Back to announcement
20231016_PBSA_Laporan Informasi dan Fakta Material_31459208_lamp7.pdf
Asset transaction Needs review PBSASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 62
Page 1
Page 2
DAFTAR ISI
• SURAT PENGANTAR YANG BERISIKAN RINGKASAN
HASIL PENILAIAN 1
• KONDISI DAN SYARAT PEMBATAS 9
• PERNYATAAN PENILAI 11
I. PENDAHULUAN 13
I.1 Latar Belakang Penugasan 13
I.2 Identifikasi Status Penilai 13
I.3 Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan 14
I.4 Identifikasi Objek Penilaian dan Kepemilikan 14
I.5 Jenis Mata Uang yang Digunakan 14
I.6 Maksud dan Tujuan Penilaian 14
I.7 Dasar Nilai 15
I.8 Tanggal Penilaian 15
I.9 Tingkat Kedalaman Investigasi 15
I.10 Sifat dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan 15
I.11 Asumsi 16
I.12 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi 16
I.13 Standar Penilaian 17
I.14 Pendekatan dan Metode Penilaian 17
I.15 Identitas dan Posisi Pihak yang Diwawancarai 18
I.16 Proses Penilaian 18
I.17 Kejadian-kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian
(Subsequent Events) 18
I.18 Daftar Istilah 19
II. GAMBARAN OBJEK PENILAIAN 20
II.1 Objek Penilaian 20
II.2 Latar Belakang Perusahaan 20
II.3 Susunan Kepemilikan Saham 21
II.4 Susunan Manajemen 21
Page 3
II.5 Kinerja Keuangan 21
II.6 Proyeksi Keuangan 25
II.7 Informasi Mengenai Pasar Geografis, Persaingan Usaha dan 26
Resiko Usaha
II.8 Strategi dan Rencana Masa Depan Perusahaan 26
II.9 Produk/Jasa yang Dihasilkan 26
III. TINJAUAN PEREKONOMIAN DAN PROSPEK INDUSTRI 28
III.1 Kinerja Ekonomi Indonesia 28
III.2 Prospek Industri 29
III.3 Industri Layanan Lingkungan & Limbah 30
IV. PENILAIAN 44
IV.1 Pendekatan Pasar dengan Metode Pembanding Perusahaan
Tercatat di Bursa Efek 44
IV.2 Pendekatan Pendapatan dengan Metode Diskonto Arus Kas 46
IV.3 Kesimpulan Nilai 50
• INDEPENDESI PENILAI 51
• PENUTUP 51
LAMPIRAN
Lampiran 1 – Data Perusahaan Pembanding
Lampiran 2 – Proyeksi Laba Rugi
Lampiran 3 – Proyeksi Posisi Keuangan
Lampiran 4 – Proyeksi Arus Kas
Lampiran 5 – Pendekatan Pendapatan Metode Diskonto Arus Kas
Lampiran 6 – Laporan Posisi Keuangan PT Ecooils Jaya Indonesia
Lampiran 7 – Laporan Laba Rugi PT Ecooils Jaya Indonesia
Lampiran 8 – Laporan Arus Kas PT Ecooils Jaya Indonesia
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13
Page 14
Page 15
Page 16
Page 17
Page 18
Page 19
Page 20
Page 21
Page 22
Page 23
Page 24
Page 25
Page 26
Page 27
Page 28
25
Analisis Rasio
Analisis Rasio Keuangan 30-Jun-18 30-Jun-19 30-Jun-20 30-Jun-21 30-Jun-22 30-Jun-23
Rasio Likuiditas
Rasio lancar 3.05 0.51 0.71 0.65 0.98 1.45
Rasio cepat 3.05 0.51 0.56 0.61 0.51 1.17
Rasio kas 2.49 0.41 0.33 0.39 0.44 0.90
Rasio Solvabilitas
Debt to equity ratio 0.00% 71.33% 93.34% 100.31% 50.00% 21.61%
Long term debt to equity ratio 0.00% 71.33% 92.25% 71.91% 33.29% 9.37%
Debt to total assets 0.00% 37.21% 43.30% 45.78% 31.12% 16.14%
Rasio Profitabilitas
Gross profit margin #NA #NA 62.14% 70.77% 58.04% 61.88%
Net profit margin #NA #NA -129.37% 43.09% 35.96% 33.45%
Rasio Likuiditas
Rasio lancar sejak 30 Juni 2020 sampai dengan 30 Juni 2023 mengalami
peningkatan dari 0,71 menjadi 1,45. Rasio cepat sejak 30 Juni 2020 sampai
dengan 30 Juni 2023 mengalami peningkatan dari 0,56 menjadi 1,17.
Rasio kas sejak 30 Juni 2020 sampai dengan 30 Juni 2023 mengalami
peningkatan dari 0,33 menjadi 0,90.
Sejak 30 Juni 2020 sampai dengan 30 Juni 2023, aset lancar secara keseluruhan
dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya, karena rasio likuiditas, secara
keseluruhan, berada di atas 1.
Rasio Solvabilitas
Debt to equity ratio sejak 30 Juni 2020 sampai dengan 30 Juni 2023 mengalami
penurunan dari 93,34% menjadi 21,61%. Long term debt to equity ratio sejak
30 Juni 2020 sampai dengan 30 Juni 2023 mengalami penurunan dari 92,25%
menjadi 9,37%. Debt to total asset ratio sejak 30 Juni 2020 sampai dengan 30
Juni 2023 mengalami penurunan dari 43,30% menjadi 16,14%.
Rasio Profitabilitas
Gross profit margin sejak 30 Juni 2020 sampai dengan 30 Juni 2023 mengalami
penurunan dari 62,14% menjadi 61,88%. Net profit margin sejak
30 Juni 2021 sampai dengan 30 Juni 2023 mengalami penurunan dari 43,09%
menjadi 33,45%.
II.6 Proyeksi Keuangan
Dalam penilaian ini kami menggunakan data dan informasi proyeksi keuangan
PT EcoOils Jaya Indonesia.
Page 29
26
II.7 Informasi Mengenai Pasar Geografis, Persaingan Usaha dan Resiko Usaha
Pasar geografis untuk pengolahan limbah kelapa sawit adalah Eropa. Dimana
resiko terbesar dari pasar geografis Eropa yaitu tidak menerima limbah sawit
sebagai bahan baku bakar rendah karbon. Risiko utamanya adalah penurunan
peringkat produk SBE menjadi bahan baku yang dibatasi dari peraturan saat ini
yang belum dibatasi. Pemberlakuan peraturan ini akan membatasi volume
produk yang dapat dijual di pasar Eropa. Meningkatnya persaingan dalam
pengolahan SBE akan menghambat ketersediaan SBE. Erosi nilai akibat
perubahan regulasi limbah sawit. Jika peraturan Eropa berubah, maka terdapat
alternatif permintaan regional (Indonesia, Malaysia, Thailand) namun dengan
keuntungan finansial yang jauh lebih rendah.
II.8 Strategi dan Rencana Masa Depan Perusahaan
Untuk kedepannya, EJI berencana untuk terus menjual produk tersebut sebagai
bahan baku kepada produsen bahan bakar rendah karbon. Fokus perusahaan
adalah membenahi aset yang ada agar sesuai dengan standar keselamatan
pemegang saham utama. Pabrik-pabrik beroperasi pada kapasitas penuh dan
keandalan pabrik harus dipantau, ruang untuk perbaikan terbatas.
II.9 Produk / Jasa yang Dihasilkan
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar EJI bergerak dalam bidang industri kimia
organik yang tidak terklasifikasi – yang bersumber dari pertanian, penyimpanan
dan pergudangan, serta pengumpulan limbah dan pengolahan biologi limbah
indsutri dan kimia di mana kegiatan utama perusahaan adalah ekstraksi minyak
sawit kelas industri dari daur ulang limbah pertanian. Fungsi utama EJI adalah
mendukung kelestarian lingkungan melalui daur ulang limbah industri kelapa
sawit yang inovatif menjadi produk bernilai tambah. Komitmen yang teguh
untuk menyediakan solusi yang nyaris tanpa limbah dan ramah lingkungan.
EJI merupakan satu-satunya perusahaan yang menjalankan bisnis pengolah
limbah CPO di Indonesia yang proses produksinya sudah dilakukan secara
computerised.
EJI merupakan perusahaan pengolah limbah B3 dengan bahan baku utama
berupa SBE (spent bleaching earth) dari pabrik CPO menjadi valuable goods
yaitu SBE Oil dan EPP (Eco Processed Pozzolan). Yang dilakukan EJI yaitu
mengumpulkan Spent Bleaching Earth (SBE), limbah padat dari kilang minyak
sawit yang mengandung sekitar 18% hingga 20% minyak nabati dalam jangka
panjang dan menggunakan teknologi ekstraksi pelarut untuk memisahkan
minyak nabati dari Spent Bleaching Earth, sehingga menghasilkan Produk yang
diperoleh dari proses ini biasa disebut dengan Minyak Sawit Kelas Industri dan
secara teknis dikenal dengan Minyak Tanah Pemutih Bekas (Spent Bleaching
Earth Oil).
Page 30
Page 31
Page 32
Page 33
Page 34
Page 35
Page 36
Page 37
Page 38
Page 39
Page 40
Page 41
Page 42
Page 43
Page 44
Page 45
Page 46
Page 47
Page 48
Page 49
Page 50
Page 51
Page 52
Page 53
Page 54
Page 55
Page 56
Page 57
Page 58
Page 59
Page 60
Page 61
Page 62
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
501 ms
12 Sep 2026 22:02
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}