Skip to content
Back to announcement

20260508_KKGI_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_32079286_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review KKGI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 51

Page 1
                   LAPORAN
00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026
          STUDI KELAYAKAN

             RENCANA
    PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
  PT RESOURCE ALAM INDONESIA TBK




                         Oleh


   KJPP Felix Sutandar dan Rekan
        Certi fied Business and Assets Appraiser
Page 2
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                  Jakarta, 24 April 2026

Kepada Yth,
Direksi
PT RESOURCE ALAM INDONESIA TBK
Gedung Treasury Lantai 38
Jl. Jenderal Sudirman Kav 51-52
Jakarta Selatan


Perihal: Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha


Dengan Hormat,

Menunjuk Surat Kesepakatan Penugasan No. 0286/FSR/Spn/FS/3003/2026 tanggal 30
Maret 2026 yang telah disetujui pada tanggal 1 April 2026 oleh Manajemen PT Resource
Alam Indonesia Tbk (“RAIN” atau disebut juga “Perseroan”), perihal penyusunan Studi
Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Resource Alam Indonesia Tbk,
maka bersama ini kami sampaikan laporan mengenai hal tersebut.


Latar Belakang

Perseroan merupakan perusahaan dengan bidang usaha terutama bergerak di bidang
pertambangan batubara yang berlokasi di wilayah Samarinda dan sekitarnya. Saat ini
Perseroan berencana untuk melengkapi KBLI yang dimilikinya dengan menambah
beberapa KBLI yaitu:

❖ KBLI 52101 – Pergudangan Dan Penyimpanan
❖ KBLI 55900 - Penyediaan Akomodasi Lainnya
❖ KBLI 68120 - Kawasan Pariwisata
❖ KBLI 79911 - Jasa Informasi Pariwisata
• KBLI 79912 - Jasa Informasi Daya Tarik Wisata

Penambahan KBLI 52101 dilakukan sehubungan dengan kepemilikan bangunan gudang
oleh Perseroan yang berlokasi di Jalan Ampera Kelurahan Handil Bakti Kecamatan
Palaran Samarinda yang dalam beberapa tahun terakhir tidak lagi digunakan untuk
kegiatan operasional Perseroan dan saat ini disewakan kepada PT Unilever Indonesia
Tbk. Oleh karena itu, Perseroan bermaksud menambahkan KBLI 52101 guna
menyesuaikan kegiatan usahanya dengan aktivitas penyewaan gudang tersebut.

Selain itu, Perseroan memiliki lahan kosong yang belum bersertifikat (tanah girik) yang
berlokasi di wilayah Samarinda dan Kutai Kartanegara. Lahan tersebut sebelumnya
merupakan area tambang batubara yang telah selesai ditambang dan reklamasi,
sehingga saat ini tidak dimanfaatkan dan berada dalam kondisi kosong.

Perseroan berencana untuk melakukan sertifikasi atas lahan tersebut. Namun, proses
sertifikasi menghadapi kendala terkait dengan penetapan zonasi wilayah, di mana lahan
dimaksud berada dalam zona pariwisata. Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan
disyaratkan untuk memiliki KBLI yang terkait dengan kegiatan pariwisata sebagai salah
satu persyaratan dalam proses sertifikasi.

Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                        i
Page 3
Selain untuk memenuhi persyaratan zonasi, sertifikasi lahan juga perlu dilakukan oleh
Perseroan guna menghindari risiko penetapan sebagai tanah terlantar. Berdasarkan
Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2021 sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2025, tanah yang tidak diusahakan selama 2
(dua) tahun berturut-turut dapat ditetapkan sebagai tanah terlantar, yang berpotensi
mengakibatkan pencabutan hak atas tanah dan penguasaan oleh negara.


Obyek Studi Kelayakan

Obyek Studi Kelayakan adalah kelayakan atas rencana Penambahan Bidang Kegiatan
Usaha terkait dengan:

❖ KBLI 52101 – Pergudangan Dan Penyimpanan
❖ KBLI 55900 - Penyediaan Akomodasi Lainnya
❖ KBLI 68120 - Kawasan Pariwisata
❖ KBLI 79911 - Jasa Informasi Pariwisata
❖ KBLI 79912 - Jasa Informasi Daya Tarik Wisata


Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan dari Studi Kelayakan atas rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Perseroan adalah untuk melakukan analisa dan pengkajian mengenai kelayakan
Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan dalam rangka memenuhi Peraturan POJK 17/
POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.


Tanggal Studi Kelayakan

Tanggal (cut-off date) dari laporan Studi Kelayakan ini adalah 31 Desember 2025.
Pemilihan tanggal Studi Kelayakan didasarkan atas tujuan Studi Kelayakan, aturan yang
ada dan ketersediaan data.


Pendekatan dan Metodologi

Pendekatan yang digunakan dalam menganalisa kelayakan Penambahan Kegiatan
Usaha Perseroan adalah dengan melakukan analisis atas kelayakan pasar, kelayakan
teknis, kelayakan pola bisnis, kelayakan model manajemen dan kelayakan keuangan.

Dari kajian kelayakan pasar, dengan adanya penambahan KBLI, maka tidak ada
perubahan pangsa pasar, potensi pasar dan potensi nilai pasar Perseroan, karena tidak
menimbulkan perubahan atas kegiatan operasional Perseroan ke depannya. Rencana
penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas kegiatan penyewaan gudang
yang telah berjalan dan proses sertifikasi tanah.

Dari kajian kelayakan teknis, menunjukan bahwa secara legalitas, dengan adanya
penambahan KBLI, maka ke depannya, perijinan Perseroan terkait klasifikasi KBLI yang
dimiliki menjadi sesuai dengan kegiatan usahanya yang telah berjalan selama ini. Selain
itu, dengan penambahan KBLI, maka Perseroan akan mampu melanjutkan proses
sertifikasi atas tanah yang berada dalam zona pariwisata.

Dari kajian kelayakan pola bisnis, menunjukan bahwa dengan adanya penambahan
usaha, maka pola bisnis Perseroan tidak mengalami perubahan, karena tidak
menimbulkan perubahan atas kegiatan operasional Perseroan ke depannya. Rencana

Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                        ii
Page 4
penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas kegiatan penyewaan gudang
yang telah berjalan dan proses sertifikasi tanah.

Dari kajian kelayakan model manajemen, menunjukan bahwa dengan adanya
penambahan usaha, maka model manajemen Perseroan tidak mengalami perubahan,
karena tidak menimbulkan perubahan atas kegiatan operasional Perseroan ke
depannya. Rencana penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas kegiatan
penyewaan gudang yang telah berjalan dan proses sertifikasi tanah.

Pada kajian kelayakan keuangan, penambahan KBLI Perseroan dinilai Layak karena
memberikan manfaat secara kuantitatif yaitu peningkatan perolehan laba bersih
sebesar USD 213.900 pada tahun 2026, USD 2.858.424 pada tahun 2027, dan sebesar
USD 238.255 pada tahun 2028-2030 dibandingkan Tanpa Penambahan KBLI.


Dampak Keuangan

Dengan adanya penambahan kegiatan usaha, maka dampak terhadap keuangan
Perseroan ke depannya adalah:

❖ Properti investasi Perseroan akan lebih tinggi karena mampu mengamankan
  kepemilikan atas tanah sebesar USD 5.522.224 yang terdiri dari nilai buku tanah
  girik sebesar USD 3.359.192 dan biaya sertifikasi yang dikapitalisasi ke dalamnya
  sebesar USD 2.163.032.
❖ Pendapatan Perseroan akan meningkat karena mampu melanjutkan kegiatan usaha
  penyewaan gudang sehingga menambah pendapatan Perseroan sebesar
  USD.274.231 pada tahun 2026 dan sebesar USD 305.455 pada tahun 2027-2030.


Kesimpulan

Berdasarkan hal-hal sebagaimana diungkapkan di atas maka kami berpendapat bahwa
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Resource Alam Indonesia Tbk dimaksud
adalah “LAYAK”.


Hormat kami,
KJPP Felix Sutandar & Rekan




Felix Sutandar, MSc
Pemimpin Rekan

Kualifikasi    : Penilai Properti dan Bisnis
Ijin Penilai   : PB-1.08.00022
STTD           : STTD.PPB-31/PJ-1/PM.02/2023
MAPPI          : 81-S-00017




Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                   iii
Page 5
 DAFTAR ISI


SURAT PENGANTAR ............................................................................................ i
DAFTAR ISI ..................................................................................................... iv
DAFTAR TABEL ................................................................................................. vi
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. vii
PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI ................................................................. viii
1. PENDAHULUAN............................................................................................ 1
   1.1. Identifikasi Status Penilai ....................................................................... 1
   1.2. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ....................................... 1
   1.3. Latar Belakang ..................................................................................... 1
   1.4. Obyek Studi Kelayakan .......................................................................... 2
   1.5. Maksud dan Tujuan ............................................................................... 2
   1.6. Tanggal Studi Kelayakan ........................................................................ 2
   1.7. Ruang Lingkup ...................................................................................... 3
   1.8. Prosedur yang Digunakan ...................................................................... 3
   1.9. Pedoman Studi Kelayakan ...................................................................... 3
   1.10. Sumber Data ....................................................................................... 3
   1.11. Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas .................................................... 4
   1.12. Independensi Penilai ............................................................................ 5
   1.13. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian ............................................. 5
2. KAJIAN INTERNAL PERSEROAN ..................................................................... 6
   2.1. Pendirian Perusahaan ............................................................................ 6
   2.2. Perizinan .............................................................................................. 6
   2.3. Permodalan .......................................................................................... 6
   2.4. Susunan Komisaris dan Direksi ............................................................... 7
   2.5. Kegiatan Usaha ....................................................................................10
   2.6. Produk yang Dihasilkan .........................................................................10
   2.7. Pola Bisnis...........................................................................................10
   2.8. Struktur Organisasi Perseroan ...............................................................10
   2.9. Sumber Daya Manusia ..........................................................................11
   2.10. Aspek Lingkungan ...............................................................................12
   2.11. Kinerja Keuangan ...............................................................................12
   2.12. Persyaratan Modal dan Strategi Finansial ...............................................16
3. KAJIAN KELAYAKAN PASAR ..........................................................................17
   3.1. Tinjauan Ekonomi Dunia .......................................................................17
   3.2. Tinjauan Ekonomi Indonesia ..................................................................17
   3.3. Analisis Industri Batubara .....................................................................20
   3.4. Prospek Usaha .....................................................................................21
   3.5. Kesinambungan dan Potensi Nilai Pasar Produk ........................................21
   3.6. Pesaing Usaha .....................................................................................22
   3.7. Target Pasar ........................................................................................22
   3.8. Strategi Pemasaran ..............................................................................22
4. KAJIAN KELAYAKAN TEKNIS ........................................................................24
   4.1. Kapasitas ............................................................................................24
   4.2. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya, dan Ahli Professional ..................24
   4.3. Proses Produksi ...................................................................................24
5. KAJIAN KELAYAKAN POLA BISNIS .................................................................27
   5.1. Keunggulan Kompetitif..........................................................................27
   5.2. Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk ..............................................27
   5.3. Kemampuan untuk Menciptakan Nilai .....................................................27
6. KAJIAN KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN .......................................................28
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                                                   iv
Page 6
     6.1. Ketersediaan Tenaga Kerja ....................................................................28
     6.2. Manajemen kekayaan Intelektual ...........................................................28
     6.3. Manajemen Risiko ................................................................................28
     6.4. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ..................................................30
     6.5. Struktur Organisasi ..............................................................................30
7.   KAJIAN KELAYAKAN KEUANGAN ...................................................................31
     7.1. Proforma Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Penambahan Kegiatan
          Usaha .................................................................................................31
     7.2. Proyeksi Keuangan Dengan dan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha ..........34
     7.3. Dampak Keuangan ...............................................................................40
     7.4. Manfaat ..............................................................................................41
     7.5. Kesimpulan .........................................................................................41




Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                                                   v
Page 7
 DAFTAR TABEL


Tabel 1 : Daftar Pemegang Saham Perseroan ........................................................ 7
Tabel 2 : Sumber Daya Manusia Perseroan ..........................................................11
Tabel 3 : Laporan Laba-Rugi Perseroan periode 2021 - 2025..................................12
Tabel 4 : Posisi Keuangan Perseroan periode 2021 - 2025 .....................................13
Tabel 5 : Laporan Arus Kas Perseroan periode 2021 – 2025 ...................................14
Tabel 6 : Rasio Keuangan Perseroan periode 2021 - 2025 .....................................15
Tabel 7 : Laporan Laba Rugi Sebelum dan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha ......31
Tabel 8 : Laporan Posisi Keuangan Sebelum dan Setelah Penambahan Kegiatan ......32
Tabel 9 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Dengan Penambahan KBLI .........................34
Tabel 10 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Dengan Penambahan KBLI ..............35
Tabel 11 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Dengan Penambahan KBLI .........................36
Tabel 12 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Tanpa Penambahan KBLI .........................37
Tabel 13 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Penambahan KBLI ................38
Tabel 14 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Tanpa Penambahan KBLI ...........................39
Tabel 15 : Proyeksi Properti Investasi Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI ...........39
Tabel 16 : Proyeksi Ekuitas Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI ..........................40
Tabel 17 : Proyeksi Pendapatan Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI ....................40
Tabel 18 : Proyeksi Beban Usaha Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI ..................40




Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                                    vi
Page 8
 DAFTAR GAMBAR


Gambar 1 : Bagan Struktur Organisasi Perseroan .................................................11
Gambar 2 : Pertumbuhan PDB Dunia ..................................................................17
Gambar 3 : PMI Global ......................................................................................17
Gambar 4 : Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan .....................18
Gambar 5 : Neraca Pembayaran Indonesia ..........................................................18
Gambar 6 : Indeks Rupiah terhadap USD, Negara Maju kecuali AS, dan ..................19
Gambar 7 : Inflasi IHK Provinsi ..........................................................................20
Gambar 8 : Proses Produksi Batubara .................................................................25
Gambar 9 : Proses Produksi Listrik .....................................................................25
Gambar 10 : Proses Bisnis Real Estate ................................................................26




Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                                             vii
Page 9
 PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI


Dalam batas kemampuan kami dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda
tangan dibawah ini menyatakan bahwa:
1. Pernyataan, analisis, opini dan kesimpulan dalam Laporan Studi Kelayakan ini,
   sebatas kemampuan kami adalah benar.
2. Analisis, opini dan kesimpulan yang dinyatakan dalam Laporan ini dibatasi oleh
   asumsi dan syarat-syarat pembatas yang diungkapkan dalam laporan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau dimasa yang akan datang
   terhadap perusahaan yang distudi.
4. Penunjukan terhadap pekerjaan Studi Kelayakan ini tidak berhubungan dengan
   Opini yang diberikan.
5. Penilai telah mengikuti persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan oleh
   Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
6. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan perusahaan
   dan/atau bidang usaha perusahaan yang distudi.
7. Studi Kelayakan ini telah dilaksanakan dengan ruang lingkup sebagai berikut:
   •   Obyek Penilaian yang perlu diidentifikasi dan diinspeksi.
   •   Data yang perlu diteliti.
   •   Analisis data dan informasi yang perlu dilakukan untuk memperoleh opini dan
       hasil penilaian.
8. Tak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan, telah memberikan
   bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan ini.
9. Penilai bertanggungjawab atas hasil Studi kelayakan Usaha.




Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                    viii
Page 10
Pihak-pihak di bawah ini telah bekerja secara profesional untuk membantu pihak yang
menandatangani Laporan ini:



                       Keterangan                         Tanda Tangan

     Penilai Berijin
     Nama           : Felix Sutandar, Msc
     Kualifikasi    : Properti dan Bisnis
     Ijin Penilai   : PB-1.08.00022
     STTD           : STTD.PPB-31/PJ-1/PM.02/2023
     No. MAPPI      : 81-S-00017
     No. Register   : RMK-2017.00022
     Reviewer
     Nama           : Natalia Goysal, SE
     No MAPPI       : 10-S-02509
     No. RMK        : RMK-2017.00307


     Pelaksana Penilai
     Nama           : Symphony Sonata
     No. MAPPI      : 16-T-07047
     No. RMK        : RMK-2019.03050




Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                   ix
Page 11
 1.       PENDAHULUAN


1.1.   Identifikasi Status Penilai

Pendapat Kewajaran ini disusun oleh Tim Penilai Independen dari KJPP Felix Sutandar
dan Rekan. Buku Laporan Studi Kelayakan ini ditandatangani oleh:
❖ Felix Sutandar, MSc (MAPPI No. 81-S-00017; PB-1.08.00022; STTD.PPB-
  31/PM.2/2018; No. RMK-2017-00022) sebagai Penilai Berizin.
❖ Natalia Goysal (MAPPI No. 10-S-02509; No. RMK-2017.00307) sebagai Reviewer.
❖ Symphony Sonata (MAPPI No. 16-T-07047; No. RMK-2019.03050) sebagai
  Pelaksana Penilai.

Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai menjunjung tinggi
integritas, bertindak secara objektif dan tidak memihak serta tidak mempunyai potensi
benturan kepentingan dengan pihak-pihak yang terlibat dengan Rencana Transaksi.
Penilai memiliki kompetensi dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini dan
menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh.


1.2. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam hal ini adalah:

Nama               : PT Resource Alam Indonesia Tbk
Bidang usaha       : Pertambangan dan penggalian
Alamat             : Gedung Treasury Lantai 38, Jl. Jenderal Sudirman kav 51-52,
                     Jakarta Selatan
Website            : www.raintbk.com
Telepon            : 021 – 633 3036


1.3.   Latar Belakang

Perseroan merupakan perusahaan dengan bidang usaha terutama bergerak di bidang
pertambangan batubara yang berlokasi di wilayah Samarinda dan sekitarnya. Saat ini
Perseroan berencana untuk melengkapi KBLI yang dimilikinya dengan menambah
beberapa KBLI yaitu:

❖ KBLI 52101 – Pergudangan Dan Penyimpanan
❖ KBLI 55900 - Penyediaan Akomodasi Lainnya
❖ KBLI 68120 - Kawasan Pariwisata
❖ KBLI 79911 - Jasa Informasi Pariwisata
❖ KBLI 79912 - Jasa Informasi Daya Tarik Wisata

Penambahan KBLI 52101 dilakukan sehubungan dengan kepemilikan bangunan gudang
oleh Perseroan yang berlokasi di Jalan Ampera Kelurahan Handil Bakti Kecamatan
Palaran Samarinda yang dalam beberapa tahun terakhir tidak lagi digunakan untuk
kegiatan operasional Perseroan dan saat ini disewakan kepada PT Unilever Indonesia
Tbk. Oleh karena itu, Perseroan bermaksud menambahkan KBLI 52101 guna
menyesuaikan kegiatan usahanya dengan aktivitas penyewaan gudang tersebut.


Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                     1
Page 12
Selain itu, Perseroan memiliki lahan kosong yang belum bersertifikat (tanah girik) yang
berlokasi di wilayah Samarinda dan Kutai Kartanegara. Lahan tersebut sebelumnya
merupakan area tambang batubara yang telah selesai ditambang dan reklamasi,
sehingga saat ini tidak dimanfaatkan dan berada dalam kondisi kosong.

Perseroan berencana untuk melakukan sertifikasi atas lahan tersebut. Namun, proses
sertifikasi menghadapi kendala terkait dengan penetapan zonasi wilayah, di mana lahan
dimaksud berada dalam zona pariwisata. Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan
disyaratkan untuk memiliki KBLI yang terkait dengan kegiatan pariwisata sebagai salah
satu persyaratan dalam proses sertifikasi.

Selain untuk memenuhi persyaratan zonasi, sertifikasi lahan juga perlu dilakukan oleh
Perseroan guna menghindari risiko penetapan sebagai tanah terlantar. Berdasarkan
Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2021 sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2025, tanah yang tidak diusahakan selama 2
(dua) tahun berturut-turut dapat ditetapkan sebagai tanah terlantar, yang berpotensi
mengakibatkan pencabutan hak atas tanah dan penguasaan oleh negara.


1.4.     Obyek Studi Kelayakan

Obyek Studi Kelayakan adalah kelayakan atas rencana Penambahan Bidang Kegiatan
Usaha terkait dengan:

❖      KBLI 52101 – Pergudangan Dan Penyimpanan
❖      KBLI 55900 - Penyediaan Akomodasi Lainnya
❖      KBLI 68120 - Kawasan Pariwisata
❖      KBLI 79911 - Jasa Informasi Pariwisata
❖      KBLI 79912 - Jasa Informasi Daya Tarik Wisata


1.5.     Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan dari Studi Kelayakan atas rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Perseroan adalah untuk melakukan analisa dan pengkajian mengenai kelayakan
Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan dalam rangka memenuhi Peraturan POJK 17/
POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.


1.6.     Tanggal Studi Kelayakan

Tanggal (cut-off date) dari laporan Studi Kelayakan ini adalah 31 Desember 2025.
Pemilihan tanggal Studi Kelayakan didasarkan atas tujuan Studi Kelayakan, aturan yang
ada dan ketersediaan data.




Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                       2
Page 13
1.7.     Ruang Lingkup

Ruang lingkup Studi Kelayakan ini meliputi:
1. Obyek Penilaian yang perlu diidentifikasi dan diinspeksi
     Analisa dan pengkajian mengenai alasan dan latar belakang dilakukannya
     Penambahan Kegiatan usaha oleh Perseroan.
2. Data yang perlu diteliti
     Analisa dan pengkajian mengenai kondisi internal Perseroan, meliputi legalitas
     usaha, permodalan, bidang usaha, produk yang dihasilkan, fasilitas produksi, pasar
     dan pemasaran serta perkembangan kinerja keuangan selama lima tahun terakhir.
3. Analisis data dan informasi yang perlu dilakukan untuk memperoleh opini dan hasil
   penilaian
     Analisa dan pengkajian mengenai kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
     Perseroan, dilihat dari aspek-aspek terkait, meliputi legalitas usaha, pasar, teknis,
     pola bisnis, model manajemen dan keuangan baik secara kualitatif dan kuantitatif.


1.8.     Prosedur yang Digunakan

Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, prosedur yang digunakan adalah analisis
mencakup kajian tentang:

1.     Kelayakan Pasar,
2.     Kelayakan Teknis,
3.     Kelayakan Pola Bisnis,
4.     Kelayakan Model Manajemen, dan
5.     Kelayakan Keuangan.


1.9.     Pedoman Studi Kelayakan

Dalam melakukan penyusunan Studi Kelayakan ini kami berpedoman kepada:
1. Standar Penilaian Indonesia yang meliputi Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
   Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi SPI 300, SPI
   310, SPI 320, SPI 330 tahun 2020;
2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 35/POJK.04/2020 Tentang
   Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
3. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang
   Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.


1.10. Sumber Data

Dalam membuat Studi Kelayakan ini kami telah melaksanakan prosedur yang mencakup
pengkategorian, pengkorelasian, pengecekan validitas dan penelaahan data dan
informasi berikut:

1. Laporan Keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31
   Desember 2025 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Doly Fajar Damanik dari
   Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja, Suhartono dalam Laporan Nomor
   00109/3.0357/AU.1/04/1625-2/1/III/2026 tanggal 26 Maret 2026 dengan opini
   wajar tanpa modifikasian.


Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                          3
Page 14
2. Laporan Keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31
   Desember 2024 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Doly Fajar Damanik dari
   Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja, Suhartono dalam Laporan Nomor
   00103/3.0357/AU.1/04/1625-1/1/III/2025 tanggal 19 Maret 2025 dengan opini
   wajar tanpa modifikasian.

3. Laporan Keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31
   Desember 2023 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Putu Astika dari Kantor
   Akuntan Publik Johan Malonda Mustika & Rekan dalam Laporan Nomor
   00037/2.0826/AU.1/04/0726-4/1/III/2024 tanggal 25 Maret 2024 dengan opini
   wajar tanpa modifikasian.

4. Laporan Keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31
   Desember 2022 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Putu Astika dari Kantor
   Akuntan Publik Johan Malonda Mustika & Rekan dalam Laporan Nomor
   00051/2.0826/AU.1/04/0726-3/1/III/2023 tanggal 27 Maret 2023 dengan opini
   wajar tanpa modifikasian.
5. Laporan Keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31
   Desember 2022 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Putu Astika dari Kantor
   Akuntan Publik Johan Malonda Mustika & Rekan dalam Laporan Nomor
   00100/2.0826/AU.1/04/0726-2/1/III/2022 tanggal 28 Maret 2022 dengan opini
   wajar tanpa modifikasian.
6. Proyeksi keuangan Perseroan selama 5 tahun ke depan dalam kondisi Dengan dan
   Tanpa dilakukannya Penambahan Kegiatan Usaha.
7. Hasil wawancara dengan pihak internal manajemen Perseroan yang diwakilkan oleh
   Bapak Agoes Soegiarto, selaku Direktur Perseroan beserta tim mengenai alasan,
   latar belakang dan hal-hal lainnya terkait dengan Rencana Transaksi.
8. Copy akta dan perizinan Perseroan.
9. Informasi dari pihak/instansi lain, termasuk data-data mengenai kondisi ekonomi,
   perkembangan industri pasar modal dan lain-lain.


1.11. Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas

Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Studi Kelayakan ini dibatasi
oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
1. Studi Kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
   dalam proses Studi Kelayakan .
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
   keakuratannya.
4. Proyeksi keuangan yang digunakan telah disesuaikan dan mencerminkan kewajaran
   proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
   pencapaiannya.
5. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan dan kewajaran
   proyeksi keuangan.
6. Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
   bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan dan Kesimpulan
   Akhir.

Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                   4
Page 15
8. Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas status hukum Obyek Studi Kelayakan
   dari Pemberi Tugas.


1.12. Independensi Penilai

Dalam mempersiapkan laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara
independen, tidak ada benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak
yang terlibat rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini. Kami juga tidak mempunyai
kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Laporan Studi
Kelayakan ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada
pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh
kesimpulan yang dihasilkan.


1.13. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian

Tidak ada kejadian penting setelah tanggal penilaian yang dapat mempengaruhi hasil
penilaian.




Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                    5
Page 16
 2. KAJIAN INTERNAL PERSEROAN


2.1.   Pendirian Perusahaan

PT Resource Alam Indonesia Tbk (“RAIN” atau disebut juga “Perseroan”), pada
awalnya didirikan dengan nama PT Kurnia Kapuas Utama Glue Industries (yang
kemudian berubah menjadi PT Kurnia Kapuas Utama Tbk), dalam kerangka Undang-
undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968, telah mengalami beberapa
kali perubahan, terakhir menyesuaikan dengan Undang-undang No. 25 tahun 2007,
tersaji dalam Akta No. 32 yang dibuat dihadapan Notaris Didi Sudjadi, S.H. tanggal 8
Juli 1981. Akta pendirian Perusahaan ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman
Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. Y.A.5/27/4 tanggal 16 Maret 1982
dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 40 tanggal 20 Mei 1986,
Tambahan No. 690.

Berdasarkan Akta No. 15 yang dibuat Notaris Elisabeth Veronika Ely, S.H. tanggal 5
September 2003, nama Perusahaan telah diubah dari PT Kurnia Kapuas Utama Tbk.
menjadi PT Resource Alam Indonesia Tbk. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri
Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya
No..C-27044.HT.01.04.TH.2003 tanggal 12 November 2003 dan diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia No. 50 tanggal 22 Juni 2004, Tambahan No. 5984.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
terakhir dituangkan dalam Akta No. 21 tanggal 17 Juni 2025 yang dibuat oleh Notaris
Rini Yulianti, S.H., mengenai tugas dan tanggung jawab direksi dan rapat dewan
komisaris.


2.2.   Perizinan

Perijinan yang telah dimiliki Perseroan antara lain adalah sebagai berikut:
1. Nomor Induk Berusaha (NIB) Perizinan Berusaha Berbasis Risiko No.
   8120109882933 yang diterbitkan tanggal 23 Agustus 2018 dan perubahan ke-1
   tanggal 22 Agustus 2022.
2. Nomor Pokok Wajib Pajak Nomor 01.110.655.6-091.000.


2.3.   Permodalan

Modal dasar Perseroan berjumlah Rp 200.000.000.000 terbagi atas 20.000.000.000
saham dengan nilai nominal Rp 10 per lembar saham. Dari jumlah modal dasar tersebut
telah ditempatkan dan disetor penuh sejumlah 5.000.000.000 saham.

Susunan pemegang saham per 31 Desember 2025 sesuai dengan laporan keuangan
adalah sebagai berikut:




Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                    6
Page 17
                         Tabel 1 : Daftar Pemegang Saham Perseroan

                    Nama                    Jumlah Lembar                Jumlah Modal Disetor
 No                                                              %
               Pemegang Saham                   Saham                           (USD)
       UBS AG Singapore S/A Energy
 1                                             1.855.447.105    38,07               8.920.687
       Collier Private Limited
 2     PT Sejahtera Jaya Cita                  1.391.585.329    28,56               6.690.515
       Bos Ltd S/A Sinar Nusantara Sdn
                                                413.611.772      8,49               1.988.578
       Bhd
       LX International (Singapore) Pte,
 4                                              260.372.700      5,34               1.251.829
       Ltd
 6     Pintarso Adijanto (Direktur Utama)        17.226.920      0,35                    82.824
 7     Suparno Adijanto (Komisaris)               7.565.664      0,16                    36.374
       Hendro Martowardojo (Komisaris
 8                                                5.214.528      0,11                    25.071
       Utama)
       Wimpi Salim (Direktur)                     1.061.096      0,02                     5.102
       Agoes Soegiarto Soeparman                    496.452      0,01                     2.387
       Winanto (Direktur)                           297.872      0,01                     1.432
       Eddy (Direktur)                              271.934      0,01                     1.307
 9     Masyarakat Lainnya (@ < 5%)              920.178.028     18,87               4.424.065
        Jumlah                               4.873.329.400     100,00             23.430.171
       Saham Treasuri                           126.670.600          -                  609.012
  Jumlah                                     5.000.000.000     100,00             24.039.183



2.4.    Susunan Komisaris dan Direksi

Pada 31 Desember 2025, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah
sebagai berikut:

Dewan Komisaris
  Komisaris Utama                       :   Hendro Martowardojo
  Komisaris Independen                  :   Darma Putra Wati
  Komisaris Independen                  :   Ge Luiyanto Yamin
  Komisaris                             :   Suparno Adijanto
  Komisaris                             :   Wonchil Yu

Direksi
   Direktur Utama                       :   Pintarso Adijanto
   Direktur                             :   Tan Ying Mei
   Direktur                             :   Wimpi Salim
   Direktur                             :   Agoes Soegiarto Soeparman
   Direktur                             :   Winanto
   Direktur                             :   Eddy


Hendro Martowardojo
Komisaris Utama

Warga Negara Indonesia, lahir pada tahun 1954. Memegang jabatan sebagai Presiden
Komisaris Perseroan sejak tahun 2007 berdasarkan Akta Berita Acara RUPSLB No.116,
tanggal 15 Januari 2008. Hingga saat ini beliau juga masih menjabat di beberapa
perusahaan ternama, seperti PT Catering Aeroprima Service, PT Citra Dana Asia,
PT.Niaga Sekuritas, dan PT Dana Usaha Makmur.



Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                                  7
Page 18
Darma Putra Wati
Komisaris Independen

Warga negara Indonesia yang lahir pada tahun 1966. Beliau diangkat sebagai Komisaris
Independen Perusahaan pada tahun 2023 berdasarkan Akta Risalah RUPSLB No. 114,
tanggal 7 Desember 2023. Sebelumnya, beliau pernah bekerja di PT MNC Asia Holding
Tbk sebagai Wakil Komisaris Utama.

Ge Luiyanto Yamin
Komisaris Independen

Warga negara Indonesia yang lahir pada tahun 1957. Beliau telah menjabat sebagai
Komisaris Perusahaan sejak tahun 2010 berdasarkan Risalah Rapat RUPSLB No. 136
tanggal 17 Juni 2010. Saat ini, Beliau menjadi Dosen Akuntansi dan Perpajakan di
Jayakarta Business College dan Gunung Sewu Business College, Jakarta.

Suparno Adijanto
Komisaris

Warga negara Indonesia yang lahir pada tahun 1960. Beliau diangkat sebagai Komisaris
Perusahaan sejak tahun 2020 berdasarkan Risalah Rapat No. 25 tanggal 26 Agustus
2020. Saat ini, ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Prakarsa Tani Sejati, Komisaris
Utama PT Multimatics Indonesia, Direktur Utama Lifelong Learning, Ketua dan CEO
PT.Global Palm Resources Limited, serta Komisaris PT Bias Petrasia Persada.

Wonchil Yu
Komisaris

Warga negara Korea Selatan. Beliau telah diangkat sebagai Komisaris Perusahaan sejak
tahun 2023 berdasarkan Akta Risalah RUPS Nomor 41 tanggal 21 Juni 2023. Sebelum
bergabung dengan Perusahaan, beliau memegang berbagai posisi strategis di
perusahaan besar seperti LG International (Tim Batubara), Unit Bisnis Batubara
Indonesia (Manajer Pengadaan – PT. BGE), Pemimpin Bagian – Tim Perdagangan
Batubara 1, Kepala Tim Perdagangan Energi 1, Kepala Tim Perdagangan Sumber Daya
Mineral Indonesia, Direktur Pemasaran PT. BGE - Perdagangan Batubara, Direktur
Pemasaran PT. EMI – Perdagangan Bijih Nikel. Lulus dari Universitas Nasional Seoul -
Bahasa dan Sastra Rusia pada tahun 2002 dan lulus dari Universitas Yonsei - Magister
Administrasi Bisnis pada tahun 2003. Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi dengan
anggota Dewan Komisaris lainnya, anggota Dewan Direksi, atau pemegang saham
utama.

Pintarso Adijanto
Direktur Utama

Direktur Utama Perseroan sejak 1993. Warga Negara Indonesia, lahir pada tahun 1957.
Memperoleh gelar Sarjana Teknik Sipil dari University College London, Inggris pada
tahun 1979. Menjabat sebagai Direktur Utama Perusahaan (sebelumnya PT Kurnia
Kapuas Utama Industri Perekatan) sejak tahun 1993 berdasarkan Akta Risalah Rapat
No. 47 tanggal 22 Juni 1993. Sejak tahun 2000 – 2020, beliau juga menjabat sebagai
Direktur Utama PT Insani Baraperkasa, anak perusahaan dari Perusahaan.

Tan Ying Mei
Direktur

Warga Negara Indonesia, lahir pada tahun 1983. Beliau diangkat sebagai Direktur
Perseroan pada tanggal 12 Desember 2025. Sebelumnya menjabat sebagai Direktur di
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                     8
Page 19
Bumi Raya Group Pontianak, Indonesia. Selain itu beliau juga menjabat sebagai
Komisaris di Bumiraya Ritel Indonesia, Bumi Raya Group Pontianak dan di Prakarsa Tani
Sejati, Global Pal Resource Jakarta, Indonesia. Beliau memulai karir sebagai Senior
System Reliability Enginess di Sandisk Corporation Milpotas, Amerika.

Wimpi Salim
Direktur

Warga Negara Indonesia, lahir pada tahun 1957. Memegang posisi sebagai Direktur
Perseroan sejak tahun 2012 berdasarkan Akta Berita Acara RUPSLB No.114, tanggal 15
Maret 2012. Sejak tahun 2012, beliau menjabat sebagai Direktur Utama PT Insani
Baraperkasa, anak perusahaan Perseroan.

Agoes Soegiarto Soeparman
Direktur

Warga Negara Indonesia, lahir pada tahun 1967. Beliau diangkat sebagai Direktur
Perseroan pada tahun 2013 berdasarkan Akta Berita Acara RUPST No. 153, tanggal 24
Mei 2013. Beliau bergabung dengan Perseroan sebagai Chief Financial Officer Perseroan
sejak bulan April 2012 dan bertanggung jawab atas implementasi sistem akuntansi
secara online, restrukturisasi dan akuisisi perusahaan tambang baru yang berpotensi.
Beliau mengawali karirnya sebagai Auditor Eksternal KAP KPMG selama 5 tahun dan
pernah bergabung dengan beberapa grup perusahaan besar yang bergerak di bidang
usaha real estate dan perdagangan.

Winanto
Direktur

Warga Negara Indonesia, lahir pada tahun 1973. Diangkat sebagai Direktur Perseroan
sejak tahun 2012 berdasarkan Akta Berita Acara RUPSLB No.114, tanggal 15 Maret
2012. Sebelum menjabat sebagai Direktur Perseroan, pernah bekerja sebagai Tenaga
Teknik PT Swabumi Sinbama untuk kegiatan pengeboran dan eksplorasi batubara
(2000-2001), Senior Geologist PT Minvest Jasatama Teknik untuk kegiatan eksplorasi
batubara di area PKP2B PT Arutmin Indonesia (2001-2005), Geologist PT Thiess
Contractors Indonesia di area Bukit PT Arutmin Indonesia Satui (2005-2006), Senior
Pengawas Tambang di area Kintap sebagai peserta program pengembangan keahlian
(2006-2007) di PT Thiess Contractors Indonesia - Satui dan Senior Geologist di PT
Thiess Contractors Indonesia - Satui (2007-2008). Bergabung dengan Grup Perseroan
dan dipercaya sebagai Kepala Bagian Tambang dan Eksplorasi PT Insani Baraperkasa
(anak perusahaan Perseroan) pada tahun 2008 sebelum akhirnya dipromosikan sebagai
Manajer Operasional (2009-2011).

Eddy
Direktur

Warga Negara Indonesia, lahir pada tahun 1970. Diangkat sebagai Direktur Perseroan
pada tahun 2023 berdasarkan Akta Berita Acara RUPSLB No. 114, tanggal 7 Desember
2023. Sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Independen dan menjabat sebagai
Ketua Komite Audit dan Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan.
Sebelumnya beliau adalah Direktur di PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSI)
Group dan Presiden Direktur di beberapa anak perusahaan JSI Group dan saat ini
sebagai Komisaris Independen dan Ketua Komite Audit JSI. Beliau pernah menjabat
sebagai Direktur di beberapa anak perusahaan di Sinarmas Group di bidang kehutanan,
pertambangan batubara dan multimedia. Beliau memulai karir sebagai Pimpinan
Cabang di sebuah bank dan sebagai Finance & Accounting Manager di perusahaan
pembiayaan di bawah Dwi Satrya Utama Group.
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                     9
Page 20
2.5.   Kegiatan Usaha

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha
Perseroan adalah menjalankan usaha di bidang pertambangan dan penggalian,
perdagangan besar dan eceran, real estate, aktivitas keuangan dan asuransi, industry
pengolahan, pengangkutan dan pergudangan.


2.6.   Produk yang Dihasilkan

Produk yang dihasilkan oleh Perseroan antara lain:

❖ Batubara produk dari tambang di Kalimantan Timur dengan kandungan kalori
  berkisar dari GAR 3900 hingga GAR 5300.
❖ Batubara termal produk dari tambang di Kalimantan Tengah berkalori dari 5.400
  kkal/kg sampai 6.200 kkal/kg, batubara ini umumnya digunakan untuk pembangkit
  listrik tenaga batubara untuk kebutuhan dalam dan luar negeri.
❖ Energi listrik dengan PLTM (pembangkit listrik tenaga minihidro) di Cicatih dengan
  kapasitas 6,4 MW.
❖ Produk realty dengan nama Samara Residence, Paras Icon, dan Andaan Shop House
  berupa rumah tinggal dan ruko dengan total lahan dibangun 10 Ha.


2.7.   Pola Bisnis

Pola bisnis yang dimiliki Perseroan merupakan model berbasis sumber daya dengan
fokus utama pada pertambangan batubara yang terintegrasi dengan kombinasi
penjualan lokal dan ekspor. Perseroan melakukan eksplorasi dan penambangan
batubara, melakukan produksi dan pengolahan, kemudian menjual hasil produk ke
pasar lokal maupun luar negri. Perseroan masih sangat bergantung pada harga
komoditas batubara global.

Selain itu, Perseroan juga melakukan diversifikasi bisnis seperti Energi terbarukan
(PLTM/ pembangkit listrik mini hidro), Properti/ real estate dan memiliki potensi
ekspansi ke mineral lain guna mengurangi ketergantungan pada batubara dan
menciptakan sumber pendapatan yang lebih bervariatif dan stabil. Saat ini Perseroan
masih melakukan pengembangan terkait proyek energi terbarukan baik rencana
melakukan akuisisi ataupun kerjasama yang saling menguntungkan.


2.8.   Struktur Organisasi Perseroan

Struktur Organisasi Perseroan disusun dengan memperhatikan tata kelola Perseroan
yang baik dan hukum serta peraturan yang berlaku.




Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                   10
Page 21
                    Gambar 1 : Bagan Struktur Organisasi Perseroan


                                          RUPS



                                     Dewan Komisaris



                                                              Komite Nominasi
            Komite Audit
                                                              dan Remunerasi



                                     Direktur Utama



                                                                     Sekretaris
            Audit Internal
                                                                    Perusahaan




                          Risk
      Asset                                                                    Business
                     Management &        Financial      Technical
   Management                                                                Development
                      Governancel        Director       Director
     Director                                                                  Director
                        Director




                                      Financial and
   GM Marketing       Manager Risk                     Engineering             Business
                                       Accounting
    GM Legal          Management                        Manager              Development
                                        Manager




2.9.   Sumber Daya Manusia

Per 31 Desember 2025, tenaga kerja Perseroan berjumlah 742 orang, dengan rincian
sebagai berikut:

                         Tabel 2 : Sumber Daya Manusia Perseroan

                       Keterangan                        Jumlah
                       Direktur                               16
                       General Manager                       57
                       Superintendent                        24
                       Supervisor                            94
                       Staf/ non staf                       551
                        Jumlah                              742




Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                             11
Page 22
2.10. Aspek Lingkungan

Perseroan menyadari bahwa kegiatan usaha di bidang pertambangan batubara memiliki
potensi dampak terhadap lingkungan, sehingga pengelolaan aspek lingkungan menjadi
bagian penting dalam operasional. Perseroan berkomitmen untuk mematuhi seluruh
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk dalam hal
pengelolaan limbah, reklamasi dan revegetasi lahan pascatambang, serta pengendalian
dampak lingkungan lainnya.

Dalam pelaksanaannya, Perseroan menerapkan praktik pertambangan yang baik (good
mining practice), termasuk pengelolaan air tambang, pengendalian emisi dan debu,
serta pemantauan kualitas lingkungan secara berkala. Selain itu, Perseroan juga
mengintegrasikan prinsip keberlanjutan melalui implementasi program ESG guna
meminimalkan dampak lingkungan dan mendukung keberlangsungan usaha dalam
jangka panjang.


2.11. Kinerja Keuangan

Laba Rugi

Secara ringkas Laba Rugi Perseroan untuk periode 2021 - 2025 adalah seperti disajikan
di bawah ini.

               Tabel 3 : Laporan Laba-Rugi Perseroan periode 2021 - 2025

 Dalam USD                          2021          2022          2023          2024           2025
 Penjualan                        132.149.772   255.241.076   294.672.016   326.804.875   153.117.575
 Beban Pokok Penjualan            (91.093.727) (181.501.046) (241.887.753) (223.660.192) (127.039.167)
 Laba Kotor                        41.056.045    73.740.030    52.784.263   103.144.683    26.078.408
 Beban Usaha                       (7.353.785) (13.405.685) (14.553.595) (38.313.261) (20.323.153)
 Laba Usaha                        33.702.260    60.334.345    38.230.668    64.831.422     5.755.255
 Pendapatan (Beban) Lain-lain         255.858    (2.275.528)      892.644    (4.534.841)     (214.684)
 Laba Sebelum Pajak Penghasilan    33.958.118    58.058.817    39.123.312    60.296.581     5.540.571
 Pajak Penghasilan                (10.954.593) (19.002.911) (12.320.751) (20.150.343)      (3.499.847)
 Laba Bersih                       23.003.525    39.055.906    26.802.561    40.146.238     2.040.724



a. Pendapatan

Pendapatan Perseroan pada tahun 2021-2024 terus meningkat yaitu sebesar USD132
juta, USD255 juta, USD295 juta, dan USD327 juta. Pada tahun 2025, pendapatan
Perseroan mengalami penurunan signifikan yaitu sebesar USD153 juta. Hal ini
disebabkan oleh volume penjualan batubara yang        menurun seiring dengan
pengurangan produksi batubara.

b. Beban Pokok Pendapatan

Beban pokok pendapatan Perseroan pada tahun 2021-2023 meningkat yaitu berturut-
turut sebesar USD91 juta, USD182 juta, dan USD242 juta. Pada tahun 2024, beban
pokok pendapatan mengalami penurunan menjadi sebesar USD224 juta meskipun
pendapatan mengalami peningkatan, hal ini terutama disebabkan oleh efisiensi
penambangan. Pada tahun 2025, beban pokok pendapatan tercatat sebesar USD127
juta.

Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                                      12
Page 23
c. Beban Usaha

Beban usaha Perseroan meningkat dan menurun mengikuti peningkatan dan penurunan
pendapatan. Pada tahun 2021-2025, beban usaha tercatat sebesar USD7 juta, USD13
juta, USD15 juta, USD38 juta, dan USD20 juta.

d. Laba Tahun Berjalan

Perolehan laba Perseroan berfluktuasi, pada tahun 2021 laba tercatat sebesar USD23
juta kemudian meningkat menjadi sebesar USD39 juta pada tahun 2022 terutama
karena peningkatan pendapatan. Pada tahun 2023, laba Perseroan mengalami
penurunan menjadi sebesar USD27 juta, terutama disebabkan oleh peningkatan margin
beban pokok pendapatan. Pada tahun 2024, laba Perseroan mengalami peningkatan
menjadi sebesar USD40 juta terutama disebabkan oleh penurunan margin beban pokok
pendapatan. Pada tahun 2025, laba Perseroan mengalami penurunan yang sangat
signifikan yaitu menjadi sebesar USD2 juta, terutama disebabkan oleh penurunan
pendapatan dari penjualan batubara, sejalan dengan turunnya volume penjualan dan
harga jual rata-rata batubara. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap
penurunan laba bersih Perseroan.


Posisi Keuangan

Posisi keuangan Perseroan untuk periode periode 2021 - 2025 adalah seperti terlihat
berikut ini.

                     Tabel 4 : Posisi Keuangan Perseroan periode 2021 - 2025

 Dalam USD                           2021          2022          2023          2024          2025
 Aset Lancar                        50.212.050    93.184.069   116.461.316   122.145.612    85.572.616
 Aset Tidak Lancar                  81.970.257    77.000.621    84.075.244    86.821.408    96.133.942
 Jumlah Aset                       132.182.307   170.184.690   200.536.560   208.967.020   181.706.558

 Liabilitas Jangka Pendek           20.758.804    36.065.828    48.913.778    37.755.819    19.015.215
 Liabilitas Jangka Panjang          12.502.847    11.179.718    12.282.125    10.355.962    11.537.445
 Jumlah Liabilitas                  33.261.651    47.245.546    61.195.903    48.111.781    30.552.660

 Ekuitas                            98.920.656   122.939.144   139.340.657   160.855.239   151.153.898
 Jumlah Liabilitas dan Ekuitas     132.182.307   170.184.690   200.536.560   208.967.020   181.706.558



a. Aset

Total aset Perseroan mengalami peningkatan selama periode 2021-2024. Total aset
pada tahun 2021 sebesar USD132 juta kemudian meningkat berturut-turut menjadi
sebesar USD170 juta, USD201 juta, dan USD209 juta. Pada tahun 2025, total aset
Perseroan mengalami penurunan menjadi sebesar USD182 juta terutama disebabkan
oleh penurunan kas dan setara kas dan piutang usaha.

b. Liabilitas

Secara keseluruhan, total liabilitas Perseroan mengalami penurunan selama periode
2021-2025. Pada tahun 2021, total liabilitas Perseroan tercatat sebesar USD33 juta
kemudian pada tahun 2025 tercatat sebesar USD31 juta.


Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                                      13
Page 24
c. Ekuitas

Total ekutias Perseroan mengalami peningkatan selama periode 2021-2024. Total
ekuitas pada tahun 2021 sebesar USD99 juta kemudian meningkat berturut-turut
menjadi sebesar USD123 juta, USD139 juta, dan USD161 juta. Pada tahun 2025, total
ekuitas Perseroan mengalami penurunan menjadi sebesar USD151 juta terutama
disebabkan oleh kenaikan kurs dan penurunan saldo laba. Saldo laba menurun akibat
perolehan laba tahun berjalan yang lebih rendah dibandingkan pembagian dividen atas
laba tahun 2024.


Arus Kas

Gambaran arus kas Perseroan untuk periode 2021 - 2025 adalah seperti berikut:

                  Tabel 5 : Laporan Arus Kas Perseroan periode 2021 – 2025

 Dalam USD                                    2021          2022          2023           2024           2025
Arus kas bersih untuk aktivitas operasi      36.825.111    32.328.853    17.256.402     53.892.401     (8.122.466)
Arus kas bersih untuk aktivitas investasi    (2.655.220)   (4.351.314)   (5.876.072)   (11.689.393)    (7.122.263)
Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan    (11.060.985)   (8.840.100)   (9.562.231)   (18.803.104)    (9.190.848)

Kenaikan (penurunan) kas dan bank           23.108.906     19.137.439     1.818.099    23.399.904     (24.435.577)
Perubahan kurs                                (511.156)    (3.479.207)     (236.650)     (296.310)     (1.418.370)
Kas dan bank pada awal tahun                 5.261.039     27.858.789    43.517.021    45.098.470      68.202.064
Kas dan bank pada akhir tahun               27.858.789     43.517.021    45.098.470    68.202.064      42.348.117



a. Aktivitas Operasi

Arus kas bersih untuk aktivitas operasi selama periode 2021 - 2024 selalu berada pada
posisi positif. Pada tahun 2021 tercatat sebesar USD37 juta dan tahun 2024 tercatat
sebesar USD54 juta. Pada tahun 2025 arus kas bersih untuk aktivitas operasi berada
pada posisi negatif sebesar USD8 juta. Hal ini disebabkan oleh penurunan pendapatan
yang signifikan.

b. Aktivitas Investasi

Selama periode 2021-2025, Perseroan mencatat adanya kas yang digunakan untuk
aktivitas investasi. Setiap tahun Perseroan memperoleh aset tetap, properti investasi,
properti tambang dan aset eksplorasi dan evaluasi.

c. Aktivitas Pendanaan

Selama periode 2021 - 2025, Perseroan mencatat adanya pembagian dividen setiap
tahun.


Rasio-rasio Keuangan

Gambaran rasio keuangan Perseroan periode 2021 - 2025 adalah seperti disajikan
berikut ini.




Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                                                 14
Page 25
                   Tabel 6 : Rasio Keuangan Perseroan periode 2021 - 2025

 RASIO                               2021          2022          2023          2024          2025
 Profitability
   GPM                          %       31,07         28,89         17,91         31,56         17,03
   OPM                          %       25,50         23,64         12,97         19,84          3,76
   NPM                          %       17,41         15,30          9,10         12,28          1,33
   ROA                          %       17,40         22,95         13,37         19,21          1,12
   ROE                          %       23,25         31,77         19,24         24,96          1,35
 Liquidity
   Current ratio                x           2,42          2,58          2,38          3,24          4,50
 Activity
   Perputaran aset              x        1,00          1,69          1,59          1,60          0,78
   Perputaran persediaan        x       10,83         13,94         13,25         15,05         11,06
 Solvability
   DER                          %       33,62         38,43         43,92         29,91         20,21
   DAR                          %       25,16         27,76         30,52         23,02         16,81



Rasio Profitabilitas

Berdasarkan rasio profitabilitas, marjin laba kotor terhadap pendapatan bersih secara
keseluruhan mengalami penurunan yaitu sebesar 31,07% pada tahun 2021 kemudian
meningkat menjadi sebesar 17,03% pada tahun 2025. Marjin laba bersih terhadap
pendapatan bersih Perseroan adalah sebesar 17,41% pada tahun 2021 kemudian
menurun menjadi sebesar 1,33% pada tahun 2025.

Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban
keuangannya dalam jangka pendek digambarkan dengan rasio lancar (current Ratio).
Rasio lancar dihitung dengan cara membandingkan jumlah aset lancar dengan jumlah
liabilitas jangka pendek. Pada periode 2021 - 2025, rasio lancar Perseroan berturut-
turut sebesar 2,4 kali, 2,6 kali, 2,4 kali, 3,2 kali dan 4,5 kali. Secara keseluruhan, rasio
lancar Perseroan menunjukkan bahwa Perseroan mampu memenuhi kewajiban
keuangan jangka pendeknya dengan baik.

Rasio Aktivitas

Rasio aktivitas menggambarkan tingkat perputaran usaha, yang dapat dihitung
berdasarkan perbandingan total penjualan terhadap total aset (Perputaran Aset), dan
total beban pokok pendapatan terhadap total persediaan (Perputaran Persediaan).

Perputaran aset Perseroan adalah sebesar 1,0 kali pada tahun 2021 dan sebesar 0,8
kali pada tahun 2025. Perputaran persediaan Perseroan adalah sebesar 10,8 kali pada
tahun 2021 dan sebesar 11,1 kali pada tahun 2025.

Rasio Solvabilitas

Rasio solvabilitas digunakan untuk menghitung perbandingan dana yang tersedia
dengan dana yang dipinjam sehingga dapat menunjukkan tingkat keamanan aset dan
ekuitas dari jumlah pinjaman, yang diukur dengan perbandingan total liabilitas dengan
total ekuitas perseroan (DER, Debt to Equity Ratio) dan total liabilitas terhadap total
aset (DAR, Debt to Asset Ratio).

Pada tahun 2021, DER Perseroan adalah sebesar 33,62% pada tahun 2021 kemudian
menurun menjadi sebesar 20,21% pada tahun 2025. Sedangkan DAR Perseroan adalah

Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                                      15
Page 26
sebesar 25,16% kemudian turun menjadi sebesar 16,81% pada tahun 2025. Hal ini
menunjukan bahwa pembiayaan Perseroan sebagian besar berasal dari ekuitas.


2.12. Persyaratan Modal dan Strategi Finansial

Struktur permodalan Perseroan terdiri dari modal saham dan saham publik dengan
komposisi sesuai ketentuan OJK, liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang
dengan rasio utang terhadap modal 20%-80%. Modal Kerja Perseroan berasal dari hasil
operasi dan liabilitas jangka pendek. Strategi keuangan Perseroan mengandalkan arus
kas hasil operasi.




Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                     16
Page 27
 3. KAJIAN KELAYAKAN PASAR


3.1.   Tinjauan Ekonomi Dunia

Prospek perekonomian global dalam jangka pendek menunjukkan perbaikan, meskipun
ketidakpastian masih tinggi dan perlu terus dicermati. Bank Indonesia memprakirakan
pertumbuhan ekonomi dunia 2025 lebih baik menjadi di sekitar 3,2%. Prakiraan ini
dipengaruhi oleh kenaikan ekonomi Jepang dan India yang didukung konsumsi rumah
tangga dan stimulus fiskal, prospek ekonomi kawasan Eropa yang tetap baik ditopang
konsumsi rumah tangga, investasi, dan kondisi ketenagakerjaan, di tengah perlambatan
ekonomi AS dan Tiongkok. Pada 2026, pertumbuhan ekonomi dunia diprakirakan
melemah menjadi 3,0% dipengaruhi dampak lanjutan tarif resiprokal AS dan
kerentanan rantai pasok global. Ke depan, ketidakpastian perekonomian global
diprakirakan tetap tinggi dengan prospek pertumbuhan ekonomi dunia yang masih
lemah. Kondisi tersebut memerlukan kewaspadaan dan penguatan respons kebijakan
untuk memperkuat daya tahan ekonomi domestik dari rambatan global serta
mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi.

  Gambar 2 : Pertumbuhan PDB Dunia                        Gambar 3 : PMI Global




               Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Desember 2025, Bank Indonesia



3.2.   Tinjauan Ekonomi Indonesia

Dari domestik, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan perlu terus
didorong agar sesuai dengan kapasitas perekonomian. Pertumbuhan ekonomi 2025
diprakirakan berada dalam kisaran 4,7–5,5% dan meningkat menjadi 4,9–5,7% pada
2026. Ke depan, berbagai upaya perlu terus ditempuh untuk mendorong pertumbuhan
ekonomi yang lebih tinggi, dengan tetap menjaga stabilitas. Dalam kaitan ini, Bank
Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui penguatan bauran kebijakan
moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi dengan kebijakan
stimulus fiskal dan sektor riil Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan yang lebih
tinggi dan berdaya tahan.

Ketahanan eksternal ekonomi Indonesia diprakirakan tetap terjaga baik. NPI pada 2025
diprakirakan tetap berdaya tahan, dengan transaksi berjalan berada pada kisaran
surplus 0,1% sampai dengan defisit 0,7% dari PDB. Pada 2026, NPI diprakirakan
berlanjut membaik ditopang oleh transaksi modal dan finansial yang semakin baik
sejalan dengan prospek ekonomi Indonesia yang positif serta defisit transaksi berjalan
yang tetap rendah dalam kisaran 1,0–0,2% PDB.
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                     17
Page 28
        Gambar 4 : Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan
                                Pengeluaran




               Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Desember 2025, Bank Indonesia



Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) meningkat dan didukung ketahanan eksternal.
Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Oktober 2025 sebesar 2,4 miliar dolar AS
didukung oleh kinerja ekspor nonmigas berbasis sumber daya alam seperti batubara
serta minyak dan lemak nabati (CPO), serta ekspor produk manufaktur seperti besi dan
baja. Dari transaksi modal dan finansial, investasi portofolio pada triwulan IV 2025
(hingga 15 Desember 2025) mencatat net inflows sebesar 5,0 miliar dolar AS ditopang
oleh pembelian dolar SBN oleh Pemerintah dan inflows investor asing pada instrumen
saham dan SRBI. Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir November 2025
meningkat menjadi sebesar 150,1 miliar dolar AS setara dengan pembiayaan 6,2 bulan
impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada
di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

                      Gambar 5 : Neraca Pembayaran Indonesia




               Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Desember 2025, Bank Indonesia



Nilai Tukar Rupiah

Nilai tukar Rupiah terkendali didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan aliran
masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik. Nilai tukar Rupiah pada 16
Desember 2025 tercatat sebesar Rp16.685 per dolar AS, relatif stabil dibandingkan

Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                     18
Page 29
dengan level akhir November 2025. Perkembangan nilai tukar Rupiah masih sejalan
dengan pergerakan mata uang regional dan mitra dagang Indonesia, bahkan tercatat
menguat bila dibandingkan dengan mata uang negara maju, kecuali AS. Perkembangan
ini didukung oleh langkah stabilisasi Bank Indonesia melalui intervensi pasar NDF baik
di offshore maupun onshore (DNDF), di pasar spot, dan pembelian SBN di pasar
sekunder serta aliran masuk modal asing pada saham dan SRBI. Selain itu, tambahan
pasokan valas ke Rupiah juga didorong oleh penerapan kebijakan Devisa Hasil Ekspor
Sumber Daya Alam (DHE SDA), yang membantu menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah.

Nilai tukar Rupiah diprakirakan tetap stabil didukung oleh imbal hasil yang menarik,
inflasi yang rendah, dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bank
Indonesia berkomitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah termasuk melalui
intervensi terukur di transaksi NDF, DNDF dan pasar spot, serta penyerapan SBN di
pasar sekunder sehingga dapat mendukung pencapaian sasaran inflasi.

          Gambar 6 : Indeks Rupiah terhadap USD, Negara Maju kecuali AS, dan
                                 Negara Berkembang




                 Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Desember 2025, Bank Indonesia



Inflasi

Inflasi secara umum tetap terjaga dalam kisaran sasaran, dengan inflasi IHK pada
November 2025 tercatat sebesar 2,72% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi inflasi inti
yang tetap terjaga sebesar 2,36% (yoy), sejalan pertumbuhan ekonomi yang masih di
bawah kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga kebijakan moneter Bank
Indonesia dalam menjaga ekspektasi inflasi sesuai dengan sasaran yang ditetapkan
pemerintah.

Inflasi kelompok administered prices (AP) terjaga rendah sebesar 1,58% (yoy).
Sementara itu, inflasi kelompok volatile food (VF) masih relatif tinggi sebesar 5,48%
(yoy) disumbang terutama oleh komoditas bawang merah dan pasokan yang terbatas
akibat gangguan cuaca dan kenaikan harga benih.
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                     19
Page 30
Bank Indonesia meyakini inflasi tahun 2025 dan 2026 tetap terjaga rendah dalam
sasaran 2,5±1%. Inflasi inti diprakirakan tetap rendah seiring ekspektasi inflasi yang
terjangkar dalam sasaran, kapasitas ekonomi yang masih besar, imported inflation yang
terkendali, dan dampak positif dari digitalisasi. Sementara itu, inflasi VF diprakirakan
tetap terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi oleh Tim Pengendalian Inflasi
Pusat/Daerah (TPIP/TPID) dan penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan
Nasional.

                            Gambar 7 : Inflasi IHK Provinsi




               Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Desember 2025, Bank Indonesia



Kebijakan moneter Bank Indonesia terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan
ekonomi melalui penurunan tetap menjaga stabilitas. Kebijakan suku bunga BI-Rate,
stabilisasi nilai tukar Rupiah, dan ekspansi likuiditas moneter. Sejak September 2024,
BI-Rate telah turun sebesar 150 bps, yaitu 25 bps pada September 2024 dan 125 bps
secara bertahap hingga November 2025, yang merupakan level terendah sejak tahun
2022. Kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah terus diperkuat dengan intervensi di pasar
domestik melalui pasar spot, DNDF, serta pembelian SBN di pasar sekunder. Ekspansi
likuiditas moneter juga ditempuh melalui penurunan posisi instrumen moneter SRBI dari
Rp916,97 triliun pada awal tahun 2025 menjadi Rp735,67 triliun pada 16 Desember
2025. Bank Indonesia membeli SBN sebesar bentuk sinergi erat antara kebijakan
moneter dan kebijakan fiskal, yang hingga 16 Desember 2025 mencapai Rp347,15
triliun, termasuk pembelian di pasar sekunder dan program debt switching Pemerintah
sebesar Rp241,99 triliun. Pembelian SBN di pasar sekunder dilakukan secara konsisten
untuk menjaga stabilitas perekonomian sehingga dapat terus menjaga kredit dan
menjaga momentum pertumbuhan.


3.3.   Analisis Industri Batubara

Pemerintah berencana merevisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026
sebagai langkah strategis untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan batubara,

Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                        20
Page 31
seiring kondisi oversupply yang menekan harga global. Indonesia sebagai pemasok
utama batubara dunia, dengan kontribusi sekitar 43% dari perdagangan global, dinilai
memiliki pengaruh signifikan terhadap ketidakseimbangan pasar.

Sebagai bagian dari kebijakan tersebut, pemerintah berencana menurunkan target
produksi batubara nasional dari sekitar 790 juta ton pada tahun 2025 menjadi sekitar
600 juta ton. Langkah ini bertujuan tidak hanya untuk menjaga stabilitas harga, tetapi
juga untuk memastikan keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam dan ketersediaan
cadangan energi jangka panjang.

Ke depan, penyesuaian kuota produksi melalui mekanisme RKAB diharapkan
mendorong pelaku usaha untuk menyesuaikan strategi operasionalnya, sekaligus
memperkuat keseimbangan pasar dan keberlanjutan industri batubara.

Sumber:
• https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/perbaiki-harga-batubara-pemerintah-bakal-revisi-
  rkab-tahun-2026, diakses pada 21 April 2026

•   https://investasi.kontan.co.id/news/pemerintah-pangkas-rkab-batubara-begini-prospek-kinerja-emiten-
    sektor-batubara?utm_source=chatgpt.com



3.4.     Prospek Usaha

Prospek industri batubara masih dinilai relatif positif dalam jangka menengah, terutama
didukung oleh kebijakan pemerintah yang mengendalikan produksi melalui revisi RKAB
guna menjaga keseimbangan pasar dan stabilitas harga. Kebijakan ini diambil karena
Indonesia sebagai pemasok sekitar 43% perdagangan batubara global memiliki
pengaruh besar terhadap supply-demand dunia.

Di sisi lain, pembatasan produksi batubara nasional menjadi sekitar 600 juta ton pada
2026 (turun dari 790 juta ton pada 2025) diharapkan dapat mendorong harga tetap
tinggi dan menjaga profitabilitas pelaku usaha. Bahkan, analis menilai prospek sektor
batubara tetap positif karena kenaikan harga global dapat mengkompensasi penurunan
volume produksi, sehingga margin perusahaan tetap terjaga.

Namun demikian, industri ini tetap menghadapi sejumlah tantangan, seperti potensi
oversupply global, permintaan yang cenderung stagnan dari negara utama, serta
tekanan dari kebijakan ESG dan dekarbonisasi. Selain itu, pembatasan produksi melalui
RKAB juga dapat menekan volume penjualan dan pertumbuhan pendapatan
perusahaan.


3.5.     Kesinambungan dan Potensi Nilai Pasar Produk

Potensi nilai pasar produk Perseroan (batubara) masih relatif menarik, terutama karena
kebijakan pembatasan produksi cenderung mendorong harga batubara tetap berada
pada level yang kompetitif. Kenaikan harga global bahkan dinilai mampu
mengompensasi penurunan volume produksi, sehingga margin tetap terjaga bagi
produsen yang efisien .

Selain itu, posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok utama batubara dunia, dengan
kontribusi sekitar 43% terhadap perdagangan global, memberikan dukungan terhadap
permintaan ekspor. Meski demikian, potensi nilai pasar tetap dipengaruhi oleh faktor
eksternal seperti fluktuasi harga komoditas, kondisi geopolitik, serta tren transisi energi
global. Dengan strategi efisiensi biaya yang baik, kemampuan beradaptasi dengan
pembatasan produksi dan strategi diversifikasi usaha maka Perseroan diharapkan

Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                                       21
Page 32
mampu mempertahankan kinerjanya yang baik.


3.6.   Pesaing Usaha

Pesaing utama Perseroan adalah perusahaan tambang batubara lain di Indonesia,
beberapa diantaranya:

Bumi Resources Tbk

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang didirikan pada tahun 1973, merupakan sumber
daya alam terkemuka asal Indonesia yang berfokus pada pertambangan batubara dan
mineral. Dikenal sebagai salah satu eksportir batubara termal terbesar di dunia, Bumi
Resources berperan penting dalam sektor energi nasional dan global.

Adaro Energy Indonesia Tbk

PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) yang didirikan pada tahun 2004, merupakan
salah satu perusahaan tambang batubara dan energi terintegrasi terbesar di Indonesia.
ADRO ini memiliki peran utama pasokan batubara termal global dan tengah melakukan
diversifikasi ke energi bersih dan pengolahan mineral.

Indika Energy Tbk

PT Indika Energy Tbk (INDY) yang didirikan pada tahun 2000, merupakan perusahaan
investasi terdiversifikasi. Awalnya berfokus pada batubara dan energi terpadu, INDY
kini bertransformasi ke arah transisi energi hijau dan portofolio bisnis berkelanjutan
seperti energi terbarukan, digital, dan solusi berbasis alam.

PT Bukit Asam Tbk

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang didirikan pada tahun 1876, merupakan perusahaan
tambang batubara milik negara Indonesia yang berbasis di Tanjung Enim, Sumatera
Selatan. Sebagai bagian dari holding PT Mineral Industri Indonesia (Persero),
perusahaan ini memainkan peran penting dalam ketahanan energi nasional serta
transformasi menuju energi yang lebih berkelanjutan.


3.7.   Target Pasar

Pada tahun 2025, China tetap menjadi tujuan utama ekspor batubara Perseroan dengan
kontribusi sebesar 17,4%. Negara tujuan ekspor lainnya secara berurutan meliputi India
(16,3%), Bangladesh (3,5%), Thailand (2,8%), Filipina (2,4%), Vietnam (1,9%),
Romania (1,3%), dan Malaysia (0,7%). Di pasar domestik, Perseroan memenuhi
kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 25%, sesuai dengan ketentuan
minimum yang berlaku. Pencapaian ini mencerminkan keseimbangan yang terjaga
antara pemenuhan permintaan domestik dan penguatan posisi di pasar ekspor


3.8.   Strategi Pemasaran

Perseroan memasarkan batubara berkalori menengah dengan rentang 4.200–5.300
kkal melalui pendekatan pemasaran yang terintegrasi, dengan tetap menyeimbangkan
pemenuhan pasar domestik dan peluang ekspor. Dalam menjalankan aktivitas
pemasaran, Perseroan menempatkan konsistensi mutu dan keandalan pasokan sebagai
nilai utama untuk memenuhi kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan. Penjualan ke
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                     22
Page 33
pasar internasional menjadi kontributor signifikan dalam strategi pemasaran Perseroan.
Upaya ini didukung oleh pemantauan dinamika pasar global serta pemilihan tujuan
ekspor yang memberikan nilai tambah optimal. Melalui pemanfaatan data pasar dan
tren harga, Perseroan mampu menentukan waktu dan skema penjualan yang tepat,
sehingga dapat menjaga tingkat harga jual yang kompetitif sekaligus memperkuat
posisi Perseroan di pasar domestik maupun internasional.

Pada tahun 2025, Perseroan melanjutkan strategi pemasaran yang telah terbukti efektif
pada tahun sebelumnya, dengan fokus pada penguatan hubungan pelanggan dan
optimalisasi operasional, antara lain:

1.   Menjalin kontrak jangka panjang sekaligus menjajaki peluang pelanggan baru,
     sambil menjaga hubungan yang solid dengan pelanggan existing
2.   Meningkatkan volume produksi pada subblok yang paling menguntungkan dan
     memiliki akses angkut yang lebih dekat ke lokasi jetty, untuk memaksimalkan
     efisiensi operasional
3.   Melaksanakan efisiensi biaya melalui pembangunan jetty yang lebih dekat dengan
     lokasi tambang, sehingga mengurangi biaya angkut, penumpukan, dan pengelolaan
     batubara.
4.   Mengendalikan manajemen penimbunan batubara agar kualitas produk tetap
     terjaga dan terhindar dari kontaminasi yang dapat menurunkan mutu batubara.

Pendekatan ini memastikan Perseroan dapat mempertahankan kualitas produk,
meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat daya saing di pasar domestik
maupun internasional.




Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                     23
Page 34
 4. KAJIAN KELAYAKAN TEKNIS


4.1.   Kapasitas

Perseroan memiliki kapasitas produksi batubara sebesar 8.000.000 mt per tahun,
dimana pada tahun 2025 tercapai utilisasi sebesar 3.537.408 mt. Kemudian untuk PLTM
mempunyai kapasitas produksi sebesar 35.675.000 kwh/tahun realisasi energy yang
dihasilkan tahun 2025 melebihi kapasitas tersebut sebesar 37.679.00. dan property/
real estate yang memiliki lahan pasca tambang di Samarinda dan Kutai Kartanegara
sekitar 530Ha.

Dengan adanya penambahan usaha, tidak ada perubahan terkait rencana produksi
Perseroan, karena rencana penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas
kegiatan penyewaan gudang yang telah berjalan dan proses sertifikasi tanah. Sehingga,
dengan penambahan KBLI, tidak menimbulkan perubahan atas kegiatan operasional
perseroan ke depannya.


4.2.   Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya, dan Ahli Professional

Perseroan memiliki ketersediaan sumber daya yang memadai untuk mendukung
kegiatan operasional di bidang pertambangan batubara, baik dari sisi sumber daya
manusia maupun sumber daya alam. Dari sisi tenaga kerja, Perseroan didukung oleh
tenaga profesional yang berpengalaman di bidang pertambangan, termasuk dalam
kegiatan eksplorasi, produksi, pengelolaan operasional, serta keselamatan kerja (K3).

Kualitas sumber daya manusia Perseroan juga dijaga melalui program pelatihan dan
pengembangan kompetensi secara berkelanjutan, guna memastikan kesesuaian dengan
standar industri dan kebutuhan operasional. Selain itu, Perseroan menerapkan sistem
manajemen yang terstruktur untuk menjaga produktivitas, efisiensi, serta kepatuhan
terhadap regulasi yang berlaku.

Dengan dukungan tenaga ahli yang kompeten serta pengelolaan sumber daya yang
optimal, Perseroan memiliki kemampuan yang memadai untuk mempertahankan
kinerja operasional dan mendukung pengembangan usaha ke depan.

Dengan adanya penambahan usaha, tidak ada perubahan terkait ketersediaan dan
kualitas sumber daya, dan ahli professional Perseroan, karena rencana penambahan
KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas kegiatan penyewaan gudang yang telah
berjalan dan proses sertifikasi tanah. Sehingga, dengan penambahan KBLI, tidak
menimbulkan perubahan atas kegiatan operasional perseroan ke depannya.


4.3.   Proses Produksi

Proses produksi Perseroan terbagi menjadi 3 sesuai dengan kegiatan usaha yang
berjalan saat ini, yaitu produksi batubara, produksi listrik tenaga mini hidro, dan produk
real estate.




Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                         24
Page 35
                        Gambar 8 : Proses Produksi Batubara




                          Gambar 9 : Proses Produksi Listrik




Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                 25
Page 36
                        Gambar 10 : Proses Bisnis Real Estate




Dengan adanya penambahan usaha, tidak ada perubahan terkait proses produksi
Perseroan, karena tidak menimbulkan perubahan atas kegiatan operasional Perseroan
ke depannya. Rencana penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas
kegiatan penyewaan gudang yang telah berjalan dan proses sertifikasi tanah.




Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                26
Page 37
 5. KAJIAN KELAYAKAN POLA BISNIS


5.1.   Keunggulan Kompetitif

Keunggulan kompetitif Perseroan didukung oleh pengalaman operasional di bidang
pertambangan batubara serta kemampuan dalam menjaga efisiensi biaya produksi.
Perseroan memiliki pengelolaan operasional yang terstruktur dan berfokus pada
optimalisasi produktivitas, sehingga mampu menjaga kinerja di tengah fluktuasi harga
komoditas.

Selain itu, Perseroan juga didukung oleh sumber daya manusia yang berpengalaman
serta penerapan standar keselamatan dan operasional yang baik, yang mendukung
keberlangsungan kegiatan usaha secara berkelanjutan.


5.2.   Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk

Kemampuan pesaing untuk meniru produk Perseroan relatif terbatas, mengingat
industri pertambangan batubara bergantung pada kepemilikan konsesi, cadangan
sumber daya, serta perizinan yang ketat. Selain itu, kebutuhan investasi yang besar,
keahlian teknis, dan waktu pengembangan yang panjang menjadi hambatan masuk
yang signifikan. Meskipun produk batubara bersifat komoditas, kemampuan menjaga
kualitas, efisiensi biaya, dan keandalan pasokan menjadi faktor pembeda yang tidak
mudah ditiru.


5.3.   Kemampuan untuk Menciptakan Nilai

Kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai didukung oleh pengelolaan operasi
pertambangan yang efisien, pengendalian biaya yang disiplin, serta optimalisasi
produksi dan penjualan batubara. Selain itu, Perseroan melakukan diversifikasi sumber
pendapatan, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada fluktuasi harga komoditas.
Dengan kombinasi efisiensi operasional, pemanfaatan aset, dan strategi diversifikasi,
Perseroan mampu menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi pemegang saham.




Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                    27
Page 38
 6. KAJIAN KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN


6.1.       Ketersediaan Tenaga Kerja

Perseroan menyadari bahwa kualitas sumber daya manusia merupakan faktor kunci
dalam mendukung efektivitas operasional dan peningkatan kinerja secara keseluruhan.
Oleh karena itu, Perseroan menerapkan strategi pengelolaan SDM yang berfokus pada
pengembangan kompetensi, pembentukan budaya kerja yang positif, serta peningkatan
produktivitas karyawan. Perseroan juga memiliki program pengembangan karir yang
terstruktur untuk mengidentifikasi dan mengembangkan karyawan berpotensi,
sekaligus memberikan kesempatan untuk peningkatan jenjang karir. Selain itu,
Perseroan memberikan remunerasi dan fasilitas yang kompetitif, termasuk gaji di atas
UMR, tunjangan hari raya, jaminan kesehatan, dana pensiun, asuransi, serta program
BPJS, guna mendukung kesejahteraan karyawan. Komitmen ini diperkuat melalui
pelatihan berkelanjutan dan evaluasi kebijakan secara berkala, sehingga tercipta
lingkungan kerja yang produktif, berkelanjutan, dan selaras dengan tujuan jangka
panjang Perseroan.

Dengan penambahan KBLI, tidak terdapat perubahan terhadap ketersediaan tenaga
kerja Perseroan, karena tidak menimbulkan perubahan atas kegiatan operasional
Perseroan ke depannya. Rencana penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas
atas kegiatan penyewaan gudang yang telah berjalan dan proses sertifikasi tanah.


6.2.       Manajemen kekayaan Intelektual

Manajemen kekayaan intelektual bukan merupakan aspek yang material bagi
Perseroan, mengingat kegiatan usaha pertambangan batubara lebih bergantung pada
kepemilikan konsesi, cadangan sumber daya, dan perizinan dibandingkan dengan hak
kekayaan intelektual.


6.3.       Manajemen Risiko

Dalam melakukan kegiatan usahanya, Perseroan menanggung beberapa risiko. Berikut
risiko dan upaya Perseroan dalam memitigasi atau mengatasi risiko-risiko tersebut :

❖      Risiko Serangan Malware

       Risiko serangan malware merupakan ancaman keamanan siber di mana sistem
       teknologi informasi perusahaan terinfeksi perangkat lunak berbahaya, seperti virus,
       trojan, atau ransomware, yang dapat merusak, mengganggu, atau mengambil alih
       sistem. Perusahaan senantiasa berupaya untuk meningkatkan penanganan dan
       pengelolaan risiko serangan malware melalui langkah-langkah sebagai berikut:

       -    Melakukan update dan patching sistem secara rutin untuk menutup celah
            keamanan
       -    Menggunakan antivirus yang selalu aktif dan ter-update
       -    Mengimplementasikan firewall
       -    Membatasi hak akses pengguna sesuai prinsip least privilege
       -    Melakukan backup data secara berkala (offline dan cloud)
       -    Mengedukasi karyawan terkait phishing dan social engineering

Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                         28
Page 39
    -   Tidak membuka email, link, atau lampiran dari sumber yang tidak dikenal
    -   Membatasi penggunaan USB atau perangkat eksternal yang tidak terverifikasi
    -   Melakukan monitoring aktivitas sistem dan jaringan secara berkala
    -   Menjalankan audit keamanan dan penetration testing secara periodik

❖   Risiko Digitalisasi

Risiko digitalisasi merupakan potensi kerugian yang timbul akibat penerapan teknologi
digital dalam operasional perusahaan yang tidak dikelola secara optimal. Risiko ini dapat
muncul dari kegagalan implementasi sistem, ketergantungan tinggi terhadap teknologi,
integrasi sistem yang tidak berjalan baik, hingga kualitas data yang tidak akurat.
Beberapa contoh mitigasi yang dilakukan oleh Perseroan yaitu menyusun perencanaan
dan roadmap digitalisasi yang jelas dan terukur, memilih vendor/penyedia sistem yang
kompeten dan terpercaya, menerapkan uji coba sistem (testing/UAT) sebelum
digunakan secara penuh, melakukan backup data secara rutin dan memastikan
keamanannya, memberikan pelatihan kepada karyawan terkait penggunaan sistem
digital dan melakukan audit sistem dan evaluasi risiko digital secara periodik.

❖   Risiko Reputasi dan Eksternal

Risiko reputasi muncul ketika persepsi publik, pemangku kepentingan, atau regulator
terhadap perusahaan menjadi negatif. Hal ini dapat dipicu oleh isu lingkungan seperti
pencemaran, kerusakan lahan, ketidakpatuhan terhadap regulasi, kecelakaan kerja,
atau konflik dengan masyarakat sekitar. Dampaknya dapat berupa menurunnya
kepercayaan investor, kesulitan memperoleh izin usaha, hingga penurunan nilai
perusahaan dan keberlanjutan operasional. Risiko reputasi dan eksternal per akhir
tahun 2025 teridentifikasi pada level rendah dengan potensi stabil. Beberapa contoh
tindakan mitigasi yang telah dilakukan Perusahaan yaitu pengelolaan kepatuhan
regulasi, penerapan praktik lingkungan berkelanjutan, manajemen hubungan
masyarakat (stakeholder engagement), program tanggung jawab sosial (csr),
manajemen krisis dan komunikasi, transparansi dan pelaporan, penguatan budaya etika
dan tata kelola dan pengelolaan media dan digital.

❖   Risiko Perizinan

Risiko perizinan contohnya seperti keterlambatan perpanjangan izin, ketidaksesuaian
kepatuhan regulasi, perizinan yang tidak lengkap atau tidak valid, perubahan kebijakan
pemerintah, sengketa izin dengan pihak ketiga, dan pelanggaran ketentuan lingkungan.
Beberapa contoh tindakan mitigasi yang telah dilakukan Perusahaan yaitu membuat
system monitoring masa berlaku izin, melakukan update berkala terhadap regulasi dan
kebijakan pemerintah, audit kepatuhan secara periodik, melibatkan konsultan hukum/
regulasi, menyimpan dokumen dalam sistem terdokumentasi dan terdigitalisasi,
melakukan due diligence sebelum akuisisi/ pengajuan suatu izin, implementasi sistem
manajemen lingkungan dan audit lingkungan secara berkala.

❖   Risiko Cuaca Dan Dekarbonisasi

Perseroan menghadapi risiko cuaca yang tinggi akibat curah hujan di area tambang,
yang dapat mengganggu produksi, merusak infrastruktur, meningkatkan biaya
operasional, serta menghambat pengiriman. Mitigasi dilakukan melalui perencanaan
berbasis cuaca, peningkatan sistem drainase, penguatan jalan tambang, penyediaan
buffer stock, serta pemantauan cuaca secara real-time.

Selain itu, Perseroan juga menghadapi risiko dekarbonisasi akibat tekanan global untuk
mengurangi emisi karbon, yang berpotensi menurunkan permintaan batubara dan
mempengaruhi keberlanjutan bisnis. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Perusahaan
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                        29
Page 40
melakukan diversifikasi ke energi baru dan terbarukan, meningkatkan efisiensi
operasional, serta mengimplementasikan program ESG.

❖      Risiko Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan Hidup (K3LH)

Potensi kecelakaan kerja yang dapat menyebabkan lost time injury dan insiden berisiko
tinggi. Untuk mengelola risiko tersebut, Perusahaan melakukan berbagai langkah
mitigasi, antara lain penguatan program zero accident, evaluasi kinerja K3LH secara
berkala, penegakan peraturan, pengendalian risiko utama seperti tanah longsor dan
pekerjaan di ketinggian, serta pelaksanaan inspeksi rutin termasuk terhadap peralatan
darurat.

❖      Risiko Sistem Manajemen dan Proses Bisnis Perseroan

Risiko sistem manajemen dan proses bisnis Perseroan timbul dari ketergantungan pada
sistem dan proses internal, termasuk potensi kegagalan implementasi kebijakan,
lemahnya pengendalian internal, kendala logistik, ketidaksesuaian kualitas, serta
ketergantungan pada pihak ketiga. Untuk mengelola risiko tersebut, Perseroan
menerapkan pengawasan internal berbasis risiko, audit berkala, penguatan manajemen
logistik dan buffer stock, kontrol kualitas yang ketat, serta evaluasi kinerja pemasok
dan kontraktor secara berkala.


6.4.     Kapasitas dan Kemampuan Manajemen

Kapasitas dan kemampuan manajemen Perseroan dinilai memadai dalam mendukung
kegiatan operasional, yang tercermin dari pengalaman dalam mengelola usaha
pertambangan serta penerapan sistem manajemen yang terstruktur. Manajemen juga
didukung oleh mekanisme pengendalian internal, evaluasi kinerja secara berkala, serta
kemampuan dalam mengelola risiko operasional dan bisnis. Dengan demikian,
manajemen memiliki kapabilitas yang cukup untuk menjaga keberlangsungan usaha
dan mendukung pengembangan Perseroan ke depan.

Dengan adanya penambahan usaha, tidak ada perubahan terkait kapasitas dan
kemampuan manajemen Perseroan, karena tidak menimbulkan perubahan atas
kegiatan operasional Perseroan ke depannya. Rencana penambahan KBLI hanya untuk
penyesuaian legalitas atas kegiatan penyewaan gudang yang telah berjalan dan proses
sertifikasi tanah.


6.5.     Struktur Organisasi

Dengan adanya penambahan usaha, tidak ada perubahan terkait struktur organisasi
Perseroan, karena tidak menimbulkan perubahan atas kegiatan operasional Perseroan
ke depannya. Rencana penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas
kegiatan penyewaan gudang yang telah berjalan dan proses sertifikasi tanah.




Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                     30
Page 41
 7. KAJIAN KELAYAKAN KEUANGAN


7.1.   Proforma Laporan         Keuangan   Sebelum         dan      Setelah       Penambahan
       Kegiatan Usaha

Berikut ini adalah gambaran laba rugi dan posisi keuangan Perseroan sebelum dan
setelah Penambahan Kegiatan Usaha. Laba rugi dan posisi keuangan sebelum
penambahan KBLI adalah laporan per 31 Desember 2025 yang telah diaudit sedangkan
posisi keuangan dan laba rugi setelah perubahan adalah proforma posisi keuangan
Perseroan, yang disiapkan oleh manajemen.


   Tabel 7 : Laporan Laba Rugi Sebelum dan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha

                                                                 31 Desember 2025
 Dalam USD
                                                  Audit             Penyesuaian     Proforma

 PENDAPATAN USAHA                                153.117.575                  -     153.117.575

 BEBAN POKOK PENDAPATAN                          (127.039.167)                -     (127.039.167)

 LABA KOTOR                                       26.078.408                  -      26.078.408

 BEBAN USAHA
  Beban penjualan                                  (7.622.315)                -       (7.622.315)
  Beban umum dan administrasi                     (12.700.838)                -      (12.700.838)

 LABA USAHA                                         5.755.255                 -        5.755.255

 PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
  Pendapatan lain-lain                              2.673.227                 -        2.673.227
  Beban lain-lain                                  (3.504.946)                -       (3.504.946)
  Pendapatan keuangan                                 873.901                 -          873.901
  Beban keuangan                                     (142.151)                -         (142.151)
  Pajak final                                        (114.715)                -         (114.715)

 LABA SEBELUM TAKSIRAN PAJAK PENGHASILAN            5.540.571                 -        5.540.571

 TAKSIRAN PAJAK PENGHASILAN
  Pajak kini                                       (3.580.977)                -       (3.580.977)
  Pajak tangguhan                                      81.130                 -           81.130

 LABA BERSIH TAHUN BERJALAN                         2.040.724                 -        2.040.724




Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                                 31
Page 42
   Tabel 8 : Laporan Posisi Keuangan Sebelum dan Setelah Penambahan Kegiatan

                                                                31 Desember 2025
 Dalam USD
                                                  Audit            Penyesuaian      Proforma

 ASET LANCAR
 Kas dan setara kas                                42.348.117         (2.163.032)    40.185.085
 Piutang usaha
   Pihak berelasi                                      58.286                  -         58.286
   Pihak ketiga - bersih                           10.410.482                  -     10.410.482
 Piutang lain-lain - jangka pendek
   Pihak berelasi                                         179                  -            179
   Pihak ketiga - bersih                            2.622.413                  -      2.622.413
 Persediaan - bersih                               12.127.536                  -     12.127.536
 Pajak dibayar di muka                              5.433.349                  -      5.433.349
 Uang muka dan biaya dibayar di muka - bagian      12.572.254                  -     12.572.254
 Jumlah aset lancar                                85.572.616         (2.163.032)    83.409.584

 ASET TIDAK LANCAR
 Investasi jangka panjang                           2.762.383                 -       2.762.383
 Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya     3.581.516                 -       3.581.516
 Uang muka investasi                                3.592.272                 -       3.592.272
 Uang muka dan biaya dibayar di muka                  171.613                 -         171.613
 Uang muka jangka panjang                             831.285                 -         831.285
 Piutang lain-lain - jangka panjang                   480.727                 -         480.727
 Taksiran tagihan pengembalian pajak                8.185.914                 -       8.185.914
 Properti investasi                                31.661.781         2.163.032      33.824.813
 Aset tetap - bersih                               23.259.023                 -      23.259.023
 Biaya pengupasan tanah yang ditangguhkan           2.391.214                 -       2.391.214
 Aset eksplorasi dan evaluasi                       2.904.216                 -       2.904.216
 Aset pajak tangguhan - bersih                      1.058.618                 -       1.058.618
 Properti tambang - bersih                         12.418.842                 -      12.418.842
 Goodwill                                           1.153.571                 -       1.153.571
 Aset keuangan tidak lancar lainnya                     9.561                 -           9.561
 Aset tidak lancar lainnya                          1.671.406                 -       1.671.406
 Jumlah aset tidak lancar                          96.133.942         2.163.032      98.296.974

 JUMLAH ASET                                      181.706.558                  -    181.706.558




Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                                 32
Page 43
                                                                          (Lanjutan…… Tabel 8)

                                                                  31 Desember 2025
 Dalam USD
                                                   Audit             Penyesuaian     Proforma

 LIABILITAS JANGKA PENDEK
 Utang usaha - pihak ketiga                          6.195.016                  -      6.195.016
 Utang lain-lain - pihak ketiga                      5.910.725                  -      5.910.725
 Utang pajak                                         1.154.742                  -      1.154.742
 Beban akrual                                        3.681.825                  -      3.681.825
 Liabilitas imbalan kerja                               72.211                  -         72.211
 Bagian lancar atas liabilitas jangka panjang:
   Utang bank                                          283.041                  -        283.041
   Liabilitas sewa                                     546.052                  -        546.052
 Utang jaminan jangka pendek                             6.466                  -          6.466
 Liabilitas kontrak                                    711.608                  -        711.608
 Bagian lancar atas komitmen pemasokan jangka          453.529                  -        453.529
 Jumlah liabilitas jangka pendek                    19.015.215                  -     19.015.215

 LIABILITAS JANGKA PANJANG
 Liabilitas kontrak                                    802.492                  -        802.492
 Liabilitas imbalan kerja                            2.026.403                  -      2.026.403
 Uang jaminan                                          360.943                  -        360.943
 Liabilitas pajak tangguhan - bersih                   407.852                  -        407.852
 Komitmen pemasokan jangka panjang dikurangi
 bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun      4.081.766                  -      4.081.766
 Provisi untuk pengelolaan dan reklamasi             1.453.100                  -      1.453.100
 Liabilitas jangka panjang:
   Utang bank                                        1.981.289                  -      1.981.289
   Liabilitas sewa                                     423.600                  -        423.600
 Jumlah liabilitas jangka panjang                   11.537.445                  -     11.537.445

 JUMLAH LIABILITAS                                  30.552.660                  -     30.552.660

 EKUITAS
 Modal saham                                        24.039.183                  -      24.039.183
 Tambahan modal disetor                                625.460                  -         625.460
 Saham treasuri                                     (3.453.397)                 -      (3.453.397)
 Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan   (52.024.287)                 -     (52.024.287)
 Saldo laba
  Telah ditentukan penggunaannya                       901.434                  -        901.434
  Belum ditentukan penggunaannya                   180.406.039                  -    180.406.039
 Sub Jumlah                                        150.494.432                  -    150.494.432
 Kepentingan non-pengendali                            659.466                  -        659.466
 JUMLAH EKUITAS                                    151.153.898                  -    151.153.898

 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                     181.706.558                  -    181.706.558


Sebagaimana diperlihatkan pada tabel di atas, terdapat perubahan pada posisi
keuangan, yaitu:


Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                                  33
Page 44
❖ Setelah Penambahan KBLI, maka kas dan setara kas Perseroan mengalami
  penurunan sebesar USD 2.163.032 yang digunakan untuk proses sertifikasi tanah
  dari status girik menjadi Hak Guna Bangunan (HGB).

❖ Setelah Penambahan KBLI, maka properti investasi Perseroan mengalami
  peningkatan sebesar USD 2.163.032 atas kapitalisasi biaya sertifikasi ke aset
  properti investasi berupa tanah.


7.2.     Proyeksi Keuangan Dengan dan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

Proyeksi laporan keuangan telah dipersiapkan oleh manajemen Perseroan dengan
asumsi-asumsi yang menurut Penilai cukup wajar sebagai berikut:

              Tabel 9 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Dengan Penambahan KBLI

                                                                 PROYEKSI DENGAN
  USD
                                         2026           2027           2028           2029           2030
 SALES
   Coal                                174.956.258    203.824.041    237.455.007    276.635.084    322.279.872
   Power Plan Energy                     2.501.453      2.764.105      3.054.336      3.375.041      3.729.421
   Mining Services                         164.550        181.828        200.920        222.016        245.328
   Rental - warehouse equipment            274.231        305.455        305.455        305.455        305.455
 TOTAL SALES                           177.896.492    207.075.428    241.015.718    280.537.596    326.560.076

 COST OF GOOD SOLD
   Mining Cost                          84.129.220     98.010.542    114.182.281    133.022.357    154.971.046
   Fuel                                 18.388.650     21.422.777     24.957.536     29.075.529     33.872.991
   Depreciation & Amortization           2.281.694      2.281.694      2.281.694      2.281.694      2.281.694
   Rental                                1.807.900      2.104.575      2.450.031      2.852.298      3.320.731
   Repair and Maintenance                1.686.928      1.963.752      2.286.092      2.661.442      3.098.530
   Land Compensation                     8.419.605      9.808.840     11.427.299     13.312.803     15.509.416
   Salaries and Allowance                4.705.944      5.478.187      6.377.404      7.424.501      8.643.826
   Community Development                   279.923        326.110        379.918        442.605        515.634
   Amortisation Of Mine Property           237.725        276.950        322.647        375.883        437.904
   Others                                2.192.418      2.552.193      2.971.123      3.458.947      4.027.009
   Total Production Cost               124.130.007    144.225.619    167.636.024    194.908.061    226.678.783
   Royalty - Coal                       23.822.609     27.753.339     32.332.640     37.667.525     43.882.667
   Beginning Inventory - Coal           10.144.312     10.144.312     10.144.312     10.144.312     10.144.312
   Ending Inventory - Coal             (10.144.312)   (10.144.312)   (10.144.312)   (10.144.312)   (10.144.312)
   Beginning Inventory - HPL             2.205.056      2.205.056      2.205.056      2.205.056      2.205.056
   Ending Inventory - HPL               (2.205.056)    (2.205.056)    (2.205.056)    (2.205.056)    (2.205.056)
 TOTAL COST OF GOOD SOLD               147.952.616    171.978.958    199.968.664    232.575.586    270.561.450

 GROSS PROFIT                           29.943.876     35.096.470     41.047.053     47.962.010     55.998.626

 Selling Expenses                        8.879.997     10.345.196     12.052.154     14.040.759     16.357.485
 General and Admin Expenses             13.138.429     13.645.549     14.176.025     14.730.985     15.311.612

 OPERATING PROFIT (LOSS)                 7.925.449     11.105.724     14.818.875     19.190.266     24.329.529

 OTHERS (EXPENSES) INCOME
   Finance Income                          891.379        909.207        927.391        945.939        964.857
   Finance Expense                        (144.994)      (147.894)      (150.852)      (153.869)      (156.946)
   Income Commitment Fee                   453.529        453.529        453.529        453.529        453.529
   UnRealized Forex Gain/(Loss)         (1.000.000)    (1.000.000)    (1.000.000)    (1.000.000)    (1.000.000)
   Income from PSM & TBP                   308.802        327.331        346.970        367.789        389.856
   Impairment of assets                        -              -              -              -              -
   Others                                  194.170        198.054        202.015        206.055        210.176
 TOTAL OTHERS (EXPENSES) INCOME            702.887        740.226        779.053        819.442        861.472

 NET PROFIT (LOSS) BEFORE TAX            8.628.336     11.845.950     15.597.928     20.009.708     25.191.001

   Corporate Income Tax                 (1.898.234)    (2.606.109)    (3.431.544)    (4.402.136)    (5.542.020)

 NET PROFIT AFTER TAX                    6.730.102      9.239.841     12.166.384     15.607.572     19.648.981




Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                                               34
Page 45
          Tabel 10 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Dengan Penambahan KBLI

                                                                                        PROYEKSI DENGAN
    USD
                                                           2026           2027               2028           2029           2030
   ASSET
   Current assets
      Cash and Cash Equivalents                            42.999.077     47.789.190         58.207.869     71.339.428     88.539.225
      Trade Receivables
         Related parties                                       58.286         58.286             58.286         58.286         58.286
         Third parties                                     12.433.558     14.473.898         16.849.718     19.616.250     22.837.823
      Other Receivables
         Related parties                                          179            179                179            179            179
         Third parties                                      2.660.176      2.698.482          2.737.340      2.776.758      2.816.743
      Inventories                                          12.349.368     12.349.368         12.349.368     12.349.368     12.349.368
      Prepaid Taxes                                         5.542.016      5.652.856          5.765.913      5.881.232      5.998.856
      Advance and Prepaid Expense                          13.452.312     14.393.974         15.401.552     16.479.660     17.633.237
   Total Current assets                                    89.494.972     97.416.233        111.370.226    128.501.161    150.233.718

      Non-current assets
      Investment in Shares                                  2.762.383      2.762.383          2.762.383      2.762.383      2.762.383
      Restricted time deposits (non-current)                3.653.146      3.726.209          3.800.733      3.876.748      3.954.283
      Advance for Investments                               3.664.117      3.737.400          3.812.148      3.888.391      3.966.159
      Advances and Prepaid Expense (Long-term)                175.045        178.546            182.117        185.759        189.475
      Long-term advances - Mining                             847.911        864.869            882.166        899.810        917.806
      Other Receivables long term                             490.342        500.148            510.151        520.354        530.761
      Estimated claims for tax refund                       8.349.632      8.516.625          8.686.957      8.860.697      9.037.911
      Investment properties                                33.833.007     33.841.201         33.849.396     33.857.590     33.865.784
      Property, plant and equipment - net                  23.724.203     24.198.688         24.682.661     25.176.315     25.679.841
      Exploration and evaluation assets                     2.962.300      3.021.546          3.081.977      3.143.617      3.206.489
      Deferred tax assets - net                             1.079.790      1.101.386          1.123.414      1.145.882      1.168.800
      Mine properties - net                                12.667.219     12.920.563         13.178.974     13.442.554     13.711.405
      Deferred stripping cost                               2.439.038      2.487.819          2.537.575      2.588.327      2.640.093
      Goodwill                                              1.153.571      1.153.571          1.153.571      1.153.571      1.153.571
      Other non - current financial assets                      9.752          9.947             10.146         10.349         10.556
      Other non - current assets                            1.704.834      1.738.931          1.773.709      1.809.184      1.845.367
    Non-current assets                                     99.516.292    100.759.833        102.028.081    103.321.530    104.640.684

   TOTAL ASSET                                            189.011.264    198.176.067        213.398.307    231.822.691    254.874.402

   LIABILITIES
       Current liabilities
       Trade payables
          Third parties                                     7.447.800      8.653.537         10.058.161     11.694.484     13.600.727
       Other payables
          Third parties                                     5.995.839      6.082.180          6.169.763      6.258.607      6.348.731
       Taxes Payables                                       1.837.903      1.799.887          3.364.344      4.334.936      5.474.820
       Accrued expenses                                     3.734.843      3.788.625          3.843.181      3.898.523      3.954.662
       Employee benefits liabilities (current)                 73.655         75.128             76.631         78.164         79.727
       Current maturities of long-term liabilities:
          Long-term bank loans (current)                      283.041        283.041            283.041        283.041        283.041
          Long-term lease liabilities (current)               423.600            -                  -              -              -
       Security deposits (current)                              6.466          6.466              6.466          6.466          6.466
       Contract Liabilities (current)                         802.492            -                  -              -              -
       Supply commitments (current)                           453.529        453.529            453.529        453.529        453.529
    Total Current liabilities                              21.059.170     21.142.393         24.255.117     27.007.749     30.201.703

    Non-current liabilities
       Employee benefits liabilities (non-current)          2.431.684      2.918.020          3.501.624      4.201.949      5.042.339
       Security deposits (Reclamation)                        368.162        375.525            383.036        390.696        398.510
       Deferred Tax Liabilities                               416.009        424.329            432.816        441.472        450.302
       Long-term supply commitments (non-current)           3.628.237      3.174.708          2.721.179      2.267.650      1.814.121
       Provision for environmental and reclamation cost     1.525.755      1.602.043          1.682.145      1.766.252      1.854.565
       Long-term debts net of current maturities:
          Long-term bank loans                              1.698.248      1.415.207          1.132.166        849.125        566.084
    Total Non-current liabilities                          10.068.095      9.909.832          9.852.966      9.917.145     10.125.921

   Total Liabilities                                       31.127.264     31.052.225         34.108.082     36.924.894     40.327.624

   Equity
    Stockholders' Equity
       Capital stock                                       24.039.183     24.039.183         24.039.183     24.039.183     24.039.183
       Other Equity Component                                 625.460        625.460            625.460        625.460        625.460
       Treasury Shares                                     (3.453.397)    (3.453.397)        (3.453.397)    (3.453.397)    (3.453.397)
       Difference in Foreign Currency                     (52.024.287)   (52.024.287)       (52.024.287)   (52.024.287)   (52.024.287)
       Retained earnings:
          Appropriated                                        901.434        901.434            901.434        901.434        901.434
          Unappropriated                                  187.136.141    196.375.982        208.542.366    224.149.938    243.798.919
    Non-controlling interest                                  659.466        659.466            659.466        659.466        659.466
   Total Equity                                           157.884.000    167.123.841        179.290.225    194.897.797    214.546.778

   TOTAL LIABILITIES AND EQUITY                           189.011.264    198.176.067        213.398.307    231.822.691    254.874.402




Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                                                                       35
Page 46
                 Tabel 11 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Dengan Penambahan KBLI

                                                                                       PROYEKSI DENGAN
 USD
                                                       2026             2027                2028             2029             2030

  Cash flows from operating activities
   Cash received from customers                      175.161.807      204.232.596          238.639.897     277.771.064      323.338.502
   Cash payments to:
     Suppliers                                       (115.295.364)    (135.160.586)       (155.865.676)    (182.447.842)    (212.554.869)
     Directors and employees                          (11.210.388)     (12.247.105)        (13.411.862)     (14.723.186)     (16.202.442)
   Other operating expenses                           (40.450.374)     (46.843.608)        (54.138.633)     (62.620.047)     (72.482.281)
  Cash provided by (used in) operating activities       8.205.681         9.981.298         15.223.727       17.979.989       22.098.909
   Receipt of interest income                             891.379           909.207             927.391          945.939          964.857
   Payments of income tax                              (3.499.847)       (1.898.234)         (2.606.109)      (3.431.544)      (4.402.136)
   Proceeds from tax refunds                            3.324.855         1.803.322           2.475.804        3.259.967        4.182.029
  Net cash provided by operating activities             8.922.068       10.795.593          16.020.812       18.754.350       22.843.659

  Cash flows from investing activities
   Acquisition of property, plant and equipment        (3.743.163)      (3.752.467)         (3.761.957)      (3.771.636)      (3.781.509)
   Acquisition of investment properties                     (8.194)          (8.194)             (8.194)          (8.194)          (8.194)
   Payment of Advance for investments                      (71.845)         (73.282)            (74.748)         (76.243)         (77.768)
   Receipt (Placement) of Restricted time deposits         (71.630)         (73.063)            (74.524)         (76.015)         (77.535)
   Additions to Exploration and evaluation assets          (58.084)         (59.246)            (60.431)         (61.640)         (62.872)
   Decrease (Increase) in Other Receivables                 (9.615)          (9.807)            (10.003)         (10.203)         (10.407)
   Increase in Mine properties                           (248.377)        (253.344)           (258.411)        (263.579)        (268.851)
   Addition of deferred stripping cost                     (47.824)         (48.781)            (49.756)         (50.752)         (51.767)
   Decrease (Increase) in Long-term Advances                (3.432)          (3.501)             (3.571)          (3.642)          (3.715)
   Decrease (Increase) in Project Advances                 (16.626)         (16.958)            (17.297)         (17.643)         (17.996)
  Net cash used in investing activities                (4.278.791)      (4.298.644)         (4.318.893)      (4.339.547)      (4.360.615)

  Cash flows from financing activities
   Payment of Lease liabilities                         (546.052)         (423.600)                  -                -                -
   Payment of Bank loans                                (283.041)         (283.041)           (283.041)        (283.041)        (283.041)
  Net cash used in financing activities                 (829.093)         (706.641)           (283.041)        (283.041)        (283.041)

  Net increase/(decrease) in                           3.814.183        5.790.308           11.418.878      14.131.762       18.200.004
  Net effect of changes in exchange rates on          (1.000.191)      (1.000.195)          (1.000.199)     (1.000.203)      (1.000.207)
  Cash and cash equivalents, beginning                40.185.085       42.999.077           47.789.190      58.207.869       71.339.428
  Cash and cash equivalents, ending                   42.999.077       47.789.190           58.207.869      71.339.428       88.539.225




Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                                                                        36
Page 47
               Tabel 12 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Tanpa Penambahan KBLI

                                                                      PROYEKSI TANPA
 USD
                                          2026           2027              2028           2029           2030
SALES
  Coal                                  174.956.258    203.824.041       237.455.007    276.635.084    322.279.872
  Power Plan Energy                       2.501.453      2.764.105         3.054.336      3.375.041      3.729.421
  Mining Services                           164.550        181.828           200.920        222.016        245.328
  Rental - warehouse equipment                  -              -                 -              -              -
TOTAL SALES                             177.622.261    206.769.974       240.710.263    280.232.141    326.254.621

COST OF GOOD SOLD
  Mining Cost                            84.129.220     98.010.542       114.182.281    133.022.357    154.971.046
  Fuel                                   18.388.650     21.422.777        24.957.536     29.075.529     33.872.991
  Depreciation & Amortization             2.281.694      2.281.694         2.281.694      2.281.694      2.281.694
  Rental                                  1.807.900      2.104.575         2.450.031      2.852.298      3.320.731
  Repair and Maintenance                  1.686.928      1.963.752         2.286.092      2.661.442      3.098.530
  Land Compensation                       8.419.605      9.808.840        11.427.299     13.312.803     15.509.416
  Salaries and Allowance                  4.705.944      5.478.187         6.377.404      7.424.501      8.643.826
  Community Development                     279.923        326.110           379.918        442.605        515.634
  Amortisation Of Mine Property             237.725        276.950           322.647        375.883        437.904
  Others                                  2.192.418      2.552.193         2.971.123      3.458.947      4.027.009
  Total Production Cost                 124.130.007    144.225.619       167.636.024    194.908.061    226.678.783
  Royalty - Coal                         23.822.609     27.753.339        32.332.640     37.667.525     43.882.667
  Beginning Inventory - Coal             10.144.312     10.144.312        10.144.312     10.144.312     10.144.312
  Ending Inventory - Coal               (10.144.312)   (10.144.312)      (10.144.312)   (10.144.312)   (10.144.312)
  Beginning Inventory - HPL               2.205.056      2.205.056         2.205.056      2.205.056      2.205.056
  Ending Inventory - HPL                 (2.205.056)    (2.205.056)       (2.205.056)    (2.205.056)    (2.205.056)
TOTAL COST OF GOOD SOLD                 147.952.616    171.978.958       199.968.664    232.575.586    270.561.450

GROSS PROFIT                             29.669.645     34.791.015        40.741.599     47.656.555     55.693.171

Selling Expenses                          8.879.997     10.345.196        12.052.154     14.040.759     16.357.485
General and Admin Expenses               13.138.429     13.645.549        14.176.025     14.730.985     15.311.612

OPERATING PROFIT (LOSS)                   7.651.219     10.800.270        14.513.420     18.884.811     24.024.074

OTHERS (EXPENSES) INCOME
  Finance Income                            891.379        909.207           927.391        945.939        964.857
  Finance Expense                          (144.994)      (147.894)         (150.852)      (153.869)      (156.946)
  Income Commitment Fee                     453.529        453.529           453.529        453.529        453.529
  UnRealized Forex Gain/(Loss)           (1.000.000)    (1.000.000)       (1.000.000)    (1.000.000)    (1.000.000)
  Income from PSM & TBP                     308.802        327.331           346.970        367.789        389.856
  Impairment of assets                          -       (3.359.192)              -              -              -
  Others                                    194.170        198.054           202.015        206.055        210.176
TOTAL OTHERS (EXPENSES) INCOME              702.887     (2.618.966)          779.053        819.442        861.472

NET PROFIT (LOSS) BEFORE TAX              8.354.105      8.181.304        15.292.473     19.704.253     24.885.547

  Corporate Income Tax                   (1.837.903)    (1.799.887)       (3.364.344)    (4.334.936)    (5.474.820)

NET PROFIT AFTER TAX                      6.516.202      6.381.417        11.928.129     15.369.318     19.410.726




Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                                                  37
Page 48
           Tabel 13 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Penambahan KBLI

                                                                                       PROYEKSI TANPA
  USD
                                                          2026           2027               2028           2029           2030
  ASSET
  Current assets
     Cash and Cash Equivalents                            44.948.209     50.255.478        60.444.097      73.345.596     90.315.332
     Trade Receivables
        Related parties                                       58.286         58.286            58.286          58.286         58.286
        Third parties                                     12.433.558     14.473.898        16.849.718      19.616.250     22.837.823
     Other Receivables
        Related parties                                          179            179               179             179            179
        Third parties                                      2.660.176      2.698.482         2.737.340       2.776.758      2.816.743
     Inventories                                          12.349.368     12.349.368        12.349.368      12.349.368     12.349.368
     Prepaid Taxes                                         5.542.016      5.652.856         5.765.913       5.881.232      5.998.856
     Advance and Prepaid Expense                          13.452.312     14.393.974        15.401.552      16.479.660     17.633.237
  Total Current assets                                    91.444.104     99.882.521       113.606.454     130.507.329    152.009.825

     Non-current assets
     Investment in Shares                                  2.762.383      2.762.383         2.762.383       2.762.383      2.762.383
     Restricted time deposits (non-current)                3.653.146      3.726.209         3.800.733       3.876.748      3.954.283
     Advance for Investments                               3.664.117      3.737.400         3.812.148       3.888.391      3.966.159
     Advances and Prepaid Expense (Long-term)                175.045        178.546           182.117         185.759        189.475
     Long-term advances - Mining                             847.911        864.869           882.166         899.810        917.806
     Other Receivables long term                             490.342        500.148           510.151         520.354        530.761
     Estimated claims for tax refund                       8.349.632      8.516.625         8.686.957       8.860.697      9.037.911
     Investment properties                                31.669.975     28.302.589        28.302.589      28.302.589     28.302.589
     Property, plant and equipment - net                  23.724.203     24.198.688        24.682.661      25.176.315     25.679.841
     Exploration and evaluation assets                     2.962.300      3.021.546         3.081.977       3.143.617      3.206.489
     Deferred tax assets - net                             1.079.790      1.101.386         1.123.414       1.145.882      1.168.800
     Mine properties - net                                12.667.219     12.920.563        13.178.974      13.442.554     13.711.405
     Deferred stripping cost                               2.439.038      2.487.819         2.537.575       2.588.327      2.640.093
     Goodwill                                              1.153.571      1.153.571         1.153.571       1.153.571      1.153.571
     Other non - current financial assets                      9.752          9.947            10.146          10.349         10.556
     Other non - current assets                            1.704.834      1.738.931         1.773.709       1.809.184      1.845.367
   Non-current assets                                     97.353.260     95.221.221        96.481.274      97.766.529     99.077.489

  TOTAL ASSET                                            188.797.364    195.103.742       210.087.728     228.273.858    251.087.314

  LIABILITIES
      Current liabilities
      Trade payables
         Third parties                                     7.447.800      8.653.537        10.058.161      11.694.484     13.600.727
      Other payables
         Third parties                                     5.995.839      6.082.180         6.169.763       6.258.607      6.348.731
      Taxes Payables                                       1.837.903      1.799.887         3.364.344       4.334.936      5.474.820
      Accrued expenses                                     3.734.843      3.788.625         3.843.181       3.898.523      3.954.662
      Employee benefits liabilities (current)                 73.655         75.128            76.631          78.164         79.727
      Current maturities of long-term liabilities:
         Long-term bank loans (current)                      283.041        283.041           283.041         283.041        283.041
         Long-term lease liabilities (current)               423.600            -                 -               -              -
      Security deposits (current)                              6.466          6.466             6.466           6.466          6.466
      Contract Liabilities (current)                         802.492            -                 -               -              -
      Supply commitments (current)                           453.529        453.529           453.529         453.529        453.529
   Total Current liabilities                              21.059.170     21.142.393        24.255.117      27.007.749     30.201.703

   Non-current liabilities
      Employee benefits liabilities (non-current)          2.431.684      2.918.020         3.501.624       4.201.949      5.042.339
      Security deposits (Reclamation)                        368.162        375.525           383.036         390.696        398.510
      Deferred Tax Liabilities                               416.009        424.329           432.816         441.472        450.302
      Long-term supply commitments (non-current)           3.628.237      3.174.708         2.721.179       2.267.650      1.814.121
      Provision for environmental and reclamation cost     1.525.755      1.602.043         1.682.145       1.766.252      1.854.565
      Long-term debts net of current maturities:
         Long-term bank loans                              1.698.248      1.415.207         1.132.166         849.125        566.084
   Total Non-current liabilities                          10.068.095      9.909.832         9.852.966       9.917.145     10.125.921

  Total Liabilities                                       31.127.264     31.052.225        34.108.082      36.924.894     40.327.624

  Equity
   Stockholders' Equity
      Capital stock                                       24.039.183     24.039.183         24.039.183     24.039.183     24.039.183
      Other Equity Component                                 625.460        625.460            625.460        625.460        625.460
      Treasury Shares                                     (3.453.397)    (3.453.397)        (3.453.397)    (3.453.397)    (3.453.397)
      Difference in Foreign Currency                     (52.024.287)   (52.024.287)       (52.024.287)   (52.024.287)   (52.024.287)
      Retained earnings:
         Appropriated                                        901.434        901.434           901.434         901.434        901.434
         Unappropriated                                  186.922.241    193.303.658       205.231.787     220.601.105    240.011.831
   Non-controlling interest                                  659.466        659.466           659.466         659.466        659.466
  Total Equity                                           157.670.100    164.051.517       175.979.646     191.348.964    210.759.690

  TOTAL LIABILITIES AND EQUITY                           188.797.364    195.103.742       210.087.728     228.273.858    251.087.314




Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                                                                     38
Page 49
                  Tabel 14 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Tanpa Penambahan KBLI

                                                                                                PROYEKSI BEFORE
 USD
                                                                 2026            2027                2028             2029               2030

  Cash flows from operating activities
   Cash received from customers                              174.887.577       203.927.142          238.334.443     277.465.610        323.033.048
   Cash payments to:
     Suppliers                                              (115.295.364)      (135.160.586)       (155.865.676)    (182.447.842)      (212.554.869)
     Directors and employees                                 (11.210.388)       (12.247.105)        (13.411.862)     (14.723.186)       (16.202.442)
   Other operating expenses                                  (40.390.043)       (46.024.014)        (54.111.744)     (62.556.207)       (72.418.441)
  Cash provided by (used in) operating activities              7.991.781         10.495.438          14.945.161       17.738.375         21.857.294
   Receipt of interest income                                    891.379             909.207             927.391          945.939            964.857
   Payments of income tax                                     (3.499.847)         (1.837.903)         (1.799.887)      (3.364.344)        (4.334.936)
   Proceeds from tax refunds                                   3.324.855           1.746.008           1.709.892        3.196.127          4.118.189
  Net cash provided by operating activities                    8.708.168         11.312.749          15.782.557       18.516.096         22.605.405

  Cash flows from investing activities
   Acquisition of property, plant and equipment               (3.743.163)        (3.752.467)         (3.761.957)      (3.771.636)        (3.781.509)
   Acquisition of investment properties                            (8.194)            (8.194)                  -                -                  -
   Payment of Advance for investments                             (71.845)           (73.282)            (74.748)         (76.243)           (77.768)
   Receipt (Placement) of Restricted time deposits                (71.630)           (73.063)            (74.524)         (76.015)           (77.535)
   Additions to Exploration and evaluation assets                 (58.084)           (59.246)            (60.431)         (61.640)           (62.872)
   Decrease (Increase) in Other Receivables                        (9.615)            (9.807)            (10.003)         (10.203)           (10.407)
   Increase in Mine properties                                  (248.377)          (253.344)           (258.411)        (263.579)          (268.851)
   Addition of deferred stripping cost                            (47.824)           (48.781)            (49.756)         (50.752)           (51.767)
   Decrease (Increase) in Long-term Advances                       (3.432)            (3.501)             (3.571)          (3.642)            (3.715)
   Decrease (Increase) in Project Advances                        (16.626)           (16.958)            (17.297)         (17.643)           (17.996)
  Net cash used in investing activities                       (4.278.791)        (4.298.644)         (4.310.699)      (4.331.353)        (4.352.420)

  Cash flows from financing activities
   Payment of Lease liabilities                                   (546.052)        (423.600)                  -                -                  -
   Payment of Bank loans                                          (283.041)        (283.041)           (283.041)        (283.041)          (283.041)
  Net cash used in financing activities                           (829.093)        (706.641)           (283.041)        (283.041)          (283.041)

  Net increase/(decrease) in                                  3.600.283          6.307.464           11.188.818      13.901.702         17.969.943
  Net effect of changes in exchange rates on                 (1.000.191)        (1.000.195)          (1.000.199)     (1.000.203)        (1.000.207)
  Cash and cash equivalents, beginning                       42.348.117         44.948.209           50.255.478      60.444.097         73.345.596
  Cash and cash equivalents, ending                          44.948.209         50.255.478           60.444.097      73.345.596         90.315.332




Dari gambaran di atas terlihat bahwa diproyeksikan terdapat beberapa perbedaan
antara Dengan dan Tanpa dilakukannya Penambahan KBLI yaitu sebagai berikut:

Posisi Keuangan:

❖ Dengan adanya penambahan KBLI maka aset properti investasi Perseroan akan lebih
  tinggi dibandingkan tanpa penambahan KBLI karena apabila tidak ada penambahan
  KBLI maka tanah yang berada di zona pariwisata tidak dapat disertifikasi.
  Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2021 sebagaimana telah
  diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2025, tanah yang tidak
  diusahakan selama 2 (dua) tahun berturut-turut dapat ditetapkan sebagai tanah
  terlantar, yang berpotensi mengakibatkan pencabutan hak atas tanah dan
  penguasaan oleh negara. Dengan demikian, tanpa penambahan KBLI, Perseroan
  berisiko kehilangan kepemilikan atas lahan tersebut, dimana dalam proyeksi
  diasumsikan dapat terjadi pada tahun 2027.


        Tabel 15 : Proyeksi Properti Investasi Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI

       Dalam USD                                      2026                2027             2028                   2029                 2030
       Dengan transaksi                             33.833.007          33.841.201       33.849.396             33.857.590           33.865.784
       Tanpa transaksi                              31.669.975          28.302.589       28.302.589             28.302.589           28.302.589
       Perbedaan                                     2.163.032           5.538.612        5.546.807              5.555.001            5.563.195

Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                                                                                   39
Page 50
❖ Dengan adanya penambahan KBLI maka ekuitas Perseroan lebih tinggi dibandingkan
  tanpa penambahan KBLI karena adanya asumsi bahwa Perseroan akan mengalami
  kehilangan kepemilikan atas tanah, dimana dalam proyeksi diasumsikan dapat
  terjadi pada tahun 2027. Selain itu, dengan adanya penambahan KBLI, maka
  Perseroan akan mampu melanjutkan kegiatan penyewaan gudang sehingga terdapat
  tambahan laba usaha.

             Tabel 16 : Proyeksi Ekuitas Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI

    Dalam USD                   2026          2027          2028          2029          2030
    Dengan Transaksi         157.884.000   167.123.841   179.290.225   194.897.797   214.546.778
    Tanpa Transaksi          157.670.100   164.051.517   175.979.646   191.348.964   210.759.690
    Selisih                      213.900     3.072.324     3.310.579     3.548.833     3.787.088


Laba Rugi:

❖ Pendapatan
  Dengan adanya penambahan KBLI, maka diproyeksikan bahwa Perseroan akan
  mampu melanjutkan kegiatan penyewaan gudang sehingga terdapat tambahan
  pendapatan.

             Tabel 17 : Proyeksi Pendapatan Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI

       Dalam USD                2026          2027          2028          2029          2030
       Dengan Transaksi      177.896.492   207.075.428   241.015.718   280.537.596   326.560.076
       Tanpa Transaksi       177.622.261   206.769.974   240.710.263   280.232.141   326.254.621
       Selisih                   274.231       305.455       305.455       305.455       305.455

❖ Laba Usaha
  Dengan dilakukannya penambahan KBLI, maka laba usaha juga akan bertambah
  dengan adanya pendapatan dari sewa gudang. Selain itu pada tahun 2027, tanpa
  dilakukannya penambahan KBLI diasumsikan terdapat kerugian atas impairment
  aset property investasi karena Perseroan diasumsikan kehilangan kepemilikan atas
  tanah.

            Tabel 18 : Proyeksi Beban Usaha Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI

       Dalam USD                2026          2027          2028          2029          2030
       Dengan Transaksi        6.730.102     9.239.841    12.166.384    15.607.572    19.648.981
       Tanpa Transaksi         6.516.202     6.381.417    11.928.129    15.369.318    19.410.726
       Selisih                   213.900     2.858.424       238.255       238.255       238.255


7.3.     Dampak Keuangan

Dengan adanya penambahan kegiatan usaha, maka dampak terhadap keuangan
Perseroan ke depannya adalah:

❖ Properti investasi Perseroan akan lebih tinggi karena mampu mengamankan
  kepemilikan atas tanah sebesar USD 5.522.224 yang terdiri dari nilai buku tanah
  girik sebesar USD 3.359.192 dan biaya sertifikasi yang dikapitalisasi ke dalamnya
  sebesar USD 2.163.032.


Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                                40
Page 51
❖ Laba usaha Perseroan akan meningkat karena mampu melanjutkan kegiatan usaha
  penyewaan gudang sehingga menambah pendapatan Perseroan sebesar
  USD.274.231 pada tahun 2026 dan sebesar USD 305.455 pada tahun 2027-2030.


7.4.     Manfaat

Perubahan Kegiatan Usaha Perseroan ini akan memberikan manfaat kepada Perseroan
maupun Pemegang Saham Perseroan, antara lain:
❖      Dengan Perubahan Kegiatan Usaha Perseroan laba bersih Perseroan diproyeksikan
       bertambah sebesar USD 213.900 pada tahun 2026, USD 2.858.424 pada tahun
       2027, dan sebesar USD 238.255 pada tahun 2028-2030.
❖      Dengan Perubahan Kegiatan Usaha Perseroan ekuitas Perseroan untuk tahun 2026-
       2030 diproyeksikan bertambah sebesar USD 213.900 hingga USD 3.787.088
       dibandingkan Tanpa Penambahan KBLI.


7.5.     Kesimpulan

Pendekatan yang digunakan dalam menganalisa kelayakan Penambahan Kegiatan
Usaha Perseroan adalah dengan melakukan analisis atas kelayakan pasar, kelayakan
teknis, kelayakan pola bisnis, kelayakan model manajemen dan kelayakan keuangan.

Dari kajian kelayakan pasar, dengan adanya penambahan KBLI, maka tidak ada
perubahan pangsa pasar, potensi pasar dan potensi nilai pasar Perseroan, karena tidak
menimbulkan perubahan atas kegiatan operasional Perseroan ke depannya. Rencana
penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas kegiatan penyewaan gudang
yang telah berjalan dan proses sertifikasi tanah.

Dari kajian kelayakan teknis, menunjukan bahwa secara legalitas, dengan adanya
penambahan KBLI, maka ke depannya, perijinan Perseroan terkait klasifikasi KBLI yang
dimiliki menjadi sesuai dengan kegiatan usahanya yang telah berjalan selama ini. Selain
itu, dengan penambahan KBLI, maka Perseroan akan mampu melanjutkan proses
sertifikasi atas tanah yang berada dalam zona pariwisata.

Dari kajian kelayakan pola bisnis, menunjukan bahwa dengan adanya penambahan
usaha, maka pola bisnis Perseroan tidak mengalami perubahan, karena tidak
menimbulkan perubahan atas kegiatan operasional Perseroan ke depannya. Rencana
penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas kegiatan penyewaan gudang
yang telah berjalan dan proses sertifikasi tanah.

Dari kajian kelayakan model manajemen, menunjukan bahwa dengan adanya
penambahan usaha, maka model manajemen Perseroan tidak mengalami perubahan,
karena tidak menimbulkan perubahan atas kegiatan operasional Perseroan ke
depannya. Rencana penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas kegiatan
penyewaan gudang yang telah berjalan dan proses sertifikasi tanah.

Pada kajian kelayakan keuangan, penambahan KBLI Perseroan dinilai Layak karena
memberikan manfaat secara kuantitatif yaitu peningkatan perolehan laba bersih
sebesar USD 213.900 pada tahun 2026, USD 2.858.424 pada tahun 2027, dan sebesar
USD 238.255 pada tahun 2028-2030 dibandingkan Tanpa Penambahan KBLI.


Berdasarkan hal-hal sebagaimana diungkapkan di atas maka kami berpendapat bahwa
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Resource Alam Indonesia Tbk dimaksud
adalah “LAYAK”.
Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026                                      41

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.69 MB
Published11 May 2026
Pages51
Characters139,812
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 71 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org RESOURCE ALAM INDONESIA TBK p.1 ×26
linked org Unilever Indonesia Tbk. p.2 ×5
linked org Negara Maju p.8 ×2
linked — Kurnia Kapuas p.16 ×4
linked — UBS AG Singapore S/A p.17
linked org Sinar Nusantara p.17
linked person Pintarso Adijanto p.17 ×3
linked person Suparno Adijanto p.17 ×3
linked person Wimpi Salim p.17 ×3
linked person Agoes Soegiarto Soeparman · Direktur p.17 ×4
linked person Darma Putra Wati p.17 ×2
linked person Ge Luiyanto Yamin p.17 ×2
linked person Wonchil Yu p.17 ×2
linked person Tan Ying Mei p.17 ×2
linked org PT MNC Asia Holding Tbk · Wakil Komisaris Utama p.18 ×2
linked — Dwi Satrya Utama p.19
linked org Adaro Energy Indonesia Tbk p.32 ×4
linked org Indika Energy Tbk p.32 ×4
linked org Bukit Asam Tbk p.32 ×5
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.13 ×2
possible person Kanaka Puradiredja p.13 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.16 ×2
possible person Hendro Martowardojo p.17 ×3
possible org Bumi Resources Tbk p.32 ×3
unresolved org ALAM INDONESIA TBK p.1
unresolved org KJPP Felix Sutandar & Rekan p.4
unresolved person Felix Sutandar, MSc · Pemimpin Rekan p.4 ×2
unresolved — Kualifikasi p.10
unresolved — Ijin Penilai p.10
unresolved — STTD p.10
unresolved — MAPPI p.10 ×3
unresolved person Natalia Goysal p.10
unresolved — RMK p.10 ×2
unresolved — Ref. No.: 00267/2.0072-00/BS/04/0022/1/IV/2026 p.10 ×2
unresolved org KJPP Felix Sutandar dan Rekan p.11
unresolved org Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja p.13 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Johan Malonda Mustika & Rekan p.14 ×3
unresolved org PT Kurnia Kapuas Utama Glue Industries p.16
unresolved org Kurnia Kapuas Utama Tbk p.16 ×4
unresolved person Didi Sudjadi p.16
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.16
unresolved person Elisabeth Veronika Ely p.16
unresolved org Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.16
unresolved person Rini Yulianti p.16
unresolved org Collier Private Limited p.17
unresolved org PT Sejahtera Jaya Cita p.17
unresolved org Bos Ltd p.17
unresolved org PT Catering Aeroprima Service p.17
unresolved org PT Citra Dana Asia p.17
unresolved org PT Dana Usaha Makmur. Ref. p.17
unresolved org PT Prakarsa Tani Sejati p.18
unresolved org PT Multimatics Indonesia p.18
unresolved org PT Bias Petrasia Persada. Wonchil Yu p.18
unresolved org PT. BGE p.18 ×2
unresolved org PT. EMI p.18
unresolved org PT Kurnia Kapuas Utama Industri Perekatan p.18
unresolved org PT Insani Baraperkasa p.18 ×3
unresolved org Sandisk Corporation p.19
unresolved org KPMG p.19
unresolved org PT Swabumi Sinbama p.19
unresolved org PT Minvest Jasatama Teknik p.19
unresolved org PT Arutmin Indonesia p.19
unresolved org PT Thiess Contractors Indonesia p.19 ×3
unresolved org PT Arutmin Indonesia Satui p.19
unresolved org Setiabudi Internasional Tbk p.19
unresolved org Bank Indonesia p.27 ×14
unresolved org Bank Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia p.28
unresolved org Bank Indonesia Nilai Tukar Rupiah Nilai p.28
unresolved org Bank Indonesia Inflasi Inflasi p.29

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 2676 ms 12 Sep 2026 22:25
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result