Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 123
Page 1
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
Page 2
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Daftar Isi
Halaman
Surat Pernyataan Direksi tentang Tanggung Jawab atas Laporan Keuangan
Konsolidasian pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025
(Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret
2026 dan 2025 (Tidak Diaudit).
Laporan Keuangan Konsolidasian – Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember
2025 serta untuk periode-periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026
dan 2025.
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 3
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4
Laporan Arus Kas Konsolidasian 5
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 6 - 115
Lampiran
Laporan Posisi Keuangan Entitas Induk 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Entitas Induk 2
Laporan Perubahan Ekuitas Entitas Induk 3
Laporan Arus Kas Entitas Induk 4
Page 3
Page 4
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Maret 2026 31 Desember 2025
ASET
Kas dan setara kas 526.739 472.539
Giro pada Bank Indonesia 4 5.867.136 6.214.016
Giro pada bank lain - pihak ketiga 5 2.084.123 1.021.719
Cadangan kerugian penurunan nilai (521) (263)
Jumlah - bersih 2.083.602 1.021.456
Penempatan pada Bank Indonesia 6
dan bank lain - pihak ketiga 4.594.594 8.655.785
Cadangan kerugian penurunan nilai (204) (228)
Jumlah - bersih 4.594.390 8.655.557
Efek-efek 7
Pihak berelasi 1.164.388 1.177.307
Pihak ketiga 25.166.788 24.813.035
Jumlah 26.331.176 25.990.342
Cadangan kerugian penurunan nilai (252) (254)
Jumlah - bersih 26.330.924 25.990.088
Efek-efek yang dibeli dengan janji jual 8
kembali - pihak ketiga 2.003.880 1.399.411
Bunga diterima dimuka yang belum diamortisasi (5.553) (4.471)
Jumlah bersih 1.998.327 1.394.940
Kredit yang diberikan dan piutang/ 9
pembiayaan syariah
Pihak berelasi 286.019 232.032
Pihak ketiga 11.511.293 11.480.858
Jumlah 11.797.312 11.712.890
Cadangan kerugian penurunan nilai (740.814) (746.156)
Jumlah - bersih 11.056.498 10.966.734
Tagihan akseptasi 10
Pihak ketiga 140.751 161.253
Cadangan kerugian penurunan nilai (32) (29)
Jumlah - bersih 140.719 161.224
Pendapatan yang masih akan diterima 11 349.420 406.420
Biaya dibayar dimuka 12 413.332 339.441
Aset tetap dan aset hak guna - setelah 13
dikurangi akumulasi penyusutan sebesar
Rp2.225.846 dan Rp2.164.110
masing-masing pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 1.494.823 1.510.059
Aset ijarah - setelah dikurangi 15
akumulasi penyusutan sebesar Rp173.602
dan Rp143.944 masing-masing pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 1.006.523 629.042
Cadangan kerugian penurunan nilai (2.632) (4.012)
Jumlah - bersih 1.003.891 625.030
Aset pajak tangguhan - bersih 86.413 41.642
Aset lain-lain - bersih 16 476.064 445.341
JUMLAH ASET 56.422.278 58.244.487
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.
-1-
Page 5
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Maret 2026 31 Desember 2025
LIABILITAS, DANA SYIRKAH TEMPORER
DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas segera 17 339.777 123.060
Simpanan 18
Pihak berelasi 3.730.059 4.925.382
Pihak ketiga 35.878.637 34.952.962
Jumlah 39.608.696 39.878.344
Simpanan dari bank lain 19
Pihak ketiga 1.527.532 512.842
Efek-efek yang dijual dengan janji beli
kembali - pihak ketiga 20 19.414 -
Utang pajak 21 57.541 29.145
Liabilitas akseptasi 10 140.941 161.553
Beban yang masih harus dibayar 22 54.123 54.049
Liabilitas pajak tangguhan - bersih 37 - 22.427
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 95.232 86.507
Pinjaman yang diterima 24 120.000 120.000
Obligasi subordinasi - bersih 25 498.740 498.496
Liabilitas lain-lain 23 318.042 266.922
Jumlah Liabilitas 42.780.038 41.753.345
Dana Syirkah Temporer 26
Simpanan
Pihak berelasi 467.184 849.464
Pihak ketiga 4.039.251 6.303.234
Jumlah 4.506.435 7.152.698
Simpanan dari bank lain
Pihak ketiga 123.072 55.849
Jumlah Dana Syirkah Temporer 4.629.507 7.208.547
Ekuitas
Modal saham - nilai nominal Rp 100
(dalam Rupiah penuh) per saham
Modal dasar - 60.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor -
19.716.162.403 saham dan 19.716.162.403
saham masing-masing pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 28 1.971.616 1.971.616
Tambahan modal disetor - bersih 28 3.552.194 3.552.194
Komponen ekuitas lainnya 7,13 556.602 874.388
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya 43 10.800 10.800
Tidak ditentukan penggunaannya 2.314.930 2.266.789
2.325.730 2.277.589
Kepentingan non-pengendali 27 606.591 606.808
Jumlah Ekuitas 9.012.733 9.282.595
JUMLAH LIABILITAS, DANA SYIRKAH TEMPORER
DAN EKUITAS 56.422.278 58.244.487
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.
-2-
Page 6
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk Periode-periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Maret 2026 31 Maret 2025
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan bunga 30 567.381 650.191
Pendapatan syariah 30 152.920 161.075
Beban bunga 31 (271.024) (209.366)
Beban syariah 31 (73.561) (89.435)
Pendapatan Bunga dan Syariah - Bersih 375.716 512.465
Pendapatan Operasional Lainnya
Provisi dan komisi selain dari kredit 2 156.407 125.011
Keuntungan kurs mata uang asing - bersih 33.894 24.347
Keuntungan dari kenaikan nilai wajar efek-efek
yang diukur melalui laba rugi - bersih 7 - 4.065
Keuntungan dari penjualan efek-efek yang
diukur melalui laba rugi - bersih 7 64.532 43.000
Pemulihan cadangan kerugian penurunan nilai
aset keuangan 34 8.676 34.047
Penerimaan kembali aset yang
telah dihapusbukukan 399.789 54.365
Lain-lain 35 5.349 4.473
Jumlah Pendapatan Operasional 1.044.363 801.773
Beban Operasional Lainnya
Umum dan administrasi 32 353.742 301.807
Tenaga kerja 33 493.697 341.645
Penyusutan aset tetap dan aset hak guna 13 73.467 72.319
Kerugian dari penurunan nilai wajar efek-efek
yang diukur melalui laba rugi - bersih 39.401 -
Biaya komisi 14.179 11.958
Lain-lain 36 3.244 2.459
Jumlah Beban Operasional 977.730 730.188
LABA SEBELUM PAJAK 66.633 71.585
BEBAN PAJAK
Kini 37 7.489 14.463
Tangguhan 37 4.498 -
11.987 14.463
LABA BERSIH 54.646 57.122
PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi - bersih
Penghasilan (rugi) yang belum direalisasi atas
perubahan nilai wajar dari efek-efek yang
diukur melalui penghasilan komprehensif lain 7 (324.508) (16.302)
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN (324.508) (16.302)
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF (269.862) 40.820
LABA YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk 38 48.141 46.137
Kepentingan non-pengendali 27 6.505 10.985
54.646 57.122
TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF YANG
DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk (269.645) 29.835
Kepentingan non-pengendali 27 (217) 10.985
(269.862) 40.820
LABA BERSIH PER SAHAM
(dalam Rupiah penuh)
Dasar 38 2,44 2,34
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.
-3-
Page 7
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian
Untuk Periode-periode Tiga Bulan yang Berakhir pada 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Komponen Ekuitas Lainnya
Laba (Rugi) yang
Belum Direalisasi Surplus Saldo Laba
Tambahan Modal atas Perubahan Revaluasi Ditentukan Tidak Ditentukan Kepentingan
Catatan Modal Saham Disetor - Bersih Nilai Wajar Efek Aset Tetap Penggunaannya Penggunaannya Non-Pengendali Jumlah Ekuitas
Saldo pada tanggal 1 Januari 2025 1.971.616 3.552.194 21.882 480.118 10.000 1.996.630 567.182 8.599.622
Laba tahun berjalan - - - - - 46.137 10.985 57.122
Penghasilan (rugi) komprehensif lain
Rugi yang belum direalisasi atas perubahan
nilai wajar efek-efek yang diukur pada
nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain - bersih 7,27 - - (16.302) - - - - (16.302)
Saldo pada tanggal 31 Maret 2025 1.971.616 3.552.194 5.580 480.118 10.000 2.042.767 578.167 8.640.442
Saldo pada tanggal 1 Januari 2026 1.971.616 3.552.194 394.270 480.118 10.800 2.266.789 606.808 9.282.595
Laba tahun berjalan - - - - - 48.141 6.505 54.646
Penghasilan (rugi) komprehensif lain
Rugi yang belum direalisasi atas perubahan
nilai wajar efek-efek yang diukur pada
nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain - bersih 7,27 - - (317.786) - - - (6.722) (324.508)
Saldo pada tanggal 31 Maret 2026 1.971.616 3.552.194 76.484 480.118 10.800 2.314.930 606.591 9.012.733
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.
-4-
Page 8
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Laporan Arus Kas Konsolidasian
Untuk Periode-periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Maret 2026 31 Maret 2025
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Pendapatan bunga 11,30 641.860 710.717
Pendapatan syariah 11,30 180.339 135.847
Pendapatan operasional lainnya 35 625.693 267.086
Beban bunga 22,31 (266.791) (216.261)
Beban syariah 22,31 (77.476) (93.283)
Keuntungan (kerugian) selisih kurs
mata uang asing - bersih (35.034) (107.505)
Pembayaran pajak penghasilan badan (5.353) (16.970)
Beban umum dan administrasi 32 (345.017) (297.941)
Beban tenaga kerja 33 (493.697) (341.645)
Beban operasional lainnya 36 (13.209) (14.212)
Arus kas operasional sebelum perubahan
aset dan liabilitas operasi 211.315 25.833
Penurunan (kenaikan) aset operasi:
Efek-efek 7 (731.837) (572.147)
Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 8 (603.387) (52.936)
Kredit yang diberikan 9 (656.684) (60.790)
Pembiayaan syariah 9 577.438 1.160.539
Tagihan akseptasi 10 20.502 (22.840)
Biaya dibayar dimuka 12 (73.891) (57.766)
Aset ijarah 15 (422.379) (47.497)
Aset lain-lain 16 (103.383) (303.988)
Kenaikan (penurunan) liabilitas operasi:
Liabilitas segera 17 216.717 162.055
Simpanan 18 (269.648) (3.560.107)
Simpanan dari bank lain 19 1.014.690 (10.754)
Utang pajak 21 26.260 13.271
Efek yang dijual dengan janji beli kembali 20 19.414 (777.800)
Liabilitas akseptasi 10 (20.612) 22.867
Liabilitas lain-lain 23 73.813 55.565
Kenaikan (penurunan) dana syirkah
temporer: 26
Simpanan (2.646.263) (1.116.585)
Simpanan dari bank lain 67.223 39.832
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Operasi (3.300.712) (5.103.248)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Hasil penjualan aset tetap 13 414 27
Perolehan aset tetap 13 (8.311) (24.487)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Investasi (7.897) (24.460)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran liabilitas sewa 23 (45.956) (47.811)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan (45.956) (47.811)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH
KAS DAN SETARA KAS (3.354.565) (5.175.519)
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 16.364.059 16.963.313
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing 63.098 131.852
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 13.072.592 11.919.646
PENGUNGKAPAN TAMBAHAN
Kas dan Setara Kas terdiri dari:
Kas 526.739 602.695
Giro pada Bank Indonesia 4 5.867.136 4.372.811
Giro pada bank lain 5 2.084.123 1.436.397
Penempatan pada Bank Indonesia dan
bank lain - jangka waktu jatuh tempo tiga
bulan atau kurang sejak tanggal perolehan 6 4.594.594 5.507.743
Jumlah Kas dan Setara Kas 13.072.592 11.919.646
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.
-5-
Page 9
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
1. Umum
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Bank Sinarmas Tbk (“Perusahaan”) didirikan pada tahun 1989 dengan nama PT Bank
Shinta Indonesia, berdasarkan Akta No. 52 tanggal 18 Agustus 1989 dari Buniarti Tjandra,
S.H., notaris di Jakarta, dan telah diubah dengan Akta No. 91 tanggal 15 September 1989
dari notaris yang sama. Akta pendirian ini telah mendapat pengesahan dari Menteri
Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. C2-9142.HT.01.01-TH.89
tanggal 27 September 1989 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 49
tanggal 21 Juni 2005, Tambahan No. 6448.
Pada tanggal 26 Januari 2007, Perusahaan berganti nama menjadi PT Bank Sinarmas.
Perubahan nama tersebut telah disetujui melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
Perusahaan yang didokumentasikan dalam Akta No. 1 tanggal 21 November 2006 dari
Triphosa Lily Ekadewi, S.H., notaris di Jakarta. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah
memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan Surat Keputusannya No. W7-03960 HT.01.04-TH.2006 tanggal 20 Desember 2006.
Perubahan nama tersebut juga telah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia berdasarkan
Keputusan Gubernur Bank Indonesia No.9/4/KEP.GBI/2007 tanggal 22 Januari 2007 tentang
Perubahan Izin Usaha Atas Nama PT Bank Shinta Indonesia menjadi Izin Usaha Atas Nama
PT Bank Sinarmas.
Berdasarkan Akta No. 1 tanggal 8 Oktober 2009 dari Endang Saritomo Utari, S.H., notaris di
Jakarta, terdapat perubahan Anggaran Dasar dalam rangka melaksanakan kegiatan usaha
berdasarkan prinsip perbankan syariah dan perpanjangan masa jabatan direksi dan
komisaris. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.10-22484. Tahun 2009 tanggal 11
Desember 2009.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 6 April 2010 yang
didokumentasikan dalam Akta No. 31 tanggal 6 April 2010 dari Sutjipto, S.H., Mkn, notaris di
Jakarta, pemegang saham menyetujui pemecahan nilai nominal saham Perusahaan dari
Rp500.000 (dalam Rupiah penuh) per saham menjadi Rp100 (dalam Rupiah penuh) per
saham dan perubahan status Perusahaan menjadi Perusahaan Terbuka (Tbk) dengan nama
PT Bank Sinarmas Tbk. Perubahan tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri
Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-
22745.AH.01.02 Tahun 2010 tanggal 4 Mei 2010 serta telah dilaporkan kepada Bank
Indonesia melalui surat No. SKL.121/2010/PRESDIR-CorpSec tanggal 7 Mei 2010.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, dimana perubahan
terakhir dilakukan dengan Akta No. 21 tanggal 6 Februari 2026, yang dibuat di hadapan
Notaris Aulia Taufani, S.H. Perubahan tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0118960
tanggal 24 Februari 2026.
Kantor pusat Perusahaan beralamat di Sinarmas Land Plaza, Menara I, Jln. M.H. Thamrin
No. 51, Jakarta. Perusahaan memiliki 1 kantor cabang utama, 68 kantor cabang, 40 kantor
fungsional operasional, 3 kantor fungsional Usaha Mikro dan Kecil (UMK), 177 kantor cabang
pembantu, dan 3 mobil kas keliling yang semuanya berlokasi di Indonesia.
-6-
Page 10
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
PT Sinar Mas Multiartha (SMMA) Tbk, merupakan entitas induk Perusahaan yang didirikan di
Indonesia.
Pemegang saham akhir (ultimate shareholder) Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2026 dan
31 Desember 2025 adalah PT Sinarmas Cakrawala.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar, maksud dan tujuan didirikannya Perusahaan adalah
untuk menjalankan usaha di bidang perbankan.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 16 Februari 1990, sesuai
dengan izin usaha yang diberikan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. 156/KMK.013/1990 tanggal 16 Februari 1990. Sesuai dengan Surat
Keputusan Bank Indonesia No. 27/156/KEP/DIR tanggal 22 Maret 1995, Perusahaan
memperoleh peningkatan status menjadi Bank Devisa.
Perusahaan memperoleh izin usaha perbankan berdasarkan prinsip syariah berdasarkan
surat keputusan Deputi Gubernur Bank Indonesia No. 11/13/KEP.DpG/2009 tanggal
27 Oktober 2009.
Pada tanggal 30 Januari 2012, Perusahaan memperoleh Surat Keputusan
No. KEP21/BL/2012 dari Ketua badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
mengenai persetujuan Perusahaan sebagai kustodian di pasar modal.
Perusahaan memperoleh izin sebagai wali amanat dari Otoritas Jasa Keuangan (dahulu
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan) berdasarkan Surat Tanda Terdaftar
Sebagai Wali Amanat No. 01/BL/STTD-WA/2009 tanggal 27 Agustus 2009.
Kedua izin kegiatan tersebut telah diperbarui sesuai surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
nomor S-682/PM.223/ 2022 tanggal 22 Agustus 2022.
Pada tanggal 1 Januari 2024, Pemisahan Unit Usaha Syariah PT Bank Sinarmas Tbk telah
efektif dilakukan. Dengan dipisahkannya Unit Usaha Syariah, maka selanjutnya Perusahaan
tidak lagi melakukan kegiatan usaha syariah, dan telah dilakukan perubahan kegiatan usaha
pada Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan
Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar PT Bank Sinarmas Tbk. No. 3 tanggal 2
Januari 2024 yang dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta yang telah
memperoleh persetujuan sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia No. AHU-0000118.AH.01.02 Tahun 2024 tanggal 2 Januari
2024.
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Pada tanggal 29 November 2010, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) atau sekarang
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat No. S-10683/BL/2010 untuk penawaran umum
perdana atas 1.600 lembar saham Perusahaan dengan nilai nominal Rp100 (dalam Rupiah
penuh) per saham pada harga penawaran Rp150 (dalam Rupiah penuh) per saham dimana
melekat 1.920.000.000 waran Seri I (Catatan 28). Setiap pemegang 5 (lima) saham baru
Perusahaan berhak memperoleh 6 (enam) waran dimana setiap 1 (satu) waran memberikan
hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) saham baru Perusahaan dengan harga
pelaksanaannya sebesar Rp150 (dalam Rupiah penuh) per saham, yang dapat dilakukan
mulai tanggal 13 Juni 2011 sampai dengan tanggal 13 Desember 2015.
-7-
Page 11
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Penawaran umum perdana (IPO) saham Perusahaan telah mendapat persetujuan dari Bank
Indonesia melalui surat No. 12/52/DPB3/TPB 3 – 1 tanggal 5 Agustus 2010. Saham dan
waran Perusahaan telah tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 13 Desember 2010.
Pada tanggal 15 Juni 2012, Perusahaan memperoleh Pernyataan Efektif dari Ketua Bapepam
dan LK (sekarang OJK) melalui surat No. S-7561/BL/2012 untuk Penawaran Umum Terbatas
I (PUT I) kepada Pemegang Saham dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD)
atas 1.203.186.138 lembar Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp100 (dalam
Rupiah penuh) per saham yang ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp250 (dalam
Rupiah penuh) per saham dimana melekat 2.996.614.532 waran Seri II (Catatan 28). Setiap
pemegang 400 saham lama berhak atas 53 HMETD untuk membeli 53 saham, dimana pada
setiap 53 saham baru melekat 132 Waran Seri II yang diberikan oleh Perusahaan secara
cuma-cuma. Waran Seri II diberikan sebagai insentif kepada pemegang saham untuk
melakukan pembelian saham baru yang bernilai nominal Rp100 (dalam Rupiah penuh) per
saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp250 (dalam Rupiah penuh) per saham yang
dapat dilakukan selama masa laku pelaksanaan yaitu mulai tanggal 11 Januari 2013 sampai
dengan 29 Juni 2017 dimana setiap 1 (satu) Waran Seri II berhak membeli 1 (satu) saham
baru pada harga pelaksanaannya.
Berdasarkan Akta No. 45 tanggal 13 Juni 2014 dari Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., notaris di
Jakarta, tentang Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), dimana
pemegang saham Perusahaan menyetujui untuk menerbitkan 1.312.411.310 lembar saham
pada harga yang akan ditentukan oleh Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris melalui
Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). Pada tanggal
31 Oktober 2014 dan 24 November 2014, Perusahaan melaksanakan PMTHMETD tahap 1
dan 2 masing-masing sebanyak 888.888.888 dan 7.646.526 lembar saham dengan harga
pelaksanaan masing-masing sebesar Rp270 (dalam Rupiah penuh). Jumlah dana yang
diperoleh dari pemegang saham dalam pelaksanaan PMTHMETD adalah sebesar
Rp242.064.
Pada tanggal 27 April 2016, Perusahaan memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa
Keuangan melalui surat No. S-202/D.04/2016 untuk Penawaran Umum Terbatas II (PUT II)
kepada Pemegang Saham dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atas
1.099.490.445 lembar Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp100 (dalam Rupiah
penuh) per saham yang ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp400 (dalam Rupiah penuh)
per saham dimana melekat 4.397.961.780 waran Seri III. Setiap pemegang 13 saham lama
berhak atas 1 HMETD untuk membeli 1 saham baru, dimana pada setiap 1 saham baru
melekat 4 Waran Seri III yang diberikan oleh Perusahaan secara cuma-cuma. Waran Seri III
diberikan sebagai insentif kepada pemegang saham untuk melakukan pembelian saham baru
yang bernilai nominal Rp100 (dalam Rupiah penuh) per saham dengan harga pelaksanaan
sebesar Rp625 (dalam Rupiah penuh) per saham yang dapat dilakukan selama masa laku
pelaksanaan yaitu mulai tanggal 28 November 2016 sampai dengan 12 Mei 2021 dimana
setiap 1 (satu) Waran Seri III berhak membeli 1 (satu) saham baru pada harga
pelaksanaannya.
Saham Perusahaan telah tercatat di Bursa Efek Indonesia yaitu sebanyak 19.517.921.842
saham yang mewakili 98,99% dari saham yang beredar pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31
Desember 2025.
-8-
Page 12
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
c. Penawaran Umum Obligasi Perusahaan
Pada tanggal 29 Juni 2022, Perusahaan memperoleh Pernyataan Efektif dari Kepala
Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui suratnya No.S-
107/D.04/2022 untuk melaksanakan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Subordinasi
Berkelanjutan I Bank Sinarmas dengan jumlah pokok obligasi sebanyak-banyaknya
Rp3.000.000. Pada Tahap I, Perusahaan menerbitkan dengan jumlah pokok sebesar
Rp500.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,5% per tahun dengan jangka waktu 5
tahun.
d. Pemisahan Unit Usaha Syariah
Perusahaan menerima surat dari Otoritas Jasa Keuangan No. SR-1/D.03/2023 tanggal 14
Februari 2023 tentang Persetujuan Prinsip Pendirian PT Bank Nano Syariah (Badan Usaha
Syariah hasil pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Sinarmas Tbk).
Perusahaan menerima surat dari Otoritas Jasa Keuangan No. SR-255/PB.02/2023 tanggal 10
November 2023 tentang Keputusan Perpanjangan Jangka Waktu Pelaksanaan Kegiatan
Usaha PT Bank Nano Syariah.
Pemisahan Unit Usaha Syariah telah efektif tanggal 1 Januari 2024 dengan pendirian Bank
Umum Syariah baru dengan nama PT Bank Nano Syariah.
e. Entitas Anak
Entitas Anak yang dimiliki secara langsung dan tidak langsung oleh Perusahaan pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Tahun Persentase
Beroperasi Tempat Kepemilikan Jumlah Aset Sebelum Eliminasi
Nama Perusahaan Komersial Bidang Usaha Kedudukan Efektif 31 Maret 2026 31 Desember 2025
PT Bank Nano Syariah 2024 Perbankan Syariah Jakarta 51% 9.411.824 9.793.611
PT Bank Nano Syariah
PT Bank Nano Syariah, sebuah perusahaan yang berdomisili di Indonesia dan berlokasi di Jl.
Teuku Cik Ditiro Nomor 29, Kec. Menteng, Jakarta Pusat 10310, bergerak di bidang
perbankan dengan prinsip Syariah dan telah beroperasi sejak 1 Januari 2024.
Susunan pemegang saham PT Bank Nano Syariah adalah sebagai berikut:
1 Januari 2024
Jumlah Lembar Persentase Jumlah
Pemegang Saham Saham Kepemilikan Modal Disetor
% Rp
PT Bank Sinarmas Tbk 5.100.000.000 51,00% 510.000
PT Sinarmas Multiartha Tbk 2.500.000.000 25,00% 250.000
PT Asuransi Sinar Mas 2.400.000.000 24,00% 240.000
Jumlah 10.000.000.000 100,00% 1.000.000
-9-
Page 13
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Berdasarkan Akta No. 1 tanggal 2 Januari 2024 yang dibuat di hadapan Aulia Taufani S.H.,
susunan anggota Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas Syariah PT Bank Nano
Syariah sebagai berikut:
1 Januari 2024
Dewan Komisaris
Komisaris Utama The Tjun Hau
Komisaris Independen Nana Supriana
Komisaris Independen Horas Parsaulian Pardede
Direksi
Direktur Utama Halim
Direktur Soejanto Soetjijo
Direktur Uzan Tedjamulia
Direktur Hanafi Himawan
Direktur Suyono Wijaya
Dewan Pengawas Syariah
Ketua Ahmadi Sukarno
Anggota Mochammad Bukhori Muslim
f. Karyawan, Direksi dan Dewan Komisaris
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, susunan pengurus Perusahaan adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Tjendrawati Widjaja Tjendrawati Widjaja
Komisaris Independen Sammy Kristamuljana Sammy Kristamuljana
Komisaris Independen Rusmin Rusmin
Direksi
Direktur Utama Frenky Tirtowijoyo Frenky Tirtowijoyo
Direktur Miko Andidjaja Miko Andidjaja
Direktur Ekajaya Ongny Putra Ekajaya Ongny Putra
Direktur Enny Kamal Enny Kamal
Direktur* - Sendy*
Direktur Amandalia Johanes Amandalia Johanes
*) Pada tanggal 18 Desember 2025, PT Bank Sinarmas Tbk telah menerima pengunduran diri Sdr. Sendy dari jabatannya
selaku Direktur PT Bank Sinarmas Tbk. Pengunduran diri tersebut telah memperoleh persetujuan melalui Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 6 Februari 2026.
Susunan keanggotaan komite-komite yang dimiliki Perusahaan pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Komite Audit
Ketua Sammy Kristamuljana Sammy Kristamuljana
Anggota Robert A Simanjuntak Robert A Simanjuntak
Reynold M Batubara Reynold M Batubara
Komite Remunerasi dan Nominasi
Ketua Rusmin Rusmin
Anggota Tjendrawati Widjaja Tjendrawati Widjaja
Christina Suryadinata Christina Suryadinata
Komite Pemantau Risiko
Ketua Rusmin Rusmin
Anggota Tjendrawati Widjaja Tjendrawati Widjaja
Robert A Simanjuntak Robert A Simanjuntak
Reynold M Batubara Reynold M Batubara
- 10 -
Page 14
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Kepala Audit Internal Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
adalah Frieda Junia.
Sekretaris Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah Retno Tri
Wulandari.
Personel manajemen kunci Perusahaan terdiri dari Komisaris, Direksi, Group Head, Kepala
Kantor Wilayah, Wakil Kepala Kantor Wilayah, Kepala Divisi, Pimpinan Cabang dan
Koordinator Pimpinan Cabang Pembantu.
Jumlah rata-rata karyawan Grup adalah 5.257 dan 5.483 (tidak diaudit), masing-masing untuk
periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2026 dan tahun yang berakhir 31 Desember 2025.
g. Penyelesaian Laporan Keuangan
Laporan keuangan konsolidasian PT Bank Sinarmas Tbk dan Entitas Anak untuk periode
yang berakhir 31 Maret 2026 telah diselesaikan dan diotorisasi untuk terbit oleh Direksi
Perusahaan pada 30 April 2026. Direksi Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan
dan penyajian laporan keuangan tersebut.
2. Informasi Kebijakan Akuntansi Material
a. Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan dengan menggunakan Standar
Akuntansi Keuangan (SAK) di Indonesia, meliputi pernyataan dan interpretasi yang diterbitkan
oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) dan Dewan
Standar Akuntansi Syariah IAI, dan Peraturan OJK No. VIII.G.7 tentang “Penyajian dan
Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”.
Dasar pengukuran laporan keuangan ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa
akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana diuraikan dalam kebijakan
akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan keuangan ini disusun dengan metode
akrual, kecuali laporan arus kas.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian
pada tanggal 31 Maret 2026 adalah konsisten dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan
dalam penyusunan laporan keuangan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025.
Laporan arus kas disusun menggunakan metode langsung dan arus kas dikelompokkan atas
dasar kegiatan operasi, investasi dan pendanaan. Untuk tujuan penyusunan laporan arus kas,
kas dan setara kas mencakup kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain,
penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain, dan efek-efek dengan jatuh tempo tiga
bulan atau kurang dan yang tidak dijaminkan serta yang tidak dibatasi pencairannya.
- 11 -
Page 15
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Laporan keuangan Perusahaan untuk Entitas Anak disusun berdasarkan PSAK (Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan) No. 401 (Amandemen 2022) “Penyajian Laporan Keuangan
Syariah”, PSAK No. 402 (Amandemen 2019) “Akuntansi Murabahah”, PSAK No. 405
“Akuntansi Mudharabah”, PSAK No. 406 “Akuntansi Musyarakah”, PSAK No. 407
(Amandemen 2021) “Akuntansi Ijarah”, PSAK No. 410 (Amandemen 2020) “Akuntansi
Sukuk”, Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia (“PAPSI”) dan prinsip-prinsip
akuntansi yang berlaku umum yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia, mencakup pula
pedoman akuntansi dan pelaporan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI) dan Otoritas
Jasa Keuangan (OJK).
Mata uang yang digunakan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan adalah mata
uang Rupiah (Rupiah) yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan. Rupiah juga
merupakan mata uang fungsional entitas anak.
b. Prinsip Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Entitas Anak.
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Entitas Anak
yang dikendalikan oleh Perusahaan dan Entitas Anak (Grup). Pengendalian diperoleh apabila
Perusahaan memiliki seluruh hal berikut ini:
Kekuasaan atas investee;
Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan
Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya untuk memengaruhi jumlah imbal
hasil investor.
Pengkonsolidasian Entitas Anak dimulai saat Perusahaan memperoleh pengendalian atas
Entitas Anak dan berakhir pada saat Perusahaan kehilangan pengendalian atas Entitas Anak.
Secara khusus, penghasilan dan beban Entitas Anak yang diakuisisi atau dilepaskan selama
tahun berjalan termasuk dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian sejak tanggal Perusahaan memperoleh pengendalian sampai dengan tanggal
Perusahaan kehilangan pengendalian atas Entitas Anak.
Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban, dan arus kas dalam intra kelompok
usaha terkait dengan transaksi antar entitas dalam Grup dieliminasi secara penuh dalam
laporan keuangan konsolidasian.
Laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik
Perusahaan dan kepentingan non-pengendali (KNP) meskipun hal tersebut mengakibatkan
KNP memiliki saldo defisit.
KNP disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan
dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat
diatribusikan kepada pemilik Perusahaan.
Transaksi dengan KNP yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai
transaksi ekuitas. Selisih antara nilai wajar imbalan yang dialihkan dengan bagian relatif atas
nilai tercatat aset bersih Entitas Anak yang diakuisisi dicatat di ekuitas. Keuntungan atau
kerugian dari pelepasan kepada KNP juga dicatat di ekuitas.
- 12 -
Page 16
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
c. Penjabaran Mata Uang Asing
Mata Uang Fungsional dan Pelaporan
Akun-akun yang tercakup dalam laporan keuangan konsolidasian diukur menggunakan mata
uang dari lingkungan ekonomi utama dimana Grup beroperasi (mata uang fungsional).
Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah, yang merupakan mata uang
fungsional dan mata uang penyajian Perusahaan. Rupiah juga merupakan mata uang
fungsional entitas anak.
Transaksi dan Saldo
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang fungsional menggunakan
kurs pada tanggal transaksi. Keuntungan atau kerugian selisih kurs yang timbul dari
penyelesaian transaksi dan dari penjabaran pada kurs akhir tahun atas aset dan liabilitas
moneter dalam mata uang asing diakui dalam laba rugi. Aset non-moneter yang diukur pada
nilai wajar dijabarkan menggunakan kurs pada tanggal nilai wajar ditentukan.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, kurs konversi yakni kurs Reuters pada
pukul 16:00 Waktu Indonesia Barat (WIB), yang digunakan oleh Grup adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
(dalam Rupiah penuh) (dalam Rupiah penuh)
Poundsterling Inggris 22.442,09 22.439,55
Euro 19.496,94 19.571,45
Dolar Amerika Serikat 16.994,50 16.675,00
Dolar Singapura 13.174,54 12.965,05
Dolar Australia 11.669,27 11.152,24
Dolar New Zealand 9.714,06 9.625,65
Riyal Arab Saudi 4.529,50 4.446,50
Yuan China 2.459,00 2.385,00
Dolar Hong Kong 2.168,02 2.142,30
Yen Jepang 106,45 106,50
d. Transaksi Pihak Berelasi
Orang atau entitas dikategorikan sebagai pihak berelasi Perusahaan apabila memenuhi
definisi pihak berelasi berdasarkan PSAK No. 224 “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas yang menyiapkan
laporan keuangnnya (entitas pelapor). Pihak berelasi adalah sebagai berikut:
i) Orang atau anggota jeluarga dekatnya mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika
orang tersebut:
a) Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
b) Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
c) Merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas
pelapor.
ii) Entitas mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika entitas tersebut:
a) Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya
entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya saling berelasi dengan
entitas lain);
- 13 -
Page 17
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
b) Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau
entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatunkelompok
usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya);
c) Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
d) Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah
entitas asosiasi dari entitas ketiga;
e) Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari
salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika
entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka
entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor;
f) Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi
sebagaimana dimaksud dalam angka h);
g) Orang yang diidentifikasi sebagaimana dimaksud dalam angka h), a) memiliki
pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan personil manajemen kunci entitas
(atau entitas induk dari entitas); atau
h) Entitas atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari
kelompok tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada entitas
pelapor atau kepada entitas induk dari entitas pelapor.
Semua transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak berelasi, baik yang dilakukan
dengan syarat normal sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga, maupun tidak, telah
diungkapkan pada catatan atas laporan keuangan konsolidasian.
e. Kas dan Setara Kas
Kas terdiri dari kas dan bank. Setara kas adalah semua investasi yang bersifat jangka pendek
dan sangat likuid yang dapat segera dikonversikan menjadi kas dengan jatuh tempo dalam
waktu tiga (3) bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya, dan yang tidak dijaminkan
serta tidak dibatasi pencairannya.
f. Instrumen Keuangan
Grup menerapkan PSAK No. 109, Instrumen Keuangan, mengenai pengaturan instrumen
keuangan terkait klasifikasi dan pengukuran, penurunan nilai atas instrumen keuangan dan
akuntansi lindung nilai.
Aset Keuangan
Grup mengklasifikasikan aset keuangan sesuai dengan PSAK No. 109, Instrumen Keuangan,
sehingga setelah pengakuan awal aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi,
nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain atau nilai wajar melalui laba rugi, dengan
menggunakan dua dasar, yaitu:
(a) Model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan; dan
(b) Karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, aset keuangan Grup terdiri dari aset
yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi dan aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain.
- 14 -
Page 18
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
1. Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut
terpenuhi:
(a) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset
keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
(b) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal
tertentu yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok
terutang.
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat
pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan
amortisasi kumulatif menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih
antara nilai awal dan nilai jatuh temponya, dan dikurangi dengan cadangan kerugian
penurunan nilai.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, kategori ini meliputi kas, giro pada
Bank Indonesia, giro pada bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain,
efek-efek, kredit yang diberikan dan piutang, tagihan akseptasi, pendapatan yang masih
akan diterima dan aset lain-lain.
2. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi kecuali aset keuangan tersebut
diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain.
Derivatif juga diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, kecuali
derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dicatat pada laporan posisi
keuangan pada nilai wajarnya. Perubahan nilai wajar langsung diakui dalam laba rugi.
Bunga yang diperoleh dicatat sebagai pendapatan bunga, sedangkan pendapatan
dividen dicatat sebagai bagian dari pendapatan lain-lain sesuai dengan persyaratan
dalam kontrak, atau pada saat hak untuk memperoleh pembayaran atas dividen tersebut
telah ditetapkan.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, efek-efek berupa obligasi
Pemerintah, reksadana, serta aset lain-lain berupa tagihan derivatif diklasifikasikan
dalam kategori ini.
3. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika kedua
kondisi berikut terpenuhi:
(a) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan
mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
(b) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal
tertentu yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok
terutang.
- 15 -
Page 19
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Aset keuangan berupa surat berharga utang yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain selanjutnya diukur pada nilai wajar dikurangi dengan
cadangan kerugian penurunan nilai, dengan keuntungan atau kerugian yang belum
direalisasi diakui dalam penghasilan komprehensif lain, sampai aset keuangan tersebut
dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi, dimana pada saat itu akumulasi
keuntungan atau kerugian direklasifikasi ke laba rugi. Keuntungan atau kerugian
penurunan nilai dan selisih kurs dan bunga yang dihitung menggunakan metode suku
bunga efektif diakui dalam laba rugi.
Aset keuangan berupa instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain selanjutnya diukur pada nilai wajar, dengan keuntungan
atau kerugian yang belum direalisasi diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Saat
aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi, akumulasi
keuntungan atau kerugian direklasifikasi ke saldo laba.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, kategori ini meliputi investasi efek-
efek dalam bentuk obligasi Pemerintah dan obligasi korporasi.
Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas
Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas Grup diklasifikasikan berdasarkan substansi
perjanjian kontraktual serta definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Kebijakan
akuntansi yang diterapkan atas instrumen keuangan tersebut diungkapkan berikut ini.
Instrumen Ekuitas
Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu
entitas setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas dicatat sejumlah
hasil yang diterima, setelah dikurangkan dengan biaya penerbitan langsung.
Liabilitas Keuangan
Tidak terdapat perubahan signifikan dalam klasifikasi dan pengukuran liabilitas keuangan.
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 109 diklasifikasikan sebagai berikut: (i) liabilitas
keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi, (ii) liabilitas keuangan yang diukur dengan
nilai wajar melalui laba rugi. Grup menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat
pengakuan awal.
Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman
dan utang, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dan
selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku
bunga efektif. Amortisasi suku bunga efektif disajikan sebagai bagian dari beban keuangan
dalam laba rugi.
1. Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui
saat pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan
amortisasi kumulatif menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih
antara nilai awal dan nilai jatuh temponya.
- 16 -
Page 20
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, kategori ini meliputi liabilitas
segera, simpanan, simpanan dari bank lain, efek yang dijual dengan janji beli kembali,
liabilitas akseptasi, beban yang masih harus dibayar, obligasi subordinasi, serta liabilitas
lain-lain dalam bentuk setoran jaminan L/C dan bank garansi yang dimiliki oleh Grup.
2. Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Liabilitas keuangan diklasifikasikan dalam kategori ini apabila liabilitas tersebut
merupakan hasil dari aktivitas perdagangan atau transaksi derivatif yang tidak
dimaksudkan sebagai lindung nilai, atau jika Perusahaan memilih untuk menetapkan
liabilitas keuangan tersebut dalam kategori ini.
Perubahan dalam nilai wajar langsung diakui dalam laba rugi.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, kategori ini termasuk liabilitas
derivatif.
Instrumen Keuangan Derivatif
Dalam usaha normalnya, Perusahaan melakukan transaksi instrumen keuangan derivatif
berupa kontrak tunai dan berjangka mata uang asing. Instrumen keuangan derivatif diukur
dan disajikan di laporan posisi keuangan pada nilai wajar dengan menggunakan harga
pasar. Derivatif dicatat sebagai aset apabila memiliki nilai wajar positif dan sebagai liabilitas
apabila memiliki nilai wajar negatif. Keuntungan atau kerugian yang terjadi dari perubahan
nilai wajar diakui dalam laba/rugi.
Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam
laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, Perusahaan saat ini memiliki hak yang
berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut;
dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Reklasifikasi Aset Keuangan
Sesuai dengan ketentuan PSAK No. 109, Instrumen Keuangan, Perusahaan mereklasifikasi
seluruh aset keuangan dalam kategori yang terpengaruh, jika dan hanya jika, Grup
mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan tersebut. Sedangkan, liabilitas
keuangan tidak direklasifikasi.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap periode pelaporan, Grup menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan
telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Grup
mengacu pada perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia
instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian. Dalam
melakukan penilaian, Grup membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas
instrumen keuangan pada saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang
terjadi atas instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan
kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau usaha pada
saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan
perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko
kredit sejak pengakuan awal.
- 17 -
Page 21
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Grup menggunakan pendekatan 3 tahapan dalam mengukur penurunan nilai (Tahap 1,
Tahap 2 dan Tahap 3) dengan menentukan apakah terjadi peningkatan risiko kredit yang
signifikan atas aset keuangan sejak awal atau fasilitas tersebut gagal bayar pada tanggal
pelaporan.
1. Tahap 1 - Kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) 12 bulan
Tahap 1 mencakup aset keuangan yang tidak memiliki peningkatan signifikan atas
risiko kredit sejak pengakuan awal atau memiliki risiko kredit rendah pada tanggal
pelaporan. Untuk aset ini, ECL 12 bulan akan dihitung.
Aset keuangan yang dikategorikan sebagai Tahap 1 adalah aset keuangan dengan hari
tunggakan kurang atau sama dengan 30 hari.
2. Tahap 2 - Peningkatan risiko kredit yang signifikan
Tahap 2 mencakup aset keuangan yang mengalami peningkatan signifikan atas risiko
kredit, namun tidak memiliki bukti penurunan nilai yang obyektif. Untuk aset ini, ECL
lifetime dihitung.
Aset keuangan yang dianggap telah mengalami peningkatan risiko kredit yang
signifikan dan dikategorikan sebagai Tahap 2 adalah aset keuangan dengan hari
tunggakan dari 31-90 hari. Aset keuangan yang telah mengajukan program
restrukturisasi, juga dianggap telah mengalami peningkatan risiko kredit yang signifikan
sehingga akan dikategorikan sebagai Tahap 2.
3. Tahap 3 - Eksposur yang mengalami penurunan nilai kredit atau gagal bayar
Tahap 3 mencakup aset keuangan yang memiliki bukti obyektif penurunan nilai pada
tanggal pelaporan. Tahap ini berisi debitur yang telah impaired (gagal bayar).
Aset keuangan yang dikategorikan sebagai Tahap 3 adalah aset keuangan dengan hari
tunggakan lebih dari 90 hari.
Faktor utama dalam menentukan apakah aset keuangan memerlukan ECL 12 bulan (Tahap
1) atau ECL lifetime (Tahap 2) disebut dengan kriteria Peningkatan Signifikan dalam Risiko
Kredit (SICR). Penentuan kriteria peningkatan risiko kredit yang signifikan (SICR)
memerlukan pengkajian apakah telah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan pada
tanggal pelaporan.
PSAK No. 109 mensyaratkan penyertaan informasi tentang kejadian masa lalu, kondisi saat
ini, dan perkiraan kondisi ekonomi masa depan. Perkiraan perubahan dalam kerugian kredit
yang diharapkan harus mencerminkan, dan secara langsung konsisten dengan, perubahan
dalam data terkait yang diobservasi dari periode ke periode. Perhitungan ECL ini
membutuhkan estimasi forward-looking dari Probability of Default (PD), Loss Given Default
(LGD), dan Exposure at Default (EAD).
1. Probability of Default (“PD”)
Probabilitas yang timbul di suatu waktu dimana debitur mengalami gagal bayar,
dikalibrasikan sampai dengan periode 12 bulan dari tanggal laporan (Tahap 1) atau
sepanjang umur (Tahap 2 dan 3) dan digabungkan pada dampak asumsi ekonomi
masa depan yang memiliki risiko kredit. PD diestimasikan pada suatu titik waktu (point
in time) dimana hal ini berfluktuasi sejalan dengan siklus ekonomi.
- 18 -
Page 22
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. Loss Given Default (“LGD”)
Kerugian yang diperkirakan akan timbul dari debitur yang mengalami gagal bayar
dengan menggabungkan dampak dari asumsi ekonomi masa depan yang relevan (jika
ada) dimana hal ini mewakili perbedaan antara arus kas kontraktual yang akan jatuh
tempo dengan arus kas yang diharapkan untuk diterima. Grup mengestimasikan LGD
berdasarkan data historis dari tingkat pemulihan dan memperhitungkan pemulihan
yang berasal dari seluruh aset yang dikelola oleh Grup dengan mempertimbangkan
asumsi ekonomi masa depan.
3. Exposure of Default (“EAD”)
Perkiraan nilai eksposur laporan posisi keuangan pada saat gagal bayar dengan
mempertimbangkan bahwa perubahan ekspektasi yang diharapkan selama masa
eksposur. Hal ini menggabungkan dampak penarikan fasilitas yang hampir pasti terjadi
(committed), pembayaran pokok dan bunga, amortisasi dan pembayaran dipercepat,
bersama dengan dampak asumsi ekonomi masa depan.
Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan
1. Aset Keuangan
Aset keuangan (atau bagian dari suatu aset keuangan, atau kelompok aset keuangan
serupa) dihentikan pengakuannya jika:
a. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir;
b. Grup telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari aset atau
menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tersebut secara
penuh tanpa penundaan yang material kepada pihak ketiga berdasarkan
kesepatakan ’pass-through’, dan salah satu dari (a) Grup telah mengalihkan secara
substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, atau (b) Grup tidak mengalihkan
maupun tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan manfaat atas aset,
tetapi telah mengalihkan kendali atas aset.
2. Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas keuangan tersebut berakhir,
dibatalkan, atau telah kadaluarsa.
g. Pengukuran Nilai Wajar
Pengukuran nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau
mengalihkan liabilitas akan terjadi:
1. di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau;
2. jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau
liabilitas tersebut.
Grup harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan pada
tanggal pengukuran.
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku
pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku
pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.
- 19 -
Page 23
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pengukuran nilai wajar aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar
untuk menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan
tertinggi dan terbaiknya, atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan
menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Ketika Grup menggunakan teknik penilaian, maka Perusahaan memaksimalkan penggunaan
input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak
dapat diobservasi.
Seluruh aset dan liabilitas yang mana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut diukur atau
diungkapkan, dikategorikan dalam hierarki nilai wajar sebagai berikut:
Level 1 – harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas
yang identik;
Level 2 – teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap
pengukuran nilai wajar dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
Level 3 – teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap
pengukuran nilai wajar tidak dapat diobservasi.
Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan
keuangan, maka Grup menentukan apakah telah terjadi transfer di antara level hierarki
dengan menilai kembali pengkategorian level nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan.
h. Giro Wajib Minimum (GWM)
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, GWM Perusahaan telah sesuai dengan
ketentuan Peraturan Bank Indonesia (“PBI”) mengenai Giro Wajib Minimum Bank Umum
pada Bank Indonesia dalam Rupiah dan Mata Uang Asing, dengan perubahan terakhir sesuai
dengan Peraturan Anggota Dewan Gubernur No. 31 Tahun 2025 tanggal 23 Desember 2025
tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Anggota Dewan Gubernur No. 24/8/PADG/2022
tentang Peraturan Pelaksanaan Pemenuhan Giro Wajib Minimum dalam Rupiah dan Valuta
Asing bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah, dimana
rasio GWM (Individu) Rupiah yang harus dipenuhi sebesar 9% dengan pemenuhan secara
harian sebesar 0%, PLM sebesar 5%, serta valuta asing sebesar 4%.
i. Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Penempatan pada bank lain merupakan penanaman dana dalam bentuk call money, deposit
facility, dan term deposit.
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2f untuk kebijakan akuntansi
pengukuran instrumen keuangan.
j. Efek-efek
Efek-efek selain Sukuk
Efek-efek yang dimiliki terdiri dari Sertifikat Bank Indonesia, obligasi, reksadana, tagihan
wesel ekspor, dan efek-efek pasar uang dan pasar modal lainnya.
Obligasi terdiri dari Obligasi Pemerintah dan Obligasi Korporasi yang dibeli dari pasar.
- 20 -
Page 24
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Efek-efek dan Obligasi Pemerintah diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba/rugi, pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, dan biaya
perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2f untuk kebijakan akuntansi atas pengukuran
instrumen keuangan.
Investasi Sukuk
Investasi sukuk yang diukur pada biaya perolehan pada awalnya diakui sebesar biaya
perolehan, termasuk biaya transaksi. Selisih antara biaya perolehan dan nilai nominal
diamortisasi secara garis lurus selama jangka waktu sukuk dan diakui dalam laba rugi. Rugi
penurunan nilai diakui dalam laba rugi apabila jumlah terpulihkan lebih kecil daripada jumlah
tercatat.
Investasi sukuk yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi pada awalnya diakui sebesar
biaya perolehan, tidak termasuk biaya transaksi. Setelah pengakuan awal, selisih antara nilai
wajar dan jumlah tercatat diakui dalam laba rugi.
Investasi sukuk yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain pada
awalnya diakui sebesar biaya perolehan, termasuk biaya transaksi. Setelah pengakuan awal,
selisih antara biaya perolehan dan nilai nominal diamortisasi secara garis lurus selama jangka
waktu sukuk dan diakui dalam laba rugi. Keuntungan atau kerugian dari perubahan nilai wajar
diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Ketika investasi sukuk dihentikan
pengakuannya, akumulasi keuntungan atau kerugian yang sebelumnya diakui dalam
penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.
Rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi apabila jumlah terpulihkan lebih kecil daripada
jumlah tercatat, setelah memperhitungkan saldo dalam penghasilan komprehensif lain.
k. Kredit yang Diberikan dan Piutang/Pembiayaan Syariah
Kredit yang diberikan adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat disetarakan dengan
kas, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam dengan debitur yang
mewajibkan debitur untuk melunasi utang berikut bunganya setelah jangka waktu tertentu.
Kredit yang diberikan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi. (Catatan 2f).
Termasuk dalam kredit yang diberikan adalah pembiayaan syariah yang terdiri dari piutang
murabahah, piutang qardh, pembiayaan musyarakah, pembiayaan mudharabah dan piutang
ijarah.
Murabahah adalah akad jual beli barang dengan harga jual sebesar biaya perolehan
ditambah keuntungan (marjin) yang disepakati dan penjual harus mengungkapan biaya
perolehan barang tersebut kepada pembeli.
Qardh adalah akad pinjam meminjam dana tanpa imbalan dengan liabilitas pihak peminjam
mengembalikan pokok pinjaman secara sekaligus atau cicilan dalam jangka waktu tertentu.
Musyarakah adalah akad kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu,
dimana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dengan ketentuan bahwa
keuntungan dibagi berdasarkan kesepakatan sedangkan kerugian berdasarkan porsi
kontribusi dana. Dana tersebut meliputi kas atau aset nonkas yang diperkenankan oleh
syariah.
- 21 -
Page 25
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Mudharabah adalah akad kerjasama usaha antara bank sebagai pemilik dana (shahibul maal)
dan nasabah selaku pengelola dana (mudharib), menjalankan usaha dengan penentuan awal
keuntungan dan kerugian (nisbah). Ijarah adalah akad sewa-menyewa antara pemilik (obyek
sewa) dan penyewa untuk mendapatkan imbalan atas obyek sewa yang disewakannya.
Pembiayaan syariah disajikan sebesar jumlah pembiayaan dikurangi dengan cadangan
kerugian penurunan nilai dengan jumlah minimum berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (POJK) No. 2/POJK.03/2022 tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum Syariah
dan Unit Usaha Syariah dan POJK No. 11/POJK.03/2020 tanggal 13 Maret 2020 tentang
Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Counter Cyclical Dampak Penyebaran
Corona Virus Diseases 2019.
Pembiayaan syariah dengan akad murabahah disajikan sebesar jumlah pembiayaan
dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sesuai dengan PSAK No. 402 (Amandemen
2019).
Ketika kredit yang diberikan tidak tertagih, kredit tersebut dihapus buku dengan menjurnal
balik cadangan kerugian penurunan nilai. Kredit yang diberikan tersebut dapat dihapus buku
setelah semua prosedur yang diperlukan telah dilakukan dan jumlah kerugian telah
ditentukan.
Kriteria debitur yang dapat dihapus bukukan meliputi:
1. Fasilitas kredit telah mengalami penurunan nilai;
2. Fasilitas kredit telah dibentuk cadangan kerugian penurunan nilai sebesar 100% dari
pokok kredit;
3. Telah dilakukan berbagai upaya penagihan dan pemulihan, namun tidak berhasil;
4. Usaha debitur sudah tidak mempunyai prospek atau kinerja debitur buruk atau tidak ada
kemampuan membayar;
5. Hapus buku dilakukan terhadap semua kewajiban kredit, termasuk dari fasilitas pinjaman
non tunai sehingga penghapusan tidak dapat dilakukan pada beberapa kewajiban
kreditnya (penghapusan sebagian);
Apabila aset yang dijaminkan diambil alih, maka Grup akan menjurnal balik cadangan
kerugian penurunan nilai dan mengakui agunan yang diambil alih yang diukur pada nilai yang
lebih rendah antara nilai tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual.
Restrukturisasi kredit meliputi modifikasi persyaratan kredit, konversi kredit menjadi saham
atau instrumen keuangan lainnya dan/atau kombinasi dari keduanya.
Kredit yang direstrukturisasi disajikan sebesar nilai yang lebih rendah antara nilai tercatat
kredit pada tanggal restrukturisasi atau nilai tunai penerimaan kas masa depan setelah
restrukturisasi. Kerugian akibat selisih antara nilai tercatat kredit pada tanggal restrukturisasi
dengan nilai tunai penerimaan kas masa depan setelah restrukturisasi diakui sebagai
laba/rugi. Setelah restrukturisasi, semua penerimaan kas masa depan yang ditetapkan dalam
persyaratan baru dicatat sebagai pengembalian pokok kredit yang diberikan dan pendapatan
bunga sesuai dengan syarat-syarat restrukturisasi.
l. Tagihan dan Liabilitas Akseptasi
Tagihan akseptasi diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi. Lihat Catatan 2f untuk kebijakan akuntansi atas instrumen keuangan.
Liabilitas akseptasi diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan lain-lain yang diukur dengan
biaya perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2f untuk kebijakan akuntansi atas instrumen
keuangan.
- 22 -
Page 26
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
m. Efek yang Dibeli dengan Janji Jual Kembali dan Efek yang Dijual dengan Janji Beli
Kembali
Efek yang Dibeli dengan Janji Jual Kembali (Reverse Repo)
Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) disajikan sebagai tagihan sebesar
harga jual kembali yang disepakati dikurangi dengan selisih antara harga beli dan harga jual
kembali yang disepakati (pendapatan bunga yang ditangguhkan) dan cadangan kerugian
penurunan nilai. Selisih antara harga beli dan harga jual kembali yang disepakati tersebut
diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif sebagai pendapatan bunga selama
jangka waktu sejak efek itu dibeli hingga saat dijual kembali.
Efek yang dibeli dengan janji jual kembali diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur
pada biaya perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2f untuk kebijakan akuntansi atas instrumen
keuangan.
Efek yang Dijual dengan Janji Beli Kembali (Repo)
Efek yang dijual dengan janji beli kembali (repo) diakui sebagai liabilitas sebesar harga
pembelian kembali yang disepakati dengan nasabah dikurangi beban bunga yang belum
diamortisasi. Selisih antara harga jual dan harga beli kembali diperlakukan sebagai bunga
dibayar dimuka dan diakui sebagai beban bunga sesuai dengan jangka waktu sejak efek
dijual hingga dibeli kembali. Efek yang dijual tetap dicatat sebagai aset dalam laporan posisi
keuangan karena kepemilikan efek tetap berada pada pihak Grup sebagai penjual.
Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2f untuk kebijakan akuntansi atas
instrumen keuangan.
n. Kontrak Jaminan Keuangan dan Tagihan Komitmen Lainnya
Kontrak jaminan keuangan adalah kontrak yang mengharuskan penerbit untuk melakukan
pembayaran kepada pemegang kontrak atas kerugian yang terjadi karena debitur tertentu
gagal untuk melakukan pembayaran pada saat jatuh tempo, sesuai dengan ketentuan dari
instrumen utang. Jaminan keuangan tersebut diberikan kepada bank, lembaga keuangan dan
badan-badan lainnya atas nama debitur untuk menjamin kredit, fasilitas-fasilitas perbankan
lainnya dan penyediaan dana yang belum ditarik.
Pengakuan awal jaminan keuangan dalam laporan keuangan adalah sebesar nilai wajar pada
saat jaminan diberikan. Nilai wajar jaminan keuangan pada saat berlakunya transaksi pada
umumnya sama dengan premi yang diterima karena diberikan dengan syarat dan kondisi
normal dan nilai wajar awal diamortisasi sepanjang umur jaminan keuangan.
Setelah pengakuan awal kontrak, jaminan keuangan dicatat pada nilai yang lebih tinggi antara
biaya perolehan diamortisasi dengan nilai kini pembayaran yang diharapkan akan terjadi
(ketika pembayaran atas jaminan menjadi besar kemungkinan terjadinya), dan selisihnya
dibebankan sebagai beban operasional lainnya dalam laba rugi.
Cadangan kerugian penurunan nilai atas komitmen berdasarkan dari model kerugian
ekspektasian (Catatan 2f).
- 23 -
Page 27
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
o. Aset Tetap
Aset tetap, kecuali tanah dan bangunan, dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, tetapi tidak
termasuk biaya perawatan sehari-hari, dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi
penurunan nilai, jika ada.
Tanah dinyatakan berdasarkan berdasarkan nilai revaluasian dikurangi akumulasi rugi
penurunan nilai, jika ada.
Bangunan dinyatakan berdasarkan nilai revaluasian dikurangi akumulasi penyusutan dan
akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada.
Nilai revaluasian tanah dan bangunan ditentukan oleh penilai independen. Pada saat model
revaluasi diterapkan, akumulasi penyusutan bangunan pada tanggal revaluasi dieliminasi
terhadap biaya perolehan dan nilai tercatat neto setelah dieliminasi disajikan kembali sebesar
jumlah revaluasian. Kenaikan nilai akibat revaluasi dikreditkan ke akun “Surplus revaluasi
aset tetap” sebagai “Komponen ekuitas lainnya” di bagian ekuitas pada laporan posisi
keuangan dan laporan perubahan ekuitas. Penurunan nilai yang menghapuskan kenaikan
nilai sebelumnya atas aset yang sama diakui dalam penghasilan komprehensif lain,
sedangkan penurunan nilai lainnya langsung dibebankan ke laba rugi. Surplus revaluasi aset
tetap akan dipindahkan dari “Komponen ekuitas lainnya” ke “Saldo laba” pada saat aset
dihentikan penggunaannya.
Biaya perolehan awal aset tetap meliputi harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak
pembelian yang tidak boleh dikreditkan dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara
langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan sesuai dengan tujuan
penggunaan yang ditetapkan.
Revaluasi akan dilakukan dengan keteraturan yang cukup reguler untuk memastikan bahwa
jumlah tercatat tidak berbeda secara material dengan jumlah yang ditentukan dengan
menggunakan nilai wajar pada akhir periode pelaporan.
Beban-beban yang timbul setelah aset tetap digunakan, seperti beban perbaikan dan
pemeliharaan, dibebankan ke laba rugi pada saat terjadinya. Apabila beban-beban tersebut
menimbulkan peningkatan manfaat ekonomis di masa datang dari penggunaan aset tetap
tersebut yang dapat melebihi kinerja normalnya, maka beban-beban tersebut dikapitalisasi
sebagai tambahan biaya perolehan aset tetap.
Penyusutan dihitung berdasarkan metode garis lurus (straight-line method) selama masa
manfaat aset tetap sebagai berikut:
Tahun %
Bangunan 20 5
Inventaris kantor 10 10
Kendaraan bermotor 4 25
Nilai tercatat aset tetap ditelaah kembali dan dilakukan penurunan nilai apabila terdapat
peristiwa atau perubahan kondisi tertentu yang mengindikasikan nilai tercatat tersebut tidak
dapat dipulihkan sepenuhnya.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada
manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap diakui dalam
laba rugi pada periode terjadinya penghentian pengakuan.
- 24 -
Page 28
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Nilai residu, umur manfaat, serta metode penyusutan ditelaah setiap akhir periode dan
dilakukan penyesuaian apabila hasil telaah berbeda dengan estimasi sebelumnya.
p. Aset Ijarah
Aset ijarah, yakni kendaraan bermotor, mesin, alat berat dan piranti lunak, disusutkan atau
diamortisasi sesuai dengan jangka waktu sewa atau umur ekonomis aset, mana yang lebih
pendek, dimana pada akhir masa akad, aset tersebut akan dihibahkan ke penyewa.
Untuk akad ijarah muntahiyah bitamlik (sewa pembiayaan), apabila pada saat perpindahan
kepemilikan aset ijarah dari pemilik kepada penyewa dilakukan dengan cara hibah, maka
jumlah tercatat aset ijarah diakui sebagai beban.
Pendapatan sewa selama masa akad diakui pada saat manfaat atas aset telah diserahkan
kepada penyewa.
Pendapatan ijarah disajikan secara neto setelah dikurangi beban yang terkait
yakni penyusutan dan pemeliharaan serta perbaikan. Pendapatan ijarah neto disajikan
sebagai bagian dari “pendapatan bunga dan bagi hasil” dalam laba rugi.
q. Agunan yang Diambil Alih
Agunan kredit yang diberikan, berupa tanah dan aset lainnya, yang telah diambil alih oleh
Grup disajikan dalam perkiraan “Aset lain-lain”.
Agunan yang diambil alih dicatat pada nilai yang lebih rendah antara nilai tercatat dan nilai
wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual. Selisih antara nilai agunan yang diambil alih
dengan sisa pokok pinjaman yang diberikan, jika ada, dibebankan ke laba rugi periode
berjalan.
Selisih antara nilai agunan yang telah diambil alih dan hasil penjualannya diakui sebagai
keuntungan atau kerugian pada saat penjualan agunan.
Biaya-biaya yang berkaitan dengan pemeliharaan dan perbaikan agunan yang diambil alih
dibebankan ke laba rugi pada saat terjadinya.
Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen, maka nilai tercatatnya dikurangi untuk
mengakui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laba rugi periode berjalan.
Manajemen melakukan evaluasi secara berkala atas nilai agunan yang diambil alih. Bila
terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen, maka nilai tercatatnya dikurangi untuk
mengakui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laba rugi.
r. Transaksi Sewa
Sebagai Pesewa
Sewa Operasi
Sewa dimana Grup tetap mempertahankan secara substansial seluruh risiko dan manfaat
yang terkait dengan kepemilikan suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Biaya
langsung awal yang dapat diatribusikan secara langsung dengan negosiasi dan pengaturan
sewa operasi ditambahkan ke nilai tercatat aset sewaan dan diakui ke laba rugi tahun
berjalan selama masa sewa sesuai dengan dasar pengakuan pendapatan sewa.
- 25 -
Page 29
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Sebagai Penyewa
Perusahaan menerapkan PSAK No. 116 yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa
sehubungan dengan sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai ‘sewa operasi’.
Pada tanggal permulaan kontrak, Grup menilai apakah kontrak merupakan, atau
mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut
memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka
waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.
Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset
identifikasian, Grup harus menilai apakah:
Grup memiliki hak untuk mendapatkan secara substansial seluruh manfaat ekonomi dari
penggunaan aset identifikasian; dan
Grup memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Grup memiliki
hak ini ketika Grup memiliki hak untuk pengambilan keputusan yang relevan tentang
bagaimana dan untuk tujuan apa aset digunakan telah ditentukan sebelumnya dan:
1. Grup memiliki hak untuk mengoperasikan aset;
2. Grup telah mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan
untuk tujuan apa aset akan digunakan selama periode penggunaan.
Pada tanggal awal dimulainya kontrak atau pada tanggal penilaian kembali atas kontrak yang
mengandung sebuah komponen sewa, Grup mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke
masing-masing komponen sewa berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa dan
harga tersendiri agregat dari komponen nonsewa.
Pada tanggal permulaan sewa, Grup mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak-
guna diukur pada biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa
yang disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal
permulaan.
Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal
permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau
akhir masa sewa.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal
permulaan, didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika
suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman
inkremental. Pada umumnya, Grup menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai
tingkat bunga diskonto.
Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran
berikut ini:
- pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi;
- pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada
awalnya diukur dengan menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal
permulaan;
- jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dengan jaminan nilai residual;
- harga eksekusi opsi beli jika Grup cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
- penalti karena penghentian awal sewa kecuali jika Grup cukup pasti untuk tidak
menghentikan lebih awal.
- 26 -
Page 30
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian pokok dan biaya keuangan. Biaya keuangan
dibebankan pada laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga
periodik yang konstan atas saldo liabilitas untuk setiap periode.
Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Grup pada akhir masa sewa atau
jika biaya perolehan aset hak-guna merefleksikan Perusahaan akan mengeksekusi opsi beli,
maka Grup menyusutkan aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat
aset pendasar. Jika tidak, maka Grup menyusutkan aset hak-guna dari tanggal permulaan
hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa
sewa.
s. Biaya Dibayar Dimuka
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan
menggunakan metode garis lurus.
t. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan tahunan, Grup menelaah apakah terdapat indikasi suatu
aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat uji periode
penurunan nilai aset perlu dilakukan, maka Grup membuat estimasi jumlah terpulihkan aset
tersebut.
Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut
dinyatakan mengalami penurunan nilai dan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi. Dalam
menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan bersih didiskontokan ke nilai kini
dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar
kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset.
Penelaahan dilakukan pada akhir setiap tanggal pelaporan tahunan untuk mengetahui
apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai aset yang telah diakui dalam periode
sebelumnya mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud
ditemukan, maka Perusahaan mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Kerugian
penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya akan dipulihkan hanya jika
terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan
aset tersebut sejak rugi penurunan nilai diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikan ke
jumlah terpulihkannya. Pembalikan aset tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak
melebihi jumlah terpulihkannya maupun nilai tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya
tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun-tahun
sebelumnya. Setelah pemulihan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode
mendatang untuk mengalokasikan nilai tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya,
dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.
u. Liabilitas Segera
Liabilitas segera adalah liabilitas Grup kepada pihak lain yang sifatnya wajib segera
dibayarkan sesuai perjanjian yang ditetapkan sebelumnya.
Liabilitas segera disajikan sebesar biaya perolehan yang diamortisasi (Catatan 2f).
v. Simpanan dan Simpanan dari Bank Lain
Simpanan dan simpanan dari bank lain diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif (Catatan
2f).
- 27 -
Page 31
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Simpanan merupakan liabilitas kepada nasabah dalam bentuk giro, tabungan dan deposito
berjangka.
Giro merupakan simpanan nasabah yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran, yang
penarikannya dapat dilakukan setiap saat melalui cek atau dengan cara pemindahbukuan
dengan bilyet giro atau sarana perintah pembayaran lainnya.
Tabungan merupakan simpanan nasabah yang penarikannya hanya dapat dilakukan sesuai
dengan syarat tertentu yang disepakati pada saat pembukaan rekening tabungan. Penarikan
atas tabungan tidak dapat dilakukan dengan menggunakan cek atau instrumen sejenis, tetapi
menggunakan formulir penarikan tersendiri yang hanya berlaku di bank yang bersangkutan
dan/atau menggunakan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM).
Deposito berjangka merupakan simpanan nasabah yang penarikannya hanya dapat dilakukan
pada saat jatuh tempo sesuai dengan jangka waktu yang disepakati dengan nasabah pada
saat penempatannya, dimana nasabah akan dikenakan penalti apabila melakukan penarikan
sebelum tanggal jatuh temponya.
Simpanan termasuk simpanan syariah dan investasi tidak terikat yang terdiri dari giro dan
tabungan Wadiah yang merupakan titipan dana dalam bentuk giro dan tabungan dimana
pemilik dana mendapatkan pendapatan bonus.
Simpanan dari bank lain merupakan liabilitas kepada bank lain dalam bentuk giro, call money
kurang dari atau 90 hari, dan deposito berjangka dengan periode jatuh tempo menurut
perjanjian masing-masing.
w. Obligasi Subordinasi
Obligasi subordinasi (‘obligasi’) diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan lainnya yang
diukur dengan biaya perolehan diamortisasi (Catatan 2f). Biaya transaksi yang timbul
sehubungan dengan penerbitan obligasi dikurangkan dari hasil penerbitan obligasi
bersangkutan. Selisih antara hasil emisi bersih dengan nilai nominal obligasi diakui sebagai
diskonto yang diamortisasi selama umur obligasi.
x. Dana Syirkah Temporer
Dana syirkah temporer terdiri dari giro dan tabungan Mudharabah, deposito berjangka
Mudharabah dan Sertifikat Investasi Mudharabah antar Bank.
Giro dan tabungan Mudharabah dinyatakan sebesar nilai investasi pemegang tabungan di
Grup.
Deposito berjangka Mudharabah dinyatakan sebesar nilai nominal sesuai dengan perjanjian
antara pemegang deposito berjangka dengan Grup.
Dana syirkah temporer tidak dapat digolongkan sebagai liabilitas. Hal ini karena Grup tidak
berkewajiban untuk mengembalikan jumlah dana awal dari pemilik dana, kecuali kerugian
yang timbul akibat kelalaian atau wanprestasi dari manajemen Grup. Di sisi lain, dana
syirkah temporer tidak dapat digolongkan sebagai ekuitas karena mempunyai waktu jatuh
tempo dan pemilik dana tidak mempunyai hak kepemilikan yang sama dengan pemegang
saham seperti hak voting dan hak atas realisasi keuntungan yang berasal dari aset lancar
dan aset non-investasi (current and other non-investment accounts).
- 28 -
Page 32
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pemilik dana syirkah temporer memperoleh bagian atas keuntungan sesuai kesepakatan dan
menerima kerugian berdasarkan jumlah dana dari masing-masing pihak. Pembagian hasil
dana syirkah temporer berdasarkan konsep bagi hasil.
y. Biaya Emisi Saham
Biaya emisi saham dikurangkan dari bagian tambahan modal disetor yang timbul dari
penerbitan saham dan tidak diamortisasi.
z. Pengakuan Pendapatan Bunga, Beban Bunga, Pendapatan dan Beban Bagi Hasil
Syariah
Pendapatan dan Beban Bunga
Pendapatan dan beban bunga untuk semua instrumen keuangan diakui di dalam laba rugi
secara akrual dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Pendapatan dan Beban Syariah
Pendapatan syariah terdiri dari keuntungan murabahah, pendapatan ijarah muntahiyah
bittamlik (sewa), dan bagi hasil pembiayaan mudharabah dan musyarakah.
Keuntungan murabahah dan pendapatan ijarah muntahiyah bittamlik diakui selama periode
akad berdasarkan konsep akrual. Pendapatan bagi hasil pembiayaan mudharabah diakui
pada saat diterima atau dalam periode terjadinya hak bagi hasil sesuai porsi bagi hasil
(nisbah) yang disepakati.
Beban berdasarkan prinsip syariah terdiri dari beban bagi hasil mudharabah, beban bonus
wadiah dan beban bagi hasil Sertifikat Investasi Mudharabah Antar Bank Syariah.
aa. Pengakuan Pendapatan dan Beban Provisi dan Komisi
Provisi dan Komisi Terkait Instrumen Keuangan
Pendapatan dan beban provisi dan komisi yang terkait dengan perolehan instrumen
keuangan dalam kategori dimiliki hingga jatuh tempo, pinjaman diberikan dan piutang, serta
tersedia untuk dijual, atau terkait jangka waktu tertentu yang jumlahnya signifikan,
dicatat sebagai bagian dari nilai wajar aset atau liabilitas keuangan dan diamortisasi sesuai
dengan jangka waktunya dengan menggunakan suku bunga efektif.
Provisi dan Komisi Lainnya
Provisi dan komisi lainnya yang tidak terkait dengan kegiatan perolehan instrumen keuangan
dan jangka waktu tertentu yang jumlahnya signifikan, dan diamortisasi menggunakan metode
garis lurus sesuai dengan jangka waktu transaksi yang bersangkutan. Sedangkan,
pendapatan dan beban provisi dan komisi lainnya yang tidaik signifikan langsung diakui
sebagai pendapatan atau beban pada saat terjadinya transaksi.
Pendapatan provisi dan komisi lainnya, meliputi pendapatan yang tidak terkait dengan kredit,
seperti jasa bancassurance, pendapatan terkait dengan ekspor impor dan bank garansi, dan
pendapatan yang diakui pada saat jasa diberikan.
- 29 -
Page 33
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
bb. Pendapatan dan Beban Operasional Lainnya
Pendapatan operasional lainnya diakui pada saat terjadinya.
Beban operasional lainnya diakui pada saat terjadinya dengan menggunakan metode akrual.
cc. Pajak Penghasilan
Pajak Kini
Pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang
dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan diakui sebagai liabilitas jika terdapat perbedaan temporer kena pajak yang
timbul dari perbedaan antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan jumlah
tercatatnya pada tanggal pelaporan.
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan
rugi fiskal yang dapat dikompensasikan. Aset pajak tangguhan diakui dan direview pada
setiap tanggal pelaporan atau diturunkan jumlah tercatatnya, sepanjang kemungkinan besar
laba kena pajak tersedia untuk pemanfaatan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan
dan rugi fiskal yang dapat dikompensasikan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan
berlaku ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (atau
peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada tanggal
pelaporan.
Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus jika dan hanya jika,
terdapat hak yang dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini
terhadap liabilitas pajak kini dan pajak tangguhan tersebut terkait dengan entitas kena pajak
yang sama dan dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama.
dd. Laba per Saham
Laba per saham dasar dihitung berdasarkan laba bersih dibagi jumlah
rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
ee. Imbalan Kerja
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek
Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah yang tak-terdiskonto sebagai liabilitas
pada laporan posisi keuangan setelah dikurangi dengan jumlah yang telah dibayar dan
sebagai beban dalam laba rugi.
- 30 -
Page 34
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang
Manfaat yang ditentukan
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang merupakan manfaat pasti yang dibentuk dengan
pendanaan khusus melalui program dana pensiun dan didasarkan pada masa kerja dan
jumlah penghasilan karyawan pada saat pensiun yang dihitung menggunakan metode
Projected Unit Credit. Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti langsung diakui dalam
laporan posisi keuangan dan penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya dan tidak
akan direklasifikasi ke laba rugi, namun menjadi bagian dari saldo laba. Biaya liabilitas
imbalan pasti lainnya terkait dengan program imbalan pasti diakui dalam laba rugi.
Kontribusi yang ditentukan
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang merupakan imbalan pasca-kerja iuran pasti melalui
dana pensiun dan didasarkan pada masa kerja dan jumlah penghasilan karyawan saat
pensiun. Jumlah iuran yang terutang diakui sebagai liabilitas pada laporan posisi keuangan
konsolidasian setelah dikurangi dengan jumlah yang telah dibayar dan sebagai beban dalam
laba rugi.
Jika ada bagian iuran yang jatuh tempo dalam waktu lebih dari 12 bulan setelah tanggal
laporan posisi keuangan, maka iuran tersebut disajikan sebesar nilai kini liabilitas yang
didiskontokan.
Manfaat iuran pasti ditentukan berdasarkan akumulasi iuran dan hasil pengembangan
investasi.
ff. Informasi Segmen
Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam
penyusunan dan penyajian laporan keuangan.
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal komponen-komponen Grup yang
secara berkala dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi
sumber daya ke dalam segmen dan penilaian kinerja Perusahaan.
gg. Provisi
Provisi diakui jika Grup mempunyai kewajiban kini (hukum maupun konstruktif) sebagai akibat
peristiwa masa lalu, yang memungkinkan Grup harus menyelesaikan kewajiban tersebut dan
estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.
Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan
untuk menyelesaikan kewajiban kini pada tanggal pelaporan, dengan mempertimbangkan
risiko dan ketidakpastian terkait kewajiban tersebut.
hh. Peristiwa Setelah Periode Laporan
Peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang menyediakan tambahan
informasi mengenai posisi keuangan Grup pada tanggal laporan posisi keuangan (peristiwa
penyesuai), jika ada, telah tercermin dalam laporan keuangan. Peristiwa-peristiwa yang
terjadi setelah periode pelaporan yang tidak memerlukan penyesuaian (peristiwa non-
penyesuai), apabila jumlahnya material, telah diungkapkan dalam laporan keuangan.
- 31 -
Page 35
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
3. Penggunaan Estimasi, Pertimbangan dan Asumsi Manajemen
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Grup, seperti yang diungkapkan dalam Catatan 2 pada
laporan keuangan konsolidasian, manajemen harus membuat estimasi, pertimbangan, dan asumsi
atas nilai tercatat aset dan liabilitas yang tidak tersedia oleh sumber-sumber lain. Estimasi dan
asumsi tersebut, berdasarkan pengalaman historis dan faktor lain yang dipertimbangkan relevan.
Manajemen berkeyakinan bahwa pengungkapan berikut telah mencakup ikhtisar estimasi,
pertimbangan dan asumsi signifikan yang dibuat oleh manajemen, yang berdampak terhadap
jumlah-jumlah yang dilaporkan serta pengungkapan dalam laporan keuangan.
Pertimbangan
Pertimbangan-pertimbangan berikut dibuat oleh manajemen dalam proses penerapan kebijakan
akuntansi Grup yang memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah-jumlah yang diakui
dalam laporan keuangan:
a. Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional Grup adalah mata uang lingkungan ekonomi utama dimana masing-
masing entitas beroperasi. Mata uang tersebut adalah yang paling mempengaruhi harga jual
barang dan jasa, dan mata uang dari negara yang kekuatan persaingan dan peraturannya
sebagian besar menentukan harga jual barang dan jasa entitas, dan merupakan mata uang
yang mana dana dari aktivitas pendanaan dihasilkan.
b. Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Grup menentukan klasifikasi aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas
keuangan dengan menilai apakah aset dan liabilitas tersebut memenuhi definisi yang
ditetapkan dalam PSAK No. 109. Aset keuangan dan liabilitas keuangan dicatat sesuai
dengan kebijakan akuntansi Perusahaan sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 2.
c. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, Grup menilai apakah risiko kredit atas
instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika
melakukan penilaian tersebut, Grup mempertimbangkan perubahan risiko gagal bayar yang
terjadi selama umur instrumen keuangan. Dalam melakukan penilaian tersebut, Grup
membandingkan risiko gagal bayar yang terjadi pada tanggal pelaporan dengan risiko gagal
bayar pada saat pengakuan awal, serta mempertimbangkan informasi, termasuk informasi
masa lalu, kondisi saat ini, dan informasi bersifat perkiraan masa depan (forward-looking),
yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan.
Grup mengukur cadangan kerugian sepanjang umurnya, jika risiko kredit atas instrumen
keuangan tersebut telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, jika tidak, maka
Perusahaan mengukur cadangan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah
kerugian kredit ekspektasian 12 bulan. Suatu evaluasi yang bertujuan untuk mengidentifikasi
jumlah cadangan kerugian ekspektasian yang harus dibentuk, dilakukan secara berkala pada
setiap periode pelaporan. Oleh karena itu, saat dan besaran jumlah cadangan kerugian
ekspektasian yang tercatat pada setiap periode dapat berbeda tergantung pada pertimbangan
atas informasi yang tersedia atau berlaku pada saat itu.
- 32 -
Page 36
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Nilai tercatat aset keuangan Perusahaan (tidak termasuk akun Syariah) pada tanggal 31
Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Nilai Tercatat
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain
Efek-efek - bersih
Obligasi korporasi 3.990.466 4.051.751
Diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Kas 508.307 443.056
Giro pada Bank Indonesia 5.099.493 5.438.754
Giro pada bank lain - bersih 1.949.129 900.247
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain - bersih 5.738.423 8.465.619
Efek-efek - bersih
Obligasi korporasi 134.070 114.232
Efek yang dibeli dengan janji
jual kembali - bersih 1.998.327 1.394.940
Kredit yang diberikan - bersih 9.338.560 8.676.323
Tagihan akseptasi - bersih 140.719 161.224
Pendapatan yang masih akan diterima 192.484 266.963
Aset lain-lain - bersih 132.826 133.358
Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Aset lain-lain - bersih 2.063 5.225
Jumlah 29.224.867 30.051.692
d. Transaksi sewa
Grup sebagai penyewa
Grup telah menandatangani sejumlah perjanjian sewa ruangan, kendaraan, dan sewa mesin
ATM. Grup menentukan bahwa sewa ruangan dan kendaraan memenuhi kriteria pengakuan
dan pengukuran aset hak-guna dan liabilitas sewa sesuai dengan PSAK No. 116, Sewa.
Grup sebagai pesewa
Perusahaan telah menandatangani sejumlah perjanjian sewa ruangan. Grup menentukan
bahwa sewa tersebut adalah sewa operasi karena Grup menanggung secara signifikan
seluruh risiko dan manfaat dari kepemilikan aset-aset tersebut.
e. Pajak Penghasilan
Pertimbangan yang signifikan dibutuhkan untuk menentukan jumlah pajak penghasilan.
Terdapat sejumlah transaksi dan perhitungan yang menimbulkan ketidakpastian penentuan
jumlah pajak penghasilan karena interpretasi atas peraturan pajak yang berbeda.
Jika hasil pemeriksaan pajak berbeda dengan jumlah yang sebelumnya telah dibukukan,
maka selisih tersebut akan berdampak terhadap aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan
dalam periode dimana hasil pemeriksaan tersebut terjadi.
- 33 -
Page 37
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber utama lain dalam mengestimasi ketidakpastian
pada tanggal pelaporan yang mempunyai risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian
material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode berikutnya diungkapkan di bawah
ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia saat laporan keuangan
disusun. Kondisi yang ada dan asumsi mengenai perkembangan masa depan dapat berubah
karena perubahan situasi pasar yang berada di luar kendali Grup. Perubahan tersebut tercermin
dalam asumsi ketika keadaan tersebut terjadi:
a. Nilai Wajar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mensyaratkan pengukuran aset keuangan dan
liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajarnya, dan penyajian ini mengharuskan penggunaan
estimasi. Komponen pengukuran nilai wajar yang signifikan ditentukan berdasarkan bukti-
bukti obyektif yang dapat diverifikasi (seperti nilai tukar, suku bunga), sedangkan saat dan
besaran perubahan nilai wajar dapat menjadi berbeda karena penggunaan metode penilaian
yang berbeda.
Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan diungkapkan pada Catatan 41.
b. Revaluasi Aset Tetap
Grup mengukur tanah dan bangunan pada nilai revaluasi, dan perubahan nilai wajar aset
tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Grup memakai jasa penilai independen
untuk menentukan nilai wajar aset. Teknik penilaian yang digunakan untuk menentukan nilai
wajar tanah dan bangunan diungkapkan dalam Catatan 13.
c. Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap
Masa manfaat dari masing-masing aset tetap Grup diestimasi berdasarkan jangka waktu aset
tersebut diharapkan tersedia untuk digunakan. Estimasi tersebut didasarkan pada penilaian
kolektif berdasarkan bidang usaha yang sama, evaluasi teknis internal dan pengalaman
dengan aset sejenis. Estimasi masa manfaat setiap aset ditelaah secara berkala dan
diperbarui jika estimasi berbeda dari perkiraan sebelumnya yang disebabkan karena
pemakaian, usang secara teknis atau komersial serta keterbatasan hak atau pembatasan
lainnya terhadap penggunaan aset.
Dengan demikian, hasil operasi di masa mendatang mungkin dapat terpengaruh secara
signifikan oleh perubahan dalam jumlah dan waktu terjadinya biaya karena perubahan yang
disebabkan oleh faktor-faktor yang disebutkan di atas. Penurunan estimasi masa manfaat
ekonomis setiap aset tetap akan menyebabkan kenaikan beban penyusutan dan penurunan
nilai tercatat aset tetap.
Nilai tercatat aset tetap pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 diungkapkan
pada Catatan 13.
- 34 -
Page 38
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
d. Imbalan Kerja Jangka Panjang
Penentuan liabilitas imbalan kerja jangka panjang dipengaruhi oleh asumsi-asumsi tertentu
yang digunakan oleh aktuaris dalam menghitung jumlah tersebut. Asumsi-asumsi tersebut
mencakup antara lain tingkat kenaikan gaji, dan tingkat diskonto yang ditentukan dengan
mengacu pada imbal atas bunga obligasi pemerintah dalam mata uang yang sama dengan
mata uang pembayaran imbalan dan memiliki jangka waktu yang mendekati estimasi jangka
waktu liabilitas imbalan kerja jangka panjang tersebut. Hasil aktual yang berbeda dengan
asumsi Grup dibukukan pada penghasilan komprehensif lain dan dengan demikian,
berdampak pada jumlah penghasilan komprehensif lain yang diakui dan liabilitas yang
tercatat pada periode-periode mendatang. Manajemen berkeyakinan bahwa asumsi-asumsi
yang digunakan adalah tepat dan wajar, namun demikian perbedaan signifikan pada hasil
aktual, atau perubahan signifikan dalam asumsi-asumsi tersebut dapat berdampak signifikan
pada jumlah liabilitas imbalan kerja.
e. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Penelaahan atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai aset
tertentu. Penentuan nilai wajar aset membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan akan
dihasilkan dari pemakaian berkelanjutan dan pelepasan akhir atas aset tersebut. Perubahan
signifikan dalam asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan nilai wajar dapat
berdampak signifikan pada nilai terpulihkan dan jumlah kerugian penurunan nilai yang terjadi
mungkin berdampak material pada hasil operasi Grup.
Nilai tercatat aset non-keuangan berupa aset tetap dan aset lain-lain (agunan yang diambil
alih) diungkapkan pada Catatan 13 dan 16.
f. Aset Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara nilai tercatat aset dan
liabilitas pada laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak jika besar kemungkinan
bahwa jumlah laba fiskal akan memadai untuk pemanfaatan perbedaan temporer yang diakui.
Estimasi manajemen yang signifikan diperlukan untuk menentukan jumlah aset pajak
tangguhan yang diakui berdasarkan kemungkinan waktu terealisasinya dan jumlah laba kena
pajak pada masa mendatang serta strategi perencanaan pajak masa depan. Aset pajak
tangguhan diungkapkan pada Catatan 37.
4. Giro pada Bank Indonesia
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rupiah 5.622.689 6.034.791
Mata uang asing (Catatan 41) 244.447 179.225
Jumlah 5.867.136 6.214.016
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 termasuk dalam giro pada Bank Indonesia
adalah giro yang didasarkan pada prinsip perbankan syariah sebesar Rp767.643 dan Rp775.262.
Giro Wajib Minimum (GWM) Bank sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia dan Peraturan
Anggota Dewan Gubernur (PADG) diungkapkan pada Catatan 51a.
- 35 -
Page 39
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
5. Giro pada Bank Lain
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pihak ketiga
Rupiah
Standard Chartered Bank, Indonesia 7.954 8.389
PT Bank Central Asia Tbk, Indonesia 5.754 5.004
PT Maybank Indonesia Tbk, Indonesia 4.198 19
PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Indonesia 1.123 315
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Indonesia 930 930
PT Bank CIMB Niaga Tbk, Indonesia 880 933
Lain-lain (di bawah Rp1.000) 48 8
Jumlah Rupiah 20.887 15.598
Mata uang asing (Catatan 41)
United Overseas Bank, Singapura 495.131 81.662
Sumitomo Mitsui Banking
Corporation, Jepang 362.696 57.386
PT Bank Central Asia Tbk, Indonesia 209.676 54.323
PT Bank CIMB Niaga Tbk, Indonesia 181.964 173.180
Bank of America, Merrill Lynch,
Amerika Serikat 159.959 110.748
Citibank 125.012 97.280
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Indonesia 118.996 55.247
Deutsche Bank Trust Company
Americas, Amerika Serikat 110.457 131.950
Standard Chartered Bank,
Amerika Serikat 106.603 138.782
Deutsche Bank AG, Jerman 72.899 26.722
Standard Chartered Bank, Inggris 44.049 14.257
Bank of China, Indonesia 22.915 12.494
Oversea Chinese Banking
Corporation, Singapura 15.155 13.754
Aktif Bank, Turki 7.699 7.734
DBS Bank Ltd 6.278 4.246
PT Bank ICBC Indonesia 5.695 3.971
Banco De Sabadell SA, Spanyol 4.005 2.685
Bank of China, China 3.883 3.764
Kookmin Bank, Korea Selatan 2.759 2.514
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk, Singapura 1.633 1.603
Bank of Communication, China 1.415 3.753
DBS Bank, Hong Kong 1.314 4.566
PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Indonesia 872 860
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk, Amerika Serikat 634 1.130
Lain-lain (di bawah Rp1.000) 1.537 1.510
Jumlah mata uang asing 2.063.236 1.006.121
Jumlah 2.084.123 1.021.719
Cadangan kerugian penurunan nilai (521) (263)
Jumlah bersih 2.083.602 1.021.456
Kolektibilitas dan suku bunga rata-rata giro pada bank lain sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan diungkapkan pada Catatan 51b.
- 36 -
Page 40
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai giro pada bank lain sebagai berikut:
31 Maret 2026
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal periode 263 - - 263
Pembentukan pada periode berjalan 258 - - 258
Saldo akhir periode 521 - - 521
31 Desember 2025
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal tahun 565 - - 565
Pemulihan selama tahun berjalan (302) - - (302)
Saldo akhir tahun 263 - - 263
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian untuk penurunan nilai yang dibentuk pada
tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah cukup untuk menutup kemungkinan
kerugian yang timbul.
6. Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
31 Maret 2026
Suku Bunga
Jenis Penempatan Jangka Waktu Rata-rata (%) Pihak Ketiga
Rupiah
Penempatan pada Bank Indonesia
Term deposit 1 hari 3,75 190.745
Penempatan pada bank lain
Call money 1-31 hari 4,63 2.060.117
Negotiable certificate of deposits 370 hari 0,00 193.765
Jumlah Rupiah 2.444.627
Mata uang asing (Catatan 41)
Penempatan pada Bank Indonesia
Term deposit 1 hari 3,00 1.954.530
Penempatan pada bank lain
Call money 8-31 hari 3,50 195.437
Jumlah mata uang asing 2.149.967
Jumlah 4.594.594
Cadangan kerugian penurunan nilai (204)
Jumlah bersih 4.594.390
31 Desember 2025
Suku Bunga
Jenis Penempatan Jangka Waktu Rata-rata (%) Pihak Ketiga
Rupiah
Penempatan pada Bank Indonesia
Deposit facility 2 hari 3,75 1.189.797
Penempatan pada bank lain
Call money 2-15 hari 4,57 5.190.000
Negotiable certificate of deposit 370 hari 0,00 191.387
Jumlah Rupiah 6.571.184
- 37 -
Page 41
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2025
Suku Bunga
Jenis Penempatan Jangka Waktu Rata-rata (%) Pihak Ketiga
Mata uang asing (Catatan 41)
Penempatan pada Bank Indonesia
Term deposit 2 hari 4,07 2.001.226
Penempatan pada bank lain
Call money 31 hari 3,90 83.375
Jumlah mata uang asing 2.084.601
Jumlah 8.655.785
Cadangan kerugian penurunan nilai (228)
Jumlah bersih 8.655.557
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, penempatan pada Bank Indonesia dalam
bentuk deposit facility dan term deposit, serta penempatan pada bank lain dalam bentuk call
money dikategorikan sebagai aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi, sedangkan untuk
penempatan pada bank lain dalam bentuk negotiable certificate of deposit dikategorikan sebagai
aset keuangan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
Penempatan pada bank lain dalam mata uang Rupiah merupakan penempatan pada:
Nama Bank 31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rupiah
Call money
PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Barat dan Banten Tbk 200.000 450.000
PT Bank Pembangunan Daerah
Kalimantan Selatan 200.000 -
PT Bank Permata Tbk 200.000 135.000
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk 150.000 -
PT Bank KB Indonesia Tbk 150.000 150.000
PT Bank Pembangunan Daerah
Istimewa Yogyakarta (Perseroda) 150.000 -
PT Bank Pembangunan Daerah
Maluku dan Maluku Utara 150.000 150.000
PT Bank Shinhan Indonesia 150.000 -
PT Bank Syariah Indonesia Tbk 145.117 -
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 145.000 100.000
PT Bank Mega Tbk 100.000 400.000
PT Bank Pembangunan Daerah
Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara 100.000 200.000
PT Bank Raya Indonesia Tbk 100.000 125.000
PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk 50.000 400.000
PT Bank Victoria International Tbk 50.000 265.000
PT Bank CTBC Indonesia 20.000 -
PT Bank Danamon Indonesia Tbk - 700.000
PT Bank Maybank Indonesia Tbk - 570.000
PT Bank OCBC NISP Tbk - 540.000
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk - 300.000
PT Bank DBS Indonesia - 200.000
PT Bank Pan Indonesia Tbk - 200.000
PT Bank Pembangunan Daerah
Sumatera Selatan dan Bangka Belitung - 200.000
PT Bank Sahabat Sampoerna - 105.000
Jumlah 2.060.117 5.190.000
Negotiable certificate of deposit
PT Bank KEB Hana Indonesia 193.765 191.387
Jumlah 2.253.882 5.381.387
- 38 -
Page 42
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Penempatan pada bank lain dalam mata uang asing merupakan penempatan pada:
Nama Bank 31 Maret 2026 31 Desember 2025
US$ US$
Mata uang asing
Call money
PT Bank SBI Indonesia 11.500.000 5.000.000
Jumlah 11.500.000 5.000.000
Kolektibilitas penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain sesuai Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan diungkapkan pada Catatan 50c.
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain
adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal periode 228 - - 228
Pemulihan selama periode berjalan (24) - - (24)
Saldo akhir periode 204 - - 204
31 Desember 2025
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal tahun 139 - - 139
Pembentukan pada tahun berjalan 89 - - 89
Saldo akhir tahun 228 - - 228
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian untuk penurunan nilai yang dibentuk pada
tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah cukup untuk menutup kemungkinan
kerugian yang timbul.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Grup tidak memiliki dana yang tidak dapat
dicairkan pada bank bermasalah, bank beku operasi atau likuidasi.
7. Efek-Efek
a. Jenis dan tujuan investasi efek-efek adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pihak berelasi (Catatan 39)
Rupiah
Diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Obligasi korporasi 5.000 5.000
Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Unit reksadana 1.159.388 1.172.307
Jumlah - pihak berelasi 1.164.388 1.177.307
Pihak ketiga
Rupiah
Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Obligasi Pemerintah 4.211.576 3.531.957
Reksadana 1.287.516 1.310.006
Jumlah diukur pada nilai wajar melalui laba rugi 5.499.092 4.841.963
- 39 -
Page 43
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pihak ketiga
Rupiah
Diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain
Obligasi Pemerintah 8.777.064 9.029.376
Obligasi korporasi 3.573.864 3.582.181
Jumlah diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain 12.350.928 12.611.557
Diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Obligasi Pemerintah 6.029.590 6.086.530
Obligasi korporasi 414.041 313.071
Tagihan atas wesel ekspor 32.757 4.973
Jumlah diukur pada biaya perolehan diamortisasi 6.476.388 6.404.574
Jumlah Rupiah - pihak ketiga 24.326.408 23.858.094
Mata uang asing (Catatan 41)
Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Obligasi Pemerintah - 51.958
Diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Obligasi korporasi 97.531 95.853
Obligasi Pemerintah 17.038 16.729
Tagihan atas wesel ekspor 4.035 13.659
Jumlah diukur pada biaya perolehan diamortisasi 118.604 126.241
Diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain
Obligasi korporasi 416.603 469.570
Obligasi Pemerintah 305.173 307.172
Jumlah diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain 721.776 776.742
Jumlah mata uang asing - pihak ketiga 840.380 954.941
Jumlah - pihak ketiga 25.166.788 24.813.035
Jumlah 26.331.176 25.990.342
Cadangan kerugian penurunan nilai (252) (254)
Jumlah bersih 26.330.924 25.990.088
b. Efek-efek yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi pada 31 Maret 2026 dan
31 Desember 2025 berdasarkan jangka waktu dan jatuh tempo adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026
Sampai dengan Lebih dari Lebih dari
1 tahun 1-5 tahun 5 tahun Jumlah
Berdasarkan jangka waktu
Rupiah
Obligasi Pemerintah 2.049.511 141.413 3.838.666 6.029.590
Obligasi korporasi - 338.969 80.072 419.041
Tagihan atas wesel ekspor 32.757 - - 32.757
Jumlah Rupiah 2.082.268 480.382 3.918.738 6.481.388
Mata uang asing (Catatan 41)
Obligasi korporasi - - 97.531 97.531
Obligasi Pemerintah - - 17.038 17.038
Tagihan atas wesel ekspor 4.035 - - 4.035
Jumlah mata uang asing 4.035 - 114.569 118.604
Jumlah 2.086.303 480.382 4.033.307 6.599.992
- 40 -
Page 44
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2026
Sampai dengan Lebih dari Lebih dari
1 tahun 1-5 tahun 5 tahun Jumlah
Berdasarkan jatuh tempo
Rupiah
Obligasi Pemerintah 2.049.511 157.207 3.822.872 6.029.590
Obligasi korporasi - 338.969 80.072 419.041
Tagihan atas wesel ekspor 32.757 - - 32.757
Jumlah Rupiah 2.082.268 496.176 3.902.944 6.481.388
Mata uang asing (Catatan 41)
Obligasi korporasi - - 97.531 97.531
Obligasi Pemerintah - - 17.038 17.038
Tagihan atas wesel ekspor 4.035 - - 4.035
Jumlah mata uang asing 4.035 - 114.569 118.604
Jumlah 2.086.303 496.176 4.017.513 6.599.992
31 Desember 2025
Sampai dengan Lebih dari Lebih dari
1 tahun 1-5 tahun 5 tahun Jumlah
Berdasarkan jangka waktu
Rupiah
Obligasi Pemerintah 2.261.556 59.039 3.765.935 6.086.530
Obligasi korporasi - 307.983 10.088 318.071
Tagihan atas wesel ekspor 4.973 - - 4.973
Jumlah Rupiah 2.266.529 367.022 3.776.023 6.409.574
Mata uang asing (Catatan 41)
Obligasi korporasi - - 95.853 95.853
Obligasi Pemerintah - - 16.729 16.729
Tagihan atas wesel ekspor 13.659 - - 13.659
Jumlah mata uang asing 13.659 - 112.582 126.241
Jumlah 2.280.188 367.022 3.888.605 6.535.815
Berdasarkan jatuh tempo
Rupiah
Obligasi Pemerintah 2.421.533 452.070 3.212.927 6.086.530
Obligasi korporasi 4.000 314.071 - 318.071
Tagihan atas wesel ekspor 4.973 - - 4.973
Jumlah Rupiah 2.430.506 766.141 3.212.927 6.409.574
Mata uang asing (Catatan 41)
Obligasi korporasi - - 95.853 95.853
Obligasi Pemerintah - 16.729 - 16.729
Tagihan atas wesel ekspor 13.659 - - 13.659
Jumlah mata uang asing 13.659 16.729 95.853 126.241
Jumlah 2.444.165 782.870 3.308.780 6.535.815
c. Suku bunga per tahun efek-efek adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
% %
Rupiah
Obligasi Pemerintah 0,00 - 10,25 0,00 - 10,25
Obligasi korporasi 5,50 - 11,25 5,50 - 11,25
Tagihan atas wesel ekspor 5,90 - 6,00 6,10 - 6,16
Mata uang asing
Obligasi Pemerintah 3,85 - 7,75 3,85 - 7,75
Obligasi korporasi 2,30 - 8,75 2,30 - 8,75
Tagihan atas wesel ekspor 4,78 4,78 - 5,24
- 41 -
Page 45
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
d. Nilai wajar dari obligasi (termasuk obligasi Pemerintah) yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah masing-masing
sebesar Rp6.599.992 dan Rp6.535.815.
e. Berikut ini adalah ikhtisar peringkat dan pemeringkat efek-efek untuk tujuan investasi yang
dimiliki Grup pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Penerbit Peringkat Pemeringkat Peringkat Pemeringkat
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk idAAA Pefindo idAAA Pefindo
PT Astra Sedaya Finance idAAA Pefindo idAAA Pefindo
PT Bank KEB Hana Indonesia AAA(idn) Fitch - -
PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Barat dan Banten Tbk idAA Pefindo idAA Pefindo
PT Bank Mandiri Tbk (Persero) Tbk idAAA Pefindo idAAA Pefindo
PT Bank Pan Indonesia Tbk idAA Pefindo idAA Pefindo
PT Barito Pacific Tbk idA+ Pefindo idA+ Pefindo
PT BFI Finance Indonesia Tbk AA-(idn) Fitch AA-(idn) Fitch
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk idAA- Pefindo idAA- Pefindo
PT Eagle High Plantations Tbk idA- Pefindo - -
PT Federal International Finance idAAA Pefindo idAAA Pefindo
PT Hutama Karya (Persero) idAA- Pefindo idAA- Pefindo
PT Indika Energy Tbk B+(idn) Fitch B+(idn) Fitch
PT Indomobil Finance Indonesia idAA- Pefindo idAA- Pefindo
PT Indonesia Asahan Aluminium BBB-(idn) Fitch BBB- Fitch
PT Mandiri Tunas Finance idAAA Pefindo idAAA Pefindo
PT Maybank Indonesia Finance idAAA Pefindo idAAA Pefindo
PT Mayora Indah Tbk idAA Pefindo idAA Pefindo
PT Medco Energi Internasional Tbk idAA- Pefindo idAA- Pefindo
PT Merdeka Battery Materials Tbk idA Pefindo idA Pefindo
PT Merdeka Copper Gold Tbk idA+ Pefindo idA+ Pefindo
PT Pertamina (Persero) BBB(idn) Fitch BBB(idn) Fitch
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) idAAA Pefindo idAAA Pefindo
PT Petrosea Tbk idA+ Pefindo idA+ Pefindo
PT Surya Artha Nusantara Finance AA+(idn) Fitch AA+(idn) Fitch
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk idAAA Pefindo idAAA Pefindo
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk AA+(idn) Fitch AA+(idn) Fitch
PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk idAAA Pefindo AA+(idn) Fitch
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk idD Pefindo idD Pefindo
Medco Oak Tree Pte Ltd BB-(idn) Fitch - -
MTN PT Wahana Interfood Nusantara Tbk irBBB+ KRI irBBB+ KRI
Solar United Network Pte.Ltd irBBB+ KRI irBBB+ KRI
Sukuk Ijarah PT Indosat Tbk idAAA(sy) Pefindo idAAA(sy) Pefindo
Sukuk Ijarah PT Petrosea Tbk idA+(sy) Pefindo idA+(sy) Pefindo
Sukuk Ijarah PT Tower Bersama Infrastructure Tbk AA+(idn) Fitch - -
Sukuk Mudharabah PT Adira Dinamika
Multifinance Tbk idAAA(sy) Pefindo - -
Sukuk Mudharabah PT Armadian Tritunggal irA-(sy) KRI irA- KRI
Sukuk Mudharabah PT Bank Syariah Indonesia Tbk idAAA(sy) Pefindo idAAA(sy) Pefindo
Sukuk Mudharabah PT Eagle High Plantations Tbk idA-(sy) Pefindo - -
Sukuk Mudharabah PT Hutama Karya (Persero) idAA-(sy) Pefindo idAA-(sy) Pefindo
Sukuk Mudharabah PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk idA+(sy) Pefindo idA+(sy) Pefindo
Sukuk Mudharabah PT Lontar Papyrus
Pulp & Paper Industry idA(sy) Pefindo idA(sy) Pefindo
Sukuk Mudharabah PT Merdeka Battery Materials Tbk idA(sy) Pefindo idA(sy) Pefindo
Sukuk Mudharabah PT OKI Pulp and Paper Mills idA+(sy) Pefindo - -
Sukuk Mudharabah PT Permodalan Nasional Madani idAAA(sy) Pefindo idAAA(sy) Pefindo
Sukuk Mudharabah PT Wijaya Karya Tbk idD(sy) Pefindo idD(sy) Pefindo
Sukuk Wakalah Bi Al-Istitsmar
CIMB Niaga Auto Finance AAA(idn) Fitch AAA(idn) Fitch
Sukuk Wakalah PT Medco Power Indonesia idA(sy) Pefindo idA(sy) Pefindo
Sukuk Wakalah PT Raharja Energi Cepu Tbk idA Pefindo - -
PT Japfa Comfeed Tbk - - B+(idn) Fitch
f. Kolektibilitas efek-efek sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan diungkapkan pada Catatan
51d.
- 42 -
Page 46
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
g. Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai efek-efek adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal periode 254 - - 254
Pembentukan pada periode berjalan (2) - - (2)
Saldo akhir periode 252 - - 252
31 Desember 2025
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal tahun 245 - - 245
Pembentukan pada tahun berjalan 9 - - 9
Saldo akhir tahun 254 - - 254
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian untuk penurunan nilai yang dibentuk
pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah cukup untuk menutup
kemungkinan kerugian yang timbul.
h. Tidak terdapat penghapusan efek-efek selama periode yang berakhir 31 Maret 2026 dan 31
Desember 2025.
8. Efek yang Dibeli dengan Janji Jual Kembali ─ Pihak Ketiga
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, efek-efek yang dibeli dengan janji jual
kembali adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026
Biaya diterima
Tanggal dimuka yang
Pihak lawan Jenis Jangka waktu jatuh tempo Nilai nominal belum direalisasi Nilai bersih
Rupiah
Bank Indonesia VR0065 91 hari 8 Juni 2026 121.741 (1.147) 120.594
Bank Indonesia VR0065 91 hari 8 Juni 2026 95.666 (910) 94.756
Bank Indonesia VR0086 91 hari 13 Mei 2026 193.785 (1.057) 192.728
Bank Indonesia VR0086 91 hari 13 Mei 2026 242.243 (1.327) 240.916
Bank Indonesia VR0086 91 hari 13 Mei 2026 124.273 (688) 123.585
Bank of China IDSR140127364S 14 hari 9 April 2026 9.596 (10) 9.586
Bank Indonesia SPN12260507 91 hari 8 April 2026 195.293 (178) 195.115
Bank Indonesia SPN12260507 91 hari 8 April 2026 195.293 (178) 195.115
PT Bank Victoria International Tbk FR0059 7 hari 6 April 2026 49.524 (32) 49.492
PT Bank Danamon Indonesia Tbk IDSR140826364S 6 hari 2 April 2026 97.999 (13) 97.986
PT Bank Danamon Indonesia Tbk IDSR140826364S 6 hari 2 April 2026 97.999 (13) 97.986
Bank Indonesia VR0063 7 hari 1 April 2026 145.117 - 145.117
Bank Indonesia VR0063 7 hari 1 April 2026 435.351 - 435.351
Jumlah 2.003.880 (5.553) 1.998.327
31 Desember 2025
Biaya diterima
Tanggal dimuka yang
Pihak lawan Jenis Jangka waktu jatuh tempo Nilai nominal belum direalisasi Nilai bersih
Rupiah
Bank Indonesia SPN12261105 91 hari 4 Maret 2026 47.458 (388) 47.070
Bank Indonesia SPN12261105 91 hari 4 Maret 2026 47.464 (392) 47.072
Bank Indonesia SPN12261105 91 hari 4 Maret 2026 47.470 (396) 47.074
Bank Indonesia VR0077 91 hari 25 Februari 2026 48.402 (343) 48.059
Bank Indonesia VR0077 91 hari 25 Februari 2026 48.408 (347) 48.061
Bank Indonesia VR0077 91 hari 25 Februari 2026 48.414 (351) 48.063
Bank Indonesia VR0092 91 hari 11 Februari 2026 48.293 (247) 48.046
Bank Indonesia VR0092 91 hari 11 Februari 2026 96.599 (500) 96.099
Bank Indonesia VR0092 91 hari 28 Januari 2026 96.354 (324) 96.030
Bank Indonesia VR0092 91 hari 28 Januari 2026 96.359 (325) 96.034
Bank Indonesia VR0092 91 hari 28 Januari 2026 48.186 (164) 48.022
Bank Indonesia VR0092 91 hari 28 Januari 2026 48.192 (166) 48.026
- 43 -
Page 47
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2025
Biaya diterima
Tanggal dimuka yang
Pihak lawan Jenis Jangka waktu jatuh tempo Nilai nominal belum direalisasi Nilai bersih
Rupiah
Bank Indonesia VR0057 91 hari 7 Januari 2026 48.456 (38) 48.418
Bank Indonesia VR0057 91 hari 7 Januari 2026 96.912 (75) 96.837
Bank Indonesia VR0057 91 hari 7 Januari 2026 48.450 (37) 48.413
Bank Indonesia VR0057 91 hari 7 Januari 2026 96.900 (74) 96.826
Bank Indonesia VR0057 91 hari 7 Januari 2026 48.456 (38) 48.418
Bank Indonesia VR0057 91 hari 7 Januari 2026 48.450 (37) 48.413
Bank Indonesia VR0070 7 hari 7 Januari 2026 43.528 (34) 43.494
Bank Indonesia VR0070 7 hari 7 Januari 2026 72.547 (57) 72.490
Bank Indonesia VR0070 7 hari 7 Januari 2026 72.547 (57) 72.490
Bank Indonesia VR0070 7 hari 7 Januari 2026 101.566 (81) 101.485
Jumlah 1.399.411 (4.471) 1.394.940
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai atas efek yang dibeli dengan janji
jual kembali pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025.
9. Kredit yang Diberikan dan Piutang/Pembiayaan Syariah
a. Jenis Kredit dan Piutang/Pembiayaan Syariah
31 Maret 2026
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Syariah Jumlah
Pihak berelasi (Catatan 39)
Rupiah
Pinjaman tetap 94.928 - - - 94.928
Pinjaman karyawan 71.578 - - - 71.578
Pinjaman konsumsi 22.081 - - - 22.081
Pinjaman cicilan 95.891 - - - 95.891
Piutang syariah - murabahah - - - 941 941
Piutang syariah - ijarah multijasa - - - 582 582
Piutang syariah - qardh - - - 18 18
Jumlah - pihak berelasi 284.478 - - 1.541 286.019
Pihak ketiga
Rupiah
Pinjaman cicilan 2.957.269 258.242 111.025 - 3.326.536
Pinjaman tetap 2.903.316 1.799 - - 2.905.115
Pinjaman konsumsi 1.886.424 112.742 55.948 - 2.055.114
Pembiayaan musyarakah - - - 816.280 816.280
Piutang syariah - murabahah - - - 722.745 722.745
Pinjaman rekening koran 420.677 3.693 3.854 - 428.224
Piutang syariah - mudharabah - - - 190.000 190.000
Pinjaman karyawan 65.222 - - - 65.222
Piutang syariah - ijarah multijasa - - - 170.476 170.476
Piutang syariah - qardh - - - 34.986 34.986
Piutang syariah - ijarah - - - 1.419 1.419
Jumlah 8.232.908 376.476 170.827 1.935.906 10.716.117
Mata uang asing (Catatan 41)
Pinjaman cicilan 786.679 - - - 786.679
Pinjaman tetap 8.497 - - - 8.497
Jumlah 795.176 - - - 795.176
Jumlah pihak ketiga 9.028.084 376.476 170.827 1.935.906 11.511.293
Jumlah 9.312.562 376.476 170.827 1.937.447 11.797.312
Cadangan kerugian penurunan nilai (258.845) (183.208) (129.252) (169.509) (740.814)
Jumlah bersih 9.053.717 193.268 41.575 1.767.938 11.056.498
- 44 -
Page 48
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2025
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Syariah Jumlah
Pihak berelasi (Catatan 39)
Rupiah
Pinjaman cicilan 74.472 - - - 74.472
Pinjaman tetap 64.901 - - - 64.901
Pinjaman karyawan 69.814 - - - 69.814
Pinjaman konsumsi 12.495 - - - 12.495
Piutang syariah - murabahah - - - 1.330 1.330
Piutang syariah - ijarah multijasa - - - 657 657
Piutang syariah - qardh - - - 26 26
Jumlah 221.682 - - 2.013 223.695
Mata uang asing (Catatan 41)
Pinjaman tetap 8.337 - - - 8.337
Jumlah pihak berelasi 230.019 - - 2.013 232.032
Pihak ketiga
Rupiah
Pinjaman cicilan 2.989.674 295.116 103.976 - 3.388.766
Pembiayaan musyarakah - - - 1.225.738 1.225.738
Pinjaman tetap 2.755.444 - - - 2.755.444
Pinjaman konsumsi 1.909.689 106.709 52.962 - 2.069.360
Piutang syariah - murabahah - - - 644.670 644.670
Piutang syariah - mudharabah - - - 437.615 437.615
Pinjaman rekening koran 380.443 479 5.414 - 386.336
Piutang syariah - qardh - - - 35.907 35.907
Pinjaman karyawan 62.941 - - - 62.941
Piutang syariah - ijarah multijasa - - - 166.718 166.718
Piutang syariah - ijarah - - - 1.045 1.045
Jumlah 8.098.191 402.304 162.352 2.511.693 11.174.540
Mata uang asing (Catatan 41)
Pinjaman cicilan 306.318 - - - 306.318
Jumlah pihak ketiga 8.404.509 402.304 162.352 2.511.693 11.480.858
Jumlah 8.634.528 402.304 162.352 2.513.706 11.712.890
Cadangan kerugian penurunan nilai (242.849) (203.563) (126.449) (173.295) (746.156)
Jumlah bersih 8.391.679 198.741 35.903 2.340.411 10.966.734
b. Sektor Ekonomi dan Kolektibilitas
Kredit dan piutang/pembiayaan syariah berdasarkan sektor ekonomi adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026
Jenis Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Syariah Jumlah
Rupiah
Rumah tangga 1.756.614 108.744 50.631 146.469 2.062.458
Perdagangan besar dan eceran,
reparasi dan perawatan mobil,
dan sepeda motor 1.159.993 227.112 18.520 326.600 1.732.225
Informasi dan komunikasi 1.004.998 19 - 1.059 1.006.076
Aktivitas keuangan dan asuransi 1.436.101 - 82.781 - 1.518.882
Pertanian, kehutanan dan perikanan 675.358 16.279 2.358 162.052 856.047
Konstruksi 269.819 2.544 4.390 401.198 677.951
Pertambangan dan penggalian 617.810 175 - 34.710 652.695
Industri pengolahan 505.077 7.057 2.672 381.053 895.859
Real estate 378.239 - 243 77.848 456.330
Bukan lapangan usaha lainnya 89.784 618 563 169.371 260.336
Aktivitas kesehatan manusia
dan aktivitas sosial 175.271 1.561 - 59.981 236.813
Penyediaan akomodasi dan
penyediaan makan minum 126.672 4.478 2.937 44.130 178.217
Aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha
tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
perjalanan dan penunjang usaha lainnya 87.093 1.548 2.795 29.393 120.829
- 45 -
Page 49
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2026
Jenis Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Syariah Jumlah
Rupiah
Pengangkutan dan pergudangan 72.919 683 376 11.157 85.135
Pengelolaan air, pengelolaan air limbah,
pengelolaan dan daur ulang sampah,
dan aktivitas remediasi 47.537 2.915 61 30.000 80.513
Aktivitas jasa lainnya 66.267 2.222 1.509 2.748 72.746
Jasa pendidikan 17.951 115 - 46.060 64.126
Aktivitas profesional, ilmiah, dan teknis 17.483 - 102 5.028 22.613
Kesenian, hiburan dan rekreasi 8.379 287 889 8.590 18.145
Aktivitas pemerintahan, pertahanan dan
jaminan sosial wajib 1.592 119 - - 1.711
Pengadaan listrik, gas, uap/air
panas dan udara dingin 1.621 - - - 1.621
Aktivitas rumah tangga sebagai pemberi
kerja; aktivitas yang menghasilkan barang
dan jasa oleh rumah tangga yang digunakan
untuk memenuhi kebutuhan sendiri 808 - - - 808
Jumlah 8.517.386 376.476 170.827 1.937.447 11.002.136
Mata uang asing (Catatan 41)
Aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha
tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
perjalanan dan penunjang usaha lainnya 460.879 - - - 460.879
Perdagangan besar dan eceran,
reparasi dan perawatan mobil,
dan sepeda motor 185.639 - - - 185.639
Aktivitas keuangan dan asuransi 90.705 - - - 90.705
Industri pengolahan 47.330 - - - 47.330
Rumah tangga 8.497 - - - 8.497
Kesenian, hiburan dan rekreasi 2.126 - - - 2.126
Jumlah 795.176 - - - 795.176
Jumlah 9.312.562 376.476 170.827 1.937.447 11.797.312
Cadangan kerugian penurunan nilai (258.845) (183.208) (129.252) (169.509) (740.814)
Jumlah bersih 9.053.717 193.268 41.575 1.767.938 11.056.498
31 Desember 2025
Jenis Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Syariah Jumlah
Rupiah
Perdagangan besar dan eceran,
reparasi dan perawatan mobil,
dan sepeda motor 1.725.577 252.973 12.384 713.619 2.704.553
Rumah tangga 1.730.747 105.335 47.792 102.349 1.986.223
Informasi dan komunikasi 1.005.210 - - 1.119 1.006.329
Industri pengolahan 458.541 5.589 2.124 372.165 838.419
Aktivitas keuangan dan asuransi 711.182 - 88.845 - 800.027
Pertanian, kehutanan dan perikanan 618.889 17.364 4.283 159.145 799.681
Konstruksi 326.489 1.964 3.294 415.774 747.521
Pertambangan dan penggalian 659.864 - - 42.545 702.409
Real estate 400.145 - 243 84.694 485.082
Aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha
tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
perjalanan dan penunjang usaha lainnya 92.974 2.362 783 214.718 310.837
Bukan lapangan usaha lainnya 97.656 88 451 166.544 264.739
Aktivitas kesehatan manusia
dan aktivitas sosial 175.384 1.187 - 51.253 227.824
Penyediaan akomodasi dan
penyediaan makan minum 129.060 7.215 413 40.292 176.980
Pengangkutan dan pergudangan 67.038 897 298 11.894 80.127
Aktivitas jasa lainnya 65.679 3.250 677 3.193 72.799
Jasa pendidikan 17.586 128 - 40.416 58.130
Pengelolaan air, pengelolaan air limbah,
pengelolaan dan daur ulang sampah,
dan aktivitas remediasi 22.100 2.947 - 30.000 55.047
- 46 -
Page 50
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2025
Jenis Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Syariah Jumlah
Rupiah
Pengadaan listrik, gas, uap/air
panas dan udara dingin 1.731 - - 50.000 51.731
Kesenian, hiburan dan rekreasi 6.328 221 765 8.795 16.109
Aktivitas profesional, ilmiah, dan teknis 4.912 102 - 5.191 10.205
Aktivitas pemerintahan, pertahanan dan
jaminan sosial wajib 1.833 - - - 1.833
Aktivitas rumah tangga sebagai pemberi
kerja; aktivitas yang menghasilkan barang
dan jasa oleh rumah tangga yang digunakan
untuk memenuhi kebutuhan sendiri 948 - - - 948
Aktivitas badan internasional dan badan ekstra
internasional lainnya - 682 - - 682
Jumlah 8.319.873 402.304 162.352 2.513.706 11.398.235
Mata uang asing (Catatan 41)
Perdagangan besar dan eceran,
reparasi dan perawatan mobil,
dan sepeda motor 103.972 - - - 103.972
Aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha
tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
perjalanan dan penunjang usaha lainnya 98.039 - - - 98.039
Aktivitas keuangan dan asuransi 52.245 - - - 52.245
Industri pengolahan 49.692 - - - 49.692
Rumah tangga 8.337 - - - 8.337
Kesenian, hiburan dan rekreasi 2.370 - - - 2.370
Jumlah 314.655 - - - 314.655
Jumlah 8.634.528 402.304 162.352 2.513.706 11.712.890
Cadangan kerugian penurunan nilai (242.849) (203.563) (126.449) (173.295) (746.156)
Jumlah bersih 8.391.679 198.741 35.903 2.340.411 10.966.734
Kredit dan piutang/pembiayaan syariah berdasarkan sektor ekonomi dan kolektibilitas adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2026
Dalam
Perhatian Kurang
Jenis Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet Jumlah
Pihak berelasi (Catatan 39)
Rupiah
Aktivitas keuangan dan asuransi 130.793 - - - - 130.793
Rumah tangga 85.255 - - - - 85.255
Pengelolaan air, pengelolaan air limbah,
pengelolaan dan daur ulang sampah,
dan aktivitas remediasi 45.076 - - - - 45.076
Perdagangan besar dan eceran,
reparasi dan perawatan mobil,
dan sepeda motor 14.949 - - - - 14.949
Bukan lapangan usaha lainnya 9.946 - - - - 9.946
Jumlah pihak berelasi 286.019 - - - - 286.019
Pihak ketiga
Rupiah
Rumah tangga 1.663.061 263.511 10.734 15.411 24.486 1.977.203
Perdagangan besar dan eceran,
reparasi dan perawatan mobil,
dan sepeda motor 1.453.303 228.614 11.405 9.973 13.981 1.717.276
Informasi dan komunikasi 1.006.057 19 - - - 1.006.076
Aktivitas keuangan dan asuransi 1.305.308 - - - 82.781 1.388.089
Pertanian, kehutanan dan perikanan 846.308 6.615 925 354 1.845 856.047
Konstruksi 670.136 3.425 - 156 4.234 677.951
Pertambangan dan penggalian 652.457 238 - - - 652.695
Industri pengolahan 877.575 12.257 4.033 736 1.258 895.859
Real estate 456.087 - - - 243 456.330
Bukan lapangan usaha lainnya 198.776 46.578 2.289 658 2.089 250.390
Aktivitas kesehatan manusia
dan aktivitas sosial 235.844 969 - - - 236.813
Penyediaan akomodasi dan
penyediaan makan minum 166.303 8.926 381 2.310 297 178.217
- 47 -
Page 51
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2026
Dalam
Perhatian Kurang
Jenis Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet Jumlah
Pihak ketiga
Rupiah
Aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha
tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
perjalanan dan penunjang usaha lainnya 110.033 6.406 475 3.915 - 120.829
Pengangkutan dan pergudangan 82.569 2.190 73 16 287 85.135
Aktivitas jasa lainnya 69.667 1.507 89 816 667 72.746
Jasa pendidikan 64.093 33 - - - 64.126
Pengelolaan air, pengelolaan air limbah,
pengelolaan dan daur ulang sampah,
dan aktivitas remediasi 35.375 - 62 - - 35.437
Aktivitas profesional, ilmiah, dan teknis 22.511 - - 102 - 22.613
Kesenian, hiburan, dan rekreasi 16.938 318 124 - 765 18.145
Pengadaan listrik, gas, uap/air,
panas dan udara dingin 1.621 - - - - 1.621
Aktivitas pemerintahan, pertahanan dan
jaminan sosial wajib 1.103 608 - - - 1.711
Aktivitas rumah tangga sebagai pemberi
kerja; aktivitas yang menghasilkan barang
dan jasa oleh rumah tangga yang
digunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri 535 273 - - - 808
Jumlah 9.935.660 582.487 30.590 34.447 132.933 10.716.117
Mata uang asing (Catatan 41)
Aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha
tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
perjalanan dan penunjang usaha lainnya 460.879 - - - - 460.879
Perdagangan besar dan eceran,
reparasi dan perawatan mobil,
dan sepeda motor 185.639 - - - - 185.639
Aktivitas keuangan dan asuransi 90.705 - - - - 90.705
Industri pengolahan 47.330 - - - - 47.330
Rumah tangga 8.497 - - - - 8.497
Informasi dan komunikasi 2.126 - - - - 2.126
Jumlah 795.176 - - - - 795.176
Jumlah pihak ketiga 10.730.836 582.487 30.590 34.447 132.933 11.511.293
Jumlah 11.016.855 582.487 30.590 34.447 132.933 11.797.312
Cadangan kerugian penurunan nilai (392.518) (193.746) (21.382) (20.075) (113.093) (740.814)
Jumlah bersih 10.624.337 388.741 9.208 14.372 19.840 11.056.498
31 Desember 2025
Dalam
Perhatian Kurang
Jenis Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet Jumlah
Pihak berelasi (Catatan 39)
Rupiah
Rumah tangga 76.922 - - - - 76.922
Aktivitas keuangan dan asuransi 119.764 - - - - 119.764
Pengelolaan air, pengelolaan air limbah,
pengelolaan dan daur ulang sampah,
dan aktivitas remediasi 19.610 - - - - 19.610
Bukan lapangan usaha lainnya 7.399 - - - - 7.399
Jumlah 223.695 - - - - 223.695
Mata uang asing (Catatan 41)
Rumah tangga 8.337 - - - - 8.337
Jumlah pihak berelasi 232.032 - - - - 232.032
Pihak ketiga
Rupiah
Perdagangan besar dan eceran,
reparasi dan perawatan mobil,
dan sepeda motor 2.427.849 252.789 6.590 7.243 10.082 2.704.553
Rumah tangga 1.586.460 275.049 11.579 17.441 18.772 1.909.301
Informasi dan komunikasi 1.006.329 - - - - 1.006.329
Industri pengolahan 823.935 12.148 337 214 1.785 838.419
Pertanian, kehutanan dan perikanan 790.057 5.066 304 - 4.254 799.681
Konstruksi 742.890 1.337 - - 3.294 747.521
Pertambangan dan penggalian 702.231 178 - - - 702.409
Aktivitas keuangan dan asuransi 591.418 - - - 88.845 680.263
Real estate 484.840 - - 242 - 485.082
Bukan lapangan usaha lainnya 221.416 31.593 1.872 571 1.888 257.340
Aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha
tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
perjalanan dan penunjang usaha lainnya 304.594 4.016 1.444 783 - 310.837
- 48 -
Page 52
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2025
Dalam
Perhatian Kurang
Jenis Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet Jumlah
Pihak ketiga
Rupiah
Aktivitas kesehatan manusia
dan aktivitas sosial 226.912 905 - - 7 227.824
Penyediaan akomodasi dan
penyediaan makan minum 168.583 7.900 - 214 283 176.980
Pengangkutan dan pergudangan 78.212 1.613 - - 302 80.127
Aktivitas jasa lainnya 70.543 1.516 63 203 474 72.799
Jasa pendidikan 58.130 - - - - 58.130
Pengadaan listrik, gas, uap/air,
panas dan udara dingin 51.731 - - - - 51.731
Pengelolaan air, pengelolaan air limbah,
pengelolaan dan daur ulang sampah,
dan aktivitas remediasi 35.376 61 - - - 35.437
Aktiva profesional, ilmiah, dan teknis 10.103 102 - - - 10.205
Kesenian, hiburan, dan rekreasi 15.028 316 - 765 - 16.109
Aktivitas pemerintahan, pertahanan dan
jaminan sosial wajib 1.707 126 - - - 1.833
Aktivitas rumah tangga sebagai pemberi
kerja; aktivitas yang menghasilkan barang
dan jasa oleh rumah tangga yang digunakan
untuk memenuhi kebutuhan sendiri 948 - - - - 948
Aktivitas badan internasional dan badan ekstra
internasional lainnya 682 - - - - 682
Jumlah 10.399.974 594.715 22.189 27.676 129.986 11.174.540
Mata uang asing (Catatan 41)
Perdagangan besar dan eceran,
reparasi dan perawatan mobil,
dan sepeda motor 103.972 - - - - 103.972
Aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha
tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
perjalanan dan penunjang usaha lainnya 98.039 - - - - 98.039
Industri pengolahan - 49.692 - - - 49.692
Aktivitas keuangan dan asuransi 52.245 - - - - 52.245
Kesenian, hiburan, dan rekreasi 2.370 - - - - 2.370
Jumlah 256.626 49.692 - - - 306.318
Jumlah pihak ketiga 10.656.600 644.407 22.189 27.676 129.986 11.480.858
Jumlah 10.888.632 644.407 22.189 27.676 129.986 11.712.890
Cadangan kerugian penurunan nilai (342.690) (260.529) (14.688) (15.666) (112.583) (746.156)
Jumlah bersih 10.545.942 383.878 7.501 12.010 17.403 10.966.734
c. Jangka Waktu
Jangka waktu kredit dan piutang/ pembiayaan syariah diklasifikasikan berdasarkan periode
kredit sebagaimana yang tercantum dalam perjanjian kredit dan waktu yang tersisa sampai
dengan saat jatuh temponya:
Berdasarkan Periode Perjanjian Kredit:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rupiah
Kurang dari atau sama dengan 1 tahun 2.947.300 3.156.547
Lebih dari 1 - 2 tahun 2.829.046 1.402.938
Lebih dari 2 - 5 tahun 2.467.230 2.706.262
Lebih dari 5 tahun 2.758.560 4.132.488
Jumlah Rupiah 11.002.136 11.398.235
Mata uang asing (Catatan 41)
Kurang dari atau sama dengan 1 tahun 8.497 8.337
Lebih dari 1 - 2 tahun 2.127 2.370
Lebih dari 2 - 5 tahun 381.230 254.256
Lebih dari 5 tahun 403.322 49.692
Jumlah mata uang asing 795.176 314.655
Jumlah 11.797.312 11.712.890
Cadangan kerugian penurunan nilai (740.814) (746.156)
Jumlah bersih 11.056.498 10.966.734
- 49 -
Page 53
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Berdasarkan Sisa Umur Jatuh Tempo:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rupiah
Kurang dari atau sama dengan 1 tahun 3.206.982 3.611.446
Lebih dari 1 - 2 tahun 2.085.918 2.110.239
Lebih dari 2 - 5 tahun 4.267.595 4.335.527
Lebih dari 5 tahun 1.441.641 1.341.023
Jumlah Rupiah 11.002.136 11.398.235
Mata uang asing (Catatan 41)
Kurang dari atau sama dengan 1 tahun 8.497 8.338
Lebih dari 1 - 2 tahun 2.126 2.370
Lebih dari 2 - 5 tahun 428.560 303.947
Lebih dari 5 tahun 355.993 -
Jumlah mata uang asing 795.176 314.655
Jumlah 11.797.312 11.712.890
Cadangan kerugian penurunan nilai (740.814) (746.156)
Jumlah bersih 11.056.498 10.966.734
d. Suku bunga/bagi hasil per tahun atas kredit diberikan dan piutang/pembiayaan syariah adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
% %
Rupiah 0,00 - 24,68 0,00 - 30,00
Dolar Amerika Serikat 0,70 - 7,00 0,00 - 7,00
e. Jumlah kredit yang dijamin dengan jaminan tunai pada tanggal 31 Maret 2026 dan
31 Desember 2025 masing-masing sebesar Rp413.950 dan Rp457.185.
f. Saldo kredit channeling pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing
adalah sebesar Rp289.242 dan Rp283.221, dimana sebesar Rp232.904 dan Rp244.673
saldo kredit channelling disalurkan melalui pihak berelasi (Catatan 39).
g. Saldo kredit joint financing pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 masing-
masing adalah sebesar Rp1.570.444 dan Rp1.612.213, dimana sebesar Rp1.331.903 dan
Rp1.365.518 dari saldo kredit joint financing disalurkan melalui pihak berelasi (Catatan 39).
h. Kredit yang diberikan kepada karyawan merupakan kredit untuk membeli kendaraan, rumah
dan keperluan lainnya yang dibebani bunga 0%-12% untuk kredit dibawah 1 tahun dan
0%-15% untuk kredit antara 1 sampai dengan 10 tahun.
i. Kredit yang direstrukturisasi sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan diungkapkan
pada Catatan 51e.
j. Saldo kredit dan piutang/pembiayaan syariah pada tanggal 31 Maret 2026 dan
31 Desember 2025 berdasarkan klasifikasi kolektibilitas adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026
Dalam
Perhatian Kurang
Jenis Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet Jumlah
Rupiah
Pihak berelasi (Catatan 39) 286.019 - - - - 286.019
Pihak ketiga 9.935.660 582.487 30.590 34.447 132.933 10.716.117
Jumlah Rupiah 10.221.679 582.487 30.590 34.447 132.933 11.002.136
- 50 -
Page 54
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2026
Dalam
Perhatian Kurang
Jenis Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet Jumlah
Mata uang asing (Catatan 41)
Pihak berelasi (Catatan 39) - - - - - -
Pihak ketiga 795.176 - - - - 795.176
Jumlah mata uang asing 795.176 - - - - 795.176
Jumlah 11.016.855 582.487 30.590 34.447 132.933 11.797.312
31 Desember 2025
Dalam
Perhatian Kurang
Jenis Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet Jumlah
Rupiah
Pihak berelasi (Catatan 39) 223.695 - - - - 223.695
Pihak ketiga 10.399.974 594.715 22.189 27.676 129.986 11.174.540
Jumlah Rupiah 10.623.669 594.715 22.189 27.676 129.986 11.398.235
Mata uang asing (Catatan 41)
Pihak berelasi (Catatan 39) 8.337 - - - - 8.337
Pihak ketiga 256.626 49.692 - - - 306.318
Jumlah mata uang asing 264.963 49.692 - - - 314.655
Jumlah 10.888.632 644.407 22.189 27.676 129.986 11.712.890
k. Kredit yang bermasalah berdasarkan sektor ekonomi. Rasio kredit bermasalah Bank sesuai
dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan diungkapkan pada Catatan 51e.
l. Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai kredit adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Syariah Jumlah
Saldo awal 242.849 203.563 126.449 173.295 746.156
Saldo awal kerugian kredit ekspektasian
pada fasilitas kredit yang belum ditarik 15.081 7 47 - 15.135
Aset keuangan yang baru diperoleh 22.453 - - - 22.453
Perubahan bersih pada eksposur
dan pengukuran kembali 5.876 (21.336) (13.623) (3.425) (32.508)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Tahap 1) 685 (3.565) (389) - (3.269)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umumnya (Tahap 2) (6.850) 17.497 (3.112) - 7.535
Transfer ke penurunan kredit
(Tahap 3) - (12.481) 23.373 - 10.892
Penghapusbukuan selama
tahun berjalan - - (3.449) (361) (3.810)
Selisih kurs (5.830) - - - (5.830)
Saldo akhir kerugian kredit ekspektasian
pada fasilitas kredit yang belum ditarik (15.419) (477) (44) - (15.940)
Saldo akhir 258.845 183.208 129.252 169.509 740.814
- 51 -
Page 55
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2025
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Syariah Jumlah
Saldo awal 295.945 310.066 168.027 775.478 1.549.516
Saldo awal kerugian kredit ekspektasian
pada fasilitas kredit yang belum ditarik 8.470 6 7 - 8.483
Aset keuangan yang baru diperoleh 48.742 - - - 48.742
Perubahan bersih pada eksposur
dan pengukuran kembali 23.133 10.379 (75.200) (295.289) (336.977)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Tahap 1) 3.487 (15.628) (2.253) - (14.394)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umumnya (Tahap 2) (20.166) 158.173 (120.123) - 17.884
Transfer ke penurunan kredit
(Tahap 3) (101.683) (259.426) 398.225 - 37.116
Penghapusbukuan selama
tahun berjalan - - (242.187) (306.894) (549.081)
Selisih kurs 2 - - - 2
Saldo akhir kerugian kredit ekspektasian
pada fasilitas kredit yang belum ditarik (15.081) (7) (47) - (15.135)
Saldo akhir 242.849 203.563 126.449 173.295 746.156
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai untuk kredit yang
diberikan adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang akan timbul akibat tidak
tertagihnya kredit yang diberikan tersebut.
m. Mutasi kredit yang dihapus buku selama periode 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rupiah Mata uang asing Jumlah Rupiah Mata uang asing Jumlah
Saldo awal tahun 5.364.071 447.735 5.811.806 5.108.859 755.098 5.863.957
Mutasi selama periode berjalan
Penghapusan 3.810 - 3.810 549.081 - 549.081
Penerimaan kembali (23.969) (363.299) (387.268) (226.349) (326.105) (552.454)
Hapus tagih (383) - (383) (67.520) - (67.520)
Selisih kurs penjabaran - 8.535 8.535 - 18.742 18.742
Saldo akhir 5.343.529 92.971 5.436.500 5.364.071 447.735 5.811.806
n. Jaminan pemberian kredit umumnya berupa tanah, bangunan, mesin, persediaan dan
deposito berjangka.
o. Rasio kredit usaha kecil terhadap jumlah kredit yang diberikan pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah masing-masing sebesar 13,33% dan 12,90%.
- 52 -
Page 56
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
10. Tagihan dan Liabilitas Akseptasi
Tagihan Akseptasi
a. Berdasarkan jangka waktu perjanjian:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rupiah
1-3 bulan 80.155 49.609
3-6 bulan 22.502 66.342
Jumlah 102.657 115.951
Mata uang asing (Catatan 41)
1-3 bulan 38.094 22.399
6-12 bulan - 22.903
Jumlah 38.094 45.302
Jumlah 140.751 161.253
Cadangan kerugian penurunan nilai (32) (29)
Jumlah bersih 140.719 161.224
b. Berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rupiah
1 bulan atau kurang 29.392 24.667
1-3 bulan 72.291 40.332
3-6 bulan 974 50.952
Jumlah 102.657 115.951
Mata uang asing (Catatan 41)
1 bulan atau kurang 20.868 26.495
1-3 bulan 17.226 18.807
Jumlah 38.094 45.302
Jumlah 140.751 161.253
Cadangan kerugian penurunan nilai (32) (29)
Jumlah bersih 140.719 161.224
c. Kolektibilitas tagihan dan liabilitas akseptasi sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
diungkapkan pada Catatan 51f.
d. Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai tagihan akseptasi sebagai berikut:
31 Maret 2026
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal periode 29 - - 29
Pembentukan pada periode berjalan 3 - - 3
Saldo akhir periode 32 - - 32
31 Desember 2025
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal tahun 15 - - 15
Pembentukan pada tahun berjalan 14 - - 14
Saldo akhir tahun 29 - - 29
- 53 -
Page 57
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
e. Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai untuk tagihan
akseptasi pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah cukup untuk menutup
kemungkinan kerugian yang akan timbul akibat tidak tertagihnya tagihan akseptasi tersebut.
Liabilitas Akseptasi
a. Berdasarkan jangka waktu perjanjian:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rupiah
1-3 bulan 80.249 49.649
3-6 bulan 22.549 66.589
Jumlah 102.798 116.238
Mata uang asing (Catatan 41)
1-3 bulan 38.143 22.404
6-12 bulan - 22.911
Jumlah 38.143 45.315
Jumlah 140.941 161.553
b. Berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rupiah
1 bulan atau kurang 29.404 24.669
1-3 bulan 72.418 40.370
3-6 bulan 976 51.199
Jumlah 102.798 116.238
Mata uang asing (Catatan 41)
1 bulan atau kurang 20.880 26.503
1-3 bulan 17.263 18.812
Jumlah 38.143 45.315
Jumlah 140.941 161.553
- 54 -
Page 58
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
11. Pendapatan yang Masih Akan Diterima
Pendapatan yang masih akan diterima merupakan piutang bunga dan piutang syariah.
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Piutang bunga
Efek-efek 161.594 237.288
Kredit 29.120 27.032
Penempatan pada bank lain 1.770 2.643
Jumlah 192.484 266.963
Piutang syariah
Efek-efek 141.935 128.378
Piutang dan pembiayaan syariah 15.001 10.089
Penempatan pada bank lain - 990
Jumlah 156.936 139.457
Jumlah 349.420 406.420
12. Biaya Dibayar Dimuka
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pemeliharaan perangkat lunak dan keras 115.938 125.676
Asuransi 101.062 45.662
Promosi dan pengembangan usaha 68.758 68.906
Sewa 26.787 48.915
Tunjangan hari raya 24.886 -
Premi penjaminan LPS 23.611 -
Program kepemilikan kendaraan karyawan 18.492 18.366
Renovasi cabang baru 11.344 7.480
Jasa produksi 1.761 2.404
Lain-lain 20.693 22.032
Jumlah 413.332 339.441
Asuransi dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat dengan menggunakan metode garis
lurus.
- 55 -
Page 59
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
13. Aset Tetap dan Aset Hak Guna
Aset tetap dan aset hak guna terdiri dari:
Perubahan selama tahun berjalan
1 Januari 2026 Penambahan Pengurangan 31 Maret 2026
Kepemilikan langsung
Nilai revaluasian:
Tanah 387.034 - - 387.034
Bangunan 269.946 178 - 270.124
Biaya perolehan:
Inventaris kantor 2.323.761 8.107 (11.754) 2.320.114
Kendaraan bermotor 17.347 26 (40) 17.333
Subtotal 2.998.088 8.311 (11.794) 2.994.605
Aset hak-guna
Bangunan 482.121 47.014 - 529.135
Kendaraan 193.960 4.912 (1.943) 196.929
Subtotal 676.081 51.926 (1.943) 726.064
Jumlah 3.674.169 60.237 (13.737) 3.720.669
Akumulasi penyusutan
Nilai revaluasian:
Bangunan 80.970 8.086 - 89.056
Biaya perolehan:
Inventaris kantor 1.513.593 40.364 (11.439) 1.542.518
Kendaraan bermotor 19.542 1 (42) 19.501
Subtotal 1.614.105 48.451 (11.481) 1.651.075
Aset hak-guna
Bangunan 416.828 17.921 (21) 434.728
Kendaraan 133.177 7.095 (229) 140.043
Subtotal 550.005 25.016 (250) 574.771
Jumlah 2.164.110 73.467 (11.731) 2.225.846
Nilai tercatat 1.510.059 1.494.823
Perubahan selama tahun berjalan
1 Januari 2025 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2025
Kepemilikan langsung
Nilai revaluasian:
Tanah 387.034 - - 387.034
Bangunan 267.197 2.749 - 269.946
Biaya perolehan:
Inventaris kantor 2.185.714 170.862 (32.815) 2.323.761
Kendaraan bermotor 17.281 71 (5) 17.347
Subtotal 2.857.226 173.682 (32.820) 2.998.088
Aset hak-guna
Bangunan 420.752 75.099 (13.730) 482.121
Kendaraan 170.158 28.503 (4.701) 193.960
Subtotal 590.910 103.602 (18.431) 676.081
Jumlah 3.448.136 277.284 (51.251) 3.674.169
- 56 -
Page 60
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Perubahan selama tahun berjalan
1 Januari 2025 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2025
Akumulasi penyusutan
Nilai revaluasian:
Bangunan 45.790 35.180 - 80.970
Biaya perolehan:
Inventaris kantor 1.380.096 162.187 (28.690) 1.513.593
Kendaraan bermotor 19.537 153 (148) 19.542
Subtotal 1.445.423 197.520 (28.838) 1.614.105
Aset hak-guna
Bangunan 343.106 73.722 - 416.828
Kendaraan 103.844 29.333 - 133.177
Subtotal 446.950 103.055 - 550.005
Jumlah 1.892.373 300.575 (28.838) 2.164.110
Nilai tercatat 1.555.763 1.510.059
Jumlah beban penyusutan aset tetap dan aset hak guna yang dibebankan pada laba rugi pada
periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dan 2025 masing-masing sebesar
Rp73.467 dan Rp72.319.
Jumlah pengeluaran kas untuk sewa selama periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026
dan 31 Desember 2025 adalah Rp45.956 dan Rp113.149.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Grup menjual aset tetapnya dengan nilai
tercatat masing-masing sebesar Rp250 dan Rp2.793 pada harga jual masing-masing sebesar
Rp416 dan Rp1.592. Keuntungan dan kerugian bersih atas penjualan aset tetap tersebut
dibukukan pada akun Pendapatan dan Beban Operasional Lainnya (Catatan 35 dan Catatan 36).
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Grup menghapus aset tetap dengan nilai
tercatat Rp66 dan Rp2.225. Kerugian atas penghapusan aset tetap tersebut dibukukan pada akun
Beban Operasional Lainnya (Catatan 36).
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, aset tetap Grup, kecuali tanah,
diasuransikan terhadap risiko kebakaran, gempa bumi, huru-hara, pencurian dan risiko lainnya
pada PT Asuransi Sinar Mas, pihak berelasi, dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar
Rp965.280 dan Rp968.628 (Catatan 39). Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan
tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, tidak terdapat komitmen kontraktual dalam
perolehan aset tetap.
Manajemen telah mengkaji ulang atas estimasi umur ekonomis, metode penyusutan, dan nilai
residu pada setiap akhir periode pelaporan.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, tidak terdapat perubahan estimasi masa
manfaat dan/atau metode penyusutan aset tetap.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, tidak ada aset tetap Grup yang ditempatkan
sebagai jaminan.
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai atas aset tetap tersebut pada
tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025.
- 57 -
Page 61
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, tidak terdapat aset tetap yang tidak dipakai
sementara.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, tidak terdapat aset tetap yang berasal dari
hibah.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, tidak terdapat aset tetap yang dihentikan
dari penggunaan aktif dan tidak diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, aset tetap Grup dengan nilai perolehan
Rp746.318 dan Rp742.409 telah disusutkan penuh, namun masih digunakan untuk menunjang
operasional Grup.
Tanah dan bangunan Perusahaan direvaluasi dengan menggunakan saldo tanggal 11 Juli 2023,
dengan laporan penilai dari KJPP Firmansyah & Rekan, penilai independen, dengan laporan
No. 00787/2.0115-00/PI/07/0249/1/VII/2023 tanggal 18 Agustus 2023 yang telah ditandatangani
oleh Firmansyah, S.T.MAPPI (Cert).
Penilaian ditentukan menggunakan metode sebagaimana dijelaskan pada Catatan 14. Surplus
revaluasi dikreditkan pada akun “Komponen ekuitas lainnya” dalam laporan perubahan ekuitas.
Jika tanah dan bangunan dinyatakan pada metode biaya, nilat tercatat akan menjadi:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Biaya perolehan 571.145 570.967
Akumulasi penyusutan (13.521) (60.378)
Nilai tercatat 557.624 510.589
14. Nilai Wajar Aset Non Keuangan
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pengukuran nilai wajar berulang
Tanah dan bangunan (aset tetap) 652.720 652.720
Pengukuran nilai wajar berulang aset non keuangan termasuk dalam Level 2 hierarki nilai wajar
sebagaimana dijelaskan pada Catatan 2.
Informasi tentang pengukuran nilai wajar yang menggunakan input signifikan yang tidak dapat
diobservasi (Level 2) adalah sebagai berikut:
Keterangan Teknik penilaian
Metode perbandingan data pasar dengan
Aset tetap (tanah dan bangunan)
penyesuaian faktor yang dianggap relevan
Tanah dan bangunan telah dinilai oleh penilai independen.
Seluruh aset dimanfaatkan pada penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Surplus revaluasi tanah dan bangunan dalam Catatan 13 mencerminkan keuntungan belum
direalisasi yang diakui pada penghasilan komprehensif lain.
- 58 -
Page 62
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
15. Aset Ijarah
Akun ini merupakan obyek sewa dari transaksi Ijarah Muntahiyah Bittamlik dengan opsi
perpindahan hak milik obyek sewa dengan hibah.
Perubahan selama periode berjalan
Pengalihan pada
1 Januari 2026 Penambahan akhir masa akad 31 Maret 2026
Biaya perolehan 772.986 422.379 (15.240) 1.180.125
Akumulasi penyusutan 143.944 44.898 (15.240) 173.602
Cadangan kerugian penurunan nilai (4.012) (2.632)
Nilai tercatat 625.030 1.003.891
Perubahan selama tahun berjalan
Pengalihan pada
1 Januari 2025 Penambahan akhir masa akad 31 Desember 2025
Biaya perolehan 360.746 444.598 (32.358) 772.986
Akumulasi penyusutan 68.202 108.100 (32.358) 143.944
Cadangan kerugian penurunan nilai - (4.012)
Nilai tercatat 292.544 625.030
16. Aset Lain-lain – Bersih
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Uang muka pembelian aset 138.835 118.587
Agunan yang diambil alih 119.092 116.287
Tagihan sehubungan dengan jaringan ATM 25.965 40.970
Setoran jaminan 34.775 35.677
Tagihan subsidi Pemerintah 30.558 16.685
Barang cetakan dan materai 32.394 35.915
Tagihan komisi asuransi dan reksadana 39.594 37.309
Uang muka renovasi gedung kantor 17.885 21.558
Tagihan sehubungan dengan transaksi QR 2.989 2.891
Tagihan derivatif 2.063 5.225
Tagihan sehubungan dengan jaringan
Principal kartu kredit 388 281
Pajak dibayar dimuka 41.303 41.300
Lain-lain 59.287 41.937
Jumlah 545.128 514.622
Cadangan kerugian penurunan nilai (69.064) (69.281)
Jumlah bersih 476.064 445.341
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, nilai tercatat agunan yang diambil-alih
adalah sebesar Rp50.028 dan Rp47.006, setelah dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan
nilai masing-masing sebesar Rp69.064 dan Rp69.281.
Kolektibilitas agunan yang diambil alih sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
diungkapkan pada Catatan 51g.
- 59 -
Page 63
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai aset lain-lain adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Saldo awal 69.281 80.384
Pemulihan selama periode berjalan (217) (11.103)
Saldo akhir 69.064 69.281
Rincian transaksi derivatif atas swap dan spot mata uang asing pada tanggal 31 Maret 2026 dan
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026
Nilai kontrak Nilai wajar Tagihan derivatif Liabilitas derivatif
Pihak ketiga
Mata uang asing
Transaksi swap :
Bank of China 84.178 (422) - (422)
PT Bank Bumi Arta Tbk 73.056 118 118 -
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 703.519 106 668 (562)
PT Bank KB Indonesia Tbk 337.216 (1.404) - (1.404)
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 223.857 157 659 (502)
PT Bank Permata Tbk 84.939 (27) - (27)
PT Bank SMBC Indonesia Tbk 43.148 594 594 -
Lain-lain 4.901 (178) 2 (180)
Transaksi spot :
Bank of China 169.909 (39) 4 (43)
Citibank, N.A. 16.991 (4) - (4)
Deutsche Bank 51.049 (25) - (25)
MUFG Bank 85.023 (41) 1 (42)
PT Bank Artha Graha Internasional Tbk 33.980 (14) - (14)
PT Bank Bumi Arta Tbk 50.962 (17) - (17)
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 84.950 (33) - (33)
PT Bank Ganesha Tbk 33.991 (3) - (3)
PT Bank JTrust Indonesia Tbk 101.937 (32) 5 (37)
PT Bank KB Indonesia Tbk 33.998 - - -
PT Bank Mega Tbk 101.963 (18) 6 (24)
PT Bank Multiarta Sentosa Tbk 50.971 (22) - (22)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 67.960 (34) - (34)
PT Bank Permata Tbk 17.906 (21) - (21)
PT Bank Resona Perdania 16.990 (10) - (10)
PT Bank Syariah Indonesia Tbk 50.991 (7) 6 (13)
Jumlah (1.376) 2.063 (3.439)
31 Desember 2025
Nilai kontrak Nilai wajar Tagihan derivatif Liabilitas derivatif
Pihak ketiga
Mata uang asing
Transaksi swap :
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 54.721 711 711 -
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 84.453 527 527 -
PT Bank Resona Perdania 168.839 1.021 1.021 -
Lain-lain 1.478 (96) - (96)
Transaksi spot :
PT Bank KB Indonesia Tbk 201.706 673 778 (105)
PT Bank KEB Hana Indonesia 118.262 752 752 -
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 101.131 421 531 (110)
Bank of China 66.680 (233) - (233)
PT Bank JTrust Indonesia Tbk 66.616 (466) 4 (470)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 50.010 (210) - (210)
PT Bank Central Asia Tbk 33.780 210 210 -
PT Bank Resona Perdania 33.774 208 208 -
PT Bank Multiarta Sentosa Tbk 33.620 130 130 -
PT Bank Ganesha Tbk 33.536 (24) 93 (117)
PT Bank Mega Tbk 25.005 (52) - (52)
PT Bank Artha Graha Internasional Tbk 16.870 95 95 -
PT Bank Victoria International Tbk 16.740 30 30 -
PT Bank OCBC NISP Tbk 16.670 (70) - (70)
PT Bank Permata Tbk 16.670 (75) - (75)
Deutsche Bank 126 124 124 -
Mitsubishi UFJ Financial Group 17 11 11 -
MUFG Bank Ltd (12) (12) - (12)
Jumlah 3.675 5.225 (1.550)
- 60 -
Page 64
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Kontrak-kontrak untuk posisi 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing jatuh tempo
diantara tanggal 1 April 2026 – 5 Juni 2026 dan 2 Januari 2026 – 26 Februari 2026.
17. Liabilitas Segera
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Beban akrual 168.166 42.452
Liabilitas sehubungan dengan jaringan ATM 29.432 37.183
Kiriman uang 13.373 13.185
Liabilitas jasa produksi 105.258 7.229
Liabilitas pihak ketiga 6.769 5.141
Liabilitas pembayaran online 5.399 5.768
Titipan uang elektronik 5.314 4.766
Program loyalitas pelanggan 134 134
Liabilitas administrasi kredit 1.658 2.063
Lain-lain 4.274 5.139
Jumlah 339.777 123.060
18. Simpanan
Simpanan terdiri dari:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Giro 14.999.197 15.926.448
Tabungan 13.583.273 12.796.401
Deposito berjangka 11.026.226 11.155.495
Jumlah 39.608.696 39.878.344
a. Giro terdiri atas:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Konvensional
Pihak berelasi (Catatan 39)
Rupiah 2.142.185 3.198.507
Mata uang asing (Catatan 41) 774.853 785.781
Jumlah 2.917.038 3.984.288
Pihak ketiga
Rupiah 8.350.124 9.334.878
Mata uang asing (Catatan 41) 3.602.193 2.437.445
Jumlah 11.952.317 11.772.323
Jumlah Konvensional 14.869.355 15.756.611
Syariah
Giro Wadiah
Pihak berelasi (Catatan 39)
Rupiah 69 66
Mata uang asing (Catatan 41) 896 3
Jumlah 965 69
- 61 -
Page 65
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Syariah
Giro Wadiah
Pihak ketiga
Rupiah 54.941 42.000
Mata uang asing (Catatan 41) 73.936 127.768
Jumlah 128.877 169.768
Jumlah Syariah 129.842 169.837
Jumlah 14.999.197 15.926.448
31 Maret 2026 31 Desember 2025
% %
Suku bunga giro per tahun
Rupiah 0,00 - 5,25 0,00 - 7,50
Mata uang asing 0,00 - 2,00 0,00 - 2,25
Saldo giro yang diblokir dalam rangka jaminan kredit yang diberikan, bank garansi dan letters
of credit pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, masing-masing sebesar Rpnihil
dan Rpnihil.
b. Tabungan terdiri atas:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Konvensional
Rupiah
Pihak berelasi (Catatan 39)
Tabungan Sinarmas 24.716 19.667
Tabungan Sinarmas Gold 46.041 19.375
Tabungan Sinarmas Diamond 32.667 26.737
Tabunganku 377 338
Jumlah 103.801 66.117
Pihak ketiga
Tabungan Sinarmas 3.268.816 3.310.643
Tabungan Sinarmas Gold 5.500.564 5.479.315
Tabungan Sinarmas Diamond 3.505.867 2.865.648
Tabunganku 988.771 872.130
Jumlah 13.264.018 12.527.736
Jumlah Konvensional 13.367.819 12.593.853
Syariah
Rupiah
Pihak berelasi (Catatan 39)
Tabungan Wadiah 283 325
Pihak ketiga
Tabungan Wadiah 209.959 196.021
Jumlah 210.242 196.346
Mata uang asing (Catatan 41)
Pihak berelasi (Catatan 39)
Tabungan Wadiah 1 1
Pihak ketiga
Tabungan Wadiah 5.211 6.201
Jumlah 5.212 6.202
Jumlah Syariah 215.454 202.548
Jumlah 13.583.273 12.796.401
- 62 -
Page 66
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2026 31 Desember 2025
% %
Suku bunga tabungan per tahun
Rupiah 0,00 - 7,00 0,00 - 6,00
Mata uang asing 0,00 - 0,50 0,00 - 0,50
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, saldo tabungan yang diblokir dalam
rangka jaminan kredit yang diberikan dan bank garansi masing-masing sebesar Rp3.775 dan
Rp3.623.
c. Deposito berjangka terdiri atas:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pihak berelasi (Catatan 39)
Rupiah 556.299 857.453
Mata uang asing (Catatan 41) 151.672 17.129
Jumlah 707.971 874.582
Pihak ketiga
Rupiah 9.909.470 9.628.612
Mata uang asing (Catatan 41) 408.785 652.301
Jumlah 10.318.255 10.280.913
Jumlah 11.026.226 11.155.495
Klasifikasi deposito berjangka berdasarkan jangka waktu adalah sebagai berikut:
Berdasarkan periode deposito berjangka:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pihak berelasi Pihak Pihak berelasi Pihak
(Catatan 39) ketiga Jumlah (Catatan 39) ketiga Jumlah
Rupiah
Kurang dari 1 bulan 77.110 296.358 373.468 178.050 1.138.159 1.316.209
1 bulan 265.291 4.668.044 4.933.335 463.677 3.994.752 4.458.429
3 bulan 184.017 3.601.672 3.785.689 135.965 3.103.648 3.239.613
6 bulan 19.431 672.849 692.280 69.461 669.665 739.126
12 bulan 10.000 444.349 454.349 10.000 496.551 506.551
Lebih dari 12 bulan 450 226.198 226.648 300 225.837 226.137
Jumlah 556.299 9.909.470 10.465.769 857.453 9.628.612 10.486.065
Mata uang asing (Catatan 41)
Kurang dari 1 bulan 146.663 121.633 268.296 - 140.897 140.897
1 bulan 4.941 199.524 204.465 8.271 424.495 432.766
3 bulan - 35.131 35.131 503 41.547 42.050
6 bulan 68 37.741 37.809 17 39.322 39.339
12 bulan - 14.734 14.734 8.338 6.019 14.357
Lebih dari 12 bulan - 22 22 - 21 21
Jumlah 151.672 408.785 560.457 17.129 652.301 669.430
Jumlah 707.971 10.318.255 11.026.226 874.582 10.280.913 11.155.495
Berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pihak berelasi Pihak Pihak berelasi Pihak
(Catatan 39) ketiga Jumlah (Catatan 39) ketiga Jumlah
Rupiah
1 bulan atau kurang 516.718 6.416.741 6.933.459 776.673 6.479.685 7.256.358
1-3 bulan 10.013 2.615.507 2.625.520 70.161 2.134.561 2.204.722
3-6 bulan 29.118 490.123 519.241 319 483.173 483.492
6-12 bulan - 286.043 286.043 10.000 428.695 438.695
12 bulan atau lebih 450 101.056 101.506 300 102.498 102.798
Jumlah 556.299 9.909.470 10.465.769 857.453 9.628.612 10.486.065
- 63 -
Page 67
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pihak berelasi Pihak Pihak berelasi Pihak
(Catatan 39) ketiga Jumlah (Catatan 39) ketiga Jumlah
Mata uang asing (Catatan 41)
1 bulan atau kurang 151.604 342.146 493.750 8.400 581.845 590.245
1-3 bulan - 40.115 40.115 391 40.250 40.641
3-6 bulan 68 23.338 23.406 - 27.361 27.361
6-12 bulan - 3.169 3.169 8.338 2.827 11.165
12 bulan atau lebih - 17 17 - 18 18
Jumlah 151.672 408.785 560.457 17.129 652.301 669.430
Jumlah 707.971 10.318.255 11.026.226 874.582 10.280.913 11.155.495
31 Maret 2026 31 Desember 2025
% %
Suku bunga deposito per tahun
Rupiah 0,10 - 6,25 0,10 - 6,50
Mata uang asing 0,00 - 4,50 0,00 - 4,50
Saldo deposito berjangka yang diblokir dalam rangka jaminan kredit yang diberikan, bank
garansi dan letter of credit pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, masing-
masing adalah sebesar Rp839.597 dan Rp932.094.
19. Simpanan dari Bank Lain
Simpanan dari bank lain pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 merupakan
simpanan dalam bentuk giro, deposito berjangka, call money, dan surat berharga pasar uang
antarbank berdasarkan prinsip syariah dari pihak ketiga dengan rincian sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Konvensional
Rupiah
Pihak ketiga
Giro 30.580 48.614
Deposito berjangka 16.000 13.000
Call money 50.000 -
Jumlah 96.580 61.614
Syariah
Rupiah
Pihak ketiga
Giro Wadiah 952 1.228
Surat berharga pasar uang antarbank
berdasarkan prinsip syariah 1.430.000 450.000
Jumlah 1.430.952 451.228
Jumlah 1.527.532 512.842
31 Maret 2026 31 Desember 2025
% %
Suku bunga per tahun
Rupiah 0,00 - 5,50 0,00 - 5,50
- 64 -
Page 68
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
20. Efek-efek yang Dijual dengan Janji beli Kembali – Pihak Ketiga
Pada tanggal 31 Maret 2026, efek-efek yang dijual dengan janji beli kembali adalah sebagai
berikut:
31 Maret 2026
Pihak Lawan Jenis Jangka Waktu Tanggal jatuh tempo Nilai bersih
Rupiah
Bank of China IDSR161026364S 14 hari 13 April 2026 9.705
Bank of China IDSR1610263642 14 hari 10 April 2026 9.709
Jumlah 19.414
21. Utang Pajak
Utang pajak terdiri dari:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pajak penghasilan
Pasal 4 17.617 20.331
Pasal 23 dan 26 1.079 1.731
Pasal 25 4.357 2.221
Pasal 21 32.255 595
Jumlah pajak penghasilan 55.308 24.878
Pajak Pertambahan Nilai 2.233 4.267
Jumlah 57.541 29.145
22. Beban yang Masih Harus Dibayar
Beban yang masih harus dibayar merupakan beban yang masih harus dibayar atas beban bunga
dan beban syariah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pihak berelasi (Catatan 39)
Rupiah
Deposito 694 1.296
Giro 599 650
Tabungan 14 14
Jumlah 1.307 1.960
Mata uang asing (Catatan 41)
Deposito 6 4
Giro 100 22
Jumlah 106 26
Jumlah pihak berelasi 1.413 1.986
- 65 -
Page 69
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pihak ketiga
Rupiah
Deposito 39.181 39.890
Tabungan 1.603 1.529
Giro 1.707 1.858
Obligasi subordinasi 8.125 8.035
Sertifikat investasi mudharabah
antar bank syariah 1.645 242
Jumlah 52.261 51.554
Mata uang asing (Catatan 41)
Deposito 353 475
Giro 96 34
Jumlah 449 509
Jumlah pihak ketiga 52.710 52.063
Jumlah 54.123 54.049
23. Liabilitas Lain-lain
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Liabilitas sewa 124.220 116.153
Penilaian pajak penghasilan 52.771 2.771
Setoran jaminan 31.627 31.082
Pendapatan yang ditangguhkan 28.556 12.238
Estimasi kerugian komitmen
dan kontinjensi 16.188 15.352
Liabilitas sehubungan dengan pinjaman 8.115 26.089
Titipan setoran pajak ke KPPN 4.961 15
Liabilitas derivatif (Catatan 16) 3.439 1.550
Liabilitas terkait asuransi kredit 1.447 2.028
Setoran penyelesaian hapus buku 579 1.025
Setoran penyelesaian AYDA - 58
Lain-lain 46.139 58.561
Jumlah 318.042 266.922
Perubahan estimasi kerugian komitmen dan kontijensi adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal periode 15.298 7 47 15.352
Pembentukan (pemulihan) periode berjalan 369 470 (3) 836
Saldo akhir periode 15.667 477 44 16.188
31 Desember 2025
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal tahun 8.791 5 7 8.803
Pembentukan (pemulihan) tahun berjalan 6.507 2 40 6.549
Saldo akhir tahun 15.298 7 47 15.352
- 66 -
Page 70
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
24. Pinjaman yang Diterima
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rupiah
Pihak ketiga 120.000 120.000
Jumlah 120.000 120.000
Pinjaman pihak ketiga dalam Rupiah merupakan pinjaman yang diterima oleh Entitas Anak dengan
akad Mudharabah Muqayyadah. Pinjaman tersebut akan jatuh tempo pada tahun 2026 dan 2038.
Pada tanggal 31 Maret 2026, porsi nisbah yang disepakati masing-masing sebesar 15,15%
sampai dengan 24,86% untuk Bank dan pihak ketiga sebesar 75,14% sampai dengan 84,85%.
Pada tanggal 31 Desember 2025, porsi nisbah yang disepakati masing-masing sebesar 24,24%
sampai dengan 24,86% untuk Bank dan pihak ketiga sebesar 75,14% sampai dengan 75,76%.
25. Obligasi Subordinasi
Merupakan obligasi subordinasi yang diterbitkan oleh Perusahaan dengan rincian sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Obligasi subordinasi Bank Sinarmas
Tahap I Tahun 2022 500.000 500.000
Diskonto yang belum diamortisasi (1.260) (1.504)
Jumlah bersih 498.740 498.496
Pada tanggal 29 Juni 2022, Perusahaan menerbitkan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank
Sinarmas Tahap I Tahun 2022 sebesar Rp500.000. Obligasi subordinasi ini berjangka waktu 5
tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 8 Juli 2027. Tingkat suku bunga sebesar 6,50% per
tahun dan dibayarkan setiap tiga bulan sejak tanggal emisi.
Dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Subordinasi
Berkelanjutan I Bank Sinarmas Tahap I Tahun 2022 setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi
terkait, seluruhnya akan dipergunakan oleh Perusahaan untuk memperkuat permodalan yang
diperhitungkan sebagai modal pelengkap (Tier 2) dalam rangka mendukung rencana penyaluran
kredit dengan tenor yang lebih panjang.
Pada Desember 2022, Perusahaan telah menggunakan seluruh dana hasil Penawaran Umum
Berkelanjutan Obligasi Subordinasi I untuk penyaluran kredit dengan tenor panjang.
PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk bertindak sebagi Wali Amanat.
Perusahaan wajib mengupayakan tingkat kesehatan Perusahaan minimal berada dalam peringkat
komposit 3 (tiga) yang tergolong "Cukup Baik", sesuai penilaian internal berdasarkan ketentuan
Otoritas Jasa Keuangan.
Melalui surat nomor RC-006/KRI-DIR/III/2026 tanggal 17 Maret 2026, PT Kredit Rating Indonesia
memutuskan peringkat atas Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Sinarmas sebanyak-
banyaknya sebesar Rp3.000.000.000.000 (tiga triliun Rupiah) di irA untuk periode 17 Maret 2026
sampai dengan 1 April 2027.
- 67 -
Page 71
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
26. Dana Syirkah Temporer
Akun ini merupakan investasi tidak terikat dalam bentuk giro mudharabah, tabungan mudharabah,
deposito berjangka mudharabah dan sertifikat investasi mudharabah antarbank.
a. Simpanan
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Giro mudharabah 685.758 882.002
Tabungan mudharabah 1.850.194 2.726.920
Deposito berjangka mudharabah 1.970.483 3.543.776
Jumlah 4.506.435 7.152.698
Giro mudharabah terdiri atas:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rupiah
Pihak berelasi (Catatan 39) 170.459 154.682
Pihak ketiga 450.815 713.084
Jumlah 621.274 867.766
Mata uang asing (Catatan 41)
Pihak berelasi (Catatan 39) 137 6.805
Pihak ketiga 64.347 7.431
Jumlah 64.484 14.236
Jumlah 685.758 882.002
31 Maret 2026 31 Desember 2025
% %
Tingkat nisbah per tahun
Rupiah 0,00 - 4,50 0,00 - 5,75
Mata uang asing 0,00 - 2,00 0,01 - 2,00
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, tidak ada saldo giro mudharabah yang
diblokir dalam rangka jaminan piutang dan pembiayaan syariah.
Tabungan mudharabah terdiri atas:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rupiah
Pihak berelasi (Catatan 39) 63.878 61.939
Pihak ketiga 1.785.337 2.663.970
Jumlah 1.849.215 2.725.909
Mata uang asing (Catatan 41)
Pihak ketiga 979 1.011
Jumlah 1.850.194 2.726.920
31 Maret 2026 31 Desember 2025
% %
Tingkat nisbah per tahun
Rupiah 0,00 - 5,50 0,00 - 5,50
Mata uang asing 0,00 - 0,50 0,00 - 0,50
- 68 -
Page 72
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, saldo tabungan mudharabah yang
diblokir dalam rangka jaminan piutang dan pembiayaan syariah pada tanggal 31 Maret 2026
dan 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp3.100 dan Rp3.100.
Deposito berjangka mudharabah terdiri atas:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pihak berelasi (Catatan 39)
Rupiah 232.710 625.146
Mata uang asing (Catatan 41) - 892
Jumlah 232.710 626.038
Pihak ketiga
Rupiah 1.706.703 2.852.737
Mata uang asing (Catatan 41) 31.070 65.001
Jumlah 1.737.773 2.917.738
Jumlah 1.970.483 3.543.776
Klasifikasi deposito berjangka mudharabah berdasarkan jangka waktu dan sisa umur saldo
saat jatuh tempo adalah sebagai berikut:
Berdasarkan periode deposito berjangka:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pihak berelasi Pihak Pihak berelasi Pihak
(Catatan 39) ketiga Jumlah (Catatan 39) ketiga Jumlah
Rupiah
Kurang dari 1 bulan - 51.100 51.100 120.000 31.500 151.500
1 bulan 221.000 738.488 959.488 493.435 700.771 1.194.206
3 bulan 11.710 477.142 488.852 11.711 1.554.231 1.565.942
6 bulan - 241.887 241.887 - 357.201 357.201
12 bulan - 197.286 197.286 - 209.034 209.034
Lebih dari 12 bulan - 800 800 - - -
Jumlah 232.710 1.706.703 1.939.413 625.146 2.852.737 3.477.883
Mata uang asing (Catatan 41)
1 bulan - 24.552 24.552 892 60.683 61.575
3 bulan - 2.640 2.640 - 2.263 2.263
6 bulan - 1.876 1.876 - 1.758 1.758
12 bulan - 2.002 2.002 - 297 297
Jumlah - 31.070 31.070 892 65.001 65.893
Jumlah 232.710 1.737.773 1.970.483 626.038 2.917.738 3.543.776
Berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pihak berelasi Pihak Pihak berelasi Pihak
(Catatan 39) ketiga Jumlah (Catatan 39) ketiga Jumlah
Rupiah
1 bulan atau kurang 232.560 984.221 1.216.781 624.996 943.750 1.568.746
1-3 bulan 150 387.293 387.443 150 1.673.283 1.673.433
3-6 bulan - 213.310 213.310 - 109.384 109.384
6-12 bulan - 121.079 121.079 - 126.320 126.320
12 bulan atau lebih - 800 800 - - -
Jumlah 232.710 1.706.703 1.939.413 625.146 2.852.737 3.477.883
- 69 -
Page 73
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pihak berelasi Pihak Pihak berelasi Pihak
(Catatan 39) ketiga Jumlah (Catatan 39) ketiga Jumlah
Mata uang asing (Catatan 41)
1 bulan atau kurang - 25.616 25.616 892 61.537 62.429
1-3 bulan - 3.416 3.416 - 1.609 1.609
3-6 bulan - 289 289 - 1.806 1.806
6-12 bulan - 1.749 1.749 - 49 49
Jumlah - 31.070 31.070 892 65.001 65.893
Jumlah 232.710 1.737.773 1.970.483 626.038 2.917.738 3.543.776
31 Maret 2026 31 Desember 2025
% %
Tingkat nisbah per tahun
Rupiah 0,00 - 6,25 0,00 - 6,25
Mata uang asing 0,50 - 3,00 0,50 - 3,00
Saldo deposito berjangka mudharabah yang diblokir dalam rangka jaminan piutang/
pembiayaan syariah dan bank garansi pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025,
masing-masing adalah sebesar Rp19.549 dan Rp20.649.
b. Simpanan dari Bank Lain
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rupiah
Pihak ketiga
Giro mudharabah 21.572 2.349
Deposito berjangka mudharabah 1.500 3.500
Sertifikat investasi mudharabah
antar bank syariah 100.000 50.000
Jumlah 123.072 55.849
31 Maret 2026 31 Desember 2025
% %
Tingkat bagi hasil rata-rata per tahun
Rupiah 0,00 - 4,85 0,10 - 4,80
27. Kepentingan Non Pengendali
Perubahan kepentingan non-pengendali atas Entitas Anak sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Saldo awal 606.808 567.182
Bagian kepentingan non-pengendali
atas laba bersih 6.505 36.682
Bagian kepentingan non-pengendali
atas penghasilan komprehensif lainnya (6.722) 2.944
Saldo akhir 606.591 606.808
- 70 -
Page 74
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
28. Modal Saham dan Tambahan Modal Disetor
Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
sebagai berikut:
31 Maret 2026
Jumlah Lembar Persentase Jumlah Modal
Pemegang Saham Saham Kepemilikan Disetor
% Rp
PT Sinar Mas Multiartha Tbk 11.826.853.600 59,99% 1.182.685
Masyarakat 7.889.308.803 40,01% 788.931
Jumlah 19.716.162.403 100,00% 1.971.616
31 Desember 2025
Jumlah Lembar Persentase Jumlah Modal
Pemegang Saham Saham Kepemilikan Disetor
% Rp
PT Sinar Mas Multiartha Tbk 11.826.853.600 59,99% 1.182.685
Masyarakat 7.889.308.803 40,01% 788.931
Jumlah 19.716.162.403 100,00% 1.971.616
PT Bank Sinarmas Tbk merupakan kelompok usaha Financial Services Sinar Mas yang mayoritas
sahamnya dimiliki oleh PT Sinarmas Multiartha Tbk yang berkedudukan di Indonesia.
Perubahan lembar saham untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025,
adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham
Jumlah saham pada tanggal 1 Januari 2025
dan 31 Desember 2025 19.716.162.403
Penambahan modal disetor selama periode berjalan -
Jumlah saham pada tanggal 31 Maret 2026 19.716.162.403
Perubahan tambahan modal disetor sampai dengan tanggal 31 Maret 2026 dan
31 Desember 2025:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Penawaran Umum Perdana tahun 2010 80.000 80.000
Biaya emisi saham tahun 2010 (4.678) (4.678)
Konversi Waran Seri I tahun 2011 89.918 89.918
Konversi Waran Seri I tahun 2012 90 90
Penawaran Umum Terbatas I tahun 2012 180.478 180.478
Biaya emisi saham tahun 2012 (3.776) (3.776)
Konversi Waran Seri I Tahun 2013 371 371
Konversi Waran Seri II Tahun 2013 423.821 423.821
Konversi Waran Seri I Tahun 2014 935 935
Konversi Waran Seri II Tahun 2014 1.151 1.151
Peningkatan modal tanpa Hak Memesan
Efek Terlebih Dahulu (HMETD) 152.411 152.411
Biaya emisi saham tahun 2014 (227) (227)
Konversi Waran Seri I 4.397 4.397
Konversi Waran Seri II 3.313 3.313
Konversi Waran Seri II 1.576 1.576
Penawaran Umum Terbatas II tahun 2016 326.782 326.782
Selisih antara aset dan liabilitas
pengampunan pajak 5.234 5.234
- 71 -
Page 75
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Biaya emisi saham tahun 2016 (5.285) (5.285)
Konversi Waran Seri II 19.264 19.264
Konversi Waran Seri III 880 880
Konversi Waran Seri III tahun 2019 840.000 840.000
Konversi Waran Seri III tahun 2020 252.000 252.000
Konversi Waran Seri III tahun 2022 1.183.539 1.183.539
Jumlah 3.546.960 3.598.216
Manajemen Permodalan
Tujuan utama dari pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan bahwa Perusahaan
mempertahankan rasio modal yang sehat dalam rangka mendukung bisnis dan memaksimalkan
nilai pemegang saham. Perusahaan wajib untuk memenuhi rasio Kewajiban Penyediaan Modal
Minimum (KPMM) sebagaimana ditetapkan oleh OJK.
Manajemen menggunakan peraturan rasio permodalan untuk memantau rasio Kewajiban
Penyediaan Modal Minimum (KPMM), sesuai dengan standar industri. Peraturan OJK untuk
pengukuran modal tersebut terutama didasarkan kepada pemantauan kebutuhan modal yang
diwajibkan (diukur sebagai 10% dari aset tertimbang menurut risiko) terhadap modal yang tersedia.
Perusahaan telah memenuhi ketentuan OJK yang berlaku tentang KPMM.
Perusahaan wajib memperhitungkan Risiko Pasar karena telah memenuhi kriteria sebagaimana
diatur oleh OJK yang berlaku, yaitu jumlah aset sebesar Rp10.000.000 atau lebih. Perhitungan
dilakukan menggunakan metode standar sesuai dengan Peraturan OJK.
Perhitungan rasio KPMM Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
I. Komponen Modal
A. Modal Inti 7.337.826 7.624.542
B. Modal Pelengkap 655.125 635.042
II. Jumlah modal 7.992.951 8.259.584
III. Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR)
Risiko kredit setelah memperhitungkan
risiko spesifik 15.500.377 13.913.094
Risiko pasar 3.539.262 3.221.216
Risiko operasional 6.332.514 6.314.860
Jumlah ATMR untuk risiko kredit, pasar
dan operasional 25.372.153 23.449.170
IV. Risiko Kewajiban Penyediaan Modal
Minimum (KPMM) yang tersedia
KPMM dengan memperhitungkan
risiko kredit 51,57% 59,37%
KPMM dengan memperhitungkan
risiko kredit dan pasar 41,98% 48,20%
KPMM dengan memperhitungkan
risiko kredit dan operasional 36,61% 40,83%
KPMM dengan memperhitungkan
risiko kredit dan operasional dan pasar 31,50% 35,23%
V. Risiko Kewajiban Penyediaan Modal
Minimum yang diwajibkan berdasarkan
profil risiko 10% 10%
- 72 -
Page 76
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
29. Waran
Pada tanggal 27 April 2016, Perusahaan menerbitkan Waran Seri III secara cuma-cuma sejumlah
4.357.096.148 waran yang melekat pada saham yang diterbitkan dalam rangka Penawaran Umum
Terbatas II. Setiap pemegang satu (1) saham baru Perusahaan berhak memperoleh empat (4)
waran dimana setiap satu (1) waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu
(1) saham baru Perusahaan dengan harga pelaksanaannya sebesar Rp625 (dalam Rupiah penuh)
dan dapat dikonversi menjadi saham mulai tanggal 28 November 2016 sampai dengan 12 Mei
2021.
Tanggal masa laku Waran Seri III berakhir pada 12 Mei 2021 dan sebanyak 21.031.543 Waran
Seri III tidak dikonversikan menjadi saham.
30. Pendapatan Bunga dan Syariah
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Pendapatan bunga
Rupiah
Kredit yang diberikan 208.056 284.852
Efek-efek 219.030 233.665
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain 47.836 53.018
Efek yang dibeli dengan
janji jual kembali 37.062 14.608
Giro pada bank lain 5.321 4.319
Jumlah 517.305 590.462
Mata uang asing
Kredit yang diberikan 11.733 7.498
Efek-efek 14.244 14.222
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain 22.717 36.577
Giro pada bank lain 1.382 1.432
Jumlah 50.076 59.729
Jumlah pendapatan bunga 567.381 650.191
Pendapatan syariah
Rupiah
Piutang dan pembiayaan syariah 68.794 60.203
Efek-efek 80.543 92.357
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain 903 5.243
Giro pada bank lain 614 776
Jumlah 150.854 158.579
Mata uang asing
Piutang dan pembiayaan syariah 1.417 1.855
Efek-efek 163 161
Giro pada bank lain 486 480
Jumlah 2.066 2.496
Jumlah pendapatan syariah 152.920 161.075
Jumlah 720.301 811.266
- 73 -
Page 77
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31. Beban Bunga dan Syariah
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Beban bunga
Rupiah
Deposito berjangka 111.349 84.495
Tabungan 69.619 61.283
Giro 51.354 24.856
Premi penjaminan Pemerintah
(Catatan 45c) 24.679 24.116
Obligasi subordinasi 8.460 9.001
Simpanan dari bank lain 553 907
Efek yang dijual dengan janji
beli kembali 252 1.082
Jumlah 266.266 205.740
Mata uang asing
Deposito berjangka 2.656 1.974
Giro 2.102 1.642
Simpanan dari bank lain - 10
Jumlah 4.758 3.626
Jumlah beban bunga 271.024 209.366
Beban syariah
Rupiah
Deposito berjangka 32.083 47.988
Tabungan 14.627 25.199
Giro 2.018 7.893
Premi penjaminan Pemerintah
(Catatan 45c) 5.772 5.592
Efek yang dijual dengan janji
beli kembali - 102
Simpanan dari bank lain 18.715 1.766
Jumlah 73.215 88.540
Mata uang asing
Deposito berjangka 245 66
Tabungan 1 3
Giro 22 826
Simpanan dari bank lain 78 -
Jumlah 346 895
Jumlah beban syariah 73.561 89.435
Jumlah 344.585 298.801
32. Beban Umum dan Administrasi
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Umum 118.326 62.540
Perbaikan dan pemeliharaan 114.673 71.837
Komunikasi 38.657 20.803
Promosi 15.098 8.908
Imbalan kerja jangka panjang 12.853 3.900
Sewa gedung 11.206 10.827
Jasa profesional 10.343 2.467
Transportasi 8.066 8.013
Cetakan dan alat tulis 7.575 7.739
Asuransi 6.949 93.473
Listrik dan air 5.357 5.502
Pendidikan dan pengembangan 2.513 3.817
Perjalanan dinas 2.126 1.981
Jumlah 353.742 301.807
- 74 -
Page 78
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
33. Beban Tenaga Kerja
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Gaji 196.503 186.032
Tunjangan hari raya 56.404 15.007
Tunjangan lainnya 240.790 140.606
Jumlah 493.697 341.645
34. Beban (Pemulihan) Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Kredit yang diberikan dan piutang/
pembiayaan syariah (4.469) (35.368)
Efek-efek dan penempatan (4.991) (3.940)
Akseptasi 3 13
Lainnya 781 5.248
Jumlah (8.676) (34.047)
35. Pendapatan Operasional Lainnya – Lain-lain
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Pendapatan Safe Deposit Box 2.050 1.935
Pemulihan cadangan kerugian
penurunan nilai aset non-keuangan 218 -
Keuntungan penjualan aset tetap
(Catatan 13) 166 -
Pendapatan dari klaim asuransi kredit 154 -
Keuntungan penjualan AYDA - bersih - 2.112
Lain-lain 2.761 426
Jumlah 5.349 4.473
36. Beban Operasional Lainnya – Lain-lain
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Beban tanggung jawab sosial 1.240 1.113
Biaya zakat, infaq, dan sedekah 799 781
Kerugian penjualan AYDA - bersih 476 -
Hapus buku aset tetap
(Catatan 13) 66 -
Kerugian penjualan aset tetap
(Catatan 13) - 205
Lain-lain 663 360
Jumlah 3.244 2.459
- 75 -
Page 79
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
37. Pajak Penghasilan
a. Beban Pajak
Beban pajak terdiri dari:
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Pajak kini - Bank 7.489 8.140
Pajak kini - Entitas Anak - 6.323
Pajak tangguhan - Bank 4.498 -
Jumlah 11.987 14.463
b. Pajak Kini
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain dengan laba kena pajak adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian 66.633 71.585
Bagian laba (rugi) bersih Entitas Anak 13.276 28.741
Laba sebelum pajak penghasilan - Bank 53.357 42.844
Perbedaan temporer (23.675) -
Perbedaan tetap 9.732 -
Jumlah (13.943) -
Laba kena pajak - Bank 39.414 42.844
Rincian beban dan utang pajak kini adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Beban pajak kini - Bank 7.489 30.872
Dikurangi pembayaran pajak dimuka
Pajak penghasilan pasal 25 - Bank (3.132) (40.132)
Dikurangi pembayaran pajak dimuka
Pajak penghasilan pasal 25 - Entitas Anak - (31.871)
Utang pajak kini (Catatan 21)/
Uang muka pajak (Catatan 16) 4.357 (41.131)
- 76 -
Page 80
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
c. Pajak Tangguhan
Rincian dari aset dan liabilitas pajak tangguhan Grup adalah sebagai berikut:
Dikreditkan (dibebankan) ke:
Penghasilan
1 Januari 2026 Profit or Loss Komprehensif Lain 31 Maret 2026
Amortisasi diskonto instrumen
keuangan 937 135 - 1.072
Imbalan kerja jangka panjang 13.075 - - 13.075
Laba yang belum direalisasi atas
kenaikan nilai wajar dari efek-efek
yang diukur melalui penghasilan
komprehensif lain (27.589) - 71.696 44.107
Cadangan bonus 1.900 - - 1.900
Penyusutan aset tetap (92.526) 2.312 - (90.214)
Aset hak-guna 3.484 (3.725) - (241)
Cadangan kerugian penurunan
nilai aset 78.292 (3.220) - 75.072
Aset (liabilitas) pajak tangguhan -
Bank - bersih (22.427) (4.498) 71.696 44.771
Aset pajak tangguhan -
Entitas Anak - bersih 41.642 - - 41.642
Jumlah 19.215 (4.498) 71.696 86.413
Dikreditkan (dibebankan) ke:
Penghasilan
1 Januari 2025 Profit or Loss Komprehensif Lain 31 Desember 2025
Amortisasi diskonto instrumen
keuangan 678 259 - 937
Imbalan kerja jangka panjang 7.093 3.075 2.907 13.075
Laba yang belum direalisasi atas
kenaikan nilai wajar dari efek-efek
yang diukur melalui penghasilan
komprehensif lain 49.343 - (76.932) (27.589)
Cadangan bonus 8.268 (6.368) - 1.900
Penyusutan aset tetap (99.385) 6.859 - (92.526)
Aset hak-guna 2.701 783 - 3.484
Cadangan kerugian penurunan
nilai aset 118.982 (40.690) - 78.292
Aset (liabilitas) pajak tangguhan -
Bank - bersih 87.680 (36.082) (74.025) (22.427)
Aset pajak tangguhan -
Entitas Anak - bersih 173.681 (130.344) (1.695) 41.642
Jumlah 261.361 (166.426) (75.720) 19.215
Rekonsiliasi antara beban pajak dan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak dengan
tarif pajak yang berlaku dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian 66.633 71.585
Beban pajak penghasilan dengan tarif
pajak yang berlaku - Bank 10.138 8.140
Beban pajak penghasilan dengan tarif
pajak yang berlaku - Entitas Anak - 6.323
Pengaruh pajak atas perbedaan tetap:
Lain-lain 1.849 -
Jumlah beban pajak 11.987 14.463
- 77 -
Page 81
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pada tanggal 7 Oktober 2021, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia mengesahkan
Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, yang antara lain menetapkan tarif pajak
penghasilan badan sebesar 22% untuk tahun pajak 2022 dan seterusnya.
Bank sebagai wajib pajak perusahaan publik dalam negeri dan memenuhi persyaratan
tertentu sebagaimana diatur berdasarkan Peraturan Pemerintah, memperoleh tarif 3% lebih
rendah dari tarif pajak penghasilan badan yang disebutkan di atas, yakni menjadi 19% pada
tahun pajak 2025 dan 2024.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan Grup tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, telah
dihitung menggunakan tarif pajak yang diperkirakan berlaku pada saat realisasi.
38. Laba (Rugi) per Saham Dasar
31 Maret 2026 31 Maret 2025
Laba bersih 48.141 46.137
Rata-rata tertimbang jumlah saham
untuk perhitungan laba
per saham dasar 19.716.162.403 19.716.162.403
Laba bersih per saham
(dalam Rupiah penuh)
Dasar 2,44 2,34
39. Sifat dan Transaksi Pihak Berelasi
Sifat Pihak Berelasi
Selain karyawan kunci, pihak berelasi dengan Bank adalah perusahaan-perusahaan yang berada
dalam Grup Sinar Mas:
a. Pemegang Saham Pengendali Bank yaitu PT Sinarmas Multiartha Tbk.
b. Perusahaan-perusahaan yang dimiliki secara langsung atau tidak langsung oleh Pemegang
Saham Pengendali Bank.
c. Perusahaan-perusahaan yang dikendalikan oleh anggota keluarga dekat pemegang saham
dan manajemen kunci Bank.
Transaksi Pihak Berelasi
Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan juga melakukan transaksi-transaksi tertentu dengan
pihak-pihak berelasi yang meliputi antara lain:
- 78 -
Page 82
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
a. Transaksi aset dan liabilitas dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Persentase terhadap Persentase terhadap
jumlah aset/liabilitas/dan jumlah aset/liabilitas/dan
Jumlah dana syirkah temporer Jumlah dana syirkah temporer
% %
Aset
Efek-efek 1.164.388 2,06 1.177.307 2,02
Kredit 286.019 0,51 232.032 0,40
Pendapatan yang masih
akan diterima 499 0,00 500 0,00
Biaya dibayar dimuka 255 0,00 1.357 0,00
Aset lain-lain 39.563 0,07 28.566 0,05
Liabilitas
Liabilitas segera 492 0,00 365 0,00
Simpanan 3.730.059 8,72 4.925.382 11,80
Beban yang masih
harus dibayar 1.413 0,00 1.986 0,00
Dana Syirkah Temporer
Simpanan 467.184 10,09 849.464 11,78
b. Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, saldo kredit channeling masing-masing
sebesar Rp232.904 dan Rp244.673 dan saldo kredit joint financing masing-masing sebesar
Rp1.331.903 dan Rp1.365.518 disalurkan melalui pihak berelasi (Catatan 9).
c. Pendapatan bunga dan syariah yang diterima dari pihak berelasi untuk periode tiga bulan
yang berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 masing-masing sebesar Rp17.087 dan Rp1.702, atau
masing-masing 2,37% dan 0,21% dari jumlah pendapatan bunga dan syariah (Catatan 30).
d. Beban bunga dan syariah yang dibayar kepada pihak berelasi untuk periode tiga bulan yang
berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 masing-masing sebesar Rp31.890 dan Rp18.777, atau
masing-masing 9,25% dan 6,28% dari jumlah beban bunga dan syariah (Catatan 31).
e. Beban umum dan administrasi yang dibayar kepada pihak berelasi untuk periode tiga bulan
yang berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 masing-masing sebesar Rp5.464 dan
Rp6.282 atau masing-masing 1,54% dan 2,08% dari jumlah beban umum dan administrasi
(Catatan 32).
f. Grup memberikan kompensasi kepada karyawan kunci. Imbalan yang diberikan kepada
direksi dan anggota manajemen kunci lainnya adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026
Personil manajemen
Dewan Direksi Dewan Komisaris kunci lainnya
% Rp % Rp % Rp
Gaji dan imbalan kerja jangka pendek 100,00% 16.566 100,00% 1.732 99,41% 81.808
Imbalan pesangon 0,00% - 0,00% - 0,59% 487
Jumlah 100,00% 16.566 100,00% 1.732 100,00% 82.295
31 Maret 2025
Personil manajemen
Dewan Direksi Dewan Komisaris kunci lainnya
% Rp % Rp % Rp
Gaji dan imbalan kerja jangka pendek 100,00% 18.102 100,00% 1.889 96,59% 80.039
Imbalan pesangon 0,00% - 0,00% - 3,41% 2.825
Jumlah 100,00% 18.102 100,00% 1.889 100,00% 82.864
- 79 -
Page 83
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
g. Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, saldo transaksi komitmen dan
kontinjensi (berupa letter of credit dan bank garansi) dengan pihak berelasi masing-masing
sebesar Rp48.137 dan Rp50.287 (Catatan 40). Saldo jaminan tunai dari pihak berelasi
sehubungan dengan transaksi letter of credit dan bank garansi pada tanggal 31 Maret 2026
dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar Rp213.731 dan Rp178.816.
h. Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, aset tetap Grup, kecuali tanah
diasuransikan kepada PT Asuransi Sinar Mas dengan nilai pertanggungan seluruhnya masing-
masing sebesar Rp965.280 dan Rp968.628 (Catatan 13).
i. Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, tidak terdapat anggota atau kelompok
pemegang saham utama yang juga sebagai karyawan dan manajemen kunci lainnya.
j. Grup telah menunjuk PT Asuransi Simas Jiwa, pihak berelasi, untuk mengatur program
pensiun.
40. Komitmen dan Kontinjensi
a. Komitmen pembelian dan penjualan tunai mata uang asing Perusahaan:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pembelian tunai mata uang asing
(spot dan forward)
Dolar Amerika Serikat 875.217 329.656
Yen Jepang 37.508 15.038
Dolar Singapura 10.093 -
Yuan China 7.377 15.007
Dolar Hongkong 867 -
Euro - 37.675
Dolar Australia - 3.346
Jumlah 931.062 400.722
Penjualan tunai mata uang asing
(spot dan forward)
Dolar Amerika Serikat 1.222.827 853.543
Yen Jepang 370.445 55.748
Euro 38.994 35.229
Poundsterling Inggris 44.884 -
Jumlah 1.677.150 944.519
Pada tanggal 31 Maret 2026, transaksi spot dan swap di atas akan selesai masing-masing 1
hari sampai 2 hari dan 1 hari sampai 43 hari.
Pada tanggal 31 Desember 2025, transaksi spot dan swap di atas akan selesai masing-
masing dalam 1 hari sampai 2 hari dan 1 hari sampai 38 hari.
b. Grup memiliki tagihan dan liabilitas komitmen dan kontinjensi dalam rangka
ekspor-impor, pemberian garansi dan pemberian kredit kepada debitur dengan rincian
sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Komitmen
Liabilitas Komitmen
Fasilitas kredit kepada debitur
yang belum digunakan 1.250.310 1.189.106
Irrevocable letters of credit 50.796 57.709
Jumlah 1.301.106 1.246.815
- 80 -
Page 84
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Kontinjensi
Tagihan Kontinjensi
Pendapatan bunga dalam
penyelesaian 12.111 15.828
Liabilitas Kontinjensi
Bank garansi 333.451 378.638
Jumlah bersih (321.340) (362.810)
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, saldo transaksi komitmen dan
kontinjensi berupa letter of credit dan bank garansi dengan pihak berelasi masing-masing
sebesar Rp48.137 dan Rp50.287(Catatan 39).
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, jangka waktu untuk letter of credit
masing-masing berkisar antara 1 – 3 bulan dan 1 – 3 bulan, sedangkan untuk bank garansi
masing-masing berkisar antara 1 – 48 bulan dan 1 – 63 bulan.
Saldo Letter of Credit yang dijamin dengan jaminan tunai pada tanggal 31 Maret 2026 dan
31 Desember 2025 masing-masing adalah sebesar Rp4.693 dan Rp6.450.
Saldo bank garansi yang dijamin dengan jaminan tunai pada tanggal 31 Maret 2026 dan
31 Desember 2025 masing-masing adalah sebesar Rp223.524 dan Rp252.589.
41. Aset dan Liabilitas dalam Mata Uang Asing
a. Posisi aset dan liabilitas dalam mata uang asing adalah sebagai berikut:
Ekuivalen Rp
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Aset
Kas USD 38.386 39.326
SGD 7.917 6.839
CNY 1.133 1.215
EUR 14.935 11.833
AUD 7.045 6.352
JPY 743 763
HKD 3.105 542
GBP 1.547 1.186
SAR 7.058 11.073
Giro pada Bank Indonesia USD 244.447 179.225
Giro pada Bank lain USD 972.205 714.923
AUD 48.548 52.388
SGD 507.597 92.865
CNY 33.721 23.798
EUR 85.769 38.343
JPY 362.696 57.386
HKD 1.443 4.694
NZD 2.847 3.186
SAR 4.361 4.281
GBP 44.049 14.257
Penempatan pada bank lain
dan Bank Indonesia USD 2.149.967 2.084.601
Efek-efek USD 840.380 954.941
Kredit yang diberikan dan piutang/
pembiayaan syariah USD 795.176 314.655
Tagihan akseptasi USD 38.094 22.399
EUR - 22.903
Pendapatan yang masih akan diterima USD 20.051 15.790
Aset ijarah USD 70.392 72.321
Aset lain-lain USD 3.348 4.695
SGD 1 -
Jumlah Aset 6.306.961 4.756.780
- 81 -
Page 85
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Ekuivalen Rp
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Liabilitas
Libilitas segera USD 3.193 4.367
SGD 13 388
Simpanan USD 4.298.817 3.768.466
AUD 55.571 60.938
SGD 524.637 96.878
EUR 60.196 39.738
CNY 42.746 38.202
JPY 30.451 16.622
SAR 3.763 4.705
GBP 435 379
NZD 931 702
Liabilitas akseptasi USD 38.143 22.404
EUR - 22.911
Estimasi kerugian komitmen
dan kontijensi USD 210 6.022
Beban yang masih harus dibayar USD 575 534
AUD - 1
Liabilitas lain-lain USD 3.567 1.647
SGD - 14
Jumlah Liabilitas 5.063.248 4.084.918
Dana Syirkah Temporer
Simpanan USD 96.533 81.139
Jumlah Liabilitas dan Dana
Syirkah Temporer 5.159.781 4.166.057
Aset (Liabilitas) Bersih 1.147.180 590.723
b. Posisi Devisa Neto (PDN)
Posisi Devisa Neto sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan diungkapkan pada Catatan
51h.
42. Pengukuran Nilai Wajar
Tabel berikut menyajikan pengukuran nilai wajar aset dan liabilitas:
31 Maret 2026
Pengukuran nilai wajar menggunakan:
Harga kuotasian Input signifikan yang Input signifikan yang tidak
dalam pasar aktif/ dapat diobservasi/ dapat diobservasi/
Nilai tercatat (Level 1) (Level 2) (Level 3)
Aset yang diukur pada nilai wajar :
Aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi
Efek-efek 6.658.480 6.658.480 - -
Tagihan derivatif 2.063 2.063 - -
Aset keuangan yang diukur pada
penghasilan komprehensif lain
Efek-efek 13.072.704 13.072.704 - -
Aset tetap yang dicatat pada nilai revaluasi
Tanah dan bangunan 568.102 - 652.720 -
Aset yang nilai wajarnya disajikan :
Diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain - bersih 4.594.390 4.594.390 - -
Efek-efek - bersih 6.599.740 6.599.740 - -
Efek yang dibeli dengan janji
jual kembali - bersih 1.998.327 - 1.998.327 -
Kredit yang diberikan dan piutang/
pembiayaan syariah - bersih 11.056.498 - 11.056.498 -
Tagihan akseptasi - bersih 140.719 - 140.719 -
Liabilitas yang diukur pada nilai wajar :
Liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi
Liabilitas derivatif 3.439 3.439 - -
Liabilitas yang nilai wajarnya disajikan:
Diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Obligasi subordinasi 500.000 489.494 - -
- 82 -
Page 86
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2025
Pengukuran nilai wajar menggunakan:
Harga kuotasian Input signifikan yang Input signifikan yang tidak
dalam pasar aktif/ dapat diobservasi/ dapat diobservasi/
Nilai tercatat (Level 1) (Level 2) (Level 3)
Aset yang diukur pada nilai wajar :
Aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi
Efek-efek 6.066.228 6.066.228 - -
Tagihan derivatif 5.225 5.225 - -
Aset keuangan yang diukur pada
penghasilan komprehensif lain
Efek-efek 13.388.299 13.388.299 - -
Aset tetap yang dicatat pada nilai revaluasi
Tanah dan bangunan 579.816 - 652.750 -
Aset yang nilai wajarnya disajikan :
Diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain - bersih 8.655.557 8.655.557 - -
Efek-efek - bersih 6.535.561 6.535.561 - -
Efek yang dibeli dengan janji
jual kembali - bersih 1.394.940 - 1.394.940 -
Kredit yang diberikan dan piutang/
pembiayaan syariah - bersih 10.966.734 - 10.966.734 -
Tagihan akseptasi - bersih 161.224 - 161.224 -
Liabilitas yang diukur pada nilai wajar :
Liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi
Liabilitas derivatif 1.550 1.550 - -
Liabilitas yang nilai wajarnya disajikan:
Diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Obligasi subordinasi 500.000 498.496 - -
Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif adalah berdasarkan kuotasi
harga pasar pada tanggal pelaporan. Pasar dianggap aktif apabila kuotasi harga tersedia sewaktu-
waktu dan dapat diperoleh secara rutin dari bursa, pedagang efek, perantara efek, kelompok
industri atau badan penyedia jasa penentuan harga, atau badan pengatur, dan harga tersebut
mencerminkan transaksi pasar yang aktual dan rutin dalam suatu transaksi yang wajar. Kuotasi
harga pasar yang digunakan untuk aset keuangan yang dimiliki oleh Perusahaan adalah harga
penawaran (bid price) terkini. Instrumen keuangan seperti ini termasuk dalam hierarki Level 1.
Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan menggunakan
teknik penilaian. Teknik penilaian ini memaksimalkan penggunaan data pasar yang dapat
diobservasi yang tersedia dan sesedikit mungkin mengandalkan estimasi spesifik yang dibuat oleh
entitas. Jika seluruh input signifikan yang dibutuhkan untuk menentukan nilai wajar dapat
diobservasi, maka instrumen tersebut termasuk dalam hierarki Level 2.
Jika satu atau lebih input signifikan tidak diambil dari data pasar yang dapat diobservasi, maka
instrumen tersebut termasuk dalam hierarki Level 3.
Teknik penilaian spesifik yang digunakan untuk menentukan nilai wajar instrumen keuangan
termasuk:
Kuotasi harga pasar atau kuotasi harga penjual untuk instrumen sejenis;
Nilai wajar swap suku bunga dihitung dari nilai kini estimasi arus kas masa depan
berdasarkan kurva hasil yang dapat diobservasi;
Nilai wajar kontrak mata uang asing berjangka ditentukan berdasarkan kurs tukar
berjangka pada tanggal pelaporan;
Teknik penilaian lainnya, seperti analisa arus kas diskonto, digunakan untuk menentukan
nilai wajar instrumen keuangan lainnya.
Nilai wajar tidak diungkapkan untuk instrumen keuangan Perusahaan yang nilai tercatatnya telah
mendekati estimasi nilai wajarnya serta instrumen keuangan yang nilai wajarnya tidak dapat diukur
dengan andal karena tidak memiliki kuotasi harga di pasar aktif atau tidak memiliki jatuh tempo
yang pasti.
- 83 -
Page 87
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
43. Saldo Laba yang Ditentukan Penggunaannya
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham yang didokumentasikan dalam Akta Berita Acara
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Sinarmas Tbk No. 78 tanggal 19 Juni 2025
dari Aulia Taufani, S.H., notaris di Jakarta, pemegang saham menyetujui untuk menyisihkan saldo
laba sebesar Rp500 untuk cadangan umum.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham yang didokumentasikan dalam Akta Berita Acara
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Nano Syariah No. 57 tanggal 16 Juni 2025
dari Aulia Taufani, SH. di Jakarta, pemegang saham menyetujui untuk menyisihkan saldo laba
sebesar Rp 300 untuk cadangan umum.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, saldo laba konsolidasian yang ditentukan
penggunaannya untuk cadangan umum adalah masing-masing sebesar Rp10.800 dan Rp10.800.
44. Kontinjensi
Grup menghadapi perkara hukum atau gugatan yang timbul dari kegiatan normal usahanya.
Manajemen Perusahaan bersama dengan penasehat hukum berpendapat bahwa liabilitas akhir
atas perkara hukum atau gugatan tersebut, jika ada, tidak memiliki pengaruh yang material
terhadap laporan keuangan. Oleh karena itu, tidak ada provisi yang dibentuk atas liabilitas
kontinjensi tersebut.
45. Informasi Segmen
a. Segmen Usaha
Informasi segmen Grup disajikan berdasarkan jenis kegiatan usahanya, yakni pemasaran dan
kredit, treasury, dan ekspor-impor. Kegiatan usaha tersebut menjadi dasar pelaporan
informasi segmen primer Grup, sebagai berikut:
Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian:
31 Maret 2026
Bank Umum Bank Umum Syariah
Pemasaran Pemasaran
dan Kredit Treasuri Ekspor-impor dan Kredit Treasuri Jumlah
Pendapatan
Pendapatan bunga dan
pendapatan syariah 219.789 347.128 464 70.211 82.709 720.301
Pendapatan operasional lainnya 60.462 80.491 1.801 11.304 1.652 155.710
Jumlah Pendapatan 280.251 427.619 2.265 81.515 84.361 876.011
Beban
Beban bunga dan beban syariah (261.759) (9.265) - (54.768) (18.793) (344.585)
Beban operasional lainnya (13.494) (3.610) (1.839) (3.977) - (22.920)
Jumlah Beban (275.253) (12.875) (1.839) (58.745) (18.793) (367.505)
Pendapatan segmen - bersih 508.506
Pendapatan yang tidak dapat
dialokasikan 512.936
Beban yang tidak dapat dialokasikan (954.809)
Laba sebelum pajak 66.633
Beban pajak (11.987)
Laba bersih 54.646
- 84 -
Page 88
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2025
Bank Umum Bank Umum Syariah
Pemasaran Pemasaran
dan Kredit Treasuri Ekspor-impor dan Kredit Treasuri Jumlah
Pendapatan
Pendapatan bunga dan
pendapatan syariah 292.350 357.468 373 62.058 99.017 811.266
Pendapatan operasional lainnya 65.832 60.826 1.808 31.863 2.481 162.810
Jumlah Pendapatan 358.182 418.294 2.181 93.921 101.498 974.076
Beban
Beban bunga dan beban syariah (198.366) (11.000) - (87.567) (1.868) (298.801)
Beban operasional lainnya (17.069) (1.914) (488) (3.782) - (23.253)
Jumlah Beban (215.435) (12.914) (488) (91.349) (1.868) (322.054)
Pendapatan segmen - bersih 652.022
Pendapatan yang tidak dapat
dialokasikan 127.789
Beban yang tidak dapat dialokasikan (708.226)
Laba sebelum pajak 71.585
Beban pajak (14.463)
Laba bersih 57.122
Laporan posisi keuangan konsolidasian:
31 Maret 2026
Bank Umum Bank Umum Syariah
Pemasaran Pemasaran
dan Kredit Treasuri Ekspor-impor dan Kredit Treasuri Jumlah
Aset
Aset segmen 9.445.243 34.877.411 140.719 2.817.940 6.306.007 53.587.320
Aset yang tidak dapat
dialokasikan 2.834.958
Jumlah Aset 56.422.278
Liabilitas
Liabilitas segmen 39.502.801 530.186 143.667 470.952 1.430.000 42.077.606
Liabilitas yang tidak dapat
dialokasikan 702.432
Dana Syirkah Temporer 4.529.507 100.000 4.629.507
Jumlah Liabilitas dan Dana
Syirkah Temporer 47.409.545
31 Desember 2025
Bank Umum Bank Umum Syariah
Pemasaran Pemasaran
dan Kredit Treasuri Ekspor-impor dan Kredit Treasuri Jumlah
Aset
Aset segmen 8.770.952 37.141.542 161.224 3.002.904 6.511.208 55.587.830
Aset yang tidak dapat
dialokasikan 2.656.657
Jumlah Aset 58.244.487
Liabilitas
Liabilitas segmen 39.724.216 510.115 162.221 502.232 450.000 41.348.784
Liabilitas yang tidak dapat
dialokasikan 404.561
Dana Syirkah Temporer 7.158.547 50.000 7.208.547
Jumlah Liabilitas dan Dana
Syirkah Temporer 48.961.892
- 85 -
Page 89
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
b. Segmen Geografis
Pendapatan bunga dan syariah berdasarkan wilayah geografis adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Maret 2025
DKI Jakarta 588.647 697.568
Pulau Jawa (diluar Jakarta) 59.959 52.333
Pulau Sumatera 42.525 36.408
Pulau Sulawesi dan Maluku 8.091 9.061
Pulau Kalimantan 15.863 9.316
Pulau Bali dan Lombok 5.216 6.580
Jumlah 720.301 811.266
Nilai tercatat aset segmen dan tambahan atas aset tetap berdasarkan wilayah geografis atau
lokasi aset tersebut adalah sebagai berikut:
Nilai Tercatat Aset Segmen Penambahan Aset Tetap
31 Maret 2026 31 Desember 2025 31 Maret 2026 31 Desember 2025
DKI Jakarta 48.175.051 50.678.851 9.161 185.122
Pulau Jawa (diluar Jakarta) 2.507.119 2.372.117 (412) (4.188)
Pulau Sumatera 1.633.302 1.492.804 350 (4.343)
Pulau Sulawesi dan Maluku 353.610 356.077 39 (1.027)
Pulau Kalimantan 738.671 494.462 (782) (779)
Pulau Bali dan Lombok 179.532 193.482 (48) (786)
Pulau Papua 35 37 3 (317)
Jumlah 53.587.320 55.587.830 8.311 173.682
46. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan
Grup menyadari bahwa dinamika lingkungan eksternal dan internal Grup terus berkembang seiring
dengan meningkatnya kompleksitas risiko dari kegiatan usaha serta kebutuhan akan penerapan
tata kelola Grup yang baik (Good Corporate Governance). Sebagai respon atas kondisi tersebut,
Grup telah mengimplementasikan kerangka manajemen risiko yang komprehensif dan memadai
dengan mengacu pada pilar-pilar serta ketentuan yang ditetapkan oleh otoritas. Penerapan
kerangka tersebut disesuaikan dengan tujuan, kebijakan, skala, kompleksitas usaha, serta
kemampuan Grup, guna memastikan pengelolaan risiko yang efektif, terintegrasi, dan
berkelanjutan. Kerangka manajemen risiko tersebut antara lain meliputi:
a. Pengawasan Aktif dari Dewan Komisaris dan Direksi;
b. Kecukupan kebijakan, prosedur, dan penetapan limit;
c. Kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pengawasan, dan pengendalian risiko, serta
sistem informasi manajemen risiko;
d. Sistem pengendalian internal.
Kerangka tersebut digunakan Grup sebagai bagian integral dari menetapkan strategi, struktur
organisasi, kebijakan dan pedoman serta memperkuat infrastruktur manajemen risiko guna
mempertahankan tingkat kesehatan bank dan memastikan bahwa semua risiko yang dihadapi
dapat diidentifikasi, diukur, dikendalikan, dimitigasi dan dilaporkan dengan baik serta aktivitas
usaha yang dilakukan Grup tidak menimbulkan kerugian yang melebihi kemampuan Grup atau
dapat mengganggu kelangsungan usaha Grup.
Penerapan manajemen risiko dilakukan secara konsolidasi baik dari sisi Bank Sinarmas selaku
induk perusahaan maupun Bank Nano Syariah selaku anak usaha, antara lain terkait pengelolaan
risiko atas produk-produk dana pihak ketiga, portofolio kredit dan pembiayaan, pengelolaan
likuiditas, dan aktivitas operasional.
- 86 -
Page 90
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Grup telah menerapkan manajemen risiko dengan pendekatan yang komprehensif dan tepat
melalui penerapan konsep Model 3 (tiga) Lini (three lines model). Konsep ini mengorganisasikan
fungsi-fungsi yang terlibat dalam manajemen risiko menjadi 3 (tiga) kelompok utama, yaitu pemilik
risiko (risk owner), pengawas risiko (risk overseer), dan penyedia pemastian independen
(independent assurance). Di samping itu, Grup juga melibatkan pihak eksternal sebagai lini
tambahan penyedia pemastian independen.
1. Lini pertama adalah pemilik risiko yang bertanggung jawab mengelola risiko, dan menerapkan
pengendalian internal dalam pekerjaan sehari-hari, serta melakukan tindakan korektif dalam
mengatasi kelemahan pada proses dan pengendalian.
2. Lini kedua adalah fungsi atau unit organisasi yang membantu membangun dan memantau
pengendalian lini pertama serta memastikan lini pertama melakukan tanggung jawabnya
dengan memadai. Fungsi ini dilakukan oleh satuan kerja manajemen risiko (risk management
group), satuan kerja kepatuhan (compliance group), dan penjaminan mutu (quality
assurance).
3. Lini ketiga adalah audit internal yang memastikan secara independen pelaksanaan dari lini
pertama dan lini kedua terhadap tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian internal.
Untuk lini tambahan dilakukan oleh auditor eksternal dan regulator yang memberikan tambahan
informasi penerapan manajemen risiko Grup kepada para pemangku kepentingan.
Wewenang dan tanggung jawab Satuan Kerja Manajemen Risiko diungkapkan pada Catatan 51i.
Pada Triwulan I Tahun 2026, Perusahaan secara berkesinambungan akan dan/atau telah
melakukan beberapa upaya dalam penyempurnaan proses kredit dan monitoring kredit untuk
meminimalkan risiko kredit. Di antaranya upaya yang telah dilakukan Perusahaan antara lain:
Melakukan pengkinian Kebijakan, Pedoman, Standard Operating Procedure (SOP), Petunjuk
Pelaksanaan (Juklak), Surat Keputusan (SK) untuk menyempurnakan proses kredit secara
end to end disesuaikan dengan perubahan faktor atau stratejik bisnis, eksposur risiko, profil
risiko dan ketentuan regulator yang berlaku;
Mengoptimalkan peningkatan kredit sesuai Rencana Bisnis Perusahaan dengan penyaluran
kredit yang dilakukan secara prudent dan menerapkan prinsip kehati-hatian kepada debitur
dengan mempertimbangkan sektor yang masih potensial dan yang masih memiliki prospek
usaha, agunan aset tetap dan/atau skema penjaminan kredit melalui lembaga penjaminan
untuk meminimalkan risiko kredit;
Melakukan peningkatan frekuensi dan kualitas pemantauan kredit, monitoring pembayaran
angsuran/kewajiban debitur/nasabah serta melakukan follow up dan memenuhi komitmen
atas temuan/rekomendasi OJK, meningkatkan efektivitas dan efisiensi penagihan kredit
bermasalah, serta memantau kondisi usaha debitur melalui indikator Early Warning;
Melakukan trade checking untuk melihat hubungan kerjasama dan performance debitur,
memantau realisasi pemenuhan dokumen covenant kredit sesuai yang disyaratkan pada
Offering Letter dan menindaklanjuti apabila terjadi penyimpangan;
Melakukan upaya restrukturisasi kepada debitur-debitur yang mengalami penurunan usaha
dengan tetap memperhatikan ketentuan baik dari karakter debitur, usaha yang masih berjalan
sebagai sumber pembayaran, prospek usaha, masih memiliki kemampuan membayar;
Mengupayakan penyaluran kredit ke sektor usaha yang belum melampaui limit Risk Appetite
dan Risk Tolerance Bank serta sektor yang termasuk dalam kategori pembiayaan
berkelanjutan (sustainable financing) dengan tetap memperhatikan kondisi ekonomi
Perusahaan;
Memantau progress penyelesaian nasabah Non Performing Loan (NPL) dengan memantau
ketepatan pembayaran setelah restrukturisasi dilakukan, penagihan yang intensif (lisan atau
tertulis), dilakukan lelang/agunan yang diambil alih (AYDA), hapus buku, dan
mengoptimalisasi pemulihan kredit bermasalah;
- 87 -
Page 91
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Optimalisasi penanganan penyelesaian kredit bermasalah dan eksekusi Hak Tanggungan
melalui kerjasama dengan pengacara dan balai lelang swasta serta melakukan optimalisasi
terhadap proses penagihan, restrukturisasi, pengawasan progress penagihan baik pada akun
hapus buku, NPL, dan AYDA, serta melakukan kerjasama jasa penagihan melalui pihak
ketiga;
Secara bertahap dan berkesinambungan, Perusahaan berupaya mengurangi eksposur
debitur inti, melakukan diversifikasi portofolio secara menyeluruh dengan peningkatan
eksposur pada segmen kredit selain Corporate yaitu Commercial, Micro, SME,
Chanelling/Joint Financing, Consumer;
Secara bertahap Perusahaan berupaya meningkatkan pembentukan Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (CKPN) atas kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) guna memitigasi
potensi risiko kerugian yang diakibatkan kredit bermasalah akibat penurunan kemampuan
bayar atau gagal bayar debitur;
Melakukan monitoring terhadap Penyediaan Dana kepada pihak terkait dan selain pihak
terkait sebagaimana yang diatur dalam ketentuan OJK tentang Batas Maksimum Pemberian
Kredit (BMPK) Perusahaan Umum yang dilakukan secara periodik;
Melakukan perhitungan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial sesuai yang diatur pada
Peraturan Nomor 24/3/PBI/2022 Tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM)
Bagi Perusahaan Umum Konvensional, Perusahaan Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah;
Perusahaan melakukan kaji ulang atas penetapan limit Risk Appetite dan Risk Tolerance,
dasar perubahan disesuaikan dengan data historical Perusahaan, perubahan strategi dari unit
bisinis yang dituangkan dalam Rencana Bisnis Bank, informasi dari peers Perusahaan dan
statistik perbankan sebagai referensi, serta upaya mengendalikan terkonsentrasinya
penyediaan dana namun tetap memperhatikan dampak risikonya terhadap kecukupan
permodalan;
Melakukan pemantauan Risk Appetite & Risk Tolerance untuk rasio NPL gross & net
Perusahaan, NPL per Segmentasi, Sektor Ekonomi Kredit & Surat Berharga Korporasi,
Debitur Inti, CKPN untuk NPL Perusahaan, CKPN untuk NPL Individual, CKPN untuk NPL
Kolektif, Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM), BMPK pihak terkait dan selain
pihak terkait dan ATMR;
Perusahaan telah melakukan uji coba Contingency Funding Plan dan Pinjaman Likuiditas
Jangka Pendek (PLJP) pada Bank Indonesia (BI) dengan tujuan untuk meningkatkan
awareness dan memastikan setiap pihak yang ikut dalam menjaga kondisi likuiditas
Perusahaan dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam hal Perusahaan
menghadapi kondisi krisis likuiditas untuk dapat kembali menjadi normal;
Melakukan uji ketahanan (stress test) yang bertujuan untuk mengukur ketahanan Perusahaan
dalam menghadapi kondisi ekstrem yang dapat berdampak peningkatan Non-Performing
Loan (NPL), Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN), serta tekanan terhadap Modal dan
Capital Adequacy Ratio (CAR).
Dari sisi operasional, Perusahaan melakukan beberapa upaya untuk meminimalkan risiko
operasional yang berasal dari sumber-sumber risiko antara lain:
Proses Internal: Melakukan kaji ulang berkala terhadap kebijakan, prosedur, melakukan
proses risk assurance terhadap aktivitas operasional Perusahaan, memberikan rekomendasi
perbaikan serta monitoring terhadap implementasinya, serta melakukan tindak lanjut atas
hasil audit internal/eksternal;
Sistem dan Teknologi: Penerapan proses manajemen risiko dalam penggunaan Teknologi
Informasi telah dilaksanakan secara memadai dalam hal pengelolaan pengamanan informasi,
pengamanan terhadap data Perusahaan, dan uji coba terhadap pengembangan sistem
aplikasi;
Manusia: Perusahaan memastikan kecukupan kuantitas SDM yang diperlukan dan secara
berkala berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan, sosialisasi,
refreshment risk/fraud awareness serta Deklarasi Anti Fraud dan Pakta Integritas yang
dilakukan secara online;
- 88 -
Page 92
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Faktor eksternal: Perusahaan melakukan pengkinian pedoman bagi pengelolaan
kelangsungan usaha yang komprehensif dengan tujuan untuk mengantisipasi risiko
operasional yang mungkin terjadi dari situasi darurat/kritikal karena bencana alam seperti
banjir, gempa bumi dan faktor lainnya seperti kebakaran, gangguan sistem melalui Business
Continuity Management (BCM) dan Disaster Recovery Center (DRC).
Selama Triwulan I Tahun 2026, seluruh aktivitas operasional Perusahaan terkendali dan berjalan
dengan baik. Perusahaan semakin memperkuat permodalan tercermin dengan jumlah modal
KPMM secara individu sebesar Rp7,99 triliun dan KPMM sebesar 31,50% serta jumlah modal
KPMM secara konsolidasi dengan perusahaan anak sebesar Rp8,74 triliun dan KPMM sebesar
30,56%.
Perusahaan melakukan pengelolaan terhadap 8 (delapan) jenis risiko, yang antara lain sebagai
berikut:
Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko yang terjadi akibat kegagalan pihak lawan (counterparty) memenuhi
liabilitasnya, yang timbul dari aktivitas fungsional Perusahaan seperti perkreditan (penyediaan
dana), treasury, investasi dan pembiayaan perdagangan (trade finance).
Dalam mengelola risiko kredit, Perusahaan menetapkan limit agar eksposur kredit sesuai dengan
appetite yang telah ditentukan. Ketentuan limit dibedakan antar setiap segmentasi yaitu Corporate,
Channeling/Joint Financing, Lembaga Keuangan, Mikro, Usaha Kecil dan Menengah (SME),
Komersial dan Konsumsi.
Risk Management Group (Satuan Kerja Manajemen Risiko) berupaya secara bertahap
menyempurnakan metodologi identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pelaporan informasi risiko
yang efektif, dan mengkaji secara berkala kerangka manajemen risiko yang ada untuk
meminimalisasi berbagai risiko usaha yang dihadapi.
Perbaikan dan penyempurnaan dalam proses kredit Perusahaan diungkapkan pada Catatan 51i.
Risiko kredit dikelola melalui penetapan kebijakan-kebijakan dan proses-proses yang meliputi
kriteria pemberian kredit dan persetujuan kredit, penetapan pricing, pemantauan, pengelolaan
kredit bermasalah dan manajemen portofolio.
Perusahaan telah memiliki kebijakan dan pedoman tertulis terkait dengan kegiatan perkreditan
yang antara lain, mengatur prosedur analisa kredit, persetujuan kredit, pencatatan dan
pengawasan kredit, dan restrukturisasi kredit. Kebijakan dan prosedur tersebut dievaluasi/dikaji
secara berkala untuk disesuaikan perubahan kondisi serta arah kebijakan Perusahaan agar
potensi risiko dapat dimitigasi.
Proses pemantauan kualitas kredit sampai dengan penanganan kredit bermasalah terus
ditingkatkan dengan berbagai strategi yang dimonitor secara periodik untuk memastikan agar
kualitas portofolio kredit tetap terjaga. Pengelolaan kredit yang efektif dengan melakukan analisa
kredit secara prudent, monitoring performa debitur, melakukan deteksi early warning secara dini
dapat meminimalkan kerugian akibat gagal bayar, sehingga Perusahaan dapat mengoptimalkan
alokasi modal untuk pengembangan produk dan ekspansi bisnis perusahaan serta menanggung
risiko kredit. Selain itu, Perusahaan mengelola sumber daya manusia secara kuantitas dan
kualitas, serta mempersiapkan kebijakan dan prosedur kerja.
Proses underwriting kredit telah dikaji ulang dengan melakukan revisi maupun menerbitkan
beberapa kebijakan perkreditan, petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) di
setiap segmen kredit termasuk kewenangan dalam memutus kredit, monitoring kredit, dan lainnya
menyesuaikan dengan kompleksitas bisnis Perusahaan.
- 89 -
Page 93
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Perusahaan terus melakukan upaya perbaikan maupun pembaruan sistem yang digunakan untuk
proses loan origination, termasuk di antaranya adanya inisatif revamp loan origination system dan
pengembangan leads management system untuk segmen SME.
Selain itu, untuk mendukung pertumbuhan kredit yang sehat, Perusahaan juga mengadakan
training dan solialisasi dengan topik-topik berkaitan dengan produk dan alur proses bisnis
perkreditan serta manajemen risiko kredit guna meningkatkan kompetensi karyawan.
Dalam penerapan transformasi digital yang berdampak pada proses credit underwriting,
Perusahaan telah memiliki risk strategy untuk setiap produk digital loan yang dituangkan ke dalam
Credit Risk Engine dan telah dilakukan implementasi One Limit System untuk mengukur
repayment capacity setiap applicant serta dilakukan analisa performance monitoring.
Perusahaan melakukan enhancement pada Credit Risk Engine untuk penambahan fitur General
Service yang dapat mengakomodir kebutuhan unit bisnis dalam proses leads management
maupun loan origination yang menggunakan layanan pihak ketiga.
Perusahaan juga telah melakukan tinjauan atas scoring model yang telah digunakan, melakukan
pengembangan scoring model baru dan dilakukan validasi model dengan mengacu kepada
Petunjuk Pelaksanaan Risk Model Validation, serta monitoring model secara berkala baik dari sisi
efektivitas maupun akurasi model.
Perusahaan telah menyusun strategi dan action plan untuk aktivitas perkreditan, yang akan lebih
fokus pada debitur saat ini (existing) terutama yang terdampak dan akselerasi proses
restrukturisasi bagi debitur yang terdampak, dan memberikan penyaluran kredit kepada debitur-
debitur yang memiliki jaminan/agunan yang memadai dan sektor-sektor yang masih memiliki
prospek usaha.
Dalam hal penanganan pembiayaan bermasalah, Perusahaan telah melakukan sejumlah action
diantaranya melakukan restrukturisasi kredit, eksekusi hak tanggungan, pengambilalihan agunan
dan pemasaran jaminan melalui media digital dan non digital.
Pengukuran Cadangan Kerugian Kredit Ekpektasian
Perusahaan telah mengimplementasikan perhitungan CKPN berdasarkan PSAK 109 Instrumen
Keuangan dalam hal pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai kredit sesuai dengan
penetapan Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI).
PSAK No. 109 mensyaratkan pengakuan segera atas dampak perubahan kerugian kredit
ekspektasian setelah pengakuan awal aset keuangan. PSAK No. 109 mensyaratkan entitas untuk
mengelompokkan aset keuangan ke dalam tiga tahapan (tahap 1, tahap 2 dan tahap 3) dengan
menentukan apakah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan. Perusahaan mengukur
cadangan kerugian sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan untuk aset keuangan yang
memiliki risiko kredit rendah pada tanggal pelaporan (tahap 1) dan kerugian kredit sepanjang umur
untuk aset keuangan yang mengalami peningkatan risiko kredit yang signifikan (tahap 2 dan tahap
3). Pada setiap tanggal pelaporan, entitas menilai apakah risiko kredit atas instrumen keuangan
telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Dalam melakukan penilaian tersebut,
entitas membandingkan risiko gagal bayar pada saat pengakuan awal serta mempertimbangkan
informasi yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan, yang
merupakan indikasi peningkatan risiko kredit secara signifikan (SICR) sejak pengakuan awal.
Cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) dengan menggunakan metode Expected Credit Loss
sesuai dengan ketentuan PSAK No. 109 menghitung penurunan nilai pada Portofolio (1) Kredit; (2)
Treasury; (3) Trade Finance baik untuk on balance sheet maupun off balance sheet setiap bulan.
- 90 -
Page 94
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Perusahaan mengembangkan permodelan parameter risiko seperti Probability of Default (PD),
Loss Given Default (LGD), Credit Conversion Factor (CCF), Exposure at Default (EAD) dan Scalar
Forward-Looking Macroeconomic Variables yang digunakan sebagai komponen perhitungan
kerugian kredit ekspektasian. Perusahaan melakukan kaji ulang atas nilai parameter Probability of
Default (PD), Loss Given Default (LGD), Credit Conversion Factor (CCF) dan Scalar Forward-
Looking Macroeconomic Variables paling sedikit 1 (satu) kali dalam setahun.
Perusahaan telah membangun infrastruktur dan sistem TI yang dapat melakukan proses klasifikasi
dan pengukuran, perhitungan penurunan nilai (kolektif dan individu), serta Pengungkapan
Laporan. Cakupan penurunan nilai telah memperhitungkan kerugian di masa mendatang
(expected credit loss model).
Berikut adalah eksposur maksimum instrumen keuangan dalam laporan posisi keuangan dan
rekening administratif yang terkait risiko kredit pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember
2025:
31 Maret 2026
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Syariah Jumlah
Laporan Posisi Keuangan
Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Efek-efek - bersih
Reksadana 2.446.904 - - - 2.446.904
Aset lain-lain
Tagihan derivatif 2.063 - - - 2.063
Diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain
Efek-efek - bersih
Obligasi korporasi 3.522.137 - 468.330 - 3.990.467
Diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Giro pada bank Indonesia 5.099.493 - - 767.643 5.867.136
Giro pada bank lain - bersih 1.949.128 - - 134.474 2.083.602
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain - bersih 4.403.645 - - 190.745 4.594.390
Efek-efek - bersih
Obligasi korporasi 97.289 - - 419.041 516.330
Tagihan dan wesel ekspor 36.783 - - - 36.783
Kredit yang diberikan dan piutang/
pembiayaan syariah - bersih 9.053.717 193.268 41.575 1.767.938 11.056.498
Tagihan akseptasi - bersih 140.719 - - - 140.719
Pendapatan yang masih akan diterima 192.484 - - 156.936 349.420
Aset lain-lain 132.826 - - 1.444 134.270
Jumlah 27.077.188 193.268 509.905 3.438.221 31.218.582
Komitmen dan Kontinjensi
Fasilitas kredit kepada debitur
yang belum digunakan 1.250.310 - - - 1.250.310
Bank garansi 332.951 - - 500 333.451
Irrevocable letters of credit 50.796 - - - 50.796
Jumlah 1.634.057 - - 500 1.634.557
- 91 -
Page 95
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2025
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Syariah Jumlah
Laporan Posisi Keuangan
Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Efek-efek - bersih
Reksadana 2.482.313 - - - 2.482.313
Aset lain-lain
Tagihan derivatif 5.225 - - - 5.225
Diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain
Efek-efek - bersih
Obligasi korporasi 3.583.421 - 468.330 - 4.051.751
Diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Giro pada bank Indonesia 5.438.754 - - 775.262 6.214.016
Giro pada bank lain - bersih 900.244 - - 121.212 1.021.456
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain - bersih 8.365.607 - - 289.950 8.655.557
Efek-efek - bersih
Obligasi korporasi 95.616 - - 318.071 413.687
Tagihan dan wesel ekspor 18.615 - - - 18.615
Kredit yang diberikan dan piutang/
pembiayaan syariah - bersih 8.391.679 198.741 35.903 2.340.411 10.966.734
Tagihan akseptasi - bersih 161.224 - - - 161.224
Pendapatan yang masih akan diterima 266.963 - - 139.457 406.420
Aset lain-lain 133.358 - - 454 133.812
Jumlah 29.843.019 198.741 504.233 3.984.817 34.530.810
Komitmen dan Kontinjensi
Fasilitas kredit kepada debitur
yang belum digunakan 1.189.106 - - - 1.189.106
Bank garansi 374.338 - - 4.300 378.638
Irrevocable letters of credit 57.709 - - - 57.709
Jumlah 1.621.153 - - 4.300 1.625.453
Eksposur maksimum risiko kredit tercermin dari persentase setiap kategori kredit yang diberikan
terhadap jumlah kredit. Portofolio kredit yang diberikan terdiversifikasi ke dalam 23 jenis sektor
ekonomi, dimana untuk posisi 31 Maret 2026, kelompok sektor ekonomi yang memperoleh
penyaluran kredit terbesar dari Perusahaan adalah sektor ekonomi Rumah Tangga, Perdagangan
Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor, dan sektor Aktivitas
Keuangan dan Asuransi.
Sebagai bagian dari manajemen portofolio, Perusahaan juga melakukan pemantauan
perkembangan risiko portofolio kredit melalui Laporan Profil Risiko yang menggambarkan potensi
risiko bawaan dan efektivitas kualitas penerapan manajemen risiko. Perusahaan juga melakukan
monitoring perkembangan dan kualitas portofolio berdasarkan konsentrasi per kategori portofolio,
konsentrasi kredit kepada debitur inti, sektor ekonomi, kredit berdasarkan wilayah/cabang,
segmentasi, jenis produk, tujuan penggunaan, dan jenis valuta.
Dengan demikian, Perusahaan dapat mengambil langkah-langkah antisipasi dan mitigasi risiko
dan juga melalui penyempurnaan proses penerapan manajemen risiko kredit, baik melalui
penyempurnaan kebijakan perkreditan maupun pengembangan sistem informasi kredit yang
memadai sehingga pengelolaan risiko menjadi efektif.
Dalam hal adanya revisi standar pemenuhan modal minimum untuk risiko kredit sebagaimana
diatur dalam standar Basel III: Finalizing Post Crisis Reforms (Basel III Reforms) yang diterbitkan
oleh Basel Committee on Banking Supervision (BCBS), Perusahaan telah mengimplementasikan
Laporan Perhitungan ATMR Risiko Kredit dengan Pendekatan Standar sejak 1 Januari 2023.
Berikut adalah eksposur risiko kredit atas aset Perusahaan (termasuk kredit yang diberikan
berdasarkan prinsip syariah) pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025:
- 92 -
Page 96
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2026
Belum jatuh tempo
dan tidak mengalami Mengalami
penurunan nilai penurunan nilai Jumlah
Giro pada Bank Indonesia 5.867.136 - 5.867.136
Giro pada bank lain - bersih 2.083.602 - 2.083.602
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain - bersih 4.594.390 - 4.594.390
Efek-efek - bersih
Diukur pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi 2.446.904 - 2.446.904
Diukur pada biaya perolehan
diamortisasi 553.112 - 553.112
Diukur pada nilai wajar
penghasilan komprehensif lainnya 3.522.137 468.330 3.990.467
Kredit yang diberikan dan piutang/
pembiayaan syariah - bersih 11.013.078 43.420 11.056.498
Tagihan akseptasi - bersih 140.719 - 140.719
Pendapatan yang masih akan diterima 349.420 - 349.420
Aset lain-lain 134.270 - 134.270
Jumlah 30.704.768 511.750 31.216.518
31 Desember 2025
Belum jatuh tempo
dan tidak mengalami Mengalami
penurunan nilai penurunan nilai Jumlah
Giro pada Bank Indonesia 6.214.016 6.214.016
Giro pada bank lain - bersih 1.021.456 - 1.021.456
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain - bersih 8.655.557 - 8.655.557
Efek-efek - bersih
Diukur pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi 2.482.313 - 2.482.313
Diukur pada biaya perolehan
diamortisasi 432.302 - 432.302
Diukur pada nilai wajar
penghasilan komprehensif lainnya 3.583.421 468.330 4.051.751
Kredit yang diberikan dan piutang/
pembiayaan syariah - bersih 10.929.820 36.914 10.966.734
Tagihan akseptasi - bersih 161.224 - 161.224
Pendapatan yang masih akan diterima 406.420 - 406.420
Aset lain-lain 133.812 - 133.812
Jumlah 34.020.341 505.244 34.525.585
Risiko Pasar
Dalam melaksanakan aktivitasnya, Perusahaan terekspos pada risiko pasar yang terdiri atas risiko
suku bunga, risiko nilai tukar dan risiko harga. Risiko pasar antara lain terdapat pada aktivitas
fungsional Perusahaan seperti kegiatan treasury dan investasi dalam surat berharga dan pasar
uang, kegiatan pendanaan dan penerbitan surat utang, serta kegiatan pembiayaan perdagangan.
Perusahaan senantiasa melakukan pengelolaan terhadap risiko pasar tersebut secara rutin
dan/atau berkala.
Pemantauan dan pengukuran terhadap risiko pasar dilakukan secara harian, mingguan, bulanan
dan triwulan antara lain pemantauan posisi surat berharga yang dimiliki Perusahaan, Posisi
Devisa Neto (PDN), Value at Risk (VaR) nilai tukar, Present Value of One Basis Poin Changes
(PV01), Interest Rate Risk in Banking Book (IRRBB), Unrealized Profit/Loss, Holding Period surat
berharga, Off Market Rate (OMR) dan ATMR risiko pasar serta pemantauan terhadap limit-limit
yang telah ditetapkan Perusahaan dan regulator.
- 93 -
Page 97
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Selain penyampaian laporan secara berkala, Perusahaan juga melakukan kajian risiko (risk
assessment) kepada unit kerja terkait yang memerlukan evaluasi atas kajian limit dan/atau
pengembangan produk serta aktivitas baru yang berpotensi menimbulkan eksposur risiko pasar.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko guna menjaga stabilitas dan
kinerja Perusahaan secara keseluruhan.
a. Risiko Suku Bunga
Risiko Suku Bunga dalam Buku Bank atau Interest Rate Risk in The Banking Book (IRRBB)
merupakan risiko akibat pergerakan suku bunga di pasar yang berlawanan dengan posisi
Banking Book, yang berpotensi memberikan dampak terhadap permodalan dan rentabilitas
(earnings) Perusahaan baik untuk saat ini maupun pada masa mendatang.
Penerapan manajemen risiko suku bunga pada Interest Rate Risk in The Banking Book
(IRRBB) diterapkan untuk mengidentifikasi, mengukur, dan memantau serta mengendalikan
pergerakan suku bunga yang dapat menyebabkan perubahan pada nilai kini dan penetapan
waktu arus kas pada masa mendatang yang mempengaruhi nilai ekonomis dari aset, liabilitas,
dan transaksi rekening administratif serta menyebabkan perubahan pada pendapatan bunga
bersih. Risiko suku bunga dalam Interest Rate Risk in The Banking Book (IRRBB) diukur
berdasarkan dampak perubahan suku bunga terhadap perubahan nilai ekonomis dari ekuitas
(Economic Value of Equity/EVE) dan perubahan pada pendapatan bunga bersih (Net Interest
Income/NII).
Pengukuran dan Pemantauan risiko suku bunga pada buku Bank atau Interest Rate Risk in
The Banking Book (IRRBB) dilakukan secara individu yaitu Bank Sinarmas selaku
perusahaan induk, dan secara konsolidasi yaitu antara perusahaan induk dan entitas anak,
yaitu Bank Nano Syariah. Rasio IRRBB berdasarkan pendekatan EVE dan NII posisi Triwulan
I 2026 masing-masing sebesar 6,8% (Individu) dan 8,5% (Konsolidasi), dan NII sebesar
29,2% (individu) dan 27,5% (Konsolidasi).
Perusahaan dalam hal pengelolaan risiko suku bunga dilengkapi dengan analisa sensitifitas
secara periodik untuk mengukur dampak dari perubahan suku bunga yang signifikan. Selain
itu, Perusahaan telah menetapkan Risk Appetite dan Risk Tolerance untuk Risiko Suku
Bunga yaitu risiko suku bunga terhadap perubahan nilai ekonomis dari nilai ekuitas (EVE) dan
perubahan pada pendapatan bunga neto (NII). Dalam mengukur dan melakukan pemantauan,
Perusahaan telah memiliki sistem perhitungan IRRBB guna menyampaikan informasi risiko
yang akurat, efektif, sesuai ketentuan yang diatur oleh regulator, dan tepat waktu serta
meminimalkan potensi terjadinya risiko operasional. Selain itu Perusahaan telah menerapkan
perhitungan term deposit early redemption rate dan early prepayment loan serta metodologi
pengukuran core fund menggunakan sistem IRRBB tersebut.
Pengelolaan risiko suku bunga dilakukan terhadap posisi instrumen keuangan baik dalam
trading book maupun banking book. Risiko suku bunga dalam trading book dihitung dengan
pendekatan standar (standardized approach) sesuai dengan SEOJK Nomor
23/SEOJK.03/2022 tentang Perhitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) untuk risiko
pasar bagi Bank Umum yang mulai diberlakukan pada 1 Januari 2024, yaitu meliputi
perhitungan beban modal dengan metode sensitivities based, perhitungan beban modal untuk
risiko gagal bayar/default risk capital (DRC), dan tambahan risiko residual/Residual Risk Add-
On (RRAO).
Tabel berikut merupakan rata-rata suku bunga efektif per tahun untuk aset dan liabilitas yang
signifikan (tidak termasuk akun Syariah):
- 94 -
Page 98
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rupiah Mata Uang Asing Rupiah Mata Uang Asing
% % % %
Aset
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain 2,14 1,97 2,93 3,10
Kredit yang diberikan 9,85 5,91 10,45 9,65
Liabilitas
Simpanan 2,52 0,39 2,38 0,25
Simpanan dari bank lain 1,23 0,00 3,73 0,26
Tabel berikut ini menyajikan portofolio Perusahaan (tidak termasuk portofolio yang
diperdagangkan) pada nilai tercatatnya, yang dikelompokkan menurut mana yang lebih awal
antara tanggal re-pricing atau tanggal jatuh tempo kontraktual:
31 Maret 2026
Sampai dengan >1 bulan s.d. >3 bulan s.d. >1 tahun s.d.
1 bulan 3 bulan 1 tahun 2 tahun >2 tahun Jumlah
Aset
Bunga mengambang
Giro pada bank lain 1.949.649 - - - - 1.949.649
Kredit yang diberikan 68.982 2.433.655 1.256.907 1.873.036 1.123.686 6.756.266
Liabilitas
Bunga mengambang
Simpanan 28.237.174 - - - - 28.237.174
Simpanan dari bank lain 40.005 - - - - 40.005
31 Desember 2025
Sampai dengan >1 bulan s.d. >3 bulan s.d. >1 tahun s.d.
1 bulan 3 bulan 1 tahun 2 tahun >2 tahun Jumlah
Aset
Bunga mengambang
Giro pada bank lain 900.510 - - - - 900.510
Kredit yang diberikan 283.811 932.064 1.051.158 1.265.226 2.473.114 6.005.373
Liabilitas
Bunga mengambang
Simpanan 28.350.464 - - - - 28.350.464
Simpanan dari bank lain 59.542 - - - - 59.542
b. Risiko Nilai Tukar
Risiko nilai tukar adalah risiko kerugian pada neraca dan rekening administratif yang
disebabkan oleh perubahan nilai tukar, termasuk perubahan nilai emas.
Kebijakan pengelolaan risiko nilai tukar berpedoman pada batas Posisi Devisa Neto (PDN)
sesuai ketentuan regulator yaitu Perusahaan wajib mengelola dan memelihara PDN paling
tinggi 20% dari Modal. Selain itu Perusahaan juga menyusun Risk Appetite dan Risk
Tolerance untuk risiko pasar yang selaras dengan tujuan strategis Perusahaan, yang menjadi
dasar dalam menentukan tingkat risiko yang dapat diterima Perusahaan dalam rangka
mencapai sasaran bisnis. Dalam pelaksanaannya, pengelolaan risiko nilai tukar dilakukan
secara harian melalui pengukuran potensi kerugian yang dapat timbul sebagai dampak dari
perubahan nilai tukar terhadap posisi perusahaan. Metode yang digunakan adalah historical
Value at Risk (VAR) dengan menggunakan 250 hari data historis pada tingkat kepercayaan
99%. Di samping itu, Perusahaan juga melakukan pemantauan secara berkala terhadap Off
Market Rate (OMR) untuk transaksi foreign exchange, dengan tujuan untuk memastikan
bahwa rentang harga transaksi tetap berada dalam kisaran kuotasi yang wajar sesuai kondisi
pasar.
- 95 -
Page 99
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
c. Risiko Harga
Risiko harga merupakan risiko yang timbul sebagai akibat ketidakpastian dalam perubahan
harga suatu aset, misalnya pendapatan yang kurang menguntungkan dan sekuritas yang
memiliki pendapatan tetap akibat perubahan tingkat suku bunga.
Dalam pengelolaan risiko harga, Perusahaan melakukan pemantauan terhadap eksposur
risiko pasar yang melekat pada portofolio yang dikelola oleh fungsi treasury. Pemantauan
tersebut mencakup Surat Berharga yang dimiliki Perusahaan, khususnya yang terekspos
risiko pasar, yaitu Surat Berharga yang dimiliki dalam kategori Fair Value to Other
Comprehensive Income (FVOCI) dan Fair Value Through Profit or Loss (FVTPL). Selain itu,
Perusahaan juga memantau indikator risiko dan kinerja lainnya, antara lain Off Market Rate
(OMR), PV01, Profit & Loss atas surat berharga. Seluruh aktivitas pemantauan dilakukan
dengan mengacu pada limit-limit risiko yang telah ditetapkan sebagai bagian dari kerangka
pengendalian risiko Perusahaan.
Dalam penerapan manajemen risiko pasar yang terpapar risiko counterparty, Perusahaan
telah melakukan proses identifikasi, pengukuran dan pemantauan secara berkala, paling
sedikit satu kali dalam satu bulan sesuai dengan SEOJK Nomor 23/SEOJK.03/2022 tentang
Perhitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) untuk Risiko Pasar bagi Bank Umum
terkait BMPK Derivatif Non Kredit yang diperhitungkan pada Aktiva Tertimbang Menurut
Risiko (ATMR) untuk Risiko Kredit dan Credit Value Adjustment (CVA) yang merupakan
bagian dari laporan Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) untuk risiko pasar sesuai
ketentuan.
Untuk mengidentifikasi dampak perubahan faktor pasar maupun faktor internal pada kondisi
ekstrim terhadap permodalan, Perusahaan secara berkala melakukan pengukuran stress
testing atas Risiko Pasar. Asumsi dan/atau skenario serta hasil stress testing yang digunakan,
beserta hasil stress testing, disampaikan kepada dan memperoleh rekomendasi dari Komite
Manajemen Risiko dan/atau persetujuan Direksi melalui rapat Komite Manajemen Risiko,
sirkulasi Memorandum Internal atau media email. Skenario yang digunakan dalam
pelaksanaan stress testing disusun berdasarkan pergerakan suku bunga, proyeksi harga
pasar serta nilai tukar, dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi secara makro
ekonomi serta dinamika bisnis Perusahaan.
Selain itu, Perusahaan telah menyelesaikan pengembangan otomasi internal terkait aplikasi
yang digunakan untuk mengukur Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) untuk risiko pasar
sesuai dengan ketentuan SEOJK Nomor 23/SEOJK.03/2022 tentang Perhitungan Aset
Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) untuk Risiko Pasar bagi Bank Umum. Aplikasi tersebut
telah selesai dikembangkan dan digunakan pertama kali untuk posisi pelaporan ATMR untuk
risiko pasar Desember 2025.
Risiko Likuditas
Risiko likuiditas adalah risiko yang disebabkan oleh ketidakmampuan Perusahaan untuk
memenuhi kewajiban yang jatuh tempo menggunakan sumber pendanaan arus kas dan/atau dari
aset likuid berkualitas tinggi yang dapat diagunkan, tanpa mengganggu aktivitas dan kondisi
keuangan Perusahaan. Risiko likuiditas merupakan risiko yang terpenting pada perusahaan umum
dan perlu dikelola secara berkesinambungan.
- 96 -
Page 100
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Dalam menjaga serta memantau kondisi likuiditas maka Perusahaan membentuk Asset and
Liability Management (ALMA) yang beranggotakan setingkat pejabat eksekutif dan Asset and
Liability Committee (ALCO) yang beranggotakan manajemen senior tertinggi. ALMA memiliki
tugas dan tanggung jawab antara lain melakukan simulasi kecukupan likuiditas Perusahaan,
melakukan uji coba Contigency Funding Plan (CFP) dan Pinjaman Likuiditas Jangka Pendek
(PLJP) pada Bank Indonesia dan memberikan rekomendasi kepada ALCO terkait langkah
antisipasi yang perlu dilakukan untuk memastikan kecukupan likuiditas termasuk rekomendasi
terkait suku bunga. Sedangkan ALCO memiliki tugas dan tanggung jawab yaitu mengarahkan dan
menentukan rencana, kebijakan, strategi, struktur neraca, likuiditas, profitabilitas, dan risiko yang
terkait dengan risiko valuta asing dan tingkat suku bunga melalui proses pengawasan, identifikasi
dan pengukuran paparan risiko dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian.
Pemantauan dan pengukuran terhadap risiko likuiditas dilakukan secara berkala, meliputi harian,
mingguan, bulanan, dan triwulan, sebagai bagian dari sistem informasi manajemen. Hasil
pemantauan tersebut selanjutnya disusun dalam bentuk laporan dan disampaikan kepada
Manajemen sebagai dasar pengambilan keputusan. Pemantauan dilakukan terhadap komposisi
posisi keuangan Perusahaan antara lain kecukupan Giro Wajib minimum (GWM) Rupiah dan
Valas, Giro RIM, Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM), Rasio Intermediasi
Makroprudensial (RIM), Liquidity Coverage Ratio (LCR), Net Stable Funding Ratio (NSFR),
pergerakan Deposan Inti, monitoring terhadap aktivitas Money Market terkait penempatan dan
peminjaman dana interbank, Laporan Maximum Cumulative Outflow (MCO) berdasarkan cashflow,
Laporan Early Warning Indicator (EWI), Laporan Risk Appetite dan Risk Tolerance (RART) dan
Stress Testing likuiditas guna memastikan kecukupan likuiditas Perusahaan untuk memenuhi
penarikan dana nasabah pada kondisi krisis. Selain penyampaian pelaporan secara berkala,
Perusahaan juga melakukan kajian berupa risk assessment kepada unit kerja terkait yang
memerlukan kajian atas penetapan limit dan/atau pengembangan produk dan aktivitas baru yang
berpotensi menimbulkan risiko likuiditas. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi
risiko guna menjaga stabilitas likuiditas dan kinerja Perusahaan secara keseluruhan.
Perusahaan telah menetapkan Risk Appetite dan Risk Tolerance untuk Risiko Likuiditas antara
lain, Rasio Deposan Inti terhadap Total Dana Pihak Ketiga, Rasio Intermediasi Makroprudensial
(RIM), Liquidity Coverage Ratio (LCR) dan Net Stable Funding Ratio (NSFR). Hasil pemantauan
disampaikan secara berkala kepada Asset & Liabilities Committee (ALCO) member, Asset &
Liabilities Management (ALMA) member yang meliputi unit bisnis dan unit pendukung, Komite
Manajeman Risiko (KMR), Komite Pemantau Risiko (KPR) serta kepada Direksi Perusahaan.
Dalam melakukan perhitungan Liquidity Coverage Ratio (LCR) dan Net Stable Funding Ratio
(NSFR), Perusahaan telah menggunakan sistem sebagai bagian penerapan dari sistem informasi
manajemen. Sistem tersebut memungkinkan perhitungan LCR dilakukan secara harian dan NSFR
secara bulanan. Penerapan otomasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh proses
perhitungan dilakukan secara akurat, efektif, dan tepat waktu, serta sesuai dengan ketentuan yang
ditetapkan oleh regulator. Selain itu, penggunaan sistem ini juga berperan dalam meminimalkan
potensi risiko operasional dalam proses pelaporan dan pengelolaan risiko likuiditas.
Rasio Kecukupan Likuiditas diungkapkan pada Catatan 51i.
Selain itu Perusahaan telah memiliki sistem untuk mengukur kemampuan arus kas keluar
maksimum (MCO) perusahaan secara otomasi dan dihasilkan secara harian sehingga perusahaan
dapat melakukan pemantauan kemampuan likuiditas perusahaan serta melakukan tindak lanjut
lebih cepat jika perusahaan mengalami kebutuhan likuiditas dalam jumlah besar.
- 97 -
Page 101
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Dalam pengelolaan likuiditas Perusahaan, dilakukan studi untuk menganalisis pola pergerakan
dana dan/atau perilaku nasabah dana pihak ketiga, khususnya dana nasabah inti dan nasabah
yang memiliki tingkat volatilitas cukup tinggi. Dengan mempelajari perilaku nasabah, maka
Perusahaan dapat menjaga kecukupan likuiditas yang diperlukan secara tepat guna memenuhi
kewajiban perusahaan atas Dana Pihak Ketiga. Selain itu Perusahaan senantiasa menjaga
kecukupan Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) pada tingkat yang aman. Besaran
kecukupan PLM disesuaikan dengan kondisi likuiditas Perusahaan secara spesifik maupun kondisi
likuiditas di pasar, sehingga mendukung pengelolaan likuiditas yang prudent dan berkelanjutan.
Perusahaan senantiasa melakukan pemantauan terhadap posisi core fund dan berupaya untuk
secara berkesinambungan meningkatkan persentase terhadap jumlah dana yang dimiliki. Core
fund menjadi bagian yang sangat penting bagi Perusahaan dalam menjalankan fungsi intermediasi
berupa penyediaan dana jangka panjang. Hal ini mengingat portofolio dana pihak ketiga yang
dimiliki Perusahaan sebagian besar berjangka waktu sampai dengan 1 (satu) tahun. Upaya yang
dilakukan untuk meningkatkan dana mengendap antara lain diciptakan program-program yang
mengharuskan dana nasabah ditahan dan tidak dapat ditarik sampai jangka waktu tertentu sesuai
dengan ketentuan program, meningkatkan pertumbuhan nasabah ritel melalui program promosi
serta menerbitkan produk-produk yang ditujukan untuk segmen menengah, melakukan program
akusisi nasabah baru, manajemen pemberian tingkat suku bunga
dan cross-selling pada nasabah non-deposan inti yang terukur.
Dalam rangka mengikuti perkembangan bisnis Perusahaan yang semakin dinamis serta adanya
perubahan strategi yang dilakukan Perusahaan maka telah dilakukan back testing dan kaji ulang
perhitungan Core Fund. Kaji ulang core fund menggunakan data historis selama 5 tahun, melihat
pergerakan outstanding selama 5 tahun dan menghitung dengan tingkat kepercayaan tertentu.
Sedangkan backtesting core fund menggunakan metodologi kupiec test. Kaji ulang dan
backtesting disampaikan dan disetujui oleh Direksi dan Dewan Komisaris melalui Rapat dan/atau
melalui sirkulasi Memorandum Internal dan/atau melalui e-mail.
Pada dasarnya, risiko likuiditas dikelola sesuai dengan kerangka kebijakan, pengawasan, dan
batasan yang memastikan bahwa konsentrasi pendanaan bersifat minimal, sumber dan jangka
waktu pendanaan telah terdiversifikasi.
Berikut adalah jadwal jatuh tempo liabilitas keuangan (termasuk simpanan dan simpanan dari
bank lain berdasarkan prinsip syariah) dan dana syirkah temporer berdasarkan pembayaran
kontraktual pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025:
31 Maret 2026
Sampai dengan >1 bulan s.d. >3 bulan s.d. >6 bulan s.d.
1 bulan 3 bulan 6 bulan 12 bulan >1 tahun Jumlah
Liabilitas
Liabilitas segera 339.777 - - - - 339.777
Simpanan 36.009.679 2.665.635 542.647 289.212 101.523 39.608.696
Simpanan dari bank lain 1.521.532 6.000 - - - 1.527.532
Liabilitas akseptasi 50.284 89.681 976 - - 140.941
Obligasi subordinasi - - - - 498.740 498.740
Beban yang masih harus
dibayar 54.123 - - - - 54.123
Liabilitas lain-lain 35.066 - - - - 35.066
Jumlah Liabilitas 38.029.875 2.761.316 543.623 289.212 600.263 42.224.289
Dana Syirkah Temporer
Simpanan 3.778.349 390.859 213.599 122.828 800 4.506.435
Simpanan dari bank lain 123.072 - - - - 123.072
Jumlah Dana Syirkah
Temporer 3.901.421 390.859 213.599 122.828 800 4.629.507
- 98 -
Page 102
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2025
Sampai dengan >1 bulan s.d. >3 bulan s.d. >6 bulan s.d.
1 bulan 3 bulan 6 bulan 12 bulan >1 tahun Jumlah
Liabilitas
Liabilitas segera 123.060 - - - - 123.060
Simpanan 36.569.452 2.245.363 510.853 449.860 102.816 39.878.344
Simpanan dari bank lain 508.842 4.000 - - - 512.842
Liabilitas akseptasi 51.172 59.182 51.199 - - 161.553
Obligasi subordinasi - - - - 498.496 498.496
Beban yang masih harus
dibayar 54.049 - - - - 54.049
Liabilitas lain-lain 32.632 - - - - 32.632
Jumlah Liabilitas 37.339.207 2.308.545 562.052 449.860 601.312 41.260.976
Dana Syirkah Temporer
Simpanan 5.240.097 1.675.042 111.190 126.369 - 7.152.698
Simpanan dari bank lain 53.849 2.000 - - - 55.849
Jumlah Dana Syirkah
Temporer 5.293.946 1.677.042 111.190 126.369 - 7.208.547
Sebagian besar liabilitas yang dimiliki oleh Perusahaan akan jatuh tempo dalam waktu kurang dari
1 bulan, namun berdasarkan data historis Perusahaan, sebagian besar dari liabilitas tersebut pada
saat jatuh tempo akan diperpanjang (roll over). Upaya yang dilakukan Perusahaan agar nasabah
tetap menempatkan dananya pada Perusahaan yaitu dengan meningkatkan kualitas pelayanan
serta memberikan penawaran suku bunga yang wajar dan kompetitif. Dengan upaya tersebut,
Perusahaan juga mengharapkan dapat menarik nasabah baru untuk menempatkan dananya pada
Perusahaan. Perusahaan juga melakukan upaya lain untuk memitigasi adanya penarikan dana
secara besar-besaran oleh nasabah dimana Perusahaan juga memantau 50 deposan inti, dengan
cara mengevaluasi profil dan perilaku dari deposan-deposan tersebut sehingga Perusahaan dapat
melakukan antisipasi terhadap penarikan dana besar yang akan dilakukan deposan.
Untuk mengetahui dampak perubahan faktor pasar maupun faktor internal pada kondisi ekstrim
terhadap likuiditas, Perusahaan melakukan pengukuran stress testing Risiko Likuiditas secara
berkala. Asumsi dan/atau skenario serta hasil stress testing disampaikan dan direkomendasikan
oleh Komite Manajemen Risiko dan/atau disetujui Direksi melalui rapat Komite Manajemen Risiko
atau melalui sirkulasi Memorandum Internal atau melalui media email. Dalam melakukan stress
testing, Perusahaan telah melakukan kajian besaran persentase dana keluar sesuai dengan
kebiasaan atau behavior nasabah dalam kondisi stress dengan menggunakan data historis dari
500 hari terakhir dengan tingkat kepercayaan 99% untuk Skenario Bank Spesifik (Bank Specific
Crisis - BSC) dan 4 kali standar deviasi untuk skenario krisis pada pasar (General Market Crisis -
GMC). Sampai dengan saat ini, Perusahaan tidak pernah mengalami kesulitan likuiditas maupun
kondisi yang berpotensi menimbulkan risiko bagi Perusahaan.
Dalam rangka persiapan menghadapi potensi risiko likuiditas, Perusahaan telah memiliki Rencana
Pendanaan Darurat (Contingency Funding Plan) dan Rencana Pinjaman Likuiditas Jangka Pendek
(PLJP) kepada Bank Indonesia (BI) untuk mengantipasi dan mencegah terjadinya kesulitan
likuiditas. Perusahaan memiliki sejumlah upaya antisipasi seperti ketersediaan Giro Wajib
Minimum (GWM), Cadangan Sekunder, penetrasi yang baik terhadap pasar antar perusahaan,
serta dukungan dari pemegang saham pengendali. Perusahaan dalam rangka menjalankan
Rencana Pendanaan Darurat (Contingency Funding Plan (CFP) dan Pinjaman Likuiditas jangka
Pendek (PLJP) Bank Indonesia (BI) maka membentuk tim khusus yaitu Contigency Crisis Team
(CCT) yang beranggotakan manajemen senior tertinggi Perusahaan baik dari divisi Risk
Management, divisi Operation, divisi Finance dan bisnis unit yang dipimpin oleh ketua ALMA yaitu
Treasury & Financial Institution Group Head. CCT memiliki tugas dan tanggung jawab utama yaitu
melakukan proses pemantauan likuditas pada saat terjadi krisis sampai dengan pemulihan kondisi
likuiditas kembali ke kondisi normal.
- 99 -
Page 103
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Uji coba terkait Contingency Funding Plan (CFP) dan Rencana Pinjaman Likuiditas Jangka
Pendek (PLJP) kepada Bank Indonesia (BI) dilakukan secara berkala dengan mengikutksertakan
Direksi dan manajemen senior pada perusahaan. Hasil uji coba tersebut disampaikan kepada
ALCO, Komite Manajemen Risiko (KMR) dan Komite Pemantau Risiko (KPR) sebagai bagian dari
pelaksanaan tugas dan tanggung jawab dari Direksi dan Dewan Komisaris dalam pengawasan
risiko. Parameter CFP yang telah di uji, disampaikan dan disetujui selanjutnya digunakan sebagai
alat ukur dalam pemantauan likuiditas secara berkala melalui laporan Early Warning Indicators
(EWI) yang disusun secara mingguan. EWI tersebut berfungsi sebagai salah satu mekanisme
peringatan dini terhadap potensi tekanan likuiditas Perusahaan.
Risiko Operasional
Risiko operasional adalah risiko yang antara lain disebabkan oleh ketidakcukupan dan/atau tidak
berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, atau adanya kejadian
eksternal yang mempengaruhi operasional Perusahaan.
Risiko operasional dapat menimbulkan kerugian keuangan maupun non-keuangan secara
langsung maupun tidak langsung yang melekat pada setiap aktivitas fungsional Perusahaan,
seperti kegiatan perkreditan (penyediaan dana), treasury dan investasi, operasional dan jasa,
pembiayaan perdagangan, pendanaan dan instrumen utang, Teknologi Sistem Informasi dan
Sistem Informasi Manajemen, serta pengelolaan sumber daya manusia.
Kebijakan dan prosedur yang terkait dengan pengelolaan risiko operasional di Perusahaan
senantiasa disusun, dikaji ulang dan disempurnakan untuk memastikan kecukupan mekanisme
kontrol pada semua kebijakan dan prosedur telah memadai. Perusahaan juga secara aktif
melakukan sosialisasi untuk membangun budaya sadar risiko dan meningkatkan kualitas kontrol
dalam rangka mitigasi risiko operasional.
Perusahaan menetapkan limit Risk Appetite dan Risk Tolerance untuk risiko operasional yang
dikaji ulang secara berkala; secara regular telah dilakukan monitoring/pemantauan terhadap
realisasi kerugian operasional untuk memastikan tidak terjadi pelampauan
Pengembangan sistem dan penerapan perangkat risiko operasional untuk mengukur eksposur
risiko pada kondisi sekarang, lampau (historis) dan untuk mengukur besarnya potensi kejadian
risiko di masa depan. Dengan pendekatan ini, diharapkan Perusahaan dapat lebih komprehensif
dalam mengelola risiko operasional.
Perusahaan telah menjalankan Risk Campaign sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan
kesadaran atas budaya risiko sehingga meningkatkan efektivitas pengelolaan risiko agar dapat
mengurangi potensi risiko yang mungkin dihadapi Perusahaan.
Proses identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko operasional ditingkatkan
dengan melibatkan lini pertama/unit kerja yang dilakukan melalui training karyawan mulai dari level
staff sampai dengan pejabat, reviu terhadap kebijakan/prosedur operasional, risk assessment atas
penerbitan produk dan/atau aktivitas baru Perusahaan, serta opini Kepatuhan dan Manajemen
Risiko terkait dengan penerbitan produk dan/atau aktivitas baru tersebut.
- 100 -
Page 104
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Perangkat risiko operasional yang digunakan oleh Perusahaan antara lain:
Loss Event Database (LED)
Perusahaan membangun dan mengembangkan perangkat risiko operasional lainnya seperti
Loss Event Database (LED) yang tujuannya untuk menyusun database atas kejadian-kejadian
yang terjadi sebagai akibat risiko operasional serta mengukur besarnya kerugian yang
diakibatkan oleh kejadian operasional tersebut. Pengawasan dilakukan secara terus menerus
dan pelaporan LED dilakukan secara berkala.
Risk Control Self Assessment (RCSA)
Risk Control Self Assessment (RCSA) merupakan suatu alat dan mekanisme yang bertujuan
untuk melakukan identifikasi risiko dan pengukuran atas efektivitas pelaksanaan kontrol yang
akan menghasilkan penilaian atas tingkat risiko. RCSA dilakukan secara berkala dan
berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pelaksanaannya.
Divisi Operations & Product Assurance telah mengimplementasikan Operation Control Room,
dimana ruangan ini digunakan sebagai pusat untuk pemantauan terhadap availability dan
performance jaringan kantor, serta pemantauan permasalahan pada sistem Perusahaan.
Perusahaan telah memiliki Kebijakan/Prosedur Disaster Recovery Plan (DRP) sistem kritikal, yang
mengatur rencana pemulihan untuk gangguan yang terjadi pada sistem.
Dalam rangka fraud awareness, Perusahaan melakukan sosialisasi fraud awareness secara
berkesinambungan, refreshment terhadap Deklarasi Anti Fraud dan Pakta Integritas untuk
meningkatkan kesadaran karyawan tentang pentingnya tindakan pencegahan dan pengendalian
terhadap fraud.
Untuk meningkatkan keamanan, Divisi Cyber Resilience telah memiliki Team Security Operation
Center (SOC) yang bertujuan untuk meningkatkan proses pemantauan terhadap percobaan
serangan yang ditujukan kepada sistem Perusahaan selama 24 jam dalam seminggu.
Risiko Hukum
Risiko hukum adalah risiko yang timbul dari kelemahan aspek hukum, antara lain akibat dari
tindakan hukum, tidak adanya peraturan yang mendukung atau kelemahan dari ketentuan-
ketentuan yang mengikat secara hukum, seperti kegagalan untuk mematuhi persyaratan hukum
suatu perjanjian dan celah-celah dalam pengikatan jaminan.
Pelaksanaan identifikasi, pengukuran, dan pemantauan terhadap potensi risiko hukum
dilaksanakan terhadap seluruh aktivitas Perusahaan, terutama kegiatan operasional Perusahaan
dengan melibatkan pihak ketiga yang memiliki potensi benturan kepentingan atau gugatan hukum.
Dalam rangka mitigasi potensi risiko hukum, Perusahaan melakukan hal-hal berikut: melakukan
kajian terhadap kesesuaian perjanjian kerjasama dengan pihak eksternal, menyempurnakan
kebijakan dan prosedur sebagai bagian dari mitigasi risiko hukum.
Dalam rangka pemantauan atas penyelesaian terhadap gugatan hukum, unit kerja Legal bagian
Litigasi melakukan pendampingan dan hadir dalam setiap persidangan/panggilan kepolisian risiko
hukum.
- 101 -
Page 105
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Risiko Stratejik
Risiko stratejik adalah risiko yang antara lain disebabkan oleh adanya penetapan dan
pelaksanaan strategi Perusahaan yang tidak tepat, pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat
atau kurang responsifnya Perusahaan terhadap perubahan eksternal.
Perusahaan telah menyusun strategi dan rencana bisnis yang sebelumnya telah didiskusikan
dengan Dewan Komisaris, Direksi serta seluruh manajemen Perusahaan. Perusahaan juga
melakukan kajian dan evaluasi stratejik bisnis serta realisasi yang telah dicapai oleh Perusahaan
sesuai dengan yang terangkum dalam Rencana Bisnis Perusahaan.
Secara umum, untuk posisi Triwulan I 2026, Perusahaan memiliki pencapaian yang sangat baik
secara individu yaitu pada sisi bisnis dan rasio keuangan seperti Kredit, Surat Berharga, Laba,
serta rasio keuangan seperti Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL) Gross,
NPL Net, Return of Equity (ROE), dan Return on Asset (ROA), serta secara konsolidasi dengan
perusahaan anak seperti Surat Berharga, Laba, serta rasio keuangan seperti NPL Net, ROE,
ROA, dan BOPO. Di samping itu, Perusahaan senantiasa melakukan perbaikan serta
penyempurnaan baik terhadap proses bisnis maupun kinerja keuangan.
Perusahaan secara bertahap terus melakukan penyempurnaan pada seluruh aktivitas bisnis
Perusahaan guna mengakselerasi pencapaian kinerja sesuai dengan target yang telah ditetapkan,
dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang baik .
Selama Triwulan I Tahun 2026, Perusahaan berusaha mengembangkan bisnis dengan melakukan
diversifikasi produk dengan mengembangkan beberapa produk/aktivitas baru serta system/aplikasi
baru seperti:
Sistem/Aplikasi baru Tapeless Backup.
Sistem/Aplikasi baru HCMS Revamp Fase 1 (SAP Core HCMS).
Sistem/Aplikasi Single Loan Platform - Loan Acquisition & Management Origination System
(LAMOS) untuk SME Leads Management and Asset Based Lending Fase 1.
Penambahan produk Asuransi (dengan skema Referral, Distribusi, Integrasi) pada Bank Nano
Syariah
Perusahaan senantiasa menjaga efektivitas serta efisiensi antara lain seperti pelaksanaan
operasional kantor dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian yaitu dapat
dilakukan pada kantor KPNO maupun kantor Co-Working Space yang telah disediakan
Perusahaan. Di samping itu, Perusahaan menggunakan teknologi sebagai pendukung utama saat
karyawan melakukan pekerjaan di Co-Working Space antara lain penggunaan aplikasi Google
Workspace serta jaringan pengaman agar karyawan dapat mengakses data kantor di Co-Working
Space seperti penggunaan VPN (Virtual Private Network). Penggunaan teknologi tersebut
dimaksudkan Perusahaan untuk mendukung produktivitas karyawan saat WFO di Co-Working
Space dengan tetap memperhatikan faktor keamanan perlindungan data.
Perusahaan terus meningkatkan upaya sosialisasi penggunaan transaksi digital melalui
SimobiPlus sebagai bagian dari penguatan layanan perbankan berbasis teknologi. Selain itu,
Perusahaan juga mengembangkan layanan digital banking secara menyeluruh.
Dalam pengembangan bisnis, Perusahaan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dengan
menerapkan proses pemberian kredit yang lebih selektif, melakukan restrukturisasi kredit secara
tepat, serta menjaga kondisi likuiditas dan permodalan pada tingkat yang memadai. Langkah-
langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kelancaran aktivitas operasional dan keberlanjutan
kinerja bisnis Perusahaan.
- 102 -
Page 106
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Risiko Kepatuhan
Risiko kepatuhan merupakan risiko yang disebabkan Perusahaan tidak mematuhi atau tidak
melaksanakan peraturan perundang-undangan dan ketentuan lain yang berlaku, seperti Posisi
Devisa Neto (PDN), Giro Wajib Minimum (GWM), Non-Performing Loan (NPL) Net, Ketentuan
Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM), Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK).
Dalam rangka menerapkan manajemen risiko kepatuhan yang efektif, Perusahaan telah
melakukan identifikasi dan pengelolaan terhadap faktor-faktor yang dapat menyebabkan
meningkatnya eksposur risiko kepatuhan, yaitu:
Meningkatkan kesadaran atas budaya patuh melalui program kampanye kepatuhan
(Compliance Campaign) yang dilakukan ke seluruh jajaran organisasi Perusahaan termasuk
jaringan cabang melalui pelatihan kelas dan E-learning, media komunikasi internal, sosialisasi
peraturan baru dari regulator maupun peraturan perundang-undangan lainnya. Evaluasi
terhadap program pelatihan, sosialisasi dan kampanye kepatuhan dilakukan secara berkala
untuk memastikan efektivitas penyampaian, pemahaman serta pemenuhan kepatuhan pada
seluruh jajaran organisasi Perusahaan.
Menyusun dan menerbitkan Manual Level sebagai panduan hierarki ketentuan internal serta
panduan unit-unit kerja Perusahaan dalam menyusun, menerbitkan serta mengkaji ketentuan
internal.
Dilakukan proses review terhadap seluruh ketentuan internal Perusahaan untuk memastikan
kesesuaian dengan ketentuan regulator yang terkini, memastikan tidak adanya ketentuan
yang tumpang tindih atau saling bertentangan, meningkatkan kontrol risiko serta simplifikasi
proses dan jumlah aturan.
Melakukan pemantauan, memperdalam analisa dampak serta menyusun tindak lanjut yang
efektif atas peraturan baru yang diterbitkan OJK, Bank Indonesia dan regulator lainnya.
Sosialisasi dan komunikasi atas peraturan perundang-undangan baru, analisa dampak serta
tindak lanjut dilakukan baik melalui pertemuan langsung dengan unit-unit terkait maupun
melalui media komunikasi internal yang disampaikan ke jajaran direksi, komisaris, pejabat
eksekutif, maupun seluruh karyawan Perusahaan.
Risiko Reputasi
Risiko reputasi adalah risiko yang antara lain disebabkan oleh adanya publikasi negatif yang
terkait dengan kegiatan usaha Perusahaan atau persepsi negatif terhadap Perusahaan.
Salah satu upaya yang dilakukan Perusahaan untuk meningkatkan pengelolaan risiko reputasi
antara lain melalui Contact Center untuk memberikan layanan informasi perbankan serta
menerima keluhan/pengaduan nasabah, Corporate Secretary yang memberikan informasi yang
perlu disampaikan kepada publik/stakeholders terkait aktivitas Perusahaan, serta petugas di
kantor-kantor cabang yang setiap saat dapat memberikan informasi kepada nasabah.
Selain itu pengendalian risiko reputasi juga dilakukan antara lain dengan melalui pemantauan yang
dilakukan oleh Unit Kerja Corporate Secretary terhadap berita yang berkaitan dengan Perusahaan
di media massa.
Transparansi produk yang ditawarkan kepada nasabah sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia
mengenai Transparansi produk melalui website Perusahaan, serta upaya peningkatkan standar
layanan nasabah dengan melakukan service excellence training kepada para petugas, adanya unit
kerja Service Quality (SQ) yang bertugas untuk memastikan kualitas pelayanan yang diberikan
oleh petugas bank kepada nasabah serta terdapatnya Quality Assurance pada unit kerja Contact
Center untuk memastikan kualitas pelayanan dari Agent Call Center maupun Agent Telemarketing.
- 103 -
Page 107
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Tidak terdapat pemberitaan negatif yang berdampak terhadap reputasi Perusahaan pada Kuartal I
tahun 2026.
Mengingat bahwa Perusahaan juga memiliki Entitas Anak sebagai Bank Umum Syariah (BUS),
maka pengelolaan risiko tidak hanya dilakukan pada 8 (delapan) risiko, akan tetapi terdapat
tambahan 2 (dua) jenis risiko lainnya yang dikelola yaitu:
1. Risiko Investasi
Risiko Investasi adalah risiko akibat Perusahaan ikut menanggung kerugian usaha nasabah
yang dibiayai dalam pembiayaan berbasis bagi hasil baik yang menggunakan metode net
revenue sharing maupun yang menggunakan metode profit and loss sharing.
Sumber Risiko Investasi Perusahaan berasal dari anak perusahaan PT Bank Nano Syariah.
Risiko investasi merupakan turunan risiko kredit yang timbul karena aktivitas pembiayaan PT
Bank Nano Syariah yang menggunakan akad berbasis bagi hasil yaitu akad Mudharabah dan
akad Musyarakah.
PT Bank Nano Syariah telah melakukan penyusunan kebijakan dan/atau ketentuan internal di
bidang pembiayaan dan/atau penyediaan dana lainnya untuk mendukung pengelolaan
penyediaan dana yang sehat dan sesuai prinsip kehati-hatian serta sesuai dengan prinsip
syariah. Selain itu, PT Bank Nano Syariah berupaya melakukan diversifikasi portofolio dengan
meningkatkan outstanding pembiayaan non-korporasi sesuai Rencana Bisnis Perusahaan
guna menurunkan risiko konsentrasi penyediaan dana melalui produk KUR dan Micro
Faedah, pembiayaan Haji, pembiayaan alat berat (heavy equipment), dan pembiayaan alat-
alat pertanian dimana produk-produk tersebut menggunakan akad Murabahah dan Ijarah.
2. Risiko Imbal Hasil
Risiko imbal hasil (Rate of Return Risk) adalah risiko akibat perubahan tingkat imbal hasil
yang dibayarkan Perusahaan kepada nasabah, karena terjadi perubahan tingkat imbal hasil
yang diterima Perusahaan dari penyaluran dana, yang dapat mempengaruhi perilaku nasabah
dana pihak ketiga Perusahaan.
Sumber risiko imbal hasil Perusahaan berasal dari Entitas Anak, dimana Unit Usaha Syariah
telah spin off menjadi PT Bank Nano Syariah efektif mulai 1 Januari 2024.
Pengelolaan tingkat imbal hasil kepada deposan tetap terjaga dan dikelola dengan memadai.
PT Bank Nano Syariah terus berupaya untuk meningkatkan kemampuan dalam memberikan
tingkat imbal hasil yang sesuai dengan ekspektasi nasabah. Selain itu, PT Bank Nano Syariah
juga melakukan berbagai langkah perbaikan kualitas pembiayaan guna memitigasi potensi
penurunan imbal hasil yang diterima Perusahaan dari penyaluran dana. Upaya tersebut
antara lain dengan melakukan evaluasi dan pemantauan secara ketat terhadap debitur-
debitur yang bermasalah, serta penyusunan action plan untuk meningkatkan portofolio
pembiayaan termasuk pengembangan produk-produk pembiayaan, sehingga diharapkan
dapat menghasilkan peningkatan imbal hasil secara berkelanjutan.
Selain itu, Perusahaan juga merupakan Entitas Utama (EU) dalam Konglomerasi Keuangan Sinar
Mas. Pengelolaan risiko oleh EU dalam konglomerasi keuangan dilakukan dengan melakukan
pemantauan pada risiko lain selain 8 (delapan) risiko utama dan 2 (dua) risiko sehubungan
Perusahaan memiliki anak usaha berupa Bank Umum Syariah (Bank Nano Syariah) dan
penambahan 2 (dua) risiko dari Konglomerasi Keuangan yaitu berupa Risiko Transaksi Intragrup
dan Risiko Asuransi sehubungan Perusahaan merupakan entitas utama dalam Konglomerasi
Keuangan.
- 104 -
Page 108
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
1. Risiko Transaksi Intra-grup adalah risiko akibat ketergantungan suatu entitas baik secara
langsung maupun tidak langsung terhadap entitas lainnya dalam satu Konglomerasi
Keuangan dalam rangka pemenuhan kewajiban perjanjian tertulis maupun perjanjian tidak
tertulis baik yang diikuti perpindahan dana dan/atau tidak diikuti perpindahan dana. Dalam
pengelolaan transaksi Intragrup tersebut Perusahaan selalu mengedepankan prinsip-
prinsip antara lain seperti adanya persetujuan untuk setiap transaksi sesuai dengan
kewenangan di masing-masing entitas, transaksi dilaksanakan sesuai prinsip kehati-hatian
dan prinsip arm’s length serta sesuai dengan prosedur maupun ketentuan regulator.
2. Risiko Asuransi adalah risiko akibat kegagalan perusahaan asuransi memenuhi kewajiban
kepada pemegang polis sebagai akibat dari ketidakcukupan proses seleksi risiko
(underwriting), penetapan premi (pricing), penggunaan reasuransi, dan/atau penanganan
klaim. Risiko asuransi dikelola mengingat didalam konglomerasi keuangan terdapat
lembaga jasa keuangan berupa perusahaan asuransi dan re-asuransi.
Penerapan Manajemen Risiko Konglomerasi Keuangan Sinarmas
Perusahaan berperan sebagai Entitas Utama (EU) dalam Konglomerasi Keuangan Sinar Mas.
Dalam kapasitas tersebut, Perusahaan bertanggung jawab untuk memastikan penerapan
manajemen risiko secara terintegrasi di seluruh entitas dalam konglomerasi keuangan.
Pengelolaan risiko oleh Entitas Utama dilakukan melalui penyusunan kebijakan dan prosedur
manajemen risiko terintegrasi, pelaksanaan identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan
pengendalian risiko secara konsolidasi, serta penguatan koordinasi dan pelaporan antar entitas
dalam konglomerasi. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh eksposur risiko
dapat dikelola secara efektif, sejalan dengan profil risiko dan strategi bisnis konglomerasi secara
keseluruhan, serta sesuai dengan ketentuan regulator yang berlaku.
Perusahaan selaku Entitas Utama Konglomerasi Keuangan Sinar Mas telah melakukan peniliaian
sendiri (self assesment) secara berkala untuk laporan Profil Risiko Terintegrasi dan Laporan
KPMM Terintegrasi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan serta melakukan pemantauan
risk appetite dan risk tolerance, yang disampaikan kepada Komite Manajemen Risiko Terintegrasi
melalui rapat komite dan kepada Dewan komisaris Entitas Utama melalui email sebagai salah satu
bentuk tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris Entitas Utama.
Penilaian Profil Risiko
Secara berkala Perusahaan melakukan penilaian risiko terhadap kedelapan risiko di atas
sebagaimana telah diatur oleh OJK. Penilaian risiko dilakukan melalui proses penilaian sendiri
(self-assessment) untuk menghasilkan profil risiko yang terdiri dari risiko inheren yaitu risiko yang
melekat pada aktivitas Perusahaan dan kualitas penerapan manajemen risiko yaitu pengendalian
terhadap risiko inheren.
1. Penilaian Profil Risiko Bank Individu
Pada Triwulan I Tahun 2026, Perusahaan telah melakukan penilaian Profil Risiko dengan
menggunakan parameter, rentang risiko dan bobot risiko yang telah direkomendasikan oleh
Komite Manajemen Risiko dan/atau Direksi. Secara keseluruhan penilaian komposit hasil
penilaian sendiri (self assessment) profil risiko Triwulan I 2026 berada pada peringkat 2 (dua)
- Low to Moderate dengan tren stabil dimana penilaian risiko melekat (inherent risk) berada
pada peringkat 2 (dua) atau Low to Moderate dan Kualitas Penerapan Manajemen Risiko
(KPMR) berada pada peringkat 2 (dua) atau Satisfactory dan tidak mengalami perubahan dari
hasil penilaian sendiri (self assessment) Triwulan IV 2025.
- 105 -
Page 109
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. Penilaian Profil Risiko Bank Konsolidasian dengan Entitas Anak
Selain itu, pada Triwulan I Tahun 2026, Perusahaan juga telah melakukan penilaian Profil
Risiko secara konsolidasi dengan Bank Nano Syariah selaku anak usaha, dengan
menggunakan parameter, rentang risiko dan bobot risiko yang telah direkomendasikan oleh
Komite Manajemen Risiko dan/atau Direksi. Secara Keseluruhan penilaian komposit hasil
penilaian sendiri (self assessment) profil risiko konsolidasi Triwulan I 2026 berada pada
peringkat 2 (dua) - Low to Moderate dengan tren stabil dimana penilaian risiko melekat
(inherent risk) berada pada peringkat 2 (dua) atau Low to Moderate dan Kualitas Penerapan
Manajemen Risiko (KPMR) berada pada peringkat 2 (dua) atau Satisfactory dan tidak
mengalami perubahan dari hasil penilaian sendiri (self assessment) Triwulan IV 2025.
47. Informasi Lainnya
Perusahaan telah menghitung beberapa rasio (individu) pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31
Desember 2025 (tidak diaudit) sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Aset produktif bermasalah terhadap
total aset produktif 1,53% 1,52%
Non Performing Loan (NPL)
NPL secara bruto 1,83% 1,77%
NPL secara neto 0,44% 0,39%
Loan to Deposit Ratio (LDR) 23,84% 23,28%
Return On Assets (ROA) 0,42% 0,69%
Return On Equity (ROE) 2,20% 3,41%
Cadangan kerugian penurunan nilai
kredit terhadap kredit yang diberikan 5,79% 6,19%
a. Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, tidak terdapat penyediaan dana kepada
pihak berelasi dan pihak ketiga yang melampaui Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK)
Perusahaan.
b. Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU dan
PPT)
Perusahaan senantiasa menerapkan prinsip APU dan PPT dalam pelaksanaan aktivitas
pengenalan nasabah dengan mengacu pada kebijakan dan prosedur APU dan PPT yang
telah disempurnakan sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 14/27/PBI/2012 tentang
Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme Bagi Bank
Umum.
Kewajiban untuk menerapkan prinsip APU dan PPT tidak hanya terdapat dalam peraturan
Bank Indonesia saja, tetapi juga ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010
tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (Pasal 19) yang
pada intinya menjelaskan bahwa setiap orang melakukan usaha dengan penyedia jasa
keuangan harus menyerahkan identitas diri secara lengkap, disamping itu penyedia jasa
keuangan juga harus memastikan orang yang melakukan hubungan usaha bertindak untuk
diri sendiri atau orang lain. Jika bertindak untuk orang lain, maka penyedia jasa keuangan
harus meminta informasi mengenai identitas pihak lain tersebut.
Perusahaan akan terus memastikan bahwa kebijakan dan prosedur tertulis mengenai
program APU dan PPT sejalan dengan perkembangan modus pencucian uang atau
pendanaan terorisme.
- 106 -
Page 110
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pengkinian terhadap seluruh data nasabah dilakukan Perusahaan secara terus-menerus
dengan menggunakan pendekatan berdasarkan risiko yang melekat pada nasabah yang
bersangkutan dan perkembangan pengkinian data nasabah dikirimkan oleh Perusahaan
kepada Bank Indonesia melalui Laporan Direktur Kepatuhan.
Pelatihan secara berkala kepada seluruh karyawan Perusahaan mengenai APU dan PPT dan
peraturan prudential banking dilakukan oleh Unit Kepatuhan guna mewujudkan budaya
kepatuhan pada seluruh lini bisnis Perusahaan. Pelatihan dilakukan melalui e-learning yang
dapat diakses oleh karyawan Perusahaan serta melalui metode tatap muka secara periodik.
c. Jaminan Pemerintah Terhadap Liabilitas Pembayaran Bank Umum
Program penjaminan Pemerintah dilaksanakan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
LPS akan membayarkan klaim penjaminan yang layak dibayar setelah melalui prosedur
rekonsiliasi dan/atau verifikasi sesuai dengan Peraturan Lembaga Penjamin Simpanan
(PLPS) yang berlaku.
d. Kegiatan Wali Amanat
Perusahaan memperoleh izin untuk menyelenggarakan kegiatan Wali Amanat dari Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) (d/h. BAPEPAM-LK) berdasarkan Surat Tanda Terdaftar Sebagai Wali
Amanat No. 01/BL/STTD-WA/2009 tanggal 27 Agustus 2009 dan telah diperbarui sesuai surat
OJK nomor S-682/PM.223/2022 tanggal 22 Agustus 2022.
Jasa-jasa yang dilakukan oleh Perusahaan sebagai Wali Amanat adalah sebagai berikut:
1. Jasa wali amanat dan agen pemantau untuk penerbitan obligasi/sukuk dan MTN;
2. Jasa agen penjamin.
Sejak tahun 2010, Perusahaan telah mewaliamanati 4 obligasi dengan nilai emisi sebesar
Rp3,10 triliun dan 21 MTN dengan total emisi sebesar Rp4,11 triliun.
e. Kegiatan Jasa Kustodian
Perusahaan memberikan jasa kustodian dan memperoleh izin jasa kustodian berdasarkan
Surat Keputusan Bapepam-LK No. KEP-21/BL/2012 tanggal 30 Januari 2012 yang
diperbaharui dengan Surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nomor
S-682/PM.223/2022 tanggal 22 Agustus 2022.
Sejak September 2022, Perusahaan telah menyediakan jasa-jasa kustodian yang secara
garis besar dapat dibagi menjadi dua yaitu Layanan Kustodian Umum dan Layanan
Pengadministrasian Fund.
Layanan Kustodian Umum terdiri dari penyimpanan dan penyelesaian transaksi efek,
pengurusan hak-hak nasabah yang melekat pada efek, dan jasa perwakilan pada RUPS dan
Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO).
Layanan Pengadministrasian Fund untuk reksadana, kontrak pengelolaan dana (KPD), unit
link dan produk-produk berbasis kontrak investasi kolektif lainnya yang terdiri-dari layanan
Fund Accounting dan jasa unit registrar untuk pengadministrasian unit penyertaan produk-
produk tersebut.
- 107 -
Page 111
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Aset nasabah yang diadministrasikan meliputi aset domestik yang disimpan dan
ditatausahakan di Sentral Kustodian Domestik (KSEI) dan offshore asset yang disimpan di
Clearstream Banking.
Per 31 Maret 2026, Bank Kustodian telah mengadministrasikan aset nasabah sebesar
Rp32,40 triliun baik individu maupun institusional dari berbagai industri seperti Bank, Manajer
Investasi, Sekuritas, Asuransi, Dana Pensiun, dan korporasi lainnya, baik domestik maupun
asing.
Perusahaan mengasuransikan portofolio nasabah yang disimpan di Bank Sinarmas Kustodian
terhadap kemungkinan kerugian yang timbul dari penyimpanan dan pemindahan efek sesuai
dengan ketentuan Otoritasi Jasa Keuangan.
48. Pengungkapan Tambahan Laporan Arus Kas
Aktivitas operasi yang tidak mempengaruhi kas dan setara kas:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Penghapusbukuan kredit 3.810 549.081
Penghapusbukuan aset tetap 66 2.225
49. Rekonsiliasi Liabilitas yang Timbul dari Aktivitas Pendanaan
Tabel berikut menjelaskan perubahan pada liabilitas Perusahaan yang timbul dari aktivitas
pendanaan, yang meliputi perubahan terkait kas dan non-kas:
Arus kas Perubahan nonkas/
1 Januari 2026 pendanaan Perubahan lainnya 31 Maret 2026
Liabilitas sewa 116.153 (45.956) 54.023 124.220
Obligasi subordinasi 498.496 - 244 498.740
Pinjaman yang diterima 120.000 - - 120.000
Jumlah 734.649 (45.956) 54.267 742.960
Arus kas Perubahan nonkas/
1 Januari 2025 pendanaan Perubahan lainnya 31 Maret 2025
Liabilitas sewa 133.368 (47.811) 19.424 104.981
Obligasi subordinasi 497.505 - 245 497.750
Jumlah 630.873 (47.811) 19.669 602.731
- 108 -
Page 112
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
50. Standar Akuntansi Keuangan Baru
Perubahan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
Berlaku efektif sejak 1 Januari 2026
- Amandemen PSAK No. 109, “Instrumen Keuangan”
- Amandemen PSAK No. 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan tentang Klasifikasi dan
Pengukuran Instrumen Keuangan”
Berlaku efektif sejak 1 Januari 2027
- PSAK No. 118, “Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan”
- PSAK No. 413, “Penurunan Nilai”
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan, Perusahaan masih mempelajari dampak
yang mungkin timbul dari penerapan amandemen PSAK tersebut dan dampak tersebut pada
laporan keuangan belum dapat ditentukan.
51. Informasi Tambahan yang Tidak Dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan
Indonesia
a. Giro pada Bank Indonesia
Rasio GWM Perusahaan untuk mata uang Rupiah dan mata uang asing pada tanggal 31
Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
% %
GWM yang telah dibentuk
Rupiah
GWM Primer
Konvensional 12,25 14,86
Syariah 11.09 9,71
GWM Sekunder/PLM
Konvensional 41,36 42,15
Syariah 57,52 48,17
Mata uang asing
Konvensional 4,02 4,72
Syariah 1,13 1,18
Pengungkapan lebih lanjut Giro pada Bank Indonesia diungkapkan pada Catatan 4.
- 109 -
Page 113
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
b. Giro pada Bank Lain
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, kualitas Giro pada Bank Lain
dikelompokkan sebagai aset tetap lancar dan tidak terdapat saldo giro pada bank lain yang
diblokir.
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Suku bunga rata-rata
Rupiah 1,00% 1,00%
Mata uang asing 0,26% 0,43%
Pengungkapan lebih lanjut Giro pada Bank Lain diungkapkan pada Catatan 5.
c. Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, penempatan pada Bank Indonesia dan
bank lain dikelompokkan sebagai Lancar dan tidak terdapat saldo yang dijaminkan maupun
yang diblokir.
Pengungkapan lebih lanjut penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain diungkapkan
pada Catatan 6.
d. Efek-efek
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, seluruh efek-efek dikelompokkan
sebagai Lancar, kecuali untuk efek-efek dalam kelompok Macet sebesar Rp468.330 dan
Rp468.330.
Pengungkapan lebih lanjut Efek-efek diungkapkan pada Catatan 7.
e. Kredit yang Diberikan dan Piutang/Pembiayaan Syariah
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, rincian kredit bermasalah menurut
sektor ekonomi sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rupiah
Aktivitas keuangan dan asuransi 82.781 88.845
Rumah tangga 50.631 47.792
Perdagangan besar dan eceran, reparasi dan
perawatan mobil, dan sepeda motor 35.359 23.915
Industri pengolahan 6.027 2.336
Bukan lapangan usaha lainnya 5.036 4.331
Konstruksi 4.390 3.294
Aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa
hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan
dan penunjang usaha lainnya 4.390 2.227
Pertanian, kehutanan dan perikanan 3.124 4.558
Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum 2.988 497
Aktivitas jasa lainnya 1.572 740
Pengangkutan dan pergudangan 376 302
Real estate 243 242
Kesenian, hiburan, dan rekreasi 889 765
Aktivitas profesional, ilmiah, dan teknis 102 -
Pengelolaan air, pengelolaan air limbah,
pengelolaan dan daur ulang sampah,
dan aktivitas remediasi 62 -
Aktivitas kesehatan manusia dan aktivitas sosial - 7
Jumlah 197.970 179.851
- 110 -
Page 114
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, kredit non-performing yang telah
dihentikan pembebanan bunganya/bagi hasilnya masing-masing adalah sebesar Rp197.970
dan Rp179.851.
Untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, jumlah kredit yang
direstrukturisasi masing-masing sebesar Rp110.597 dan Rp6.968.
Pengungkapan lebih lanjut pada Kredit yang Diberikan dan Pembiayaan/Piutang Syariah
diungkapkan pada Catatan 9.
f. Tagihan dan Liabilitas Akseptasi
Kolektibilitas tagihan akseptasi pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rupiah
Pihak ketiga
Lancar 102.657 115.951
Mata uang asing (Catatan 41)
Pihak ketiga
Lancar 38.094 45.302
Jumlah 140.751 161.253
Pengungkapan lebih lanjut pada Tagihan dan Liabilitas Akseptasi diungkapkan pada Catatan
10.
g. Aset lain-lain
Berikut adalah rincian agunan yang diambil alih dan properti terbengkalai berdasarkan
kolektibilitasnya sesuai ketentuan Bank Indonesia:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Lancar 18.478 14.657
Kurang lancar 2.481 2.481
Diragukan 1.703 1.703
Macet 96.430 97.446
Jumlah 119.092 116.287
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai untuk aset lain-
lain adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang akan timbul akibat tidak
tertagihnya aset tersebut.
Pengungkapan lebih lanjut pada Aset Lain-lain diungkapkan pada Catatan 16.
- 111 -
Page 115
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
h. Aset dan Liabilitas dalam Mata Uang Asing
Posisi Devisa Neto (PDN)
Berikut ini disajikan rincian posisi devisa neto sebagaimana disampaikan Perusahaan kepada
Bank Indonesia:
31 Maret 2026
Laporan Posisi Keuangan dan
Rekening Administratif Bersih
Mata Uang Aset Liabilitas Absolut
Dolar Amerika Serikat 5.817.655 5.446.364 371.291
Yen Jepang 400.736 400.897 161
Dolar Singapura 523.194 524.629 1.435
Dolar Australia 55.580 55.571 9
Euro 99.520 99.264 256
Yuan China 42.221 42.746 525
Poundsterling Inggris 45.591 45.319 272
Dolar Hong Kong 5.414 - 5.414
Riyal Saudi Arabian 906 - 906
Dolar New Zealand 2.847 932 1.915
Jumlah 6.993.664 6.615.722 382.184
31 Desember 2025
Laporan Posisi Keuangan dan
Rekening Administratif Bersih
Mata Uang Aset Liabilitas Absolut
Dolar Amerika Serikat 4.467.025 4.503.560 36.535
Yen Jepang 73.153 72.370 783
Dolar Singapura 98.057 97.260 797
Dolar Australia 62.074 60.939 1.135
Euro 109.535 97.952 11.583
Yuan China 40.011 38.202 1.809
Poundsterling Inggris 15.440 379 15.061
Dolar Hong Kong 5.235 - 5.235
Riyal Saudi Arabian 889 - 889
Dolar New Zealand 3.186 703 2.483
Jumlah 4.874.605 4.871.365 76.310
Posisi devisa neto pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 dihitung berdasarkan
Peraturan Bank Indonesia. Rasio PDN Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31
Desember 2025 masing-masing adalah sebesar 4,63% dan 0,94%.
Pengungkapan lebih lanjut pada Aset dan Liabilitas Mata Uang Asing diungkapkan pada
Catatan 41.
i. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan
Dalam rangka pelaksanaan proses dan sistem manajemen risiko yang efektif, maka
Perusahaan sebagaimana yang diamanatkan dalam ketentuan regulator mengenai
Penerapan Manajemen Risiko Perusahaan Umum telah membentuk Komite Manajemen
Risiko dimana keanggotaan Komite Manajemen Risiko terdiri dari Mayoritas Direksi dan
Pejabat Eksekutif Perusahaan. Komite Manajemen Risiko dibentuk dengan tugas antara lain
penyusunan kebijakan, strategis, dan pedoman penerapan manajemen risiko, serta perbaikan
atau penyempurnaan pelaksanaan manajemen risiko berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan
manajemen risiko.
- 112 -
Page 116
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Selanjutnya Perusahaan juga telah membentuk Risk Management Group (RMG) yang
independen terhadap Satuan Kerja Operasional (risk taking unit) dan terhadap satuan kerja
yang melaksanakan fungsi pengendalian intern. Dalam pelaksanaan tugasnya, Risk
Management Group (RMG) bertanggung jawab langsung kepada Direktur Kepatuhan dan
Manajemen Risiko. Pembentukan Risk Management Group telah disesuaikan dengan
kebutuhan dan kompleksitas bisnis perusahaan. Adapun wewenang dan tanggung jawab Risk
Management Group antara lain mencakup:
Memberikan masukan kepada Direksi dalam penyusunan kebijakan, strategi, dan
kerangka manajemen risiko;
Menyusun dan mengembangkan prosedur dan alat untuk identifikasi, pengukuran,
pemantauan, dan pengendalian risiko;
Mendesain dan menerapkan perangkat yang dibutuhkan dalam melakukan identifikasi,
pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko, serta sistem informasi;
Memantau implementasi kebijakan, strategi, dan kerangka manajemen risiko yang
direkomendasikan oleh Komite Manajemen Risiko dan yang telah disetujui oleh Direksi;
Memantau posisi/eksposur risiko secara keseluruhan, maupun per risiko termasuk
pemantauan kepatuhan terhadap toleransi risiko dan limit yang ditetapkan;
Melakukan stress testing guna mengetahui dampak dari implementasi kebijakan dan
strategi manajemen risiko terhadap portofolio atau kinerja Perusahaan secara
keseluruhan;
Mengkaji usulan aktivitas dan/atau produk baru yang dikembangkan oleh suatu unit
tertentu Perusahaan. Pengkajian difokuskan terutama pada aspek kemampuan
Perusahaan untuk mengelola aktivitas dan/atau produk baru termasuk kelengkapan
sistem dan prosedur yang digunakan serta dampaknya terhadap eksposur risiko
Perusahaan secara keseluruhan;
Memberikan rekomendasi kepada satuan kerja bisnis dan/atau kepada Komite
Manajemen Risiko terkait penerapan manajemen risiko antara lain mengenai besaran
atau maksimum eksposur risiko yang dapat dipelihara Perusahaan;
Mengevaluasi akurasi dan validitas data yang digunakan oleh Perusahaan untuk
mengukur risiko bagi Perusahaan yang menggunakan model untuk keperluan internal;
Menyusun dan menyampaikan laporan profil risiko kepada Direktur Utama, Direktur
Manajemen Risiko, dan Komite Manajemen Risiko secara berkala atau paling kurang
secara triwulanan. Frekuensi laporan harus ditingkatkan apabila kondisi pasar berubah
dengan cepat;
Melaksanakan kaji ulang secara berkala dengan frekuensi yang disesuaikan kebutuhan
Perusahaan, untuk memastikan:
1. Kecukupan kerangka manajemen risiko;
2. Keakuratan metodologi penilaian risiko; dan
3. Kecukupan sistem informasi manajemen risiko.
Menyusun dan menyampaikan rencana dan realisasi rencana kerja Komite Manajemen
Risiko Perusahaan sebagai panduan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab
komite untuk disetujui oleh Direksi dan/atau Komite Manajemen Risiko;
Menyusun dan menyampaikan Pedoman dan Tata Tertib Kerja Komite Manajemen
Risiko Perusahaan dalam rangka penguatan penerapan tata kelola dan manajemen
risiko dengan mengacu pada ketentuan Regulator dan ketentuan Internal mengenai
Penerapan Tata Kelola dan Penerapan Manajemen Risiko untuk disetujui oleh Direksi
dan/atau Komite Manajemen Risiko;
Risiko Kredit
Perusahaan secara berkesinambungan telah dan/atau akan melakukan perbaikan dan
penyempurnaan dalam proses kredit antara lain:
- 113 -
Page 117
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Melakukan pemisahan Risk Appetite & Risk Tolerance Kredit dan Surat Berharga serta
melakukan pemisahan parameter CKPN NPL terbagi kedalam CKPN NPL Perusahaan,
CKPN NPL Kolektif dan CKPN NPL Individual dimana pemisahan ini menyesuaikan
dengan penerapan CKPN mengacu pada PSAK No. 109 Instrumen Keuangan yang telah
diimplementasikan oleh Perusahaan;
Menetapkan dan melakukan pemantauan Risk Appetite dan Risk Tolerance untuk rasio
NPL Net dan Gross Bank, NPL per Segmentasi, Sektor Ekonomi Kredit & Surat
Berharga, Debitur Inti, CKPN untuk NPL Perusahaan, CKPN NPL Kolektif, CKPN NPL
Individual, Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM), BMPK pihak terkait dan
selain pihak terkait dan Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) Kredit;
Melakukan kajian atas kebijakan, prosedur, maupun aktivitas bank terkait risiko kredit
yang dinilai perlu disempurnakan serta yang mengalami peningkatan eksposur risiko;
Melakukan identifikasi risiko terhadap potensi peningkatan risiko atas portofolio
Bankwide dengan melakukan simulasi atas eksposur pengajuan kredit terhadap ratio
NPL, debitur inti, Risk Appetite & Risk Tolerance, BMPK, CKPN dan CAR Bank;
Optimalisasi fungsi Early Warning oleh Credit Management Group (Corporate &
Commercial) dan Credit Management Group (MSME & Consumer) untuk mendeteksi dini
kinerja, prospek dan kemampuan membayar debitur untuk meminimalkan risiko gagal
bayar dan/atau penurunan kolektibilitas yang berdampak pada penambahan
pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN);
Peningkatan fungsi Credit Operations dalam memastikan dan memperkuat fungsi
monitoring atas pemenuhan kepatuhan terhadap covenant dan kelengkapan dokumen;
Melakukan pemantauan ketat terhadap portofolio dan kinerja debitur yang telah
direstrukturisasi akibat Covid-19, mengidentifikasi secara dini debitur restrukturisasi
Covid yang berpotensi mengalami penurunan kualitas (early warning), memastikan
kecukupan pencadangan;
Melakukan pengkinian kebijakan, Pedoman, Standard of Procedure (SOP), Petunjuk
Pelaksanaan (Juklak), Surat Keputusan (SK) untuk menyempurnakan proses kredit
secara end to end disesuaikan dengan perubahan faktor atau stratejik bisnis, eksposur
risiko, profil risiko dan ketentuan regulator yang berlaku;
Memantau pemenuhan dokumen covenant kredit sesuai yang disyaratkan pada Offering
Letter dan segera ditindaklanjuti apabila terdapat covenant yang tidak dapat dipenuhi dan
memastikan mitigasi atas penyimpangan covenant telah memadai dan prudent guna
meminimalisir risiko yang akan dihadapi oleh Perusahaan;
Melakukan pengendalian risiko kredit dari masing-masing unit bisnis dalam hal
penanganan kredit, memantau progress penyelesaian debitur bermasalah dan
melakukan penagihan yang intensif, lelang/agunan yang diambil alih (AYDA), dan
pemasaran jaminan melalui media digital dan non-digital serta hapus buku;
Melakukan monitoring ketepatan pembayaran dan flow rate untuk nasabah seluruh
segmen, keberlanjutan terhadap kinerja usaha dan kemampuan bayar debitur existing;
Melakukan restrukturisasi kepada debitur-debitur yang mengalami penurunan usaha
dengan tetap memperhatikan ketentuan baik dari karakter debitur, usaha yang masih
berjalan sebagai sumber pembayaran, prospek usaha, dan masih memiliki kemampuan
membayar;
Mengupayakan penyaluran kredit ke sektor usaha yang belum melampaui limit Risk
Appetite dan Risk Tolerance Perusahaan serta sektor yang termasuk dalam kategori
pembiayaan berkelanjutan (sustainable financing) dengan tetap memperhatikan kondisi
ekonomi Perusahaan;
Pelaksanaan corporate credit quality assurance dalam rangka menjaga ketertiban
dokumentasi kredit, kedisiplinan pemantauan kredit, pemenuhan covenant dan
persyaratan kredit serta pemantauan kualitas portofolio kredit yang bertujuan untuk
mendorong terciptanya proses pemberian kredit yang berkualitas dan terpantau dengan
baik;
- 114 -
Page 118
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Meningkatkan analisa dalam penilaian calon debitur dengan menggunakan data pihak
ketiga sebagai data pembanding dalam pengambilan keputusan kredit;
Melakukan monitoring portofolio kredit debitur seluruh segmen, melakukan Early Warning
untuk mendeteksi secara dini potensi masalah atau risiko yang akan muncul dan
menetapkan action plan atau langkah preventif;
Pembentukan CKPN mengacu kepada metodologi metode PSAK 109 Instrumen
Keuangan dan secara bertahap melakukan penambahan pembentukan CKPN secara
memadai sesuai dengan Risk Appetite dan Risk Tolerance Perusahaan terutama untuk
debitur NPL dan debitur yang berpotensi jatuh ke NPL;
Melakukan uji ketahanan (stress test) yang bertujuan untuk mengukur ketahanan Bank
dalam menghadapi kondisi ekstrem yang dapat berdampak pada peningkatan Non-
Performing Loan (NPL), Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN), serta tekanan
terhadap Modal dan Capital Adequacy Ratio (CAR).
Melakukan penyusunan profil risiko Perusahaan yang dilaporkan secara triwulanan dan
semesteran. Laporan profil risiko ini menggambarkan risiko yang melekat dalam kegiatan
bisnis Perusahaan (inherent risk) termasuk kualitas penerapan manajemen risiko untuk
masing-masing jenis risiko; dan
Melakukan pelaporan dan pemantauan penyediaan dana dan BMPK baik kepada pihak
terkait maupun kepada selain pihak terkait setiap bulan. .
Risiko Likuiditas
Rasio likuiditas yaitu Liquidity Coverage Ratio (LCR) dan Net Stable Funding Ratio (NSFR)
pada bulan Maret 2026 masing-masing sebesar 474,18% dan 229,4% untuk individual dan
sebesar 403,0% dan 213,1% untuk konsolidasi dengan perusahaan anak, kedua rasio
likuiditas ini baik secara individu maupun secara konsolidasi dengan perusahaan anak telah
memenuhi ketentuan regulator yaitu minimal sebesar 100%. Dengan tingginya rasio LCR dan
NSFR Perusahaan maka tingkat risiko likuiditas Perusahaan dinilai rendah. Kondisi tersebut
mencerminkan bahwa Perusahaan memiliki aset berkualitas tinggi yang sangat memadai
untuk memenuhi kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang secara berkelanjutan.
*****
- 115 -
Page 119
Lampiran 1
PT BANK SINARMAS TBK (ENTITAS INDUK)
Laporan Posisi Keuangan
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2026 31 Desember 2025
ASET
Kas dan setara kas 508.307 443.056
Giro pada Bank Indonesia 5.099.492 5.438.754
Giro pada bank lain 1.949.650 900.510
Cadangan kerugian penurunan nilai (521) (263)
Jumlah - bersih 1.949.129 900.247
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain 5.738.627 8.465.847
Cadangan kerugian penurunan nilai (204) (228)
Jumlah - bersih 5.738.423 8.465.619
Efek-efek
Pihak berelasi 1.159.388 1.172.307
Pihak ketiga 20.100.988 19.622.619
Jumlah 21.260.376 20.794.926
Cadangan kerugian penurunan nilai (252) (254)
Jumlah - bersih 21.260.124 20.794.672
Efek-efek yang dibeli dengan janji jual
kembali - pihak ketiga 2.003.880 1.399.411
Bunga diterima dimuka yang belum diamortisasi (5.553) (4.471)
Jumlah bersih 1.998.327 1.394.940
Kredit yang diberikan dan piutang/
pembiayaan syariah
Pihak berelasi 334.478 280.019
Pihak ketiga 9.575.386 8.969.165
Jumlah 9.909.864 9.249.184
Cadangan kerugian penurunan nilai (571.304) (572.861)
Jumlah - bersih 9.338.560 8.676.323
Tagihan akseptasi
Pihak ketiga 140.751 161.253
Cadangan kerugian penurunan nilai (32) (29)
Jumlah - bersih 140.719 161.224
Penyertaan saham 659.290 659.290
Pendapatan yang masih akan diterima 192.484 266.963
Biaya dibayar dimuka 334.996 280.078
Aset tetap dan aset hak guna - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sebesar
Rp2.112.024 dan Rp2.053.290
masing-masing pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 1.424.684 1.437.154
Aset pajak tangguhan - bersih 44.771 -
Aset lain-lain - bersih 379.144 358.791
JUMLAH ASET 49.068.450 49.277.111
- 116 -
Page 120
Lampiran 1
PT BANK SINARMAS TBK (ENTITAS INDUK)
Laporan Posisi Keuangan
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2026 31 Desember 2025
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas segera 324.250 111.296
Simpanan
Pihak berelasi 3.728.810 4.924.987
Pihak ketiga 35.534.590 34.580.972
Jumlah 39.263.400 39.505.959
Simpanan dari bank lain
Pihak berelasi 9.425 10.928
Pihak ketiga 96.580 61.614
Jumlah 106.005 72.542
Efek-efek yang dijual dengan janji beli
kembali - pihak ketiga 19.414 -
Utang pajak 44.898 23.313
Liabilitas akseptasi 140.941 161.553
Beban yang masih harus dibayar 49.419 45.430
Liabilitas pajak tangguhan - bersih - 22.427
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 80.827 68.827
Obligasi subordinasi - bersih 498.740 498.496
Liabilitas lain-lain 255.764 213.055
Jumlah Liabilitas 40.783.658 40.722.898
Ekuitas
Modal saham - nilai nominal Rp 100
(dalam Rupiah penuh) per saham
Modal dasar - 60.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor -
19.716.162.403 saham dan 19.716.162.403
saham masing-masing pada tanggal
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 1.971.616 1.971.616
Tambahan modal disetor - bersih 3.552.194 3.552.194
Komponen ekuitas lainnya 558.141 868.932
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya 10.500 10.500
Tidak ditentukan penggunaannya 2.192.341 2.150.971
2.202.841 2.161.471
Jumlah Ekuitas 8.284.792 8.554.213
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 49.068.450 49.277.111
- 117 -
Page 121
Lampiran 2
PT BANK SINARMAS TBK (ENTITAS INDUK)
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk Periode-periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2026 31 Maret 2025
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan bunga 568.169 650.229
Beban bunga (271.024) (209.367)
Pendapatan Bunga - Bersih 297.145 440.862
Pendapatan Operasional Lainnya
Provisi dan komisi selain dari kredit 142.982 110.699
Keuntungan kurs mata uang asing - bersih 32.242 23.846
Keuntungan dari kenaikan nilai wajar efek-efek
yang diukur melalui laba rugi - bersih - 4.065
Keuntungan dari penjualan efek-efek yang
diukur melalui laba rugi - bersih 64.532 41.020
Pemulihan kerugian penurunan nilai
aset keuangan - bersih 3.713 15.643
Penerimaan kembali aset yang
telah dihapusbukukan 389.280 50.101
Lain-lain 9.486 5.536
Jumlah Pendapatan Operasional 939.380 691.772
Beban Operasional Lainnya
Umum dan administrasi 322.123 271.759
Tenaga kerja 438.193 293.574
Penyusutan aset tetap dan aset hak guna 70.463 69.462
Kerugian dari penurunan nilai wajar efek-efek
yang diukur melalui laba rugi - bersih 39.401 -
Biaya komisi 13.604 11.166
Lain-lain 2.239 2.967
Jumlah Beban Operasional 886.023 648.928
LABA SEBELUM PAJAK 53.357 42.844
BEBAN PAJAK
Kini 7.489 8.140
Tangguhan 4.498 -
11.987 8.140
LABA BERSIH 41.370 34.704
PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi - bersih
Penghasilan (rugi) yang belum direalisasi atas
perubahan nilai wajar dari efek-efek yang
diukur melalui penghasilan komprehensif lain (310.791) (16.302)
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN (310.791) (16.302)
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF (269.421) 18.402
LABA BERSIH PER SAHAM
(dalam Rupiah penuh)
Dasar 2,10 1,76
- 118 -
Page 122
Lampiran 3
PT BANK SINARMAS TBK (ENTITAS INDUK)
Laporan Perubahan Ekuitas
Untuk Periode-periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Komponen Ekuitas Lainnya
Laba (Rugi) yang
Belum Direalisasi Surplus Saldo Laba
Tambahan Modal atas Perubahan Revaluasi Ditentukan Tidak Ditentukan
Modal Saham Disetor - Bersih Nilai Wajar Efek Aset Tetap Penggunaannya Penggunaannya Jumlah Ekuitas
Saldo pada tanggal 1 Januari 2025 1.971.616 3.552.194 21.882 480.118 10.000 1.916.298 7.952.108
Laba tahun berjalan - - - - - 34.704 34.704
Penghasilan (rugi) komprehensif lain
Rugi yang belum direalisasi atas perubahan
nilai wajar efek-efek yang diukur pada
nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain - bersih - - (16.302) - - - (16.302)
Saldo pada tanggal 31 Maret 2025 1.971.616 3.552.194 5.580 480.118 10.000 1.951.002 7.970.510
Saldo pada tanggal 1 Januari 2026 1.971.616 3.552.194 388.814 480.118 10.500 2.150.971 8.554.213
Laba tahun berjalan - - - - - 41.370 41.370
Penghasilan (rugi) komprehensif lain
Rugi yang belum direalisasi atas perubahan
nilai wajar efek-efek yang diukur pada
nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain - bersih - - (310.791) - - - (310.791)
Saldo pada tanggal 31 Maret 2026 1.971.616 3.552.194 78.023 480.118 10.500 2.192.341 8.284.792
- 119 -
Page 123
Lampiran 4
PT BANK SINARMAS TBK (ENTITAS INDUK)
Laporan Arus Kas
Untuk Periode-periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2026 31 Maret 2025
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Pendapatan bunga 642.648 710.755
Pendapatan operasional lainnya 605.896 229.189
Beban bunga (266.791) (216.262)
Keuntungan (kerugian) selisih kurs
mata uang asing - bersih (34.083) (103.596)
Pembayaran pajak penghasilan badan (3.132) (11.048)
Beban umum dan administrasi (310.123) (268.794)
Beban tenaga kerja (438.193) (293.574)
Beban operasional lainnya (15.489) (13.928)
Arus kas operasional sebelum perubahan
aset dan liabilitas operasi 180.733 32.742
Penurunan (kenaikan) aset operasi:
Efek-efek (837.493) (1.009.248)
Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (603.387) (52.936)
Kredit yang diberikan (656.683) (42.375)
Pembayaran tagihan akseptasi 20.502 (22.840)
Biaya dibayar dimuka (54.918) (36.922)
Aset lain-lain (93.013) (295.741)
Kenaikan (penurunan) liabilitas operasi:
Liabilitas segera 212.954 159.336
Simpanan (242.559) (2.451.406)
Simpanan dari bank lain 33.463 5.198
Utang pajak 17.228 13.860
Efek yang dijual dengan janji beli kembali 19.414 (879.455)
Liabilitas akseptasi (20.612) 22.867
Liabilitas lain-lain 65.402 62.645
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Operasi (1.958.969) (4.494.275)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Hasil penjualan aset tetap 414 27
Perolehan aset tetap (8.075) (18.282)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Investasi (7.661) (18.255)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran liabilitas sewa (45.956) (47.811)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan (45.956) (47.811)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH
KAS DAN SETARA KAS (2.012.586) (4.560.341)
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 15.248.167 15.345.403
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing 60.495 127.442
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 13.296.076 10.912.504
PENGUNGKAPAN TAMBAHAN
Kas dan Setara Kas terdiri dari:
Kas 508.307 571.417
Giro pada Bank Indonesia 5.099.492 3.624.846
Giro pada bank lain 1.949.650 1.255.460
Penempatan pada Bank Indonesia dan
bank lain - jangka waktu jatuh tempo tiga
bulan atau kurang sejak tanggal perolehan 5.738.627 5.460.781
Jumlah Kas dan Setara Kas 13.296.076 10.912.504
- 120 -
Names mentioned 156 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank Indonesia
p.4 ×81
unresolved
org
PT Bank Shinta Indonesia
p.9 ×2
unresolved
person
Buniarti Tjandra
p.9
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.9
unresolved
person
Triphosa Lily Ekadewi
p.9
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9 ×3
unresolved
person
Endang Saritomo Utari
p.9
unresolved
person
Sutjipto
p.9
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9
unresolved
person
Aulia Taufani
· Notaris
p.9 ×4
unresolved
person
H. Thamrin
p.9
unresolved
org
PT Sinarmas Cakrawala. Sesuai
p.10
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.10
unresolved
org
Bank Devisa. Perusahaan
p.10
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.10 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
p.10
unresolved
org
Bapepam
p.10 ×4
unresolved
person
Aryanti Artisari
p.11
unresolved
org
PT Bank Nano Syariah
p.12 ×10
unresolved
org
Syariah
p.12
unresolved
org
PT Bank Nano Syariah. Pemisahan Unit Usaha Syariah
p.12
unresolved
org
Bank Umum Syariah
p.12 ×3
unresolved
org
Sinarmas Multiartha Tbk
p.12 ×6
unresolved
org
PT Asuransi Sinar Mas
p.12 ×3
unresolved
person
Tjun Hau
· Komisaris Utama
p.13
unresolved
person
Nana Supriana
· Komisaris Independen
p.13
unresolved
person
Horas Parsaulian Pardede
· Komisaris Independen
p.13
unresolved
person
Soejanto Soetjijo
· Direktur
p.13
unresolved
person
Uzan Tedjamulia
· Direktur
p.13
unresolved
person
Hanafi Himawan
· Direktur
p.13
unresolved
person
Suyono Wijaya
· Direktur
p.13
unresolved
person
Ahmadi Sukarno
· Ketua
p.13
unresolved
person
Mochammad Bukhori Muslim
· Anggota
p.13
unresolved
person
Tjendrawati Widjaja
· Komisaris Utama
p.13 ×3
unresolved
person
Rusmin
· Komisaris Independen
p.13 ×3
unresolved
person
Frenky Tirtowijoyo
· Direktur Utama
p.13
unresolved
person
Miko Andidjaja
· Direktur
p.13
unresolved
person
Ekajaya Ongny Putra
· Direktur
p.13
unresolved
person
Enny Kamal
· Direktur
p.13
unresolved
person
Amandalia Johanes
· Direktur
p.13
unresolved
org
Bank Lain Penempatan
p.23
unresolved
org
Bank Lain Simpanan
p.30 ×2
unresolved
org
Bank Syariah.
p.32
unresolved
org
Maybank Indonesia Tbk
p.39 ×2
unresolved
org
Sumitomo Mitsui Banking Corporation
p.39
unresolved
org
Bank Trust Company Americas
p.39
unresolved
org
PT Bank ICBC Indonesia
p.39
unresolved
org
Bank Indonesia Deposit
p.40
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat
p.41 ×2
unresolved
org
Banten Tbk
p.41 ×3
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan
p.41
unresolved
org
Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk
p.41 ×2
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta
p.41
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Maluku
p.41
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur
p.41
unresolved
org
PT Bank CTBC Indonesia
p.41
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan
p.41
unresolved
org
PT Bank Sahabat Sampoerna
p.41
unresolved
org
PT Bank SBI Indonesia
p.42
unresolved
org
Chandra Asri Petrochemical Tbk
p.45 ×2
unresolved
org
PT Indonesia Asahan Aluminium
p.45
unresolved
org
Pefindo Medco Oak Tree Pte Ltd
p.45
unresolved
org
KRI Solar United Network Pte.Ltd
p.45
unresolved
org
Adira Dinamika Multifinance Tbk
p.45 ×2
unresolved
org
PT Indah Kiat Pulp
p.45
unresolved
org
Paper Tbk
p.45
unresolved
org
PT Lontar Papyrus Pulp
p.45
unresolved
org
PT OKI Pulp
p.45
unresolved
org
Japfa Comfeed Tbk
p.45 ×2
unresolved
org
KJPP Firmansyah & Rekan
p.61
unresolved
person
Firmansyah
p.61
unresolved
org
PT Bank Resona Perdania
p.63 ×3
unresolved
org
PT BPD Jawa Barat
p.70
unresolved
org
PT Asuransi Simas Jiwa
p.83
unresolved
org
Bank Umum Syariah Pemasaran
p.87 ×4
unresolved
org
Bank Spesifik
p.102
unresolved
org
Bank Specific Crisis
p.102
unresolved
org
Bank Nano Syariah Perusahaan
p.105
unresolved
org
Bank Indonesia. Rasio PDN Perusahaan
p.115
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.