Back to announcement
20260508_KKGI_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_32079286_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review KKGISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 51
Page 1
LAPORAN
00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026
STUDI KELAYAKAN
RENCANA
PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PT RESOURCE ALAM INDONESIA TBK
Oleh
KJPP Felix Sutandar dan Rekan
Certi fied Business and Assets Appraiser
Page 2
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 Jakarta, 24 April 2026 Kepada Yth, Direksi PT RESOURCE ALAM INDONESIA TBK Gedung Treasury Lantai 38 Jl. Jenderal Sudirman Kav 51-52 Jakarta Selatan Perihal: Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Dengan Hormat, Menunjuk Surat Kesepakatan Penugasan No. 0286/FSR/Spn/FS/3003/2026 tanggal 30 Maret 2026 yang telah disetujui pada tanggal 1 April 2026 oleh Manajemen PT Resource Alam Indonesia Tbk (“RAIN” atau disebut juga “Perseroan”), perihal penyusunan Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Resource Alam Indonesia Tbk, maka bersama ini kami sampaikan laporan mengenai hal tersebut. Latar Belakang Perseroan merupakan perusahaan dengan bidang usaha terutama bergerak di bidang pertambangan batubara yang berlokasi di wilayah Samarinda dan sekitarnya. Saat ini Perseroan berencana untuk melengkapi KBLI yang dimilikinya dengan menambah beberapa KBLI yaitu: ❖ KBLI 52101 – Pergudangan Dan Penyimpanan ❖ KBLI 55900 - Penyediaan Akomodasi Lainnya ❖ KBLI 68120 - Kawasan Pariwisata ❖ KBLI 79911 - Jasa Informasi Pariwisata • KBLI 79912 - Jasa Informasi Daya Tarik Wisata Penambahan KBLI 52101 dilakukan sehubungan dengan kepemilikan bangunan gudang oleh Perseroan yang berlokasi di Jalan Ampera Kelurahan Handil Bakti Kecamatan Palaran Samarinda yang dalam beberapa tahun terakhir tidak lagi digunakan untuk kegiatan operasional Perseroan dan saat ini disewakan kepada PT Unilever Indonesia Tbk. Oleh karena itu, Perseroan bermaksud menambahkan KBLI 52101 guna menyesuaikan kegiatan usahanya dengan aktivitas penyewaan gudang tersebut. Selain itu, Perseroan memiliki lahan kosong yang belum bersertifikat (tanah girik) yang berlokasi di wilayah Samarinda dan Kutai Kartanegara. Lahan tersebut sebelumnya merupakan area tambang batubara yang telah selesai ditambang dan reklamasi, sehingga saat ini tidak dimanfaatkan dan berada dalam kondisi kosong. Perseroan berencana untuk melakukan sertifikasi atas lahan tersebut. Namun, proses sertifikasi menghadapi kendala terkait dengan penetapan zonasi wilayah, di mana lahan dimaksud berada dalam zona pariwisata. Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan disyaratkan untuk memiliki KBLI yang terkait dengan kegiatan pariwisata sebagai salah satu persyaratan dalam proses sertifikasi. Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 i
Page 3
Selain untuk memenuhi persyaratan zonasi, sertifikasi lahan juga perlu dilakukan oleh Perseroan guna menghindari risiko penetapan sebagai tanah terlantar. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2021 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2025, tanah yang tidak diusahakan selama 2 (dua) tahun berturut-turut dapat ditetapkan sebagai tanah terlantar, yang berpotensi mengakibatkan pencabutan hak atas tanah dan penguasaan oleh negara. Obyek Studi Kelayakan Obyek Studi Kelayakan adalah kelayakan atas rencana Penambahan Bidang Kegiatan Usaha terkait dengan: ❖ KBLI 52101 – Pergudangan Dan Penyimpanan ❖ KBLI 55900 - Penyediaan Akomodasi Lainnya ❖ KBLI 68120 - Kawasan Pariwisata ❖ KBLI 79911 - Jasa Informasi Pariwisata ❖ KBLI 79912 - Jasa Informasi Daya Tarik Wisata Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan dari Studi Kelayakan atas rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan adalah untuk melakukan analisa dan pengkajian mengenai kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan dalam rangka memenuhi Peraturan POJK 17/ POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Tanggal Studi Kelayakan Tanggal (cut-off date) dari laporan Studi Kelayakan ini adalah 31 Desember 2025. Pemilihan tanggal Studi Kelayakan didasarkan atas tujuan Studi Kelayakan, aturan yang ada dan ketersediaan data. Pendekatan dan Metodologi Pendekatan yang digunakan dalam menganalisa kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan adalah dengan melakukan analisis atas kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis, kelayakan model manajemen dan kelayakan keuangan. Dari kajian kelayakan pasar, dengan adanya penambahan KBLI, maka tidak ada perubahan pangsa pasar, potensi pasar dan potensi nilai pasar Perseroan, karena tidak menimbulkan perubahan atas kegiatan operasional Perseroan ke depannya. Rencana penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas kegiatan penyewaan gudang yang telah berjalan dan proses sertifikasi tanah. Dari kajian kelayakan teknis, menunjukan bahwa secara legalitas, dengan adanya penambahan KBLI, maka ke depannya, perijinan Perseroan terkait klasifikasi KBLI yang dimiliki menjadi sesuai dengan kegiatan usahanya yang telah berjalan selama ini. Selain itu, dengan penambahan KBLI, maka Perseroan akan mampu melanjutkan proses sertifikasi atas tanah yang berada dalam zona pariwisata. Dari kajian kelayakan pola bisnis, menunjukan bahwa dengan adanya penambahan usaha, maka pola bisnis Perseroan tidak mengalami perubahan, karena tidak menimbulkan perubahan atas kegiatan operasional Perseroan ke depannya. Rencana Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 ii
Page 4
penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas kegiatan penyewaan gudang yang telah berjalan dan proses sertifikasi tanah. Dari kajian kelayakan model manajemen, menunjukan bahwa dengan adanya penambahan usaha, maka model manajemen Perseroan tidak mengalami perubahan, karena tidak menimbulkan perubahan atas kegiatan operasional Perseroan ke depannya. Rencana penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas kegiatan penyewaan gudang yang telah berjalan dan proses sertifikasi tanah. Pada kajian kelayakan keuangan, penambahan KBLI Perseroan dinilai Layak karena memberikan manfaat secara kuantitatif yaitu peningkatan perolehan laba bersih sebesar USD 213.900 pada tahun 2026, USD 2.858.424 pada tahun 2027, dan sebesar USD 238.255 pada tahun 2028-2030 dibandingkan Tanpa Penambahan KBLI. Dampak Keuangan Dengan adanya penambahan kegiatan usaha, maka dampak terhadap keuangan Perseroan ke depannya adalah: ❖ Properti investasi Perseroan akan lebih tinggi karena mampu mengamankan kepemilikan atas tanah sebesar USD 5.522.224 yang terdiri dari nilai buku tanah girik sebesar USD 3.359.192 dan biaya sertifikasi yang dikapitalisasi ke dalamnya sebesar USD 2.163.032. ❖ Pendapatan Perseroan akan meningkat karena mampu melanjutkan kegiatan usaha penyewaan gudang sehingga menambah pendapatan Perseroan sebesar USD.274.231 pada tahun 2026 dan sebesar USD 305.455 pada tahun 2027-2030. Kesimpulan Berdasarkan hal-hal sebagaimana diungkapkan di atas maka kami berpendapat bahwa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Resource Alam Indonesia Tbk dimaksud adalah “LAYAK”. Hormat kami, KJPP Felix Sutandar & Rekan Felix Sutandar, MSc Pemimpin Rekan Kualifikasi : Penilai Properti dan Bisnis Ijin Penilai : PB-1.08.00022 STTD : STTD.PPB-31/PJ-1/PM.02/2023 MAPPI : 81-S-00017 Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 iii
Page 5
DAFTAR ISI SURAT PENGANTAR ............................................................................................ i DAFTAR ISI ..................................................................................................... iv DAFTAR TABEL ................................................................................................. vi DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. vii PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI ................................................................. viii 1. PENDAHULUAN............................................................................................ 1 1.1. Identifikasi Status Penilai ....................................................................... 1 1.2. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ....................................... 1 1.3. Latar Belakang ..................................................................................... 1 1.4. Obyek Studi Kelayakan .......................................................................... 2 1.5. Maksud dan Tujuan ............................................................................... 2 1.6. Tanggal Studi Kelayakan ........................................................................ 2 1.7. Ruang Lingkup ...................................................................................... 3 1.8. Prosedur yang Digunakan ...................................................................... 3 1.9. Pedoman Studi Kelayakan ...................................................................... 3 1.10. Sumber Data ....................................................................................... 3 1.11. Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas .................................................... 4 1.12. Independensi Penilai ............................................................................ 5 1.13. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian ............................................. 5 2. KAJIAN INTERNAL PERSEROAN ..................................................................... 6 2.1. Pendirian Perusahaan ............................................................................ 6 2.2. Perizinan .............................................................................................. 6 2.3. Permodalan .......................................................................................... 6 2.4. Susunan Komisaris dan Direksi ............................................................... 7 2.5. Kegiatan Usaha ....................................................................................10 2.6. Produk yang Dihasilkan .........................................................................10 2.7. Pola Bisnis...........................................................................................10 2.8. Struktur Organisasi Perseroan ...............................................................10 2.9. Sumber Daya Manusia ..........................................................................11 2.10. Aspek Lingkungan ...............................................................................12 2.11. Kinerja Keuangan ...............................................................................12 2.12. Persyaratan Modal dan Strategi Finansial ...............................................16 3. KAJIAN KELAYAKAN PASAR ..........................................................................17 3.1. Tinjauan Ekonomi Dunia .......................................................................17 3.2. Tinjauan Ekonomi Indonesia ..................................................................17 3.3. Analisis Industri Batubara .....................................................................20 3.4. Prospek Usaha .....................................................................................21 3.5. Kesinambungan dan Potensi Nilai Pasar Produk ........................................21 3.6. Pesaing Usaha .....................................................................................22 3.7. Target Pasar ........................................................................................22 3.8. Strategi Pemasaran ..............................................................................22 4. KAJIAN KELAYAKAN TEKNIS ........................................................................24 4.1. Kapasitas ............................................................................................24 4.2. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya, dan Ahli Professional ..................24 4.3. Proses Produksi ...................................................................................24 5. KAJIAN KELAYAKAN POLA BISNIS .................................................................27 5.1. Keunggulan Kompetitif..........................................................................27 5.2. Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk ..............................................27 5.3. Kemampuan untuk Menciptakan Nilai .....................................................27 6. KAJIAN KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN .......................................................28 Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 iv
Page 6
6.1. Ketersediaan Tenaga Kerja ....................................................................28
6.2. Manajemen kekayaan Intelektual ...........................................................28
6.3. Manajemen Risiko ................................................................................28
6.4. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ..................................................30
6.5. Struktur Organisasi ..............................................................................30
7. KAJIAN KELAYAKAN KEUANGAN ...................................................................31
7.1. Proforma Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Penambahan Kegiatan
Usaha .................................................................................................31
7.2. Proyeksi Keuangan Dengan dan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha ..........34
7.3. Dampak Keuangan ...............................................................................40
7.4. Manfaat ..............................................................................................41
7.5. Kesimpulan .........................................................................................41
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 v
Page 7
DAFTAR TABEL Tabel 1 : Daftar Pemegang Saham Perseroan ........................................................ 7 Tabel 2 : Sumber Daya Manusia Perseroan ..........................................................11 Tabel 3 : Laporan Laba-Rugi Perseroan periode 2021 - 2025..................................12 Tabel 4 : Posisi Keuangan Perseroan periode 2021 - 2025 .....................................13 Tabel 5 : Laporan Arus Kas Perseroan periode 2021 – 2025 ...................................14 Tabel 6 : Rasio Keuangan Perseroan periode 2021 - 2025 .....................................15 Tabel 7 : Laporan Laba Rugi Sebelum dan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha ......31 Tabel 8 : Laporan Posisi Keuangan Sebelum dan Setelah Penambahan Kegiatan ......32 Tabel 9 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Dengan Penambahan KBLI .........................34 Tabel 10 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Dengan Penambahan KBLI ..............35 Tabel 11 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Dengan Penambahan KBLI .........................36 Tabel 12 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Tanpa Penambahan KBLI .........................37 Tabel 13 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Penambahan KBLI ................38 Tabel 14 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Tanpa Penambahan KBLI ...........................39 Tabel 15 : Proyeksi Properti Investasi Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI ...........39 Tabel 16 : Proyeksi Ekuitas Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI ..........................40 Tabel 17 : Proyeksi Pendapatan Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI ....................40 Tabel 18 : Proyeksi Beban Usaha Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI ..................40 Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 vi
Page 8
DAFTAR GAMBAR Gambar 1 : Bagan Struktur Organisasi Perseroan .................................................11 Gambar 2 : Pertumbuhan PDB Dunia ..................................................................17 Gambar 3 : PMI Global ......................................................................................17 Gambar 4 : Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan .....................18 Gambar 5 : Neraca Pembayaran Indonesia ..........................................................18 Gambar 6 : Indeks Rupiah terhadap USD, Negara Maju kecuali AS, dan ..................19 Gambar 7 : Inflasi IHK Provinsi ..........................................................................20 Gambar 8 : Proses Produksi Batubara .................................................................25 Gambar 9 : Proses Produksi Listrik .....................................................................25 Gambar 10 : Proses Bisnis Real Estate ................................................................26 Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 vii
Page 9
PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI
Dalam batas kemampuan kami dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda
tangan dibawah ini menyatakan bahwa:
1. Pernyataan, analisis, opini dan kesimpulan dalam Laporan Studi Kelayakan ini,
sebatas kemampuan kami adalah benar.
2. Analisis, opini dan kesimpulan yang dinyatakan dalam Laporan ini dibatasi oleh
asumsi dan syarat-syarat pembatas yang diungkapkan dalam laporan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau dimasa yang akan datang
terhadap perusahaan yang distudi.
4. Penunjukan terhadap pekerjaan Studi Kelayakan ini tidak berhubungan dengan
Opini yang diberikan.
5. Penilai telah mengikuti persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan oleh
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
6. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan perusahaan
dan/atau bidang usaha perusahaan yang distudi.
7. Studi Kelayakan ini telah dilaksanakan dengan ruang lingkup sebagai berikut:
• Obyek Penilaian yang perlu diidentifikasi dan diinspeksi.
• Data yang perlu diteliti.
• Analisis data dan informasi yang perlu dilakukan untuk memperoleh opini dan
hasil penilaian.
8. Tak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan, telah memberikan
bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan ini.
9. Penilai bertanggungjawab atas hasil Studi kelayakan Usaha.
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 viii
Page 10
Pihak-pihak di bawah ini telah bekerja secara profesional untuk membantu pihak yang
menandatangani Laporan ini:
Keterangan Tanda Tangan
Penilai Berijin
Nama : Felix Sutandar, Msc
Kualifikasi : Properti dan Bisnis
Ijin Penilai : PB-1.08.00022
STTD : STTD.PPB-31/PJ-1/PM.02/2023
No. MAPPI : 81-S-00017
No. Register : RMK-2017.00022
Reviewer
Nama : Natalia Goysal, SE
No MAPPI : 10-S-02509
No. RMK : RMK-2017.00307
Pelaksana Penilai
Nama : Symphony Sonata
No. MAPPI : 16-T-07047
No. RMK : RMK-2019.03050
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 ix
Page 11
1. PENDAHULUAN
1.1. Identifikasi Status Penilai
Pendapat Kewajaran ini disusun oleh Tim Penilai Independen dari KJPP Felix Sutandar
dan Rekan. Buku Laporan Studi Kelayakan ini ditandatangani oleh:
❖ Felix Sutandar, MSc (MAPPI No. 81-S-00017; PB-1.08.00022; STTD.PPB-
31/PM.2/2018; No. RMK-2017-00022) sebagai Penilai Berizin.
❖ Natalia Goysal (MAPPI No. 10-S-02509; No. RMK-2017.00307) sebagai Reviewer.
❖ Symphony Sonata (MAPPI No. 16-T-07047; No. RMK-2019.03050) sebagai
Pelaksana Penilai.
Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai menjunjung tinggi
integritas, bertindak secara objektif dan tidak memihak serta tidak mempunyai potensi
benturan kepentingan dengan pihak-pihak yang terlibat dengan Rencana Transaksi.
Penilai memiliki kompetensi dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini dan
menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh.
1.2. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam hal ini adalah:
Nama : PT Resource Alam Indonesia Tbk
Bidang usaha : Pertambangan dan penggalian
Alamat : Gedung Treasury Lantai 38, Jl. Jenderal Sudirman kav 51-52,
Jakarta Selatan
Website : www.raintbk.com
Telepon : 021 – 633 3036
1.3. Latar Belakang
Perseroan merupakan perusahaan dengan bidang usaha terutama bergerak di bidang
pertambangan batubara yang berlokasi di wilayah Samarinda dan sekitarnya. Saat ini
Perseroan berencana untuk melengkapi KBLI yang dimilikinya dengan menambah
beberapa KBLI yaitu:
❖ KBLI 52101 – Pergudangan Dan Penyimpanan
❖ KBLI 55900 - Penyediaan Akomodasi Lainnya
❖ KBLI 68120 - Kawasan Pariwisata
❖ KBLI 79911 - Jasa Informasi Pariwisata
❖ KBLI 79912 - Jasa Informasi Daya Tarik Wisata
Penambahan KBLI 52101 dilakukan sehubungan dengan kepemilikan bangunan gudang
oleh Perseroan yang berlokasi di Jalan Ampera Kelurahan Handil Bakti Kecamatan
Palaran Samarinda yang dalam beberapa tahun terakhir tidak lagi digunakan untuk
kegiatan operasional Perseroan dan saat ini disewakan kepada PT Unilever Indonesia
Tbk. Oleh karena itu, Perseroan bermaksud menambahkan KBLI 52101 guna
menyesuaikan kegiatan usahanya dengan aktivitas penyewaan gudang tersebut.
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 1
Page 12
Selain itu, Perseroan memiliki lahan kosong yang belum bersertifikat (tanah girik) yang berlokasi di wilayah Samarinda dan Kutai Kartanegara. Lahan tersebut sebelumnya merupakan area tambang batubara yang telah selesai ditambang dan reklamasi, sehingga saat ini tidak dimanfaatkan dan berada dalam kondisi kosong. Perseroan berencana untuk melakukan sertifikasi atas lahan tersebut. Namun, proses sertifikasi menghadapi kendala terkait dengan penetapan zonasi wilayah, di mana lahan dimaksud berada dalam zona pariwisata. Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan disyaratkan untuk memiliki KBLI yang terkait dengan kegiatan pariwisata sebagai salah satu persyaratan dalam proses sertifikasi. Selain untuk memenuhi persyaratan zonasi, sertifikasi lahan juga perlu dilakukan oleh Perseroan guna menghindari risiko penetapan sebagai tanah terlantar. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2021 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2025, tanah yang tidak diusahakan selama 2 (dua) tahun berturut-turut dapat ditetapkan sebagai tanah terlantar, yang berpotensi mengakibatkan pencabutan hak atas tanah dan penguasaan oleh negara. 1.4. Obyek Studi Kelayakan Obyek Studi Kelayakan adalah kelayakan atas rencana Penambahan Bidang Kegiatan Usaha terkait dengan: ❖ KBLI 52101 – Pergudangan Dan Penyimpanan ❖ KBLI 55900 - Penyediaan Akomodasi Lainnya ❖ KBLI 68120 - Kawasan Pariwisata ❖ KBLI 79911 - Jasa Informasi Pariwisata ❖ KBLI 79912 - Jasa Informasi Daya Tarik Wisata 1.5. Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan dari Studi Kelayakan atas rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan adalah untuk melakukan analisa dan pengkajian mengenai kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan dalam rangka memenuhi Peraturan POJK 17/ POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. 1.6. Tanggal Studi Kelayakan Tanggal (cut-off date) dari laporan Studi Kelayakan ini adalah 31 Desember 2025. Pemilihan tanggal Studi Kelayakan didasarkan atas tujuan Studi Kelayakan, aturan yang ada dan ketersediaan data. Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 2
Page 13
1.7. Ruang Lingkup
Ruang lingkup Studi Kelayakan ini meliputi:
1. Obyek Penilaian yang perlu diidentifikasi dan diinspeksi
Analisa dan pengkajian mengenai alasan dan latar belakang dilakukannya
Penambahan Kegiatan usaha oleh Perseroan.
2. Data yang perlu diteliti
Analisa dan pengkajian mengenai kondisi internal Perseroan, meliputi legalitas
usaha, permodalan, bidang usaha, produk yang dihasilkan, fasilitas produksi, pasar
dan pemasaran serta perkembangan kinerja keuangan selama lima tahun terakhir.
3. Analisis data dan informasi yang perlu dilakukan untuk memperoleh opini dan hasil
penilaian
Analisa dan pengkajian mengenai kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Perseroan, dilihat dari aspek-aspek terkait, meliputi legalitas usaha, pasar, teknis,
pola bisnis, model manajemen dan keuangan baik secara kualitatif dan kuantitatif.
1.8. Prosedur yang Digunakan
Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, prosedur yang digunakan adalah analisis
mencakup kajian tentang:
1. Kelayakan Pasar,
2. Kelayakan Teknis,
3. Kelayakan Pola Bisnis,
4. Kelayakan Model Manajemen, dan
5. Kelayakan Keuangan.
1.9. Pedoman Studi Kelayakan
Dalam melakukan penyusunan Studi Kelayakan ini kami berpedoman kepada:
1. Standar Penilaian Indonesia yang meliputi Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi SPI 300, SPI
310, SPI 320, SPI 330 tahun 2020;
2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 35/POJK.04/2020 Tentang
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
3. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang
Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
1.10. Sumber Data
Dalam membuat Studi Kelayakan ini kami telah melaksanakan prosedur yang mencakup
pengkategorian, pengkorelasian, pengecekan validitas dan penelaahan data dan
informasi berikut:
1. Laporan Keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2025 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Doly Fajar Damanik dari
Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja, Suhartono dalam Laporan Nomor
00109/3.0357/AU.1/04/1625-2/1/III/2026 tanggal 26 Maret 2026 dengan opini
wajar tanpa modifikasian.
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 3
Page 14
2. Laporan Keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Doly Fajar Damanik dari Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja, Suhartono dalam Laporan Nomor 00103/3.0357/AU.1/04/1625-1/1/III/2025 tanggal 19 Maret 2025 dengan opini wajar tanpa modifikasian. 3. Laporan Keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Putu Astika dari Kantor Akuntan Publik Johan Malonda Mustika & Rekan dalam Laporan Nomor 00037/2.0826/AU.1/04/0726-4/1/III/2024 tanggal 25 Maret 2024 dengan opini wajar tanpa modifikasian. 4. Laporan Keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Putu Astika dari Kantor Akuntan Publik Johan Malonda Mustika & Rekan dalam Laporan Nomor 00051/2.0826/AU.1/04/0726-3/1/III/2023 tanggal 27 Maret 2023 dengan opini wajar tanpa modifikasian. 5. Laporan Keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Putu Astika dari Kantor Akuntan Publik Johan Malonda Mustika & Rekan dalam Laporan Nomor 00100/2.0826/AU.1/04/0726-2/1/III/2022 tanggal 28 Maret 2022 dengan opini wajar tanpa modifikasian. 6. Proyeksi keuangan Perseroan selama 5 tahun ke depan dalam kondisi Dengan dan Tanpa dilakukannya Penambahan Kegiatan Usaha. 7. Hasil wawancara dengan pihak internal manajemen Perseroan yang diwakilkan oleh Bapak Agoes Soegiarto, selaku Direktur Perseroan beserta tim mengenai alasan, latar belakang dan hal-hal lainnya terkait dengan Rencana Transaksi. 8. Copy akta dan perizinan Perseroan. 9. Informasi dari pihak/instansi lain, termasuk data-data mengenai kondisi ekonomi, perkembangan industri pasar modal dan lain-lain. 1.11. Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Studi Kelayakan ini dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut: 1. Studi Kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion. 2. Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses Studi Kelayakan . 3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya. 4. Proyeksi keuangan yang digunakan telah disesuaikan dan mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya. 5. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan dan kewajaran proyeksi keuangan. 6. Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan. 7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan dan Kesimpulan Akhir. Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 4
Page 15
8. Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas status hukum Obyek Studi Kelayakan dari Pemberi Tugas. 1.12. Independensi Penilai Dalam mempersiapkan laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara independen, tidak ada benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Laporan Studi Kelayakan ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh kesimpulan yang dihasilkan. 1.13. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian Tidak ada kejadian penting setelah tanggal penilaian yang dapat mempengaruhi hasil penilaian. Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 5
Page 16
2. KAJIAN INTERNAL PERSEROAN 2.1. Pendirian Perusahaan PT Resource Alam Indonesia Tbk (“RAIN” atau disebut juga “Perseroan”), pada awalnya didirikan dengan nama PT Kurnia Kapuas Utama Glue Industries (yang kemudian berubah menjadi PT Kurnia Kapuas Utama Tbk), dalam kerangka Undang- undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968, telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir menyesuaikan dengan Undang-undang No. 25 tahun 2007, tersaji dalam Akta No. 32 yang dibuat dihadapan Notaris Didi Sudjadi, S.H. tanggal 8 Juli 1981. Akta pendirian Perusahaan ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. Y.A.5/27/4 tanggal 16 Maret 1982 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 40 tanggal 20 Mei 1986, Tambahan No. 690. Berdasarkan Akta No. 15 yang dibuat Notaris Elisabeth Veronika Ely, S.H. tanggal 5 September 2003, nama Perusahaan telah diubah dari PT Kurnia Kapuas Utama Tbk. menjadi PT Resource Alam Indonesia Tbk. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No..C-27044.HT.01.04.TH.2003 tanggal 12 November 2003 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 50 tanggal 22 Juni 2004, Tambahan No. 5984. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir dituangkan dalam Akta No. 21 tanggal 17 Juni 2025 yang dibuat oleh Notaris Rini Yulianti, S.H., mengenai tugas dan tanggung jawab direksi dan rapat dewan komisaris. 2.2. Perizinan Perijinan yang telah dimiliki Perseroan antara lain adalah sebagai berikut: 1. Nomor Induk Berusaha (NIB) Perizinan Berusaha Berbasis Risiko No. 8120109882933 yang diterbitkan tanggal 23 Agustus 2018 dan perubahan ke-1 tanggal 22 Agustus 2022. 2. Nomor Pokok Wajib Pajak Nomor 01.110.655.6-091.000. 2.3. Permodalan Modal dasar Perseroan berjumlah Rp 200.000.000.000 terbagi atas 20.000.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 10 per lembar saham. Dari jumlah modal dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor penuh sejumlah 5.000.000.000 saham. Susunan pemegang saham per 31 Desember 2025 sesuai dengan laporan keuangan adalah sebagai berikut: Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 6
Page 17
Tabel 1 : Daftar Pemegang Saham Perseroan
Nama Jumlah Lembar Jumlah Modal Disetor
No %
Pemegang Saham Saham (USD)
UBS AG Singapore S/A Energy
1 1.855.447.105 38,07 8.920.687
Collier Private Limited
2 PT Sejahtera Jaya Cita 1.391.585.329 28,56 6.690.515
Bos Ltd S/A Sinar Nusantara Sdn
413.611.772 8,49 1.988.578
Bhd
LX International (Singapore) Pte,
4 260.372.700 5,34 1.251.829
Ltd
6 Pintarso Adijanto (Direktur Utama) 17.226.920 0,35 82.824
7 Suparno Adijanto (Komisaris) 7.565.664 0,16 36.374
Hendro Martowardojo (Komisaris
8 5.214.528 0,11 25.071
Utama)
Wimpi Salim (Direktur) 1.061.096 0,02 5.102
Agoes Soegiarto Soeparman 496.452 0,01 2.387
Winanto (Direktur) 297.872 0,01 1.432
Eddy (Direktur) 271.934 0,01 1.307
9 Masyarakat Lainnya (@ < 5%) 920.178.028 18,87 4.424.065
Jumlah 4.873.329.400 100,00 23.430.171
Saham Treasuri 126.670.600 - 609.012
Jumlah 5.000.000.000 100,00 24.039.183
2.4. Susunan Komisaris dan Direksi
Pada 31 Desember 2025, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Hendro Martowardojo
Komisaris Independen : Darma Putra Wati
Komisaris Independen : Ge Luiyanto Yamin
Komisaris : Suparno Adijanto
Komisaris : Wonchil Yu
Direksi
Direktur Utama : Pintarso Adijanto
Direktur : Tan Ying Mei
Direktur : Wimpi Salim
Direktur : Agoes Soegiarto Soeparman
Direktur : Winanto
Direktur : Eddy
Hendro Martowardojo
Komisaris Utama
Warga Negara Indonesia, lahir pada tahun 1954. Memegang jabatan sebagai Presiden
Komisaris Perseroan sejak tahun 2007 berdasarkan Akta Berita Acara RUPSLB No.116,
tanggal 15 Januari 2008. Hingga saat ini beliau juga masih menjabat di beberapa
perusahaan ternama, seperti PT Catering Aeroprima Service, PT Citra Dana Asia,
PT.Niaga Sekuritas, dan PT Dana Usaha Makmur.
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 7
Page 18
Darma Putra Wati Komisaris Independen Warga negara Indonesia yang lahir pada tahun 1966. Beliau diangkat sebagai Komisaris Independen Perusahaan pada tahun 2023 berdasarkan Akta Risalah RUPSLB No. 114, tanggal 7 Desember 2023. Sebelumnya, beliau pernah bekerja di PT MNC Asia Holding Tbk sebagai Wakil Komisaris Utama. Ge Luiyanto Yamin Komisaris Independen Warga negara Indonesia yang lahir pada tahun 1957. Beliau telah menjabat sebagai Komisaris Perusahaan sejak tahun 2010 berdasarkan Risalah Rapat RUPSLB No. 136 tanggal 17 Juni 2010. Saat ini, Beliau menjadi Dosen Akuntansi dan Perpajakan di Jayakarta Business College dan Gunung Sewu Business College, Jakarta. Suparno Adijanto Komisaris Warga negara Indonesia yang lahir pada tahun 1960. Beliau diangkat sebagai Komisaris Perusahaan sejak tahun 2020 berdasarkan Risalah Rapat No. 25 tanggal 26 Agustus 2020. Saat ini, ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Prakarsa Tani Sejati, Komisaris Utama PT Multimatics Indonesia, Direktur Utama Lifelong Learning, Ketua dan CEO PT.Global Palm Resources Limited, serta Komisaris PT Bias Petrasia Persada. Wonchil Yu Komisaris Warga negara Korea Selatan. Beliau telah diangkat sebagai Komisaris Perusahaan sejak tahun 2023 berdasarkan Akta Risalah RUPS Nomor 41 tanggal 21 Juni 2023. Sebelum bergabung dengan Perusahaan, beliau memegang berbagai posisi strategis di perusahaan besar seperti LG International (Tim Batubara), Unit Bisnis Batubara Indonesia (Manajer Pengadaan – PT. BGE), Pemimpin Bagian – Tim Perdagangan Batubara 1, Kepala Tim Perdagangan Energi 1, Kepala Tim Perdagangan Sumber Daya Mineral Indonesia, Direktur Pemasaran PT. BGE - Perdagangan Batubara, Direktur Pemasaran PT. EMI – Perdagangan Bijih Nikel. Lulus dari Universitas Nasional Seoul - Bahasa dan Sastra Rusia pada tahun 2002 dan lulus dari Universitas Yonsei - Magister Administrasi Bisnis pada tahun 2003. Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris lainnya, anggota Dewan Direksi, atau pemegang saham utama. Pintarso Adijanto Direktur Utama Direktur Utama Perseroan sejak 1993. Warga Negara Indonesia, lahir pada tahun 1957. Memperoleh gelar Sarjana Teknik Sipil dari University College London, Inggris pada tahun 1979. Menjabat sebagai Direktur Utama Perusahaan (sebelumnya PT Kurnia Kapuas Utama Industri Perekatan) sejak tahun 1993 berdasarkan Akta Risalah Rapat No. 47 tanggal 22 Juni 1993. Sejak tahun 2000 – 2020, beliau juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Insani Baraperkasa, anak perusahaan dari Perusahaan. Tan Ying Mei Direktur Warga Negara Indonesia, lahir pada tahun 1983. Beliau diangkat sebagai Direktur Perseroan pada tanggal 12 Desember 2025. Sebelumnya menjabat sebagai Direktur di Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 8
Page 19
Bumi Raya Group Pontianak, Indonesia. Selain itu beliau juga menjabat sebagai Komisaris di Bumiraya Ritel Indonesia, Bumi Raya Group Pontianak dan di Prakarsa Tani Sejati, Global Pal Resource Jakarta, Indonesia. Beliau memulai karir sebagai Senior System Reliability Enginess di Sandisk Corporation Milpotas, Amerika. Wimpi Salim Direktur Warga Negara Indonesia, lahir pada tahun 1957. Memegang posisi sebagai Direktur Perseroan sejak tahun 2012 berdasarkan Akta Berita Acara RUPSLB No.114, tanggal 15 Maret 2012. Sejak tahun 2012, beliau menjabat sebagai Direktur Utama PT Insani Baraperkasa, anak perusahaan Perseroan. Agoes Soegiarto Soeparman Direktur Warga Negara Indonesia, lahir pada tahun 1967. Beliau diangkat sebagai Direktur Perseroan pada tahun 2013 berdasarkan Akta Berita Acara RUPST No. 153, tanggal 24 Mei 2013. Beliau bergabung dengan Perseroan sebagai Chief Financial Officer Perseroan sejak bulan April 2012 dan bertanggung jawab atas implementasi sistem akuntansi secara online, restrukturisasi dan akuisisi perusahaan tambang baru yang berpotensi. Beliau mengawali karirnya sebagai Auditor Eksternal KAP KPMG selama 5 tahun dan pernah bergabung dengan beberapa grup perusahaan besar yang bergerak di bidang usaha real estate dan perdagangan. Winanto Direktur Warga Negara Indonesia, lahir pada tahun 1973. Diangkat sebagai Direktur Perseroan sejak tahun 2012 berdasarkan Akta Berita Acara RUPSLB No.114, tanggal 15 Maret 2012. Sebelum menjabat sebagai Direktur Perseroan, pernah bekerja sebagai Tenaga Teknik PT Swabumi Sinbama untuk kegiatan pengeboran dan eksplorasi batubara (2000-2001), Senior Geologist PT Minvest Jasatama Teknik untuk kegiatan eksplorasi batubara di area PKP2B PT Arutmin Indonesia (2001-2005), Geologist PT Thiess Contractors Indonesia di area Bukit PT Arutmin Indonesia Satui (2005-2006), Senior Pengawas Tambang di area Kintap sebagai peserta program pengembangan keahlian (2006-2007) di PT Thiess Contractors Indonesia - Satui dan Senior Geologist di PT Thiess Contractors Indonesia - Satui (2007-2008). Bergabung dengan Grup Perseroan dan dipercaya sebagai Kepala Bagian Tambang dan Eksplorasi PT Insani Baraperkasa (anak perusahaan Perseroan) pada tahun 2008 sebelum akhirnya dipromosikan sebagai Manajer Operasional (2009-2011). Eddy Direktur Warga Negara Indonesia, lahir pada tahun 1970. Diangkat sebagai Direktur Perseroan pada tahun 2023 berdasarkan Akta Berita Acara RUPSLB No. 114, tanggal 7 Desember 2023. Sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Independen dan menjabat sebagai Ketua Komite Audit dan Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan. Sebelumnya beliau adalah Direktur di PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSI) Group dan Presiden Direktur di beberapa anak perusahaan JSI Group dan saat ini sebagai Komisaris Independen dan Ketua Komite Audit JSI. Beliau pernah menjabat sebagai Direktur di beberapa anak perusahaan di Sinarmas Group di bidang kehutanan, pertambangan batubara dan multimedia. Beliau memulai karir sebagai Pimpinan Cabang di sebuah bank dan sebagai Finance & Accounting Manager di perusahaan pembiayaan di bawah Dwi Satrya Utama Group. Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 9
Page 20
2.5. Kegiatan Usaha Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah menjalankan usaha di bidang pertambangan dan penggalian, perdagangan besar dan eceran, real estate, aktivitas keuangan dan asuransi, industry pengolahan, pengangkutan dan pergudangan. 2.6. Produk yang Dihasilkan Produk yang dihasilkan oleh Perseroan antara lain: ❖ Batubara produk dari tambang di Kalimantan Timur dengan kandungan kalori berkisar dari GAR 3900 hingga GAR 5300. ❖ Batubara termal produk dari tambang di Kalimantan Tengah berkalori dari 5.400 kkal/kg sampai 6.200 kkal/kg, batubara ini umumnya digunakan untuk pembangkit listrik tenaga batubara untuk kebutuhan dalam dan luar negeri. ❖ Energi listrik dengan PLTM (pembangkit listrik tenaga minihidro) di Cicatih dengan kapasitas 6,4 MW. ❖ Produk realty dengan nama Samara Residence, Paras Icon, dan Andaan Shop House berupa rumah tinggal dan ruko dengan total lahan dibangun 10 Ha. 2.7. Pola Bisnis Pola bisnis yang dimiliki Perseroan merupakan model berbasis sumber daya dengan fokus utama pada pertambangan batubara yang terintegrasi dengan kombinasi penjualan lokal dan ekspor. Perseroan melakukan eksplorasi dan penambangan batubara, melakukan produksi dan pengolahan, kemudian menjual hasil produk ke pasar lokal maupun luar negri. Perseroan masih sangat bergantung pada harga komoditas batubara global. Selain itu, Perseroan juga melakukan diversifikasi bisnis seperti Energi terbarukan (PLTM/ pembangkit listrik mini hidro), Properti/ real estate dan memiliki potensi ekspansi ke mineral lain guna mengurangi ketergantungan pada batubara dan menciptakan sumber pendapatan yang lebih bervariatif dan stabil. Saat ini Perseroan masih melakukan pengembangan terkait proyek energi terbarukan baik rencana melakukan akuisisi ataupun kerjasama yang saling menguntungkan. 2.8. Struktur Organisasi Perseroan Struktur Organisasi Perseroan disusun dengan memperhatikan tata kelola Perseroan yang baik dan hukum serta peraturan yang berlaku. Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 10
Page 21
Gambar 1 : Bagan Struktur Organisasi Perseroan
RUPS
Dewan Komisaris
Komite Nominasi
Komite Audit
dan Remunerasi
Direktur Utama
Sekretaris
Audit Internal
Perusahaan
Risk
Asset Business
Management & Financial Technical
Management Development
Governancel Director Director
Director Director
Director
Financial and
GM Marketing Manager Risk Engineering Business
Accounting
GM Legal Management Manager Development
Manager
2.9. Sumber Daya Manusia
Per 31 Desember 2025, tenaga kerja Perseroan berjumlah 742 orang, dengan rincian
sebagai berikut:
Tabel 2 : Sumber Daya Manusia Perseroan
Keterangan Jumlah
Direktur 16
General Manager 57
Superintendent 24
Supervisor 94
Staf/ non staf 551
Jumlah 742
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 11
Page 22
2.10. Aspek Lingkungan
Perseroan menyadari bahwa kegiatan usaha di bidang pertambangan batubara memiliki
potensi dampak terhadap lingkungan, sehingga pengelolaan aspek lingkungan menjadi
bagian penting dalam operasional. Perseroan berkomitmen untuk mematuhi seluruh
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk dalam hal
pengelolaan limbah, reklamasi dan revegetasi lahan pascatambang, serta pengendalian
dampak lingkungan lainnya.
Dalam pelaksanaannya, Perseroan menerapkan praktik pertambangan yang baik (good
mining practice), termasuk pengelolaan air tambang, pengendalian emisi dan debu,
serta pemantauan kualitas lingkungan secara berkala. Selain itu, Perseroan juga
mengintegrasikan prinsip keberlanjutan melalui implementasi program ESG guna
meminimalkan dampak lingkungan dan mendukung keberlangsungan usaha dalam
jangka panjang.
2.11. Kinerja Keuangan
Laba Rugi
Secara ringkas Laba Rugi Perseroan untuk periode 2021 - 2025 adalah seperti disajikan
di bawah ini.
Tabel 3 : Laporan Laba-Rugi Perseroan periode 2021 - 2025
Dalam USD 2021 2022 2023 2024 2025
Penjualan 132.149.772 255.241.076 294.672.016 326.804.875 153.117.575
Beban Pokok Penjualan (91.093.727) (181.501.046) (241.887.753) (223.660.192) (127.039.167)
Laba Kotor 41.056.045 73.740.030 52.784.263 103.144.683 26.078.408
Beban Usaha (7.353.785) (13.405.685) (14.553.595) (38.313.261) (20.323.153)
Laba Usaha 33.702.260 60.334.345 38.230.668 64.831.422 5.755.255
Pendapatan (Beban) Lain-lain 255.858 (2.275.528) 892.644 (4.534.841) (214.684)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 33.958.118 58.058.817 39.123.312 60.296.581 5.540.571
Pajak Penghasilan (10.954.593) (19.002.911) (12.320.751) (20.150.343) (3.499.847)
Laba Bersih 23.003.525 39.055.906 26.802.561 40.146.238 2.040.724
a. Pendapatan
Pendapatan Perseroan pada tahun 2021-2024 terus meningkat yaitu sebesar USD132
juta, USD255 juta, USD295 juta, dan USD327 juta. Pada tahun 2025, pendapatan
Perseroan mengalami penurunan signifikan yaitu sebesar USD153 juta. Hal ini
disebabkan oleh volume penjualan batubara yang menurun seiring dengan
pengurangan produksi batubara.
b. Beban Pokok Pendapatan
Beban pokok pendapatan Perseroan pada tahun 2021-2023 meningkat yaitu berturut-
turut sebesar USD91 juta, USD182 juta, dan USD242 juta. Pada tahun 2024, beban
pokok pendapatan mengalami penurunan menjadi sebesar USD224 juta meskipun
pendapatan mengalami peningkatan, hal ini terutama disebabkan oleh efisiensi
penambangan. Pada tahun 2025, beban pokok pendapatan tercatat sebesar USD127
juta.
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 12
Page 23
c. Beban Usaha
Beban usaha Perseroan meningkat dan menurun mengikuti peningkatan dan penurunan
pendapatan. Pada tahun 2021-2025, beban usaha tercatat sebesar USD7 juta, USD13
juta, USD15 juta, USD38 juta, dan USD20 juta.
d. Laba Tahun Berjalan
Perolehan laba Perseroan berfluktuasi, pada tahun 2021 laba tercatat sebesar USD23
juta kemudian meningkat menjadi sebesar USD39 juta pada tahun 2022 terutama
karena peningkatan pendapatan. Pada tahun 2023, laba Perseroan mengalami
penurunan menjadi sebesar USD27 juta, terutama disebabkan oleh peningkatan margin
beban pokok pendapatan. Pada tahun 2024, laba Perseroan mengalami peningkatan
menjadi sebesar USD40 juta terutama disebabkan oleh penurunan margin beban pokok
pendapatan. Pada tahun 2025, laba Perseroan mengalami penurunan yang sangat
signifikan yaitu menjadi sebesar USD2 juta, terutama disebabkan oleh penurunan
pendapatan dari penjualan batubara, sejalan dengan turunnya volume penjualan dan
harga jual rata-rata batubara. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap
penurunan laba bersih Perseroan.
Posisi Keuangan
Posisi keuangan Perseroan untuk periode periode 2021 - 2025 adalah seperti terlihat
berikut ini.
Tabel 4 : Posisi Keuangan Perseroan periode 2021 - 2025
Dalam USD 2021 2022 2023 2024 2025
Aset Lancar 50.212.050 93.184.069 116.461.316 122.145.612 85.572.616
Aset Tidak Lancar 81.970.257 77.000.621 84.075.244 86.821.408 96.133.942
Jumlah Aset 132.182.307 170.184.690 200.536.560 208.967.020 181.706.558
Liabilitas Jangka Pendek 20.758.804 36.065.828 48.913.778 37.755.819 19.015.215
Liabilitas Jangka Panjang 12.502.847 11.179.718 12.282.125 10.355.962 11.537.445
Jumlah Liabilitas 33.261.651 47.245.546 61.195.903 48.111.781 30.552.660
Ekuitas 98.920.656 122.939.144 139.340.657 160.855.239 151.153.898
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 132.182.307 170.184.690 200.536.560 208.967.020 181.706.558
a. Aset
Total aset Perseroan mengalami peningkatan selama periode 2021-2024. Total aset
pada tahun 2021 sebesar USD132 juta kemudian meningkat berturut-turut menjadi
sebesar USD170 juta, USD201 juta, dan USD209 juta. Pada tahun 2025, total aset
Perseroan mengalami penurunan menjadi sebesar USD182 juta terutama disebabkan
oleh penurunan kas dan setara kas dan piutang usaha.
b. Liabilitas
Secara keseluruhan, total liabilitas Perseroan mengalami penurunan selama periode
2021-2025. Pada tahun 2021, total liabilitas Perseroan tercatat sebesar USD33 juta
kemudian pada tahun 2025 tercatat sebesar USD31 juta.
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 13
Page 24
c. Ekuitas
Total ekutias Perseroan mengalami peningkatan selama periode 2021-2024. Total
ekuitas pada tahun 2021 sebesar USD99 juta kemudian meningkat berturut-turut
menjadi sebesar USD123 juta, USD139 juta, dan USD161 juta. Pada tahun 2025, total
ekuitas Perseroan mengalami penurunan menjadi sebesar USD151 juta terutama
disebabkan oleh kenaikan kurs dan penurunan saldo laba. Saldo laba menurun akibat
perolehan laba tahun berjalan yang lebih rendah dibandingkan pembagian dividen atas
laba tahun 2024.
Arus Kas
Gambaran arus kas Perseroan untuk periode 2021 - 2025 adalah seperti berikut:
Tabel 5 : Laporan Arus Kas Perseroan periode 2021 – 2025
Dalam USD 2021 2022 2023 2024 2025
Arus kas bersih untuk aktivitas operasi 36.825.111 32.328.853 17.256.402 53.892.401 (8.122.466)
Arus kas bersih untuk aktivitas investasi (2.655.220) (4.351.314) (5.876.072) (11.689.393) (7.122.263)
Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan (11.060.985) (8.840.100) (9.562.231) (18.803.104) (9.190.848)
Kenaikan (penurunan) kas dan bank 23.108.906 19.137.439 1.818.099 23.399.904 (24.435.577)
Perubahan kurs (511.156) (3.479.207) (236.650) (296.310) (1.418.370)
Kas dan bank pada awal tahun 5.261.039 27.858.789 43.517.021 45.098.470 68.202.064
Kas dan bank pada akhir tahun 27.858.789 43.517.021 45.098.470 68.202.064 42.348.117
a. Aktivitas Operasi
Arus kas bersih untuk aktivitas operasi selama periode 2021 - 2024 selalu berada pada
posisi positif. Pada tahun 2021 tercatat sebesar USD37 juta dan tahun 2024 tercatat
sebesar USD54 juta. Pada tahun 2025 arus kas bersih untuk aktivitas operasi berada
pada posisi negatif sebesar USD8 juta. Hal ini disebabkan oleh penurunan pendapatan
yang signifikan.
b. Aktivitas Investasi
Selama periode 2021-2025, Perseroan mencatat adanya kas yang digunakan untuk
aktivitas investasi. Setiap tahun Perseroan memperoleh aset tetap, properti investasi,
properti tambang dan aset eksplorasi dan evaluasi.
c. Aktivitas Pendanaan
Selama periode 2021 - 2025, Perseroan mencatat adanya pembagian dividen setiap
tahun.
Rasio-rasio Keuangan
Gambaran rasio keuangan Perseroan periode 2021 - 2025 adalah seperti disajikan
berikut ini.
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 14
Page 25
Tabel 6 : Rasio Keuangan Perseroan periode 2021 - 2025 RASIO 2021 2022 2023 2024 2025 Profitability GPM % 31,07 28,89 17,91 31,56 17,03 OPM % 25,50 23,64 12,97 19,84 3,76 NPM % 17,41 15,30 9,10 12,28 1,33 ROA % 17,40 22,95 13,37 19,21 1,12 ROE % 23,25 31,77 19,24 24,96 1,35 Liquidity Current ratio x 2,42 2,58 2,38 3,24 4,50 Activity Perputaran aset x 1,00 1,69 1,59 1,60 0,78 Perputaran persediaan x 10,83 13,94 13,25 15,05 11,06 Solvability DER % 33,62 38,43 43,92 29,91 20,21 DAR % 25,16 27,76 30,52 23,02 16,81 Rasio Profitabilitas Berdasarkan rasio profitabilitas, marjin laba kotor terhadap pendapatan bersih secara keseluruhan mengalami penurunan yaitu sebesar 31,07% pada tahun 2021 kemudian meningkat menjadi sebesar 17,03% pada tahun 2025. Marjin laba bersih terhadap pendapatan bersih Perseroan adalah sebesar 17,41% pada tahun 2021 kemudian menurun menjadi sebesar 1,33% pada tahun 2025. Rasio Likuiditas Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban keuangannya dalam jangka pendek digambarkan dengan rasio lancar (current Ratio). Rasio lancar dihitung dengan cara membandingkan jumlah aset lancar dengan jumlah liabilitas jangka pendek. Pada periode 2021 - 2025, rasio lancar Perseroan berturut- turut sebesar 2,4 kali, 2,6 kali, 2,4 kali, 3,2 kali dan 4,5 kali. Secara keseluruhan, rasio lancar Perseroan menunjukkan bahwa Perseroan mampu memenuhi kewajiban keuangan jangka pendeknya dengan baik. Rasio Aktivitas Rasio aktivitas menggambarkan tingkat perputaran usaha, yang dapat dihitung berdasarkan perbandingan total penjualan terhadap total aset (Perputaran Aset), dan total beban pokok pendapatan terhadap total persediaan (Perputaran Persediaan). Perputaran aset Perseroan adalah sebesar 1,0 kali pada tahun 2021 dan sebesar 0,8 kali pada tahun 2025. Perputaran persediaan Perseroan adalah sebesar 10,8 kali pada tahun 2021 dan sebesar 11,1 kali pada tahun 2025. Rasio Solvabilitas Rasio solvabilitas digunakan untuk menghitung perbandingan dana yang tersedia dengan dana yang dipinjam sehingga dapat menunjukkan tingkat keamanan aset dan ekuitas dari jumlah pinjaman, yang diukur dengan perbandingan total liabilitas dengan total ekuitas perseroan (DER, Debt to Equity Ratio) dan total liabilitas terhadap total aset (DAR, Debt to Asset Ratio). Pada tahun 2021, DER Perseroan adalah sebesar 33,62% pada tahun 2021 kemudian menurun menjadi sebesar 20,21% pada tahun 2025. Sedangkan DAR Perseroan adalah Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 15
Page 26
sebesar 25,16% kemudian turun menjadi sebesar 16,81% pada tahun 2025. Hal ini menunjukan bahwa pembiayaan Perseroan sebagian besar berasal dari ekuitas. 2.12. Persyaratan Modal dan Strategi Finansial Struktur permodalan Perseroan terdiri dari modal saham dan saham publik dengan komposisi sesuai ketentuan OJK, liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang dengan rasio utang terhadap modal 20%-80%. Modal Kerja Perseroan berasal dari hasil operasi dan liabilitas jangka pendek. Strategi keuangan Perseroan mengandalkan arus kas hasil operasi. Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 16
Page 27
3. KAJIAN KELAYAKAN PASAR
3.1. Tinjauan Ekonomi Dunia
Prospek perekonomian global dalam jangka pendek menunjukkan perbaikan, meskipun
ketidakpastian masih tinggi dan perlu terus dicermati. Bank Indonesia memprakirakan
pertumbuhan ekonomi dunia 2025 lebih baik menjadi di sekitar 3,2%. Prakiraan ini
dipengaruhi oleh kenaikan ekonomi Jepang dan India yang didukung konsumsi rumah
tangga dan stimulus fiskal, prospek ekonomi kawasan Eropa yang tetap baik ditopang
konsumsi rumah tangga, investasi, dan kondisi ketenagakerjaan, di tengah perlambatan
ekonomi AS dan Tiongkok. Pada 2026, pertumbuhan ekonomi dunia diprakirakan
melemah menjadi 3,0% dipengaruhi dampak lanjutan tarif resiprokal AS dan
kerentanan rantai pasok global. Ke depan, ketidakpastian perekonomian global
diprakirakan tetap tinggi dengan prospek pertumbuhan ekonomi dunia yang masih
lemah. Kondisi tersebut memerlukan kewaspadaan dan penguatan respons kebijakan
untuk memperkuat daya tahan ekonomi domestik dari rambatan global serta
mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi.
Gambar 2 : Pertumbuhan PDB Dunia Gambar 3 : PMI Global
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Desember 2025, Bank Indonesia
3.2. Tinjauan Ekonomi Indonesia
Dari domestik, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan perlu terus
didorong agar sesuai dengan kapasitas perekonomian. Pertumbuhan ekonomi 2025
diprakirakan berada dalam kisaran 4,7–5,5% dan meningkat menjadi 4,9–5,7% pada
2026. Ke depan, berbagai upaya perlu terus ditempuh untuk mendorong pertumbuhan
ekonomi yang lebih tinggi, dengan tetap menjaga stabilitas. Dalam kaitan ini, Bank
Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui penguatan bauran kebijakan
moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi dengan kebijakan
stimulus fiskal dan sektor riil Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan yang lebih
tinggi dan berdaya tahan.
Ketahanan eksternal ekonomi Indonesia diprakirakan tetap terjaga baik. NPI pada 2025
diprakirakan tetap berdaya tahan, dengan transaksi berjalan berada pada kisaran
surplus 0,1% sampai dengan defisit 0,7% dari PDB. Pada 2026, NPI diprakirakan
berlanjut membaik ditopang oleh transaksi modal dan finansial yang semakin baik
sejalan dengan prospek ekonomi Indonesia yang positif serta defisit transaksi berjalan
yang tetap rendah dalam kisaran 1,0–0,2% PDB.
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 17
Page 28
Gambar 4 : Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan
Pengeluaran
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Desember 2025, Bank Indonesia
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) meningkat dan didukung ketahanan eksternal.
Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Oktober 2025 sebesar 2,4 miliar dolar AS
didukung oleh kinerja ekspor nonmigas berbasis sumber daya alam seperti batubara
serta minyak dan lemak nabati (CPO), serta ekspor produk manufaktur seperti besi dan
baja. Dari transaksi modal dan finansial, investasi portofolio pada triwulan IV 2025
(hingga 15 Desember 2025) mencatat net inflows sebesar 5,0 miliar dolar AS ditopang
oleh pembelian dolar SBN oleh Pemerintah dan inflows investor asing pada instrumen
saham dan SRBI. Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir November 2025
meningkat menjadi sebesar 150,1 miliar dolar AS setara dengan pembiayaan 6,2 bulan
impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada
di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Gambar 5 : Neraca Pembayaran Indonesia
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Desember 2025, Bank Indonesia
Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah terkendali didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan aliran
masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik. Nilai tukar Rupiah pada 16
Desember 2025 tercatat sebesar Rp16.685 per dolar AS, relatif stabil dibandingkan
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 18
Page 29
dengan level akhir November 2025. Perkembangan nilai tukar Rupiah masih sejalan
dengan pergerakan mata uang regional dan mitra dagang Indonesia, bahkan tercatat
menguat bila dibandingkan dengan mata uang negara maju, kecuali AS. Perkembangan
ini didukung oleh langkah stabilisasi Bank Indonesia melalui intervensi pasar NDF baik
di offshore maupun onshore (DNDF), di pasar spot, dan pembelian SBN di pasar
sekunder serta aliran masuk modal asing pada saham dan SRBI. Selain itu, tambahan
pasokan valas ke Rupiah juga didorong oleh penerapan kebijakan Devisa Hasil Ekspor
Sumber Daya Alam (DHE SDA), yang membantu menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah.
Nilai tukar Rupiah diprakirakan tetap stabil didukung oleh imbal hasil yang menarik,
inflasi yang rendah, dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bank
Indonesia berkomitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah termasuk melalui
intervensi terukur di transaksi NDF, DNDF dan pasar spot, serta penyerapan SBN di
pasar sekunder sehingga dapat mendukung pencapaian sasaran inflasi.
Gambar 6 : Indeks Rupiah terhadap USD, Negara Maju kecuali AS, dan
Negara Berkembang
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Desember 2025, Bank Indonesia
Inflasi
Inflasi secara umum tetap terjaga dalam kisaran sasaran, dengan inflasi IHK pada
November 2025 tercatat sebesar 2,72% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi inflasi inti
yang tetap terjaga sebesar 2,36% (yoy), sejalan pertumbuhan ekonomi yang masih di
bawah kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga kebijakan moneter Bank
Indonesia dalam menjaga ekspektasi inflasi sesuai dengan sasaran yang ditetapkan
pemerintah.
Inflasi kelompok administered prices (AP) terjaga rendah sebesar 1,58% (yoy).
Sementara itu, inflasi kelompok volatile food (VF) masih relatif tinggi sebesar 5,48%
(yoy) disumbang terutama oleh komoditas bawang merah dan pasokan yang terbatas
akibat gangguan cuaca dan kenaikan harga benih.
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 19
Page 30
Bank Indonesia meyakini inflasi tahun 2025 dan 2026 tetap terjaga rendah dalam
sasaran 2,5±1%. Inflasi inti diprakirakan tetap rendah seiring ekspektasi inflasi yang
terjangkar dalam sasaran, kapasitas ekonomi yang masih besar, imported inflation yang
terkendali, dan dampak positif dari digitalisasi. Sementara itu, inflasi VF diprakirakan
tetap terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi oleh Tim Pengendalian Inflasi
Pusat/Daerah (TPIP/TPID) dan penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan
Nasional.
Gambar 7 : Inflasi IHK Provinsi
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Desember 2025, Bank Indonesia
Kebijakan moneter Bank Indonesia terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan
ekonomi melalui penurunan tetap menjaga stabilitas. Kebijakan suku bunga BI-Rate,
stabilisasi nilai tukar Rupiah, dan ekspansi likuiditas moneter. Sejak September 2024,
BI-Rate telah turun sebesar 150 bps, yaitu 25 bps pada September 2024 dan 125 bps
secara bertahap hingga November 2025, yang merupakan level terendah sejak tahun
2022. Kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah terus diperkuat dengan intervensi di pasar
domestik melalui pasar spot, DNDF, serta pembelian SBN di pasar sekunder. Ekspansi
likuiditas moneter juga ditempuh melalui penurunan posisi instrumen moneter SRBI dari
Rp916,97 triliun pada awal tahun 2025 menjadi Rp735,67 triliun pada 16 Desember
2025. Bank Indonesia membeli SBN sebesar bentuk sinergi erat antara kebijakan
moneter dan kebijakan fiskal, yang hingga 16 Desember 2025 mencapai Rp347,15
triliun, termasuk pembelian di pasar sekunder dan program debt switching Pemerintah
sebesar Rp241,99 triliun. Pembelian SBN di pasar sekunder dilakukan secara konsisten
untuk menjaga stabilitas perekonomian sehingga dapat terus menjaga kredit dan
menjaga momentum pertumbuhan.
3.3. Analisis Industri Batubara
Pemerintah berencana merevisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026
sebagai langkah strategis untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan batubara,
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 20
Page 31
seiring kondisi oversupply yang menekan harga global. Indonesia sebagai pemasok
utama batubara dunia, dengan kontribusi sekitar 43% dari perdagangan global, dinilai
memiliki pengaruh signifikan terhadap ketidakseimbangan pasar.
Sebagai bagian dari kebijakan tersebut, pemerintah berencana menurunkan target
produksi batubara nasional dari sekitar 790 juta ton pada tahun 2025 menjadi sekitar
600 juta ton. Langkah ini bertujuan tidak hanya untuk menjaga stabilitas harga, tetapi
juga untuk memastikan keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam dan ketersediaan
cadangan energi jangka panjang.
Ke depan, penyesuaian kuota produksi melalui mekanisme RKAB diharapkan
mendorong pelaku usaha untuk menyesuaikan strategi operasionalnya, sekaligus
memperkuat keseimbangan pasar dan keberlanjutan industri batubara.
Sumber:
• https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/perbaiki-harga-batubara-pemerintah-bakal-revisi-
rkab-tahun-2026, diakses pada 21 April 2026
• https://investasi.kontan.co.id/news/pemerintah-pangkas-rkab-batubara-begini-prospek-kinerja-emiten-
sektor-batubara?utm_source=chatgpt.com
3.4. Prospek Usaha
Prospek industri batubara masih dinilai relatif positif dalam jangka menengah, terutama
didukung oleh kebijakan pemerintah yang mengendalikan produksi melalui revisi RKAB
guna menjaga keseimbangan pasar dan stabilitas harga. Kebijakan ini diambil karena
Indonesia sebagai pemasok sekitar 43% perdagangan batubara global memiliki
pengaruh besar terhadap supply-demand dunia.
Di sisi lain, pembatasan produksi batubara nasional menjadi sekitar 600 juta ton pada
2026 (turun dari 790 juta ton pada 2025) diharapkan dapat mendorong harga tetap
tinggi dan menjaga profitabilitas pelaku usaha. Bahkan, analis menilai prospek sektor
batubara tetap positif karena kenaikan harga global dapat mengkompensasi penurunan
volume produksi, sehingga margin perusahaan tetap terjaga.
Namun demikian, industri ini tetap menghadapi sejumlah tantangan, seperti potensi
oversupply global, permintaan yang cenderung stagnan dari negara utama, serta
tekanan dari kebijakan ESG dan dekarbonisasi. Selain itu, pembatasan produksi melalui
RKAB juga dapat menekan volume penjualan dan pertumbuhan pendapatan
perusahaan.
3.5. Kesinambungan dan Potensi Nilai Pasar Produk
Potensi nilai pasar produk Perseroan (batubara) masih relatif menarik, terutama karena
kebijakan pembatasan produksi cenderung mendorong harga batubara tetap berada
pada level yang kompetitif. Kenaikan harga global bahkan dinilai mampu
mengompensasi penurunan volume produksi, sehingga margin tetap terjaga bagi
produsen yang efisien .
Selain itu, posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok utama batubara dunia, dengan
kontribusi sekitar 43% terhadap perdagangan global, memberikan dukungan terhadap
permintaan ekspor. Meski demikian, potensi nilai pasar tetap dipengaruhi oleh faktor
eksternal seperti fluktuasi harga komoditas, kondisi geopolitik, serta tren transisi energi
global. Dengan strategi efisiensi biaya yang baik, kemampuan beradaptasi dengan
pembatasan produksi dan strategi diversifikasi usaha maka Perseroan diharapkan
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 21
Page 32
mampu mempertahankan kinerjanya yang baik. 3.6. Pesaing Usaha Pesaing utama Perseroan adalah perusahaan tambang batubara lain di Indonesia, beberapa diantaranya: Bumi Resources Tbk PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang didirikan pada tahun 1973, merupakan sumber daya alam terkemuka asal Indonesia yang berfokus pada pertambangan batubara dan mineral. Dikenal sebagai salah satu eksportir batubara termal terbesar di dunia, Bumi Resources berperan penting dalam sektor energi nasional dan global. Adaro Energy Indonesia Tbk PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) yang didirikan pada tahun 2004, merupakan salah satu perusahaan tambang batubara dan energi terintegrasi terbesar di Indonesia. ADRO ini memiliki peran utama pasokan batubara termal global dan tengah melakukan diversifikasi ke energi bersih dan pengolahan mineral. Indika Energy Tbk PT Indika Energy Tbk (INDY) yang didirikan pada tahun 2000, merupakan perusahaan investasi terdiversifikasi. Awalnya berfokus pada batubara dan energi terpadu, INDY kini bertransformasi ke arah transisi energi hijau dan portofolio bisnis berkelanjutan seperti energi terbarukan, digital, dan solusi berbasis alam. PT Bukit Asam Tbk PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang didirikan pada tahun 1876, merupakan perusahaan tambang batubara milik negara Indonesia yang berbasis di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Sebagai bagian dari holding PT Mineral Industri Indonesia (Persero), perusahaan ini memainkan peran penting dalam ketahanan energi nasional serta transformasi menuju energi yang lebih berkelanjutan. 3.7. Target Pasar Pada tahun 2025, China tetap menjadi tujuan utama ekspor batubara Perseroan dengan kontribusi sebesar 17,4%. Negara tujuan ekspor lainnya secara berurutan meliputi India (16,3%), Bangladesh (3,5%), Thailand (2,8%), Filipina (2,4%), Vietnam (1,9%), Romania (1,3%), dan Malaysia (0,7%). Di pasar domestik, Perseroan memenuhi kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 25%, sesuai dengan ketentuan minimum yang berlaku. Pencapaian ini mencerminkan keseimbangan yang terjaga antara pemenuhan permintaan domestik dan penguatan posisi di pasar ekspor 3.8. Strategi Pemasaran Perseroan memasarkan batubara berkalori menengah dengan rentang 4.200–5.300 kkal melalui pendekatan pemasaran yang terintegrasi, dengan tetap menyeimbangkan pemenuhan pasar domestik dan peluang ekspor. Dalam menjalankan aktivitas pemasaran, Perseroan menempatkan konsistensi mutu dan keandalan pasokan sebagai nilai utama untuk memenuhi kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan. Penjualan ke Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 22
Page 33
pasar internasional menjadi kontributor signifikan dalam strategi pemasaran Perseroan.
Upaya ini didukung oleh pemantauan dinamika pasar global serta pemilihan tujuan
ekspor yang memberikan nilai tambah optimal. Melalui pemanfaatan data pasar dan
tren harga, Perseroan mampu menentukan waktu dan skema penjualan yang tepat,
sehingga dapat menjaga tingkat harga jual yang kompetitif sekaligus memperkuat
posisi Perseroan di pasar domestik maupun internasional.
Pada tahun 2025, Perseroan melanjutkan strategi pemasaran yang telah terbukti efektif
pada tahun sebelumnya, dengan fokus pada penguatan hubungan pelanggan dan
optimalisasi operasional, antara lain:
1. Menjalin kontrak jangka panjang sekaligus menjajaki peluang pelanggan baru,
sambil menjaga hubungan yang solid dengan pelanggan existing
2. Meningkatkan volume produksi pada subblok yang paling menguntungkan dan
memiliki akses angkut yang lebih dekat ke lokasi jetty, untuk memaksimalkan
efisiensi operasional
3. Melaksanakan efisiensi biaya melalui pembangunan jetty yang lebih dekat dengan
lokasi tambang, sehingga mengurangi biaya angkut, penumpukan, dan pengelolaan
batubara.
4. Mengendalikan manajemen penimbunan batubara agar kualitas produk tetap
terjaga dan terhindar dari kontaminasi yang dapat menurunkan mutu batubara.
Pendekatan ini memastikan Perseroan dapat mempertahankan kualitas produk,
meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat daya saing di pasar domestik
maupun internasional.
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 23
Page 34
4. KAJIAN KELAYAKAN TEKNIS 4.1. Kapasitas Perseroan memiliki kapasitas produksi batubara sebesar 8.000.000 mt per tahun, dimana pada tahun 2025 tercapai utilisasi sebesar 3.537.408 mt. Kemudian untuk PLTM mempunyai kapasitas produksi sebesar 35.675.000 kwh/tahun realisasi energy yang dihasilkan tahun 2025 melebihi kapasitas tersebut sebesar 37.679.00. dan property/ real estate yang memiliki lahan pasca tambang di Samarinda dan Kutai Kartanegara sekitar 530Ha. Dengan adanya penambahan usaha, tidak ada perubahan terkait rencana produksi Perseroan, karena rencana penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas kegiatan penyewaan gudang yang telah berjalan dan proses sertifikasi tanah. Sehingga, dengan penambahan KBLI, tidak menimbulkan perubahan atas kegiatan operasional perseroan ke depannya. 4.2. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya, dan Ahli Professional Perseroan memiliki ketersediaan sumber daya yang memadai untuk mendukung kegiatan operasional di bidang pertambangan batubara, baik dari sisi sumber daya manusia maupun sumber daya alam. Dari sisi tenaga kerja, Perseroan didukung oleh tenaga profesional yang berpengalaman di bidang pertambangan, termasuk dalam kegiatan eksplorasi, produksi, pengelolaan operasional, serta keselamatan kerja (K3). Kualitas sumber daya manusia Perseroan juga dijaga melalui program pelatihan dan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan, guna memastikan kesesuaian dengan standar industri dan kebutuhan operasional. Selain itu, Perseroan menerapkan sistem manajemen yang terstruktur untuk menjaga produktivitas, efisiensi, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Dengan dukungan tenaga ahli yang kompeten serta pengelolaan sumber daya yang optimal, Perseroan memiliki kemampuan yang memadai untuk mempertahankan kinerja operasional dan mendukung pengembangan usaha ke depan. Dengan adanya penambahan usaha, tidak ada perubahan terkait ketersediaan dan kualitas sumber daya, dan ahli professional Perseroan, karena rencana penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas kegiatan penyewaan gudang yang telah berjalan dan proses sertifikasi tanah. Sehingga, dengan penambahan KBLI, tidak menimbulkan perubahan atas kegiatan operasional perseroan ke depannya. 4.3. Proses Produksi Proses produksi Perseroan terbagi menjadi 3 sesuai dengan kegiatan usaha yang berjalan saat ini, yaitu produksi batubara, produksi listrik tenaga mini hidro, dan produk real estate. Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 24
Page 35
Gambar 8 : Proses Produksi Batubara
Gambar 9 : Proses Produksi Listrik
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 25
Page 36
Gambar 10 : Proses Bisnis Real Estate Dengan adanya penambahan usaha, tidak ada perubahan terkait proses produksi Perseroan, karena tidak menimbulkan perubahan atas kegiatan operasional Perseroan ke depannya. Rencana penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas kegiatan penyewaan gudang yang telah berjalan dan proses sertifikasi tanah. Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 26
Page 37
5. KAJIAN KELAYAKAN POLA BISNIS 5.1. Keunggulan Kompetitif Keunggulan kompetitif Perseroan didukung oleh pengalaman operasional di bidang pertambangan batubara serta kemampuan dalam menjaga efisiensi biaya produksi. Perseroan memiliki pengelolaan operasional yang terstruktur dan berfokus pada optimalisasi produktivitas, sehingga mampu menjaga kinerja di tengah fluktuasi harga komoditas. Selain itu, Perseroan juga didukung oleh sumber daya manusia yang berpengalaman serta penerapan standar keselamatan dan operasional yang baik, yang mendukung keberlangsungan kegiatan usaha secara berkelanjutan. 5.2. Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk Kemampuan pesaing untuk meniru produk Perseroan relatif terbatas, mengingat industri pertambangan batubara bergantung pada kepemilikan konsesi, cadangan sumber daya, serta perizinan yang ketat. Selain itu, kebutuhan investasi yang besar, keahlian teknis, dan waktu pengembangan yang panjang menjadi hambatan masuk yang signifikan. Meskipun produk batubara bersifat komoditas, kemampuan menjaga kualitas, efisiensi biaya, dan keandalan pasokan menjadi faktor pembeda yang tidak mudah ditiru. 5.3. Kemampuan untuk Menciptakan Nilai Kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai didukung oleh pengelolaan operasi pertambangan yang efisien, pengendalian biaya yang disiplin, serta optimalisasi produksi dan penjualan batubara. Selain itu, Perseroan melakukan diversifikasi sumber pendapatan, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada fluktuasi harga komoditas. Dengan kombinasi efisiensi operasional, pemanfaatan aset, dan strategi diversifikasi, Perseroan mampu menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi pemegang saham. Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 27
Page 38
6. KAJIAN KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN
6.1. Ketersediaan Tenaga Kerja
Perseroan menyadari bahwa kualitas sumber daya manusia merupakan faktor kunci
dalam mendukung efektivitas operasional dan peningkatan kinerja secara keseluruhan.
Oleh karena itu, Perseroan menerapkan strategi pengelolaan SDM yang berfokus pada
pengembangan kompetensi, pembentukan budaya kerja yang positif, serta peningkatan
produktivitas karyawan. Perseroan juga memiliki program pengembangan karir yang
terstruktur untuk mengidentifikasi dan mengembangkan karyawan berpotensi,
sekaligus memberikan kesempatan untuk peningkatan jenjang karir. Selain itu,
Perseroan memberikan remunerasi dan fasilitas yang kompetitif, termasuk gaji di atas
UMR, tunjangan hari raya, jaminan kesehatan, dana pensiun, asuransi, serta program
BPJS, guna mendukung kesejahteraan karyawan. Komitmen ini diperkuat melalui
pelatihan berkelanjutan dan evaluasi kebijakan secara berkala, sehingga tercipta
lingkungan kerja yang produktif, berkelanjutan, dan selaras dengan tujuan jangka
panjang Perseroan.
Dengan penambahan KBLI, tidak terdapat perubahan terhadap ketersediaan tenaga
kerja Perseroan, karena tidak menimbulkan perubahan atas kegiatan operasional
Perseroan ke depannya. Rencana penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas
atas kegiatan penyewaan gudang yang telah berjalan dan proses sertifikasi tanah.
6.2. Manajemen kekayaan Intelektual
Manajemen kekayaan intelektual bukan merupakan aspek yang material bagi
Perseroan, mengingat kegiatan usaha pertambangan batubara lebih bergantung pada
kepemilikan konsesi, cadangan sumber daya, dan perizinan dibandingkan dengan hak
kekayaan intelektual.
6.3. Manajemen Risiko
Dalam melakukan kegiatan usahanya, Perseroan menanggung beberapa risiko. Berikut
risiko dan upaya Perseroan dalam memitigasi atau mengatasi risiko-risiko tersebut :
❖ Risiko Serangan Malware
Risiko serangan malware merupakan ancaman keamanan siber di mana sistem
teknologi informasi perusahaan terinfeksi perangkat lunak berbahaya, seperti virus,
trojan, atau ransomware, yang dapat merusak, mengganggu, atau mengambil alih
sistem. Perusahaan senantiasa berupaya untuk meningkatkan penanganan dan
pengelolaan risiko serangan malware melalui langkah-langkah sebagai berikut:
- Melakukan update dan patching sistem secara rutin untuk menutup celah
keamanan
- Menggunakan antivirus yang selalu aktif dan ter-update
- Mengimplementasikan firewall
- Membatasi hak akses pengguna sesuai prinsip least privilege
- Melakukan backup data secara berkala (offline dan cloud)
- Mengedukasi karyawan terkait phishing dan social engineering
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 28
Page 39
- Tidak membuka email, link, atau lampiran dari sumber yang tidak dikenal
- Membatasi penggunaan USB atau perangkat eksternal yang tidak terverifikasi
- Melakukan monitoring aktivitas sistem dan jaringan secara berkala
- Menjalankan audit keamanan dan penetration testing secara periodik
❖ Risiko Digitalisasi
Risiko digitalisasi merupakan potensi kerugian yang timbul akibat penerapan teknologi
digital dalam operasional perusahaan yang tidak dikelola secara optimal. Risiko ini dapat
muncul dari kegagalan implementasi sistem, ketergantungan tinggi terhadap teknologi,
integrasi sistem yang tidak berjalan baik, hingga kualitas data yang tidak akurat.
Beberapa contoh mitigasi yang dilakukan oleh Perseroan yaitu menyusun perencanaan
dan roadmap digitalisasi yang jelas dan terukur, memilih vendor/penyedia sistem yang
kompeten dan terpercaya, menerapkan uji coba sistem (testing/UAT) sebelum
digunakan secara penuh, melakukan backup data secara rutin dan memastikan
keamanannya, memberikan pelatihan kepada karyawan terkait penggunaan sistem
digital dan melakukan audit sistem dan evaluasi risiko digital secara periodik.
❖ Risiko Reputasi dan Eksternal
Risiko reputasi muncul ketika persepsi publik, pemangku kepentingan, atau regulator
terhadap perusahaan menjadi negatif. Hal ini dapat dipicu oleh isu lingkungan seperti
pencemaran, kerusakan lahan, ketidakpatuhan terhadap regulasi, kecelakaan kerja,
atau konflik dengan masyarakat sekitar. Dampaknya dapat berupa menurunnya
kepercayaan investor, kesulitan memperoleh izin usaha, hingga penurunan nilai
perusahaan dan keberlanjutan operasional. Risiko reputasi dan eksternal per akhir
tahun 2025 teridentifikasi pada level rendah dengan potensi stabil. Beberapa contoh
tindakan mitigasi yang telah dilakukan Perusahaan yaitu pengelolaan kepatuhan
regulasi, penerapan praktik lingkungan berkelanjutan, manajemen hubungan
masyarakat (stakeholder engagement), program tanggung jawab sosial (csr),
manajemen krisis dan komunikasi, transparansi dan pelaporan, penguatan budaya etika
dan tata kelola dan pengelolaan media dan digital.
❖ Risiko Perizinan
Risiko perizinan contohnya seperti keterlambatan perpanjangan izin, ketidaksesuaian
kepatuhan regulasi, perizinan yang tidak lengkap atau tidak valid, perubahan kebijakan
pemerintah, sengketa izin dengan pihak ketiga, dan pelanggaran ketentuan lingkungan.
Beberapa contoh tindakan mitigasi yang telah dilakukan Perusahaan yaitu membuat
system monitoring masa berlaku izin, melakukan update berkala terhadap regulasi dan
kebijakan pemerintah, audit kepatuhan secara periodik, melibatkan konsultan hukum/
regulasi, menyimpan dokumen dalam sistem terdokumentasi dan terdigitalisasi,
melakukan due diligence sebelum akuisisi/ pengajuan suatu izin, implementasi sistem
manajemen lingkungan dan audit lingkungan secara berkala.
❖ Risiko Cuaca Dan Dekarbonisasi
Perseroan menghadapi risiko cuaca yang tinggi akibat curah hujan di area tambang,
yang dapat mengganggu produksi, merusak infrastruktur, meningkatkan biaya
operasional, serta menghambat pengiriman. Mitigasi dilakukan melalui perencanaan
berbasis cuaca, peningkatan sistem drainase, penguatan jalan tambang, penyediaan
buffer stock, serta pemantauan cuaca secara real-time.
Selain itu, Perseroan juga menghadapi risiko dekarbonisasi akibat tekanan global untuk
mengurangi emisi karbon, yang berpotensi menurunkan permintaan batubara dan
mempengaruhi keberlanjutan bisnis. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Perusahaan
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 29
Page 40
melakukan diversifikasi ke energi baru dan terbarukan, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengimplementasikan program ESG. ❖ Risiko Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan Hidup (K3LH) Potensi kecelakaan kerja yang dapat menyebabkan lost time injury dan insiden berisiko tinggi. Untuk mengelola risiko tersebut, Perusahaan melakukan berbagai langkah mitigasi, antara lain penguatan program zero accident, evaluasi kinerja K3LH secara berkala, penegakan peraturan, pengendalian risiko utama seperti tanah longsor dan pekerjaan di ketinggian, serta pelaksanaan inspeksi rutin termasuk terhadap peralatan darurat. ❖ Risiko Sistem Manajemen dan Proses Bisnis Perseroan Risiko sistem manajemen dan proses bisnis Perseroan timbul dari ketergantungan pada sistem dan proses internal, termasuk potensi kegagalan implementasi kebijakan, lemahnya pengendalian internal, kendala logistik, ketidaksesuaian kualitas, serta ketergantungan pada pihak ketiga. Untuk mengelola risiko tersebut, Perseroan menerapkan pengawasan internal berbasis risiko, audit berkala, penguatan manajemen logistik dan buffer stock, kontrol kualitas yang ketat, serta evaluasi kinerja pemasok dan kontraktor secara berkala. 6.4. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Kapasitas dan kemampuan manajemen Perseroan dinilai memadai dalam mendukung kegiatan operasional, yang tercermin dari pengalaman dalam mengelola usaha pertambangan serta penerapan sistem manajemen yang terstruktur. Manajemen juga didukung oleh mekanisme pengendalian internal, evaluasi kinerja secara berkala, serta kemampuan dalam mengelola risiko operasional dan bisnis. Dengan demikian, manajemen memiliki kapabilitas yang cukup untuk menjaga keberlangsungan usaha dan mendukung pengembangan Perseroan ke depan. Dengan adanya penambahan usaha, tidak ada perubahan terkait kapasitas dan kemampuan manajemen Perseroan, karena tidak menimbulkan perubahan atas kegiatan operasional Perseroan ke depannya. Rencana penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas kegiatan penyewaan gudang yang telah berjalan dan proses sertifikasi tanah. 6.5. Struktur Organisasi Dengan adanya penambahan usaha, tidak ada perubahan terkait struktur organisasi Perseroan, karena tidak menimbulkan perubahan atas kegiatan operasional Perseroan ke depannya. Rencana penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas kegiatan penyewaan gudang yang telah berjalan dan proses sertifikasi tanah. Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 30
Page 41
7. KAJIAN KELAYAKAN KEUANGAN
7.1. Proforma Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Penambahan
Kegiatan Usaha
Berikut ini adalah gambaran laba rugi dan posisi keuangan Perseroan sebelum dan
setelah Penambahan Kegiatan Usaha. Laba rugi dan posisi keuangan sebelum
penambahan KBLI adalah laporan per 31 Desember 2025 yang telah diaudit sedangkan
posisi keuangan dan laba rugi setelah perubahan adalah proforma posisi keuangan
Perseroan, yang disiapkan oleh manajemen.
Tabel 7 : Laporan Laba Rugi Sebelum dan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
31 Desember 2025
Dalam USD
Audit Penyesuaian Proforma
PENDAPATAN USAHA 153.117.575 - 153.117.575
BEBAN POKOK PENDAPATAN (127.039.167) - (127.039.167)
LABA KOTOR 26.078.408 - 26.078.408
BEBAN USAHA
Beban penjualan (7.622.315) - (7.622.315)
Beban umum dan administrasi (12.700.838) - (12.700.838)
LABA USAHA 5.755.255 - 5.755.255
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Pendapatan lain-lain 2.673.227 - 2.673.227
Beban lain-lain (3.504.946) - (3.504.946)
Pendapatan keuangan 873.901 - 873.901
Beban keuangan (142.151) - (142.151)
Pajak final (114.715) - (114.715)
LABA SEBELUM TAKSIRAN PAJAK PENGHASILAN 5.540.571 - 5.540.571
TAKSIRAN PAJAK PENGHASILAN
Pajak kini (3.580.977) - (3.580.977)
Pajak tangguhan 81.130 - 81.130
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 2.040.724 - 2.040.724
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 31
Page 42
Tabel 8 : Laporan Posisi Keuangan Sebelum dan Setelah Penambahan Kegiatan
31 Desember 2025
Dalam USD
Audit Penyesuaian Proforma
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 42.348.117 (2.163.032) 40.185.085
Piutang usaha
Pihak berelasi 58.286 - 58.286
Pihak ketiga - bersih 10.410.482 - 10.410.482
Piutang lain-lain - jangka pendek
Pihak berelasi 179 - 179
Pihak ketiga - bersih 2.622.413 - 2.622.413
Persediaan - bersih 12.127.536 - 12.127.536
Pajak dibayar di muka 5.433.349 - 5.433.349
Uang muka dan biaya dibayar di muka - bagian 12.572.254 - 12.572.254
Jumlah aset lancar 85.572.616 (2.163.032) 83.409.584
ASET TIDAK LANCAR
Investasi jangka panjang 2.762.383 - 2.762.383
Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya 3.581.516 - 3.581.516
Uang muka investasi 3.592.272 - 3.592.272
Uang muka dan biaya dibayar di muka 171.613 - 171.613
Uang muka jangka panjang 831.285 - 831.285
Piutang lain-lain - jangka panjang 480.727 - 480.727
Taksiran tagihan pengembalian pajak 8.185.914 - 8.185.914
Properti investasi 31.661.781 2.163.032 33.824.813
Aset tetap - bersih 23.259.023 - 23.259.023
Biaya pengupasan tanah yang ditangguhkan 2.391.214 - 2.391.214
Aset eksplorasi dan evaluasi 2.904.216 - 2.904.216
Aset pajak tangguhan - bersih 1.058.618 - 1.058.618
Properti tambang - bersih 12.418.842 - 12.418.842
Goodwill 1.153.571 - 1.153.571
Aset keuangan tidak lancar lainnya 9.561 - 9.561
Aset tidak lancar lainnya 1.671.406 - 1.671.406
Jumlah aset tidak lancar 96.133.942 2.163.032 98.296.974
JUMLAH ASET 181.706.558 - 181.706.558
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 32
Page 43
(Lanjutan…… Tabel 8)
31 Desember 2025
Dalam USD
Audit Penyesuaian Proforma
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha - pihak ketiga 6.195.016 - 6.195.016
Utang lain-lain - pihak ketiga 5.910.725 - 5.910.725
Utang pajak 1.154.742 - 1.154.742
Beban akrual 3.681.825 - 3.681.825
Liabilitas imbalan kerja 72.211 - 72.211
Bagian lancar atas liabilitas jangka panjang:
Utang bank 283.041 - 283.041
Liabilitas sewa 546.052 - 546.052
Utang jaminan jangka pendek 6.466 - 6.466
Liabilitas kontrak 711.608 - 711.608
Bagian lancar atas komitmen pemasokan jangka 453.529 - 453.529
Jumlah liabilitas jangka pendek 19.015.215 - 19.015.215
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas kontrak 802.492 - 802.492
Liabilitas imbalan kerja 2.026.403 - 2.026.403
Uang jaminan 360.943 - 360.943
Liabilitas pajak tangguhan - bersih 407.852 - 407.852
Komitmen pemasokan jangka panjang dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun 4.081.766 - 4.081.766
Provisi untuk pengelolaan dan reklamasi 1.453.100 - 1.453.100
Liabilitas jangka panjang:
Utang bank 1.981.289 - 1.981.289
Liabilitas sewa 423.600 - 423.600
Jumlah liabilitas jangka panjang 11.537.445 - 11.537.445
JUMLAH LIABILITAS 30.552.660 - 30.552.660
EKUITAS
Modal saham 24.039.183 - 24.039.183
Tambahan modal disetor 625.460 - 625.460
Saham treasuri (3.453.397) - (3.453.397)
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan (52.024.287) - (52.024.287)
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya 901.434 - 901.434
Belum ditentukan penggunaannya 180.406.039 - 180.406.039
Sub Jumlah 150.494.432 - 150.494.432
Kepentingan non-pengendali 659.466 - 659.466
JUMLAH EKUITAS 151.153.898 - 151.153.898
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 181.706.558 - 181.706.558
Sebagaimana diperlihatkan pada tabel di atas, terdapat perubahan pada posisi
keuangan, yaitu:
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 33
Page 44
❖ Setelah Penambahan KBLI, maka kas dan setara kas Perseroan mengalami
penurunan sebesar USD 2.163.032 yang digunakan untuk proses sertifikasi tanah
dari status girik menjadi Hak Guna Bangunan (HGB).
❖ Setelah Penambahan KBLI, maka properti investasi Perseroan mengalami
peningkatan sebesar USD 2.163.032 atas kapitalisasi biaya sertifikasi ke aset
properti investasi berupa tanah.
7.2. Proyeksi Keuangan Dengan dan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi laporan keuangan telah dipersiapkan oleh manajemen Perseroan dengan
asumsi-asumsi yang menurut Penilai cukup wajar sebagai berikut:
Tabel 9 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Dengan Penambahan KBLI
PROYEKSI DENGAN
USD
2026 2027 2028 2029 2030
SALES
Coal 174.956.258 203.824.041 237.455.007 276.635.084 322.279.872
Power Plan Energy 2.501.453 2.764.105 3.054.336 3.375.041 3.729.421
Mining Services 164.550 181.828 200.920 222.016 245.328
Rental - warehouse equipment 274.231 305.455 305.455 305.455 305.455
TOTAL SALES 177.896.492 207.075.428 241.015.718 280.537.596 326.560.076
COST OF GOOD SOLD
Mining Cost 84.129.220 98.010.542 114.182.281 133.022.357 154.971.046
Fuel 18.388.650 21.422.777 24.957.536 29.075.529 33.872.991
Depreciation & Amortization 2.281.694 2.281.694 2.281.694 2.281.694 2.281.694
Rental 1.807.900 2.104.575 2.450.031 2.852.298 3.320.731
Repair and Maintenance 1.686.928 1.963.752 2.286.092 2.661.442 3.098.530
Land Compensation 8.419.605 9.808.840 11.427.299 13.312.803 15.509.416
Salaries and Allowance 4.705.944 5.478.187 6.377.404 7.424.501 8.643.826
Community Development 279.923 326.110 379.918 442.605 515.634
Amortisation Of Mine Property 237.725 276.950 322.647 375.883 437.904
Others 2.192.418 2.552.193 2.971.123 3.458.947 4.027.009
Total Production Cost 124.130.007 144.225.619 167.636.024 194.908.061 226.678.783
Royalty - Coal 23.822.609 27.753.339 32.332.640 37.667.525 43.882.667
Beginning Inventory - Coal 10.144.312 10.144.312 10.144.312 10.144.312 10.144.312
Ending Inventory - Coal (10.144.312) (10.144.312) (10.144.312) (10.144.312) (10.144.312)
Beginning Inventory - HPL 2.205.056 2.205.056 2.205.056 2.205.056 2.205.056
Ending Inventory - HPL (2.205.056) (2.205.056) (2.205.056) (2.205.056) (2.205.056)
TOTAL COST OF GOOD SOLD 147.952.616 171.978.958 199.968.664 232.575.586 270.561.450
GROSS PROFIT 29.943.876 35.096.470 41.047.053 47.962.010 55.998.626
Selling Expenses 8.879.997 10.345.196 12.052.154 14.040.759 16.357.485
General and Admin Expenses 13.138.429 13.645.549 14.176.025 14.730.985 15.311.612
OPERATING PROFIT (LOSS) 7.925.449 11.105.724 14.818.875 19.190.266 24.329.529
OTHERS (EXPENSES) INCOME
Finance Income 891.379 909.207 927.391 945.939 964.857
Finance Expense (144.994) (147.894) (150.852) (153.869) (156.946)
Income Commitment Fee 453.529 453.529 453.529 453.529 453.529
UnRealized Forex Gain/(Loss) (1.000.000) (1.000.000) (1.000.000) (1.000.000) (1.000.000)
Income from PSM & TBP 308.802 327.331 346.970 367.789 389.856
Impairment of assets - - - - -
Others 194.170 198.054 202.015 206.055 210.176
TOTAL OTHERS (EXPENSES) INCOME 702.887 740.226 779.053 819.442 861.472
NET PROFIT (LOSS) BEFORE TAX 8.628.336 11.845.950 15.597.928 20.009.708 25.191.001
Corporate Income Tax (1.898.234) (2.606.109) (3.431.544) (4.402.136) (5.542.020)
NET PROFIT AFTER TAX 6.730.102 9.239.841 12.166.384 15.607.572 19.648.981
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 34
Page 45
Tabel 10 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Dengan Penambahan KBLI
PROYEKSI DENGAN
USD
2026 2027 2028 2029 2030
ASSET
Current assets
Cash and Cash Equivalents 42.999.077 47.789.190 58.207.869 71.339.428 88.539.225
Trade Receivables
Related parties 58.286 58.286 58.286 58.286 58.286
Third parties 12.433.558 14.473.898 16.849.718 19.616.250 22.837.823
Other Receivables
Related parties 179 179 179 179 179
Third parties 2.660.176 2.698.482 2.737.340 2.776.758 2.816.743
Inventories 12.349.368 12.349.368 12.349.368 12.349.368 12.349.368
Prepaid Taxes 5.542.016 5.652.856 5.765.913 5.881.232 5.998.856
Advance and Prepaid Expense 13.452.312 14.393.974 15.401.552 16.479.660 17.633.237
Total Current assets 89.494.972 97.416.233 111.370.226 128.501.161 150.233.718
Non-current assets
Investment in Shares 2.762.383 2.762.383 2.762.383 2.762.383 2.762.383
Restricted time deposits (non-current) 3.653.146 3.726.209 3.800.733 3.876.748 3.954.283
Advance for Investments 3.664.117 3.737.400 3.812.148 3.888.391 3.966.159
Advances and Prepaid Expense (Long-term) 175.045 178.546 182.117 185.759 189.475
Long-term advances - Mining 847.911 864.869 882.166 899.810 917.806
Other Receivables long term 490.342 500.148 510.151 520.354 530.761
Estimated claims for tax refund 8.349.632 8.516.625 8.686.957 8.860.697 9.037.911
Investment properties 33.833.007 33.841.201 33.849.396 33.857.590 33.865.784
Property, plant and equipment - net 23.724.203 24.198.688 24.682.661 25.176.315 25.679.841
Exploration and evaluation assets 2.962.300 3.021.546 3.081.977 3.143.617 3.206.489
Deferred tax assets - net 1.079.790 1.101.386 1.123.414 1.145.882 1.168.800
Mine properties - net 12.667.219 12.920.563 13.178.974 13.442.554 13.711.405
Deferred stripping cost 2.439.038 2.487.819 2.537.575 2.588.327 2.640.093
Goodwill 1.153.571 1.153.571 1.153.571 1.153.571 1.153.571
Other non - current financial assets 9.752 9.947 10.146 10.349 10.556
Other non - current assets 1.704.834 1.738.931 1.773.709 1.809.184 1.845.367
Non-current assets 99.516.292 100.759.833 102.028.081 103.321.530 104.640.684
TOTAL ASSET 189.011.264 198.176.067 213.398.307 231.822.691 254.874.402
LIABILITIES
Current liabilities
Trade payables
Third parties 7.447.800 8.653.537 10.058.161 11.694.484 13.600.727
Other payables
Third parties 5.995.839 6.082.180 6.169.763 6.258.607 6.348.731
Taxes Payables 1.837.903 1.799.887 3.364.344 4.334.936 5.474.820
Accrued expenses 3.734.843 3.788.625 3.843.181 3.898.523 3.954.662
Employee benefits liabilities (current) 73.655 75.128 76.631 78.164 79.727
Current maturities of long-term liabilities:
Long-term bank loans (current) 283.041 283.041 283.041 283.041 283.041
Long-term lease liabilities (current) 423.600 - - - -
Security deposits (current) 6.466 6.466 6.466 6.466 6.466
Contract Liabilities (current) 802.492 - - - -
Supply commitments (current) 453.529 453.529 453.529 453.529 453.529
Total Current liabilities 21.059.170 21.142.393 24.255.117 27.007.749 30.201.703
Non-current liabilities
Employee benefits liabilities (non-current) 2.431.684 2.918.020 3.501.624 4.201.949 5.042.339
Security deposits (Reclamation) 368.162 375.525 383.036 390.696 398.510
Deferred Tax Liabilities 416.009 424.329 432.816 441.472 450.302
Long-term supply commitments (non-current) 3.628.237 3.174.708 2.721.179 2.267.650 1.814.121
Provision for environmental and reclamation cost 1.525.755 1.602.043 1.682.145 1.766.252 1.854.565
Long-term debts net of current maturities:
Long-term bank loans 1.698.248 1.415.207 1.132.166 849.125 566.084
Total Non-current liabilities 10.068.095 9.909.832 9.852.966 9.917.145 10.125.921
Total Liabilities 31.127.264 31.052.225 34.108.082 36.924.894 40.327.624
Equity
Stockholders' Equity
Capital stock 24.039.183 24.039.183 24.039.183 24.039.183 24.039.183
Other Equity Component 625.460 625.460 625.460 625.460 625.460
Treasury Shares (3.453.397) (3.453.397) (3.453.397) (3.453.397) (3.453.397)
Difference in Foreign Currency (52.024.287) (52.024.287) (52.024.287) (52.024.287) (52.024.287)
Retained earnings:
Appropriated 901.434 901.434 901.434 901.434 901.434
Unappropriated 187.136.141 196.375.982 208.542.366 224.149.938 243.798.919
Non-controlling interest 659.466 659.466 659.466 659.466 659.466
Total Equity 157.884.000 167.123.841 179.290.225 194.897.797 214.546.778
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY 189.011.264 198.176.067 213.398.307 231.822.691 254.874.402
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 35
Page 46
Tabel 11 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Dengan Penambahan KBLI
PROYEKSI DENGAN
USD
2026 2027 2028 2029 2030
Cash flows from operating activities
Cash received from customers 175.161.807 204.232.596 238.639.897 277.771.064 323.338.502
Cash payments to:
Suppliers (115.295.364) (135.160.586) (155.865.676) (182.447.842) (212.554.869)
Directors and employees (11.210.388) (12.247.105) (13.411.862) (14.723.186) (16.202.442)
Other operating expenses (40.450.374) (46.843.608) (54.138.633) (62.620.047) (72.482.281)
Cash provided by (used in) operating activities 8.205.681 9.981.298 15.223.727 17.979.989 22.098.909
Receipt of interest income 891.379 909.207 927.391 945.939 964.857
Payments of income tax (3.499.847) (1.898.234) (2.606.109) (3.431.544) (4.402.136)
Proceeds from tax refunds 3.324.855 1.803.322 2.475.804 3.259.967 4.182.029
Net cash provided by operating activities 8.922.068 10.795.593 16.020.812 18.754.350 22.843.659
Cash flows from investing activities
Acquisition of property, plant and equipment (3.743.163) (3.752.467) (3.761.957) (3.771.636) (3.781.509)
Acquisition of investment properties (8.194) (8.194) (8.194) (8.194) (8.194)
Payment of Advance for investments (71.845) (73.282) (74.748) (76.243) (77.768)
Receipt (Placement) of Restricted time deposits (71.630) (73.063) (74.524) (76.015) (77.535)
Additions to Exploration and evaluation assets (58.084) (59.246) (60.431) (61.640) (62.872)
Decrease (Increase) in Other Receivables (9.615) (9.807) (10.003) (10.203) (10.407)
Increase in Mine properties (248.377) (253.344) (258.411) (263.579) (268.851)
Addition of deferred stripping cost (47.824) (48.781) (49.756) (50.752) (51.767)
Decrease (Increase) in Long-term Advances (3.432) (3.501) (3.571) (3.642) (3.715)
Decrease (Increase) in Project Advances (16.626) (16.958) (17.297) (17.643) (17.996)
Net cash used in investing activities (4.278.791) (4.298.644) (4.318.893) (4.339.547) (4.360.615)
Cash flows from financing activities
Payment of Lease liabilities (546.052) (423.600) - - -
Payment of Bank loans (283.041) (283.041) (283.041) (283.041) (283.041)
Net cash used in financing activities (829.093) (706.641) (283.041) (283.041) (283.041)
Net increase/(decrease) in 3.814.183 5.790.308 11.418.878 14.131.762 18.200.004
Net effect of changes in exchange rates on (1.000.191) (1.000.195) (1.000.199) (1.000.203) (1.000.207)
Cash and cash equivalents, beginning 40.185.085 42.999.077 47.789.190 58.207.869 71.339.428
Cash and cash equivalents, ending 42.999.077 47.789.190 58.207.869 71.339.428 88.539.225
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 36
Page 47
Tabel 12 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Tanpa Penambahan KBLI
PROYEKSI TANPA
USD
2026 2027 2028 2029 2030
SALES
Coal 174.956.258 203.824.041 237.455.007 276.635.084 322.279.872
Power Plan Energy 2.501.453 2.764.105 3.054.336 3.375.041 3.729.421
Mining Services 164.550 181.828 200.920 222.016 245.328
Rental - warehouse equipment - - - - -
TOTAL SALES 177.622.261 206.769.974 240.710.263 280.232.141 326.254.621
COST OF GOOD SOLD
Mining Cost 84.129.220 98.010.542 114.182.281 133.022.357 154.971.046
Fuel 18.388.650 21.422.777 24.957.536 29.075.529 33.872.991
Depreciation & Amortization 2.281.694 2.281.694 2.281.694 2.281.694 2.281.694
Rental 1.807.900 2.104.575 2.450.031 2.852.298 3.320.731
Repair and Maintenance 1.686.928 1.963.752 2.286.092 2.661.442 3.098.530
Land Compensation 8.419.605 9.808.840 11.427.299 13.312.803 15.509.416
Salaries and Allowance 4.705.944 5.478.187 6.377.404 7.424.501 8.643.826
Community Development 279.923 326.110 379.918 442.605 515.634
Amortisation Of Mine Property 237.725 276.950 322.647 375.883 437.904
Others 2.192.418 2.552.193 2.971.123 3.458.947 4.027.009
Total Production Cost 124.130.007 144.225.619 167.636.024 194.908.061 226.678.783
Royalty - Coal 23.822.609 27.753.339 32.332.640 37.667.525 43.882.667
Beginning Inventory - Coal 10.144.312 10.144.312 10.144.312 10.144.312 10.144.312
Ending Inventory - Coal (10.144.312) (10.144.312) (10.144.312) (10.144.312) (10.144.312)
Beginning Inventory - HPL 2.205.056 2.205.056 2.205.056 2.205.056 2.205.056
Ending Inventory - HPL (2.205.056) (2.205.056) (2.205.056) (2.205.056) (2.205.056)
TOTAL COST OF GOOD SOLD 147.952.616 171.978.958 199.968.664 232.575.586 270.561.450
GROSS PROFIT 29.669.645 34.791.015 40.741.599 47.656.555 55.693.171
Selling Expenses 8.879.997 10.345.196 12.052.154 14.040.759 16.357.485
General and Admin Expenses 13.138.429 13.645.549 14.176.025 14.730.985 15.311.612
OPERATING PROFIT (LOSS) 7.651.219 10.800.270 14.513.420 18.884.811 24.024.074
OTHERS (EXPENSES) INCOME
Finance Income 891.379 909.207 927.391 945.939 964.857
Finance Expense (144.994) (147.894) (150.852) (153.869) (156.946)
Income Commitment Fee 453.529 453.529 453.529 453.529 453.529
UnRealized Forex Gain/(Loss) (1.000.000) (1.000.000) (1.000.000) (1.000.000) (1.000.000)
Income from PSM & TBP 308.802 327.331 346.970 367.789 389.856
Impairment of assets - (3.359.192) - - -
Others 194.170 198.054 202.015 206.055 210.176
TOTAL OTHERS (EXPENSES) INCOME 702.887 (2.618.966) 779.053 819.442 861.472
NET PROFIT (LOSS) BEFORE TAX 8.354.105 8.181.304 15.292.473 19.704.253 24.885.547
Corporate Income Tax (1.837.903) (1.799.887) (3.364.344) (4.334.936) (5.474.820)
NET PROFIT AFTER TAX 6.516.202 6.381.417 11.928.129 15.369.318 19.410.726
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 37
Page 48
Tabel 13 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Penambahan KBLI
PROYEKSI TANPA
USD
2026 2027 2028 2029 2030
ASSET
Current assets
Cash and Cash Equivalents 44.948.209 50.255.478 60.444.097 73.345.596 90.315.332
Trade Receivables
Related parties 58.286 58.286 58.286 58.286 58.286
Third parties 12.433.558 14.473.898 16.849.718 19.616.250 22.837.823
Other Receivables
Related parties 179 179 179 179 179
Third parties 2.660.176 2.698.482 2.737.340 2.776.758 2.816.743
Inventories 12.349.368 12.349.368 12.349.368 12.349.368 12.349.368
Prepaid Taxes 5.542.016 5.652.856 5.765.913 5.881.232 5.998.856
Advance and Prepaid Expense 13.452.312 14.393.974 15.401.552 16.479.660 17.633.237
Total Current assets 91.444.104 99.882.521 113.606.454 130.507.329 152.009.825
Non-current assets
Investment in Shares 2.762.383 2.762.383 2.762.383 2.762.383 2.762.383
Restricted time deposits (non-current) 3.653.146 3.726.209 3.800.733 3.876.748 3.954.283
Advance for Investments 3.664.117 3.737.400 3.812.148 3.888.391 3.966.159
Advances and Prepaid Expense (Long-term) 175.045 178.546 182.117 185.759 189.475
Long-term advances - Mining 847.911 864.869 882.166 899.810 917.806
Other Receivables long term 490.342 500.148 510.151 520.354 530.761
Estimated claims for tax refund 8.349.632 8.516.625 8.686.957 8.860.697 9.037.911
Investment properties 31.669.975 28.302.589 28.302.589 28.302.589 28.302.589
Property, plant and equipment - net 23.724.203 24.198.688 24.682.661 25.176.315 25.679.841
Exploration and evaluation assets 2.962.300 3.021.546 3.081.977 3.143.617 3.206.489
Deferred tax assets - net 1.079.790 1.101.386 1.123.414 1.145.882 1.168.800
Mine properties - net 12.667.219 12.920.563 13.178.974 13.442.554 13.711.405
Deferred stripping cost 2.439.038 2.487.819 2.537.575 2.588.327 2.640.093
Goodwill 1.153.571 1.153.571 1.153.571 1.153.571 1.153.571
Other non - current financial assets 9.752 9.947 10.146 10.349 10.556
Other non - current assets 1.704.834 1.738.931 1.773.709 1.809.184 1.845.367
Non-current assets 97.353.260 95.221.221 96.481.274 97.766.529 99.077.489
TOTAL ASSET 188.797.364 195.103.742 210.087.728 228.273.858 251.087.314
LIABILITIES
Current liabilities
Trade payables
Third parties 7.447.800 8.653.537 10.058.161 11.694.484 13.600.727
Other payables
Third parties 5.995.839 6.082.180 6.169.763 6.258.607 6.348.731
Taxes Payables 1.837.903 1.799.887 3.364.344 4.334.936 5.474.820
Accrued expenses 3.734.843 3.788.625 3.843.181 3.898.523 3.954.662
Employee benefits liabilities (current) 73.655 75.128 76.631 78.164 79.727
Current maturities of long-term liabilities:
Long-term bank loans (current) 283.041 283.041 283.041 283.041 283.041
Long-term lease liabilities (current) 423.600 - - - -
Security deposits (current) 6.466 6.466 6.466 6.466 6.466
Contract Liabilities (current) 802.492 - - - -
Supply commitments (current) 453.529 453.529 453.529 453.529 453.529
Total Current liabilities 21.059.170 21.142.393 24.255.117 27.007.749 30.201.703
Non-current liabilities
Employee benefits liabilities (non-current) 2.431.684 2.918.020 3.501.624 4.201.949 5.042.339
Security deposits (Reclamation) 368.162 375.525 383.036 390.696 398.510
Deferred Tax Liabilities 416.009 424.329 432.816 441.472 450.302
Long-term supply commitments (non-current) 3.628.237 3.174.708 2.721.179 2.267.650 1.814.121
Provision for environmental and reclamation cost 1.525.755 1.602.043 1.682.145 1.766.252 1.854.565
Long-term debts net of current maturities:
Long-term bank loans 1.698.248 1.415.207 1.132.166 849.125 566.084
Total Non-current liabilities 10.068.095 9.909.832 9.852.966 9.917.145 10.125.921
Total Liabilities 31.127.264 31.052.225 34.108.082 36.924.894 40.327.624
Equity
Stockholders' Equity
Capital stock 24.039.183 24.039.183 24.039.183 24.039.183 24.039.183
Other Equity Component 625.460 625.460 625.460 625.460 625.460
Treasury Shares (3.453.397) (3.453.397) (3.453.397) (3.453.397) (3.453.397)
Difference in Foreign Currency (52.024.287) (52.024.287) (52.024.287) (52.024.287) (52.024.287)
Retained earnings:
Appropriated 901.434 901.434 901.434 901.434 901.434
Unappropriated 186.922.241 193.303.658 205.231.787 220.601.105 240.011.831
Non-controlling interest 659.466 659.466 659.466 659.466 659.466
Total Equity 157.670.100 164.051.517 175.979.646 191.348.964 210.759.690
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY 188.797.364 195.103.742 210.087.728 228.273.858 251.087.314
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 38
Page 49
Tabel 14 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Tanpa Penambahan KBLI
PROYEKSI BEFORE
USD
2026 2027 2028 2029 2030
Cash flows from operating activities
Cash received from customers 174.887.577 203.927.142 238.334.443 277.465.610 323.033.048
Cash payments to:
Suppliers (115.295.364) (135.160.586) (155.865.676) (182.447.842) (212.554.869)
Directors and employees (11.210.388) (12.247.105) (13.411.862) (14.723.186) (16.202.442)
Other operating expenses (40.390.043) (46.024.014) (54.111.744) (62.556.207) (72.418.441)
Cash provided by (used in) operating activities 7.991.781 10.495.438 14.945.161 17.738.375 21.857.294
Receipt of interest income 891.379 909.207 927.391 945.939 964.857
Payments of income tax (3.499.847) (1.837.903) (1.799.887) (3.364.344) (4.334.936)
Proceeds from tax refunds 3.324.855 1.746.008 1.709.892 3.196.127 4.118.189
Net cash provided by operating activities 8.708.168 11.312.749 15.782.557 18.516.096 22.605.405
Cash flows from investing activities
Acquisition of property, plant and equipment (3.743.163) (3.752.467) (3.761.957) (3.771.636) (3.781.509)
Acquisition of investment properties (8.194) (8.194) - - -
Payment of Advance for investments (71.845) (73.282) (74.748) (76.243) (77.768)
Receipt (Placement) of Restricted time deposits (71.630) (73.063) (74.524) (76.015) (77.535)
Additions to Exploration and evaluation assets (58.084) (59.246) (60.431) (61.640) (62.872)
Decrease (Increase) in Other Receivables (9.615) (9.807) (10.003) (10.203) (10.407)
Increase in Mine properties (248.377) (253.344) (258.411) (263.579) (268.851)
Addition of deferred stripping cost (47.824) (48.781) (49.756) (50.752) (51.767)
Decrease (Increase) in Long-term Advances (3.432) (3.501) (3.571) (3.642) (3.715)
Decrease (Increase) in Project Advances (16.626) (16.958) (17.297) (17.643) (17.996)
Net cash used in investing activities (4.278.791) (4.298.644) (4.310.699) (4.331.353) (4.352.420)
Cash flows from financing activities
Payment of Lease liabilities (546.052) (423.600) - - -
Payment of Bank loans (283.041) (283.041) (283.041) (283.041) (283.041)
Net cash used in financing activities (829.093) (706.641) (283.041) (283.041) (283.041)
Net increase/(decrease) in 3.600.283 6.307.464 11.188.818 13.901.702 17.969.943
Net effect of changes in exchange rates on (1.000.191) (1.000.195) (1.000.199) (1.000.203) (1.000.207)
Cash and cash equivalents, beginning 42.348.117 44.948.209 50.255.478 60.444.097 73.345.596
Cash and cash equivalents, ending 44.948.209 50.255.478 60.444.097 73.345.596 90.315.332
Dari gambaran di atas terlihat bahwa diproyeksikan terdapat beberapa perbedaan
antara Dengan dan Tanpa dilakukannya Penambahan KBLI yaitu sebagai berikut:
Posisi Keuangan:
❖ Dengan adanya penambahan KBLI maka aset properti investasi Perseroan akan lebih
tinggi dibandingkan tanpa penambahan KBLI karena apabila tidak ada penambahan
KBLI maka tanah yang berada di zona pariwisata tidak dapat disertifikasi.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2021 sebagaimana telah
diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2025, tanah yang tidak
diusahakan selama 2 (dua) tahun berturut-turut dapat ditetapkan sebagai tanah
terlantar, yang berpotensi mengakibatkan pencabutan hak atas tanah dan
penguasaan oleh negara. Dengan demikian, tanpa penambahan KBLI, Perseroan
berisiko kehilangan kepemilikan atas lahan tersebut, dimana dalam proyeksi
diasumsikan dapat terjadi pada tahun 2027.
Tabel 15 : Proyeksi Properti Investasi Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI
Dalam USD 2026 2027 2028 2029 2030
Dengan transaksi 33.833.007 33.841.201 33.849.396 33.857.590 33.865.784
Tanpa transaksi 31.669.975 28.302.589 28.302.589 28.302.589 28.302.589
Perbedaan 2.163.032 5.538.612 5.546.807 5.555.001 5.563.195
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 39
Page 50
❖ Dengan adanya penambahan KBLI maka ekuitas Perseroan lebih tinggi dibandingkan
tanpa penambahan KBLI karena adanya asumsi bahwa Perseroan akan mengalami
kehilangan kepemilikan atas tanah, dimana dalam proyeksi diasumsikan dapat
terjadi pada tahun 2027. Selain itu, dengan adanya penambahan KBLI, maka
Perseroan akan mampu melanjutkan kegiatan penyewaan gudang sehingga terdapat
tambahan laba usaha.
Tabel 16 : Proyeksi Ekuitas Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI
Dalam USD 2026 2027 2028 2029 2030
Dengan Transaksi 157.884.000 167.123.841 179.290.225 194.897.797 214.546.778
Tanpa Transaksi 157.670.100 164.051.517 175.979.646 191.348.964 210.759.690
Selisih 213.900 3.072.324 3.310.579 3.548.833 3.787.088
Laba Rugi:
❖ Pendapatan
Dengan adanya penambahan KBLI, maka diproyeksikan bahwa Perseroan akan
mampu melanjutkan kegiatan penyewaan gudang sehingga terdapat tambahan
pendapatan.
Tabel 17 : Proyeksi Pendapatan Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI
Dalam USD 2026 2027 2028 2029 2030
Dengan Transaksi 177.896.492 207.075.428 241.015.718 280.537.596 326.560.076
Tanpa Transaksi 177.622.261 206.769.974 240.710.263 280.232.141 326.254.621
Selisih 274.231 305.455 305.455 305.455 305.455
❖ Laba Usaha
Dengan dilakukannya penambahan KBLI, maka laba usaha juga akan bertambah
dengan adanya pendapatan dari sewa gudang. Selain itu pada tahun 2027, tanpa
dilakukannya penambahan KBLI diasumsikan terdapat kerugian atas impairment
aset property investasi karena Perseroan diasumsikan kehilangan kepemilikan atas
tanah.
Tabel 18 : Proyeksi Beban Usaha Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI
Dalam USD 2026 2027 2028 2029 2030
Dengan Transaksi 6.730.102 9.239.841 12.166.384 15.607.572 19.648.981
Tanpa Transaksi 6.516.202 6.381.417 11.928.129 15.369.318 19.410.726
Selisih 213.900 2.858.424 238.255 238.255 238.255
7.3. Dampak Keuangan
Dengan adanya penambahan kegiatan usaha, maka dampak terhadap keuangan
Perseroan ke depannya adalah:
❖ Properti investasi Perseroan akan lebih tinggi karena mampu mengamankan
kepemilikan atas tanah sebesar USD 5.522.224 yang terdiri dari nilai buku tanah
girik sebesar USD 3.359.192 dan biaya sertifikasi yang dikapitalisasi ke dalamnya
sebesar USD 2.163.032.
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 40
Page 51
❖ Laba usaha Perseroan akan meningkat karena mampu melanjutkan kegiatan usaha
penyewaan gudang sehingga menambah pendapatan Perseroan sebesar
USD.274.231 pada tahun 2026 dan sebesar USD 305.455 pada tahun 2027-2030.
7.4. Manfaat
Perubahan Kegiatan Usaha Perseroan ini akan memberikan manfaat kepada Perseroan
maupun Pemegang Saham Perseroan, antara lain:
❖ Dengan Perubahan Kegiatan Usaha Perseroan laba bersih Perseroan diproyeksikan
bertambah sebesar USD 213.900 pada tahun 2026, USD 2.858.424 pada tahun
2027, dan sebesar USD 238.255 pada tahun 2028-2030.
❖ Dengan Perubahan Kegiatan Usaha Perseroan ekuitas Perseroan untuk tahun 2026-
2030 diproyeksikan bertambah sebesar USD 213.900 hingga USD 3.787.088
dibandingkan Tanpa Penambahan KBLI.
7.5. Kesimpulan
Pendekatan yang digunakan dalam menganalisa kelayakan Penambahan Kegiatan
Usaha Perseroan adalah dengan melakukan analisis atas kelayakan pasar, kelayakan
teknis, kelayakan pola bisnis, kelayakan model manajemen dan kelayakan keuangan.
Dari kajian kelayakan pasar, dengan adanya penambahan KBLI, maka tidak ada
perubahan pangsa pasar, potensi pasar dan potensi nilai pasar Perseroan, karena tidak
menimbulkan perubahan atas kegiatan operasional Perseroan ke depannya. Rencana
penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas kegiatan penyewaan gudang
yang telah berjalan dan proses sertifikasi tanah.
Dari kajian kelayakan teknis, menunjukan bahwa secara legalitas, dengan adanya
penambahan KBLI, maka ke depannya, perijinan Perseroan terkait klasifikasi KBLI yang
dimiliki menjadi sesuai dengan kegiatan usahanya yang telah berjalan selama ini. Selain
itu, dengan penambahan KBLI, maka Perseroan akan mampu melanjutkan proses
sertifikasi atas tanah yang berada dalam zona pariwisata.
Dari kajian kelayakan pola bisnis, menunjukan bahwa dengan adanya penambahan
usaha, maka pola bisnis Perseroan tidak mengalami perubahan, karena tidak
menimbulkan perubahan atas kegiatan operasional Perseroan ke depannya. Rencana
penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas kegiatan penyewaan gudang
yang telah berjalan dan proses sertifikasi tanah.
Dari kajian kelayakan model manajemen, menunjukan bahwa dengan adanya
penambahan usaha, maka model manajemen Perseroan tidak mengalami perubahan,
karena tidak menimbulkan perubahan atas kegiatan operasional Perseroan ke
depannya. Rencana penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas kegiatan
penyewaan gudang yang telah berjalan dan proses sertifikasi tanah.
Pada kajian kelayakan keuangan, penambahan KBLI Perseroan dinilai Layak karena
memberikan manfaat secara kuantitatif yaitu peningkatan perolehan laba bersih
sebesar USD 213.900 pada tahun 2026, USD 2.858.424 pada tahun 2027, dan sebesar
USD 238.255 pada tahun 2028-2030 dibandingkan Tanpa Penambahan KBLI.
Berdasarkan hal-hal sebagaimana diungkapkan di atas maka kami berpendapat bahwa
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Resource Alam Indonesia Tbk dimaksud
adalah “LAYAK”.
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 41
Names mentioned 71 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
ALAM INDONESIA TBK
p.1
unresolved
org
KJPP Felix Sutandar & Rekan
p.4
unresolved
person
Felix Sutandar, MSc
· Pemimpin Rekan
p.4 ×2
unresolved
—
Kualifikasi
p.10
unresolved
—
Ijin Penilai
p.10
unresolved
—
STTD
p.10
unresolved
—
MAPPI
p.10 ×3
unresolved
person
Natalia Goysal
p.10
unresolved
—
RMK
p.10 ×2
unresolved
—
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026
p.10 ×2
unresolved
org
KJPP Felix Sutandar dan Rekan
p.11
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja
p.13 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Johan Malonda Mustika & Rekan
p.14 ×3
unresolved
org
PT Kurnia Kapuas Utama Glue Industries
p.16
unresolved
org
Kurnia Kapuas Utama Tbk
p.16 ×4
unresolved
person
Didi Sudjadi
p.16
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.16
unresolved
person
Elisabeth Veronika Ely
p.16
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.16
unresolved
person
Rini Yulianti
p.16
unresolved
org
Collier Private Limited
p.17
unresolved
org
PT Sejahtera Jaya Cita
p.17
unresolved
org
Bos Ltd
p.17
unresolved
org
PT Catering Aeroprima Service
p.17
unresolved
org
PT Citra Dana Asia
p.17
unresolved
org
PT Dana Usaha Makmur. Ref.
p.17
unresolved
org
PT Prakarsa Tani Sejati
p.18
unresolved
org
PT Multimatics Indonesia
p.18
unresolved
org
PT Bias Petrasia Persada. Wonchil Yu
p.18
unresolved
org
PT. BGE
p.18 ×2
unresolved
org
PT. EMI
p.18
unresolved
org
PT Kurnia Kapuas Utama Industri Perekatan
p.18
unresolved
org
PT Insani Baraperkasa
p.18 ×3
unresolved
org
Sandisk Corporation
p.19
unresolved
org
KPMG
p.19
unresolved
org
PT Swabumi Sinbama
p.19
unresolved
org
PT Minvest Jasatama Teknik
p.19
unresolved
org
PT Arutmin Indonesia
p.19
unresolved
org
PT Thiess Contractors Indonesia
p.19 ×3
unresolved
org
PT Arutmin Indonesia Satui
p.19
unresolved
org
Setiabudi Internasional Tbk
p.19
unresolved
org
Bank Indonesia
p.27 ×14
unresolved
org
Bank Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia
p.28
unresolved
org
Bank Indonesia Nilai Tukar Rupiah Nilai
p.28
unresolved
org
Bank Indonesia Inflasi Inflasi
p.29
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
2676 ms
12 Sep 2026 22:25
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}