Back to announcement
20260205_FITT_Rencana Transaksi Material Dengan Persetujuan RUPS_32024946_lamp10.pdf
Asset transaction Needs review FITTSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 72
Page 1 OCR 0.931
KJPP Edi Andesta dan Rekan LAPORAN PENILAIAN 99,99984 (549.999) Lembar Saham Penyertaan PT Hotel Fitra International Tbk pada PT Bumi Majalengka Permai Bidang Usaha : Penyediaan Hotel Disiapkan untuk: PT Hotel Fitra International Tbk
Page 2 OCR 0.730
“ E Ss « EN T F1 A PPRAISAL KJPP Edi Andesta dan Rekan DAFTAR ISI Daftar Isi i Pernyataan Penilai Asumsi dan Pembatas. “ LAPORAN PENILAIAN BABI PENDAHULUAN 14. Latar Belakang 12 Dasar Penugasan 13 Lingkup Penilaian 14. Pemberi Tugas- 15. Pengguna Laporan 18. Maksud dan Tujuan Penilaian: 17. Objek Penilaian 18 Kepemilikan Saham 189 Tanggal Efektif Penilaian 110, Tanggal Pelaporan: 1 41. Premis Nila 112, Pernyataan Independensi Penilai 113. Kualifikasi Penilai 114, Dasar Penilaian dan Definisi Nilai 115, Data dan Informnasi- 116, Definisi dan Istilah: . . —T TI g 7 nm XD DU DO UI NN 0 —e BAB Il” GAMBARAN PERSEROAN. U-A 21. Gambaran Umum. U- 22. Struktur Permodalan dan Pemegang Saham —--—-—e-ewcceewea— I 23. Organisasi Perusahaan. 1-2 24. Perijinan dan Legalitas Perseroan 1-2 25. Aspek Manajemen dan Usaha U- 251, Gambaran Manajemen: U- 25.2. Sumber Daya Manusia " 253, Kegiatan Usaha: " 26 Kinerja Keuangan " 261, Realisasi Laba Rugi U- 1 |) 262. Realisasi Posisi Keuangan 263. Rasio- Rasio Keuangan 27. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian —————————-———— —I- 28 Hasil Pemeriksaan Atas Dokumen Hukum Yang Relevan —-——s—ee II 29. Uraian Mengenai Tenaga Ahli dan Hasi Pekerjaan ——————-———— N- 210, Hasil identifikasi atas aset non operasionak--—--——--————-——-----n———— 211, Data Industri, Data Pasar, Data Ekonomi dan Informasi Empiris . 212, Informasi Non Keuangan Yang Relevan Mengenas Objek Penilaian. II
Page 3 OCR 0.742
8 (5... 1 Fit APP RA'/SAL KJPP Edi Andesta dan Rekan 213. Informasi Perpajakan: 1-10 2.14. Uraian Mengenai Penyesuaian Data Laporan Keyangan ——--—-——-—..— (10 215. Perbandingan Laporan Keyangan yang Sebanding -—--—-—--——-— ee IA 216. Perbandingan Informasi Keuangan Industri yang Sebanding-—————— — II-12 217. Informasi Kompensasi Bagi Pemegang Saham sm-omoooooooo” II-12 218. Informasi Mengenai Asuransi Karyawan Kunci ewe 219. Perbandingan Kinerja Objek Penilaian dengan Tren Industri Sebanding -——— — 1-12 220 Analisa Pembahasan Manajemen M-13 BAB IN “ASPEK MAKRO BISNIS dan PEMASARAN. M-t 34, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia: U- 4 3.2, Neraca Pembayaran Indonesia: 1-3 33. Inflasi In-4 34, Nilai Tukar Rupiah 1-5 35. Suku Bunga M-5 36, Perkembangan Industri Panwisata dan Perhotelan ———-—-—————-—— III-6 BABIV PENDEKATAN PENILAIAN: V-t 441. Pendekatan Penilaian IV-t 42, Pendekatan Penilaian yang digunakan N-7 BABV PROYEKSI KEUANGAN V-1 51, Business Plan V-t 5.2. Kegiatan Usaha: v-t 5.3. Proyeksi Laba Rugi: V-2 54, Proyeksi Posisi Keuangan V-3 55, Proyeksi Arus Kas V-5 BAB VI PENILAIAN SAHAM V1 61, Penilaian dengan Pendekatan Pendapatan VM-t 611 Penentuan Biaya Modal Ekuitas: v-2 6t2 Tingkat Suku Bunga V-3 613 Perhitungan Welghted Average Cost of Capital (WACC)-——-—-— — VI-3 614 Discount for Lack of Marketability (DLOM. v-4 615 Indikasi Nilai Ekuitas: VI-5 62 Peniaian dengan Pendekatan Aset: M-5 621 Perhitungan Blaya Ekultas VI-5 622 Nilai Pasar Aset Tetap V-6 623 Nilai Penyesualan Posisi Keuangan Perusahaan VI-6 624 Nilai Pasar Saham BMP Vi-7 63. Rekonsibasi Nilai Vi-9 64. Kesimpulan Nilai Pasar: VI-10 Lampiran : Realisasi Posisi Keuangan - Proyeksi Posisi Keuangan - Pendekatan Pendapatan
Page 4 OCR 0.825
TH E S8 C(EN TI A PFPRA /SAL KJPP Edi Andesta dan Rekan No, : 00279/2.0053-00/B5/05/0095/1/X11/2025 Jakarta, 29 Desember 2025 Lamp. : Laporan Penilaian Saham Kepada, PT Hotel Fitra International Tbk Jalan KH. Abdul Halim No. 88 RT. 005 RW. 008, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat Up, Yth Direksi Hal: Laporan Penilaian 99,99984 Saham Penyertaan PT. Hotel Fitra International PT. Bumi Dengan hormat, Bedasarkan Proposal Penawaran Jasa Penilaian No. 348/P/Andesta/X/2025 tanggal 8 Oktober 2025 oleh Kantor Jasa Penilai Publik Edi Andesta dan Rekan (“KJPP Andesta" | “Kami”) yang ditujukan kepada PT. Hotel Fitra International Tbk (“HFI" / “Perseroan”) yang telah disepakati oleh para pihak sebagai Surat Perjanjian Kerja, maka Kami selaku penilai (Appraisers) yang bersifat Independen berdasarkan Surat Ijin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 1/KM.1/2022, tanggal 03 Januari 2022 dan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. STTD-PBB-01/PM.2/2018 sebagai pribadi, maka kami menyatakan telah meneliti dan menilai 99,999844 saham penyertaan PT. Hotel Fitra International Tbk (CHFF) pada PT. Bumi Majalengka Permai (“BMP”). Kami telah melaksanakan pemeriksaan data laporan keuangan dan data-data lain sehubungan dengan pekerjaan tersebut dan telah melakukan inspeksi lapangan dan analisa pada tanggal 8 Oktober 2025 s/d 24 Desember 2025 dan memperhatikan faktor-faktor utama yang berpengaruh terhadap nilai, antara lain : a. Data legalitas kepemilikan saham penyertaan dan laporan keuangan yang bersangkutan, b. Laporan Keuangan BMP per 31 Desember 2021, 2022, 2023, 2024 dan 30 September 2025 (Audited). Cc. Tinjauan terhadap kondisi fundamental perusahaan yang menyangkut : sejarah singkat perusahaan, struktur modal dan susunan pengurus, diskripsi bidang usaha dan kinerja keuangan perusahaan serta memperhatikan kondisi makro yang ada. d. Bisnis Plan &. Data-data lain sebagai informasi. Wilayah Kerja : Seluruh Indonmevia Map Menkes. Ia. (MM 112627 Mz tate 2.00.0081 Kantor Jana Parilai Putikh &di Anesta dan Rekan Merrerer Bidang Praha £ Mtanyaratat Profewi Peritai Indonesia MAP 1 Penilai Piaget ANA Tebar paaaP ran | 1 Fonim Penta Panar Modal (PPM) 2 Pentia Hii Tas Laga Ai atumasa E-mall hip. mujByahoo.com
Page 5 OCR 0.950
KJPP Edi Andesta dan Rekan MAKSUD DAN TUJUAN PENILAIAN Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak manajemen, bahwa tujuan dari penilaian ini adalah mengungkapkan pendapat mengenai opini nilai pasar $9.999895 saham BMP, yang akan dipergunakan untuk Transaksi Jual beli dalam rangka divestasi saham kepemilikan HFI pada BMP. DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN Dasar nilai yang sesuai untuk digunakan sesuai Peraturan 35!POJK.04/2020 adalah "Nilai Pasar, Dalam penilaian usaha yang dalam hal ini berupa saham, didefinisikan sebagai : estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan. INDEPENDENSI PENILAI & BENTURAN KEPENTINGAN Dalam mempersiapkan Laporan Penilaian ini kami telah bertindak secara independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh indikasi nilai yang dihasilkan dan proses penilaian ini. PENDEKATAN DAN METODE PENILAIAN YANG DIGUNAKAN Dengan mempertimbangkan pendekatan-pendekatan yang lazim diterapkan dalam penilaian saham pada perusahaan, karakteristik BMP sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa penyediaan hotel, maka menurut pendapat kami pendekatan yang paling relevan dalam penilaian ini adalah dengan menggunakan Pendekatan Pendapatan Metode DCF (Discounted Cash Flow) dan Pendekatan Aset Metode Penyesuaian Aset Bersih (Adjusted Net Asset Method). SUMBER DATA DAN INFORMASI Sumber data primer diperoleh dari pihak manajemen BMP, sesuai laporan keuangan perusahaan yang diterima adalah per 31 Desember 2021, 2022, 2023, 2024 dan 30 September 2025. Sedangkan Sumber data dan informasi sekunder berasal dari media cetak, elektronik, internet, Badan Pusat Statistik, data base dan berbagai sumber data lainnya. Surat Pengantar
Page 6 OCR 0.921
KJPP Edi Andesta dan Rekan KESIMPULAN Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang terkait dalam rangka menentukan nilai saham Perusahaan, maka kami berpendapat Opini Nilai Pasar 99,99984 saham penyertaan HFI pada BMP per tanggal 30 September 2025 adalah : Rp. 20.923.363.000,- Dua Puluh Miliar Sembilan Ratus Dua Puluh Tiga Juta Tiga Ratus Enam Puluh Tiga Ribu Rupiah Kami menyatakan dengan sesungguhnya bahwa kami tidak mempunyai kepentingan baik secara langsung maupun tidak langsung atas hasil dari penilaian yang telah kami laksanakan, dan penilaian ini telah dilaksanakan sesuai dengan Standar penilaian Indonesia dan Kode Etik Penilai Indonesia yang berlaku, Ir. Edi Pimpinan MAPPI 94- ljin Penilai PB/1.09.00095 Register RMK-2017.00091 Register OJK-IKNB No. 004/NB.122/STTD-P/2016 Register OJK-Pasar Modal No.STTD.PBB-01/PM.2/2018 Lisensi BPN No : 340/SK-600.PT.01.01/VI112019 Klasifikasi Penilai Properti dan Bisnis Surat Pengantar
Page 7 OCR 0.915
KJPP Edi Andesta dan Rekan 13. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut : - Identifikasi masalah (identifikasi, batasan, tujuan, objek, definisi dan tanggal penilaian), - Pengumpulan data dan wawancara - Analisis data, - Estimasi dengan menggunakan Pendekatan Penilaian - Penulisan laporan. 13. Lingkup pekerjaan dan data-data yang diterima telah diungkapkan pada laporan. 14. Penilai atau pelaksana inspeksi (surveyor) telah melakukan inspeksi lapangan terhadap properti/bisnis yang dinilai. 15. Tidak seorangpun selain yang bertandatangan dibawah ini, yang telah terlibat dalam pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan dalam laporan penilaian ini 16. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penilaian telah dibuat dengan memenuhi ketentuan Peraturan No. 35/POJK.04/2020. Ir. Edi Andesta, MAPPI (Cert) Penanggung Jawab MAPPI 94-5-0411 Ijin Penilai PB-1.09.00095 Registrasi RMK-2017.00091 Ahmad Firdaus, S.Pd. Pengendali Mutu MAPPI O4-T-1814 Registrasi RMK-2017.00718 Igro Haikal Sulaiman, S.E. Penilai MAPPI 11-T-03175 Registrasi RMK-2017.00719 Surat Pengantar
Page 8 OCR 0.927
: s ENTIF It A PPRA Ss AL KJPP Edi Andesta dan Rekan PERNYATAAN PENILAI Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di bawah ini menerangkan bahwa : 1. Pernyataan, analisis, opini dan kesimpulan dalam laporan ini, sebatas pengetahuan kami, adalah benar dan akurat dan kami bertanggung jawab atas laporan penilaian ini. 2. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap objek penilaian pada tanggal penilaian (cut off date). 3. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan penilaian usaha, 4, Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai kesimpulan nilai. 5, Kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas. 6. Data ekonomi dan industri dalam laporan penilaian usaha diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini penilai propertilusaha dapat dipertanggungjawabkan, 7. Analisi, opini dan kesimpulan yang dinyatakan didalam Laporan Penilaian ini dibatasi oleh asumsi dan batasan-batasan yang diungkapkan didalam Laporan Penilaian, yang mana merupakan hasil analisis, opini dan kesimpulan Penilai yang tidak berpihak dan tidak memiliki benturan kepentingan. B. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang terhadap properti/bisnis yang dinilai, maupun memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan terhadap properti/bisnis yang dinilai, 9. Penunjukan dalam penugasan ini tidak berhubungan dengan opini penilaian yang telah disepakati sebelumnya dengan pemberi tugas. 10, Biaya jasa profesional tidak dikaitkan dengan besaran opini nilai, pencapaian hasil yang dinyatakan, atau adanya kondisi yang terjadi kemudian (subseguent event) yang berhubungan secara langsung dengan penggunaan yang dimaksud. 11, Penilai telah mengikuti persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan/ dilaksanakan Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), 12. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan properti/bisnis dan/atau jenis industri yang dinilai, Surat Pengantar
Page 9 OCR 0.949
KJPP Edi Andesta dan Rekan ASUMSI DAN PEMBATAS Penilaian ini berdasarkan asumsi-asumsi dan syarat-syarat pembatasan sebagai berikut: 1, Bahwa semua pernyataan dan keterangan yang tercantum dalam laporan ini adalah benar dan sesuai dengan pengetahuan serta itikad baik dari penilai. 2. Bahwa dengan dilandasi itikad baik, semua dokumen yang diberikan atau diperlihatkan oleh Pemberi Tugas dan pihak ketiga kepada kami dalam rangka penilaian ini adalah sah, benar, lengkap dan sesuai dengan kenyataan sebenarnya dan bahwa dokumen- dokumen yang diberikan kepada kami dalam bentuk foto copy, turunan dan/atau salinan adalah sesuai dengan aslinya dan dokumen tersebut adalah sah, benar, lengkap serta sesuai dengan kenyataan sebenarnya dan kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penilaian. 3. Data ekonomi dan industri dalam laporan penilaian diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini oleh Penilai dan dapat dipertanggung jawabkan, 4. Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). 5. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan. 6. Kami bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan nilai akhir. 7. Laporan saham ini bersifat terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan. 8. Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari pemberi tugas, 9. Kecuali dinyatakan secara tegas didalam penugasan penilaian ini, tidak dapat diasumsikan bahwa kami berkewajiban dan telah melakukan pemeriksaan legalitas atas objek penilaian. 10. Bukan merupakan tanggung jawab kami atas segala tuntutan dan kewajiban yang berkaitan dengan penggunaan laporan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan dari laporan ini, 11, Dalam Penugasan ini, Pemberi tugas telah mempelajari, mengetahui dan menyadari sepenuhnya mengenai keberadaan KJPP Andesta. 12. Baik KJPP Andesta maupun para penilai dan karyawan lainnya, sama sekali tidak mempunyai kepentingan finansial terhadap objek penilaian yang dinilai. 13. Kecuali dinyatakan lain, Nilai dicantumkan dalam mata uang Rupiah, demikian juga analisa dan perhitungan yang digunakan sebagai dasar penilaian berdasarkan mata uang Rupiah. 14, Laporan ini dianggap sah apabila tertera cap (seal) dan tanda tangan Pimpinan Rekan. Surat Pengantar
Page 10 OCR 0.929
KJPP Edi Andesta dan Rekan BAB | PENDAHULUAN 14. 1.2 Latar Belakang HFI sebagai pemegang saham BMP sebesar 99,99984, HFI berencana akan melakukan divestasi terhadap seluruh penyertaan saham tersebut yaitu sebesar 9999984, Sehubungan dengan rencana tersebut, maka manajemen HFI menunjuk KJPP Andesta sebagai penilai independen untuk memberikan pendapat yang obyektif mengenai opini Nilai Pasar 99,999895 penyertaan saham HFI pada BMP. Sehubungan dengan hal tersebut, maka Pihak Pemberi Tugas menunjuk KJPP Andesta untuk menentukan Nilai Pasar 99,99981 saham penyertaan HFI pada BMP, Dalam aplikasi penilaian untuk menentukan Nilai Pasar saham, komponen nilai disajikan secara bersamaan dan terpadu. Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan dalam penilaian meliputi : Data legalitas akte pendirian dan akte perubahan , Laporan keuangan BMP 2021, 2022, 2023, 2024 dan 30 September 2025 (audited). c. Tinjauan terhadap kondisi fundamental perusahaan yang menyangkut : sejarah singkat perusahaan, struktur modal dan susunan pengurus, diskripsi bidang usaha dan kinerja keuangan perusahaan serta memperhatikan kondisi makro yang ada. d. Data-data lain sebagai informasi. Dasar Penugasan Sesuai surat penawaran Kami No. 348/P/Andesta/X/2025 tanggal 8 Oktober 2025, penilaian ini dilakukan atas permintaan HFI, yang selanjutnya dalam penugasan ini sebagai Pemberi Tugas. Penilaian dilakukan dengan berpedoman kepada Peraturan No, 35/POJK.04/2020, dengan ruang lingkup antara lain meliputi: Verifikasi dan identifikasi data, pemeriksaan data-data dan analisa, dan penyampaian pendapat atas Nilai Pasar Saham dalam bentuk Laporan Penilaian Pendahuluan 4
Page 11 OCR 0.904
KJPP Edi Andesta dan Rekan 13. Lingkup Penilaian Lingkup penilaian hanya mencakup penilaian saham 99.99984 Saham Penyertaan HFI pada BMP yang bergerak dalam bidang jasa penyediaan hotel per tanggal efektif penilaian. 14. Pemberi Tugas Pemberi tugas dengan data-data dapat diuraikan sebagai berikut : Nama Perusahaan : PT Hotel Fitra International Tbk Bidang Usaha : Industri Pengelolaan Hotel dan Pariwisata Alamat : Jalan KH, Abdul Halim No. 88 RT, 005 RW. 008, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat No, Telp 10233 - 8292 888 Email : reservation@fitrahotel.co.id Website : www fitratbk.co.id 15. Pengguna Laporan Pengguna laporan dengan data-data dapat diuraikan sebagai berikut - Nama Perusahaan ! PT Hotel Fitra International Tbk Bidang Usaha : Industri Pengelolaan Hotel dan Pariwisata Alamat " Jalan KH. Abdul Halim No. 88 RT. 005 RW. 008, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat No. Telp 10233 -8292 888 Email : reservation@fitrahotel.co.id Website : www. fitratbk.co.id Pendahuluan
Page 12 OCR 0.916
16. 17, 18. 19. 110. KJPP Edi Andesta dan Rekan Maksud Dan Tujuan Penilaian Menurut infomasi yang diberikan kepada kami, bahwa maksud dari penilaian ini adalah untuk mengungkapkan pendapat yang obyektif mengenai Opini Nilai Pasar 99,998 Saham Penyertaan HFI pada BMP per tanggal 30 September 2025 dengan mata uang Rupiah yang akan dipergunakan untuk kepentingan divestasi saham dan oleh karenanya tidak direkomendasikan untuk penggunaan lainnya. Objek Penilaian Objek penilaian dalam penugasan ini adalah nilai pasar saham 99,999844 Saham Penyertaan HFI pada BMP yang bergerak dalam bidang penyediaan hotel. Kepemilikan Saham Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025, pemegang saham BMP dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Lembar Modal Disetor No. | — Pemegang Saham Bahai Persentase Rp4 1 PT Hotel Fitra 549.999 999998 | 54.999 900.000 International Tbk 2 | Ny, Siti Rahayu 1 0000214 100.000 Total 550.000 100,00004 | 55.000.000.000 Tanggal Efektif Penilaian Tanggal efektif penilaian (cut off date) adalah tanggal dimana hasil nilai ditetapkan dengan kondisi dan syarat-syarat yang diberlakukan. Dalam Laporan Penilaian ini maka Nilai Pasar diperhitungkan pada tanggal 30 September 2025. Tanggal ini sesuai laporan keuangan terakhir yang tersedia dan dapat diperoleh dan diterima penilai sebagai dasar untuk melakukan penilaian, yaitu laporan keuangan per 30 September 2025 (audited). Tanggal Pelaporan Tanggal pelaporan adalah tanggal dimana laporan penilaian ini disampaikan, oleh karenanya sesuai dalam surat perjanjian kerja sama dan skedul pekerjaan, laporan ini disampaikan pada tanggal 29 Desember 2025. Pendahuluan
Page 13 OCR 0.909
"N. s EN TIF 1 « AP PRA SA KJPP Edi Andesta dan Rekan 141, Premis Nilai Asumsi yang digunakan adalah nilai pasar untuk saham mayoritas sebesar 99,99984 saham penyertaan HFI pada BMP dengan asumsi perusahaan berjalan (on going concern). 112, Pernyataan Independensi Nilai Dalam mempersiapkan Laporan Penilaian ini kami bertindak secara independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas ataupun pihak-pihak yang terafiliasi. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. 113, Kualifikasi Penilai Sesuai Keputusan Menteri Keuangan No. 1!KM.1/2022tertanggal 3 Januari 2022 tentang Izin Penilai, dimana Ir. Edi Andesta, MAPPI (Cert) ditetapkan dengan kualifikasi sebagai penilai Bidang Jasa Penilaian Properti dan Bisnis (PB) dengan izin penilai publik PB.1.09.00095 dan STTD OJK untuk penilaian Properti dan Usaha dengan Nomor STTD.PPB-01/PM.2/2018. 114, Dasar Penilaian dan Definisi Nilai Dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam penilaian ini sesuai Peraturan 35/POJK.04/2020 adalah “Nilai Pasar (Market Value)", yang didefinisikan sebagai berikut: Nilai Pasar (Market Value) adalah estirnasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran aset atau liabilitas pada Tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua Pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan. 1.15, Data dan Informasi Data-data dan informasi sebagai berikut : a. Hasil Pelaksanaan Inspeksi Setelah dilakukan wawancara dengan pihak managemen BMP, bidang usaha penyediaan hotel. Pendahuluan
Page 14 OCR 0.931
KJPP Edi Andesta dan Rekan b. Sifat Pengendalian Objek Penilaian (controlling) Sesuai dengan struktur modal saham BMP, di mana HFI sebagai mayoritas, maka pengendali objek penilaian adalah HFI, c. Tingkat Likuiditas Pasar Objek Penilaian (marketability) Mengingat BMP adalah sebuah perusahaan tertutup, yang sahamnya tidak diperjualbelikan di Pasar Modal, maka Objek Penilaian bersifat tidak likuid. @d. Informasi Identitas Pihak yang di Wawancarai. Pihak-pihak yang di wawancarai pada pelaksanaan penilaian BMP adalah Bapak Steve Mulyono sebagai Direktur. e. Dokumen dan Sumber Informasi. Dokumen-dokumen yang digunakan dalam melakukan penilaian ini adalah dokumen-dokumen yang berasal dari pihak manajemen sebagai data-data primer berupa laporan keuangan BMP tahun 2020, 2021, 2022, 2023, 2024 dan W September 2025 (audited), sedangkan data-data sekunder berasal dari media massa, internet, koran, BPS, Bursa Efek Indonesia dan sumber data lainnya dapat dipercaya. f. Jenis-Jenis Ekuitas dan Hak yang Melekat. Ekuitas pada objek penilaian, terdiri dari modal disetor pemegang saham. Modal disetor dari para pemegang saham mayoritas dan minoritas. 116. Definisi dan Istilah Berdasarkan Peraturan No.35!POJK.04/2020, Definisi yang digunakan dalam penilaian usaha adalah sebagai berikut: a. Premis Nilai adalah asumsi Nilai yang berhubungan dengan suatu kondisi transaksi yang dapat digunakan pada objek Penilaian. b. Nilai Buku adalah: 1) Hasil kapitalisasi atas biaya perolehan aset, dikurangi akumulasi depresiasi, deplesi, amortisasi atau penurunan nilai sebagaimana yang tercatat dalam laporan keuangan, atau Pendahuluan
Page 15 OCR 0.941
KJPP Edi Andesta dan Rekan 2) Selisih antara total aset dikurangi dengan total liabilitas dari perusahaan sebagaimana tercatat dalam laporan keuangan. C. Asumsi adalah sesuatu yang dianggap akan terjadi termasuk fakta, syarat, atau keadaan yang mungkin dapat mempengaruhi objek Penilaian atau pendekatan penilaian dan kewajarannya telah dianalisis oleh Penilai Bisnis sebagai bagian dari proses Penilaian. d. Pendekatan Pasar adalah Pendekatan Penilaian dengan cara membandingkan objek Penilaian dengan objek lain yang sebanding dan sejenis serta telah tersedia informasi harga transaksi atau penawaran. e. Pendekatan Pendapatan adalah Pendekatan Penilaian dengan cara mengkonversi manfaat ekonomis atau pendapatan yang diperkirakan akan dihasilkan oleh objek Penilaian dengan tingkat diskonto tertentu. f. Metode Penilaian adalah suatu cara atau rangkaian cara tertentu dalam melakukan Penilaian, 9. Business Interest adalah kepemilikan dalam perusahaan yang antara lain meliputi penyertaan dalam perusahaan, surat berharga, aset keuangan lainnya dan aset tak berwujud. h. Faktor Kapitalisasi adalah semua jenis rasio yang digunakan untuk mengkonversi pendapatan menjadi suatu nilai. i. Laporan Penilaian Bisnis adalah laporan tertulis yang dibuat oleh Penilai Bisnis yang memuat pendapat Penilai Bisnis mengenai objek Penilaian serta menyajikan informasi tentang proses Penilaian. j. Diskon Tanpa Pengendalian (Discount for Lack of Control) adalah suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari Nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat pengendalian atas Objek penilaian, k. Diskon Likuiditas Pasar (Discount For Lack of Marketability) adalah suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari Nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas dari Objek penilaian. IL Kelangsungan Usaha adalah suatu kondisi yang mencerminkan usaha yang sedang beroperasi atau dalam konstruksi, atau suatu premis dalam Penilaian, dimana Penilai Bisnis menganggap suatu perusahaan akan terus melanjutkan operasinya secara berkelanjutan. m. Kapitalisasi adalah 1) Pengkonversian arus kas bersih atau penghasilan bersih lain, baik yang bersifat aktual maupun perkiraan, selama periode tertentu yang ekuivalen dengan Nilai aset pada suatu tanggal tertentu, atau Pendahuluan
Page 16 OCR 0.936
KJPP Edi Andesta dan Rekan 2) Pengakuan atas suatu pengeluaran modal. n. Premi Kendali (Premium for Control) adalah suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan penambah dari Nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atau Objek penilaian 0. Kendali Mayoritas adalah tingkat kemampuan pengendalian suatu perseroan oleh pemegang saham pengendali. Pp. Tingkat Kapitalisasi adalah jumlah pembagi yang digunakan untuk mengkonversi pendapatan menjadi Nilai. g. Tingkat Imbal Balik (Rate of Return) adalah jumlah laba atau rugi dan/atau perubahan nilai yang direalisasikan atau diharapkan dari suatu investasi yang dinyatakan dalam persentase. r. Tingkat Diskonto adalah suatu Tingkat Imbal Balik untuk mengkonversikan nilai di masa depan ke nilai sekarang yang mencerminkan nilai waktu dari uang dan ketidakpastian atau terealisasinya pendapatan ekonomi. 8. Arus Kas Bersih adalah jumlah kas yang: 1) Tersedia setelah terpenuhinya kebutuhan kas untuk kegiatan operasional: 2) Merupakan arus kas yang tersedia bagi penyedia modal yang terdiri dari utang Gan ekuitas : dan 3) Telah bebas dari kewajiban untuk mempertahankan operasi saat Ini dan untuk mengantisipasi pertumbuhan perusahaan. t Nilai Terminal (Terminal Value) adalah Nilai dari jumlah arus kas untuk periode setelah periode waktu tetap, dimana arus kas yang diterapkan dapat menggunakan model ekuitas atau Modal Investasi Pendahuluan 17
Page 17 OCR 0.906
KJPP Edi Andesta dan Rekan | BAB I GAMBARAN PERSEROAN 21 Gambaran Umum BMP didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 02 tanggal 09 Desember 2013 dibuat oleh Notaris Muhammad Hanafi S.H., notaris di Jakarta yang telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-02739,AH.01,01.Tahun 2014 tanggal 20 Januari 2014. Akta perusahaan telah mengalami perubahan, terakhir dengan Akta No. 12 tanggal 20 Juni 2019 oleh Notaris Rudy Siswanto S.H., mengenai pernyataan keputusan para pemegang saham secara edaran. Akta perubahan ini telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU- 0096462.AH.01.11.Tahun 2019 tanggal 21 Juni 2019. Berdasarkan pasal 3 anggaran dasar, maksud dan tujuan BMP adalah menjalankan usaha dalam bidang jasa penyediaan penginapan (hotel dan transit hotel), jasa pengelolaan hotel meliputi aspek pemasaran, operasional dan pemeliharaan hotel, baik berupa piranti lunak maupun piranti keras, perdagangan, pembangunan (kontraktor) guna memborong segala pekerjaan bangunan dan pekerjaan umum, industri, pengangkutan darat, percetakan dan perbengkelan. BMP berdomisili di Jalan KH. Abdul Halim No. 88 RT.005 RW.008 Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. 22 Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025, pemegang saham BMP dapat dilihat pada tabel di bawah ini : No, Pemegang Saham Lembar Saham Persentase (Rx) 1 | PT Hotel Fitra International Tbk 549999 CO LKEN 54.999.900.000 2 | Ny Si Rahayu 1 Doooek wo Total 550.000 100, c000 55.000.000.000 Gambaran Perseroan
Page 18 OCR 0.950
24 KJPP Edi Andesta dan Rekan Organisasi Perusahaan Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025, susunan pengurus BMP adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Komisaris : Tn, Joni Rizal Direksi Direksi Tn. Steve Mulyono Perijinan dan Legalitas Perseroan Akta Pendirian No. 2 tanggal 9 Desember 2013 dari Notaris Muhammad Hanafi, S.H, notaris di Kota Jakarta Selatan. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No, AHU- 02737.AH.01.01.Tahun 2014 tanggal 20 Januari 2014. . Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT. Bumi Majalengka Permai No. 15 tanggal 11 Februari 2016 dari Notaris Benediktus Andy Widyanto, S.H, notaris di Kota Tangerang Selatan. Akta telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Pemberitahuan dengan No. AHU-AH.01.03-0023438 pada tanggal 15 Februari 2016. .. Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT. Bumi Majalengka Permai No. 26 tanggal 16 Februari 2016 dari Notaris Benediktus Andy Widyanto, S.H, notaris di Kota Tangerang Selatan. . Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Secara Edaran PT. Bumi Majalengka Permai No. 17 tanggal 18 April 2018 dari Notaris Rudy Siswanto, S.H, notaris di Jakarta Utara. . Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT. Bumi Majalengka Permai No. 25 tanggal 24 April 2018 dari Notaris Rudy Siswanto, S.H, notaris di Jakarta Utara. Akta telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Pemberitahuan dengan No AHU-AH.01.03-0165813 pada tanggal 26 April 2018. Gambaran Perseroan
Page 19 OCR 0.949
KJPP Edi Andesta dan Rekan f. Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Secara Edaran PT. Bumi Majalengka Permai No. 25 tanggal 24 April 2018 dari Notaris Rudy Siswanto, S.H, notaris di Jakarta Utara. Akta telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Pemberitahuan dengan No. AHU-AH.01.03-0165813 pada tanggal 26 April 2018. 9. Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Secara Edaran PT, Bumi Majalengka Permai No. 49 tanggal 26 Desember 2018 dari Notaris Rudy Siswanto, S.H, notaris di Jakarta Utara. h. Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Secara Edaran PT. Bumi Majalengka Permai No. 16 tanggal 27 Maret 2019 dari Notaris Rudy Siswanto, S.H, notaris di Jakarta Utara. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No, AHU- 0017184.AH.01.02.Tahun 2019 tanggal 28 Maret 2019. I Akta terakhir yang buat yaitu Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Secara Edaran PT. Bumi Majalengka Permai No, 12 tanggal 20 Juni 2019 dari Notaris Rudy Siswanto, S.H, notaris di Jakarta Utara. Akta telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Pemberitahuan dengan No. AHU-AH.01.03-0289195 pada tanggal 21 Juni 2019. j- Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan No. 9120206410013 atas nama PT. Bumi Majalengka Permai diterbitkan Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia tanggal 1 April 2019. 25 Aspek Manajemen dan Usaha 25. Gambaran Manajemen Manajemen perusahaan merupakan bagian aktivitas perusahaan yang secara langsung maupun tidak langsung akan memberikan kontribusi keberhasilan dalam menjalankan usahanya, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan, dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu Dapat disimpulkan bahwa dalam manajemen harus ada: tujuan, proses, suatu keahlian, pihak yg mengatur dan di atur. Gambaran Perseroan
Page 20 OCR 0.932
Mm: 5 E N T Fit AP PRA SA KJPP Edi Andesta dan Rekan Sesuai bidang usaha penyediaan hotel yang bergerak dalam bidang penyediaan hotel. Maka Aktifitas saat ini ditangani oleh karyawan-karyawan inti dan karyawan pendukung. 25.2. Sumber Daya Manusia Sumber Daya Manusia merupakan hal yang vital bagi BMP sebagai mitra untuk mencapai keberhasilan setiap usaha dan kegiatannya. Perseroan menyadari bahwa kinerja usaha Perseroan sangat terpengaruh dengan kondisi sumber daya manusia, sehingga kebijakan manajemen sehubungan dengan peran sumber daya manusia antara lain diwujudkan dalam pemenuhan peraturan-peraturan Pemerintah dalam hal ketenagakerjaan juga fasilitas lainnya. Fasilitas yang diberikan kepada karyawannya meliputi tunjangan perawatan dan pengobatan kesehatan, program keluarga berencana, upah selama sakit, tunjangan kecelakaan kerja, tunjangan kematian bukan kecelakaan kerja, istirahat mingguan dan harian, cuti hamil, keselamatan kerja, pemberian fasilitas untuk pekerja dengan jabatan tertentu, 25,3, Kegiatan Usaha BMP bergerak dalam bidang penyediaan hotel. Pada saat ini, pendapatan perseroan diperoleh dari usaha pengelolaan hotel, 26 Kinerja Keuangan BMP berdiri pada tahun 2013 dengan nama PT Bumi Majalengka Permai. Pada saat ini Perusahaan terutama bergerak dalam bidang jasa penyediaan hotel. Keuangan BMP selama 6 tahun terakhir mengalami rugi bersih yang berfluktuatif dimana pada tahun 2021 mengalami penurunan dari tahun 2020 kemudian pada tahun 2022 mengalami peningkatan, pada tahun 2023 kembali mengalami kenaikan dan pada tahun 2024 - 30 September 2025 kembali mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena beban usaha dan beban lain-lain yang mengalami peningkatan. Gambaran Perseroan
Page 21 OCR 0.493
" ym». 8 EN TtUr 261. Realisasi Laba Rugi Tabel2.1 Realisasi Laba (Rugi) Perseroan 8759873.774 Cc A P PRA '/SA KJPP Edi Andesta dan Rekan Maan gina (Dalam Rupiah) B.360675 F2 seo1so0020| @s3seoegre | 7esootzaes | (ersete75a | (5125700 t15y Laba Kotor W05N3 | I16627AT5A | 3061656120) 161207372) 428202616) 1294907510 Beban Usaha ssesysztsr | Wsererasar | oSangongaar | #oenanaras | @t0ndaroa5 | Ato02etan Rugj Usaha Gasaszisosa | Gia2saoarray |. Gi dat. asasoij | Ti goo 202 r7aj | Gi.Seo2sn0g) | 12056310.520) Pendapatan (Beban) Lain-ain Pendapatan Jasa Giro masesis | c21rasr na201307| — asassasa| oo ts001en | gasama Pajak Bunga masorn | era (essxo0| | oo dora | oo casgisan | (rast.t00 Administrasi Bari (553) (6.715.500) (6.260850) (7048623) (4.204 304) (2572095) ban.rhnone tesssase | coseerra | ane - Bunga Pinjaman Bank | c2wznses2e0 | 2anezwtsas | (aoezenag1 | da5ar21.2001 | (azratet020) | (r0s04s7-ane Provsi Pinjaman Bank (19818700) 4 : : ! Lainain 3rnaoosso | 172507 | oo rews20ss3| sensor | 170460 13245 Panting SEN (zoes1s3220) | (2ossaezasai | caraaznea | Grosa2gean | (225asa0s50) | (.005057.650 Tae Dalan Pajak (aesara2na | arezase25g | Wasar7assn | wo2271ne0 | Wasas2s25 | M010378.170 Pala Pertasian Tangguhan sasaseas | oo 2582781 (osraon | oo sesasasa| oo 2asrassa | re45a7es Tag : Ber Taka (aseaeasan | dararorasa | wasrar2200 | so0azen.s017 | (e224250.570) | (a021sana007 Penghasilan (Rugi) Komprehensif Lain Denganyan Tanba Masssaras) | 3ns50746 t4035062 | 20s4rttso | 521731 el gzmsor| gamma | oo ewean | usecew | Gaesen Jumlah Rugi Tamn | arorsesoey | dagrssoae2g | Warasooany | Was area00g | Wan2ansa21 | Wo2n senang Berjalan Pendapatan Pendapatan pada tahun 2020 sebesar 5,40 miliar kemudian naik pada tahun 2021 sebesar 8,76 miliar, pada tahun 2022 tercatat naik menjadi 10,50 miliar dan tahun 2023 naik kembali menjadi 11,83 miliar, pada tahun 2024 mengalami kenaikan menjadi 13,34 miliar dan pada 30 September 2025 tercatat sebesar 6,36 miliar. Gambaran Perseroan
Page 22 OCR 0.701
ON: Ss Cc IEN7# FI Aa PPRA SA KJPP Edi Andesta dan Rekan Rugi Usaha Rugi usaha pada tahun 2020 sebesar 5,15 miliar kemudian turun pada tahun 2021 menjadi 1,82 miliar, pada tahun 2022 tercatat mengalami penurunan menjadi 1,34 miliar namun naik pada tahun 2023 menjadi 1,90 miliar, pada tahun 2024 naik menjadi 1,98 miliar dan 30 September 2025 mengalami kenaikan menjadi 2,96 miliar. Rugi Bersih Rugi bersih pada tahun 2020 sebesar 7,14 miliar kemudian turun pada tahun 2021 menjadi 3,91 miliar kemudian naik pada tahun 2022 menjadi 4.46 miliar, pada tahun 2023 mengalami kenaikan menjadi 5,00 miliar, tahun 2024 turun menjadi 4,22 miliar dan pada 30 September 2025 turun menjadi 4,02 miliar. 26.2. Realisasi Posisi Keuangan Tabel 2.2 Realisasi Posisi Keuangan (Dalam Rupiah) ASET : Aset Lancar Jumlah Aset Lancar Tana anus una ema Tana | ebi Aset Tidak Lancar umah AsotTdak Lancar | 3925525483 | ssmnss2437o | saos1122425 | sacana12xat | daata7on274 | 46753705453 JUMLAH ASET Gassodeoane | senyoztanse | Go1222s0z1e | 55305676535 | 51350656223 | ME 2NEAMGATS LIABLITAS DAN EKUITAS liatitas Jangka Pendek Imah asitaslangka | Gragrorros | sangasnane | soss7onegs | @ss2asasse | sexasinees | st00e62567 Latiltas Jangka Panjang De NA mean 3asood | 27at2esasna | 374526752 | ap2ratass0s | 20240545072 | ssnaanason Jumlah Liabilitas TinsaasaTon | Iesatooiana | Iso ass | Jeans Doo as | 20005103957 | 28972007915 - SELERA, Ekutas | Jumlah Ekuitas TasasOonTor | 256s0dinasa | TRIP 052027 | TEAnaBTu.3ne | 12261 M02066 | 205518564 JUMLAH LIABILITAS | Enggo360416 | 58330214236 | 60122200218 | sey0sares3s | si3snes6s25 | se21naKars DAN EKUITAS Gambaran Perseroan
Page 23 OCR 0.877
Pa - s (ENTIFI A PPRA SA t KJPP Edi Andesta dan Rekan Total Aset Total Aset pada tahun 2020 tercatat sebesar 60.66 miliar kemudian turun pada tahun 2021 menjadi 58,33 miliar, pada tahun 2022 tercatat kembali mengalami kenaikan menjadi 60,12 miliar kemudian pada tahun 2023 tercatat turun menjadi 55,31 miliar, pada tahun 2024 tercatat turun menjadi 51,35 miliar dan pada 30 September 2025 turun menjadi 48,22 miliar. Total Liabilitas Total fiabilitas pada tahun pada tahun 2020 sebesar 31,13 miliar kemudian naik pada tahun 2021 menjadi 32,70 miliar, pada tahun 2022 tercatat mengalami kenaikan menjadi 38,80 miliar kemudian naik pada tahun 2023 menjadi 38.83 miliar, pada tahun 2024 mengalami kenaikan menjadi 39,08 miliar dan pada 30 September 2025 naik menjadi 39.97 miliar. Ekuitas Ekuitas pada tahun 2020 sebesar 29,53 miliar kemudian turun pada tahun 2021 menjadi 25,64 miliar, pada tahun 2022 tercatat mengalami penurunan menjadi 21,32 miliar, pada tahun 2023 turun menjadi 16,48 miliar, pada tahun 2024 mengalami penurunan menjadi 12,27 miliar dan pada 30 September 2025 naik menjadi 8,25 miliar, 2.63. Rasio-Rasio Keuangan Rasio-rasio keuangan periode per tanggal 31 Desember 2021 sampai dengan 30 September 2025, dapat dilihat sebagai berikut : Tabel2.3 Rasio-rasio Keuangan aa - HI Aktivitas (X) Total Asset Tumover 0,15 0,18 02 0,25 013 Solvabilitas (X) Total Debt to Egulty Ratio 1.28 1.82 238 319 485 Total Debt to Total Assets Ratio 0,58 065 0,70 0,76 033 Profitabilitas (6) Operating Margin 20825 | 278w | m6058 | -tagag | 46460 | Net Profit Margin Hasan | 42510 | 42285 | -31,66W 63,239 Gambaran Perseroan 1-7
Page 24 OCR 0.944
“4 27 28 KJPP Edi Andesta dan Rekan Rasio Aktivitas Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mendayagunakan aset- aset yang dimilikinya. Secara rata-rata dapat dilihat bahwa rasio perputaran aset BMP selama periode 2021-2025 adalah sebesar 0,18x pertahun. Rasio Solvabilitas Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar semua kewajiban (jangka pendek maupun jangka panjang) BPM. Rasio rata-rata Debt to Eguity Ratio selama tahun 2016-2021 adalah 2,70x dan Debt fo Total Asset Ratio sebesar 0.70x. Rasio Profitabiltas Rasio profitabilitas menunjukkan operasional kemampuan suatu perusahaan dalam mengelola aset-asetnya dengan tujuan akhir mengoptimalkan pengembalian yang dapat diperoleh para penyedia kapital (capita' providers). Operating margin rata-rata mencapai negatif 22 1996 dan net profit margin negatif 44,874, Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subseguent Event) Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 30 September 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting dalam 30 September 2025, yang dapat berpengaruh signifikan terhadap hasil penilaian. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Hasil Pemeriksaan Atas Dokumen Hukum Yang Relevan Kami menerima salinan dokumen-dokumen hukum milik BMP, namun kami tidak melakukan pengecekan keabsahan dari dokumen tersebut dan tidak ada dokumen- dokumen hukum tersebut yang mempengaruhi hasil penilaian. Gambaran Perseroan
Page 25 OCR 0.934
KJPP Edi Andesta dan Rekan 29 Uraian mengenai Tenaga Ahli dan hasil pekerjaan Tenaga Ahli dalam hal Penilai Bisnis mendasarkan Penilaian-nya pada hasil kerja Tenaga Ahli Dalam penilaian ini kami tidak menggunakan tenaga ahli dan hasi! pekerjaan tenaga ahli. Dengan demikian tidak ada informasi mengenai tenaga ahli dan hasil pekerjaan tenaga ahli. 210 Hasil identifikasi atas aset non operasional, kewajiban non operasional, dan kelebihan atau kekurangan aset operasional (excess or deficient ) yang terkait dan pengaruhnya terhadap penilaian Aset Non Operasional adalah aset yang terpisahkan dari operasional perusahaan dan terdiri atas aset yang akan dipakai pada masa yang akan datang (reserve asefj, Aset Surplus, atau Aset Investasi. Setelah dilakukan identifikasi, tidak terdapat asset non- Operasional pada BMP. 211 Data Industri, Data Pasar, Data Ekonomi, Dan Informasi Empiris Lainnya Yang Mendukung Penilaian a. Perkembangan Industri Hotel Pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada periode September 2025 mencapai 1,39 juta kunjungan meningkat 9.044 dari September 2024, namun menurun dibandingkan dengan bulan Agustus 2025 sebesar 7,339 dan total kunjungan sebesar 1,51 juta kunjungan. Total jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada periode Januari-September 2025 tercatat sebesar 11,43 juta kunjungan meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perkembangan pariwisata secara umum akan memicu meningkatnya pembangunan hotel dan resort di berbagai kawasan Indonesia, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada September 2025 rata-rata sebesar 38,204, lebih rendah dibandingkan September 2024 atau turun 4,839, TPK gabungan hotel bintang dan nonbintang di Kabupaten Majalengka pada September 2025 tercatat sebesar 37,7996, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 36,601 atau naik 1,19 poin. Peningkatan terjadi pada TPK hotel bintang pada September 2025 tercatat sebesar 40.504, naik dibandingkan 38,8396 pada Agustus 2025 dan 38,664 pada September 2024. Gambaran Perseroan
Page 26 OCR 0.954
KJPP Edi Andesta dan Rekan b. Prospek Industri Hotel Peningkatan TPK merupakan indikasi tingginya permintaan fasilitas akomodasi yang disebabkan oleh meningkatnya aktivitas wisata, kegiatan publik serta pelaksanaan event di daerah Majalengka, Hal tersebut menunjukkan bahwa hotel bintang masih menjadi pilihan utama karena menawarkan kenyamanan, fasilitas lengkap, serta lokasi strategis. Peningkatan juga sejalan dengan meningkatnya permintaan akomodasi dari tamu yang datang untuk menghadiri kegiatan resmi, rapat, maupun event berskala besar di Kabupaten Majalengka. Potensi terus berkembangnya hotel di Majalengka ditandai dengan adanya persaingan industri hotel, bumi perkemahan, villa, dan pondok wisata di Majalengka. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Majalengka mencatat terdapat hotel atau penginapan baik hotel bintang dan non bintang sebanyak 32 di Majalengka. Faktor ketersediaan infrastruktur turut menjadi pendorong industri ini diantaranya Bandara Internasional Kertajati serta dua ruas jalan tol Cipali dan Cisumdawi, 212 Informasi Non Keuangan Yang Relevan Mengenai Objek Penilaian BMP merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa penyediaan hotel yang saat ini beroperasi secara komersial. 213 Informasi Perpajakan Berdasarkan informasi dari pihak manajemen, tidak ada masalah perpajakan yang dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian. 214 Uraian mengenai penyesuaian (normalisasi) data laporan keuangan serta pertimbangan yang mendasari setiap penyesuaian (normalisasi) terhadap data laporan keuangan Laporan keuangan yang disajikan sudah sesuai dengan fakta, tidak terdapat akun-akun diluar usaha yang berpengaruh terhadap proyeksi keuangan, yang dapat mempengaruhi hasil penilaian. Pada laporan ini tidak ada penyesuaian data laporan keuangan yang dilakukan dikarenakan sudah sesuai pasar.
Page 27 OCR 0.728
KJPP Edi Andesta dan Rekan 215 Perbandingan Laporan Keuangan Yang Sebanding (common size) Periode Yang Sesuai. Laba Rugi Pendapatan sagr3entos | @7soara77a | so4s5281.006 | #e50s25237 | #aasse1ga00 | 6360675725 Paparan 62308 191 127516 12751 36438" Beban Pokok Penjualan | 4sgregrg7i | seorso0020 | @saxs2187e | 7652017885 | 0122616754 | (5.125.766.115) Laba Kotor Mossa7133 | atse2ra7sa | 3seress130 | s101507372 | 4216202516 | 1234507610 Beban Usaha Bsas7s2ta7 | 4seraras27 | sangoogaan | sorosnoras | @r08441005 | 4190218130 Rugi Usaha (6.146.215.084) | (1.223.403.773) | (1.341.363.301) | (1.890.282773) | (1.900.230.309) | (2958.310.5207 Been peng (2.089.159.200) | 20002822527 | (atra421 6877 | (at25424a51 | (x268.550.5309 | (1.005.087.650 Rugi Sebelum Pajak (7220374 281 | (as167866251 | was5.774s60) | (6022717001 | W2sgezn928) | «040.378.170 -. besatiusai mass.ws.sag) | msna.ransa | 481.012.200) | (003.781.908) | (4224.250.570) | w021.s44.102 Posisi Keuangan Aset Jumlah Aset 60660.360.416 | 58350214896 | 60122200218 | s53058r8sa5 | s1.350.656.925 | 40-218.x46.470 Perubahan Asot 84K 307x 8015 7158 4104 Liabltas dan Ekuitas Jumlah Liabilitas 31134456.709 | 32691.901.872 | 3eso1237301 | 3es25o00.540 | 38.083.163557 | 30572897915 Pantat 5.001 1880 0.081 0685 2201 Jumlah Ekuitas 29525503.707 | 25638.312864 | 21321052427 | #earosra388 | 12257402065 | 8.245.540.564 Perubahan Ekurtas 13,174 | 18.811 22714 “25565 32.704 Pada perbandingan laporan keuangan tersebut diatas, dapat dilihat bahwa secara pendapatan BMP tahun 2020 - 2024 mengalami kenaikan, namun pada 30 September 2025 pendapatan BMP menurun sebesar 36,431. Rugi usaha pada tahun 2020 — 30 September 2025 berfluktuasi yaitu tahun 2020 —- 2022 mengalami penurunan, kemudian pada tahun 2023 — 30 September 2025 mengalami kenaikan. Total aset BMP tahun 2020 - 30 September 2025 tercatat berfluktuasi yaitu tahun 2021 mengalami penurunan sebesar -3,84'4, kemudian mengalami kenaikan sebesar 3,071 pada tahun 2022, namun pada tahun 2023 - 30 September 2025 tercatat BMP mengalami penurunan total aset sebesar -8,014, -7,1594 dan -6,1096. Liabilitas BMP tercatat mengalami fluktuasi pada tahun 2021 terjadi penurunan sebesar -3,84'4, kemudian mengalami kenaikan sebesar 3,079 pada tahun 2022, namun liabilitas kembali menurun pada 2023 - September 2025, Ekuitas BMP selama 5 tahun terakhir mengalami penurunan dengan penurunan pada 30 September 2025 sebesar -32,794. Gambaran Perseroan
Page 28 OCR 0.834
KJPP Edi Andesta dan Rekan 216 Perbandingan Informasi Keuangan Industri Yang Sebanding (common size) Periode Sesuai BMP bergerak dibidang jasa penyediaan hotel. Dilihat di bursa pada saat ini, terdapat perusahaan yang sebanding dengan BMP di Bursa Efek Indonesia yang telah menawarkan sahamnya. Sehingga bisa dijadikan “benchmark" untuk usaha dibidang jasa penyediaan hotel. Perbandingan dengan industri sebanding dapat dilihat pada sub bab 2.19. 217 Informasi Kompensasi Bagi Pemegang Saham Menurut informasi pihak manajemen tidak ada kompensasi khusus bagi para pemegang saham, diluar gaji serta fasilitas perusahaan yang sesuai dengan normal. 218 Informasi Mengenai Asuransi Karyawan Kunci Berdasarkan informasi pihak manajemen serta laporan keuangan yang ada, Asuransi yang ditanggung oleh perusahaan adalah BPJS dan asuransi kesehatan bagi karyawan kunci. 219 Perbandingan Kinerja Objek Penilaian Dengan Tren Industri Sebanding hara Tag Aktivitas (X) Total Asset Tumover or | a18 | 028 | 013 | o28 013 Solvabilitas (X) Total Debt to Eguily Ratio 079 | 148 | o37 | osg | 407 485 Total DebttoTotalAssets Ratio | 044 | Oso | 027 | 037 | os2 083 Profitabilitas (36) Operating Margin 29r3w | 2078 | argo | 7138 | 2ga0w | 46464 Net Profit Margin 20s8x | 1a00n | arson | @91 | 13e01 | 632516 Gambaran Perseroan
Page 29 OCR 0.927
KJPP Edi Andesta dan Rekan Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mendayagunakan aset- aset yang dimilikinya. Secara rata-rata dapat dilihat bahwa total asset tumover pembanding sebesar 0.21x dan BMP sebesar 0,13x, Rasio Solvabilitas Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar semua liabilitas (jangka pendek maupun jangka panjang) Perseroan. Rasio rata-rata jumlah liabilitas terhadap jumlah ekuitas (Debt to Eguity Ratio / DER) rata-rata pembanding memiliki DER sebesar 0,86 sedangkan BMP berada diatas rata-rata tersebut yaitu sebesar 4,85x. Rasio Profitabiltas Rasio profitabilitas menunjukkan operasional kemampuan suatu perusahaan dalam mengelola aset-asetnya dengan tujuan akhir mengoptimalkan pengembalian yang dapat diperoleh para penyedia kapital (capital providers). Operating margin rata-rata mencapai 27,02”h, BMP sebesar -46,46Y5 dan net profit margin rata-rata 19,385 sedangkan BMP sebesar 63,239. Analisa Pembahasan Manajemen BMP didirikan pada tahun 2013 dan beroperasi sejak tahun 2019 dengan nama PT. Bumi Majalengka Permai dan menjalankan usaha di bidang jasa penyediaan hotel. BMP mengelola hotel bintang 3 Fitra Hotel Majalengka dengan berbagai jenis kamar serta fasilitas ruang meeting. Selain itu, Fitra Hotel merupakan pelopor dan satu-satunya Hotel di Majalengka yang menyediakan fasilitas kids club lengkap dengan playground indoor yang aman dan menyenangkan untuk anak-anak. Keunggulan dari Fitra Hotel diantaranya dari segi aksesibilitas sebagai berikut : a 5 Menit Waktu Tempuh Jalan Kaki ke Masjid, Islamic Centre Majalengka, dan Alun- alun Kota. b, 5 Menit Waktu Tempuh Kendaraan ke Universitas dan Pusat Pemerintahan Daerah Majalengka, Cc. 10 Menit Waktu Tempuh Kendaraan ke Pusat Perbelanjaan, dan salah satu tujuan wisata dan olahraga paralayang
Page 30 OCR 0.907
aa - E N 7 , aa PP RA SA t KJPP Edi Andesta dan Rekan d, Akses Tol Cisumdawu ke arah Bandung « Akses Tol Cipali ke arah Jakarta. &, £ 20 Menit Bandara Kertajati dan f £ 50 Menit Pelabuhan Cirebon. Industri perhotelan di Majalengka mengalami tren positif ditandai dengan pertumbuhan TPK hotel bintang dan non bintang yang menunjukkan adanya pemulihan serta pertumbuhan yang stabil dipengaruhi oleh aktivitas wisatawan. Perbaikan TKP sejalan dengan meningkatnya permintaan akomodasi dari tamu yang datang untuk menghadiri kegiatan resmi, rapat, maupun event berskala besar di Kabupaten Majalengka. Festival daerah dan event di Majalengka merupakan salah satu pendorong peningkatan okupansi hotel serta berdampak luas pada perekonomian dan pariwisata Majalengka. Meskipun demikian, peningkatan TPK harus diimbangi dengan kualitas layanan yang berkelanjutan. Saat ini, Majalengka memiliki potensi besar dari sektor pariwisata serta infrastruktur dimana aksesibilitas berupa Bandara Kertajati, Tol dan perkembangan kawasan wisata menjadi potensi untuk industri hotel di Majalengka semakin berkembang. Gambaran Perseroan
Page 31 OCR 0.744
# EW tiru APPRA SA Lt KJPP Edi Andesta dan Rekan ASPEK MAKRO BISNIS DAN PEMASARAN 31 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan perlu terus ditingkatkan agar sesuai dengan kapasitas perekonomian. Ekonomi Indonesia pada triwulan III 2025 tumbuh sebesar 5,044 (year on year'yoy), ditopang oleh kinerja ekspor yang tetap baik serta konsumsi Pemerintah yang meningkat seiring dengan percepatan belanja pemerintah perlu terus didorong sehingga dapat memperkuat permintaan domestik. Secara sektoral, sebagian besar Lapangan Usaha (LU) utama menunjukkan kinerja positif, termasuk LU industri pengolahan, LU perdagangan besar dan eceran, serta LU informasi dan kornunikasi. Tabel : Pertumbuhan Ekonomi Dari Sisi Pengeluaran Komponen 0 Konsumasi Rumah Tangga Ag 493 AM 4 4 Konsumsi Lembaga Was | G7a | itae | Bos | izag | 307 12 Noogrofit yang Melayani Rumah Tangga Konsumsi Pemerintah aa 20 ae ar | ta Tan Tas | 5 (investasi (PMTOBI 3rs | aa2 | sae | 503 | asi | 222 | 8me | 50x Investasi Bangunan 545 | sat | 602 | 525 | ssi | 135 | dee | 3x2 Investigasi Non Bangunan | “078 | 197 | 28 | 40 | 23 | | ng | ox Ekspor Tas | oai3 | ara | Tes | asi | ca | toge | asi Impor 1so | 779 | nge 1138 Pos sa | sos | ass 5 Sumber - Badan Pusat Siattdk Pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh LU kecuali LU pertambangan dan penggalian yang mengalami kontraksi. LU yang memberikan kontribusi terbesar bagi perekonomian Indonesia pada triwulan Ill 2025 yaitu LU industri pengolahan dengan tumbuh sebesar 5,544 (yoy). Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran
Page 32 OCR 0.778
KJPP Edi Andesta dan Rekan Grafik : PDB Menurut Lapangan Usaha PDB Menuru Pan KLM sma SA Ap AN NO 2102 2 AR tw dari pda 1 8 1 : ia B3 8. .. - - -" L 5 ar Ur ay 1 ai intustr Perawan “Periagangat. Moesrksi Petambangan lasa Nesangan Adresatas Pengadaan Laruya Pengoiatan Sebataran 4 Reparasi Moti KPanggaan BAsurand Pumotalahan Lsri 8 Gas Perkanan 4 Mob a Tw Ila0ae “Tem 112025 Tram M1 -2025 | Sumbar: BPS Secara spasial, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tercatat di wilayah Jawa dan Sulawesi- Maluku-Papua (Sulampua). Dari sisi domestik, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan perlu ditingkatkan agar sesuai dengan kapasitas perekonomian. Pada tnwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi diperkirakan meningkat didukung stimulus fiskall melalui implementasi proyek prioritas dan Paket Kebijakan Ekonomi Pemerintah 2025 serta bauran kebijakan Bank Indonesia yang mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas. Konsumsi rumah tangga diperkirakan tumbuh lebih tinggi didorong kenaikan ekspektasi penghasilan, khususnya pada kelompok menengah ke bawah, sejalan tambahan bantuan sosial pemerintah serta kenaikan mobilitas dan aktivitas masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Investasi, khususnya nonbangunan, diperkirakan lebih tinggi tercermin dari indeks Prompt Manufacturing Index (PMI) yang tetap pada level ekspansif. Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi tahun 2025 diperkirakan berada dalam kisaran 4,7-5,5144 dan akan meningkat pada 2026. Bank Indonesi akan terus memperkuat bauran kebijakan melalui bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan system pembayaran yang bersinergi dengan kebijakan stimulus fiskal dan sektor riil pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dan tetap menjaga stabilitas Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran
Page 33 OCR 0.651
KJPP Edi Andesta dan Rekan Neraca Pembayaran Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap terjaga baik sehingga mendukung ketahanan eksternal. Pada triwulan III 2025, transaksi berjalan tetap baik dengan mencatat surplus sejalan dengan kenaikan ekspor non migas, ditopang oleh ekspor minyak kelapa sawit (CPO) ke India, logan mulia dan perhiasan ke Swiss, serta batu bara ke Tiongkok. Sementara dari transaksi modal dan finansial, penanaman modal langsung diperkirakan tetap positif sejalan prospek ekonomi domestic yang tetap baik sedangkan investasi portofolio diperkirakan mengalami net outfiows seiring meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Pada triwulan IV 2025, investasi portofolio hingga 17 November 2025 membaik yang mencatat net infiows sebesar 1,8 miliar dolar AS terutama ditopang aliran masuk investasi ke saham. Posisi Cadangan devisa pada akhir Oktober 2025 meningkat menjadi sebesar 149,9 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Tabel : Neraca Perdagangan Indonesia Teansaks Berjatan 29 23 13 14 20 24 30 20 412 87 4. ET “9 A Bang KElajujnal aw || ujar wa Taj uas | Ehseor dob Belas lalajlan aja ja|ans| am jajar as merkb ”——o oasis (ss | sj ana | ae ss | ses | mo | 225 | 200 | Sia | ya & Non migas mg laolyja | wm|lu|w|ma| waw jual wja D Mgas 39 Al Ad 49 199 45 48 AA S1 195 AJ 47 25) (Eman as Jas | an Tas | ana | 42) s0 | 42) s2 -a8 | S5 | S$ | 43 (CPengapsanPrmer | 88 | 92 | S8) 83) sen Tan aa Jas |ao| S9 | s3 ana O Pendapatan IL 1A 13 13 54 13 14 1s Iri 8g 18 1 1 Seturdar Transaksi Modal dan 1 Tak 25 | 108 39 24 26 89 34 ng 04 52 | 81 | Fnansisi Ae NA BE DEA ES DK DN DEDE DES ECO BL EN BEN MEI TimesesPotodo | 39 | 28 | S0 as | 22 | 2 | a2 | se jas| Tuan | 3. Investasi Lainnya srerajaraansaaB|u|2ejuj au Neraca Keseluruhan 65 AA 15 88 63 40 48 59 19 12 08 &7 84 KCadansan Desa | Tes2 | fans | ima | vesa | yana Toe | mo2 jaan Tar | ser sni | oman | ai Diam bulan mpor G2 Teo an Tes as Taja luara | “ Tesla jan dan pembayaran ULN pemerntah 0 "Tnsaksi Berjalan 3laruarararujrarara| usulan u (wPOBI Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran L | Sumber Bari Indonssaa “Angka sementara, "" Angka sangat semartara
Page 34 OCR 0.933
KJPP Edi Andesta dan Rekan 33 Inflasi Inflasi secara umum tetap terjaga dalam kisaran sasaran, Infiasi IHK pada September 2025 tercatat sebesar 2654 (yoy). Inflasi inti tetap rendah sebesar 21994 (yoy), dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi yang masih dibawah kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga kebijakan moneter Bank Indonesia dalam menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya dan imported inflation yang rendah. Inflasi kelompok administered prices (AP) juga tetap rendah sebesar 1,1016 (yoy) seiring menurungnya tarif angkutan dan bensin ditengah kenaikan harga jual eceran rokok. Sementara itu, inflasi kelompok volatile food (VF) meningkat menjadi 6,444 (yoy) didorong terutama oleh kenaikan harga komoditas cabai, bawang, beras dan daging ayam ras seiring berakhirnya masa panen dan peningkatan biaya input produksi. Inflasi pada tahun 2025 dan 2026 tetap terjaga rendah dalam sasaran 2,5t195. Inflasi inti diperkirakan tetap rendah seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas ekonomi yang masih besar, imported inflation yang terkendali, dan dampak positif dari digitalisasi, Sementara itu, inflasi VF diperkirakan tetap terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi oleh Tim Pengendalian Infiasi Pusat/Daerah (TPIP/TDIP) dan penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional. Grafik : Inflasi Indonesia L (Sumber BPS Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran
Page 35 OCR 0.926
34 35 KJPP Edi Andesta dan Rekan Nilai Tukar Rupiah Nilai tukar Rupiah tetap terkendali didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia di Tengah ketidakpastian global yang tinggi. Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS pada September 2025 (hingga 16 Seplember 2025) menguat sebesar 0304 (ptp) dibandingkan dengan level akhir Agustus 2025, Stabilitas nilai tukar Rupiah didukung oleh konsistensi kebijakan stabilisasi Bank Indonesia di Tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global serta peningkatan konversi valas ke Rupiah oleh eksportir seiring penerapan penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA). Secara umum, perkembangan Rupiah relative stabil bila dibandingkan dengan kelompok mata uang negara berkembang dan negara maju. Namun, sampai dengan akhir September 2025 Rupiah melemah sebesar 1,056 (ptp) apabila dibandingkan level akhir Agustus 2025 seiring dengan ketidakpastian yang cukup tinggi. Suku Bunga Penurunan suku bunga pasar uang dan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) sejalan dengan pelonggaran kebijakan moneter Bank Indonesia perlu diikuti dengan penurunan suku bunga perbankan. Suku bunga INDONIA terus mengalami penurunan sebesar 144 bps dari 6,034 pada awal tahun 2025 menjadi 4,594 pada 16 September 2025 seiring dengan penurunan Bl-rate sebesar 125 bps sejak Septermber 2024 di pasar uang. Suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan juga mengalami penurunan masing-masing sebesar 210 bps, 213 bps dan 219 bps sejak awal 2025 menjadi 5,066: 5,074, dan 5,085 pada 12 September 2025. Imbal hasil SBN untuk tenor 2 tahun menurun sebesar 185 bps dari 6,969 pada awal 2025 menjadi 5,1196 pada 16 September 2025, sementara untuk tenor 10 tahun menurun sebsar 94 bps dari tingkat tertinggi 7,264 pada pertengahan Januari 2025 menjadi 6,32”4, Sementara itu, penurunan suku bunga perbankan masih mengalami perlambatan sehingga masih diperlukan upaya percepatan. Penurunan Bl-rate sebesar 125 bps masih lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga deposito 1 bulan yang turun sebesar 16 bps dari 4,819 pada awal 2025 menjadi 4,659 pada Agustus 2025. Hal tersebut terutama dipengaruhi oleh pemberian special rate kepada deposan besar yang mencapai 2595 dari total dana pihak ketiga bank. Suku bunga kredit perbankan masih melambat, tercatat penurunan 7 bps dari 9,2016 pada awal 2025 menjadi sebesar 9,134 pada Agustus 2025. Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran
Page 36 OCR 0.941
3.6 KJPP Edi Andesta dan Rekan Grafik : Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan INDONIA Suku Bunga Kebijakan Bank In Perkembangan Industri Pariwisata dan Perhotelan Pariwisata merupakan salah satu sektor yang semakin penting sejalan dengan perkembangan dan kontribusi yang diberikan melalui penerimaan devisa, pendapatan daerah, pengembangan wilayah, maupun penyerapan investasi dan tenaga kerja Pariwisata dapat dan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Sektor pariwisata memberikan kontribusi dalam perekonomian dilihat dari aktivitas wisatawan yang datang menghabiskan sejumlah uang untuk transportasi, membeli produk atau jasa serta kegiatan rekreasi lainnya. Kegiatan tersebut memberikan efek langsung pada bisnis dan perekonomian yang dapat terlihat dari pendapatan upah tenaga kerja sektor pariwisata dan pajak yang dibayarkan. Penyerapan tenaga kerja pada sektor pariwisata dari tahun 2017 — 2019 terus mengalami kenaikan. Pada tahun 2019, serapan tenaga kerja sektor pariwisata mencapai 13 juta orang naik 3,174 dibandingkan dengn tahun 2019. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah pekerja pada industri pariwisata dalam proporsi terhadap total pekerja tahun 2017 sebesar 10,534, 2018 sebesar 11,176 dan 2019 sebesar 11,835
Page 37 OCR 0.889
KJPP Edi Andesta dan Rekan Namun, pandemi yang menghantam Indonesia pada tahun 2020 menyebabkan penurunan jumlah wisatawan sehingga tenaga kerja di sektor pariwisata ikut terdampak mengalami penurunan mencapai 409 ribu tenaga kerja. Pemerintah terus berupaya untuk mengoptimalkan pembangunan sektor pariwisata agar jumlah wisatawan membaik pasca pandemi serta melakukan pengembangan mencakup infrastruktur, kesiapan sumber daya Masyarakat. Indonesia memiliki 10 destinasi wisata prioritas yaitu Danau Toba, Tanjung Kelayang, Mandalika, Wakatobi, Pulau Morotai, Kepulauan Seribu, Tanjung Lesung, dan Borobudur Pada tahun 2021 memiliki lima destinasi super prioritas yaitu Mandalika, Borobudur, Labuan Bajo, Danau Toba dan Likupang. Pariwisata Indonesia tercatat terus berkembang sejalan dengan peningkatan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada tahun 2017 - 2019 mengalami peningkatan dari total 14,04 juta kunjungan (2017) menjadi 16,27 juta kunjungan (2019). Namun, pada tahun 2020 dan terus berlanjut sampai dengan 2021 mengalami penurunan yang signifikan masing-masing tercatat 4,05 juta kunjungan (2020) dan 1,56 juta kunjungan (2021). Penurunan jumlah wisatawan mancanegara dikarenakan adanya Pandemi Covid-19 yang membatasi mobilitas masyarakat. Total kunjungan tahun 2020 turun 75,1096 dibanding tahun 2019. Pada tahun 2021, tercatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mengalami penurunan sebesar 61,574 dari total kunjungan tahun 2020, Kemudian pada tahun 2022 — 2024 terjadi peningkatan jumlah kunjungan seiring dengan berakhirnya pandemi Covid-19 dari sebanyak 5,89 juta kunjungan (2022) menjadi 13,90 juta kunjungan 2024. Grafik — : Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia 2017 - September 2025 Jumlah Kunjungan (Dalam Ribu) 15aro,a1 1627438 16000.00 14.039,80 1390242 1a.oo0.00 1200000 1167783 1143165 10000.00 8000,00 i 0 6000,00 4.052,92 400020 2000100 : - tag 2017 218 -9 2020 has 2023 14000,00 Sumber: Badan Pusat Ststsik Indonesia Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran M-7
Page 38 OCR 0.930
ui — SC. (EN TI TM A PP RA sAL KJPP Edi Andesta dan Rekan Pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada periode September 2025 mencapai 1,39 juta kunjungan meningkat 9.049 dari September 2024, namun menurun dibandingkan dengan bulan Agustus 2025 sebesar 7,339 dari total kunjungan sebesar 1,51 juta kunjungan, Total jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada periode Januari-September 2025 tercatat sebesar 11,43 juta kunjungan meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, Berikut ini merupakan perkembangan jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia. Kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia dihitung dari 3 pintu masuk yakni pintu masuk udara, pintu masuk laut dan pintu masuk darat. Berdasarkan jenis pintu masuk, jumlah kunjungan wisman pada September 2025 yang melalui pintu masuk utama sebanyak 1,22 juta kunjungan dan pintu masuk perbatasan sebanyak 175,75 ribu kunjungan, Jumlah kunjungan yang melalui pintu masuk utama didominasi oleh wisman dengan moda angkutan udara sebesar 81,7495, wisman dengan moda angkutan laut dan darat masing-masing hanya sebesar 14,954 dan 3,314, Bandara Ngurah Rai-Bali dan Soekamo Hatta-Banten tercatat menjadi pintu masuk utama moda angkutan udara dengan kunjungan wisman terbanyak di bulan September 2025. Pelabuhan Batam dan Tanjung Uban di Provinsi Kepulauan Riau tercatat menjadi pintu masuk utama moda angkutan laut dengan kunjungan wisman terbanyak. Selanjutnya, pintu masuk Atambua (Nusa Tenggara Timur), Lintas Batas Jayapura (Papua), dan Entikong (Kalimantan Barat) tercatat sebagai pintu masuk utama moda angkutan darat dengan kunjungan wisman terbanyak di bulan September 2025. Sementara itu, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) Indonesia periode Januari-September 2025 tercatat sebesar 901,90 juta perjalanan, meningkat 18,9995 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 757,96 juta perjalanan. Hal tersebut menunjukkan perbaikan kondisi untuk perjalanan wisnus di Indonesia. Arus perjalanan wisata didominasi di Pulau Jawa mencapai 64,219 dari total perjalanan wisnus. Pulau Jawa masih menjadi tujuan utama per Provinsi Jawa Barat mencatatkan jumlah perjalanan wisnus tertinggi pada September 2025 sebesar 17,20 juta perjalanan atau 18,239 dari total perjalanan di Indonesia. Perkembangan pariwisata secara umum akan memicu meningkatnya pembangunan hotel dan resort di berbagai kawasan Indonesia. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada September 2025 rata-rata sebesar 38,204, lebih rendah dibandingkan September 2024 atau turun 4,839. TKP hotel dibedakan menjadi TPK hotel bintang dan non bintang yang masing-masing mencatatkan TPK sebesar Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran
Page 39 OCR 0.928
4 € s ".N TIPU A PPRA'/SAt KJPP Edi Andesta dan Rekan 50,1696 dan 25,384 pada September 2025. Selain itu, TPK berdasarkan klasifikasi hotel tertinggi pada September 2025 tercatat pada hotel bintang 5 sebesar 57,1196, sedangkan TPK terendah tercatat pada hotel nonbintang sebesar 25,38. Jika dibandingkan dengan kondisi bulan September 2024 seluruh klasifikasi hotel mengalami penurunan kecuali hotel bintang 5 yang mengalami sedikit kenaikan. Secara spasial, TPK hotel bintang positif hanya terjadi di lima provinsi dengan pertumbuhan tertinggi yaitu Provinsi Papua Tengah, Bali, dan Papua Pegunungan, masing-masing naik sebesar 6,6196 poin, 1,831 poin, dan 1,634 poin. Sedangkan TPK hotel non bintang yang mencatatkan pertumbuhan positif sebanyak 10 provinsi dengan TPK tertinggi yaitu Provinsi Banten naik 4,8495 poin, diikuti oleh Sumatra Selatan naik 2,79'h poin dan Papua Pegunungan naik 2,534 poin dibanding September 2024. Industri Pariwisata di Majalengka Majalengka merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang memiliki peluang untuk mengembangkan industri pariwisata baik wisata alam, budaya dan buatan. Pemerintah Kabupaten Majalengka mencatat terdapat 197 lokasi objek dan daya tarik wisata diantaranya Situ Cipanten, Jembar Water Park dan Terasering Panyaweuyan, Pariwisata di Majalengka memiliki berbagai potensi wisata yang menjadi daya tarik wisatawan nusantara dan mancanegara. Pertumbuhan wisatawan yang datang merupakan gambaran daya tarik dan potensi untuk mendorong perekonomian daerah, budaya serta sosial masyarakat. Kabupaten Majalengka memiliki infrastruktur yang mendukung kemudahan transportasi terutama untuk wisatawan mancanegara dengan hadirnya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Wisatawan mancanegara yang masuk melalui Bandara Intemasional Kertajati periode Januari 2024 sampai September 2025 berfluktuasi cenderung mengalami penurunan tercatat jumlah wisman sebanyak 263 kunjungan pada September 2025, menurun dibandingkan dengan 870 kunjungan pada September 2024, Meskipun demikian, jumlah kunjungan pada September 2025 meningkat apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu naik 13,994. Hal tersebut menunjukkan sinyal positif setelah terjadi penurunan pada bulan Agustus, Wisman yang datang melalui Bandara Internasional Kertajati didominasi oleh wisatawan asal Singapura dan Malaysia masing-masing tercatat sebesar 132 orang dan 38 orang (September 2025). Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran
Page 40 OCR 0.848
" s ( E N T F1 A PPRA'/SAL KJPP Edi Andesta dan Rekan Menurut data BPS, wisman masih didominasi oleh kunjungan yang berasal dari Kawasan Asia Tenggara, Berikut ini perkembangan jumlah kunjungan wisman ke Majalengka periode Januari 2024 - September 2025. Grafik : Jumlah Kunjungan Wisman Majelengka 2024 - September 2025 Tan “OIL AaAK I t » 2.2 » » » PER Keenan en da San Aa Sumbar Badan Pusat Statstk Majakngka Wisatawan nusantara yang berkunjung ke Majalengka 1 tahun terakhir tercatat berfluktuasi namun cenderung mengalami peningkatan dari sebesar 210 ribu kunjungan pada Januari 2024 menjadi 279 ribu kunjungan per Septemer 2025. Tren pertumbuhan juga tercatat apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya pada periode yang sama yaitu meningkat 7,89b, Wisnus terutama berasal dari Kabupaten Cirebon, Kabupaten Sumedang, Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Kuningan. Berikut ini perkembangan jumlah kunjungan wisnus ke Majalengka periode Januari 2024 — September 2025. Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran
Page 41 OCR 0.842
KJPP Edi Andesta dan Rekan Grafik : Jumlah Kunjungan Wisnus ke Majelengka 2024 - September 2025 (dalam 2 8» 2 & » td PR AP An di dn Ode RA le in Hn An Mn an Ji Sumber Badan Pusat Stabetik Majalengka Tingkat Penghunian Kamar (TPK) dapat dibagi menjadi 2 TPK yaitu TPK hotel bintang dan hotel non bintang. Peningkatan TPK merupakan indikasi tingginya permintaan fasilitas akomodasi yang disebabkan oleh meningkatnya aktivitas wisata, kegiatan publik serta pelaksanaan event di daerah tersebut. TPK gabungan hotel bintang dan nonbintang di Kabupaten Majalengka pada September 2025 tercatat sebesar 37,799, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 38,6096 atau naik 1,19 poin, Peningkatan terjadi pada TPK hotel bintang pada September 2025 tercatat sebesar 405014, naik dibandingkan 38,83'4 pada Agustus 2025 dan 38,664 pada September 2024. Hal tersebut menunjukkan bahwa hotel bintang masih menjadi pilihan utama karena menawarkan kenyamanan, fasilitas lengkap, serta lokasi strategis. Peningkatan juga sejalan dengan meningkatnya permintaan akomodasi dari tamu yang datang untuk menghadiri kegiatan resmi, rapat, maupun event berskala besar di Kabupaten Majalengka. Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran
Page 42 OCR 0.804
Lu - 8 LE MR TLP AC APPRAISAL KJPP Edi Andesta dan Rekan Di sisi lain, TPK hotel non bintang mengalami peningkatan namun terbatas tercatat September 2025 mencapai 32,64"4, naik dari 32,379o pada Agustus 2025 dan lebih tinggi dibandingkan 30,31b pada September 2024. Tren positif atas pertumbuhan TPK hotel bintang dan non bintang menunjukkan adanya pemulihan serta pertumbuhan yang stabil dipengaruhi oleh aktivitas wisatawan. Selama pericde 2024 sampai 2025, TPK cenderung fluktuatif dan meningkat menjelang pertengahan dan akhir tahun. Berikut ini perkembangan TPK hotel bintang dan non bintang di Majalengka periode Maret 2024 — September 2025. Grafik : Perkembangan TPK Hotel di Majalengka Maret 2024 - September 2025 Pur IA Ana MarIA MAh MMA hat SapIA Oen3d Menit Deedd una Fak Pur) Apik Mara kn2k Wii Mugdh Sep Han bete ae Maa metang Sumbar: Badan Pusat Statistik Majalengka Pada September 2025, rata-rata lama menginap tamu asing sebesar 1,00 malam dan 1,22 malam tamu Indonesia. Hal tersebut mencerminkan tamu domestik lebih lama menghabiskan waktu sejalan dengan peningkatan aktivitas perjalanan wisata dan kegiatan bisnis di Majalengka, Festival daerah dan event di Majalengka merupakan salah satu pendorong peningkatan okupansi hotel serta berdampak luas pada perekonomian dan pariwisata Majalengka. Meskipun demikian, peningkatan TPK harus diimbangi dengan kualitas layanan dan promosi wisata yang berkelanjutan. Saat ini, Majalengka memiliki potensi besar dari sektor pariwisata dan bahkan infrastruktur. Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran
Page 43 OCR 0.821
AP PRA/SAL KJPP Edi Andesta dan Rekan Potensi terus berkembangnya hotel di Majalengka ditandai dengan adanya persaingan Industri hotel, bumi perkemahan, villa, dan pondok wisata di Majalengka. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Majalengka mencatat terdapat hotel atau penginapan baik hotel bintang dan non bintang sebanyak 32 di Majalengka. Faktor ketersediaan infrastruktur turut menjadi pendorong industri ini diantaranya Bandara Intemasional Kertajati serta dua ruas jalan tol Cipali dan Cisumdawi, Berikut ini merupakan data hotel Tabel : Daftar Hotel/lPenginapan di Kabupaten Majalengka 2020 - 2024 No Nama Hotel Warnai Tahun 1 | Hotel Paraland Munjul-Majalengka 22 2 | Wisma Puspa Indah Komplek Puspa Indah CGS 220 3 | Hotel Tidar Jaya JL Kartini MIL 2020 4 7 Hotel Noni Syariah XL Jend AYani 2020 5 | Penginapan Sedemana Baru JL KH, Abdul Halim 22 8 | Penginapan Hikmah LL. Siti Armilah 22 7 | Hotel Puri Elsas IL Pemuda 2021 & | Hotel Fitra JL KH, ABDUL HALIM 22 9 | Hotel Putra Jaya JL KH. ABDUL HALIM 202 (90 | Hotel Green Garden JL KH. ABDUL HALIM 2020 11 | Penginapan Saputra JL PASAR BALONG KDP 22 12 | Penginapan Pamily JL PASAR BALONG KDP 22 13 | Hotel Nusa Indah JL RAYA BARAT KDP 22 18 | Hotel Libra JL BRAWUAYA KDP 2020 15 | Cideres Holday Homesy JL KESATUAN 28 GANDASARI- 2020 KASOKANDEL 16 | Hotel Aliky JL JATIBARANG-KADIPATEN 2029 17 | Hotel Pelangi JL MAJALENGKA-KADIPATEN 22 18 | Kolonial Guest House | JL BRAWIJAYA KDP 2021 19 | 0yO2544 Sukawana Travel Hub ”— | SUKAWANA -DAWUAN 2021 Residence 20 | Redoorz Syariah Near Rsud Cideres | JL KESATUAN 8 DS. GANDU - DAWUAN | 2021 2 | Redoorz Plus Near Rsud Cideres IL PUSPAINDAH TNO. 25 CIGASONG | 2021 2 | 0yo 3112 Wsma Dirmayo JL PEMUDA 91 MAJALENGKA KULON | 2021 23 | Hotel Horison Kertajati JL JATIBARANG-KADIPATEN an 24 | Cemara Guest House Syarah JL JATIBARANG-KADIPATEN pal 25 | Hotel Amelia JL KADIPATEN 2021 28 | Hotel Arya IL RAYA SILIWANGI-KADIPATEN 2022 27 | Hotel Summervile PA AA NA 2022 28 | Hotel Bima JL KH, ABDUL HALIM NO 121 2022 LEUWISEENG-KDP Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran
Page 44 OCR 0.884
Tn. sc EN7T Fc AP PRA'SAL KJPP Edi Andesta dan Rekan Na Nama Hotel Alamat Tahun 29 | Hotel Green Garden JL KH. ABDUL HALIM 2023 30 | Hotel Achvera DESA SUTAWANGI-KEC. JATIWANGI 2023 31 | Hotel Fiens Jl. KERTAJATI-KADIPATEN NO.180 2023 32 | Penginapan Hikmah | JL SITI ARMILAH 2023 Sumber Dinas Parwsata dan Kebudayaan Kabupaten Majalengka, 2024 Perusahaan yang memiliki hotel di Majalengka perlu strategi untuk meningkatkan okupansi hotel. Selain itu, fokus pendapatan lainnya dapat berasal dari penyewaan convention hall, banguet, breakfast, food and beverage, laundry dan lainnya. Okupansi hotel tentunya sejalan dengan potensi wisata dikawasan tersebut, maka sesuai dengan rencana hadirnya Umrah Park diharapkan potensi wisata dan perekonomian Majalengka dapat meningkat. Kertajati Umrah Park merupakan Kawasan religi terpadu yang mengoptimalkan data guna dan hasil guna property milik pemerintah daerah Majalengka seluas 9,3 hektar. Pengembangan lahan total 4 hektar akan dijadikan pelatihan manasik haji dan dilengkapi fasilitas masjid, restoran, pusat kuliner, area bazzar, gedung serba guna dan tempat wisata. Aksesibilitas berupa Bandara Kertajati dan tol serta perkembangan kaawasan wisata menjadi peluang untuk industri hotel di Majalengka. Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran
Page 45 OCR 0.939
KJPP Edi Andesta dan Rekan | BABIV PENDEKATAN PENILAIAN 41. Pendekatan Penilaian Nilai Pasar atas saham perusahaan dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan (cara umum dalam menentukan nilai dengan menggunakan satu atau lebih metode penilaian spesifik) antara lain : a. Pendekatan Pasar 1) Metode Perbandingan dengan Perusahaan Terbuka (Guidline Publicly Traded Company Method) Metode perbandingan dengan perusahaan terbuka merupakan metode penilaian yang didasarkan pada pendekatan perbandingan data pasar (market comparison approach). Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan harga yang telah atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Nilai pasar dari perusahaan pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan terbuka/publik). Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah sebagai berikut: a) Perusahaan yang dapat digunakan sebagai perusahaan pembanding adalah perusahaan yang telah memiliki harga pasar yang terjadi dalam jangka waktu tidak lebih dari 6 (enam) bulan sebelum Tanggal Penilaian. b) Penilai Usaha wajib memiliki keyakinan yang memadai untuk membuktikan dan menjelaskan bahwa data harga pasar yang digunakan dalam Pendekatan Pasar (Market Based Approach) dihasilkan dari suatu transaksi yang bersifat wajar (arms-length fransaction), C) Penilaian dengan menggunakan Metode Pembanding PerusahaanTercatat di Bursa Efek (Guideline Pubiiciy Traded Company Method) hanya dapat menghasilkan indikasi Nilai minoritas. d) Perusahaan pembanding yang digunakan wajib merupakan perusahaan yang tercatat di bursa efek dan sahamnya ditransaksikan selama 60 (enam puluh) hari bursa dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari bursa terakhir sebelum Tanggal Penilaian (Cut Off Date), Pendekatan Penilaian
Page 46 OCR 0.921
"9 4“ (cz. NN T F |! ( A PPRA'/SAl KJPP Edi Andesta dan Rekan e) Perusahaan pembanding yang digunakan wajib memenuhi kriteria sebagai berikut: 1) industri, kegiatan usaha, produk, dan risiko usaha adalah sejenis, 2) karakteristik pertumbuhan (growth in sales and gamings) dan struktur permodalan (capital structure) adalah sebanding 3) kinerja keuangan historis selama 5 (lima) tahun terakhir adalah sebanding. 4) ukuran perusahaan (total assets) adalah sebanding: dan 5) pangsa pasar (market share) adalah sebanding. f) Jumlah perusahaan pembanding yang digunakan paling sedikit 5 (lima) perusahaan atau paling sedikit 8 (delapan) perusahaan dalam hal kriteria sebagaimana dimaksud dalam angka 5) hanya terpenuhi paling sedikit 3 (tiga) kriteria. Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan perusahaan dengan rasio yang diperoleh dan perusahaan pembanding, seperti rasio P/E (prica/eamning), PISR (price/sales revenue), PIBV (price/book value of eguity) dan sebagainya. Keterbatasan penggunaan pendekatan ini adalah karena data perusahaan pedoman (pembanding) yang benar-benar sepadan sulit didapat, terutama yang telah listed di pasar modal. Hal ini disebabkan data transaksi perusahaan cenderung tertutup kalaupun ada hampir tidak mungkin terakses, karena sifat kerahasiaannya, b, Pendekatan Pendapatan (Income Approach) Pendekatan ini merupakan pendekatan dapat digunakan untuk memperkirakan Nilai dengan mengantisipasi dan mengkuantifikasi kemampuan Obyek Penilaian dalam menghasilkan imbal balik (return) yang akan diterima dimasa datang yang relevan digunakan untuk perusahaan dengan net cash flow yang dapat di proyeksi dengan didasarkan pada kinerja waktu-waktu sebelumnya. Bila perusahaan masih dalam masa pembangunan dan atau kemampulabaan (profitability) relatif rendah, maka proyeksi-proyeksi pendapatan dan pengeluaran didasarkan kepada asumsi-asumsi yang relatif banyak. Ada dua metode yang diterapkan dalam pendekatan ini, yaitu: Pendekatan Penilaian
Page 47 OCR 0.929
He s LENTAIF IA « APPRA'/SAL KJPP Edi Andesta dan Rekan 1) Metode Diskonto Arus Kas (Discounted Cash Flow) Dalam hal Penilai Usaha menggunakan Metode Diskonto Arus Kas (Discounted Cash Flow Mothod), maka Penilai Usaha melakukan penelaahan atau penyesuaian atas asumsi, keakuratan perhitungan dan kebijakan akuntansi yang digunakan dalam menyusun proyeksi laporan keuangan. Metode Diskonto Arus Kas (Discounted Cash Flow Method) hanya dapat digunakan untuk menilai perusahaan yang telah melakukan kegiatan operasional selama satu tahun atau lebih, Pendapatan yang dikapitalisasi dalam metode ini adalah pendapatan nominal yang dianggap mewakili kemampuan perusahaan secara wajar dan proporsional dalam menghasilkan pendapatan tersebut. Pendapatan normal tersebut dikonversi menjadi nilai ekuitas dengan menggunakan tingkat kapitalisasi untuk ekuitas yang sesuai, yang pada dasarnya adalah bunga bebas resiko ditambah dengan suatu premi untuk meliput resiko yang melekat dengan penggunaan ekuitas tersebut pada perusahaan yang dinilai. Tingkat kapitalisasi tersebut dapat diperoleh dengan mencari dan mempertimbangkan perbandingan tingkat kapitalisasi yang pemah diaplikasikan pada perusahaan yang sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang dinilai, Salah satu tingkat kapitalisasi yang dapat digunakan adalah rasio Price/Eaming dari perusahaan sejenis yang telah tercatat di pasar modal. 2) Metode Proyeksi Pendapatan Ekonomis Seperti juga metode kapitalisasi pendapatan ekonomi mendatang, metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada pendekatan pendapatan (income approach). Proyeksi pendapatan ekonomis digunakan untuk mengestimasi aliran pendapatan ekonomis Obyek Penilaian dengan menggunakan Tingkat Diskonto yang wajib disesuaikan dengan tingkat pendapatan ekonomis Obyek Penilaian. Tingkat Diskonto dan Tingkat Kapitalisasi yang ditetapkan oleh Penilai Usaha wajib diuraikan dan digunakan dalam analisis proyeksi pendapatan ekonomis serta mengungkapkannya dalam Laporan Penilaian Usaha. Dalam membuat proyeksi pendapatan ekonomis, Penilai Usaha wajib: 1) menganalisis laporan keuangan Obyek Penilaian dan perusahaan pembanding pada industri yang sama dalam kurun waktu paling kurang 3 (tiga) tahun terakhir, Pendekatan Penilaian
Page 48 OCR 0.927
Lu: 8 C!EN TIP I « A P PRA /SAL KJPP Edi Andesta dan Rekan 2) melakukan penyesuaian atas laporan keuangan Obyek Penilaian, yang meliputi neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas: 3) memperhatikan kondisi yang terjadi setelah Tanggal Penilaian (Cut Off Date) yang dapat mempengaruhi proyeksi pendapatan ekonomis: 4) mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan usaha Obyek Penilaian sesuai dengan tingkat pendapatan ekonomis yang dihasilkan oleh Obyek Penilaian dan kepentingan usaha Obyek Penilaian, 5) melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan yang meliputi neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas, 6) mempertimbangkan masa manfaat atau siklus usaha Obyek Penilaian: dan 7) Dalam hal pendapatan ekonomis Obyek Penilaian atau operasional Obyek Penilaian tergantung pada faktor produksi utama yang memiliki masa manfaat terbatas atau memiliki siklus tertentu maka proyeksi keuangan wajib disusun selama masa manfaat atau mencerminkan sifat siklikal dari bisnis tersebut, Setelah dilakukan penyesuaian laporan keuangan, maka Penilai Usaha wajib menyajikan proyeksi pendapatan ekonomis dalam Laporan Penilaian Usaha, yang mencakup dividen berdasarkan perkiraan dividend pay out ratio, arus kas, dan Eaming Before Interest, Tax, Depreciation, and Amortization (EBITDA). Periode proyeksi pendapatan ekonomis wajib dilakukan dalam kurun waktu paling kurang 5 (lima) tahun kedepan, atau disesuaikan dengan sisa umur dari fasilitas produksi utama Obyek Penilaian. Penilai Usaha dilarang mendasarkan proyeksi pendapatan ekonomis hanya dengan menggunakan tren data historis. C. Pendekatan Asset (Asset Based Approach) Penilai Usaha yang menggunakan Pendekatan Aset (Asset Based Approach) dalam penugasan penilaian profesional wajib memiliki keahlian dalam bidang penilaian properti dan Penilaian Usaha. Dalam hal Penilai Usaha tidak memiliki keahlian dalam bidang penilaian properti, maka Penilai Usaha wajib mengacu pada hasil penilaian properti. Pendekatan Aset (Asset Based Approach) dapat digunakan untuk memperoleh indikasi Nilai dari Nilai suatu perusahaan, Nilai dari Modal yang Diinvestasikan (Invested Capitaf), Nilai dari struktur permodalan (capital structure), dan/atau Nilai Aset Bersih perusahaan (ekuitas). Pendekatan Penilaian
Page 49 OCR 0.921
pr (ENTIF ti A PPRA'ISA lt KJPP Edi Andesta dan Rekan Indikasi nilai ekuitas atau estimasi Nilai Aset Bersih (Net Asset Value) diperoleh dari selisih antara nilai aset termasuk Aset Takberwujud dengan nilai liabilitas, atas dasar nilai yang disesuaikan (appraised value) Pos-pos dalam laporan keuangan wajib disesuaikan untuk mencerminkan Nilai Pasar (Market Value) pada Tanggal Penilaian (Cut Off Date). Penyesuaian untuk masing- masing pos wajib diungkapkan di dalam Laporan Penilaian Usaha. Pendekatan ini cocok digunakan untuk menilai perusahaan dengan karakteristik asset based yang signifikan, dalam pendekatan ini ada dua metode yang dapat diterapkan, yaitu, 1) Metode Penyesuaian Aset Bersih (Adjusted Net Asset Method) Metode ini merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan neraca (balance sheet approach). Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas (llabilitiss) harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau hutang bank). Metode PAB wajib digunakan untuk menilai : a) ekuitas suatu perusahaan dimana Nilai perusahaan sangat bergantung pada Nilai aset tetap (a heavy based on fixad assetscompany/, seperti perusahaan real estat, b) ekuitas dari Holding Company c) perusahaan yang tidak memiliki riwayat pendapatan yang mempunyai prospek positif, perusahaan yang memiliki pendapatan yang berfluktuasi, atau perusahaan yang diragukan kemampuannya untuk melanjutkan operasi yang bersifat going concem, seperti perusahaan yang baru berdiri (start up company) atau perusahaan yang berada dalam kesulitan untuk memperoleh pendapatan (trouble companies): dj perusahaan yang memiliki dan/atau menguasai aset berwujud dalam jumlah yang signifikan e) perusahaan yang memiliki tenaga kerja yang memberikan nilai tambah relatif kecil terhadap barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan: atau f) perusahaan yang memiliki Aset Takberwujud dalam jumlah yang tidak signifikan Pendekatan Penilaian
Page 50 OCR 0.923
» € Ss ( ENTIF | € AP PRA/SAL KJPP Edi Andesta dan Rekan Penilaian atas aset tetap berwujud (fixed tangible assets) wajib dilakukan sesuai dengan metode yang berlaku dalam penilaian properti sesuai dengan Premis Nilai yang ditetapkan, maka Aset Takberwujud wajib diidentifikasi dan dinilai secara individual. 2) Metode Kelebihan Pendapatan (Excess Earning Method) Pada dasarnya, metode ini sama dengan metode penyesuaian nilai buku. Nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan nilai pasarnya terlebih dahulu, Yang membedakan metode ini adalah dalam proses perhitungan aset tak berwujud. Dalam hal Penilai Usaha menggunakan metode KKP, maka berlaku ketentuan sebagai berikut: a) Metode KKP wajib digunakan untuk menilai ekuitas perusahaan operasional (operating company) dengan tingkat pertumbuhan pendapatan dan laba yang relatif stabil. b) Pendapatan suatu perusahaan yang digunakan merupakan hasil dari produktivitas aset berwujud maupun tidak berwujud. Setiap kelebihan pengembalian (excess return atau gaming) yang diperoleh diatas pengembalian normal (normal retum) atas aset berwujud, diperhitungkan sebagai pengembalian dari Aset Takberwujud secarakolektif. c) Laporan laba rugi yang digunakan adalah: (1) laporan laba rugi tahunan tahun terakhir, (2) laporan laba rugi 12 (dua belas) bulan terakhir, (3) rata-rata tertimbang dari paling kurang 5 (lima) tahun terakhir, (4) proyeksi tahun berikutnya yang diyakini dapat dipertahankan dimasa depan d) Laporan laba rugi sebagaimana dimaksud dalam angka 3) wajib disesuaikan dengan prinsip dan prosedur penyesuaian untuk memperoleh laba operasi normal dari Obyek Penilaian. e) Penilaian yang digunakan pada Metode KKP wajib didasarkan atas: (1) nilai aset berwujud bersih (NABB)J/net tangible asset value (NTAV): (2) Tingkat Imbal Balik wajar (normal rate of retum) dalam persentase untuk NABB: (3) jumlah imbal balik wajar (dalam rupiah) untuk NABB: atau (4) laporan keuangan yang telah disesuaikan. Pendekatan Penilaian
Page 51 OCR 0.934
1». E N T F1 « A PPRA'/SAL KJPP Edi Andesta dan Rekan f) Penentuan Tingkat Imbal Balik wajar (normal rate of return) untuk NABB wajib sesuai dengan risiko yang melekat pada NABB tersebut dan mencerminkan Tingkat Imbal Balik rata-rata tertimbang antara biaya ekuitas dan biaya utang sesuai dengan kapasitas NABB dalam memperoleh pinjaman (borrowing capacity). 9) Pendapatan ekonomi atau laba normal yang akan dikurangi dengan jumlah imbal balik wajar atas NABB mencerminkan pendapatan ekonomi yang diperkirakan akan dapat dipertahankan dimasa datang. Selisih antara pendapatan ekonomi normal dan jumlah imbal balik atas NABB adalah jumlah imbal balik atas aset berwujud. h) Nilai ekuitas yang diperoleh dengan menambahkan nilai Aset Tak berwujud (going concern value) terhadap NABB mencerminkan nilai ekuitas (common stocks) secara keseluruhan. Dalam metode kelebihan pendapatan, untuk menghitung nilai aset tak berwujud terlebih dahulu dihitung nilai aset berwujud bersih (net tangible asset) dengan mengurangkan nilai pasar Liabilitas dari nilai pasar aset berwujud (setelah semua nilai pada neraca disesuaikan). Setelah itu diperkirakan nilai pendapatan yang diharapkan (expected revenue) per tahun dari nilai aset berwujud bersih tersebut dengan menggunakan tingkat pengembalian (rate of retum) yang wajar. Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung pendapatan normal (normalized earning) dari perusahaan yang dinilai dengan menyesuaikan laporan laba (rugi). Selisih antara pendapatan normal dengan pendapatan yang diharapkan merupakan kelebihan pendapatan (excess gaming) yang dihasilkan oleh aset berwujud bersih. Aset tak berwujud kemudian dihitung dengan cara mengkapitalisasikan kelebihan pendapatan tersebut dengan tingkat kapitalisasi (capitalization rate) yang sesuai. Langkah akhir dari metode ini adalah dengan menghitung nilai pasar ekuitas dengan menjumlahkan nilai aset berwujud bersih dan nilai aset tak berwujud Dalam hal Penilai Usaha menggunakan metode KKP, maka Aset Takberwujud wajib dinilai secara kolektif (big pof theory of goodwill). 4.2, Pendekatan Penilaian yang digunakan Penilaian saham BMP dilakukan dengan menggunakan 2 (Dua) pendekatan yaitu berdasarkan Pendekatan Pendapatan Metode Discounted Cash Flow dan Pendekatan Aset Metode Adjusted Net Assat Method Alasan-alasan pemilihan pendekatan pasar dan pendekatan aset dalam penilaian ini adalah sebagai berikut: Pendekatan Penilaian
Page 52 OCR 0.932
La. s LENTIFPI« A PPRA'ISAL KJPP Edi Andesta dan Rekan a. Kami tidak menerapkan "Pendekatan Pasar" karena kami tidak memperoleh data pembanding di Bursa Efek Indonesia yang bergerak di bidang hotel yang sebanding dengan Objek Penilaian, dengan demikian metode perbandingan dengan perusahaan terbuka tidak dapat digunakan dalam penilaian ini. b. Pada umumnya pertimbangan yang terpenting bagi pihak yang bemniat membeli suatu perusahaan adalah kemampuan perusahaan tersebut dalam menghasilkan pendapatan dimasa depan. Oleh karena itu, metode-metode penilaian yang didasarkan pada konsep hubungan antara pendapatan dan nilai, terutama metode diskonto pendapatan ekonomi mendatang, umum digunakan dalam penilaian atas ekuitas suatu perusahaan. BMP adalah Perusahaan yang bergerak dalam bidang perhotelan, secara komersial beroperasi. Dengan demikian, metode-metode penilaian yang didasarkan pada konsep hubungan antara pendapatan dan nilai yaitu metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, metode kapitalisasi pendapatan ekonomi mendatang, dan terutama metode diskonto pendapatan ekonomi atau metode diskonto arus kas (discounted cash flow method) kami pandang dapat digunakan dalam penilaian ini. Cc. Pendekatan Aset (Asset Based Approach) dapat kami terapkan dalam laporan penilaian ini karena BMP berbasis aset, serta dilakukan penilaian terhadap aset tetap BMP dengan demikian Pendekatan Aset (Asset Based Approach) dapat digunakan, Setelah mempelajari secara seksama, kami berpendapat pendekatan yang relevan dilakukan untuk menentukan nilai pasar saham BMP adalah Pendekatan Pendapatan Metode DCF (Discounted Cash Flow) dan Pendekatan Aset Metode Adjusted Net Asset Method, Pendekatan Penilaian
Page 53 OCR 0.902
an. « EN FTIR Et A PPRA'rSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan v| | Bap | PROYEKSI KEUANGAN 51 Business Plan Pedoman penilaian, pertama berdasarkan business plan BMP yang telah disusun pihak manajemen untuk beberapa tahun kedepan, disamping itu proyeksi keuangan BMP juga disusun berdasarkan data-data laporan keuangan yang disiapkan oleh pihak pemberi tugas untuk tahun-tahun yang berakhir per 3 Desember 2021 - 2024 dan 30 September 2025 (audited), Berdasarkan pendekatan dan metodologi penilaian yang akan dilakukan, maka kami melakukan langkah-langkah sebagai berikut : a. Melakukan tinjauan atas faktor ekstemal dan intemal yang mempengaruhi operasional BMP, b. Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historikal BMP. C. Melakukan tinjauan atas proyeksi keuangan BMP. d. Melakukan diskusi dengan manajemen atas proyeksi keuangan BMP. e. Membuat proyeksi keuangan yang akan digunakan dasar dalam penilaian saham BMP dengan pendekatan DCF Langkah-langkah a dan b telah diungkapkan pada bab-bab sebelumnya, sedangkan hasil diskusi dengan manajemen dimasukan kedalam proyeksi keuangan yang menjadi dasar dalam melakukan penilaian. Pada bagian berikut akan diuraikan tinjauan proyeksi keuangan. 52 Kegiatan Usaha BMP adalah suatu perusahaan tertutup yang bergerak di bidang penyediaan hotel dengan mengelola hotel bintang 3 yaitu Fitra Hotel Majalengka. Sebagai perusahaan yang berusaha di bidang perhotelan. Proyeksi Keuangan
Page 54 OCR 0.842
"nc (5... T F.&A APP RA/SAL KJPP Edi Andesta dan Rekan 53 Proyeksi Laba Rugi Tabel 5.6 Proyeksi Laba Rugi Pendapatan 2652000384 12976914229 14851739687 16451046005 1TISTSOA9TR 19000635956 Beban Pokok Penjualan (1728382179) (6109381413) (6798977328) (7424078778) (7740887942) (9.441.576831) Laba Kotor 1923708.205 6867436828 7.859.762.389 9006967.227 10.016637.036 10.658.060.127 Beban Usaha 1370616465 S3GIBALOr6 oo SE77210161 oSOBINIIOG G22M371.363I GM1SITASM Rugi Usaha 553091741 1473595790 2182552198 3053823919 3792269673 4242681432 Pendapatan (Beban) Lain-ain Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-lain, Bersih 1323025520) (1288147763) (1280821742) (1263833548) (1.241924508) (1.221.001.093) Rugi Sebelum Pajak Penghasilan 290.065.221 180.447.988 901.730.456 — 1789990370 2550341165 3.021.680.339 Pajak Penghasian Kini Tangguhan Laba (Rugi) Bersih Tahun Berjalan 20065.221 180.447.988 901730456 1789990370 2550341165 3.021.680.339 Laba Bersih Laba bersih pada 2026 sebesar Rp. 180.45 juta. Laba bersih pada tahun 2025 sebesar Rp. 230,07 juta, mengalami penurunan sebesar Rp. 49,62 juta. Penyebab penurunan tersebut adalah kenaikan Bunga Pinjaman Bank. Laba bersih pada tahun 2027 sebesar Rp. 901,73 juta. Laba bersih pada tahun 2026 sebesar Rp. 180,45 juta, mengalami kenaikan sebesar Rp. 721,28 juta. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan penghasilan bersih. Laba bersih pada tahun 2028 sebesar Rp. 1,79 miliar. Laba bersih pada tahun 2027 sebesar Rp. 901,73 juta, mengalami kenaikan sebesar Rp. 888,26 juta. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan penghasilan bersih. Laba bersih pada tahun 2029 sebesar Rp. 2,55 miliar. Laba bersih pada tahun 2028 sebesar Rp. 1,79 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 760,35 juta. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan penghasilan bersih. Laba bersih pada tahun 2030 sebesar Rp. 3.02 miliar. Laba bersih pada tahun 2029 sebesar Rp. 2,55 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 471,34 juta. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan penghasilan bersih. Proyeksi Keuangan
Page 55 OCR 0.825
" SC !ENTIF 1 AA. "TP RAISA KJPP Edi Andesta dan Rekan 54 Proyeksi Posisi Keuangan Tabel 5.7 Proyeksi Posisi Keuangan Aset Lancar Jumlah Aset Lancar 176656164 3851048056 6707653729 10410987652 13900565046 19386414274 Aset Tidak Lancar Jumlah Aset Tidak Lancar 45408522499 44901160693 43379585161 41752891324 40144282863 38689113973 JUMLAH ASET 45175.284133 48242206530 S0067.236890 Se163678976 54053847009 57.075.528.248 LIABILITAS DAN EKUITAS Liablitas Jangka Pendek Jumlah Liaolitas Jangka Pendek 206516568 3334556224 3STOAEI9I7 ITIGISOLI7 2MESIGSEI 206516568 Lablitas Jangka Panjang Jumlah Liahiitas sangka Panjang IS15IASATAN 36851500652 36058562744 37076746180 37.209207.577 37.200207.577 | Jumlah Liablitas 39099670148 4016 MMGBTA 4052946661 40816006376 4O155TAKIA5 40155 726.145 Ekuitas Jumlah Ekuitas BArsEtATa6 oo BKS60617T3 0557762229 11347782600 13898123764 16919804 103 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUWAS 48175284133 48842208550 50087238800 S2NEIBTANTG 5A0SIS4790G 57075528248 Total Aset Total aset pada tahun 2026 sebesar Rp. 48,84 miliar, Total aset pada tahun 2025 sebesar Rp. 48,18 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 666,92 juta. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan pada akun kas dan setara kas, dan persediaan. Total aset pada tahun 2027 sebesar Rp. 50,08 miliar, Total aset pada tahun 2028 sebesar Rp. 48,84 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 1,25 miliar. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan pada akun kas dan setara kas, dan persediaan. Total aset pada tahun 2028 sebesar Rp. 52,16 miliar. Total aset pada tahun 2027 sebesar Rp. 50,09 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 2,08 miliar. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan pada akun kas dan setara kas, dan persediaan. Total aset pada tahun 2029 sebesar Rp. 54,05 miliar. Total aset pada tahun 2028 sebesar Rp. 5216 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 1,89 miliar. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan pada akun kas dan setara kas. Total aset pada tahun 2030 sebesar Rp. 57,08 miliar. Total aset pada tahun 2029 sebesar Rp. 54,05 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 3.02 miliar. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan pada akun kas dan setara kas. Proyeksi Keuangan
Page 56 OCR 0.925
E N T Fi « AP PRAISAI KJPP Edi Andesta dan Rekan Total Liabilitas dan Ekuitas Total liabilitas dan ekuitas pada tahun 2026 sebesar Rp. 48,84 miliar, Total liabilitas dan ekuitas pada tahun 2025 sebesar Rp. 48,18 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 666,92 juta. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan pada akun utang pajak dan Total liabilitas dan ekuitas pada tahun 2027 sebesar Rp. 50,09 miliar. Total liabilitas dan ekuitas pada tahun 2028 sebesar Rp. 48,84 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 1,25 miliar, Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan pada akun utang pajak dan liabilitas imbalan kerja. Total liabilitas dan ekuitas pada tahun 2028 sebesar Rp. 52,16 miliar. Total liabilitas dan ekuitas pada tahun 2027 sebesar Rp. 50.09 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 2,08 miliar, Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan pada utang pajak dan liabilitas imbalan kerja. Total liabilitas dan ekuitas pada tahun 2029 sebesar Rp. 54,05 miliar. Total liabilitas dan ekuitas pada tahun 2028 sebesar Rp. 52,16 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 1,89 miliar. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan pada akun liabilitas imbalan kerja Total liabilitas dan ekuitas pada tahun 2030 sebesar Rp. 57,08 miliar. Total liabilitas dan ekuitas pada tahun 2029 sebesar Rp. 54,05 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 3,02 miliar. Penyebab kenaikan tersebut adalah penurunan pada akun defisit. V-4
Page 57 OCR 0.747
pa s (LENTIF IE AA PPRA'/SAL KJPP Edi Andesta dan Rekan 5.5 Proyeksi Arus Kas Tabel 5.8 Proyeksi Arus Kas Laba Bersih 230085.221 180447983 oo 0017IOA56 1780900370 2553241166 3021600389 Depresaasi 424758835 — 1792896196 1853333404 1908879926 1986341073 1800362647 Amorisasi Perubahan Moda Kerja Piutang Usaha 160014052) 51563511 47784234 (39150516) 04597 195471858) Persediaan (23460627) (888650) 187 537) (906.512 £ : Pencadangan Imbalan Kerja (90.281.148) 96435872 107302092 117763436 132.481.307 Aset Pajak Tangguhan 30685545 - - - Utang Pajak (B2TTASN) — IBROSASSE 226007693 168896280 (TG2KKIKOG) Utang Lain-lain (100.171.905) : 4 2 5 Arus Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan Untuk) Aktivitas Operasi 328.787.346 oo 2510500.563 3145250.341 3965462984 3884356.003 — 4815.571.331 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Perolehan Aset Tetap (110251425) (ITSMMTABI) (AAL TARBTN) (IO2MBSKEA) (077722612) (435109758) Arus Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi (119251426) — (375443381) (2at7anaTi) (302186089) 13T7.7I2612) — (4IS19NTSB) KENAIKAN (PENURUNAN) KAS DAN SETARA KAS MOSIS MG 2126057182 2MGS01ATO 3663278895 3SOGE2II1 4300377573 KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 1006531319 1216067238 3381124421 254625890 9O1TOO2TAS 13424526176 KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 1216067.238 3351124421 6254625890 9917902785 13424526176 17.804.903.749 Arus Kas untuk Aktivitas Operasi Arus kas proyeksi dari aktivitas operasi Perseroan pada tanggal 31 Desember 2026 sebesar Rp. 2,51 miliar naik sebesar Rp. 2.18 miliar atau naik sebesar 663,569 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 328,79 juta. Penyebab utama kenaikan depresiasi. Arus kas proyeksi dari aktivitas operasi Perseroan pada tanggal 31 Desember 2027 sebesar Rp. 3,15 miliar naik sebesar Rp. 634,75 juta atau naik sebesar 25,284 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2026 sebesar Rp. 2,51 miliar. Penyebab utama laba bersih. Proyeksi Keuangan
Page 58 OCR 0.902
3m: 8 . (CE MN TIP 06 MA PP RA'/SALt KJPP Edi Andesta dan Rekan Arus kas proyeksi dari aktivitas operasi Perseroan pada tanggal 31 Desember 2028 sebesar Rp. 3.97 miliar naik sebesar Rp. 820,21 juta atau naik sebesar 26,084 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2027 sebesar Rp. 3.15 miliar. Penyebab utama laba bersih. Arus kas proyeksi dari aktivitas operasi Perseroan pada tanggal 31 Desember 2029 sebesar Rp. 3,88 miliar turun sebesar Rp. 81,11 juta atau turun sebesar -2.054 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2028 sebesar minus Rp. 3,97 miliar. Penyebab utama utang pajak, Arus kas proyeksi dari aktivitas operasi Perseroan pada tanggal 31 Desember 2030 sebesar Rp. 4,82 miliar naik sebesar Rp. 931,22 juta atau naik sebesar 23,979 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2029 sebesar Rp. 3,88 miliar, Penyebab utama utang pajak, Arus Kas untuk Aktivitas Investasi Arus kas proyeksi yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan pada tanggal Oktober s.d Desember 2025 - 31 Desember 2030 dalam proyeksi diasumsikan untuk pembelian capex.
Page 59 OCR 0.932
61 Penilaian dengan Pendekatan Pendapatan Pada penilaian diskonto arus kas, terdapat 3 (tiga) pilihan arus kas untuk didiskonto, yaitu dividen, arus kas bersih untuk ekuitas dan arus kas bersih untuk perusahaan. Arus Kas Bersih (AKB) yang akan digunakan sebagai economic income yang didiskonto untuk dijadikan indikasi nilai bisnis adalah AKB untuk perusahaan (Free Cash Flow to Capital). Pengertian AKB adalah jumlah kas yang tersedia setelah terpenuhinya kebutuhan kas untuk kegiatan, merupakan arus kas yang tersedia bagi penyedia modal (utang dan ekuitas) dan telah bebas dari kewajiban untuk mempertahankan operasi saat ini (current operation) dan untuk mengantisipasi pertumbuhan perusahaan, yang dihitung sebagai berikut : Laba Bersih : t/t Depresiasi & Amortisasi #/t Interest (i x (1-T)) -I- Investment Outiays t/ - Perubahan Modal Kerja 2 AKB Untuk Perusahaan (Free Cash Flow to Capital) Proyeksi AKB tersebut, kemudian didiskontokan dengan menggunakan faktor diskonto yang menggambarkan tingkat pengembalian yang diharapkan investor (reguired rate of retum), setelah memperhitungkan risiko-risiko yang bersangkutan dengan proyeksi pendapatan pada masa mendatang untuk menghasilkan nilai perusahaan. Setelah diperoleh nilai perusahaan, nilai ekuitas dihitung dengan mengurangkan nilai perusahaan dengan jumlah hutang yang dimiliki, Dalam rangka penilaian saham ini, mengingat bahwa penilaian akan didasarkan pada AKB untuk penyedia perusahaan, maka penentuan tingkat diskonto yang digunakan berdasarkan Biaya Modal Rata-rata Tertimbang (Weighted Average Cost of Capital, WACC) dengan formula adalah sebagai berikut Penilaian Saham
Page 60 OCR 0.861
H E Ss (EN TIF IN « APPRA'/SAl KJPP Edi Andesta dan Rekan WACC - el(etbj)x kal # Hbi(etb)) x ko x (tt) Dimana : WACC biaya modal rata-rata tertimbang e 2 Nilai pasar ekuitas b 5 nilai pasar hutang ka 3 biaya modal untuk ekuitas ke z3 biaya modal untuk hutang t 2 tarif pajak 611 Penentuan Biaya Modal Ekuitas Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Assets Pricing Mode! (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas Fisiko ditambah premium untuk menutup risiko sistimatis dari sekuritas saham, dengan formula adalah sebagai berikut : Kes Re (RmRi) 84 Rs Dimana : Ke - Tingkat Biaya Bunga Ekuitas R 3 Tingkat Suku Bunga Bebas Risiko ERPn 5 Egulty Risk Premium Beta(B) - Ukuran Risiko Sistematis Rs 2 Specific Risk Premium Tingkat Suku Bunga Bebas Risiko (Ri, adalah tingkat suku bunga untuk instrumen- instrumen yang dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 30 September 2025, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu obligasi Pemerintah RI berjangka panjang (SUN) dalam mata uang Rupiah sesuai yang dikeluarkan Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) sebagai acuan “Benchmark” SUN Tahun 30 September 2025 dengan tenor 30 tahun dan yang akan berakhir pada 30 Seplember 2055 dengan tingkat yield 6,884. Penilaian Saham
Page 61 OCR 0.915
IN - Ss CT'ENTIFIC APP RAISA KJPP Edi Andesta dan Rekan Eguity Risk Premium, ERP.» adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan eguity nsk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-spedific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base aguity market risk premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat premi risiko sebesar 7,0394, yang diolah dari hasil riset Aswath Damodaran (New York University Business School). Relevared Beta (B), premi risiko tersebut masih harus dikalikan dengan 8 dari industn yang bersangkutan, berdasarkan average B dari damodaran, maka didapat besarnya Relevered 8, sebesar : 0,77. Default Spread, Pada perhitungan WACC, khususnya penentuan Tingkat Suku Bunga Bebas Resiko, penilai menggunakan data yang bersumber dari Damodaran, dimana data yang digunakan adalah Total Eguity Risk Premium yang juga telah mempertimbangkan resiko, Pada perhitungan WACC penilai juga memperhitungkan resiko lainnya termasuk Specific Risk, untuk menghindari perhitungan ganda Cosf of Eguity perdu dikurangi dengan Rating Based Default Spread yang bersumber dari data Damodaran juga sebesar 1879. 6.1.2 Tingkat Suku Bunga Biaya hutang (cost of debt) pada tanggal Penilaian (Cut Off Date) sebesar 8,894 yang berasal dari data tingkat bunga pinjaman rata-rata bank pemerintah dalam melaksanakan fungsi pembiayaan, Adapun sumber data yang digunakan adalah Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) yang diteribitkan oleh Bank Indonesia yang berlaku pada saat Penilaian, 6.1.3 Perhitungan Weighted Average Cost of Capital (WACC) Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan kekuatan dan kelebihan serta risiko Perseroan, kami berpendapat bahwa tingkat diskonto sebesar 9,21”4 per tahun adalah wajar untuk mendiskonto arus kas bersih dengan perhitungan sebagai berikut : Penilaian Saham
Page 62 OCR 0.856
E |. &. TIP I AP PRA'SAL KJPP Edi Andesta dan Rekan Tabel 6,1 Perhitungan Weighted Average Cost of Capital (WACC) 'WACC Cost of Eguity Risk free rate 6,834 Market risk premium 7,039 Levarad Beta 077 Specific Risk 0,004 (-) Default Spread 187 Cost of Egutty 10,394 Cost af Debit Investment Credit 8894 Tax 220016 Cost af Debit 6 KG Capital Structure Debt to Total capitalization 34,274 Eguity to Total capitalization 65,739 | wacc 9214 | 61.4 Discount for Lack of Marketability (DLOM) Discount For Lack Of Marketability (DLOM) mencerminkan pengurangan terhadap nilai sebagai pengaruh dari tidak likuidnya obyek penilaian untuk diperdagangkan. Likuiditas Perseroan dipengaruhi oleh hal-hal sebagai berikut : a. Informasi mengenai kondisi obyek penilaian yang relevan untuk penentuan harga masih tertutup. b. Berdasarkan ketentuan yang disepakati oleh para pemilik obyek penilaian, pelepasan hak milik harus dengan persetujuan pemilik yang lain dengan sangat prioritas pada persetujuan pemilik saham mayoritas. Cc, Perkembangan usaha Perseroan kedepannya. Besarnya DLOM dipengaruhi oleh: a. Besarnya pasar yang dapat mengakses kesempatan transaksi. b. Besarnya minat terhadap obyek penilaian. Secara umum usaha hotel pasarnya sudah banyak persaingan. Penilaian Saham
Page 63 OCR 0.902
2 PAN SI TS TI NA APPRAISA KJPP Edi Andesta dan Rekan Cc. Biaya untuk melakukan tindakan yang diperlukan guna meyakinkan kebenaran dari nilai obyek penilaian seperti audit, due diligence. d. Lamanya waktu yang diperlukan untuk melakukan transaksi. e. Biaya yang diperlukan untuk membuat obyek penilaian menjadi lebih likuid diperdagangkan (90 public), Untuk menjadi lebih likuid, selain keterbukaan informasi, potensi bisnis juga menjadi pertimbangan, oleh karena itu ada kemungkinan bahwa struktur atau model bisnis yang saat ini dijalani perlu dirombak, dan dalam kondisi ini tidak menutup kemungkinan dipertukan bantuan dari pihak yang memiliki model bisnis dan modal yang diperlukan untuk perombakan ini. Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, kami memperhitungkan diskon untuk tidak likuidnya saham perseroan sebesar 1096 dari indikasi nilai ekuitas. 6.1.5 Indikasi Nilai Ekuitas Dengan proyeksi keuangan dan tingkat diskonto yang digunakan maka diperoleh nilai bersih Perseroan seperti yang terlihat pada tabel berikut dibawah ini. Tabel 6.2 Indikasi Nilai Ekuitas/Saham Enterprise Value 65.022.154964 (1) Cash and Cash Egulvalent 1.006.531.319 H4) Debt (39.043. 1001000) Indikasi Nilai Ekuitas Sebelum DLOM 26.985.596.283 6.2 Penilaian dengan Pendekatan Aset 621 Perhitungan Biaya Ekuitas Prinsip penilaian dengan metode Pendekatan Aset (Aset Based Approach) adalah penyesuaian Nilai Pasar yang dilakukan atas nilai historis yang terdapat dalam posisi keuangan. Adapun langkah-langkah penerapannya adalah - a. Pada tahap pertama, mendapatkan posisi keuangan lengkap dengan penjelasan serta informasi lain yang terkait dengan keperluan penilaian, sesuai kondisi pada saat penilaian, b. Menyesuaikan atau mengubah pos-pos atau item-item yang terdaftar dalam posisi keuangan, baik aset lancar, aset tidak lancar, liabilitas jangka pendek, liabilitas jangka panjang, menjadi refleksi nilai pasar. Penilaian Saham
Page 64 OCR 0.930
6.2.2 6.23 (ENTIF II « APP RA'/SAL KJPP Edi Andesta dan Rekan C. Mengidentifikasi dan menilai item-item yang tidak terdaftar dalam posisi keuangan, biasanya dalam bentuk aset tidak berwujud, misalnya : biaya pra-operasi, sistem perangkat lunak, para karyawan profesional, uang jaminan, sistem pengendalian ISO dan pelanggan tetap Mengurangi seluruh nilai aset berwujud dan tak berwujud sesuai perhitungan diatas dengan kewajiban, untuk memperoleh nilai ekuitas per 30 September 2025. Nilai Pasar Aset Tetap Nilai Pasar aset tetap BMP per tanggal 30 September 2025, telah dilakukan penilaian oleh KJPP Bambang, Emasapta dan Rekan dengan nomor laporan aset yang telah dinilai yaitu Laporan Penilaian Aset Tetap No. 00576/2.0036-00/P1103/0073/1/X11/2025, tanggal 23 Desember 2025. Nilai Pasar atas aset berupa Tanah Bangunan, Sarana Pelengkap, Mekanikal Elektrikal, Fixture Furniture & Eguipment (FFE) dan Kendaraan BMP adalah Rp63.721.100.000,-, Nilai Penyesuaian Posisi Keuangan Perusahaan Sesuai dengan tanggal efektif penilaian yang telah ditetapkan, penyesuaian laporan keuangan dilakukan terhadap posisi keuangan BMP per tanggal 30 September 2025. Rincian penyesuaian yang dilakukan adalah sebagai berikut : a. Kas dan Setara Kasa tercatat Rp. 1,01 miliar, terhadap akun ini tidak dilakukan penyesuaian, karena sudah mencerminkan nilai pasar, b, Piutang usaha tercatat Rp. 392,72 juta, terhadap akun ini tidak dilakukan penyesuaian, karena sudah mencerminkan nilai pasar Cc. Persediaan tercatat Rp 65.40 juta, terhadap akun ini tidak dilakukan penyesuaian, karena sudah mencerminkan nilai pasar. d, Aset tetap, Tanah Bangunan, Sarana Pelengkap, Mekanikal Elektrikal, FFE dan Kendaraan tercatat Rp. 46,64 miliar, terhadap akun ini dilakukan penyesuaian dengan melakukan penilaian kembali, sehingga setelah dilakukan penyesuaian, maka Nilai pasar aset tetap, peralatan dan perlengkapan operasi menjadi sebesar Rp. 63,72 miliar, sesuai dengan laporan penilaian aset yang dilakukan oleh KJPP Bambang, Emasapta dan Rekan. @. Aset pajak tangguhan tercatat Rp. 110,07 juta, terhadap akun ini tidak dilakukan penyesuaian, karena sudah mencerminkan nilai pasar. Penilaian Saham
Page 65 OCR 0.935
6.24 (En 7 F1 AP PRAISAL KJPP Edi Andesta dan Rekan f. Pos-pos aset lainnya dan pos-pos liabilitas yang tercantum di posisi keuangan tidak disesuaikan karena dianggap telah merefleksikan nilai pasarnya. Dengan penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan tersebut. total aset BMP yang tercatat di posisi keuangan per tanggal 30 September 2025 sebesar Rp. 48,22 miliar, telah berubah menjadi sebesar Rp. 65,30 miliar. Nilai Pasar Saham BMP Dari hasil penyesuaian terhadap posisi keuangan BMP per tanggal 30 September 2025 diatas, Indikasi nilai ekuitas diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset Gan hutang yang telah disesuaikan. Nilai saham perusahaan tertutup biasanya dikenakan "discount for lack of marketability', diskon ini dimaksudkan karena saham pada perusahaan tertutup relatif lebih sulit untuk dikonversi menjadi dana cash, karena calon pembeli akan memeriukan waktu untuk menilai kewajaran nilai saham tersebut, berbeda dengan perusahaan terbuka dimana nilai saham pada waktu tersebut sudah merefleksikan nilai yang sebenarnya dari sahamnya, Sehubungan dengan hal tersebut penilai memberikan "discount for lack marketability” terhadap indikasi nilai saham tersebut. Besarnya discount sangat tergantung kepada kondisi dan jenis perusahaan atau bisnisnya. Sehubungan dengan hal tersebut penilai menetapkan besarnya "discount for lack of marketability" pada penilaian ini adalah 204. Selain potongan tersebut adanya opsi pemegang saham lain untuk membeli lebih dahulu saham yang akan dijual, dan kalaupun pemegang saham lain tidak berminat membeli, maka agak sulit untuk mencari investor lain untuk membeli saham tersebut, karena calon investor belum tentu cocok dengan pemegang saham lainnya. Penyesuaian laporan keuangan dan perhitungan nilai penyertaan saham dapat dilihat pada penyesuaian sebagai berikut : Penilaian Saham "-
Page 66 OCR 0.665
- Ss |... 1 Ft Tabel 6.3 Indikasi Nilai Ekuitas/Saham Dalam Rupiah 1 PP Tan an al ASET Aset Lancar Kas dan Setara Kas 11006.531.319 1.006.531.319 Piutang Usaha 392715309 392715.303 Persediaan 55404 404 55 404404 Jumlah Aset Lancar 1484651025 - 1464651.006 Aset Tidak Lancar Aset Pajak Tangguhan ttoor3se4 110.073.684 Aset Tetap 46543721769 17.077 378.231 83.721.100.000 Jumlah Aset Tidak Lancar 16.753.795.483 17077 378.231 62691 173.684 JUMLAH ASET 48.218 446.479 17.077.378.211 65.295:824,710 UUABILITAS DAN EKUITAS Liabiltas Jangka Pendek Utang Lain-lain 100.171.905 100.171.905 Utang Pajak 82.774514 62774514 Biaya Yang Masih Harus Dibayar 246.516.568 246.516.568 Utang Bank 270000000 2700000.000 Jumlah Liablitas Jangka Pendak. 3129462967 - 3129462987 Labiltas Jangka Panjang Utang Bank 6.103.100000 6103,100.000 Utang Sawa Pembiayaan - £ Utang Pemegang Saham 30.241.000.000 30.240000.000 Liabiltas Imbalan Kerja 500.334 925 500 334.908 Jumlah Liabiitas Jangka Panjang 362434528 - 36.843434928 Jumlah Liabditas 39972297915 - 39.972897.915 Ekuitas Modal Saham 55001000 000 55200.0100.000 Penghasilan Komprehensif Lan 327606885 - 327.505.886 Defisit 147,062057.322) (47.082.067 .322) Penyesuaian pn 17.077.378.201 17.077 379.231 Jumlah Ekuitas 8.245.548.564 - 2522926799 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 48.218 446479 : 65.295.324,710 Jurnlah Ekuitas 25322926799 Indikasi Nilai 1006 Ekuitas, sebelum DLOM 25322.926.195 Penilaian Saham
Page 67 OCR 0.875
KJPP Edi Andesta dan Rekan 6.3 Rekonsiliasi Nilai Sesuai dengan konsep keuangan perusahaan, seseorang memiliki atau membeli aset atau saham karena mengharapkan suatu aliran pendapatan (a stream of economic income) yang dihasilkan oleh aset atau saham tersebut. Dari kedua pendekatan diatas memberikan indikasi nilai yang berbeda: Pendekatan DCF lebih besar dibandingkan pendekatan pasar, Pada proses rekonsiliasi pendekatan pendapatan diberikan bobot 5096 untuk pendekatan aset diberikan bobot 5096, dikarenakan tingkat keyakinan kami terhadap kedua pendekatan tersebut sama besarnya, pendekatan pendapatan dengan pertimbangan BMP adalah perusahaan yang masih mempunyai potensi kedepannya sehingga pendekatan pendapatan merepresentatif terhadap harga saham di pasar, pendekatan aset diberikan bobot 5096 dikarenakan BMP merupakan perusahaan yang berbasis aset. Adapun hasil rekonsiliasi nilai dapat dilihat sebagai berikut : Pendekatan Metode Discounted Cash Pendapatan puma 18985586.283 508 13492798142 Pendekatan Aset. Nelods Adjusted NetAssets D5322996Tgs oo 50K 12661463368 Indikasi Nai Sebelum DLOM 28.154.256.539 DLOM (2016) (5.230.851.308) Indikasi 10086 Nilai Saham 20.923.405.232 Indikasi 99,99984 Nilai Saham 20.923.363.385 Pembulatan 20.923.363.000 Penilaian Saham
Page 68 OCR 0.928
KJPP Edi Andesta dan Rekan 6.4. Kesimpulan Nilai Pasar 549.999 lembar (99,9998”6) Saham penyertaan HFI pada BMP Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang terkait dalam rangka menentukan nilai saham Perseroan, maka kami berpendapat Nilai Pasar 549.999 lembar (99,99961) Saham penyertaan HFI pada BMP per tanggal 30 September 2025. Nilai Pasar 549.999 lembar (99,9998"5) Saham penyertaan HFI pada BMP Per 30 September 2025 adalah : Rp. 20.923.363.000,- Dua Puluh Miliar Sembilan Ratus Dua Puluh Tiga Juta Tiga Ratus Enam Puluh Tiga Ribu Rupiah Penilaian Saham
Page 69 OCR 0.505
0 KJPP Edi Andesta dan Rekan APP RAISA S5 CTL MN TIFIC £ IJABILITAS DAN EKUITAS Liabittas Jangka Pendek Utang Usaha Utang Lain-lain Utang Pajak. Biaya Yang Masih Harus Dibayar Utang Bank Utang Sewa Pembiayaan Jurviah Liabilitas Jangka Pendek Liablitas Jangka Panyang Utang Bank Utang Sewa Pembiayaan Utang Pemegang Saham Liabiltas Imbalan Kerja Jumlah Liabilitas Jangka Panjang Jurniah Liabilitas 787.100.244 21155:800 448 2estgrsa70 | #ngazs4m | o #s07se4001 | 1mesa1ang 258710717 285.094.201 msaaruma | oo Osasz220on | oo gercosa0e | werr6a9 21002000 5.380.000 7092000 B4SA.000 - - 51014902 7015817 153623 480 armaoga | oo ss2ss7s | #5040 . . . - 2682720 - Tina naas PE Inten | “zsosua “o0ss | Takasiann 147253171 142.860.201 97:396.085 10.408.130 gissagne | m0073 so30s2s2202 | o Ssesaesarea | Oo sewsaragann | sa0sowowas2 | 4g2200e03se | 4ee1072173 sesassasasi | oo osssogsadaro | oo sessii22425 | sacoogizasi | ad31gron27a | M75179553 Koseoseoaie | senyoriange | GOtLR2ONAN | oSENOGATASIN | SINOAN62 | TANAMAN 126173539 92990.079 107262374 ——— aa LL LIA 30273000 100.171.805 1488 768.289 342.137.009 121582.500 58.735.878 140.821.142 141.102.124 191.358 504 153.847.419 22774514 1062347.277 1354642215 1.053.036.056 853542676 346 739.405 46516568 2700000000 3540000.000 3.720000.000 5400.009009 2300000.000 | 270009099 167.005.828 2856.985 - 5) - - 6.743.121.708 5479437394 5.055.700.639 6.552.863.554 9AN516.088 | 1129462887 237131001000 22053100.000 20803100.000 15.403 100000 6103100000 | 6103109009 B854955 - - ba " pa 4509.000.000 12500000000 | 16560000000 | 22730000000 | 020000000 669378.049 649.364.578 442436752 320.095 995 41645.072 500.354.328 24391-335.004 21.112464,578 10145530752 | Izgndim985 | 20248445072 | 96543494928 31A34456.709 32881.901.972 38.801-237.391 38.826000549 | 39043163987 | 39972897.915 Penilaian Saham
Page 70 OCR 0.433
O KJPP Edi Andesta dan Rekan A PPRAINSAL S5 CGTENTAF IC - Modal Saham Perghasilan Kompeshensit Lain Dafisit Jumlah Ekuitas JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 55000000000 | — ssoonooooco | — sso0oococon| sscoooono0o | ssconoroooo | 55000000000 (17.626.004) 3.581.018 159133270 316 740738 Ierensang | 327605006 Iesasaano2ng) | ot203rozeaisep | Kans20004427 | (sng3ss62360 | 43080112920) | W7-0020573227 2anasuoaTn | oo BE33N28A | oo AN321OS2E27 | 1GATOBTBSNG | 1225TAT0N6E | B2A5SABSEA BIEE0IMAG | oo Gn2ae | oma Bae Ta Bagai Penilaian Saham
Page 71 OCR 0.593
O KJPP Edi Andesta dan Rekan A PP RA'/SAL c (CN T1IFI Ss « r Utang Pajak Biaya Yang Masin Harus Dibayar Utang Bank - Bagian jatuh tempo dalam setahun Utang Sewa Pembiayaan -Bagian jatuh tempo dalam setahun Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 1716067 238 3.351 124421 6254625390 9917902788 13.424526.178 17804903745 161.722.355 410.180.854 362375620 401527137 399481139 189962796 88855051 89753681 90851218 91557,730 91.557.730 91.557.730 1.786.681.634 3.851.038.956 6.707.653.729 10.410.987.652 13.909.565.046 18.386.414.274 10406 130 70.408.139 70408139 70408139 10.408.136 70408.139 78.01 470189 (31.953 255 320) 46.338 214369 44920761554 — 4329177022 — 416E24B3185 oo 40071874724 38.619.705.834 46.408.622499 44381.169.693 49379.585.161 41152891324 — 40144282863 38.689.113.973 48175284133 — 48442208650 — 30087.236.890 — 82163878976 — 3405).847.309 — 57.075,528.248 46516559 389 039656 623 947 M9 792 833.629 1M6516.568 240.515.588 48,516568 45.516.568 246.516.568 2700000000 2700000000 27000000 270 000.000 2700000000 2.700.000.000 2046516568 3.334.556.224 3.570.463.917 3738.350197 2.046.516.568 2.946.516.568 6.103.100.000 6.103.100.000 6.103.190.000 6.103.100.000 6.103.100.000 5.103.100.000 30 240.000 200 30.240.000.000 30.240 090.090 30 240.000.000 30240000000 30.240.000.000 410.053 780 508.490.652 615852 744 733.546.180 866 107.577 866.107.577 36.753.153.780 36.451.590.632 36958962744 — 37076746180 — 37.209.207.577 37,209.207.577 39.699.670.348 A01S6146.876 40579446661 40318.096.378 AOASST2AA4S 40.155.724 145 55.000.000.000 5.009.000.000 55.000.090.000 5.000.000.000 55.000000,000 55.000.000000 327 605885 327 805.885 327 605.888 327 605,666 3210115.886 327.805.886 146 351 982.1 146.671.544 113) 145786013666) (43979623280) (41429482122) 4097 801 BATS.61786 48.175.284133 13.898.123.764 48142208650 — 50057236890 — S2163878.976 —/ 54083847.909 8.656.061.773 9.557.792.229 1.347.782.600 57.075.528.248 | Penilaian Saham
Page 72 OCR 0.728
0 KJPP Edi Andesta dan Rekan A PP RAISA Indikasi Nilai Ekuitas/Saham - Pendekatan Pendapatan Metode Discounted Cash Flow 901730456 1.789.990.370 BN dh 2.550.341.165 3.021.680.339 (4) Interest " (T-Tax) 252349256 1009397025 1009397025 1009387025 1009397.025 1,009.397.025 (-)Tax (#) DEA 267098210 1127414718 1165419042 1212924448 1249057.350 1.188.703.890 (5) Caper 1119251426) (375443381) (24r7A8B71) (302186089) — (377732612) (435.193.758) (t-) Working Capital (275421108) 438719517 282794389 128829251 (784.787.631) (96.471.656) Free Cash Flow to the Firm (FCFF) 354.840.153 2.380.535.867 3.117.592.041 3.838.955.005 3.646.275.297 4.688.115.840 Terminal Value 81.995.699.228 Discount Rate 9,217 Perpetuity Growth Rate 3,308 Capitallzation Rate 5,919 Periods 0,25 125 2.25 3,25 4,25 5,25 Discount Factor 0,978 0.296 0.820 0,751 0.688 0,630 Present Value of FCFF 34713107 2132386903 2557193448 2883436174 2507839840 54.594.185.493 SUM of PV of FCFF 65.022.154.964 Enterprise Value 65.022.154964 () Cash and Cash Egulvalant 1.005.531.319 (3 Debt (39.043, 100.000) Indikasi Nilai Ekuitas Sebelum DLOM 26.985.586.283 4.842.823.663 Penilaian Saham
Names mentioned 65 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.1 ×36
unresolved
org
KJPP Edi Andesta
p.1 ×73
unresolved
org
PT Bumi Majalengka Permai Bidang
p.1
unresolved
org
A PPRAISAL KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.2
unresolved
org
SAL KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.3 ×13
unresolved
person
KH. Abdul Halim
p.4 ×6
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Edi Andesta dan Rekan
p.4
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Edi Andesta
p.4
unresolved
org
KJPP Andesta
p.4 ×5
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.4 ×2
unresolved
org
PT. Bumi Majalengka Permai
p.4 ×11
unresolved
org
Anesta dan Rekan
p.4
unresolved
org
Pusat Statistik
p.5 ×2
unresolved
person
Ir. Edi Pimpinan MAPPI
p.6
unresolved
person
Igro Haikal Sulaiman
p.7
unresolved
org
A PPRA Ss AL KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.8
unresolved
org
PT Hotel Fitra
p.12
unresolved
org
AP PRA SA KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.13
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.17 ×2
unresolved
org
Kementerian
p.17
unresolved
person
Steve Mulyono Perijinan
· Direktur
p.18 ×2
unresolved
person
Muhammad Hanafi
p.18
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.18
unresolved
person
Benediktus Andy Widyanto
p.18 ×2
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.18 ×4
unresolved
person
Rudy Siswanto
p.18 ×6
unresolved
org
Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia
p.19
unresolved
org
Fit AP PRA SA KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.20
unresolved
org
SA KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.21
unresolved
org
FI Aa PPRA SA KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.22
unresolved
org
APPRA SA Lt KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.31
unresolved
org
Pusat Siattdk Pertumbuhan
p.31
unresolved
org
Bank Indonesia
p.32 ×8
unresolved
org
Bank Indonesi
p.32
unresolved
org
Bank In Perkembangan Industri Pariwisata
p.36
unresolved
org
Pusat Ststsik Indonesia Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran M-
p.37
unresolved
org
SAt KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.39
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Majalengka
p.39
unresolved
org
Pusat Statstk Majakngka Wisatawan
p.40
unresolved
org
Pusat Stabetik Majalengka Tingkat Penghunian Kamar
p.41
unresolved
org
MR TLP AC APPRAISAL KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.42
unresolved
org
Pusat Statistik Majalengka
p.42
unresolved
org
Fc AP PRA'SAL KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.44
unresolved
org
A PPRA'ISAL KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.52
unresolved
org
FTIR Et A PPRA'rSAL KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.53
unresolved
org
TP RAISA KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.55
unresolved
org
AP PRAISAI KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.56
unresolved
org
SALt KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.58
unresolved
org
Ss CT'ENTIFIC APP RAISA KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.61
unresolved
org
TIP I AP PRA'SAL KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.62
unresolved
org
TS TI NA APPRAISA KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.63
unresolved
org
Emasapta dan Rekan
p.64 ×2
unresolved
org
AP PRAISAL KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.65
unresolved
org
Bank Utang Sewa Pembiayaan Jurviah Liabilitas Jangka Pendek
p.69
unresolved
org
Bank Utang Sewa Pembiayaan Utang Pemegang Saham Liabiltas
p.69
unresolved
org
O KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.70 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
3215 ms
13 Sep 2026 15:18
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}