Back to announcement
Audited Report BCA 31 Des 2025 (Ind).pdf
Financial statement Text extracted BBCASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 147
Page 1
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 1/1
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember
Catatan 2025 2024
ASET
2b,2g,4,37,
Kas 42,49 25.305.031 29.315.878
2b,2g,2i,5,37,
Giro pada Bank Indonesia 42,49 47.768.278 36.408.142
Giro pada bank-bank lain - setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp 768 pada tanggal 31 Desember 2025 2b,2g,2i,6,37,
(31 Desember 2024: Rp 638) 42,49 5.331.638 4.097.199
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain - setelah
dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp 2.510 2b,2g,2j,7,37,
pada tanggal 31 Desember 2025 (31 Desember 2024: Rp 1.712) 42,49 9.813.541 15.714.884
2g,2k,8,37,42,
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi 49 35.320.959 21.524.617
Tagihan akseptasi - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan
nilai sebesar Rp 200.313 pada tanggal 31 Desember 2025 2g,2l,9,37,42,
(31 Desember 2024: Rp 440.695) 49 9.494.630 9.621.047
Wesel tagih - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai
sebesar Rp 5.381 pada tanggal 31 Desember 2025
(31 Desember 2024: Rp 3.116) 2g,10,37,42,49 11.825.095 8.891.769
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali - setelah dikurangi
cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp 936 2g,2n,11,37,
pada tanggal 31 Desember 2025 (31 Desember 2024: Rp 1.041) 42 5.285.513 1.449.562
Kredit yang diberikan - setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp 29.752.034 pada tanggal 2g,2m,2ak,12,37,
31 Desember 2025 (31 Desember 2024: Rp 32.624.643) 40,42,45,49 940.481.200 868,686,210
Piutang pembiayaan konsumen - setelah dikurangi cadangan
kerugian penurunan nilai sebesar Rp 512.511 pada tanggal
31 Desember 2025 (31 Desember 2024: Rp 363.284) 2g,2o,13,37,42 8.953.987 9.435.564
Piutang sewa pembiayaan - setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp 2.327 pada tanggal 31 Desember 2025
(31 Desember 2024: Rp 513) 2g,2p,37,42 8.005 51.042
Aset dari transaksi syariah - setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp 492.699 pada tanggal 31 Desember 2025
(31 Desember 2024: Rp 510.590) 2g,2q 12.698.160 10.206.637
Efek-efek untuk tujuan investasi - setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp 625.742 pada tanggal 2g,2r,14,37,42,
31 Desember 2025 (31 Desember 2024: Rp 552.566) 49 409.421.000 371.151.957
Biaya dibayar dimuka 15 1.713.699 969.926
Pajak dibayar dimuka 20a 77.001 1.562.175
Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar
Rp 11.880.570 pada tanggal 31 Desember 2025
(31 Desember 2024: Rp 9.899.706) 2h,2s,16 28.473.684 28.250.624
Aset takberwujud - setelah dikurangi akumulasi amortisasi sebesar
Rp 1.123.847 pada tanggal 31 Desember 2025
(31 Desember 2024: Rp 917.036) 2e,2u,17 1.778.772 1.805.639
Aset pajak tangguhan - bersih 2ah,20h 5.852.206 5.495.208
Aset lain-lain - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai
sebesar Rp 1.978 pada tanggal 31 Desember 2025 2g,2h,2t,2ak
(31 Desember 2024: Rp 23.194) 2am,18,42,45,49 27.226.137 24.663.248
JUMLAH ASET 1.586.828.536 1.449.301.328
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan.
Page 8
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 1/2
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember
Catatan 2025 2024
LIABILITAS, DANA SYIRKAH TEMPORER, DAN EKUITAS
LIABILITAS
2g,2v,2ak,
Simpanan dari nasabah 19,37,42,45,49 1.233.799.081 1.120.613.667
Dana simpanan syariah 2g,2w,42 4.727.157 3.511.679
Simpanan dari bank-bank lain 2g,2v,19,37, 42,49 3.966.077 3.656.298
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi 2g,2k,8,37,42,49 97.406 257.613
Utang akseptasi 2g,2l,9,37,42,49 4.733.862 4.651.955
2g,2n,11,14,37,
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 42,46,49 - 1.330.996
Utang pajak 2ah,20b 2.943.190 626.355
Pinjaman yang diterima 2g,21,37,42,46,49 2.047.436 2.242.516
2g,2ab,2am,
Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi 22,42,49 2.866.909 2.975.187
Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-lain 2g,2ab,23,42,49 29.268.935 27.515.449
Liabilitas imbalan pasca-kerja 2ag,38 9.993.233 9.097.709
Obligasi subordinasi 2g,2z,24,37,42,46 65.000 500.000
JUMLAH LIABILITAS 1.294.508.286 1.176.979.424
DANA SYIRKAH TEMPORER 2x 10.632.695 9.486.817
EKUITAS
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk
Modal saham - nilai nominal Rp 12,50 (nilai penuh) per lembar
saham
Modal dasar: 440.000.000.000 lembar saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh:
123.275.050.000 lembar saham 1b,25 1.540.938 1.540.938
Tambahan modal disetor 1b,2e,2ad,26 5.492.318 5.548.977
Modal saham diperoleh kembali:
262.016.800 lembar saham, harga perolehan 1b,2al,25 (2.152.514) -
Surplus revaluasi aset tetap 2s,16 11.378.973 11.138.896
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan dalam valuta asing 2f - 457.789
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas aset keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
lain - bersih 2g,2r,7,14 2.108.873 273.214
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya 36 4.268.903 3.720.540
Belum ditentukan penggunaannya 2ag 258.920.057 239.958.882
Komponen ekuitas lainnya 2e (91.070) 1.385
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk 281.466.478 262.640.621
Kepentingan non-pengendali 1c,2e,44 221.077 194.466
JUMLAH EKUITAS 281.687.555 262.835.087
JUMLAH LIABILITAS, DANA SYIRKAH TEMPORER DAN EKUITAS 1.586.828.536 1.449.301.328
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan.
Page 9
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 2/1
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2025 2024*)
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan bunga dan syariah 2ad,2aj,28,45
Pendapatan bunga 97.964.378 93.991.349
Pendapatan syariah 948.274 805.105
Jumlah pendapatan bunga dan syariah 98.912.652 94.796.454
Beban bunga dan syariah 2ad,2aj,29,45
Beban bunga (12.841.842) (12.137.180)
Beban syariah (522.653) (395.110)
Jumlah beban bunga dan syariah (13.364.495) (12.532.290)
PENDAPATAN BUNGA DAN SYARIAH - BERSIH 85.548.157 82.264.164
Pendapatan asuransi 2am 2.003.240 3.110.733
Beban asuransi 2am (1.858.302) (1.753.761)
PENDAPATAN ASURANSI - BERSIH 144.938 1.356.972
PENDAPATAN OPERASIONAL LAINNYA
Pendapatan provisi dan komisi - bersih 2ae,30 19.660.107 17.979.919
Pendapatan transaksi yang diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi - bersih 2af,31 4.007.144 2.854.529
Lain-lain 2.645.980 2.097.196
Jumlah pendapatan operasional lainnya 26.313.231 22.931.644
Beban penyisihan kerugian penurunan nilai aset 2g,32 (4.011.047) (2.034.453)
BEBAN OPERASIONAL LAINNYA
Beban karyawan 2ag,2aj,33,38,45 (17.780.770) (17.444.242)
Beban umum dan administrasi 2aj,16,34,45 (16.780.115) (16.874.142)
Lain-lain (2.173.518) (1.982.093)
Jumlah beban operasional lainnya (36.734.403) (36.300.477)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 71.260.876 68.217.850
BEBAN PAJAK PENGHASILAN 2ah,20c (13.697.783) (13.366.576)
LABA BERSIH 57.563.093 54.851.274
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN:
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti 2ag,38 (804.399) 71.872
Pajak penghasilan atas pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti 2ah 152.651 (13.514)
(651.748) 58.358
Surplus revaluasi aset tetap 2s,16 252.056 238.886
(399.692) 297.244
Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi:
Keuntungan/(kerugian) yang belum direalisasi atas aset keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain 2j,2r,14 2.273.789 (824.292)
Pajak penghasilan 2ah (426.944) 146.807
1.846.845 (677.485)
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan dalam valuta asing 2f - 35.287
Lain-lain (101.189) -
1.745.656 (642.198)
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN,
SETELAH PAJAK PENGHASILAN 1.345.964 (344.954)
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF (Dipindahkan) 58.909.057 54.506.320
*) Direklasifikasi, lihat Catatan 48
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan.
Page 10
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 2/2
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2025 2024
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF (Pindahan) 58.909.057 54.506.320
LABA BERSIH YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN
KEPADA:
Pemilik entitas induk 57.537.287 54.836.305
Kepentingan non-pengendali 2e,44 25.806 14.969
57.563.093 54.851.274
LABA KOMPREHENSIF YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN
KEPADA:
Pemilik entitas induk 58.882.446 54.493.191
Kepentingan non-pengendali 2e,44 26.611 13.129
58.909.057 54.506.320
LABA BERSIH PER SAHAM DASAR DAN DILUSIAN
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK
ENTITAS INDUK (nilai penuh) 2ac,35 467 445
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan.
Page 11
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 3/1
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2025
Atribusi kepada pemilik entitas induk
Keuntungan
(Kerugian)
yang belum
direalisasi
atas aset
keuangan
Selisih kurs yang diukur
karena pada nilai
penjabaran wajar melalui Jumlah
Modal laporan penghasilan ekuitas
ditempatkan Tambahan Modal saham Surplus keuangan komprehensif Saldo laba Komponen pemilik Kepentingan
dan disetor modal diperoleh revaluasi dalam valuta lain - Telah ditentukan Belum ditentukan ekuitas entitas non- Jumlah
Catatan penuh disetor kembali aset tetap asing bersih penggunaannya penggunaannya lainnya induk pengendali ekuitas
Saldo per 31 Desember 2024 1.540.938 5.548.977 - 11.138.896 457.789 273.214 3.720.540 239.958.882 1.385 262.640.621 194.466 262.835.087
Laba tahun berjalan - - - - - - - 57.537.287 - 57.537.287 25.806 57.563.093
Surplus revaluasi aset tetap 2s,16 - - - 240.077 - - - 11.979 - 252.056 - 252.056
Keuntungan (kerugian) yang belum
direalisasi atas aset keuangan
yang diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan
komprehensif lain - bersih 2j,2r,14 - - - - - 1.835.659 - - - 1.835.659 11.186 1.846.845
Pengukuran kembali liabilitas
imbalan pasti - bersih 2ag,2ah,38 - - - - - - - (651.486) - (651.486) (262) (651.748)
Komponen ekuitas lainnya - - - - - - - - (91.070) (91.070) (10.119) (101.189)
Jumlah laba komprehensif
tahun berjalan - - - 240.077 - 1.835.659 - 56.897.780 (91.070) 58.882.446 26.611 58.909.057
Selisih transaksi kombinasi bisnis
entitas sepengendali 2g,26 - (56.659) - - - - - - - (56.659) - (56.659)
Cadangan umum 36 - - - - - - 548.363 (548.363) - - - -
Dividen kas 36 - - - - - - - (37.595.047) - (37.595.047) - (37.595.047)
Modal saham diperoleh kembali,
harga perolehan 1b,2al,25 - - (2.152.514) - - - - - - (2.152.514) - (2.152.514)
Perubahan atas pelepasan
Entitas Anak - - - - (457.789) - - 206.805 (1.385) (252.369) - (252.369)
Saldo per 31 Desember 2025 1.540.938 5.492.318 (2.152.514) 11.378.973 - 2.108.873 4.268.903 258.920.057 (91.070) 281.466.478 221.077 281.687.555
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
Page 12
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 3/2
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2024
Atribusi kepada pemilik entitas induk
Keuntungan
(Kerugian)
yang belum
direalisasi
atas aset
keuangan
Selisih kurs yang diukur
karena pada nilai
penjabaran wajar melalui Jumlah
Modal laporan penghasilan ekuitas
ditempatkan Tambahan Surplus keuangan komprehensif Saldo laba Komponen pemilik Kepentingan
dan disetor modal revaluasi dalam valuta lain - Telah ditentukan Belum ditentukan ekuitas entitas non- Jumlah
Catatan penuh disetor aset tetap asing bersih penggunaannya penggunaannya lainnya induk pengendali ekuitas
Saldo per 31 Desember 2023 1.540.938 5.548.977 10.936.462 422.502 948.627 3.234.149 219.723.216 1.385 242.356.256 181.337 242.537.593
Laba tahun berjalan - - - - - - 54.836.305 - 54.836.305 14.969 54.851.274
Surplus revaluasi aset tetap 2s,16 - - 202.434 - - - 36.452 - 238.886 - 238.886
Selisih kurs karena penjabaran
laporan keuangan dalam
valuta asing 2f - - - 35.287 - - - - 35.287 - 35.287
Keuntungan (kerugian) yang belum
direalisasi atas asset keuangan
yang diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan
komprehensif lain - bersih 2j,2r,7,14 - - - - (675.413) - - - (675.413) (2.072) (677.485)
Pengukuran kembali liabilitas
imbalan pasti - bersih 2ag,2ah,38 - - - - - - 58.126 - 58.126 232 58.358
Jumlah laba komprehensif
tahun berjalan - - 202.434 35.287 (675.413) - 54.930.883 - 54.493.191 13.129 54.506.320
Cadangan umum 36 - - - - - 486.391 (486.391) - - - -
Dividen kas 36 - - - - - - (34.208.826) - (34.208.826) - (34.208.826)
Saldo per 31 Desember 2024 1.540.938 5.548.977 11.138.896 457.789 273.214 3.720.540 239.958.882 1.385 262.640.621 194.466 262.835.087
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
Page 13
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 4/1
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2025 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan pendapatan bunga dan syariah, asuransi, provisi, dan komisi 116.653.110 110.947.606
Pendapatan operasional lainnya 3.155.605 6.141.705
Pembayaran beban bunga dan syariah, asuransi, provisi, dan komisi (13.394.155) (12.578.014)
Pembayaran imbalan pasca-kerja 38 (1.552.406) (1.165.422)
Beban operasional lainnya (33.351.462) (33.961.074)
Pembayaran tantiem Dewan Komisaris dan Direksi 36 (887.700) (765.000)
Kenaikan (penurunan) lainnya yang mempengaruhi kas:
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain yang
jatuh tempo lebih dari 3 (tiga) bulan sejak tanggal perolehan (599.435) 696.624
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (11.008.328) (5.384.422)
Tagihan akseptasi 366.799 4.880.997
Wesel tagih (2.929.891) 1.718.437
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (3.835.846) 91.646.548
Kredit yang diberikan (75.158.559) (111.218.318)
Piutang pembiayaan konsumen (163.508) (1.075.617)
Piutang sewa pembiayaan - bersih 41.223 88.851
Aset dari transaksi syariah (2.502.671) (1.696.820)
Aset lain-lain (368.424) (138.657)
Simpanan dari nasabah 110.410.053 26.690.842
Dana simpanan syariah 1.215.478 309.709
Simpanan dari bank-bank lain 255.355 (6.480.950)
Utang akseptasi 81.907 (2.049.301)
Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-lain 2.448.145 (2.098.166)
Dana syirkah temporer 1.145.878 1.592.945
Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas
operasi sebelum pembayaran pajak penghasilan 90.021.168 66.102.503
Pembayaran pajak penghasilan (12.512.383) (12.282.274)
Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi 77.508.785 53.820.229
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Pembelian efek-efek untuk tujuan investasi (225.667.316) (216.097.218)
Penjualan efek-efek untuk tujuan investasi - 770.959
Penerimaan dari efek-efek tujuan investasi yang jatuh tempo
selama tahun berjalan 194.313.921 160.506.459
Penerimaan dividen kas dari efek-efek untuk tujuan investasi 107.764 38.095
Perolehan aset tetap (1.914.929) (3.565.731)
Perolehan aset hak guna (536.281) (607.448)
Hasil penjualan aset tetap 16 5.915 6.378
Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas investasi (33.690.926) (58.948.506)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan.
Page 14
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 4/2
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2025 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran efek-efek utang yang diterbitkan 24 (435.000) -
Penerimaan pinjaman yang diterima 46 60.800.000 73.287.728
Pembayaran pinjaman yang diterima 46 (60.995.080) (72.680.017)
Pembayaran dividen kas 36 (37.595.047) (34.208.826)
Saham yang diperoleh kembali 25 (2.152.514) -
Penerimaan efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali 46 - 559.231
Pembayaran efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali 46 (1.330.996) (286.805)
Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas
pendanaan (41.708.637) (33.328.689)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS 2.109.222 (38.456.966)
KAS DAN SETARA KAS, AWAL TAHUN 85.482.530 124.395.987
PENGARUH FLUKTUASI KURS VALUTA ASING PADA
KAS DAN SETARA KAS (42.424) (456.491)
KAS DAN SETARA KAS, AKHIR TAHUN 87.549.328 85.482.530
Kas dan setara kas terdiri dari:
Kas 4 25.305.031 29.315.878
Giro pada Bank Indonesia 5 47.768.278 36.408.142
Giro pada bank-bank lain 6 5.332.406 4.097.837
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain yang jatuh tempo
dalam waktu 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal perolehan 7 9.143.613 15.660.673
Jumlah kas dan setara kas 87.549.328 85.482.530
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian secara keseluruhan.
Page 15
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/1
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian dan informasi umum Bank
PT Bank Central Asia Tbk (“Bank”) didirikan di negara Republik Indonesia berdasarkan Akta
Pendirian No. 38 tanggal 10 Agustus 1955, dibuat di hadapan Raden Mas Soeprapto, Wakil
Notaris di Semarang dengan nama “N.V. Perseroan Dagang dan Industrie Semarang Knitting
Factory”. Akta ini memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman berdasarkan penetapan
No. J.A.5/89/19 tanggal 10 Oktober 1955 dan diumumkan dalam Berita Negara No. 62 tanggal
3 Agustus 1956, Tambahan No. 595. Sejak pendiriannya, nama Bank telah diubah beberapa
kali, dan perubahan nama menjadi PT Bank Central Asia berdasarkan Akta perubahan
anggaran dasar No.144 tanggal 21 Mei 1974, dibuat di hadapan Wargio Suhardjo, S.H.,
pengganti Notaris Ridwan Suselo, Notaris di Jakarta. Nama Bank kemudian diubah menjadi
PT Bank Central Asia Tbk sehubungan dengan perubahan status Perseroan dari sebelumnya
perseroan tertutup menjadi perusahaan terbuka sebagaimana tercantum dalam Akta
Perubahan Anggaran Dasar No. 62 tanggal 29 Desember 1999, dibuat di hadapan Notaris
Hendra Karyadi, S.H., yang telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dengan keputusan No. C-
21020 HT.01.04.TH.99 tanggal 31 Desember 1999 dan diumumkan dalam Berita Negara No.
30 tanggal 14 April 2000, Tambahan No. 1871.
Anggaran Dasar Bank telah disesuaikan dengan Undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang
Perseroan Terbatas dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
Nomor IX.J.1 tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar Perseroan Yang Melakukan Penawaran
Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik, Lampiran Keputusan Ketua Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor Kep-179/BL/2008 tertanggal 14 Mei
2008 sebagaimana tercantum dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No 19, tanggal 15
Januari 2009, dibuat di hadapan Doktor Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., Notaris di Jakarta, yang
telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia sebagaimana ternyata dalam Surat Keputusannya No. AHU-
12512.AH.01.02.Tahun 2009, tanggal 14 April 2009.
Perubahan dan pernyataan kembali seluruh anggaran dasar Bank sebagaimana tercantum
dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 145, tanggal 24 Agustus 2020, dibuat di
hadapan Notaris Christina Dwi Utami S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris di Kota Administrasi
Jakarta Barat yang pemberitahuan perubahan anggaran dasarnya telah diterima dan dicatat
di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum, Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana ternyata dalam suratnya
No. AHU-AH.01.03-0383825 tanggal 8 September 2020, dan perubahan terakhir anggaran
dasar Bank sebagaimana tercantum dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 218,
tanggal 27 September 2021, dibuat di hadapan Christina Dwi Utami S.H., M.Hum., M.Kn.,
Notaris di Kota Administrasi Jakarta Barat, yang pemberitahuan perubahan anggaran
dasarnya telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum, Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana ternyata dalam suratnya
No. AHU-AH.01.03-0453543 tanggal 27 September 2021.
Sesuai dengan Pasal 3 dari anggaran dasar Bank, maksud dan tujuan Bank ialah berusaha
sebagai suatu bank umum. Bank bergerak di bidang perbankan dan jasa keuangan lainnya
sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. Bank memperoleh izin untuk melakukan
usaha sebagai bank umum berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan
No. 42855/U.M.II tanggal 14 Maret 1957. Bank memperoleh izin untuk melakukan kegiatan
usaha devisa berdasarkan Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. 9/110/Kep/Dir/UD
tanggal 28 Maret 1977.
Page 16
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/2
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
a. Pendirian dan informasi umum Bank (lanjutan)
Bank berkedudukan di Jakarta Pusat dengan kantor pusat di Jalan M.H. Thamrin No. 1. Pada
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Bank memiliki sejumlah cabang dan kantor perwakilan
sebagai berikut:
2025 2024
Cabang dalam negeri*) 1.270 1.264
Kantor perwakilan luar negeri 1 2
1.271 1.266
*) termasuk KCP Kas
Cabang-cabang dalam negeri berlokasi di berbagai pusat bisnis utama yang tersebar di
seluruh Indonesia. Pada tanggal 31 Desember 2025, kantor perwakilan luar negeri berlokasi
di Singapura (pada tanggal 31 Desember 2024, berlokasi di Hong Kong dan Singapura).
Entitas induk langsung Bank adalah PT Dwimuria Investama Andalan, yang didirikan di
Indonesia, yang merupakan pemegang 54,94% saham Bank pada tanggal 31 Desember 2025
dan 2024. Pemegang Saham Pengendali Terakhir (“PSPT”) Bank adalah Sdr. Robert Budi
Hartono dan Sdr. Bambang Hartono.
b. Aksi Korporasi
Berikut adalah aksi korporasi yang telah dilakukan oleh Bank:
Aksi Korporasi Tahun
Penawaran Umum Perdana sebanyak 662.400.000 lembar saham, 2000
dengan jumlah nilai nominal Rp 331.200 (harga penawaran Rp 1.400
(nilai penuh) per lembar saham) yang pemberitahuan efektif pernyataan
pendaftarannya sebagaimana tercantum dalam Surat dari Badan
Pengawas Pasar Modal No. S-1037/PM/2000 tanggal 11 Mei 2000*.
Pemecahan nilai nominal saham Bank (stock split) dari Rp 500 (nilai 2001
penuh) per saham dipecah menjadi 2 (dua) saham dengan nilai nominal
Rp 250 (nilai penuh) per lembar, serta persetujuan Rapat Umum
Pemegang Saham atas rencana penambahan modal disetor melalui
management stock option plan dengan jumlah tidak melebihi
Rp 73.599.650.000.
Penawaran Umum Kedua sebanyak 588.800.000 lembar saham dengan 2001
jumlah nilai nominal Rp 147.200 (harga penawaran Rp 900 (nilai penuh)
per lembar saham) yang pemberitahuan efektif pernyataan
pendaftarannya sebagaimana tercantum dalam Surat dari Badan
Pengawas Pasar Modal No. S-1611/PM/2001 tanggal 29 Juni 2001*.
Pemecahan nilai nominal saham Bank (stock split) dari Rp 250 (nilai 2004
penuh) per saham dipecah menjadi 2 (dua) saham Bank dengan nilai
nominal Rp 125 (nilai penuh) per saham.
Pembelian kembali saham Tahap I sebanyak 45.493.000 lembar (nominal 2006
Rp 125 (nilai penuh) per lembar saham) dengan total harga perolehan
sebesar Rp 190.996. dengan rata-rata harga pembelian Rp 4.198,-
(nilai penuh) per lembar saham.
Page 17
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/3
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
b. Aksi Korporasi (lanjutan)
Berikut adalah aksi korporasi yang telah dilakukan oleh Bank: (lanjutan)
Aksi Korporasi Tahun
Pemecahan nilai nominal saham Bank (stock split) dari Rp 125 (nilai 2007
penuh) per saham dipecah menjadi 2 (dua) saham Bank dengan nilai
nominal Rp 62,50 (nilai penuh) per saham.
Pembelian kembali saham Tahap II sebanyak 198.781.000 lembar 2008
(nominal Rp 62,5 (nilai penuh) per lembar saham) dengan total harga
perolehan sebesar Rp 617.589 dengan rata-rata harga pembelian
Rp 3.106,88 (nilai penuh) per lembar saham.
Penjualan saham hasil pembelian kembali sebanyak 90.986.000 lembar 2012
saham pada harga Rp 7.700 (nilai penuh) per lembar saham dengan nilai
total penjualan bersih sebesar Rp 691.492. Selisih antara harga perolehan
kembali dan harga jual kembali saham tresuri sebesar Rp 500.496 dicatat
sebagai “selisih modal dari transaksi saham tresuri”, yang merupakan
bagian dari tambahan modal disetor (Catatan 26).
Penjualan saham hasil pembelian kembali sebanyak 198.781.000 lembar 2013
saham pada harga Rp 9.900 (nilai penuh) per lembar saham dengan nilai
total penjualan bersih sebesar Rp 1.932.528. Selisih antara harga
perolehan kembali dan harga jual kembali saham tresuri sebesar
Rp 1.314.939 dicatat sebagai “selisih modal dari transaksi saham tresuri”,
yang merupakan bagian dari tambahan modal disetor (Catatan 26).
Penawaran Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Central Asia Tahap 2018
I 2018 pada nilai nominal dengan bunga obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga)
bulan yang pemberitahuan efektif pernyataan pendaftarannya
sebagaimana tercantum dalam Surat dari Bursa Efek Indonesia
No. S-03825/BEI.PP2/07-2018 tanggal 3 Juli 2018.
Pemecahan saham Bank (stock split) dari Rp 62,50 (nilai penuh) per 2021
saham dipecah menjadi 5 (lima) saham Bank masing-masing dengan nilai
nominal Rp 12,50 (nilai penuh) per saham.
Pembelian kembali saham periode 26 Maret 2025 sampai dengan 2025
24 Juni 2025 sebanyak 28.317.500 lembar (nominal Rp 12,5 (nilai penuh)
per lembar saham) dengan total harga perolehan sebesar Rp 249.992
dengan rata-rata harga pembelian Rp 8.828,19 (nilai penuh) per lembar
saham.
Pembelian kembali saham periode 22 Oktober 2025 sampai dengan 2025
19 Januari 2026 sebanyak 233.699.300 lembar (nominal Rp 12,5 (nilai
penuh) per lembar saham) dengan total harga perolehan sebesar Rp
1.902.462 dengan rata-rata harga pembelian Rp 8.140,64 (nilai penuh) per
lembar saham. Dengan demikian total rata-rata harga pembelian periode
26 Maret 2025 sampai dengan 24 Juni 2025 dan periode 22 Oktober 2025
sampai dengan 19 Januari 2026 adalah sebesar Rp 8.214,95 (nilai penuh)
per lembar saham.
*catatan: Penawaran umum tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek
Surabaya (kedua bursa ini telah digabung dan sekarang bernama Bursa Efek
Indonesia).
Page 18
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/4
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
c. Entitas Anak
Entitas Anak yang dimiliki secara langsung dan tidak langsung oleh Bank pada tanggal
31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
Dimulainya Persentase Jumlah
kegiatan Tempat kepemilikan efektif aset
Nama perusahaan komersial Bidang usaha kedudukan 2025 2024 2025 2024
PT BCA Finance 1981 Pembiayaan investasi, Jakarta 100% 100% 10.371.197 10.994.614
pembiayaan modal
kerja, pembiayaan
multiguna, sewa
operasi, kegiatan
pembiayaan lain
berdasarkan
persetujuan instansi
yang berwenang
BCA Finance Limited 1975 Money lending dan Hong Kong - 100% - 413.805
remittance
PT Bank BCA 1992 Perbankan syariah Jakarta 100% 100% 19.207.364 16.641.459
Syariah
PT BCA Sekuritas 1992 Perantara perdagangan Jakarta 90% 90% 2.518.673 1.431.658
efek dan penjamin
emisi efek
PT Asuransi Umum 1989 Asuransi umum atau Jakarta 100% 100% 3.454.384 3.355.033
BCA kerugian
PT Asuransi Jiwa 2014 Asuransi jiwa Jakarta 90% 90% 4.676.146 3.339.665
BCA
PT Central Capital 2017 Modal ventura Jakarta 100% 100% 468.985 496.706
Ventura
PT Bank Digital BCA 1965 Perbankan Jakarta 100% 100% 18.923.844 16.054.445
PT BCA Finance
PT BCA Finance melakukan penggabungan usaha dengan PT BCA Multi Finance yang
berkedudukan di Jakarta. Keputusan penggabungan usaha ini dituangkan dalam Akta No. 135
tanggal 15 Agustus 2024 yang dibuat di hadapan Notaris Christina Dwi Utami S.H., M.Hum.,
M.Kn., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Barat, dan telah mendapat persetujuan dari
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan No. AHU-
AH.01.09-0246700 pada tanggal 1 September 2024. PT BCA Finance bertindak sebagai
perusahaan penerima penggabungan.
BCA Finance Limited
Pada tanggal 31 Desember 2025, BCA Finance Limited telah menghentikan kegiatan
operasional. Pada tanggal 3 Januari 2026, BCA Finance Limited telah efektif dilikuidasi sesuai
dengan publikasi yang tercantum dalam situs web resmi Hong Kong Company Registry
(www.e-services.cr.gov.hk). Pelaksanaan likuidasi dijalankan oleh tim likuidator yang ditunjuk
oleh PT Bank Central Asia Tbk di Hong Kong dan dilaksanakan berdasarkan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku di Hong Kong.
Page 19
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/5
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d. Dewan Komisaris dan Direksi
Susunan pengurus Bank adalah sebagai berikut:
2025 2024
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Jahja Setiaatmadja Djohan Emir Setijoso
Komisaris : Tonny Kusnadi Tonny Kusnadi
Komisaris Independen : Cyrillus Harinowo Cyrillus Harinowo
Komisaris Independen : Raden Pardede Raden Pardede
Komisaris Independen : Sumantri Slamet Sumantri Slamet
Direksi
Presiden Direktur : Gregory Hendra Lembong Jahja Setiaatmadja
Wakil Presiden Direktur : Armand Wahyudi Hartono Armand Wahyudi Hartono
Wakil Presiden Direktur : John Kosasih Gregory Hendra Lembong
Direktur : Tan Ho Hien / Subur Tan Tan Ho Hien/Subur Tan
Direktur : Rudy Susanto Rudy Susanto
Direktur (yang juga
merupakan Direktur
yang membawahkan fungsi
Kepatuhan) : Lianawaty Suwono Lianawaty Suwono
Direktur : Santoso Santoso
Direktur : Vera Eve Lim Vera Eve Lim
Direktur : Haryanto Tiara Budiman Haryanto Tiara Budiman
Direktur : Frengky Chandra Kusuma Frengky Chandra Kusuma
Direktur : Antonius Widodo Mulyono John Kosasih
Direktur : Hendra Tanumihardja Antonius Widodo Mulyono
e. Komite Audit
Komite Audit Bank pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 terdiri dari:
Ketua : Sumantri Slamet
Anggota : Rallyati A. Wibowo
Anggota : Fanny Sagitadewi
f. Divisi Audit Internal dan Corporate Secretary
Kepala Divisi Audit Internal Bank pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah Leo
Ariston.
Corporate Secretary Bank pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah I Ketut Alam
Wangsawijaya dan Raymon Yonarto.
g. Jumlah karyawan
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Bank dan Entitas Anak mempunyai 27.937 dan
27.844 karyawan tetap.
Personel manajemen kunci Bank mencakup anggota Dewan Komisaris dan Direksi.
Page 20
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/6
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
h. Penyelesaian laporan keuangan konsolidasian
Manajemen Bank bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini,
yang disetujui untuk diterbitkan pada tanggal 26 Januari 2026.
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
Kebijakan-kebijakan akuntansi material yang diterapkan oleh Bank dan Entitas Anak (“Grup”)
dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian diterapkan secara konsisten, dalam
penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun berakhir 31 Desember 2025 adalah
sebagai berikut:
a. Pernyataan kepatuhan
Laporan keuangan konsolidasian Grup telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan di Indonesia yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
("PSAK") dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan ("ISAK") yang dikeluarkan oleh Dewan
Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan Bapepam-LK No. KEP-
347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 yaitu Peraturan No. VIII G.7 tentang “Penyajian dan
Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”.
Pos – pos terkait transaksi syariah disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan
Syariah yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.
b. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian ini disajikan dalam Rupiah, yang merupakan mata uang
fungsional Bank. Kecuali dinyatakan secara khusus, informasi keuangan yang disajikan telah
dibulatkan menjadi jutaan Rupiah yang terdekat.
Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep harga perolehan, kecuali untuk
aset tetap - kelompok tanah, aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain, dan aset dan liabilitas keuangan (termasuk instrumen derivatif) diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi, yang diukur berdasarkan nilai wajar.
Laporan keuangan konsolidasian menggunakan dasar akrual kecuali untuk laporan arus kas
konsolidasian.
Laporan arus kas konsolidasian menyajikan perubahan dalam kas dan setara kas dari aktivitas
operasi, investasi, dan pendanaan, dan disusun dengan menggunakan metode langsung.
Untuk tujuan penyajian laporan arus kas konsolidasian, kas dan setara kas meliputi kas, giro
pada Bank Indonesia, giro pada bank-bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bank-
bank lain dengan jatuh tempo 3 (tiga) bulan atau kurang, sepanjang tidak digunakan sebagai
jaminan atas pinjaman yang diterima serta tidak dibatasi penggunaannya.
c. Penggunaan pertimbangan, estimasi, dan asumsi
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan SAK di Indonesia mengharuskan
manajemen untuk membuat pertimbangan-pertimbangan, estimasi-estimasi, dan asumsi-
asumsi yang mempengaruhi penerapan kebijakan akuntansi dan jumlah aset, liabilitas,
pendapatan, dan beban yang dilaporkan. Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan
pengetahuan terbaik manajemen atas kejadian dan kegiatan saat ini, hasil aktual mungkin
berbeda dengan jumlah yang diestimasi semula.
Page 21
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/7
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
c. Penggunaan pertimbangan, estimasi, dan asumsi (lanjutan)
Estimasi-estimasi dan asumsi-asumsi yang digunakan ditelaah secara berkesinambungan.
Revisi atas estimasi akuntansi diakui pada periode di mana estimasi tersebut direvisi dan
periode yang akan datang yang dipengaruhi oleh revisi estimasi tersebut.
Untuk memberikan pemahaman yang lebih baik atas kinerja keuangan Grup, karena sifat dan
jumlahnya yang signifikan, beberapa item pendapatan dan beban telah disajikan secara
terpisah.
Informasi mengenai hal-hal penting yang terkait dengan ketidakpastian estimasi dan
pertimbangan-pertimbangan penting dalam penerapan kebijakan akuntansi yang memiliki
dampak yang signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian
dijelaskan di Catatan 3.
d. Perubahan kebijakan akuntansi
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK-IAI”) telah
menerbitkan amandemen dan interpretasi yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2025 sebagai
berikut:
- PSAK 117 "Kontrak Asuransi";
- Amendemen PSAK 117 “Kontrak Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK 117 dan PSAK
109 – Informasi Komparatif” ; dan
- Amendemen PSAK 221 “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing”.
PSAK 117 dan PSAK 109
Entitas Anak telah menerapkan PSAK 117 tentang “Kontrak Asuransi” bersamaan dengan
penerapan PSAK 109 tentang “Instrumen Keuangan” mulai tahun berjalan.
Dikarenakan penerapan standar-standar ini tidak menimbulkan pengaruh yang material atas
jumlah yang dilaporkan atas tahun berjalan dan sebelumnya, Manajemen memutuskan untuk
mencatat dampak penerapan tersebut pada laporan keuangan konsolidasian tahun berjalan.
STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DITERBITKAN NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) telah menerbitkan
standar baru, amandemen dan interpretasi berikut, namun belum berlaku efektif untuk tahun
buku yang dimulai pada 1 Januari 2025 sebagai berikut:
- Amandemen PSAK 109 "Instrumen Keuangan" terkait penghentian pengakuan liabilitas
keuangan, serta klarifikasi penilaian karakteristik arus kas untuk aset keuangan dengan fitur
ESG-linked, aset keuangan dengan fitur non-recourse, dan instrumen yang terikat secara
kontraktual seperti tranche; dan
- Amandemen PSAK 107 "Instrumen Keuangan : Pengungkapan” terkait persyaratan
pengungkapan investasi pada instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain dan penambahan ketentuan terkait instrumen keuangan
dengan persyaratan kontraktual yang mengubah waktu atau jumlah arus kas kontraktual.
Standar tersebut akan berlaku efektif pada 1 Januari 2026.
- PSAK 118 "Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan".
Standar tersebut akan berlaku efektif pada 1 Januari 2027.
Page 22
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/8
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
d. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan)
STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DITERBITKAN NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF
(lanjutan)
Pada saat penerbitan laporan keuangan konsolidasian, Grup masih mengevaluasi dampak yang
mungkin timbul dari penerapan standar baru tersebut serta pengaruhnya pada laporan keuangan
konsolidasian Grup.
e. Prinsip konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian mencakup laporan keuangan Bank dan Entitas Anak.
Entitas Anak adalah seluruh entitas di mana Grup memiliki pengendalian. Grup
mengendalikan entitas lain ketika Grup terekspos atas, atau memiliki hak untuk, pengembalian
yang bervariasi dari keterlibatannya dengan entitas dan memiliki kemampuan untuk
mempengaruhi pengembalian tersebut melalui pengendaliannya atas entitas tersebut. Entitas
Anak dikonsolidasikan secara penuh sejak tanggal di mana pengendalian dialihkan kepada
Grup. Entitas Anak tidak dikonsolidasikan lagi sejak tanggal di mana Grup kehilangan
pengendalian.
Grup menerapkan metode akuisisi untuk mencatat kombinasi bisnis. Imbalan yang dialihkan
untuk akuisisi suatu Entitas Anak adalah sebesar nilai wajar aset yang dialihkan, liabilitas yang
diakui terhadap pemilik pihak yang diakuisisi sebelumnya termasuk aset atau liabilitas yang
timbul dari kesepakatan imbalan kontinjensi dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh
Grup. Aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas serta liabilitas kontinjensi yang diambil
alih dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada awalnya sebesar nilai wajar pada tanggal
akuisisi. Grup mengakui kepentingan non-pengendali pada pihak yang diakuisisi baik sebesar
nilai wajar atau sebesar bagian proporsional kepentingan non-pengendali atas aset neto pihak
yang diakuisisi. Biaya yang terkait dengan akuisisi dibebankan pada saat terjadinya.
Grup mencatat goodwill sebesar selisih dari imbalan yang dialihkan dengan jumlah
kepentingan non-pengendali, dan nilai wajar pada tanggal akuisisi dari kepentingan ekuitas
sebelumnya atas nilai wajar aset bersih teridentifikasi. Jika jumlah tersebut kurang dari nilai
wajar aset bersih teridentifikasi dari bisnis yang diakuisisi, selisihnya diakui secara langsung
dalam laba rugi sebagai pembelian dengan diskon.
Imbalan kontinjensi yang masih harus dialihkan oleh Grup diakui sebesar nilai wajar pada
tanggal akuisisi. Perubahan selanjutnya atas nilai wajar imbalan kontinjensi yang diakui
sebagai aset atau liabilitas dan dicatat sesuai dengan PSAK 109 “Instrumen Keuangan:
Pengakuan dan Pengukuran”, dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian. Imbalan kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali
dan penyelesaian selanjutnya diperhitungkan dalam ekuitas.
Kepentingan non-pengendali disajikan di ekuitas dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian, terpisah dari ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik, dan dinyatakan
sebesar proporsi pemegang saham non-pengendali atas laba Entitas Anak tahun berjalan dan
ekuitas yang dapat diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali berdasarkan
persentase kepemilikan pemegang saham non-pengendali pada Entitas Anak tersebut.
Jika Grup kehilangan pengendalian pada Entitas Anak, maka Grup:
• Menghentikan pengakuan aset dan liabilitas Entitas Anak terdahulu dari laporan posisi
keuangan konsolidasian;
Page 23
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/9
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
e. Prinsip konsolidasian (lanjutan)
Jika Grup kehilangan pengendalian pada Entitas Anak, maka Grup: (lanjutan)
• Mengakui sisa investasi pada Entitas Anak terdahulu pada nilai wajarnya pada tanggal
hilangnya pengendalian dan selanjutnya mencatat sisa investasi tersebut dan setiap
jumlah terutang oleh atau kepada Entitas Anak terdahulu sesuai dengan standar
akuntansi keuangan yang relevan; dan
• Mengakui keuntungan atau kerugian terkait hilangnya pengendalian yang dapat
diatribusikan pada kepentingan pengendali terdahulu.
Perubahan yang mempengaruhi persentase kepemilikan dan ekuitas Entitas Anak yang tidak
mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas dan disajikan
sebagai komponen ekuitas lainnya dalam bagian ekuitas pada laporan posisi keuangan
konsolidasian.
Untuk transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, yaitu berupa pengalihan bisnis yang
dilakukan dalam rangka reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu kelompok
usaha yang sama, bukan merupakan perubahan kepemilikan dalam arti substansi ekonomi,
sehingga transaksi tersebut tidak dapat menimbulkan laba atau rugi bagi kelompok usaha
secara keseluruhan maupun entitas individual dalam kelompok usaha tersebut.
Transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, menurut PSAK 338, “Kombinasi Bisnis
Entitas Sepengendali”, diakui pada jumlah tercatat berdasarkan metode penyatuan
kepemilikan.
Seluruh transaksi, saldo, keuntungan dan kerugian intra kelompok usaha di dalam Grup yang
material telah dieliminasi.
f. Penjabaran transaksi dalam valuta asing
Item-item yang disertakan dalam laporan keuangan Grup diukur menggunakan mata uang
yang sesuai dengan lingkungan ekonomi utama di mana entitas beroperasi (“mata uang
fungsional”).
Grup yang berdomisili di Indonesia menyelenggarakan catatan akuntansinya dalam Rupiah,
yang merupakan mata uang fungsional dan penyajian Grup. Transaksi-transaksi dalam valuta
asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs pada tanggal transaksi. Pada
tanggal pelaporan, saldo akhir tahun aset dan liabilitas moneter dalam valuta asing dijabarkan
ke dalam Rupiah dengan kurs penutup yang berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan
konsolidasian.
Untuk tujuan konsolidasian, laporan keuangan dalam valuta asing milik Entitas Anak yang
berdomisili di luar negeri dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan dasar sebagai
berikut:
(1) Aset dan liabilitas, komitmen dan kontinjensi menggunakan kurs spot Reuters pada pukul
15:00 WIB pada tanggal laporan posisi keuangan.
(2) Pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian merupakan akumulasi dari saldo laba rugi
bulanan selama tahun berjalan yang dijabarkan ke dalam Rupiah dengan rata-rata kurs
tengah Reuters untuk bulan yang bersangkutan.
(3) Akun ekuitas menggunakan kurs historis.
(4) Laporan arus kas menggunakan kurs spot Reuters pada pukul 15:00 WIB pada tanggal
laporan posisi keuangan, kecuali akun-akun laba rugi menggunakan kurs tengah rata-rata
dan unsur-unsur ekuitas menggunakan kurs historis.
Page 24
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/10
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
f. Penjabaran transaksi dalam valuta asing (lanjutan)
Selisih yang timbul dari proses penjabaran laporan keuangan tersebut disajikan sebagai
“selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan dalam valuta asing” pada kelompok ekuitas
dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari transaksi dalam valuta asing dan dari
penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam valuta asing diakui dalam laba rugi konsolidasian
tahun berjalan.
Berikut ini adalah kurs valuta asing utama masing-masing pada tanggal 31 Desember 2025
dan 2024, yang menggunakan kurs tengah Reuters pukul 15:00 WIB (Rupiah penuh):
Valuta asing 2025 2024
Dolar Amerika Serikat (USD) 16.675,0 16.095,0
Dolar Australia (AUD) 11.152,2 10.013,5
Dolar Singapura (SGD) 12.965,1 11.844,6
Dolar Hong Kong (HKD) 2.142,3 2.073,1
Yuan China (CNH) 2.385,0 2.198,5
Poundsterling Inggris (GBP) 22.439,6 20.218,5
Yen Jepang (JPY) 106,5 103,0
Euro (EUR) 19.571,5 16.758,1
g. Aset dan liabilitas keuangan
g.1. Aset keuangan
Sesuai dengan PSAK 109, Grup mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori
(a) aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, (b) aset keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, dan (c) aset
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Grup menggunakan 2 (dua) dasar untuk mengklasifikasikan aset keuangan yaitu model
bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan dan karakteristik arus kas kontraktual
pembayaran pokok dan bunga (Solely Payment of Principal and Interest (“SPPI”)) dari
aset keuangan.
Penilaian model bisnis
Grup menentukan model bisnisnya berdasarkan tingkat yang paling mencerminkan
bagaimana Grup mengelola kelompok aset keuangan yang dimiliki untuk mencapai
tujuan bisnisnya.
Model bisnis Grup tidak dinilai berdasarkan masing-masing instrumennya, tetapi pada
tingkat portofolio secara agregat yang lebih tinggi dan didasarkan pada faktor-faktor
yang dapat diamati seperti:
• Bagaimana kinerja model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis
tersebut dievaluasi dan dilaporkan kepada personel manajemen kunci;
• Risiko yang mempengaruhi kinerja model bisnis (dan aset keuangan yang dimiliki
dalam model bisnis tersebut) dan, khususnya, bagaimana cara risiko tersebut
dikelola;
Page 25
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/11
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
g. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
g.1. Aset keuangan (lanjutan)
Penilaian model bisnis (lanjutan)
Model bisnis Grup tidak dinilai berdasarkan masing-masing instrumennya, tetapi pada
tingkat portofolio secara agregat yang lebih tinggi dan didasarkan pada faktor-faktor
yang dapat diamati seperti: (lanjutan)
• Bagaimana manajer bisnis dikompensasi (misalnya, apakah kompensasi
didasarkan pada nilai wajar dari aset yang dikelola atau pada arus kas kontraktual
yang tertagih);
• Frekuensi, nilai, dan waktu penjualan yang diharapkan, juga merupakan aspek
penting dari penilaian Grup.
Penilaian model bisnis didasarkan pada skenario yang diharapkan secara wajar tanpa
mempertimbangkan skenario “worst case” atau “stress case”. Jika arus kas setelah
pengakuan awal direalisasikan dengan cara yang berbeda dari yang awal diharapkan,
Grup tidak mengubah klasifikasi aset keuangan dimiliki yang tersisa dalam model bisnis
tersebut, tetapi memasukkan informasi tersebut dalam melakukan penilaian atas aset
keuangan yang baru atau yang baru dibeli selanjutnya.
Pengujian SPPI
Sebagai langkah pertama dari proses klasifikasi, Grup menilai persyaratan kontraktual
keuangan untuk mengidentifikasi apakah mereka memenuhi pengujian SPPI.
Pokok pinjaman untuk tujuan pengujian ini didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset
keuangan pada pengakuan awal dan dapat berubah selama umur aset keuangan
(misalnya, jika ada pembayaran pokok atau amortisasi premi/diskon).
Elemen bunga yang paling signifikan dalam perjanjian kredit biasanya adalah
pertimbangan atas nilai waktu dari uang dan risiko kredit. Untuk membuat penilaian
SPPI, Grup menerapkan pertimbangan dan memperhatikan faktor-faktor yang relevan
seperti mata uang di mana aset keuangan didenominasikan dan periode pada saat suku
bunga ditetapkan.
Sebaliknya, persyaratan kontraktual yang memberikan eksposur lebih dari de minimis
atas risiko atau volatilitas dalam arus kas kontraktual yang tidak terkait dengan dasar
pengaturan pinjaman, tidak menimbulkan arus kas kontraktual SPPI atas jumlah saldo.
Dalam kasus seperti itu, aset keuangan diharuskan untuk diukur pada nilai wajar.
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Aset keuangan diukur dengan biaya perolehan diamortisasi hanya jika memenuhi kedua
kondisi berikut:
• Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset
keuangan untuk tujuan mendapatkan arus kas kontraktual; dan
• Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu menghasilkan
arus kas yang merupakan pembayaran pokok dan bunga semata dari jumlah pokok
terutang.
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi diakui
pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai.
Page 26
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/12
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
g. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
g.1. Aset keuangan (lanjutan)
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (lanjutan)
Pendapatan bunga dari aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi dicatat
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan diakui
sebagai “Pendapatan bunga”. Ketika penurunan nilai terjadi, kerugian penurunan nilai
diakui sebagai pengurang dari nilai tercatat investasi dan diakui di dalam laporan keuangan
konsolidasian sebagai “Cadangan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan”.
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, hanya jika
memenuhi kedua kondisi berikut:
• Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk mendapatkan arus
kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
• Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu menghasilkan
arus kas yang merupakan pembayaran pokok dan bunga semata dari jumlah pokok
terutang.
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya
diukur pada nilai wajarnya di mana keuntungan atau kerugian diakui pada laporan laba rugi
komprehensif lain kecuali untuk kerugian penurunan nilai dan laba rugi selisih kurs, hingga
aset keuangan dihentikan pengakuannya. Jika aset keuangan diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain mengalami penurunan nilai, akumulasi laba atau
rugi yang sebelumnya diakui pada pendapatan (beban) komprehensif lainnya, diakui pada
laba rugi. Pendapatan bunga dihitung menggunakan metode suku bunga efektif dan
keuntungan atau kerugian yang timbul akibat perubahan nilai tukar dari aset moneter yang
diklasifikasikan sebagai kelompok diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian.
Grup mengukur semua investasi ekuitas pada nilai wajar. Jika Grup telah memilih untuk
menyajikan keuntungan atau kerugian nilai wajar atas investasi ekuitas dalam penghasilan
komprehensif lain, tidak ada reklasifikasi keuntungan dan kerugian nilai wajar ke laba rugi
setelah penghentian pengakuan investasi tersebut.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Seluruh aset keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur
dengan biaya perolehan diamortisasi atau aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain sebagaimana ketentuan di atas diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi.
Instrumen keuangan yang dikelompokkan ke dalam kategori ini diakui pada nilai wajarnya
pada saat pengakuan awal; biaya transaksi diakui secara langsung ke dalam laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Keuntungan dan kerugian yang
timbul dari perubahan nilai wajar dan penjualan instrumen keuangan diakui di dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan dicatat masing--
masing sebagai “Keuntungan (kerugian) dari perubahan nilai wajar instrumen keuangan”
dan “Keuntungan (kerugian) dari penjualan instrumen keuangan”. Pendapatan bunga dari
instrumen keuangan dalam kelompok diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dicatat
sebagai pendapatan bunga dalam kelompok pendapatan transaksi yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi - bersih.
Page 27
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/13
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
g. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
g.1. Aset keuangan (lanjutan)
Modifikasi aset keuangan
Grup terkadang melakukan renegosiasi atau dalam hal lain modifikasi atas arus kas
kontraktual dari aset keuangan dalam bentuk pinjaman. Jika ini terjadi, Grup menilai
apakah syarat-syarat pinjaman yang baru berbeda secara substansial dibanding dengan
syarat-syarat pinjaman sebelumnya. Grup melakukan hal ini dengan mempertimbangkan,
antara lain, faktor-faktor di bawah ini:
• Jika peminjam berada dalam kesulitan keuangan, apakah modifikasi tersebut
mengurangi arus kas kontraktual ke nilai yang diharapkan dapat dibayarkan oleh
peminjam;
• Perpanjangan signifikan dari waktu pinjaman di mana peminjam tidak berada dalam
kesulitan keuangan;
• Perubahan signifikan dari suku bunga; dan
• Perubahan mata uang pinjaman.
Apabila syarat-syarat tersebut berbeda secara substansial, Grup menghentikan
pengakuan aset keuangan awal dan mengakui aset keuangan yang ‘baru’ pada nilai
wajarnya dan menghitung kembali suku bunga efektif yang baru untuk aset tersebut.
Tanggal renegosiasi syarat pinjaman dianggap sebagai tanggal pengakuan awal untuk
keperluan perhitungan penurunan nilai, termasuk untuk menentukan apakah terdapat
kenaikan signifikan risiko kredit. Namun, Grup juga menilai apakah aset keuangan baru
dianggap sebagai aset keuangan yang mengalami penurunan nilai pada pengakuan awal,
terutama dalam keadaan di mana renegosiasi didorong oleh peminjam yang tidak dapat
melakukan pembayaran yang sudah disetujui sebelumnya.
Apabila syarat-syarat tersebut tidak berbeda secara substansial, renegosiasi atau
modifikasi tidak menghasilkan penghentian pengakuan, dan Grup menghitung kembali nilai
tercatat bruto berdasarkan arus kas yang sudah dimodifikasi dari aset keuangan dan
mengakui laba atau rugi modifikasian di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian. Nilai tercatat bruto yang baru dihitung kembali dengan mendiskontokan
arus kas yang telah dimodifikasi dengan menggunakan tingkat suku bunga efektif awal.
Reklasifikasi aset keuangan
Grup diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas aset keuangan yang dimiliki jika
Grup mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan.
Perubahan model bisnis sifatnya harus berdampak secara signifikan terhadap kegiatan
operasional Grup seperti memperoleh, melepaskan, atau mengakhiri suatu lini bisnis.
Selain itu, Grup perlu membuktikan adanya perubahan tersebut kepada pihak eksternal.
Grup akan mereklasifikasi seluruh aset keuangan yang terkena dampak dari perubahan
model bisnis. Perubahan tujuan model bisnis Grup harus berdampak sebelum tanggal
reklasifikasi.
Page 28
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/14
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
g. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
g.2. Liabilitas keuangan
Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangan dalam kategori (a) liabilitas keuangan yang
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan (b) liabilitas keuangan yang diukur dengan
biaya perolehan diamortisasi.
(a) Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi jika diperoleh atau dimiliki terutama untuk tujuan dijual
atau dibeli kembali dalam waktu dekat atau jika merupakan bagian dari portofolio
instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai
pola ambil untung dalam jangka pendek (short-term profit-taking) yang terkini.
Derivatif diklasifikasikan sebagai instrumen liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi kecuali ditetapkan dan efektif sebagai instrumen
lindung nilai.
Keuntungan dan kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar liabilitas
keuangan yang diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi dicatat dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian sebagai “Keuntungan (kerugian) dari perubahan
nilai wajar instrumen keuangan”. Beban bunga dari liabilitas keuangan
diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi dicatat sebagai “Beban bunga” dalam kelompok pendapatan transaksi
yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
(b) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi
Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dikategorikan dan diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi.
Pada saat pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi diukur pada nilai wajar ditambah biaya transaksi (jika ada).
Setelah pengakuan awal, Grup mengukur seluruh liabilitas keuangan yang diukur
dengan biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga
efektif.
g.3. Pengakuan dan penghentian pengakuan
Pembelian dan penjualan aset keuangan yang lazim diakui pada tanggal perdagangan,
yaitu tanggal di mana Grup berkomitmen untuk membeli atau menjual aset tersebut.
Aset keuangan dihentikan pengakuannya ketika hak untuk menerima arus kas yang
berasal dari aset keuangan tersebut telah berakhir atau telah ditransfer dan Grup telah
mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan.
g.4. Penentuan nilai wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang
akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur (orderly
transaction) antara pelaku pasar (market participants) pada tanggal pengukuran di
pasar utama atau, jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan
di mana Grup memiliki akses pada tanggal tersebut. Nilai wajar liabilitas mencerminkan
risiko wanprestasinya.
Jika tersedia, Grup mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan menggunakan
harga kuotasian di pasar aktif untuk instrumen tersebut.
Page 29
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/15
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
g. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
g.4. Penentuan nilai wajar (lanjutan)
Instrumen keuangan dianggap memiliki kuotasi di pasar aktif jika harga kuotasi tersedia
secara berkala dan dapat diperoleh secara rutin dari bursa, pedagang efek (dealer),
perantara efek (broker), kelompok industri, badan pengawas (pricing service atau
regulatory agency), dan harga tersebut mencerminkan transaksi pasar yang aktual dan
rutin dalam suatu transaksi yang wajar. Jika kriteria di atas tidak terpenuhi, maka pasar
aktif dinyatakan tidak tersedia. Indikasi-indikasi dari pasar tidak aktif adalah terdapat
selisih yang besar antara harga penawaran dan permintaan atau kenaikan signifikan
dalam selisih harga penawaran dan permintaan dan hanya terdapat beberapa transaksi
terkini.
Untuk instrumen keuangan yang tidak mempunyai harga pasar, estimasi atas nilai wajar
ditetapkan dengan mengacu pada nilai wajar instrumen lain yang substansinya sama
atau dihitung berdasarkan arus kas yang diharapkan terhadap aset bersih efek-efek
tersebut.
Nilai wajar untuk semua instrumen keuangan lainnya ditentukan dengan menggunakan
teknik penilaian. Dengan teknik ini, nilai wajar merupakan suatu estimasi yang
dihasilkan dari data yang dapat diobservasi dari instrumen keuangan yang sama,
menggunakan model-model untuk mendapatkan estimasi nilai kini dari arus kas masa
depan yang diharapkan atau teknik penilaian lainnya menggunakan input yang tersedia
pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian.
g.5. Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan
Grup mengklasifikasikan aset dan liabilitas keuangan ke dalam klasifikasi tertentu yang
mencerminkan sifat dari informasi dan mempertimbangkan karakteristik dari instrumen
keuangan tersebut. Klasifikasi ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Kategori aset dan liabilitas keuangan Golongan (ditentukan oleh Subgolongan
Grup)
Efek-efek
Aset keuangan yang Penempatan pada bank-
diukur pada nilai wajar Aset keuangan yang diukur pada bank lain
melalui laba rugi nilai wajar melalui laba rugi
(“FVPL”) Aset derivatif
Kas
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada bank-bank lain
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain
Tagihan akseptasi
Wesel tagih
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
Kredit yang diberikan
Piutang pembiayaan konsumen
Piutang sewa pembiayaan
Aset keuangan yang Aset dari transaksi syariah - piutang murabahah
diukur pada biaya Efek-efek untuk tujuan investasi
Aset perolehan diamortisasi
keuangan Pendapatan bunga yang
(Amortised cost) masih akan diterima
Piutang terkait dengan
transaksi ATM dan
kartu kredit
Wesel yang belum diaksep
Aset lain-lain Piutang atas transaksi
nasabah
Aset Kontrak Asuransi
Term Deposit Valas
Devisa Hasil Ekspor
Lain-lain
Aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar Penempatan pada Bank Indonesia Sertifikat deposito
melalui penghasilan dan bank-bank lain
komprehensif lain
(“FVOCI”)
Efek-efek untuk tujuan investasi
Page 30
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/16
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
g. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
g.5. Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
Golongan (ditentukan oleh
Kategori aset dan liabilitas keuangan Subgolongan
Grup)
Liabilitas keuangan yang
diukur pada nilai wajar Liabilitas keuangan yang diukur Liabilitas derivatif
melalui laba rugi pada nilai wajar melalui laba
(“FVPL”) rugi
Simpanan dari nasabah
Dana simpanan syariah
Liabilitas keuangan yang Simpanan dari bank-bank lain
diukur pada biaya Utang akseptasi
perolehan diamortisasi Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali
(Amortised cost) Efek-efek utang yang diterbitkan
Pinjaman yang diterima
Transaksi komitmen dan kontinjensi
Liabilitas
Liabilitas lain-lain:
keuangan
- Beban bunga yang masih
harus dibayar
- Liabilitas terkait dengan
transaksi ATM dan kartu
Beban yang masih harus kredit
dibayar dan liabilitas - Liabilitas transaksi
lain-lain nasabah
- Liabilitas Kontrak Asuransi
- Liabilitas sewa
pembiayaan
- Term Deposit Valas
Devisa Hasil Ekspor
Obligasi subordinasi
Komitmen Fasilitas kredit yang diberikan yang belum digunakan
dan Letters of credit yang tidak dapat dibatalkan
kontinjensi Bank garansi yang diterbitkan
g.6. Saling hapus instrumen keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan yang saling hapus beserta nilai bersihnya
disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika memiliki hak yang
berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus buku atas jumlah yang telah diakui
tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan
liabilitasnya secara simultan. Dalam situasi tertentu, meskipun terdapat saling hapus
dalam perjanjian utama, keterbatasan dari niat manajemen untuk melakukan
penyelesaian dengan basis neto menghasilkan aset keuangan dan liabilitas keuangan
yang disajikan secara gross pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
g.7. Kontrak jaminan keuangan dan tagihan komitmen lainnya
Kontrak jaminan keuangan adalah kontrak yang mengharuskan penerbit untuk
melakukan pembayaran yang ditetapkan untuk mengganti uang pemegang kontrak atas
kerugian yang terjadi karena debitur tertentu gagal untuk melakukan pembayaran pada
saat jatuh tempo, sesuai dengan ketentuan dari instrumen utang. Jaminan keuangan
tersebut diberikan kepada bank-bank, lembaga keuangan dan badan-badan lainnya
atas nama debitur untuk menjamin kredit dan fasilitas-fasilitas perbankan lainnya, dan
penyediaan dana yang belum ditarik.
Page 31
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/17
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
g. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
g.7. Kontrak jaminan keuangan dan tagihan komitmen lainnya (lanjutan)
Jaminan keuangan awalnya diakui dalam laporan keuangan konsolidasian sebesar nilai
wajar pada tanggal jaminan diberikan. Nilai wajar dari jaminan keuangan pada saat
dimulainya transaksi pada umumnya sama dengan provisi yang diterima untuk jaminan
diberikan dengan syarat dan kondisi normal dan nilai wajar awal diamortisasi sepanjang
umur jaminan keuangan.
Setelah pengakuan awal kontrak, jaminan keuangan dicatat pada nilai yang lebih tinggi
antara nilai wajar amortisasi dengan nilai kerugian kredit ekspektasian sesuai PSAK
109.
g.8. Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan
Grup menilai dengan dasar perkiraan masa yang akan datang kerugian kredit
ekspektasian (Expected Credit Loss/"ECL”) terkait dengan instrumen aset keuangan
yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi dan nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain. Metodologi penurunan nilai tergantung kepada apakah terjadi
peningkatan risiko kredit yang signifikan untuk aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
lain (“FVOCI”). Jika pada tanggal pelaporan, risiko kredit atas aset keuangan tidak
meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, maka Grup akan mengukur
penyisihan kerugian untuk aset keuangan tersebut sejumlah ECL 12 bulan. Jika risiko
kredit atas aset keuangan telah meningkat secara signifikan dari pengakuan awal,
maka Grup akan menyajikan penyisihan kerugian sejumlah ECL lifetime.
ECL 12 bulan dan ECL lifetime
ECL 12 bulan adalah bagian dari kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya
yang merepresentasikan ECL yang timbul dari peristiwa gagal bayar aset keuangan
yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan (atau periode yang
lebih pendek jika umur aset keuangan yang diharapkan kurang dari 12 bulan). ECL 12
bulan dibobot oleh probabilitas terjadinya default yang dimaksud.
ECL lifetime adalah kerugian yang diakibatkan dari semua kejadian default yang
mungkin terjadi selama perkiraan waktu umur aset keuangan.
Staging Criteria
Aset keuangan harus dialokasikan ke salah satu dari tiga tahap penurunan nilai (stage
1, stage 2, stage 3) dengan menentukan apakah terjadi peningkatan risiko kredit yang
signifikan atas aset keuangan sejak pengakuan awal atau apakah fasilitas tersebut
gagal bayar pada setiap tanggal pelaporan.
Stage 1: mencakup aset keuangan yang tidak memiliki peningkatan signifikan atas
risiko kredit sejak pengakuan awal atau memiliki risiko kredit rendah pada tanggal
pelaporan. Untuk aset ini, ECL 12 bulan akan dihitung.
Stage 2: mencakup aset keuangan yang mengalami peningkatan signifikan atas risiko
kredit pada tanggal pelaporan, namun tidak memiliki bukti penurunan nilai yang objektif.
Untuk aset ini, ECL lifetime dihitung. ECL lifetime adalah kerugian kredit yang
diharapkan yang dihasilkan dari semua kejadian default yang mungkin terjadi selama
perkiraan umur dari aset keuangan.
Stage 3: mencakup aset keuangan yang memiliki bukti objektif penurunan nilai pada
tanggal pelaporan. Untuk aset ini, berisi debitur yang telah default.
Page 32
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/18
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
g. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
g.8. Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan (lanjutan)
Staging Criteria (lanjutan)
Faktor utama dalam menentukan apakah aset keuangan memerlukan ECL 12 bulan
(stage 1) atau ECL lifetime (stage 2) disebut dengan kriteria peningkatan signifikan
dalam risiko kredit (Significant Increase on Credit Risk/"SICR"). Penentuan kriteria
SICR memerlukan pengkajian apakah telah terjadi peningkatan risiko kredit yang
signifikan pada setiap tanggal pelaporan.
PSAK 109 mensyaratkan penyertaan informasi tentang kejadian masa lalu, kondisi saat
ini dan perkiraan kondisi ekonomi masa depan. Perkiraan perubahan dalam kerugian
kredit yang diharapkan harus mencerminkan, dan secara langsung konsisten dengan
perubahan dalam data terkait yang diobservasi dari periode ke periode. Perhitungan
ECL ini membutuhkan estimasi forward-looking dari Probability of Default (PD), Loss
Given Default (LGD) dan Exposure at Default (EAD).
Untuk komitmen pinjaman dan kontrak jaminan keuangan, tanggal pada saat Grup
menjadi pihak dalam suatu komitmen yang tidak dapat dibatalkan merupakan tanggal
pengakuan awal untuk keperluan penerapan persyaratan penurunan nilai.
Probability of Default (“PD”)
Probabilitas yang timbul di suatu waktu di mana debitur mengalami gagal bayar,
dikalibrasikan sampai dengan periode 12 bulan dari tanggal laporan (Stage 1) atau
sepanjang umur/lifetime (Stage 2 dan 3) dan digabungkan pada dampak asumsi
ekonomi masa depan yang memiliki risiko kredit. PD diestimasikan pada point in time
di mana hal ini berfluktuasi sejalan dengan siklus ekonomi.
Loss Given Default (“LGD”)
Kerugian yang diperkirakan akan timbul dari debitur yang mengalami gagal bayar
dengan menggabungkan dampak dari asumsi ekonomi masa depan yang relevan (jika
ada) di mana hal ini mewakili perbedaan antara arus kas kontraktual yang akan jatuh
tempo dengan arus kas yang diharapkan untuk diterima. LGD diestimasikan
berdasarkan data historis dari tingkat pemulihan dan mempertimbangkan asumsi
ekonomi di masa depan jika relevan.
Exposure at Default (“EAD”)
Perkiraan nilai eksposur kerugian pada saat gagal bayar dengan mempertimbangkan
perubahan ekspektasi yang diharapkan selama masa eksposur. Hal ini
menggabungkan dampak pembayaran pokok dan bunga, amortisasi dan pembayaran
dipercepat, bersama dengan dampak asumsi ekonomi masa depan jika relevan.
h. Cadangan kerugian penurunan nilai aset non-keuangan
Aset yang memiliki masa manfaat yang tidak terbatas - misalnya goodwill atau aset
takberwujud yang belum siap digunakan - tidak diamortisasi namun diuji penurunan nilainya
setiap tahun, atau lebih sering apabila terdapat peristiwa atau perubahan pada kondisi yang
mengindikasikan kemungkinan penurunan nilai. Aset yang diamortisasi diuji ketika terdapat
indikasi bahwa nilai tercatatnya mungkin tidak dapat dipulihkan. Penurunan nilai diakui jika
nilai tercatat aset melebihi jumlah terpulihkan. Jumlah terpulihkan adalah yang lebih tinggi
antara nilai wajar aset dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakai aset. Dalam menentukan
penurunan nilai, aset dikelompokkan pada tingkat yang paling rendah di mana terdapat arus
kas masuk yang dapat diidentifikasi, yang sebagian besar tidak tergantung pada arus masuk
kas dari aset lain atau kelompok aset (unit penghasil kas). Aset non-keuangan selain goodwill
yang mengalami penurunan nilai diuji setiap tanggal pelaporan untuk menentukan apakah
terdapat kemungkinan pemulihan penurunan nilai.
Page 33
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/19
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
h. Cadangan kerugian penurunan nilai aset non-keuangan (lanjutan)
Pemulihan rugi penurunan nilai, untuk aset selain goodwill, diakui jika, dan hanya jika, terdapat
perubahan estimasi yang digunakan dalam menentukan jumlah terpulihkan aset sejak
pengujian penurunan nilai terakhir kali. Pembalikan rugi penurunan nilai tersebut diakui segera
dalam laba rugi, kecuali aset yang disajikan pada jumlah revaluasian sesuai dengan PSAK
lain. Rugi penurunan nilai yang diakui atas goodwill tidak akan di pulihkan lagi.
i. Giro pada Bank Indonesia dan bank-bank lain
Giro pada Bank Indonesia dan bank-bank lain disajikan sebesar nilai nominal atau nilai saldo
bruto, dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai, jika diperlukan. Giro pada Bank
Indonesia dan bank-bank lain diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2g untuk kebijakan akuntansi atas aset keuangan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
j. Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain diklasifikasikan dalam kelompok aset
keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, serta diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain. Lihat Catatan 2g untuk kebijakan akuntansi atas aset
keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi serta diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain.
k. Aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Lihat Catatan 2g untuk kebijakan akuntansi atas aset dan liabilitas keuangan dalam kelompok
yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Instrumen keuangan derivatif
Instrumen derivatif diakui pertama-tama pada nilai wajar pada saat kontrak tersebut dilakukan,
dan selanjutnya diukur pada nilai wajarnya. Nilai wajar didapatkan dari nilai pasar yang ada
dalam pasar aktif, termasuk transaksi yang baru terjadi di pasar dan teknik penilaian, termasuk
penggunaan analisis arus kas yang didiskonto dan penggunaan option pricing model. Derivatif
dicatat sebagai aset apabila memiliki nilai wajar positif dan sebagai liabilitas apabila memiliki
nilai wajar negatif.
Investasi pada sukuk yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Pada saat pengakuan awal, Grup mengakui investasi pada sukuk yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi sebesar nilai wajar. Perubahan nilai wajar diakui dalam laba rugi
konsolidasian.
Nilai wajar investasi ditentukan dengan mengacu pada urutan sebagai berikut:
• harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif; atau
• input selain harga kuotasian di pasar aktif yang dapat diobservasi.
Investasi pada sukuk yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi disajikan pada laporan
posisi keuangan konsolidasian sebagai bagian dari aset keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi.
l. Tagihan dan utang akseptasi
Tagihan akseptasi diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi, sementara utang akseptasi diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2g untuk kebijakan akuntansi atas
aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan liabilitas keuangan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Page 34
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/20
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
m. Kredit yang diberikan
Kredit yang diberikan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2g untuk kebijakan akuntansi atas aset keuangan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Kredit sindikasi, kredit dalam rangka pembiayaan bersama (joint financing), dan kredit
penerusan (channeling loan) dinyatakan sesuai dengan porsi risiko yang ditanggung oleh
Grup dan dicatat sebesar biaya perolehan diamortisasi.
Grup mencatat restrukturisasi kredit bermasalah berdasarkan jenis restrukturisasi. Dalam hal
restrukturisasi kredit bermasalah dilakukan dengan modifikasi persyaratan kredit,
pengurangan atau pengampunan sebagian saldo kredit dan/atau kombinasi dari keduanya,
Grup mencatat dampak restrukturisasi tersebut sesuai kebijakan akuntansi modifikasi aset
keuangan (Catatan 2g).
n. Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali dan efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) disajikan sebagai aset dalam
laporan keuangan konsolidasian sebesar harga jual kembali efek-efek yang disepakati
dikurangi selisih antara harga beli dan harga jual kembali yang disepakati. Selisih antara harga
beli dan harga jual kembali yang disepakati tersebut diamortisasi dengan metode suku bunga
efektif sebagai pendapatan bunga selama jangka waktu sejak efek-efek tersebut dibeli hingga
dijual kembali (reverse repo). Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali diklasifikasikan
sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2g untuk
kebijakan akuntansi atas aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) disajikan sebagai kewajiban sebesar
harga pembelian kembali yang disepakati dikurangi beban bunga yang belum diamortisasi.
Beban bunga yang belum diamortisasi merupakan selisih antara harga jual dan harga beli
kembali yang disepakati tersebut dan diakui sebagai beban bunga selama jangka waktu sejak
efek dijual hingga dibeli kembali. Efek yang dijual tetap dicatat sebagai aset dalam laporan
posisi keuangan konsolidasian karena secara substansi kepemilikan efek tetap berada pada
pihak Grup sebagai penjual. Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo)
diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Lihat Catatan 2g untuk kebijakan akuntansi atas liabilitas keuangan yang diukur pada biaya
perolehan.
o. Piutang pembiayaan konsumen
Piutang pembiayaan konsumen merupakan jumlah piutang setelah dikurangi dengan bagian
pembiayaan bersama, pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui dan penyisihan
kerugian penurunan nilai piutang pembiayaan konsumen. Pembiayaan konsumen
diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Lihat
Catatan 2g untuk kebijakan akuntansi atas aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi.
Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui merupakan selisih antara jumlah
keseluruhan pembayaran angsuran yang akan diterima dari konsumen dan jumlah pokok
pembiayaan, ditambah atau dikurangi biaya (pendapatan) transaksi yang belum diamortisasi,
yang akan diakui sebagai pendapatan selama jangka waktu kontrak dengan menggunakan
metode suku bunga efektif dari piutang pembiayaan konsumen.
Biaya (pendapatan) transaksi yang belum diamortisasi adalah pendapatan administrasi
proses pembiayaan dan biaya transaksi yang timbul pertama kali yang terkait langsung
dengan pembiayaan konsumen tersebut.
Penyelesaian kontrak sebelum masa pembiayaan konsumen berakhir diperlakukan sebagai
pembatalan kontrak pembiayaan konsumen dan keuntungan yang timbul diakui dalam laba
rugi konsolidasian tahun berjalan.
Page 35
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/21
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
o. Piutang pembiayaan konsumen (lanjutan)
Piutang pembiayaan konsumen akan dihapusbukukan setelah menunggak lebih dari 150
(seratus lima puluh) dan berdasarkan penelaahan manajemen atas kasus per kasus.
Penerimaan dari piutang yang telah dihapusbukukan pada periode berjalan dilakukan dengan
menyesuaikan akun cadangan, sedangkan penerimaan atas piutang yang telah dihapuskan
pada periode sebelumnya diakui sebagai pendapatan lain-lain.
Pembiayaan bersama
Seluruh kontrak pembiayaan bersama yang dilakukan oleh Entitas Anak merupakan
pembiayaan bersama tanpa tanggung renteng (without recourse) di mana hanya porsi jumlah
angsuran piutang yang dibiayai Entitas Anak yang dicatat sebagai piutang pembiayaan
konsumen di laporan posisi keuangan konsolidasian (pendekatan neto). Pendapatan
pembiayaan konsumen disajikan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian setelah dikurangi dengan bagian yang merupakan hak pihak-pihak lain yang
berpartisipasi pada transaksi pembiayaan bersama tersebut.
Piutang dari jaminan kendaraan yang dikuasakan kembali
Piutang dari jaminan kendaraan yang dikuasakan kembali merupakan piutang yang berasal
dari jaminan kendaraan milik konsumen untuk pelunasan piutang pembiayaan konsumen,
yang disajikan sebagai bagian dari aset lain-lain.
Konsumen memberi kuasa kepada Grup untuk menjual kendaraan yang dijaminkan ataupun
melakukan tindakan lainnya dalam upaya penyelesaian piutang pembiayaan konsumen bila
terjadi wanprestasi terhadap perjanjian pembiayaan.
Konsumen berhak atas selisih lebih antara nilai penjualan aset yang dikuasakan kembali
dengan saldo piutang pembiayaan konsumen. Jika terjadi selisih kurang, kerugian yang terjadi
dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian tahun
berjalan.
Beban-beban yang berkaitan dengan perolehan dan pemeliharaan piutang dari jaminan
kendaraan yang dikuasakan kembali dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian tahun berjalan pada saat terjadinya.
p. Piutang sewa pembiayaan
Penentuan apakah suatu perjanjian merupakan perjanjian sewa atau perjanjian yang
mengandung sewa didasarkan atas substansi perjanjian pada tanggal awal sewa dan apakah
pemenuhan perjanjian tergantung pada penggunaan suatu aset dan perjanjian tersebut
memberikan suatu hak untuk menggunakan aset tersebut.
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara
substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Suatu sewa
diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh
risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset.
Aset berupa piutang sewa pembiayaan diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
sebesar jumlah yang sama dengan investasi sewa bersih. Penerimaan piutang sewa
diperlakukan sebagai pembayaran pokok dan pendapatan sewa pembiayaan. Pengakuan
pendapatan sewa pembiayaan didasarkan pada suatu pola yang mencerminkan suatu tingkat
pengembalian periodik yang konstan atas investasi bersih Grup sebagai lessor dalam sewa
pembiayaan.
Piutang sewa pembiayaan konsumen akan dihapusbukukan setelah menunggak lebih dari
150 (seratus lima puluh) hari dan berdasarkan penelaahan manajemen atas kasus per kasus.
Penerimaan dari piutang yang telah dihapusbukukan pada periode berjalan dilakukan dengan
menyesuaikan akun cadangan, sedangkan penerimaan atas piutang yang telah dihapuskan
pada periode sebelumnya diakui sebagai pendapatan lain-lain.
Page 36
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/22
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
q. Aset dari transaksi syariah
Aset dari transaksi syariah adalah pembiayaan oleh PT Bank BCA Syariah, Entitas Anak,
berupa piutang murabahah, pinjaman qardh, pembiayaan mudharabah, pembiayaan
musyarakah, dan aset yang diperoleh untuk ijarah.
Penjelasan secara ringkas dari masing-masing jenis pembiayaan tersebut adalah sebagai
berikut:
Murabahah adalah akad jual beli barang dengan harga jual sebesar biaya perolehan ditambah
keuntungan yang disepakati dan penjual harus mengungkapkan biaya perolehan tersebut
kepada pembeli. Piutang murabahah dinyatakan sebesar jumlah piutang setelah dikurangi
dengan “margin yang ditangguhkan” yang dapat direalisasikan dan cadangan kerugian
penurunan nilai.
Ijarah adalah sewa menyewa atas suatu barang dan/atau jasa antara pemilik objek sewa
termasuk kepemilikan hak pakai atas objek sewa dengan penyewa untuk mendapatkan
imbalan atas objek sewa yang disewakan. Ijarah muntahiyah bittamlik adalah sewa menyewa
antara pemilik objek sewa dan penyewa untuk mendapatkan imbalan atas objek sewa yang
disewakan dengan opsi perpindahan hak milik objek sewa baik dengan jual beli atau
pemberian (hibah) pada saat tertentu sesuai akad sewa. Aset ijarah muntahiyah bittamlik
dinyatakan sebesar harga perolehan dan dikurangi akumulasi penyusutan. Piutang ijarah
diakui pada saat jatuh tempo sebesar sewa yang belum diterima dan disajikan sebesar nilai
bersih yang dapat direalisasikan yakni saldo piutang dikurangi cadangan kerugian penurunan
nilai.
Mudharabah adalah penanaman dana dari pemilik dana (malik, shahibul maal, atau bank
syariah) kepada pengelola dana (amil, mudharib, atau nasabah) untuk melakukan kegiatan
usaha tertentu, dengan menggunakan metode bagi untung (profit sharing) atau metode bagi
pendapatan (revenue sharing) antara kedua belah pihak berdasarkan nisbah yang telah
disepakati sebelumnya. Pembiayaan mudharabah dinyatakan sebesar saldo pembiayaan
dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai.
Musyarakah adalah penanaman dana dari para pemilik dana/modal untuk mencampurkan
dana/modal mereka pada suatu usaha tertentu, dengan pembagian keuntungan berdasarkan
nisbah yang telah disepakati sebelumnya, sedangkan kerugian ditanggung semua pemilik
dana/modal berdasarkan bagian dana/modal masing-masing.
Musyarakah permanen adalah musyarakah dengan ketentuan bagian dana setiap mitra
ditentukan sesuai akad dan jumlahnya tetap hingga akhir masa akad. Musyarakah menurun
(musyarakah mutanaqisha) adalah musyarakah dengan ketentuan bagian dana salah satu
mitra akan dialihkan secara bertahap kepada mitra lainnya sehingga bagian dananya akan
menurun dan pada akhir masa akad mitra lain tersebut akan menjadi pemilik penuh usaha
tersebut. Pembiayaan musyarakah dinyatakan sebesar saldo pembiayaan dikurangi dengan
cadangan kerugian penurunan nilai.
Entitas Anak menetapkan cadangan kerugian penurunan nilai tagihan pembiayaan syariah
sesuai dengan kualitas pembiayaan berdasarkan penelaahan atas masing-masing saldo
tagihan pembiayaan, dengan mengacu pada ketentuan OJK, kecuali untuk piutang
murabahah. Sesuai dengan PSAK 402 "Akuntansi Murabahah" dan Pedoman Akuntansi
Perbankan Syariah Indonesia (PAPSI Revisi 2013), Bank menghitung penurunan nilai
individual untuk piutang murabahah sesuai dengan ketentuan di ISAK No. 402 “Penurunan
Nilai Piutang Murabahah”. Bank mengevaluasi apakah terdapat bukti obyektif bahwa aset
keuangan mengalami penurunan nilai pada setiap tanggal laporan posisi keuangan. Bank
menggunakan metode migration analysis yang merupakan suatu metode analisis statistik,
untuk menilai cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang yang diberikan secara kolektif.
Bank menggunakan data historis minimal 5 (lima) tahun dalam menghitung Probability of
Default (“PD”) dan Loss of Given Default (“LGD”).
Page 37
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/23
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
r. Efek-efek untuk tujuan investasi
Efek-efek untuk tujuan investasi terdiri dari efek-efek yang diperdagangkan dari pasar uang
dan bursa efek seperti Obligasi Pemerintah, Sekuritas Rupiah dan Valas Bank Indonesia,
Sukuk Bank Indonesia, Sukuk, Obligasi Korporasi, Sertifikat Bank Indonesia, unit penyertaan
reksa dana, medium term notes, dan saham. Efek-efek untuk tujuan investasi diklasifikasikan
sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Lihat Catatan 2g untuk kebijakan akuntansi atas
aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain.
Investasi pada sukuk yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan diukur pada
nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Grup menentukan klasifikasi investasi pada sukuk berdasarkan model usaha dengan
mengacu pada PSAK 410 “Akuntansi Sukuk” sebagai berikut:
• Surat berharga diukur pada biaya perolehan disajikan sebesar biaya perolehan
(termasuk biaya transaksi) yang disesuaikan dengan premi dan/atau diskonto yang
belum diamortisasi. Premi dan diskonto diamortisasi selama periode hingga jatuh tempo.
• Surat berharga diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain yang
dinyatakan sebesar nilai wajar. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi akibat
kenaikan atau penurunan nilai wajarnya disajikan dalam penghasilan komprehensif lain
tahun berjalan.
s. Aset tetap
Aset tetap pada awalnya dicatat sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan termasuk
pengeluaran-pengeluaran yang dapat diatribusikan secara langsung agar aset tersebut siap
digunakan. Kecuali tanah, setelah pengukuran awal, seluruh aset tetap diukur dengan model
biaya, yaitu biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai
aset. Tanah tidak disusutkan.
Tanah disajikan sebesar nilai wajar, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh penilai
independen eksternal yang telah terdaftar di OJK. Penilaian terhadap tanah dilakukan oleh
penilai yang memiliki kualifikasi profesional. Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang cukup
berkala untuk memastikan bahwa nilai tercatat aset yang direvaluasi tidak berbeda secara
material dengan nilai wajarnya pada tanggal pelaporan.
Kenaikan nilai tercatat yang timbul dari revaluasi tanah dikreditkan pada “surplus revaluasi aset
tetap” sebagai bagian dari pendapatan komprehensif lainnya. Akan tetapi, kenaikan tersebut
diakui dalam laba rugi hingga sebesar jumlah penurunan nilai aset yang sama akibat revaluasi
yang pernah diakui sebelumnya dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian. Penurunan yang menghapus nilai kenaikan yang sebelumnya atas aset yang
sama dibebankan terhadap “surplus revaluasi aset tetap” sebagai bagian dari laba komprehensif,
penurunan lainnya dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian.
Biaya pengurusan hak legal atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai
bagian dari biaya perolehan tanah. Biaya perpanjangan atau pembaruan hak legal atas tanah
dibebankan dalam laba rugi konsolidasian pada saat terjadinya karena nilainya tidak material.
Golongan bangunan disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line
method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis 20 (dua puluh) tahun. Aset tetap
lainnya disusutkan dengan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran
masa manfaat ekonomis 5 (lima) tahun. Pada tahun 2025, beberapa Entitas Anak mengubah
estimasi akuntansi terkait taksiran masa manfaat ekonomis untuk golongan aset tetap selain
bangunan. Pengaruh perbedaan metode penyusutan tersebut tidak material terhadap laporan
keuangan konsolidasian. Untuk semua aset tetap, Grup menetapkan nilai residu nihil untuk
perhitungan penyusutan.
Page 38
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/24
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
s. Aset tetap (lanjutan)
Biaya-biaya setelah pengakuan awal diakui sebagai bagian nilai tercatat aset atau sebagai aset
yang terpisah, sebagaimana mestinya, hanya jika kemungkinan besar Grup mendapat manfaat
ekonomis dari pengeluaran tersebut di masa mendatang, berkenaan dengan aset tersebut dan
biaya perolehan aset dapat diukur dengan andal. Nilai tercatat dari komponen yang diganti
dihapuskan, biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian dalam periode keuangan ketika biaya-biaya
tersebut terjadi.
Bangunan dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan. Akumulasi biaya perolehan
akan dipindahkan ke akun bangunan pada saat bangunan tersebut selesai dikerjakan dan siap
digunakan.
Apabila aset tetap dilepas, maka nilai harga perolehan dan akumulasi penyusutannya
dikeluarkan dari laporan posisi keuangan konsolidasian, dan keuntungan atau kerugian yang
dihasilkan diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian. Jika aset yang direvaluasi dijual,
jumlah yang dicatat di dalam ekuitas dipindahkan ke saldo laba.
Pada setiap tanggal pelaporan, nilai residu, masa manfaat, dan metode penyusutan dikaji
ulang, dan jika diperlukan, akan disesuaikan sesuai dengan ketentuan PSAK yang berlaku.
Jika nilai tercatat aset tetap yang diukur dengan model biaya lebih besar dari nilai estimasi
yang dapat diperoleh kembali, nilai tercatat aset tetap diturunkan menjadi sebesar nilai yang
dapat diperoleh kembali dan rugi penurunan nilai aset diakui dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian tahun berjalan.
t. Aset lain-lain
Aset lain-lain antara lain terdiri dari pendapatan bunga yang masih akan diterima, piutang,
agunan yang diambil alih, properti terbengkalai, dan lain-lain.
Aset yang tidak digunakan (properti terbengkalai) adalah aset dalam bentuk properti yang
dimiliki Grup, di mana bagian properti tersebut secara mayoritas tidak digunakan untuk
kegiatan usaha operasional Grup.
Agunan yang diambil alih (AYDA) adalah aset yang diperoleh Bank dan Entitas Anak, baik
melalui pelelangan maupun diluar pelelangan berdasarkan penyerahan secara sukarela oleh
pemilik agunan atau berdasarkan kuasa untuk menjual diluar lelang dari pemilik agunan dalam
hal debitur tidak memenuhi liabilitasnya kepada Bank dan Entitas Anak.
Bank mengukur AYDA pada nilai lebih rendah antara jumlah tercatat dan nilai wajar setelah
dikurangi estimasi biaya untuk menjual AYDA tersebut. Selisih antara nilai bersih yang dapat
direalisasi dengan penjualan AYDA diakui sebagai keuntungan atau kerugian pada tahun
berjalan pada saat dijual.
Beban-beban yang berkaitan dengan pemeliharaan AYDA dan properti terbengkalai
dibebankan ke laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian tahun
berjalan pada saat terjadinya. Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen, maka nilai
tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian tahun berjalan. Lihat
Catatan 2h untuk kebijakan akuntansi atas penyisihan kerugian AYDA dan properti
terbengkalai.
Page 39
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/25
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
u. Aset takberwujud
Aset takberwujud terdiri dari perangkat lunak dan goodwill.
Perangkat lunak
Perangkat lunak dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan
akumulasi rugi penurunan nilai aset. Biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh lisensi
perangkat lunak komputer dan mempersiapkan perangkat lunak tersebut sehingga siap untuk
digunakan dikapitalisasi. Biaya yang terkait dengan pemeliharaan program perangkat lunak
diakui sebagai beban pada saat terjadinya. Biaya pengembangan yang dapat secara langsung
diatribusikan kepada desain dan pengujian produk perangkat lunak yang dapat diidentifikasi
dan unik yang dikendalikan oleh Grup diakui sebagai perangkat lunak. Pengeluaran
pengembangan yang lain yang tidak memenuhi kriteria ini diakui sebagai beban pada saat
terjadinya. Biaya pengembangan yang sebelumnya diakui sebagai beban tidak dapat diakui
sebagai aset pada periode berikutnya.
Perangkat lunak diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method)
berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset 5 (lima) tahun bagi Bank. Perangkat lunak
diamortisasi dengan menggunakan metode saldo menurun ganda (double-declining balance
method) bagi PT BCA Digital, sedangkan bagi Entitas Anak lainnya menggunakan metode
garis lurus (straight-line method) dengan berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset
yang berkisar antara 4 (empat) sampai dengan 8 (delapan) tahun. Amortisasi diakui dalam
laba rugi konsolidasian tahun berjalan. Pengaruh perbedaan metode amortisasi tersebut tidak
material terhadap laporan keuangan konsolidasian.
Pada tahun 2025, Entitas Anak mengubah kebijakan akuntansi terkait metode amortisasi dan
masa manfaat ekonomis untuk perangkat lunak, menjadi metode garis lurus (straight-line
method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset 5 (lima) tahun bagi Entitas Anak.
Perubahan kebijakan akuntansi tersebut tidak material terhadap laporan keuangan
konsolidasian.
Goodwill
Kebijakan akuntansi Grup untuk goodwill dan kerugian penurunan nilai dibahas di Catatan 2e dan
2h.
v. Simpanan dari nasabah dan simpanan dari bank-bank lain
Simpanan dari nasabah adalah dana yang dipercayakan oleh masyarakat (di luar bank)
kepada Bank berdasarkan perjanjian penyimpanan dana. Termasuk dalam pos ini adalah giro,
tabungan, deposito berjangka dan sertifikat deposito.
Simpanan dari bank lain terdiri dari liabilitas terhadap bank lain, baik lokal maupun luar negeri,
dalam bentuk giro, tabungan, deposito berjangka dan inter-bank call money.
Simpanan dari nasabah dan simpanan dari bank lain diklasifikasikan sebagai liabilitas
keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Biaya tambahan yang dapat
diatribusikan secara langsung dengan perolehan simpanan nasabah dan simpanan dari bank
lain dikurangkan dari jumlah simpanan nasabah dan simpanan dari bank lain. Lihat Catatan
2g untuk kebijakan akuntansi atas liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan
diamortisasi.
Page 40
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/26
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
w. Dana simpanan syariah
Dana simpanan syariah merupakan simpanan pihak lain dalam bentuk giro wadiah dan
tabungan wadiah. Giro wadiah dapat digunakan sebagai instrumen pembayaran, dan dapat
ditarik setiap saat melalui cek dan bilyet giro. Giro wadiah serta tabungan wadiah
mendapatkan bonus sesuai kebijakan Entitas Anak. Simpanan dalam bentuk giro wadiah dan
tabungan wadiah dinyatakan sebesar nilai nominal simpanan nasabah. Dana simpanan
syariah diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan
diamortisasi. Lihat Catatan 2g untuk kebijakan akuntansi atas liabilitas keuangan yang diukur
dengan biaya perolehan diamortisasi.
x. Dana syirkah temporer
Dana syirkah temporer merupakan investasi dengan akad mudharabah muthlaqah, yaitu
pemilik dana (shahibul maal) memberikan kebebasan kepada pengelola dana
(mudharib/Entitas Anak) dalam pengelolaan investasinya dengan tujuan dibagikan sesuai
dengan kesepakatan.
Dana syirkah temporer terdiri dari tabungan mudharabah, deposito mudharabah dan Sertifikat
Investasi Mudharabah Antarbank (“SIMA”). Dana ini diterima oleh Entitas Anak di mana
Entitas Anak mempunyai hak untuk mengelola dan menginvestasikan dana, baik sesuai
dengan kebijakan Entitas Anak atau kebijakan pembatasan dari pemilik dana, dengan
keuntungan dibagikan sesuai dengan kesepakatan. Dalam hal dana syirkah temporer
berkurang karena kerugian normal yang bukan akibat dari unsur kesalahan yang disengaja,
kelalaian, atau pelanggaran kesepakatan, Entitas Anak tidak berkewajiban mengembalikan
atau menutup kerugian atau kekurangan dana tersebut.
Tabungan mudharabah merupakan simpanan dana pihak lain yang mendapatkan imbalan
bagi hasil dari pendapatan atas penggunaan dana tersebut dengan nisbah yang ditetapkan
dan disetujui sebelumnya. Tabungan mudharabah dicatat sebesar nilai simpanan nasabah.
Deposito mudharabah merupakan simpanan pihak lain yang hanya bisa ditarik pada waktu
tertentu sesuai dengan perjanjian antara pemegang deposito mudharabah dengan Entitas
Anak. Deposito mudharabah dinyatakan sebesar nilai nominal sesuai dengan perjanjian
antara pemegang deposito mudharabah dengan Entitas Anak.
Dana syirkah temporer tidak dapat digolongkan sebagai liabilitas. Hal ini karena Entitas Anak
tidak mempunyai liabilitas, ketika mengalami kerugian, untuk mengembalikan jumlah dana
awal dari pemilik dana kecuali akibat kelalaian atau wanprestasi Entitas Anak. Dana syirkah
temporer tidak dapat digolongkan sebagai ekuitas karena mempunyai waktu jatuh tempo dan
pemilik dan tidak mempunyai hak kepemilikan yang sama dengan pemegang saham seperti
hak voting dan hak atas realisasi keuntungan yang berasal dari aset lancar dan aset non-
investasi.
Dana syirkah temporer merupakan salah satu unsur laporan posisi keuangan konsolidasian,
hal tersebut sesuai dengan prinsip syariah yang memberi hak kepada Entitas Anak untuk
mengelola dana, termasuk untuk mencampur dana tersebut dengan dana lainnya.
Pemilik dana syirkah temporer memperoleh bagian atas keuntungan sesuai kesepakatan dan
menerima kerugian berdasarkan jumlah dana dari masing-masing pihak. Pembagian hasil
dana syirkah temporer dapat dilakukan dengan konsep bagi hasil atau bagi untung.
Page 41
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/27
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
y. Efek-efek utang yang diterbitkan
Efek-efek utang yang diterbitkan oleh Entitas Anak, yang terdiri dari obligasi, diklasifikasikan
sebagai liabilitas keuangan lainnya yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Biaya
emisi sehubungan dengan penerbitan efek-efek utang diakui sebagai diskonto dan
dikurangkan langsung dari hasil emisi untuk menentukan hasil emisi bersih efek-efek utang
yang diterbitkan tersebut dan diamortisasi selama jangka waktu efek-efek utang dengan
menggunakan metode suku bunga efektif. Efek-efek utang yang diterbitkan diklasifikasikan
sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Lihat Catatan
2g untuk kebijakan akuntansi atas liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan
diamortisasi.
z. Obligasi subordinasi
Obligasi subordinasi diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi. Biaya tambahan yang dapat diatribusikan secara langsung dengan
penerbitan obligasi subordinasi dikurangkan dari jumlah obligasi subordinasi yang diterima.
Lihat Catatan 2g untuk kebijakan akuntansi atas liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi.
aa. Provisi
Provisi diakui jika, sebagai akibat peristiwa masa lalu, Grup memiliki kewajiban kini, baik
bersifat hukum maupun bersifat konstruktif yang dapat diestimasi secara andal, dan
kemungkinan besar penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber
daya yang mengandung manfaat ekonomi. Provisi diukur sebesar nilai kini dari estimasi
terbaik manajemen atas pengeluaran yang diharapkan diperlukan untuk menyelesaikan
kewajiban kini pada akhir periode pelaporan. Tingkat diskonto yang digunakan untuk
menentukan nilai kini adalah tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan penilaian
pasar atas nilai waktu uang dan risiko yang terkait dengan kewajiban.
ab. Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-lain
Beban yang masih harus dibayar terdiri atas beban bunga yang masih harus dibayar, liabilitas
terkait transaksi dengan nasabah dan asuransi, setoran jaminan, pendapatan diterima dimuka,
liabilitas sewa pembiayaan dan lain-lain.
ac. Laba per saham
Laba per saham dasar dihitung berdasarkan laba bersih tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk dibagi dengan jumlah rata-rata tertimbang saham
beredar selama tahun berjalan setelah memperhitungkan pembelian kembali saham.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, tidak terdapat instrumen dilusian. Oleh karena itu,
laba per saham dilusian sama dengan laba per saham dasar.
ad. Pendapatan dan beban bunga & pendapatan dan beban syariah
Pendapatan dan beban bunga
Pendapatan dan beban bunga diakui dalam laba rugi konsolidasian tahun berjalan dengan
menggunakan metode suku bunga efektif. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara
tepat mendiskontokan estimasi pembayaran dan penerimaan kas di masa datang selama
perkiraan umur dari aset atau liabilitas keuangan (atau jika lebih tepat, digunakan periode yang
lebih singkat) untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari aset atau liabilitas keuangan. Pada
saat menghitung suku bunga efektif, Grup mengestimasi arus kas di masa datang dengan
mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut,
namun tidak mempertimbangkan kerugian kredit di masa mendatang.
Page 42
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/28
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
ad. Pendapatan dan beban bunga & pendapatan dan beban syariah (lanjutan)
Pendapatan dan beban bunga (lanjutan)
Perhitungan suku bunga efektif mencakup biaya transaksi (Catatan 2g) dan seluruh
imbalan/provisi dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima yang merupakan bagian tak
terpisahkan dari suku bunga efektif.
Pendapatan dan beban bunga yang disajikan pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian meliputi:
• Bunga atas aset dan liabilitas keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi
yang dihitung menggunakan suku bunga efektif;
• Bunga atas efek-efek untuk tujuan investasi yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain yang dihitung menggunakan suku bunga efektif;
• Pendapatan bunga dari semua aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba
rugi dipandang bersifat incidental terhadap kegiatan perdagangan Grup dan disajikan
sebagai bagian dari pendapatan transaksi perdagangan-bersih; dan
• Pendapatan bunga atas aset keuangan yang mengalami penurunan nilai tetap diakui atas
dasar suku bunga yang digunakan untuk mendiskonto arus kas masa datang dalam
pengukuran kerugian penurunan nilai.
Pendapatan dan beban syariah
Pendapatan syariah terdiri dari keuntungan murabahah, pendapatan ijarah (sewa), dan bagi
hasil pembiayaan mudharabah dan musyarakah.
Pengakuan keuntungan transaksi murabahah dengan pembayaran tangguh atau secara
angsuran dilakukan selama periode akad sesuai dengan metode efektif (anuitas).
Pendapatan ijarah diakui selama masa akad secara merata dan net.
Pendapatan bagi hasil musyarakah yang menjadi hak mitra pasif diakui dalam periode
terjadinya hak bagi hasil sesuai nisbah yang disepakati.
Pendapatan bagi hasil mudharabah diakui dalam periode terjadinya hak bagi hasil sesuai
nisbah yang disepakati, dan tidak diperkenankan mengakui pendapatan dari proyeksi hasil
usaha.
Beban syariah terdiri dari beban bagi hasil mudharabah dan beban bonus wadiah. Beban bagi
hasil untuk dana pihak ketiga dihitung dengan menggunakan prinsip bagi hasil berdasarkan
porsi bagi hasil (nisbah) yang telah disepakati sebelumnya berdasarkan pada prinsip
mudharabah mutlaqah.
ae. Pendapatan dan beban atas provisi dan komisi
Pendapatan dan beban atas provisi dan komisi yang merupakan bagian integral dari suku
bunga efektif atas aset atau liabilitas keuangan dimasukkan dalam perhitungan suku bunga
efektif.
Pendapatan provisi dan komisi lainnya, termasuk pendapatan provisi yang terkait kegiatan
bancassurance, ekspor-impor, manajemen kas, pendapatan provisi atas jasa dan/atau
kegiatan yang mempunyai jangka waktu tertentu dan jumlahnya signifikan, diakui sebagai
pendapatan ditangguhkan/beban dibayar dimuka dan diamortisasi dengan menggunakan
metode garis lurus (straight-line method) selama jangka waktunya, jika tidak, pendapatan
provisi dan komisi lainnya langsung diakui pada saat jasa diberikan. Pendapatan provisi atas
komitmen kredit diakui berdasarkan metode garis lurus (straight-line method) selama jangka
waktu komitmen.
Page 43
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/29
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
ae. Pendapatan dan beban atas provisi dan komisi (lanjutan)
Pendapatan komisi terkait transaksi kartu kredit dan debit dikurangi dengan biaya-biaya yang
berkaitan langsung dengan transaksi tersebut, disajikan secara net dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
af. Pendapatan bersih transaksi yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Pendapatan bersih transaksi diukur pada nilai wajar melalui laba rugi terdiri dari keuntungan
atau kerugian bersih terkait dengan aset dan liabilitas keuangan yang dimiliki yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi, termasuk pendapatan dan beban bunga dari semua instrumen
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, dan seluruh perubahan nilai wajar
yang direalisasi maupun yang belum direalisasi dan selisih kurs.
ag. Liabilitas imbalan pasca-kerja
ag.1. Kewajiban jangka pendek
Liabilitas untuk upah dan gaji, termasuk imbalan non-moneter dan akumulasi cuti sakit
yang akan diselesaikan dalam waktu 12 bulan setelah akhir dari periode ketika pekerja
memberikan jasa yang berhubungan diakui hingga jasa yang diberikan hingga akhir dari
periode pelaporan dan dihitung pada jumlah yang diperkirakan akan dibayar ketika
liabilitas diselesaikan. Liabilitas dipresentasikan sebagai kewajiban imbalan kerja masa
kini pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
ag.2. Kewajiban pensiun
Entitas-entitas di dalam Grup mengoperasikan berbagai skema pensiun. Grup memiliki
program imbalan pasti dan iuran pasti. Program iuran pasti merupakan program pensiun
di mana Grup membayar sejumlah iuran tertentu kepada entitas (dana) yang terpisah.
Grup tidak memiliki kewajiban hukum atau konstruktif untuk membayar iuran lebih lanjut
jika entitas tersebut tidak memiliki aset yang cukup untuk membayar seluruh imbalan
atas jasa yang diberikan pekerja pada periode berjalan maupun periode lalu. Program
imbalan pasti merupakan program yang ditentukan berdasarkan jumlah imbalan
pensiun yang akan diterima seorang pekerja pada saat pensiun, biasanya tergantung
oleh satu faktor atau lebih, misalnya usia, masa bekerja dan kompensasi.
Sehubungan dengan program imbalan pasti, liabilitas diakui pada laporan posisi
keuangan konsolidasian sebesar nilai kini kewajiban imbalan pasti pada akhir periode
pelaporan dikurangi nilai wajar aset program. Kewajiban imbalan pasti dihitung setiap
tahun oleh aktuaris yang independen dengan menggunakan metode projected unit
credit. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan arus kas
keluar yang diestimasi dengan menggunakan tingkat bunga Obligasi Pemerintah
(dikarenakan saat ini tidak ada pasar aktif untuk obligasi perusahaan yang berkualitas
tinggi) yang didenominasikan dalam mata uang di mana imbalan akan dibayarkan dan
memiliki jangka waktu jatuh tempo mendekati jangka waktu kewajiban pensiun.
Biaya bunga bersih dihitung dengan menerapkan tingkat diskonto terhadap saldo bersih
kewajiban imbalan pasti dan nilai wajar aset program. Biaya ini termasuk dalam beban
imbalan kerja dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Keuntungan dan kerugian atas pengukuran kembali yang timbul dari penyesuaian dan
perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial langsung diakui seluruhnya melalui
penghasilan komprehensif lainnya konsolidasian pada saat terjadinya. Keuntungan dan
kerugian ini termasuk didalam laba ditahan pada laporan perubahan ekuitas dan pada
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Perubahan nilai kini atas kewajiban imbalan pasti yang timbul dari amandemen rencana
atau program kurtailmen diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian sebagai biaya jasa lalu pada saat terjadinya.
Page 44
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/30
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
ag. Liabilitas imbalan pasca-kerja (lanjutan)
ag.2. Kewajiban pensiun (lanjutan)
Untuk program iuran pasti, Grup membayar iuran program pensiun baik karena
diwajibkan, berdasarkan kontrak atau sukarela. Namun karena Undang-Undang
Ketenagakerjaan mengharuskan entitas membayar jumlah tertentu kepada para pekerja
yang telah memasuki usia pensiun yang ditentukan berdasarkan masa kerja, Grup
rentan terhadap kemungkinan untuk membayar kekurangan apabila iuran kumulatif
kurang dari jumlah tertentu. Sebagai akibatnya untuk tujuan pelaporan keuangan,
program iuran pasti secara efektif diberlakukan seolah-olah sebagai program imbalan
pasti.
ag.3. Kewajiban pasca-kerja lainnya
Bank memberikan imbalan kesehatan pasca-kerja untuk karyawan. Imbalan ini
biasanya diberikan kepada karyawan yang tetap bekerja sampai usia pensiun dan
memenuhi masa kerja minimum. Biaya yang diharapkan timbul atas imbalan ini
dicadangkan selama masa kerja dengan menggunakan metode projected unit credit.
Kewajiban ini dinilai setiap tahun oleh aktuaris independen yang memenuhi syarat.
ag.4. Pesangon pemutusan kontrak kerja
Pesangon pemutusan kontrak kerja terutang ketika Grup memberhentikan hubungan
kerja sebelum usia pensiun normal, atau ketika seorang pekerja menerima penawaran
mengundurkan diri secara sukarela dengan kompensasi imbalan pesangon. Grup
mengakui pesangon pemutusan kontrak kerja pada tanggal yang lebih awal antara (i)
ketika Grup tidak dapat lagi menarik tawaran atas imbalan tersebut dan (ii) ketika Grup
mengakui biaya untuk restrukturisasi yang berada dalam ruang lingkup PSAK 237 dan
melibatkan pembayaran pesangon. Dalam hal menyediakan pesangon sebagai
penawaran untuk mengundurkan diri secara sukarela, pesangon pemutusan kontrak
kerja diukur berdasarkan jumlah karyawan yang diharapkan menerima penawaran
tersebut. Imbalan yang jatuh tempo lebih dari 12 bulan setelah periode pelaporan
didiskontokan menjadi nilai kininya.
ah. Pajak penghasilan kini dan tangguhan
Beban pajak terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak diakui dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian, kecuali jika pajak tersebut terkait dengan
transaksi atau kejadian yang diakui di penghasilan komprehensif lain atau langsung diakui ke
ekuitas. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui dalam penghasilan komprehensif
lain atau ekuitas.
Beban pajak kini dihitung berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku atau yang secara
substantif berlaku pada akhir periode pelaporan, di negara di mana entitas dalam Grup
beroperasi dan menghasilkan pendapatan kena pajak. Manajemen secara periodik
mengevaluasi posisi yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT”) sehubungan
dengan situasi di mana aturan pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu,
manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang diharapkan akan dibayar kepada
otoritas pajak.
Pajak penghasilan tangguhan diakui sepenuhnya, dengan menggunakan metode liabilitas
untuk semua perbedaan temporer yang berasal dari selisih antara dasar pengenaan pajak
aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya pada laporan keuangan konsolidasian. Namun,
liabilitas pajak penghasilan tangguhan tidak diakui jika berasal dari pengakuan awal goodwill.
Pajak penghasilan tangguhan juga tidak diperhitungkan jika pajak penghasilan tangguhan
tersebut timbul dari pengakuan awal aset atau pengakuan awal liabilitas dalam transaksi yang
bukan kombinasi bisnis yang pada saat transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi maupun
laba kena pajak/rugi pajak.
Page 45
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/31
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
ah. Pajak penghasilan kini dan tangguhan (lanjutan)
Pajak penghasilan tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang sudah
diberlakukan atau secara substantif berlaku pada akhir periode pelaporan dan diekspektasi
akan digunakan ketika aset pajak tangguhan yang berhubungan direalisasi atau liabilitas pajak
tangguhan diselesaikan.
Aset pajak tangguhan diakui hanya jika kemungkinan jumlah penghasilan kena pajak di masa
depan akan memadai untuk dikompensasi dengan perbedaan temporer yang masih dapat
dimanfaatkan.
Aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dapat saling hapus apabila terdapat hak yang
berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus antara aset pajak kini dengan liabilitas
pajak kini dan apabila aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dikenakan oleh otoritas
perpajakan yang sama. Aset pajak kini dan liabilitas pajak kini atas masing-masing entitas
akan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan
saling hapus dan adanya niat untuk melakukan penyelesaian saldo-saldo tersebut secara
neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
ai. Transaksi sewa - sebagai penyewa
Pada tanggal permulaan kontrak, Grup menilai apakah kontrak merupakan atau mengandung
sewa. Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan
hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk
dipertukarkan dengan imbalan. Grup dapat memilih untuk tidak mengakui aset hak guna dan
liabilitas sewa untuk:
- Sewa dengan masa sewa 12 bulan atau kurang; dan
- Sewa yang aset pendasarnya bernilai-rendah
Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset
identifikasian, Grup harus menilai apakah:
- Grup memiliki hak untuk mendapatkan secara substansial seluruh manfaat ekonomi dari
penggunaan aset identifikasian; dan
- Grup memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Grup memiliki hak
ini ketika Grup memiliki hak untuk pengambilan keputusan yang relevan tentang
bagaimana dan untuk tujuan apa aset digunakan telah ditentukan sebelumnya:
1. Grup memiliki hak untuk mengoperasikan aset;
2. Grup telah mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan
untuk tujuan apa aset akan digunakan selama periode penggunaan.
Pada tanggal permulaan sewa, Grup mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa. Aset hak
guna diukur pada biaya perolehan, di mana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa
yang disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal
permulaan, ditambah dengan biaya langsung awal yang dikeluarkan.
Aset hak guna diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus sepanjang jangka waktu
sewa.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal
permulaan, didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika
suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman
inkremental. Pada umumnya, Grup menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai
tingkat bunga diskonto.
Page 46
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/32
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
ai. Transaksi sewa - sebagai penyewa (lanjutan)
Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian pokok dan biaya keuangan. Biaya keuangan
dibebankan pada laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga
periodik yang konstan atas saldo liabilitas untuk setiap periode.
Grup menyajikan aset hak guna sebagai bagian dari “Aset tetap” dan liabilitas sewa sebagai
bagian dari “Liabilitas lain-lain” di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Grup pada akhir masa sewa atau
jika biaya perolehan aset hak guna merefleksikan Grup akan mengeksekusi opsi beli, maka
Grup menyusutkan aset hak guna dari tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset
pendasar. Jika tidak, maka Grup menyusutkan aset hak guna dari tanggal permulaan hingga
tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak guna atau akhir masa sewa.
Grup menganalisa fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis hak atas tanah dalam
menentukan akuntansi untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat
merepresentasikan dengan tepat suatu kejadian atau transaksi ekonomis yang mendasarinya.
Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan pengendalian atas aset pendasar kepada
Grup, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset pendasar, Grup menerapkan
perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK 116 “Sewa”,
kecuali jika hak atas tanah secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka Grup
menerapkan PSAK 216 “Aset tetap”.
aj. Segmen operasi
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang
memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban, termasuk pendapatan dan beban terkait
dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama, yang hasil operasinya dikaji
ulang secara berkala oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan
tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya, serta
tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan. Hasil segmen yang dilaporkan kepada
pengambil keputusan operasional termasuk komponen-komponen yang dapat diatribusikan
secara langsung kepada segmen dan juga yang dapat dialokasikan dengan basis yang wajar.
Komponen yang tidak dapat dialokasikan terutama terdiri dari biaya kantor pusat, aset tetap,
dan aset/liabilitas pajak penghasilan, termasuk pajak kini dan pajak tangguhan.
Grup mengelola kegiatan usahanya dan mengidentifikasi segmen yang dilaporkan
berdasarkan wilayah geografis dan produk. Beberapa wilayah yang memiliki karakteristik
serupa, diagregasikan dan dievaluasi secara berkala oleh manajemen. Laba/rugi dari masing-
masing segmen digunakan untuk menilai kinerja masing-masing segmen.
ak. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi
Grup melakukan transaksi dengan pihak berelasi. Sesuai dengan PSAK 224 “Pengungkapan
Pihak-Pihak Berelasi”, yang dimaksud dengan pihak berelasi adalah orang atau entitas yang
berelasi dengan entitas pelapor sebagai berikut:
a. Orang atau anggota keluarga terdekatnya berelasi dengan entitas pelapor jika orang
tersebut:
i. memiliki pengendalian atau pengendalian bersama terhadap entitas pelapor;
ii. memiliki pengaruh signifikan terhadap entitas pelapor; atau
iii. personal manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk pelapor.
Page 47
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/33
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
ak. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi (lanjutan)
Grup melakukan transaksi dengan pihak berelasi. Sesuai dengan PSAK 224 “Pengungkapan
Pihak-Pihak Berelasi”, yang dimaksud dengan pihak berelasi adalah orang atau entitas yang
berelasi dengan entitas pelapor sebagai berikut: (lanjutan)
b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi hal-hal sebagai berikut:
i. entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya
entitas induk, entitas anak dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain);
ii. suatu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama bagi entitas lain (atau
entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok
usaha, di mana entitas lain tersebut adalah anggotanya);
iii. kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
iv. suatu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah
entitas asosiasi dari entitas ketiga;
v. entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari
suatu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor;
vi. entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi
dalam butir (a);
vii. orang yang diidentifikasi, dalam butir (a) (i) memiliki pengaruh signifikan terhadap
entitas atau anggota manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
Jenis transaksi dan saldo dengan pihak berelasi diungkapkan pada Catatan 45.
al. Modal saham
Ketika entitas Grup membeli modal saham ekuitas entitas (saham treasuri), imbalan yang
dibayar, termasuk biaya tambahan yang secara langsung dapat diatribusikan (dikurangi pajak
penghasilan) dikurangkan dari ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik ekuitas entitas
sampai saham tersebut dibatalkan atau diterbitkan kembali. Ketika saham biasa tersebut
selanjutnya diterbitkan kembali, imbalan yang diterima, dikurangi biaya tambahan transaksi
yang terkait dan dampak pajak penghasilan yang terkait dimasukkan pada ekuitas yang dapat
diatribusikan kepada pemilik ekuitas entitas.
am. Kontrak asuransi
Berdasarkan PSAK 117, kontrak asuransi dikelompokkan menjadi kelompok-kelompok untuk
tujuan pengukuran. Kelompok kontrak asuransi ditentukan dengan mengidentifikasi portofolio
kontrak asuransi, di mana setiap portofolio terdiri dari kelompok kontrak dengan risiko yang
serupa yang dikelola bersama. Portofolio tersebut dibagi lebih lanjut berdasarkan profitabilitas
kontrak menjadi tiga kategori: kontrak yang merugikan, kontrak yang tidak memiliki risiko
signifikan untuk menjadi merugikan, dan kontrak yang tersisa. Kontrak asuransi juga
dikelompokkan menjadi kohort tahunan (yaitu berdasarkan tahun penerbitan). Portofolio
kontrak reasuransi yang dimiliki dinilai untuk agregasi secara terpisah dari portofolio kontrak
asuransi yang diterbitkan.
Page 48
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/34
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PENGGUNAAN ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN
Pengungkapan ini merupakan tambahan atas pembahasan tentang manajemen risiko keuangan
(Catatan 41).
Sumber utama atas ketidakpastian estimasi
1. Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan
Sesuai dengan PSAK 109, pengukuran cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan
yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain membutuhkan penggunaan model yang kompleks dan asumsi
signifikan terkait future economic conditions dan credit behaviour.
Estimasi signifikan dibutuhkan dalam menerapkan perhitungan cadangan kerugian
penurunan nilai berdasarkan PSAK 109, antara lain:
• Penentuan kriteria Significant Increase in Credit Risk;
• Menentukan model yang tepat dan asumsi untuk perhitungan cadangan kerugian
penurunan nilai;
• Menentukan jumlah dan pembebanan relatif atas skenario forward-looking untuk
masing-masing segmen/produk;
• Menentukan segmentasi aset keuangan yang sejenis untuk perhitungan cadangan
kerugian penurunan nilai;
• Estimasi arus kas debitur dalam perhitungan individual impairment.
Informasi mengenai manajemen risiko keuangan khususnya terkait pertimbangan dan
estimasi yang dibuat oleh Grup diungkapkan di Catatan 41.
2. Liabilitas imbalan pasca-kerja
Nilai kini kewajiban pensiun bergantung pada beberapa faktor yang ditentukan dengan dasar
aktuarial berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk menentukan biaya
(penghasilan) pensiun neto mencakup tingkat diskonto dan kenaikan gaji di masa datang.
Adanya perubahan pada asumsi ini akan mempengaruhi jumlah tercatat kewajiban pensiun.
3. Perpajakan
Grup membutuhkan pertimbangan signifikan dalam menentukan provisi perpajakan. Grup
menentukan provisi perpajakan berdasarkan estimasi atas kemungkinan adanya tambahan
beban pajak. Jika hasil akhir dari hal ini berbeda dengan jumlah yang dicatat semula, maka
perbedaan tersebut akan berdampak terhadap laba rugi.
4. KAS
2025 2024
Rupiah 24.320.754 27.672.826
Valuta asing 984.277 1.643.052
25.305.031 29.315.878
Saldo kas dalam mata uang Rupiah termasuk jumlah kas pada Anjungan Tunai Mandiri (“ATM”)
masing-masing sebesar Rp 9.279.539 dan Rp 9.165.874 pada tanggal
31 Desember 2025 dan 2024.
Page 49
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/35
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. GIRO PADA BANK INDONESIA
2025 2024
Rupiah 43.991.552 32.928.703
Valuta asing 3.776.726 3.479.439
47.768.278 36.408.142
Informasi mengenai pemenuhan persyaratan Giro Wajib Minimum (“GWM”) serta Rasio
Penyangga Likuiditas Makroprudensial (“PLM”) diungkapkan pada Catatan 49.
6. GIRO PADA BANK-BANK LAIN
2025 2024
Rupiah 172.397 73.827
Valuta asing 5.160.009 4.024.010
Jumlah 5.332.406 4.097.837
Cadangan kerugian penurunan nilai
Rupiah (86) (117)
Valuta asing (682) (521)
(768) (638)
Jumlah - bersih 5.331.638 4.097.199
Grup tidak memiliki saldo giro pada bank-bank lain dari pihak berelasi.
Rata-rata tingkat suku bunga efektif (yield) setahun giro pada bank-bank lain adalah sebagai
berikut:
2025 2024
Rupiah 4,19% 4,25%
Valuta asing 2,49% 3,43%
Seluruh giro pada bank-bank lain tidak mengalami peningkatan signifikan atas risiko kredit sejak
pengakuan awal dan tidak memiliki bukti objektif penurunan nilai. Perubahan cadangan kerugian
penurunan nilai giro pada bank-bank lain adalah sebagai berikut:
2025
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (638) - - (638)
Perubahan bersih pada eksposur (82) - - (82)
Selisih kurs (48) - - (48)
Saldo akhir (768) - - (768)
Page 50
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/36
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. GIRO PADA BANK-BANK LAIN (lanjutan)
Seluruh giro pada bank-bank lain tidak mengalami peningkatan signifikan atas risiko kredit sejak
pengakuan awal dan tidak memiliki bukti objektif penurunan nilai. Perubahan cadangan kerugian
penurunan nilai giro pada bank-bank lain adalah sebagai berikut: (lanjutan)
2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (899) - - (899)
Perubahan bersih pada eksposur 271 - - 271
Selisih kurs (10) - - (10)
Saldo akhir (638) - - (638)
Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk telah
memadai.
7. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK-BANK LAIN
a. Berdasarkan jenis dan jangka waktu kontraktual
2025
Hingga >1-3 >3-6 > 6 - 12 Lebih dari
1 bulan bulan bulan bulan 12 bulan Jumlah
Bank Indonesia 4.310.376 - - - - 4.310.376
Call money 3.861.506 83.375 166.750 - - 4.111.631
Deposito berjangka 489.565 398.791 48.738 5.000 - 942.094
Sertifikat deposito - - - - 451.950 451.950
Jumlah 8.661.447 482.166 215.488 5.000 451.950 9.816.051
Cadangan kerugian
penurunan nilai (2.510)
Jumlah - bersih 9.813.541
2024
Hingga >1-3 >3-6 > 6 - 12 Lebih dari
1 bulan bulan bulan bulan 12 bulan Jumlah
Bank Indonesia 8.646.539 - - - - 8.646.539
Call money 5.101.180 1.153.069 - - - 6.254.249
Deposito berjangka 606.732 153.153 24.401 31.522 - 815.808
Jumlah 14.354.451 1.306.222 24.401 31.522 - 15.716.596
Cadangan kerugian
penurunan nilai (1.712)
Jumlah - bersih 15.714.884
Page 51
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/37
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK-BANK LAIN (lanjutan)
b. Berdasarkan mata uang
2025 2024
Rupiah 1.826.779 5.115.663
Valuta asing 7.989.272 10.600.933
Jumlah 9.816.051 15.716.596
Cadangan kerugian penurunan nilai (2.510) (1.712)
Jumlah - bersih 9.813.541 15.714.884
Grup tidak memiliki saldo penempatan pada bank-bank lain ke pihak berelasi.
Perubahan keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi dari penempatan pada bank-bank lain
dalam kelompok diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain adalah sebagai
berikut:
2025 2024
Saldo awal - sebelum pajak penghasilan
tangguhan - (1.086)
Penambahan keuntungan (kerugian) yang belum
direalisasi selama tahun berjalan - bersih (3.742) 1.110
Keuntungan (kerugian) yang direalisasi selama
tahun berjalan - bersih - (24)
Jumlah sebelum pajak penghasilan tangguhan (3.742) -
Pajak penghasilan tangguhan (Catatan 20) 711 -
Saldo akhir - bersih (3.031) -
Seluruh penempatan pada bank-bank lain tidak mengalami peningkatan signifikan atas risiko
kredit sejak pengakuan awal dan tidak memiliki bukti objektif penurunan nilai. Perubahan
cadangan kerugian penurunan nilai penempatan pada bank-bank lain adalah sebagai berikut:
2025
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (1.712) - - (1.712)
Perubahan bersih pada eksposur (670) - - (670)
Selisih kurs (128) - - (128)
Saldo akhir (2.510) - - (2.510)
2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (684) - - (684)
Perubahan bersih pada eksposur (1.006) - - (1.006)
Selisih kurs (22) - - (22)
Saldo akhir (1.712) - - (1.712)
Page 52
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/38
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK-BANK LAIN (lanjutan)
Rata-rata tingkat suku bunga efektif (yield) setahun penempatan pada Bank Indonesia dan bank-
bank lain adalah sebagai berikut:
2025 2024
Bank Indonesia dan call money:
Rupiah 4,87% 5,77%
Valuta asing 3,64% 4,43%
Deposito berjangka:
Rupiah 4,39% 5,89%
Valuta asing 3,00% 3,00%
Sertifikat deposito:
Rupiah 6,21% 6,47%
Kisaran tingkat suku bunga kontraktual setahun dari penempatan pada Bank Indonesia dan bank-
bank lain adalah sebagai berikut:
2025 2024
Deposito berjangka:
Rupiah 1,00% - 6,75% 2,00% - 7,55%
Valuta asing 0,50% - 3,75% 1,00% - 4,85%
Sertifikat deposito:
Rupiah 6,85% 6,53%
Tidak terdapat penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain yang digunakan sebagai
jaminan transaksi perdagangan efek.
Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk telah
memadai.
8. ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN YANG DIUKUR PADA NILAI WAJAR MELALUI LABA
RUGI
Aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi terdiri dari:
2025 2024
Nilai nominal Nilai wajar Nilai nominal Nilai wajar
Aset keuangan:
Efek-efek
Sekuritas Rupiah dan
Valas Bank Indonesia 30.842.353 29.998.896 19.397.441 18.448.845
Obligasi pemerintah 875.114 894.070 2.023.959 1.977.974
Surat Perbendaharaan Negara 782.000 763.059 - -
Sukuk 730.376 740.168 465.904 454.796
Obligasi korporasi 634.000 650.705 33.000 32.636
Reksadana 541.378 561.835 120.237 127.688
Surat Perbendaharaan Negara
Syariah 521.618 513.861 - -
Penyertaan saham - 91.797 - 27.072
Medium-term notes 16.675 15.661 - -
Lain-lain 979.188 972.839 230.272 234.398
35.922.702 35.202.891 22.270.813 21.303.409
Page 53
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/39
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN YANG DIUKUR PADA NILAI WAJAR MELALUI LABA
RUGI (lanjutan)
Aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi terdiri dari: (lanjutan)
2025 2024
Nilai nominal Nilai wajar Nilai nominal Nilai wajar
Aset keuangan: (lanjutan)
Aset derivatif
Forward 68.603 153.034
Swap 45.928 66.842
Spot 3.513 1.332
Lain-lain 24 -
118.068 221.208
Jumlah 35.320.959 21.524.617
Liabilitas keuangan:
Liabilitas derivatif
Forward 35.851 77.894
Swap 60.189 175.087
Spot 1.324 4.611
Lain-lain 42 21
Jumlah 97.406 257.613
9. TAGIHAN DAN UTANG AKSEPTASI
a. Rincian tagihan akseptasi
Berdasarkan jenis
2025 2024
Nasabah non-bank 9.222.508 9.519.812
Bank-bank lain 472.435 541.930
Jumlah 9.694.943 10.061.742
Cadangan kerugian penurunan nilai (200.313) (440.695)
Jumlah - bersih 9.494.630 9.621.047
Berdasarkan mata uang
2025 2024
Rupiah 3.994.389 4.114.907
Valuta asing 5.700.554 5.946.835
Jumlah 9.694.943 10.061.742
Cadangan kerugian penurunan nilai (200.313) (440.695)
Jumlah - bersih 9.494.630 9.621.047
Page 54
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/40
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. TAGIHAN DAN UTANG AKSEPTASI (lanjutan)
b. Rincian utang akseptasi
Berdasarkan jenis
2025 2024
Nasabah non-bank 689.204 736.591
Bank-bank lain 4.044.658 3.915.364
Jumlah 4.733.862 4.651.955
Berdasarkan mata uang
2025 2024
Rupiah 1.209.980 1.321.089
Valuta asing 3.523.882 3.330.866
Jumlah 4.733.862 4.651.955
c. Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai tagihan akseptasi
2025
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (38.090) (98.434) (304.171) (440.695)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umurnya (Stage 2) 62 (7.043) - (6.981)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) (96) 13.630 - 13.534
Perubahan bersih pada eksposur (2.517) 17.769 232.381 247.633
Selisih kurs (1.475) (4.437) (7.892) (13.804)
Saldo akhir (42.116) (78.515) (79.682) (200.313)
2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (77.889) (25.439) (179.787) (283.115)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umurnya (Stage 2) 9.187 (113.409) - (104.222)
Transfer ke kredit yang mengalami
penurunan nilai (Stage 3) 62 3.329 (7.684) (4.293)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) (150) 25.681 - 25.531
Perubahan bersih pada eksposur 32.419 11.512 (110.040) (66.109)
Selisih kurs (1.719) (108) (6.660) (8.487)
Saldo akhir (38.090) (98.434) (304.171) (440.695)
Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk telah
memadai.
Bank tidak memiliki saldo tagihan dan utang akseptasi ke dan dari pihak berelasi.
Page 55
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/41
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. WESEL TAGIH
a. Berdasarkan jenis
2025 2024
Nasabah non-bank 428.757 640.986
Bank-bank lain 11.401.719 8.253.899
Jumlah 11.830.476 8.894.885
Cadangan kerugian penurunan nilai (5.381) (3.116)
Jumlah - bersih 11.825.095 8.891.769
b. Berdasarkan mata uang
2025 2024
Rupiah 3.894.193 3.497.781
Valuta asing 7.936.283 5.397.104
Jumlah 11.830.476 8.894.885
Cadangan kerugian penurunan nilai (5.381) (3.116)
Jumlah - bersih 11.825.095 8.891.769
c. Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai wesel tagih
2025
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (3.116) - - (3.116)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) (14) - - (14)
Perubahan bersih pada eksposur (1.582) (7) (581) (2.170)
Selisih kurs (88) 7 - (81)
Saldo akhir (4.800) - (581) (5.381)
2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (4.516) - - (4.516)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) (75) - - (75)
Perubahan bersih pada eksposur 1.551 - 8 1.559
Selisih kurs (76) - (8) (84)
Saldo akhir (3.116) - - (3.116)
Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk telah
memadai.
Bank tidak memiliki saldo wesel tagih ke pihak berelasi.
Rata-rata tingkat suku bunga efektif (yield) setahun wesel tagih adalah sebagai berikut:
2025 2024
Rupiah 10,00% 8,31%
Valuta asing 4,66% 6,09%
Page 56
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/42
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. EFEK-EFEK YANG DIBELI DENGAN JANJI DIJUAL KEMBALI
Akun ini merupakan tagihan kepada Bank Indonesia, bank-bank lain dan pihak ketiga atas
pembelian efek-efek dengan janji dijual kembali dengan perincian sebagai berikut:
2025
Harga Pendapatan Cadangan
Rentang tanggal Rentang tanggal penjualan bunga yang kerugian
pembelian penjualan kembali belum diakui penurunan nilai Nilai tercatat
Transaksi dengan Bank Indonesia:
Instrumen yang mendasari:
Surat Perbendaharaan Negara 3 - 10 Des 25 4 - 11 Mar 26 2.203.570 (19.869) - 2.183.701
Obligasi pemerintah 8 Okt - 26 Nov 25 7 Jan - 25 Feb 26 1.646.866 (8.559) - 1.638.307
3.850.436 (28.428) - 3.822.008
Transaksi dengan bank-bank lain:
Instrumen yang mendasari:
Obligasi pemerintah 2 - 31 Des 25 2 - 15 Jan 26 767.578 (646) - 766.932
Sekuritas Rupiah
Bank Indonesia 18 - 30 Des 25 2 - 13 Jan 26 447.280 (279) - 447.001
1.214.858 (925) - 1.213.933
Transaksi dengan pihak non-bank:
Instrumen yang mendasari:
Saham 3 Sep - 16 Des 25 19 Jan - 23 Nov 26 267.683 (23.672) (936) 243.075
Obligasi korporasi 3 Sep - 2 Des 25 5 Jan - 23 Nov 26 6.595 (98) - 6.497
274.278 (23.770) (936) 249.572
5.339.572 (53.123) (936) 5.285.513
2024
Harga Pendapatan Cadangan
Rentang tanggal Rentang tanggal penjualan bunga yang kerugian
pembelian penjualan kembali belum diakui penurunan nilai Nilai tercatat
Transaksi dengan Bank Indonesia:
Instrumen yang mendasari:
Obligasi pemerintah 28 Nov 24 26 Feb 25 48.312 (503) - 47.809
48.312 (503) - 47.809
Transaksi dengan bank-bank lain:
Instrumen yang mendasari:
Obligasi pemerintah 18 - 31 Des 24 2 - 13 Jan 25 932.726 (860) (91) 931.775
Sekuritas Rupiah
Bank Indonesia 16 - 30 Des 24 13 Jan 25 435.353 (938) - 434.415
1.368.079 (1.798) (91) 1.366.190
Transaksi dengan pihak non-bank:
Instrumen yang mendasari:
Saham 3 Okt - 16 Des 24 3 Jan - 16 Jun 25 38.273 (1.760) (950) 35.563
38.273 (1.760) (950) 35.563
1.454.664 (4.061) (1.041) 1.449.562
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
adalah sebagai berikut:
2025
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (1.041) - - (1.041)
Perubahan bersih pada eksposur 105 - - 105
Saldo akhir (936) - - (936)
Page 57
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/43
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. EFEK-EFEK YANG DIBELI DENGAN JANJI DIJUAL KEMBALI (lanjutan)
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
adalah sebagai berikut: (lanjutan)
2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (998) - - (998)
Perubahan bersih pada eksposur (43) - - (43)
Saldo akhir (1.041) - - (1.041)
Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk telah
memadai.
Semua efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali adalah dalam mata uang Rupiah.
Grup tidak memiliki saldo efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali ke pihak berelasi.
Rata-rata tingkat suku bunga efektif (yield) setahun efek-efek yang dibeli dengan janji dijual
kembali pada tahun yang berakhir 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing sebesar 5,52%
dan 6,33%.
12. KREDIT YANG DIBERIKAN
Kredit yang diberikan terdiri dari:
a. Berdasarkan jenis
2025 2024
Modal kerja 433.323.451 405.477.821
Investasi 356.926.607 315.243.921
Konsumsi 157.017.105 159.153.796
Kartu kredit 19.744.975 18.222.967
Pinjaman karyawan 3.221.096 3.212.348
Jumlah 970.233.234 901.310.853
Cadangan kerugian penurunan nilai (29.752.034) (32.624.643)
Jumlah - bersih 940.481.200 868.686.210
b. Berdasarkan mata uang
2025 2024
Rupiah 920.362.531 857.915.747
Valuta asing 49.870.703 43.395.106
Jumlah 970.233.234 901.310.853
Cadangan kerugian penurunan nilai (29.752.034) (32.624.643)
Jumlah - bersih 940.481.200 868.686.210
Page 58
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/44
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
Kredit yang diberikan terdiri dari: (lanjutan)
c. Berdasarkan sektor ekonomi
2025 2024
Manufaktur 211.585.937 197.319.989
Perdagangan, restoran dan hotel 191.923.805 183.979.023
Jasa bisnis 175.106.749 154.653.535
Aktivitas rumah tangga 160.237.373 162.779.686
Konstruksi 43.221.971 38.598.617
Pengangkutan dan pergudangan 43.103.465 37.841.985
Pertanian dan sarana pertanian 42.479.686 38.159.778
Listrik, gas, dan air 37.231.613 32.858.454
Pertambangan 34.724.645 26.620.586
Jasa-jasa sosial/pelayanan masyarakat 10.872.082 10.689.585
Lain-lain 19.745.908 17.809.615
Jumlah 970.233.234 901.310.853
Cadangan kerugian penurunan nilai (29.752.034) (32.624.643)
Jumlah - bersih 940.481.200 868.686.210
d. Berdasarkan jangka waktu
Kredit yang diberikan berdasarkan jangka waktu menurut perjanjian kredit:
2025 2024
Hingga 1 tahun 289.482.904 285.152.133
> 1 - 5 tahun 228.230.349 198.296.253
> 5 tahun 452.519.981 417.862.467
Jumlah 970.233.234 901.310.853
Cadangan kerugian penurunan nilai (29.752.034) (32.624.643)
Jumlah - bersih 940.481.200 868.686.210
e. Berdasarkan staging
Berikut adalah perubahan jumlah kredit yang diberikan berdasarkan staging selama tahun
berakhir 31 Desember 2025 dan 2024:
2025
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal 864.749.322 20.255.905 16.305.626 901.310.853
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umurnya (Stage 2) (26.687.251) 29.960.239 (2.756.945) 516.043
Transfer ke kredit yang mengalami
penurunan nilai (Stage 3) (689.582) (16.314.654) 16.207.076 (797.160)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) 14.049.166 (12.859.917) (1.678.001) (488.752)
Perubahan bersih pada eksposur 81.522.764 (1.532.438) (4.215.899) 75.774.427
Penghapusbukuan selama tahun berjalan - - (7.734.297) (7.734.297)
Selisih kurs 1.511.642 73.916 66.562 1.652.120
Saldo akhir 934.456.061 19.583.051 16.194.122 970.233.234
Page 59
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/45
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
Kredit yang diberikan terdiri dari: (lanjutan)
e. Berdasarkan staging (lanjutan)
Berikut adalah perubahan jumlah kredit yang diberikan berdasarkan staging selama tahun
berakhir 31 Desember 2025 dan 2024: (lanjutan)
2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal 757.146.891 20.089.525 14.960.298 792.196.714
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umurnya (Stage 2) (24.386.823) 26.065.000 (1.745.561) (67.384)
Transfer ke kredit yang mengalami
penurunan nilai (Stage 3) (725.285) (12.634.512) 12.688.630 (671.167)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) 11.067.999 (10.201.732) (1.473.483) (607.216)
Perubahan bersih pada eksposur 119.944.609 (3.185.859) (4.668.915) 112.089.835
Penghapusbukuan selama tahun berjalan - - (3.564.430) (3.564.430)
Selisih kurs 1.701.931 123.483 109.087 1.934.501
Saldo akhir 864.749.322 20.255.905 16.305.626 901.310.853
f. Berdasarkan kolektibilitas dan restrukturisasi
Informasi tambahan ini disyaratkan oleh regulasi yang berlaku dan bukan merupakan
informasi yang dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Informasi
tambahan ini merupakan bagian dari Catatan 49 laporan keuangan konsolidasian:
i. Berdasarkan kolektibilitas
2025 2024
Lancar 937.311.901 867.113.405
Dalam perhatian khusus 16.873.850 18.619.385
Kurang lancar 1.353.139 1.139.670
Diragukan 1.831.286 1.248.012
Macet 12.863.058 13.190.381
Jumlah 970.233.234 901.310.853
Cadangan kerugian penurunan nilai (29.752.034) (32.624.643)
Jumlah - bersih 940.481.200 868.686.210
ii. Kredit yang direstrukturisasi
Restrukturisasi kredit dilakukan dengan modifikasi struktur fasilitas dan persyaratan kredit
antara lain penurunan suku bunga kredit, perpanjangan jangka waktu kredit, dan lain-lain.
2025 2024
Lancar 12.296.611 11.897.353
Dalam Perhatian Khusus 5.006.147 6.860.802
Kurang Lancar 421.506 386.834
Diragukan 350.589 221.515
Macet 7.776.226 9.420.098
Jumlah 25.851.079 28.786.602
Page 60
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/46
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
Kredit yang diberikan terdiri dari: (lanjutan)
g. Kredit sindikasi
Kredit sindikasi merupakan kredit yang diberikan kepada debitur berdasarkan perjanjian
pembiayaan bersama (sindikasi) dengan bank-bank lain. Kredit sindikasi dengan pembagian
risiko secara proporsional terhadap jumlah pendanaan Bank adalah sebagai berikut:
2025 2024
Partisipasi Bank sebagai anggota berkisar antara
masing-masing sebesar 2,00% - 84,00% dan
2,00% - 81,49% untuk tahun yang berakhir
31 Desember 2025 dan 2024. 49.195.042 44.193.652
Partisipasi Bank sebagai arranger berkisar
antara masing-masing sebesar 21,43% - 75,00%
dan 10,00% - 75,00% untuk tahun yang berakhir
31 Desember 2025 dan 2024. 51.616.640 44.281.409
100.811.682 88.475.061
h. Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai kredit yang diberikan
2025
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (11.802.878) (9.807.519) (11.014.246) (32.624.643)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umurnya (Stage 2) 1.153.917 (6.427.710) 1.038.143 (4.235.650)
Transfer ke kredit yang mengalami
penurunan nilai (Stage 3) 58.607 4.939.005 (6.303.521) (1.305.909)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) (1.028.397) 3.257.277 514.546 2.743.426
Perubahan bersih pada eksposur (126.257) (140.832) (1.673.039) (1.940.128)
Penghapusbukuan selama tahun berjalan - - 7.734.297 7.734.297
Selisih kurs (25.536) (45.030) (52.861) (123.427)
Saldo akhir (11.770.544) (8.224.809) (9.756.681) (29.752.034)
2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (12.733.822) (10.303.493) (10.271.560) (33.308.875)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umurnya (Stage 2) 1.793.010 (5.834.839) 686.359 (3.355.470)
Transfer ke kredit yang mengalami
penurunan nilai (Stage 3) 94.436 3.422.967 (4.883.438) (1.366.035)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) (635.109) 1.754.524 412.258 1.531.673
Perubahan bersih pada eksposur (288.416) 1.226.107 (434.669) 503.022
Penghapusbukuan selama tahun berjalan - - 3.564.430 3.564.430
Selisih kurs (32.977) (72.785) (87.626) (193.388)
Saldo akhir (11.802.878) (9.807.519) (11.014.246) (32.624.643)
Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk
telah memadai.
Page 61
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/47
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan)
Kredit yang diberikan terdiri dari: (lanjutan)
h. Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai kredit yang diberikan (lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, saldo cadangan kerugian penurunan nilai atas
aset dari kredit yang diberikan kepada pihak berelasi masing-masing adalah sebesar
Rp 81.879 dan Rp 56.052.
i. Pembiayaan bersama
Bank mengadakan perjanjian pemberian fasilitas pembiayaan bersama dengan PT BCA
Finance yang merupakan Entitas Anak, untuk membiayai kepemilikan kendaraan bermotor.
Segala risiko atas kerugian yang timbul sehubungan dengan fasilitas kredit yang diberikan
dalam rangka pemberian fasilitas pembiayaan bersama akan ditanggung secara bersama-
sama oleh kedua belah pihak secara proporsional sesuai bagian pembiayaan (partisipasi)
masing-masing pihak (tanpa tanggung renteng). Jumlah piutang pembiayaan bersama yang
merupakan bagian Bank pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah masing-masing
sebesar Rp 46.331.424 dan Rp 54.623.153.
j. Nilai tercatat dari kredit yang diberikan adalah sebagai berikut:
2025 2024
Kredit yang diberikan 970.233.234 901.310.853
Pendapatan bunga yang masih akan diterima 3.186.544 3.343.491
Cadangan kerugian penurunan nilai (Catatan 12g) (29.752.034) (32.624.643)
Jumlah - bersih 943.667.744 872.029.701
k. Informasi pokok lainnya sehubungan dengan kredit yang diberikan
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Bank tidak memiliki kredit yang diberikan yang
dijadikan sebagai jaminan.
Giro, tabungan, dan deposito berjangka yang dijaminkan untuk kredit yang diberikan masing-
masing sebesar Rp 26.552.692 dan Rp 18.465.132 pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
(Catatan 19).
Pinjaman karyawan adalah pinjaman yang diberikan kepada karyawan dengan tingkat bunga
sebesar 4% per tahun yang ditujukan untuk pembelian rumah, kendaraan, dan keperluan
lainnya dengan jangka waktu berkisar antara 8 tahun sampai dengan 20 tahun, khusus untuk
periode 2022 - 2026 Bank memberikan keringanan kepada karyawan dengan tingkat bunga
sebesar 3,5% per tahun. Pembayaran pokok pinjaman dan bunga dilunasi melalui
pemotongan gaji setiap bulan. Perbedaan suku bunga yang diberikan dengan suku bunga
pasar diperlakukan sebagai subsidi dan dicatat sebagai bagian dari aset lain-lain, serta
diamortisasi sepanjang umur kredit.
Rata-rata tingkat suku bunga efektif (yield) setahun kredit yang diberikan adalah sebagai
berikut:
2025 2024
Rupiah 7,43% 7,68%
Valuta asing 5,26% 5,85%
Informasi mengenai rasio kredit usaha kecil terhadap jumlah kredit yang diberikan Bank dan
rasio non-performing loan (“NPL”) diungkapkan pada Catatan 49.
Page 62
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/48
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN
Biaya perolehan diamortisasi dari piutang pembiayaan konsumen Entitas Anak adalah sebagai
berikut:
2025 2024
Piutang pembiayaan konsumen
- Pembiayaan yang dibiayai sendiri oleh Entitas Anak 6.244.700 5.642.551
- Bagian pembiayaan yang dibiayai bersama pihak
berelasi tanpa tanggung renteng (without recourse) 8.902.189 11.067.888
Pendapatan administrasi yang belum diamortisasi - bersih (373.232) (514.472)
Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui (5.307.159) (6.397.119)
Jumlah 9.466.498 9.798.848
Cadangan kerugian penurunan nilai (512.511) (363.284)
Jumlah - bersih 8.953.987 9.435.564
Suku bunga kontraktual setahun untuk pembiayaan konsumen selama tahun 2025 dan 2024
adalah masing-masing sebesar 3,59% - 49,98% dan 3,62% - 49,98%.
Entitas Anak memberikan kontrak pembiayaan konsumen untuk kendaraan bermotor roda empat
dengan jangka waktu antara 3 (tiga) bulan sampai dengan 6 (enam) tahun, sedangkan
pembiayaan konsumen untuk kendaraan bermotor roda dua dengan jangka waktu antara 1 (satu)
tahun sampai dengan 4 (empat) tahun.
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai piutang pembiayaan konsumen adalah sebagai
berikut:
2025
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (127.718) (18.860) (216.706) (363.284)
Perubahan bersih pada eksposur (181.930) (10.155) (453.000) (645.085)
Penghapusbukuan selama tahun berjalan - - 495.858 495.858
Saldo akhir (309.648) (29.015) (173.848) (512.511)
2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (170.906) (17.819) (139.221) (327.946)
Perubahan bersih pada eksposur 43.188 (1.041) (395.649) (353.502)
Penghapusbukuan selama tahun berjalan - - 318.164 318.164
Saldo akhir (127.718) (18.860) (216.706) (363.284)
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, tidak ada piutang pembiayaan konsumen yang
dijadikan jaminan.
Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk telah
memadai.
Page 63
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/49
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. EFEK-EFEK UNTUK TUJUAN INVESTASI
Rincian efek-efek untuk tujuan investasi adalah sebagai berikut:
a. Berdasarkan jenis
2025
Premi
(diskonto) Keuntungan Cadangan
yang belum (kerugian) yang kerugian
Keterangan Nilai nominal diamortisasi belum direalisasi penurunan nilai Nilai tercatat
Diukur pada biaya perolehan
diamortisasi:
Obligasi pemerintah
- rekapitalisasi 2.574.961 61.248 - - 2.636.209
- non-rekapitalisasi 161.805.139 2.294.104 - - 164.099.243
Sukuk 53.042.669 (446.062) - (111) 52.596.496
Unit penyertaan di reksadana 350.000 - - (3.500) 346.500
Obligasi korporasi 7.380.098 (10.903) - (22.329) 7.346.866
Surat Perbendaharaan Negara
Syariah 400.000 (4.586) - - 395.414
Sekuritas Rupiah dan Valas
Bank Indonesia 93.110.205 (2.852.789) - - 90.257.416
Lain-lain 26.433 (21.309) - (1) 5.123
Diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain:
Obligasi pemerintah
- non-rekapitalisasi 32.909.778 730.432 1.380.113 (19) 35.020.304
Sukuk Bank Indonesia 568.902 - 32.153 - 601.055
Sukuk 13.109.940 (289.257) 315.703 (57.773) 13.078.613
Unit penyertaan di reksadana 16.719.767 - 483.161 (28.573) 17.174.355
Obligasi korporasi 25.171.613 132 422.343 (407.513) 25.186.575
Investasi dalam saham 712.062 - - (105.416) 606.646
Sekuritas Rupiah dan Valas
Bank Indonesia 20.000 (7) 2 - 19.995
Lain-lain 50.000 - 697 (507) 50.190
Jumlah 407.951.567 (538.997) 2.634.172 (625.742) 409.421.000
2024
Premi
(diskonto) Keuntungan Cadangan
yang belum (kerugian) yang kerugian
Keterangan Nilai nominal diamortisasi belum direalisasi penurunan nilai Nilai tercatat
Diukur pada biaya perolehan
diamortisasi:
Obligasi pemerintah
- rekapitalisasi 1.930.915 18.519 - - 1.949.434
- non-rekapitalisasi 123.250.385 1.528.190 - - 124.778.575
T-Bond USA 1.287.600 (3.077) - (97) 1.284.426
Sukuk 55.769.079 (615.025) - (75) 55.153.979
Unit penyertaan di reksadana 300.000 - - (3.000) 297.000
Obligasi korporasi 6.877.539 884 - (44.814) 6.833.609
Medium-term notes 3.000.000 - - (619) 2.999.381
Surat berharga pasar uang 775.000 - - (7.750) 767.250
Sekuritas Rupiah dan Valas
Bank Indonesia 81.121.216 (2.961.575) - - 78.159.641
Lain-lain 13.433 (5.002) - - 8.431
Diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain:
Obligasi pemerintah
- non-rekapitalisasi 40.303.477 570.615 279.340 - 41.153.432
Sukuk Bank Indonesia 1.035.278 - 15.474 - 1.050.752
Sukuk 19.869.363 (302.959) 19.926 (21.316) 19.565.014
Unit penyertaan di reksadana 14.062.049 - 310.914 (12.538) 14.360.425
Obligasi korporasi 22.740.537 - (264.785) (357.097) 22.118.655
Investasi dalam saham 645.752 - - (105.260) 540.492
Sekuritas Rupiah dan Valas
Bank Indonesia 138.791 (6.800) (530) - 131.461
Jumlah 373.120.414 (1.776.230) 360.339 (552.566) 371.151.957
Page 64
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/50
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. EFEK-EFEK UNTUK TUJUAN INVESTASI (lanjutan)
Rincian efek-efek untuk tujuan investasi adalah sebagai berikut: (lanjutan)
b. Berdasarkan mata uang
2025 2024
Rupiah 399.266.039 361.505.972
Valuta asing 10.154.961 9.645.985
Jumlah 409.421.000 371.151.957
Pada tanggal 31 Desember 2024, efek-efek untuk tujuan investasi termasuk obligasi pemerintah dan
Sekuritas Rupiah Bank Indonesia masing-masing dengan nilai tercatat sebesar Rp 936.754 (nilai
nominal sebesar Rp 900.000) dan Rp 285.504 (nilai nominal sebesar Rp 300.000), yang sesuai
dengan perjanjian, Bank harus membeli kembali obligasi pemerintah tersebut pada tanggal 2 Januari
2025 dan 6 Januari 2025, serta untuk Sekuritas Rupiah Bank Indonesia pada tanggal 13 Januari
2025. Nilai tercatat atas kewajiban (“efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali”) pada laporan
posisi keuangan konsolidasian sebesar Rp 1.330.996 pada tanggal 31 Desember 2024.
Rincian unit penyertaan di reksadana yang dimiliki Grup berdasarkan nama unit reksadana dan
jumlah unit adalah sebagai berikut:
2025 2024
Nilai Nilai
Nama Unit Reksadana Jumlah unit tercatat Jumlah unit Tercatat
Reksa Dana Batavia Dana Kas Gebyar 388 1.572.862 137 528.923
Reksa Dana Tram Pundi Kas 2 671 1.065.308 350 528.250
Reksa Dana Terproteksi Syailendra Capital Protected
Fund 54 500 580.678 500 551.411
Reksa Dana Terproteksi Panin Proteksi 2038 500 528.781 500 502.968
Reksa Dana Terproteksi Ashmore Dana Terproteksi
Nusantara IV 500 520.117 500 515.943
Reksa Dana Terproteksi Bahana Centrum Protected
Fund 233 500 515.727 500 513.878
Reksa Dana Terproteksi Eastspring Bakti Proteksi 1 500 513.256 500 509.665
Reksa Dana Terproteksi BNI-AM Proteksi Amarilis 500 511.139 500 509.826
Reksa Dana Terproteksi BRI Proteksi 90 500 508.272 - -
Reksa Dana Terproteksi BRI Proteksi 85 500 507.178 - -
Reksa Dana Terproteksi Bahana Centrum Protected
Fund 227 500 507.040 500 506.898
Reksa Dana Terproteksi Trimegah Dana Berkala 12 500 506.832 500 506.585
Reksa Dana Terproteksi BRI MI Proteksi 103 500 506.754 500 502.991
Reksa Dana Terproteksi Allianz Capital Protected
Fund 62 500 506.673 500 506.140
Reksa Dana Terproteksi Schroder IDR Income Plan
VII 494 506.602 500 513.497
Reksa Dana Terproteksi Premier Proteksi XII 500 506.148 500 506.158
Reksa Dana Terproteksi BNI-AM Proteksi Kamelia 500 505.737 500 505.233
Reksa Dana Terproteksi Mandiri Investa 3 499 504.890 499 503.893
Reksa Dana Terproteksi Manulife Proteksi Dana
Utama VII 500 503.820 500 502.255
Reksa Dana Terproteksi Manulife Proteksi Dana
Utama VIII 500 503.728 - -
Page 65
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/51
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. EFEK-EFEK UNTUK TUJUAN INVESTASI (lanjutan)
Rincian unit penyertaan di reksadana yang dimiliki Grup berdasarkan nama unit reksadana dan
jumlah unit adalah sebagai berikut: (lanjutan)
2025 2024
Nilai Nilai
Nama Unit Reksadana (lanjutan) Jumlah unit tercatat Jumlah unit tercatat
Reksa Dana Terproteksi Manulife Proteksi Dana
Utama VI 500 503.637 500 503.458
Reksa Dana Terproteksi Sucorinvest Proteksi 53 500 502.529 - -
Reksa Dana Terproteksi Batavia Proteksi Maxima 51 460 470.167 500 510.296
Reksa Dana Terproteksi Bahana Centrum Protected
Fund 232 407 420.015 500 514.010
Reksa Dana Terproteksi Mandiri Investa 2 406 415.793 500 511.401
Reksa Dana Terproteksi Batavia Proteksi Maxima 63 399 402.184 - -
Reksa Dana Terproteksi Trimegah Terproteksi Dana
Berkala 17 375 379.985
Reksa Dana Terproteksi Allianz Capital Protected
Fund 66 318 320.805 - -
Reksa Dana Terproteksi BNP Paribas Lumina
Proteksi Rupiah 2 300 303.589 - -
Reksa Dana Terproteksi Trimegah Terproteksi Dana
Berkala 11 258 273.524 500 517.211
Reksa Dana Terproteksi Batavia Proteksi Maxima 50 255 264.750 500 513.715
Reksa Dana Terproteksi Trimegah Dana Berkala 16 250 256.690 250 252.424
Reksa Dana Syariah Trimegah Kas Syariah 140 210.323 105 150.146
Reksa Dana Terproteksi BNP Paribas Lumina
Proteksi Rupiah 200 203.652 200 203.454
Reksa Dana Terproteksi BRI MI Proteksi 108 200 202.451 - -
Reksa Dana Syariah Syailendra Money Market Fund 67 100.095 - -
Reksa Dana Syariah Penyertaan Terbatas PNM
Pembiayaan Mikro BUMN Seri XIII 100 100.000 100 100.000
Reksa Dana Syariah Penyertaan Terbatas PNM
Pembiayaan Mikro BUMN Seri XIV 100 100.000 100 100.000
Reksa Dana Syariah Penyertaan Terbatas PNM
Pembiayaan Mikro BUMN Seri XIX 100 100.000 - -
Reksa Dana Terproteksi Allianz Capital Protected
Fund 65 65 66.175 65 66.032
Reksa Dana Syariah Penyertaan Terbatas PNM
Pembiayaan Mikro BUMN Seri XX 50 50.000 - -
Reksa Dana Syariah Majoris Pasar Uang Syariah
Indonesia 17 25.022 18 25.025
Reksa Dana Terproteksi Panin Proteksi 2031 - - 500 510.130
Reksa Dana Terproteksi Danareksa Proteksi 90 - - 500 507.718
Reksa Dana Terproteksi Danareksa Proteksi 85 - - 500 505.896
Reksa Dana BNP Paribas Obligasi Berlian - - 222 223.828
Reksa Dana Syariah Penyertaan Terbatas PNM
Pembiayaan Mikro BUMN Seri XII - - 100 100.000
Reksa Dana Bahana ABF Indonesia Bond Index
Fund - - 1 69.785
Reksa Dana Eastspring Syariah Fixed Income
Amanah Kelas A - - 7 10.322
Reksa Dana Syailendra Pendapatan Tetap Premium - - 6 10.319
Reksa Dana BNP Paribas Prima II - - 9 10.232
Reksa Dana Schroder Prestasi Gebyar Indonesia II - - 3 10.232
Page 66
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/52
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. EFEK-EFEK UNTUK TUJUAN INVESTASI (lanjutan)
Rincian unit penyertaan di reksadana yang dimiliki Grup berdasarkan nama unit reksadana dan
jumlah unit adalah sebagai berikut: (lanjutan)
2025 2024
Nilai Nilai
Nama Unit Reksadana (lanjutan) Jumlah unit tercatat Jumlah unit tercatat
Reksa Dana Sucorinvest Sharia Sukuk Fund - - 8 10.007
Reksa Dana Bahana Pendapatan Tetap Makara
Prima Kelas I - - 9 10.005
Reksa Dana BNP Paribas Sri Kehati - - 9 9.686
Jumlah 17.552.928 14.672.963
Cadangan kerugian penurunan nilai (32.073) (15.538)
Jumlah - bersih 17.520.855 14.657.425
Rincian investasi dalam saham yang dimiliki Grup adalah sebagai berikut:
a. Berdasarkan pihak lawan:
2025 2024
Pihak berelasi 17.600 8.471
Pihak ketiga 694.462 637.281
Jumlah 712.062 645.752
Cadangan kerugian penurunan nilai (105.416) (105.260)
Jumlah - bersih 606.646 540.492
b. Berdasarkan jenis usaha dan persentase kepemilikan:
2025 2024
Jenis Persentase Nilai Persentase Nilai
Nama Perusahaan usaha kepemilikan tercatat kepemilikan Tercatat
- PT Bank SMBC Indonesia Tbk Perbankan 1,03% 366.478 1,03% 366.478
- PT Bank HSBC Indonesia Perbankan 1,00% 184.025 1,06% 184.025
- PT Bank DBS Indonesia Perbankan 1,00% 56.400 1,00% 56.400
- PT Digital Otomotif Indonesia Marketplace 20,00% 17.600 20,00% 8.471
- PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (“KPEI”) Pasar Modal 1,11% 20.000 1,11% 20.000
- PT Penyelesaian Transaksi Elektronik Nasional Jasa 17,50% 56.721 - -
- Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 8.000) Beragam 0,06% - 13,49% 10.838 0,06% - 13,49% 10.378
Jumlah 712.062 645.752
Cadangan kerugian penurunan nilai (105.416) (105.260)
Jumlah - bersih 606.646 540.492
c. Berdasarkan Staging:
2025 2024
Stage 1 710.292 643.982
Stage 3 1.770 1.770
Jumlah 712.062 645.752
Cadangan kerugian penurunan nilai (105.416) (105.260)
Jumlah - bersih 606.646 540.492
Page 67
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/53
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. EFEK-EFEK UNTUK TUJUAN INVESTASI (lanjutan)
Rata-rata tingkat suku bunga efektif (yield) setahun efek-efek untuk tujuan investasi adalah
sebagai berikut:
2025 2024
Rupiah (%) Valuta asing (%) Rupiah (%) Valuta asing (%)
Diukur pada biaya perolehan
diamortisasi:
Obligasi pemerintah 6,46 4,36 6,34 3,65
T-Bond USA - 4,67 - 4,22
Sukuk 6,49 2,48 6,19 1,46
Obligasi korporasi 7,98 7,94 8,04 -
Medium-term notes 6,99 - 6,85 -
Surat Perbendaharaan Negara 6,34 - - -
Surat Perbendaharaan Negara
Syariah 5,25 - - -
Sekuritas Rupiah Bank Indonesia 6,40 - 6,76 -
Sekuritas Valas Bank Indonesia - 4,38 - 5,50
Lain-lain 8,92 - 7,26 -
Diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain:
Obligasi pemerintah 7,22 4,51 7,16 3,87
Medium-term notes - - 6,26 -
Sukuk Bank Indonesia 6,95 - 7,24 -
Sukuk 7,49 4,43 7,13 4,29
Obligasi korporasi 7,87 6,91 7,81 -
Sekuritas Rupiah Bank Indonesia 5,30 - 7,46 -
Lain-lain 9,58 - - -
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai efek-efek untuk tujuan investasi adalah sebagai
berikut:
2025
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (450.796) - (101.770) (552.566)
Perubahan bersih pada eksposur (16.105) (37.632) (19.322) (73.059)
Selisih kurs (117) - - (117)
Saldo akhir (467.018) (37.632) (121.092) (625.742)
2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (442.710) - (101.770) (544.480)
Perubahan bersih pada eksposur (8.070) - - (8.070)
Selisih kurs (16) - - (16)
Saldo akhir (450.796) - (101.770) (552.566)
Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang dbentuk telah
memadai.
Perubahan keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi dari efek-efek untuk tujuan investasi
dalam kelompok diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain adalah sebagai
berikut:
2025
Rupiah Valuta asing Jumlah
Saldo awal - sebelum pajak penghasilan tangguhan 353.608 (15.681) 337.927
Penambahan keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi
selama tahun berjalan - bersih 2.167.766 12.616 2.180.382
Keuntungan (kerugian) direalisasi selama tahun
berjalan - bersih 88.369 5.941 94.310
Selisih kurs - (158) (158)
Jumlah sebelum pajak penghasilan tangguhan 2.609.743 2.718 2.612.461
Pajak penghasilan tangguhan (Catatan 20) (500.557)
Saldo akhir - bersih 2.111.904
Page 68
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/54
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. EFEK-EFEK UNTUK TUJUAN INVESTASI (lanjutan)
Perubahan keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi dari efek-efek untuk tujuan investasi
dalam kelompok diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain adalah sebagai
berikut: (lanjutan)
2024
Rupiah Valuta asing Jumlah
Saldo awal - sebelum pajak penghasilan tangguhan 1.193.549 (21.762) 1.171.787
Penambahan keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi
selama tahun berjalan - bersih (881.245) 1.774 (879.471)
Keuntungan (kerugian) direalisasi selama tahun
berjalan - bersih 41.304 4.754 46.058
Selisih kurs - (447) (447)
Jumlah sebelum pajak penghasilan tangguhan 353.608 (15.681) 337.927
Pajak penghasilan tangguhan (Catatan 20) (64.713)
Saldo akhir - bersih 273.214
Berikut ini adalah ikhtisar peringkat dan pemeringkat efek-efek untuk tujuan investasi yang dimiliki
Bank:
2025 2024
Peringkat Pemeringkat Peringkat Pemeringkat
Pemerintah Indonesia BBB Fitch BBB Fitch
Pemerintah Amerika Serikat - - AA+ Fitch
PT Astra Sedaya Finance AAA Fitch AAA Pefindo
PT Bank KB Indonesia Tbk AAA Fitch - -
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Bank Mandiri Taspen AAA Pefindo AA Fitch
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Bank Pan Indonesia Tbk AA Pefindo AA Pefindo
PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Timur Tbk AA- Pefindo - -
PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi
Selatan dan Sulawesi Barat A+ Pefindo A+ Pefindo
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Bank SMBC Indonesia Tbk AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Bank SulutGo A Fitch A Fitch
PT Bank Syariah Indonesia Tbk AAA Pefindo - -
PT Barito Pacific Tbk A+ Pefindo A+ Pefindo
PT BFI Finance Indonesia Tbk AA- Fitch AA- Fitch
PT BRI Multifinance Indonesia AA Pefindo AA Pefindo
PT Bukit Makmur Mandiri Utama A+ Pefindo A+ Pefindo
PT Bumi Resources Tbk A+ Pefindo - -
PT Bumi Serpong Damai Tbk AA Pefindo - -
PT Bussan Auto Finance AAA Fitch AAA Pefindo
PT Chandra Asri Pacific Tbk AA- Pefindo AA- Pefindo
PT Dharma Satya Nusantara Tbk - - A Pefindo
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk AA Pefindo AA Pefindo
PT Federal Internasional Finance AAA Fitch AAA Pefindo
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk A+ Pefindo A+ Pefindo
PT Indonesia Infrastructure Finance AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Indonesian Paradise Property Tbk AAA Pefindo - -
Page 69
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/55
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. EFEK-EFEK UNTUK TUJUAN INVESTASI (lanjutan)
Berikut ini adalah ikhtisar peringkat dan pemeringkat efek-efek untuk tujuan investasi yang dimiliki
Bank: (lanjutan)
2025 2024
Peringkat Pemeringkat Peringkat Pemeringkat
PT Indosat Tbk - - AAA Pefindo
PT JACCS Mitra Pinasthika Mustika Finance
Indonesia Tbk AA Fitch AA Fitch
PT Jasa Marga AA Pefindo - -
PT Kereta Api Indonesia (Persero) AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Lautan Luas Tbk A Pefindo A Pefindo
PT Lontar Papyrus Pulp and Paper Industry A Pefindo A Pefindo
PT Mandiri Tunas Finance AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Mayora Indah Tbk AA Pefindo AA Pefindo
PT Medco Energi International Tbk AA- Pefindo AA- Pefindo
PT Merdeka Battery Materials Tbk A Pefindo A Pefindo
PT Merdeka Copper Gold Tbk A+ Pefindo A+ Pefindo
PT Oki Pulp & Paper Mills A+ Pefindo A+ Pefindo
PT Omni Inovasi Indonesia Tbk Unrated Unrated Unrated Unrated
PT Oto Multiartha AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Pegadaian AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Permodalan Nasional Madani AAA Pefindo AA+ Pefindo
PT Petrosea Tbk A+ Pefindo A+ Pefindo
PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills A+ Pefindo - -
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk A Pefindo - -
PT Pos Indonesia (Persero) A Fitch A Fitch
PT Profesional Telekomunikasi Indonesia - - AAA Fitch
PT Pupuk Indonesia (Persero) AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Sinar Mas Agro Resources and
Technology Tbk AA- Pefindo AA- Pefindo
PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk A Pefindo A Pefindo
PT Summarecon Agung Tbk A+ Pefindo A+ Pefindo
PT Surya Artha Nusantara Finance AA+ Fitch AA Pefindo
PT Tamaris Hidro AAA Pefindo AAA Pefindo
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk AA+ Fitch AA+ Fitch
PT Toyota Astra Financial Services AAA Fitch AAA Fitch
PT XL Axiata Tbk - - AAA Fitch
15. BIAYA DIBAYAR DIMUKA
2025 2024
Sewa dibayar dimuka 421.211 129.415
Premi asuransi dibayar dimuka 8.597 33.816
Lain - lain 1.283.891 806.695
Jumlah 1.713.699 969.926
Tidak terdapat sewa dibayar dimuka kepada pihak berelasi.
Page 70
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/56
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. ASET TETAP
Aset tetap terdiri dari:
2025
Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Revaluasi Saldo akhir
Harga perolehan/nilai revaluasi
Pemilikan langsung
Tanah 15.848.370 2.425 (16.379) 59.448 263.707 16.157.571
Bangunan 7.768.626 24.918 (8.335) 89.137 - 7.874.346
Perlengkapan dan peralatan kantor 11.518.827 1.371.077 182.275 - - 13.072.179
Aset tetap dalam proses pembangunan 1.270.684 516.509 (179.097) (148.585) - 1.459.511
Aset hak guna
Tanah 103 68 (11) - - 160
Bangunan 1.743.720 536.213 (489.446) - - 1.790.487
38.150.330 2.451.210 (510.993) - 263.707 40.354.254
Akumulasi penyusutan
Pemilikan langsung
Bangunan (3.294.788) (344.704) 5.403 - - (3.634.089)
Perlengkapan dan peralatan kantor (5.814.428) (1.648.961) 47.611 - - (7.415.778)
Aset hak guna
Tanah (37) (60) 11 - - (86)
Bangunan (790.453) (409.055) 368.891 - - (830.617)
(9.899.706) (2.402.780) 421.916 - - (11.880.570)
Nilai buku bersih 28.250.624 28.473.684
2024
Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Revaluasi Saldo akhir
Harga perolehan/nilai revaluasi
Pemilikan langsung
Tanah 15.505.840 12.033 (30.266) 123.096 237.667 15.848.370
Bangunan 6.616.198 49.244 (25.167) 1.128.351 - 7.768.626
Perlengkapan dan peralatan kantor 10.248.439 2.940.835 (1.670.447) - - 11.518.827
Aset tetap dalam proses pembangunan 2.827.584 563.619 (869.072) (1.251.447) - 1.270.684
Aset hak guna
Tanah 107 4 (8) - - 103
Bangunan 1.698.558 607.444 (562.282) - - 1.743.720
Perlengkapan dan peralatan kantor 9.371 - (9.371) - - -
Kendaraan bermotor 18.770 - (18.770) - - -
36.924.867 4.173.179 (3.185.383) - 237.667 38.150.330
Akumulasi penyusutan
Pemilikan langsung
Bangunan (3.004.164) (310.019) 19.395 - - (3.294.788)
Perlengkapan dan peralatan kantor (6.226.332) (1.250.634) 1.662.538 - - (5.814.428)
Aset hak guna
Tanah (13) (32) 8 - - (37)
Bangunan (842.043) (456.713) 508.303 - - (790.453)
Perlengkapan dan peralatan kantor (9.161) - 9.161 - - -
Kendaraan bermotor (18.410) - 18.410 - - -
(10.100.123) (2.017.398) 2.217.815 - - (9.899.706)
Nilai buku bersih 26.824.744 28.250.624
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, terdapat aset hak guna - bersih pada pihak berelasi
masing-masing sebesar Rp 230.160 dan Rp 243.940 (Catatan 45).
Aset tetap dalam proses pembangunan pada 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
Tanah 1.089.275 1.087.045
Bangunan 175.907 79.850
Lain-lain 194.329 103.789
Jumlah 1.459.511 1.270.684
Page 71
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/57
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. ASET TETAP (lanjutan)
Aset tetap terdiri dari: (lanjutan)
Estimasi persentase tingkat penyelesaian aset dalam penyelesaian pada tanggal
31 Desember 2025 dan 2024 adalah masing-masing berkisar 1%-99%.
Revaluasi aset tanah
Bank melakukan revaluasi atas golongan tanah, yang dilakukan oleh penilai independen eksternal
sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”), Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan
POJK No. 28/POJK.04/2021 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Properti di Pasar
Modal.
Selisih penilaian kembali tanah tahun 2024 dicatat sebagai “surplus revaluasi aset tetap”, dan
disajikan pada penghasilan komprehensif lain sebesar Rp 238.934. Penurunan bersih nilai tercatat
yang timbul dari revaluasi tahun 2024 sebesar Rp 1.267 diakui dalam laba rugi konsolidasian.
Selisih penilaian kembali tanah tahun 2025 dicatat sebagai “surplus revaluasi aset tetap”, dan
disajikan pada penghasilan komprehensif lain sebesar Rp 254.503. Kenaikan bersih nilai tercatat
yang timbul dari revaluasi tahun 2025 sebesar Rp 9.204 diakui dalam laba rugi konsolidasian.
Nilai wajar tanah ditentukan berdasarkan pendekatan pasar (market approach) dengan cara
membandingkan beberapa transaksi tanah yang sebanding yang telah terjadi maupun yang masih
dalam tahap penawaran penjualan dari suatu proses jual beli, dengan menyesuaikan perbedaan-
perbedaan di antara tanah yang dinilai dengan data pembanding dan catatan-catatan harga tanah
yang diperoleh. Perbandingan ini juga menyangkut faktor lokasi, hak atas properti, karakteristik
fisik, penggunaannya, dan elemen pembanding lainnya.
Pengukuran nilai wajar untuk tanah termasuk dalam hierarki nilai wajar level 2 berdasarkan input-
input dalam teknik penilaian yang digunakan.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, nilai tercatat tanah Bank seandainya tanah tersebut
dicatat dengan model biaya adalah masing-masing sebesar Rp 4.570.935 dan Rp 4.510.689.
Informasi lainnya
Bank tidak memiliki aset tetap yang dijadikan jaminan.
Termasuk dalam pengurangan aset tetap merupakan penjualan aset tetap dengan rincian sebagai
berikut:
2025 2024
Hasil penjualan 5.915 6.378
Nilai buku (11.210) (5.423)
Laba penjualan (5.295) 955
Page 72
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/58
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. ASET TETAP (lanjutan)
Informasi lainnya (lanjutan)
Beban penyusutan masing-masing sejumlah Rp 2.411.177 dan Rp 2.017.399 untuk tahun yang
berakhir 31 Desember 2025 dan 2024 dibebankan ke dalam beban umum dan administrasi.
Laba atas penjualan aset tetap selama tahun berakhir 31 Desember 2025 dan 2024 masing-
masing sebesar Rp 4.370 dan Rp 2.682 diakui sebagai bagian dari pendapatan operasional
lainnya.
Rugi atas penjualan aset tetap selama tahun berakhir 31 Desember 2025 dan 2024 masing-
masing sebesar Rp 9.665 dan Rp 1.726 diakui sebagai bagian beban operasional lainnya.
Bank telah mengasuransikan aset tetap (tidak termasuk hak atas tanah) untuk menutupi
kemungkinan kerugian terhadap risiko kebakaran, pencurian, dan bencana alam dengan nilai
pertanggungan asuransi pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 30.608.291, dan pada
tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 27.220.336. Manajemen yakin bahwa nilai pertanggungan
tersebut telah memadai untuk menutup kerugian yang mungkin terjadi atas aset tetap yang
dipertanggungkan.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, harga perolehan dari aset tetap yang telah disusutkan
penuh dan masih digunakan adalah masing-masing sebesar Rp 2.754.719 dan Rp 1.488.316.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Bank tidak mempunyai aset tetap yang tidak dipakai
sementara, maupun aset tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif yang tidak diklasifikasikan
sebagai tersedia untuk dijual.
Manajemen berkeyakinan, tidak terdapat kerugian penurunan nilai atas aset tetap selama tahun
2025 dan 2024.
Hak Guna
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, liabilitas sewa pembiayaan dalam posisi keuangan
Grup adalah masing-masing sebesar Rp 283.587 dan Rp 302.470 dicatat sebagai beban yang
masih harus dibayar dan liabilitas lain-lain (Catatan 23). Beban bunga atas liabilitas sewa
pembiayaan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah masing-masing sebesar Rp 21.553
dan Rp 21.495 dicatat sebagai bagian dari beban bunga dan syariah (Catatan 29).
17. ASET TAKBERWUJUD
2025 2024
Perangkat lunak 1.737.437 1.559.495
Goodwill 1.158.201 1.158.201
Lain-Lain 6.981 4.979
Jumlah 2.902.619 2.722.675
Amortisasi perangkat lunak (1.123.847) (917.036)
Jumlah - bersih 1.778.772 1.805.639
Page 73
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/59
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. ASET LAIN-LAIN
2025 2024
Pendapatan bunga yang masih akan diterima 9.167.872 8.326.105
Piutang terkait dengan transaksi ATM dan kartu kredit 3.499.738 3.906.220
Term Deposit Valas Devisa Hasil Ekspor 2.688.844 3.082.192
Agunan yang diambil alih 2.250.820 1.859.220
Aset kontrak asuransi 642.232 588.163
Piutang atas transaksi nasabah 612.303 341.152
Lain-lain 8.366.306 6.583.390
Jumlah 27.228.115 24.686.442
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.978) (23.194)
Jumlah - bersih 27.226.137 24.663.248
Pendapatan bunga yang masih akan diterima terdiri dari bunga yang masih akan diterima dari
penempatan, efek-efek, obligasi pemerintah, kredit yang diberikan, dan aset dari transaksi syariah.
Piutang terkait dengan transaksi ATM dan kartu kredit terdiri dari tagihan atas transaksi ATM
dalam jaringan ATM Bersama, Prima dan Link dan terutama tagihan atas Visa dan Master Card
untuk transaksi kartu kredit.
Aset kontrak asuransi merupakan saldo yang timbul dari kegiatan asuransi/reasuransi pada
Entitas anak.
Piutang atas transaksi nasabah merupakan piutang yang timbul dari transaksi perdagangan efek
Entitas Anak.
Term Deposit Valas Devisa Hasil Ekspor merupakan suatu instrumen di mana dana devisa hasil
ekspor dari rekening khusus eksportir ditempatkan pada Bank Indonesia melalui rekening Bank
sesuai mekanisme pasar.
Lain-lain terutama terdiri dari wesel yang belum diaksep, properti terbengkalai, rekening antar
kantor, piutang atas penjualan penyertaan, piutang dari jaminan kendaraan yang dikuasakan
kembali, berbagai macam tagihan kepada pihak ketiga dalam rangka transaksi, antara lain
transaksi kliring dan lain-lain.
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai aset lain-lain adalah sebagai berikut:
2025
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (3.135) (4.185) (15.874) (23.194)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) - 1.810 2.129 3.939
Perubahan bersih pada eksposur 1.219 2.375 13.745 17.339
Selisih kurs (62) - - (62)
Saldo akhir (1.978) - - (1.978)
Page 74
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/60
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. ASET LAIN-LAIN (lanjutan)
Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai aset lain-lain adalah sebagai berikut: (lanjutan)
2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal (3.021) - - (3.021)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) - 4.219 - 4.219
Perubahan bersih pada eksposur (180) (8.404) (15.874) (24.458)
Selisih kurs 66 - - 66
Saldo akhir (3.135) (4.185) (15.874) (23.194)
Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang telah dibentuk
telah memadai.
Aset lain-lain dari pihak berelasi diungkapkan pada Catatan 45.
19. SIMPANAN DARI NASABAH DAN BANK-BANK LAIN
a. Simpanan dari nasabah
2025 2024
Valuta Valuta
Rupiah asing Jumlah Rupiah asing Jumlah
Giro 385.281.724 45.728.791 431.010.515 318.448.085 40.987.264 359.435.349
Tabungan 585.468.736 22.650.819 608.119.555 540.349.411 19.272.715 559.622.126
Deposito berjangka 179.444.343 15.224.668 194.669.011 186.951.265 14.604.927 201.556.192
Jumlah 1.150.194.803 83.604.278 1.233.799.081 1.045.748.761 74.864.906 1.120.613.667
Simpanan dari nasabah dari pihak berelasi diungkapkan pada Catatan 45.
b. Simpanan dari bank-bank lain
2025 2024
Valuta Valuta
Rupiah asing Jumlah Rupiah asing Jumlah
Giro 1.880.528 1.564.692 3.445.220 2.078.699 1.531.742 3.610.441
Deposito berjangka 35.857 - 35.857 45.857 - 45.857
Interbank call money 485.000 - 485.000 - - -
Jumlah 2.401.385 1.564.692 3.966.077 2.124.556 1.531.742 3.656.298
Bank tidak memiliki saldo simpanan dari bank-bank lain dari pihak berelasi.
Page 75
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/61
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. SIMPANAN DARI NASABAH DAN BANK-BANK LAIN (lanjutan)
c. Rata-rata tingkat suku bunga efektif (yield) setahun simpanan dari nasabah dan bank-bank
lain adalah sebagai berikut:
2025 2024
Valuta Valuta
Rupiah (%) asing (%) Rupiah (%) asing (%)
Simpanan dari nasabah:
Giro 0,94 0,80 0,79 0,61
Tabungan 0,09 0,32 0,07 0,35
Deposito berjangka 3,02 2,02 3,13 2,12
Simpanan dari bank-bank lain:
Giro 0,40 0,01 0,46 0,01
Deposito berjangka 1,88 - 2,03 -
Interbank call money 5,24 - - -
d. Deposito berjangka berdasarkan jangka waktu:
2025 2024
Valuta Valuta
Rupiah asing Jumlah Rupiah asing Jumlah
1 bulan 130.683.773 12.428.813 143.112.586 123.359.199 11.201.103 134.560.302
3 bulan 42.770.510 1.871.894 44.642.404 57.585.594 2.337.650 59.923.244
6 bulan 3.407.849 660.453 4.068.302 3.482.289 786.232 4.268.521
12 bulan 2.618.068 263.508 2.881.576 2.570.040 279.942 2.849.982
Jumlah 179.480.200 15.224.668 194.704.868 186.997.122 14.604.927 201.602.049
e. Deposito berjangka menurut periode yang tersisa sampai dengan tanggal jatuh tempo:
2025 2024
Valuta Valuta
Rupiah asing Jumlah Rupiah asing Jumlah
Hingga 1 bulan 145.403.078 13.067.647 158.470.725 142.376.626 11.923.673 154.300.299
> 1 - 3 bulan 30.265.412 1.666.777 31.932.189 40.873.549 2.138.306 43.011.855
> 3 - 6 bulan 2.345.750 361.696 2.707.446 2.284.886 395.052 2.679.938
> 6 - 12 bulan 1.465.960 128.548 1.594.508 1.462.061 147.896 1.609.957
Jumlah 179.480.200 15.224.668 194.704.868 186.997.122 14.604.927 201.602.049
f. Simpanan yang dijaminkan untuk kredit yang diberikan Bank pada tanggal 31 Desember 2025
dan 2024 (Catatan12) adalah sebagai berikut:
2025 2024
Giro 15.936.954 7.647.247
Tabungan 2.369.908 1.539.515
Deposito berjangka 8.245.830 9.278.370
Jumlah 26.552.692 18.465.132
20. PAJAK PENGHASILAN
a. Pajak dibayar dimuka
2025 2024
Bank 72.843 1.532.246
Entitas Anak 4.158 29.929
Jumlah 77.001 1.562.175
Page 76
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/62
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan)
b. Utang pajak
2025 2024
Utang pajak kini
Bank:
Pajak penghasilan Badan - Pasal 25 1.056.339 -
Pajak penghasilan Badan - Pasal 29 657.897 -
Entitas Anak:
Pajak penghasilan Badan - Pasal 25/29 135.710 22.117
Jumlah utang pajak kini 1.849.946 22.117
Utang pajak lainnya
Bank:
Pajak penghasilan
Pasal 21 131.366 39.874
Pasal 23 351.070 347.122
Pasal 26 385.355 4.564
Lain-lain 125.864 102.008
Jumlah 993.655 493.568
Entitas Anak 99.589 110.670
Jumlah utang pajak lainnya 1.093.244 604.238
Jumlah utang pajak 2.943.190 626.355
c. Beban pajak penghasilan
2025 2024
Pajak kini:
Tahun berjalan
Bank*) 13.635.864 10.546.025
Entitas Anak 704.348 720.092
Jumlah pajak kini 14.340.212 11.266.117
Pajak tangguhan:
Pembentukan (pemulihan) perbedaan temporer
Bank (565.605) 2.165.591
Entitas Anak (76.824) (65.132)
Jumlah pajak tangguhan (642.429) 2.100.459
Jumlah beban pajak penghasilan 13.697.783 13.366.576
*) Termasuk dalam beban pajak kini, Bank melakukan pembetulan terhadap SPT tahun 2023 dan telah melakukan
pembayaran dengan total kurang bayar sebesar Rp 171.504 pada tahun buku 2025 (tahun buku 2024: SPT tahun
2020 dan 2022, dengan total kurang bayar sebesar Rp 254.764).
Grup tidak memiliki eksposur terkait ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik
Indonesia Nomor 136 tahun 2024 yang diundangkan pada tanggal 31 Desember 2024 (“PMK-
136 tahun 2024 atau Pilar Dua”), yang mulai berlaku 1 Januari 2025.
Page 77
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/63
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan)
d. Bank telah memenuhi persyaratan dalam Undang-Undang nomor 7 tahun 2021 tanggal 29
Oktober 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, untuk memperoleh penurunan tarif
PPh sebesar 3% (tiga persen) menjadi 19%.
Pemenuhan persyaratan tersebut dilakukan oleh Wajib Pajak Perseroan Terbuka dengan
menyampaikan laporan kepada Direktorat Jenderal Pajak, diantaranya: laporan bulanan
kepemilikan saham atas emiten atau perusahaan publik dan rekapitulasi yang telah dilaporkan
dari Biro Administrasi Efek ("BAE").
Pada tanggal 5 Januari 2026 dan 6 Januari 2025, Bank telah mendapatkan surat keterangan
dari BAE atas pemenuhan kriteria-kriteria di atas masing-masing untuk tahun pajak 2025 dan
2024.
e. Rekonsiliasi dari laba akuntansi konsolidasian sebelum pajak ke laba kena pajak Bank adalah
sebagai berikut:
2025 2024
Laba akuntansi konsolidasian sebelum
pajak penghasilan 71.260.876 68.217.850
Eliminasi 2.162.533 2.445.861
Sebelum eliminasi 73.423.409 70.663.711
Laba Entitas Anak sebelum pajak penghasilan (3.253.952) (3.245.713)
Laba akuntansi sebelum pajak penghasilan - Bank 70.169.457 67.417.998
Perbedaan permanen:
Kesejahteraan karyawan 95.550 71.802
Pendapatan sewa (45.919) (48.249)
Hasil dividen dari Entitas Anak (2.200.226) (2.402.602)
Pendapatan bunga atas obligasi pemerintah yang
diterbitkan di luar negeri (14.059) (25.840)
Beban (pendapatan) lain yang tidak dapat dikurangkan
untuk tujuan perhitungan pajak - bersih (116.617) 549.273
(2.281.271) (1.855.616)
Perbedaan temporer:
Liabilitas imbalan pasca-kerja 70.553 133.855
Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan 2.397.678 (12.316.400)
Cadangan kerugian penurunan nilai aset
non-keuangan 129.157 (523)
Imbalan kerja yang masih harus dibayar 99.481 280.999
Rugi belum direalisasi atas efek-efek dan
penempatan pada bank-bank lain yang diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi (247.597) (72.198)
Pendapatan lain yang tidak dapat dikurangkan
untuk tujuan perhitungan pajak - bersih 527.594 576.422
2.976.866 (11.397.845)
Laba kena pajak 70.865.052 54.164.537
Page 78
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/64
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan)
f. Rekonsiliasi antara laba akuntansi konsolidasian sebelum pajak dikali tarif pajak maksimum
yang berlaku dengan beban pajak penghasilan adalah sebagai berikut:
2025 2024
Laba akuntansi konsolidasian sebelum
pajak penghasilan 71.260.876 68.217.850
Tarif pajak maksimum 22% 22%
15.677.393 15.007.927
Perbedaan permanen dengan tarif pajak 22% - Bank (501.880) (408.237)
Perbedaan permanen dengan tarif pajak 22%
- Entitas Anak 387.412 478.993
15.562.925 15.078.683
Penyesuaian tarif pajak penghasilan badan - Bank
(Catatan 20d) (2.036.646) (1.966.871)
Lainnya 171.504 254.764
Beban pajak penghasilan - konsolidasian 13.697.783 13.366.576
g. Perhitungan pajak kini dan liabilitas pajak penghasilan adalah sebagai berikut:
2025 2024
Laba kena pajak:
Bank 70.865.052 54.164.535
Entitas Anak 3.201.582 3.273.145
74.066.634 57.437.680
Pajak kini:
Bank 13.635.864 10.291.262
Entitas Anak 704.348 720.092
14.340.212 11.011.354
Pajak penghasilan dibayar dimuka:
Bank (11.921.628) (11.766.013)
Entitas Anak (568.638) (697.975)
(12.490.266) (12.463.988)
Selisih (lebih)/kurang bayar:
Bank 1.714.236 (1.474.751)
Entitas Anak 135.710 22.117
Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT”) Pajak Penghasilan Badan untuk tahun pajak 2025
belum dilaporkan. Penghasilan kena pajak hasil rekonsiliasi di atas merupakan dasar dalam
pengisian SPT PPh Badan Bank untuk tahun yang berakhir tanggal
31 Desember 2025.
Perhitungan perpajakan untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2024 adalah sesuai
dengan Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT”) Bank.
Page 79
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/65
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan)
h. Aset dan liabilitas pajak tangguhan yang signifikan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
adalah sebagai berikut:
Diakui pada
penghasilan
Diakui pada komprehensif lain
2024 laba rugi tahun berjalan tahun berjalan 2025
Aset Pajak Tangguhan
Entitas induk - Bank:
Liabilitas imbalan pasca-kerja 831.186 13.405 - 844.591
Cadangan kerugian penurunan nilai
aset keuangan 2.004.014 458.485 - 2.462.499
Cadangan kerugian penurunan nilai
aset non-keuangan 131.903 24.540 - 156.443
Imbalan kerja yang masih harus dibayar 817.083 18.901 - 835.984
Penyusutan aset tetap (53.947) (68.817) (122.764)
Laba (rugi) belum direalisasi atas efek-efek
dan penempatan pada bank-bank lain
yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain (65.882) - (381.257) (447.139)
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pas ti 868.107 - 150.763 1.018.870
Laba (rugi) belum direalisasi atas efek-efek
dan penempatan pada bank-bank lain
yang diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi (30.757) (47.044) - (77.801)
Koreksi fiskal terkait PSAK 116 17.549 (5.478) - 12.071
Lain-lain 661.920 171.613 - 833.533
Aset pajak tangguhan - bersih 5.181.176 565.605 (230.494) 5.516.287
Entitas Anak:
PT BCA Finance 59.552 36.365 (1.522) 94.395
PT BCA Sekuritas 13.220 1.824 (4.644) 10.400
PT Bank BCA Syariah 89.096 9.369 (22.866) 75.599
PT Asuransi Umum BCA 74.901 (7.084) (905) 66.912
PT Asuransi Jiwa BCA 34.848 4.286 (24.764) 14.370
PT Bank Digital BCA 35.507 31.820 (248) 67.079
PT Central Capital Ventura 6.908 244 12 7.164
Aset pajak tangguhan - bersih 314.032 76.824 (54.937) 335.919
Jumlah aset pajak tangguhan - bersih 5.495.208 642.429 (285.431) 5.852.206
Diakui pada
penghasilan
Diakui pada komprehensif lain
2023 laba rugi tahun berjalan tahun berjalan 2024
Aset Pajak Tangguhan
Entitas induk - Bank:
Liabilitas imbalan pasca-kerja 805.753 25.433 - 831.186
Cadangan kerugian penurunan nilai
aset keuangan 4.344.130 (2.340.116) - 2.004.014
Cadangan kerugian penurunan nilai
aset non-keuangan 132.003 (100) - 131.903
Imbalan kerja yang masih harus dibayar 763.693 53.390 - 817.083
Penyusutan aset tetap 9.868 (63.815) - (53.947)
Laba (rugi) belum direalisasi atas efek-efek
dan penempatan pada bank-bank lain
yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain (219.058) - 153.176 (65.882)
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pas ti 882.253 - (14.146) 868.107
Laba (rugi) belum direalisasi atas efek-efek
dan penempatan pada bank-bank lain
yang diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi (17.039) (13.718) - (30.757)
Koreksi fiskal terkait PSAK 116 15.730 1.819 - 17.549
Lain-lain 490.404 171.516 - 661.920
Aset pajak tangguhan - bersih 7.207.737 (2.165.591) 139.030 5.181.176
Entitas Anak:
PT BCA Finance 39.838 22.991 (3.277) 59.552
PT BCA Sekuritas 2.568 7.973 2.679 13.220
PT Bank BCA Syariah 58.501 27.839 2.756 89.096
PT Asuransi Umum BCA 64.691 10.196 14 74.901
PT Asuransi Jiwa BCA 30.264 2.074 2.510 34.848
PT BCA Multi Finance 13.749 (15.529) 1.780 -
PT Bank Digital BCA 30.289 6.285 (1.067) 35.507
PT Central Capital Ventura 3.599 3.303 6 6.908
Aset pajak tangguhan - bersih 243.499 65.132 5.401 314.032
Jumlah aset pajak tangguhan - bersih 7.451.236 (2.100.459) 144.431 5.495.208
Page 80
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/66
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan)
h. Aset dan liabilitas pajak tangguhan yang signifikan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
adalah sebagai berikut: (lanjutan)
Dalam jumlah aset pajak tangguhan Bank dan Entitas Anak, termasuk aset (liabilitas) pajak
tangguhan yang berasal dari laba (rugi) yang belum direalisasi atas perubahan nilai wajar
efek-efek untuk tujuan investasi yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain (Catatan 14) masing-masing sebesar Rp (447.850) dan Rp (46.677) pada
tanggal 31 Desember 2025, dan Rp (55.500) dan Rp 1.224 pada tanggal 31 Desember 2024.
Selain itu, dalam jumlah aset pajak tangguhan Bank, termasuk aset (liabilitas) pajak
tangguhan yang berasal dari laba (rugi) yang belum direalisasi atas perubahan nilai wajar
penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain (Catatan 7) sebesar Rp 711 dan Rp nihil masing-masing pada
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.
Manajemen berpendapat bahwa aset pajak tangguhan yang timbul dari perbedaan temporer
kemungkinan besar dapat direalisasi pada tahun-tahun mendatang.
i. Sesuai dengan ketentuan perpajakan di Indonesia, Grup yang berkedudukan di Indonesia
menghitung, menyetorkan dan melaporkan kewajiban perpajakannya untuk setiap
perusahaan sebagai suatu badan hukum yang terpisah (pelaporan pajak penghasilan
konsolidasian tidak diperbolehkan) berdasarkan sistem self-assessment. Fiskus dapat
menetapkan atau mengubah pajak-pajak tersebut dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan
ketentuan perpajakan yang berlaku.
j. Posisi pajak Grup mungkin dapat dilakukan pemeriksaan oleh fiskus. Namun manajemen akan
berusaha mempertahankan posisi pajak Grup yang diyakini secara teknis dan telah sesuai
dengan ketentuan perpajakan. Oleh karena itu, manajemen yakin bahwa akrual atas liabilitas
pajak telah memadai untuk semua tahun pajak berdasarkan evaluasi atas berbagai faktor,
termasuk interpretasi atas ketentuan perpajakan berlaku serta pengalaman sebelumnya.
Penilaian didasarkan pada estimasi, asumsi dan dapat melibatkan keputusan atas kejadian
mendatang. Informasi baru yang tersedia dapat menyebabkan perubahan keputusan oleh
manajemen atas kecukupan dari liabilitas pajak. Perubahan atas liabilitas pajak tersebut dapat
mempengaruhi beban pajak pada periode di mana keputusan itu dibuat.
k. Informasi Lainnya
1. Pemeriksaan Pajak
Tahun Fiskal 2021
Pada tanggal 10 September 2024, Direktorat Jenderal Pajak menerbitkan surat
pemberitahuan pemeriksaan lapangan untuk tahun pajak 2021 kepada Bank. Atas
pemeriksaan pajak untuk tahun pajak 2021 tersebut, Direktorat Jenderal Pajak berdasarkan
Surat Ketetapan Pajak ("SKP") dan Surat Tagihan Pajak ("STP") tanggal 15 Agustus 2025,
menetapkan kekurangan pembayaran pajak dengan perincian:
a. Pajak Penghasilan (termasuk PPh Badan) sebesar total Rp 754.660.
b. Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”) sebesar total Rp 6.577.
Tahun Fiskal 2024
Pada tanggal 4 September 2025, Direktorat Jenderal Pajak menerbitkan surat
pemberitahuan pemeriksaan lapangan untuk tahun pajak 2024 kepada Bank.
Page 81
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/67
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan)
k. Informasi Lainnya (lanjutan)
2. Keberatan Pajak
Tahun Fiskal 2021
Pada tanggal 12 September 2025, Bank telah melakukan pembayaran atas SKP dan STP
sejumlah Rp 761.237. Atas pembayaran ini, sejumlah Rp 76.548 tidak diajukan keberatan
dan dibebankan pada tahun 2025, sisanya sejumlah Rp 684.689 telah diajukan keberatan
tanggal 13 November 2025 dan dicatat sebagai aset lain-lain.
3. Banding Pajak dan Peninjauan Kembali
Tahun Fiskal 2016
Bank telah mengajukan banding atas pajak yang permohonan keberatannya tidak diterima
Direktorat Jenderal Pajak pada tanggal 7 Desember 2020, sejumlah Rp 735.407. Pada
tanggal 30 Agustus 2024, Pengadilan Pajak telah memutuskan untuk tidak menerima
banding Bank sejumlah Rp 48.774, sedangkan untuk sisanya belum diputuskan oleh
Pengadilan Pajak hingga tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian. Atas
banding yang tidak diterima sejumlah Rp 48.774 tersebut telah diajukan Peninjauan
Kembali oleh Bank ke Mahkamah Agung pada tanggal 5 Desember 2024. Atas pajak yang
telah diajukan Peninjauan Kembali sejumlah Rp 48.774 tersebut, baru sejumlah Rp. 3.605
saja yang sudah diputuskan oleh Mahkamah Agung dan telah diterima Bank tanggal 27
November 2025, dengan putusan diterima.
Tahun Fiskal 2017
Bank telah mengajukan banding atas pajak yang permohonan keberatannya tidak diterima
Direktorat pada tanggal 25 Februari 2022, sejumlah Rp 709.060. Pada tanggal 27
September 2024, Pengadilan Pajak telah memberikan keputusan atas sebagian banding
tersebut sejumlah Rp 47.724, sedangkan untuk sisanya belum diputuskan oleh Pengadilan
Pajak hingga tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian. Dari jumlah yang telah
diputuskan tersebut, sebesar Rp 27.499 diterima, sedangkan Rp 20.225 tidak diterima dan
telah diajukan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung tanggal 10 Januari 2025.
Tahun Fiskal 2018
Bank telah mengajukan banding ke Pengadilan Pajak pada tanggal 19 Februari 2025 dan
14 Mei 2025 sejumlah Rp 77.362 dan Rp 392.940. Sampai dengan tanggal laporan
konsolidasian, hasil Pengadilan Pajak belum diputuskan.
21. PINJAMAN YANG DITERIMA
Pinjaman yang diterima oleh Grup adalah sebagai berikut:
Berdasarkan jenis dan mata uang:
2025 2024
(1) Kredit likuiditas dari Bank Indonesia, Rupiah:
Kredit Usaha Tani (“KUT”), jatuh tempo antara
13 Maret 2000 sampai dengan 22 September 2000,
masih dalam proses untuk penutupan perjanjian 577 577
Page 82
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/68
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
Pinjaman yang diterima oleh Grup adalah sebagai berikut: (lanjutan)
Berdasarkan jenis dan mata uang: (lanjutan)
2025 2024
(2) Pinjaman dari bank-bank lain:
Rupiah:
Citibank, N.A. 650.000 -
MUFG Bank, Ltd 435.000 -
PT Bank Mizuho 360.000 750.000
PT Bank UOB Indonesia 300.000 -
PT Bank Artha Graha Internasional Tbk 200.000 -
PT Bank Nationalnobu Tbk 100.000 -
PT Bank KEB Hana Indonesia 334 10.556
PT Bank SMBC Indonesia Tbk - 700.000
PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk - 285.779
PT Bank Ina Perdana Tbk - 200.000
2.045.334 1.946.335
Valuta asing:
PT Bank Danamon Indonesia Tbk - 252.509
2.045.334 252.509
2.045.334 2.198.844
2025 2024
(3) Lain-lain:
Valuta asing 1.525 43.095
1.525 43.095
Jumlah 2.047.436 2.242.516
Rata-rata tingkat suku bunga efektif (yield) setahun pinjaman yang diterima adalah sebagai berikut:
2025 2024
Rupiah 6,32% 5,49%
Valuta asing - 6,00%
Grup tidak memiliki saldo pinjaman dari bank-bank lain dari pihak berelasi.
(1) Kredit likuiditas Rupiah dari Bank Indonesia
Kredit likuiditas Rupiah dari Bank Indonesia merupakan fasilitas kredit yang diperoleh Bank
sebagai bank swasta nasional di Indonesia, untuk disalurkan kepada debitur-debitur di
Indonesia yang memenuhi persyaratan program fasilitas kredit yang bersangkutan.
Page 83
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/69
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan)
(2) Pinjaman dari bank-bank lain
Merupakan pinjaman dari bank-bank lain untuk modal kerja Entitas Anak. Rincian fasilitas
pinjaman yang diterima adalah sebagai berikut:
Tanggal jatuh tempo
Bank Jumlah fasilitas fasilitas
2025 2024 2025 2024
Rupiah:
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 500.000 500.000 24-Mei-2026 24-Mei-2025
PT SMBC Indonesia Tbk 800.000 800.000 30-Mei-2026 31-Mei-2025
PT Bank China Construction Bank
Indonesia Tbk - 285.779 - 17-Jul-2027
PT Bank Danamon Indonesia Tbk *) 250.000 250.000 12-Nov-2026 24-Des-2024
PT Bank UOB Indonesia *) 475.000 475.000 21-Sep-2026 21-Sep-2025
PT Bank Mizuho Indonesia *) 750.000 750.000 22-Nov-2026 22-Nov-2025
PT Bank Pan Indonesia Tbk - 500.000 - 4-Agt-2025
PT Bank Ina Perdana Tbk 200.000 200.000 16-Des-2026 16-Des-2025
PT Bank Nationalnobu Tbk 100.000 100.000 24-Feb-2026 24-Feb-2025
PT Bank KEB Hana Indonesia 334 10.556 30-Jan-2026 30-Jan-2026
MUFG Bank, Ltd 500.000 - 20-Mar-2026 -
PT Bank Artha Graha Internasional Tbk 200.000 - 19-Nov-2026 -
Citibank, N.A. 940.000 - 20-Mar-2026 -
Valuta asing (nilai penuh):
Citibank, N.A. - Cabang Indonesia *) - USD 60.000.000 - 20-Mar-2025
*) Sebagian dapat dicairkan dalam Dolar Amerika Serikat/Rupiah
Grup tidak memiliki piutang pembiayaan konsumen yang dijadikan sebagai jaminan pinjaman
dari bank-bank lain ini.
Seluruh perjanjian di atas mencakup adanya pembatasan-pembatasan tertentu yang
umumnya diharuskan untuk fasilitas-fasilitas kredit tersebut, antara lain, pembatasan untuk
melakukan penggabungan usaha atau konsolidasi dengan pihak lain, mengadakan perjanjian
pinjaman dengan pihak lain selain yang timbul dalam kegiatan usaha yang normal atau
melakukan perubahan atas struktur modal dan/atau Anggaran Dasar tanpa adanya
pemberitahuan/persetujuan tertulis dari kreditur, dan mempertahankan rasio-rasio keuangan
tertentu.
Rasio-rasio keuangan yang dipersyaratkan antara lain:
2025 2024
Persyaratan Pemenuhan Persyaratan Pemenuhan
1. Total utang terhadap total ekuitas Maksimal 10 Kali < 1 Kali Maksimal 10 Kali < 1 Kali
2. Piutang terhadap total aset Minimal 40% 91,38% Minimal 40% 86,29%
3. Current ratio Minimal 1,1 kali 1,43 kali Minimal 1,1 kali 1,72 kali
4. Non performing financing ("NPF") Maksimal 5% 2,37% Maksimal 5% 2,88%
dari total piutang dari total piutang
Kisaran tingkat suku bunga kontraktual dari pinjaman yang diterima dari bank-bank lain adalah
sebagai berikut:
2025 2024
Rupiah 4,75% - 8,25% 5,90% - 8,50%
Valuta asing - 5,90%
Page 84
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/70
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. ESTIMASI KERUGIAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI
Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi terdiri dari:
a. Berdasarkan jenis
2025 2024
Fasilitas kredit yang belum digunakan 2.814.844 2.898.326
Bank garansi yang diterbitkan 26.746 31.245
Fasilitas Letter of Credit yang diberikan yang
tidak dapat dibatalkan 25.319 45.616
Jumlah 2.866.909 2.975.187
b. Berdasarkan mata uang
2025 2024
Rupiah 2.651.861 2.720.671
Valuta asing 215.048 254.516
Jumlah 2.866.909 2.975.187
c. Berdasarkan hubungan
2025 2024
Pihak berelasi 14.094 4.030
Pihak ketiga 2.852.815 2.971.157
Jumlah 2.866.909 2.975.187
d. Perubahan estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi
2025
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal 2.815.315 130.551 29.321 2.975.187
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umurnya (Stage 2) (34.414) 201.469 - 167.055
Transfer ke kredit yang mengalami
penurunan nilai (Stage 3) (1.196) (39.901) 276 (40.821)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) 16.026 (61.948) - (45.922)
Perubahan bersih pada eksposur (60.312) (114.862) (22.040) (197.214)
Selisih kurs 7.088 993 543 8.624
Saldo akhir 2.742.507 116.302 8.100 2.866.909
2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah
Saldo awal 3.181.093 148.170 42.411 3.371.674
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umurnya (Stage 2) (27.752) 146.900 - 119.148
Transfer ke kredit yang mengalami
penurunan nilai (Stage 3) (1.402) (37.003) 1.892 (36.513)
Transfer ke kerugian kredit ekspektasian
12 bulan (Stage 1) 17.879 (87.636) - (69.757)
Perubahan bersih pada eksposur (363.030) (41.276) (16.576) (420.882)
Selisih kurs 8.527 1.396 1.594 11.517
Saldo akhir 2.815.315 130.551 29.321 2.975.187
Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk telah
memadai.
Page 85
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/71
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR DAN LIABILITAS LAIN-LAIN
2025 2024
Liabilitas kontrak asuransi 4.666.685 3.638.450
Pendapatan diterima dimuka 3.989.879 3.758.457
Term Deposit Valas Devisa Hasil Ekspor 2.688.844 3.082.192
Liabilitas terkait dengan transaksi ATM dan
kartu kredit 2.418.312 2.411.852
Uang elektronik 1.494.432 1.369.505
Transaksi transfer nasabah 1.396.243 1.952.908
Liabilitas transaksi nasabah 856.449 207.610
Setoran jaminan 308.370 275.896
Liabilitas sewa pembiayaan (Catatan 16, 37) 283.587 302.470
Beban bunga yang masih harus dibayar 252.056 290.439
Lain-lain 10.914.078 10.225.670
Jumlah 29.268.935 27.515.449
Liabilitas terkait dengan transaksi ATM dan kartu kredit terdiri dari liabilitas atas transaksi ATM
dalam jaringan ATM Bersama, Prima, dan Link, dan liabilitas atas transaksi kartu kredit terutama
Master Card dan Visa.
Pendapatan diterima dimuka terutama merupakan pendapatan diterima dimuka atas komisi kredit.
Liabilitas kontrak asuransi merupakan saldo yang timbul dari kegiatan asuransi/reasuransi pada
Entitas Anak.
Uang elektronik merupakan liabilitas Bank atas uang yang disetor oleh nasabah kepada Bank
yang disimpan secara elektronik dan bukan merupakan simpanan sebagaimana dimaksud dalam
undang-undang mengenai perbankan.
Beban bunga yang masih harus dibayar terdiri dari bunga yang masih harus dibayar dari simpanan
nasabah dan bank-bank lain, derivatif, pinjaman yang diterima, efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali, dan obligasi subordinasi.
Liabilitas transaksi nasabah merupakan liabilitas yang timbul dari transaksi perdagangan efek
Entitas Anak, yang terdiri dari liabilitas kepada PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (“KPEI”)
terkait dengan transaksi beli efek dan deposit yang diserahkan Entitas Anak, serta liabilitas
nasabah terkait dengan transaksi jual efek yang jatuh tempo dalam waktu singkat, biasanya dalam
waktu 2 (dua) hari dari tanggal perdagangan.
Setoran jaminan terutama merupakan jaminan uang tunai yang disetorkan nasabah atas transaksi
ekspor impor dan penerbitan bank garansi.
Liabilitas sewa pembiayaan merupakan liabilitas sewa terkait penerapan PSAK 116.
Term Deposit Valas Devisa Hasil Ekspor merupakan suatu instrumen di mana dana devisa hasil
ekspor dari rekening khusus eksportir ditempatkan pada Bank Indonesia melalui rekening Bank
sesuai mekanisme pasar.
Transaksi transfer nasabah merupakan liabilitas yang timbul dari transaksi kliring, inward
remittance, outward remittance yang belum dapat diselesaikan.
Lain-lain terutama terdiri dari liabilitas atas kewajiban jangka pendek kepada karyawan, rekening
antar kantor, titipan dan transaksi yang masih harus diselesaikan.
Page 86
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/72
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. OBLIGASI SUBORDINASI
2025 2024
Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I
Bank Central Asia Tahap I Tahun 2018 65.000 500.000
Jumlah 65.000 500.000
Rincian obligasi subordinasi adalah sebagai berikut:
Jumlah pokok
Tanggal efektif utang Jangka Tanggal Tingkat
Instrumen dan penerbitan Persetujuan subordinasi waktu jatuh tempo bunga
Obligasi Tanggal efektif No. S-03825/ Rp 435.000 7 Tahun 5 Juli 2025 7,75%
Subordinasi 26 Juni 2018 BEI.PP2/07-2018
Berkelanjutan I Tanggal
Bank Central Asia penerbitan
Tahap I Tahun 5 Juli 2018
2018 -
Seri A
Obligasi Tanggal efektif No. S-03825/ Rp 65.000 12 Tahun 5 Juli 2030 8,00%
Subordinasi 26 Juni 2018 BEI.PP2/07-2018
Berkelanjutan I Tanggal
Bank Central Asia penerbitan
Tahap I Tahun 5 Juli 2018
2018 -
Seri B
Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Central Asia Tahap I Tahun 2018 – Seri A telah jatuh
tempo pada tanggal 5 Juli 2025.
Bunga Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Central Asia Tahap I Tahun 2018 - Seri A dan
B dibayarkan setiap triwulan (3 bulan) sejak tanggal Emisi, tanpa opsi percepatan pembayaran
Bunga Obligasi Subordinasi. Bunga Obligasi Subordinasi pertama akan dibayarkan pada 5
Oktober 2018. Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Central Asia Tahap I Tahun 2018 - Seri
A dan B dapat diperhitungkan sebagai Modal Pelengkap (Tier 2) sesuai POJK
No. 11/POJK.03/2016 serta untuk meningkatkan struktur penghimpunan dana jangka panjang.
Hasil dari penerbitan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Central Asia Tahap I Tahun 2018
- Seri A dan B dipergunakan untuk pengembangan usaha terutama pemberian kredit.
Wali amanat untuk penerbitan obligasi subordinasi di atas adalah PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk yang bukan merupakan pihak berelasi dengan Bank.
Berdasarkan hasil pemeringkatan atas surat utang jangka panjang yang dilakukan oleh
PT Pemeringkat Efek Indonesia (PT Pefindo), peringkat obligasi subordinasi adalah sebagai
berikut:
2025 2024
Periode Periode
Keterangan Peringkat Peringkat Peringkat Peringkat
Obligasi Subordinasi
Berkelanjutan I Bank
Central Asia Tahap I 3 Maret 2025 - 8 Maret 2024 -
Tahun 2018 idAA 1 Maret 2026 idAA 1 Maret 2025
Page 87
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/73
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. OBLIGASI SUBORDINASI (lanjutan)
Perjanjian Perwaliamanatan mengatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh Bank
antara lain, sebelum dilunasinya semua obligasi, Bank tanpa izin tertulis dari Wali Amanat tidak
diperkenankan melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Mengagunkan sebagian besar maupun seluruh pendapatan atau harta kekayaan Bank yang
ada pada saat ini maupun di masa yang akan datang di luar kegiatan usaha Bank, kecuali jika
tindakan tersebut dilakukan untuk memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan atau
pelaksanaan pinjaman likuiditas jangka pendek atau pelaksanaan salah satu atau beberapa
opsi pemulihan dalam rencana aksi (recovery plan) Bank;
b. Melaksanakan perubahan bidang usaha utama;
c. Mengurangi modal dasar dan modal disetor kecuali jika pengurangan tersebut dilakukan atas
dasar permintaan/perintah dari Pemerintah Republik Indonesia dan/atau otoritas yang
berwenang (termasuk tetapi tidak terbatas pada BI, OJK, Menteri Keuangan Negara Republik
Indonesia dan/atau otoritas moneter maupun otoritas penyehatan di bidang perbankan sesuai
dengan ketentuan yang berlaku di Negara Republik Indonesia);
d. Mengadakan penggabungan atau konsolidasi, dengan perusahaan lain yang menyebabkan
bubarnya Bank.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Bank telah mematuhi semua pembatasan-
pembatasan penting sehubungan dengan perjanjian obligasi subordinasi yang diterbitkan.
Pembayaran atas jumlah bunga yang jatuh tempo telah dilakukan secara tepat waktu.
25. MODAL SAHAM
Modal saham Bank masing-masing pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
Jumlah lembar Jumlah nilai Jumlah lembar Jumlah nilai
saham nominal saham nominal
Modal dasar - nilai nominal Rp 12,50
(nilai penuh) per lembar saham 440.000.000.000 5.500.000 440.000.000.000 5.500.000
Belum ditempatkan (316.724.950.000) (3.959.062) (316.724.950.000) (3.959.062)
Saham beredar (ditempatkan dan
disetor penuh) 123.275.050.000 1.540.938 123.275.050.000 1.540.938
Komposisi pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025
Jumlah lembar Jumlah nilai
saham nominal %
PT Dwimuria Investama Andalan*) 67.729.950.000 846.624 54,94
Komisaris
Jahja Setiaatmadja 34.933.644 437 0,03
Tonny Kusnadi 7.502.058 94 0,01
Direksi
Gregory Hendra Lembong 1.531.282 19 0,00
Armand W. Hartono 4.256.065 53 0,00
John Kosasih 1.094.492 14 0,00
Subur Tan 11.169.044 140 0,01
Rudy Susanto 3.431.711 43 0,00
Lianawaty Suwono 2.840.417 35 0,00
Santoso 3.269.028 41 0,00
Vera Eve Lim 2.731.601 34 0,00
Haryanto Tiara Budiman 1.057.378 13 0,00
Frengky Chandra Kusuma 2.429.926 30 0,00
Antonius Widodo Mulyono 440.838 6 0,00
Hendra Tanumihardja 193.206 2 0,00
Pemegang saham publik**) 55.206.202.510 690.078 44,80
123.013.033.200 1.537.663 99,79
Modal saham diperoleh kembali, nilai nominal 262.016.800 3.275 0,21
Total 123.275.050.000 1.540.938 100,00
*) Pemegang saham PT Dwimuria Investama Andalan adalah Sdr. Robert Budi Hartono dan Sdr. Bambang Hartono, sehingga pemegang saham pengendali
terakhir PT Bank Central Asia Tbk adalah Sdr. Robert Budi Hartono dan Sdr. Bambang Hartono.
**) Pada komposisi saham yang dimiliki pemegang saham publik, sebesar 2,49% dimiliki oleh pihak-pihak yang terafiliasi dengan PT Dwimuria Investama Andalan.
Page 88
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/74
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. MODAL SAHAM (lanjutan)
Komposisi pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
(lanjutan)
2024
Jumlah lembar Jumlah nilai
saham nominal %
PT Dwimuria Investama Andalan*) 67.729.950.000 846.624 54,94
Komisaris
Djohan Emir Setijoso 106.824.845 1.335 0,09
Tonny Kusnadi 7.269.681 91 0,01
Direksi
Jahja Setiaatmadja 33.850.785 423 0,03
Armand W. Hartono 4.256.065 53 0,00
Gregory Hendra Lembong 977.547 12 0,00
Subur Tan 10.710.172 134 0,01
Rudy Susanto 2.908.127 36 0,00
Lianawaty Suwono 2.264.685 28 0,00
Santoso 2.690.902 34 0,00
Vera Eve Lim 2.212.324 28 0,00
Haryanto Tiara Budiman 776.099 10 0,00
Frengky Chandra Kusuma 2.107.984 26 0,00
John Kosasih 731.076 9 0,00
Antonius Widodo Mulyono 262.511 3 0,00
Pemegang saham publik**) 55.367.257.197 692.092 44,92
123.275.050.000 1.540.938 100,00
*) Pemegang saham PT Dwimuria Investama Andalan adalah Sdr. Robert Budi Hartono dan Sdr. Bambang Hartono, sehingga pemegang saham pengendali
terakhir PT Bank Central Asia Tbk adalah Sdr. Robert Budi Hartono dan Sdr. Bambang Hartono.
**) Pada komposisi saham yang dimiliki pemegang saham publik, sebesar 2,49% dimiliki oleh pihak-pihak yang terafiliasi dengan PT Dwimuria Investama Andalan.
26. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Tambahan modal disetor pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 terdiri dari:
2025 2024
Tambahan modal disetor dari pembayaran
modal saham 29.453.007 29.453.007
Eliminasi atas saldo rugi melalui kuasi reorganisasi
tanggal 31 Oktober 2000*) (25.853.162) (25.853.162)
Tambahan modal disetor dari eksekusi opsi saham 296.088 296.088
Selisih modal dari transaksi saham tresuri
(Catatan 1c) 1.815.435 1.815.435
Selisih nilai transaksi kombinasi bisnis entitas
sepengendali (Catatan 2e) (219.050) (162.391)
5.492.318 5.548.977
*)
Pada tanggal 31 Oktober 2000, Bank menerapkan PSAK No. 51, “Akuntansi Kuasi Reorganisasi”, untuk mendapatkan laporan yang dimulai
dari “awal yang baik” (fresh start). Pelaporan fresh start mengharuskan penilaian kembali seluruh aset dan liabilitas yang tercatat dengan
menggunakan nilai wajarnya dan eliminasi atas saldo rugi (defisit). Dengan penerapan kuasi reorganisasi, saldo rugi Bank pada tanggal
31 Oktober 2000 sebesar Rp 25.853.162 telah dieliminasi ke akun tambahan modal disetor. Penerapan kuasi reorganisasi ini telah disetujui
oleh Bank Indonesia melalui surat No. 3/165/DPwB2/IDWB2 tanggal 21 Februari 2001 dan oleh para pemegang saham di dalam RUPSLB
tanggal 12 April 2001 (notulen rapat dibuat oleh Notaris Hendra Karyadi, S.H., dalam Akta No. 25).
Page 89
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/75
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. KOMITMEN DAN KONTINJENSI
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, komitmen dan kontinjensi Grup adalah sebagai berikut:
2025 2024
Jumlah Jumlah
dalam valuta Ekuivalen dalam valuta Ekuivalen
Jenis valuta asing*) Rupiah asing*) Rupiah
Komitmen
Tagihan komitmen:
Fasilitas kredit yang diterima dan
belum digunakan Rupiah 2.795.000 1.912.490
USD - - 60.000.000 965.700
2.795.000 2.878.190
Lainnya Rupiah 222.198 406.294
USD 1.700.196 28.351 7.329.059 117.961
250.549 524.255
3.045.549 3.402.445
Liabilitas komitmen:
Fasilitas kredit kepada nasabah
yang belum digunakan - committed Rupiah 322.060.768 290.674.248
USD 1.595.628.925 26.607.112 1.663.976.586 26.781.703
Lainnya,
ekuivalen USD 44.072.712 734.912 46.672.341 751.191
349.402.792 318.207.142
Fasilitas kredit kepada bank-bank
lain yang belum digunakan - committed Rupiah 2.299.975 2.402.770
USD 555.556 9.264 555.556 8.942
2.309.239 2.411.712
Fasilitas Letter of Credit yang diberikan
kepada nasabah yang tidak dapat
dibatalkan Rupiah 3.065.720 2.368.497
USD 307.726.997 5.131.348 385.002.020 6.196.608
Lainnya,
ekuivalen USD 120.471.876 2.008.869 92.600.368 1.490.403
10.205.937 10.055.508
Lainnya Rupiah 264.315 866.726
USD 4.277.517 71.327 13.960.128 224.688
335.642 1.091.414
362.253.610 331.765.776
Kontinjensi
Tagihan kontinjensi:
Bank garansi yang diterima Rupiah 604.625 529.573
604.625 529.573
Liabilitas kontinjensi:
Bank garansi yang diterbitkan
kepada nasabah Rupiah 22.351.401 21.381.921
USD 364.036.250 6.070.304 323.378.273 5.204.773
Lainnya,
ekuivalen USD 52.267.031 871.553 8.639.700 139.056
29.293.258 26.725.750
Lainnya Rupiah 89 89
29.293.347 26.725.839
*) Jumlah dalam nilai penuh.
Page 90
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/76
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. KOMITMEN DAN KONTINJENSI (lanjutan)
Informasi tambahan
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Grup memberikan fasilitas kredit kepada nasabah
yang belum digunakan - uncommitted masing-masing sebesar Rp 100.451.029 dan
Rp 93.421.932.
Grup tidak memiliki fasilitas kredit yang tidak digunakan kepada Bank lain – uncommitted.
Bank menghadapi beberapa tuntutan hukum, pengurusan administrasi, dan klaim yang belum
terselesaikan, yang berhubungan dengan kegiatan usaha Bank adalah tidak mungkin untuk
memastikan apakah Bank akan memenangkan masalah atau tuntutan hukum tersebut, atau
dampaknya jika Bank kalah. Namun demikian, manajemen Bank yakin bahwa hasil keputusan
masalah atau tuntutan hukum tersebut tidak akan membawa dampak yang signifikan pada hasil
usaha, posisi keuangan, atau likuiditas Bank.
Komitmen dan kontinjensi dari pihak berelasi diungkapkan pada Catatan 45.
28. PENDAPATAN BUNGA DAN SYARIAH
Pendapatan bunga dan syariah berasal dari:
2025 2024
Pendapatan bunga
Kredit yang diberikan 67.446.394 63.092.902
Efek-efek untuk tujuan investasi 24.163.987 22.259.179
Piutang pembiayaan konsumen dan piutang
sewa pembiayaan 3.625.497 3.594.918
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 727.466 2.542.353
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain 633.824 711.706
Wesel tagih 525.723 691.152
Lain-lain 841.487 1.099.139
97.964.378 93.991.349
Pendapatan syariah
Bagi hasil syariah 948.274 805.105
Jumlah 98.912.652 94.796.454
Termasuk dalam pendapatan bunga dari kredit yang diberikan adalah bunga dari efek diskonto
aset keuangan syang mengalami penurunan nilai untuk tahun berakhir 31 Desember 2025 dan
2024, masing-masing sebesar Rp (4.135) dan Rp 11.364.
Pendapatan bunga dari kredit yang diberikan kepada pihak berelasi diungkapkan pada
Catatan 45.
Page 91
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/77
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. BEBAN BUNGA DAN SYARIAH
Beban bunga dan syariah meliputi bunga dan beban syariah yang timbul dari:
2025 2024
Beban bunga
Simpanan dari nasabah 10.087.427 9.503.963
Premi penjaminan 2.386.381 2.251.915
Efek-efek utang yang diterbitkan 22.431 38.913
Simpanan dari bank-bank lain 58.559 82.919
Pinjaman yang diterima 82.708 87.713
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 182.783 150.262
Lain-lain 21.553 21.495
12.841.842 12.137.180
Beban syariah
Syariah 522.653 395.110
Jumlah beban bunga dan syariah 13.364.495 12.532.290
Beban bunga dan syariah atas simpanan dari nasabah kepada pihak berelasi diungkapkan pada
Catatan 45.
30. PENDAPATAN PROVISI DAN KOMISI - BERSIH
Merupakan provisi dan komisi sehubungan dengan:
2025 2024
Kredit 2.751.126 2.428.359
Trade 1.199.308 1.112.506
CASA dan Transactional 14.012.215 12.887.956
Wealth 998.149 863.046
Lain-lain 699.309 688.054
Jumlah 19.660.107 17.979.921
Beban provisi dan komisi - (2)
Pendapatan - bersih 19.660.107 17.979.919
Komisi dari CASA dan Transactional merupakan pendapatan komisi terkait transaksi kartu kredit
dan debit yang telah dikurangi dengan biaya-biaya yang berkaitan langsung dengan transaksi
tersebut.
Provisi dan komisi dari kredit yang diberikan merupakan pendapatan provisi dan komisi yang
terkait dengan pemberian fasilitas kredit yang bukan merupakan bagian tak terpisahkan dari suku
bunga efektif.
Page 92
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/78
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. PENDAPATAN TRANSAKSI YANG DIUKUR PADA NILAI WAJAR MELALUI LABA RUGI -
BERSIH
Pendapatan transaksi yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi - bersih meliputi:
2025 2024
Pendapatan bunga dari aset keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi 206.719 254.702
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas
aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi - bersih 355.685 (223.207)
Keuntungan (kerugian) yang direalisasi atas
transaksi spot dan derivatif - bersih 1.210.453 1.300.521
Keuntungan (kerugian) atas penjualan aset keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi - bersih 2.234.287 1.522.513
4.007.144 2.854.529
32. BEBAN (PEMULIHAN) PENYISIHAN KERUGIAN PENURUNAN NILAI ASET
2025 2024
Kredit yang diberikan (Catatan 12h) 4.738.261 2.686.810
Piutang pembiayaan konsumen (Catatan 13) 645.085 353.502
Efek-efek untuk tujuan investasi (Catatan 14) 73.059 8.070
Pembiayaan syariah 11.147 80.802
Tagihan akseptasi (Catatan 9c) (254.186) 149.093
Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi (Catatan 22) (116.902) (408.004)
Lain-lain (16.633) 18.568
5.079.831 2.888.841
Penerimaan kembali aset yang telah dihapusbukukan (1.068.784) (854.388)
Beban (pemulihan) penyisihan kerugian
penurunan nilai aset 4.011.047 2.034.453
33. BEBAN KARYAWAN
2025 2024
Gaji dan upah 9.074.991 9.066.310
Kesejahteraan dan kompensasi karyawan 6.292.477 6.291.396
Imbalan pasca-kerja (Catatan 2d) 1.643.533 1.319.538
Iuran dana pensiun 390.705 369.061
Pelatihan 379.064 397.937
17.780.770 17.444.242
Page 93
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/79
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
2025 2024
Keperluan kantor 5.694.527 5.833.053
Perbaikan dan pemeliharaan 2.377.394 2.020.849
Penyusutan 2.402.780 2.017.454
Komunikasi 1.241.776 1.828.596
Promosi 1.596.938 1.657.278
Sewa 1.334.875 1.143.353
Jasa tenaga ahli 484.399 777.296
Air, listrik, dan bahan bakar 311.789 324.939
Biaya pajak final 240.707 262.826
Amortisasi aset takberwujud - perangkat lunak 199.255 150.095
Komputer dan perangkat lunak 74.841 128.701
Asuransi 86.722 64.510
Pengangkutan 58.701 59.903
Penelitian dan pengembangan 51.439 33.155
Keamanan 21.940 21.709
Lain-lain 602.032 550.425
16.780.115 16.874.142
35. LABA BERSIH PER SAHAM DASAR DAN DILUSIAN
Laba bersih per saham dasar dan dilusian dihitung berdasarkan jumlah rata-rata tertimbang saham
yang beredar selama tahun berjalan, sebagai berikut:
2025 2024
Laba tahun berjalan 57.537.287 54.836.305
Rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang
beredar di Bursa Efek Indonesia (satuan penuh) 123.244.982.342 123.275.050.000
Laba bersih per saham dasar (nilai penuh) 467 445
Tidak ada instrumen yang berpotensi menjadi saham biasa. Oleh karena itu, laba bersih per
saham dilusian sama dengan laba bersih per saham dasar.
36. PENGGUNAAN LABA BERSIH
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Central Asia Tbk tanggal 12 Maret 2025
(notulen dibuat oleh Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., dengan Berita Acara No. 86)
memutuskan penggunaan laba bersih 2024 sebagai berikut:
a. Laba bersih 2024 sebesar Rp 548.363 disisihkan untuk dana cadangan.
b. Membagi dividen tunai sejumlah Rp 36.982.515 (Rp 300 (nilai penuh) per saham) kepada
para pemegang saham yang memiliki hak untuk menerima dividen tunai. Jumlah dividen
tunai yang akan dibayarkan pada tanggal 11 April 2025 sebesar Rp 30.818.763 (dividen
interim tahun buku 2024 telah dibayarkan pada tanggal 11 Desember 2024 sebesar Rp
6.163.752).
c. Menetapkan tantiem anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang menjabat dalam dan
selama tahun buku 2024. Jumlah aktual tantiem yang dibayarkan sebesar Rp 887.700.
d. Menetapkan sisa laba bersih 2024 setelah dikurangi dividen sebagai laba ditahan.
Page 94
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/80
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
36. PENGGUNAAN LABA BERSIH (lanjutan)
Sesuai dengan Surat Keputusan Rapat Direksi tanggal 24 November 2025 No. 238 tentang
Pembagian Dividen Sementara (dividen interim) Tahun Buku 2025, Direksi menetapkan
bahwa Bank akan membayarkan dividen sementara (dividen interim) kepada pemegang
saham atas laba tahun 2025 sebesar Rp 55 (nilai penuh) per saham. Jumlah aktual dividen
interim yang dibayarkan sebesar Rp 6.776.284.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Central Asia Tbk tanggal 14 Maret 2024
(notulen dibuat oleh Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., dengan Berita Acara No. 87)
memutuskan penggunaan laba bersih 2023 sebagai berikut:
a. Laba bersih 2023 sebesar Rp 486.391 disisihkan untuk dana cadangan.
b. Membagi dividen tunai sejumlah Rp 33.284.264 (Rp 270 (nilai penuh) per saham) kepada
para pemegang saham yang memiliki hak untuk menerima dividen tunai. Jumlah dividen
tunai yang akan dibayarkan pada tanggal 4 April 2024 sebesar Rp 28.045.074 (dividen
interim Tahun Buku 2023 telah dibayarkan pada tanggal 20 Desember 2023 sebesar
Rp 5.239.190).
c. Menetapkan tantiem anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang menjabat dalam dan
selama tahun buku 2023. Jumlah aktual tantiem yang dibayarkan sebesar Rp 765.000.
d. Menetapkan sisa laba bersih 2023 setelah dikurangi dividen sebagai laba ditahan.
Sesuai dengan Surat Keputusan Rapat Direksi tanggal 8 November 2024 No. 185 tentang
Pembagian Dividen Sementara (dividen interim) Tahun Buku 2024, Direksi menetapkan bahwa
Bank akan membayarkan dividen sementara (dividen interim) kepada pemegang saham atas laba
tahun 2024 sebesar Rp 50 (nilai penuh) per saham. Jumlah aktual dividen interim yang dibayarkan
sebesar Rp 6.163.752.
37. INSTRUMEN KEUANGAN
Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan
Instrumen keuangan telah dikelompokkan berdasarkan klasifikasi masing-masing. Kebijakan
akuntansi yang material di Catatan 2g menjelaskan bagaimana kategori aset dan liabilitas
keuangan tersebut diukur dan bagaimana pendapatan dan beban, termasuk laba dan rugi atas
nilai wajar (perubahan nilai wajar instrumen keuangan) diakui.
Model penilaian instrumen keuangan
Grup mengukur nilai wajar dengan menggunakan hierarki dari metode berikut:
• Level 1: input yang berasal dari harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk
instrumen yang identik yang dapat diakses Grup pada tanggal pengukuran;
• Level 2: input selain harga kuotasian yang termasuk dalam level 1 yang dapat diobservasi,
baik secara langsung atau tidak langsung. Dalam kategori ini termasuk instrumen yang dinilai
dengan menggunakan: harga kuotasian untuk instrumen serupa di pasar aktif; harga
kuotasian untuk instrumen yang identik atau yang serupa di pasar yang tidak aktif; atau teknik
penilaian lainnya di mana seluruh input signifikan dapat diobservasi secara langsung maupun
tidak langsung dari data pasar;
• Level 3: input yang tidak dapat diobservasi. Dalam kategori ini termasuk semua instrumen di
mana teknik penilaiannya menggunakan input yang tidak dapat diobservasi dan input yang
tidak dapat diobservasi ini memberikan dampak signifikan terhadap penilaian instrumen.
Termasuk dalam kategori ini adalah instrumen yang dinilai berdasarkan harga kuotasian untuk
instrumen serupa yang memerlukan penyesuaian atau asumsi signifikan yang tidak dapat
diobservasi untuk mencerminkan perbedaan diantara instrumen tersebut.
Page 95
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/81
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
Model penilaian instrumen keuangan (lanjutan)
Nilai wajar dari aset keuangan dan liabilitas keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif
didasarkan pada kuotasi harga pasar. Untuk seluruh instrumen keuangan lainnya, Bank
menentukan nilai wajar menggunakan teknik penilaian.
Teknik penilaian mencakup model nilai kini bersih dan arus kas yang didiskontokan, perbandingan
dengan instrumen yang sejenis yang harga pasarnya tersedia dan dapat diobservasi, dan model
penilaian lainnya. Asumsi dan input yang digunakan dalam teknik penilaian termasuk suku bunga
bebas risiko (risk-free), suku bunga acuan, credit spread, dan variabel lainnya yang digunakan
dalam mengestimasi tingkat diskonto, harga obligasi, kurs valuta asing, serta volatilitas, dan
korelasi harga yang diharapkan.
Tujuan dari teknik penilaian adalah untuk pengukuran nilai wajar yang mencerminkan harga yang
akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu
liabilitas dalam transaksi teratur (orderly transaction) antara pelaku pasar (market participants)
pada tanggal pengukuran.
Grup menggunakan model penilaian yang diakui secara luas untuk menentukan nilai wajar atas
instrumen keuangan yang umum dan yang lebih sederhana, seperti swap suku bunga dan nilai
tukar yang hanya menggunakan data pasar yang dapat diobservasi dan membutuhkan sedikit
pertimbangan dan estimasi manajemen. Harga atau input model yang dapat diobservasi biasanya
tersedia di pasar untuk efek-efek utang yang tercatat di bursa dan derivatif over-the-counter yang
sederhana seperti swap suku bunga. Ketersediaan harga pasar dan input model yang dapat
diobservasi mengurangi kebutuhan pertimbangan dan estimasi manajemen dan juga mengurangi
ketidakpastian terkait penentuan nilai wajar. Ketersediaan harga pasar dan input yang dapat
diobservasi bervariasi tergantung pada produk dan pasar dan mudah berubah berdasarkan
kejadian tertentu dan kondisi umum di pasar keuangan.
Pertimbangan dan estimasi manajemen biasanya memerlukan pemilihan model yang sesuai untuk
digunakan, penentuan arus kas masa depan yang diharapkan pada instrumen keuangan yang
dinilai, penentuan probabilitas kegagalan pihak lawan, pembayaran dimuka dan pemilihan tingkat
diskonto yang tepat.
Kerangka penilaian
Penilaian aset keuangan dan liabilitas keuangan dikaji secara independen dari bisnis oleh
Accounting & Tax Division (“ATX”) dan Risk Management Division. ATX terutama bertanggung
jawab untuk memastikan bahwa penyesuaian penilaian telah dilakukan secara tepat. Risk
Management Division melakukan validasi harga secara independen untuk memastikan bahwa
Bank menggunakan data pasar yang dapat diandalkan dari sumber-sumber independen misalnya
harga perdagangan dan kuotasian pialang.
Model penilaian diajukan oleh Risk Management Division dan disetujui oleh manajemen. Risk
Management Division melakukan pengkajian secara berkala terhadap kelayakan sumber data
pasar yang digunakan dalam penilaian. Data pasar yang digunakan untuk validasi harga
mencakup pula sumber data perdagangan terkini yang melibatkan pihak lawan eksternal atau
pihak ketiga seperti Bloomberg, Reuters, pialang, dan pricing providers. Data pasar yang
digunakan harus sedapat mungkin mencerminkan pasar yang secara berkesinambungan dapat
berubah mengikuti perkembangan pasar dan instrumen keuangan. Untuk menentukan kualitas
dari input data pasar, faktor-faktor seperti independensi, relevansi, keandalan, ketersediaan
berbagai sumber data, dan metodologi yang digunakan oleh pricing providers juga
dipertimbangkan.
Page 96
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/82
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
Penilaian instrumen keuangan
Instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar
Tabel di bawah menyajikan nilai tercatat dan nilai wajar instrumen keuangan Grup, yang diukur pada
nilai wajar dan analisis atas instrumen keuangan tersebut sesuai dengan masing-masing level dalam
hierarki nilai wajar.
2025
Nilai tercatat Nilai wajar
Diukur pada
nilai wajar
melalui
Diukur pada nilai penghasilan
wajar melalui komprehensif
laba rugi lain Jumlah Level 2
Aset keuangan
Penempatan pada Bank Indonesia dan
bank-bank lain – bersih - 451.849 451.849 451.849
Aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar - bersih 35.320.959 - 35.320.959 35.320.959
Efek-efek untuk tujuan investasi - bersih - 91.131.087 91.131.087 91.131.087
35.320.959 91.582.936 126.903.895 126.903.895
Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
wajar 97.406 - 97.406 97.406
97.406 - 97.406 97.406
2024
Nilai tercatat Nilai wajar
Diukur pada
nilai wajar
melalui
Diukur pada nilai penghasilan
wajar melalui komprehensif
laba rugi lain Jumlah Level 2
Aset keuangan
Aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar - bersih 21.524.617 - 21.524.617 21.524.617
Efek-efek untuk tujuan investasi - bersih - 98.379.739 98.379.739 98.379.739
21.524.617 98.379.739 119.904.356 119.904.356
Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
wajar 257.613 - 257.613 257.613
257.613 - 257.613 257.613
Nilai wajar penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain yang diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain dihitung menggunakan teknik penilaian berdasarkan model
internal Bank, yaitu metode diskonto arus kas. Input yang digunakan dalam teknik penilaian adalah
suku bunga pasar instrumen jangka pendek (money market instrument) yang memiliki karakteristik
kredit, jatuh tempo, dan yield yang serupa.
Page 97
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/83
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
Penilaian instrumen keuangan (lanjutan)
Instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar (lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, nilai wajar efek-efek yang diklasifikasikan dalam
kelompok yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, dan nilai wajar efek-efek yang
diklasifikasikan dalam kelompok yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif
lain adalah berdasarkan harga pasar yang dikeluarkan oleh pricing provider (Penilai Harga Efek
Indonesia/"PHEI"). Jika informasi ini tidak tersedia, nilai wajar diestimasi dengan menggunakan
harga pasar kuotasian efek yang memiliki karakteristik kredit, jatuh tempo, dan yield yang serupa.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, nilai wajar efek-efek untuk tujuan investasi yang diukur
pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain tidak termasuk investasi dalam saham
masing-masing sebesar Rp 606.646 dan Rp 540.492 yang dinilai sebesar nilai perolehannya
dikarenakan nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal.
Instrumen keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar
Tabel di bawah menyajikan nilai tercatat dan nilai wajar instrumen keuangan Grup, yang tidak diukur
pada nilai wajar dan analisis atas instrumen keuangan tersebut sesuai dengan masing-masing level
dalam hierarki nilai wajar.
2025
Nilai tercatat Nilai wajar
Biaya perolehan
diamortisasi Jumlah Level 2 Level 3 Jumlah
Aset keuangan
Kredit yang diberikan - bersih 940.481.200 940.481.200 25.880.058 910.453.512 936.333.570
Piutang pembiayaan konsumen - bersih 8.953.987 8.953.987 - 7.993.161 7.993.161
Piutang sewa pembiayaan - bersih 8.005 8.005 - 6.635 6.635
Aset dari transaksi syariah - piutang
murabahah - bersih 2.253.861 2.253.861 - 2.253.861 2.253.861
Efek-efek untuk tujuan investasi - bersih 317.683.267 317.683.267 326.278.201 - 326.278.201
1.269.380.320 1.269.380.320 352.158.259 920.707.169 1.272.865.428
Liabilitas keuangan
Simpanan dari nasabah 1.233.799.081 1.233.799.081 1.233.799.081 - 1.233.799.081
Dana simpanan syariah 4.727.157 4.727.157 4.727.157 - 4.727.157
Liabilitas sewa pembiayaan 283.587 283.587 283.587 - 283.587
Simpanan dari bank-bank lain 3.966.077 3.966.077 3.966.077 - 3.966.077
Pinjaman yang diterima 2.047.436 2.047.436 2.049.293 - 2.049.293
Obligasi subordinasi 65.000 65.000 65.000 - 65.000
1.244.888.338 1.244.888.338 1.244.890.195 - 1.244.890.195
2024
Nilai tercatat Nilai wajar
Biaya perolehan
diamortisasi Jumlah Level 2 Level 3 Jumlah
Aset keuangan
Kredit yang diberikan - bersih 868.686.210 868.686.210 25.116.622 852.431.302 877.547.924
Piutang pembiayaan konsumen - bersih 9.435.564 9.435.564 - 9.135.934 9.135.934
Piutang sewa pembiayaan - bersih 51.042 51.042 - 48.459 48.459
Aset dari transaksi syariah - piutang
murabahah - bersih 1.924.884 1.924.884 - 1.924.884 1.924.884
Efek-efek untuk tujuan investasi - bersih 272.231.726 272.231.726 271.130.953 - 271.130.953
1.152.329.426 1.152.329.426 296.247.575 863.540.579 1.159.788.154
Liabilitas keuangan
Simpanan dari nasabah 1.120.613.667 1.120.613.667 1.120.613.667 - 1.120.613.667
Dana simpanan syariah 3.511.679 3.511.679 3.511.679 - 3.511.679
Liabilitas sewa pembiayaan 302.470 302.470 302.470 - 302.470
Simpanan dari bank-bank lain 3.656.298 3.656.298 3.656.298 - 3.656.298
Pinjaman yang diterima 2.242.516 2.242.516 2.244.759 - 2.244.759
Obligasi subordinasi 500.000 500.000 500.000 - 500.000
1.130.826.630 1.130.826.630 1.130.828.873 - 1.130.828.873
Page 98
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/84
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
Instrumen keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar (lanjutan)
Instrumen keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar, diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Instrumen keuangan berikut ini merupakan instrumen keuangan jangka pendek atau yang ditinjau
ulang menggunakan harga pasar secara berkala, dan karenanya, nilai wajar instrumen keuangan
tersebut mendekati nilai tercatatnya.
Aset keuangan:
- Kas
- Giro pada Bank Indonesia
- Giro pada bank-bank lain
- Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain
- Tagihan akseptasi
- Wesel tagih
- Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
- Aset lain-lain
Liabilitas keuangan:
- Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali
- Utang akseptasi
- Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi
- Liabilitas lain-lain
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, nilai wajar kredit yang diberikan, piutang pembiayaan
konsumen, piutang sewa pembiayaan, dan pinjaman yang diterima dinilai menggunakan diskonto
arus kas berdasarkan tingkat suku bunga internal.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, nilai wajar, efek-efek untuk tujuan investasi yang
diklasifikasikan dalam kelompok biaya perolehan diamortisasi adalah berdasarkan harga pasar
yang dikeluarkan oleh pricing provider (Penilai Harga Efek Indonesia/"PHEI" dahulu Indonesia
Bond Pricing Agency/“IBPA"). Jika informasi ini tidak tersedia, nilai wajar diestimasi dengan
menggunakan harga pasar kuotasian efek yang memiliki karakteristik kredit, jatuh tempo, dan yield
yang serupa.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, nilai wajar simpanan dari nasabah dan simpanan dari
bank-bank lain sama dengan nilai tercatatnya karena sifatnya dapat ditarik sewaktu-waktu
(payable on demand).
Perhitungan nilai wajar dilakukan hanya untuk kepentingan pengungkapan dan tidak berdampak
pada pelaporan posisi atau kinerja keuangan Grup. Nilai wajar yang dihitung oleh Grup mungkin
berbeda dengan jumlah aktual yang akan diterima atau dibayar pada saat penyelesaian atau jatuh
tempo instrumen keuangan. Karena terdapat instrumen keuangan tertentu yang tidak
diperdagangkan, maka perhitungan nilai wajar melibatkan pertimbangan dan estimasi manajemen.
38. LIABILITAS IMBALAN PASCA-KERJA
Sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia No. 11/2020 tentang Cipta Kerja, Bank wajib
memberikan imbalan pasca-kerja kepada karyawannya pada saat pemutusan hubungan kerja
atau pada saat karyawan menyelesaikan masa kerjanya. Imbalan pasca-kerja ini diberikan
berdasarkan masa kerja dan kompensasi karyawan pada saat pemutusan hubungan kerja atau
selesainya masa kerja. Imbalan pasca-kerja ini merupakan program imbalan pasti.
Page 99
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/85
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. LIABILITAS IMBALAN PASCA-KERJA (lanjutan)
Bank memiliki program pensiun iuran pasti untuk karyawan tetap yang memenuhi kriteria yang
ditetapkan Bank. Program pensiun iuran pasti ini dikelola dan diadministrasikan Dana Pensiun
BCA yang didirikan oleh Bank sebagai wadah untuk mengelola aset, memberikan penghasilan
investasi dan membayar imbalan pasca-kerja kepada karyawan Bank. Dana Pensiun BCA telah
disahkan pendiriannya oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. KEP-020/KM.17/1995 tanggal 25 Januari 1995. Iuran untuk dana pensiun dihitung
berdasarkan persentase tertentu dari gaji pokok karyawan di mana jumlah yang ditanggung oleh
karyawan dan Bank masing-masing sebesar 3% (tiga persen) dan 5% (lima persen). Selama tahun
berakhir 31 Desember 2025 dan 2024, akumulasi iuran Bank kepada dana pensiun tersebut
sebesar 2% (dua persen) dapat diperhitungkan sebagai pengurang dari liabilitas imbalan pasca-
kerja sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan.
Selama tahun yang berakhir 31 Desember 2025 dan 2024, Bank telah menyisihkan dana yang
akan dipakai untuk mendukung pemenuhan liabilitas imbalan pasca-kerja karyawan masing-
masing sebesar Rp 901.467 dan Rp 752.365. Dana yang disisihkan tersebut ditempatkan pada
beberapa perusahaan asuransi dalam bentuk program saving plan dan Dana Pensiun Lembaga
Keuangan (“DPLK”) dalam bentuk Dana Kompensasi Pasca Kerja (“DKPK”), yang memenuhi
kriteria untuk dicatat sebagai aset program.
Program pensiun imbalan pasti ini memberikan eksposur risiko aktuarial kepada Bank, seperti
risiko investasi, risiko tingkat suku bunga dan risiko inflasi.
Imbalan pasca-kerja yang diberikan oleh Bank mencakup pensiun, kompensasi jangka panjang
lainnya berupa penghargaan masa kerja, dan imbalan kesehatan pasca-kerja. Liabilitas imbalan
pasca-kerja pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 dihitung oleh aktuaris independen Bank,
yaitu Kantor Konsultan Aktuaria Steven & Mourits dengan menggunakan metode projected-unit-
credit. Asumsi-asumsi utama yang digunakan oleh aktuaris independen adalah sebagai berikut:
2025 2024
Asumsi ekonomi:
Tingkat diskonto per tahun
Program pensiun imbalan pasti 6,50% 7,15%
Kompensasi jangka panjang lainnya – Emas 6,55% 7,15%
Kompensasi jangka panjang lainnya – Non Emas 6,65% 7,15%
Imbalan kesehatan pasca-kerja – Self Insured 6,05% 7,05%
Imbalan kesehatan pasca-kerja – Asuransi 6,80% 7,15%
Tingkat kenaikan penghasilan dasar per tahun 8,80% 9,00%
Tingkat klaim self-Insured per tahun 13,00% 11,60%
Tingkat tren biaya kesehatan 11,50% 11,50%
Tingkat diskonto digunakan dalam menentukan nilai kini liabilitas imbalan pasca-kerja pada
tanggal penilaian. Secara umum, tingkat diskonto mengacu pada imbal hasil atas obligasi
pemerintah berkualitas tinggi yang diperdagangkan di pasar modal aktif pada tanggal pelaporan.
Asumsi kenaikan penghasilan dasar di masa depan memproyeksikan liabilitas imbalan pasca-
kerja mulai dari tanggal penilaian sampai dengan usia pensiun normal. Tingkat kenaikan
penghasilan dasar pada umumnya ditentukan dengan menerapkan penyesuaian inflasi untuk
skala pembayaran dan dengan memperhitungkan masa kerja.
Page 100
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/86
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. LIABILITAS IMBALAN PASCA-KERJA (lanjutan)
Liabilitas imbalan pasca-kerja Bank untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025 dan 2024 telah
sesuai dengan laporan aktuaris independen masing-masing tertanggal 6 Januari 2026 dan 6
Januari 2025.
a. Liabilitas imbalan pasca-kerja
Liabilitas imbalan pasca-kerja Bank pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah
sebagai berikut:
Program pensiun imbalan pasti
dan kompensasi jangka Imbalan kesehatan
panjang lainnya pasca-kerja
2025 2024 2025 2024
Nilai kini liabilitas imbalan pasca-kerja 12.440.880 11.736.185 288.958 183.746
Nilai wajar aset program (2.922.150) (2.976.290) - -
Liabilitas imbalan
pasca-kerja bersih - Bank 9.518.730 8.759.895 288.958 183.746
Liabilitas imbalan pasca-kerja Entitas Anak pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 yang
tercatat dalam laporan posisi keuangan konsolidasian masing-masing sebesar Rp 185.545
dan Rp 154.068.
b. Perubahan liabilitas imbalan pasca-kerja
Program pensiun imbalan pasti
dan kompensasi jangka Imbalan kesehatan
panjang lainnya pasca-kerja
2025 2024 2025 2024
Perubahan liabilitas imbalan pasti
Liabilitas imbalan pasti, awal tahun - Bank 8.759.895 8.727.398 183.746 156.844
Termasuk dalam laba rugi
Beban jasa kini 810.050 796.911 14.452 13.799
Beban jasa lalu-amandemen - (159.411) 2.383 8.751
Beban bunga 575.689 545.010 12.716 12.221
Beban terminasi 181.116 37.523 - 8.298
Penyesuaian atas pengalaman
masa kerja lalu 1.820 4.543 91 19.558
Dampak atas perubahan metode atribusi
pada Laba Rugi - - - -
Termasuk dalam penghasilan
komprehensif lainnya
Keuntungan (kerugian) aktuarial
yang timbul atas:
Perubahan asumsi keuangan 761.629 (225.813) 95.676 (15.864)
Perubahan asumsi demografi - - - -
Penyesuaian pengalaman (101.789) 89.470 30.509 25.119
Imbal hasil atas aset program di luar
pendapatan bunga 7.467 52.632 - -
Dampak atas perubahan metode
atribusi pada PKL - - - -
Lain-lain
Penempatan dana pada perusahaan
asuransi (aset program) (901.467) (752.365) - -
Imbalan pasca-kerja yang dibayarkan
langsung oleh Bank (575.680) (356.003) (50.615) (44.980)
Liabilitas imbalan pasti, akhir tahun - Bank 9.518.730 8.759.895 288.958 183.746
Page 101
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/87
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. LIABILITAS IMBALAN PASCA-KERJA (lanjutan)
b. Perubahan liabilitas imbalan pasca-kerja (lanjutan)
Beban imbalan pasca-kerja Entitas Anak tahun yang berakhir 31 Desember 2025 dan 2024 yang
tercatat dalam laba rugi masing-masing sebesar Rp 45.216 dan Rp 32.335.
Selama tahun yang berakhir 31 Desember 2025 dan 2024, pembayaran imbalan pasca-kerja di
Entitas Anak masing-masing sebesar Rp 4.594 dan Rp 4.324, dan Entitas Anak telah
menyisihkan dana yang akan dipakai untuk mendukung pemenuhan liabilitas imbalan pasca-
kerja karyawan masing-masing sebesar Rp 20.050 dan Rp 7.750 dengan menempatkan pada
beberapa perusahaan asuransi, yang memenuhi kriteria untuk dicatat sebagai aset program.
c. Komposisi aset program
Komposisi aset program dari masing-masing dana pensiun pada tanggal 31 Desember 2025
dan 2024 adalah sebagai berikut:
Persentase alokasi 31 Desember 2025 Persentase alokasi 31 Desember 2025
memiliki harga pasar kuotasian untuk memiliki harga pasar kuotasian untuk
program pesangon DPLK DKPK
AIA Allianz Manulife AIA Allianz Manulife
Saham 0,00% 0,00% 0,00% 13,70% 5,43% 7,42%
Obligasi 0,00% 18,87% 0,00% 69,91% 67,45% 54,92%
Properti 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Derivatif 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Kas 100,00% 81,13% 100,00% 16,39% 27,12% 37,66%
Lain-lain 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Total 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Persentase alokasi 31 Desember 2024 Persentase alokasi 31 Desember 2024
memiliki harga pasar kuotasian untuk memiliki harga pasar kuotasian untuk
program pesangon DPLK DKPK
AIA Allianz Manulife AIA Allianz Manulife
Saham 0,00% 0,00% 0,00% 9,40% 9,79% 9,21%
Obligasi 0,00% 37,57% 0,00% 58,83% 59,21% 70,75%
Properti 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Derivatif 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Kas 100,00% 62,43% 100,00% 31,77% 31,00% 20,04%
Lain-lain 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Total 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
d. Perubahan nilai wajar aset program untuk program pasca-kerja
2025 2024
Nilai wajar aset program, awal tahun - Bank 2.976.290 3.120.458
Penempatan dana pada perusahaan asuransi 901.467 752.365
Imbal hasil atas aset program di luar
pendapatan bunga (7.467) (52.632)
Pendapatan bunga dari aset program 203.849 202.203
Pembayaran imbalan pasca-kerja (1.151.989) (1.046.104)
Nilai wajar aset program, akhir tahun - Bank 2.922.150 2.976.290
Page 102
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/88
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. LIABILITAS IMBALAN PASCA-KERJA (lanjutan)
e. Informasi historis - Bank:
31 Desember
2025 2024 2023 2022 2021 2020
Program pensiun imbalan pasti dan
kompensasi jangka panjang lainnya
Nilai kini liabilitas imbalan pasca-kerja 12.440.880 11.736.185 11.847.856 11.225.855 11.800.914 12.966.647
Nilai wajar aset program (2.922.150) (2.976.290) (3.120.458) (3.952.724) (4.877.681) (3.664.581)
Defisit 9.518.730 8.759.895 8.727.398 7.273.131 6.923.233 9.302.065
Penyesuaian yang timbul pada
liabilitas program (101.789) 89.470 350.315 13.149 (159.362) (9.914)
Penyesuaian yang timbul pada
aset program 7.467 53.632 187.347 159.472 (440.474) 555.010
Imbalan kesehatan pasca-kerja
Nilai kini liabilitas imbalan pasca-kerja 288.958 183.746 156.844 137.462 197.102 214.570
Penyesuaian yang timbul pada
liabilitas program 30.509 25.119 29.185 14.093 (15.238) (15.955)
f. Analisis sensitivitas
Perubahan 1 (satu) persen asumsi aktuarial akan memiliki pengaruh sebagai berikut:
2025
Program pensiun Kompensasi jangka panjang Imbalan kesehatan
imbalan pasti lainnya pasca-kerja
Kenaikan Penurunan Kenaikan Penurunan Kenaikan Penurunan
Tingkat diskonto (1% pergerakan) (435.904) 489.807 (295.975) 344.200 (21.674) 30.106
Tingkat penghasilan dasar (1% pergerakan) 541.763 (491.512) 351.948 (308.837) - -
Tingkat biaya kesehatan (1% pergerakan) - - - - 24.773 (21.695)
2024
Program pensiun Kompensasi jangka panjang Imbalan kesehatan
imbalan pasti lainnya pasca-kerja
Kenaikan Penurunan Kenaikan Penurunan Kenaikan Penurunan
Tingkat diskonto (1% pergerakan) (397.170) 443.541 (255.558) 295.487 (13.688) 19.379
Tingkat penghasilan dasar (1% pergerakan) 495.259 (451.964) 305.338 (269.456) - -
Tingkat biaya kesehatan (1% pergerakan) - - - - 16.152 (14.049)
g. Analisis jatuh tempo
Analisis jatuh tempo yang diharapkan dari manfaat pensiun dan manfaat kesehatan pasca-
kerja yang tidak terdiskonto adalah sebagai berikut:
Selama 10
tahun ke
depan 10 - 20 tahun 20 tahun - dst
Imbalan pensiun 7.947.630 4.192.199 3.948.406
Kompensasi jangka panjang lainnya 3.487.993 1.762.496 2.048.926
Imbalan kesehatan pasca-kerja 223.879 136.585 179.642
h. Durasi rata-rata tertimbang dari program pensiun imbalan pasti, kompensasi jangka panjang
lainnya - non emas, kompensasi jangka panjang lainnya - emas, imbalan kesehatan pasca-
kerja - self insured dan imbalan kesehatan pasca-kerja - asuransi, pada tanggal 31 Desember
2025 adalah masing-masing 12,15 tahun; 12,82 tahun; 15,62 tahun; 6,68 tahun; dan 18,58
tahun (31 Desember 2024: 11,89 tahun; 12,51 tahun; 15,19 tahun; 6,54 tahun; dan 18,66
tahun).
39. JASA KUSTODIAN
Biro Jasa Kustodian Bank memperoleh izin untuk menyediakan jasa kustodian dari Badan
Pengawas Pasar Modal (Bapepam, sekarang bernama Otoritas Jasa Keuangan atau “OJK”)
berdasarkan Surat Keputusan No. KEP-148/PM/1991 tanggal 13 November 1991.
Jasa-jasa yang diberikan oleh Biro Jasa Kustodian meliputi jasa penitipan saham, obligasi
pemerintah dan korporasi, deposito, administrasi reksadana dan kontrak pengelolaan dana,
termasuk di dalamnya penerimaan dividen, bunga dan hak – hak lainnya, menyelesaikan transaksi
efek serta mewakili pemegang rekening yang menjadi Nasabah.
Page 103
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/89
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. JASA KUSTODIAN (lanjutan)
Aset yang diadministrasikan oleh Biro Jasa Kustodian terdiri dari saham, obligasi, deposito, surat
berharga pasar modal, dan pasar uang lainnya.
40. SEGMEN OPERASI
Grup mengungkapkan pelaporan segmen operasi informasi keuangan berdasarkan produk
sebagai berikut:
2025
Kredit Tresuri Lainnya Jumlah
Aset 940.481.200 524.766.024 121.581.312 1.586.828.536
Pendapatan bunga dan syariah 67.446.394 26.686.436 4.779.822 98.912.652
Pendapatan fee-based dan lainnya 3.533.241 619.672 18.153.174 22.306.087
2024
Kredit Tresuri Lainnya Jumlah
Aset 868.686.210 459.238.130 121.376.988 1.449.301.328
Pendapatan bunga dan syariah 63.092.902 26.955.707 4.747.845 94.796.454
Pendapatan fee-based dan lainnya 3.418.479 288.678 19.480.693 23.187.850
Operasional utama dari Grup dikelola di wilayah Indonesia. Segmen bisnis Bank terbagi atas 5
(lima) area geografis utama, yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Indonesia bagian timur dan
operasi luar negeri.
Informasi yang berkaitan dengan segmen berdasarkan geografis dari Grup disajikan dalam tabel
di bawah ini:
2025
Indonesia
Sumatera Jawa Kalimantan bagian Timur Jumlah
Pendapatan bunga dan syariah 4.677.889 89.629.619 1.861.422 2.743.722 98.912.652
Beban bunga dan syariah (557.399) (12.269.210) (195.154) (342.732) (13.364.495)
Pendapatan bunga dan
syariah - bersih 4.120.490 77.360.409 1.666.268 2.400.990 85.548.157
Pendapatan asuransi - 2.003.240 - - 2.003.240
Beban asuransi - (1.858.302) - - (1.858.302)
Pendapatan asuransi - bersih - 144.938 - - 144.938
Pendapatan provisi dan
komisi - bersih 1.245.732 16.976.557 513.461 924.357 19.660.107
Pendapatan transaksi yang diukur
pada nilai wajar melalui
laba rugi - bersih 13.090 3.947.666 4.287 42.101 4.007.144
Pendapatan operasional lainnya 32.322 2.536.466 22.683 54.509 2.645.980
Total pendapatan segmen 5.411.634 100.966.036 2.206.699 3.421.957 112.006.326
Penyusutan dan amortisasi (41.782) (2.517.305) (15.492) (35.853) (2.610.432)
Unsur material non kas lainnya:
(Beban) pemulihan penyisihan
kerugian penurunan nilai aset (136.799) (3.487.531) (322.807) (63.910) (4.011.047)
Beban operasional lainnya (1.601.360) (30.827.583) (579.695) (1.115.333) (34.123.971)
Laba sebelum pajak penghasilan 3.631.693 64.133.617 1.288.705 2.206.861 71.260.876
Beban pajak penghasilan (13.697.783)
Laba tahun berjalan 57.563.093
Aset 100.740.319 1.383.382.831 38.447.409 64.257.977 1.586.828.536
Liabilitas 100.740.319 1.091.062.581 38.447.409 64.257.977 1.294.508.286
Kredit yang diberikan – bersih 42.184.312 854.083.225 18.659.728 25.553.935 940.481.200
Simpanan dari nasabah 99.740.302 1.032.245.004 38.178.652 63.635.123 1.233.799.081
Dana simpanan syariah - 4.727.157 - - 4.727.157
Dana syirkah temporer - 10.632.695 - - 10.632.695
Page 104
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/90
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
40. SEGMEN OPERASI (lanjutan)
Informasi yang berkaitan dengan segmen berdasarkan geografis dari Grup disajikan dalam tabel
di bawah ini:
2024
Indonesia Operasi luar
Sumatera Jawa Kalimantan bagian timur negeri Jumlah
Pendapatan bunga dan syariah 4.427.250 86.036.942 1.711.892 2.582.953 37.417 94.796.454
Beban bunga dan syariah (565.890) (11.454.256) (195.103) (313.090) (3.951) (12.532.290)
Pendapatan bunga dan syariah - bersih 3.861.360 74.582.686 1.516.789 2.269.863 33.466 82.264.164
Pendapatan asuransi - 3.110.733 - - - 3.110.733
Beban asuransi - (1.753.761) - - - (1.753.761)
Pendapatan asuransi - bersih - 1.356.972 - - - 1.356.972
Pendapatan provisi dan komisi - bersih 1.136.562 15.562.427 461.532 816.852 2.546 17.979.919
Pendapatan transaksi yang diukur
pada nilai wajar melalui
laba rugi - bersih (83.918) 2.906.754 5.075 42.112 (15.494) 2.854.529
Pendapatan operasional lainnya 37.737 2.008.107 12.275 45.528 (6.451) 2.097.196
Total pendapatan segmen 4.951.741 96.416.946 1.995.671 3.174.355 14.067 106.552.780
Penyusutan dan amortisasi (44.915) (2.060.098) (20.240) (37.266) (5.030) (2.167.549)
Unsur material non kas lainnya:
(Beban) pemulihan penyisihan
kerugian penurunan nilai aset 179.018 (2.423.564) 141.270 67.000 1.823 (2.034.453)
Beban operasional lainnya (1.536.804) (30.972.111) (546.303) (1.043.365) (34.345) (34.132.928)
Laba sebelum pajak penghasilan 3.549.040 60.961.173 1.570.398 2.160.724 (23.485) 68.217.850
Beban pajak penghasilan (13.366.576)
Laba tahun berjalan 54.851.274
Aset 93.995.732 1.262.486.824 34.992.548 57.473.797 352.427 1.449.301.328
Liabilitas 93.995.732 990.512.830 34.992.548 57.473.797 4.517 1.176.979.424
Kredit yang diberikan – bersih 38.739.422 788.949.509 16.219.497 24.777.782 - 868.686.210
Simpanan dari nasabah 92.838.676 936.118.359 34.725.741 56.930.891 - 1.120.613.667
Dana simpanan syariah - 3.511.679 - - - 3.511.679
Dana syirkah temporer - 9.486.817 - - - 9.486.817
41. MANAJEMEN RISIKO
Bank memiliki eksposur terhadap risiko kredit, likuiditas, pasar, operasional, dan konsolidasian.
Catatan di bawah ini menyampaikan informasi mengenai eksposur Bank terhadap setiap risiko di
atas, tujuan, kebijakan dan proses yang dilakukan oleh Bank dalam mengukur dan mengelola
risiko.
a. Kerangka manajemen risiko
Dalam melaksanakan kegiatan usahanya, Bank berhadapan dengan risiko yang melekat
(inherent) pada instrumen keuangan, yaitu risiko kredit, risiko likuiditas, risiko pasar atas nilai
tukar valuta asing, dan tingkat suku bunga, risiko operasional, serta risiko lainnya.
Dalam rangka mengendalikan risiko tersebut, Bank telah mengimplementasikan suatu
Kerangka Dasar Manajemen Risiko (Risk Management Framework) secara terpadu yang
dituangkan dalam Kebijakan Dasar Manajemen Risiko ("KDMR"). Kerangka tersebut
digunakan sebagai sarana untuk penetapan strategi, organisasi, kebijakan dan pedoman,
serta infrastruktur Bank sehingga dapat dipastikan bahwa semua risiko yang dihadapi Bank
dapat dikenali, diukur, dikendalikan, dan dilaporkan dengan baik.
Page 105
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/91
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
a. Kerangka manajemen risiko (lanjutan)
Dalam rangka penerapan manajemen risiko yang efektif, Bank telah memiliki Komite
Manajemen Risiko yang berfungsi untuk membahas permasalahan risiko yang dihadapi Bank
secara keseluruhan dan merekomendasikan kebijakan manajemen risiko kepada Direksi.
Selain komite di atas, Bank telah membentuk beberapa komite lain yang bertugas untuk
menangani risiko secara lebih spesifik antara lain: Komite Kebijakan Perkreditan, Komite
Kredit, serta Komite Aset dan Liabilitas (Asset and Liability Committee - “ALCO”).
Bank senantiasa melakukan kajian risiko secara menyeluruh atas rencana penerbitan produk
dan/atau aktivitas baru sesuai dengan jenis risiko yang terdapat di dalam Peraturan Bank
Indonesia (“PBI”), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”), dan peraturan-peraturan lain
yang berlaku.
b. Manajemen risiko kredit
Organisasi perkreditan terus disempurnakan dengan penekanan kepada penerapan prinsip
“empat mata” (“four eyes principle”) di mana keputusan kredit diambil berdasarkan
pertimbangan dari 2 (dua) sisi, yaitu sisi pengembangan bisnis dan sisi analisis risiko kredit.
Bank telah memiliki Kebijakan Dasar Perkreditan Bank (“KDPB”) yang terus mengalami
penyempurnaan sejalan dengan perkembangan Bank, PBI, dan POJK serta sesuai dengan
“International Best Practices”.
Bank telah mengembangkan sistem pemeringkat risiko debitur yang disebut Internal Credit
Risk Rating/Scoring System. Setiap debitur memiliki peringkat risiko yang dimaksudkan
sebagai masukan untuk membantu pejabat yang berwenang dalam menganalisa usulan kredit
dengan lebih baik dan tepat.
Untuk memastikan kualitas kredit tetap terjaga dengan baik, sesuai risk appetite bank dan
regulasi yang berlaku, dilakukan penetapan limit kredit dan pemantauan portofolio kredit
secara rutin, baik per kategori kredit maupun secara bankwide.
Bank telah mengembangkan pengelolaan risiko kredit dengan melakukan analisis stress
testing secara berkala dengan berbagai skenario yang relevan terhadap portofolio kredit serta
melakukan monitoring terhadap hasil stress testing tersebut. Stress testing bermanfaat bagi
Bank sebagai alat untuk memperkirakan besarnya dampak potensi risiko pada "stressful
condition" sehingga Bank dapat membuat strategi yang sesuai untuk memitigasi potensi risiko
tersebut sebagai bagian dari pelaksanaan "contingency plan".
Dalam rangka pemantauan dan pengendalian risiko kredit yang terjadi di Entitas Anak, Bank
telah melakukan pemantauan risiko dan memastikan Entitas Anak telah memiliki Kebijakan
Manajemen Risiko Kredit yang baik dan efektif.
Dalam aset keuangan yang diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian, eksposur
maksimum terhadap risiko kredit sama dengan nilai tercatatnya. Untuk bank garansi yang
diterbitkan dan fasilitas Letter of Credit yang tidak dapat dibatalkan, eksposur maksimum
terhadap risiko kredit adalah nilai yang harus dibayarkan oleh Bank jika kewajiban atas bank
garansi yang diterbitkan dan fasilitas Letter of Credit yang tidak dapat dibatalkan terjadi atau
terealisasi. Untuk komitmen kredit, eksposur maksimum atas risiko kredit adalah sebesar
jumlah fasilitas yang belum ditarik dari nilai penuh fasilitas kredit yang telah disepakati
(committed) kepada nasabah.
Page 106
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/92
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
b. Manajemen risiko kredit (lanjutan)
i. Eksposur maksimum terhadap risiko kredit
Tabel berikut menyajikan eksposur maksimum risiko kredit Grup atas instrumen keuangan
pada laporan posisi keuangan konsolidasian (on-balance sheet) dan rekening
administratif konsolidasian (off-balance sheet).
2025 2024
Posisi keuangan konsolidasian:
Giro pada Bank Indonesia 47.768.278 36.408.142
Giro pada bank-bank lain - bersih 5.331.638 4.097.199
Penempatan pada Bank Indonesia dan
bank-bank lain - bersih 9.813.541 15.714.884
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi 35.320.959 21.524.617
Tagihan akseptasi - bersih 9.494.630 9.621.047
Wesel tagih - bersih 11.825.095 8.891.769
Efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali - bersih 5.285.513 1.449.562
Kredit yang diberikan - bersih 940.481.200 868.686.210
Piutang pembiayaan konsumen - bersih 8.953.987 9.435.564
Piutang sewa pembiayaan - bersih 8.005 51.042
Aset dari transaksi syariah - piutang
murabahah - bersih 2.253.861 1.924.884
Efek-efek untuk tujuan investasi - bersih 409.421.000 371.151.957
Aset lain-lain - bersih
Pendapatan bunga yang masih akan diterima 9.167.872 8.326.105
Transaksi terkait dengan transaksi ATM
dan kartu kredit 3.499.738 3.906.220
Wesel yang belum diaksep 28.554 163.769
Piutang transaksi nasabah 612.303 341.152
Aset kontrak asuransi 642.232 588.163
Lain-lain 361.373 390.568
1.500.269.779 1.362.672.854
Rekening administratif konsolidasian - bersih:
Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum
digunakan - committed 346.587.948 315.308.816
Fasilitas kredit kepada bank-bank lain yang
belum digunakan - committed 2.309.239 2.411.712
Fasilitas Letter of Credit yang tidak dapat
dibatalkan 10.180.618 10.009.892
Bank garansi yang diterbitkan kepada nasabah 29.266.512 26.694.505
388.344.317 354.424.925
1.888.614.096 1.717.097.779
Page 107
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/93
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
b. Manajemen risiko kredit (lanjutan)
ii. Analisis konsentrasi risiko kredit
Sebagai upaya meminimalkan risiko kredit, Bank melakukan diversifikasi portofolio kredit
pada berbagai wilayah geografis, industri, dan produk kredit .
Konsentrasi kredit yang diberikan berdasarkan jenis kredit, mata uang, dan sektor
ekonomi diungkapkan pada Catatan 12.
Berdasarkan pihak lawan
Tabel berikut menyajikan konsentrasi risiko kredit Grup berdasarkan pihak lawan:
2025
Pemerintah dan
Korporasi Bank Indonesia Bank Perorangan Jumlah
Posisi keuangan konsolidasian:
Giro pada Bank Indonesia - 47.768.278 - - 47.768.278
Giro pada bank-bank lain - - 5.332.406 - 5.332.406
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank-bank lain - 4.310.376 5.505.675 - 9.816.051
Aset keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi 2.109.565 32.910.620 300.774 - 35.320.959
Tagihan akseptasi 9.220.676 - 472.435 1.832 9.694.943
Wesel tagih 428.757 - 11.401.719 - 11.830.476
Efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali - 3.822.008 1.213.933 250.508 5.286.449
Kredit yang diberikan 677.443.474 4.366.975 25.880.058 262.542.727 970.233.234
Piutang pembiayaan konsumen 555.446 - 98 8.910.954 9.466.498
Piutang sewa pembiayaan 10.072 - - 260 10.332
Aset dari transaksi syariah - piutang
murabahah 2.262.708 - - 12.996 2.275.704
Efek-efek untuk tujuan investasi 50.019.841 354.582.474 5.444.427 - 410.046.742
Aset lain-lain
Pendapatan bunga yang masih akan
diterima 2.801.853 5.401.957 193.937 770.125 9.167.872
Transaksi terkait dengan transaksi ATM
dan kartu kredit 3.499.738 - - - 3.499.738
Wesel yang belum diaksep 28.649 - - - 28.649
Piutang transaksi nasabah 40.219 - - 572.084 612.303
Aset kontrak asuransi 642.232 - - - 642.232
Lain-lain 363.256 - - - 363.256
Jumlah 749.426.486 453.162.688 55.745.462 273.061.486 1.531.396.122
Cadangan kerugian penurunan nilai (31.126.343)
1.500.269.779
Komitmen dan kontinjensi yang memiliki
risiko kredit:
Fasilitas kredit yang belum
digunakan - committed 287.540.483 1.133.025 2.358.761 60.679.762 351.712.031
Fasilitas Letter of Credit yang
tidak dapat dibatalkan 10.200.581 - - 5.356 10.205.937
Bank garansi yang diterbitkan
kepada nasabah 27.154.470 - 1.146.739 992.049 29.293.258
Jumlah 324.895.534 1.133.025 3.505.500 61.677.167 391.211.226
Cadangan kerugian penurunan nilai (2.866.909)
388.344.317
Page 108
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/94
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
b. Manajemen risiko kredit (lanjutan)
ii. Analisis konsentrasi risiko kredit (lanjutan)
Berdasarkan pihak lawan (lanjutan)
Tabel berikut menyajikan konsentrasi risiko kredit Grup berdasarkan pihak lawan:
(lanjutan)
2024
Pemerintah dan
Korporasi Bank Indonesia Bank Perorangan Jumlah
Posisi keuangan konsolidasian:
Giro pada Bank Indonesia - 36.408.142 - - 36.408.142
Giro pada bank-bank lain - - 4.097.837 - 4.097.837
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank-bank lain - 8.646.539 7.070.057 - 15.716.596
Aset keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi 555.573 20.804.466 164.578 - 21.524.617
Tagihan akseptasi 9.508.319 799 541.930 10.694 10.061.742
Wesel tagih 640.986 - 8.253.899 - 8.894.885
Efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali - 47.809 1.366.281 36.513 1.450.603
Kredit yang diberikan 614.612.475 5.500.000 25.116.622 256.081.756 901.310.853
Piutang pembiayaan konsumen 633.718 - 165 9.164.965 9.798.848
Piutang sewa pembiayaan 50.660 - - 895 51.555
Aset dari transaksi syariah - piutang
murabahah 820.454 - - 1.118.269 1.938.723
Efek-efek untuk tujuan investasi 46.780.829 317.652.887 7.270.807 - 371.704.523
Aset lain-lain
Pendapatan bunga yang masih akan
diterima 2.846.813 4.483.982 203.850 791.460 8.326.105
Transaksi terkait dengan transaksi ATM
dan kartu kredit 3.906.220 - - - 3.906.220
Wesel yang belum diaksep 164.760 - - - 164.760
Piutang transaksi nasabah 55.625 - - 285.527 341.152
Aset kontrak asuransi 526.773 - 25.015 36.375 588.163
Lain-lain 351.231 - - 61.540 412.771
Jumlah 681.454.436 395.544.624 54.111.041 267.587.994 1.396.698.095
Cadangan kerugian penurunan nilai (34.025.241)
1.362.672.854
Komitmen dan kontinjensi yang memiliki
risiko kredit:
Fasilitas kredit yang belum
digunakan - committed 260.424.847 - 2.411.462 57.782.545 320.618.854
Fasilitas Letter of Credit yang
tidak dapat dibatalkan 10.053.228 - - 2.280 10.055.508
Bank garansi yang diterbitkan
kepada nasabah 24.926.592 - 807.284 991.874 26.725.750
Jumlah 295.404.667 - 3.218.746 58.776.699 357.400.112
Cadangan kerugian penurunan nilai (2.975.187)
354.424.925
Page 109
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/95
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
b. Manajemen risiko kredit (lanjutan)
iii. Analisis risiko kredit
Tabel berikut menyajikan aset keuangan yang dikelompokkan ke dalam stage 1, stage 2
dan stage 3:
2025
Nilai tercatat
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Diukur menggunakan biaya perolehan
diamortisasi:
Giro pada Bank Indonesia 47.768.278 - - 47.768.278
Giro pada bank-bank lain - bersih 5.331.638 - - 5.331.638
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank-bank lain - bersih 9.361.592 - - 9.361.592
Tagihan akseptasi - bersih 9.440.141 33.339 21.150 9.494.630
Wesel tagih - bersih 11.825.010 - 85 11.825.095
Efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali - bersih 5.285.513 - - 5.285.513
Kredit yang diberikan - bersih 922.685.517 11.358.242 6.437.441 940.481.200
Efek-efek untuk tujuan investasi - bersih 317.683.267 - - 317.683.267
Piutang pembiayaan
konsumen - bersih 8.752.114 83.521 118.352 8.953.987
Piutang sewa
pembiayaan - bersih 8.005 - - 8.005
Aset dari transaksi syariah - piutang
murabahah - bersih 2.206.601 - 47.260 2.253.861
Aset lain-lain - bersih
Pendapatan bunga yang masih
akan diterima 9.167.872 - - 9.167.872
Transaksi terkait dengan transaksi
ATM dan kartu kredit 3.499.738 - - 3.499.738
Wesel yang belum diaksep 28.554 - - 28.554
Piutang transaksi nasabah 612.303 - - 612.303
Aset kontrak asuransi 642.232 - - 642.232
Lain-lain 361.373 - - 361.373
1.354.659.748 11.475.102 6.624.288 1.372.759.138
Diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi (FVPL):
Aset keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui
laba rugi 35.320.959 - - 35.320.959
35.320.959 - - 35.320.959
Diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan
komprehensif lain (FVOCI):
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank-bank lain 451.949 - - 451.949
Efek-efek untuk tujuan
investasi - bersih 91.701.111 36.622 - 91.737.733
91.153.060 36.622 - 92.189.682
1.482.331.818 11.406.233 6.531.728 1.500.269.779
Page 110
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/96
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
b. Manajemen risiko kredit (lanjutan)
iii. Analisis risiko kredit (lanjutan)
Tabel berikut menyajikan aset keuangan yang dikelompokkan ke dalam stage 1, stage 2
dan stage 3: (lanjutan)
2024
Nilai tercatat
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Diukur menggunakan biaya perolehan
diamortisasi:
Giro pada Bank Indonesia 36.408.142 - - 36.408.142
Giro pada bank-bank lain - bersih 4.097.199 - - 4.097.199
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank-bank lain - bersih 15.714.884 - - 15.714.884
Tagihan akseptasi - bersih 9.619.854 905 288 9.621.047
Wesel tagih - bersih 8.891.768 - 1 8.891.769
Efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali - bersih 1.449.562 - - 1.449.562
Kredit yang diberikan - bersih 852.946.444 10.448.386 5.291.380 868.686.210
Efek-efek untuk tujuan investasi - bersih 272.215.470 16.256 - 272.231.726
Piutang pembiayaan
konsumen - bersih 9.253.219 68.484 113.861 9.435.564
Piutang sewa
pembiayaan - bersih 48.774 81 2.187 51.042
Aset dari transaksi syariah - piutang
murabahah - bersih 1.897.288 22.348 5.248 1.924.884
Aset lain-lain - bersih
Pendapatan bunga yang masih 8.326.105 - - 8.326.105
akan diterima
Transaksi terkait dengan transaksi
ATM dan kartu kredit 3.906.220 - - 3.906.220
Wesel yang belum diaksep 163.769 - - 163.769
Piutang transaksi nasabah 341.152 - - 341.152
Aset kontrak asuransi 588.163 - - 588.163
Lain-lain 350.180 11.315 29.073 390.568
1.226.218.193 10.567.775 5.442.038 1.242.228.006
Diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi (FVPL):
Aset keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui
laba rugi 21.524.617 - - 21.524.617
21.524.617 - - 21.524.617
Diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan
komprehensif lain (FVOCI):
Efek-efek untuk tujuan
investasi - bersih 98.882.720 22.809 14.702 98.920.231
98.882.720 22.809 14.702 98.920.231
1.346.625.530 10.590.584 5.456.740 1.362.672.854
Klasifikasi Aset Keuangan
Klasifikasi aset keuangan dilakukan berdasarkan model bisnis dan pengujian
karakteristik arus kas (Solely Payment of Principal & Interest (“SPPI”)). Aset keuangan
Bank diklasifikasikan sebagai berikut:
- Fair Value Through Profit/Loss ("FVPL")
- Fair Value Through Other Comprehensive Income (“FVOCI”)
- Amortised Cost
Page 111
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/97
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
b. Manajemen risiko kredit (lanjutan)
iii. Analisis risiko kredit (lanjutan)
Pengukuran Kerugian Kredit Ekspektasian
Bank menghitung pencadangan sesuai PSAK 109 menggunakan metode kerugian
kredit ekspektasian untuk mengukur penurunan nilai instrumen keuangan. PSAK 109
mengharuskan pengakuan segera atas dampak perubahan kerugian setelah
pengakuan awal.
Bank menggunakan model seperti PD (Probability of Default), LGD (Loss Given
Default), dan EAD (Exposure at Default) untuk menghitung kerugian kredit
ekspektasian .
Staging Criteria
PSAK 109 mengharuskan entitas aset keuangan dikelompokkan ke dalam tiga tahapan
penurunan nilai (stage 1, stage 2, dan stage 3).
Bank mengukur cadangan kerugian sebesar kerugian kredit ekspektasian 12 bulan
untuk aset keuangan dengan risiko kredit rendah (stage 1) dan kerugian sepanjang umur
untuk aset dengan peningkatan risiko kredit yang signifikan (stage 2).
Secara umum aset keuangan dengan tunggakan 30 hari atau lebih dan belum mengalami
penurunan nilai akan selalu dianggap telah mengalami peningkatan risiko kredit yang
signifikan (“SICR”).
Forward-looking Information
Dalam menghitung kerugian kredit ekspektasian, Bank mempertimbangkan proyeksi
makroekonomi dan probability weighted untuk kemungkinan terjadinya skenario makro.
Berbagai variabel makroekonomi (MEV) digunakan dalam permodelan PSAK 109
berdasarkan analisis statistik kesesuaian dengan data historis. Perhitungan kerugian
kredit ekspektasian dan proyeksi MEV direviu secara berkala. MEV yang digunakan
mencakup GDP, inflasi, nilai kurs, dan lainnya.
Aset keuangan yang mengalami penurunan nilai secara individual
Aset keuangan yang mengalami penurunan nilai secara individual adalah aset yang
signifikan dan telah menunjukkan bukti objektif penurunan nilai setelah pengakuan awal.
Pengukuran dilakukan dengan membandingkan seluruh arus kas kontraktual yang jatuh
tempo dengan arus kas yang diperkirakan diterima Bank (kekurangan kas), didiskontokan
dengan suku bunga efektif.
Aset keuangan yang tidak signifikan secara individual dan penurunan nilainya
dinilai secara kolektif
Aset keuangan yang nilainya tidak signifikan secara individual mencakup kredit dan
piutang kepada debitur segmen ritel, seperti Usaha Kecil Menengah (UKM), pembiayaan
konsumen, kredit pemilikan dan perbaikan rumah, kredit kendaraan bermotor, dan kartu
kredit. Penurunan nilai aset keuangan ini dinilai secara kolektif dengan mengelompokkan
berdasarkan karakteristik risiko yang serupa. Pengukuran kolektif dilakukan secara
statistik menggunakan parameter PD (Probability of Default), LGD (Loss Given Default),
dan EAD (Exposure at Default).
Page 112
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/98
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
b. Manajemen risiko kredit (lanjutan)
iii. Analisis risiko kredit (lanjutan)
Aset keuangan yang lewat jatuh tempo dan mengalami penurunan nilai
Tagihan yang jatuh tempo merupakan seluruh tagihan yang telah jatuh tempo lebih dari
90 (sembilan puluh) hari, baik atas pembayaran pokok dan/atau pembayaran bunga.
Sedangkan tagihan yang mengalami penurunan nilai/impairment adalah aset keuangan
yang memiliki nilai signifikan secara individual dan terdapat bukti objektif bahwa
penurunan nilai individual terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan tersebut.
Sesuai dengan kualitasnya, kredit yang diberikan, tagihan akseptasi, dan wesel tagih
dikelompokkan ke dalam 3 (tiga) kategori, yaitu high grade, standard grade, dan low
grade, berdasarkan estimasi internal Bank atas kemungkinan gagal bayar dari debitur-
debitur atau portofolio tertentu yang dinilai berdasarkan sejumlah faktor kualitatif dan
kuantitatif.
Kredit yang diberikan, tagihan akseptasi, dan wesel tagih dengan skala peringkat risiko
internal RR1 sampai dengan RR7 sesuai dengan internal credit risk rating/scoring
system dimasukkan ke dalam kategori high grade. Kategori high grade adalah kredit
yang debiturnya memiliki kapasitas yang kuat dalam hal pembayaran kembali seluruh
kewajibannya secara tepat waktu karena didukung oleh faktor fundamental yang baik dan
tidak mudah dipengaruhi oleh perubahan kondisi ekonomi yang kurang menguntungkan.
Kredit yang diberikan, tagihan akseptasi, dan wesel tagih dengan skala peringkat risiko
internal RR8 sampai dengan RR9 sesuai dengan internal credit risk rating/scoring
system dimasukkan ke dalam kategori standard grade. Kategori standard grade
adalah kredit yang debiturnya dianggap memiliki kapasitas yang memadai dalam hal
pembayaran bunga dan pokoknya, namun cukup peka terhadap perubahan kondisi
ekonomi yang kurang menguntungkan.
Kredit yang diberikan, tagihan akseptasi, dan wesel tagih dengan skala peringkat risiko
internal RR10 dan Loss sesuai dengan internal credit risk rating/scoring system
dimasukkan ke dalam kategori low grade. Kategori low grade adalah kredit yang
debiturnya rentan dalam hal kapasitas pembayaran bunga dan pokoknya karena faktor
fundamental yang kurang mendukung dan/atau sangat peka terhadap kondisi ekonomi
yang kurang menguntungkan.
iv. Agunan
Agunan dipergunakan oleh Bank untuk memitigasi eksposur risiko kredit dan perihal jenis
agunan yang dapat diterima oleh Bank ditentukan dalam kebijakan mitigasi risiko kredit.
Bank membedakan jenis agunan berdasarkan likuiditas dan keberadaan agunan (agunan
solid dan non-solid). Agunan solid adalah agunan yang memiliki tingkat likuiditas relatif
tinggi dan/atau keberadaannya tetap (tidak berpindah-pindah tempat) seperti cash
collateral dan tanah/bangunan, sehingga dapat segera dicairkan atau diambil alih oleh
Bank pada saat pinjaman debitur/grup debitur masuk dalam kategori bermasalah. Agunan
non-solid adalah agunan yang memiliki tingkat likuiditas relatif rendah dan/atau
keberadaannya tidak tetap (berpindah-pindah tempat) seperti kendaraan bermotor, mesin,
persediaan, piutang, dan lain-lain. Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Bank
memiliki agunan atas fasilitas kredit yang diberikan terutama dalam bentuk kas, properti
(tanah/bangunan), kendaraan bermotor, garansi, mesin, persediaan, efek-efek utang, dan
lain-lain.
Page 113
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/99
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
b. Manajemen risiko kredit (lanjutan)
iv. Agunan (lanjutan)
Kebijakan Bank mengenai agunan sebagai mitigasi risiko kredit tergantung dari kategori
kredit atau fasilitas yang diberikan. Untuk kredit SME, seluruh kredit yang diberikan harus
ditunjang dengan agunan (collateral based lending) di mana setidaknya 50% (lima puluh
persen) merupakan agunan solid. Untuk kredit korporasi dan komersial, besarnya agunan
yang harus diserahkan, ditentukan berdasarkan analisis mengenai kelayakan masing-
masing debitur. Nilai agunan ditentukan berdasarkan nilai appraisal pada saat kredit
diberikan dan ditinjau ulang secara berkala.
Untuk fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (“KPR”), Bank mensyaratkan bahwa seluruh
fasilitas harus ditunjang dengan agunan properti (tanah/bangunan). Bank memberlakukan
aturan Loan-to-Value (“LTV”) berjenjang, dimulai dari fasilitas KPR pertama dan
seterusnya, sesuai dengan aturan yang diberlakukan oleh regulator. Nilai agunan untuk
KPR dihitung berdasarkan nilai agunan pada saat kredit diberikan dan diperbaharui setiap
30 (tiga puluh) bulan. Untuk fasilitas Kredit Kendaraan Bermotor (“KKB”), Bank
mensyaratkan bahwa seluruh fasilitas harus ditunjang dengan agunan kendaraan
bermotor. Bank memberlakukan aturan uang muka (down payment), sesuai dengan
aturan yang diberlakukan oleh regulator.
Piutang pembiayaan konsumen Entitas Anak dijamin dengan Buku Pemilik Kendaraan
Bermotor (“BPKB”) dari piutang pembiayaan konsumen kendaraan bermotor yang
dibiayai.
Untuk fasilitas transaksi valuta asing, baik spot maupun forward, Bank mensyaratkan
agunan tunai (cash) yang ditetapkan sebesar persentase tertentu dari fasilitas yang
diberikan. Bila debitur memiliki fasilitas kredit lain di Bank, debitur dapat menggunakan
agunan yang telah diberikan untuk dibuat saling mengikat. Kebijakan mengenai
persentase agunan tersebut akan ditinjau secara berkala seiring dengan fluktuasi dan
volatilitas nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing.
Rincian dari aset keuangan dan non-keuangan yang diperoleh Bank melalui
pengambilalihan kepemilikan agunan yang merupakan jaminan terhadap aset keuangan
yang dimiliki pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, yang disajikan sebesar nilai yang
lebih rendah antara nilai tercatat dan nilai realisasi bersih di akun aset lain-lain adalah
sebagai berikut:
2025 2024
Tanah 171.126 169.858
Bangunan 1.612.242 1.454.484
Properti komersial lainnya 328.622 170.326
Nilai wajar 2.111.990 1.794.668
Pada umumnya, Bank tidak menggunakan agunan non-kas yang diambil alih untuk
keperluan operasional sendiri. Realisasi agunan yang diambil alih dilakukan dalam rangka
penyelesaian kredit.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, agunan yang diambil alih Entitas Anak
masing-masing adalah sebesar Rp 50.737 dan Rp 64.552.
Page 114
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/100
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
b. Manajemen risiko kredit (lanjutan)
v. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Grup memiliki aset keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi masing-masing pada nilai wajar sebesar Rp 35.320.959
dan Rp 21.524.617 (Catatan 8). Informasi tentang kualitas kredit dari eksposur maksimum
risiko kredit aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi adalah sebagai
berikut:
2025 2024
Surat berharga pemerintah:
Investment grade 32.910.054 20.799.789
Surat berharga korporasi:
Investment grade 666.366 114.462
Efek Beragun Aset:
Investment grade 764.269 -
Aset derivatif:
Pihak lawan Pemerintah Indonesia
dan Bank Indonesia 566 -
Pihak lawan bank-bank lain 43.927 2.289
Pihak lawan korporasi 73.575 218.919
Lainnya 862.202 389.158
Nilai wajar 35.320.959 21.524.617
vi. Efek-efek untuk tujuan investasi
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Grup memiliki efek-efek untuk tujuan investasi
masing-masing pada nilai tercatat sebesar Rp 409.421.000 dan
Rp 371.151.957 (Catatan 14). Informasi tentang kualitas kredit dari eksposur maksimum
risiko kredit efek-efek untuk tujuan investasi tersebut adalah sebagai berikut:
2025 2024
Surat berharga pemerintah:
Investment grade 355.566.254 322.134.558
Surat berharga korporasi:
Investment grade 35.655.911 33.407.575
Non-Investment grade 39.746 3.788
Lainnya 18.159.089 15.606.036
Nilai tercatat 409.421.000 371.151.957
c. Manajemen risiko likuiditas
Bank sangat mementingkan penjagaan kecukupan likuiditas dalam memenuhi komitmennya
kepada para nasabah dan pihak lainnya, baik dalam rangka pemberian kredit, pembayaran
kembali simpanan nasabah maupun untuk memenuhi kebutuhan likuiditas operasional.
Fungsi pengelolaan kebutuhan likuiditas secara keseluruhan dilakukan oleh ALCO dan secara
operasional oleh Divisi Tresuri.
Bank telah menjalankan ketentuan terkait dengan likuiditas sesuai ketentuan regulator
mengenai kewajiban pemenuhan Giro Wajib Minimum (GWM) dan Penyangga Likuiditas
Makroprudensial (PLM). Selain itu Bank juga melakukan pemantauan terhadap rasio likuiditas
seperti Loan to Deposit Ratio (LDR), Liquidity Coverage Ratio (LCR) dan Net Stable Funding
Ratio (NSFR).
Page 115
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/101
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
c. Manajemen risiko likuiditas (lanjutan)
Entitas Anak, dalam rangka mengurangi risiko ketergantungan pada satu sumber pendanaan,
melakukan diversifikasi sumber dananya. Selain dari modal dan penerimaan dari pelanggan,
Entitas Anak memperoleh sumber dana dari pinjaman bank dan pasar modal berupa
penerbitan obligasi dan wesel bayar jangka menengah.
Tabel berikut ini menyajikan arus kas kontraktual yang tidak didiskontokan dari liabilitas
keuangan dan rekening administratif Grup berdasarkan periode tersisa sampai dengan
tanggal jatuh tempo kontraktual pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024:
2025
Nilai nominal
bruto masuk/ Hingga >1-3 > 3 bulan - >1-5 >5
Nilai tercatat (keluar) 1 bulan bulan 1 tahun tahun tahun
Liabilitas keuangan non-derivatif
Simpanan dari nasabah (1.233.799.081) (1.234.027.465) (1.197.795.455) (31.930.057) (4.301.953) - -
Dana simpanan syariah (4.727.157) (4.727.348) (4.727.348) - - - -
Simpanan dari bank-bank lain (3.966.077) (3.966.147) (3.964.015) (2.132) - - -
Utang akseptasi (4.733.862) (4.733.862) (1.854.589) (1.937.405) (773.776) (168.092) -
Pinjaman yang diterima (2.047.436) (2.049.291) (1.399.291) (650.000) - - -
Estimasi kerugian komitmen
dan kontinjensi (2.866.909) (2.866.909) (233.752) (510.706) (1.519.858) (560.896) (41.697)
Beban yang masih harus dibayar dan
Liabilitas lain-lain (3.811.307) (3.811.307) (3.514.361) (9.256) (30.687) (207.313) (49.690)
Obligasi subordinasi (65.000) (66.242) (1.242) - - (65.000) -
(1.256.016.829) (1.256.248.571) (1.213.490.053) (35.039.556) (6.626.274) (1.001.301) (91.387)
Liabilitas keuangan derivatif
Liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi: (97.406)
Arus keluar (25.788.864) (18.551.296) (4.361.781) (2.791.262) (84.525) -
Arus masuk 25.677.471 18.483.767 4.337.530 2.772.799 83.375 -
(97.406) (111.393) (67.529) (24.251) (18.463) (1.150) -
Rekening administratif
Fasilitas kredit kepada nasabah yang
belum digunakan - committed (349.402.792) (349.402.792) - - - -
Fasilitas kredit kepada bank-bank lain
yang belum digunakan - committed (2.309.239) (2.309.239) - - - -
Fasilitas Letter of Credit yang tidak
dapat dibatalkan (10.205.937) (2.709.891) (5.496.410) (1.283.584) (716.052) -
Bank garansi yang diterbitkan kepada
nasabah (29.293.258) (2.806.863) (7.231.329) (14.047.001) (5.197.562) (10.503)
(391.211.226) (357.228.785) (12.727.739) (15.330.585) (5.913.614) (10.503)
(1.256.114.235) (1.647.571.190) (1.570.786.367) (47.791.546) (21.975.322) (6.916.065) (101.890)
2024
Nilai nominal
bruto masuk/ Hingga >1-3 > 3 bulan - >1-5 >5
Nilai tercatat (keluar) 1 bulan bulan 1 tahun tahun tahun
Liabilitas keuangan non-derivatif
Simpanan dari nasabah (1.120.613.667) (1.120.871.522) (1.073.604.905) (42.976.722) (4.289.895) - -
Dana simpanan syariah (3.511.679) (3.511.776) (3.511.776) - - - -
Simpanan dari bank-bank lain (3.656.298) (3.656.327) (3.621.195) (35.132) - - -
Utang akseptasi (4.651.955) (4.651.955) (1.953.035) (1.784.655) (902.423) (11.842) -
Efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali (1.330.996) (1.330.996) (1.330.996) - - - -
Pinjaman yang diterima (2.242.516) (2.244.833) (298.499) - (1.650.000) (296.334) -
Estimasi kerugian komitmen
dan kontinjensi (2.975.187) (2.975.187) (250.713) (534.449) (1.497.920) (636.589) -
Beban yang masih harus dibayar dan (55.516)
Liabilitas lain-lain (3.303.470) (3.303.470) (2.966.364) (23.549) (34.526) (232.750) (46.281)
Obligasi subordinasi (500.000) (500.296) (9.296) - (435.000) - (65.000)
(1.142.785.768) (1.143.055.362) (1.087.546.779) (45.354.507) (8.809.764) (1.177.515) (166.797)
Liabilitas keuangan derivatif
Liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi: (257.613)
Arus keluar (33.439.150) (26.618.772) (6.218.655) (601.723) - -
Arus masuk 33.152.453 26.411.154 6.151.332 589.967 - -
(257.613) (286.697) (207.618) (67.323) (11.756) - -
Rekening administratif
Fasilitas kredit kepada nasabah yang
belum digunakan - committed (318.207.142) (318.207.142) - - - -
Fasilitas kredit kepada bank-bank lain
yang belum digunakan - committed (2.411.712) (2.411.712) - - - -
Fasilitas Letter of Credit yang tidak
dapat dibatalkan (10.055.508) (2.902.168) (5.172.370) (1.850.411) (130.559) -
Bank garansi yang diterbitkan kepada
nasabah (26.725.750) (2.824.369) (6.462.513) (12.954.144) (4.477.494) (7.230)
(357.400.112) (326.345.391) (11.634.883) (14.804.555) (4.608.053) (7.230)
(1.143.043.381) (1.500.742.171) (1.414.099.788) (57.056.713) (23.626.075) (5.785.568) (174.027)
Page 116
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/102
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
c. Manajemen risiko likuiditas (lanjutan)
Tabel-tabel di atas disusun berdasarkan sisa jatuh tempo kontraktual liabilitas keuangan dan
fasilitas Letter of Credit yang tidak dapat dibatalkan, dan untuk kontrak garansi yang
diterbitkan, serta fasilitas kredit yang belum digunakan - committed berdasarkan jatuh tempo
kontraktual paling awal yang mungkin terjadi. Ekspektasi Bank dan Entitas Anak atas arus kas
dari instrumen-instrumen tersebut bervariasi secara signifikan dari analisis di atas. Sebagai
contoh, giro dan tabungan diprediksi mempunyai saldo yang stabil atau meningkat, atau
fasilitas kredit kepada nasabah/bank-bank lain yang belum digunakan - committed tidak
seluruhnya diharapkan untuk segera digunakan.
Nilai nominal arus kas masuk dan keluar yang diungkapkan pada tabel di atas menyajikan
arus kas kontraktual yang tidak didiskontokan terkait dengan nilai pokok dan bunga dari
liabilitas keuangan atau komitmen. Pengungkapan instrumen derivatif menunjukkan nilai bruto
arus kas masuk dan keluar derivatif yang diselesaikan secara bersamaan (sebagai contoh
kontrak forward valuta asing).
Analisis tentang nilai tercatat dari aset keuangan dan liabilitas keuangan berdasarkan periode
tersisa sampai dengan tanggal jatuh tempo kontraktual pada tanggal
31 Desember 2025 dan 2024 disajikan pada Catatan 42.
d. Manajemen risiko pasar
i. Risiko nilai tukar valuta asing
Bank telah menjalankan perdagangan valuta asing sebagaimana diatur dalam ketentuan
dan kebijakan internal dan PBI mengenai Posisi Devisa Neto (“PDN”).
Kewajiban Bank dalam valuta asing terdiri dari simpanan dan pinjaman yang diterima
dalam Dolar Amerika Serikat dan valuta asing lainnya. Untuk memenuhi peraturan PDN,
Bank mempertahankan asetnya yang terdiri dari penempatan pada bank-bank lain dan
kredit yang diberikan dalam Dolar Amerika Serikat dan valuta asing lainnya.
Untuk mengukur risiko nilai tukar valuta asing pada trading book, Bank menggunakan
metode Value at Risk (“VaR”) dengan pendekatan Historical Simulation untuk kepentingan
pelaporan internal, sedangkan untuk perhitungan pelaporan Kebutuhan Pemenuhan
Modal Minimum (“KPMM”) Bank, Bank menggunakan metode standar OJK.
Sensitivitas Bank terhadap mata uang asing diperhitungkan dengan menggunakan
informasi Posisi Devisa Neto yang ditranslasikan ke dalam mata uang asing utama Bank,
yaitu USD. Tabel di bawah ini mengikhtisarkan sensitivitas laba sebelum pajak Bank atas
perubahan nilai tukar mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024:
Pengaruh pada laba
sebelum pajak
+5% -5%
31 Desember 2025 11.027 (11.027)
31 Desember 2024 (32.644) 32.644
Informasi mengenai PDN Bank pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 diungkapkan
pada Catatan 49.
Page 117
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/103
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
d. Manajemen risiko pasar (lanjutan)
ii. Risiko tingkat suku bunga
Risiko Suku Bunga dalam Banking Book
Pengukuran IRRBB dengan menggunakan 2 (dua) metode yang mengacu pada SE OJK
No. 12/SEOJK.03/2018 perihal Penerapan Manajemen Risiko dan Pengukuran Risiko
Pendekatan Standar untuk Risiko Suku Bunga dalam Banking Book (Interest Rate Risk in
The Banking Book) bagi Bank Umum:
a. Pengukuran berdasarkan perubahan pada nilai ekonomis dari ekuitas (economic
value of equity), yang mengukur dampak perubahan suku bunga terhadap nilai
ekonomis dari ekuitas Bank; dan
b. Pengukuran berdasarkan perubahan pada pendapatan bunga bersih (net interest
income), yang mengukur dampak perubahan suku bunga terhadap rentabilitas
(earnings) Bank.
Untuk memitigasi IRRBB, Bank menetapkan limit nominal untuk pinjaman dan surat
berharga banking book berbunga tetap, limit IRRBB serta strategi pricing.
Risiko Suku Bunga dalam Trading Book
Pengukuran risiko dilakukan terhadap mata uang Rupiah dan valuta asing (USD) untuk
kemudian dilaporkan kepada Direksi/ALCO. Untuk pengukuran risiko suku bunga pada
trading book, Bank menggunakan metode VaR dengan pendekatan metode Historical
Simulation untuk kepentingan pelaporan internal, sedangkan untuk perhitungan pelaporan
KPMM Bank, Bank menggunakan metode standar OJK.
Entitas Anak memiliki eksposur risiko tingkat suku bunga yang timbul dari piutang
pembiayaan konsumen, tagihan anjak piutang, piutang lain-lain, dan penerbitan obligasi
dengan suku bunga tetap. Untuk memperkecil mismatch, Entitas Anak mengelola risiko
suku bunga dengan melakukan diversifikasi sumber dana dengan mencari tingkat suku
bunga tetap terbaik.
Tabel di bawah ini merangkum aset dan liabilitas keuangan Grup (tidak diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi) pada nilai tercatat, yang dikelompokkan menurut mana yang lebih
awal antara tanggal re-pricing atau tanggal jatuh tempo kontraktual:
2025
Suku bunga mengambang Suku bunga tetap Tidak
Hingga > 3 bulan - Hingga > 3 bulan - Lebih dari dikenakan
3 bulan 1 tahun 3 bulan 1 tahun 1 tahun bunga Jumlah
Aset keuangan
Giro pada Bank Indonesia 35.003.465 - - - - 12.764.813 47.768.278
Giro pada bank-bank lain -
bersih 5.331.638 - - - - - 5.331.638
Penempatan pada
Bank Indonesia dan
bank-bank lain - bersih - - 9.317.853 43.738 451.950 - 9.813.541
Tagihan akseptasi - bersih 943.296 1.142.126 - - - 7.409.208 9.494.630
Wesel tagih - bersih - - 8.223.200 3.601.895 - - 11.825.095
Efek-efek yang dibeli
dengan janji
dijual kembali - bersih - - 5.077.533 207.980 - - 5.285.513
Kredit yang diberikan
- bersih 656.510.614 32.837.399 6.023.764 20.453.597 224.655.826 - 940.481.200
Piutang pembiayaan
konsumen - bersih - - 921.566 3.283.174 4.749.247 - 8.953.987
Piutang sewa
pembiayaan - bersih - - 1.413 2.113 4.479 - 8.005
Aset dari transaksi syariah -
piutang murabahah - bersih - - 1.514.513 739.348 - - 2.253.861
Efek-efek untuk tujuan
investasi - bersih 17.202.927 - 8.846.073 132.592.763 250.172.591 606.646 409.421.000
Aset lain-lain - - 220.575 999 - 14.090.498 14.312.072
Jumlah 714.991.940 33.979.525 40.146.490 160.925.607 480.034.093 34.871.165 1.464.948.820
Page 118
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/104
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
d. Manajemen risiko pasar (lanjutan)
ii. Risiko tingkat suku bunga (lanjutan)
Risiko Suku Bunga dalam Trading Book (lanjutan)
Tabel di bawah ini merangkum aset dan liabilitas keuangan Grup (tidak diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi) pada nilai tercatat, yang dikelompokkan menurut mana yang lebih
awal antara tanggal re-pricing atau tanggal jatuh tempo kontraktual: (lanjutan)
2025 (lanjutan)
Suku bunga mengambang Suku bunga tetap Tidak
Hingga > 3 bulan - Hingga > 3 bulan - Lebih dari dikenakan
3 bulan 1 tahun 3 bulan 1 tahun 1 tahun bunga Jumlah
Liabilitas keuangan
Simpanan dari nasabah (1.039.130.070) - (190.183.523) (4.485.488) - - (1.233.799.081)
Dana simpanan syariah - - - - - (4.727.157) (4.727.157)
Simpanan dari bank-bank
lain (3.445.220) - (520.857) - - - (3.966.077)
Utang akseptasi - - - - - (4.733.862) (4.733.862)
Pinjaman yang diterima - - (2.047.436) - - - (2.047.436)
Estimasi kerugian komitmen
dan kontinjensi - - - - - (2.866.909) (2.866.909)
Beban yang masih harus
dibayar dan Liabilitas
lain lain - - - (20.258) (4.940) (3.786.109) (3.811.307)
Obligasi subordinasi - - - - (65.000) - (65.000)
Jumlah (1.042.575.290) - (192.751.816) (4.505.746) (69.940) (16.114.037) (1.256.016.289)
Gap re-pricing suku bunga (327.583.350) 33.979.525 (152.605.326) 156.419.861 479.964.153 18.757.128 208.931.991
2024
Suku bunga mengambang Suku bunga tetap Tidak
Hingga > 3 bulan - Hingga > 3 bulan - Lebih dari dikenakan
3 bulan 1 tahun 3 bulan 1 tahun 1 tahun bunga Jumlah
Aset keuangan
Giro pada Bank Indonesia 27.698.665 - - - - 8.709.477 36.408.142
Giro pada bank-bank lain -
bersih 4.097.199 - - - - - 4.097.199
Penempatan pada
Bank Indonesia dan
bank-bank lain - bersih - - 15.666.963 47.921 - - 15.714.884
Tagihan akseptasi - bersih 1.955.788 806.752 - - - 6.858.507 9.621.047
Wesel tagih - bersih - - 7.277.349 1.614.420 - - 8.891.769
Efek-efek yang dibeli
dengan janji
dijual kembali - bersih - - 1.419.546 30.016 - - 1.449.562
Kredit yang diberikan
- bersih 576.467.962 25.747.716 4.157.149 18.869.541 243.443.842 - 868.686.210
Piutang pembiayaan
konsumen - bersih - - 1.128.167 3.396.858 4.910.539 - 9.435.564
Piutang sewa
pembiayaan - bersih - - 12.234 21.776 17.032 - 51.042
Aset dari transaksi syariah -
piutang murabahah - bersih - - 1.296.757 628.127 - - 1.924.884
Efek-efek untuk tujuan
investasi - bersih 14.372.963 - 13.387.463 121.488.798 221.362.242 540.491 371.151.957
Aset lain-lain - - 150.653 152.646 - 13.412.678 13.715.977
Jumlah 624.592.577 26.554.468 44.496.281 146.250.103 469.733.655 29.521.153 1.341.148.237
Liabilitas keuangan
Simpanan dari nasabah (919.057.475) - (197.232.396) (4.323.796) - - (1.120.613.667)
Dana simpanan syariah - - - - - (3.511.679) (3.511.679)
Simpanan dari bank-bank
lain (3.610.441) - (45.857) - - - (3.656.298)
Utang akseptasi - - - - - (4.651.955) (4.651.955)
Efek-efek yang dijual
dengan janji
dibeli kembali - - (1.330.996) - - - (1.330.996)
Pinjaman yang diterima - - (1.946.182) - (296.334) - (2.242.516)
Estimasi kerugian komitmen
dan kontinjensi - - - - - (2.975.187) (2.975.187)
Beban yang masih harus
dibayar dan Liabilitas
lain lain - - - - - (3.303.470) (3.303.470)
Obligasi subordinasi - - - - (500.000) - (500.000)
Jumlah (922.667.916) - (200.555.431) (4.323.796) (796.334) (14.442.291) (1.142.785.768)
Gap re-pricing suku bunga (298.075.339) 26.554.468 (156.059.150) 141.926.307 468.937.321 15.078.862 198.362.469
Page 119
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/105
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
d. Manajemen risiko pasar (lanjutan)
ii. Risiko tingkat suku bunga (lanjutan)
Risiko Suku Bunga dalam Trading Book (lanjutan)
Reformasi mendasar atas acuan suku bunga utama sedang dilakukan secara global,
termasuk penggantian beberapa Interbank Offered Rates (“IBORs”) dengan suku bunga
alternatif (disebut sebagai 'reformasi IBOR'). Di Indonesia reformasi suku bunga JIBOR
sedang dilakukan penggantian dengan suku bunga alternatif yang ditetapkan adalah
Indonesia Overnight Index Average (“IndONIA”). Bank tidak memiliki eksposur transaksi
derivatif yang menggunakan JIBOR sebagai referensi.
Bank telah melakukan persiapan sistem, prosedur, valuasi, dan pengukuran risiko pasar
untuk mengakomodasi transaksi baru yang menggunakan IndONIA.
Risiko utama yang dihadapi Grup sebagai akibat dari reformasi IBOR adalah operasional.
Misalnya, renegosiasi kontrak pinjaman melalui negosiasi bilateral dengan nasabah,
pembaruan ketentuan kontrak, pembaruan sistem yang menggunakan kurva IBOR dan
revisi pengendalian operasional terkait reformasi. Penggunaan rate convention yang akan
digunakan akan mempertimbangkan karakteristik dari produk baik aset derivatif maupun
non-derivatif serta melihat masukan dan rekomendasi dari perwakilan asosiasi keuangan
maupun working group yang berlaku, untuk dapat memberikan harga yang akurat serta
memitigasi risiko yang timbul akibat adanya risiko suku bunga.
e. Manajemen risiko operasional dan konsolidasian
Informasi tambahan ini disyaratkan oleh regulasi yang berlaku dan bukan merupakan
informasi yang dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Informasi
tambahan ini merupakan bagian dari Catatan 49 laporan keuangan konsolidasian:
i. Manajemen risiko operasional
Dalam rangka mengendalikan risiko operasional, Bank melakukan pengelolaan terhadap
tiga aspek utama, yaitu People, Process, dan Technology. Pada aspek People, Bank
melakukan peningkatan awareness dan pengembangan kompetensi SDM terkait risiko.
Pada aspek Process, Bank menetapkan kebijakan dan prosedur manajemen risiko
operasional yang berlaku untuk operasional Bank, termasuk penetapan limit. Pada aspek
Technology, Bank menerapkan tata kelola, pengamanan informasi, dan manajemen risiko
teknologi informasi termasuk keamanan siber untuk memitigasi risiko yang timbul dari
pemanfaatan TI. Pengelolaan risiko operasional senantiasa direviu secara berkala dan
juga diselaraskan dengan ketentuan regulator.
Bank memiliki infrastruktur untuk mendukung penerapan manajemen risiko operasional,
yaitu aplikasi Operational Risk Management Information System (“ORMIS”), yang terdiri
dari Risk and Control Self Assessment (“RCSA”), Loss Event Database (“LED”) dan Key
Risk Indicator (“KRI”). Aplikasi ini berbasis web yang dapat digunakan oleh seluruh unit
kerja dalam mengelola risiko operasional. Bank senantiasa melakukan pengembangan
pada aplikasi ORMIS agar pelaksanaan manajemen risiko operasional lebih efektif dan
efisien serta sesuai dengan aktivitas operasional Bank terkini. Bank juga melakukan
proses risk assessment dalam pengembangan produk ataupun aktivitas yang akan
dijalankan oleh Bank.
Business Continuity Management (“BCM”)
Bank menerapkan Business Continuity Management (BCM) untuk memitigasi dampak
gangguan atau kegagalan akibat teknologi, bencana alam, maupun bencana lainnya
terhadap kegiatan operasional bisnis Bank. Pelaksanaan BCM didukung oleh Kebijakan
Manajemen Kelangsungan Bisnis (KMKB) dan Business Continuity Plan (BCP) yang
Page 120
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/106
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
e. Manajemen risiko operasional dan konsolidasian
Informasi tambahan ini disyaratkan oleh regulasi yang berlaku dan bukan merupakan
informasi yang dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Informasi
tambahan ini merupakan bagian dari Catatan 49 laporan keuangan konsolidasian: (lanjutan)
i. Manajemen risiko operasional (lanjutan)
Business Continuity Management (“BCM”) (lanjutan)
mencakup crisis management plan dan crisis communication, sosialisasi Business
Continuity awareness dan pengujian BCP secara berkala, serta ketersediaan Disaster
Recovery Center yang terhubung dengan dua Data Center utama, Secondary Work Place,
serta Command and Crisis Center.
Manajemen risiko terkait Keamanan Siber dan Pelindungan Data Pribadi (PDP)
Seiring pesatnya perkembangan Teknologi Informasi, Bank melakukan transformasi digital
untuk meningkatkan efisiensi operasional serta kualitas layanan kepada nasabah. Di sisi
lain, pemanfaatan TI juga meningkatkan risiko terkait teknologi, termasuk risiko gangguan
sistem, serangan siber, kebocoran data, dan social engineering. Untuk memitigasi risiko
tersebut, Bank menerapkan manajemen risiko TI dan keamanan siber yang didukung oleh
struktur organisasi yang mengacu pada ketentuan regulator. Bank mengidentifikasi,
mengukur, dan memantau risiko serta menerapkan kontrol guna memastikan kecukupan
penerapan manajemen risiko keamanan siber, seperti:
1. Bank memiliki kebijakan dan prosedur manajemen risiko keamanan siber dan
pengamanan informasi serta melakukan penilaian maturitas digital dan risiko
keamanan siber secara berkala.
2. Bank mengimplementasikan sistem/teknologi untuk memantau, mendeteksi, dan
memitigasi gangguan sistem / keamanan informasi siber serta memiliki Security
Monitoring Center (SMC) yang beroperasi 24/7 untuk memantau dan merespon
potensi gangguan tersebut.
3. Bank melakukan sosialisasi dan edukasi untuk mengembangkan budaya kesadaran
terhadap keamanan siber kepada seluruh karyawan, maupun kepada nasabah dan
pihak ketiga secara berkelanjutan dengan materi yang relevan.
Sehubungan dengan ketentuan PDP, serta penyediaan layanan digital yang
menyebabkan adanya kebutuhan atas pemrosesan data pribadi nasabah, Bank
menerapkan:
1. Kebijakan dan prosedur PDP yang mencakup penggunaan teknologi, pembaruan
sistem secara berkala
2. Pelatihan maupun awareness kepada karyawan
3. Evaluasi untuk memastikan bahwa langkah-langkah yang dilakukan sesuai dengan
perkembangan regulasi dan kebutuhan nasabah
4. Bank memiliki unit yang mengoordinasikan pemenuhan UU PDP serta menunjuk
DPO (Data Protection Officer) sesuai dengan ketentuan regulator
Page 121
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/107
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
e. Manajemen risiko operasional dan konsolidasian
Informasi tambahan ini disyaratkan oleh regulasi yang berlaku dan bukan merupakan
informasi yang dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Informasi
tambahan ini merupakan bagian dari Catatan 49 laporan keuangan konsolidasian: (lanjutan)
ii. Manajemen risiko konsolidasian
Bank menerapkan manajemen risiko secara konsolidasi dan terintegrasi sesuai dengan:
• POJK No. 38/POJK.03/2017 tanggal 12 Juli 2017 tentang Penerapan Manajemen
Risiko Secara Konsolidasi bagi Bank yang Melakukan Pengendalian Terhadap
Perusahaan Anak.
• POJK No. 17/POJK.03/2014 tanggal 18 November 2014 tentang Penerapan
Manajemen Risiko Terintegrasi Bagi Konglomerasi Keuangan.
Penerapan manajemen risiko tersebut mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan,
yang mencakup:
• Pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi;
• Kecukupan kebijakan prosedur dan penetapan limit;
• Kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko,
serta sistem informasi manajemen risiko; dan
• Sistem pengendalian internal yang menyeluruh.
Sesuai konsep penerapan manajemen risiko terintegrasi, pelaksanaan tugas dan
tanggung jawab manajemen risiko terintegrasi merupakan salah satu fungsi dari Risk
Management Division yang berkoordinasi dengan satuan pelaksana fungsi Manajemen
Risiko pada masing-masing Lembaga Jasa Keuangan ("LJK") - Entitas Anak dalam
konglomerasi keuangan.
Entitas Anak juga menerapkan manajemen risiko sesuai ketentuan regulator dan telah
sejalan dengan penerapan manajemen risiko di Entitas Utama.
Dalam penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi, Bank sebagai Entitas Utama telah:
1. Memiliki Direktur yang membawahkan fungsi Manajemen Risiko Terintegrasi;
2. Membentuk Integrated Risk Management Committee;
3. Menyesuaikan struktur organisasi Risk Management Division yang mencakup fungsi
manajemen risiko terintegrasi;
4. Menyusun Kebijakan Dasar Manajemen Risiko Terintegrasi ("KDMRT") dan
beberapa kebijakan lainnya terkait dengan penerapan Manajemen Risiko
Terintegrasi;
5. Menyampaikan kepada OJK:
a. Laporan mengenai Entitas Utama dan LJK yang menjadi Anggota Konglomerasi
Keuangan;
b. Laporan Profil Risiko Terintegrasi;
c. Laporan Kecukupan Permodalan Terintegrasi;
d. Laporan mengenai Perubahan Anggota Konglomerasi Keuangan.
6. Mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Risiko Terintegrasi yang digunakan
untuk mendukung pelaksanaan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan
pengendalian risiko.
Page 122
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/108
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
41. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
e. Manajemen risiko operasional dan konsolidasian
Informasi tambahan ini disyaratkan oleh regulasi yang berlaku dan bukan merupakan
informasi yang dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Informasi
tambahan ini merupakan bagian dari Catatan 49 laporan keuangan konsolidasian: (lanjutan)
ii. Manajemen risiko konsolidasian (lanjutan)
Selain itu konglomerasi keuangan telah melakukan stress test terintegrasi untuk
memastikan bahwa permodalan dan likuiditas pada level tiap entitas maupun secara
terintegrasi masih memadai dalam menghadapi skenario kondisi yang terburuk (stress).
42. JATUH TEMPO ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN
Tabel berikut menggambarkan profil perbedaan jatuh tempo atas aset dan kewajiban keuangan
Grup berdasarkan sisa periode sampai dengan tanggal jatuh tempo kontraktual pada tanggal 31
Desember 2025 dan 2024:
2025
Tidak
mempunyai
Hingga > 3 bulan - Lebih dari tanggal jatuh
1 bulan > 1 - 3 bulan 1 tahun > 1 - 5 tahun 5 tahun tempo Jumlah
Aset keuangan
Kas - - - - - 25.305.031 25.305.031
Giro pada Bank Indonesia - - - - - 47.768.278 47.768.278
Giro pada bank-bank lain - bersih 5.331.638 - - - - - 5.331.638
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank-bank lain - bersih 9.040.586 277.370 43.738 451.847 - - 9.813.541
Aset keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi 2.898.848 2.059.015 27.551.188 842.214 1.877.897 91.797 35.320.959
Tagihan akseptasi - bersih 2.645.794 3.529.458 3.139.857 179.521 - - 9.494.630
Wesel tagih – bersih 2.518.692 5.887.133 3.419.270 - - - 11.825.095
Efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali – bersih 1.419.175 3.658.357 207.981 - - - 5.285.513
Kredit yang diberikan 57.393.520 80.163.792 227.970.594 291.542.414 313.162.914 - 970.233.234
Dikurangi:
Cadangan kerugian penurunan nilai (29.752.034)
Piutang pembiayaan konsumen – bersih 72.104 136.847 781.795 7.875.061 88.180 - 8.953.987
Piutang sewa pembiayaan – bersih 132 1.157 6.431 285 - - 8.005
Aset dari transaksi syariah - piutang
murabahah - bersih 766.281 748.232 739.348 - - - 2.253.861
Efek-efek untuk tujuan investasi – bersih 6.321.372 3.573.868 132.550.525 203.338.412 63.030.177 606.646 409.421.000
Aset lain-lain – bersih 4.399.849 415.414 1.494.916 4.889.038 2.449.821 663.034 14.312.072
92.807.991 100.450.643 397.905.643 509.118.792 380.608.989 74.434.786 1.525.574.810
Liabilitas keuangan
Simpanan dari nasabah (1.197.567.071) (31.930.057) (4.301.953) - - - (1.233.799.081)
Dana simpanan syariah (4.727.157) - - - - - (4.727.157)
Simpanan dari bank-bank lain (3.963.945) (2.132) - - - - (3.966.077)
Liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi (53.224) (25.170) (18.432) (580) - - (97.406)
Utang akseptasi (1.854.589) (1.937.405) (773.776) (168.092) - - (4.733.862)
Pinjaman yang diterima (1.397.436) (650.000) - - - - (2.047.436)
Estimasi kerugian komitmen dan
kontinjensi (233.752) (510.706) (1.519.858) (560.896) (41.697) - (2.866.909)
Beban yang masih harus dibayar dan
liabilitas lain-lain (3.514.361) (9.256) (30.687) (207.313) (49.690) - (3.811.307)
Obligasi subordinasi - - - (65.000) - - (65.000)
(1.213.311.535) (35.064.726) (6.644.706) (1.001.881) (91.387) - (1.256.114.235)
Posisi bersih (1.120.503.544) 65.385.917 391.260.937 508.116.911 380.517.602 74.434.786 269.460.575
Page 123
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/109
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
42. JATUH TEMPO ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN (lanjutan)
Tabel berikut menggambarkan profil perbedaan jatuh tempo atas aset dan kewajiban keuangan
Grup berdasarkan sisa periode sampai dengan tanggal jatuh tempo kontraktual pada tanggal 31
Desember 2025 dan 2024: (lanjutan)
2024
Tidak
mempunyai
Hingga > 3 bulan - Lebih dari tanggal jatuh
1 bulan > 1 - 3 bulan 1 tahun > 1 - 5 tahun 5 tahun tempo Jumlah
Aset keuangan
Kas - - - - - 29.315.878 29.315.878
Giro pada Bank Indonesia - - - - - 36.408.142 36.408.142
Giro pada bank-bank lain - bersih 4.097.199 - - - - - 4.097.199
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank-bank lain - bersih 15.516.794 150.169 47.921 - - - 15.714.884
Aset keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi 739.047 277.077 18.003.066 864.695 1.613.660 27.072 21.524.617
Tagihan akseptasi - bersih 3.108.244 3.461.596 3.039.495 11.712 - - 9.621.047
Wesel tagih – bersih 2.915.617 4.363.069 1.613.083 - - - 8.891.769
Efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali – bersih 1.368.661 51.834 29.067 - - - 1.449.562
Kredit yang diberikan 43.784.733 65.293.004 212.886.628 289.307.914 290.038.574 - 901.310.853
Dikurangi:
Cadangan kerugian penurunan nilai (33.308.875)
Piutang pembiayaan konsumen – bersih 152.256 516.518 1.007.550 7.516.496 242.744 - 9.435.564
Piutang sewa pembiayaan – bersih 903 1.044 20.753 28.342 - - 51.042
Aset dari transaksi syariah - piutang
murabahah - bersih 512.710 784.048 628.126 - - - 1.924.884
Efek-efek untuk tujuan investasi – bersih 11.553.498 3.716.110 121.794.187 204.087.279 29.460.391 540.492 371.151.957
Aset lain-lain – bersih 4.641.823 379.403 1.257.897 5.202.181 1.799.609 435.064 13.715.977
88.391.485 78.993.872 360.327.773 507.018.619 323.154.978 66.726.648 1.391.304.500
Liabilitas keuangan
Simpanan dari nasabah (1.073.347.050) (42.976.722) (4.289.895) - - - (1.120.613.667)
Dana simpanan syariah (3.511.679) - - - - - (3.511.679)
Simpanan dari bank-bank lain (3.621.166) (35.132) - - - - (3.656.298)
Liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi (176.640) (68.348) (12.625) - - - (257.613)
Efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali (1.330.996) - - - - - (1.330.996)
Utang akseptasi (1.953.035) (1.784.655) (902.423) (11.842) - - (4.651.955)
Pinjaman yang diterima (296.182) - (1.650.000) (296.334) - - (2.242.516)
Estimasi kerugian komitmen dan
kontinjensi (250.713) (534.449) (1.497.920) (636.589) (55.516) - (2.975.187)
Beban yang masih harus dibayar dan
liabilitas lain-lain (2.966.364) (23.549) (34.526) (232.750) (46.281) - (3.303.470)
Obligasi subordinasi - - (435.000) - (65.000) - (500.000)
(1.087.453.825) (45.422.855) (8.822.389) (1.177.515) (166.797) - (1.143.043.381)
Posisi bersih (999.062.340) 33.571.017 351.505.384 505.841.104 322.988.181 66.726.648 248.261.119
43. MANAJEMEN MODAL
Tujuan utama dari kebijakan Bank atas kebijakan pengelolaan modal adalah untuk memastikan
bahwa Bank memiliki modal yang kuat untuk mendukung strategi pengembangan ekspansi usaha
Bank saat ini dan mempertahankan kelangsungan pengembangan di masa mendatang, dan untuk
memenuhi ketentuan kecukupan permodalan yang ditetapkan oleh regulator serta memastikan
agar struktur permodalan Bank telah efisien.
Bank menyusun Rencana Permodalan berdasarkan penilaian dan penelaahan atas kebutuhan
kecukupan permodalan yang dipersyaratkan dan mengombinasikan dengan tinjauan
perkembangan ekonomi terkini dan hasil dari metode stress testing. Bank senantiasa akan
menghubungkan tujuan keuangan dan kecukupan modal terhadap risiko melalui proses
perencanaan modal dan stress testing, begitu pula dengan bisnis yang didasarkan pada
permodalan dan persyaratan likuiditas Bank.
Kebutuhan permodalan Bank juga direncanakan dan didiskusikan secara rutin yang didukung
dengan data-data analisis.
Rencana Permodalan disusun oleh Direksi sebagai bagian dari Rencana Bisnis Bank (“RBB”) dan
disetujui oleh Dewan Komisaris. Perencanaan ini diharapkan akan memastikan tersedianya modal
yang cukup dan terciptanya struktur permodalan yang optimal.
Page 124
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/110
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
43. MANAJEMEN MODAL (lanjutan)
Berdasarkan PBI No. 8/6/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 dan Surat Edaran Bank Indonesia
No. 8/27/DPNP tanggal 27 November 2006, Bank wajib memenuhi ketentuan Kewajiban
Penyediaan Modal Minimum (“KPMM”) untuk bank secara individual maupun secara
konsolidasian. Perhitungan rasio KPMM secara konsolidasian dilakukan dengan menghitung
modal dan Aset Tertimbang Menurut Risiko (“ATMR”) dari laporan keuangan konsolidasian
sebagaimana diatur dalam ketentuan Bank Indonesia yang berlaku.
Surat Edaran Bank Indonesia No. 11/3/DPNP tanggal 27 Januari 2009 mewajibkan bank-bank di
Indonesia dengan kualifikasi tertentu untuk memperhitungkan risiko operasional (operational risk)
dalam perhitungan rasio KPMM.
Bank wajib menyediakan modal minimum sesuai profil risiko pada tanggal 31 Desember 2025 dan
2024 sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 27 Tahun 2022 tanggal 26 Desember
2022 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 11/POJK.03/2016
tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 34/POJK.03/2016 tanggal 22 September 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan No. 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank
Umum, dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 11/POJK.03/2016 tanggal 29 Januari 2016
tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum.
Bank menghitung kebutuhan modal berdasarkan POJK yang berlaku, di mana modal yang
diwajibkan regulator terdiri atas dua Tier :
• Modal Inti (Tier 1), antara lain:
1. Modal Inti Utama (CET 1) meliputi modal disetor (setelah dikurangi saham tresuri),
cadangan tambahan modal, kepentingan non-pengendali yang dapat diperhitungkan, dan
faktor pengurang Modal Inti Utama.
2. Modal Inti Tambahan.
• Modal Pelengkap (Tier 2), antara lain meliputi instrumen modal dalam bentuk saham atau
lainnya yang memenuhi persyaratan, agio atau disagio yang berasal dari penerbitan instrumen
modal pelengkap, cadangan umum aset produktif (Penyisihan Penghapusan Aktiva) yang
wajib dibentuk (maksimal 1,25% ATMR Risiko Kredit), dan faktor pengurang modal Tier 2.
Informasi mengenai Rasio KPMM pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 diungkapkan pada
Catatan 49.
44. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
Perubahan kepentingan non-pengendali atas kekayaan bersih Entitas Anak adalah sebagai
berikut:
2025 2024
Saldo, awal tahun 194.466 181.337
Bagian kepentingan non-pengendali atas laba bersih
Entitas Anak selama tahun berjalan 25.806 14.969
Kenaikan (penurunan) kepentingan non-pengendali dari
penghasilan komprehensif lain Entitas Anak selama
tahun berjalan 10.924 (1.840)
Komponen Ekuitas Lainnya (10.119) -
Saldo akhir 221.077 194.466
Page 125
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/111
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
45. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI
Pihak berelasi Sifat dari hubungan Sifat dari transaksi
PT Dwimuria Investama Andalan Pemegang saham Simpanan nasabah
Dana Pensiun BCA Dana pensiun pemberi kerja Iuran dana pensiun, simpanan
nasabah
Dwi Cermat Pte. Ltd Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
Konsorsium Iforte HTS Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Abadi Tambah Mulia Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
Internasional akhir yang sama nasabah
PT Adiwisesa Mandiri Building Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
Product Indonesia akhir yang sama nasabah
PT Agregasi Cermat Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Agro Sinarjaya Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Akar Inti Data Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Akar Inti Investama Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Akar Inti Solusi Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, garansi yang
diberikan
PT Akar Inti Teknologi Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah, garansi yang
akhir yang sama diberikan
PT Alpha Merah Kreasi Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Altius Bahari Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Alto Halodigital International Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Alto Network Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, garansi yang
diberikan
PT Aman Cermat Cepat Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Andil Bangunsekawan Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Aneka Bumi Cipta Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Angkasa Komunikasi Global Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah, garansi yang
Utama akhir yang sama diberikan
PT Ardijaya Karya Appliances Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
Product Manufacturing akhir yang sama
PT Arta Karya Adhiguna Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Artha Dana Teknologi Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Artha Investa Teknologi Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Artha Mandiri Investama Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
Page 126
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/112
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
45. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
Pihak berelasi Sifat dari hubungan Sifat dari transaksi
PT Astama Loka Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Bach Multi Global Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Bahtera Maju Selaras Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Bangun Loka Indah Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Bangun Media Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, letter of credit
PT Bangun Mustika Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
Pratama akhir yang sama
PT Berjaya Agung Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Bhumi Mahardika Jaya Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Bit Teknologi Nusantara Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Broadband Wahana Asia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Bukit Muria Jaya Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Bukit Muria Jaya Estate Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Bumi Aman Sejahtera Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Bumi Raya Sakti Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Caturguwiratna Sumapala Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Cermati Pialang Asuransi Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Cipta Karya Bumi Indah Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Ciptakreasi Buana Persada Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Citra Teknologi Pintar Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Darta Media Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Dasakreasi Anekacipta Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Dekoruma Inovasi Lestari Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Dekoruma Niaga Sejahtera Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, garansi yang
diberikan
PT Digital Data Teknologi Terdepan Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Digital Mebelindo Cemerlang Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Digital Otomotif Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Djarum Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
Page 127
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/113
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
45. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
Pihak berelasi Sifat dari hubungan Sifat dari transaksi
PT Djelas Tandatangan Bersama Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Dwi Cermat Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Dwi Putri Selaras Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Dynamo Media Network Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Ecogreen Oleochemicals Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, garansi yang
diberikan, letter of credit
PT Energi Batu Hitam Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, garansi yang
diberikan, letter of credit
PT Eragraha Pirantimegah Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Fajar Surya Perkasa Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Farindo Investama Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Fira Makmur Sejahtera Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Futami Food & Beverages Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah, garansi yang
akhir yang sama diberikan
PT Gajah Merah Terbang Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT General Buditekindo Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Global Astha Niaga Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Global Dairi Alami Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Global Danapati Niaga Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Global Digital Niaga Tbk Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah, garansi yang
akhir yang sama diberikan, letter of credit
PT Global Digital Prima Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Global Digital Ritelindo Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Global Distribusi Nusantara Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Global Distribusi Vitara Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Global Distribusi Paket Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Global Distribusi Pusaka Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah, garansi yang
akhir yang sama diberikan
PT Global Harapan Nawasena Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Global Indonesia Komunikatama Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
Page 128
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/114
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
45. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
Pihak berelasi Sifat dari hubungan Sifat dari transaksi
PT Global Infrastruktur Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Global Inti Nawasena Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Global Investama Andalan Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Global Kassa Sejahtera Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Global Media Visual Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Global Natura Produk Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Global Poin Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Global Teknologi Niaga Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Global Telekomunikasi Prima Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Global Tiket Network Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, garansi yang
diberikan
PT Global Visi Media Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Global Visitama Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Globalnet Aplikasi Indotravel Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Globalnet Sejahtera Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Gonusa Prima Distribusi Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, garansi yang
diberikan
PT Graha Padma Internusa Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Grand Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, garansi yang
diberikan, transaksi sewa
kantor
PT Grand Teknologi Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Griya Karya Mandiri Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Griya Miesejati Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Griya Muria Kencana Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Halmahera Jaya Feronikel Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Hartono Istana Teknologi Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, letter of credit
PT Hartono Plantation Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Harum Lumbung Bersama Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
Page 129
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/115
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
45. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
Pihak berelasi Sifat dari hubungan Sifat dari transaksi
PT Hidup Bermakna Selamanya Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Iforte Energi Nusantara Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Iforte Gilang Pertiwi Utama Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Iforte Global Internet Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Iforte Payment Infrastructure Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Iforte Solusi Infotek Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Indah Bumi Lestari Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Indo Paramita Sarana Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Indodana Multi Finance Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Intershop Prima Center Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Inti Bangun Sejahtera Tbk Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Istana Kencana Mulia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Jasa Semesta Utama Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Kalimusada Motor Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Kartika Sanur Cemerlang Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Karya Muria Cemerlang Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Kencana Muria Jaya Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Komet Infra Nusantara Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Kudos Istana Furniture Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Kumparan Kencana Electrindo Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Kurio Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Legal Tekno Digital Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Legian Paradise Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Lingkarmulia Indah Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Lintas Cipta Media Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Lunar Inovasi Teknologi Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Mandala Pusaka Nusantara Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
Page 130
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/116
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
45. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
Pihak berelasi Sifat dari hubungan Sifat dari transaksi
PT Marga Sadhya Swasti Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Margo Hotel Development Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Margo Property Development Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Mars Multi Mandiri Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Media Digital Historia Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Merah Cipta Media Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Merah Putih Colony Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Mitra Media Integrasi Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Momentum Global Pratama Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Muria Manis Nusantara Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Muria Mekar Indah Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Muria Sumba Manis Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Muriafood Sapta Jaya Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Narasi Akal Jenaka Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Narasi Citra Sahwahita Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Natura Perisa Aroma Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Nava Samudra Ambara Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Nova Digital Perkasa Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Orbit Abadi Sakti Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Peniti Sungai Purun Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Pindaruma Casa Sentosa Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Pradipta Mustika Cipta Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Pratama Nusantara Sakti Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Prema Gandharva Asia Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
Page 131
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/117
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
45. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
Pihak berelasi Sifat dari hubungan Sifat dari transaksi
PT Prima Top Boga Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, garansi yang
diberikan
PT Profesional Telekomunikasi Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
Indonesia akhir yang sama nasabah
PT Promedia Punggawa Satu Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Promoland Indowisata Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, garansi yang
diberikan
PT Prosa Solusi Cerdas Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Puri Bumi Lestari Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Puri Dibya Property Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Puri Padma Management Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Puri Zuqni Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Quattro International Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Raharja Dipta Lestari Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Rajawali Inti Selular Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Remala Abadi Tbk Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Resinda Prima Entertama Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Sapta Adhikari Investama Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Sarana Kencana Mulya Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah, letter of
akhir yang sama credit
PT Sarana Menara Nusantara Tbk Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Sasana Cipta Mulia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Savoria Adi Rasa Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Savoria Kreasi Rasa Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah, garansi
akhir yang sama yang diberikan, letter of credit
PT Semesta Cipta Internasional Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah, garansi yang
akhir yang sama diberikan
PT Semesta Industri Pratama Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Seminyak Mas Propertindo Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Sentral Investama Andalan Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Sewu Nayaga Tembaya Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Sinergi Bumi Cipta Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
Page 132
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/118
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
45. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
Pihak berelasi Sifat dari hubungan Sifat dari transaksi
PT Solusi Ruma Sentosa Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Solusi Tunas Pratama Tbk Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Subang Artha Sejahtera Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Subang Sarana Investasi Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Subang Sejahtera Indonesia Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Sumber Kopi Prima Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Supra Boga Lestari Tbk Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Supra Kreatif Mandiri Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Supra Mas Mandiri Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Surya Centra Industri Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Surya Energi Parahita Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah, garansi yang
diberikan
PT Surya Siti Indotama Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Surya Subang Smartpolitan Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Suryacipta Swadaya Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Suryacipta Swadaya Infrastruktur Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Timur Persada Lestari Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Tira Timur Lestari Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Tricipta Mandhala Gumilang Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Trigana Putra Mandiri Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Tunas Nusantara Persada Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
PT Varnion Technology Semesta Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
PT Verve Persona Estetika Dimiliki oleh pemegang saham Simpanan nasabah
akhir yang sama
Page 133
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/119
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
45. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)
Pihak berelasi Sifat dari hubungan Sifat dari transaksi
PT Visinema Pictures Dimiliki oleh pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
akhir yang sama nasabah
Personil manajemen kunci Dewan Komisaris dan Direksi Kredit yang diberikan, simpanan
Bank nasabah, imbalan kerja
Perorangan pengendali Bank dan Pemegang saham Kredit yang diberikan, simpanan
anggota keluarga nasabah
Dalam menjalankan kegiatan normal usahanya, Bank melakukan transaksi-transaksi dengan
pihak berelasi karena hubungan kepemilikan dan/atau kepengurusan. Semua transaksi dengan
pihak-pihak berelasi telah dilakukan dengan kebijakan dan syarat yang telah disepakati bersama.
Perincian saldo dan transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi yang tidak dikonsolidasikan
pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, serta tahun yang berakhir pada tanggal tersebut
adalah sebagai berikut:
2025 2024
Persentase Persentase
dari jumlah dari jumlah
akun yang akun yang
Jumlah bersangkutan Jumlah bersangkutan
Kredit yang diberikan*) (Catatan 12) 11.485.252 1,18% 7.230.509 0,80%
Aset hak guna - bersih**) (Catatan 16) 230.160 0,81% 243.940 0,86%
Aset lain-lain***) (Catatan 18) 9.835 0,04% 9.511 0,04%
Simpanan dari nasabah (Catatan 19) 3.121.310 0,25% 3.235.633 0,29%
Fasilitas kredit kepada nasabah yang
belum digunakan (Catatan 27) 6.257.488 1,39% 3.941.255 0,96%
Fasilitas Letter of Credit yang
diberikan kepada nasabah (Catatan 27) 306.684 3,00% 811.681 8,07%
Bank garansi yang diterbitkan
kepada nasabah (Catatan 27) 322.047 1,10% 373.742 1,40%
Pendapatan bunga dan syariah (Catatan 28) 532.154 0,54% 487.674 0,51%
Beban bunga dan syariah (Catatan 29) 38.872 0,29% 42.367 0,34%
Iuran dana pensiun (Catatan 33) 310.369 79,44% 290.843 78,81%
Beban sewa (Catatan 34) 13.398 1,00% 13.398 1,17%
*)
Sebelum cadangan kerugian penurunan nilai.
**)
Merupakan aset hak guna kepada PT Grand Indonesia.
***)
Merupakan uang jaminan sewa kepada PT Grand Indonesia.
Kompensasi atas personil manajemen kunci Bank (Catatan 1e) adalah sebagai berikut:
2025 2024
Imbalan kerja jangka pendek (termasuk tantiem) 1.148.392 1.125.485
Imbalan kerja jangka panjang 42.593 40.680
Jumlah 1.190.985 1.166.165
Perjanjian sewa dengan PT Grand Indonesia
Pada tanggal 11 April 2006, Bank menandatangani perjanjian sewa-menyewa dengan
PT Grand Indonesia (pihak berelasi), di mana Bank menyewa secara jangka panjang dari
PT Grand Indonesia ruangan kantor seluruhnya seluas 28.166,88 m2 senilai USD 35.631.103,20
termasuk Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”), dengan hak opsi untuk juga menyewa secara jangka
panjang ruangan tambahan dengan luas 3.264,80 m2 senilai USD 4.129.972 termasuk
PPN. Transaksi sewa-menyewa tersebut telah mendapat persetujuan dari Direksi dan Pemegang
Saham melalui RUPSLB Bank pada tanggal 25 November 2005 (notulen dibuat oleh Notaris
Hendra Karyadi, S.H., dengan Akta No. 11). Perjanjian sewa-menyewa tersebut dimulai sejak
tanggal 1 Juli 2007 dan akan berakhir pada tanggal 30 September 2035.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, aset hak guna kepada PT Grand Indonesia adalah
masing-masing sebesar Rp 230.160 dan Rp 243.940, dari jumlah tersebut masing-masing sebesar
Rp 131.743 dan Rp 144.024 telah dibayarkan penuh. Kewajiban sewa pembiayaan kepada PT
Grand Indonesia yang tercatat pada 31 Desember 2025 dan 2024 adalah masing-masing sebesar
Rp 100.105 dan Rp 103.298.
Page 134
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/120
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
46. REKONSILIASI UTANG BERSIH
2025
Efek-efek
yang dijual
Efek-efek Pinjaman dengan janji
Obligasi utang yang yang dibeli
subordinasi diterbitkan diterima kembali
Utang bersih 31 Desember 2024 500.000 - 2.242.516 1.330.996
Arus kas:
Penerimaan pinjaman yang diterima - - 60.800.000 -
Pembayaran pinjaman yang diterima - - (60.995.080) -
Pembayaran efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali - - - (1.330.996)
Pembayaran obligasi subordinasi (435.000) - - -
Utang bersih 31 Desember 2025 65.000 - 2.047.436 -
2024
Efek-efek
yang dijual
Efek-efek Pinjaman dengan janji
Obligasi utang yang yang dibeli
subordinasi diterbitkan diterima kembali
Utang bersih 31 Desember 2023 500.000 - 1.629.626 1.054.780
Arus kas:
Penerimaan pinjaman yang diterima - - 73.287.728 -
Pembayaran pinjaman yang diterima - - (72.680.017) -
Penerimaan efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali - - - 559.231
Pembayaran efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali - - - (286.805)
Perubahan non kas:
Penyesuaian valuta asing - - 5.179 3.790
Utang bersih 31 Desember 2024 500.000 - 2.242.516 1.330.996
47. JAMINAN PEMERINTAH TERHADAP LIABILITAS PEMBAYARAN BANK UMUM
Berdasarkan Undang-Undang No. 24 tentang Lembaga Penjamin Simpanan (“LPS”) tanggal
22 September 2004, efektif sejak tanggal 22 September 2004, LPS dibentuk untuk menjamin
liabilitas tertentu bank-bank umum berdasarkan program penjaminan yang berlaku, yang besaran
nilai jaminannya dapat berubah jika memenuhi kriteria tertentu yang berlaku. Undang-undang
tersebut telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 3 tahun 2008,
yang mana telah ditetapkan menjadi Undang-undang sejak tanggal 13 Januari 2009 berdasarkan
Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 tahun 2009.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 66/2008 tanggal 13 Oktober 2008
mengenai besarnya nilai simpanan yang dijamin LPS, pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024,
jumlah simpanan yang dijamin LPS adalah simpanan sampai dengan Rp 2.000 untuk per nasabah
per bank.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Bank adalah peserta dari program penjaminan
tersebut.
Page 135
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/121
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
48. REKLASIFIKASI AKUN
Beberapa akun dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain untuk tahun yang
berakhir 31 Desember 2024, telah direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian akun di laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025:
31 Desember 2024
Sebelum Setelah
reklasifikasi Reklasifikasi reklasifikasi
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan Asuransi - 3.110.733 3.110.733
Beban Asuransi - (1.753.761) (1.753.761)
PENDAPATAN OPERASIONAL LAINNYA
Lain-lain 5.207.929 (3.110.733) 2.097.196
BEBAN OPERASIONAL LAINNYA
Lain-lain (3.735.854) 1.753.761 (1.982.093)
49. INFORMASI TAMBAHAN YANG TIDAK DIPERSYARATKAN OLEH STANDAR AKUNTANSI
KEUANGAN
Informasi tambahan ini disyaratkan oleh regulasi yang berlaku dan bukan merupakan informasi yang
dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Informasi tambahan ini merupakan
bagian dari Catatan 49 laporan keuangan konsolidasian:
a. Giro Wajib Minimum (“GWM”) dan Rasio Penyangga Likuiditas Makroprudensial (“PLM”)
Saldo giro pada Bank Indonesia disediakan untuk memenuhi persyaratan Giro Wajib Minimum
(“GWM”) dari Bank Indonesia. Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Rasio GWM Rupiah
dan Valuta asing serta Rasio Penyangga Likuiditas Makroprudensial (“PLM”) yang harus
dipenuhi Bank adalah sebagai berikut:
2025 2024
Rupiah
- GWM 4,60% 5,00%
(i) GWM secara harian 0,00% 0,00%
(ii) GWM secara rata-rata 9,00% 9,00%
(iii) Insentif pengurang GWM -4,40% -4,00%
- Giro RIM 1,00% 0,72%
- PLM 4,00% 5,00%
Valuta asing
- GWM 4,00% 4,00%
(i) GWM secara harian 2,00% 2,00%
(ii) GWM secara rata-rata 2,00% 2,00%
GWM adalah simpanan minimum yang wajib dipelihara oleh Bank dalam bentuk saldo
Rekening Giro pada Bank Indonesia. PLM adalah cadangan likuiditas minimum yang wajib
dipelihara oleh Bank berupa Sertifikat Bank Indonesia (“SBI”), Sertifikat Deposito Bank
Indonesia (“SDBI”), Surat Berharga Negara (“SBN”), Sekuritas Rupiah Bank Indonesia
(“SRBI”) yang besarnya ditetapkan oleh Bank Indonesia sebesar persentase tertentu dari
Dana Pihak Ketiga (“DPK”) Bank.
Page 136
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/122
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
49. INFORMASI TAMBAHAN YANG TIDAK DIPERSYARATKAN OLEH STANDAR AKUNTANSI
KEUANGAN (lanjutan)
Informasi tambahan ini disyaratkan oleh regulasi yang berlaku dan bukan merupakan informasi yang
dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Informasi tambahan ini merupakan
bagian dari Catatan 49 laporan keuangan konsolidasian: (lanjutan)
a. Giro Wajib Minimum (“GWM”) dan Rasio Penyangga Likuiditas Makroprudensial (“PLM”)
(lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Rasio GWM Rupiah dan Valuta asing serta Rasio
PLM yang telah dipenuhi Bank adalah sebagai berikut:
2025 2024
Rupiah
- GWM 4,62% 5,04%
(i) GWM secara harian 0,00% 0,00%
(ii) GWM secara rata-rata 4,62% 5,04%
- Giro RIM 1,00% 0,72%
- PLM 33,54% 30,56%
Valuta asing
- GWM 4,27% 4,22%
(i) GWM secara harian 2,00% 2,00%
(ii) GWM secara rata-rata 2,27% 2,22%
b. Batas Maksimum Pemberian Kredit (“BMPK”)
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Bank secara individu maupun konsolidasian telah
memenuhi Batas Maksimum Pemberian Kredit (“BMPK”), baik untuk pihak berelasi maupun pihak
ketiga.
c. Rasio Kredit Usaha Kecil terhadap Jumlah Kredit
Rasio kredit usaha kecil terhadap jumlah kredit yang diberikan Bank pada tanggal
31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing sebesar 6,61% dan 6,24%.
d. Kredit yang diberikan
Non-Performing Loan
Kredit non-performing Bank (diklasifikasikan sebagai kurang lancar, diragukan, dan macet)
pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp 15.965.436 dan
Rp 15.498.016.
Pada tanggal 31 Desember 2025, rasio non-performing loan (“NPL”) bruto dan rasio NPL neto
Bank masing-masing sebesar 1,71% dan 0,67% (2024: 1,78% dan 0,59%) yang dihitung sesuai
dengan POJK yang berlaku.
Page 137
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/123
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
49. INFORMASI TAMBAHAN YANG TIDAK DIPERSYARATKAN OLEH STANDAR AKUNTANSI
KEUANGAN (lanjutan)
Informasi tambahan ini disyaratkan oleh regulasi yang berlaku dan bukan merupakan informasi yang
dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Informasi tambahan ini merupakan
bagian dari Catatan 49 laporan keuangan konsolidasian: (lanjutan)
e. Aset Dan Liabilitas Moneter Dalam Valuta Asing
Saldo aset dan liabilitas moneter dalam valuta asing adalah sebagai berikut:
2025
Jumlah setara
USD JPY AUD SGD CNH Lain-lain*) Rupiah
Aset moneter
Kas 27.888 363.698 12.616 10.697 3.125 11.615 984.277
Giro pada Bank Indonesia 226.490 - - - - - 3.776.726
Giro pada bank-bank lain - bersih 107.508 7.140.717 29.975 53.646 143.293 74.038 5.159.327
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank-bank lain - bersih 287.505 - - 227.877 99.946 - 7.986.955
Aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi 266.161 - 1.463 - 7.998 - 4.473.625
Tagihan akseptasi - bersih 215.906 1.029.424 - 149 582.237 26.994 5.550.561
Wesel tagih - bersih 460.243 - - - 106.595 145 7.931.191
Kredit yang diberikan - bersih 2.795.301 - 3.399 32.802 211.377 - 47.578.968
Efek-efek untuk tujuan investasi - bersih 608.993 - - - - - 10.154.961
Aset lain-lain - bersih 47.591 1.821 29 223 1.724 104 802.852
5.043.586 8.535.660 47.482 325.394 1.156.295 112.896 94.399.443
Liabilitas moneter
Simpanan dari nasabah 4.257.137 12.431.916 71.902 487.862 706.088 148.815 83.604.278
Simpanan dari bank-bank lain 84.684 - 10.884 2.102 424 176 1.564.692
Liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi 823 - - - - - 13.716
Utang akseptasi 124.707 702.415 - 150 480.096 13.350 3.523.882
Pinjaman yang diterima 91 - - - - - 1.525
Estimasi kerugian komitmen dan
kontinjensi 12.417 759 - 431 407 81 215.048
Beban yang masih harus dibayar dan
liabilitas lain-lain 983 194.248 206 499 7.008 1.646 90.016
4.480.842 13.329.338 82.992 491.044 1.194.023 164.068 89.013.157
2024
Jumlah setara
USD JPY AUD SGD CNH Lain-lain*) Rupiah
Aset moneter
Kas 70.986 265.867 6.098 16.093 7.158 12.783 1.643.052
Giro pada Bank Indonesia 216.181 - - - - - 3.479.439
Giro pada bank-bank lain - bersih 74.914 10.807.107 32.095 63.270 110.917 24.210 4.023.489
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank-bank lain - bersih 534.394 - 49.973 59.999 124.998 31.829 10.599.225
Aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi 22.847 - - - - - 367.726
Tagihan akseptasi - bersih 280.067 966.736 - 548 314.834 17.319 5.584.679
Wesel tagih - bersih 300.269 3.392 - - 253.504 - 5.394.469
Kredit yang diberikan - bersih 2.427.065 - 3.372 39.878 - - 39.569.708
Efek-efek untuk tujuan investasi - bersih 599.316 - - - - - 9.645.985
Aset lain-lain - bersih 26.768 1.982 119 517 - 105 445.329
4.552.807 12.045.084 91.657 180.305 811.413 86.246 80.753.101
Liabilitas moneter
Simpanan dari nasabah 4.050.424 10.441.676 79.216 387.116 - 101.196 74.864.906
Simpanan dari bank-bank lain 86.153 - 12.547 1.592 - - 1.531.742
Liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi 2.023 - - - - - 32.568
Utang akseptasi 152.697 587.406 - 548 - 14.193 3.330.866
Pinjaman yang diterima 17.747 - - - - - 295.604
Estimasi kerugian komitmen dan
kontinjensi 15.231 1.426 2 669 - 55 254.516
Beban yang masih harus dibayar dan
liabilitas lain-lain 943 76.362 - 298 - 550 38.677
4.325.218 11.106.870 91.765 390.223 - 115.994 80.348.879
*) Aset dan liabilitas dalam mata uang asing lainnya disajikan dalam jumlah yang setara dengan USD dengan menggunakan kurs pada akhir periode
pelaporan.
Posisi Devisa Neto (“PDN”)
Perhitungan Posisi Devisa Neto (“PDN”) Bank pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
dihitung berdasarkan peraturan Bank Indonesia yang berlaku. Berdasarkan peraturan
tersebut, bank-bank diwajibkan untuk memelihara PDN (termasuk semua kantor cabang
dalam dan luar negeri) secara keseluruhan setinggi-tingginya 20% (dua puluh persen) dari
modal.
Page 138
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/124
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
49. INFORMASI TAMBAHAN YANG TIDAK DIPERSYARATKAN OLEH STANDAR AKUNTANSI
KEUANGAN (lanjutan)
Informasi tambahan ini disyaratkan oleh regulasi yang berlaku dan bukan merupakan informasi yang
dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Informasi tambahan ini merupakan
bagian dari Catatan 49 laporan keuangan konsolidasian: (lanjutan)
e. Aset Dan Liabilitas Moneter Dalam Valuta Asing (lanjutan)
Posisi Devisa Neto (“PDN”) (lanjutan)
PDN secara keseluruhan merupakan angka penjumlahan dari nilai absolut untuk jumlah dari
(i) selisih bersih aset dan liabilitas untuk setiap valuta asing dan (ii) selisih bersih tagihan dan
liabilitas, berupa komitmen dan kontinjensi di rekening administratif (transaksi rekening
administratif) untuk setiap valuta asing, yang semuanya dinyatakan dalam Rupiah. Sedangkan
PDN untuk laporan posisi keuangan, merupakan angka penjumlahan dari selisih bersih aset
dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan untuk setiap valuta asing yang semuanya
dinyatakan dalam Rupiah.
PDN Bank pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025
PDN untuk
laporan posisi Selisih neto
keuangan tagihan dan
(selisih neto liabilitas di PDN secara
aset dan rekening keseluruhan
liabilitas) administratif (nilai absolut)
USD 8.181.355 (8.024.637) 156.718
SGD (2.161.613) 2.167.126 5.513
CNH (368.253) 371.295 3.042
MYR 4.853 (1.054) 3.799
CHF 561 - 561
JPY (531.325) 538.361 7.036
SEK 1.438 - 1.438
EUR (990.509) 987.870 2.639
HKD (3.058) 11.483 8.425
CAD 15.646 (16.634) 988
AUD (421.047) 415.867 5.180
GBP (12.243) 11.332 911
DKK 11.575 (8.316) 3.259
SAR 24.620 (23.380) 1.240
NZD 5.313 (4.813) 500
THB (3.305) (123) 3.428
Lainnya 15.860 - 15.860
Jumlah 220.537
Jumlah modal 268.244.808
Persentase PDN terhadap modal 0,08%
Page 139
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/125
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
49. INFORMASI TAMBAHAN YANG TIDAK DIPERSYARATKAN OLEH STANDAR AKUNTANSI
KEUANGAN (lanjutan)
Informasi tambahan ini disyaratkan oleh regulasi yang berlaku dan bukan merupakan informasi yang
dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Informasi tambahan ini merupakan
bagian dari Catatan 49 laporan keuangan konsolidasian: (lanjutan)
e. Aset Dan Liabilitas Moneter Dalam Valuta Asing (lanjutan)
Posisi Devisa Neto (“PDN”) (lanjutan)
Informasi tambahan ini disyaratkan oleh regulasi yang berlaku dan bukan merupakan informasi
yang dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Informasi tambahan ini
merupakan bagian dari Catatan 49 laporan keuangan konsolidasian: (lanjutan)
PDN Bank pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2024
PDN untuk
laporan posisi Selisih neto
keuangan tagihan dan
(selisih neto liabilitas di PDN secara
aset dan rekening keseluruhan
liabilitas) administratif (nilai absolut)
USD 3.357.291 (3.912.311) 555.020
SGD (2.501.631) 2.506.155 4.524
CNH (951.871) 924.221 27.650
MYR 2.444 - 2.444
CHF 39.985 (32.337) 6.648
JPY 41.919 (30.225) 11.694
SEK (1) (3.187) 3.188
EUR (989.097) 999.677 10.580
HKD 7.535 - 7.535
CAD 14.590 (16.111) 1.521
AUD (47.807) 44.550 3.257
GBP (8.237) 15.164 6.927
DKK 8.999 (7.926) 1.073
SAR 12.415 (16.097) 3.682
NZD 22.059 (22.670) 611
THB 3.725 (454) 3.271
Lainnya 3.250 - 3.250
Jumlah 652.875
Jumlah modal 249.056.422
Persentase PDN terhadap modal 0,26 %
Page 140
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK Lampiran 5/126
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
49. INFORMASI TAMBAHAN YANG TIDAK DIPERSYARATKAN OLEH STANDAR AKUNTANSI
KEUANGAN (lanjutan)
Informasi tambahan ini disyaratkan oleh regulasi yang berlaku dan bukan merupakan informasi yang
dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Informasi tambahan ini merupakan
bagian dari Catatan 49 laporan keuangan konsolidasian: (lanjutan)
f. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (“KPMM”)
Rasio KPMM pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, dihitung sesuai dengan peraturan
yang berlaku dengan memperhitungkan risiko kredit, risiko pasar, dan risiko operasional,
adalah sebagai berikut:
2025 2024
Bank Konsolidasian Bank Konsolidasian
Modal Inti (Tier 1) 258.057.396 273.828.527 239.468.855 255.311.302
Modal Pelengkap (Tier 2) 10.187.412 10.523.248 9.587.567 9.886.723
Total Modal 268.244.808 284.351.775 249.056.422 265.198.025
Aset Tertimbang Menurut Risiko
ATMR Risiko Kredit 835.899.197 868.520.469 787.719.400 816.782.306
ATMR Risiko Pasar 10.892.413 14.623.797 8.559.151 9.849.977
ATMR Risiko Operasional 54.479.020 53.224.191 51.903.001 83.551.413
Total ATMR 901.270.630 936.368.457 848.181.552 910.183.696
Rasio KPMM Sesuai Profil Risiko 9,99% 9,99% 9,99% 9,99%
Rasio KPMM
Rasio CET 1 28,63% 29,24% 28,23% 28,05%
Rasio Tier 1 28,63% 29,24% 28,23% 28,05%
Rasio Tier 2 1,13% 1,12% 1,13% 1,09%
Rasio KPMM 29,76% 30,36% 29,36% 29,14%
CET 1 untuk Buffer 19,77% 20,37% 19,37% 19,15%
Alokasi Pemenuhan KPMM Sesuai
Profil Risiko
Dari CET 1 8,86% 8,87% 8,86% 8,90%
Dari AT 1 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Dari Tier 2 1,13% 1,12% 1,13% 1,09%
Persentase Buffer yang wajib
dipenuhi oleh Bank
Capital Conservation Buffer 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
Countercyclical Buffer 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Capital Surcharge untuk Bank Sistemik 2,50% 2,50% 2,50% 2,50%
50. INFORMASI TAMBAHAN
Informasi yang disajikan pada lampiran 6/1 - 6/7 merupakan informasi keuangan tambahan PT
Bank Central Asia Tbk, (Entitas Induk), yang menyajikan investasi pada Entitas Anak berdasarkan
metode harga perolehan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
konsolidasian Grup.
Page 141
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk Lampiran 6/1
INFORMASI TAMBAHAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN (ENTITAS INDUK SAJA)
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2025 2024
ASET
Kas 25.275.044 29.285.819
Giro pada Bank Indonesia 46.370.465 35.165.855
Giro pada bank-bank lain - setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp 661 pada tanggal 31 Desember 2025
(31 Desember 2024: Rp 520) 5.092.741 4.019.739
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain - setelah
dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp 2.419
pada tanggal 31 Desember 2025 (31 Desember 2024: Rp 1.708) 8.479.787 14.246.183
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi 33.656.979 21.044.715
Tagihan akseptasi - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan
nilai sebesar Rp 200.313 pada tanggal 31 Desember 2025
(31 Desember 2024: Rp 440.695) 9.494.630 9.621.047
Wesel tagih - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai
sebesar Rp 5.381 pada tanggal 31 Desember 2025
(31 Desember 2024: Rp 3.116) 11.825.095 8.891.769
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 4.430.617 862.849
Kredit yang diberikan - setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp 29.390.498 pada tanggal
31 Desember 2025 (31 Desember 2024: Rp 32.382.006) 932.513.007 862.530.076
Efek-efek untuk tujuan investasi - setelah dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai sebesar Rp 439.437 pada tanggal
31 Desember 2025 (31 Desember 2024: Rp 374.454) 390.081.976 352.643.621
Biaya dibayar dimuka 1.356.605 617.971
Pajak dibayar dimuka 72.843 1.532.246
Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar
Rp 11.195.391 pada tanggal 31 Desember 2025
(31 Desember 2024: Rp9.244.266) 27.577.419 27.347.687
Aset takberwujud - setelah dikurangi akumulasi amortisasi sebesar
Rp 832.702 pada tanggal 31 Desember 2025
(31 Desember 2024: Rp 662.728) 531.926 586.410
Aset pajak tangguhan 5.516.287 5.181.176
Penyertaan saham - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai
sebesar Rp 105.416 pada tanggal 31 Desember 2025
(31 Desember 2024: Rp 105.260) 10.260.951 10.245.537
Aset lain-lain - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai
sebesar Rp 95 pada tanggal 31 Desember 2025
(31 Desember 2024: Rp 991) 24.835.091 22.507.190
JUMLAH ASET 1.537.371.463 1.406.329.890
Page 142
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk Lampiran 6/2
INFORMASI TAMBAHAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN (ENTITAS INDUK SAJA)
31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2025 2024
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Simpanan dari nasabah 1.219.567.546 1.108.908.832
Simpanan dari bank-bank lain 4.038.227 3.698.286
Liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi 97.406 257.613
Utang akseptasi 4.733.862 4.651.955
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali - 1.330.996
Utang pajak 2.707.891 493.568
Pinjaman yang diterima 2.102 43.672
Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi 2.864.112 2.967.583
Liabilitas imbalan pasca-kerja 9.807.688 8.943.641
Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-lain 21.829.864 21.466.054
Obligasi subordinasi 65.000 500.000
JUMLAH LIABILITAS 1.265.713.698 1.153.262.200
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 12,50 (nilai penuh) per lembar
saham
Modal dasar: 440.000.000.000 lembar saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh:
123.275.050.000 lembar saham 1.540.938 1.540.938
Tambahan modal disetor 5.711.368 5.711.368
Modal saham diperoleh Kembali:
262.016.800 lembar saham, harga perolehan (2.152.514) -
Surplus revaluasi aset tetap 11.247.358 11.003.529
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas aset keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain 1.906.225 280.866
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya 4.268.903 3.720.540
Belum ditentukan penggunaannya 249.135.487 230.810.449
JUMLAH EKUITAS 271.657.765 253.067.690
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 1.537.371.463 1.406.329.890
Page 143
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk Lampiran 6/3
INFORMASI TAMBAHAN
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN (ENTITAS INDUK SAJA)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2025 2024
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan bunga 91.938.089 88.406.720
Beban bunga (12.303.405) (11.668.707)
PENDAPATAN BUNGA - BERSIH 79.634.684 76.738.013
PENDAPATAN OPERASIONAL LAINNYA
Pendapatan provisi dan komisi - bersih 19.304.304 17.891.823
Pendapatan transaksi yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi - bersih 3.811.021 2.814.418
Lain-lain 3.920.343 3.582.854
Jumlah pendapatan operasional lainnya 27.035.668 24.289.095
Beban penyisihan kerugian penurunan nilai aset (2.952.993) (1.273.883)
BEBAN OPERASIONAL LAINNYA
Beban karyawan (16.115.303) (15.454.514)
Beban umum dan administratif (15.422.474) (15.094.669)
Lain-lain (2.010.125) (1.786.044)
Jumlah beban operasional lainnya (33.547.902) (32.335.227)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 70.169.457 67.417.998
BEBAN PAJAK PENGHASILAN (13.070.259) (12.711.616)
LABA BERSIH 57.099.198 54.706.382
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN:
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti (793.492) 74.456
Pajak penghasilan atas pengukuran
kembali liabilitas imbalan pasti 150.763 (14.146)
(642.729) 60.310
Surplus revaluasi aset tetap 255.808 238.391
(386.921) 298.701
Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi:
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas
aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain 2.006.616 (806.189)
Pajak penghasilan (381.257) 153.176
1.625.359 (653.013)
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN, SETELAH
PAJAK PENGHASILAN 1.238.438 (354.312)
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF 58.337.636 54.352.070
LABA BERSIH PER SAHAM DASAR DAN DILUSIAN YANG
DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK
ENTITAS INDUK (nilai penuh) 463 444
Page 144
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk Lampiran 6/4
INFORMASI TAMBAHAN
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS (ENTITAS INDUK SAJA)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2025
Keuntungan
(kerugian) yang
belum direalisasi
atas aset
keuangan yang
diukur pada nilai
wajar melalui Saldo laba
Modal Modal saham Surplus penghasilan Telah Belum
ditempatkan dan Tambahan diperoleh revaluasi komprehensif ditentukan ditentukan Jumlah
disetor penuh modal disetor kembali aset tetap lain- bersih penggunaannya penggunaannya ekuitas
Saldo per 31 Desember 2024 1.540.938 5.711.368 - 11.003.529 280.866 3.720.540 230.810.449 253.067.690
Laba tahun berjalan - - - - - - 57.099.198 57.099.198
Surplus revaluasi aset tetap - - - 243.829 - - 11.979 255.808
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi
atas aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain - bersih - - - - 1.625.359 - - 1.625.359
Pengukuran kembali liabilitas
imbalan pasti - bersih - - - - - - (642.729) (642.729)
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan - - - 243.829 1.625.359 - 56.468.448 58.337.636
Cadangan umum - - - - - 548.363 (548.363) -
Dividen kas - - - - - - (37.595.047) (37.595.047)
Modal saham diperoleh kembali,
harga perolehan - - (2.152.514) - - - - (2.152.514)
Saldo per 31 Desember 2025 1.540.938 5.711.368 (2.152.514) 11.247.358 1.906.225 4.268.903 249.135.487 271.657.765
Page 145
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk Lampiran 6/5
INFORMASI TAMBAHAN
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS (ENTITAS INDUK SAJA)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2024
Keuntungan
(kerugian) yang
belum direalisasi
atas aset
keuangan yang
diukur pada nilai
wajar melalui Saldo laba
Modal Surplus penghasilan
ditempatkan dan Tambahan revaluasi komprehensif lain- Telah ditentukan Belum ditentukan
disetor penuh modal disetor aset tetap bersih penggunaannya penggunaannya Jumlah ekuitas
Saldo per 31 Desember 2023 1.540.938 5.711.368 10.801.590 933.879 3.234.149 210.702.522 232.924.446
Laba tahun berjalan - - - - - 54.706.382 54.706.382
Surplus revaluasi aset tetap - - 201.939 - - 36.452 238.391
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi
atas aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain - bersih - - - (653.013) - - (653.013)
Pengukuran kembali liabilitas
imbalan pasti - bersih - - - - - 60.310 60.310
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan - - 201.939 (653.013) - 54.803.144 54.352.070
Cadangan umum - - - - 486.391 (486.391) -
Dividen kas - - - - - (34.208.826) (34.208.826)
Saldo per 31 Desember 2024 1.540.938 5.711.368 11.003.529 280.866 3.720.540 230.810.449 253.067.690
Page 146
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk Lampiran 6/6
INFORMASI TAMBAHAN
LAPORAN ARUS KAS (ENTITAS INDUK SAJA)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2025 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan pendapatan bunga, provisi dan komisi 109.263.724 105.037.385
Pendapatan operasional lainnya 2.686.577 2.010.746
Pembayaran beban bunga, provisi dan komisi (12.336.280) (11.720.323)
Pembayaran imbalan pasca-kerja (1.527.763) (1.153.347)
Beban operasional lainnya (30.348.737) (28.464.918)
Pembayaran tantiem Dewan Komisaris dan Direksi (887.700) (765.000)
Kenaikan (penurunan) lainnya yang mempengaruhi kas:
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain yang
jatuh tempo lebih dari 3 (tiga) bulan sejak tanggal perolehan (601.619) 210.000
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (10.629.685) (5.468.509)
Tagihan akseptasi 366.799 4.880.997
Wesel tagih (2.929.891) 1.718.437
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (3.567.768) 89.917.519
Kredit yang diberikan (72.854.316) (109.243.514)
Aset lain-lain (127.224) 172.726
Simpanan dari nasabah 107.884.745 23.900.650
Simpanan dari bank-bank lain 283.819 (6.515.643)
Utang akseptasi 81.907 (2.049.301)
Beban yang masih harus dibayar dan liabilitas lain-lain 967.397 (2.394.916)
Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi
sebelum pembayaran pajak penghasilan 85.723.985 60.072.989
Pembayaran pajak penghasilan (11.921.627) (11.399.598)
Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi 73.802.358 48.673.391
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Pembelian efek-efek untuk tujuan investasi (194.532.003) (169.737.224)
Penerimaan dari efek-efek untuk tujuan investasi yang jatuh tempo
selama tahun berjalan 164.391.928 118.649.450
Penerimaan dividen kas dari efek-efek untuk tujuan investasi 2.200.226 2.402.602
Setoran modal pada Entitas Anak (58.044) -
Perolehan aset tetap (1.832.444) (3.450.738)
Perolehan aset hak guna (489.633) (532.867)
Hasil penjualan aset tetap 243 1.276
Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas investasi (30.319.727) (52.667.501)
Page 147
PT BANK CENTRAL ASIA Tbk Lampiran 6/7
INFORMASI TAMBAHAN
LAPORAN ARUS KAS (ENTITAS INDUK SAJA)
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2025 DAN 2024
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2025 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran efek-efek utang yang diterbitkan (435.000) -
Pembayaran pinjaman yang diterima (41.570) (16.805)
Pembayaran dividen kas (37.595.047) (34.208.826)
Pembelian saham tresuri (2.152.514) -
Penerimaan efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali - 358.462
Pembayaran efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali (1.330.996) -
Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas pendanaan (41.555.127) (33.867.169)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS 1.927.504 (37.861.279)
KAS DAN SETARA KAS, AWAL TAHUN 82.719.824 121.044.773
PENGARUH FLUKTUASI KURS VALUTA ASING PADA
KAS DAN SETARA KAS (44.911) (463.670)
KAS DAN SETARA KAS, AKHIR TAHUN 84.602.417 82.719.824
Kas dan setara kas terdiri dari:
Kas 25.275.044 29.285.819
Giro pada Bank Indonesia 46.370.465 35.165.855
Giro pada bank-bank lain 5.093.402 4.020.259
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain yang
jatuh tempo dalam 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal perolehan 7.863.506 14.247.891
Jumlah kas dan setara kas 84.602.417 82.719.824
Names mentioned 189 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank Indonesia
p.7 ×67
unresolved
person
Raden Mas Soeprapto
· Notaris
p.15
unresolved
org
Menteri Kehakiman
p.15 ×2
unresolved
person
Wargio Suhardjo
p.15
unresolved
person
Hendra Karyadi
p.15 ×3
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.15
unresolved
person
Doktor Irawan Soerodjo
· Notaris
p.15 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.15 ×2
unresolved
person
Christina Dwi Utami S.H.
· Notaris
p.15 ×7
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.15
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.15
unresolved
person
H. Thamrin
p.16
unresolved
org
PT Dwimuria Investama Andalan
p.16 ×7
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal No. S-
p.16 ×2
unresolved
org
Bank Central Asia Tahap
p.17
unresolved
org
PT BCA Finance
p.18 ×11
unresolved
org
PT Bank BCA
p.18
unresolved
org
PT Asuransi Jiwa
p.18
unresolved
org
PT Central Capital
p.18
unresolved
org
PT Bank Digital BCA
p.18 ×3
unresolved
org
PT BCA Multi Finance
p.18 ×2
unresolved
org
Bapepam-LK
p.20 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia Giro
p.29
unresolved
org
PT Bank BCA Syariah
p.36 ×3
unresolved
org
PT BCA Digital
p.39
unresolved
org
Reksa Dana Batavia Dana Kas Gebyar
p.64
unresolved
org
Reksa Dana Tram Pundi Kas
p.64
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi Syailendra Capital Protected Fund
p.64
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi Panin Proteksi
p.64 ×2
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi Ashmore Dana Terproteksi Nusantara IV
p.64
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi Bahana Centrum Protected Fund
p.64 ×3
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi Eastspring Bakti Proteksi
p.64
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi BNI-AM Proteksi Amarilis
p.64
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi BRI Proteksi
p.64 ×2
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi Trimegah Dana Berkala
p.64 ×2
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi BRI MI Proteksi
p.64 ×2
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi Allianz Capital Protected Fund
p.64 ×3
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi Schroder IDR Income Plan VII
p.64
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi Premier Proteksi XII
p.64
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi BNI-AM Proteksi Kamelia
p.64
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi Mandiri Investa
p.64 ×2
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi Manulife Proteksi Dana Utama VII
p.64
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi Manulife Proteksi Dana Utama VIII
p.64
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi Manulife Proteksi Dana Utama VI
p.65
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi Sucorinvest Proteksi
p.65
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi Batavia Proteksi Maxima
p.65 ×3
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi Trimegah Terproteksi Dana Berkala
p.65 ×2
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi BNP Paribas Lumina Proteksi
p.65 ×2
unresolved
org
Reksa Dana Syariah Trimegah Kas Syariah
p.65
unresolved
org
Reksa Dana Syariah Syailendra Money Market Fund
p.65
unresolved
org
Reksa Dana Syariah Penyertaan Terbatas PNM Pembiayaan Mikro BUMN
p.65 ×5
unresolved
org
Reksa Dana Syariah Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia
p.65
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi Danareksa Proteksi
p.65 ×2
unresolved
org
Reksa Dana BNP Paribas Obligasi Berlian
p.65
unresolved
org
Reksa Dana Bahana ABF Indonesia Bond Index Fund
p.65
unresolved
org
Reksa Dana Eastspring Syariah Fixed Income Amanah Kelas A
p.65
unresolved
org
Reksa Dana Syailendra Pendapatan Tetap Premium
p.65
unresolved
org
Reksa Dana BNP Paribas Prima II
p.65
unresolved
org
Reksa Dana Schroder Prestasi Gebyar Indonesia II
p.65
unresolved
org
Reksa Dana Sucorinvest Sharia Sukuk Fund
p.66
unresolved
org
Reksa Dana Bahana Pendapatan Tetap Makara Prima Kelas I
p.66
unresolved
org
Reksa Dana BNP Paribas Sri Kehati
p.66
unresolved
org
PT Digital Otomotif Indonesia
p.66
unresolved
org
PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia
p.66 ×3
unresolved
org
KPEI
p.66 ×2
unresolved
org
PT Bank Mandiri Taspen
p.68
unresolved
org
Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk
p.68 ×2
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan
p.68
unresolved
org
PT Bank SulutGo
p.68
unresolved
org
PT BRI Multifinance Indonesia
p.68
unresolved
org
PT Federal Internasional Finance
p.68
unresolved
org
PT Indah Kiat Pulp
p.68
unresolved
org
Paper Tbk
p.68
unresolved
org
PT Lontar Papyrus Pulp
p.69
unresolved
org
PT Oki Pulp
p.69
unresolved
org
PT Pindo Deli Pulp
p.69
unresolved
org
PT Sinar Mas Agro Resources
p.69
unresolved
org
Technology Tbk
p.69
unresolved
org
PT Steel Pipe Industry
p.69
unresolved
org
Indonesia Tbk
p.69 ×2
unresolved
org
PT Toyota Astra Financial Services
p.69
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.76 ×2
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.77 ×5
unresolved
org
PT Asuransi Umum BCA
p.79 ×2
unresolved
org
PT Asuransi Jiwa BCA
p.79 ×2
unresolved
org
PT Central Capital Ventura
p.79 ×2
unresolved
org
Mahkamah Agung
p.81 ×3
unresolved
org
PT SMBC Indonesia Tbk
p.83
unresolved
org
Bank Central Asia Tahap I Tahun
p.86 ×5
unresolved
org
PT Pemeringkat Efek Indonesia
p.86
unresolved
org
PT Pefindo
p.86
unresolved
org
Bank Central Asia Tahap I
p.86
unresolved
org
Menteri Keuangan Negara Republik Indonesia
p.87
unresolved
org
Dana Pensiun BCA
p.99 ×2
unresolved
org
Dana Pensiun Lembaga Keuangan
p.99
unresolved
org
PT Visinema Pictures
p.133
unresolved
org
PT Grand Indonesia. Kompensasi
p.133
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.