Back to announcement
20251203_RATU_Laporan Informasi dan Fakta Material_31999657_lamp1.pdf
Asset transaction Needs review RATUSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 93
Page 1
Page 2
Kantor Jasa Penilai Publik
The Manhattan Square
FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN Cilandak,
Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
Jakarta Selatan, 12560
Property, Business Valuation & Advisory E-Mail: infoadmin@fdipartners.co
Licence No. 2.22.0176 Website: www.fdipartners.co.id
KMK 460/KM.1/2022 Phone (62 21) 27875910
Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia
Jakarta, 24 November 2025
Kepada Yth.:
PT Raharja Energi Cepu Tbk
Office Park Thamrin Residences A01-05
Jl. Thamrin Boulevard, Kebon Melati,
Tanah Abang Jakarta Pusat, DKI Jakarta
No. Laporan : 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Hal : Laporan Pendapat Kewajaran.
Dengan hormat,
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
PT RAHARJA ENERGI CEPU TBK
Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran 004/FDI/PB-FO/XI/2025 tanggal 03 November 2025.
Kami KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau “Kami”)
mendapat penugasan dari PT Raharja Energi Cepu Tbk (selanjutnya disebut “REC” atau “Perseroan”)
untuk memberikan pendapat kewajaran atas transaksi afiliasi antara PT Raharja Energi Cepu Tbk dan
PT Petrogas Jatim Utama Cendana berupa transaksi penyediaan fasilitas pembiayaan cash call, yang
diperlukan guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Maksud Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan opini kewajaran atas transaksi afiliasi antara
PT Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana berupa transaksi penyediaan
fasilitas pembiayaan cash call, yang diperlukan guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (OJK).
Tujuan Pendapat Kewajaran adalah dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Nomor.42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak digunakan
untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan dalam tujuan
lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan menggunakan bantuan dari luar
maupun profesi lainnya.
Berdasarkan hasil analisis, transaksi tersebut terdapat transaksi afiliasi namun bukan transaksi material
karena nilai transaksi dibawah 20% dari ekuitas Perseroan per 30 September 2025 hal tersebut tercermin
dari nilai materialitas transaksi sebesar 11,13% serta transaksi tersebut tidak terdapat benturan
kepentingan sesuai dengan surat No. REC/DIR/21.199/XI/2025 tanggal 21 November 2025, tentang
informasi tidak adanya benturan kepentingan atas transaksi.
Pendapat kewajaran atas transaksi dilakukan per tanggal 30 September 2025, berdasarkan Kode Etik
Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018)
dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 (POJK 35/2020) Serta Surat Edaran
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK 17/2020) tentang
Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
Kantor
Kantor Pusat
Pusat (Properti
(Properti dan
dan Bisnis);
Bisnis); Kantor
Kantor Cabang
Cabang Semarang
Semarang (Properti)
(Properti); Kantor Cabang Jakarta (Bisnis)
Page 3
Metodologi Pendapat Kewajaran yang digunakan antara lain sebagai berikut: (1) Analisis transaksi, (2) Analisis Kualitatif, (3) Analisis Kuantitatif, (4) Analisis Kelayakan Penggunaan Dana atas transaksi, (5) Kesimpulan hasil pendapat kewajaran. Analisis transaksi Transaksi adalah pemberian fasilitas pembiayaan cash call tahun 2026 sebesar USD5.109.390 (Lima Juta Seratus Sembilan Ribu Tiga Ratus Sembilan Puluh Dolar Amerika Serikat) yang tersedia sejak 1 Januari 2026 sampai 31 Desember 2026 dari REC kepada PJUC dengan bunga SOFR + 5% Margin. Berdasarkan hasil analisis antara REC dan PJUC, terdapat hubungan afiliasi baik dari sisi pengurus maupun dari sisi kepemilikan saham. Dengan demikian, transaksi penyediaan fasilitas pembiayaan cash call oleh REC kepada PJUC tergolong sebagai transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan. Analisis Kualitatif Secara keseluruhan, transaksi pemberian fasilitas pembiayaan kepada PJUC dinilai selaras dengan kebutuhan bisnis REC untuk menjaga keberlanjutan partisipasi PJUC dalam pengembangan Blok Cepu. Transaksi ini memberikan manfaat strategis berupa potensi pendapatan bunga yang lebih tinggi dan penguatan nilai ekonomi di tingkat grup. Struktur leverage REC tidak berubah karena transaksi didanai dari kas internal. Analisis historis menunjukkan bahwa PJUC memiliki kondisi likuiditas, profitabilitas, dan arus kas yang kuat serta rekam jejak pelunasan fasilitas pembiayaan cash call yang baik. Dengan demikian, transaksi ini membawa manfaat yang relevan dengan risiko yang dapat dikelola dan tidak mengganggu stabilitas keuangan perusahaan. Analisis Kuantitatif Berdasarkan evaluasi atas kinerja historis, proforma keuangan, serta kondisi likuiditas dan arus kas, secara kuantitatif transaksi fasilitas cash call tidak memberikan dampak material terhadap posisi keuangan PT Raharja Energi Cepu Tbk. Pengalihan kas menjadi piutang pihak berelasi tidak memengaruhi struktur solvabilitas maupun rasio fundamental utama perusahaan. Selain itu, kinerja keuangan dan arus kas positif PJUC menunjukkan kemampuan pelunasan yang kuat. Dengan demikian, secara kuantitatif transaksi dinilai layak dan berada dalam tingkat risiko yang dapat diterima. Analisis Kelayakan Penggunaan Dana atas Transaksi Fasilitas pembiayaan dari REC kepada PJUC diberikan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pendanaan cash call sesuai dengan Program Kerja dan Anggaran (Work Program and Budget) yang telah disetujui oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Berdasarkan perjanjian fasilitas kredit, selama periode pengembalian modal maka PJUC akan mengalokasikan 90% atas pendapatan kotor. Dilihat dari profitabilitas PJUC, diperoleh bahwa perusahaan memiliki tingkat margin laba kotor Per September 2025 sebesar 77,42% dan Net profit margin pada September 2025 sebesar 48,16%. Kesimpulan Analisis atas Transaksi Dalam melakukan analisis, sebagai dasar dan pertimbangan bagi kami dalam memberikan pendapat kewajaran atas transaksi tersebut, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data Halaman 2 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 4
Page 5
DAFTAR ISI SURAT PENGANTAR ................................................................................................................ 1 DAFTAR ISI ............................................................................................................................. 4 DAFTAR TABEL ........................................................................................................................ 6 DAFTAR GRAFIK...................................................................................................................... 7 BAB I ............................................................................................................................... 8 PENDAHULUAN ..................................................................................................................... 8 1.1 Uraian Mengenai Penugasan ......................................................................................... 8 1.2 Identitas Pemberi Tugas ................................................................................................. 8 1.3 Identitas Pengguna Laporan .......................................................................................... 8 1.4 Objek Pendapat Kewajaran ........................................................................................... 8 1.5 Jenis Mata Uang Yang Digunakan ................................................................................. 8 1.6 Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran ....................................................................... 8 1.7 Tanggal Pendapat Kewajaran dan Masa Berlaku Laporan Pendapat Kewajaran ................ 9 1.8 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran .............................................................................. 9 1.9 Sumber Data dan Informasi ......................................................................................... 10 1.10 Hasil Pelaksanaan Inspeksi .......................................................................................... 12 1.11 Asumsi dan Asumsi Khusus .......................................................................................... 12 1.12 Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Berdasarkan Standar ........................ 13 1.13 Metodologi Analisis Pendapat Kewajaran ...................................................................... 13 1.14 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli ............................................................... 13 1.15 Pernyataan Independensi Penilai .................................................................................. 13 1.16 Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran (Subsequent Event) ..................... 13 BAB II ............................................................................................................................. 15 ANALISIS ATAS TRANSAKSI .................................................................................................... 15 2.1. Analisis Objek Transaksi .............................................................................................. 15 2.1.1 Besaran Dana dari Objek Transaksi ............................................................................. 15 2.1.2 Dampak Keuangan atas Transaksi ............................................................................... 15 2.1.3 Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Transaksi ............................................................ 17 2.2. Analisis Transaksi ........................................................................................................ 17 2.2.1 Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perusahaan .................................................... 17 2.2.2 Identifikasi & Hubungan Pihak Yang Bertransaksi .......................................................... 20 2.2.3 Analisis Perjanjian & Syarat Transaksi ........................................................................... 25 2.2.4 Analisis Likuiditas Transaksi ......................................................................................... 27 2.2.5 Analisis Manfaat & Risiko Transaksi .............................................................................. 28 BAB III ............................................................................................................................. 29 ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF ATAS TRANSAKSI ........................................................ 29 3.1 Analisis Kualitatif Atas Transaksi ................................................................................... 29 3.1.1 Riwayat Perusahaan & Riwayat Pinjam-Meminjam Dana ................................................ 29 3.1.2 Analisis Industri & Bisnis .............................................................................................. 30 3.1.3 Analisis Operasional & Prospek Perusahaan ................................................................. 37 3.1.4 Alasan Dan Latar Belakang Transaksi ........................................................................... 39 3.1.5 Analisis Keuntungan & Kerugian Kualitatif ..................................................................... 39 3.1.6 Dampak Leverage Terhadap Keuangan (Dibanding Industri Sejenis) ............................... 39 3.1.7 Dampak Likuiditas & Kemampuan Melunasi Pinjaman Saat Jatuh Tempo ........................ 41 3.1.8 Dampak Jika Proyek Dibiayai Gagal ............................................................................ 43 3.2 Analisis Kuantitatif Atas Transaksi ................................................................................. 43 3.2.1 Kinerja Historis ........................................................................................................... 43 3.2.2 Penilaian Atas Proyeksi Keuangan ................................................................................ 59 3.2.3 Analisis Rasio Keuangan .............................................................................................. 62 3.2.4 Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Sesudah Transaksi .......................................... 66 3.2.5 Analisis Kemampuan Bayar Sampai Saat Jatuh Tempo .................................................. 69 3.2.6 Analisis Cash Management Dan Financial Covenant ...................................................... 70 3.2.7 Analisis Yield Dibanding Instrumen Sejenis (Obligasi/Kredit Bank) .................................. 71 3.2.8 Incremental Analysis (Nilai Tambah) ............................................................................. 72 3.3 Analisis Kelayakan Penggunaan Dana .......................................................................... 74 Halaman 4 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 6
3.3.1 Analisis Kelayakan Investasi ......................................................................................... 74 3.3.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang ............................................................................ 74 3.3.3 Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan ......................................................................... 74 BAB IV ............................................................................................................................. 75 KESIMPULAN ........................................................................................................................ 75 4.1 Analisis Pengaruh atas Transaksi .................................................................................. 75 4.2 Identifikasi Dan Hubungan Antara Pihak Dalam Hal Transaksi ....................................... 75 4.3 Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Disepakati Oleh Pihak Dalam Transaksi .......... 75 4.4 Analisis Likuiditas Transaksi ......................................................................................... 75 4.5 Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Transaksi ................................................................... 76 4.6 Analisis Kualitatif atas Transaksi ................................................................................... 76 4.7 Analisis Kuantitatif atas Transaksi ................................................................................. 76 4.8 Analisis Kelayakan Penggunaan Dana atas Transaksi .................................................... 77 4.8.1 Analisis Kelayakan Investasi ......................................................................................... 77 4.8.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang ............................................................................ 77 4.8.3 Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan ......................................................................... 77 4.9 Opini Kewajaran atas Transaksi ................................................................................... 77 ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ........................................................................... 78 PERNYATAAN PENILAI ........................................................................................................... 79 LAMPIRAN-LAMPIRAN ............................................................................................................ 81 Halaman 5 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 7
DAFTAR TABEL Tabel 1. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ................................................................................ 9 Tabel 2. Keterangan Laporan Keuangan REC .............................................................................. 10 Tabel 3. Keterangan Laporan Keuangan PJUC ............................................................................ 11 Tabel 4. Dampak Keuangan atas Transaksi - Proforma Laporan Posisi Keuangan REC ................... 15 Tabel 5. Pengaruh Transaksi Terhadap Kinerja Keuangan – Proforma Keuangan REC .................... 17 Tabel 6. Analisis Rasio Proforma Keuangan REC .......................................................................... 18 Tabel 7. Struktur Pemegang Saham PT Raharja Energi Cepu Tbk .................................................. 21 Tabel 8. Struktur Pemegang Saham PT Petrogas Jatim Utama Cendana ........................................ 22 Tabel 9. Hubungan Para Pihak Yang Terlibat Dalam Transaksi ..................................................... 23 Tabel 10. Materialitas Nilai Transaksi ......................................................................................... 25 Tabel 11. Likuiditas Transaksi..................................................................................................... 27 Tabel 12. Riwayat Pinjam Meminjam Dana ................................................................................. 29 Tabel 13. Tingkat Suku Bunga Kredit Bank Persero (%) ................................................................. 33 Tabel 14. Jumlah dan Kapasitas Kilang Minyak Bumi dan Gas Indonesia ...................................... 34 Tabel 15. Produk dan Jasa PJUC ................................................................................................ 38 Tabel 16. Leverage PT Raharja Energi Cepu Tbk .......................................................................... 39 Tabel 17. Penentuan Perusahaan Industri Sejenis ......................................................................... 40 Tabel 18. Rasio Debt to Equity Perusahaan Pembanding .............................................................. 40 Tabel 19. Rasio Debt to Assets Perusahaan Pembanding .............................................................. 40 Tabel 20. Current Ratio dan Cash Ratio PJUC .............................................................................. 41 Tabel 21. Rasio Debt Service Coverage Ratio (DSCR) - PJUC ......................................................... 42 Tabel 22. Rasio Profitabilitas PJUC ............................................................................................. 42 Tabel 23. Laporan Arus Kas PJUC .............................................................................................. 42 Tabel 24. Laporan Posisi Keuangan REC Periode 31 Desember 2020-30 Desember 2025.............. 44 Tabel 25. Laporan Laba Rugi REC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025 .................... 47 Tabel 26. Laporan Arus Kas REC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025...................... 48 Tabel 27. Analisis Commonsize Statement-Laporan Posisi Keuangan ............................................. 50 Tabel 28. Analisis Commonsize Statement-Laporan Laba Rugi ...................................................... 51 Tabel 29. Laporan Posisi Keuangan PJUC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025 ......... 52 Tabel 30. Laporan Laba Rugi PJUC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025 .................. 55 Tabel 31. Laporan Arus Kas PJUC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025 .................... 56 Tabel 32. Analisis Commonsize Statement-Laporan Posisi Keuangan ............................................. 58 Tabel 33. Analisis Commonsize Statement-Laporan Laba Rugi ...................................................... 59 Tabel 34. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan REC Sebelum Transaksi ............................................ 59 Tabel 35. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan REC Sesudah Transaksi ............................................ 60 Tabel 36. Proyeksi Laporan Laba Rugi REC Sebelum Transaksi ..................................................... 60 Tabel 37. Proyeksi Laporan Laba Rugi REC Sesudah Transaksi ..................................................... 61 Tabel 38. Proyeksi Laporan Arus Kas Sebelum Transaksi .............................................................. 61 Tabel 39. Proyeksi Laporan Arus Kas Sesudah Transaksi .............................................................. 62 Tabel 40. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) - REC ............................................... 62 Tabel 41. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) - PJUC ............................................. 64 Tabel 42. Proforma Posisi Keuangan REC Sebelum dan Sesudah Transaksi ................................... 67 Tabel 43. Proforma Laba Rugi REC Per 30 September 2025 ......................................................... 68 Tabel 44. Rasio Likuiditas .......................................................................................................... 69 Tabel 45. Rasio Profitabilitas ...................................................................................................... 69 Tabel 46. Analisis Cash Management ......................................................................................... 70 Tabel 47. Analisis Kecukupan Kas (Financial Covenant) ................................................................ 71 Tabel 48. Yield Dibanding Instrumen Sejenis ............................................................................... 71 Tabel 49. Perbandingan tingkat suku bunga ............................................................................... 71 Tabel 50. Analisis Inkremental (Laporan Posisi Keuangan) ............................................................ 72 Tabel 51. Analisis Inkremental (Laporan Laba Rugi) ..................................................................... 73 Halaman 6 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 8
DAFTAR GRAFIK Grafik 1. Bagan Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan .................................... 24 Grafik 2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2025 – Q2 2025 (% yoy) ................................. 30 Grafik 3. Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Tahun ................... 31 Grafik 4. Proyeksi PDB Indonesia 2025 – 2030 (yoy %) ............................................................... 31 Grafik 5. Perkembangan dan Proyeksi Inflasi di Indonesia (%) ..................................................... 32 Grafik 6. Perkembangan Nilai Tukar Rupiah .............................................................................. 32 Grafik 7. Cadangan Minyak Bumi dan Gas Indonesia Tahun 2024 ............................................. 33 Grafik 8. Produksi Minyak Bumi dan Gas Indonesia .................................................................... 34 Grafik 9. Lifting Minyak Bumi dan Gas Indonesia ....................................................................... 34 Grafik 10. Investasi Kegiatas Hulu Migas Tahun 2020 – 2024 ..................................................... 35 Grafik 11. Ekspor dan Impor Minyak Bumi dan Gas Tahun 2021 – 2024 ..................................... 36 Grafik 12. Perkembangan Harga Acuan Minyak Mentah (Brent) .................................................. 36 Halaman 7 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 9
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Uraian Mengenai Penugasan
Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran 004/FDI/PB-FO/XI/2025 tanggal 03 November
2025. Kami KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau
“Kami”) mendapat penugasan dari PT Raharja Energi Cepu Tbk (selanjutnya disebut “REC” atau
“Perseroan”) untuk memberikan pendapat kewajaran atas transaksi afiliasi antara PT Raharja
Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana berupa transaksi penyediaan fasilitas
pembiayaan cash call, yang diperlukan guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (OJK).
1.2 Identitas Pemberi Tugas
Nama Pemberi Tugas : PT Raharja Energi Cepu Tbk
Alamat : Office Park Thamrin Residences A01-05, Jl. Thamrin
: Boulevard, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Bidang Usaha : Minyak dan Gas
No. Telepon/Fax : (62-21) 23579812
Alamat Email : corsec@rec.co.id
Penanggung Jawab : Bapak Adrian Hartadi
Jabatan : Direktur Keuangan
1.3 Identitas Pengguna Laporan
Pengguna laporan dalam pendapat kewajaran ini adalah sama dengan Pemberi Tugas.
1.4 Objek Pendapat Kewajaran
Objek Pendapat Kewajaran dalam hal ini adalah pendapat kewajaran atas transaksi afiliasi
antara PT Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana berupa transaksi
penyediaan fasilitas pembiayaan cash call oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk kepada PT Petrogas
Jatim Utama Cendana.
1.5 Jenis Mata Uang Yang Digunakan
Transaksi akan dilaksanakan dengan menggunakkan mata uang Dolar Amerika Serikat (”USD”).
1.6 Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran
Maksud Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan opini kewajaran atas transaksi afiliasi
antara PT Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana berupa transaksi
penyediaan fasilitas pembiayaan cash call, yang diperlukan guna memenuhi ketentuan Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Tujuan Pendapat Kewajaran adalah dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Nomor.42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak
digunakan untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan
Halaman 8 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 10
dalam tujuan lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan
menggunakan bantuan dari luar maupun profesi lainnya.
1.7 Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan Pendapat Kewajaran
Tanggal Pendapat Kewajaran adalah tanggal 30 September 2025, dimana batas tersebut diambil
atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.
Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, masa berlaku laporan pendapat kewajaran
adalah selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif pendapat kewajaran (cut off date) dalam
laporan pendapat kewajaran.
Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka masa berlaku laporan pendapat
kewajaran ini yaitu selama 6 (bulan) bulan sejak tanggal efektif pendapat kewajaran (cut off date)
dalam laporan pendapat kewajaran.
1.8 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
Ruang lingkup penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran mengacu pada POJK Nomor
35/POJK.04/2020 dan SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020. Dengan demikian, ruang lingkup
Pendapat Kewajaran didasarkan pada analisis kewajaran atas transaksi pinjam-meminjam dana,
yang meliputi:
Tabel 1. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
Aspek Ketentuan Utama
- Besaran dana dari objek transaksi
Analisis Objek Transaksi - Dampak keuangan transaksi
- Pertimbangan bisnis manajemen atas transaksi
- Pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan
- Identifikasi & hubungan pihak yang bertransaksi
Analisis Transaksi - Analisis perjanjian & syarat transaksi
- Analisis likuiditas transaksi
- Analisis manfaat & risiko transaksi
- Riwayat perusahaan & riwayat pinjam-meminjam
- Analisis industri & bisnis
- Analisis operasional & prospek perusahaan
- Alasan dan latar belakang transaksi
Analisis Kualitatif
- Keuntungan & kerugian kualitatif
- Dampak leverage terhadap keuangan (dibanding industri sejenis)
- Dampak likuiditas & kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo
- Dampak jika proyek dibiayai gagal
- Kinerja historis & proyeksi keuangan
- Analisis rasio keuangan
- Proforma Laporan Keuangan sebelum & sesudah transaksi
Analisis Kuantitatif - Analisis kemampuan bayar sampai saat jatuh tempo
- Analisis cash management dan financial covenant
- Analisis yield dibanding instrumen sejenis (obligasi/kredit bank)
- Incremental analysis (nilai tambah)
Halaman 9 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 11
Aspek Ketentuan Utama
- Sensitivity analysis (jika perlu)
- Analisis kelayakan investasi
Analisis Kelayakan
- Analisis kelayakan pelunasan utang
Penggunaan Dana
- Analisis atas faktor lain yang relevan
Kesimpulan - Opini Kewajaran Transaksi
Sumber: SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020 Bab IV
1.9 Sumber Data dan Informasi
Sumber data dan informasi yang kami gunakan dalam proses Pendapat Kewajaran adalah
sebagai berikut:
a. PT Raharja Energi Cepu Tbk (“REC”)
Laporan Keuangan
Tabel 2. Keterangan Laporan Keuangan REC
Tanggal
No Periode Ket KAP & AP Nomor Laporan Opini
Laporan
KAP: Paul Hadiwinata,
30 Hidajat, Arsono, Retno, 01902/2.1133/AU.1 13
1 September Audit Palilingan & Rekan /02/0754- November Wajar
2025 AP: Retno Dwi Andani, 5/1/XI/2025 2025
S.E., Ak., CPA, CA
KAP: Paul Hadiwinata,
31 Hidajat, Arsono, Retno, 00227/2.113/AU.1 28
2 Desember Audit Palilingan & Rekan /05/0754- Februari Wajar
2024 AP: Retno Dwi Andani, 4/1/II/2025 2025
S.E., Ak., CPA, CA
KAP: Paul Hadiwinata,
31 Hidajat, Arsono, Retno, 00380/2.1133/AU.1
01 Maret
3 Desember Audit Palilingan & Rekan /05/0754- Wajar
2024
2023 AP: Retno Dwi Andani, 3/1/III/2024
S.E., Ak., CPA, CA
KAP: Paul Hadiwinata,
31 Hidajat, Arsono, Retno, 00509/2.1133/AU.1
06 Maret
4 Desember Audit Palilingan & Rekan /05/0754- Wajar
2023
2022 AP: Retno Dwi Andani, 2/1/III/2023
S.E., Ak., CPA, CA
KAP: Paul Hadiwinata,
31 Hidajat, Arsono, Retno, 00407/2.1133/AU.1
08 Maret
5 Desember Audit Palilingan & Rekan /05/0754- Wajar
2022
2021 AP: Retno Dwi Andani, 1/1/III/2022
S.E., Ak., CPA, CA
Sumber: Laporan Keuangan Audit REC
Proyeksi Keuangan dan Proforma Keuangan
1. Proyeksi Keuangan REC Periode Desember 2025 – Desember 2029 (sebelum dan
sesudah) adanya transaksi dalam format MS. Excel, yang disiapkan oleh manajemen REC.
2. Proforma Keuangan REC per 30 September 2025 (sebelum dan sesudah) adanya
transaksi yang disiapkan oleh manajemen REC.
Halaman 10 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 12
Akta Pendirian dan Perubahan-Perubahannya - REC
1. Akta Pendirian No. 07 tanggal 16 Oktober 2006, dibuat dihadapan notaris Indah
Setyaningsih, S.H., Akta Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. W7-06263HT.01.01-TH.2007
tanggal 7 Juni 2007 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.
18940 tanggal 21 Juli 2007, Tambahan No. 58;
2. Akta No.35 tanggal 30 April 2025 yang dibuat dihadapan Rini Yulianti, S.H., notaris di
Jakarta, tentang perubahan Direksi dan Komisaris, yang telah mendapat Persetujuan
Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas dari Menteri Hukum Republik Indonesia
sesuai dengan suratnya tanggal 05 Mei 2025 No. AHU-AH.01.09-0221474;
3. Akta No. 18 tanggal 20 September 2024 dari notaris Rini Yulianti S.H., mengenai
Penawaran Umum Perdana Perusahaan dan PUPS, pemecahan nilai nominal saham,
peningkatan modal dasar, serta perubahan semua anggaran dasar termasuk perubahan
status Perusahaan dari Perseroan Terbatas Tertutup menjadi Perseroan Terbatas Terbuka
dan karenanya mengubah nama Perusahaan, dari sebelumnya bernama PT Raharja
Energi Cepu menjadi PT Raharja Energi Cepu Tbk. Perubahan terakhir ini telah diterima
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat
penerimaan AHU-0059751.AH.01.02 TAHUN 2024 tanggal 20 September 2024.
Legalitas Perusahaan - REC
1. Nomor Pokok Wajib Pajak: 02.604.262.2-072.000
2. Nomor Induk Berusaha: 9120008822586
Informasi Lainnya - REC
1. Company Profile REC
2. Akta No. 57 tanggal 24 Oktober 2025 tentang Perjanjian Fasilitas Pembiayaan Cash Call
Tahun 2026 antara PT Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana.
3. Surat REC No. REC/DIR/21.199/XI/2025 tanggal 21 November 2025, tentang informasi
tidak adanya benturan kepentingan atas transaksi.
4. Surat Pernyataan Kebenaran Data dan Informasi tanggal 21 November 2025.
b. PT Petrogas Jatim Utama Cendana (“PJUC”)
Laporan Keuangan - PJUC
Tabel 3. Keterangan Laporan Keuangan PJUC
Tanggal
No Periode Ket KAP & AP Nomor Laporan Opini
Laporan
KAP: Kanaka
30 00111/3.0359/AU.1 31
Puradireja, Suhartono
1 September Audit /02/0864- Oktober Wajar
AP: Iskandar
2025 6/1/X/2025 2025
Dzulqarnain, CPA
KAP: Kanaka
31 00008/3.0359/AU.1 12
Puradireja, Suhartono
2 Desember Audit /02/0864- Februari Wajar
AP: Iskandar
2024 5/1/II/2025 2025
Dzulqarnain, CPA
31 00010/3.0359/AU.1 23
KAP: Kanaka
3 Desember Audit /02/0864- Februari Wajar
Puradireja, Suhartono
2023 2/1/II/2024 2024
Halaman 11 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 13
Tanggal
No Periode Ket KAP & AP Nomor Laporan Opini
Laporan
AP: Iskandar
Dzulqarnain, CPA
KAP: Kanaka
31 00010/3.0359/AU.1 27
Puradireja, Suhartono
4 Desember Audit /02/0864- Februari Wajar
AP: Iskandar
2022 1/1/II/2023 2023
Dzulqarnain, CPA
31 KAP: Heliantono & 00001/3.0275.AU.1
8 Maret
5 Desember Audit Rekan /02/1567- Wajar
2022
2021 AP: Totok Hariono 1/1/III/2022
KAP: Chatim Atjeng
31 00021/3.0239/AU.1
Sugeng & Rekan 17 Maret
6 Desember Audit /02/1593- Wajar
AP: Tjiptohadi 2021
2020 1/1/III/2021
Sawarjuwono, CPA
Sumber: Laporan Keuangan Audit PJUC
Akta Pendirian dan Perubahan Terakhir - PJUC
1. Akta Pendirian Akta No. 5 tanggal 14 Maret 2007 dari Rosida, S.H., notaris di Surabaya.
Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam
Surat Keputusan No. W10-00796 HT.01.01-TH.2007 tanggal 3 Juli 2007;
2. Akta No.33 tanggal 16 Juni 2025 yang dibuat dihadapan Evie Mardiana Hidayah, S.H.,
notaris di Surabaya, tentang perubahan Direksi dan Komisaris, yang telah mendapat
Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas dari Menteri Hukum Republik
Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 19 Juni 2025 No. AHU-AH.01.09-0300121;
Legalitas Perusahaan - PJUC
1. Nomor Pokok Wajib Pajak: 02.114.418.3-081.000
2. Nomor Induk Berusaha: 0291010171278
Informasi Lainnya - PJUC
1. Company Profile PJUC
2. Akta No. 57 tanggal 24 Oktober 2025 tentang Perjanjian Fasilitas Pembiayaan Cash Call
Tahun 2026 antara PT Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana.
1.10 Hasil Pelaksanaan Inspeksi
Berdasarkan surat tugas KJPP FDI&R No.001/FDI/ST-PB/REC/XI/2025 tanggal 06 November
2025 serta berita acara inspeksi, kami telah melakukan Inspeksi, pengumpulan data, diskusi,
verifikasi dan wawancara atas objek pendapat kewajaran. Surat tugas, berita acara inspeksi, dan
MoM (Minutes of Meeting) terdapat pada lampiran laporan ini.
1.11 Asumsi dan Asumsi Khusus
Asumsi:
• Kami tidak melakukan reviu terhadap aspek hukum maupun uji tuntas aspek keuangan, oleh
karena itu kami berasumsi bahwa objek yang kami nilai tidak mempunyai masalah hukum
dan hak kepemilikannya adalah sah dan dapat dipasarkan.
• Kami berasumsi bahwa objek yang ditunjukan kepada kami adalah benar merupakan objek
dalam penilaian.
Halaman 12 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 14
1.12 Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Berdasarkan Standar
Pendapat Kewajaran akan dilakukan berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 (POJK 35/2020), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK 17/2020) tentang Pedoman Penilaian
serta Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Nomor 42/POJK.04/2020 (POJK 42/2020) tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan.
1.13 Metodologi Analisis Pendapat Kewajaran
Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas transaksi ini, kami telah melakukan analisis
melalui pendekatan dan prosedur penilaian Transaksi yang mencakup hal–hal sebagai berikut:
a. Analisis transaksi berupa pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan, identifikasi &
hubungan pihak yang bertransaksi, analisis perjanjian & syarat transaksi, analisis likuiditas
transaksi, serta analisis manfaat & risiko transaksi.
b. Analisis Kualitatif berupa riwayat perusahaan & riwayat pinjam-meminjam dana, analisis
industri & bisnis, analisis operasional & prospek perusahaan, alasan dan latar belakang
transaksi, keuntungan & kerugian kualitatif, dampak leverage terhadap keuangan (dibanding
industri sejenis), dampak likuiditas & kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo, serta
dampak jika proyek dibiayai gagal.
c. Analisis Kuantitatif berupa kinerja historis perusahaan, penilaian atas proyeksi keuangan,
analisis rasio keuangan, proforma laporan keuangan sebelum & sesudah transaksi, analisis
kemampuan bayar sampai saat jatuh tempo, analisis cash management dan financial
covenant, analisis yield dibanding instrumen sejenis (obligasi/kredit bank), incremental
analysis (nilai tambah), serta sensitivity analysis (jika diperlukan).
d. Analisis Kelayakan Penggunaan Dana atas transaksi berupa Analisis kelayakan investasi,
Analisis kelayakan pelunasan utang serta Analisis atas faktor lain yang relevan.
e. Kesimpulan Analisis atas Transaksi berupa Opini Kewajaran Transaksi.
1.14 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli
Dalam memberikan pendapat kewajaran atas transaksi, KJPP FDI&R tidak menggunakan hasil
pekerjaan tenaga ahli dari luar.
1.15 Pernyataan Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan PT Raharja Energi
Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana ataupun pihak pihak lainnya yang terafiliasi
dengan dengan PT Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana. KJPP FDI&R
juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
Laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan
pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai
yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.
1.16 Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran (Subsequent Event)
Halaman 13 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 15
Dari tanggal Pendapat Kewajaran (cut off date) per 30 September 2025 hingga Laporan Pendapat
Kewajaran ini diterbitkan tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat Kewajaran
(Subsequent Event).
Halaman 14 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 16
BAB II
ANALISIS ATAS TRANSAKSI
2.1. Analisis Objek Transaksi
2.1.1 Besaran Dana dari Objek Transaksi
Berdasarkan Akta No. 57 tanggal 24 Oktober 2025 tentang Perjanjian Fasilitas Pembiayaan Cash
Call Tahun 2026 antara PT Raharja Energi Cepu Tbk (“REC”) dan PT Petrogas Jatim Utama
Cendana (“PJUC”), dijelaskan bahwa fasilitas pinjaman yang diberikan oleh REC kepada PJUC
memiliki jumlah pokok pinjaman maksimum sebesar USD5.109.390 (Lima Juta Seratus Sembilan
Ribu Tiga Ratus Sembilan Puluh Dolar Amerika Serikat).
Fasilitas pembiayaan tersebut diberikan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pendanaan cash
call sesuai dengan Program Kerja dan Anggaran (Work Program and Budget) yang telah disetujui
oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
Nilai tersebut menjadi dasar bagi KJPP dalam melakukan analisis kewajaran atas besaran dana,
termasuk kesesuaian dengan kebutuhan proyek, kemampuan pendanaan Perseroan, serta
dampak keuangan terhadap kondisi keuangan Perseroan secara keseluruhan.
2.1.2 Dampak Keuangan atas Transaksi
Dampak keuangan yang timbul atas Transaksi dapat dilihat dari proforma keuangan perusahaan
setelah Transaksi. Proforma laporan keuangan untuk PT Raharja Energi Cepu Tbk sebagai berikut:
Tabel 4. Dampak Keuangan atas Transaksi - Proforma Laporan Posisi Keuangan REC
(Dalam USD Penuh)
Laporan Posisi Keuangan Proforma 30-Sep-25 Penyesuaian 30-Sep-25
PT Raharja Energi Cepu Tbk Audited Proforma
Aset Lancar
Kas dan bank 32.749.720 (5.109.390) 27.640.330
Piutang Usaha - Pihak Ketiga 3.594.509 3.594.509
Piutang Lain-lain
Pihak Ketiga 102.935 102.935
Pihak Berelasi 258.274 5.109.390 5.367.664
Pajak Dibayar Dimuka 0 0
Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka 1.852.137 1.852.137
Investasi Jangka Pendek 909.167 909.167
Beban Dibayar Dimuka 0 0
Aset Lancar Lainnya 52.435 52.435
Jumlah Aset Lancar 39.519.177 39.519.177
Aset Tidak Lancar
Investasi Pada Entitas Asosiasi 6.518.812 6.518.812
Aset Tetap - Bersih 127.042 127.042
Properti Minyak dan Gas - Bersih 20.088.262 20.088.262
Aset Pajak Tangguhan 43.777 43.777
Aset Tidak Lancar Lain-lain 20.775 20.775
Jumlah Aset Tidak Lancar 26.798.668 26.798.668
Halaman 15 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 17
Laporan Posisi Keuangan Proforma 30-Sep-25 Penyesuaian 30-Sep-25
PT Raharja Energi Cepu Tbk Audited Proforma
Jumlah Aset 66.317.845 66.317.845
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Dividen 0 0
Utang Lain-lain Pihak Berelasi 110.222 110.222
Utang Pajak 2.555.799 2.555.799
Beban Masih Harus Dibayar 125.114 125.114
Kewajiban Kontrak 750.092 750.092
Bagian Lancar Liabilitas Jangka Panjang
Pinjaman Bank 5.497.066 5.497.066
Pinjaman Pemegang Saham 625.336 625.336
Pinjaman Pembiayaan Konsumen 16.028 16.028
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 9.679.657 9.679.657
Liabilitas Jangka Panjang
Pinjaman Jangka Panjang - setelah Dikurangi
9.004.634 9.004.634
Bagian Lancar
Pinjaman Bank 1.575.989 1.575.989
Pinjaman pemegang Saham 53.870 53.870
Pinjaman Pembiayaan Konsumen 17.407 17.407
Liabilitas Imbalan Pasca-Kerja 0 0
Liabilitas Imbalan Pensiun Direksi dan Komisaris 92.855 92.855
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 10.744.755 10.744.755
Jumlah Liabilitas 20.424.412 20.424.412
Modal Saham 2.484.844 2.484.844
Tambahan Modal Disetor 12.920.505 12.920.505
Saldo Laba
Ditentukan Penggunaannya 24.865 24.865
Belum Ditentukan Penggunaannya 30.203.256 30.203.256
Kepentingan Non Pengendali 259.963 259.963
Jumlah Ekuitas 45.893.433 45.893.433
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 66.317.845 66.317.845
Sumber: Proforma Keuangan REC 30 September 2025
Dari proforma laporan keuangan, transaksi memberikan dampak dan memengaruhi pos-pos
keuangan tertentu dari perusahaan. Pada transaksi Penyediaan Fasilitas Cash Call ini, pos Kas
dan Bank perusahaan berkurang sebesar USD5.109.390 akibat transfer fasilitas Cash Call ke PT
Petrogas Jatim Utama Cendana yang bersumber dari kas internal perusahaan. Bersamaan
dengan itu, pos Piutang Lain-lain Pihak Berelasi meningkat sebesar USD5.109.390 akibat transfer
fasilitas Cash Call dari PT Raharja Energi Cepu Tbk.
Halaman 16 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 18
2.1.3 Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Transaksi
Transaksi dilakukan dalam rangka pemberian fasilitas pembiayaan sehingga PJUC, sebagai
perusahaan yang didirikan untuk memegang dan mengelola Hak Partisipasi sebesar 2,2423%
dalam Kontrak kerja Sama Blok Cepu (KKS) dan Perjanjian Operasi Bersama (Joint Operating
Agreement) yang mencakup Wilayah kerja Cepu, dapat berpartisipasi dalam pengembangan
Kontrak Kerja Sama.
Dalam hal ini, PJUC merupakan entitas asosiasi REC dimana REC memiliki 49% saham PJUC dan
dengan dilakukannya pemberian fasilitas pembiayaan kepada PJUC, diharapkan dapat
memberikan kontribusi langsung berupa pendapatan keuangan lewat imbal hasil bunga yang
lebih tinggi dari imbal hasil bunga pasar dan kontribusi tidak langsung berupa peningkatan nilai
grup perusahaan akibat partisipasi PJUC sebagai entitas asosiasi dalam pengembangan Kontrak
Kerja Sama.
2.2. Analisis Transaksi
2.2.1 Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perusahaan
Pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan dapat dianalisis dari laporan keuangan
proforma perusahaan sebelum dan setelah melakukan transaksi. Analisis dilakukan
menggunakan rasio fundamental perusahaan berupa rasio likuiditas dan rasio solvabilitas untuk
melihat bagaimana transaksi mempengaruhi fundamental perusahaan.
Tabel 5. Pengaruh Transaksi Terhadap Kinerja Keuangan – Proforma Keuangan REC
(dalam USD Penuh)
Laporan Posisi Keuangan Proforma 30-Sep-25 Penyesuaian 30-Sep-25
PT Raharja Energi Cepu Tbk Audited Proforma
Aset Lancar
Kas dan bank 32.749.720 (5.109.390) 27.640.330
Piutang Usaha - Pihak Ketiga 3.594.509 3.594.509
Piutang Lain-lain
Pihak Ketiga 102.935 102.935
Pihak Berelasi 258.274 5.109.390 5.367.664
Pajak Dibayar Dimuka 0 0
Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka 1.852.137 1.852.137
Investasi Jangka Pendek 909.167 909.167
Beban Dibayar Dimuka 0 0
Aset Lancar Lainnya 52.435 52.435
Jumlah Aset Lancar 39.519.177 39.519.177
Aset Tidak Lancar
Investasi Pada Entitas Asosiasi 6.518.812 6.518.812
Aset Tetap - Bersih 127.042 127.042
Properti Minyak dan Gas - Bersih 20.088.262 20.088.262
Aset Pajak Tangguhan 43.777 43.777
Aset Tidak Lancar Lain-lain 20.775 20.775
Jumlah Aset Tidak Lancar 26.798.668 26.798.668
Halaman 17 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 19
Laporan Posisi Keuangan Proforma 30-Sep-25 Penyesuaian 30-Sep-25
PT Raharja Energi Cepu Tbk Audited Proforma
Jumlah Aset 66.317.845 66.317.845
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Dividen 0 0
Utang Lain-lain Pihak Berelasi 110.222 110.222
Utang Pajak 2.555.799 2.555.799
Beban Masih Harus Dibayar 125.114 125.114
Kewajiban Kontrak 750.092 750.092
Bagian Lancar Liabilitas Jangka Panjang
Pinjaman Bank 5.497.066 5.497.066
Pinjaman Pemegang Saham 625.336 625.336
Pinjaman Pembiayaan Konsumen 16.028 16.028
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 9.679.657 9.679.657
Liabilitas Jangka Panjang
Pinjaman Jangka Panjang - setelah Dikurangi
9.004.634 9.004.634
Bagian Lancar
Pinjaman Bank 1.575.989 1.575.989
Pinjaman pemegang Saham 53.870 53.870
Pinjaman Pembiayaan Konsumen 17.407 17.407
Liabilitas Imbalan Pasca-Kerja 0 0
Liabilitas Imbalan Pensiun Direksi dan Komisaris 92.855 92.855
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 10.744.755 10.744.755
Jumlah Liabilitas 20.424.412 20.424.412
Modal Saham 2.484.844 2.484.844
Tambahan Modal Disetor 12.920.505 12.920.505
Saldo Laba
Ditentukan Penggunaannya 24.865 24.865
Belum Ditentukan Penggunaannya 30.203.256 30.203.256
Kepentingan Non Pengendali 259.963 259.963
Jumlah Ekuitas 45.893.433 45.893.433
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 66.317.845 66.317.845
Dari proforma keuangan, terdapat pengurangan pos Kas dan Bank sebesar USD5.109.390
akibat transaksi pemberian fasilitas Cash Call yang bersumber dari dana/kas internal
perusahaan. Selanjutnya pos Liabilitas Lain-lain Pihak Berelasi mengalami kenaikan sebesar
USD5.109.390 akibat fasilitas pinjaman yang diberikan.
Tabel 6. Analisis Rasio Proforma Keuangan REC
Analisis Rasio Proforma 30-Sep-25 30-Sep-25
PT Raharja Energi Cepu Tbk Audited Proforma
Rasio Likuiditas
Current Ratio 4,08 4,08
Halaman 18 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 20
Analisis Rasio Proforma 30-Sep-25 30-Sep-25
PT Raharja Energi Cepu Tbk Audited Proforma
Cash Ratio 3,38 2,86
Rasio Solvabilitas
Debt to Equity Ratio 0,45 0,45
Debt to Assets Ratio 0,31 0,31
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Pengaruh transaksi selanjutnya diukur lewat rasio likuiditas dan solvabilitas perusahaan. Sebelum
transaksi, perusahaan mencatatkan Current Ratio sebesar 4,08 yang berarti aset lancar
perusahaan 4,08 kali lipat lebih besar dan mampu menutupi kewajiban lancar perusahaan.
Setelah transaksi, Current Ratio perusahaan tidak mengalami perubahan karena transaksi
pemberian fasilitas pinjaman cash call bersumber dari kas internal perusahaan. Selain itu atas
pemberian fasilitas cash call dicatat pada pos Piutang Lain-lain Pihak Berelasi, dengan begitu
tidak ada perubahan pada rasio lancar perusahaan sebelum dan setelah transaksi.
Pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan selanjutnya diukur lewat rasio likuiditas
dengan proksi pengukuran Cash Ratio. Sebelum dilakukan transaksi, Cash Ratio perusahaan
tercatat sebesar 3,38 yang berarti Kas dan Setara Kas perusahaan 3,38 kali lipat lebih besar dan
mampu menutupi kewajiban lancar perusahaan. Setelah transaksi, Cash Ratio perusahaan turun
ke 2,86 dikarenakan penggunaan Kas dan Setara Kas internal perusahaan dalam memenuhi
transaksi pinjaman fasilitas cash call kepada PT Petrogas Jatim Utama Cendana. Meski begitu,
nilai Cash Ratio perusahaan masih berada di atas 1 yang berarti Kas dan Setara kas perusahaan
masih tetap mampu menanggung kewajiban jangka pendek perusahaan.
Pada rasio solvabilitas, digunakan proksi rasio Debt to Equity dan Debt to Assets untuk
menggambarkan bagaimana transaksi mempengaruhi solvabilitas perusahaan. Sebelum
dilakukan transaksi, Debt to Equity perusahaan tercatat sebesar 0,45 yang berarti struktur
permodalan perusahaan masih didominasi oleh ekuitas. Setelah dilakukan transaksi, Debt to
Equity perusahaan tercatat sebesar 0,45 atau tidak ada perubahan. Hal tersebut karena transaksi
tidak melibatkan pos pada liabilitas maupun ekuitas perusahaan, sehingga nilai Debt to Equity
perusahaan sebelum dan setelah transaksi tidak mengalami perubahan.
Dampak transaksi terhadap Rasio solvabilitas dengan proksi rasio Debt to Assets menunjukan
bahwa sebelum transaksi, tercatat rasio Debt to Assets perusahaan sebesar 0,31 yang berarti 0,31
aset perusahaan secara proporsi didanai oleh utang. Setelah transaksi, tercatat rasio Debt to
Assets perusahaan sebesar 0,31 atau tidak mengalami perubahan. Hal tersebut karena transaksi
pemberian fasilitas cash call bersumber dari kas internal perusahaan sehingga tidak
mempengaruhi total aset, menjadikan tidak ada perbedaan rasio Debt to Assets perusahaan
sebelum dan setelah transaksi.
Halaman 19 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 21
2.2.2 Identifikasi & Hubungan Pihak Yang Bertransaksi
Identifikasi Pihak yang Bertransaksi
A. PT Raharja Energi Cepu Tbk (“REC”)
Riwayat Singkat
PT Raharja Energi Cepu Tbk ("Perusahaan") didirikan dengan nama PT Syabas Usaha Migas
berdasarkan akta notaris Indah Setyaningsih, S.H., No. 07 tanggal 16 Oktober 2006. Akta
Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dalam Surat Keputusan No. W7-06263HT.01.01-TH.2007 tanggal 7 Juni 2007 serta
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 18940 tanggal 21 Juli 2007,
Tambahan No. 58.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan
Anggaran Dasar terakhir terkait perubahan Direksi dan Komisaris berdasarkan Akta No.35
tanggal 30 April 2025 yang dibuat dihadapan Rini Yulianti, S.H., notaris di Jakarta, dan telah
mendapat Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas dari Menteri Hukum
Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 05 Mei 2025 No. AHU-AH.01.09-
0221474.
Kemudian Akta No. 18 tanggal 20 September 2024 dari notaris Rini Yulianti S.H., mengenai
Penawaran Umum Perdana Perusahaan dan PUPS, pemecahan nilai nominal saham,
peningkatan modal dasar, serta perubahan semua anggaran dasar termasuk perubahan
status Perusahaan dari Perseroan Terbatas Tertutup menjadi Perseroan Terbatas Terbuka dan
karenanya mengubah nama Perusahaan, dari sebelumnya bernama PT Raharja Energi Cepu
menjadi PT Raharja Energi Cepu Tbk. Perubahan terakhir ini telah diterima oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat penerimaan AHU-
0059751.AH.01.02 TAHUN 2024 tanggal 20 September 2024
Perusahaan tergabung dalam kelompok usaha PT Rukun Raharja Tbk. Entitas induk terakhir
Perusahaan adalah PT Rukun Raharja Tbk.
Perusahaan telah mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam
surat No.37/WPJ.06/2013 tanggal 4 Desember 2013 untuk membuat dan menyajika laporan
keuangan dalam bahasa Inggris dan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat yang berlaku
efektif mulai 1 Januari 2014.
Pada tanggal 30 Desember 2024, Perusahaan mendapatkan Surat Pemberitahuan Efektifnya
Pernyataan Pendaftaran No. S-179/D.04/2024 atas Penawaran Umum Perdana Saham dari
Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).
Kegiatan Usaha
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah
sebagai berikut:
• Kegiatan usaha utama:
a. Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya
b. Aktivitas Perusahaan Holding
Halaman 20 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 22
• Kegiatan Usaha Penunjang:
a. Pertambangan Minyak Bumi
b. Pertambangan Gas Alam
Informasi Umum
Alamat : Office Park Thamrin Residences A01-05, Jl. Thamrin Boulevard,
: Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat
No. Telp / Fax : (62-21) 23579812
Website : www.rec.co.id
Email : corsec@rec.co.id
Susunan Kepemilikan Saham
Berdasarkan Informasi Manajemen REC, susunan kepemilikan saham REC per 30 September
2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 7. Struktur Pemegang Saham PT Raharja Energi Cepu Tbk
Jumlah Lembar Proporsi
No Pemegang Saham Jumlah Rupiah Jumlah USD
Saham (%)
1 PT Rukun Raharja Tbk 1.900.437.700 69,996% 19.004.377.000 1.738.687
PT Rukun Prima
2 100.000 0,004% 1.000.000 92
Sarana
Masyarakat (masing-
3 masing kepemilikan 814.516.100 30,000% 8.145.161.000 692.385
dibawah 5%)
Jumlah 2.715.053.800 100,00% 27.150.538.000 2.431.164
Keterangan: Nilai nominal Rp.10 per lembar saham
Sumber: Informasi Manajemen REC
Susunan Pengurus
Berdasarkan akta No.35 tanggal 30 April 2025, Susunan Dewan Komisaris dan Direksi REC
per 30 September 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Orias Petrus Moedak
Komisaris Independen : Taufik Ahmad
Komisaris : Merly
Direksi
Direktur Utama : Sumantri
Direktur Operasional : Alexandra Sinta Wahjudewanti
Direktur Keuangan : Adrian Hartadi
B. PT Petrogas Jatim Utama Cendana (“PJUC”)
Riwayat Singkat
PT Petrogas Jatim Utama Cendana (”Perusahaan”) didirikan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia berdasarkan Akta No. 5 tanggal 14
Halaman 21 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 23
Maret 2007 dari Rosida, S.H., notaris di Surabaya. Akta pendirian ini telah disahkan oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. W10-00796HT.01.01-
TH.2007 tanggal 3 Juli 2007
Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan dan terakhir
berdasarkan Akta No.33 tanggal 16 Juni 2025 yang dibuat dihadapan Evie Mardiana
Hidayah, S.H., notaris di Surabaya, tentang perubahan Direksi dan Komisaris, yang telah
mendapat Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas dari Menteri Hukum
Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 19 Juni 2025 No. AHU-AH.01.09-
0300121.
Pendirian Perusahaan merupakan tindak lanjut dari diterbitkannya Undang-undang No. 22
tahun 2001 tanggal 23 November 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dan Peraturan
Pemerintah no. 35 tahun 2004 (pasal 34 dan 35) mengenai Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan
Gas Bumi serta Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur No. 1 tahun 2006 tanggal 9 Maret
2006 tentang penunjukan Perusahaan sebagai wakil keikutsertaan Pemerintah Provinsi Jawa
Timur pada Kontrak Kerja Sama (“KKS”) Blok Cepu dalam pengelolaan minyak dan gas bumi.
Perusahaan memperoleh bagian partisipasinya sebesar 2,2423% efektif pada tanggal 5
Februari 2009.
Kegiatan Usaha
Kegiatan Usaha PJUC adalah sebagai berikut:
1. KBLI 06100 Pertambangan Minyak Bumi;
2. KBLI 46610 Perdagangan Besar Bahan Bakar Padat, Cair Dan Gas Dan Produk YBDI
Informasi Umum
Alamat : Gedung Medan Pemuda Lantai 4, Jl. Pemuda 27-31, Surabaya
No. Telp / Fax : +6231 992 49262
Website : www.pjuc.co.id
Email : info@pjuc.co.id
Susunan Kepemilikan Saham
Berdasarkan Informasi Manajemen PJUC, susunan kepemilikan saham PJUC per 30
September 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 8. Struktur Pemegang Saham PT Petrogas Jatim Utama Cendana
Jumlah Lembar Proporsi
No Pemegang Saham Jumlah Rupiah Jumlah USD
Saham (%)
1 PT Petrogas Jatim Utama 253 50,60% 253.000.000 27.276
2 PT Raharja Energi Cepu 245 49,00% 245.000.000 26.414
3 Koperasi Dipertam Jatim 2 0,40% 2.000.000 215
Jumlah 2.715.053.800 100,00% 500.000.000 53.905
Keterangan: Nilai nominal Rp.1.000.000 per lembar saham
Sumber: Informasi Manajemen PJUC
Halaman 22 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 24
Susunan Pengurus
Berdasarkan akta No.33 tanggal 16 Juni 2025, Susunan Dewan Komisaris, dan Direksi PJUC
per 30 September 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : ABD. Halim Soebahar
Komisaris : Fathur Rozi Zubair
Komisaris : Sumantri
Direksi
Direktur Utama : IR.Hadi Ismoyo
Direktur Teknik : Alexandra Sinta Wahjudewanti
Direktur Keuangan : Adrian Hartadi
Hubungan Pihak yang Bertransaksi
A. Transaksi Afiliasi
Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42”),
Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan
terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari
anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali,
termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau
perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari
anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali.
Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepengurusan
Hubungan para pihak yang terlibat dalam transaksi, berdasarkan struktur kepengurusan per
30 September 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 9. Hubungan Para Pihak Yang Terlibat Dalam Transaksi
No Nama REC PJUC Keterangan
1 Orias Petrus Moedak Komisaris Utama (-) (-)
Komisaris (-)
2 Taufik Ahmad (-)
Independen
3 Merly Komisaris (-) (-)
4 Sumantri Direktur Utama Komisaris Afiliasi
Alexandra Sinta
5 Direktur Operasional Direktur Teknik Afiliasi
Wahjudewanti
6 Adrian Hartadi Direktur Keuangan Direktur Keuangan Afiliasi
(-) Komisaris (-)
7 Abd. Halim Soebahar
Independen
8 Fathur Rozi Zubair (-) Komisaris (-)
9 IR. Hadi Ismoyo (-) Direktur Utama (-)
Keterangan: (-) Tidak memiliki hubungan afiliasi
Sumber: Informasi Manajemen REC & PJUC Per 30 September 2025
Berdasarkan POJK 42, transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari
Halaman 23 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 25
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali. Dari tabel hubungan para pihak yang terlibat dalam transaksi,
dapat dilihat bahwa antara REC sebagai pihak Pemberi Pinjaman dan PJUC sebagai pihak
Penerima Pinjaman memiliki hubungan afiliasi dari sisi susunan pengurus. Oleh karena itu,
transaksi ini memenuhi kriteria Transaksi Afiliasi menurut POJK 42.
Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan
Hubungan para pihak yang terlibat dalam transaksi, berdasarkan struktur kepemilikan per 30
September 2025 adalah sebagai berikut:
REC
49,00%
PJUC
Grafik 1. Bagan Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan
Sumber: Informasi Manajemen REC dan PJUC
Keterangan:
REC : PT Raharja Energi Cepu Tbk
PJUC : PT Petrogas Jatim Utama Cendana
Berdasarkan POJK 42, Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali. Dari gambar bagan diatas dapat dilihat bahwa antara REC
sebagai pihak Pemberi Pinjaman dan PJUC sebagai pihak Penerima Pinjaman, terdapat
hubungan afiliasi dari sisi pengendalian/kepemilikan perusahaan, maupun pemegang
sahamnya, dimana:
• PT Raharja Energi Cepu Tbk (“REC”) memiliki 49,00% saham pada PT Petrogas Jatim Utama
Cendana (“PJUC”) berupa investasi saham.
Oleh karena itu, transaksi ini memenuhi kriteria transaksi afiliasi menurut POJK
42/POJK.04/2020.
B. Transaksi Benturan Kepentingan
Menurut informasi manajemen yang mengacu pada Surat Pernyataan REC No.
REC/DIR/21.199/XI/2025 tanggal 21 November 2025, Perihal Informasi atas benturan
Halaman 24 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 26
kepentingan dalam rangka transaksi afiliasi PT Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim
Utama Cendana berupa transaksi penyediaan fasilitas pembiayaan cash call, bahwa transaksi
tidak mengandung transaksi benturan kepentingan.
C. Materialitas Nilai Transaksi
Materialitas nilai transaksi dilakukan dengan membandingkan nilai transaksi dengan ekuitas
REC periode 30 September 2025.
Tabel 10. Materialitas Nilai Transaksi
Ekuitas REC Per 30
Keterangan Nilai Transaksi Materialitas (%)
September 2025
Transaksi 5.109.390 45.893.433 11,13%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Berdasarkan Laporan Keuangan PT Raharja Energi Cepu Tbk (“REC”) per 30 September 2025,
ekuitas REC tercatat sebesar USD45.893.433. Dengan mempertimbangkan nilai transaksi
sebesar USD5.109.390, maka transaksi tersebut setara dengan 11,13% dari ekuitas REC. Oleh
karena itu, transaksi dimaksud tidak termasuk sebagai transaksi material sebagaimana yang
diatur dalam PeRECran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020
tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17”).
2.2.3 Analisis Perjanjian & Syarat Transaksi
Pokok-Pokok Perjanjian antara REC dan PJUC
Sehubungan dengan Transaksi, REC dan PJUC telah menandatangani Perjanjian Fasilitas
Pembiayaan Cash Call Tahun 2026 antara PT Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim
Utama Cendana, sebagaimana diatur dalam Akta No. 57 tanggal 24 Oktober 2025
(”Perjanjian”), dengan ketentuan sebagai berikut:
Para Pihak
1. PT Raharja Energi Cepu Tbk (”REC atau Penyedia/Pemberi Cash Call”)
2. PT Petrogas Jatim Utama Cendana (”PJUC atau Penerima Cash Call”)
Objek dan Nilai Fasilitas
Nilai fasilitas sehubungan dengan transaksi adalah USD 5.109.390 (Lima Juta Seratus Sembilan
Ribu Tiga Ratus Sembilan Puluh Dolar Amerika Serikat).
Persyaratan Pendahuluan
REC tidak berkewajiban untuk menyediakan fasilitas kepada PJUC kecuali apabila REC telah
menerima semua dokumen dan bukti di bawah ini serta menganggap dokumen dan bukti yang
diterima telah dibuat dalam bentuk dan substansi memenuhi persyaratan:
a. Pemberitahuan permintaan dana dari Operator (cash call notice);
b. Persetujuan perusahaan internal REC yang diperlukan untuk memberikan Fasilitas;
c. Salinan asli akta ini yang telah ditandatangani dengan patut oleh Para Pihak;
d. Dokumen yang harus disiapkan
• Salinan sesuai asli dari keputusan Pemegang Saham, Direksi dan Dewan Komisaris yang
menyetujui peminjaman berdasarkan ketentuan-ketentuan akta ini dan yang memberikan
kewenangan kepada seorang atau beberapa orang untuk menandatangani akta ini;
Halaman 25 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 27
• Setiap pemberitahuan dan dokumen lainnya yang diperlukan sehubungan dengan akta ini;
• Serta spesimen tanda tangan orang yang diberi kewenangan.
e. Bukti bahwa semua otoritas telah didapatkan dan bahwa semua pengajuan, pendaftaran dan
formalitas lainnya yang diperlukan telah atau akan diselesaikan untuk memastikan bahwa akta
ini sah dan berlaku;
f. Dokumen lainnya sehubungan dengan setiap hal yang diatur di dalam akta ini sebagaimana
dipersyaratkan oleh REC.
Ketersediaan Fasilitas
Periode Ketersediaan (Availability Period) adalah periode yang dimulai sejak tanggal 01 Januari
2026 dan berakhir pada tanggal yang lebih dulu terjadi antara:
a. 31 Desember 2026
b. Tanggal yang ditentukan oleh para Pihak; atau
c. Tanggal saat Fasilitas telah ditarik seluruhnya, dibatalkan, atau diakhiri sesuai dengan
ketentuan-ketentuan Perjanjian ini.
Persyaratan Umum untuk Pencairan Fasilitas
PJUC dapat melakukan penarikan pada Hari Kerja selama Periode Ketersediaan dengan
menyerahkan Pemberitahuan Penarikan Dana dengan ketentuan:
a. Persyaratan Pasal 3 ayat 1 akata ini telah dipenuhi atau dikesampingkan secara tertulis oleh
REC sebelum diberikannya Pemberitahuan Penarikan Dana;
b. REC telah menerima tidak lebih dari 1 (satu) Hari Kerja sebelum tanggal saat penarikan
tersebut akan dilakukan (atau tanggal lain sebagaimana dapat disepakati oleh REC) antara
lain:
• Salinan sesuai asli Pemberitahuan Penarikan Dana yang telah diisi lengkap dan
ditandatangani dengan patut yang menyatakan jumlah penarikan;
• Salinan sesuai asli Jadwal Fasilitas yang telah diperbarui dan ditandatangani.
c. REC telah menerima paling lambat 10 (sepuluh) Hari Kerja sebelum tanggal penarikan Fasilitas
akan dilakukan (atau tanggal lain sebagaimana dapat disepakati oleh REC) antara lain:
• Salinan tagihan/permintaan dana diterbitkan oleh Operator sesuai dengan JOA (Joint
Operating Agrement), yang menyatakan jumlah yang harus dibayar oleh PJUC dan tanggal
pembayaran jumlah tersebut.
d. Tidak ada Peristiwa Cedera Janji yang telah terjadi (atau yang kemungkinan akan terjadi akibat
dilakukannya suatu penarikan) dan semua pernyataan dan jaminan yang dibiat oleh PJUC
dalam atau sehubungan dengan Perjanjian ini adalah benar dan akurat tanggal Fasilitas
diberikan dengan mengacu kepada fakta dan keadaan yang ada pada saat itu;
e. REC tekah menerima keterangan mengenai rekening bank PJUC yang akan menerima dana
hasil penarikan tersebut.
Tanggal Pelunasan Fasilitas
Angsuran untuk setiap bulan dan setiap bunga pada angsuran tersebut (sebagaimana berlaku)
akan dibayar kembali pada Tanggal Pelunasan yang bersangkutan. Apabila tanggal Pelunasan
jatuh pada tanggal yang bukan Hari Kerja, Tanggal Pelunasan tersebut akan jatuh pada Hari
Kerja berikutnya.
Halaman 26 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 28
Tata Cara dan Mata Uang Pelunasan
Fasilitas yang diberikan berdasarkan akta ini harus dibayar secara penuh dalam mata uang dolar
Amerika Serikat melalui pemindahbukuan secara elektronik segera setelah dana tersedia ke
rekening bank REC tanpa pengurangan apapun.
Pengalihan
PJUC tidak boleh mengalihkan haknya berdasarkan akta ini dan REC dapat sewaktu-waktu
mengalihkan kepada seseorang atau lebih (“pemberi pinjaman yang menerima pengalihan”)
semua atau sebagian hak dan manfaatnya berdasarkan atau yang timbul dari akta ini dan
Dokumen Jaminan (sebagaimana sesuai) dan PJUC akan menandatangani dan melakukan
semua pemindahan, pengalihan, jaminan, tindakan dan hal sebagaimana dapat diminta oleh
REC untuk menyempurnakan dan menyelesaikan pengalihan hak dan manfaat tersebut. Semua
perjanjian, pernyataan dan jaminan yang dibuat di dalam Perjanjian ini akan tetap berlaku
setelah pengalihan yang dilakukan sesuai dengan Pasal ini dan akan berlaku untuk kepentingan
semua pemberi pinjaman yang menerima pengalihan serta REC. REC tidak dapat mengalihkan
kewajibannya berdasarkan akta ini.
Penyelesaian Perselisihan
Segala sengketa yang timbul dari atau sehubungan dengan perjanjian, termasuk setiap
pertanyaan mengenai keberadaan, keabsahan atau pengakhiran Perjanjian ini (“Sengketa”) akan
diteruskan dan diselesaikan secara final melalui arbitrase yang dilakukan oleh Badan Arbitrase
Nasional Indonesia (“BANI”) yang berlaku pada saat itu.
Hukum yang berlaku
Perjanjian ini dan hak serta kewajiban Para Pihak berdasarkan akta ini akan diatur berdasarkan
dan ditafsirkan sesuai dengan hukum Republik Indonesia.
2.2.4 Analisis Likuiditas Transaksi
Analisis likuiditas transaksi diperoleh dengan membandingkan tingkat likuiditas perusahaan
sebelum dan setelah transaksi. Analisis likuiditas dilakukan dengan menggunakan proksi rasio
likuiditas berupa Current Ratio dan Cash Ratio serta melakukan analisis terhadap pos keuangan
yang terdampak atas transaksi.
Tabel 11. Likuiditas Transaksi
Analisis Likuiditas 30-Sep-25 30-Sep-25
PT Raharja Energi Cepu Tbk Audited Proforma
Laporan Posisi Keuangan
Total Kas dan Bank 32.749.720 27.640.330
Piutang Lain-lain 361.209 5.470.599
Total Aset Lancar 39.519.177 39.519.177
Rasio Likuiditas
Current Ratio 4,08 4,08
Cash Ratio 3,38 2,86
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Halaman 27 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 29
Pada pos keuangan yang terdampak akibat transaksi, pos Kas dan Bank perusahaan mengalami
penurunan sebesar USD5.109.390 atau dari sebesar USD32.749.720 menjadi USD27.640.330.
Penurunan terjadi karena sumber pendanaan transaksi diperoleh dari kas internal perusahaan,
sehingga transaksi menurunkan nilai Kas dan Bank perusahaan. Pada pos Piutang lain-lain,
mengalami kenaikan sebesar USD5.109.390 atau dari sebesar USD258.274 menjadi
USD5.367.664. Kenaikan terjadi karena pemberian fasilitas cash call oleh perusahaan ke PT
Petrogas Jatim Utama Cendana dicatat sebagai piutang lain-lain oleh perusahaan. Dengan begitu
atas transaksi, nilai Total Aset Lancar perusahaan tidak mengalami perubahan.
Pada rasio likuiditas dengan proksi rasio lancar, tidak terdapat perubahan rasio lancar tercatat
sebelum dan sesudah transaksi. Perusahaan mencatat rasio lancar sebesar 4,08 baik sebelum
maupun sesudah transaksi. Hal tersebut dikarenakan transaksi bersumber dari kas internal
perusahaan dan atas pemberian fasilitas cash call ke PT Petrogras Jatim Utama Cendana,
perusahaan mencatat pada Piutang Lain-lain Pihak Berelasi.
2.2.5 Analisis Manfaat & Risiko Transaksi
Manfaat dan Risiko dari adanya transaksi antara PT Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas
Jatim Utama Cendana dapat diidentifikasi dan dijabarkan sebagai berikut:
Manfaat yang dapat diperoleh perusahaan dari adanya transaksi adalah sebagai berikut:
1. Mendukung efektifitas operasional dan pengembangan partisipasi PJUC dalam Kontrak Kerja
Sama Blok Cepu lewat fasilitas pendanaan cash call, dimana PJUC adalah sebagai
perusahaan asosiasi milik REC.
2. Potensi tingkat pendapatan bunga yang lebih tinggi dibandingkan penerimaan dengan tingkat
bunga pasar.
3. Diversifikasi ke instrumen keuangan berupa fasilitas pembiayaan cash call kepada entitas
asosiasi (PJUC)
Risiko yang dapat diperoleh perusahaan dari adanya transaksi adalah sebagai berikut:
1. Opportunity Cost yang timbul akibat pinjaman fasilitas pembiayaan yang diberikan kepada PT
Petrogas Jatim Utama Cendana.
2. Eksposur terhadap risiko gagal bayar atas pinjaman fasilitas pembiayaan yang diberikan
kepada PT Petrogas Jatim Utama Cendana.
Halaman 28 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 30
BAB III
ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF ATAS TRANSAKSI
3.1 Analisis Kualitatif Atas Transaksi
3.1.1 Riwayat Perusahaan & Riwayat Pinjam-Meminjam Dana
PT Raharja Energi Cepu Tbk (“REC”) sebelumnya bernama PT Syabas Usaha Migas didirikan pada
tahun 2006 yang kemudian dilakukan perubahan nama Perusahaan dari PT Syabas Usaha Migas
menjadi PT DSME ENR CEPU pada tahun 2011. Kemudian Perusahaan diakuisisi oleh PT Rukun
Raharja Tbk Tbk. (“RAJA”) pada Tahun 2018 dan membuka babak baru dalam strategi dan fokus
bisnis. Perusahaan mengalihkan seluruh kepemilikan saham kepada PT Rukun Raharja Tbk dan
pemegang saham setuju mengubah nama Perusahaan yang sebelumnya bernama PT DSME ENR
CEPU menjadi PT Raharja Energi Cepu. Sehubungan dengan Penawaran Umum Perdana Saham,
perusahaan merubah statusnya dari Perseroan Terbatas tertutup menjadi Perseroan Terbatas
terbuka dan karenanya mengubah nama perusahaan menjadi PT Raharja Energi Cepu Tbk.
Saat ini, perusahaan berfokus menjadi perusahaan induk dengan kegiatan utama mengelola
investasi di sektor minyak dan gas. Perusahaan memiliki investasi di dua blok produksi minyak
dan gas, yaitu Blok Cepu dan Blok Jabung. Setelah akuisisi, Perusahaan beralih menjadi
perusahaan yang berfokus pada investasi di sektor hulu minyak dan gas bumi. Perusahaan
mengelola investasi strategis pada proyek-proyek unggulan. Saat ini, Perusahaan memiliki 49%
saham di PT Petrogas Jatim Utama Cendana (“PJUC”), yang menguasai 2,2423% Hak Partisipasi
di Blok Cepu. Melalui anak usahanya, PT Raharja Energi Tanjung Jabung (“RETJ”), Perusahaan
juga memiliki 8% Hak Partisipasi di Blok Jabung, Jambi.
Dengan kepemilikan saham di kedua blok tersebut, Perusahaan memiliki akses ke sumber daya
energi yang sangat potensial. Kontrak jangka panjang yang dimiliki Perusahaan di Blok Cepu dan
Blok Jabung memberikan fondasi yang kuat untuk pertumbuhan berkelanjutan dan memastikan
ketersediaan pasokan energi bagi Indonesia, serta berkontribusi pada peningkatan ekspor
negara.
Riwayat pinjam-meminjam dana oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk periode 2019 sampai 2024
diperoleh dari keterbukaan informasi perusahaan. Perusahaan memiliki riwayat pinjam-
meminjam dan riwayat perubahan perjanjian pinjaman seperti yang tersaji pada tabel berikut:
Tabel 12. Riwayat Pinjam Meminjam Dana
Pihak-Pihak yang
Tahun Transaksi
Bertransaksi
2024 Transaksi Fasilitas Pembiayaan Cash Call antara REC dan PJUC REC & PJUC
2023 Transaksi Fasilitas Pembiayaan Cash Call antara REC dan PJUC REC & PJUC
2022 Transaksi Fasilitas Pembiayaan Cash Call antara REC dan PJUC REC & PJUC
2021 Transaksi Fasilitas Pembiayaan Cash Call antara REC dan PJUC REC & PJUC
2020 Transaksi Fasilitas Pembiayaan Cash Call antara REC dan PJUC REC & PJUC
2019 Transaksi Fasilitas Pembiayaan Cash Call antara REC dan PJUC REC & PJUC
Sumber: Keterbukaan Informasi Manajemen
Halaman 29 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 31
3.1.2 Analisis Industri & Bisnis
Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi Indonesia triwulan III-2025 terhadap triwulan III-2024 tumbuh sebesar 5,04%. Dari sisi
produksi, Lapangan Usaha Jasa Pendidikan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,59%.
Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan
tertinggi sebesar 9,91%. Ekonomi Indonesia triwulan III-2025 terhadap triwulan II-2025
mengalami pertumbuhan sebesar 1,43% (q-to-q). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pengadaan
Listrik dan Gas mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 5,42%. Dari sisi pengeluaran,
Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 6,77 persen.
Sampai dengan triwulan III-2025, ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 5,01
persen (c-to-c). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan
tertinggi sebesar 10,37 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan
Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,13 persen. Secara spasial, perekonomian
Indonesia pada triwulan III-2025 mencatat pertumbuhan yang relatif stabil dibandingkan dengan
periode yang sama pada tahun sebelumnya (y-on-y)
5,3
5,17
5,1 5,11 5,12
5,04 5,04 5,05 5,02 5,04
4,94 4,95
4,9 4,87
4,7
4,5
Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3
2023 2024 2025
Pertumbuhan Ekonomi (%)
Grafik 2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2025 – Q2 2025 (% yoy)
Sumber: Badan Pusat Statistik 2025, diolah.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia menurut lapangan usaha sektor pertambangan batubara
setelah mengalami pertumbuhan tertinggi di tahun 2022 yaitu sampai dengan 115% (yoy)
kemudian konsisten mengalami kontraksi di tahun 2023 dan 2024. Sampai dengan Q3 2025
PDB lapangan usaha sektor tambang batubara mencapau Rp593 triliun atau turun 4%
dibandingkan capaian di tahun 2024 yaitu hanya sebesar Rp593 triliun. Kondisi ini menunjukkan
pelemahan kinerja industri sektor batubara di Indonesia yang diakibatkan juga dengan
penurunan harga acuan batubara global serta turunnya permintaan batubara global. Disisi lain,
sektor jasa keuangan konsisten mencatatkan kinerja positif dari tahun 2021 sampai dengan Q3
2025. PDB Lapangan usaha sektor jasa keuangan pada tahun 2024 mencapai Rp923 triliun atau
naik 6% (yoy). Sampai dengan Q3 2025 pertumbuhan sektor jasa keuangan telah mencapai 5%
(yoy) yaitu mencapai Rp726 triliun. Hal ini menunjukkan kinerja yang kuat baik dalam subsektor
jasa perantara keuangan, asuransi dan dana pensiun, jasa keuangan lain dan jasa penunjang
keuangan.
Halaman 30 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 32
1.600
PDB Lapangan Usaha (Triliun Rupiah)
1.297
1.200 1.117
869 923
809 850
736 694 726
800 603 617 593
400
-
2021 2022 2023 2024 Q1-Q3 Q1-Q3
2024 2025
Tambang Batubara Jasa Keuangan
Grafik 3. Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Tahun 2021 –
Q3 2025
Sumber: Bank Indonesia 2025, diolah.
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Berdasarkan proyeksi PDB harga konstan Indonesia yang dipublikasikan oleh International
Monetary Fund (IMF), prakiraan rata-rata pertumbuhan PDB Indonesia berdasarkan pengeluaran
selama periode 2025 sampai dengan 2030 adalah 4,9% dengan proyeksi pertumbuhan di tahun
2030 mencapai 5,13%. Proyeksi di tahun 2025 mencapai Rp13.521 Triliun, sedangkan perkiraan
PDB tahun 2030 diperkirakan mencapai Rp17.211Triliun.
20.000 6,00
17.211
18.000 16.370 5,80
15.575
16.000 14.840 5,60
14.153
13.521
14.000 12.920 5,40
12.301
12.000 5,20
5,11 5,13
10.000 5,05 5,03 5,00
4,95
4,85
8.000 4,80
4,65 4,67
6.000 4,60
4.000 4,40
2.000 4,20
0 4,00
2023 E 2024 E 2025 F 2026 F 2027 F 2028 F 2029 F 2030 F
Proyeksi GDP (Trilliun Rupiah) Pertumbuhan Ekonomi (%)
Grafik 4. Proyeksi PDB Indonesia 2025 – 2030 (yoy %)
Sumber: International Monetary Fund (IMF) April 2025, diolah
Perkembangan inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2025 terjaga dalam kisaran sasaran
2,5±1%. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, IHK September 2025 tercatat sebesar 2,65%
dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,74. Tingkat inflasi bulanan pada September
2025 sebesar 0,21% (mtm) atau sebesar 1,82% (ytd). Tingkat inflasi komponen inti September
2025 sebesar 2,1% (yoy); atau sebesar 0,18%(mtm); dan 1,61% (ytd). Sedangkan berdasarkan
data proyeksi IMF, inflasi Indonesia pada tahun 2025 mencapai 1,68% (yoy) dengan rata-rata
proyeksi inflasi tahun 2020 – 2030 sebesar 2,32%.
Halaman 31 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 33
4,00 3,71
3,50
3,00
2,51 2,50 2,52 2,52
2,50 2,30
2,19
Inflasi (%)
2,00 1,68
1,50
1,00
0,50
-
2023 E 2024 E 2025 F 2026 F 2027 F 2028 F 2029 F 2030 F
Grafik 5. Perkembangan dan Proyeksi Inflasi di Indonesia (%)
Sumber: International Monetary Fund (IMF) April 2025, diolah
Perkembangan Nilai Tukar Rupiah
Pada 30 September 2025, nilai tukar Rupiah menunjukkan pelemahan tipis terhadap beberapa
mata uang utama dunia dibandingkan posisi akhir bulan sebelumnya. Rupiah tercatat di kisaran
Rp16.691 per dolar AS, melemah sekitar 2,0% dibandingkan Rp16.356 per dolar AS pada 29
Agustus 2025. Terhadap Euro, Rupiah berada di level Rp19.583 per EUR, melemah dari Rp19.132
per EUR pada akhir Agustus. Sementara terhadap Yuan Tiongkok, Rupiah tercatat Rp2.345 per
CNY, sedikit melemah dari Rp2.294 per CNY pada periode yang sama. Pergerakan ini
mencerminkan tekanan eksternal akibat ketidakpastian global dan pergerakan dolar AS yang
menguat secara global, meskipun kebijakan stabilisasi dan intervensi Bank Indonesia tetap
menjaga volatilitas Rupiah dalam kisaran yang terkendali.
20.000 2.700
19.132 19.583
19.500 2.600
18.917
19.000
2.500
18.500
18.000 2.292 2.3452.400
17.500
2.278 2.300
17.000
16.354 16.356 16.6912.200
16.500
2.100
16.000
15.500 2.000
15.000 1.900
8/4/25 8/11/25 8/18/25 8/25/25 9/1/25 9/8/25 9/15/25 9/22/25 9/29/25
USD/IDR EUR/IDR CNY/IDR
Grafik 6. Perkembangan Nilai Tukar Rupiah
Sumber: S&P Capital IQ, diolah
Suku Bunga
Pada bulan September 2025, Bank Indonesia menurunkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 4,75%,
suku bunga Deposit Facility turun 50 bps menjadi 3,75%, dan suku bunga Lending Facility turun
25 bps menjadi 5,50%. Keputusan ini diambil sejalan dengan prakiraan inflasi tahun 2025 dan
2026 yang tetap rendah dan terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1%, serta merupakan bagian
dari upaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah agar sejalan dengan fundamentalnya, sekaligus
mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal ini juga akan berpengaruh terhadap tingkat suku bunga
pinjaman yang ditetapkan oleh perbankan. Pada periode Agustus 2025, tingkat suku bunga
Halaman 32 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 34
pinjaman Perseroan untuk modal kerja, investasi dan konsumsi tercatat turun di level 8,72%,
8,89% dan 8,94%.
Tabel 13. Tingkat Suku Bunga Kredit Bank Persero (%)
Bank Persero 2020 2021 2022 2023 2024 2025*
Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 8,77 8,34 8,29 8,93 8,67 8,60
Pinjaman Investasi Yang Diberikan 8,87 8,49 8,72 9,41 9,21 8,67
Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 10,56 10,14 9,65 9,27 9,09 8,92
*September 2025
Sumber: Bank Indonesia September 2025, diolah
Gambaran Perkembangan Industri Pertambangan Minyak bumi dan Gas
Cadangan Minyak Bumi dan Gas (Migas) Indonesia
Data kementerian ESDM tahun 2024 menunjukkan bahwa cadangan minyak bumi dan Gas di
Indonesia tahun 2023 mengalami sedikit kenaikan dibandingkan dengan data tahun sebelumnya.
Dimana cadangan Minyak Bumi terbukti tahun 2023 mencapai 2,41 ribu MMSTB sedangkan
potensialnya mencapai 2,29 ribu MMSTB dengan total mencapai 4,7 ribu MMSTB. Sedangkan
tahun 2024 menunjukkan sedikit penurunan dengan total cadangan terbukti sebesar 2,3 ribu
MMSTB dan potensial sebesar 2 ribu MMSTB. Cadangan minyak bumi terbesar terletak di
Sumatera Bagian Tengah mencapai 1.410 MMSTB dan Jawa Bagian Timur yaitu sebanyak 1.013
MMSTB. Sedangkan cadangan gas bumi Indonesia yang sudah terbukti di tahun 2023 mencapai
35,3 TSCF, potensi cadangan mencapai 19,46 TSCF dengan total cadangan gas bumi sebesar
54,76 TSCF. Data tahun 2024 juga menunjukkan sedikit penurunan yaitu menjadi 33,84 TSCF
untuk cadangan terbukti dan 18,14 TSCF untuk cadangan potensial di tahun 2024. Maluku Utara
menjadi daerah dengan cadangan gas bumi terbesar mencapai 15,78 TSCF dan Papua sebesar
11,42 TSCF.
Cadangan Minyak Bumi Cadangan Gas Bumi
5.000 70,00
60,00
4.000
18,82 18,99
2.290 50,00
1.730 1.900 2.024 18,49 19,46
1.700 18,14
MMSTB
3.000
40,00
TSCF
30,00
2.000
20,00 43,57 41,62
2.442 2.413 36,34 35,30 33,84
1.000 2.245 2.271 2.288
10,00
- 0,00
2020 2021 2022 2023 2024 2020 2021 2022 2023 2024
Terbukti Potensial Terbukti Potensial
Grafik 7. Cadangan Minyak Bumi dan Gas Indonesia Tahun 2024
Sumber: Kementerian ESDM, 2024
Produksi Minyak Bumi dan Gas
Produksi minyak bumi Indonesia dalam 5 tahun terakhir menunjukkan produksi yang menurun
disetiap tahunnya, sedangkan produksi gas bumi mengalami fluktuasi. Produksi minyak bumi
pada tahun 2023 sebesar 606 Juta Barel Minyak per Hari/ MBOPD (Million Barrel of Oil per Day)
atau turun 1% (yoy). Produksi di tahun 2024 sebesar 580 MBOPD atau turun 4% (yoy). Sedangkan
produksi gas bumi pada tahun 2023 mengalami sedikit kenaikan dibandingkan tahun 2022 yaitu
Halaman 33 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 35
sebesar 1.284 juta barel per hari/MBOEPD (Million Barrels of Oil Equivalent per Days). Sedangkan
pada 2024 produksi gas bumi Indonesia sebesar 1.215 MBPOEPD atau naik 2,6% (yoy).
1.178 1.178 1.184 1.215
1.147
1.200,00
800,00 708,00 659,00 612,00 606,00 580,00
400,00
-
2020 2021 2022 2023 2024
Produksi Minyak Mentah dan Konsentrat (MBOPD) Produksi Produksi Gas Bumi (MBOEPD)
Grafik 8. Produksi Minyak Bumi dan Gas Indonesia
Sumber: Dirjen SKK Migas, 2024
Lifting merupakan kegiatan pengangkatan atau pengambilan minyak bumi atau gas dari sumur
produksi untuk kemudian dijual atau dimanfaatkan. Besarnya lifting minyak atau gas bisa berbeda
dengan hasil produksi yang diakibatkan karena proses produksi dilaksanakan setiap hari, namun
demikian lifting dilakukan berdasarkan jadwal pengiriman (shipment schedule) yang bisa bersifat
mingguan atau bulanan. Akibatnya, sebagian minyak yang sudah diproduksi bisa tersimpan
sementara di tangki (storage) dan baru dilifting pada periode berikutnya. Lifting minyak semester
I 2024 mencapai 576 MBOEPD atau masih 91% dari total targer sebesar 635 MBOEPD.
Sedangkan lifting gas semester I 2024 mencapai 989 MBOEPD atau 96% dari target pemerintah
di tahun 2024. Realisasi lifting gas di semester I 2024 telah menunjukkan realisasi lifting melebihi
tahun 2023 sebesar 960 MBOEPD.
1.400
1.188 1.141
1.200 1.133
1.058 983 995
953 960 989
1.000 829 804 778 746
800 707 660 612 605 576
600
400
200
-
2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 SM I 2024
Lifting Minyak (MBOEPD) Realisasi Lifting Gas (MBOEPD) Realisasi
Lifting Minyak (MBOEPD) Target Lifting Gas (MBOEPD) Target
Grafik 9. Lifting Minyak Bumi dan Gas Indonesia
Sumber: Ditjen SKK Migas, 2024
Tabel 14. Jumlah dan Kapasitas Kilang Minyak Bumi dan Gas Indonesia
Keterangan Jumlah Kilang Kapasitas (MTPA)
Minyak Bumi
Kilang Minyak 6 1.186
Kilang LPG
Kilang LPG (Minyak) 6 1.331
Kilang Hulu 6 2.342
Kilang Hilir 18 1.075
Kilang Hulu dan Hilir 6 44
Total Kilang LPG 4.792
Sumber: Kementerian ESDM, 2024
Halaman 34 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 36
Keterbatasan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar diakibatkan karena
keterbatasan jumlah kilang minyak yang digunakan untuk mengelola minyak mentah hasil lifting
dalam negeri. Jumlah kilang minyak bumi di Indonesia saat ini adalah sebanyak 6 kilang dengan
kapasitas total produksi bahan bakar mencapai 1.186 MTPA. Hasil ini belum mampu memenuhi
total kebutuhan bahan bakar dalam negeri sehingga sebagian besar kebutuhan bahan bakar
minyak dipenuhi dari Impor. Total impor bahan bakar minyak pada tahun 2024 mencapai USD
24,7 miliar dan naik 5% di tahun 2024 (data sementara) menjadi USD 25,9 miliar. Sedangkan
untuk produksi gas menjadi LPG di Indonesia saat ini telah terpenuhi dari 36 kilang dengan
kapasitas 4.792 MTPA. Dari total produksi tersebut telah mampu memenuhi kebutuhan dalam
negeri dan sebagian diantaranya di ekspor dimana ekspor gas alam di Indonesia di tahun 2024
naik 2% (yoy) menjadi USD 8,7 miliar.
Jika dilihat dari data investasi kegiatan di sektor hulu migas, kenaikan investasi tidak terlalu
signifikan. Investasi sektor Migas pada tahun 2024 mencapai USD 14,7 miliar atau sekitar Rp229
triliun, atau naik sebesar 6% (yoy). Investasi ini meliputi investasi untuk kegiatan ekplorasi 7%,
pengembangan 22%, produksi 66%, dan administrasi sebesar 6% dari total investasi di tahun
2024.
30
13,27 14,07
25 12,1
10,52 11,01
20
Miliar USD
15
0,78
0,84
10 0,68 0,77 0,73
8,64 9,24
7,66 8 8,06
5
2,63 3,07
1,65 1,47 1,47
0,52 0,69 0,7 1,16 0,98
0
2020 2021 2022 2023 2024
Eksplorasi Pengembangan Produksi Administrasi Total
Grafik 10. Investasi Kegiatan Hulu Migas Tahun 2020 – 2024
Sumber: Ditjen SKK Migas, 2024
Perkembangan Pasar global
Secara umum, aktivitas ekspor migas menunjukkan kondisi yang berfluktuasi. Sementara impor
migas masih mendominasi untuk memenuhi kebutuhan energi domestik. Ekspor minyak mentah
menurun dari USD 2,80 juta pada 2021 menjadi USD 2,23 juta pada 2024, sedangkan impor
minyak mentah meningkat dari USD 7,05 juta menjadi USD 10,35 juta pada periode yang sama.
Impor hasil minyak menurun signifikan dari USD 18,48 juta pada 2021 menjadi USD 8,91 juta
pada 2024, menunjukkan adanya peningkatan kapasitas kilang domestik. Di sisi lain, ekspor gas
alam meningkat tajam dari USD 7,45 juta pada 2021 menjadi USD 25,92 juta pada 2024,
menegaskan posisi Indonesia sebagai negara pengekspor gas bersih meskipun masih bergantung
pada impor minyak.
Halaman 35 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 37
30.000 28.962
25.924
25.000 24.689
20.000 18.482
Juta USD
15.000
11.455
11.142
9.712 10.353
10.000 8.773 8.908
7.047 7.451
4.671 5.400
4.741
5.000
2.796 2.229
2.001 1.615 1.749
0
2021 2022 2023 2024
Minyak Mentah Ekspor Minyak Mentah Impor Hasil Minyak Ekspor
Hasil Minyak Impor Gas Alam Ekspor Gas Alam Impor
Grafik 11. Ekspor dan Impor Minyak Bumi dan Gas Tahun 2021 – 2024
Sumber: BPS, 2024
Pada September 2025, harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) tercatat sebesar USD
66,81 per barel, naik USD 0,73 dari bulan sebelumnya, sejalan dengan kenaikan harga Brent
(ICE) dan Basket OPEC, meski Dated Brent dan WTI (Nymex) justru mengalami penurunan tipis.
Kenaikan ICP dipengaruhi oleh meningkatnya risiko geopolitik global, terutama akibat eskalasi
konflik Rusia–Ukraina yang mengganggu sekitar 17% kapasitas kilang Rusia serta ketegangan di
Timur Tengah terkait sanksi terhadap Iran. Secara keseluruhan, ICP Indonesia bergerak positif
dibandingkan harga acuan utama dunia, mencerminkan pengaruh kuat kondisi geopolitik dan
dinamika permintaan kawasan Asia. Untuk proyeksi harga Brent pada tahun Januari – Mei 2026
diprediksi berada pada kisaran USD 63,75 – USD 64,44 per barel.
Brent Crude Oil Futures Prompt Month ($/bbl)
85,00
80,00
75,00
70,00
64,44 63,75 63,7763,86 64,07 64,44
65,00
60,00
Grafik 12. Perkembangan Harga Acuan Minyak Mentah (Brent)
Sumber: S&P Capital IQ, 2025, diolah
Data International Energy Agency (IEA) menunjukkan bahwa 40,1% dari total kebutuhan energy
global tahun 2023 bersumber dari minyak mentah. Rata-rata total kebutuhan minyak mentah
tahun 2024 mencapai 102,95 MMB per hari, sedangkan rata-rata suplai sebesar 103,23 MMB
per hari. Hingga September 2025 rata-rata total permintaan minyak mentah global turun 0,8%
menjadi 103,72 MMB per hari dengan suplai naik 2% menjadi 105,29 MMB per hari. Penurunan
permintaan disebabkan karna penggunaan renewable energi yang meningkat seiring dengan
komitmen banyak negara untuk beralih dari penggunaan energi yang bersumber dari energi tidak
terbarukan ke sumber energi terbarukan. Namun demikian permintaan akan minyak mentah
sebagai sumber energi global masih menjadi yang tertinggi seiring dengan masih bergantungnya
Halaman 36 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 38
sektor industri dan sumber listrik yang berbahan bakar minyak.
250
200
104,9 106,8 107,1 108,5
150 101,4 102,8 103,6 103,5 103,1 103,1 103,2 103,6 102,8 103,8 103,9 103,9 102,8 103,3 104,8 104,5 104,9
MMB/D
100
50 100,8 102,9 101,8 102,1 103,2 103,8 103,8 103,4 103,2 103,2 103,2 104 101,7 103,3 102,1 103,3 103 105,7 105,2 104,7 104,6
0
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep
2024 2025
Permintaan Suplai
Grafik 13. Perkembangan Permintaan dan Suplai Minyak Mentah Global
Sumber: McKinsey, 2025
Kesimpulan Industri Pertambangan Minyak Bumi dan Gas
Industri minyak, baik di Indonesia maupun global, tengah berada pada fase transisi penting di
antara meningkatnya kebutuhan energi dan tekanan menuju energi terbarukan. Secara global,
minyak masih menjadi sumber energi utama dengan kontribusi lebih dari 40% terhadap total
konsumsi energi pada 2023. Hingga September 2025, permintaan minyak dunia turun 0,8%
akibat peningkatan penggunaan energi bersih, sementara pasokan naik 2% dan ketegangan
geopolitik Rusia–Ukraina serta Timur Tengah menjaga harga Brent di kisaran USD 63–64 per
barel, dengan ICP Indonesia naik menjadi USD 66,81 per barel. Di dalam negeri, industri migas
menghadapi penurunan produksi dari 606 MBOPD pada 2023 menjadi 580 MBOPD pada 2024
serta keterbatasan kapasitas kilang yang menyebabkan impor BBM mencapai USD 25,9 miliar
pada 2024. Meskipun demikian, pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil di kisaran 4,9% per
tahun hingga 2030 akan menjaga tingkat konsumsi energi, sehingga prospek PT Raharja Energy
Cepu Tbk tetap terbuka, terutama jika perusahaan mampu meningkatkan efisiensi lifting,
mengoptimalkan produksi di blok-blok minyak domestik, dan memanfaatkan momentum harga
minyak dunia yang cenderung stabil pada level moderat.
3.1.3 Analisis Operasional & Prospek Perusahaan
Analisa Operasional
Kegiatan usaha Perseroan berdasarkan perubahan Anggaran Dasar terakhir dalam Akta
Keputusan Para Pemegang Saham PT Raharja Energi Cepu No. 18 tanggal 20 September 2024
adalah berusaha dalam aktivitas konsultasi manajemen lainnya dan aktivitas perusahaan holding.
Kegiatan Usaha Penunjang yang mendukung kegiatan usaha utama Perseroan adalah
menjalankan usaha-usaha di bidang Pertambangan Minyak Bumi dan Pertambangan Gas Alam.
Produk dan jasa yang dihasilkan Perseroan dan Entitas Anak, yaitu berasal dari lifting minyak dan
gas bumi dari 2 (dua) blok utama yaitu Blok Cepu melalui Perusahaan Asosiasi yaitu PJUC dan
Blok Jabung melalui Perusahaan Anak. Operasional perusahaan asosiasi dan perusahaan anak
dalam hal pertambangan minyak dan gas bumi didukung oleh produksi dan cadangan sebagai
berikut:
Halaman 37 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 39
Tabel 15. Produk dan Jasa PJUC
No Keterangan Jumlah
1 Blok Jabung
Produksi:
-Minyak Mentah 2.115 MBBL
-Minyak Kondensat 2.991 MBBL
-Gas Bumi 46.950 MMSCF
-LPG 8.103 MMSCF
Cadangan:
-Minyak Mentah 55.029 MBBL
-Gas 412.206 MMSCF
2 Blok Cepu
-Minyak Mentah 53.714 MBBL
-Cadangan 281.662 MBBL
Pertambangan Minyak Bumi mencakup kegiatan pertambangan minyak bumi mentah termasuk
usaha pencarian kandungan minyak bumi, pengeboran, penambangan, pemisahan serta
penampungan, produksi minyak bumi mentah kondensat, pemrosesan untuk menghasilkan
minyak mentah dengan cara penampungan, penyaringan, pengeringan, stabilisasi dan lain-lain.
Hasil pertambangan minyak bumi antara lain minyak mentah atau crude oil kondensat.
Pertambangan Gas Alam mencakup usaha pencarian kandungan gas alam, pengeboran,
penambangan, pemisahan serta penampungan. Hasil pertambangan gas alam antara lain gas
alam. Pencairan gas alam menjadi LNG sampai ke pengapalannya masih termasuk kegiatan
pertambangan. Termasuk kegiatan CBM (Coalbed Methane).
Operasional perusahaan, entitas anak, dan entitas asosiasi tersebar di 3 wilayah Provinsi di
Indonesia yaitu Jawa Tengah untuk Blok Cepu, Jawa Timur untuk Blok Cepu, dan Jambi untuk
Blok Jabung. Kapasitas Blok Tanjung Jabung sebesar 52 ribu BOPD dan kapasitas Blok Cepu
sebesar 155 ribu BOPD.
Prospek Perusahaan
Kinerja PT Raharja Energy Cepu Tbk (REC) pada tahun 2024 menunjukkan adanya perlambatan
dengan penurunan laba bersih sebesar 43% (yoy) menjadi USD 13,96 juta. Perlambatan ini
terutama disebabkan oleh kinerja entitas anak, PT Raharja Energi Tanjung Jabung yang memiliki
8% participating interest di Blok Jabung, serta entitas asosiasi PT Petrogas Jatim Utama Cendana
dengan 2,2423% participating interest di Blok Cepu, yang mengalami tekanan akibat fluktuasi
harga minyak dan gas global. Meskipun secara operasional Blok Jabung mencatat peningkatan
lifting minyak mentah sebesar 1,4%, kondensat sebesar 11,5%, dan kenaikan gas alam sebesar
16,2% (yoy) serta Blok Cepu mengalami penurunan lifting minyak mentah sebesar 6,9%. Kenaikan
volume lifting tersebut turut meningkatkan beban pokok pendapatan hingga 73,7%, namun tidak
diimbangi dengan kenaikan pendapatan yang signifikan akibat turunnya harga acuan minyak
dan gas dibandingkan tahun 2023, sehingga menekan profitabilitas perusahaan.
Kendati menghadapi tekanan margin, fundamental usaha REC tetap solid mengingat kepemilikan
portofolio pada dua blok migas terbesar di Indonesia, yakni Blok Jabung dan Blok Cepu, dengan
cadangan minyak masing-masing sebesar 55.029 MMBL dan 281.662 MBBL serta cadangan gas
412.206 MMSCF di Blok Jabung. Sebagai perusahaan investasi, REC menjalankan kegiatan
usaha dengan risiko operasional yang relatif rendah karena aktivitas eksplorasi dan produksi
diserahkan kepada operator berpengalaman dengan rekam jejak yang kuat di industri migas
nasional. Strategi ini memungkinkan REC untuk mempertahankan kestabilan laju produksi dan
mengoptimalkan tingkat penurunan produksi secara ekonomis. Selain itu, keberlanjutan kontrak
Halaman 38 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 40
pengelolaan Blok Cepu hingga tahun 2035 dan Blok Jabung hingga tahun 2043 memberikan
kepastian pendapatan jangka panjang bagi perusahaan. Ke depan, prospek usaha REC dinilai
positif seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi domestik, tren stabilisasi harga minyak
dunia, serta potensi penguatan portofolio investasi di sektor gas bumi dan minyak bumi. Dengan
tata kelola investasi yang hati-hati serta dukungan dari operator yang andal, REC berpeluang
memperbaiki kinerja keuangannya dan memperkuat posisinya sebagai perusahaan investasi
migas yang stabil dan berorientasi jangka panjang.
3.1.4 Alasan Dan Latar Belakang Transaksi
Transaksi dilakukan dalam rangka pemberian fasilitas pembiayaan sehingga PJUC, sebagai
perusahaan yang didirikan untuk memegang dan mengelola Hak Partisipasi sebesar 2,2423%
dalam Kontrak kerja Sama Blok Cepu (KKS) dan Perjanjian Operasi Bersama (Joint Operating
Agreement) yang mencakup Wilayah kerja Cepu, dapat berpartisipasi dalam pengembangan
Kontrak Kerja Sama sesuai dengan bagiannya terhadap Biaya Proyek.
PJUC merupakan entitas asosiasi REC dimana REC memiliki 49% saham PJUC dan dengan
dilakukannya pemberian fasilitas pembiayaan kepada PJUC, diharapkan dapat memberikan
kontribusi langsung berupa pendapatan keuangan lewat imbal hasil bunga yang lebih tinggi dari
imbal hasil bunga pasar dan kontribusi tidak langsung berupa peningkatan nilai grup perusahaan
akibat partisipasi PJUC sebagai entitas asosiasi dalam pengembangan Kontrak Kerja Sama.
3.1.5 Analisis Keuntungan & Kerugian Kualitatif
Keuntungan dan kerugian dari adanya transaksi bagi PT Raharja Energi Cepu Tbk dapat ditinjau
dari beberapa aspek.
Keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan dari adanya transaksi adalah sebagai berikut:
1. Memperoleh tingkat pendapatan bunga yang lebih tinggi dibandingkan penerimaan dengan
tingkat bunga pasar.
2. Potensi peningkatan nilai perusahaan yang berkelanjutan di tingkat grup karena kepemilikan
PT Raharja Energi Cepu Tbk pada PT Petrogas Jatim Utama Cendana.
Kerugian yang dapat diperoleh perusahaan dari adanya transaksi adalah sebagai berikut:
1. Opportunity Cost yang timbul akibat pinjaman fasilitas pembiayaan yang diberikan kepada PT
Petrogas Jatim Utama Cendana.
2. Hilangnya likuiditas sementara perusahaan akibat penggunaan aset likuid internal sebagai
sumber pemberian pendanaan kepada PJUC.
3.1.6 Dampak Leverage Terhadap Keuangan (Dibanding Industri Sejenis)
Leverage perusahaan diukur lewat rasio Debt to Equity dan rasio Debt to Assets. Rasio Debt to
Equity dan rasio Debt to Assets Pada PT Raharja Energi Cepu Tbk secara historis sejak 2020
sampai 30 September 2025 disajikan pada tabel berikut:
Tabel 16. Leverage PT Raharja Energi Cepu Tbk
PT Raharja Energi Cepu Tbk 2020 2021 2022 2023 2024 Sep-25 Average
Debt to Equity (DER) 0,30 0,24 0,25 1,09 0,93 0,45 0,54
Debt to Assets (DAR) 0,23 0,20 0,20 0,52 0,48 0,31 0,32
Sumber: Laporan Keuangan REC, dan Analisis KJPP FDI&R
Halaman 39 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 41
Adanya transaksi tidak mengubah rasio leverage perusahaan karena pinjaman yang diberikan
kepada PT Petrogas Jatim Utama Cendana bersumber dari dana internal kas perusahaan. dengan
begitu transaksi tidak merubah struktur leverage perusahaan dilihat dari rasio Debt to Equity dan
rasio Debt to Assets. Leverage perusahaan setelah transaksi dilakukan disajikan pada tabel
berikut:
Industri sejenis merupakan perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia yang memiliki kesamaan
klasifikasi industri dengan PT Raharja Energi Cepu Tbk. Perusahaan sejenis yang disebandingkan
dipilih menggunakan penentuan kesebandingan karakteristik yang terdiri dari klasifikasi industri,
pertumbuhan pendapatan, pertumbuhan laba, margin laba bersih, total aset, dan pangsa pasar.
Perusahaan dengan kriteria yang sebelumnya sudah ditentukan dan memenuhi minimum 2
kriteria selanjutnya digunakan sebagai benchmark leverage.
Ringkasan penentuan perusahaan pada industri sejenis disajikan pada tabel berikut:
Tabel 17. Penentuan Perusahaan Industri Sejenis
Pertumbuhan Pertumbuhan Margin laba Pangsa
Perusahaan Total Aset
Pendapatan Laba Bersih Pasar
PT Energi Mega Persada Tbk √ √ √
PT Super Energy Tbk √ √ √
PT Capitalinc Investment Tbk
PT Medco Energi Internasional Tbk √ √
PT Ulima Nitra Tbk √ √ √ √ √
PT Bumi Resources Tbk √
PT Bukit Asam Tbk √ √
PT. Indika Energy Tbk √
PT ABM Investama Tbk √
PT Golden Eagle Energy Tbk √ √
Sumber: S&P Capital IQ, diolah.
Rasio leverage historis pada perusahaan di industri sejenis dengan proksi berupa rasio Debt to
Equity dan Debt to Assets disajikan pada tabel berikut:
Tabel 18. Rasio Debt to Equity Perusahaan Pembanding
Perusahaan 2020 2021 2022 2023 2024 Sep-25 Average
PT Energi Mega Persada Tbk 2,98 1,37 1,32 1,34 1,41 1,29 1,62
PT Super Energy Tbk 0,81 0,87 1,12 1,12 3,12 4,91 1,99
PT Medco Energi Internasional Tbk 3,92 3,62 2,97 2,68 2,37 2,53 3,02
PT Ulima Nitra Tbk 0,96 0,53 0,62 0,86 0,64 0,56 0,70
PT Bukit Asam Tbk 0,42 0,49 0,57 0,80 0,85 1,06 0,70
PT Golden Eagle Energy Tbk 0,56 0,29 0,16 0,26 0,52 1,67 0,58
Sumber: S&P Capital IQ, diolah.
Rata-rata historis Debt to Equity perusahaan pembanding pada industri sejenis berkisar pada 0,58
sampai 3,02. Rasio Debt to Equity yang tinggi menggambarkan bahwa pendanaan perusahaan
lebih banyak bersumber dari Utang ketimbang Ekuitas.
Tabel 19. Rasio Debt to Assets Perusahaan Pembanding
Perusahaan 2020 2021 2022 2023 2024 Sep-25 Average
PT Energi Mega Persada Tbk 0,75 0,58 0,57 0,57 0,58 0,56 0,60
Halaman 40 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 42
Perusahaan 2020 2021 2022 2023 2024 Sep-25 Average
PT Super Energy Tbk 0,45 0,46 0,53 0,53 0,76 0,83 0,59
PT Medco Energi Internasional Tbk 0,80 0,78 0,75 0,73 0,70 0,72 0,75
PT Ulima Nitra Tbk 0,49 0,35 0,38 0,46 0,39 0,36 0,41
PT Bukit Asam Tbk 0,30 0,33 0,36 0,44 0,46 0,52 0,40
PT Golden Eagle Energy Tbk 0,36 0,22 0,14 0,21 0,34 0,63 0,32
Sumber: S&P Capital IQ, diolah.
Rata-rata historis Debt to Assets perusahaan pembanding pada industri sejenis berkisar pada 0,32
sampai 0,75. Rasio Debt to Assets perusahaan menggambarkan berapa besar kewajiban yang
ditanggung perusahaan berbanding dengan total aset perusahaan.
Rata-rata 5 tahun Debt to Equity ratio REC sebesar 0,54 berada pada rentang rata-rata 5 tahun
Debt to Equity perusahaan pembanding di satu industri pada kisaran 0,58 sampai 3,02. Adanya
transaksi tidak menyebabkan perubahan Debt to Equity ratio REC karena dana yang digunakan
sebagai pemberian fasilitas ke PJUC adalah dana yang berasal dari kas internal perusahaan.
Dengan begitu transaksi tetap menempatkan REC pada rentang Debt to Equity perusahaan
pembanding dalam industri sejenis.
Rata-rata 5 tahun Debt to Assets ratio REC sebesar 0,32 berada pada rentang rata-rata 5 tahun
Debt to Assets perusahaan pembanding di satu industri pada kisaran 0,32 sampai 0,75. Adanya
transaksi tidak menyebabkan berubahan Debt to Assets ratio REC karena transaksi hanya
memindahkan aset dari kas internal perusahaan ke piutang pada PJUC, sehingga tidak
mengubah struktur rasio Liabilitas terhadap Aset.
3.1.7 Dampak Likuiditas & Kemampuan Melunasi Pinjaman Saat Jatuh Tempo
Kemampuan PJUC dalam melunasi pinjaman saat jatuh tempo dapat dianalisis melalui analisis
likuiditas, analisis kemampuan melunasi pinjaman, analisis terhadap pos keuangan terkait
dengan transaksi fasilitas cash call, dan analisis kinerja perusahaan. Dalam hal ini digunakan
rasio likuiditas, rasio leverage, debt service coverage ratio, rasio profitabilitas, dan analisis pada
pos-pos laporan keuangan terkait transaksi.
Tabel 20. Current Ratio dan Cash Ratio PJUC
Rasio Likuiditas 2020 2021 2022 2023 2024 Sep 2025
Total Aset Lancar
14.249.324 21.551.102 24.926.804 20.190.436 17.372.773 12.539.954
(USD)
Total Liabilitas
2.115.863 1.697.100 1.566.153 1.613.444 1.549.351 955.948
Lancar (USD)
Current Ratio 6,73 12,70 15,92 12,51 11,21 13,12
Kas dan Setara Kas
2.775.354 15.070.805 19.679.500 15.365.656 13.144.125 8.525.039
(USD)
Total Liabilitas
2.115.863 1.697.100 1.566.153 1.613.444 1.549.351 955.948
Lancar (USD)
Cash Ratio 1,31 8,88 12,57 9,52 8,48 8,92
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Analisis likuiditas lewat rasio lancar dan rasio kas menunjukan secara historis sejak 2020, rasio
lancar PJUC selalu tercatat diatas 1 yang berarti perusahaan memiliki kemampuan untuk
menyelesaikan kewajiban jangka pendek berbanding dengan aset lancar. Analisis dengan rasio
kas menunjukan bahwa secara historis sejak 2020, perusahaan tercatat memiliki rasio kas diatas
Halaman 41 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 43
1 yang berarti perusahaan memiliki kemampuan untuk menyelesaikan kewajiban jangka pendek
dengan kas dan setara kas. Per 30 September 2025, tercatat rasio lancar perusahaan adalah
sebesar 13,12 dengan rasio kas sebesar 8,92.
Tabel 21. Rasio Debt Service Coverage Ratio (DSCR) - PJUC
Analisis Kemampuan
2020 2021 2022 2023 2024 30-Sep-25
Melunasi Pinjaman
EBIT (USD) 11.665.266 17.375.807 25.298.712 23.963.633 20.208.794 13.749.079
Interest (USD) 7.691 6.383 7.745 7.305 6.142 883
Principal (USD) 17.116.180 958.560 - - - -
DSCR (X) 0,68 18,01 3.266,46 3.280,44 3.290,26 15.570,87
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Debt service coverage ratio PJUC menggambarkan bagaimana kemampuan PJUC dalam
melunasi kewajiban pada periode tertentu. DSCR dihitung dengan membandingkan EBIT dan
beban bunga serta pokok pinjaman. Secara historis sejak 2020 sampai 30 September 2025, PJUC
mencatat DSCR yang semakin meningkat. Hal tersebut menggambarkan kemampuan operasional
usaha PJUC semakin mampu dalam melunasi kewajiban di suatu periode tertentu. Per 30
September 2025, DSCR PJUC berada di angka 15.570,87x akibat tidak adanya pembayaran
Kembali pokok dan jumlah beban bunga yang kecil relatif terhadap EBIT Perusahaan.
Tabel 2222. Rasio Profitabilitas PJUC
Rasio Profitabilitas 2020 2021 2022 2023 2024 Sep 2025
Gross Profit Margin 40,34% 63,33% 75,63% 85,20% 77,48% 77,42%
Operating Profit Margin 39,05% 61,72% 73,33% 83,00% 75,45% 75,06%
Net Profit Margin 11,16% 22,14% 41,06% 52,77% 47,03% 48,16%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Analisis profitabilitas menggambarkan seberapa efisien dan menguntungkan operasi bisnis yang
dijalankan PJUC. Menggunakan rasio margin laba kotor, diperoleh bahwa perusahaan memiliki
tingkat margin laba kotor yang berfluktuatif sejak 2020 hingga september 2025 dengan rentang
40,34% sampai 85,20%. Per September 2025, margin laba kotor perusahaan tercatat sebesar
77,42%. Analisis profitabilitas dengan menggunakan proksi operating profit margin pada PJUC
tercatat berfluktuatif sejak 2020 sampai September 2025 dengan rentang sebesar 39,05% hingga
83,00%. Hal tersebut menggambarkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan laba usaha
dari operasional bisnis perusahaannya. Analisis menggunakan net profit margin PJUC tercatat
pada periode 2020 hingga September 2025 sebesar 11,16% sampai 52,77%. Pada September
2025 Net Profit Margin PJUC tercatat sebesar 48,16%.
Tabel 23. Laporan Arus Kas PJUC
(Dalam USD penuh)
Laporan Arus Kas 2020 2021 2022 2023 2024 Sep 2025
Total Arus Kas dari
18.396.553 18.436.783 20.054.640 15.913.607 13.784.177 8.933.884
Aktivitas Operasi
Total Arus Kas dari
(2.612.762) (263.360) (553.052) (737.363) (826.528) (568.146)
Aktivitas Investasi
Total Arus Kas dari
(20.131.298) (5.877.972) (14.892.893) (19.490.088) (15.179.180) (12.984.824)
Aktivitas Pendanaan
Kenaikan (Penurunan)
(4.347.507) 12.295.451 4.608.695 (4.313.844) (2.221.531) (4.619.086)
Neto Kas dan Bank
Saldo Kas dan Bank Awal
7.122.861 2.775.354 15.070.805 19.679.500 15.365.656 13.144.125
Tahun
Saldo Kas dan Bank Akhir
2.775.354 15.070.805 19.679.500 15.365.656 13.144.125 8.525.039
Tahun
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Halaman 42 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 44
Analisis kemampuan PJUC dalam melunasi pinjaman selanjutnya dilakukan dengan melakukan
analisis pada laporan arus kas perusahaan. Diperoleh bahwa pada periode 2020 sampai
September 2025, PJUC mencatat perolehan kas dari aktivitas operasi yang positif yang berarti
operasional perusahaan mampu menghasilkan lebih banyak arus kas masuk ketimbang arus kas
keluar. Dilihat dari kenaikan dan penurunan neto kas dan bank PJUC, diperoleh bahwa pada
periode 2023, 2024, dan per September 2025 PJUC mencatatkan perolehan penurunan neto kas
dan bank. Hal tersebut karena lebih tingginya arus kas keluar dari aktivitas investasi dan aktivitas
pendanaan. Meski begitu, saldo kas dan bank akhir tahun perusahaan masih tercatat tinggi
sebesar 47,85% dari total aset PJUC per 30 September 2025.
3.1.8 Dampak Jika Proyek Dibiayai Gagal
Terdapat dampak pada PT Raharja Energi Cepu Tbk jika pinjaman yang diberikan kepada PT
Petrogas Jatim Utama Cendana tidak dapat dilunasi atau mengalami kegagalan. Tidak
dilunasinya pinjaman oleh PT Petrogas Jatim Utama Cendana akan menghilangkan potensi
pendapatan bunga yang akan diterima dan tertundanya penerimaan pokok atas pinjaman. Hal
tersebut langsung berdampak pada penurunan laba rugi dan penurunan perolehan kas
perusahaan.
Meski begitu, secara historis PJUC selalu mampu melakukan pembayaran kembali atas drawdown
cash call dari fasilitas yang diberikan REC. Secara historis kebelakang, pembayaran kembali atas
drawdown fasilitas cash call yang diberikan dilunasi pada hari yang sama untuk menghindari
bunga sehingga pada akhir periode tidak terdapat catatan utang PJUC ke REC.
3.2 Analisis Kuantitatif Atas Transaksi
3.2.1 Kinerja Historis
Analisis kinerja historis bertujuan untuk menilai kondisi keuangan dan kinerja operasional
perusahaan dalam beberapa tahun terakhir sebelum dilakukannya transaksi. Analisis ini
memberikan gambaran mengenai stabilitas pendapatan, efisiensi operasional, serta kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan laba dan arus kas.
Kinerja Historis PT Raharja Energi Cepu Tbk (“REC”)
• Laporan Keuangan
Data laporan keuangan yang digunakan dalam analisis ini adalah laporan keuangan audited
REC periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 serta laporan keuangan Audited
periode 30 September 2025.
Laporan keuangan tersebut menjadi dasar dalam penilaian kinerja historis dan posisi
keuangan perusahaan, meliputi Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, serta Laporan
Arus Kas pada masing-masing periode.
Halaman 43 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 45
Laporan Posisi Keuangan
Tabel 24. Laporan Posisi Keuangan REC Periode 31 Desember 2020 - 2030 Desember 2025
(Dalam USD Penuh)
Laporan Posisi Keuangan Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Sep 2025
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Aset Lancar
Kas dan bank 8.343.720 1.866.812 1.276.897 12.882.835 10.395.049 32.749.720
Piutang Usaha - Pihak
0 0 0 10.372.313 11.400.095 3.594.509
Ketiga
Piutang Lain0lain 0 0 0 0 0 0
Pihak Ketiga 0 0 0 0 14.489 102.935
Pihak Berelasi 963.126 4.516 1.214.315 495.119 345.483 258.274
Pajak Dibayar Dimuka 870.834 241.869 0 0 0 0
Uang Muka dan Beban
0 0 0 0 0 1.852.137
Dibayar Dimuka
Investasi Jangka Pendek 0 0 0 0 0 909.167
Beban Dibayar Dimuka 1.094 0 0 0 0 0
Aset Lancar Lainnya 10.238 10.308 0 0 336.488 52.435
Total Aset Lancar 10.189.012 2.123.505 2.491.212 23.750.267 22.491.604 39.519.177
Aset Tidak Lancar
Investasi Pada Entitas
11573884 12.202.548 11.918.250 9.844.944 8.559.832 6.518.812
Asosiasi
Aset Tetap - Bersih 8540 5.154 34.078 27.585 24.364 127.042
Properti Minyak dan Gas -
0 0 0 23.834.819 21.708.950 20.088.262
Bersih
Aset Pajak Tangguhan 3707 4.277 8.957 17.242 39.601 43.777
Aset Tidak Lancar Lain0lain 0 0 0 0 0 20.775
Total Aset Tidak Lancar 11.586.131 12.211.979 11.961.285 33.724.590 30.332.747 26.798.668
Total Aset 21.775.143 14.335.484 14.452.497 57.474.857 52.824.351 66.317.845
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Dividen 0 172.372 0 0 0 0
Utang Lain0lain Pihak
0 0 246 252 3.098 110.222
Berelasi
Utang Pajak 2.269 1.064 2.852 1.861.328 2.640.803 2.555.799
Beban Masih Harus Dibayar 0 3.435 3.987 10.316 717.327 125.114
Kewajiban Kontrak 0 0 0 0 0 750.092
Bagian Lancar Liabilitas
0 0 0 0 0 0
Jangka Panjang
Pinjaman Bank 0 0 0 5.965.843 6.274.541 5.497.066
Pinjaman Pemegang Saham 5.016.083 148.932 284.165 357.335 357.335 625.336
Pinjaman Pembiayaan
0 0 4.013 4.635 5.004 16.028
Konsumen
Total Liabilitas Jangka
5.018.352 325.803 295.263 8.199.709 9.998.108 9.679.657
Pendek
Liabilitas Jangka Panjang
Pinjaman Jangka Panjang
setelah Dikurangi Bagian 0 0 0 19.466.522 13.541.980 9.004.634
Lancar
Pinjaman Bank 0 0 2.558.660 2.201.325 1.843.990 1.575.989
Pinjaman pemegang
0 2.473.580 17.075 12.788 7.194 53.870
Saham
Halaman 44 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 46
Laporan Posisi Keuangan Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Sep 2025
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Pinjaman Pembiayaan
0 0 0 10.520 14.328 17.407
Konsumen
Liabilitas Imbalan
15427 15.127 8.643 0 0 0
Pasca0Kerja
Liabilitas Imbalan Pensiun
0 26.145 62.035 18.851 92.855
Direksi dan Komisaris
Total Liabilitas Jangka
15.427 2.488.707 2.610.523 21.753.190 15.426.343 10.744.755
Panjang
Jumlah Liabilitas 5.033.779 2.814.510 2.905.786 29.952.899 25.424.451 20.424.412
Ekuitas
Modal Saham 2.313.796 2.313.796 2.313.796 2.313.796 2.313.796 2.484.844
Tambahan Modal Disetor 2.041 2.041 2.041 2.041 2.041 12.920.505
Saldo Laba
Ditentukan
0 0 0 0 6.542 24.865
Penggunaannya
Belum Ditentukan
14.425.527 9.205.137 9.230.874 25.030.290 24.891.467 30.203.256
Penggunaannya
Kepentingan Non
0 0 0 175.831 186.054 259.963
Pengendali
Total Ekuitas 16.741.364 11.520.974 11.546.711 27.521.958 27.399.900 45.893.433
Jumlah Liabilitas dan
21.775.143 14.335.484 14.452.497 57.474.857 52.824.351 66.317.845
Ekuitas
Sumber: Laporan Keuangan Audit REC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025
Aset Lancar
Pertumbuhan aset lancar REC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
21,89%. Pada tahun 2020 aset lancar tercatat sebesar USD10.189.012. Pada tahun 2021
aset lancar mengalami penurunan sebesar 79,16 % secara year on year atau tercatat sebesar
USD2.123.505. Pada tahun 2022 aset lancar mengalami peningkatan sebesar 17,32 % secara
year on year atau tercatat sebesar USD2.491.212. Pada Tahun 2023 aset lancar mengalami
peningkatan sebesar 853,36% secara year on year atau tercatat sebesar USD23.750.267.
Pada Tahun 2024 aset lancar mengalami penurunan sebesar 5,30 % secara year on year atau
tercatat sebesar USD22.491.604. Kemudian Pada periode 30 September 2025 aset lancar
tercatat sebesar USD39.519.177.
Aset Tidak Lancar
Pertumbuhan aset tidak lancar REC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
27,20 %. Pada tahun 2020 aset tidak lancar tercatat sebesar USD11.586.131. Pada tahun
2021 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 5,40% secara year on year atau
tercatat sebesar USD12.211.979. Pada tahun 2022 aset tidak lancar mengalami penurunan
sebesar 2,05% secara year on year atau tercatat sebesar USD11.961.285. Pada Tahun 2023
aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 181,95% secara year on year atau tercatat
sebesar USD33.724.590. Pada Tahun 2024 aset tidak lancar mengalami penurunan sebesar
10,06 % secara year on year atau tercatat sebesar USD30.332.747. Kemudian Pada periode
30 September 2025 aset tidak lancar tercatat sebesar USD26.798.668.
Halaman 45 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 47
Total Aset
Pertumbuhan total aset REC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember
2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar 24,80%.
Pada tahun 2020 total aset tercatat sebesar USD21.775.143. Pada tahun 2021 total aset
mengalami penurunan sebesar 34,17% secara year on year atau tercatat sebesar
USD14.335.484. Pada tahun 2022 total aset mengalami peningkatan sebesar 0,82% secara
year on year atau tercatat sebesar USD14.452.497. Pada Tahun 2023 total aset mengalami
peningkatan sebesar 297,68% secara year on year atau tercatat sebesar USD57.474.857.
Pada Tahun 2024 total aset mengalami penurunan sebesar 8,09% secara year on year atau
tercatat sebesar USD52.824.351. Kemudian Pada periode 30 September 2025 total aset
tercatat sebesar USD66.317.845.
Liabilitas Jangka Pendek
Pertumbuhan liabilitas jangka pendek REC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan
31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR
sebesar 18,81%. Pada tahun 2020 liabilitas jangka pendek tercatat sebesar USD5.018.352.
Pada tahun 2021 liabilitas jangka pendek mengalami penurunan sebesar 93,51% secara year
on year atau tercatat sebesar USD325.803. Pada tahun 2022 liabilitas jangka pendek
mengalami penurunan sebesar 9,37% secara year on year atau tercatat sebesar USD295.263.
Pada Tahun 2023 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 2677,09% secara
year on year atau tercatat sebesar USD8.199.709. Pada Tahun 2024 liabilitas jangka pendek
mengalami peningkatan sebesar 21,93% secara year on year atau tercatat sebesar
USD9.998.108. Kemudian Pada periode 30 September 2025 liabilitas jangka pendek tercatat
sebesar USD9.679.657.
Liabilitas Jangka Panjang
Pertumbuhan liabilitas jangka panjang REC selama periode 31 Desember 2020 sampai
dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata
CAGR sebesar 462,34%. Pada tahun 2020 liabilitas jangka panjang tercatat sebesar
USD15.427. Pada tahun 2021 liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan sebesar
16.032% secara year on year atau tercatat sebesar USD2.488.707. Pada tahun 2022 liabilitas
jangka panjang mengalami peningkatan sebesar 4,89% secara year on year atau tercatat
sebesar USD2.610.523. Pada Tahun 2023 liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan
sebesar 733,29% secara year on year atau tercatat sebesar USD21.753.190. Pada Tahun
2024 liabilitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar 29,08% secara year on year
atau tercatat sebesar USD15.426.343. Kemudian Pada periode 30 September 2025 liabilitas
jangka panjang tercatat sebesar USD10.744.755.
Total Liabilitas
Pertumbuhan total liabilitas REC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
49,91%. Pada tahun 2020 total liabilitas tercatat sebesar USD5.033.779. Pada tahun 2021
total liabilitas mengalami penurunan sebesar 44,09% secara year on year atau tercatat sebesar
USD2.814.510. Pada tahun 2022 total liabilitas mengalami peningkatan sebesar 3,24%
secara year on year atau tercatat sebesar USD2.905.786. Pada Tahun 2023 total liabilitas
mengalami peningkatan sebesar 930% secara year on year atau tercatat sebesar
USD29.952.899. Pada Tahun 2024 total liabilitas mengalami penurunan sebesar 15,12%
Halaman 46 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 48
secara year on year atau tercatat sebesar USD25.424.451. Kemudian Pada periode 30
September 2025 total liabilitas tercatat sebesar USD20.424.412.
Total Ekuitas
Pertumbuhan total ekuitas REC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
13,11%. Pada tahun 2020 total ekuitas tercatat sebesar USD16.741.364. Pada tahun 2021
total ekuitas mengalami penurunan sebesar 31,18% secara year on year atau tercatat sebesar
USD11.520.974. Pada tahun 2022 total ekuitas mengalami peningkatan sebesar 0,22%
secara year on year atau tercatat sebesar USD11.546.711. Pada Tahun 2023 total ekuitas
mengalami peningkatan sebesar 138,35% secara year on year atau tercatat sebesar
USD27.521.958. Pada Tahun 2024 total ekuitas mengalami penurunan sebesar 0,44% secara
year on year atau tercatat sebesar USD27.399.900. Kemudian Pada periode 30 September
2025 total ekuitas tercatat sebesar USD45.893.433.
Laporan Laba Rugi
Tabel 25. Laporan Laba Rugi REC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025
(dalam USD Penuh)
Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Sep 2025
Laporan Laba Rugi
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Pendapatan Bersih 0 0 0 47.041.922 57.743.447 37.611.591
Beban Pokok
0 0 0 (20.321.181) (35.298.295) -19.141.969
Pendapatan
Laba Bruto 0 0 0 26.720.741 22.445.152 18.469.622
Beban umum dan
(1.158.828) (331.834) (508.345) (517.656) (1.938.236) -989.662
administrasi
Pendapatan
582.789 6.751 0 0 0 0
Keuangan
Beban
(947.986) (327.663) (318.965) (975.150) (1.987.644) -1.097.052
keuangan/bunga
Laba/(rugi) selisih kurs
(613.049) 8.692 (29.134) 1.946 (35.531) -441.279
- bersih
Bagian laba entitas
1.714.168 3.058.997 6.960.148 7.479.071 6.154.687 4.321.544
asosiasi
Pendapatan lain-lain 69.880 86.477 134.640 150.990 164.539 326.868
Beban lain-lain (2.685) (343.236) (16.894) (13.493) (33.734) -68.248
Laba Sebelum Pajak
(355.711) 2.158.184 6.221.450 32.846.449 24.769.233 20.521.793
Penghasilan
Beban Pajak
(428) 583 2.268 (8.369.071) (10.813.647) -8.667.621
Penghasilan
Laba Tahun Berjalan (356.139) 2.158.767 6.223.718 24.477.378 13.955.586 11.854.172
Sumber: Laporan Keuangan Audit REC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025
Pendapatan Bersih
Pertumbuhan pendapatan bersih REC selama periode 31 Desember 2023 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami pertumbuhan sebesar 22,75%. Pada Tahun 2023 pendapatan
bersih tercatat sebesar USD47.041.922. Pada Tahun 2024 pendapatan bersih mengalami
peningkatan sebesar 22,75% secara year on year atau tercatat sebesar USD57.743.447.
Kemudian Pada periode 30 September 2025 pendapatan bersih tercatat sebesar
USD37.611.591.
Halaman 47 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 49
Laba Bruto
Pertumbuhan laba bruto REC selama periode 31 Desember 2023 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami penurunan sebesar 16,00%. Pada Tahun 2023 laba bruto tercatat
sebesar USD26.720.741. Pada Tahun 2024 laba bruto mengalami penurunan sebesar
16,00% secara year on year atau tercatat sebesar USD22.445.152. Kemudian Pada periode
30 September 2025 laba bruto tercatat sebesar USD18.469.622.
Laba Sebelum Pajak Penghasilan
Pertumbuhan laba sebelum pajak penghasilan REC selama periode 31 Desember 2021
sampai dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-
rata CAGR sebesar 125,57%. Pada tahun 2020 laba sebelum pajak penghasilan tercatat
sebesar negatif USD355.711 Pada tahun 2021 laba sebelum pajak penghasilan mengalami
peningkatan sebesar 706% secara year on year atau tercatat sebesar USD2.158.184. Pada
tahun 2022 laba sebelum pajak penghasilan mengalami peningkatan sebesar 188% secara
year on year atau tercatat sebesar USD6.221.450. Pada Tahun 2023 laba sebelum pajak
penghasilan mengalami peningkatan sebesar 427% secara year on year atau tercatat sebesar
USD32.846.449. Pada Tahun 2024 laba sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan
sebesar 24,59% secara year on year atau tercatat sebesar USD24.769.233. Kemudian Pada
periode 30 September 2025 laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar
USD20.521.793.
Laba Tahun Berjalan
Pertumbuhan laba tahun berjalan REC selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
86,29%. Pada tahun 2020 laba tahun berjalan tercatat sebesar negatif USD 356.139. Pada
tahun 2021 laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 706% % secara year on year
atau tercatat sebesar USD2.158.767. Pada tahun 2022 laba tahun berjalan mengalami
peningkatan sebesar 188,30% secara year on year atau tercatat sebesar USD6.223.718. Pada
Tahun 2023 laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 293% secara year on year
atau tercatat sebesar USD24.477.378. Pada Tahun 2024 laba tahun berjalan mengalami
penurunan sebesar 42,99% secara year on year atau tercatat sebesar USD13.955.586.
Kemudian Pada periode 30 September 2025 laba laba tahun berjalan tercatat sebesar
USD11.854.172.
Laporan Arus Kas
Tabel 26. Laporan Arus Kas REC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025
(dalam USD Penuh)
Laporan Arus Kas Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Sep 2025
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Total Arus Kas dari
(2.038.223) (148.496) (23.282) 11.128.159 11.237.337 16.109.991
Aktivitas Operasi
Total Arus Kas dari
18.591.982 3.369.121 6.051.614 (16.230.661) 6.345.839 4.863.967
Aktivitas Investasi
Total Arus Kas dari
(13.737.352) (9.698.703) (6.627.596) 16.712.170 (20.079.560) 1.368.759
Aktivitas Pendanaan
Halaman 48 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 50
Laporan Arus Kas Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Sep 2025
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Kenaikan (Penurunan)
2.816.407 (6.478.078) (599.264) 11.609.668 (2.496.384) 22.342.717
Bersih Kas dan Bank
Kas dan Bank Awal
5.525.224 8.343.720 1.866.812 1.276.897 12.882.835 10.395.049
Tahun
Dampak Bersih
Perubahan Selisih Kurs 2.089 1.170 9.349 (3.730) 8.598 11.954
Terhadap Kas dan Anak
Kas dan Bank Akhir
8.343.720 1.866.812 1.276.897 12.882.835 10.395.049 32.749.720
Tahun
Sumber: Laporan Keuangan Audit REC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Pertumbuhan arus kas dari aktivitas operasi REC selama periode 31 Desember 2020 sampai
dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang. Pada tahun 2020 arus kas dari
aktivitas operasi tercatat sebesar negatif USD2.038.223. Pada tahun 2021 arus kas dari
aktivitas operasi mengalami peningkatan menjadi tercatat sebesar negatif USD148 Pada tahun
2022 arus kas dari aktivitas operasi mengalami peningkatan menjadi tercatat sebesar negatif
USD23.282. Pada Tahun 2023 arus kas dari aktivitas operasi mengalami peningkatan
menjadi tercatat sebesar USD11.128.159. Pada Tahun 2024 arus kas dari aktivitas operasi
tercatat sebesar USD11.237.337. Kemudian Pada periode 30 September 2025 arus kas dari
aktivitas operasi tercatat sebesar USD16.109.991.
Arus Kas untuk Aktivitas Investasi
Pertumbuhan arus kas dari aktivitas investasi REC selama periode 31 Desember 2020 sampai
dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dimana pada tahun
2020 arus kas dari aktivitas investasi tercatat sebesar USD18.591.982. Pada tahun 2021 arus
kas dari aktivitas investasi tercatat sebesar USD3.369.121. Pada tahun 2022 arus kas dari
aktivitas investasi mengalami peningkatan dan tercatat sebesar USD6.051.614. Pada Tahun
2023 arus kas dari aktivitas investasi mengalami penurunan sehingga tercatat sebesar negatif
USD16.230.661. Pada Tahun 2024 arus kas dari aktivitas investasi mengalami peningkatan
menjadi tercatat sebesar USD6.345.839. Kemudian Pada periode 30 September 2025 arus
kas dari aktivitas investasi tercatat sebesar USD4.863967.
Arus Kas untuk Aktivitas Pendanaan
Pertumbuhan arus kas dari aktivitas pendanaan REC selama periode 31 Desember 2020
sampai dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dimana pada
tahun 2020 arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar negatif USD13.737. Pada tahun
2021 arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar negatif USD9.698.703. Pada tahun
2022 arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar negatif USD6.627.596. Pada Tahun
2023 arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar USD16.712.170. Pada Tahun 2024
arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar negatif USD20.079.560. Kemudian Pada
periode 30 September 2025 arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar
USD1.368.759.
Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas
Pada tahun 2020 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar USD2.816.407. Pada
tahun 2021 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar negatif USD6.478.078. Pada
Halaman 49 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 51
tahun 2022 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar negatif USD599.264. Pada
Tahun 2023 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar USD11.609.668. Pada Tahun
2024 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar negatif USD2.496.384. Kemudian
Pada periode 30 September 2025 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar
USD22.342.717.
Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun
Pada tahun 2020 kas dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD8.343.720. Pada
tahun 2021 kas dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD1.866.812. Pada tahun
2022 kas dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD1.276.897. Pada Tahun 2023
kas dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD12.882.835. Pada Tahun 2024 kas
dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD10.395.049. Kemudian Pada periode
30 September 2025 kas dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD32.749.720.
• Analisis Common Size (Common Size Analysis)
Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan keuangan
Perusahaan untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset terhadap
total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta komposisi biaya biaya
atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil analisis laporan keuangan
Perseroan dengan menggunakan metode common size statement analysis:
Analisis Commonsize Statement – Laporan Posisi Keuangan
Tabel 27. Analisis Commonsize Statement-Laporan Posisi Keuangan
Laporan Posisi Des Des Des Des Des Sep
Keuangan 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Aset Lancar 46,79% 14,81% 17,24% 41,32% 42,58% 59,59%
Aset Tidak Lancar 53,21% 85,19% 82,76% 58,68% 57,42% 40,41%
Total Aset 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Liabilitas Jangka
23,05% 2,27% 2,04% 14,27% 18,93% 14,60%
Pendek
Liabilitas Jangka
0,07% 17,36% 18,06% 37,85% 29,20% 16,20%
Panjang
Total Liabilitas 23,12% 19,63% 20,11% 52,11% 48,13% 30,80%
Total Ekuitas 76,88% 80,37% 79,89% 47,89% 51,87% 69,20%
Total Liabilitas dan
100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Ekuitas
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Berdasarkan analisis common size statement, rata-rata proporsi total aset lancar terhadap
total aset selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024 adalah
sebesar 32,55%, dan proporsi total aset lancar terhadap total aset pada periode 30
September 2025 adalah sebesar 59,59%, kemudian rata-rata proporsi total aset tidak
lancar terhadap total aset selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2024 adalah sebesar 67,45%, dan proporsi total aset tidak lancar terhadap total
aset pada periode 30 September 2025 adalah sebesar 40,41%.
Kemudian rata-rata proporsi total liabilitas jangka pendek terhadap total aset selama
periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024 adalah sebesar 12,11%,
dan proporsi total liabilitas jangka pendek terhadap total aset pada periode 30 September
Halaman 50 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 52
2025 adalah sebesar 14,60%, kemudian rata-rata proporsi total liabilitas jangka panjang
terhadap total aset selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024
adalah sebesar 20,51%, dan proporsi total liabilitas jangka panjang terhadap total aset
pada periode 30 September 2025 adalah sebesar 16,20%.
Rata-rata proporsi total ekuitas terhadap total aset selama periode 31 Desember 2020
sampai dengan 31 Desember 2024 adalah sebesar 67,38%, dan proporsi total ekuitas
terhadap total aset pada periode 30 September 2025 adalah sebesar 69,20%.
Analisis Commonsize – Laporan Laba Rugi
Tabel 28. Analisis Commonsize Statement-Laporan Laba Rugi
Laporan Laba Rugi Des 2023 Des 2024 Sep 2025
Pendapatan Bersih 100,00% 100,00% 100,00%
Laba Bruto 56,80% 38,87% 49,11%
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 69,82% 42,90% 54,56%
Laba Tahun Berjalan 52,03% 24,17% 31,52%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Berdasarkan analisis common size statement, rata-rata proporsi laba bruto terhadap
pendapatan bersih selama periode 31 Desember 2023 sampai dengan 31 Desember 2024
adalah sebesar 47,84%, dan proporsi laba bruto terhadap pendapatan bersih pada
periode 30 September 2025 adalah sebesar 49,11%.
Rata-rata proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan bersih selama
periode 31 Desember 2023 sampai dengan 31 Desember 2024 adalah sebesar 56,36%,
dan proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan bersih pada periode
30 September 2025 adalah sebesar 54,56%.
Rata-rata proporsi laba tahun berjalan terhadap pendapatan bersih selama periode 31
Desember 2023 sampai dengan 31 Desember 2024 adalah sebesar 38,10%, dan proporsi
laba tahun berjalan terhadap pendapatan bersih pada periode 30 September 2025 adalah
sebesar 31,52%.
Kinerja Historis PT Petrogas Jatim Utama Cendana (“PJUC”)
• Laporan Keuangan
Data laporan keuangan yang digunakan dalam analisis ini adalah laporan keuangan audited
PJUC periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 serta laporan keuangan Audited
periode 30 September 2025.
Laporan keuangan tersebut menjadi dasar dalam penilaian kinerja historis dan posisi
keuangan perusahaan, meliputi Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, serta Laporan
Arus Kas pada masing-masing periode.
Halaman 51 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 53
Laporan Posisi Keuangan
Tabel 29. Laporan Posisi Keuangan PJUC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025
(dalam USD Penuh)
Laporan Posisi Keuangan Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Sep 2025
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 2.775.354 15.070.805 19.679.500 15.365.656 13.144.125 8.525.039
Piutang 9.046.229 3.779.900 2.783.073 2.520.685 2.213.667 2.110.581
Persediaan 1.581.407 1.547.594 1.378.783 1.563.858 1.586.563 1.374.360
Uang Muka dan Beban
846.334 1.152.803 1.085.448 740.237 428.418 529.974
Dibayar Dimuka
Total Aset Lancar 14.249.324 21.551.102 24.926.804 20.190.436 17.372.773 12.539.954
Aset Tidak Lancar
Aset Tetap, Neto 21.734 111.774 86.895 80.924 60.350 43.978
Aset Minyak dan Gas Bumi,
11.540.843 5.178.172 935.445 1.484.992 1.618.643 1.704.732
Neto
Rekening Bank yang
1.957.332 2.220.692 2.508.556 2.827.036 3.173.397 3.527.488
Dibatasi Penggunaannya
Total Aset Tidak Lancar 13.519.909 7.510.638 3.530.896 4.392.952 4.852.390 5.276.198
Total Aset 27.769.233 29.061.740 28.457.700 24.583.388 22.225.163 17.816.152
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha 160.194 238.623 385.566 731.928 665.290 308.897
Utang Pajak 997.109 1.441.667 1.164.428 864.173 868.967 634.060
Liabilitas Jangka Panjang
yang Jatuh Tempo dalam
Satu Tahun
Utang Pada Pemegang
958.560 0 0 0 0 0
Saham
Liabilitas Sewa 0 16.810 16.159 17.343 15.094 12.991
Total Liabilitas Jangka
2.115.863 1.697.100 1.566.153 1.613.444 1.549.351 955.948
Pendek
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas Jangka Panjang -
Dikurangi Bagian Jangka 0 0 70.062 61.217 43.403 29.020
Pendek
Liabilitas Sewa 0 82.873 0 0 0 0
Liabilitas Imbalan Kerja 85.366 167.945 0 0 0 0
Kewajiban Pembongkaran
1.947.830 2.210.662 2.498.527 2.817.005 3.163.366 3.527.488
Aset dan Restorasi Area
Total Liabilitas Jangka
2.033.196 2.461.480 2.568.589 2.878.222 3.206.769 3.556.508
Panjang
Total Liabilitas 4.149.059 4.158.580 4.134.742 4.491.666 4.756.120 4.512.456
Ekuitas
Modal Saham 53.905 53.905 53.905 53.905 53.905 53.905
Tambahan Modal Disetor 1.420 1.420 1.420 1.420 1.420 1.420
Saldo Laba
Ditentukan
0 6.892 6.892 6.892 6.892 6.892
penggunaannya
Belum ditentukan
23.435.465 24.752.013 24.063.503 19.836.826 17.218.231 13.052.884
penggunaannya
Halaman 52 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 54
Laporan Posisi Keuangan Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Sep 2025
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Keuntungan Pengukuran
Kembali atas Liabilitas 129.384 88.930 197.238 192.679 188.595 188.595
Imbalan Kerja
Total Ekuitas 23.620.174 24.903.160 24.322.958 20.091.722 17.469.043 13.303.696
Total Liabilitas dan Ekuitas 27.769.233 29.061.740 28.457.700 24.583.388 22.225.163 17.816.152
Sumber: Laporan Keuangan Audit PJUC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025
Aset Lancar
Pertumbuhan aset lancar PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
5,08%. Pada tahun 2020 aset lancar tercatat sebesar USD14.249.324. Pada tahun 2021 aset
lancar mengalami peningkatan sebesar 51,24% secara year on year atau tercatat sebesar
USD21.551.102. Pada tahun 2022 aset lancar mengalami peningkatan sebesar 15,66%
secara year on year atau tercatat sebesar USD24.926.804. Pada Tahun 2023 aset lancar
mengalami Penurunan sebesar 19,00% secara year on year atau tercatat sebesar
USD20.190.436. Pada Tahun 2024 aset lancar mengalami penurunan sebesar 13,96%secara
year on year atau tercatat sebesar USD17.372.773. Kemudian Pada periode 30 September
2025 aset lancar tercatat sebesar USD12.539.954.
Aset Tidak Lancar
Pertumbuhan aset tidak lancar PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
negatif 22,60%. Pada tahun 2020 aset tidak lancar tercatat sebesar USD13.519.909. Pada
tahun 2021 aset tidak lancar mengalami penurunan sebesar 44,45% secara year on year atau
tercatat sebesar USD7.510.638. Pada tahun 2022 aset tidak lancar mengalami penurunan
sebesar 52,99% secara year on year atau tercatat sebesar USD3.530.896. Pada Tahun 2023
aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 24,41% secara year on year atau tercatat
sebesar USD4.392.952. Pada Tahun 2024 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar
10,46% secara year on year atau tercatat sebesar USD4.852.390. Kemudian Pada periode 30
September 2025 aset tidak lancar tercatat sebesar USD5.276.198.
Total Aset
Pertumbuhan total aset PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
negatif 5,42%. Pada tahun 2020 total aset tercatat sebesar USD27.769.233. Pada tahun 2021
total aset mengalami peningkatan sebesar 4,65% secara year on year atau tercatat sebesar
USD29.061.740. Pada tahun 2022 total aset mengalami penurunan sebesar 2,08% secara
year on year atau tercatat sebesar USD28.457.700. Pada Tahun 2023 total aset mengalami
penurunan sebesar 13,61% secara year on year atau tercatat sebesar USD24.583.388. Pada
Tahun 2024 total aset mengalami penurunan sebesar 9,59% secara year on year atau tercatat
sebesar USD22.225.163. Kemudian Pada periode 30 September 2025 total aset tercatat
sebesar USD17.816.152.
Halaman 53 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 55
Liabilitas Jangka Pendek
Pertumbuhan liabilitas jangka pendek PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai
dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata
CAGR sebesar negatif 7,49%. Pada tahun 2020 liabilitas jangka pendek tercatat sebesar
USD2.115.863. Pada tahun 2021 liabilitas jangka pendek mengalami penurunan sebesar
19,79% secara year on year atau tercatat sebesar USD1.697.100. Pada tahun 2022 liabilitas
jangka pendek mengalami penurunan sebesar 7,72% secara year on year atau tercatat sebesar
USD1.566.153. Pada Tahun 2023 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar
3,02% secara year on year atau tercatat sebesar USD1.613.444. Pada Tahun 2024 liabilitas
jangka pendek mengalami penurunan sebesar 3,97% secara year on year atau tercatat sebesar
USD1.549.351. Kemudian Pada periode 30 September 2025 liabilitas jangka pendek tercatat
sebesar USD955.948.
Liabilitas Jangka Panjang
Pertumbuhan liabilitas jangka panjang PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai
dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata
CAGR sebesar 12,07%. Pada tahun 2020 liabilitas jangka panjang tercatat sebesar
USD2.033.196. Pada tahun 2021 liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan sebesar
21,06% secara year on year atau tercatat sebesar USD2.461.480. Pada tahun 2022 liabilitas
jangka panjang mengalami peningkatan sebesar 4,35% secara year on year atau tercatat
sebesar USD2.568.589. Pada Tahun 2023 liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan
sebesar 12,05% secara year on year atau tercatat sebesar USD2.878.222. Pada Tahun 2024
liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan sebesar 11,41% secara year on year atau
tercatat sebesar USD3.206.769. Kemudian Pada periode 30 September 2025 liabilitas jangka
panjang tercatat sebesar USD3.556.508.
Total Liabilitas
Pertumbuhan total liabilitas PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
3,47%. Pada tahun 2020 total liabilitas tercatat sebesar USD4.149.059. Pada tahun 2021 total
liabilitas mengalami peningkatan sebesar 0,23% secara year on year atau tercatat sebesar
USD4.158.580. Pada tahun 2022 total liabilitas mengalami penurunan sebesar 0,57% secara
year on year atau tercatat sebesar USD4.134.742. Pada Tahun 2023 total liabilitas mengalami
peningkatan sebesar 5,89% secara year on year atau tercatat sebesar USD4.491.666. Pada
Tahun 2024 total liabilitas mengalami peningkatan sebesar 8,63% secara year on year atau
tercatat sebesar USD4.756.120. Kemudian Pada periode 30 September 2025 total liabilitas
tercatat sebesar USD4.512.456.
Total Ekuitas
Pertumbuhan total ekuitas PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
negatif 7,26%. Pada tahun 2020 total ekuitas tercatat sebesar USD23.620.174. Pada tahun
2021 total ekuitas mengalami peningkatan sebesar 5,43% secara year on year atau tercatat
sebesar USD24.903.160. Pada tahun 2022 total ekuitas mengalami penurunan sebesar 2,33%
secara year on year atau tercatat sebesar USD24.322.958. Pada Tahun 2023 total ekuitas
mengalami penurunan sebesar 17,40% secara year on year atau tercatat sebesar
USD20.091.722. Pada Tahun 2024 total ekuitas mengalami penurunan sebesar 13,05%
Halaman 54 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 56
secara year on year atau tercatat sebesar USD17.469.043. Kemudian Pada periode 30
September 2025 total ekuitas tercatat sebesar USD13.303.696.
Laporan Laba Rugi
Tabel 30. Laporan Laba Rugi PJUC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025
(dalam USD Penuh)
Laporan Laba Rugi Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Sep 2025
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Pendapatan Neto 31.347.233 28.195.213 34.596.969 28.927.077 26.710.258 18.313.247
Beban Pokok
(18.700.972) (10.339.013) (8.431.449) (4.280.764) (6.015.368) (4.134.335)
Pendapatan
Laba Kotor 12.646.261 17.856.200 26.165.520 24.646.313 20.694.890 14.178.912
Beban Umum dan
(403.916) (454.913) (796.998) (637.354) (543.045) (433.280)
Administrasi
Sumbangan (11.420) (26.244) (62.450) (64.568) (75.625) (87.333)
Beban Keuangan (7.691) (6.383) (7.745) (7.305) (6.142) (883)
Kerugian Selisih Kurs,
(567.213) (3.421) (16.212) 3.609 (6.811) (1.520)
Neto
Pendapatan Keuangan,
1.554 4.185 8.852 15.633 139.385 92.300
Neto
Laba Sebelum Pajak
11.657.575 17.369.424 25.290.967 23.956.328 20.202.652 13.748.196
Penghasilan
Beban Pajak
(8.159.271) (11.126.572) (11.086.584) (8.692.917) (7.642.067) (4.928.719)
Pendapatan dan Dividen
Laba Tahun Berjalan 3.498.304 6.242.852 14.204.383 15.263.411 12.560.585 8.819.477
Sumber: Laporan Keuangan Audit PJUC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025
Pendapatan Neto
Pertumbuhan pendapatan neto PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
negatif 3,92%. Pada tahun 2020 pendapatan neto tercatat sebesar USD31.347.233. Pada
tahun 2021 pendapatan neto mengalami penurunan sebesar 10,06%secara year on year atau
tercatat sebesar USD28.195.213. Pada tahun 2022 pendapatan neto mengalami peningkatan
sebesar 22,71% secara year on year atau tercatat sebesar USD34.596.969. Pada Tahun 2023
pendapatan neto mengalami penurunan sebesar 16,39%secara year on year atau tercatat
sebesar USD28.927.077. Pada Tahun 2024 pendapatan neto mengalami penurunan sebesar
7,66% secara year on year atau tercatat sebesar USD26.710.258. Kemudian Pada periode 30
September 2025 pendapatan neto tercatat sebesar USD18.313.247.
Laba Kotor
Pertumbuhan laba kotor PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
13,10%. Pada tahun 2020 laba kotor tercatat sebesar USD12.646.261. Pada tahun 2021 laba
kotor mengalami peningkatan sebesar 41,20% secara year on year atau tercatat sebesar
USD17.856.200. Pada tahun 2022 laba kotor mengalami peningkatan sebesar 46,53%
secara year on year atau tercatat sebesar USD26.165.520. Pada Tahun 2023 laba kotor
mengalami penurunan sebesar 5,81% secara year on year atau tercatat sebesar
USD24.646.313. Pada Tahun 2024 laba kotor mengalami penurunan sebesar 16,03% secara
year on year atau tercatat sebesar USD20.694.890. Kemudian Pada periode 30 September
2025 laba kotor tercatat sebesar USD14.178.912.
Halaman 55 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 57
Laba Sebelum Pajak Penghasilan
Pertumbuhan laba sebelum pajak penghasilan PJUC selama periode 31 Desember 2020
sampai dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-
rata CAGR sebesar 14,74%. Pada tahun 2020 laba sebelum pajak penghasilan tercatat
sebesar USD11.657.575. Pada tahun 2021 laba sebelum pajak penghasilan mengalami
peningkatan sebesar 49,00% secara year on year atau tercatat sebesar USD17.369.424. Pada
tahun 2022 laba sebelum pajak penghasilan mengalami peningkatan sebesar 45,61% secara
year on year atau tercatat sebesar USD25.290.967. Pada Tahun 2023 laba sebelum pajak
penghasilan mengalami penurunan sebesar 5,28% secara year on year atau tercatat sebesar
USD23.956.328. Pada Tahun 2024 laba sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan
sebesar 15,67% secara year on year atau tercatat sebesar USD20.202.652. Kemudian Pada
periode 30 September 2025 laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar
USD13.748.196.
Laba Tahun Berjalan
Pertumbuhan laba tahun berjalan PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan
31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR
sebesar 37,65%. Pada tahun 2020 laba tahun berjalan tercatat sebesar USD3.498.304. Pada
tahun 2021 laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 78,45% secara year on year
atau tercatat sebesar USD6.242.852. Pada tahun 2022 laba tahun berjalan mengalami
peningkatan sebesar 127,53% secara year on year atau tercatat sebesar USD14.204.383.
Pada Tahun 2023 laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 7,46% secara year on
year atau tercatat sebesar USD15.263.411. Pada Tahun 2024 laba tahun berjalan mengalami
penurunan sebesar 17,71% secara year on year atau tercatat sebesar USD12.560.585.
Kemudian Pada periode 30 September 2025 laba laba tahun berjalan tercatat sebesar
USD8.819.477.
Laporan Arus Kas
Tabel 31. Laporan Arus Kas PJUC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025
(dalam USD Penuh)
Laporan Arus Kas Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Sep 2025
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Total Arus Kas dari
18.396.553 18.436.783 20.054.640 15.913.607 13.784.177 8.933.884
Aktivitas Operasi
Total Arus Kas dari
(2.612.762) (263.360) (553.052) (737.363) (826.528) (568.146)
Aktivitas Investasi
Total Arus Kas dari
(20.131.298) (5.877.972) (14.892.893) (19.490.088) (15.179.180) (12.984.824)
Aktivitas Pendanaan
Kenaikan
(Penurunan) Neto (4.347.507) 12.295.451 4.608.695 (4.313.844) (2.221.531) (4.619.086)
Kas dan Bank
Saldo Kas dan Bank
7.122.861 2.775.354 15.070.805 19.679.500 15.365.656 13.144.125
Awal Tahun
Saldo Kas dan Bank
2.775.354 15.070.805 19.679.500 15.365.656 13.144.125 8.525.039
Akhir Tahun
Sumber: Laporan Keuangan Audit PJUC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025
Halaman 56 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 58
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Pertumbuhan arus kas dari aktivitas operasi PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai
dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif. Pada tahun 2020
arus kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar USD18.396.553. Pada tahun 2021 arus kas
dari aktivitas operasi tercatat sebesar USD18.436.783. Pada tahun 2022 arus kas dari aktivitas
operasi tercatat sebesar USD20.054.640. Pada Tahun 2023 arus kas dari aktivitas operasi
tercatat sebesar USD15.913.607. Pada Tahun 2024 arus kas dari aktivitas operasi tercatat
sebesar USD13.784.177. Kemudian Pada periode 30 September 2025 arus kas dari aktivitas
operasi tercatat sebesar USD8.933.884.
Arus Kas untuk Aktivitas Investasi
Pertumbuhan arus kas dari aktivitas investasi PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai
dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif. Pada tahun 2020
arus kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar negatif USD2.612.762. Pada tahun 2021 arus
kas dari aktivitas investasi tercatat sebesar negatif USD263.360. Pada tahun 2022 arus kas
dari aktivitas investasi tercatat sebesar negatif USD553.052. Pada Tahun 2023 arus kas dari
aktivitas investasi tercatat sebesar negatif USD737.363. Pada Tahun 2024 arus kas dari
aktivitas investasi tercatat sebesar negatif USD826.528. Kemudian Pada periode 30 September
2025 arus kas dari aktivitas investasi tercatat sebesar negatif USD568.146.
Arus Kas untuk Aktivitas Pendanaan
Pertumbuhan arus kas dari aktivitas pendanaan PJUC selama periode 31 Desember 2020
sampai dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif. Pada tahun
2020 arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar negatif USD20.131.298. Pada tahun
2021 arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar negatif USD5.877.972. Pada tahun
2022 arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar negatif USD14.892.893. Pada Tahun
2023 arus kas dari aktivitas tercatat sebesar negatif USD19.490.088. Pada Tahun 2024 arus
kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar negatif USD15.179.180. Kemudian Pada
periode 30 September 2025 arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar negatif
USD12.984.824.
Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas
Pertumbuhan kenaikan bersih kas dan setara kas PJUC selama periode 31 Desember 2020
sampai dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif. Pada tahun
2020 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar negatif USD4.347.507. Pada tahun
2021 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar USD12.295.451. Pada tahun 2022
kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar USD4.608.695. Pada Tahun 2023
kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar negatif USD4.313.844. Pada Tahun 2024
kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar negatif USD2.221.531. Kemudian Pada
periode 30 September 2025 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar negatif
USD4.619.086.
Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun
Pertumbuhan kas dan setara kas pada akhir tahun PJUC selama periode 31 Desember 2020
sampai dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif. Pada tahun
2020 kas dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD2.775.354. Pada tahun 2021
Halaman 57 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 59
kas dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD15.070.805. Pada tahun 2022 kas
dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD19.679.500. Pada Tahun 2023 kas dan
setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD15.365.656. Pada Tahun 2024 kas dan
setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD13.144.125. Kemudian Pada periode 30
September 2025 kas dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD8.525.039.
• Analisis Common Size (Common Size Analysis)
Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan keuangan
Perusahaan untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset terhadap
total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta komposisi biaya biaya
atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil analisis laporan keuangan
Perseroan dengan menggunakan metode common size statement analysis:
Analisis Commonsize Statement – Laporan Posisi Keuangan
Tabel 32. Analisis Commonsize Statement-Laporan Posisi Keuangan
Laporan Posisi Des Des Des Des Des Sep
Keuangan 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Aset Lancar 51,31% 74,16% 87,59% 82,13% 78,17% 70,39%
Aset Tidak Lancar 48,69% 25,84% 12,41% 17,87% 21,83% 29,61%
Total Aset 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Liabilitas Jangka
7,62% 5,84% 5,50% 6,56% 6,97% 5,37%
Pendek
Liabilitas Jangka
7,32% 8,47% 9,03% 11,71% 14,43% 19,96%
Panjang
Total Liabilitas 14,94% 14,31% 14,53% 18,27% 21,40% 25,33%
Total Ekuitas 85,06% 85,69% 85,47% 81,73% 78,60% 74,67%
Total Liabilitas dan
100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Ekuitas
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Berdasarkan analisis common size statement, rata-rata proporsi total aset lancar terhadap
total aset selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024 adalah
sebesar 74,67%, dan proporsi total aset lancar terhadap total aset pada periode 30
September 2025 adalah sebesar 70,39%, kemudian rata-rata proporsi total aset tidak
lancar terhadap total aset selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2024 adalah sebesar 25,33%, dan proporsi total aset tidak lancar terhadap total
aset pada periode 30 September 2025 adalah sebesar 29,61%.
Kemudian rata-rata proporsi total liabilitas jangka pendek terhadap total aset selama
periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024 adalah sebesar 6,50%,
dan proporsi total liabilitas jangka pendek terhadap total aset pada periode 30 September
2025 adalah sebesar 5,37%, kemudian rata-rata proporsi total liabilitas jangka panjang
terhadap total aset selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024
adalah sebesar 10,19%, dan proporsi total liabilitas jangka panjang terhadap total aset
pada periode 30 September 2025 adalah sebesar 19,96%.
Rata-rata proporsi total ekuitas terhadap total aset selama periode 31 Desember 2020
sampai dengan 31 Desember 2024 adalah sebesar 83,31%, dan proporsi total ekuitas
terhadap total aset pada periode 30 September 2025 adalah sebesar 74,67%,
Halaman 58 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 60
Analisis Commonsize – Laporan Laba Rugi
Tabel 33. Analisis Commonsize Statement-Laporan Laba Rugi
Des Des Des Des Des Sep
Laporan Laba Rugi
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Pendapatan neto 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Laba kotor 21,52% 24,75% 28,12% 27,83% 26,15% 21,90%
Laba sebelum pajak
11,62% 18,20% 23,82% 22,34% 19,70% 16,06%
penghasilan
Laba tahun berjalan 9,33% 13,35% 18,60% 17,21% 15,33% 12,21%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Berdasarkan analisis common size statement, rata-rata proporsi laba kotor terhadap
pendapatan neto selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024
adalah sebesar 68,40%, dan proporsi laba kotor terhadap pendapatan neto pada periode
30 September 2025 adalah sebesar 77,42%.
Rata-rata proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan neto selama
periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024 adalah sebesar 66,07%,
dan proporsi laba sebelum pajak pendapatan terhadap pendapatan neto pada periode 30
September 2025 adalah sebesar 75,07%.
Rata-rata proporsi laba tahun berjalan terhadap pendapatan neto selama periode 31
Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024 adalah sebesar 34,83%, dan proporsi
laba tahun berjalan terhadap pendapatan neto pada periode 30 September 2025 adalah
sebesar 48,16%.
3.2.2 Penilaian Atas Proyeksi Keuangan
Proyeksi keuangan disusun manajemen dengan dua skenario, yaitu proyeksi keuangan sebelum
transaksi dan proyeksi keuangan setelah transaksi. Proyeksi keuangan disusun pada Laporan
Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, dan Laporan Arus Kas dengan asumsi:
• Fasilitas cash call yang diberikan REC ke PJUC adalah sebesar USD5.109.390
• Akun kas dan setara kas akan disesuaikan sehubungan dengan Transaksi
• Akun piutang lain-lain akan disesuaikan sehubungan dengan Transaksi
Proyeksi keuangan REC untuk tahun proyeksi 2025 sampai dengan 2029 disajikan sebagai
berikut:
Tabel 34. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan REC Sebelum Transaksi
(Dalam USD Penuh)
Proyeksi Laporan Posisi
31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29
Keuangan Sebelum Transaksi
ASSETS
Cash & Cash Equivalent 27.019.232 62.602.721 68.255.725 75.242.140 82.240.688
Account Receivables 4.297.584 4.047.158 4.909.222 4.727.237 4.589.842
Other Receivables 431.571 17.566.237 13.534.202 9.502.168 5.470.133
Advance Payment (968.465) (1.885.036) (934.647) (934.647) (1.695.936)
Total Current Assets 30.779.923 82.331.080 85.764.502 88.536.898 90.604.727
Investment 32.890.910 35.540.412 37.615.283 38.903.877 40.148.780
Deffered Tax Assets 26.800 26.800 26.800 26.800 26.800
Halaman 59 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 61
Proyeksi Laporan Posisi
31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29
Keuangan Sebelum Transaksi
Fixed Assets - Net 122.081 3.935.571 3.624.780 3.404.937 3.185.094
Other Assets 12.321 12.330 12.331 12.331 12.331
Total Non-Current Assets 33.052.112 39.515.113 41.279.194 42.347.944 43.373.004
TOTAL ASSETS 63.832.035 121.846.193 127.043.695 130.884.842 133.977.731
TOTAL LIABILITIES 15.622.537 67.688.100 63.845.202 60.000.250 56.137.372
TOTAL EQUITY 48.209.498 54.158.093 63.198.494 70.884.592 77.840.359
TOTAL LIABILITIES & EQUITY 63.832.035 121.846.193 127.043.695 130.884.842 133.977.731
Sumber: Proyeksi Keuangan REC Sebelum Transaksi Periode 31 Desember 2025 – 31 Desember 2029
Tabel 35. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan REC Sesudah Transaksi
(Dalam USD Penuh)
Proyeksi Laporan Posisi
31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29
Keuangan Sesudah Transaksi
ASSETS
Cash & Cash Equivalent 21.909.842 62.807.097 68.460.100 75.446.515 82.445.064
Account Receivables 4.297.584 4.047.158 4.909.222 4.727.237 4.589.842
Other Receivables 431.571 17.566.237 13.534.202 9.502.168 5.470.133
Other Receivables - Related
5.109.390 0 0 0 0
Parties
Advance Payment (968.465) (1.885.036) (934.647) (934.647) (1.695.936)
Total Current Assets 30.779.923 82.535.456 85.968.877 88.741.274 90.809.102
Investment 32.890.910 35.540.412 37.615.283 38.903.877 40.148.780
Deffered Tax Assets 26.800 26.800 26.800 26.800 26.800
Fixed Assets - Net 122.081 3.935.571 3.624.780 3.404.937 3.185.094
Other Assets 12.321 12.330 12.331 12.331 12.331
Total Non-Current Assets 33.052.112 39.515.113 41.279.194 42.347.944 43.373.004
TOTAL ASSETS 63.832.035 122.050.569 127.248.071 131.089.218 134.182.107
TOTAL LIABILITIES 15.622.537 67.688.100 63.845.202 60.000.250 56.137.372
TOTAL EQUITY 48.209.498 54.362.469 63.402.869 71.088.968 78.044.735
TOTAL LIABILITIES & EQUITY 63.832.035 122.050.569 127.248.071 131.089.218 134.182.106
Sumber: Proyeksi Keuangan REC Sesudah Transaksi Peiode 31Desember 2025 - 31Desember 2029
Pada proyeksi laporan posisi keuangan sebelum dan setelah transaksi, perusahaan mencatatkan
peningkatan pada akun piutang lainnya pihak berelasi sebesar USD5.109.390 pada proyeksi
2025 setelah transaksi. Angka ini merepresentasikan transaksi pemberian fasilitas cash call dari
REC kepada PJUC yang dicatat sebagai piutang lainnya pada REC. Selain itu terdapat
pengurangan Kas Setara Kas sebesar USD5.109.390 pada proyeksi 2025 setelah transaksi. Hal
tersebut karena transaksi pemberian fasilitas cash call oleh REC kepada PJUC bersumber dari kas
internal perusahaan. Pada proyeksi laporan posisi keuangan tahun 2026 setelah transaksi,
terdapat kenaikan pada pos Kas dan Setara Kas dan Total Ekuitas sebesar USD204.376 yang
diakibatkan dari perolehan pendapatan bunga dari penyediaan fasilitas cash call kepada PJUC.
Selain itu pada laporan posisi keuangan proyeksi 2026 terdapat penurunan nilai Piutang Lain
Pihak Berelasi karena pelunasan utang fasilitas cash call oleh PJUC.
Tabel 36. Proyeksi Laporan Laba Rugi REC Sebelum Transaksi
(Dalam USD Penuh)
Proyeksi Laporan Laba Rugi
31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29
Sebelum Transaksi
Revenue 51.525.690 49.131.286 49.993.349 47.720.305 46.489.898
Halaman 60 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 62
Proyeksi Laporan Laba Rugi
31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29
Sebelum Transaksi
Cost of Revenue (29.452.638) (28.649.395) (27.106.810) (24.704.155) (24.058.785)
Profit Margin 22.073.052 20.481.891 22.886.539 23.016.150 22.431.114
General & Adm Expense (2.066.105) (3.147.971) (3.328.545) (3.327.540) (3.350.880)
Other Income (Expense) 4.270.518 4.723.686 4.565.250 3.881.862 3.321.390
Bank Administration (54.765) (33.883) (49.477) (51.906) (52.990)
Earning Before Tax 24.222.700 22.023.723 24.073.767 23.518.567 22.348.633
Income Tax (10.066.007) (8.901.035) (8.366.973) (7.864.955) (7.393.057)
Net Income 14.156.692 13.122.688 15.706.794 15.653.612 14.955.576
Sumber: Proyeksi Keuangan REC Sebelum Transaksi Peiode 31Desember 2025 - 31Desember 2029
Tabel 37. Proyeksi Laporan Laba Rugi REC Sesudah Transaksi
(Dalam USD Penuh)
Proyeksi Laporan Laba Rugi
31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29
Sesudah Transaksi
Revenue 51.525.690 49.131.286 49.993.349 47.720.305 46.489.898
Cost of Revenue (29.452.638) (28.649.395) (27.106.810) (24.704.155) (24.058.785)
Profit Margin 22.073.052 20.481.891 22.886.539 23.016.150 22.431.114
General & Adm Expense (2.066.105) (3.147.971) (3.328.545) (3.327.540) (3.350.880)
Other Income (Expense) 4.270.518 4.723.686 4.565.250 3.881.862 3.321.390
Interest Income 0 204.376 0 0 0
Bank Administration (54.765) (33.883) (49.477) (51.906) (52.990)
Earning Before Tax 24.222.700 22.228.098 24.073.767 23.518.567 22.348.633
Income Tax (10.066.007) (8.901.035) (8.366.973) (7.864.955) (7.393.057)
Net Income 14.156.692 13.327.063 15.706.794 15.653.612 14.955.576
Sumber: Proyeksi Keuangan REC Sesudah Transaksi Peiode 31Desember 2025 - 31Desember 2029
Pada proyeksi laporan laba rugi sebelum dan setelah transaksi, terdapat penambahan
pendapatan bunga pada pos laba rugi tahun 2026 sebesar USD204.376 yang timbul akibat
bunga dari transaksi fasilitas cash call antara REC dengan PJUC. Pada proyeksi setelah transaksi
tahun 2027 sampai 2029, tidak ada tambahan pendapatan bunga terkait pemberian fasilitas
cash call karena diproyeksikan seluruh pokok dan bunga sudah dukembalikan oleh PJUC.
Tabel 38. Proyeksi Laporan Arus Kas Sebelum Transaksi
(Dalam USD Penuh)
Proyeksi Laporan Arus Kas
31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29
Sebelum Transaksi
Total Arus Kas dari Aktivitas
16.431.766 6.976.553 7.129.907 9.870.537 10.633.671
Operasi
Total Arus Kas dari Aktivitas
(6.171.570) (4.648.173) 0 0 0
Investasi
Total Arus Kas dari Aktivitas
6.363.987 33.255.109 (1.476.903) (2.884.122) (3.635.122)
Pendanaan
Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas
16.624.184 35.583.489 5.653.004 6.986.415 6.998.549
dan Bank
Kas dan Bank Awal Tahun 10.395.049 27.019.233 62.602.721 68.255.725 75.242.140
Kas dan Bank Akhir Tahun 27.019.233 62.602.721 68.255.725 75.242.140 82.240.689
Sumber: Proyeksi Keuangan REC Sebelum Transaksi Peiode 31 Desember 2025 – 31 Desember 2029
Halaman 61 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 63
Tabel 39. Proyeksi Laporan Arus Kas Sesudah Transaksi
(Dalam USD Penuh)
Proyeksi Laporan Arus Kas
31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29
Setelah Transaksi
Total Arus Kas dari Aktivitas
16.431.766 6.976.553 7.129.907 9.870.537 10.633.671
Operasi
Total Arus Kas dari Aktivitas
(6.171.570) (4.648.173) 0 0 0
Investasi
Total Arus Kas dari Aktivitas
1.254.597 38.568.874 (1.476.903) (2.884.122) (3.635.122)
Pendanaan
Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas
11.514.794 40.897.254 5.653.004 6.986.415 6.998.549
dan Bank
Kas dan Bank Awal Tahun 10.395.049 21.909.843 62.807.097 68.460.101 75.446.516
Kas dan Bank Akhir Tahun 21.909.843 62.807.097 68.460.101 75.446.516 82.445.064
Sumber: Proyeksi Keuangan REC Sesudah Transaksi Peiode 31 Desember 2025 – 31 Desember 2029
Pada laporan arus kas sebelum dan setelah transaksi, terdapat pengurangan pada arus kas dari
aktivitas pendanaan setelah transaksi tahun 2025 sebesar USD5.109.390 akibat pemberian kas
atas transaksi fasilitas cash call kepada PJUC. Selanjutnya terdapat penambahan pada arus kas
dari aktivitas pendanaan setelah transaksi tahun 2026 sebesar USD5.313.765 akibat pelunasan
dan penerimaan bunga atas transaksi fasilitas cash call kepada PJUC. Nilai tersebut terdiri dari
USD5.109.390 dari pokok pinjaman dan USD204.375 dari bunga pinjaman.
3.2.3 Analisis Rasio Keuangan
Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) PT Raharja Energi Cepu Tbk (“REC”)
Analisis rasio keuangan atau Financial Ratio Analysis merupakan salah satu bentuk teknis analisis
laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos pos tertentu dari
laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya.
Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang digunakan dalam analisis rasio
keuangan REC.
Tabel 40. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) - REC
Rasio Keuangan Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Sep 2025
Rasio Profitabilitas (%)
Gross Profit Margin N/A N/A N/A 56,80% 38,87% 49,11%
Operating Profit Margin N/A N/A N/A 69,82% 42,90% 54,56%
Net Profit Margin N/A N/A N/A 52,03% 24,17% 31,52%
Return On Assets -1,64% 15,06% 43,06% 42,59% 26,42% 17,87%
Return On Equity -2,13% 18,74% 53,90% 88,94% 50,93% 25,83%
Rasio Likuiditas (X)
Current Ratio 2,03 6,52 8,44 2,90 2,25 4,08
Cash Ratio 1,66 5,73 4,32 1,57 1,04 3,38
Rasio Solvabilitas (X)
Debt to Equity Ratio 0,30 0,24 0,25 1,09 0,93 0,45
Debt to Assets Ratio 0,23 0,20 0,20 0,52 0,48 0,31
Keterangan: N/A (Belum mencatatatkan pendapatan)
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Halaman 62 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 64
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan
operasionalnya. Rasio ini menunjukkan efisiensi manajemen dalam mengelola sumber daya
perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Rasio yang digunakan antara lain:
1. Gross Profit Margin (GPM)
Gross Profit Margin adalah rasio yang menggambarkan tingkat laba kotor terhadap
pendapatan bersih setelah dikurangi beban pokok pendapatan atau rasio laba kotor atas
pendapatan perusahaan. Rata-rata rasio Gross Profit Margin REC selama periode 31
Desember 2023 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 47,84%, dan pada periode 30
September 2025 tercatat sebesar 49,11%.
2. Operating Profit Margin (OPM)
Operating Profit Margin adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan
menghasilkan laba dari kegiatan operasional utama sebelum beban bunga dan pajak. Rata-
rata rasio Operating Profit Margin REC selama periode 31 Desember 2020 hingga 31
Desember 2024 adalah sebesar 56,36%, dan pada periode 30 September 2025 tercatat
sebesar 54,56%.
3. Net Profit Margin (NPM)
Net Profit Margin adalah rasio untuk mengukur besarnya laba bersih yang dihasilkan dari
setiap satuan pendapatan. Rata-rata rasio Net Profit Margin REC selama periode 31 Desember
2023 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 38,10%, dan pada periode 30 September
2025 tercatat sebesar 31,52%.
4. Return on Assets (ROA)
Return on Assets adalah rasio yang menunjukkan kemampuan aset perusahaan dalam
menghasilkan laba bersih. Rata-rata rasio Return on Assets REC selama periode 31 Desember
2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 25,10%, dan pada periode 30 September
2025 tercatat sebesar 17,87%.
5. Return on Equity (ROE)
Return on Equity adalah rasio untuk mengukur tingkat pengembalian atas modal yang
diinvestasikan oleh pemegang saham. Rata-rata rasio Return on Equity REC selama periode 31
Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 42,08%, dan pada periode 30
September 2025 tercatat sebesar 25,83%.
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki. Rasio ini menilai tingkat keamanan
keuangan perusahaan dalam menghadapi kewajiban lancar. Rasio yang digunakan antara lain:
Halaman 63 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 65
1. Current Ratio
Current Ratio adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar utang lancar
menggunakan aset lancar. Rata-rata rasio aset lancar terhadap kewajiban lancar REC selama
periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 4,43 kali dan pada
periode 30 September 2025 tercatat sebesar 4,08 kali.
2. Cash Ratio
Cash Ratio adalah rasio untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan melunasi kewajiban
lancar hanya dengan kas dan setara kas. Rata-rata rasio kas dan setara kas dibandingkan
kewajiban lancar REC selama periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah
sebesar 2,87 kali dan pada periode 30 September 2025 tercatat sebesar 3,38 kali.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban
jangka panjang serta menilai struktur pendanaan perusahaan. Rasio ini menunjukkan sejauh
mana aset perusahaan dibiayai oleh utang dan ekuitas. Indikator yang digunakan antara lain:
1. Debt to Equity Ratio (DER)
Debt to Equity Ratio adalah rasio yang menunjukkan besarnya aset perusahaan yang dibiayai
oleh utang. Rata-rata rasio total utang terhadap total aset REC selama periode 31 Desember
2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 0,56 kali dan pada periode 30 September
2025 tercatat sebesar 0,45 kali.
2. Debt to Assets Ratio (DAR)
Debt to Assets Ratio adalah rasio yang menggambarkan proporsi antara total utang terhadap
ekuitas perusahaan. Rata-rata rasio total utang terhadap total ekuitas REC selama periode 31
Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 0,33 kali dan pada periode 30
September 2025 tercatat sebesar 0,31 kali.
Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) PT Petrogas Jatim Utama Cendana (“PJUC”)
Analisis rasio keuangan atau Financial Ratio Analysis merupakan salah satu bentuk teknis analisis
laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos pos tertentu dari
laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya.
Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang digunakan dalam analisis rasio
keuangan PJUC.
Tabel 41. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) - PJUC
Rasio Keuangan Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Sep 2025
Rasio Profitabilitas (%)
Gross Profit Margin 40,34% 63,33% 75,63% 85,20% 77,48% 77,42%
Operating Profit Margin 39,05% 61,72% 73,33% 83,00% 75,45% 75,06%
Net Profit Margin 11,16% 22,14% 41,06% 52,77% 47,03% 48,16%
Return On Assets 12,60% 21,48% 49,91% 62,09% 56,52% 49,50%
Return On Equity 14,81% 25,07% 58,40% 75,97% 71,90% 66,29%
Halaman 64 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 66
Rasio Keuangan Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Sep 2025
Rasio Likuiditas (X)
Current Ratio 6,73 12,70 15,92 12,51 11,21 13,12
Cash Ratio 1,31 8,88 12,57 9,52 8,48 8,92
Rasio Solvabilitas (X)
Debt to Equity Ratio 0,18 0,17 0,17 0,22 0,27 0,34
Debt to Assets Ratio 0,15 0,14 0,15 0,18 0,21 0,25
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan
operasionalnya. Rasio ini menunjukkan efisiensi manajemen dalam mengelola sumber daya
perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Rasio yang digunakan antara lain:
1. Gross Profit Margin (GPM)
Gross Profit Margin adalah rasio yang menggambarkan tingkat laba kotor terhadap
pendapatan neto setelah dikurangi beban pokok pendapatan atau rasio laba kotor atas
pendapatan perusahaan. Rata-rata rasio Gross Profit Margin PJUC selama periode 31
Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 68,40%, dan pada periode 30
September 2025 tercatat sebesar 77,42%.
2. Operating Profit Margin (OPM)
Operating Profit Margin adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan
menghasilkan laba dari kegiatan operasional utama sebelum beban bunga dan pajak. Rata-
rata rasio Operating Profit Margin PJUC selama periode 31 Desember 2020 hingga 31
Desember 2024 adalah sebesar 66,51%, dan pada periode 30 September 2025 tercatat
sebesar 75,06%.
3. Net Profit Margin (NPM)
Net Profit Margin adalah rasio untuk mengukur besarnya laba bersih yang dihasilkan dari
setiap satuan pendapatan. Rata-rata rasio Net Profit Margin PJUC selama periode 31
Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 34,83%, dan pada periode 30
September 2025 tercatat sebesar 48,16%.
4. Return on Assets (ROA)
Return on Assets adalah rasio yang menunjukkan kemampuan aset perusahaan dalam
menghasilkan laba bersih. Rata-rata rasio Return on Assets PJUC selama periode 31 Desember
2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 40,52%, dan pada periode 30 September
2025 tercatat sebesar 49,50%.
Halaman 65 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 67
5. Return on Equity (ROE)
Return on Equity adalah rasio untuk mengukur tingkat pengembalian atas modal yang
diinvestasikan oleh pemegang saham. Rata-rata rasio Return on Equity PJUC selama periode
31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 49,23%, dan pada periode 30
September 2025 tercatat sebesar 66,29%.
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki. Rasio ini menilai tingkat keamanan
keuangan perusahaan dalam menghadapi kewajiban lancar. Rasio yang digunakan antara lain:
1. Current Ratio
Current Ratio adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar utang lancar
menggunakan aset lancar. Rata-rata rasio aset lancar terhadap kewajiban lancar PJUC selama
periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 11,82 kali dan pada
periode 30 September 2025 tercatat sebesar 13,12 kali.
2. Cash Ratio
Cash Ratio adalah rasio untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan melunasi kewajiban
lancar hanya dengan kas dan setara kas. Rata-rata rasio kas dan setara kas dibandingkan
kewajiban lancar PJUC selama periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah
sebesar 8,15 kali dan pada periode 30 September 2025 tercatat sebesar 8,92 kali.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban
jangka panjang serta menilai struktur pendanaan perusahaan. Rasio ini menunjukkan sejauh
mana aset perusahaan dibiayai oleh utang dan ekuitas. Indikator yang digunakan antara lain:
1. Debt to Equity Ratio (DER)
Debt to Equity Ratio adalah rasio yang menunjukkan besarnya aset perusahaan yang dibiayai
oleh utang. Rata-rata rasio total utang terhadap total aset PJUC selama periode 31 Desember
2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 0,20 kali dan pada periode 30 September
2025 tercatat sebesar 0,34 kali.
2. Debt to Assets Ratio (DAR)
Debt to Assets Ratio adalah rasio yang menggambarkan proporsi antara total utang terhadap
ekuitas perusahaan. Rata-rata rasio total utang terhadap total ekuitas PJUC selama periode
31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 0,17 kali dan pada periode
30 September 2025 tercatat sebesar 0,25 kali.
3.2.4 Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Sesudah Transaksi
Proforma keuangan disusun manajemen dengan asumsi:
• Tanggal cutoff adalah 30 September 2025
Halaman 66 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 68
• Fasilitas cash call yang diberikan REC ke PJUC adalah sebesar USD5.109.390
• Akun kas dan setara kas akan disesuaikan sehubungan dengan Transaksi
• Akun piutang lain-lain akan disesuaikan sehubungan dengan Transaksi
Proforma Laporan Posisi Keuangan dan proforma Laba Rugi perusahaan sebelum dan setelah
adanya transaksi adalah sebagai berikut:
Tabel 42. Proforma Posisi Keuangan REC Sebelum dan Sesudah Transaksi
(dalam USD Penuh)
Laporan Posisi Keuangan Proforma 30-Sep-25 Penyesuaian 30-Sep-25
PT Raharja Energi Cepu Tbk Audited Proforma
Aset Lancar
Kas dan bank 32.749.720 (5.109.390) 27.640.330
Piutang Usaha - Pihak Ketiga 3.594.509 3.594.509
Piutang Lain-lain
Pihak Ketiga 102.935 102.935
Pihak Berelasi 258.274 5.109.390 5.367.664
Pajak Dibayar Dimuka 0 0
Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka 1.852.137 1.852.137
Investasi Jangka Pendek 909.167 909.167
Beban Dibayar Dimuka 0 0
Aset Lancar Lainnya 52.435 52.435
Jumlah Aset Lancar 39.519.177 39.519.177
Aset Tidak Lancar
Investasi Pada Entitas Asosiasi 6.518.812 6.518.812
Aset Tetap - Bersih 127.042 127.042
Properti Minyak dan Gas - Bersih 20.088.262 20.088.262
Aset Pajak Tangguhan 43.777 43.777
Aset Tidak Lancar Lain-lain 20.775 20.775
Jumlah Aset Tidak Lancar 26.798.668 26.798.668
Jumlah Aset 66.317.845 66.317.845
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Dividen 0 0
Utang Lain-lain Pihak Berelasi 110.222 110.222
Utang Pajak 2.555.799 2.555.799
Beban Masih Harus Dibayar 125.114 125.114
Kewajiban Kontrak 750.092 750.092
Bagian Lancar Liabilitas Jangka Panjang
Pinjaman Bank 5.497.066 5.497.066
Pinjaman Pemegang Saham 625.336 625.336
Pinjaman Pembiayaan Konsumen 16.028 16.028
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 9.679.657 9.679.657
Liabilitas Jangka Panjang
Halaman 67 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 69
Laporan Posisi Keuangan Proforma 30-Sep-25 Penyesuaian 30-Sep-25
PT Raharja Energi Cepu Tbk Audited Proforma
Pinjaman Jangka Panjang - setelah Dikurangi
9.004.634 9.004.634
Bagian Lancar
Pinjaman Bank 1.575.989 1.575.989
Pinjaman pemegang Saham 53.870 53.870
Pinjaman Pembiayaan Konsumen 17.407 17.407
Liabilitas Imbalan Pasca-Kerja 0 0
Liabilitas Imbalan Pensiun Direksi dan Komisaris 92.855 92.855
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 10.744.755 10.744.755
Jumlah Liabilitas 20.424.412 20.424.412
Modal Saham 2.484.844 2.484.844
Tambahan Modal Disetor 12.920.505 12.920.505
Saldo Laba
Ditentukan Penggunaannya 24.865 24.865
Belum Ditentukan Penggunaannya 30.203.256 30.203.256
Kepentingan Non Pengendali 259.963 259.963
Jumlah Ekuitas 45.893.433 45.893.433
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 66.317.845 66.317.845
Sumber: Proforma Keuangan REC 30 September 2025
Pada proforma posisi keuangan atas transaksi, terdapat penyesuaian pada pos-pos keuangan
yang dilakukan akibat transaksi. Pada transaksi pemberian fasilitas cash call dari REC kepada
PJUC ini, pos Kas dan Bank mengalami penyesuaian dari tercatat sebesar USD32.749.720
sebelum transaksi menjadi USD27.640.330 atau turun sebesar USD5.109.390 akibat
penggunakan kas internal untuk memenuhi transaksi pemberian fasilitas cash call ke PJUC.
Selain itu pos Piutang Lain-lain Pihak Berelasi mengalami penyesuaian dimana dari sebelum
dilakukan transaksi tercatat sebesar USD258.274 menjadi USD5.367.664 atau mengalami
kenaikan sebesar USD5.109.390 akibat adanya pencatatan piutang dari pihak berelasi PJUC ke
perusahaan terkait fasilitas cash call.
Tabel 43. Proforma Laba Rugi REC Per 30 September 2025
(dalam USD Penuh)
Laporan Laba Rugi Proforma 30-Sep-25 Penyesuaian 30-Sep-25
PT Raharja Energi Cepu Tbk Audited Proforma
Pendapatan Bersih 37.611.591 37.611.591
Beban Pokok Pendapatan (19.141.969) (19.141.969)
Laba Bruto 18.469.622 18.469.622
Beban umum dan administrasi (989.662) (989.662)
Pendapatan Keuangan
Beban keuangan/bunga (1.097.052) (1.097.052)
Laba/(rugi) selisih kurs - bersih (441.279) (441.279)
Bagian laba entitas asosiasi 4.321.544 4.321.544
Halaman 68 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 70
Laporan Laba Rugi Proforma 30-Sep-25 Penyesuaian 30-Sep-25
PT Raharja Energi Cepu Tbk Audited Proforma
Pendapatan lain-lain 326.868 326.868
Beban lain-lain (68.248) (68.248)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 20.521.793 20.521.793
Beban Pajak Penghasilan (8.667.621) (8.667.621)
Laba Tahun Berjalan 11.854.172 11.854.172
Sumber: Proforma Keuangan REC 30 September 2025
Pada proforma laba rugi, tidak ada perubahan nilai tercatat pada pos-pos laba rugi. Hal tersebut
karena transaksi pemberian fasilitas cash call dari REC ke PJUC ini tercatat sebagai piutang pihak
berelasi pada sisi REC dan penggunaan dana internal digunakan REC sebagai sumber pemberian
fasilitas ke PJUC, sehingga pada saat transaksi telah terjadi, belum ada dampak ke laba rugi REC
secara langsung.
3.2.5 Analisis Kemampuan Bayar Sampai Saat Jatuh Tempo
Kemampuan bayar sampai jatuh tempo dilihat dari kemampuan keuangan PJUC menggunakan
metrik pengukuran kinerja perusahaan. Pada analisis ini digunakan rasio likuiditas dan
profitabilitas PJUC. Selain itu dilakukan analisis atas historis transaksi fasilitas cash call
sebelumnya dan analisis kontrak perjanjian fasilitas cash call antara REC dan PJUC untuk melihat
kemampuan bayar sampai saat jatuh tempo.
Tabel 44. Rasio Likuiditas
Rasio Likuiditas 2020 2021 2022 2023 2024 Sep 2025
Current Ratio 6,73 12,70 15,92 12,51 11,21 13,12
Cash Ratio 1,31 8,88 12,57 9,52 8,48 8,92
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Analisis likuiditas lewat rasio lancar dan rasio kas menunjukan secara historis sejak 2020 sampai
September 2025, rasio lancar PJUC selalu tercatat diatas 1 yang berarti perusahaan memiliki
kemampuan untuk menyelesaikan kewajiban jangka pendek berbanding dengan aset lancar.
Analisis dengan rasio kas menunjukan bahwa secara historis sejak 2020, perusahaan tercatat
memiliki rasio kas diatas 1 yang berarti perusahaan memiliki kemampuan untuk menyelesaikan
kewajiban jangka pendek dengan kas dan setara kas. Per 30 September 2025, tercatat rasio
lancar perusahaan adalah sebesar 13,12 dengan rasio kas sebesar 8,92.
Tabel 45. Rasio Profitabilitas
Rasio Profitabilitas 2020 2021 2022 2023 2024 Sep 2025
Gross Profit Margin 40,34% 63,33% 75,63% 85,20% 77,48% 77,42%
Operating Profit
39,05% 61,72% 73,33% 83,00% 75,45% 75,06%
Margin
Net Profit Margin 11,16% 22,14% 41,06% 52,77% 47,03% 48,16%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Diperoleh bahwa perusahaan memiliki tingkat margin laba kotor yang berfluktuatif sejak 2020
hingga september 2025 dengan rentang 40,34% sampai 85,20%. Per September 2025, margin
laba kotor perusahaan tercatat sebesar 77,42%.
Halaman 69 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 71
Menggunakan proksi operating profit margin pada PJUC, tercatat sejak 2020 sampai September
2025 diperoleh margin laba operasi dengan rentang sebesar 39,05% hingga 83,00%. Hal
tersebut menggambarkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan laba usaha dari operasional
bisnis perusahaannya.
Menggunakan net profit margin pada PJUC, tercatat pada periode 2020 hingga September 2025
margin laba bersih sebesar 11,16% sampai 52,77%. Pada September 2025 margin laba bersih
PJUC tercatat sebesar 48,16%.
Saat ini, atas cash call yang ditagihkan kepada PJUC, maka PJUC akan melakukan drawdown
dana dari fasilitas cash call REC sebesar cash call yang ditagihkan. Untuk meminimalkan dan
menghindari adanya bunga, PJUC akan mengembalikan pinjaman kepada REC tersebut di hari
yang sama. Dengan begitu, tidak terdapat beban bunga PJUC ke REC dan tidak ada catatan
utang ke REC di setiap akhir periode pelaporan keuangan.
Selain itu berdasarkan perjanjian fasilitas kredit, selama periode pengembalian modal maka
PJUC akan mengalokasikan 90% atas pendapatan kotor (setelah dikurangi perkiraan biaya
operasional PJUC) untuk pembayaran kembali pinjaman dan sisa 10% atas pendapatan kotor
akan didistribusikan kepada pemegang saham. Setelah periode pengembalian modal, maka
100% dari pendapatan kotor dikurangi biaya-biaya operasional akan didistribusikan kepada
pemegang saham sebagai dividen.
3.2.6 Analisis Cash Management Dan Financial Covenant
Analisis Cash Management dilihat dari perencanaan, pendendalian, dan optimalisasi kas
Perusahaan diukur dari laporan arus kas perusahaan secara historis. Sejak periode 2023 sampai
September 2025, REC mencatatkan arus kas dari aktivitas operasi yang positif dibanding periode
2020 dan 2021 yang dicatat negatif. Sampai periode year to date 30 September 2025, arus kas
dari aktivitas operasi Perusahaan tercatat sebesar USD16.109.991 dengan total arus kas aktivitas
investasi sebesar USD4.863.967 dan arus kas aktivitas pendanaan sebesar USD1.368.759.
Tabel 46. Analisis Cash Management
(dalam USD Penuh)
Analisis Cash Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Sep 2025
Management Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Total Arus Kas dari
(2.038.223) (148.496) (23.282) 11.128.159 11.237.337 16.109.991
Aktivitas Operasi
Total Arus Kas dari
18.591.982 3.369.121 6.051.614 (16.230.661) 6.345.839 4.863.967
Aktivitas Investasi
Total Arus Kas dari
Aktivitas (13.737.352) (9.698.703) (6.627.596) 16.712.170 (20.079.560) 1.368.759
Pendanaan
Kenaikan
(Penurunan) Neto 2.816.407 (6.478.078) (599.264) 11.609.668 (2.496.384) 22.342.717
Kas dan Bank
Selisih Kurs 2.089 1.170 9.349 (3.730) 8.598 11.954
Saldo Kas dan
5.525.224 8.343.720 1.866.812 1.276.897 12.882.835 10.395.049
Bank Awal Tahun
Saldo Kas dan
8.343.720 1.866.812 1.276.897 12.882.835 10.395.049 32.749.720
Bank Akhir Tahun
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Untuk mengukur kecukupan kas perusahaan, digunakan proksi rasio kecukupan kas atau Cash
Ratio. Rasio kas mengukur kemampuan perusahaan melunasi semua kewajiban jangka pendek
menggunakan aset paling likuid perusahaan yaitu kas dan setara kas.
Halaman 70 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 72
Tabel 47. Analisis Kecukupan Kas (Financial Covenant)
Analisis Rasio Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Sep 2025
Kecukupan Kas Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Kas dan Setara Kas 8.343.720 1.866.812 1.276.897 12.882.835 10.395.049 32.749.720
Liabilitas Jangka
5.018.352 325.803 295.263 8.199.709 9.998.108 9.679.657
Pendek
Cash Ratio 1,66 5,73 4,32 1,57 1,04 3,38
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Rasio kas perusahaan pada periode 2020 sampai dengan 30 September 2025 berada diatas
1,00x yang menandakan perusahaan dapat memenuhi kewajiban jangka pendek dengan
menggunakan aset paling likuid milik perusahaan yaitu kas dan setara kas. Rasio kas paling tinggi
terjadi pada periode 2021 sebesar 5,73x yang menandakan kemampuan perusahaan untuk
menyelesaikan semua kewajiban jangka pendek menggunakan kas dan setara kas hingga 5 kali
dari outstanding kewajiban jangka pendek.
3.2.7 Analisis Yield Dibanding Instrumen Sejenis (Obligasi/Kredit Bank)
Berdasarkan Akta Perjanjian bahwa tingkat bunga yang disepakati terkait pemberian fasilitas
pinjaman cash call adalah sebesar tingkat suku bunga acuan berupa Secured Overnight Financing
Rate (SOFR) pada pukul 12:00 Siang WIB di hari tanggal penarikan Fasilitas, atau jika tidak
tersedia pada hari sebelumnya ditambah margin sebesar 5%. Untuk menganalisis tingkat yield
dibanding instrumen sejenis, dilakukan perhitungan tingkat bunga atas fasilitas cash call dari REC
kepada PJUC terhadap suku bunga pasar berupa tingkat bunga Kredit Investasi dalam dolar.
Tabel 48. Yield Dibanding Instrumen Sejenis
Keterangan Nilai
SOFR 12 Month, closing per 30 September 2025 3,66%
Margin 5%
Total Interest Rate Cash Call 8,66%
Sumber: https://www.global-rates.com/en/interest-rates/cme-term-sofr/4/term-sofr-interest-12-months/
Kemudian dilakukan perbandingan antara tingkat suku bunga transaksi cash call dengan suku
bunga kredit modal kerja perbankan dalam dolar. Suku bunga kredit modal kerja perbankan
dalam dolar diperoleh dari Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia keluaran Bank Indonesia per
Agustus 2025 sebagai berikut:
Tabel 49. Perbandingan tingkat suku bunga
Keterangan Tingkat Suku Bunga Kredit Modal Kerja
State Banks 5,92%
Private National Banks 5,52%
Commercial Banks 5,65%
Suku bunga transaksi cash call sebesar 8,66% memiliki tingkat bunga yang lebih tinggi dibanding
suku bunga pasar dari data suku bunga kredit modal kerja pada statistik ekonomi keuangan
indonesia keluaran Bank Indonesia.
Halaman 71 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 73
3.2.8 Incremental Analysis (Nilai Tambah)
Analisis inkremental dilakukan untuk melihat dampak nilai tambah dari dilakukannya transaksi.
Dalam transaksi penyediaan fasilitas cash call antara REC dan PJUC, analisis inkremental dilihat
dari proyeksi keuangan REC sebelum dan setelah transaksi dilakukan. Analisis inkremental atas
transaksi yang tersaji sebagai berikut:
Tabel 50. Analisis Inkremental (Laporan Posisi Keuangan)
(dalam USD penuh)
Analisis Inkremental 2025 2026 2027 2028 2029
Total Aset Lancar
Sebelum Transaksi 30.779.923 82.331.080 85.764.502 88.536.898 90.604.727
Setelah Transaksi 30.779.923 82.535.456 85.968.877 88.741.274 90.809.102
Inkremental 0 204.376 204.375 204.376 204.375
Total Aset Tidak
Lancar
Sebelum Transaksi 33.052.112 39.515.113 41.279.194 42.347.944 43.373.004
Setelah Transaksi 33.052.112 39.515.113 41.279.194 42.347.944 43.373.004
Inkremental 0 0 0 0 0
Total Aset
Sebelum Transaksi 63.832.035 121.846.193 127.043.695 130.884.842 133.977.731
Setelah Transaksi 63.832.035 122.050.569 127.248.071 131.089.218 134.182.107
Inkremental 0 204.376 204.376 204.376 204.376
Total Liabilitas
Sebelum Transaksi 15.622.537 67.688.100 63.845.202 60.000.250 56.137.372
Setelah Transaksi 15.622.537 67.688.100 63.845.202 60.000.250 56.137.372
Inkremental 0 0 0 0 0
Total Ekuitas
Sebelum Transaksi 48.209.498 54.158.093 63.198.494 70.884.592 77.840.359
Setelah Transaksi 48.209.498 54.362.469 63.402.869 71.088.968 78.044.735
Inkremental 0 204.376 204.375 204.376 204.376
Total Liabilitas dan
Ekuitas
Sebelum Transaksi 63.832.035 121.846.193 127.043.695 130.884.842 133.977.731
Setelah Transaksi 63.832.035 122.050.569 127.248.071 131.089.218 134.182.106
Inkremental 0 204.376 204.376 204.376 204.375
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Analisis inkremental terkait transaksi dilihat dari proyeksi keuangan REC sebelum dan setelah
transaksi dapat dilihat dari nilai tambah yang terdapat pada masing-masing pos keuangan yang
dianalisis. Pada pos Total Aset Lancar, terdapat peningkatan pada periode proyeksi 2026 antara
sebelum dan sesudah transaksi. Proyeksi nilai tambah sebesar USD204.376 berasal dari
perolehan kas akibat pendapatan bunga dari pemberian fasilitas cash call kepada PJUC. Akibat
perolehan kas dari pendapatan bunga tersebut, terdapat selisih nilai tambah Total Aset REC pada
proyeksi 2026 setelah transaksi sebesar USD204.376. Pada sisi Ekuitas, terdapat selisih nilai
Halaman 72 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 74
tambah sebesar USD204.376 yang timbul pada proyeksi 2026 setelah transaksi. Hal tersebut
diakibatkan dari proyeksi perolehan pendapatan bunga sebesar USD204.376 atas pemberian
fasilitas cash call kepada PJUC.
Tabel 51. Analisis Inkremental (Laporan Laba Rugi)
(dalam USD penuh)
Analisis Inkremental 2025 2026 2027 2028 2029
Pendapatan
Sebelum Transaksi 51.525.690 49.131.286 49.993.349 47.720.305 46.489.898
Setelah Transaksi 51.525.690 49.131.286 49.993.349 47.720.305 46.489.898
Inkremental 0 0 0 0 0
Laba Kotor
Sebelum Transaksi 22.073.052 20.481.891 22.886.539 23.016.150 22.431.114
Setelah Transaksi 22.073.052 20.481.891 22.886.539 23.016.150 22.431.114
Inkremental 0 0 0 0 0
Pendapatan Bunga
Sebelum Transaksi - - - - -
Setelah Transaksi - 204.376 - - -
Inkremental 0 204.376 0 0 0
Laba Sebelum Pajak
Sebelum Transaksi 24.222.700 22.023.723 24.073.767 23.518.567 22.348.633
Setelah Transaksi 24.222.700 22.228.098 24.073.767 23.518.567 22.348.633
Inkremental 0 204.375 0 0 0
Laba Bersih
Sebelum Transaksi 14.156.692 13.122.688 15.706.794 15.653.612 14.955.576
Setelah Transaksi 14.156.692 13.327.063 15.706.794 15.653.612 14.955.576
Inkremental 0 204.375 0 0 0
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Analisis inkremental pada pos Laba Rugi dilihat melalui proyeksi pada pos Pendapatan dan Laba
Kotor tidak memperlihatkan adanya nilai tambah. Hal tersebut dikarenakan transaksi pemberian
fasilitas cash call tidak berdampak langsung pada penerimaan operasi perusahaan sehingga
pada proyeksi Pendapatan dan laba Kotor nilai tambah tidak terjadi. Pada pos Pendapatan
Bunga, terdapat nilai tambah atas transaksi sebesar USD204.376 pada periode proyeksi 2026
yang merupakan imbal hasil bunga atas pemberian fasilitas cash call. Perolehan pendapatan
bunga hanya terjadi di periode proyeksi 2026 karena pada tahun berikutnya, piutang kepada
PJUC terkait cash call sudah diselesaikan, sehingga tidak terdapat beban bunga pada periode
proyeksi setelah 2026. Nilai tambah akibat perolehan bunga dari pemberian fasilitas cash call
juga berpengaruh terhadap Laba Sebelum Pajak dan Laba Bersih perusahaan, sehingga nilai
tambah tersebut tergambar pada proyeksi perolehan Laba Sebelum Pajak dan Laba Bersih setelah
transaksi REC dengan nilai tambah keduanya sebesar USD 204.375.
Halaman 73 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 75
3.3 Analisis Kelayakan Penggunaan Dana
3.3.1 Analisis Kelayakan Investasi
Fasilitas pembiayaan dari REC kepada PJUC diberikan dalam rangka pemenuhan kebutuhan
pendanaan cash call sesuai dengan Program Kerja dan Anggaran (Work Program and Budget)
yang telah disetujui oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi (SKK Migas).
Berdasarkan perjanjian fasilitas kredit, selama periode pengembalian modal maka PJUC akan
mengalokasikan 90% atas pendapatan kotor (setelah dikurangi perkiraan biaya operasional
PJUC) untuk pembayaran kembali pinjaman dan sisa 10% atas pendapatan kotor akan
didistribusikan kepada pemegang saham. Setelah periode pengembalian modal, maka 100% dari
pendapatan kotor dikurangi biaya-biaya operasional akan didistribusikan kepada pemegang
saham sebagai dividen.
Dilihat dari profitabilitas PJUC, diperoleh bahwa perusahaan memiliki tingkat margin laba kotor
sejak 2020 hingga september 2025 dengan rentang 40,34% sampai 85,20%. Per September
2025, margin laba kotor perusahaan tercatat sebesar 77,42%. Operating profit margin PJUC
sejak 2020 sampai September 2025 tercatat dengan rentang sebesar 39,05% hingga 83,00%.
Net profit margin pada PJUC periode 2020 hingga September 2025 diperoleh sebesar 11,16%
sampai 52,77%. Pada September 2025 margin laba bersih PJUC tercatat sebesar 48,16%.
3.3.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
Per 30 September 2025, tidak ada outstanding pinjaman pokok maupun bunga dari fasilitas cash
call yang diberikan REC kepada PJUC. Hal tersebut karena atas cash call yang ditagihkan kepada
PJUC, maka PJUC akan melakukan drawdown dana dari fasilitas cash call REC sebesar cash call
yang ditagihkan. Untuk meminimalkan dan menghindari adanya bunga, PJUC akan
mengembalikan pinjaman kepada REC tersebut di hari yang sama. Dengan begitu, tidak terdapat
beban bunga PJUC ke REC dan tidak ada catatan utang ke REC di setiap akhir periode pelaporan
keuangan.
Selain itu berdasarkan perjanjian fasilitas kredit, selama periode pengembalian modal maka
PJUC akan mengalokasikan 90% atas pendapatan kotor (setelah dikurangi perkiraan biaya
operasional PJUC) untuk pembayaran kembali pinjaman dan sisa 10% atas pendapatan kotor
akan didistribusikan kepada pemegang saham. Setelah periode pengembalian modal, maka
100% dari pendapatan kotor dikurangi biaya-biaya operasional akan didistribusikan kepada
pemegang saham sebagai dividen.
3.3.3 Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap dokumen dan informasi yang diberikan oleh Manajemen
Perseroan, tidak terdapat faktor lain yang relevan yang dapat memengaruhi pelaksanaan maupun
kewajaran atas transaksi afiliasi antara PT Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama
Cendana berupa transaksi penyediaan fasilitas pembiayaan cash call oleh PT Raharja Energi Cepu
Tbk kepada PT Petrogas Jatim Utama Cendana selain faktor-faktor yang telah dianalisis
sebelumnya. Dengan demikian, tidak ada kondisi atau keadaan tambahan yang secara material
berpotensi memengaruhi hasil analisis kewajaran atas transaksi dimaksud.
Halaman 74 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 76
BAB IV
KESIMPULAN
4.1 Analisis Pengaruh atas Transaksi
Berdasarkan analisis proforma keuangan sebelum dan setelah transaksi, dapat disimpulkan
bahwa pemberian fasilitas pembiayaan cash call sebesar USD 5.109.390 tidak memberikan
dampak signifikan terhadap fundamental keuangan PT Raharja Energi Cepu Tbk. Penurunan
hanya terjadi pada cash ratio akibat penggunaan kas internal, namun rasio tersebut tetap berada
pada level yang sangat sehat dan menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi
kewajiban jangka pendeknya.
Rasio likuiditas dan rasio solvabilitas lainnya tidak mengalami perubahan, karena transaksi
dilakukan menggunakan kas internal dan tidak menambah liabilitas eksternal maupun mengubah
struktur ekuitas perusahaan. Dengan demikian, secara keseluruhan transaksi ini tidak
menimbulkan tekanan finansial yang material dan tidak mengganggu stabilitas keuangan
perusahaan.
4.2 Identifikasi Dan Hubungan Antara Pihak Dalam Hal Transaksi
Berdasarkan hasil identifikasi, pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi adalah PT Raharja Energi
Cepu Tbk (“REC”) sebagai Pemberi Pinjaman dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana (“PJUC”)
sebagai Penerima Pinjaman.
Berdasarkan hasil analisis struktur kepengurusan dan kepemilikan per 30 September 2025, antara
REC dan PJUC terdapat hubungan afiliasi, baik dari sisi pengurus (karena terdapat kesamaan
beberapa anggota direksi dan komisaris) maupun dari sisi kepemilikan saham, di mana REC
memiliki 49% saham pada PJUC.
Dengan demikian, penyediaan fasilitas pembiayaan cash call oleh REC kepada PJUC tergolong
sebagai transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
4.3 Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Disepakati Oleh Pihak Dalam Transaksi
Perjanjian Fasilitas Pembiayaan Cash Call Tahun 2026 antara PT Raharja Energi Cepu Tbk (“REC”)
dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana (“PJUC”) telah disusun secara lengkap, mencakup
ketentuan mengenai nilai fasilitas sebesar USD 5.109.390, persyaratan pendahuluan, periode
ketersediaan, tata cara penarikan dan pelunasan fasilitas, serta pengaturan mengenai pengalihan
hak, penyelesaian sengketa, dan hukum yang berlaku.
Secara keseluruhan, isi perjanjian telah memuat hak dan kewajiban para pihak secara jelas serta
memenuhi prinsip kehati-hatian dan kepastian hukum sesuai ketentuan peRECran perundang-
undangan yang berlaku.
4.4 Analisis Likuiditas Transaksi
Berdasarkan analisis likuiditas sebelum dan setelah transaksi, dapat disimpulkan bahwa transaksi
pemberian fasilitas cash call tidak memberikan dampak negatif terhadap tingkat likuiditas PT
Raharja Energi Cepu Tbk. Penurunan pada pos Kas dan Bank sebesar USD 5.109.390
Halaman 75 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 77
sepenuhnya terkompensasi oleh peningkatan pada pos Piutang Lain-lain dengan jumlah yang
sama, sehingga total aset lancar perusahaan tidak berubah.
Rasio likuiditas, khususnya Current Ratio, tetap berada pada tingkat yang sama sebelum dan
sesudah transaksi, mencerminkan bahwa transaksi ini tidak mempengaruhi kemampuan
perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Sementara itu, Cash Ratio
mengalami penurunan sebagai konsekuensi penggunaan kas internal, namun tetap berada jauh
di atas angka 1, yang menunjukkan kondisi likuiditas perusahaan masih sangat kuat.
Dengan demikian, transaksi tidak menurunkan kemampuan likuiditas perusahaan secara material
dan tetap berada dalam batas yang sehat dan dapat diterima.
4.5 Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Transaksi
Transaksi antara PT Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana memberikan
manfaat berupa dukungan terhadap efektivitas operasional dan pengembangan partisipasi PJUC
dalam proyek Blok Cepu, potensi peningkatan pendapatan bunga, serta diversifikasi portofolio ke
instrumen pembiayaan. Namun demikian, transaksi ini juga memiliki risiko berupa opportunity
cost atas dana yang disalurkan serta potensi risiko gagal bayar atas fasilitas pembiayaan yang
diberikan.
4.6 Analisis Kualitatif atas Transaksi
Secara keseluruhan, transaksi pemberian fasilitas pembiayaan kepada PJUC dinilai selaras
dengan kebutuhan bisnis REC untuk menjaga keberlanjutan partisipasi PJUC dalam
pengembangan Blok Cepu. Transaksi ini memberikan manfaat strategis berupa potensi
pendapatan bunga yang lebih tinggi dan penguatan nilai ekonomi di tingkat grup, dengan risiko
utama berupa opportunity cost dan penurunan likuiditas sementara.
Struktur leverage REC tidak berubah karena transaksi didanai dari kas internal. Analisis historis
menunjukkan bahwa PJUC memiliki kondisi likuiditas, profitabilitas, dan arus kas yang kuat serta
rekam jejak pelunasan fasilitas pembiayaan cash call yang baik, sehingga risiko gagal bayar
dinilai rendah. Dengan demikian, transaksi ini membawa manfaat yang relevan dengan risiko
yang dapat dikelola dan tidak mengganggu stabilitas keuangan perusahaan.
4.7 Analisis Kuantitatif atas Transaksi
Berdasarkan analisis kinerja historis, proyeksi keuangan, dan evaluasi kondisi likuiditas REC dan
PJUC, secara kuantitatif transaksi fasilitas cash call dinilai layak dan tidak menimbulkan tekanan
finansial yang material bagi REC mengingat:
1. Kinerja keuangan REC menunjukkan peningkatan signifikan, terutama pada kas, aset lancar,
serta profitabilitas dalam beberapa tahun terakhir, sehingga kemampuan pendanaan internal
untuk memenuhi kebutuhan transaksi dinilai memadai.
2. Likuiditas REC tetap terjaga, di mana posisi kas yang kuat dan arus kas operasi yang positif
memberikan ruang yang cukup untuk menyalurkan fasilitas pembiayaan tanpa menurunkan
kemampuan operasional perusahaan.
3. Kinerja PJUC secara historis mencatat profitabilitas stabil, arus kas operasi positif, serta tingkat
ekuitas yang memadai sehingga secara kuantitatif mendukung kemampuan PJUC untuk
memenuhi kewajiban pembayaran kembali fasilitas pembiayaan yang diterimanya.
Halaman 76 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 78
4. Analisis proyeksi keuangan menunjukkan tidak adanya dampak negatif yang signifikan
terhadap posisi aset, liabilitas, maupun ekuitas REC setelah transaksi, karena perubahan
terutama hanya berupa pengalihan kas menjadi piutang hubungan pihak berelasi.
5. Secara keseluruhan, analisis kuantitatif menunjukkan bahwa transaksi berada dalam batas
risiko yang wajar, didukung oleh fundamental keuangan yang kuat dari REC dan kemampuan
PJUC untuk melunasi kewajibannya sesuai mekanisme dalam perjanjian.
4.8 Analisis Kelayakan Penggunaan Dana atas Transaksi
4.8.1 Analisis Kelayakan Investasi
Fasilitas pembiayaan dari REC kepada PJUC diberikan dalam rangka pemenuhan kebutuhan
pendanaan cash call sesuai dengan Program Kerja dan Anggaran (Work Program and Budget)
yang telah disetujui oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
Bumi (SKK Migas). Berdasarkan perjanjian fasilitas kredit, selama periode pengembalian modal
maka PJUC akan mengalokasikan 90% atas pendapatan kotor (setelah dikurangi perkiraan biaya
operasional PJUC) untuk pembayaran kembali pinjaman dan sisa 10% atas pendapatan kotor
akan didistribusikan kepada pemegang saham. Dilihat dari profitabilitas PJUC, diperoleh bahwa
perusahaan memiliki tingkat margin laba kotor Per September 2025 sebesar 77,42% dan Net
profit margin pada September 2025 sebesar 48,16%.
4.8.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
PJUC dinilai layak dalam memenuhi kewajiban pelunasan utang karena seluruh fasilitas cash call
selalu dilunasi pada hari yang sama untuk menghindari bunga serta didukung mekanisme
perjanjian yang mewajibkan alokasi 90% pendapatan kotor untuk pembayaran pinjaman,
sehingga risiko gagal bayar sangat rendah.
4.8.3 Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap dokumen dan informasi yang diberikan oleh Manajemen
Perseroan, tidak terdapat faktor lain yang relevan yang dapat memengaruhi pelaksanaan maupun
kewajaran atas transaksi afiliasi antara PT Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama
Cendana berupa transaksi penyediaan fasilitas pembiayaan cash call oleh PT Raharja Energi Cepu
Tbk kepada PT Petrogas Jatim Utama Cendana selain faktor-faktor yang telah dianalisis
sebelumnya. Dengan demikian, tidak ada kondisi atau keadaan tambahan yang secara material
berpotensi memengaruhi hasil analisis kewajaran atas transaksi dimaksud.
4.9 Opini Kewajaran atas Transaksi
Berdasarkan analisis yang telah kami lakukan terhadap informasi, data, serta asumsi-asumsi yang
disampaikan oleh manajemen Perseroan, dan dengan mempertimbangkan kondisi serta faktor-
faktor yang relevan, kami berpendapat bahwa transaksi fasilitas pembiayaan cash call antara PT
Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana adalah wajar.
Halaman 77 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 79
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
1. Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
proses analisis pendapat kewajaran.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya ke akuratannya.
4. Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang mencerminkan kewajran proyeksi yang dibuat oleh
manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
5. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik.
6. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan pendapat kewajaran telah
disusun sesuai dengan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018
Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
35/POJK.04/2020 (POJK 35/2020), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
Nomor 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK 17/2020) tentang Pedoman Penilaian serta Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat kewajaran dan Kesimpulan Opini Akhir.
8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek Pendapat Kewajaran dari Pemberi
Tugas.
9. Semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam maupun di luar
pengadilan) yang berkaitan dengan objek penilaian tidak menjadi tanggung jawab kami.
10. Kami ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara khusus
hanya terbatas pada aspek nilai atas objek penilaian, diluar dari aspek perpajakan dan hukum
karena hal tersebut berada diluar lingkup penugasan kami.
11. Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah maupun swasta yang berkaitan
dengan kondisi objek penilaian, dalam hal ini kondisi pasar dan sebagainya bukan menjadi
tanggung jawab kami.
12. Laporan pendapat kewajaran ini disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di
dalam laporan dan tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak
bertanggung jawab jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
13. Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran
dalam mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar
penentu suatu keputusan yang berakibat hukum, karena laporan pendapat kewajaran ini semata-
mata dibuat berdasarkan kajian disiplin ilmu dan kemampuan yang kami miliki.
14. Laporan pendapat kewajaran ini tidak berlaku dan tidak sah apabila tidak terdapat tanda tangan
penilai berijin beserta stempel perusahaan (corporate seal) yang resmi dari KJPP Ferdinand,
Danar, Ichsan & Rekan.
15. Laporan pendapat kewajaran ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai
dengan maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan pendapat kewajaran.
Halaman 78 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 80
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang bertanda
tangan di bawah ini menerangkan bahwa :
1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan pendapat kewajaran adalah benar sesuai
dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang, maupun
memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap objek Penilaian.
4. Imbalan Jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan.
5. Penilaian dilakukan dengan memenuhi ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI), Kode Etik
Penilai Indonesia (KEPI), serta POJK Nomor 35 Tahun 2020 tentang Pedoman Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi objek pendapat
kewajaran.
8. Penilai telah melakukan kunjungan kepada pihak Manajemen Perseroan.
9. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
dalam laporan pendapat kewajaran ini.
10. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan pendapat
kewajaran.
11. Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran yang telah kami susun berdasarkan
data yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat serta
lengkap. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data, dokumen dan
informasi dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal sehingga menjadi tidak
lengkap atau menyesatkan.
12. Penugasan Penilaian telah dilakukan terhadap objek penilaian pada tanggal penilaian (cut off
date)
13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
pendapat kewajaran.
14. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai
kesimpulan nilai.
15. Penilai melakukan sesuai dengan Lingkup Penugasan dan data yang dianalisis telah
diungkapkan.
16. Kesimpulan Nilai telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan ini kami peroleh dari sumber yang
telah terpublikasi dan diyakini kebenarannya.
Halaman 79 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 81
Page 82
LAMPIRAN-LAMPIRAN • Surat Tugas Inspeksi • Berita Acara Inspeksi • MoM • Daftar Hadir • Surat Tidak Adanya Benturan Kepentingan • Surat Pernyataan Kebenaran Data Halaman 81 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 83
Halaman 82 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 84
Halaman 83 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 85
Halaman 84 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 86
Halaman 85 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 87
Halaman 86 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 88
Halaman 87 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 89
Halaman 88 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 90
Halaman 89 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 91
Halaman 90 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 92
Halaman 91 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 93
Names mentioned 66 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Ferdinand
p.2 ×3
unresolved
org
Ichsan dan Rekan
p.2 ×2
unresolved
org
KJPP FDI
p.2 ×25
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×5
unresolved
org
Palilingan & Rekan
p.11 ×5
unresolved
person
CPA
p.11 ×5
unresolved
person
Indah Setyaningsih
p.12 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.12 ×4
unresolved
person
Rini Yulianti
p.12 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum Republik Indonesia
p.12 ×4
unresolved
person
Dzulqarnain
p.12 ×3
unresolved
person
Iskandar Dzulqarnain
p.13
unresolved
org
Sugeng & Rekan
p.13
unresolved
person
Sawarjuwono
p.13
unresolved
person
Rosida
p.13 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.13 ×2
unresolved
person
Evie Mardiana Hidayah
p.13 ×2
unresolved
org
PT Petrogas Jatim Utama Cendana. KJPP FDI
p.14
unresolved
org
PT Petrogas Jatim Utama Cendana. Meski
p.20
unresolved
org
PT Syabas Usaha Migas
p.21 ×3
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.21
unresolved
org
PT Rukun Prima
p.22
unresolved
org
Pemerintah Provinsi Jawa Timur
p.23
unresolved
org
PT Petrogas Jatim Utama
p.23
unresolved
org
Koperasi Dipertam Jatim
p.23
unresolved
person
Teknik
· Direktur Operasional
p.24
unresolved
—
Fathur Rozi Zubair
p.24
unresolved
person
IR. Hadi Ismoyo
p.24
unresolved
org
Arbitrase Nasional Indonesia
p.28
unresolved
org
PT Petrogras Jatim Utama Cendana
p.29
unresolved
org
PT Petrogas Jatim Utama Cendana. Halaman
p.29
unresolved
org
PT DSME ENR CEPU
p.30 ×2
unresolved
org
PT Raharja Energi Cepu. Sehubungan
p.30
unresolved
org
Pusat Statistik
p.31 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.32 ×6
unresolved
org
Kementerian ESDM
p.34 ×2
unresolved
org
PT Petrogas Jatim Utama Cendana. Kerugian
p.40
unresolved
org
Bank Administration
p.62 ×2
unresolved
org
Ichsan & Rekan
p.79
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.455
16141 ms
12 Sep 2026 22:33
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': '.............................................................................................. '
'15'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '.............................................................................................. '
'15',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '20'}