Skip to content
Back to announcement

LK Telkom Q124 Bahasa_rilis.pdf

Financial statement Text extracted TLKM

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 111

Page 1
Perusahaan Perseroan (Persero)
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. dan entitas anaknya

Laporan keuangan konsolidasian
tanggal 31 Maret 2024 (tidak diaudit) dan untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal tersebut
Page 2
                        PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
               PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                        LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                               TANGGAL 31 MARET 2024
        DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
                                  (TIDAK DIAUDIT)




                                           DAFTAR ISI



                                                                      Halaman

Surat Pernyataan Direksi

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian                                         1

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian             2

Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian                                      3-4   -

Laporan Arus Kas Konsolidasian                                                5

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian                                6-108
Page 3
17
Page 4
                                 PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                             LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Tanggal 31 Maret 2024 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                                          Catatan               31 Maret 2024        31 Desember 2023
ASET

ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                        3,32,37                         29.521                     29.007
Aset keuangan lancar lainnya                                              4,32,37                          1.463                      1.661
Piutang usaha - setelah dikurangi penyisihan
 kerugian kredit ekspektasian
   Pihak berelasi                                                         5,32,37                          2.336                      1.918
   Pihak ketiga                                                            5,37                            9.484                      8.749
Aset kontrak                                                               6,32                            2.848                      2.704
Persediaan                                                                   7                             1.069                        997
Biaya kontrak                                                                9                               859                        653
Klaim restitusi pajak dan pajak dibayar dimuka                              27                             2.544                      1.928
Aset lancar lainnya                                                        8,32                            8.658                      7.996
Jumlah Aset Lancar                                                                                        58.782                     55.613

ASET TIDAK LANCAR
Aset kontrak                                                               6,32                               30                         26
Investasi jangka panjang                                                    10                             7.774                      8.162
Biaya kontrak                                                                9                             1.365                      1.568
Aset tetap                                                               11,32,35a                       179.470                    180.755
Aset hak-guna                                                               12a                           23.169                     22.584
Aset takberwujud                                                            14                             8.627                      8.731
Aset pajak tangguhan                                                        27f                            3.501                      4.170
Aset tidak lancar lainnya                                                13,27,32                          5.318                      5.433
Jumlah Aset Tidak Lancar                                                                                 229.254                    231.429
JUMLAH ASET                                                                                              288.036                    287.042

LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
  Pihak berelasi                                                         15,32,37                            658                        585
  Pihak ketiga                                                             15,37                          15.886                     18.023
Liabilitas kontrak                                                        17a,32                           6.816                      6.848
Utang lain-lain                                                             37                               520                        441
Utang pajak                                                                 27c                            4.108                      4.525
Beban yang masih harus dibayar                                           16,32,37                         14.451                     13.079
Deposit pada pelanggan                                                      32                             3.449                      2.566
Utang bank jangka pendek                                                 18a,32,37                         7.686                      9.650
Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun                18b,32,37                         7.537                     10.276
Liabilitas sewa yang jatuh tempo dalam satu tahun                         12a,37                           6.801                      5.575
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                                                           67.912                     71.568

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas pajak tangguhan                                                 27f                               861                        841
Liabilitas kontrak                                                        17b,32                           2.333                      2.591
Liabilitas diestimasi penghargaan masa kerja                                31                             1.203                      1.153
Liabilitas diestimasi manfaat pensiun dan imbalan
  pasca kerja lainnya                                                       30                            11.758                     11.414
Pinjaman jangka panjang dan pinjaman lainnya                             19,32,37                         25.677                     27.773
Liabilitas sewa                                                           12a,37                          13.601                     14.850
Liabilitas lainnya                                                                                           277                        290
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                                                          55.710                     58.912
JUMLAH LIABILITAS                                                                                        123.622                    130.480

EKUITAS
Modal saham                                                                  21                            4.953                      4.953
Tambahan modal disetor                                                                                     2.711                      2.711
Komponen ekuitas lainnya                                                     22                            9.758                      9.639
Saldo laba
 Ditentukan penggunaannya                                                    29                           15.337                     15.337
 Belum ditentukan penggunaanya                                                                           109.158                    103.104
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada:
 Pemilik entitas induk - bersih                                                                          141.917                    135.744
 Kepentingan nonpengendali                                                   20                           22.497                     20.818
JUMLAH EKUITAS                                                                                           164.414                    156.562
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                                                            288.036                    287.042

         Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.


                                                                    1
Page 5
                               PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                   PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
         LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
        untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                                               Catatan                 2024                     2023
PENDAPATAN                                                                      23,32                     37.429                    36.090

BIAYA DAN BEBAN
Beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi                            25,32                       (9.625)                 (9.174)
Beban penyusutan dan amortisasi                                               11,12a,14                     (8.085)                 (7.881)
Beban karyawan                                                                   24                         (4.128)                 (3.739)
Beban interkoneksi                                                               32                         (1.937)                 (1.578)
Beban umum dan administrasi                                                     26,32                       (1.524)                 (1.842)
Beban pemasaran                                                                  32                           (794)                   (763)
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi dari perubahan
 nilai wajar atas investasi                                                       10                          (403)                    430
Beban lain-lain - bersih                                                                                        (2)                     (5)
Laba (rugi) selisih kurs - bersih                                                                               77                    (107)

LABA USAHA                                                                                                 11.008                   11.431

Penghasilan pendanaan                                                             32                           335                     239
Biaya pendanaan                                                                   32                        (1.199)                 (1.075)
Bagian laba (rugi) investasi jangka panjang pada entitas asosiasi                 10                            (1)                      2

LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                                                                             10.143                   10.597

(BEBAN) MANFAAT PAJAK PENGHASILAN                                                 27d
  Pajak kini                                                                                                (1.646)                 (1.728)
  Pajak tangguhan                                                                                             (677)                   (421)
                                                                                                            (2.323)                 (2.149)

LABA PERIODE BERJALAN                                                                                        7.820                   8.448

PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Penghasilan (rugi) komprehensif lain yang akan
 direklasifikasikan ke laba rugi pada periode berikutnya:
Selisih kurs penjabaran                                                           22                           119                    (129)
Penghasilan (rugi) komprehensif lain yang tidak akan
 direklasifikasikan ke laba rugi pada periode berikutnya:
Laba (rugi) aktuaria program manfaat pasti - bersih                               30                             0                      60
Penghasilan (rugi) komprehensif lain - bersih                                                                  119                     (69)

JUMLAH LABA KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN                                                                    7.939                   8.379

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
 Pemilik entitas induk                                                                                       6.053                   6.424
 Kepentingan nonpengendali                                                        20                         1.767                   2.024
                                                                                                             7.820                   8.448
Jumlah laba komprehensif periode berjalan yang dapat
 diatribusikan kepada:
 Pemilik entitas induk                                                                                       6.173                   6.355
 Kepentingan nonpengendali                                                                                   1.766                   2.024
                                                                                                             7.939                   8.379
LABA PER SAHAM DASAR
 (dalam jumlah penuh)                                                             28
 Laba bersih per saham                                                                                      61,10                    64,85
 Laba bersih per ADS (100 saham Seri B per ADS)                                                          6.110,30                 6.484,81




     Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.


                                                                    2
Page 6
                                                                    PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                                                        PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                                                              LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
                                           untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 (tidak diaudit)
                                                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                                                                              Diatribusikan kepada pemilik entitas induk
                                                                                                                                              Saldo laba
                                                                                                  Tambahan                                                   Belum
                                                                                    Modal           modal          Komponen            Ditentukan          ditentukan     Jumlah      Kepentingan     Jumlah
                          Uraian                                   Catatan          saham          disetor       ekuitas lainnya     penggunaannya       penggunaannya    bersih     nonpengendali    ekuitas
Saldo, 1 Januari 2024                                                                 4.953            2.711               9.639             15.337             103.104    135.744         20.818      156.562
Penyesuaian kepentingan nonpengendali                                                     -                -                   -                  -                   -          -              (9)          (9)
Modal saham kepentingan nonpengendali yang diperoleh kembali          1e                  -                -                   -                  -                   -          -             (78)         (78)
Laba periode berjalan                                                 20                  -                -                   -                  -               6.053      6.053           1.767       7.820
Penghasilan (rugi) komprehensif lain - bersih                                             -                -                 119                  -                   1        120              (1)        119
Saldo, 31 Maret 2024                                                                  4.953            2.711               9.758             15.337             109.158    141.917         22.497      164.414




                                               Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.



                                                                                                          3
Page 7
                                                                         PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                                                             PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                                                              LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN (lanjutan)
                                                untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 (tidak diaudit)
                                                       (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                                                                          Diatribusikan kepada pemilik entitas induk
                                                                                                                                         Saldo laba
                                                                                            Tambahan                                                     Belum
                                                                              Modal           modal            Komponen            Ditentukan          ditentukan            Jumlah        Kepentingan    Jumlah
                        Uraian                              Catatan           saham          disetor         ekuitas lainnya     penggunaannya       penggunaannya           bersih       nonpengendali   ekuitas
Saldo, 1 Januari 2023                                                            4.953           2.711                 9.697             15.337               96.560           129.258          20.004      149.262
Laba periode berjalan                                          20                    -               -                     -                  -                6.424             6.424            2.024       8.448
Penghasilan (rugi) komprehensif lain - bersih                                        -               -                  (129)                 -                   60               (69)               -         (69)
Saldo, 31 Maret 2023                                                             4.953           2.711                 9.568             15.337             103.044            135.613          22.028      157.641




                                                  Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.



                                                                                                             4
Page 8
                                PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                     PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                                LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
        Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 (tidak diaudit)
               (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                                          Catatan                 2024                      2023
ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI
 Penerimaan kas dari pelanggan dan operator lain                                                          36.326                     34.957
 Penerimaan restitusi pajak                                                                                  552                      1.276
 Penerimaan dari pendapatan bunga                                                                            323                        232
 Pembayaran kas untuk beban                                                                              (12.040)                   (15.097)
 Pembayaran kas kepada karyawan                                                                           (3.952)                    (3.252)
 Pembayaran pajak penghasilan badan dan final                                                             (2.924)                    (1.805)
 Pembayaran beban bunga                                                                                   (1.281)                    (1.157)
 Pembayaran sewa jangka pendek dan bernilai rendah                           12a                            (843)                      (741)
 Pembayaran pajak pertambahan nilai - bersih                                                                (293)                    (1.416)
 Pembayaran kas lainnya - bersih                                                                             (38)                      (620)

Arus kas bersih yang dihasilkan dari kegiatan operasi                                                    15.830                     12.377

ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI
 (Penempatan pada) hasil dari aset keuangan lancar lainnya - bersih                                          181                       (353)
 Hasil dari klaim asuransi                                                   11                               38                        104
 Hasil dari penjualan aset tetap                                             11                                -                         11
 Pembelian aset tetap                                                       11,39                         (5.466)                    (9.620)
 Pembelian aset takberwujud                                                 14,39                           (793)                      (559)
 Penambahan investasi jangka panjang pada instrumen keuangan                                                   -                       (206)
 (Kenaikan) penurunan uang muka dan aset lainnya                                                             (14)                        65

Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan investasi                                                   (6.054)                   (10.558)

ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
 Pencairan utang bank dan pinjaman lainnya                                  18,19                          6.328                      7.182
 Pembayaran utang bank dan pinjaman lainnya                                 18,19                        (13.133)                    (8.591)
 Pembayaran kewajiban sewa                                                   39                           (2.556)                    (2.265)
 Pembelian saham kembali pemegang saham
  entitas anak                                                               1e                              (78)                         -

Arus kas bersih yang digunakan untuk kegiatan pendanaan                                                   (9.439)                    (3.674)

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS                                                              337                      (1.855)

DAMPAK PERUBAHAN KURS TERHADAP KAS DAN
 SETARA KAS                                                                                                 178                       (156)

PENYISIHAN KERUGIAN KREDIT EKSPEKTASIAN                                                                       (1)                        (1)

KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL PERIODE                                          3                          29.007                     31.947

KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE                                         3                          29.521                     29.935




         Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian integral dari laporan keuangan konsolidasian ini.




                                                                    5
Page 9
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM

     a. Pendirian dan informasi umum

       Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (“Perusahaan”) pada mulanya
       merupakan bagian dari “Post en Telegraafdienst”, yang didirikan dan beroperasi secara komersial
       pada tahun 1884 berdasarkan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda No. 7 tanggal 27 Maret
       1884 dan diumumkan dalam Berita Negara Hindia Belanda No. 52 tanggal 3 April 1884.

       Pada tahun 1991, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 1991, status Perusahaan diubah
       menjadi perseroan terbatas milik negara (“Persero”). Entitas induk terakhir Perusahaan adalah
       Pemerintah Republik Indonesia (“Pemerintah”).

       Perusahaan didirikan berdasarkan Akta Notaris Imas Fatimah, S.H. No. 128 tanggal 24 September
       1991. Akta pendirian tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan
       Surat Keputusan No. C2-6870.HT.01.01.Th.1991 tanggal 19 November 1991 dan diumumkan dalam
       Berita Negara Republik Indonesia No. 5 tanggal 17 Januari 1992, Tambahan No. 210. Anggaran
       Dasar Perusahaan telah beberapa kali diubah, dengan perubahan terakhir dilakukan sehubungan
       dengan kebutuhan Perusahaan untuk melakukan penyesuaian kegiatan usaha dalam Anggaran
       Dasar dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia Tahun 2020.

       Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan di atas sebagaimana dituangkan dalam Akta Notaris
       Ashoya Ratam, S.H., M.Kn. No. 37 tanggal 22 Juni 2022, telah diterima dan disetujui oleh
       Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (“Menkumham”) berdasarkan Keputusan
       Menkumham No. AHU-0044650.AH.01.02. Tahun 2022 tanggal 29 Juni 2022 tentang Persetujuan
       Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas Perusahaan Perseroan (Persero)
       PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.

       Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah
       melakukan usaha di bidang penyelenggaraan jaringan dan jasa telekomunikasi, informatika, serta
       optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Perusahaan untuk menghasilkan barang
       dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat untuk mendapatkan/mengejar keuntungan
       guna meningkatkan nilai Perusahaan dengan menerapkan prinsip Perseroan Terbatas. Untuk
       mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perusahaan dapat menjalankan kegiatan usaha yang
       secara umum meliputi:

       i.   Usaha utama:
            (a) Merencanakan,      membangun,     menyediakan,   mengembangkan,      mengoperasikan,
                memasarkan/menjual/menyewakan, dan memelihara jaringan telekomunikasi dan informatika
                dalam arti yang seluas-luasnya dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan.
            (b) Merencanakan, mengembangkan, menyediakan, memasarkan/menjual, dan meningkatkan
                layanan jasa telekomunikasi dan informatika dalam arti yang seluas-luasnya dengan
                memperhatikan peraturan perundang-undangan.
            (c) Melakukan investasi, termasuk penyertaan modal pada perusahaan lainnya sejalan dengan
                dan untuk mencapai maksud dan tujuan Perusahaan.

       ii. Usaha penunjang:
           (a) Menyediakan jasa transaksi pembayaran dan pengiriman uang melalui jaringan
               telekomunikasi dan informatika.
           (b) Menjalankan kegiatan dan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya yang dimiliki
               Perusahaan, antara lain pemanfaatan aset tetap dan aset bergerak, fasilitas sistem informasi,
               fasilitas pendidikan dan pelatihan, serta fasilitas pemeliharaan dan perbaikan.
           (c) Bekerja sama dengan pihak lain dalam rangka optimalisasi sumber daya informatika,
               komunikasi atau teknologi yang dimiliki oleh pihak lain pelaku industri informatika, dan
               komunikasi dan teknologi lainnya sejalan dengan dan untuk mencapai maksud dan tujuan
               Perusahaan.




                                                    6
Page 10
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     a. Pendirian dan informasi umum (lanjutan)

       Perusahaan berkedudukan dan berkantor pusat di Bandung, Jawa Barat, dengan alamat di Jalan
       Japati No. 1, Bandung.

        Perusahaan memiliki beberapa izin penyelenggaraan jaringan dan/atau jasa dari Pemerintah yang
        berlaku sampai jangka waktu yang tidak terbatas selama Perusahaan tunduk pada ketentuan
        perundang-undangan yang berlaku dan melaksanakan ketentuan sebagaimana tercantum dalam
        izin-izin tersebut. Untuk setiap izin yang diterbitkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika
        (“Menkominfo”), evaluasi dilakukan setiap tahun dan evaluasi menyeluruh dilakukan setiap lima tahun.
        Perusahaan wajib menyampaikan laporan atas penyelenggaraan jaringan dan/atau jasa berdasarkan
        izin-izin tersebut di atas setiap tahun kepada Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan
        Informatika (“DJPPI”), sebelumnya adalah Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (“DJPT”).

        Laporan tersebut meliputi beberapa informasi, seperti kemajuan pengembangan jaringan, pencapaian
        standar kualitas jasa, jumlah pelanggan, pembayaran biaya atas hak penyelenggaraan, dan kontribusi
        pelayanan universal. Sementara, untuk jasa internet teleponi untuk keperluan publik, jasa interkoneksi
        internet, dan jasa akses internet, terdapat tambahan informasi yang dipersyaratkan, seperti kinerja
        operasi, segmen pelanggan, lalu lintas, dan pendapatan bruto.

        Rincian izin-izin tersebut adalah sebagai berikut:

                                                                                             Tanggal penetapan/
                      Izin                     No. Izin                Jenis jasa              perpanjangan
       Izin penyelenggaraan jasa       127/KEP/DJPPI/           Jasa internet teleponi            30 Maret 2016
           internet teleponi untuk       KOMINFO/3/2016           untuk keperluan publik
           keperluan publik
       Izin penyelenggaraan jasa       2176/KEP/M.KOMINFO/      Jasa akses internet           30 Desember 2016
           akses internet               12/2016
       Izin penyelenggaraan jasa       1040/KEP/M.KOMINFO/      Jasa penyediaan konten              16 Mei 2017
           penyediaan konten            16/2017
       Izin penyelenggaraan jasa       1004/KEP/M.KOMINFO/      Jasa interkoneksi internet    26 Desember 2018
           interkoneksi internet         2018
       Izin penyelenggaraan jasa       046/KEP/M.KOMINFO/       Jaringan sistem                  3 Agustus 2020
           sistem komunikasi data        02/2020                  komunikasi data
       Izin penyelenggaran jasa        022/KEP/M.KOMINFO/       Jasa multimedia layanan         25 Februari 2021
           untuk kategori layanan        02/2021                  IPTV
           IPTV
       Izin penerbit uang elektronik   Izin Bank Indonesia      Penerbit uang elektronik             1 Juli 2021
           dan penyelenggara              23/587/DKSP/Srt/B       dan penyelenggara
           transfer dana                                          transfer dana
       Izin penyelenggaraan            073/KEP/M.KOMINFO/       Jaringan tetap                  23 Agustus 2021
           jaringan tetap sambungan      02/2021                  sambungan
           langsung jarak jauh                                    langsung jarak jauh
       Izin penyelenggaraan            082/KEP/M.KOMINFO/       Jaringan tetap                   8 Oktober 2021
           jaringan tetap sambungan      02/2021                  sambungan
           internasional                                          internasional
       Izin penyelenggaraan            094/KEP/M.KOMINFO/       Jaringan tetap                 9 Desember 2021
           jaringan tetap tertutup       02/2021                  tertutup
       Izin penyelenggaran jaringan    095/KEP/M.KOMINFO/       Jaringan tetap lokal           9 Desember 2021
           tetap lokal berbasis          02/2021                  berbasis circuit
           circuit switched                                       switched dan packet
                                                                  switched




                                                        7
Page 11
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     b. Dewan Komisaris, Dewan Direksi, Komite Audit, Corporate Secretary, Internal Audit, dan
        Karyawan

         i. Dewan Komisaris dan Direksi

            Berdasarkan keputusan yang dibuat pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”)
            yang dinyatakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., No. 35 tanggal 23 Juni 2023
            susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31
            Desember 2023 masing-masing adalah sebagai berikut:

                                                                               31 Maret 2024                                31 Desember 2023
            Komisaris Utama/                                            Bambang Permadi                                Bambang Permadi
            HIDDEN_ROW
             Komisaris Independen                                         Soemantri Brojonegoro                          Soemantri Brojonegoro
            Komisaris Independen                                        Wawan Iriawan                                  Wawan Iriawan
            Komisaris Independen                                        Bono Daru Adji                                 Bono Daru Adji
            Komisaris Independen*                                       -                                              Abdi Negara Nurdin
            Komisaris                                                   Arya Mahendra Sinulingga                       Arya Mahendra Sinulingga
            Komisaris                                                   Marcelino Rumambo Pandin                       Marcelino Rumambo Pandin
            Komisaris                                                   Ismail                                         Ismail
            Komisaris                                                   Rizal Mallarangeng                             Rizal Mallarangeng
            Komisaris                                                   Isa Rachmatarwata                              Isa Rachmatarwata
            Komisaris                                                   Silmy Karim                                    Silmy Karim
            Direktur Utama                                              Ririek Adriansyah                              Ririek Adriansyah
            Direktur Enterprise & Business Service                      F.M. Venusiana R.                              F.M. Venusiana R.
            Direktur Digital Business                                   Muhamad Fajrin Rasyid                          Muhamad Fajrin Rasyid
            Direktur Human Capital Management                           Afriwandi                                      Afriwandi
            Direktur Keuangan dan
             Manajemen Risiko                                           Heri Supriadi                                  Heri Supriadi
            Direktur Network & IT Solution                              Herlan Wijanarko                               Herlan Wijanarko
            Direktur Strategic Portfolio                                Budi Setyawan Wijaya                           Budi Setyawan Wijaya
            Direktur Wholesale &
             International Services                                     Bogi Witjaksono                                Bogi Witjaksono
            Direktur Group Business Development                         Honesti Basyir                                 Honesti Basyir
            * Berdasarkan Surat Pemberitahuan VP Investor Relations No. Tel.03/LP 000/DCI-M0200000/2024 kepada Otoritas Jasa Keuangan tentang Pengunduran Diri
              Komisioner Independen Perusahaan, dimulai dari tanggal 19 Januari 2024, Bapak Abdi Negara Nurdin tidak lagi menjabat secara efektif sebagai Komisaris
              Independen Perusahaan.


         ii. Komite Audit, Corporate Secretary, dan Internal Audit

            Susunan Komite Audit, Corporate Secretary, dan Internal Audit Perusahaan pada tanggal
            31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing adalah sebagai berikut:

                                                                               31 Maret 2024          31 Desember 2023
            Ketua                                                       Bono Daru Adji           Bono Daru Adji
            Anggota                                                     Bambang Permadi          Bambang Permadi
                                                                          Soemantri Brojonegoro   Soemantri Brojonegoro
            Anggota                                                     Wawan Iriawan            Wawan Iriawan
            Anggota*                                                    -                        Abdi Negara Nurdin
            Anggota                                                     Emmanuel Bambang Suyitno Emmanuel Bambang Suyitno
            Anggota                                                     Edy Sihotang             Edy Sihotang
            Corporate Secretary**                                       R. Achmad Faisal         Anetta Hasan
            Internal Audit                                              Daru Mulyawan            Daru Mulyawan
            * Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris Nomor 04/KEP/DK/2024 tanggal 6 Februari 2024 tentang Susunan Keanggotaan Komite Audit Perusahaan,
               Bapak Abdi Negara Nurdin tidak lagi menjabat secara efektif sebagai anggota Komite Audit Perusahaan.
            ** Berdasarkan Surat Pemberitahuan VP Investor Relations No. Tel.11/LP 000/DCI-M0000000/2024 kepada Otoritas Jasa Keuangan tentang Pemberitahuan
               Pergantian Sekretaris Perusahaan, dimulai dari tanggal 18 Maret 2024, Ibu Anetta Hasan tidak lagi menjabat sebagai Corporate Secretary dan Bapak R.
               Achmad Faisal ditunjuk sebagai pengganti sementara Sekretaris Perusahaan.




                                                                            8
Page 12
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)

   b. Dewan Komisaris, Dewan Direksi, Komite Audit, Corporate Secretary, Internal Audit, dan
      Karyawan (lanjutan)

       iii. Karyawan

           Jumlah karyawan Perusahaan dan entitas anak (secara kolektif disebut “Grup”) pada tanggal
           31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing adalah 23.064 orang dan 20.605 orang
           (tidak diaudit).

   c. Penawaran umum efek Perusahaan

      Jumlah saham Perusahaan sesaat sebelum penawaran umum perdana (Initial Public Offering
      atau “IPO”) adalah 8.400.000.000, yang terdiri dari 8.399.999.999 saham Seri B dan 1 saham Seri A
      Dwiwarna yang seluruhnya dimiliki oleh Pemerintah. Pada tanggal 14 November 1995, Pemerintah
      menjual saham Perusahaan yang terdiri dari 933.333.000 saham baru Seri B dan 233.334.000 saham
      Seri B milik Pemerintah kepada masyarakat melalui IPO di Bursa Efek Indonesia (“BEI”), dan
      penawaran dan pencatatan di Bursa Efek New York (“NYSE”) dan Bursa Efek London (“LSE”) atas
      700.000.000 saham Seri B milik Pemerintah dalam bentuk American Depositary Shares (“ADS”).
      Terdapat 35.000.000 ADS dan masing-masing ADS mewakili 20 saham Seri B pada saat itu.

      Pada bulan Desember 1996, Pemerintah menjual saham Perusahaan sebanyak 388.000.000 saham
      Seri B dan selanjutnya pada tahun 1997, Pemerintah membagikan 2.670.300 saham Seri B sebagai
      insentif bagi para pemegang saham Perusahaan yang tidak menjual sahamnya selama satu tahun
      terhitung sejak tanggal IPO. Pada bulan Mei 1999, Pemerintah kembali menjual 898.000.000 saham
      Seri B.

      Untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas, pada
      RUPST Perusahaan tanggal 16 April 1999, para pemegang saham Perusahaan memutuskan untuk
      meningkatkan modal ditempatkan yang berasal dari kapitalisasi sebagian tambahan modal disetor
      melalui pembagian saham bonus sejumlah 746.666.640 lembar saham. Pembagian saham bonus
      kepada para pemegang saham Perusahaan dilakukan pada bulan Agustus 1999. Pada tanggal 16
      Agustus 2007, Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas telah diamendemen
      dengan dikeluarkannya Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang berlaku
      efektif pada tanggal yang sama. Pemberlakuan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tidak berdampak
      terhadap penawaran umum efek Perusahaan. Perusahaan telah memenuhi ketentuan Undang-
      Undang tersebut.

      Pada bulan Desember 2001, Pemerintah menjual 1.200.000.000 saham atau 11,9% dari jumlah
      saham Seri B yang beredar. Pada bulan Juli 2002, Pemerintah kembali menjual 312.000.000 saham
      atau 3,1% dari jumlah saham Seri B yang beredar.

      Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam Akta Notaris A. Partomuan Pohan,
      S.H., LLM. No. 26 tanggal 30 Juli 2004, para pemegang saham Perusahaan menyetujui pemecahan
      saham Perusahaan untuk Seri A Dwiwarna dan Seri B dari 1 menjadi 2. Untuk 1 saham Seri A
      Dwiwarna dengan nilai nominal Rp500 dipecah menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai
      nominal Rp250 dan 1 saham Seri B dengan nilai nominal Rp250. Jumlah modal saham dasar
      Perusahaan setelah pemecahan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 39.999.999.999
      saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 79.999.999.999 saham Seri B, dan jumlah
      modal saham ditempatkan Perusahaan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan
      10.079.999.639 saham Seri B menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20.159.999.279 saham Seri B.
      Setelah pemecahan saham, setiap ADS mewakili 40 saham Seri B.

      Pada Rapat Umum Luar Biasa (“RUPSLB”) yang diselenggarakan pada tanggal 21 Desember 2005
      dan RUPST pada tanggal 29 Juni 2007, 20 Juni 2008, dan 19 Mei 2011, para pemegang saham
      Perusahaan menyetujui masing-masing rencana tahap I, II, III, dan IV program Perusahaan untuk
      membeli kembali saham Seri B yang telah diterbitkan.


                                                  9
Page 13
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)

   c. Penawaran umum efek Perusahaan (lanjutan)

      Selama periode 21 Desember 2005 sampai dengan 20 Juni 2007, Perusahaan telah melakukan
      pembelian kembali 211.290.500 saham dari publik (program pembelian kembali saham tahap I). Pada
      tanggal 30 Juli 2013, Perusahaan telah menjual seluruh saham tersebut.

       Pada RUPST tanggal 19 April 2013, sebagaimana diaktakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H.,
       M.Kn., No. 38 tanggal 19 April 2013, para pemegang saham menyetujui perubahan rencana
       Perusahaan atas saham treasuri yang diakuisisi dalam tahap III. Berdasarkan keputusan RUPST
       Perusahaan tanggal 19 April 2013 yang dinyatakan dalam Akta Notaris No. 38 tanggal 19 April 2013
       oleh Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., para pemegang saham Perusahaan menyetujui pemecahan saham
       Perusahaan untuk Seri A Dwiwarna dan Seri B dari 1 menjadi 5. Untuk 1 saham Seri A Dwiwarna
       dengan nilai nominal Rp250 dipecah menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal Rp50
       dan 4 saham Seri B dengan nilai nominal Rp50. Jumlah modal saham dasar Perusahaan setelah
       pemecahan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 79.999.999.999 saham Seri B menjadi 1
       saham Seri A Dwiwarna dan 399.999.999.999 saham Seri B. Jumlah modal saham ditempatkan
       Perusahaan meningkat dari 1 saham Seri A Dwiwarna dan 20.159.999.279 saham Seri B menjadi 1
       saham Seri A Dwiwarna dan 100.799.996.399 saham Seri B. Setelah pemecahan saham, setiap ADS
       mewakili 200 saham Seri B. Efektif tanggal 26 Oktober 2016, Perusahaan melakukan perubahan rasio
       Depositary Receipt dari 1 ADS mewakili 200 saham Seri B menjadi 1 ADS mewakili 100 saham
       Seri B. Informasi laba bersih per ADS pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lainnya
       konsolidasian telah disesuaikan dengan perubahan rasio ini.

      Pada tanggal 16 Mei dan 5 Juni 2014, Perusahaan telah melakukan pembatalan pencatatan pada
      Bursa Efek Tokyo (“TSE”) dan delisting pada LSE.

      Pada tanggal 21 Desember 2015, Perusahaan menjual sisa saham treasuri tahap III.

      Pada tanggal 29 Juni 2016, Perusahaan menjual saham treasuri tahap IV.

      Pada RUPST tanggal 27 April 2018, sebagaimana diaktakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H.,
      M.Kn., No. 35 tanggal 15 Mei 2018, para pemegang saham menyetujui perubahan rencana
      pengalihan saham hasil pembelian kembali melalui penarikan kembali sejumlah 1.737.779.800
      saham yang merupakan seluruh saham yang telah dibeli kembali oleh Perusahaan, dengan cara
      pengurangan modal ditempatkan dan disetor dari semula sebesar Rp5.040 miliar menjadi sebesar
      Rp4.953 miliar. Dengan demikian, guna memenuhi ketentuan Pasal 33 Undang-Undang
      No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, pada RUPST telah disetujui pengurangan modal
      dasar Perusahaan dari semula sebesar Rp20.000 miliar menjadi sebesar Rp19.500 miliar , sehingga
      jumlah modal saham dasar Perusahaan menjadi 1 saham Seri A Dwiwarna dan 389.999.999.999
      saham Seri B.

      Pada tanggal 31 Maret 2024, seluruh saham Seri B Perusahaan telah dicatatkan pada BEI dan
      40.620.118 ADS atau setara dengan 3.973.451.980 lembar saham Seri B telah dicatatkan pada NYSE
      (Catatan 21).

      Pada tanggal 16 Juni 2015, Perusahaan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Telkom Tahap I Tahun
      2015 masing-masing sebesar Rp2.200 miliar untuk Seri A yang berjangka waktu 7 (tujuh) tahun,
      Rp2.100 miliar untuk Seri B yang berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun, Rp1.200 miliar untuk Seri C
      yang berjangka waktu 15 (lima belas) tahun, dan Rp1.500 miliar untuk Seri D yang berjangka waktu
      30 (tiga puluh) tahun dan masing-masing telah dicatatkan di BEI (Catatan 19b).




                                                  10
Page 14
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     d. Entitas anak

       Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan telah mengkonsolidasikan laporan
       keuangan semua entitas anak yang dimiliki secara langsung maupun tidak langsung, sebagai berikut
       (Catatan 2b dan 2d):

       i.   Entitas anak dengan kepemilikan langsung:
                                                                       Tahun                                          Jumlah aset sebelum
                                                                     dimulainya      Persentase kepemilikan*                eliminasi
                                                                       operasi       31 Maret    31 Desember         31 Maret    31 Desember
                 Entitas anak                 Jenis usaha            komersial         2024          2023              2024           2023
            PT Telekomunikasi        Jasa jaringan, layanan             1995                70             70           111.519        112.966
             Selular                   telekomunikasi seluler,
             (“Telkomsel”)**           fixed broadband, dan IPTV

            PT Dayamitra             Penyewaan menara                    1995                72                 72      57.309         57.010
             Telekomunikasi Tbk.      telekomunikasi dan jasa
             (“Mitratel”)             penunjang digital untuk
                                      mobile infrastucture

            PT Multimedia            Jasa jaringan telekomunikasi        1998               100            100          17.992         18.457
             Nusantara                 dan multimedia
             (“Metra”)

            PT Telekomunikasi        Jasa telekomunikasi dan             1995               100            100          17.929         15.175
             Indonesia                 informasi internasional
             International
             (“Telin”)

            PT Telkom Satelit        Telekomunikasi -                    1996               100            100           7.901          7.938
             Indonesia                menyediakan sistem
             (“Telkomsat”)            komunikasi satelit, jasa
                                      dan sarana terkait

            PT Telkom Data           Data center                         1996               100            100           7.260          4.059
             Ekosistem
             (“TDE”)

            PT Sigma Cipta           Jasa konsultasi piranti             1988               100            100           6.720          7.616
             Caraka                    keras dan piranti lunak
             (“Sigma”)                 komputer

            PT Graha Sarana          Pembangunan, perdagangan,           1982               100            100           5.618          5.614
             Duta                     jasa, dan pengangkutan
             ("GSD")                  darat

            PT Telkom Akses          Pembangunan, jasa dan               2013               100            100           4.475          4.777
             (“Telkom Akses”)         perdagangan bidang
                                      telekomunikasi

            PT Metra-Net             Jasa portal multimedia              2009               100            100           2.051          1.654
             (“Metra-Net”)

            PT Infrastruktur         Pembangunan, jasa dan               2014               100            100           1.240          1.261
             Telekomunikasi           perdagangan bidang
             Indonesia                telekomunikasi
             (“Telkom Infra”)

            PT PINS Indonesia        Perdagangan perangkat               1995               100            100             715           775
             (“PINS”)                 telekomunikasi

            PT Napsindo Primatel     Telekomunikasi -                   1999;                60                 60           5              5
             Internasional            menyediakan Network,             berhenti
             (“Napsindo”)             Access Point ("NAP"),           beroperasi
                                      Voice Over Data ("VOD"),          pada
                                      dan jasa terkait lainnya         tanggal
                                                                      13 Januari
                                                                        2006

            PT Telkom                Jasa jaringan                       2024               100            100               0              0
             Infrastruktur             telekomunikasi
             Indonesia                 dan informasi
             (“Infraco”)

            *Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
            **Lihat Catatan 1e untuk rincian penjelasan atas perubahan kepemilikan Perusahaan pada Telkomsel.
            Semua entitas anak dengan kepemilikan langsung berdomisili di Indonesia.


                                                                    11
Page 15
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     d. Entitas anak (lanjutan)

        ii.   Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung:

                                                                                Tahun                                      Jumlah aset sebelum
                                                                              dimulainya   Persentase kepemilikan*               eliminasi
                                                                                operasi     31 Maret   31 Desember        31 Maret    31 Desember
                      Entitas anak                    Jenis usaha             komersial       2024         2023             2024           2023
              PT Metra Digital                 Jasa perdagangan                  2013              100         100             8.565         8.556
               Investama                         informasi dan
               (“MDI”)                           teknologi multimedia,
                                                 hiburan, dan
                                                 investasi

              Telekomunikasi                   Telekomunikasi dan               2008               100            100            5.546      3.499
               Indonesia                        jasa terkait
               International Pte. Ltd.
               ("Telin Singapore"),
               berdomisili di Singapura

              Telekomunikasi                   Investasi dan layanan            2010               100            100            4.633      3.842
               Indonesia                         telekomunikasi
               International Ltd.
               ("Telin Hong Kong"),
               berdomisili di Hong Kong

              NeutraDC                         Data center                      2024               100            100            3.242          -
               Singapore Pte. Ltd.
               (“NeutraDC Singapore”)
               berdomisili di Singapura

              PT Infomedia                     Jasa layanan informasi,          1984               100            100            2.284      2.248
               Nusantara                         contact center dan
               (“Infomedia”)                     content directory

              PT Telkom Landmark               Jasa pengembangan                2012                55             55            1.939      1.986
               Tower                             dan manajemen
               (“TLT”)                           properti

              PT Finnet Indonesia              Jasa teknologi                   2006                60             60            1.788      1.761
               (“Finnet”)                        informatika

              PT Persada Sokka                 Penyewaan menara                 2008               100            100            1.685      1.622
               Tama                             telekomunikasi dan
               ("PST")                          jasa telekomunikasi
                                                lainnya

              PT Nuon Digital Indonesia        Jasa penjualan                   2010               100            100            1.539      1.194
               (“Nuon”)                          konten digital

              Telekomunikasi                   Jasa telekomunikasi,             2012               100            100            1.099      1.082
               Indonesia                         jaringan, mobile,
               International                     internet, dan data
               (TL) S.A.
               ("Telkomcel"),
               berdomisili di Timor Leste

              PT Telkomsel Mitra               Jasa konsultan                   2019               100            100            1.028      1.030
               Inovasi                           manajemen bisnis
               (“TMI”)                           dan investasi

              PT Administrasi                  Jasa administrasi                2002               100            100             787        757
               Medika                            asuransi kesehatan
               (“Ad Medika”)

              PT Metra Digital Media           Jasa informasi                   2013               100            100             742        993
               (“MD Media”)                      telekomunikasi dan
                                                 informasi lainnya

              PT Telkomsel Ekosistem           Jasa konsultasi                  2021               100            100             715        777
               Digital                           manajemen bisnis
               ("TED")                           dan investasi, dan/atau
                                                 penyertaan modal pada
                                                 perusahaan lain

              *Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
              Selain yang disebutkan secara spesifik, entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung berdomisili di Indonesia.




                                                                         12
Page 16
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     d. Entitas anak (lanjutan)

        ii.   Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung (lanjutan):

                                                                              Tahun                                         Jumlah aset sebelum
                                                                            dimulainya     Persentase kepemilikan*                eliminasi
                                                                              operasi       31 Maret   31 Desember         31 Maret    31 Desember
                       Entitas anak                   Jenis usaha           komersial         2024         2023              2024           2023
              PT Teknologi Data                Jasa telekomunikasi             2013                60           60                607           606
               Infrastruktur                     dan data center
               (“TDI”)

              PT Swadharma                     Jasa pengisian kas              2001                  51             51           400          397
               Sarana Informatika                dan pemeliharaan
               (“SSI”)                           ATM

              PT Digital Aplikasi Solusi       Jasa sistem                     2014                100             100           354          341
               ("Digiserve")                     komunikasi

              TS Global                        Jasa satelit                    1996                  70             70           339          420
               Network Sdn. Bhd.
               (“TSGN”),
               berdomisili di Malaysia

              PT Nusantara Sukses              Jasa dan                        2014                100             100           291          292
               Investasi                         perdagangan
               (“NSI”)

              PT Graha Yasa Selaras            Jasa pariwisata dan             2012                  51             51           290          290
               (”GYS”)                           perhotelan

              PT Graha Telkomsigma             Jasa pengelolaan                1999                100             100           253          333
               ("GTS")                           dan konsultasi

              Telekomunikasi                   Jasa telekomunikasi             2014                100             100           215          212
               Indonesia                         dan informasi
               International (USA) Inc.
               (“Telin USA”),
               berdomisili di
               Amerika Serikat

              PT Collega Inti Pratama          Perdagangan dan                 2001                  70             70           205          191
               ("CIP")                          jasa

              PT Nutech Integrasi              Jasa penyedia                   2001                  60             60           204          227
               (“Nutech”)                        sistem integrator

              PT Media Nusantara               Jasa konsultasi piranti         2012                  55             55           137          136
               Data Global                       keras, piranti lunak
               ("MNDG")                          komputer, data center,
                                                 dan internet exchange

              Telekomunikasi                   Jasa telekomunikasi             2013                  70             70           124          125
               Indonesia International           dan informasi
               (Malaysia) Sdn. Bhd.
               (”Telin Malaysia”),
               berdomisili di Malaysia

              Telekomunikasi                   Jasa telekomunikasi             2013                100             100            55            67
               Indonesia                         dan informasi
               International
               (Australia) Pty. Ltd.
               (“Telin Australia”),
               berdomisili di Australia

              PT Metra TV                      Jasa penyiaran                  2013                100             100            51            50
               ("Metra TV")                      berlangganan

              * Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
              Selain yang disebutkan secara spesifik, entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung berdomisili di Indonesia.




                                                                       13
Page 17
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)
     d. Entitas anak (lanjutan)

        ii.    Entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung (lanjutan):

                                                                               Tahun                                         Jumlah aset sebelum
                                                                            dimulainya      Persentase kepemilikan*                eliminasi
                                                                              operasi        31 Maret   31 Desember         31 Maret    31 Desember
                       Entitas anak                    Jenis usaha          komersial          2024         2023              2024           2023
               PT Metraplasa                    Jasa jaringan dan              2012;                60           60                 30            30
                (“Metraplasa”)                    e-commerce                  berhenti
                                                                            beroperasi
                                                                            pada bulan
                                                                              Oktober
                                                                                2020

               PT Pojok Celebes                 Usaha pariwisata                2008                100            100             29            44
                Mandiri
                ("PCM")

               PT Bosnet Distribution           Perdagangan dan                 2012                 20              60              -           40
                Indonesia                        jasa konsultasi
                ("BDI")**

               * Persentase kepemilikan sebesar 99,99% disajikan dengan pembulatan menjadi 100%.
               **BDI tidak lagi menjadi entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung (Catatan 1e).
               Selain yang disebutkan secara spesifik, entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung berdomisili di Indonesia.


     e. Informasi penting lainnya

        i. Telkomsel

              Pada tanggal 27 Juni 2023, Perusahaan telah menandatangani Akta Pemisahan Segmen Usaha
              IndiHome ke Telkomsel melalui Akta Notaris Aulia Taufani, S.H., No. 140 yang telah disetujui
              berdasarkan RUPST 2023 sesuai dengan Akta Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., No. 35 tanggal
              23 Juni 2023. Nilai bisnis IndiHome yang dipisahkan adalah Rp58.250 miliar. Bersamaan dengan
              pemisahan IndiHome tersebut, pemegang saham minoritas Telkomsel, yaitu Singapore Telecom
              Mobile Pte. Ltd. (“Singtel“) juga memutuskan untuk turut melakukan penyertaan modal dengan
              melakukan setoran secara tunai kepada Telkomsel sebesar Rp2.713 miliar. Atas transaksi ini,
              sejak 1 Juli 2023, kepemilikan efektif Perusahaan di Telkomsel meningkat dari 65% menjadi 69,9%
              dan kepemilikan Singtel di Telkomsel terdilusi dari 35% menjadi 30,1%.

        ii. Mitratel

              Pembelian kembali saham

              Pada tanggal 6 Maret 2023, Mitratel kembali mengumumkan untuk melakukan pembelian kembali
              saham dengan jumlah sebanyak-banyaknya Rp1.500 miliar. Periode pembelian kembali saham
              Mitratel dimulai dari 14 April 2023. Pada tanggal 31 Desember 2023 Mitratel telah melakukan
              pembelian kembali saham sebanyak 47.700.000 lembar saham atau setara dengan Rp31 miliar.
              Pada tanggal 1 Januari 2024 sampai dengan 31 Maret 2024 Mitratel telah melakukan pembelian
              kembali saham sebanyak 114.750.000 lembar saham atau setara dengan Rp78 miliar.

              Akuisisi tower

              (a) Pada tanggal 1 Maret 2023, Mitratel dengan PT Indosat Tbk. (“Indosat”) menandatangani
                  Sertifikat Penyelesaian Penjual atau Seller Closing Certificate untuk transaksi akuisisi 997
                  menara telekomunikasi milik Indosat senilai Rp1.648 miliar. Mitratel dan Indosat juga
                  menyepakati penyewaan kembali oleh Indosat atas slot pada menara telekomunikasi tersebut
                  sebanyak 983 site selama 10 tahun masa sewa. Selain itu, Indosat juga telah menyepakati
                  untuk memberikan pesanan 3.500 kolokasi baru selama 3 tahun ke depan dengan Mitratel
                  membayar kompensasi sebesar Rp473 miliar sebagai komitmen dan sampai tanggal 31 Maret
                  2024, Mitratel telah melakukan pembayaran sebesar Rp406 miliar.

              (b) Pada tanggal 24 November 2023, Mitratel melakukan akuisisi atas 803 menara milik
                  PT Gametraco Tunggal senilai Rp1.753 miliar.
                                                    14
Page 18
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   UMUM (lanjutan)

     e. Informasi penting lainnya (lanjutan)

          iii. TDI

              Berdasarkan Akta Jimmy Tanal, SH., MKn No. 201 tanggal 25 Oktober 2023, menyetujui
              penerbitan 4.825.932 lembar saham baru dengan harga nominal per lembar saham sebesar
              Rp104.438, yang diambil bagiannya oleh TDE sebanyak 2.451.319 lembar saham atau sebesar
              Rp256 miliar, ST Dynamo ID Pte, Ltd. sebanyak 2.077.787 lembar saham atau sebesar Rp217
              miliar dan PT Medco Power Indonesia sebanyak 296.826 lembar saham atau sebesar Rp31
              miliar. Penambahan modal ini menyebabkan kepemilikan saham milik TDE terdilusi menjadi 60%.
              Efek atas dilusi tersebut dicatat sebagai selisih transaksi akuisisi kepemilikan kepentingan
              nonpengendali pada entitas anak sebesar Rp6 miliar.

          iv. NeutraDC Singapore

              Berdasarkan dokumen Accounting and Corporate Regulatory Authority Singapore (“ACRA”),
              TDE mendirikan NeutraDC Singapore yang berkedudukan di Singapura pada tanggal
              7 Desember 2023, dengan jumlah saham sebanyak 1 lembar saham dengan nilai par sebesar
              SGD 1.

          v. Infraco

              Berdasarkan Akta Notaris Aulia Taufani, S.H. No. 26 tanggal 8 Desember 2023, Perusahaan dan
              Metra mendirikan PT Telkom Infrastruktur Indonesia (“Infraco”), dengan jumlah saham sebanyak
              125 lembar dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp12,5 juta.

          vi. Metra

              Berdasarkan Akta Notaris Utiek Rochmuljati Abdurachman, S.H., M.L.I., M.Kn., No. 31 tanggal
              29 Februari 2024, perihal pengambilalihan saham BDI antara Metra dengan PT Algolab Solution,
              dimana Metra melepas 40% kepemilikan saham dengan nilai transaksi sebesar Rp29 miliar,
              sehingga BDI tidak lagi menjadi entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung oleh
              Perusahaan.

     f.   Penyelesaian dan kewenangan penerbitan laporan keuangan konsolidasian

          Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan
          konsolidasian ini sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang telah disetujui dan
          diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan pada tanggal 17 April 2024.




                                                     15
Page 19
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL

     Laporan keuangan konsolidasian Grup disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
     Keuangan (“SAK”) di Indonesia yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) di
     Indonesia dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) di Indonesia yang dikeluarkan oleh
     Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan Badan Pengawas Pasar
     Modal dan Lembaga Keuangan (“Bapepam-LK”) No. VIII.G.7 tentang “Penyajian dan Pengungkapan
     Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”, yang terlampir dalam surat KEP-347/BL/2012.

     a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian

        Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun dengan
        dasar akrual. Laporan keuangan konsolidasian juga disusun dengan dasar harga perolehan, kecuali
        untuk akun tertentu yang diukur dengan menggunakan dasar seperti yang disebutkan dalam catatan
        yang relevan.

        Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dan menyajikan
        perubahan kas dan setara kas dari kegiatan operasi, investasi, dan pendanaan.

        Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang
        Rupiah (“Rp”) yang juga merupakan mata uang fungsional setiap entitas dalam Grup, kecuali atas
        entitas anak tertentu yang memiliki mata uang fungsional Dolar Amerika Serikat, Dolar Australia, dan
        Ringgit Malaysia.

        Untuk angka-angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini yang masih mengandung nilai tetapi di
        bawah Rp1 miliar dan US$1 juta disajikan dengan angka nol.

        Standar akuntansi baru

       Pada tanggal 1 Januari 2024, Grup menerapkan pernyataan standar akuntansi keuangan dan
       interpretasi standar akuntansi keuangan baru dan revisi yang efektif sejak tanggal tersebut.
       Penyesuaian kebijakan akuntansi Grup telah dibuat seperti yang disyaratkan, sesuai dengan
       ketentuan transisi dalam masing-masing standar dan interpretasi. Penerapan standar dan interpretasi
       yang baru dan direvisi tidak menghasilkan perubahan besar terhadap kebijakan akuntansi Grup dan
       tidak memiliki dampak material pada jumlah yang dilaporkan untuk tahun berjalan atau tahun
       sebelumnya:
       i. Amendemen PSAK 201: Penyajian Laporan Keuangan
       ii. Amendemen PSAK 116: Sewa
       iii. Amendemen PSAK 207: Laporan Arus Kas dan PSAK 107 Instrumen Keuangan: Pengungkapan

        Pilar Standar Akuntansi Keuangan

        Standar ini memberikan persyaratan dan pedoman bagi entitas untuk menerapkan standar akuntansi
        keuangan yang benar dalam menyusun laporan keuangan bertujuan umum. Terdapat 4 (empat)
        standar akuntansi keuangan yang saat ini diterapkan di Indonesia, yaitu:
        i. Pilar 1 Standar Akuntansi Keuangan Internasional,
        ii. Pilar 2 Standar Akuntansi Keuangan Indonesia (PSAK),
        iii. Pilar 3 Standar Akuntansi Keuangan Indonesia untuk Entitas Swasta/Standar Akuntansi Keuangan
             Indonesia untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik, dan
        iv. Pilar 4 Standar Akuntansi Keuangan Indonesia untuk Entitas Mikro Kecil dan Menengah.

        Nomenklatur Standar Akuntansi Keuangan

        Standar ini mengatur penomoran baru untuk standar akuntansi keuangan yang berlaku Indonesia
        yang diterbitkan oleh DSAK IAI.

        Standar akuntansi yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif
        Berlaku efektif 1 Januari 2025:
        i. Amendemen PSAK 221: Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing
           Amendemen ini menjelaskan terkait kekurangan ketertukaran.
                                                  16
Page 20
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     b. Prinsip konsolidasi

       Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas anak yang mana
       Perusahaan memiliki kendali. Pengendalian timbul ketika Grup terekspos atau memiliki hak atas imbal
       hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi
       imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Secara spesifik, Grup mengendalikan
       investee jika dan hanya jika Grup memiliki kekuasaan atas investee, eksposur, atau hak atas imbal
       hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan kemampuan untuk menggunakan
       kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi imbal hasil.

       Umumnya, ada dugaan bahwa mayoritas hak suara menghasilkan kontrol. Untuk mendukung
       anggapan ini bila Grup memiliki mayoritas atau kurang dari mayoritas hak suara atau hak serupa dari
       investee, Grup mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah
       Grup memiliki kuasa atas investee, termasuk:
       i. Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara lainnya dari investee,
       ii. Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain, dan
       iii. Hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki Grup.

       Grup menilai kembali apakah Grup mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan
       adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian. Entitas anak dikonsolidasi
       sejak tanggal ketika Grup memperoleh pengendalian secara efektif dan tidak dikonsolidasikan lagi
       sejak tanggal Grup kehilangan pengendalian. Aset, liabilitas, pendapatan, dan beban entitas anak
       yang diperoleh atau dilepaskan selama periode berjalan dimasukkan ke dalam laporan posisi
       keuangan konsolidasian dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sejak
       tanggal ketika Grup memperoleh pengendalian hingga tanggal sejak Grup kehilangan pengendalian.

       Laba atau rugi dan setiap komponen pendapatan komprehensif lain diatribusikan pada pemilik
       Perusahaan dan pada kepentingan nonpengendali, meskipun hal ini akan mengakibatkan timbulnya
       saldo defisit pada kepentingan nonpengendali.

       Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, pendapatan dan beban, dan arus kas atas transaksi antar-Grup
       dieliminasi sepenuhnya pada saat konsolidasi.

       Saat Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka Grup:
       i. menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak pada nilai
            tercatatnya ketika pengendalian hilang;
       ii. menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap kepentingan nonpengendali pada entitas anak
            terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian;
       iii. mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima (jika ada) dari transaksi, peristiwa, atau keadaan
            yang mengakibatkan hilangnya pengendalian;
       iv. mengakui setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada nilai wajarnya pada tanggal
            hilangnya pengendalian; dan
       v. mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan
            laba rugi konsolidasian yang dapat diatribusikan pada Grup.

     c. Transaksi dengan pihak berelasi

       Grup mempunyai transaksi dengan pihak berelasi. Definisi pihak berelasi yang digunakan sesuai
       dengan Peraturan Bapepam-LK No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan
       Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik, yang terlampir dalam surat keputusan No.KEP-
       347/BL/2012. Pihak-pihak yang dipertimbangkan sebagai pihak berelasi adalah orang atau entitas
       yang terkait dengan entitas yang menyiapkan laporan keuangannya.

       Berdasarkan Peraturan Bapepam-LK No. VIII.G.7 tersebut, entitas berelasi dengan pemerintah
       merupakan entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama, atau dipengaruhi secara signifikan oleh
       pemerintah. Pemerintah dalam hal ini adalah Menteri Keuangan atau Pemerintah Daerah yang
       merupakan pemegang saham dari entitas.

                                                    17
Page 21
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     c. Transaksi dengan pihak berelasi (lanjutan)

        Personil manajemen kunci adalah orang-orang yang mempunyai kewenangan dan tanggung jawab
        untuk merencanakan, memimpin, dan mengendalikan aktivitas entitas, secara langsung atau tidak
        langsung, termasuk direktur (baik eksekutif maupun bukan eksekutif) dari Grup. Status pihak berelasi
        diperluas sampai dengan manajemen kunci dari entitas anak sampai dengan tingkatan mereka
        mengarahkan operasi entitas anak dengan tingkat keterlibatan minimal dari manajemen Perusahaan.

     d. Kombinasi bisnis dan goodwill

        Kombinasi bisnis dicatat dengan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan diukur sebesar nilai
        wajarnya, yang merupakan agregat dari nilai wajar aset yang dialihkan, liabilitas yang diambil alih, dan
        instrumen ekuitas yang diterbitkan sebagai pertukaran atas pengendalian dari pihak yang diakuisisi.
        Untuk setiap kombinasi bisnis, kepentingan nonpengendali diukur pada nilai wajar atau pada proporsi
        kepemilikan nonpengendali atas aset neto teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Pilihan dasar
        pengukuran dibuat berdasarkan basis tiap transaksi. Biaya terkait akuisisi dicatat sebagai beban pada
        saat timbulnya. Aset dan liabilitas yang teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi diakui pada nilai wajar
        pada tanggal akuisisi.

        Goodwill awalnya diukur pada harga perolehan, yang merupakan selisih lebih dari nilai agregat
        imbalan yang dialihkan dan nilai yang diakui oleh kepentingan nonpengendali dan nilai kepentingan
        ekuitas yang dimiliki sebelumnya, atas jumlah neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas
        yang diambil alih. Jika nilai wajar dari jumlah neto aset yang diakuisisi melebihi nilai agregat imbalan
        yang dialihkan, Grup menilai kembali apakah semua aset yang diakuisisi dan liabilitas yang diambil
        alih sudah diidentifikasi dengan benar dan memeriksa prosedur yang digunakan untuk mengukur nilai
        yang harus diakui pada tanggal akuisisi. Jika hasil penilaian kembali tersebut masih menghasilkan
        selisih lebih atas nilai wajar dari aset neto diakuisisi atas nilai agregat imbalan yang dialihkan, maka
        keuntungan diakui pada laba atau rugi.

        Saat penentuan imbalan dari kombinasi bisnis termasuk imbalan kontinjensi, imbalan kontinjensi ini
        diukur pada nilai wajar saat tanggal akuisisi. Imbalan kontinjensi diklasifikasikan sebagai ekuitas atau
        liabilitas keuangan. Jumlah yang diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan selanjutnya diukur
        kembali pada nilai wajar di mana perubahan pada nilai wajar tersebut diakui dalam laba rugi atau
        ketika penyesuaian dicatat di luar periode pengukuran. Perubahan pada nilai wajar imbalan kontinjensi
        yang memenuhi persyaratan sebagai penyesuaian periode pengukuran, disesuaikan secara
        retrospektif, dengan penyesuaian terkait terhadap goodwill. Penyesuaian periode pengukuran adalah
        penyesuaian yang timbul dari informasi tambahan yang didapat selama periode pengukuran, yang
        tidak boleh melebihi satu tahun dari tanggal akusisi, tentang fakta dan kondisi yang ada pada saat
        tanggal akuisisi.

        Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat
        kombinasi bisnis terjadi, maka Grup akan melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses
        akuntansinya belum selesai dalam laporan keuangan konsolidasian. Selama periode pengukuran,
        Grup menyesuaikan secara retrospektif jumlah sementara yang diakui pada tanggal akuisisi untuk
        mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal
        akuisisi dan, jika diketahui, telah berdampak pada pengukuran jumlah yang diakui pada tanggal
        tersebut. Periode pengukuran berakhir segera setelah Perusahaan menerima informasi yang dicari
        tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi atau mempelajari bahwa informasi
        tambahan tidak dapat diperoleh. Namun demikian, periode pengukuran tidak boleh melebihi satu
        tahun dari tanggal akuisisi.

        Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, pihak pengakuisisi mengukur kembali
        kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada pihak diakuisisi pada nilai wajar saat tanggal
        akuisisi dan mengakui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan, jika ada, dalam laba rugi.




                                                       18
Page 22
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     d. Kombinasi bisnis dan goodwill (lanjutan)

        Berdasarkan PSAK 338, pengalihan aset, liabilitas, saham, dan instrumen kepemilikan lain antara
        entitas sepengendali tidak akan menghasilkan suatu laba atau rugi bagi Perusahaan atau entitas
        individual yang berada dalam Grup yang sama. Oleh karena transaksi restrukturisasi antara entitas
        sepengendali tidak mengubah substansi ekonomi atas kepemilikan aset, liabilitas, saham, atau
        instrumen kepemilikan lain yang dipertukarkan, aset atau liabilitas yang dialihkan harus dicatat
        berdasarkan nilai buku yang menggunakan metode penyatuan kepentingan (pooling-of-interests).

        Dalam pelaksanaan metode penyatuan kepentingan, komponen-komponen laporan keuangan selama
        restrukturisasi terjadi disajikan seolah-olah restrukturisasi tersebut telah terjadi sejak awal periode
        penyajian paling awal. Selisih imbalan yang dibayar atau diterima dengan nilai buku historis terkait
        dengan nilai tercatat dari kepentingan yang diperoleh, setelah memperhitungkan dampak pajak
        penghasilan, diakui secara langsung di ekuitas dan disajikan sebagai “Tambahan Modal Disetor” pada
        bagian ekuitas di laporan posisi keuangan konsolidasian.

        Pada saat penerapan awal PSAK 338, seluruh saldo Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas
        Sepengendali direklasifikasikan ke akun “Tambahan Modal Disetor” pada laporan posisi keuangan
        konsolidasian.

     e. Kas dan setara kas

        Kas dan setara kas di laporan posisi keuangan terdiri dari kas di tangan, kas dan bank, dan deposito
        jangka pendek yang sangat likuid dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang, yang siap dikonversi
        menjadi uang tunai dalam jumlah yang diketahui dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak
        signifikan.

        Untuk tujuan laporan arus kas konsolidasian, kas dan setara kas terdiri kas dan deposito jangka
        pendek, sesuai definisi di atas, setelah dikurangi dengan saldo cerukan bank karena dianggap
        sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan kas Grup.

        Deposito yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan tetapi tidak lebih dari satu tahun disajikan sebagai
        “Aset keuangan lancar lainnya” pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

     f. Persediaan

        Persediaan terdiri dari komponen mewakili terminal telepon, kabel, dan suku cadang lainnya.
        Persediaan juga termasuk kartu Subscriber Identification Module (“SIM”), pesawat telepon, modem
        wireless broadband, dan voucer prabayar yang dibebankan pada saat dijual.

        Persediaan diakui sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih.
        Nilai realisasi bersih ditentukan dengan mengestimasi harga jual, dikurangi estimasi biaya penjualan
        atau menentukan biaya penggantian yang berlaku.

        Biaya persediaan meliputi harga beli, bea impor, pajak lainnya, biaya pengangkutan, biaya
        penanganan, dan biaya lainnya yang secara langsung dapat diatribusikan pada perolehannya.

        Harga perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang.

        Jumlah penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realisasi bersih dan
        seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian
        tersebut. Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai
        realisasi bersih, diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban umum dan administrasi pada
        periode terjadinya pemulihan tersebut.

        Provisi persediaan usang ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan setiap jenis persediaan pada
        masa depan.

                                                      19
Page 23
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   g. Beban dibayar di muka

      Beban dibayar di muka diamortisasi sesuai masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis
      lurus. Beban dibayar di muka disajikan di laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai aset lancar
      lainnya dan aset tidak lancar lainnya.

   h. Aset takberwujud

      Aset takberwujud diakui jika kemungkinan besar Grup akan memperoleh manfaat ekonomis masa
      depan dari aset takberwujud tersebut dan biaya perolehan aset tersebut dapat diukur secara andal.

      Aset takberwujud dicatat berdasarkan biaya perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan rugi
      penurunan nilai (apabila ada). Aset takberwujud diamortisasi selama estimasi masa manfaatnya.
      Periode amortisasi dan metode amortisasi aset takberwujud dengan umur manfaat terbatas ditelaah
      setidaknya setiap akhir periode pelaporan. Grup mengestimasi nilai terpulihkan dari aset takberwujud.
      Apabila nilai tercatat aset takberwujud melebihi estimasi jumlah terpulihkan, maka nilai tercatat aset
      tersebut diturunkan menjadi sebesar estimasi jumlah terpulihkan.

      Aset takberwujud, kecuali goodwill, diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus
      berdasarkan estimasi masa manfaat aset takberwujud sebagai berikut:

                                                                                                    Tahun
      Piranti lunak                                                                                  3-6
      Lisensi                                                                                        3-20
      Aset takberwujud lainnya                                                                       3-30

      Aset takberwujud dihentikan pengakuannya ketika aset tersebut dilepaskan atau ketika tidak terdapat
      lagi manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasan aset tersebut.
      Selisih dalam laporan antara nilai tercatat aset dengan hasil neto yang diterima dari pelepasannya
      diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

   i. Aset tetap

      Aset tetap dinyatakan pada harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan
      nilai (jika ada).

      Biaya perolehan aset tetap terdiri dari: (a) harga perolehan; (b) setiap biaya yang dapat diatribusikan
      secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan; dan (c) estimasi awal
      biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap. Setiap bagian aset
      tetap yang memiliki harga perolehan cukup signifikan terhadap biaya perolehan seluruh aset tetap
      disusutkan secara terpisah.




                                                    20
Page 24
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     i. Aset tetap (lanjutan)

        Aset tetap, kecuali tanah, disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi
        masa manfaat aset tetap sebagai berikut:
                                                                                               Tahun
        Bangunan                                                                                15-50
        Renovasi bangunan sewa                                                                   2-10
        Peralatan sentral telepon                                                                3-15
        Peralatan telegraf, teleks, dan komunikasi data                                          5-15
        Peralatan dan instalasi transmisi                                                        3-40
        Satelit, stasiun bumi, dan peralatan                                                     3-20
        Jaringan kabel                                                                           5-25
        Catu daya                                                                                3-20
        Peralatan pengolahan data                                                                3-20
        Kendaraan                                                                                4-8
        Peralatan telekomunikasi lainnya                                                          5
        Peralatan kantor                                                                         2-5
        Peralatan lainnya                                                                        2-5

        Biaya signifikan sehubungan dengan renovasi bangunan sewa dikapitalisasi dan disusutkan selama
        masa sewa.

        Metode penyusutan, umur manfaat, dan nilai residu dari suatu aset direviu paling tidak setiap akhir
        tahun buku dan disesuaikan jika diperlukan. Nilai residu dari aset adalah estimasi jumlah yang dapat
        diperoleh Grup dari pelepasan aset, setelah dikurangi estimasi biaya pelepasan, ketika aset telah
        mencapai umur dan kondisi yang diharapkan pada akhir umur manfaatnya.

        Aset tetap yang diperoleh dalam pertukaran dengan aset non-moneter atau kombinasi aset moneter
        dan non-moneter diukur pada nilai wajar kecuali, (i) transaksi pertukaran tidak memiliki substansi
        komersial; atau (ii) nilai wajar aset yang diterima, dan aset yang diserahkan tidak dapat diukur secara
        andal.

        Suku cadang utama dan suku cadang siap pakai yang diperkirakan dapat digunakan lebih dari
        12 bulan dicatat sebagai bagian dari aset tetap.

        Ketika aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual, maka harga perolehan dan akumulasi
        penyusutannya dikeluarkan dari laporan posisi keuangan konsolidasian dan laba atau rugi yang timbul
        dari pelepasan atau penjualan aset tetap diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
        komprehensif lain konsolidasian.

        Piranti keras komputer tertentu tidak dapat dioperasikan tanpa ketersediaan piranti lunak komputer
        tertentu. Dalam kondisi tersebut, piranti lunak komputer dicatat sebagai bagian dari piranti keras
        komputer. Jika piranti lunak komputer berdiri sendiri dari piranti keras komputernya, piranti lunak
        komputer tersebut dicatat sebagai bagian dari aset takberwujud.

        Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
        lain konsolidasian pada saat terjadinya. Pemugaran dan penambahan yang signifikan, dikapitalisasi
        ke akun aset tetap yang terkait.

        Aset dalam pembangunan diakui sebesar biaya perolehan, dikurangi dengan penurunan nilai
        (jika ada), hingga pembangunan selesai, yang kemudian direklasifikasi ke akun aset tetap yang terkait.
        Selama masa pembangunan hingga aset tetap siap untuk digunakan/dijual, biaya pinjaman, yang
        termasuk di dalamnya beban bunga dan selisih kurs yang timbul atas pinjaman yang diperoleh untuk
        membiayai pembangunan aset, dikapitalisasi secara proporsional terhadap rata-rata nilai akumulasi
        pengeluaran selama periode tersebut sepanjang aset tetap tersebut memenuhi definisi aset
        kualifikasian. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan ketika pembangunan selesai, dan aset tetap siap
        untuk digunakan atau dijual.

                                                      21
Page 25
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

  j.   Sewa

       Grup menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa, yaitu jika
       kontrak memiliki hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang diidentifikasi untuk jangka waktu
       tertentu dengan imbalan pertimbangan. Jangka waktu sewa tidak dapat dibatalkan untuk masing-
       masing kontrak, kecuali dalam kasus di mana Grup cukup yakin untuk melaksanakan opsi
       perpanjangan kontrak.

       Grup memilih tindakan praktis yang tersedia berdasarkan pedoman dalam PSAK 116, antara lain:
       • penggunaan tingkat diskonto tunggal untuk portofolio sewa dengan karakteristik yang serupa;
       • akuntansi untuk sewa operasi dengan sisa masa sewa kurang dari 12 bulan sebagai sewa jangka
          pendek;
       • pengecualian biaya langsung awal untuk pengukuran aset hak guna sebagai sewa jangka pendek;
       • penggunaan tinjauan ke belakang dalam menentukan masa sewa di mana kontrak berisi opsi
          untuk perpanjangan atau pemutusan masa sewa;
       • tidak memisahkan komponen non-sewa dari komponen sewa, dan sebagai konsekuensinya Grup
          menganggap seluruh kontrak sebagai sewa; dan
       • untuk tidak mengakui liabilitas sewa dan aset hak guna untuk sewa di mana aset dasar adalah
          aset bernilai rendah (yaitu aset dasar dengan nilai maksimum US$5.000 atau Rp50 juta dalam
          kondisi baru).

       Grup menerapkan definisi sewa dan panduan terkait yang ditetapkan dalam PSAK 116 untuk semua
       kontrak sewa.

        i. Grup sebagai lessee

           Grup menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk semua sewa, kecuali
           untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Grup mengakui liabilitas sewa untuk
           melakukan pembayaran sewa dan aset hak guna yang mewakili hak untuk menggunakan aset
           yang mendasarinya.

           Grup mengakui aset hak guna pada tanggal dimulainya sewa. Aset hak guna diukur pada biaya
           perolehan, dikurangi akumulasi amortisasi dan rugi penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap
           pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya aset hak guna termasuk jumlah liabilitas sewa yang
           diakui, biaya langsung awal yang dikeluarkan, biaya restorasi dan pembayaran sewa yang
           dilakukan pada atau sebelum tanggal dimulainya dikurangi insentif sewa yang diterima.

           Aset hak guna diamortisasi dengan metode garis lurus selama periode yang lebih pendek antara
           masa sewa dan estimasi masa manfaat aset, sebagai berikut:
                                                                                                   Tahun
           Tanah                                                                                    1-33
           Bangunan                                                                                 1-30
           Peralatan dan instalasi transmisi                                                        1-25
           Kendaraan                                                                                 1-6
           Lain-lain                                                                                 1-6

           Jika kepemilikan aset hak guna dialihkan ke Grup pada akhir masa sewa atau biaya
           mencerminkan pelaksanaan opsi pembelian, penyusutan dihitung menggunakan taksiran masa
           manfaat ekonomis aset. Aset hak guna mengalami penurunan nilai sesuai dengan PSAK 236:
           Penurunan Nilai Aset.




                                                   22
Page 26
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

  j.   Sewa (lanjutan)

       i. Grup sebagai lessee (lanjutan)

          Liabilitas sewa

          Pada tanggal dimulainya sewa, Grup mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini dari
          pembayaran sewa yang akan dilakukan selama masa sewa. Pembayaran sewa termasuk
          pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara substansi) dikurangi piutang insentif sewa,
          pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau kurs, dan jumlah yang diharapkan
          akan dibayarkan berdasarkan jaminan nilai residu. Pembayaran sewa juga termasuk harga
          pelaksanaan opsi pembelian yang cukup pasti akan dilakukan oleh Grup dan pembayaran penalti
          untuk mengakhiri sewa, jika jangka waktu sewa mencerminkan Grup yang melaksanakan opsi
          untuk mengakhiri. Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau kurs diakui
          sebagai beban pada periode di mana peristiwa atau kondisi yang memicu pembayaran terjadi.

          Dalam menghitung nilai sekarang dari pembayaran sewa, Grup menggunakan suku bunga
          pinjaman inkremental karena tingkat suku bunga implisit sewa tidak dapat ditentukan dengan
          mudah. Setelah tanggal dimulainya, jumlah liabilitas sewa ditingkatkan untuk mencerminkan
          pertambahan bunga dan dikurangi untuk pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu, jumlah
          tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika ada modifikasi, perubahan jangka waktu sewa,
          perubahan pembayaran sewa, atau perubahan dalam penilaian opsi untuk membeli aset yang
          mendasarinya.

          Sewa jangka pendek dengan jangka waktu kurang dari 12 bulan dan sewa aset bernilai rendah,
          serta elemen-elemen sewa tersebut, sebagian atau seluruhnya tidak sesuai dengan prinsip-prinsip
          pengakuan yang ditetapkan oleh PSAK 116 akan diperlakukan sama dengan sewa operasi. Grup
          akan mengakui pembayaran sewa tersebut dengan dasar garis lurus selama masa sewa dalam
          laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

       ii. Grup sebagai lessor

          Berdasarkan PSAK 116, lessor terus mengklasifikasikan sewa sebagai sewa pembiayaan atau
          sewa operasi dan memperhitungkan kedua jenis sewa tersebut secara berbeda. Sewa di mana
          Grup mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan
          suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan, jika tidak maka akan diklasifikasikan
          sebagai sewa operasi. Klasifikasi sewa dibuat pada tanggal insepsi dan dinilai kembali hanya jika
          ada modifikasi sewa.

          Pada tanggal dimulainya, Grup mengakui aset yang dimiliki dalam sewa pembiayaan dengan
          jumlah yang sama dengan investasi bersih dalam sewa dan menyajikannya sebagai piutang sewa
          pembiayaan. Investasi bersih dalam sewa termasuk pembayaran tetap (termasuk pembayaran
          tetap dalam substansi) dikurangi piutang insentif sewa, pembayaran sewa variabel yang
          bergantung pada indeks atau kurs, dan jaminan nilai residu yang diberikan kepada lessor oleh
          lessee. Pembayaran sewa juga termasuk harga pelaksanaan opsi pembelian yang cukup pasti
          akan dilakukan oleh lessee dan pembayaran penalti untuk mengakhiri sewa, jika jangka waktu
          sewa mencerminkan Grup yang menggunakan opsi untuk mengakhiri.

         Sebagaimana disyaratkan oleh PSAK 109, penyisihan kerugian kredit ekspektasian telah diakui
         sebagai piutang sewa dan disajikan sebagai "Piutang lain-lain".

          Pendapatan sewa yang timbul dari sewa operasi dicatat secara garis lurus selama masa sewa dan
          dimasukkan dalam pendapatan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
          konsolidasian karena sifat operasinya. Biaya langsung awal yang dikeluarkan untuk
          menegosiasikan dan mengatur sewa operasi ditambahkan ke jumlah tercatat dari aset tetap dan
          diakui selama masa sewa dengan dasar yang sama dengan pendapatan sewa. Sewa kontinjensi
          diakui sebagai pendapatan pada periode terjadinya.


                                                   23
Page 27
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     j. Sewa (lanjutan)

        ii. Grup sebagai lessor (lanjutan)

           Jika suatu perjanjian mengandung komponen sewa dan non-sewa, Grup menerapkan pendapatan
           PSAK 115 dari kontrak dengan pelanggan untuk mengalokasikan pertimbangan dalam kontrak.
           Pendapatan yang timbul dari sewa operasi dicatat sebagai Pendapatan dari transaksi lessor
           (Catatan 2n).

     k. Beban tangguhan - hak atas tanah

        Hak atas tanah termasuk biaya pengurusan legal hak atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali
        dicatat sebagai bagian dari aset tetap dan tidak diamortisasi. Biaya yang terjadi sehubungan dengan
        pengurusan perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi
        dengan metode garis lurus selama periode legal hak atas tanah atau umur ekonomis tanah, mana
        yang lebih pendek.

     l. Pinjaman

        Pada saat pengakuan awal, pinjaman diakui sebesar nilai wajar, dikurangi dengan biaya-biaya
        transaksi yang terjadi. Selanjutnya, pinjaman diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi, selisih
        antara penerimaan (dikurangi biaya transaksi) dan nilai pelunasan dicatat pada laporan laba rugi dan
        penghasilan komprehensif lain konsolidasian selama periode pinjaman dengan menggunakan metode
        bunga efektif.

        Biaya yang dibayar untuk memperoleh fasilitas pinjaman diakui sebagai biaya transaksi pinjaman
        sepanjang besar kemungkinan sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik. Dalam hal ini, biaya
        ditangguhkan sampai penarikan terjadi. Sepanjang tidak terdapat bukti bahwa besar kemungkinan
        sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik, biaya dikapitalisasi sebagai pembayaran di muka untuk
        jasa likuiditas dan diamortisasi selama periode fasilitas yang terkait.

     m. Penjabaran valuta asing

        Transaksi-transaksi dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan kurs tengah Reuters yang
        berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, aset dan
        liabilitas moneter dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs beli dan
        jual yang diterbitkan oleh Reuters pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian dengan rincian
        sebagai berikut:
                                                    31 Maret 2024                 31 Desember 2023
                                                 Beli            Jual             Beli            Jual
        Dolar A.S. (“US$”) 1                       15.850          15.860           15.396           15.401
        Dolar Australia (“AU$”) 1                  10.290          10.299           10.499           10.505
        Dolar Singapura (“SGD”) 1                  11.737          11.749           11.666           11.673
        Dolar Taiwan Baru (“TWD”) 1                494,65          495.50           501.32           501.53
        Euro (“EUR”) 1                             17.102          17.119           17.025           17.036
        Yen Jepang (“JPY”) 1                       104,66          104,74           108,78           108,82
        Ringgit Malaysia (“MYR”) 1                   3.347           3.353           3.350            3.359
        Dolar Hong Kong (“HKD”) 1                    2.206           2.207           1.971            1.971
        Kyat Myanmar (“MMK”) 1                        7,53             7,58            7,31            7,35

        Laba atau rugi selisih kurs yang timbul, baik yang telah maupun yang belum direalisasi, dikreditkan
                HIDDEN_ROW




        atau dibebankan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian periode
        berjalan, kecuali untuk selisih kurs yang timbul dari pinjaman selama pembangunan suatu aset
        tertentu yang memenuhi syarat untuk dikapitalisasi, di mana pinjaman dapat diatribusikan terhadap
        pembangunan aset tersebut (Catatan 2i).



                                                    24
Page 28
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     n. Pengakuan pendapatan dan beban

       Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan

       PSAK 115 menetapkan kerangka kerja yang komprehensif untuk menentukan bagaimana, kapan, dan
       berapa banyak pendapatan yang harus diakui. Standar ini menyediakan model lima langkah tunggal
       untuk penentuan dan pengakuan pendapatan untuk diterapkan pada semua kontrak dengan
       pelanggan. Standar ini juga memberikan panduan spesifik yang mensyaratkan jenis biaya tertentu
       untuk memperoleh dan/atau memenuhi kontrak yang akan dikapitalisasi dan diamortisasi secara
       sistematis yang konsisten dengan pengalihan kepada pelanggan atas barang atau jasa yang terkait
       dengan biaya yang dikapitalisasi.

       Di bawah ini adalah ringkasan kebijakan akuntansi pengakuan pendapatan Grup untuk setiap jenis
       pendapatan:

       i. Mobile

         Pendapatan dari mobile terutama terdiri dari pendapatan dari layanan seluler yang antara lain:
         layanan telepon, layanan interkoneksi, layanan internet dan data, dan layanan Short Messaging
         Service (“SMS”). Layanan tersebut ditawarkan secara pascabayar atau prabayar.

         Untuk layanan prabayar, penjualan paket perdana (juga dikenal sebagai kartu SIM dan voucer
         perdana) dan voucer isi ulang pada awalnya diakui sebagai liabilitas kontrak. Grup mengakui aset
         kontrak untuk penyediaan jasa dari pelanggan pascabayar yang belum ditagih.

         Seluruh pendapatan layanan mobile diakui berdasarkan metode output, baik per penggunaan aktual
         atau estimasi unit yang digunakan (jika layanan dijual berdasarkan paket), karena pelanggan secara
         bersamaan menerima dan mengonsumsi manfaat yang disediakan oleh Grup.

         Untuk layanan yang dijual dalam paket bundel, total penerimaan dari pelanggan dialokasikan untuk
         kewajiban pelaksanaan berdasarkan harga jual yang berdiri sendiri untuk setiap produk dan/atau
         layanan. Grup mengestimasi harga jual yang berdiri sendiri menggunakan harga yang berlaku jika
         layanan tersebut dijual dengan basis yang berdiri sendiri. Sebagian besar paket bundel yang dijual
         oleh Grup hanya mencakup layanan yang pada umumnya terselesaikan selama periode waktu yang
         sama. Karena itu, pola pengakuan pendapatan umumnya tidak dipengaruhi oleh alokasi.

         Pembayaran yang diterima dialokasikan antara layanan telekomunikasi yang terjual dan jumlah poin
         yang dikeluarkan, dengan nilai yang dialokasikan ke poin yang setara dengan nilai wajarnya. Nilai
         wajar poin yang dikeluarkan ditangguhkan dan diakui sebagai pendapatan saat poin tersebut
         ditukarkan, berakhir masa berlakunya, atau pada saat program tersebut dihapus.

       ii. Consumer

         Pendapatan dari consumer terutama terdiri dari pendapatan telepon tidak bergerak dan layanan
         IndiHome. Pendapatan dari layanan telepon tidak bergerak berasal dari pelanggan yang hanya
         berlangganan layanan telepon tidak bergerak. Sedangkan pendapatan dari layanan IndiHome
         berasal dari pelanggan yang berlangganan layanan internet atau paket layanan bundel kombinasi
         layanan consumer (misal telepon, internet dan data, serta TV berbayar). Layanan tersebut
         ditawarkan berdasarkan pascabayar yang ditagih pada bulan berikutnya. Grup menerapkan syarat
         dan ketentuan yang mengharuskan pelanggan untuk membayar denda pengakhiran yang substantif
         jikalau kontrak berlangganan berakhir atas permintaan dan/atau kesalahan pelanggan dalam 12
         bulan pertama setelah layanan aktif. Setelah periode 12 bulan pertama, pelanggan dapat
         memutuskan untuk berhenti berlangganan sesuai dengan syarat dan ketentuan berlaku tanpa
         dikenakan denda. Sesuai ketentuan PSAK 115, periode kontrak adalah 12 bulan, dan selanjutnya
         dapat diperbaharui sebagai kontrak bulanan.




                                                   25
Page 29
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     n. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)

       Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (lanjutan)

       ii. Consumer (lanjutan)

          Seluruh layanan consumer diakui menggunakan metode output berdasarkan penggunaan aktual
          pelanggan atau waktu yang telah berlalu ketika pelanggan secara bersamaan menerima dan
          mengonsumsi manfaat yang diberikan oleh Grup.

          Pelanggan diharuskan membayar biaya di muka pada saat dimulainya kontrak. Biaya di muka
          dianggap sebagai hak material karena pelanggan tidak diharuskan membayar biaya di muka ketika
          pelanggan memperbarui layanan di luar periode kontrak asli. Grup menilai opsi pembaruan sebesar
          pembayaran yang diterima dari biaya di muka untuk layanan instalasi. Grup menangguhkan nilai
          tersebut sebagai liabilitas kontrak dan mengakuinya sebagai pendapatan berdasarkan metode garis
          lurus sepanjang taksiran jangka waktu hubungan dengan pelanggan. Grup memperkirakan jangka
          waktu hubungan dengan pelanggan berdasarkan informasi historis dan tren pelanggan serta
          memperbarui evaluasi tersebut setiap tahun.

       iii. Enterprise

          Pendapatan dari pelanggan enterprise terutama terdiri atas pendapatan dari penyediaan jasa
          telepon, data dan internet, teknologi informasi, dan jasa lainnya (misal manage service, call center,
          e-health, e-payment, dan lain-lain). Beberapa kontrak dengan pelanggan perusahaan dengan
          spesifikasi sesuai pesanan pelanggan.

          Pendapatan dari pelanggan enterprise diakui sepanjang waktu menggunakan metode output
          berdasarkan penggunaan aktual atau waktu yang telah berlalu jika penyediaan layanan tidak
          tergantung pada penggunaan (yaitu menit suara, kilobyte data, dan lain-lain), kecuali untuk
          penjualan barang yang diakui pada waktu tertentu, karena pelanggan secara bersamaan menerima
          dan mengonsumsi manfaat yang diberikan oleh Grup. Pendapatan untuk kewajiban kinerja yang
          dipenuhi pada waktu tertentu diakui ketika pengendalian barang dipindahkan ke pelanggan,
          biasanya ketika pelanggan memiliki fisik barang.

          Beberapa perjanjian dengan pelanggan enterprise ditawarkan sebagai produk bundel. Untuk
          pengaturan yang dibundel, produk dan/atau jasa dalam kontrak dicatat sebagai kewajiban
          pelaksanaan tersendiri ketika secara terpisah dapat diidentifikasi dari janji-janji lain dalam kontrak
          dan pelanggan dapat mengambil manfaat dari produk/jasa itu sendiri. Total pembayaran
          dialokasikan untuk masing-masing kewajiban pelaksanaan yang berbeda yang telah dimasukkan
          dalam kontrak, berdasarkan harga jualnya yang berdiri sendiri. Harga jual yang berdiri sendiri
          ditentukan berdasarkan harga yang dapat diobservasi di mana produk dan/atau jasa individual dijual
          secara terpisah, disesuaikan dengan kondisi pasar dan diskon normal yang sesuai. Ketika harga
          yang dapat diobservasi tidak tersedia, biaya yang diharapkan ditambah pendekatan margin
          digunakan untuk menentukan harga jual yang berdiri sendiri.

          Kontrak tertentu dengan pelanggan enterprise dapat menimbulkan imbalan variabel karena harga
          kontrak tergantung pada peristiwa di masa mendatang (misal kontrak berbasis penggunaan atau
          kontrak berbasis bagi hasil). Dalam memperkirakan imbalan variabel ini, Grup diharuskan untuk
          menggunakan metode nilai yang diharapkan atau metode jumlah yang paling mungkin
          berdasarkan metode yang lebih baik memprediksi jumlah pembayaran yang menjadi haknya. Grup
          menentukan bahwa metode nilai yang paling diharapkan adalah metode yang tepat untuk
          digunakan dalam memperkirakan imbalan variabel untuk satu kontrak dengan sejumlah besar
          kemungkinan hasil.

          Sebelum memasukkan jumlah imbalan variabel dalam harga transaksi, Grup mempertimbangkan
          apakah jumlah imbalan variabel dibatasi. Grup menentukan bahwa taksiran imbalan variabel tidak
          dibatasi berdasarkan pengalaman historisnya, estimasi bisnis, dan kondisi ekonomi saat ini dan
          hanya mencakup imbalan variabel sepanjang kemungkinan besar pembalikan signifikan dalam
          jumlah pendapatan kumulatif yang diakui tidak akan terjadi ketika ketidakpastian terkait dengan
          imbalan variabel selanjutnya diselesaikan.
                                                      26
Page 30
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     n. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)

       Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (lanjutan)

       iii. Enterprise (lanjutan)

          Ketika pihak lain terlibat dalam menyediakan produk dan/atau jasa kepada pelanggan, Grup
          bertindak sebagai prinsipal jika Grup mengendalikan produk dan/atau jasa yang ditentukan
          sebelum produk dan/atau jasa tersebut ditransfer ke pelanggan. Pendapatan dicatat pada jumlah
          bersih yang diterima (jumlah yang dibayarkan oleh pelanggan dikurangi jumlah yang dibayarkan
          kepada pemasok), ketika, pada dasarnya, Grup telah bertindak sebagai agen dan mendapat komisi
          dari pemasok produk dan/atau jasa yang dijual.

       iv. Wholesale and International Business (“WIB”)

          Pendapatan dari WIB terutama terdiri dari jasa interkoneksi untuk interkoneksi panggilan
          pelanggan operator telekomunikasi lainnya ke pelanggan Grup (panggilan masuk) dan panggilan
          antara pelanggan operator telekomunikasi lainnya melalui jaringan Grup (transit) dan jasa jaringan
          dengan operator telekomunikasi lainnya. Semua jasa ini diakui berdasarkan metode output
          menggunakan basis traffic aktual yang tercatat untuk bulan tersebut.

       Aset kontrak

       Aset kontrak awalnya diakui dari pendapatan atas pengalihan barang atau jasa karena penerimaan
       imbalan masih bersyarat tahapan tertentu atau setelah penyelesaian proyek. Setelah penyelesaian
       syarat tahapan tertentu atau proyek, jumlah yang diakui sebagai aset kontrak direklasifikasi ke piutang
       usaha.

       Aset kontrak dilakukan penilaian penurunan nilai.

       Liabilitas kontrak

       Liabilitas kontrak diakui jika pembayaran diterima atau pembayaran telah jatuh tempo (mana yang
       lebih awal) dari pelanggan sebelum Grup mengalihkan barang atau jasa. Liabilitas kontrak diakui
       sebagai pendapatan ketika Grup melaksanakan kewajiban dalam kontrak (misal mengalihkan kendali
       atas barang atau jasa kepada pelanggan).

       Biaya inkremental untuk mendapatkan dan biaya memenuhi kontrak

       Biaya inkremental untuk mendapatkan/memenuhi kontrak dengan pelanggan, yang pada dasarnya
       terdiri dari komisi penjualan dan biaya pemenuhan kontrak, pada awalnya diakui pada laporan posisi
       keuangan konsolidasian sebagai biaya kontrak. Biaya-biaya ini kemudian diamortisasi secara
       sistematis yang konsisten dengan periode dan pola pengiriman produk dan jasa terkait ke pelanggan.
       Biaya yang tidak memenuhi syarat sebagai biaya untuk mendapatkan/memenuhi kontrak dengan
       pelanggan dibebankan pada saat terjadinya atau sesuai dengan standar terkait lainnya.

       Setiap akhir tahun pelaporan, Grup melakukan evaluasi apakah terdapat indikasi bahwa biaya kontrak
       yang dikapitalisasi mengalami penurunan nilai. Penurunan nilai terjadi ketika nilai tercatat biaya
       kontrak melebihi nilai yang diharapkan diterima dari pertukaran barang dan jasa. Ketika terjadi
       penurunan nilai, rugi penurunan nilai diakui di laba atau rugi dan penghasilan komprehensif lainnya.

       Pendapatan dari transaksi lessor
       Pendapatan dari transaksi lessor terdiri dari pendapatan dari sewa operasi atas menara
       telekomunikasi dan sewa lainnya. Pendapatan sewa diakui berdasarkan metode garis lurus selama
       masa sewa dan termasuk dalam pendapatan dalam laporan laba rugi karena sifat operasinya.
       Beban
       Beban diakui pada saat terjadinya.
                                                     27
Page 31
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     o. Imbalan kerja

       i.    Imbalan kerja jangka pendek

             Seluruh imbalan kerja jangka pendek yang terdiri dari gaji dan imbalan terkait, tunjangan cuti,
             insentif, dan imbalan kerja jangka pendek lain diakui sebagai biaya yang tidak didiskonto saat
             karyawan telah memberikan jasa kepada Grup.

       ii.   Imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang lain

             Imbalan pasca kerja terdiri dari program pensiun imbalan pasti yang funded dan unfunded,
             program pensiun iuran pasti, imbalan pasca kerja lainnya, program imbalan kesehatan pasca
             kerja imbalan pasti, program imbalan kesehatan pasca kerja iuran pasti, dan kewajiban
             berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan.

             Imbalan kerja jangka panjang lain terdiri dari penghargaan masa kerja, cuti masa kerja, dan masa
             persiapan pensiun.

             Perhitungan biaya terkait dengan program imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang
             lain dilakukan oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit.

             Kewajiban bersih Perusahaan berkaitan dengan imbalan pasti pensiun dan imbalan kesehatan
             pasca kerja dihitung sebesar nilai kini dari estimasi imbalan yang akan diperoleh karyawan di
             masa depan sehubungan dengan jasa di masa sekarang dan masa lalu, dikurangi dengan nilai
             wajar dari aset program. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan
             estimasi arus kas keluar di masa depan dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah,
             yang didenominasi dalam mata uang di mana manfaat akan dibayarkan dan yang mempunyai
             jangka waktu sampai dengan jatuh tempo mendekati jangka waktu kewajiban imbalan pasca kerja
             terkait. Obligasi pemerintah digunakan karena tidak ada pasar aktif untuk obligasi korporat
             berkualitas tinggi.

             Aset program adalah aset yang dimiliki oleh program pensiun imbalan pasti dan imbalan
             kesehatan pasca kerja serta polis asuransi yang memenuhi syarat. Aset ini diukur pada nilai wajar
             pada akhir periode pelaporan. Nilai wajar polis asuransi adalah jumlah yang sama dengan
             kewajiban yang terkait (dan dapat dikurangi jika jumlah yang dapat diterima dari polis asuransi
             tidak dapat diperoleh secara penuh).

             Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, dampak batas atas aset
             (tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti
             neto) dan imbal hasil aset program (tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto
             atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto) diakui pada ekuitas melalui penghasilan komprehensif lain
             di periode terjadinya. Pengukuran kembali tidak diklasifikasikan ke laba rugi di periode
             selanjutnya.

             Biaya jasa lalu diakui di laba rugi pada tanggal yang lebih awal antara:
             (a) ketika amendemen atau kurtailmen program terjadi; dan
             (b) ketika Grup mengakui biaya restrukturisasi terkait.

             Bunga neto dihitung dengan mengalikan liabilitas (aset) imbalan pasti neto dengan tingkat
             diskonto.

             Laba atau rugi kurtailmen diakui apabila terdapat komitmen untuk melakukan pengurangan jumlah
             karyawan dalam jumlah yang material yang ditanggung oleh suatu program atau apabila terdapat
             perubahan ketentuan-ketentuan pada suatu program imbalan pasti, di mana bagian yang material
             dari jasa yang diberikan karyawan pada masa depan tidak lagi memberikan imbalan, atau
             memberikan imbalan yang lebih rendah.



                                                       28
Page 32
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     o. Imbalan kerja (lanjutan)

        ii.   Imbalan pasca kerja dan imbalan kerja jangka panjang lain (lanjutan)

              Laba atau rugi penyelesaian diakui apabila terdapat transaksi yang menghapuskan semua
              kewajiban hukum atau konstruktif atas sebagian atau seluruh imbalan dalam program manfaat
              pasti (selain pembayaran imbalan sesuai dengan ketentuan program dan termasuk dalam asumsi
              aktuaria).

              Untuk program iuran pasti, Perusahaan membayar iuran secara rutin yang merupakan biaya
              berkala bersih untuk periode iuran tersebut dan dicatat sebagai bagian dari beban karyawan ketika
              terutang.

              Grup mengatribusikan imbalan berdasarkan program imbalan pasti, yaitu dari tanggal ketika jasa
              pekerja pertama kali menghasilkan imbalan dalam program sampai dengan tanggal ketika jasa
              pekerja selanjutnya tidak akan menghasilkan jumlah imbalan yang material di bawah program
              tersebut.

     p. Pajak

        Pajak Penghasilan (“PPh”)

        Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai penghasilan atau beban dalam laporan laba rugi dan
        penghasilan komprehensif lain konsolidasian, kecuali pajak penghasilan tersebut sehubungan dengan
        transaksi atau kejadian yang diakui secara langsung di ekuitas di mana pajak penghasilannya diakui
        secara langsung di ekuitas.

        Aset dan liabilitas pajak kini dihitung sebesar jumlah yang diperkirakan dapat diperoleh atau dibayar
        dengan menggunakan tarif dan ketentuan pajak yang telah ditetapkan atau secara substantif
        ditetapkan pada setiap tanggal pelaporan. Manajemen secara periodik mengevaluasi perlakuan pajak
        yang diterapkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT Tahunan”) sehubungan dengan situasi
        di mana aturan pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan
        provisi berdasarkan jumlah yang diperkirakan akan dibayar kepada Otoritas Pajak.

        Pemeriksaan pajak

        Perubahan terhadap liabilitas perpajakan dicatat pada saat diterimanya Surat Ketetapan Pajak
        (“SKP”) atau apabila dilakukan banding, ketika hasil banding sudah diputuskan. Jumlah tambahan
        pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan SKP diakui sebagai pendapatan atau beban dalam
        laba rugi periode berjalan, kecuali jika diajukan upaya penyelesaian selanjutnya. Jumlah tambahan
        pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP ditangguhkan pembebanannya sepanjang
        memenuhi kriteria pengakuan aset.




                                                       29
Page 33
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     p. Pajak (lanjutan)

        Pajak tangguhan

        Grup mengakui aset dan liabilitas pajak tangguhan untuk semua perbedaan temporer antara dasar
        pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya pada setiap tanggal pelaporan. Grup juga
        mengakui aset pajak tangguhan yang berasal dari manfaat pajak pada masa depan, seperti
        kompensasi rugi fiskal, jika kemungkinan realisasi manfaat tersebut di masa depan cukup besar
        (probable). Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif
        pajak dan undang-undang pajak pada setiap tanggal pelaporan yang diharapkan berlaku terhadap
        penghasilan kena pajak ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan.

        Jumlah tercatat aset pajak tangguhan direviu pada setiap tanggal pelaporan dan dikurangi apabila
        tidak lagi terdapat kemungkinan besar bahwa laba kena pajak yang memadai akan tersedia untuk
        mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang
        tidak diakui ditinjau ulang pada setiap tanggal pelaporan dan akan diakui apabila besar kemungkinan
        bahwa laba fiskal pada masa yang akan datang akan tersedia untuk pemulihannya. Pengurangan
        pajak yang berasal dari pembalikan aset pajak tangguhan dikecualikan dari estimasi laba kena pajak
        masa depan.

        Pajak tangguhan suatu transaksi diakui di luar laba rugi, oleh karena itu pajak tangguhan atas
        transaksi tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain konsolidasian atau diakui langsung di
        ekuitas.

        Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan saling hapus di laporan posisi keuangan konsolidasian,
        jika dan hanya jika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling
        hapus aset dan liabilitas pajak kini dan aset dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak
        penghasilan yang dikenakan oleh Otoritas Pajak yang sama atas entitas kena pajak yang sama atau
        entitas kena pajak yang berbeda yang memiliki intensi untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini
        dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada
        setiap periode masa depan di mana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan
        diharapkan untuk dipulihkan atau diselesaikan.

        Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”)

       Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah PPN kecuali:
        i. PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor pajak,
           yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai bagian dari
           item beban-beban yang diterapkan; dan
       ii. Piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.
        Ketidakpastian dalam perlakuan pajak penghasilan

        ISAK 34: Ketidakpastian dalam Perlakuan Pajak Penghasilan menyatakan bahwa, pengakuan dan
        pengukuran aset dan liabilitas pajak yang mengandung ketidakpastian perlakuan pajak penghasilan
        ditentukan dengan mempertimbangkan apakah diperlakukan secara terpisah atau bersamaan,
        penggunaan asumsi tentang pemeriksaan atas perlakuan pajak tidak pasti oleh otoritas perpajakan,
        pertimbangan apakah besar kemungkinan Otoritas Pajak akan menerima perlakuan pajak tidak pasti
        dan penilaian kembali pertimbangan atau estimasi yang disyaratkan jika terjadi perubahan fakta dan
        keadaan.

        Jika penerimaan perlakuan pajak dimungkinkan oleh Otoritas Pajak, pengukuran tersebut sejalan
        dengan pengisian pajak penghasilan. Jika penerimaan perlakuan pajak oleh Otoritas Pajak tidak
        memungkinkan, Grup menggunakan jumlah pajak dengan menggunakan metode yang memberikan
        prediksi resolusi yang lebih baik (yaitu jumlah yang paling mungkin atau nilai yang diharapkan).




                                                     30
Page 34
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     p. Pajak (lanjutan)

        Pajak final

        Peraturan perpajakan Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak yang bersifat
        final. Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas transaksi
        tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian.

        Pajak final atas jasa konstruksi dan sewa disajikan sebagai bagian dari “Penghasilan lain-lain - bersih”.

     q. Instrumen keuangan

        Grup mengklasifikasikan instrumen keuangan menjadi aset keuangan dan liabilitas keuangan.
        Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan
        liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lain.

        i.   Aset keuangan

             Pengakuan dan pengukuran awal

             Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada biaya
             perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (“FVTOCI”), dan nilai
             wajar melalui laba rugi (“FVTPL”).

             Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus kas
             kontraktual aset keuangan dan model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan tersebut.
             Kecuali untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan dan atau
             saat Grup menerapkan panduan praktis, pada saat pengakuan awal Grup mengukur aset
             keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar
             melalui laba rugi, biaya transaksi. Untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan
             yang signifikan atau ketika Grup menerapkan panduan praktis, diukur pada harga transaksi yang
             telah ditentukan berdasarkan PSAK 115.

             Agar aset keuangan dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai
             wajar melalui penghasilan komprehensif lain, aset keuangan harus memiliki arus kas yang semata
             dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Pengujian ini dikenal sebagai
             Solely Payment of Principal and Interest (”SPPI”) testing dan dilakukan pada tingkat instrumen.

             Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana Grup mengelola
             aset keuangan untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan
             dihasilkan dari perolehan arus kas kontraktual, menjual aset keuangan atau keduanya.

             Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu
             yang telah ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang
             lazim) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Grup berkomitmen untuk membeli atau
             menjual aset tersebut.




                                                      31
Page 35
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     q. Instrumen keuangan (lanjutan)

        i. Aset keuangan (lanjutan)

           Pengukuran setelah pengakuan awal

           Untuk tujuan pengukuran setelah pengakuan awal, aset keuangan diklasifikasikan ke dalam
           empat kategori:

           (a) Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)

              Grup mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut
              dipenuhi:
              •   Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
                  dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
              •   Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan
                  arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.

              Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi setelah pengakuan awal diukur
              menggunakan metode suku bunga efektif dan merupakan subjek penurunan nilai.
              Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi saat aset dihentikan pengakuannya,
              dimodifikasi atau mengalami penurunan nilai. Aset keuangan Grup pada kategori ini meliputi
              kas dan setara kas, aset keuangan lancar lainnya, piutang usaha, piutang lain-lain, dan aset
              tidak lancar lainnya.

           (b) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dengan fitur
               reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif (instrumen utang)

              Grup mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika
              kedua kondisi berikut dipenuhi:
              • Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan
                 mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
              • Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal
                 tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok
                 terutang.

               Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain,
               pendapatan bunga, keuntungan atau kerugian selisih kurs, dan kerugian penurunan nilai
               diakui pada laba rugi dan dihitung dengan cara yang sama dengan aset keuangan diukur
               pada biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar lainnya diakui pada penghasilan
               komprehensif lain. Ketika aset keuangan dihentikan pengakuannya, keuntungan atau
               kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam pendapatan komprehensif lainnya
               direklasifikasi ke laba rugi.

              Grup tidak memiliki instrumen utang yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui penghasilan
              komprehensif lain dengan fitur reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif per 31 Maret
              2024 dan 31 Desember 2023.




                                                   32
Page 36
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     q. Instrumen keuangan (lanjutan)

       i.   Aset keuangan (lanjutan)

            Pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan)

            (c) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain tanpa fitur
                reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif saat penghentian pengakuan (instrumen
                ekuitas)
                Saat pengakuan awal, Grup dapat membuat pilihan yang tidak dapat dibatalkan untuk
                menyajikan dalam penghasilan komprehensif lain perubahan nilai wajar investasi dalam
                instrumen ekuitas yang masuk dalam ruang lingkup PSAK 109 dan yang bukan merupakan
                instrumen ekuitas dimiliki untuk diperdagangkan. Pilihan ini dilakukan pada level instrumen
                per instrumen. Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak direklasifikasikan ke
                laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Dividen diakui pada laba
                rugi ketika hak untuk menerima pembayaran dividen telah ditetapkan, kecuali dividen secara
                jelas mewakili bagian terpulihkan dari biaya investasi. Instrumen ekuitas yang diukur pada
                nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain tidak terpengaruh pada persyaratan
                penurunan nilai. Aset keuangan Grup pada kategori ini meliputi investasi jangka panjang pada
                instrumen keuangan.
            (d) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
                Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi meliputi aset keuangan yang dikelola
                untuk diperdagangkan, aset keuangan yang pada saat awal ditetapkan untuk diukur pada nilai
                wajar melalui laba rugi, atau aset keuangan yang disyaratkan untuk diukur pada nilai
                wajarnya. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diperdagangkan jika
                perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Derivatif, termasuk
                derivatif melekat yang dipisahkan, juga diklasifikasikan sebagai diperdagangkan kecuali
                derivatif sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan efektif. Aset keuangan yang tidak
                memenuhi SPPI testing diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi,
                terlepas apapun model bisnisnya. Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang yang akan
                diklasifikasikan pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui penghasilan
                komprehensif lain, seperti dijelaskan di atas, instrumen utang dapat ditetapkan pada nilai
                wajar melalui laba rugi pada pengakuan awal jika penerapan itu dapat menghilangkan, atau
                secara signifikan mengurangi, inkonsistensi pengukuran atau pengakuan.

                Aset keuangan kategori ini pada laporan posisi keuangan konsolidasian diukur pada nilai
                wajarnya di mana keuntungan dan kerugian yang timbul sebagai hasil dari perubahan nilai
                wajar diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Aset
                keuangan Grup diukur pada nilai wajar melalui laba rugi terdiri dari investasi jangka panjang
                pada instrumen keuangan dan aset keuangan lancar lainnya.

            Kerugian kredit ekspektasian

            Grup mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian untuk seluruh instrumen utang yang
            tidak diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Kerugian kredit
            ekspektasian didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo sesuai
            dengan kontrak dan seluruh arus kas yang diharapkan akan diterima Grup, didiskontokan
            menggunakan perkiraan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan diterima
            tersebut mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perluasan kredit lainnya
            yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak.

            Kerugian kredit ekspektasian diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan
            yang tidak mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, pengukuran
            penyisihan kerugian dilakukan sejumlah kerugian kredit ekspektasian dalam 12 bulan. Untuk risiko
            kredit atas instrumen keuangan yang mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan
            awal, penyisihan kerugian dilakukan untuk kerugian kredit ekspektasian selama sisa umurnya,
            terlepas dari waktu gagal bayar (sepanjang umurnya).
                                                     33
Page 37
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     q. Instrumen keuangan (lanjutan)

        i.   Aset keuangan (lanjutan)

             Kerugian kredit ekspektasian (lanjutan)

             Untuk piutang usaha dan aset kontrak, Grup menerapkan panduan praktis dalam menghitung
             kerugian kredit ekspektasian. Oleh karena itu, Grup tidak mengidentifikasi perubahan dalam risiko
             kredit, melainkan mengukur penyisihan kerugian sejumlah kerugian kredit ekspektasian
             sepanjang umur. Grup telah membentuk model provisi yang didasarkan pada data historis
             kerugian kredit, disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa depan (forward-looking) yaitu
             kondisi pelanggan dan lingkungan ekonomi.

             Grup mempertimbangkan aset keuangan memenuhi definisi gagal bayar ketika telah menunggak
             lebih dari 90 hari. Namun, dalam kasus-kasus tertentu, Grup juga dapat menganggap aset
             keuangan dalam keadaan gagal bayar ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan
             bahwa Grup tidak mungkin menerima arus kas kontraktual secara penuh tanpa melakukan
             perluasan persyaratan kredit. Penghapusan piutang usaha dilakukan ketika kecil kemungkinan
             untuk memulihkan arus kas kontraktual, setelah semua upaya penagihan telah dilakukan dan
             telah sepenuhnya dilakukan penyisihan.

       ii.   Liabilitas keuangan

             Pengakuan dan pengukuran awal

             Liabilitas keuangan diklasifikasikan pada pengakuan awal, sebagai liabilitas keuangan yang
             diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, pinjaman, dan hutang atau sebagai derivatif yang
             ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, jika sesuai.

             Semua liabilitas keuangan pada awalnya diakui pada nilai wajar, dan untuk pinjaman sebesar
             pinjaman yang diterima setelah dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara
             langsung.

             Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangannya sebagai (a) liabilitas keuangan diukur pada nilai
             wajar melalui laba rugi atau (b) liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

             Liabilitas keuangan Grup terdiri dari utang usaha, utang lain-lain, beban yang masih harus dibayar,
             deposit pada pelanggan, pinjaman, dan liabilitas sewa. Pinjaman termasuk utang bank jangka
             pendek, pinjaman penerusan, obligasi dan surat utang jangka menengah, utang bank jangka
             panjang dan pinjaman lainnya.

             Pengukuran setelah pengakuan awal

             Pengukuran liabilitas keuangan bergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

             (a) Liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

                 Liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah liabilitas
                 keuangan yang diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang pada saat awal ditetapkan
                 untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai
                 liabilitas keuangan yang diperdagangkan jika perolehannya ditujukan untuk dijual atau dibeli
                 kembali dalam waktu dekat. Kategori ini mencakup juga derivatif yang tidak ditetapkan
                 sebagai instrumen lindung nilai. Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan
                 sebagai diperdagangkan kecuali derivatif sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan
                 efektif. Keuntungan dan kerugian yang timbul diakui dalam laporan laba rugi.

                 Penentuan liabilitas keuangan untuk dapat ditetapkan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
                 ditentukan pada saat pengakuan awal, dan hanya jika kriteria-kriteria yang terdapat dalam
                 PSAK 109 terpenuhi. Grup tidak menetapkan liabilitas keuangan untuk diukur pada nilai wajar
                 melalui laba rugi.
                                                     34
Page 38
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     q. Instrumen keuangan (lanjutan)

        ii.   Liabilitas keuangan (lanjutan)

              Pengukuran setelah pengakuan awal (lanjutan)

              (b) Liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi

                  Kategori ini merupakan yang paling relevan bagi Grup. Setelah pengakuan awal, pinjaman
                  diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif.
                  Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi hingga liabilitas dihentikan pengakuannya
                  melalui proses amortisasi metode suku bunga efektif. Biaya perolehan diamortisasi dihitung
                  dengan mempertimbangkan setiap diskon atau premi pada perolehan awal dan biaya yang
                  merupakan bagian integral dari metode suku bunga efektif. Amortisasi metode suku bunga
                  efektif diakui sebagai biaya pendanaan pada laporan laba rugi. Kategori ini secara umum
                  berlaku untuk pinjaman. Informasi lebih lanjut dapat mengacu ke Catatan 19.

       iii.   Saling hapus instrumen keuangan

              Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan jumlah netonya dilaporkan pada laporan
              posisi keuangan konsolidasian ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan
              saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk merealisasikan aset
              dan menyelesaikan liabilitas secara simultan. Hak saling hapus harus tidak kontinjen atas
              peristiwa di masa depan dan harus dapat dipaksakan secara hukum terhadap seluruh keadaan
              sebagai berikut:
              (a) situasi bisnis yang normal;
              (b) peristiwa default; dan
              (c) peristiwa kepailitan atau kebangkrutan dari Grup dan seluruh pihak lawan.

        iv. Penghentian pengakuan instrumen keuangan

              Grup menghentikan pengakuan aset keuangan saat hak kontraktual atas arus kas yang berasal
              dari aset keuangan tersebut berakhir, atau saat seluruh resiko dan manfaat dari aset keuangan
              tersebut ditransfer secara substansial kepada pihak lain.

              Grup menghentikan pengakuan liabilitas keuangan saat kewajiban kontraktual untuk membayar
              dilepaskan, dibatalkan atau berakhir.

     r. Modal saham yang diperoleh kembali

       Saham diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan nilai perolehannya sebagai “Modal Saham
       yang Diperoleh Kembali” dan disajikan sebagai pengurang modal saham. Harga pokok dari
       penjualan/pengalihan saham yang diperoleh kembali dicatat dengan menggunakan metode rata-rata
       tertimbang. Modal saham diperoleh kembali yang dialihkan dalam bentuk kepemilikan saham
       karyawan dicatat sebesar nilai wajarnya. Selisih antara nilai tercatat dan nilai yang diperoleh kembali
       dari penjualan kembali saham treasuri di masa mendatang, diakui sebagai bagian dari tambahan
       modal disetor dalam ekuitas.

     s. Dividen

       Pembagian dividen kepada para pemegang saham Perusahaan diakui sebagai liabilitas dalam
       laporan keuangan konsolidasian pada periode ketika dividen tersebut disetujui oleh para pemegang
       saham Perusahaan. Untuk dividen interim, Perusahaan mengakui sebagai liabilitas berdasarkan
       keputusan Rapat Direksi dengan persetujuan Rapat Dewan Komisaris.




                                                      35
Page 39
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     t. Laba per saham dan laba per ADS

        Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan
        kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar selama periode
        tersebut. Laba per ADS dihitung dengan mengalikan laba per saham dasar dengan 100, yaitu jumlah
        lembar saham per ADS.

        Perusahaan tidak memiliki instrumen keuangan yang berpotensi dilutif.

     u. Informasi segmen

        Informasi segmen Grup disajikan menurut segmen operasi yang telah diidentifikasi. Segmen operasi
        adalah suatu komponen dari entitas:
        i. yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban
             (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang
             sama);
        ii. hasil operasinya direviu secara reguler oleh Pengambil Keputusan Operasional (“PKO”) Grup,
             misalnya Dewan Direksi untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada
             segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
        iii. tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.

     v. Provisi

        Provisi diakui ketika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif)
        sebagai akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinan penyelesaian kewajiban tersebut
        mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang
        andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.

        Provisi untuk kontrak yang merugi diakui ketika kontrak tersebut menjadi merugi sebesar mana yang
        lebih rendah antara biaya neto memenuhi kontrak dengan denda atau kompensasi yang dibayar jika
        tidak memenuhi kontrak.

     w. Penurunan nilai aset non-keuangan

        Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset
        non-keuangan mengalami penurunan nilai aset. Aset tersebut meliputi atas aset tetap, aset lancar,
        dan aset tidak lancar lainnya, termasuk aset takberwujud. Jika terdapat indikasi tersebut, maka jumlah
        terpulihkan diestimasi untuk aset individual. Jika tidak memungkinkan untuk mengestimasi jumlah
        terpulihkan aset individual, maka Grup menentukan jumlah terpulihkan dari Unit Penghasil Kas
        (“UPK”) yang mana aset tercakup (“aset UPK”).

        Jumlah terpulihkan dari suatu aset (baik aset individual maupun UPK) adalah jumlah yang lebih tinggi
        antara nilai wajarnya dikurangi biaya pelepasan dengan nilai pakainya. Jika nilai tercatat aset lebih
        besar daripada jumlah terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami penurunan nilai dan
        nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Dalam menghitung nilai pakai,
        estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto
        sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas
        aset.

        Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar
        terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Grup menggunakan model penilaian yang
        sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian
        berganda atau indikator nilai wajar lain yang tersedia.

        Rugi penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan dibebankan pada operasi berjalan dan disajikan
        sebagai bagian dari laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.



                                                     36
Page 40
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

  w.   Penurunan nilai aset non-keuangan (lanjutan)

       Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan
       nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya, untuk aset selain goodwill, mungkin tidak ada lagi
       atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka jumlah terpulihkan aset
       tersebut diestimasi. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya, untuk aset
       selain goodwill, dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk
       menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Pembalikan
       tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah
       tercatat yang telah ditentukan, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai
       yang telah diakui untuk aset tersebut pada periode sebelumnya. Pemulihan rugi penurunan nilai diakui
       dalam laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

       Penurunan nilai goodwill diuji setiap tahun dan ketika terdapat keadaan yang mengindikasikan adanya
       penurunan nilai. Penurunan nilai untuk goodwill ditentukan dengan menilai jumlah terpulihkan dari
       UPK (atau kelompok UPK) yang mana goodwill tercakup. Jika nilai terpulihkan dari UPK lebih rendah
       dari nilai tercatatnya, maka rugi penurunan nilai diakui. Rugi penurunan nilai atas goodwill tidak dapat
       dipulihkan pada periode mendatang.

  x.   Klasifikasi lancar dan tidak lancar

       Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan
       klasifikasi lancar/ tidak lancar. Suatu aset disajikan sebagai lancar bila:
       i. akan direalisasi, dijual, atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal;
       ii. untuk diperdagangkan; atau
       iii. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan; atau
       iv. kas atau setara kas kecuali yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi
            suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaporan.

       Aset yang tidak memenuhi kriteria di atas, diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.

       Suatu liabilitas disajikan sebagai lancar bila:
       i. akan dilunasi dalam siklus operasi normal;
       ii. untuk diperdagangkan;
       iii. akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan; atau
       iv. tidak ada hak pada akhir periode pelaporan untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling
            tidak 12 bulan setelah tanggal pelaporan.

       Persyaratan liabilitas yang dapat mengakibatkan diselesaikannya liabilitas tersebut dengan
       menerbitkan instrumen ekuitas sesuai dengan pilihan pihak lawan, tidak berdampak terhadap
       klasifikasi liabilitas tersebut.

       Liabilitas yang tidak memenuhi kriteria di atas, diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang.

       Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset dan liabilitas tidak lancar.

  y.   Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan

       Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mengharuskan manajemen untuk membuat
       keputusan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah pendapatan, beban, aset dan liabilitas
       yang dilaporkan, dan pengungkapan yang menyertainya, dan pengungkapan liabilitas kontinjensi,
       pada akhir periode pelaporan.

       Ketidakpastian tentang asumsi dan perkiraan ini dapat menghasilkan hasil yang memerlukan
       penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas yang terpengaruh pada periode
       mendatang.



                                                      37
Page 41
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     y.   Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)

          i. Pertimbangan

             Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
             Grup yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
             konsolidasian:

             Pajak penghasilan

             Ketidakpastian atas interpretasi dari peraturan pajak yang kompleks, perubahan peraturan pajak
             dan jumlah dan timbulnya penghasilan kena pajak di masa depan, dapat menyebabkan
             penyesuaian di masa depan atas penghasilan dan beban pajak yang telah dicatat. Pertimbangan
             juga dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi
             dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan
             usaha normal.

             Grup mengakui liabilitas untuk area pemeriksaan pajak yang diantisipasi berdasarkan estimasi
             apakah tambahan pajak akan terutang. Jika hasil akhir pajak berbeda dengan jumlah yang sudah
             dicatat, selisihnya akan mempengaruhi aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan pada periode
             ditentukannya hasil pajak tersebut.

          ii. Estimasi dan asumsi

             Estimasi dan asumsi terus dievaluasi dan didasarkan kepada pengalaman historis dan faktor-
             faktor lain, termasuk ekspektasi peristiwa masa depan yang diyakini wajar berdasarkan kondisi
             yang ada.

             Grup membuat estimasi dan asumsi mengenai masa depan. Estimasi akuntansi yang dihasilkan,
             menurut definisi, jarang yang sama dengan hasil aktualnya. Estimasi dan asumsi pada saat
             tanggal pelaporan yang secara signifikan berisiko menyebabkan penyesuaian material terhadap
             jumlah tercatat aset dan liabilitas selama satu tahun laporan keuangan ke depan dipaparkan di
             bawah ini.

             (a) Imbalan pasca kerja

                Nilai kini kewajiban imbalan pasca kerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan
                dengan dasar aktuaria berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk
                menentukan biaya (penghasilan) pensiun neto mencakup tingkat diskonto dan tingkat
                pengembalian investasi. Perubahan asumsi ini akan mempengaruhi jumlah tercatat liabilitas
                imbalan pasca kerja.

                Grup menentukan tingkat diskonto yang sesuai pada akhir periode pelaporan. Tingkat
                diskonto tersebut adalah tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk menentukan nilai
                kini dari estimasi arus kas keluar masa depan yang diharapkan untuk menyelesaikan
                kewajiban. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Grup mempertimbangkan
                tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang imbalan
                yang akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu liabilitas
                yang terkait.

                Jika terdapat peningkatan peringkat seperti pada obligasi pemerintah atau penurunan tingkat
                bunga sebagai hasil dari peningkatan kondisi ekonomi, maka akan terdapat dampak material
                terhadap tingkat diskonto yang digunakan dalam menentukan kewajiban pasca kerja.

                Asumsi kunci kewajiban imbalan pasca kerja lainnya sebagian ditentukan berdasarkan
                kondisi pasar saat ini. Informasi tambahan diungkapkan pada Catatan 30 dan 31.



                                                    38
Page 42
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     y.   Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)

          ii. Estimasi dan asumsi (lanjutan)

             (b) Umur manfaat aset tetap

                Grup mengestimasi umur manfaat aset tetap berdasarkan ekspektasi penggunaan aset oleh
                Grup dengan mempertimbangkan rencana strategi usaha, perkembangan teknologi di masa
                depan, dan perilaku pasar. Estimasi umur manfaat aset tetap adalah berdasarkan pada
                penelaahan Grup secara kolektif terhadap praktik industri, evaluasi teknis internal, dan
                pengalaman untuk aset yang sejenis.

                Grup melakukan reviu atas estimasi umur manfaat sekurang-kurangnya setiap akhir periode
                pelaporan dan diperbarui jika ekspektasi berbeda dengan estimasi sebelumnya, yang
                dikarenakan adanya perubahan ekspektasi daya pakai aset akibat pemakaian dan kerusakan
                fisik, keusangan secara teknis atau komersial dan hukum atau pembatasan lain atas
                penggunaan aset. Jumlah beban tercatat setiap tahun akan terpengaruh oleh perubahan atas
                faktor-faktor dan situasi tersebut. Perubahan estimasi umur manfaat aset tetap merupakan
                perubahan estimasi akuntansi dan diakui secara prospektif dalam laporan laba rugi pada
                periode perubahan dan periode mendatang.

             (c) Menentukan jangka waktu kontrak dengan opsi perpanjangan dan penghentian - Grup
                 sebagai lessee

                Grup menentukan jangka waktu sewa sebagai jangka waktu sewa yang tidak dapat
                dibatalkan, bersama dengan periode yang dicakup oleh opsi untuk memperpanjang masa
                sewa jika cukup pasti akan dilaksanakan, atau periode yang dicakup oleh opsi untuk
                menghentikan masa sewa, jika cukup pasti untuk tidak dilakukan.

                Grup memiliki beberapa kontrak sewa yang mencakup opsi perpanjangan dan penghentian.
                Grup menerapkan pertimbangan dalam mengevaluasi apakah akan menggunakan opsi
                untuk memperbarui atau menghentikan sewa, mempertimbangkan semua faktor relevan
                yang menciptakan insentif ekonomi untuk melakukan perpanjangan atau penghentian.
                Setelah tanggal dimulainya sewa, Grup menilai kembali masa sewa jika ada peristiwa atau
                perubahan signifikan dalam kendali yang mempengaruhi kemampuan untuk melakukan atau
                tidak opsi perpanjangan atau penghentian.

             (d) Penyisihan kerugian kredit ekspektasian untuk aset keuangan

                Untuk piutang usaha dan aset kontrak, Grup menerapkan panduan praktis dalam menghitung
                kerugian kredit ekspektasian. Oleh karena itu, Grup tidak mengidentifikasi perubahan dalam
                risiko kredit, melainkan mengukur penyisihan kerugian berdasarkan kerugian kredit
                ekspektasian sepanjang kepemilikan aset pada tanggal pelaporan. Grup telah membentuk
                metodologi terkait penyisihan kerugian kredit ekspektasian yang didasarkan pada data
                historis kerugian kredit, disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa depan (forward-
                looking) khusus terkait pelanggan dan lingkungan ekonomi.

                Untuk deposito berjangka dan instrumen utang, risiko kredit nilai wajar melalui pendapatan
                komprehensif lainnya, Grup menerapkan metode yang disederhanakan. Pada setiap tanggal
                pelaporan, Grup mengevaluasi apakah instrumen utang dianggap memiliki risiko kredit
                rendah dengan menggunakan semua informasi yang tersedia tanpa biaya atau upaya yang
                berlebihan. Dalam melakukan evaluasi tersebut, Grup menilai kembali peringkat kredit
                internal dari instrumen utang. Selain itu, Grup mempertimbangkan bahwa telah terjadi
                peningkatan risiko kredit yang signifikan ketika pembayaran kontrak lebih dari 30 hari
                tunggakan.




                                                   39
Page 43
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     y.   Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)

          ii. Estimasi dan asumsi (lanjutan)

            (d)   Penyisihan kerugian kredit ekpektasian untuk aset keuangan (lanjutan)

                  Grup mengevaluasi apakah terdapat bukti obyektif bahwa piutang lain-lain dan aset
                  keuangan mengalami penurunan nilai pada setiap akhir periode pelaporan. Penyisihan
                  kerugian kredit ekspektasian atas nilai piutang dihitung berdasarkan kondisi terkini dan
                  tingkat ketertagihan historis piutang usaha, dan disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan
                  masa depan (forward-looking). Penyisihan ini disesuaikan secara berkala untuk
                  mencerminkan hasil aktual dan taksiran.

                  Grup telah mengkaji ulang model yang digunakan untuk menghitung kerugian kredit
                  ekspektasian berdasarkan informasi terkini yang wajar dan terdukung untuk lebih
                  mencerminkan perubahan kondisi saat ini. Metode dan pendekatan akan terus dimonitor
                  dan diperbaharui jika terdapat tambahan informasi yang wajar, terdukung, dan tersedia;
                  termasuk informasi yang bersifat perkiraan masa depan (forward-looking) dan masukan
                  lainnya.

             (e) Pendapatan

                  (i)    Pertimbangan penting dalam menentukan kewajiban pelaksanaan, waktu pengakuan
                         pendapatan dan klasifikasi pendapatan

                         Grup menyediakan jasa teknologi informatika dengan spesifikasi sesuai pesanan
                         pelanggan. Produk sesuai pesanan pelanggan terdiri dari berbagai barang dan/atau
                         jasa yang dijual dalam satu rangkaian tidak terpisah untuk memberikan layanan solusi
                         terintegrasi kepada pelanggan. Selain produk sesuai pesanan pelanggan, Grup juga
                         menyediakan beberapa produk standar sebagai bagian dari solusi terintegrasi dalam
                         kontrak dengan pelanggan. Diperlukan pertimbangan yang signifikan dalam
                         menentukan jumlah dan sifat kewajiban pelaksanaan yang dijanjikan kepada pelanggan
                         dalam kontrak tersebut. Jumlah dan sifat kewajiban pelaksanaan akan menentukan
                         waktu pengakuan pendapatan untuk kontrak tersebut.

                         Grup menelaah penentuan kewajiban pelaksanaan berdasarkan kontrak per kontrak.
                         Ketika suatu kontrak yang terdiri dari beberapa barang dan/atau jasa dinilai memiliki
                         satu kewajiban pelaksanaan, Grup menerapkan metode tunggal untuk mengukur
                         tingkat penyelesaian kewajiban pelaksanaan berdasarkan metode pengukuran yang
                         paling menggambarkan ekonomi kontrak, yang dalam banyak kasus adalah
                         berdasarkan waktu.

                         Grup juga menyajikan klasifikasi pendapatan dengan menggunakan pendekatan yang
                         konsisten. Ketika suatu kontrak yang terdiri dari beberapa barang dan/atau jasa dicatat
                         sebagai kewajiban pelaksanaan tersendiri, Grup menyajikan kewajiban pelaksanaan
                         dalam komponen laporan keuangan yang paling mewakili layanan utama Grup, yaitu
                         internet, data, dan jasa teknologi informatika.

                  (ii)   Pertimbangan penting dalam menentukan harga jual yang berdiri sendiri

                         Grup menyediakan beragam produk yang berkaitan dengan telekomunikasi dan
                         teknologi. Untuk menentukan harga jual yang berdiri sendiri untuk barang dan/atau jasa
                         yang tidak dapat diamati, Grup menggunakan pendekatan margin biaya ditambah biaya
                         yang diharapkan. Grup menentukan margin yang sesuai berdasarkan data historis.




                                                       40
Page 44
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     y.   Pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan (lanjutan)

          ii. Estimasi dan asumsi (lanjutan)

             (f)   Uji penurunan nilai aset tidak lancar dan goodwill

                   Penerapan metode akuisisi dalam suatu kombinasi bisnis mensyaratkan penggunaan
                   estimasi akuntansi secara ekstensif dalam mengalokasikan harga beli kepada nilai pasar
                   wajar aset dan liabilitas yang diakuisisi, termasuk aset takberwujud. Akuisisi bisnis tertentu
                   oleh Grup menimbulkan goodwill, yang tidak diamortisasi namun diuji bagi penurunan nilai
                   setiap tahunnya dan setiap terdapat indikasi penurunan nilai.

                   Perhitungan arus kas masa depan dalam menentukan nilai wajar aset tetap dan aset tidak
                   lancar lainnya dari entitas yang diakuisisi pada tanggal akuisisi melibatkan estimasi yang
                   signifikan. Walaupun manajemen berkeyakinan bahwa asumsi yang digunakan adalah tepat
                   dan memiliki dasar yang kuat, perubahan signifikan pada asumsi tersebut dapat
                   mempengaruhi secara material evaluasi atas nilai terpulihkan dan dapat menimbulkan
                   penurunan nilai sesuai PSAK 236: Penurunan Nilai Aset.

             (g) Pengukuran nilai wajar instrumen keuangan

                   Ketika nilai wajar atas aset keuangan dan liabilitas keuangan yang tercatat pada laporan
                   posisi keuangan tidak dapat diukur pada harga kuotasian di pasar aktif, nilai wajar diukur
                   menggunakan teknik penilaian termasuk model arus kas diskonto. Input atas model ini
                   diambil dari pasar yang dapat diobservasi apabila memungkinkan, namun apabila tidak
                   tersedia, sejumlah pertimbangan diperlukan dalam menetapkan nilai wajar. Pertimbangan
                   mencakup input seperti risiko likuiditas, risiko kredit dan volatilitas. Perubahan asumsi yang
                   berkaitan dengan faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi nilai wajar instrumen
                   keuangan yang dilaporkan.

              (h) Akuisisi

                   Grup mengevaluasi setiap transaksi akuisisi untuk menentukan akan diperlakukan sebagai
                   akuisisi aset atau kombinasi bisnis. Untuk transaksi yang diperlakukan sebagai akuisisi aset,
                   harga pembelian dialokasikan untuk aset yang diperoleh, tanpa pengakuan goodwill. Untuk
                   akuisisi yang memenuhi definisi kombinasi bisnis, Grup menerapkan metode akuntansi
                   untuk kombinasi bisnis atas aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih dicatat pada
                   nilai wajar pada tanggal akuisisi, dan hasil operasi disertakan dengan hasil Grup dari tanggal
                   akuisisi masing-masing.

                   Setiap kelebihan dari harga pembelian dibayar atas jumlah yang diakui untuk aset yang
                   diperoleh dan liabilitas diambil alih dicatat sebagai goodwill. Grup terus mengevaluasi
                   akuisisi yang diperhitungkan sebagai kombinasi bisnis untuk jangka waktu tidak melebihi
                   satu tahun setelah tanggal akuisisi yang berlaku dari setiap transaksi untuk menentukan
                   apakah penyesuaian tambahan diperlukan untuk alokasi harga pembelian yang dibayarkan
                   untuk aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Nilai wajar dari aset yang diperoleh
                   dan liabilitas yang diambil alih biasanya ditentukan dengan menggunakan salah satu
                   perkiraan biaya penggantian atau metode penilaian arus kas diskonto. Ketika menentukan
                   nilai wajar dari aset berwujud yang diperoleh, Grup memperkirakan biaya untuk mengganti
                   aset dengan aset baru dengan mempertimbangkan faktor seperti umur, kondisi, dan masa
                   manfaat ekonomi dari aset. Ketika menentukan nilai wajar dari aset tidak berwujud yang
                   diperoleh, Grup memperkirakan tingkat diskonto yang berlaku dan waktu dan jumlah arus
                   kas masa depan, termasuk tingkat dan persyaratan atas perpanjangan dan pengurangan.




                                                        41
Page 45
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. KAS DAN SETARA KAS

                                                                        31 Maret 2024             31 Desember 2023
                                                                            Saldo                       Saldo
                                                                    Mata uang                  Mata uang
                                                           Mata        asing        Setara        asing         Setara
                                                           uang   (dalam jutaan)    Rupiah   (dalam jutaan)     Rupiah
   Kas                                                                          -       39                -          14
   Bank
    Pihak berelasi
      PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (“Bank Mandiri”)       Rp                -     3.512                -        3.346
                                                           US$               50       793               37          572
                                                           EUR                2        38                2           38
                                                           JPY                6         1                6            1
                                                           HKD                2         4                1            3
                                                           AU$                0         0                0            0
      PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (“BRI”)       Rp                -       595                -        1.471
                                                           US$              131     2.077                0            6
                                                           TWD                1         0                1            0
      PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (“BNI”)       Rp                -     2.409                -        4.228
                                                           US$                5        80                4           64
                                                           SGD                0         0                0            0
                                                           EUR                0         0                0            0
      PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. ("BTN")        Rp                -     2.312                -        2.597
      Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)       Rp                -        53                -           59
                                                           US$                0         0                0            0
    Sub-jumlah                                                                     11.874                        12.385

    Pihak ketiga
     Standard Chartered Bank (“SCB”)                       US$              106      1.682              14         215
                                                           SGD                6         71               6          74
      The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd.
        ("HSBC Hongkong")                                  US$               54        863              43          661
                                                           HKD                4          8               5            9
      PT Bank CIMB Niaga Tbk. (”Bank CIMB Niaga”)           Rp                -        302               -          265
                                                           US$                1         17               0            2
      DBS Bank (Hong Kong) Ltd. ("DBS Hong Kong")          US$               16        255               9          138
                                                           HKD                0          0               0            0
      PT Bank Central Asia Tbk. (“BCA”)                     Rp                -        159               -          144
                                                           US$                0          3               0            3
      PT Bank UOB Indonesia (Bank UOB)                      Rp                -          3               -           23
                                                           US$                7        108               1           16
                                                           MMK              317          2             353            3
                                                           MYR                1          5               4           13
                                                           SGD                2         18               3           36
      Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)       Rp                -        225               -          342
                                                           US$               12        192              17          262
                                                           TWD               35         17              41           21
                                                           MYR                2          1               1            2
                                                           AU$                0          4               0            5
                                                           EUR                0          2               -            -
    Sub-jumlah                                                                       3.937                        2.234

   Jumlah bank                                                                     15.811                        14.619

   Deposito berjangka
    Pihak berelasi
     BRI                                                   Rp                 -      1.973               -        1.550
                                                           US$               31        496              22          340
      BNI                                                  Rp                 -      1.356               -        1.266
                                                           US$               25        389              23          353
      BTN                                                  Rp                 -      1.545               -        1.065
      PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (“BSI”)               Rp                 -        908               0        1.160
      Bank Mandiri                                         Rp                 -         18               -          513
                                                           US$               16        252              25          392
    Sub-jumlah                                                                       6.937                        6.639




                                                           42
Page 46
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.   KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)

                                                                         31 Maret 2024               31 Desember 2023
                                                                             Saldo                         Saldo
                                                                    Mata uang                    Mata uang
                                                           Mata        asing         Setara         asing         Setara
                                                           uang   (dalam jutaan)    Rupiah     (dalam jutaan)     Rupiah
     Deposito berjangka (lanjutan)
      Pihak ketiga
       PT Bank Mega Tbk. (“Bank Mega”)                     Rp                 -       1.575               -         1.433
                                                           US$               20         323              20           312
        Bank Pembangunan Daerah ("BPD")                    Rp                 -       1.558               -         1.569
        Bank CIMB Niaga                                    Rp                 -         814               -           928
                                                           US$                4          71               5            70
        PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan
          Banten Tbk. (“BJB”)                              Rp                 -         801               -         1.419
        PT Bank Maybank Indonesia Tbk. ("Maybank")         Rp                 -         374               -           658
                                                           US$               20         319              23           358
        PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (“Bank Danamon”)    Rp                 -         301               -           491
                                                           US$               18         282               9           137
        PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk.
          ("BTPN Syariah")                                  Rp                -         135               -           137
        Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)     Rp                -          15               -            60
                                                           US$               10         160              10           156
                                                           MYR                2           7               2             8
      Sub-jumlah                                                                      6.735                         7.736

     Jumlah deposito berjangka                                                       13.672                        14.375
     Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                             (1)                           (1)
     Jumlah                                                                          29.521                        29.007


     Tingkat bunga deposito berjangka per tahun adalah sebagai berikut:

                                                                        31 Maret 2024             31 Desember 2023
     Rupiah                                                             2,20% - 7,25%               1,95% - 7,25%
     Mata uang asing                                                    2,50% - 5,50%               2,50% - 5,50%


     Grup menempatkan sebagian besar kas dan setara kasnya di bank milik negara (pihak berelasi) karena
     mereka memiliki jaringan cabang yang luas di Indonesia dan dipertimbangkan sebagai bank yang sehat
     secara finansial.




                                                           43
Page 47
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA

                                                                             31 Maret 2024                 31 Desember 2023
                                                                                 Saldo                           Saldo
                                                                       Mata uang                        Mata uang
                                                                           asing         Setara             asing       Setara
                                                          Mata uang   (dalam jutaan)     Rupiah        (dalam jutaan)   Rupiah
     Deposito berjangka
      Pihak berelasi
       BRI                                                  Rp                    -           325                 -         255
       BNI                                                  Rp                    -           159                 -         160
       Bank Mandiri                                         Rp                    -            95                 -          95
                                                            US$                   5            79                 5          77
       BSI                                                  Rp                    -           138                 -         118
       Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)      Rp                    -            40                 -          10
      Pihak ketiga
       United Overseas Bank Limited Singapore
        (“UOB Singapore”)                                   US$                  12           191                12         186
      Standard Chartered Bank (Singapore) Limited
        (“SCB Singapore”)                                   US$                   7           103                 7          100
       Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)      Rp                    -             -                 -           85
                                                            US$                   2            33                 2           32
     Jumlah deposito berjangka                                                              1.163                          1.118

     Rekening penampungan                                   Rp                    -           205                 -         214
                                                            US$                   1            10                 2          24
     Jumlah rekening penampungan                                                              215                           238

     Reksa dana
       Pihak berelasi
        Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)      Rp                    -              85              -          85
       Pihak ketiga
        PT Henan Putihrai Asset Management
         (“HPAM”)                                            Rp                    -               -              -         217
     Jumlah reksa dana                                                                            85                        302

     Lainnya (masing-masing di bawah Rp100 miliar)           Rp                   -                -              -              3
                                                            MYR                   0                0              0              0
     Jumlah lainnya                                                                                0                             3

     Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                                    (0)                           (0)
     Jumlah                                                                                  1.463                         1.661


     Seluruh deposito berjangka di atas memiliki tanggal jatuh tempo lebih dari tiga bulan tetapi tidak lebih
     dari satu tahun, dengan tingkat bunga per tahun sebagai berikut:

                                                                            31 Maret 2024                31 Desember 2023
     Rupiah                                                                 4,00% - 6,50%                  2,75% - 6,75%
     Mata uang asing                                                        2,30% - 5,85%                  2,30% - 5,85%
5.




                                                               44
Page 48
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5.   PIUTANG USAHA

     Piutang usaha berhubungan dengan jasa yang diberikan kepada pelanggan retail dan non-retail, dengan
     rincian sebagai berikut:

     a. Berdasarkan pelanggan

        (i)    Pihak berelasi
                                                                                  31 Maret 2024             31 Desember 2023
               Badan Usaha Milik Negara ("BUMN")                                             2.109                      1.914
               PT Indonusa Telemedia ("Indonusa")                                              386                        386
               Indosat                                                                         415                        303
               Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                                 632                        443
               Jumlah                                                                        3.542                      3.046
               Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                      (1.206)                    (1.128)
               Jumlah bersih                                                                 2.336                      1.918

         (ii) Pihak ketiga
                                                                                   31 Maret 2024            31 Desember 2023
               Pelanggan individual dan bisnis                                              14.552                    13.586
               Penyelenggara jasa telekomunikasi luar negeri                                  1.678                     1.541
               Jumlah                                                                       16.230                    15.127
               Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                       (6.746)                   (6.378)
               Jumlah bersih                                                                  9.484                     8.749

     b. Berdasarkan umur

                                                                31 Maret 2024                           31 Desember 2023
                                                                 Penyisihan       Tingkat                Penyisihan       Tingkat
                                                  Sebelum      kerugian kredit kerugian kredit Sebelum kerugian kredit kerugian kredit
                                                 penyisihan     ekspektasian    ekspektasian penyisihan ekspektasian    ekspektasian
         Belum jatuh tempo                             6.685              695          10,4%      7.020          386             5,5%
         Jatuh tempo sampai dengan 3 bulan             4.062              370           9,1%      2.758          369            13,4%
         Jatuh tempo lebih dari 3 bulan sampai
           dengan 6 bulan                             1.295               181         14,0%       1.215            313          25,8%
         Jatuh tempo lebih dari 6 bulan               7.730             6.706         86,8%       7.180          6.438          89,7%
         Jumlah                                      19.772             7.952                    18.173          7.506


         Grup telah membentuk penyisihan kerugian kredit ekspektasian berdasarkan tingkat penurunan nilai
         historis secara kolektif dan historis kredit para pelanggan secara individual, disesuaikan dengan
         faktor-faktor perkiraan masa depan (forward-looking) khusus terkait pelanggan dan lingkungan
         ekonomi. Grup tidak membedakan piutang usaha pihak berelasi dan piutang usaha pihak ketiga
         dalam menilai jumlah yang jatuh tempo. Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, nilai
         tercatat piutang usaha Grup yang telah jatuh tempo tetapi tidak diturunkan nilainya masing-masing
         sebesar Rp5.830 miliar dan Rp4.033 miliar. Manajemen berpendapat bahwa piutang usaha yang
         telah jatuh tempo tetapi tidak diturunkan nilainya, termasuk piutang usaha yang belum jatuh tempo
         dan juga tidak diturunkan nilainya, adalah terutang dari para pelanggan dengan historis tingkat
         ketertagihan yang baik dan diharapkan dapat terpulihkan.

     c. Berdasarkan mata uang

                                                                                   31 Maret 2024            31 Desember 2023
         Rupiah                                                                              17.428                   15.646
         Dolar A.S.                                                                           2.134                     2.360
         Dolar Singapura                                                                        162                       143
         Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                                         48                        24
         Jumlah                                                                              19.772                   18.173
         Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                             (7.952)                   (7.506)
         Jumlah bersih                                                                       11.820                   10.667



                                                                   45
Page 49
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5.   PIUTANG USAHA (lanjutan)

     d. Mutasi penyisihan kerugian kredit ekspektasian

                                                                       31 Maret 2024        31 Desember 2023
        Saldo awal                                                                 7.506               7.568
        Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                      446                 513
        Penghapusbukuan piutang                                                        -                (575)
        Saldo akhir                                                                7.952               7.506

        Penghapusbukuan piutang merupakan penghapusbukuan piutang usaha pihak berelasi dan pihak
        ketiga. Manajemen berpendapat bahwa saldo penyisihan kerugian kredit ekspektasian atas piutang
        usaha sudah cukup untuk menutup kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.

        Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, piutang usaha tertentu atas entitas anak masing-
        masing sebesar Rp1.061 miliar dan Rp1.248 miliar telah dijaminkan dalam beberapa perjanjian
        pinjaman (Catatan 18a dan 19c).

6. ASET KONTRAK

     Rincian dari aset kontrak adalah sebagai berikut:

                                                                31 Maret 2024              31 Desember 2023
     Aset kontrak                                                           3.021                       2.877
     Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                 (143)                       (147)
     Jumlah bersih                                                          2.878                       2.730
     Lancar                                                                (2.848)                     (2.704)
     Tidak Lancar                                                              30                          26

     Manajemen berpendapat bahwa saldo penyisihan kerugian kredit ekspektasian atas aset kontrak sudah
     cukup untuk menutup kerugian atas tidak tertagihnya aset kontrak.

     Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

7.   PERSEDIAAN

     Persediaan diakui sebesar nilai realisasi bersih, terdiri atas:

                                                                31 Maret 2024              31 Desember 2023
     Kartu SIM dan voucer prabayar                                               835                      791
     Komponen                                                                    123                       29
     Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                             164                      231
     Jumlah                                                                    1.122                    1.051
     Provisi atas persediaan usang                                               (53)                     (54)
     Jumlah bersih                                                             1.069                      997

     Manajemen berpendapat saldo provisi atas persediaan usang cukup untuk menutup kerugian akibat dari
     penurunan nilai persediaan karena usang.

     Persediaan yang diakui sebagai beban termasuk dalam beban usaha operasi, pemeliharaan, dan
     jasa telekomunikasi pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp146 miliar dan
     Rp178 miliar (Catatan 25).

     Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, tidak ada persediaan yang dijaminkan dalam
     perjanjian pinjaman.




                                                        46
Page 50
                              PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                  PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
 Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
              (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7.   PERSEDIAAN (lanjutan)

     Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, modul (bagian dari aset tetap) dan komponen
     dengan nilai buku masing-masing sebesar Rp93 miliar dan Rp96 miliar, yang dimiliki oleh Grup telah
     diasuransikan terhadap risiko kebakaran, pencurian, dan risiko lain. Total nilai pertanggungan pada
     tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing sebesar Rp94 miliar.

     Manajemen berkeyakinan nilai pertanggungan asuransi tersebut memadai untuk menutup kemungkinan
     kerugian atas persediaan yang muncul dari risiko yang ditanggung.

8.   ASET LANCAR LAINNYA

     Rincian dari aset lancar lainnya adalah sebagai berikut:

                                                                    31 Maret 2024     31 Desember 2023
     Izin penggunaan frekuensi
       dibayar di muka - bagian jangka pendek (Catatan 35c.i)                 5.355               6.173
     Uang muka                                                                1.658                 768
     Gaji dibayar di muka                                                       646                 276
     Piutang lain-lain                                                          263                 266
     Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                            736                 513
     Jumlah                                                                   8.658               7.996

9.   BIAYA KONTRAK

     Rincian dari biaya kontrak adalah sebagai berikut:

                                                                        31 Maret 2024
                                                      Biaya                Biaya
                                                    perolehan           pemenuhan            Jumlah
                                                     kontrak              kontrak
     Saldo, 1 Januari 2024                                1.641                   580             2.221
     Amortisasi selama periode berjalan                    (109)                    -              (109)
     Beban selama periode berjalan                                               (149)             (149)
     Penambahan selama periode berjalan                      127                  134               261
     Saldo, 31 Maret 2024                                  1.659                  565             2.224
     Lancar                                                 (384)                (475)             (859)
     Tidak lancar                                          1.275                   90             1.365

                                                                      31 Desember 2023
                                                      Biaya                Biaya
                                                    perolehan           pemenuhan
                                                     kontrak              kontrak           Jumlah
     Saldo, 1 Januari 2023                                1.554                    858           2.412
     Amortisasi selama periode berjalan                    (374)                       -           (374)
     Beban selama periode berjalan                              -                 (704)            (704)
     Penurunan nilai                                            -                 (184)            (184)
     Penambahan selama periode berjalan                     461                    610           1.071
     Saldo, 31 Desember 2023                              1.641                    580           2.221
     Lancar                                                (427)                  (226)            (653)
     Tidak lancar                                         1.214                    354           1.568




                                                     47
Page 51
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10.   INVESTASI JANGKA PANJANG

      Rincian dari investasi jangka panjang adalah sebagai berikut:

                                                                    31 Maret 2024         31 Desember 2023
      Instrumen keuangan
        Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi:
         Ekuitas                                                                7.151                    7.537
         Obligasi konversi                                                        491                      491
        Diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
         komprehensif lain:
         Ekuitas                                                                   25                       25
                                                                                7.667                    8.053
      Entitas asosiasi
       PT Jalin Pembayaran Nusantara ("Jalin")                                    105                      105
       Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                              2                        4
                                                                                  107                      109
      Jumlah investasi jangka panjang                                           7.774                    8.162


      Investasi pada ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi merupakan investasi jangka panjang
      dalam bentuk saham pada berbagai perusahaan start-up yang bergerak di bidang informasi dan
      teknologi. Grup tidak memiliki pengaruh signifikan dalam perusahaan start-up tersebut.

      Investasi pada ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk investasi pada:
      (i) Investasi Telkomsel pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (“GOTO”). Per tanggal 31 Maret 2024,
           Telkomsel menilai nilai wajar investasi di GOTO dengan menggunakan nilai pasar saham GOTO
           sebesar Rp69 per saham. Jumlah rugi yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar investasi
           Telkomsel pada GOTO pada tanggal 31 Maret 2024 adalah sebesar Rp403 miliar dan disajikan
           sebagai rugi yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar atas investasi dalam laporan laba rugi
           konsolidasian.
      (ii) Investasi MDI pada berbagai perusahaan start-up yang bergerak di bidang informasi dan teknologi.
           Tidak ada penambahan investasi MDI pada periode berjalan.

      Investasi pada obligasi konversi yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi merupakan investasi jangka
      panjang yang dimiliki oleh Telkomsel dan MDI dalam bentuk obligasi konversi pada berbagai perusahaan
      start-up yang bergerak di bidang informasi dan teknologi, yang akan langsung dikonversi menjadi saham
      ketika jatuh tempo.

      Bagian kumulatif rugi atas investasi pada entitas asosiasi yang tidak diakui hingga periode tiga bulan
      yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar Rp333 miliar dan
      Rp360 miliar.




                                                       48
Page 52
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP

   Rincian aset tetap adalah sebagai berikut:
                                                31 Desember                                   Reklasifikasi/   31 Maret
                                                    2023          Penambahan   Pengurangan     Translasi         2024
   Harga perolehan:
   Aset tetap pemilikan langsung
     Tanah                                                1.955            -             -                2         1.957
     Bangunan                                            19.596           17           (18)             618        20.213
     Renovasi bangunan sewa                               1.675            4            (1)             (11)        1.667
     Peralatan sentral telepon                           19.636           29          (412)              84        19.337
     Peralatan telegraf, teleks, dan
       komunikasi data                                  1.583              -             -                -         1.583
     Peralatan dan instalasi transmisi                180.664            275          (861)           1.763       181.841
     Satelit, stasiun bumi, dan peralatan              10.941             12            (1)               8        10.960
     Jaringan kabel                                    76.769            820            (1)            (789)       76.799
     Catu daya                                         24.348             37          (140)             201        24.446
     Peralatan pengolahan data                         21.893              -           (34)             357        22.216
     Peralatan telekomunikasi lainnya                  11.087             92             -              342        11.521
     Peralatan kantor                                   2.696              5            (1)             (81)        2.619
     Kendaraan                                            593              -           (12)               -           581
     Peralatan lainnya                                     53              -             -                -            53
     Aset dalam pembangunan                             6.240          3.811             -           (2.899)        7.152
   Jumlah                                             379.729          5.102        (1.481)            (405)      382.945


   Akumulasi penyusutan:
   Aset tetap pemilikan langsung
    Bangunan                                              6.818          153           (18)              25         6.978
    Renovasi bangunan sewa                                1.312           48            (1)              (7)        1.352
    Peralatan sentral telepon                            14.121          471          (412)              (9)       14.171
    Peralatan telegraf, teleks, dan
       komunikasi data                                  1.582              -             -                -         1.582
    Peralatan dan instalasi transmisi                 104.347          2.920          (859)              29       106.437
    Satelit, stasiun bumi, dan peralatan                6.726            170            (1)               2         6.897
    Jaringan kabel                                     20.393            834             -               10        21.237
    Catu daya                                          17.387            480          (137)              38        17.768
    Peralatan pengolahan data                          16.149            508           (35)            (110)       16.512
    Peralatan telekomunikasi lainnya                    7.700            388             -                -         8.088
    Peralatan kantor                                    2.136             68            (1)             (55)        2.148
    Kendaraan                                             256              9            (8)               -           257
    Peralatan lainnya                                      47              1             -                -            48
    Jumlah                                            198.974          6.050        (1.472)             (77)      203.475
   Nilai buku bersih                                  180.755                                                     179.470




                                                    49
Page 53
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11.   ASET TETAP (lanjutan)
      Rincian aset tetap adalah sebagai berikut (lanjutan):

                                                  31 Desember                                   Reklasifikasi/    31 Desember
                                                      2022        Penambahan    Pengurangan      Translasi            2023
      Harga perolehan:
      Aset tetap pemilikan langsung
       Tanah                                              1.838          110               -                7             1.955
       Bangunan                                          18.947          569             (34)             114            19.596
       Renovasi bangunan sewa                             1.571           28             (14)              90             1.675
       Peralatan sentral telepon                         20.083          582            (309)            (720)           19.636
       Peralatan telegraf, teleks, dan
         komunikasi data                                  1.583             -             -                 -             1.583
       Peralatan dan instalasi transmisi                171.106         5.839        (3.562)            7.281           180.664
       Satelit, stasiun bumi, dan peralatan              10.804           137             -                 -            10.941
       Jaringan kabel                                    74.695         5.762            (6)           (3.682)           76.769
       Catu daya                                         23.276           722          (768)            1.118            24.348
       Peralatan pengolahan data                         20.954           557          (218)              600            21.893
       Peralatan telekomunikasi lainnya                  10.402           468             -               217            11.087
       Peralatan kantor                                   2.625            96           (18)               (7)            2.696
       Kendaraan                                            605            48           (56)               (4)              593
       Peralatan lainnya                                     51             1             -                 1                53
       Aset dalam pembangunan                             4.598        18.049             -           (16.407)            6.240
       Jumlah                                           363.138        32.968        (4.985)          (11.392)          379.729

      Akumulasi penyusutan:
      Aset tetap pemilikan langsung
       Bangunan                                           6.228           649            (11)             (48)            6.818
       Renovasi bangunan sewa                             1.207           141             (6)             (30)            1.312
       Peralatan sentral telepon                         14.100         1.967           (309)          (1.637)           14.121
       Peralatan telegraf, teleks, dan
          komunikasi data                                 1.582             -             -                 -             1.582
       Peralatan dan instalasi transmisi                 97.335        12.171        (3.372)           (1.787)          104.347
       Satelit, stasiun bumi, dan peralatan               6.041           746             -               (61)            6.726
       Jaringan kabel                                    22.510         3.215            (6)           (5.326)           20.393
       Catu daya                                         16.890         1.861          (758)             (606)           17.387
       Peralatan pengolahan data                         15.490         2.093          (217)           (1.217)           16.149
       Peralatan telekomunikasi lainnya                   6.067         1.659             -               (26)            7.700
       Peralatan kantor                                   2.073           285           (18)             (204)            2.136
       Kendaraan                                            242            48           (31)               (3)              256
       Peralatan lainnya                                     44             3             -                 -                47
       Jumlah                                           189.809        24.838        (4.728)          (10.945)          198.974
      Nilai buku bersih                                 173.329                                                         180.755



      Kelompok aset tetap yang terdiri dari (1) peralatan sentral telepon; (2) peralatan telegraf, teleks, dan
      komunikasi data; (3) peralatan dan instalasi transmisi; (4) satelit, stasiun bumi, dan peralatan; (5)
      jaringan kabel; (6) catu daya; (7) peralatan pengolahan data; dan (8) peralatan telekomunikasi lainnya
      merupakan infrastruktur utama telekomunikasi Grup.

      a. Laba dari penjualan aset tetap
                                                                                 2024                            2023
          Hasil penjualan aset tetap                                                          10                           11
          Nilai buku bersih                                                                   (4)                           0
          Laba dari pelepasan atau penjualan aset tetap                                        6                           11

      b. Lain-lain

           (i)   Selama tahun 2023, UPK yang menghasilkan proyeksi arus kas masuk adalah sambungan
                 nirkabel tidak bergerak, seluler, dan lainnya. Manajemen berpendapat bahwa tidak ada indikasi
                 penurunan nilai aset dari UPK tersebut pada tanggal 31 Desember 2023.
           (ii) Bunga pinjaman yang dikapitalisasi ke aset dalam pembangunan sejumlah Rp40 miliar dan
                Rp50 miliar masing-masing untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024
                dan 2023. Tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman yang
                layak dikapitalisasi berkisar antara 2,50%-8,20% dan 2,00%-5,63% masing-masing untuk
                periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023.
           (iii) Tidak ada rugi selisih kurs yang dikapitalisasi ke aset dalam pembangunan untuk periode tiga
                 bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
                 31 Desember 2023.

                                                       50
Page 54
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP (lanjutan)

    b. Lain-lain (lanjutan)

       (iv) Selama periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023, Grup telah
            mendapat klaim asuransi atas aset tetap yang hilang dan rusak masing-masing sebesar
            Rp38 miliar dan Rp104 miliar dan dicatat sebagai bagian dari “Penghasilan lain-lain - bersih”
            dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Selama periode tiga
            bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023, nilai tercatat aset tetap tersebut
            masing-masing sebesar Rp38 miliar dan Rp104 miliar, telah dibebankan dalam laporan laba rugi
            dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

       (v) Grup memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di berbagai daerah di Indonesia dengan
           status Hak Guna Bangunan (“HGB”) berjangka waktu 8-50 tahun yang akan habis masa
           berlakunya antara tahun 2024 sampai dengan tahun 2071. Manajemen berkeyakinan bahwa
           tidak akan terdapat kesulitan untuk memperpanjang hak atas tanah pada saat berakhirnya hak
           tersebut.

       (vi) Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, aset tetap milik Grup kecuali tanah, dengan
            nilai tercatat bersih masing-masing sebesar Rp173.137 miliar dan Rp175.519 miliar telah
            diasuransikan terhadap risiko kebakaran, pencurian, gempa bumi dan risiko lainnya, termasuk
            gangguan bisnis. Jumlah keseluruhan pertanggungan untuk tanggal 31 Maret 2024 dan
            31 Desember 2023 masing-masing sebesar Rp38.838 miliar dan Rp41.045 miliar, HKD10 juta,
            SGDNihil dan SGD373 juta, dan MYRNihil dan first loss basis masing-masing sebesar Rp2.750
            miliar. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut memadai untuk
            menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.

       (vii) Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, tingkat persentase penyelesaian aset dalam
             pembangunan adalah masing-masing sekitar 78,97% dan 74,09% dari nilai kontrak atau
             Rp7.843 miliar dan Rp5.836 miliar sebagai jumlah tercatat aset tetap dalam pembangunan,
             dengan perkiraan penyelesaian masing-masing sampai Januari 2026 dan Desember 2025. Saldo
             aset dalam pembangunan tersebut terutama terdiri dari bangunan, peralatan dan instalasi
             transmisi, jaringan kabel, dan catu daya. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat
             hambatan yang dapat mempengaruhi penyelesaian aset dalam pembangunan.

       (viii) Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 seluruh aset yang dimiliki Perusahaan telah
              dijaminkan dalam perjanjian obligasi (Catatan 19b). Aset tetap entitas anak tertentu dengan biaya
              perolehan masing-masing sebesar Rp1.076 miliar dan Rp3.076 miliar telah dijaminkan dalam
              beberapa perjanjian pinjaman (Catatan 18a dan 19c).

       (ix) Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, jumlah tercatat bruto dari setiap aset tetap
            Grup yang telah disusutkan secara penuh dan masih digunakan adalah masing-masing sebesar
            Rp85.098 miliar dan Rp85.564 miliar. Grup saat ini sedang melakukan modernisasi aset jaringan
            untuk menggantikan aset tetap yang sudah disusutkan secara penuh.

       (x) Pada tahun 2023, nilai wajar tanah dan bangunan Grup adalah sebesar Rp51.373 miliar.




                                                     51
Page 55
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. SEWA

   a. Grup sebagai lessee

      Grup menyewa beberapa aset termasuk tanah, bangunan, peralatan dan instalasi transmisi,
      kendaraan, dan lain-lain yang digunakan dalam operasi, yang pada umumnya memiliki masa sewa
      antara 1 dan 33 tahun.

      Nilai tercatat aset hak-guna yang diakui dan mutasi selama periode berjalan adalah sebagai berikut:

                                                                 Peralatan
                                                                dan instalasi
                                      Tanah        Bangunan      transmisi       Kendaraan     Lain-lain     Jumlah
      Saldo, 1 Januari 2023              4.087           663          14.859            523           204      20.336
      Penambahan                         1.654           156            7.460           227           893      10.390
      Pengurangan dan reklasifikasi         (52)         (88)          (2.851)            8              1      (2.982)
      Beban penyusutan                    (998)         (149)          (3.600)         (236)         (177)      (5.160)
      Saldo, 31 Desember 2023            4.691           582          15.868            522           921      22.584
      Penambahan                           426            45            1.490            77              0       2.038
      Pengurangan dan reklasifikasi          (0)           5              (94)           11           (12)         (90)
      Beban penyusutan                    (263)          (44)            (928)          (79)          (49)      (1.363)
      Saldo, 31 Maret 2024               4.854           588          16.336            531           860      23.169


      Nilai tercatat liabilitas sewa dan rincian mutasinya selama periode berjalan adalah sebagai berikut:

                                                                          31 Maret 2024         31 Desember 2023

      Saldo, 1 Januari                                                               20.425                   18.661
      Akrualisasi bunga                                                                 297                      976
      Penambahan (Catatan 39a)                                                        2.038                   10.390
      Pengurangan                                                                    (2.358)                  (9.602)
      Saldo                                                                          20.402                   20.425
      Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun                                       (6.801)                  (5.575)
      Bagian jangka panjang                                                          13.601                   14.850


      Jatuh tempo pembayaran liabilitas sewa selama periode berjalan adalah sebagai berikut:


                                                                          31 Maret 2024         31 Desember 2023

      Kurang dari 1 tahun                                                             7.872                    6.614
      1-5 tahun                                                                      10.172                   11.453
      Lebih dari 5 tahun                                                              6.664                    6.431
      Jumlah pembayaran sewa                                                         24.708                   24.498
      Bunga                                                                          (4.306)                  (4.073)
      Nilai kini atas pembayaran sewa                                                20.402                   20.425
      Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun                                       (6.801)                  (5.575)
      Bagian jangka panjang                                                          13.601                   14.850




                                                          52
Page 56
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. SEWA (lanjutan)

   a. Grup sebagai lessee (lanjutan)

      Grup juga memiliki sewa tertentu dengan jangka waktu dua belas bulan atau kurang dan nilai sewa
      bernilai rendah. Grup menerapkan 'sewa jangka pendek' dan 'sewa aset bernilai rendah' sebagai
      pengecualian untuk sewa ini. Tidak ada kontrak sewa dengan pembayaran sewa variabel.

       Berikut adalah beban terkait sewa yang diakui pada periode berjalan:

                                                                           2024                 2023
       Beban penyusutan                                                           1.363                1.289
       Beban sewa jangka pendek                                                     837                  733
       Beban bunga sewa                                                             297                  225
       Beban sewa aset bernilai rendah                                                6                    8

   b. Grup sebagai lessor

      Grup menandatangani beberapa perjanjian sewa menyewa dengan pihak ketiga maupun pihak
      berelasi yang tidak dapat dibatalkan. Perjanjian tersebut meliputi sewa jaringan, peralatan
      telekomunikasi serta tanah dan bangunan dengan jangka waktu bervariasi berkisar 1 sampai dengan
      32 tahun yang akan berakhir bervariasi antara tahun 2025 hingga 2052. Periode sewa menyewa dapat
      diperpanjang berdasarkan perjanjian oleh kedua belah pihak.

      Jumlah pembayaran dan penerimaan sewa minimum di masa yang akan datang untuk perjanjian sewa
      operasi adalah sebagai berikut:

                                                                       31 Maret 2024      31 Desember 2023
       Kurang dari 1 tahun                                                       3.087               5.099
       1-5 tahun                                                                10.153               9.412
       Lebih dari 5 tahun                                                        6.084               5.098
       Jumlah                                                                   19.324              19.609

13. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA

    Rincian dari aset tidak lancar lainnya adalah sebagai berikut:
                                                                2023




                                                                       31 Maret 2024      31 Desember 2023
    Izin penggunaan frekuensi dibayar di muka - setelah
      dikurangi bagian jangka pendek (Catatan 35c.i)                              1.889                1.987
    Klaim restitusi pajak - setelah dikurangi
      bagian jangka pendek (Catatan 27b)                                          1.556                1.606
    Beban dibayar di muka                                                           989                  984
    Uang muka                                                                       389                  368
    Uang jaminan                                                                    169                  159
    Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                                 326                  329
    Jumlah                                                                        5.318                5.433




                                                     53
Page 57
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. ASET TAKBERWUJUD

   Rincian aset takberwujud adalah sebagai berikut:
                                                                                               Aset
                                                                                          takberwujud
                                                Goodwill     Piranti lunak   Lisensi         lainnya     Jumlah
    Nilai tercatat bruto:
     Saldo, 1 Januari 2024                          1.492          21.642          550          1.694      25.378
     Penambahan                                         -             569           23              -         592
     Pengurangan                                      (18)            (28)           -              -         (46)
     Reklasifikasi/translasi                            -             (42)           2              -         (40)
     Saldo, 31 Maret 2024                           1.474          22.141          575          1.694      25.884
    Akumulasi amortisasi:
     Saldo, 1 Januari 2024                           (413)        (15.034)        (200)        (1.000)     (16.647)
     Beban amortisasi                                   -            (590)         (18)           (17)        (625)
     Pengurangan                                       11              10            -              -           21
     Reklasifikasi/translasi                            -              (5)          (1)             -           (6)
     Saldo, 31 Maret 2024                            (402)        (15.619)        (219)        (1.017)     (17.257)
    Nilai buku bersih                               1.072           6.522          356            677        8.627


                                                                                               Aset
                                                                                          takberwujud
                                                Goodwill     Piranti lunak   Lisensi         lainnya     Jumlah
    Nilai tercatat bruto:
     Saldo, 1 Januari 2023                          1.492          19.779          620          1.491      23.382
     Penambahan                                         -           2.763           69            206       3.038
     Pengurangan                                        -            (890)        (130)             -      (1.020)
     Reklasifikasi/translasi                            -             (10)          (9)            (3)        (22)
     Saldo, 31 Desember 2023                        1.492          21.642          550          1.694      25.378
    Akumulasi amortisasi dan penurunan nilai:
     Saldo, 1 Januari 2023                           (402)        (13.616)        (152)          (910)     (15.080)
     Beban amortisasi                                   -          (2.321)         (58)           (94)      (2.473)
     Penurunan nilai                                  (11)              -            -              -          (11)
     Pengurangan                                        -             890            2              -          892
     Reklasifikasi/translasi                            -              13            8              4           25
     Saldo, 31 Desember 2023                         (413)        (15.034)        (200)        (1.000)     (16.647)
    Nilai buku bersih                               1.079           6.608          350            694        8.731


   (i)    Goodwill timbul dari akuisisi oleh Mitratel, Metranet, Metra, Sigma, TDE, dan Telkomsat masing-
          masing sebesar RpRp467 miliar, Rp220 miliar, Rp149 miliar, Rp91 miliar, Rp77 miliar, dan
          Rp68 miliar.

   (ii)   Sisa periode amortisasi dari aset takberwujud piranti lunak untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah masing-masing 1-6 tahun. Beban amortisasi diakui
          sebagai bagian dari “Beban penyusutan dan amortisasi” dalam laporan laba rugi dan penghasilan
          komprehensif lain konsolidasian.

   (iii) Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, jumlah tercatat bruto dari aset takberwujud
         yang telah diamortisasi seluruhnya dan masih digunakan adalah masing-masing sebesar Rp10.987
         miliar dan Rp10.604 miliar.




                                                      54
Page 58
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. UTANG USAHA

   Rincian utang usaha adalah sebagai berikut:


                                                                      31 Maret 2024     31 Desember 2023
   Pihak berelasi
    Pembelian peralatan, barang, dan jasa                                         318               424
    Utang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya                             340               161
   Sub-jumlah                                                                     658               585

   Pihak ketiga
    Pembelian peralatan, barang, dan jasa                                      10.273             12.748
    Utang kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya                           3.162              2.876
    Beban pemakaian frekuensi radio, beban hak
      penyelenggaraan, dan Kewajiban Pelayanan Universal
      ("KPU")                                                                   2.451              2.399
   Sub-jumlah                                                                  15.886             18.023
   Jumlah                                                                      16.544             18.608

   Utang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:


                                                                      31 Maret 2024     31 Desember 2023
   Rupiah                                                                     12.808             15.929
   Dolar A.S.                                                                   3.595             2.537
   Lain-lain                                                                      141                142
   Jumlah                                                                     16.544             18.608

   Syarat dan ketentuan atas utang usaha di atas:
   a. Utang usaha tidak dikenakan bunga dan secara umum diselesaikan dalam jangka waktu 1 tahun.
   b. Lihat Catatan 32c untuk rincian transaksi pihak berelasi.
   c. Lihat Catatan 37b.v untuk manajemen risiko likuiditas Grup.

16. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR

  Rincian beban yang masih harus dibayar adalah sebagai berikut:


                                                                    31 Maret 2024       31 Desember 2023
   Operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi                             7.299               5.813
   Gaji dan tunjangan                                                         3.819               3.909
   Umum, administrasi, dan pemasaran                                          3.080               3.114
   Beban bunga dan administrasi bank                                            253                 243
   Jumlah                                                                    14.451              13.079

  Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.




                                                    55
Page 59
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. LIABILITAS KONTRAK

   a. Liabilitas kontrak jangka pendek

                                                                  31 Maret 2024     31 Desember 2023
       Uang muka pelanggan Mobile                                           2.948               3.267
       Uang muka pelanggan WIB                                              1.546               1.291
       Uang muka pelanggan Enterprise                                       1.540               1.587
       Uang muka pelanggan Consumer                                           244                 244
       Uang muka pelanggan lain-lain                                          538                 459
       Jumlah                                                               6.816               6.848

   b. Liabilitas kontrak jangka panjang

                                                                  31 Maret 2024     31 Desember 2023
       Uang muka pelanggan Consumer                                           673                 705
       Uang muka pelanggan WIB                                                477                 795
       Uang muka pelanggan Enterprise                                         283                 251
       Uang muka pelanggan lain-lain                                          900                 840
       Jumlah                                                               2.333               2.591

       Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

18. UTANG BANK JANGKA PENDEK DAN PINJAMAN JANGKA PANJANG YANG JATUH TEMPO
    DALAM SATU TAHUN

   a. Utang bank jangka pendek

                                                                             Saldo terutang
      Kreditur                                                     31 Maret 2024     31 Desember 2023
      Pihak berelasi
       Bank Mandiri                                                         2.185              4.013
       BNI                                                                    802                903
      Sub-jumlah                                                            2.987              4.916
      Pihak ketiga
       PT Bank HSBC Indonesia ("HSBC")                                      2.389              2.547
       MUFG Bank ("MUFG")                                                   1.245              1.155
       UOB Indonesia                                                          450                500
       PT Bank DBS Indonesia ("DBS")                                          440                440
       PT Bank Maspion Indonesia ("Bank Maspion")                             156                  -
       Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                         19                 92
      Sub-jumlah                                                            4.699              4.734
      Jumlah                                                                7.686              9.650




                                                   56
Page 60
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. UTANG BANK JANGKA PENDEK DAN PINJAMAN JANGKA PANJANG YANG JATUH TEMPO
    DALAM SATU TAHUN (lanjutan)

   a. Utang bank jangka pendek (lanjutan)

      Beberapa informasi lain yang signifikan terkait utang bank jangka pendek pada tanggal 31 Maret 2024
      adalah sebagai berikut:

                                                  Total
                                                fasilitas                             Periode     Tingkat suku
                                         Mata    (dalam        Jatuh tempo          pembayaran       bunga
                          Peminjam       uang    miliar)*   fasilitas pinjaman         bunga        per tahun        Jaminan**
      Mandiri
       2020                    Finnet    Rp           500     31 Oktober 2024        Bulanan               1 bulan   Tidak ada
                                                                                                   JIBOR + 1,30%
           2021 - 2022        Nutech,    Rp         3.550        26 Juli 2024 -      Bulanan        5,85% - 9,00%       Piutang
                              Mitratel                      27 September 2024                                        usaha dan
                                                                                                                      aset tetap
      BNI
       2014 - 2017        GSD,Sigma      Rp           350   7 November 2024 -        Bulanan       7,90% - 8,50%        Piutang
                                                                9 Januari 2025                                       usaha dan
                                                                                                                      aset tetap
           2017 - 2021   Telkom Infra,   Rp           985         30 April 2024 -    Bulanan      1 bulan JIBOR +     Tidak ada
                            Infomedia                                6 Juni 2024                    1,75% - 2,50%
      HSBC
       2014                   Sigmaa     Rp           400    6 November 2024         Bulanan     Under BLR 7,40%       Piutang
                                                                                                                        usaha
           2018 - 2023         Sigma,    Rp         2.613        4 Juni 2024 -       Bulanan,     1 bulan JIBOR +    Tidak ada
                               Metra,                       31 Desember 2024         Kuartalan      0,35% - 0,80%
                                PINS,                                                                      3 bulan
                            Metranet,                                                              JIBOR + 2,00%
                           Telkomsat,
                           GSD, TDE
      MUFG Bank
       2018 - 2019         Infomedia,    Rp         1.616     31 Oktober 2024        Bulanan,     1 bulan JIBOR +    Tidak ada
                         Metra, GSD,                                                 Kuartalan      0,70% - 0,80%
                         Telkom Infra,                                                                     3 bulan
                           Telkomsat                                                               JIBOR + 0,25%
      UOB Indonesia
       2016                    Finnet    Rp           500     31 Oktober 2024        Bulanan              1 bulan    Tidak ada
                                                                                                   JIBOR + 1,75%
      DBS
       2018              Telkom Infra,   Rp           475           31 Juli 2024     Bulanan              1 bulan    Tidak ada
                            Infomedia                                                              JIBOR + 1,20%
      Bank Maspion
       2023                  Metranet    Rp           170     26 Oktober 2024        Bulanan               7,25%     Tidak ada


      *
        Disajikan dalam mata uang asal.
      ** Lihat Catatan 5 dan Catatan 11 untuk piutang usaha dan aset tetap yang dijaminkan.
      a.
         Perpanjangan otomatis jika belum dilunasi.

      Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian, Grup diharuskan untuk menaati semua persyaratan atau
      batasan seperti adanya batasan bahwa Perusahaan harus memiliki kepemilikan saham mayoritas
      paling sedikit 51% terhadap anak perusahaan dan mempertahankan rasio-rasio keuangan. Pada
      tanggal 31 Desember 2023, Grup telah memperoleh persetujuan (waiver) dari pemberi pinjaman untuk
      tidak mensyaratkan pembayaran sebagai konsekuensi atas pelanggaran tersebut untuk Sigma.
      Waiver dari BNI, Bank DBS, dan HSBC diterima masing-masing pada tanggal 11 Desember 2023, 18
      Desember 2023, dan 22 Desember 2023. Pada tanggal 31 Maret 2024, Grup telah memenuhi
      ketentuan mengenai rasio keuangan tersebut.

      Fasilitas utang bank yang diperoleh Grup digunakan untuk keperluan pengembangan bisnis usaha.




                                                             57
Page 61
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. UTANG BANK JANGKA PENDEK DAN PINJAMAN JANGKA PANJANG YANG JATUH TEMPO
    DALAM SATU TAHUN (lanjutan)

   b. Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun

                                                          Catatan      31 Maret 2024            31 Desember 2023
      Pinjaman penerusan (two-step loans)                  19a                      80                          84
      Obligasi dan medium-term notes ("MTN")               19b                     548                         548
      Utang bank                                            19c                  6.909                       9.282
      Pinjaman lainnya                                     19d                       -                         362
      Jumlah                                                                     7.537                     10.276

19. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA

                                                          Catatan      31 Maret 2024            31 Desember 2023
   Obligasi dan MTN                                        19b                   4.795                      4.795
   Utang bank                                               19c                 20.882                     22.978
   Jumlah                                                                       25.677                     27.773

   Jadwal pembayaran pokok utang pada tanggal 31 Maret 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                       Tahun
                               Catatan      Jumlah         2025        2026            2027       2028     Selanjutnya
   Obligasi dan MTN             19b           4.795         2.099               -           -          -        2.696
   Utang bank                    19c         20.882         4.646           5.794       3.851      2.821        3.770
   Jumlah                                    25.677         6.745           5.794       3.851      2.821        6.466

   a. Pinjaman penerusan (two-step loans)

       Pinjaman penerusan (two-step loans) adalah pinjaman tanpa jaminan yang diperoleh Pemerintah
       yang kemudian diteruskan kepada Perusahaan. Pinjaman yang diperoleh setelah bulan Juli 1994
       terutang dalam mata uang asalnya dan keuntungan atau kerugian selisih kurs yang terjadi ditanggung
       oleh Perusahaan.

                                                             31 Maret 2024                      31 Desember 2023
                                                             Saldo terutang                       Saldo terutang
                                                      Mata uang                           Mata uang
                                                         asing            Setara             asing             Setara
                  Kreditur              Mata uang   (dalam jutaan)        Rupiah        (dalam jutaan)         Rupiah
      Bank luar negeri                     Yen                 768               80                 768               84
      Jumlah                                                                     80                                   84
      Bagian yang jatuh tempo
       dalam satu tahun (Catatan 18b)                                           (80)                                 (84)
      Bagian jangka panjang                                                       -                                    -



                                                           Periode jadwal      Pembayaran            Tingkat bunga
                    Kreditur                  Mata uang     pembayaran           bunga                 per tahun
      Bank luar negeri                          Yen         Semesteran         Semesteran               2,95%
                                                 Rp         Semesteran         Semesteran               7,125%

      Pinjaman tersebut ditujukan untuk membiayai pengembangan infrastruktur dan sarana penunjang
      telekomunikasi. Pinjaman ini akan dilunasi dalam angsuran semesteran dan jatuh tempo pada
      berbagai tanggal sampai dengan tahun 2024.

      Sejak 2008, Perusahaan telah menggunakan seluruh fasilitas pinjaman penerusan dan periode
      penarikan pinjaman penerusan tersebut telah berakhir.




                                                          58
Page 62
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)

   a. Pinjaman penerusan (two-step loans) (lanjutan)

      Perusahaan diharuskan untuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:
      a. Rasio projected net revenue to projected debt service harus melebihi 1,2:1 untuk pinjaman
         penerusan yang berasal dari Bank Pembangunan Asia (“ADB”).
      b. Pendanaan dari sumber internal (laba sebelum penyusutan dan biaya pendanaan) harus melebihi
         20% dari rata-rata jumlah pengeluaran barang modal tahunan untuk pinjaman penerusan yang
         berasal dari ADB.

      Pada tanggal 31 Maret 2024, Perusahaan telah memenuhi ketentuan rasio-rasio tersebut di atas.

   b. Obligasi dan MTN

                                                                            Saldo terutang
      Obligasi dan MTN                                           31 Maret 2024        31 Desember 2023
      Obligasi
      2015
         Seri B                                                               2.100                       2.100
         Seri C                                                               1.200                       1.200
         Seri D                                                               1.500                       1.500
      MTN
       MTN Mitratel 2023                                                        550                         550
      Jumlah                                                                  5.350                       5.350
      Biaya perolehan pinjaman yang belum
       diamortisasi                                                              (7)                         (7)
      Bagian jangka panjang                                                   5.343                       5.343
      Bagian yang akan jatuh tempo dalam
       satu tahun (Catatan 18b)                                                (548)                       (548)
      Bagian jangka panjang                                                   4.795                       4.795

      i. Obligasi

         Tahun 2015
                                                                                           Periode     Tingkat
                      Pokok                    Tempat        Tanggal                     pembayaran   bunga per
          Obligasi    utang       Penerbit    pencatatan      terbit      Jatuh tempo       bunga       tahun
         Seri A          2.200   Perusahaan      BEI       23 Juni 2015   23 Juni 2022    Kuartalan     9,93%
         Seri B          2.100   Perusahaan      BEI       23 Juni 2015   23 Juni 2025    Kuartalan    10,25%
         Seri C          1.200   Perusahaan      BEI       23 Juni 2015   23 Juni 2030    Kuartalan    10,60%
         Seri D          1.500   Perusahaan      BEI       23 Juni 2015   23 Juni 2045    Kuartalan    11,00%
         Total           7.000


         Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan
         Perusahaan baik berupa barang bergerak maupun tidak bergerak, baik yang telah ada maupun
         yang akan ada dikemudian hari (Catatan 11b.xi). Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi
         obligasi ini adalah PT Bahana TCW Investment Management (“Bahana TCW”), PT BRI Danareksa
         Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Sedangkan bertindak
         sebagai Wali Amanat adalah Bank Permata. Perusahaan menerima hasil penerbitan obligasi ini
         pada tanggal 23 Juni 2015.

         Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi setelah dikurangi biaya-biaya emisi,
         seluruhnya dipergunakan untuk pengembangan usaha: broadband, backbone, metro network,
         regional metro junction, information technology application and support, dan akuisisi beberapa
         perusahaan baik dalam lingkup domestik maupun internasional.

         Pada tanggal 31 Maret 2024, peringkat obligasi Perusahaan yang diberikan oleh Pefindo adalah
         idAAA (Triple A).


                                                    59
Page 63
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)

   b. Obligasi dan MTN (lanjutan)

      i. Obligasi (lanjutan)

         Berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, Perusahaan dipersyaratkan untuk menaati semua
         pembatasan, termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:
         (a) Debt to equity tidak lebih dari 2:1.
         (b) EBITDA terhadap beban bunga tidak kurang dari 4:1.
         (c) Debt service coverage minimal sebesar 125%.

          Pada tanggal 31 Maret 2024, Perusahaan telah memenuhi ketentuan mengenai rasio-rasio
          tersebut di atas.

      ii. MTN

          Pada tanggal 26 September 2023, Mitratel menerbitkan MTN sebesar Rp550 miliar yang
          digunakan untuk mendukung penyediaan dana dalam rangka pendanaan ulang.

          MTN Mitratel 2023 dengan tingkat suku bunga 6,20% per tahun akan jatuh tempo pada tanggal
          26 Oktober 2024.

          Bank Mandiri ditunjuk sebagai wali amanat atas penerbitan MTN Mitratel 2023, Penerbitan MTN
          ini memperoleh peringkat idAAA dari Pefindo.

   c. Utang bank
                                                                     31 Maret 2024                31 Desember 2023
                                                                    Saldo terutang                  Saldo terutang
                                                              Mata uang                       Mata uang
                                                                 asing           Setara          asing          Setara
      Kreditur                                 Mata uang    (dalam jutaan)      Rupiah      (dalam jutaan)      Rupiah
      Pihak berelasi
       BNI                                        Rp                     -          5.778               -          6.182
       Bank Mandiri                               Rp                     -          3.095               -          3.453
       BRI                                        Rp                     -            909               -            955
       BSI                                        Rp                     -              7               -            509
      Sub-jumlah                                                                    9.789                         11.099
      Pihak ketiga
       BCA                                        Rp                    -           9.440               -         10.170
       Bank Sindikasi                             Rp                    -           2.500               -          2.500
                                                 USD                    7             111              10            160
        Bank CIMB Niaga                           Rp                    -           2.093               -          2.110
                                                 USD                    5              75               4             60
        Bank Permata                              Rp                    -           1.271               -          1.313
        DBS                                       Rp                    -           1.150               -          1.500
        HSBC                                      Rp                    -             563               -            625
        MUFG Bank                                 Rp                    -             500               -            500
        Bank Danamon                              Rp                    -             273               -            273
        PT Bank ANZ Indonesia ("Bank ANZ")        Rp                    -              88               -            110
        Bank of China                             Rp                    -               -               -          1.400
        BJB                                       Rp                    -               -               -            500
        Lain-lain (masing-masing
         di bawah Rp100 miliar)                   Rp                    -              6                -             13
                                                 MYR                    8             28                9             29
      Sub-jumlah                                                                  18.098                          21.263
      Jumlah                                                                      27.887                          32.362
      Biaya perolehan pinjaman yang belum
       diamortisasi                                                                  (96)                           (102)
                                                                                  27.791                          32.260
      Utang bank yang jatuh tempo dalam satu
       tahun (Catatan 18b)                                                        (6.909)                         (9.282)
      Bagian jangka panjang                                                       20.882                          22.978




                                                       60
Page 64
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)

   c. Utang bank (lanjutan)

      Informasi lain yang signifikan terkait utang bank pada tanggal 31 Maret 2024 adalah sebagai berikut:

                                                Total      Pembayaran
                                              fasilitas       periode                       Periode
                                       Mata    (dalam        berjalan         Jadwal      pembayaran     Tingkat suku
                        Peminjam       Uang    miliar)*   (dalam miliar)*   pembayaran       bunga      bunga per tahun    Jaminan**
      BNI
       2018                    GSD     Rp         182                   1   2021 - 2024     Kuartalan            8,50%       Piutang
                                                                                                                               usaha
        2013 - 2022    Perusahaan,     Rp       9.175                302    2018 - 2033     Bulanan,             1 bulan     Piutang
                       TLT, Sigma,                                                          Kuartalan   JIBOR + 2,25%;     usaha dan
                            Mitratel                                                                    3 bulan JIBOR +          aset
                                                                                                          0,50% - 1,75%         tetap
      Bank Mandiri
       2018 - 2023     Perusahaan,     Rp       6.088                278    2020 - 2029     Kuartalan   3 bulan JIBOR +    Tidak ada
                             GSD,                                                                         1,00% - 1,50%
                           Mitratel,
                               PST
      BRI
       2019            Perusahaan      Rp       2.000                   -   2021 - 2026     Kuartalan           3 bulan    Tidak ada
                                                                                                         JIBOR + 0,75%
      BSI
       2018                     SSI    Rp           55                  2   2019 - 2024      Bulanan             7,50%     Tidak ada
      BCA
       2020 - 2023     Perusahaan,     Rp       6.500                238    2024 - 2030     Kuartalan     6,75% - 6,80%    Tidak ada
                            Mitratel
        2020 - 2023    Perusahaan,     Rp      12.186                493    2020 - 2031     Kuartalan   3 bulan JIBOR +    Tidak ada
                         PST, GSD                                                                         1,00% - 1,50%
      Bank Sindikasi
       2018                    Telin   USD           0                  0   2020 - 2025   Semesteran            6 bulan    Tidak ada
                                                                                                          SOFR + 1,55%
       2022                 Mitratel   Rp       2.500                   -   2024 - 2030     Kuartalan            7,68%     Tidak ada
      Bank CIMB
       Niaga
       2019 - 2022           PINS,     Rp       2.300                 18    2021 - 2029     Kuartalan   3 bulan JIBOR +    Tidak ada
                            Mitratel                                                                      1,30% - 1,95%
        2021 - 2022           Telin    USD           0                  -   2024 - 2030   Semesteran             6 bulan   Tidak ada
                                                                                                         SOFR + 1,82%
      Bank Permata
       2020 - 2022          Mitratel   Rp       2.000                 42    2021 - 2029     Kuartalan           3 bulan    Tidak ada
                                                                                                         JIBOR + 1,30%
      DBS
       2021                 Mitratel   Rp       3.500                350    2023 - 2028     Kuartalan           3 bulan    Tidak ada
                                                                                                         JIBOR + 1,20%
      HSBC
       2021                 Mitratel   Rp         750                 63    2023 - 2028     Kuartalan           3 bulan    Tidak ada
                                                                                                         JIBOR + 1,85%
      MUFG Bank
       2021                 Mitratel   Rp         500                   -   2022 - 2028     Kuartalan           3 bulan    Tidak ada
                                                                                                         JIBOR + 1,15%
      Bank Danamon
       2022                 Mitratel   Rp         636                   -   2022 - 2025     Kuartalan           3 bulan    Tidak ada
                                                                                                         JIBOR + 1,50%
      ANZ
       2015             GSD, PINS      Rp         440                 34    2020 - 2025     Kuartalan   3 bulan JIBOR +    Tidak ada
                                                                                                          1,40% - 2,00%

      * Disajikan dalam mata uang asal
      ** Lihat Catatan 5 dan Catatan 11 untuk piutang usaha dan aset tetap yang dijaminkan.

      Sebagaimana dinyatakan dalam perjanjian, Grup diharuskan untuk menaati semua persyaratan atau
      batasan seperti adanya pembatasan pembagian dividen, pembatasan perolehan utang baru,
      termasuk mempertahankan rasio-rasio keuangan. Pada tanggal 31 Desember 2023, Grup telah
      memperoleh persetujuan (waiver) dari pemberi pinjaman untuk tidak mensyaratkan pembayaran
      sebagai konsekuensi atas pelanggaran tersebut untuk Sigma dan GSD. Waiver dari BNI, Bank
      Mandiri, dan BCA diterima masing-masing pada tanggal 11 Desember 2023, 13 Desember 2023, dan
      22 Desember 2023. Pada tanggal 31 Maret 2024, Grup telah memenuhi ketentuan mengenai rasio
      keuangan tersebut.

      Fasilitas utang bank yang diperoleh Grup tersebut digunakan untuk keperluan pengembangan bisnis
      usaha dan keperluan investasi.


                                                                   61
Page 65
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN JANGKA PANJANG DAN PINJAMAN LAINNYA (lanjutan)

   d. Pinjaman lainnya

                                                                          Saldo terutang
      Kreditur                                                 31 Maret 2024        31 Desember 2023
      PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
       ("Sarana Multi Infrastruktur")                                          -                     362
      Biaya perolehan pinjaman yang belum
       diamortisasi                                                            -                       0
      Jumlah                                                                   -                     362
      Bagian yang akan jatuh tempo dalam satu
       tahun (Catatan 18b)                                                     -                     (362)
      Bagian jangka panjang                                                    -                         -

      Pada tanggal 31 Maret 2024, Perusahaan dan Telkomsat telah melunasi pinjaman lainnya tersebut.

20. KEPENTINGAN NONPENGENDALI

   Rincian kepentingan nonpengendali adalah sebagai berikut:

                                                                 31 Maret 2024        31 Desember 2023
   Kepentingan nonpengendali atas aset bersih entitas anak:
     Telkomsel                                                              12.715                 11.108
     Mitratel                                                                9.178                  9.106
     Lain-lain                                                                 604                    604
   Jumlah                                                                   22.497                 20.818

                                                                     2024                   2023
   Kepentingan nonpengendali atas laba (rugi)
     periode berjalan entitas anak:
     Telkomsel                                                               1.608                  1.872
     Mitratel                                                                  147                    141
     Lain-lain                                                                  12                     11
   Jumlah                                                                    1.767                  2.024

   Entitas anak dengan kepemilikan nonpengendali yang material

   Kepemilikan kepentingan nonpengendali yang dianggap material oleh Perusahaan adalah kepemilikan
   kepentingan nonpengendali atas Telkomsel dan Mitratel. Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember
   2023, kepemilikan kepentingan nonpengendali atas Telkomsel dan Mitratel masing-masing adalah
   sebesar 30,10% dan 28,16%.

   Ringkasan informasi keuangan Telkomsel dan Mitratel disajikan berdasarkan nilai sebelum penyesuaian
   dan eliminasi antar perusahaan.

   Ringkasan laporan posisi keuangan:
                                                 Telkomsel                             Mitratel
                                         31 Maret      31 Desember           31 Maret        31 Desember
                                           2024            2023                2024              2023
   Aset lancar                                20.874          20.505               3.512             3.420
   Aset tidak lancar                          90.646          92.461              53.797            53.590
   Liabilitas jangka pendek                  (37.634)        (40.009)            (11.618)          (11.071)
   Liabilitas jangka panjang                 (37.863)        (42.308)            (11.207)          (11.901)
   Jumlah ekuitas                             36.023          30.649              34.484            34.038
   Yang dapat diatribusikan kepada:
    Pemilik entitas induk                       23.308           19.541            25.306           24.932
    Kepentingan nonpengendali                   12.715           11.108             9.178            9.106

                                                  62
Page 66
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. KEPENTINGAN NONPENGENDALI (lanjutan)

   Entitas anak dengan kepemilikan nonpengendali yang material (lanjutan)

   Ringkasan laporan laba (rugi) dan penghasilan komprehensif lain:

                                                  Telkomsel                         Mitratel
                                            2024            2023             2024            2023
   Pendapatan                                  28.530          21.499            2.205           2.055
   Beban operasi                              (20.539)        (14.766)          (1.046)         (1.107)
   Beban lain-lain - bersih                      (955)            (15)            (592)           (388)
   Laba sebelum pajak penghasilan               7.036           6.718              567             560
   Beban pajak penghasilan - bersih            (1.662)         (1.391)             (46)            (59)
   Laba periode berjalan                        5.374           5.327              521             501
   Penghasilan (rugi) komprehensif
    lain - bersih                                   0                 -              -                   -
   Jumlah laba komprehensif
    periode berjalan                            5.374            5.327            521               501

   Diatribusikan kepada
    kepentingan nonpengendali                   1.608            1.872            147               141
   Dividen yang dibayar kepada
    kepentingan nonpengendali                          -              -              -                   -


   Ringkasan laporan arus kas:

                                                 Telkomsel                          Mitratel
                                            2024           2023              2024              2023
    Kegiatan operasi                           10.258          7.730             4.058             2.219
    Kegiatan investasi                         (3.222)        (2.856)             (275)           (2.169)
    Kegiatan pendanaan                         (7.367)        (5.228)           (3.320)           (1.574)
    Kenaikan (penurunan) bersih kas
     dan setara kas                               (331)           (354)            463            (1.524)




                                                  63
Page 67
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. MODAL SAHAM

                                                                                             31 Maret 2024
                                                                                               Persentase              Jumlah modal
   Keterangan                                                         Jumlah saham
                                                                                               kepemilikan                disetor
   Saham seri A Dwiwarna
    Pemerintah                                                                        1                           0                   0
   Saham seri B
    Pemerintah                                                          51.602.353.559                         52,09           2.580
    The Bank of New York Mellon Corporation*                             4.062.011.780                          4,11             204
    Direksi (Catatan 1b):
     Ririek Adriansyah                                                      9.336.755                             0                   0
     Bogi Witjaksono                                                        6.952.700                             0                   0
     Afriwandi                                                              6.995.200                             0                   0
     Heri Supriadi                                                          7.042.700                             0                   0
     F.M. Venusiana R.                                                     10.629.200                             0                   0
     Herlan Wijanarko                                                       6.995.200                             0                   0
     Muhamad Fajrin Rasyid                                                  6.952.700                             0                   0
     Budi Setyawan Wijaya                                                   7.407.700                             0                   0
     Honesti Basyir                                                         3.192.844                             0                   0
    Komisaris (Catatan 1b):
     Isa Rachmatarwata                                                       3.312.700                          0                  0
     Marcelino Rumambo Pandin                                                3.312.700                          0                  0
     Ismail                                                                  3.312.700                          0                  0
     Arya Mahendra Sinulingga                                                3.359.500                          0                  0
     Rizal Mallarangeng                                                      3.312.700                          0                  0
     Silmy Karim                                                             1.344.700                          0                  0
    Masyarakat (masing-masing di bawah 5%)                              43.314.391.261                      43,80              2.169
   Jumlah                                                               99.062.216.600                     100,00              4.953



                                                                                          31 Desember 2023
                                                                                              Persentase               Jumlah modal
   Keterangan                                                         Jumlah saham
                                                                                              kepemilikan                 disetor
   Saham seri A Dwiwarna
    Pemerintah                                                                        1                           0                   0
   Saham seri B
    Pemerintah                                                          51.602.353.559                         52,09           2.580
    The Bank of New York Mellon Corporation*                             3.973.451.980                          4,02             199
    Direksi (Catatan 1b):
     Ririek Adriansyah                                                       6.016.355                            0                   0
     Bogi Witjaksono                                                         4.130.400                            0                   0
     Afriwandi                                                               4.172.900                            0                   0
     Heri Supriadi                                                           4.170.400                            0                   0
     F.M. Venusiana R.                                                       7.806.900                            0                   0
     Herlan Wijanarko                                                        4.172.900                            0                   0
     Muhamad Fajrin Rasyid                                                   4.130.400                            0                   0
     Budi Setyawan Wijaya                                                    4.585.400                            0                   0
     Honesti Basyir                                                            370.544                            0                   0
    Komisaris (Catatan 1b):
     Isa Rachmatarwata                                                       1.968.000                          0                  0
     Marcelino Rumambo Pandin                                                1.968.000                          0                  0
     Ismail                                                                  1.968.000                          0                  0
     Arya Mahendra Sinulingga                                                2.014.800                          0                  0
     Rizal Mallarangeng                                                      1.968.000                          0                  0
    Masyarakat (masing-masing di bawah 5%)                              43.436.968.061                      43,89              2.174
   Jumlah                                                               99.062.216.600                     100,00              4.953

  *The Bank of New York Mellon Corporation bertindak sebagai lembaga penyimpanan untuk saham ADS Perusahaan.


   Perusahaan hanya menerbitkan 1 saham Seri A Dwiwarna yang dimiliki oleh Pemerintah Republik
   Indonesia dan tidak dapat dialihkan kepada siapapun, dan mempunyai hak veto dalam RUPS
   Perusahaan berkaitan dengan pengangkatan dan penggantian Dewan Komisaris dan Direksi, penerbitan
   saham baru, serta perubahan Anggaran Dasar Perusahaan.




                                                                 64
Page 68
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. KOMPONEN EKUITAS LAINNYA
    8.358
                                                                                          31 Maret 2024                   31 Desember 2023
   Selisih transaksi akuisisi kepemilikan kepentingan
    nonpengendali pada entitas anak                                                                        8.364                             8.364
   Selisih kurs karena penjabaran                                                                            963                               844
   Selisih transaksi perubahan ekuitas entitas asosiasi                                                      386                               386
   Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek yang
    tersedia untuk dijual                                                                                      8                                 8
   Komponen ekuitas lainnya                                                                                   37                                37
   Jumlah                                                                                                  9.758                             9.639

23. PENDAPATAN

   Grup memperoleh pendapatan dari lini produk utama sebagai berikut:

                          2024                  Mobile        Consumer       Enterprise        WIB            Lain-lain       Pendapatan konsolidasian
   Pendapatan telepon
       Selular                                      1.583                -             -            46                    -                      1.629
       Telepon tidak bergerak                           -                -            93            26                    -                        119
   Jumlah pendapatan telepon                        1.583                -            93            72                    -                      1.748
   Pendapatan interkoneksi                             75                -             -         2.500                    -                      2.575
   Pendapatan data, internet, dan
       jasa teknologi informatika
       Internet dan data seluler                  17.702                 -                -            -                  -                     17.702
       Internet, komunikasi data, dan
          jasa teknologi informatika                  79                 -         2.352             643              27                         3.101
       SMS                                           759                 -             2               -               -                           761
       Lain-lain                                     658                 -           343             247              97                         1.345
   Jumlah pendapatan data, internet,
     dan jasa teknologi informatika               19.198              -            2.697             890             124                        22.909
   Pendapatan jaringan                                 1              -              294             390               -                           685
   Pendapatan IndiHome                                 -          6.863                -               -               -                         6.863
   Layanan lainnya
     Call center service                               -                 -           374              -                -                           374
     Manage service dan terminal                       -                 -           288              3                -                           291
     E-payment                                         -                 -           249              -                -                           249
     E-health                                          -                 -           182              -                -                           182
     Lain-lain                                       234                 -           290             80              154                           758
   Jumlah layanan lainnya                            234                 -         1.383             83              154                         1.854
   Jumlah pendapatan dari
     kontrak dengan pelanggan                     21.091          6.863            4.467         3.935               278                        36.634
   Pendapatan dari transaksi lessor                    -              -                -           795                 -                           795
   Jumlah pendapatan                              21.091          6.863            4.467         4.730               278                        37.429
   Penyesuaian dan eliminasi                           -             (1)               5            30              (152)
   Pendapatan eksternal sesuai yang disajikan
     di segmen operasi                            21.091          6.862            4.472         4.760               126


                          2023                  Mobile        Consumer       Enterprise        WIB            Lain-lain       Pendapatan konsolidasian
   Pendapatan telepon
       Selular                                      2.645             -                -            40                    -                      2.685
       Telepon tidak bergerak                           -           170              145            30                    -                        345
   Jumlah pendapatan telepon                        2.645           170              145            70                    -                      3.030
   Pendapatan interkoneksi                             74             -                -         2.145                    -                      2.219
   Pendapatan data, internet, dan
       jasa teknologi informatika
       Internet dan data seluler                  16.891                 -                -            -                  -                     16.891
       Internet, komunikasi data, dan
          jasa teknologi informatika                   -             35            1.652             552               -                         2.239
       SMS                                           993              -                7               -               -                         1.000
       Lain-lain                                      14              -              463             237              48                           762
   Jumlah pendapatan data, internet,
     dan jasa teknologi informatika               17.898             35            2.122             789              48                        20.892
   Pendapatan jaringan                                 1              -              334             303               -                           638
   Pendapatan IndiHome                                 -          6.439              753               -               -                         7.192
   Layanan lainnya
     Call center service                                  -           -              324              -                -                           324
     Manage service dan terminal                          -           -              289              -                -                           289
     E-health                                             -           -              174              -                -                           174
     E-payment                                            3           -              104              -                -                           107
     Lain-lain                                           14          12              250             90              204                           570
   Jumlah layanan lainnya                                17          12            1.141             90              204                         1.464
   Jumlah pendapatan dari
     kontrak dengan pelanggan                     20.635          6.656            4.495         3.397               252                        35.435
   Pendapatan dari transaksi lessor                    -              -                -           655                 -                           655
   Jumlah pendapatan                              20.635          6.656            4.495         4.052               252                        36.090
   Penyesuaian dan eliminasi                           -              -               12           (12)             (163)
   Pendapatan eksternal sesuai yang disajikan
     di segmen operasi                            20.635          6.656            4.507         4.040                89




                                                                    65
Page 69
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. PENDAPATAN (lanjutan)

   Manajemen mengharapkan bahwa sebagian besar transaksi yang dialokasikan untuk kontrak yang
   belum diselesaikan pada tanggal 31 Maret 2024 akan diakui sebagai pendapatan selama periode-
   periode pelaporan berikutnya. Kewajiban pelaksanaan yang belum terpenuhi pada tanggal 31 Maret
   2024, bagian yang diharapkan dapat direalisasi dalam satu tahun adalah sebesar Rp8.186 miliar dan
   bagian yang lebih dari satu tahun adalah sebesar Rp5.087 miliar.

   Grup menandatangani beberapa perjanjian sewa menyewa dengan pihak ketiga maupun pihak berelasi
   yang tidak dapat dibatalkan. Perjanjian tersebut meliputi sewa jaringan, peralatan telekomunikasi serta
   tanah dan bangunan dengan jangka waktu bervariasi berkisar 1 sampai dengan 32 tahun yang akan
   berakhir bervariasi antara tahun 2025 hingga 2052. Periode sewa menyewa dapat diperpanjang
   berdasarkan perjanjian oleh kedua belah pihak.

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

24. BEBAN KARYAWAN

   Rincian dari beban karyawan adalah sebagai berikut:

                                                                     2024                   2023
   Gaji dan tunjangan                                                       2.474                   2.258
   Cuti, insentif, dan tunjangan lainnya                                    1.085                     960
   Beban pensiun dan imbalan pasca kerja
    lainnya (Catatan 30)                                                      480                     440
   Beban penghargaan masa kerja (Catatan 31)                                   78                      72
   Lain-lain                                                                   11                       9
   Jumlah                                                                   4.128                   3.739

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

25. BEBAN OPERASI, PEMELIHARAAN, DAN JASA TELEKOMUNIKASI

   Rincian dari beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi adalah sebagai berikut:

                                                                     2024                    2023
   Operasi dan pemeliharaan                                                 5.574                   5.321
   Beban pemakaian frekuensi radio (Catatan 35c.i)                          1.915                   1.849
   Sewa sirkit dan Customer Premise Equipment ("CPE")                         776                     669
   Beban hak penyelenggaraan dan KPU (Catatan 15)                             702                     643
   Listrik, gas, dan air                                                      234                     227
   Beban pokok penjualan kartu SIM, voucer,
    dan periferal (Catatan 7)                                                 146                     178
   Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                            278                     287
   Jumlah                                                                   9.625                   9.174

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.




                                                   66
Page 70
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

   Rincian dari beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut:

                                                                     2024                   2023
   Beban umum                                                                  478                   463
   Penyisihan kerugian kredit ekspektasian
    piutang usaha (Catatan 5)                                                  446                    672
   Jasa profesional                                                            112                    191
   Perjalanan                                                                  106                    102
   Pelatihan, pendidikan, dan rekrutmen                                        101                     70
   Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 miliar)                             281                    344
   Jumlah                                                                    1.524                  1.842

   Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.

27. PERPAJAKAN

   a. Pajak dibayar di muka
                                                               31 Maret 2024          31 Desember 2023
      Perusahaan:
        Pajak penghasilan ("PPh")
          Pasal 22 - Pembelian barang                                           0                      0
          Pasal 23 - Penyerahan jasa                                          238                    238
      Entitas anak:
        PPh
          PPh Badan                                                             31                      -
          Pasal 4(2) - Pajak final                                             193                      1
          Pasal 22 - Pembelian barang                                            2                      -
          Pasal 23 - Penyerahan jasa                                           104                      4
        PPN                                                                  1.971                  1.669
      Jumlah pajak dibayar di muka                                           2.539                  1.912
      Bagian jangka pendek                                                  (2.539)                (1.912)
      Bagian jangka panjang (Catatan 13)                                         -                      -

   b. Klaim restitusi pajak
                                                                31 Maret 2024         31 Desember 2023
      Perusahaan
       PPh Badan                                                              271                    271
       PPh 21                                                                   2                      2
       PPN                                                                    122                    164
      Entitas anak
       PPh
        PPh Badan                                                              663                    699
        Pasal 23 - Penyerahan jasa                                               2                     10
       PPN                                                                     501                    476
      Jumlah tagihan restitusi pajak                                         1.561                  1.622
      Bagian jangka pendek                                                      (5)                   (16)
      Bagian jangka panjang (Catatan 13)                                     1.556                  1.606




                                                   67
Page 71
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   c.   Utang pajak
                                                             31 Maret 2024        31 Desember 2023
        Perusahaan:
         PPh
          Pasal 4(2) - Pajak final                                         23                      33
          Pasal 21 - PPh pribadi                                          141                     102
          Pasal 22 - Pembelian barang                                       3                       2
          Pasal 23 - Penyerahan jasa                                       48                      24
          Pasal 25 - Angsuran PPh Badan                                     -                     122
          Pasal 26 - PPh Wajib Pajak Luar Negeri                            0                       0
          Pasal 29 - PPh Badan                                             23                       -
         PPN                                                              102                     170
         PPN atas Pemungutan Pajak ("WAPU")                               113                     163
                                                                          453                     616
        Entitas anak:
         PPh
          Pasal 4(2) - Pajak final                                         149                    317
          Pasal 21 - PPh pribadi                                           396                    182
          Pasal 22 - Pembelian barang                                        5                      9
          Pasal 23 - Penyerahan jasa                                       149                    152
          Pasal 25 - Angsuran PPh Badan                                    542                    539
          Pasal 26 - PPh Wajib Pajak Luar Negeri                             9                     10
          Pasal 29 - PPh Badan                                           1.220                  1.672
         PPN                                                               435                    399
         PPN WAPU                                                          750                    629
                                                                         3.655                  3.909
        Jumlah utang pajak                                               4.108                  4.525

   d. Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut:

                                                                  2024                   2023
        Kini
          Perusahaan                                                       459                    611
          Entitas anak                                                   1.187                  1.117
                                                                         1.646                  1.728
        Tangguhan
         Perusahaan                                                        (18)                   (52)
         Entitas anak                                                      695                    473
                                                                           677                    421
        Beban pajak penghasilan bersih                                   2.323                  2.149




                                                   68
Page 72
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   d. Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut (lanjutan):

      Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan dengan estimasi laba kena pajak untuk periode
      tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                     2024                 2023
      Laba sebelum pajak penghasilan konsolidasian                          10.142               10.597
      Penambahan kembali eliminasi konsolidasian                             5.495                5.569
      Laba konsolidasian sebelum pajak penghasilan
       dan eliminasi                                                        15.637               16.166
      Dikurangi: laba entitas anak sebelum pajak penghasilan                (9.124)              (9.220)
      Laba sebelum pajak penghasilan sebelum dikurangi
       pajak penghasilan atas pajak final - Perusahaan                       6.513                6.946
      Dikurangi: penghasilan yang telah dikenakan pajak final                 (210)                (111)
      Laba sebelum pajak penghasilan setelah dikurangi
       penghasilan atas pajak final - Perusahaan                             6.303                6.835

      Perbedaan temporer:
      Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                 296                   196
      Pendapatan instalasi tangguhan                                           24                    14
      Sewa                                                                    (25)                  (24)
      Provisi imbalan karyawan                                                318                   396
      Hak atas tanah, aset tak berwujud dan lainnya                            16                     8
      Beban pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya
       berkala bersih                                                           56                   (21)
      Perbedaan nilai buku aset tetap menurut akuntansi
       dan pajak                                                              (562)                 (389)
      Beban yang masih harus dibayar dan
       provisi persediaan usang                                               (22)                   18
      Biaya kontrak                                                             -                    31
      Jumlah perbedaan temporer bersih                                        101                   229
      Perbedaan tetap:
      Beban imbalan kesehatan pasca kerja berkala - bersih                      91                   60
      Sumbangan                                                                 56                   51
      Imbalan karyawan                                                           3                    4
      Beban untuk mendapatkan pendapatan obyek
       pajak penghasilan final                                                  36                    -
      Bagian laba bersih entitas asosiasi dan entitas anak                  (4.379)              (4.062)
      (Pendapatan) beban lain-lain dari hasil pemeriksaan pajak                  -                    -
      Lain-lain                                                                 45                   52
      Jumlah perbedaan tetap bersih                                         (4.148)              (3.895)
      Penghasilan kena pajak - Perusahaan                                    2.256                3.169
      Beban pajak penghasilan kini                                             428                  602
      Beban pajak penghasilan final                                             31                    9
      Jumlah beban pajak penghasilan kini - Perusahaan                         459                  611
      Beban pajak penghasilan kini - entitas anak                            1.187                1.117
      Jumlah beban pajak penghasilan kini                                    1.646                1.728




                                                    69
Page 73
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   d. Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan konsolidasian adalah sebagai berikut (lanjutan):

      Rekonsiliasi antara pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak perusahaan
      19% terhadap laba sebelum pajak penghasilan setelah dikurang pendapatan yang dikenakan pajak
      final dan beban pajak bersih pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
      adalah sebagai berikut:
                                                                      2024                  2023
      Laba sebelum pajak penghasilan konsolidasian                           10.142                10.597
      Dikurangi pendapatan yang dikenakan
       pajak final - bersih konsolidasian                                    (1.892)                  (10)
                                                                              8.250                10.587

      Beban pajak penghasilan dihitung pada tarif
       Perusahaan                                                             1.568                 2.012
      Perbedaan pada tarif pajak entitas anak                                   187                   232
      Beban yang tidak dapat dikurangkan untuk tujuan
       perpajakan                                                               440                  (119)
      Beban pajak penghasilan final                                              31                     9
      Penyesuaian pajak tangguhan                                               (14)                  (37)
      Pajak tangguhan yang tidak diakui                                           9                     2
      Lain-lain                                                                 102                    50
      Beban pajak penghasilan bersih                                          2.323                 2.149

      Dalam UU No. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah
      terakhir dengan UU No. 6 tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-
      Undang No. 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang, Pasal 17 ayat (1) huruf b
      mengatur bahwa tarif pajak yang diterapkan atas Penghasilan Kena Pajak bagi wajib pajak badan
      dalam negeri dan bentuk usaha tetap sebesar 22% (dua puluh dua persen) yang mulai berlaku pada
      tahun pajak 2022 dan dalam Pasal 17 ayat (2b) mengatur bahwa bagi wajib pajak badan berbentuk
      perseroan terbatas dengan jumlah keseluruhan saham yang disetor diperdagangkan pada bursa efek
      di Indonesia paling sedikit 40% dan memenuhi persyaratan tertentu dapat memperoleh tarif sebesar
      3% lebih rendah dari tarif seharusnya.

      Perusahaan telah menerapkan tarif pajak PPh Badan sebesar 19% untuk periode tiga bulan yang
      berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.
      Entitas anak menerapkan tarif pajak sebesar 22% untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
      31 Maret 2024 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

   e. Pemeriksaan pajak

      (i) Perusahaan

          PPh Tahun 2015

          Pada tanggal 25 April 2017, Otoritas Pajak menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar
          (“SKPLB”) PPh Badan senilai Rp147 miliar. Perusahaan setuju untuk menerima putusan
          pemeriksaan senilai Rp17 miliar atas PPh Badan, mengalihkan perhitungan pajak atas realisasi
          ganti rugi migrasi Flexi senilai Rp42 miliar yang sebelumnya dilaporkan pada SPT PPh Badan
          tahun 2015 ke SPT PPh Badan tahun 2016. Atas bagian yang tidak disetujui, Perusahaan
          mengajukan Surat Keberatan kepada Otoritas Pajak atas SKPLB PPh Badan senilai Rp210,5
          miliar pada tanggal 24 Juli 2017.
          Pada tanggal 18 Juli 2018, Otoritas Pajak menerbitkan Surat Keputusan Keberatan atas SKPLB
          PPh Badan yang menambah jumlah pajak yang masih harus diterima senilai Rp76 miliar. Atas
          keputusan keberatan tersebut, Perusahaan mengajukan banding pada tanggal 10 Oktober 2018.




                                                        70
Page 74
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   e. Pemeriksaan pajak (lanjutan)

      (i) Perusahaan (lanjutan)

          PPh Tahun 2015 (lanjutan)

          Pada tanggal 8 Juli 2020, Perusahaan menerima putusan banding dari Pengadilan Pajak atas
          sengketa PPh Badan tahun 2015. Pengadilan Pajak mengabulkan sebagian permohonan banding
          yang diajukan Perusahaan. Pada tanggal 9 September 2020, Perusahaan menerima
          pengembalian atas restitusi tambahan lebih bayar PPh Badan hasil putusan banding senilai
          Rp90,9 miliar.

          Pada tanggal 26 Oktober 2020, Perusahaan menerima pemberitahuan dari Pengadilan Pajak
          bahwa DJP mengajukan Peninjauan Kembali terhadap Putusan Banding atas sengketa PPh
          Badan tahun 2015. Pada tanggal 2 Desember 2020, Perusahaan merespon dengan mengirimkan
          Kontra Memori Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung melalui Sekretariat Pengadilan Pajak
          sebagai respon Peninjauan Kembali oleh DJP.
          Keseluruhan berkas Memori Peninjauan Kembali yang diajukan oleh Pemohon Peninjauan
          Kembali (DJP) dan berkas Kontra Memori Peninjauan Kembali yang dikirimkan oleh Termohon
          Peninjauan Kembali (Perusahaan) telah diteruskan oleh Sekretariat Pengadilan Pajak ke MA
          tanggal 13 Desember 2022 dengan surat pengantar nomor PKMA-1594/XII/PAN.Wk/2022.
          Pada tanggal 25 Mei 2023, Mahkamah Agung menerbitkan Putusan nomor 1365/B/PK/Pjk/2023
          yang menolak permohonan peninjauan kembali DJP. Dengan demikian untuk seluruh kewajiban
          pajak tahun 2015 telah berkekuatan hukum tetap melalui Penerbitan Putusan MA serta telah
          melewati masa daluwarsa penetapan pajak sebagaimana ketentuan perundang-undangan
          perpajakan.

          PPN dan PPh tahun 2019
          Pada tanggal 12 Mei 2022, Perusahaan menerima Surat Pemberitahuan Pemeriksaan Lapangan
          atas Lebih Bayar SPT Masa PPN Dalam Negeri Masa Januari sampai dengan Desember 2019.
          Pada tanggal 30 November 2022, Perusahaan menerima SKPKB dan STP PPN WAPU Masa
          Januari sampai dengan Desember 2019 senilai Rp6,3 miliar (termasuk denda Rp3,1 miliar) serta
          SKPLB PPN Dalam Negeri Masa Januari sampai dengan Desember 2019 senilai Rp60,8 miliar.
          Perusahaan setuju untuk menerima koreksi pajak pemeriksa dan telah melakukan pembebanan
          atas denda dan koreksi pemeriksaan pada laporan laba rugi tahun 2022. Dengan demikian, atas
          jenis pajak PPN tahun 2019 Perusahaan telah menerima putusan yang bersifat final dan
          berkekuatan hukum tetap.
          Pada tanggal 12 April 2023, Perusahaan menerima Surat Pemberitahuan Pemeriksaan Lapangan
          untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan atas PPh Badan dan PPh
          Pemotongan/Pemungutan Tahun Pajak 2019. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan
          keuangan ini, proses pemeriksaan pajak masih berlangsung.

          PPN dan PPh tahun 2020

          Pada tanggal 1 September 2022, Perusahaan menerima Surat Pemberitahuan Pemeriksaan
          Lapangan atas Lebih Bayar SPT Masa PPN Dalam Negeri Masa Mei 2020. Pada tanggal 10 Maret
          2023, Perusahaan telah menerima SKPKB dan STP PPN WAPU Masa Mei 2020 senilai Rp0,6
          miliar (termasuk denda Rp0,3 miliar), SKPN dan STP PPN JKP dari Luar Daerah Pabean senilai
          Rp0,1 miliar, dan SKPLB PPN Dalam Negeri Masa Mei 2020 senilai Rp0,3 miliar. Perusahaan
          setuju untuk menerima koreksi pajak pemeriksa dan telah melakukan pembebanan atas denda
          dan koreksi pemeriksaan pada laporan laba rugi tahun 2023.




                                                 71
Page 75
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   e. Pemeriksaan pajak (lanjutan)

      (i) Perusahaan (lanjutan)

          PPN dan PPh tahun 2020 (lanjutan)

          Pada tanggal 13 Maret 2023, Perusahaan menerima Surat Pemberitahuan Pemeriksaan
          Lapangan atas Lebih Bayar SPT Masa PPN Dalam Negeri Masa Januari sampai dengan April,
          Juli, September dan November sampai dengan Desember 2020. Pada tanggal 6 April 2023,
          Perusahaan menerima Surat Pemberitahuan Pemeriksaan Lapangan atas lebih bayar SPT Masa
          PPN Dalam Negeri Masa Juni, Agustus dan Oktober 2020. Pada tanggal 20 Juni 2023,
          Perusahaan menerima Surat Pemberitahuan Pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan
          kewajiban perpajakan atas PPh Badan, PPN dan PPh Pemotongan/Pemungutan Tahun Pajak
          2020.

          Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan ini, Perusahaan telah menerima Surat
          Ketetapan Pajak dan Surat Tagihan Pajak hasil pemeriksaan PPN untuk 4 (empat) masa pajak
          yaitu Januari, Februari, April dan Juli 2020 yang terdiri dari SKPLB PPN Dalam Negeri senilai
          Rp39,7 miliar, SKPKB PPN dan STP JKP dari Luar Daerah Pabean senilai Rp0,6 miliar, serta
          SKPKB dan STP PPN WAPU senilai Rp0,6 miliar. Sedangkan atas pemeriksaan PPN masa pajak
          lainnya serta PPh Badan dan PPh Pemotongan/Pemungutan, pemeriksaan pajaknya masih
          berlangsung.
          PPN dan PPh tahun 2021

          Pada tanggal 20 Juni 2023, Perusahaan menerima Surat Pemberitahuan Pemeriksaan untuk
          menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan atas PPh Badan, PPN, dan PPh
          Pemotongan/Pemungutan Tahun Pajak 2021. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan
          keuangan ini, proses pemeriksaan pajak masih berlangsung.

      (ii) Telkomsel
          PPh dan PPN Tahun 2014
          Pada bulan Mei 2019, Telkomsel menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (“SKPKB”) untuk
          PPh Badan, PPN, dan PPh tahun 2014 sejumlah Rp151 miliar (termasuk denda Rp55 miliar).
          Telkomsel menerima sebagian ketetapan pajak sebesar Rp16 miliar dan membebankannya
          sebagai beban dalam laporan laba rugi konsolidasian tahun 2019. Telkomsel juga membayar
          sebagian sebesar Rp99 miliar dari sisa kurang bayar tersebut dan mencatatnya sebagai tagihan
          restitusi pajak. Pada bulan Agustus 2019, Telkomsel mengajukan keberatan kepada Otoritas
          Pajak sebesar Rp134 miliar.
          Pada bulan Juli 2020, Telkomsel menerima surat keputusan keberatan yang menerima keberatan
          sebesar Rp27 miliar dan menolak sisanya sebesar Rp107 miliar. Telkomsel menerima restitusi
          pajak sebesar Rp27 miliar pada bulan Agustus 2020.
          Pada bulan September 2020, Telkomsel mengajukan banding kepada Pengadilan Pajak atas
          keputusan keberatan atas PPh Badan, PPN, dan PPh tahun 2014 sebesar Rp107 miliar.

          Pada bulan April 2022, Telkomsel menerima Putusan Pengadilan Pajak atas kurang bayar PPh
          dan PPN tahun 2014, yang menerima sebagian keberatan sebesar Rp66 miliar. Telkomsel
          menerima pengembalian dana tersebut pada bulan April, Mei dan Juni 2022, dan membebankan
          bagian yang ditolak sebesar Rp4 miliar pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2022.
          Pada bulan Agustus 2022, Telkomsel menerima pemberitahuan bahwa Otoritas Pajak telah
          mengajukan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung (“MA”) atas PPN tahun 2014 sebesar Rp8
          miliar. Telkomsel telah mengajukan kontra memorandum untuk Peninjauan Kembali pada bulan
          September 2022.
          Pada bulan Februari dan Maret 2023, MA menolak sepenuhnya permohonan peninjauan kembali
          yang diajukan oleh Otoritas Pajak atas masa pajak PPN 2014 sebesar Rp8 miliar. Dengan
          demikian, perkara tersebut telah berkekuatan hukum tetap (in-kracht) dan tidak ada tambahan
          utang pajak untuk tahun pajak 2014.
                                                 72
Page 76
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   e. Pemeriksaan pajak (lanjutan)

      (ii) Telkomsel (lanjutan)

          PPh dan PPN Tahun 2014 (lanjutan)

          Sampai dengan tanggal pengesahan laporan keuangan konsolidasian ini, proses banding untuk
          PPh Badan masih berlangsung.

          PPh dan PPN Tahun 2015
          Pada bulan Agustus 2019, Telkomsel menerima SKPKB untuk PPh Badan, PPN dan PPh tahun
          2015 sejumlah Rp385 miliar (termasuk denda Rp129 miliar). Telkomsel menerima sebagian
          ketetapan pajak sebesar Rp35 miliar, yang dibayarkan dan dibebankan sebagai beban pada
          laporan laba rugi konsolidasian tahun 2019. Telkomsel juga membayar sisa kurang bayar tersebut
          dan mencatatnya sebagai tagihan restitusi pajak. Pada bulan September 2019, Telkomsel
          mengajukan keberatan kepada Otoritas Pajak sebesar Rp350 miliar.

          Pada bulan Juli 2020, Telkomsel menerima surat keputusan keberatan dari Otoritas Pajak yang
          menolak seluruh keberatan Telkomsel.
          Pada bulan September 2020, Telkomsel mengajukan banding ke Pengadilan Pajak atas
          ketetapan PPh Badan, PPN, dan PPh tahun 2015 sebesar Rp350 miliar.

          Pada bulan April dan Mei 2022, Telkomsel menerima Putusan Pengadilan Pajak atas kurang
          bayar PPh dan PPN tahun 2015 yang menerima sebagian banding Telkomsel sebesar Rp53
          miliar. Telkomsel menerima restitusi pajak pada bulan April dan Mei 2022, dan membebankan
          bagian yang ditolak sebesar Rp3 miliar pada laporan laba rugi konsolidasian tahun 2022.

          Pada bulan Agustus 2022, Telkomsel menerima pemberitahuan bahwa Otoritas Pajak telah
          mengajukan Peninjauan Kembali ke MA atas PPN tahun 2015 sebesar Rp24 miliar. Telkomsel
          telah mengajukan kontra memorandum untuk Peninjauan Kembali pada bulan Agustus 2022.

          Pada bulan Februari hingga Mei 2023, Telkomsel menerima surat keputusan dari MA yang
          menolak sepenuhnya permohonan Peninjauan Kembali yang diajukan oleh Otoritas Pajak atas
          masa pajak PPN 2015 sebesar Rp24 miliar. Telkomsel telah menerima seluruh keputusan final
          yang berkekuatan hukum tetap (in-kracht) sehingga tidak ada tambahan utang pajak untuk PPN
          tahun pajak 2015.

          Sampai dengan tanggal pengesahan laporan keuangan konsolidasian ini, proses banding untuk
          PPh Badan masih berlangsung.

          PPh dan PPN Tahun 2018

          Pada bulan September 2022, Telkomsel menerima SKPKB untuk PPh Badan, PPN, dan PPh
          tahun 2018 sebesar Rp160 miliar (termasuk denda Rp49 miliar). Pada saat yang sama, Telkomsel
          juga menerima SKPLB atas PPN tahun 2018 dengan lebih bayar pajak sebesar Rp40 miliar.

          Pada tanggal 14 Oktober 2022, Telkomsel membayar dan menerima sebagian ketetapan pajak
          PPh Badan sebesar Rp0,16 miliar, dan mencatatnya sebagai beban dalam laporan laba rugi
          konsolidasian. Telkomsel juga membayar sisa ketetapan pajak PPh Badan dan PPN sebesar
          Rp57 miliar, setelah dikurangi lebih bayar PPN sebesar Rp40 miliar. Telkomsel mencatatnya
          sebagai tagihan restitusi pajak di laporan posisi keuangan konsolidasian.

          Pada tanggal 13 Desember 2022, Telkomsel mengajukan keberatan kepada Otoritas Pajak
          sebesar Rp120 miliar untuk PPh Badan, PPN dan PPh.




                                                 73
Page 77
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   e. Pemeriksaan pajak (lanjutan)

      (ii) Telkomsel (lanjutan)

           PPh dan PPN Tahun 2018 (lanjutan)

           Pada bulan Oktober 2023, Telkomsel telah menerima surat keputusan keberatan dari Otoritas
           Pajak yang menerima sebagian permohonan atas PPh dan PPN dan menolak seluruh
           permohonan keberatan Telkomsel untuk PPh Badan.

           Telkomsel telah menerima seluruh pengembalian pajak sebesar Rp22 miliar untuk PPh dan PPN
           di bulan Oktober 2023 dan mengakui beban sebesar Rp0,20 miliar untuk bagian PPh dan PPN
           yang ditolak pada laporan keuangan laba rugi 2023. Telkomsel telah mengajukan banding untuk
           seluruh bagian PPh Badan pada Januari 2024.

   f. Aset dan liabilitas pajak tangguhan

      Rincian aset dan liabilitas pajak tangguhan Grup adalah sebagai berikut:

                                                                      Aset dan liabilitas pajak tangguhan     (Dibebankan) dikreditkan ke
                                                                        pada laporan posisi keuangan               laporan laba rugi
                                                                       31 Maret 2024      31 Desember 2023       2024             2023
      Perusahaan
      Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                     888                831               57               37
      Beban pensiun dan beban imbalan pasca
        kerja lainnya berkala - bersih                                            832                822               10               (4)
      Perbedaan nilai buku aset tetap menurut
        akuntansi dan pajak                                                       320                430              (110)            (65)
      Provisi imbalan karyawan                                                    361                299                62              75
      Pendapatan instalasi tangguhan                                               26                 21                 5               3
      Hak atas tanah, aset takberwujud, dan lainnya                                32                 29                 3               2
      Beban yang masih harus dibayar dan provisi
        persediaan usang                                                           82                  86               (4)               3
      Sewa                                                                          (5)                 -               (5)              (5)
      Kapitalisasi biaya kontrak                                                   14                  14                -                6
      Aset pajak tangguhan Perusahaan - bersih                                  2.550               2.532              18               52
      Telkomsel
      Provisi imbalan karyawan                                                  1.428               1.385               43              33
      Penyisihan kerugian kredit ekspektasian                                     269                 205               64              25
      Sewa                                                                       (195)                554             (749)           (578)
      Liabilitas kontrak                                                          379                 400              (21)              -
      Perbedaan nilai buku aset tetap menurut
        akuntansi dan pajak                                                     (1.226)            (1.228)               1              51
      Amortisasi lisensi                                                          (172)              (171)               -               2
      Biaya kontrak                                                                 (40)               (46)              6               -
      Instrumen-instrumen keuangan lainnya                                        (179)              (165)             (14)              -
      Aset pajak tangguhan Telkomsel - bersih                                      264                934             (670)           (467)
      Aset pajak tangguhan entitas anak lainnya - bersih                           687                704               (6)            (11)
      Liabilitas pajak tangguhan entitas anak lainnya - bersih                    (861)              (841)             (19)              5
      Beban (manfaat) pajak tangguhan                                                                                 (677)           (421)
      Aset pajak tangguhan - bersih                                             3.501               4.170
      Liabilitas pajak tangguhan - bersih                                        (861)               (841)



      Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, jumlah agregat perbedaan temporer yang terkait
      dengan investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi atas liabilitas pajak tangguhan yang tidak
      diakui adalah masing-masing sebesar Rp86.890 miliar dan Rp79.794 miliar.

      Realisasi dari aset pajak tangguhan tergantung kepada kemampuan Grup dalam menghasilkan laba
      fiskal di masa depan. Meskipun tidak ada jaminan atas realisasi tersebut, Grup yakin bahwa
      kemungkinan besar aset pajak tangguhan tersebut akan terealisasi melalui pengurangan atas laba
      fiskal masa depan ketika perbedaan temporer terpulihkan. Jumlah aset pajak tangguhan tersebut
      diperkirakan dapat terealisasi, namun bisa berkurang jika laba fiskal di masa depan lebih kecil dari
      pada yang diestimasikan.




                                                                 74
Page 78
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. PERPAJAKAN (lanjutan)

   g. Administrasi

      Di bulan Oktober 2021, Pemerintah menerbitkan Undang-undang No. 7/2021 tentang Harmonisasi
      Peraturan Perpajakan, yang antara lain mengatur tarif pajak penghasilan dan PPN. Mulai 1 Januari
      2022, Grup menerapkan tarif pajak penghasilan atas penghasilan kena pajak karyawan sesuai ayat
      (1) huruf a Pasal 17 Bab III, serta mulai 1 April 2022 tarif PPN berubah menjadi 11%. Perusahaan
      memastikan kesiapan surrounding billing system, aspek administrasi dan legal atas transaksi, serta
      membangun koordinasi yang intensif antar unit yang terkait untuk mempersiapkan penerapan aturan
      tersebut.

      Pada bulan Februari 2022, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 9/2022 tentang
      Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah No. 51/2008 tentang Pajak Penghasilan atas
      Penghasilan dari Usaha Jasa Konstruksi. Perusahaan memastikan aspek administrasi dan legal atas
      transaksi dan membangun koordinasi yang solid antar unit terkait untuk mempersiapkan penerapan
      aturan tarif pajak penghasilan untuk usaha jasa konstruksi yang diatur dalam pasal 3 ayat (1)
      peraturan tersebut.

      Pada bulan Juni 2023, Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan No. 66/PMK.03/2023
      tentang Perlakuan PPh atas Penggantian atau Imbalan Sehubungan Dengan Pekerjaan atau Jasa
      yang Diterima atau Diperoleh Dalam Bentuk Natura dan/atau Kenikmatan. Perusahaan memastikan
      aspek administrasi dan legal atas transaksi, serta membangun koordinasi yang intensif antar unit yang
      terkait untuk mengimplementasikan aturan tersebut.

      Pada bulan Desember 2023, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 58 tahun 2023
      tentang Tarif Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 atas Penghasilan Sehubungan dengan
      Pekerjaan, Jasa, atau Kegiatan Wajib Pajak Orang Pribadi serta Peraturan Menteri Keuangan No. 168
      tahun 2023 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemotongan Pajak atas Penghasilan Sehubungan dengan
      Pekerjaan, Jasa, atau Kegiatan Orang Pribadi yang akan berlaku mulai 1 Januari 2024. Dengan
      adanya ketentuan tersebut, terdapat perubahan mekanisme perhitungan PPh Pasal 21 Karyawan
      yang sebelumnya menggunakan tarif progresif sesuai Pasal 17 Undang-undang Pajak Penghasilan
      menjadi menggunakan tarif efektif rata-rata (TER) untuk pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21
      yang diatur dalam peraturan pemerintah tersebut. Perusahaan memastikan dilakukannya koordinasi
      intensif antar unit yang terkait untuk mengimplementasikan aturan tersebut.

28. LABA PER SAHAM DASAR

   Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada
   pemilik entitas induk sebesar Rp6.053 miliar dan Rp6.424 miliar dengan jumlah rata-rata tertimbang
   saham yang beredar sejumlah 99.062.216.600 masing-masing untuk periode tiga bulan yang berakhir
   pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023.

   Laba per saham dasar masing-masing sejumlah Rp61,10 dan Rp64,85 (dalam jumlah penuh) untuk
   periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023. Perusahaan tidak memiliki
   instrumen keuangan yang berpotensi dilutif untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret
   2024 dan 2023.

29. DIVIDEN KAS DAN CADANGAN UMUM

   Berdasarkan hasil RUPST Perusahaan yang dinyatakan dalam Akta Notaris Ashoya Ratam. S.H., M.Kn.,
   No. 73 tertanggal 30 Mei 2023 para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembagian dividen kas
   untuk tahun buku 2022 sebesar Rp16.603 miliar (Rp167,59 per lembar saham). Perusahaan melakukan
   pembayaran dividen kas pada tanggal 5 Juli 2023.

   Berdasarkan Undang-Undang Perseroan Terbatas, Perusahaan diharuskan untuk membuat penyisihan
   cadangan wajib hingga sekurang-kurangnya 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh.

   Saldo laba dicadangkan Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing
   adalah sebesar Rp15.337 miliar.


                                                   75
Page 79
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA

   Rincian liabilitas manfaat pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya adalah sebagai berikut:

                                                        Catatan    31 Maret 2024        31 Desember 2023
   Liabilitas diestimasi manfaat pensiun dan
    imbalan pasca kerja lainnya
    Pensiun
      Perusahaan - funded                             30a.i.a
       Manfaat pasti                                 30a.i.a.i                 3.734                   3.666
       Manfaat tambahan                              30a.i.a.ii                   41                      44
      Perusahaan - unfunded                           30a.i.b                    248                     258
      Telkomsel                                        30a.ii                  4.890                   4.726
    Liabilitas diestimasi manfaat pensiun                                      8.913                   8.694
    Imbalan kesehatan pasca kerja                        30b                   1.561                   1.470
    Imbalan pasca kerja lainnya                          30c                     240                     244
    Imbalan tunjangan masa kerja                         30d                       1                       1
    Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-
      Undang Ketenagakerjaan                             30e                 1.043                  1.005
   Jumlah                                                                   11.758                 11.414

   Beban manfaat pensiun yang diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
   konsolidasian adalah sebagai berikut:

                                                   Catatan              2024                    2023
   Beban pensiun
    Perusahaan - funded                             30a.i.a
     Manfaat pasti                                 30a.i.a.i                     164                    170
     Manfaat tambahan                              30a.i.a.ii                      1                      1
    Perusahaan - unfunded                           30a.i.b                        7                     14
    Telkomsel                                        30a.ii                      165                    153
   Beban pensiun berkala-bersih                       24                         337                    338
   Beban imbalan kesehatan pasca kerja
    berkala-bersih                                  24,30b                         91                     60
   Beban imbalan pasca kerja lainnya                24,30c                          4                      6
   Beban imbalan tunjangan masa kerja               24,30d                          0                      0
   Beban pensiun berdasarkan Undang-Undang
    Ketenagakerjaan                                 24,30e                        48                     36
   Jumlah                                                                        480                    440




                                                   76
Page 80
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   Tabel berikut ini menyajikan perubahan liabilitas manfaat pasti dan liabilitas imbalan kesehatan pasca
   kerja, perubahan aset program pensiun dan aset program kesehatan pasca kerja, status pendanaan
   program pensiun dan program imbalan kesehatan pasca kerja, dan nilai bersih yang tercatat pada laporan
   posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, berdasarkan
   program pensiun manfaat pasti sebagai berikut:

                                                                Funded                                  Imbalan kesehatan
                                                              Manfaat pasti                                  pasca kerja
                                                    Perusahaan              Telkomsel                        Perusahaan
                                                                                                     Liabilitas          Aset
                                              Liabilitas      Aset        Liabilitas     Aset        imbalan          program
                                              manfaat       program       manfaat      program      kesehatan        kesehatan
                                              pensiun       pensiun       pensiun      pensiun      pasca kerja     pasca kerja       Jumlah
   Saldo awal, 1 Januari 2024                    23.718        (20.052)       5.796       (1.070)         14.624           (13.154)       9.862

   Beban jasa                                        74              -           86            -               -                -           160
   Beban bunga (pendapatan bunga)                   383           (326)          96          (17)            241             (216)          161
   Beban administrasi program                        (32)           32            -            0               -               66            66
   Beban tambahan manfaat
    kesejahteraan                                    34              -             -           -                -                -           34
   Jumlah yang dibebankan
    pada laba rugi                                  459           (294)         182          (17)            241             (150)          421

   (Keuntungan) kerugian aktuarial atas:
     Perubahan asumsi pengalaman                     70              -             -           -              68                 -          138
   Pengembalian aset program pensiun
     (setelah dikurangi nilai yang termasuk
     dalam beban bunga bersih)                         -           (70)            -           -                -              (68)        (138)
   Jumlah yang dibebankan pada
     penghasilan komprehensif lain                   70            (70)            -           -              68               (68)            -

   Kontribusi pemberi kerja                           -            (63)           -           (1)               -                -           (64)
   Kontribusi peserta program pensiun                 4             (4)           0           0                 -                -             -
   Pembayaran imbalan dari
     aset program                                 (487)            487             -           -            (160)             160              -
   Pembayaran imbalan oleh
     Perusahaan                                     (34)             -            -            -               -                -            (34)
   Saldo akhir, 31 Maret 2024                    23.730        (19.996)       5.978       (1.088)         14.773          (13.212)       10.185
   Liabilitas diestimasi manfaat pensiun
     pada akhir periode                           3.734                       4.890                        1.561                         10.185




                                                                     77
Page 81
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   Tabel berikut ini menyajikan perubahan liabilitas manfaat pasti dan liabilitas imbalan kesehatan pasca
   kerja, perubahan aset program pensiun dan aset program kesehatan pasca kerja, status pendanaan
   program pensiun dan program imbalan kesehatan pasca kerja, dan nilai bersih yang tercatat pada laporan
   posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, berdasarkan
   program pensiun manfaat pasti sebagai berikut (lanjutan):

                                                                     Funded                                  Imbalan kesehatan
                                                                   Manfaat pasti                                  pasca kerja
                                                   Perusahaan                          Telkomsel                  Perusahaan
                                                                                                           Liabilitas       Aset
                                              Liabilitas         Aset          Liabilitas       Aset       imbalan        program
                                              manfaat          program         manfaat        program     kesehatan      kesehatan
                                              pensiun          pensiun         pensiun        pensiun     pasca kerja pasca kerja         Jumlah
   Saldo awal, 1 Januari 2023                     23.136          (18.902)          5.128           (853)      12.878         (12.878)       8.509

   Beban jasa                                       326                 -            331                  -            -            -          657
   Biaya transfer pegawai                             (2)               2              -                  -            -            -            -
   Beban bunga (pendapatan bunga)                 1.573            (1.295)           369                (67)         913         (898)         595
   Beban administrasi program                      (126)             126               -                  0            -         187           187
   Penghasilan bunga dari batas atas aset              -                -              -                  -            -            3            3
   Beban tambahan manfaat
     kesejahteraan                                   50                 -               -                 -             -           -           50
   Jumlah yang dibebankan
     pada laba rugi                               1.821            (1.167)           700                (67)         913         (708)       1.492

   (Keuntungan) kerugian aktuarial atas:
     Perubahan asumsi pengalaman                     91                 -             (76)                -          (907)          -         (892)
     Perubahan asumsi keuangan                      906                 -             (40)                -         2.349           -        3.215
   Pengembalian aset program pensiun
     (setelah dikurangi nilai yang termasuk
     dalam beban bunga bersih)                         -             (473)              -               25              -         (89)        (537)
   Perubahan pada batas atas aset                      -                -               -                -              -         (88)         (88)
   Jumlah yang dibebankan pada
     penghasilan komprehensif lain                  997              (473)           (116)              25          1.442        (177)       1.698

   Kontribusi pemberi kerja                           -            (1.635)              -                (4)            -           -        (1.639)
   Kontribusi peserta program pensiun                17               (17)              -                 -             -           -             -
   Pembayaran imbalan dari
     aset program                                 (1.972)          1.972             (149)                -          (586)       586          (149)
   Pembayaran imbalan oleh
     Perusahaan                                      (50)               -              -                 -              -           -           (50)
   Kewajiban dari karyawan yang dialihkan              -                -            233              (171)             -           -           62
   Efek atas pengalihan bisnis
     Indihome ke Telkomsel                         (231)             170                -                 -         (23)           23           (61)
   Saldo akhir, 31 Desember 2023                 23.718           (20.052)          5.796            (1.070)    14.624        (13.154)       9.862
   Liabilitas diestimasi manfaat pensiun
     pada akhir periode                           3.666                             4.726                           1.470                    9.862



   Tabel berikut ini menyajikan perubahan liabilitas manfaat unfunded, liabilitas manfaat tambahan, imbalan
   pasca kerja lainnya, dan kewajiban pensiun berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan, perubahan
   aset program imbalan pensiun tambahan, dan nilai bersih yang diakui pada laporan posisi keuangan
   konsolidasian pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, berdasarkan program pensiun
   manfaat pasti sebagai berikut:

                                                                                                                    Perusahaan dan
                                                                       Perusahaan                                     entitas anak
                                                                               Imbalan                 Imbalan     Kewajiban pensiun
                                                                  Manfaat     pasca kerja              khusus       undang-undang
                                              Unfunded           tambahan       lainnya               masa kerja    ketenagakerjaan       Jumlah
   Saldo awal, 1 Januari 2024                        258                  44          244                        1              1.005        1.552
   Beban jasa                                          3                   0            1                        0                 46           50
   Beban bunga                                         4                   1            3                        -                  2           10
   Jumlah yang dibebankan
    pada laba rugi                                         7                  1                4                0                   48           60

   Pembayaran imbalan oleh
    Perusahaan                                         (17)                   (4)              (8)              -                  (10)          (39)
   Saldo akhir, 31 Maret 2024                         248                    41              240                1               1.043         1.573




                                                                        78
Page 82
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   Tabel berikut ini menyajikan perubahan liabilitas manfaat unfunded, liabilitas manfaat tambahan, imbalan
   pasca kerja lainnya, dan kewajiban pensiun berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan, perubahan
   aset program imbalan pensiun tambahan, dan nilai bersih yang diakui pada laporan posisi keuangan
   konsolidasian pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, berdasarkan program pensiun
   manfaat pasti sebagai berikut (lanjutan):
                                                                                                                               Perusahaan dan
                                                                                  Perusahaan                                     entitas anak
                                                                                        Imbalan             Imbalan           Kewajiban pensiun
                                                                             Manfaat   pasca kerja          khusus             undang-undang
                                                           Unfunded         tambahan     lainnya           masa kerja          ketenagakerjaan      Jumlah
   Saldo awal, 1 Januari 2023                                   522               44           268                  1                       928        1.763
   Beban jasa                                                    22                  -           7                  1                       152          182
   Beban bunga                                                   32                 3           15                   -                        65         115
   Jumlah yang dibebankan
    pada laba rugi                                                   54              3            22                 1                      217            297

   (Laba) rugi aktuaria diakui pada penghasilan
     komprehensif lainnya                                           (246)            (1)            2                 -                      (41)          (286)
   Pembayaran imbalan oleh
     Perusahaan                                                      (53)            (2)          (38)               (1)                   (102)           (196)
   Efek atas pengalihan bisnis Indihome ke Telkomsel                 (19)            0            (10)                -                       3              (26)
   Saldo akhir, 31 Desember 2023                                    258             44           244                 1                    1.005           1.552


   Komponen beban pensiun berkala bersih untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret
   2024 dan 2023, sebagai berikut:

                                                                                                                                         Perusahaan dan
                                                                             Perusahaan                                        Telkomsel anak perusahaan
                                                                                                Imbalan                                     Kewajiban
                                                                                   Imbalan        pasca         Imbalan                      penisiun
                                          Manfaat       Manfaat                   kesehatan       kerja          khusus         Manfaat   undang-undang
   2024                                    pasti       tambahan      Unfunded     pasca kerja    lainnya       masa kerja        pasti   ketenagakerjaan Jumlah
   Beban jasa                                    74            0            3               -              1            0            86               46   210
   Beban bunga                                   57            1            4             25               3            -            79                2   171
   Beban administrasi program                     -             -            -            66               -            -              -               -    66
   Beban tambahan manfaat kesejahteraan          34             -            -              -              -            -              -               -    34
   Beban pensiun berkala bersih                165             1            7             91               4            0           165               48   481
   Dibebankan kepada entitas anak
     berdasarkan perjanjian                      (1)            -             -             -              -              -           -               -       (1)
   Beban pensiun berkala bersih
     dikurangi jumlah yang dibebankan
     kepada entitas anak                       164             1              7            91              4              0        165              48      480



                                                                                                                                         Perusahaan dan
                                                                             Perusahaan                                        Telkomsel anak perusahaan
                                                                                                Imbalan                                     Kewajiban
                                                                                   Imbalan        pasca         Imbalan                      penisiun
                                          Manfaat       Manfaat                   kesehatan       kerja          khusus         Manfaat   undang-undang
   2023                                    pasti       tambahan      Unfunded     pasca kerja    lainnya       masa kerja        pasti   ketenagakerjaan Jumlah
   Beban jasa                                    83            0            5               -              2            0            82               35   207
   Beban bunga                                   71            1            9              0               4            -            71                1   157
   Beban administrasi program                    22             -            -            60               -            -              -               -    82
   Beban pensiun berkala bersih                176             1           14             60               6            0           153               36   446
   Dibebankan kepada entitas anak
     berdasarkan perjanjian                      (6)            -             -             -              -              -           -               -       (6)
   Beban pensiun berkala bersih
     dikurangi jumlah yang dibebankan
     kepada entitas anak                       170             1             14            60              6              0        153              36      440


   a. Beban manfaat pensiun
       i. Perusahaan
           (a) Funded
                 (i) Manfaat pasti
                     Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti bagi karyawan tetap yang
                     mulai bekerja sebelum 1 Juli 2002. Program pensiun ini diatur di dalam undang-undang
                     pensiun Indonesia dan dikelola oleh Dana Pensiun Telkom (“Dapen”). Pengelolaan Dana
                     Pensiun sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun dan Arahan Investasi yang ditetapkan oleh
                     Pendiri dilaksanakan oleh Dewan Pengurus. Dewan Pengurus diawasi oleh Dewan
                     Pengawas yang terdiri dari perwakilan Perusahaan dan peserta.


                                                                            79
Page 83
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
   a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)
       i. Perusahaan (lanjutan)
         (a) Funded (lanjutan)
             (i) Manfaat pasti (lanjutan)
                 Manfaat pensiun yang dibayar dihitung berdasarkan gaji pokok pada saat mulai pensiun
                 dan masa kerja karyawan. Karyawan yang ikut serta dalam program pensiun ini membayar
                 kontribusi 18% (sebelum Maret 2003: 8,4%) dari gaji pokok ke dana pensiun. Perusahaan
                 memberikan kontribusi kepada Dapen untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
                 31 Maret 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah
                 masing-masing sebesar Rp63 miliar dan Rp1.635 miliar.
                 Risiko yang terekspos pada program manfaat pasti adalah risiko seperti volatilitas aset dan
                 perubahan imbal hasil obligasi. Liabilitas program dihitung menggunakan tingkat diskonto
                 yang merujuk kepada tingkat imbal hasil obligasi pemerintah, jika imbal hasil aset program
                 lebih rendah, maka akan menghasilkan defisit program. Penurunan imbal hasil obligasi
                 pemerintah akan meningkatkan liabilitas program, walaupun hal ini akan saling hapus
                 secara sebagian dengan kenaikan dari nilai obligasi program yang dimiliki. Perusahaan
                 memastikan bahwa posisi investasi telah diatur dalam kerangka asset-liability matching
                 (“ALM”) yang telah dibentuk untuk mencapai hasil jangka panjang yang sejalan dengan
                 liabilitas pada program pensiun imbalan pasti. Dalam kerangka ALM, tujuan Perusahaan
                 adalah untuk menyesuaikan aset-aset dan liabilitas pensiun dengan berinvestasi pada
                 portofolio yang terdiversifikasi dengan baik dalam menghasilkan tingkat pengembalian
                 yang optimal dengan mempertimbangkan tingkat risikonya. Investasi pada program telah
                 terdiversifikasi dengan baik, sehingga kinerja buruk satu investasi tidak akan memberikan
                 dampak material bagi seluruh kelompok aset.

                 Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, aset program manfaat pasti terdiri
                 dari:
                                                                   31 Maret 2024                         31 Desember 2023
                                                         Harga kuotasian     Tidak memiliki     Harga kuotasian    Tidak memiliki
                                                          di pasar aktif    harga kuotasian      di pasar aktif   harga kuotasian
                 Kas dan setara kas                                   902                   -                 559                 -
                 Instrumen ekuitas:
                   Keuangan                                         1.924                   -             1.799                   -
                   Barang konsumen primer                              42                   -                98                   -
                   Bahan baku                                         261                   -               276                   -
                   Infrastruktur                                      650                   -               741                   -
                   Energi                                             192                   -               161                   -
                   Teknologi                                           33                   -                41                   -
                   Perindustrian                                      232                   -               267                   -
                   Barang konsumen non-primer                         540                   -               516                   -
                   Properti dan real estate                           107                   -               112                   -
                   Kesehatan                                          175                   -               209                   -
                   Transportasi dan logistik                            7                   -                 7                   -
                 Reksadana berbasis saham                             244                   -               376                   -
                 Instrumen keuangan pendapatan tetap:
                   Obligasi korporasi                                   -              2.229                  -               2.447
                   Obligasi pemerintah                             10.304                  -             10.257                   -
                   Reksadana pendapatan tetap ("RDPT")                  -                100                  -                 100
                   Midterm notes ("MTN")                                -                 99                  -                  99
                   Efek beragun aset ("EBA")                            -                 10                  -                  13
                   Sukuk                                                -              1.044                  -               1.054
                 Saham non-publik:
                   Penempatan langsung                                  -                371                  -                 371
                 Properti                                               -                186                  -                 186
                 Lainnya                                                -                344                  -                 363
                 Jumlah                                            15.613              4.383             15.419               4.633

                 Aset program pensiun termasuk di dalamnya saham Seri B yang dikeluarkan oleh
                 Perusahaan dengan nilai wajar Rp379 miliar dan Rp457 miliar, yang mewakili 1,90% dan
                 2,28% dari total aset program pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, dan
                 obligasi yang dikeluarkan oleh Perusahaan dengan nilai wajar masing-masing senilai
                 Rp346 miliar dan Rp345 miliar mewakili masing-masing 1,73% dan 1,72% dari total aset
                 per tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.

                                                              80
Page 84
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)

      i. Perusahaan (lanjutan)
         (a) Funded (lanjutan)

            (i)   Manfaat pasti (lanjutan)

                  Perkiraan pengembalian ditentukan berdasarkan ekspektasi pasar untuk pengembalian
                  keseluruhan masa liabilitas dengan mempertimbangkan perpaduan portofolio dari aset
                  program. Hasil aktual aset program adalah Rp396 miliar dan Rp1.768 miliar masing-
                  masing untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan untuk
                  tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023. Berdasarkan Peraturan Perusahaan
                  yang diterbitkan tanggal 14 Januari 2014 mengenai kebijakan pendanaan Dapen.
                  Perusahaan tidak akan memberikan kontribusi ke Dapen bila Rasio Kecukupan
                  Pendanaan (“RKD”) Dapen di atas 105%. Berdasarkan laporan keuangan Dapen pada
                  tanggal 31 Desember 2023, RKD Dapen di bawah 105% sehingga Perusahaan akan
                  memberikan kontribusi pemberi kerja ke program pensiun manfaat pasti.
                  Berdasarkan Peraturan Perusahaan yang diterbitkan tanggal 30 September 2022, tentang
                  Peraturan Dana Pensiun dari Dana Pensiun Telkom, Perusahaan menetapkan bagi para
                  pensiunan yang berhenti selain karena Hukuman Disiplin, Pensiun Dini, dan Atas
                  Permintaan Sendiri dan menerima Manfaat Pensiun kurang dari Rp1 juta per bulan
                  diberikan kenaikan Manfaat Pensiun bulanan menjadi Rp1 juta. Pada tahun 2024 dan
                  2023, Perusahaan memberikan manfaat kesejahteraan tambahan kepada Pensiunan dan
                  penerima manfaat pensiun dari peserta yang memasuki masa pensiun sebelum
                  30 Juni 2002 masing-masing sebesar Rp34 miliar dan Rp50 miliar.

                  Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti dilakukan berdasarkan perhitungan
                  pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, pada laporan masing-masing tertanggal
                  1 Maret 2024 dan 18 Maret 2023 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka Sarmaja, FSA dan
                  Rekan. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 31
                  Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:
                                                                      2023                  2022
                  Tingkat diskonto                                           6,75%                 7,25%
                  Tingkat kenaikan kompensasi                                8,00%                 8,00%
                  Tabel tingkat kematian di Indonesia                         2019                  2019

             (ii) Manfaat Tambahan

                  Berdasarkan Peraturan Perusahaan yang diterbitkan tanggal 30 September 2022, tentang
                  Peraturan Dana Pensiun dari Dana Pensiun Telkom, Perusahaan menyelenggarakan
                  Program Manfaat Lain Iuran Pasti (“PMLIP”) dalam bentuk Manfaat Tambahan. Peserta
                  PMLIP berhak menerima Manfaat Pensiun Berkala tiap bulan sesuai dengan ketentuan
                  dalam Peraturan Dana Pensiun. Dana Manfaat Tambahan bersumber dari iuran Manfaat
                  Tambahan Pemberi Kerja dan dana penyisihan hasil pengembangan investasi apabila
                  tercapai RKD di atas 102% dan tingkat pengembalian investasi (“ROI”) di atas suku bunga
                  aktuaria untuk pendanaan. Iuran Manfaat Tambahan Pemberi Kerja untuk setiap peserta
                  PMLIP ditetapkan sebesar Rp120 ribu untuk periode iuran 12 bulan yang dihitung secara
                  proporsional sesuai dengan jumlah penerimaan.




                                                   81
Page 85
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
   a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)
      i. Perusahaan (lanjutan)
         (a) Funded (lanjutan)

            (ii)   Manfaat Tambahan (lanjutan)

                   Penilaian aktuaria untuk program pensiun manfaat tambahan dilakukan berdasarkan
                   perhitungan pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, pada laporan masing-masing
                   tertanggal 1 Maret 2024 dan 18 Maret 2023 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka Sarmaja,
                   FSA dan Rekan. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen pada
                   tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:
                                                                      2023                  2022
                   Tingkat diskonto                                          6,75%                 7,25%
                   Tabel tingkat kematian di Indonesia                        2019                  2019

                   Aset program untuk manfaat tambahan telah disisihkan sejak 2018 sesuai persetujuan
                   Dewan Pengawas. Pada tanggal 31 Maret 2024 tidak ada kewajiban tambahan yang
                   disisihkan karena persyaratan pengakuan manfaat tambahan sebagaimana tersebut di
                   atas belum terpenuhi.

         (b) Unfunded
            Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti tanpa pendanaan dan program
            pensiun iuran pasti untuk karyawannya. Program pensiun iuran pasti diselenggarakan bagi
            karyawan tetap yang mulai bekerja pada atau setelah tanggal 1 Juli 2002. Program ini dikelola
            oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan (“DPLK”). Kontribusi Perusahaan kepada DPLK
            dihitung berdasarkan persentase tertentu dari gaji karyawan di mana untuk periode tiga bulan
            yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
            31 Desember 2023 adalah masing-masing sebesar Rp13 miliar dan Rp50 miliar.

            Sejak tahun 2007, Perusahaan memberlakukan manfaat pensiun berdasarkan penyeragaman
            bagi peserta sebelum 20 April 1992 dan peserta sejak 20 April 1992 yang mulai diterapkan bagi
            karyawan yang akan pensiun terhitung sejak 1 Februari 2009. Pada tahun 2010, Perusahaan
            menggantikan penyeragaman dengan Manfaat Pensiun Sekaligus (“MPS”). MPS diberikan bagi
            karyawan yang telah mencapai usia pensiun, kematian, atau cacat sejak 1 Februari 2009.

            Perusahaan juga menyelenggarakan manfaat bagi karyawan yang akan memasuki masa
            persiapan pensiun, di mana karyawan tidak aktif selama periode 6 bulan sebelum mencapai
            usia pensiun yakni 56 tahun yang disebut dengan Masa Persiapan Pensiun (“MPP”). Selama
            periode tersebut, karyawan tetap menerima manfaat-manfaat yang diselenggarakan bagi
            pegawai aktif, di antaranya termasuk, namun tidak terbatas pada gaji regular, kesehatan, cuti
            besar, bonus, dan manfaat-manfaat lainnya. Mulai tanggal 1 April 2012, karyawan harus
            mengajukan permohonan MPP terlebih dahulu dan tanpa permohonan maka dianggap tetap
            akan bekerja sampai dengan masa pensiun.

            Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti tanpa pendanaan dilakukan
            berdasarkan perhitungan pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, pada laporan masing-
            masing tertanggal 1 Maret 2024 dan 8 Maret 2023 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka Sarmaja,
            FSA dan Rekan. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal
            31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:
                                                                       2023                 2022
            Tingkat diskonto                                               6,75%           7,00%-7,25%
            Tingkat kenaikan kompensasi                              6,10%-8,00%           6,10%-8,00%
            Tabel tingkat kematian di Indonesia                             2019                  2019


                                                    82
Page 86
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)
   a. Beban manfaat pensiun (lanjutan)
       ii. Telkomsel
          Telkomsel menyelenggarakan program pensiun imbalan pasti bagi karyawannya. Berdasarkan
          program ini, karyawan berhak atas imbalan pensiun yang ditentukan berdasarkan gaji pokok
          terakhir atau gaji bersih yang diterima (tidak termasuk tunjangan fungsional) dan masa kerjanya.
          Program pensiun tersebut dikelola oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero) (“Jiwasraya”),
          perusahaan asuransi jiwa milik negara, melalui suatu kontrak asuransi anuitas. Hingga tahun
          2004, karyawan berkontribusi pada program ini sebesar 5% dari gaji pokok bulanan mereka,
          sementara Telkomsel menanggung sisa besaran kontribusi yang diharuskan menurut program
          tersebut. Sejak tahun 2005, Telkomsel telah menanggung sepenuhnya besaran kontribusi
          tersebut.
          Pada tanggal 23 April 2021, Telkomsel dan Jiwasraya sepakat untuk mengakhiri kontrak program
          asuransi tersebut dan menandatangani perjanjian restrukturisasi. Perjanjian tersebut
          menggantikan program manfaat dari anuitas menjadi manfaat sekaligus (lump sum). Berdasarkan
          perjanjian ini, kedua belah pihak sepakat untuk menentukan nilai tunai pada tanggal pengakhiran
          yang terbagi menjadi nilai tunai untuk peserta aktif dan peserta pasif masing-masing sebesar
          Rp857 miliar dan Rp73 miliar. Terdapat potongan 5% dari nilai tunai untuk peserta aktif, maka
          95% dari Rp857 miliar (atau setara dengan Rp814 miliar) ditambah Rp73 miliar akan menjadi
          jumlah yang selanjutnya diambil alih oleh PT Asuransi Jiwa IFG (”IFG Life”) pada saat perjanjian
          dengan IFG Life menjadi efektif dan karenanya, perjanjian restrukturisasi akan berakhir. Pada
          tanggal 30 November 2023, dana tunai telah selesai diambil alih oleh IFG Life dengan tidak
          terdapat perubahan pada program dan nilai tunai yang dialihkan pada tanggal pengalihan, dan di
          saat yang sama, perjanjian restrukturisasi dinyatakan berakhir.

          Pada tanggal 27 Juni 2023, Perusahaan dan Telkomsel menandatangani perjanjian mengenai
          Dapen untuk menunjuk Telkomsel sebagai Mitra dari Perusahaan sebagai satu-satunya Pendiri,
          yang menghasilkan hak dan kewajiban bagi Telkomsel sebagaimana diatur pada Peraturan Dana
          Pensiun efektif sejak tanggal pemisahan segmen usaha IndiHome ke Telkomsel.
          Sejak tanggal pemisahan segmen usaha IndiHome ke Telkomsel, Telkomsel menyelenggarakan
          program pensiun manfaat pasti bagi karyawan tetap yang dialihkan, yang mulai bekerja sebelum
          1 Juli 2002. Program pensiun ini diatur di dalam undang-undang pensiun Indonesia dan dikelola
          oleh Dapen. Dapen dikelola sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun dan Arahan Investasi yang
          ditetapkan oleh Perusahaan sebagai Pendiri dan dilaksanakan oleh Dewan Pengurus. Dewan
          Pengurus diawasi oleh Dewan Pengawas yang ditunjuk oleh Pendiri.
          Manfaat pensiun yang dibayar dihitung berdasarkan gaji pokok pada saat mulai pensiun dan masa
          kerja karyawan. Karyawan yang ikut serta dalam program pensiun ini membayar kontribusi
          sebesar 18% dari gaji pokok ke dana pensiun. Kontribusi Telkomsel kepada Dapen untuk periode
          tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 adalah sebesar Rp2 miliar
          (2023: Rp21 miliar).
          Penilaian aktuaria atas program pensiun manfaat pasti dilakukan berdasarkan perhitungan pada
          tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 dengan laporan tertanggal masing-masing 5 Maret 2024
          dan 28 Februari 2023 yang dilakukan oleh KKA Halim dan Rekan, aktuaris independen yang
          berasosiasi dengan Milliman. Asumsi dasar aktuaria yang digunakan oleh aktuaris independen
          pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai berikut:
                                                                        2023                2022
          Tingkat diskonto                                                   6,70%        6,75% - 7,25%
          Tingkat kenaikan kompensasi                                7,50% - 8,00%        6,10% - 8,00%
          Tabel tingkat kematian di Indonesia                                 2019                 2019




                                                  83
Page 87
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   b. Imbalan kesehatan pasca kerja

       Perusahaan menyelenggarakan program imbalan kesehatan pasca kerja untuk semua karyawannya
       yang sudah bekerja sebelum tanggal 1 November 1995 dengan masa kerja 20 tahun atau lebih pada
       saat pensiun, dan anggota keluarganya yang memenuhi syarat. Ketentuan untuk masa kerja selama
       20 tahun ini tidak berlaku bagi karyawan yang memasuki masa pensiun sebelum tanggal 3 Juni 1995.
       Program ini tidak berlaku bagi karyawan yang mulai bekerja pada Perusahaan sejak tanggal
       1 November 1995. Program jaminan kesehatan pasca kerja tersebut dikelola oleh Yayasan
       Kesehatan Telkom (“Yakes Telkom”).

      Program imbalan kesehatan pasca kerja iuran pasti diselenggarakan bagi karyawan tetap yang mulai
      bekerja pada atau setelah tanggal 1 November 1995 atau karyawan dengan masa kerja kurang dari
      20 tahun pada saat pensiun. Perusahaan tidak memberikan kontribusi ke Yakes Telkom untuk periode
      tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
      31 Desember 2023. Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, aset program terdiri dari:
                                                        31 Maret 2024                         31 Desember 2023
                                             Harga kuotasian      Tidak memiliki      Harga kuotasian   Tidak memiliki
                                              di pasar aktif     harga kuotasian       di pasar aktif  harga kuotasian
      Kas dan setara kas                                  550                    -                 391                 -
      Instrumen ekuitas:
        Keuangan                                        1.498                    -               1.465                 -
        Barang konsumen primer                            101                    -                 115                 -
        Bahan baku                                        248                    -                 260                 -
        Infrastruktur                                     571                    -                 617                 -
        Energi                                            174                    -                 156                 -
        Teknologi                                          15                    -                  24                 -
        Perindustrian                                     246                    -                 261                 -
        Barang konsumen non-primer                        406                    -                 394                 -
        Properti dan real estate                          108                    -                 110                 -
        Kesehatan                                         126                    -                 147                 -
        Transportasi dan logistik                           5                    -                   5                 -
      Reksadana berbasis ekuitas                          382                    -                 434                 -
      Instrumen keuangan pendapatan tetap:
        Obligasi pemerintah                             1.334                    -               1.269                 -
        Obligasi korporasi                                  6                    -                   6                 -
        Reksadana pendapatan tetap                      6.995                    -               7.053                 -
      Saham non-publik:
        Penempatan privat                                   -                 448                    -              447
      Jumlah                                           12.765                 448               12.707              447


      Aset program Yakes Telkom juga termasuk saham Seri B yang diterbitkan Perusahaan dengan nilai
      wajar sebesar Rp273 miliar dan Rp321 miliar yang merupakan 2,07% dan 2,45% dari keseluruhan
      aset program masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023. Obligasi yang
      dikeluarkan oleh Perusahaan dengan nilai wajar masing-masing senilai Rp6 miliar mewakili masing-
      masing 0,04% dari total aset per tanggal 31 Desember 2023. Perkiraan pengembalian ditentukan
      berdasarkan ekspektasi pasar untuk pengembalian keseluruhan masa liabilitas dengan
      mempertimbangkan perpaduan portofolio dari aset program. Hasil aktual aset program adalah
      Rp262 miliar dan Rp987 miliar masing-masing untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
      31 Maret 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.
      Penilaian aktuaria untuk program imbalan kesehatan pasca kerja dilakukan berdasarkan perhitungan
      pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, pada laporan masing-masing tertanggal 1 Maret 2024 dan
      8 Maret 2023 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar aktuaria
      yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai
      berikut:

                                                                                     2023                  2022
      Tingkat diskonto                                                                      6,75%                 7,25%
      Tingkat pertumbuhan beban kesehatan untuk tahun depan                                 7,00%                 7,00%
      Tingkat tren beban kesehatan                                                          7,00%                 7,00%
      Tahun tingkat tren beban kesehatan tercapai                                            2023                  2022
      Tabel tingkat kematian di Indonesia                                                    2019                  2019
                                                           84
Page 88
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   c. Imbalan pasca kerja lainnya

      Perusahaan memberikan imbalan pasca kerja lainnya dalam bentuk uang tunai yang dibayarkan pada
      saat karyawan pensiun atau saat pemutusan hubungan kerja atau meninggal dunia. Imbalan pasca
      kerja lainnya tersebut adalah Biaya Fasilitas Perumahan Terakhir (“BFPT”) dan Biaya Perjalanan
      Pensiun dan Purnabhakti (“BPP”) dan Pesangon Meninggal Dunia (“Pesangon MD”). Pesangon MD
      diberikan kepada karyawan yang meninggal dunia dengan besaran sebanyak 12 kali gaji terakhir.

      Penilaian aktuaria untuk program imbalan pasca kerja lainnya dilakukan berdasarkan perhitungan
      pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, pada laporan masing-masing tertanggal 1 Maret 2024 dan
      8 Maret 2023 yang dilakukan oleh KKA I Gde Eka Sarmaja, FSA dan Rekan. Asumsi dasar aktuaria
      yang digunakan oleh aktuaris independen pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sebagai
      berikut:

                                                                                    2023                          2022
      Tingkat diskonto                                                                     6,50%                         6,75%
      Tabel tingkat kematian di Indonesia                                                   2019                          2019

   d. Imbalan khusus masa kerja

      Perusahaan memberikan Tunjangan Khusus Masa Kerja kepada karyawan dengan kriteria karyawan
      yang diangkat sebelum 1 Juli 2002 dan memiliki masa kerja lebih dari 30 tahun serta berakhir
      hubungan kerja setelah 19 September 2019. Jumlah tercatat liabilitas imbalan khusus masa kerja
      pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing sebesar Rp1 miliar. Beban
      tunjangan masa kerja yang dibebankan adalah sebesar Rp0 miliar masing-masing untuk periode tiga
      bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023.

   e. Kewajiban pensiun berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan

      Berdasarkan Undang-Undang No. 11 tahun 2020 mengenai Ketenagakerjaan, Perusahaan dan
      entitas anak diharuskan untuk memberikan manfaat pensiun minimum, jika belum dipenuhi oleh
      program pensiun yang diselenggarakan, kepada para karyawannya yang mencapai usia pensiun.
      Jumlah tercatat liabilitas tambahan ini pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-
      masing sebesar Rp1.043 miliar dan Rp1.005 miliar. Beban pensiun yang dibebankan adalah sebesar
      Rp48 miliar dan Rp36 miliar masing-masing untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
      31 Maret 2024 dan 2023.

   f. Profil jatuh tempo atas liabilitas manfaat pasti

      Waktu perkiraan pembayaran manfaat dan rata-rata tertimbang durasi atas liabilitas manfaat pasti
      pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:

                                                               Perkiraan pembayaran manfaat
                                            Perusahaan
                                        Funded                                        Imbalan        Imbalan         Imbalan
                                Manfaat        Manfaat                               kesehatan      pasca kerja     pasca kerja
      Jangka waktu               pasti       tambahan    Unfunded      Telkomsel     pasca kerja      lainnya      UUCK (Telkom)

      31 Maret 2024
      Dalam 10 tahun kedepan       20.557           35          323         8.833           8.769          274               83
      Dalam 10-20 tahun            15.850           30           80        13.778          13.651          116              426
      Dalam 20-30 tahun             9.623           16          139         9.184          12.128           71              485
      Dalam 30-40 tahun             3.630            5           21           439           5.114            3               49
      Dalam 40-50 tahun               693            1            -             -             819            -                -
      Dalam 50-60 tahun                53            -            -             -              48            -                -
      Dalam 60-70 tahun                 1            -            -             -               5            -                -
      Dalam 70-80 tahun                 -            -            -             -               -            -                -

      Rata-rata tertimbang
      durasi atas liabilitas
      manfaat pasti            8,42 tahun   8,42 tahun   5,54 tahun    9,18 tahun    12,39 tahun    4,51 tahun      11,18 tahun




                                                          85
Page 89
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENSIUN DAN IMBALAN PASCA KERJA LAINNYA (lanjutan)

   f. Profil jatuh tempo atas liabilitas manfaat pasti (lanjutan)

      Waktu perkiraan pembayaran manfaat dan rata-rata tertimbang durasi atas liabilitas manfaat pasti
      pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut (lanjutan):

                                                            Perkiraan pembayaran manfaat
                                            Perusahaan
                                        Funded                                              Imbalan        Imbalan        Imbalan
                                Manfaat        Manfaat                                     kesehatan      pasca kerja    pasca kerja
      Jangka waktu               pasti       tambahan         Unfunded      Telkomsel      pasca kerja      lainnya     UUCK (Telkom)

      31 Desember 2023
      Dalam 10 tahun kedepan       21.044            39              340          8.833         8.929             281             83
      Dalam 10-20 tahun            15.850            30               79         13.778        13.651             116            426
      Dalam 20-30 tahun             9.623            16              139          9.184        12.128              70            485
      Dalam 30-40 tahun             3.630             5               21            439         5.114               3             49
      Dalam 40-50 tahun               693             1                -              -           819               -              -
      Dalam 50-60 tahun                53             -                -              -            48               -              -
      Dalam 60-70 tahun                 1             -                -              -             5               -              -
      Dalam 70-80 tahun                 -             -                -              -             1               -              -

      Rata-rata tertimbang
      durasi atas liabilitas
      manfaat pasti            8,42 tahun    8,42 tahun       5,54 tahun    9,18 tahun     12,39 tahun     4,51 tahun    11,18 tahun


   g. Analisis sensitivitas

      Perubahan 1% pada tingkat diskonto dan tingkat gaji akan memberikan dampak atas liabilitas manfaat
      pasti pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 sebagai berikut:

                                                     Tingkat diskonto                                 Tingkat gaji
                                            Peningkatan 1%      Penurunan 1%               Peningkatan 1%     Penurunan 1%
                                              Jumlah peningkatan (penurunan)                 Jumlah peningkatan (penurunan)
      Sensitivitas
      31 Maret 2024
      Didanai:
        Manfaat pasti                                     (2.031)               2.388                      235                  (225)
      Tidak didanai                                          (10)                  11                       12                   (11)
      Telkomsel                                             (547)                 623                      674                  (602)
      Imbalan kesehatan pasca kerja                       (1.626)               1.958                    1.864                (1.581)
      Imbalan pasca kerja lainnya                            (11)                  12                        4                    (3)
      Imbalan pasca kerja UUCK (Telkom)                      (11)                  12                       34                   (29)

      31 Desember 2023
      Didanai:
        Manfaat pasti                                     (2.030)               2.387                      235                  (224)
      Tidak didanai                                          (10)                  12                       13                   (12)
      Telkomsel                                             (529)                 602                      651                  (582)
      Imbalan kesehatan pasca kerja                       (1.609)               1.939                    1.845                (1.565)
      Imbalan pasca kerja lainnya                            (11)                  12                        3                    (3)
      Imbalan pasca kerja UUCK (Telkom)                      (10)                  12                       33                   (28)

      Analisis sensitivitas dilakukan dengan menggunakan metode yang mengekstrapolasi dampak atas
      liabilitas manfaat pasti sebagai akibat perubahan atas asumsi utama yang muncul pada akhir tahun
      pelaporan.

      Hasil sensitivitas tersebut di atas menentukan dampak secara individu atas liabilitas manfaat pasti
      masing-masing program pada akhir tahun. Dalam kenyataannya, setiap program bergantung pada
      beberapa hal eksternal lain yang dapat menyebabkan liabilitas manfaat pasti bergerak baik searah
      maupun berlawanan, dan sensitivitas setiap program dapat berubah secara bervariasi dari waktu ke
      waktu.

      Tidak terdapat perubahan metode dan asumsi yang digunakan dalam menghitung analisis sensitivitas
      dari periode sebelumnya.




                                                               86
Page 90
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. PENGHARGAAN MASA KERJA (“LONG SERVICE AWARDS” atau “LSA”)
   Telkomsel dan Telkomsat memberikan penghargaan dalam bentuk uang tunai atau sejumlah hari cuti
   tertentu kepada karyawan yang telah memenuhi syarat masa kerja tertentu, termasuk LSA dan Long
   Service Leaves (“LSL”). LSA diberikan saat karyawan mencapai kelipatan tahun tertentu atau saat
   pemutusan hubungan kerja. LSL dalam bentuk sejumlah hari cuti atau uang tunai, tergantung persetujuan
   manajemen, diberikan kepada karyawan yang memenuhi syarat masa kerja dan dengan usia minimum
   tertentu.
   Liabilitas yang timbul sehubungan dengan penghargaan ini ditentukan berdasarkan perhitungan aktuaria
   dengan menggunakan metode Projected Unit Credit sebesar Rp1.203 miliar dan Rp1.153 miliar masing-
   masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023. Manfaat yang dibebankan adalah sebesar
   Rp78 miliar dan Rp72 miliar masing-masing untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
   31 Maret 2024 dan 2023 (Catatan 24).

32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI

   a. Hubungan dan sifat saldo akun/transaksi dengan pihak berelasi

      Rincian hubungan dan sifat akun/transaksi dengan pihak berelasi yang signifikan adalah sebagai
      berikut:

      Pihak Berelasi                              Hubungan                            Sifat Saldo Akun/Transaksi
      Pemerintah                             Pemegang saham utama Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
        Menteri Keuangan                                            lainnya, biaya pendanaan, dan investasi pada instrumen keuangan
      BUMN
        Indosat                              Entitas sepengendali        Pendapatan interkoneksi, pendapatan sewa jaringan, pendapatan
                                                                           atas penggunaan satelit transponder, beban interkoneksi, beban
                                                                           penggunaan fasilitas telekomunikasi, beban operasional dan
                                                                           pemeliharaan, dan beban atas penggunaan data jaringan sistem
                                                                           komunikasi
        PT Pertamina (Persero)               Entitas sepengendali        Pendapatan jasa internet dan data dan pendapatan jasa
         (“Pertamina”)                                                     telekomunikasi lainnya
        Bank milik negara                    Entitas sepengendali        Penghasilan pendanaan dan biaya pendanaan
        BNI                                  Entitas sepengendali        Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
                                                                           lainnya, penghasilan pendanaan, dan biaya pendanaan
        BRI                                  Entitas sepengendali        Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
                                                                           lainnya, penghasilan pendanaan, dan biaya pendanaan
        Bank Mandiri                         Entitas sepengendali        Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
                                                                           lainnya, penghasilan pendanaan, dan biaya pendanaan
        PT Taspen (Persero) (“Taspen”)       Entitas sepengendali        Pendapatan jasa internet dan data dan pendapatan jasa
                                                                            telekomunikasi lainnya
        PT Perusahaan Listrik Negara         Entitas sepengendali        Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
         (“PLN”)                                                          lainnya, dan beban listrik
        PT Asuransi Jasa Indonesia           Entitas sepengendali        Beban asuransi aset tetap dan beban asuransi kecelakaan diri
         (“Jasindo”)
        PT BNI Life Insurance (“BNI Life     Entitas sepengendali        Beban kesehatan karyawan
          Insurance”)
        PT Mandiri Sekuritas (“Mandiri       Entitas sepengendali        Beban konsultan
          Sekuritas”)
        Bahana TCW                      “    Entitas sepengendali        Reksa dana
        Sarana Multi Infrastruktur           Entitas sepengendali        Pinjaman lainnya dan biaya pendanaan
        BTN                                  Entitas sepengendali        Kas di bank dan deposito berjangka
        BSI                                  Entitas sepengendali        Kas di bank dan deposito berjangka
        BUMN lainnya                         Entitas sepengendali        Pendapatan jasa internet dan data, pendapatan jasa telekomunikasi
                                                                           lainnya, beban operasi, dan pembelian aset tetap
      PT Omni Inovasi Indonsia Tbk.          Entitas asosiasi            Distribusi kartu SIM dan voucer prabayar
        (“Omni Inovasi Indonesia”)
      PT Fintek Karya Nusantara         “)   Entitas asosiasi            Beban pemasaran dan distribusi kartu SIM dan voucer prabayar
        (“Finarya”)
      Indonusa                               Entitas asosiasi            Pendapatan jasa internet dan data        dan   pendapatan      jasa
                                                                           telekomunikasi lainnya
      PT Kereta Cepat Indonesia China        Entitas berelasi lainnya    Pendapatan jasa telekomunikasi lainnya
       (“KCIC”)
      Padi UMKM                              Entitas berelasi lainnya    Beban jasa operasional dan pemeliharaan, beban pencairan piutang,
                                                                           beban pelatihan, beban pengamanan internal, beban
                                                                           pengembangan dan penelitian, beban cetak dan printing, beban
                                                                           rapat, beban umum dan administrasi lainnya, beban promosi,
                                                                           beban iklan, beban fee penjualan, beban customer education, dan
                                                                           beban pemasaran
      Direksi                                Personil manajemen          Gaji dan fasilitas
                                               kunci
      Komisaris                              Personil pengawas           Gaji dan fasilitas

                                                                    87
Page 91
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (LANJUTAN)

   a. Hubungan dan sifat saldo akun/transaksi dengan pihak berelasi (lanjutan)

      Jumlah saldo dari piutang dan utang usaha pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 bebas
      dari bunga dan penyelesaiannya akan terjadi dalam bentuk kas. Tidak ada jaminan yang disediakan
      atau diterima untuk setiap piutang dan utang usaha dengan pihak berelasi. Pada tanggal 31 Maret
      2024 dan 31 Desember 2023, Grup mencatat peningkatan atas kerugian penurunan nilai piutang
      usaha dari pihak berelasi sebesar Rp78 miliar dan Rp47 miliar.

   b. Transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi

                                                    2024                                2023
                                                       % terhadap jumlah                   % terhadap jumlah
                                       Jumlah             pendapatan       Jumlah             pendapatan
      Pendapatan
       Pemegang saham utama
        Menteri Keuangan                          94               0,25               60               0,17
       Entitas sepengendali
        Indosat                                  590               1,58              484               1,34
        Pertamina                                173               0,46              197               0,55
        BNI                                      142               0,38              144               0,40
        Lain-lain (masing-masing
          di bawah Rp100 miliar)               397                 1,06           360                  1,00
       Sub-jumlah                            1.302                 3,48         1.185                  3,29
       Entitas berelasi lainnya                 98                 0,26             9                  0,02
       Entitas asosiasi                          3                 0,01             2                  0,01
      Jumlah                                 1.497                 4,00         1.256                  3,49


                                                    2024                                2023
                                                       % terhadap jumlah                   % terhadap jumlah
                                       Jumlah                beban         Jumlah                beban
      Beban
       Entitas sepengendali
        PLN                                      667                2,56             637                2,55
        Indosat                                  163                0,62             135                0,54
        Lain-lain (masing-masing
          di bawah Rp100 miliar)                 164                0,63              98                0,39
       Sub-jumlah                                994                3,81             870                3,48
       Entitas berelasi lainnya
        Padi UMKM                                136                0,52             147                0,59
        Lain-lain (masing-masing
          di bawah Rp100 miliar)                   12               0,05               47               0,19
       Sub-jumlah                                 148               0,57              194               0,78
       Entitas asosiasi                            41               0,16               39               0,16
      Jumlah                                    1.183               4,54            1.103               4,42




                                                    88
Page 92
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)

   b. Transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi (lanjutan)

                                                    2024                                     2023
                                                       % terhadap jumlah                        % terhadap jumlah
                                                          penghasilan                              penghasilan
                                       Jumlah              pendanaan            Jumlah              pendanaan
      Penghasilan pendanaan
       Entitas sepengendali
        Bank milik negara                         95                    28,36             100                41,84
      Jumlah                                      95                    28,36             100                41,84


                                                    2024                                     2023
                                                       % terhadap jumlah                        % terhadap jumlah
                                       Jumlah           biaya pendanaan         Jumlah           biaya pendanaan
      Biaya pendanaan
       Pemegang saham utama
        Menteri Keuangan                           1                     0,08               2                 0,19
       Entitas sepengendali
        Bank milik negara                        287                    23,94             221                20,56
        Sarana Multi Infrastruktur                 7                     0,58              26                 2,42
      Jumlah                                     295                    24,60             249                23,17

                                                    2024                                     2023

                                                            % terhadap jumlah                    % terhadap jumlah
                                       Jumlah                   pembelian       Jumlah               pembelian
      Pembelian aset tetap
       Entitas sepengendali                       12                    0,24               17                0,23
      Jumlah                                      12                    0,24               17                0,23

                                                    2024                                     2023
                                                       % terhadap jumlah                        % terhadap jumlah
                                       Jumlah             pendapatan            Jumlah             pendapatan
      Distribusi kartu SIM dan
       voucer
       Entitas asosiasi                           33                    0,09              276                0,76
      Jumlah                                      33                    0,09              276                0,76


   c. Saldo dengan pihak berelasi

                                              31 Maret 2024                         31 Desember 2023
                                                      % terhadap jumlah                      % terhadap jumlah
                                       Jumlah                aset               Jumlah              aset
      Kas dan setara kas
        (Catatan 3)                         18.811                       6,53        19.024                   6,63
      Aset keuangan lancar lainnya
        (Catatan 4)                              921                     0,32             800                 0,28
      Piutang usaha
        (Catatan 5)                             2.336                    0,81            1.918                0,67

      Aset kontrak
       Pemegang saham utama
        Menteri Keuangan                          29                     0,01              36                 0,01
       Entitas sepengendali                      248                     0,09             252                 0,09
       Entitas asosiasi                            1                     0,00               1                 0,00
       Entitas berelasi lainnya                    2                     0,00               1                 0,00
      Jumlah                                     280                     0,10             290                 0,10

      Aset lancar lainnya                         34                     0,01              53                 0,02
      Aset tidak lancar lainnya                    5                     0,00               5                 0,00




                                                       89
Page 93
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)

   c. Saldo dengan pihak berelasi (lanjutan)

                                              31 Maret 2024                   31 Desember 2023
                                                      % terhadap jumlah                % terhadap jumlah
                                       Jumlah              liabilitas     Jumlah            liabilitas
      Utang usaha (Catatan 15)
       Pemegang saham utama
         Menteri Keuangan                       13                0,01             18               0,01
       Entitas sepengendali
         BUMN                                  248                0,20            302               0,23
         Indosat                               129                0,10            129               0,10
         Lain-lain                             194                0,16             12               0,01
       Sub-jumlah                              571                0,46            443               0,34
       Entitas asosiasi                         10                0,01             40               0,03
       Entitas berelasi lainnya                 64                0,05             84               0,06
      Jumlah                                   658                0,53            585               0,44

      Beban yang masih harus
       dibayar
       Pemegang saham utama
         Menteri Keuangan                         2                0,00             1               0,00
       Entitas sepengendali
         BUMN                                   116                0,09           137               0,10
         Bank milik negara                       44                0,04            39               0,03
       Sub-jumlah                               160                0,13           176               0,13
      Jumlah                                    162                0,13           177               0,13

      Liabilitas kontrak
        Pemegang saham utama
         Menteri Keuangan                        17               0,01            18               0,01
        Entitas sepengendali
         BUMN                                   315               0,25           312               0,24
         Lain-lain                                1               0,00             1               0,00
        Sub-jumlah                              316               0,25           313               0,24
        Entitas asosiasi                          9               0,01            13               0,01
        Entitas berelasi lainnya
         KCIC                                 1.219               0,99          1.133              0,87
         Lain-lain                                1               0,00              2              0,00
        Sub-jumlah                            1.220               0,99          1.135              0,87
      Jumlah                                  1.562               1,26          1.479              1,13

      Deposit pada pelanggan                     19                0,02            19              0,01
      Utang bank jangka pendek
       (Catatan 18)                            2.987               2,42         4.916              3,77
      Pinjaman penerusan
       (Catatan 19a)                             80                0,06            84              0,06
      Utang bank jangka panjang
       (Catatan 19c)                           9.789               7,92        11.099              8,51
      Pinjaman lainnya
       (Catatan 19d)                                 -                -           362              0,28




                                                  90
Page 94
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)

   d. Perjanjian signifikan dengan pihak berelasi

      i. Pemerintah

         Perusahaan memperoleh pinjaman penerusan dari Pemerintah (Catatan 19a).

      ii. Indosat

          Perusahaan mengadakan perjanjian dengan               Indosat   untuk    menyelenggarakan      jasa
          telekomunikasi internasional kepada masyarakat.

          Perusahaan juga mengadakan perjanjian interkoneksi dengan Indosat antara jaringan telepon
          tidak bergerak (“Public Switched Telephone Network” atau “PSTN”) milik Perusahaan dan jaringan
          telekomunikasi bergerak selular GSM milik Indosat dalam rangka penyelenggaraan jasa Indosat
          Multimedia Mobile serta penyelesaian hak dan liabilitas interkoneksi terkait.

          Perusahaan juga mengadakan perjanjian dengan Indosat untuk interkoneksi jaringan
          telekomunikasi bergerak selular GSM milik Indosat dengan PSTN Perusahaan yang
          memungkinkan pelanggan masing-masing perusahaan untuk melakukan panggilan domestik
          antara jaringan telekomunikasi bergerak selular GSM milik Indosat dan jaringan tidak bergerak
          Perusahaan, serta memungkinkan pelanggan Indosat untuk mengakses jasa SLI Perusahaan
          dengan menekan “007”.

          Perusahaan selama ini menangani pembuatan kuitansi tagihan dan melakukan penagihan kepada
          pelanggan untuk Indosat. Indosat secara bertahap akan mengambil alih kegiatan tersebut dan
          melakukan sendiri penerbitan kuitansi tagihan dan melakukan penagihan secara langsung.
          Perusahaan menerima kompensasi dari Indosat yang dihitung sebesar 1% dari jumlah yang ditagih
          oleh Perusahaan terhitung sejak tanggal 1 Januari 1995, ditambah dengan beban pemrosesan
          tagihan yang ditetapkan sebesar jumlah tertentu untuk setiap data (record). Pada tanggal
          11 Desember 2008, Perusahaan dan Indosat sepakat untuk memberlakukan tarif biaya layanan
          SLI. Besaran tarif tersebut telah memperhitungkan besaran kompensasi penerbitan kuitansi
          tagihan dan penagihan. Kesepakatan ini berlaku efektif di tahun berjalan dan berlaku selanjutnya
          sampai dengan adanya berita acara kesepakatan baru.

         Pada tanggal 18 Desember 2017, Perusahaan dan Indosat menandatangani amendemen atas
         perjanjian kerja sama interkoneksi untuk jaringan tidak bergerak (lokal, Sambungan Langsung
         Jarak Jauh (“SLJJ”), dan internasional) dan jaringan bergerak dalam rangka implementasi liabilitas
         tarif berbasis biaya berdasarkan Peraturan Menkominfo No. 8 tahun 2006. Amendemen ini berlaku
         efektif mulai 1 Januari 2018.

         Telkomsel juga mengadakan perjanjian dengan Indosat untuk menyelenggarakan jasa
         telekomunikasi internasional kepada pelanggan jaringan bergerak selular GSM.

         Perusahaan menyediakan layanan sirkit langganan kepada Indosat dan entitas anaknya, yaitu
         PT Aplikanusa Lintasarta (“Lintasarta”). Saluran ini dapat digunakan perusahaan-perusahaan
         tersebut untuk hubungan telepon, telegraf, data, teleks, faksimili, atau jasa telekomunikasi lainnya.

      iii. Lain-lain

         Perusahaan mengadakan perjanjian dengan Lintasarta untuk penggunaan transponder satelit atau
         kanal frekuensi satelit telekomunikasi sirkit langganan Perusahaan.




                                                    91
Page 95
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)

   e. Remunerasi personil manajemen kunci dan pengawas

       Personil manajemen kunci adalah Direksi Perusahaan dan personil pengawas adalah Dewan
       Komisaris.

       Perusahaan memberikan remunerasi dalam bentuk honor dan fasilitas untuk keperluan tugas
       operasional Dewan Komisaris dan imbalan kerja jangka pendek berupa gaji dan fasilitas untuk
       keperluan tugas operasional Direksi. Jumlah tunjangan tersebut adalah sebagai berikut:

                                                               2024                                              2023
                                                                 % terhadap jumlah                                 % terhadap jumlah
                                               Jumlah                  beban                      Jumlah                 beban
       Direksi                                       116                    0,44%                       109                   0,44%
       Dewan Komisaris                                50                    0,18%                        46                   0,19%

       Jumlah yang disajikan pada tabel di atas adalah jumlah yang diakui sebagai beban umum dan
       administrasi selama periode laporan keuangan.

33. SEGMEN OPERASI

   Grup memiliki empat segmen utama yang dilaporkan, yaitu mobile, consumer, enterprise, dan WIB.
   Segmen mobile menyediakan produk mobile voice, SMS, value added service, dan mobile broadband.
   Segmen consumer menyediakan jasa IndiHome (terdiri dari jasa telepon tidak bergerak, TV berbayar,
   dan internet), dan jasa telekomunikasi lainnya yang diberikan kepada pelanggan perumahan. Segmen
   enterprise menyediakan solusi end-to-end ke pelanggan korporat dan institusional. Segmen WIB
   menyediakan jasa interkoneksi, broadband access, teknologi informasi, data, dan jasa internet yang
   diberikan ke operator telekomunikasi lainnya dan pelanggan internasional. Segmen lain-lain
   menyediakan produk digital content (music dan game), big data, Business to Business (“B2B”)
   Commerce, serta financial service yang diberikan kepada pelanggan perorangan maupun korporasi.
   Tidak terdapat segmen operasi yang digabungkan dalam menentukan laporan segmen.

   Manajemen memantau hasil operasi unit bisnis secara terpisah untuk tujuan pengambilan keputusan
   tentang alokasi sumber daya dan penilaian kinerja. Kinerja segmen dinilai berdasarkan laba atau rugi
   usaha segmen yang diukur sesuai dengan laba atau rugi usaha dalam laporan keuangan konsolidasian.
   Namun demikian, kegiatan pendanaan dan pajak penghasilan dikelola pada level grup serta tidak
   dievaluasi secara terpisah dan tidak dialokasikan ke segmen operasi.

   Pendapatan dan beban segmen meliputi juga transaksi antarsegmen operasi dan dinilai sebesar nilai
   yang dipercaya manajemen untuk merepresentasikan nilai pasar.

                                                                                  2024
                                                                                                               Penyesuaian
                                                                                                   Total           dan        Jumlah
                               Mobile      Consumer     Enterprise    WIB           Lain-lain     segmen        eliminasi  konsolidasian
   Hasil segmen
   Pendapatan
     Pendapatan eksternal       21.091        6.862         4.472      4.760              126       37.311             118        37.429
     Pendapatan antarsegmen        802         (320)        6.523      4.848              522       12.375         (12.375)            -
   Jumlah pendapatan segmen     21.893        6.542        10.995      9.608              648       49.686         (12.257)       37.429

   Hasil segmen                   6.360       2.300           154      2.537              (233)     11.118              (975)     10.143
   Informasi lain
   Pembelian barang modal        (2.181)      (1.579)         (622)      (695)              (1)      (5.078)           (24)       (5.102)
   Penyusutan dan amortisasi     (5.173)      (1.468)         (925)    (1.563)              (4)      (9.133)         1.048        (8.085)
   Provisi diakui selama
     periode berjalan              (166)       (113)          (192)         (5)             (4)       (480)              34         (446)




                                                                 92
Page 96
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. SEGMEN OPERASI (lanjutan)


                                                                                  2023
                                                                                                                 Penyesuaian
                                                                                                     Total           dan        Jumlah
                               Mobile      Consumer     Enterprise    WIB           Lain-lain       segmen        eliminasi  konsolidasian
   Hasil segmen
   Pendapatan
     Pendapatan eksternal       20.635        6.656         4.507      4.040                89         35.927            163       36.090
     Pendapatan antarsegmen        823           48         6.123      4.950               482         12.426        (12.426)           -
   Jumlah pendapatan segmen     21.458        6.704        10.630      8.990               571         48.353        (12.263)      36.090

   Hasil segmen                   7.207       2.426           (140)    2.281               (250)       11.524           (927)      10.597
   Informasi lain
   Pembelian barang modal        (2.034)      (1.133)       (1.501)    (2.731)               (2)       (7.401)           (17)       (7.418)
   Penyusutan dan amortisasi     (5.235)      (1.466)         (901)    (1.465)               (4)       (9.071)         1.190        (7.881)
   Provisi diakui selama
     periode berjalan              (112)       (124)          (466)         (4)              (3)         (709)           37          (672)


   Penyesuaian dan eliminasi:

   a. Rekonsiliasi pendapatan:

                                                                                         2024                            2023
       Jumlah pendapatan segmen                                                                  49.686                          48.353
       Pendapatan dari segmen non-operasi lainnya                                                   118                             163
       Penyesuaian dan eliminasi antarsegmen                                                    (12.375)                        (12.426)
       Pendapatan konsolidasi                                                                    37.429                          36.090


   b. Rekonsiliasi hasil segmen:
                                                                                         2024                           2023
       Jumlah hasil segmen                                                                       11.118                         11.524
       Rugi usaha dari segmen non-operasi lainnya                                                  (515)                          (457)
       Penyesuaian dan eliminasi antarsegmen                                                        405                            364
       Penghasilan pendanaan                                                                        335                            239
       Biaya pendanaan                                                                           (1.199)                        (1.075)
       Bagian laba (rugi) investasi jangka panjang
        pada entitas asosiasi                                                                        (1)                             2
       Laba sebelum pajak penghasilan konsolidasi                                                10.143                         10.597


   c. Rekonsiliasi pembelian barang modal:

                                                                                         2024                            2023
       Jumlah pembelian barang modal segmen                                                        (5.078)                       (7.401)
       Pembelian barang modal dari
        segmen non-operasi lainnya                                                                    (24)                          (17)
       Pembelian barang modal konsolidasi                                                          (5.102)                       (7.418)


   d. Rekonsiliasi penyusutan dan amortisasi:

                                                                                         2024                            2023
       Jumlah penyusutan dan amortisasi segmen                                                     (9.133)                       (9.071)
       Penyusutan dan amortisasi dari segmen                                                          (53)                          (60)
        non-operasi lainnya
       Penyesuaian dan eliminasi antarsegmen                                                        1.101                         1.250
       Penyusutan dan amortisasi konsolidasi                                                       (8.085)                       (7.881)




                                                                 93
Page 97
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. SEGMEN OPERASI (lanjutan)

    e. Rekonsiliasi provisi diakui selama periode berjalan:

                                                                      2024                     2023
       Jumlah provisi diakui segmen                                             (480)                     (709)
       Provisi diakui selama periode berjalan dari
        segmen non-operasi lainnya                                                1                          0
       Penyesuaian dan eliminasi antarsegmen                                     33                         37
       Provisi yang diakui selama
        periode berjalan konsolidasi                                            (446)                     (672)

   Informasi geografis:

                                                                     2024                      2023
    Pendapatan eksternal
     Indonesia                                                               35.097                      34.184
     Luar negeri                                                              2.332                       1.906
    Jumlah                                                                   37.429                      36.090

   Informasi terkait pendapatan di atas didasarkan pada lokasi pelanggan.

   Tidak terdapat pendapatan dari pelanggan utama yang melebihi 10% dari total pendapatan pada periode
   tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2024 dan 2023.

                                                                31 Maret 2024           31 Desember 2023
    Aset operasional tidak lancar
     Indonesia                                                            185.170                     186.554
     Luar negeri                                                            2.927                       2.932
    Jumlah                                                                188.097                     189.486

   Aset operasional tidak lancar untuk tujuan segmen ini terdiri dari aset tetap dan aset takberwujud.

34. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI

   Berdasarkan UU No. 36 tahun 1999 dan Peraturan Pemerintah No. 52 tahun 2000, tarif penyelenggaraan
   jaringan dan/atau jasa telekomunikasi ditetapkan oleh penyelenggara berdasarkan jenis tarif, struktur,
   dan dengan mengacu pada formula batasan tarif jasa telekomunikasi yang ditetapkan oleh Pemerintah.

   a. Tarif telepon tidak bergerak

       Pemerintah telah mengeluarkan formula penyesuaian tarif yang diatur dalam Peraturan Menkominfo
       No. 5/2021 tanggal 31 Maret 2021 tentang “Penyelenggaraan Telekomunikasi”. Peraturan ini
       menggantikan peraturan sebelumnya Peraturan Menkominfo No. 15/PER/M.KOMINFO/4/2008
       tanggal 30 April 2008.

       Berdasarkan peraturan tersebut, struktur tarif jasa teleponi dasar yang disalurkan melalui jaringan
       tetap terdiri dari:
       i. Biaya aktivasi
       ii. Biaya berlangganan bulanan
       iii. Biaya penggunaan, dan
       iv. Biaya fasilitas tambahan.




                                                     94
Page 98
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. TARIF JASA TELEKOMUNIKASI (lanjutan)

   b. Tarif telepon selular

      Pada tanggal 31 Maret 2021, Menkominfo mengeluarkan Peraturan Menkominfo No. 5/2021 yang
      memberikan pedoman penetapan tarif seluler dengan formula yang terdiri dari biaya elemen jaringan
      dan biaya aktivitas layanan ritel.

      Berdasarkan peraturan Menkominfo No. 5/2021, tarif selular untuk penyelenggaraan jasa
      telekomunikasi yang terhubung melalui jaringan selular bergerak terdiri dari:
      i. Tarif jasa teleponi dasar
      ii. Tarif jelajah, dan/atau
      iii. Tarif jasa multimedia

      dengan struktur tarif sebagai berikut:
      i. Biaya aktivasi
      ii. Biaya berlangganan bulanan, dan/atau
      iii. Biaya penggunaan.

   c. Tarif interkoneksi

      Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (“BRTI”), dalam suratnya No. 262/BRTI/XII/2011 tanggal
      12 Desember 2011, memutuskan untuk mengubah tarif interkoneksi SMS menjadi berbasis biaya
      dengan tarif maksimal sebesar Rp23 per SMS efektif sejak tanggal 1 Juni 2012 dan berlaku untuk
      seluruh operator penyelenggara telekomunikasi.
      Berdasarkan       surat    Direktur    Jenderal   Penyelenggaraan    Pos    dan     Informatika
      No. 118/KOMINFO/DJPPI/PI.02.04/01/2014 tanggal 30 Januari 2014, Direktur Jenderal
      Penyelenggaraan Pos dan Informatika memutuskan untuk menerapkan tarif interkoneksi baru yang
      berlaku efektif sejak 1 Februari 2014 sampai dengan 31 Desember 2016 dan dapat dievaluasi setiap
      tahun oleh BRTI. Sebagai tindak lanjut, Perusahaan dan Telkomsel diminta untuk menyampaikan
      usulan Dokumen Penawaran Interkoneksi (“DPI”) kepada BRTI untuk dievaluasi.

      Selanjutnya, BRTI melalui suratnya No. 60/BRTI/III/2014 tanggal 10 Maret 2014 dan
      No. 125/BRTI/IV/2014 tanggal 24 April 2014 menyetujui revisi DPI Telkomsel dan Perusahaan terkait
      tarif interkoneksi. Melalui surat tersebut, BRTI juga menyetujui perubahan tarif interkoneksi SMS
      menjadi Rp24 per SMS.

      Pada tanggal 18 Januari 2017, BRTI melalui suratnya No. 20/BRTI/DPI/I/2017 dan
      No. 21/BRTI/DPI/I/2017, memutuskan untuk tetap memberlakukan tarif interkoneksi sesuai dengan
      DPI Perusahaan dan Telkomsel tahun 2014 sampai dengan tarif interkoneksi yang baru ditetapkan.

   d. Tarif sewa jaringan

      Pada tahun 2008 Direktur Jendral Pos dan Telekomunikasi Indonesia menerbitkan peraturan No. 115
      tahun 2008 yang mengatur tentang Perjanjian Dokumen Jenis Layanan Sewa Jaringan, Tarif Layanan
      Sewa Jaringan, Kapasitas Tersedia Layanan Sewa Jaringan, Kualitas Layanan Sewa Jaringan, dan
      Prosedur Penyediaan Layanan Sewa Jaringan yang Dimiliki oleh Penyedia Layanan Sewa Jaringan
      Dominan sesuai dengan usulan Perusahaan. Selanjutnya, berdasarkan peraturan Menkominfo
      No. 5/2021, Pemerintah mengatur bentuk, jenis, struktur dan perhitungan tarif untuk jasa yang
      berhubungan dengan sewa jaringan.

   e. Tarif jasa lainnya

      Tarif sewa satelit, jasa teleponi, dan multimedia lainnya ditentukan oleh penyedia layanan dengan
      memperhitungkan berbagai pengeluaran dan harga pasar. Pemerintah hanya menetapkan formula
      tarif untuk layanan teleponi dasar. Tidak ada aturan untuk tarif atas jasa-jasa lainnya.




                                                 95
Page 99
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN

   a. Pembelian barang modal

      Pada tanggal 31 Maret 2024, jumlah ikatan pembelian barang modal adalah sebesar Rp9.775 miliar
      dan US$228 juta.

      Jumlah di atas termasuk perjanjian-perjanjian signifikan berikut:

        Pihak yang terkait dengan kontrak        Tanggal perjanjian     Bagian yang signifikan dari perjanjian
                                                                       Perjanjian dan Pengadaan Development
                                                                       and Rollout Agreement ("DRA") dan
                                                12 September 2019 -    Technical Support Agreement ("TSA")
        Telkomsel dan PT Phincon
                                                12 September 2024      Customer Relationship Management
                                                                       ("CRM") Solution System Integrator
        Telkomsel, PT Ericsson Indonesia,
                                                1 Februari 2021 -      Perjanjian Pengadaan Radio Ultimate
        PT Huawei Tech Investment, dan
                                                31 Januari 2027        Solution ("ROA") dan TSA
        PT ZTE Indonesia
        Telkomsel, PT Sempurna Global
                                                                       Perjanjian Pengadaan Next Generation of
        Pratama, PT Lintas Teknologi            1 September 2021 -
                                                                       Gateway GPRS Support Node ("GGSN")
        Indonesia, dan PT Ericsson              1 September 2024
                                                                       (Virtualized EPC)
        Indonesia
        Telkomsel, Amdocs Software                                     Perjanjian Online Charging System
                                                8 Oktober 2021 -       (“OCS”) dan Service Control Points
        Solutions Limited Liability Company,
                                                8 Oktober 2024         (“SCP”) System Solution Development
        dan PT Application Solutions
        Telkomsel dan PT Application            8 Oktober 2021 -
                                                                       TSA untuk OCS dan SCP
        Solutions                               8 Oktober 2024
        Telkomsat dan Thales Alenia Space       28 Oktober 2021 -      Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan
        France ("TAS")                          27 Oktober 2037        Sistem Satelit HTS 113BT
        Telkomsel dan PT Ericsson               13 Februari 2022 -     Perjanjian Pengadaan CS Core Solution
        Indonesia                               12 Februari 2025       ROA dan TSA
        Telkomsel dan PT Lintas Teknologi       13 Februari 2022 -     Perjanjian Pengadaan CS Core Solution
        Indonesia                               12 Februari 2025       ROA dan TSA
        Telkomsel dan PT Huawei Tech            24 Maret 2022 -
                                                                       Perjanjian Pengadaan GGSN
        Investment                              24 Maret 2025
        Telkomsat dan Space Exploration
                                                19 April 2022 -        Perjanjian Pengadaan Jasa Peluncuran
        Technologies Corporation
                                                30 Juni 2025           Satelit HTS 113BT
        ("SpaceX")
        Perusahaan dan PT Lintas Teknologi      22 Juli 2022 -         Perjanjian Pengadaan dan Pemasangan
        Indonesia                               5 Juli 2024            DWDM Platform Nokia


   b. Perjanjian pinjaman dan fasilitas kredit lainnya

      (i)   Pada tanggal 31 Maret 2024, Perusahaan memiliki fasilitas bank garansi untuk jaminan
            penawaran (tender bond), pelaksanaan (performance bond), pemeliharaan (maintenance bond),
            setoran jaminan, dan uang muka (advance payment bond) berbagai proyek Perusahaan, dengan
            rincian sebagai berikut:
            78




                                                       Akhir periode
            Kreditur           Jumlah fasilitas           fasilitas    Mata uang asal    Fasilitas yang digunakan
            BRI                                500      15 Juni 2024         Rp                                13
            BNI                                500     31 Maret 2025         Rp                                67
            Bank Mandiri                       500      21 Juni 2025         Rp                               114
            Jumlah                           1.500                                                            194




                                                        96
Page 100
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan)

   b. Perjanjian pinjaman dan fasilitas kredit lainnya (lanjutan)

      (ii)   Pada tanggal 31 Maret 2024, Telkomsel memiliki fasilitas bank garansi untuk berbagai macam
             proyek sebagai berikut:
                                                       Akhir periode
             Kreditur           Jumlah fasilitas         fasilitas       Mata uang asal   Fasilitas yang digunakan
             BRI                             1.000   25 September 2028        Rp                              618
             BNI                             2.100   11 Desember 2024         Rp                            1.444
                                             3.100                                                          2.062


             Fasilitas bank garansi dengan BRI dan BNI sebagian besar untuk performance bond dan surety
             bond of radio frequency (Catatan 35c.i)

      (iii) Telin memiliki fasilitas bank garansi dari Bank Mandiri dengan batas kredit maksimum sebesar
            US$25 juta atau setara dengan Rp397 miliar yang akan berakhir pada tanggal 23 Desember
            2024. Pada tanggal 31 Maret 2024, tidak terdapat fasilitas bank garansi yang digunakan.

   c. Lainnya

      (i) Penggunaan frekuensi radio

             Berdasarkan UU No. 36 Tahun 1999, penggunaan spektrum frekuensi radio dan biaya
             penggunaan frekuensi radio ditetapkan oleh pemerintah. Berdasarkan Surat Keputusan
             Menkominfo No. 025/TEL.01.02/2022 Tahun 2022 tanggal 28 Januari 2022, Menkominfo
             memberikan hak kepada Telkomsel untuk layanan telekomunikasi bergerak dengan pita frekuensi
             radio di 800 MHz, 900 MHz, 1.800 MHz, 2,1 GHz, dan 2,3 GHz; dan layanan telekomunikasi
             dasar.
             Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No. 509 Tahun 2016, No. 1896 Tahun 2017, No. 806
             Tahun 2019, No. 620 Tahun 2020, No. 178 Tahun 2021 dan No. 479 Tahun 2022, No. 90 Tahun
             2023 dan No. 188 Tahun 2023 Telkomsel disyaratkan antara lain, untuk:
             1. Menyerahkan surety bond setiap tahunnya sebesar Rp1,03 triliun untuk pita frekuensi
                2,3 GHz.
             2. Menyerahkan surety bond setiap tahunnya sebesar Rp360 miliar untuk pita frekuensi
                2,3 GHz Blok A dan C.
             3. Menyerahkan surety bond sebesar Rp617,15 miliar untuk pita frekuensi 2,1 GHz.
             4. Membayar iuran tahunan Biaya Hak Penyelenggara (“BHP”) selama jangka waktu lisensi
                sebagaimana ditetapkan dalam Surat Keputusan. BHP terutang pada saat diterimanya Surat
                Pemberitahuan Pembayaran dari DJPPI. Iuran tahunan BHP terutang sampai dengan
                berakhirnya periode lisensi.

             Berikut adalah izin penggunaan frekuensi radio pada Telkomsel, atas izin tersebut Telkomsel
             terutang BHP setiap tahun hingga masa lisensi berakhir:

             1. Pita frekuensi radio 800 MHz, 900 MHz, dan 1.800 MHz

                   Berdasarkan Surat Keputusan Menkominfo No. 620 Tahun 2020, terkait dengan
                   perpanjangan penetapan pita frekuensi radio 800 MHz, 900 MHz, dan 1.800 MHz, sehingga
                   Telkomsel harus membayar biaya penggunaan frekuensi tahunan pada tahun 2020 sampai
                   2030.




                                                       97
Page 101
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan)

   c. Lainnya (lanjutan)

       (i) Penggunaan frekuensi radio (lanjutan)

          Berikut adalah izin penggunaan frekuensi radio pada Telkomsel, atas izin tersebut Telkomsel
          terutang BHP setiap tahun hingga masa lisensi berakhir (lanjutan):

           2. Pita frekuensi radio sampai 2,1 GHz

                         No. Izin                                       Deskripsi
               Surat Keputusan Menkominfo          Pada 27 Februari 2023, Telkomsel memperoleh izin
               No. 90 Tahun 2023 amd. Surat        penggunaan tahunan atas penggunaan pita frekuensi
               Keputusan Menkominfo No.            radio 1.975 - 1.980 MHz berpasangan dengan 2.165 -
               76 Tahun 2023                       2.170 MHz sampai dengan 18 Maret 2033.
               Surat Keputusan Menkominfo          Menkominfo menyetujui Telkomsel untuk perpanjangan
               No. 509 Tahun 2016 amd.             izin atas penggunaan pita frekuensi 1.970 - 1.975 MHz
               Surat Keputusan Menkominfo          berpasangan dengan 2.160 - 2.165 MHz sampai dengan
               No. 76 Tahun 2023                   28 Maret 2026.
               Surat Keputusan Menkominfo          Menkominfo menyetujui Telkomsel untuk perpanjangan
               No. 806 Tahun 2019 amd.             izin atas penggunaan pita frekuensi 1.965 - 1.970 MHz
               Surat Keputusan Menkominfo          berpasangan dengan 2.155 - 2.160 MHz sampai dengan
               No. 76 Tahun 2023                   30 September 2029.
               Surat Keputusan Menkominfo          Telkomsel sebagai pemenang lelang dan berhak atas
               No. 479 Tahun 2022 amd.             penggunaan tahunan atas pita frekuensi radio 1.960 -
               Surat Keputusan Menkominfo          1.965 MHz berpasangan dengan 2.150 - 2.155 MHz,
               No. 76 Tahun 2023                   terhitung sejak 11 Januari 2023.

           3. Pita frekuensi radio sampai 2,3 GHz

                          No. Izin                                         Deskripsi
               Surat Keputusan Menkominfo          Telkomsel sebagai pemenang atas hak penggunaan pita
               No. 1896 tahun 2017                 frekuensi radio 2.300 - 2.330 Mhz sampai dengan 2026.

               Surat Keputusan Menkominfo          Telkomsel sebagai pemenang atas penggunaan pita
               No. 178 Tahun 2021                  frekuensi radio 2.330 - 2.340 MHz berpasangan dengan
                                                   2.340 - 2.350 MHz masing-masing untuk Blok A dan C
                                                   sampai dengan 2030.
               Surat Keputusan Menkominfo          Pada 18 November 2022, Telkomsel memperoleh
               No. 487 Tahun 2022 amd.             pengalihan hak penggunaan pita frekuensi radio 2.340 -
               Surat Keputusan Menkominfo          2.355 MHz berpasangan dengan 2.330 - 2.360 MHz.
               No. 92 Tahun 2023
               Surat Keputusan Menkominfo          Pada April 2023, Telkomsel diberikan persetujuan untuk
               No. 188 Tahun 2023                  mengalihkan sebagian hak penggunaan spektrum
                                                   frekuensi radio 2,3 GHz kepada PT Smart Telecom.




                                                     98
Page 102
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. IKATAN DAN PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan)

   c. Lainnya (lanjutan)

       (ii) Perjanjian kerjasama spektrum frekuensi radio

           Menkominfo memberikan persetujuan atas kerja sama penggunaan spektrum frekuensi radio
           kepada Telkomsel dan KCIC melalui Surat Keputusan No. B-171/M.KOMINFO/SP.01.01/03/2023
           tanggal 17 Maret 2023 mengenai Persetujuan Kerja Sama Penggunaan Spektrum Frekuensi
           Radio pada rentang 891 - 895 MHz berpasangan dengan 936 - 940 MHz, dengan jangka waktu
           sampai dengan tanggal 14 Desember 2030.

           Sebagai akibat dari perjanjian ini, KCIC akan membayar sejumlah kompensasi kepada Telkomsel
           yaitu kompensasi biaya penggunaan tahunan sebesar Rp878 miliar per tahun, biaya jaringan
           pengganti sebesar Rp1.250 miliar, serta biaya operasional dan perawatan tambahan.

       (iii) Perjanjian kerjasama sebagai pemasok produk Google

           Pada tanggal 10 November 2022, Sigma dan PT Google Cloud Indonesia (”Google”)
           menandatangani perjanjian kerjasama yang memberi wewenang kepada Sigma sebagai
           pemasok produk Google. Perjanjian ini mensyaratkan Sigma untuk memenuhi komitmen
           minimum pembelian produk Google dan berkewajiban untuk membayar selisih antara realisasi
           nilai pembelian produk Google dengan komitmen minimum tersebut. Nilai komitmen minimum
           pada November 2023 sampai dengan November 2024 dan November 2024 sampai dengan
           November 2025 masing-masing adalah sebesar US$4.500 juta dan US$9.000 juta.

       (iv) KPU

           Pada tanggal 27 Desember 2011, Telkomsel (atas nama Konsorsium Telkomsel, konsorsium
           yang dibentuk dengan Mitratel pada 9 Desember 2011) ditunjuk oleh Balai Penyedia dan
           Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (“BPPPTI”) (sekarang Badan
           Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (“BAKTI”)) sebagai penyedia Program KPU di daerah
           perbatasan dengan total harga sebesar Rp261 miliar.

           Pada tahun 2015, program tersebut dihentikan. Pada Januari 2016, Telkomsel mengajukan klaim
           arbitrase ke Badan Arbitrase Nasional Indonesia (“BANI”) terkait penyelesaian dari sisa piutang
           atas penyelenggaraan program tersebut.

           Pada tanggal 22 Juni 2017, Telkomsel menerima surat keputusan BANI No. 792/1/ARB-
           BANI/2016 yang menginstruksikan BAKTI untuk membayar kompensasi kepada Telkomsel
           sebesar Rp218 miliar, dan sampai penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini Telkomsel
           telah menerima pembayaran dari BAKTI sebesar Rp91 miliar (sebelum pajak) dan sisa
           kompensasi masih belum dibayarkan.

           Menkominfo menerbitkan Peraturan Menkominfo No. 5 Tahun 2021 tanggal 31 Maret 2021 yang
           menggantikan peraturan sebelumnya terkait kebijakan program KPU. Peraturan tersebut
           mengharuskan penyelenggara telekomunikasi untuk memberikan kontribusi sebesar 1,25% dari
           pendapatan kotor penyelenggaraan telekomunikasi (dengan mempertimbangkan piutang tidak
           tertagih dari penyelenggaraan telekomunikasi dan/atau beban interkoneksi dan/atau beban
           ketersambungan dan/atau pendapatan yang tidak diperhitungkan sebagai pendapatan kotor
           penyelenggara telekomunikasi) untuk pengembangan KPU.

           Berdasarkan Surat Keputusan No. 827/KOMINFO/BAKTI.31/KS.1/10/2021 tanggal 4 Oktober
           2021, BAKTI memberikan kepada Telkomsel sebagai mitra kerjasama operasi (“KSO”) untuk
           delapan paket KSO, yang meliputi Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua Barat,
           Papua Barat Tengah, Papua Tengah Utara, dan Papua Timur Selatan untuk periode tahun 2021
           sampai dengan 2031.




                                                  99
Page 103
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
36. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM VALUTA ASING

   Saldo aset dan liabilitas moneter dalam valuta asing adalah sebagai berikut:

                                                                                                   31 Maret 2024
                                                                        Dolar A.S.        Yen Jepang       Lain-lain*            Setara Rupiah
                                                                      (dalam jutaan)     (dalam jutaan) (dalam jutaan)          (dalam miliaran)
   Aset
   Kas dan setara kas                                                          527,66               5,66             11,40                   8.539
   Aset keuangan lancar lainnya                                                 26,25                  -                 -                     416
   Piutang usaha
     Pihak berelasi                                                              0,17                  -              0,01                       3
     Pihak ketiga                                                              134,40                  -             13,20                   2.341
   Aset kontrak                                                                  7,26                  -                 -                     115
   Piutang lain-lain                                                             1,44                  -              0,57                      32
   Aset lancar lainnya                                                           1,01                  -              0,96                      31
   Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan                            366,21                  -              6,75                   5.912
   Aset tidak lancar lainnya                                                     0,37                  -              0,41                      14
   Jumlah aset                                                               1.064,77               5,66             33,30                  17.403
   Liabilitas
   Utang usaha
     Pihak berelasi                                                             (0,10)                 -                  -                     (2)
     Pihak ketiga                                                             (226,67)            (35,24)             (8,68)                (3.734)
   Utang lain-lain                                                              (0,59)                 -              (2,46)                   (48)
   Beban yang masih harus dibayar                                              (33,40)             (8,25)              1,31                   (511)
   Deposit pelanggan                                                            (3,95)                 -              (0,14)                   (65)
   Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun                    (7,47)           (767,90)             (0,25)                  (203)
   Pinjaman jangka panjang dan pinjaman lainnya                                (31,13)                 -              (1,51)                  (517)
   Liabilitas lainnya                                                           (0,09)                 -                  -                     (1)
   Jumlah liabilitas                                                          (303,40)           (811,39)            (11,73)                (5.081)
   Aset (liabilitas) bersih                                                    761,37            (805,73)             21,57                 12.322



                                                                                             31 Desember 2023
                                                                        Dolar A.S.    Yen Jepang      Lain-lain*                Setara Rupiah
                                                                      (dalam jutaan) (dalam jutaan) (dalam jutaan)             (dalam miliaran)
   Aset
   Kas dan setara kas                                                          263,35               5,66             16,23                  4.271
   Aset keuangan lancar lainnya                                                 27,15                  -                 -                    419
   Piutang usaha
     Pihak berelasi                                                              0,14                  -              0,03                      2
     Pihak ketiga                                                              152,98                  -             11,71                  2.525
   Aset kontrak                                                                  6,90                  -                 -                    107
   Piutang lain-lain                                                             0,51                  -              1,10                     25
   Aset lancar lainnya                                                           1,40                  -              2,61                     34
   Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan                            376,76                  -              5,90                  5.902
   Aset tidak lancar lainnya                                                     0,35                  -              0,49                     14
   Jumlah aset                                                                 829,54               5,66             38,07                 13.299
   Liabilitas
   Utang usaha
     Pihak berelasi                                                             (0,14)                -                  -                     (2)
     Pihak ketiga                                                             (164,46)           (26,73)            (10,42)                (2.677)
   Utang lain-lain                                                               2,32                 -              (7,73)                   (55)
   Beban yang masih harus dibayar                                              (32,26)            (2,61)             (4,53)                  (549)
   Deposit pelanggan                                                            (2,93)                -              (0,14)                   (47)
   Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun                   (11,29)          (767,90)             (0,25)                  (262)
   Pinjaman jangka panjang dan pinjaman lainnya                                (31,89)                -              (1,62)                  (516)
   Liabilitas lainnya                                                           (0,09)                -                  -                     (1)
   Jumlah liabilitas                                                          (240,74)          (797,24)            (24,69)                (4.109)
   Aset (liabilitas) bersih                                                    588,80           (791,58)             13,38                  9.190

   *Aset dan liabilitas dalam mata uang asing lain-lain disajikan dalam setara Dolar A.S. dengan menggunakan kurs beli dan jual yang diterbitkan oleh
   Reuters pada akhir periode pelaporan.


   Aktivitas Grup memiliki kemungkinan terhadap berbagai risiko keuangan termasuk dampak perubahan
   harga pasar surat utang dan efek, nilai tukar mata uang asing, dan tingkat bunga.




                                                                      100
Page 104
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN

   a. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan

       i. Klasifikasi

           (a) Aset keuangan
                                                                                     31 Maret 2024             31 Desember 2023
                Biaya perolehan diamortisasi
                 Kas dan setara kas                                                              29.521                        29.007
                 Aset keuangan lancar lainnya                                                     1.378                         1.359
                 Piutang usaha                                                                   11.820                        10.667
                 Piutang lain-lain                                                                  262                           266
                 Aset tidak lancar lainnya                                                          162                           155
                FVTPL
                 Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan                                  7.642                         8.028
                 Aset keuangan lancar lainnya                                                         85                           302
                FVTOCI
                 Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan                                    25                            25
                Jumlah aset keuangan                                                             50.895                        49.809

           (b) Liabilitas keuangan
                                                                                     31 Maret 2024             31 Desember 2023
                Liabilitas keuangan yang diukur pada
                 biaya perolehan diamortisasi
                 Utang usaha                                                                     16.544                        18.608
                 Utang lain-lain                                                                    520                           441
                 Beban yang masih harus dibayar                                                  14.451                        13.079
                 Deposit pada pelanggan                                                              38                            42
                 Utang bank jangka pendek                                                         7.686                         9.650
                 Pinjaman penerusan (two-step loans)                                                 80                            84
                 Obligasi dan MTN                                                                 5.343                         5.343
                 Utang bank jangka panjang                                                       27.791                        32.260
                 Pinjaman lainnya                                                                     -                           362
                 Liabilitas sewa                                                                 20.402                        20.425
                Jumlah liabilitas keuangan                                                       92.855                       100.294

       ii. Nilai wajar

          Tabel di bawah ini menggambarkan perbandingan nilai buku dan nilai wajar instrumen keuangan
          Perusahaan, selain dari itu nilai wajar instrumen keuangan dipertimbangkan mendekati nilai buku
          sebagai hasil dari pendiskontoan yang tidak signifikan:
                                                                                          Pengukuran nilai wajar pada tanggal pelaporan
                                                                                                           menggunakan
                                                                                          Harga pasar aset      Input    Input signifikan
                                                                                           atau liabilitas   signifikan     yang tidak
                                                                                            sejenis pada    yang dapat         dapat
                                                             Jumlah nilai                    pasar aktif    diobservasi    diobservasi
          31 Maret 2024                                        tercatat     Nilai wajar       (level 1)       (level 2)      (level 3)
          FVTPL
          Aset keuangan lancar lainnya                                 85            85                85              -               -
          Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan          7.642         7.642             1.660              -           5.982
          FVTOCI
          Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan             25            25                  -             -             25
          Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya
            perolehan yang diamortisasi
            Pinjaman:
              Pinjaman penerusan (two-step loans)                      80            81                 -              -              81
              Obligasi dan MTN                                      5.343         6.164             5.625              -             539
              Utang bank jangka panjang                            27.791        27.210                 -              -          27.210
            Liabilitas sewa                                        20.402        20.402                 -              -          20.402
          Jumlah                                                   61.368        61.609             7.370              -          54.239




                                                                101
Page 105
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   a. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)

       ii. Nilai wajar (lanjutan)

          Tabel di bawah ini menggambarkan perbandingan nilai buku dan nilai wajar instrumen keuangan
          Perusahaan, selain dari itu nilai wajar instrumen keuangan dipertimbangkan mendekati nilai buku
          sebagai hasil dari pendiskontoan yang tidak signifikan (lanjutan):

                                                                                           Pengukuran nilai wajar pada tanggal pelaporan
                                                                                                           menggunakan
                                                                                          Harga pasar aset      Input     Input signifikan
                                                                                           atau liabilitas   signifikan      yang tidak
                                                                                            sejenis pada    yang dapat          dapat
                                                             Jumlah nilai                    pasar aktif    diobservasi     diobservasi
          31 Desember 2023                                     tercatat     Nilai wajar       (level 1)       (level 2)       (level 3)
          FVTPL
          Aset keuangan lancar lainnya                                302          302                302              -                 -
          Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan          8.028        8.028              2.056              -             5.972
          FVTOCI
          Investasi jangka panjang pada instrumen keuangan             25           25                   -             -                25
          Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya
            perolehan yang diamortisasi
            Pinjaman:
              Pinjaman penerusan (two-step loans)                      84           83                  -              -                83
              Obligasi dan MTN                                      5.343        6.120              5.586              -               534
              Utang bank jangka panjang                            32.260       31.473                  -              -            31.473
              Pinjaman lainnya                                        362          362                  -              -               362
            Liabilitas sewa                                        20.425       20.425                  -              -            20.425
            Liabilitas lainnya                                        141          141                  -              -               141
          Jumlah                                                   66.970       66.959              7.944              -            59.015


          Keuntungan atas pengukuran nilai wajar yang diakui pada laba rugi dan penghasilan komprehensif
          lain konsolidasian untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 senilai
          Rp10 miliar.

          Rekonsiliasi saldo awal dan akhir untuk investasi yang nilai wajarnya diukur dengan input signifikan
          yang tidak dapat diobservasi (level 3) untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret
          2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 adalah:

                                                                                   31 Maret 2024               31 Desember 2023
          Saldo awal                                                                         5.997                         6.358
          Laba (rugi) yang diakui dalam laporan laba rugi
           dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian                                            10                           (687)
          Pembelian/penambahan                                                                         -                            330
          Penjualan/pengurangan                                                                        -                             (4)
          Saldo akhir                                                                              6.007                          5.997




                                                                102
Page 106
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   a. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)

      iii. Pengukuran nilai wajar

         Nilai wajar adalah jumlah suatu aset dapat ditukarkan, atau suatu liabilitas dapat diselesaikan,
         antara berbagai pihak secara arm’s length transaction.

         Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo satu tahun atau kurang
         (kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, aset lancar lainnya, utang usaha, utang
         lain-lain, beban yang masih harus dibayar, dan utang bank jangka pendek), dan aset tidak lancar
         lainnya dipertimbangkan mendekati nilai bukunya sebagai hasil dari pendiskontoan yang tidak
         signifikan.

         Nilai wajar aset keuangan jangka panjang (aset tidak lancar lainnya (piutang jangka panjang dan
         kas dibatasi penggunaannya)) dipertimbangkan mendekati nilai bukunya sebagai hasil dari
         pendiskontoan yang tidak signifikan.

         Grup menentukan pengukuran nilai wajar untuk tujuan pelaporan dari tiap kelas aset dan liabilitas
         keuangan berdasarkan metode dan asumsi sebagai berikut:
         (a) Nilai wajar pada laporan laba rugi, terdiri dari saham, reksadana, obligasi korporasi dan
             Pemerintah, dan obligasi konversi. Saham dan reksadana yang aktif diperdagangkan di pasar
             dinyatakan pada nilai wajarnya dengan menggunakan kuotasi harga pasar atau jika tidak
             dikuotasi, ditentukan menggunakan teknik penilaian. Nilai wajar dari obligasi konversi
             ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian. Obligasi korporasi dan Pemerintah
             dinyatakan pada nilai wajar dengan referensi harga dari surat berharga yang sejenis pada
             tanggal pelaporan.
         (b) Nilai wajar liabilitas keuangan jangka panjang diestimasikan dengan mendiskontokan arus kas
             kontraktual masa depan dari tiap liabilitas pada tingkat suku bunga yang ditawarkan kepada
             Grup untuk liabilitas sejenis yang jatuh temponya bisa diperbandingkan oleh para pelaku bank
             Grup, kecuali untuk obligasi yang didasarkan pada harga pasar.

         Estimasi nilai wajar bersifat judgemental dan melibatkan batasan-batasan yang beragam,
         termasuk:
         (a) Nilai wajar disajikan tidak mempertimbangkan dampak fluktuasi mata uang di masa depan.
         (b) Estimasi nilai wajar tidak selalu mengindikasikan nilai yang Grup akan catat pada saat
             pelepasan/penghentian aset dan liabilitas keuangan.

   b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan

      Aktivitas Grup mengandung berbagai macam risiko keuangan. seperti risiko pasar (termasuk risiko
      nilai tukar mata uang asing, risiko harga pasar, dan risiko tingkat suku bunga), risiko kredit, dan risiko
      likuiditas. Secara keseluruhan, program manajemen risiko keuangan Grup bertujuan untuk
      meminimalkan kerugian atas nilai aset dan liabilitas yang dapat timbul dari pergerakan nilai tukar mata
      uang asing dan pergerakan tingkat suku bunga. Manajemen mempunyai kebijakan tertulis untuk
      manajemen risiko valuta asing yang sebagian besar melalui penempatan deposito berjangka dan
      lindung nilai untuk mengantisipasi risiko fluktuasi valuta asing untuk jangka waktu 3 sampai dengan
      12 bulan.




                                                    103
Page 107
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan)

      Fungsi manajemen risiko keuangan dijalankan oleh Unit Group Financial Accounting & Treasury di
      bawah kebijakan-kebijakan yang disetujui oleh Direksi. Unit Group Financial Accounting & Treasury
      mengidentifikasi, mengevaluasi, dan melakukan aktivitas lindung nilai risiko-risiko keuangan.

      i.   Risiko nilai tukar mata uang asing

           Grup rentan terhadap risiko nilai tukar mata uang asing atas transaksi penjualan, pembelian, dan
           pinjaman yang didenominasi dalam mata uang asing. Transaksi yang didenominasi dalam mata
           uang asing terutama dalam Dolar A.S. dan Yen Jepang. Eksposur risiko nilai tukar mata uang
           asing Grup tidak material.

           Risiko kenaikan nilai tukar mata uang asing terhadap liabilitas Grup diharapkan dapat saling
           hapus dengan dampak dari nilai tukar atas deposito berjangka dan piutang dalam mata uang
           asing yang ditetapkan minimal 25% dari liabilitas jangka pendek dalam mata uang asing yang
           terutang.

           Tabel di bawah ini menggambarkan eksposur aset dan liabilitas keuangan Grup terhadap risiko
           nilai tukar mata uang:

                                            31 Maret 2024                        31 Desember 2023
                                     Dolar A.S.        Yen Jepang          Dolar A.S.       Yen Jepang
                                   (dalam miliar)     (dalam miliar)     (dalam miliar)    (dalam miliar)
           Aset keuangan                      1,06               0,01               0,83               0,01
           Liabilitas keuangan               (0,30)             (0,81)             (0,24)             (0,80)
           Eksposur bersih                    0,76              (0,80)              0,59              (0,79)

           Analisis sensitivitas

           Penguatan Dolar A.S. dan Yen Jepang, sebagaimana diindikasikan di bawah, terhadap Rupiah
           pada 31 Maret 2024 akan menurunkan ekuitas dan laba atau rugi sebesar jumlah yang
           ditunjukkan di bawah. Analisis ini didasarkan pada varian nilai tukar mata uang asing yang Grup
           pertimbangkan sebagai sangat mungkin terjadi pada tanggal pelaporan. Analisis mengasumsikan
           bahwa seluruh variabel lain, pada khususnya tingkat bunga, tidak berubah.

                                                                                      Ekuitas/ laba (rugi)
           31 Maret 2024
           Dolar A.S. (penguatan 1%)                                                                   121
           Yen Jepang (penguatan 5%)                                                                    (4)

           Pelemahan Dolar A.S. dan Yen Jepang terhadap Rupiah pada 31 Maret 2024 akan mempunyai
           dampak yang setara tetapi berlawanan terhadap jumlah yang ditunjukkan di atas, pada dasar
           seluruh variabel lain tidak berubah.




                                                    104
Page 108
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan)

      ii.    Risiko harga pasar
             Grup rentan terhadap perubahan dalam harga pasar atas utang dan ekuitas terkait aset keuangan
             yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari
             perubahan nilai wajar pada aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi diakui
             pada laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif lainnya.
             Kinerja aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi Grup dimonitor secara
             berkala. bersama dengan penilaian secara teratur mengenai keterkaitannya dengan rencana
             strategis jangka panjang Grup.
             Pada tanggal 31 Maret 2024, manajemen mempertimbangkan risiko harga untuk aset keuangan
             yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi adalah tidak material dalam hal dampak yang
             mungkin terjadi pada laba rugi dan total ekuitas dari perubahan dalam nilai wajar yang sangat
             mungkin terjadi.
      iii.   Risiko tingkat suku bunga
             Pergerakan tingkat suku bunga diawasi untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap posisi
             keuangan. Pinjaman dalam berbagai tingkat suku bunga menyebabkan Grup terpapar risiko
             tingkat suku bunga (Catatan 18 dan 19). Untuk mengukur risiko pasar atas pergerakan suku
             bunga. Grup melakukan analisis pada pergerakan marjin suku bunga dan pada profil jatuh tempo
             aset dan liabilitas keuangan berdasarkan jadwal perubahan suku bunga.
             Pada tanggal pelaporan, profil risiko tingkat bunga pinjaman yang dikenakan bunga milik Grup
             adalah sebagai berikut:
                                                                     31 Maret 2024     31 Desember 2023
             Pinjaman bunga tetap                                             33.966               38.386
             Pinjaman bunga mengambang                                        27.336               29.738

             Analisis sensitivitas untuk pinjaman bunga mengambang
             Pada 31 Maret 2024, penurunan (kenaikan) 25 poin dasar pada tingkat bunga pinjaman bunga
             mengambang akan menaikkan (menurunkan) ekuitas dan laba atau rugi masing-masing sebesar
             Rp68 miliar. Analisis mengasumsikan bahwa seluruh variabel lain, pada khususnya nilai tukar
             mata uang asing, tidak berubah.
       iv. Risiko kredit
             Tabel di bawah ini menggambarkan eksposur maksimum risiko kredit atas aset keuangan Grup:

                                                                      31 Maret 2024        31 Desember 2023
             Kas dan setara kas                                                 29.521               29.007
             Aset keuangan lancar lainnya                                        1.463                1.661
             Piutang usaha                                                      11.820               10.667
             Piutang lain-lain                                                     262                  266
             Aset tidak lancar lainnya                                             162                  155
             Jumlah                                                             43.228               41.756

             Grup rentan terhadap risiko kredit terutama dari piutang usaha dan piutang lain-lain. Risiko kredit
             dikendalikan dengan pengawasan terus menerus atas saldo dan penagihan. Risiko kredit yang
             berasal dari saldo bank dan institusi keuangan dikelola oleh Grup melalui Unit Group Financial
             Accounting & Treasury sesuai dengan kebijakan tertulis dari Grup.
             Grup menempatkan sebagian besar kas dan setara kasnya di bank milik pemerintah karena bank
             milik pemerintah memiliki jaringan cabang terluas di Indonesia dan dipertimbangkan sebagai
             bank terpercaya. Oleh karena itu, penempatan ini bertujuan untuk meminimalisasi kerugian
             secara finansial yang berasal dari potensi kegagalan dalam pembayaran dari bank dan institusi
             keuangan.

                                                     105
Page 109
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)

   b. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan (lanjutan)

       iv. Risiko kredit (lanjutan)

           Risiko kredit pelanggan dikelola dengan memantau saldo piutang dan penagihannya secara
           berkala. Piutang usaha dan piutang lain-lain tidak memiliki suatu konsentrasi utama risiko kredit
           di mana tidak ada saldo piutang pelanggan yang melebihi 3,43% dari piutang usaha dan
           piutang lain-lain pada tanggal 31 Maret 2024 (2023: 3,53%).
           Manajemen yakin akan kemampuannya untuk mengawasi dan mempertahankan eksposur risiko
           kredit yang minimal, di mana Grup telah menyediakan provisi yang memadai untuk menutupi
           kerugian yang timbul dari piutang yang tidak tertagih berdasarkan data kerugian historis.

      v.   Risiko likuiditas

           Risiko likuiditas timbul apabila Grup mengalami kesulitan untuk memenuhi liabilitas keuangan
           ketika liabilitas keuangan tersebut jatuh tempo.

           Manajemen risiko likuiditas berarti menjaga kecukupan saldo kas dalam upaya pemenuhan
           liabilitas keuangan Grup. Grup secara terus menerus melakukan analisis untuk mengawasi rasio-
           rasio likuiditas laporan posisi keuangan, seperti antara lain: rasio lancar dan rasio debt to equity
           terhadap persyaratan-persyaratan yang diharuskan perjanjian utang.

           Berikut adalah analisis jatuh tempo liabilitas keuangan Grup berdasarkan pembayaran
           kontraktual yang tidak didiskontokan:

                                            Nilai buku Arus kas                                                   2028 dan
                                             tercatat   wajib        2024       2025       2026       2027       selanjutnya
           31 Maret 2024
           Utang usaha                         16.544     (16.544)   (16.544)          -          -          -             -
           Utang lain-lain                        520        (520)      (520)          -          -          -             -
           Beban yang masih harus dibayar      14.451     (14.451)   (14.451)          -          -          -             -
           Deposit pada pelanggan                  38         (38)       (38)          -          -          -             -
           Pinjaman
             Utang bank jangka pendek           7.686      (7.686)    (7.686)          -          -          -             -
             Pinjaman penerusan
               (two-step loans)                    80         (82)       (82)
             Obligasi dan MTN                   5.343     (10.025)    (1.077)    (2.445)      (293)     (293)         (5.917)
             Utang bank jangka panjang         27.791     (33.386)    (8.804)    (5.767)    (6.872)   (4.541)         (7.402)
           Liabilitas sewa                     20.402     (24.708)    (7.872)    (1.783)    (3.352)   (2.701)         (9.000)
           Jumlah                              92.855    (107.440)   (57.074)    (9.995)   (10.517)   (7.535)        (22.319)


                                            Nilai buku Arus kas                                                   2028 dan
                                             tercatat   wajib        2024       2025       2026       2027       selanjutnya
           31 Desember 2023
           Utang usaha                         18.608     (18.608)   (18.608)          -          -          -             -
           Utang lain-lain                        441        (441)      (441)          -          -          -             -
           Beban yang masih harus dibayar      13.079     (13.079)   (13.079)          -          -          -             -
           Deposit pada pelanggan                  42         (42)       (42)          -          -          -             -
           Pinjaman
             Utang bank jangka pendek           9.650      (9.650)    (9.650)          -          -          -             -
             Pinjaman penerusan
               (two-step loans)                   84          (85)       (85)         -          -         -               -
             Obligasi dan MTN                  5.343      (10.163)    (1.086)    (2.574)      (293)     (293)         (5.917)
             Utang bank jangka panjang        32.260      (38.386)   (11.194)    (8.090)    (6.901)   (4.569)         (7.632)
             Pinjaman lainnya                    362         (370)      (370)         -          -         -               -
           Liabilitas sewa                    20.425      (24.498)    (6.614)    (3.564)    (3.073)   (2.573)         (8.674)
           Liabilitas lainnya                    141         (146)        (4)       (36)       (36)      (35)            (35)
           Jumlah                            100.435     (115.468)   (61.173)   (14.264)   (10.303)   (7.470)        (22.258)


           Perbedaan antara nilai buku tercatat dengan arus kas wajib merupakan nilai bunga. Nilai bunga
           dari pinjaman mengambang ditentukan berdasarkan tingkat suku bunga efektif pada tanggal
           pelaporan.


                                                        106
Page 110
                             PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                 PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
             (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. MANAJEMEN MODAL

   Struktur modal Grup adalah sebagai berikut:

                                            31 Maret 2024                  31 Desember 2023
                                        Jumlah         Bagian            Jumlah        Bagian
   Utang jangka pendek                       7.686         3,78%              9.650         4,73%
   Utang jangka panjang                    53.616         26,38%             58.474       28,68%
   Total utang                             61.302         30,16%             68.124       33,41%
   Ekuitas yang dapat diatribusikan
    kepada pemilik                         141.917          69,84%          135.744          66,59%
   Jumlah                                  203.219         100,00%          203.868         100,00%

   Tujuan Grup dalam pengelolaan permodalan adalah untuk mempertahankan kelangsungan usaha Grup
   guna memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dan manfaat kepada pemegang kepentingan
   lainnya serta menjaga struktur modal yang optimal untuk mengurangi biaya modal.

   Secara berkala, Grup melakukan penilaian utang untuk menilai kemungkinan pembiayaan kembali
   kewajiban yang ada dengan yang baru yang memiliki biaya yang lebih efisien yang akan mengarahkan
   pada biaya utang yang lebih optimal. Dalam kasus kas menganggur dengan kesempatan investasi
   terbatas, Grup akan mempertimbangkan membeli kembali saham-sahamnya atau membayar dividen
   kepada para pemegang sahamnya.

   Sebagai tambahan untuk patuh kepada pembatasan-pembatasan utang, Grup juga menjaga struktur
   modalnya pada tingkat yang diyakini tidak akan membahayakan peringkat kredit dan yang hampir setara
   dengan pesaingnya.

   Rasio utang terhadap ekuitas (perbandingan utang dengan bunga bersih terhadap total ekuitas) adalah
   rasio yang dimonitor oleh manajemen untuk mengevaluasi struktur modal Grup dan mengkaji efektifitas
   utang Grup. Grup memonitor tingkat utangnya untuk meyakinkan bahwa rasio utang terhadap ekuitas
   sesuai atau di bawah rasio yang ditetapkan dalam pinjaman kontraktual dan bahwa rasio tersebut
   sebanding atau lebih baik daripada entitas industri telekomunikasi lain dalam area regional.

   Rasio utang terhadap ekuitas Grup pada 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:

                                                            31 Maret 2024        31 Desember 2023
   Jumlah utang dengan bunga                                          61.302                68.124
   Dikurangi: kas dan setara kas                                     (29.521)              (29.007)
   Utang bersih                                                       31.781                39.117
   Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik                   141.917              135.744
   Rasio utang bersih terhadap ekuitas                               22,39%                28,82%

   Sebagaimana disajikan dalam Catatan 19, Grup dipersyaratkan untuk memelihara rasio utang terhadap
   ekuitas dan rasio debt service coverage tertentu oleh pemberi pinjaman. Untuk periode yang berakhir
   pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Grup sudah memenuhi beberapa persyaratan modal
   yang telah diberlakukan secara eksternal.




                                                 107
Page 111
                                  PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
                      PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. DAN ENTITAS ANAKNYA
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
     Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
                  (Angka dalam tabel disajikan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS

        a. Aktivitas non-kas investasi untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan
           2023 adalah sebagai berikut:
                                                                                2024              2023
           Penambahan aset tetap melalui:
             Utang usaha                                                             2.606             2.410
             Kapitalisasi bunga                                                         40                50

                        Penambahan aset hak-guna melalui
                          liabilitas sewa (Catatan 12)                                                                 2.038                   3.374

                        Penambahan aset takberwujud melalui:
                          Utang usaha                                                                                     278                    275
        b. Perubahan dalam kenaikan liabilitas dari kegiatan pendanaan adalah sebagai berikut:

                                                                                                      Perubahan non-tunai
                                                                                              Perubahan                   Perubahan
                                                              1 Januari 2024   Arus kas      valuta asing      Sewa baru   lainnya     31 Maret 2024
                        Utang bank jangka pendek                      9.650        (1.964)                  -           -          -             7.686
                        Pinjaman penerusan (two step loans)              84             -                  (4)          -          -                80
                        Obligasi                                      5.343             -                   -           -          -             5.343
                        Utang bank jangka panjang                    32.260        (4.479)                  4           -          6           27.791
                        Pinjaman lainnya                                362          (362)                  -           -          -                 -
                        Liabilitas sewa                              20.425        (2.556)                13       2.038         482           20.402
                        Jumlah liabilitas dari
                          aktivitas pendanaan                        68.124        (9.361)               13       2.038         488            61.302

1.      REKLASIFIKASI




                                                                                  108

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.4 MB
Published18 Apr 2024
Pages111
Characters509,640
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 148 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked person Wawan Iriawan · Komisaris Independen p.11 ×5
linked person Bono Daru Adji · Komisaris Independen p.11 ×5
linked person Arya Mahendra Sinulingga · Komisaris p.11 ×4
linked person Marcelino Rumambo Pandin · Komisaris p.11 ×4
linked person Rizal Mallarangeng · Komisaris p.11 ×4
linked person Isa Rachmatarwata · Komisaris p.11 ×4
linked person Silmy Karim · Komisaris p.11 ×3
linked person Ririek Adriansyah · Direktur Utama p.11 ×4
linked person Venusiana R. p.11 ×4
linked person Heri Supriadi p.11 ×4
linked person Herlan Wijanarko p.11 ×4
linked person Budi Setyawan Wijaya p.11 ×4
linked person Bogi Witjaksono p.11 ×4
linked person Honesti Basyir p.11 ×4
linked person Abdi Negara Nurdin p.11 ×5
linked person Bambang Permadi Soemantri Brojonegoro · Komisaris Independen p.11 ×5
linked person Edy Sihotang · Anggota p.11 ×2
linked org PT Metra-Net p.14
linked org PT PINS Indonesia p.14
linked org PT Metra Digital p.15 ×2
linked org PT Media Nusantara p.16
linked org PT Medco Power Indonesia p.18
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk. p.45 ×20
linked — Standard Chartered p.45 ×2
linked org Bank CIMB Niaga Tbk. p.45 ×9
linked org Bank Central Asia Tbk. p.45 ×2
linked org PT Bank UOB Indonesia p.45
linked org Bank Syariah Indonesia Tbk. p.45 ×2
linked org Bank Mega Tbk. p.46 ×4
linked org Bank Maybank Indonesia Tbk. p.46 ×2
linked org Bank Danamon Indonesia Tbk. p.46 ×2
linked org Bank Danamon p.46 ×5
linked org Henan Putihrai p.47
linked org GoTo Gojek Tokopedia Tbk. p.51 ×2
linked org PT Bank HSBC Indonesia p.59
linked org PT Bank DBS Indonesia p.59
linked org PT Bank Maspion Indonesia p.59
linked org PT Mandiri Sekuritas p.62 ×3
linked org Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. p.62 ×2
linked org Bank Permata. p.62 ×4
linked org Dana Pensiun p.82 ×11
linked org PT Asuransi Jiwa IFG p.86
linked org Omni Inovasi Indonesia p.90
linked org Karya Nusantara p.90
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.9 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.9
possible person Ismail · Komisaris p.11
possible person Muhamad Fajrin Rasyid p.11 ×4
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.11 ×2
possible person Emmanuel Bambang Suyitno Emmanuel Bambang Suyitno · Anggota p.11 ×3
possible org Bursa Efek Indonesia p.12
possible org International Pte. Ltd. p.15 ×2
possible org Indosat Tbk. p.17 ×2
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. p.45 ×2
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. p.45 ×2
possible org DBS Bank p.45
possible org MUFG Bank ("MUFG p.59 ×4
possible org Bank DBS p.60
possible org PT Pertamina (Persero) p.90
possible org PT Taspen (Persero) p.90
unresolved org Telekomunikasi Indonesia Tbk. p.1 ×182
unresolved person Akta Notaris Imas Fatimah p.9
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.9
unresolved person Akta Notaris Ashoya Ratam p.9 ×7
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.9
unresolved org Menteri Komunikasi dan Informatika p.10
unresolved org Direktorat Jenderal Penyelenggaraan p.10
unresolved org Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi p.10
unresolved org Bank Indonesia p.10
unresolved person Anetta Hasan p.11
unresolved person R. Achmad Faisal p.11
unresolved person Akta Notaris A. Partomuan Pohan p.12
unresolved org PT Dayamitra p.14
unresolved org Telekomunikasi Tbk. p.14
unresolved org PT Multimedia p.14
unresolved org PT Telkom Satelit p.14
unresolved org PT Telkom Data p.14
unresolved org PT Sigma Cipta p.14
unresolved org PT Graha Sarana p.14
unresolved org PT Telkom Akses p.14
unresolved org PT Napsindo Primatel p.14
unresolved org PT Telkom p.14
unresolved org Singapore Pte. Ltd. p.15
unresolved org PT Infomedia p.15
unresolved org PT Telkom Landmark p.15
unresolved org PT Finnet Indonesia p.15
unresolved org PT Persada Sokka p.15
unresolved org PT Nuon Digital Indonesia p.15
unresolved org PT Telkomsel Mitra p.15
unresolved org PT Metra Digital Media p.15
unresolved org PT Telkomsel Ekosistem p.15
unresolved org PT Swadharma p.16
unresolved org PT Nusantara Sukses p.16
unresolved org PT Graha Yasa Selaras p.16
unresolved org PT Graha Telkomsigma p.16
unresolved org PT Collega Inti Pratama p.16
unresolved org PT Nutech Integrasi p.16
unresolved org Pty. Ltd. p.16
unresolved org PT Metra TV p.16
unresolved org PT Metraplasa p.17
unresolved org PT Pojok Celebes p.17
unresolved org PT Bosnet Distribution p.17
unresolved org Singapore Telecom Mobile Pte. Ltd. p.17
unresolved org PT Gametraco Tunggal p.17
unresolved person TDI Berdasarkan Akta Jimmy Tanal p.18
unresolved person Infraco Berdasarkan Akta Notaris Aulia Taufani p.18 ×2
unresolved person Metra Berdasarkan Akta Notaris Utiek Rochmuljati Abdurachman p.18
unresolved person M.L.I. p.18
unresolved org PT Algolab Solution p.18
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan p.19
unresolved org Bapepam-LK p.19 ×6
unresolved org Menteri Keuangan p.20 ×4
unresolved org Shanghai Banking Corporation Ltd. p.45
unresolved org Bank UOB p.45
unresolved org PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat p.46
unresolved org Banten Tbk. p.46
unresolved org Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk. p.46 ×2
unresolved org PT Henan Putihrai Asset Management p.47
unresolved org Milik Negara p.48
unresolved org PT Indonusa Telemedia p.48
unresolved org PT Jalin Pembayaran Nusantara p.51
unresolved org Bank Maspion p.59 ×2
unresolved org Bank Pembangunan Asia p.62
unresolved org PT Bahana TCW Investment Management p.62
unresolved org PT BRI Danareksa Sekuritas p.62
unresolved org Bank Permata. Perusahaan p.62
unresolved org Bank Sindikasi p.63 ×2
unresolved org PT Bank ANZ Indonesia p.63
unresolved org Bank ANZ p.63
unresolved org New York Mellon Corporation p.67 ×3
unresolved org Mahkamah Agung p.74 ×3
unresolved org Dana Pensiun Telkom p.82 ×3
unresolved org FSA dan Rekan p.84 ×4
unresolved org Dana Pensiun Lembaga Keuangan p.85
unresolved org PT Asuransi Jiwasraya (Persero) p.86
unresolved org KKA Halim dan Rekan p.86
unresolved org Yayasan Kesehatan Telkom p.87
unresolved org PT BNI Life Insurance p.90
unresolved org Omni Inovasi Indonsia Tbk. p.90 ×2
unresolved org PT Fintek Karya Nusantara p.90
unresolved org PT Kereta Cepat Indonesia China p.90
unresolved person Personil · Komisaris p.90

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 6

inlineXBRL.zip done
FinancialStatement-2024-I-TLKM.xlsx done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result