain - (199.468)
Kas Bersih Digunakan untuk
Aktivitas Operasi (4.096.221) (259.415)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penyertaan modal pada Entitas Anak (510.000) -
Hasil penjualan aset tetap 98 243
Perolehan aset tetap 40.662 (40.509)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (469.240) (40.266)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran liabilitas sewa (15.064) (33.770)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (15.064) (33.770)
PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (4.580.525) (333.451)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 15.331.170 11.042.096
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing 124.897 (124.380)
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 10.875.542 10.584.265
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
- I.5 -
Page 116
Lampiran IV
PT BANK SINARMAS TBK
Informasi Tambahan
Laporan Arus Kas Entitas Induk
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
31 Maret 2024 31 Maret 2023
PENGUNGKAPAN TAMBAHAN
Kas dan Setara Kas terdiri dari:
Kas 589.309 430.691
Giro pada Bank Indonesia 5.019.819 3.616.979
Giro pada bank lain 1.763.237 1.238.655
Penempatan pada bank lain dan
Bank Indonesia - jangka waktu jatuh
tempo tiga bulan atau kurang sejak
tanggal perolehan 3.503.177 5.297.940
Jumlah Kas dan Setara Kas 10.875.542 10.584.265
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
- I.6 -
Names mentioned 148 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank Indonesia
p.4 ×47
unresolved
org
PT Bank Shinta Indonesia
p.10 ×2
unresolved
person
Buniarti Tjandra
p.10
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.10
unresolved
person
Triphosa Lily Ekadewi
p.10
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.10 ×3
unresolved
person
Endang Saritomo Utari
p.10
unresolved
person
Sutjipto
p.10
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.10
unresolved
person
Aulia Taufani
· Notaris
p.10 ×3
unresolved
person
H. Thamrin
p.10
unresolved
org
PT Sinarmas Cakrawala. Sesuai
p.11
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.11
unresolved
org
Bank Devisa. Perusahaan
p.11
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.11 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
p.11
unresolved
org
Bapepam
p.11 ×4
unresolved
person
Aryanti Artisari
p.12
unresolved
org
PT Bank Nano Syariah
p.13 ×10
unresolved
org
Syariah
p.13
unresolved
org
PT Bank Nano Syariah. Pemisahan Unit Usaha Syariah
p.13
unresolved
org
Bank Umum Syariah
p.13 ×5
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-
p.13
unresolved
org
Sinarmas Multiartha Tbk
p.14 ×4
unresolved
org
PT Asuransi Sinar Mas
p.14 ×3
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-AH.
p.14
unresolved
person
Tjun Hau
· Komisaris Utama
p.14
unresolved
person
Nana Supriana
· Komisaris Independen
p.14
unresolved
person
Horas Parsaulian Pardede
· Komisaris Independen
p.14
unresolved
person
Soejanto Soetjijo
· Direktur
p.14
unresolved
person
Uzan Tedjamulia
· Direktur
p.14
unresolved
person
Hanafi Himawan
· Direktur
p.14
unresolved
person
Suyono Wijaya
· Direktur
p.14
unresolved
person
Ahmadi Sukarno
· Ketua
p.14
unresolved
person
Mochammad Bukhori Muslim
· Anggota
p.14
unresolved
person
Tjendrawati Widjaja
· Komisaris Utama
p.14 ×3
unresolved
person
Rusmin
· Komisaris Independen
p.14 ×3
unresolved
person
Frenky Tirtowijoyo
· Direktur Utama
p.14
unresolved
person
Miko Andidjaja
· Direktur
p.14
unresolved
person
Ekajaya Ongny Putra
· Direktur
p.14
unresolved
person
Enny Kamal
· Direktur
p.14 ×2
unresolved
person
Ahmadi Bin Sukarno
· Ketua
p.15
unresolved
org
Bank Indonesia Penempatan
p.24
unresolved
org
Bank Lain Simpanan
p.31 ×3
unresolved
org
Bank Syariah.
p.33
unresolved
org
Maybank Indonesia Tbk
p.40 ×2
unresolved
org
Sumitomo Mitsui Banking Corporation
p.40
unresolved
org
Bank Trust Company Americas
p.40
unresolved
org
PT Bank ICBC Indonesia
p.40
unresolved
org
Bank Indonesia Deposit
p.41 ×2
unresolved
org
PT Bank SBI Indonesia
p.42
unresolved
org
PT Bank CTBC Indonesia
p.42 ×3
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat
p.45 ×2
unresolved
org
Banten Tbk
p.45 ×2
unresolved
org
Chandra Asri Petrochemical Tbk
p.45 ×2
unresolved
org
PT Indonesia Asahan Aluminium
p.45
unresolved
org
Japfa Comfeed Tbk
p.45 ×2
unresolved
org
Fitch Solar United Network Pte.Ltd
p.45
unresolved
org
KRI Goldman Sachs Group Inc
p.45
unresolved
org
Fitch Medco Oak Tree Pte Ltd
p.45
unresolved
org
PT Asuransi Simas Insurtech
p.56
unresolved
org
KJPP Firmansyah & Rekan
p.58
unresolved
person
Firmansyah
p.58
unresolved
org
PT Berau Coal
p.61 ×2
unresolved
org
Smart Tbk
p.61 ×6
unresolved
org
PT Bank Resona Perdania
p.61
unresolved
org
PT Pasifik Satelit Nusantara
p.61
unresolved
org
PT Sinarmas Sekuritas
p.61
unresolved
org
PT Artha Cipta Langgeng
p.61
unresolved
org
PT Bank KEB Hana
p.62
unresolved
org
PT Indonesia Bank Mega
p.62
unresolved
org
Bank ArthaTbk Graha International Tbk
p.62 ×2
unresolved
org
PT Bank Multi Artha Sentosa
p.62
unresolved
org
Bank BPD Jatim
p.66 ×11
unresolved
org
Bank BPD Kaltim
p.66
unresolved
org
PT BPD Jawa Barat
p.69
unresolved
org
PT Shinta
p.72 ×2
unresolved
org
PT Shinta Utama
p.72 ×4
unresolved
org
PT Asuransi Insurtech
p.79
unresolved
org
Bank Indonesia. Rasio PDN Perusahaan
p.82
unresolved
org
Bank Umum Syariah Pemasaran
p.84 ×2
unresolved
org
PT Bank Nano Syariah. Seluruh
p.90
unresolved
org
Bank Specific Crisis
p.101
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.