Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 58
Page 1
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk Dan Entitas Anak Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir Pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan pada tanggal 31 Desember 2025 (Diaudit)
Page 2
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Direksi dan Dewan Komisaris tentang Tanggung Jawab atas Laporan
Keuangan PT Surya Fajar Capital Tbk dan anak perusahaan pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak
Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) serta Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN - Pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan
31 Desember 2025 (Diaudit) serta Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 3
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 5
Laporan Arus Kas Konsolidasian 7
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 8
Page 3
Page 4
Page 5
PT SURYA FAJAR CAPITAL DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Maret 2026 31 Desember 2025
ASET
Kas dan setara kas 5 39.051.185.861 42.278.666.247
Deposito berjangka yang dibatasi
penggunaannya 6 30.562.500.000 30.562.500.000
Portofollio efek - bersih 7 38.166.430.608 44.680.425.054
Piutang Transaksi Perantara
perdagangan efek - pihak ketiga 8 13.418.204.391 64.086.459.157
Piutang lain-lain - pihak ketiga 2.237.594.679 3.048.491.417
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 467.741.587 471.197.759
Pajak dibayar dimuka 9 563.991.310 544.692.714
Penyertaan saham 10 9.865.000.000 9.865.000.000
Aset pajak tangguhan 29 6.658.473.465 6.658.473.465
Aset tetap - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan masing-masing sebesar
Rp 18.976.523.264 dan Rp 18.403.910.521
pada tanggal 31 Maret 2026
dan 31 Desember 2025 11 2.116.786.776 2.667.808.387
Aset takberwujud - setelah dikurangi
akumulasi amortisasi masing-masing sebesar
Rp 11.967.932.078 dan Rp 11.885.073.012 pada
tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 12 713.424.625 712.283.691
Aset lain-lain 3.430.206.248 3.402.884.964
JUMLAH ASET 147.251.539.550 208.978.882.855
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan konsolidasian
1
Page 6
PT SURYA FAJAR CAPITAL DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Maret 2026 31 Desember 2025
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang usaha - pihak ketiga 13 381.549.392 395.018.461
Utang transaksi perantara
perdagangan efek - pihak ketiga 14 12.045.353.355 62.605.947.165
Utang lain-lain pihak ketiga 15 2.170.648.973 981.356.208
Utang pajak 16 521.299.669 132.219.463
Beban akrual 353.499.714 533.798.957
Pendapatan diterima dimuka 112.986.634 103.784.677
Liabilitas sewa 573.164.587 852.467.085
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 28 5.052.269.131 5.052.269.131
21.210.771.455 70.656.861.147
Jumlah Liabilitas
EKUITAS
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan
kepada Pemilik Entitas Induk
Modal saham
Modal dasar - 3.400.000.000 saham dengan nilai
nominal Rp 100 per saham
Modal ditempatkan dan disetor - 1.359.934.021 saham 18 135.993.402.100 135.993.402.100
Tambahan modal disetor - bersih 19 55.374.203.699 55.374.203.699
Selisih transaksi dengan pihak nonpengendali 20 8.026.681.207 8.026.681.207
Ekuitas pada keuntungan (kerugian) belum direalisasi
atas kenaikan (penurunan) nilai investasi yang diukur
pada nilai wajar melalui komprehensif lain 9 (10.806.764.340) (9.770.887.104)
Investasi dalam instrumen ekuitas 7.365.000.000 7.365.000.000
Saldo laba (defisit)
Ditentukan penggunaannya 21 3.000.000.000 3.000.000.000
Tidak ditentukan penggunannya (99.887.044.102) (90.474.455.309)
Jumlah Ekuitas yang Dapat
Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk 99.065.478.564 109.513.944.593
Kepentingan Nonpengendali 22 26.975.289.531 28.808.077.115
Jumlah Ekuitas 126.040.768.095 138.322.021.708
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 147.251.539.550 208.978.882.855
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan konsolidasian
2
Page 7
PT SURYA FAJAR CAPITAL DAN ENTITAS ANAK
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2026 31 Maret 2025 31 Desember 2025
Catatan
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit) (Diaudit)
PENDAPATAN USAHA 23 (1.270.296.593) 1.522.548.981 6.814.975.368
BEBAN POKOK PENDAPATAN 24 (11.673.594) (60.652.241) (795.292.110)
LABA (RUGI) KOTOR (1.281.970.187) 1.461.896.740 6.019.683.258
BEBAN USAHA 25,32 (8.813.108.357) (9.795.778.424) (33.392.964.933)
LABA (RUGI) USAHA (10.095.078.544) (8.333.881.684) (27.373.281.675)
Penghasilan lainnya 26 911.018.588 3.093.019.293 15.630.495.380
Beban lainnya 27 (2.023.246.980) (174.472.094) (3.129.046.376)
Beban bunga dan keuangan lainnya (38.069.444) (87.943.144) (392.524.557)
RUGI SEBELUM PAJAK (11.245.376.380) (5.503.277.629) (15.264.357.228)
BEBAN PAJAK 29 - - (407.914.907)
RUGI SETELAH PAJAK (11.245.376.380) (5.503.277.629) (15.672.272.135)
PENGHASILAN (RUGI)
KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi
ke laba rugi
Keuntungan (kerugian) belum direalisasi
atas kenaikan nilai investasi yang diukur
melalui penghasilan komprehensif lain 7 (1.035.877.236) (1.040.773.435) (4.684.585.681)
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti 28 - - (1.228.683)
Pajak terkait 29 - - 270.311
PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF
LAIN - SETELAH PAJAK (1.035.877.236) (1.040.773.435) (4.685.544.053)
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF (12.281.253.616) (6.544.051.064) (20.357.816.188)
JUMLAH RUGI TAHUN/PERIODE BERJALAN
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN
KEPADA:
Pemilik entitas induk (9.412.588.796) (5.463.908.204) (12.036.098.401)
Kepentingan nonpengendali (1.832.787.584) (39.369.425) (3.636.173.734)
(11.245.376.380) (5.503.277.629) (15.672.272.135)
JUMLAH RUGI TAHUN/PERIODE BERJALAN
KOMPREHENSIF YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk (10.448.466.032) (6.504.681.639) (16.765.568.862)
Kepentingan nonpengendali (1.832.787.584) (39.369.425) (3.592.247.326)
(12.281.253.616) (6.544.051.064) (20.357.816.188)
RUGI PER SAHAM DASAR 30 (6,92) (4,02) (8,85)
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan konsolidasian
3
Page 8
PT SURYA FAJAR CAPITAL TBK DAN ENTITAS ANAK
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Ekuitas Yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk
Ekuitas pada
Selisih Nilai Keuntungan (Kerugian)
Tambahan Modal Transaksi dengan Belum Direalisasi Atas
Catatan Modal Disetor Saldo Laba
Disetor - bersih Kepentingan Kenaikan (Penurunan) Investasi dalam Kepentingan
Jumlah Jumlah Ekuitas
Nonpengendali Nilai Investasi yang instrumen ekuitas Nonpengendali
Diukur pada Nilai Wajar
Melalui Penghasilan
Komprehensif Lain
Ditentukan Belum Ditentukan
Penggunaannya Penggunaannya
Saldo pada tanggal 1 Januari 2025 135.993.402.100 55.374.203.699 8.053.442.335 (799.922.942) 7.365.000.000 3.000.000.000 (82.679.850.609) 126.306.274.583 32.373.563.313 158.679.837.896
Rugi komprehensif - - - - - - (12.036.098.401) (12.036.098.401) (3.636.173.734) (15.672.272.135)
Penghasilan (Rugi) komprehensif lain
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti - bersih - - - - - - (44.884.780) (44.884.780) 43.926.408 (958.372)
Ekuitas pada kerugian belum direalisasi atas kenaikan
nilai investasi yang diukur
melalui penghasilan komprehensif lain 9 - - - (4.684.585.681) - - - (4.684.585.681) - (4.684.585.681)
kerugian yang direalisasi atas penjualan
investasi yang diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain 9 (4.286.378.481) - - 4.286.378.481 - - -
Jumlah rugi komprehensif - - - (8.970.964.162) - - (7.794.604.700) (16.765.568.862) (3.592.247.326) (20.357.816.188)
Transaksi dengan pemilik
Selisih transaksi dengan
pihak nonpengendali 1c,20 - - (26.761.128) - - - - (26.761.128) 26.761.128 -
Jumlah transaksi dengan pemilik - - (26.761.128) - - - - (26.761.128) 26.761.128 -
Saldo pada tanggal 31 Desember 2025 135.993.402.100 55.374.203.699 8.026.681.207 (9.770.887.104) 7.365.000.000 3.000.000.000 (90.474.455.309) 109.513.944.593 28.808.077.115 138.322.021.708
Rugi komprehensif - - - - - - (9.412.588.793) (9.412.588.793) (1.832.787.584) (11.245.376.377)
Penghasilan (Rugi) komprehensif lain
Ekuitas pada kerugian belum direalisasi atas kenaikan
nilai investasi yang diukur
melalui penghasilan komprehensif lain 9 - - - (1.035.877.236) - - - (1.035.877.236) - (1.035.877.236)
Jumlah rugi komprehensif - - - (1.035.877.236) - - (9.412.588.793) (10.448.466.029) (1.832.787.584) (12.281.253.613)
Saldo pada tanggal 31 Maret 2026 135.993.402.100 55.374.203.699 8.026.681.207 (10.806.764.340) 7.365.000.000 3.000.000.000 (99.887.044.102) 99.065.478.564 26.975.289.531 126.040.768.095
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan konsolidasian
6
Page 9
PT SURYA FAJAR CAPITAL TBK DAN ENTITAS ANAK
Laporan Arus Kas Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak diaudit) dan
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret (Tidak Diaudit) 31 Desember
2026 2025 2025
(3 Bulan) (3 Bulan) (12 Bulan)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
Penerimaan dari jasa manajemen 420.000.000 127.500.000 1.045.000.000
Penerimaan penghasilan dividen dan bunga 579.867.345 5.094.182 2.008.615.584
Penerimaan dari nasabah - bersih (34.338.644.785) 3.295.059.989 37.507.293.752
Penerimaan komisi perantara
perdagangan efek dan jasa agen 1.222.470.361 809.640.431 3.467.902.551
Penerimaan jasa penjamin emisi
dan penjualan efek 150.000.000 258.211.196 200.000.000
Pembayaran kepada
lembaga kliring dan penjaminan - bersih 34.446.305.741 (3.311.860.586) (37.694.670.590)
Penerimaan dari komisi transaksi 396.384.869 528.049.251 1.436.094.460
Pembayaran kepada karyawan (5.841.268.950) (6.253.179.116) (18.934.736.602)
Pembayaran lainnya - bersih (462.966.037) (1.403.058.292) (10.279.536.279)
Kas Bersih digunakan untuk Aktivitas Operasi (3.427.851.456) (5.944.542.945) (21.244.037.124)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
Kenaikan (penurunan) atas
piutang lain-lain pihak ketiga - 1.080.916.703 1.393.049.701
Perolehan:
Portofolio efek - diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi - (5.000.000.000) (6.298.800.000)
Portofolio efek - diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain - (999.900.000) (6.000.000.000)
Penjualan:
Portofolio efek - diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi - 5.187.282.457 25.053.731.600
Portofolio efek - diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain - 1.517.923.140 3.257.358.900
Hasil penjualan investasi pada entitas asosiasi - - 10.983.750.000
Perolehan aset tetap (21.591.133) (251.657.040) (587.548.025)
Perolehan aset tidak berwujud (84.000.000) (48.400.000) (359.945.046)
Hasil penjualan aset tetap - - 9.290.000
Penerimaan (pembayaran) jaminan dan deposit - 112.828.500 296.278.700
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Investasi (105.591.133) 1.598.993.760 27.747.165.830
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Penerimaan (pembayaran)
utang lain - lain pihak ketiga 600.000.000 - (3.600.000.000)
Pembayaran liabilitas sewa (279.298.857) (554.898.872) (1.364.563.839)
Pembayaran atas bunga liabilitas sewa (14.738.940) (33.176.728) (105.625.161)
Kas Bersih Diperoleh dari
(Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan 305.962.203 (588.075.600) (5.070.189.000)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH -
KAS DAN SETARA KAS (3.227.480.386) (4.933.624.785) 1.432.939.706
KAS DAN SETARA KAS
AWAL TAHUN/PERIODE 42.278.666.247 40.845.726.541 40.845.726.541
Perubahan pada dana yang
dibatasi penggunaannya - -
KAS DAN SETARA KAS
AKHIR TAHUN/PERIODE 39.051.185.861 35.912.101.756 42.278.666.247
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan konsolidasian
8
Page 10
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
1. Umum
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Surya Fajar Capital Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan Akta No. 12 tanggal 5 April 2016, yang
dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta Utara. Akta Pendirian tersebut telah
memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusannya No. AHU-0017288.AH.01.01.TAHUN 2016 tanggal 5 April 2016 dan telah diumumkan dan
dimuat dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 63 Tambahan No. 62036 tanggal 9 Agustus 2016.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 16
tanggal 9 Mei 2023, yang dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta Utara,
mengenai penyesuaian maksud, tujuan serta kegiatan usaha Perusahaan sesuai dengan Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2020. Penyesuaian Anggaran Dasar tersebut telah memperoleh
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya
No. AHU-0026143.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 11 Mei 2023.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama bergerak di
bidang jasa, konsultasi manajemen dan bisnis, serta perdagangan dan keuangan baik langsung maupun melalui
anak usaha.
Perusahaan dan Entitas Anak disebut sebagai Grup. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada
tahun 2016. Perusahaan berkedudukan di Jakarta Selatan. Kantor pusat Perusahaan beralamat di Satrio
Tower Building Lantai 14 Unit 5, Jl. Prof. Dr. Satrio Blok C4 No. 5, Kelurahan Kuningan Timur, Kecamatan
Setiabudi, Jakarta Selatan 12950.
Pemegang saham akhir Grup adalah PT Surya Fajar Corpora yang berkedudukan di Indonesia.
b. Penawaran Umum Saham
Pada tanggal 13 Juni 2019, Perusahaan memperoleh Surat Pernyataan Efektif dari Ketua Otoritas Jasa
Keuangan atau OJK dengan Suratnya No. S-70/D.04/2019 untuk melakukan penawaran umum perdana
212.500.000 saham Perusahaan kepada masyarakat dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan harga
penawaran sebesar Rp 188 per saham dimana melekat Waran Seri I sebanyak-banyaknya 297.500.000
Saham Biasa Atas Nama (“Saham”) dengan nilai nominal sebesar Rp 100 per saham dan ditawarkan
dengan Harga Pelaksanaan Rp 235 per saham. Pada tanggal 19 Juni 2019, seluruh saham telah tercatat di
Bursa Efek Indonesia.
Berdasarkan Akta No. 79 tanggal 7 September 2020, yang dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E.,
M.Kn., Notaris di Jakarta Utara, pemegang saham menyetujui penerbitan Waran Seri I sebanyak
297.500.000 dan berdasarkan laporan Biro Administrasi Efek No. OPR220/AJK/062020 tanggal 2 Juni 2020
dan No. OPR-253/AJK/062020 tanggal 22 Juni 2020 perihal berakhirnya masa pelaksanaan Waran Seri I
Perusahaan dengan jumlah pelaksanaan waran menjadi saham adalah masing-masing sebanyak
67.762.341 saham dan 229.671.680 saham dengan nilai nominal Rp 100 atau seluruhnya sebesar
Rp 29.743.392.100.
Pada tanggal, 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, seluruh saham Perusahaan masing-masing sejumlah
1.359.934.021 saham, dengan nilai nominal Rp 100 (dalam Rupiah penuh) per saham telah tercatat di Bursa
Efek Indonesia.
c. Entitas Anak yang Dikonsolidasikan
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, entitas anak yang dikonsolidasikan termasuk
persentase kepemilikan Perusahaan adalah sebagai berikut:
9
Page 11
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Jumlah aset
Entitas Anak/ Kepemilikan (sebelum eliminasi)
31 Maret 2026 dan Lokasi Usaha
31 Maret 2026 31 Desember 2025
31 Desember 2025 Utama
%
Kepemilikan langsung :
PT Surya Fajar Sekuritas (SFS) 99,99% 88.990.510.195 144.749.403.219 Jakarta
PT Surya Fajar Investama (SFI) 99,99% 7.395.572.503 8.283.434.414 Jakarta
PT Digitalisasi Perangkat Indonesia (DPI) 51,95% 24.969.648.707 28.087.147.938 Jakarta
PT Surya Fajar Urun Dana (SFUND) 92,5% 607.510.356 537.104.494 Jakarta
Kepemilikan tidak langsung:
Entitas anak DPI
PT Mareco Prima Mandiri (MPM) 99,36% 6.688.125.064 7.825.806.186 Jakarta
PT Bursa Akselerasi Indonesia (BAI) 99,99% 14.448.925.385 15.384.030.878 Jakarta
PT Mitra Usaha Indofund (MUI) 99,90% 921.359.386 588.122.421 Jakarta
Informasi keuangan DPI yang dimiliki oleh kepentingan nonpengendali dalam jumlah material untuk tahun-
tahun yang berakhir 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Laporan posisi keuangan konsolidasian:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Aset lancar 22.842.700.619 25.865.394.350
Aset tidak lancar 2.126.948.088 2.221.753.588
Jumlah aset 24.969.648.707 28.087.147.938
Liabilitas jangka pendek 1.762.817.463 1.159.291.139
Liabilitas jangka panjang 814.499.250 813.194.224
Jumlah liabilitas 2.577.316.713 1.972.485.363
Jumlah Ekuitas 22.392.331.993 26.114.662.575
Jumlah ekuitas yang teratribusikan pada:
Pemilik entitas induk (3.711.849.394) 26.068.979.001
Kepentingan nonpengendali (10.481.181) 45.683.574
Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian:
10
Page 12
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pendapatan usaha 387.182.912 1.505.925.684
Rugi sebelum pajak (3.722.330.575) (7.244.597.534)
Penghasilan (rugi) komprehensif lain - 95.585.622
Jumlah rugi Komprehensif (3.722.330.575) (7.114.629.669)
Jumlah rugi komprehensif yang teratribusikan
kepada kepentingan nonpengendali (10.481.181) (31.008.135)
Laporan arus kas konsolidasian:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Operasi (2.546.858.883) (9.549.519.480)
Investasi 881.795.405 20.032.149.244
Pendanaan (144.501.182) (4.317.646.000)
Kenaikan (penurunan) bersih
kas dan setara kas (1.809.564.660) 6.164.983.764
PT Mareco Prima Mandiri (MPM)
Berdasarkan Akta No. 22 tanggal 6 November 2024 yang dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., Mkn.,
notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari
Rp 36.041.650.000 menjadi Rp 40.041.650.000 dengan menerbitkan saham seri C sebanyak 2.000.000.000
lembar saham dengan nominal Rp 2 per saham. Dari modal ditempatkan dan disetor telah disetor penuh
sebesar Rp 4.000.000.000 pada 2.000.000.000 lembar saham seri C oleh DPI, sehingga kepemilikan naik
menjadi sebesar 99,243%.
Hal ini menyebabkan penyertaan Grup pada MPM berkurang sebesar Rp 25.577.174 yang dibukukan pada
akun ”Selisih Nilai Transaksi dengan Kepentingan Nonpengendali”.
Perubahan ini telah diterima dan dicatat oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0208792 tanggal 7 November 2024.
Berdasarkan Akta No. 93 tanggal 30 Juni 2025 yang dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., Mkn.,
notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari Rp
40.041.650.000 menjadi Rp 45.041.650.000 dengan menerbitkan saham seri C sebanyak 2.500.000.000
lembar saham dengan nominal Rp 2 per saham. Dari modal ditempatkan dan disetor telah disetor penuh
sebesar Rp 5.000.000.000 pada 2.500.000.000 lembar saham seri C oleh DPI, sehingga kepemilikan naik
menjadi sebesar 99,365%.
Hal ini menyebabkan penyertaan Grup pada MPM berkurang sebesar Rp 26.505.653 yang dibukukan pada
akun “Selisih Nilai Transaksi dengan Kepentingan Nonpengendali”.
Perubahan ini telah diterima dan dicatat oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia dalam Surat
Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0172659 tanggal 2 Juli 2025.
PT Bursa Akselerasi Indonesia (BAI)
Berdasarkan Akta No. 11 tanggal 13 Desember 2024 yang dibuat di hadapan Rini Yulianti, S.H., notaris di
Jakarta, para pemegang saham menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari Rp
15.000.000.000 menjadi Rp 22.500.000.000. DPI mengambil seluruh peningkatan modal tersebut yaitu
11
Page 13
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
sebanyak 7.500 lembar saham atau Rp 7.500.000.000, sehingga kepemilikan DPI naik menjadi sebesar
99,996%. Hal ini menyebabkan penyertaan Grup pada BAI berkurang sebesar Rp 296.945 yang dibukukan
pada akun ”Selisih Nilai Transaksi dengan Kepentingan Nonpengendali”.
Perubahan ini telah diterima dan dicatat oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia dalam Surat
Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0223161 tanggal 17 Desember 2024.
Berdasarkan Akta No. 16 tanggal 22 Juli 2025 yang dibuat di hadapan Rini Yulianti, S.H., notaris di Jakarta,
para pemegang saham menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari Rp 22.500.000.000
menjadi Rp 30.500.000.000. DPI mengambil seluruh peningkatan modal tersebut yaitu sebanyak 8.000
lembar saham atau Rp 8.000.000.000, sehingga kepemilikan DPI naik menjadi sebesar 99,9967%.
Hal ini menyebabkan penyertaan Grup pada BAI berkurang sebesar Rp 200.475 yang dibukukan pada akun
”Selisih Nilai Transaksi dengan Kepentingan Nonpengendali”.
Perubahan ini telah diterima dan dicatat oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia dalam Surat
Pemberitahuan No. AHU-AH.01.11-0166583 tanggal 23 Juli 2025.
Berdasarkan Akta No. 11 tanggal 11 Desember 2025 yang dibuat di hadapan Rini Yulianti, S.H., notaris di
Jakarta, para pemegang saham menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari Rp
30.500.000.000 menjadi Rp 33.500.000.000. DPI mengambil seluruh peningkatan modal tersebut yaitu
sebanyak 3.000 lembar saham atau Rp 3.000.000.000, sehingga kepemilikan Perusahaan naik menjadi
sebesar 99,997%.
Hal ini menyebabkan penyertaan Grup pada BAI berkurang sebesar Rp 55.000 yang dibukukan pada akun
”Selisih Nilai Transaksi dengan Kepentingan Nonpengendali”.
Perubahan ini telah diterima dan dicatat oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia dalam Surat
Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0253345 tanggal 11 Desember 2025.
d. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, susunan pengurus Perusahaan berdasarkan Akta No.
72 tanggal 30 April 2024 yang dibuat dihadapan Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., notaris di Jakarta, adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Harun Pandapotan
Komisaris Independen : Syamsul Bahri Ilyas
Komisaris : Arwani Pranajaya
Direksi
Direktur Utama : Ivo Rustandi
Direktur : Rico Lesmana Sulistyo
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris
Perusahaan No. 025/SFC CORP/V/2024 tanggal 6 Mei 2024, susunan Komite Audit Perusahaan adalah
sebagai berikut:
Ketua : Syamsul Bahri Ilyas
Anggota : Herlina Sitorus
Sary
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Meilin Arifin adalah Internal Audit Perusahaan sesuai
dengan Surat Keputusan Dewan Komisaris Perusahaan No. 0003/SFC-IPO/II/2019 tertanggal 15 Februari
2019.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Marianto adalah Sekretaris Perusahaan sesuai
dengan Surat Penunjukan No. 002/SFC-IPO/VIII/2022 tertanggal 19 Agustus 2022.
Personel manajemen kunci Perusahaan terdiri dari anggota Dewan Komisaris dan Direksi.
12
Page 14
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Jumlah rata-rata karyawan Perusahaan (tidak diaudit) masing-masing adalah 19 dan 18 karyawan pada 31
Maret 2026 dan 31 Desember 2025. Jumlah rata-rata karyawan Grup (tidak diaudit) masing-masing adalah
103 dan 100 karyawan pada 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025.
e. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian PT Surya Fajar Capital Tbk dan entitas anak untuk tahun yang berakhir
31 Maret 2026 telah diselesaikan dan diotorisasi untuk terbit oleh Direksi Perusahaan pada tanggal
29 April 2026. Direksi Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan
konsolidasian tersebut.
2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Material
a. Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan dengan menggunakan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia, meliputi pernyataan dan interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Dewan Standar Akuntansi Syariah IAI.
Laporan keuangan juga disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
(POJK) Republik Indonesia No. 20/POJK.04/2021 (POJK 20/2021) tentang ”Penyusunan Laporan
Keuangan Perusahaan Efek” dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Republik Indonesia
No. 3/SEOJK.04/2025 tentang ”Pedoman Perlakuan Akuntansi Perusahaan Efek” yang telah
diundangkan pada tanggal 24 April 2025.
Dasar pengukuran laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali
beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana diuraikan dalam kebijakan
akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan keuangan konsolidasian ini disusun dengan metode
akrual, kecuali laporan arus kas.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan
mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun
yang berakhir 31 Maret 2026 adalah konsisten dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam
penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025.
Mata uang yang digunakan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian adalah
mata uang Rupiah (Rp) yang juga merupakan mata uang fungsional Grup.
Asumsi Kelangsungan usaha
Grup mengalami kerugian berulang dan kerugian bersih sebesar Rp 15.672.272.135 untuk tahun yang
berakhir 31 Desember 2025, sehingga menyebabkan defisit sebesar Rp 90.474.455.309 pada tanggal
31 Desember 2025. Selain itu, Grup mengalami arus kas operasi negatif sebesar Rp 21.244.037.124
untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025.
Meskipun demikian, manajemen berkeyakinan bahwa penggunaan asumsi kelangsungan usaha dalam
penyusunan dan penyajian laporan keuangan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025 adalah
tepat, dengan mempertimbangkan langkah-langkah yang diambil manajemen berkeyakinan bahwa
langkah-langkah tersebut akan memungkinkan Grup untuk terus meningkatkan kinerja operasinya dan
menghasilkan arus kas yang memadai dari operasinya.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, manajemen Grup melakukan rencana dan tindakan sebagai berikut:
Perusahaan
a. Perusahaan akan melakukan efisiensi di semua lini dengan tidak mengesampingkan pelayanan
kepada nasabah/klien.
13
Page 15
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
b. Memperkuat dan memelihara portofolio investasi dalam usaha jasa keuangan untuk dapat
membentuk ekosistem keuangan yang saling bersinergi antara unit usaha, sehingga dapat saling
memberikan kontribusi.
c. Perusahaan akan memelihara dan mengelola likuiditas dan solvabilitas secara optimal guna
memastikan keberlanjutan dan stabilitas kegiatan operasional.
d. Perusahaan selalu mencari peluang dalam usaha-usaha yang bertautan dan sesuai (link and
match) dengan portofolio investasi perusahaan yang ada, sehingga dapat memberikan kontribusi
dalam jangka pendek dan jangka panjang.
Entitas anak
DPI
a. Melakukan efesiensi dengan mengoptimalkan beban biaya diseluruh unit usaha secara selektif
tanpa mengurangi kualitas layanan serta frekuensi operational Perusahaan;;
b. Optimalisasi portofolio investasi dengan memelihara dan mengembangkan portofolio investasi
disektor jasa keuangan, guna menciptakan sinergi antarunit usaha yang memberikan konstribusi
positif, meliputi:
- Uang elektronik (e-money), layanan transfer dana dan QRIS.
- Layanan pendanaan bersama berbasis teknologi (peer-to-peer lending).
- Keagenan akuisisi pengguna (user, merchant, lender, borrower). Langkah ini bertujuan
menciptakan sinergi antarunit usaha untuk memberikan konstribusi positif di masa depan.
- Memberdayakan dan mengoptimalkan pelantar (platform) Perusahaan untuk meningkatkan
diversifikasi pendapatan.
c. Mencari peluang bisnis baru yang relevan (link and match) dengan portofolio investasi saat ini guna
memperkuat kinerja keuangan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
MPM
a. Optimalisasi disemua lini agar dapat memberikan pelayanan yang lebih efisien, efektif dan terarah.
b. Berkomitmen untuk terus melakukan akuisisi, baik terhadap pengguna, merchant dan mitra yang
meliputi:
- Berkolaborasi dengan para pengelola lokasi bisnis untuk mendorong adopsi pembayaran
digital.
- Melakukan inovasi dan pengembangan produk secara berkelanjutan dengan berfokus pada
fitur-fitur yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pengguna, merchant dan mitra,
terutama yang berkaitan dengan QRIS.
- Membangun kemitraan strategis dengan pelaku bisnis digital untuk mengintegrasikan solusi
digitalisasi pembayaran.
c. Memperluas jangkauan dan memperkuat layanan sistem pembayaran agar dapat menjadi pilihan
utama yang lengkap dan terjangkau.
BAI
a. Merubah komposisi pendanaan dengan lebih memfokuskan pada penyaluran kredit berupa
employee loan.
b. Menambah tenaga marketing untuk menjaring konsumen potesial baru.
c. Meningkatkan efisiensi dengan mengurangi biaya-biaya.
d. Bekerjasama dengan lembaga keuangan (perbankan dan non perbankan) untuk meningkatkan
potensi funding.
14
Page 16
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
e. Menambah kerjasama dengan beberapa platform atau Perusahaan untuk sebagai leads
generator.
MUI
a. Melakukan perekrutan tim baru yang fokus pada pemasaran dan penjualan (akuisisi), tim ini akan
bertugas untuk menjangkau pasar-pasar potensial yang nantinya akan diarahkan untuk
mendukung pelantar (platform) indofund (PT Bursa Akeselerasi Indonesia).
b. Pencarian dan pengembangan kemitraan strategis yaitu mengidentifikasi dan menjalin kemitraan
strategis guna meningkatkan ekposur (pengenalan) indofund, sehingga peluang penyaluran dana
dapat diperluas dan volume transaksi dapat ditingkatkan.
c. Menjalin kemitraan dengan dipay (PT Mareco Prima Mandiri) dalam rangka meningkatkan jumlah
pengguna (User) layanan dipay, yang diharapkan akan berkonstribusi pada peningkatan
pendapatan.
SFS
Transaksi efek:
a. SFS berencana untuk mencari team sales yang baru untuk membantu meningkatkan transaksi
efek.
b. SFS akan melakukan upaya kolaborasi dan atau kerja sama dengan lembaga/institusi untuk
memperluas basis nasabah selain tetap melakukan akuisisi nasabah secara generik.
c. SFS akan membuat kompetisi trading saham lewat SFAST.
d. SFS akan bekerja sama dengan Manajer Investasi agar reksa dana yang dikelola bisa melakukan
transaksi efek melalui Perusahaan.
e. SFS akan membuat program SUN Ritel, sehingga nasabah bisa mempunyai alternatif investasi di
surat utang.
f. SFS akan memperkuat komunitas SFAST Trading Club, sehingga menjadi contoh untuk komunitas
lainnya dalam meningkatkan transaksi efek.
g. SFS akan melakukan Investor Gathering, guna menawarkan program-program investasi yang
menarik untuk nasabah.
h. SFS akan menawarkan program “RENCANAKU” kepada institusi agar karyawan institusi bisa
merasakan manfaat dari Reksa Dana.
Penjamin Emisi Efek
SFS akan melakukan kegiatan sebagai “Penasehat Keuangan”, sehingga Perusahaan bisa
memperoleh sumber pendapat yang baru.
Lainnya:
a. SFS akan tetap menjaga dan meningkatkan tingkat layanan yang ada, untuk dapat
mempertahankan dan meningkatkan transaksi yang berjalan (Loyalty Program).
b. SFS akan tetap menjaga dan meningkatkan inklusi dan edukasi mengenai efek kepada kalangan
masyarakat seluas mungkin.
c. SFS akan melakukan Investor Gathering, guna menawarkan program-program investasi yang
menarik untuk nasabah.
d. SFS akan tetap melakukan branding baik menggunakan media sosial maupun media lainnya.
15
Page 17
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
SFUD
a. SFUD yang memperoleh izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2024 sebagai
perusahaan layanan urun dana (securities crowdfunding), akan melaksanakan upaya peningkatan
tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan kepatuhan (compliance). Hal
ini bertujuan untuk membangun kredibilitas dan kepercayaan publik di Indonesia, sehingga
Perusahaan dapat memperluas jangkauan pasar
b. SFUND akan melakukan upayaupaya untuk meningkatkan keterkaitan dan kesepadanan (link and
match) antara calon penerbit dan calon pemodal melalui Langkah-langkah sebagai berikut:
- Memperluas akses ke segmen UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dalam rangka
menjaring calon penerbit. Secara simultan Perusahaan akan memperkuat manajemen risiko
secara berkelanjutan dalam melakukan penelaahan dan penilaian bisnis calon penerbit.
- memperluas basis investor potensial dalam mencari calon pemodal untuk dapat menyerap
secara optimal instrumen urun dana berbentuk ekuitas dan/atau utang yang diterbitkan oleh
calon penerbit.
c. SFUND akan menjaga likuiditas dan solvabilitas menyesuaikan regulasi yang berlaku.
d. SFUND akan melakukan langkahlangkah efisiensi biaya operasional untuk dapat meningkatkan
kinerja keuangan.
SFIN
a. Memantau perkembangan moratorium atas proses perijinan Perusahaan Efek yang melakukan
kegiatan usaha sebagai manajer investasi, yang diterbitkan OJK dengan No. Kep-72/D.04/2021
tanggal 14 Desember 2021 dan segera melakukan proses perijinan Perusahaan jika sudah dapat
dilakukan.
b. Melakukan efisiensi dalam operasional.
c. Mengoptimalkan modal kerja yang sudah ada, demi menjaga kelangsungan Perusahaan.
Berdasarkan hal tersebut di atas, manajemen menyimpulkan bahwa tidak terdapat ketidakpastian
material yang dapat menimbulkan keraguan signifikan atas kemampuan Grup untuk mempertahankan
kelangsungan usahanya di masa mendatang.
b. Prinsip Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas-entitas (termasuk
entitas terstruktur) yang dikendalikan oleh Perusahaan dan Entitas Anak (Grup). Pengendalian
diperoleh apabila Grup memiliki seluruh hal berikut ini:
kekuasaan atas investee;
eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan
kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi
jumlah imbal hasil Grup.
Pengkonsolidasian entitas anak dimulai pada saat Grup memperoleh pengendalian atas entitas anak
dan berakhir pada saat Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Secara khusus, penghasilan
dan beban entitas anak yang diakuisisi atau dilepaskan selama tahun berjalan termasuk dalam laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sejak tanggal Grup memperoleh
pengendalian sampai dengan tanggal Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak.
Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas dalam intra kelompok usaha
terkait dengan transaksi antar entitas dalam Grup dieliminasi secara penuh dalam laporan keuangan
konsolidasian.
Laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik
Perusahaan dan kepentingan nonpengendali (KNP) meskipun hal tersebut mengakibatkan KNP
memiliki saldo defisit.
16
Page 18
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
KNP disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan dalam
ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan
kepada pemilik Perusahaan.
Transaksi dengan KNP yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi
ekuitas. Selisih antara nilai wajar imbalan yang dialihkan dengan bagian relatif atas nilai tercatat aset
bersih entitas anak yang diakuisisi dicatat di ekuitas. Keuntungan atau kerugian dari pelepasan kepada
KNP juga dicatat di ekuitas.
c. Kombinasi Bisnis
Entitas Tidak Sepengendali
Kombinasi bisnis, kecuali kombinasi bisnis entitas sepengendali, dicatat dengan menggunakan metode
akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi diukur pada nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur
pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan jumlah setiap KNP pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap
kombinasi bisnis, pihak pengakuisisi mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi pada nilai wajar atau
sebesar proporsi kepemilikan KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi.
Ketika melakukan akuisisi atas sebuah bisnis, Grup mengklasifikasikan dan menentukan aset
keuangan yang diperoleh dan liabilitas keuangan yang diambil alih berdasarkan pada persyaratan
kontraktual, kondisi ekonomi dan kondisi terkait lain yang ada pada tanggal akuisisi.
Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, pada tanggal akuisisi pihak
pengakuisisi mengukur kembali nilai wajar kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada pihak
yang diakuisisi dan mengakui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan dalam laba rugi.
Pada tanggal akuisisi, goodwill awalnya diukur pada harga perolehan yang merupakan selisih lebih
nilai agregat dari imbalan yang dialihkan dan jumlah yang diakui untuk KNP atas aset bersih
teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Jika nilai agregat tersebut lebih kecil dari
nilai wajar aset neto entitas anak yang diakuisisi, selisih tersebut diakui dalam laba rugi.
Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada jumlah tercatat dikurangi akumulasi kerugian penurunan
nilai. Untuk tujuan uji penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak
tanggal akuisisi, dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas (“UPK”) dari Perusahaan dan/atau
entitas anak yang diharapkan akan menerima manfaat dari sinergi kombinasi tersebut, terlepas dari
apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi dialokasikan ke UPK tersebut.
Jika goodwill telah dialokasikan pada suatu UPK dan operasi tertentu atas UPK tersebut dihentikan,
maka goodwill yang diasosiasikan dengan operasi yang dihentikan tersebut termasuk dalam jumlah
tercatat operasi tersebut ketika menentukan keuntungan atau kerugian dari pelepasan. Goodwill yang
dilepaskan tersebut diukur berdasarkan nilai relatif operasi yang dihentikan dan porsi UPK yang
ditahan.
Entitas Sepengendali
Transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, berupa pengalihan bisnis yang dilakukan dalam
rangka reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu kelompok usaha yang sama, bukan
merupakan perubahan kepemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi tersebut diakui
pada jumlah tercatat berdasarkan metode penyatuan kepemilikan.
Selisih antara jumlah imbalan yang dialihkan dan jumlah tercatat dari setiap kombinasi bisnis entitas
sepengendali disajikan dalam akun tambahan modal disetor pada bagian ekuitas dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian.
Entitas yang melepas bisnis, dalam pelepasan bisnis entitas sepengendali, mengakui selisih antara
imbalan yang diterima dan jumlah tercatat bisnis yang dilepas dalam akun tambahan modal disetor
pada bagian ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
17
Page 19
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
d. Penjabaran Mata Uang Asing
Mata Uang Fungsional dan Pelaporan
Akun-akun yang tercakup dalam laporan keuangan setiap entitas dalam Grup diukur menggunakan
mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana entitas beroperasi (mata uang fungsional).
Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional
Perusahaan dan mata uang penyajian Grup.
Transaksi dan Saldo
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang fungsional menggunakan kurs pada
tanggal transaksi. Keuntungan atau kerugian selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dan
dari penjabaran pada kurs akhir tahun atas aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing diakui
dalam laba rugi. Aset nonmoneter yang diukur pada nilai wajar dijabarkan menggunakan kurs pada
tanggal nilai wajar ditentukan. Selisih penjabaran akun ekuitas dan akun nonmoneter serupa yang
diukur pada nilai wajar diakui dalam laba rugi.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, kurs konversi yakni kurs tengah Bank Indonesia
yang digunakan oleh Grup adalah masing-masing sebesar Rp 16.993 dan Rp 16.782 per 1 Dolar
Amerika Serikat.
e. Transaksi Pihak Berelasi
Orang atau entitas dikategorikan sebagai pihak berelasi Grup apabila memenuhi definisi pihak berelasi
berdasarkan PSAK No. 224, Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi.
Semua transaksi signifikan dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam laporan keuangan
konsolidasian.
f. Kas dan Setara Kas
Kas terdiri dari kas dan bank. Setara kas adalah semua investasi yang bersifat jangka pendek dan
sangat likuid yang dapat segera dikonversikan menjadi kas dengan jatuh tempo dalam waktu 3 (Tiga)
bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya, dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi
pencairannya.
g. Deposito Berjangka yang Dibatasi Penggunaannya
Deposito berjangka yang jatuh temponya kurang dari 3 (Tiga) bulan pada saat penempatan namun
dijaminkan, atau dibatasi pencairannya, dan deposito berjangka yang jatuh temponya lebih dari 3 (Tiga)
bulan pada saat penempatan disajikan sebagai "Deposito berjangka yang dibatasi pencairannya".
h. Instrumen Keuangan
Grup menerapkan PSAK No. 109, Instrumen Keuangan, mengenai pengaturan instrumen keuangan
terkait klasifikasi dan pengukuran dan penurunan nilai atas instrumen keuangan.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, instrumen keuangan Grup terdiri dari aset dan
liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain dan aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba
rugi sehingga kebijakan akuntansi terkait dengan liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi
tidak diungkapkan.
18
Page 20
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Aset Keuangan
Grup mengklasifikasikan aset keuangan sesuai dengan PSAK No.109, Instrumen Keuangan, sehingga
setelah pengakuan awal aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain atau nilai wajar melalui laba rugi, dengan menggunakan dua dasar, yaitu:
a) Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan; dan,
b) Karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan.
1. Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
a) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
b) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang
semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan
awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif
menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh
temponya, dan dikurangi dengan cadangan kerugian ekspetasian.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, kategori ini meliputi kas dan setara kas,
deposito berjangka yang dibatasi pencairannya, piutang transaksi perantara perdagangan efek,
piutang kegiatan penjaminan emisi efek, piutang lain-lain, dan setoran jaminan dan jaminan dalam
akun aset lain-lain yang dimiliki oleh Grup.
2. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika kedua kondisi
berikut terpenuhi:
a) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan
mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
b) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang
semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan berupa instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain selanjutnya diukur pada nilai wajar, dengan keuntungan atau kerugian yang
belum direalisasi diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Saat aset keuangan tersebut
dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi, akumulasi keuntungan atau kerugian direklasifikasi
ke saldo laba.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, kategori ini meliputi sebagian investasi Grup
dalam portofolio efek dan penyertaan saham.
3. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi kecuali aset keuangan tersebut diukur pada
biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
19
Page 21
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dicatat pada laporan posisi keuangan
pada nilai wajarnya. Perubahan nilai wajar langsung diakui dalam laba rugi. Bunga yang diperoleh
dicatat sebagai pendapatan bunga, sedangkan pendapatan dividen dicatat sebagai bagian dari
pendapatan lain-lain sesuai dengan persyaratan dalam kontrak, atau pada saat hak untuk
memperoleh pembayaran atas dividen tersebut telah ditetapkan.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, kategori ini meliputi sebagian investasi Grup
dalam Portofolio efek.
Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas
Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas Grup diklasifikasikan berdasarkan substansi perjanjian
kontraktual serta definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Kebijakan akuntansi yang
diterapkan atas instrumen keuangan tersebut diungkapkan berikut ini.
Instrumen Ekuitas
Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas setelah
dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas dicatat sejumlah hasil yang diterima, setelah
dikurangkan dengan biaya penerbitan langsung.
Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 109 diklasifikasikan sebagai berikut: (i) liabilitas keuangan
yang diukur dengan biaya diamortisasi, (ii) liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui
laba rugi. Grup menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.
Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang,
termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dan selanjutnya diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Amortisasi suku bunga
efektif disajikan sebagai bagian dari beban keuangan dalam laba rugi.
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan
awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan
métode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, kategori ini meliputi utang lembaga kliring dan
penjaminan, utang nasabah, utang lain-lain dan beban akrual yang dimiliki oleh Grup.
Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, Grup saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan berniat untuk menyelesaikan
secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Reklasifikasi Instrumen Keuangan
Sesuai dengan ketentuan PSAK No. 109, Instrumen Keuangan, Grup mereklasifikasi seluruh aset
keuangan dalam kategori yang terpengaruh, jika dan hanya jika, Grup mengubah model bisnis untuk
pengelolaan aset keuangan tersebut. Sedangkan, liabilitas keuangan tidak direklasifikasi.
20
Page 22
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Grup selalu mengakui kerugian kredit ekspektasian (KKE) sepanjang umur untuk piutang usaha.
Kerugian kredit ekspektasian atas aset keuangan diestimasi menggunakan pendekatan tingkat
kerugian berdasarkan pengalaman kerugian kredit historis Grup, disesuaikan dengan kondisi ekonomi
umum dan penilaian baik atas kondisi kini maupun perkiraan masa depan pada tanggal pelaporan,
termasuk nilai waktu atas uang jika tepat.
Untuk semua instrumen keuangan lainnya, Grup mengakui KKE sepanjang umur ketika telah ada
peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal. Jika sebaliknya, risiko kredit pada
instrumen keuangan tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, Grup mengukur
penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah KKE 12 bulan.
Penilaian apakah KKE sepanjang umur harus diakui didasarkan pada peningkatan signifikan dalam
kemungkinan terjadinya atau pada risiko gagal bayar sejak pengakuan awal dan bukan didasarkan
bukti aset keuangan yang mengalami kerugian kredit pada tanggal pelaporan atau kejadian gagal bayar
sebenarnya. KKE sepanjang umur merupakan kerugian kredit ekspektasian yang timbul dari seluruh
kemungkinan peristiwa gagal bayar selama perkiraan umur instrumen keuangan. Sebaliknya, KKE 12
bulan mewakili porsi KKE sepanjang umur yang timbul dari peristiwa gagal bayar pada instrumen
keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan.
Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan
1. Aset Keuangan
Aset keuangan (atau bagian dari aset keuangan atau kelompok aset keuangan serupa) dihentikan
pengakuannya jika:
a. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir;
b. Grup tetap memiliki hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan tersebut, namun juga
menanggung liabilitas kontraktual untuk membayar kepada pihak ketiga atas arus kas yang
diterima tersebut secara penuh tanpa adanya penundaan yang signifikan berdasarkan suatu
kesepakatan; atau
c. Grup telah mentransfer haknya untuk menerima arus kas dari aset keuangan dan (i) telah
mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, atau (ii)
secara substansial tidak mentransfer atau tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset
keuangan, namun telah mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut.
2. Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas keuangan tersebut berakhir, dibatalkan,
atau telah kadaluarsa.
i. Pengukuran Nilai Wajar
Pengukuran nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan
liabilitas akan terjadi:
di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau;
jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungakan untuk aset atau liabilitas
tersebut.
Grup harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan pada tanggal
pengukuran.
21
Page 23
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan
terbaiknya, atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut
dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Ketika Grup menggunakan teknik penilaian, maka Grup memaksimalkan penggunaan input yang dapat
diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Seluruh aset dan liabilitas yang mana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut diukur atau diungkapkan,
dikategorikan dalam hirarki nilai wajar sebagai berikut:
Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik;
Level 2 - teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai
wajar dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
Level 3 - teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai
wajar tidak dapat diobservasi.
Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan keuangan
konsolidasian, maka Grup menentukan apakah telah terjadi transfer di antara level hirarki dengan
menilai kembali pengkategorian level nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan.
j. Transaksi Portofolio Efek
Transaksi pembelian dan penjualan portofolio efek baik untuk nasabah maupun untuk sendir diakui
dalam laporan keuangan Perusahaan dan entitas anaknya pada saat timbulnya perkatan atas transaksi
portofolio efek.
Pembelian portofolio efek untuk nasabah pemilik rekening dicatat sebagai piutang nasabah dan utang
lembaga kliring dan penjaminan, sedangkan penjualan portofolio efek dicatat sebagai utang pada
nasabah dan piutang dari lembaga kliring dan penjaminan.
Nasabah pemilik rekening dan nasabah kelembagaan yang memiliki rekening efek melakukan
penyelesaian nilai transaksi secara neto untuk piutang dan utang yang jatuh tempo di hari yang sama,
oleh karena penyajian piutang dan utang disajikan secara neto.
Nasabah kelembagaan yang tidak memiliki rekening efek melakukan penyelesaian transaksi secara
bruto.
Penerimaan dana dari nasabah pemilik rekening dalam rangka pembelian portofolio efek dan
pembayaran dan penerimaan atas transaksi pembelian dan penjualan untuk nasabah dicatat pada
rekening nasabah.
Pada tanggal penyelesaian, pembelian portofolio efek yang tidak dapat diselesaikan dicatat sebagai
akun gagal terima" dan disajikan di laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai liabilitas. Transaksi
penjualan portofolio efek yang tidak dapat diselesaikan dicatat sebagai "akun gagal serah dan disajikan
di laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai aset.
Penerimaan uang pemesanan portofolio efek dalam rangka penjaminan emisi portofolio efek diakui dan
disajikan tersendiri sebagai aset dan liabilitas.
Piutang transaksi repo diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan dan
amortisasi.
22
Page 24
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
k. Investasi pada Entitas Asosiasi
Hasil usaha dan aset dan liabilitas entitas asosiasi dicatat dalam laporan keuangan konsolidasian
menggunakan metode ekuitas. Dalam penerapan metode ekuitas, Grup memilih untuk menerapkan
pengukuran nilai wajar untuk entitas asosiasi, yang memenuhi definisi dari entitas investasi dan memiliki
harga kuotasian.
Dalam metode ekuitas, pengakuan awal investasi pada entitas asosiasi diakui pada laporan posisi
keuangan konsolidasian sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk mengakui bagian
Grup atas laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dari entitas asosiasi. Jika bagian Grup atas rugi
entitas asosiasi adalah sama dengan atau melebihi kepentingannya pada entitas asosiasi, maka Grup
menghentikan pengakuannya atas rugi lebih lanjut. Kerugian lebih lanjut diakui hanya jika Grup memiliki
kewajiban konstruktif atau hukum atau melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi.
Investasi pada entitas asosiasi dicatat menggunakan metode ekuitas sejak tanggal investasi tersebut
memenuhi definisi entitas asosiasi. Pada saat perolehan investasi, setiap selisih lebih antara biaya
perolehan investasi dengan bagian Grup atas nilai wajar neto aset dan liabilitas teridentifikasi dari
investee diakui sebagai goodwill, yang termasuk dalam nilai tercatat investasi. Setiap selisih lebih
bagian Grup atas nilai wajar neto aset dan liabilitas teridentifikasi terhadap biaya perolehan investasi
langsung diakui dalam laba rugi pada periode perolehan investasi.
Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menentukan apakah terdapat penurunan nilai yang harus diakui
atas investasi Grup pada entitas asosiasi.
Ketika entitas dalam Grup melakukan transaksi dengan entitas asosiasi milik Grup, keuntungan atau
kerugian yang dihasilkan dari transaksi tersebut diakui dalam laporan keuangan konsolidasian Grup
hanya sebatas kepentingan para pihak dalam asosiasi yang tidak terkait dengan Grup.
l. Biaya Dibayar Dimuka
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan
metode garis lurus
m. Aset Tetap
Kepemilikan Langsung
Aset tetap dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, tetapi tidak termasuk biaya perawatan sehari-hari,
dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada.
Biaya perolehan awal aset tetap meliputi harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian
yang tidak boleh dikreditkan dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa
aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan sesuai dengan tujuan penggunaan yang ditetapkan.
Beban-beban yang timbul setelah aset tetap digunakan, seperti beban perbaikan dan pemeliharaan,
dibebankan ke laba rugi pada saat terjadinya. Apabila beban-beban tersebut menimbulkan peningkatan
manfaat ekonomis di masa datang dari penggunaan aset tetap tersebut yang dapat melebihi kinerja
normalnya, maka beban-beban tersebut dikapitalisasi sebagai tambahan biaya perolehan aset tetap.
Penyusutan dihitung berdasarkan metode garis lurus (straight-line method) selama masa manfaat aset
tetap sebagai berikut:
Tahun
Peralatan kantor 4
Komputer 4
Kendaraan 8
23
Page 25
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Nilai tercatat aset tetap ditelaah kembali dan dilakukan penurunan nilai apabila terdapat peristiwa atau
perubahan kondisi tertentu yang mengindikasikan nilai tercatat tersebut tidak dapat dipulihkan
sepenuhnya.
Dalam setiap inspeksi yang signifikan, biaya inspeksi diakui dalam jumlah tercatat aset tetap sebagai
suatu penggantian apabila memenuhi kriteria pengakuan. Biaya inspeksi signifikan yang dikapitalisasi
tersebut diamortisasi selama periode sampai dengan saat inspeksi signifikan berikutnya.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat
ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau
kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap diakui dalam laba rugi pada tahun
terjadinya penghentian pengakuan.
Nilai residu, umur manfaat, serta metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan dilakukan
penyesuaian apabila hasil telaah berbeda dengan estimasi sebelumnya.
n. Transaksi Sewa
Grup menerapkan PSAK No. 116 yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa sehubungan dengan
sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai ‘sewa operasi’.
Sebagai Penyewa
Pada tanggal permulaan kontrak, Grup menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung, sewa.
Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk
mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan
imbalan.
Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian,
Perusahaan harus menilai apakah:
- Grup memiliki hak untuk mendapatkan secara subtansial seluruh manfaat ekonomi dari
penggunaan aset identifikasian; dan
- Grup memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Grup memiliki hak ini ketika
Grup memiliki hak untuk pengambilan keputusan yang relevan tentang bagaimana dan untuk tujuan
apa aset digunakan telah ditentukan sebelumnya dan:
1. Grup memiliki hak untuk mengoperasikan aset;
2. Grup telah mendesain aset sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan apa aset akan
digunakan selama periode penggunaan.
Pada tanggal awal dimulainya kontrak atau pada tanggal penilaian kembali atas kontrak yang
mengandung sebuah komponen sewa, Grup mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing
komponen sewa berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa dan harga tersendiri agregat
dari komponen nonsewa.
Pada tanggal awal permulaan sewa, Grup mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak-guna
diukur pada biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan
dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan.
Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga
tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan,
didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut
tidak dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya, Grup
menggunakan suk bunga pinjaman inkremental sebagai tingkat bunga diskonto.
Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran berikut ini:
- pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi;
24
Page 26
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
- jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dengan jaminan nilai residual
- penalti karena penghentian awal sewa kecuali jika Grup cukup pasti untuk tidak menghentikan
lebih awal.
Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian pokok dan biaya keuangan. Biaya keuangan
dibebankan pada laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik
yang konstan atas saldo liabilitas untuk setiap periode.
Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Grup pada akhir masa sewa atau jika biaya
perolehan aset hak-guna merefleksikan Grup akan mengeksekusi opsi beli, maka Grup menyusutkan
aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar. Jika tidak, maka Grup
menyusutkan aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur
manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
Sewa Jangka Pendek
Grup memutuskan untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka pendek
yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang. Grup mengakui pembayaran sewa atas sewa tersebut
sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
o. Aset Takberwujud
Perangkat Lunak
Biaya yang dibayarkan atas biaya perolehan piranti lunak komputer, ditangguhkan dan diamortisasi
menggunakan garis lurus.
Amortisasi dihitung berdasarkan metode garis lurus (straight-line method) selama masa manfaat aset
takberwujud sebagai berikut:
Tahun
Perangkat lunak 4
Goodwill
Goodwill diuji penurunan nilainya setiap tahun dan dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi dengan
akumulasi penurunan nilai. Penurunan nilai goodwill tidak dapat dipulihkan. Keuntungan atau kerugian
yang diakui pada saat pelepasan entitas anak harus memperhitungkan nilai tercatat goodwill dari entitas
anak yang dijual tersebut.
Goodwill dialokasikan ke unit penghasil kas (UPK) untuk tujuan uji penurunan nilai. Alokasi dilakukan
ke UPK atau kelompok UPK yang diharapkan akan mendapat manfaat dari kombinasi bisnis yang
menimbulkan goodwill tersebut.
p. Penyertaan saham
Investasi dengan persentase kepemilikan di bawah 20% dan tidak memiliki pengaruh signifikan yang
diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang dimiliki tidak untuk dijual dicatat pada nilai wajar melalui
laba rugi. Penyertaan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki umur tidak terbatas dan nilai
perolehan merupakan nilai yang dianggap mendekati nilai wajar.
q. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan tahunan, Grup menelaah apakah terdapat indikasi suatu aset
mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat uji tahunan penurunan nilai
aset perlu dilakukan, maka Grup membuat estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dinyatakan
mengalami penurunan nilai dan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi. Dalam menghitung nilai
pakai, estimasi arus kas masa depan bersih didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat
25
Page 27
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
diskonto sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik
atas aset.
Penelaahan dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan untuk mengetahui apakah terdapat
indikasi bahwa rugi penurunan nilai aset yang telah diakui dalam periode sebelumnya mungkin tidak ada
lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka Grup mengestimasi jumlah
terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang diakui dalam periode sebelumnya akan
dipulihkan apabila nilai tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun nilai tercatat, neto
setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut
pada tahun-tahun sebelumnya. Setelah pemulihan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di
periode mendatang untuk mengalokasikan nilai tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya,
dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.
r. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Grup menerapkan PSAK No. 115 yang mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi 5
langkah analisa sebagai berikut:
1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji
dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke
pelanggan.
3. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu
entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika
imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Grup
membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas
diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah
jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak.
4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual
berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak
dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang
diharapkan ditambah marjin.
5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang
atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki pengendalian atas barang
atau jasa tersebut).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan 2 cara, yakni:
a. Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
b. Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke (pelanggan). Untuk kewajiban
pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Perusahaan memilih ukuran penyelesaian
yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya
kewajiban pelaksanaan.
Pendapatan jasa diakui pada saat pemberian jasa.
Pendapatan komisi sebagai perantara pedagang portofolio efek diakui pada saat transaksi terjadi.
Jasa penjaminan emisi portofolio efek diakui pada saat aktivitas penjaminan emisi secara substansi telah
selesai dan jumlah pendapatan telah ditentukan.
Provisi dan komisi lainnya yang tidak terkait dengan kegiatan perolehan instrument keuangan dan jangka
waktu tertentu yang jumlahnya signifikan, diterima dimuka dan diamortisasi menggunakan metode garis
lurus sesuai dengan jangka waktu transaksi yang bersangkutan.
Pendapatan jasa transfer bank dan Payment Point Online Bank (“PPOB”). Pendapatan diakui pada saat
risiko dan manfaat signifikan telah dialihkan kepada pelanggan.
26
Page 28
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pertimbangan dibutuhkan dalam menentukan apakah Grup merupakan prinsipal atau agen dalam
transaksinya dengan pelanggan. Grup mengevaluasi penyajian pendapatan secara bruto atau bersih
berdasarkan apakah Grup mengendalikan barang dan jasa yang diberikan kepada Pengguna dan
merupakan principal (“bruto”), atau Grup mengatur pihak lain untuk dapat memberikan barang dan jasa
kepada Pengguna dan merupakan agen (“bersih”).
Untuk pedapatan jasa transfer bank dan Payment Point Online Bank (“PPOB”)., peran Grup adalah
sebagai penyedia jasa yang memfasilitasi transaksi pembayaran serta memastikan ketersediaan
layanan pembayaran kepada pelanggan. Grup menyimpulkan bahwa Grup berperan sebagai prinsipal
karena:
1. Grup adalah pihak yang bertanggungjawab untuk menyediakan jasa yang diinginkan oleh pelanggan
dan jika terdapat kendala, Grup merupakan pihak yang bertanggung jawab atas kendala tersebut;
2. Grup memiliki kebebasan untuk menentukan harga tanpa pengaruh dari pemasok;
3. Grup memiliki sejumlah pemasok untuk jasa yang dipesan oleh pelanggan dan Grup memiliki
kewenangan untuk memilih pemasok yang akan menyediakan jasa yang dipesan oleh pelanggan;
4. Grup dapat menentukan untuk menambah atau mengurangi layanan kepada pelanggan sesuai
dengan kebutuhan pelanggan atau sesuai dengan kebijakan dari Grup; dan
5. Grup memiliki kewenangan untuk mengubah layanan yang ditawarkan di dalam platform (aplikasi)
secara fleksibel sesuai dengan arah bisnis yang manajemen inginkan.
Sementara itu, untuk pendapatan dari layanan QRIS, e-wallet dan komisi, Grup bertindak sebagai agen,
karena Grup hanya berperan sebagai penyedia atau perantara jasa pembayaran. Oleh karena itu,
pendapatan yang diakui oleh Grup terbatas pada komisi atau fee yang menjadi hak Grup dari transaksi
tersebut. Pendapatan diakui pada saat risiko dan manfaat signifikan telah dialihkan kepada pelanggan.
Pendapatan diakui ketika kemungkinan besar manfaat ekonomi masa depan akan mengalir ke Grup dan
manfaat ini dapat diukur secara andal. Pendapatan diakui pada saat jasa diserahkan kepada pelanggan.
Pendapatan bunga dan beban bunga dari instrumen keuangan diakui dalam laba rugi secara akrual
menggunakan metode suku bunga efektif.
Pendapatan dan beban lainnya masing-masing diakui pada saat terjadinya dan sesuai dengan masa
manfaatnya (accrual basis).
s. Imbalan Kerja
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang merupakan imbalan pasca-kerja manfaat pasti yang dibentuk
tanpa pendanaan khusus dan didasarkan pada masa kerja dan jumlah penghasilan karyawan pada saat
pensiun yang dihitung menggunakan metode Projected Unit Credit. Pengukuran kembali liabilitas
imbalan pasti langsung diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dan penghasilan
komprehensif lain pada periode terjadinya dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi, namun menjadi
bagian dari saldo laba. Biaya liabilitas imbalan pasti lainnya terkait dengan program imbalan pasti diakui
dalam laba rugi.
Presiden Republik Indonesia telah menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang
No. 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja (Perppu Cipta Kerja 2/2022) pada tanggal 30 Desember 2022
yang merupakan pelaksanaan dari Putusan MK No. 91/PUU-XVIII/2020. Dengan berlakunya Perppu
ini, UU No. 11/2020 tentang Cipta Kerja dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Perppu Cipta Kerja 2/2022
telah ditetapkan menjadi Undang-Undang pada tanggal 31 Maret 2025 berdasarkan Undang-Undang
No. 6 Tahun 2023.
27
Page 29
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
t. Pajak Penghasilan
Pajak Kini
Pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung
berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan diakui sebagai liabilitas jika terdapat perbedaan temporer kena pajak yang timbul dari
perbedaan antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan jumlah tercatatnya pada tanggal
pelaporan.
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal
yang dapat dikompensasikan. Aset pajak tangguhan diakui dan direviu pada setiap tanggal pelaporan
atau tercatatnya, diturunkan sepanjang jumlah kemungkinan besar laba kena pajak tersedia untuk
pemanfaatan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal yang dapat dikompensasikan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku
ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (atau peraturan pajak) yang
telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan. Aset pajak tangguhan dan
liabilitas pajak tangguhan saling hapus jika dan hanya jika, terdapat hak yang dipaksakan secara hukum
untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan pajak tangguhan tersebut
terkait dengan entitas kena pajak yang sama dan dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama.
u. Rekening Efek
Rekening efek dimiliki oleh nasabah Grup Efek dalam kaitannya dengan transaksi jual beli Efek oleh
nasabah. Rekening efek berisi catatan mengenai efek dan dana yang dititipkan nasabah kepada Grup
Efek. Rekening efek nasabah tidak memenuhi kriteria pengakuan aset keuangan oleh Grup, sehingga
tidak dicatat dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, namun dicatat pada buku pembantu dana
dan buku pembantu efek.
v. Rugi per Saham
Rugi per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun/periode yang
bersangkutan.
w. Informasi Operasi
lnformasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan
penyajian laporan keuangan konsolidasian.
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal komponen-komponen Grup yang secara
berkala dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya ke
dalam segmen dan penilaian kinerja Grup.
x. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang menyediakan tambahan informasi
mengenai posisi keuangan konsolidasian Grup pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian
(peristiwa penyesuaian), jika ada, telah tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian. Peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang tidak memerlukan penyesuaian (peristiwa non-
penyesuai), apabila jumlahnya material, telah diungkapkan dalam laporan keuangan.
3. Perubahan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
Diterapkan pada tahun 2025
Penerapan amendemen PSAK No. 221, Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing, terkait kondisi ketika suatu
mata uang tidak tertukarkan, yang berlaku efektif 1 Januari 2025 dan relevan bagi Grup, tidak menyebabkan
perubahan material terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan konsolidasian.
28
Page 30
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Telah diterbitkan namun belum berlaku efektif
Standar baru dan amendemen standar akuntansi keuangan yang telah diterbitkan yang bersifat wajib untuk
tahun buku yang dimulai pada atau setelah:
1 Januari 2026
- Amendemen PSAK No. 109, Instrumen Keuangan dan PSAK No. 107, Instrumen Keuangan:
Pengungkapan, tentang klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan.
- Amendemen PSAK No. 338, Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali, terkait perubahan rujukan
pengukuran bisnis alihan dan penyajian informasi prakombinasi bisnis dalam kondisi tidak praktis.
1 Januari 2027
- PSAK No 118, Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan.
- PSAK No. 119, Entitas Anak Tanpa Akuntabilitas Publik: Pengungkapan.
Sampai dengan tanggal otorisasi atas laporan keuangan konsolidasian, Grup masih mempelajari dampak
yang mungkin timbul dari penerapan standar baru dan amandemen terhadap laporan keuangan
konsolidasian Grup.
4. Penggunaan Estimasi, Pertimbangan dan Asumsi Manajemen
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Grup, seperti yang diungkapkan dalam Catatan 2 pada laporan
keuangan konsolidasian, manajemen harus membuat estimasi, pertimbangan, dan asumsi atas nilai tercatat
aset dan liabilitas yang tidak tersedia oleh sumber-sumber lain. Estimasi dan asumsi tersebut, berdasarkan
pengalaman historis dan faktor lain yang dipertimbangkan relevan.
Manajemen berkeyakinan bahwa pengungkapan berikut telah mencakup ikhtisar estimasi, pertimbangan
dan asumsi signifikan yang dibuat oleh manajemen, yang berpengaruh terhadap jumlah-jumlah yang
dilaporkan serta pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasian.
Pertimbangan
Pertimbangan-pertimbangan berikut dibuat oleh manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi
Grup yang memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan konsolidasian:
a. Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anak adalah mata uang lingkungan ekonomi utama
dimana masing-masing entitas beroperasi. Mata uang tersebut adalah yang paling mempengaruhi harga
jual barang dan jasa, dan mata uang dari negara yang kekuatan persaingan dan peraturannya sebagian
besar menentukan harga jual barang dan jasa entitas, dan merupakan mata uang yang mana dana dari
aktivitas pendanaan dihasilkan.
b. Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Grup menentukan klasifikasi aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan
dengan menilai apakah aset dan liabilitas tersebut memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam PSAK
No. 71. Aset keuangan dan liabilitas keuangan dicatat sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup
sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 2.
c. Aset Keuangan yang Tidak Memiliki Kuotasi Harga di Pasar Aktif
Grup mengukur seluruh aset keuangan berupa investasi dalam instrumen ekuitas pada nilai wajarnya.
Akan tetapi, pada keadaan terbatas, biaya perolehan dapat merupakan estimasi nilai wajar yang tepat.
Hal tersebut dapat terjadi jika informasi yang terkini tidak tersedia untuk mengukur nilai wajar, atau
29
Page 31
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
terdapat rentang kemungkinan yang cukup besar atas nilai wajar, dimana biaya perolehan yang
merupakan estimasi terbaik nilai wajar berada dalam rentang tersebut.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, manajemen Grup memutuskan untuk mengukur
investasi aset keuangan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain yang diungkapkan dalam
penyertaan saham pada biaya perolehan, karena informasi yang terkini tidak tersedia untuk mengukur
nilai wajarnya dan dampaknya tidak material terhadap laporan keuangan konsolidasian Grup.
d. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan
Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam menghitung kerugian kredit ekspektasian
untuk piutang usaha. Oleh karena itu, Grup tidak menelusuri perubahan risiko kredit, melainkan
mengakui penyisihan kerugian berdasarkan kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya pada
setiap tanggal pelaporan.
Untuk pendekatan umum, pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, Grup menilai apakah risiko kredit
atas instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan
penilaian tersebut, Grup mempertimbangkan perubahan risiko gagal bayar yang terjadi selama umur
instrumen keuangan. Dalam melakukan penilaian tersebut, Grup membandingkan risiko gagal bayar
yang terjadi pada tanggal pelaporan dengan risiko gagal bayar pada saat pengakuan awal, serta
mempertimbangkan informasi, termasuk informasi masa lalu, kondisi saat ini, dan informasi bersifat
perkiraan masa depan (forward-looking), yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya
berlebihan.
Grup mengukur cadangan kerugian sepanjang umurnya, jika risiko kredit atas instrumen keuangan
tersebut telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, jika tidak, maka Grup mengukur
cadangan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan.
Suatu evaluasi yang bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah cadangan kerugian ekspektasian yang
harus dibentuk, dilakukan secara berkala pada setiap periode pelaporan.
Oleh karena itu, saat dan besaran jumlah cadangan kerugian ekspektasian yang tercatat pada setiap
periode dapat berbeda tergantung pada pertimbangan atas informasi yang tersedia atau berlaku pada
saat itu
Nilai tercatat aset keuangan Grup yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, pinjaman diberikan dan
piutang dan aset keuangan yang tersedia untuk dijual Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember
2025 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pada biaya perolehan diamortisasi
Kas dan setara kas 39.051.185.861 42.278.666.247
Deposito berjangka yang dibatasi penggunaanya 30.562.500.000 30.562.500.000
Piutang transaksi perantara perdagangan efek 13.418.204.391 64.086.459.157
Piutang lain-lain 2.237.594.679 3.048.491.417
Jaminan dalam akun "aset lain-lain" 714.230.477 686.909.193
Jumlah 85.983.715.408 140.663.026.014
e. Transaksi Sewa
Grup Sebagai Penyewa
Grup telah menandatangani sejumlah perjanjian sewa ruangan. Grup menentukan bahwa sewa tersebut
memenuhi kriteria pengakuan dan pengukuran aset hak-guna dan liabilitas sewa sesuai dengan PSAK
No. 116, Sewa.
30
Page 32
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
f. Pajak Penghasilan
Pertimbangan yang signifikan dibutuhkan untuk menentukan jumlah pajak penghasilan. Terdapat
sejumlah transaksi dan perhitungan yang menimbulkan ketidakpastian penentuan jumlah pajak
penghasilan karena interpretasi atas peraturan pajak yang berbeda. Jika hasil pemeriksaan pajak
berbeda dengan jumlah yang sebelumnya telah dibukukan, maka selisih tersebut akan berdampak
terhadap aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan dalam periode dimana hasil pemeriksaan tersebut
terjadi.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber utama lain dalam mengestimasi ketidakpastian pada
tanggal pelaporan yang mempunyai risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian material
terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup
mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia saat laporan keuangan konsolidasian
disusun. Kondisi yang ada dan asumsi mengenai perkembangan masa depan dapat berubah karena
perubahan situasi pasar yang berada di luar kendali Grup. Perubahan tersebut tercermin dalam asumsi
ketika keadaan tersebut terjadi.
a. Nilai Wajar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mensyaratkan pengukuran aset keuangan dan liabilitas
keuangan tertentu pada nilai wajarnya dan penyajian ini mengharuskan penggunaan estimasi.
Komponen pengukuran nilai wajar yang signifikan ditentukan berdasarkan bukti-bukti obyektif yang dapat
diverifikasi (seperti nilai tukar, suku bunga), sedangkan saat dan besaran perubahan nilai wajar dapat
menjadi berbeda karena penggunaan metode penilaian yang berbeda. Nilai wajar aset keuangan
diungkapkan pada Catatan 17.
b. Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap
Masa manfaat dari masing-masing aset tetap Grup diestimasi berdasarkan jangka waktu aset tersebut
diharapkan tersedia untuk digunakan. Estimasi tersebut didasarkan pada penilaian kolektif berdasarkan
bidang usaha yang sama, evaluasi teknis internal dan pengalaman dengan aset sejenis. Estimasi masa
manfaat setiap aset ditelaah secara berkala dan diperbarui jika estimasi berbeda dari perkiraan
sebelumnya yang disebabkan karena pemakaian, usang secara teknis atau komersial serta keterbatasan
hak atau pembatasan lainnya terhadap penggunaanaaset. Dengan demikian, hasil operasi di masa
mendatang mungkin dapat terpengaruh secara signifikan oleh perubahan dalam jumlah dan waktu
terjadinya biaya karena perubahan yang disebabkan oleh faktor- faktor yang disebutkan di atas.
Penurunan estimasi masa manfaat ekonomis setiap aset tetap akan menyebabkan kenaikan beban
penyusutan dan penurunan nilai tercatat aset tetap.
Nilai tercatat aset tetap Grup Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing
sebesar Rp 2.116.786.776 dan Rp 2.667.808.387 (Catatan 11).
c. Penurunan Nilai Goodwill dan Aset Takberwujud Lainnya
Aset takberwujud, selain goodwill, diuji penurunan nilai apabila indikasi penurunan nilai telah terjadi.
Untuk goodwill, uji penurunan nilai wajib dilakukan sedikitnya setahun sekali tanpa memperhatikan
apakah telah terjadi indikasi penurunan nilai. Penentuan nilai pakai aset takberwujud membutuhkan
estimasi arus kas yang diharapkan akan dihasilkan dari pemakaian berkelanjutan dan pelepasan akhir
atas aset tersebut (UPK) serta tingkat diskonto yang tepat untuk menghitung nilai kini.
Manajemen berkeyakinan bahwa asumsi- asumsi yang digunakan dalam estimasi nilai pakai dalam
laporan keuangan konsolidasian adalah tepat dan wajar, namun demikian, perubahan signifikan dalam
asumsi-asumsi tersebut dapat berdampak signifikan pada jumlah nilai terpulihkan dan jumlah kerugian
penurunan nilai yang terjadi mungkin berdampak material pada hasil operasi Grup.
31
Page 33
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Nilai tercatat goodwill Grup pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar
Rp 2.715.975.771.
Nilai tercatat aset takberwujud Grup pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing
sebesar Rp 713.424.625 dan Rp 712.283.691 (Catatan 12).
d. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Penelaahan atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai aset tertentu.
Penentuan nilai wajar aset membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan akan dihasilkan dari
pemakaian berkelanjutan dan pelepasan akhir atas aset tersebut. Perubahan signifikan dalam asumsi-
asumsi yang digunakan untuk menentukan nilai wajar dapat berdampak signifikan pada nilai terpulihkan
dan jumlah kerugian penurunan nilai yang terjadi mungkin berdampak material pada hasil operasi Grup.
Nilai tercatat aset non-keuangan Grup Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Aset tetap - bersih 2.116.786.776 2.667.808.387
Aset takberwujud - bersih 713.424.625 712.283.691
Jumlah 2.830.211.401 3.380.092.078
e. Imbalan Kerja Jangka Panjang
Penentuan liabilitas imbalan kerja jangka panjang dipengaruhi oleh asumsi tertentu yang digunakan oleh
aktuaris dalam menghitung jumlah tersebut. Asumsi-asumsi tersebut dijelaskan dalam Catatan 28 dan
mencakup, antara lain, tingkat kenaikan gaji, dan tingkat diskonto yang ditentukan dengan mengacu
pada imbal hasil pasar atas bunga obligasi korporasi berkualitas tinggi dalam mata uang yang sama
dengan mata uang pembayaran imbalan dan memiliki jangka waktu yang mendekati estimasi jangka
waktu liabilitas imbalan kerja jangka panjang tersebut.
Hasil aktual yang berbeda dengan asumsi Grup dibukukan pada penghasilan komprehensif lain dan
dengan demikian, berdampak pada jumlah penghasilan komprehensif lain yang diakui dan liabilitas yang
tercatat pada periode-periode mendatang. Manajemen berkeyakinan bahwa asumsi-asumsi yang
digunakan adalah tepat dan wajar, namun demikian, perbedaan signifikan pada hasil aktual, atau
perubahan signifikan dalam asumsi-asumsi tersebut dapat berdampak signifikan pada jumlah liabilitas
imbalan kerja jangka panjang.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, liabilitas imbalan kerja jangka panjang adalah
sebesar Rp 5.052.269.131 (Catatan 28).
f. Aset Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara nilai tercatat aset dan liabilitas
pada laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak jika kemungkinan besar jumlah laba kena pajak
akan memadai untuk pemanfaatan perbedaan temporer yang diakui. Estimasi manajemen yang
signifikan diperlukan untuk menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang diakui berdasarkan
kemungkinan waktu terealisasinya dan jumlah laba kena pajak pada masa mendatang serta strategi
perencanaan pajak masa depan.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, saldo aset pajak tangguhan adalah sebesar
Rp 6.658.473.465.
32
Page 34
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
5. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas terdiri dari:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Kas 15.000.000 15.000.000
Bank - Pihak ketiga
PT Bank KB Bukopin Syariah 13.744.961.826 16.674.271.545
PT Bank Mandiri (Persero Tbk) 6.869.889.361 6.676.734.901
PT Allo Bank Indonesia Tbk 1.301.494.158 1.577.331
PT Bank Mayapada Internasional Tbk 563.158.695 1.384.375.374
PT Bank Central Asia Tbk 440.753.116 609.285.308
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 249.261.069 598.768.201
PT Bank CIMB Niaga Tbk 195.058.732 157.950.067
PT Bank Permata Tbk 88.055.260 85.558.296
PT Bank Mega Tbk 45.539.503 45.646.007
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk 13.512.930 13.761.930
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 13.371.506 4.635.006
PT BPR Dewata Candradana 10.199.789 10.174.615
PT Bank Nationalnobu Tbk 929.916 927.666
Subjumlah 23.536.185.861 26.263.666.247
Subjumlah 23.551.185.861 26.278.666.247
Deposito berjangka - pihak ketiga
PT Bank Mayapada International Tbk 15.500.000.000 16.000.000.000
Jumlah 39.051.185.861 42.278.666.247
Berikut adalah besaran tingkat bunga dan jangka waktu penempatan deposito berjangka:
2026 2025
Suku bunga per tahun atas deposito berjangka 7,00% 7,00%
Berdasarkan mata uang:
31 Maret 2026 2025
Rupiah 39.038.789.472 42.266.159.126
Dolar Amerika Serikat (Catatan 36) 12.396.389 12.507.121
Jumlah 39.051.185.861 42.278.666.247
33
Page 35
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
6. Deposito Berjangka yang Dibatasi Pencairannya
Deposito berjangka yang dibatasi pencairannya terdiri dari:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Rupiah - Pihak ketiga
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 20.000.000.000 20.000.000.000
PT Allo Bank Indonesia Tbk 10.000.000.000 10.000.000.000
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 562.500.000 562.500.000
Jumlah 30.562.500.000 30.562.500.000
2026 2025
Suku bunga rata-rata per tahun 2,25% - 4,00% 2,25% - 5,00%
Deposito berjangka di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Allo Bank Indonesia Tbk dijaminkan untuk
menambah trading limit kepada PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan deposito berjangka di PT Bank
Negara Indonesia (Persero) Tbk dijaminkan untuk fasilitas kartu kredit Grup.
7. Portofolio efek - Bersih
Portofolio efek – bersih terdiri dari:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Entitas anak
Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
PT Bank KB Bukopin Tbk 8.453.439.600 10.498.626.600
PT Bukalapak.com Tbk 4.218.705.600 4.795.363.200
PT Allo Bank Indonesia Tbk 2.870.250.000 3.203.500.000
PT Venteny Fortuna International Tbk 2.390.656.000 3.511.276.000
PT Forza Land Indonesia Tbk 1.388.053.850 1.388.053.850
PT Ulima Nitra Tbk 663.627.600 1.831.406.400
PT Indo Boga Sukses Tbk 895.215.600 572.615.000
PT Media Nusantara Citra Tbk 206.000.000 262.000.000
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk 189.440.000 218.880.000
PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk 132.300.000 143.500.000
PT Bundamedik Tbk 123.500.000 123.500.000
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 123.050.160 135.244.320
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk 114.750.000 162.750.000
PT Gudang Garam Tbk 98.700.000 98.000.000
PT Dana Brata Luhur Tbk 44.625.000 91.350.000
PT Autopedia Sukses Lestari Tbk 33.750.000 39.150.000
PT Bukit Asam Tbk 31.800.000 23.100.000
34
Page 36
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Entitas anak
Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
PT Bukit Asam Tbk 31.800.000 23.100.000
PT Astra International Tbk 30.000.000 32.160.000
PT Perusahaan Gas Negara Tbk 18.450.000 19.100.000
PT PP Presisi Tbk 13.400.000 17.300.000
PT Astra Agro Lestari Tbk 11.325.000 11.062.500
PT Kalbe Farma Tbk 6.305.000 7.832.500
PT Aneka Tambang Tbk 437.500 393.750
PT Medco Energi Internasional Tbk 32.850 24.210
PT Bumi Resources Minerals Tbk 33.580 50.600
PT Intan Baruprana Finance Tbk 6.400 19.360
PT Kota Satu Properti Tbk 2.340 2.358
Subjumlah 22.057.856.080 27.186.260.648
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.388.053.850) (1.388.053.850)
Subjumlah 20.669.802.230 25.798.206.798
Reksadana
Victoria Campuran Dinamis 2.188.126.626 2.537.839.266
Subjumlah 22.857.928.856 28.336.046.064
Induk
Diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan Komprehensif lain
PT Venteny Fortuna International Tbk 3.904.217.600 5.734.319.600
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk 2.580.000.000 1.810.000.000
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk 2.568.918.550 1.589.197.950
PT Indofood Sukses Makmur Tbk 31.750.000 33.875.000
Subjumlah 9.084.886.150 9.167.392.550
Reksadana
Victoria Campuran Dinamis 6.209.492.659 7.162.950.239
Danamas Stabil 11.847.273 11.703.492
Shinhan Equity Growth 1.206.983 1.263.516
Shinhan Fixed Income Fund 1.068.687 1.069.193
Subjumlah 6.223.615.602 7.176.986.440
Subjumlah 15.308.501.752 16.344.378.990
Jumlah 38.166.430.608 44.680.425.054
35
Page 37
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai potofolio efek adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Saldo awal tahun 1.388.053.850 372.062.182
Penambahan cadangan kerugian
penurunan nilai (Catatan 28) - 1.015.991.668
Jumlah 1.388.053.850 1.388.053.850
Diukur pada Nilai Wajar melalui Laba Rugi (FVPL)
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, portofolio efek yang diukur pada nilai wajar melalui laba
rugi merupakan efek ekuitas dan reksadana yang dimiliki oleh PT Surya Fajar Sekuritas (SFS), PT Surya Fajar
Investama (SFI), PT Digitalisasi Perangkat Indonesia (DPI), PT Mareco Prima Mandiri (MPM) dan PT Mitra
Usaha Indofund (MUI), entitas anak.
Jumlah biaya perolehan dan nilai wajar portofolio efek yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi adalah
sebesar Rp 58.782.595.790 dan Rp 22.857.928.856 Pada tanggal 31 Maret 2026 dan Rp 59.392.862.005 dan
Rp 28.336.046.064 pada tanggal 31 Desember 2025.
Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar melalui Penghasilan Komprehensif Lain (FVOCI)
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, portofolio efek pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain merupakan efek ekuitas dan reksadana yang dimiliki oleh Perusahaan.
Jumlah biaya perolehan dan nilai wajar portofolio efek yang diukur pada nilai wajar melalui Penghasilan
komprehensif lain adalah sebesar Rp 26.115.266.071 dan Rp 15.308.501.752 pada tanggal 31 Maret 2026
dan Rp 26.115.266.071 dan Rp 16.344.378.990 pada tanggal 31 Desember 2025
Perubahan nilai wajar atas keuntungan (kerugian) belum direalisasi dari aset keuangan tersedia untuk dijual
pada ekuitas di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Saldo awal tahun (9.770.887.104) (799.922.942)
Keuntungan (kerugian) belum
direalisasi tahun berjalan (1.035.877.236) (4.684.585.681)
Reklasifikasi ke saldo laba - (4.286.378.481)
Saldo akhir tahun (10.806.764.340) (9.770.887.104)
Tidak terdapat portofolio efek yang dijadikan jaminan Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025.
36
Page 38
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
8. Piutang Transaksi Perantara Perdagangan Efek – Pihak Ketiga
Piutang transaksi perantara perdagangan efek - pihak ketiga terdiri dari:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Piutang nasabah 5.654.691.028 13.771.571.153
Piutang dari lembaga kliring dan penjaminan 7.763.513.363 50.314.888.004
Jumlah 13.418.204.391 64.086.459.157
a. Piutang nasabah
Piutang nasabah terdiri dari:
31 Maret 20026 31 Desember 2025
Piutang nasabah pemilik rekening reguler 5.654.691.028 13.744.837.127
Piutang nasabah kelembagaan reguler - 26.734.026
Jumlah 5.654.691.028 13.771.571.153
Piutang nasabah pemilik rekening adalah piutang atas transaksi dengan nasabah pemilik rekening efek
pada Grup. Piutang nasabah kelembagaan adalah piutang atas transaksi dengan nasabah yang tidak
memiliki rekening efek pada Grup.
Seluruh saldo piutang nasabah belum jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan nilai
Pada umumnya, seluruh piutang nasabah diselesaikan dalam waktu singkat, biasanya dalam waktu 2 (dua)
hari sejak tanggal perdagangan. Oleh karena itu, Grup tidak membentuk cadangan kerugian penurunan
nilai pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 karena manajemen berkeyakinan bahwa seluruh
piutang tersebut dapat ditagih.
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko terkonsentrasi secara signifikan atas piutang dari pihak
ketiga.
b. Piutang dari Lembaga Kliring dan Penjaminan
Akun ini merupakan tagihan kepada PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) terkait dengan penjualan
efek.
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Piutang transaksi bursa 6.414.662.100 48.978.045.900
Uang jaminan 1.348.851.263 1.336.842.104
Jumlah 7.763.513.363 50.314.888.004
Uang jaminan merupakan dana agunan kas yang diwajibkan oleh KPEI sebagai jaminan transaksi yang
dilakukan Perusahaan dengan suku bunga masing-masing sebesar dan 6,70% pada tanggal 31 Maret 2026
dan 31 Desember 2025.
37
Page 39
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
9. Pajak Dibayar Dimuka
Pajak dibayar dimuka terdiri dari:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pajak Penghasilan Pasal 23 14.294.227 -
Pajak Penghasilan Pasal 21 9.402.600 14.893.858
Pajak Pertambahan Nilai - Bersih 540.294.483 529.798.856
Jumlah 563.991.310 544.692.714
10. Penyertaan Saham
Perusahaan memiliki penyertaan saham pada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar Rp 9.865.000.000
masing-masing pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 yang merupakan syarat keanggotaan bursa.
Jumlah biaya perolehan yang diukur pada nilai wajar melalui Penghasilan komprehensif lain adalah sebesar Rp
2.500.000.000 masingmasing pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.
Sesuai dengan Keputusan Rapat Pemegang Saham Tahunan PT BEI dan Akta No. 2 tanggal 1 September
2023 perihal peningkatan modal PT BEI dimana nilai nominal saham BEI ditingkatkan dari sebelumnya sebesar
Rp 135.000.000 per lembar saham menjadi sebesar Rp 7.500.000.000 per lembar saham. Modal dasar PT BEI
ditingkatkan dari sebelumnya Rp 27.000.000.000 menjadi sebesar Rp 1.500.000.000.000 dan modal
ditempatkan dan disetor penuh meningkat dari sebelumnya Rp 13.905.000.000 menjadi Rp 772.500.000.000.
11. Aset Tetap
Akun ini terdiri dari:
Perubahan selama tahun 2026
1 Januari 2026 Penambahan Pengurangan 31 Maret 2026
Biaya Perolehan
Pemilikan langsung
Peralatan kantor 7.259.137.220 21.591.133 - 7.280.728.353
Komputer 9.201.194.756 - - 9.201.194.755
Kendaraan 2.394.356.008 - - 2.394.356.008
Aset hak-guna 2.217.030.924 - - 2.217.030.924
Jumlah 21.071.718.908 21.591.133 - 21.093.310.040
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan langsung
Peralatan kantor 6.886.287.973 35.109.974 - 6.921.397.947
Komputer 8.239.221.986 185.527.212 - 8.424.749.198
Kendaraan 2.169.885.100 74.823.624 - 2.244.708.724
Aset hak-guna 1.108.515.462 277.151.933 - 1.385.667.395
Jumlah 18.403.910.521 572.612.743 - 18.976.523.264
Nilai Tercatat 2.667.808.387 2.116.786.776
38
Page 40
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Perubahan selama tahun 2025
1 Januari 2025 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2025
Biaya Perolehan
Pemilikan langsung
Peralatan kantor 7.903.082.323 275.135.795 919.080.898 7.259.137.220
Komputer 9.289.820.839 322.312.230 410.938.312 9.201.194.756
Kendaraan 2.394.356.008 - - 2.394.356.008
Aset hak-guna 5.350.867.752 2.217.030.924 5.350.867.752 2.217.030.924
Jumlah 24.938.126.922 2.814.478.949 6.680.886.962 21.071.718.908
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan langsung
Peralatan kantor 7.573.926.445 229.411.537 917.050.009 6.886.287.973
Komputer 7.782.288.298 867.872.000 410.938.312 8.239.221.986
Kendaraan 1.870.590.604 299.294.496 - 2.169.885.100
Aset hak-guna 5.350.867.753 1.108.515.462 5.350.867.753 1.108.515.462
Jumlah 22.577.673.100 2.505.093.495 6.678.856.074 18.403.910.521
Nilai Tercatat 2.360.453.822 2.667.808.387
Beban penyusutan dialokasikan pada beban usaha (Catatan 25).
Rincian penjualan, penghapusan dan penghentian aset tetap adalah sebagai berikut:
31 Desember 2025
Harga jual 9.290.000
Nilai tercatat 2.030.889
Keuntungan penjualan aset tetap 7.259.111
Biaya perolehan 826.188.998
Akumulasi penyusutan (826.188.998)
Keuntungan penghapusan aset tetap -
Nilai tercatat liabilitas sewa -
Nilai tercatat aset hak guna -
Keuntungan penjualan, penghapusan dan penghentian aset tetap -
Keuntungan penjualan dan penghentian aset tetap disajikan sebagai penghasilan lainnya dalam laba rugi
(Catatan 25).
Pengurangan aset hak-guna untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025 sehubungan dengan selesainya
periode masa sewa.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, tidak ada aset tetap yang digunakan sebagai jaminan.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, aset tetap telah diasuransikan kepada PT Asuransi Astra
Buana, pihak ketiga, dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar Rp 1.480.000.000 dan
Rp 1.770.000.000. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup
kemungkinan kerugian atas aset dipertanggungkan.
39
Page 41
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan
nilai atas aset tetap.
12. Aset Takberwujud
Aset takberwujud terdiri dari:
Perubahan selama tahun 2026
1 Januari 2026 Penambahan Pengurangan 31 Maret 2026
Biaya Perolehan
Perangkat lunak 12.597.356.703 84.000.000 - 12.681.356.703
Akumulasi Penyusutan
Perangkat lunak 11.885.073.012 82.859.066 - 11.967.932.078
Nilai Tercatat 712.283.691 713.424.625
Perubahan selama tahun 2025
1 Januari 2025 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2025
Biaya Perolehan
Perangkat lunak 12.896.411.657 422.445.046 721.500.000 12.597.356.703
Akumulasi Penyusutan
Perangkat lunak 11.622.178.322 984.394.690 721.500.000 11.885.073.012
Nilai Tercatat 1.274.233.335 712.283.691
Beban amortisasi dialokasikan pada beban usaha (Catatan 25).
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, tidak ada aset takberwujud yang digunakan sebagai
jaminan.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, aset takberwujud Perusahaan tidak diasuransikan.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan
nilai atas aset takberwujud.
13. Utang Usaha – Pihak Ketiga
Utang usaha – Pihak ketiga terdiri dari:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Utang pajak atas transaksi penjualan saham 217.680.362 228.516.409
Utang transaksi bursa 145.652.674 131.285.340
Utang dana jaminan 18.216.356 35.216.712
Jumlah 381.549.392 395.018.461
40
Page 42
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Akun ini merupakan saldo utang terkait jasa transaksi dan dana jaminan atas penjualan efek kepada PT Bursa
Efek Indonesia.
14. Utang Transaksi Perantara Perdagangan Efek – Pihak Ketiga
Utang transaksi perantara perdagangan efek - pihak ketiga terdiri dari:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Utang lembaga kliring dan penjaminan 5.659.872.400 13.764.941.300
Utang nasabah 6.385.480.955 48.841.005.865
Jumlah 12.045.353.355 62.605.947.165
a. Utang Lembaga kliring dan penjaminan
Akun ini merupakan tagihan kepada PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) terkait dengan
transaksi perdagangan efek masing-masing sebesar Rp 5.659.872.400 dan Rp 13.764.941.300 pada
tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025.
b. Utang nasabah
Utang nasabah terdiri dari:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Utang nasabah pemilik rekening reguler 6.385.480.955 46.122.575.308
Utang nasabah kelembagaan reguler - 2.718.430.557
Jumlah 6.385.480.955 48.841.005.865
Utang nasabah pemilik rekening adalah utang atas transaksi dengan nasabah pemilik rekening efek pada
Grup. Utang nasabah kelembagaan adalah utang atas transaksi dengan nasabah yang tidak memiliki
rekening efek pada Grup.
Nilai wajar liabilitas keuangan dicatat sebesar biaya perolehan diamortisasi dalam laporan keuangan
konsolidasian yang mendekati nilai tercatatnya karena jatuh temponya dalam waktu singkat, biasanya
dalam waktu 2 (dua) hari dari tanggal perdagangan.
41
Page 43
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
15. Utang lain-lain Pihak Ketiga
Utang lain-lain pihak ketiga terdiri dari:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pihak ketiga
PT Lestari Tekno Utama 400.000.000 -
PT Berkah Makmur Digital 400.000.000 400.000.000
PT Digital Pasifik Nusantara 200.000.000 -
Lain-lain 1.170.648.973 581.356.208
Jumlah 2.170.648.973 981.356.208
Seluruh utang lain-lain didenominasi dalam mata uang Rupiah.
16. Utang Pajak
Utang pajak terdiri dari:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Pajak penghasilan
Pasal 21 448.702.097 22.611.596
Pasal 4(2) 30.560.780 21.995.253
Pasal 23 33.107.297 87.612.614
Pasal 26 1.239.487 -
PPN - keluaran 7.690.008 -
Jumlah 521.299.669 132.219.463
Besarnya pajak yang terutang ditetapkan berdasarkan perhitungan pajak yang dilakukan sendiri oleh wajib
pajak (self-assessment). Kantor Pajak dapat melakukan pemeriksaan atas perhitungan pajak dalam jangka
waktu tertentu setelah terutangnya pajak, sebagaimana diatur dalam Undang-undang yang berlaku.
17. Pengukuran Nilai Wajar
Tabel berikut menyajikan pengukuran nilai wajar aset tertentu Grup:
31 Maret 2026
Pengukuran nilai wajar menggunakan
Harga kustodian Input signifikan yang Input signifikan yang
dalam pasar aktif dapat di observasi tidak dapat diobservasi
Nilai Tercatat (Level 1) (Level 2) (Level 3)
Pada biaya perolehan
diamortisasi
Jaminan 714.230.477 - - 714.230.477
Aset yang diukur pada nilai wajar:
Aset keuangan pada nilai wajar
melalui laba rugi
Portofollio efek 22.857.928.856 22.857.928.856 - -
Aset keuangan tersedia untuk
dijual
Portofollio efek 17.897.878.919 17.897.878.919 - -
Penyertaan saham 9.865.000.000 - - 9.865.000.000
42
Page 44
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2025
Pengukuran nilai wajar menggunakan
Harga kustodian Input signifikan yang Input signifikan yang
dalam pasar aktif dapat di observasi tidak dapat diobservasi
Nilai Tercatat (Level 1) (Level 2) (Level 3)
Pada biaya perolehan
diamortisasi
Jaminan 686.909.193 - - 686.909.193
Aset yang diukur pada nilai wajar:
Aset keuangan pada nilai wajar
melalui laba rugi
Portofollio efek 28.336.046.064 28.336.046.064 - -
Aset keuangan tersedia untuk
dijual
Portofollio efek 16.344.378.990 16.344.378.990 - -
Penyertaan saham 9.865.000.000 - - 9.865.000.000
Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif adalah berdasarkan kuotasi harga pasar
pada tanggal pelaporan. Pasar dianggap aktif apabila kuotasi harga tersedia sewaktu-waktu dan dapat
diperoleh secara rutin dari bursa, pedagang efek atau perantara efek, badan penyedia jasa penentuan harga
kelompok industri atau badan pengatur, dan harga tersebut mencerminkan transaksi pasar yang aktual dan
rutin dalam suatu transaksi yang wajar. Kuotasi harga pasar yang digunakan untuk aset keuangan yang dimiliki
oleh Grup adalah harga penawaran (bid price) terkini. Instrumen keuangan seperti ini termasuk dalam hirarki
Level 1. Nilai wajar investasi pada portofolio efek diukur berdasarkan kuotasi harga pasar terakhir yang
dipublikasikan pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025.
Jika satu atau lebih input signifikan tidak diambil dari data pasar yang dapat diobservasi, maka instrumen
tersebut termasuk dalam hirarki Level 3. Nilai wajar setoran jaminan dan jaminan diestimasi mengunakan suku
bunga pinjaman Grup.
18. Modal Saham
Susunan kepemilikan saham Perusahaan berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT Adimitra Jasa Korpora,
Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
Jumlah modal
Persentase ditempatkan dan
Nama pemegang saham Jumlah saham kepemilikan(%) disetor
PT Surya Fajar Corpora
(d.h PT Bumi Tirta Rahayu) 968.754.430 71,24% 96.875.443.000
Steffen 33.950.000 2,50% 3.395.000.000
Ivo Rustandi - Direktur Utama 10.000 0,00% 1.000.000
Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) 357.219.591 26,27% 35.721.959.100
Jumlah 1.359.934.021 100,00% 135.993.402.100
Manajemen Permodalan
Tujuan utama dari pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan bahwa Grup mempertahankan rasio
modal yang sehat dalam rangka mendukung bisnis dan memaksimalkan nilai pemegang saham. Grup tidak
diwajibkan untuk memenuhi syarat-syarat modal tertentu.
Perusahaan mengelola struktur modal dan membuat penyesuaian terhadap struktur modal sehubungan
dengan perubahan kondisi ekonomi.
43
Page 45
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
19. Tambahan Modal Disetor - Bersih
Tambahan modal disetor pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 berasal dari:
31 Maret 2026 &
31 Desember 2025
Agio saham dari penawaran umum perdana - Bersih 16.981.471.500
Hasil Konversi Waran Seri I 40.153.592.835
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali (1.760.860.636)
Jumlah 55.374.203.699
20. Selisih Transaksi dengan Kepentingan Nonpengendali
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Saldo awal tahun 8.026.681.207 8.053.442.335
Mutasi tahun berjalan (catatan 1c) - (26.761.128)
Jumlah 8.026.681.207 8.026.681.207
21. Cadangan Umum
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 11 Maret 2019, para pemegang saham
Perusahaan menyetujui pembentukan cadangan umum sebesar Rp 3.000.000.000.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 saldo cadangan umum adalah sebesar Rp 3.000.000.000.
Cadangan umum tersebut dibentuk sehubungan dengan ketentuan dalam Undang-Undang Republik Indonesia
No. 40/2007 tentang Perusahaan Terbatas, yang mewajibkan Perusahaan untuk membentuk cadangan umum
sedikitnya 20% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor. Tidak terdapat batas waktu yang ditetapkan atas
pemenuhan kewajiban tersebut.
22. Kepentingan Nonpengendali
Akun ini merupakan bagian kepemilikan nonpengendali atas aset bersih entitas anak, dengan rincian sebagai
berikut:
Aset Bersih
31 Maret 2026
Saldo laba
Modal saham (Defisit) Jumlah
Kepemilikan langsung:
PT Digitalisasi Perangkat Indonesia 27.456.160.000 454.513.239 27.001.646.761
PT Surya Fajar Sekuritas 1.000.000 265.771 734.229
PT Surya Fajar Investama 1.000.000 705.646 294.354
PT Surya Fajar Urun Dana 1.125.000.000 (1.186.448.693) (61.448.693)
Kepemilikan tidak langsung:
Entitas anak DPI
PT Mareco Prima Mandiri 3.012.495.000 2.978.876.105 33.618.895
PT Bursa Akselerasi Indonesia 1.000.000 556.015 443.985
Jumlah 31.596.655.000 2.248.468.082 26.975.289.531
44
Page 46
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Aset Bersih
31 Desember 2025
Saldo laba
Modal saham (Defisit) Jumlah
Kepemilikan langsung:
PT Digitalisasi Perangkat Indonesia 27.456.160.000 1.328.721.521 28.784.881.521
PT Surya Fajar Sekuritas 1.000.000 (214.401) 785.599
PT Surya Fajar Investama 1.000.000 (670.147) 329.853
PT Surya Fajar Urun Dana 1.125.000.000 (1.148.041.665) (23.041.665)
Kepemilikan tidak langsung:
Entitas anak DPI
PT Mareco Prima Mandiri 3.012.495.000 (2.967.806.156) 44.688.844
PT Bursa Akselerasi Indonesia 1.000.000 (567.037) 432.963
Jumlah 31.596.655.000 (2.788.577.885) 28.808.077.115
23. Pendapatan Usaha
Rincian dari pendapatan usaha Grup adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Maret 2025 31 Desember 2025
Pendapatan dari kontrak
dengan pelanggan 2.179.653.273 1.747.256.703 6.218.828.235
Beban dari hasil investasi (3.449.949.866) (224.707.722) 596.147.133
Jumlah (1.270.296.593) 1.522.548.982 6.814.975.368
a. Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
31 Maret 2026 31 Maret 2025 31 Desember 2025
Pendapatan komisi perantara
perdagangan efek 1.195.113.009 809.640.431 3.272.690.728
Pendapatan kegiatan penjamin
emisi dan penjualan efek
Jasa penasihat keuangan 150.000.000 200.000.000 200.000.000
Komisi
Jasa agen
transaksi
penjualan - - -
Jasa manajemen - - -
Komisi penjaminan - - -
Subjumlah 150.000.000 200.000.000 200.000.000
Komisi pinjam meminjam 296.442.461 382.658.446 1.181.878.857
Jasa manajemen 420.000.000 127.500.000 1.045.000.000
Pendapatan jasa agen
penjualan reksadana 27.357.352 58.211.196 195.211.823
Lain-lain 90.740.451 169.246.630 324.046.827
Subjumlah 834.540.264 737.616.272 2.746.137.507
Jumlah 2.179.653.273 1.747.256.703 6.218.828.235
;
45
Page 47
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
b. Pendapatan (beban) dari hasil Investasi
31 Maret 2026 31 Maret 2025 31 Desember 2025
Pendapatan dividen 5.062.424 5.088.520 42.424.731
Pendapatan bunga nasabah - 5.662 264.323
Keuntungan belum direalisasi atas
perdagangan efek - bersih - - 553.458.079
Kerugian belum direalisasi atas
perdagangan efek - bersih (3.455.012.290) (229.801.904) -
Jumlah (3.449.949.866) (224.707.723) 596.147.133
Pendapatan usaha melebihi 10% dari jumlah pendapatan usaha Grup adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Maret 2025 31 Desember 2025
Persentase Persentase Persentase
terhadap jumlah terhadap terhadap
pendapatan dari jumlah jumlah
Jumlah pelanggan Jumlah penjualan Jumlah penjualan
PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk - 0,00% 200.000.000 11,45% 0,00%
24. Beban Pokok Pendapatan
Rincian dari beban pokok pendapatan Grup adalah sebagai berikut:
31 Maret 2026 31 Maret 2025 31 Desember 2025
Payment Point Online Bank 3.215.490 5.820.106 22.623.340
Jasa transfer 1.747.007 47.496.650 59.443.184
Jasa profesional - 7.335.485 713.225.586
Lain-lain 6.711.097 - -
Jumlah 11.673.594 60.652.241 795.292.110
Tidak ada jasa profesional yang diberikan oleh pihak-pihak tertentu yang melebihi 10% dari total pendapatan
Grup.
25. Beban Usaha
Beban usaha terdiri dari:
31 Maret 2026 31 Maret 2025 31 Desember 2025
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit) (Diaudit)
Gaji dan tunjangan 5.841.268.950 6.253.179.116 18.934.736.602
Utilitas 885.661.584 746.636.591 3.836.349.294
Penyusutan (Catatan 11) 572.612.744 657.033.961 2.505.093.495
Pemasaran 510.876.583 266.408.871 1.645.650.510
Umum dan perlengkapan kantor 255.277.797 471.476.286 1.183.298.705
Perijinan 463.975.053 401.221.693 941.968.237
Jasa profesional 88.142.000 142.411.820 1.371.023.050
46
Page 48
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2026 31 Maret 2025 31 Desember 2025
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit) (Diaudit)
Amortisasi (Catatan 12) 82.859.065 475.256.241 984.394.690
Sewa 61.270.584 197.083.495 404.831.633
Pajak 21.748.930 33.613.279 257.563.105
Imbalan kerja jangka panjang - - 1.009.658.830
Lain-lain 29.415.067 151.475.071 318.396.782
Jumlah 8.813.108.357 9.795.796.424 33.392.964.933
Beban usaha kepada pihak berelasi mewakili 0,01% dan nihil dari jumlah beban usaha masing-masing untuk
tahun yang berakhir tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 (Catatan 31).
26. Penghasilan Lainnya
Penghasilan lainnya terdiri dari:
31 Maret 2026 31 Maret 2025 31 Desember 2025
Pendapatan bunga deposito 429.664.921 - -
Penghasilan bunga 246.036.467 626.644.579 2.705.333.843
Pendapatan dividen 145.140.000 - -
Keuntungan dari penjualan
investasi entitas asosiasi - - 10.983.750.000
31 Maret 2026 31 Maret 2025 31 Desember 2025
Keuntungan belum direlisasi dari
kenaikan nilai wajar efek yang
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi - 2.332.638.906 1.242.933.027
Keuntungan penjualan
aset tetap (Catatan 11) - 131.804.165 7.259.111
Lain - lain 90.177.200 1.931.643 691.219.399
Jumlah 911.018.588 3.093.019.293 15.630.495.380
27. Beban Lainnya
Beban lainnya terdiri dari:
31 Maret 2026 31 Maret 2025 31 Desember 2025
Kerugian direalisasi dari
penjualan investasi 329.021.345 - 2.107.841.430
Kerugian belum direalisasi dari
penjualan investasi 1.694.083.575 172.476.291 -
Cadangan kerugian penurunan
nilai (Catatan 9) - 1.015.991.668
Lain - lain 142.060 1.995.803 5.213.278
Jumlah 2.023.246.980 174.472.094 3.129.046.376
47
Page 49
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
28. Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang
Besarnya imbalan pasca kerja dihitung berdasarkan ketentuan yang berlaku
Perhitungan aktuaria terakhir atas liabilitas imbalan kerja jangka panjang dilakukan oleh Kantor Konsultan
Aktuaria Agus Susanto, aktuaris independen, tertanggal 6 Februari 2026
Jumlah karyawan Grup yang berhak atas imbalan kerja jangka panjang tersebut sebanyak 100 karyawan pada
tanggal 31 Desember 2025.
Jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
sehubungan dengan imbalan pasti adalah sebagai berikut:
31 Desember 2024
Biaya jasa kini 722.696.300
Biaya bunga neto 286.938.094
Biaya jasa lalu 24.436
Efek kurtailmen -
Komponen biaya imbalan pasti yang diakui di laba rugi 1.009.658.830
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti:
Kerugian (Keuntungan) aktuarial yang timbul dari:
Perubahan asumsi keuangan 147.515.349
Penyesuaian pengalaman (146.286.666)
Komponen biaya (penghasilan) imbalan kerja
jangka panjang pasti diakui dalam komprehensif lain 1.228.683
Bersih 1.010.887.513
Alokasi biaya imbalan pasti yang diakui di laba rugi adalah sebagai berikut:
31 Desember 2025
Beban usaha 1.009.658.830
penghasilan lainnya -
Jumlah 1.009.658.830
Mutasi nilai kini kewajiban imbalan pasti adalah sebagai berikut:
31 Desember 2025
Saldo awal tahun 4.041.381.618
Beban imbalan kerja (catatan 25) 1.009.658.830
Penghasilan komprehensif lain 1.228.683
Saldo akhir tahun 5.052.269.131
Asumsi-asumsi aktuarial utama yang digunakan dalam perhitungan imbalan kerja jangka panjang:
31 Desember 2025
Tingkat diskonto 6,55%
Tingkat kenaikan gaji 5,00%
Usia pensiun 55 Tahun
48
Page 50
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Analisa sensitivitas dari perubahan asumsi-asumsi utama terhadap liabilitas imbalan kerja jangka panjang
adalah sebagai berikut:
31 Desember 2025
Dampak Terhadap Liabilitas Imbalan Pasti
Perubahan Asumsi Kenaikan Asumsi Penurunan Asumsi
Tingkat diskonto 1% (223.912.439) 248.561.305
Tingkat pertumbuhan gaji 1% 231.250.363 (212.274.963)
29. Pajak Penghasilan
Manfaat (beban) pajak Grup terdiri dari:
31 Desember 2025
Pajak kini
Perusahaan -
Entitas anak -
Pajak tangguhan
Perusahaan (536.088.532)
Entitas anak 128.173.625
Bersih (407.914.907)
Pajak Kini
Rekonsiliasi antara rugi sebelum pajak menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian dengan rugi fiskal adalah sebagai berikut:
31 Desember 2025
Rugi sebelum pajak menurut
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian (15.264.357.228)
Rugi sebelum pajak
Entitas Anak (9.433.223.571)
Rugi sebelum pajak Perusahaan (5.831.133.657)
Perbedaan temporer:
Perbedaan penyusutan komersial dan fiskal 299.704.048
Beban imbalan kerja jangka panjang 240.229.646
Liabilitas sewa (368.930.628)
Subjumlah 171.003.066
Perbedaan tetap:
Kerugian direalisasi dari penjualan investasi 1.290.985.497
Penyusutan 149.647.248
Beban pajak 70.605.216
Donasi 19.060.306
Keuntungan dari penjualan atas investasi entitas asosiasi (94.687.500)
49
Page 51
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2025
Perbedaan tetap:
Keuntungan dari penjualan atas investasi entitas asosiasi (94.687.500)
Penghasilan bunga (90.112.845)
Subjumlah 1.345.497.922
Rugi fiskal Perusahaan (4.314.632.669)
Kerugian fiskal tahun:
2024 (1.322.906.346)
2023 (1.445.861.401)
2022 (3.164.323.553)
2021 (2.932.080.308)
Akumulasi rugi fiskal (13.179.804.277)
Aset dan liabilitas pajak tangguhan Grup pada tanggal 31 Desember 2025 telah dihitung dengan menggunakan
tarif pajak yang diperkirakan berlaku pada saat direalisasi.
Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025, Perusahaan mengalami rugi fiskal sehingga tidak terdapat
taksiran pajak kini.
Pajak Tangguhan
Rincian aset (liabilitas) pajak tangguhan Grup adalah sebagai berikut:
Dikreditkan (Dibebankan) ke
Rugi
komprehensif
1 Januari 25 Laba rugi lain 31 Desember 2025
Perusahaan
Aset pajak tangguhan:
Rugi fiskal 1.845.587.701 (573.709.206) - 1.271.878.495
Liabilitas imbalan
kerja jangka
panjang 219.656.311 52.850.522 11.645.353 284.152.186
Liabilitas sewa - 50.705.043 - 50.705.043
Liabilitas pajak tangguhan:
Aset hak-guna - (65.934.891) - (65.934.891)
Subjumlah 2.065.244.012 (536.088.532) 11.645.353 1.540.800.833
Entitas Anak
Aset pajak tangguhan:
Rugi fiskal 4.331.426.407 - 4.331.426.407
Liabilitas imbalan
kerja jangka panjang 669.447.642 169.274.419 (11.375.042) 827.347.019
Liabilitas sewa - 136.837.717 - 136.837.717
Liabilitas pajak tangguhan:
Liabilitas sewa - (177.938.511) - (177.938.511)
Subjumlah 5.000.874.049 128.173.625 (11.375.042) 5.117.672.632
Aset pajak tangguhan 7.066.118.061 (407.914.907) 270.311 6.658.473.465
50
Page 52
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Rugi fiskal dapat dikompensasikan dalam laba fiskal pada masa lima tahun mendatang sejak kerugian fiskal
terjadi. Manajemen memperkirakan bahwa kerugian fiskal atas SFUND, SFIN dan DPI, entitas anak langsung
serta MPM dan MUI, entitas tidak langsung tidak dapat dikompensasikan dengan laba fiskal masa mendatang.
Oleh karena itu, Grup tidak mengakui aset pajak tangguhan yang berasal dari kerugian fiskal tersebut.
Sedangkan atas kerugian fiskal Perusahaan, SFS dan BAI entitas anak langsung manajemen menganggap
bahwa akumulasi kerugian fiskal dapat dikompensasikan dengan laba fiskal masa mendatang masing-masing
sebesar Rp 5.781.265.887, Rp 14.299.857.627 dan Rp 5.388.444.221 pada tanggal 31 Desember 2025.
Sehingga, Grup mengakui aset pajak tangguhan atas akumulasi rugi fiskal Perusahaan, SFS dan BAI, entitas
anak langsung pada tanggal 31 Desember 2025 masing-masing sebesar Rp 1.271.878.495, Rp 3.145.968.678
dan Rp 1.185.457.729.
30. Rugi Per Saham
Perhitungan rugi per saham dasar berdasarkan pada informasi berikut :
31 Maret 2026 31 Maret 2025 31 Desember 2025
Rugi per saham dasar
Dari jumlah laba rugi
tahun/periode berjalan yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk (9.412.588.796) (5.463.908.323) (12.036.098.401)
Rata-rata tertimbang saham biasa untuk
perhitungan rugi per saham dasar 1.359.934.021 1.359.934.021 1.359.934.021
Jumlah rugi per saham dasar
yang dapat diatribusikan kepada
pemegang saham pemilik entitas induk (6,92) (4,02) (8,85)
31. Sifat dan Transaksi Hubungan Berelasi
Sifat Pihak Berelasi
- PT Surya Fajar Corpora adalah pemegang saham Perusahaan.
- PT Pigijo Travelindo Sakti memiliki kesamaan pengurus dengan Perusahaan.
Transaksi dengan Pihak Berelasi
a. Rincian transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
Persentase terhadap Jumlah
Pendapatan usaha(kecuali kerugian
perdagangan efek)/Beban usaha
Jumlah Aset/Liabilitas/Beban/
Pendapatan Usaha
31 Maret 31 Maret
31 Desember 2025 31 Desember 2025
2026 2026
Beban usaha
Biaya Perjalanan dinas
PT Pigijo Travelindo Sakti 810.000 - 0,01% 0,00%
810.000 - 0,01% 0,00%
51
Page 53
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
b. Grup memberikan kompensasi kepada karyawan kunci. Imbalan yang diberikan kepada direksi dan
anggota manajemen kunci lainnya untuk periode 2025 dan tahun 2024 sebagai berikut:
Persentase terhadap
Jumlah Beban Gaji dan Tunjangan
31 Maret 31 Maret 31 Desember
31 Desember 2025
2026 2026 2025
Gaji dan tunjangan 2.169.726.811 5.674.796.164 37,14% 27,75%
32. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan
Aktivitas Grup terpengaruh berbagai risiko keuangan: risiko pasar (termasuk risiko mata uang dan risiko harga),
risiko kredit dan risiko likuiditas. Program manajemen risiko Grup secara keseluruhan difokuskan pada pasar
keuangan yang tidak dapat diprediksi dan Grup berusaha untuk meminimalkan dampak yang berpotensi
merugikan kinerja keuangan Grup.
Manajemen risiko merupakan tanggung jawab Direksi. Direksi bertugas menentukan prinsip dasar kebijakan
manajemen risiko Grup secara keseluruhan serta kebijakan pada area tertentu seperti risiko mata uang asing,
risiko harga, risiko kredit dan risiko likuiditas.
Risiko Pasar
a. Risiko Mata Uang Asing
Grup terpengaruh risiko nilai tukar mata uang asing yang timbul dari berbagai eksposur mata uang, terutama
terhadap Dolar Amerika Serikat. Risiko nilai tukar mata uang asing timbul dari transaksi komersial yang akan
diselesaikan di masa depan serta aset dan liabilitas yang diakui.
Manajemen telah menetapkan kebijakan yang mengharuskan Grup mengelola risiko nilai tukar mata uang
asing terhadap mata uang fungsionalnya.
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, jika mata uang Rupiah melemah/ menguat sebesar
10% terhadap Dolar Amerika Serikat dengan variabel lain konstan, laba setelah pajak untuk tahun berjalan
akan lebih tinggi/rendah sebesar Rp 1.239.639 dan Rp 1.250.712 terutama diakibatkan keuntungan
(kerugian) dari penjabaran kas dan setara kas.
b. Risiko Harga
Grup terpengaruh risiko harga efek ekuitas karena Grup memiliki investasi yang diklasifikasikan sebagai
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dan tersedia untuk
dijual, namun Grup tidak rentan terhadap risiko harga komoditas.
Untuk mengelola risiko harga yang timbul dari investasi efek ekuitas, Grup melakukan diversifikasi portofolio.
Diversifikasi portofolio dilakukan sesuai dengan batasan yang ditentukan oleh Grup.
Grup memiliki investasi pada saham entitas lain yang diperdagangkan di bursa dengan Indeks Harga Saham
Gabungan (IHSG).
Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko bahwa Grup akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan atau pihak lawan
akibat gagal memenuhi kewajiban kontraktualnya. Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko kredit
yang terkonsentrasi secara signifikan. Grup mengendalikan risiko kredit dengan cara melakukan hubungan
usaha dengan pihak lain yang memiliki kredibilitas, menetapkan kebijakan verifikasi dan otorisasi transaksi
nasabah, serta memantau kolektibilitas piutang secara berkala untuk mengurangi jumlah piutang tak tertagih.
52
Page 54
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Berikut adalah eksposur maksimum laporan posisi keuangan konsolidasian yang terkait risiko kredit Pada
tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi
Portofolio efek 22.857.928.856 28.336.046.064
Pada biaya perolehan diamortisasi
Setara kas 23.536.185.861 42.263.666.247
Deposito berjangka yang dibatasi
penggunaannya 30.562.500.000 30.562.500.000
Piutang transaksi perantara
perdagangan efek 13.418.204.391 64.086.459.157
Piutang lain-lain 2.237.594.679 3.048.491.417
Jaminan dalam akun "aset lain-lain" 714.230.477 686.909.193
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain
Portofolio efek 15.308.501.752 16.344.378.990
Penyertaan saham 9.865.000.000 9.865.000.000
Jumlah 118.500.146.016 195.193.451.068
Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko kerugian yang timbul karena Grup memiliki arus kas yang cukup untuk memenuhi
liabilitasnya.
Dalam pengelolaan risiko likuiditas, manajemen memantau dan menjaga jumlah kas dan setara kas yang
dianggap memadai untuk membiayai operasional Grup dan untuk mengatasi dampak fluktuasi arus kas.
Manajemen juga melakukan evaluasi berkala atas proyeksi arus kas dan arus kas aktual, termasuk jadwal jatuh
tempo utang dan terus-menerus melakukan penelaahan pasar keuangan untuk mendapatkan sumber
pendanaan yang optimal.
Berikut adalah jadwal jatuh tempo liabilitas keuangan konsolidasian berdasarkan pembayaran kontraktual yang
tidak didiskontokan (tidak termasuk estimasi pembayaran bunga hingga jatuh tempo):
31 Maret 2026
<= 1 tahun 1-2 tahun 3-5 tahun > 5 tahun Jumlah Nilai Tercatat
Liabilitas keuangan
yang diukur pada
biaya perolehan
diamortisasi
Utang usaha 381.549.392 - - - 381.549.392 381.549.392
Utang transaksi perantara
perdagangan efek 12.045.353.355 - - - 12.045.353.355 12.045.353.355
Utang lain-lain 2.170.648.973 - - - 2.170.648.973 2.170.648.973
Beban akrual 353.499.714 - - - 353.499.714 353.499.714
Liabilitas sewa 573.164.587 - - - 573.164.587 852.467.085
Jumlah 15.524.216.021 - - - 15.524.216.021 15.803.518.519
53
Page 55
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2025
<= 1 tahun 1-2 tahun 3-5 tahun > 5 tahun Jumlah Nilai Tercatat
Liabilitas keuangan
yang diukur pada
biaya perolehan
diamortisasi
Utang usaha 395.018.461 - - - 395.018.461 395.018.461
Utang transaksi perantara
perdagangan efek 62.605.947.165 - - - 62.605.947.165 62.605.947.165
Utang lain-lain 981.356.208 - - - 981.356.208 981.356.208
Beban akrual 533.798.957 - - - 533.798.957 533.798.957
Liabilitas sewa 882.113.400 - - - 882.113.400 852.467.085
Jumlah 65.398.234.191 - - - 65.398.234.191 65.368.587.876
33. Ikatan, Perjanjian Penting dan Perijinan
a. Perjanjian Pinjaman
Pada tanggal 31 Desember 2025, Entitas Anak menandatangani perjanjian penerimaan pinjaman dari pihak
ketiga sebagai berikut:
Penerima Tanggal Bunga Keterangan untuk
Perusahaan Jumlah Jatuh Tempo Tipe Tujuan
Pinjaman Perjanjian per tahun pengakuan bunga
Set elah t anggal
PT Berkah M akmur Digital SFUD 400.000.000 30 Desember 2025 29 Desember 2026 Pinjaman M odal kerja 3,00%
perjanjian
Utang lain-lain kepada PT Sentral Teknologi Kapital merupakan utang pinjaman modal kerja. Pokok pinjaman
dan bunga tersebut telah dilunasi oleh Grup pada tanggal 23 Desember 2025.
b. Perjanjian Sewa – Grup sebagai Penyewa
Grup menandatangani beberapa perjanjian sewa sebagai berikut:
Pihak dalam perjanjian Item yang disewa Periode perjanjian
PT Mandrasekar Lestari Sewa kantor Januari 2025 - Januari 2027
Nilai tercatat aset hak-guna diungkapkan pada Catatan 11.
Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian menyajikan saldo berikut berkaitan
dengan sewa:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Beban penyusutan aset hak-guna 277.151.934 1.108.515.462
Beban bunga atas liabilitas sewa 14.735.304 105.625.161
Beban berkaitan dengan
sewa jangka pendek 61.270.584 404.831.633
353.157.822 1.618.972.256
Jumlah pengeluaran kas untuk sewa selama tahun yang berakhir 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
adalah sebesar Rp 233.760.384 dan Rp 1.470.189.000.
Jumlah komitmen sewa untuk sewa jangka pendek yang dicatat sebagai beban dengan dasar garis lurus
masing- masing sebesar Rp 61.270.584 dan Rp 404.831.633 pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 DesemberS
025.
54
Page 56
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
34. Informasi Segmen
Segmen operasi dilaporkan sesuai dengan pelaporan internal kepada pembuat keputusan operasional, yang
bertanggung jawab atas alokasi sumber daya ke masing-masing segmen yang dilaporkan serta menilai kinerja
masing-masing segmen tersebut. Grup memiliki 5 (lima) segmen yang dilaporkan meliputi perantara pedagang
dan penjamin emisi efek, layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi, layanan berbasis pembayaran
elektronik, teknologi informasi berbasis securities crowdfunding dan jasa konsultan.
31 Maret 2026
Perantara pedagang Layanan pinjam Teknologi informasi Layanan berbasis
Jasa konsultan
dan penjamin emisi meminjam uang berbasis securities pembayaran Jumlah
efek berbasis teknologi crowdfunding elektronik
Laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif
l konsolidasian
Pendapatan usaha (2.077.479.505) 236.442.461 420.000.000 - 150.740.451 (1.270.296.593)
Beban pokok pendapatan - - (6.711.097) - (4.962.497) (11.673.594)
Laba kotor (2.077.479.505) 236.442.461 413.288.903 - 145.777.954 (1.281.970.187)
Beban usaha (3.452.155.831) (1.352.301.118) (1.728.678.056) (509.709.003) (1.770.264.349) (8.813.108.357)
Rugi usaha (5.529.635.336) (1.115.858.657) (1.315.389.153) (509.709.003) (1.624.486.394) (10.095.078.544)
Penghasilan (beban) lainnya 439.581.746 183.203.054 (641.509.468) (2.384.587) (1.129.188.576) (1.150.297.835)
Rugi sebelum pajak (5.090.053.590) (932.655.603) (1.956.898.621) (512.093.590) (2.753.674.970) (11.245.376.380)
Beban/Penghasilan pajak - - - - - -
Rugi setelah pajak (5.090.053.590) (932.655.603) (1.956.898.621) (512.093.590) (2.753.674.970) (11.245.376.373)
Penghasilan (rugi)
komprehensif lain - - (1.035.877.236) - - (1.035.877.236)
Jumlah penghasilan (rugi)
komprehensif (5.090.053.590) (932.655.603) (2.992.775.857) (512.093.590) (2.753.674.970) (12.281.253.609)
Laporan posisi
keuangan konsolidasian
Aset segmen *) 85.218.787.963 13.067.120.011 31.110.364.993 542.991.322 10.089.810.489 140.029.074.777
Liabilitas segmen *) 15.359.654.634 803.608.047 1.538.316.639 1.402.357.005 1.585.535.460 20.689.471.785
*) Aset segmen tidak termasuk aset pajak tangguhan dan pajak dibayar dimuka sedangkan liabilitas segmen tidak termasuk liabilitas pajak tangguhan dan utang pajak
31 Maret 2025
Perantara pedagang Layanan pinjam Teknologi informasi Layanan berbasis
Jasa konsultan
dan penjamin emisi meminjam uang berbasis securities pembayaran Jumlah
efek berbasis teknologi crowdfunding elektronik
Laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif
l konsolidasian
Pendapatan usaha 843.143.905 382.658.446 120.000.000 7.500.000 169.246.630 1.522.548.981
Beban pokok pendapatan - - (7.335.485) - (53.316.756) (60.652.241)
Laba kotor 843.143.905 382.658.446 112.664.515 7.500.000 115.929.874 1.461.896.740
Beban usaha (3.613.472.102) (1.772.137.273) (1.846.904.866) (689.923.277) (1.873.340.906) (9.795.778.424)
Rugi usaha (2.770.328.197) (1.389.478.827) (1.734.240.351) (682.423.277) (1.757.411.032) (8.333.881.684)
Penghasilan lainnya - bersih 450.030.742 61.224.305 2.002.563.349 5.100.789 311.684.870 2.830.604.055
Rugi sebelum pajak (2.320.297.455) (1.328.254.523) 268.322.998 (677.322.488) (1.445.726.162) (5.503.277.629)
Beban/Penghasilan pajak - - - - - -
Rugi setelah pajak (2.320.297.455) (1.328.254.523) 268.322.998 (677.322.488) (1.445.726.162) (5.503.277.629)
Penghasilan (rugi)
komprehensif lain - - (1.040.773.435) - - (1.040.773.435)
Jumlah penghasilan (rugi)
komprehensif (2.320.297.455) (1.328.254.523) (772.450.437) (677.322.488) (1.445.726.162) (6.544.051.064)
55
Page 57
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2025
Perantara pedagang Layanan pinjam Teknologi informasi Layanan berbasis
Jasa konsultan
dan penjamin emisi meminjam uang berbasis securities pembayaran Jumlah
efek berbasis teknologi crowdfunding elektronik
Laporan posisi
keuangan konsolidasian
Aset segmen *) 94.565.414.334 6.168.300.015 33.681.808.387 1.615.563.248 31.686.016.863 167.717.102.846
Liabilitas segmen *) 14.444.940.347 876.541.251 1.508.637.817 531.095.178 5.124.648.650 22.485.863.242
*) Aset segmen tidak termasuk aset pajak tangguhan dan pajak dibayar dimuka sedangkan liabilitas segmen tidak termasuk liabilitas pajak tangguhan dan utang pajak
31 Desember 2025
Perantara pedagang Layanan pinjam Teknologi informasi Layanan berbasis
Jasa konsultan
dan penjamin emisi meminjam uang berbasis securities pembayaran Jumlah
efek berbasis teknologi crowdfunding elektronik
Laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif
l konsolidasian
Pendapatan usaha 4.264.049.684 1.181.878.857 950.000.000 95.000.000 324.046.827 6.814.975.368
Beban pokok pendapatan - - (713.225.586) - (82.066.524) (795.292.110)
Laba kotor 4.264.049.684 1.181.878.857 236.774.414 95.000.000 241.980.303 6.019.683.258
Beban usaha (13.886.413.464) (5.589.802.497) (5.378.744.188) (2.168.077.823) (6.369.926.961) (33.392.964.933)
Rugi usaha (9.622.363.780) (4.407.923.640) (5.141.969.774) (2.073.077.823) (6.127.946.658) (27.373.281.675)
Penghasilan (Beban) lainnya 1.787.243.902 356.607.871 6.833.532.030 90.561 3.131.450.083 12.108.924.447
Rugi sebelum pajak (7.835.119.878) (4.051.315.769) 1.691.562.256 (2.072.987.262) (2.996.496.575) (15.264.357.228)
Penghasilan pajak 88.955.405 28.080.119 (535.437.827) 4.185.272 6.302.124 (407.914.907)
Rugi setelah pajak (7.746.164.473) (4.023.235.650) 1.156.124.429 (2.068.801.990) (2.990.194.451) (15.672.272.135)
Penghasilan (rugi)
komprehensif lain (27.774.491) 88.973.850 (4.726.463.308) (26.891.876) 6.611.772 (4.685.544.053)
Jumlah penghasilan (rugi)
komprehensif (7.773.938.964) (3.934.261.800) (3.570.338.879) (2.095.693.866) (2.983.582.679) (20.357.816.188)
Laporan posisi
keuangan konsolidasian
Aset segmen *) 140.955.432.706 14.018.454.706 34.028.743.235 472.585.460 12.300.500.569 201.775.716.676
Liabilitas segmen *) 66.112.713.129 844.469.841 1.672.301.446 836.446.923 1.058.710.345 70.524.641.684
*) Aset segmen tidak termasuk aset pajak tangguhan dan pajak dibayar dimuka sedangkan liabilitas segmen tidak termasuk liabilitas pajak tangguhan dan utang pajak
35. Aset Moneter dalam Mata Uang Asing
Tabel berikut mengungkapkan jumlah aset moneter Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Mata uang asing Ekuivalen Rp Mata uang asing Ekuivalen Rp
Aset
Kas dan setara kas USD 729,50 12.396.389 USD 745,27 12.507.121
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, kurs konversi yang digunakan Grup diungkapkan pada
Catatan 2 atas laporan keuangan konsolidasian.
56
Page 58
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2025 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2025 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
36. Pengungkapan Tambahan Laporan Arus Kas Konsolidasian
Aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak mempengaruhi kas:
31 Maret 2026 31 Desember 2025
Perolehan aset hak-guna
yang berasal dari liabilitas sewa - 2.217.030.924
Penghasilan bunga melalui piutang lain-lain - 390.444.559
Perolehan aset takberwujud yang berasal
dari uang muka pembelian - 62.500.000
Perolehan aset tetap yang berasal
dari uang muka pembelian - 9.900.000
37. Rekonsiliasi Liabiltas Konsolidasian Yang Timbul dari Aktivitas Pendanaan
Tabel berikut menjelaskan perubahan pada liabilitas Grup yang timbul dari aktivitas pendanaan, yang meliputi
perubahan terkait kas dan nonkas:
Arus kas Perubahan
1 Januari 2026 31 Maret 2026
pendanaan nonkas
Utang lain-lain 981.356.208 1.189.292.765 - 2.170.648.973
Liabilitas Sewa 852.467.085 (279.302.498) - 573.164.587
Jumlah liabilitas
dari aktivitas
pendanaan 1.833.823.293 909.990.267 - 2.743.813.560
Arus kas Perubahan
1 Januari 2025 31 Desember 2025
pendanaan nonkas
Utang lain-lain 4.373.360.739 (3.600.000.000) 207.995.469 981.356.208
Liabilitas Sewa - (1.364.563.839) 2.217.030.924 852.467.085
Jumlah liabilitas
dari aktivitas
pendanaan 4.373.360.739 (4.964.563.839) 2.425.026.393 1.833.823.293
38. Informasi Tambahan Yang Tidak Dipersyaratkan Oleh Standar Akuntansi Keuangan
Rekening Efek
Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, PT Surya Fajar Sekuritas (SFS), entitas anak, mengelola
efek dan dana nasabah dalam Rekening Efek masing-masing sebesar Rp 4.551.945.067.745 dan
Rp 6.104.677.814.4661. Akun liabilitas kepada nasabah yang terkait tidak diakui dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian Grup, tetapi dilaporkan pada saat penyusunan Laporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan kepada
Otoritas Jasa Keuangan.
********
57
Names mentioned 84 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT SURYA FAJAR CAPITAL DAN ENTITAS ANAK
p.5 ×3
unresolved
person
Humberg Lie
· Notaris
p.10 ×8
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.10 ×2
unresolved
org
PT Surya Fajar Sekuritas
p.11 ×5
unresolved
org
PT Surya Fajar Investama
p.11 ×4
unresolved
org
PT Surya Fajar Urun Dana
p.11 ×3
unresolved
org
PT Mareco Prima Mandiri
p.11 ×6
unresolved
org
PT Bursa Akselerasi Indonesia
p.11 ×4
unresolved
org
PT Mitra Usaha Indofund
p.11 ×2
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.12
unresolved
org
Kementerian Hukum Republik Indonesia
p.12 ×4
unresolved
person
Rini Yulianti
p.12 ×3
unresolved
—
Syamsul Bahri Ily
· Komisaris
p.13 ×2
unresolved
org
PT Bursa Akeselerasi Indonesia
p.16
unresolved
org
Bank Indonesia
p.19 ×5
unresolved
org
PT Bank KB Bukopin Syariah
p.34
unresolved
org
Persero Tbk
p.34
unresolved
org
PT BPR Dewata Candradana
p.34
unresolved
org
Bank Mayapada International Tbk
p.34 ×2
unresolved
org
PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia
p.35 ×5
unresolved
org
KPEI
p.35 ×4
unresolved
org
Forza Land Indonesia Tbk
p.35 ×2
unresolved
org
Gudang Garam Tbk
p.35 ×2
unresolved
org
Intan Baruprana Finance Tbk
p.36 ×2
unresolved
org
PT Asuransi Astra Buana
p.40
unresolved
org
PT Lestari Tekno Utama
p.43
unresolved
org
PT Berkah Makmur Digital
p.43
unresolved
org
PT Digital Pasifik Nusantara
p.43
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Korpora
p.44
unresolved
—
(d.h PT Bumi Tirta Rahayu)
p.44
unresolved
org
PT Bumi Tirta Rahayu
p.44
unresolved
—
Masyarakat (masing-masing dibawah 5%)
p.44
unresolved
org
PT Berkah M
p.55
unresolved
org
PT Sentral Teknologi Kapital
p.55
unresolved
org
PT Mandrasekar Lestari
p.55
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.