Back to announcement
Laporan Keuangan SFC Konsol - 30 september 2025.pdf
Financial statement Text extracted SFANSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 61
Page 1
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk Dan Entitas Anak Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir Pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
Page 2
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Direksi dan Dewan Komisaris tentang Tanggung Jawab atas Laporan
Keuangan PT Surya Fajar Capital Tbk dan anak perusahaan pada tanggal 30 September 2025
(Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN - Pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir pada
tanggal 30 September 2024 (Tidak Diaudit)
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 3
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 5
Laporan Arus Kas Konsolidasian 7
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 8
Page 3
Page 4
Page 5
PT SURYA FAJAR CAPITAL DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 September 2025 31 Desember 2024
ASET
Kas dan setara kas 5 43.236.567.728 40.845.726.541
Deposito berjangka yang dibatasi
pencairannya 6 30.562.500.000 30.562.500.000
Piutang Transaksi Perantara
perdagangan efek - pihak ketiga 7 28.623.389.769 11.729.844.758
Piutang lain-lain - pihak ketiga 5.245.285.093 3.865.863.363
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 315.084.195 627.151.640
Pajak dibayar dimuka 8 596.706.239 320.844.038
Portofollio efek - bersih 9 50.582.111.761 66.704.743.228
Aset pajak tangguhan 29 7.066.118.061 7.066.118.061
Penyertaan saham 12 7.500.000.000
Aset tetap - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan masing-masing sebesar
Rp 19.134.155.948 dan Rp 22.577.673.100
pada tanggal 30 September 2025
dan 31 Desember 2024 11 3.234.891.584 2.360.453.822
Aset takberwujud - setelah dikurangi
akumulasi amortisasi masing-masing sebesar
Rp 12.515.349.157 dan Rp 11.622.178.322 pada
tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 12 2.863.462.500 11.139.233.335
Aset lain-lain 3.442.279.360 3.738.990.498
JUMLAH ASET 183.268.396.290 178.961.469.284
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan konsolidasian
1
Page 6
PT SURYA FAJAR CAPITAL DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 September 2025 31 Desember 2024
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang usaha - pihak ketiga 13 407.272.819 320.097.837
Utang transaksi perantara
perdagangan efek - pihak ketiga 14 27.249.846.898 10.436.709.604
Utang lain-lain pihak ketiga 15 5.715.061.176 4.373.360.739
Utang pajak 16 163.976.694 124.779.458
Beban akrual 189.019.007 811.686.231
Pendapatan diterima dimuka 89.127.641 173.615.901
Liabilitas sewa 1.127.128.170 -
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 28 4.041.381.618 4.041.381.618
38.982.814.023 20.281.631.388
Jumlah Liabilitas
EKUITAS
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan
kepada Pemilik Entitas Induk
Modal saham
Modal dasar - 3.400.000.000 saham dengan nilai
nominal Rp 100 per saham
Modal ditempatkan dan disetor - 1.359.934.021 saham 18 135.993.402.100 135.993.402.100
Tambahan modal disetor - bersih 19 55.374.203.699 55.374.203.699
Selisih nilai transaksi dengan kepentingan nonpengendali 20 8.053.442.335 8.053.442.335
Ekuitas pada keuntungan (kerugian) belum direalisasi
atas kenaikan (penurunan) nilai investasi yang diukur
pada nilai wajar melalui komprehensif lain 9 (7.026.618.521) (799.922.942)
Saldo laba (defisit)
Ditentukan penggunaannya 21 3.000.000.000 3.000.000.000
Tidak ditentukan penggunannya (80.822.223.682) (75.314.850.609)
Jumlah Ekuitas yang Dapat
Distribusikan kepada Pemilik Entitas Induk 114.572.205.931 126.306.274.583
Kepentingan Nonpengendali 22 29.713.376.337 32.373.563.313
Jumlah Ekuitas 144.285.582.267 158.679.837.896
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 183.268.396.290 178.961.469.284
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan konsolidasian
2
Page 7
PT SURYA FAJAR CAPITAL DAN ENTITAS ANAK
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan
30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
30 September 2025 30 September 2024 31 Desember 2024
Catatan (Tidak diaudit) (Tidak diaudit) (Diaudit)
PENDAPATAN USAHA 23 5.462.767.529 (943.439.331) 1.171.568.874
BEBAN POKOK PENDAPATAN 24 (96.321.826) (134.510.660) (999.616.341)
LABA (RUGI) KOTOR 5.366.445.703 (1.077.949.991) 171.952.533
BEBAN USAHA 25,31 (24.962.833.642) (30.108.118.125) (42.794.694.400)
LABA (RUGI) USAHA (19.596.387.939) (31.186.068.116) (42.622.741.867)
Penghasilan lainnya 26 9.737.099.005 2.309.246.093 4.607.378.709
Beban lainnya 27 (8.901.635.282) (4.598.510.423) (15.656.640.665)
Bagian laba (rugi) bersih entitas asosiasi 10 10.889.062.500 (741.300.129) (758.946.992)
Beban keuangan (295.698.333) (125.477.938) (193.658.335)
RUGI SEBELUM PAJAK (8.167.560.050) (34.342.110.514) (54.624.609.150)
PENGHASILAN PAJAK 29 - - 1.884.215.901
RUGI SETELAH PAJAK (8.167.560.050) (34.342.110.514) (52.740.393.249)
PENGHASILAN (RUGI)
KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi
Keuntungan (kerugian) belum direalisasi
atas kenaikan nilai investasi yang diukur
melalui penghasilan komprehensif lain 9 (6.226.695.579) (25.568.025.645) (15.863.812.699)
Pengukuran kembali liabilitas
imbalan pasti 28 - - 218.891.803
Pajak terkait 29 - - (48.156.196)
Bagian penghasilan (rugi) komprehensif
entitas asosiasi 10 - - 17.646.863
PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF
LAIN - SETELAH PAJAK (6.226.695.579) (25.568.025.645) (15.675.430.229)
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF (14.394.255.629) (59.910.136.159) (68.415.823.478)
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan konsolidasian
3
Page 8
PT SURYA FAJAR CAPITAL DAN ENTITAS ANAK
Laporan Laba/(Rugi) dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan
30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
30 September 2025 30 September 2024 31 Desember 2024
Catatan (Tidak diaudit) (Tidak diaudit) (Diaudit)
JUMLAH RUGI TAHUN/PERIODE BERJALAN
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN
KEPADA:
Pemilik entitas induk (5.507.373.073) (34.022.669.382) (47.582.425.384)
Kepentingan nonpengendali (2.660.186.976) (319.441.131) (5.157.967.865)
(8.167.560.049) (34.342.110.514) (52.740.393.249)
JUMLAH RUGI TAHUN/PERIODE BERJALAN
KOMPREHENSIF YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk (11.734.068.652) (59.590.695.027) (63.239.656.639)
Kepentingan nonpengendali (2.660.186.976) (319.441.131) (5.176.166.839)
(14.394.255.628) (59.910.136.159) (68.415.823.478)
RUGI PER SAHAM DASAR 30 (4,05) (25,02) (34,99)
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan konsolidasian
4
Page 9
PT SURYA FAJAR CAPITAL TBK DAN ENTITAS ANAK
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Ekuitas Yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk
Ekuitas pada
Keuntungan
(Kerugian) Belum
Selisih Nilai Direalisasi Atas
Tambahan Modal Transaksi dengan Kenaikan
Catatan Modal Disetor Saldo Laba Jumlah
Disetor - bersih Kepentingan (Penurunan) Nilai Kepentingan
Nonpengendali Investasi yang Jumlah Ekuitas
Nonpengendali
Diukur pada Nilai
Wajar Melalui
Penghasilan
Komprehensif Ditentukan Belum Ditentukan
Lain Penggunaannya Penggunaannya
Saldo pada tanggal 1 Januari 2024 135.993.402.100 55.374.203.699 8.079.316.454 13.609.473.357 3.000.000.000 (26.484.590.269) 189.571.805.341 37.523.856.033 227.095.661.374
Rugi komprehensif - - - - - (47.582.425.384) (47.582.425.384) (5.157.967.865) (52.740.393.249)
Penghasilan (Rugi) komprehensif lain
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti - bersih - - - - - 188.934.581 188.934.581 (18.198.974) 170.735.607
Bagian penghasilan komprehensif lain entitas asosiasi 10 - - - - - 17.646.863 17.646.863 - 17.646.863
Ekuitas pada kerugian belum direalisasi atas kenaikan
nilai investasi yang diukur
melalui penghasilan komprehensif lain 9 - - - (15.863.812.699) - - (15.863.812.699) - (15.863.812.699)
kerugian yang direalisasi atas penjualan
investasi yang diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain 9 1.454.416.400 - (1.454.416.400) - - -
Jumlah rugi komprehensif - - - (14.409.396.299) - (48.830.260.340) (63.239.656.639) (5.176.166.839) (68.415.823.478)
Transaksi dengan pemilik
Selisih nilai transaksi
dengan kepentingan nonpengendali 1c,20 - - (25.874.119) - - - (25.874.119) 25.874.119 -
Jumlah transaksi dengan pemilik - - (25.874.119) - - - (25.874.119) 25.874.119 -
Saldo pada tanggal 31 Desember 2024 135.993.402.100 55.374.203.699 8.053.442.335 (799.922.942) 3.000.000.000 (75.314.850.609) 126.306.274.583 32.373.563.313 158.679.837.896
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan konsolidasian
6
Page 10
PT SURYA FAJAR CAPITAL TBK DAN ENTITAS ANAK
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Ekuitas Yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk
Ekuitas pada
Keuntungan
Selisih Nilai
Belum Direalisasi
Tambahan Modal Transaksi dengan
Modal Disetor Atas Kenaikan Saldo Laba Jumlah
Disetor - bersih Kepentingan
Nilai Investasi Kepentingan
Nonpengendali Jumlah Ekuitas
yang Diukur pada Nonpengendali
Nilai Wajar Melalui
Penghasilan
Komprehensif
Lain Ditentukan Tidak Ditentukan
Penggunaannya Penggunaannya
Saldo pada tanggal 31 Desember 2024 135.993.402.100 55.374.203.699 8.053.442.335 (799.922.942) 3.000.000.000 (75.314.850.609) 126.306.274.583 32.373.563.313 158.679.837.896
Rugi komprehensif
Rugi tahun berjalan - - - - - (5.507.373.073) (5.507.373.073) (2.660.186.976) (8.167.560.049)
Ekuitas pada kerugian belum direalisasi
atas kenaikan nilai investasi yang diukur
melalui penghasilan komprehensif lain - - - (6.226.695.579) - - (6.226.695.579) - (6.226.695.579)
Jumlah rugi komprehensif - - - (6.226.695.579) - (5.507.373.073) (11.734.068.652) (2.660.186.976) (14.394.255.628)
Saldo pada tanggal 30 September 2025 135.993.402.100 55.374.203.699 8.053.442.335 (7.026.618.521) 3.000.000.000 (80.822.223.682) 114.572.205.931 29.713.376.337 144.285.582.267
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan konsolidasian
7
Page 11
PT SURYA FAJAR CAPITAL TBK DAN ENTITAS ANAK
Laporan Arus Kas Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025 (Tidak diaudit) dan
30 September 2024 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
30 September (Tidak Diaudit) 31 Desember
2025 2024 2024
(9 Bulan) (9 Bulan) (12 Bulan)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
Penerimaan dari jasa manajemen 600.000.000 2.511.850.000 3.053.850.000
Penerimaan penghasilan dividen dan bunga 41.283.642 139.163.513 40.217.259
Penerimaan dari nasabah - bersih 3.298.834.832 47.929.198.018 45.249.218.337
Penerimaan dari
komisi perantara perdagangan efek 2.361.891.219 3.982.071.625 4.900.753.184
Penerimaan jasa penjamin emisi
dan penjualan efek 200.000.000 2.900.000.000 3.100.000.000
Pembayaran kepada
lembaga kliring dan penjaminan - bersih (3.394.404.423) (37.847.466.345) (35.166.298.618)
Perolehan portofolio efek (22.632.000) (127.824.000) (186.236.000)
Penjualan portofolio efek 22.632.000 127.754.000 186.236.000
Penerimaan dari komisi transaksi 1.283.006.409 1.975.923.117 2.061.088.605
Pembayaran kepada karyawan (15.217.218.176) (16.319.441.363) (20.241.232.062)
Pembayaran lainnya - bersih (12.700.749.722) (8.039.516.804) (11.581.229.205)
Kas Bersih Diperoleh dari
(Digunakan untuk) Aktivitas Operasi (23.527.356.219) (2.768.288.240) (8.583.632.500)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
Penerimaan (pemberian) kepada
piutang lain-lain pihak ketiga (1.219.544.740) - (2.310.203.500)
Perolehan:
Portofolio efek - diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi (1.052.300.000) (10.385.399.000) (1.336.150.000)
Portofolio efek - diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain (6.999.900.000) (1.000.000.000) (6.101.382.610)
Penjualan:
Portofolio efek - diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi 23.434.979.570 8.971.115.268 5.462.778.821
Portofolio efek - diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain 13.341.697.071 1.821.310.169 7.026.166.200
Perolehan aset tetap (564.461.995) (187.567.773) (365.267.678)
Perolehan aset tidak berwujud (117.400.000) - -
Hasil penjualan aset tetap - - 20.000
Penerimaan (pembayaran) jaminan dan deposit 271.278.700 - (108.170.000)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Investasi 27.094.348.606 (780.541.336) 2.267.791.233
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Penerimaan (pembayaran)
utang lain - lain pihak ketiga - - 4.000.000.000
Pembayaran liabilitas sewa (1.090.198.200) (1.183.685.949) (1.387.592.660)
Pembayaran atas bunga liabilitas sewa (85.953.000) (40.775.751) (43.850.720)
Kas Bersih Diperoleh dari
(Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan (1.176.151.200) (1.224.461.700) 2.568.556.620
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH -
KAS DAN SETARA KAS 2.390.841.187 (4.773.291.276) (3.747.284.647)
KAS DAN SETARA KAS
AWAL TAHUN/PERIODE 40.845.726.541 44.593.011.188 44.593.011.188
Perubahan pada dana yang
dibatasi penggunaannya - (62.500.000) -
KAS DAN SETARA KAS
AKHIR TAHUN/PERIODE 43.236.567.728 39.757.219.912 40.845.726.541
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan konsolidasian
8
Page 12
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
1. Umum
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Surya Fajar Capital Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan Akta No. 12 tanggal 5 April 2016, yang
dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta Utara. Akta Pendirian tersebut telah
memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusannya No. AHU-0017288.AH.01.01.TAHUN 2016 tanggal 5 April 2016 dan telah diumumkan dan
dimuat dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 63 Tambahan No. 62036 tanggal 9 Agustus 2016.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 16
tanggal 9 Mei 2023, yang dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta Utara,
mengenai penyesuaian maksud, tujuan serta kegiatan usaha Perusahaan sesuai dengan Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2020. Penyesuaian Anggaran Dasar tersebut telah memperoleh
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya
No. AHU-0026143.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 11 Mei 2023.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama bergerak di
bidang jasa, konsultasi manajemen dan bisnis, serta perdagangan dan keuangan baik langsung maupun melalui
anak usaha.
Perusahaan dan Entitas Anak disebut sebagai Grup. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada
tahun 2016. Perusahaan berkedudukan di Jakarta Selatan. Kantor pusat Perusahaan beralamat di Satrio
Tower Building Lantai 14 Unit 5, Jl. Prof. Dr. Satrio Blok C4 No. 5, Kelurahan Kuningan Timur, Kecamatan
Setiabudi, Jakarta Selatan 12950.
Pemegang saham akhir Grup adalah PT Surya Fajar Corpora yang berkedudukan di Indonesia.
b. Penawaran Umum Saham
Pada tanggal 13 Juni 2019, Perusahaan memperoleh Surat Pernyataan Efektif dari Ketua Otoritas Jasa
Keuangan atau OJK dengan Suratnya No. S-70/D.04/2019 untuk melakukan penawaran umum perdana
212.500.000 saham Perusahaan kepada masyarakat dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan harga
penawaran sebesar Rp 188 per saham dimana melekat Waran Seri I sebanyak-banyaknya 297.500.000
Saham Biasa Atas Nama (“Saham”) dengan nilai nominal sebesar Rp 100 per saham dan ditawarkan
dengan Harga Pelaksanaan Rp 235 per saham. Pada tanggal 19 Juni 2019, seluruh saham telah tercatat di
Bursa Efek Indonesia.
Berdasarkan Akta No. 79 tanggal 7 September 2020, yang dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E.,
M.Kn., Notaris di Jakarta Utara, pemegang saham menyetujui penerbitan Waran Seri I sebanyak
297.500.000 dan berdasarkan laporan Biro Administrasi Efek No. OPR220/AJK/062020 tanggal 2 Juni 2020
dan No. OPR-253/AJK/062020 tanggal 22 Juni 2020 perihal berakhirnya masa pelaksanaan Waran Seri I
Perusahaan dengan jumlah pelaksanaan waran menjadi saham adalah masing-masing sebanyak
67.762.341 saham dan 229.671.680 saham dengan nilai nominal Rp 100 atau seluruhnya sebesar
Rp 29.743.392.100.
Pada tanggal, 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, seluruh saham Perusahaan masing-masing
sejumlah 1.359.934.021 saham, dengan nilai nominal Rp 100 (dalam Rupiah penuh) per saham telah
tercatat di Bursa Efek Indonesia.
c. Entitas Anak yang Dikonsolidasikan
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, entitas anak yang dikonsolidasikan termasuk
persentase kepemilikan Perusahaan adalah sebagai berikut:
9
Page 13
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Jumlah aset
Entitas Anak/ Kepemilikan (sebelum eliminasi)
30 September 31 Desember 30 September 31 Desember Lokasi Usaha
2025 2024 2025 2024 Utama Jenis Usaha
% %
Kepemilikan langsung :
PT Surya Fajar Sekuritas (SFS) 99,99% 99,99% 111.533.958.905 99.127.671.207 Jakarta
Jasa perdagangan efek
PT Surya Fajar Investama (SFI) 99,99% 99,99% 7.883.136.990 11.833.158.882 Jakarta Manajer investasi
PT Digitalisasi Perangkat Indonesia
51,95% 51,95% 34.974.164.910 38.830.658.184 Jakarta
(DPI) Konsultasi Manajemen
Layanan urun-dana
(crowd-funding)
PT Surya Fajar Urun Dana (SFUND) 92,5% 92,5% 649.866.073 2.183.696.147 Jakarta
melalui penawaran
saham berbasis
teknologi informasi
Kepemilikan tidak langsung:
Entitas anak DPI
Penyedia jasa
PT Mareco Prima Mandiri (MPM) 99,36% 99,24% 8.795.117.050 7.060.894.594 Jakarta
pembayaran
Layanan pinjam
PT Bursa Akselerasi Indonesia (BAI) 99,99% 99,99% 13.194.059.348 8.663.343.489 Jakarta meminjam uang
berbasis teknologi
99,90% 99,90% 622.202.639 294.811.327 Jakarta Konsultasi manajemen
PT Mitra Usaha Indofund (MUI)
Informasi keuangan DPI yang dimiliki oleh kepentingan nonpengendali dalam jumlah material untuk tahun-
tahun yang berakhir 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Laporan posisi keuangan konsolidasian:
30 September 2025 31 Desember 2024
Aset lancar 32.645.488.628 35.971.013.606
Aset tidak lancar 2.328.676.282 2.859.644.579
Jumlah aset 34.974.164.910 38.830.658.185
Liabilitas jangka pendek 6.051.924.070 4.877.230.258
Liabilitas jangka panjang 967.660.668 724.135.683
Jumlah liabilitas 7.019.584.738 5.601.365.941
Jumlah Ekuitas 27.954.580.172 33.229.292.244
Jumlah ekuitas yang teratribusikan pada:
Pemilik entitas induk 27.928.927.684 33.179.361.663
Kepentingan nonpengendali 25.652.488 49.930.581
10
Page 14
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian:
30 September 2025 31 Desember 2024
Pendapatan usaha 1.367.494.670 2.342.426.765
Rugi sebelum pajak (5.274.712.065) (9.588.130.386)
Penghasilan (rugi) komprehensif lain - (35.266.878)
Jumlah rugi Komprehensif (5.274.712.065) (10.220.958.537)
Jumlah rugi komprehensif yang teratribusikan
kepada kepentingan nonpengendali (24.278.088) (56.980.261)
Laporan arus kas konsolidasian:
30 September 2025 31 Desember 2024
Operasi (6.976.605.454) (10.386.931.851)
Investasi 10.620.388.122 2.871.282.474
Pendanaan 952.809.296 3.777.250.000
Kenaikan (penurunan) bersih
kas dan setara kas 4.596.591.964 (3.738.399.377)
PT Surya Fajar Urun Dana (SFUND)
Berdasarkan Akta No. 19 tanggal 8 September 2023 yang dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn.,
notaris di Jakarta, SFUND meningkatkan modal ditempatkan dan disetor dari Rp 10.000.000.000 menjadi
sebesar Rp 15.000.000.000 yang diambil bagian secara proposional oleh Perusahaan sebesar
Rp 4.625.000.000.
Perubahan ini telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran
Dasar No. AHU-AH.01.03-0118112 tanggal 15 September 2023.
PT Digitalisasi Perangkat Indonesia (DPI)
Berdasarkan Akta No. 86 tanggal 20 Desember 2023 yang dibuat di hadapan Humberg Lie, SH., SE., M.Kn.,
notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujui keputusan peningkatan modal ditempatkan dan
disetor dari Rp 40.000.000.000 setara dengan 400.000.000 saham menjadi Rp 57.142.860.000 setara
dengan 571.428.600 saham yang telah disetor oleh kepentingan nonpengendali sehingga kepemilikan
Perusahaan menurun menjadi sebesar 51,95%.
Hal ini menyebabkan penyertaan Grup pada DPI bertambah sebesar Rp 6.447.543.334 yang dibukukan
pada akun ”Selisih Nilai Transaksi dengan Kepentingan Nonpengendali”.
Perubahan ini telah diterima dan dicatat oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03 0160664 tanggal 21 Desember 2023.
PT Mareco Prima Mandiri (MPM)
Berdasarkan Akta No. 93 tanggal 30 September 2025 yang dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E.,
Mkn., notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari
Rp 40.041.650.000 menjadi Rp 45.041.650.000 dengan menerbitkan saham seri C sebanyak 2.000.000.000
lembar saham dengan nominal Rp 2 per saham. Dari modal ditempatkan dan disetor telah disetor penuh
11
Page 15
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
sebesar Rp 5.000.000.000 pada 2.500.000.000 lembar saham seri C oleh DPI, sehingga kepemilikan naik
menjadi sebesar 99,36%.
Perubahan ini telah diterima dan dicatat oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0172659 tanggal 2 Juli 2025 .
Berdasarkan Akta No. 22 tanggal 6 November 2024 yang dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., Mkn.,
notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari
Rp 36.041.650.000 menjadi Rp 40.041.650.000 dengan menerbitkan saham seri C sebanyak 2.000.000.000
lembar saham dengan nominal Rp 2 per saham. Dari modal ditempatkan dan disetor telah disetor penuh
sebesar Rp 4.000.000.000 pada 2.000.000.000 lembar saham seri C oleh DPI, sehingga kepemilikan naik
menjadi sebesar 99,243%.
Perubahan ini telah diterima dan dicatat oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0208792 tanggal 7 November 2024.
PT Bursa Akselerasi Indonesia (BAI)
Berdasarkan Akta No. 11 tanggal 13 Desember 2024 yang dibuat di hadapan Rini Yulianti, S.H., notaris di
Jakarta, para pemegang saham menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari Rp
15.000.000.000 menjadi Rp 22.500.000.000. DPI mengambil seluruh peningkatan modal tersebut yaitu
sebanyak 7.500 lembar saham atau Rp 7.500.000.000, sehingga kepemilikan DPI naik menjadi sebesar
99,996%. Hal ini menyebabkan penyertaan Grup pada BAI berkurang sebesar Rp 296.945 yang dibukukan
pada akun ”Selisih Nilai Transaksi dengan Kepentingan Nonpengendali”.
Perubahan ini telah diterima dan dicatat oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia dalam Surat
Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0223161 tanggal 17 Desember 2024.
Berdasarkan Akta No. 16 tanggal 22 Juli 2025 yang dibuat di hadapan Rini Yulianti, S.H., notaris di Jakarta,
para pemegang saham menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari Rp 22.500.000.000
menjadi Rp 30.500.000.000. DPI mengambil seluruh peningkatan modal tersebut yaitu sebanyak 8.000
lembar saham atau Rp 8.000.000.000, sehingga kepemilikan DPI naik menjadi sebesar 99,997%.
Perubahan ini telah diterima dan dicatat oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia dalam Surat
Pemberitahuan No. AHU-AH.01.11-0166583 tanggal 23 Juli 2025.
d. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, susunan pengurus Perusahaan berdasarkan
Akta No. 72 tanggal 30 April 2024 yang dibuat dihadapan Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., notaris di Jakarta,
adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Harun Pandapotan
Komisaris Independen : Syamsul Bahri Ilyas
Komisaris : Arwani Pranajaya
Direksi
Direktur Utama : Ivo Rustandi
Direktur : Rico Lesmana Sulistyo
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris
Perusahaan No. 025/SFC CORP/V/2024 tanggal 6 Mei 2024, susunan Komite Audit Perusahaan adalah
sebagai berikut:
Ketua : Syamsul Bahri Ilyas
Anggota : Herlina Sitorus
Sary
12
Page 16
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Meilin Arifin adalah Internal Audit Perusahaan
sesuai dengan Surat Keputusan Dewan Komisaris Perusahaan No. 0003/SFC-IPO/II/2019 tertanggal 15
Februari 2019.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Marianto adalah Sekretaris Perusahaan sesuai
dengan Surat Penunjukan No. 002/SFC-IPO/VIII/2022 tertanggal 19 Agustus 2022.
Personel manajemen kunci Perusahaan terdiri dari anggota Dewan Komisaris dan Direksi.
Jumlah rata-rata karyawan Perusahaan (tidak diaudit) masing-masing adalah 20 dan 20 karyawan pada 30
September 2025 dan 31 Desember 2024. Jumlah rata-rata karyawan Grup (tidak diaudit) masing-masing
adalah 106 dan 111 karyawan pada 30 September 2025 dan 31 Desember 2024.
e. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian PT Surya Fajar Capital Tbk dan entitas anak untuk tahun yang berakhir
30 September 2025 telah diselesaikan dan diotorisasi untuk terbit oleh Direksi Perusahaan pada tanggal
29 Oktober 2025. Direksi Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan
keuangan konsolidasian tersebut.
2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting
a. Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan dengan menggunakan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia, meliputi pernyataan dan interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Dewan Standar Akuntansi Syariah IAI.
Laporan keuangan juga disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
(POJK) Republik Indonesia No. 20/POJK.04/2021 (POJK 20/2021) tentang ”Penyusunan Laporan
Keuangan Perusahaan Efek” dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Republik Indonesia
No. 25 tentang ”Pedoman Perlakuan Akuntansi Perusahaan Efek” yang telah diundangkan pada
tanggal 21 September 2021.
Dasar pengukuran laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali
beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana diuraikan dalam kebijakan
akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan keuangan konsolidasian ini disusun dengan metode
akrual, kecuali laporan arus kas.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan
mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun
yang berakhir 30 September 2025 adalah konsisten dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan
dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2024.
Mata uang yang digunakan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian adalah
mata uang Rupiah (Rp) yang juga merupakan mata uang fungsional Grup.
b. Prinsip Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas-entitas (termasuk
entitas terstruktur) yang dikendalikan oleh Perusahaan dan Entitas Anak (Grup). Pengendalian
diperoleh apabila Grup memiliki seluruh hal berikut ini:
kekuasaan atas investee;
eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan
kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi
jumlah imbal hasil Grup.
Pengkonsolidasian entitas anak dimulai pada saat Grup memperoleh pengendalian atas entitas anak
dan berakhir pada saat Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Secara khusus, penghasilan
13
Page 17
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
dan beban entitas anak yang diakuisisi atau dilepaskan selama tahun berjalan termasuk dalam laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sejak tanggal Grup memperoleh
pengendalian sampai dengan tanggal Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak.
Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas dalam intra kelompok usaha
terkait dengan transaksi antar entitas dalam Grup dieliminasi secara penuh dalam laporan keuangan
konsolidasian.
Laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik
Perusahaan dan kepentingan nonpengendali (KNP) meskipun hal tersebut mengakibatkan KNP
memiliki saldo defisit.
KNP disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan dalam
ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan
kepada pemilik Perusahaan.
Transaksi dengan KNP yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi
ekuitas. Selisih antara nilai wajar imbalan yang dialihkan dengan bagian relatif atas nilai tercatat aset
bersih entitas anak yang diakuisisi dicatat di ekuitas. Keuntungan atau kerugian dari pelepasan kepada
KNP juga dicatat di ekuitas.
c. Kombinasi Bisnis
Entitas Tidak Sepengendali
Kombinasi bisnis, kecuali kombinasi bisnis entitas sepengendali, dicatat dengan menggunakan metode
akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi diukur pada nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur
pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan jumlah setiap KNP pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap
kombinasi bisnis, pihak pengakuisisi mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi pada nilai wajar atau
sebesar proporsi kepemilikan KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi.
Ketika melakukan akuisisi atas sebuah bisnis, Grup mengklasifikasikan dan menentukan aset
keuangan yang diperoleh dan liabilitas keuangan yang diambil alih berdasarkan pada persyaratan
kontraktual, kondisi ekonomi dan kondisi terkait lain yang ada pada tanggal akuisisi.
Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, pada tanggal akuisisi pihak
pengakuisisi mengukur kembali nilai wajar kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada pihak
yang diakuisisi dan mengakui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan dalam laba rugi.
Pada tanggal akuisisi, goodwill awalnya diukur pada harga perolehan yang merupakan selisih lebih
nilai agregat dari imbalan yang dialihkan dan jumlah yang diakui untuk KNP atas aset bersih
teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Jika nilai agregat tersebut lebih kecil dari
nilai wajar aset neto entitas anak yang diakuisisi, selisih tersebut diakui dalam laba rugi.
Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada jumlah tercatat dikurangi akumulasi kerugian penurunan
nilai. Untuk tujuan uji penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak
tanggal akuisisi, dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas (“UPK”) dari Perusahaan dan/atau
entitas anak yang diharapkan akan menerima manfaat dari sinergi kombinasi tersebut, terlepas dari
apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi dialokasikan ke UPK tersebut.
Jika goodwill telah dialokasikan pada suatu UPK dan operasi tertentu atas UPK tersebut dihentikan,
maka goodwill yang diasosiasikan dengan operasi yang dihentikan tersebut termasuk dalam jumlah
tercatat operasi tersebut ketika menentukan keuntungan atau kerugian dari pelepasan. Goodwill yang
dilepaskan tersebut diukur berdasarkan nilai relatif operasi yang dihentikan dan porsi UPK yang
ditahan.
Entitas Sepengendali
Transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, berupa pengalihan bisnis yang dilakukan dalam
rangka reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu kelompok usaha yang sama, bukan
merupakan perubahan kepemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi tersebut diakui
pada jumlah tercatat berdasarkan metode penyatuan kepemilikan.
14
Page 18
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Selisih antara jumlah imbalan yang dialihkan dan jumlah tercatat dari setiap kombinasi bisnis entitas
sepengendali disajikan dalam akun tambahan modal disetor pada bagian ekuitas dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian.
Entitas yang melepas bisnis, dalam pelepasan bisnis entitas sepengendali, mengakui selisih antara
imbalan yang diterima dan jumlah tercatat bisnis yang dilepas dalam akun tambahan modal disetor
pada bagian ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
d. Penjabaran Mata Uang Asing
Mata Uang Fungsional dan Pelaporan
Akun-akun yang tercakup dalam laporan keuangan setiap entitas dalam Grup diukur menggunakan
mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana entitas beroperasi (mata uang fungsional).
Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional
Perusahaan dan mata uang penyajian Grup.
Transaksi dan Saldo
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang fungsional menggunakan kurs pada
tanggal transaksi. Keuntungan atau kerugian selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dan
dari penjabaran pada kurs akhir tahun atas aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing diakui
dalam laba rugi. Aset nonmoneter yang diukur pada nilai wajar dijabarkan menggunakan kurs pada
tanggal nilai wajar ditentukan. Selisih penjabaran akun ekuitas dan akun nonmoneter serupa yang
diukur pada nilai wajar diakui dalam laba rugi.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, kurs konversi yakni kurs tengah Bank
Indonesia yang digunakan oleh Grup adalah masing-masing sebesar Rp 16.680 dan Rp 16.162 per 1
Dolar Amerika Serikat.
e. Transaksi Pihak Berelasi
Orang atau entitas dikategorikan sebagai pihak berelasi Grup apabila memenuhi definisi pihak berelasi
berdasarkan PSAK No. 224, Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi.
Semua transaksi signifikan dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam laporan keuangan
konsolidasian.
f. Kas dan Setara Kas
Kas terdiri dari kas dan bank. Setara kas adalah semua investasi yang bersifat jangka pendek dan
sangat likuid yang dapat segera dikonversikan menjadi kas dengan jatuh tempo dalam waktu 3 (Tiga)
bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya, dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi
pencairannya.
g. Deposito Berjangka yang Dibatasi Pencairannya
Deposito berjangka yang jatuh temponya kurang dari 3 (Tiga) bulan pada saat penempatan namun
dijaminkan, atau dibatasi pencairannya, dan deposito berjangka yang jatuh temponya lebih dari 3 (Tiga)
bulan pada saat penempatan disajikan sebagai "Deposito berjangka yang dibatasi pencairannya".
h. Instrumen Keuangan
Grup menerapkan PSAK No. 71, Instrumen Keuangan, yang menggantikan PSAK No. 55, Instrumen
Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, mengenai pengaturan instrumen keuangan terkait klasifikasi
dan pengukuran, penurunan nilai atas instrumen keuangan.
15
Page 19
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, instrumen keuangan Grup terdiri dari aset
dan liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain dan aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba
rugi sehingga kebijakan akuntansi terkait dengan liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi
tidak diungkapkan.
Aset Keuangan
Grup mengklasifikasikan aset keuangan sesuai dengan PSAK No. 71, Instrumen Keuangan, sehingga
setelah pengakuan awal aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain atau nilai wajar melalui laba rugi, dengan menggunakan dua dasar, yaitu:
a) Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan; dan,
b) Karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan.
1. Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
a) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
b) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang
semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan
awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif
menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh
temponya, dan dikurangi dengan cadangan kerugian ekspetasian.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, kategori ini meliputi kas dan setara kas,
deposito berjangka yang dibatasi pencairannya, piutang transaksi perantara perdagangan efek,
piutang kegiatan penjaminan emisi efek, piutang lain-lain, dan setoran jaminan dan jaminan dalam
akun aset lain-lain yang dimiliki oleh Grup.
2. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika kedua kondisi
berikut terpenuhi:
a) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan
mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
b) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang
semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan berupa instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain selanjutnya diukur pada nilai wajar, dengan keuntungan atau kerugian yang
belum direalisasi diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Saat aset keuangan tersebut
dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi, akumulasi keuntungan atau kerugian direklasifikasi
ke saldo laba.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, kategori ini meliputi sebagian investasi
Grup dalam portofolio efek.
16
Page 20
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
3. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi kecuali aset keuangan tersebut diukur pada
biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dicatat pada laporan posisi keuangan
pada nilai wajarnya. Perubahan nilai wajar langsung diakui dalam laba rugi. Bunga yang diperoleh
dicatat sebagai pendapatan bunga, sedangkan pendapatan dividen dicatat sebagai bagian dari
pendapatan lain-lain sesuai dengan persyaratan dalam kontrak, atau pada saat hak untuk
memperoleh pembayaran atas dividen tersebut telah ditetapkan.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, kategori ini meliputi sebagian investasi
Grup dalam Portofolio efek.
Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas
Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas Grup diklasifikasikan berdasarkan substansi perjanjian
kontraktual serta definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Kebijakan akuntansi yang
diterapkan atas instrumen keuangan tersebut diungkapkan berikut ini.
Instrumen Ekuitas
Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas setelah
dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas dicatat sejumlah hasil yang diterima, setelah
dikurangkan dengan biaya penerbitan langsung.
Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 109 diklasifikasikan sebagai berikut: (i) liabilitas keuangan
yang diukur dengan biaya diamortisasi, (ii) liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui
laba rugi. Grup menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.
Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang,
termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dan selanjutnya diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Amortisasi suku bunga
efektif disajikan sebagai bagian dari beban keuangan dalam laba rugi.
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan
awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan
métode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, kategori ini meliputi utang lembaga kliring
dan penjaminan, utang nasabah, utang lain-lain dan beban akrual yang dimiliki oleh Grup.
Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, Grup saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan berniat untuk menyelesaikan
secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
17
Page 21
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Reklasifikasi Instrumen Keuangan
Sesuai dengan ketentuan PSAK No. 71, Instrumen Keuangan, Grup mereklasifikasi seluruh aset
keuangan dalam kategori yang terpengaruh, jika dan hanya jika, Grup mengubah model bisnis untuk
pengelolaan aset keuangan tersebut. Sedangkan, liabilitas keuangan tidak direklasifikasi.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Grup selalu mengakui kerugian kredit ekspektasian (KKE) sepanjang umur untuk piutang usaha.
Kerugian kredit ekspektasian atas aset keuangan diestimasi menggunakan pendekatan tingkat
kerugian berdasarkan pengalaman kerugian kredit historis Grup, disesuaikan dengan kondisi ekonomi
umum dan penilaian baik atas kondisi kini maupun perkiraan masa depan pada tanggal pelaporan,
termasuk nilai waktu atas uang jika tepat.
Untuk semua instrumen keuangan lainnya, Grup mengakui KKE sepanjang umur ketika telah ada
peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal. Jika sebaliknya, risiko kredit pada
instrumen keuangan tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, Grup mengukur
penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah KKE 12 bulan.
Penilaian apakah KKE sepanjang umur harus diakui didasarkan pada peningkatan signifikan dalam
kemungkinan terjadinya atau pada risiko gagal bayar sejak pengakuan awal dan bukan didasarkan
bukti aset keuangan yang mengalami kerugian kredit pada tanggal pelaporan atau kejadian gagal bayar
sebenarnya. KKE sepanjang umur merupakan kerugian kredit ekspektasian yang timbul dari seluruh
kemungkinan peristiwa gagal bayar selama perkiraan umur instrumen keuangan. Sebaliknya, KKE 12
bulan mewakili porsi KKE sepanjang umur yang timbul dari peristiwa gagal bayar pada instrumen
keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan.
Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan
1. Aset Keuangan
Aset keuangan (atau bagian dari aset keuangan atau kelompok aset keuangan serupa) dihentikan
pengakuannya jika:
a. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir;
b. Grup tetap memiliki hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan tersebut, namun juga
menanggung liabilitas kontraktual untuk membayar kepada pihak ketiga atas arus kas yang
diterima tersebut secara penuh tanpa adanya penundaan yang signifikan berdasarkan suatu
kesepakatan; atau
c. Grup telah mentransfer haknya untuk menerima arus kas dari aset keuangan dan (i) telah
mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, atau (ii)
secara substansial tidak mentransfer atau tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset
keuangan, namun telah mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut.
2. Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas keuangan tersebut berakhir, dibatalkan,
atau telah kadaluarsa.
i. Pengukuran Nilai Wajar
Pengukuran nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan
liabilitas akan terjadi:
di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau;
18
Page 22
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungakan untuk aset atau liabilitas
tersebut.
Grup harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan pada tanggal
pengukuran.
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan
terbaiknya, atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut
dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Ketika Grup menggunakan teknik penilaian, maka Grup memaksimalkan penggunaan input yang dapat
diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Seluruh aset dan liabilitas yang mana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut diukur atau diungkapkan,
dikategorikan dalam hirarki nilai wajar sebagai berikut:
Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik;
Level 2 - teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai
wajar dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
Level 3 - teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai
wajar tidak dapat diobservasi.
Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan keuangan
konsolidasian, maka Grup menentukan apakah telah terjadi transfer di antara level hirarki dengan
menilai kembali pengkategorian level nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan.
j. Transaksi Portofolio Efek
Transaksi pembelian dan penjualan portofolio efek baik untuk nasabah maupun untuk sendir diakui
dalam laporan keuangan Perusahaan dan entitas anaknya pada saat timbulnya perkatan atas transaksi
portofolio efek.
Pembelian portofolio efek untuk nasabah pemilik rekening dicatat sebagai piutang nasabah dan utang
lembaga kliring dan penjaminan, sedangkan penjualan portofolio efek dicatat sebagai utang pada
nasabah dan piutang dari lembaga kliring dan penjaminan.
Nasabah pemilik rekening dan nasabah kelembagaan yang memiliki rekening efek melakukan
penyelesaian nilai transaksi secara neto untuk piutang dan utang yang jatuh tempo di hari yang sama,
oleh karena penyajian piutang dan utang disajikan secara neto.
Nasabah kelembagaan yang tidak memiliki rekening efek melakukan penyelesaian transaksi secara
bruto, oleh karena itu sejak 1 Januari 2022 penyajian piutang dan utang untuk nasabah disajikan secara
bruto.
Penerimaan dana dari nasabah pemilik rekening dalam rangka pembelian portofolio efek dan
pembayaran dan penerimaan atas transaksi pembelian dan penjualan untuk nasabah dicatat pada
rekening nasabah.
Pada tanggal penyelesaian, pembelian portofolio efek yang tidak dapat diselesaikan dicatat sebagai
akun gagal terima" dan disajikan di laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai liabilitas. Transaksi
penjualan portofolio efek yang tidak dapat diselesaikan dicatat sebagai "akun gagal serah dan disajikan
di laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai aset.
19
Page 23
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Penerimaan uang pemesanan portofolio efek dalam rangka penjaminan emisi portofolio efek diakui dan
disajikan tersendiri sebagai aset dan liabilitas.
Piutang transaksi repo diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan dan
amortisasi.
k. Investasi pada Entitas Asosiasi
Hasil usaha dan aset dan liabilitas entitas asosiasi dicatat dalam laporan keuangan konsolidasian
menggunakan metode ekuitas. Dalam penerapan metode ekuitas, Grup memilih untuk menerapkan
pengukuran nilai wajar untuk entitas asosiasi, yang memenuhi definisi dari entitas investasi dan memiliki
harga kuotasian.
Dalam metode ekuitas, pengakuan awal investasi pada entitas asosiasi diakui pada laporan posisi
keuangan konsolidasian sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk mengakui bagian
Grup atas laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dari entitas asosiasi. Jika bagian Grup atas rugi
entitas asosiasi adalah sama dengan atau melebihi kepentingannya pada entitas asosiasi, maka Grup
menghentikan pengakuannya atas rugi lebih lanjut. Kerugian lebih lanjut diakui hanya jika Grup memiliki
kewajiban konstruktif atau hukum atau melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi.
Investasi pada entitas asosiasi dicatat menggunakan metode ekuitas sejak tanggal investasi tersebut
memenuhi definisi entitas asosiasi. Pada saat perolehan investasi, setiap selisih lebih antara biaya
perolehan investasi dengan bagian Grup atas nilai wajar neto aset dan liabilitas teridentifikasi dari
investee diakui sebagai goodwill, yang termasuk dalam nilai tercatat investasi. Setiap selisih lebih
bagian Grup atas nilai wajar neto aset dan liabilitas teridentifikasi terhadap biaya perolehan investasi
langsung diakui dalam laba rugi pada periode perolehan investasi.
Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menentukan apakah terdapat penurunan nilai yang harus diakui
atas investasi Grup pada entitas asosiasi.
Ketika entitas dalam Grup melakukan transaksi dengan entitas asosiasi milik Grup, keuntungan atau
kerugian yang dihasilkan dari transaksi tersebut diakui dalam laporan keuangan konsolidasian Grup
hanya sebatas kepentingan para pihak dalam asosiasi yang tidak terkait dengan Grup.
l. Biaya Dibayar Dimuka
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan
metode garis lurus
m. Aset Tetap
Kepemilikan Langsung
Aset tetap dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, tetapi tidak termasuk biaya perawatan sehari-hari,
dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada.
Biaya perolehan awal aset tetap meliputi harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian
yang tidak boleh dikreditkan dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa
aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan sesuai dengan tujuan penggunaan yang ditetapkan.
Beban-beban yang timbul setelah aset tetap digunakan, seperti beban perbaikan dan pemeliharaan,
dibebankan ke laba rugi pada saat terjadinya. Apabila beban-beban tersebut menimbulkan peningkatan
manfaat ekonomis di masa datang dari penggunaan aset tetap tersebut yang dapat melebihi kinerja
normalnya, maka beban-beban tersebut dikapitalisasi sebagai tambahan biaya perolehan aset tetap.
Penyusutan dihitung berdasarkan metode garis lurus (straight-line method) selama masa manfaat aset
tetap sebagai berikut:
20
Page 24
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Tahun
Peralatan kantor 4
Komputer 4
Kendaraan 8
Nilai tercatat aset tetap ditelaah kembali dan dilakukan penurunan nilai apabila terdapat peristiwa atau
perubahan kondisi tertentu yang mengindikasikan nilai tercatat tersebut tidak dapat dipulihkan
sepenuhnya.
Dalam setiap inspeksi yang signifikan, biaya inspeksi diakui dalam jumlah tercatat aset tetap sebagai
suatu penggantian apabila memenuhi kriteria pengakuan. Biaya inspeksi signifikan yang dikapitalisasi
tersebut diamortisasi selama periode sampai dengan saat inspeksi signifikan berikutnya.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat
ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau
kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap diakui dalam laba rugi pada tahun
terjadinya penghentian pengakuan.
Nilai residu, umur manfaat, serta metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan dilakukan
penyesuaian apabila hasil telaah berbeda dengan estimasi sebelumnya.
n. Transaksi Sewa
Grup menerapkan PSAK No. 116 yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa sehubungan dengan
sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai ‘sewa operasi’.
Sebagai Penyewa
Pada tanggal permulaan kontrak, Grup menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung, sewa.
Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk
mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan
imbalan.
Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian,
Perusahaan harus menilai apakah:
- Grup memiliki hak untuk mendapatkan secara subtansial seluruh manfaat ekonomi dari
penggunaan aset identifikasian; dan
- Grup memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Grup memiliki hak ini ketika
Grup memiliki hak untuk pengambilan keputusan yang relevan tentang bagaimana dan untuk tujuan
apa aset digunakan telah ditentukan sebelumnya dan:
1. Grup memiliki hak untuk mengoperasikan aset;
2. Grup telah mendesain aset sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan apa aset akan
digunakan selama periode penggunaan.
Pada tanggal awal dimulainya kontrak atau pada tanggal penilaian kembali atas kontrak yang
mengandung sebuah komponen sewa, Grup mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing
komponen sewa berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa dan harga tersendiri agregat
dari komponen nonsewa.
Pada tanggal awal permulaan sewa, Grup mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak-guna
diukur pada biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan
dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan.
Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga
tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan,
didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut
21
Page 25
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
tidak dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya, Grup
menggunakan suk bunga pinjaman inkremental sebagai tingkat bunga diskonto.
Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran berikut ini:
- pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi;
- jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dengan jaminan nilai residual
- penalti karena penghentian awal sewa kecuali jika Grup cukup pasti untuk tidak menghentikan
lebih awal.
Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian pokok dan biaya keuangan. Biaya keuangan
dibebankan pada laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik
yang konstan atas saldo liabilitas untuk setiap periode.
Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Grup pada akhir masa sewa atau jika biaya
perolehan aset hak-guna merefleksikan Grup akan mengeksekusi opsi beli, maka Grup menyusutkan
aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar. Jika tidak, maka Grup
menyusutkan aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur
manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
Sewa Jangka Pendek
Grup memutuskan untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka pendek
yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang. Grup mengakui pembayaran sewa atas sewa tersebut
sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
o. Aset Takberwujud
Perangkat Lunak
Biaya yang dibayarkan atas biaya perolehan piranti lunak komputer, ditangguhkan dan diamortisasi
menggunakan garis lurus.
Amortisasi dihitung berdasarkan metode garis lurus (straight-line method) selama masa manfaat aset
takberwujud sebagai berikut:
Tahun
Perangkat lunak 4
Penyertaan Saham
Investasi dengan persentase kepemilikan di bawah 20% dan tidak memiliki pengaruh signifikan yang
diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang dimiliki untuk dijual dicatat pada nilai wajar melalui laba
rugi. Penyertaan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki umur tidak terbatas dan nilai perolehan
merupakan nilai yang dianggap mendekati nilai wajar.
Goodwill
Goodwill diuji penurunan nilainya setiap tahun dan dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi dengan
akumulasi penurunan nilai. Penurunan nilai goodwill tidak dapat dipulihkan. Keuntungan atau kerugian
yang diakui pada saat pelepasan entitas anak harus memperhitungkan nilai tercatat goodwill dari entitas
anak yang dijual tersebut.
Goodwill dialokasikan ke unit penghasil kas (UPK) untuk tujuan uji penurunan nilai. Alokasi dilakukan
ke UPK atau kelompok UPK yang diharapkan akan mendapat manfaat dari kombinasi bisnis yang
menimbulkan goodwill tersebut.
22
Page 26
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
p. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan tahunan, Grup menelaah apakah terdapat indikasi suatu aset
mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat uji tahunan penurunan nilai
aset perlu dilakukan, maka Grup membuat estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dinyatakan
mengalami penurunan nilai dan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi. Dalam menghitung nilai
pakai, estimasi arus kas masa depan bersih didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat
diskonto sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik
atas aset.
Penelaahan dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan untuk mengetahui apakah terdapat
indikasi bahwa rugi penurunan nilai aset yang telah diakui dalam periode sebelumnya mungkin tidak ada
lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka Grup mengestimasi jumlah
terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang diakui dalam periode sebelumnya akan
dipulihkan apabila nilai tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun nilai tercatat, neto
setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut
pada tahun-tahun sebelumnya. Setelah pemulihan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di
periode mendatang untuk mengalokasikan nilai tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya,
dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.
q. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Grup menerapkan PSAK No. 115 yang mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi 5
langkah analisa sebagai berikut:
1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji
dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke
pelanggan.
3. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu
entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika
imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Grup
membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas
diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah
jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak.
4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual
berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak
dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang
diharapkan ditambah marjin.
5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang
atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki pengendalian atas barang
atau jasa tersebut).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan 2 cara, yakni:
a. Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
b. Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke (pelanggan). Untuk kewajiban
pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Perusahaan memilih ukuran penyelesaian
yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya
kewajiban pelaksanaan.
Pendapatan jasa diakui pada saat pemberian jasa.
Pendapatan komisi sebagai perantara pedagang portofolio efek diakui pada saat transaksi terjadi.
23
Page 27
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Jasa penjaminan emisi portofolio efek diakui pada saat aktivitas penjaminan emisi secara substansi telah
selesai dan jumlah pendapatan telah ditentukan.
Provisi dan komisi lainnya yang tidak terkait dengan kegiatan perolehan instrument keuangan dan jangka
waktu tertentu yang jumlahnya signifikan, diterima dimuka dan diamortisasi menggunakan metode garis
lurus sesuai dengan jangka waktu transaksi yang bersangkutan.
Pendapatan bunga dan beban bunga dari instrumen keuangan diakui dalam laba rugi secara akrual
menggunakan metode suku bunga efektif.
Pendapatan dan beban lainnya masing-masing diakui pada saat terjadinya dan sesuai dengan masa
manfaatnya (accrual basis).
r. Imbalan Kerja
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang merupakan imbalan pasca-kerja manfaat pasti yang dibentuk
tanpa pendanaan khusus dan didasarkan pada masa kerja dan jumlah penghasilan karyawan pada saat
pensiun yang dihitung menggunakan metode Projected Unit Credit. Pengukuran kembali liabilitas
imbalan pasti langsung diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dan penghasilan
komprehensif lain pada periode terjadinya dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi, namun menjadi
bagian dari saldo laba. Biaya liabilitas imbalan pasti lainnya terkait dengan program imbalan pasti diakui
dalam laba rugi.
Presiden Republik Indonesia telah menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang
No. 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja (Perppu Cipta Kerja 2/2022) pada tanggal 30 Desember 2022
yang merupakan pelaksanaan dari Putusan MK No. 91/PUU-XVIII/2020. Dengan berlakunya Perppu
ini, UU No. 11/2020 tentang Cipta Kerja dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Perppu Cipta Kerja 2/2022
telah ditetapkan menjadi Undang-Undang pada tanggal 30 September 2024 berdasarkan Undang-
Undang No. 6 Tahun 2023.
s. Pajak Penghasilan
Pajak Kini
Pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung
berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan diakui sebagai liabilitas jika terdapat perbedaan temporer kena pajak yang timbul dari
perbedaan antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan jumlah tercatatnya pada tanggal
pelaporan.
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal
yang dapat dikompensasikan. Aset pajak tangguhan diakui dan direviu pada setiap tanggal pelaporan
atau tercatatnya, diturunkan sepanjang jumlah kemungkinan besar laba kena pajak tersedia untuk
pemanfaatan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal yang dapat dikompensasikan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku
ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (atau peraturan pajak) yang
telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan. Aset pajak tangguhan dan
liabilitas pajak tangguhan saling hapus jika dan hanya jika, terdapat hak yang dipaksakan secara hukum
untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan pajak tangguhan tersebut
terkait dengan entitas kena pajak yang sama dan dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama.
t. Rekening Efek
Rekening efek dimiliki oleh nasabah Grup Efek dalam kaitannya dengan transaksi jual beli Efek oleh
nasabah. Rekening efek berisi catatan mengenai efek dan dana yang dititipkan nasabah kepada Grup
Efek. Rekening efek nasabah tidak memenuhi kriteria pengakuan aset keuangan oleh Grup, sehingga
tidak dicatat dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, namun dicatat pada buku pembantu dana
dan buku pembantu efek.
24
Page 28
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
u. Laba/Rugi per Saham
Rugi per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun/periode yang
bersangkutan.
v. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang menyediakan tambahan informasi
mengenai posisi keuangan konsolidasian Grup pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian
(peristiwa penyesuaian), jika ada, telah tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian. Peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang tidak memerlukan penyesuaian (peristiwa non-
penyesuai), apabila jumlahnya material, telah diungkapkan dalam laporan keuangan.
w. Informasi Operasi
lnformasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan
penyajian laporan keuangan konsolidasian.
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal komponen-komponen Grup yang secara
berkala dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya ke
dalam segmen dan penilaian kinerja Grup.
3. Perubahan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan dan Interprestasi Standar Akuntansi Keuangan
Mulai tanggal 1 Januari 2024, perubahan penomoran atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan telah berlaku efektif.
Perubahan pada PSAK
Diterapkan pada tahun 2024
Penerapan standar akuntansi keuangan revisi berikut, yang berlaku efektif 1 Januari 2024, relevan bagi
Grup namun tidak menyebabkan perubahan material terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan
keuangan konsolidasian:
- Amendemen PSAK No. 201, Penyajian Laporan Keuangan terkait Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka
Pendek atau Jangka Panjang
- Amendemen PSAK No. 201, Penyajian Laporan Keuangan terkait Liabilitas Jangka Panjang dengan
Kovenan
- Amendemen PSAK No. 116, Sewa terkait Liabilitas Sewa pada transaksi Jual dan Sewa Balik
- Amendemen PSAK No. 207, Laporan Arus Kas dan amendemen PSAK No. 107, Instrumen Keuangan:
Pengungkapan terkait pengaturan pembiayaan pemasok
Telah diterbitkan namun belum berlaku efektif
Amandemen standar akuntansi keuangan yang telah diterbitkan, yang berlaku efektif sejak tanggal:
1 Januari 2025
- Amendemen PSAK No. 221, Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing terkait Kekurangan Ketertukaran
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, Grup masih mempelajari dampak yang
mungkin timbul dari penerapan amendemen PSAK tersebut dan dampak dari penerapan amendemen PSAK
tersebut pada laporan keuangan konsolidasian belum dapat ditentukan.
25
Page 29
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
4. Penggunaan Estimasi, Pertimbangan dan Asumsi Manajemen
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Grup, seperti yang diungkapkan dalam Catatan 2 pada laporan
keuangan konsolidasian, manajemen harus membuat estimasi, pertimbangan, dan asumsi atas nilai tercatat
aset dan liabilitas yang tidak tersedia oleh sumber-sumber lain. Estimasi dan asumsi tersebut, berdasarkan
pengalaman historis dan faktor lain yang dipertimbangkan relevan.
Manajemen berkeyakinan bahwa pengungkapan berikut telah mencakup ikhtisar estimasi, pertimbangan
dan asumsi signifikan yang dibuat oleh manajemen, yang berpengaruh terhadap jumlah-jumlah yang
dilaporkan serta pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasian.
Pertimbangan
Pertimbangan-pertimbangan berikut dibuat oleh manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi
Grup yang memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan konsolidasian:
a. Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anak adalah mata uang lingkungan ekonomi utama
dimana masing-masing entitas beroperasi. Mata uang tersebut adalah yang paling mempengaruhi harga
jual barang dan jasa, dan mata uang dari negara yang kekuatan persaingan dan peraturannya sebagian
besar menentukan harga jual barang dan jasa entitas, dan merupakan mata uang yang mana dana dari
aktivitas pendanaan dihasilkan.
b. Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Grup menentukan klasifikasi aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan
dengan menilai apakah aset dan liabilitas tersebut memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam PSAK
No. 71. Aset keuangan dan liabilitas keuangan dicatat sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup
sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 2.
c. Aset Keuangan yang Tidak Memiliki Kuotasi Harga di Pasar Aktif
Grup mengukur seluruh aset keuangan berupa investasi dalam instrumen ekuitas pada nilai wajarnya.
Akan tetapi, pada keadaan terbatas, biaya perolehan dapat merupakan estimasi nilai wajar yang tepat.
Hal tersebut dapat terjadi jika informasi yang terkini tidak tersedia untuk mengukur nilai wajar, atau
terdapat rentang kemungkinan yang cukup besar atas nilai wajar, dimana biaya perolehan yang
merupakan estimasi terbaik nilai wajar berada dalam rentang tersebut.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, manajemen Grup memutuskan untuk
mengukur investasi aset keuangan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain yang
diungkapkan dalam Catatan 11 pada biaya perolehan, karena informasi yang terkini tidak tersedia untuk
mengukur nilai wajarnya dan dampaknya tidak material terhadap laporan keuangan konsolidasian Grup.
d. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan
Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam menghitung kerugian kredit ekspektasian
untuk piutang usaha. Oleh karena itu, Grup tidak menelusuri perubahan risiko kredit, melainkan
mengakui penyisihan kerugian berdasarkan kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya pada
setiap tanggal pelaporan.
Untuk pendekatan umum, pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, Grup menilai apakah risiko kredit
atas instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan
penilaian tersebut, Grup mempertimbangkan perubahan risiko gagal bayar yang terjadi selama umur
instrumen keuangan. Dalam melakukan penilaian tersebut, Grup membandingkan risiko gagal bayar
yang terjadi pada tanggal pelaporan dengan risiko gagal bayar pada saat pengakuan awal, serta
mempertimbangkan informasi, termasuk informasi masa lalu, kondisi saat ini, dan informasi bersifat
perkiraan masa depan (forward-looking), yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya
berlebihan.
26
Page 30
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Grup mengukur cadangan kerugian sepanjang umurnya, jika risiko kredit atas instrumen keuangan
tersebut telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, jika tidak, maka Grup mengukur
cadangan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan.
Suatu evaluasi yang bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah cadangan kerugian ekspektasian yang
harus dibentuk, dilakukan secara berkala pada setiap periode pelaporan. Oleh karena itu, saat dan
besaran jumlah cadangan kerugian ekspektasian yang tercatat pada setiap periode dapat berbeda
tergantung pada pertimbangan atas informasi yang tersedia atau berlaku pada saat itu.
Nilai tercatat aset keuangan Grup yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, pinjaman diberikan dan
piutang dan aset keuangan yang tersedia untuk dijual Pada tanggal 30 September 2025 dan 31
Desember 2024 adalah sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
Pada biaya perolehan diamortisasi
Kas dan setara kas 43.236.567.728 40.845.726.541
Deposito berjangka yang dibatasi penggunaanya 30.562.500.000 30.562.500.000
Piutang transaksi perantara perdagangan efek 28.623.389.769 11.729.844.758
Piutang lain-lain 5.245.285.093 3.865.863.363
Jaminan dalam akun "aset lain-lain" 726.303.589 1.023.014.727
Jumlah 108.394.046.179 88.026.949.389
e. Transaksi Sewa
Grup Sebagai Penyewa
Grup telah menandatangani sejumlah perjanjian sewa ruangan. Grup menentukan bahwa sewa tersebut
memenuhi kriteria pengakuan dan pengukuran aset hak-guna dan liabilitas sewa sesuai dengan PSAK
No. 116, Sewa.
f. Pajak Penghasilan
Pertimbangan yang signifikan dibutuhkan untuk menentukan jumlah pajak penghasilan. Terdapat
sejumlah transaksi dan perhitungan yang menimbulkan ketidakpastian penentuan jumlah pajak
penghasilan karena interpretasi atas peraturan pajak yang berbeda. Jika hasil pemeriksaan pajak
berbeda dengan jumlah yang sebelumnya telah dibukukan, maka selisih tersebut akan berdampak
terhadap aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan dalam periode dimana hasil pemeriksaan tersebut
terjadi.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber utama lain dalam mengestimasi ketidakpastian pada
tanggal pelaporan yang mempunyai risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian material
terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup
mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia saat laporan keuangan konsolidasian
disusun. Kondisi yang ada dan asumsi mengenai perkembangan masa depan dapat berubah karena
perubahan situasi pasar yang berada di luar kendali Grup. Perubahan tersebut tercermin dalam asumsi
ketika keadaan tersebut terjadi.
a. Nilai Wajar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mensyaratkan pengukuran aset keuangan dan liabilitas
keuangan tertentu pada nilai wajarnya dan penyajian ini mengharuskan penggunaan estimasi.
27
Page 31
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Komponen pengukuran nilai wajar yang signifikan ditentukan berdasarkan bukti-bukti obyektif yang dapat
diverifikasi (seperti nilai tukar, suku bunga), sedangkan saat dan besaran perubahan nilai wajar dapat
menjadi berbeda karena penggunaan metode penilaian yang berbeda. Nilai wajar aset keuangan
diungkapkan pada Catatan 17.
b. Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap
Masa manfaat dari masing-masing aset tetap Grup diestimasi berdasarkan jangka waktu aset tersebut
diharapkan tersedia untuk digunakan. Estimasi tersebut didasarkan pada penilaian kolektif berdasarkan
bidang usaha yang sama, evaluasi teknis internal dan pengalaman dengan aset sejenis. Estimasi masa
manfaat setiap aset ditelaah secara berkala dan diperbarui jika estimasi berbeda dari perkiraan
sebelumnya yang disebabkan karena pemakaian, usang secara teknis atau komersial serta keterbatasan
hak atau pembatasan lainnya terhadap penggunaanaaset. Dengan demikian, hasil operasi di masa
mendatang mungkin dapat terpengaruh secara signifikan oleh perubahan dalam jumlah dan waktu
terjadinya biaya karena perubahan yang disebabkan oleh faktor- faktor yang disebutkan di atas.
Penurunan estimasi masa manfaat ekonomis setiap aset tetap akan menyebabkan kenaikan beban
penyusutan dan penurunan nilai tercatat aset tetap.
Nilai tercatat aset tetap Grup Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing
sebesar Rp 3.234.891.584 dan Rp 2.360.453.822 (Catatan 11).
c. Penurunan Nilai Goodwill dan Aset Takberwujud Lainnya
Aset takberwujud, selain goodwill, diuji penurunan nilai apabila indikasi penurunan nilai telah terjadi.
Untuk goodwill, uji penurunan nilai wajib dilakukan sedikitnya setahun sekali tanpa memperhatikan
apakah telah terjadi indikasi penurunan nilai. Penentuan nilai pakai aset takberwujud membutuhkan
estimasi arus kas yang diharapkan akan dihasilkan dari pemakaian berkelanjutan dan pelepasan akhir
atas aset tersebut (UPK) serta tingkat diskonto yang tepat untuk menghitung nilai kini.
Manajemen berkeyakinan bahwa asumsi- asumsi yang digunakan dalam estimasi nilai pakai dalam
laporan keuangan konsolidasian adalah tepat dan wajar, namun demikian, perubahan signifikan dalam
asumsi-asumsi tersebut dapat berdampak signifikan pada jumlah nilai terpulihkan dan jumlah kerugian
penurunan nilai yang terjadi mungkin berdampak material pada hasil operasi Grup.
Nilai tercatat goodwill Grup pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing
sebesar Rp 2.715.975.771.
Nilai tercatat aset takberwujud Grup pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 masing-
masing sebesar Rp 10.363.462.500 dan Rp 11.139.233.335
d. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Penelaahan atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai aset tertentu.
Penentuan nilai wajar aset membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan akan dihasilkan dari
pemakaian berkelanjutan dan pelepasan akhir atas aset tersebut. Perubahan signifikan dalam asumsi-
asumsi yang digunakan untuk menentukan nilai wajar dapat berdampak signifikan pada nilai terpulihkan
dan jumlah kerugian penurunan nilai yang terjadi mungkin berdampak material pada hasil operasi Grup.
Nilai tercatat aset non-keuangan Grup Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 adalah
sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
Aset tetap - bersih 3.234.891.584 2.360.453.822
Aset takberwujud - bersih 10.363.462.500 1.274.233.335
Jumlah 13.598.354.084 3.634.687.157
28
Page 32
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
e. Imbalan Kerja Jangka Panjang
Penentuan liabilitas imbalan kerja jangka panjang dipengaruhi oleh asumsi tertentu yang digunakan oleh
aktuaris dalam menghitung jumlah tersebut. Asumsi-asumsi tersebut dijelaskan dalam Catatan 28 dan
mencakup, antara lain, tingkat kenaikan gaji, dan tingkat diskonto yang ditentukan dengan mengacu
pada imbal hasil pasar atas bunga obligasi korporasi berkualitas tinggi dalam mata uang yang sama
dengan mata uang pembayaran imbalan dan memiliki jangka waktu yang mendekati estimasi jangka
waktu liabilitas imbalan kerja jangka panjang tersebut.
Hasil aktual yang berbeda dengan asumsi Grup dibukukan pada penghasilan komprehensif lain dan
dengan demikian, berdampak pada jumlah penghasilan komprehensif lain yang diakui dan liabilitas yang
tercatat pada periode-periode mendatang. Manajemen berkeyakinan bahwa asumsi-asumsi yang
digunakan adalah tepat dan wajar, namun demikian, perbedaan signifikan pada hasil aktual, atau
perubahan signifikan dalam asumsi-asumsi tersebut dapat berdampak signifikan pada jumlah liabilitas
imbalan kerja jangka panjang.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, liabilitas imbalan kerja jangka panjang adalah
sebesar Rp 4.041.381.618 (Catatan 28).
f. Aset Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara nilai tercatat aset dan liabilitas
pada laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak jika kemungkinan besar jumlah laba kena pajak
akan memadai untuk pemanfaatan perbedaan temporer yang diakui. Estimasi manajemen yang
signifikan diperlukan untuk menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang diakui berdasarkan
kemungkinan waktu terealisasinya dan jumlah laba kena pajak pada masa mendatang serta strategi
perencanaan pajak masa depan.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, saldo aset pajak tangguhan adalah sebesar
Rp 7.066.118.061.
5. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas terdiri dari:
30 September 2025 31 Desember 2024
Kas 15.000.000 12.691.000
Bank - Pihak ketiga
PT Bank KB Bukopin Syariah 18.132.341.352 -
PT Bank Mandiri (Persero Tbk) 7.428.343.590 6.486.889.490
PT Bank Mayapada Internasional Tbk 2.106.154.493 404.148.450
PT Bank Central Asia Tbk 826.400.851 348.604.748
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 299.846.257 434.153.338
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk 110.221.737 105.960.269
PT Bank Permata Tbk 69.246.429 50.743.855
PT Bank CIMB Niaga Tbk 61.899.909 62.522.088
PT Bank DBS Indonesia 57.186.918 8.044.600
PT Allo Bank Indonesia Tbk 51.601.814 -
PT Bank Mega Tbk 45.752.329 57.182.324
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 21.498.006 46.898.006
PT BPR Dewata Candradana 10.148.652 10.072.710
PT Bank Nationalnobu Tbk 925.391 920.066
PT Bank JTrust Indonesia Tbk - 16.815.597
PT Bank Sinarmas Tbk - 80.000
Subjumlah 29.221.567.728 8.033.035.541
Subjumlah 29.236.567.728 8.045.726.541
29
Page 33
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
30 September 2025 31 Desember 2024
Deposito berjangka - pihak ketiga
PT Bank Mayapada International Tbk 14.000.000.000 -
PT Allo Bank Indonesia Tbk - 16.000.000.000
PT Bank Nationalnobu Tbk - 6.000.000.000
PT Bank BTPN Syariah Tbk - 9.000.000.000
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk - 1.800.000.000
Subjumlah 14.000.000.000 32.800.000.000
Jumlah 43.236.567.728 40.845.726.541
Berikut adalah besaran tingkat bunga dan jangka waktu penempatan deposito berjangka:
2025 2024
Suku bunga per tahun atas deposito berjangka 2,00% - 7,15% 2,20% - 6,75%
Tingkat bagi hasil rata-rata per tahun 10,18% - 10,64% 10,18% - 10,64%
Berdasarkan mata uang:
2025 2024
Rupiah 43.223.782.935 40.832.657.625
Dolar Amerika Serikat (Catatan 36) 12.784.793 13.068.916
Jumlah 43.236.567.728 40.845.726.541
6. Deposito Berjangka yang Dibatasi Pencairannya
Deposito berjangka yang dibatasi pencairannya terdiri dari:
30 September 2025 31 Desember 2024
Rupiah - Pihak ketiga
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 20.000.000.000 20.000.000.000
PT Allo Bank Indonesia Tbk 10.000.000.000 10.000.000.000
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 562.500.000 562.500.000
Jumlah 30.562.500.000 30.562.500.000
2025 2024
Suku bunga rata-rata per tahun 4,50% - 6,00% 2,25% - 6,00%
Deposito berjangka di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Allo Bank Indonesia Tbk dijaminkan untuk
menambah trading limit kepada PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan deposito berjangka di PT Bank
Negara Indonesia (Persero) Tbk dijaminkan untuk fasilitas kartu kredit Grup.
30
Page 34
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
7. Piutang Transaksi Perantara Perdagangan Efek – Pihak Ketiga
Piutang transaksi perantara perdagangan efek - pihak ketiga terdiri dari:
30 September 2025 31 Desember 2024
Piutang nasabah 13.189.053.232 6.435.119.544
Piutang dari lembaga kliring dan penjaminan 15.434.336.537 5.294.725.214
Jumlah 28.623.389.769 11.729.844.758
a. Piutang nasabah
30 September 2025 31 Desember 2024
Piutang nasabah pemilik rekening reguler 13.189.053.232 4.938.337.464
Piutang nasabah kelembagaan reguler - 1.496.782.080
Jumlah 13.189.053.232 6.435.119.544
Piutang nasabah pemilik rekening adalah piutang atas transaksi dengan nasabah pemilik rekening efek
pada Grup. Piutang nasabah kelembagaan adalah piutang atas transaksi dengan nasabah yang tidak
memiliki rekening efek pada Grup.
Seluruh saldo piutang nasabah belum jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan nilai
Pada umumnya, seluruh piutang nasabah diselesaikan dalam waktu singkat, biasanya dalam waktu 2 (dua)
hari sejak tanggal perdagangan. Oleh karena itu, Grup tidak membentuk cadangan kerugian penurunan
nilai pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 karena manajemen berkeyakinan bahwa
seluruh piutang tersebut dapat ditagih.
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko terkonsentrasi secara signifikan atas piutang dari pihak
ketiga.
b. Piutang dari Lembaga Kliring dan Penjaminan
Akun ini merupakan tagihan kepada PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) terkait dengan penjualan
efek.
30 September 2025 31 Desember 2024
Piutang transaksi bursa 14.113.667.500 4.020.251.600
Uang jaminan 1.320.669.037 1.274.473.614
Jumlah 15.434.336.537 5.294.725.214
Uang jaminan merupakan dana agunan kas yang diwajibkan oleh KPEI sebagai jaminan transaksi yang
dilakukan Perusahaan dengan suku bunga masing-masing sebesar dan 6,70% pada tanggal 30 September
2025 dan 31 Desember 2024.
31
Page 35
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
8. Pajak Dibayar Dimuka
Pajak dibayar dimuka terdiri dari:
30 September 2025 31 Desember 2024
Pajak Penghasilan Pasal 23 75.806.128 -
Pajak Penghasilan Pasal 4(2) 10.000 -
Pajak Penghasilan Pasal 21 - 7.544.865
Pajak Pertambahan Nilai - Bersih 520.890.111 313.299.173
Jumlah 596.706.239 320.844.038
9. Portofolio efek - Bersih
Portofolio efek – bersih terdiri dari:
30 September 2025 31 Desember 2024
Entitas anak
Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
PT Bank KB Bukopin Tbk 10.225.935.000 7.011.673.200
PT Ulima Nitra Tbk 9.400.000.000 10.950.000.000
PT Bukalapak.com Tbk 5.159.568.000 3.125.000.000
PT Venteny Fortuna International Tbk 3.897.702.497 14.751.580.000
PT Indo Boga Sukses Tbk 604.875.000 266.145.000
PT Media Nusantara Citra Tbk 300.000.000 276.000.000
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk 199.680.000 64.640.000
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk 188.250.000 73.800.000
PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk 150.500.000 -
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 144.112.800 150.764.160
PT Bundamedik Tbk 109.200.000 159.900.000
PT Dana Brata Luhur Tbk 98.700.000 21.875.000
PT Gudang Garam Tbk 97.825.000 92.925.000
PT Autopedia Sukses Lestari Tbk 38.700.000 34.650.000
PT Astra International Tbk 27.720.000 23.520.000
PT Bukit Asam Tbk 23.500.000 27.500.000
PT Perusahaan Gas Negara Tbk 16.900.000 15.900.000
PT Astra Agro Lestari Tbk 12.262.500 9.300.000
PT PP Presisi Tbk 9.300.000 5.500.000
PT Kalbe Farma Tbk 7.345.000 8.840.000
PT Aneka Tambang Tbk 395.000 190.625
PT Bumi Resources Minerals Tbk 38.640 15.916
PT Medco Energi Internasional Tbk 24.660 19.800
PT Intan Baruprana Finance Tbk 7.200 1.120
PT Kota Satu Properti Tbk 2.178 2.179
32
Page 36
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
30 September 2025 31 Desember 2024
Entitas anak
Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
PT Forza Land Indonesia Tbk - 1.388.053.850
PT Ace Hardware Indonesia Tbk - 276.500.000
Subjumlah 30.712.543.475 38.734.295.850
Cadangan kerugian penurunan nilai (372.062.182) (372.062.182)
Subjumlah 30.340.481.293 38.362.233.668
Reksadana
Victoria Campuran Dinamis 2.343.751.549 8.765.200.491
Subjumlah 32.684.232.842 47.127.434.159
Induk
Diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan Komprehensif lain
PT Venteny Fortuna International Tbk 7.809.557.300 14.052.353.000
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk 1.690.000.001 2.430.000.001
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk 1.697.422.900 1.930.960.950
PT Indofood Sukses Makmur Tbk 36.125.000 38.500.000
Subjumlah 11.233.105.201 18.451.813.951
Reksadana
Victoria Campuran Dinamis 6.651.125.186 1.112.517.983
Danamas Stabil 11.516.095 10.928.816
Demina Equity Growth 1.095.598 1.032.319
Demina Fixed Income Fund 1.036.839 1.016.000
Subjumlah 6.664.773.718 1.125.495.118
Subjumlah 17.897.878.919 19.577.309.069
Jumlah 50.582.111.761 66.704.743.228
Diukur pada Nilai Wajar melalui Laba Rugi (FVPL)
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, portofolio efek pada nilai wajar melalui laba rugi
merupakan efek ekuitas dan reksadana yang dimiliki oleh PT Surya Fajar Sekuritas (SFS), PT Surya Fajar Urun
Dana (SFUND), PT Surya Fajar Investama (SFI), PT Digitalisasi Perangkat Indonesia (DPI), entitas anak.
Pada 31 Desember 2024, entitas anak menjual seluruh kepemilikan sahamnya di PT Dayamitra Telekomunikasi
Tbk dan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk.
33
Page 37
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Jumlah biaya perolehan dan nilai wajar portofolio efek yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi adalah
sebesar Rp 55.843.390.585 dan Rp 32.255.535.357 Pada tanggal 30 September 2025 dan Rp 81.336.486.340
dan Rp 47.127.434.159 pada tanggal 31 Desember 2024.
Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar melalui Penghasilan Komprehensif Lain (FVOCI)
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, portofolio efek pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain merupakan efek ekuitas dan reksadana yang dimiliki oleh Perusahaan.
Pada 31 Desember 2024, Perusahaan menjual seluruh kepemilikan sahamnya di PT SLJ Global Tbk dan
membeli sejumlah saham baru dari PT Alamtri Resources Indonesia Tbk dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk.
Jumlah biaya perolehan dan nilai wajar portofolio efek yang diukur pada nilai wajar melalui Penghasilan
komprehensif lain adalah sebesar Rp 30.815.422.531 dan Rp 17.897.878.919 pada tanggal 30 September 2025
dan Rp 20.377.232.011 dan Rp 19.577.309.069 pada tanggal 31 Desember 2024
Perubahan nilai wajar atas keuntungan (kerugian) belum direalisasi dari aset keuangan tersedia untuk dijual
pada ekuitas di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
Saldo awal tahun (799.922.942) 13.609.473.357
Keuntungan (kerugian) belum
direalisasi tahun berjalan (6.226.695.579) (15.863.812.699)
Reklasifikasi ke saldo laba - 1.454.416.400
Saldo akhir tahun (7.026.618.521) (799.922.942)
Tidak terdapat portofolio efek yang dijadikan jaminan Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024.
10. Investasi Entitas Asosiasi
Nilai tercatat investasi pada entitas asosiasi sebagai berikut:
Persentase
Kepemilikan
31 Desember 31 Desember
Lokasi Bisnis Bidang usaha
2024 2024
Investasi saham
Metode Ekuitas
PT Tourindo Guide Indonesia Tbk
Jakarta Bidang Perjalanan Wisata 24.52% 10,889,062,500
Akumulasi bagian rugi
entitas asosiasi
Saldo awal (10,147,762,371)
Bagian rugi tahun berjalan (758,946,992)
Bagian penghasilan (rugi)
komprehensif tahun berjalan 17,646,863
Saldo akhir (10,889,062,500)
Bersih -
34
Page 38
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Berdasarkan Surat No. S-00181/BEI.PP2/01-2025 tanggal 10 Januari 2025 perihal Persetujuan Pencatatan
Saham Dalam Rangka Pelaksanaan Management and Employee Stock Option Plan (MESOP), sehingga
kepemilikan perusahaan menurun menjadi sebesar 23,08% dari sebelumnya 24,52%.
Pada 31 Juli 2025, Perseroan menjual seluruh kepemilikan saham sahamnya di
PT Tourindo Guide Indonesia Tbk
11. Aset Tetap
Akun ini terdiri dari:
Perubahan selama tahun 2025
1 Januari 2025 Penambahan Pengurangan 30 September 2025
Biaya Perolehan
Pemilikan langsung
Peralatan kantor 7.903.082.323 266.882.265 - 8.169.964.588
Komputer 9.289.820.839 297.579.730 - 9.587.400.568
Kendaraan 2.394.356.008 - - 2.394.356.008
Aset hak-guna 5.350.867.752 2.217.326.368 5.350.867.752 2.217.326.368
Jumlah 24.938.126.922 2.781.788.363 5.350.867.752 22.369.047.532
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan langsung
Peralatan kantor 7.573.926.445 184.988.740 - 7.758.915.185
Komputer 7.782.288.298 666.393.607 - 8.448.681.905
Kendaraan 1.870.590.604 224.470.872 - 2.095.061.476
Aset hak-guna 5.350.867.753 831.497.382 5.350.867.753 831.497.382
Jumlah 22.577.673.100 1.907.350.601 5.350.867.753 19.134.155.948
Nilai Tercatat 2.360.453.822 3.234.891.584
Perubahan selama tahun 2024
1 Januari 2024 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2024
Biaya Perolehan
Pemilikan langsung
Peralatan kantor 7.741.062.593 162.019.730 - 7.903.082.323
Komputer 9.088.952.891 203.247.948 2.380.000 9.289.820.839
Kendaraan 2.394.356.008 - - 2.394.356.008
Aset hak-guna 5.606.756.082 - 255.888.330 5.350.867.752
Jumlah 24.831.127.574 365.267.678 258.268.330 24.938.126.922
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan langsung
Peralatan kantor 6.827.496.918 746.429.527 - 7.573.926.445
Komputer 6.556.550.189 1.228.118.109 2.380.000 7.782.288.298
Kendaraan 1.571.296.107 299.294.497 - 1.870.590.604
Aset hak-guna 3.852.432.109 1.626.379.809 127.944.165 5.350.867.753
Jumlah 18.807.775.323 3.900.221.942 130.324.165 22.577.673.100
Nilai Tercatat 6.023.352.251 2.360.453.822
35
Page 39
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Beban penyusutan dialokasikan pada beban usaha (Catatan 25).
Rincian penjualan dan penghentian aset tetap adalah sebagai berikut:
31 Desember 2024
Harga jual 20.000
Nilai tercatat -
Keuntungan penjualan aset tetap 20.000
Nilai tercatat liabilitas sewa 129.875.808
Nilai tercatat aset hak-guna 127.944.165
Keuntungan penghentian aset hak-guna 1.931.643
Keuntungan penjualan dan penghentian aset tetap 1.951.643
Keuntungan penjualan dan penghentian aset tetap disajikan sebagai penghasilan lainnya dalam laba rugi
(Catatan 26).
Pengurangan aset hak-guna untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2024 sehubungan dengan selesainya
periode masa sewa.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, tidak ada aset tetap yang digunakan sebagai
jaminan.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, aset tetap telah diasuransikan kepada PT Asuransi
Astra Buana, pihak ketiga, dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp 1.770.000.000. Manajemen berpendapat
bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset dipertanggungkan.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat
penurunan nilai atas aset tetap.
12. Aset Takberwujud
Aset takberwujud terdiri dari:
30 September 2025 31 Desember 2024
Selisih Penyertahaan saham 2.365.000.000 -
Perangkat lunak 498.462.500 1.274.233.335
Penyertaan saham - 9.865.000.000
Jumlah 2.863.462.500 11.139.233.335
a. Penyertaan Saham
Perusahaan memiliki penyertaan saham pada PT Bursa Efek Indonesia sebesar Rp 9.865.000.000 masing-
masing pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 yang merupakan syarat keanggotaan bursa.
36
Page 40
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Sesuai dengan Keputusan Rapat Pemegang Saham Tahunan PT Bursa Efek Indonesia Tahun 2023 dan Akta
No. 2 tanggal 1 September 2023 perihal peningkatan modal PT Bursa Efek Indonesia (PT BEI) dimana nilai
nominal saham PT BEI ditingkatkan dari sebelumnya sebesar Rp 135.000.000 per lembar saham menjadi
sebesar Rp 7.500.000.000 per lembar saham yang dicatat pada Penyertaan saham. Modal dasar PT BEI
ditingkatkan dari sebelumnya Rp 27.000.000.000 menjadi sebesar Rp 1.500.000.000.000 dan modal
ditempatkan dan disetor penuh meningkat dari sebelumnya Rp 13.905.000.000 menjadi Rp 772.500.000.000.
Kenaikan nilai nominal saham tersebut dicatat sebagai pendapatan dividen (Catatan 26).
Selisih perolehan nilai saham dengan nilai wajar dari penyertaan saham pada PT BEI ini dicatat sebagai aset
takberwujud pada akun Selisih Penyertaan Saham.
b. Perangkat Lunak
Perubahan selama tahun 2025
1 Januari 2024 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 30 September 2025
Biaya Perolehan
Perangkat lunak 12.896.411.657 117.400.000 - - 13.013.811.657
Akumulasi Penyusutan
Perangkat lunak 11.622.178.322 893.170.835 - - 12.515.349.157
Nilai Tercatat 1.274.233.335 498.462.500
Perubahan selama tahun 2024
1 Januari 2024 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 31 Desember 2024
Biaya Perolehan
Perangkat lunak 12.681.411.657 - - 215.000.000 12.896.411.657
Akumulasi Penyusutan
Perangkat lunak 9.435.971.187 2.186.207.135 - - 11.622.178.322
Nilai Tercatat 3.245.440.470 1.274.233.335
Beban amortisasi dialokasikan pada beban usaha (Catatan 25).
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, tidak ada aset takberwujud yang digunakan sebagai
jaminan.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, aset takberwujud Perusahaan tidak diasuransikan.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat
penurunan nilai atas aset takberwujud.
37
Page 41
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
13. Utang Usaha – Pihak Ketiga
Utang usaha – Pihak ketiga terdiri dari:
30 September 2025 31 Desember 2024
Utang pajak atas transaksi penjualan saham 240.377.652 183.076.212
Utang transaksi bursa 128.469.776 114.580.820
Utang dana jaminan 38.425.391 22.440.805
Jumlah 407.272.819 320.097.837
Akun ini merupakan saldo utang terkait jasa transaksi dan dana jaminan atas penjualan efek kepada PT Bursa
Efek Indonesia.
14. Utang Transaksi Perantara Perdagangan Efek – Pihak Ketiga
Utang transaksi perantara perdagangan efek - pihak ketiga terdiri dari:
30 September 2025 31 Desember 2024
Utang lembaga kliring dan penjaminan 13.184.656.000 6.439.449.100
Utang nasabah 14.065.190.898 3.997.260.504
Jumlah 27.249.846.898 10.436.709.604
a. Utang Lembaga kliring dan penjaminan
Akun ini merupakan tagihan kepada PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) terkait dengan
transaksi perdagangan efek masing-masing sebesar Rp 13.184.656.000 dan Rp 6.439.449.100 pada
tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024.
b. Utang nasabah
Utang nasabah terdiri dari:
30 September 2025 31 Desember 2024
Utang nasabah pemilik rekening
Reguler 14.065.190.898 3.967.245.754
Utang nasabah kelembagaan
Reguler - 30.014.750
Jumlah 14.065.190.898 3.997.260.504
38
Page 42
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Utang nasabah pemilik rekening adalah utang atas transaksi dengan nasabah pemilik rekening efek pada
Grup. Utang nasabah kelembagaan adalah utang atas transaksi dengan nasabah yang tidak memiliki
rekening efek pada Grup. Nilai wajar liabilitas keuangan dicatat sebesar biaya perolehan diamortisasi
dalam laporan keuangan konsolidasian yang mendekati nilai tercatatnya karena jatuh temponya dalam
waktu singkat, biasanya dalam waktu 2 (dua) hari dari tanggal perdagangan.
15. Utang lain-lain Pihak Ketiga
Utang lain-lain pihak ketiga terdiri dari:
30 September 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga
PT Sentra Teknologi Kapital 4.000.000.000 4.000.000.000
PT Garudapreneur Investasi Asia 1.200.000.000 -
Lain-lain 515.061.176 373.360.739
Jumlah 5.715.061.176 4.373.360.739
Seluruh utang lain-lain didenominasi dalam mata uang Rupiah.
16. Utang Pajak
Utang pajak terdiri dari:
30 September 2025 31 Desember 2024
Pajak penghasilan
Pasal 21 69.215.497 30.641.663
Pasal 4(2) 43.903.780 34.500.000
Pasal 23 31.196.125 59.637.795
Pasal 26 13.903.161 -
PPN - keluaran 5.758.131 -
Jumlah 163.976.694 124.779.458
Besarnya pajak yang terutang ditetapkan berdasarkan perhitungan pajak yang dilakukan sendiri oleh wajib
pajak (self-assessment). Kantor Pajak dapat melakukan pemeriksaan atas perhitungan pajak dalam jangka
waktu tertentu setelah terutangnya pajak, sebagaimana diatur dalam Undang-undang yang berlaku.
17. Pengukuran Nilai Wajar
Tabel berikut menyajikan pengukuran nilai wajar aset tertentu Grup:
39
Page 43
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
30 September 2025
Pengukuran nilai wajar menggunakan
Harga kustodian Input signifikan yang Input signifikan yang
dalam pasar aktif dapat di observasi tidak dapat diobservasi
Nilai Tercatat (Level 1) (Level 2) (Level 3)
Pada biaya perolehan
diamortisasi
Jaminan 726.303.589 - - 726.303.589
Aset yang diukur pada nilai wajar:
Aset keuangan pada nilai wajar
melalui laba rugi
Portofollio efek 32.684.232.842 32.684.232.842 - -
Aset keuangan tersedia untuk
dijual
Portofollio efek 17.897.878.919 17.897.878.919 - -
31 Desember 2024
Pengukuran nilai wajar menggunakan
Harga kustodian Input signifikan yang Input signifikan yang
dalam pasar aktif dapat di observasi tidak dapat diobservasi
Nilai Tercatat (Level 1) (Level 2) (Level 3)
Pada biaya perolehan
diamortisasi
Jaminan 1.023.014.727 - - 1.023.014.727
Aset yang diukur pada nilai wajar:
Aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi
Portofollio efek 47.127.434.159 47.127.434.159 - -
Aset keuangn yang diukur pada
nilai wajar melalui penghasilan
penghasilan komprehensif lain
Portofollio efek 19.577.309.069 19.577.309.069 - -
Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif adalah berdasarkan kuotasi harga pasar
pada tanggal pelaporan. Pasar dianggap aktif apabila kuotasi harga tersedia sewaktu-waktu dan dapat
diperoleh secara rutin dari bursa, pedagang efek atau perantara efek, badan penyedia jasa penentuan harga
kelompok industri atau badan pengatur, dan harga tersebut mencerminkan transaksi pasar yang aktual dan
rutin dalam suatu transaksi yang wajar. Kuotasi harga pasar yang digunakan untuk aset keuangan yang dimiliki
oleh Grup adalah harga penawaran (bid price) terkini. Instrumen keuangan seperti ini termasuk dalam hirarki
Level 1. Nilai wajar investasi pada portofolio efek diukur berdasarkan kuotasi harga pasar terakhir yang
dipublikasikan pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024.
Jika satu atau lebih input signifikan tidak diambil dari data pasar yang dapat diobservasi, maka instrumen
tersebut termasuk dalam hirarki Level 3. Nilai wajar setoran jaminan dan jaminan diestimasi mengunakan suku
bunga pinjaman Grup.
18. Modal Saham
Sesuai dengan daftar pemegang saham yang dikeluarkan oleh PT Adimitra Jasa Korpora (Biro Administrasi
Efek Perusahaan), susunan pemegang saham Perusahaan adalah sebagai berikut:
40
Page 44
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
30 September 2025
Jumlah modal
Persentase ditempatkan dan
Nama pemegang saham Jumlah saham kepemilikan(%) disetor
PT Surya Fajar Corpora
(d.h PT Bumi Tirta Rahayu) 968.754.430 71,24% 96.875.443.000
Steffen 34.725.000 2,55% 3.472.500.000
Ivo Rustandi - Direktur Utama 10.000 0,00% 1.000.000
Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) 356.444.591 26,21% 35.644.459.100
Jumlah 1.359.934.021 100,00% 135.993.402.100
31 Desember 2024
Jumlah modal
Persentase ditempatkan dan
Nama pemegang saham Jumlah saham kepemilikan(%) disetor
PT Surya Fajar Corpora
(d.h PT Bumi Tirta Rahayu) 968.754.430 71,24% 96.875.443.000
Steffen 35.225.000 2,59% 3.522.500.000
Ivo Rustandi - Direktur Utama 10.000 0,00% 1.000.000
Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) 355.944.591 26,17% 35.594.459.100
Jumlah 1.359.934.021 100,00% 135.993.402.100
Manajemen Permodalan
Tujuan utama dari pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan bahwa Grup mempertahankan rasio
modal yang sehat dalam rangka mendukung bisnis dan memaksimalkan nilai pemegang saham. Grup tidak
diwajibkan untuk memenuhi syarat-syarat modal tertentu.
Perusahaan mengelola struktur modal dan membuat penyesuaian terhadap struktur modal sehubungan
dengan perubahan kondisi ekonomi.
19. Tambahan Modal Disetor - Bersih
Tambahan modal disetor pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 berasal dari:
30 September 2025 &
31 Desember 2024
Agio saham dari penawaran umum perdana - Bersih 16.981.471.500
Hasil Konversi Waran Seri I 40.153.592.835
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali (1.760.860.636)
Jumlah 55.374.203.699
41
Page 45
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
20. Selisih Nilai Transaksi dengan Kepentingan Nonpengendali
30 September 2025 31 Desember 2024
Saldo awal tahun 8.053.442.335 8.079.316.454
Mutasi tahun berjalan - (25.874.119)
Jumlah 8.053.442.335 8.053.442.335
Berdasarkan Akta No. 11 tanggal 13 Desember 2024 yang dibuat di hadapan Rini Yulianti, S.H., notaris di
Jakarta, para pemegang saham menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari
Rp 15.000.000.000 menjadi Rp 22.500.000.000. DPI mengambil seluruh peningkatan modal tersebut yaitu
sebanyak 7.500 lembar saham atau Rp 7.500.000.000, sehingga kepemilikan DPI naik menjadi sebesar
99,996%. Hal ini menyebabkan penyertaan Grup pada BAI berkurang sebesar Rp 296.945 yang dibukukan
pada akun ”Selisih Nilai Transaksi dengan Kepentingan Nonpengendali”.
Berdasarkan Akta No. 22 tanggal 6 November 2024 yang dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., Mkn.,
notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari Rp
36.041.650.000 menjadi Rp 40.041.650.000 dengan menerbitkan saham seri C sebanyak 2.000.000.000
lembar saham dengan nominal Rp 2 per saham. Dari modal ditempatkan dan disetor telah disetor penuh
sebesar Rp 4.000.000.000 pada 2.000.000.000 lembar saham seri C oleh DPI, sehingga kepemilikan naik
menjadi sebesar 99,243%.
Hal ini menyebabkan penyertaan Grup pada MPM berkurang sebesar Rp 25.577.174 yang dibukukan pada
akun ”Selisih Nilai Transaksi dengan Kepentingan Nonpengendali”.
21. Cadangan Umum
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 11 Maret 2019, para pemegang saham
Perusahaan menyetujui pembentukan cadangan umum sebesar Rp 3.000.000.000.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 saldo cadangan umum adalah sebesar Rp
3.000.000.000. Cadangan umum tersebut dibentuk sehubungan dengan ketentuan dalam Undang-Undang
Republik Indonesia No. 40/2007 tentang Perusahaan Terbatas, yang mewajibkan Perusahaan untuk
membentuk cadangan umum sedikitnya 20% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor. Tidak terdapat batas
waktu yang ditetapkan atas pemenuhan kewajiban tersebut.
22. Kepentingan Nonpengendali
Akun ini merupakan bagian kepemilikan nonpengendali atas aset bersih entitas anak, dengan rincian sebagai
berikut:
Aset Bersih
30 September 2025
Saldo laba
Modal saham (Defisit) Jumlah
Kepemilikan langsung:
PT Surya Fajar Sekuritas 1.000.000 (187.165) 812.835
PT Surya Fajar Urun Dana 1.125.000.000 (1.103.826.587) 21.173.413
PT Surya Fajar Investama 1.000.000 (685.044) 314.956
PT Digitalisasi Perangkat Indonesia 27.456.160.000 2.182.578.305 29.638.738.305
Kepemilikan tidak langsung:
Entitas anak DPI
PT Mareco Prima Mandiri 3.012.495.000 (2.960.529.460) 51.965.540
PT Bursa Akselerasi Indonesia 1.000.000 (628.713) 371.287
Jumlah 31.596.655.000 (1.883.278.663) 29.713.376.337
42
Page 46
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Aset Bersih
31 Desember 2024
Saldo laba
Modal saham (Defisit) Jumlah
Kepemilikan langsung:
PT Surya Fajar Sekuritas 1.000.000 (140.545) 859.455
PT Surya Fajar Urun Dana 1.125.000.000 (990.864.625) 134.135.375
PT Surya Fajar Investama 1.000.000 (527.831) 472.169
PT Digitalisasi Perangkat Indonesia 27.456.160.000 4.732.279.661 32.188.439.661
Kepemilikan tidak langsung:
Entitas anak DPI
PT Mareco Prima Mandiri 3.012.495.000 (2.963.188.172) 49.306.828
PT Bursa Akselerasi Indonesia 1.000.000 (650.175) 349.825
Jumlah 31.596.655.000 776.908.313 32.373.563.313
23. Pendapatan Usaha
Rincian dari pendapatan usaha Grup adalah sebagai berikut:
30 September 2025 30 September 2024 31 Desember 2024
Pendapatan dari kontrak
dengan pelanggan 4.621.885.889 11.369.844.742 13.397.029.949
Beban dari hasil investasi 840.881.641 (12.313.284.073) (12.225.461.075)
Jumlah 5.462.767.529 (943.439.331) 1.171.568.874
a. Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
30 September 2025 30 September 2024 31 Desember 2024
Pendapatan komisi perantara
perdagangan efek 2.202.527.981 3.982.071.625 4.804.988.767
Pendapatan kegiatan penjamin
emisi dan penjualan efek
Jasa penasihat keuangan 200.000.000 200.000.000
Komisi
Jasa manajemen
transaksi - 2.550.000.000 2.550.000.000
Keuntungan
Komisi penjaminan
direalisasi atas - 200.000.000 200.000.000
Jasa agen penjualan - 150.000.000 -
Jasa agen pengatur - - 150.000.000
Subjumlah 200.000.000 2.900.000.000 3.100.000.000
Jasa manajemen 600.000.000 2.511.850.000 3.053.850.000
Komisi pinjam meminjam 889.408.595 1.808.691.304 1.970.187.809
Pendapatan jasa agen
penjualan reksadana 159.363.238 - 95.764.417
Lain-lain 570.586.075 167.231.813 372.238.956
Subjumlah 2.219.357.908 4.487.773.117 5.492.041.182
Jumlah 4.621.885.889 11.369.844.742 13.397.029.949
43
Page 47
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
b. Pendapatan (beban) dari hasil Investasi
30 September 2025 30 September 2024 31 Desember 2024
Pendapatan dividen 41.019.319 35.323.205 36.519.889
Pendapatan bunga nasabah 264.323 3.005.307 3.697.370
Keuntungan belum direalisasi atas
perdagangan efek - bersih 799.597.999 - -
Kerugian belum direalisasi atas
perdagangan efek - bersih - (12.351.612.585) (12.265.678.334)
Jumlah 840.881.641 (12.313.284.073) (12.225.461.075)
Pendapatan usaha melebihi 10% dari jumlah pendapatan usaha Grup adalah sebagai berikut:
30 September 2025 30 September 2024 31 Desember 2024
Persentase Persentase Persentase
terhadap jumlah terhadap terhadap
pendapatan dari jumlah jumlah
Jumlah pelanggan Jumlah penjualan Jumlah penjualan
PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk - 0,00% - 0,00% 0,00%
PT Anugrah Balindo Centrrafarma - 0,00% - 0,00% 2.500.000.000 18,61%
PT Omega Industri Indonesia - 0,00% - 0,00% - 0,00%
PT Dua Empat Tujuh - 0,00% - 0,00% - 0,00%
PT Satu Visi Putra Tbk - 0,00% - 0,00% - 0,00%
24. Beban Pokok Pendapatan
Beban pokok pendapatan terdiri dari:
30 September 2025 30 September 2024 31 Desember 2024
Jasa transfer 55.070.568 64.395.000 117.968.750
Payment Point Online Bank 18.770.508 30.478.524 36.286.344
Jasa profesional - - 845.361.247
Lain-lain 22.480.750 39.637.136 -
Jumlah 96.321.826 134.510.660 999.616.341
Tidak ada jasa profesional yang diberikan oleh pihak-pihak tertentu yang melebihi 10% dari total pendapatan
Grup.
25. Beban Usaha
Beban usaha terdiri dari:
30 September 2025 30 September 2024 31 Desember 2024
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit) (Diaudit)
Gaji dan tunjangan 15.217.218.176 16.319.441.363 20.241.232.062
Utilitas 2.570.717.183 2.741.164.826 6.347.813.428
Penyusutan (Catatan 11) 1.907.350.601 3.089.696.445 3.900.221.942
Pemasaran 1.268.251.334 2.677.096.872 3.520.470.059
Umum dan perlengkapan kantor 908.687.557 865.733.480 1.102.587.777
Amortisasi (Catatan 12) 893.170.835 1.670.280.052 2.186.207.135
Perijinan 802.110.712 1.008.228.293 1.249.882.061
44
Page 48
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
30 September 2025 30 September 2024 31 Desember 2024
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit) (Diaudit)
Sewa 589.741.801 164.348.372 305.555.211
Jasa profesional 467.719.640 827.529.710 1.817.986.287
Pajak 86.312.673 129.150.462 342.231.523
Imbalan kerja jangka panjang - - 984.796.782
Lain-lain 251.553.145 615.448.249 795.710.133
Jumlah 24.962.833.642 30.108.118.125 42.794.694.400
Beban usaha kepada pihak berelasi mewakili 0,04% dan 0,82% dari jumlah beban usaha masing-masing untuk
tahun yang berakhir tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 (Catatan 31).
26. Penghasilan Lainnya
Penghasilan lainnya terdiri dari:
30 September 2025 30 September 2024 31 Desember 2024
Keuntungan sudah direlisasi dari
nilai wajar Reksadana yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi 2.341.094.813 - -
Keuntungan belum direlisasi dari
kenaikan nilai wajar Reksadana yang
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi 163.988.734 - -
Penghasilan bunga 1.819.103.672 2.105.183.495 2.853.101.462
Keuntungan belum direalisasi dari kenaikan
nilai wajar efek yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi 4.975.891.521 - -
Pendapatan dividen 274.930.000 - -
Penyesuaian biaya jasa lalu
imbalan kerja jangka panjang (Catatan 28) - - 24.808.752
Keuntungan penghentian
aset hak-guna (Catatan 11) - - 1.931.643
Keuntungan penjualan
aset tetap (Catatan 11) - - 20.000
Lain - lain 162.090.264 204.062.598 1.727.516.852
Jumlah 9.737.099.005 2.309.246.093 4.607.378.709
27. Beban Lainnya
Beban lainnya terdiri dari:
30 September 2025 30 September 2024 31 Desember 2024
Kerugian direalisasi dari
penjualan investasi 8.896.862.101 280.489.352 8.169.260.327
Kerugian belum direalisasi dari
penjualan investasi - 4.313.549.121 7.356.321.271
Cadangan kerugian penurunan
nilai (Catatan 9) - - 65.425.799
Lain - lain 4.773.181 4.471.950 65.633.268
Jumlah 8.901.635.282 4.598.510.423 15.656.640.665
45
Page 49
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
28. Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang
Besarnya imbalan pasca kerja dihitung berdasarkan ketentuan yang berlaku
Perhitungan aktuaria terakhir atas liabilitas imbalan kerja jangka panjang dilakukan oleh Kantor Konsultan
Aktuaria Agus Susanto, aktuaris independen, tertanggal 10 Februari 2025 untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024.
Jumlah karyawan Grup yang berhak atas imbalan kerja jangka panjang tersebut sebanyak 111 karyawan pada
tanggal 31 Desember 2024.
Jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
sehubungan dengan imbalan pasti adalah sebagai berikut:
31 Desember 2024
Biaya jasa kini 763.313.408
Biaya bunga neto 221.549.649
Biaya jasa lalu (66.275)
Efek kurtailmen (24.808.752)
Komponen biaya imbalan pasti yang diakui di laba rugi 959.988.030
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti:
Kerugian (Keuntungan) aktuarial yang timbul dari:
Perubahan asumsi keuangan (83.299.179)
Penyesuaian pengalaman (135.592.624)
Komponen biaya imbalan kerja
jangka panjang pasti diakui dalam komprehensif lain (218.891.803)
Bersih 741.096.227
Alokasi biaya imbalan pasti yang diakui di laba rugi adalah sebagai berikut:
31 Desember 2024
Beban usaha 984.796.782
penghasilan lainnya (24.808.752)
Jumlah 959.988.030
Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pasti diakui dalam penghasilan komprehensif lain.
Mutasi nilai kini kewajiban imbalan pasti adalah sebagai berikut:
31 Desember 2024
Saldo awal tahun 3.300.285.391
Beban imbalan kerja (catatan 25) 984.796.782
Pembayaran
Efek kurtailmen
manfaat (24.808.752)
Penghasilan komprehensif lain (218.891.803)
Saldo akhir tahun 4.041.381.618
46
Page 50
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Asumsi-asumsi aktuarial utama yang digunakan dalam perhitungan imbalan kerja jangka panjang:
31 Desember 2024
Tingkat diskonto 7,10%
Tingkat kenaikan gaji 5,00%
Usia pensiun 55 Tahun
Analisa sensitivitas dari perubahan asumsi-asumsi utama terhadap liabilitas imbalan kerja jangka panjang
adalah sebagai berikut:
31 Desember 2024
Dampak Terhadap Liabilitas Imbalan Pasti
Perubahan Asumsi Kenaikan Asumsi Penurunan Asumsi
Tingkat diskonto 1% (208.845.635) 232.908.484
Tingkat pertumbuhan gaji 1% 220.178.401 (201.214.180)
29. Pajak Penghasilan
Penghasilan pajak Grup terdiri dari:
31 Desember 2024
Pajak kini
Perusahaan -
Entitas anak -
Pajak tangguhan
Perusahaan (145.518.953)
Entitas anak 2.029.734.854
Bersih 1.884.215.901
Pajak Kini
Rekonsiliasi antara rugi sebelum pajak menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian dengan rugi fiskal adalah sebagai berikut:
31 Desember 2024
Rugi sebelum pajak menurut
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian (54.624.609.150)
Rugi sebelum pajak
Entitas Anak (45.452.557.383)
Rugi sebelum pajak Perusahaan (9.172.051.767)
Perbedaan temporer:
Perbedaan penyusutan komersial dan fiskal 473.036.040
Beban imbalan kerja jangka panjang 180.742.734
Liabilitas sewa (462.418.560)
Subjumlah 191.360.214
47
Page 51
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2024
Perbedaan tetap:
Kerugian (keuntungan) direalisasi dari penjualan investasi 6.679.401.402
Bagian rugi bersih entitas asosiasi 758.946.992
Penyusutan 149.647.249
Beban pajak 87.883.505
Donasi 7.573.518
Penghasilan bunga (25.667.459)
Subjumlah 7.657.785.207
Rugi fiskal Perusahaan (1.322.906.346)
Kerugian fiskal tahun:
2023 (1.445.861.401)
2022 (3.164.323.553)
2021 (2.932.080.308)
2020 (1.699.579.744)
Akumulasi rugi fiskal (10.564.751.352)
Grup telah menerapkan penyesuaian atas tarif pajak yang berlaku dalam perhitungan pajak kininya.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan Grup pada tanggal 31 Desember 2024 telah dihitung dengan menggunakan
tarif pajak yang diperkirakan berlaku pada saat direalisasi.
Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2024, Perusahaan mengalami rugi fiskal sehingga tidak terdapat
taksiran pajak kini.
Pajak Tangguhan
Rincian aset (liabilitas) pajak tangguhan Grup adalah sebagai berikut:
Dikreditkan (Dibebankan) ke
Rugi
komprehensif
1 Januari 2024 Laba rugi lain 31 Desember 2024
Perusahaan
Aset pajak tangguhan:
Rugi fiskal 2.033.205.901 (187.618.200) - 1.845.587.701
Liabilitas imbalan
kerja jangka
panjang 180.924.881 39.763.401 (1.031.971) 219.656.311
Aset hak-guna 95.395.597 (95.395.597) - -
Liabilitas pajak tangguhan:
Liabilitas sewa (97.731.443) 97.731.443 - -
Subjumlah 2.211.794.936 (145.518.953) (1.031.971) 2.065.244.012
48
Page 52
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Dikreditkan (Dibebankan) ke
Entitas Anak
Aset pajak tangguhan:
Rugi fiskal 2.499.083.255 1.832.343.152 - 4.331.426.407
Aset hak-guna 556.379.534 (556.379.534) - -
Liabilitas imbalan - -
kerja jangka panjang 545.137.903 171.433.964 (47.124.225) 669.447.642
Liabilitas pajak tangguhan:
Liabilitas sewa (582.337.272) 582.337.272 - -
Subjumlah 3.018.263.420 2.029.734.854 (47.124.225) 5.000.874.049
Aset pajak tangguhan 5.230.058.356 1.884.215.901 (48.156.196) 7.066.118.061
Rugi fiskal dapat dikompensasikan dalam laba fiskal pada masa 5 (lima) tahun mendatang sejak kerugian fiskal
terjadi. Manajemen memperkirakan bahwa akumulasi kerugian fiskal Perusahaan pada tahun 2022 dapat
dikompensasikan dengan laba fiskal masa mendatang.
30. Rugi Per Saham
Perhitungan rugi per saham dasar berdasarkan pada informasi berikut :
30 September 2025 30 September 2024 31 Desember 2024
Rugi per saham dasar
Dari jumlah laba rugi
tahun/periode berjalan yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk (5.507.373.073) (34.022.669.382) (47.582.425.384)
Rata-rata tertimbang saham biasa untuk
perhitungan rugi per saham dasar 1.359.934.021 1.359.934.021 1.359.934.021
Jumlah rugi per saham dasar
yang dapat diatribusikan kepada
pemegang saham pemilik entitas induk (4,05) (25,02) (34,99)
31. Sifat dan Transaksi Hubungan Berelasi
Sifat Pihak Berelasi
- PT Surya Fajar Corpora adalah pemegang saham Perusahaan.
- PT Pigijo Travelindo Sakti memiliki pengurus yang sama dengan Perusahaan Anak dari Perseroan.
Transaksi dengan Pihak Berelasi
a. Rincian transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
49
Page 53
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Persentase terhadap
Jumlah Aset/Liabilitas/Beban/
Pendapatan Usaha
30 September 30 September
31 Desember 2024 31 Desember 2024
2025 2025
Pendapatan usaha
Pendapatan kegiatan perantara
perdagangan efek
PT Surya Fajar Corpora - 4.047.743 0,00% 0,03%
- 4.047.743 0,00% 0,03%
Beban usaha
Umum dan perlengkapan kantor
PT Pigijo Travelindo Sakti - 54.017.730 0,00% 0,13%
Lain-lain
PT Tourindo Guide Indonesia Tbk - 130.941.441 0,00% 0,31%
PT Pigijo Travelindo Sakti 9.060.306 160.573.518 0,04% 0,38%
9.060.306 345.532.689 0,04% 0,82%
b. Grup memberikan kompensasi kepada karyawan kunci. Imbalan yang diberikan kepada direksi dan
anggota manajemen kunci lainnya untuk periode 2025 dan tahun 2024 sebagai berikut:
Persentase terhadap
Jumlah Beban Gaji dan Tunjangan
30 September 30 September 31 Desember
31 Desember 2024
2025 2025 2024
Gaji dan tunjangan 3.372.620.000 5.616.037.500 22,16% 27,75%
32. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan
Aktivitas Grup terpengaruh berbagai risiko keuangan: risiko pasar (termasuk risiko mata uang dan risiko harga),
risiko kredit dan risiko likuiditas. Program manajemen risiko Grup secara keseluruhan difokuskan pada pasar
keuangan yang tidak dapat diprediksi dan Grup berusaha untuk meminimalkan dampak yang berpotensi
merugikan kinerja keuangan Grup.
Manajemen risiko merupakan tanggung jawab Direksi. Direksi bertugas menentukan prinsip dasar kebijakan
manajemen risiko Grup secara keseluruhan serta kebijakan pada area tertentu seperti risiko mata uang asing,
risiko harga, risiko kredit dan risiko likuiditas.
Risiko Pasar
a. Risiko Mata Uang Asing
Grup terpengaruh risiko nilai tukar mata uang asing yang timbul dari berbagai eksposur mata uang, terutama
terhadap Dolar Amerika Serikat. Risiko nilai tukar mata uang asing timbul dari transaksi komersial yang akan
diselesaikan di masa depan serta aset dan liabilitas yang diakui.
Manajemen telah menetapkan kebijakan yang mengharuskan Grup mengelola risiko nilai tukar mata uang
asing terhadap mata uang fungsionalnya.
50
Page 54
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, jika mata uang Rupiah melemah/ menguat
sebesar 10% terhadap Dolar Amerika Serikat dengan variabel lain konstan, laba setelah pajak untuk tahun
berjalan akan lebih tinggi/rendah sebesar Rp 1.278.479 dan Rp 1.306.892 terutama diakibatkan keuntungan
(kerugian) dari penjabaran aset keuangan.
b. Risiko Harga
Grup terpengaruh risiko harga efek ekuitas karena Grup memiliki investasi yang diklasifikasikan sebagai
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dan tersedia untuk
dijual, namun Grup tidak rentan terhadap risiko harga komoditas.
Untuk mengelola risiko harga yang timbul dari investasi efek ekuitas, Grup melakukan diversifikasi portofolio.
Diversifikasi portofolio dilakukan sesuai dengan batasan yang ditentukan oleh Grup.
Grup memiliki investasi pada saham entitas lain yang diperdagangkan di bursa dengan Indeks Harga Saham
Gabungan (IHSG).
Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko bahwa Grup akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan atau pihak lawan
akibat gagal memenuhi kewajiban kontraktualnya. Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko kredit
yang terkonsentrasi secara signifikan. Grup mengendalikan risiko kredit dengan cara melakukan hubungan
usaha dengan pihak lain yang memiliki kredibilitas, menetapkan kebijakan verifikasi dan otorisasi transaksi
nasabah, serta memantau kolektibilitas piutang secara berkala untuk mengurangi jumlah piutang tak tertagih.
Berikut adalah eksposur maksimum laporan posisi keuangan konsolidasian yang terkait risiko kredit Pada
tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024:
30 September 2025 31 Desember 2024
Aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi
Portofolio efek 32.684.232.842 47.127.434.159
Pada biaya perolehan diamortisasi
Kas dan setara kas 43.221.567.728 40.833.035.541
Deposito berjangka yang dibatasi
penggunaannya 30.562.500.000 30.562.500.000
Piutang transaksi perantara
perdagangan efek 28.623.389.769 11.729.844.758
Piutang lain-lain 5.245.285.093 3.865.863.363
Jaminan dalam akun "aset lain-lain" 726.303.589 1.023.014.727
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain
Portofolio efek 17.897.878.919 19.577.309.069
Aset takberwujud penyertaan saham 2.365.000.000 9.865.000.000
Jumlah 161.326.157.940 164.584.001.617
Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko kerugian yang timbul karena Grup memiliki arus kas yang cukup untuk memenuhi
liabilitasnya.
Dalam pengelolaan risiko likuiditas, manajemen memantau dan menjaga jumlah kas dan setara kas yang
dianggap memadai untuk membiayai operasional Grup dan untuk mengatasi dampak fluktuasi arus kas.
Manajemen juga melakukan evaluasi berkala atas proyeksi arus kas dan arus kas aktual, termasuk jadwal jatuh
tempo utang dan terus-menerus melakukan penelaahan pasar keuangan untuk mendapatkan sumber
pendanaan yang optimal.
51
Page 55
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Berikut adalah jadwal jatuh tempo liabilitas keuangan konsolidasian berdasarkan pembayaran kontraktual yang
tidak didiskontokan (tidak termasuk estimasi pembayaran bunga hingga jatuh tempo):
30 September 2025
<= 1 tahun 1-2 tahun 3-5 tahun > 5 tahun Jumlah
Liabilitas keuangan
yang diukur pada
biaya perolehan
diamortisasi
Utang usaha 407.272.819 - - - 407.272.819
Utang transaksi perantara
perdagangan efek 27.249.846.898 - - - 27.249.846.898
Utang lain-lain 5.715.061.176 - - - 5.715.061.176
Beban akrual 189.019.007 - 189.019.007
Liabilitas sewa 1.127.128.170 - - 1.127.128.170
Jumlah 34.688.328.070 - - - 34.688.328.070
31 Desember 2024
<= 1 tahun 1-2 tahun 3-5 tahun > 5 tahun Jumlah
Liabilitas keuangan
yang diukur pada
biaya perolehan
diamortisasi
Utang usaha 320.097.837 - - - 320.097.837
Utang transaksi perantara
perdagangan efek 10.436.709.604 - - - 10.436.709.604
Utang lain-lain 4.373.360.739 - - - 4.373.360.739
Beban akrual 811.686.231 - - - 811.686.231
Jumlah 15.941.854.411 - - - 15.941.854.411
33. Ikatan, Perjanjian Penting dan Perijinan
a. Perjanjian Pinjaman
Pada tanggal 31 Desember 2024, Entitas Anak menandatangani perjanjian penerimaan pinjaman dari pihak
ketiga sebagai berikut:
Penerima Tanggal Bunga Ket erangan unt uk
Perusahaan Jumlah Jatuh Tempo Tipe Tujuan
Pinjaman Perjanjian per t ahun pengakuan bunga
Set elah t anggal
PT Sent ral Teknologi Kapit al DPI 4.000.000.000 1 Nov 2024 31 Okt ober 2025 Pinjaman M odal kerja 3,00%
perjanjian
Set elah t anggal
PT Garudapreneur Invest asi Asia DPI 1.200.000.000 25 Jul 2025 24 Jul 2026 Pinjaman M odal kerja 3,00%
perjanjian
b. Perjanjian Sewa – Grup sebagai Penyewa
Grup menandatangani beberapa perjanjian sewa sebagai berikut:
Pihak dalam perjanjian Item yang disewa Periode perjanjian
PT Mandrasekar Lestari Sewa kantor Januari 2025 - Januari 2027
Nilai tercatat aset hak-guna diungkapkan pada Catatan 11.
52
Page 56
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian menyajikan saldo berikut berkaitan
dengan sewa:
30 September 2025 31 Desember 2024
Beban penyusutan aset hak-guna 831.497.382 1.626.379.809
Beban bunga atas liabilitas sewa 85.952.999 43.850.720
Beban berkaitan dengan
sewa jangka pendek 589.741.801 305.555.211
1.507.192.182 1.975.785.740
Jumlah pengeluaran kas untuk sewa selama tahun yang berakhir 30 September 2025 dan 31 Desember
2024 adalah sebesar Rp 1.090.198.200 dan Rp 1.387.592.660.
Jumlah komitmen sewa untuk sewa jangka pendek yang dicatat sebagai beban dengan dasar garis lurus
masing- masing sebesar Rp 589.741.801 dan Rp 305.555.211 pada tanggal 30 September 2025 dan 31
Desember 2024.
34. Informasi Segmen
Segmen operasi dilaporkan sesuai dengan pelaporan internal kepada pembuat keputusan operasional, yang
bertanggung jawab atas alokasi sumber daya ke masing-masing segmen yang dilaporkan serta menilai kinerja
masing-masing segmen tersebut. Grup memiliki 5 (lima) segmen yang dilaporkan meliputi perantara pedagang
dan penjamin emisi efek, layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi, layanan berbasis pembayaran
elektronik, teknologi informasi berbasis securities crowdfunding dan jasa konsultan.
30 September 2025
Perantara pedagang Layanan pinjam Teknologi informasi Layanan berbasis
Jasa konsultan
dan penjamin emisi meminjam uang berbasis securities pembayaran Jumlah
efek berbasis teknologi crowdfunding elektronik
Laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif
l konsolidasian
Pendapatan usaha 3.402.772.860 889.408.595 600.000.000 92.500.000 478.086.075 5.462.767.529
Beban pokok pendapatan - - (22.480.750) - (73.841.076) (96.321.826)
Laba kotor 3.402.772.860 889.408.595 577.519.250 92.500.000 404.244.999 5.366.445.703
Beban usaha (10.062.067.330) (4.594.996.965) (5.039.327.952) (1.601.842.836) (3.664.598.559) (24.962.833.642)
Rugi usaha (6.659.294.470) (3.705.588.370) (4.461.808.702) (1.509.342.836) (3.260.353.560) (19.596.387.939)
Penghasilan lainnya - bersih 1.305.114.526 210.676.391 7.417.866.932 3.183.342 2.490.563.342 11.427.404.526
Rugi sebelum pajak (5.354.179.945) (3.494.911.979) 2.956.058.230 (1.506.159.494) (769.790.218) (8.168.983.413)
Beban/Penghasilan pajak - - - - - -
Rugi setelah pajak (5.354.179.945) (3.494.911.979) 2.956.058.230 (1.506.159.494) (769.790.218) (8.168.983.413)
Penghasilan (rugi)
komprehensif lain - - (6.226.695.579) - - (6.226.695.579)
Jumlah penghasilan (rugi)
komprehensif (5.354.179.945) (3.494.911.979) (3.270.637.349) (1.506.159.494) (769.790.218) (14.395.678.992)
Laporan posisi
keuangan konsolidasian
Aset segmen *) 107.837.397.813 11.832.933.119 33.959.302.321 595.717.199 21.380.221.537 175.605.571.990
Liabilitas segmen *) 30.215.389.178 764.391.184 1.312.411.487 360.207.435 6.166.438.041 38.818.837.325
*) Aset segmen tidak termasuk aset pajak tangguhan dan pajak dibayar dimuka sedangkan liabilitas segmen tidak termasuk liabilitas pajak tangguhan dan utang pajak
53
Page 57
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
30 September 2024
Perantara pedagang Layanan pinjam Layanan berbasis
Jasa konsultan
dan penjamin emisi meminjam uang pembayaran Jumlah
efek berbasis teknologi elektronik
Laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif
l konsolidasian
Pendapatan usaha (5.397.583.140) 1.808.691.304 2.488.315.304 157.137.202 (943.439.331)
Beban pokok pendapatan - - (39.637.136) (94.873.524) (134.510.660)
Laba kotor (5.397.583.140) 1.808.691.304 2.448.678.168 62.263.678 (1.077.949.991)
Jumlah beban usaha (12.753.686.033) (4.642.036.498) (8.473.872.999) (4.238.522.595) (30.108.118.125)
Rugi usaha (18.151.269.174) (2.833.345.194) (6.025.194.831) (4.176.258.917) (31.186.068.116)
Penghasilan (Beban)
lain-lain- bersih 1.568.847.813 40.148.405 (4.192.253.567) (572.785.047) (3.156.042.398)
Laba (rugi) sebelum pajak (16.582.421.360) (2.793.196.790) (10.217.448.398) (4.749.043.965) (34.342.110.514)
Penghasilan (beban) pajak - bersih - - - - -
Laba (rugi) setelah pajak (16.582.421.360) (2.793.196.790) (10.217.448.398) (4.749.043.965) (34.342.110.514)
Penghasilan (rugi)
komprehensif lain - - (25.568.025.645) - (25.568.025.645)
Jumlah penghasilan (rugi)
komprehensif (16.582.421.360) (2.793.196.790) (35.785.474.043) (4.749.043.965) (59.910.136.159)
Laporan posisi
keuangan konsolidasian
Aset segmen *) 108.709.730.252 8.718.440.698 63.649.400.435 4.470.481.992 185.548.053.377
Liabilitas segmen *) 21.283.642.759 602.003.308 1.129.317.297 786.083.200 23.801.046.564
*) Aset segmen tidak termasuk aset pajak tangguhan dan pajak dibayar dimuka sedangkan liabilitas segmen tidak termasuk liabilitas pajak tangguhan dan
utang pajak
31 Desember 2024
Perantara pedagang Layanan pinjam Teknologi informasi Layanan berbasis
Jasa konsultan
dan penjamin emisi meminjam uang berbasis securities pembayaran Jumlah
efek berbasis teknologi crowdfunding elektronik
Laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif
l konsolidasian
Pendapatan usaha (4.224.707.891) 1.970.187.809 2.608.850.000 445.000.000 372.238.956 1.171.568.874
Beban pokok pendapatan - - (845.361.247) - (154.255.094) (999.616.341)
Laba kotor (4.224.707.891) 1.970.187.809 1.763.488.753 445.000.000 217.983.862 171.952.533
Beban usaha (19.771.009.755) (6.332.485.872) (5.810.222.587) (3.765.211.907) (7.115.764.279) (42.794.694.400)
Rugi usaha (23.995.717.646) (4.362.298.063) (4.046.733.834) (3.320.211.907) (6.897.780.417) (42.622.741.867)
Penghasilan (Beban) lainnya 2.113.297.262 139.152.933 (16.344.576.856) 94.062.650 1.996.196.728 (12.001.867.283)
Rugi sebelum pajak (21.882.420.384) (4.223.145.130) (20.391.310.690) (3.226.149.257) (4.901.583.689) (54.624.609.150)
Penghasilan pajak 2.599.094.063 (608.330.715) (144.956.372) 27.639.483 10.769.442 1.884.215.901
Rugi setelah pajak (19.283.326.321) (4.831.475.845) (20.536.267.062) (3.198.509.774) (4.890.814.247) (52.740.393.249)
Penghasilan (rugi)
komprehensif lain 218.946.268 16.466.812 (15.842.094.708) (17.014.911) (51.733.690) (15.675.430.229)
Jumlah penghasilan (rugi)
komprehensif (19.064.380.053) (4.815.009.033) (36.378.361.770) (3.215.524.685) (4.942.547.937) (68.415.823.478)
Laporan posisi
keuangan konsolidasian
Aset segmen *) 95.491.163.615 7.331.591.313 36.746.233.947 2.130.947.273 29.874.571.037 171.574.507.185
Liabilitas segmen *) 13.115.214.305 750.140.801 1.132.031.035 392.509.757 4.766.956.032 20.156.851.930
*) Aset segmen tidak termasuk aset pajak tangguhan dan pajak dibayar dimuka sedangkan liabilitas segmen tidak termasuk liabilitas pajak tangguhan dan utang pajak
54
Page 58
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
35. Aset Moneter dalam Mata Uang Asing
Tabel berikut mengungkapkan jumlah aset moneter Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024:
30 September 2025 31 Desember 2024
Mata uang asing Ekuivalen Rp Mata uang asing Ekuivalen Rp
Aset
Kas dan setara kas USD 766,47 12.784.793 USD 808,62 13.068.916
Jumlah Aset 12.784.793 13.068.916
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, kurs konversi yang digunakan Grup diungkapkan
pada Catatan 2 atas laporan keuangan konsolidasian.
36. Rencana Manajemen
Grup mengalami kerugian berulang dan kerugian bersih sebesar Rp 8.167.560.050 pada periode 30 September
2025 sehingga menyebabkan defisit sebesar Rp 85.888.569.868 pada tanggal 30 September 2025.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, manajemen Grup melakukan rencana dan tindakan sebagai berikut:
Perusahaan:
a. Perusahaan akan melakukan efisiensi di semua lini dengan tidak mengesampingkan pelayanan kepada
nasabah/klien.
b. Perusahaan akan memelihara portofolio investasi dalam usaha jasa keuangan untuk dapat membentuk
ekosistem keuangan yang saling bersinergi antara unit usaha, sehingga dapat saling memberikan
kontribusi.
c. Perusahaan selalu mencari peluang dalam usaha-usaha yang bertautan dan sesuai (link and match)
dengan portofolio investasi perusahaan yang ada, sehingga dapat memberikan kontribusi dalam jangka
pendek dan jangka panjang.
Entitas Anak
DPI
a. DPI akan melakukan efisiensi di semua lini agar bisa tetap melakukan operasional, dan mempercepat
peluncuran pelantar (platform) lokapasar (marketplace) agar dapat mengurangi kerugian;
b. Memelihara portofolio investasi dalam usaha jasa keuangan:
- Uang elektronik (e-money), transfer dana (tunggal dan kumpulan), QRIS
- Pinjaman antar pihak (peer to peer lending)
- Agensi untuk mengakuisisi pengguna (user, merchant, lender, borrower)
c. DPI berencana mencari terobosan dalam usaha-usaha yang bertautuan dan sesuai (link and match)
dengan portofolio investasi Perusahaan yang ada saat ini, sehingga dapat memperbaiki kontribusi dalam
jangka pendek dan jangka panjang.
55
Page 59
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
MPM
a. Optimalisasi di semua lini agar dapat memberikan pelayanan yang lebih efisien dan efektif.
b. Berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi dan akuisisi, baik akuisisi pengguna maupun merchant di
seluruh wilayah Indonesia. Rencananya antara lain:
- Berkolaborasi dengan para pengelola lokasi bisnis untuk mendorong adopsi pembayaran digital.
- Melakukan inovasi serta pengembangan produk dengan berfokus pada fitur-fitur yang secara khusus
dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna dan merchant.
- Melakukan kemitraan strategis dengan pelaku bisnis digital untuk mengintegrasikan solusi digitalisasi
pembayaran.
- Melakukan promosi secara daring dan luring untuk meningkatkan kesadaran merek dan pertumbuhan
bisnis.
c. Memperluas dan memperkuat layanan sistem pembayaran agar dapat menjadi pilihan utama yang
lengkap dan terjangkau.
BAI
a. Memfokuskan pada penyaluran kredit berupa employee loan.
b. Menambah tenaga marketing untuk menjaring konsumen potesial baru.
c. Meningkatkan efisiensi dengan mengurangi biaya-biaya.
d. Bekerjasama dengan lembaga keuangan (perbankan dan non perbankan) untuk meningkatkan potensi
funding.
e. Bekerjasama dengan beberapa platform atau perusahaan untuk sebagai leads generator.
MUI
a. Merekrut tim baru untuk lebih menjangkau pasar-pasar potensial yang nantinya akan diarahkan ke
Indofund.
b. Mencari mitra strategis untuk lebih memperkenalkan Indofund sehingga peluang penyaluran dana akan
terbuka.
c. Menjadi partner dengan “Dipay” dalam meningkatkan user pengguna “Dipay” sehingga bisa meningkatkan
pendapatan.
SFS
a. SFS akan tetap menjaga dan meningkatkan layanan yang ada untuk dapat mempertahankan dan
meningkatkan transaksi yang berjalan.
b. SFS berupaya untuk melakukan inovasu dalam mengemas produk-produk efek yang dapat di transaksikan
dengan lebih menarik.
c. SFS akan tetap menjaga dan meningkatkan inklusi dan edukasi mengenai efek kepada kalangan
masyarakat seluas mungkin.
d. SFS akan melakukan Upaya kolaborasi dan atau kerja sama dengan lembaga/institusi untuk memperluas
basis nasabah selain tetap melakukan akuisisi secara generik.
56
Page 60
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
e. SFS akan melakukan efisiensi di semua lini dengan tidak mengesampingkan pelayanan kepada
nasabah/klien.
f. SFS akan mengelolah portofolio dengan sebaik mungkin dan optimis kinerja akan membaik seiring dengan
membaiknya perekonomian Indonesia ke depan.
g. SFS tetap melakukan branding baik menggunakan media sosial maupun media lainnya.
SFUD
a. SFUD yang bergerak di bidang securities crowd funding baru memperoleh perijinan di tahun 2024 dari
OJK, akan melakukan upaya-upaya tata kelola perusahaan yang baik dan benar (kepatuhan) sehingga
menjadi perusahaan yang kredibel dan terpercaya di Indonesia, sehingga dapat menjangkau pasar lebih
luas.
b. SFUD akan menjangkau UMKM lebih luas dalam mencari calon penerbit dan terus meningkatkan
manajemen resiko dalam menelaah bisnis calon penerbit.
c. SFUD akan melakukan efisiensi biaya operasional, sehingga dapat meningkatkan kinerja keuangan
Perusahaan.
SFIN
a. SFIN akan memantau perkembangan moratorium atas proses perijinan perusahaan Efek yang melakukan
kegiatan usaha sebagai manajer investasi, yang diterbitkan OJK dengan No. Kep 72/D.04/2021 tanggal
14 Desember 2021 dan segera melakukan proses perijinan Perusahaan jika sudah dapat dilakukan.
b. SFIN akan melakukan efisiensi dalam operasional.
c. SFIN akan mengoptimalkan modal kerja yang sudah ada, demi menjaga kelangsungan Perusahaan.
37. Pengungkapan Tambahan Laporan Arus Kas Konsolidasi
Aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak mempengaruhi kas:
30 September 2025 31 Desember 2024
Perolehan aset takberwujud
yang berasal dari uang muka pembeliaan - 215.000.000
Pembayaran atas liabilitas sewa
yang berasal dari penghentian aset tetap - 129.875.808
38. Rekonsiliasi Liabiltas Konsolidasian Yang Timbul dari Aktivitas Pendanaan
Tabel berikut menjelaskan perubahan pada liabilitas Grup yang timbul dari aktivitas pendanaan, yang meliputi
perubahan terkait kas dan nonkas:
57
Page 61
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 September 2025 (Tidak Diaudit), 30 September 2024 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Arus kas Perubahan
1 Januari 2025 30 September 2025
pendanaan nonkas
Utang lain-lain 4.373.360.739 1.341.700.437 - 5.715.061.176
Liabilitas Sewa - (1.090.198.200) 2.217.326.368 1.127.128.170
Jumlah liabilitas
dari aktivitas
pendanaan 4.373.360.739 251.502.237 2.217.326.368 6.842.189.346
Arus kas Perubahan
1 Januari 2024 31 Desember 2024
pendanaan nonkas
Utang lain-lain 286.802.772 4.000.000.000 86.557.967 4.373.360.739
Liabilitas Sewa 1.517.468.468 (1.387.592.660) (129.875.808) -
Jumlah liabilitas
dari aktivitas
pendanaan 1.804.271.240 2.612.407.340 (43.317.841) 4.373.360.739
39. Rekening Efek
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, PT Surya Fajar Sekuritas (SFS), entitas anak,
mengelola efek dan dana nasabah dalam Rekening Efek masing-masing sebesar Rp 6.067.146.626.217 dan
Rp 7.135.277.610.808. Akun liabilitas kepada nasabah yang terkait tidak diakui dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian Grup, tetapi dilaporkan pada saat penyusunan Laporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan kepada
Otoritas Jasa Keuangan.
********
58
Names mentioned 95 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT SURYA FAJAR CAPITAL DAN ENTITAS ANAK
p.5 ×4
unresolved
person
Humberg Lie
· Notaris
p.12 ×11
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.12 ×2
unresolved
org
PT Surya Fajar Sekuritas
p.13 ×5
unresolved
org
PT Surya Fajar Investama
p.13 ×4
unresolved
org
PT Surya Fajar Urun Dana
p.13 ×5
unresolved
org
PT Mareco Prima Mandiri
p.13 ×4
unresolved
org
PT Bursa Akselerasi Indonesia
p.13 ×4
unresolved
org
PT Mitra Usaha Indofund
p.13
unresolved
org
Kementerian
p.14
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.14 ×3
unresolved
person
Rini Yulianti
p.15 ×3
unresolved
org
Kementerian Hukum Republik Indonesia
p.15 ×2
unresolved
—
Syamsul Bahri Ily
· Komisaris
p.15 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.18 ×5
unresolved
org
PT Bank KB Bukopin Syariah
p.32
unresolved
org
Persero Tbk
p.32
unresolved
org
PT BPR Dewata Candradana
p.32
unresolved
org
Bank Mayapada International Tbk
p.33 ×2
unresolved
org
PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia
p.33 ×5
unresolved
org
KPEI
p.33 ×4
unresolved
org
Gudang Garam Tbk
p.35 ×2
unresolved
org
Intan Baruprana Finance Tbk
p.35 ×2
unresolved
org
Forza Land Indonesia Tbk
p.36 ×2
unresolved
org
Ace Hardware Indonesia Tbk
p.36 ×2
unresolved
org
Tourindo Guide Indonesia Tbk
p.37 ×6
unresolved
org
PT Asuransi Astra Buana
p.39
unresolved
org
PT Sentra Teknologi Kapital
p.42
unresolved
org
PT Garudapreneur Investasi Asia
p.42
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Korpora
p.43
unresolved
—
(d.h PT Bumi Tirta Rahayu)
p.44 ×2
unresolved
org
PT Bumi Tirta Rahayu
p.44 ×2
unresolved
—
Masyarakat (masing-masing dibawah 5%)
p.44 ×2
unresolved
org
PT Anugrah Balindo Centrrafarma
p.47
unresolved
org
PT Omega Industri Indonesia
p.47
unresolved
org
PT Sent
p.55
unresolved
org
PT Garudapreneur Invest
p.55
unresolved
org
PT Mandrasekar Lestari
p.55
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.