Skip to content
Back to announcement

20250212_DFAM_Keterbukaan Informasi terkait Aksi Korporasi_31861893_lamp8.pdf

Asset transaction Needs review DFAM

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 70

Page 1
Kusnanto & rekan
 Independent Business Appraisers
License : 2.19.0162
Indonesia
Page 2
No. : 00007/2.0162-00/BS/03/0153/1/II/2025                                 10 Februari 2025



Kepada Yth.

PT DAFAM PROPERTY INDONESIA Tbk
Jl. Raung No.15, Gajahmungkur
Semarang 50232

U.p. : Direksi

Hal : Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi


Dengan hormat,

Pada tanggal 10 Februari 2025, PT Dafam Mambo International (selanjutnya disebut “DMI”)
dan Ferdinandus Soleh Dahlan (selanjutnya disebut “FSD”) telah menandatangani Perjanjian
Pemberian Pinjaman (selanjutnya disebut “PPP”), dimana DMI merencanakan untuk
memperoleh fasilitas pinjaman dari FSD maksimum sebesar Rp 40,00 miliar dengan tingkat
bunga sebesar 7,50% per tahun yang dimulai sejak tanggal 10 Februari 2025 dan akan
berakhir pada tanggal 9 Februari 2035, serta dapat diperpanjang atau diakhiri sesuai dengan
kesepakatan para pihak (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
31 Oktober 2024, DMI merupakan entitas anak PT Dafam Property Indonesia Tbk
(selanjutnya disebut “Perseroan”) dengan kepemilikan sebesar 96,30%.

Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk
Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas
kewajaran Rencana Transaksi sesuai dengan surat penugasan No. KR/241216-003 tanggal
16 Desember 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami
sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal
15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa
Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang
Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), menyampaikan
pendapat kewajaran (fairness opinion) (selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas
Rencana Transaksi.
Page 3
ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah menjalankan usaha dalam bidang pembangunan,
perdagangan, jasa, dan pariwisata. Perseroan berdomisili di Jalan Raung No. 15,
Gajahmungkur, Semarang 50232, dengan nomor telepon: (024) 831 2735, nomor faksimile:
(024) 850 6459 dan email: corporate@dafamproperty.com.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
31 Oktober 2024, FSD memiliki penyertaan saham pada Perseroan dan DMI dengan struktur
kepemilikan sebagai berikut:



                                          FSD


                                            74,49%


                                       PT Dafam


                                            53,43%


                                       Perseroan


                                            96,30%


                                          DMI



DMI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha DMI adalah bergerak dalam bidang penyediaan akomodasi, penyediaan
makan dan minum, serta usaha hotel. DMI mulai beroperasi secara komersial pada tahun
2011.

Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang jasa perhotelan, DMI merupakan
pengelola Hotel Dafam Semarang yang merupakan hotel bintang tiga dengan 103 kamar
termasuk restoran, lounge dan bar, layanan spa, pusat kebugaran, dan ruang pertemuan yang
berlokasi di Jalan Imam Bonjol No. 188, Sekayu, Semarang, Jawa Tengah. Sehubungan
dengan pembiayaan atas pengelolaan dan pemeliharaan Hotel Dafam Semarang, DMI
membutuhkan pendanaan melalui fasilitas pinjaman yang diperoleh dari pihak perbankan.




                                           2
Page 4
Berdasarkan laporan keuangan DMI untuk periode sepuluh bulan yang berakhir pada tanggal
31 Oktober 2024, yang telah direviu oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut “KAP”)
Gideon Adi & Rekan (selanjutnya disebut “GAR”), DMI memiliki saldo atas utang bank kepada
PT Bank Maybank Indonesia Tbk (selanjutnya disebut “BNII”) sebesar Rp 36,78 miliar dengan
tingkat bunga sebesar 10,50% per tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 25 Maret 2025
(selanjutnya disebut “Utang Bank”).

Dalam rangka untuk melakukan pelunasan atas Utang Bank tersebut, maka DMI
merencanakan untuk memperoleh fasilitas pinjaman dari FSD. Rencana Transaksi
diharapkan dapat memberikan efisiensi atas sumber pendanaan bagi DMI dan lebih efektif
secara jangka waktu, mengingat bahwa tingkat bunga atas Rencana Transaksi lebih rendah
dibandingkan dengan tingkat bunga atas Utang Bank sehingga Perseroan dan DMI
mengharapkan adanya penurunan beban keuangan pada masa yang akan datang.

Rencana Transaksi merupakan strategi bisnis dari Perseroan dan FSD selaku pemegang
saham tidak langsung atas DMI dalam memberikan dukungan untuk mencegah potensi gagal
bayar atas Utang Bank pada saat jatuh tempo. Rencana Transaksi juga menjadi salah satu
upaya Perseroan dan FSD untuk menerapkan mitigasi dan manajemen risiko sehingga DMI
dapat lebih fokus dalam melakukan aktivitas kegiatan operasional yang pada akhirnya
diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan DMI.

Dengan melakukan Rencana Transaksi, DMI akan memperoleh persyaratan pembayaran dan
jangka waktu yang lebih fleksibel sebagaimana disepakati dalam PPP oleh para pihak
bilamana dibandingkan dengan melakukan fasilitas pinjaman dari pihak ketiga atau pihak
bank dan lembaga keuangan lainnya. Hal ini diyakini akan memberikan ruang gerak finansial
bagi DMI untuk dapat menjaga ketersediaan kas yang lebih stabil dalam menjalankan
kegiatan usaha perhotelan yang dilakukan oleh DMI.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, DMI mengharapkan dapat memiliki kepastian
dukungan pendanaan dari FSD, dengan biaya pinjaman yang efisien dan efektif serta
persyaratan yang fleksibel, yang pada akhirnya diharapkan dapat memberikan kontribusi
positif terhadap laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan nilai tambah
bagi seluruh pemegang saham Perseroan pada masa yang akan datang.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Berdasarkan laporan keuangan DMI untuk periode sepuluh bulan yang berakhir pada
    tanggal 31 Oktober 2024, yang telah direviu oleh KAP GAR, DMI memiliki saldo atas utang
    bank kepada BNII sebesar Rp 36,78 miliar dengan tingkat bunga sebesar 10,50% per
    tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 25 Maret 2025 sehubungan dengan Utang
    Bank.

•   Dalam rangka untuk melakukan pelunasan atas Utang Bank tersebut, maka DMI
    merencanakan untuk memperoleh fasilitas pinjaman dari FSD. Rencana Transaksi
    diharapkan dapat memberikan efisiensi atas sumber pendanaan bagi DMI dan lebih efektif
    secara jangka waktu, mengingat bahwa tingkat bunga atas Rencana Transaksi lebih
    rendah dibandingkan dengan tingkat bunga atas Utang Bank sehingga Perseroan dan
    DMI mengharapkan adanya penurunan beban keuangan pada masa yang akan datang.



                                             3
Page 5
•   Rencana Transaksi merupakan strategi bisnis dari Perseroan dan FSD selaku pemegang
    saham tidak langsung atas DMI dalam memberikan dukungan untuk mencegah potensi
    gagal bayar atas Utang Bank pada saat jatuh tempo. Rencana Transaksi juga menjadi
    salah satu upaya Perseroan dan FSD untuk menerapkan mitigasi dan manajemen risiko
    sehingga DMI dapat lebih fokus dalam melakukan aktivitas kegiatan operasional yang
    pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan DMI.

•   Dengan melakukan Rencana Transaksi, DMI akan memperoleh persyaratan pembayaran
    dan jangka waktu yang lebih fleksibel sebagaimana disepakati dalam PPP oleh para pihak
    bilamana dibandingkan dengan melakukan fasilitas pinjaman dari pihak ketiga atau pihak
    bank dan lembaga keuangan lainnya. Hal ini diyakini akan memberikan ruang gerak
    finansial bagi DMI untuk dapat menjaga ketersediaan kas yang lebih stabil dalam
    menjalankan kegiatan usaha perhotelan yang dilakukan oleh DMI.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, DMI mengharapkan dapat memiliki kepastian
    dukungan pendanaan dari FSD, dengan biaya pinjaman yang efisien dan efektif serta
    persyaratan yang fleksibel, yang pada akhirnya diharapkan dapat memberikan kontribusi
    positif terhadap laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan memberikan nilai tambah
    bagi seluruh pemegang saham Perseroan pada masa yang akan datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa FSD
merupakan pemegang saham Perseroan dan DMI masing-masing dengan kepemilikan efektif
sebesar 39,80% dan 38,82% pada tanggal 31 Oktober 2024 serta merupakan Komisaris
Utama Perseroan, maka Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi, sehingga
Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang
“Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK
42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah direviu oleh KAP Heliantono & Rekan
(selanjutnya disebut “HR”), jumlah ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp 38,21 miliar.
Selanjutnya, berdasarkan PPP, nilai transaksi atas Rencana Transaksi tersebut adalah
sebesar Rp 40,00 miliar.

Dengan demikian, jumlah nilai transaksi dari Rencana Transaksi tersebut mencerminkan lebih
dari 50,00% nilai ekuitas Perseroan per tanggal 31 Desember 2023 sehingga berdasarkan
keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan
transaksi  material,     sehingga    Perseroan     harus   memenuhi      Peraturan    OJK
No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi dan transaksi material,
POJK 42/2020 dan POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran atas
transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi.



                                            4
Page 6
Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Tansaksi
dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini juga tidak
dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui
Tansaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Rencana Transaksi.


OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN

Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi adalah transaksi dimana
DMI merencanakan untuk memperoleh fasilitas pinjaman dari FSD maksimum sebesar
Rp 40,00 miliar dengan tingkat bunga sebesar 7,50% per tahun yang dimulai sejak tanggal
10 Februari 2025 dan akan berakhir pada tanggal 9 Februari 2035 serta dapat diperpanjang
atau diakhiri sesuai dengan kesepakatan para pihak.


MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi adalah
untuk memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran Rencana
Transaksi dari aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu
POJK 42/2020 dan POJK 17/2020.

Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut
“SPI”).


TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN

Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran
diperhitungkan pada tanggal 31 Oktober 2024. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan
kepentingan dan tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi.


JENIS LAPORAN

Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini merupakan laporan terinci.




                                            5
Page 7
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun oleh
   manajemen Perseroan;

2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode sepuluh bulan yang berakhir
   pada tanggal 31 Oktober 2024 yang telah direviu oleh KAP GAR sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. 02/DPI/ASURANS-REV/I/2025 tanggal 30 Januari 2025 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP HR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00034/3.0217/AU.1/03/1417-1/1/III/2024 tanggal 26 Maret 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP Morhan & Rekan (selanjutnya disebut
   “MR”) sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00065/2.0961/AU.1/03/1023-
   2/1/lIl/2023 tanggal 29 Maret 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP MR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00059/2.0961/AU.1/03/1023-1/1/IV/2022 tanggal 20 April 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain;

6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP MR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00049/2.0961/AU.1/03/0628-3/1/IV/2021 tanggal 19 April 2021 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain;

7. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP MR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00081/2.0961/AU.1/03/0628-2/1/IV/2020 tanggal 20 April 2020 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal lain;

8. Laporan keuangan konsolidasian DMI untuk periode sepuluh bulan yang telah direviu oleh
   KAP GAR sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 01/DMI/ASURANS-REV/I/2025
   tanggal 30 Januari 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

9. Laporan keuangan konsolidasian DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP HR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00047/3.0217/AU.1/05/1417-1/1/III/2024 tanggal 26 Maret 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain;




                                           6
Page 8
10. Laporan keuangan konsolidasian DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP MR sebagaimana tertuang dalam
    laporannya No. 00064/2.0961/AU.1/10/1023-2/1/III/2023 tanggal 29 Maret 2023 dengan
    pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain;

11. Laporan keuangan konsolidasian DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP MR sebagaimana tertuang dalam
    laporannya No. 00058/2.0961/AU.1/10/1023-2/1/IV/2022 tanggal 20 April 2022 dengan
    pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal lain;

12. Laporan keuangan konsolidasian DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP MR sebagaimana tertuang dalam
    laporannya No. 00046/2.0961/AU.1/10/0628-3/1/IV/2021 tanggal 19 April 2021 dengan
    pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal lain;

13. Laporan keuangan konsolidasian DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP MR sebagaimana tertuang dalam
    laporannya No. 00078/2.0961/AU.1/10/0628-2/1/IV/2020 tanggal 20 April 2020 dengan
    pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal lain;

14. Laporan posisi keuangan konsolidasian proforma dan laporan laba rugi dan penghasilan
    komprehensif lain konsolidasian proforma untuk periode sepuluh bulan yang berakhir
    pada tanggal 31 Oktober 2024 sehubungan dengan Rencana Transaksi yang telah direviu
    oleh KAP GAR sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 03/DPI/ASURANS-
    REV/II/2025 tanggal 10 Februari 2025;

15. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana
    Transaksi untuk periode dua bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
    untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 yang disusun
    oleh manajemen Perseroan;

16. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian DMI untuk periode dua bulan yang berakhir
    pada tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
    31 Desember 2025 – 2034 yang disusun oleh manajemen DMI;

17. PPP;

18. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 4
    tanggal 26 Januari 2021 oleh Notaris Retno Hertiyanti, S.H. M.H., mengenai perubahan
    susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan;

19. Anggaran dasar DMI yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 12 tanggal
    23 November 2023 oleh Notaris Retno Hertiyanti, S.H. M.H., tentang konversi utang DMI
    serta perubaan modal ditempatkan dan disetor penuh DMI;

20. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Billy Dahlan dengan posisi
    sebagai Direktur Utama, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait
    dengan Rencana Transaksi;




                                            7
Page 9
21. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di masa
    mendatang;

22. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi;

23. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

24. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
    Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

25. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

26. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan untuk
    penugasan; dan

27. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah.
Dalam melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia
secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.
Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat
kami secara material. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. Oleh karenanya, kami tidak
bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat Kewajaran kami dikarenakan
adanya perubahan data dan informasi tersebut.

Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana
Transaksi disusun oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas
proyeksi laporan keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada
penyesuaian yang signifikan yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.




                                            8
Page 10
Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi. Jasa-jasa yang
kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Rencana Transaksi hanya merupakan
pemberian Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dan bukan jasa-jasa akuntansi,
audit, atau perpajakan. Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Rencana Transaksi
dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis dan keuangan. Laporan Pendapat Kewajaran
atas Rencana Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka
untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi
operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum
Perseroan dan DMI berdasarkan anggaran dasar Perseroan dan DMI.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak
mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan
menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Rencana Transaksi yang ada
dan mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut
terhadap Rencana Transaksi.

Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Rencana
Transaksi pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.

Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat dalam
Rencana Transaksi. Rencana Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan
sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi mengenai
Rencana Transaksi yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui
analisis yang tidak lengkap.

Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan
Pendapat Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi, memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi,
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis
dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami
bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.




                                             9
Page 11
Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki
dampak material terhadap Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak
terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun secara
eksternal, yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan
keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya
setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal
Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas,
maka Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi mungkin berbeda.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, KR diberikan
kesempatan untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan
Pendapat Kewajaran.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, KR bertindak
secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan
Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak memilki
kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan
Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran
kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan KR hanya
menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/241216-003 tanggal
16 Desember 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 31 Oktober 2024, sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan
Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat Kewajaran
(subsequent events), yang secara signifikan dapat memengaruhi Pendapat Kewajaran.


PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI

Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
analisis melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dari
hal-hal sebagai berikut:

I. Analisis atas Rencana Transaksi;
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi; dan
III. Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi.




                                             10
Page 12
I.         ANALISIS RENCANA TRANSAKSI

           Berdasarkan pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas
           Rencana Transaksi sebagaimana diuraikan di atas, analisis Rencana Transaksi
           adalah sebagai berikut:

I.A.       Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi

I.A.1.     PT Dafam Property Indonesia Tbk

           Dalam Rencana Transaksi, Perseroan merupakan entitas induk DMI dengan
           kepemilikan sebesar 96,30%, dimana DMI merupakan pihak yang
           merencanakan untuk memperoleh fasilitas pinjaman dari FSD maksimum
           sebesar Rp 40,00 miliar dengan tingkat bunga sebesar 7,50% per tahun yang
           dimulai sejak tanggal 10 Februari 2025 dan akan berakhir pada tanggal
           9 Februari 2035, serta dapat diperpanjang atau diakhiri sesuai dengan
           kesepakatan para pihak.

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, FSD
           merupakan pemegang saham Perseroan dan DMI masing-masing dengan
           kepemilikan efektif sebesar 39,80% dan 38,82%. Latar belakang, manajemen,
           kepemilikan saham, dan kegiatan usaha Perseroan adalah sebagai berikut:

I.A.1.a.   Latar Belakang

           Perseroan didirikan pada tanggal 12 September 2011 berdasarkan Akta Notaris
           No. 3 dari Notaris Dewikusuma, S.H. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh
           Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
           Keputusan No. AHU-47346.AH.01.01 Tahun 2011 tanggal 29 September 2011
           dan telah diumumkan dalam lembaran Tambahan Berita Negara Republik
           Indonesia pada tanggal 13 November 2012 No. 91.

           Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
           berdasarkan Akta Notaris No. 4 pada tanggal 26 Januari 2021 dari Notaris Retno
           Hertiyanti, S,H. M.H., mengenai perubahan susunan Dewan Komisaris dan
           Direksi Perseroan. Perubahan ini telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak
           Asasi     Manusia    Republik    Indonesia     melalui    Surat    Keputusan
           No. AHU-AH.01.03-0049202 tanggal 27 Januari 2021.

           Perseroan memiliki kantor pusat di Jalan Raung No. 15, Gajahmungkur,
           Semarang, Jawa Tengah.




                                          11
Page 13
I.A.1.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi                             Perseroan     pada      tanggal
           31 Oktober 2024 adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama                     :        Ferdinandus Soleh Dahlan
           Komisaris                           :        Junaidi Dahlan
           Komisaris Independen                :        Jaeni

           Direksi
           Direktur Utama                      :        Billy Dahlan
           Direktur                            :        Wijaya Dahlan

I.A.1.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
           tanggal 31 Oktober 2024 adalah sebagai berikut:
                                                                                                (Dalam Rupiah)
                                                                        Persentase
                       Pemegang Saham              Jumlah Saham                          Jumlah Modal
                                                                        Kepemilikan
           PT Dafam                                     1.015.000.000           53,43%       101.500.000.000
           Billy Dahlan                                   185.175.000            9,75%        18.517.500.000
           Reksa Dana Narada saham Indonesia              134.032.800            7,05%        13.403.280.000
           Edy Selamat                                    127.665.073            6,72%        12.766.507.300
           Masyarakat                                     437.979.977           23,05%        43.797.997.700
           Jumlah                                       1.899.852.850          100,00%       189.985.285.000



I.A.1.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah menjalankan usaha dalam
           bidang pembangunan, perdagangan, jasa, dan pariwisata.

I.A.1.e.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah menjalankan usaha dalam
           bidang pembangunan, perdagangan, jasa, dan pariwisata.

           Perseroan menghasilkan produk dalam bentuk bangunan hotel dan real estat.
           Sementara, untuk jasa, Perseroan menyediakan penyewaan hotel dan
           bangunan perkantoran, serta jasa manajemen lainnya. Untuk menjaga
           kelangsungan aktivitas bisnis, Perseroan terus melakukan inovasi secara
           berkelanjutan. Informasi mengenai produk dan jasa yang ditawarkan dapat
           dengan mudah diakses melalui situs web, brosur, dan berbagai media sosial.
           Selain itu, informasi produk dan jasa tersebut disampaikan juga dalam berbagai
           acara yang berkaitan dengan kegiatan usaha Perseroan dan entitas anak.




                                                   12
Page 14
Dalam memenuhi tanggung jawabnya terhadap pelanggan, Perseroan terus
menegaskan komitmennya untuk memberikan layanan produk dan jasa yang
setara kepada semua pemangku kepentingan. Komitmen ini selaras dengan
prinsip Perseroan yang memprioritaskan sikap adil kepada seluruh pelanggan
dan memberikan pelayanan sekaligus dampak positif secara maksimal kepada
seluruh pemangku kepentingan.

Selanjutnya, Perseroan senantiasa mengutamakan keamanan dari produk dan
jasa yang dimiliki. Seluruh produk dan jasa dipastikan telah memenuhi standar
keamanan dan memiliki kualitas yang memadai bagi para pelanggan. Adanya
produk dan jasa yang dipastikan aman ini menunjang terwujudnya relasi selaras
dan seimbang antara Perseroan dengan pelanggan dan menjadi salah satu
faktor yang memegang kunci kelangsungan serta kesuksesan operasional bisnis
Perseroan.

Selain itu, upaya Perseroan dalam meningkatkan kualitas kinerja salah satunya
diterapkan melalui penyediaan sarana penyampaian pengaduan bagi
pelanggan. Sarana ini dapat digunakan pelanggan untuk melaporkan keluhan
maupun memberikan saran atas pelayanan atau mutu produk dan jasa.
Penyampaian pengaduan bisa dilakukan secara langsung atau melalui email,
surat, dan telepon. Pengaduan terkait properti dapat disampaikan kepada estate
manajemen, sedangkan pengaduan terkait perhotelan dapat disampaikan
kepada front office. Perseroan memastikan seluruh pengaduan yang diterima
akan diproses dan ditindaklanjuti secara bijak dan profesional tanpa intervensi
dari pihak-pihak tertentu.

Perseroan terus berupaya untuk menciptakan produk properti yang ramah
lingkungan dengan mengedepankan aspek lingkungan. Hal tersebut ditunjukkan
dari mulai tahap perencanaan, pembangunan, hingga dalam operasional dan
pemeliharaan bangunan dengan mengutamakan aspek melindungi,
menghemat, mengurangi sumber daya alam, menjaga mutu kualitas udara di
dalam ruangan, serta memperhatikan kesehatan penghuni ataupun pelanggan
sesuai dengan prinsip berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan Perseroan
dalam pembangunan proyek Madanaya Residence, Jatayu Residence, Gaia
Residence Batang, dan Gaia Residence Semarang.




                               13
Page 15
           Berbagai prospek dipandang Perseroan dapat menunjang pencapaian prospek
           usaha yang lebih baik di masamasa mendatang. Untuk meraih peluang dalam
           prospek tersebut adapun beberapa inisiatif strategi berdasarkan kondisi ekonomi
           dan sosial maupun kapasitas dan kemampuan yang dimiliki Perseroan, antara
           lain sebagai berikut:

           •   Memaksimalkan fasilitas Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions
               (MICE) hotel dengan menyediakan paket yang dapat menarik perusahaan
               untuk kegiatan korporasi;
           •   Penerapan inovasi teknologi untuk memberikan kemudahan dan
               kenyamanan konsumen;
           •   Melakukan partial transisi renovasi dengan mengusung konsep minimalis
               sebagai cara dalam menyesuaikan minat pasar baru; dan
           •   Membangun kemitraan dengan pihak ketiga dalam hal penmgembangan
               properti.

I.A.2.     PT Dafam Mambo International

           Dalam Rencana Transaksi, DMI merupakan pihak yang merencanakan untuk
           memperoleh fasilitas pinjaman dari FSD maksimum sebesar Rp 40,00 miliar
           dengan tingkat bunga sebesar 7,50% per tahun yang dimulai sejak tanggal
           10 Februari 2025 dan akan berakhir pada tanggal 9 Februari 2035, serta dapat
           diperpanjang atau diakhiri sesuai dengan kesepakatan para pihak.

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, DMI
           merupakan entitas anak dari Perseroan dengan kepemilikan sebesar 96,30%
           dan FSD merupakan pemegang saham Perseroan dan DMI masing-masing
           dengan kepemilikan efektif sebesar 39,80% dan 38,82%. Latar belakang,
           manajemen, kepemilikan saham, dan kegiatan usaha DMI adalah sebagai
           berikut:

I.A.2.a.   Latar Belakang

           DMI didirikan pada tanggal 10 Juni 2002 berdasarkan Akta Notaris No. 9 dari
           Riza Sungkar, S.H. Akta Pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum
           dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
           No. AHU-31345.AH.01.01.Tahun 2009 tanggal 7 Juli 2009.

           Anggaran dasar DMI telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
           Akta Notaris No. 12 tanggal 23 November 2023 dari Retno Hertiyanti, S.H. M.H.,
           tentang konversi utang DMI dan perubahan modal ditempatkan dan disetor
           penuh DMI. Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam Sistem
           Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
           Republik       Indonesia        Surat     Penerimaan          Pemberitahuan
           No. AHU-0239035.AH.01.11.Tahun 2023 tanggal 27 November 2023.

           DMI memiliki kantor pusat di Jalan Imam Bonjol No. 51, Semarang, Jawa
           Tengah.



                                          14
Page 16
I.A.2.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direktur DMI pada tanggal 31 Oktober 2024
           adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama              :        Billy Dahlan
           Komisaris                    :        Junaidi Dahlan

           Direktur                     :        Wijaya Dahlan

I.A.2.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham DMI berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           31 Oktober 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                                      (Dalam Rupiah)
                                                                  Persentase
                       Pemegang Saham            Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                  Kepemilikan
           Perseroan                                     13.000           96,30%     95.618.000.000
           PT Dafam                                         500            3,70%        382.000.000
           Jumlah                                        13.500          100,00%     96.000.000.000



I.A.2.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha DMI adalah bergerak dalam bidang penyediaan
           akomodasi, penyediaan makan dan minum, serta usaha hotel. DMI mulai
           beroperasi secara komersial pada tahun 2011.

I.A.3.     Ferdinandus Soleh Dahlan

           Dalam Rencana Transaksi, FSD merupakan pihak yang merencanakan untuk
           memberikan fasilitas pinjaman kepada DMI maksimum sebesar Rp 40,00 miliar
           dengan tingkat bunga sebesar 7,50% per tahun yang dimulai sejak tanggal
           10 Februari 2025 dan akan berakhir pada tanggal 9 Februari 2035, serta dapat
           diperpanjang atau diakhiri sesuai dengan kesepakatan para pihak.

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, FSD
           merupakan pemegang saham Perseroan dan DMI masing-masing dengan
           kepemilikan efektif sebesar 39,80% dan 38,82%.




                                            15
Page 17
I.B.   Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi

       Pada tanggal 10 Februari 2025, DMI dan FSD telah menandatangani PPP
       sehubungan dengan Rencana Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan penting
       dalam PPP adalah sebagai berikut:

       •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

           Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPP adalah DMI dan FSD.

       •   Jumlah Pinjaman

           Berdasarkan PPP, jumlah pinjaman maksimum sebesar Rp 40,00 miliar.

       •   Tujuan Penggunaan

           berdasarkan PPP, pinjaman yang diberikan oleh FSD kepada DMI ini hanya
           dapat digunakan oleh DMI untuk pelunasan Utang Bank.

       •   Jangka Waktu

           Berdasarkan PPP, jangka waktu pinjaman yang diberikan oleh FSD kepada
           DMI dimulai sejak tanggal 10 Februari 2025 dan akan berakhir pada tanggal
           9 Februari 2035.

       •   Bunga

           Berdasarkan PPP, DMI berkewajiban untuk membayar bunga kepada FSD
           sebesar 7,50% per tahun.

       •   Pembayaran Kembali Pinjaman

           Berdasarkan PPP, DMI harus membayar kembali kepada FSD seluruh
           kewajibannya yang timbul baik karena utang pokok, bunga, dan denda bunga
           dan biaya-biaya lainnya dengan cara, jumlah maupun jangka waktu menurut
           ketentuan dalam PPP ini, baik secara mengangsur maupun sekaligus lunas
           seluruhnya selambat-lambatnya pada saat berakhirnya jangka waktu fasilitas
           pinjaman sebagaimana dimaksud dalam PPP, atau atas permintaan pertama
           atau pertimbangan dari FSD sebagaimana diatur dalam PPP. Pelanggaran
           atas ketentuan ini, baik mengenai jumlah maupun keterlambatan
           pembayaran kembali, sudah merupakan bukti kelalaian DMI tanpa perlu ada
           alat bukti lain.

       •   Hukum yang Berlaku

           PPP ini tunduk dan harus ditafsirkan berdasarkan hukum Republik
           Indonesia.




                                      16
Page 18
I.C.   Analisis atas Manfaat dan Risiko dari Transaks

       Manfaat Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

       •   Berdasarkan laporan keuangan DMI untuk periode sepuluh bulan yang
           berakhir pada tanggal 31 Oktober 2024, yang telah direviu oleh KAP GAR,
           DMI memiliki saldo atas utang bank kepada BNII sebesar Rp 36,78 miliar
           dengan tingkat bunga sebesar 10,50% per tahun yang akan jatuh tempo
           pada tanggal 25 Maret 2025 sehubungan dengan Utang Bank.

       •   Dalam rangka untuk melakukan pelunasan atas Utang Bank tersebut, maka
           DMI merencanakan untuk memperoleh fasilitas pinjaman dari FSD. Rencana
           Transaksi diharapkan dapat memberikan efisiensi atas sumber pendanaan
           bagi DMI dan lebih efektif secara jangka waktu, mengingat bahwa tingkat
           bunga atas Rencana Transaksi lebih rendah dibandingkan dengan tingkat
           bunga atas Utang Bank sehingga Perseroan dan DMI mengharapkan adanya
           penurunan beban keuangan pada masa yang akan datang.

       •   Rencana Transaksi merupakan strategi bisnis dari Perseroan dan FSD
           selaku pemegang saham tidak langsung atas DMI dalam memberikan
           dukungan untuk mencegah potensi gagal bayar atas Utang Bank pada saat
           jatuh tempo. Rencana Transaksi juga menjadi salah satu upaya Perseroan
           dan FSD untuk menerapkan mitigasi dan manajemen risiko sehingga DMI
           dapat lebih fokus dalam melakukan aktivitas kegiatan operasional yang pada
           akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan DMI.

       •   Dengan melakukan Rencana Transaksi, DMI akan memperoleh persyaratan
           pembayaran dan jangka waktu yang lebih fleksibel sebagaimana disepakati
           dalam PPP oleh para pihak bilamana dibandingkan dengan melakukan
           fasilitas pinjaman dari pihak ketiga atau pihak bank dan lembaga keuangan
           lainnya. Hal ini diyakini akan memberikan ruang gerak finansial bagi DMI
           untuk dapat menjaga ketersediaan kas yang lebih stabil dalam menjalankan
           kegiatan usaha perhotelan yang dilakukan oleh DMI.

       •   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, DMI mengharapkan dapat
           memiliki kepastian dukungan pendanaan dari FSD, dengan biaya pinjaman
           yang efisien dan efektif serta persyaratan yang fleksibel, yang pada akhirnya
           diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap laporan keuangan
           konsolidasian Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh
           pemegang saham Perseroan pada masa yang akan datang.




                                       17
Page 19
Risiko Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Dalam hal DMI memiliki kesempatan dan mampu memperoleh fasilitas
    pinjaman dari pihak ketiga atau bank dan lembaga keuangan lainnya yang
    memiliki tingkat bunga yang lebih rendah dari Rencana Transaksi, maka DMI
    berpotensi membukukan beban keuangan yang lebih tinggi atas Rencana
    Transaksi sehingga dapat memberikan dampak negatif bagi kinerja
    keuangan konsolidasian Perseroan.

•   Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang perhotelan, DMI tidak
    terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara lain
    kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak bagi
    kelangsungan usaha DMI serta dalam melakukan pelunasan atas Rencana
    Transaksi.




                               18
Page 20
II.       ANALISIS KUALITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI

II.A.     PT Dafam Mambo International

II.A.1.   Latar Belakang

          DMI didirikan pada tanggal 10 Juni 2002 berdasarkan Akta Notaris No. 9 dari
          Riza Sungkar, S.H. Akta Pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum
          dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
          No. AHU-31345.AH.01.01.Tahun 2009 tanggal 7 Juli 2009.

          Anggaran dasar DMI telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
          Akta Notaris No. 12 tanggal 23 November 2023 dari Retno Hertiyanti, S.H. M.H.,
          tentang konversi utang DMI dan perubahan modal ditempatkan dan disetor
          penuh DMI. Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam Sistem
          Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
          Republik       Indonesia        Surat     Penerimaan          Pemberitahuan
          No. AHU-0239035.AH.01.11.Tahun 2023 tanggal 27 November 2023.

          DMI memiliki kantor pusat di Jalan Imam Bonjol No. 51, Semarang, Jawa
          Tengah.

II.A.2.   Kegiatan Usaha

          Ruang lingkup kegiatan usaha DMI adalah bergerak dalam bidang penyediaan
          akomodasi, penyediaan makan dan minum, serta usaha hotel. DMI mulai
          beroperasi secara komersial pada tahun 2011.




                                         19
Page 21
II.B.     Tinjauan Industri Perhotelan

II.B.1.   Tinjauan Industri Perhotelan di Dunia

          Perhotelan merupakan sarana dan prasarana yang menawarkan layanan
          akomodasi penginapan dengan pengelolaan secara komersial. Perhotelan yang
          dikelola secara komersial memicu terjadinya pertumbuhan atas permintaan dari
          layanan penginapan sebagaimana perhotelan mempunyai peranan penting
          sebagai mata rantai kegiatan wisata yang mendorong para wisatawan untuk
          berkunjung serta menikmati objek daya tarik wisata tertentu dengan waktu yang
          relatif lama.

          Jumlah Pemesanan Layanan Penginapan di Dunia
          Tahun 2020 – 2023
          (Dalam jutaan kamar)

                       1.200


                       1.000


                         800


                         600


                         400


                         200


                             -
                                 2019     2020       2021        2022       2023
                Jumlah Kamar      845     355         591        896        1.049

          Sumber: Statista


          Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, jumlah pemesanan layanan
          penginapan secara global pada tahun 2020 mengalami penurunan secara
          drastis dibandingkan tahun 2019 akibat pandemi yang terjadi, namun hingga
          tahun 2023 jumlah pemesanan layanan penginapan secara global mengalami
          peningkatan secara bertahap hingga pada 2023 telah pulih sepenuhnya bahkan
          melebihi jumlah pemesanan layanan penginapan di dunia pada tahun 2019.
          Jumlah pemesanan layanan penginapan di dunia pada 2020 hingga 2023
          mengalami pertumbuhan secara konsisten yaitu masing-masing sebesar 355
          juta kamar, 591 juta kamar, 896 juta kamar, dan 1.049 juta kamar.




                                          20
Page 22
Penurunan tingkat hunian hotel di seluruh dunia pada 2020 terjadi akibat
pandemi yang melanda dengan seluruh negara terdampak. Berdasarkan data
yang diperoleh dari Statista, penurunan tingkat hunian hotel tertinggi terjadi di
Italia menurun hingga 96,00%, dilanjutkan dengan negara Tiongkok dengan
penurunan sebesar 68,00%, Inggris sebesar 67,00%, Amerika Serikat (AS)
sebesar 59,00%, dan Singapura sebesar 48,00%.

Selanjutnya, berdasarkan data Statista, pendapatan industri pariwisata dan
perjalanan di dunia pada tahun 2024 diproyeksikan sebesar USD 916,00 miliar,
hal ini didorong oleh peningkatan pendapatan bersih penduduk dunia, adanya
kemudahan akses untuk perjalanan, dan keinginan untuk pengalaman
menyenangkan yang unik.

Pendapatan Q2 2024 dan Proyeksi Pendapatan Pasar Perhotelan Di Dunia
Tahun 2024 – 2029
(Dalam miliar USD)

               600,00


               500,00


               400,00


               300,00


               200,00


               100,00


                    -
                         2024     2025     2026     2027      2028      2029
    Jumlah Pendapatan   426,50   442,97   459,19   475,97    493,22    511,86

Sumber: Statista


Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pendapatan pasar perhotelan
sejak 2024 hingga 2029, proyeksi nilai pendapatan pasar perhotelan di dunia
pada tahun 2029 mencapai USD 511,86 miliar. Kenaikan terus terjadi pada
proyeksi nilai pendapatan pasar perhotelan di dunia tahun 2025 – 2029 masing-
masing mengalami kenaikan sebesar 3,86%, 3,66%, 3,65%, 3,62%, dan 3,78%
dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.Tingkat pertumbuhan majemuk
tahunan (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 3,72% dihitung sejak
2024 hingga 2029.




                                 21
Page 23
II.B.2.   Tinjauan Industri Perhotelan di Indonesia

          Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terbentang dari
          Sabang hingga Merauke Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau yang
          menyimpan kekayaan alam, budaya, dan sejarah yang sangat beragam.
          Keberagaman yang ada pada Indonesia ini tentunya menarik perhatian
          wisatawan baik domestik maupun mancanegara sebagai destinasi utama untuk
          dituju. Hotel yang memadai tentu menjadi pilar utama dalam menunjang
          perjalanan liburan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang
          berkunjung.

          Jumlah Kamar Terisi pada Hotel Berbintang di Indonesia
          Tahun 2019 - 2023
          (Dalam jutaan Kamar)

                         80

                         70

                         60

                         50

                         40

                         30

                         20

                         10

                          0
                                   2019    2020       2021       2022        2023
               Jumlah Kamar        75,61   35,89      43,46      58,79       72,34

          Sumber : Badan Pusat Statistik


          Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kamar
          terisi pada hotel berbintang di Indonesia pada tahun 2019 hingga tahun 2023
          masing-masing sebesar 75,61 juta kamar, 35,89 juta kamar, 43,46 juta kamar,
          58,79 juta kamar, dan 72,34 juta kamar. Jumlah kamar terisi pada hotel
          berbintang di Indonesia pada tahun 2020 menurun dibandingkan 2019 akibat
          pandemi yang terjadi, sementara pada 2020 hingga tahun 2023 mengalami
          kenaikan secara konsisten.




                                           22
Page 24
Tingkat Penghunian Kamar pada Hotel Berbintang di Indonesia
Periode Januari – Juni 2024
(Dalam persentase)
            62,00

            60,00

            58,00

            56,00

            54,00

            52,00

            50,00

            48,00

            46,00
                      Kalimantan                                       Kalimantan
                                   Di Yogyakarta   Kep. Riau   Bali
                       Selatan                                           Timur
     Jumlah Kamar       51,98         52,42         57,29      58,97     60,41
Sumber : Badan Pusat Statistik


Berdasarkan data yang diperoleh dari BPS, tingkat penghunian kamar pada hotel
berbintang di Indonesia menunjukkan progress yang cukup tinggi dimana
Provinsi Bali sebesar 58,97% menempati posisi kedua setelah Kalimantan Timur
sebesar 60,41%. Tingginya persentase penghunian kamar pada hotel
berbintang di Indonesia tentu tidak terlepas dari potensi alam serta keindahan
bali yang sudah diketahui oleh seluruh dunia.

Tingginya persentase penghunian kamar pada hotel berbintang di Indonesia
terutama pada Kalimantan Timur tentunya tidak terlepas dari berita hangat
dimulainya pembangunan Ibu Kota Nusantar (IKN) yang nantinya akan menjadi
Ibu Kota Negara menggantikan DKI Jakarta. Pembangunan ini tentu
berpengaruh dengan meningkatnya persentase penghunian kamar pada hotel
berbintang di Indonesi terutama pada Kalimantan Timur dengan berdatangannya
para investor mancanegara yang hendak melihat lokasi pembangunan serta
progress pembangunan yang telah dilakukan.

Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,
jumlah kunjungan wisatawan asing dari berbagai pintu pada Juni 2024 adalah
sebanyak 1,17 juta kunjungan, mengalami peningkatan sebesar 9,99%
dibandingkan dengan jumlah kunjungan pada Juni 2023. Pada Juni 2024 tercatat
jumlah kunjungan wisatawan asing didominasi dari Malaysia, Singapura, dan
Australia masing-masing sebanyak 188,34 ribu kunjungan, 157,09 ribu
kunjungan, dan 144,10 ribu kunjungan.




                                       23
Page 25
Proyeksi Pendapatan Pasar Perhotelan di Indonesia
Tahun 2024 - 2029
(Dalam miliar USD)
                   7,00

                   6,00

                   5,00

                   4,00

                   3,00

                   2,00

                   1,00

                      -
                          2024     2025       2026            2027       2028    2029
    Jumlah Pendapatan     4,63     5,04       5,33            5,67       6,04    6,45
Sumber: Statista


Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pendapatan hotel di Indonesia
diperkirakan tumbuh pada tingkat laju pertumbuhan majemuk tahunan atau
CAGR sebesar 7,79% dihitung sejak 2024 hingga 2029. pendapatan hotel di
Indonesia pada 2029 di proyeksikan mencapai USD 6,45 miliar. Proyeksi
pendapatan hotel di Indonesia pada tahun 2024-2029 diperkirakan terus
mengalami peningkatan masing-masing sebesar USD 0,41 miliar,
USD 0,29 miliar, USD 0,34 miliar, USD 0,37 miliar, dan USD 0,41 miliar.

Proyeksi Pendapatan Rata-Rata per Pengguna Paket Wisata di Indonesia
Tahun 2025 - 2029
(Dalam USD)
               230,00
               225,00
               220,00
               215,00
               210,00
               205,00
               200,00
               195,00
               190,00
               185,00
                           2025       2026            2027            2028       2029
    Jumlah Pendapatan     200,90     202,90          208,00          216,70     226,20
Sumber: Statista


Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pendapatan rata-rata per
pengguna paket wisata di Indonesia pada tahun 2026-2029 diperkirakan terus
mengalami peningkatan masing-masing sebesar USD 2,00, USD 5,10,
USD 8,70, dan USD 9,50 atau setara dengan 1,00%, 2,51%, 4,18%, dan 4,38%.




                                   24
Page 26
II.C.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

        Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah menjalankan usaha dalam
        bidang pembangunan, perdagangan, jasa, dan pariwisata.

        Perseroan menghasilkan produk dalam bentuk bangunan hotel dan real estat.
        Sementara, untuk jasa, Perseroan menyediakan penyewaan hotel dan
        bangunan perkantoran, serta jasa manajemen lainnya. Untuk menjaga
        kelangsungan aktivitas bisnis, Perseroan terus melakukan inovasi secara
        berkelanjutan. Informasi mengenai produk dan jasa yang ditawarkan dapat
        dengan mudah diakses melalui situs web, brosur, dan berbagai media sosial.
        Selain itu, informasi produk dan jasa tersebut disampaikan juga dalam berbagai
        acara yang berkaitan dengan kegiatan usaha Perseroan dan entitas anak.

        Dalam memenuhi tanggung jawabnya terhadap pelanggan, Perseroan terus
        menegaskan komitmennya untuk memberikan layanan produk dan jasa yang
        setara kepada semua pemangku kepentingan. Komitmen ini selaras dengan
        prinsip Perseroan yang memprioritaskan sikap adil kepada seluruh pelanggan
        dan memberikan pelayanan sekaligus dampak positif secara maksimal kepada
        seluruh pemangku kepentingan.

        Selanjutnya, Perseroan senantiasa mengutamakan keamanan dari produk dan
        jasa yang dimiliki. Seluruh produk dan jasa dipastikan telah memenuhi standar
        keamanan dan memiliki kualitas yang memadai bagi para pelanggan. Adanya
        produk dan jasa yang dipastikan aman ini menunjang terwujudnya relasi selaras
        dan seimbang antara Perseroan dengan pelanggan dan menjadi salah satu
        faktor yang memegang kunci kelangsungan serta kesuksesan operasional bisnis
        Perseroan.




                                       25
Page 27
Selain itu, upaya Perseroan dalam meningkatkan kualitas kinerja salah satunya
diterapkan melalui penyediaan sarana penyampaian pengaduan bagi
pelanggan. Sarana ini dapat digunakan pelanggan untuk melaporkan keluhan
maupun memberikan saran atas pelayanan atau mutu produk dan jasa.
Penyampaian pengaduan bisa dilakukan secara langsung atau melalui email,
surat, dan telepon. Pengaduan terkait properti dapat disampaikan kepada estate
manajemen, sedangkan pengaduan terkait perhotelan dapat disampaikan
kepada front office. Perseroan memastikan seluruh pengaduan yang diterima
akan diproses dan ditindaklanjuti secara bijak dan profesional tanpa intervensi
dari pihak-pihak tertentu.

Perseroan terus berupaya untuk menciptakan produk properti yang ramah
lingkungan dengan mengedepankan aspek lingkungan. Hal tersebut ditunjukkan
dari mulai tahap perencanaan, pembangunan, hingga dalam operasional dan
pemeliharaan bangunan dengan mengutamakan aspek melindungi,
menghemat, mengurangi sumber daya alam, menjaga mutu kualitas udara di
dalam ruangan, serta memperhatikan kesehatan penghuni ataupun pelanggan
sesuai dengan prinsip berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan Perseroan
dalam pembangunan proyek Madanaya Residence, Jatayu Residence, Gaia
Residence Batang, dan Gaia Residence Semarang.

Berbagai prospek dipandang Perseroan dapat menunjang pencapaian prospek
usaha yang lebih baik di masamasa mendatang. Untuk meraih peluang dalam
prospek tersebut adapun beberapa inisiatif strategi berdasarkan kondisi ekonomi
dan sosial maupun kapasitas dan kemampuan yang dimiliki Perseroan, antara
lain sebagai berikut:

•   Memaksimalkan fasilitas MICE hotel dengan menyediakan paket yang dapat
    menarik perusahaan untuk kegiatan korporasi;
•   Penerapan inovasi teknologi untuk memberikan kemudahan dan
    kenyamanan konsumen;
•   Melakukan partial transisi renovasi dengan mengusung konsep minimalis
    sebagai cara dalam menyesuaikan minat pasar baru; dan
•   Membangun kemitraan dengan pihak ketiga dalam hal penmgembangan
    properti.




                               26
Page 28
II.D.   Alasan Dilakukan Rencana Transaksi

        Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Berdasarkan laporan keuangan DMI untuk periode sepuluh bulan yang
            berakhir pada tanggal 31 Oktober 2024, yang telah direviu oleh KAP GAR,
            DMI memiliki saldo atas utang bank kepada BNII sebesar Rp 36,78 miliar
            dengan tingkat bunga sebesar 10,50% per tahun yang akan jatuh tempo
            pada tanggal 25 Maret 2025 sehubungan dengan Utang Bank.

        •   Dalam rangka untuk melakukan pelunasan atas Utang Bank tersebut, maka
            DMI merencanakan untuk memperoleh fasilitas pinjaman dari FSD. Rencana
            Transaksi diharapkan dapat memberikan efisiensi atas sumber pendanaan
            bagi DMI dan lebih efektif secara jangka waktu, mengingat bahwa tingkat
            bunga atas Rencana Transaksi lebih rendah dibandingkan dengan tingkat
            bunga atas Utang Bank sehingga Perseroan dan DMI mengharapkan adanya
            penurunan beban keuangan pada masa yang akan datang.

        •   Rencana Transaksi merupakan strategi bisnis dari Perseroan dan FSD
            selaku pemegang saham tidak langsung atas DMI dalam memberikan
            dukungan untuk mencegah potensi gagal bayar atas Utang Bank pada saat
            jatuh tempo. Rencana Transaksi juga menjadi salah satu upaya Perseroan
            dan FSD untuk menerapkan mitigasi dan manajemen risiko sehingga DMI
            dapat lebih fokus dalam melakukan aktivitas kegiatan operasional yang pada
            akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan DMI.

        •   Dengan melakukan Rencana Transaksi, DMI akan memperoleh persyaratan
            pembayaran dan jangka waktu yang lebih fleksibel sebagaimana disepakati
            dalam PPP oleh para pihak bilamana dibandingkan dengan melakukan
            fasilitas pinjaman dari pihak ketiga atau pihak bank dan lembaga keuangan
            lainnya. Hal ini diyakini akan memberikan ruang gerak finansial bagi DMI
            untuk dapat menjaga ketersediaan kas yang lebih stabil dalam menjalankan
            kegiatan usaha perhotelan yang dilakukan oleh DMI.

        •   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, DMI mengharapkan dapat
            memiliki kepastian dukungan pendanaan dari FSD, dengan biaya pinjaman
            yang efisien dan efektif serta persyaratan yang fleksibel, yang pada akhirnya
            diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap laporan keuangan
            konsolidasian Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh
            pemegang saham Perseroan pada masa yang akan datang.




                                        27
Page 29
II.E.   Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Rencana Transaksi

        •   Berdasarkan laporan keuangan DMI untuk periode sepuluh bulan yang
            berakhir pada tanggal 31 Oktober 2024, yang telah direviu oleh KAP GAR,
            DMI memiliki saldo atas utang bank kepada BNII sebesar Rp 36,78 miliar
            dengan tingkat bunga sebesar 10,50% per tahun yang akan jatuh tempo
            pada tanggal 25 Maret 2025 sehubungan dengan Utang Bank.

        •   Dalam rangka untuk melakukan pelunasan atas Utang Bank tersebut, maka
            DMI merencanakan untuk memperoleh fasilitas pinjaman dari FSD. Rencana
            Transaksi diharapkan dapat memberikan efisiensi atas sumber pendanaan
            bagi DMI dan lebih efektif secara jangka waktu, mengingat bahwa tingkat
            bunga atas Rencana Transaksi lebih rendah dibandingkan dengan tingkat
            bunga atas Utang Bank sehingga Perseroan dan DMI mengharapkan adanya
            penurunan beban keuangan pada masa yang akan datang.

        •   Rencana Transaksi merupakan strategi bisnis dari Perseroan dan FSD
            selaku pemegang saham tidak langsung atas DMI dalam memberikan
            dukungan untuk mencegah potensi gagal bayar atas Utang Bank pada saat
            jatuh tempo. Rencana Transaksi juga menjadi salah satu upaya Perseroan
            dan FSD untuk menerapkan mitigasi dan manajemen risiko sehingga DMI
            dapat lebih fokus dalam melakukan aktivitas kegiatan operasional yang pada
            akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan DMI.

        •   Dengan melakukan Rencana Transaksi, DMI akan memperoleh persyaratan
            pembayaran dan jangka waktu yang lebih fleksibel sebagaimana disepakati
            dalam PPP oleh para pihak bilamana dibandingkan dengan melakukan
            fasilitas pinjaman dari pihak ketiga atau pihak bank dan lembaga keuangan
            lainnya. Hal ini diyakini akan memberikan ruang gerak finansial bagi DMI
            untuk dapat menjaga ketersediaan kas yang lebih stabil dalam menjalankan
            kegiatan usaha perhotelan yang dilakukan oleh DMI.

        •   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, DMI mengharapkan dapat
            memiliki kepastian dukungan pendanaan dari FSD, dengan biaya pinjaman
            yang efisien dan efektif serta persyaratan yang fleksibel, yang pada akhirnya
            diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap laporan keuangan
            konsolidasian Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh
            pemegang saham Perseroan pada masa yang akan datang.




                                        28
Page 30
Kerugian Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Dalam hal DMI memiliki kesempatan dan mampu memperoleh fasilitas
    pinjaman dari pihak ketiga atau bank dan lembaga keuangan lainnya yang
    memiliki tingkat bunga yang lebih rendah dari Rencana Transaksi, maka DMI
    berpotensi membukukan beban keuangan yang lebih tinggi atas Rencana
    Transaksi sehingga dapat memberikan dampak negatif bagi kinerja
    keuangan konsolidasian Perseroan.

•   Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang perhotelan, DMI tidak
    terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara lain
    kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak bagi
    kelangsungan usaha DMI serta dalam melakukan pelunasan atas Rencana
    Transaksi.




                               29
Page 31
III.       ANALISIS KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI

III.A.     Analisis atas Kinerja Historis Perseroan

           Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode sepuluh bulan yang
           berakhir pada tanggal 31 Oktober 2024 yang telah reviu oleh KAP GAR. Laporan
           keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP HR dengan pendapat wajar
           tanpa modifikasian. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, dan 2020 yang
           telah diaudit oleh KAP MR masing-masing dengan pendapat wajar tanpa
           modifikasian. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP MR
           dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal
           lain.

           Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:

III.A.1.   Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)

                                    Keterangan   31/10/24       31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20     31/12/19

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan bank                                 4.388       3.277       4.046       5.285       7.250         17.760
           Piutang usaha - bersih                       2.420       2.024       3.828       2.215       2.050          8.488
           Piutang lain-lain
             Pihak berelasi                             6.693       6.817       6.580       7.197       7.214          2.902
             Pihak ketiga                                   -           -           -         832         209            477
           Persediaan                                  70.425      70.939      72.973      73.231      82.274         77.571
           Biaya dibayar dimuka                         1.369       1.332       1.418       2.431       1.554          1.689
           Pajak dibayar dimuka                             7           5           4         394         619            616
           Jumlah Aset Lancar                          85.301      84.394      88.848      91.584     101.170        109.503
           ASET TIDAK LANCAR
           Aset pajak tangguhan                         6.993       5.691       6.098       5.352       4.708          2.227
           Aset tetap - bersih                        115.688     121.745     128.852     136.411     144.985        152.439
           Properti Investasi - bersih                 32.727      33.772      35.026      36.280      35.573         43.852
           Goodwill                                       562         562         562         562         562            562
           Investasi saham                              1.500       1.500       1.500       1.500           -              -
           Aset tidak lancar lainnya                        -           -           -         300      21.373         24.880
           Aset hak guna usaha                             98         155         224           -           -              -
           Aset takberwujud - bersih                        -           -           -           -          26             28
           Jumlah Aset Tidak Lancar                   157.568     163.425     172.262     180.404     207.227        223.987
           JUMLAH ASET                                242.869     247.819     261.110     271.989     308.397        333.490




                                                 30
Page 32
                                                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                               31/10/24        31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20      31/12/19

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang usaha                                                             1.554        2.006        1.252          887        1.555          1.677
           Utang lain-lain                                                           890        1.846          845          904          849          1.518
           Beban masih harus dibayar                                              41.071       33.440       28.942       23.661       10.568          6.527
           Utang pihak berelasi                                                    9.355        6.612        1.779        2.013        3.612          4.550
           Uang muka penjualan                                                     5.650        4.636        8.245        4.669       12.048         22.742
           Deposito tamu                                                             486           86          134          299          382            965
           Penyisihan untuk pergantian perabotan dan perlengkapan
             hotel                                                                 1.196          997        1.523        2.067        1.894          1.695
           Pendapatan yang ditangguhkan                                              974          559          486          467          808            494
           Utang pajak                                                             2.497        2.895        2.560        2.566        5.941          5.021
           Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu
             satu tahun:
             Utang bank                                                           14.629        8.411       24.194       14.875       35.471         22.803
           Utang pembiayaan konsumen                                                 138          144           72           63          140            241
           Pendapatan diterima dimuka                                                  -            -            -            -            -            130
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                        78.441       61.631       70.031       52.472       73.267         68.364
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan                       7.586        3.745        4.501        5.252       10.625          9.192
           Liabilitas jangka panjang, setelah dikurangi bagian yang jatuh
             tempo dalan waktu satu tahun:
             Utang bank                                                          132.658      144.100      133.415      144.326      142.572        161.484
             Utang pembiayaan konsumen                                                18          132          126            -           63            203
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                      140.262      147.977      138.042      149.578      153.260        170.880
           JUMLAH LIABILITAS                                                     218.703      209.607      208.073      202.050      226.527        239.244
           EKUITAS
           Modal saham                                                           189.985      189.985      189.985      189.985      189.960        189.958
           Tambahan modal disetor                                                (85.238)     (85.238)     (85.238)     (85.238)     (86.612)       (86.613)
           Selisih transaksi kepentingan non pengendali                          (11.012)     (11.012)     (11.012)     (10.872)     (10.872)       (11.125)
           Defisit                                                               (67.397)     (53.445)     (38.724)     (22.021)      (8.705)         2.287
           Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
             induk                                                                26.338       40.290       55.011       71.853       83.771         94.507
           Kepentingan non-pengendali                                             (2.172)      (2.079)      (1.974)      (1.915)      (1.901)          (261)
           JUMLAH EKUITAS                                                         24.166       38.211       53.037       69.939       81.870         94.246
           JUMLAH LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL                                242.869      247.819      261.110      271.989      308.397        333.490




III.A.2.   Aset

           Jumlah aset Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Oktober 2024,
           31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar
           Rp 242,87 miliar, Rp 247,82 miliar, Rp 261,11 miliar, Rp 271,99 miliar,
           Rp 308,40 miliar, dan Rp 333,49 miliar.

           Pada tanggal 31 Oktober 2024, jumlah aset Perseroan mengalami penurunan
           sebesar Rp 4,95 miliar atau setara dengan 2,00% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan aset tetap - bersih sebesar Rp 6,06 miliar yang disertai dengan
           kenaikan aset pajak tangguhan sebesar Rp 1,30 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset Perseroan mengalami penurunan
           sebesar Rp 13,29 miliar atau setara dengan 5,09% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan persediaan dan aset tetap – bersih masing-masing sebesar
           Rp 2,04 miliar dan Rp 7,11 miliar.




                                                                            31
Page 33
           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset Perseroan mengalami penurunan
           sebesar Rp 10,88 miliar atau setara dengan 4,00% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan kas dan bank, aset tetap – bersih, serta properti investasi bersih
           masing-masing sebesar Rp 1,24 miliar, Rp 7,56 miliar, dan Rp 1,25 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset Perseroan mengalami penurunan
           sebesar Rp 36,41 miliar atau setara dengan 11,81% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan persediaan, aset tetap - bersih, dan aset tidak lancar
           lainnya masing-masing sebesar Rp 9,04 miliar, Rp 8,57 miliar, dan
           Rp 21,07 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset Perseroan mengalami penurunan
           sebesar Rp 25,09 miliar atau setara dengan 7,52% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan kas dan bank, aset tetap – bersih, serta properti investasi - bersih
           masing-masing sebesar Rp 10,51 miliar, Rp 7,45 miliar, dan Rp 8,28 miliar.

III.A.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Oktober 2024,
           31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar
           Rp 218,70 miliar, Rp 209,61 miliar, Rp 208,07 miliar, Rp 202,05 miliar,
           Rp 226,53 miliar, dan Rp 239,24 miliar.

           Pada tanggal 31 Oktober 2024, jumlah liabilitas Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 9,10 miliar atau setara dengan 4,34% dibandingkan dengan jumlah
           liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan beban masih harus dibayar, utang pihak berelasi, dan liabilitas
           diestimasi atas imbalan kerja karyawan masing-masing sebesar Rp 7,63 miliar,
           Rp 2,74 miliar, dan Rp 3,84 miliar yang disertai dengan penurunan utang bank
           sebesar Rp 5,22 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 1,53 miliar atau setara dengan 0,74% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang lain-lain, beban masih harus dibayar, dan utang
           pihak berelasi masing-masing sebesar Rp 1,00 miliar, Rp 4,50 miliar, dan
           Rp 4,83 miliar yang disertai dengan penurunan uang muka penjualan dan utang
           bank masing-masing sebesar Rp 3,61 miliar dan Rp 5,10 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 6,02 miliar atau setara dengan 2,98% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan beban masih harus dibayar dan uang muka penjualan
           masing-masing sebesar Rp 5,28 miliar dan Rp 3,57 miliar.




                                           32
Page 34
           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 24,48 miliar atau setara dengan 10,81% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan uang muka penjualan, utang pajak, dan
           utang bank masing-masing sebesar Rp 7,38 miliar, Rp 3,38 miliar, dan
           Rp 18,84 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 12,72 miliar atau setara dengan 5,32% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan uang muka penjualan dan utang bank
           masing-masing sebesar Rp 10,69 miliar dan Rp 6,25 miliar yang disertai dengan
           kenaikan beban masih harus dibayar sebesar Rp 4,04 miliar.

III.A.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Oktober 2024,
           31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar
           Rp 24,17 miliar, Rp 38,21 miliar, Rp 53,04 miliar, Rp 69,94 miliar, Rp 81,87 miliar,
           dan Rp 94,25 miliar.

           Pada tanggal 31 Oktober 2024, jumlah ekuitas Perseroan mengalami penurunan
           sebesar Rp 14,05 miliar atau setara dengan 36,76% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
           sebesar Rp 12,07 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 14,83 miliar atau setara dengan 27,95% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
           sebesar Rp 16,39 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 16,90 miliar atau setara dengan 24,17% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
           sebesar Rp 18,29 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 11,93 miliar atau setara dengan 14,57% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
           sebesar Rp 15,03 miliar yang disertai dengan kenaikan tambahan modal disetor
           sebesar Rp 1,37 miliar.




                                            33
Page 35
           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 12,37 miliar atau setara dengan 13,13% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
           sebesar Rp 14,37 miliar.

III.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
                                                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                     31/10/24        31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20      31/12/19
                                  Keterangan
                                                                    (10 Bulan)      (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Pendapatan bersih                                             51.576         69.339        70.533        84.637         89.080       157.034
           Beban pokok pendapatan                                        25.052         31.932        35.622        41.436         39.742        61.241
           Laba kotor                                                     26.524        37.407        34.912        43.201         49.338        95.793
           Beban penjualan                                                (1.434)       (3.691)       (4.485)       (3.289)        (3.126)       (5.267)
           Beban umum dan administrasi                                   (26.614)      (34.445)      (35.452)      (42.944)       (41.086)      (59.012)
           Beban lain-lain - bersih                                      (11.393)      (15.215)      (14.046)      (14.285)       (21.816)      (20.856)
           Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan                         (12.916)      (15.944)      (19.071)      (17.317)       (16.690)       10.658
           Manfaat (beban) pajak penghasilan                                 847          (447)          784         2.284          2.324        (3.803)
           Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan                     (12.069)      (16.391)      (18.287)      (15.033)       (14.366)        6.855
           Penghasilan komprehensif lain                                  (1.976)        1.566         1.385           928          1.987           314
           Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan        (14.045)      (14.826)      (16.902)      (14.105)       (12.379)        7.169
           Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan yang dapat
             diatribusikan kepada:
             Pemilik entitas induk                                       (11.985)      (16.283)      (18.087)      (14.234)       (12.967)        5.839
             Kepentingan non pengendali                                      (84)         (108)         (200)         (800)        (1.399)        1.016



III.A.6    Pendapatan Bersih

           Pendapatan bersih Perseroan untuk periode sepuluh bulan yang berakhir pada
           tanggal 31 Oktober 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar
           Rp 51,58 miliar, Rp 69,34 miliar, Rp 70,53 miliar, Rp 84,64 miliar, Rp 89,08 miliar,
           dan Rp 157,03 miliar.

           Pendapatan bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 1,20 miliar atau setara
           dengan 1,69% dibandingkan dengan pendapatan bersih untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Pendapatan bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar Rp 14,10 miliar atau setara
           dengan 16,66% dibandingkan dengan pendapatan bersih untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Pendapatan bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami penurunan sebesar Rp 4,44 miliar atau setara
           dengan 4,99% dibandingkan dengan pendapatan bersih untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

           Pendapatan bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 mengalami penurunan sebesar Rp 67,95 miliar atau setara
           dengan 43,27% dibandingkan dengan pendapatan bersih untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.




                                                                    34
Page 36
III.A.7.   Laba (Rugi) Bersih Periode/Tahun Berjalan

           Rugi bersih periode berjalan Perseroan untuk periode sepuluh bulan yang
           berakhir pada tanggal 31 Oktober 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing
           adalah sebesar Rp 12,07 miliar, Rp 16,39 miliar, Rp 18,29 miliar, Rp 15,03 miliar,
           dan Rp 14,37 miliar. Laba bersih tahun bejalan Perseroan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp 6,86 miliar.

           Rugi bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 1,90 miliar atau setara
           dengan 10,37% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Rugi bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 3,25 miliar atau setara
           dengan 21,64% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Rugi bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,67 miliar atau setara
           dengan 4,65% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

           Rugi bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar Rp 21,22 miliar dibandingkan
           dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2019.




                                            35
Page 37
III.A.8.   Laporan Arus Kas Konsolidasian
                                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)
                                                               31/10/24        31/12/23        31/12/22        31/12/21      31/12/20      31/12/19
                                  Keterangan
                                                              (10 Bulan)      (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan kas dari pelanggan                            53.362        67.345          74.491          74.613         78.382       160.859
           Pembayaran kepada pemasok                               (10.223)      (12.422)        (18.525)        (18.347)       (27.518)      (48.195)
           Pembayaran untuk karyawan dan beban usaha               (32.857)      (44.284)        (45.461)        (48.340)       (45.132)      (64.456)
           Penerimaan (pembayaran) untuk lain-lain                     705         3.350            (418)         (2.084)        (8.006)          413
           Penerimaan bunga                                             22            15              27              43            137            59
           Pembayaran bunga                                         (2.950)       (9.340)         (9.104)         (6.042)       (10.694)       (6.346)
           Pembayaran pajak penghasilan final dan non final         (1.170)         (222)           (497)         (1.609)        (2.696)            -
           Pembayaran beban keuangan                                     -             -               -               -              -       (20.567)
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Operasi                                       6.889          4.442            513           (1.765)       (15.526)       21.766
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Perolehan aset tetap                                       (433)         (300)           (605)           (397)        (1.411)        (5.508)
           Hasil penjualan aset tetap                                    -           108             285               -         18.350              -
           Perolehan properti investasi                                  -             -               -          (1.435)        (9.080)        (2.606)
           Perolehan saham entitas anak langsung                         -             -               -               -              -         (1.942)
           Perolehan saham entitas anak tidak langsung                   -             -               -               -              -         (3.144)
           Penerimaan atas penjualan aset                                -             -               -               -             97             15
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Investasi                                       (433)         (192)           (320)         (1.832)         7.956        (13.186)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Pembayaran utang bank                                    (5.224)       (5.098)         (1.593)        (18.841)        (6.245)       (22.259)
           Pembayaran utang pembiayaan konsumen                       (120)           78            (138)           (140)          (241)           (42)
           Penurunan (kenaikan) aset tidak lancar lainnya                -             -             300          21.017          3.544        (19.384)
           Kenaikan modal disetor atas waran                             -             -               -              25              2         12.118
           Kenaikan tambahan modal disetor                               -             -               -              11              1          5.211
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Pendanaan                                     (5.344)       (5.020)         (1.431)          2.072         (2.940)       (24.357)
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                              1.111           (769)         (1.239)         (1.526)       (10.510)       (15.777)
           Dampak dari pelepasan entitas anak                            -                -               -         (439)             -              -
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                       3.277          4.046           5.285           7.250         17.760        33.537
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                      4.388          3.277           4.046           5.285          7.250        17.760




           Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Operasi

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk periode
           sepuluh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Oktober 2024 dan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, dan 2019 masing-
           masing adalah sebesar Rp 6,89 miliar, Rp 4,44 miliar, Rp 0,51 miliar, dan
           Rp 21,77 miliar. Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi
           Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021
           dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 1,77 miliar dan Rp 15,53 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk periode
           sepuluh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Oktober 2024 sebesar
           Rp 6,89 miliar terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
           Rp 53,36 miliar yang disertai dengan pembayaran kapada pemasok,
           pembayaran untuk karyawan dan beban usaha, serta pembayaran bunga
           masing-masing sebesar Rp 10,22 miliar, Rp 32,86 miliar, dan Rp 2,95 miliar.




                                                              36
Page 38
Arus kas bersih yang diperoleh dari untuk aktivitas operasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 4,44 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan dan penerimaan untuk
lain-lain masing-masing sebesar Rp 67,35 miliar dan Rp 3,35 miliar yang disertai
dengan pembayaran kepada pemasok, pembayaran untuk karyawan dan beban
usaha, serta pembayaran bunga masing-masing sebesar Rp 12,42 miliar,
Rp 44,28 miliar, dan Rp 9,34 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 0,51 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 74,49 miliar yang
disertai dengan pembayaran kepada pemasok, pembayaran untuk karyawan
dan beban usaha, dan pembayaran bunga masing-masing sebesar
Rp 18,53 miliar, Rp 45,46 miliar, dan Rp 9,10 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 1,77 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 74,61 miliar yang
disertai dengan pembayaran kepada pemasok, pembayaran untuk karyawan
dan beban usaha, serta pembayaran bunga masing-masing sebesar
Rp 18,35 miliar, Rp 48,34 miliar, dan Rp 6,04 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 15,53 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok, pembayaran untuk karyawan dan
beban usaha, serta pembayaran bunga masing-masing sebesar Rp 27,52 miliar,
Rp 45,13 miliar, dan Rp 10,69 miliar yang disertai dengan penerimaan kas dari
pelanggan sebesar Rp 78,38 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 21,77 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 160,86 miliar yang
disertai dengan pembayaran kepada pemasok, pembayaran untuk karyawan
dan beban usaha, serta pembayaran beban keuangan masing-masing sebesar
Rp 48,20 miliar, Rp 64,46 miliar, dan Rp 20,57 miliar.

Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
periode sepuluh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Oktober 2024 dan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021 dan
2019 masing-masing adalah sebesar Rp 0,43 miliar, Rp 0,19 miliar,
Rp 0,32 miliar, Rp 1,83 miliar, dan Rp 13,19 miliar. Arus kas bersih yang
diperoleh dari aktivitas investasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 adalah sebesar Rp 7,96 miliar.




                                37
Page 39
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
periode sepuluh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Oktober 2024 sebesar
Rp 0,43 miliar terutama berasal dari perolehan aset tetap.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 0,19 miliar terutama
berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 0,30 miliar yang disertai dengan
hasil penjualan aset tetap sebesar Rp 0,11 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 0,32 miliar terutama
berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 0,61 miliar yang disertai dengan
hasil penjualan aset tetap sebesar Rp 0,29 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 1,83 miliar terutama
berasal dari perolehan properti investasi sebesar Rp 1,44 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 7,96 miliar terutama
berasal dari hasil penjualan aset tetap sebesar Rp 18,35 miliar yang disertai
dengan perolehan properti investasi sebesar Rp 9,08 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 13,19 miliar terutama
berasal dari perolehan aset tetap, perolehan properti investasi dan perolehan
saham entitas anak tidak langsung masing-masing sebesar Rp 5,51 miliar,
Rp 2,61 miliar, dan Rp 3,14 miliar.

Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
periode sepuluh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Oktober 2024 dan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2020, dan
2019 masing-masing adalah sebesar Rp 5,34 miliar, Rp 5,02 miliar,
Rp 1,43 miliar, Rp 2,94 miliar, dan Rp 24,36 miliar. Arus kas bersih yang
diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2021 adalah sebesar Rp 2,07 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
periode sepuluh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Oktober 2024 sebesar
Rp 5,34 miliar terutama berasal dari pembayaran utang bank dan pembayaran
utang pembiayaan konsumen masing-masing sebesar Rp 5,22 miliar dan
Rp 0,12 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 5,02 miliar
terutama berasal dari pembayaran utang bank sebesar Rp 5,09 miliar.




                               38
Page 40
            Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
            tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 1,43 miliar
            terutama berasal dari pembayaran utang bank sebesar Rp 1,59 miliar yang
            disertai dengan penurunan aset tidak lancar lainnya sebesar Rp 0,30 miliar.

            Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 2,07 miliar terutama
            berasal dari penurunan aset tidak lancar lainnya sebesar Rp 21,02 miliar yang
            disertai dengan pembayaran utang bank sebesar Rp 18,84 miliar.

            Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
            tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 2,94 miliar
            terutama berasal dari pembayaran utang bank sebesar Rp 6,25 miliar yang
            disertai dengan penurunan aset tidak lancar lainnya sebesar Rp 3,54 miliar.

            Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
            tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 24,36 miliar
            terutama berasal dari pembayaran utang bank dan kenaikan aset tidak lancar
            lainnya masing-masing sebesar Rp 22,26 miliar dan Rp 19,38 miliar yang disertai
            dengan kenaikan modal disetor atas waran sebesar Rp 12,12 miliar.

III.A.9.    Rasio-rasio Keuangan

                                    Keterangan       31/10/24       31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20     31/12/19

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                          1,09         1,37         1,27         1,75         1,38         1,60
            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                          0,25         0,28         0,27         0,31         0,29         0,47
            Ekuitas terhadap jumlah aset                    0,10         0,15         0,20         0,26         0,27         0,28
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset          0,90         0,85         0,80         0,74         0,73         0,72
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas              9,05         5,49         3,92         2,89         2,77         2,54
            Rasio Profitabilitas
            Marjin laba kotor                              51,43%       53,95%       49,50%       51,04%       55,39%      61,00%
            Marjin laba (rugi) bersih                     -23,40%      -23,64%      -25,93%      -17,76%      -16,13%       4,37%
            Imbal hasil aset                               -5,96%       -6,61%       -7,00%       -5,53%       -4,66%       2,06%
            Imbal hasil ekuitas                           -59,93%      -42,90%      -34,48%      -21,49%      -17,55%       7,27%



III.D.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi Perseroan. Pada tanggal-
            tanggal 31 Oktober 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 rasio
            perputaran jumlah aset masing-masing adalah 0,25; 0,28; 0,27; 0,31; 0,29; dan
            0,47.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
            Perseroan terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal-tanggal
            31 Oktober 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019, rasio ekuitas
            terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,10; 0,15; 0,20; 0,26; 0,27; dan
            0,28.




                                                     39
Page 41
III.D.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan
            antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Oktober 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020,
            dan 2019 rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah
            0,90; 0,85, 0,80, 0,74, 0,73, dan 0,72, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap
            ekuitas masing-masing adalah 9,05; 5,49; 3,92; 2,89; 2,77; dan 2,54.

III.D.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebesar 2,06%.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
            untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebesar
            7,27%.

III.B.      Analisis atas Kinerja Historis DMI

            Laporan keuangan konsolidasian DMI untuk periode sepuluh bulan yang
            berakhir pada tanggal 31 Oktober 2024 yang telah direviu oleh KAP GAR.
            Laporan keuangan konsolidasian DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
            31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP HR dengan pendapat wajar
            tanpa modifikasian dengan hal lain. Laporan keuangan konsolidasian DMI untuk
            tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh
            KAP MR dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu
            hal dan hal lain. Laporan keuangan konsolidasian DMI untuk tahun yang berakhir
            pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020, dan 2019 yang telah diaudit oleh
            KAP MR masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan
            penekanan suatu hal dan hal lain.




                                             40
Page 42
           Ikhtisar data keuangan penting DMI adalah sebagai berikut:

III.B.1.   Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
                                                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                                    Keterangan                              31/10/24*       31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20      31/12/19

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan bank                                                            3.720        3.127         3.457         4.932         2.224          3.886
           Piutang usaha - bersih                                                  1.787        1.733         2.648         1.818         1.989          2.770
           Persediaan                                                              1.219        1.249         1.017           865           826            885
           Biaya dibayar dimuka                                                    1.294        1.264         1.131         2.164         1.151            997
           Piutang lain-lain                                                         261          101            95            70             -          1.021
           Jumlah Aset Lancar                                                      8.282        7.475         8.348         9.850         6.190          9.558
           ASET TIDAK LANCAR
           Aset pajak tangguhan                                                    6.993        5.691         6.098         5.352       135.417        141.794
           Aset tetap - bersih                                                   109.504      114.922       121.212       127.978         3.442          1.271
           Goodwill                                                                  562          562           562           562           562            562
           Aset tidak lancar lainnya                                                   -            -             -           300         1.361          4.508
           Jumlah Aset Tidak Lancar                                              117.059      121.174       127.872       134.191       140.782        148.134
           JUMLAH ASET                                                           125.341      128.649       136.220       144.041       146.973        157.692

           *) Tidak Diaudit


                                                                                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)

                                    Keterangan                              31/10/24*       31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20      31/12/19

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang usaha                                                             1.529        1.987         1.252           887         1.849          1.506
           Utang lain-lain                                                           137          172            91           132            47             35
           Beban masih harus dibayar                                              36.535       30.107        26.265        20.646        10.640          6.038
           Utang pihak berelasi                                                      118          118        26.448        61.718        61.354         55.096
           Pendapatan ditangguhkan                                                   974          559           486           467           808            494
           Deposito tamu                                                             486           86           134           299           382            965
           Penyisihan untuk pergantian perabotan dan perlengkapan
             hotel                                                                 1.196          997         1.523         2.067         1.894          1.695
           Utang pajak                                                             2.239        2.590         2.468         2.372         3.209          3.846
           Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu
             satu tahun:
             Utang bank                                                           13.945        7.963        21.312        12.806        13.402         19.993
             Utang pembiayaan konsumen                                               138          144            72            63            78            174
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                        57.298       44.724        80.051       101.458        93.663         89.841
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan                       4.390        2.033         2.079         2.334         3.465          2.999
           Liabilitas jangka panjang, setelah dikurangi bagian yang jatuh
             tempo dalan waktu satu tahun:
             Utang bank                                                          119.475      130.681       122.383       132.481       130.727        129.479
             Utang pembiayaan konsumen                                                18          132           126             -            63            141
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                      123.883      132.846       124.588       134.815       134.255        132.619
           JUMLAH LIABILITAS                                                     181.180      177.570       204.639       236.272       227.918        222.460
           EKUITAS
           Modal saham                                                            96.000        96.000        70.000        38.200        38.200        38.200
           Tambahan modal disetor                                                (61.117)      (61.117)      (61.117)      (61.117)      (61.117)      (61.117)
           Selisih transaksi kepentingan non pengendali                           (1.540)       (1.540)       (1.540)       (1.540)       (1.540)       (1.538)
           Defisit                                                               (84.609)      (77.736)      (70.387)      (62.483)      (51.348)      (35.586)
           Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
             induk                                                               (51.265)      (44.393)      (63.043)      (86.939)      (75.804)      (60.040)
           Kepentingan non-pengendali                                             (4.574)       (4.529)       (5.375)       (5.293)       (5.142)       (4.727)
           JUMLAH DEFISIENSI MODAL                                               (55.839)      (48.921)      (68.419)      (92.231)      (80.946)      (64.768)
           JUMLAH LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL                                125.341      128.649       136.220       144.041       146.973        157.692

           *) Tidak Diaudit




                                                                            41
Page 43
III.B.2.   Aset

           Jumlah aset DMI pada tanggal-tanggal 31 Oktober 2024, 31 Desember 2023,
           2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 125,34 miliar,
           Rp 128,65 miliar, Rp 136,22 miliar, Rp 144,04 miliar, Rp 146,97 miliar, dan
           Rp 157,69 miliar.

           Pada tanggal 31 Oktober 2024, jumlah aset DMI mengalami penurunan sebesar
           Rp 3,31 miliar atau setara dengan 2,57% dibandingkan dengan jumlah aset pada
           tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan
           aset tetap - bersih sebesar Rp 5,42 miliar yang disertai dengan kenaikan kas dan
           bank serta aset pajak tangguhan masing-masing sebesar Rp 0,59 miliar dan
           Rp 1,30 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset DMI mengalami penurunan
           sebesar Rp 7,57 miliar atau setara dengan 5,56% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan piutang usaha - bersih dan aset tetap – bersih masing-masing
           sebesar Rp 0,92 miliar dan Rp 6,29 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset DMI mengalami penurunan
           sebesar Rp 7,82 miliar atau setara dengan 5,43% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan kas dan bank serta aset tetap - bersih masing-masing sebesar
           Rp 1,48 miliar dan Rp 6,77 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset DMI mengalami penurunan
           sebesar Rp 2,93 miliar atau setara dengan 1,99% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan aset pajak tangguhan sebesar Rp 130,07 miliar yang disertai dengan
           kenaikan kas dan bank serta aset tetap - bersih masing-masing sebesar
           Rp 2,71 miliar dan Rp 124,54 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset DMI mengalami penurunan
           sebesar Rp 10,72 miliar atau setara dengan 6,80% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2019. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan aset pajak tangguhan dan aset tidak lancar lainnya masing-masing
           sebesar Rp 6,38 miliar dan Rp 3,15 miliar.

III.B.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas DMI pada tanggal-tanggal 31 Oktober 2024, 31 Desember 2023,
           2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 181,18 miliar,
           Rp 177,57 miliar, Rp 204,64 miliar, Rp 236,27 miliar, Rp 227,92 miliar, dan
           Rp 222,46 miliar.




                                           42
Page 44
           Pada tanggal 31 Oktober 2024, jumlah liabilitas DMI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 3,61 miliar atau setara dengan 2,03% dibandingkan dengan jumlah
           liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan beban yang masih harus dibayar dan liabilitas diestimasi atas
           imbalan kerja karyawan masing-masing sebesar Rp 6,43 miliar dan
           Rp 2,36 miliar yang disertai dengan penurunan utang bank sebesar
           Rp 5,22 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas DMI mengalami penurunan
           sebesar Rp 27,07 miliar atau setara dengan 13,23% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan utang pihak berelasi dan utang bank masing-masing
           sebesar Rp 26,33 miliar dan Rp 5,05 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas DMI mengalami penurunan
           sebesar Rp 31.63 miliar atau setara dengan 13,39% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan utang pihak berelasi sebesar Rp 35,27 miliar yang
           disertai dengan kenaikan beban masih harus dibayar sebesar Rp 5,62 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas DMI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 8,35 miliar atau setara dengan 3,67% dibandingkan dengan jumlah
           liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan beban masih harus dibayar sebesar Rp 10,01 miliar yang disertai
           dengan penurunan liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan sebesar
           Rp 1,13 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas DMI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 5,46 miliar atau setara dengan 2,45% dibandingkan dengan jumlah
           liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan beban masih harus dibayar dan utang pihak berelasi masing-
           masing sebesar Rp 4,60 miliar dan Rp 6,26 miliar yang disertai dengan
           penurunan utang bank sebesar Rp 5,34 miliar.

III.B.4.   Defisiensi Modal

           Jumlah defisiensi modal DMI pada tanggal-tanggal 31 Oktober 2024,
           31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar
           Rp 55,84 miliar, Rp 48,92 miliar, Rp 68,42 miliar, Rp 92,23 miliar, Rp 80,95 miliar,
           dan Rp 64,77 miliar.

           Pada tanggal 31 Oktober 2024, jumlah defisiensi modal DMI mengalami
           kenaikan sebesar Rp 6,92 miliar atau setara dengan 14,14% dibandingkan
           dengan jumlah defisiensi modal pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh rugi bersih periode berjalan yang dibukukan oleh DMI
           sebesar Rp 5,89 miliar.




                                            43
Page 45
           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah defisiensi modal DMI mengalami
           penurunan sebesar Rp 19,50 miliar atau setara dengan 28,50% dibandingkan
           dengan jumlah defisiensi modal pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan modal saham sebesar Rp 26,00 miliar yang
           disertai dengan rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh DMI sebesar
           Rp 7,80 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah defisiensi modal DMI mengalami
           penurunan sebesar Rp 23,81 miliar atau setara dengan 25,82% dibandingkan
           dengan jumlah defisiensi modal pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan modal saham sebesar Rp 31,80 miliar yang
           disertai dengan rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh DMI sebesar
           Rp 8,13 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah defisiensi modal DMI mengalami
           kenaikan sebesar Rp 11,29 miliar atau setara dengan 13,94% dibandingkan
           dengan jumlah defisiensi modal pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh DMI
           sebesar Rp 12,61 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah defisiensi modal DMI mengalami
           kenaikan sebesar Rp 16,18 miliar atau setara dengan 24,98% dibandingkan
           dengan jumlah defisiensi modal pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh oleh rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh
           DMI sebesar Rp 16,74 miliar.

III.B.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
                                                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                     31/10/24*       31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20      31/12/19
                                  Keterangan
                                                                    (10 Bulan)      (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Pendapatan bersih                                             47.307         59.911        56.455        43.621         40.740        84.386
           Beban pokok pendapatan                                        22.467         26.449        25.158        20.893         20.482        27.887
           Laba kotor                                                     24.840        33.461        31.297        22.728         20.257        56.499
           Beban penjualan                                                (1.217)       (2.251)       (1.451)       (1.041)        (1.123)       (1.805)
           Beban umum dan administrasi                                   (20.186)      (24.821)      (23.878)      (20.966)       (21.286)      (30.710)
           Beban lain-lain - bersih                                      (10.176)      (13.740)      (14.883)      (15.616)       (16.822)      (18.909)
           Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan                          (6.738)       (7.351)       (8.915)      (14.896)       (18.974)         5.075
           Manfaat (beban) pajak penghasilan - bersih                        847          (447)          784         2.284          2.234         (3.312)
           Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan                      (5.892)       (7.798)       (8.131)      (12.612)       (16.741)        1.764
           Penghasilan komprehensif lain                                  (1.027)          395           144         1.326            563           125
           Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan         (6.918)       (7.402)       (7.987)      (11.286)       (16.178)        1.888
           Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan yang dapat
             diatribusikan kepada:
             Pemilik entitas induk                                        (5.855)       (7.741)       (8.048)      (12.450)       (16.313)        1.641
             Kepentingan non pengendali                                      (36)          (57)          (84)         (162)          (427)          123

           *) Tidak Diaudit



III.B.6    Pendapatan Bersih

           Pendapatan bersih DMI untuk periode sepuluh bulan yang berakhir pada tanggal
           31 Oktober 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar
           Rp 47,31 miliar, Rp 59,91 miliar, Rp 56,46 miliar, Rp 43,62 miliar, dan
           Rp 40,74 miliar, dan Rp 84,39 miliar.



                                                                    44
Page 46
           Pendapatan bersih DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 3,46 miliar atau setara
           dengan 6,12% dibandingkan dengan pendapatan bersih untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Pendapatan bersih DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 12,83 miliar atau setara
           dengan 29,42% dibandingkan dengan pendapatan bersih untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Pendapatan bersih DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 2,88 miliar atau setara
           dengan 7,07% dibandingkan dengan pendapatan bersih untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

           Pendapatan bersih DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 mengalami penurunan sebesar Rp 43,65 miliar atau setara
           dengan 51,72% dibandingkan dengan pendapatan bersih untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.

III.B.7.   Laba (rugi) Bersih Periode/Tahun Berjalan

           Rugi bersih periode/tahun berjalan DMI untuk periode sepuluh bulan yang
           berakhir pada tanggal 31 Oktober 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing
           adalah sebesar Rp 5,89 miliar, Rp 7,80 miliar, Rp 8,13 miliar, Rp 12,61 miliar,
           dan Rp 16,74 miliar. Laba bersih tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp 1,76 miliar.

           Rugi bersih tahun berjalan DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 0,33 miliar atau setara
           dengan 4,10% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Rugi bersih tahun berjalan DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar Rp 4,48 miliar atau setara
           dengan 35,53% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Rugi bersih tahun berjalan DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami penurunan sebesar Rp 4,13 miliar atau setara
           dengan 24,66% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

           Rugi bersih tahun berjalan DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar Rp 18,50 miliar dibandingkan
           dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2019.




                                          45
Page 47
III.B.8.   Laporan Arus Kas Konsolidasian
                                                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)
                                                              31/10/24*       31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20      31/12/19
                                 Keterangan
                                                              (10 Bulan)      (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan kas dari pelanggan                            47.747        60.565        55.361        43.678        40.877         83.673
           Pembayaran kepada pemasok                                (9.174)      (10.360)       (9.725)       (8.317)       (6.051)       (10.964)
           Pembayaran untuk karyawan dan beban usaha               (28.462)      (35.114)      (32.647)      (28.315)      (30.232)       (39.555)
           Penerimaan kas dari (pembayaran untuk) lain-lain           (165)      (28.112)       (4.827)          359         6.920         13.110
           Pembayaran pajak penghasilan                               (649)           (0)           (2)         (867)         (524)        (2.287)
           Penerimaan bunga                                              -            14            26            19            14             37
           Pembayaran bunga                                              -        (8.505)       (8.035)       (5.811)       (8.978)       (17.945)
           Penerimaan pendapatan keuangan                               22             -             -             -             -              -
           Pembayaran beban keuangan                                (2.950)            -             -             -             -              -
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Operasi                                       6.370        (21.512)         151           746          2.026        26.069
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Perolehan aset tetap                                       (433)         (745)         (481)         (181)            -         (1.942)
           Hasil penjualan aset tetap                                    -             -           285             -            10             15
           Perolehan saham entitas anak                                  -           900             -             -        (1.364)        (5.145)
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Investasi                                       (433)         155           (195)         (181)       (1.354)        (7.073)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Penerimaan utang bank                                         -        (5.051)       (1.593)        1.400        (5.343)       (19.008)
           Pembayaran utang bank                                    (5.224)           78          (138)         (241)            -              -
           Penurunan aset tidak lancar lainnya                           -             -           300         1.062         3.184            152
           Pembayaran utang pembiayaan konsumen                          -             -             -           (78)         (174)          (214)
           Penerimaan dari utang sewa pembiayaan                      (120)            -             -             -             -              -
           Kenaikan modal disetor                                        -        26.000             -             -             -              -
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Pendanaan                                     (5.344)       21.027        (1.431)        2.142        (2.333)       (19.069)
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                                592           (329)       (1.475)        2.707        (1.662)           (73)
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                       3.127          3.457         4.932         2.224         3.886          3.959
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                      3.720          3.127         3.457         4.932         2.224          3.886

           *) Tidak Diaudit



           Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Operasi

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi DMI untuk periode sepuluh
           bulan yang berakhir pada tanggal 31 Oktober 2024 dan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020, dan 2019
           masing-masing adalah sebesar Rp 6,37 miliar, Rp 0,15 miliar, Rp 0,75 miliar,
           Rp 2,03 miliar, dan Rp 26,07 miliar. Arus kas bersih yang digunakan untuk
           aktivitas operasi DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
           adalah sebesar Rp 21,51 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi DMI untuk periode sepuluh
           bulan yang berakhir pada tanggal 31 Oktober 2024 sebesar Rp 6,37 miliar
           terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 47,75 miliar
           yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok, pembayaran untuk
           karyawan dan beban usaha, serta pembayaran beban keuangan masing-masing
           sebesar Rp 9,17 miliar, Rp 28,46 miliar, dan Rp 2,95 miliar.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi DMI untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 21,51 miliar terutama
           berasal dari pembayaran kepada pemasok, pembayaran untuk karyawan dan
           beban usaha, serta pembayaran untuk lain-lain masing-masing sebesar
           Rp 10,36 miliar, Rp 35,11 miliar, dan Rp 28,11 miliar yang disertai dengan
           penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 60,57 miliar.




                                                              46
Page 48
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi DMI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 0,15 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 55,36 miliar yang
disertai dengan pembayaran kepada pemasok, pembayaran untuk karyawan
dan beban usaha, serta pembayaran bunga masing-masing sebesar
Rp 9,73 miliar, Rp 32,65 miliar, dan Rp 8,04 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi DMI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 0,75 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 43,68 miliar yang
disertai dengan pembayaran kepada pemasok, pembayaran untuk karyawan
dan beban usaha, serta pembayaran bunga masing-masing sebesar
Rp 8,32 miliar, Rp 28,32 miliar, dan Rp 5,81 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi DMI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 2,03 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 40,88 miliar yang
disertai dengan pembayaran untuk karyawan dan beban usaha, serta
pembayaran bunga masing-masing sebesar Rp 30,23 miliar dan Rp 8,98 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi DMI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 26,07 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 83,67 miliar yang
disertai dengan pembayaran untuk karyawan dan beban usaha, serta
pembayaran bunga masing-masing sebesar Rp 39,56 miliar dan Rp 17,95 miliar.

Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi DMI untuk periode
sepuluh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Oktober 2024 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, 2020, dan 2019
masing-masing adalah sebesar Rp 0,43 miliar, Rp 0,20 miliar, Rp 0,18 miliar,
Rp 1,35 miliar, dan Rp 7,07 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas
investasi DMI untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2023 adalah sebesar Rp 0,16 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi DMI untuk periode
sepuluh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Oktober 2024 sebesar
Rp 0,43 miliar seluruhnya berasal dari perolehan aset tetap.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi DMI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 0,16 miliar terutama
berasal dari perolehan saham entitas anak sebesar Rp 0,90 miliar yang disertai
dengan perolehan aset tetap sebesar Rp 0,75 miliar.




                                47
Page 49
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi DMI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 0,20 miliar terutama
berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 0,48 miliar yang disertai dengan
hasil penjualan aset tetap sebesar Rp 0,29 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi DMI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 0,18 miliar seluruhnya
berasal dari perolehan aset tetap.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi DMI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 1,35 miliar terutama
berasal dari perolehan saham entitas anak sebesar 1,36 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi DMI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 7,07 miliar terutama
berasal dari perolehan aset tetap dan perolehan saham entitas anak masing-
masing sebesar Rp 1,94 miliar dan Rp 5,14 miliar.

Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan DMI untuk periode
sepuluh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Oktober 2024 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022, 2020 dan 2019 masing-masing
adalah sebesar Rp 5,34 miliar, Rp 1,43 miliar, Rp 2,33 miliar, dan Rp 19,07 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan DMI dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2021 adalah masing-masing
sebesar Rp 21,03 miliar dan Rp 2,14 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan DMI untuk periode
sepuluh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Oktober 2024 sebesar
Rp 5,34 miliar terutama berasal dari pembayaran utang bank dan penerimaan
dari utang sewa pembiayaan masing-masing sebesar Rp 5,22 miliar dan
Rp 0,12 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan DMI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 21,03 miliar terutama
berasal dari kenaikan modal disetor sebesar Rp 26,00 miliar yang disertai
dengan penerimaan utang bank sebesar Rp 5,05 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan DMI untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 1,43 miliar terutama
berasal dari penerimaan utang bank sebesar Rp 1,59 miliar yang disertai dengan
penurunan aset tidak lancar lainnya sebesar Rp 0,30 miliar.




                                 48
Page 50
            Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan DMI untuk tahun yang
            berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 2,14 miliar terutama
            berasal dari penerimaan utang bank dan penurunan aset tidak lancar lainnya
            masing-masing sebesar Rp 1,40 miliar dan Rp 1,06 miliar.

            Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan DMI untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 2,33 miliar terutama
            berasal dari penerimaan utang bank sebesar Rp 5,34 miliar yang disertai dengan
            penurunan aset tidak lancar lainnya sebesar Rp 3,18 miliar.

            Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan DMI untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 19,07 miliar terutama
            berasal dari penerimaan utang bank sebesar Rp 19,01 miliar.

III.B.9.    Rasio-rasio Keuangan

                                    Keterangan       31/10/24*       31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20      31/12/19

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                           0,14          0,17          0,10          0,10          0,07         0,11
            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                           0,45          0,47          0,41          0,30          0,28          0,54
            Ekuitas terhadap jumlah aset                    (0,45)        (0,38)        (0,50)        (0,64)        (0,55)        (0,41)
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset           1,45          1,38          1,50          1,64          1,55          1,41
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas              (3,24)        (3,63)        (2,99)        (2,56)        (2,82)        (3,43)
            Rasio Profitabilitas
            Marjin laba kotor                              52,51%        55,85%        55,44%        52,10%        49,72%       66,95%
            Marjin laba (rugi) bersih                     -12,45%       -13,02%       -14,40%       -28,91%       -41,09%        2,09%
            Imbal hasil aset                               -5,64%        -6,06%        -5,97%        -8,76%       -11,39%        1,12%
            Imbal hasil ekuitas                                N/A           N/A           N/A           N/A           N/A      -2,72%

            *) Tidak Diaudit



III.B.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan DMI dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi DMI. Pada tanggal-tanggal
            30 September 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 rasio
            perputaran jumlah aset masing-masing adalah 0,45; 0,47; 0,41; 0,30; 0,28; dan
            0,54.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas DMI
            terhadap jumlah aset DMI.




                                                     49
Page 51
III.B.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan DMI untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Oktober 2024, 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020,
            dan 2019 rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah
            1,45; 1,38; 1,50; 1,64; 1,55; dan 1,41.

III.B.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan DMI dalam menghasilkan
            laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk tahun yang berakhir
            pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebesar 1,12%.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan DMI dalam menghasilkan
            laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.




                                             50
Page 52
III.C.   Analisis atas Laporan Proforma

         Analisis atas Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum
         dan Setelah Rencana Transaksi.

         Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi
         keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi
         yang telah direviu oleh KAP GAR.

         Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 31 Oktober 2024:

                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                    Setelah
                               Keterangan           31/10/24      Penyesuaian     Rencana
                                                                                  Transaksi
         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan bank                                     4.388              -            4.388
         Piutang usaha                                    2.420              -            2.420
         Piutang lain-lain pihak berelasi                 6.693              -            6.693
         Persediaan                                      70.425              -           70.425
         Pajak dibayar dimuka                                 7              -                7
         Biaya dibayar di muka dan uang muka              1.369              -            1.369
         Jumlah Aset Lancar                              85.301              -           85.301
         ASET TIDAK LANCAR
         Aset tetap – bersih                            115.688              -          115.688
         Aset hak guna usaha - bersih                        98              -               98
         Properti investasi - bersih                     32.727              -           32.727
         Aset pajak tangguhan                             6.993         (1.472)           5.522
         Investasi saham                                  1.500              -            1.500
         Goodwill                                           562              -              562
         Jumlah Aset Tidak Lancar                       157.568         (1.472)         156.096
         JUMLAH ASET                                    242.869         (1.472)         241.397




                                               51
Page 53
                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                   Setelah
                       Keterangan                               31/10/24       Penyesuaian       Rencana
                                                                                                 Transaksi
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                           1.554               -              1.554
Utang lain-lain                                                         890               -                890
Beban masih harus dibayar                                            41.071          (9.911)            31.159
Utang pihak berelasi                                                  9.355          40.000             49.355
Pendapatan diterima di muka                                             744               -                744
Uang muka penjualan                                                   4.906               -              4.906
Utang pajak                                                           2.497               -              2.497
Deposit tamu                                                            486               -                486
Penyisihan untuk pergantian perabotan dan peralatan hotel             1.196               -              1.196
Penghasilan ditangguhkan                                                974               -                974
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu
  tahun
  Utang bank                                                         14.629           (3.310)           11.319
  Utang pembiayaan konsumen                                             138                -               138
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                      78.441          26.779            105.220
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh
  tempo dalam waktu satu tahun
  Utang bank                                                        132.658          (33.469)           99.189
  Utang pembiayaan konsumen                                              18                -                18
Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan                     7.586                -             7.586
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                    140.262          (33.469)          106.793
JUMLAH LIABILITAS                                                   218.703           (6.690)          212.012
EKUITAS
Modal saham                                                         189.985               -            189.985
Tambahan modal disetor                                              (85.238)              -            (85.238)
Selisih transaksi kepentingan non-pengendali                        (11.012)              -            (11.012)
Defisit                                                             (67.397)          5.198            (62.199)
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk        26.338           5.198             31.536
Kepentingan non-pengendali                                           (2.172)             21             (2.152)
JUMLAH EKUITAS                                                       24.166           5.219             29.384
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                       242.869           (1.472)          241.397



                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                   Setelah
                       Keterangan                               31/10/24       Penyesuaian       Rencana
                                                                                                 Transaksi
Pendapatan bersih                                                    51.576                  -          51.576
Beban pokok pendapatan                                               25.052                  -          25.052
Laba kotor                                                           26.524               -             26.524
Beban penjualan                                                      (1.434)              -             (1.434)
Beban umum dan administrasi                                         (26.614)              -            (26.614)
Beban lain-lain - bersih                                            (11.393)          6.690             (4.702)
Rugi sebelum pajak penghasilan                                      (12.916)           6.690            (6.226)
Manfaat pajak penghasilan                                               847           (1.472)             (625)
Rugi bersih periode berjalan                                        (12.069)          5.219             (6.851)
Rugi komprehensif lain                                               (1.976)              -             (1.976)
Jumlah rugi komprehensif periode berjalan                           (14.045)          5.219             (8.827)
Rugi bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada
 Pemilik entitas induk                                              (11.985)          5.219             (6.767)
 Kepentingan non-pengendali                                             (84)                               (84)




                                                 52
Page 54
Laporan posisi keuangan konsolidasian proforma dan laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian proforma Perseroan disusun guna
mencerminkan dampak dari penambahan utang pihak berelasi dan pembayaran
utang bank, serta penerapan penyesuaian tersebut terhadap jumlah-jumlah
historis dalam laporan posisi keuangan konsolidasian proforma Perseroan
tanggal 31 Oktober 2024 dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian proforma untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut.
Asumsi-asumsi yang mendasari penyesuaian proforma tersebut adalah sebagai
berikut:

•   Laporan keuangan konsolidasian historis Perseroan per 31 Oktober 2024
    adalah laporan keuangan konsolidasian yang telah direviu oleh KAP GAR
    dengan Laporan No. 02/DPI/ASURANS-REV/I/2025 tanggal 30 Januari 2025
    dengan laporan reviu tanpa modifikasi.

•   Laporan keuangan konsolidasian historis DMI per 31 Oktober 2024 adalah
    laporan keuangan konsolidasian yang telah direviu oleh KAP GAR dengan
    laporan No. 01/DMI/ASURANS-REV/I/2025 tanggal 30 Januari 2025 dengan
    laporan reviu tanpa modifikasi yang digunakan sebagai basis laporan
    keuangan konsolidasian proforma DMI per 31 Oktober 2024.

•   DMI mendapatkan penerimaan dana Rencana Transaksi sebesar
    Rp 40,00 miliar yang seluruh pinjaman tersebut akan digunakan oleh DMI
    untuk pembayaran pokok dan bunga utang bank BNII sebesar Rp 46,69 juta
    sehingga DMI mencatat di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
    lain pada akun “keuntungan atas potongan utang bank” sebesar Rp 6,69 juta
    dengan perhitungan sebagai berikut:

                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan                                Jumlah

    Saldo pokok utang bank                                                36.779
    Saldo biaya masih harus dibayar atas bunga utang bank                  9.911
    Jumlah                                                                46.690
    Jumlah pembayaran pokok dan bunga                                    (40.000)
    Keuntungan atas potongan utang bank                                    6.690



•   DMI mencatat perubahan saldo aset pajak tangguhan sebesar Rp 1,47 miliar
    karena penyesuaian perhitungan koreksi fiskal dampak dari keuntungan atas
    potongan utang bank.

•   Kepentingan non-pengendali diukur berdasarkan proporsi kepentingan non
    pengendali.




                                              53
Page 55
III.D.     Analisis Inkremental

           Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami juga
           melakukan analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain
           sebagai berikut:

           •     Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
                 yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
                 Perseroan;
           •     Biaya atau pendapatan yang relevan;
           •     Informasi non-keuangan yang relevan; dan
           •     Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
                 rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.

III.D.1.   Kontribusi Nilai Tambah terhadap Perseroan

           Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk periode
           dua bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034:

           Sebelum Rencana Transaksi
                                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                        31/12/24       31/12/25      31/12/26      31/12/27       31/12/28      31/12/29
                                      Keterangan
                                                       ( 2 Bulan)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Pendapatan bersih                                11.610        76.933        94.592         95.159         95.090        96.427
           Beban pokok pendapatan                            5.369        34.507        44.089         41.669         38.910        38.132
           Laba kotor                                        6.241        42.426        50.503         53.489         56.179        58.295
           Beban usaha                                       4.682        34.389        37.427         37.687         38.037        38.658
           Laba usaha                                        1.559         8.037        13.076         15.802         18.142        19.637
           Beban lain-lain - bersih                         (2.488)      (12.143)      (11.534)       (10.733)        (8.596)       (7.206)
           Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan              (928)       (4.106)        1.542          5.069          9.546        12.431
           Beban pajak penghasilan                               -             -        (1.288)        (2.259)        (2.977)       (3.604)
           Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan          (928)       (4.106)          255          2.810          6.569         8.827



                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                        31/12/30       31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34
                                      Keterangan
                                                       (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Pendapatan bersih                                98.459       102.882       101.071       104.501        108.275
           Beban pokok pendapatan                           37.989        39.414        32.324        32.181         34.149
           Laba kotor                                       60.470        63.468        68.747         72.320        74.126
           Beban usaha                                      38.470        39.776        39.996         41.218        42.490
           Laba usaha                                       22.000        23.692        28.751         31.102        31.635
           Beban lain-lain - bersih                         (5.900)       (4.428)       (3.156)        (2.119)         (799)
           Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan            16.100        19.264        25.595         28.984        30.837
           Beban pajak penghasilan                          (4.259)       (4.948)       (6.428)        (7.265)       (7.769)
           Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan        11.841        14.316        19.167         21.719        23.067




                                                       54
Page 56
           Setelah Rencana Transaksi
                                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                        31/12/24       31/12/25      31/12/26      31/12/27       31/12/28      31/12/29
                                      Keterangan
                                                       ( 2 Bulan)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Pendapatan bersih                                11.610        76.933        94.592        95.159          95.090        96.427
           Beban pokok pendapatan                            5.369        34.507        44.089        41.669          38.910        38.132
           Laba kotor                                        6.241        42.426        50.503        53.489          56.179        58.295
           Beban usaha                                       4.682        34.389        37.427        37.687          38.037        38.658
           Laba usaha                                        1.559         8.037        13.076        15.802          18.142        19.637
           Beban lain-lain - bersih                         (2.490)       (3.595)      (10.617)       (9.795)         (7.659)       (6.222)
           Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan              (930)        4.443         2.459          6.007         10.483        13.415
           Beban pajak penghasilan                               -             -        (1.489)        (2.466)        (3.183)       (3.820)
           Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan          (930)        4.443          970           3.541          7.300         9.594



                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                        31/12/30       31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34
                                      Keterangan
                                                       (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Pendapatan bersih                                98.459       102.882       101.071       104.501         108.275
           Beban pokok pendapatan                           37.989        39.414        32.324        32.181          34.149
           Laba kotor                                       60.470        63.468        68.747         72.320         74.126
           Beban usaha                                      38.470        39.776        39.996         41.218         42.490
           Laba usaha                                       22.000        23.692        28.751         31.102         31.635
           Beban lain-lain - bersih                         (4.853)       (3.583)       (2.375)        (1.063)          (201)
           Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan            17.147        20.110        26.376         30.039         31.434
           Beban pajak penghasilan                          (4.489)       (5.134)       (6.600)        (7.497)        (7.901)
           Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan        12.658        14.975        19.776         22.542         23.533




           Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan bersih dan
           laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan Perseroan sebelum Rencana Transaksi
           masing-masing adalah sebesar Rp 985,00 miliar dan Rp 103,54 miliar.

           Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan bersih dan laba (rugi) bersih
           periode/tahun berjalan Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing
           adalah sebesar Rp 985,00 miliar dan Rp 118,40 miliar.

           Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif tersebut
           di atas, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
           memperoleh tambahan bersih periode/tahun berjalan untuk periode dua bulan
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034, sehingga diharapkan dapat
           meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.

III.D.2.   Biaya atau Pendapatan yang Relevan

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak
           terdapat biaya atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan
           Rencana Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan Pendapat
           Kewajaran.




                                                       55
Page 57
III.D.3.     Informasi Non-Keuangan yang Relevan

III.D.3.a.   Jasa yang dihasilkan

             Ruang lingkup kegiatan usaha DMI adalah bergerak dalam bidang penyediaan
             akomodasi, penyediaan makan dan minum, serta usaha hotel. Dengan demikian,
             jasa yang dihasilkan oleh DMI adalah penyediaan akomodasi, penyediaan
             makan dan minum, serta usaha hotel.

III.D.3.b.   Pasar Geografis

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis DMI meliputi kota
             Semarang, Kendal, dan Rembang.

III.D.3.c.   Pesaing Usaha

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha DMI adalah sebagai
             berikut:

             •   Hotel Grandika Semarang;
             •   Hotel Canti;
             •   Hotel Aston Pandanaran;
             •   Hotel Room Inc Semarang; dan
             •   Metro Park Hotel.

III.D.3.d.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan DMI
             adalah sebagai berikut:

             •   Melakukan kegiatan operasional dengan sistem keberlanjutan dan praktik
                 ramah lingkungan (sustainability and green practices);
             •   Melakukan integrasi teknologi dalam mengembangkan kegiatan usaha jasa
                 industri perhotelan, restoran, dan katering;
             •   Mengembangkan fasilitas perhotelan yang berfokus pada kesehatan;
             •   Senantiasa melakukan inovasi pada terhadap makanan dan minuman dalam
                 jasa restoran; dan
             •   Senantiasa memberikan pelayanan terbaik guna memenuhi harapan
                 pelanggan.




                                           56
Page 58
III.D.3.e.   Prosedur Pengambilan Keputusan atas Rencana Transaksi

             Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
             pengambilan keputusan atas Rencana Transaksi telah dilakukan melalui proses
             yang sesuai prosedur internal Perseroan. Setelah menentukan rencana atas
             Rencana Transaksi, Direktur harus memperoleh persetujuan dari Direktur dan
             Dewan Komisaris. Sebelum Direktur mengusulkan usulan rencana atas Rencana
             Transaksi, Direktur telah melalui tahapan proses analisis internal, sebagaimana
             konfirmasi dengan manajemen Perseroan. Dengan demikian, manajemen telah
             mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam
             menentukan rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.




                                            57
Page 59
IV.   ANALISIS ATAS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI

      Analisis kewajaran Rencana Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:

      1. Berdasarkan PPP, DMI merencanakan untuk memperoleh fasilitas pinjaman
         dari FSD maksimum sebesar Rp 40,00 miliar dengan tingkat bunga sebesar
         7,50% per tahun yang dimulai sejak tanggal 10 Februari 2025 dan akan
         berakhir pada tanggal 9 Februari 2035, serta dapat diperpanjang atau diakhiri
         sesuai dengan kesepakatan para pihak.

         Kami melakukan analisis perbandingan terhadap fasilitas pinjaman beberapa
         perusahaan publik lainnya di Indonesia dalam mata uang Rupiah. Berikut
         adalah perbandingan atas fasilitas pinjaman dan tingkat bunga yang
         diberikan kepada berbagai perusahaan publik di Indonesia dari pihak
         berelasi dalam mata uang Rupiah berdasarkan laporan keuangan terkini
         sebagaimana telah dipublikasikan pada website Bursa Efek Indonesia
         adalah sebagai berikut:

                                                          Jumlah Pinjaman                            Tanggal Perolehan Pinjaman
          No.              Nama Perusahaan                                    Bunga Pinjaman
                                                           (Dalam Rupiah)                           dan/atau Tanggal Jatuh Tempo
           1    PT Pembangunan Perumahan Presisi Tbk
                 PT PP (Persero) Tbk                               295.066          8,00%              14 Desember 2018 - Selesai

           2    PT Astra Otoparts Tbk
                 PT Evoluzione Tyres                                57.800 JIBOR 3 bulan + 2,75%      9 Mei 2019 - 1 Desember 2027
                 PT Aisin Indonesia                                 61.000        7,22%                8 Maret 2023 - 8 Maret 2028

           3    PT Arkora Hydro Tbk
                 PT United Tractors Tbk                            125.000          9,50%             27 Maret 2023 - 27 Maret 2040

           4    PT Goto Gojek Tokopedia Tbk
                 PT Energi Kreasi Bersama                           45.548         10,95%            November 2023 - November 2028

           5    PT Autopedia Sukses Lestari Tbk
                 PT Adi Sarana Armada Tbk                          225.000          8,25%           29 Oktober 2021 - 28 Oktober 2026

           6    PT Buyung Poetra Sembada Tbk
                 PT Buyung Putra Pangan                             40.743          8,89%                            -

           7    PT Adhi Commuter Properti Tbk
                 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
                   LRT City Bekasi Timur Eastern Green             160.000          8,50%           22 Februari 2023 - 22 Februari 2028
                   Fasilitas Kredit Swadana                        350.000          9,00%               19 Mei 2023 - 24 Mei 2026

           8    PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
                 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
                   Pinjaman sindikasi                             4.150.000 JIBOR 3 bulan + 1,45%    Sampai dengan 19 Desember 2027
                   Pinjaman sindikasi                             2.740.000 JIBOR 3 bulan + 1,60%    Sampai dengan 19 Desember 2027
                   Pinjaman sindikasi                               901.000 JIBOR 3 bulan + 1,60%    Sampai dengan 23 Desember 2027




         Berdasarkan data dari laporan keuangan terkini perusahaan publik di
         Indonesia sebagaimana diuraikan di atas yang diperoleh dari website Bursa
         Efek Indonesia, tingkat bunga atas pinjaman yang dikenakan berkisar antara
         7,22% per tahun sampai dengan 10,95% per tahun. Dengan demikian,
         tingkat suku bunga pada Rencana Transaksi sebesar 7,50% per tahun masih
         berada di kisaran tingkat suku bunga pinjaman sejenis yang ada di
         perusahaan perusahaan publik di atas.




                                                          58
Page 60
2. Berdasarkan perhitungan biaya modal ekuitas Perseroan, biaya modal
   ekuitas Perseroan adalah sebesar 13,02%. Selanjutnya, Rencana Transaksi
   akan dikenakan tingkat bunga sebesar 7,50% per tahun, tingkat suku bunga
   mana lebih rendah dari biaya modal ekuitas Perseroan sehingga berpotensi
   memberikan keuntungan bagi Perseroan atas selisih tingkat suku bunga dan
   biaya modal ekuitas Perseroan tersebut. Perhitungan biaya modal ekuitas
   Perseroan menggunakan formula sebagai berikut:

   ke    =        Rf + ( β x RPm ) – RBDS

   dimana:

   ke        =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
                 atau biaya modal ekuitas/saham biasa
   Rf        =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
                 (risk free rate)
   β         =   Beta
   RPm       =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                 premium)

   Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
   memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko
   yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka
   panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
   31 Oktober 2024, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu obligasi
   Indonesia berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan jangka waktu
   10 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 6,88%, yang diperoleh dari
   Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut akan digunakan
   sebagai tingkat balikan bebas risiko.

   RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
   balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk
   premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific
   risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base
   equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini,
   dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-perubahan
   sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara yang bersangkutan.
   Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat premi risiko sebesar 6,45%,
   yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran (New York University Business
   School) tahun 2023 yang diterbitkan pada bulan Juli tahun 2024.

   Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta
   akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk
   premium.




                                  59
Page 61
   Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari riset
   Aswath Damodaran (New York University Business School) sampai dengan
   tahun 2023 sebesar 0,34 yang kemudian di-relever dengan tingkat leverage
   yang berlaku di pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
   mendiskonto AKB Perseroan tersebut dengan formula sebagai berikut:

   βL       =      βU x (1 + (1-T) x DER)

   Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER)
   dari perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 259,24% untuk
   memperoleh beta Perseroan. Tarif pajak yang digunakan untuk Perseroan
   sesuai dengan tarif pajak yang berlaku umum, yaitu tarif pajak final. Dengan
   demikian, maka diperoleh beta Perseroan sebesar 1,23 dengan rincian
   perhitungan sebagai berikut:

   βL       =      0,34 x (1 + (1 – 0,00%) x 259,24%) = 1,23

   Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
   CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
   1,79%, diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
   dalam perhitungan di bawah ini:

   ke       =              Rf + ( β x RPm ) – RBDS
            =              6,88% + (1,23 x 6,45%) – 1,79%
            =              13,02%

3. Berdasarkan proyeksi laporan keuangan konsolidasian DMI yang disusun
   oleh manajemen DMI, saldo kas dan setara kas DMI per tanggal
   31 Desember 2024 – 2034 adalah sebagai berikut:
                                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)
                                                   31/12/24      31/12/25      31/12/26       31/12/27       31/12/28      31/12/29
                        Keterangan
                                                   (2 Bulan)     (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
   Kas dan setara kas pada awal tahun                   3.720         1.030         1.922          2.904          3.333          3.171
   Kenaikan bersih kas dan setara kas                  (2.690)      (37.733)        3.982          3.429          2.838          1.345
   Penerimaan Rencana Transaksi                             -        40.000             -              -              -              -
   Pembayaran beban bunga Rencana Transaksi                 -        (1.375)       (3.000)        (3.000)        (3.000)        (3.000)
   Pembayaran Rencana Transaksi                             -             -             -              -              -              -
   Kas dan setara kas pada awal tahun                   1.030         1.922         2.904          3.333          3.171         1.516



                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)
                                                   31/12/30      31/12/31      31/12/32       31/12/33      31/12/34
                        Keterangan
                                                   (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)
   Kas dan setara kas pada awal tahun                   1.516         1.359          2.886          1.687         1.393
   Kenaikan bersih kas dan setara kas                   2.844         4.527         18.163         18.756        20.097
   Penerimaan Rencana Transaksi                             -             -              -              -             -
   Pembayaran beban bunga Rencana Transaksi            (3.000)       (3.000)        (2.363)        (1.050)         (188)
   Pembayaran Rencana Transaksi                             -             -        (17.000)       (18.000)       (5.000)
   Kas dan setara kas pada awal tahun                   1.359         2.886         1.687          1.393         16.303




                                              60
Page 62
   Berdasarkan PPP, DMI merencanakan untuk memperoleh fasilitas pinjaman
   dari FSD maksimum sebesar Rp 40,00 miliar dengan tingkat bunga sebesar
   7,50% per tahun yang dimulai sejak tanggal 10 Februari 2025 dan akan
   berakhir pada tanggal 9 Februari 2035, serta dapat diperpanjang atau diakhiri
   sesuai dengan kesepakatan para pihak. Dengan demikian, berdasarkan
   proyeksi laporan keuangan DMI tersebut di atas, DMI diperkirakan memiliki
   kemampuan untuk melakukan pelunasan atas Rencana Transaksi kepada
   Perseroan.

4. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
   periode dua bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan untuk
   tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034:

   Sebelum Rencana Transaksi
                                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)
                                                     31/12/24       31/12/25      31/12/26      31/12/27       31/12/28      31/12/29
                              Keterangan
                                                    ( 2 Bulan)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
   Pendapatan bersih                                    11.610         76.933        94.592         95.159         95.090        96.427
   Beban pokok pendapatan                                5.369         34.507        44.089         41.669         38.910        38.132
   Laba kotor                                             6.241        42.426        50.503         53.489         56.179        58.295
   Beban usaha                                            4.682        34.389        37.427         37.687         38.037        38.658
   Laba usaha                                             1.559         8.037        13.076         15.802         18.142        19.637
   Beban lain-lain - bersih                              (2.488)      (12.143)      (11.534)       (10.733)        (8.596)       (7.206)
   Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan                   (928)       (4.106)        1.542          5.069          9.546        12.431
   Beban pajak penghasilan                                    -             -        (1.288)        (2.259)        (2.977)       (3.604)
   Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan               (928)       (4.106)         255           2.810          6.569          8.827



                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)
                                                     31/12/30       31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34
                              Keterangan
                                                    (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
   Pendapatan bersih                                    98.459        102.882       101.071       104.501         108.275
   Beban pokok pendapatan                               37.989         39.414        32.324        32.181          34.149
   Laba kotor                                           60.470         63.468        68.747         72.320         74.126
   Beban usaha                                          38.470         39.776        39.996         41.218         42.490
   Laba usaha                                           22.000         23.692        28.751         31.102         31.635
   Beban lain-lain - bersih                             (5.900)        (4.428)       (3.156)        (2.119)          (799)
   Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan                16.100         19.264        25.595         28.984         30.837
   Beban pajak penghasilan                              (4.259)        (4.948)       (6.428)        (7.265)        (7.769)
   Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan            11.841         14.316        19.167         21.719         23.067




   Setelah Rencana Transaksi
                                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)
                                                     31/12/24       31/12/25      31/12/26      31/12/27       31/12/28      31/12/29
                              Keterangan
                                                    ( 2 Bulan)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
   Pendapatan bersih                                    11.610         76.933        94.592         95.159         95.090        96.427
   Beban pokok pendapatan                                5.369         34.507        44.089         41.669         38.910        38.132
   Laba kotor                                            6.241         42.426        50.503         53.489         56.179        58.295
   Beban usaha                                           4.682         34.389        37.427         37.687         38.037        38.658
   Laba usaha                                             1.559         8.037        13.076         15.802         18.142        19.637
   Beban lain-lain - bersih                              (2.490)       (3.595)      (10.617)        (9.795)        (7.659)       (6.222)
   Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan                  (930)         4.443         2.459          6.007         10.483        13.415
   Beban pajak penghasilan                                   -              -        (1.489)        (2.466)        (3.183)       (3.820)
   Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan              (930)         4.443          970           3.541          7.300         9.594




                                               61
Page 63
                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)
                                                      31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34
                               Keterangan
                                                     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
    Pendapatan bersih                                    98.459       102.882       101.071       104.501        108.275
    Beban pokok pendapatan                               37.989        39.414        32.324        32.181         34.149
    Laba kotor                                           60.470        63.468        68.747         72.320        74.126
    Beban usaha                                          38.470        39.776        39.996         41.218        42.490
    Laba usaha                                           22.000        23.692        28.751         31.102        31.635
    Beban lain-lain - bersih                             (4.853)       (3.583)       (2.375)        (1.063)         (201)
    Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan                17.147        20.110        26.376         30.039        31.434
    Beban pajak penghasilan                              (4.489)       (5.134)       (6.600)        (7.497)       (7.901)
    Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan            12.658        14.975        19.776         22.542        23.533




   Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan bersih
   dan laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan Perseroan sebelum Rencana
   Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp 985,00 miliar dan
   Rp 103,54 miliar.

   Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan bersih dan laba (rugi) bersih
   periode/tahun berjalan Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-
   masing adalah sebesar Rp 985,00 miliar dan Rp 118,40 miliar.

   Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
   tersebut di atas, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
   berpotensi memperoleh tambahan bersih periode/tahun berjalan untuk
   periode dua bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan untuk
   tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034,
   sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada
   masa yang akan datang.

5. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba bersih periode/tahun berjalan
   konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi untuk
   periode dua bulan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034
   masing-masing adalah sebesar Rp 38,57 miliar dan Rp 49,15 miliar. Dengan
   demikian, jumlah nilai kini dari proyeksi laba bersih periode/tahun berjalan
   konsolidasian Perseroan setelah Rencana Transaksi untuk periode dua
   bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang
   berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 lebih besar
   daripada jumlah nilai kini dari proyeksi laba bersih periode/tahun berjalan
   konsolidasian Perseroan sebelum Rencana Transaksi untuk periode dua
   bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang
   berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034. Dalam
   perhitungan nilai kini, digunakan tingkat diskonto sebesar 13,02%, yang
   merupakan biaya modal ekuitas Perseroan sebagaimana diungkapkan di
   atas.




                                                62
Page 64
   Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba bersih periode/tahun berjalan
   Perseroan untuk periode dua bulan yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2025 – 2034 adalah sebagai berikut:

   Sebelum Rencana Transaksi
                                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                       Proyeksi
                          Keterangan                 31/12/24      31/12/25      31/12/26    31/12/27      31/12/28       31/12/29
                                                    ( 2 Bulan)    (1 Tahun)     (1 Tahun)   (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)
   Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan              (928)       (4.106)          255        2.810         6.569          8.827
   Faktor diskonto                                      0,9798        0,8669        0,7670       0,6787        0,6005         0,5313
   Nilai kini                                             (909)       (3.560)          195        1.907          3.945         4.690



                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                Proyeksi
                          Keterangan                31/12/30      31/12/31      31/12/32     31/12/33     31/12/34
                                                    (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
   Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan            11.841        14.316        19.167       21.719        23.067
   Faktor diskonto                                      0,4701        0,4160        0,3681       0,3257        0,2882
   Nilai kini                                            5.566         5.956         7.055        7.074         6.648
   Jumlah nilai kini                                    38.567




   Setelah Rencana Transaksi
                                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                       Proyeksi
                          Keterangan                 31/12/24      31/12/25      31/12/26    31/12/27      31/12/28       31/12/29
                                                    ( 2 Bulan)    (1 Tahun)     (1 Tahun)   (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)
   Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan              (930)        4.443           970        3.541         7.300          9.594
   Faktor diskonto                                      0,9798        0,8669        0,7670       0,6787        0,6005         0,5313
   Nilai kini                                             (911)        3.851           744        2.404          4.384         5.097



                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan                31/12/30      31/12/31      31/12/32     31/12/33     31/12/34
                                                    (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
   Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan            12.658        14.975        19.776       22.542        23.533
   Faktor diskonto                                      0,4701        0,4160        0,3681       0,3257        0,2882
   Nilai kini                                            5.951         6.230         7.280        7.342         6.782
   Jumlah nilai kini                                    49.152




6. Berdasarkan proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum
   dan setelah Rencana Transaksi untuk periode sepuluh bulan yang berakhir
   pada tanggal 31 Oktober 2024 yang telah direviu oleh KAP GAR, setelah
   Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi menurunkan debt
   to equity ratio Perseroan dari 905,01% menjadi 721,51% yang diharapkan
   dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan dan
   memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.




                                               63
Page 65
7. Berdasarkan proforma laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum
   dan setelah Rencana Transaksi untuk periode sepuluh bulan yang berakhir
   pada tanggal 31 Oktober 2024 yang telah direviu oleh KAP GAR, setelah
   Rencana Transaksi menjadi efektif, DMI mendapatkan penerimaan dana
   Rencana Transaksi sebesar Rp 40,00 miliar yang seluruh pinjaman tersebut
   akan digunakan oleh DMI untuk pembayaran pokok dan bunga utang bank
   BNII sebesar Rp 46,69 juta sehingga DMI mencatat di laporan laba rugi dan
   penghasilan komprehensif lain pada akun “keuntungan atas potongan utang
   bank” sebesar Rp 6,69 juta.

8. Rencana Transaksi diharapkan dapat memberikan efisiensi atas sumber
   pendanaan bagi DMI dan lebih efektif secara jangka waktu, mengingat
   bahwa tingkat bunga atas Rencana Transaksi lebih rendah dibandingkan
   dengan tingkat bunga atas Utang Bank sehingga Perseroan dan DMI
   mengharapkan adanya penurunan beban keuangan pada masa yang akan
   datang.

9. Rencana Transaksi merupakan strategi bisnis dari Perseroan dan FSD
   selaku pemegang saham tidak langsung atas DMI dalam memberikan
   dukungan untuk mencegah potensi gagal bayar atas Utang Bank pada saat
   jatuh tempo. Rencana Transaksi juga menjadi salah satu upaya Perseroan
   dan FSD untuk menerapkan mitigasi dan manajemen risiko sehingga DMI
   dapat lebih fokus dalam melakukan aktivitas kegiatan operasional yang pada
   akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan DMI.

10. Dengan melakukan Rencana Transaksi, DMI akan memperoleh persyaratan
    pembayaran dan jangka waktu yang lebih fleksibel sebagaimana disepakati
    dalam PPP oleh para pihak bilamana dibandingkan dengan melakukan
    fasilitas pinjaman dari pihak ketiga atau pihak bank dan lembaga keuangan
    lainnya. Hal ini diyakini akan memberikan ruang gerak finansial bagi DMI
    untuk dapat menjaga ketersediaan kas yang lebih stabil dalam menjalankan
    kegiatan usaha perhotelan yang dilakukan oleh DMI.

11. Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, DMI mengharapkan dapat
    memiliki kepastian dukungan pendanaan dari FSD, dengan biaya pinjaman
    yang efisien dan efektif serta persyaratan yang fleksibel, yang pada akhirnya
    diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap laporan keuangan
    konsolidasian Perseroan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh
    pemegang saham Perseroan pada masa yang akan datang.




                                64
Page 66
KESIMPULAN

Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh dari
manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Rencana Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi adalah wajar.


DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI

Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Rencana Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk kepentingan
lain. Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk
menyetujui Rencana Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan
Rencana Transaksi dan tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari
Pendapat Kewajaran ini.

Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak
sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan
(corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.



Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            65
Page 67
                                                                             Lampiran A

                                PERNYATAAN PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
   pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan
   Perseroan.

4. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
   merugikan pihak manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.

6. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
   dengan benar dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.




                                           66
Page 68
                                                                                                                          Lampiran B
PT Dafam Property Indonesia Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Rencana Transaksi
Untuk periode dua bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034

                                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                                        31/12/24       31/12/25      31/12/26        31/12/27       31/12/28      31/12/29
                           Keterangan
                                                       ( 2 Bulan)     (1 Tahun)     (1 Tahun)       (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
Pendapatan bersih                                           11.610        76.933          94.592         95.159         95.090        96.427
Beban pokok pendapatan                                       5.369        34.507          44.089         41.669         38.910        38.132
Laba kotor                                                   6.241        42.426          50.503         53.489         56.179        58.295
Beban usaha                                                  4.682        34.389          37.427         37.687         38.037        38.658
Laba usaha                                                   1.559         8.037          13.076         15.802         18.142        19.637
Beban lain-lain - bersih                                    (2.488)      (12.143)        (11.534)       (10.733)        (8.596)       (7.206)
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan                         (928)       (4.106)          1.542          5.069          9.546        12.431
Beban pajak penghasilan                                          -             -          (1.288)        (2.259)        (2.977)       (3.604)
Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan                     (928)       (4.106)           255           2.810          6.569         8.827



                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                        31/12/30       31/12/31      31/12/32        31/12/33      31/12/34
                           Keterangan
                                                       (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
Pendapatan bersih                                           98.459       102.882         101.071       104.501        108.275
Beban pokok pendapatan                                      37.989        39.414          32.324        32.181         34.149
Laba kotor                                                  60.470        63.468          68.747         72.320         74.126
Beban usaha                                                 38.470        39.776          39.996         41.218         42.490
Laba usaha                                                  22.000        23.692          28.751         31.102         31.635
Beban lain-lain - bersih                                    (5.900)       (4.428)         (3.156)        (2.119)          (799)
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan                       16.100        19.264          25.595         28.984         30.837
Beban pajak penghasilan                                     (4.259)       (4.948)         (6.428)        (7.265)        (7.769)
Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan                   11.841        14.316          19.167         21.719         23.067



PT Dafam Property Indonesia Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Rencana Transaksi
Untuk periode dua bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034

                                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                                        31/12/24       31/12/25      31/12/26        31/12/27       31/12/28      31/12/29
                           Keterangan
                                                       ( 2 Bulan)     (1 Tahun)     (1 Tahun)       (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
Pendapatan bersih                                           11.610        76.933          94.592         95.159         95.090        96.427
Beban pokok pendapatan                                       5.369        34.507          44.089         41.669         38.910        38.132
Laba kotor                                                   6.241        42.426          50.503         53.489         56.179        58.295
Beban usaha                                                  4.682        34.389          37.427         37.687         38.037        38.658
Laba usaha                                                   1.559         8.037          13.076         15.802         18.142        19.637
Beban lain-lain - bersih                                    (2.490)       (3.595)        (10.617)        (9.795)        (7.659)       (6.222)
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan                         (930)        4.443           2.459          6.007         10.483        13.415
Beban pajak penghasilan                                          -             -          (1.489)        (2.466)        (3.183)       (3.820)
Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan                     (930)        4.443            970           3.541          7.300         9.594



                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                        31/12/30       31/12/31      31/12/32        31/12/33      31/12/34
                           Keterangan
                                                       (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
Pendapatan bersih                                           98.459       102.882         101.071       104.501        108.275
Beban pokok pendapatan                                      37.989        39.414          32.324        32.181         34.149
Laba kotor                                                  60.470        63.468          68.747         72.320         74.126
Beban usaha                                                 38.470        39.776          39.996         41.218         42.490
Laba usaha                                                  22.000        23.692          28.751         31.102         31.635
Beban lain-lain - bersih                                    (4.853)       (3.583)         (2.375)        (1.063)          (201)
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan                       17.147        20.110          26.376         30.039         31.434
Beban pajak penghasilan                                     (4.489)       (5.134)         (6.600)        (7.497)        (7.901)
Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan                   12.658        14.975          19.776         22.542         23.533




                                                                   67
Page 69
                                                                                                                       Lampiran C
PT Dafam Property Indonesia Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Rencana Transaksi
Untuk periode dua bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034

                                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                             Proyeksi
                       Keterangan                       31/12/24         31/12/25      31/12/26     31/12/27     31/12/28       31/12/29
                                                        ( 2 Bulan)     (1 Tahun)       (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)      (1 Tahun)
Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan                      (928)        (4.106)           255        2.810         6.569          8.827
Faktor diskonto                                              0,9798         0,8669         0,7670       0,6787        0,6005         0,5313
Nilai kini                                                     (909)         (3.560)         195         1.907         3.945          4.690



                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                       Proyeksi
                       Keterangan                       31/12/30         31/12/31      31/12/32     31/12/33     31/12/34
                                                        (1 Tahun)      (1 Tahun)       (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan                    11.841         14.316         19.167       21.719        23.067
Faktor diskonto                                              0,4701         0,4160         0,3681       0,3257        0,2882
Nilai kini                                                    5.566          5.956          7.055        7.074         6.648
Jumlah nilai kini                                            38.567



PT Dafam Property Indonesia Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Rencana Transaksi
Untuk periode dua bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034

                                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                             Proyeksi
                       Keterangan                       31/12/24         31/12/25      31/12/26     31/12/27     31/12/28       31/12/29
                                                        ( 2 Bulan)     (1 Tahun)       (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)      (1 Tahun)
Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan                      (930)         4.443            970        3.541         7.300          9.594
Faktor diskonto                                              0,9798         0,8669         0,7670       0,6787        0,6005         0,5313
Nilai kini                                                     (911)         3.851           744         2.404         4.384          5.097



                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                       31/12/30         31/12/31      31/12/32     31/12/33     31/12/34
                                                        (1 Tahun)      (1 Tahun)       (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan                    12.658         14.975         19.776       22.542        23.533
Faktor diskonto                                              0,4701         0,4160         0,3681       0,3257        0,2882
Nilai kini                                                    5.951          6.230          7.280        7.342         6.782
Jumlah nilai kini                                            49.152




                                                                    68
Page 70
                                                                              Lampiran D

Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi

Pada tanggal 10 Februari 2025, DMI dan FSD telah menandatangani PPP sehubungan
dengan Rencana Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam PPP adalah sebagai
berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPP adalah DMI dan FSD.

•   Jumlah Pinjaman

    Berdasarkan PPP, jumlah pinjaman maksimum sebesar Rp 40,00 miliar.

•   Tujuan Penggunaan

    berdasarkan PPP, pinjaman yang diberikan oleh FSD kepada DMI ini hanya dapat
    digunakan oleh DMI untuk pelunasan Utang Bank.

•   Jangka Waktu

    Berdasarkan PPP, jangka waktu pinjaman yang diberikan oleh FSD kepada DMI dimulai
    sejak tanggal 10 Februari 2025 dan akan berakhir pada tanggal 9 Februari 2035.

•   Bunga

    Berdasarkan PPP, DMI berkewajiban untuk membayar bunga kepada FSD sebesar 7,50%
    per tahun.

•   Pembayaran Kembali Pinjaman

    Berdasarkan PPP, DMI harus membayar kembali kepada FSD seluruh kewajibannya yang
    timbul baik karena utang pokok, bunga, dan denda bunga dan biaya-biaya lainnya dengan
    cara, jumlah maupun jangka waktu menurut ketentuan dalam PPP ini, baik secara
    mengangsur maupun sekaligus lunas seluruhnya selambat-lambatnya pada saat
    berakhirnya jangka waktu fasilitas pinjaman sebagaimana dimaksud dalam PPP, atau atas
    permintaan pertama atau pertimbangan dari FSD sebagaimana diatur dalam PPP.
    Pelanggaran atas ketentuan ini, baik mengenai jumlah maupun keterlambatan
    pembayaran kembali, sudah merupakan bukti kelalaian DMI tanpa perlu ada alat bukti
    lain.

•   Hukum yang Berlaku

    PPP ini tunduk dan harus ditafsirkan berdasarkan hukum Republik Indonesia.




                                           69

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.88 MB
Published12 Feb 2025
Pages70
Characters205,627
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 52 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org DAFAM PROPERTY INDONESIA Tbk p.2 ×20
linked org Bank Maybank Indonesia Tbk p.4 ×2
linked person Billy Dahlan p.8 ×4
linked org Reksa Dana Narada p.13
linked — Edy Selamat p.13
linked org Astra Otoparts Tbk p.59 ×2
linked org Arkora Hydro Tbk p.59 ×2
linked org United Tractors Tbk p.59 ×2
linked org Goto Gojek Tokopedia Tbk p.59 ×2
linked org Autopedia Sukses Lestari Tbk p.59 ×2
linked org Adi Sarana Armada Tbk p.59 ×2
linked org Buyung Poetra Sembada Tbk p.59 ×2
linked org Adhi Commuter Properti Tbk p.59 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2
possible org PT Dafam p.3 ×3
possible org Bursa Efek Indonesia p.9 ×5
possible org Negara Republik Indonesia p.12
possible org Pembangunan Perumahan p.59
possible org PP (Persero) Tbk p.59 ×2
possible org Semen Indonesia (Persero) Tbk p.59 ×2
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk p.59 ×2
unresolved org PT Dafam Mambo International p.2
unresolved org Menteri Keuangan p.2
unresolved org Gideon Adi & Rekan p.4
unresolved org GAR p.4 ×13
unresolved org Heliantono & Rekan p.5
unresolved org Heliantono p.5
unresolved org Morhan & Rekan p.7
unresolved org Morhan p.7
unresolved person Retno Hertiyanti p.8 ×4
unresolved org Bank Indonesia p.9 ×3
unresolved person Dewikusuma p.12
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.12 ×3
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi p.12
unresolved org PT Dafam Mambo International Dalam Rencana Transaksi p.15
unresolved person Riza Sungkar p.15 ×2
unresolved person H. Akta Pendirian p.15 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik p.15 ×2
unresolved org PT Dafam Mambo International II. p.20
unresolved org Pusat Statistik p.23 ×3
unresolved org Kota Nusantar p.24
unresolved org Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif p.24
unresolved org GAR. Ikhtisar p.52
unresolved org Pembangunan Perumahan Presisi Tbk p.59 ×2
unresolved org PT Evoluzione Tyres p.59
unresolved org PT Aisin Indonesia p.59
unresolved org PT Energi Kreasi Bersama p.59
unresolved org PT Buyung Putra Pangan p.59
unresolved org KJPP Kusnanto p.66 ×2
unresolved org KJPP KUSNANTO & REKAN p.66
unresolved person Willy D. Kusnanto · Pimpinan Rekan p.66

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.364 17143 ms 12 Sep 2026 22:54
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi '
                            'adalah transaksi dimana'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi adalah '
                'transaksi dimana',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result