Skip to content
Back to announcement

20251203_RATU_Laporan Informasi dan Fakta Material_31999657_lamp1.pdf

Asset transaction Needs review RATU

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 93

Page 1

          
Page 2
                  Kantor Jasa Penilai Publik
                                                                                                          The Manhattan Square
                  FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN Cilandak,
                                                     Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
                                                                Jakarta Selatan, 12560
                  Property, Business Valuation & Advisory                                       E-Mail: infoadmin@fdipartners.co
                  Licence No. 2.22.0176                                                            Website: www.fdipartners.co.id
                  KMK 460/KM.1/2022                                                                      Phone (62 21) 27875910
                  Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia



                                                                                        Jakarta, 24 November 2025

Kepada Yth.:
PT Raharja Energi Cepu Tbk
Office Park Thamrin Residences A01-05
Jl. Thamrin Boulevard, Kebon Melati,
Tanah Abang Jakarta Pusat, DKI Jakarta

No. Laporan     : 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Hal             : Laporan Pendapat Kewajaran.

Dengan hormat,


LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
PT RAHARJA ENERGI CEPU TBK

Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran 004/FDI/PB-FO/XI/2025 tanggal 03 November 2025.
Kami KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau “Kami”)
mendapat penugasan dari PT Raharja Energi Cepu Tbk (selanjutnya disebut “REC” atau “Perseroan”)
untuk memberikan pendapat kewajaran atas transaksi afiliasi antara PT Raharja Energi Cepu Tbk dan
PT Petrogas Jatim Utama Cendana berupa transaksi penyediaan fasilitas pembiayaan cash call, yang
diperlukan guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Maksud Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan opini kewajaran atas transaksi afiliasi antara
PT Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana berupa transaksi penyediaan
fasilitas pembiayaan cash call, yang diperlukan guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (OJK).

Tujuan Pendapat Kewajaran adalah dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Nomor.42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak digunakan
untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan dalam tujuan
lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan menggunakan bantuan dari luar
maupun profesi lainnya.

Berdasarkan hasil analisis, transaksi tersebut terdapat transaksi afiliasi namun bukan transaksi material
karena nilai transaksi dibawah 20% dari ekuitas Perseroan per 30 September 2025 hal tersebut tercermin
dari nilai materialitas transaksi sebesar 11,13% serta transaksi tersebut tidak terdapat benturan
kepentingan sesuai dengan surat No. REC/DIR/21.199/XI/2025 tanggal 21 November 2025, tentang
informasi tidak adanya benturan kepentingan atas transaksi.

Pendapat kewajaran atas transaksi dilakukan per tanggal 30 September 2025, berdasarkan Kode Etik
Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018)
dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 (POJK 35/2020) Serta Surat Edaran
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK 17/2020) tentang
Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.




                                 Kantor
                                 Kantor Pusat
                                        Pusat (Properti
                                              (Properti dan
                                                        dan Bisnis);
                                                            Bisnis); Kantor
                                                                     Kantor Cabang
                                                                            Cabang Semarang
                                                                                   Semarang (Properti)
                                                                                            (Properti); Kantor Cabang Jakarta (Bisnis)
Page 3
Metodologi Pendapat Kewajaran yang digunakan antara lain sebagai berikut: (1) Analisis transaksi, (2)
Analisis Kualitatif, (3) Analisis Kuantitatif, (4) Analisis Kelayakan Penggunaan Dana atas transaksi, (5)
Kesimpulan hasil pendapat kewajaran.

Analisis transaksi

Transaksi adalah pemberian fasilitas pembiayaan cash call tahun 2026 sebesar USD5.109.390 (Lima
Juta Seratus Sembilan Ribu Tiga Ratus Sembilan Puluh Dolar Amerika Serikat) yang tersedia sejak 1
Januari 2026 sampai 31 Desember 2026 dari REC kepada PJUC dengan bunga SOFR + 5% Margin.

Berdasarkan hasil analisis antara REC dan PJUC, terdapat hubungan afiliasi baik dari sisi pengurus
maupun dari sisi kepemilikan saham. Dengan demikian, transaksi penyediaan fasilitas pembiayaan cash
call oleh REC kepada PJUC tergolong sebagai transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK
No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

Analisis Kualitatif

Secara keseluruhan, transaksi pemberian fasilitas pembiayaan kepada PJUC dinilai selaras dengan
kebutuhan bisnis REC untuk menjaga keberlanjutan partisipasi PJUC dalam pengembangan Blok Cepu.
Transaksi ini memberikan manfaat strategis berupa potensi pendapatan bunga yang lebih tinggi dan
penguatan nilai ekonomi di tingkat grup.

Struktur leverage REC tidak berubah karena transaksi didanai dari kas internal. Analisis historis
menunjukkan bahwa PJUC memiliki kondisi likuiditas, profitabilitas, dan arus kas yang kuat serta rekam
jejak pelunasan fasilitas pembiayaan cash call yang baik. Dengan demikian, transaksi ini membawa
manfaat yang relevan dengan risiko yang dapat dikelola dan tidak mengganggu stabilitas keuangan
perusahaan.

Analisis Kuantitatif

Berdasarkan evaluasi atas kinerja historis, proforma keuangan, serta kondisi likuiditas dan arus kas,
secara kuantitatif transaksi fasilitas cash call tidak memberikan dampak material terhadap posisi
keuangan PT Raharja Energi Cepu Tbk. Pengalihan kas menjadi piutang pihak berelasi tidak
memengaruhi struktur solvabilitas maupun rasio fundamental utama perusahaan. Selain itu, kinerja
keuangan dan arus kas positif PJUC menunjukkan kemampuan pelunasan yang kuat. Dengan demikian,
secara kuantitatif transaksi dinilai layak dan berada dalam tingkat risiko yang dapat diterima.

Analisis Kelayakan Penggunaan Dana atas Transaksi

Fasilitas pembiayaan dari REC kepada PJUC diberikan dalam rangka pemenuhan kebutuhan
pendanaan cash call sesuai dengan Program Kerja dan Anggaran (Work Program and Budget) yang
telah disetujui oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK
Migas). Berdasarkan perjanjian fasilitas kredit, selama periode pengembalian modal maka PJUC akan
mengalokasikan 90% atas pendapatan kotor. Dilihat dari profitabilitas PJUC, diperoleh bahwa
perusahaan memiliki tingkat margin laba kotor Per September 2025 sebesar 77,42% dan Net profit
margin pada September 2025 sebesar 48,16%.

Kesimpulan Analisis atas Transaksi

Dalam melakukan analisis, sebagai dasar dan pertimbangan bagi kami dalam memberikan pendapat
kewajaran atas transaksi tersebut, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data

Halaman 2                                                  00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 4

          
Page 5
                                                              DAFTAR ISI


SURAT PENGANTAR ................................................................................................................ 1
DAFTAR ISI ............................................................................................................................. 4
DAFTAR TABEL ........................................................................................................................ 6
DAFTAR GRAFIK...................................................................................................................... 7
BAB I    ............................................................................................................................... 8
PENDAHULUAN ..................................................................................................................... 8
  1.1 Uraian Mengenai Penugasan ......................................................................................... 8
  1.2 Identitas Pemberi Tugas ................................................................................................. 8
  1.3 Identitas Pengguna Laporan .......................................................................................... 8
  1.4 Objek Pendapat Kewajaran ........................................................................................... 8
  1.5 Jenis Mata Uang Yang Digunakan ................................................................................. 8
  1.6 Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran ....................................................................... 8
  1.7 Tanggal Pendapat Kewajaran dan Masa Berlaku Laporan Pendapat Kewajaran ................ 9
  1.8 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran .............................................................................. 9
  1.9 Sumber Data dan Informasi ......................................................................................... 10
  1.10 Hasil Pelaksanaan Inspeksi .......................................................................................... 12
  1.11 Asumsi dan Asumsi Khusus .......................................................................................... 12
  1.12 Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Berdasarkan Standar ........................ 13
  1.13 Metodologi Analisis Pendapat Kewajaran ...................................................................... 13
  1.14 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli ............................................................... 13
  1.15 Pernyataan Independensi Penilai .................................................................................. 13
  1.16 Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran (Subsequent Event) ..................... 13
BAB II   ............................................................................................................................. 15
ANALISIS ATAS TRANSAKSI .................................................................................................... 15
  2.1. Analisis Objek Transaksi .............................................................................................. 15
  2.1.1 Besaran Dana dari Objek Transaksi ............................................................................. 15
  2.1.2 Dampak Keuangan atas Transaksi ............................................................................... 15
  2.1.3 Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Transaksi ............................................................ 17
  2.2. Analisis Transaksi ........................................................................................................ 17
  2.2.1 Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perusahaan .................................................... 17
  2.2.2 Identifikasi & Hubungan Pihak Yang Bertransaksi .......................................................... 20
  2.2.3 Analisis Perjanjian & Syarat Transaksi ........................................................................... 25
  2.2.4 Analisis Likuiditas Transaksi ......................................................................................... 27
  2.2.5 Analisis Manfaat & Risiko Transaksi .............................................................................. 28
BAB III  ............................................................................................................................. 29
ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF ATAS TRANSAKSI ........................................................ 29
  3.1 Analisis Kualitatif Atas Transaksi ................................................................................... 29
  3.1.1 Riwayat Perusahaan & Riwayat Pinjam-Meminjam Dana ................................................ 29
  3.1.2 Analisis Industri & Bisnis .............................................................................................. 30
  3.1.3 Analisis Operasional & Prospek Perusahaan ................................................................. 37
  3.1.4 Alasan Dan Latar Belakang Transaksi ........................................................................... 39
  3.1.5 Analisis Keuntungan & Kerugian Kualitatif ..................................................................... 39
  3.1.6 Dampak Leverage Terhadap Keuangan (Dibanding Industri Sejenis) ............................... 39
  3.1.7 Dampak Likuiditas & Kemampuan Melunasi Pinjaman Saat Jatuh Tempo ........................ 41
  3.1.8 Dampak Jika Proyek Dibiayai Gagal ............................................................................ 43
  3.2 Analisis Kuantitatif Atas Transaksi ................................................................................. 43
  3.2.1 Kinerja Historis ........................................................................................................... 43
  3.2.2 Penilaian Atas Proyeksi Keuangan ................................................................................ 59
  3.2.3 Analisis Rasio Keuangan .............................................................................................. 62
  3.2.4 Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Sesudah Transaksi .......................................... 66
  3.2.5 Analisis Kemampuan Bayar Sampai Saat Jatuh Tempo .................................................. 69
  3.2.6 Analisis Cash Management Dan Financial Covenant ...................................................... 70
  3.2.7 Analisis Yield Dibanding Instrumen Sejenis (Obligasi/Kredit Bank) .................................. 71
  3.2.8 Incremental Analysis (Nilai Tambah) ............................................................................. 72
  3.3 Analisis Kelayakan Penggunaan Dana .......................................................................... 74


Halaman 4                                                                      00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 6
   3.3.1 Analisis Kelayakan Investasi ......................................................................................... 74
   3.3.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang ............................................................................ 74
   3.3.3 Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan ......................................................................... 74
BAB IV ............................................................................................................................. 75
KESIMPULAN ........................................................................................................................ 75
   4.1 Analisis Pengaruh atas Transaksi .................................................................................. 75
   4.2 Identifikasi Dan Hubungan Antara Pihak Dalam Hal Transaksi ....................................... 75
   4.3 Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Disepakati Oleh Pihak Dalam Transaksi .......... 75
   4.4 Analisis Likuiditas Transaksi ......................................................................................... 75
   4.5 Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Transaksi ................................................................... 76
   4.6 Analisis Kualitatif atas Transaksi ................................................................................... 76
   4.7 Analisis Kuantitatif atas Transaksi ................................................................................. 76
   4.8 Analisis Kelayakan Penggunaan Dana atas Transaksi .................................................... 77
   4.8.1 Analisis Kelayakan Investasi ......................................................................................... 77
   4.8.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang ............................................................................ 77
   4.8.3 Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan ......................................................................... 77
   4.9 Opini Kewajaran atas Transaksi ................................................................................... 77
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ........................................................................... 78
PERNYATAAN PENILAI ........................................................................................................... 79
LAMPIRAN-LAMPIRAN ............................................................................................................ 81




Halaman 5                                                                    00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 7
                                                           DAFTAR TABEL



Tabel 1. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ................................................................................ 9
Tabel 2. Keterangan Laporan Keuangan REC .............................................................................. 10
Tabel 3. Keterangan Laporan Keuangan PJUC ............................................................................ 11
Tabel 4. Dampak Keuangan atas Transaksi - Proforma Laporan Posisi Keuangan REC ................... 15
Tabel 5. Pengaruh Transaksi Terhadap Kinerja Keuangan – Proforma Keuangan REC .................... 17
Tabel 6. Analisis Rasio Proforma Keuangan REC .......................................................................... 18
Tabel 7. Struktur Pemegang Saham PT Raharja Energi Cepu Tbk .................................................. 21
Tabel 8. Struktur Pemegang Saham PT Petrogas Jatim Utama Cendana ........................................ 22
Tabel 9. Hubungan Para Pihak Yang Terlibat Dalam Transaksi ..................................................... 23
Tabel 10. Materialitas Nilai Transaksi ......................................................................................... 25
Tabel 11. Likuiditas Transaksi..................................................................................................... 27
Tabel 12. Riwayat Pinjam Meminjam Dana ................................................................................. 29
Tabel 13. Tingkat Suku Bunga Kredit Bank Persero (%) ................................................................. 33
Tabel 14. Jumlah dan Kapasitas Kilang Minyak Bumi dan Gas Indonesia ...................................... 34
Tabel 15. Produk dan Jasa PJUC ................................................................................................ 38
Tabel 16. Leverage PT Raharja Energi Cepu Tbk .......................................................................... 39
Tabel 17. Penentuan Perusahaan Industri Sejenis ......................................................................... 40
Tabel 18. Rasio Debt to Equity Perusahaan Pembanding .............................................................. 40
Tabel 19. Rasio Debt to Assets Perusahaan Pembanding .............................................................. 40
Tabel 20. Current Ratio dan Cash Ratio PJUC .............................................................................. 41
Tabel 21. Rasio Debt Service Coverage Ratio (DSCR) - PJUC ......................................................... 42
Tabel 22. Rasio Profitabilitas PJUC ............................................................................................. 42
Tabel 23. Laporan Arus Kas PJUC .............................................................................................. 42
Tabel 24. Laporan Posisi Keuangan REC Periode 31 Desember 2020-30 Desember 2025.............. 44
Tabel 25. Laporan Laba Rugi REC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025 .................... 47
Tabel 26. Laporan Arus Kas REC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025...................... 48
Tabel 27. Analisis Commonsize Statement-Laporan Posisi Keuangan ............................................. 50
Tabel 28. Analisis Commonsize Statement-Laporan Laba Rugi ...................................................... 51
Tabel 29. Laporan Posisi Keuangan PJUC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025 ......... 52
Tabel 30. Laporan Laba Rugi PJUC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025 .................. 55
Tabel 31. Laporan Arus Kas PJUC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025 .................... 56
Tabel 32. Analisis Commonsize Statement-Laporan Posisi Keuangan ............................................. 58
Tabel 33. Analisis Commonsize Statement-Laporan Laba Rugi ...................................................... 59
Tabel 34. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan REC Sebelum Transaksi ............................................ 59
Tabel 35. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan REC Sesudah Transaksi ............................................ 60
Tabel 36. Proyeksi Laporan Laba Rugi REC Sebelum Transaksi ..................................................... 60
Tabel 37. Proyeksi Laporan Laba Rugi REC Sesudah Transaksi ..................................................... 61
Tabel 38. Proyeksi Laporan Arus Kas Sebelum Transaksi .............................................................. 61
Tabel 39. Proyeksi Laporan Arus Kas Sesudah Transaksi .............................................................. 62
Tabel 40. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) - REC ............................................... 62
Tabel 41. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) - PJUC ............................................. 64
Tabel 42. Proforma Posisi Keuangan REC Sebelum dan Sesudah Transaksi ................................... 67
Tabel 43. Proforma Laba Rugi REC Per 30 September 2025 ......................................................... 68
Tabel 44. Rasio Likuiditas .......................................................................................................... 69
Tabel 45. Rasio Profitabilitas ...................................................................................................... 69
Tabel 46. Analisis Cash Management ......................................................................................... 70
Tabel 47. Analisis Kecukupan Kas (Financial Covenant) ................................................................ 71
Tabel 48. Yield Dibanding Instrumen Sejenis ............................................................................... 71
Tabel 49. Perbandingan tingkat suku bunga ............................................................................... 71
Tabel 50. Analisis Inkremental (Laporan Posisi Keuangan) ............................................................ 72
Tabel 51. Analisis Inkremental (Laporan Laba Rugi) ..................................................................... 73




Halaman 6                                                                     00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 8
                                                    DAFTAR GRAFIK

Grafik 1. Bagan Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan .................................... 24
Grafik 2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2025 – Q2 2025 (% yoy) ................................. 30
Grafik 3. Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Tahun ................... 31
Grafik 4. Proyeksi PDB Indonesia 2025 – 2030 (yoy %) ............................................................... 31
Grafik 5. Perkembangan dan Proyeksi Inflasi di Indonesia (%) ..................................................... 32
Grafik 6. Perkembangan Nilai Tukar Rupiah .............................................................................. 32
Grafik 7. Cadangan Minyak Bumi dan Gas Indonesia Tahun 2024 ............................................. 33
Grafik 8. Produksi Minyak Bumi dan Gas Indonesia .................................................................... 34
Grafik 9. Lifting Minyak Bumi dan Gas Indonesia ....................................................................... 34
Grafik 10. Investasi Kegiatas Hulu Migas Tahun 2020 – 2024 ..................................................... 35
Grafik 11. Ekspor dan Impor Minyak Bumi dan Gas Tahun 2021 – 2024 ..................................... 36
Grafik 12. Perkembangan Harga Acuan Minyak Mentah (Brent) .................................................. 36




Halaman 7                                                             00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 9
                                             BAB I
                                         PENDAHULUAN


1.1   Uraian Mengenai Penugasan

      Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran 004/FDI/PB-FO/XI/2025 tanggal 03 November
      2025. Kami KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau
      “Kami”) mendapat penugasan dari PT Raharja Energi Cepu Tbk (selanjutnya disebut “REC” atau
      “Perseroan”) untuk memberikan pendapat kewajaran atas transaksi afiliasi antara PT Raharja
      Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana berupa transaksi penyediaan fasilitas
      pembiayaan cash call, yang diperlukan guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa
      Keuangan (OJK).

1.2   Identitas Pemberi Tugas

      Nama Pemberi Tugas               : PT Raharja Energi Cepu Tbk
      Alamat                           : Office Park Thamrin Residences A01-05, Jl. Thamrin
                                       : Boulevard, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat
      Bidang Usaha                     : Minyak dan Gas
      No. Telepon/Fax                  : (62-21) 23579812
      Alamat Email                     : corsec@rec.co.id
      Penanggung Jawab                 : Bapak Adrian Hartadi
      Jabatan                          : Direktur Keuangan

1.3   Identitas Pengguna Laporan

      Pengguna laporan dalam pendapat kewajaran ini adalah sama dengan Pemberi Tugas.

1.4   Objek Pendapat Kewajaran

      Objek Pendapat Kewajaran dalam hal ini adalah pendapat kewajaran atas transaksi afiliasi
      antara PT Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana berupa transaksi
      penyediaan fasilitas pembiayaan cash call oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk kepada PT Petrogas
      Jatim Utama Cendana.

1.5   Jenis Mata Uang Yang Digunakan

      Transaksi akan dilaksanakan dengan menggunakkan mata uang Dolar Amerika Serikat (”USD”).

1.6   Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran

      Maksud Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan opini kewajaran atas transaksi afiliasi
      antara PT Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana berupa transaksi
      penyediaan fasilitas pembiayaan cash call, yang diperlukan guna memenuhi ketentuan Peraturan
      Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

      Tujuan Pendapat Kewajaran adalah dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
      Nomor.42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

      Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak
      digunakan untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan


Halaman 8                                              00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 10
      dalam tujuan lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan
      menggunakan bantuan dari luar maupun profesi lainnya.

1.7   Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan Pendapat Kewajaran

      Tanggal Pendapat Kewajaran adalah tanggal 30 September 2025, dimana batas tersebut diambil
      atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.

      Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
      Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, masa berlaku laporan pendapat kewajaran
      adalah selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif pendapat kewajaran (cut off date) dalam
      laporan pendapat kewajaran.

      Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka masa berlaku laporan pendapat
      kewajaran ini yaitu selama 6 (bulan) bulan sejak tanggal efektif pendapat kewajaran (cut off date)
      dalam laporan pendapat kewajaran.

1.8   Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran

      Ruang lingkup penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran mengacu pada POJK Nomor
      35/POJK.04/2020 dan SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020. Dengan demikian, ruang lingkup
      Pendapat Kewajaran didasarkan pada analisis kewajaran atas transaksi pinjam-meminjam dana,
      yang meliputi:

      Tabel 1. Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
                   Aspek                                             Ketentuan Utama
                                   - Besaran dana dari objek transaksi
       Analisis Objek Transaksi    - Dampak keuangan transaksi
                                   - Pertimbangan bisnis manajemen atas transaksi
                                   - Pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan
                                   - Identifikasi & hubungan pihak yang bertransaksi
       Analisis Transaksi          - Analisis perjanjian & syarat transaksi
                                   - Analisis likuiditas transaksi
                                   - Analisis manfaat & risiko transaksi
                                   - Riwayat perusahaan & riwayat pinjam-meminjam
                                   - Analisis industri & bisnis
                                   - Analisis operasional & prospek perusahaan
                                   - Alasan dan latar belakang transaksi
       Analisis Kualitatif
                                   - Keuntungan & kerugian kualitatif
                                   - Dampak leverage terhadap keuangan (dibanding industri sejenis)
                                   - Dampak likuiditas & kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo
                                   - Dampak jika proyek dibiayai gagal
                                   - Kinerja historis & proyeksi keuangan
                                   - Analisis rasio keuangan
                                   - Proforma Laporan Keuangan sebelum & sesudah transaksi
       Analisis Kuantitatif        - Analisis kemampuan bayar sampai saat jatuh tempo
                                   - Analisis cash management dan financial covenant
                                   - Analisis yield dibanding instrumen sejenis (obligasi/kredit bank)
                                   - Incremental analysis (nilai tambah)



Halaman 9                                                         00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 11
                 Aspek                                             Ketentuan Utama
                                   - Sensitivity analysis (jika perlu)
                                   - Analisis kelayakan investasi
       Analisis Kelayakan
                                   - Analisis kelayakan pelunasan utang
       Penggunaan Dana
                                   - Analisis atas faktor lain yang relevan
       Kesimpulan               - Opini Kewajaran Transaksi
      Sumber: SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020 Bab IV

1.9   Sumber Data dan Informasi

      Sumber data dan informasi yang kami gunakan dalam proses Pendapat Kewajaran adalah
      sebagai berikut:

      a. PT Raharja Energi Cepu Tbk (“REC”)

         Laporan Keuangan

         Tabel 2. Keterangan Laporan Keuangan REC
                                                                                     Tanggal
          No     Periode    Ket            KAP & AP                 Nomor Laporan               Opini
                                                                                     Laporan
                                  KAP: Paul Hadiwinata,
                   30             Hidajat, Arsono, Retno,        01902/2.1133/AU.1      13
           1  September Audit       Palilingan & Rekan               /02/0754-       November   Wajar
                  2025            AP: Retno Dwi Andani,             5/1/XI/2025        2025
                                    S.E., Ak., CPA, CA
                                  KAP: Paul Hadiwinata,
                   31             Hidajat, Arsono, Retno,         00227/2.113/AU.1     28
           2   Desember Audit       Palilingan & Rekan               /05/0754-       Februari   Wajar
                  2024            AP: Retno Dwi Andani,              4/1/II/2025      2025
                                    S.E., Ak., CPA, CA
                                  KAP: Paul Hadiwinata,
                   31             Hidajat, Arsono, Retno,        00380/2.1133/AU.1
                                                                                     01 Maret
           3   Desember Audit       Palilingan & Rekan               /05/0754-                  Wajar
                                                                                      2024
                  2023            AP: Retno Dwi Andani,             3/1/III/2024
                                    S.E., Ak., CPA, CA
                                  KAP: Paul Hadiwinata,
                   31             Hidajat, Arsono, Retno,        00509/2.1133/AU.1
                                                                                     06 Maret
           4   Desember Audit       Palilingan & Rekan               /05/0754-                  Wajar
                                                                                      2023
                  2022            AP: Retno Dwi Andani,             2/1/III/2023
                                    S.E., Ak., CPA, CA
                                  KAP: Paul Hadiwinata,
                   31             Hidajat, Arsono, Retno,        00407/2.1133/AU.1
                                                                                     08 Maret
           5   Desember Audit       Palilingan & Rekan               /05/0754-                  Wajar
                                                                                      2022
                  2021            AP: Retno Dwi Andani,             1/1/III/2022
                                    S.E., Ak., CPA, CA
         Sumber: Laporan Keuangan Audit REC


         Proyeksi Keuangan dan Proforma Keuangan

         1.    Proyeksi Keuangan REC Periode Desember 2025 – Desember 2029 (sebelum dan
               sesudah) adanya transaksi dalam format MS. Excel, yang disiapkan oleh manajemen REC.
         2.    Proforma Keuangan REC per 30 September 2025 (sebelum dan sesudah) adanya
               transaksi yang disiapkan oleh manajemen REC.


Halaman 10                                                      00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 12
        Akta Pendirian dan Perubahan-Perubahannya - REC

        1.       Akta Pendirian No. 07 tanggal 16 Oktober 2006, dibuat dihadapan notaris Indah
                 Setyaningsih, S.H., Akta Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
                 Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. W7-06263HT.01.01-TH.2007
                 tanggal 7 Juni 2007 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.
                 18940 tanggal 21 Juli 2007, Tambahan No. 58;
        2.       Akta No.35 tanggal 30 April 2025 yang dibuat dihadapan Rini Yulianti, S.H., notaris di
                 Jakarta, tentang perubahan Direksi dan Komisaris, yang telah mendapat Persetujuan
                 Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas dari Menteri Hukum Republik Indonesia
                 sesuai dengan suratnya tanggal 05 Mei 2025 No. AHU-AH.01.09-0221474;
        3.       Akta No. 18 tanggal 20 September 2024 dari notaris Rini Yulianti S.H., mengenai
                 Penawaran Umum Perdana Perusahaan dan PUPS, pemecahan nilai nominal saham,
                 peningkatan modal dasar, serta perubahan semua anggaran dasar termasuk perubahan
                 status Perusahaan dari Perseroan Terbatas Tertutup menjadi Perseroan Terbatas Terbuka
                 dan karenanya mengubah nama Perusahaan, dari sebelumnya bernama PT Raharja
                 Energi Cepu menjadi PT Raharja Energi Cepu Tbk. Perubahan terakhir ini telah diterima
                 oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat
                 penerimaan AHU-0059751.AH.01.02 TAHUN 2024 tanggal 20 September 2024.

        Legalitas Perusahaan - REC

        1.       Nomor Pokok Wajib Pajak: 02.604.262.2-072.000
        2.       Nomor Induk Berusaha: 9120008822586

        Informasi Lainnya - REC

        1.       Company Profile REC
        2.       Akta No. 57 tanggal 24 Oktober 2025 tentang Perjanjian Fasilitas Pembiayaan Cash Call
                 Tahun 2026 antara PT Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana.
        3.       Surat REC No. REC/DIR/21.199/XI/2025 tanggal 21 November 2025, tentang informasi
                 tidak adanya benturan kepentingan atas transaksi.
        4.       Surat Pernyataan Kebenaran Data dan Informasi tanggal 21 November 2025.

     b. PT Petrogas Jatim Utama Cendana (“PJUC”)

        Laporan Keuangan - PJUC

        Tabel 3. Keterangan Laporan Keuangan PJUC
                                                                                   Tanggal
         No        Periode     Ket         KAP & AP              Nomor Laporan                 Opini
                                                                                   Laporan
                                          KAP: Kanaka
                      30                                       00111/3.0359/AU.1     31
                                      Puradireja, Suhartono
             1    September   Audit                                /02/0864-       Oktober    Wajar
                                          AP: Iskandar
                    2025                                          6/1/X/2025        2025
                                        Dzulqarnain, CPA
                                          KAP: Kanaka
                     31                                        00008/3.0359/AU.1     12
                                      Puradireja, Suhartono
             2    Desember    Audit                                /02/0864-       Februari   Wajar
                                          AP: Iskandar
                    2024                                          5/1/II/2025       2025
                                        Dzulqarnain, CPA
                     31                                        00010/3.0359/AU.1     23
                                          KAP: Kanaka
             3    Desember    Audit                                /02/0864-       Februari   Wajar
                                      Puradireja, Suhartono
                    2023                                          2/1/II/2024       2024


Halaman 11                                                    00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 13
                                                                                 Tanggal
          No      Periode    Ket         KAP & AP             Nomor Laporan                   Opini
                                                                                 Laporan
                                       AP: Iskandar
                                     Dzulqarnain, CPA
                                       KAP: Kanaka
                   31                                       00010/3.0359/AU.1      27
                                   Puradireja, Suhartono
           4   Desember Audit                                   /02/0864-        Februari    Wajar
                                       AP: Iskandar
                  2022                                         1/1/II/2023        2023
                                     Dzulqarnain, CPA
                   31               KAP: Heliantono &       00001/3.0275.AU.1
                                                                                  8 Maret
           5   Desember Audit              Rekan                /02/1567-                    Wajar
                                                                                   2022
                  2021              AP: Totok Hariono          1/1/III/2022
                                    KAP: Chatim Atjeng
                   31                                       00021/3.0239/AU.1
                                     Sugeng & Rekan                              17 Maret
           6   Desember Audit                                   /02/1593-                    Wajar
                                       AP: Tjiptohadi                             2021
                  2020                                         1/1/III/2021
                                    Sawarjuwono, CPA
         Sumber: Laporan Keuangan Audit PJUC

         Akta Pendirian dan Perubahan Terakhir - PJUC

         1.    Akta Pendirian Akta No. 5 tanggal 14 Maret 2007 dari Rosida, S.H., notaris di Surabaya.
               Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam
               Surat Keputusan No. W10-00796 HT.01.01-TH.2007 tanggal 3 Juli 2007;
         2.    Akta No.33 tanggal 16 Juni 2025 yang dibuat dihadapan Evie Mardiana Hidayah, S.H.,
               notaris di Surabaya, tentang perubahan Direksi dan Komisaris, yang telah mendapat
               Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas dari Menteri Hukum Republik
               Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 19 Juni 2025 No. AHU-AH.01.09-0300121;

         Legalitas Perusahaan - PJUC
         1. Nomor Pokok Wajib Pajak: 02.114.418.3-081.000
         2. Nomor Induk Berusaha: 0291010171278

         Informasi Lainnya - PJUC

         1.    Company Profile PJUC
         2.    Akta No. 57 tanggal 24 Oktober 2025 tentang Perjanjian Fasilitas Pembiayaan Cash Call
               Tahun 2026 antara PT Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana.

1.10 Hasil Pelaksanaan Inspeksi

      Berdasarkan surat tugas KJPP FDI&R No.001/FDI/ST-PB/REC/XI/2025 tanggal 06 November
      2025 serta berita acara inspeksi, kami telah melakukan Inspeksi, pengumpulan data, diskusi,
      verifikasi dan wawancara atas objek pendapat kewajaran. Surat tugas, berita acara inspeksi, dan
      MoM (Minutes of Meeting) terdapat pada lampiran laporan ini.

1.11 Asumsi dan Asumsi Khusus

      Asumsi:
      •   Kami tidak melakukan reviu terhadap aspek hukum maupun uji tuntas aspek keuangan, oleh
          karena itu kami berasumsi bahwa objek yang kami nilai tidak mempunyai masalah hukum
          dan hak kepemilikannya adalah sah dan dapat dipasarkan.
      •   Kami berasumsi bahwa objek yang ditunjukan kepada kami adalah benar merupakan objek
          dalam penilaian.


Halaman 12                                                 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 14
1.12 Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Berdasarkan Standar

      Pendapat Kewajaran akan dilakukan berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
      Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa
      Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 (POJK 35/2020), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
      Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK 17/2020) tentang Pedoman Penilaian
      serta Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
      Nomor 42/POJK.04/2020 (POJK 42/2020) tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
      Kepentingan.

1.13 Metodologi Analisis Pendapat Kewajaran

      Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas transaksi ini, kami telah melakukan analisis
      melalui pendekatan dan prosedur penilaian Transaksi yang mencakup hal–hal sebagai berikut:

      a. Analisis transaksi berupa pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan, identifikasi &
         hubungan pihak yang bertransaksi, analisis perjanjian & syarat transaksi, analisis likuiditas
         transaksi, serta analisis manfaat & risiko transaksi.
      b. Analisis Kualitatif berupa riwayat perusahaan & riwayat pinjam-meminjam dana, analisis
         industri & bisnis, analisis operasional & prospek perusahaan, alasan dan latar belakang
         transaksi, keuntungan & kerugian kualitatif, dampak leverage terhadap keuangan (dibanding
         industri sejenis), dampak likuiditas & kemampuan melunasi pinjaman saat jatuh tempo, serta
         dampak jika proyek dibiayai gagal.
      c. Analisis Kuantitatif berupa kinerja historis perusahaan, penilaian atas proyeksi keuangan,
         analisis rasio keuangan, proforma laporan keuangan sebelum & sesudah transaksi, analisis
         kemampuan bayar sampai saat jatuh tempo, analisis cash management dan financial
         covenant, analisis yield dibanding instrumen sejenis (obligasi/kredit bank), incremental
         analysis (nilai tambah), serta sensitivity analysis (jika diperlukan).
      d. Analisis Kelayakan Penggunaan Dana atas transaksi berupa Analisis kelayakan investasi,
         Analisis kelayakan pelunasan utang serta Analisis atas faktor lain yang relevan.
      e. Kesimpulan Analisis atas Transaksi berupa Opini Kewajaran Transaksi.

1.14 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli

      Dalam memberikan pendapat kewajaran atas transaksi, KJPP FDI&R tidak menggunakan hasil
      pekerjaan tenaga ahli dari luar.

1.15 Pernyataan Independensi Penilai

      Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara
      independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan PT Raharja Energi
      Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana ataupun pihak pihak lainnya yang terafiliasi
      dengan dengan PT Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana. KJPP FDI&R
      juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
      Laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan
      pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai
      yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.

1.16 Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran (Subsequent Event)



Halaman 13                                                00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 15
     Dari tanggal Pendapat Kewajaran (cut off date) per 30 September 2025 hingga Laporan Pendapat
     Kewajaran ini diterbitkan tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat Kewajaran
     (Subsequent Event).




Halaman 14                                            00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 16
                                                    BAB II
                                           ANALISIS ATAS TRANSAKSI


2.1.   Analisis Objek Transaksi

2.1.1 Besaran Dana dari Objek Transaksi

       Berdasarkan Akta No. 57 tanggal 24 Oktober 2025 tentang Perjanjian Fasilitas Pembiayaan Cash
       Call Tahun 2026 antara PT Raharja Energi Cepu Tbk (“REC”) dan PT Petrogas Jatim Utama
       Cendana (“PJUC”), dijelaskan bahwa fasilitas pinjaman yang diberikan oleh REC kepada PJUC
       memiliki jumlah pokok pinjaman maksimum sebesar USD5.109.390 (Lima Juta Seratus Sembilan
       Ribu Tiga Ratus Sembilan Puluh Dolar Amerika Serikat).

       Fasilitas pembiayaan tersebut diberikan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pendanaan cash
       call sesuai dengan Program Kerja dan Anggaran (Work Program and Budget) yang telah disetujui
       oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
       Nilai tersebut menjadi dasar bagi KJPP dalam melakukan analisis kewajaran atas besaran dana,
       termasuk kesesuaian dengan kebutuhan proyek, kemampuan pendanaan Perseroan, serta
       dampak keuangan terhadap kondisi keuangan Perseroan secara keseluruhan.

2.1.2 Dampak Keuangan atas Transaksi

       Dampak keuangan yang timbul atas Transaksi dapat dilihat dari proforma keuangan perusahaan
       setelah Transaksi. Proforma laporan keuangan untuk PT Raharja Energi Cepu Tbk sebagai berikut:

       Tabel 4. Dampak Keuangan atas Transaksi - Proforma Laporan Posisi Keuangan REC
                                                                              (Dalam USD Penuh)
                 Laporan Posisi Keuangan Proforma           30-Sep-25       Penyesuaian    30-Sep-25
                      PT Raharja Energi Cepu Tbk              Audited                      Proforma
        Aset Lancar
        Kas dan bank                                         32.749.720      (5.109.390)   27.640.330
        Piutang Usaha - Pihak Ketiga                          3.594.509                     3.594.509
        Piutang Lain-lain
        Pihak Ketiga                                            102.935                       102.935
        Pihak Berelasi                                          258.274       5.109.390     5.367.664
        Pajak Dibayar Dimuka                                            0                              0
        Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka                    1.852.137                     1.852.137
        Investasi Jangka Pendek                                 909.167                       909.167
        Beban Dibayar Dimuka                                            0                              0
        Aset Lancar Lainnya                                      52.435                        52.435
        Jumlah Aset Lancar                                   39.519.177                    39.519.177


        Aset Tidak Lancar
        Investasi Pada Entitas Asosiasi                       6.518.812                     6.518.812
        Aset Tetap - Bersih                                     127.042                       127.042
        Properti Minyak dan Gas - Bersih                     20.088.262                    20.088.262
        Aset Pajak Tangguhan                                     43.777                        43.777
        Aset Tidak Lancar Lain-lain                              20.775                        20.775
        Jumlah Aset Tidak Lancar                             26.798.668                    26.798.668


Halaman 15                                                  00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 17
              Laporan Posisi Keuangan Proforma           30-Sep-25       Penyesuaian   30-Sep-25
                    PT Raharja Energi Cepu Tbk            Audited                      Proforma


      Jumlah Aset                                        66.317.845                    66.317.845


      Liabilitas Jangka Pendek
      Utang Dividen                                                  0                             0
      Utang Lain-lain Pihak Berelasi                        110.222                       110.222
      Utang Pajak                                         2.555.799                     2.555.799
      Beban Masih Harus Dibayar                             125.114                       125.114
      Kewajiban Kontrak                                     750.092                       750.092
      Bagian Lancar Liabilitas Jangka Panjang
      Pinjaman Bank                                       5.497.066                     5.497.066
      Pinjaman Pemegang Saham                               625.336                       625.336
      Pinjaman Pembiayaan Konsumen                           16.028                        16.028
      Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                     9.679.657                     9.679.657


      Liabilitas Jangka Panjang
      Pinjaman Jangka Panjang - setelah Dikurangi
                                                          9.004.634                     9.004.634
      Bagian Lancar
      Pinjaman Bank                                       1.575.989                     1.575.989
      Pinjaman pemegang Saham                                53.870                        53.870
      Pinjaman Pembiayaan Konsumen                           17.407                        17.407
      Liabilitas Imbalan Pasca-Kerja                                 0                             0
      Liabilitas Imbalan Pensiun Direksi dan Komisaris       92.855                        92.855
      Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                   10.744.755                    10.744.755


      Jumlah Liabilitas                                  20.424.412                    20.424.412


      Modal Saham                                         2.484.844                     2.484.844
      Tambahan Modal Disetor                             12.920.505                    12.920.505
      Saldo Laba
      Ditentukan Penggunaannya                               24.865                        24.865
      Belum Ditentukan Penggunaannya                     30.203.256                    30.203.256
      Kepentingan Non Pengendali                            259.963                       259.963
      Jumlah Ekuitas                                     45.893.433                    45.893.433


      Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                      66.317.845                    66.317.845
     Sumber: Proforma Keuangan REC 30 September 2025


     Dari proforma laporan keuangan, transaksi memberikan dampak dan memengaruhi pos-pos
     keuangan tertentu dari perusahaan. Pada transaksi Penyediaan Fasilitas Cash Call ini, pos Kas
     dan Bank perusahaan berkurang sebesar USD5.109.390 akibat transfer fasilitas Cash Call ke PT
     Petrogas Jatim Utama Cendana yang bersumber dari kas internal perusahaan. Bersamaan
     dengan itu, pos Piutang Lain-lain Pihak Berelasi meningkat sebesar USD5.109.390 akibat transfer
     fasilitas Cash Call dari PT Raharja Energi Cepu Tbk.




Halaman 16                                               00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 18
2.1.3 Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Transaksi

       Transaksi dilakukan dalam rangka pemberian fasilitas pembiayaan sehingga PJUC, sebagai
       perusahaan yang didirikan untuk memegang dan mengelola Hak Partisipasi sebesar 2,2423%
       dalam Kontrak kerja Sama Blok Cepu (KKS) dan Perjanjian Operasi Bersama (Joint Operating
       Agreement) yang mencakup Wilayah kerja Cepu, dapat berpartisipasi dalam pengembangan
       Kontrak Kerja Sama.

       Dalam hal ini, PJUC merupakan entitas asosiasi REC dimana REC memiliki 49% saham PJUC dan
       dengan dilakukannya pemberian fasilitas pembiayaan kepada PJUC, diharapkan dapat
       memberikan kontribusi langsung berupa pendapatan keuangan lewat imbal hasil bunga yang
       lebih tinggi dari imbal hasil bunga pasar dan kontribusi tidak langsung berupa peningkatan nilai
       grup perusahaan akibat partisipasi PJUC sebagai entitas asosiasi dalam pengembangan Kontrak
       Kerja Sama.

2.2.   Analisis Transaksi

2.2.1 Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perusahaan

       Pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan dapat dianalisis dari laporan keuangan
       proforma perusahaan sebelum dan setelah melakukan transaksi. Analisis dilakukan
       menggunakan rasio fundamental perusahaan berupa rasio likuiditas dan rasio solvabilitas untuk
       melihat bagaimana transaksi mempengaruhi fundamental perusahaan.

       Tabel 5. Pengaruh Transaksi Terhadap Kinerja Keuangan – Proforma Keuangan REC
                                                                              (dalam USD Penuh)
                 Laporan Posisi Keuangan Proforma          30-Sep-25       Penyesuaian    30-Sep-25
                    PT Raharja Energi Cepu Tbk              Audited                       Proforma
        Aset Lancar
        Kas dan bank                                       32.749.720       (5.109.390)   27.640.330
        Piutang Usaha - Pihak Ketiga                        3.594.509                      3.594.509
        Piutang Lain-lain
        Pihak Ketiga                                          102.935                        102.935
        Pihak Berelasi                                        258.274        5.109.390     5.367.664
        Pajak Dibayar Dimuka                                           0                              0
        Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka                  1.852.137                      1.852.137
        Investasi Jangka Pendek                               909.167                        909.167
        Beban Dibayar Dimuka                                           0                              0
        Aset Lancar Lainnya                                    52.435                         52.435
        Jumlah Aset Lancar                                 39.519.177                     39.519.177


        Aset Tidak Lancar
        Investasi Pada Entitas Asosiasi                     6.518.812                      6.518.812
        Aset Tetap - Bersih                                   127.042                        127.042
        Properti Minyak dan Gas - Bersih                   20.088.262                     20.088.262
        Aset Pajak Tangguhan                                   43.777                         43.777
        Aset Tidak Lancar Lain-lain                            20.775                         20.775
        Jumlah Aset Tidak Lancar                           26.798.668                     26.798.668




Halaman 17                                                00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 19
               Laporan Posisi Keuangan Proforma          30-Sep-25       Penyesuaian      30-Sep-25
                  PT Raharja Energi Cepu Tbk              Audited                          Proforma
      Jumlah Aset                                        66.317.845                        66.317.845


      Liabilitas Jangka Pendek
      Utang Dividen                                                  0                                0
      Utang Lain-lain Pihak Berelasi                        110.222                          110.222
      Utang Pajak                                         2.555.799                         2.555.799
      Beban Masih Harus Dibayar                             125.114                          125.114
      Kewajiban Kontrak                                     750.092                          750.092
      Bagian Lancar Liabilitas Jangka Panjang
      Pinjaman Bank                                       5.497.066                         5.497.066
      Pinjaman Pemegang Saham                               625.336                          625.336
      Pinjaman Pembiayaan Konsumen                           16.028                           16.028
      Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                     9.679.657                         9.679.657


      Liabilitas Jangka Panjang
      Pinjaman Jangka Panjang - setelah Dikurangi
                                                          9.004.634                         9.004.634
      Bagian Lancar
      Pinjaman Bank                                       1.575.989                         1.575.989
      Pinjaman pemegang Saham                                53.870                           53.870
      Pinjaman Pembiayaan Konsumen                           17.407                           17.407
      Liabilitas Imbalan Pasca-Kerja                                 0                                0
      Liabilitas Imbalan Pensiun Direksi dan Komisaris       92.855                           92.855
      Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                   10.744.755                        10.744.755


      Jumlah Liabilitas                                  20.424.412                        20.424.412


      Modal Saham                                         2.484.844                         2.484.844
      Tambahan Modal Disetor                             12.920.505                        12.920.505
      Saldo Laba
      Ditentukan Penggunaannya                               24.865                           24.865
      Belum Ditentukan Penggunaannya                     30.203.256                        30.203.256
      Kepentingan Non Pengendali                            259.963                          259.963
      Jumlah Ekuitas                                     45.893.433                        45.893.433


      Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                      66.317.845                        66.317.845


     Dari proforma keuangan, terdapat pengurangan pos Kas dan Bank sebesar USD5.109.390
     akibat transaksi pemberian fasilitas Cash Call yang bersumber dari dana/kas internal
     perusahaan. Selanjutnya pos Liabilitas Lain-lain Pihak Berelasi mengalami kenaikan sebesar
     USD5.109.390 akibat fasilitas pinjaman yang diberikan.

     Tabel 6. Analisis Rasio Proforma Keuangan REC
                      Analisis Rasio Proforma               30-Sep-25                  30-Sep-25
                    PT Raharja Energi Cepu Tbk               Audited                   Proforma
      Rasio Likuiditas
        Current Ratio                                                    4,08                      4,08



Halaman 18                                               00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 20
                    Analisis Rasio Proforma                  30-Sep-25               30-Sep-25
                  PT Raharja Energi Cepu Tbk                   Audited               Proforma
        Cash Ratio                                                       3,38                    2,86
      Rasio Solvabilitas
        Debt to Equity Ratio                                             0,45                    0,45
        Debt to Assets Ratio                                             0,31                    0,31
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Pengaruh transaksi selanjutnya diukur lewat rasio likuiditas dan solvabilitas perusahaan. Sebelum
     transaksi, perusahaan mencatatkan Current Ratio sebesar 4,08 yang berarti aset lancar
     perusahaan 4,08 kali lipat lebih besar dan mampu menutupi kewajiban lancar perusahaan.
     Setelah transaksi, Current Ratio perusahaan tidak mengalami perubahan karena transaksi
     pemberian fasilitas pinjaman cash call bersumber dari kas internal perusahaan. Selain itu atas
     pemberian fasilitas cash call dicatat pada pos Piutang Lain-lain Pihak Berelasi, dengan begitu
     tidak ada perubahan pada rasio lancar perusahaan sebelum dan setelah transaksi.

     Pengaruh transaksi terhadap keuangan perusahaan selanjutnya diukur lewat rasio likuiditas
     dengan proksi pengukuran Cash Ratio. Sebelum dilakukan transaksi, Cash Ratio perusahaan
     tercatat sebesar 3,38 yang berarti Kas dan Setara Kas perusahaan 3,38 kali lipat lebih besar dan
     mampu menutupi kewajiban lancar perusahaan. Setelah transaksi, Cash Ratio perusahaan turun
     ke 2,86 dikarenakan penggunaan Kas dan Setara Kas internal perusahaan dalam memenuhi
     transaksi pinjaman fasilitas cash call kepada PT Petrogas Jatim Utama Cendana. Meski begitu,
     nilai Cash Ratio perusahaan masih berada di atas 1 yang berarti Kas dan Setara kas perusahaan
     masih tetap mampu menanggung kewajiban jangka pendek perusahaan.

     Pada rasio solvabilitas, digunakan proksi rasio Debt to Equity dan Debt to Assets untuk
     menggambarkan bagaimana transaksi mempengaruhi solvabilitas perusahaan. Sebelum
     dilakukan transaksi, Debt to Equity perusahaan tercatat sebesar 0,45 yang berarti struktur
     permodalan perusahaan masih didominasi oleh ekuitas. Setelah dilakukan transaksi, Debt to
     Equity perusahaan tercatat sebesar 0,45 atau tidak ada perubahan. Hal tersebut karena transaksi
     tidak melibatkan pos pada liabilitas maupun ekuitas perusahaan, sehingga nilai Debt to Equity
     perusahaan sebelum dan setelah transaksi tidak mengalami perubahan.

     Dampak transaksi terhadap Rasio solvabilitas dengan proksi rasio Debt to Assets menunjukan
     bahwa sebelum transaksi, tercatat rasio Debt to Assets perusahaan sebesar 0,31 yang berarti 0,31
     aset perusahaan secara proporsi didanai oleh utang. Setelah transaksi, tercatat rasio Debt to
     Assets perusahaan sebesar 0,31 atau tidak mengalami perubahan. Hal tersebut karena transaksi
     pemberian fasilitas cash call bersumber dari kas internal perusahaan sehingga tidak
     mempengaruhi total aset, menjadikan tidak ada perbedaan rasio Debt to Assets perusahaan
     sebelum dan setelah transaksi.




Halaman 19                                               00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 21
2.2.2 Identifikasi & Hubungan Pihak Yang Bertransaksi

      Identifikasi Pihak yang Bertransaksi

      A. PT Raharja Energi Cepu Tbk (“REC”)

         Riwayat Singkat

         PT Raharja Energi Cepu Tbk ("Perusahaan") didirikan dengan nama PT Syabas Usaha Migas
         berdasarkan akta notaris Indah Setyaningsih, S.H., No. 07 tanggal 16 Oktober 2006. Akta
         Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
         dalam Surat Keputusan No. W7-06263HT.01.01-TH.2007 tanggal 7 Juni 2007 serta
         diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 18940 tanggal 21 Juli 2007,
         Tambahan No. 58.

         Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan
         Anggaran Dasar terakhir terkait perubahan Direksi dan Komisaris berdasarkan Akta No.35
         tanggal 30 April 2025 yang dibuat dihadapan Rini Yulianti, S.H., notaris di Jakarta, dan telah
         mendapat Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas dari Menteri Hukum
         Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 05 Mei 2025 No. AHU-AH.01.09-
         0221474.

         Kemudian Akta No. 18 tanggal 20 September 2024 dari notaris Rini Yulianti S.H., mengenai
         Penawaran Umum Perdana Perusahaan dan PUPS, pemecahan nilai nominal saham,
         peningkatan modal dasar, serta perubahan semua anggaran dasar termasuk perubahan
         status Perusahaan dari Perseroan Terbatas Tertutup menjadi Perseroan Terbatas Terbuka dan
         karenanya mengubah nama Perusahaan, dari sebelumnya bernama PT Raharja Energi Cepu
         menjadi PT Raharja Energi Cepu Tbk. Perubahan terakhir ini telah diterima oleh Menteri Hukum
         dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat penerimaan AHU-
         0059751.AH.01.02 TAHUN 2024 tanggal 20 September 2024

         Perusahaan tergabung dalam kelompok usaha PT Rukun Raharja Tbk. Entitas induk terakhir
         Perusahaan adalah PT Rukun Raharja Tbk.

         Perusahaan telah mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam
         surat No.37/WPJ.06/2013 tanggal 4 Desember 2013 untuk membuat dan menyajika laporan
         keuangan dalam bahasa Inggris dan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat yang berlaku
         efektif mulai 1 Januari 2014.

         Pada tanggal 30 Desember 2024, Perusahaan mendapatkan Surat Pemberitahuan Efektifnya
         Pernyataan Pendaftaran No. S-179/D.04/2024 atas Penawaran Umum Perdana Saham dari
         Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).

         Kegiatan Usaha

         Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah
         sebagai berikut:
         • Kegiatan usaha utama:
            a. Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya
            b. Aktivitas Perusahaan Holding



Halaman 20                                                00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 22
        • Kegiatan Usaha Penunjang:
          a. Pertambangan Minyak Bumi
          b. Pertambangan Gas Alam

        Informasi Umum

        Alamat              : Office Park Thamrin Residences A01-05, Jl. Thamrin Boulevard,
                            : Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat
        No. Telp / Fax      : (62-21) 23579812
        Website             : www.rec.co.id
        Email               : corsec@rec.co.id

        Susunan Kepemilikan Saham

        Berdasarkan Informasi Manajemen REC, susunan kepemilikan saham REC per 30 September
        2025 adalah sebagai berikut:

        Tabel 7. Struktur Pemegang Saham PT Raharja Energi Cepu Tbk
                                       Jumlah Lembar       Proporsi
         No      Pemegang Saham                                       Jumlah Rupiah    Jumlah USD
                                           Saham             (%)
          1    PT Rukun Raharja Tbk     1.900.437.700       69,996%   19.004.377.000     1.738.687
               PT Rukun Prima
          2                                    100.000      0,004%         1.000.000              92
               Sarana
               Masyarakat (masing-
          3    masing kepemilikan          814.516.100     30,000%     8.145.161.000          692.385
               dibawah 5%)
               Jumlah                    2.715.053.800     100,00%    27.150.538.000     2.431.164
        Keterangan: Nilai nominal Rp.10 per lembar saham
        Sumber: Informasi Manajemen REC

        Susunan Pengurus

        Berdasarkan akta No.35 tanggal 30 April 2025, Susunan Dewan Komisaris dan Direksi REC
        per 30 September 2025 adalah sebagai berikut:

        Dewan Komisaris
        Komisaris Utama                 : Orias Petrus Moedak
        Komisaris Independen            : Taufik Ahmad
        Komisaris                       : Merly

        Direksi
        Direktur Utama                  : Sumantri
        Direktur Operasional            : Alexandra Sinta Wahjudewanti
        Direktur Keuangan               : Adrian Hartadi

     B. PT Petrogas Jatim Utama Cendana (“PJUC”)

        Riwayat Singkat

        PT Petrogas Jatim Utama Cendana (”Perusahaan”) didirikan sesuai dengan peraturan
        perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia berdasarkan Akta No. 5 tanggal 14




Halaman 21                                                 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 23
        Maret 2007 dari Rosida, S.H., notaris di Surabaya. Akta pendirian ini telah disahkan oleh
        Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. W10-00796HT.01.01-
        TH.2007 tanggal 3 Juli 2007

        Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan dan terakhir
        berdasarkan Akta No.33 tanggal 16 Juni 2025 yang dibuat dihadapan Evie Mardiana
        Hidayah, S.H., notaris di Surabaya, tentang perubahan Direksi dan Komisaris, yang telah
        mendapat Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas dari Menteri Hukum
        Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 19 Juni 2025 No. AHU-AH.01.09-
        0300121.

        Pendirian Perusahaan merupakan tindak lanjut dari diterbitkannya Undang-undang No. 22
        tahun 2001 tanggal 23 November 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dan Peraturan
        Pemerintah no. 35 tahun 2004 (pasal 34 dan 35) mengenai Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan
        Gas Bumi serta Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur No. 1 tahun 2006 tanggal 9 Maret
        2006 tentang penunjukan Perusahaan sebagai wakil keikutsertaan Pemerintah Provinsi Jawa
        Timur pada Kontrak Kerja Sama (“KKS”) Blok Cepu dalam pengelolaan minyak dan gas bumi.

        Perusahaan memperoleh bagian partisipasinya sebesar 2,2423% efektif pada tanggal 5
        Februari 2009.

        Kegiatan Usaha

        Kegiatan Usaha PJUC adalah sebagai berikut:
        1. KBLI 06100 Pertambangan Minyak Bumi;
        2. KBLI 46610 Perdagangan Besar Bahan Bakar Padat, Cair Dan Gas Dan Produk YBDI

        Informasi Umum

        Alamat             : Gedung Medan Pemuda Lantai 4, Jl. Pemuda 27-31, Surabaya
        No. Telp / Fax     : +6231 992 49262
        Website            : www.pjuc.co.id
        Email              : info@pjuc.co.id

        Susunan Kepemilikan Saham

        Berdasarkan Informasi Manajemen PJUC, susunan kepemilikan saham PJUC per 30
        September 2025 adalah sebagai berikut:

        Tabel 8. Struktur Pemegang Saham PT Petrogas Jatim Utama Cendana
                                         Jumlah Lembar    Proporsi
         No       Pemegang Saham                                       Jumlah Rupiah   Jumlah USD
                                            Saham           (%)
          1    PT Petrogas Jatim Utama             253      50,60%      253.000.000         27.276
          2    PT Raharja Energi Cepu              245      49,00%      245.000.000         26.414
          3    Koperasi Dipertam Jatim               2        0,40%       2.000.000            215
               Jumlah                     2.715.053.800      100,00%    500.000.000         53.905
        Keterangan: Nilai nominal Rp.1.000.000 per lembar saham
        Sumber: Informasi Manajemen PJUC




Halaman 22                                               00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 24
        Susunan Pengurus

        Berdasarkan akta No.33 tanggal 16 Juni 2025, Susunan Dewan Komisaris, dan Direksi PJUC
        per 30 September 2025 adalah sebagai berikut:

        Dewan Komisaris
        Komisaris Utama            : ABD. Halim Soebahar
        Komisaris                  : Fathur Rozi Zubair
        Komisaris                  : Sumantri

        Direksi
        Direktur Utama             : IR.Hadi Ismoyo
        Direktur Teknik            : Alexandra Sinta Wahjudewanti
        Direktur Keuangan          : Adrian Hartadi

     Hubungan Pihak yang Bertransaksi

     A. Transaksi Afiliasi

        Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
        42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42”),
        Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan
        terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari
        anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali,
        termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau
        perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari
        anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali.

        Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepengurusan

        Hubungan para pihak yang terlibat dalam transaksi, berdasarkan struktur kepengurusan per
        30 September 2025 adalah sebagai berikut:

        Tabel 9. Hubungan Para Pihak Yang Terlibat Dalam Transaksi
          No                 Nama                      REC                  PJUC          Keterangan
             1   Orias Petrus Moedak             Komisaris Utama             (-)               (-)
                                                    Komisaris                                 (-)
             2   Taufik Ahmad                                                (-)
                                                   Independen
             3   Merly                              Komisaris                (-)              (-)
             4   Sumantri                        Direktur Utama           Komisaris         Afiliasi
                 Alexandra Sinta
             5                                 Direktur Operasional    Direktur Teknik      Afiliasi
                 Wahjudewanti
             6   Adrian Hartadi                 Direktur Keuangan     Direktur Keuangan     Afiliasi
                                                         (-)              Komisaris           (-)
             7   Abd. Halim Soebahar
                                                                         Independen
             8   Fathur Rozi Zubair                    (-)                Komisaris           (-)
           9    IR. Hadi Ismoyo                          (-)         Direktur Utama           (-)
        Keterangan: (-) Tidak memiliki hubungan afiliasi
        Sumber: Informasi Manajemen REC & PJUC Per 30 September 2025

        Berdasarkan POJK 42, transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
        dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari


Halaman 23                                                   00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 25
        perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
        saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
        oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
        perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
        saham utama, atau Pengendali. Dari tabel hubungan para pihak yang terlibat dalam transaksi,
        dapat dilihat bahwa antara REC sebagai pihak Pemberi Pinjaman dan PJUC sebagai pihak
        Penerima Pinjaman memiliki hubungan afiliasi dari sisi susunan pengurus. Oleh karena itu,
        transaksi ini memenuhi kriteria Transaksi Afiliasi menurut POJK 42.

        Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan

        Hubungan para pihak yang terlibat dalam transaksi, berdasarkan struktur kepemilikan per 30
        September 2025 adalah sebagai berikut:


                                                  REC



                                                      49,00%



                                                  PJUC

                  Grafik 1. Bagan Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan
                                 Sumber: Informasi Manajemen REC dan PJUC
        Keterangan:
        REC           : PT Raharja Energi Cepu Tbk
        PJUC          : PT Petrogas Jatim Utama Cendana

        Berdasarkan POJK 42, Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
        dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari
        perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
        saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
        oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
        perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
        saham utama, atau Pengendali. Dari gambar bagan diatas dapat dilihat bahwa antara REC
        sebagai pihak Pemberi Pinjaman dan PJUC sebagai pihak Penerima Pinjaman, terdapat
        hubungan afiliasi dari sisi pengendalian/kepemilikan perusahaan, maupun pemegang
        sahamnya, dimana:

        • PT Raharja Energi Cepu Tbk (“REC”) memiliki 49,00% saham pada PT Petrogas Jatim Utama
          Cendana (“PJUC”) berupa investasi saham.

        Oleh karena itu, transaksi ini memenuhi kriteria transaksi afiliasi menurut POJK
        42/POJK.04/2020.

     B. Transaksi Benturan Kepentingan

        Menurut informasi manajemen yang mengacu pada Surat Pernyataan REC No.
        REC/DIR/21.199/XI/2025 tanggal 21 November 2025, Perihal Informasi atas benturan


Halaman 24                                              00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 26
         kepentingan dalam rangka transaksi afiliasi PT Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim
         Utama Cendana berupa transaksi penyediaan fasilitas pembiayaan cash call, bahwa transaksi
         tidak mengandung transaksi benturan kepentingan.

      C. Materialitas Nilai Transaksi

         Materialitas nilai transaksi dilakukan dengan membandingkan nilai transaksi dengan ekuitas
         REC periode 30 September 2025.

         Tabel 10. Materialitas Nilai Transaksi
                                                            Ekuitas REC Per 30
                Keterangan              Nilai Transaksi                           Materialitas (%)
                                                             September 2025
          Transaksi                             5.109.390            45.893.433               11,13%
         Sumber: Analisis KJPP FDI&R

         Berdasarkan Laporan Keuangan PT Raharja Energi Cepu Tbk (“REC”) per 30 September 2025,
         ekuitas REC tercatat sebesar USD45.893.433. Dengan mempertimbangkan nilai transaksi
         sebesar USD5.109.390, maka transaksi tersebut setara dengan 11,13% dari ekuitas REC. Oleh
         karena itu, transaksi dimaksud tidak termasuk sebagai transaksi material sebagaimana yang
         diatur dalam PeRECran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020
         tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17”).

2.2.3 Analisis Perjanjian & Syarat Transaksi

      Pokok-Pokok Perjanjian antara REC dan PJUC

      Sehubungan dengan Transaksi, REC dan PJUC telah menandatangani Perjanjian Fasilitas
      Pembiayaan Cash Call Tahun 2026 antara PT Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim
      Utama Cendana, sebagaimana diatur dalam Akta No. 57 tanggal 24 Oktober 2025
      (”Perjanjian”), dengan ketentuan sebagai berikut:

      Para Pihak

      1. PT Raharja Energi Cepu Tbk (”REC atau Penyedia/Pemberi Cash Call”)
      2. PT Petrogas Jatim Utama Cendana (”PJUC atau Penerima Cash Call”)

      Objek dan Nilai Fasilitas

      Nilai fasilitas sehubungan dengan transaksi adalah USD 5.109.390 (Lima Juta Seratus Sembilan
      Ribu Tiga Ratus Sembilan Puluh Dolar Amerika Serikat).

      Persyaratan Pendahuluan

      REC tidak berkewajiban untuk menyediakan fasilitas kepada PJUC kecuali apabila REC telah
      menerima semua dokumen dan bukti di bawah ini serta menganggap dokumen dan bukti yang
      diterima telah dibuat dalam bentuk dan substansi memenuhi persyaratan:
      a. Pemberitahuan permintaan dana dari Operator (cash call notice);
      b. Persetujuan perusahaan internal REC yang diperlukan untuk memberikan Fasilitas;
      c. Salinan asli akta ini yang telah ditandatangani dengan patut oleh Para Pihak;
      d. Dokumen yang harus disiapkan
          • Salinan sesuai asli dari keputusan Pemegang Saham, Direksi dan Dewan Komisaris yang
             menyetujui peminjaman berdasarkan ketentuan-ketentuan akta ini dan yang memberikan
             kewenangan kepada seorang atau beberapa orang untuk menandatangani akta ini;

Halaman 25                                                  00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 27
        • Setiap pemberitahuan dan dokumen lainnya yang diperlukan sehubungan dengan akta ini;
        • Serta spesimen tanda tangan orang yang diberi kewenangan.
     e. Bukti bahwa semua otoritas telah didapatkan dan bahwa semua pengajuan, pendaftaran dan
        formalitas lainnya yang diperlukan telah atau akan diselesaikan untuk memastikan bahwa akta
        ini sah dan berlaku;
     f. Dokumen lainnya sehubungan dengan setiap hal yang diatur di dalam akta ini sebagaimana
        dipersyaratkan oleh REC.

     Ketersediaan Fasilitas

     Periode Ketersediaan (Availability Period) adalah periode yang dimulai sejak tanggal 01 Januari
     2026 dan berakhir pada tanggal yang lebih dulu terjadi antara:
     a. 31 Desember 2026
     b. Tanggal yang ditentukan oleh para Pihak; atau
     c. Tanggal saat Fasilitas telah ditarik seluruhnya, dibatalkan, atau diakhiri sesuai dengan
        ketentuan-ketentuan Perjanjian ini.

     Persyaratan Umum untuk Pencairan Fasilitas

     PJUC dapat melakukan penarikan pada Hari Kerja selama Periode Ketersediaan dengan
     menyerahkan Pemberitahuan Penarikan Dana dengan ketentuan:
     a. Persyaratan Pasal 3 ayat 1 akata ini telah dipenuhi atau dikesampingkan secara tertulis oleh
        REC sebelum diberikannya Pemberitahuan Penarikan Dana;
     b. REC telah menerima tidak lebih dari 1 (satu) Hari Kerja sebelum tanggal saat penarikan
        tersebut akan dilakukan (atau tanggal lain sebagaimana dapat disepakati oleh REC) antara
        lain:
        • Salinan sesuai asli Pemberitahuan Penarikan Dana yang telah diisi lengkap dan
            ditandatangani dengan patut yang menyatakan jumlah penarikan;
        • Salinan sesuai asli Jadwal Fasilitas yang telah diperbarui dan ditandatangani.
     c. REC telah menerima paling lambat 10 (sepuluh) Hari Kerja sebelum tanggal penarikan Fasilitas
        akan dilakukan (atau tanggal lain sebagaimana dapat disepakati oleh REC) antara lain:
        • Salinan tagihan/permintaan dana diterbitkan oleh Operator sesuai dengan JOA (Joint
            Operating Agrement), yang menyatakan jumlah yang harus dibayar oleh PJUC dan tanggal
            pembayaran jumlah tersebut.
     d. Tidak ada Peristiwa Cedera Janji yang telah terjadi (atau yang kemungkinan akan terjadi akibat
        dilakukannya suatu penarikan) dan semua pernyataan dan jaminan yang dibiat oleh PJUC
        dalam atau sehubungan dengan Perjanjian ini adalah benar dan akurat tanggal Fasilitas
        diberikan dengan mengacu kepada fakta dan keadaan yang ada pada saat itu;
     e. REC tekah menerima keterangan mengenai rekening bank PJUC yang akan menerima dana
        hasil penarikan tersebut.

     Tanggal Pelunasan Fasilitas

     Angsuran untuk setiap bulan dan setiap bunga pada angsuran tersebut (sebagaimana berlaku)
     akan dibayar kembali pada Tanggal Pelunasan yang bersangkutan. Apabila tanggal Pelunasan
     jatuh pada tanggal yang bukan Hari Kerja, Tanggal Pelunasan tersebut akan jatuh pada Hari
     Kerja berikutnya.




Halaman 26                                               00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 28
      Tata Cara dan Mata Uang Pelunasan

      Fasilitas yang diberikan berdasarkan akta ini harus dibayar secara penuh dalam mata uang dolar
      Amerika Serikat melalui pemindahbukuan secara elektronik segera setelah dana tersedia ke
      rekening bank REC tanpa pengurangan apapun.

      Pengalihan

      PJUC tidak boleh mengalihkan haknya berdasarkan akta ini dan REC dapat sewaktu-waktu
      mengalihkan kepada seseorang atau lebih (“pemberi pinjaman yang menerima pengalihan”)
      semua atau sebagian hak dan manfaatnya berdasarkan atau yang timbul dari akta ini dan
      Dokumen Jaminan (sebagaimana sesuai) dan PJUC akan menandatangani dan melakukan
      semua pemindahan, pengalihan, jaminan, tindakan dan hal sebagaimana dapat diminta oleh
      REC untuk menyempurnakan dan menyelesaikan pengalihan hak dan manfaat tersebut. Semua
      perjanjian, pernyataan dan jaminan yang dibuat di dalam Perjanjian ini akan tetap berlaku
      setelah pengalihan yang dilakukan sesuai dengan Pasal ini dan akan berlaku untuk kepentingan
      semua pemberi pinjaman yang menerima pengalihan serta REC. REC tidak dapat mengalihkan
      kewajibannya berdasarkan akta ini.

      Penyelesaian Perselisihan

      Segala sengketa yang timbul dari atau sehubungan dengan perjanjian, termasuk setiap
      pertanyaan mengenai keberadaan, keabsahan atau pengakhiran Perjanjian ini (“Sengketa”) akan
      diteruskan dan diselesaikan secara final melalui arbitrase yang dilakukan oleh Badan Arbitrase
      Nasional Indonesia (“BANI”) yang berlaku pada saat itu.

      Hukum yang berlaku

      Perjanjian ini dan hak serta kewajiban Para Pihak berdasarkan akta ini akan diatur berdasarkan
      dan ditafsirkan sesuai dengan hukum Republik Indonesia.

2.2.4 Analisis Likuiditas Transaksi

      Analisis likuiditas transaksi diperoleh dengan membandingkan tingkat likuiditas perusahaan
      sebelum dan setelah transaksi. Analisis likuiditas dilakukan dengan menggunakan proksi rasio
      likuiditas berupa Current Ratio dan Cash Ratio serta melakukan analisis terhadap pos keuangan
      yang terdampak atas transaksi.

      Tabel 11. Likuiditas Transaksi
                             Analisis Likuiditas              30-Sep-25             30-Sep-25
                        PT Raharja Energi Cepu Tbk              Audited             Proforma
        Laporan Posisi Keuangan
        Total Kas dan Bank                                        32.749.720           27.640.330
        Piutang Lain-lain                                            361.209            5.470.599
        Total Aset Lancar                                         39.519.177           39.519.177
        Rasio Likuiditas
        Current Ratio                                                     4,08                  4,08
        Cash Ratio                                                        3,38                  2,86
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R




Halaman 27                                              00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 29
      Pada pos keuangan yang terdampak akibat transaksi, pos Kas dan Bank perusahaan mengalami
      penurunan sebesar USD5.109.390 atau dari sebesar USD32.749.720 menjadi USD27.640.330.
      Penurunan terjadi karena sumber pendanaan transaksi diperoleh dari kas internal perusahaan,
      sehingga transaksi menurunkan nilai Kas dan Bank perusahaan. Pada pos Piutang lain-lain,
      mengalami kenaikan sebesar USD5.109.390 atau dari sebesar USD258.274 menjadi
      USD5.367.664. Kenaikan terjadi karena pemberian fasilitas cash call oleh perusahaan ke PT
      Petrogas Jatim Utama Cendana dicatat sebagai piutang lain-lain oleh perusahaan. Dengan begitu
      atas transaksi, nilai Total Aset Lancar perusahaan tidak mengalami perubahan.

      Pada rasio likuiditas dengan proksi rasio lancar, tidak terdapat perubahan rasio lancar tercatat
      sebelum dan sesudah transaksi. Perusahaan mencatat rasio lancar sebesar 4,08 baik sebelum
      maupun sesudah transaksi. Hal tersebut dikarenakan transaksi bersumber dari kas internal
      perusahaan dan atas pemberian fasilitas cash call ke PT Petrogras Jatim Utama Cendana,
      perusahaan mencatat pada Piutang Lain-lain Pihak Berelasi.

2.2.5 Analisis Manfaat & Risiko Transaksi

      Manfaat dan Risiko dari adanya transaksi antara PT Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas
      Jatim Utama Cendana dapat diidentifikasi dan dijabarkan sebagai berikut:

      Manfaat yang dapat diperoleh perusahaan dari adanya transaksi adalah sebagai berikut:
      1. Mendukung efektifitas operasional dan pengembangan partisipasi PJUC dalam Kontrak Kerja
         Sama Blok Cepu lewat fasilitas pendanaan cash call, dimana PJUC adalah sebagai
         perusahaan asosiasi milik REC.
      2. Potensi tingkat pendapatan bunga yang lebih tinggi dibandingkan penerimaan dengan tingkat
         bunga pasar.
      3. Diversifikasi ke instrumen keuangan berupa fasilitas pembiayaan cash call kepada entitas
         asosiasi (PJUC)

      Risiko yang dapat diperoleh perusahaan dari adanya transaksi adalah sebagai berikut:
      1. Opportunity Cost yang timbul akibat pinjaman fasilitas pembiayaan yang diberikan kepada PT
          Petrogas Jatim Utama Cendana.
      2. Eksposur terhadap risiko gagal bayar atas pinjaman fasilitas pembiayaan yang diberikan
          kepada PT Petrogas Jatim Utama Cendana.




Halaman 28                                               00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 30
                                             BAB III
                      ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF ATAS TRANSAKSI



3.1   Analisis Kualitatif Atas Transaksi

3.1.1 Riwayat Perusahaan & Riwayat Pinjam-Meminjam Dana

      PT Raharja Energi Cepu Tbk (“REC”) sebelumnya bernama PT Syabas Usaha Migas didirikan pada
      tahun 2006 yang kemudian dilakukan perubahan nama Perusahaan dari PT Syabas Usaha Migas
      menjadi PT DSME ENR CEPU pada tahun 2011. Kemudian Perusahaan diakuisisi oleh PT Rukun
      Raharja Tbk Tbk. (“RAJA”) pada Tahun 2018 dan membuka babak baru dalam strategi dan fokus
      bisnis. Perusahaan mengalihkan seluruh kepemilikan saham kepada PT Rukun Raharja Tbk dan
      pemegang saham setuju mengubah nama Perusahaan yang sebelumnya bernama PT DSME ENR
      CEPU menjadi PT Raharja Energi Cepu. Sehubungan dengan Penawaran Umum Perdana Saham,
      perusahaan merubah statusnya dari Perseroan Terbatas tertutup menjadi Perseroan Terbatas
      terbuka dan karenanya mengubah nama perusahaan menjadi PT Raharja Energi Cepu Tbk.

      Saat ini, perusahaan berfokus menjadi perusahaan induk dengan kegiatan utama mengelola
      investasi di sektor minyak dan gas. Perusahaan memiliki investasi di dua blok produksi minyak
      dan gas, yaitu Blok Cepu dan Blok Jabung. Setelah akuisisi, Perusahaan beralih menjadi
      perusahaan yang berfokus pada investasi di sektor hulu minyak dan gas bumi. Perusahaan
      mengelola investasi strategis pada proyek-proyek unggulan. Saat ini, Perusahaan memiliki 49%
      saham di PT Petrogas Jatim Utama Cendana (“PJUC”), yang menguasai 2,2423% Hak Partisipasi
      di Blok Cepu. Melalui anak usahanya, PT Raharja Energi Tanjung Jabung (“RETJ”), Perusahaan
      juga memiliki 8% Hak Partisipasi di Blok Jabung, Jambi.

      Dengan kepemilikan saham di kedua blok tersebut, Perusahaan memiliki akses ke sumber daya
      energi yang sangat potensial. Kontrak jangka panjang yang dimiliki Perusahaan di Blok Cepu dan
      Blok Jabung memberikan fondasi yang kuat untuk pertumbuhan berkelanjutan dan memastikan
      ketersediaan pasokan energi bagi Indonesia, serta berkontribusi pada peningkatan ekspor
      negara.

      Riwayat pinjam-meminjam dana oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk periode 2019 sampai 2024
      diperoleh dari keterbukaan informasi perusahaan. Perusahaan memiliki riwayat pinjam-
      meminjam dan riwayat perubahan perjanjian pinjaman seperti yang tersaji pada tabel berikut:

      Tabel 12. Riwayat Pinjam Meminjam Dana
                                                                               Pihak-Pihak yang
       Tahun                               Transaksi
                                                                                  Bertransaksi
        2024    Transaksi Fasilitas Pembiayaan Cash Call antara REC dan PJUC      REC & PJUC
        2023    Transaksi Fasilitas Pembiayaan Cash Call antara REC dan PJUC     REC & PJUC
        2022    Transaksi Fasilitas Pembiayaan Cash Call antara REC dan PJUC     REC & PJUC
        2021    Transaksi Fasilitas Pembiayaan Cash Call antara REC dan PJUC     REC & PJUC
        2020    Transaksi Fasilitas Pembiayaan Cash Call antara REC dan PJUC     REC & PJUC
        2019    Transaksi Fasilitas Pembiayaan Cash Call antara REC dan PJUC     REC & PJUC
      Sumber: Keterbukaan Informasi Manajemen




Halaman 29                                                  00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 31
3.1.2 Analisis Industri & Bisnis

      Pertumbuhan Ekonomi

      Ekonomi Indonesia triwulan III-2025 terhadap triwulan III-2024 tumbuh sebesar 5,04%. Dari sisi
      produksi, Lapangan Usaha Jasa Pendidikan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,59%.
      Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan
      tertinggi sebesar 9,91%. Ekonomi Indonesia triwulan III-2025 terhadap triwulan II-2025
      mengalami pertumbuhan sebesar 1,43% (q-to-q). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pengadaan
      Listrik dan Gas mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 5,42%. Dari sisi pengeluaran,
      Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 6,77 persen.
      Sampai dengan triwulan III-2025, ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 5,01
      persen (c-to-c). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan
      tertinggi sebesar 10,37 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan
      Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,13 persen. Secara spasial, perekonomian
      Indonesia pada triwulan III-2025 mencatat pertumbuhan yang relatif stabil dibandingkan dengan
      periode yang sama pada tahun sebelumnya (y-on-y)


               5,3
                                       5,17
               5,1                                                         5,11                                                        5,12
                           5,04                                5,04                    5,05                    5,02                                5,04
                                                   4,94                                            4,95
               4,9                                                                                                         4,87
               4,7

               4,5
                      Q1          Q2          Q3          Q4          Q1          Q2          Q3          Q4          Q1          Q2          Q3
                                       2023                                            2024                                   2025

                                                               Pertumbuhan Ekonomi (%)



                 Grafik 2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2025 – Q2 2025 (% yoy)
                                              Sumber: Badan Pusat Statistik 2025, diolah.


      Pertumbuhan ekonomi Indonesia menurut lapangan usaha sektor pertambangan batubara
      setelah mengalami pertumbuhan tertinggi di tahun 2022 yaitu sampai dengan 115% (yoy)
      kemudian konsisten mengalami kontraksi di tahun 2023 dan 2024. Sampai dengan Q3 2025
      PDB lapangan usaha sektor tambang batubara mencapau Rp593 triliun atau turun 4%
      dibandingkan capaian di tahun 2024 yaitu hanya sebesar Rp593 triliun. Kondisi ini menunjukkan
      pelemahan kinerja industri sektor batubara di Indonesia yang diakibatkan juga dengan
      penurunan harga acuan batubara global serta turunnya permintaan batubara global. Disisi lain,
      sektor jasa keuangan konsisten mencatatkan kinerja positif dari tahun 2021 sampai dengan Q3
      2025. PDB Lapangan usaha sektor jasa keuangan pada tahun 2024 mencapai Rp923 triliun atau
      naik 6% (yoy). Sampai dengan Q3 2025 pertumbuhan sektor jasa keuangan telah mencapai 5%
      (yoy) yaitu mencapai Rp726 triliun. Hal ini menunjukkan kinerja yang kuat baik dalam subsektor
      jasa perantara keuangan, asuransi dan dana pensiun, jasa keuangan lain dan jasa penunjang
      keuangan.




Halaman 30                                                                             00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 32
                                                   1.600




             PDB Lapangan Usaha (Triliun Rupiah)
                                                                            1.297
                                                   1.200                                          1.117
                                                                                                        869           923
                                                                                    809                            850
                                                                    736                                                                                   694              726
                                                    800          603                                                                                   617              593

                                                    400

                                                       -
                                                                 2021         2022                  2023            2024                               Q1-Q3            Q1-Q3
                                                                                                                                                       2024             2025
                                                                                    Tambang Batubara                        Jasa Keuangan

       Grafik 3. Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Tahun 2021 –
                                             Q3 2025
                                                                            Sumber: Bank Indonesia 2025, diolah.


     Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

     Berdasarkan proyeksi PDB harga konstan Indonesia yang dipublikasikan oleh International
     Monetary Fund (IMF), prakiraan rata-rata pertumbuhan PDB Indonesia berdasarkan pengeluaran
     selama periode 2025 sampai dengan 2030 adalah 4,9% dengan proyeksi pertumbuhan di tahun
     2030 mencapai 5,13%. Proyeksi di tahun 2025 mencapai Rp13.521 Triliun, sedangkan perkiraan
     PDB tahun 2030 diperkirakan mencapai Rp17.211Triliun.


                                                      20.000                                                                                                     6,00
                                                                                                                                                       17.211
                                                      18.000                                                                                16.370               5,80
                                                                                                                               15.575
                                                      16.000                                                       14.840                                        5,60
                                                                                                       14.153
                                                                                        13.521
                                                      14.000              12.920                                                                                 5,40
                                                                 12.301
                                                      12.000                                                                                                     5,20
                                                                                                                                             5,11       5,13
                                                      10.000      5,05     5,03                                                                                  5,00
                                                                                                                                 4,95
                                                                                                                    4,85
                                                       8.000                                                                                                     4,80
                                                                                          4,65          4,67
                                                       6.000                                                                                                     4,60

                                                       4.000                                                                                                     4,40

                                                       2.000                                                                                                     4,20

                                                            0                                                                                                    4,00
                                                                 2023 E   2024 E         2025 F        2026 F      2027 F       2028 F      2029 F      2030 F


                                                                                  Proyeksi GDP (Trilliun Rupiah)             Pertumbuhan Ekonomi (%)



                                                           Grafik 4. Proyeksi PDB Indonesia 2025 – 2030 (yoy %)
                                                                Sumber: International Monetary Fund (IMF) April 2025, diolah


     Perkembangan inflasi

     Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2025 terjaga dalam kisaran sasaran
     2,5±1%. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, IHK September 2025 tercatat sebesar 2,65%
     dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,74. Tingkat inflasi bulanan pada September
     2025 sebesar 0,21% (mtm) atau sebesar 1,82% (ytd). Tingkat inflasi komponen inti September
     2025 sebesar 2,1% (yoy); atau sebesar 0,18%(mtm); dan 1,61% (ytd). Sedangkan berdasarkan
     data proyeksi IMF, inflasi Indonesia pada tahun 2025 mencapai 1,68% (yoy) dengan rata-rata
     proyeksi inflasi tahun 2020 – 2030 sebesar 2,32%.




Halaman 31                                                                                                           00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 33
                                          4,00       3,71

                                          3,50

                                          3,00
                                                                                    2,51     2,50      2,52               2,52
                                          2,50                2,30
                                                                                                                  2,19




                            Inflasi (%)
                                          2,00                           1,68

                                          1,50

                                          1,00

                                          0,50

                                             -
                                                    2023 E   2024 E     2025 F     2026 F   2027 F    2028 F   2029 F    2030 F


                          Grafik 5. Perkembangan dan Proyeksi Inflasi di Indonesia (%)
                                          Sumber: International Monetary Fund (IMF) April 2025, diolah


     Perkembangan Nilai Tukar Rupiah

     Pada 30 September 2025, nilai tukar Rupiah menunjukkan pelemahan tipis terhadap beberapa
     mata uang utama dunia dibandingkan posisi akhir bulan sebelumnya. Rupiah tercatat di kisaran
     Rp16.691 per dolar AS, melemah sekitar 2,0% dibandingkan Rp16.356 per dolar AS pada 29
     Agustus 2025. Terhadap Euro, Rupiah berada di level Rp19.583 per EUR, melemah dari Rp19.132
     per EUR pada akhir Agustus. Sementara terhadap Yuan Tiongkok, Rupiah tercatat Rp2.345 per
     CNY, sedikit melemah dari Rp2.294 per CNY pada periode yang sama. Pergerakan ini
     mencerminkan tekanan eksternal akibat ketidakpastian global dan pergerakan dolar AS yang
     menguat secara global, meskipun kebijakan stabilisasi dan intervensi Bank Indonesia tetap
     menjaga volatilitas Rupiah dalam kisaran yang terkendali.


              20.000                                                                                                                        2.700
                                                                          19.132                                                   19.583
              19.500                                                                                                                        2.600
                       18.917
              19.000
                                                                                                                                            2.500
              18.500
              18.000                                                      2.292                                                    2.3452.400
              17.500
                     2.278                                                                                                                  2.300
              17.000
                       16.354                                             16.356                                                  16.6912.200
              16.500
                                                                                                                                            2.100
              16.000
              15.500                                                                                                                        2.000

              15.000                                                                                                                        1.900
                   8/4/25                 8/11/25      8/18/25       8/25/25      9/1/25     9/8/25     9/15/25      9/22/25      9/29/25

                                                             USD/IDR                EUR/IDR              CNY/IDR

                                                 Grafik 6. Perkembangan Nilai Tukar Rupiah
                                                                 Sumber: S&P Capital IQ, diolah


     Suku Bunga

     Pada bulan September 2025, Bank Indonesia menurunkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 4,75%,
     suku bunga Deposit Facility turun 50 bps menjadi 3,75%, dan suku bunga Lending Facility turun
     25 bps menjadi 5,50%. Keputusan ini diambil sejalan dengan prakiraan inflasi tahun 2025 dan
     2026 yang tetap rendah dan terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1%, serta merupakan bagian
     dari upaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah agar sejalan dengan fundamentalnya, sekaligus
     mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal ini juga akan berpengaruh terhadap tingkat suku bunga
     pinjaman yang ditetapkan oleh perbankan. Pada periode Agustus 2025, tingkat suku bunga



Halaman 32                                                                                  00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 34
     pinjaman Perseroan untuk modal kerja, investasi dan konsumsi tercatat turun di level 8,72%,
     8,89% dan 8,94%.

     Tabel 13. Tingkat Suku Bunga Kredit Bank Persero (%)
                                    Bank Persero                       2020           2021      2022        2023        2024    2025*
      Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan                               8,77           8,34      8,29       8,93         8,67      8,60
      Pinjaman Investasi Yang Diberikan                                 8,87           8,49      8,72       9,41         9,21      8,67
      Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan                                 10,56          10,14      9,65       9,27         9,09      8,92
     *September 2025
     Sumber: Bank Indonesia September 2025, diolah


     Gambaran Perkembangan Industri Pertambangan Minyak bumi dan Gas

     Cadangan Minyak Bumi dan Gas (Migas) Indonesia

     Data kementerian ESDM tahun 2024 menunjukkan bahwa cadangan minyak bumi dan Gas di
     Indonesia tahun 2023 mengalami sedikit kenaikan dibandingkan dengan data tahun sebelumnya.
     Dimana cadangan Minyak Bumi terbukti tahun 2023 mencapai 2,41 ribu MMSTB sedangkan
     potensialnya mencapai 2,29 ribu MMSTB dengan total mencapai 4,7 ribu MMSTB. Sedangkan
     tahun 2024 menunjukkan sedikit penurunan dengan total cadangan terbukti sebesar 2,3 ribu
     MMSTB dan potensial sebesar 2 ribu MMSTB. Cadangan minyak bumi terbesar terletak di
     Sumatera Bagian Tengah mencapai 1.410 MMSTB dan Jawa Bagian Timur yaitu sebanyak 1.013
     MMSTB. Sedangkan cadangan gas bumi Indonesia yang sudah terbukti di tahun 2023 mencapai
     35,3 TSCF, potensi cadangan mencapai 19,46 TSCF dengan total cadangan gas bumi sebesar
     54,76 TSCF. Data tahun 2024 juga menunjukkan sedikit penurunan yaitu menjadi 33,84 TSCF
     untuk cadangan terbukti dan 18,14 TSCF untuk cadangan potensial di tahun 2024. Maluku Utara
     menjadi daerah dengan cadangan gas bumi terbesar mencapai 15,78 TSCF dan Papua sebesar
     11,42 TSCF.


                              Cadangan Minyak Bumi                                             Cadangan Gas Bumi

              5.000                                                           70,00

                                                                              60,00
              4.000
                                                                                       18,82     18,99
                                                       2.290                  50,00
                      1.730                 1.900              2.024                                        18,49       19,46
                                  1.700                                                                                         18,14
      MMSTB




              3.000
                                                                              40,00
                                                                       TSCF




                                                                              30,00
              2.000

                                                                              20,00    43,57     41,62
                      2.442                            2.413                                                36,34       35,30   33,84
              1.000               2.245     2.271              2.288
                                                                              10,00

                  -                                                            0,00
                      2020        2021      2022       2023    2024                    2020      2021       2022        2023    2024

                                Terbukti   Potensial                                             Terbukti   Potensial

                         Grafik 7. Cadangan Minyak Bumi dan Gas Indonesia Tahun 2024
                                                    Sumber: Kementerian ESDM, 2024


     Produksi Minyak Bumi dan Gas

     Produksi minyak bumi Indonesia dalam 5 tahun terakhir menunjukkan produksi yang menurun
     disetiap tahunnya, sedangkan produksi gas bumi mengalami fluktuasi. Produksi minyak bumi
     pada tahun 2023 sebesar 606 Juta Barel Minyak per Hari/ MBOPD (Million Barrel of Oil per Day)
     atau turun 1% (yoy). Produksi di tahun 2024 sebesar 580 MBOPD atau turun 4% (yoy). Sedangkan
     produksi gas bumi pada tahun 2023 mengalami sedikit kenaikan dibandingkan tahun 2022 yaitu

Halaman 33                                                                    00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 35
     sebesar 1.284 juta barel per hari/MBOEPD (Million Barrels of Oil Equivalent per Days). Sedangkan
     pada 2024 produksi gas bumi Indonesia sebesar 1.215 MBPOEPD atau naik 2,6% (yoy).


                                        1.178             1.178                                 1.184             1.215
                                                                              1.147
                 1.200,00


                     800,00      708,00               659,00            612,00              606,00         580,00

                     400,00


                          -
                                   2020                  2021             2022                2023             2024
                       Produksi Minyak Mentah dan Konsentrat (MBOPD)               Produksi Produksi Gas Bumi (MBOEPD)

                                 Grafik 8. Produksi Minyak Bumi dan Gas Indonesia
                                            Sumber: Dirjen SKK Migas, 2024


     Lifting merupakan kegiatan pengangkatan atau pengambilan minyak bumi atau gas dari sumur
     produksi untuk kemudian dijual atau dimanfaatkan. Besarnya lifting minyak atau gas bisa berbeda
     dengan hasil produksi yang diakibatkan karena proses produksi dilaksanakan setiap hari, namun
     demikian lifting dilakukan berdasarkan jadwal pengiriman (shipment schedule) yang bisa bersifat
     mingguan atau bulanan. Akibatnya, sebagian minyak yang sudah diproduksi bisa tersimpan
     sementara di tangki (storage) dan baru dilifting pada periode berikutnya. Lifting minyak semester
     I 2024 mencapai 576 MBOEPD atau masih 91% dari total targer sebesar 635 MBOEPD.
     Sedangkan lifting gas semester I 2024 mencapai 989 MBOEPD atau 96% dari target pemerintah
     di tahun 2024. Realisasi lifting gas di semester I 2024 telah menunjukkan realisasi lifting melebihi
     tahun 2023 sebesar 960 MBOEPD.


             1.400
                         1.188     1.141
             1.200                               1.133
                                                                1.058      983          995
                                                                                                     953       960          989
             1.000     829        804           778        746
              800                                                       707           660       612        605            576
              600
              400
              200
                 -
                        2016      2017          2018       2019          2020         2021       2022       2023      SM I 2024

                                 Lifting Minyak (MBOEPD) Realisasi               Lifting Gas (MBOEPD) Realisasi
                                 Lifting Minyak (MBOEPD) Target                  Lifting Gas (MBOEPD) Target

                                  Grafik 9. Lifting Minyak Bumi dan Gas Indonesia
                                                  Sumber: Ditjen SKK Migas, 2024

     Tabel 14. Jumlah dan Kapasitas Kilang Minyak Bumi dan Gas Indonesia
                         Keterangan                                       Jumlah Kilang                     Kapasitas (MTPA)
     Minyak Bumi
         Kilang Minyak                                                                          6                                 1.186
     Kilang LPG
         Kilang LPG (Minyak)                                                                    6                                 1.331
         Kilang Hulu                                                                            6                                 2.342
         Kilang Hilir                                                                          18                                 1.075
         Kilang Hulu dan Hilir                                                                  6                                    44
         Total Kilang LPG                                                                                                         4.792
     Sumber: Kementerian ESDM, 2024



Halaman 34                                                                    00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 36
     Keterbatasan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar diakibatkan karena
     keterbatasan jumlah kilang minyak yang digunakan untuk mengelola minyak mentah hasil lifting
     dalam negeri. Jumlah kilang minyak bumi di Indonesia saat ini adalah sebanyak 6 kilang dengan
     kapasitas total produksi bahan bakar mencapai 1.186 MTPA. Hasil ini belum mampu memenuhi
     total kebutuhan bahan bakar dalam negeri sehingga sebagian besar kebutuhan bahan bakar
     minyak dipenuhi dari Impor. Total impor bahan bakar minyak pada tahun 2024 mencapai USD
     24,7 miliar dan naik 5% di tahun 2024 (data sementara) menjadi USD 25,9 miliar. Sedangkan
     untuk produksi gas menjadi LPG di Indonesia saat ini telah terpenuhi dari 36 kilang dengan
     kapasitas 4.792 MTPA. Dari total produksi tersebut telah mampu memenuhi kebutuhan dalam
     negeri dan sebagian diantaranya di ekspor dimana ekspor gas alam di Indonesia di tahun 2024
     naik 2% (yoy) menjadi USD 8,7 miliar.

     Jika dilihat dari data investasi kegiatan di sektor hulu migas, kenaikan investasi tidak terlalu
     signifikan. Investasi sektor Migas pada tahun 2024 mencapai USD 14,7 miliar atau sekitar Rp229
     triliun, atau naik sebesar 6% (yoy). Investasi ini meliputi investasi untuk kegiatan ekplorasi 7%,
     pengembangan 22%, produksi 66%, dan administrasi sebesar 6% dari total investasi di tahun
     2024.


                           30
                                                                                               13,27                14,07

                           25                                               12,1
                                          10,52              11,01
                           20
              Miliar USD




                           15
                                                                                                                    0,78
                                                                                                  0,84
                           10             0,68               0,77           0,73
                                                                                                  8,64              9,24
                                          7,66                8             8,06
                           5
                                                                                                  2,63              3,07
                                          1,65               1,47           1,47
                                          0,52               0,69           0,7                   1,16              0,98
                           0
                                   2020               2021           2022               2023                 2024

                                    Eksplorasi     Pengembangan      Produksi      Administrasi      Total

                                Grafik 10. Investasi Kegiatan Hulu Migas Tahun 2020 – 2024
                                                  Sumber: Ditjen SKK Migas, 2024

     Perkembangan Pasar global

     Secara umum, aktivitas ekspor migas menunjukkan kondisi yang berfluktuasi. Sementara impor
     migas masih mendominasi untuk memenuhi kebutuhan energi domestik. Ekspor minyak mentah
     menurun dari USD 2,80 juta pada 2021 menjadi USD 2,23 juta pada 2024, sedangkan impor
     minyak mentah meningkat dari USD 7,05 juta menjadi USD 10,35 juta pada periode yang sama.
     Impor hasil minyak menurun signifikan dari USD 18,48 juta pada 2021 menjadi USD 8,91 juta
     pada 2024, menunjukkan adanya peningkatan kapasitas kilang domestik. Di sisi lain, ekspor gas
     alam meningkat tajam dari USD 7,45 juta pada 2021 menjadi USD 25,92 juta pada 2024,
     menegaskan posisi Indonesia sebagai negara pengekspor gas bersih meskipun masih bergantung
     pada impor minyak.




Halaman 35                                                             00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 37
                        30.000                                          28.962

                                                                                                                             25.924
                        25.000                                                                  24.689


                        20.000                 18.482
             Juta USD


                        15.000
                                                                11.455
                                                                                         11.142
                                                                              9.712                                   10.353
                        10.000                                                                           8.773                      8.908
                                       7.047         7.451
                                                                      4.671                   5.400
                                                                                                                           4.741
                         5.000
                                    2.796                                                                          2.229
                                            2.001             1.615                   1.749
                                0
                                              2021                     2022                    2023                          2024
                                Minyak Mentah Ekspor                    Minyak Mentah Impor                      Hasil Minyak Ekspor
                                Hasil Minyak Impor                      Gas Alam Ekspor                          Gas Alam Impor

                           Grafik 11. Ekspor dan Impor Minyak Bumi dan Gas Tahun 2021 – 2024
                                                                 Sumber: BPS, 2024

     Pada September 2025, harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) tercatat sebesar USD
     66,81 per barel, naik USD 0,73 dari bulan sebelumnya, sejalan dengan kenaikan harga Brent
     (ICE) dan Basket OPEC, meski Dated Brent dan WTI (Nymex) justru mengalami penurunan tipis.
     Kenaikan ICP dipengaruhi oleh meningkatnya risiko geopolitik global, terutama akibat eskalasi
     konflik Rusia–Ukraina yang mengganggu sekitar 17% kapasitas kilang Rusia serta ketegangan di
     Timur Tengah terkait sanksi terhadap Iran. Secara keseluruhan, ICP Indonesia bergerak positif
     dibandingkan harga acuan utama dunia, mencerminkan pengaruh kuat kondisi geopolitik dan
     dinamika permintaan kawasan Asia. Untuk proyeksi harga Brent pada tahun Januari – Mei 2026
     diprediksi berada pada kisaran USD 63,75 – USD 64,44 per barel.


                                                        Brent Crude Oil Futures Prompt Month ($/bbl)
                        85,00

                        80,00

                        75,00

                        70,00

                                                                                                      64,44   63,75 63,7763,86 64,07 64,44
                        65,00

                        60,00




                                    Grafik 12. Perkembangan Harga Acuan Minyak Mentah (Brent)
                                                        Sumber: S&P Capital IQ, 2025, diolah

     Data International Energy Agency (IEA) menunjukkan bahwa 40,1% dari total kebutuhan energy
     global tahun 2023 bersumber dari minyak mentah. Rata-rata total kebutuhan minyak mentah
     tahun 2024 mencapai 102,95 MMB per hari, sedangkan rata-rata suplai sebesar 103,23 MMB
     per hari. Hingga September 2025 rata-rata total permintaan minyak mentah global turun 0,8%
     menjadi 103,72 MMB per hari dengan suplai naik 2% menjadi 105,29 MMB per hari. Penurunan
     permintaan disebabkan karna penggunaan renewable energi yang meningkat seiring dengan
     komitmen banyak negara untuk beralih dari penggunaan energi yang bersumber dari energi tidak
     terbarukan ke sumber energi terbarukan. Namun demikian permintaan akan minyak mentah
     sebagai sumber energi global masih menjadi yang tertinggi seiring dengan masih bergantungnya

Halaman 36                                                                            00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 38
      sektor industri dan sumber listrik yang berbahan bakar minyak.

              250


              200

                                                                                                                          104,9 106,8 107,1 108,5
              150   101,4 102,8 103,6 103,5 103,1 103,1 103,2 103,6 102,8 103,8 103,9 103,9 102,8 103,3 104,8 104,5 104,9
      MMB/D




              100


               50   100,8 102,9 101,8 102,1 103,2 103,8 103,8 103,4 103,2 103,2 103,2    104     101,7 103,3 102,1 103,3   103    105,7 105,2 104,7 104,6




                0
                    Jan   Feb Mar Apr May Jun            Jul   Aug Sep    Oct Nov       Dec      Jan   Feb Mar Apr May Jun               Jul   Aug Sep
                                                    2024                                                                   2025
                                                                     Permintaan         Suplai


                          Grafik 13. Perkembangan Permintaan dan Suplai Minyak Mentah Global
                                                           Sumber: McKinsey, 2025


      Kesimpulan Industri Pertambangan Minyak Bumi dan Gas

      Industri minyak, baik di Indonesia maupun global, tengah berada pada fase transisi penting di
      antara meningkatnya kebutuhan energi dan tekanan menuju energi terbarukan. Secara global,
      minyak masih menjadi sumber energi utama dengan kontribusi lebih dari 40% terhadap total
      konsumsi energi pada 2023. Hingga September 2025, permintaan minyak dunia turun 0,8%
      akibat peningkatan penggunaan energi bersih, sementara pasokan naik 2% dan ketegangan
      geopolitik Rusia–Ukraina serta Timur Tengah menjaga harga Brent di kisaran USD 63–64 per
      barel, dengan ICP Indonesia naik menjadi USD 66,81 per barel. Di dalam negeri, industri migas
      menghadapi penurunan produksi dari 606 MBOPD pada 2023 menjadi 580 MBOPD pada 2024
      serta keterbatasan kapasitas kilang yang menyebabkan impor BBM mencapai USD 25,9 miliar
      pada 2024. Meskipun demikian, pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil di kisaran 4,9% per
      tahun hingga 2030 akan menjaga tingkat konsumsi energi, sehingga prospek PT Raharja Energy
      Cepu Tbk tetap terbuka, terutama jika perusahaan mampu meningkatkan efisiensi lifting,
      mengoptimalkan produksi di blok-blok minyak domestik, dan memanfaatkan momentum harga
      minyak dunia yang cenderung stabil pada level moderat.

3.1.3 Analisis Operasional & Prospek Perusahaan

      Analisa Operasional

      Kegiatan usaha Perseroan berdasarkan perubahan Anggaran Dasar terakhir dalam Akta
      Keputusan Para Pemegang Saham PT Raharja Energi Cepu No. 18 tanggal 20 September 2024
      adalah berusaha dalam aktivitas konsultasi manajemen lainnya dan aktivitas perusahaan holding.
      Kegiatan Usaha Penunjang yang mendukung kegiatan usaha utama Perseroan adalah
      menjalankan usaha-usaha di bidang Pertambangan Minyak Bumi dan Pertambangan Gas Alam.

      Produk dan jasa yang dihasilkan Perseroan dan Entitas Anak, yaitu berasal dari lifting minyak dan
      gas bumi dari 2 (dua) blok utama yaitu Blok Cepu melalui Perusahaan Asosiasi yaitu PJUC dan
      Blok Jabung melalui Perusahaan Anak. Operasional perusahaan asosiasi dan perusahaan anak
      dalam hal pertambangan minyak dan gas bumi didukung oleh produksi dan cadangan sebagai
      berikut:




Halaman 37                                                                          00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 39
     Tabel 15. Produk dan Jasa PJUC
       No                    Keterangan                                    Jumlah
        1    Blok Jabung
             Produksi:
             -Minyak Mentah                              2.115 MBBL
             -Minyak Kondensat                           2.991 MBBL
             -Gas Bumi                                   46.950 MMSCF
             -LPG                                        8.103 MMSCF
             Cadangan:
             -Minyak Mentah                              55.029 MBBL
             -Gas                                        412.206 MMSCF
       2     Blok Cepu
             -Minyak Mentah                              53.714 MBBL
             -Cadangan                                   281.662 MBBL

     Pertambangan Minyak Bumi mencakup kegiatan pertambangan minyak bumi mentah termasuk
     usaha pencarian kandungan minyak bumi, pengeboran, penambangan, pemisahan serta
     penampungan, produksi minyak bumi mentah kondensat, pemrosesan untuk menghasilkan
     minyak mentah dengan cara penampungan, penyaringan, pengeringan, stabilisasi dan lain-lain.
     Hasil pertambangan minyak bumi antara lain minyak mentah atau crude oil kondensat.
     Pertambangan Gas Alam mencakup usaha pencarian kandungan gas alam, pengeboran,
     penambangan, pemisahan serta penampungan. Hasil pertambangan gas alam antara lain gas
     alam. Pencairan gas alam menjadi LNG sampai ke pengapalannya masih termasuk kegiatan
     pertambangan. Termasuk kegiatan CBM (Coalbed Methane).

     Operasional perusahaan, entitas anak, dan entitas asosiasi tersebar di 3 wilayah Provinsi di
     Indonesia yaitu Jawa Tengah untuk Blok Cepu, Jawa Timur untuk Blok Cepu, dan Jambi untuk
     Blok Jabung. Kapasitas Blok Tanjung Jabung sebesar 52 ribu BOPD dan kapasitas Blok Cepu
     sebesar 155 ribu BOPD.

     Prospek Perusahaan

     Kinerja PT Raharja Energy Cepu Tbk (REC) pada tahun 2024 menunjukkan adanya perlambatan
     dengan penurunan laba bersih sebesar 43% (yoy) menjadi USD 13,96 juta. Perlambatan ini
     terutama disebabkan oleh kinerja entitas anak, PT Raharja Energi Tanjung Jabung yang memiliki
     8% participating interest di Blok Jabung, serta entitas asosiasi PT Petrogas Jatim Utama Cendana
     dengan 2,2423% participating interest di Blok Cepu, yang mengalami tekanan akibat fluktuasi
     harga minyak dan gas global. Meskipun secara operasional Blok Jabung mencatat peningkatan
     lifting minyak mentah sebesar 1,4%, kondensat sebesar 11,5%, dan kenaikan gas alam sebesar
     16,2% (yoy) serta Blok Cepu mengalami penurunan lifting minyak mentah sebesar 6,9%. Kenaikan
     volume lifting tersebut turut meningkatkan beban pokok pendapatan hingga 73,7%, namun tidak
     diimbangi dengan kenaikan pendapatan yang signifikan akibat turunnya harga acuan minyak
     dan gas dibandingkan tahun 2023, sehingga menekan profitabilitas perusahaan.

     Kendati menghadapi tekanan margin, fundamental usaha REC tetap solid mengingat kepemilikan
     portofolio pada dua blok migas terbesar di Indonesia, yakni Blok Jabung dan Blok Cepu, dengan
     cadangan minyak masing-masing sebesar 55.029 MMBL dan 281.662 MBBL serta cadangan gas
     412.206 MMSCF di Blok Jabung. Sebagai perusahaan investasi, REC menjalankan kegiatan
     usaha dengan risiko operasional yang relatif rendah karena aktivitas eksplorasi dan produksi
     diserahkan kepada operator berpengalaman dengan rekam jejak yang kuat di industri migas
     nasional. Strategi ini memungkinkan REC untuk mempertahankan kestabilan laju produksi dan
     mengoptimalkan tingkat penurunan produksi secara ekonomis. Selain itu, keberlanjutan kontrak


Halaman 38                                              00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 40
      pengelolaan Blok Cepu hingga tahun 2035 dan Blok Jabung hingga tahun 2043 memberikan
      kepastian pendapatan jangka panjang bagi perusahaan. Ke depan, prospek usaha REC dinilai
      positif seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi domestik, tren stabilisasi harga minyak
      dunia, serta potensi penguatan portofolio investasi di sektor gas bumi dan minyak bumi. Dengan
      tata kelola investasi yang hati-hati serta dukungan dari operator yang andal, REC berpeluang
      memperbaiki kinerja keuangannya dan memperkuat posisinya sebagai perusahaan investasi
      migas yang stabil dan berorientasi jangka panjang.

3.1.4 Alasan Dan Latar Belakang Transaksi

      Transaksi dilakukan dalam rangka pemberian fasilitas pembiayaan sehingga PJUC, sebagai
      perusahaan yang didirikan untuk memegang dan mengelola Hak Partisipasi sebesar 2,2423%
      dalam Kontrak kerja Sama Blok Cepu (KKS) dan Perjanjian Operasi Bersama (Joint Operating
      Agreement) yang mencakup Wilayah kerja Cepu, dapat berpartisipasi dalam pengembangan
      Kontrak Kerja Sama sesuai dengan bagiannya terhadap Biaya Proyek.

      PJUC merupakan entitas asosiasi REC dimana REC memiliki 49% saham PJUC dan dengan
      dilakukannya pemberian fasilitas pembiayaan kepada PJUC, diharapkan dapat memberikan
      kontribusi langsung berupa pendapatan keuangan lewat imbal hasil bunga yang lebih tinggi dari
      imbal hasil bunga pasar dan kontribusi tidak langsung berupa peningkatan nilai grup perusahaan
      akibat partisipasi PJUC sebagai entitas asosiasi dalam pengembangan Kontrak Kerja Sama.

3.1.5 Analisis Keuntungan & Kerugian Kualitatif

      Keuntungan dan kerugian dari adanya transaksi bagi PT Raharja Energi Cepu Tbk dapat ditinjau
      dari beberapa aspek.

      Keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan dari adanya transaksi adalah sebagai berikut:
      1. Memperoleh tingkat pendapatan bunga yang lebih tinggi dibandingkan penerimaan dengan
         tingkat bunga pasar.
      2. Potensi peningkatan nilai perusahaan yang berkelanjutan di tingkat grup karena kepemilikan
         PT Raharja Energi Cepu Tbk pada PT Petrogas Jatim Utama Cendana.

      Kerugian yang dapat diperoleh perusahaan dari adanya transaksi adalah sebagai berikut:
      1. Opportunity Cost yang timbul akibat pinjaman fasilitas pembiayaan yang diberikan kepada PT
         Petrogas Jatim Utama Cendana.
      2. Hilangnya likuiditas sementara perusahaan akibat penggunaan aset likuid internal sebagai
         sumber pemberian pendanaan kepada PJUC.

3.1.6 Dampak Leverage Terhadap Keuangan (Dibanding Industri Sejenis)

      Leverage perusahaan diukur lewat rasio Debt to Equity dan rasio Debt to Assets. Rasio Debt to
      Equity dan rasio Debt to Assets Pada PT Raharja Energi Cepu Tbk secara historis sejak 2020
      sampai 30 September 2025 disajikan pada tabel berikut:

      Tabel 16. Leverage PT Raharja Energi Cepu Tbk
        PT Raharja Energi Cepu Tbk   2020    2021      2022       2023     2024    Sep-25   Average
       Debt to Equity (DER)           0,30     0,24      0,25       1,09    0,93     0,45     0,54
       Debt to Assets (DAR)           0,23     0,20      0,20       0,52    0,48     0,31     0,32
      Sumber: Laporan Keuangan REC, dan Analisis KJPP FDI&R



Halaman 39                                                    00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 41
     Adanya transaksi tidak mengubah rasio leverage perusahaan karena pinjaman yang diberikan
     kepada PT Petrogas Jatim Utama Cendana bersumber dari dana internal kas perusahaan. dengan
     begitu transaksi tidak merubah struktur leverage perusahaan dilihat dari rasio Debt to Equity dan
     rasio Debt to Assets. Leverage perusahaan setelah transaksi dilakukan disajikan pada tabel
     berikut:

     Industri sejenis merupakan perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia yang memiliki kesamaan
     klasifikasi industri dengan PT Raharja Energi Cepu Tbk. Perusahaan sejenis yang disebandingkan
     dipilih menggunakan penentuan kesebandingan karakteristik yang terdiri dari klasifikasi industri,
     pertumbuhan pendapatan, pertumbuhan laba, margin laba bersih, total aset, dan pangsa pasar.
     Perusahaan dengan kriteria yang sebelumnya sudah ditentukan dan memenuhi minimum 2
     kriteria selanjutnya digunakan sebagai benchmark leverage.

     Ringkasan penentuan perusahaan pada industri sejenis disajikan pada tabel berikut:

     Tabel 17. Penentuan Perusahaan Industri Sejenis
                                          Pertumbuhan   Pertumbuhan         Margin laba                        Pangsa
                  Perusahaan                                                              Total Aset
                                           Pendapatan       Laba              Bersih                            Pasar
      PT Energi Mega Persada Tbk              √                 √               √
      PT Super Energy Tbk                                       √                                √               √
      PT Capitalinc Investment Tbk
      PT Medco Energi Internasional Tbk       √                                 √
      PT Ulima Nitra Tbk                      √                 √               √                √               √
      PT Bumi Resources Tbk                                                     √
      PT Bukit Asam Tbk                       √                                 √
      PT. Indika Energy Tbk                                                     √
      PT ABM Investama Tbk                                                      √
      PT Golden Eagle Energy Tbk                                                √                √
     Sumber: S&P Capital IQ, diolah.


     Rasio leverage historis pada perusahaan di industri sejenis dengan proksi berupa rasio Debt to
     Equity dan Debt to Assets disajikan pada tabel berikut:

     Tabel 18. Rasio Debt to Equity Perusahaan Pembanding
                   Perusahaan                2020       2021         2022       2023      2024       Sep-25      Average
      PT Energi Mega Persada Tbk               2,98      1,37         1,32        1,34     1,41         1,29         1,62
      PT Super Energy Tbk                      0,81      0,87         1,12        1,12     3,12         4,91         1,99
      PT Medco Energi Internasional Tbk        3,92      3,62         2,97        2,68     2,37         2,53         3,02
      PT Ulima Nitra Tbk                       0,96      0,53         0,62        0,86     0,64         0,56         0,70
      PT Bukit Asam Tbk                        0,42      0,49         0,57        0,80     0,85         1,06         0,70
      PT Golden Eagle Energy Tbk               0,56      0,29         0,16        0,26     0,52         1,67         0,58
     Sumber: S&P Capital IQ, diolah.


     Rata-rata historis Debt to Equity perusahaan pembanding pada industri sejenis berkisar pada 0,58
     sampai 3,02. Rasio Debt to Equity yang tinggi menggambarkan bahwa pendanaan perusahaan
     lebih banyak bersumber dari Utang ketimbang Ekuitas.

     Tabel 19. Rasio Debt to Assets Perusahaan Pembanding
                   Perusahaan                2020       2021         2022       2023      2024       Sep-25      Average
      PT Energi Mega Persada Tbk             0,75       0,58         0,57       0,57      0,58         0,56       0,60



Halaman 40                                                          00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 42
                      Perusahaan                 2020          2021          2022     2023       2024      Sep-25     Average
      PT Super Energy Tbk                        0,45          0,46          0,53      0,53      0,76       0,83       0,59
      PT Medco Energi Internasional Tbk          0,80          0,78          0,75      0,73      0,70       0,72       0,75
      PT Ulima Nitra Tbk                         0,49          0,35          0,38      0,46      0,39       0,36       0,41
      PT Bukit Asam Tbk                          0,30          0,33          0,36      0,44      0,46       0,52       0,40
      PT Golden Eagle Energy Tbk                 0,36          0,22          0,14      0,21      0,34       0,63       0,32
     Sumber: S&P Capital IQ, diolah.


     Rata-rata historis Debt to Assets perusahaan pembanding pada industri sejenis berkisar pada 0,32
     sampai 0,75. Rasio Debt to Assets perusahaan menggambarkan berapa besar kewajiban yang
     ditanggung perusahaan berbanding dengan total aset perusahaan.

     Rata-rata 5 tahun Debt to Equity ratio REC sebesar 0,54 berada pada rentang rata-rata 5 tahun
     Debt to Equity perusahaan pembanding di satu industri pada kisaran 0,58 sampai 3,02. Adanya
     transaksi tidak menyebabkan perubahan Debt to Equity ratio REC karena dana yang digunakan
     sebagai pemberian fasilitas ke PJUC adalah dana yang berasal dari kas internal perusahaan.
     Dengan begitu transaksi tetap menempatkan REC pada rentang Debt to Equity perusahaan
     pembanding dalam industri sejenis.

     Rata-rata 5 tahun Debt to Assets ratio REC sebesar 0,32 berada pada rentang rata-rata 5 tahun
     Debt to Assets perusahaan pembanding di satu industri pada kisaran 0,32 sampai 0,75. Adanya
     transaksi tidak menyebabkan berubahan Debt to Assets ratio REC karena transaksi hanya
     memindahkan aset dari kas internal perusahaan ke piutang pada PJUC, sehingga tidak
     mengubah struktur rasio Liabilitas terhadap Aset.

3.1.7 Dampak Likuiditas & Kemampuan Melunasi Pinjaman Saat Jatuh Tempo

     Kemampuan PJUC dalam melunasi pinjaman saat jatuh tempo dapat dianalisis melalui analisis
     likuiditas, analisis kemampuan melunasi pinjaman, analisis terhadap pos keuangan terkait
     dengan transaksi fasilitas cash call, dan analisis kinerja perusahaan. Dalam hal ini digunakan
     rasio likuiditas, rasio leverage, debt service coverage ratio, rasio profitabilitas, dan analisis pada
     pos-pos laporan keuangan terkait transaksi.

     Tabel 20. Current Ratio dan Cash Ratio PJUC
         Rasio Likuiditas            2020         2021                2022            2023          2024            Sep 2025
      Total Aset Lancar
                                   14.249.324   21.551.102       24.926.804         20.190.436    17.372.773       12.539.954
      (USD)
      Total Liabilitas
                                    2.115.863    1.697.100        1.566.153          1.613.444     1.549.351          955.948
      Lancar (USD)
      Current Ratio                      6,73       12,70               15,92           12,51           11,21           13,12


      Kas dan Setara Kas
                                    2.775.354   15.070.805       19.679.500         15.365.656    13.144.125        8.525.039
      (USD)
      Total Liabilitas
                                    2.115.863    1.697.100        1.566.153          1.613.444     1.549.351          955.948
      Lancar (USD)
      Cash Ratio                         1,31           8,88            12,57             9,52           8,48            8,92
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Analisis likuiditas lewat rasio lancar dan rasio kas menunjukan secara historis sejak 2020, rasio
     lancar PJUC selalu tercatat diatas 1 yang berarti perusahaan memiliki kemampuan untuk
     menyelesaikan kewajiban jangka pendek berbanding dengan aset lancar. Analisis dengan rasio
     kas menunjukan bahwa secara historis sejak 2020, perusahaan tercatat memiliki rasio kas diatas


Halaman 41                                                              00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 43
     1 yang berarti perusahaan memiliki kemampuan untuk menyelesaikan kewajiban jangka pendek
     dengan kas dan setara kas. Per 30 September 2025, tercatat rasio lancar perusahaan adalah
     sebesar 13,12 dengan rasio kas sebesar 8,92.

     Tabel 21. Rasio Debt Service Coverage Ratio (DSCR) - PJUC
        Analisis Kemampuan
                                           2020           2021               2022           2023              2024         30-Sep-25
         Melunasi Pinjaman
      EBIT (USD)                        11.665.266     17.375.807      25.298.712       23.963.633        20.208.794       13.749.079
      Interest (USD)                         7.691            6.383            7.745           7.305             6.142           883
      Principal (USD)                   17.116.180        958.560                   -                -                -             -
      DSCR (X)                                 0,68           18,01       3.266,46          3.280,44         3.290,26       15.570,87
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Debt service coverage ratio PJUC menggambarkan bagaimana kemampuan PJUC dalam
     melunasi kewajiban pada periode tertentu. DSCR dihitung dengan membandingkan EBIT dan
     beban bunga serta pokok pinjaman. Secara historis sejak 2020 sampai 30 September 2025, PJUC
     mencatat DSCR yang semakin meningkat. Hal tersebut menggambarkan kemampuan operasional
     usaha PJUC semakin mampu dalam melunasi kewajiban di suatu periode tertentu. Per 30
     September 2025, DSCR PJUC berada di angka 15.570,87x akibat tidak adanya pembayaran
     Kembali pokok dan jumlah beban bunga yang kecil relatif terhadap EBIT Perusahaan.

     Tabel 2222. Rasio Profitabilitas PJUC
                 Rasio Profitabilitas                  2020           2021          2022           2023           2024       Sep 2025
      Gross Profit Margin                              40,34%         63,33%        75,63%          85,20%        77,48%       77,42%
      Operating Profit Margin                          39,05%         61,72%        73,33%          83,00%        75,45%       75,06%
      Net Profit Margin                                11,16%         22,14%        41,06%          52,77%        47,03%       48,16%
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Analisis profitabilitas menggambarkan seberapa efisien dan menguntungkan operasi bisnis yang
     dijalankan PJUC. Menggunakan rasio margin laba kotor, diperoleh bahwa perusahaan memiliki
     tingkat margin laba kotor yang berfluktuatif sejak 2020 hingga september 2025 dengan rentang
     40,34% sampai 85,20%. Per September 2025, margin laba kotor perusahaan tercatat sebesar
     77,42%. Analisis profitabilitas dengan menggunakan proksi operating profit margin pada PJUC
     tercatat berfluktuatif sejak 2020 sampai September 2025 dengan rentang sebesar 39,05% hingga
     83,00%. Hal tersebut menggambarkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan laba usaha
     dari operasional bisnis perusahaannya. Analisis menggunakan net profit margin PJUC tercatat
     pada periode 2020 hingga September 2025 sebesar 11,16% sampai 52,77%. Pada September
     2025 Net Profit Margin PJUC tercatat sebesar 48,16%.

     Tabel 23. Laporan Arus Kas PJUC
                                                                                                                 (Dalam USD penuh)
          Laporan Arus Kas                 2020           2021               2022            2023              2024          Sep 2025
      Total Arus Kas dari
                                         18.396.553    18.436.783       20.054.640         15.913.607        13.784.177      8.933.884
      Aktivitas Operasi
      Total Arus Kas dari
                                         (2.612.762)     (263.360)        (553.052)         (737.363)         (826.528)       (568.146)
      Aktivitas Investasi
      Total Arus Kas dari
                                        (20.131.298)   (5.877.972)     (14.892.893)     (19.490.088)      (15.179.180)     (12.984.824)
      Aktivitas Pendanaan

      Kenaikan (Penurunan)
                                         (4.347.507)   12.295.451        4.608.695         (4.313.844)       (2.221.531)    (4.619.086)
      Neto Kas dan Bank
      Saldo Kas dan Bank Awal
                                          7.122.861     2.775.354       15.070.805         19.679.500        15.365.656     13.144.125
      Tahun
      Saldo Kas dan Bank Akhir
                                          2.775.354    15.070.805       19.679.500         15.365.656        13.144.125      8.525.039
      Tahun
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


Halaman 42                                                                    00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 44
      Analisis kemampuan PJUC dalam melunasi pinjaman selanjutnya dilakukan dengan melakukan
      analisis pada laporan arus kas perusahaan. Diperoleh bahwa pada periode 2020 sampai
      September 2025, PJUC mencatat perolehan kas dari aktivitas operasi yang positif yang berarti
      operasional perusahaan mampu menghasilkan lebih banyak arus kas masuk ketimbang arus kas
      keluar. Dilihat dari kenaikan dan penurunan neto kas dan bank PJUC, diperoleh bahwa pada
      periode 2023, 2024, dan per September 2025 PJUC mencatatkan perolehan penurunan neto kas
      dan bank. Hal tersebut karena lebih tingginya arus kas keluar dari aktivitas investasi dan aktivitas
      pendanaan. Meski begitu, saldo kas dan bank akhir tahun perusahaan masih tercatat tinggi
      sebesar 47,85% dari total aset PJUC per 30 September 2025.

3.1.8 Dampak Jika Proyek Dibiayai Gagal

      Terdapat dampak pada PT Raharja Energi Cepu Tbk jika pinjaman yang diberikan kepada PT
      Petrogas Jatim Utama Cendana tidak dapat dilunasi atau mengalami kegagalan. Tidak
      dilunasinya pinjaman oleh PT Petrogas Jatim Utama Cendana akan menghilangkan potensi
      pendapatan bunga yang akan diterima dan tertundanya penerimaan pokok atas pinjaman. Hal
      tersebut langsung berdampak pada penurunan laba rugi dan penurunan perolehan kas
      perusahaan.

      Meski begitu, secara historis PJUC selalu mampu melakukan pembayaran kembali atas drawdown
      cash call dari fasilitas yang diberikan REC. Secara historis kebelakang, pembayaran kembali atas
      drawdown fasilitas cash call yang diberikan dilunasi pada hari yang sama untuk menghindari
      bunga sehingga pada akhir periode tidak terdapat catatan utang PJUC ke REC.



3.2   Analisis Kuantitatif Atas Transaksi

3.2.1 Kinerja Historis

      Analisis kinerja historis bertujuan untuk menilai kondisi keuangan dan kinerja operasional
      perusahaan dalam beberapa tahun terakhir sebelum dilakukannya transaksi. Analisis ini
      memberikan gambaran mengenai stabilitas pendapatan, efisiensi operasional, serta kemampuan
      perusahaan dalam menghasilkan laba dan arus kas.

      Kinerja Historis PT Raharja Energi Cepu Tbk (“REC”)

      • Laporan Keuangan

         Data laporan keuangan yang digunakan dalam analisis ini adalah laporan keuangan audited
         REC periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 serta laporan keuangan Audited
         periode 30 September 2025.

         Laporan keuangan tersebut menjadi dasar dalam penilaian kinerja historis dan posisi
         keuangan perusahaan, meliputi Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, serta Laporan
         Arus Kas pada masing-masing periode.




Halaman 43                                                  00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 45
        Laporan Posisi Keuangan

        Tabel 24. Laporan Posisi Keuangan REC Periode 31 Desember 2020 - 2030 Desember 2025
                                                                            (Dalam USD Penuh)
             Laporan Posisi Keuangan   Des 2020       Des 2021       Des 2022       Des 2023       Des 2024       Sep 2025
                                        Audited        Audited        Audited        Audited        Audited        Audited
         Aset Lancar
         Kas dan bank                   8.343.720      1.866.812      1.276.897     12.882.835     10.395.049     32.749.720
         Piutang Usaha - Pihak
                                                  0              0              0   10.372.313     11.400.095      3.594.509
         Ketiga
         Piutang Lain0lain                        0              0              0              0              0              0
         Pihak Ketiga                             0              0              0              0      14.489        102.935
         Pihak Berelasi                  963.126          4.516       1.214.315       495.119        345.483        258.274
         Pajak Dibayar Dimuka            870.834        241.869                 0              0              0              0
         Uang Muka dan Beban
                                                  0              0              0              0              0    1.852.137
         Dibayar Dimuka
         Investasi Jangka Pendek                  0              0              0              0              0     909.167
         Beban Dibayar Dimuka              1.094                 0              0              0              0              0
         Aset Lancar Lainnya              10.238         10.308                 0              0     336.488         52.435
         Total Aset Lancar             10.189.012      2.123.505      2.491.212     23.750.267     22.491.604     39.519.177


         Aset Tidak Lancar
         Investasi Pada Entitas
                                        11573884      12.202.548     11.918.250      9.844.944      8.559.832      6.518.812
         Asosiasi
         Aset Tetap - Bersih                8540          5.154         34.078         27.585         24.364        127.042
         Properti Minyak dan Gas -
                                                  0              0              0   23.834.819     21.708.950     20.088.262
         Bersih
         Aset Pajak Tangguhan               3707          4.277          8.957         17.242         39.601         43.777
         Aset Tidak Lancar Lain0lain              0              0              0              0              0      20.775
         Total Aset Tidak Lancar       11.586.131     12.211.979     11.961.285     33.724.590     30.332.747     26.798.668
         Total Aset                    21.775.143     14.335.484     14.452.497     57.474.857     52.824.351     66.317.845


         Liabilitas Jangka Pendek
         Utang Dividen                            0     172.372                 0              0              0              0
         Utang Lain0lain Pihak
                                                  0              0         246            252          3.098        110.222
         Berelasi
         Utang Pajak                       2.269          1.064          2.852       1.861.328      2.640.803      2.555.799
         Beban Masih Harus Dibayar                0       3.435          3.987         10.316        717.327        125.114
         Kewajiban Kontrak                        0              0              0              0              0     750.092
         Bagian Lancar Liabilitas
                                                  0              0              0              0              0              0
         Jangka Panjang
         Pinjaman Bank                            0              0              0    5.965.843      6.274.541      5.497.066
         Pinjaman Pemegang Saham        5.016.083       148.932        284.165        357.335        357.335        625.336
         Pinjaman Pembiayaan
                                                  0              0       4.013          4.635          5.004         16.028
         Konsumen
         Total Liabilitas Jangka
                                        5.018.352       325.803        295.263       8.199.709      9.998.108      9.679.657
         Pendek


         Liabilitas Jangka Panjang
         Pinjaman Jangka Panjang
         setelah Dikurangi Bagian                 0              0              0   19.466.522     13.541.980      9.004.634
         Lancar
         Pinjaman Bank                            0              0    2.558.660      2.201.325      1.843.990      1.575.989
         Pinjaman pemegang
                                                  0    2.473.580        17.075         12.788          7.194         53.870
         Saham




Halaman 44                                                           00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 46
             Laporan Posisi Keuangan   Des 2020       Des 2021       Des 2022       Des 2023       Des 2024       Sep 2025
                                        Audited        Audited        Audited        Audited        Audited        Audited
         Pinjaman Pembiayaan
                                                  0              0              0      10.520         14.328         17.407
         Konsumen
         Liabilitas Imbalan
                                           15427         15.127          8.643                 0              0              0
         Pasca0Kerja
         Liabilitas Imbalan Pensiun
                                                  0      26.145         62.035         18.851         92.855
         Direksi dan Komisaris
         Total Liabilitas Jangka
                                          15.427       2.488.707      2.610.523     21.753.190     15.426.343     10.744.755
         Panjang
         Jumlah Liabilitas              5.033.779      2.814.510      2.905.786     29.952.899     25.424.451     20.424.412


         Ekuitas
         Modal Saham                    2.313.796      2.313.796      2.313.796      2.313.796      2.313.796      2.484.844
         Tambahan Modal Disetor            2.041          2.041          2.041          2.041          2.041      12.920.505
         Saldo Laba
           Ditentukan
                                                  0              0              0              0       6.542         24.865
           Penggunaannya
           Belum Ditentukan
                                       14.425.527      9.205.137      9.230.874     25.030.290     24.891.467     30.203.256
           Penggunaannya
         Kepentingan Non
                                                  0              0              0     175.831        186.054        259.963
         Pengendali
         Total Ekuitas                 16.741.364     11.520.974     11.546.711     27.521.958     27.399.900     45.893.433
         Jumlah Liabilitas dan
                                       21.775.143     14.335.484     14.452.497     57.474.857     52.824.351     66.317.845
         Ekuitas
        Sumber: Laporan Keuangan Audit REC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025


        Aset Lancar

        Pertumbuhan aset lancar REC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
        Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        21,89%. Pada tahun 2020 aset lancar tercatat sebesar USD10.189.012. Pada tahun 2021
        aset lancar mengalami penurunan sebesar 79,16 % secara year on year atau tercatat sebesar
        USD2.123.505. Pada tahun 2022 aset lancar mengalami peningkatan sebesar 17,32 % secara
        year on year atau tercatat sebesar USD2.491.212. Pada Tahun 2023 aset lancar mengalami
        peningkatan sebesar 853,36% secara year on year atau tercatat sebesar USD23.750.267.
        Pada Tahun 2024 aset lancar mengalami penurunan sebesar 5,30 % secara year on year atau
        tercatat sebesar USD22.491.604. Kemudian Pada periode 30 September 2025 aset lancar
        tercatat sebesar USD39.519.177.

        Aset Tidak Lancar

        Pertumbuhan aset tidak lancar REC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
        Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        27,20 %. Pada tahun 2020 aset tidak lancar tercatat sebesar USD11.586.131. Pada tahun
        2021 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 5,40% secara year on year atau
        tercatat sebesar USD12.211.979. Pada tahun 2022 aset tidak lancar mengalami penurunan
        sebesar 2,05% secara year on year atau tercatat sebesar USD11.961.285. Pada Tahun 2023
        aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 181,95% secara year on year atau tercatat
        sebesar USD33.724.590. Pada Tahun 2024 aset tidak lancar mengalami penurunan sebesar
        10,06 % secara year on year atau tercatat sebesar USD30.332.747. Kemudian Pada periode
        30 September 2025 aset tidak lancar tercatat sebesar USD26.798.668.




Halaman 45                                                           00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 47
        Total Aset

        Pertumbuhan total aset REC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember
        2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar 24,80%.
        Pada tahun 2020 total aset tercatat sebesar USD21.775.143. Pada tahun 2021 total aset
        mengalami penurunan sebesar 34,17% secara year on year atau tercatat sebesar
        USD14.335.484. Pada tahun 2022 total aset mengalami peningkatan sebesar 0,82% secara
        year on year atau tercatat sebesar USD14.452.497. Pada Tahun 2023 total aset mengalami
        peningkatan sebesar 297,68% secara year on year atau tercatat sebesar USD57.474.857.
        Pada Tahun 2024 total aset mengalami penurunan sebesar 8,09% secara year on year atau
        tercatat sebesar USD52.824.351. Kemudian Pada periode 30 September 2025 total aset
        tercatat sebesar USD66.317.845.

        Liabilitas Jangka Pendek

        Pertumbuhan liabilitas jangka pendek REC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan
        31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR
        sebesar 18,81%. Pada tahun 2020 liabilitas jangka pendek tercatat sebesar USD5.018.352.
        Pada tahun 2021 liabilitas jangka pendek mengalami penurunan sebesar 93,51% secara year
        on year atau tercatat sebesar USD325.803. Pada tahun 2022 liabilitas jangka pendek
        mengalami penurunan sebesar 9,37% secara year on year atau tercatat sebesar USD295.263.
        Pada Tahun 2023 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 2677,09% secara
        year on year atau tercatat sebesar USD8.199.709. Pada Tahun 2024 liabilitas jangka pendek
        mengalami peningkatan sebesar 21,93% secara year on year atau tercatat sebesar
        USD9.998.108. Kemudian Pada periode 30 September 2025 liabilitas jangka pendek tercatat
        sebesar USD9.679.657.

        Liabilitas Jangka Panjang

        Pertumbuhan liabilitas jangka panjang REC selama periode 31 Desember 2020 sampai
        dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata
        CAGR sebesar 462,34%. Pada tahun 2020 liabilitas jangka panjang tercatat sebesar
        USD15.427. Pada tahun 2021 liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan sebesar
        16.032% secara year on year atau tercatat sebesar USD2.488.707. Pada tahun 2022 liabilitas
        jangka panjang mengalami peningkatan sebesar 4,89% secara year on year atau tercatat
        sebesar USD2.610.523. Pada Tahun 2023 liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan
        sebesar 733,29% secara year on year atau tercatat sebesar USD21.753.190. Pada Tahun
        2024 liabilitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar 29,08% secara year on year
        atau tercatat sebesar USD15.426.343. Kemudian Pada periode 30 September 2025 liabilitas
        jangka panjang tercatat sebesar USD10.744.755.

        Total Liabilitas

        Pertumbuhan total liabilitas REC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
        Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        49,91%. Pada tahun 2020 total liabilitas tercatat sebesar USD5.033.779. Pada tahun 2021
        total liabilitas mengalami penurunan sebesar 44,09% secara year on year atau tercatat sebesar
        USD2.814.510. Pada tahun 2022 total liabilitas mengalami peningkatan sebesar 3,24%
        secara year on year atau tercatat sebesar USD2.905.786. Pada Tahun 2023 total liabilitas
        mengalami peningkatan sebesar 930% secara year on year atau tercatat sebesar
        USD29.952.899. Pada Tahun 2024 total liabilitas mengalami penurunan sebesar 15,12%

Halaman 46                                              00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 48
        secara year on year atau tercatat sebesar USD25.424.451. Kemudian Pada periode 30
        September 2025 total liabilitas tercatat sebesar USD20.424.412.

        Total Ekuitas

        Pertumbuhan total ekuitas REC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
        Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        13,11%. Pada tahun 2020 total ekuitas tercatat sebesar USD16.741.364. Pada tahun 2021
        total ekuitas mengalami penurunan sebesar 31,18% secara year on year atau tercatat sebesar
        USD11.520.974. Pada tahun 2022 total ekuitas mengalami peningkatan sebesar 0,22%
        secara year on year atau tercatat sebesar USD11.546.711. Pada Tahun 2023 total ekuitas
        mengalami peningkatan sebesar 138,35% secara year on year atau tercatat sebesar
        USD27.521.958. Pada Tahun 2024 total ekuitas mengalami penurunan sebesar 0,44% secara
        year on year atau tercatat sebesar USD27.399.900. Kemudian Pada periode 30 September
        2025 total ekuitas tercatat sebesar USD45.893.433.

        Laporan Laba Rugi

        Tabel 25. Laporan Laba Rugi REC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025
                                                                           (dalam USD Penuh)
                                    Des 2020       Des 2021       Des 2022        Des 2023        Des 2024        Sep 2025
             Laporan Laba Rugi
                                     Audited       Audited        Audited          Audited         Audited         Audited
         Pendapatan Bersih                     0              0              0    47.041.922      57.743.447     37.611.591
         Beban Pokok
                                               0              0              0   (20.321.181)    (35.298.295)    -19.141.969
         Pendapatan
         Laba Bruto                            0              0              0    26.720.741      22.445.152     18.469.622
         Beban umum dan
                                    (1.158.828)     (331.834)      (508.345)       (517.656)      (1.938.236)      -989.662
         administrasi
         Pendapatan
                                       582.789         6.751                 0               0               0               0
         Keuangan
         Beban
                                     (947.986)      (327.663)      (318.965)       (975.150)      (1.987.644)     -1.097.052
         keuangan/bunga
         Laba/(rugi) selisih kurs
                                     (613.049)         8.692        (29.134)           1.946         (35.531)      -441.279
         - bersih
         Bagian laba entitas
                                     1.714.168     3.058.997      6.960.148        7.479.071       6.154.687      4.321.544
         asosiasi
         Pendapatan lain-lain           69.880        86.477        134.640          150.990         164.539        326.868
         Beban lain-lain                (2.685)     (343.236)       (16.894)         (13.493)        (33.734)       -68.248
         Laba Sebelum Pajak
                                     (355.711)     2.158.184      6.221.450       32.846.449      24.769.233     20.521.793
         Penghasilan


         Beban Pajak
                                          (428)          583          2.268       (8.369.071)    (10.813.647)     -8.667.621
         Penghasilan
         Laba Tahun Berjalan         (356.139)     2.158.767      6.223.718       24.477.378      13.955.586     11.854.172
        Sumber: Laporan Keuangan Audit REC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025


        Pendapatan Bersih

        Pertumbuhan pendapatan bersih REC selama periode 31 Desember 2023 sampai dengan 31
        Desember 2024 mengalami pertumbuhan sebesar 22,75%. Pada Tahun 2023 pendapatan
        bersih tercatat sebesar USD47.041.922. Pada Tahun 2024 pendapatan bersih mengalami
        peningkatan sebesar 22,75% secara year on year atau tercatat sebesar USD57.743.447.
        Kemudian Pada periode 30 September 2025 pendapatan bersih tercatat sebesar
        USD37.611.591.




Halaman 47                                                          00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 49
        Laba Bruto

        Pertumbuhan laba bruto REC selama periode 31 Desember 2023 sampai dengan 31
        Desember 2024 mengalami penurunan sebesar 16,00%. Pada Tahun 2023 laba bruto tercatat
        sebesar USD26.720.741. Pada Tahun 2024 laba bruto mengalami penurunan sebesar
        16,00% secara year on year atau tercatat sebesar USD22.445.152. Kemudian Pada periode
        30 September 2025 laba bruto tercatat sebesar USD18.469.622.

        Laba Sebelum Pajak Penghasilan

        Pertumbuhan laba sebelum pajak penghasilan REC selama periode 31 Desember 2021
        sampai dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-
        rata CAGR sebesar 125,57%. Pada tahun 2020 laba sebelum pajak penghasilan tercatat
        sebesar negatif USD355.711 Pada tahun 2021 laba sebelum pajak penghasilan mengalami
        peningkatan sebesar 706% secara year on year atau tercatat sebesar USD2.158.184. Pada
        tahun 2022 laba sebelum pajak penghasilan mengalami peningkatan sebesar 188% secara
        year on year atau tercatat sebesar USD6.221.450. Pada Tahun 2023 laba sebelum pajak
        penghasilan mengalami peningkatan sebesar 427% secara year on year atau tercatat sebesar
        USD32.846.449. Pada Tahun 2024 laba sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan
        sebesar 24,59% secara year on year atau tercatat sebesar USD24.769.233. Kemudian Pada
        periode 30 September 2025 laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar
        USD20.521.793.

        Laba Tahun Berjalan

        Pertumbuhan laba tahun berjalan REC selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
        Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        86,29%. Pada tahun 2020 laba tahun berjalan tercatat sebesar negatif USD 356.139. Pada
        tahun 2021 laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 706% % secara year on year
        atau tercatat sebesar USD2.158.767. Pada tahun 2022 laba tahun berjalan mengalami
        peningkatan sebesar 188,30% secara year on year atau tercatat sebesar USD6.223.718. Pada
        Tahun 2023 laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 293% secara year on year
        atau tercatat sebesar USD24.477.378. Pada Tahun 2024 laba tahun berjalan mengalami
        penurunan sebesar 42,99% secara year on year atau tercatat sebesar USD13.955.586.
        Kemudian Pada periode 30 September 2025 laba laba tahun berjalan tercatat sebesar
        USD11.854.172.

        Laporan Arus Kas

        Tabel 26. Laporan Arus Kas REC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025
                                                                                                (dalam USD Penuh)
             Laporan Arus Kas    Des 2020      Des 2021      Des 2022       Des 2023       Des 2024      Sep 2025
                                  Audited       Audited       Audited        Audited        Audited       Audited
         Total Arus Kas dari
                                 (2.038.223)    (148.496)       (23.282)    11.128.159     11.237.337    16.109.991
         Aktivitas Operasi


         Total Arus Kas dari
                                 18.591.982     3.369.121     6.051.614    (16.230.661)     6.345.839     4.863.967
         Aktivitas Investasi


         Total Arus Kas dari
                                (13.737.352)   (9.698.703)   (6.627.596)    16.712.170    (20.079.560)    1.368.759
         Aktivitas Pendanaan




Halaman 48                                                      00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 50
             Laporan Arus Kas     Des 2020    Des 2021      Des 2022    Des 2023     Des 2024      Sep 2025
                                  Audited      Audited      Audited      Audited      Audited       Audited
         Kenaikan (Penurunan)
                                  2.816.407   (6.478.078)   (599.264)   11.609.668   (2.496.384)   22.342.717
         Bersih Kas dan Bank
         Kas dan Bank Awal
                                  5.525.224    8.343.720    1.866.812    1.276.897   12.882.835    10.395.049
         Tahun
         Dampak Bersih
         Perubahan Selisih Kurs       2.089        1.170        9.349      (3.730)        8.598       11.954
         Terhadap Kas dan Anak
         Kas dan Bank Akhir
                                  8.343.720    1.866.812    1.276.897   12.882.835   10.395.049    32.749.720
         Tahun
        Sumber: Laporan Keuangan Audit REC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025


        Arus Kas dari Aktivitas Operasi

        Pertumbuhan arus kas dari aktivitas operasi REC selama periode 31 Desember 2020 sampai
        dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang. Pada tahun 2020 arus kas dari
        aktivitas operasi tercatat sebesar negatif USD2.038.223. Pada tahun 2021 arus kas dari
        aktivitas operasi mengalami peningkatan menjadi tercatat sebesar negatif USD148 Pada tahun
        2022 arus kas dari aktivitas operasi mengalami peningkatan menjadi tercatat sebesar negatif
        USD23.282. Pada Tahun 2023 arus kas dari aktivitas operasi mengalami peningkatan
        menjadi tercatat sebesar USD11.128.159. Pada Tahun 2024 arus kas dari aktivitas operasi
        tercatat sebesar USD11.237.337. Kemudian Pada periode 30 September 2025 arus kas dari
        aktivitas operasi tercatat sebesar USD16.109.991.

        Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

        Pertumbuhan arus kas dari aktivitas investasi REC selama periode 31 Desember 2020 sampai
        dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dimana pada tahun
        2020 arus kas dari aktivitas investasi tercatat sebesar USD18.591.982. Pada tahun 2021 arus
        kas dari aktivitas investasi tercatat sebesar USD3.369.121. Pada tahun 2022 arus kas dari
        aktivitas investasi mengalami peningkatan dan tercatat sebesar USD6.051.614. Pada Tahun
        2023 arus kas dari aktivitas investasi mengalami penurunan sehingga tercatat sebesar negatif
        USD16.230.661. Pada Tahun 2024 arus kas dari aktivitas investasi mengalami peningkatan
        menjadi tercatat sebesar USD6.345.839. Kemudian Pada periode 30 September 2025 arus
        kas dari aktivitas investasi tercatat sebesar USD4.863967.

        Arus Kas untuk Aktivitas Pendanaan

        Pertumbuhan arus kas dari aktivitas pendanaan REC selama periode 31 Desember 2020
        sampai dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dimana pada
        tahun 2020 arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar negatif USD13.737. Pada tahun
        2021 arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar negatif USD9.698.703. Pada tahun
        2022 arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar negatif USD6.627.596. Pada Tahun
        2023 arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar USD16.712.170. Pada Tahun 2024
        arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar negatif USD20.079.560. Kemudian Pada
        periode 30 September 2025 arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar
        USD1.368.759.

        Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas

        Pada tahun 2020 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar USD2.816.407. Pada
        tahun 2021 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar negatif USD6.478.078. Pada


Halaman 49                                                   00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 51
        tahun 2022 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar negatif USD599.264. Pada
        Tahun 2023 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar USD11.609.668. Pada Tahun
        2024 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar negatif USD2.496.384. Kemudian
        Pada periode 30 September 2025 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar
        USD22.342.717.

        Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun

        Pada tahun 2020 kas dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD8.343.720. Pada
        tahun 2021 kas dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD1.866.812. Pada tahun
        2022 kas dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD1.276.897. Pada Tahun 2023
        kas dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD12.882.835. Pada Tahun 2024 kas
        dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD10.395.049. Kemudian Pada periode
        30 September 2025 kas dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD32.749.720.

        • Analisis Common Size (Common Size Analysis)

             Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan keuangan
             Perusahaan untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset terhadap
             total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta komposisi biaya biaya
             atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil analisis laporan keuangan
             Perseroan dengan menggunakan metode common size statement analysis:

             Analisis Commonsize Statement – Laporan Posisi Keuangan

             Tabel 27. Analisis Commonsize Statement-Laporan Posisi Keuangan
                   Laporan Posisi        Des         Des        Des       Des       Des       Sep
                     Keuangan           2020        2021       2022      2023      2024      2025
              Aset Lancar               46,79%      14,81%     17,24%    41,32%    42,58%    59,59%
              Aset Tidak Lancar         53,21%      85,19%     82,76%    58,68%    57,42%    40,41%
              Total Aset               100,00%     100,00%    100,00%   100,00%   100,00%   100,00%
              Liabilitas Jangka
                                        23,05%       2,27%      2,04%    14,27%    18,93%    14,60%
              Pendek
              Liabilitas Jangka
                                          0,07%     17,36%     18,06%    37,85%    29,20%    16,20%
              Panjang
              Total Liabilitas          23,12%      19,63%     20,11%    52,11%    48,13%    30,80%
              Total Ekuitas               76,88%    80,37%     79,89%    47,89%    51,87%    69,20%
              Total Liabilitas dan
                                         100,00%   100,00%    100,00%   100,00%   100,00%   100,00%
              Ekuitas
             Sumber: Analisis KJPP FDI&R


             Berdasarkan analisis common size statement, rata-rata proporsi total aset lancar terhadap
             total aset selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024 adalah
             sebesar 32,55%, dan proporsi total aset lancar terhadap total aset pada periode 30
             September 2025 adalah sebesar 59,59%, kemudian rata-rata proporsi total aset tidak
             lancar terhadap total aset selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
             Desember 2024 adalah sebesar 67,45%, dan proporsi total aset tidak lancar terhadap total
             aset pada periode 30 September 2025 adalah sebesar 40,41%.

             Kemudian rata-rata proporsi total liabilitas jangka pendek terhadap total aset selama
             periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024 adalah sebesar 12,11%,
             dan proporsi total liabilitas jangka pendek terhadap total aset pada periode 30 September


Halaman 50                                                   00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 52
             2025 adalah sebesar 14,60%, kemudian rata-rata proporsi total liabilitas jangka panjang
             terhadap total aset selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024
             adalah sebesar 20,51%, dan proporsi total liabilitas jangka panjang terhadap total aset
             pada periode 30 September 2025 adalah sebesar 16,20%.

             Rata-rata proporsi total ekuitas terhadap total aset selama periode 31 Desember 2020
             sampai dengan 31 Desember 2024 adalah sebesar 67,38%, dan proporsi total ekuitas
             terhadap total aset pada periode 30 September 2025 adalah sebesar 69,20%.

             Analisis Commonsize – Laporan Laba Rugi

             Tabel 28. Analisis Commonsize Statement-Laporan Laba Rugi
                           Laporan Laba Rugi           Des 2023        Des 2024        Sep 2025
              Pendapatan Bersih                           100,00%         100,00%         100,00%
              Laba Bruto                                   56,80%          38,87%          49,11%
              Laba Sebelum Pajak Penghasilan               69,82%          42,90%          54,56%
              Laba Tahun Berjalan                          52,03%          24,17%          31,52%
             Sumber: Analisis KJPP FDI&R


             Berdasarkan analisis common size statement, rata-rata proporsi laba bruto terhadap
             pendapatan bersih selama periode 31 Desember 2023 sampai dengan 31 Desember 2024
             adalah sebesar 47,84%, dan proporsi laba bruto terhadap pendapatan bersih pada
             periode 30 September 2025 adalah sebesar 49,11%.

             Rata-rata proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan bersih selama
             periode 31 Desember 2023 sampai dengan 31 Desember 2024 adalah sebesar 56,36%,
             dan proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan bersih pada periode
             30 September 2025 adalah sebesar 54,56%.

             Rata-rata proporsi laba tahun berjalan terhadap pendapatan bersih selama periode 31
             Desember 2023 sampai dengan 31 Desember 2024 adalah sebesar 38,10%, dan proporsi
             laba tahun berjalan terhadap pendapatan bersih pada periode 30 September 2025 adalah
             sebesar 31,52%.

     Kinerja Historis PT Petrogas Jatim Utama Cendana (“PJUC”)

     • Laporan Keuangan

        Data laporan keuangan yang digunakan dalam analisis ini adalah laporan keuangan audited
        PJUC periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 serta laporan keuangan Audited
        periode 30 September 2025.

        Laporan keuangan tersebut menjadi dasar dalam penilaian kinerja historis dan posisi
        keuangan perusahaan, meliputi Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, serta Laporan
        Arus Kas pada masing-masing periode.




Halaman 51                                              00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 53
        Laporan Posisi Keuangan

        Tabel 29. Laporan Posisi Keuangan PJUC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025
                                                                           (dalam USD Penuh)
             Laporan Posisi Keuangan   Des 2020       Des 2021       Des 2022       Des 2023       Des 2024       Sep 2025
                                        Audited        Audited        Audited        Audited        Audited        Audited

         Aset Lancar
         Kas dan Setara Kas             2.775.354     15.070.805     19.679.500     15.365.656     13.144.125      8.525.039
         Piutang                        9.046.229      3.779.900      2.783.073      2.520.685      2.213.667      2.110.581
         Persediaan                     1.581.407      1.547.594      1.378.783      1.563.858      1.586.563      1.374.360
         Uang Muka dan Beban
                                         846.334       1.152.803      1.085.448       740.237        428.418        529.974
         Dibayar Dimuka
         Total Aset Lancar             14.249.324     21.551.102     24.926.804     20.190.436     17.372.773     12.539.954


         Aset Tidak Lancar
         Aset Tetap, Neto                 21.734        111.774         86.895         80.924         60.350         43.978
         Aset Minyak dan Gas Bumi,
                                       11.540.843      5.178.172       935.445       1.484.992      1.618.643      1.704.732
         Neto
         Rekening Bank yang
                                        1.957.332      2.220.692      2.508.556      2.827.036      3.173.397      3.527.488
         Dibatasi Penggunaannya
         Total Aset Tidak Lancar       13.519.909      7.510.638      3.530.896      4.392.952      4.852.390      5.276.198
         Total Aset                    27.769.233     29.061.740     28.457.700     24.583.388     22.225.163     17.816.152


         Liabilitas dan Ekuitas
         Liabilitas Jangka Pendek
         Utang Usaha                     160.194        238.623        385.566        731.928        665.290        308.897
         Utang Pajak                     997.109       1.441.667      1.164.428       864.173        868.967        634.060
         Liabilitas Jangka Panjang
         yang Jatuh Tempo dalam
         Satu Tahun
            Utang Pada Pemegang
                                         958.560                 0              0              0              0              0
         Saham
             Liabilitas Sewa                      0      16.810         16.159         17.343         15.094         12.991
         Total Liabilitas Jangka
                                        2.115.863      1.697.100      1.566.153      1.613.444      1.549.351       955.948
         Pendek


         Liabilitas Jangka Panjang
         Liabilitas Jangka Panjang -
         Dikurangi Bagian Jangka                  0              0      70.062         61.217         43.403         29.020
         Pendek
         Liabilitas Sewa                          0      82.873                 0              0              0              0
         Liabilitas Imbalan Kerja         85.366        167.945                 0              0              0              0
         Kewajiban Pembongkaran
                                        1.947.830      2.210.662      2.498.527      2.817.005      3.163.366      3.527.488
         Aset dan Restorasi Area
         Total Liabilitas Jangka
                                        2.033.196      2.461.480      2.568.589      2.878.222      3.206.769      3.556.508
         Panjang
         Total Liabilitas               4.149.059      4.158.580      4.134.742      4.491.666      4.756.120      4.512.456


         Ekuitas
         Modal Saham                      53.905         53.905         53.905         53.905         53.905         53.905
         Tambahan Modal Disetor            1.420          1.420          1.420          1.420          1.420          1.420
         Saldo Laba
           Ditentukan
                                                  0       6.892          6.892          6.892          6.892          6.892
         penggunaannya
           Belum ditentukan
                                       23.435.465     24.752.013     24.063.503     19.836.826     17.218.231     13.052.884
         penggunaannya




Halaman 52                                                           00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 54
             Laporan Posisi Keuangan    Des 2020     Des 2021     Des 2022     Des 2023     Des 2024     Sep 2025
                                         Audited      Audited      Audited      Audited      Audited      Audited
         Keuntungan Pengukuran
         Kembali atas Liabilitas          129.384       88.930      197.238      192.679      188.595      188.595
         Imbalan Kerja
         Total Ekuitas                  23.620.174   24.903.160   24.322.958   20.091.722   17.469.043   13.303.696
         Total Liabilitas dan Ekuitas   27.769.233   29.061.740   28.457.700   24.583.388   22.225.163   17.816.152
        Sumber: Laporan Keuangan Audit PJUC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025


        Aset Lancar

        Pertumbuhan aset lancar PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
        Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        5,08%. Pada tahun 2020 aset lancar tercatat sebesar USD14.249.324. Pada tahun 2021 aset
        lancar mengalami peningkatan sebesar 51,24% secara year on year atau tercatat sebesar
        USD21.551.102. Pada tahun 2022 aset lancar mengalami peningkatan sebesar 15,66%
        secara year on year atau tercatat sebesar USD24.926.804. Pada Tahun 2023 aset lancar
        mengalami Penurunan sebesar 19,00% secara year on year atau tercatat sebesar
        USD20.190.436. Pada Tahun 2024 aset lancar mengalami penurunan sebesar 13,96%secara
        year on year atau tercatat sebesar USD17.372.773. Kemudian Pada periode 30 September
        2025 aset lancar tercatat sebesar USD12.539.954.

        Aset Tidak Lancar

        Pertumbuhan aset tidak lancar PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
        Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        negatif 22,60%. Pada tahun 2020 aset tidak lancar tercatat sebesar USD13.519.909. Pada
        tahun 2021 aset tidak lancar mengalami penurunan sebesar 44,45% secara year on year atau
        tercatat sebesar USD7.510.638. Pada tahun 2022 aset tidak lancar mengalami penurunan
        sebesar 52,99% secara year on year atau tercatat sebesar USD3.530.896. Pada Tahun 2023
        aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 24,41% secara year on year atau tercatat
        sebesar USD4.392.952. Pada Tahun 2024 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar
        10,46% secara year on year atau tercatat sebesar USD4.852.390. Kemudian Pada periode 30
        September 2025 aset tidak lancar tercatat sebesar USD5.276.198.

        Total Aset

        Pertumbuhan total aset PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
        Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        negatif 5,42%. Pada tahun 2020 total aset tercatat sebesar USD27.769.233. Pada tahun 2021
        total aset mengalami peningkatan sebesar 4,65% secara year on year atau tercatat sebesar
        USD29.061.740. Pada tahun 2022 total aset mengalami penurunan sebesar 2,08% secara
        year on year atau tercatat sebesar USD28.457.700. Pada Tahun 2023 total aset mengalami
        penurunan sebesar 13,61% secara year on year atau tercatat sebesar USD24.583.388. Pada
        Tahun 2024 total aset mengalami penurunan sebesar 9,59% secara year on year atau tercatat
        sebesar USD22.225.163. Kemudian Pada periode 30 September 2025 total aset tercatat
        sebesar USD17.816.152.




Halaman 53                                                        00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 55
        Liabilitas Jangka Pendek

        Pertumbuhan liabilitas jangka pendek PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai
        dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata
        CAGR sebesar negatif 7,49%. Pada tahun 2020 liabilitas jangka pendek tercatat sebesar
        USD2.115.863. Pada tahun 2021 liabilitas jangka pendek mengalami penurunan sebesar
        19,79% secara year on year atau tercatat sebesar USD1.697.100. Pada tahun 2022 liabilitas
        jangka pendek mengalami penurunan sebesar 7,72% secara year on year atau tercatat sebesar
        USD1.566.153. Pada Tahun 2023 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar
        3,02% secara year on year atau tercatat sebesar USD1.613.444. Pada Tahun 2024 liabilitas
        jangka pendek mengalami penurunan sebesar 3,97% secara year on year atau tercatat sebesar
        USD1.549.351. Kemudian Pada periode 30 September 2025 liabilitas jangka pendek tercatat
        sebesar USD955.948.

        Liabilitas Jangka Panjang

        Pertumbuhan liabilitas jangka panjang PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai
        dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata
        CAGR sebesar 12,07%. Pada tahun 2020 liabilitas jangka panjang tercatat sebesar
        USD2.033.196. Pada tahun 2021 liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan sebesar
        21,06% secara year on year atau tercatat sebesar USD2.461.480. Pada tahun 2022 liabilitas
        jangka panjang mengalami peningkatan sebesar 4,35% secara year on year atau tercatat
        sebesar USD2.568.589. Pada Tahun 2023 liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan
        sebesar 12,05% secara year on year atau tercatat sebesar USD2.878.222. Pada Tahun 2024
        liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan sebesar 11,41% secara year on year atau
        tercatat sebesar USD3.206.769. Kemudian Pada periode 30 September 2025 liabilitas jangka
        panjang tercatat sebesar USD3.556.508.

        Total Liabilitas

        Pertumbuhan total liabilitas PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
        Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        3,47%. Pada tahun 2020 total liabilitas tercatat sebesar USD4.149.059. Pada tahun 2021 total
        liabilitas mengalami peningkatan sebesar 0,23% secara year on year atau tercatat sebesar
        USD4.158.580. Pada tahun 2022 total liabilitas mengalami penurunan sebesar 0,57% secara
        year on year atau tercatat sebesar USD4.134.742. Pada Tahun 2023 total liabilitas mengalami
        peningkatan sebesar 5,89% secara year on year atau tercatat sebesar USD4.491.666. Pada
        Tahun 2024 total liabilitas mengalami peningkatan sebesar 8,63% secara year on year atau
        tercatat sebesar USD4.756.120. Kemudian Pada periode 30 September 2025 total liabilitas
        tercatat sebesar USD4.512.456.

        Total Ekuitas

        Pertumbuhan total ekuitas PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
        Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        negatif 7,26%. Pada tahun 2020 total ekuitas tercatat sebesar USD23.620.174. Pada tahun
        2021 total ekuitas mengalami peningkatan sebesar 5,43% secara year on year atau tercatat
        sebesar USD24.903.160. Pada tahun 2022 total ekuitas mengalami penurunan sebesar 2,33%
        secara year on year atau tercatat sebesar USD24.322.958. Pada Tahun 2023 total ekuitas
        mengalami penurunan sebesar 17,40% secara year on year atau tercatat sebesar
        USD20.091.722. Pada Tahun 2024 total ekuitas mengalami penurunan sebesar 13,05%

Halaman 54                                              00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 56
        secara year on year atau tercatat sebesar USD17.469.043. Kemudian Pada periode 30
        September 2025 total ekuitas tercatat sebesar USD13.303.696.

        Laporan Laba Rugi

        Tabel 30. Laporan Laba Rugi PJUC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025
                                                                           (dalam USD Penuh)
             Laporan Laba Rugi     Des 2020       Des 2021       Des 2022      Des 2023      Des 2024      Sep 2025
                                    Audited        Audited        Audited       Audited       Audited       Audited
         Pendapatan Neto           31.347.233     28.195.213     34.596.969    28.927.077    26.710.258    18.313.247
         Beban Pokok
                                  (18.700.972)   (10.339.013)    (8.431.449)   (4.280.764)   (6.015.368)   (4.134.335)
         Pendapatan
         Laba Kotor                12.646.261     17.856.200     26.165.520    24.646.313    20.694.890    14.178.912
         Beban Umum dan
                                    (403.916)      (454.913)      (796.998)     (637.354)     (543.045)     (433.280)
         Administrasi
         Sumbangan                    (11.420)       (26.244)       (62.450)      (64.568)      (75.625)      (87.333)
         Beban Keuangan                (7.691)        (6.383)        (7.745)       (7.305)       (6.142)         (883)
         Kerugian Selisih Kurs,
                                    (567.213)         (3.421)       (16.212)        3.609        (6.811)       (1.520)
         Neto
         Pendapatan Keuangan,
                                        1.554          4.185          8.852        15.633       139.385        92.300
         Neto
         Laba Sebelum Pajak
                                   11.657.575     17.369.424     25.290.967    23.956.328    20.202.652    13.748.196
         Penghasilan
         Beban Pajak
                                   (8.159.271)   (11.126.572)   (11.086.584)   (8.692.917)   (7.642.067)   (4.928.719)
         Pendapatan dan Dividen
         Laba Tahun Berjalan        3.498.304      6.242.852     14.204.383    15.263.411    12.560.585     8.819.477
        Sumber: Laporan Keuangan Audit PJUC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025


        Pendapatan Neto

        Pertumbuhan pendapatan neto PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
        Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        negatif 3,92%. Pada tahun 2020 pendapatan neto tercatat sebesar USD31.347.233. Pada
        tahun 2021 pendapatan neto mengalami penurunan sebesar 10,06%secara year on year atau
        tercatat sebesar USD28.195.213. Pada tahun 2022 pendapatan neto mengalami peningkatan
        sebesar 22,71% secara year on year atau tercatat sebesar USD34.596.969. Pada Tahun 2023
        pendapatan neto mengalami penurunan sebesar 16,39%secara year on year atau tercatat
        sebesar USD28.927.077. Pada Tahun 2024 pendapatan neto mengalami penurunan sebesar
        7,66% secara year on year atau tercatat sebesar USD26.710.258. Kemudian Pada periode 30
        September 2025 pendapatan neto tercatat sebesar USD18.313.247.

        Laba Kotor

        Pertumbuhan laba kotor PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
        Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
        13,10%. Pada tahun 2020 laba kotor tercatat sebesar USD12.646.261. Pada tahun 2021 laba
        kotor mengalami peningkatan sebesar 41,20% secara year on year atau tercatat sebesar
        USD17.856.200. Pada tahun 2022 laba kotor mengalami peningkatan sebesar 46,53%
        secara year on year atau tercatat sebesar USD26.165.520. Pada Tahun 2023 laba kotor
        mengalami penurunan sebesar 5,81% secara year on year atau tercatat sebesar
        USD24.646.313. Pada Tahun 2024 laba kotor mengalami penurunan sebesar 16,03% secara
        year on year atau tercatat sebesar USD20.694.890. Kemudian Pada periode 30 September
        2025 laba kotor tercatat sebesar USD14.178.912.




Halaman 55                                                       00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 57
        Laba Sebelum Pajak Penghasilan

        Pertumbuhan laba sebelum pajak penghasilan PJUC selama periode 31 Desember 2020
        sampai dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-
        rata CAGR sebesar 14,74%. Pada tahun 2020 laba sebelum pajak penghasilan tercatat
        sebesar USD11.657.575. Pada tahun 2021 laba sebelum pajak penghasilan mengalami
        peningkatan sebesar 49,00% secara year on year atau tercatat sebesar USD17.369.424. Pada
        tahun 2022 laba sebelum pajak penghasilan mengalami peningkatan sebesar 45,61% secara
        year on year atau tercatat sebesar USD25.290.967. Pada Tahun 2023 laba sebelum pajak
        penghasilan mengalami penurunan sebesar 5,28% secara year on year atau tercatat sebesar
        USD23.956.328. Pada Tahun 2024 laba sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan
        sebesar 15,67% secara year on year atau tercatat sebesar USD20.202.652. Kemudian Pada
        periode 30 September 2025 laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar
        USD13.748.196.

        Laba Tahun Berjalan

        Pertumbuhan laba tahun berjalan PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan
        31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR
        sebesar 37,65%. Pada tahun 2020 laba tahun berjalan tercatat sebesar USD3.498.304. Pada
        tahun 2021 laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 78,45% secara year on year
        atau tercatat sebesar USD6.242.852. Pada tahun 2022 laba tahun berjalan mengalami
        peningkatan sebesar 127,53% secara year on year atau tercatat sebesar USD14.204.383.
        Pada Tahun 2023 laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 7,46% secara year on
        year atau tercatat sebesar USD15.263.411. Pada Tahun 2024 laba tahun berjalan mengalami
        penurunan sebesar 17,71% secara year on year atau tercatat sebesar USD12.560.585.
        Kemudian Pada periode 30 September 2025 laba laba tahun berjalan tercatat sebesar
        USD8.819.477.

        Laporan Arus Kas

        Tabel 31. Laporan Arus Kas PJUC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025
                                                                           (dalam USD Penuh)
          Laporan Arus Kas      Des 2020      Des 2021       Des 2022       Des 2023       Des 2024       Sep 2025
                                 Audited       Audited        Audited        Audited        Audited        Audited
         Total Arus Kas dari
                                18.396.553    18.436.783     20.054.640     15.913.607     13.784.177      8.933.884
         Aktivitas Operasi


         Total Arus Kas dari
                                (2.612.762)    (263.360)      (553.052)      (737.363)      (826.528)      (568.146)
         Aktivitas Investasi


         Total Arus Kas dari
                               (20.131.298)   (5.877.972)   (14.892.893)   (19.490.088)   (15.179.180)   (12.984.824)
         Aktivitas Pendanaan


         Kenaikan
         (Penurunan) Neto       (4.347.507)   12.295.451      4.608.695     (4.313.844)    (2.221.531)    (4.619.086)
         Kas dan Bank
         Saldo Kas dan Bank
                                 7.122.861     2.775.354     15.070.805     19.679.500     15.365.656     13.144.125
         Awal Tahun
         Saldo Kas dan Bank
                                 2.775.354    15.070.805     19.679.500     15.365.656     13.144.125      8.525.039
         Akhir Tahun
        Sumber: Laporan Keuangan Audit PJUC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025




Halaman 56                                                       00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 58
        Arus Kas dari Aktivitas Operasi

        Pertumbuhan arus kas dari aktivitas operasi PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai
        dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif. Pada tahun 2020
        arus kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar USD18.396.553. Pada tahun 2021 arus kas
        dari aktivitas operasi tercatat sebesar USD18.436.783. Pada tahun 2022 arus kas dari aktivitas
        operasi tercatat sebesar USD20.054.640. Pada Tahun 2023 arus kas dari aktivitas operasi
        tercatat sebesar USD15.913.607. Pada Tahun 2024 arus kas dari aktivitas operasi tercatat
        sebesar USD13.784.177. Kemudian Pada periode 30 September 2025 arus kas dari aktivitas
        operasi tercatat sebesar USD8.933.884.

        Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

        Pertumbuhan arus kas dari aktivitas investasi PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai
        dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif. Pada tahun 2020
        arus kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar negatif USD2.612.762. Pada tahun 2021 arus
        kas dari aktivitas investasi tercatat sebesar negatif USD263.360. Pada tahun 2022 arus kas
        dari aktivitas investasi tercatat sebesar negatif USD553.052. Pada Tahun 2023 arus kas dari
        aktivitas investasi tercatat sebesar negatif USD737.363. Pada Tahun 2024 arus kas dari
        aktivitas investasi tercatat sebesar negatif USD826.528. Kemudian Pada periode 30 September
        2025 arus kas dari aktivitas investasi tercatat sebesar negatif USD568.146.

        Arus Kas untuk Aktivitas Pendanaan

        Pertumbuhan arus kas dari aktivitas pendanaan PJUC selama periode 31 Desember 2020
        sampai dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif. Pada tahun
        2020 arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar negatif USD20.131.298. Pada tahun
        2021 arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar negatif USD5.877.972. Pada tahun
        2022 arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar negatif USD14.892.893. Pada Tahun
        2023 arus kas dari aktivitas tercatat sebesar negatif USD19.490.088. Pada Tahun 2024 arus
        kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar negatif USD15.179.180. Kemudian Pada
        periode 30 September 2025 arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar negatif
        USD12.984.824.

        Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas

        Pertumbuhan kenaikan bersih kas dan setara kas PJUC selama periode 31 Desember 2020
        sampai dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif. Pada tahun
        2020 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar negatif USD4.347.507. Pada tahun
        2021 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar USD12.295.451. Pada tahun 2022
        kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar USD4.608.695. Pada Tahun 2023
        kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar negatif USD4.313.844. Pada Tahun 2024
        kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar negatif USD2.221.531. Kemudian Pada
        periode 30 September 2025 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar negatif
        USD4.619.086.

        Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun

        Pertumbuhan kas dan setara kas pada akhir tahun PJUC selama periode 31 Desember 2020
        sampai dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif. Pada tahun
        2020 kas dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD2.775.354. Pada tahun 2021

Halaman 57                                               00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 59
        kas dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD15.070.805. Pada tahun 2022 kas
        dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD19.679.500. Pada Tahun 2023 kas dan
        setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD15.365.656. Pada Tahun 2024 kas dan
        setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD13.144.125. Kemudian Pada periode 30
        September 2025 kas dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD8.525.039.

        • Analisis Common Size (Common Size Analysis)

             Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan keuangan
             Perusahaan untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset terhadap
             total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta komposisi biaya biaya
             atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil analisis laporan keuangan
             Perseroan dengan menggunakan metode common size statement analysis:

             Analisis Commonsize Statement – Laporan Posisi Keuangan

             Tabel 32. Analisis Commonsize Statement-Laporan Posisi Keuangan
                   Laporan Posisi        Des         Des        Des       Des       Des       Sep
                     Keuangan           2020        2021       2022      2023      2024      2025
              Aset Lancar               51,31%      74,16%     87,59%    82,13%    78,17%    70,39%
              Aset Tidak Lancar         48,69%      25,84%     12,41%    17,87%    21,83%    29,61%
              Total Aset               100,00%     100,00%    100,00%   100,00%   100,00%   100,00%
              Liabilitas Jangka
                                          7,62%      5,84%      5,50%     6,56%     6,97%     5,37%
              Pendek
              Liabilitas Jangka
                                          7,32%      8,47%      9,03%    11,71%    14,43%    19,96%
              Panjang
              Total Liabilitas          14,94%      14,31%     14,53%    18,27%    21,40%    25,33%
              Total Ekuitas               85,06%    85,69%     85,47%    81,73%    78,60%    74,67%
              Total Liabilitas dan
                                         100,00%   100,00%    100,00%   100,00%   100,00%   100,00%
              Ekuitas
             Sumber: Analisis KJPP FDI&R


             Berdasarkan analisis common size statement, rata-rata proporsi total aset lancar terhadap
             total aset selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024 adalah
             sebesar 74,67%, dan proporsi total aset lancar terhadap total aset pada periode 30
             September 2025 adalah sebesar 70,39%, kemudian rata-rata proporsi total aset tidak
             lancar terhadap total aset selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
             Desember 2024 adalah sebesar 25,33%, dan proporsi total aset tidak lancar terhadap total
             aset pada periode 30 September 2025 adalah sebesar 29,61%.

             Kemudian rata-rata proporsi total liabilitas jangka pendek terhadap total aset selama
             periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024 adalah sebesar 6,50%,
             dan proporsi total liabilitas jangka pendek terhadap total aset pada periode 30 September
             2025 adalah sebesar 5,37%, kemudian rata-rata proporsi total liabilitas jangka panjang
             terhadap total aset selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024
             adalah sebesar 10,19%, dan proporsi total liabilitas jangka panjang terhadap total aset
             pada periode 30 September 2025 adalah sebesar 19,96%.

             Rata-rata proporsi total ekuitas terhadap total aset selama periode 31 Desember 2020
             sampai dengan 31 Desember 2024 adalah sebesar 83,31%, dan proporsi total ekuitas
             terhadap total aset pada periode 30 September 2025 adalah sebesar 74,67%,



Halaman 58                                                   00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 60
             Analisis Commonsize – Laporan Laba Rugi

             Tabel 33. Analisis Commonsize Statement-Laporan Laba Rugi
                                          Des          Des          Des          Des         Des         Sep
                    Laporan Laba Rugi
                                         2020         2021         2022         2023        2024        2025
                Pendapatan neto         100,00%      100,00%      100,00%      100,00%     100,00%     100,00%
              Laba kotor                 21,52%       24,75%        28,12%      27,83%       26,15%     21,90%
              Laba sebelum pajak
                                         11,62%       18,20%        23,82%      22,34%       19,70%     16,06%
              penghasilan
              Laba tahun berjalan         9,33%       13,35%        18,60%      17,21%       15,33%     12,21%
             Sumber: Analisis KJPP FDI&R


             Berdasarkan analisis common size statement, rata-rata proporsi laba kotor terhadap
             pendapatan neto selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024
             adalah sebesar 68,40%, dan proporsi laba kotor terhadap pendapatan neto pada periode
             30 September 2025 adalah sebesar 77,42%.

             Rata-rata proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan neto selama
             periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024 adalah sebesar 66,07%,
             dan proporsi laba sebelum pajak pendapatan terhadap pendapatan neto pada periode 30
             September 2025 adalah sebesar 75,07%.

             Rata-rata proporsi laba tahun berjalan terhadap pendapatan neto selama periode 31
             Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024 adalah sebesar 34,83%, dan proporsi
             laba tahun berjalan terhadap pendapatan neto pada periode 30 September 2025 adalah
             sebesar 48,16%.

3.2.2 Penilaian Atas Proyeksi Keuangan

      Proyeksi keuangan disusun manajemen dengan dua skenario, yaitu proyeksi keuangan sebelum
      transaksi dan proyeksi keuangan setelah transaksi. Proyeksi keuangan disusun pada Laporan
      Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, dan Laporan Arus Kas dengan asumsi:
              • Fasilitas cash call yang diberikan REC ke PJUC adalah sebesar USD5.109.390
              • Akun kas dan setara kas akan disesuaikan sehubungan dengan Transaksi
              • Akun piutang lain-lain akan disesuaikan sehubungan dengan Transaksi

      Proyeksi keuangan REC untuk tahun proyeksi 2025 sampai dengan 2029 disajikan sebagai
      berikut:

      Tabel 34. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan REC Sebelum Transaksi
                                                                                            (Dalam USD Penuh)
           Proyeksi Laporan Posisi
                                        31-Dec-25     31-Dec-26       31-Dec-27       31-Dec-28       31-Dec-29
        Keuangan Sebelum Transaksi
       ASSETS
       Cash & Cash Equivalent           27.019.232    62.602.721      68.255.725      75.242.140      82.240.688
       Account Receivables               4.297.584     4.047.158       4.909.222         4.727.237     4.589.842
       Other Receivables                   431.571    17.566.237      13.534.202         9.502.168     5.470.133
       Advance Payment                   (968.465)    (1.885.036)       (934.647)        (934.647)    (1.695.936)
       Total Current Assets             30.779.923    82.331.080      85.764.502      88.536.898      90.604.727
       Investment                       32.890.910    35.540.412      37.615.283      38.903.877      40.148.780
       Deffered Tax Assets                  26.800        26.800             26.800        26.800         26.800




Halaman 59                                                     00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 61
          Proyeksi Laporan Posisi
                                     31-Dec-25    31-Dec-26       31-Dec-27       31-Dec-28       31-Dec-29
       Keuangan Sebelum Transaksi
      Fixed Assets - Net                122.081     3.935.571       3.624.780       3.404.937       3.185.094
      Other Assets                       12.321        12.330         12.331          12.331           12.331
      Total Non-Current Assets       33.052.112    39.515.113      41.279.194      42.347.944      43.373.004
      TOTAL ASSETS                   63.832.035   121.846.193     127.043.695     130.884.842     133.977.731
      TOTAL LIABILITIES              15.622.537    67.688.100      63.845.202      60.000.250      56.137.372
      TOTAL EQUITY                   48.209.498    54.158.093      63.198.494      70.884.592      77.840.359
      TOTAL LIABILITIES & EQUITY     63.832.035   121.846.193     127.043.695     130.884.842     133.977.731
     Sumber: Proyeksi Keuangan REC Sebelum Transaksi Periode 31 Desember 2025 – 31 Desember 2029


     Tabel 35. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan REC Sesudah Transaksi
                                                                                       (Dalam USD Penuh)
         Proyeksi Laporan Posisi
                                     31-Dec-25    31-Dec-26       31-Dec-27       31-Dec-28       31-Dec-29
       Keuangan Sesudah Transaksi
      ASSETS
      Cash & Cash Equivalent         21.909.842    62.807.097      68.460.100      75.446.515      82.445.064
      Account Receivables             4.297.584     4.047.158       4.909.222       4.727.237       4.589.842
      Other Receivables                 431.571    17.566.237      13.534.202       9.502.168       5.470.133
      Other Receivables - Related
                                      5.109.390               0               0               0               0
      Parties
      Advance Payment                 (968.465)    (1.885.036)      (934.647)       (934.647)      (1.695.936)
      Total Current Assets           30.779.923    82.535.456      85.968.877      88.741.274      90.809.102
      Investment                     32.890.910    35.540.412      37.615.283      38.903.877      40.148.780
      Deffered Tax Assets                26.800        26.800         26.800          26.800           26.800
      Fixed Assets - Net                122.081     3.935.571       3.624.780       3.404.937       3.185.094
      Other Assets                       12.321        12.330         12.331          12.331           12.331
      Total Non-Current Assets       33.052.112    39.515.113      41.279.194      42.347.944      43.373.004
      TOTAL ASSETS                   63.832.035   122.050.569     127.248.071     131.089.218     134.182.107
      TOTAL LIABILITIES              15.622.537    67.688.100      63.845.202      60.000.250      56.137.372
      TOTAL EQUITY                   48.209.498    54.362.469      63.402.869      71.088.968      78.044.735
      TOTAL LIABILITIES & EQUITY     63.832.035   122.050.569     127.248.071     131.089.218     134.182.106
     Sumber: Proyeksi Keuangan REC Sesudah Transaksi Peiode 31Desember 2025 - 31Desember 2029


     Pada proyeksi laporan posisi keuangan sebelum dan setelah transaksi, perusahaan mencatatkan
     peningkatan pada akun piutang lainnya pihak berelasi sebesar USD5.109.390 pada proyeksi
     2025 setelah transaksi. Angka ini merepresentasikan transaksi pemberian fasilitas cash call dari
     REC kepada PJUC yang dicatat sebagai piutang lainnya pada REC. Selain itu terdapat
     pengurangan Kas Setara Kas sebesar USD5.109.390 pada proyeksi 2025 setelah transaksi. Hal
     tersebut karena transaksi pemberian fasilitas cash call oleh REC kepada PJUC bersumber dari kas
     internal perusahaan. Pada proyeksi laporan posisi keuangan tahun 2026 setelah transaksi,
     terdapat kenaikan pada pos Kas dan Setara Kas dan Total Ekuitas sebesar USD204.376 yang
     diakibatkan dari perolehan pendapatan bunga dari penyediaan fasilitas cash call kepada PJUC.
     Selain itu pada laporan posisi keuangan proyeksi 2026 terdapat penurunan nilai Piutang Lain
     Pihak Berelasi karena pelunasan utang fasilitas cash call oleh PJUC.

     Tabel 36. Proyeksi Laporan Laba Rugi REC Sebelum Transaksi
                                                                                       (Dalam USD Penuh)
        Proyeksi Laporan Laba Rugi
                                     31-Dec-25    31-Dec-26       31-Dec-27       31-Dec-28       31-Dec-29
            Sebelum Transaksi
      Revenue                        51.525.690    49.131.286      49.993.349      47.720.305      46.489.898



Halaman 60                                                 00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 62
        Proyeksi Laporan Laba Rugi
                                        31-Dec-25       31-Dec-26      31-Dec-27        31-Dec-28        31-Dec-29
            Sebelum Transaksi
      Cost of Revenue                   (29.452.638)    (28.649.395)   (27.106.810)     (24.704.155)     (24.058.785)
      Profit Margin                      22.073.052      20.481.891     22.886.539       23.016.150       22.431.114
      General & Adm Expense              (2.066.105)     (3.147.971)    (3.328.545)      (3.327.540)      (3.350.880)
      Other Income (Expense)              4.270.518       4.723.686      4.565.250        3.881.862        3.321.390
      Bank Administration                   (54.765)        (33.883)       (49.477)         (51.906)         (52.990)
      Earning Before Tax                 24.222.700      22.023.723     24.073.767       23.518.567       22.348.633
      Income Tax                        (10.066.007)     (8.901.035)    (8.366.973)      (7.864.955)      (7.393.057)
      Net Income                         14.156.692      13.122.688     15.706.794       15.653.612       14.955.576
     Sumber: Proyeksi Keuangan REC Sebelum Transaksi Peiode 31Desember 2025 - 31Desember 2029


     Tabel 37. Proyeksi Laporan Laba Rugi REC Sesudah Transaksi
                                                                                              (Dalam USD Penuh)
        Proyeksi Laporan Laba Rugi
                                        31-Dec-25       31-Dec-26      31-Dec-27        31-Dec-28        31-Dec-29
            Sesudah Transaksi
      Revenue                            51.525.690      49.131.286     49.993.349       47.720.305       46.489.898
      Cost of Revenue                   (29.452.638)    (28.649.395)   (27.106.810)     (24.704.155)     (24.058.785)
      Profit Margin                      22.073.052      20.481.891     22.886.539       23.016.150       22.431.114
      General & Adm Expense              (2.066.105)     (3.147.971)    (3.328.545)      (3.327.540)      (3.350.880)
      Other Income (Expense)              4.270.518       4.723.686      4.565.250        3.881.862        3.321.390
      Interest Income                               0       204.376                0                0                0
      Bank Administration                   (54.765)        (33.883)       (49.477)         (51.906)         (52.990)
      Earning Before Tax                 24.222.700      22.228.098     24.073.767       23.518.567       22.348.633
      Income Tax                        (10.066.007)     (8.901.035)    (8.366.973)      (7.864.955)      (7.393.057)
      Net Income                         14.156.692      13.327.063     15.706.794       15.653.612       14.955.576
     Sumber: Proyeksi Keuangan REC Sesudah Transaksi Peiode 31Desember 2025 - 31Desember 2029


     Pada proyeksi laporan laba rugi sebelum dan setelah transaksi, terdapat penambahan
     pendapatan bunga pada pos laba rugi tahun 2026 sebesar USD204.376 yang timbul akibat
     bunga dari transaksi fasilitas cash call antara REC dengan PJUC. Pada proyeksi setelah transaksi
     tahun 2027 sampai 2029, tidak ada tambahan pendapatan bunga terkait pemberian fasilitas
     cash call karena diproyeksikan seluruh pokok dan bunga sudah dukembalikan oleh PJUC.

     Tabel 38. Proyeksi Laporan Arus Kas Sebelum Transaksi
                                                                                              (Dalam USD Penuh)
         Proyeksi Laporan Arus Kas
                                         31-Dec-25       31-Dec-26      31-Dec-27        31-Dec-28        31-Dec-29
              Sebelum Transaksi
      Total Arus Kas dari Aktivitas
                                         16.431.766       6.976.553      7.129.907        9.870.537       10.633.671
      Operasi
      Total Arus Kas dari Aktivitas
                                         (6.171.570)     (4.648.173)                0                0                0
      Investasi
      Total Arus Kas dari Aktivitas
                                          6.363.987      33.255.109     (1.476.903)      (2.884.122)      (3.635.122)
      Pendanaan
      Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas
                                         16.624.184      35.583.489      5.653.004        6.986.415        6.998.549
      dan Bank
      Kas dan Bank Awal Tahun            10.395.049      27.019.233     62.602.721       68.255.725       75.242.140
      Kas dan Bank Akhir Tahun           27.019.233      62.602.721     68.255.725       75.242.140       82.240.689
     Sumber: Proyeksi Keuangan REC Sebelum Transaksi Peiode 31 Desember 2025 – 31 Desember 2029




Halaman 61                                                       00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 63
      Tabel 39. Proyeksi Laporan Arus Kas Sesudah Transaksi
                                                                                                    (Dalam USD Penuh)
          Proyeksi Laporan Arus Kas
                                            31-Dec-25       31-Dec-26        31-Dec-27          31-Dec-28       31-Dec-29
               Setelah Transaksi
       Total Arus Kas dari Aktivitas
                                            16.431.766        6.976.553       7.129.907          9.870.537      10.633.671
       Operasi
       Total Arus Kas dari Aktivitas
                                            (6.171.570)      (4.648.173)                 0                  0               0
       Investasi
       Total Arus Kas dari Aktivitas
                                             1.254.597       38.568.874      (1.476.903)        (2.884.122)     (3.635.122)
       Pendanaan
       Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas
                                            11.514.794       40.897.254       5.653.004          6.986.415       6.998.549
       dan Bank
       Kas dan Bank Awal Tahun              10.395.049       21.909.843      62.807.097         68.460.101      75.446.516
       Kas dan Bank Akhir Tahun             21.909.843       62.807.097      68.460.101         75.446.516      82.445.064
      Sumber: Proyeksi Keuangan REC Sesudah Transaksi Peiode 31 Desember 2025 – 31 Desember 2029


      Pada laporan arus kas sebelum dan setelah transaksi, terdapat pengurangan pada arus kas dari
      aktivitas pendanaan setelah transaksi tahun 2025 sebesar USD5.109.390 akibat pemberian kas
      atas transaksi fasilitas cash call kepada PJUC. Selanjutnya terdapat penambahan pada arus kas
      dari aktivitas pendanaan setelah transaksi tahun 2026 sebesar USD5.313.765 akibat pelunasan
      dan penerimaan bunga atas transaksi fasilitas cash call kepada PJUC. Nilai tersebut terdiri dari
      USD5.109.390 dari pokok pinjaman dan USD204.375 dari bunga pinjaman.

3.2.3 Analisis Rasio Keuangan

      Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) PT Raharja Energi Cepu Tbk (“REC”)

      Analisis rasio keuangan atau Financial Ratio Analysis merupakan salah satu bentuk teknis analisis
      laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos pos tertentu dari
      laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya.
      Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang digunakan dalam analisis rasio
      keuangan REC.

      Tabel 40. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) - REC
             Rasio Keuangan              Des 2020   Des 2021       Des 2022       Des 2023        Des 2024      Sep 2025
       Rasio Profitabilitas (%)
       Gross Profit Margin                   N/A            N/A            N/A     56,80%           38,87%        49,11%
       Operating Profit Margin               N/A            N/A            N/A     69,82%           42,90%        54,56%
       Net Profit Margin                     N/A            N/A            N/A     52,03%           24,17%        31,52%
       Return On Assets                    -1,64%         15,06%     43,06%        42,59%           26,42%        17,87%
       Return On Equity                    -2,13%         18,74%     53,90%        88,94%           50,93%        25,83%


       Rasio Likuiditas (X)
       Current Ratio                         2,03           6,52           8,44          2,90          2,25          4,08
       Cash Ratio                            1,66           5,73           4,32          1,57          1,04          3,38


       Rasio Solvabilitas (X)
       Debt to Equity Ratio                  0,30           0,24           0,25          1,09          0,93          0,45
       Debt to Assets Ratio            0,23       0,20                     0,20          0,52          0,48          0,31
      Keterangan: N/A (Belum mencatatatkan pendapatan)
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R




Halaman 62                                                          00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 64
     Rasio Profitabilitas

     Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan
     operasionalnya. Rasio ini menunjukkan efisiensi manajemen dalam mengelola sumber daya
     perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Rasio yang digunakan antara lain:

     1. Gross Profit Margin (GPM)

        Gross Profit Margin adalah rasio yang menggambarkan tingkat laba kotor terhadap
        pendapatan bersih setelah dikurangi beban pokok pendapatan atau rasio laba kotor atas
        pendapatan perusahaan. Rata-rata rasio Gross Profit Margin REC selama periode 31
        Desember 2023 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 47,84%, dan pada periode 30
        September 2025 tercatat sebesar 49,11%.

     2. Operating Profit Margin (OPM)

        Operating Profit Margin adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan
        menghasilkan laba dari kegiatan operasional utama sebelum beban bunga dan pajak. Rata-
        rata rasio Operating Profit Margin REC selama periode 31 Desember 2020 hingga 31
        Desember 2024 adalah sebesar 56,36%, dan pada periode 30 September 2025 tercatat
        sebesar 54,56%.

     3. Net Profit Margin (NPM)

        Net Profit Margin adalah rasio untuk mengukur besarnya laba bersih yang dihasilkan dari
        setiap satuan pendapatan. Rata-rata rasio Net Profit Margin REC selama periode 31 Desember
        2023 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 38,10%, dan pada periode 30 September
        2025 tercatat sebesar 31,52%.

     4. Return on Assets (ROA)

        Return on Assets adalah rasio yang menunjukkan kemampuan aset perusahaan dalam
        menghasilkan laba bersih. Rata-rata rasio Return on Assets REC selama periode 31 Desember
        2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 25,10%, dan pada periode 30 September
        2025 tercatat sebesar 17,87%.

     5. Return on Equity (ROE)

        Return on Equity adalah rasio untuk mengukur tingkat pengembalian atas modal yang
        diinvestasikan oleh pemegang saham. Rata-rata rasio Return on Equity REC selama periode 31
        Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 42,08%, dan pada periode 30
        September 2025 tercatat sebesar 25,83%.

     Rasio Likuiditas

     Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
     pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki. Rasio ini menilai tingkat keamanan
     keuangan perusahaan dalam menghadapi kewajiban lancar. Rasio yang digunakan antara lain:




Halaman 63                                            00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 65
     1. Current Ratio

        Current Ratio adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar utang lancar
        menggunakan aset lancar. Rata-rata rasio aset lancar terhadap kewajiban lancar REC selama
        periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 4,43 kali dan pada
        periode 30 September 2025 tercatat sebesar 4,08 kali.

     2. Cash Ratio

        Cash Ratio adalah rasio untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan melunasi kewajiban
        lancar hanya dengan kas dan setara kas. Rata-rata rasio kas dan setara kas dibandingkan
        kewajiban lancar REC selama periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah
        sebesar 2,87 kali dan pada periode 30 September 2025 tercatat sebesar 3,38 kali.

     Rasio Solvabilitas

     Rasio solvabilitas digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban
     jangka panjang serta menilai struktur pendanaan perusahaan. Rasio ini menunjukkan sejauh
     mana aset perusahaan dibiayai oleh utang dan ekuitas. Indikator yang digunakan antara lain:

     1. Debt to Equity Ratio (DER)

        Debt to Equity Ratio adalah rasio yang menunjukkan besarnya aset perusahaan yang dibiayai
        oleh utang. Rata-rata rasio total utang terhadap total aset REC selama periode 31 Desember
        2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 0,56 kali dan pada periode 30 September
        2025 tercatat sebesar 0,45 kali.

     2. Debt to Assets Ratio (DAR)

        Debt to Assets Ratio adalah rasio yang menggambarkan proporsi antara total utang terhadap
        ekuitas perusahaan. Rata-rata rasio total utang terhadap total ekuitas REC selama periode 31
        Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 0,33 kali dan pada periode 30
        September 2025 tercatat sebesar 0,31 kali.

     Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) PT Petrogas Jatim Utama Cendana (“PJUC”)

     Analisis rasio keuangan atau Financial Ratio Analysis merupakan salah satu bentuk teknis analisis
     laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos pos tertentu dari
     laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya.
     Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang digunakan dalam analisis rasio
     keuangan PJUC.

     Tabel 41. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) - PJUC
             Rasio Keuangan      Des 2020     Des 2021   Des 2022   Des 2023   Des 2024    Sep 2025
      Rasio Profitabilitas (%)
      Gross Profit Margin            40,34%    63,33%     75,63%      85,20%     77,48%      77,42%
      Operating Profit Margin        39,05%    61,72%     73,33%      83,00%     75,45%      75,06%
      Net Profit Margin              11,16%    22,14%     41,06%      52,77%     47,03%      48,16%
      Return On Assets               12,60%    21,48%     49,91%      62,09%     56,52%      49,50%
      Return On Equity               14,81%    25,07%     58,40%      75,97%     71,90%      66,29%



Halaman 64                                               00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 66
             Rasio Keuangan        Des 2020   Des 2021   Des 2022   Des 2023   Des 2024   Sep 2025


      Rasio Likuiditas (X)
      Current Ratio                    6,73      12,70      15,92      12,51      11,21      13,12
      Cash Ratio                       1,31       8,88      12,57       9,52       8,48       8,92


      Rasio Solvabilitas (X)
      Debt to Equity Ratio             0,18       0,17       0,17       0,22       0,27       0,34
      Debt to Assets Ratio             0,15       0,14       0,15       0,18       0,21       0,25
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Rasio Profitabilitas

     Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan
     operasionalnya. Rasio ini menunjukkan efisiensi manajemen dalam mengelola sumber daya
     perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Rasio yang digunakan antara lain:

     1. Gross Profit Margin (GPM)

        Gross Profit Margin adalah rasio yang menggambarkan tingkat laba kotor terhadap
        pendapatan neto setelah dikurangi beban pokok pendapatan atau rasio laba kotor atas
        pendapatan perusahaan. Rata-rata rasio Gross Profit Margin PJUC selama periode 31
        Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 68,40%, dan pada periode 30
        September 2025 tercatat sebesar 77,42%.

     2. Operating Profit Margin (OPM)

        Operating Profit Margin adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan
        menghasilkan laba dari kegiatan operasional utama sebelum beban bunga dan pajak. Rata-
        rata rasio Operating Profit Margin PJUC selama periode 31 Desember 2020 hingga 31
        Desember 2024 adalah sebesar 66,51%, dan pada periode 30 September 2025 tercatat
        sebesar 75,06%.

     3. Net Profit Margin (NPM)

        Net Profit Margin adalah rasio untuk mengukur besarnya laba bersih yang dihasilkan dari
        setiap satuan pendapatan. Rata-rata rasio Net Profit Margin PJUC selama periode 31
        Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 34,83%, dan pada periode 30
        September 2025 tercatat sebesar 48,16%.

     4. Return on Assets (ROA)

        Return on Assets adalah rasio yang menunjukkan kemampuan aset perusahaan dalam
        menghasilkan laba bersih. Rata-rata rasio Return on Assets PJUC selama periode 31 Desember
        2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 40,52%, dan pada periode 30 September
        2025 tercatat sebesar 49,50%.




Halaman 65                                               00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 67
     5. Return on Equity (ROE)

        Return on Equity adalah rasio untuk mengukur tingkat pengembalian atas modal yang
        diinvestasikan oleh pemegang saham. Rata-rata rasio Return on Equity PJUC selama periode
        31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 49,23%, dan pada periode 30
        September 2025 tercatat sebesar 66,29%.

     Rasio Likuiditas

     Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
     pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki. Rasio ini menilai tingkat keamanan
     keuangan perusahaan dalam menghadapi kewajiban lancar. Rasio yang digunakan antara lain:

     1. Current Ratio

        Current Ratio adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar utang lancar
        menggunakan aset lancar. Rata-rata rasio aset lancar terhadap kewajiban lancar PJUC selama
        periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 11,82 kali dan pada
        periode 30 September 2025 tercatat sebesar 13,12 kali.

     2. Cash Ratio

        Cash Ratio adalah rasio untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan melunasi kewajiban
        lancar hanya dengan kas dan setara kas. Rata-rata rasio kas dan setara kas dibandingkan
        kewajiban lancar PJUC selama periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah
        sebesar 8,15 kali dan pada periode 30 September 2025 tercatat sebesar 8,92 kali.

     Rasio Solvabilitas

     Rasio solvabilitas digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban
     jangka panjang serta menilai struktur pendanaan perusahaan. Rasio ini menunjukkan sejauh
     mana aset perusahaan dibiayai oleh utang dan ekuitas. Indikator yang digunakan antara lain:

     1. Debt to Equity Ratio (DER)

        Debt to Equity Ratio adalah rasio yang menunjukkan besarnya aset perusahaan yang dibiayai
        oleh utang. Rata-rata rasio total utang terhadap total aset PJUC selama periode 31 Desember
        2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 0,20 kali dan pada periode 30 September
        2025 tercatat sebesar 0,34 kali.

     2. Debt to Assets Ratio (DAR)

        Debt to Assets Ratio adalah rasio yang menggambarkan proporsi antara total utang terhadap
        ekuitas perusahaan. Rata-rata rasio total utang terhadap total ekuitas PJUC selama periode
        31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 0,17 kali dan pada periode
        30 September 2025 tercatat sebesar 0,25 kali.

3.2.4 Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Sesudah Transaksi

     Proforma keuangan disusun manajemen dengan asumsi:
            • Tanggal cutoff adalah 30 September 2025

Halaman 66                                             00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 68
             •     Fasilitas cash call yang diberikan REC ke PJUC adalah sebesar USD5.109.390
             •     Akun kas dan setara kas akan disesuaikan sehubungan dengan Transaksi
             •     Akun piutang lain-lain akan disesuaikan sehubungan dengan Transaksi

     Proforma Laporan Posisi Keuangan dan proforma Laba Rugi perusahaan sebelum dan setelah
     adanya transaksi adalah sebagai berikut:

     Tabel 42. Proforma Posisi Keuangan REC Sebelum dan Sesudah Transaksi
                                                                                   (dalam USD Penuh)
                 Laporan Posisi Keuangan Proforma         30-Sep-25       Penyesuaian    30-Sep-25
                    PT Raharja Energi Cepu Tbk             Audited                       Proforma
      Aset Lancar
      Kas dan bank                                        32.749.720       (5.109.390)   27.640.330
      Piutang Usaha - Pihak Ketiga                         3.594.509                      3.594.509
      Piutang Lain-lain
      Pihak Ketiga                                           102.935                        102.935
      Pihak Berelasi                                         258.274        5.109.390     5.367.664
      Pajak Dibayar Dimuka                                            0                              0
      Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka                   1.852.137                      1.852.137
      Investasi Jangka Pendek                                909.167                        909.167
      Beban Dibayar Dimuka                                            0                              0
      Aset Lancar Lainnya                                     52.435                         52.435
      Jumlah Aset Lancar                                  39.519.177                     39.519.177


      Aset Tidak Lancar
      Investasi Pada Entitas Asosiasi                      6.518.812                      6.518.812
      Aset Tetap - Bersih                                    127.042                        127.042
      Properti Minyak dan Gas - Bersih                    20.088.262                     20.088.262
      Aset Pajak Tangguhan                                    43.777                         43.777
      Aset Tidak Lancar Lain-lain                             20.775                         20.775
      Jumlah Aset Tidak Lancar                            26.798.668                     26.798.668


      Jumlah Aset                                         66.317.845                     66.317.845


      Liabilitas Jangka Pendek
      Utang Dividen                                                   0                              0
      Utang Lain-lain Pihak Berelasi                         110.222                        110.222
      Utang Pajak                                          2.555.799                      2.555.799
      Beban Masih Harus Dibayar                              125.114                        125.114
      Kewajiban Kontrak                                      750.092                        750.092
      Bagian Lancar Liabilitas Jangka Panjang
      Pinjaman Bank                                        5.497.066                      5.497.066
      Pinjaman Pemegang Saham                                625.336                        625.336
      Pinjaman Pembiayaan Konsumen                            16.028                         16.028
      Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                      9.679.657                      9.679.657


      Liabilitas Jangka Panjang



Halaman 67                                               00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 69
               Laporan Posisi Keuangan Proforma          30-Sep-25       Penyesuaian   30-Sep-25
                 PT Raharja Energi Cepu Tbk                Audited                      Proforma
      Pinjaman Jangka Panjang - setelah Dikurangi
                                                           9.004.634                     9.004.634
      Bagian Lancar
      Pinjaman Bank                                        1.575.989                     1.575.989
      Pinjaman pemegang Saham                                 53.870                        53.870
      Pinjaman Pembiayaan Konsumen                            17.407                        17.407
      Liabilitas Imbalan Pasca-Kerja                                 0                             0
      Liabilitas Imbalan Pensiun Direksi dan Komisaris        92.855                        92.855
      Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                    10.744.755                    10.744.755


      Jumlah Liabilitas                                   20.424.412                    20.424.412


      Modal Saham                                          2.484.844                     2.484.844
      Tambahan Modal Disetor                              12.920.505                    12.920.505
      Saldo Laba
      Ditentukan Penggunaannya                                24.865                        24.865
      Belum Ditentukan Penggunaannya                      30.203.256                    30.203.256
      Kepentingan Non Pengendali                             259.963                       259.963
      Jumlah Ekuitas                                      45.893.433                    45.893.433


      Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                       66.317.845                    66.317.845
     Sumber: Proforma Keuangan REC 30 September 2025


     Pada proforma posisi keuangan atas transaksi, terdapat penyesuaian pada pos-pos keuangan
     yang dilakukan akibat transaksi. Pada transaksi pemberian fasilitas cash call dari REC kepada
     PJUC ini, pos Kas dan Bank mengalami penyesuaian dari tercatat sebesar USD32.749.720
     sebelum transaksi menjadi USD27.640.330 atau turun sebesar USD5.109.390 akibat
     penggunakan kas internal untuk memenuhi transaksi pemberian fasilitas cash call ke PJUC.

     Selain itu pos Piutang Lain-lain Pihak Berelasi mengalami penyesuaian dimana dari sebelum
     dilakukan transaksi tercatat sebesar USD258.274 menjadi USD5.367.664 atau mengalami
     kenaikan sebesar USD5.109.390 akibat adanya pencatatan piutang dari pihak berelasi PJUC ke
     perusahaan terkait fasilitas cash call.

     Tabel 43. Proforma Laba Rugi REC Per 30 September 2025
                                                                                  (dalam USD Penuh)
                   Laporan Laba Rugi Proforma            30-Sep-25       Penyesuaian   30-Sep-25
                   PT Raharja Energi Cepu Tbk              Audited                      Proforma
      Pendapatan Bersih                                   37.611.591                    37.611.591
      Beban Pokok Pendapatan                             (19.141.969)                  (19.141.969)
      Laba Bruto                                          18.469.622                    18.469.622


      Beban umum dan administrasi                          (989.662)                     (989.662)
      Pendapatan Keuangan
      Beban keuangan/bunga                                (1.097.052)                   (1.097.052)
      Laba/(rugi) selisih kurs - bersih                    (441.279)                     (441.279)
      Bagian laba entitas asosiasi                         4.321.544                     4.321.544



Halaman 68                                               00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 70
                  Laporan Laba Rugi Proforma              30-Sep-25          Penyesuaian      30-Sep-25
                   PT Raharja Energi Cepu Tbk              Audited                            Proforma
      Pendapatan lain-lain                                      326.868                          326.868
      Beban lain-lain                                           (68.248)                         (68.248)
      Laba Sebelum Pajak Penghasilan                      20.521.793                          20.521.793


      Beban Pajak Penghasilan                             (8.667.621)                         (8.667.621)
      Laba Tahun Berjalan                                 11.854.172                          11.854.172
     Sumber: Proforma Keuangan REC 30 September 2025


     Pada proforma laba rugi, tidak ada perubahan nilai tercatat pada pos-pos laba rugi. Hal tersebut
     karena transaksi pemberian fasilitas cash call dari REC ke PJUC ini tercatat sebagai piutang pihak
     berelasi pada sisi REC dan penggunaan dana internal digunakan REC sebagai sumber pemberian
     fasilitas ke PJUC, sehingga pada saat transaksi telah terjadi, belum ada dampak ke laba rugi REC
     secara langsung.

3.2.5 Analisis Kemampuan Bayar Sampai Saat Jatuh Tempo

     Kemampuan bayar sampai jatuh tempo dilihat dari kemampuan keuangan PJUC menggunakan
     metrik pengukuran kinerja perusahaan. Pada analisis ini digunakan rasio likuiditas dan
     profitabilitas PJUC. Selain itu dilakukan analisis atas historis transaksi fasilitas cash call
     sebelumnya dan analisis kontrak perjanjian fasilitas cash call antara REC dan PJUC untuk melihat
     kemampuan bayar sampai saat jatuh tempo.

     Tabel 44. Rasio Likuiditas
         Rasio Likuiditas          2020         2021     2022          2023         2024       Sep 2025
      Current Ratio                   6,73       12,70    15,92            12,51      11,21        13,12
      Cash Ratio                      1,31        8,88    12,57             9,52       8,48         8,92
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Analisis likuiditas lewat rasio lancar dan rasio kas menunjukan secara historis sejak 2020 sampai
     September 2025, rasio lancar PJUC selalu tercatat diatas 1 yang berarti perusahaan memiliki
     kemampuan untuk menyelesaikan kewajiban jangka pendek berbanding dengan aset lancar.
     Analisis dengan rasio kas menunjukan bahwa secara historis sejak 2020, perusahaan tercatat
     memiliki rasio kas diatas 1 yang berarti perusahaan memiliki kemampuan untuk menyelesaikan
     kewajiban jangka pendek dengan kas dan setara kas. Per 30 September 2025, tercatat rasio
     lancar perusahaan adalah sebesar 13,12 dengan rasio kas sebesar 8,92.

     Tabel 45. Rasio Profitabilitas
        Rasio Profitabilitas       2020         2021     2022          2023         2024       Sep 2025
      Gross Profit Margin        40,34%         63,33%   75,63%        85,20%        77,48%       77,42%
      Operating Profit
                                 39,05%         61,72%   73,33%        83,00%        75,45%       75,06%
      Margin
      Net Profit Margin          11,16%         22,14%   41,06%        52,77%        47,03%       48,16%
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Diperoleh bahwa perusahaan memiliki tingkat margin laba kotor yang berfluktuatif sejak 2020
     hingga september 2025 dengan rentang 40,34% sampai 85,20%. Per September 2025, margin
     laba kotor perusahaan tercatat sebesar 77,42%.



Halaman 69                                               00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 71
     Menggunakan proksi operating profit margin pada PJUC, tercatat sejak 2020 sampai September
     2025 diperoleh margin laba operasi dengan rentang sebesar 39,05% hingga 83,00%. Hal
     tersebut menggambarkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan laba usaha dari operasional
     bisnis perusahaannya.

     Menggunakan net profit margin pada PJUC, tercatat pada periode 2020 hingga September 2025
     margin laba bersih sebesar 11,16% sampai 52,77%. Pada September 2025 margin laba bersih
     PJUC tercatat sebesar 48,16%.

     Saat ini, atas cash call yang ditagihkan kepada PJUC, maka PJUC akan melakukan drawdown
     dana dari fasilitas cash call REC sebesar cash call yang ditagihkan. Untuk meminimalkan dan
     menghindari adanya bunga, PJUC akan mengembalikan pinjaman kepada REC tersebut di hari
     yang sama. Dengan begitu, tidak terdapat beban bunga PJUC ke REC dan tidak ada catatan
     utang ke REC di setiap akhir periode pelaporan keuangan.

     Selain itu berdasarkan perjanjian fasilitas kredit, selama periode pengembalian modal maka
     PJUC akan mengalokasikan 90% atas pendapatan kotor (setelah dikurangi perkiraan biaya
     operasional PJUC) untuk pembayaran kembali pinjaman dan sisa 10% atas pendapatan kotor
     akan didistribusikan kepada pemegang saham. Setelah periode pengembalian modal, maka
     100% dari pendapatan kotor dikurangi biaya-biaya operasional akan didistribusikan kepada
     pemegang saham sebagai dividen.

3.2.6 Analisis Cash Management Dan Financial Covenant

     Analisis Cash Management dilihat dari perencanaan, pendendalian, dan optimalisasi kas
     Perusahaan diukur dari laporan arus kas perusahaan secara historis. Sejak periode 2023 sampai
     September 2025, REC mencatatkan arus kas dari aktivitas operasi yang positif dibanding periode
     2020 dan 2021 yang dicatat negatif. Sampai periode year to date 30 September 2025, arus kas
     dari aktivitas operasi Perusahaan tercatat sebesar USD16.109.991 dengan total arus kas aktivitas
     investasi sebesar USD4.863.967 dan arus kas aktivitas pendanaan sebesar USD1.368.759.

     Tabel 46. Analisis Cash Management
                                                                                             (dalam USD Penuh)
          Analisis Cash       Des 2020      Des 2021      Des 2022       Des 2023       Des 2024      Sep 2025
          Management           Audited       Audited       Audited        Audited        Audited       Audited
       Total Arus Kas dari
                              (2.038.223)    (148.496)       (23.282)    11.128.159     11.237.337    16.109.991
       Aktivitas Operasi
       Total Arus Kas dari
                              18.591.982     3.369.121     6.051.614    (16.230.661)     6.345.839     4.863.967
       Aktivitas Investasi
       Total Arus Kas dari
       Aktivitas             (13.737.352)   (9.698.703)   (6.627.596)    16.712.170    (20.079.560)    1.368.759
       Pendanaan
       Kenaikan
       (Penurunan) Neto        2.816.407    (6.478.078)    (599.264)     11.609.668     (2.496.384)   22.342.717
       Kas dan Bank
       Selisih Kurs                2.089         1.170         9.349         (3.730)         8.598       11.954
       Saldo Kas dan
                               5.525.224     8.343.720     1.866.812      1.276.897     12.882.835    10.395.049
       Bank Awal Tahun
       Saldo Kas dan
                               8.343.720     1.866.812     1.276.897     12.882.835     10.395.049    32.749.720
       Bank Akhir Tahun
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Untuk mengukur kecukupan kas perusahaan, digunakan proksi rasio kecukupan kas atau Cash
     Ratio. Rasio kas mengukur kemampuan perusahaan melunasi semua kewajiban jangka pendek
     menggunakan aset paling likuid perusahaan yaitu kas dan setara kas.

Halaman 70                                                      00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 72
      Tabel 47. Analisis Kecukupan Kas (Financial Covenant)
          Analisis Rasio      Des 2020        Des 2021     Des 2022       Des 2023       Des 2024      Sep 2025
         Kecukupan Kas          Audited       Audited      Audited         Audited       Audited        Audited
       Kas dan Setara Kas       8.343.720     1.866.812    1.276.897     12.882.835     10.395.049     32.749.720
       Liabilitas Jangka
                                5.018.352       325.803      295.263       8.199.709     9.998.108      9.679.657
       Pendek
       Cash Ratio                      1,66         5,73        4,32            1,57           1,04           3,38
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Rasio kas perusahaan pada periode 2020 sampai dengan 30 September 2025 berada diatas
      1,00x yang menandakan perusahaan dapat memenuhi kewajiban jangka pendek dengan
      menggunakan aset paling likuid milik perusahaan yaitu kas dan setara kas. Rasio kas paling tinggi
      terjadi pada periode 2021 sebesar 5,73x yang menandakan kemampuan perusahaan untuk
      menyelesaikan semua kewajiban jangka pendek menggunakan kas dan setara kas hingga 5 kali
      dari outstanding kewajiban jangka pendek.

3.2.7 Analisis Yield Dibanding Instrumen Sejenis (Obligasi/Kredit Bank)

      Berdasarkan Akta Perjanjian bahwa tingkat bunga yang disepakati terkait pemberian fasilitas
      pinjaman cash call adalah sebesar tingkat suku bunga acuan berupa Secured Overnight Financing
      Rate (SOFR) pada pukul 12:00 Siang WIB di hari tanggal penarikan Fasilitas, atau jika tidak
      tersedia pada hari sebelumnya ditambah margin sebesar 5%. Untuk menganalisis tingkat yield
      dibanding instrumen sejenis, dilakukan perhitungan tingkat bunga atas fasilitas cash call dari REC
      kepada PJUC terhadap suku bunga pasar berupa tingkat bunga Kredit Investasi dalam dolar.

      Tabel 48. Yield Dibanding Instrumen Sejenis
                                       Keterangan                                              Nilai
       SOFR 12 Month, closing per 30 September 2025                                            3,66%
       Margin                                                                                   5%
       Total Interest Rate Cash Call                                                           8,66%
      Sumber: https://www.global-rates.com/en/interest-rates/cme-term-sofr/4/term-sofr-interest-12-months/


      Kemudian dilakukan perbandingan antara tingkat suku bunga transaksi cash call dengan suku
      bunga kredit modal kerja perbankan dalam dolar. Suku bunga kredit modal kerja perbankan
      dalam dolar diperoleh dari Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia keluaran Bank Indonesia per
      Agustus 2025 sebagai berikut:

      Tabel 49. Perbandingan tingkat suku bunga
                            Keterangan                                Tingkat Suku Bunga Kredit Modal Kerja
       State Banks                                                                     5,92%
       Private National Banks                                                          5,52%
       Commercial Banks                                                                5,65%


      Suku bunga transaksi cash call sebesar 8,66% memiliki tingkat bunga yang lebih tinggi dibanding
      suku bunga pasar dari data suku bunga kredit modal kerja pada statistik ekonomi keuangan
      indonesia keluaran Bank Indonesia.




Halaman 71                                                      00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 73
3.2.8 Incremental Analysis (Nilai Tambah)

      Analisis inkremental dilakukan untuk melihat dampak nilai tambah dari dilakukannya transaksi.
      Dalam transaksi penyediaan fasilitas cash call antara REC dan PJUC, analisis inkremental dilihat
      dari proyeksi keuangan REC sebelum dan setelah transaksi dilakukan. Analisis inkremental atas
      transaksi yang tersaji sebagai berikut:

      Tabel 50. Analisis Inkremental (Laporan Posisi Keuangan)
                                                                                     (dalam USD penuh)
        Analisis Inkremental        2025          2026          2027          2028           2029
       Total Aset Lancar
       Sebelum Transaksi        30.779.923      82.331.080    85.764.502    88.536.898     90.604.727
       Setelah Transaksi        30.779.923      82.535.456    85.968.877    88.741.274     90.809.102
       Inkremental                         0      204.376        204.375      204.376        204.375


       Total Aset Tidak
       Lancar
       Sebelum Transaksi        33.052.112      39.515.113    41.279.194    42.347.944     43.373.004
       Setelah Transaksi        33.052.112      39.515.113    41.279.194    42.347.944     43.373.004
       Inkremental                         0             0             0              0             0


       Total Aset
       Sebelum Transaksi        63.832.035     121.846.193   127.043.695   130.884.842    133.977.731
       Setelah Transaksi        63.832.035     122.050.569   127.248.071   131.089.218    134.182.107
       Inkremental                         0      204.376        204.376      204.376        204.376


       Total Liabilitas
       Sebelum Transaksi        15.622.537      67.688.100    63.845.202    60.000.250     56.137.372
       Setelah Transaksi        15.622.537      67.688.100    63.845.202    60.000.250     56.137.372
       Inkremental                         0             0             0              0             0


       Total Ekuitas
       Sebelum Transaksi        48.209.498      54.158.093    63.198.494    70.884.592     77.840.359
       Setelah Transaksi        48.209.498      54.362.469    63.402.869    71.088.968     78.044.735
       Inkremental                         0      204.376        204.375      204.376        204.376


       Total Liabilitas dan
       Ekuitas
       Sebelum Transaksi        63.832.035     121.846.193   127.043.695   130.884.842    133.977.731
       Setelah Transaksi        63.832.035     122.050.569   127.248.071   131.089.218    134.182.106
       Inkremental                         0      204.376        204.376      204.376        204.375
      Sumber: Analisis KJPP FDI&R


      Analisis inkremental terkait transaksi dilihat dari proyeksi keuangan REC sebelum dan setelah
      transaksi dapat dilihat dari nilai tambah yang terdapat pada masing-masing pos keuangan yang
      dianalisis. Pada pos Total Aset Lancar, terdapat peningkatan pada periode proyeksi 2026 antara
      sebelum dan sesudah transaksi. Proyeksi nilai tambah sebesar USD204.376 berasal dari
      perolehan kas akibat pendapatan bunga dari pemberian fasilitas cash call kepada PJUC. Akibat
      perolehan kas dari pendapatan bunga tersebut, terdapat selisih nilai tambah Total Aset REC pada
      proyeksi 2026 setelah transaksi sebesar USD204.376. Pada sisi Ekuitas, terdapat selisih nilai


Halaman 72                                                   00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 74
     tambah sebesar USD204.376 yang timbul pada proyeksi 2026 setelah transaksi. Hal tersebut
     diakibatkan dari proyeksi perolehan pendapatan bunga sebesar USD204.376 atas pemberian
     fasilitas cash call kepada PJUC.

     Tabel 51. Analisis Inkremental (Laporan Laba Rugi)
                                                                              (dalam USD penuh)
      Analisis Inkremental          2025         2026            2027        2028          2029
      Pendapatan
      Sebelum Transaksi        51.525.690   49.131.286     49.993.349   47.720.305   46.489.898
      Setelah Transaksi        51.525.690   49.131.286     49.993.349   47.720.305   46.489.898
      Inkremental                      0             0              0            0             0


      Laba Kotor
      Sebelum Transaksi        22.073.052   20.481.891     22.886.539   23.016.150   22.431.114
      Setelah Transaksi        22.073.052   20.481.891     22.886.539   23.016.150   22.431.114
      Inkremental                      0             0              0            0             0


      Pendapatan Bunga
      Sebelum Transaksi                 -            -              -            -             -
      Setelah Transaksi                 -     204.376               -            -             -
      Inkremental                      0      204.376               0            0             0


      Laba Sebelum Pajak
      Sebelum Transaksi        24.222.700   22.023.723     24.073.767   23.518.567   22.348.633
      Setelah Transaksi        24.222.700   22.228.098     24.073.767   23.518.567   22.348.633
      Inkremental                      0      204.375               0            0             0


      Laba Bersih
      Sebelum Transaksi        14.156.692   13.122.688     15.706.794   15.653.612   14.955.576
      Setelah Transaksi        14.156.692   13.327.063     15.706.794   15.653.612   14.955.576
      Inkremental                      0      204.375               0            0             0
     Sumber: Analisis KJPP FDI&R


     Analisis inkremental pada pos Laba Rugi dilihat melalui proyeksi pada pos Pendapatan dan Laba
     Kotor tidak memperlihatkan adanya nilai tambah. Hal tersebut dikarenakan transaksi pemberian
     fasilitas cash call tidak berdampak langsung pada penerimaan operasi perusahaan sehingga
     pada proyeksi Pendapatan dan laba Kotor nilai tambah tidak terjadi. Pada pos Pendapatan
     Bunga, terdapat nilai tambah atas transaksi sebesar USD204.376 pada periode proyeksi 2026
     yang merupakan imbal hasil bunga atas pemberian fasilitas cash call. Perolehan pendapatan
     bunga hanya terjadi di periode proyeksi 2026 karena pada tahun berikutnya, piutang kepada
     PJUC terkait cash call sudah diselesaikan, sehingga tidak terdapat beban bunga pada periode
     proyeksi setelah 2026. Nilai tambah akibat perolehan bunga dari pemberian fasilitas cash call
     juga berpengaruh terhadap Laba Sebelum Pajak dan Laba Bersih perusahaan, sehingga nilai
     tambah tersebut tergambar pada proyeksi perolehan Laba Sebelum Pajak dan Laba Bersih setelah
     transaksi REC dengan nilai tambah keduanya sebesar USD 204.375.




Halaman 73                                                00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 75
3.3   Analisis Kelayakan Penggunaan Dana

3.3.1 Analisis Kelayakan Investasi

      Fasilitas pembiayaan dari REC kepada PJUC diberikan dalam rangka pemenuhan kebutuhan
      pendanaan cash call sesuai dengan Program Kerja dan Anggaran (Work Program and Budget)
      yang telah disetujui oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
      Bumi (SKK Migas).

      Berdasarkan perjanjian fasilitas kredit, selama periode pengembalian modal maka PJUC akan
      mengalokasikan 90% atas pendapatan kotor (setelah dikurangi perkiraan biaya operasional
      PJUC) untuk pembayaran kembali pinjaman dan sisa 10% atas pendapatan kotor akan
      didistribusikan kepada pemegang saham. Setelah periode pengembalian modal, maka 100% dari
      pendapatan kotor dikurangi biaya-biaya operasional akan didistribusikan kepada pemegang
      saham sebagai dividen.

      Dilihat dari profitabilitas PJUC, diperoleh bahwa perusahaan memiliki tingkat margin laba kotor
      sejak 2020 hingga september 2025 dengan rentang 40,34% sampai 85,20%. Per September
      2025, margin laba kotor perusahaan tercatat sebesar 77,42%. Operating profit margin PJUC
      sejak 2020 sampai September 2025 tercatat dengan rentang sebesar 39,05% hingga 83,00%.
      Net profit margin pada PJUC periode 2020 hingga September 2025 diperoleh sebesar 11,16%
      sampai 52,77%. Pada September 2025 margin laba bersih PJUC tercatat sebesar 48,16%.

3.3.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang

      Per 30 September 2025, tidak ada outstanding pinjaman pokok maupun bunga dari fasilitas cash
      call yang diberikan REC kepada PJUC. Hal tersebut karena atas cash call yang ditagihkan kepada
      PJUC, maka PJUC akan melakukan drawdown dana dari fasilitas cash call REC sebesar cash call
      yang ditagihkan. Untuk meminimalkan dan menghindari adanya bunga, PJUC akan
      mengembalikan pinjaman kepada REC tersebut di hari yang sama. Dengan begitu, tidak terdapat
      beban bunga PJUC ke REC dan tidak ada catatan utang ke REC di setiap akhir periode pelaporan
      keuangan.

      Selain itu berdasarkan perjanjian fasilitas kredit, selama periode pengembalian modal maka
      PJUC akan mengalokasikan 90% atas pendapatan kotor (setelah dikurangi perkiraan biaya
      operasional PJUC) untuk pembayaran kembali pinjaman dan sisa 10% atas pendapatan kotor
      akan didistribusikan kepada pemegang saham. Setelah periode pengembalian modal, maka
      100% dari pendapatan kotor dikurangi biaya-biaya operasional akan didistribusikan kepada
      pemegang saham sebagai dividen.

3.3.3 Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan

      Berdasarkan hasil penelaahan terhadap dokumen dan informasi yang diberikan oleh Manajemen
      Perseroan, tidak terdapat faktor lain yang relevan yang dapat memengaruhi pelaksanaan maupun
      kewajaran atas transaksi afiliasi antara PT Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama
      Cendana berupa transaksi penyediaan fasilitas pembiayaan cash call oleh PT Raharja Energi Cepu
      Tbk kepada PT Petrogas Jatim Utama Cendana selain faktor-faktor yang telah dianalisis
      sebelumnya. Dengan demikian, tidak ada kondisi atau keadaan tambahan yang secara material
      berpotensi memengaruhi hasil analisis kewajaran atas transaksi dimaksud.




Halaman 74                                               00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 76
                                                BAB IV
                                             KESIMPULAN



4.1   Analisis Pengaruh atas Transaksi

      Berdasarkan analisis proforma keuangan sebelum dan setelah transaksi, dapat disimpulkan
      bahwa pemberian fasilitas pembiayaan cash call sebesar USD 5.109.390 tidak memberikan
      dampak signifikan terhadap fundamental keuangan PT Raharja Energi Cepu Tbk. Penurunan
      hanya terjadi pada cash ratio akibat penggunaan kas internal, namun rasio tersebut tetap berada
      pada level yang sangat sehat dan menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi
      kewajiban jangka pendeknya.

      Rasio likuiditas dan rasio solvabilitas lainnya tidak mengalami perubahan, karena transaksi
      dilakukan menggunakan kas internal dan tidak menambah liabilitas eksternal maupun mengubah
      struktur ekuitas perusahaan. Dengan demikian, secara keseluruhan transaksi ini tidak
      menimbulkan tekanan finansial yang material dan tidak mengganggu stabilitas keuangan
      perusahaan.

4.2   Identifikasi Dan Hubungan Antara Pihak Dalam Hal Transaksi

      Berdasarkan hasil identifikasi, pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi adalah PT Raharja Energi
      Cepu Tbk (“REC”) sebagai Pemberi Pinjaman dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana (“PJUC”)
      sebagai Penerima Pinjaman.

      Berdasarkan hasil analisis struktur kepengurusan dan kepemilikan per 30 September 2025, antara
      REC dan PJUC terdapat hubungan afiliasi, baik dari sisi pengurus (karena terdapat kesamaan
      beberapa anggota direksi dan komisaris) maupun dari sisi kepemilikan saham, di mana REC
      memiliki 49% saham pada PJUC.

      Dengan demikian, penyediaan fasilitas pembiayaan cash call oleh REC kepada PJUC tergolong
      sebagai transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang
      Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

4.3   Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Disepakati Oleh Pihak Dalam Transaksi

      Perjanjian Fasilitas Pembiayaan Cash Call Tahun 2026 antara PT Raharja Energi Cepu Tbk (“REC”)
      dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana (“PJUC”) telah disusun secara lengkap, mencakup
      ketentuan mengenai nilai fasilitas sebesar USD 5.109.390, persyaratan pendahuluan, periode
      ketersediaan, tata cara penarikan dan pelunasan fasilitas, serta pengaturan mengenai pengalihan
      hak, penyelesaian sengketa, dan hukum yang berlaku.

      Secara keseluruhan, isi perjanjian telah memuat hak dan kewajiban para pihak secara jelas serta
      memenuhi prinsip kehati-hatian dan kepastian hukum sesuai ketentuan peRECran perundang-
      undangan yang berlaku.

4.4   Analisis Likuiditas Transaksi

      Berdasarkan analisis likuiditas sebelum dan setelah transaksi, dapat disimpulkan bahwa transaksi
      pemberian fasilitas cash call tidak memberikan dampak negatif terhadap tingkat likuiditas PT
      Raharja Energi Cepu Tbk. Penurunan pada pos Kas dan Bank sebesar USD 5.109.390

Halaman 75                                                00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 77
      sepenuhnya terkompensasi oleh peningkatan pada pos Piutang Lain-lain dengan jumlah yang
      sama, sehingga total aset lancar perusahaan tidak berubah.

      Rasio likuiditas, khususnya Current Ratio, tetap berada pada tingkat yang sama sebelum dan
      sesudah transaksi, mencerminkan bahwa transaksi ini tidak mempengaruhi kemampuan
      perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Sementara itu, Cash Ratio
      mengalami penurunan sebagai konsekuensi penggunaan kas internal, namun tetap berada jauh
      di atas angka 1, yang menunjukkan kondisi likuiditas perusahaan masih sangat kuat.

      Dengan demikian, transaksi tidak menurunkan kemampuan likuiditas perusahaan secara material
      dan tetap berada dalam batas yang sehat dan dapat diterima.

4.5   Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Transaksi

      Transaksi antara PT Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana memberikan
      manfaat berupa dukungan terhadap efektivitas operasional dan pengembangan partisipasi PJUC
      dalam proyek Blok Cepu, potensi peningkatan pendapatan bunga, serta diversifikasi portofolio ke
      instrumen pembiayaan. Namun demikian, transaksi ini juga memiliki risiko berupa opportunity
      cost atas dana yang disalurkan serta potensi risiko gagal bayar atas fasilitas pembiayaan yang
      diberikan.

4.6   Analisis Kualitatif atas Transaksi

      Secara keseluruhan, transaksi pemberian fasilitas pembiayaan kepada PJUC dinilai selaras
      dengan kebutuhan bisnis REC untuk menjaga keberlanjutan partisipasi PJUC dalam
      pengembangan Blok Cepu. Transaksi ini memberikan manfaat strategis berupa potensi
      pendapatan bunga yang lebih tinggi dan penguatan nilai ekonomi di tingkat grup, dengan risiko
      utama berupa opportunity cost dan penurunan likuiditas sementara.

      Struktur leverage REC tidak berubah karena transaksi didanai dari kas internal. Analisis historis
      menunjukkan bahwa PJUC memiliki kondisi likuiditas, profitabilitas, dan arus kas yang kuat serta
      rekam jejak pelunasan fasilitas pembiayaan cash call yang baik, sehingga risiko gagal bayar
      dinilai rendah. Dengan demikian, transaksi ini membawa manfaat yang relevan dengan risiko
      yang dapat dikelola dan tidak mengganggu stabilitas keuangan perusahaan.

4.7   Analisis Kuantitatif atas Transaksi

      Berdasarkan analisis kinerja historis, proyeksi keuangan, dan evaluasi kondisi likuiditas REC dan
      PJUC, secara kuantitatif transaksi fasilitas cash call dinilai layak dan tidak menimbulkan tekanan
      finansial yang material bagi REC mengingat:
      1. Kinerja keuangan REC menunjukkan peningkatan signifikan, terutama pada kas, aset lancar,
          serta profitabilitas dalam beberapa tahun terakhir, sehingga kemampuan pendanaan internal
          untuk memenuhi kebutuhan transaksi dinilai memadai.
      2. Likuiditas REC tetap terjaga, di mana posisi kas yang kuat dan arus kas operasi yang positif
          memberikan ruang yang cukup untuk menyalurkan fasilitas pembiayaan tanpa menurunkan
          kemampuan operasional perusahaan.
      3. Kinerja PJUC secara historis mencatat profitabilitas stabil, arus kas operasi positif, serta tingkat
          ekuitas yang memadai sehingga secara kuantitatif mendukung kemampuan PJUC untuk
          memenuhi kewajiban pembayaran kembali fasilitas pembiayaan yang diterimanya.




Halaman 76                                                   00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 78
      4. Analisis proyeksi keuangan menunjukkan tidak adanya dampak negatif yang signifikan
         terhadap posisi aset, liabilitas, maupun ekuitas REC setelah transaksi, karena perubahan
         terutama hanya berupa pengalihan kas menjadi piutang hubungan pihak berelasi.
      5. Secara keseluruhan, analisis kuantitatif menunjukkan bahwa transaksi berada dalam batas
         risiko yang wajar, didukung oleh fundamental keuangan yang kuat dari REC dan kemampuan
         PJUC untuk melunasi kewajibannya sesuai mekanisme dalam perjanjian.

4.8   Analisis Kelayakan Penggunaan Dana atas Transaksi

4.8.1 Analisis Kelayakan Investasi

      Fasilitas pembiayaan dari REC kepada PJUC diberikan dalam rangka pemenuhan kebutuhan
      pendanaan cash call sesuai dengan Program Kerja dan Anggaran (Work Program and Budget)
      yang telah disetujui oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas
      Bumi (SKK Migas). Berdasarkan perjanjian fasilitas kredit, selama periode pengembalian modal
      maka PJUC akan mengalokasikan 90% atas pendapatan kotor (setelah dikurangi perkiraan biaya
      operasional PJUC) untuk pembayaran kembali pinjaman dan sisa 10% atas pendapatan kotor
      akan didistribusikan kepada pemegang saham. Dilihat dari profitabilitas PJUC, diperoleh bahwa
      perusahaan memiliki tingkat margin laba kotor Per September 2025 sebesar 77,42% dan Net
      profit margin pada September 2025 sebesar 48,16%.

4.8.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang

      PJUC dinilai layak dalam memenuhi kewajiban pelunasan utang karena seluruh fasilitas cash call
      selalu dilunasi pada hari yang sama untuk menghindari bunga serta didukung mekanisme
      perjanjian yang mewajibkan alokasi 90% pendapatan kotor untuk pembayaran pinjaman,
      sehingga risiko gagal bayar sangat rendah.

4.8.3 Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan

      Berdasarkan hasil penelaahan terhadap dokumen dan informasi yang diberikan oleh Manajemen
      Perseroan, tidak terdapat faktor lain yang relevan yang dapat memengaruhi pelaksanaan maupun
      kewajaran atas transaksi afiliasi antara PT Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama
      Cendana berupa transaksi penyediaan fasilitas pembiayaan cash call oleh PT Raharja Energi Cepu
      Tbk kepada PT Petrogas Jatim Utama Cendana selain faktor-faktor yang telah dianalisis
      sebelumnya. Dengan demikian, tidak ada kondisi atau keadaan tambahan yang secara material
      berpotensi memengaruhi hasil analisis kewajaran atas transaksi dimaksud.

4.9   Opini Kewajaran atas Transaksi

      Berdasarkan analisis yang telah kami lakukan terhadap informasi, data, serta asumsi-asumsi yang
      disampaikan oleh manajemen Perseroan, dan dengan mempertimbangkan kondisi serta faktor-
      faktor yang relevan, kami berpendapat bahwa transaksi fasilitas pembiayaan cash call antara PT
      Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana adalah wajar.




Halaman 77                                               00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 79
                           ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS



  1. Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
  2. Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
      proses analisis pendapat kewajaran.
  3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya ke akuratannya.
  4. Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang mencerminkan kewajran proyeksi yang dibuat oleh
      manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
  5. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik.
  6. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan pendapat kewajaran telah
      disusun sesuai dengan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018
      Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
      35/POJK.04/2020 (POJK 35/2020), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
      Nomor 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK 17/2020) tentang Pedoman Penilaian serta Penyajian
      Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
  7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat kewajaran dan Kesimpulan Opini Akhir.
  8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek Pendapat Kewajaran dari Pemberi
      Tugas.
  9. Semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam maupun di luar
      pengadilan) yang berkaitan dengan objek penilaian tidak menjadi tanggung jawab kami.
  10. Kami ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara khusus
      hanya terbatas pada aspek nilai atas objek penilaian, diluar dari aspek perpajakan dan hukum
      karena hal tersebut berada diluar lingkup penugasan kami.
  11. Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah maupun swasta yang berkaitan
      dengan kondisi objek penilaian, dalam hal ini kondisi pasar dan sebagainya bukan menjadi
      tanggung jawab kami.
  12. Laporan pendapat kewajaran ini disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di
      dalam laporan dan tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak
      bertanggung jawab jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
  13. Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran
      dalam mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar
      penentu suatu keputusan yang berakibat hukum, karena laporan pendapat kewajaran ini semata-
      mata dibuat berdasarkan kajian disiplin ilmu dan kemampuan yang kami miliki.
  14. Laporan pendapat kewajaran ini tidak berlaku dan tidak sah apabila tidak terdapat tanda tangan
      penilai berijin beserta stempel perusahaan (corporate seal) yang resmi dari KJPP Ferdinand,
      Danar, Ichsan & Rekan.
  15. Laporan pendapat kewajaran ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai
      dengan maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan pendapat kewajaran.




Halaman 78                                              00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 80
                                      PERNYATAAN PENILAI



 Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang bertanda
 tangan di bawah ini menerangkan bahwa :
 1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan pendapat kewajaran adalah benar sesuai
     dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
 2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
 3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang, maupun
     memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap objek Penilaian.
 4. Imbalan Jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan.
 5. Penilaian dilakukan dengan memenuhi ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI), Kode Etik
     Penilai Indonesia (KEPI), serta POJK Nomor 35 Tahun 2020 tentang Pedoman Penilaian dan
     Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
 6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan/atau
     diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
 7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi objek pendapat
     kewajaran.
 8. Penilai telah melakukan kunjungan kepada pihak Manajemen Perseroan.
 9. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
     pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
     dalam laporan pendapat kewajaran ini.
 10. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan pendapat
     kewajaran.
 11. Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran yang telah kami susun berdasarkan
     data yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat serta
     lengkap. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data, dokumen dan
     informasi dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal sehingga menjadi tidak
     lengkap atau menyesatkan.
 12. Penugasan Penilaian telah dilakukan terhadap objek penilaian pada tanggal penilaian (cut off
     date)
 13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
     pendapat kewajaran.
 14. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai
     kesimpulan nilai.
 15. Penilai melakukan sesuai dengan Lingkup Penugasan dan data yang dianalisis telah
     diungkapkan.
 16. Kesimpulan Nilai telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
 17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan ini kami peroleh dari sumber yang
     telah terpublikasi dan diyakini kebenarannya.




Halaman 79                                             00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 81

          
Page 82
                                        LAMPIRAN-LAMPIRAN

•   Surat Tugas Inspeksi
•   Berita Acara Inspeksi
•   MoM
•   Daftar Hadir
•   Surat Tidak Adanya Benturan Kepentingan
•   Surat Pernyataan Kebenaran Data




Halaman 81                                           00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 83
Halaman 82   00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 84
Halaman 83   00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 85
Halaman 84   00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 86
Halaman 85   00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 87
Halaman 86   00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 88
Halaman 87   00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 89
Halaman 88   00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 90
Halaman 89   00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 91
Halaman 90   00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 92
Halaman 91   00103/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 93

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size7.92 MB
Published3 Dec 2025
Pages93
Characters286,365
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 66 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Raharja Energi Cepu Tbk p.2 ×209
linked org PT Petrogas Jatim Utama Cendana p.2 ×83
linked person Adrian Hartadi · Direktur p.9 ×4
linked person Retno Dwi Andani p.11 ×5
linked org Rukun Raharja Tbk. p.21 ×14
linked person Orias Petrus Moedak · Komisaris Utama p.22 ×2
linked person Taufik Ahmad p.22 ×2
linked person Alexandra Sinta p.22 ×3
linked org Pemerintah Provinsi p.23
linked org PT Raharja Energi Tanjung Jabung p.30 ×3
linked org Energi Mega Persada Tbk p.41 ×8
linked org Super Energy Tbk p.41 ×8
linked org Capitalinc Investment Tbk p.41 ×2
linked org Medco Energi Internasional Tbk p.41 ×8
linked org Ulima Nitra Tbk p.41 ×8
linked org Bukit Asam Tbk p.41 ×8
linked org Indika Energy Tbk p.41 ×2
linked org ABM Investama Tbk p.41 ×2
linked org Golden Eagle Energy Tbk p.41 ×8
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×12
possible org Bank Persero p.7 ×3
possible org Negara Republik Indonesia p.12 ×2
possible person Merly · Komisaris p.24
possible person Sumantri · Direktur Utama p.24
possible org Raharja Energy Cepu Tbk p.38 ×4
possible org Bursa Efek Indonesia p.41
possible org Bumi Resources Tbk p.41 ×2
unresolved org KJPP Ferdinand p.2 ×3
unresolved org Ichsan dan Rekan p.2 ×2
unresolved org KJPP FDI p.2 ×25
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.2 ×5
unresolved org Palilingan & Rekan p.11 ×5
unresolved person CPA p.11 ×5
unresolved person Indah Setyaningsih p.12 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.12 ×4
unresolved person Rini Yulianti p.12 ×2
unresolved org Menteri Hukum Republik Indonesia p.12 ×4
unresolved person Dzulqarnain p.12 ×3
unresolved person Iskandar Dzulqarnain p.13
unresolved org Sugeng & Rekan p.13
unresolved person Sawarjuwono p.13
unresolved person Rosida p.13 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.13 ×2
unresolved person Evie Mardiana Hidayah p.13 ×2
unresolved org PT Petrogas Jatim Utama Cendana. KJPP FDI p.14
unresolved org PT Petrogas Jatim Utama Cendana. Meski p.20
unresolved org PT Syabas Usaha Migas p.21 ×3
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.21
unresolved org PT Rukun Prima p.22
unresolved org Pemerintah Provinsi Jawa Timur p.23
unresolved org PT Petrogas Jatim Utama p.23
unresolved org Koperasi Dipertam Jatim p.23
unresolved person Teknik · Direktur Operasional p.24
unresolved — Fathur Rozi Zubair p.24
unresolved person IR. Hadi Ismoyo p.24
unresolved org Arbitrase Nasional Indonesia p.28
unresolved org PT Petrogras Jatim Utama Cendana p.29
unresolved org PT Petrogas Jatim Utama Cendana. Halaman p.29
unresolved org PT DSME ENR CEPU p.30 ×2
unresolved org PT Raharja Energi Cepu. Sehubungan p.30
unresolved org Pusat Statistik p.31 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.32 ×6
unresolved org Kementerian ESDM p.34 ×2
unresolved org PT Petrogas Jatim Utama Cendana. Kerugian p.40
unresolved org Bank Administration p.62 ×2
unresolved org Ichsan & Rekan p.79

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.455 16141 ms 12 Sep 2026 22:33
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': '.............................................................................................. '
                            '15'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '.............................................................................................. '
                '15',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '20'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result