Skip to content
Back to announcement

20260205_FITT_Rencana Transaksi Material Dengan Persetujuan RUPS_32024946_lamp4.pdf

Asset transaction Needs review FITT

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 60

Page 1
    PT BUMI MAJALENGKA PERMAI

         LAPORAN KEUANGAN
     TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025
 SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
                DAN
    LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Page 2
                                  PT BUMI MAJALENGKA PERMAI




                                            DAFTAR ISI
                                                              Halaman

Surat Pernyataan Direksi

Laporan Auditor Independen

Laporan Keuangan

  Laporan Posisi Keuangan                                       1

  Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain           2

  Laporan Perubahan Ekuitas                                     3

  Laporan Arus Kas                                              4

  Catatan Atas Laporan Keuangan                               5 - 53
Page 3

          
Page 4
        Dra. Suhartati & Rekan
        Kantor Akuntan Publik Terdaftar
        Registered Public Accountant Firm


                       LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

Nomor : 00438/2.0119/AU.1/05/0165-5/1/X11/2025

Kepada Yth.
Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Dewan Direksi
PT BUMI MAJALENGKA PERMAI

Opini
Kami telah mengaudit laporan keuangan PT BUMI MAJALENGKA PERMAI ("Perusahaan')
yang terdiri dani laporan posisi keuangan tanggal 30 September 2025, serta laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas untuk
periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut, serta catatan atas laporan
keuangan, termasuk ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan.

Menurut opini kami, laporan keuangan terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal
yang material, posisi keuangan perusahaan tanggal 30 September 2025, serta kinerja
keuangan dan arus kasnya untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal
tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

Basis Opini
Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut
Akuntan Publik Indonesia. Tanggung jawab kami menurut standar tersebut diuraikan lebih lanjut
dalam paragraf Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan pada laporan
kami. Kami independen terhadap perusahaan berdasarkan ketentuan etika yang relevan dalam
audit kami atas laporan keuangan di Indonesia, dan kami telah memenuhi tanggung jawab etika
lainnya berdasarkan ketentuan tersebut. Kami yakin bahwa bukti audit yang telah kami peroleh
adalah cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi opini audit kami.

Hal Audit Utama
Hal audit utama adalah hal-hal yang menurut pertimbangan profesional kami, merupakan hal
yang paling signifikan dalam audit kami atas laporan keuangan periode kini. Hal-hal tersebut
disampaikan dalam konteks audit kami atas laporan keuangan secara keseluruhan, dan dalam
merumuskan opini kami atas laporan keuangan terkait, kami tidak menyatakan suatu opini
terpisah atas hal audit utama tersebut.

Kelanasungan Usaha Perusahaan
Manajemen mengakui bahwa terdapat indikasi ancaman kelangsungan usaha perusahaan yang
disebabkan perusahaan mengalami akumulasi defisit sebesar Rp.47.082.057.322,- atau
85,60% dani jumlah modal disetor pada 30 September 2025. Rencana tindakan manajemen
untuk mengatasi kondisi tersebut diuraikan secara rinci kedalam langkah-langkah dalam tahun
2025 yang direncanakan yang dijelaskan dalam catatan nomor 23 tersebut.




Kantor Pusat Jakarta                                               O www.kapss.id
Izin Usaha No. KEP-708/KM.17/1998                                  •   admin@kapss.id
11. Pinang Raya No.25 Rawamangun, Jakarta Timur 13220              •   kapss90ina@gmail.com
Phone : +62(21) 4892234 Fax : +62(21) 4701291
Page 5
        Dra. Suhartati & Rekan
        Kantor Akuntan Publik Terdaftar
        Registered Public Accountant Firm



Baqaimana audit kami merespons dan menanqani hal audit utama
Kami melakukan diskusi kepada manajemen kunci dengan mempertimbangkan pandangan
mereka tentang penyebab utama terjadinya defisit setiap tahun dan rencana perbaikan
manajemen dalam mengantisipasi kondisi tersebut dikaitkan dengan faktor pesaing bisnis dan
lingkungan ekonomi saat m i. Langkah-langkah yang akan dilakukan Manajeman untuk
mempertahankan kelangsungan usaha perusahaan diungkapkan dalam catatan atas laporan
keuangan nomor 23 tentang Saldo Defisit, namun demikian kami tidak memperoleh penjelasan
yang cukup atas rencana manajemen dalam mempertahankan kelangsungan usahanya terkait
dengan:
- Asumsi-asumsi yang digunakan
- Estimasi akuntansi yang memiliki ketidakpastian estimasi yang tinggi
- Kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan usaha

Tanggung Jawab Manajemen dan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata Kelola
terhadap Laporan Keuangan.
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan
tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dan atas pengendalian
internal yang dianggap perlu oleh manajemen untuk memungkinkan penyusunan laporan
keuangan yang bebas dani kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh
kecurangan maupun kesalahan.

Dalam penyusunan laporan keuangan, manajemen bertanggung jawab untuk menilai
kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan usahanya, mengungkapkan,
sesuai dengan kondisinya, hal-hal yang berkaitan dengan kelangsungan usaha, kecuali
manajemen memilki intensi untuk melikuidasi perusahaan atau menghentikan operasi, atau
tidak memiliki alternatif yang realistis selain melaksanakannya.

Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bertanggung jawab untuk mengawasi proses
pelaporan keuangan perusahaan.

Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan
Tujuan kami adalah untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan
secara keseluruhan bebas dani kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh
kecurangan maupun kesalahan, dan untuk menerbitkan laporan auditor yang mencakup opini
kami. Keyakinan memadai merupakan suatu tingkat keyakinan tinggi, namun bukan merupakan
suatu jaminan bahwa audit yang dilaksanakan berdasarkan Standar Audit akan selalu
mendeteksi kesalahan penyajian material ketika hal tersebut ada. Kesalahan penyajian dapat
disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan dan dianggap material jika, baik secara
individual maupun secara agregat, dapat diekspektasikan secara wajar akan mempengaruhi
keputusan ekonomi yang diambil oleh pengguna berdasarkan laporan keuangan tersebut.

Sebagai bagian dani suatu audit berdasarkan Standar Audit, kami menerapkan pertimbangan
profesional dan mempertahankan skeptisisme profesional selama audit.
Page 6
          Dra. Suhartati & Rekan
          Kantor Akuntan Publik Terdaftar
          Registered Public Accountant Firm



Kami juga :
  Mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan,
  baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, mendesain dan melaksanakan
  prosedur audit yang responsif terhadap risiko tersebut, serta memperoleh bukti audit yang
  cukup dan tepat untuk menyediakan basis bagi opini kami. Risiko tidak terdeteksinya
  kesalahan penyajian material yang disebabkan oleh kecurangan lebih tinggi dani yang
  disebabkan oleh kesalahan, karena kecurangan dapat melibatkan kolusi, pemalsuan,
  penghilangan secara sengaja, pernyataan salah, atau pengabaian pengendalian internal.

-   Memperoleh suatu pemahaman tentang pengendalian internal yang relevan dengan audit
    untuk mendesain prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk
    tujuan menyatakan opini atas keefektivitasan pengendalian internal perusahaan.

-   Mengevaluasi ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan serta kewajaran estimasi
    akuntansi dan pengungkapan terkait yang dibuat oleh manajemen.

-   Menyimpulkan ketepatan penggunaan basis akuntansi kelangsungan usaha oleh
    manajemen dan, berdasarkan bukti audit yang diperoleh, apakah terdapat suatu
    ketidakpastian material yang terkait dengan peristiwa atau kondisi yang dapat menyebabkan
    keraguan signifikan atas kemampuan perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan
    usahanya. Ketika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu ketidakpastian material, kami
    diharuskan untuk menarik perhatian dalam laporan auditor kami ke pengungkapan terkait
    dalam laporan keuangan atau, jika pengungkapan tersebut tidak memadai, harus
    menentukan apakah perlu untuk memodifikasi opini kami. Kesimpulan kami didasarkan pada
    bukti audit yang diperoleh hingga tanggal laporan auditor kami. Namun, peristiwa atau
    kondisi masa depan dapat menyebabkan perusahaan tidak dapat mempertahankan
    kelangsungan usaha.

-   Mengevaluasi penyajian, struktur, dan isi laporan keuangan secara keseluruhan, termasuk
    pengungkapannya, dan apakah laporan keuangan mencerminkan transaksi dan peristiwa
    yang mendasarinya dengan suatu cara yang mencapai penyajian wajar.

Kami mengkomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola mengenai,
antara lain, ruang lingkup dan saat yang direncanakan atas audit, serta temuan audit signifikan,
termasuk setiap defisiensi signifikan dalam pengendalian internal yang teridentifikasi oleh kami
selama audit.

Kami juga memberikan suatu pernyataan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata
kelola bahwa kami telah mematuhi ketentuan etika yang relevan mengenai independensi, dan
mengkomunikasikan seluruh hubungan, serta hal-hal lain yang dianggap secara wajar
berpengaruh terhadap independensi kami, dan jika relevan, pengamanan terkait.


                                              Iv
Page 7
       Dra. Suhartati & Rekan
       Kantor Akuntan Publik Terdaftar
       Registered Public Accountant Firm



Dani hal-hal yang dikomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, kami
menentukan hal-hal tersebut yang paling signifikan dalam audit atas laporan keuangan periode
kini dan oleh karenanya menjadi hal audit utama. Kami menguraikan hal audit utama dalam
laporan auditor kami, kecuali peraturan perundang-undangan melarang pengungkapan publik
tentang hal tersebut atau ketika, dalam kondisi yang sangat jarang terjadi, kami menentukan
bahwa suatu hal tidak boleh dikomunikasikan dalam laporan kami karena konsekuensi
merugikan dari mengkomunikasikan hal tersebut akan diekspektasikan secara wajar melebihi
manfaat kepentingan publik atas komunikasi tersebut.

Kantor Akuntan Publik Terdaftar
Dra. SUHARTAT       REKAN




DULGANI, SE, MAk, CPA, CA, CPI
Pemimpin Rekan/Reg lzin : AP.0165

Jakarta, 17 Desember 2025
Page 8
                                      PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                                       LAPORAN POSISI KEUANGAN
                         TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
                             (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                        Catatan     30 September 2025   31 Desember 2024

ASET
Aset Lancar
 Kas dan Setara Kas                                     3f, 3g, 5      1.006.531.319       1.507.964.801
 Piutang Usaha                                          3f, 3h, 6        392.715.303         361.035.409
 Persediaan                                              3k, 7            65.404.404         159.265.719
 Pajak Dibayar Dimuka                                    3p, 8                     -           2.682.720
Jumlah Aset Lancar                                                     1.464.651.026       2.030.948.649

Aset Tidak Lancar
 Aset Pajak Tangguhan                                    3p, 20          110.073.684         91.639.916
 Aset Tetap -
  Setelah dikurangi akumulasi penyusutan pada
  tanggal 30 September 2025 dan pada tanggal 31
  Desember      2024     masing-masing  sebesar
  Rp31.538.496.994 dan Rp28.919.222.605                   3l, 9       46.643.721.769      49.228.068.358
Jumlah Aset Tidak Lancar                                              46.753.795.453      49.319.708.274
JUMLAH ASET                                                           48.218.446.479      51.350.656.923

LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
 Utang Lain-lain                                       3e, 3f, 10        100.171.905         30.873.000
 Utang Pajak                                            3p, 11            82.774.514        153.847.419
 Biaya Yang Masih Harus Dibayar                         3f, 12           246.516.568        348.798.466
 Utang Bank -
   Bagian jatuh tempo dalam setahun                      3f, 13        2.700.000.000       9.300.000.000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                        3.129.462.987       9.833.518.885

Liabilitas Jangka Panjang
 Utang Bank                                             3f, 13         6.103.100.000       6.103.100.000
 Utang Pihak Berelasi                                  3e, 3f, 14     30.240.000.000      22.730.000.000
 Liabilitas Imbalan Kerja                               3q, 15           500.334.928         416.545.072
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                      36.843.434.928      29.249.645.072
Jumlah Liabilitas                                                     39.972.897.915      39.083.163.957

Ekuitas
 Modal Saham                                               16
  Nilai nominal Rp100.000 per saham, modal dasar
  1.400.000 saham ditempatkan dan disetor 550.000
  saham                                                               55.000.000.000      55.000.000.000
 Penghasilan Komprehensif Lain                           3q, 15          327.605.886         327.605.886
 Saldo Defisit                                                       (47.082.057.322)    (43.060.112.920)
Jumlah Ekuitas                                                         8.245.548.564      12.267.492.966
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                         48.218.446.479      51.350.656.923




Catatan atas Laporan Keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara
                                          keseluruhan
                                               53
Page 9
                                   PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                    LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
                      UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
                             TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                     Catatan   30 September 2025    30 September 2024

Pendapatan                                            3n, 17       6.360.675.725        9.889.793.180

Beban Pokok Pendapatan                                3n, 18      (5.125.768.115)      (7.078.969.330)

Laba kotor                                                         1.234.907.610        2.810.823.850

Beban Usaha                                           3n, 19      (4.190.218.130)      (4.689.595.744)
Pendapatan (Beban) Lain-lain
 Pendapatan Jasa Giro                                                  6.459.714           12.598.890
 Pajak Bunga                                                          (1.191.196)          (2.510.985)
 Administrasi Bank                                                    (2.672.095)          (3.129.304)
 Bunga Pinjaman Bank                                              (1.088.457.318)      (2.211.607.872)
 Lain-lain                                                               793.245           10.893.838

Rugi Sebelum Pajak Penghasilan                                    (4.040.378.170)      (4.072.527.327)

Pajak Penghasilan
 Kini                                                 3p, 20                   -                    -
 Tangguhan                                            3p, 20          18.433.768           14.201.773
Rugi Bersih Tahun Berjalan                                        (4.021.944.402)      (4.058.325.554)

Penghasilan Komprehensif Lain                                                  -                     -

Jumlah Rugi Komprehensif Tahun Berjalan                           (4.021.944.402)      (4.058.325.554)




Catatan atas Laporan Keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara
                                          keseluruhan
                                                2
Page 10
                                          PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                                          LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
                   UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAl 30 SEPTEMBER 2025 DAN
                      UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2024
                                  (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                            Penghasilan
                                         Modal Saham       Komprehensif         Saldo Defisit       Jumlah Ekuitas

Saldo per 31 Desember 2023               55.000.000.000      315.740.736      (38.835.862.350)      16.479.878.386

Rugi Bersih Tahun 2024                                 -                 -     (4.224.250.570)      (4.224.250.570)

Penghasilan Komprehensif Lain                          -      11.865.150                        -       11.865.150

Saldo per 31 Desember 2024               55.000.000.000      327.605.886      (43.060.112.920)      12.267.492.966

Rugi bersih periode s/d September 2025                 -                 -     (4.021.944.402)      (4.021.944.402)

Saldo per 30 September 2025              55.000.000.000      327.605.886      (47.082.057.322)       8.245.548.564




     Catatan atas Laporan Keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara
                                               keseluruhan
                                                     3
Page 11
                                    PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                                          LAPORAN ARUS KAS
                       UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                              30 September 2025    30 September 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Kas Dari Pelanggan                                     6.398.294.736       9.562.959.612
Pembayaran Kas Kepada Pemasok dan Pihak Lainnya                  (4.300.298.557)     (6.942.660.475)
Pembayaran Kas Kepada Karyawan                                   (2.238.971.599)     (2.211.474.029)
Penerimaan (Pembayaran):
 Penghasilan
   Penghasilan
             Bunga
               bunga                                                  5.268.518          10.087.905
 Beban
   Beban
       Keuangan
         keuangan                                                (1.091.129.413)     (2.214.737.176)
 Beban
   Beban
       Pajak
         pajak                                                     (150.462.612)       (173.722.794)
 Lainnya
   Lainnya                                                              793.245          10.893.838
Arus Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Operasi                (1.376.505.682)     (1.958.653.119)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan Aset Tetap                                                (34.927.800)       (125.953.900)
Arus Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi                 (34.927.800)       (125.953.900)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran Utang Bank                                            (6.600.000.000)     (3.500.000.000)
Penerimaan Pinjaman Dari Pihak Berelasi                           7.960.000.000       5.150.000.000
Pembayaran Pinjaman Kepada Pihak Berelasi                          (450.000.000)       (450.000.000)
Arus Kas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas Pendanaan                  910.000.000       1.200.000.000

PENURUNAN KAS DAN SETARA KAS                                      (501.433.482)        (884.607.019)

KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                     1.507.964.801       1.794.235.440

KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                    1.006.531.319         909.628.421




    Catatan atas Laporan Keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan
                                        secara keseluruhan
                                                 4
Page 12
                               PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                         TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
          UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1. UMUM

  a. Pendirian Perusahaan

    PT Bumi Majalengka Permai (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 02 tanggal 09
    Desember 2013 dibuat oleh Notaris Muhammad Hanafi S.H., notaris di Jakarta dan telah mendapatkan
    pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
    No. AHU-02739.AH.01.01.Tahun 2014 tanggal 20 Januari 2014. Akta Perusahaan telah mengalami
    perubahan, terakhir dengan akta No. 12 tanggal 20 Juni 2019 oleh notaris Rudy Siswanto S.H.,
    mengenai pernyataan keputusan para pemegang saham secara edaran. Akta perubahan ini telah
    mendapatkan persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
    dengan Surat Keputusan No. AHU-0096462.AH.01.11.Tahun 2019 tanggal 21 Juni 2019.

    Berdasarkan pasal 3 anggaran dasar, maksud dan tujuan Perusahaan adalah Menjalankan usaha dalam
    bidang jasa penyedian penginapan (hotel dan transit hotel), jasa pengelolaan hotel meliputi aspek
    pemasaran, operasional dan pemeliharaan hotel, baik berupa piranti lunak maupun piranti keras,
    perdagangan, pembangunan (kontraktor) guna memborong segala pekerjaan bangunan dan pekerjaan
    umum, industri, pengangkutan darat, percetakan dan perbengkelan.

    Perusahaan berdomisili di Jl. KH. Abdul Halim No. 88 RT. 005 RW. 008 Kelurahan Majalengka Kulon,
    Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

  b. Susunan Komisaris dan Direksi

    Berdasarkan akta notaris Rudy Siswanto S.H., No. 25 tanggal 24 April 2018, susunan Direksi dan
    Komisaris Perusahaan pada tanggal 30 September 2025 dan pada tanggal 31 Desember 2024 adalah
    sebagai berikut:

    Komisaris                    : Tn. Joni Rizal

    Direksi                      : Tn. Steve Mulyono

    Pada tanggal 30 September 2025 jumlah karyawan perusahaan sebanyak 61 orang (21 karyawan
    tetap, 23 karyawan kontrak serta 17 karyawan harian) dan pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah
    karyawan Perusahaan sebanyak 61 (21 karyawan tetap, 23 karyawan kontrak serta 17 karyawan
    harian).




                                                    5
Page 13
                                PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                          TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
           UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ("PSAK") DAN INTERPRETASI STANDAR
   AKUNTANSI KEUANGAN ("ISAK") BARU DAN REVISI

  a. Standar (SAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang Diterbitkan dan Berlaku
     Efektif Dalam Tahun Berjalan (pada atau setelah 1 Januari 2024)

     Dalam tahun berjalan, Entitas telah menerapkan standar akuntansi keuangan (“SAK”) dan intrepretasi
     standar akuntansi keuangan (“ISAK”) baru dan revisi termasuk pengesahan amendemen dan
     penyesuaian tahunan yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan
     Indonesia yang dianggap relevan dengan kegiatan operasinya dan mempengaruhi laporan keuangan
     berlaku efektif untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024.

     SAK dan ISAK baru dan revisi termasuk pengesahan amendemen dan penyesuaian tahunan yang
     berlaku efektif untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024 adalah
     sebagai berikut:
     - Amendemen PSAK 116: Sewa. Amendemen tentang liabilitas sewa dalam jual dan sewa balik.
       Amendemen ini mengatur pengukuran selanjutnya atas transaksi jual dan sewa balik.
     - Amendemen PSAK 201: Penyajian Laporan Keuangan. Amendemen tentang liabilitas jangka
       panjang dengan kovenan. Amendemen ini mengatur bahwa hanya kovenan yang harus dipatuhi
       entitas pada atau sebelum tanggal pelaporan yang akan memengaruhi klasifikasi liabilitas jangka
       pendek atau jangka panjang serta pengungkapannya.
     - Amendemen PSAK 207: Laporan Arus Kas dan PSAK 107: Instrumen Keuangan: Pengungkapan.
       Amendemen tentang pengaturan pembiayaan pemasok. Amendemen ini memperjelas
       pengungkapan terkait pengaturan pembiayaan pemasok.

  b. Standar (SAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang Diterbitkan Berlaku Efektif
     Dalam Tahun Berjalan

     - Amendemen PSAK 221: Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing. Amendemen tentang kekurangan
       ketertukaran. Amendemen ini memperjelas pengaturan terkait kondisi ketika suatu mata uang
       tidak tertukarkan serta pengungkapannya, berlaku efektif pada atau setelah tanggal 1 Januari 2025.
     - PSAK 117 memperkenalkan Pendekatan Block Building, yang dimodifikasi untuk kontrak asuransi
       dengan fitur partisipasi langsung, yang digambarkan sebagai Pendekatan Biaya Variabel. Terdapat
       penyederhanaan jika kriteria tertentu terpenuhi dengan menggunakan Pendekatan Alokasi Premi.
       PSAK 117 ini berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah
       tanggal 1 Januari 2025 dengan penerapan dini diperbolehkan.
     - Amendemen PSAK 117: Kontrak Asuransi – Penerapan Awal PSAK 117 dan PSAK 109 - Informasi
       Komparatif, berlaku efektif ketika entitas pertama kali menerapkan PSAK 117.

  Beberapa dari SAK dan ISAK termasuk amendemen dan peyesuaian tahunan yang berlaku dalam tahun
  berjalan dan relevan dengan kegiatan Kelompok Usaha telah diterapkan sebagaimana dijelaskan dalam
  “Informasi Kebijakan Akuntansi Material”.

  Beberapa SAK dan ISAK lainnya yang tidak relevan dengan kegiatan Entitas atau mungkin akan
  mempengaruhi kebijakan akuntansinya dimasa depan sedang dievaluasi oleh manajemen potensi dampak
  yang mungkin timbul dari penerapan standar-standar ini terhadap laporan keuangan.




                                                   6
Page 14
                                PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                          TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
           UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL

  Kebijakan akuntansi diterapkan secara konsisten dalam penyajian laporan keuangan kecuali bagi
  penerapan beberapa SAK yang telah direvisi dan berlaku efektif pada atau setelah tanggal 1 Januari 2024
  yaitu sebagai berikut:

  a. Pernyataan Kepatuhan

     Laporan keuangan telah disusun sesuai dengan SAK, yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi
     yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, termasuk
     standar baru dan yang direvisi, amendemen dan penyesuaian tahunan, yang berlaku efektif pada atau
     setelah tanggal 1 Januari 2024.

  b. Dasar Penyajian Laporan Keuangan

     Laporan keuangan disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta atas dasar akrual, kecuali
     laporan arus kas yang menggunakan dasar kas.

     Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah konsep biaya perolehan (historical
     cost) , kecuali untuk beberapa akun tertentu yang didasarkan pengukuran lain sebagaimana yang
     diungkapkan pada kebijakan akuntansi dalam masing-masing akun tersebut.

     Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung (direct method) dengan
     mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

     Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan adalah Rupiah (Rp) yang juga
     merupakan mata uang fungsional Entitas.

     Ketika Entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara restrospektif atau membuat penyajian
     kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika Entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan
     keuangannya maka Entitas menyajikan kembali laporan posisi keuangan pada awal periode
     komparatif yang disajikan.

   c. Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama

     Entitas asosiasi adalah suatu entitas yang mana investor mempunyai pengaruh signifikan. Pengaruh
     signifikan adalah kekuasaan untuk berpartisipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan
     operasional investee, tetapi tidak mengendalikan atau mengendalikan bersama atas kebijakan
     tersebut.

     Ventura bersama adalah pengaturan bersama yang para pihaknya memiliki pengendalian bersama
     atas pengaturan memiliki hak atas aset neto dari pengaturan.

     Pengendalian bersama adalah persetujuan kontraktual untuk berbagi pengendalian atas suatu
     pengaturan, yang ada hanya ketika keputusan tentang aktivitas relevan mensyaratkan persetujuan
     dengan suara bulat dari seluruh pihak yang berbagi pengendalian.




                                                   7
Page 15
                                 PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                             CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                           TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
            UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

   c. Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama (lanjutan)

     Dalam metode ekuitas, pengakuan awal investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama diakui
     sebesar biaya perolehan, dan jumlah tercatat tersebut ditambah atau dikurang untuk mengakui bagian
     investor atas aset bersih investee setelah tanggal perolehan. Laba atau rugi investor mencakup bagian
     dari laba atau rugi investee dan OCI dari investor mencakup bagian OCI dari investee. Goodwill terkait
     dengan entitas asosiasi atau ventura bersama terdapat dalam jumlah tercatat investasi dan tidak
     diamortisasi maupun dilakukan pengujian penurunan nilai secara individu.

     Jika terdapat suatu perubahan yang diakui langsung dalam ekuitas entitas asosiasi atau ventura
     bersama, entitas mengakui bagiannya dari perubahan tersebut dan mengungkapkannya, jika relevan,
     dalam laporan perubahan ekuitas. Keuntungan atau kerugian belum terealisasi yang timbul dari
     transaksi antara entitas dengan entitas asosiasi atau ventura bersama dieliminasi sebatas
     kepentingannya dalam entitas asosiasi atau ventura bersama.

     Jika bagian entitas atas rugi pada entitas asosiasi atau joint venture sama dengan atau melebihi
     kepentingannya pada entitas asosiasi atau ventura bersama, maka entitas menghentikan pengakuan
     bagiannya atas rugi lebih lanjut. Setelah kepentingan entitas dikurangkan menjadi nol, tambahan
     kerugian dicadangkan, dan liabilitas diakui, hanya sepanjang entitas mempunyai kewajiban hukum
     atau konstruktif atau melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi atau ventura bersama.

     Jika entitas asosiasi atau ventura bersama melaporkan laba pada periode berikutnya, entitas mengakui
     bagiannya atas laba tersebut hanya setelah bagiannya atas laba tersebut sama dengan bagian kerugian
     yang tidak diakui.

     Laporan keuangan entitas asosiasi atau ventura bersama disusun untuk periode yang sama dengan
     entitas. Jika perlu, penyesuaian dilakukan untuk membawa kebijakan akuntansi yang sama dengan
     yang diterapkan Entitas.

     Jumlah tercatat keseluruhan investasi diuji untuk penurunan nilai sebagai suatu aset tunggal, yaitu,
     goodwill tidak diuji secara terpisah. Jumlah pemulihan investasi pada entitas asosiasi dinilai untuk
     setiap entitas asosiasi atau ventura bersama, kecuali entitas asosiasi atau ventura bersama tidak
     menghasilkan arus kas secara independen.

     Pada saat hilangnya pengaruh signifikan pada entitas asosiasi atau ventura bersama, entitas mengakui
     setiap investasi yang tersisa pada nilai wajar. Perbedaan antara jumlah tercatat entitas asosiasi atau
     ventura bersama pada saat hilangnya pengaruh signifikan dan nilai wajar dari investasi yang tersisa
     dan hasil dari pelepasan diakui dalam laba rugi.




                                                    8
Page 16
                                PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                          TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
           UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

   d. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

     Transaksi dalam mata uang asing dicatat kedalam Rupiah dengan menggunakan kurs pada saat
     terjadinya transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata
     uang asing disesuaikan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs tengah yang ditetapkan oleh Bank
     Indonesia pada tanggal terakhir transaksi perbankan pada periode tersebut. Laba atau rugi yang
     timbul dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

     Kurs tengah yang digunakan Perusahaan pada tanggal 30 September 2025 dan pada tanggal 31
     Desember 2024 adalah masing-masing sebesar Rp16.680 dan Rp16.162 per 1 Dolar Amerika Serikat.

     Entitas menggunakan mata uang Rupiah sebagai mata uang fungsional dan mata uang pelaporan.

   e. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi

     Pihak berelasi adalah orang atau Entitas yang terkait dengan Entitas yang menyiapkan laporan
     keuangannya (Entitas pelapor).
     a. Orang atau anggota keluarga dekatnya mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang
        tersebut:
        1. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
        2. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
        3. Merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas pelapor.
     b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
        1. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas
           induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya saling berelasi dengan entitas lainnya)
        2. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi
           atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain
           tersebut adalah anggotanya).
        3. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
        4. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas
           asosiasi dari entitas ketiga.
        5. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari salah satu
           entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah
           entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan
           entitas pelapor.
        6. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf
           (a).
        7. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil
           manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).

     Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, dimana
     persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak
     yang tidak berelasi.

     Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, baik yang dilakukan
     dengan atau tidak dengan persyaratan dan kondisi sebagaimana yang dilakukan dengan pihak-
     pihak yang tidak mempunyai hubungan pihak-pihak berelasi, telah diungkapkan dalam catatan atas
     laporan keuangan yang relevan.
                                                     9
Page 17
                                PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                          TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
           UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

   f. Instrumen Keuangan

     1. Aset Keuangan

       Pengakuan dan Pengukuran Awal

       Aset keuangan diakui pada posisi keuangan ketika Perusahaan menjadi pihak dalam provisi kontrak
       instrumen. Semua aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya berdasarkan tanggal
       perdagangan dimana pembelian atau penjualan aset keuangan berdasarkan kontrak yang
       mensyaratkan pengiriman aset dalam jangka waktu yang ditentukan oleh pasar yang bersangkutan.

       Aset keuangan pada awalnya diukur pada nilai wajar, dalam hal investasi tidak diklasifikasikan
       sebagai FVTPL, nilai wajar ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung
       dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan.

       Semua aset keuangan yang diakui selanjutnya diukur secara keseluruhan baik pada biaya perolehan
       diamortisasi atau nilai wajar, tergantung pada klasifikasi aset keuangan.

       Pengukuran Selanjutnya

       Instrumen utang yang memenuhi kondisi berikut diukur pada biaya perolehan diamortisasi:
       - aset keuangan dimiliki dalam model bisnis yang tujuannya adalah untuk memiliki aset keuangan
          untuk menghasilkan arus kas kontraktual; dan
       - Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan arus kas pada tanggal tertentu yang
          hanya merupakan pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.

       Instrumen utang yang memenuhi ketentuan berikut ini selanjutnya diukur pada nilai wajar melalui
       penghasilan komprehensif lain (FVOCI):
       - aset keuangan dimiliki dalam model bisnis yang tujuannya dicapai dengan mengumpulkan arus
          kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
       - Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan arus kas pada tanggal tertentu yang
          hanya merupakan pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.

       Semua aset keuangan lainnya yang tidak diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi atau
       FVOCI selanjutnya diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL).

       Perusahaan dapat melakukan penetapan yang tidak dapat dibatalkan berikut ini pada saat
       pengakuan awal aset keuangan:
       - Entitas dapat memilih yang tidak dapat dibatalkan untuk menyajikan perubahan berikutnya
         dalam nilai wajar dari investasi ekuitas dalam FVOCI (tanpa klasifikasi kembali) jika memenuhi
         kriteria tertentu; dan
       - Entitas dapat menetapkan investasi utang yang tidak dapat dibatalkan yang memenuhi biaya
         perolehan diamortisasi atau kriteria FVOCI sebagai yang diukur pada FVTPL jika tindakan
         tersebut menghilangkan atau secara signifikan mengurangi inkonsistensi akuntansi.

       Dalam tahun berjalan, Entitas tidak ada penetapan investasi utang yang memenuhi biaya perolehan
       diamortisasi atau kriteria FVOCI sebagai yang diukur pada FVTPL maupun investasi ekuitas sebagai
       FVOCI.
                                                 10
Page 18
                                PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                          TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
           UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

   f. Instrumen Keuangan (Lanjutan)

     1. Aset Keuangan (lanjutan)

       Biaya Perolehan Diamortisasi dan Metode Bunga Efektif

       Biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan adalah jumlah di mana aset keuangan diukur pada
       pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah amortisasi kumulatif dengan
       menggunakan metode suku bunga efektif dari setiap perbedaan antara jumlah awal dan jumlah
       jatuh tempo, disesuaikan dengan penyisiahn kerugian. Di sisi lain, jumlah tercatat bruto dari aset
       keuangan adalah biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan sebelum disesuaikan dengan
       penyisihan kerugian.

       Pendapatan bunga diakui dengan menggunakan metode suku bunga efektif untuk instrumen utang
       yang diukur kemudian pada biaya perolehan diamortisasi dan pada FVOCI. Untuk instrumen
       keuangan selain yang dibeli atau yang berasal dari aset keuangan memburuk, pendapatan bunga
       dihitung dengan menggunakan suku bunga efektif terhadap jumlah tercatat bruto dari aset
       keuangan (basis bruto), kecuali untuk aset keuangan yang kemudian mengalami penurunan nilai
       kredit. Untuk aset keuangan yang kemudian mengalami penurunan nilai kredit, pendapatan bunga
       diakui dengan menerapkan suku bunga efektif pada biaya perolehan diamortisasi dari aset
       keuangan tersebut. Jika, pada periode pelaporan berikutnya, risiko kredit atas instrumen keuangan
       yang mengalami penurunan nilai kredit meningkat sehingga aset keuangan tidak lagi mengalami
       penurunan nilai kredit, maka pendapatan bunga diakui dengan menerapkan suku bunga efektif
       terhadap nilai tercatat bruto aset keuangan.

       Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan
       diamortisasi dari instrumen utang dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga selama
       periode yang relevan.

       Untuk instrumen keuangan selain yang dibeli atau yang berasal dari aset keuangan memburuk
       (yaitu aset yang mengalami penurunan nilai kredit pada pengakuan awal), suku bunga efektif
       adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas masa depan
       (termasuk semua biaya dan poin yang dibayarkan atau diterima merupakan bagian yang tidak
       terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan premi atau diskon lainnya) tidak termasuk
       kerugian kredit yang diharapkan, selama perkiraan umur dari instrumen utang, atau, jika sesuai,
       periode yang lebih pendek, ke jumlah tercatat bruto dari instrumen hutang pada pengenalan awal.

       Untuk aset keuangan yang dibeli atau yang berasal dari aset keuangan memburuk, Perusahaan
       mengakui pendapatan bunga dengan menerapkan suku bunga efektif yang disesuaikan dengan
       kredit ke biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan tersebut sejak pengakuan awal.
       Penghitungan tidak kembali ke basis bruto meskipun risiko kredit dari aset keuangan kemudian
       membaik sehingga aset keuangan tidak lagi memburuk.

       Pendapatan bunga diakui dalam laporan laba rugi dan dimasukkan dalam item baris "Pendapatan
       Keuangan - Pendapatan Bunga".



                                                  11
Page 19
                                PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                          TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
           UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

   f. Instrumen Keuangan (Lanjutan)

     1. Aset Keuangan (lanjutan)

       Investasi dalam Instrumen Utang Yang Diklasifikasikan sebagai FVOCI

       Instrumen utang pada awalnya diukur pada nilai wajar ditambah biaya transaksi. Selanjutnya,
       perubahan nilai tercatat instrumen utang sebagai akibat dari keuntungan dan kerugian selisih kurs,
       keuntungan atau kerugian penurunan nilai, dan pendapatan bunga yang dihitung dengan
       menggunakan metode suku bunga efektif, diakui dalam laba rugi. Jumlah yang diakui dalam laba
       rugi sama dengan jumlah yang akan diakui dalam laba rugi jika aset keuangan tersebut diukur
       dengan biaya perolehan diamortisasi. Semua perubahan lain dalam nilai tercatat dari aset keuangan
       tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasi dalam akun cadangan
       revaluasi investasi. Ketika aset keuangan ini dihentikan pengakuannya, keuntungan atau kerugian
       kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain akan direklasifikasi ke
       laba rugi.

       Investasi dalam Instrumen Ekuitas yang Ditetapkan pada FVOCI

       Pada pengakuan awal, Perusahaan dapat membuat penetapan yang tidak dapat dibatalkan
       (berdasarkan instrumen-per-instrumen) untuk menetapkan investasi instrumen ekuitas pada
       FVOCI. Penetapanan FVOCI tidak diperkenankan jika investasi ekuitas dimiliki untuk
       diperdagangkan atau jika imbalan kontinjensi diakui oleh pengakuisisi dalam kombinasi bisnis yang
       menerapkan PSAK No. 103.

       Aset keuangan dimiliki untuk diperdagangkan jika:
       - diakuisisi terutama untuk tujuan menjualnya dalam waktu dekat; atau
       - pada saat pengakuan awal, merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan yang
         diidentifikasi yang mana Perusahaan mengelola bersama dan memiliki bukti pola aktual terkini
         dari aksi ambil untung jangka pendek; atau
       - merupakan derivatif (kecuali untuk derivatif yang merupakan kontrak jaminan keuangan atau
         instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan efektif).

       Investasi dalam instrumen ekuitas pada FVOCI pada awalnya diukur pada nilai wajar ditambah
       biaya transaksi. Selanjutnya diukur pada nilai wajar dengan keuntungan dan kerugian yang timbul
       dari perubahan nilai wajar yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasikan
       dalam cadangan revaluasi investasi. Keuntungan atau kerugian kumulatif tidak akan direklasifikasi
       ke laba rugi pada pelepasan investasi ekuitas, namun akan ditransfer ke saldo laba.

       Pendapatan dividen atas investasi dalam instrumen ekuitas ini diakui dalam laba rugi ketika hak
       Perusahaanuntuk menerima dividen ditetapkan, kecuali dividen tersebut dengan jelas merupakan
       pemulihan bagian dari biaya investasi. Dividen dimasukkan dalam “Pendapatan Investasi” dalam
       laba rugi.




                                                  12
Page 20
                                PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                          TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
           UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

   f. Instrumen Keuangan (Lanjutan)

     1. Aset Keuangan (lanjutan)

       Aset Keuangan pada FVTPL

       Aset keuangan yang tidak memenuhi kriteria untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau
       FVOCI diukur pada FVTPL.

       Secara khusus:
       - Investasi pada instrumen ekuitas diklasifikasikan sebagai FVTPL, kecuali Entitas menetapkan
         investasi ekuitas yang dimiliki untuk tidak diperdagangkan atau imbalan kontinjensi yang timbul
         dari kombinasi bisnis sebagai FVOCI yang tidak dapat dibatalkan pada pengakuan awal.
       - Instrumen utang yang tidak memenuhi kriteria biaya perolehan diamortisasi atau kriteria FVOCI
         diklasifikasikan sebagai FVTPL. Selain itu, instrumen utang yang memenuhi kriteria biaya
         perolehan diamortisasi atau kriteria FVOCI dapat ditetapkan sebagai FVTPL yang tidak dapat
         dibatalkan pada saat pengakuan awal jika penetapan tersebut menghilangkan atau secara
         signifikan mengurangi inkonsistensi pengukuran atau pengakuan yang akan timbul dari
         pengukuran aset atau liabilitas atau pengakuan keuntungan dan kerugian atas dasar yang
         berbeda.

       Aset keuangan pada FVTPL diukur pada nilai wajar pada setiap tanggal pelaporan, dengan
       keuntungan atau kerugian nilai wajar diakui dalam laba rugi sejauh mereka bukan bagian dari
       hubungan yang ditetapkan sebagai lindung nilai. Laba atau rugi bersih yang diakui dalam laba rugi
       termasuk dividen atau bunga yang diperoleh dari aset keuangan dan dimasukkan dalam
       “Keuntungan dan Kerugian Lain-lain”.

       Keuntungan dan Kerugian Selisih Kurs

       Nilai tercatat aset keuangan dalam mata uang asing ditentukan dalam mata uang asing tersebut dan
       dijabarkan dengan kurs spot pada setiap tanggal pelaporan.

       Secara khusus:
       - untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi yang bukan merupakan
         bagian dari hubungan lindung nilai yang ditentukan, selisih kurs diakui dalam laporan laba rugi
         pada item baris “Keuntungan atau Kerugian Selisih Kurs”;
       - untuk instrumen utang yang diukur pada FVOCI yang bukan merupakan bagian dari hubungan
         lindung nilai yang ditentukan, selisih kurs atas biaya perolehan diamortisasi dari instrumen
         utang tersebut diakui dalam laba rugi pada baris item “Keuntungan atau Kerugian Selisih Kurs”;
       - untuk aset keuangan yang diukur pada FVTPL yang bukan merupakan bagian dari hubungan
         lindung nilai yang ditentukan, selisih kurs diakui dalam laporan laba rugi pada item baris
         “Keuntungan atau Kerugian Selisih Kurs”; dan
       - untuk instrumen ekuitas yang diukur dengan FVOCI, selisih kurs diakui dalam penghasilan
         komprehensif lain dalam cadangan revaluasi investasi.




                                                 13
Page 21
                                PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                          TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
           UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

   f. Instrumen Keuangan (lanjutan)

     1. Aset Keuangan (lanjutan)

       Penurunan Nilai Aset Keuangan

       Entitas mengakui penyisihan kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) atas investasi dalam instrumen
       utang yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau pada FVOCI, piutang sewa, aset kontrak,
       serta komitmen pinjaman pada kontrak jaminan keuangan. Tidak ada kerugian penurunan nilai
       yang diakui untuk investasi pada instrumen ekuitas. Jumlah kerugian kredit ekspektasian
       diperbarui pada setiap tanggal pelaporan untuk mencerminkan perubahan risiko kredit sejak
       pengakuan awal atas instrumen keuangan tersebut.

       Entitas selalu mengakui ECL sepanjang umur untuk piutang usaha, aset kontrak dan piutang sewa.
       Kerugian kredit ekspektasian atas aset keuangan ini diestimasi dengan menggunakan matriks
       provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit historis Entitas, disesuaikan untuk faktor-faktor
       yang spesifik bagi debitur, kondisi ekonomi secara umum dan penilaian terhadap arah saat ini
       maupun arah kondisi perkiraan kerugian pada tanggal pelaporan, termasuk nilai waktu uang jika
       sesuai.

       Untuk semua instrumen keuangan lainnya, Perusahaan mengakui ECL sepanjang umur ketika
       terdapat peningkatan yang signifikan dalam risiko kredit sejak pengakuan awal. Sebaliknya, jika
       risiko kredit atas instrumen keuangan tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal,
       Perusahaan mengukur penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut dengan jumlah
       yang sama dengan ECL 12 bulan (12mECL). Penilaian apakah ECL sepanjang umur harus diakui
       didasarkan pada peningkatan signifikan dalam kemungkinan atau risiko gagal bayar yang terjadi
       sejak pengakuan awal alih-alih pada bukti aset keuangan mengalami penurunan nilai kredit pada
       tanggal pelaporan atau terjadi gagal bayar (default) yang sebenarnya.

       ECL sepanjang umur merupakan kerugian kredit ekspektasian yang dihasilkan dari semua
       kemungkinan peristiwa gagal bayar (default) selama perkiraan umur instrumen keuangan.
       Sebaliknya, 12mECL merupakan porsi ECL sepanjang umur yang diharapkan dihasilkan dari
       peristiwa gagal bayar (default) pada instrumen keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan
       setelah tanggal pelaporan.

       Risiko Kredit Meningkat Signifikan

       Dalam menilai apakah risiko kredit pada instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan
       sejak pengakuan awal, Perusahaan membandingkan risiko gagal bayar (default) yang terjadi pada
       instrumen keuangan pada tanggal pelaporan dengan risiko gagal bayar (default) yang terjadi pada
       instrumen keuangan pada tanggal pengakuan awal. Dalam melakukan penilaian ini, Perusahaan
       mempertimbangkan informasi kuantitatif dan kualitatif yang wajar dan dapat didukung, termasuk
       pengalaman historis dan informasi berwawasan ke depan yang tersedia tanpa biaya atau upaya
       yang tidak semestinya.




                                                 14
Page 22
                                PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                          TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
           UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

   f. Instrumen Keuangan (lanjutan)

     1. Aset Keuangan (lanjutan)

       Risiko Kredit Meningkat Signifikan (lanjutan)

       Informasi berwawasan ke depan yang dipertimbangkan mencakup prospek masa depan industri
       tempat debitur Perusahaan beroperasi, yang diperoleh dari laporan ahli ekonomi, analis keuangan,
       badan pemerintah, lembaga pemikir (think-tanks) terkait, dan organisasi serupa lainnya, serta
       pertimbangan berbagai sumber eksternal dan memperkirakan informasi ekonomi yang terkait
       dengan operasi inti Perusahaan.

       Untuk komitmen pinjaman dan kontrak jaminan keuangan, pada tanggal Perusahaan menjadi salah
       satu pihak dari komitmen yang tidak dapat dibatalkan dianggap sebagai tanggal pengakuan awal
       untuk tujuan penilaian penurunan nilai instrumen keuangan. Dalam menilai apakah terdapat
       peningkatan yang signifikan dalam risiko kredit sejak pengakuan awal atas komitmen pinjaman dan
       kontrak jaminan keuangan, Perusahaan mempertimbangkan perubahan risiko di mana debitur
       tertentu akan gagal bayar (default) dalam kontrak.

       Perusahaan secara berkala memantau efektivitas kriteria yang digunakan untuk mengidentifikasi
       apakah terdapat peningkatan risiko kredit yang signifikan dan merevisinya sesuai kebutuhan untuk
       memastikan bahwa kriteria tersebut mampu mengidentifikasi peningkatan risiko kredit yang
       signifikan sebelum jumlah tersebut jatuh tempo.

       Jika Perusahaan telah mengukur penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan dengan jumlah
       yang sama dengan ECL sepanjang umur pada periode pelaporan sebelumnya, tetapi menentukan
       pada tanggal pelaporan saat ini bahwa kondisi untuk ECL sepanjang umur tidak lagi terpenuhi,
       Perusahaan mengukur penyisihan kerugian pada jumlah yang sama dengan 12mECL pada tanggal
       pelaporan saat ini, kecuali untuk aset yang menggunakan pendekatan yang disederhanakan.

       Perusahaan mengakui keuntungan atau kerugian penurunan nilai dalam laporan laba rugi untuk
       semua instrumen keuangan dengan penyesuaian yang sesuai dengan nilai tercatatnya melalui akun
       penyisihan kerugian, kecuali untuk investasi dalam instrumen utang yang diukur pada FVOCI, di
       mana penyisihan kerugian diakui pada penghasilan komprehensif lain dan diakumulasi dalam
       cadangan revaluasi investasi, dan tidak mengurangi nilai tercatat aset keuangan pada laporan posisi
       keuangan.

       Kebijakan Penghapusan

       Perusahaan menghapus aset keuangan jika terdapat informasi yang menunjukkan bahwa debitur
       berada dalam kesulitan keuangan yang parah dan tidak ada prospek pemulihan yang realistis. Aset
       keuangan yang dihapuskan mungkin masih tunduk pada aktivitas penegakan hukum berdasarkan
       prosedur pemulihan Perusahaan, dengan mempertimbangkan advis hukum jika sesuai. Setiap
       pemulihan yang dilakukan diakui dalam laporan laba rugi.




                                                  15
Page 23
                                PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                          TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
           UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

   f. Instrumen Keuangan (lanjutan)

     1. Aset Keuangan (lanjutan)

       Penghentian Pengakuan Aset Keuangan

       Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan hanya jika hak kontraktual atas arus kas dari
       aset tersebut berakhir, atau saat aset keuangan tersebut dialihkan dan secara substansial seluruh
       risiko dan manfaat kepemilikan aset kepada pihak lain. Jika Perusahaan tidak mengalihkan atau
       mempertahankan secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan dan terus
       mengendalikan aset yang dialihkan, Perusahaan mengakui hak kepemilikannya atas aset dan
       liabilitas terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Perusahaan memiliki secara
       substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang dialihkan, Perusahaan
       tetap mengakui aset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar hasil yang
       diterima.

       Pada penghentian pengakuan aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi,
       perbedaan antara nilai tercatat aset dan jumlah imbalan yang diterima dan piutang diakui dalam
       laporan laba rugi. Selain itu, pada penghentian pengakuan investasi dalam instrumen utang yang
       diklasifikasikan sebagai FVOCI, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakumulasi
       dalam cadangan revaluasi investasi direklasifikasi ke laba rugi. Sebaliknya, pada penghentian
       pengakuan investasi dalam instrumen ekuitas yang telah ditetapkan Perusahaan pada pengakuan
       awal untuk diukur pada FVOCI, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakumulasi
       dalam cadangan revaluasi investasi tidak direklasifikasi ke laba rugi, tetapi dipindahkan ke saldo
       laba.

     2. Liabilitas Keuangan

       Semua liabilitas keuangan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan
       menggunakan metode suku bunga efektif atau pada FVTPL. Namun, liabilitas keuangan yang timbul
       ketika pengalihan aset keuangan tidak memenuhi syarat untuk penghentian pengakuan atau ketika
       pendekatan keterlibatan berkelanjutan diterapkan, kontrak dan komitmen jaminan keuangan yang
       diterbitkan oleh Perusahaan, diukur sesuai dengan kebijakan akuntansi spesifik yang ditetapkan di
       bawah ini.

       Liabilitas Keuangan Diukur pada FVTPL

       Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai FVTPL jika liabilitas keuangan merupakan imbalan
       kontinjensi dari pihak pengakuisisi dalam kombinasi bisnis, dimiliki untuk diperdagangkan atau
       ditetapkan sebagai FVTPL.

       Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan jika:
       - telah diperoleh terutama untuk tujuan dibeli kembali dalam waktu dekat; atau
       - pada pengakuan awal, ini merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan yang
          diidentifikasi yang dikelola bersama oleh Perusahaan dan memiliki pola pengambilan
          keuntungan jangka pendek aktual terkini; atau
       - merupakan derivatif, kecuali untuk derivatif yang merupakan kontrak jaminan keuangan atau
          instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan efektif.
                                                  16
Page 24
                                PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                          TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
           UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

   f. Instrumen Keuangan (lanjutan)

     2. Liabilitas Keuangan (lanjutan)

       Liabilitas Keuangan Diukur pada FVTPL (Lanjutan)

       Liabilitas keuangan selain liabilitas keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan atau imbalan
       kontinjensi dari pihak pengakuisisi dalam kombinasi bisnis dapat ditetapkan sebagai FVTPL pada
       pengakuan awal jika:
       - penetapan tersebut menghilangkan atau secara signifikan mengurangi pengukuran atau
          pengakuan yang inkonsistensi, yang jika tidak maka akan timbul; atau
       - liabilitas keuangan merupakan bagian dari kelompok aset keuangan atau liabilitas keuangan atau
          keduanya, yang dikelola dan kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai wajar, sesuai dengan
          manajemen risiko atau strategi investasi yang didokumentasikan oleh Perusahaan, dan informasi
          tentang pengelompokan tersebut adalah disediakan secara internal atas dasar tersebut; atau

       - merupakan bagian dari kontrak yang mengandung satu atau lebih derivatif melekat, dan PSAK
         109 mengizinkan seluruh kontrak gabungan untuk ditetapkan sebagai FVTPL.

       Liabilitas keuangan pada FVTPL disajikan sebesar nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian
       yang timbul dari perubahan nilai wajar yang diakui dalam laporan laba rugi sepanjang hal tersebut
       bukan merupakan bagian dari hubungan lindung nilai yang ditentukan. Keuntungan atau kerugian
       bersih yang diakui dalam laba rugi menggabungkan setiap bunga yang dibayarkan atas liabilitas
       keuangan dan dimasukkan dalam item baris "Keuntungan dan Kerugian Lain-lain".

       Namun, untuk liabilitas keuangan yang ditetapkan sebagai FVTPL, jumlah perubahan nilai wajar
       liabilitas keuangan yang dapat diatribusikan pada perubahan risiko kredit sendiri dari liabilitas
       tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain, kecuali pengakuan dampak dari perubahan
       risiko kredit liabilitas dalam pendapatan komprehensif lain akan menciptakan atau memperbesar
       inkonsistensi akuntansi dalam laba rugi. Sisa perubahan nilai wajar karena selain risiko kredit
       sendiri dari liabilitas diakui dalam laporan laba rugi. Perubahan nilai wajar yang dapat
       diatribusikan pada risiko kredit liabilitas keuangan diakui dalam pendapatan komprehensif lain
       dan kemudian tidak direklasifikasi ke laba rugi; sebagai gantinya, dapat dipindahkan ke saldo laba
       pada saat penghentian pengakuan liabilitas keuangan.

       Keuntungan atau kerugian dari kontrak jaminan keuangan dan komitmen pinjaman yang
       diterbitkan oleh Perusahaan yang ditetapkan oleh Perusahaan pada nilai wajar melalui laba rugi
       diakui dalam laporan laba rugi.

       Liabilitas Keuangan Selanjutnya Diukur pada Biaya perolehan diamortisasi

       Liabilitas keuangan yang bukan merupakan imbalan kontinjensi dari pihak pengakuisisi dalam
       kombinasi bisnis, dimiliki untuk tidak diperdagangkan, atau ditetapkan sebagai FVTPL, selanjutnya
       diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.




                                                  17
Page 25
                                PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                          TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
           UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

   f. Instrumen Keuangan (lanjutan)

     2. Liabilitas Keuangan (lanjutan)

       Liabilitas Keuangan Selanjutnya Diukur pada Biaya perolehan diamortisasi (lanjutan)

       Metode suku bunga efektif adalah metode untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari
       liabilitas keuangan dan metode untuk mengalokasikan beban bunga selama periode yang relevan.
       Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran
       tunai di masa depan (termasuk semua biaya dan poin yang dibayarkan atau diterima yang
       merupakan bagian integral dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan premi atau diskon lainnya)
       selama perkiraan umur kewajiban keuangan atau (jika sesuai) periode yang lebih singkat, untuk
       biaya perolehan diamortisasi dari liabilitas keuangan.

       Keuntungan dan Kerugian Selisih Kurs

       Untuk liabilitas keuangan dalam mata uang asing dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi
       pada setiap tanggal pelaporan, keuntungan dan kerugian selisih kurs ditentukan berdasarkan biaya
       perolehan diamortisasi instrumen tersebut. Keuntungan dan kerugian selisih kurs ini diakui dalam
       “Keuntungan atau Kerugian Selisih Kurs” dalam laporan laba rugi untuk liabilitas keuangan yang
       bukan merupakan bagian dari hubungan lindung nilai yang ditentukan. Untuk liabilitas yang
       ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai untuk lindung nilai atas risiko mata uang asing,
       keuntungan dan kerugian selisih kurs diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasi
       dalam komponen ekuitas yang terpisah.

       Nilai wajar dari liabilitas keuangan dalam mata uang asing ditentukan dalam mata uang asing
       tersebut dan dijabarkan dengan kurs spot pada akhir periode pelaporan. Untuk liabilitas keuangan
       yang diukur pada FVTPL, komponen valuta asing merupakan bagian dari keuntungan atau kerugian
       nilai wajar dan diakui dalam laporan laba rugi untuk liabilitas keuangan yang bukan merupakan
       bagian dari hubungan lindung nilai yang ditentukan.

       Penghentian Pengakuan Liabilitas Keuangan

       Perusahaan menghentikan pengakuan liabilitas keuangannya jika, dan hanya jika, kewajiban
       Perusahaan dilepaskan, dibatalkan, atau habis masa berlakunya. Selisih antara nilai tercatat
       liabilitas keuangan yang dihentikan pengakuannya dan imbalan yang dibayarkan dan terutang,
       termasuk aset non tunai yang dialihkan atau liabilitas yang diambil alih, diakui dalam laporan laba
       rugi.

       Ketika Perusahaan menukar dengan pemberi pinjaman yang eksis, suatu instrumen utang ke
       instrumen lain dengan persyaratan yang secara substansial berbeda, pertukaran tersebut dicatat
       sebagai penghapusan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru. Demikian
       pula, Perusahaan mencatat modifikasi substansial dari persyaratan liabilitas yang ada atau bagian
       darinya sebagai penghapusan liabilitas keuangan asli dan pengakuan liabilitas baru.




                                                  18
Page 26
                                PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                          TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
           UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

   f. Instrumen Keuangan (lanjutan)

     2. Liabilitas Keuangan (lanjutan)

       Penghentian Pengakuan Liabilitas Keuangan (Lanjutan)

       Diasumsikan bahwa persyaratannya secara substansial berbeda jika nilai sekarang yang
       didiskontokan dari arus kas menurut persyaratan baru, termasuk biaya yang dibayarkan setelah
       dikurangi biaya yang diterima dan didiskontokan menggunakan tarif efektif awal sekurang-
       kurangnya 10 persen berbeda dari nilai wajar yang didiskontokan atas nilai sisa arus kas dari
       liabilitas keuangan awal. Jika modifikasi tidak substansial, perbedaan antara: (1) nilai tercatat
       liabilitas sebelum modifikasi; dan (2) nilai kini arus kas setelah modifikasi harus diakui dalam
       laporan laba rugi sebagai keuntungan atau kerugian modifikasi dalam keuntungan dan kerugian
       lain.

     3. Instrumen Keuangan Derivatif

       Untuk mengelola eksposur terhadap risiko suku bunga dan nilai tukar mata uang asing, termasuk
       kontrak berjangka valuta asing dan swap suku bunga, Entitas dapat masuk ke dalam berbagai
       instrumen keuangan derivatif.

       Derivatif pada awalnya diakui pada nilai wajar pada tanggal kontrak derivatif ditandatangani dan
       selanjutnya diukur kembali ke nilai wajarnya pada setiap tanggal pelaporan. Keuntungan atau
       kerugian yang dihasilkan segera diakui dalam laba rugi kecuali derivatif tersebut ditetapkan dan
       efektif sebagai instrumen lindung nilai, di mana waktu pengakuan laba rugi tergantung pada sifat
       hubungan lindung nilai.

       Derivatif dengan nilai wajar positif diakui sebagai aset keuangan sedangkan derivatif dengan nilai
       wajar negatif diakui sebagai liabilitas keuangan. Derivatif tidak saling hapus dalam laporan
       keuangan kecuali Entitas memiliki hak hukum dan niat untuk saling hapus.

       Derivatif disajikan sebagai aset tidak lancar atau liabilitas tidak lancar jika sisa jatuh tempo
       instrumen tersebut lebih dari 12 bulan dan diperkirakan tidak akan direalisasikan atau diselesaikan
       dalam 12 bulan. Derivatif lainnya disajikan sebagai aset lancar atau liabilitas lancar.

       Derivatif Melekat

       Derivatif melekat adalah komponen dari kontrak hibrida yang juga mencakup host non-derivatif
       dengan pengaruh bahwa beberapa arus kas dari instrumen gabungan bervariasi dengan cara yang
       serupa dengan derivatif yang berdiri sendiri.

       Derivatif yang melekat pada kontrak utama non-derivatif yang bukan merupakan aset keuangan
       dalam ruang lingkup PSAK 109 diperlakukan sebagai derivatif terpisah jika memenuhi definisi
       derivatif, risiko dan karakteristiknya tidak terkait erat dengan risiko dan karakteristik kontrak
       utama dan kontrak utama kontrak tidak diukur pada FVTPL.



                                                  19
Page 27
                                PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                          TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
           UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

   f. Instrumen Keuangan (lanjutan)

     3. Instrumen Keuangan Derivatif (lanjutan)

       Derivatif Melekat (lanjutan)

       Derivatif yang melekat pada kontrak hibrida yang mengandung aset keuangan utama dalam ruang
       lingkup PSAK 109 tidak dipisahkan. Seluruh kontrak hibrida diklasifikasikan dan selanjutnya
       diukur sebagai biaya perolehan diamortisasi atau FVTPL sebagaimana mestinya.

       Berbeda dengan aset keuangan, ketentuan yang ada dalam PSAK 239 untuk pemisahan derivatif
       melekat tetap dilanjutkan untuk liabilitas keuangan, artinya liabilitas keuangan yang diukur pada
       biaya perolehan diamortisasi masih perlu dianalisis untuk menentukan apakah terdapat derivatif
       melekat yang harus dipertanggungjawabkan secara terpisah pada FVTPL.

       Jika kontrak hibrida merupakan liabilitas keuangan kuotasian, alih-alih memisahkan derivatif
       melekat, Entitas biasanya menetapkan seluruh kontrak hibrida pada FVTPL.

       Derivatif melekat disajikan sebagai aset tidak lancar atau liabilitas tidak lancar jika sisa jatuh tempo
       instrumen hibrida yang terkait dengan derivatif melekat lebih dari 12 bulan dan tidak diharapkan
       akan direalisasikan atau diselesaikan dalam 12 bulan.

     4. Akuntansi Lindung Nilai

       Entitas menetapkan derivatif tertentu sebagai instrumen lindung nilai sehubungan dengan risiko
       mata uang asing dan risiko suku bunga dalam lindung nilai nilai wajar, lindung nilai arus kas, atau
       lindung nilai atas investasi neto dalam operasi luar negeri yang sesuai. Lindung nilai atas risiko nilai
       tukar mata uang asing atas komitmen dicatat sebagai lindung nilai arus kas.

       Pada insepsi hubungan lindung nilai, Entitas mendokumentasikan hubungan antara instrumen
       lindung nilai dan item yang dilindung nilai, bersama dengan tujuan manajemen risiko dan
       strateginya untuk melakukan berbagai transaksi lindung nilai. Selanjutnya, pada awal lindung nilai
       dan secara berkelanjutan, Entitas mendokumentasikan apakah instrumen lindung nilai efektif
       dalam mengimbangi perubahan nilai wajar atau arus kas dari item yang dilindungi nilai yang
       disebabkan oleh risiko lindung nilai, yaitu ketika hubungan lindung nilai memenuhi semua dari
       persyaratan efektivitas lindung nilai berikut:
       - ada hubungan ekonomi antara item yang dilindungi nilai dan instrumen lindung nilai;
       - pengaruh risiko kredit tidak mendominasi perubahan nilai yang dihasilkan dari hubungan
          ekonomi tersebut; dan
       - rasio lindung nilai dari hubungan lindung nilai adalah sama dengan yang dihasilkan dari jumlah
          item yang dilindungi nilai yang sebenarnya dilindung nilai oleh Entitas dan jumlah instrumen
          lindung nilai yang sebenarnya digunakan Entitas untuk lindung nilai atas jumlah item yang
          dilindungi nilai tersebut.




                                                    20
Page 28
                                PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                          TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
           UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

   f. Instrumen Keuangan (lanjutan)

     4. Akuntansi Lindung Nilai (lanjutan)

       Jika hubungan lindung nilai tidak lagi memenuhi persyaratan efektivitas lindung nilai yang
       berkaitan dengan rasio lindung nilai tetapi tujuan manajemen risiko untuk hubungan lindung nilai
       yang ditentukan tetap sama, Entitas menyesuaikan rasio lindung nilai dari hubungan lindung nilai
       (yaitu menyeimbangkan kembali lindung nilai) sehingga memenuhi kriteria kualifikasi lagi.

       Entitas hanya menetapkan nilai intrinsik kontrak opsi sebagai item lindung nilai. Perubahan nilai
       wajar dari nilai waktu selaras dari opsi diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan
       diakumulasikan dalam biaya penyisihan lindung nilai. Jika item yang dilindungi nilainya terkait
       dengan transaksi, nilai waktunya direklasifikasi ke laba rugi ketika item yang dilindungi nilainya
       mempengaruhi laba rugi. Jika item yang dilindungi nilai terkait dengan periode waktu, maka jumlah
       yang terakumulasi dalam biaya penyisihan lindung nilai direklasifikasi ke laba rugi secara basis
       rasional – Entitas menerapkan amortisasi garis lurus.

       Jumlah yang direklasifikasi tersebut diakui dalam laba rugi pada baris yang sama dengan item yang
       dilindungi nilai. Jika item yang dilindungi nilai adalah item non-keuangan, maka jumlah yang
       terakumulasi dalam biaya penyisihan lindung nilai dihapus langsung dari ekuitas dan dimasukkan
       ke dalam jumlah tercatat awal item non-keuangan yang diakui. Selanjutnya, jika Entitas
       mengharapkan sebagian atau seluruh kerugian yang terakumulasi dalam biaya penyisihan lindung
       nilai tidak akan dipulihkan di masa depan, jumlah tersebut segera direklasifikasi ke laba rugi.

       Lindung Nilai - Nilai Wajar

       Perubahan nilai wajar atas instrumen lindung nilai yang memenuhi syarat diakui dalam laba rugi
       kecuali jika instrumen lindung nilai tersebut melakukan lindung nilai atas instrumen ekuitas yang
       ditetapkan pada FVOCI dalam hal ini diakui dalam penghasilan komprehensif lain.

       Nilai tercatat item yang dilindungi nilai yang belum diukur pada nilai wajar disesuaikan dengan
       perubahan nilai wajar yang dapat diatribusikan pada risiko lindung nilai dengan entri yang sesuai
       dalam laba rugi. Untuk instrumen utang yang diukur pada FVOCI, nilai tercatatnya tidak
       disesuaikan karena telah diukur pada nilai wajarnya, tetapi keuntungan atau kerugian lindung nilai
       diakui dalam laba rugi, bukan penghasilan komprehensif lain.

       Jika item lindung nilai merupakan instrumen ekuitas yang ditetapkan pada FVOCI, keuntungan atau
       kerugian lindung nilai tetap berada dalam penghasilan komprehensif lain agar sesuai dengan
       instrumen lindung nilai.

       Entitas menghentikan akuntansi lindung nilai hanya jika hubungan lindung nilai (atau bagian
       darinya) tidak lagi memenuhi kriteria kualifikasi (setelah penyeimbangan kembali, jika berlaku). Ini
       termasuk contoh ketika instrumen lindung nilai kedaluwarsa atau dijual, dihentikan atau
       dilaksanakan. Penghentian diperhitungkan secara prospektif. Penyesuaian nilai wajar atas nilai
       tercatat item yang dilindungi nilai yang timbul dari risiko lindung nilai diamortisasi ke laba rugi
       sejak tanggal tersebut.


                                                   21
Page 29
                                PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                          TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
           UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

   f. Instrumen Keuangan (lanjutan)

     4. Akuntansi Lindung Nilai (lanjutan)

       Lindung Nilai - Arus Kas

       Bagian efektif dari perubahan nilai wajar derivatif dan instrumen lindung nilai lain yang memenuhi
       syarat yang ditetapkan dan memenuhi syarat sebagai lindung nilai arus kas, diakui dalam
       penghasilan komprehensif lain dan diakumulasikan dalam akun penyisihan lindung nilai arus kas,
       terbatas pada perubahan kumulatif nilai wajar dari item yang dilindungi nilai sejak dimulainya
       lindung nilai. Keuntungan atau kerugian yang terkait dengan bagian yang tidak efektif segera diakui
       dalam laba rugi, dan dimasukkan dalam baris item "Keuntungan dan Kerugian Lainnya".

       Jumlah yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasi dalam
       ekuitas direklasifikasi ke laba rugi pada periode ketika item yang dilindungi nilai mempengaruhi
       laba rugi, di baris yang sama dengan item yang dilindungi nilai yang diakui. Namun, ketika
       prakiraan transaksi lindung nilai menghasilkan pengakuan aset non-keuangan atau liabilitas non-
       keuangan, keuntungan dan kerugian yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain
       dan diakumulasi dalam ekuitas dikeluarkan dari ekuitas dan dimasukkan dalam pengukuran awal
       biaya aset non-keuangan atau liabilitas non-keuangan.

       Transfer ini tidak mempengaruhi penghasilan komprehensif lain. Lebih lanjut, jika Entitas
       memperkirakan bahwa sebagian atau seluruh kerugian yang diakumulasi dalam penghasilan
       komprehensif lain tidak akan dipulihkan di masa depan, jumlah tersebut segera direklasifikasi ke
       laba rugi.

       Entitas menghentikan akuntansi lindung nilai hanya jika hubungan lindung nilai (atau bagian
       darinya) tidak lagi memenuhi kriteria kualifikasi (setelah penyeimbangan kembali, jika berlaku). Ini
       termasuk contoh ketika instrumen lindung nilai kedaluwarsa atau dijual, dihentikan atau
       dilaksanakan. Penghentian diperhitungkan secara prospektif. Keuntungan atau kerugian yang
       diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasi dalam ekuitas pada saat itu tetap
       berada dalam ekuitas dan diakui pada saat prakiraan transaksi akhirnya diakui dalam laba rugi.
       Ketika prakiraan transaksi tidak lagi diharapkan terjadi, keuntungan atau kerugian yang
       diakumulasi dalam ekuitas segera diakui dalam laba rugi.

       Lindung Nilai Investasi Bersih dalam Operasi Asing

       Lindung nilai atas investasi bersih dalam operasi asing dicatat serupa dengan lindung nilai arus kas.
       Keuntungan atau kerugian dari instrumen lindung nilai yang terkait dengan bagian efektif dari
       lindung nilai diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasikan dalam akun
       penyisihan penjabaran mata uang asing. Keuntungan atau kerugian yang terkait dengan bagian
       yang tidak efektif segera diakui dalam laba rugi, dan dimasukkan dalam baris item "Keuntungan
       dan Kerugian Lainnya".

       Keuntungan dan kerugian dari instrumen lindung nilai terkait dengan bagian efektif dari lindung
       nilai yang diakumulasi dalam penyisihan penjabaran mata uang asing direklasifikasi ke laba rugi
       atas pelepasan atau pelepasan sebagian operasi luar negeri.

                                                   22
Page 30
                                PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                          TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
           UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

   f. Instrumen Keuangan (lanjutan)

     5. Pengaturan Saling Hapus

        Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan jumlah bersih disajikan di laporan posisi
        keuangan jika, dan hanya jika, Perusahaan memiliki hak yang dapat diberlakukan secara hukum
        untuk menghapus jumlah yang diakui; dan bermaksud untuk menyelesaikan secara neto, atau
        untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan. Hak untuk kompensasi
        harus tersedia saat kini daripada bergantung pada peristiwa di masa depan dan harus dapat
        dilaksanakan oleh salah satu pihak lawan, baik dalam kegiatan bisnis normal dan dalam hal terjadi
        gagal bayar (default), keadaan tidak dapat membayar (insolvency) atau kebangkrutan.

     6. Reklasifikasi Instrumen Keuangan

        Untuk aset keuangan, diperlukan reklasifikasi antara FVTPL, FVOCI dan biaya perolehan
        diamortisasi, jika dan hanya jika tujuan model bisnis Perusahaan untuk aset keuangannya berubah
        sehingga penilaian model sebelumnya tidak berlaku lagi.

        Jika reklasifikasi sudah sesuai, maka harus dilakukan secara prospektif sejak tanggal reklasifikasi
        yang ditetapkan sebagai hari pertama periode pelaporan pertama setelah perubahan model bisnis.
        Perusahaan tidak menyajikan kembali keuntungan, kerugian, atau bunga yang diakui sebelumnya.

        PSAK 109 tidak mengizinkan reklasifikasi:
        - untuk investasi ekuitas yang diukur pada FVOCI, atau
        - di mana opsi nilai wajar telah dilaksanakan dalam kondisi apapun untuk aset keuangan atau
          liabilitas keuangan.

        Liabilitas keuangan tidak dapat direklasifikasi.

   g. Kas dan Setara Kas dan Kas yang Dibatasai Penggunaannya

     Kas adalah alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan entitas.
     Setara kas adalah investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka pendek, dan dengan cepat dapat
     dijadikan kas dalam jumlah yang dapat ditentukan dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak
     signifikan dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan
     sebagai jaminan atau tidak dibatasi penggunaannya.

     Kas di bank dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya sehubungan dengan persyaratan
     perjanjian pinjaman atau perjanjian lainnya disajikan sebagai “Kas di Bank dan Deposito Berjangka
     yang Dibatasi Penggunaannya” sebagai aset tidak lancar.

     Kas di bank dan deposito berjangka yang akan digunakan untuk membayar liabilitas yang akan jatuh
     tempo dalam 1 (satu) tahun, disajikan sebagai bagian dari aset lancar.




                                                     23
Page 31
                                PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                          TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
           UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

   h. Piutang Usaha

     Piutang usaha pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan
     diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif, kecuali efek diskontonya tidak material,
     setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu.

     Penyisihan piutang ragu-ragu dibentuk pada saat terdapat bukti obyektif bahwa saldo piutang tidak
     dapat ditagih. Piutang ragu-ragu dihapus pada saat piutang tersebut tidak akan tertagih.

   i. Biaya dibayar Dimuka

     Biaya dibayar dimuka diamortisasi sesuai masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan
     metode garis lurus.

   j. Uang Muka

     Dibayar atas transaksi pembelian yang dibayarkan terlebih dahulu dan dipertimbangkan pada saat
     terjadinya transaksi.

   k. Persediaan

     Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto.
     Biaya perolehan persediaan Perusahaan ditentukan dengan menggunakan metode first-in, first-out
     (FIFO). Nilai realisasi neto ditentukan berdasarkan taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal
     setelah dikurangi dengan taksiran beban yang diperlukan untuk menyelesaikan dan menjual
     persediaan tersebut.

     Penyisihan untuk penurunan nilai persediaan dan persediaan usang ditentukan berdasarkan
     penelaahan atas kondisi persediaan pada akhir tahun untuk menyesuaikan nilai persediaan ke nilai

   l. Aset Tetap

     Entitas menerapkan PSAK 216 (Revisi 2011) “Aset Tetap”. Entitas telah memilih model biaya (cost
     model) sebagai kebijakan akuntansi pengukuran aset tetapnya. Aset tetap dinyatakan sebesar biaya
     perolehan, kecuali tanah, dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. Penyusutan
     dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method) selama umur manfaat aset.
     Taksiran masa manfaat ekonomis sebagai berikut:

                                                                           Persentase       Masa manfaat
                                                                               %              (Tahun)

     Bangunan                                                                  5%                20
     Convention hall                                                           5%                20
     Prasarana                                                               12,5%                8
     Mesin dan peralatan                                                     12,5%                8
     Kendaraan                                                            12,5% - 25%            4-8
     Peralatan dan perabotan                                                  25%                 4


                                                    24
Page 32
                                PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                          TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
           UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

   l. Aset Tetap (Lanjutan)

     Biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Bangunan (“HGB”) ketika tanah
     diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah pada akun “Aset Tetap” dan
     tidak diamortisasi. Sementara biaya pengurusan atas perpanjangan HGB diakui sebagai bagian dari
     akun “Beban Ditangguhkan, Neto” pada laporan posisi keuangan dan diamortisasi sepanjang mana
     yang lebih pendek antara umur hukum hak dan umur ekonomis tanah.

     Pada setiap akhir tahun buku, manajemen mengkaji ulang nilai residu, umur manfaat dan metode
     penyusutan, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.

     Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
     lain pada saat terjadinya; Biaya penggantian atau inspeksi yang signifikan dikapitalisasi pada saat
     terjadinya, dan jika besar kemungkinan manfaat ekonomis dimasa depan berkenaan dengan aset
     tersebut akan mengalir ke Perusahaan, dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal.

     Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada
     manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi
     yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil
     pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan
     komprehensif lain pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.

     Aset dalam penyelesaian disajikan dalam “Aset Tetap” dan dinyatakan sebesar biaya perolehan.
     Akumulasi biaya perolehan untuk aset dalam penyelesaian akan dipindahkan ke masing-masing aset
     tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan sesuai dengan
     tujuannya.

  m. Utang Usaha

     Utang usaha adalah kewajiban untuk membayar barang atau jasa yang telah diperoleh dari pemasok
     dalam kegiatan usaha normal. Utang usaha dikelompokkan sebagai liabilitas jangka pendek apabila
     pembayaran jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang. Jika tidak, utang usaha tersebut
     disajikan sebagai liabilitas jangka panjang.




                                                  25
Page 33
                                  PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                            TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
             UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                         (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

   n. Pengakuan Pendapatan dan Beban

     Pendapatan

     Dalam menentukan pengakuan pendapatan, Perusahaan melakukan analisa transaksi melalui lima
     langkah analisa berikut:
        1. Mengindentifikasi kontrak dengan pelanggan, dengan kriteria sebagai berikut:
           - Kontrak telah disetujui oleh pihak- pihak terkait dalam kontrak;
           - Perusahaan bisa mengidentifikasi hak dari pihak-pihak terkait dan jangka waktu pembayaran
             dari barang atau jasa yang akan dialihkan;
           - Kontrak memiliki substansi komersial; dan
           - Besar kemungkinan Perusahaan akan menerima imbalan atas barang atau jasa yang dialihkan.
        2. Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak, untuk menyerahkan barang atau jasa
           yang memiliki karakteristik yang berbeda ke pelanggan.
        3. Menentukan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur, insentif penjualan, pajak penjualan
           barang mewah, pajak pertambahan nilai dan pungutan ekspor, yang berhak diperoleh suatu
           entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan.
        4. Mengalokasikan harga transaksi kepada setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan
           dasar harga jual dari setiap barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak.
        5. Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi (sepanjang waktu atau pada
           suatu waktu tertentu).

     Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui apabila kewajiban
     pelaksanaan yang telah dipenuhi melebihi pembayaran yang dilakukan oleh pelanggan. Liabilitas
     kontrak diakui ketika pembayaran yang dilakukan oleh pelanggan melebihi kewajiban pelaksanaan
     yang telah dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam “Piutang usaha” dan liabilitas kontrak disajikan
     dalam “Utang usaha” dan “Liabilitas lain-lain”.

     Kriteria tertentu juga harus terpenuhi untuk setiap aktivitas Perusahaan seperti yang dijelaskan di
     bawah.

     Pendapatan dari penjualan barang diakui pada saat pengalihan risiko dan manfaat kepemilikan barang
     secara signifikan kepada pelanggan, yang pada umumnya bertepatan dengan pengiriman dan
     penerimaan barang yang dijual. Pendapatan tidak diakui sejauh ada ketidakpastian yang signifikan
     mengenai pemulihan jumlah imbalan, biaya terkait, atau kemungkinan pengembalian barang.

     Pendapatan jasa diakui pada saat pelanggan menerima dan mengonsumsi manfaat dari jasa tersebut.

     Beban

     Beban diakui pada saat terjadinya.




                                                   26
Page 34
                                PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                          TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
           UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

   o. Beban Pinjaman

     Bunga dan beban keuangan lainnya yang timbul dari pinjaman yang diperoleh untuk mendanai
     perolehan dan pengembangan tanah dan serta pembangunan bangunan dikapitalisasi ke persediaan
     dan tanah untuk pengembangan, yang mana lebih sesuai. Biaya pinjaman yang dikapitalisasi terdiri
     dari beban bunga, beban bank dan selisih kurs yang terjadi sehubungan dengan perolehan pinjaman
     tersebut.

     Besarnya biaya pinjaman yang dikapitalisasi dalam suatu periode ditentukan berdasarkan tingkat
     kapitalisasi dikalikan dengan jumlah yang dikeluarkan untuk perolehan, pematangan dan
     pembangunan tahun berjalan.

   p. Pajak Penghasilan

     Jumlah pajak kini untuk periode kini dan periode sebelumnya, yang belum dibayar, diakui sebagai
     liabilitas. Apabila jumlah pajak yang telah dibayar untuk periode kini dan periode-periode
     sebelumnya melebihi jumlah pajak yang terhutang untuk periode-periode tersebut, maka selisihnya
     diakui sebagai aset.

     Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak kecuali jika timbul
     perbedaan temporer kena pajak yang berasal dari:
     a pengakuan awal goodwill ; atau
     b. pada saat pengakuan awal aset atau liabilitas dalam transaksi yang
        - bukan dari transaksi kombinasi bisnis; dan
        - pada saat transaksi, tidak mempengaruhi laba akuntansi dan laba kena pajak (rugi pajak).
     c perbedaan temporer kena pajak terkait dengan investasi pada entitas anak, cabang dan entitas
        asosiasi, dan bagian partisipasi dalam pengaturan bersama, tetapi hanya sepanjang bahwa entitas
        mampu mengontrol waktu pembalikan perbedaan dan besar kemungkinan pembalikan tidak akan
        terjadi pada perkiraan masa mendatang.

     Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer dapat dikurangkan, kerugian fiskal
     dan kredit pajak yang belum dimanfaatkan sepanjang besar kemungkinan akan ada laba kena pajak
     akan tersedia dalam jumlah yang cukup memadai sehingga perbedaan temporer dapat dikurangkan
     tersebut dapat dimanfaatkan kecuali jika timbul perbedaan temporer dapat dikurangkan yang berasal
     dari:
     a pengakuan awal aset atau pengakuan awal liabilitas dalam transaksi yang:
        - bukan dari transaksi kombinasi bisnis; dan
        - pada saat transaksi, tidak mempengaruhi baik laba akuntansi maupun laba kena pajak (rugi
           pajak).
     b perbedaan temporer dapat dikurangkan yang ditimbulkan dari entitas anak, cabang dan entitas
        asosiasi, serta bagian partisipasi dalam pengaturan bersama sepanjang dan hanya sepanjang
        kemungkinan besar terjadi:
        - perbedaan temporer akan terpulihkan pada masa depan yang dapat diperkirakan; dan
        - laba kena pajak akan tersedia dalam jumlah yang memadai sehingga perbedaan temporer dapat
           dimanfaatkan.



                                                 27
Page 35
                                 PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                             CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                           TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
            UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

   p. Pajak Penghasilan (lanjutan)

     Liabilitas (aset) pajak kini untuk periode kini dan periode sebelumnya diukur sebesar jumlah yang
     diharapkan untuk dibayar (direstitusi) kepada otoritas perpajakan, yang dihitung menggunakan tarif
     pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau yang telah secara substantif berlaku pada periode
     pelaporan.

     Aset dan liabilitas pajak tangguhan harus diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan
     akan berlaku pada saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, yaitu dengan tarif pajak (dan
     peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif berlaku pada periode pelaporan.

     Aset dan Liabilitas pajak tangguhan tidak boleh didiskontokan.

     Jumlah tercatat aset pajak tangguhan harus ditinjau kembali pada akhir periode pelaporan. Entitas
     mengurangi jumlah tercatat aset pajak tangguhan apabila besar kemungkinan laba kena pajak tidak
     lagi tersedia dalam jumlah yang cukup memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh
     aset pajak tangguhan tersebut. Pengurangan jumlah tercatat aset pajak tangguhan dilakukan
     pembalikan apabila kemungkinan besar laba kena pajak yang tersedia jumlahnya cukup memadai.

     Untuk transaksi atau peristiwa lainnya yang diakui dalam laba rugi, setiap pengaruh pajak terkait juga
     diakui dalam laba rugi. Untuk transaksi atau peristiwa lainnya yang diakui diluar laba rugi (baik dalam
     OCI maupun langsung dalam ekuitas), setiap pengaruh pajak terkait juga diakui diluar laba rugi (baik
     dalam OCI maupun langsung dalam ekuitas, masing-masing). Demikian juga, pengakuan aset dan
     liabilitas pajak tangguhan dalam kombinasi bisnis mempengaruhi jumlah goodwill yang timbul dari
     kombinasi bisnis tersebut atau keuntungan dari pembelian dengan diskon.

     Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus jika, dan hanya jika, memiliki hak
     secara hukum untuk saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini, atau aset pajak
     tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait entitas kena pajak yang sama, atau entitas berniat
     untuk menyelesaikan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto.

   q. Imbalan Kerja

     Entitas mengadopsi program imbalan pasti yang tidak didanai dan mencatat imbalan kerja untuk
     memenuhi imbalan di bawah Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan
     Undang-Undang No 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Biaya imbalan kerja untuk pekerja harus
     diakui pada periode dimana imbalan diperoleh oleh pekerja, daripada ketika dibayar atau terutang.

     Komponen biaya imbalan pasti diakui sebagai berikut:
     1. biaya jasa diatribusikan ke periode sekarang dan masa lalu diakui dalam laba rugi;
     2. bunga neto pada liabilitas atau aset imbalan pasti ditentukan dengan menggunakan tingkat
        diskonto pada awal periode diakui dalam laba rugi;
     3. pengukuran kembali dari liabilitas atau aset imbalan pasti terdiri dari:
        - keuntungan dan kerugian aktuarial;
        - imbal balik aset program;
        - setiap perubahan dalam dampak batas atas aset, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam
           bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto; diakui di OCI (tidak direklasifikasi ke laba
           rugi pada periode berikutnya).
                                                    28
Page 36
                                 PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                             CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                           TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
            UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

   q. Imbalan Kerja (lanjutan)

     Pengukuran liabilitas (aset) imbalan pasti bersih mensyaratkan penerapan metode penilaian aktuaria,
     atribusi imbalan untuk periode jasa, dan penggunaan asumsi aktuaria. Nilai wajar aset program
     dikurangi dari nilai kini liabilitas imbalan pasti dalam menentukan defisit bersih atau surplus.


     Nilai kini liabilitas imbalan pasti entitas dan biaya jasa terkait ditentukan dengan menggunakan
     metode “Projected Unit Credit” , yang menganggap setiap periode jasa akan menghasilkan satu unit
     tambahan dari imbalan dan mengukur setiap unit secara terpisah untuk menghasilkan liabilitas akhir.
     Hal ini mensyaratkan entitas untuk mengatribusikan imbalan pada periode kini (untuk menentukan
     biaya jasa kini) dan periode kini dan periode lalu (untuk menentukan nilai kini liabilitas imbalan
     pasti). Imbalan tersebut diatribusikan sepanjang periode jasa menggunakan formula imbalan yang
     dimiliki program, kecuali jasa pekerja di tahun tahun akhir akan meningkat secara material
     dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dalam hal ini menggunakan dasar metode garis lurus.

     Biaya jasa lalu adalah perubahan liabilitas imbalan pasti atas jasa pekerja pada periode-periode lalu,
     yang timbul sebagai akibat dari perubahan pengaturan program dalam periode kini (yaitu
     memperkenalkan perubahan program atau mengubah imbalan yang akan dibayar, atau kurtailmen
     yang secara signifikan mengurangi jumlah pekerja yang disertakan).

     Biaya jasa lalu diakui sebagai beban pada awal tanggal ketika perubahan program atau kurtailmen
     terjadi dan tanggal ketika Perusahaan mengakui setiap pesangon, atau biaya terkait restrukturisasi
     dalam PSAK No. 237, "Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi".

     Keuntungan atau kerugian atas penyelesaian program imbalan pasti diakui pada saat penyelesaian
     terjadi.

     Sebelum biaya jasa lalu ditentukan, atau keuntungan atau kerugian pada penyelesaian diakui, liabilitas
     imbalan pasti atau aset disyaratkan untuk diukur kembali, namun entitas tidak disyaratkan untuk
     membedakan antara biaya jasa lalu yang dihasilkan dari kurtailmen dan keuntungan dan kerugian
     pada penyelesaian di mana transaksi ini terjadi bersama-sama.

   r. Penurunan Nilai Aset

     Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi suatu aset
     mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian secara tahunan
     penurunan nilai aset diperlukan, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah terpulihkan aset
     tersebut. Jumlah terpulihkan suatu aset atau Cash General Unit (CGU) adalah jumlah yang lebih tinggi
     antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dan nilai pakainya. Jika jumlah terpulihkan suatu aset
     lebih kecil dari nilai tercatatnya, nilai tercatat harus diturunkan menjadi sebesar terpulihkan.

     Kerugian penurunan nilai diakui segera dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain,
     kecuali berkaitan dengan aset revaluasian dimana rugi penurunan nilai diperlakukan sebagai
     penurunan revaluasi di OCI.



                                                   29
Page 37
                                 PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                             CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                           TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
            UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

   r. Penurunan Nilai Aset (Lanjutan)

     Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill
     dibalik jika, dan hanya jika, terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan
     jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah
     tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah
     tercatat aset tidak melebihi jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi
     penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi
     penurunan nilai diakui sebagai keuntungan dalam laporan laba rugi kecuali terkait dengan aset
     revaluasian dimana pembalikan diperlakukan sebagai kenaikan revaluasi dalam OCI.

   s. Provisi dan Kontinjensi

     Provisi diakui jika entitas memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif)
     yang diakibatkan peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban tersebut
     mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal
     mengenai jumlah liabilitas tersebut dapat dibuat.

     Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik
     yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban kemungkinan besar
     tidak terjadi, maka provisi dibatalkan.

     Liabilitas kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan tetapi diungkapkan, kecuali arus keluar
     sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi kemungkinannya kecil.

     Aset kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan tetapi diungkapkan jika terdapat kemungkinan
     besar arus masuk manfaat ekonomis akan diperoleh.

   t. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan

     Peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang menyediakan tambahan informasi
     mengenai posisi keuangan Perusahaan pada tanggal laporan posisi keuangan (peristiwa penyesuai),
     jika ada, telah tercermin dalam laporan keuangan.

     Peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang tidak memerlukan penyesuaian
     (peristiwa non-penyesuaian), apabila jumlahnya material, telah diungkapkan dalam laporan
     keuangan.




                                                   30
Page 38
                                PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                          TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
           UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

4. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN

  Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi

  Penyusunan laporan keuangan mengharuskan manajemen Perusahaan untuk membuat pertimbangan,
  estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan
  liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontijensi, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian
  mengenai pertimbangan, estimasi dan asumsi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material
  terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.

  Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang
  memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk
  periode berikutnya diungkapkan dibawah ini.

  Perusahaan mendasarkan estimasi dan asumsi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan
  disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan
  pasar atau situasi diluar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada
  saat terjadinya.

  Pertimbangan, estimasi dan asumsi berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan
  kebijakan akuntansi Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam
  laporan keuangan:

  Menentukan Metode Penyusutan dan Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap

  Perusahaan mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap berdasarkan utilisasi dari aset yang
  diharapkan dan didukung dengan rencana dan strategi usaha dan perilaku pasar. Estimasi dari masa
  manfaat aset tetap adalah berdasarkan penelaahan Perusahaan terhadap praktek industri, evaluasi
  teknis internal dan pengalaman untuk aset yang setara.

  Estimasi masa manfaat ditelaah minimal setiap akhir tahun pelaporan dan diperbarui jika ekspektasi
  berbeda dari estimasi sebelumnya dikarenakan pemakaian dan kerusakan fisik, keusangan secara teknis
  atau komersial dan hukum atau pembatasan lain atas penggunaan dari aset serta perkembangan
  teknologi. Namun demikian, adalah mungkin, hasil dimasa depan dari operasi dapat dipengaruhi secara
  material oleh perubahan-perubahan dalam estimasi yang diakibatkan oleh perubahan faktor-faktor yang
  disebutkan di atas, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi.

  Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
  masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4
  sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana
  Perusahaan menjalankan bisnisnya.




                                                    31
Page 39
                                PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                          TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
           UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

4. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)

  Estimasi Beban Pensiun dan Imbalan Kerja

  Penentuan liabilitas atas pensiun dan kewajiban imbalan kerja Perusahaan bergantung pada pemilihan
  asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi
  tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri
  karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian.

  Sementara Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan
  signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Perusahaan dapat
  mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan
  kerja neto.

  Menentukan Pajak Penghasilan

  Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan.Terdapat
  transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan
  usaha normal. Entitas mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah
  akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan.

  Dalam situasi tertentu, Entitas tidak dapat menentukan secara pasti jumlah liabilitas pajak mereka pada
  saat ini atau masa depan karena proses pemeriksaan, atau negosiasi dengan otoritas perpajakan.
  Ketidakpastian timbul terkait dengan interpretasi dari peraturan perpajakan yang kompleks serta jumlah
  dan waktu dari penghasilan kena pajak di masa depan.

  Dalam menentukan jumlah yang harus diakui terkait dengan liabilitas pajak yang tidak pasti, Entitas
  menerapkan pertimbangan yang sama yang akan mereka gunakan dalam menentukan jumlah cadangan
  yang harus diakui sesuai dengan PSAK 237 (Revisi 2009) “Provisi, Liabilitas Kontijensi dan Aset
  Kontijensi”. Entitas membuat analisis untuk semua posisi pajak terkait dengan pajak penghasilan untuk
  menentukan jika liabilitas pajak untuk manfaat pajak yang belum diakui harus diakui.

  Entitas menelaah aset pajak tangguhan pada setiap tanggal pelaporan dan mengurangi nilai tercatat
  sepanjang tidak ada kemungkinan bahwa laba kena pajak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau
  seluruh aset pajak tangguhan. Entitas juga menelaah waktu yang diharapkan dan tarif pajak atas
  pemulihan perbedaan temporer dan menyesuaikan pengaruh atas pajak tangguhan yang sesuai.




                                                   32
Page 40
                                   PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                              TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
           UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

5. KAS DAN SETARA KAS

  Akun ini terdiri dari:
                                                                 30 September 2025   31 Desember 2024

  Kas                                                                   44.504.243        39.198.500
  Bank Rupiah
    PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.                           672.965.836       928.458.379
    PT Bank Jawa Barat                                                  88.217.833       265.408.663
    PT Bank Central Asia, Tbk                                          168.628.863       235.588.241
    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk.                            32.214.544        39.311.018
  Jumlah                                                             1.006.531.319     1.507.964.801

  Tidak ada saldo kas dan setara kas yang dibatasi penggunaannya dan yang ditempatkan pada pihak
  berelasi.

6. PIUTANG USAHA

  Akun ini terdiri dari:
                                                                 30 September 2025   31 Desember 2024

  Guest                                                                266.678.400       292.140.236
  Guest Ledger                                                         113.095.133        52.472.496
  BCA Card                                                               7.113.000         5.117.000
  QR BJB                                                                 4.806.890         1.768.957
  BNI Card                                                                 872.280                 -
  Online Food                                                              149.600                 -
  OTA                                                                            -         9.536.720
  Jumlah                                                               392.715.303       361.035.409

  Rincian piutang usaha berdasarkan umur piutang adalah sebagai berikut:

                                                                 30 September 2025   31 Desember 2024

  Sampai dengan 1 bulan                                                392.715.303       361.035.409
  Jumlah                                                               392.715.303       361.035.409

  Pada tanggal 30 September 2025 dan pada tanggal 31 Desember 2024, semua piutang usaha Perusahaan
  merupakan piutang dalam mata uang Rupiah. Manajemen Perusahaan berpendapat bahwa seluruh
  piutang usaha tersebut dapat tertagih, sehingga tidak perlu dibuat cadangan kerugian penurunan nilai
  piutang.




                                                  33
Page 41
                                   PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                              TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
           UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

7. PERSEDIAAN

  Akun ini terdiri dari:
                                                                  30 September 2025   31 Desember 2024

  Food                                                                  27.762.799        116.248.729
  Fruit & Beverage                                                      17.000.673          9.432.806
  Pengharum & Pembersih                                                 10.594.821         21.985.647
  Gas                                                                   10.046.111         11.598.537
  Jumlah                                                                65.404.404        159.265.719

  Pada tanggal 30 September 2025 dan pada tanggal 31 Desember 2024 tidak terdapat persediaan
  Perusahaan yang diasuransikan. Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan pada akhir
  tahun, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai persediaan dan barang usang,
  sehingga tidak perlu dibentuk penyisihan berkaitan dengan hal tersebut.

8. PAJAK DIBAYAR DIMUKA

  Akun ini terdiri dari:
                                                                  30 September 2025   31 Desember 2024

  PPh Pasal 21                                                                   -          2.682.720
  Jumlah                                                                         -          2.682.720

9. ASET TETAP

  Akun ini terdiri dari:
                                                        30 September 2025
                                 Saldo awal       Penambahan     Pengurangan             Saldo akhir
  Harga Perolehan
  Tanah                        16.259.000.000                -                   -      16.259.000.000
  Bangunan                     33.878.104.771                -                   -      33.878.104.771
  Convention Hall              11.922.190.100                -                   -      11.922.190.100
  Prasarana                     6.734.723.719                -                   -       6.734.723.719
  Mesin dan Peralatan           1.417.269.800                -                   -       1.417.269.800
  Kendaraan                       992.757.037                -                   -         992.757.037
  Perlengkapan & Perabotan      6.943.245.536       34.927.800                   -       6.978.173.336
  Jumlah                       78.147.290.963       34.927.800                   -      78.182.218.763
  Akumlasi Penyusutan
  Bangunan                     11.996.212.711     1.270.428.929                  -      13.266.641.640
  Convention Hall              2.914.500.149        447.082.128                  -       3.361.582.277
  Prasarana                     5.811.983.633       397.443.015                  -       6.209.426.648
  Mesin dan Peralatan           1.271.630.748        82.774.469                  -       1.354.405.217
  Kendaraan                       757.494.081        83.074.474                  -         840.568.555
  Perlengkapan & Perabotan      6.167.401.283       338.471.374                  -       6.505.872.657
  Jumlah                       28.919.222.605     2.619.274.389                  -      31.538.496.994
  Nilai Buku                   49.228.068.358                                           46.643.721.769



                                                  34
Page 42
                                    PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                               TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
            UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

9. ASET TETAP (Lanjutan)

   Akun ini terdiri dari:
                                                          31 Desember 2024
                                  Saldo awal       Penambahan     Pengurangan              Saldo akhir
   Harga Perolehan
   Tanah                        16.259.000.000               -                    -       16.259.000.000
   Bangunan                     33.878.104.771               -                    -       33.878.104.771
   Convention Hall              11.922.190.100               -                    -       11.922.190.100
   Prasarana                     6.734.723.719               -                    -        6.734.723.719
   Mesin dan Peralatan           1.417.269.800               -                    -        1.417.269.800
   Kendaraan                       992.757.037               -                    -          992.757.037
   Perlengkapan & Perabotan      6.817.291.636     125.953.900                    -        6.943.245.536
   Jumlah                       78.021.337.063     125.953.900                    -       78.147.290.963
   Akumlasi Penyusutan
   Bangunan                     10.302.307.472     1.693.905.239                  -       11.996.212.711
   Convention Hall               2.318.390.644       596.109.505                  -        2.914.500.149
   Prasarana                     4.970.143.168       841.840.465                  -        5.811.983.633
   Mesin dan Peralatan           1.094.472.023       177.158.725                  -        1.271.630.748
   Kendaraan                       635.223.826       122.270.255                  -          757.494.081
   Perlengkapan & Perabotan      5.690.395.578       477.005.705                  -        6.167.401.283
   Jumlah                       25.010.932.711     3.908.289.894                  -       28.919.222.605
   Nilai Buku                   53.010.404.352                                            49.228.068.358

   Beban penyusutan pada tanggal 30 September 2025 dan pada tanggal 31 Desember 2024 dengan rincian
   sebagai berikut:
                                                              30 September 2025 31 Desember 2024

   Beban Pokok Pendapatan                                             1.817.396.912        2.445.902.534
   Beban Administrasi dan Umum                                          801.877.477        1.462.387.360
   Jumlah                                                             2.619.274.389        3.908.289.894

   Tanah, bangunan dan convention hall memiliki luas tanah 5.357m2 dengan bukti kepemilikan Sertifikat
   SHGB No. 00212 luas 3.037m2, SHGB No. 00213 luas 1.190m2, SHGB No. 00214 luas 1.130m2 dan
   bangunan berupa bangunan Hotel Fitra Majalengka 3 lantai dengan 113 kamar dengan luas bangunan
   3.900m2 yang terletak di Jl. KH. Abdul Hamid, Kel, Majalengka Kulon, Kec, Majalengka, Jawa Barat. Tanah
   dan bangunan digunakan sebagai jaminan untuk pinjaman yang diperoleh PT Bumi Majalengka Permai
   dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Catatan 13).

   Pada tanggal 30 September 2025 dan pada tanggal 31 Desember 2024 aset tetap kendaraan telah
   diasuransikan kepada PT Asuransi Total Bersama dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar
   Rp765.000.000, gedung, mesin, persediaan, perlengkapan hotel dan kantor, per tanggal 30 September
   2025 dan pada tanggal 31 Desember 2024 diasuransikan kepada PT Asuransi Tri Pakarta (TRIPA) dengan
   nilai pertanggungan sebesar Rp38.197.760.000, convention hall dan perlengkapan per tanggal 30
   September 2025 dan pada tanggal 31 Desember 2024 diasuransikan kepada PT Asuransi Tri Pakarta
   (TRIPA) dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp8.101.400.000. Manajemen berpendapat
   bahwa nilai pertanggungan telah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.



                                                   35
Page 43
                                     PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                               TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
               UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

9. ASET TETAP (Lanjutan)

   Tidak terdapat aset tetap yang sudah disusutkan penuh namun masih digunakan untuk menunjang
   operasional Perseroan, tidak terdapat asset tetap yang tidak dipakai sementara, tidak terdapat asset tetap
   yang berasal dari hibah dan yang dihentikan dari penggunaan aktif, dan tidak terdapat asset tetap yang
   tidak diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual.

   Berdasarkan hasil penelaahan terhadap nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset tetap, manajemen
   Perusahaan berkeyakinan bahwa tidak ada kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan yang
   mengindikasikan adanya penurunan nilai aset pada tanggal 30 September 2025 dan pada tanggal 31
   Desember 2024.

10. UTANG LAIN-LAIN

   Akun ini terdiri dari:
                                                                   30 September 2025      31 Desember 2024

   Deposit Supplier                                                       85.650.780            27.873.000
   Deposit Transfer                                                       14.521.125             3.000.000
   Jumlah                                                                100.171.905            30.873.000

11. UTANG PAJAK

   Akun ini terdiri dari:
                                                                   30 September 2025      31 Desember 2024

   Pajak Pembangunan 1                                                    82.548.512           153.659.058
   PPh Pasal 23                                                              226.002              188.361
   Jumlah                                                                 82.774.514           153.847.419

12. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR

   Akun ini terdiri dari:
                                                                   30 September 2025      31 Desember 2024

   Service                                                               209.893.451           320.379.599
   BPJS                                                                   26.898.315            28.418.867
   Lain-lain                                                               9.724.802                      -
   Jumlah                                                                246.516.568           348.798.466




                                                    36
Page 44
                                     PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
            UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                             (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

13. UTANG BANK

   Akun ini terdiri dari:
                                                                30 September 2025     31 Desember 2024
   PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk
     Kredit Investasi - 1                                           5.138.100.000         9.888.100.000
     Kredit Investasi - 3                                           3.665.000.000         5.515.000.000
   Jumlah                                                           8.803.100.000        15.403.100.000
   Utang bank bagian yang jatuh tempo dalam waktu 1 (satu) tahun:
     Kredit Investasi - 1                                           2.450.000.000         7.200.000.000
     Kredit Investasi - 3                                             250.000.000         2.100.000.000
   Jumlah                                                           2.700.000.000         9.300.000.000
   Jumlah Utang Bank Jangka Panjang                                 6.103.100.000         6.103.100.000

   PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

   Berdasarkan perjanjian kredit No. 16.059 pada tanggal 27 April 2016. Perusahaan memperoleh fasilitas
   kredit dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dengan rincian fasilitas sebagai berikut:

   Kredit Investasi (Baru)

   Fasilitas Term Loan (TL), dengan tujuan fasilitas untuk pembangunan Hotel Fitra di Jl. KH. Abdul Halim
   RT005 RW008, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka.

   Maksimum                     : Rp25.000.000.000
   Bentuk                       : Aflopend
   Availability Period          : 18 (delapan belas) bulan sejak tanggal penandatangan PK
   Jangka Waktu                 : 96 (Sembilan puluh enam) bulan sejak tanggal penandatanganan, termasuk
                                  18 bulan grace periode selama masa pembangunan dan operasional awal.
   Bunga                        : 12,75%
   Commitment Fee               : 1% dari maksimum kredit
   Biaya Administrasi           : Rp10.000.000
   Jaminan                      :
     1. Sebidang tanah yang terletak di Jl. KH. Abdul Hamid, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan
        Majalengka, Jawa Barat.
        Bukti kepemilikan:
        - HGB No. 00212 tanggal 27 Agustus 2018 atas nama PT Bumi Majalengka Permai
        - IMB No. 644.2/18/BPPTPM/I/2015 tanggal 26 Januari 2015
        - KJPP Bambang & Ernasapta No. BEST-051/BLP/II/2016 tanggal 11 Februari 2016
        - Akan diikat HT I sebesar Rp32.750.000
        - Akan ditutup asuransi construction all risk selama masa pembangunan
        - Akan ditutup asuransi kebakaran setelah bangunan selesai dibangun (nilai penutupan akan
          disesuaikan pada saat bangunan selesai dibangun).
     2. Project Cost Bangunan Hotel Fitra Majalengka 3 lantai dengan 101 kamar berikut perlengkapan
        hotel. Cfm. Feasibility Study Project Cost Hotel Fitra Najalengka.
        - Laporan Studi Kelayakan PT Kusuma Real Sakti No. KRS-08/BLP-FS/II/2016 tanggal 22 Februari




                                                    37
Page 45
                                        PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
            UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                             (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

13. UTANG BANK (Lanjutan)

   PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (lanjutan)

   Kredit Investasi (Baru) (lanjutan)

     3. Sebidang tanah yang terletak di Jl. Siti Aminah, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka,
        Bukti kepemilikan:
        - HGB No. 00213 tanggal 06 September 2019 atas nama PT Bumi Majalengka Permai
        - HGB No. 00214 tanggal 06 September 2019 atas nama PT Bumi Majalengka Permai
        - KJPP Bambang & Ernasapta No. BEST 083/BLP/III/2016 tanggal 14 Maret 2016
        - Akan diikat HT I sebesar Rp9.744.000
     4. Akan dilakukan pengikatan Personel Guarentee atas nama Jon Fieris.
     5. Akan dilakukan pengikatan Company Guarentee atas nama Askap Future.

   Berdasarkan perjanjian kredit No. 16.062 pada tanggal 27 April 2016. Perusahaan memperoleh fasilitas
   kredit dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dengan tujuan fasilitas untuk pembayaran sebagian
   bunga selama masa pembangunan Hotel Fitra di Jl. KH. Abdul Halim RT005 RW008, Kelurahan
   Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka.

   Maksimum                    : Rp1.500.000.000
   Bentuk                      : Aflopend
   Jangka Waktu                : 42 (empat puluh dua) bulan sejak tanggal penandatanganan PK, termasuk 18
                                 bulan masa penarikan KI IDC.
   Bunga                       : 12,75%
   Commitment Fee              : 1% dari maksimum kredit
   Biaya Administrasi          : Rp5.000.000
   Jaminan                     :
     1. Sebidang tanah yang terletak di Jl. KH. Abdul Hamid, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan
        Majalengka, Jawa Barat.
        Bukti kepemilikan:
        - HGB No. 00212 tanggal 27 Agustus 2018 atas nama PT Bumi Majalengka Permai
        - IMB No. 644.2/18/BPPTPM/I/2015 tanggal 26 Januari 2015
        - KJPP Bambang & Ernasapta No. BEST-051/BLP/II/2016 tanggal 11 Februari 2016
        - Akan diikat HT I sebesar Rp32.750.000
        - Akan ditutup asuransi construction all risk selama masa pembangunan
        - Akan ditutup asuransi kebakaran setelah bangunan selesai dibangun (nilai penutupan akan
          disesuaikan pada saat bangunan selesai dibangun).
     2. Project Cost Bangunan Hotel Fitra Majalengka 3 lantai dengan 101 kamar berikut perlengkapan
        hotel. Cfm. Feasibility Study Project Cost Hotel Fitra Najalengka.
        - Laporan Studi Kelayakan PT Kusuma Real Sakti No. KRS-08/BLP-FS/II/2016 tanggal 22 Februari
          2016
     3. Sebidang tanah yang terletak di Jl. Siti Aminah, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka,
        Bukti kepemilikan:
        - HGB No. 00213 tanggal 06 September 2019 atas nama PT Bumi Majalengka Permai
        - HGB No. 00214 tanggal 06 September 2019 atas nama PT Bumi Majalengka Permai
        - KJPP Bambang & Ernasapta No. BEST 083/BLP/III/2016 tanggal 14 Maret 2016
        - Akan diikat HT I sebesar Rp9.744.000
     4. Akan dilakukan pengikatan Personel Guarentee atas nama Jon Fieris.
     5. Akan dilakukan pengikatan Company Guarentee atas nama Askap Future.
                                                      38
Page 46
                                     PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                 TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
           UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

13. UTANG BANK (Lanjutan)

   PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (lanjutan)

   Kredit Investasi (Tambahan)

   Berdasarkan surat persetujuan tambahan struktur fasilitas kredit No. JRM/1/402/R pada tanggal 25 Juli
   2019. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit tambahan dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk,
   dengan tujuan fasilitas untuk pembangunan Aula (Meeting Room) dan lahan parker, di Jl. KH. Abdul Halim
   RT005 RW008, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka.

   Maksimum                 : Rp9.000.000.000
   Bentuk                   : Aflopend
   Bunga                    : 12,75%
   Jangka Waktu             : 84 (delapan puluh empat) bulan sejak tanggal penandatanganan, termasuk
                              12 bulan grace period selama masa pembangunan dan operasional awal.
   Commitment Fee           : 1% dari maksimum kredit
   Biaya Administrasi       : Rp10.000.000
   Jaminan                  :
     1. Sebidang tanah yang terletak di Jl. KH. Abdul Hamid, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan
        Majalengka, Jawa Barat.
        Bukti kepemilikan:
        - HGB No. 00212 tanggal 27 Agustus 2018 atas nama PT Bumi Majalengka Permai
        - IMB No. 644.2/18/BPPTPM/I/2015 tanggal 26 Januari 2015
     2. Dua bidang tanah berikut bangunan Convention Hall diatasnya yang terletak di Jl. Siti Aminah,
        Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka, Jawa Barat.
        Bukti kepemilikan:
        - HGB No. 00213 & No. 00214 atas nama PT Bumi Majalengka Permai
        - IMB No. 645/145/DPMPTSP/IV/2018 tanggal 12 April 2018
     3. Akan dilakukan pengikatan Personel Guarentee atas nama Jon Fieris.
     4. Akan dilakukan pengikatan Company Guarentee atas nama PT Askap Future.

   Berdasarkan surat keputusan kredit (persetujuan restrukturisasi) dalam kondisi wabah Covid-19
   No.JRM/1/369/R pada tanggal 22 Mei 2020. PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk menyetujui
   restrukturisasi fasilitas kredit Perusahaan dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut:
   1 Suku bunga 11,25% per tahun berlaku selama 12 bulan dengan pembebanan sebagai berikut:
   . - 8% (delapan persen) per tahun efektif dan sisanya 3,25% (tiga koma dua pulh lima persen) per
        tahun dibayarkan setelah IBP berakhir, berlaku sejak tanggal 26 Mei 2020. tarif bunga ini akan
        direview pada 3 (tiga) bulan pertama, selanjutnya akan direview setiap saat untuk disesuaikan
        dengan kondisi usaha, serta syarat dan ketrentuan yang berlaku di BNI.
     - Jangka waktu IBP 12 (dua belas) bulan sejak penandatanganan Persetujuan Perubahan Perjanjian
        Kredit (PPPK).
     - Jangka waktu angsuran IBP adalah 24 (dua puluh empat) bulan sejak masa IBP berakhir.
   2 Interest Baloon Payment (IBP) Kredit Investasi
   . Maksimum Kredit            : Rp30.103.160 dan setiap bulan akan diupdate dan diakumulasi sesuai
                                  dengan realisasi pada saat pendudukan IBP.
     Keperluan                  : Pembebanan selisih bunga kredit investasi selam 12 bulan sejak
                                  penandatangan PPPK.
     Bentuk                     : Aflopend
     Jangka Waktu               : 12 bulan sejak masa IBP terakhir
     Booking Office             : BNI KC Senayan
                                                   39
Page 47
                                    PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                               TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
            UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

13. UTANG BANK (Lanjutan)

   PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (lanjutan)

   3 Perpanjangan jangka waktu grace period atas fasilitas kredit investasi maksimum kredit
   . Rp9.000.000.000 semula grace period atau dalam hal ini sampai dengan Juli 2020, menjadi sampai
   4 Perpanjangan jatuh tempo jangka waktu atas fasilitas kredit investasi
   . - Kredit investasi Rp25.000.000.000 semula sampai dengan April 2024 menjadi sampai dengan April
     - Kredit investasi Rp9.000.000.000 semula sampai dengan April 2026 menjadi sampai dengan April
       2027
   5 Lain-lain
   . - Restrukturisasi kredit dilakukan dalam rangka penyelamatan.
     - Apabila terdapat excess cash, wajib melakukan setoran untuk mengurangi utang pokok dan akan
       mengurangi kewajiban pokok bulan terakhir.
     - Wajib optimalkan produk BNI lainnya
     - Lain-lain sesuai SKK Nomor JRM/1/292/R tanggal 14 April 2016 untuk fasilitas kredit investasi
       maksimum Rp25.000.000.000 dan SKK Nomor JRM/1/402/R tanggal 25 Juli 2019 untk fasilitas
       kredit investasi maksimum Rp9.000.000.000

   Berdasarkan surat keputusan kredit (persetujuan restrukturisasi) dalam kondisi wabah Covid-19
   No.JRM/1/418/R pada tanggal 28 April 2021. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menyetujui
   restrukturisasi fasilitas kredit Perusahaan dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut:

   Fasilitas Kredit          : Kredit Investasi I (KI I)
   Maksimum                  : Rp25.000.000.000 dengan outstanding per 16 Maret 2021 sebesar
                               Rp18.083.100.000
   Keperluan                 : Restrukturisasi kredit atas pembangunan Fitra Hotel Majalengka
   Bentuk                    : Aflopend
   Availability Period       : 18 (delapan belas) bulan sejak tanggal penandatangan PK
   Jangka Waktu              : Sampai dengan tanggal 25 April 2026
   Bunga                     : 11,25% per tahun

   Fasilitas Kredit          : Kredit Investasi II (KI II)
   Maksimum                  : Rp9.000.000.000 dengan outstanding per 16 Maret 2021 sebesar
                               Rp8.380.000.000
   Keperluan                 : Restrukturisasi kredit atas pembangunan Convention Hall Fitra Hotel
                               Majalengka
   Bentuk                    : Aflopend
   Jangka Waktu              : Sampai dengan tanggal 26 April 2027
   Bunga                     : 11,25% per tahun

   Fasilitas Kredit          : Interest Baloon Payment (IBP) KI
   Maksimum                  : Rp789.989.584 atau sesuai saat pendudukan IBP
   Keperluan                 : Pembebanan bunga yang ditangguhkan atas fasilitas KI sejak Mei 2020
                               sampai dengan Maret 2021
   Bentuk                    : Aflopend
   Jangka Waktu              : Sampai dengan tanggal 26 Mei 2023
   Jaminan                   :
   1. Sebidang tanah yang terletak di Jl. KH. Abdul Hamid, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan
      Bukti kepemilikan      :
      - HGB No. 00212 tanggal 27 Agustus 2018 atas nama PT Bumi Majalengka Permai
      - IMB No. 644.2/18/BPPTPM/I/2015 tanggal 26 Januari 2015
                                                   40
Page 48
                                    PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                               TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
           UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

13. UTANG BANK (Lanjutan)

   PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (lanjutan)

   Jaminan                  :
   2. Dua bidang tanah berikut bangunan Convention Hall diatasnya yang terletak di Jl. Siti Aminah,
      Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka, Jawa Barat.
      Bukti kepemilikan     :
      - HGB No. 00213 & No. 00214 atas nama PT Bumi Majalengka Permai
      - IMB No. 645/145/DPMPTSP/IV/2018 tanggal 12 April 2018
   3. Akan dilakukan pengikatan Personel Guarentee atas nama Jon Fieris.

   Berdasarkan surat pendudukan perjanjian penyelesaian hutang (PPH) untuk fasilitas KI atas nama PT
   Bumi Majalengka Permai No. 021/JRM/PPH/2022 pada tanggal 18 April 2022. PT Bank Negara Indonesia
   (Persero) Tbk menyetujui pendudukan PPH untuk fasilitas kredit investasi Perusahaan dengan syarat-
   syarat dan ketentuan sebagai berikut:

   Maksimum Kredit           : Sebesar Rp779.227.710
   Keperluan                 : Pendudukan deferred interest (bunga yang ditunda) fasilitas KI
   Bentuk                    : Aflopend Credit (amortizing term loan )
   Jangka Waktu              : 24 bulan sejak April 2022 sampai dengan 31 Maret 2024

   Berdasarkan surat No. JRM/1/215 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, menyampaikan hal-hal
   sebagai berikut:
   a. Selama pinjaman terhadap PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk belum dilunasi, tanpa persetujuan
      tertulis PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bumi Majalengka Permai dilarang melakukan
      aktivitas antara lain:
      - Membagi laba usaha dan membayar dividen kepada pemegang.
      - Mengubah bentuk atau status hukum Perusahaan, merubah anggaran dasar (kecuali meningkatkan
         modal perusahaan), memindahkan resipis atau saham Perusahaan baik antar pemegang saham
         maupun kepada pihak lain yang mengakibatkan perubahan pemegang saham dominan (ultimate
         shareholder ), hal ini dapat disetujui atas perubahan pemegang saham PT Bumi Majalengka Permai
         yang mana tidak mengakibatkan perubahan pemegang saham dominan (ultimate shareholder ).
   b Restrukturisasi atas Pemegang Saham dan Pengurus Perusahaan dapat dilakukan kepada pemegang
   . saham dan pengurus yang sudah listing (tercatat di bursa saham) dengan syarat memiliki kompetensi
      di bidangnya (perhotelan dan wisata).
   c. Permohonan pencabutan Personal dan Corporate Guarantee tidak dapat dilakukan karena Perseroan
      belum menghasilkan laba dan masih bergantung pada pemegang saham.
   d Hasil dana IPO, hanya digunakan untuk pengembangan usaha dan bukan untuk melunasi utang
   . pemegang saham.
   e. Melakukan marger akuisisi atau reorganisasi atau investasi/peyertaan pada perusahaan lain, dapat
      dilakukan selama Marger, Akuisisi, tidak akan merubah pemegang saham dominan (ultimate
      shareholder ).
   f. Menerbitkan/mejual saham kecuali di konversi menjadi modal, yang dibuat secara Notariil, Dapat
      dilakukan karena penjualan saham untuk kepentingan ekspansi bisnis yang akan memperkuat struktur
      modal dan tidak akan mengubah struktur pemegang saham dominan (ultimate shareholder ).

   Beban bunga dari utang bank untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 dan pada
   tanggal 31 Desember 2024, disajikan sebagai “beban bunga” dalam laporan laba rugi dan penghasilan
   komprehensif lain.
                                                   41
Page 49
                                      PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                               TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
            UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

14. UTANG PIHAK BERELASI

   Akun ini terdiri dari:
                                                                  30 September 2025    31 Desember 2024

   PT Hotel Fitra International Tbk                                  29.580.000.000       22.730.000.000
   PT Fitra Amanah Wisata                                               660.000.000                    -
   Jumlah                                                            30.240.000.000       22.730.000.000

   PT Hotel Fitra International Tbk

   Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 24 Desember 2024, Utang kepada PT Hotel Fitra
   International Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp200.000.000 yang
   dipergunakan untuk memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka
   waktu 1 tahun (365 hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.

   Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 20 November 2024, Utang kepada PT Hotel Fitra
   International Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp780.000.000 yang
   dipergunakan untuk memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka
   waktu 1 tahun (365 hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.

   Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 24 Oktober 2024, Utang kepada PT Hotel Fitra
   International Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp500.000.000 yang
   dipergunakan untuk memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka
   waktu 1 tahun (365 hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.

   Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 29 September 2024, Utang kepada PT Hotel Fitra
   International Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp100.000.000 yang
   dipergunakan untuk memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka
   waktu 1 tahun (365 hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.

   Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 31 Juli 2024, Utang kepada PT Hotel Fitra International
   Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp500.000.000 yang dipergunakan untuk
   memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka waktu 1 tahun (365
   hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.

   Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 21 Juni 2024, Utang kepada PT Hotel Fitra International
   Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp600.000.000 yang dipergunakan untuk
   memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka waktu 1 tahun (365
   hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.

   Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 31 Mei 2024, Utang kepada PT Hotel Fitra International
   Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp600.000.000 yang dipergunakan untuk
   memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka waktu 1 tahun (365
   hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.




                                                   42
Page 50
                                     PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                               TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
            UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

14. UTANG LAIN-LAIN (Lanjutan)

   PT Hotel Fitra International Tbk (Lanjutan)

   Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 05 April 2024, Utang kepada PT Hotel Fitra
   International Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp700.000.000 yang
   dipergunakan untuk memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka
   waktu 1 tahun (365 hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.

   Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 25 Maret 2024, Utang kepada PT Hotel Fitra
   International Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp1.000.000.000 yang
   dipergunakan untuk memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka
   waktu 1 tahun (365 hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.

   Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 19 Maret 2024, Utang kepada PT Hotel Fitra
   International Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp50.000.000 yang
   dipergunakan untuk memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka
   waktu 1 tahun (365 hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.

   Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 20 Desember 2023, Utang kepada PT Hotel Fitra
   International Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp300.000.000 yang
   dipergunakan untuk memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka
   waktu 1 tahun (365 hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.

   Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 28 November 2023, Utang kepada PT Hotel Fitra
   International Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp350.000.000 yang
   dipergunakan untuk memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka
   waktu 1 tahun (365 hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.

   Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 31 Oktober 2023, Utang kepada PT Hotel Fitra
   International Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp500.000.000 yang
   dipergunakan untuk memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka
   waktu 1 tahun (365 hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.

   Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 29 September 2023, Utang kepada PT Hotel Fitra
   International Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp300.000.000 yang
   dipergunakan untuk memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka
   waktu 1 tahun (365 hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.

   Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 16 Agustus 2023, Utang kepada PT Hotel Fitra
   International Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp500.000.000 yang
   dipergunakan untuk memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka
   waktu 1 tahun (365 hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.

   Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 27 Juni 2023, Utang kepada PT Hotel Fitra International
   Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp500.000.000 yang dipergunakan untuk
   memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka waktu 1 tahun (365
   hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.


                                                   43
Page 51
                                     PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                               TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
            UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

14. UTANG LAIN-LAIN (Lanjutan)

   PT Hotel Fitra International Tbk (Lanjutan)

   Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 23 Juni 2023, Utang kepada PT Hotel Fitra International
   Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp500.000.000 yang dipergunakan untuk
   memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka waktu 1 tahun (365
   hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.

   Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 14 April 2023, Utang kepada PT Hotel Fitra
   International Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp700.000.000 yang
   dipergunakan untuk memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka
   waktu 1 tahun (365 hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.

   Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 21 Maret 2023, Utang kepada PT Hotel Fitra
   International Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp500.000.000 yang
   dipergunakan untuk memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka
   waktu 1 tahun (365 hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.

   Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 21 Desember 2022, Utang kepada PT Hotel Fitra
   International Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp2.000.000.000 yang
   dipergunakan untuk memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka
   waktu 1 tahun (365 hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.

   Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 2 Desember 2022, Utang kepada PT Hotel Fitra
   International Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp2.000.000.000 yang
   dipergunakan untuk memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka
   waktu 1 tahun (365 hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.

   Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 10 Oktober 2022, Utang kepada PT Hotel Fitra
   International Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp1.000.000.000 yang
   dipergunakan untuk memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka
   waktu 1 tahun (365 hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.

   Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 18 April 2022, Utang kepada PT Hotel Fitra
   International Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp3.000.000.000 yang
   dipergunakan untuk memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka
   waktu 1 tahun (365 hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.

   Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 01 Februari 2021, Utang kepada PT Hotel Fitra
   International Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp500.000.000 yang
   dipergunakan untuk memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka
   waktu 1 tahun (365 hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.

   Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 12 April 2021, Utang kepada PT Hotel Fitra
   International Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp1.500.000.000 yang
   dipergunakan untuk memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka
   waktu 1 tahun (365 hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.


                                                   44
Page 52
                                     PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
            UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

14. UTANG LAIN-LAIN (Lanjutan)

   PT Hotel Fitra International Tbk (Lanjutan)

   Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 16 Juni 2021, Utang kepada PT Hotel Fitra International
   Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp1.000.000.000 yang dipergunakan untuk
   memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka waktu 1 tahun (365
   hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.

   Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 29 November 2021, Utang kepada PT Hotel Fitra
   International Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp500.000.000 yang
   dipergunakan untuk memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka
   waktu 1 tahun (365 hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.

   Berdasarkan perjanjian yang dibuat pada tanggal 09 Desember 2021, Utang kepada PT Hotel Fitra
   International Tbk merupakan pinjaman Perusahaan dengan nilai sebesar Rp1.000.000.000 yang
   dipergunakan untuk memenuhi kebutuhn modal kerja Perusahaan, tanpa dikenakan bunga dan jangka
   waktu 1 tahun (365 hari) terhitung sejak tanggal Perjanjian.

15. IMBALAN PASCA KERJA

   Perusahaan mencatat estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan pada tanggal 31 Desember 2024
   berdasarkan perhitungan aktuarial yang dilakukan oleh Kantor Konsultan Aktuaria (KKA) Tubagus
   Syafrial & Amran Nangasan, aktuaris independen, berdasarkan laporannya pada tanggal 2 Februari 2025,
   yang menggunakan metode “Projected Unit Credit”.

   Asumsi-asumsi pokok yang digunakan dalam perhitungan aktuaria tersebut adalah sebagai berikut:

                                                                       30 September 2025    31 Desember 2024

   Tingkat Diskonto                                                        7,11%                  7,11%
   Tingkat Proyeksi Kenaikan Gaji                                            10%                   10%
   Tingkat Mortalita                                                    (TMI) IV - 2019       (TMI) IV - 2019
   Proporsi Pengambilan Pensiun Normal                                    60 Tahun               60 Tahun
   Metode                                                                       Projected Unit Credit

   Analisis liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan yang disajikan sebagai “Estimasi Liabilitas atas
   Imbalan Kerja Karyawan” di laporan posisi keuangan pada tanggal 30 September 2025 dan pada tanggal
   31 Desember 2024, dan beban imbalan kerja karyawan yang dicatat dalam laporan laba rugi dan
   penghasilan komprehensif lain untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, adalah sebagai berikut:


   Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan:
                                                                       30 September 2025    31 Desember 2024

   Nilai kini liabilitas imbalan kerja                                      500.334.928           416.545.072
   Nilai bersih liabilitas yang diakui dalam laporan posisi keuangan        500.334.928           416.545.072



                                                    45
Page 53
                                      PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
            UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                             (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

15. IMBALAN PASCA KERJA (Lanjutan)

   Beban imbalan kerja karyawan yang diakui laporan laba rugi komprehensif adalah:

                                                                      30 September 2025   31 Desember 2024

   Biaya Jasa Kini                                                          66.795.892          89.061.189
   Biaya Bunga                                                              16.993.964          22.658.619
   Jumlah                                                                   83.789.856         111.719.808

   Mutasi estimasi liabilitas imbalan kerja adalah sebagai berikut:

                                                                      30 September 2025   31 Desember 2024

   Saldo Awal                                                             416.545.072         320.036.995
   Beban Manfaat Karyawan                                                  83.789.856         111.719.808
   Pengakuan Segera Dari Biaya Jasa Lalu                                            -                   -
   (Keuntungan) Kerugian Aktuarial                                                  -         (15.211.731)
   Liabilitas Imbalan Kerja                                               500.334.928         416.545.072

   Manajemen berkeyakinan bahwa estimasi liabilitas tersebut di atas cukup untuk memenuhi ketentuan
   yang berlaku.

   Tabel berikut menyajikan sensitivitas atas kemungkinan perubahan tingkat suku bunga pasar dan tingkat
   kenaiakan gaji, dengan variabel lain dianggap tetap, terhadap liabilitas imbalan pasca kerja pada tanggal
   30 September 2025 dan pada tanggal 31 Desember 2024:

                                                                           Liabilitas imbalan pasca kerja
            Asumsi                      Perubahan asumsi              30 September 2025 31 Desember 2024

   Tingkat Diskonto                            + 1%                       460.116.396         383.061.838
                                               - 1%                       547.468.082         455.784.953
   Tingkat Kenaikan Gaji                       + 1%                       545.686.471         454.301.704
                                               - 1%                       460.760.153         383.597.787
16. MODAL SAHAM

   Berdasarkan Akta notaris Rudy Siswanto, S.H., No. 12 tanggal 20 Juni 2019, maka susunan pemegang
   saham Perusahaan pada tanggal 30 September 2025 dan pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai
   berikut:

                                                           Jumlah        Persentase            Jumlah
                 Pemegang saham
                                                           saham       kepemilikan (%)          (Rp)

   PT Hotel Fitra International Tbk                         549.999          99,9998%       54.999.900.000
   Ny. Siti Rahayu                                                1           0,0002%             100.000
   Jumlah                                                   550.000         100,0000%       55.000.000.000




                                                      46
Page 54
                                       PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                   TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
            UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

17. PENDAPATAN

   Akun ini terdiri dari:
                                                                  30 September 2025 30 September 2024

   Hotel                                                              3.766.023.573    3.820.955.307
   Banquet                                                            1.425.989.417    4.686.737.468
   Food & Beverage                                                      574.173.210      663.970.464
   Breakfast                                                            534.422.056      634.079.098
   Laundry                                                               26.360.480       48.087.072
   Lainnya                                                               33.706.989       35.963.771
   Jumlah                                                             6.360.675.725    9.889.793.180

18. BEBAN POKOK PENDAPATAN

   Akun ini terdiri dari:
                                                                  30 September 2025 30 September 2024

   Penyusutan                                                         1.817.396.912    1.839.866.792
   Food & Beverage                                                    1.483.662.308    2.221.648.803
   Banquet                                                              651.765.777    1.751.051.132
   Telepon, Listrik dan Internet                                        645.423.646      672.353.801
   Gas dan Solar                                                        144.824.106      164.701.907
   BBM, Tol dan Parkir                                                  116.628.252      145.373.667
   Pengharum dan Pembersih                                              103.124.393       61.013.381
   Air                                                                   93.469.008      135.236.895
   Ammeneties                                                            43.260.000       55.986.200
   Pest Control                                                          21.337.544       24.719.335
   Expedisi                                                               4.876.169        7.017.417
   Jumlah                                                             5.125.768.115    7.078.969.330




                                                   47
Page 55
                                    PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                               TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
            UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

19. BEBAN USAHA

   Akun ini terdiri dari:
                                                                  30 September 2025 30 September 2024
   Beban Pemasaran
     Komisi & Compliment                                                 17.288.439       47.667.330
     Iklan dan Promosi                                                   16.803.064       25.592.000
   Beban Umum dan Administrasi
     Karyawan
        Gaji                                                          1.964.246.426    1.960.826.599
        BPJS dan Jamsostek                                              165.320.472      175.624.154
        Tunjangan Hari Raya                                             234.451.050      190.845.834
        Upah                                                             40.274.123       67.786.116
        Seragam                                                          11.772.514        8.939.600
        Makan dan Catering                                               10.855.296       12.025.793
        Pengobatan                                                        7.519.000                -
        Lainnya                                                           6.600.000        2.110.000
     Penyusutan                                                         801.877.477    1.098.566.495
     Peralatan dan Perlengkapan                                         396.018.490      563.717.720
     Imbalan Kerja Karyawan                                              83.789.856       64.553.515
     Beban Pajak                                                         82.072.427       92.946.457
     Jasa, Transportasi Tenaga Ahli                                      68.500.000       38.000.000
     Program STAAH                                                       60.628.770       42.227.560
     Representasi                                                        51.660.100       27.150.000
     ATK dan Materai                                                     46.128.457       43.946.536
     Perijinan                                                           37.503.500       66.659.658
     Asuransi                                                            31.391.171       60.940.893
     Konsultan Pajak                                                     18.250.000       18.250.000
     Service dan Perawatan Kendaraan                                     12.621.250       44.951.716
     Donasi dan Sumbangan                                                10.701.000        6.700.000
     Keamanan dan Kebersihan                                              7.050.000        5.400.000
     Obat -obatan                                                         4.195.248        3.442.151
     Sewa                                                                 2.700.000        7.709.770
     Transportasi                                                                 -       12.697.617
     Jamuan                                                                       -          318.230
   Jumlah                                                             4.190.218.130    4.689.595.744




                                                   48
Page 56
                                    PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                               TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
            UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

20. TAKSIRAN PAJAK PENGHASILAN

   Pajak Kini

   Rekonsilisasi antara laba (rugi) komersial yang disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan
   komprehensif lain dan taksiran laba menurut fiskal untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30
   September 2025 dan pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                  30 September 2025     31 Desember 2024

   Rugi Sebelum Pajak Penghasilan Menurut Laba Rugi                  (4.040.378.170)      (4.248.828.928)
   Yang Tidak Dapat Diperhitungkan Menurut Fiskal:
   Beda Waktu:
     Imbalan Kerja Karyawaan                                             83.789.856         111.719.808
   Beda Tetap:
     Sumbangan                                                           10.701.000            9.479.500
     Beban Pajak                                                         32.695.487           51.064.751
     Obat-obatan                                                          4.195.248            8.806.070
     Pajak Jasa Giro                                                      1.191.196            2.991.540
     Representasi                                                        51.660.100           36.000.000
     Bunga Jasa Giro                                                     (6.459.714)         (15.001.641)
   Rugi Fiskal                                                       (3.862.604.997)      (4.043.768.900)
   Rugi Fiskal Tahun Sebelumnya                                     (23.578.659.757)     (24.430.787.530)
   Rugi Fiskal Daluwarsa (Tahun Pajak 2020)                           6.465.054.955                     -
   Rugi Fiskal Daluwarsa (Tahun Pajak 2019)                                        -       4.895.896.673
   Akumulasi Rugi Fiskal                                            (20.976.209.799)     (23.578.659.757)

   Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Perusahaan menghitung, menetapkan dan membayar
   sendiri jumlah pajak yang terutang. Direktorat Jenderal Pajak dapat menetapkan dan mengubah
   kewajiban pajak dalam batas waktu lima tahun sejak tanggal terhutangnya pajak.

   Aset Pajak Tangguhan
                                                                     Diakui Dalam
                                  1 Januari       Diakui Dalam        Penghasilan         30 September
                                    2025           Laba Rugi         Komprehensif             2025
                                                                         Lain
   Imbalan Kerja Karyawan           91.639.916       18.433.768                     -       110.073.684
   Jumlah                           91.639.916       18.433.768                     -       110.073.684

                                                                     Diakui Dalam
                                  1 Januari       Diakui Dalam        Penghasilan         31 Desember
                                    2024           Laba Rugi         Komprehensif             2024
                                                                          Lain
   Imbalan Kerja Karyawan           70.408.139       24.578.358          (3.346.581)         91.639.916
   Jumlah                           70.408.139       24.578.358          (3.346.581)         91.639.916




                                                   49
Page 57
                                   PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                              TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
           UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

21. KELOMPOK INSTRUMEN KEUANGAN

   Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan atas nilai tercatat dengan nilai wajar dari instrumen
   keuangan Entitas yang tercatat dalam laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30
   September 2025 dan pada tanggal 31 Desember 2024.
                                                                        30 September 2025
                                                                Nilai Tercatat        Nilai Wajar
   Aset Keuangan
     Kas dan Setara Kas                                          1.006.531.319       1.006.531.319
     Piutang Usaha                                                 392.715.303         392.715.303
   Jumlah                                                        1.399.246.622       1.399.246.622

   Liabilitas Keuangan
      Utang Lain-lain                                                  100.171.905         100.171.905
      Biaya Yang Masih Harus Dibayar                                   246.516.568         246.516.568
      Utang Bank                                                     8.803.100.000       8.803.100.000
      Utang Pemegang Saham                                          30.240.000.000      30.240.000.000
   Jumlah                                                           39.389.788.473      39.389.788.473

                                                                             31 Desember 2024
                                                                    Nilai Tercatat        Nilai Wajar
   Aset Keuangan
     Kas dan Setara Kas                                              1.507.964.801       1.507.964.801
     Piutang Usaha                                                     361.035.409         361.035.409
   Jumlah                                                            1.869.000.210       1.869.000.210

   Liabilitas Keuangan
      Utang Lain-lain                                                   30.873.000          30.873.000
      Biaya Yang Masih Harus Dibayar                                   348.798.466         348.798.466
      Utang Bank                                                    15.403.100.000      15.403.100.000
      Utang Pemegang Saham                                          22.730.000.000      22.730.000.000
   Jumlah                                                           38.512.771.466      38.512.771.466




                                                  50
Page 58
                                    PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                               TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
            UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

22. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

   Direksi memiliki tanggungjawab keseluruhan untuk menetapkan dan mengawasi kerangka manajemen
   risiko. Direksi telah menetapkan fungsi keuangan yang bertanggungjawab untuk mengelola,
   mengembangkan dan memantau kebijakan manajemen risiko Perusahaan. Sedangkan fungsi internal
   audit memiliki tanggungjawab untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas kebijakan dan prosedur
   manajemen risiko, dan menelaah kecukupan risiko yang dihadapi oleh Perusahaan dengan memberikan
   laporannya kepada Direksi.

   Tujuan keseluruhan dari manajemen risiko adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisa risiko-risiko
   yang dihadapi Perusahaan, menetapkan batasan risiko dan pengendalian yang sesuai, serta untuk
   mengawasi risiko dan kepatuhan terhadap batasan yang telah ditetapkan, namun tanpa terlalu
   mempengaruhi daya saing Perusahaan dan fleksibilitas.

   Risiko Likuiditas

   Pada saat ini Perusahaan berharap dapat membayar semua liabilitas pada saat jatuh tempo. Perusahaan
   melakukan evaluasi dan pengawasan yang ketat atas arus kas masuk dan kas keluar untuk memastikan
   tersedianya dana untuk memenuhi kebutuhan pembayaran liabilitas yang jatuh tempo. Secara umum,
   kebutuhan dana untuk pelunasan liabilitas jangka pendek yang jatuh tempo diperoleh dari pelunasan
   piutang dari pelanggan yang memiliki jangka waktu kredit 1 bulan.

   Risiko Pasar

   Risiko pasar adalah risiko yang timbul karena nilai wajar arus kasa masa depan suatu instrument
   keuangan berfluktuasi sebagai akibat dari perubahan harga pasar yang menggambarkan risiko tingkat
   suku bunga dan risiko mata uang asing.

   Risiko Kredit

   Risiko kredit adalah risiko jika pihak debitur tidak memenuhi kewajibannya yang menyebabkan kerugian
   keuangan. Perusahaan melakukan analisa dan persetujuan kredit yang hati-hati, dan juga pengawasan
   terhadap saldo piutang dilakukan secara berkesinambungan untuk meminimalisasi piutang yang tidak
   dapat ditagih. Terkait dengan kredit yang diberikan kepada pelanggan, Perusahaan mengendalikan
   eksposur risiko kredit dengan menetapkan kebijakan atas persetujuan atau penolakan kontrak kredit
   baru. Kepatuhan atas kebijakan tersebut dipantau oleh Direksi. Sebagai bagian dari proses dalam
   persetujuan atau penolakan tersebut, reputasi dan jejak rekam pelanggan menjadi bahan pertimbangan.
   Saat ini, tidak terdapat risiko kredit yang terkonsentrasi secara signifikan.

   Risiko Operasional

   Risiko operasional adalah risiko kerugian yang diakibatkan oleh kekurangan atau kegagalan dari proses
   internal, faktor manusia dan sistem atau dari kejadian-kejadian eksternal. Risiko ini melekat dalam semua
   proses bisinis, kegiatan operasional, sistem dan produk Perusahaan. Kebijakan manajemen yaitu
   menerapkan sistem audit kepatuhan yang berkelanjutan, pemeliharaan ataupun melakukan backup atas
   aplikasi utama perusahaan baik dari sisi hardware dan software untuk menghindari hal-hal yang tidak
   diinginkan, dan juga menanamkan nilai-nilai dasar Perusahaan sejak dini kepada karyawan sehingga
   dapat menghindarikan/mengurangi potensi penyimpangan, serta penilaian kinerja yang fair dan
   transparan dalam pengembangan karir.

                                                   51
Page 59
                                   PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                              TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
           UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

22. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)

   Risiko Permodalan

   Perusahaan mengelola dan melakukan penyesuaian terhadap struktur permodalan berdasarkan
   perubahan kondisi ekonomi. Dalam rangka pemeliharaan dan mengelola struktur permodalan,
   Perusahaan mempertimbangkan efisiensi penggunaan modal berdasarkan arus kas operasi dan belanja
   modal serta mempertimbangkan kebutuhan modal dimasa yang akan datang. Kebijakan manajemen
   adalah mempertahankan secara konsisten struktur permodalan yang sehat dalam jangka panjang guna
   mempertahankan akses terhadap berbagai alternative pendanaan pada biaya yang wajar. Tujuan utama
   pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat antara
   jumlah liabilitas dan ekuitas guna mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.

23. SALDO DEFISIT

   Laporan keuangan disusun dengan anggapan Perusahaan akan melanjutkan usahanya secara
   berkesinambungan dan tidak mencakup adanya penyesuaian sebagai akibat adanya ketidakpastian
   tentang kelangsungan hidup Perusahaan. Perusahaan mengalami defisit pada tanggal 30 September 2025
   sebesar Rp47.082.057.322. Manajemen berkeyakinan bahwa Perusahaan ditahun-tahun yang akan datang
   akan memperoleh laba yang signifikan karena memiliki sumber daya yang memadai untuk melanjutkan
   kegiatan usahanya. Oleh karena itu, dasar kelangsungan usaha tetap digunakan sebagai dasar penyusunan
   laporan keuangan.

   Berikut adalah langkah-langkah yang akan dilakuakan Manajemen untuk mempertahankan kelangsungan
   usahanya di tahun 2025 sebagai tindak lanjut dari Perencanaan Manajemen, antara lain:
   - Tetap mengedepankan pelayanan prima untuk kepuasan pelanggan termasuk kebersihan dan
     kecepatan dalam menangani kebutuhan pelanggan.
   - Mengoptimalkan penggunaan sumber daya listrik dalam hal efisiensi pemakaian seperlunya.
   - Melakukan kontrol dan evaluasi harga serta kualitas dari vendor yang selama ini telah berkerjasama.
   - Membangun hubungan komunikasi pelanggan untuk hubungan jangka panjang agar menjadikan
     pilihan dan keputusan pelanggan.
   - Mengurangi biaya yang berlebihan dengan terus melakukan memantau pengeluaran operasional.
   - Mengontrol dan efisiensi manning karyawan dengan program pemagangan.
   - Peningkatan kompetensi karyawan untuk mengurangi dan memperkecil angka complain pelanggan
     sehingga tidak memerlukan biaya akibat dari Komplain pelanggan.
   - Tetap menjaga hubungan dan komunikasi baik dengan pelanggan serta reward atau gift kepada
     pelanggan.
   - Departemen Food & Beverage dan Room melakukan inovasi baik dari Program Bundling maupun
     Program Promo yang berdasarkan kondisi dan kebutuhan Pasar.
   - Kerjasama Program Bundling dengan pihak eksternal dengan fasilitas yang ada di Majalengka antara
     lain Bandara Kertajati (Tiket Pesawat + Kamar atau + wisata alam). Paket Perjalanan Dinas (room +
     tour wisata atau room + outbond).
   - Melakukan kerjasama dengan pihak eksternal untuk membuat event-event (wedding, birthday event,
     corporate/social event, arisan, dan lain lain) yang menghasilkan revenue sehingga tidak hanya
     mengandalkan revenue Meeting Room




                                                  52
Page 60
                                    PT BUMI MAJALENGKA PERMAI
                                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                               TANGGAL 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024
            UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAl TERSEBUT
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

24. SALDO DAN SIFAT TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK BERELASI

   Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan melakukan transaksi yang berkelanjutan dengan pihak
   berelasi.

   Saldo dan Transaksi Pihak Berelasi

   Dalam kegiatan usahanya untuk menunjang modal kerja, Perseroan melakukan transaksi berdasarkan
   persyaratan yang disepakati bersama dengan pihak-pihak berelasi, tidak ada transaksi yang tidak
   berhubungan dengan kegiatan usaha utama. Pinjaman dari pihak-pihak berelasi tanpa jaminan dan tidak
   dikenakan beban bunga sebagaimana diungkapkan pada catatan 14.

   Sifat Transaksi dan Hubungan Pihak Berelasi

   - PT Hotel Fitra International Tbk merupakan pemegang saham pengendali Perusahaan.
   - PT Fitra Amanah Wisata merupakan kelompok usaha yang sama.

25. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN ATAS LAPORAN KEUANGAN

   Manajemen Perusahaan, yang diwakili oleh Direksi, bertanggung jawab atas penyusunan laporan
   keuangan ini yang telah diselesaikan dan diotorisasi untuk diterbitkan oleh manajemen Perusahaan pada
   tanggal 17 Desember 2025.




                                                  53

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.47 MB
Published5 Feb 2026
Pages60
Characters183,393
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 33 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked person Joni Rizal p.12
linked org PT Bank Central Asia p.40
linked — Jon Fieris. p.45 ×4
linked org Hotel Fitra International Tbk p.49 ×70
linked person Siti Rahayu p.53
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk p.42 ×29
possible org KJPP Bambang p.44 ×4
unresolved org PT BUMI MAJALENGKA PERMAI p.1 ×21
unresolved org PT BUMI MAJALENGKA PERMAI DAFTAR ISI Halaman p.2
unresolved person Dra. Suhartati p.4 ×4
unresolved org Dra. Suhartati & Rekan p.4 ×4
unresolved org PT BUMI MAJALENGKA PERMAI Opini p.4
unresolved org Kantor Akuntan Publik Terdaftar Dra. SUHARTAT p.7
unresolved person Dra. SUHARTAT p.7
unresolved org REKAN DULGANI p.7
unresolved person MAk p.7
unresolved person CPA p.7
unresolved org PT BUMI MAJALENGKA PERMAI CATATAN ATAS p.12 ×49
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.12
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.12
unresolved person KH. Abdul Halim p.12 ×4
unresolved person Steve Mulyono p.12
unresolved org Bank Indonesia p.16
unresolved org PT Bank Jawa Barat p.40
unresolved person KH. Abdul Hamid p.42 ×5
unresolved org PT Asuransi Tri Pakarta p.42 ×2
unresolved org PT Kusuma Real Sakti No. KRS- p.44 ×2
unresolved org PT Askap Future. p.46
unresolved org PT Fitra Amanah Wisata p.49 ×2
unresolved person Rudy Siswanto p.53
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.56
unresolved org Departemen Food & Beverage dan Room p.59

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 14347 ms 12 Sep 2026 22:31
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result