Back to announcement
BSIM_LKTW I_2025_Konsolidasian_Final.pdf
Financial statement Text extracted BSIMSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 119
Page 1
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
Page 2
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Daftar Isi
Halaman
Surat Pernyataan Direksi tentang Tanggung Jawab atas Laporan Keuangan
Konsolidasian yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31
Desember 2024 (Diaudit) serta untuk Periode-periode Tiga Bulan yang Berakhir pada
Tanggal 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
Laporan Keuangan Konsolidasian – Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember
2024 serta untuk periode-periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025
dan 2024.
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1
Laporan Laba Rugi Komprehensif Lain Konsolidasian 3
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4
Laporan Arus Kas Konsolidasian 5
Catatan atas Laporan Keuangan 6 - 111
Informasi Tambahan I.1 - I.5
Page 3
Page 4
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Maret 2025 31 Desember 2024
ASET
Kas 602.695 509.207
Giro pada Bank Indonesia 4 4.372.811 5.706.437
Giro pada bank lain 5 1.436.397 2.021.554
Cadangan kerugian penurunan nilai (383) (565)
Jumlah - bersih 1.436.014 2.020.989
Penempatan pada Bank Indonesia 6
dan bank lain 5.507.743 8.726.115
Cadangan kerugian penurunan nilai (123) (139)
Jumlah - bersih 5.507.620 8.725.976
Efek-efek 7
Pihak berelasi 1.081.482 1.079.140
Pihak ketiga 21.601.703 21.044.135
Jumlah 22.683.185 22.123.275
Cadangan kerugian penurunan nilai (250) (245)
Jumlah - bersih 22.682.935 22.123.030
Efek yang dibeli dengan janji jual 8
kembali - pihak ketiga 246.193 193.748
Bunga diterima dimuka yang belum diamortisasi (1.042) (1.533)
Jumlah bersih 245.151 192.215
Kredit yang diberikan dan piutang/ 9
pembiayaan syariah
Pihak berelasi 267.392 297.395
Pihak ketiga 12.951.794 14.058.408
Jumlah 13.219.186 14.355.803
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.512.648) (1.549.516)
Jumlah - bersih 11.706.538 12.806.287
Tagihan akseptasi 10
Pihak ketiga 60.984 38.144
Cadangan kerugian penurunan nilai (28) (15)
Jumlah - bersih 60.956 38.129
Pendapatan yang masih akan diterima 11 386.680 405.091
Biaya dibayar dimuka 12 669.743 611.977
Aset tetap - setelah dikurangi 13
akumulasi penyusutan sebesar
Rp1.961.470 dan Rp1.892.373
masing-masing pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 1.526.696 1.555.763
Aset Ijarah - setelah dikurangi 15
akumulasi penyusutan sebesar Rp82.451
dan Rp68.202 masing-masing pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 323.154 292.544
Aset pajak tangguhan - bersih 261.361 261.361
Aset lain-lain - bersih 16 660.418 375.427
JUMLAH ASET 50.442.772 55.624.433
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
-1-
Page 5
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Maret 2025 31 Desember 2024
LIABILITAS, DANA SYIRKAH TEMPORER
DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas segera 17 340.833 178.778
Simpanan 18
Pihak berelasi 4.714.038 5.634.290
Pihak ketiga 29.623.270 32.263.125
Jumlah 34.337.308 37.897.415
Simpanan dari bank lain 19
Pihak ketiga 56.006 66.760
Efek yang dijual dengan janji beli kembali
- pihak ketiga 20 101.655 879.455
Utang pajak 21 63.483 52.719
Liabilitas akseptasi 10 61.027 38.160
Beban yang masih harus dibayar 22 33.228 44.216
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 48.615 44.749
Obligasi subordinasi - bersih 24 497.750 497.505
Liabilitas lain-lain 23 413.657 399.533
Jumlah Liabilitas 35.953.562 40.099.290
Dana Syirkah Temporer 25
Simpanan
Pihak berelasi 243.527 195.989
Pihak ketiga 5.562.437 6.726.560
Jumlah 5.805.964 6.922.549
Simpanan dari bank lain
Pihak ketiga 42.804 2.972
Jumlah Dana Syirkah Temporer 5.848.768 6.925.521
Ekuitas
Modal saham - nilai nominal Rp 100
(dalam Rupiah penuh) per saham
Modal dasar - 60.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor -
19.716.162.403 saham dan 19.716.162.403
saham masing-masing pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 27 1.971.616 1.971.616
Tambahan modal disetor - bersih 27 3.552.194 3.552.194
Komponen ekuitas lainnya 7,13 485.698 502.000
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya 40 10.000 10.000
Tidak ditentukan penggunaannya 2.042.767 1.996.630
2.052.767 2.006.630
Kepentingan non pengendali 26 578.167 567.182
Jumlah Ekuitas 8.640.442 8.599.622
JUMLAH LIABILITAS, DANA SYIRKAH TEMPORER
DAN EKUITAS 50.442.772 55.624.433
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
-2-
Page 6
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk Periode-periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Maret 2025 31 Maret 2024
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan bunga 29 650.191 739.200
Pendapatan syariah 29 161.075 210.314
Beban bunga 30 (209.366) (200.909)
Beban syariah 30 (89.435) (84.512)
Pendapatan Bunga - Bersih 512.465 664.093
Pendapatan Operasional Lainnya
Provisi dan komisi selain dari kredit 2 125.011 125.547
Keuntungan dari kenaikan nilai wajar efek-efek
yang diukur melalui laba rugi - bersih 4.065 516
Keuntungan kurs mata uang asing - bersih 24.347 27.369
Keuntungan dari penjualan efek-efek yang diukur
melalui laba rugi - bersih 2 43.000 27.750
Pemulihan kembali aset yang
telah dihapusbukukan 54.365 53.389
Pemulihan cadangan kerugian penurunan
nilai aset non - keuangan 34.047 -
Lain-lain 33 4.473 4.431
Jumlah Pendapatan Operasional 801.773 903.095
Beban Operasional Lainnya
Umum dan administrasi 31 301.807 291.760
Tenaga kerja 32 341.645 344.867
Penyusutan aset tetap dan aset hak guna 13 72.319 63.572
Biaya komisi 11.958 8.927
Kerugian penurunan nilai aset keuangan - 71.254
Kerugian dari penjualan efek-efek yang diukur
melalui laba rugi - bersih - 41
Lain-lain 34 2.459 3.428
Jumlah Beban Operasional 730.188 783.849
LABA SEBELUM PAJAK 71.585 119.246
BEBAN PAJAK
Kini 14.463 24.248
LABA BERSIH 57.122 94.998
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi - bersih
Laba yang belum direalisasi atas kenaikan
nilai wajar dari efek-efek yang diukur melalui
penghasilan komprehensif lain 7 (16.302) (23.158)
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi -
bersih setelah dampak pajak tangguhan
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti - 3.134
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN (16.302) (20.024)
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF 40.820 74.974
LABA YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk 46.137 74.728
Kepentingan non-pengendali 26 10.985 20.270
57.122 94.998
TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk 29.835 54.704
Kepentingan non-pengendali 26 10.985 20.270
40.820 74.974
LABA BERSIH PER SAHAM (dalam Rupiah penuh) 35
Dasar 2,34 4,82
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
-3-
Page 7
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian
Untuk Periode-periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Komponen Ekuitas Lainnya
Laba (Rugi) yang
Belum Direalisasi
atas Kenaikan
(Penurunan) Nilai Surplus Saldo Laba
Tambahan Modal Wajar Efek Tersedia Revaluasi Ditentukan Tidak Ditentukan Kepentingan
Catatan Modal Saham Disetor - Bersih untuk Dijual Aset Tetap Penggunaannya Penggunaannya Non-Pengendali Jumlah Ekuitas
Saldo pada tanggal 1 Januari 2024 1.971.616 3.552.194 108.124 480.118 9.500 1.705.216 - 7.826.768
Laba tahun berjalan - - - - - 74.728 20.270 94.998
Penghasilan (rugi) komprehensif lain
Rugi yang belum direalisasi atas perubahan
nilai wajar efek-efek yang diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan komprehensif lain - - (23.158) - - - - (23.158)
Pengukuran kembali liabilitas imbalan
kerja jangka panjang - - - - - 3.134 - 3.134
Ekuitas pada penyesuaian penjabaran
pada entitas anak 26 - - - - - - 486.867 486.867
Saldo pada tanggal 31 Maret 2024 1.971.616 3.552.194 84.966 480.118 9.500 1.783.078 507.137 8.388.609
Saldo pada tanggal 1 Januari 2025 1.971.616 3.552.194 21.882 480.118 10.000 1.996.630 567.182 8.599.622
Laba tahun berjalan - - - - - 46.137 10.985 57.122
Penghasilan (rugi) komprehensif lain
Rugi yang belum direalisasi atas perubahan
nilai wajar efek-efek yang diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan komprehensif lain - - (16.302) - - - - (16.302)
Saldo pada tanggal 31 Maret 2025 1.971.616 3.552.194 5.580 480.118 10.000 2.042.767 578.167 8.640.442
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
-4-
Page 8
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Laporan Arus Kas Konsolidasian
Untuk Periode-periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Maret 2025 31 Maret 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Pendapatan bunga 29 710.717 807.218
Pendapatan syariah 29 135.847 333.294
Pendapatan operasional lainnya 33 267.086 129.758
Beban bunga 30 (216.261) (203.947)
Beban syariah 30 (93.283) (84.565)
Keuntungan (kerugian) selisih kurs
mata uang asing - bersih (107.505) (93.153)
Pembayaran pajak penghasilan badan (16.970) (24.248)
Beban umum dan administrasi 31 (297.941) (279.815)
Beban tenaga kerja 32 (341.645) (344.867)
Beban operasional lainnya 34 (14.212) (12.355)
Arus kas operasional sebelum perubahan aset dan liabilitas operasi 25.833 227.320
Penurunan (kenaikan) aset operasi:
Efek-efek 7 (572.147) (1.844.723)
Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 8 (52.936) -
Kredit yang diberikan 9 (60.790) (1.879.846)
Pembiayaan syariah 9 1.160.539 1.934.856
Pembayaran tagihan akseptasi 10 (22.840) 2.283
Biaya dibayar dimuka 12 (57.766) (12.254)
Aset ijarah 15 (47.497) (20.126)
Aset lain-lain 16 (303.988) (96.730)
Kenaikan (penurunan) liabilitas operasi:
Liabilitas segera 17 162.055 216.090
Simpanan 18 (3.560.107) (1.705.745)
Simpanan dari bank lain 19 (10.754) 267.836
Efek yang dijual dengan janji beli kembali 20 (777.800) 255.580
Utang pajak 21 13.271 5.804
Penerimaan tagihan akseptasi 10 22.867 (2.276)
Liabilitas lain-lain 23 55.565 65.475
Kenaikan (penurunan) dana syirkah temporer operasi:
Simpanan 25 (1.116.585) (63.883)
Simpanan dari bank lain 25 39.832 (11.462)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi (5.103.248) (2.661.801)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Hasil penjualan aset tetap 13 27 179
Perolehan aset tetap 13 (24.487) (20.691)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Investasi (24.460) (20.512)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran liabilitas sewa 13 (47.811) (15.064)
Penerimaan dari penyertaan kepemilikan
dari non-pengendali 26 - 486.867
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan (47.811) 471.803
PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (5.175.519) (2.210.510)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 16.963.313 15.331.170
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing 131.852 126.979
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 11.919.646 13.247.639
PENGUNGKAPAN TAMBAHAN
Kas dan Setara Kas terdiri dari:
Kas 602.695 613.960
Giro pada Bank Indonesia 4 4.372.811 5.714.999
Giro pada bank lain 5 1.436.397 1.839.503
Penempatan pada bank lain dan
Bank Indonesia - jangka waktu jatuh
tempo tiga bulan atau kurang sejak
tanggal perolehan 6 5.507.743 5.079.177
Jumlah Kas dan Setara Kas 11.919.646 13.247.639
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
-5-
Page 9
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
1. Umum
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Bank Sinarmas Tbk (“Perusahaan”) didirikan pada tahun 1989 dengan nama PT Bank
Shinta Indonesia, berdasarkan Akta No. 52 tanggal 18 Agustus 1989 dari Buniarti Tjandra,
S.H., notaris di Jakarta, dan telah diubah dengan Akta No. 91 tanggal 15 September 1989
dari notaris yang sama. Akta pendirian ini telah mendapat pengesahan dari Menteri
Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. C2-9142.HT.01.01-TH.89
tanggal 27 September 1989 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 49
tanggal 21 Juni 2005, Tambahan No. 6448.
Pada tanggal 26 Januari 2007, Perusahaan berganti nama menjadi PT Bank Sinarmas.
Perubahan nama tersebut telah disetujui melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
Perusahaan yang didokumentasikan dalam Akta No. 1 tanggal 21 November 2006 dari
Triphosa Lily Ekadewi, S.H., notaris di Jakarta. Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah
memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan Surat Keputusannya No. W7-03960 HT.01.04-TH.2006 tanggal 20 Desember 2006.
Perubahan nama tersebut juga telah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia berdasarkan
Keputusan Gubernur Bank Indonesia No.9/4/KEP.GBI/2007 tanggal 22 Januari 2007 tentang
Perubahan Izin Usaha Atas Nama PT Bank Shinta Indonesia menjadi Izin Usaha Atas Nama
PT Bank Sinarmas.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 6 April 2010 yang didokumentasikan
dalam Akta No. 31 tanggal 6 April 2010 dari Sutjipto, S.H., Mkn, notaris di Jakarta, pemegang
saham menyetujui pemecahan nilai nominal saham Perusahaan dari Rp500.000 (dalam
Rupiah penuh) per saham menjadi Rp100 (dalam Rupiah penuh) per saham dan perubahan
status Perusahaan menjadi Perusahaan Terbuka (Tbk) dengan nama PT Bank Sinarmas Tbk.
Perubahan tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-22745.AH.01.02 Tahun 2010
tanggal 4 Mei 2010 serta telah dilaporkan kepada Bank Indonesia melalui surat
No. SKL.121/2010/PRESDIR-CorpSec tanggal 7 Mei 2010.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, dimana perubahan
terakhir dilakukan dengan Akta No. 37 tanggal 28 Oktober 2024, yang dibuat di hadapan
Notaris Aulia Taufani, S.H. Perubahan tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0268849
tanggal 29 Oktober 2024.
Kantor pusat Perusahaan beralamat di Sinarmas Land Plaza, Menara I, Jln. M.H. Thamrin
No. 51, Jakarta. Perusahaan memiliki 1 kantor cabang utama, 68 kantor cabang, 61 kantor
fungsional operasional, 9 kantor fungsional Usaha Mikro dan Kecil (UMK), 193 kantor cabang
pembantu, dan 3 mobil kas keliling yang semuanya berlokasi di Indonesia.
PT Sinar Mas Multiartha (SMMA) Tbk merupakan entitas induk Perusahaan yang didirikan di
Indonesia.
Pemegang saham akhir (ultimate shareholder) Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan
31 Desember 2024 adalah PT Sinarmas Cakrawala.
-6-
Page 10
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar, maksud dan tujuan didirikannya Perusahaan adalah
untuk menjalankan usaha di bidang perbankan.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 16 Februari 1990, sesuai
dengan izin usaha yang diberikan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. 156/KMK.013/1990 tanggal 16 Februari 1990. Sesuai dengan Surat
Keputusan Bank Indonesia No. 27/156/KEP/DIR tanggal 22 Maret 1995, Perusahaan
memperoleh peningkatan status menjadi Bank Devisa.
Perusahaan memperoleh izin usaha perbankan berdasarkan prinsip syariah berdasarkan
surat keputusan Deputi Gubernur Bank Indonesia No. 11/13/KEP.DpG/2009 tanggal
27 Oktober 2009.
Pada tanggal 30 Januari 2012, Perusahaan memperoleh Surat Keputusan
No. KEP21/BL/2012 dari Ketua badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
mengenai persetujuan Perusahaan sebagai kustodian di pasar modal.
Perusahaan memperoleh izin sebagai wali amanat dari Otoritas Jasa Keuangan (dahulu
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan) berdasarkan Surat Tanda Terdaftar
Sebagai Wali Amanat No. 01/BL/STTD-WA/2009 tanggal 27 Agustus 2009.
Kedua izin kegiatan tersebut telah diperbarui sesuai surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
nomor S-682/PM.223/ 2022 tanggal 22 Agustus 2022.
Pada tanggal 1 Januari 2024, Pemisahan Unit Usaha Syariah PT Bank Sinarmas Tbk telah
efektif dilakukan. Dengan dipisahkannya Unit Usaha Syariah, maka selanjutnya Perusahaan
tidak lagi melakukan kegiatan usaha syariah, dan telah dilakukan perubahan kegiatan usaha
pada Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan
Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar PT Bank Sinarmas Tbk. No. 3 tanggal 2
Januari 2024 yang dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta yang telah
memperoleh persetujuan sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia No. AHU-0000118.AH.01.02 Tahun 2024 tanggal 2 Januari
2024.
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Pada tanggal 29 November 2010, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) atau sekarang
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat No. S-10683/BL/2010 untuk penawaran umum
perdana atas 1.600 lembar saham Perusahaan dengan nilai nominal Rp100 (dalam Rupiah
penuh) per saham pada harga penawaran Rp150 (dalam Rupiah penuh) per saham dimana
melekat 1.920.000.000 waran Seri I (Catatan 28). Setiap pemegang 5 (lima) saham baru
Perusahaan berhak memperoleh 6 (enam) waran dimana setiap 1 (satu) waran memberikan
hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) saham baru Perusahaan dengan harga
pelaksanaannya sebesar Rp150 (dalam Rupiah penuh), yang dapat dilakukan mulai tanggal
13 Juni 2011 sampai dengan tanggal 13 Desember 2015.
Penawaran umum perdana saham Perusahaan telah mendapat persetujuan dari Bank
Indonesia melalui surat No. 12/52/DPB3/TPB 3 – 1 tanggal 5 Agustus 2010. Saham-saham
Perusahaan telah tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 13 Desember 2010.
-7-
Page 11
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pada tanggal 15 Juni 2012, Perusahaan memperoleh Pernyataan Efektif dari Ketua Bapepam
dan LK (sekarang OJK) melalui surat No. S-7561/BL/2012 untuk Penawaran Umum Terbatas
I (PUT I) kepada Pemegang Saham dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD)
atas 1.203.186.138 lembar Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp100 (dalam
Rupiah penuh) per saham yang ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp250 (dalam
Rupiah penuh) per saham dimana melekat 2.996.614.532 waran Seri II (Catatan 28). Setiap
pemegang 400 saham lama berhak atas 53 HMETD untuk membeli 53 saham, dimana pada
setiap 53 saham baru melekat 132 Waran Seri II yang diberikan oleh Perusahaan secara
cuma-cuma. Waran Seri II diberikan sebagai insentif kepada pemegang saham untuk
melakukan pembelian saham baru yang bernilai nominal Rp100 (dalam Rupiah penuh) per
saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp250 (dalam Rupiah penuh) per saham yang
dapat dilakukan selama masa laku pelaksanaan yaitu mulai tanggal 11 Januari 2013 sampai
dengan 29 Juni 2017 dimana setiap 1 (satu) Waran Seri II berhak membeli 1 (satu) saham
baru pada harga pelaksanaannya.
Berdasarkan Akta No. 45 tanggal 13 Juni 2014 dari Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., notaris di
Jakarta, tentang Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), dimana
pemegang saham Perusahaan menyetujui untuk menerbitkan 1.312.411.310 lembar saham
pada harga yang akan ditentukan oleh Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris melalui
Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). Pada tanggal
31 Oktober 2014 dan 24 November 2014, Perusahaan melaksanakan PMTHMETD tahap 1
dan 2 masing-masing sebanyak 888.888.888 dan 7.646.526 lembar saham dengan harga
pelaksanaan masing-masing sebesar Rp270 (dalam Rupiah penuh). Jumlah dana yang
diperoleh dari pemegang saham dalam pelaksanaan PMTHMETD adalah sebesar
Rp242.064.
Pada tanggal 27 April 2016, Perusahaan memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa
Keuangan melalui surat No. S-202/D.04/2016 untuk Penawaran Umum Terbatas II (PUT II)
kepada Pemegang Saham dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atas
1.099.490.445 lembar Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp100 (dalam Rupiah
penuh) per saham yang ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp400 (dalam Rupiah penuh)
per saham dimana melekat 4.397.961.780 waran Seri III. Setiap pemegang 13 saham lama
berhak atas 1 HMETD untuk membeli 1 saham baru, dimana pada setiap 1 saham baru
melekat 4 Waran Seri III yang diberikan oleh Perusahaan secara cuma-cuma. Waran Seri III
diberikan sebagai insentif kepada pemegang saham untuk melakukan pembelian saham baru
yang bernilai nominal Rp100 (dalam Rupiah penuh) per saham dengan harga pelaksanaan
sebesar Rp625 (dalam Rupiah penuh) per saham yang dapat dilakukan selama masa laku
pelaksanaan yaitu mulai tanggal 28 November 2016 sampai dengan 12 Mei 2021 dimana
setiap 1 (satu) Waran Seri III berhak membeli 1 (satu) saham baru pada harga
pelaksanaannya.
Saham Perusahaan telah tercatat di Bursa Efek Indonesia yaitu sebanyak 19.517.921.842
saham yang mewakili 98,99% dari saham yang beredar pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31
Desember 2024.
-8-
Page 12
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
c. Penawaran Umum Obligasi Perusahaan
Pada tanggal 29 Juni 2022, Perusahaan memperoleh Pernyataan Efektif dari Kepala
Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui suratnya No.S-
107/D.04/2022 untuk melaksanakan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Subordinasi
Berkelanjutan I Bank Sinarmas dengan jumlah pokok obligasi sebanyak-banyaknya
Rp3.000.000. Pada Tahap I, Perusahaan menerbitkan dengan jumlah pokok sebesar
Rp500.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,5% per tahun dengan jangka waktu 5
tahun.
d. Pemisahan Unit Usaha Syariah
Perusahaan menerima surat dari Otoritas Jasa Keuangan No. SR-1/D.03/2023 tanggal 14
Februari 2023 tentang Persetujuan Prinsip Pendirian PT Bank Nano Syariah (Badan Usaha
Syariah hasil pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Sinarmas Tbk).
Perusahaan menerima surat dari Otoritas Jasa Keuangan No. SR-255/PB.02/2023 tanggal 10
November 2023 tentang Keputusan Perpanjangan Jangka Waktu Pelaksanaan Kegiatan
Usaha PT Bank Nano Syariah.
Pemisahan Unit Usaha Syariah telah efektif tanggal 1 Januari 2024 dengan pendirian Bank
Umum Syariah baru dengan nama PT Bank Nano Syariah.
e. Entitas Anak
Entitas Anak yang dimiliki oleh Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember
2024 adalah sebagai berikut:
Tahun Persentase
Beroperasi Kepemilikan Jumlah Aset
Nama Perusahaan Komersial Bidang Usaha Tempat Kedudukan Efektif 31 Maret 2025 31 Desember 2024
PT Bank Nano Syariah 2024 Perbankan Syariah Jakarta 51% 7.825.697 9.692.526
PT Bank Nano Syariah
PT Bank Nano Syariah, sebuah perusahaan yang berdomisili di Indonesia dan berlokasi di Jl.
Teuku Cik Ditiro No. 29, Kec. Menteng, Jakarta Pusat 10310, bergerak di bidang perbankan
dengan prinsip syariah dan telah beroperasi sejak 1 Januari 2024.
Susunan pemegang saham PT Bank Nano Syariah adalah sebagai berikut:
1 Januari 2024
Jumlah Lembar Persentase Jumlah
Pemegang Saham Saham Kepemilikan Modal Disetor
% Rp
PT Bank Sinarmas Tbk 5.100.000.000 51,00% 510.000
PT Sinarmas Multiartha Tbk 2.500.000.000 25,00% 250.000
PT Asuransi Sinar Mas 2.400.000.000 24,00% 240.000
Jumlah 10.000.000.000 100,00% 1.000.000
-9-
Page 13
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Berdasarkan Akta No. 1 tanggal 2 Januari 2024 yang dibuat di hadapan Aulia Taufani S.H.,
susunan anggota Dewan Komisaris, Direksi, dan Dewan Pengawas Syariah PT Bank Nano
Syariah sebagai berikut:
1 Januari 2024
Dewan Komisaris
Komisaris Utama The Tjun Hau
Komisaris Independen Nana Supriana
Komisaris Independen Horas Parsaulian Pardede
Direksi
Direktur Utama Halim
Direktur Soejanto Soetjijo
Direktur Uzan Tedjamulia
Direktur Hanafi Himawan
Direktur Suyono Wijaya
Dewan Pengawas Syariah
Ketua Ahmadi Sukarno
Anggota Mochammad Bukhori Muslim
f. Karyawan, Direksi dan Dewan Komisaris
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, susunan pengurus Perusahaan adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Tjendrawati Widjaja Tjendrawati Widjaja
Komisaris Independen Sammy Kristamuljana Sammy Kristamuljana
Komisaris Independen Rusmin Rusmin
Direksi
Direktur Utama Frenky Tirtowijoyo Frenky Tirtowijoyo
Direktur Miko Andidjaja Miko Andidjaja
Direktur Ekajaya Ongny Putra Ekajaya Ongny Putra
Direktur Enny Kamal Enny Kamal
Direktur Sendy Sendy
Direktur Amandalia Johanes Amandalia Johanes
Susunan keanggotaan komite-komite yang dimiliki Perusahaan pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Komite Audit
Ketua Sammy Kristamuljana Sammy Kristamuljana
Anggota Robert A Simanjuntak Robert A Simanjuntak
Reynold M Batubara Reynold M Batubara
Komite Remunerasi dan Nominasi
Ketua Rusmin Rusmin
Anggota Tjendrawati Widjaja Tjendrawati Widjaja
Christina Suryadinata Christina Suryadinata
Komite Pemantau Risiko
Ketua Rusmin Rusmin
Anggota Tjendrawati Widjaja Tjendrawati Widjaja
Robert A Simanjuntak Robert A Simanjuntak
Reynold M Batubara Reynold M Batubara
- 10 -
Page 14
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Kepala Audit Internal Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
adalah Frieda Junia.
Sekretaris Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah Retno Tri
Wulandari.
Personel manajemen kunci Perusahaan terdiri dari Komisaris, Direksi, Group Head, Kepala
Kantor Wilayah, Wakil Kepala Kantor Wilayah, Kepala Divisi, Pimpinan Cabang dan
Koordinator Pimpinan Cabang Pembantu.
Jumlah rata-rata karyawan Grup adalah 5.621 dan 5.543 (tidak diaudit), masing-masing untuk
periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2025 dan tahun yang berakhir 31 Desember 2024.
g. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian PT Bank Sinarmas Tbk dan Entitas Anak untuk periode
yang berakhir 31 Maret 2025 telah diselesaikan dan diotorisasi untuk terbit oleh Direksi
Perusahaan pada 30 April 2025. Direksi Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan
dan penyajian laporan keuangan tersebut.
2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Material
a. Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan dengan menggunakan Standar
Akuntansi Keuangan (SAK) di Indonesia, meliputi pernyataan dan interpretasi yang diterbitkan
oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) dan Dewan
Standar Akuntansi Syariah IAI, dan Peraturan OJK No. VIII.G.7 tentang “Penyajian dan
Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”.
Dasar pengukuran laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan
(historical cost), kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain,
sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan
keuangan konsolidasian ini disusun dengan metode akrual, kecuali laporan arus kas.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian
pada tanggal 31 Maret 2025 serta untuk periode yang berakhir pada tanggal tersebut adalah
konsisten dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan
untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2024.
Laporan arus kas disusun menggunakan metode langsung dan arus kas dikelompokkan atas
dasar kegiatan operasi, investasi dan pendanaan. Untuk tujuan penyusunan laporan arus kas,
kas dan setara kas mencakup kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain,
penempatan pada bank lain dan Bank Indonesia dan efek-efek dengan jatuh tempo tiga bulan
atau kurang dan yang tidak dijaminkan serta yang tidak dibatasi pencairannya.
- 11 -
Page 15
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Laporan keuangan Bank Umum Syariah disusun berdasarkan PSAK (Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan) No. 401 (Amandemen 2022) “Penyajian Laporan Keuangan Syariah”,
PSAK No. 402 (Amandemen 2019) “Akuntansi Murabahah”, PSAK No. 405 “Akuntansi
Mudharabah”, PSAK No. 406 “Akuntansi Musyarakah”, PSAK No. 407 (Amandemen 2021)
“Akuntansi Ijarah”, PSAK No. 410 (Amandemen 2020) “Akuntansi Sukuk”, Pedoman
Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia (“PAPSI”) dan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku
umum yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia, mencakup pula pedoman akuntansi dan
pelaporan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Mata uang yang digunakan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan
konsolidasian adalah mata uang Rupiah (Rupiah) yang juga merupakan mata uang fungsional
Perusahaan.
b. Prinsip Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Entitas Anak.
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Entitas Anak
yang dikendalikan oleh Perusahaan dan Entitas Anak (Grup). Pengendalian diperoleh apabila
Perusahaan memiliki seluruh hal berikut ini:
Kekuasaan atas investee;
Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan
Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya untuk memengaruhi jumlah imbal
hasil investor.
Pengonsolidasian Entitas Anak dimulai saat Perusahaan memperoleh pengendalian atas
Entitas Anak dan berakhir pada saat Perusahaan kehilangan pengendalian atas Entitas Anak.
Secara khusus, penghasilan dan beban Entitas Anak yang diakuisisi atau dilepaskan selama
tahun berjalan termasuk dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian sejak tanggal Perusahaan memperoleh pengendalian sampai dengan tanggal
Perusahaan kehilangan pengendalian atas Entitas Anak.
Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban, dan arus kas dalam intra kelompok
usaha terkait dengan transaksi antar entitas dalam Grup dieliminasi secara penuh dalam
laporan keuangan konsolidasian.
Laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik
Perusahaan dan kepentingan non-pengendali (KNP) meskipun hal tersebut mengakibatkan
KNP memiliki saldo defisit.
KNP disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan
dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat
diatribusikan kepada pemilik Perusahaan.
Transaksi dengan KNP yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai
transaksi ekuitas. Selisih antara nilai wajar imbalan yang dialihkan dengan bagian relatif atas
nilai tercatat aset bersih Entitas Anak yang diakuisisi dicatat di ekuitas. Keuntungan atau
kerugian dari pelepasan kepada KNP juga dicatat di ekuitas.
- 12 -
Page 16
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
c. Penjabaran Mata Uang Asing
Mata Uang Fungsional dan Pelaporan
Akun-akun yang tercakup dalam laporan keuangan konsolidasian diukur menggunakan mata
uang dari lingkungan ekonomi utama dimana Grup beroperasi (mata uang fungsional).
Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah, yang merupakan mata uang
fungsional dan mata uang penyajian Perusahaan. Rupiah juga merupakan mata uang
fungsional Entitas Anak.
Transaksi dan Saldo
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang fungsional menggunakan
kurs pada tanggal transaksi. Keuntungan atau kerugian selisih kurs yang timbul dari
penyelesaian transaksi dan dari penjabaran pada kurs akhir tahun atas aset dan liabilitas
moneter dalam mata uang asing diakui dalam laba rugi. Aset non-moneter yang diukur pada
nilai wajar dijabarkan menggunakan kurs pada tanggal nilai wajar ditentukan.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, kurs konversi yakni kurs Reuters pada
pukul 16:00 Waktu Indonesia Barat (WIB), yang digunakan oleh Grup adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(dalam Rupiah penuh) (dalam Rupiah penuh)
Poundsterling Inggris 21.383,11 20.218,54
Euro 17.825,19 16.758,12
Dolar Amerika Serikat 16.560,00 16.095,00
Dolar Singapura 12.358,67 11.844,58
Dolar Australia 10.441,08 10.013,51
Dolar New Zealand 9.501,30 9.067,93
Riyal Arab Saudi 4.414,50 4.284,00
Yuan China 2.277,00 2.198,50
Dolar Hong Kong 2.129,67 2.073,11
Yen Jepang 110,01 103,03
d. Transaksi Pihak Berelasi
Orang atau entitas dikategorikan sebagai pihak berelasi Grup apabila memenuhi definisi
pihak berelasi berdasarkan PSAK No. 224 “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas yang menyiapkan
laporan keuangannya (entitas pelapor). Pihak berelasi adalah sebagai berikut:
i. Orang atau anggota keluarga dekatnya mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika
orang tersebut:
a) Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
b) Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
c) Merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas
pelapor.
ii. Entitas mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika entitas tersebut:
a) Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama
(artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya saling berelasi
dengan entitas lain;
- 13 -
Page 17
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
b) Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau
entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatunkelompok
usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya);
c) Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
d) Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain
adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga;
e) Entitas tersebut adalah suatuprogram imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari
salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika
entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka
entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor;
f) Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi
sebagaimana dimaksud dalam angka i);
g) Orang yang diidentifikasi sebagaimana dimaksud dalam angka i) a) memiliki
pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan personil manajemen kunci entitas
(atau entitas induk dari entitas); atau
h) Entitas atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari
kelompok tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada entitas
pelapor atau kepada entitas induk dari entitas pelapor.
Semua transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak berelasi, baik yang dilakukan
dengan syarat normal sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga, maupun tidak, telah
diungkapkan pada catatan atas laporan keuangan konsolidasian.
e. Kas dan Setara Kas
Kas terdiri dari kas dan bank. Setara kas adalah semua investasi yang bersifat jangka pendek
dan sangat likuid yang dapat segera dikonversikan menjadi kas dengan jatuh tempo dalam
waktu tiga (3) bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya, dan yang tidak dijaminkan
serta tidak dibatasi pencairannya.
f. Instrumen Keuangan
Grup menerapkan PSAK No. 109, Instrumen Keuangan, mengenai pengaturan instrumen
keuangan terkait klasifikasi dan pengukuran, penurunan nilai atas instrumen keuangan dan
akuntansi lindung nilai.
Aset Keuangan
Grup mengklasifikasikan aset keuangan sesuai dengan PSAK No. 109, Instrumen Keuangan,
sehingga setelah pengakuan awal aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi,
nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain atau nilai wajar melalui laba rugi, dengan
menggunakan dua dasar, yaitu:
(a) Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan; dan
(b) Karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, aset keuangan Grup terdiri dari aset
yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi dan aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain.
- 14 -
Page 18
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
1. Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut
terpenuhi:
(a) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset
keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
(b) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal
tertentu yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok
terutang.
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat
pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan
amortisasi kumulatif menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih
antara nilai awal dan nilai jatuh temponya, dan dikurangi dengan cadangan kerugian
penurunan nilai.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, kategori ini meliputi kas, giro pada
Bank Indonesia, giro pada bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain,
efek-efek, efek yang dibeli dengan janji jual kembali, kredit yang diberikan dan piutang,
tagihan akseptasi, pendapatan yang masih akan diterima dan aset lain-lain.
2. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi kecuali aset keuangan tersebut
diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain.
Derivatif juga diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, kecuali
derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dicatat pada laporan posisi
keuangan pada nilai wajarnya. Perubahan nilai wajar langsung diakui dalam laba rugi.
Bunga yang diperoleh dicatat sebagai pendapatan bunga, sedangkan pendapatan
dividen dicatat sebagai bagian dari pendapatan lain-lain sesuai dengan persyaratan
dalam kontrak, atau pada saat hak untuk memperoleh pembayaran atas dividen tersebut
telah ditetapkan.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, efek-efek berupa obligasi
Pemerintah, reksadana, serta aset lain-lain berupa tagihan derivatif diklasifikasikan
dalam kategori ini.
3. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika kedua
kondisi berikut terpenuhi:
(a) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan
mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
(b) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal
tertentu yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok
terutang.
- 15 -
Page 19
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Aset keuangan berupa surat berharga utang yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain selanjutnya diukur pada nilai wajar dikurangi dengan
cadangan kerugian penurunan nilai, dengan keuntungan atau kerugian yang belum
direalisasi diakui dalam penghasilan komprehensif lain, sampai aset keuangan tersebut
dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi, dimana pada saat itu akumulasi
keuntungan atau kerugian direklasifikasi ke laba rugi. Keuntungan atau kerugian
penurunan nilai dan selisih kurs dan bunga yang dihitung menggunakan metode suku
bunga efektif diakui dalam laba rugi.
Aset keuangan berupa instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain selanjutnya diukur pada nilai wajar, dengan keuntungan
atau kerugian yang belum direalisasi diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Saat
aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi, akumulasi
keuntungan atau kerugian direklasifikasi ke saldo laba.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, kategori ini meliputi investasi efek-
efek dalam bentuk obligasi Pemerintah dan obligasi korporasi.
Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas
Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas Grup diklasifikasikan berdasarkan substansi
perjanjian kontraktual serta definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Kebijakan
akuntansi yang diterapkan atas instrumen keuangan tersebut diungkapkan berikut ini.
Instrumen Ekuitas
Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu
entitas setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas dicatat sejumlah
hasil yang diterima, setelah dikurangkan dengan biaya penerbitan langsung.
Liabilitas Keuangan
Tidak terdapat perubahan signifikan dalam klasifikasi dan pengukuran liabilitas keuangan.
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 109 diklasifikasikan sebagai berikut: (i) liabilitas
keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi, (ii) liabilitas keuangan yang diukur dengan
nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan komprehensif lain. Grup menentukan
klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.
Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman
dan utang, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dan
selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku
bunga efektif. Amortisasi suku bunga efektif disajikan sebagai bagian dari beban keuangan
dalam laba rugi.
1. Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui
saat pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan
amortisasi kumulatif menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih
antara nilai awal dan nilai jatuh temponya.
- 16 -
Page 20
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, kategori ini meliputi liabilitas
segera, simpanan, simpanan dari bank lain, efek yang dijual dengan janji beli kembali,
liabilitas akseptasi, beban yang masih harus dibayar, obligasi subordinasi, serta liabilitas
lain-lain dalam bentuk setoran jaminan L/C dan bank garansi yang dimiliki oleh Grup.
2. Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Liabilitas keuangan diklasifikasikan dalam kategori ini apabila liabilitas tersebut
merupakan hasil dari aktivitas perdagangan atau transaksi derivatif yang tidak
dimaksudkan sebagai lindung nilai, atau jika Grup memilih untuk menetapkan liabilitas
keuangan tersebut dalam kategori ini.
Perubahan dalam nilai wajar langsung diakui dalam laba rugi.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, kategori ini termasuk liabilitas
derivatif yang dimiliki oleh Grup.
Instrumen Keuangan Derivatif
Dalam usaha normalnya, Grup melakukan transaksi instrumen keuangan derivatif berupa
kontrak tunai dan berjangka mata uang asing. Instrumen keuangan derivatif diukur dan
disajikan di laporan posisi keuangan pada nilai wajar dengan menggunakan harga pasar.
Derivatif dicatat sebagai aset apabila memiliki nilai wajar positif dan sebagai liabilitas apabila
memiliki nilai wajar negatif. Keuntungan atau kerugian yang terjadi dari perubahan nilai wajar
diakui dalam laba/rugi.
Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam
laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, Grup saat ini memiliki hak yang berkekuatan
hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan berniat
untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan
liabilitasnya secara simultan.
Reklasifikasi Aset Keuangan
Sesuai dengan ketentuan PSAK No. 109, Instrumen Keuangan, Grup mereklasifikasi seluruh
aset keuangan dalam kategori yang terpengaruh, jika dan hanya jika, Grup mengubah model
bisnis untuk pengelolaan aset keuangan tersebut. Sedangkan, liabilitas keuangan tidak
direklasifikasi.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap periode pelaporan, Grup menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan
telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Grup
mengacu pada perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia
instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian. Dalam
melakukan penilaian, Grup membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas
instrumen keuangan pada saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang
terjadi atas instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan
kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau usaha pada
saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan
perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko
kredit sejak pengakuan awal.
- 17 -
Page 21
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Grup menggunakan pendekatan 3 tahapan dalam mengukur penurunan nilai (Tahap 1,
Tahap 2 dan Tahap 3) dengan menentukan apakah terjadi peningkatan risiko kredit yang
signifikan atas aset keuangan sejak awal atau fasilitas tersebut gagal bayar pada tanggal
pelaporan.
1. Tahap 1 - Kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) 12 bulan
Tahap 1 mencakup aset keuangan yang tidak memiliki peningkatan signifikan atas
risiko kredit sejak pengakuan awal atau memiliki risiko kredit rendah pada tanggal
pelaporan. Untuk aset ini, ECL 12 bulan akan dihitung.
Aset keuangan yang dikategorikan sebagai Tahap 1 adalah aset keuangan dengan hari
tunggakan kurang atau sama dengan 30 hari.
2. Tahap 2 - Peningkatan risiko kredit yang signifikan
Tahap 2 mencakup aset keuangan yang mengalami peningkatan signifikan atas risiko
kredit, namun tidak memiliki bukti penurunan nilai yang obyektif. Untuk aset ini, ECL
lifetime dihitung.
Aset keuangan yang dianggap telah mengalami peningkatan risiko kredit yang
signifikan dan dikategorikan sebagai Tahap 2 adalah aset keuangan dengan hari
tunggakan dari 31-90 hari. Aset keuangan yang telah mengajukan program
restrukturisasi, juga dianggap telah mengalami peningkatan risiko kredit yang signifikan
sehingga akan dikategorikan sebagai Tahap 2.
3. Tahap 3 - Eksposur yang mengalami penurunan nilai kredit atau gagal bayar
Tahap 3 mencakup aset keuangan yang memiliki bukti obyektif penurunan nilai pada
tanggal pelaporan. Tahap ini berisi debitur yang telah impaired (gagal bayar).
Aset keuangan yang dikategorikan sebagai Tahap 3 adalah aset keuangan dengan hari
tunggakan lebih dari 90 hari.
Faktor utama dalam menentukan apakah aset keuangan memerlukan ECL 12 bulan (Tahap
1) atau ECL lifetime (Tahap 2) disebut dengan kriteria Peningkatan Signifikan dalam Risiko
Kredit (SICR). Penentuan kriteria peningkatan risiko kredit yang signifikan (SICR)
memerlukan pengkajian apakah telah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan pada
tanggal pelaporan.
PSAK No. 109 mensyaratkan penyertaan informasi tentang kejadian masa lalu, kondisi saat
ini, dan perkiraan kondisi ekonomi masa depan. Perkiraan perubahan dalam kerugian kredit
yang diharapkan harus mencerminkan, dan secara langsung konsisten dengan, perubahan
dalam data terkait yang diobservasi dari periode ke periode. Perhitungan ECL ini
membutuhkan estimasi forward-looking dari Probability of Default (PD), Loss Given Default
(LGD), dan Exposure at Default (EAD).
1. Probability of Default (“PD”)
Probabilitas yang timbul di suatu waktu dimana debitur mengalami gagal bayar,
dikalibrasikan sampai dengan periode 12 bulan dari tanggal laporan (Tahap 1) atau
sepanjang umur (Tahap 2 dan 3) dan digabungkan pada dampak asumsi ekonomi
masa depan yang memiliki risiko kredit. PD diestimasikan pada suatu titik waktu (point
in time) dimana hal ini berfluktuasi sejalan dengan siklus ekonomi.
- 18 -
Page 22
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. Loss Given Default (“LGD”)
Kerugian yang diperkirakan akan timbul dari debitur yang mengalami gagal bayar
dengan menggabungkan dampak dari asumsi ekonomi masa depan yang relevan
dimana hal ini mewakili perbedaan antara arus kas kontraktual yang akan jatuh tempo
dengan arus kas yang diharapkan untuk diterima. Grup mengestimasikan LGD
berdasarkan data historis dari tingkat pemulihan dan memperhitungkan pemulihan yang
berasal dari seluruh aset yang dikelola oleh Grup dengan mempertimbangkan asumsi
ekonomi masa depan.
3. Exposure of Default (“EAD”)
Perkiraan nilai eksposur laporan posisi keuangan pada saat gagal bayar dengan
mempertimbangkan bahwa perubahan ekspektasi yang diharapkan selama masa
eksposur. Hal ini menggabungkan dampak penarikan fasilitas yang hampir pasti terjadi
(committed), pembayaran pokok dan bunga, amortisasi dan pembayaran dipercepat,
bersama dengan dampak asumsi ekonomi masa depan.
Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan
1. Aset Keuangan
Aset keuangan (atau bagian dari suatu aset keuangan, atau kelompok aset keuangan
serupa) dihentikan pengakuannya jika:
a. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir;
b. Grup telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari aset atau
menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tersebut secara
penuh tanpa penundaan yang material kepada pihak ketiga berdasarkan
kesepakatan ’pass-through’, dan salah satu dari:
a) Grup telah mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas
aset, atau
b) Grup tidak mengalihkan maupun tidak memiliki secara substansial atas
seluruh risiko dan manfaat atas aset, tetapi telah mengalihkan kendali atas
aset.
2. Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas keuangan tersebut berakhir,
dibatalkan, atau telah kadaluarsa.
g. Pengukuran Nilai Wajar
Pengukuran nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau
mengalihkan liabilitas akan terjadi:
1. di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau;
2. jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau
liabilitas tersebut.
Grup harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan pada
tanggal pengukuran.
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku
pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku
pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.
- 19 -
Page 23
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pengukuran nilai wajar aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar
untuk menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan
tertinggi dan terbaiknya, atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan
menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Ketika Grup menggunakan teknik penilaian, maka Grup memaksimalkan penggunaan input
yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat
diobservasi.
Seluruh aset dan liabilitas yang mana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut diukur atau
diungkapkan, dikategorikan dalam hierarki nilai wajar sebagai berikut:
Level 1 – harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas
yang identik;
Level 2 – teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap
pengukuran nilai wajar dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
Level 3 – teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap
pengukuran nilai wajar tidak dapat diobservasi.
Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan
keuangan, maka Grup menentukan apakah telah terjadi transfer di antara level hierarki
dengan menilai kembali pengkategorian level nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan.
h. Giro Wajib Minimum (GWM)
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, GWM Perusahaan telah sesuai dengan
ketentuan Peraturan Bank Indonesia (“PBI”) mengenai Giro Wajib Minimum Bank Umum
pada Bank Indonesia dalam Rupiah dan Mata Uang Asing, dengan perubahan terakhir sesuai
dengan Peraturan Anggota Dewan Gubernur No. 12 Tahun 2023 tanggal 1 Oktober 2023
tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Anggota Dewan Gubernur No. 24/8/PADG/2022
tentang Peraturan Pelaksanaan Pemenuhan Giro Wajib Minimum dalam Rupiah dan Valuta
Asing bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah, dimana
rasio GWM Rupiah harus dipenuhi sebesar 9% dengan pemenuhan secara harian sebesar
0%, PLM sebesar 5%, serta valuta asing sebesar 4%.
i. Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Penempatan pada bank lain merupakan penanaman dana dalam bentuk call money, deposit
facility, dan term deposit.
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2f untuk kebijakan akuntansi
pengukuran instrumen keuangan.
j. Efek-efek
Efek-efek selain Sukuk
Efek-efek yang dimiliki terdiri dari Sertifikat Bank Indonesia, obligasi, reksadana, tagihan
wesel ekspor, dan efek-efek pasar uang dan pasar modal lainnya.
Obligasi terdiri dari Obligasi Pemerintah dan Obligasi Korporasi yang dibeli dari pasar.
- 20 -
Page 24
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Efek-efek dan Obligasi Pemerintah diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba/rugi, pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, dan biaya
perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2f untuk kebijakan akuntansi atas pengukuran
instrumen keuangan.
Investasi Sukuk
Investasi sukuk yang diukur pada biaya perolehan pada awalnya diakui sebesar biaya
perolehan, termasuk biaya transaksi. Selisih antara biaya perolehan dan nilai nominal
diamortisasi secara garis lurus selama jangka waktu sukuk dan diakui dalam laba rugi. Rugi
penurunan nilai diakui dalam laba rugi apabila jumlah terpulihkan lebih kecil daripada jumlah
tercatat.
Investasi sukuk yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi pada awalnya diakui sebesar
biaya perolehan, tidak termasuk biaya transaksi. Setelah pengakuan awal, selisih antara nilai
wajar dan jumlah tercatat diakui dalam laba rugi.
Investasi sukuk yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain pada
awalnya diakui sebesar biaya perolehan, termasuk biaya transaksi. Setelah pengakuan awal,
selisih antara biaya perolehan dan nilai nominal diamortisasi secara garis lurus selama jangka
waktu sukuk dan diakui dalam laba rugi. Keuntungan atau kerugian dari perubahan nilai wajar
diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Ketika investasi sukuk dihentikan
pengakuannya, akumulasi keuntungan atau kerugian yang sebelumnya diakui dalam
penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.
Rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi apabila jumlah terpulihkan lebih kecil daripada
jumlah tercatat, setelah memperhitungkan saldo dalam penghasilan komprehensif lain.
k. Kredit yang diberikan dan piutang/pembiayaan syariah
Kredit yang diberikan adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat disetarakan dengan
kas, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam dengan debitur yang
mewajibkan debitur untuk melunasi utang berikut bunganya setelah jangka waktu tertentu.
Kredit yang diberikan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi. (Catatan 2f).
Termasuk dalam kredit yang diberikan adalah pembiayaan syariah yang terdiri dari piutang
murabahah, piutang qardh, pembiayaan musyarakah, pembiayaan mudharabah dan piutang
ijarah.
Murabahah adalah akad jual beli barang dengan harga jual sebesar biaya perolehan
ditambah keuntungan (marjin) yang disepakati dan penjual harus mengungkapan biaya
perolehan barang tersebut kepada pembeli.
Qardh adalah akad pinjam meminjam dana tanpa imbalan dengan liabilitas pihak peminjam
mengembalikan pokok pinjaman secara sekaligus atau cicilan dalam jangka waktu tertentu.
Musyarakah adalah akad kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu,
dimana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dengan ketentuan bahwa
keuntungan dibagi berdasarkan kesepakatan sedangkan kerugian berdasarkan porsi
kontribusi dana. Dana tersebut meliputi kas atau aset nonkas yang diperkenankan oleh
syariah.
- 21 -
Page 25
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Mudharabah adalah akad kerjasama usaha antara bank sebagai pemilik dana (shahibul maal)
dan nasabah selaku pengelola dana (mudharib), menjalankan usaha dengan penentuan awal
keuntungan dan kerugian (nisbah). Ijarah adalah akad sewa-menyewa antara pemilik (obyek
sewa) dan penyewa untuk mendapatkan imbalan atas obyek sewa yang disewakannya.
Pembiayaan syariah disajikan sebesar jumlah pembiayaan dikurangi dengan cadangan
kerugian penurunan nilai dengan jumlah minimum berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (POJK) No. 2/POJK.03/2022 tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum Syariah
dan Unit Usaha Syariah dan POJK No. 11/POJK.03/2020 tanggal 13 Maret 2020 tentang
Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Counter Cyclical Dampak Penyebaran
Corona Virus Diseases 2019.
Pembiayaan syariah dengan akad murabahah disajikan sebesar jumlah pembiayaan
dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sesuai dengan PSAK No. 402 (Amandemen
2019).
Ketika kredit yang diberikan tidak tertagih, kredit tersebut dihapus buku dengan menjurnal
balik cadangan kerugian penurunan nilai. Kredit yang diberikan tersebut dapat dihapus buku
setelah semua prosedur yang diperlukan telah dilakukan dan jumlah kerugian telah
ditentukan.
Kriteria debitur yang dapat dihapus bukukan meliputi:
1. Fasilitas kredit telah mengalami penurunan nilai;
2. Fasilitas kredit telah dibentuk cadangan kerugian penurunan nilai sebesar 100% dari
pokok kredit;
3. Telah dilakukan berbagai upaya penagihan dan pemulihan, namun tidak berhasil;
4. Usaha debitur sudah tidak mempunyai prospek atau kinerja debitur buruk atau tidak ada
kemampuan membayar;
5. Hapus buku dilakukan terhadap semua kewajiban kredit, termasuk dari fasilitas pinjaman
non tunai sehingga penghapusan tidak dapat dilakukan pada beberapa kewajiban
kreditnya (penghapusan sebagian);
Apabila aset yang dijaminkan diambil alih, maka Grup akan menjurnal balik cadangan
kerugian penurunan nilai dan mengakui agunan yang diambil alih yang diukur pada nilai yang
lebih rendah antara nilai tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual.
Restrukturisasi kredit meliputi modifikasi persyaratan kredit, konversi kredit menjadi saham
atau instrumen keuangan lainnya dan/atau kombinasi dari keduanya.
Kredit yang direstrukturisasi disajikan sebesar nilai yang lebih rendah antara nilai tercatat
kredit pada tanggal restrukturisasi atau nilai tunai penerimaan kas masa depan setelah
restrukturisasi. Kerugian akibat selisih antara nilai tercatat kredit pada tanggal restrukturisasi
dengan nilai tunai penerimaan kas masa depan setelah restrukturisasi diakui sebagai
laba/rugi. Setelah restrukturisasi, semua penerimaan kas masa depan yang ditetapkan dalam
persyaratan baru dicatat sebagai pengembalian pokok kredit yang diberikan dan pendapatan
bunga sesuai dengan syarat-syarat restrukturisasi.
l. Tagihan dan Liabilitas Akseptasi
Tagihan akseptasi diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi. Lihat Catatan 2f untuk kebijakan akuntansi atas instrumen keuangan.
- 22 -
Page 26
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Liabilitas akseptasi diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan lain-lain yang diukur dengan
biaya perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2f untuk kebijakan akuntansi atas instrumen
keuangan.
m. Efek yang Dibeli dengan Janji Jual Kembali dan Efek yang Dijual dengan Janji Beli
Kembali
Efek yang Dibeli dengan Janji Jual Kembali (Reverse Repo)
Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) disajikan sebagai tagihan sebesar
harga jual kembali yang disepakati dikurangi dengan selisih antara harga beli dan harga jual
kembali yang disepakati (pendapatan bunga yang ditangguhkan) dan cadangan kerugian
penurunan nilai. Selisih antara harga beli dan harga jual kembali yang disepakati tersebut
diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif sebagai pendapatan bunga selama
jangka waktu sejak efek itu dibeli hingga saat dijual kembali.
Efek yang dibeli dengan janji jual kembali diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur
pada biaya perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2f untuk kebijakan akuntansi atas instrumen
keuangan.
Efek yang Dijual dengan Janji Beli Kembali (Repo)
Efek yang dijual dengan janji beli kembali (repo) diakui sebagai liabilitas sebesar harga
pembelian kembali yang disepakati dengan nasabah dikurangi beban bunga yang belum
diamortisasi. Selisih antara harga jual dan harga beli kembali diperlakukan sebagai bunga
dibayar dimuka dan diakui sebagai beban bunga sesuai dengan jangka waktu sejak efek
dijual hingga dibeli kembali. Efek yang dijual tetap dicatat sebagai aset dalam laporan posisi
keuangan karena kepemilikan efek tetap berada pada pihak Perusahaan sebagai penjual.
Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2f untuk kebijakan akuntansi atas
instrumen keuangan.
n. Kontrak Jaminan Keuangan dan Tagihan Komitmen Lainnya
Kontrak jaminan keuangan adalah kontrak yang mengharuskan penerbit untuk melakukan
pembayaran kepada pemegang kontrak atas kerugian yang terjadi karena debitur tertentu
gagal untuk melakukan pembayaran pada saat jatuh tempo, sesuai dengan ketentuan dari
instrumen utang. Jaminan keuangan tersebut diberikan kepada bank, lembaga keuangan dan
badan-badan lainnya atas nama debitur untuk menjamin kredit, fasilitas-fasilitas perbankan
lainnya dan penyediaan dana yang belum ditarik.
Pengakuan awal jaminan keuangan dalam laporan keuangan adalah sebesar nilai wajar pada
saat jaminan diberikan. Nilai wajar jaminan keuangan pada saat berlakunya transaksi pada
umumnya sama dengan premi yang diterima karena diberikan dengan syarat dan kondisi
normal dan nilai wajar awal diamortisasi sepanjang umur jaminan keuangan.
Setelah pengakuan awal kontrak, jaminan keuangan dicatat pada nilai yang lebih tinggi antara
biaya perolehan diamortisasi dengan nilai kini pembayaran yang diharapkan akan terjadi
(ketika pembayaran atas jaminan menjadi besar kemungkinan terjadinya), dan selisihnya
dibebankan sebagai beban operasional lainnya dalam laba rugi.
Cadangan kerugian penurunan nilai atas komitmen berdasarkan dari model kerugian
ekspektasian (Catatan 2f).
- 23 -
Page 27
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
o. Aset Tetap
Aset tetap, kecuali tanah dan bangunan, dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, tetapi tidak
termasuk biaya perawatan sehari-hari, dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi
penurunan nilai, jika ada.
Tanah dinyatakan berdasarkan berdasarkan nilai revaluasian dikurangi akumulasi rugi
penurunan nilai, jika ada.
Bangunan dinyatakan berdasarkan nilai revaluasian dikurangi akumulasi penyusutan dan
akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada.
Nilai revaluasian tanah dan bangunan ditentukan oleh penilai independen. Pada saat model
revaluasi diterapkan, akumulasi penyusutan bangunan pada tanggal revaluasi dieliminasi
terhadap biaya perolehan dan nilai tercatat neto setelah dieliminasi disajikan kembali sebesar
jumlah revaluasian. Kenaikan nilai akibat revaluasi dikreditkan ke akun “Surplus revaluasi
aset tetap” sebagai “Komponen ekuitas lainnya” di bagian ekuitas pada laporan posisi
keuangan dan laporan perubahan ekuitas. Penurunan nilai yang menghapuskan kenaikan
nilai sebelumnya atas aset yang sama diakui dalam penghasilan komprehensif lain,
sedangkan penurunan nilai lainnya langsung dibebankan ke laba rugi. Surplus revaluasi aset
tetap akan dipindahkan dari “Komponen ekuitas lainnya” ke “Saldo laba” pada saat aset
dihentikan penggunaannya.
Biaya perolehan awal aset tetap meliputi harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak
pembelian yang tidak boleh dikreditkan dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara
langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan sesuai dengan tujuan
penggunaan yang ditetapkan.
Revaluasi akan dilakukan dengan keteraturan yang cukup reguler untuk memastikan bahwa
jumlah tercatat tidak berbeda secara material dengan jumlah yang ditentukan dengan
menggunakan nilai wajar pada akhir periode pelaporan.
Beban-beban yang timbul setelah aset tetap digunakan, seperti beban perbaikan dan
pemeliharaan, dibebankan ke laba rugi pada saat terjadinya. Apabila beban-beban tersebut
menimbulkan peningkatan manfaat ekonomis di masa datang dari penggunaan aset tetap
tersebut yang dapat melebihi kinerja normalnya, maka beban-beban tersebut dikapitalisasi
sebagai tambahan biaya perolehan aset tetap.
Penyusutan dihitung berdasarkan metode garis lurus (straight-line method) selama masa
manfaat aset tetap sebagai berikut:
Tahun %
Bangunan 20 5
Inventaris kantor 10 10
Kendaraan bermotor 4 25
Nilai tercatat aset tetap ditelaah kembali dan dilakukan penurunan nilai apabila terdapat
peristiwa atau perubahan kondisi tertentu yang mengindikasikan nilai tercatat tersebut tidak
dapat dipulihkan sepenuhnya.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada
manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap diakui dalam
laba rugi pada periode terjadinya penghentian pengakuan.
- 24 -
Page 28
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Nilai residu, umur manfaat, serta metode penyusutan ditelaah setiap akhir periode dan
dilakukan penyesuaian apabila hasil telaah berbeda dengan estimasi sebelumnya.
p. Aset Ijarah
Aset ijarah, yakni kendaraan bermotor, mesin, alat berat dan piranti lunak, disusutkan atau
diamortisasi sesuai dengan jangka waktu sewa atau umur ekonomis aset, mana yang lebih
pendek, dimana pada akhir masa akad, aset tersebut akan dihibahkan ke penyewa.
Untuk akad ijarah muntahiyah bitamlik (sewa pembiayaan), apabila pada saat perpindahan
kepemilikan aset ijarah dari pemilik kepada penyewa dilakukan dengan cara hibah, maka
jumlah tercatat aset ijarah diakui sebagai beban.
Pendapatan sewa selama masa akad diakui pada saat manfaat atas aset telah diserahkan
kepada penyewa.
Pendapatan ijarah disajikan secara neto setelah dikurangi beban yang terkait
yakni penyusutan dan pemeliharaan serta perbaikan. Pendapatan ijarah neto disajikan
sebagai bagian dari “pendapatan bunga dan bagi hasil” dalam laba rugi.
q. Agunan yang Diambil Alih
Agunan kredit yang diberikan, berupa tanah dan aset lainnya, yang telah diambil alih oleh
Grup disajikan dalam perkiraan “Aset lain-lain”.
Agunan yang diambil alih dicatat pada nilai yang lebih rendah antara nilai tercatat dan nilai
wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual. Selisih antara nilai agunan yang diambil alih
dengan sisa pokok pinjaman yang diberikan, jika ada, dibebankan ke laba rugi periode
berjalan.
Selisih antara nilai agunan yang telah diambil alih dan hasil penjualannya diakui sebagai
keuntungan atau kerugian pada saat penjualan agunan.
Biaya-biaya yang berkaitan dengan pemeliharaan dan perbaikan agunan yang diambil alih
dibebankan ke laba rugi pada saat terjadinya.
Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen, maka nilai tercatatnya dikurangi untuk
mengakui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laba rugi periode berjalan.
Manajemen melakukan evaluasi secara berkala atas nilai agunan yang diambil alih. Bila
terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen, maka nilai tercatatnya dikurangi untuk
mengakui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laba rugi.
r. Transaksi Sewa
Sebagai Pesewa
Sewa Operasi
Sewa dimana Perusahaan tetap mempertahankan secara substansial seluruh risiko dan
manfaat yang terkait dengan kepemilikan suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi.
Biaya langsung awal yang dapat diatribusikan secara langsung dengan negosiasi dan
pengaturan sewa operasi ditambahkan ke nilai tercatat aset sewaan dan diakui ke laba rugi
tahun berjalan selama masa sewa sesuai dengan dasar pengakuan pendapatan sewa.
- 25 -
Page 29
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Sebagai Penyewa
Perusahaan menerapkan PSAK No. 116 yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa
sehubungan dengan sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai ‘sewa operasi’.
Pada tanggal permulaan kontrak, Perusahaan menilai apakah kontrak merupakan, atau
mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut
memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka
waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.
Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset
identifikasian, Perusahaan harus menilai apakah:
Perusahaan memiliki hak untuk mendapatkan secara substansial seluruh manfaat
ekonomi dari penggunaan aset identifikasian; dan
Perusahaan memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian.
Perusahaan memiliki hak ini ketika Perusahaan memiliki hak untuk pengambilan
keputusan yang relevan tentang bagaimana dan untuk tujuan apa aset digunakan telah
ditentukan sebelumnya dan:
1. Perusahaan memiliki hak untuk mengoperasikan aset;
2. Perusahaan telah mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya
bagaimana dan untuk tujuan apa aset akan digunakan selama periode penggunaan.
Pada tanggal awal dimulainya kontrak atau pada tanggal penilaian kembali atas kontrak yang
mengandung sebuah komponen sewa, Perusahaan mengalokasikan imbalan dalam kontrak
ke masing-masing komponen sewa berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa
dan harga tersendiri agregat dari komponen nonsewa.
Pada tanggal permulaan sewa, Perusahaan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset
hak-guna diukur pada biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas
sewa yang disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal
permulaan.
Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal
permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau
akhir masa sewa.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal
permulaan, didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika
suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman
inkremental. Pada umumnya, Perusahaan menggunakan suku bunga pinjaman inkremental
sebagai tingkat bunga diskonto.
Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran
berikut ini:
- pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi;
- pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada
awalnya diukur dengan menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal
permulaan;
- jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dengan jaminan nilai residual;
- harga eksekusi opsi beli jika Perusahaan cukup pasti untuk mengeksekusi opsi
tersebut; dan
- penalti karena penghentian awal sewa kecuali jika Perusahaan cukup pasti untuk tidak
menghentikan lebih awal.
- 26 -
Page 30
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian pokok dan biaya keuangan. Biaya keuangan
dibebankan pada laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga
periodik yang konstan atas saldo liabilitas untuk setiap periode.
Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Perusahaan pada akhir masa
sewa atau jika biaya perolehan aset hak-guna merefleksikan Perusahaan akan
mengeksekusi opsi beli, maka Perusahaan menyusutkan aset hak-guna dari tanggal
permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar. Jika tidak, maka Perusahaan
menyusutkan aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara
akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
s. Biaya Dibayar Dimuka
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan
menggunakan metode garis lurus.
t. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan tahunan, Grup menelaah apakah terdapat indikasi suatu
aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat uji periode
penurunan nilai aset perlu dilakukan, maka Grup membuat estimasi jumlah terpulihkan aset
tersebut.
Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut
dinyatakan mengalami penurunan nilai dan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi. Dalam
menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan bersih didiskontokan ke nilai kini
dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar
kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset.
Penelaahan dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan untuk mengetahui
apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai aset yang telah diakui dalam periode
sebelumnya mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud
ditemukan, maka Grup mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan
nilai yang diakui dalam periode sebelumnya akan dipulihkan apabila nilai tercatat aset tidak
melebihi jumlah terpulihkannya maupun nilai tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya
tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun-tahun
sebelumnya. Setelah pemulihan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode
mendatang untuk mengalokasikan nilai tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya,
dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.
u. Liabilitas Segera
Liabilitas segera adalah liabilitas Grup kepada pihak lain yang sifatnya wajib segera
dibayarkan sesuai perjanjian yang ditetapkan sebelumnya.
Liabilitas segera disajikan sebesar biaya perolehan yang diamortisasi (Catatan 2f).
v. Simpanan dan Simpanan dari Bank Lain
Simpanan dan simpanan dari bank lain diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif (Catatan
2f).
Simpanan merupakan liabilitas kepada nasabah dalam bentuk giro, tabungan dan deposito
berjangka.
- 27 -
Page 31
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Giro merupakan simpanan nasabah yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran, yang
penarikannya dapat dilakukan setiap saat melalui cek atau dengan cara pemindahbukuan
dengan bilyet giro atau sarana perintah pembayaran lainnya.
Tabungan merupakan simpanan nasabah yang penarikannya hanya dapat dilakukan sesuai
dengan syarat tertentu yang disepakati pada saat pembukaan rekening tabungan. Penarikan
atas tabungan tidak dapat dilakukan dengan menggunakan cek atau instrumen sejenis, tetapi
menggunakan formulir penarikan tersendiri yang hanya berlaku di bank yang bersangkutan
dan/atau menggunakan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM).
Deposito berjangka merupakan simpanan nasabah yang penarikannya hanya dapat dilakukan
pada saat jatuh tempo sesuai dengan jangka waktu yang disepakati dengan nasabah pada
saat penempatannya, dimana nasabah akan dikenakan penalti apabila melakukan penarikan
sebelum tanggal jatuh temponya.
Simpanan termasuk simpanan syariah dan investasi tidak terikat yang terdiri dari giro dan
tabungan Wadiah yang merupakan titipan dana dalam bentuk giro dan tabungan dimana
pemilik dana mendapatkan pendapatan bonus.
Simpanan dari bank lain merupakan liabilitas kepada bank lain dalam bentuk giro, call money
kurang dari atau 90 hari, dan deposito berjangka dengan periode jatuh tempo menurut
perjanjian masing-masing.
w. Obligasi Subordinasi
Obligasi subordinasi (‘obligasi’) diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan lainnya yang
diukur dengan biaya perolehan diamortisasi (Catatan 2f). Biaya transaksi yang timbul
sehubungan dengan penerbitan obligasi dikurangkan dari hasil penerbitan obligasi
bersangkutan. Selisih antara hasil emisi bersih dengan nilai nominal obligasi diakui sebagai
diskonto yang diamortisasi selama umur obligasi.
x. Dana Syirkah Temporer
Dana syirkah temporer terdiri dari giro dan tabungan Mudharabah, deposito berjangka
Mudharabah dan Sertifikat Investasi Mudharabah antar Bank.
Giro dan tabungan Mudharabah dinyatakan sebesar nilai investasi pemegang tabungan di
Grup.
Deposito berjangka Mudharabah dinyatakan sebesar nilai nominal sesuai dengan perjanjian
antara pemegang deposito berjangka dengan Grup.
Dana syirkah temporer tidak dapat digolongkan sebagai liabilitas. Hal ini karena Grup tidak
berkewajiban untuk mengembalikan jumlah dana awal dari pemilik dana, kecuali kerugian
yang timbul akibat kelalaian atau wanprestasi dari manajemen Grup. Di sisi lain, dana syirkah
temporer tidak dapat digolongkan sebagai ekuitas karena mempunyai waktu jatuh tempo dan
pemilik dana tidak mempunyai hak kepemilikan yang sama dengan pemegang saham seperti
hak voting dan hak atas realisasi keuntungan yang berasal dari aset lancar dan aset non-
investasi (current and other non-investment accounts).
Pemilik dana syirkah temporer memperoleh bagian atas keuntungan sesuai kesepakatan dan
menerima kerugian berdasarkan jumlah dana dari masing-masing pihak. Pembagian hasil
dana syirkah temporer berdasarkan konsep bagi hasil.
- 28 -
Page 32
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
y. Biaya Emisi Saham
Biaya emisi saham dikurangkan dari bagian tambahan modal disetor yang timbul dari
penerbitan saham dan tidak diamortisasi.
z. Pengakuan Pendapatan Bunga, Beban Bunga, Pendapatan dan Beban Bagi Hasil
Syariah
Pendapatan dan Beban Bunga
Pendapatan dan beban bunga untuk semua instrumen keuangan diakui di dalam laba rugi
secara akrual dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Pendapatan dan Beban Bagi Hasil Syariah
Pendapatan syariah terdiri dari keuntungan murabahah, pendapatan ijarah muntahiyah
bittamlik (sewa), dan bagi hasil pembiayaan mudharabah dan musyarakah.
Keuntungan murabahah dan pendapatan ijarah muntahiyah bittamlik diakui selama periode
akad berdasarkan konsep akrual. Pendapatan bagi hasil pembiayaan mudharabah diakui
pada saat diterima atau dalam periode terjadinya hak bagi hasil sesuai porsi bagi hasil
(nisbah) yang disepakati.
Beban berdasarkan prinsip syariah terdiri dari beban bagi hasil mudharabah, beban bonus
wadiah dan beban bagi hasil Sertifikat Investasi Mudharabah Antar Bank Syariah.
aa. Pengakuan Pendapatan dan Beban Provisi dan Komisi
Provisi dan Komisi Terkait Instrumen Keuangan
Pendapatan dan beban provisi dan komisi yang terkait dengan perolehan instrumen
keuangan dalam kategori dimiliki hingga jatuh tempo, pinjaman diberikan dan piutang, serta
tersedia untuk dijual, atau terkait jangka waktu tertentu yang jumlahnya signifikan,
dicatat sebagai bagian dari nilai wajar aset atau liabilitas keuangan dan diamortisasi sesuai
dengan jangka waktunya dengan menggunakan suku bunga efektif.
Provisi dan Komisi Lainnya
Provisi dan komisi lainnya yang tidak terkait dengan kegiatan perolehan instrumen keuangan
dan jangka waktu tertentu yang jumlahnya signifikan, dan diamortisasi menggunakan metode
garis lurus sesuai dengan jangka waktu transaksi yang bersangkutan. Sedangkan,
pendapatan dan beban provisi dan komisi lainnya yang tidak signifikan langsung diakui
sebagai pendapatan atau beban pada saat terjadinya transaksi.
Pendapatan provisi dan komisi lainnya, meliputi pendapatan yang tidak terkait dengan kredit,
seperti jasa bancassurance, pendapatan terkait dengan ekspor impor dan bank garansi, dan
pendapatan yang diakui pada saat jasa diberikan.
bb. Pendapatan dan Beban Operasional Lainnya
Pendapatan operasional lainnya diakui pada saat terjadinya.
Beban operasional lainnya diakui pada saat terjadinya dengan menggunakan metode akrual.
- 29 -
Page 33
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
cc. Pajak Penghasilan
Pajak Kini
Pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang
dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan diakui sebagai liabilitas jika terdapat perbedaan temporer kena pajak yang
timbul dari perbedaan antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan jumlah
tercatatnya pada tanggal pelaporan.
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan
rugi fiskal yang dapat dikompensasikan. Aset pajak tangguhan diakui dan direview pada
setiap tanggal pelaporan atau diturunkan jumlah tercatatnya, sepanjang kemungkinan besar
laba kena pajak tersedia untuk pemanfaatan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan
dan rugi fiskal yang dapat dikompensasikan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan
berlaku ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (atau
peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada tanggal
pelaporan.
Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus jika dan hanya jika,
terdapat hak yang dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini
terhadap liabilitas pajak kini dan pajak tangguhan tersebut terkait dengan entitas kena pajak
yang sama dan dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama.
dd. Laba per Saham
Laba per saham dasar dihitung berdasarkan laba bersih dibagi jumlah
rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
ee. Imbalan Kerja
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek
Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah yang tak-terdiskonto sebagai liabilitas
pada laporan posisi keuangan setelah dikurangi dengan jumlah yang telah dibayar dan
sebagai beban dalam laba rugi.
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang
Manfaat yang ditentukan
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang merupakan manfaat pasti yang dibentuk dengan
pendanaan khusus melalui program dana pensiun dan didasarkan pada masa kerja dan
jumlah penghasilan karyawan pada saat pensiun yang dihitung menggunakan metode
Projected Unit Credit. Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti langsung diakui dalam
laporan posisi keuangan dan penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya dan tidak
akan direklasifikasi ke laba rugi, namun menjadi bagian dari saldo laba. Biaya liabilitas
imbalan pasti lainnya terkait dengan program imbalan pasti diakui dalam laba rugi.
- 30 -
Page 34
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Kontribusi yang ditentukan
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang merupakan imbalan pasca-kerja iuran pasti melalui
dana pensiun dan didasarkan pada masa kerja dan jumlah penghasilan karyawan saat
pensiun. Jumlah iuran yang terutang diakui sebagai liabilitas pada laporan posisi keuangan
konsolidasian setelah dikurangi dengan jumlah yang telah dibayar dan sebagai beban dalam
laba rugi.
Jika ada bagian iuran yang jatuh tempo dalam waktu lebih dari 12 bulan setelah tanggal
laporan posisi keuangan, maka iuran tersebut disajikan sebesar nilai kini liabilitas yang
didiskontokan.
Manfaat iuran pasti ditentukan berdasarkan akumulasi iuran dan hasil pengembangan
investasi.
ff. Segmen Operasi
Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam
penyusunan dan penyajian laporan keuangan.
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal komponen-komponen Grup yang
secara berkala dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi
sumber daya ke dalam segmen dan penilaian kinerja Grup.
gg. Provisi
Provisi diakui jika Grup mempunyai kewajiban kini (hukum maupun konstruktif) sebagai akibat
peristiwa masa lalu, yang memungkinkan Grup harus menyelesaikan kewajiban tersebut dan
estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.
Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan
untuk menyelesaikan kewajiban kini pada tanggal pelaporan, dengan mempertimbangkan
risiko dan ketidakpastian terkait kewajiban tersebut.
hh. Peristiwa Setelah Periode Laporan
Peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang menyediakan tambahan
informasi mengenai posisi keuangan Grup pada tanggal laporan posisi keuangan (peristiwa
penyesuai), jika ada, telah tercermin dalam laporan keuangan. Peristiwa-peristiwa yang
terjadi setelah periode pelaporan yang tidak memerlukan penyesuaian (peristiwa non-
penyesuai), apabila jumlahnya material, telah diungkapkan dalam laporan keuangan.
- 31 -
Page 35
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
3. Penggunaan Estimasi, Pertimbangan dan Asumsi Manajemen
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Grup, seperti yang diungkapkan dalam Catatan 2 pada
laporan keuangan, manajemen harus membuat estimasi, pertimbangan, dan asumsi atas nilai
tercatat aset dan liabilitas yang tidak tersedia oleh sumber-sumber lain. Estimasi dan asumsi
tersebut, berdasarkan pengalaman historis dan faktor lain yang dipertimbangkan relevan.
Manajemen berkeyakinan bahwa pengungkapan berikut telah mencakup ikhtisar estimasi,
pertimbangan dan asumsi signifikan yang dibuat oleh manajemen, yang berdampak terhadap
jumlah-jumlah yang dilaporkan serta pengungkapan dalam laporan keuangan.
Pertimbangan
Pertimbangan-pertimbangan berikut dibuat oleh manajemen dalam proses penerapan kebijakan
akuntansi Grup yang memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah-jumlah yang diakui
dalam laporan keuangan:
a. Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional Grup adalah mata uang lingkungan ekonomi utama dimana masing-
masing entitas beroperasi. Mata uang tersebut adalah yang paling mempengaruhi harga jual
barang dan jasa, dan mata uang dari negara yang kekuatan persaingan dan peraturannya
sebagian besar menentukan harga jual barang dan jasa entitas, dan merupakan mata uang
yang mana dana dari aktivitas pendanaan dihasilkan.
b. Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Grup menentukan klasifikasi aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas
keuangan dengan menilai apakah aset dan liabilitas tersebut memenuhi definisi yang
ditetapkan dalam PSAK No. 109. Aset keuangan dan liabilitas keuangan dicatat sesuai
dengan kebijakan akuntansi Grup sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 2.
c. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, Grup menilai apakah risiko kredit atas
instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika
melakukan penilaian tersebut, Grup mempertimbangkan perubahan risiko gagal bayar yang
terjadi selama umur instrumen keuangan. Dalam melakukan penilaian tersebut, Grup
membandingkan risiko gagal bayar yang terjadi pada tanggal pelaporan dengan risiko gagal
bayar pada saat pengakuan awal, serta mempertimbangkan informasi, termasuk informasi
masa lalu, kondisi saat ini, dan informasi bersifat perkiraan masa depan (forward-looking),
yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan.
Grup mengukur cadangan kerugian sepanjang umurnya, jika risiko kredit atas instrumen
keuangan tersebut telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, jika tidak, maka
Grup mengukur cadangan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah kerugian
kredit ekspektasian 12 bulan. Suatu evaluasi yang bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah
cadangan kerugian ekspektasian yang harus dibentuk, dilakukan secara berkala pada setiap
periode pelaporan. Oleh karena itu, saat dan besaran jumlah cadangan kerugian
ekspektasian yang tercatat pada setiap periode dapat berbeda tergantung pada pertimbangan
atas informasi yang tersedia atau berlaku pada saat itu.
- 32 -
Page 36
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Nilai tercatat aset keuangan Perusahaan (tidak termasuk akun Syariah) pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Nilai Tercatat
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain
Efek-efek - bersih
Obligasi korporasi 4.713.505 4.863.121
Diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Kas 571.417 469.088
Giro pada Bank Indonesia 3.624.846 4.694.101
Giro pada bank lain - bersih 1.255.077 1.899.534
Penempatan pada bank lain
dan Bank Indonesia - bersih 5.260.620 8.281.976
Efek-efek - bersih 723.479 1.687.678
Efek yang dibeli dengan
janji jual kembali - bersih 245.151 192.215
Kredit yang diberikan - bersih 10.450.060 10.407.686
Tagihan akseptasi - bersih 60.956 38.129
Pendapatan yang masih
akan diterima 212.448 272.974
Aset lain-lain - bersih 386.656 123.626
Jumlah 27.504.215 32.930.128
d. Komitmen sewa
Komitmen sewa operasi – Perusahaan sebagai penyewa
Perusahaan telah menandatangani sejumlah perjanjian sewa ruangan, kendaraan, dan
sewa mesin ATM. Perusahaan menentukan bahwa sewa ruangan dan kendaraan
memenuhi kriteria pengakuan dan pengukuran aset hak-guna dan liabilitas sewa sesuai
dengan PSAK No. 116, Sewa.
Komitmen sewa operasi – Perusahaan sebagai pesewa
Perusahaan telah menandatangani sejumlah perjanjian sewa ruangan. Perusahaan
menentukan bahwa sewa tersebut adalah sewa operasi karena Perusahaan menanggung
secara signifikan seluruh risiko dan manfaat dari kepemilikan aset-aset tersebut.
e. Pajak Penghasilan
Pertimbangan yang signifikan dibutuhkan untuk menentukan jumlah pajak penghasilan.
Terdapat sejumlah transaksi dan perhitungan yang menimbulkan ketidakpastian penentuan
jumlah pajak penghasilan karena interpretasi atas peraturan pajak yang berbeda. Jika hasil
pemeriksaan pajak berbeda dengan jumlah yang sebelumnya telah dibukukan, maka selisih
tersebut akan berdampak terhadap aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan dalam periode
dimana hasil pemeriksaan tersebut terjadi.
- 33 -
Page 37
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber utama lain dalam mengestimasi ketidakpastian
pada tanggal pelaporan yang mempunyai risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian
material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode berikutnya diungkapkan di bawah
ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia saat laporan keuangan
disusun. Kondisi yang ada dan asumsi mengenai perkembangan masa depan dapat berubah
karena perubahan situasi pasar yang berada di luar kendali Grup. Perubahan tersebut tercermin
dalam asumsi ketika keadaan tersebut terjadi:
a. Nilai Wajar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mensyaratkan pengukuran aset keuangan dan
liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajarnya, dan penyajian ini mengharuskan penggunaan
estimasi. Komponen pengukuran nilai wajar yang signifikan ditentukan berdasarkan bukti-
bukti obyektif yang dapat diverifikasi (seperti nilai tukar, suku bunga), sedangkan saat dan
besaran perubahan nilai wajar dapat menjadi berbeda karena penggunaan metode penilaian
yang berbeda.
Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan diungkapkan pada Catatan 39.
b. Revaluasi Aset Tetap
Grup mengukur tanah dan bangunan pada nilai revaluasi, dan perubahan nilai wajar aset
tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Grup memakai jasa penilai independen
untuk menentukan nilai wajar aset. Teknik penilaian yang digunakan untuk menentukan nilai
wajar tanah dan bangunan diungkapkan dalam Catatan 13.
c. Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap
Masa manfaat dari masing-masing aset tetap Grup diestimasi berdasarkan jangka waktu aset
tersebut diharapkan tersedia untuk digunakan. Estimasi tersebut didasarkan pada penilaian
kolektif berdasarkan bidang usaha yang sama, evaluasi teknis internal dan pengalaman
dengan aset sejenis. Estimasi masa manfaat setiap aset ditelaah secara berkala dan
diperbarui jika estimasi berbeda dari perkiraan sebelumnya yang disebabkan karena
pemakaian, usang secara teknis atau komersial serta keterbatasan hak atau pembatasan
lainnya terhadap penggunaan aset. Dengan demikian, hasil operasi di masa mendatang
mungkin dapat terpengaruh secara signifikan oleh perubahan dalam jumlah dan waktu
terjadinya biaya karena perubahan yang disebabkan oleh faktor-faktor yang disebutkan di
atas. Penurunan estimasi masa manfaat ekonomis setiap aset tetap akan menyebabkan
kenaikan beban penyusutan dan penurunan nilai tercatat aset tetap.
Nilai tercatat aset tetap pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 diungkapkan
pada Catatan 13.
d. Imbalan Kerja Jangka Panjang
Penentuan liabilitas dan imbalan pasca-kerja dipengaruhi oleh asumsi tertentu yang
digunakan oleh aktuaris dalam menghitung jumlah tersebut. Hasil aktual yang berbeda
dengan asumsi Grup diakumulasi dan diamortisasi ke masa depan dan oleh karena itu,
secara umum berdampak pada beban yang diakui dan liabilitas yang tercatat pada periode-
periode mendatang. Manajemen berkeyakinan bahwa asumsi-asumsi yang digunakan adalah
tepat dan wajar, namun demikian, perbedaan signifikan pada hasil aktual, atau perubahan
signifikan dalam asumsi-asumsi tersebut dapat berdampak signifikan pada jumlah liabilitas
imbalan kerja jangka panjang.
- 34 -
Page 38
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
e. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Penelaahan atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai aset
tertentu. Penentuan nilai wajar aset membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan akan
dihasilkan dari pemakaian berkelanjutan dan pelepasan akhir atas aset tersebut. Perubahan
signifikan dalam asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan nilai wajar dapat
berdampak signifikan pada nilai terpulihkan dan jumlah kerugian penurunan nilai yang terjadi
mungkin berdampak material pada hasil operasi Grup.
Nilai tercatat aset non-keuangan berupa aset tetap dan aset lain-lain (agunan yang diambil
alih) diungkapkan pada Catatan 13 dan 16.
f. Aset Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara nilai tercatat aset dan
liabilitas pada laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak jika besar kemungkinan
bahwa jumlah laba fiskal akan memadai untuk pemanfaatan perbedaan temporer yang diakui.
Estimasi manajemen yang signifikan diperlukan untuk menentukan jumlah aset pajak
tangguhan yang diakui berdasarkan kemungkinan waktu terealisasinya dan jumlah laba kena
pajak pada masa mendatang serta strategi perencanaan pajak masa depan.
4. Giro pada Bank Indonesia
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Rupiah 4.090.298 5.032.452
Mata uang asing (Catatan 38) 282.513 673.985
Jumlah 4.372.811 5.706.437
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 termasuk dalam giro pada Bank Indonesia
adalah giro yang didasarkan pada prinsip perbankan syariah sebesar Rp747.966 dan
Rp1.012.337.
Giro Wajib Minimum (GWM) Bank sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia dan Peraturan
Anggota Dewan Gubernur (PADG) diungkapkan pada Catatan 48a.
5. Giro pada Bank Lain
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga
Rupiah
PT Bank CIMB Niaga Tbk, Indonesia 43.569 887
Standard Chartered Bank, Indonesia 8.502 11.044
PT Bank Central Asia Tbk, Indonesia 4.304 4.004
PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Indonesia 1.745 148
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Indonesia 930 930
PT Maybank Indonesia Tbk, Indonesia 10 2.685
Lain-lain (di bawah Rp 1.000) 549 8
Jumlah Rupiah 59.609 19.706
- 35 -
Page 39
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga
Mata uang asing (Catatan 38)
Sumitomo Mitsui Banking
Corporation, Jepang 271.680 11.275
PT Bank CIMB Niaga Tbk, Indonesia 192.674 668.666
Citibank, Amerika Serikat 163.285 160.619
Standard Chartered Bank,
Amerika Serikat 150.445 473.438
Deutsche Bank Trust Company
Americas, Amerika Serikat 124.818 151.576
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 122.315 92.886
Bank of Amerika, Merrill Lynch,
Amerika Serikat 107.220 169.704
PT Bank Central Asia Tbk 93.269 102.979
United Overseas Bank, Singapura 41.889 75.885
Deutsche Bank AG, Jerman 27.488 12.267
Bank of China, Indonesia 24.324 25.592
Oversea Chinese Banking
Corporation, Singapura 22.369 26.337
Aktif Bank, Turki 7.061 6.644
DBS Bank Ltd, Singapura 6.427 -
Standard Chartered Bank, Inggris 4.938 2.346
Banco De Sabadell SA, Spanyol 3.827 1.914
Bank of China, China 3.353 3.075
PT Bank ICBC Indonesia 2.441 3.911
DBS Bank, Hong Kong 1.603 3.386
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk, Singapura 1.592 1.548
Kookmin Bank, Korea Selatan 1.001 3.056
PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Indonesia 709 693
Bank of Communication, China 558 2.508
Lain-lain (dibawah Rp 1.000) 1.502 1.543
Jumlah mata uang asing 1.376.788 2.001.848
Jumlah 1.436.397 2.021.554
Cadangan kerugian penurunan nilai (383) (565)
Jumlah bersih 1.436.014 2.020.989
Kolektibilitas dan suku bunga rata-rata giro pada Bank lain sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan diungkapkan pada Catatan 48b.
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai giro pada bank lain sebagai berikut:
31 Maret 2025
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal periode 565 - - 565
Pembentukan selama periode berjalan (182) - - (182)
Saldo akhir periode 383 - - 383
31 Desember 2024
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal tahun 932 - - 932
Pemulihan tahun berjalan (367) - - (367)
Saldo akhir tahun 565 - - 565
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian untuk penurunan nilai yang dibentuk pada
tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah cukup untuk menutup kemungkinan
kerugian yang timbul.
- 36 -
Page 40
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
6. Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
31 Maret 2025
Suku Bunga
Jenis Penempatan Jangka Waktu Rata-rata (%) Pihak Ketiga
Rupiah
Penempatan pada Bank Indonesia
Deposit facility 12 hari 5,00 647.000
Penempatan pada bank lain
Call money 12-33 hari 6,78 1.795.431
Jumlah Rupiah 2.442.431
Mata uang asing (Catatan 38)
Penempatan pada Bank Indonesia
Term deposit 12-18 hari 4,26 2.700.992
Penempatan pada bank lain
Call money 31-32 hari 4,65 364.320
Jumlah mata uang asing 3.065.312
Jumlah 5.507.743
Cadangan kerugian penurunan nilai (123)
Jumlah bersih 5.507.620
31 Desember 2024
Suku Bunga
Jenis Penempatan Jangka Waktu Rata-rata (%) Pihak Ketiga
%
Rupiah
Penempatan pada Bank Indonesia
Deposit facility 2 hari 5,25 2.294.000
Penempatan pada bank lain
Call money 2-28 hari 6,40 2.440.089
Jumlah Rupiah 4.734.089
Mata uang asing (Catatan 38)
Penempatan pada Bank Indonesia
Term deposit 2 hari 4,53 3.702.316
Penempatan pada bank lain
Call money 3-32 hari 4,86 289.710
Jumlah mata uang asing 3.992.026
Jumlah 8.726.115
Cadangan kerugian penurunan nilai (139)
Jumlah bersih 8.725.976
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, penempatan pada Bank Indonesia dalam
bentuk deposit facility dan term deposit, dan penempatan pada bank lain dalam bentuk call money
dikategorikan sebagai aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi.
Penempatan pada bank lain dalam Rupiah merupakan penempatan pada:
Nama Bank 31 Maret 2025 31 Desember 2024
Call money
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 200.000 200.000
PT Bank Mega Tbk 200.000 100.000
PT Bank Raya Indonesia Tbk 200.000 100.000
PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk 200.000 -
PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk 150.000 150.000
PT Bank CTBC Indonesia 150.000 150.000
PT Bank KB Bukopin Tbk 150.000 40.000
PT Bank Syariah Indonesia Tbk 145.145 100.089
- 37 -
Page 41
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Nama Bank 31 Maret 2025 31 Desember 2024
Call money
PT Bank DBS Indonesia 100.000 -
PT Bank Mega Syariah 100.000 -
PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara 100.000 -
PT Bank Shinhan Indonesia 50.000 -
PT Bank Victoria International Tbk 50.000 50.000
PT Bank Nano Syariah 286 -
PT Bank Pembangunan Daerah
Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara - 200.000
PT Bank Permata Tbk - 200.000
PT Bank CIMB Niaga Tbk - 150.000
PT Bank DKI Jakarta - 150.000
PT Bank Pembangunan Daerah
Kalimantan Selatan - 150.000
PT Bank Pembangunan Daerah
Sumatera Selatan dan Bangka Belitung - 150.000
PT Bank Danamon Indonesia Tbk - 100.000
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah - 50.000
PT Bank Pembangunan Daerah
Kalimantan Tengah - 100.000
PT Bank Pembangunan Daerah
Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat - 100.000
PT Bank UOB Indonesia - 100.000
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk - 100.000
Jumlah 1.795.431 2.440.089
Penempatan pada bank lain dalam mata asing merupakan penempatan pada:
Nama Bank 31 Maret 2025 31 Desember 2024
US$ US$
Call money
State Bank of India 12.000.000 3.000.000
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat 10.000.000 -
PT Bank Shinhan Indonesia - 9.000.000
PT Bank KB Bukopin Tbk - 6.000.000
Jumlah 22.000.000 18.000.000
Kolektibilitas penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain sesuai Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan diungkapkan pada Catatan 48c.
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain
adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal periode 139 - - 139
Pemulihan selama periode berjalan (16) - - (16)
Saldo akhir periode 123 - - 123
31 Desember 2024
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal tahun 12 - - 12
Pembentukan tahun berjalan 127 - - 127
Saldo akhir tahun 139 - - 139
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian untuk penurunan nilai yang dibentuk pada
tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah cukup untuk menutup kemungkinan
kerugian yang timbul.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Grup tidak memiliki dana yang tidak dapat
dicairkan pada bank bermasalah, bank beku operasi atau likuidasi.
- 38 -
Page 42
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
7. Efek-Efek
a. Jenis dan tujuan investasi efek-efek adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak berelasi (Catatan 36)
Rupiah
Diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Obligasi korporasi 51.725 41.725
Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Unit reksadana 1.020.943 1.021.720
Jumlah Rupiah - pihak berelasi 1.072.668 1.063.445
Mata uang asing (Catatan 38)
Diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Tagihan atas wesel ekspor 8.814 15.695
Jumlah pihak berelasi 1.081.482 1.079.140
Pihak ketiga
Rupiah
Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Obligasi Pemerintah 1.616.265 1.549.188
Unit reksadana 962.889 955.329
Jumlah diukur pada nilai wajar melalui laba rugi 2.579.154 2.504.517
Diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain
Obligasi Pemerintah 6.936.584 4.467.144
Obligasi korporasi 4.522.365 6.948.093
Jumlah diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain 11.458.949 11.415.237
Diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Obligasi Pemerintah 5.882.828 5.697.011
Obligasi korporasi 43.134 26.150
Tagihan atas wesel ekspor 1.162 -
Sertifikat investasi mudharabah
antarbank syariah - 400.000
Sertifikat pengelolaan dana
berdasarkan prinsip syariah - 250.000
Jumlah diukur pada biaya perolehan diamortisasi 5.927.124 6.373.161
Jumlah Rupiah - pihak ketiga 19.965.227 20.292.915
Mata uang asing (Catatan 38)
Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Obligasi Pemerintah 742.806 -
Diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain
Obligasi Pemerintah 303.023 220.818
Obligasi korporasi 466.296 395.978
Jumlah diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain 769.319 616.796
Diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Obligasi Pemerintah 16.646 16.189
Obligasi korporasi 103.928 101.110
Tagihan atas wesel ekspor 3.777 17.125
Jumlah diukur pada biaya perolehan diamortisasi 124.351 134.424
Jumlah mata uang asing - pihak ketiga 1.636.476 751.220
Jumlah pihak ketiga 21.601.703 21.044.135
Jumlah 22.683.185 22.123.275
Cadangan kerugian penurunan nilai (250) (245)
Jumlah bersih 22.682.935 22.123.030
- 39 -
Page 43
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
b. Efek-efek yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi pada 31 Maret 2025 dan
31 Desember 2024 berdasarkan jangka waktu dan jatuh tempo adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025
Sampai dengan Lebih dari Lebih dari
1 tahun 1-5 tahun 5 tahun Jumlah
Berdasarkan jangka waktu
Rupiah
Obligasi Pemerintah 2.850.000 197.155 2.835.673 5.882.828
Obligasi korporasi - 84.725 10.134 94.859
Tagihan atas wesel ekspor 1.162 - - 1.162
Jumlah Rupiah 2.851.162 281.880 2.845.807 5.978.849
Mata uang asing (Catatan 38)
Obligasi korporasi - 8.280 95.648 103.928
Obligasi Pemerintah - - 16.646 16.646
Tagihan atas wesel ekspor 12.591 - - 12.591
Jumlah mata uang asing 12.591 8.280 112.294 133.165
Jumlah 2.863.753 290.160 2.958.101 6.112.014
Berdasarkan jatuh tempo
Rupiah
Obligasi Pemerintah 3.010.838 214.534 2.657.456 5.882.828
Obligasi korporasi - 94.859 - 94.859
Tagihan atas wesel ekspor 1.162 - - 1.162
Jumlah Rupiah 3.012.000 309.393 2.657.456 5.978.849
Mata uang asing (Catatan 38)
Obligasi korporasi 8.280 - 95.648 103.928
Obligasi Pemerintah - 16.646 - 16.646
Tagihan atas wesel ekspor 12.591 - - 12.591
Jumlah mata uang asing 20.871 16.646 95.648 133.165
Jumlah 3.032.871 326.039 2.753.104 6.112.014
31 Desember 2024
Sampai dengan Lebih dari Lebih dari
1 tahun 1-5 tahun 5 tahun Jumlah
Berdasarkan jangka waktu
Rupiah
Obligasi Pemerintah 2.850.000 1.005 2.846.007 5.697.012
Obligasi korporasi - 57.725 10.149 67.874
Sertifikat investasi mudharabah
antarbank syariah 400.000 - - 400.000
Sertifikat pengelolaan dana
berdasarkan prinsip syariah 250.000 - - 250.000
Jumlah Rupiah 3.500.000 58.730 2.856.156 6.414.886
Mata uang asing (Catatan 38)
Obligasi korporasi - 8.006 93.105 101.111
Obligasi Pemerintah - - 16.189 16.189
Tagihan atas wesel ekspor 32.820 - - 32.820
Jumlah mata uang asing 32.820 8.006 109.294 150.120
Jumlah 3.532.820 66.736 2.965.450 6.565.006
Berdasarkan jatuh tempo
Rupiah
Obligasi Pemerintah 2.851.005 169.752 2.676.255 5.697.012
Obligasi korporasi - 67.874 - 67.874
Sertifikat investasi mudharabah
antarbank syariah 400.000 - - 400.000
Sertifikat pengelolaan dana
berdasarkan prinsip syariah 250.000 - - 250.000
Jumlah Rupiah 3.501.005 237.626 2.676.255 6.414.886
Mata uang asing (Catatan 38)
Obligasi korporasi 8.006 - 93.105 101.111
Obligasi Pemerintah - 16.189 - 16.189
Tagihan atas wesel ekspor 32.820 - - 32.820
Jumlah mata uang asing 40.826 16.189 93.105 150.120
Jumlah 3.541.831 253.815 2.769.360 6.565.006
- 40 -
Page 44
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
c. Suku bunga per tahun efek-efek adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Rupiah
Obligasi Pemerintah 0,00 - 10,25 0,00 - 10,25
Obligasi korporasi 6,25 - 11,25 6,80 - 11,25
Tagihan atas wesel ekspor 7,38 - 7,42 -
Sertifikat investasi mudharabah
antarbank syariah - 6,35 - 6,45
Mata uang asing
Obligasi Pemerintah 0,00 - 7,75 1,75 - 7,75
Obligasi korporasi 2,30 - 8,75 2,30 - 8,75
Tagihan atas wesel ekspor 5,07 - 5,44 0,00 - 6,16
d. Nilai wajar dari obligasi (termasuk obligasi Pemerintah) yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah masing-masing
sebesar Rp6.112.014 dan Rp6.565.005.
e. Berikut ini adalah ikhtisar peringkat dan pemeringkat efek-efek untuk tujuan investasi yang
dimiliki Grup pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Penerbit Peringkat Pemeringkat Peringkat Pemeringkat
PT Adhi Karya (Persero) Tbk idA- Pefindo idA- Pefindo
PT Adira Dinamika Multifinance Tbk idAAA Pefindo idAAA Pefindo
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk idAAA Pefindo - -
PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Barat dan Banten Tbk idAA Pefindo idAA Pefindo
PT Barito Pacific Tbk idA+ Pefindo idA+ Pefindo
PT BFI Finance Indonesia Tbk AA-(idn) Fitch AA-(idn) Fitch
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk idAA- Pefindo idAA- Pefindo
PT Hino Finance Indonesia AA+(idn) Fitch AA+(idn) Fitch
PT Hutama Karya (Persero) idAA- Pefindo idAA- Pefindo
PT Indika Energy Tbk B+(idn) Fitch BB-(idn) Fitch
PT Indomobil Finance Indonesia idAA- Pefindo idAA- Pefindo
PT Indonesia Asahan Aluminium idAA- Pefindo BBB- Fitch
PT Indosat Tbk idAAA Pefindo idAAA Pefindo
PT Japfa Comfeed Tbk B+(idn) Fitch B+(idn) Fitch
PT Medco Energi Internasional Tbk idAA- Pefindo idAA- Pefindo
PT Merdeka Battery Materials Tbk idA Pefindo - -
PT Merdeka Copper Gold Tbk idA+ Pefindo idA+ Pefindo
PT Pembangunan Perumahan (Persero) idA Pefindo idA Pefindo
PT Pertamina (Persero) BBB(idn) Fitch BBB(idn) Fitch
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) idAAA Pefindo idAAA Pefindo
PT Petrosea Tbk idA+ Pefindo - -
PT Surya Artha Nusantara Finance AA+(idn) Fitch AA+(idn) Fitch
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk idAAA Pefindo idAAA Pefindo
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk AA+(idn) Fitch - -
PT Wahana Inti Selaras idA Pefindo idA Pefindo
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk idSD Pefindo idBB- Pefindo
MTN PT Wahana Interfood Nusantara Tbk irBBB+ KRI irBBB+ KRI
Sukuk Ijarah PT Indosat Tbk idAAA(sy) Pefindo idAAA(sy) Pefindo
Sukuk Ijarah PT Petrosea Tbk idA+ Pefindo - -
Sukuk Mudharabah PT Bank Syariah Indonesia Tbk idAAA(sy) Pefindo idAAA(sy) Pefindo
Sukuk Mudharabah PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk idA+(sy) Pefindo idA+(sy) Pefindo
Sukuk Mudharabah PT Lontar Papyrus Pulp &
Paper Industry idA(sy) Pefindo idA(sy) Pefindo
Sukuk Mudharabah PT Wijaya Karya Tbk idCCC Pefindo idBB- Pefindo
Sukuk Mudharabah PT Hutama Karya (Persero) idAA- Pefindo idAA- Pefindo
Sukuk Wakalah Bi Al-Istitsmar CIMB Niaga
Auto Finance AA+(idn) Fitch AA+(idn) Fitch
Sukuk Wakalah PT Medco Power Indonesia idA Pefindo - -
Solar United Network Pte.Ltd IrBBB+ KRI irBBB+ KRI
Goldman Sachs Group Inc A(idn) Fitch A Fitch
Medco Oak Tree Pte Ltd BB-(idn) Fitch BB-(idn) Fitch
PT Samator Indo Gas Tbk - - A(idn) Fitch
PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk - - AA(idn) Fitch
MTN PT Pos Indonesia (Persero) - - A Fitch
Sukuk Ijarah PT Samator Indo Gas Tbk - - A(idn) Fitch
- 41 -
Page 45
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
f. Kolektibilitas efek-efek sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan diungkapkan pada Catatan
48d.
g. Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai efek-efek adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal periode 245 - - 245
Pembentukan periode berjalan 5 - - 5
Saldo akhir periode 250 - - 250
31 Desember 2024
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal tahun 269 - - 269
Pemulihan selama tahun berjalan (24) - - (24)
Saldo akhir tahun 245 - - 245
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian untuk penurunan nilai yang dibentuk
pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah cukup untuk menutup
kemungkinan kerugian yang timbul.
a. Tidak terdapat penghapusan efek-efek selama periode yang berakhir 31 Maret 2025 dan 31
Desember 2024.
8. Efek yang Dibeli dengan Janji Jual Kembali ─ Pihak Ketiga
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, efek-efek yang dibeli dengan janji jual
kembali adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025
Biaya diterima dimuka
Pihak Lawan Jenis Jangka waktu Tanggal jatuh tempo Nilai nominal yang belum direalisasi Nilai bersih
Rupiah
BI VR0058 91 hari 28 Mei 2025 24.895 (244) 24.651
BI VR0058 91 hari 28 Mei 2025 24.898 (246) 24.652
BI VR0042 91 hari 23 April 2025 25.029 (99) 24.930
BI VR0042 91 hari 23 April 2025 50.065 (200) 49.865
BI VR0042 91 hari 23 April 2025 25.036 (101) 24.935
Bank CCIB IDSR141125364S 35 hari 10 April 2025 96.270 (152) 96.118
Jumlah 246.193 (1.042) 245.151
31 Desember 2024
Biaya diterima dimuka
Pihak Lawan Jenis Jangka waktu Tanggal jatuh tempo Nilai nominal yang belum direalisasi Nilai bersih
Rupiah
BI VR0059 90 hari 26 Februari 2025 24.143 (244) 23.899
BI VR0034 91 hari 25 Maret 2025 25.119 (393) 24.726
BI VR0034 91 hari 25 Maret 2025 25.122 (396) 24.726
BI VR0034 91 hari 25 Maret 2025 25.125 (398) 24.727
Bank CCIB IDSR141125364S 14 hari 7 Januari 2025 94.239 (102) 94.137
Jumlah 193.748 (1.533) 192.215
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai atas efek yang dibeli dengan janji
jual kembali pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
- 42 -
Page 46
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
9. Kredit yang Diberikan dan Piutang/Pembiayaan Syariah
a. Jenis Kredit dan Piutang/Pembiayaan Syariah
31 Maret 2025
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Syariah Jumlah
Pihak berelasi (Catatan 36)
Rupiah
Pinjaman tetap 164.479 - - - 164.479
Pinjaman karyawan 68.226 - - - 68.226
Piutang syariah - musyarakah - - - 19.000 19.000
Pinjaman konsumsi 7.108 27 - - 7.135
Piutang syariah - ijarah multijasa - - - 253 253
Piutang syariah - qardh - - - 19 19
Jumlah Rupiah - pihak berelasi 239.813 27 - 19.272 259.112
Mata uang asing (Catatan 38)
Pinjaman tetap 8.280 - - - 8.280
Jumlah pihak berelasi 248.093 27 - 19.272 267.392
Pihak ketiga
Rupiah
Pinjaman tetap 4.710.362 3.374 - - 4.713.736
Pinjaman cicilan 2.577.367 469.716 162.447 - 3.209.530
Pinjaman konsumsi 2.131.547 169.795 59.145 - 2.360.487
Piutang syariah - musyarakah - - - 1.124.884 1.124.884
Piutang syariah - murabahah - - - 423.357 423.357
Piutang syariah - mudharabah - - - 305.924 305.924
Pinjaman rekening koran 299.569 289 - - 299.858
Piutang syariah - ijarah multijasa - - - 128.352 128.352
Pinjaman karyawan 51.310 43 469 - 51.822
Piutang syariah - qardh - - - 11.412 11.412
Piutang syariah - ijarah - - - 339 339
Jumlah Rupiah - pihak ketiga 9.770.155 643.217 222.061 1.994.268 12.629.701
Mata uang asing (Catatan 38)
Pinjaman cicilan 314.069 - - - 314.069
Pinjaman tetap 8.024 - - - 8.024
Jumlah mata uang asing - pihak ketiga 322.093 - - - 322.093
Jumlah pihak ketiga 10.092.248 643.217 222.061 1.994.268 12.951.794
Jumlah 10.340.341 643.244 222.061 2.013.540 13.219.186
Cadangan kerugian penurunan nilai (283.424) (302.730) (169.432) (757.062) (1.512.648)
Jumlah bersih 10.056.917 340.514 52.629 1.256.478 11.706.538
31 Desember 2024
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Syariah Jumlah
Pihak berelasi (Catatan 36)
Rupiah
Pinjaman tetap 212.828 - - - 212.828
Pinjaman karyawan 69.241 - - - 69.241
Pinjaman konsumsi 7.068 - - - 7.068
Piutang syariah - ijarah multijasa - - - 187 187
Piutang syariah - qardh - - - 23 23
Jumlah Rupiah - pihak berelasi 289.137 - - 210 289.347
Mata uang asing (Catatan 38)
Pinjaman tetap 8.048 - - - 8.048
Jumlah pihak berelasi 297.185 - - 210 297.395
- 43 -
Page 47
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2024
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Syariah Jumlah
Pihak ketiga
Rupiah
Pinjaman cicilan 2.523.250 501.592 153.692 - 3.178.534
Piutang syariah - musyarakah - - - 2.375.665 2.375.665
Pinjaman tetap 4.506.988 8.965 - - 4.515.953
Pinjaman konsumsi 2.152.332 179.980 56.360 - 2.388.672
Piutang syariah - murabahah - - - 335.423 335.423
Piutang syariah - mudharabah - - - 312.192 312.192
Pinjaman rekening koran 343.515 283 - - 343.798
Piutang syariah - qardh - - - 13.676 13.676
Pinjaman karyawan 51.115 146 370 - 51.631
Piutang syariah - ijarah multijasa - - - 136.704 136.704
Piutang syariah - ijarah - - - 209 209
Jumlah Rupiah - pihak ketiga 9.577.200 690.966 210.422 3.173.869 13.652.457
Mata uang asing (Catatan 38)
Pinjaman cicilan 378.849 - - - 378.849
Pinjaman tetap 27.102 - - - 27.102
Jumlah mata uang asing - pihak ketiga 405.951 - - - 405.951
Jumlah pihak ketiga 9.983.151 690.966 210.422 3.173.869 14.058.408
Jumlah 10.280.336 690.966 210.422 3.174.079 14.355.803
Cadangan kerugian penurunan nilai (295.945) (310.066) (168.027) (775.478) (1.549.516)
Jumlah bersih 9.984.391 380.900 42.395 2.398.601 12.806.287
b. Sektor Ekonomi dan Kolektibilitas
Kredit dan piutang/pembiayaan syariah berdasarkan sektor ekonomi adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025
Jenis Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Syariah Jumlah
Rupiah
Perdagangan besar dan eceran,
reparasi dan perawatan mobil,
dan sepeda motor 3.933.838 413.890 153.548 1.253.216 5.754.492
Rumah tangga 2.166.319 169.280 54.121 6.173 2.395.893
Aktivitas keuangan dan asuransi 770.010 - 60 2.763 772.833
Pertambangan dan penggalian 659.388 - - - 659.388
Informasi dan komunikasi 502.172 189 - 118 502.479
Konstruksi 271.813 2.029 380 205.426 479.648
Industri pengolahan 287.098 9.643 4.402 167.546 468.689
Pertanian, kehutanan dan perikanan 373.996 18.095 2.697 30.504 425.292
Real estate 267.868 - - 96.799 364.667
Pengangkutan dan pergudangan 302.746 4.417 147 8.088 315.398
Bukan lapangan usaha lainnya 50.360 203 133 138.623 189.319
Aktivitas kesehatan manusia
dan aktivitas sosial 140.458 1.683 6 28.609 170.756
Penyediaan akomodasi dan penyediaan
makan minum 102.584 16.682 721 31.619 151.606
Aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha
tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
perjalanan dan penunjang usaha lainnya 52.173 741 1.619 21.336 75.869
Aktivitas profesional, ilmiah, dan teknis 65.760 - 28 501 66.289
Jasa pendidikan 13.230 166 - 16.168 29.564
Kesenian, hiburan dan rekreasi 7.761 572 - 3.193 11.526
Pengelolaan air, pengelolaan air limbah,
pengelolaan dan daur ulang sampah,
dan aktivitas remediasi 2.692 3.017 - - 5.709
Pengadaan listrik, gas, uap/air
panas dan udara dingin 4.352 - - - 4.352
Aktivitas jasa lainnya 35.350 2.637 4.199 2.858 45.044
Jumlah Rupiah 10.009.968 643.244 222.061 2.013.540 12.888.813
- 44 -
Page 48
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2025
Jenis Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Syariah Jumlah
Mata uang asing (Catatan 38)
Industri pengolahan 232.071 - - - 232.071
Pertambangan dan penggalian 90.022 - - - 90.022
Rumah tangga 8.280 - - - 8.280
Jumlah mata uang asing 330.373 - - - 330.373
Jumlah 10.340.341 643.244 222.061 2.013.540 13.219.186
Cadangan kerugian penurunan nilai (283.424) (302.730) (169.432) (757.062) (1.512.648)
Jumlah bersih 10.056.917 340.514 52.629 1.256.478 11.706.538
31 Desember 2024
Jenis Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Syariah Jumlah
Rupiah
Perdagangan besar dan eceran,
reparasi dan perawatan mobil,
dan sepeda motor 4.295.201 442.011 146.887 2.548.125 7.432.224
Rumah tangga 2.198.778 176.515 53.871 4.695 2.433.859
Aktivitas keuangan dan asuransi 980.310 - 60 - 980.370
Pertambangan dan penggalian 678.002 - - - 678.002
Konstruksi 283.269 2.530 - 205.241 491.040
Informasi dan komunikasi 2.458 - 110 130 2.698
Pertanian, kehutanan dan perikanan 359.743 18.255 3.200 30.337 411.535
Real estate 284.970 258 - 99.933 385.161
Industri pengolahan 259.144 10.705 3.786 55.997 329.632
Bukan lapangan usaha lainnya 44.460 18 89 148.938 193.505
Pengangkutan dan pergudangan 139.305 9.845 556 5.959 155.665
Penyediaan akomodasi dan penyediaan
makan minum 88.989 17.831 520 29.744 137.084
Aktivitas kesehatan manusia
dan aktivitas sosial 75.488 1.764 - 15.365 92.617
Aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha
tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
perjalanan dan penunjang usaha lainnya 57.822 1.571 1.066 16.895 77.354
Aktivitas profesional, ilmiah, dan teknis 57.504 - 32 556 58.092
Jasa pendidikan 12.693 - - 6.516 19.209
Kesenian, hiburan dan rekreasi 5.884 304 - 2.572 8.760
Pengadaan listrik, gas, uap/air
panas dan udara dingin 4.434 - - - 4.434
Pengelolaan air, pengelolaan air limbah,
pengelolaan dan daur ulang sampah,
dan aktivitas remediasi 4.452 3.032 - - 7.484
Aktivitas jasa lainnya 33.431 6.327 245 3.076 43.079
Jumlah Rupiah 9.866.337 690.966 210.422 3.174.079 13.941.804
Mata uang asing (Catatan 38)
Industri pengolahan 247.260 - - - 247.260
Pertambangan dan penggalian 158.691 - - - 158.691
Rumah tangga 8.048 - - - 8.048
Jumlah mata uang asing 413.999 - - - 413.999
Jumlah 10.280.336 690.966 210.422 3.174.079 14.355.803
Cadangan kerugian penurunan nilai (295.945) (310.066) (168.027) (775.478) (1.549.516)
Jumlah - bersih 9.984.391 380.900 42.395 2.398.601 12.806.287
- 45 -
Page 49
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Kredit dan piutang/pembiayaan syariah berdasarkan sektor ekonomi dan kolektibilitas adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2025
Dalam
Jenis Perhatian
Lancar Khusus Kurang Lancar Diragukan Macet Jumlah
Pihak berelasi (Catatan 36)
Rupiah
Aktivitas keuangan dan asuransi 139.977 - - - - 139.977
Rumah tangga 68.819 - - - - 68.819
Perdagangan besar dan eceran,
reparasi dan perawatan mobil,
dan sepeda motor 24.501 - - - - 24.501
Industri pengolahan 19.000 - - - - 19.000
Bukan lapangan usaha lainnya 6.717 27 - - - 6.744
Aktivitas jasa lainnya 71 - - - - 71
Jumlah Rupiah - pihak berelasi 259.085 27 - - - 259.112
Mata uang asing (Catatan 38)
Rumah tangga 8.280 - - - - 8.280
Jumlah pihak berelasi 267.365 27 - - - 267.392
Pihak ketiga
Rupiah
Perdagangan besar dan eceran,
reparasi dan perawatan mobil,
dan sepeda motor 4.873.022 699.664 14.143 7.582 135.580 5.729.991
Rumah tangga 1.843.622 429.332 15.715 17.709 20.696 2.327.074
Pertambangan dan penggalian 659.388 - - - - 659.388
Aktivitas keuangan dan asuransi 632.796 - - - 60 632.856
Informasi dan komunikasi 502.261 218 - - - 502.479
Konstruksi 478.023 1.245 - 380 - 479.648
Industri pengolahan 437.098 8.189 245 1.057 3.100 449.689
Pertanian, kehutanan dan perikanan 420.251 2.221 222 266 2.332 425.292
Real estate 364.667 - - - - 364.667
Pengangkutan dan pergudangan 314.612 635 147 - 4 315.398
Bukan lapangan usaha lainnya 140.500 37.625 1.961 452 2.037 182.575
Aktivitas kesehatan manusia
dan aktivitas sosial 169.798 944 5 2 7 170.756
Penyediaan akomodasi dan penyediaan
makan minum 139.189 11.409 584 75 349 151.606
Aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha
tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
perjalanan dan penunjang usaha lainnya 73.204 1.046 1.069 - 550 75.869
Aktivitas profesional, ilmiah, dan teknis 66.105 156 - - 28 66.289
Jasa pendidikan 29.564 - - - - 29.564
Kesenian, hiburan dan rekreasi 11.014 512 - - - 11.526
Pengadaan listrik, gas, uap/air
panas dan udara dingin 4.352 - - - - 4.352
Pengelolaan air, pengelolaan air limbah,
pengelolaan dan daur ulang sampah,
dan aktivitas remediasi 5.709 - - - - 5.709
Aktivitas jasa lainnya 40.394 3.976 139 219 245 44.973
Jumlah Rupiah - pihak ketiga 11.205.569 1.197.172 34.230 27.742 164.988 12.629.701
Mata uang asing (Catatan 38)
Industri pengolahan 173.283 58.788 - - - 232.071
Pertambangan dan penggalian 90.022 - - - - 90.022
Jumlah mata uang asing - pihak ketiga 263.305 58.788 - - - 322.093
Jumlah pihak ketiga 11.468.874 1.255.960 34.230 27.742 164.988 12.951.794
Jumlah 11.736.239 1.255.987 34.230 27.742 164.988 13.219.186
Cadangan kerugian penurunan nilai (663.682) (673.679) (17.525) (13.499) (144.263) (1.512.648)
Jumlah - bersih 11.072.557 582.308 16.705 14.243 20.725 11.706.538
- 46 -
Page 50
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2024
Dalam
Jenis Perhatian
Lancar Khusus Kurang Lancar Diragukan Macet Jumlah
Pihak berelasi (Catatan 36)
Rupiah
Aktivitas keuangan dan asuransi 199.924 - - - - 199.924
Rumah tangga 69.777 - - - - 69.777
Perdagangan besar dan eceran,
reparasi dan perawatan mobil,
dan sepeda motor 12.904 - - - - 12.904
Bukan lapangan usaha lainnya 6.669 - - - - 6.669
Aktivitas jasa lainnya 73 - - - - 73
Jumlah Rupiah - pihak berelasi 289.347 - - - - 289.347
Mata uang asing (Catatan 38)
Rumah tangga 8.048 - - - - 8.048
Jumlah pihak berelasi 297.395 - - - - 297.395
Pihak ketiga
Rupiah
Perdagangan besar dan eceran,
reparasi dan perawatan mobil,
dan sepeda motor 6.544.099 726.408 4.115 3.568 141.130 7.419.320
Rumah tangga 1.865.236 444.975 20.156 16.357 17.358 2.364.082
Aktivitas keuangan dan asuransi 780.038 348 - - 60 780.446
Pertambangan dan penggalian 678.002 - - - - 678.002
Konstruksi 489.333 1.707 - - - 491.040
Pertanian, kehutanan dan perikanan 405.011 3.199 166 1.143 2.016 411.535
Real estate 384.903 258 - - - 385.161
Industri pengolahan 317.659 8.187 334 293 3.159 329.632
Bukan lapangan usaha lainnya 152.880 28.950 2.153 816 2.037 186.836
Pengangkutan dan pergudangan 154.763 342 - 179 381 155.665
Penyediaan akomodasi dan penyediaan
makan minum 134.214 2.072 250 3 545 137.084
Aktivitas kesehatan manusia
dan aktivitas sosial 91.596 1.012 - 6 3 92.617
Aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha
tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
perjalanan dan penunjang usaha lainnya 74.625 1.663 334 216 516 77.354
Aktivitas profesional, ilmiah, dan teknis 58.060 - - - 32 58.092
Jasa pendidikan 16.203 3.006 - - - 19.209
Kesenian, hiburan dan rekreasi 8.760 - - - - 8.760
Pengelolaan air, pengelolaan air limbah,
pengelolaan dan daur ulang sampah,
dan aktivitas remediasi 7.484 - - - - 7.484
Pengadaan listrik, gas, uap/air
panas dan udara dingin 4.434 - - - - 4.434
Informasi dan komunikasi 2.588 - - - 110 2.698
Aktivitas jasa lainnya 38.522 4.240 - - 244 43.006
Jumlah Rupiah - pihak ketiga 12.208.410 1.226.367 27.508 22.581 167.591 13.652.457
Mata uang asing (Catatan 38)
Industri pengolahan 187.709 59.551 - - - 247.260
Pertambangan dan penggalian 158.691 - - - - 158.691
Jumlah mata uang asing - pihak ketiga 346.400 59.551 - - - 405.951
Jumlah pihak ketiga 12.554.810 1.285.918 27.508 22.581 167.591 14.058.408
Jumlah 12.852.205 1.285.918 27.508 22.581 167.591 14.355.803
Cadangan kerugian penurunan nilai (689.307) (685.786) (13.857) (11.141) (149.425) (1.549.516)
Jumlah bersih 12.162.898 600.132 13.651 11.440 18.166 12.806.287
c. Jangka Waktu
Jangka waktu kredit dan piutang/ pembiayaan syariah diklasifikasikan berdasarkan periode
kredit sebagaimana yang tercantum dalam perjanjian kredit dan waktu yang tersisa sampai
dengan saat jatuh temponya:
- 47 -
Page 51
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Berdasarkan Periode Perjanjian Kredit:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Rupiah
Kurang dari atau sama dengan 1 tahun 3.693.063 3.512.929
Lebih dari 1 - 2 tahun 2.623.306 3.377.030
Lebih dari 2 - 5 tahun 3.317.211 3.968.235
Lebih dari 5 tahun 3.255.233 3.083.610
Jumlah Rupiah 12.888.813 13.941.804
Mata uang asing (Catatan 38)
Kurang dari atau sama dengan 1 tahun 8.024 4.569
Lebih dari 1 - 2 tahun 8.280 30.581
Lebih dari 2 - 5 tahun 90.022 218.242
Lebih dari 5 tahun 224.047 160.607
Jumlah mata uang asing 330.373 413.999
Jumlah 13.219.186 14.355.803
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.512.648) (1.549.516)
Jumlah bersih 11.706.538 12.806.287
Berdasarkan Sisa Umur Jatuh Tempo:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Rupiah
Kurang dari atau sama dengan 1 tahun 6.086.555 7.578.049
Lebih dari 1 - 2 tahun 1.839.115 1.516.774
Lebih dari 2 - 5 tahun 4.068.030 3.882.157
Lebih dari 5 tahun 895.113 964.824
Jumlah Rupiah 12.888.813 13.941.804
Mata uang asing (Catatan 38)
Kurang dari atau sama dengan 1 tahun 106.326 12.616
Lebih dari 1 - 2 tahun - 181.224
Lebih dari 2 - 5 tahun 58.788 59.552
Lebih dari 5 tahun 165.259 160.607
Jumlah mata uang asing 330.373 413.999
Jumlah 13.219.186 14.355.803
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.512.648) (1.549.516)
Jumlah bersih 11.706.538 12.806.287
d. Suku bunga/bagi hasil per tahun atas kredit diberikan dan piutang/pembiayaan syariah adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Rupiah 0,00 - 37,42 0,00 - 37,42
Dolar Amerika Serikat 0,95 - 10,00 0,95 - 10,00
e. Jumlah kredit yang dijamin dengan jaminan tunai pada tanggal 31 Maret 2025 dan
31 Desember 2024 masing-masing sebesar Rp397.667 dan Rp470.681.
f. Saldo kredit channeling pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing
adalah sebesar Rp164.087 dan Rp166.800, dimana sebesar Rp164.087 dan Rp156.719
saldo kredit channelling disalurkan melalui pihak berelasi (Catatan 36).
g. Saldo kredit joint financing pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 masing-
masing adalah sebesar Rp2.009.812 dan Rp2.043.036, dimana sebesar Rp1.756.584 dan
Rp1.796.958 dari saldo kredit joint financing disalurkan melalui pihak berelasi (Catatan 36).
- 48 -
Page 52
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
h. Kredit yang diberikan kepada karyawan merupakan kredit untuk membeli kendaraan, rumah
dan keperluan lainnya yang dibebani bunga 0%-12% untuk kredit dibawah 1 tahun dan
0%-24,43% untuk kredit antara 1 sampai dengan 10 tahun.
i. Kredit yang direstrukturisasi sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan diungkapkan
pada Catatan 48e.
j. Saldo kredit dan piutang/pembiayaan syariah pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember
2024 berdasarkan klasifikasi kolektibilitas adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025
Dalam
Perhatian Kurang
Jenis Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet Jumlah
Rupiah
Pihak berelasi (Catatan 36) 259.085 27 - - - 259.112
Pihak ketiga 11.205.569 1.197.172 34.230 27.742 164.988 12.629.701
Jumlah 11.464.654 1.197.199 34.230 27.742 164.988 12.888.813
Mata uang asing (Catatan 38)
Pihak berelasi (Catatan 36) 8.280 - - - - 8.280
Pihak ketiga 263.305 58.788 - - - 322.093
Jumlah 271.585 58.788 - - - 330.373
Jumlah 11.736.239 1.255.987 34.230 27.742 164.988 13.219.186
31 Desember 2024
Dalam
Perhatian Kurang
Jenis Lancar Khusus Lancar Diragukan Macet Jumlah
Rupiah
Pihak berelasi (Catatan 36) 289.347 - - - - 289.347
Pihak ketiga 12.208.410 1.226.367 27.508 22.581 167.591 13.652.457
Jumlah 12.497.757 1.226.367 27.508 22.581 167.591 13.941.804
Mata uang asing (Catatan 38)
Pihak berelasi (Catatan 36) 8.048 - - - - 8.048
Pihak ketiga 346.400 59.551 - - - 405.951
Jumlah 354.448 59.551 - - - 413.999
Jumlah 12.852.205 1.285.918 27.508 22.581 167.591 14.355.803
k. Rasio kredit bermasalah Bank sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan diungkapkan
pada Catatan 48e.
l. Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai kredit adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Syariah Jumlah
Saldo awal 295.945 310.066 168.027 775.478 1.549.516
Saldo awal kerugian kredit ekspektasian
pada fasilitas kredit yang belum ditarik 8.471 6 7 - 8.484
Aset keuangan yang baru diperoleh 17.524 - - - 17.524
Perubahan bersih pada eksposur
dan pengukuran kembali (19.237) (117) (23.510) (18.416) (61.280)
Transfer ke kerugian kredit
ekspektasian 12 bulan
(Tahap 1) 1.064 (4.846) (408) - (4.190)
Transfer ke kerugian kredit
ekspektasian sepanjang umumnya
(Tahap 2) (5.496) 15.110 (2.686) - 6.928
Transfer ke penurunan kredit
(Tahap 3) - (17.476) 31.844 - 14.368
Penghapusbukuan selama
tahun berjalan - - (3.833) - (3.833)
Selisih kurs (1) - - - (1)
Saldo akhir kerugian kredit ekspektasian
pada fasilitas kredit yang belum ditarik (14.846) (13) (9) - (14.868)
Saldo akhir 283.424 302.730 169.432 757.062 1.512.648
- 49 -
Page 53
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2024
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Syariah Jumlah
Saldo awal 347.689 347.364 53.952 937.241 1.686.246
Saldo awal kerugian kredit ekspektasian
pada fasilitas kredit yang belum ditarik 6.479 33 54 - 6.566
Aset keuangan yang baru diperoleh 108.194 - - - 108.194
Perubahan bersih pada eksposur
dan pengukuran kembali 7.897 (21.706) (110.842) (13.205) (137.856)
Transfer ke kerugian kredit
ekspektasian 12 bulan
(Tahap 1) 11.506 (48.998) (3.535) - (41.027)
Transfer ke kerugian kredit
ekspektasian sepanjang umumnya
(Tahap 2) (39.880) 124.146 (32.450) - 51.816
Transfer ke penurunan kredit
(Tahap 3) (137.446) (90.768) 301.274 - 73.060
Penghapusbukuan selama
tahun berjalan - - (40.419) (148.558) (188.977)
Selisih kurs (23) - - - (23)
Saldo akhir kerugian kredit ekspektasian
pada fasilitas kredit yang belum ditarik (8.471) (5) (7) - (8.483)
Saldo akhir 295.945 310.066 168.027 775.478 1.549.516
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai untuk kredit yang
diberikan adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang akan timbul akibat tidak
tertagihnya kredit yang diberikan tersebut.
m. Mutasi kredit yang dihapus buku selama periode 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Mata Uang Mata Uang
Rupiah Asing Jumlah Rupiah Asing Jumlah
Saldo awal tahun 5.108.859 755.098 5.863.957 4.955.184 779.135 5.734.319
Mutasi selama tahun berjalan
Penghapusan 3.833 - 3.833 188.977 - 188.977
Penerimaan kembali (60.331) - (60.331) (58.599) - (58.599)
Hapus tagih (3.053) - (3.053) 23.297 - 23.297
Selisih kurs penjabaran - 11.295 11.295 - (24.037) (24.037)
Saldo akhir 5.049.308 766.393 5.815.701 5.108.859 755.098 5.863.957
n. Jaminan pemberian kredit umumnya berupa tanah, bangunan, mesin, persediaan dan
deposito berjangka.
o. Rasio kredit usaha kecil terhadap jumlah kredit yang diberikan pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah masing-masing sebesar 9,25% dan 8,16%.
- 50 -
Page 54
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
10. Tagihan dan Liabilitas Akseptasi
Tagihan Akseptasi
a. Berdasarkan jangka waktu perjanjian:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Rupiah
1 bulan atau kurang 6.052 6.911
1-3 bulan 29.517 471
3-6 bulan 1.522 -
Jumlah Rupiah 37.091 7.382
Mata uang asing (Catatan 38)
1-3 bulan 23.893 30.762
Jumlah 60.984 38.144
Cadangan kerugian penurunan nilai (28) (15)
Jumlah bersih 60.956 38.129
b. Berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Rupiah
1 bulan atau kurang 7.931 6.911
1-3 bulan 27.638 471
3-6 bulan 1.522 -
Jumlah Rupiah 37.091 7.382
Mata uang asing (Catatan 38)
1 bulan atau kurang 20.927 22.227
1-3 bulan 2.966 8.535
Jumlah mata uang asing 23.893 30.762
Jumlah 60.984 38.144
Cadangan kerugian penurunan nilai (28) (15)
Jumlah bersih 60.956 38.129
c. Kolektibilitas tagihan dan liabilitas akseptasi sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
diungkapkan pada Catatan 48f.
d. Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai tagihan akseptasi sebagai berikut:
31 Maret 2025
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal periode 15 - - 15
Pembentukan (pemulihan) periode berjalan 13 - - 13
Saldo akhir periode 28 - - 28
31 Desember 2024
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal tahun 1.560 - - 1.560
Pembentukan (pemulihan) tahun berjalan (1.545) - - (1.545)
Saldo akhir tahun 15 - - 15
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai untuk tagihan
akseptasi pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah cukup untuk menutup
kemungkinan kerugian yang akan timbul akibat tidak tertagihnya tagihan akseptasi tersebut.
- 51 -
Page 55
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Liabilitas Akseptasi
a. Berdasarkan jangka waktu perjanjian:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Rupiah
1 bulan atau kurang 6.052 6.911
1-3 bulan 29.552 471
3-6 bulan 1.522 -
Jumlah Rupiah 37.126 7.382
Mata uang asing (Catatan 38)
1-3 bulan 23.901 30.778
Jumlah 61.027 38.160
b. Berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Rupiah
1 bulan atau kurang 7.931 6.911
1-3 bulan 27.673 471
3-6 bulan 1.522 -
Jumlah Rupiah 37.126 7.382
Mata uang asing (Catatan 38)
1 bulan atau kurang 20.935 22.237
1-3 bulan 2.966 8.541
Jumlah mata uang asing 23.901 30.778
Jumlah 61.027 38.160
11. Pendapatan yang Masih Akan Diterima
Pendapatan yang masih akan diterima merupakan piutang bunga dan piutang bagi hasil
pembiayaan syariah.
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Piutang Bunga
Efek-efek 173.206 235.291
Kredit 36.478 35.060
Penempatan pada bank lain 2.764 2.623
Jumlah 212.448 272.974
Piutang Syariah
Efek-efek 163.211 116.733
Piutang dan pembiayaan syariah 10.748 15.384
Penempatan pada bank lain 273 -
Jumlah 174.232 132.117
Jumlah 386.680 405.091
- 52 -
Page 56
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
12. Biaya Dibayar Dimuka
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Asuransi 288.954 331.165
Pemeliharaan perangkat lunak dan keras 104.051 116.482
Promosi dan pengembangan usaha 77.337 67.490
Tunjangan hari raya 64.377 -
Jasa produksi 30.404 17.034
Premi penjaminan LPS 22.177 -
Sewa 20.315 22.820
Program kepemilikan kendaraan karyawan 20.204 20.993
Renovasi cabang baru 18.140 14.859
Lain-lain 23.784 21.134
Jumlah 669.743 611.977
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, asuransi dibayar dimuka termasuk asuransi
kredit kepada PT Asuransi Simas Insurtech, pihak berelasi (Catatan 36) masing-masing sebesar
Rp203.210 dan Rp290.301, dengan masa manfaat sampai dengan 15 November 2025.
Asuransi dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat dengan menggunakan metode garis
lurus.
13. Aset Tetap dan Aset Hak Guna
Aset tetap dan aset hak guna terdiri dari:
Perubahan selama tahun berjalan
1 Januari 2025 Penambahan Pengurangan 31 Maret 2025
Kepemilikan langsung
Nilai revaluasian:
Tanah 387.034 - - 387.034
Bangunan 267.197 21 - 267.218
Biaya perolehan:
Inventaris kantor 2.185.714 24.584 (3.571) 2.206.727
Kendaraan bermotor 17.281 - - 17.281
Subtotal 2.857.226 24.605 (3.571) 2.878.260
Aset hak-guna
Bangunan 420.752 13.864 - 434.616
Kendaraan 170.158 5.132 - 175.290
Subtotal 590.910 18.996 - 609.906
Jumlah 3.448.136 43.601 (3.571) 3.488.166
Akumulasi penyusutan
Nilai revaluasian:
Bangunan 45.790 6.102 - 51.892
Biaya perolehan:
Inventaris kantor 1.380.096 40.376 (3.339) 1.417.133
Kendaraan bermotor 19.537 49 - 19.586
Subtotal 1.445.423 46.527 (3.339) 1.488.611
- 53 -
Page 57
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Perubahan selama tahun berjalan
1 Januari 2025 Penambahan Pengurangan 31 Maret 2025
Aset hak-guna
Bangunan 343.106 18.886 - 361.992
Kendaraan 103.844 7.023 - 110.867
Subtotal 446.950 25.909 - 472.859
Jumlah 1.892.373 72.436 (3.339) 1.961.470
Nilai tercatat 1.555.763 1.526.696
Perubahan selama tahun berjalan
1 Januari 2024 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2024
Kepemilikan langsung
Nilai revaluasian:
Tanah 387.034 - - 387.034
Bangunan 265.685 1.512 - 267.197
Biaya perolehan:
Inventaris kantor 2.071.605 151.352 (37.243) 2.185.714
Kendaraan bermotor 18.628 224 (1.571) 17.281
Subtotal 2.742.952 153.088 (38.814) 2.857.226
Aset hak-guna
Bangunan 342.832 77.920 - 420.752
Kendaraan 151.801 24.426 (6.069) 170.158
Subtotal 494.633 102.346 (6.069) 590.910
Jumlah 3.237.585 255.434 (44.883) 3.448.136
Akumulasi penyusutan
Nilai revaluasian:
Bangunan 15.485 30.305 - 45.790
Biaya perolehan:
Inventaris kantor 1.251.231 159.849 (30.984) 1.380.096
Kendaraan bermotor 20.680 285 (1.428) 19.537
Subtotal 1.287.396 190.439 (32.412) 1.445.423
Aset hak-guna
Bangunan 264.737 78.369 - 343.106
Kendaraan 79.377 26.356 (1.889) 103.844
Subtotal 344.114 104.725 (1.889) 446.950
Jumlah 1.631.510 295.164 (34.301) 1.892.373
Nilai tercatat 1.606.075 1.555.763
Jumlah beban penyusutan aset tetap dan aset hak guna yang dibebankan pada laba rugi pada
periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024 masing-masing sebesar
Rp72.319 dan Rp63.572.
Jumlah pengeluaran kas untuk sewa selama periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025
dan 31 Desember 2024 adalah Rp47.811 dan Rp117.903.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Grup menjual aset tetapnya dengan nilai
tercatat masing-masing sebesar Rp233 dan Rp77 pada harga jual masing-masing sebesar Rp28
dan Rp767. Keuntungan bersih penjualan aset tetap tersebut dibukukan pada akun Pendapatan
Operasional Lainnya (Catatan 33).
- 54 -
Page 58
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Grup menghapus aset tetap dengan nilai
tercatat Rpnihil dan Rp66. Kerugian atas penghapusan aset tetap tersebut dibukukan pada akun
Beban Operasional Lainnya (Catatan 34).
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, aset tetap Grup, kecuali tanah,
diasuransikan terhadap risiko kebakaran, gempa bumi, huru-hara, pencurian dan risiko lainnya
pada PT Asuransi Sinar Mas, pihak berelasi, dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar
Rp918.801 dan Rp917.905 (Catatan 36). Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan
tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, tidak terdapat komitmen kontraktual dalam
perolehan aset tetap.
Manajemen telah mengkaji ulang atas estimasi umur ekonomis, metode penyusutan, dan nilai
residu pada setiap akhir periode pelaporan.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, tidak terdapat perubahan estimasi masa
manfaat dan/atau metode penyusutan aset tetap.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, tidak ada aset tetap Grup yang ditempatkan
sebagai jaminan.
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai atas aset tetap tersebut pada
tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, tidak terdapat aset tetap yang tidak dipakai
sementara.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, tidak terdapat aset tetap yang berasal dari
hibah.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, tidak terdapat aset tetap yang dihentikan
dari penggunaan aktif dan tidak diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, aset tetap Grup dengan nilai perolehan Rp631.603
dan Rp591.509 telah disusutkan penuh, namun masih digunakan untuk menunjang operasional
Grup.
Tanah dan bangunan Grup direvaluasi dengan menggunakan saldo tanggal 11 Juli 2023, dengan
laporan penilai dari KJPP Firmansyah & Rekan, penilai independen, dengan laporan
No. 00787/2.0115-00/PI/07/0249/1/VII/2023 tanggal 18 Agustus 2023 yang telah ditandatangani
oleh Firmansyah, S.T.MAPPI (Cert). Penilaian ditentukan menggunakan metode sebagaimana
dijelaskan pada Catatan 14. Surplus revaluasi dikreditkan pada akun “Komponen ekuitas lainnya”
dalam laporan perubahan ekuitas.
Jika tanah dan bangunan dinyatakan pada metode biaya, nilai tercatat akan menjadi:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Biaya perolehan 602.581 602.560
Akumulasi penyusutan (172.517) (169.942)
Nilai tercatat 430.064 432.618
- 55 -
Page 59
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
14. Nilai Wajar Aset Non Keuangan
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pengukuran nilai wajar berulang
Tanah dan bangunan (aset tetap) 652.720 652.720
Pengukuran nilai wajar berulang aset non keuangan termasuk dalam Level 2 hierarki nilai wajar
sebagaimana dijelaskan pada Catatan 2.
Informasi tentang pengukuran nilai wajar yang menggunakan input signifikan yang tidak dapat
diobservasi (Level 2) adalah sebagai berikut:
Keterangan Teknik penilaian
Metode perbandingan data pasar dengan
Aset tetap (tanah dan bangunan)
penyesuaian faktor yang dianggap relevan
Tanah dan bangunan telah dinilai oleh penilai independen.
Seluruh aset dimanfaatkan pada penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Surplus revaluasi tanah dan bangunan dalam Catatan 13 mencerminkan keuntungan belum
direalisasi yang diakui pada penghasilan komprehensif lain.
15. Aset Ijarah
Akun ini merupakan obyek sewa dari transaksi Ijarah Muntahiyah Bittamlik dengan opsi
perpindahan hak milik obyek sewa dengan hibah.
Perubahan selama periode berjalan
Pengalihan pada
1 Januari 2025 Penambahan akhir masa akad 31 Maret 2025
Biaya perolehan 360.746 47.497 (2.638) 405.605
Akumulasi penyusutan 68.202 16.887 (2.638) 82.451
Nilai tercatat 292.544 30.610 - 323.154
Perubahan selama tahun berjalan
Pengalihan pada
1 Januari 2024 Penambahan akhir masa akad 31 Desember 2024
Biaya perolehan 503.469 201.750 (344.473) 360.746
Akumulasi penyusutan 119.251 293.423 (344.473) 68.202
Nilai tercatat 384.218 (91.673) - 292.544
- 56 -
Page 60
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
16. Aset Lain-lain – Bersih
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Uang muka pembelian aset 130.053 137.321
Agunan yang diambil alih 103.862 116.413
Tagihan sehubungan dengan ATM bersama 287.922 48.792
Setoran jaminan 35.757 35.670
Tagihan komisi asuransi 22.406 23.260
Tagihan subsidi Pemerintah 25.359 12.099
Barang cetakan dan materai 20.334 30.572
Uang muka renovasi gedung kantor 19.444 22.743
Tagihan sehubungan dengan transaksi QR 14.609 3.331
Pajak dibayar dimuka 189 184
Tagihan derivatif 4.682 1.855
Tagihan sehubungan dengan jaringan
Principal kartu kredit 702 474
Lain-lain 64.511 23.097
Jumlah 729.830 455.811
Cadangan kerugian penurunan nilai
aset lain-lain (69.412) (80.384)
Jumlah bersih 660.418 375.427
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, nilai tercatat agunan yang diambil-alih
adalah sebesar Rp34.450 dan Rp36.029, setelah dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan
nilai masing-masing sebesar Rp69.412 dan Rp80.384.
Kolektibilitas agunan yang diambil alih sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
diungkapkan pada Catatan 48g.
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai aset lain-lain adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Saldo awal 80.384 88.120
Pembentukan (pemulihan) periode berjalan (10.972) (7.736)
Jumlah 69.412 80.384
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai untuk aset lain-lain
adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang akan timbul akibat tidak tertagihnya
aset tersebut.
Rincian transaksi derivatif atas swap mata uang asing pada tanggal 31 Maret 2025 dan
31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025
Tagihan Liabilitas
Nilai kontrak Nilai wajar derivatif derivatif
Pihak berelasi
Mata uang asing
Transaksi swap :
PT Smart Tbk 40.707 712 - 712
- 57 -
Page 61
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2025
Tagihan Liabilitas
Nilai kontrak Nilai wajar derivatif derivatif
Pihak ketiga
Mata uang asing
Transaksi swap :
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 405.815 1.498 929 569
PT Bank Nationalnobu Tbk 331.588 796 227 569
PT Bank CIMB Niaga Tbk 112.215 1.145 1.145 -
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 222.573 1.103 1.103 -
PT Bank Permata Tbk 55.023 2 - 2
PT Bank Victoria International Tbk 66.356 48 48 -
Transaksi spot :
PT Bank Artha Graha Internasional 49.668 107 25 82
PT Bank CIMB Niaga Tbk 16.533 67 - 67
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 3.701 9 - 9
PT Bank JTrust Indonesia Tbk 49.763 152 75 77
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 82.731 133 - 133
Bank of China 49.599 155 - 155
Bank Shinhan Indonesia 33.066 156 - 156
PT Bank Syariah Indonesia Tbk 16.555 10 - 10
PT Bank Woori Indonesia 16.610 35 35 -
Citibank N.A. 16.533 32 - 32
Deutsche Bank 183.119 589 589 -
MUFG Bank Ltd 16.690 75 75 -
PT Bank BTPN Tbk 149.589 278 268 10
PT Bank KB Bukopin Tbk 496.731 1.133 163 970
PT Bank KEB Hana Indonesia 33.066 134 - 134
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 33.110 10 - 10
PT Bank Permata Tbk 99.330 30 - 30
PT Bank Victoria International Tbk 16.533 57 - 57
Total 8.466 4.682 3.784
31 Desember 2024
Tagihan Liabilitas
Nilai kontrak Nilai wajar derivatif derivatif
Pihak berelasi
Mata uang asing
Transaksi swap :
PT Smart Tbk 38.989 (902) 10 (912)
Transaksi domestic non deliverable forward:
PT Smart Tbk 283 (20) - (20)
Pihak ketiga
Mata uang asing
Transaksi spot :
Bank of China 225.757 (497) 239 (736)
PT Bank KB Bukopin Tbk 97.402 408 408 -
PT Bank KEB Hana Indonesia 64.816 211 211 -
PT Bank BTPN Tbk 48.756 231 231 -
PT Bank JTrust Indonesia Tbk 48.632 167 167 -
PT Bank Permata Tbk 48.626 166 166 -
Bank Shinhan Indonesia 32.454 129 129 -
PT Bank Central Asia Tbk 32.404 104 104 -
PT Bank Victoria International Tbk 16.262 82 82 -
PT Bank Ganesha Tbk 16.236 68 68 -
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 16.180 40 40 -
Deutsche Bank 16.090 (78) - (78)
Total 109 1.855 (1.746)
Kontrak-kontrak untuk posisi 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing jatuh tempo di
antara tanggal 8 April 2025 - 3 Juni 2025 dan 2 Januari 2025 - 25 Maret 2025.
- 58 -
Page 62
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
17. Liabilitas Segera
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Liabilitas sehubungan dengan jaringan ATM 131.185 27.083
Beban akrual 72.237 79.548
Liabilitas jasa produksi 61.247 23.770
Liabilitas pembayaran online 24.857 4.546
Kiriman uang 23.266 24.540
Liabilitas pihak ketiga 5.483 5.842
Titipan uang elektronik 4.354 3.708
Program loyalitas pelanggan 2.981 2.981
Liabilitas administrasi kredit 2.521 2.587
Lain-lain 12.702 4.173
Jumlah 340.833 178.778
18. Simpanan
Simpanan terdiri dari:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Giro 13.480.759 17.314.175
Tabungan 12.220.043 11.440.897
Deposito berjangka 8.636.506 9.142.343
Jumlah 34.337.308 37.897.415
a. Giro terdiri atas:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Konvensional
Pihak berelasi (Catatan 36)
Rupiah 1.369.518 1.360.185
Mata uang asing (Catatan 38) 2.503.746 3.237.550
Jumlah 3.873.264 4.597.735
Pihak ketiga
Rupiah 6.632.151 7.994.195
Mata uang asing (Catatan 38) 2.901.890 3.552.758
Jumlah 9.534.041 11.546.953
Jumlah Konvensional 13.407.305 16.144.688
Syariah
Giro Wadiah
Pihak berelasi (Catatan 36)
Rupiah 15 16
Mata uang asing (Catatan 38) 987 10
Jumlah 1.002 26
Pihak ketiga
Rupiah 24.186 1.133.242
Mata uang asing (Catatan 38) 48.266 36.219
Jumlah 72.452 1.169.461
Jumlah Syariah 73.454 1.169.487
Jumlah 13.480.759 17.314.175
- 59 -
Page 63
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2025 31 Desember 2024
% %
Suku bunga giro
Rupiah 0,00 - 5,00 0,00 - 5,00
Mata uang asing 0,00 - 2,00 0,00 - 2,50
Saldo giro yang diblokir dalam rangka jaminan kredit yang diberikan, bank garansi dan letters
of credit pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, masing-masing sebesar Rpnihil
dan Rpnihil.
b. Tabungan terdiri atas:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Konvensional
Rupiah
Pihak berelasi (Catatan 36)
Tabungan Sinarmas 22.467 10.370
Tabungan Sinarmas Gold 12.518 15.324
Tabungan Sinarmas Diamond 59.662 75.795
Tabunganku 389 438
Jumlah 95.036 101.927
Pihak ketiga
Tabungan Sinarmas 2.885.066 2.834.640
Tabungan Sinarmas Gold 6.723.476 6.568.869
Tabungan Sinarmas Diamond 1.599.786 1.093.729
Tabunganku 736.037 648.422
Jumlah 11.944.365 11.145.660
Jumlah Konvensional 12.039.401 11.247.587
Syariah
Rupiah
Pihak berelasi (Catatan 36)
Tabungan Wadiah 355 228
Pihak ketiga
Tabungan Wadiah 175.769 189.415
Jumlah 176.124 189.643
Mata uang asing (Catatan 38)
Pihak berelasi (Catatan 36)
Tabungan Wadiah 1 1
Pihak ketiga
Tabungan Wadiah 4.517 3.666
Jumlah 4.518 3.667
Jumlah Syariah 180.642 193.310
Jumlah 12.220.043 11.440.897
31 Maret 2025 31 Desember 2024
% %
Suku bunga tabungan
Rupiah 0,00 - 7,00 0,00 - 5,00
Mata uang asing 0,00 - 0,50 0,00 - 0,50
Saldo tabungan yang diblokir dalam rangka jaminan kredit dan bank garansi sebesar
Rp3.860 dan Rpnihil pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
- 60 -
Page 64
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
c. Deposito berjangka terdiri atas:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak berelasi (Catatan 36)
Rupiah 724.727 915.293
Mata uang asing (Catatan 38) 19.653 19.080
Jumlah 744.380 934.373
Pihak ketiga
Rupiah 7.399.902 7.716.881
Mata uang asing (Catatan 38) 492.224 491.089
Jumlah 7.892.126 8.207.970
Jumlah 8.636.506 9.142.343
Klasifikasi deposito berjangka berdasarkan jangka waktu adalah sebagai berikut:
Berdasarkan periode deposito berjangka:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak berelasi Pihak berelasi
(Catatan 36) Pihak ketiga Jumlah (Catatan 36) Pihak ketiga Jumlah
Rupiah
Kurang dari 1 bulan 19.820 712.113 731.933 99.100 369.810 468.910
1 bulan 614.183 3.451.658 4.065.841 612.514 4.297.650 4.910.164
3 bulan 59.896 1.970.754 2.030.650 30.410 1.787.390 1.817.800
6 bulan 19.827 596.521 616.348 12.268 598.407 610.675
12 bulan 11.001 446.304 457.305 161.001 440.954 601.955
Lebih dari 12 bulan - 222.552 222.552 - 222.670 222.670
Jumlah 724.727 7.399.902 8.124.629 915.293 7.716.881 8.632.174
Mata uang asing (Catatan 38)
Kurang dari 1 bulan - 145.599 145.599 - 65.660 65.660
1 bulan 11.156 263.467 274.623 10.839 251.115 261.954
3 bulan 217 48.061 48.278 193 43.005 43.198
6 bulan - 28.957 28.957 - 27.679 27.679
12 bulan 8.280 6.135 14.415 8.048 103.628 111.676
Lebih dari 12 bulan - 5 5 - 2 2
Jumlah 19.653 492.224 511.877 19.080 491.089 510.169
Jumlah 744.380 7.892.126 8.636.506 934.373 8.207.970 9.142.343
Berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak berelasi Pihak berelasi
(Catatan 36) Pihak ketiga Jumlah (Catatan 36) Pihak ketiga Jumlah
Rupiah
1 bulan atau kurang 634.028 5.048.287 5.682.315 713.381 5.572.767 6.286.148
1 - 3 bulan 59.998 1.444.628 1.504.626 41.630 1.263.225 1.304.855
3 - 6 bulan 29.700 407.166 436.866 282 376.439 376.721
6 - 12 bulan 1.001 281.782 282.783 160.000 287.956 447.956
12 bulan atau lebih - 218.039 218.039 - 216.494 216.494
Jumlah 724.727 7.399.902 8.124.629 915.293 7.716.881 8.632.174
Mata uang asing (Catatan 38)
1 bulan atau kurang 11.156 434.022 445.178 10.839 329.748 340.587
1 - 3 bulan 217 45.733 45.950 193 39.439 39.632
3 - 6 bulan 8.280 8.545 16.825 - 23.698 23.698
6 - 12 bulan - 3.919 3.919 8.048 98.202 106.250
12 bulan atau lebih - 5 5 - 2 2
Jumlah 19.653 492.224 511.877 19.080 491.089 510.169
Jumlah 744.380 7.892.126 8.636.506 934.373 8.207.970 9.142.343
- 61 -
Page 65
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2025 31 Desember 2024
% %
Suku bunga deposito
Rupiah 0,00 - 6,75 0,00 - 6,75
Mata uang asing 0,00 - 4,50 0,00 - 4,50
Saldo deposito berjangka yang diblokir dalam rangka jaminan kredit yang diberikan, bank
garansi dan letter of credit pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, masing-
masing adalah sebesar Rp785.086 dan Rp1.064.556.
19. Simpanan dari Bank Lain
Simpanan dari bank lain pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 merupakan
simpanan dalam bentuk giro dan deposito berjangka dari pihak ketiga dengan rincian sebagai
berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Konvensional
Pihak ketiga
Rupiah
Giro 35.389 43.574
Deposito berjangka 19.174 21.674
Jumlah konvensional 54.563 65.248
Syariah
Pihak ketiga
Rupiah
Giro Wadiah 1.443 1.512
Jumlah 56.006 66.760
31 Maret 2025 31 Desember 2024
% %
Suku bunga
Rupiah 0,00 - 4,75 0,20 - 4,75
20. Efek-efek yang Dijual dengan Janji beli Kembali – Pihak Ketiga
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, efek-efek yang dijual dengan janji beli
kembali adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025
Tanggal
Pihak Lawan Jenis Jangka Waktu jatuh tempo Nilai bersih
Rupiah
Bank Indonesia SUKBI 13 hari 8 April 2025 101.655
Jumlah 101.655
31 Desember 2024
Tanggal
Pihak Lawan Jenis Jangka Waktu jatuh tempo Nilai bersih
Rupiah
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk FR0087 28 hari 9 Januari 2025 462.622
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk FR0087 28 hari 7 Januari 2025 184.965
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk FR0087 28 hari 6 Januari 2025 231.868
Jumlah 879.455
- 62 -
Page 66
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
21. Utang Pajak
Utang pajak terdiri dari:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pajak kini - 5.401
Pajak penghasilan
Pasal 4 16.166 19.873
Pasal 23 dan 26 749 2.169
Pasal 25 6.827 3.933
Pasal 21 35.139 19.419
Jumlah pajak penghasilan 58.881 50.795
Pajak pertambahan nilai 4.602 1.924
Jumlah 63.483 52.719
22. Beban yang Masih Harus Dibayar
Beban yang masih harus dibayar merupakan beban yang masih harus dibayar atas beban bunga
dan beban syariah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak berelasi (Catatan 36)
Rupiah
Deposito 1.010 1.147
Giro 294 346
Tabungan 28 42
Jumlah 1.332 1.535
Mata uang asing (Catatan 38)
Deposito 4 3
Giro 78 109
Jumlah 82 112
Jumlah pihak berelasi 1.414 1.647
Pihak ketiga
Rupiah
Deposito 27.938 31.455
Giro 1.867 1.807
Tabungan 1.123 1.236
Sertifikat investasi mudharabah
antar-bank syariah 189 -
Efek-efek yang dijual dengan
janji beli kembali 102 -
Obligasi subordinasi 90 7.583
Jumlah 31.309 42.081
Mata uang asing (Catatan 38)
Deposito 442 385
Giro 63 103
Jumlah 505 488
Jumlah pihak ketiga 31.814 42.569
Jumlah 33.228 44.216
- 63 -
Page 67
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
23. Liabilitas Lain-lain
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Setoran jaminan 189.659 176.743
Liabilitas sewa 104.981 129.916
Pendapatan yang ditangguhkan 27.890 24.124
Penilaian pajak penghasilan 25.547 19.746
Titipan setoran pajak ke KPPN 19.913 114
Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi 15.173 8.803
Liabilitas derivatif (Catatan 16) 3.784 1.746
Liabilitas sehubungan dengan pinjaman 3.689 2.381
Liabilitas terkait asuransi kredit 3.579 13.580
Setoran penyelesaian hapus buku 1.042 1.021
Setoran penyelesaian AYDA 168 168
Lain-lain 18.232 21.191
Jumlah 413.657 399.533
Perubahan estimasi kerugian komitmen dan kontijensi adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal periode 8.791 5 7 8.803
Pembentukan (pemulihan) periode berjalan 6.360 8 2 6.370
Saldo akhir periode 15.151 13 9 15.173
31 Desember 2024
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Jumlah
Saldo awal tahun 7.553 33 54 7.640
Pembentukan (pemulihan) tahun berjalan 1.238 (28) (47) 1.163
Saldo akhir tahun 8.791 5 7 8.803
24. Obligasi Subordinasi
Merupakan obligasi subordinasi yang diterbitkan oleh Perusahaan dengan rincian sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Obligasi subordinasi Bank Sinarmas
Tahap I Tahun 2022 500.000 500.000
Diskonto yang belum diamortisasi (2.250) (2.495)
Jumlah bersih 497.750 497.505
Pada tanggal 29 Juni 2022, Perusahaan menerbitkan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank
Sinarmas Tahap I Tahun 2022 sebesar Rp500.000. Obligasi subordinasi ini berjangka waktu 5
tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 8 Juli 2027. Tingkat suku bunga sebesar 6,50% per
tahun dan dibayarkan setiap tiga bulan sejak tanggal emisi.
Dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Subordinasi
Berkelanjutan I Bank Sinarmas Tahap I Tahun 2022 setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi
terkait, seluruhnya akan dipergunakan oleh Perusahaan untuk memperkuat permodalan yang
diperhitungkan sebagai modal pelengkap (Tier 2) dalam rangka mendukung rencana penyaluran
kredit dengan tenor yang lebih panjang.
- 64 -
Page 68
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pada Desember 2022, Perusahaan telah menggunakan seluruh dana hasil Penawaran Umum
Berkelanjutan Obligasi Subordinasi I untuk penyaluran kredit dengan tenor panjang.
PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk bertindak sebagi Wali Amanat.
Grup wajib mengupayakan tingkat kesehatan Grup minimal berada dalam peringkat komposit 3
(tiga) yang tergolong "Cukup Baik", sesuai penilaian internal berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa
Keuangan.
Melalui surat nomor RC-006/KRI-DIR/III/2025 tanggal 27 Maret 2025, PT Kredit Rating Indonesia
memutuskan peringkat atas Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Sinarmas sebanyak-
banyaknya sebesar Rp3.000.000.000.000 (tiga triliun Rupiah) di irA untuk periode 27 Maret 2025
sampai dengan 1 April 2026.
25. Dana Syirkah Temporer
Akun ini merupakan investasi tidak terikat dalam bentuk giro mudharabah, tabungan mudharabah,
deposito berjangka Mudharabah, dan sertifikat investasi mudharabah antarbank.
a. Simpanan
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Giro mudharabah 1.186.622 849.868
Tabungan mudharabah 2.074.895 2.381.155
Deposito berjangka mudharabah 2.544.447 3.691.526
Jumlah 5.805.964 6.922.549
Giro mudharabah terdiri atas:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak berelasi (Catatan 36)
Rupiah 157.264 91.048
Mata uang asing (Catatan 38) 59 58
Jumlah 157.323 91.106
Pihak ketiga
Rupiah 854.334 582.499
Mata uang asing (Catatan 38) 174.965 176.263
Jumlah 1.029.299 758.762
Jumlah 1.186.622 849.868
31 Maret 2025 31 Desember 2024
% %
Tingkat nisbah
Rupiah 0,00 - 5,00 0,10 - 6,25
Mata uang asing 0,50 - 2,00 0,50 - 2,00
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, tidak ada saldo giro mudharabah yang
diblokir dalam rangka jaminan piutang dan pembiayaan syariah.
- 65 -
Page 69
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Tabungan mudharabah terdiri atas:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak berelasi (Catatan 36)
Rupiah 66.700 34.601
Pihak ketiga
Rupiah 2.005.376 2.344.110
Mata uang asing (Catatan 38) 2.819 2.444
Jumlah 2.008.195 2.346.554
Jumlah 2.074.895 2.381.155
31 Maret 2025 31 Desember 2024
% %
Tingkat nisbah
Rupiah 0,00 - 7,00 0,00 - 7,00
Mata uang asing 0,00 - 0,50 0,00 - 0,50
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, tidak ada saldo tabungan mudharabah
yang diblokir dalam rangka jaminan piutang dan pembiayaan syariah.
Deposito berjangka mudharabah terdiri atas:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak berelasi (Catatan 36)
Rupiah 19.504 69.316
Mata uang asing (Catatan 38) - 966
Jumlah 19.504 70.282
Pihak ketiga
Rupiah 2.514.065 3.607.836
Mata uang asing (Catatan 38) 10.878 13.408
Jumlah 2.524.943 3.621.244
Jumlah 2.544.447 3.691.526
Klasifikasi deposito berjangka mudharabah berdasarkan jangka waktu adalah sebagai berikut:
Berdasarkan periode deposito berjangka:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak berelasi Pihak berelasi
(Catatan 36) Pihak ketiga Jumlah (Catatan 36) Pihak ketiga Jumlah
Rupiah
Kurang dari 1 bulan - 27.261 27.261 - 65.160 65.160
1 bulan 7.954 427.627 435.581 57.766 438.100 495.866
3 bulan 11.550 733.761 745.311 11.550 852.454 864.004
6 bulan - 1.081.444 1.081.444 - 2.014.372 2.014.372
12 bulan - 243.972 243.972 - 237.750 237.750
Jumlah 19.504 2.514.065 2.533.569 69.316 3.607.836 3.677.152
Mata uang asing (Catatan 38)
1 bulan - 6.420 6.420 966 7.569 8.535
3 bulan - 2.350 2.350 - 1.070 1.070
6 bulan - 1.573 1.573 - 4.249 4.249
12 bulan - 535 535 - 520 520
Jumlah - 10.878 10.878 966 13.408 14.374
Jumlah 19.504 2.524.943 2.544.447 70.282 3.621.244 3.691.526
- 66 -
Page 70
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak berelasi Pihak berelasi
(Catatan 36) Pihak ketiga Jumlah (Catatan 36) Pihak ketiga Jumlah
Rupiah
1 bulan atau kurang 19.454 1.468.935 1.488.389 69.266 938.757 1.008.023
1 - 3 bulan 50 575.044 575.094 50 1.126.600 1.126.650
3 - 6 bulan - 290.017 290.017 - 1.390.512 1.390.512
6 - 12 bulan - 180.069 180.069 - 151.967 151.967
Jumlah 19.504 2.514.065 2.533.569 69.316 3.607.836 3.677.152
Mata uang asing (Catatan 38)
1 bulan atau kurang - 7.357 7.357 966 7.972 8.938
1 - 3 bulan - 2.312 2.312 - 4.282 4.282
3 - 6 bulan - 1.161 1.161 - 874 874
6 - 12 bulan - 48 48 - 280 280
Jumlah - 10.878 10.878 966 13.408 14.374
Jumlah 19.504 2.524.943 2.544.447 70.282 3.621.244 3.691.526
31 Maret 2025 31 Desember 2024
% %
Tingkat nisbah
Rupiah 0,00 - 7,00 0,00 - 7,00
Mata uang asing 0,00 - 3,50 0,00 - 4,75
Saldo deposito berjangka mudharabah yang diblokir dalam rangka jaminan piutang dan
pembiayaan syariah dan bank garansi pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024,
masing-masing adalah sebesar Rp11.049 dan Rp8.095.
b. Simpanan dari Bank Lain
Simpanan dari bank lain dana syirkah temporer pada tanggal 31 Maret 2025 dan
31 Desember 2024 merupakan simpanan dalam bentuk giro, deposito berjangka, dan surat
berharga pasar uang antarbank berdasarkan prinsip syariah dari pihak ketiga dengan rincian
sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Rupiah
Pihak ketiga
Giro mudharabah 1.304 1.472
Deposito mudharabah 1.500 1.500
Surat berharga pasar uang antarbank
berdasarkan prinsip syariah (PUAS) 40.000 -
Jumlah 42.804 2.972
31 Maret 2025 31 Desember 2024
% %
Tingkat bagi hasil rata-rata
Rupiah 0,50 - 4,25 0,00 - 4,25
- 67 -
Page 71
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
26. Kepentingan Non Pengendali
Perubahan kepentingan non-pengendali atas aset bersih entitas anak adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Saldo awal 567.182 -
Bagian kepentingan non-pengendali
atas modal Entitas Anak - 487.890
Bagian kepentingan non-pengendali
atas laba bersih Entitas Anak 10.985 79.292
Saldo akhir 578.167 567.182
27. Modal Saham dan Tambahan Modal Disetor
Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
sebagai berikut:
31 Maret 2025
Jumlah Lembar Persentase Jumlah Modal
Pemegang Saham Saham Kepemilikan Disetor
% Rp
PT Sinar Mas Multiartha Tbk 11.826.853.600 59,99% 1.182.685
Enny Kamal, Direktur 1.683.501 0,01% 168
Masyarakat 7.887.625.302 40,00% 788.763
Jumlah 19.716.162.403 100,00% 1.971.616
31 Desember 2024
Jumlah Lembar Persentase Jumlah Modal
Pemegang Saham Saham Kepemilikan Disetor
% Rp
PT Sinar Mas Multiartha Tbk 11.826.853.600 59,99% 1.182.685
PT Shinta Utama 337.924.345 1,71% 33.792
Enny Kamal, Direktur 1.683.501 0,01% 168
Masyarakat 7.549.700.957 38,29% 754.971
Jumlah 19.716.162.403 100,00% 1.971.616
PT Sinar Mas Multiartha Tbk telah menandatangani dan menyampaikan surat pernyataan
kesanggupan untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam keikutsertaan Perusahaan
dalam program penjaminan Pemerintah.
Perubahan lembar saham untuk periode yang berakhir 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024,
adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham
Jumlah saham pada tanggal 1 Januari 2024 19.716.162.403
Penambahan modal disetor melalui
konversi Waran Seri III (Catatan 28) -
Jumlah saham pada tanggal 31 Desember 2024
dan 31 Maret 2025 19.716.162.403
- 68 -
Page 72
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Perubahan tambahan modal disetor sampai dengan tanggal 31 Maret 2025:
Penawaran Umum Perdana tahun 2010 80.000
Biaya emisi saham tahun 2010 (4.678)
Konversi Waran Seri I tahun 2011 89.918
Konversi Waran Seri I tahun 2012 90
Penawaran Umum Terbatas I tahun 2012 180.478
Biaya emisi saham tahun 2012 (3.776)
Konversi Waran Seri I Tahun 2013 371
Konversi Waran Seri II Tahun 2013 423.821
Konversi Waran Seri I Tahun 2014 935
Konversi Waran Seri II Tahun 2014 1.151
Peningkatan modal tanpa Hak Memesan
Efek Terlebih Dahulu (HMETD) 152.411
Biaya emisi saham tahun 2014 (227)
Konversi Waran Seri I 4.397
Konversi Waran Seri II 3.313
Konversi Waran Seri II 1.576
Penawaran Umum Terbatas II tahun 2016 326.782
Selisih antara aset dan liabilitas
pengampunan pajak 5.234
Biaya emisi saham tahun 2016 (5.285)
Konversi Waran Seri II 19.264
Konversi Waran Seri III 880
Konversi Waran Seri III tahun 2019 840.000
Konversi Waran Seri III tahun 2020 252.000
Konversi Waran Seri III tahun 2021 1.183.539
Jumlah tambahan modal disetor pada
tanggal 31 Maret 2025 3.552.194
Manajemen Permodalan
Tujuan utama dari pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan bahwa Perusahaan
mempertahankan rasio modal yang sehat dalam rangka mendukung bisnis dan memaksimalkan
nilai pemegang saham. Perusahaan wajib untuk memenuhi rasio Kewajiban Penyediaan Modal
Minimum (KPMM) sebagaimana ditetapkan oleh OJK.
Manajemen menggunakan peraturan rasio permodalan untuk memantau rasio Kewajiban
Pemenuh Modal Minimum (KPMM), sesuai dengan standar industri. Peraturan OJK untuk
pengukuran modal tersebut terutama didasarkan kepada pemantauan kebutuhan modal yang
diwajibkan (diukur sebagai 10% pada 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 dari aset tertimbang
menurut risiko) terhadap modal yang tersedia.
Perusahaan telah memenuhi ketentuan OJK yang berlaku tentang KPMM.
Perusahaan wajib memperhitungkan Risiko Pasar karena telah memenuhi kriteria sebagaimana
diatur oleh OJK yang berlaku, yaitu jumlah aset sebesar Rp10.000.000 atau lebih. Perhitungan
dilakukan menggunakan metode standar sesuai dengan Peraturan OJK.
- 69 -
Page 73
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Perhitungan rasio KPMM Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
I. Komponen Modal
A. Modal Inti 6.948.438 6.930.875
B. Modal Pelengkap 654.498 641.610
II. Jumlah modal 7.602.936 7.572.485
III. Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR)
Risiko kredit setelah memperhitungkan risiko spesifik 15.529.470 14.517.860
Risiko pasar 2.653.589 2.981.680
Risiko operasional 6.314.860 6.723.016
Jumlah ATMR untuk risiko kredit, pasar, dan operasional 24.497.919 24.222.556
IV. Risiko Kewajiban Penyediaan Modal Minimum
(KPMM) yang tersedia
KPMM dengan memperhitungkan risiko kredit 48,96% 52,16%
KPMM dengan memperhitungkan
risiko kredit dan pasar 41,81% 43,27%
KPMM dengan memperhitungkan
risiko kredit dan operasional 34,81% 35,65%
KPMM dengan memperhitungkan
risiko kredit dan operasional dan pasar 31,04% 31,26%
V. Risiko Kewajiban Penyediaan Modal
Minimum yang diwajibkan berdasarkan
profil risiko 10% 10%
28. Waran
Pada tanggal 27 April 2016, Perusahaan menerbitkan Waran Seri III secara cuma-cuma sejumlah
4.357.096.148 waran yang melekat pada saham yang diterbitkan dalam rangka Penawaran Umum
Terbatas II. Setiap pemegang satu (1) saham baru Perusahaan berhak memperoleh empat (4)
waran dimana setiap satu (1) waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu
(1) saham baru Perusahaan dengan harga pelaksanaannya sebesar Rp625 (dalam Rupiah penuh)
dan dapat dikonversi menjadi saham mulai tanggal 28 November 2016 sampai dengan 12 Mei
2021.
Tanggal masa laku Waran Seri III berakhir pada 12 Mei 2021 dan sebanyak 21.031.543 Waran
Seri III tidak dikonversikan menjadi saham.
- 70 -
Page 74
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
29. Pendapatan Bunga dan Syariah
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Pendapatan bunga
Rupiah
Kredit yang diberikan 284.852 356.600
Efek-efek 233.665 259.327
Penempatan pada bank lain
dan Bank Indonesia 53.018 27.428
Efek yang dibeli dengan
janji jual kembali 14.608 1.337
Giro pada bank lain
dan Bank Indonesia 4.319 4.884
Jumlah 590.462 649.576
Mata uang asing
Penempatan pada bank lain
dan Bank Indonesia 36.577 63.324
Efek-efek 14.222 7.002
Kredit yang diberikan 7.498 17.087
Giro pada bank lain
dan Bank Indonesia 1.432 2.211
Jumlah 59.729 89.624
Jumlah Pendapatan Bunga 650.191 739.200
Pendapatan syariah
Rupiah
Efek-efek 92.357 7.381
Piutang dan pembiayaan syariah 60.203 155.212
Penempatan pada bank lain
dan Bank Indonesia 5.243 47.537
Giro pada bank lain
dan Bank Indonesia 776 -
Jumlah 158.579 210.130
Mata uang asing
Piutang dan pembiayaan syariah 1.855 -
Giro pada bank lain
dan Bank Indonesia 480 -
Efek-efek 161 184
Penempatan pada bank lain
dan Bank Indonesia - -
Jumlah 2.496 184
Jumlah Pendapatan Syariah 161.075 210.314
Jumlah 811.266 949.514
- 71 -
Page 75
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
30. Beban Bunga dan Syariah
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Beban bunga
Rupiah
Deposito berjangka 84.495 71.258
Tabungan 61.283 41.293
Giro 24.856 21.970
Premi penjaminan Pemerintah
(Catatan 44c) 24.116 22.620
Obligasi subordinasi 9.001 8.282
Efek yang dijual dengan janji beli
kembali 1.082 23.904
Simpanan dari bank lain 907 8.561
Jumlah 205.740 197.888
Mata uang asing
Deposito berjangka 1.974 2.331
Giro 1.642 690
Simpanan dari bank lain 10 -
Jumlah 3.626 3.021
Jumlah Beban Bunga 209.366 200.909
Beban syariah
Rupiah
Deposito berjangka 47.988 47.779
Tabungan 25.199 25.048
Giro 7.893 6.827
Premi penjaminan Pemerintah
(Catatan 44c) 5.592 4.691
Simpanan dari bank lain 1.766 167
Efek yang dijual dengan janji beli
kembali 102 -
Jumlah 88.540 84.512
Mata uang asing
Giro 826 -
Deposito berjangka 66 -
Tabungan 3 -
Jumlah 895 -
Jumlah Beban Syariah 89.435 84.512
Jumlah 298.801 285.421
31. Beban Umum dan Administrasi
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Perbaikan dan pemeliharaan 67.414 54.103
Asuransi 93.473 96.024
Umum 62.540 67.298
Komunikasi 20.803 22.198
Sewa gedung 10.827 10.539
Promosi 8.908 5.939
Transportasi 8.013 8.142
Cetakan dan alat tulis 7.739 6.509
Listrik dan air 5.502 6.582
Sinergi 4.423 -
Imbalan kerja jangka panjang 3.900 8.825
Pendidikan dan pengembangan 3.817 2.564
Jasa profesional 2.467 1.169
Perjalanan dinas 1.981 1.868
Jumlah 301.807 291.760
- 72 -
Page 76
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
32. Beban Tenaga Kerja
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Gaji 186.032 163.006
Tunjangan hari raya 15.007 35.126
Tunjangan lainnya 140.606 146.735
Jumlah 341.645 344.867
33. Pendapatan Operasional Lainnya – Lain-lain
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Pendapatan Safe Deposit Box 1.935 1.779
Keuntungan penjualan AYDA - bersih 2.112 -
Keuntungan penjualan aset tetap
(Catatan 13) - 179
Lain-lain 426 2.473
Jumlah 4.473 4.431
34. Beban Operasional Lainnya – Lain-lain
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Beban tanggung jawab sosial 1.113 1.605
Kerugian penjualan AYDA - bersih - 188
Biaya zakat, infaq, dan sedekah 781 -
Kerugian penjualan aset tetap
(Catatan 13) 205 -
Lain-lain 360 1.635
Jumlah 2.459 3.428
35. Laba (Rugi) per Saham Dasar
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Laba bersih 57.122 94.998
Rata-rata tertimbang jumlah saham untuk
perhitungan laba per saham dasar 19.716.162.403 19.716.162.403
Laba bersih per saham
(dalam Rupiah penuh)
Dasar 2,34 4,82
- 73 -
Page 77
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
36. Sifat dan Transaksi Pihak Berelasi
Sifat Pihak Berelasi
Selain karyawan kunci, pihak berelasi dengan Bank adalah perusahaan-perusahaan yang berada
dalam Grup Sinar Mas:
a. Pemegang saham (termasuk pemegang saham akhir) Bank. PT Sinarmas Multiartha Tbk dan
PT Shinta Utama.
b. Perusahaan-perusahaan yang dimiliki secara langsung atau tidak langsung oleh pemegang
saham Bank.
c. Perusahaan-perusahaan yang dikendalikan oleh anggota keluarga dekat pemegang saham
dan manajemen kunci Bank.
Transaksi Pihak Berelasi
Dalam kegiatan usahanya, Bank juga melakukan transaksi-transaksi tertentu dengan
pihak-pihak berelasi yang meliputi antara lain:
a. Transaksi aset dan liabilitas dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Persentase Persentase
terhadap jumlah terhadap jumlah
aset, liabilitas/dan aset, liabilitas/dan
dana syirkah dana syirkah
Jumlah temporer Jumlah temporer
% %
Aset
Efek-efek 1.081.482 2,14 1.079.140 1,94
Kredit 267.392 0,53 297.395 0,53
Pendapatan yang masih
akan diterima 736 0,00 143 0,00
Biaya dibayar dimuka 200 0,00 4.280 0,01
Aset lain-lain 18.396 0,04 35.584 0,06
Liabilitas
Liabilitas segera 554 0,00 314 0,00
Simpanan 4.714.038 13,11 5.634.290 14,05
Beban yang masih
harus dibayar 1.414 0,00 1.647 0,00
Dana Syirkah Temporer
Simpanan 243.527 4,16 195.989 2,83
b. Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, saldo kredit channeling masing-masing
sebesar Rp164.087 dan Rp156.719 dan saldo kredit joint financing masing-masing sebesar
Rp1.756.584 dan Rp1.796.958 disalurkan melalui pihak berelasi (Catatan 9).
c. Pendapatan bunga dan syariah yang diterima dari pihak berelasi untuk periode tiga bulan
yang berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp1.702 dan Rp1.797, atau
masing-masing 0,21% dan 0,19% dari jumlah pendapatan bunga dan syariah (Catatan 29).
- 74 -
Page 78
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
d. Beban bunga dan syariah yang dibayar kepada pihak berelasi untuk periode tiga bulan yang
berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp18.777 dan Rp15.362, atau
masing-masing 6,28% dan 5,38% dari jumlah beban bunga dan syariah (Catatan 30).
e. Beban umum dan administrasi yang dibayar kepada pihak berelasi untuk periode tiga bulan
yang berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp6.282 dan
Rp7.450 atau masing-masing 2,08% dan 2,55% dari jumlah beban umum dan administrasi
(Catatan 31).
f. Grup memberikan kompensasi kepada karyawan kunci. Imbalan yang diberikan kepada
direksi dan anggota manajemen kunci lainnya adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025
Personil
Dewan manajemen
Direksi Komisaris kunci lainnya
% Rp % Rp % Rp
Gaji dan imbalan kerja
jangka pendek 100,00% 18.102 100,00% 1.889 96,59% 80.039
Imbalan pesangon 0,00% - 0,00% - 3,41% 2.825
Jumlah 100,00% 18.102 100,00% 1.889 100,00% 82.864
31 Maret 2024
Personil
Dewan manajemen
Direksi Komisaris kunci lainnya
% Rp % Rp % Rp
Gaji dan imbalan kerja
jangka pendek 100,00% 9.750 100,00% 1.371 97,19% 50.595
Imbalan pesangon 0,00% - 0,00% - 2,81% 1.461
Jumlah 100,00% 9.750 100,00% 1.371 100,00% 52.056
g. Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, saldo transaksi komitmen dan
kontinjensi (berupa letter of credit dan bank garansi) dengan pihak berelasi masing-masing
sebesar Rp10.097 dan Rp114.779 (Catatan 37). Saldo jaminan tunai dari pihak berelasi
sehubungan dengan transaksi letter of credit dan bank garansi pada tanggal 31 Maret 2025
dan 31 Desember 2024 masing-masing sebesar Rp15.266 dan Rp366.395.
h. Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, aset tetap Grup, kecuali tanah
diasuransikan kepada PT Asuransi Sinar Mas dengan nilai pertanggungan seluruhnya masing-
masing sebesar Rp918.801 dan Rp917.905 (Catatan 13).
i. Bank menandatangani asuransi kredit dengan PT Asuransi Insurtech, dengan manfaat sampai
dengan 15 November 2025 (Catatan 12).
j. Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, tidak terdapat anggota atau kelompok
pemegang saham utama yang juga sebagai karyawan dan manajemen kunci lainnya.
k. Grup telah menunjuk PT Asuransi Simas Jiwa, pihak berelasi, untuk mengatur program
pensiun.
- 75 -
Page 79
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
37. Komitmen dan Kontinjensi
a. Komitmen pembelian dan penjualan tunai mata uang asing:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pembelian tunai mata uang asing
(spot, forward, dan swap)
Dolar Amerika Serikat 1.001.880 177.045
Dolar Singapura 13.639 -
Yen Jepang 13.220 -
1.028.739 177.045
Penjualan tunai mata uang asing
(spot, forward, dan swap)
Dolar Amerika Serikat 1.323.806 523.892
Yen Jepang 283.271 -
Euro Eropa 17.825 -
Jumlah 1.624.902 523.892
Pada tanggal 31 Maret 2025, transaksi spot dan forward di atas akan selesai masing-masing
dalam 1 hari sampai 2 hari dan 1 hari sampai 37 hari.
Pada tanggal 31 Desember 2024, transaksi spot, forward, dan swap di atas akan selesai
masing-masing dalam 1 hari sampai 2 hari, 1 hari sampai 40 hari, dan 1 hari sampai 56 hari.
b. Perusahaan memiliki tagihan dan liabilitas komitmen dan kontinjensi dalam rangka
ekspor-impor, pemberian garansi dan pemberian kredit kepada debitur dengan rincian
sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Komitmen
Liabilitas Komitmen
Fasilitas kredit kepada debitur
yang belum digunakan 699.992 512.494
Irrevocable letters of credit 107.876 29.011
Jumlah 807.868 541.505
Kontinjensi
Tagihan Kontinjensi
Pendapatan bunga dalam
penyelesaian 33.209 32.107
Liabilitas Kontinjensi
Bank garansi 395.461 789.456
Jumlah bersih (362.252) (757.349)
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, saldo transaksi komitmen dan
kontinjensi berupa letter of credit dan bank garansi dengan pihak berelasi masing-masing
sebesar Rp10.097 dan Rp114.779 (Catatan 36).
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, jangka waktu untuk letter of credit
masing-masing berkisar antara 1 – 4 bulan dan 1 – 3 bulan, sedangkan untuk bank garansi
masing-masing berkisar antara 2 – 63 bulan dan 2 – 60 bulan.
- 76 -
Page 80
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Saldo Letter of Credit yang dijamin dengan jaminan tunai pada tanggal 31 Maret 2025 dan
31 Desember 2024 masing-masing adalah sebesar Rp41.848 dan Rp69.
Saldo bank garansi yang dijamin dengan jaminan tunai pada tanggal 31 Maret 2025 dan
31 Desember 2024 masing-masing adalah sebesar Rp290.371 dan Rp523.454.
38. Aset dan Liabilitas dalam Mata Uang Asing
a. Posisi aset dan liabilitas dalam mata uang asing adalah sebagai berikut:
Ekuivalen Rp
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Aset
Kas USD 96.010 59.594
SGD 19.418 9.859
AUD 6.046 2.904
EUR 11.596 8.798
CNY 2.141 2.566
JPY 4.987 2.245
GBP 1.215 1.036
HKD 937 1.114
SAR 4.710 8.296
Giro pada Bank Indonesia USD 282.513 673.985
Giro pada Bank lain USD 897.702 1.274.341
SGD 67.901 101.321
JPY 271.680 11.275
AUD 56.113 546.101
CNY 30.574 34.985
EUR 39.801 21.055
GBP 4.937 2.347
HKD 1.730 3.594
SAR 3.456 3.011
NZD 2.894 3.548
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain USD 3.065.312 3.992.026
Efek-efek USD 1.620.036 742.817
EUR 25.254 24.098
Kredit USD 330.373 413.999
Tagihan akseptasi USD 23.893 30.762
Pendapatan yang masih akan diterima USD 19.307 14.231
Aset ijarah USD 81.151 -
Aset lain-lain USD 7.309 2.161
Jumlah Aset 6.978.996 7.992.069
Liabilitas
Liabilitas segera USD 7.040 1.957
SGD 369 354
EUR 5 4
Simpanan USD 5.718.597 6.591.051
SGD 99.259 104.824
EUR 44.898 45.984
AUD 64.084 549.644
CNY 33.095 36.969
JPY 5.649 7.012
SAR 3.368 2.839
GBP 1.173 1.027
NZD 1.161 1.023
Liabilitas akseptasi USD 23.901 30.778
Estimasi kerugian komitmen
dan kontijensi USD 439 357
Beban yang masih harus dibayar USD 586 600
AUD 1 -
Liabilitas lain-lain USD 154.000 147.630
SGD 14 13
Jumlah Liabilitas 6.157.639 7.522.066
Dana Syirkah Temporer
Simpanan USD 188.721 193.139
Aset - Bersih 632.636 276.864
- 77 -
Page 81
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
b. Posisi Devisa Neto (PDN)
Berikut ini disajikan rincian posisi devisa neto Perusahaan sebagaimana disampaikan
Perusahaan kepada Bank Indonesia:
31 Maret 2025
Laporan Posisi Keuangan dan Bersih
Rekening Administratif Absolut
Mata Uang Aset Liabilitas Net
Dolar Amerika Serikat 7.124.362 7.136.349 11.987
Poundsterling Inggris 6.152 1.173 4.979
Yen Jepang 289.801 288.919 882
Dolar Hong Kong 2.666 - 2.666
Euro 75.649 61.336 14.313
Dolar Singapura 99.933 99.456 477
Dolar Australia 62.139 64.026 1.887
Yuan China 32.706 33.112 406
New Zealand Dollar 2.894 1.162 1.732
Saudi Arabian Riyal 883 - 883
Jumlah 7.697.185 7.685.533 40.212
31 Desember 2024
Laporan Posisi Keuangan dan Bersih
Rekening Administratif Absolut
Mata Uang Aset Liabilitas Net
Dolar Amerika Serikat 7.185.250 7.232.443 47.193
Yen Jepang 13.450 7.012 6.438
Dolar Singapura 110.921 105.179 5.742
Dolar Australia 548.992 549.647 655
Euro 54.011 44.506 9.505
Yuan China 37.542 36.969 573
Poundsterling Inggris 3.381 1.027 2.354
Dolar Hong Kong 4.707 - 4.707
Riyal Saudi Arabian 857 - 857
Dolar New Zealand 3.548 1.026 2.522
Jumlah 7.962.659 7.977.809 80.546
Posisi devisa neto pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 dihitung berdasarkan
Peraturan Bank Indonesia. Rasio PDN Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31
Desember 2024 masing-masing adalah sebesar 0,53% dan 1,06%.
- 78 -
Page 82
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
39. Pengukuran Nilai Wajar
Tabel berikut menyajikan pengukuran nilai wajar aset (tidak termasuk akun syariah):
31 Maret 2025
Pengukuran nilai wajar menggunakan:
Input signifikan yang
Harga kuotasian Input signifikan yang tidak dapat
dalam pasar aktif dapat diobservasi diobservasi
Nilai Tercatat (Level 1) (Level 2) (Level 3)
Aset yang diukur pada nilai wajar:
Aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi
Efek-efek 4.342.903 4.342.903 - -
Tagihan derivatif 4.682 4.682 - -
Aset keuangan yang diukur pada
penghasilan komprehensif lain
Efek-efek 12.228.268 12.228.268 - -
Aset tetap yang dicatat pada nilai
revaluasi
Tanah dan bangunan 602.360 - 652.720 -
Aset yang nilai wajarnya disajikan:
Diukur pada biaya perolehan
diamortisasi
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain 5.260.620 5.260.620 - -
Efek-efek - bersih 1.671.782 1.671.782 - -
Efek yang dibeli dengan janji
jual kembali 245.151 - 245.151 -
Kredit yang diberikan - bersih 10.450.060 - 10.450.060 -
Tagihan akseptasi - bersih 60.956 - 60.956 -
Liabilitas yang diukur pada nilai wajar:
Liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi
Liabilitas derivatif 3.784 3.784 - -
Liabilitas yang nilai wajarnya disajikan:
Diukur pada biaya perolehan
diamortisasi
Obligasi subordinasi 500.000 473.535 - -
31 Desember 2024
Pengukuran nilai wajar menggunakan:
Input signifikan yang
Harga kuotasian Input signifikan yang tidak dapat
dalam pasar aktif dapat diobservasi diobservasi
Nilai Tercatat (Level 1) (Level 2) (Level 3)
Aset yang diukur pada nilai wajar:
Aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi
Efek-efek 3.526.237 3.526.237 - -
Tagihan derivatif 1.855 1.855 - -
Aset keuangan yang diukur pada
penghasilan komprehensif lain
Efek-efek 12.032.034 12.032.034 - -
Aset tetap yang dicatat pada nilai
revaluasi
Tanah dan bangunan 608.441 - 652.720 -
Aset yang nilai wajarnya disajikan:
Diukur pada biaya perolehan
diamortisasi
Penempatan pada Bank Indonesia 8.725.976 8.725.976 - -
Efek-efek - bersih 6.565.005 6.565.005 - -
Efek yang dibeli dengan janji
jual kembali 192.215 - 192.215 -
Kredit yang diberikan - bersih 12.806.287 - 12.806.287 -
Tagihan akseptasi - bersih 38.129 - 38.129 -
Liabilitas yang diukur pada nilai wajar:
Liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi
Liabilitas derivatif 1.746 1.746 - -
Liabilitas yang nilai wajarnya disajikan:
Diukur pada biaya perolehan
diamortisasi
Obligasi subordinasi 500.000 451.887 - -
- 79 -
Page 83
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif adalah berdasarkan kuotasi
harga pasar pada tanggal pelaporan. Pasar dianggap aktif apabila kuotasi harga tersedia sewaktu-
waktu dan dapat diperoleh secara rutin dari bursa, pedagang efek, perantara efek, kelompok
industri atau badan penyedia jasa penentuan harga, atau badan pengatur, dan harga tersebut
mencerminkan transaksi pasar yang aktual dan rutin dalam suatu transaksi yang wajar. Kuotasi
harga pasar yang digunakan untuk aset keuangan yang dimiliki oleh Perusahaan adalah harga
penawaran (bid price) terkini. Instrumen keuangan seperti ini termasuk dalam hierarki Level 1.
Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan menggunakan
teknik penilaian. Teknik penilaian ini memaksimalkan penggunaan data pasar yang dapat
diobservasi yang tersedia dan sesedikit mungkin mengandalkan estimasi spesifik yang dibuat oleh
entitas. Jika seluruh input signifikan yang dibutuhkan untuk menentukan nilai wajar dapat
diobservasi, maka instrumen tersebut termasuk dalam hierarki Level 2.
Jika satu atau lebih input signifikan tidak diambil dari data pasar yang dapat diobservasi, maka
instrumen tersebut termasuk dalam hierarki Level 3.
Teknik penilaian spesifik yang digunakan untuk menentukan nilai wajar instrumen keuangan
termasuk:
Kuotasi harga pasar atau kuotasi harga penjual untuk instrumen sejenis;
Nilai wajar swap suku bunga dihitung dari nilai kini estimasi arus kas masa depan
berdasarkan kurva hasil yang dapat diobservasi;
Nilai wajar kontrak mata uang asing berjangka ditentukan berdasarkan kurs tukar
berjangka pada tanggal pelaporan;
Teknik penilaian lainnya, seperti analisa arus kas diskonto, digunakan untuk menentukan
nilai wajar instrumen keuangan lainnya.
Nilai wajar tidak diungkapkan untuk instrumen keuangan Perusahaan yang nilai tercatatnya telah
mendekati estimasi nilai wajarnya serta instrumen keuangan yang nilai wajarnya tidak dapat diukur
dengan andal karena tidak memiliki kuotasi harga di pasar aktif atau tidak memiliki jatuh tempo
yang pasti.
40. Saldo Laba yang Ditentukan Penggunaannya
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham yang didokumentasikan dalam Akta Berita Acara
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Sinarmas Tbk No. 21 tanggal 16 Mei 2024
dari Aulia Taufani, S.H., notaris di Jakarta, pemegang saham menyetujui untuk menyisihkan saldo
laba sebesar Rp500 untuk cadangan umum.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, saldo laba yang ditentukan penggunaannya
untuk cadangan umum adalah masing-masing sebesar Rp10.000 dan Rp10.000.
41. Kontinjensi
Grup menghadapi perkara hukum atau gugatan yang timbul dari kegiatan normal usahanya.
Manajemen Grup bersama dengan penasehat hukum berpendapat bahwa liabilitas akhir atas
perkara hukum atau gugatan tersebut, jika ada, tidak memiliki pengaruh yang material terhadap
laporan keuangan. Oleh karena itu, tidak ada provisi yang dibentuk atas liabilitas kontinjensi
tersebut.
- 80 -
Page 84
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
42. Informasi Segmen
a. Segmen Usaha
Informasi segmen Grup disajikan berdasarkan jenis kegiatan usahanya, yakni pemasaran dan
kredit, treasuri, dan ekspor-impor. Kegiatan usaha tersebut menjadi dasar pelaporan
informasi segmen primer Grup, sebagai berikut:
Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian:
31 Maret 2025
Bank Umum Bank Umum Syariah
Pemasaran Pemasaran
dan Kredit Treasuri Ekspor-impor dan Kredit Treasuri Jumlah
Pendapatan
Pendapatan bunga dan bagi hasil 292.350 357.468 373 62.058 99.017 811.266
Pendapatan operasional lainnya 65.832 60.826 1.808 31.863 2.481 162.810
Jumlah Pendapatan 358.182 418.294 2.181 93.921 101.498 974.076
Beban
Beban bunga dan bagi hasil 198.366 11.000 - 87.567 1.868 298.801
Beban operasional lainnya 17.069 1.914 488 3.782 - 23.253
Jumlah Beban 215.435 12.914 488 91.349 1.868 322.054
Pendapatan segmen bersih 652.022
Pendapatan yang tidak dapat
dialokasikan 127.789
Beban yang tidak dapat dialokasikan 708.226
Laba sebelum pajak 71.585
Beban pajak (14.463)
Laba bersih 57.122
31 Maret 2024
Bank Umum Bank Umum Syariah
Pemasaran Pemasaran
dan Kredit Treasuri Ekspor-impor dan Kredit Treasuri Jumlah
Pendapatan
Pendapatan bunga dan bagi hasil 373.687 364.860 653 155.212 55.102 949.514
Pendapatan operasional lainnya 69.079 87.150 799 11.894 372 169.294
Jumlah Pendapatan 442.766 452.010 1.452 167.106 55.474 1.118.808
Beban
Beban bunga dan bagi hasil 160.163 40.746 - 84.345 167 285.421
Beban operasional lainnya 73.658 36.165 764 18.073 - 128.660
Jumlah Beban 233.821 76.911 764 102.418 167 414.081
Pendapatan segmen bersih 704.727
Pendapatan yang tidak dapat
dialokasikan 69.707
Beban yang tidak dapat dialokasikan 655.188
Laba sebelum pajak 119.246
Beban pajak (24.248)
Laba bersih 94.998
- 81 -
Page 85
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Laporan posisi keuangan konsolidasian:
31 Maret 2025
Bank Umum Bank Umum Syariah
Pemasaran Pemasaran
dan Kredit Treasuri Ekspor-impor dan Kredit Treasuri Jumlah
Aset
Aset segmen 11.070.047 28.779.838 60.956 1.601.229 5.814.871 47.326.941
Aset yang tidak dapat
dialokasikan 3.115.831
Jumlah Aset 50.442.772
Liabilitas
Liabilitas segmen 34.358.429 513.981 214.506 255.540 101.655 35.444.111
Liabilitas yang tidak dapat
dialokasikan 509.451
Dana Syirkah Temporer 5.848.768 - 5.848.768
Jumlah Liabilitas dan Dana
Syirkah Temporer 41.802.330
31 Desember 2024
Bank Umum Bank Umum Syariah
Pemasaran Pemasaran
dan Kredit Treasuri Ekspor-impor dan Kredit Treasuri Jumlah
Aset
Aset segmen 10.873.278 32.539.963 38.129 2.708.864 6.600.417 52.760.651
Aset yang tidak dapat
dialokasikan 2.863.782
Jumlah Aset 55.624.433
Liabilitas
Liabilitas segmen 36.720.261 1.392.278 185.275 1.364.310 - 39.662.124
Liabilitas yang tidak dapat
dialokasikan 437.166
Dana Syirkah Temporer 6.925.521 - 6.925.521
Jumlah Liabilitas dan Dana
Syirkah Temporer 47.024.811
b. Segmen Geografis
Pendapatan bunga dan bagi hasil berdasarkan wilayah geografis adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Maret 2024
DKI Jakarta 697.568 840.850
Pulau Jawa (diluar Jakarta) 52.333 44.155
Pulau Sumatera 36.408 34.357
Pulau Sulawesi dan Maluku 9.061 12.207
Pulau Kalimantan 9.316 10.273
Pulau Bali dan Lombok 6.580 7.672
Jumlah 811.266 949.514
- 82 -
Page 86
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Nilai tercatat aset segmen dan tambahan atas aset tetap berdasarkan wilayah geografis atau
lokasi aset tersebut adalah sebagai berikut:
Nilai Tercatat Aset Segmen Penambahan Aset Tetap
31 Maret 2025 31 Desember 2024 31 Maret 2025 31 Desember 2024
DKI Jakarta 42.683.313 48.424.115 23.338 102.222
Pulau Jawa (diluar Jakarta) 2.240.701 1.973.918 761 26.810
Pulau Sumatera 1.380.853 1.349.371 194 11.438
Pulau Sulawesi dan Maluku 403.919 405.503 73 4.137
Pulau Kalimantan 361.999 321.597 181 4.548
Pulau Bali dan Lombok 256.121 286.111 39 4.448
Pulau Papua 35 36 19 (595)
Jumlah 47.326.941 52.760.651 24.605 153.008
43. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan
Grup menyadari bahwa situasi lingkungan eksternal dan internal Grup telah mengalami
perkembangan yang diikuti dengan semakin kompleksnya risiko kegiatan usaha Perbankan dan
meningkatnya kebutuhan akan praktek tata kelola yang sehat (Good Corporate Governance).
Sebagai tanggapan terhadap kondisi tersebut, Grup telah mengimplementasikan kerangka
menajemen risiko yang memadai mengacu pada pilar-pilar dan ketentuan yang tercantum dalam
peraturan dan ketentuan otoritas yang disesuaikan dengan tujuan, kebijakan, ukuran dan
kompleksitas usaha serta kemampuan Grup, yang meliputi:
a. Pengawasan Aktif dari Dewan Komisaris dan Direksi;
b. Kecukupan kebijakan, prosedur, dan penetapan limit;
c. Kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pengawasan, dan pengendalian risiko,
serta sistem informasi manajemen risiko;
d. Sistem pengendalian internal.
Kerangka tersebut digunakan Grup sebagai bagian integral dari menetapkan strategi, struktur
organisasi, kebijakan dan pedoman serta memperkuat infrastruktur manajemen risiko guna
mempertahankan tingkat kesehatan bank dan memastikan bahwa semua risiko yang dihadapi
dapat diidentifikasi, diukur, dikendalikan, dimitigasi dan dilaporkan dengan baik serta aktivitas
usaha yang dilakukan Grup tidak menimbulkan kerugian yang melebihi kemampuan Grup atau
dapat mengganggu kelangsungan usaha Grup.
Penerapan manajemen risiko dilakukan secara komprehensif dan efektif, antara lain terkait
pengelolaan risiko atas produk-produk dana pihak ketiga, portofolio kredit dan pembiayaan,
pengelolaan likuiditas, dan aktivitas operasional.
Grup telah menerapkan konsep 3 (tiga) Lapis Model (three lines model), membagi fungsi-fungsi
di dalam organisasi yang terlibat di dalam manajemen risiko menjadi tiga kelompok, yaitu pemilik
risiko (risk owner), pengawas risiko (risk overseer), dan penyedia pemastian independen. Di
samping itu, organisasi dapat pula melibatkan pihak eksternal sebagai lapis tambahan.
- 83 -
Page 87
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Lini pertama adalah pemilik risiko yang bertanggung jawab mengelola risiko, dan menerapkan
pengendalian internal dalam pekerjaan sehari-hari, serta melakukan tindakan korektif dalam
mengatasi kelemahan pada proses dan pengendalian. Lini kedua adalah fungsi atau unit
organisasi yang membantu membangun dan memantau pengendalian lini pertama serta
memastikan lini pertama melakukan tanggung jawabnya dengan memadai. Fungsi ini dilakukan
oleh satuan kerja manajemen risiko (risk management group), satuan kerja kepatuhan
(compliance group), dan penjaminan mutu (quality assurance). Lini ketiga adalah audit internal
yang memastikan secara independen pelaksanaan dari lini pertama dan lini kedua terhadap tata
kelola, manajemen risiko, dan pengendalian internal. Untuk lini tambahan dilakukan oleh auditor
eksternal dan regulator yang memberikan tambahan informasi penerapan manajemen risiko
bank kepada para pemangku kepentingan.
Dalam rangka pelaksanaan proses dan sistem Manajemen Risiko yang efektif, maka
Perusahaan sebagaimana yang diamanatkan dalam Ketentuan Regulator mengenai Penerapan
Manajemen Risiko Bank Umum telah membentuk Komite Manajemen Risiko dimana
keanggotaan Komite Manajemen Risiko terdiri dari Mayoritas Direksi dan Pejabat Eksekutif
Bank. Komite Manajemen Risiko dibentuk dengan tugas antara lain penyusunan kebijakan,
strategis, dan pedoman penerapan Manajemen Risiko, serta perbaikan atau penyempurnaan
pelaksanaan Manajemen Risiko berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan Manajemen Risiko.
Selanjutnya Perusahaan juga telah membentuk Risk Management Group (RMG) yang
independen terhadap Satuan Kerja Operasional (risk taking unit) dan terhadap satuan kerja yang
melaksanakan fungsi pengendalian intern. Dalam pelaksanaan tugasnya, Risk Management
Group (RMG) bertanggung jawab langsung kepada Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko.
Pembentukan Risk Management Group telah disesuaikan dengan kebutuhan dan kompleksitas
bisnis perusahaan. Adapun wewenang dan tanggung jawab Risk Management Group (Satuan
Kerja Manajemen Risiko) antara lain mencakup:
a. Melakukan pemantauan pelaksanaan strategi Manajemen Risiko yang telah disetujui oleh
Direksi;
b. Melakukan pemantauan posisi risiko secara keseluruhan, per jenis risiko, dan per jenis
aktivitas fungsional serta melakukan stress testing;
c. Melakukan kaji ulang secara berkala terhadap proses manajemen risiko;
d. Melakukan pengkajian usulan aktivitas dan/atau produk baru;
e. Melakukan evaluasi terhadap akurasi model dan validitas data yang digunakan untuk
mengukur risiko bagi Perusahaan yang menggunakan model untuk keperluan intern;
f. Memberikan rekomendasi kepada satuan kerja operasional dan/atau kepada Komite
Manajemen Risiko, sesuai kewenangan yang dimiliki; dan
g. Menyusun serta menyampaikan laporan profil risiko kepada direktur utama atau direktur
yang ditugaskan secara khusus dan Komite Manajemen Risiko secara berkala.
Pada Triwulan I - Tahun 2025, Perusahaan secara berkesinambungan akan dan/atau telah
melakukan beberapa upaya dalam penyempurnaan proses kredit dan monitoring kredit untuk
meminimalkan risiko kredit. Di antaranya upaya yang telah dilakukan Perusahaan antara lain:
Melakukan pengkinian Kebijakan, Pedoman, Standar Operating Procedure (SOP), Surat
Edaran (SE), Surat Keputusan (SK) untuk menyempurnakan proses kredit secara end to end
disesuaikan dengan perubahan faktor atau stratejik bisnis, eksposur risiko, profil risiko dan
ketentuan regulator yang berlaku;
- 84 -
Page 88
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Mengoptimalkan peningkatan kredit sesuai Rencana Bisnis Perusahaan dengan penyaluran
kredit yang dilakukan secara prudent dan menerapkan prinsip kehati-hatian kepada debitur
dengan mempertimbangkan sektor yang masih potensial dan yang masih memiliki prospek
usaha, agunan aset tetap dan/atau skema penjaminan kredit melalui lembaga penjaminan
untuk meminimalkan risiko kredit;
Melakukan peningkatan frekuensi dan kualitas pemantauan kredit, monitoring pembayaran
angsuran/kewajiban debitur/nasabah serta melakukan follow up dan memenuhi komitmen
atas temuan/rekomendasi OJK, meningkatkan efektifitas dan efisiensi penagihan kredit
bermasalah, serta memantau kondisi usaha debitur melalui indikator Early Warning,
Melakukan trade checking untuk melihat hubungan kerjasama dan performance debitur,
memantau realisasi pemenuhan dokumen covenant kredit sesuai yang disyaratkan pada
Offering Letter dan menindaklanjuti apabila terjadi penyimpangan;
Memantau realisasi pemenuhan dokumen covenant kredit sesuai yang disyaratkan pada
Offering Letter dan menindaklanjuti jika terdapat covenant yang tidak dipenuhi,
Melakukan upaya restrukturisasi kepada debitur-debitur yang mengalami penurunan usaha
dengan tetap memperhatikan ketentuan baik dari karakter debitur, usaha yang masih berjalan
sebagai sumber pembayaran, prospek usaha, masih memiliki kemampuan membayar;
Mengupayakan penyaluran kredit ke sektor usaha yang tergolong sustainable financing
dengan tetap memperhatikan kondisi ekonomi dan strategi bisnis Perusahaan;
Memantau progress penyelesaian nasabah Non Performing Loan (NPL) dengan memantau
ketepatan pembayaran setelah restrukturisasi dilakukan, penagihan yang intensif (lisan atau
tertulis), dilakukan lelang/agunan yang diambil alih (AYDA), hapus buku, dan mengoptimalkan
pemulihan kredit bermasalah;
Optimalisasi penanganan penyelesaian kredit bermasalah dan eksekusi Hak Tanggungan
melalui kerjasama dengan pengacara dan balai lelang swasta serta melakukan optimalisasi
terhadap proses penagihan, restrukturisasi, pengawasan progress penagihan baik pada
akun hapus buku, NPL, dan AYDA, serta melakukan kerjasama jasa penagihan melalui
pihak ketiga;
Secara bertahap dan berkesinambungan, Perusahaan melakukan diversifikasi portofolio
secara menyeluruh untuk meningkatkan eksposur pada berbagai segmen, tidak hanya pada
segmen Corporate, tetapi juga Commercial, Mikro, SME, Chanelling/Joint
Financing dan Consumer;
Secara bertahap Perusahaan berupaya meningkatkan pembentukan Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (CKPN) untuk NPL mencapai 100% untuk memitigasi potensi risiko
kerugian yang diakibatkan kredit bermasalah akibat penurunan kemampuan bayar debitur
atau gagal bayar;
Melakukan monitoring terhadap Penyediaan Dana kepada pihak terkait dan selain pihak
terkait sebagaimana yang diatur dalam ketentuan OJK tentang Batas Maksimum Pemberian
Kredit (BMPK) Bank Umum yang dilakukan secara periodik;
Melakukan perhitungan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial sesuai yang diatur
pada Peraturan Nomor 24/3/PBI/2022 Tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial
(RPIM) Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah;
- 85 -
Page 89
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Melakukan pemantauan Risk Appetite & Risk Tolerance untuk rasio NPL gross dan net
Perusahaan, NPL per Segmentasi, Sektor Ekonomi Kredit & Surat Berharga, Debitur Inti,
CKPN untuk NPL Bank, CKPN NPL Individual, CKPN NPL Kolektif, Rasio Pembiayaan
Inklusif Makroprudensial (RPIM) dan memantau limit sektor ekonomi surat berharga, BMPK
pihak terkait dan selain pihak terkait;
Melakukan uji ketahanan (stress test) yang bertujuan untuk mengukur ketahanan Bank
terhadap kondisi ekstrem yang dapat berdampak pada peningkatan Non-Performing Loan,
CKPN, Modal dan CAR Bank.
Dari sisi operasional, Perusahaan melakukan beberapa upaya untuk meminimalkan risiko
operasional yang berasal dari sumber-sumber risiko antara lain:
Proses Internal: Melakukan kaji ulang berkala terhadap kebijakan, prosedur, melakukan
proses risk assurance terhadap aktivitas operasional Perusahaan, memberikan
rekomendasi perbaikan serta monitoring terhadap implementasinya, serta melakukan
tindak lanjut atas hasil audit internal/eksternal.
Sistem dan Teknologi: Penerapan proses manajemen risiko dalam penggunaan Teknologi
Informasi telah dilaksanakan secara memadai dalam hal pengelolaan pengamanan
informasi, pengamanan terhadap data Perusahaan, dan uji coba terhadap pengembangan
sistem aplikasi.
Manusia: Perusahaan memastikan kecukupan kuantitas SDM yang diperlukan dan secara
berkala berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan,
sosialisasi, refreshment risk/fraud awareness serta Deklarasi Anti Fraud dan Pakta
Integritas yang dilakukan secara online
Faktor eksternal: Perusahaan melakukan pengkinian pedoman bagi pengelolaan
kelangsungan usaha yang komprehensif dengan tujuan untuk mengantisipasi risiko
operational yang mungkin terjadi dari situasi darurat/kritikal karena bencana alam seperti
banjir, gempa bumi dan faktor lainnya seperti kebakaran, gangguan sistem melalui
Business Continuity Management (BCM) dan Disaster Recovery Center (DRC).
Selama Triwulan I - Tahun 2025, seluruh aktivitas operasional Perusahaan terkendali dan
berjalan dengan baik. Perusahaan semakin memperkuat permodalan tercermin dengan jumlah
modal KPMM secara konsolidasi dengan perusahaan Anak sebesar Rp8,2 Triliun dan KPMM
sebesar 30,04% pada tanggal 31 Maret 2025.
Perusahaan melakukan pengelolaan terhadap 8 (delapan) jenis risiko, yang antara lain sebagai
berikut:
Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko yang terjadi akibat kegagalan pihak lawan (counterparty) memenuhi
liabilitasnya, yang timbul dari aktivitas fungsional Perusahaan seperti perkreditan (penyediaan
dana), treasury, investasi dan pembiayaan perdagangan (trade finance).
Dalam mengelola risiko kredit, Perusahaan menetapkan limit agar eksposur kredit sesuai dengan
appetite yang telah ditentukan. Ketentuan limit dibedakan antar setiap segmentasi kredit yaitu
Korporasi, Channeling/Joint Financing, Lembaga Keuangan, Mikro, Usaha Kecil dan Menengah
(SME), Komersial dan Konsumsi.
- 86 -
Page 90
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Risk Management Group (Satuan Kerja Manajemen Risiko) berupaya secara bertahap
menyempurnakan metodologi identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pelaporan informasi risiko
yang efektif, dan mengkaji secara berkala kerangka manajemen risiko yang ada untuk
meminimalisasi berbagai risiko usaha yang dihadapi.
Perusahaan secara berkesinambungan telah dan/atau akan melakukan perbaikan dan
penyempurnaan dalam proses kredit antara lain:
Melakukan pemisahan Risk Appetite & Risk Tolerance Kredit dan Surat Berharga serta
melakukan pemisahan parameter CKPN NPL terbagi kedalam CKPN NPL Perusahaan,
CKPN NPL Kolektif dan CKPN NPL Individual dimana pemisahan ini menyesuaikan dengan
penerapan CKPN mengacu pada PSAK 71 yang telah diimplementasikan oleh Perusahaan;
Menetapkan dan melakukan pemantauan Risk Appetite dan Risk Tolerance untuk rasio
NPL Net dan Gross Bank, NPL per Segmentasi, Sektor Ekonomi Kredit & Surat Berharga,
Debitur Inti, CKPN untuk NPL Perusahaan, CKPN NPL Kolektif, CKPN NPL Individual,
Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM), BMPK pihak terkait dan selain pihak
terkait;
Optimalisasi fungsi Early Warning oleh Credit Management Group (Corporate &
Commercial) dan Credit Management Group (MSME & Consumer) untuk mendeteksi dini
kinerja, prospek dan kemampuan membayar debitur untuk meminimalkan risiko gagal bayar
dan/atau penurunan kolektibilitas yang berdampak pada penambahan pembentukan
cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN);
Peningkatan fungsi Credit Administration and Control (CAC) dalam memastikan dan
memperkuat fungsi Monitoring atas pemenuhan kepatuhan terhadap covenant dan
kelengkapan dokumen;
Melakukan pemantauan ketat terhadap portofolio dan performa debitur yang telah dilakukan
restrukturisasi Covid, mengidentifikasi dini debitur restrukturisasi Covid yang berpotensi
terdapat penurunan kualitas (early warning), memastikan kecukupan pencadangan yang
memadai;
Melakukan pengkinian kebijakan, Pedoman, Standard of Procedure (SOP), Surat Edaran
(SE), Surat Keputusan (SK) untuk menyempurnakan proses kredit secara end to end
disesuaikan dengan perubahan faktor atau stratejik bisnis, eksposur risiko, profil risiko dan
ketentuan regulator yang berlaku;
Memantau pemenuhan dokumen covenant kredit sesuai yang disyaratkan pada Offering
Letter dan segera ditindaklanjuti apabila terdapat covenant yang tidak dapat dipenuhi dan
memastikan mitigasi atas penyimpangan covenant telah memadai dan prudent guna
meminimalisir risiko yang akan dihadapi oleh Perusahaan;
Melakukan pengendalian risiko kredit dari masing-masing unit bisnis dalam hal penanganan
kredit, memantau progress penyelesaian debitur bermasalah dan melakukan penagihan
yang intensif, lelang/agunan yang diambil alih (AYDA), dan pemasaran jaminan melalui
media digital dan non digital serta hapus buku;
- 87 -
Page 91
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Melakukan monitoring ketepatan pembayaran dan flow rate untuk nasabah seluruh segmen,
keberlanjutan terhadap kinerja usaha & kemampuan bayar debitur existing. Melakukan
restrukturisasi kepada debitur-debitur yang mengalami penurunan usaha dengan tetap
memperhatikan ketentuan baik dari karakter debitur, usaha yang masih berjalan sebagai
sumber pembayaran, prospek usaha, dan masih memiliki kemampuan membayar;
Mengupayakan penyaluran kredit ke sektor usaha yang tergolong sustainable financing
dengan tetap memperhatikan kondisi ekonomi dan strategi bisnis Perusahaan;
Pelaksanaan corporate credit quality assurance dalam rangka menjaga ketertiban
dokumentasi kredit, kedisiplinan pemantauan kredit, pemenuhan covenant dan persyaratan
kredit serta pemantauan kualitas portofolio kredit yang bertujuan untuk mendorong
terciptanya proses pemberian kredit yang berkualitas dan terpantau dengan baik;
Meningkatkan analisa dalam penilaian calon debitur dengan menggunakan data pihak
ketiga sebagai data pembanding dalam pengambilan keputusan kredit;
Melakukan monitoring portofolio kredit debitur seluruh segmen, melakukan Early Warning
untuk mendeteksi secara dini potensi masalah atau risiko yang akan muncul dan
menetapkan action plan atau langkah preventif;
Secara bertahap dan berkesinambungan, Perusahaan melakukan diversifikasi portofolio
secara menyeluruh untuk meningkatkan eksposur pada berbagai segmen, tidak hanya pada
segmen Corporate, tetapi juga Commercial, Micro, SME, Chanelling/Joint Financing dan
Consumer;
Pembentukan CKPN mengacu kepada metodologi metode PSAK 71 dan secara bertahap
melakukan penambahan pembentukan CKPN secara memadai sesuai dengan Risk
Appetite dan Risk Tolerance Perusahaan terutama untuk debitur NPL dan debitur yang
berpotensi jatuh ke NPL;
Melakukan uji ketahanan (stress test) yang bertujuan untuk mengukur ketahanan Bank
terhadap kondisi ekstrem yang dapat berdampak pada peningkatan Non-Performing Loan,
CKPN, Modal dan CAR Bank;
Melakukan penyusunan profil risiko Perusahaan yang dilaporkan secara triwulanan dan
semesteran. Laporan profil risiko ini menggambarkan risiko yang melekat dalam kegiatan
bisnis bank (inherent risk) termasuk kualitas penerapan manajemen risiko untuk masing-
masing jenis risiko; dan
Melakukan pelaporan setiap bulan dan pemantauan penyediaan dana dan BMPK baik
kepada pihak terkait maupun kepada selain pihak terkait setiap bulan.
Risiko kredit dikelola melalui penetapan kebijakan-kebijakan dan proses-proses yang meliputi
kriteria pemberian kredit dan persetujuan kredit, penetapan pricing, pemantauan, pengelolaan
kredit bermasalah dan manajemen portofolio.
Perusahaan telah memiliki kebijakan dan pedoman tertulis terkait dengan kegiatan perkreditan
yang antara lain, mengatur prosedur analisa kredit, persetujuan kredit, pencatatan dan
pengawasan kredit, dan restrukturisasi kredit. Kebijakan dan prosedur tersebut dievaluasi/dikaji
secara berkala untuk disesuaikan perubahan kondisi serta arah kebijakan Perusahaan agar
potensi risiko dapat dimitigasi.
- 88 -
Page 92
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Proses pemantauan kualitas kredit sampai dengan penanganan kredit bermasalah terus
ditingkatkan dengan berbagai strategi yang dimonitor secara periodik untuk memastikan agar
kualitas portofolio kredit tetap terjaga. Pengelolaan kredit yang efektif dengan melakukan analisa
kredit secara prudent, monitoring performa debitur, melakukan deteksi early warning secara dini
dapat meminimalkan kerugian akibat gagal bayar sehingga Perusahaan dapat mengoptimalkan
alokasi modal untuk pengembangan produk dan ekspansi bisnis perusahaan serta menanggung
risiko kredit. Selain itu, Perusahaan mengelola sumber daya manusia secara kuantitas dan
kualitas, dan mempersiapkan kebijakan dan prosedur kerja.
Proses underwriting kredit telah dikaji ulang dengan melakukan revisi maupun menerbitkan
beberapa kebijakan perkreditan, petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) di
setiap segmen kredit termasuk kewenangan dalam memutus kredit, monitoring kredit, dan
lainnya menyesuaikan dengan kompleksitas bisnis Perusahaan.
Selain itu, untuk mendukung pertumbuhan kredit yang sehat, Perusahaan juga mengadakan
training dan workshop antara lain mengenai Sosialisasi Hapus Buku Bermasalah, Analisa
Keuangan Restrukturisasi Fasilitas Kredit Segmentasi Corporate, Commercial & SME, Analisa
Keuangan Restrukturisasi Fasilitas Kredit Segmentasi Micro & Consumer, HRGS Weekly KPR
Take Over Program, KPR Take Over dan KPR Primary, Sosialisasi Lending, Sosialisasi Produk
KTA Simas Agri, Simulasi Pelunasan Angsuran SMMF, Simas Dana Tunai dan Analisa
Keuangan, Strategi Penyelesaian Debitur Bermasalah, dan Pembukaan Kartu Kredit Red
Diamond.
Dalam penerapan transformasi digital yang berdampak pada proses credit underwriting,
Perusahaan telah memiliki risk strategy untuk setiap produk digital loan yang dituangkan ke
dalam Credit Risk Engine dan telah dilakukan implementasi One Limit System untuk mengukur
repayment capacity setiap applicant serta dilakukan analisa performance monitoring.
Perusahaan juga telah melakukan tinjauan atas scoring model yang telah digunakan, melakukan
pengembangan scoring model baru dan melakukan validasi model, serta monitoring model
secara berkala.
Perusahaan telah menyusun strategi dan action plan untuk aktivitas perkreditan, yang akan lebih
fokus pada debitur saat ini (existing) terutama yang terdampak dan akselerasi proses
restrukturisasi bagi debitur yang terdampak, dan memberikan penyaluran kredit kepada debitur-
debitur yang memiliki jaminan/agunan yang memadai dan sektor-sektor yang masih memiliki
prospek usaha.
Dalam hal penanganan pembiayaan bermasalah, Perusahaan telah melakukan sejumlah action
diantaranya melakukan restrukturisasi kredit, eksekusi hak tanggungan, pengambilalihan agunan
dan pemasaran jaminan melalui media digital dan non digital.
Perusahaan telah mengimplementasikan perhitungan CKPN berdasarkan PSAK 71 dalam hal
pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai kredit sesuai dengan penetapan Dewan
Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI). Perusahaan telah
membangun infrastruktur dan sistem IT yang dapat melakukan proses klasifikasi dan
pengukuran, perhitungan penurunan nilai (kolektif dan individu), serta pengungkapan laporan.
Cakupan penurunan nilai telah memperhitungkan kerugian di masa mendatang (expected credit
loss model).
- 89 -
Page 93
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) dengan menggunakan metode Expected Credit
Loss sesuai dengan ketentuan PSAK No. 109 menghitung penurunan nilai pada Portofolio (1)
Kredit; (2) Treasury; (3) Trade Finance baik untuk on balance sheet maupun off balance sheet
setiap bulan. Perusahaan melakukan pemodelan Probability of Default (PD), Loss Given Defaut
(LGD), Credit Convertion Factor (CCF), Exposure at Default (EAD) dan Forward Looking
Macroeconomic Variables untuk semua segmentasi portofolio instrumen keuangan sesuai
dengan metodologi yang telah ditentukan oleh Perusahaan.
Pengukuran Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian
Perusahaan mengacu pada PSAK 71 yang memperkenalkan metode kerugian kredit
ekspektasian dalam mengukur kerugian instrumen keuangan akibat penurunan nilai. PSAK 71
mensyaratkan pengakuan segera atas dampak perubahan kerugian kredit ekspektasian setelah
pengakuan awal aset keuangan. Perusahaan mengembangkan permodelan parameter risiko
seperti PD, LGD, CCF dan EAD yang digunakan sebagai komponen perhitungan kerugian kredit
ekspektasian.
PSAK 71 mensyaratkan entitas untuk mengelompokkan aset keuangan ke dalam tiga tahapan
(tahap 1, tahap 2 dan tahap 3) dengan menentukan apakah terjadi peningkatan risiko kredit yang
signifikan. Perusahaan mengukur cadangan kerugian sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12
bulan untuk aset keuangan yang memiliki risiko kredit rendah pada tanggal pelaporan (tahap 1)
dan kerugian kredit sepanjang umur untuk aset keuangan yang mengalami peningkatan risiko
kredit yang signifikan (tahap 2 dan tahap 3). Pada setiap tanggal pelaporan, entitas menilai
apakah risiko kredit atas instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan
awal. Dalam melakukan penilaian tersebut, entitas membandingkan risiko gagal bayar pada saat
pengakuan awal serta mempertimbangkan informasi yang wajar dan terdukung yang tersedia
tanpa biaya atau upaya berlebihan, yang merupakan indikasi peningkatan risiko kredit secara
signifikan (SICR) sejak pengakuan awal.
Berikut adalah eksposur maksimum instrumen keuangan dalam laporan posisi keuangan dan
rekening administratif yang terkait risiko kredit pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember
2024:
31 Maret 2025
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Syariah Jumlah
Laporan Posisi Keuangan
Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Efek-efek
Reksadana 1.983.832 - - - 1.983.832
Aset lain-lain
Piutang derivatif 4.682 - - - 4.682
Diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain
Efek-efek
Obligasi korporasi 4.524.566 - 464.095 - 4.988.661
Diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Giro pada bank Indonesia 3.624.845 - - 747.966 4.372.811
Giro pada bank lain - neto 1.255.077 - - 180.937 1.436.014
Penempatan pada bank Indonesia
dan bank lain - neto 5.260.620 - - 247.000 5.507.620
Efek-efek - neto
Obligasi korporasi 103.683 - - 94.859 198.542
Tagihan atas wesel ekspor 13.749 - - - 13.749
Kredit yang diberikan (termasuk
pembiayaan prinsip syariah) - neto 10.056.917 340.514 52.629 1.256.478 11.706.538
Tagihan akseptasi - neto 60.956 - - - 60.956
Pendapatan yang masih akan diterima 212.448 - - 174.232 386.680
Aset lain-lain 386.656 - - - 386.656
Jumlah 27.488.031 340.514 516.724 2.701.472 31.046.741
- 90 -
Page 94
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2025
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Syariah Jumlah
Komitmen dan Kontinjensi
Fasilitas kredit kepada debitur
yang belum digunakan 699.992 - - - 699.992
Bank garansi 395.211 - - 250 395.461
Irrevocable letters of credit 107.876 - - - 107.876
Jumlah 1.203.079 - - 250 1.203.329
31 Desember 2024
Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Syariah Jumlah
Laporan Posisi Keuangan
Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Efek-efek
Reksadana 1.977.049 - - - 1.977.049
Aset lain-lain
Piutang derivatif 1.855 - - - 1.855
Diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain
Efek-efek
Obligasi korporasi 4.399.308 - 463.814 - 4.863.122
Diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Giro pada bank Indonesia 4.694.100 - - 1.012.337 5.706.437
Giro pada bank lain - neto 1.883.517 - - 137.472 2.020.989
Penempatan pada bank Indonesia
dan bank lain - neto 8.281.976 - - 444.000 8.725.976
Efek-efek - neto
Obligasi korporasi 101.111 - - 67.875 168.986
Tagihan atas wesel ekspor 32.820 - - - 32.820
Sertifikat pengelolaan dana
berdasarkan prinsip syariah - - - 250.000 250.000
Sertifikat investasi mudharabah
antarbank syariah - - - 400.000 400.000
Kredit yang diberikan (termasuk
pembiayaan prinsip syariah) 10.280.336 690.966 210.422 3.174.079 14.355.803
Tagihan akseptasi 38.144 - - - 38.144
Pendapatan yang masih akan diterima 272.974 - - 132.117 405.091
Aset lain-lain 123.626 - - - 123.626
Jumlah 32.086.816 690.966 674.236 5.617.880 39.069.898
Komitmen dan Kontinjensi
Fasilitas kredit kepada debitur
yang belum digunakan 512.494 - - - 512.494
Bank garansi 789.206 - - 250 789.456
Irrevocable letters of credit 29.011 - - - 29.011
Jumlah 1.330.711 - - 250 1.330.961
Eksposur maksimum risiko kredit tercermin dari persentase setiap kategori kredit yang diberikan
terhadap jumlah kredit. Portofolio kredit yang diberikan terdiversifikasi ke dalam 23 jenis sektor
ekonomi.
Sebagai bagian dari manajemen portofolio, Perusahaan juga melakukan pemantauan
perkembangan risiko portofolio kredit melalui Laporan Profil Risiko yang menggambarkan potensi
risiko bawaan dan efektivitas kualitas penerapan manajemen risiko. Perusahaan juga melakukan
monitoring perkembangan dan kualitas portofolio berdasarkan konsentrasi per kategori portofolio,
konsentrasi kredit kepada debitur inti, sektor ekonomi, kredit berdasarkan wilayah/cabang,
segmentasi, jenis produk, tujuan penggunaan, dan jenis valuta.
- 91 -
Page 95
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Dengan demikian, Perusahaan dapat mengambil langkah-langkah antisipasi dan mitigasi risiko
dan juga melalui penyempurnaan proses penerapan manajemen risiko kredit, baik melalui
penyempurnaan kebijakan perkreditan maupun pengembangan sistem informasi kredit yang
memadai sehingga pengelolaan risiko menjadi efektif.
Dalam hal adanya revisi standar pemenuhan modal minimum untuk risiko kredit sebagaimana
diatur dalam standar Basel III: Finalizing Post Crisis Reforms (Basel III Reforms) yang diterbitkan
oleh Basel Committee on Banking Supervision (BCBS), Perusahaan telah mengimplementasikan
Laporan Perhitungan ATMR Risiko Kredit dengan Pendekatan Standar sejak 1 Januari 2023.
Berikut adalah eksposur risiko kredit atas aset Perusahaan (termasuk kredit yang diberikan
berdasarkan prinsip syariah) pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024:
31 Maret 2025
Belum jatuh tempo
dan tidak mengalami Mengalami penurunan
penurunan nilai nilai Jumlah
Giro pada bank Indonesia 4.372.811 - 4.372.811
Giro pada bank lain - neto 1.436.014 - 1.436.014
Penempatan pada bank Indonesia
dan bank lain - neto 5.507.620 - 5.507.620
Efek-efek - neto
Diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi 4.342.903 - 4.342.903
Diukur pada biaya perolehan
diamortisasi 6.111.764 - 6.111.764
Diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lainnya 11.764.173 464.095 12.228.268
Kredit yang diberikan - neto 12.992.226 226.960 13.219.186
Tagihan akseptasi - neto 60.956 - 60.956
Pendapatan yang masih akan diterima 386.680 - 386.680
Aset lain-lain 386.656 - 386.656
Jumlah 47.361.803 691.055 48.052.858
31 Desember 2024
Belum jatuh tempo
dan tidak mengalami Mengalami penurunan
penurunan nilai nilai Jumlah
Giro pada bank Indonesia 5.706.437 - 5.706.437
Giro pada bank lain - neto 2.020.989 - 2.020.989
Penempatan pada bank Indonesia
dan bank lain - neto 8.725.976 - 8.725.976
Efek-efek
Diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi 1.977.049 - 1.977.049
Diukur pada biaya perolehan
diamortisasi 851.807 - 851.807
Diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lainnya 4.399.307 463.814 4.863.121
Kredit yang diberikan 14.138.123 217.680 14.355.803
Tagihan akseptasi 38.144 - 38.144
Pendapatan yang masih akan diterima 405.091 - 405.091
Aset lain-lain 123.626 - 123.626
Jumlah 38.386.549 681.494 39.068.043
- 92 -
Page 96
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Risiko Pasar
Dalam melaksanakan aktivitasnya, Perusahaan terekspos pada risiko pasar yang terdiri atas risiko
suku bunga, risiko nilai tukar dan risiko harga. Risiko pasar antara lain terdapat pada aktivitas
fungsional Perusahaan seperti kegiatan treasury dan investasi dalam surat berharga dan pasar
uang, kegiatan pendanaan dan penerbitan surat utang, serta kegiatan pembiayaan perdagangan.
Perusahaan senantiasa melakukan pengelolaan terhadap risiko pasar tersebut secara rutin
dan/atau berkala.
Pemantauan dan pengukuran terhadap risiko pasar dilakukan secara harian, mingguan, bulanan
dan triwulan antara lain pemantauan posisi surat berharga yang dimiliki Perusahaan, Posisi
Devisa Neto (PDN), Value at Risk (VaR) nilai tukar, Present Value of One Basis Poin Changes
(PV01), Interest Rate Risk in Banking Book (IRRBB), Unrealized Profit/Loss, Holding Period surat
berharga, Off Market Rate (OMR) dan ATMR risiko pasar serta pemantauan terhadap limit-limit
yang telah ditetapkan Perusahaan dan Regulator.
Selain itu Perusahaan secara berkala melakukan perhitungan stress test terkait risiko suku bunga,
risiko nilai tukar dan risiko harga dengan 3 jenis skenario dan asumsi yaitu Skenario Baseline,
Skenario Moderate dan Skenario Severe yang menunjukkan kondisi stress dengan
memperhatikan kondisi makro ekonomi di pasar serta pergerakan kondisi stress menggunakan
data historikal yang pernah terjadi. Asumsi dan/atau skenario serta hasil stress testing
disampaikan dan disetujui oleh Komite Manajemen Risiko dan/atau Direksi melalui rapat komite
manajemen risiko atau melalui sirkulasi Memorandum Internal atau melalui e-mail.
a. Risiko Suku Bunga
Risiko Suku Bunga dalam buku Bank atau Interest Rate Risk in The Banking Book (IRRBB)
merupakan risiko akibat pergerakan suku bunga di pasar yang berlawanan dengan posisi
Banking Book, yang berpotensi memberikan dampak terhadap permodalan dan rentabilitas
(earnings) Perusahaan baik untuk saat ini maupun pada masa mendatang.
Penerapan manajemen risiko suku bunga pada Interest Rate Risk in The Banking Book
(IRRBB) diterapkan untuk mengidentifikasi, mengukur, dan memantau serta
mengendalikan pergerakan suku bunga yang dapat menyebabkan perubahan pada nilai
kini dan penetapan waktu arus kas pada masa mendatang yang mempengaruhi nilai
ekonomis dari aset, liabilitas, dan transaksi rekening administratif serta menyebabkan
perubahan pada pendapatan bunga bersih. Risiko suku bunga dalam Interest Rate Risk in
The Banking Book (IRRBB) diukur berdasarkan dampak perubahan suku bunga terhadap
perubahan nilai ekonomis dari ekuitas (Economic Value of Equity/EVE) dan perubahan
pada pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII).
Pengukuran dan Pemantauan risiko suku bunga atau Interest Rate Risk in The Banking
Book (IRRBB) dilakukan secara individu yaitu Bank Sinarmas selaku perusahaan induk,
dan secara konsolidasi yaitu antara perusahaan induk dan entitas anak, yaitu Bank Nano
Syariah. Rasio IRRBB berdasarkan pendekatan EVE dan NII posisi Triwulan I – Maret
2025 masing-masing sebesar 7,0% (Individu) dan 7,6% (Konsolidasi), dan NII sebesar
18,4% (Individu) dan 16,4% (Konsolidasi).
- 93 -
Page 97
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Perusahaan dalam hal pengelolaan risiko suku bunga dilengkapi dengan analisa
sensitifitas secara periodik untuk mengukur dampak dari perubahan suku bunga yang
signifikan. Selain itu, Perusahaan telah menetapkan Risk Appetite dan Risk Tolerance
untuk Risiko Suku Bunga yaitu risiko suku bunga terhadap perubahan nilai ekonomis dari
nilai ekuitas (EVE) dan perubahan pada pendapatan bunga neto (NII). Saat ini Perusahaan
sedang dalam tahap testing sistem terkait perhitungan IRRBB yang diantaranya digunakan
untuk keperluan pelaporan IRRBB dengan tujuan semua perhitungan dilakukan secara
otomasi guna menyampaikan informasi risiko yang akurat, efektif, sesuai ketentuan yang
diatur oleh regulator, dan tepat waktu serta meminimalkan potensi terjadinya risiko
operasional.
Pengelolaan risiko suku bunga dilakukan terhadap posisi instrumen keuangan baik dalam
trading book maupun banking book. Risiko suku bunga dalam trading book dihitung dengan
pendekatan standar (standardized approach) sesuai dengan SEOJK Nomor
23/SEOJK.03/2022 tentang Perhitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) untuk
risiko pasar bagi Bank Umum yang mulai diberlakukan pada 1 Januari 2024, yaitu meliputi
perhitungan beban modal dengan metode sensitivities based, perhitungan beban modal
untuk risiko gagal bayar/default risk capital (DRC), dan tambahan risiko residual/Residual
Risk Add-On (RRAO).
Tabel berikut merupakan rata-rata suku bunga efektif per tahun untuk aset dan liabilitas
yang signifikan (tidak termasuk akun Syariah):
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Rupiah Mata Uang Asing Rupiah Mata Uang Asing
% % % %
Aset
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain 3,09 3,06 2,80 3,77
Kredit yang diberikan 11,05 8,13 12,03 10,00
Liabilitas
Simpanan 2,31 0,23 2,08 0,34
Simpanan dari bank lain 2,04 0,07 3,98 0,59
Tabel berikut ini menyajikan portofolio Perusahaan (tidak termasuk portofolio yang
diperdagangkan) pada nilai tercatatnya, yang dikelompokkan menurut mana yang lebih
awal antara tanggal re-pricing atau tanggal jatuh tempo kontraktual:
31 Maret 2025
Sampai dengan 1 >1 bulan s.d. >3 bulan s.d. >1 tahun s.d.
bulan 3 bulan 1 tahun 2 tahun >2 tahun Jumlah
Aset
Bunga Mengambang
Giro pada bank lain 1.255.460 - - - - 1.255.460
Kredit yang diberikan 73.168 376.737 4.251.575 924.233 2.076.854 7.702.567
Liabilitas
Bunga Mengambang
Simpanan 25.446.706 - - - - 25.446.706
Simpanan dari bank lain 35.389 - - - - 35.389
31 Desember 2024
Sampai dengan 1 >1 bulan s.d. >3 bulan s.d. >1 tahun s.d.
bulan 3 bulan 1 tahun 2 tahun >2 tahun Jumlah
Aset
Bunga Mengambang
Giro pada bank lain 1.900.099 - - - - 1.900.099
Kredit yang diberikan 80.032 731.476 4.011.353 687.368 1.886.898 7.397.127
Liabilitas
Bunga Mengambang
Simpanan 27.392.275 - - - - 27.392.275
Simpanan dari bank lain 43.574 - - - - 43.574
- 94 -
Page 98
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
b. Risiko Nilai Tukar
Risiko nilai tukar adalah risiko kerugian pada neraca dan rekening administratif yang
disebabkan oleh perubahan nilai tukar, termasuk perubahan nilai emas.
Kebijakan pengelolaan risiko nilai tukar berpedoman pada batas Posisi Devisa Neto (PDN)
sesuai ketentuan regulator yaitu Perusahaan wajib mengelola dan memelihara PDN paling
tinggi 20% dari Modal. Perusahaan juga menyusun Risk Appetite dan Risk Tolerance risiko
pasar yang selaras dengan tujuan strategis Perusahaan yang digunakan sebagai dasar
penentuan tingkat risiko yang akan diambil Perusahaan dalam pencapaian sasaran bisnis.
Selain itu, pengelolaan risiko nilai tukar secara harian juga dilakukan Perusahaan dengan
cara menghitung potensi kerugian yang mungkin timbul sebagai dampak dari adanya
perubahan nilai tukar terhadap posisi. Perusahaan menggunakan metode historical Value
at Risk (VAR) dengan menggunakan 250 data historis pada tingkat kepercayaan 99%.
Selain itu Perusahaan secara berkala melakukan pemantauan terkait Off Market Rate
(OMR) untuk transaksi foreign exchange dengan tujuan untuk memastikan rentang harga
masih berada pada rentang kuotasi secara normal.
c. Risiko Harga
Risiko harga merupakan risiko yang timbul sebagai akibat ketidakpastian dalam perubahan
harga suatu aset, misalnya pendapatan yang kurang menguntungkan dan sekuritas yang
memiliki pendapatan tetap akibat perubahan tingkat suku bunga.
Dalam hal pengelolaan risiko harga, Perusahaan melakukan pemantauan atas eksposur
risiko pasar yang melekat pada portofolio yang dikelola oleh treasury, seperti Surat
Berharga yang dimiliki Perusahaan khususnya yang terekspos risiko pasar, yaitu Surat
Berharga yang dimiliki dalam kategori Fair Value to Other Comprehensive Income (FVOCI),
Fair Value Through Profit or Loss (FVTPL), Off Market Rate (OMR), PV01, Profit & Loss
surat berharga dengan mengacu pada limit-limit yang telah ditetapkan.
Dalam penerapan manajemen risiko pasar yang terpapar risiko counterparty, Perusahaan telah
menghitung, mengukur dan memantau secara berkala minimal 1 (satu) bulan sekali sesuai
dengan SEOJK Nomor 23/SEOJK.03/2022 tentang Perhitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko
(ATMR) untuk Risiko Pasar bagi Bank Umum terkait BMPK Derivatif Non Kredit yang
diperhitungkan pada Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) untuk Risiko Kredit dan Credit
Value Adjustment (CVA) yang merupakan bagian dari laporan Aktiva Tertimbang Menurut Risiko
(ATMR) untuk risiko pasar sesuai ketentuan.
Risiko Likuditas
Risiko likuiditas adalah risiko yang disebabkan oleh ketidakmampuan Perusahaan untuk
memenuhi kewajiban yang jatuh tempo menggunakan sumber pendanaan arus kas dan/atau dari
aset likuid berkualitas tinggi yang dapat diagunkan, tanpa mengganggu aktivitas dan kondisi
keuangan Perusahaan. Risiko likuiditas merupakan risiko yang terpenting pada perusahaan umum
dan perlu dikelola secara berkesinambungan.
- 95 -
Page 99
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Dalam menjaga serta memantau kondisi likuiditas maka Perusahaan membentuk Asset and
Liability Management (ALMA) yang beranggotan setingkat pejabat eksekutif dan Asset and
Liability Committee (ALCO) yang beranggotakan manajemen senior tertinggi. ALMA memiliki
tugas dan tanggung jawab antara lain melakukan simulasi kecukupan likuiditas Perusahaan,
melakukan uji coba Contigency Funding Plan (CFP) dan Pinjaman Likuiditas Jangka Pendek
(PLJP) pada Bank Indonesia dan memberikan rekomendasi kepada ALCO terkait langkah
antisipasi yang perlu dilakukan untuk memastikan kecukupan likuiditas termasuk rekomendasi
terkait suku bunga. Sedangkan ALCO memiliki tugas dan tanggung jawab yaitu mengarahkan dan
menentukan rencana, kebijakan, strategi, struktur neraca, likuiditas, profitabilitas, dan risiko yang
terkait dengan risiko valuta asing dan tingkat suku bunga melalui proses pengawasan, identifikasi
dan pengukuran paparan risiko dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian.
Pemantauan dan pengukuran terhadap risiko likuiditas dilakukan secara harian, mingguan,
bulanan, dan triwulan, sebagai bagian dari sistem informasi manajemen dan hasil pemantauan
tersebut dilaporkan kepada Manajemen. Pemantauan dilakukan terhadap komposisi posisi
keuangan Perusahaan antara lain kecukupan Giro Wajib minimum (GWM) Rupiah dan Valas, Giro
RIM, Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM), Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM),
Liquidity Coverage Ratio (LCR), Net Stable Funding Ratio (NSFR), pergerakan Deposan Inti,
monitoring terhadap aktivitas Money Market terkait penempatan dan peminjaman dana interbank,
Laporan Maximum Cumulative Outflow (MCO) berdasarkan cashflow, Laporan Early Warning
Indicator (EWI), Laporan Risk Appetite dan Risk Tolerance (RART) dan Stress Testing likuiditas
guna memastikan kecukupan likuiditas Bank untuk memenuhi penarikan dana nasabah pada
kondisi krisis.
Perusahaan telah menetapkan Risk Appetite dan Risk Tolerance untuk Risiko Likuiditas yaitu
Rasio Deposan Inti terhadap Total Dana Pihak Ketiga, Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM),
Liquidity Coverage Ratio (LCR) dan Net Stable Funding Ratio (NSFR). Hasil pemantauan
disampaikan secara berkala kepada Asset & Liabilities Committee (ALCO) member, Asset &
Liabilities Management (ALMA) member yang meliputi unit bisnis dan unit pendukung, Komite
Manajeman Risiko (KMR), Komite Pemantau Risiko (KPR) serta kepada Direksi Perusahaan.
Dalam melakukan perhitungan LCR dan NSFR, Perusahaan telah menggunakan sistem sebagai
bagian penerapan dari sistem informasi manajemen dalam rangka menghasilkan perhitungan LCR
secara harian dan NSFR secara bulanan dengan tujuan agar semua perhitungan dilakukan secara
otomasi guna menyampaikan informasi risiko yang akurat, efektif, sesuai dengan ketentuan yang
diatur oleh regulator, dan tepat waktu serta meminimal potensi terjadinya risiko operasional.
Rasio likuiditas yaitu Liquidity Coverage Ratio (LCR) dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) pada
bulan Maret 2025 masing-masing sebesar 417,4% dan 198,9% untuk individual dan sebesar
403,8% dan 207,2% untuk konsolidasi dengan perusahaan anak, kedua rasio likuiditas ini baik
secara individu maupun secara konsolidasi dengan perusahaan anak telah memenuhi ketentuan
regulator yaitu minimal sebesar 100%. Dengan tingginya rasio LCR dan NSFR Perusahaan maka
tingkat risiko likuiditas Perusahaan dinilai rendah dan tercermin bahwa Perusahaan memiliki aset
berkualitas tinggi yang sangat mencukupi untuk memenuhi kewajiban Perusahaan.
Selain itu Perusahaan telah selesai mengembangkan sistem untuk mengukur kemampuan arus
kas keluar maksimum (MCO) perusahaan secara otomasi dan dihasilkan secara harian sehingga
perusahaan dapat melakukan pemantauan kemampuan likuiditas perusahaan serta melakukan
tindak lanjut lebih cepat jika perusahaan mengalami kebutuhan likuiditas dalam jumlah besar.
- 96 -
Page 100
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Dalam melakukan Pengelolaan terhadap likuiditas Perusahaan, dilakukan studi untuk mempelajari
pola pergerakan dana dan/atau perilaku nasabah dana pihak ketiga, khususnya dana nasabah inti
dan nasabah yang memiliki tingkat volatilitas cukup tinggi. Dengan mempelajari perilaku nasabah,
maka Perusahaan dapat menjaga kecukupan likuiditas yang diperlukan secara tepat dalam rangka
memenuhi kewajiban perusahaan atas Dana Pihak Ketiga. Perusahaan selalu menjaga
kecukupan Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) pada level yang aman dengan besaran
kecukupan disesuaikan dengan kondisi likuiditas Perusahaan secara spesifik maupun kondisi
likuiditas di pasar.
Perusahaan senantiasa secara berkala melakukan pemantauan terhadap posisi core fund dan
berupaya untuk secara berkesinambungan meningkatkan persentase terhadap jumlah dana yang
dimiliki. Core fund menjadi bagian yang sangat penting bagi Perusahaan dalam menjalankan
fungsi intermediasi berupa penyediaan dana jangka panjang. Hal ini mengingat portofolio dana
pihak ketiga yang dimiliki Perusahaan sebagian besar berjangka waktu sampai dengan 1 (satu)
tahun. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan dana mengendap antara lain diciptakan
program-program yang mengharuskan dana nasabah ditahan dan tidak dapat ditarik sampai
jangka waktu tertentu sesuai dengan ketentuan program.
Dalam rangka mengikuti perkembangan bisnis Perusahaan yang semakin dinamis serta adanya
perubahan strategi yang dilakukan Perusahaan maka telah dilakukan back testing dan kaji ulang
terkait metodologi yang digunakan untuk perhitungan Core Fund yaitu menggunakan data historis
selama 5 tahun, melihat pergerakan outstanding selama 5 tahun dan menghitung dengan tingkat
kepercayaan (confidence level) 95%. Perhitungan back testing dan kaji ulang metodologi telah
disampaikan dan disetujui oleh Direksi dan Dewan Komisaris melalui Rapat dan/atau melalui
sirkulasi Memorandum Internal dan/atau melalui e-mail.
Pada dasarnya, risiko likuiditas dikelola sesuai dengan kerangka kebijakan, pengawasan, dan
batasan yang memastikan bahwa konsentrasi pendanaan bersifat minimal, sumber dan jangka
waktu pendanaan telah terdiversifikasi.
Berikut adalah jadwal jatuh tempo liabilitas keuangan (termasuk simpanan dan simpanan dari
bank lain berdasarkan prinsip syariah) dan dana syirkah temporer berdasarkan pembayaran
kontraktual pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024:
31 Maret 2025
Sampai dengan 1 >1 bulan s.d. >3 bulan s.d. >6 bulan s.d.
bulan 3 bulan 6 bulan 12 bulan >12 bulan Jumlah
Liabilitas
Liabilitas segera 340.833 - - - - 340.833
Simpanan 31.828.295 1.550.576 453.691 286.702 218.044 34.337.308
Simpanan dari bank lain 52.006 4.000 - - - 56.006
Efek yang dijual dengan janji
beli kembali 101.655 - - - - 101.655
Liabilitas akseptasi 28.866 30.639 1.522 - - 61.027
Beban yang masih harus
dibayar 33.228 - - - - 33.228
Obligasi subordinasi - - - - 497.750 497.750
Liabilitas lain-lain 193.443 - - - - 193.443
Jumlah Liabilitas 32.578.326 1.585.215 455.213 286.702 715.794 35.621.250
Dana Syirkah Temporer
Simpanan 4.757.263 577.406 291.178 180.117 - 5.805.964
Simpanan dari bank lain 42.804 - - - - 42.804
Jumlah Dana Syirkah
Temporer 4.800.067 577.406 291.178 180.117 - 5.848.768
- 97 -
Page 101
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2024
Sampai dengan 1 >1 bulan s.d. >3 bulan s.d. >6 bulan s.d.
bulan 3 bulan 6 bulan 12 bulan >12 bulan Jumlah
Liabilitas
Liabilitas segera 178.778 - - - - 178.778
Simpanan 35.381.807 1.344.487 400.419 554.206 216.496 37.897.415
Simpanan dari bank lain 60.760 6.000 - - - 66.760
Efek yang dijual dengan janji
beli kembali 879.455 - - - - 879.455
Liabilitas akseptasi 29.148 9.012 - - - 38.160
Beban yang masih harus
dibayar 44.216 - - - - 44.216
Obligasi subordinasi - - - - 497.505 497.505
Liabilitas lain-lain 178.489 - - - - 178.489
Jumlah Liabilitas 36.752.653 1.359.499 400.419 554.206 714.001 39.780.778
Dana Syirkah Temporer
Simpanan 4.247.984 1.130.932 1.391.386 152.247 - 6.922.549
Simpanan dari bank lain 2.972 - - - - 2.972
Jumlah Dana Syirkah
Temporer 4.250.956 1.130.932 1.391.386 152.247 - 6.925.521
Sebagian besar liabilitas yang dimiliki oleh Perusahaan akan jatuh tempo dalam waktu kurang dari
1 bulan, namun berdasarkan data historis Perusahaan, sebagian besar dari liabilitas tersebut pada
saat jatuh tempo akan diperpanjang (roll over). Upaya yang dilakukan Perusahaan agar nasabah
tetap mempertahankan dananya pada Perusahaan yaitu dengan meningkatkan kualitas pelayanan
serta memberikan penawaran suku bunga yang wajar dan kompetitif. Dengan upaya tersebut,
Perusahaan juga mengharapkan dapat menarik nasabah baru untuk menempatkan dananya pada
Perusahaan. Perusahaan juga melakukan upaya lain untuk memitigasi adanya penarikan dana
secara besar-besaran oleh nasabah dimana Perusahaan juga memantau 50 deposan inti, dengan
cara mengevaluasi profil dan perilaku dari deposan-deposan tersebut sehingga Perusahaan dapat
melakukan antisipasi terhadap penarikan dana besar yang akan dilakukan deposan.
Untuk mengetahui dampak perubahan faktor pasar maupun faktor internal pada kondisi ekstrim
terhadap likuiditas, Perusahaan melakukan pengukuran stress testing Risiko Likuiditas secara
berkala. Asumsi dan/atau skenario serta hasil stress testing disampaikan dan disetujui oleh Komite
Manajemen Risiko dan/atau Direksi melalui rapat komite manajemen risiko atau melalui sirkulasi
Memorandum Internal atau melalui email. Dalam melakukan stress testing, Perusahaan telah
melakukan kajian besaran persentase dana keluar sesuai dengan kebiasaan atau behavior
nasabah dalam kondisi stress dengan menggunakan data historis dari 500 hari terakhir dengan
tingkat kepercayaan 99% untuk Skenario Bank Spesifik (Bank Specific Crisis - BSC) dan 4 kali
standard deviasi untuk skenario krisis pada pasar (General Market Crisis - GMC). Sampai dengan
saat ini, Perusahaan tidak pernah mengalami kesulitan likuiditas maupun kondisi yang berpotensi
menimbulkan risiko bagi Perusahaan.
Dalam rangka persiapan menghadapi potensi risiko, Perusahaan telah memiliki Rencana
Pendanaan Darurat (Contingency Funding Plan) dan Rencana Pinjaman Likuiditas Jangka Pendek
(PLJP) Bank Indonesia (BI) untuk menghindari terjadinya kesulitan likuiditas. Perusahaan memiliki
sejumlah upaya antisipasi seperti ketersediaan Giro Wajib Minimum (GWM), Cadangan Sekunder,
penetrasi yang baik terhadap pasar antar perusahaan, serta dukungan dari pemegang saham
pengendali. Perusahaan dalam rangka menjalankan Rencana Pendanaan Darurat (Contingency
Funding Plan (CFP) dan Pinjaman Likuiditas jangka Pendek (PLJP) Bank Indonesia (BI) maka
membentuk tim khusus yaitu Contigency Crisis Team (CCT) yang beranggotakan manajemen
senior tertinggi Perusahaan baik dari divisi Risk, divisi Operation, divisi Finance dan bisnis unit
yang dipimpin oleh ketua ALMA yaitu Treasury & Financial Institution Group Head. CCT memiliki
tugas dan tanggung jawab utama yaitu melakukan proses pemantauan likuditas pada saat terjadi
krisis sampai dengan pemulihan kondisi likuiditas kembali ke kondisi normal.
- 98 -
Page 102
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Uji coba terkait CFP dan PLJP kepada BI dilakukan secara berkala yang mengikutksertakan
Direksi dan manajemen senior pada perusahaan serta hasil uji coba ini disampaikan kepada
ALCO, Komite Manajemen Risiko (KMR) dan Komite Pemantau Risiko (KPR) yang merupakan
salah satu tugas dan tanggung jawab dari Dewan Komisaris dan Direksi. Parameter CFP yang
telah di uji coba dan disampaikan serta disetujui digunakan sebagai alat ukur untuk dilakukan
pemantauan secara mingguan melalui laporan Early Warning Indicators (EWI) yang dapat
dijadikan salah satu peringatan dini likuiditas Perusahaan.
Risiko Operasional
Risiko operasional adalah risiko yang antara lain disebabkan oleh ketidakcukupan dan/atau tidak
berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, atau adanya problem
eksternal yang mempengaruhi operasional Perusahaan.
Risiko operasional dapat menimbulkan kerugian keuangan maupun non-keuangan secara
langsung maupun tidak langsung yang melekat pada setiap aktivitas fungsional Perusahaan,
seperti kegiatan perkreditan (penyediaan dana), treasury dan investasi, operasional dan jasa,
pembiayaan perdagangan, pendanaan dan instrumen utang, Teknologi Sistem Informasi dan
Sistem Informasi Manajemen, serta pengelolaan sumber daya manusia.
Kebijakan dan prosedur yang terkait dengan pengelolaan risiko operasional di Perusahaan
senantiasa disusun, dikaji ulang dan disempurnakan untuk memastikan kecukupan mekanisme
kontrol pada semua kebijakan dan prosedur telah memadai. Perusahaan juga secara aktif
melakukan sosialisasi untuk membangun budaya sadar risiko dan meningkatkan kualitas kontrol
dalam rangka mitigasi risiko operasional.
Pengembangan sistem dan penerapan perangkat risiko operasional untuk mengukur eksposur
risiko pada kondisi sekarang, lampau (historis) dan untuk mengukur besarnya potensi kejadian
risiko di masa depan. Dengan pendekatan ini, diharapkan Perusahaan dapat lebih komprehensif
dalam mengelola risiko operasional.
Proses identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko operasional ditingkatkan
dengan melibatkan lini pertama/unit kerja yang dilakukan melalui training karyawan mulai dari level
staff sampai dengan pejabat, reviu terhadap kebijakan/prosedur operasional, risk assessment atas
penerbitan produk dan/atau aktivitas baru Perusahaan, serta opini dari Direktur Kepatuhan dan
Direktur Manajemen Risiko terkait dengan penerbitan produk dan/atau aktivitas baru tersebut.
Perangkat risiko operasional yang digunakan oleh Perusahaan antara lain:
Loss Event Database (LED)
Perusahaan membangun dan mengembangkan perangkat risiko operasional lainnya
seperti Loss Event Database (LED) yang tujuannya untuk menyusun database atas
kejadian-kejadian yang terjadi sebagai akibat risiko operasional serta mengukur besarnya
kerugian yang diakibatkan oleh kejadian operasional tersebut. Pengawasan dilakukan
secara terus menerus dan pelaporan LED dilakukan secara berkala.
Risk Control Self Assessment (RCSA)
Risk Control Self Assessment (RCSA) merupakan suatu alat dan mekanisme yang
bertujuan untuk melakukan identifikasi risiko dan pengukuran atas efektivitas pelaksanaan
kontrol yang akan menghasilkan penilaian atas tingkat risiko. RCSA dilakukan secara
berkala dan berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam
pelaksanaannya.
- 99 -
Page 103
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Key Risk Indicator (KRI)
Key Risk Indicator (KRI) adalah salah satu perangkat untuk mengelola risiko operasional
yang digunakan untuk mengidentifikasi atau memberikan suatu indikator (early warning
signal) dan menganalisa risiko sejak dini atas naik turunnya indikator-indikator tingkat risiko
dalam rangka pengendalian setiap risiko operasional yang melekat pada setiap aktivitas
bisnis dan operasional Perusahaan.
Untuk meningkatkan keamanan, Divisi Cyber Resilience telah memiliki Team Security Operation
Center (SOC) yang bertujuan untuk meningkatkan proses pemantauan terhadap percobaan
serangan yang ditujukan kepada sistem Perusahaan selama 24 jam dalam seminggu.
Divisi Operations & Product Assurance telah mengimplementasikan Operation Control Room,
dimana ruangan ini digunakan sebagai pusat untuk pemantauan terhadap ketersediaan dan
performance jaringan kantor, serta pemantauan permasalahan pada sistem Perusahaan.
Perusahaan telah memiliki Kebijakan/Prosedur Disaster Recovery Plan (DRP) sistem kritikal, yang
mengatur rencana pemulihan untuk gangguan yang terjadi pada sistem.
Dalam rangka fraud awareness, Perusahaan melakukan sosialisasi fraud awareness secara
berkesinambungan, refreshment terhadap Deklarasi Anti Fraud dan Pakta Integritas untuk
meningkatkan kesadaran karyawan tentang pentingnya tindakan pencegahan dan pengendalian
terhadap fraud.
Perusahaan juga telah melakukan self assessment atas Laporan Hasil Penilaian terkait Keamanan
Siber Bank Tahun 2023. Secara keseluruhan Hasil Penilaian terkait Keamanan Siber Bank Tahun
2023 dengan menggunakan parameter-parameter yang ditetapkan dalam SEOJK
No.29/SEOJK.03/2023 dinilai peringkat 2 atau Low to Moderate dengan Penilaian Risiko Inheren
terkait Keamanan Siber dinilai peringkat 2 atau Low to Moderate dan Penilaian Tingkat Maturitas
Keamanan Siber dinilai peringkat 2 atau Satisfactory.
Risiko Hukum
Risiko hukum adalah risiko yang timbul dari kelemahan aspek hukum, antara lain akibat dari
tindakan hukum, tidak adanya peraturan yang mendukung atau kelemahan dari ketentuan-
ketentuan yang mengikat secara hukum, seperti kegagalan untuk mematuhi persyaratan hukum
suatu perjanjian dan celah-celah dalam pengikatan jaminan.
Pelaksanaan identifikasi, pengukuran, dan pemantauan terhadap potensi risiko hukum
dilaksanakan terhadap seluruh aktivitas Perusahaan, terutama kegiatan operasional Perusahaan
dengan melibatkan pihak ketiga yang memiliki potensi benturan kepentingan atau gugatan hukum.
Dalam rangka mitigasi potensi risiko hukum, Perusahaan melakukan hal-hal berikut: melakukan
kajian terhadap kesesuaian perjanjian kerjasama dengan pihak eksternal, menyempurnakan
kebijakan dan prosedur sebagai bagian dari mitigasi risiko hukum.
Dalam rangka pemantauan atas penyelesaian terhadap gugatan hukum, unit kerja Legal bagian
Litigasi melakukan pendampingan dan hadir dalam setiap persidangan/panggilan kepolisian risiko
hukum.
- 100 -
Page 104
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Risiko Stratejik
Risiko stratejik adalah risiko yang antara lain disebabkan oleh adanya penetapan dan
pelaksanaan strategi Perusahaan yang tidak tepat, pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat
atau kurang responsifnya Perusahaan terhadap perubahan eksternal.
Perusahaan telah menyusun strategi dan rencana bisnis yang sebelumnya telah didiskusikan
dengan Dewan Komisaris, Direksi serta seluruh manajemen Perusahaan. Perusahaan juga
melakukan kajian dan evaluasi stratejik bisnis serta realisasi yang telah dicapai oleh Perusahaan
sesuai dengan yang terangkum dalam Rencana Bisnis Perusahaan.
Secara umum, untuk posisi Triwulan I - Maret 2025, Perusahaan memiliki pencapaian yang
sangat baik dari sisi permodalan (CAR) Individu dan senantiasa melakukan perbaikan serta
penyempurnaan baik terhadap proses bisnis maupun kinerja keuangan. Hal tersebut terlihat pada
realisasi pencapaian Rencana Bisnis Perusahaan yang baik secara Individu yaitu pada pos Aset,
Surat Berharga, NPL gross, NPL Nett, BOPO dan secara Konsolidasi dengan Perusahaan Anak
yaitu pada pos Surat Berharga, NIM, NPL Nett, CAR dan BOPO.
Perusahaan secara bertahap juga melakukan penyempurnaan pada seluruh aktivitas bisnis
Perusahaan untuk lebih mengakselerasi pencapaian kinerja sesuai dengan target yang ditentukan.
Perusahaan juga semakin memfokuskan pada pengembangan Digital Banking yang bekerjasama
dengan pihak ketiga dalam rangka pemberian kredit melalui platform mobile banking (Digital Loan)
secara bertahap.
Selama Triwulan I - Tahun 2025, Grup berusaha mengembangkan bisnis dengan melakukan
diversifikasi produk dengan mengembangkan beberapa produk/aktivitas baru seperti:
Pengembangan fitur mesin EDC berbasis Android termasuk fitur-fiturnya seperti
installment, point redemption, penerimaan pembayaran menggunakan QRIS dynamic,
contactless, reward system, dan lain sebagainya;
LCS (Local Currency Settlement) - CNY, yaitu penyelesaian transaksi bilateral yang
dilakukan oleh pelaku usaha di Indonesia dan negara mitra dengan menggunakan mata
uang lokal masing-masing negara;
Pengembangan Fitur QRIS Tap berbasis NFC, yaitu pengembangan fitur QRIS Bank
Sinarmas berupa QRIS Tap berbasis NFC dimana Bank Sinarmas bertindak sebagai Issuer
dan Acquirer QRIS;
QRIS MPM pada Bank Nano Syariah;
Aira e-Money pada Bank Nano Syariah;
Asuransi Simas Jiwa Legacy Syariah pada Bank Nano Syariah; dan
Simas Fixed Link Syariah pada Bank Nano Syariah.
- 101 -
Page 105
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Perusahaan mengambil sejumlah strategi dalam rangka mempertahankan kinerja Perusahaan
seperti aktivitas operasional yang dilakukan secara hybrid (separuh dilakukan di rumah (Work
From Home) dan separuh dilakukan di kantor (Work From Office). Di samping itu, Perusahaan
juga semakin gencar melakukan sosialisasi penggunaan transaksi digital melalui SimobiPlus.
Perusahaan juga mengembangkan kerjasama dengan platform digital dalam penyaluran kredit
(digital loan) dan digital banking secara keseluruhan. Perusahaan mengembangkan bisnis dengan
menyalurkan kredit yang mengutamakan prinsip kehati-hatian dengan pemberian kredit secara
lebih selektif, adanya pelaksanaan restrukturisasi serta menjaga likuiditas dan permodalan
Perusahaan pada level yang memadai sehingga aktivitas operasional dan bisnis Perusahaan
dapat berjalan dengan lancar.
Risiko Kepatuhan
Risiko kepatuhan merupakan risiko yang disebabkan Perusahaan tidak mematuhi atau tidak
melaksanakan peraturan perundang-undangan dan ketentuan lain yang berlaku, seperti Posisi
Devisa Neto (PDN), Giro Wajib Minimum (GWM), Non-Performing Loan (NPL) Netto, Ketentuan
Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM), Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK).
Dalam rangka menerapkan manajemen risiko kepatuhan yang efektif, Perusahaan telah
melakukan identifikasi dan pengelolaan terhadap faktor-faktor yang dapat menyebabkan
meningkatnya eksposur risiko kepatuhan, yaitu:
Meningkatkan kesadaran atas budaya patuh melalui program kampanye kepatuhan
(Compliance Campaign) yang dilakukan ke seluruh jajaran organisasi Perusahaan
termasuk jaringan cabang melalui pelatihan kelas dan E-Learning, media komunikasi
internal, sosialisasi peraturan baru dari regulator maupun Peraturan perundang-undangan
lainnya. Evaluasi terhadap program pelatihan, sosialisasi dan kampanye kepatuhan
dilakukan secara berkala untuk memastikan efektivitas penyampaian, pemahaman serta
pemenuhan kepatuhan pada seluruh jajaran organisasi Perusahaan.
Menyusun dan menerbitkan Manual Level sebagai panduan hierarki ketentuan internal
serta panduan unit-unit kerja Perusahaan dalam menyusun, menerbitkan serta mengkaji
ketentuan internal.
Dilakukan proses review terhadap seluruh ketentuan internal Perusahaan untuk
memastikan kesesuaian dengan ketentuan regulator yang terkini, memastikan tidak adanya
ketentuan yang tumpang tindih atau saling bertentangan, meningkatkan kontrol risiko serta
simplifikasi proses dan jumlah aturan.
Melakukan pemantauan, memperdalam analisa dampak serta menyusun tindak lanjut yang
efektif atas peraturan baru yang diterbitkan OJK, Bank Indonesia dan regulator lainnya.
Sosialisasi dan komunikasi atas peraturan perundang-undangan baru, analisa dampak
serta tindak lanjut dilakukan baik melalui pertemuan langsung dengan unit-unit terkait
maupun melalui media komunikasi internal yang disampaikan ke jajaran direksi, komisaris,
pejabat eksekutif, karyawan pimpinan maupun seluruh karyawan Perusahaan.
- 102 -
Page 106
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Risiko Reputasi
Risiko reputasi adalah risiko yang antara lain disebabkan oleh adanya publikasi negatif yang
terkait dengan kegiatan usaha Perusahaan atau persepsi negatif terhadap Perusahaan.
Salah satu upaya yang dilakukan Perusahaan untuk meningkatkan pengelolaan risiko reputasi
antara lain melalui Contact Center untuk memberikan layanan informasi perbankan serta
menerima keluhan/pengaduan nasabah, Corporate Secretary yang memberikan informasi yang
perlu disampaikan kepada publik/stakeholders terkait aktivitas Perusahaan, serta petugas di
kantor-kantor cabang yang setiap saat dapat memberikan informasi kepada nasabah.
Selain itu pengendalian risiko reputasi juga dilakukan antara lain dengan melalui pemantauan
yang dilakukan oleh Unit Kerja Corporate Secretary terhadap berita yang berkaitan dengan
Perusahaan di media massa.
Transparansi produk yang ditawarkan kepada nasabah sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia
mengenai Transparansi produk melalui website Perusahaan, serta upaya peningkatkan standar
layanan nasabah dengan melakukan service excellence training kepada para petugas, adanya
unit kerja Service Quality (SQ) yang bertugas untuk memastikan kualitas pelayanan yang
diberikan oleh petugas bank kepada nasabah serta terdapatnya Quality Assurance pada unit kerja
Contact Center untuk memastikan kualitas pelayanan dari Agent Call Center maupun Agent
Telemarketing.
Tidak terdapat pemberitaan negatif yang berdampak terhadap reputasi Bank pada Kuartal I tahun
2025.
Mengingat bahwa Perusahaan juga memiliki Entitas Anak sebagai Bank Umum Syariah (BUS),
maka pengelolaan risiko tidak hanya dilakukan pada 8 (delapan) risiko, akan tetapi terdapat
tambahan 2 (dua) jenis risiko lainnya yang dikelola yaitu:
1. Risiko Investasi
Risiko Investasi adalah Risiko akibat Perusahaan ikut menanggung kerugian usaha
nasabah yang dibiayai dalam pembiayaan berbasis bagi hasil baik yang menggunakan
metode net revenue sharing maupun yang menggunakan metode profit and loss sharing.
Sumber Risiko Investasi Perusahaan berasal dari anak perusahaan, dimana Unit Usaha
Syariah telah spin off menjadi PT Bank Nano Syariah efektif mulai 1 Januari 2024. Risiko
investasi merupakan turunan risiko kredit yang timbul karena aktivitas pembiayaan PT
Bank Nano Syariah yang menggunakan akad berbasis bagi hasil yaitu akad Mudharabah
dan akad Musyarakah.
PT Bank Nano Syariah telah melakukan penyusunan kebijakan dan/atau ketentuan
internal di bidang pembiayaan dan/atau penyediaan dana lainnya untuk mendukung
pengelolaan penyediaan dana yang sehat dan sesuai prinsip kehati-hatian serta sesuai
dengan prinsip syariah. Selain itu, PT Bank Nano Syariah berupaya melakukan
diversifikasi portofolio dengan meningkatkan outstanding pembiayaan non-korporasi
sesuai Rencana Bisnis Bank guna menurunkan risiko konsentrasi penyediaan dana
melalui produk KUR dan Micro Faedah, pembiayaan Haji, pembiayaan alat berat (heavy
equipment), dan pembiayaan alat-alat pertanian dimana produk-produk tersebut
menggunakan akad Murabahah dan Ijarah.
- 103 -
Page 107
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. Risiko Imbal Hasil
Risiko imbal hasil (Rate of Return Risk) adalah risiko akibat perubahan tingkat imbal hasil
yang dibayarkan Perusahaan kepada nasabah, karena terjadi perubahan tingkat imbal
hasil yang diterima Perusahaan dari penyaluran dana, yang dapat mempengaruhi perilaku
nasabah dana pihak ketiga Perusahaan.
Sumber risiko imbal hasil Perusahaan berasal dari Entitas Anak, dimana Unit Usaha
Syariah telah spin off menjadi PT Bank Nano Syariah efektif mulai 1 Januari 2024.
Pengelolaan terhadap tingkat imbal hasil kepada deposan masih terjaga dan terkelola
dengan memadai. PT Bank Nano Syariah terus berupaya untuk semakin meningkatkan
kemampuan dalam memberikan tingkat imbal hasil sesuai dengan ekspektasi nasabah.
Selain itu, PT Bank Nano Syariah telah melakukan berbagai upaya perbaikan pada
kualitas pembiayaan guna mitigasi potensi penurunan imbal hasil yang diterima bank dari
penyaluran dana, antara lain dengan melakukan evaluasi dan monitoring secara ketat
terhadap debitur-debitur yang bermasalah, dan menyusun action plan untuk meningkatkan
portofolio melalui pengembangan produk-produk pembiayaan sehingga diharapkan dapat
men-generate peningkatan imbal hasil.
Selain itu, Perusahaan juga merupakan Entitas Utama (EU) dalam Konglomerasi Keuangan Sinar
Mas. Pengelolaan risiko oleh EU dalam konglomerasi keuangan dilakukan dengan menambahkan
risiko lain selain 8 (delapan) risiko utama dan 2 (dua) risiko sehubungan Perusahaan memiliki
anak usaha berupa Bank Umum Syariah (Bank Nano Syariah) dan penambahan 2 (dua) risiko dari
Konglomerasi Keuangan yaitu berupa Risiko Transaksi Intra-grup dan Risiko Asuransi
sehubungan Perusahaan merupakan entitas utama dalam Konglomerasi Keuangan.
1. Risiko Transaksi Intragrup adalah risiko akibat ketergantungan suatu entitas baik secara
langsung maupun tidak langsung terhadap entitas lainnya dalam satu Konglomerasi
Keuangan dalam rangka pemenuhan kewajiban perjanjian tertulis maupun perjanjian tidak
tertulis baik yang diikuti perpindahan dana dan/atau tidak diikuti perpindahan dana. Dalam
pengelolaan transaksi intragrup tersebut Perusahaan selalu mengedepankan prinsip-
prinsip antara lain seperti adanya persetujuan untuk setiap transaksi sesuai dengan
kewenangan di masing-masing entitas, transaksi dilaksanakan sesuai prinsip kehati-hatian
dan prinsip arm’s length serta sesuai dengan prosedur maupun ketentuan regulator.
2. Risiko Asuransi adalah risiko akibat kegagalan perusahaan asuransi memenuhi kewajiban
kepada pemegang polis sebagai akibat dari ketidakcukupan proses seleksi risiko
(underwriting), penetapan premi (pricing), penggunaan reasuransi, dan/atau penanganan
klaim. Risiko asuransi dikelola mengingat didalam konglomerasi keuangan terdapat
lembaga jasa keuangan berupa perusahaan asuransi dan re-asuransi.
Pada tahun 2024 telah dilakukan kaji ulang parameter, bobot risiko dan threshold profil risiko yang
telah disusun dan disampaikan serta disetujui oleh Komite Manajemen Risiko Terintegrasi. Selain
itu Perusahaan telah memiliki Risk Appetite & Risk Tolerance Terintegrasi Konglomerasi
Keuangan Sinar Mas yang terlah disetujui oleh Komite Manajemen Risiko Terintegrasi serta
dilakukan pemantauan secara berkala dan disampaikan kepada anggota Komite Manajemen
Risiko Terintegrasi melalui rapat.
- 104 -
Page 108
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Perusahaan selaku Entitas Utama Konglomerasi Keuangan Sinar Mas telah melakukan peniliaian
sendiri (self assesment) secara berkala minimum 6 (enam) bulan sekali sesuai dengan ketentuan
yang telah ditetapkan serta melakukan pemantauan risk appetite dan risk tolerance yang
disampaikan kepada Komite Manajemen Risiko Terintegrasi melalui rapat komite dan kepada
Dewan komisaris Entitas Utama melalui surel sebagai salah satu bentuk tugas dan tanggung
Jawab Dewan Komisaris Entitas Utama.
Selain itu, saat ini Konglomerasi Keuangan Sinar Mas sedang melakukan pengembangan sistem
pelaporan terintegrasi yaitu Financial Services Integrated System (FSIS) yang di bagi menjadi 4
(empat) fase yaitu fase 1 terkait Otomasi Laporan Profil Risiko Terintegrasi, fase 2 terkait Otomasi
Laporan KPMM Terintegrasi dan Transaksi Intragrup, fase 3 terkait Otomasi penyusunan dan
monitoring Risk Appetite & Risk Tolerance Terintegrasi dan fase 4 terkait Otomasi penyusunan
Stress Testing Terintegrasi. Proses otomasi ini dilakukan dengan tujuan pelaporan eksposur risiko
Konglomerasi Keuangan Sinar Mas lebih akurat, tepat dan memadai serta sebagai mitigasi risiko
operasional terutama dari human error.
Penilaian Profil Risiko
Secara berkala Perusahaan melakukan penilaian risiko terhadap kedelapan risiko diatas
sebagaimana telah diatur oleh OJK. Penilaian risiko dilakukan melalui proses penilaian sendiri
(self-assessment) untuk menghasilkan profil risiko yang terdiri dari risiko inheren yaitu risiko yang
melekat pada aktivitas Perusahaan dan kualitas penerapan manajemen risiko yaitu pengendalian
terhadap risiko inheren.
Pada Triwulan I – Maret 2025, Perusahaan telah melakukan penilaian Profil Risiko dengan
menggunakan parameter, rentang risiko dan bobot risiko yang telah ditetapkan oleh Komite
Manajemen Risiko dan/atau Direksi. Secara keseluruhan penilaian komposit hasil penilaian sendiri
(self assessment) profil risiko Triwulan I – Maret 2025 berada pada peringkat 2 (dua) - Low to
Moderate dengan tren stabil dimana penilaian risiko melekat (inherent risk) pada peringkat 2 (dua)
atau Low to Moderate dan Kualitas Penerapan Manajemen Risiko (KPMR) pada peringkat 2 (dua)
atau Satisfactory dan tidak mengalami perubahan dari Triwulan IV – Desember 2024.
Selain itu, pada Triwulan I – Maret 2025, Perusahaan juga telah melakukan penilaian Profil Risiko
secara konsolidasi dengan Bank Nano Syariah selaku anak usaha, dengan menggunakan
parameter, rentang risiko dan bobot risiko yang telah ditetapkan oleh Komite Manajemen Risiko
dan/atau Direksi. Secara Keseluruhan penilaian komposit hasil penilaian sendiri (self assessment)
profil risiko konsolidasi Triwulan I – Maret 2025 berada pada peringkat 2 (dua) - Low to Moderate
dengan tren stabil dimana penilaian risiko melekat (inherent risk) pada peringkat 2 (dua) atau Low
to Moderate dan Kualitas Penerapan Manajemen Risiko (KPMR) pada peringkat 2 (dua) atau
Satisfactory dan tidak mengalami perubahan dari Triwulan IV – Desember 2024.
Selain penilaian sendiri (self assesment) Profil Risiko yang dilakukan pada Bank secara individual
dan konsolidasi dengan perusahaan anak, perusahaan juga melakukan penilaian sendiri (self
assesment) atas penilaian Profil Risiko Terintegrasi dengan menggunakan parameter, rentang
risiko dan bobot risiko yang telah ditetapkan oleh Komite Manajemen Risiko Terintegrasi. Pada
Triwulan I – Maret 2025 secara keseluruhan penilaian komposit hasil penilaian sendiri (self
assessment) profil risiko berada pada peringkat 2 (dua) - Low to Moderate dengan tren stabil
dimana penilaian risiko melekat (inherent risk) pada peringkat 2 (dua) atau Low to Moderate dan
Kualitas Penerapan Manajemen Risiko (KPMR) pada peringkat 2 (dua) atau Satisfactory, dan
tidak mengalami perubahan dari Triwulan IV – Desember 2024.
- 105 -
Page 109
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
44. Informasi Lainnya
Perusahaan telah menghitung beberapa rasio pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember
2024 (tidak diaudit) sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Aset produktif bermasalah terhadap
total aset produktif 1,84% 1,71%
Non Performing Loan (NPL)
NPL secara bruto 1,61% 1,88%
NPL secara neto 0,38% 0,38%
Loan to Deposit Ratio (LDR) 32,88% 30,60%
Return On Assets (ROA) 0,39% 0,57%
Return On Equity (ROE) 2,00% 3,03%
Cadangan kerugian penurunan
nilai kredit terhadap kredit
yang diberikan 6,74% 10,79%
a. Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, tidak terdapat penyediaan dana kepada
pihak berelasi dan pihak ketiga yang melampaui Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK).
b. Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU dan
PPT)
Perusahaan senantiasa menerapkan prinsip APU dan PPT dalam pelaksanaan aktivitas
pengenalan nasabah dengan mengacu pada kebijakan dan prosedur APU dan PPT yang
telah disempurnakan sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 14/27/PBI/2012 tentang
Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme Bagi Bank
Umum.
Kewajiban untuk menerapkan prinsip APU dan PPT tidak hanya terdapat dalam peraturan
Bank Indonesia saja, tetapi juga ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010
tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (Pasal 19) yang
pada intinya menjelaskan bahwa setiap orang melakukan usaha dengan penyedia jasa
keuangan harus menyerahkan identitas diri secara lengkap, disamping itu penyedia jasa
keuangan juga harus memastikan orang yang melakukan hubungan usaha bertindak untuk
diri sendiri atau orang lain. Jika bertindak untuk orang lain, maka penyedia jasa keuangan
harus meminta informasi mengenai identitas pihak lain tersebut.
Perusahaan akan terus memastikan bahwa kebijakan dan prosedur tertulis mengenai
program APU dan PPT sejalan dengan perkembangan modus pencucian uang atau
pendanaan terorisme.
Pengkinian terhadap seluruh data nasabah dilakukan Perusahaan secara terus-menerus
dengan menggunakan pendekatan berdasarkan risiko yang melekat pada nasabah yang
bersangkutan dan perkembangan pengkinian data nasabah dikirimkan oleh Perusahaan
kepada Bank Indonesia melalui Laporan Direktur Kepatuhan.
Pelatihan secara berkala kepada seluruh karyawan Perusahaan mengenai APU dan PPT dan
peraturan prudential banking dilakukan oleh Unit Kepatuhan guna mewujudkan budaya
kepatuhan pada seluruh lini bisnis Perusahaan. Pelatihan dilakukan melalui e-learning yang
dapat diakses oleh karyawan Perusahaan serta melalui metode tatap muka secara periodik.
- 106 -
Page 110
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
c. Jaminan Pemerintah Terhadap Liabilitas Pembayaran Bank Umum
Program penjaminan Pemerintah dilaksanakan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
LPS akan membayarkan klaim penjaminan yang layak dibayar setelah melalui prosedur
rekonsiliasi dan/atau verifikasi sesuai dengan Peraturan Lembaga Penjamin Simpanan
(PLPS) yang berlaku.
d. Kegiatan Wali Amanat
Perusahaan memperoleh izin untuk menyelenggarakan kegiatan Wali Amanat dari Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) (d/h. BAPEPAM-LK) berdasarkan Surat Tanda Terdaftar Sebagai Wali
Amanat No. 01/BL/STTD-WA/2009 tanggal 27 Agustus 2009 dan telah diperbarui sesuai surat
OJK nomor S-682/PM.223/2022 tanggal 22 Agustus 2022.
Jasa-jasa yang dilakukan oleh Perusahaan sebagai Wali Amanat adalah sebagai berikut:
1. Jasa wali amanat dan agen pemantau untuk penerbitan obligasi/sukuk dan MTN.
2. Jasa agen penjamin.
Sejak tahun 2010 Perusahaan telah mewaliamanati 3 obligasi dengan nilai emisi sebesar
Rp2,8 triliun dan 21 MTN dengan total emisi sebesar Rp4,11 triliun.
e. Kegiatan Jasa Kustodian
Perusahaan memberikan jasa kustodian dan memperoleh izin jasa kustodian berdasarkan
Surat Keputusan Bapepam-LK No. KEP-21/BL/2012 tanggal 30 Januari 2012 yang
diperbaharui dengan Surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nomor
S-682/PM.223/2022 tanggal 22 Agustus 2022.
Sejak September 2022, Perusahaan telah menyediakan jasa-jasa kustodian yang secara
garis besar dapat dibagi menjadi dua yaitu Layanan Kustodian Umum dan Layanan
Pengadministrasian Fund.
Layanan Kustodian Umum terdiri dari penyimpanan dan penyelesaian transaksi efek,
pengurusan hak-hak nasabah yang melekat pada efek, dan jasa perwakilan pada RUPS dan
Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO).
Layanan Pengadministrasian Fund untuk reksadana, kontrak pengelolaan dana (KPD), unit
link dan produk-produk berbasis kontrak investasi kolektif lainnya yang terdiri-dari layanan
Fund Accounting dan jasa unit registrar untuk pengadministrasian unit penyertaan produk-
produk tersebut.
Aset nasabah yang diadministrasikan meliputi aset yang disimpan dan ditatausahakan di
sentral kustodian domestic (KSEI) dan Global Securities Depository (Clearstream).
Per 31 Maret 2025, Bank Kustodian Perusahaan telah mengadministrasikan aset nasabah
dengan total Rp22,59 triliun, baik individu maupun institusional dari berbagai industri seperti
Bank, Manajer Investasi, Sekuritas, Asuransi, Dana Pensiun dan Korporasi lainnya, baik
domestik maupun asing.
Perusahaan mengasuransikan portofolio nasabah yang disimpan di Bank Sinarmas Kustodian
terhadap kemungkinan kerugian yang timbul dari penyimpanan dan pemindahan efek sesuai
dengan ketentuan Otoritasi Jasa Keuangan.
- 107 -
Page 111
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
45. Pengungkapan Tambahan Transaksi Bukan Kas
Aktivitas operasi yang tidak mempengaruhi kas dan setara kas:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Penghapusbukuan kredit 3.833 188.977
Penghapusbukuan aset tetap - 66
46. Rekonsiliasi Liabilitas yang Timbul dari Aktivitas Pendanaan
Tabel berikut menjelaskan perubahan pada liabilitas Perusahaan yang timbul dari aktivitas
pendanaan, yang meliputi perubahan terkait kas dan non-kas:
Arus Kas Perubahan Nonkas/
1 Januari 2025 Pendanaan Perubahan Lainnya 31 Maret 2025
Liabilitas Sewa 133.368 (47.811) 19.424 104.981
Obligasi Subordinasi 497.505 - 245 497.750
Jumlah 630.873 (47.811) 19.669 602.731
Arus Kas Perubahan Nonkas/
1 Januari 2024 Pendanaan Perubahan Lainnya 31 Maret 2024
Liabilitas Sewa 133.368 (15.064) 23.300 141.604
Obligasi Subordinasi 496.512 - 247 496.759
Jumlah 629.880 (15.064) 23.547 638.363
47. Standar Akuntansi Keuangan Baru
Perubahan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
Berlaku efektif sejak 1 Januari 2025
- Amandemen PSAK No. 117, “Kontrak Asuransi”
- Amandemen PSAK No. 221, “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing”
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan, Grup masih mempelajari dampak yang
mungkin timbul dari penerapan amandemen PSAK tersebut dan dampak dari penerapan
amandemen PSAK tersebut pada laporan keuangan konsolidasian belum dapat ditentukan.
- 108 -
Page 112
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
48. Informasi Tambahan yang Tidak Dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan
Indonesia
a. Giro pada Bank Indonesia
Rasio GWM Grup untuk mata uang Rupiah dan mata uang asing pada tanggal 31 Maret 2025
dan 31 Desember 2024 adalah:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
GWM yang telah dibentuk
Rupiah
GWM Primer
Konvensional 12,28 12,63
Syariah 11,40 14,23
GWM Sekunder/PLM
Konvensional 35,25 30,24
Mata uang asing
Konvensional 4,22 4,05
Syariah 1,56 1,41
Pengungkapan giro pada Bank Indonesia diungkapkan lebih lanjut pada Catatan 4.
b. Giro pada Bank Lain
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, kualitas giro pada bank lain
dikelompokkan sebagai Lancar dan tidak terdapat saldo giro pada bank lain yang diblokir.
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Suku bunga rata-rata
Mata uang asing 0,38% 0,61%
Rupiah 1,00% 1,00%
Pengungkapan giro pada bank lain diungkapkan lebih lanjut pada Catatan 5.
c. Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, penempatan pada Bank Indonesia dan
bank lain dikelompokkan sebagai Lancar dan tidak terdapat saldo yang dijaminkan maupun
yang diblokir.
Pengungkapan penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain diungkapkan lebih lanjut
pada Catatan 6.
d. Efek-efek
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, seluruh efek-efek dikelompokkan
sebagai Lancar, kecuali untuk efek-efek dalam kelompok Macet sebesar Rp464.095 dan
Rp463.814.
Pengungkapan efek-efek diungkapkan lebih lanjut pada Catatan 7.
- 109 -
Page 113
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
e. Kredit yang Diberikan dan Piutang/Pembiayaan Syariah
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, rincian kredit bermasalah menurut
sektor ekonomi sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Rupiah
Perdagangan besar dan eceran,
reparasi dan perawatan mobil,
dan sepeda motor 157.305 148.813
Rumah tangga 54.120 53.871
Bukan lapangan usaha lainnya 4.450 5.006
Industri pengolahan 4.402 3.786
Pertanian, kehutanan dan perikanan 2.820 3.325
Aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha
tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen
perjalanan dan penunjang usaha lainnya 1.619 1.066
Penyediaan akomodasi dan penyediaan 1.008 798
Konstruksi 380 -
Pengangkutan dan pergudangan 151 560
Aktivitas keuangan dan asuransi 60 60
Aktivitas profesional, ilmiah, dan teknis 28 32
Aktivitas kesehatan manusia
dan aktivitas sosial 14 9
Informasi dan komunikasi - 110
Aktivitas jasa lainnya 603 244
Jumlah 226.960 217.680
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, kredit non-performing yang telah
dihentikan pembebanan bunga/bagi hasilnya masing-masing adalah sebesar Rp226.960 dan
Rp217.680.
Untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, jumlah
kredit yang direstrukturisasi masing-masing sebesar Rp124.235 dan Rp93.074.
Pengungkapan kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah diungkapkan lebih
lanjut pada Catatan 9.
f. Tagihan dan Liabilitas Akseptasi
Kolektibilitas tagihan akseptasi pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Rupiah
Pihak ketiga
Lancar 37.091 7.382
Mata uang asing (Catatan 38)
Pihak ketiga
Lancar 23.893 30.762
Jumlah 60.984 38.144
Pengungkapan tagihan dan liabilitas akseptasi diungkapkan lebih lanjut pada Catatan 10.
- 110 -
Page 114
PT BANK SINARMAS TBK DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode-periode Tiga
Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
g. Aset Lain-lain
Berikut adalah rincian agunan yang diambil alih berdasarkan kolektibilitasnya sesuai
ketentuan Bank Indonesia:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Lancar 1.112 1.112
Kurang lancar 2.466 2.934
Diragukan 21.282 25.479
Macet 79.002 86.888
Jumlah 103.862 116.413
Pengungkapan aset lain-lain diungkapkan lebih lanjut pada Catatan 16.
******
- 111 -
Page 115
Lampiran I
PT BANK SINARMAS TBK
Informasi Tambahan
Laporan Posisi Keuangan Entitas Induk
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2025 31 Desember 2024
ASET
Kas 571.417 469.088
Giro pada Bank Indonesia 3.624.846 4.694.101
Giro pada bank lain 1.255.460 1.900.099
Cadangan kerugian penurunan nilai (383) (565)
Jumlah - bersih 1.255.077 1.899.534
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain 5.460.781 8.282.115
Cadangan kerugian penurunan nilai (123) (139)
Jumlah - bersih 5.460.658 8.281.976
Efek-efek
Pihak berelasi 1.029.757 1.021.720
Pihak ketiga 17.213.447 16.224.473
Jumlah 18.243.204 17.246.193
Cadangan kerugian penurunan nilai (250) (245)
Jumlah - bersih 18.242.954 17.245.948
Efek yang dibeli dengan janji jual
kembali - pihak ketiga 246.193 193.748
Bunga diterima dimuka yang belum diamortisasi (1.042) (1.533)
Jumlah bersih 245.151 192.215
Kredit yang diberikan dan piutang/
pembiayaan syariah
Pihak berelasi 248.120 297.185
Pihak ketiga 10.957.526 10.884.539
Jumlah 11.205.646 11.181.724
Cadangan kerugian penurunan nilai (755.585) (774.038)
Jumlah - bersih 10.450.061 10.407.686
Tagihan akseptasi
Pihak ketiga 60.984 38.144
Cadangan kerugian penurunan nilai (28) (15)
Jumlah - bersih 60.956 38.129
Penyertaan saham 659.290 659.290
Pendapatan yang masih akan diterima 212.448 272.974
Biaya dibayar dimuka 588.074 551.152
Aset tetap dan aset hak guna - setelah
dikurangi akumulasi penyusutan sebesar
Rp1.860.059 dan Rp1.793.837
masing-masing pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 1.461.378 1.493.793
Aset pajak tangguhan - bersih 87.680 87.680
Aset lain-lain - bersih 591.432 314.688
JUMLAH ASET 43.511.422 46.608.254
- I.1 -
Page 116
Lampiran I
PT BANK SINARMAS TBK
Informasi Tambahan
Laporan Posisi Keuangan Entitas Induk
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2025 31 Desember 2024
LIABILITAS, DANA SYIRKAH TEMPORER
DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas segera 313.523 154.187
Simpanan
Pihak berelasi 4.712.680 5.634.035
Pihak ketiga 29.370.532 30.900.583
Jumlah 34.083.212 36.534.618
Simpanan dari bank lain 86.193 80.995
Efek yang dijual dengan janji beli kembali
- pihak ketiga - 879.455
Utang pajak 49.656 38.704
Liabilitas akseptasi 61.027 38.160
Beban yang masih harus dibayar 26.566 33.706
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 40.305 37.340
Obligasi subordinasi - bersih 497.750 497.505
Liabilitas lain-lain 382.680 361.476
Jumlah Liabilitas 35.540.912 38.656.146
Ekuitas
Modal saham - nilai nominal Rp 100
(dalam Rupiah penuh) per saham
Modal dasar - 60.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor -
19.716.162.403 saham masing-masing
pada tanggal 31 Maret 2025 dan
31 Desember 2024 1.971.616 1.971.616
Tambahan modal disetor - bersih 3.552.194 3.552.194
Komponen ekuitas lainnya 485.698 502.000
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya 10.000 10.000
Tidak ditentukan penggunaannya 1.951.002 1.916.298
Jumlah Ekuitas 7.970.510 7.952.108
JUMLAH LIABILITAS, DANA SYIRKAH TEMPORER
DAN EKUITAS 43.511.422 46.608.254
- I.2 -
Page 117
Lampiran II
PT BANK SINARMAS TBK
Informasi Tambahan
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Entitas Induk
Untuk Periode-periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2025 31 Maret 2024
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan bunga 650.229 739.200
Beban bunga (209.367) (200.909)
Pendapatan Bunga - Bersih 440.862 538.291
Pendapatan Operasional Lainnya
Provisi dan komisi selain dari kredit 110.699 112.865
Keuntungan dari kenaikan nilai wajar efek-efek
yang diukur melalui laba rugi - bersih 4.065 516
Keuntungan kurs mata uang asing - bersih 23.846 26.996
Keuntungan dari penjualan efek-efek yang diukur
melalui laba rugi - bersih 41.020 27.750
Penerimaan kembali kredit yang dihapusbukukan 50.101 51.006
Pemulihan cadangan kerugian penurunan
nilai aset keuangan - bersih 15.643 -
Lain-lain 5.536 2.160
Jumlah Pendapatan Operasional 691.772 759.584
Beban Operasional Lainnya
Umum dan administrasi 271.759 261.482
Tenaga kerja 293.574 305.159
Kerugian penurunan nilai aset keuangan - 55.474
Penyusutan aset tetap dan aset hak guna 69.462 60.806
Kerugian dari penjualan efek-efek yang diukur
melalui laba rugi - bersih - 41
Biaya komisi 11.166 8.499
Lain-lain 2.967 1.915
Jumlah Beban Operasional 648.928 693.376
LABA SEBELUM PAJAK 42.844 66.208
BEBAN PAJAK
Kini 8.140 12.580
LABA BERSIH 34.704 53.628
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi - bersih
Rugi yang belum direalisasi atas kenaikan
nilai wajar dari efek-efek yang diukur melalui
penghasilan komprehensif lain (16.302) (23.158)
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi -
bersih setelah dampak pajak tangguhan
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti - 6.395
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN (16.302) (16.763)
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF 18.402 36.865
LABA BERSIH PER SAHAM (dalam Rupiah penuh)
Dasar 1,76 2,72
- I.3 -
Page 118
Lampiran III
PT BANK SINARMAS TBK
Informasi Tambahan
Laporan Perubahan Ekuitas Entitas Induk
Untuk Periode-periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Komponen Ekuitas Lainnya
Laba (Rugi) yang
Belum Direalisasi
atas Kenaikan
(Penurunan) Nilai Surplus Saldo Laba
Tambahan Modal Wajar Efek Tersedia Revaluasi Ditentukan Tidak Ditentukan
Modal Saham Disetor - Bersih untuk Dijual Aset Tetap Penggunaannya Penggunaannya Jumlah Ekuitas
Saldo pada tanggal 1 Januari 2024 1.971.616 3.552.194 108.124 480.118 9.500 1.705.216 7.826.768
Laba tahun berjalan - - - - - 53.628 53.628
Penghasilan (rugi) komprehensif lain
Rugi yang belum direalisasi atas
kenaikan nilai wajar aset keuangan
tersedia untuk dijual - - (23.158) - - - (23.158)
Pengukuran kembali liabilitas imbalan
kerja jangka panjang - - - - - 6.395 6.395
Saldo pada tanggal 31 Maret 2024 1.971.616 3.552.194 84.966 480.118 9.500 1.765.239 7.863.633
Saldo pada tanggal 1 Januari 2025 1.971.616 3.552.194 21.882 480.118 10.000 1.916.298 7.952.108
Laba tahun berjalan - - - - - 34.704 34.704
Penghasilan (rugi) komprehensif lain
Rugi yang belum direalisasi atas
kenaikan nilai wajar aset keuangan
tersedia untuk dijual - - (16.302) - - - (16.302)
Saldo pada tanggal 31 Maret 2025 1.971.616 3.552.194 5.580 480.118 10.000 1.951.002 7.970.510
- I.4 -
Page 119
Lampiran IV
PT BANK SINARMAS TBK
Informasi Tambahan
Laporan Arus Kas Entitas Induk
Untuk Periode-periode Tiga Bulan yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Angka-angka Disajikan dalam Jutaan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2025 31 Maret 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Pendapatan bunga 710.755 714.138
Pendapatan operasional lainnya 229.189 114.885
Beban bunga (216.262) (213.809)
Keuntungan (kerugian) selisih kurs
mata uang asing - bersih (103.596) (91.444)
Pembayaran pajak penghasilan badan (11.048) (12.580)
Beban umum dan administrasi (268.794) (253.016)
Beban tenaga kerja (293.574) (305.159)
Beban operasional lainnya (13.928) 31.858
Arus kas operasional sebelum perubahan aset dan liabilitas operasi 32.742 (15.127)
Penurunan (kenaikan) aset operasi:
Efek-efek (1.009.248) 1.065.033
Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (52.936) -
Kredit yang diberikan (42.375) 2.460.725
Pembayaran tagihan akseptasi (22.840) 2.283
Biaya dibayar dimuka (36.922) 43.641
Aset lain-lain (295.741) 494.822
Kenaikan (penurunan) liabilitas operasi:
Liabilitas segera 159.336 196.674
Simpanan (2.451.406) (8.938.370)
Simpanan dari bank lain 5.198 343.939
Efek yang dijual dengan janji beli kembali (879.455) 255.580
Utang pajak 13.860 (1.711)
Liabilitas akseptasi 22.867 (2.276)
Liabilitas lain-lain 62.645 (1.434)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi (4.494.275) (4.096.221)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penyertaan modal pada Entitas Anak - (510.000)
Hasil penjualan aset tetap 27 98
Perolehan aset tetap (18.282) 40.662
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (18.255) (469.240)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran liabilitas sewa (47.811) (15.064)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (47.811) (15.064)
PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (4.560.341) (4.580.525)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 15.345.403 15.331.170
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing 127.442 124.897
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 10.912.504 10.875.542
PENGUNGKAPAN TAMBAHAN
Kas dan Setara Kas terdiri dari:
Kas 571.417 589.309
Giro pada Bank Indonesia 3.624.846 5.019.819
Giro pada bank lain 1.255.460 1.763.237
Penempatan pada bank lain dan
Bank Indonesia - jangka waktu jatuh
tempo tiga bulan atau kurang sejak
tanggal perolehan 5.460.781 3.503.177
Jumlah Kas dan Setara Kas 10.912.504 10.875.542
- I.5 -
Names mentioned 160 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank Indonesia
p.4 ×61
unresolved
org
PT Bank Shinta Indonesia
p.9 ×2
unresolved
person
Buniarti Tjandra
p.9
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.9
unresolved
person
Triphosa Lily Ekadewi
p.9
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9 ×2
unresolved
person
Sutjipto
p.9
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9
unresolved
person
Aulia Taufani
· Notaris
p.9 ×3
unresolved
person
H. Thamrin
p.9
unresolved
org
PT Sinarmas Cakrawala.
p.9
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.10
unresolved
org
Bank Devisa. Perusahaan
p.10
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.10 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
p.10
unresolved
org
Bapepam
p.10 ×4
unresolved
person
Aryanti Artisari
p.11
unresolved
org
PT Bank Nano Syariah
p.12 ×13
unresolved
org
Syariah
p.12
unresolved
org
PT Bank Nano Syariah. Pemisahan Unit Usaha Syariah
p.12
unresolved
org
Bank Umum Syariah
p.12 ×5
unresolved
org
Sinarmas Multiartha Tbk
p.12 ×4
unresolved
org
PT Asuransi Sinar Mas
p.12 ×3
unresolved
person
Tjun Hau
· Komisaris Utama
p.13
unresolved
person
Nana Supriana
· Komisaris Independen
p.13
unresolved
person
Horas Parsaulian Pardede
· Komisaris Independen
p.13
unresolved
person
Soejanto Soetjijo
· Direktur
p.13
unresolved
person
Uzan Tedjamulia
· Direktur
p.13
unresolved
person
Hanafi Himawan
· Direktur
p.13
unresolved
person
Suyono Wijaya
· Direktur
p.13
unresolved
person
Ahmadi Sukarno
· Ketua
p.13
unresolved
person
Mochammad Bukhori Muslim
· Anggota
p.13
unresolved
person
Tjendrawati Widjaja
· Komisaris Utama
p.13 ×3
unresolved
person
Rusmin
· Komisaris Independen
p.13 ×3
unresolved
person
Frenky Tirtowijoyo
· Direktur Utama
p.13
unresolved
person
Miko Andidjaja
· Direktur
p.13
unresolved
person
Ekajaya Ongny Putra
· Direktur
p.13
unresolved
person
Enny Kamal
· Direktur
p.13 ×2
unresolved
person
Amandalia Johanes
· Direktur
p.13
unresolved
org
Bank Lain Penempatan
p.23
unresolved
org
Bank Lain Simpanan
p.30 ×3
unresolved
org
Bank Syariah.
p.32
unresolved
org
Maybank Indonesia Tbk
p.38 ×2
unresolved
org
Sumitomo Mitsui Banking Corporation
p.39
unresolved
org
Bank Trust Company Americas
p.39
unresolved
org
PT Bank ICBC Indonesia
p.39
unresolved
org
Bank Indonesia Deposit
p.40 ×2
unresolved
org
PT Bank Woori Saudara Indonesia
p.40
unresolved
org
PT Bank CTBC Indonesia
p.40
unresolved
org
PT Bank Mega Syariah
p.41
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara
p.41
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur
p.41
unresolved
org
PT Bank DKI
p.41
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan
p.41
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan
p.41
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah
p.41
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah
p.41
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan
p.41
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat
p.41 ×2
unresolved
org
Adira Dinamika Multifinance Tbk
p.44 ×2
unresolved
org
Banten Tbk
p.44 ×2
unresolved
org
Chandra Asri Petrochemical Tbk
p.44 ×2
unresolved
org
PT Indonesia Asahan Aluminium
p.44
unresolved
org
Japfa Comfeed Tbk
p.44 ×2
unresolved
org
PT Indah Kiat Pulp
p.44
unresolved
org
Paper Tbk
p.44
unresolved
org
PT Lontar Papyrus Pulp
p.44
unresolved
org
Solar United Network Pte.Ltd
p.44
unresolved
org
KRI Goldman Sachs Group Inc
p.44
unresolved
org
Fitch Medco Oak Tree Pte Ltd
p.44
unresolved
org
Bank CCIB
p.45 ×2
unresolved
org
PT Asuransi Simas Insurtech
p.56
unresolved
org
KJPP Firmansyah & Rekan
p.58
unresolved
person
Firmansyah
p.58
unresolved
org
Smart Tbk
p.60 ×6
unresolved
org
PT Bank Woori Indonesia
p.61
unresolved
org
PT BPD Jawa Barat
p.68
unresolved
org
PT Shinta
p.71
unresolved
org
PT Shinta Utama
p.71 ×2
unresolved
org
PT Asuransi Insurtech
p.78
unresolved
org
PT Asuransi Simas Jiwa
p.78
unresolved
org
Bank Indonesia. Rasio PDN Perusahaan
p.81
unresolved
org
Bank Umum Syariah Pemasaran
p.84 ×4
unresolved
org
Bank Nano Syariah. Rasio IRRBB
p.96
unresolved
org
Bank Spesifik
p.101
unresolved
org
Bank Specific Crisis
p.101
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.