Back to announcement
20250826_KETR_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31935268_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review KETRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 81
Page 1
LAPORAN STUDI KELAYAKAN
PT KETROSDEN TRIASMITRA TBK
No. 00017/2.0120-04/BS/03/0627/1/VIII/2025
Tanggal: 25 Agustus 2025
Tanggal Studi Kelayakan per 30 Juni 2025
Page 2
Kantor Cabang Jakarta Selatan
The AKKAS Commercial Building, Lt.2
Jl. T.B. Simatupang No.23 Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan
Telp. : +62 21 78343013 | Wilayah Kerja Seluruh Indonesia
No. Laporan : 00017/2.0120-04/BS/03/0627/1/VIII/2025 Jakarta, 25 Agustus 2025
Kepada Yth.
PT Ketrosden Triasmitra Tbk
Meta Epsi Building 2nd Floor
Jl. DI Panjaitan Kav. 2, Rawabunga
Jakarta Timur, 13350
U.p. : Direksi
Dengan hormat,
Sesuai penugasan dari PT Ketrosden Triasmitra Tbk kepada Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki
dan Rekan (”HMR” atau “kami” atau “Penilai”) untuk memberikan pendapat mengenai kelayakan atas
rencana penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha (KBLI) yaitu KBLI 50131 – Angkutan Laut Dalam
Negeri untuk Barang Umum dan KBLI 50141 – Angkutan Laut Luar Negeri untuk Barang Umum oleh PT
Ketrosden TriasmitraTbk (“Perseroan” atau “KETR”) sebagaimana tertuang dalam Surat Penawaran No.
067/SP/HMR-JKSL/B/VII/2025 tanggal 30 Juli 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan, maka
dengan ini kami telah melakukan studi kelayakan (feasibilty study) secara independen dengan tanggal
studi kelayakan per 30 Juni 2025.
Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan dalam studi kelayakan ini adalah:
Nama : PT Ketrosden Triasmitra Tbk
Bidang Usaha : Infrastruktur Telekomunikasi
Alamat : Gedung Meta Epsi Lantai 2, Jl. D.I. Panjaitan Kav. 2, Rawabunga, Jakarta Timur,
13350
Telepon dan Faks : (021) 22085100
E-mail : hq@triasmitra.com
Latar Belakang Studi Kelayakan
Perseroan merupakan perusahaan yang memiliki fokus bisnis utama pada infrastruktur jaringan
telekomunikasi, jasa pemeliharaan dan pengelolaan kabel komunikasi, dan menjual sistem komunikasi
kabel serat optik laut dan terestrial (darat). Saat ini Perseroan telah memiliki kapal penggelaran kabel
fiber optik bawah laut, yaitu Cable Laying Vessel (CLV) Bentang Bahari. Kapal ini sudah berbendera
Indonesia dan sudah selesai dilakukan konversi dari kapal supply ke kapal penggelar kabel fiber optik
bawah laut. Untuk mengakomodir perkembangan atau pertumbuhan usaha Perseroan di masa depan,
terutama dalam hal komersialisasi CLV Bentang Bahari kepada pihak ketiga serta operasional
penggelaran Sistem Komunikasi Kabel Bawah Laut (SKKL), maka diperlukan SIUPAL (Surat Izin Usaha
Perusahaan Angkutan Laut) guna keperluan tersebut. Penambahan KBLI 50131 Angkutan Laut Dalam
Negeri untuk Barang Umum dan KBLI 50141 Angkutan Laut Luar Negeri untuk Barang Umum ke dalam
NIB Perseroan dibutuhkan sebagai dasar dalam pengurusan SIUPAL tersebut.
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |i
Page 3
Status Penilai
Penilai Publik Willyams merupakan Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.22.00627 sebagai Rekan di
KJPP Herman Meirizki dan Rekan dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120, domisili Kota Jakarta Selatan
dengan wilayah kerja di seluruh Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan merupakan KJPP resmi yang
telah mendapatkan izin dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri
Keuangan No. 66/KM.1/2014 tanggal 10 Februari 2014. Kami juga telah terdaftar sebagai kantor jasa
profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Penilai telah terdaftar sebagai Profesi
Penunjang Pasar Modal (Penilai Bisnis) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No.
STTD.PB ‐ 57/PM.02/2023 serta terdaftar sebagai Penilai Industri Keuangan Non Bank dengan No.
296/PD.021/STTD-P/2023. Studi kelayakan dilakukan sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI)
Edisi VII-2018, POJK 35/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal,
dan POJK 17/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama serta Surat Edaran
Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 17/SEOJK.04/2020.
Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Maksud dan tujuan studi kelayakan ini adalah untuk memberikan pendapat kelayakan atas rencana
penambahan KBLI 50131 – Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Umum dan KBLI 50141 – Angkutan
Laut Luar Negeri untuk Barang Umum oleh Perseroan (selanjutnya disebut “Rencana Penambahan
KBLI”).
Objek Studi Kelayakan
Objek studi kelayakan adalah kelayakan atas Rencana Penambahan KBLI.
Tanggal Studi Kelayakan
Tanggal studi kelayakan dalam laporan ini adalah tanggal 30 Juni 2025.
Mata Uang yang Digunakan
Mata uang yang digunakan dalam laporan studi kelayakan adalah Rupiah (Rp).
Tingkat Kedalaman Investigasi
HMR telah mendapatkan kesempatan untuk melakukan wawancara terutama dengan manajemen
Perseroan yang diperlukan untuk menunjang proses studi kelayakan.
Asumsi dan Kondisi Pembatas
Laporan studi kelayakan ini dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
1. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses studi kelayakan;
2. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya;
3. Proyeksi keuangan dibuat oleh manajemen Perseroan dengan mencerminkan kewajaran proyeksi
keuangan dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
4. HMR bertanggungjawab atas pelaksanaan analisis studi kelayakan;
5. HMR bertanggungjawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan akhir dari laporan ini;
6. Kami telah memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dari pemberi tugas berdasarkan
dokumen legalitas Perseroan;
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |ii
Page 4
7. Laporan studi kelayakan disusun berdasarkan kondisi bisnis, perekonomian, dan peraturan-
peraturan yang secara umum berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan studi kelayakan
ini;
8. Kami mengasumsikan bahwa setelah tanggal diterbitkannya laporan studi kelayakan tidak terjadi
perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap hasil studi kelayakan. Kami tidak
bertanggungjawab untuk menegaskan atau memutakhirkan kembali pendapat kami atas perubahan
asumsi dan kondisi yang terjadi setelah tanggal laporan studi kelayakan ini;
9. Kami tidak melakukan due diligence atas aspek perpajakan dan aspek hukum Perseroan;
10. Analisis dalam studi kelayakan didasarkan pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan data
dan informasi yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau pemberi tugas. Kami
mengasumsikan bahwa data dan informasi yang diberikan kepada kami adalah benar, lengkap, dan
tidak menyesatkan. Kami tidak bertanggungjawab atas kemungkinan adanya data atau informasi
yang tidak diungkapkan, ketidakakuratan dan ketidakterbukaan data atau informasi, perubahan
data atau asumsi yang dijadikan dasar studi kelayakan yang dapat mempengaruhi hasil studi
kelayakan;
11. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan studi kelayakan ini tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-
prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk
mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam
laporan keuangan, atau pelanggaran hukum.
Asumsi Khusus
Asumsi khusus yang akan digunakan merupakan asumsi khusus yang relevan dan wajar sehubungan
dengan studi kelayakan. Asumsi khusus merupakan asumsi yang berbeda dari keadaaan sebenarnya
pada tanggal studi kelayakan. Analisis akan menggunakan asumsi yang wajar untuk diterima dalam
studi kelayakan.
Subsequent Event
Dari tanggal penilaian yaitu tanggal 30 Juni 2025 sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak
terdapat subsequent event atau kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil analisis studi
kelayakan secara signifikan.
Metodologi Studi Kelayakan
Metode yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini adalah sebagai berikut:
• Pengumpulan data langsung dari Perseroan terkait Rencana Penambahan KBLI yang mencakup
identitas, perizinan, rencana usaha, dan data terkait lainnya;
• Melakukan analisis makro ekonomi dan analisis industri untuk mengevaluasi dampak terhadap
kelayakan proyek;
• Melakukan analisis kelayakan atas objek studi kelayakan;
Dalam melaksanakan studi kelayakan ini, kami melakukan analisis kelayakan Rencana Penambahan
KBLI menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index
(PI), dan Return on Investment (ROI).
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |iii
Page 5
Sumber Informasi Yang Dapat Dihandalkan
Studi kelayakan dapat menggunakan data atau sumber informasi tanpa melalui verifikasi terlebih dahulu
yaitu data-data sebagai berikut:
• Data beta industri dan country risk premium bersumber dari Damodaran;
• Data Obligasi Pemerintah Republik Indonesia dari PT Penilai Harga Efek Indonesia atau sumber
lainnya;
• Data Statistik Perbankan Indonesia dari Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan;
• Data nilai tukar, inflasi, ataupun data publikasi lainnya bersumber dari Bank Indonesia;
• Data lainnya bersumber dari lembaga pemerintahan lainnya;
• Sumber data lainnya yang terkait dengan studi kelayakan.
Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan ini kami telah bertindak secara independen, tidak ada
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dengan penugasan. Kami juga
tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Laporan studi
kelayakan ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun.
Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini yang dihasilkan.
Persyaratan atas Persetujuan Publikasi
Laporan studi kelayakan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi rahasia yang dapat
mempengaruhi operasional Perseroan. Publikasi ataupun penggunaan laporan studi kelayakan untuk
tujuan selain yang telah dinyatakan dalam maksud dan tujuan studi kelayakan serta penggunaan laporan
studi kelayakan ini oleh pihak selain dari pemberi tugas dan pengguna laporan dalam laporan studi
kelayakan ini harus dengan sepengetahuan dan persetujuan tertulis dari HMR. HMR tidak
bertanggungjawab atas tuntutan baik saat ini ataupun di masa depan terkait dengan penyalahgunaan
ataupun penggunaan sebagian atau seluruh informasi dalam laporan studi kelayakan ini untuk tujuan
selain yang telah dinyatakan sebelumnya dan bukan oleh pengguna laporan dalam laporan studi
kelayakan ini.
Kesimpulan
Berdasarkan analisis dan metodologi yang telah dilakukan, maka didapatkan kesimpulan sebagai
berikut:
1. Berdasarkan penelaahan aspek legalitas dan hukum, Perseroan telah memiliki perizinan pokok dan
dokumen operasional lainnya untuk melakukan kegiatan komersialnya sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku. Rencana Penambahan KBLI juga dilakukan sebagai salah satu
syarat mendapatkan SIUPAL yang diperlukan untuk dapat menyewakan CLV Bentang Bahari;
2. Berdasarkan penelaahan aspek pasar, Rencana Penambahan KBLI akan memperluas jangkauan
layanan dan memperkuat daya saing Perseroan di pasar. Dalam konteks komersialisasi CLV Bentang
Bahari, target pasar Perseroan untuk layanan instalasi dan perbaikan kabel bawah laut dikategorikan
berdasarkan tingkat prioritas strategis dan potensi volume bisnis;
3. Berdasarkan penelaahan aspek teknis, Perseroan memiliki kapasitas kemampuan serta jumlah
tenaga ahli dan tenaga kerja yang kompeten, berpengalaman, dan bersertifikasi keahlian khusus.
Perseroan merupakan kontraktor fiber optic bawah laut yang berpengalaman dan memiliki tambahan
keunggulan yaitu memiliki CLV Bentang Bahari yang merupakan salah satu kapal modern di Indonesia
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |iv
Page 6
Page 7
Page 8
DAFTAR ISI
PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI ........................................................................................ vi
DAFTAR ISI ............................................................................................................................... vii
DAFTAR TABEL ........................................................................................................................... ix
DAFTAR GRAFIK .......................................................................................................................... x
DAFTAR GAMBAR ....................................................................................................................... xi
1. LINGKUP PENUGASAN ...........................................................................................................1
1.1. Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ...........................................................1
1.2. Latar Belakang Studi Kelayakan .......................................................................................1
1.3. Status Penilai .................................................................................................................1
1.4. Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan ................................................................................1
1.5. Objek Studi Kelayakan ....................................................................................................2
1.6. Tanggal Studi Kelayakan ..................................................................................................2
1.7. Mata Uang yang Digunakan .............................................................................................2
1.8. Tingkat Kedalaman Investigasi .........................................................................................2
1.9. Asumsi dan Kondisi Pembatas .........................................................................................2
1.10. Asumsi Khusus ...............................................................................................................3
1.11. Subsequent Event ...........................................................................................................3
1.12. Metodologi Studi Kelayakan ............................................................................................3
1.13. Sumber Informasi Yang Dapat Dihandalkan .....................................................................3
1.14. Sumber Data ..................................................................................................................3
1.15. Independensi Penilai.......................................................................................................4
1.16. Persyaratan atas Persetujuan Publikasi............................................................................4
2. GAMBARAN UMUM PERSEROAN.............................................................................................5
2.1. Gambaran Umum Perseroan ...........................................................................................5
2.2. Pemegang Saham ...........................................................................................................5
2.3. Susunan Pengurus ..........................................................................................................6
2.4. Gambaran Usaha ............................................................................................................6
2.4.1. Kegiatan Usaha dan Informasi Operasional ......................................................................6
2.4.2. Analisis SWOT ................................................................................................................8
2.4.3. Ketentuan Undang-Undang Terkait Operasional ...............................................................9
2.5. Kinerja Keuangan ............................................................................................................9
2.5.1. Laba Rugi Historis ...........................................................................................................9
2.5.2. Posisi Keuangan Historis ............................................................................................... 10
2.5.3. Arus Kas Historis........................................................................................................... 13
2.5.4. Rasio Keuangan Historis................................................................................................ 14
3. ASPEK PASAR ...................................................................................................................... 16
3.1. Tinjauan Ekonomi ......................................................................................................... 16
3.1.1. Indeks Harga Saham Gabungan .................................................................................... 16
3.1.2. Nilai Tukar Rupiah ........................................................................................................ 16
3.1.3. Suku Bunga .................................................................................................................. 17
3.1.4. Inflasi .......................................................................................................................... 17
3.2. Tinjauan Industri Fiber Optik .......................................................................................... 18
3.3. Potensi dan Sasaran Pasar ............................................................................................ 22
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |vii
Page 9
3.4. Pesaing Usaha .............................................................................................................. 24
3.5. Strategi Pemasaran....................................................................................................... 24
3.6. Target Pasar ................................................................................................................. 25
3.7. Pemasok dan Pelanggan Utama .................................................................................... 29
4. ASPEK TEKNIS...................................................................................................................... 30
4.1. Kapasitas Segmen Usaha Chartered Vessel ................................................................... 30
4.2. Ketersediaan Bahan Baku.............................................................................................. 32
4.3. Ketersediaan Sumber Daya Manusia dan Tenaga Ahli ..................................................... 32
4.4. Proses Produksi ............................................................................................................ 34
5. ASPEK POLA BISNIS ............................................................................................................. 36
5.1. Keunggulan Kompetitif .................................................................................................. 36
5.2. Kemampuan Pesaing Meniru Produk .............................................................................. 37
5.3. Kemampuan Menciptakan Nilai ..................................................................................... 37
6. ASPEK MODEL MANAJEMEN ................................................................................................. 39
6.1. Ketersediaan Tenaga Kerja ............................................................................................ 39
6.2. Manajemen Kekayaan Intelektual .................................................................................. 39
6.3. Manajemen Risiko ........................................................................................................ 39
6.4. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ........................................................................ 42
6.5. Struktur Kepemilikan Saham ......................................................................................... 44
7. ASPEK KEUANGAN ............................................................................................................... 45
7.1. Rencana Manajemen .................................................................................................... 45
7.2. Asumsi Pada Proyeksi Keuangan ................................................................................... 45
7.3. Biaya Pendirian dan Investasi ........................................................................................ 45
7.4. Biaya Operasional ......................................................................................................... 45
7.5. Biaya Bahan Baku ......................................................................................................... 46
7.6. Analisis Titik Impas (Break Even Point) ........................................................................... 46
7.7. Sumber Pendanaan ...................................................................................................... 47
7.8. Analisis Tingkat Diskonto............................................................................................... 47
7.9. Analisis Profitabilitas dan Overall Return on Investment .................................................. 49
8. KESIMPULAN ....................................................................................................................... 54
9. LAMPIRAN ........................................................................................................................... 55
10. REFERENSI ......................................................................................................................... 55
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |viii
Page 10
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Susunan Pemegang Saham ...................................................................................................... 5
Tabel 2. Ringkasan Beberapa Dokumen Perizinan .................................................................................. 9
Tabel 3. Laporan Laba Rugi .................................................................................................................. 10
Tabel 4. Posisi Keuangan Historis ........................................................................................................ 11
Tabel 5. Arus Kas Historis .................................................................................................................... 13
Tabel 6. Analisis Rasio Keuangan Historis ............................................................................................ 15
Tabel 7. Perusahaan Global Penyedia Serat Optik ................................................................................ 20
Tabel 8. Perusahaan Penyedia Serat Optik di Indonesia ....................................................................... 21
Tabel 9. Pesain Usaha Penyewaan Laying Vessel ................................................................................. 24
Tabel 10. Proyek-Proyek Perseroan ...................................................................................................... 25
Tabel 11. Target Pasar Primer CLV Bentang Bahari ............................................................................... 27
Tabel 12. Target Pasar Sekunder CLV Bentang Bahari .......................................................................... 28
Tabel 13. Target Pasar Tersier CLV Bentang Bahari ............................................................................... 28
Tabel 14. Spesifikasi Utama Bentang Bahari ........................................................................................ 32
Tabel 15. Pelatihan Sumber Daya Manusia .......................................................................................... 32
Tabel 16. Informasi Tenaga Ahli ........................................................................................................... 33
Tabel 17. Komposisi Tenaga Kerja Berdasarkan Jabatan ...................................................................... 39
Tabel 18. Komposisi Tenaga Kerja Berdasarkan Tingkat Pendidikan ..................................................... 39
Tabel 19. Asumsi Proyeksi Charter Vessel ............................................................................................ 45
Tabel 20. Biaya Operasional ............................................................................................................ 46
Tabel 21. Analisis Titik Impas ............................................................................................................... 46
Tabel 22. WACC................................................................................................................................... 48
Tabel 23. Analisis Profitabilitas Dengan Rencana Penambahan KBLI ................................................... 49
Tabel 24. Analisis Profitabilitas Tanpa Rencana Penambahan KBLI ...................................................... 49
Tabel 25. Proyeksi Perubahan Modal Kerja Bersih Perseroan Dengan Penambahan KBLI ..................... 50
Tabel 26. Proyeksi Perubahan Modal Kerja Bersih Perseroan Tanpa Penambahan KBLI ........................ 51
Tabel 27. Analisis Kelayakan Investasi ................................................................................................. 52
Tabel 29. Analisis Sensitivity ................................................................................................................ 53
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |ix
Page 11
DAFTAR GRAFIK
Grafik 1. IHSG Per 31 Desember Tahun 2020 – 2024 dan Per 30 Juni 2025 ........................................... 16
Grafik 2. Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Per 31 Desember Tahun 2020-2024 dan Per 30 Juni 2025 ....... 17
Grafik 3. Inflasi Periode Desember 2020-2024 dan Juni 2025 ............................................................... 18
Grafik 4. Pangsa Pasar Serat Optik Global ............................................................................................ 18
Grafik 5. Pangsa Pasar Serat Optik di Asia Pasifik ................................................................................. 19
Grafik 6. Pangsa Pasar Serat Optik Berdasarkan Wilayah ..................................................................... 19
Grafik 7. Pertumbuhan Pangsa Pasar Serat Optik di Indonesia ............................................................. 22
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |x
Page 12
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Kapal Bentang Bahari ...................................................................................................... 30
Gambar 2. Flow Chart Penyewaan Kapal........................................................................................... 34
Gambar 3. Flow Chart Penggelaran SKKL .......................................................................................... 35
Gambar 4. Alur Kepemilikan Saham ................................................................................................. 44
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |xi
Page 13
1. LINGKUP PENUGASAN
1.1. Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan dalam studi kelayakan ini adalah:
Nama : PT Ketrosden Triasmitra Tbk
Bidang Usaha : Infrastruktur Telekomunikasi
Alamat : Gedung Meta Epsi Lantai 2, Jl. D.I. Panjaitan Kav. 2, Rawabunga, Jakarta Timur,
13350
Telepon dan Faks : (021) 22085100
E-mail : hq@triasmitra.com
1.2. Latar Belakang Studi Kelayakan
Perseroan merupakan perusahaan yang memiliki fokus bisnis utama pada infrastruktur jaringan
telekomunikasi, jasa pemeliharaan dan pengelolaan kabel komunikasi, dan menjual sistem komunikasi
kabel serat optik laut dan terestrial (darat). Saat ini Perseroan telah memiliki kapal penggelaran kabel
fiber optik bawah laut, yaitu Cable Laying Vessel (CLV) Bentang Bahari. Kapal ini sudah berbendera
Indonesia dan sudah selesai dilakukan konversi dari kapal supply ke kapal penggelar kabel fiber optik
bawah laut. Untuk mengakomodir perkembangan atau pertumbuhan usaha Perseroan di masa depan,
terutama dalam hal komersialisasi CLV Bentang Bahari kepada pihak ketiga serta operasional
penggelaran Sistem Komunikasi Kabel Bawah Laut (SKKL), maka diperlukan SIUPAL (Surat Izin Usaha
Perusahaan Angkutan Laut) guna keperluan tersebut. Penambahan KBLI 50131 Angkutan Laut Dalam
Negeri untuk Barang Umum dan KBLI 50141 Angkutan Laut Luar Negeri untuk Barang Umum ke dalam
NIB Perseroan dibutuhkan sebagai dasar dalam pengurusan SIUPAL tersebut.
1.3. Status Penilai
Penilai Publik Willyams merupakan Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.22.00627 sebagai Rekan di
KJPP Herman Meirizki dan Rekan dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120, domisili Kota Jakarta Selatan
dengan wilayah kerja di seluruh Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan merupakan KJPP resmi yang
telah mendapatkan izin dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri
Keuangan No. 66/KM.1/2014 tanggal 10 Februari 2014. Kami juga telah terdaftar sebagai kantor jasa
profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Penilai telah terdaftar sebagai Profesi
Penunjang Pasar Modal (Penilai Bisnis) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No.
STTD.PB ‐ 57/PM.02/2023 serta terdaftar sebagai Penilai Industri Keuangan Non Bank dengan No.
296/PD.021/STTD-P/2023. Studi kelayakan dilakukan sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI)
Edisi VII-2018, POJK 35/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal,
dan POJK 17/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama serta Surat Edaran
Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 17/SEOJK.04/2020.
1.4. Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Maksud dan tujuan studi kelayakan ini adalah untuk memberikan pendapat kelayakan atas rencana
penambahan KBLI 50131 – Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Umum dan KBLI 50141 – Angkutan
Laut Luar Negeri untuk Barang Umum oleh Perseroan (selanjutnya disebut “Rencana Penambahan
KBLI”).
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |1
Page 14
1.5. Objek Studi Kelayakan
Objek studi kelayakan adalah kelayakan atas Rencana Penambahan KBLI.
1.6. Tanggal Studi Kelayakan
Tanggal studi kelayakan dalam laporan ini adalah tanggal 30 Juni 2025.
1.7. Mata Uang yang Digunakan
Mata uang yang digunakan dalam laporan studi kelayakan adalah Rupiah (Rp).
1.8. Tingkat Kedalaman Investigasi
HMR telah mendapatkan kesempatan untuk melakukan wawancara terutama dengan manajemen
Perseroan yang diperlukan untuk menunjang proses studi kelayakan.
1.9. Asumsi dan Kondisi Pembatas
Laporan studi kelayakan ini dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
1. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses studi kelayakan;
2. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya;
3. Proyeksi keuangan dibuat oleh manajemen Perseroan dengan mencerminkan kewajaran proyeksi
keuangan dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
4. HMR bertanggungjawab atas pelaksanaan analisis studi kelayakan;
5. HMR bertanggungjawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan akhir dari laporan ini;
6. Kami telah memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dari pemberi tugas berdasarkan
dokumen legalitas Perseroan;
7. Laporan studi kelayakan disusun berdasarkan kondisi bisnis, perekonomian, dan peraturan-
peraturan yang secara umum berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan studi kelayakan
ini;
8. Kami mengasumsikan bahwa setelah tanggal diterbitkannya laporan studi kelayakan tidak terjadi
perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap hasil studi kelayakan. Kami tidak
bertanggungjawab untuk menegaskan atau memutakhirkan kembali pendapat kami atas perubahan
asumsi dan kondisi yang terjadi setelah tanggal laporan studi kelayakan ini;
9. Kami tidak melakukan due diligence atas aspek perpajakan dan aspek hukum Perseroan;
10. Analisis dalam studi kelayakan didasarkan pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan data
dan informasi yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau pemberi tugas. Kami
mengasumsikan bahwa data dan informasi yang diberikan kepada kami adalah benar, lengkap, dan
tidak menyesatkan. Kami tidak bertanggungjawab atas kemungkinan adanya data atau informasi
yang tidak diungkapkan, ketidakakuratan dan ketidakterbukaan data atau informasi, perubahan
data atau asumsi yang dijadikan dasar studi kelayakan yang dapat mempengaruhi hasil studi
kelayakan;
11. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan studi kelayakan ini tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-
prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk
mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam
laporan keuangan, atau pelanggaran hukum.
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |2
Page 15
1.10. Asumsi Khusus
Asumsi khusus yang akan digunakan merupakan asumsi khusus yang relevan dan wajar sehubungan
dengan studi kelayakan. Asumsi khusus merupakan asumsi yang berbeda dari keadaaan sebenarnya
pada tanggal studi kelayakan. Analisis akan menggunakan asumsi yang wajar untuk diterima dalam
studi kelayakan.
1.11. Subsequent Event
Dari tanggal penilaian yaitu tanggal 30 Juni 2025 sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak
terdapat subsequent event atau kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil analisis studi
kelayakan secara signifikan.
1.12. Metodologi Studi Kelayakan
Metode yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini adalah sebagai berikut:
• Pengumpulan data langsung dari Perseroan terkait Rencana Penambahan KBLI yang mencakup
identitas, perizinan, rencana usaha, dan data terkait lainnya;
• Melakukan analisis makro ekonomi dan analisis industri untuk mengevaluasi dampak terhadap
kelayakan proyek;
• Melakukan analisis kelayakan atas objek studi kelayakan;
• Dalam melaksanakan studi kelayakan ini, kami melakukan analisis kelayakan Rencana Penambahan
KBLI menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index
(PI), dan Return on Investment (ROI).
1.13. Sumber Informasi Yang Dapat Dihandalkan
Studi kelayakan dapat menggunakan data atau sumber informasi tanpa melalui verifikasi terlebih dahulu
yaitu data-data sebagai berikut:
• Data beta industri dan country risk premium bersumber dari Damodaran;
• Data Obligasi Pemerintah Republik Indonesia dari PT Penilai Harga Efek Indonesia atau sumber
lainnya;
• Data Statistik Perbankan Indonesia dari Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan;
• Data nilai tukar, inflasi, ataupun data publikasi lainnya bersumber dari Bank Indonesia;
• Data lainnya bersumber dari lembaga pemerintahan lainnya;
• Sumber data lainnya yang terkait dengan studi kelayakan.
1.14. Sumber Data
Dalam menyusun studi kelayakan ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau
melaksanakan prosedur atas informasi sebagai berikut:
1. Company profile dan struktur organisasi Perseroan per 30 Juni 2025;
2. Laporan keuangan audit per 30 Juni 2025 Nomor 00100/3.0354/AU.1/03/1658-3/1/VIII/2025 oleh
Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja, Suhartono tanggal 22 Agustus 2025 dengan opini wajar,
yang ditandatangani oleh Muhammad Rizal, CPA selaku penanggung jawab audit;
3. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2024 Nomor 00022/3.0354/AU.1/03/1658-2/1/III/2025
oleh Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja, Suhartono tanggal 21 Maret 2025 dengan opini wajar,
yang ditandatangani oleh Muhammad Rizal, CPA selaku penanggung jawab audit;
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |3
Page 16
4. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2023 Nomor 00017/3.0354/AU.1/03/1658-1/1/III/2024
oleh Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja, Suhartono tanggal 22 Maret 2024 dengan opini wajar,
yang ditandatangani oleh Muhammad Rizal, CPA selaku penanggung jawab audit;
5. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2022 Nomor 00156/2.1127/AU.1/03/0797-2/1/IV/2023
oleh Kantor Akuntan Publik Hendrawinata Hanny Erwin & Sumargo tanggal 19 April 2023 dengan opini
wajar, yang ditandatangani oleh Leknor Joni, CPA selaku penanggung jawab audit;
6. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2021 Nomor 0089/2.1127/AU.1/04/0797-1/1/III/2022
oleh Kantor Akuntan Publik Hendrawinata Hanny Erwin & Sumargo tanggal 30 Maret 2022 dengan
opini wajar, yang ditandatangani oleh Leknor Joni, CPA selaku penanggung jawab audit;
7. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2020 Nomor R-00043/3.0354/AU.1/03/0584-6/1/III/2021
oleh Kantor Akuntan Publik Kanaka, Puradiredja, Suhartono tanggal 24 Maret 2021 dengan opini
wajar, yang ditandatangani oleh Yoyo Sukaryo Djenal, M.Ak., CA, CPA selaku penanggung jawab audit;
8. Proyeksi laporan keuangan Perseroan tahun 2025-2032 Tanpa Rencana Penambahan KBLI dan
Dengan Rencana Penambahan KBLI, yang disusun oleh manajemen Perseroan;
9. Informasi lain dari manajemen Perseroan ataupun pihak lain yang relevan dengan penugasan;
10. Data informasi pasar, ekonomi, industri berdasarkan media cetak dan elektronik yaitu website Bank
Indonesia, website Aswath Damodaran, website Penilai Harga Efek Indonesia, dan sumber informasi
lainnya yang kami anggap relevan.
1.15. Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan ini kami telah bertindak secara independen, tidak ada
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dengan penugasan. Kami juga
tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Laporan studi
kelayakan ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun.
Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini yang dihasilkan.
1.16. Persyaratan atas Persetujuan Publikasi
Laporan studi kelayakan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi rahasia yang dapat
mempengaruhi operasional Perseroan. Publikasi ataupun penggunaan laporan studi kelayakan untuk
tujuan selain yang telah dinyatakan dalam maksud dan tujuan studi kelayakan serta penggunaan laporan
studi kelayakan ini oleh pihak selain dari pemberi tugas dan pengguna laporan dalam laporan studi
kelayakan ini harus dengan sepengetahuan dan persetujuan tertulis dari HMR. HMR tidak
bertanggungjawab atas tuntutan baik saat ini ataupun di masa depan terkait dengan penyalahgunaan
ataupun penggunaan sebagian atau seluruh informasi dalam laporan studi kelayakan ini untuk tujuan
selain yang telah dinyatakan sebelumnya dan bukan oleh pengguna laporan dalam laporan studi
kelayakan ini.
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |4
Page 17
2. GAMBARAN UMUM PERSEROAN
2.1. Gambaran Umum Perseroan
PT Ketrosden Triasmitra Tbk ("Perseroan") dan entitas anak (bersama-sama "Grup") merupakan
perusahaan infrastruktur telekomunikasi, jasa pemeliharaan dan pengelolaan kabel, dan menjual sistem
kabel serat optik bawah laut dan terestrial. Perseroan didirikan berdasarkan Akta Notaris No.179 yang
dibuat oleh Notaris Pudji Redjeki Irawati, S.H., tanggal 25 November 1994 dan telah disahkan dan
disetujui oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan surat
persetujuan No.C2-5.099HT.01.01.Th.1995 tanggal 27 April 1995.
Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir dimuat dalam
Akta Notaris Dr. Sugih Haryati, S.H., M.Kn No.36 tanggal 17 Juni 2025 dan telah disahkan dan disetujui
oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat persetujuan No.AHU-
AH.01.9-0300110 tanggal 19 Juni 2025 tentang perubahan Peralihan Saham Perseroan.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan maksud dan tujuan Perseroan adalah melakukan
usaha di bidang reparasi peralatan listrik lainnya, konstruksi bangunan sipil telekomunikasi untuk
prasarana transportasi, konstruksi sentral telekomunikasi, instalasi listrik, instalasi telekomunikasi,
aktivitas telekomunikasi dengan kabel, aktivitas telekomunikasi tanpa kabel dan aktivitas telekomunikasi
lainnya.
Perseroan memulai aktivitas usaha komersial sejak tahun 1994. Perseroan berkedudukan di Meta Epsi
Building Lantai 2, Jl. DI Panjaitan Kav.2, Rawa Bunga, Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
Entitas induk Perseroan adalah PT Fajar Sejahtera Mandiri Nusantara yang memiliki 56,53% saham.
Entitas induk utama Perseroan adalah PT Bahtera Bintang Nusantara.
2.2. Pemegang Saham
Berdasarkan Akta No. 36 tanggal 17 Juni 2025 oleh Dr. Sugih Haryati, S.H., M.Kn pemegang saham
Perseroan per 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Susunan Pemegang Saham
Persentase
Pemegang Saham Lembar Saham Modal Disetor (Rp)
Saham
PT Fajar Sejahtera Mandiri 56,53% 1.606.165.931 160.616.593.100
Nusantara
PT Gema Lintas Buana 27,26% 774.578.883 77.457.888.300
PT Bahtera Bintang Nusantara 4,91% 139.443.300 13.944.330.000
Tn. Petrus Sartono 1,00% 28.313.624 2.831.362.400
Masyarakat Umum (dengan 10,30% 292.761.100 29.276.110.000
kepemilikan masing-masing
dibawah 5%)
Jumlah 100,00% 2.841.262.838 284.126.283.800
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan per 30 Juni 2025
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |5
Page 18
2.3. Susunan Pengurus
Susunan Direksi dan Komisaris Perseroan per 30 Juni 2025 berdasarkan Akta Notaris No. 56 tanggal 15
Juni 2023 yang dibuat di hadapan Dr. Sugih Haryati, S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta Barat adalah sebagai
berikut:
Direksi
Direktur Utama : Titus Dondi Patria
Direktur Operasional : Dani Samsul Ependi, S.E
Direktur Keuangan : Vidcy Octory
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : P. Sartono
Komisaris Independen : Nelly Henry
Komisaris Independen : Agung Sampurna
2.4. Gambaran Usaha
2.4.1. Kegiatan Usaha dan Informasi Operasional
Sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan Pasal 3, maksud dan tujuan Perseroan adalah melakukan
usaha di bidang konstruksi sentral telekomunikasi, perdagangan besar peralatan telekomunikasi,
instalasi telekomunikasi, dan jasa instalasi konstruksi navigasi laut, sungai, dan udara. Selain itu,
Perseroan memiliki kegiatan usaha penunjang yang dijalankan seperti angkutan laut perairan pelabuhan
dalam negeri untuk barang, aktivitas penunjang angkutan perairan lainnya, serta aktivitas penyewaan dan
sewa guna usaha tanpa hak opsi alat transportasi air.
Secara umum, kegiatan usaha yang dijalankan Perseroan yaitu:
1. Pemasaran dan penjualan jaringan kabel telekomunikasi melalui kontrak yang telah disepakati
bersama pelanggan. Pembangunan jaringan kabel telekomunikasi di suatu wilayah dilakukan
berdasarkan kebutuhan operator telekomunikasi setempat. Pemasaran dan penjualan jaringan
merupakan bagian intagral dari bisnis pengembang yang dijalankan Perseroan;
2. Perseroan juga menjalankan kegiatan usaha sebagai developer dengan kompetensi dan kapabilitas
yang dimiliki sebagai berikut:
• Desain dan Rekayasa;
• Survei dan izin laut dan darat;
• Pengadaan dan pengiriman material;
• Pemasangan kabel bawah laut dan darat (bagian kering/basah, bawah tanah/udara);
• Uji dan komisioning;
• Investasi proyek.
Perseroan telah melakukan investasi dalam pembangunan dan pemasangan lebih dari 10.000 km
sistem kabel fiber optik, baik di bawah laut maupun di darat, sejak tahun 2012 hingga akhir 2023.
Dari jumlah sistem yang terpasang, lebih dari 80% telah aktif digunakan;
3. Perseroan juga menyediakan jasa pengelolaan dan pemeliharaan jaringan sistem kabel, baik yang
dimiliki oleh Perseroan maupun oleh pelanggan, termasuk yang berada di bawah laut dan di darat.
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |6
Page 19
Layanan ini mencakup Tindakan pencegahan serta perbaikan terhadap kerusakan yang mungkin
terjadi. Aktivitas dalam Managed Service dapat dikelompokkan menjadi kategori-kategori berikut:
• Sistem Monitoring Kabel;
• Sistem Patroli Terpadu;
• Restorasi.
4. Sejak tahun 2006, Perseroan telah menyediakan jasa untuk membangun dan mengembangkan
berbagai proyek unggulan yang berkaitan dengan sistem kabel fiber optik, baik di bawah laut
maupun di darat. Sebagai kontraktor, Perseroan memiliki kemampuan dan kapasitas yang dimiliki,
sebagai berikut:
• Desain dan Rekayasa (lingkup kerja dibuat berdasarkan kebutuhan pelanggan).
• Survei dan Izin Laut dan Darat.
• Pengadaan dan Pengiriman Material.
• Pemasangan Kabel Bawah Laut dan Darat (Bagian
• Kering/Basah, Bawah Tanah/Udara).
• Uji & Komisioning.
Jasa kontraktor ini dilakukan di seluruh wilayah Indonesiadengan tingkat margin tertentu.
Perseroan saat ini memiliki 2 (satu) entitas anak yaitu PT Triasmitra Multiniaga Internasional (TMII) yang
memiliki jenis usaha pada jasa pemeliharaan dan pengelolaan kabel. Selanjutnya, PT Jejaring Mitra
Persada (JMP) yang memiliki jenis usaha pada pengembangan jaringan-kabel serat optik.
Saat ini, KBLI Perseroan adalah sebagai berikut:
1. Konstruksi Sentral Telekomunikasi – KBLI 42206
Kelompok ini mencakup kegiatan pembangunan, pemeliharaan dan perbaikan konstruksi bangunan
sentral telekomunikasi beserta perlengkapannya, seperti bangunan sentral telepon, telegraf,
bangunan menara pemancar, penerima radar gelombang mikro, bangunan stasiun bumi kecil dan
stasiun satelit. Termasuk jaringan pipa komunikasi lokal dan jarak jauh, jaringan transmisi, dan
jaringan distribusi kabel telekomunikasi/telepon di atas permukaan tanah, di bawah tanah dan di
dalam air.
2. Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi – KBLI 46523
Kelompok ini mencakup usaha perdagangan besar peralatan telekomunikasi, seperti perlengkapan
telepon dan komunikasi. Termasuk peralatan penyiaran radio dan televisi.
3. Aktivitas Telekomunikasi Tanpa Kabel – KBLI 61200
Kelompok ini mencakup kegiatan penyelenggaraan jaringan yang melayani telekomunikasi bergerak
dengan teknologi seluler di permukaan bumi. Kegiatannya mencakup pengoperasian, pemeliharaan
atau penyediaan akses pada fasilitas untuk mentranmisikan suara, data, teks, bunyi dan video
menggunakan infrastruktur komunikasi tanpa kabel dan pemeliharaan dan pengoperasian nomor
panggil (paging), seperti halnya jaringan telekomunikasi selular dan telekomunikasi tanpa kabel
lainnya. Fasilitas transmisi menyediakan transmisi omni-directional melalui gelombang udara yang
dapat berdasarkan teknologi tunggal atau kombinasi beberapa teknologi. Termasuk pembelian akses
dan kapasitas jaringan dari pemilik dan operator jaringan serta menyediakan jasa jaringan tanpa kabel
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |7
Page 20
(kecuali satelit) untuk kegiatan bisnis dan rumah tangga dan penyediaan akses internet melalui
operator infrastruktur jaringan tanpa kabel.
4. Aktivitas Penunjang Angkutan Perairan Lainnya – KBLI 52229
Kelompok ini mencakup kegiatan navigasi, pelayaran dan kegiatan berlabuh, kapal lighterage,
kegiatan salvage/pekerjaan bawah air (PBA), kegiatan mercusuar, operasi penguncian jalur air dan
lain-lain, termasuk kapal Floating Production, Storage and Offloading (FPSO) dan Floating, Storage and
Offloading (FSO) dan jasa penunjang angkutan perairan lainnya.
5. Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Alat Transportasi Air – KBLI 77312
Kelompok ini mencakup kegiatan penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi (operational
leasing) alat transportasi air tanpa operatornya, seperti motor boat, perahu, kapal dan sejenisnya.
Penyewaan alat transportasi air dengan operatornya dicakup dalam golongan pokok 50 pada
kelompok yang bersesuaian.
2.4.2. Analisis SWOT
Berikut adalah analisis SWOT Perseroan:
Kekuatan (Strength):
a. Perseroan memiliki reputasi kuat dalam pembangunan infrastruktur serat optik darat dan laut;
b. Perseroan telah membangun lebih dari 10.000 km kabel serat optik, meliputi berbagai proyek besar
seperti B2JS (Jakarta–Bangka–Batam–Singapore), UJB (Ultimate Java Backbone), SDCS (Surabaya–
Denpasar), dan lainnya;
c. Menawarkan layanan lengkap pengembangan (developer), kontraktor (contractor), dan
pemeliharaan serta pengelolaan (managed services) yang memperkuat posisi sebagai penyedia
solusi end-to-end;
d. Memiliki kapal penggelar kabel “Bentang Bahari” yang difokuskan untuk mendukung proyek-proyek
bawah laut, seperti SKKL Rising-8 dan SKKL Indonesia Tengah.
Kelemahan (Weakness);
a. Ketergantungan yang tinggi pada pipeline proyek besar (developer dan contractor), yang bersifat
sekali jadi, sehingga fluktuatif bila tidak ada proyek baru secara bergantian;
b. Penggelaran kapal dan infrastruktur memerlukan investasi besar, berpotensi menimbulkan tekanan
finansial bila permintaan atau pendanaan terganggu.
Peluang (Opportunity):
a. Permintaan akan konektivitas digital terus naik, membuka peluang proyek baru di daerah terpencil
ataupun jaringan antar-pulau.
Ancaman (Threats):
a. Proyek besar seperti Rising-8 memerlukan izin dari berbagai badan (KKPRL, Hubla), dan
keterlambatan bisa mengganggu timeline dan realisasi pendapatan;
b. Munculnya pesaing dari pemain besar infrastruktur dan perusahaan telekomunikasi lainnya dapat
menurunkan porsi pasar atau margin;
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |8
Page 21
c. Proyek kabel bawah laut rentan terhadap gangguan teknis, cuaca, dan risiko kerusakan yang
memerlukan biaya maintenance tinggi;
d. Perubahan ekonomi makro seperti naiknya biaya bahan bakar atau material, serta kondisitas
finansial global dapat berdampak pada biaya operasional dan profitabilitas.
2.4.3. Ketentuan Undang-Undang Terkait Operasional
Berikut adalah perizinan Perseroan dokumen perizinan terkait operasional:
Tabel 2. Ringkasan Beberapa Dokumen Perizinan
No. Dokumen Perizinan
1. Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dengan Nomor Induk Berusaha 120210271045 oleh
Menteri Investasi dan Hilirisasi tanggal 23 Januari 2025
2. Surat Persetujuan (SIOPSUS) Nomor: AL.002/321/SP_SIOPSUS/IV/2023 tanggal 12 April 2023
oleh Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
3. Grosse Akta Pendaftaran Kapal Bentang Bahari eks Sotra Nomor 6927 tanggal 24 Maret 2023
oleh Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
4. Surat Ukur Internasional No. 284/PPm tanggal 7 Februari 2024
5. Sertifikat Keselamatan Konstruksi Kapal Barang No. AL.501/11/2/KSOP.Btm/2023 tanggal 20
Januari 2023 oleh Menteri Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
6. Sertifikat Keselamatan Perlengkapan Kapal Barang No. AL.501/11/3/KSOP.Btm/2023 tanggal
20 Januari 2023 oleh Menteri Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
7. Sertifikat Keselamatan Radio Kapal Barang No. AL.502/4/17/KSOP.Btm/2023 tanggal 20
Januari 2023 oleh Menteri Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
8. Sertifikat Internasional Pencegahan Pencemaran Oleh Kotoran No.
AL.602/3/18/KSOP.Btm/2023 tanggal 20 Januari 2023 oleh Menteri Perhubungan Direktorat
Jenderal Perhubungan Laut
9. Sertifikat Internasional Pencegahan Pencemaran Oleh Minyak No.
AL.602/3/17/KSOP.Btm/2023 tanggal 20 Januari 2023 oleh Menteri Perhubungan Direktorat
Jenderal Perhubungan Laut
10. Sertifikat Internasional Pencegahan Pencemaran Oleh Udara No.
AL.602/3/16/KSOP.Btm/2023 tanggal 20 Januari 2023 oleh Menteri Perhubungan Direktorat
Jenderal Perhubungan Laut
Sumber: manajamen
2.5. Kinerja Keuangan
2.5.1. Laba Rugi Historis
Berikut merupakan laporan laba rugi Perseroan yang telah diaudit periode 12 bulan yang berakhir 31
Desember 2020-2024 dan audit periode 6 bulan Januari-Juni 2025 (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan
lain):
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |9
Page 22
Tabel 3. Laporan Laba Rugi
Audit Audit Audit Audit Audit Audit
FY 2020 FY 2021 FY 2022 FY 2023 FY 2024 Jan-Jun 2025
PENDAPATAN 297.265.270.291 448.905.913.317 353.133.853.101 390.516.818.350 556.385.363.865 517.419.146.207
BEBAN POKOK PENDAPATAN (134.979.452.752) (193.874.941.286) (162.606.165.789) (157.518.017.541) (274.180.110.681) (287.105.880.240)
LABA KOTOR 162.285.817.539 255.030.972.031 190.527.687.312 232.998.800.809 282.205.253.184 230.313.265.967
Beban Umum dan Administrasi (55.884.419.242) (66.186.379.136) (67.562.540.081) (78.663.910.530) (93.277.717.557) (48.387.599.863)
LABA USAHA 106.401.398.297 188.844.592.895 122.965.147.231 154.334.890.279 188.927.535.627 181.925.666.104
Beban Keuangan (22.141.280.636) (48.734.658.376) (44.127.449.697) (51.602.117.140) (65.221.902.844) (33.013.520.720)
Laba (Rugi) Selisih Kurs (4.090.529.142) (2.357.596.351) 4.984.614.924 (15.702.024.700) (18.383.122.983) (3.477.452.675)
Bagian atas keuntungan bersih entitas asosiasi 10.237.288 286.631.519 20.856.464 (19.074.669) 315.169.874 61.238.376
Pendapatan (Beban) Lain-lain - Bersih (1.708.998.071) (8.453.778.348) (5.555.746.243) 2.562.429.833 (3.970.612.766) (2.670.493.260)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN DAN BEBAN 78.470.827.736 129.585.191.339 78.287.422.679 89.574.103.603 101.667.066.908 142.825.437.825
PAJAK FINAL
Beban Pajak Final (9.791.430.078) (14.674.595.062) (10.512.705.824) (11.710.661.578) (16.778.543.903) (15.286.573.128)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 68.679.397.658 114.910.596.277 67.774.716.855 77.863.442.025 84.888.523.005 127.538.864.697
Beban Pajak Penghasilan Kini - (179.857.106) (197.535.114) (348.692.641) - -
LABA TAHUN BERJALAN 68.679.397.658 114.730.739.171 67.577.181.741 77.514.749.384 84.888.523.005 127.538.864.697
Sumber: laporan keuangan audit 31 Desember tahun 2020-2024 dan audit 30 Juni 2025
Pendapatan Bersih
Perseroan membukukan pendapatan bersih pada tahun 2020-2024 dan periode 6 (enam) bulan Januari-
Juni 2025 masing-masing sebesar Rp297,27 miliar, Rp448,91 miliar, Rp353,13 miliar, Rp390,52 miliar,
Rp556,39 miliar, dan Rp517,42 miliar. Pendapatan Perseroan berasal dari pendapatan jasa konstruksi
dan penjualan sistem kabel serat optik darat maupun dasar laut serta telecommunication lease line.
Perseroan juga memiliki jasa pemeliharaan dan pengelolaan sistem kabel serat optik.
Beban Pokok Pendapatan
Perseroan membukukan beban pokok pendapatan pada tahun 2020-2024 dan periode 6 (enam) bulan
Januari-Juni 2025 masing-masing sebesar Rp134,98 miliar, Rp193,87 miliar, Rp162,61 miliar, Rp157,52
miliar, Rp274,18 miliar, dan Rp287,11 miliar dengan persentase beban pokok pendapatan terhadap
pendapatan pada tahun 2020-2024 dan Maret 2025 masing-masing sebesar 45,41%, 43,19%, 46,05%,
40,34%, 49,28%, dan 55,49%.
Laba Bruto
Perseroan membukukan laba bruto pada tahun 2020-2024 dan periode 6 (enam) bulan Januari-Juni 2025
masing-masing sebesar Rp162,29 miliar, Rp255,03 miliar, Rp190,53 miliar, Rp233 miliar, Rp282,21
miliar, dan Rp230,31 miliar. Rasio gross profit margin pada tahun 2020-2024 dan periode 6 (enam) bulan
Januari-Juni 2025 masing-masing sebesar 54,59%, 56,81%, 53,95%, 59,66%, 50,72%, dan 44,51%.
Laba Tahun Berjalan
Pada tahun 2020-2024 dan periode 6 (enam) bulan Januari-Juni 2025 Perseroan membukukan laba tahun
berjalan sebesar Rp68,68 miliar, Rp114,73 miliar, Rp67,58 miliar, Rp77,51 miliar, Rp84,89 miliar, dan
Rp127,54 miliar, dengan rasio net profit margin masing-masing sebesar 23,10%, 25,56%, 19,14%,
19,85%, 15,26%, dan 24,65%.
2.5.2. Posisi Keuangan Historis
Berikut merupakan laporan posisi keuangan audit Perseroan per 31 Desember 2020-2024 dan 30 Juni
2025 (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain):
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |10
Page 23
Tabel 4. Posisi Keuangan Historis
Audit Audit Audit Audit Audit Audit
31-Des-20 31-Des-21 31-Des-22 31-Des-23 31-Des-24 30-Jun-25
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 19.204.992.906 65.667.068.698 278.196.355.133 412.086.791.230 99.159.080.980 174.015.729.063
Investasi Jangka Pendek - 83.051.873.024 52.967.636 118.000.000.000 - -
Aset yang Dibatasi Penggunaannya 120.315.000 165.120.315.000 120.315.000 1.946.036.248 2.003.487.382 1.813.306.163
Piutang Usaha 89.548.414.341 33.600.806.609 91.356.223.473 37.176.330.289 73.648.921.681 59.136.039.899
Tagihan Bruto Kepada Pemberi Kerja 61.644.018.038 188.939.099.263 163.568.707.649 266.945.764.025 319.791.518.994 443.573.267.889
Persediaan 592.970.010.669 504.281.390.178 598.317.891.575 733.408.191.085 785.111.019.869 580.051.764.830
Uang Muka dan Biaya Dibayar di Muka 8.994.482.061 16.294.632.799 12.859.031.151 7.323.952.973 7.113.343.795 5.149.945.007
Pekerjaan dalam proses 6.539.027.407 8.694.775.083 4.894.434.746 2.971.321.803
Pajak Dibayar Di Muka 11.619.881.249 6.152.797.031 821.216.974 6.156.418.315 3.259.973.024 2.381.653.523
TOTAL ASET LANCAR 790.641.141.671 1.071.802.757.685 1.150.187.143.337 1.586.014.805.968 1.290.087.345.725 1.266.121.706.374
ASET TIDAK LANCAR
Piutang Lain-lain 145.019.964.016 145.802.084.911 151.918.866.488 154.507.329.762 154.833.207.609 145.316.810.296
Aset Tidak Lancar Lainnya 2.311.330.002 51.231.414 - - - -
Investasi pada Entitas Asosiasi 708.175.377 994.806.895 1.015.663.359 996.588.690 1.311.758.580 1.372.996.940
Pekerjaan dalam Proses 1.003.303.238 133.687.200 133.687.200 133.687.200 133.687.200 133.687.200
Aset Tetap - Bersih 64.283.481.916 165.755.457.277 300.192.229.889 432.907.168.975 624.220.623.104 685.755.202.711
Aset Hak Guna - Bersih - 1.276.187.908 1.552.628.101 230.543.308 226.416.436 1.584.725.475
Aset Takberwujud - Bersih 621.306.250 294.583.035 14.572.173 289.743.306 241.481.810 349.512.784
TOTAL ASET TIDAK LANCAR 213.947.560.799 314.308.038.640 454.827.647.210 589.065.061.241 780.967.174.739 834.512.935.406
TOTAL ASET 1.004.588.702.470 1.386.110.796.325 1.605.014.790.547 2.175.079.867.209 2.071.054.520.464 2.100.634.641.780
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha 96.739.997.855 69.375.189.134 68.061.080.954 71.164.604.872 88.411.103.887 48.758.538.101
Utang Lain-Lain 7.894.623.185 5.226.611.350 326.142.118 - - -
Akrual 18.644.868.791 28.672.300.821 49.617.952.998 24.554.575.567 53.152.080.675 56.150.337.952
Liabilitas Kontrak 12.108.292.245 13.520.924.870 13.968.835.197 15.438.034.813 66.712.482.726 66.689.944.897
Utang Pajak 7.904.173.639 7.674.982.321 8.014.519.571 9.812.121.180 20.766.642.467 21.210.643.085
Pinjaman: - - - - - 62.039.326.898
- Pinjaman Bank - - - - - 8.833.071.898
- Pinjaman dari lembaga keuangan non-bank - - - - - 53.206.255.000
Utang Jangka Panjang yang Jatuh Tempo dalam Satu
Tahun:
- Liabilitas Sewa - 1.142.217.806 1.440.768.525 564.583.721 235.999.998 2.716.672.244
- Pinjaman Bank 27.932.546.636 - - 28.500.000.000 34.396.422.705 39.070.034.105
- Utang Pembiayaan Konsumen 1.551.831.799 1.925.534.447 2.458.338.220 2.285.057.116 2.137.208.265 2.054.828.327
- Pinjaman dari lembaga keuangan non bank 238.625.000.000
- Utang Obligasi - Bersih - - - 415.000.000.000 - 167.862.423.260
TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK 172.776.334.150 127.537.760.749 143.887.637.583 567.318.977.269 265.811.940.723 705.177.748.869
LIABLITAS JANGKA PANJANG
Utang Jangka Panjang-setelah Dikurangi Long-Term
Loan-Net of Bagian Jatuh Tempo dalam Satu Tahun:
- Utang Obligasi - Bersih - 575.602.336.025 580.901.285.262 167.442.859.286 167.725.058.036 -
- Utang Pembiayaan Konsumen 1.332.915.727 5.486.174.720 6.599.391.066 6.247.416.287 4.110.206.731 3.134.765.597
- Liabilitas Sewa - 110.000.000 125.000.000 - - -
- Pinjaman Bank 267.812.939.166 - - 65.104.733.651 92.337.820.421 46.139.762.960
Pinjaman dari Lembaga Keuangan Non-Bank - - - 415.000.000.000 499.985.605.000 176.375.000.000
Liabilitas Imbalan Kerja 7.307.551.219 7.123.799.924 8.332.895.000 11.436.758.156 11.986.300.591 13.057.377.098
Liabilitas Tidak Lancar Lainnya - - 84.611.340 - - -
TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG 276.453.406.112 588.322.310.669 596.043.182.668 665.231.767.380 776.144.990.779 238.706.905.655
TOTAL LIABILITAS 449.229.740.262 715.860.071.418 739.930.820.251 1.232.550.744.649 1.041.956.931.502 943.884.654.524
EKUITAS
Modal Saham 25.380.500.000 200.000.000.000 284.126.283.800 284.126.283.800 284.126.283.800 284.126.283.800
Tambahan Modal Disetor 33.715.457.773 33.715.457.773 115.971.965.098 116.134.958.433 116.134.958.433 116.134.958.433
Komponen Ekuitas Lainnya - 112.993.687 2.266.295.278 2.196.697.611 3.876.639.289 3.990.172.568
Penghasilan Komprehensif Lain (273.989.591) - - - - -
Saldo Laba Belum Ditentukan Penggunaannya 494.267.731.901 434.341.947.900 460.395.290.671 537.909.012.046 622.796.141.827 750.333.197.661
Total Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada
Pemilik Entitas Induk 553.089.700.083 667.944.411.986 862.759.834.847 940.366.951.890 1.026.934.023.349 1.154.584.612.462
Kepentingan Non-Pengendali 2.269.262.125 2.306.312.921 2.324.135.449 2.162.170.670 2.163.565.613 2.165.374.794
TOTAL EKUITAS 555.358.962.208 670.250.724.907 865.083.970.296 942.529.122.560 1.029.097.588.962 1.156.749.987.256
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 1.004.588.702.470 1.386.110.796.325 1.605.014.790.547 2.175.079.867.209 2.071.054.520.464 2.100.634.641.780
Sumber: laporan keuangan audit 31 Desember tahun 2020-2024 dan audited 30 Juni 2025
Kas dan Setara Kas
Perseroan mencatatkan kas dan setara kas per 31 Desember 2020-2024 dan per 30 Juni 2025 masing-
masing sebesar Rp19,20 miliar, Rp65,67 miliar, Rp278,20 miliar, Rp412,09 miliar, Rp99,16 miliar, dan
Rp174,02 miliar dengan rasio kas masing-masing sebesar 0,11 kali, 0,51 kali, 1,93 kali, 0,73 kali, 0,37
kali, dan 0,25 kali.
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |11
Page 24
Piutang Usaha
Perseroan mencatatkan piutang usaha per 31 Desember 2020-2024 dan per 30 Juni 2025 masing-masing
sebesar Rp89,55 miliar, Rp33,60 miliar, Rp91,36 miliar, Rp37,18 miliar, Rp73,65 miliar, dan Rp59,14
miliar. Hari perputaran piutang usaha per 31 Desember 2020-2024 dan per 30 Juni 2025 masing-masing
sebesar 108 hari, 27 hari, 93 hari, 34 hari, 48 hari, dan 10 hari.
Persediaan
Perseroan mencatat persediaan per 31 Desember 2020-2024 dan per 30 Juni 2025 masing-masing
sebesar Rp592,97 miliar, Rp504,28 miliar, Rp598,32 miliar, Rp733,41 miliar, Rp785,11 miliar, dan
Rp580,05 miliar dengan perputaran hari persediaan masing-masing sebesar 1.581 hari, 936 hari, 1.325
hari, 1.676 hari, 1.031 hari, dan 182 hari.
Aset Tetap
Perseroan mencatatkan aset tetap bersih per 31 Desember 2020-2024 dan per 30 Juni 2025 masing-
masing sebesar Rp64,28 miliar, Rp165,76 miliar, Rp300,19 miliar, Rp432,91 miliar, Rp624,22 miliar, dan
Rp685,76 miliar atau berkisar 6,40% - 32,65% dari total aset per 31 Desember 2020-2024 dan per 30 Juni
2025. Aset tetap Perseroan berupa tanah, bangunan, peralatan proyek, kendaraan, furnitur, peralatan
kantor, komputer dan jaringan telekomunikasi, jaringan kabel, dan jaringan telekomunikasi. Selain itu,
Perseroan juga memiliki peralatan proyek dalam pembangunan yang terdiri dari pembangunan dan
upgrade equipment kapal Bentang Bahari dan pembangunan NOC Ancol.
Utang Usaha
Perseroan memiliki utang usaha per 31 Desember 2020-2024 dan per 30 Juni 2025 masing-masing
sebesar Rp96,74 miliar, Rp69,38 miliar, Rp68,06 miliar, Rp71,16 miliar, Rp88,41 miliar, dan Rp48,76
miliar dengan hari perputaran utang usaha masing-masing 258 hari, 129 hari, 151 hari, 163 hari, 116 hari,
dan 15 hari.
Total Liabilitas Jangka Pendek
Perseroan memiliki total liabilitas jangka pendek per 31 Desember 2020-2024 dan per 30 Juni 2025
masing-masing sebesar Rp172,78 miliar, Rp127,54 miliar, Rp143,89 miliar, Rp567,32 miliar, Rp265,81
miliar, dan Rp705,18 miliar. Total liabilitas jangka pendek Perseroan terdiri dari pinjaman dan utang
jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun.
Total Liabilitas Jangka Panjang
Perseroan memiliki total liabilitas jangka panjang per 31 Desember 2020-2024 dan per 30 Juni 2025
masing-masing sebesar Rp276,45 miliar, Rp588,32 miliar, Rp596,04 miliar, Rp665,23 miliar, Rp776,14
miliar, dan Rp238,71 miliar. Total liabilitas jangka panjang Perseroan terdiri dari utang jangka panjang
setelah dikurangi long term loan net of bagian jatuh tempo dalam satu tahun dan pinjaman dari lembaga
keuangan non bank.
Total Ekuitas
Total ekuitas Perseroan per 31 Desember 2020-2024 dan per 30 Juni 2025 masing-masing sebesar
Rp555,36 miliar, Rp670,25 miliar, Rp865,08 miliar, Rp942,53 miliar, Rp1.029,10 triliun, dan Rp1.156,75
triliun. Modal saham ditempatkan dan disetor penuh Perseroan per 31 Desember 2020-2021 masing-
masing sebesar Rp25,38 miliar dan Rp200,00 miliar. Sedangkan modal saham ditempatkan dan disetor
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |12
Page 25
penuh Perseroan per 31 Desember 2022-2024 dan per 30 Juni 2025 masing-masing sebesar Rp284,13
miliar.
2.5.3. Arus Kas Historis
Berikut merupakan laporan arus kas Perseroan yang telah diaudit periode 12 bulan yang berakhir 31
Desember 2020-2024 dan periode 6 (enam) bulan Januari-Juni 2025 (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan
lain):
Tabel 5. Arus Kas Historis
Audit Audit Audit Audit Audit Audit
31-Des-20 31-Des-21 31-Des-22 31-Des-23 31-Des-24 30-Jun-25
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Kas dari Pelanggan 246.924.359.702 385.843.119.734 347.730.514.983 336.242.861.212 515.224.440.743 433.428.585.865
Pembayaran Kas kepada Pemasok (127.768.983.937) (184.446.141.435) (292.125.689.246) (348.806.928.420) (318.939.930.580) (109.424.796.022)
Kas Dihasilkan dari Operasi 119.155.375.765 201.396.978.299 55.604.825.737 (12.564.067.208) 196.284.510.163 324.003.789.843
Pembayaran kepada Karyawan (44.069.568.373) (42.910.347.648) (40.045.179.991) (45.036.721.069) (51.817.611.498) (28.976.977.361)
Pembayaran Bunga dari Aktivitas Operasi - - (2.590.381.325) (2.407.788.284) (675.887.656) (153.273.991)
Penerimaan Bunga dari Aktivitas Operasi - - 9.308.314.121 11.502.675.673 3.663.760.885 1.186.095.185
Penerimaan (Pengeluaran) Lainnya dari Aktivitas
- - - 89.733.110 1.364.887.000 -
Operasi
Pembayaran Bunga dan Beban Keuangan (21.775.530.627) (39.020.873.648) - - - -
Penerimaaan dari Penghasilan Keuangan 274.289.701 15.644.024.328 - - - -
Pembayaran Pajak (17.387.386.391) (25.548.835.336) (35.721.548.466) (32.764.338.748) (27.550.889.805) (44.781.889.319)
Kas Bersih (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi 36.197.180.075 109.560.945.995 (13.443.969.924) (81.180.506.526) 121.268.769.089 251.277.744.357
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan Aset Tetap (5.164.616.304) (92.376.871.424) (145.469.799.440) (5.332.484.047) (2.954.858.832) (16.088.928.548)
Perolehan Aset Dalam Penyelesaian - - - (124.271.315.361) (172.057.330.668) (71.979.975.943)
Penambahan Piutang Lain-lain - (5.613.763.498) - - - 10.936.310.836
Penempatan Deposito Berjangka - - (96.700.000) - - -
Pencairan Deposito Berjangka - - 41.000.000.000 - - 286.710.825
Penempatan Deposito yang Dibatasi - - - - - (86.271.228)
Hasil Penjualan Aset Tetap - - 2.710.000.000 77.700.000 - -
Penempatan Investasi Jangka Pendek - (83.051.873.024) (253.000.000.000) (115.000.000.000) - -
Pencairan Investasi Jangka Pendek - - 336.000.000.000 - - -
Pelepasan Investasi Jangka Pendek - - - - 118.000.000.000 -
Penempatan Deposito Berjangka yang Dibatasi
- (165.000.000.000) (24.600.000.000) (4.760.679.286) (31.030.000) -
Penggunaannya
Pencairan Deposito Berjangka yang Dibatasi
- - 189.600.000.000 - - -
Penggunaannya
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
(5.164.616.304) (346.042.507.946) 146.143.500.560 (249.286.778.694) (57.043.219.500) (76.932.154.058)
Aktivitas Investasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan Utang Lain-lain - - - - - -
Pembayaran Utang Lain-lain - - (355.984.680) (509.177.500) (4.500.000.000) (500.000.000)
Penerimaan Pinjaman Lain-lain - - - 415.000.000.000 138.125.960.522 -
Pembayaran Pinjaman Lain-lain - - - - (53.140.355.522) (31.779.350.000)
Penerimaan Utang Bank 86.710.485.000 42.033.169.300 - 93.604.733.651 164.501.649.642 66.260.370.131
Pembayaran Utang Bank (104.784.427.189) (336.886.069.706) - - (131.372.140.167) (98.857.664.830)
Penerimaan Utang Obligasi - 583.000.000.000 - - - -
Pembayaran Utang Obligasi - - - - (415.000.000.000) -
Pembayaran Liabilitas Sewa - (1.201.989.705) (1.214.513.113) (1.440.768.525) (1.878.600.000) (476.720.000)
Pembayaran Utang Pembiayaan Konsumen (1.473.724.826) (1.643.875.795) (2.243.720.639) (3.113.208.421) (2.280.104.569) (1.057.821.072)
Pembayaran Bunga dan Beban Keuangan dari Aktivitas
- - (41.359.026.809) (39.432.755.931) (71.884.655.168) (32.892.066.161)
Pendanaan
Penerimaan dari Penerbitan Saham melalui IPO - - 124.876.507.325 - - -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan (19.547.667.015) 285.301.234.094 79.703.262.084 464.108.823.274 (377.428.245.262) (99.303.251.932)
,
KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS 11.484.896.756 48.819.672.143 212.402.792.720 133.641.538.054 (313.202.695.673) 75.042.338.367
Pengaruh Selisih Kurs Mata Uang Asing (439.233.515) (2.357.596.351) 126.493.715 248.898.043 274.985.423 (185.690.284)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 8.159.329.665 19.204.992.906 65.667.068.698 278.196.355.133 412.086.791.230 99.159.080.980
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 19.204.992.906 65.667.068.698 278.196.355.133 412.086.791.230 99.159.080.980 174.015.729.063
Sumber: laporan keuangan audit 31 Desember tahun 2020-2024 dan audit 30 Juni 2025
Arus Kas Aktivitas Operasi
Perseroan membukukan arus kas positif dari aktivitas operasi untuk periode 12 bulan yang berakhir 31
Desember 2020, 2021, 2024, dan periode 6 bulan Januari-Juni 2025. Arus kas aktivitas operasi yang
dihasilkan oleh Perseroan untuk periode 31 Desember 2020, 2021, 2024, dan periode 6 bulan Januari-
Juni 2025 masing-masing sebesar Rp36,20 miliar, Rp109,56 miliar, Rp121,27 miliar, dan Rp251,28
miliar. Pada periode 12 bulan tahun 2022 dan 2023, Perseroan mencatat arus kas bersih yang digunakan
dalam aktivitas operasi masing-masing sebesar Rp13,44 miliar dan Rp81,18 miliar.
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |13
Page 26
Arus Kas Aktivitas Investasi
Selama periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2020-2021, 2023-2024, dan periode 6 bulan
Januari-Juni 2025 Perseroan mencatat arus kas yang digunakan dalam aktivitas investasi masing-masing
sebesar Rp5,16 miliar, Rp346,04 miliar, Rp249,29 miliar, Rp57,04 miliar, dan Rp76,93 miliar. Pada
periode 12 bulan yang berakhir pada 31 Desember 2022, Perseroan mencatat arus kas yang dihasilkan
sebesar Rp146,14 miliar.
Arus Kas Aktivitas Pendanaan
Selama periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2021-2023 Perseroan mencatat arus kas yang
dihasilkan dalam aktivitas pendanaan sebesar Rp285,30 miliar, Rp79,70 miliar, dan Rp464,11 miliar.
Untuk periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2020, 2024 dan periode 6 bulan Januari-Juni 2025
Perseroan mencatat arus kas yang digunakan masing-masing sebesar Rp19,55 miliar, Rp377,43 miliar,
dan Rp99,30 miliar.
2.5.4. Rasio Keuangan Historis
Likuiditas
Rasio likuiditas dihitung berdasarkan perbandingan antara aset lancar dibandingkan dengan liabilitas
lancar, yang mencerminkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi liabilitas jangka pendeknya. Rasio
lancar Perseroan periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2020-2024 dan 6 bulan Januari-Juni 2025
masing-masing sebesar 4,58 kali, 8,40 kali, 7,99 kali, 2,80kali, 4,85 kali, dan 1,80 kali. Rasio kas
Perseroan periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2020-2024 dan 6 bulan Januari-Juni 2025
masing-masing sebesar 0,11 kali, 0,51 kali, 1,93 kali, 0,73 kali, 0,37 kali, dan 0,25 kali. Rasio cepat
Perseroan periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2020-2024 dan 6 bulan Januari-Juni 2025
masing-masing sebesar 1,14 kali, 4,45 kali, 3,84 kali, 1,5 kali, 1,90 kali, dan 0,97 kali.
Profitabilitas
Rasio profitabilitas adalah rasio atau perbandingan untuk mengetahui kemampuan Perseroan untuk
mendapatkan laba dari pendapatan, aset, dan ekuitas berdasarkan dasar pengukuran tertentu. Rata-rata
marjin laba (rugi) kotor Perseroan periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2020-2024 dan 6 bulan
Januari-Juni 2025 adalah sebesar 53,38%. Sementara itu, rata-rata marjin laba (rugi) bersih yang berhasil
dicapai Perseroan periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2020-2024 dan 6 bulan Januari-Juni 2025
adalah sebesar 21,26%.
Aktivitas
Berdasarkan analisis atas rasio aktivitas Perseroan periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2020-
2024 dan 6 bulan Januari-Juni 2025 rata-rata hari perputaran piutang usaha di 55 hari, hari perputaran
utang usaha di 141 hari, dan hari perputaran persediaan di 1.152 hari.
Solvabilitas
Rasio solvabilitas adalah rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan Perseroan dalam membayar
seluruh utangnya baik utang jangka pendek maupun utang jangka panjang. Perseroan memiliki rata-rata
debt to asset ratio periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2020-2024 dan 6 bulan Januari-Juni 2025
di 38,85% dan rata-rata debt to equity ratio sebesar 77,92%.
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |14
Page 27
Tabel 6. Analisis Rasio Keuangan Historis
Audited Audited Audited Audited Audited Unaudited Average
FY2020 FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 Jan-Jun 2025 Historis
LIQUIDITY RATIOS
Current ratio 4,58 8,40 7,99 2,80 4,85 1,80 5,07
Quick ratio 1,14 4,45 3,84 1,50 1,90 0,97 2,30
Cash ratio 0,11 0,51 1,93 0,73 0,37 0,25 0,65
PROFITABILITY RATIOS
Gross profit margin 54,59% 56,81% 53,95% 59,66% 50,72% 44,51% 53,38%
Net profit margin 23,10% 25,56% 19,14% 19,85% 15,26% 24,65% 21,26%
ACTIVITY RATIOS
Acc. Receivable turnover 3 13 4 11 8 9 8
Inventory turnover 0 0 0 0 0 0 0
Acc. Payable turnover 1 3 2 2 3 6 3
Days of Acc. Receivable 108 27 93 34 48 21 55
Days of Inventory 1581 936 1325 1676 1031 364 1152
Days of Acc. Payable 258 129 151 163 116 31 141
SOLVENCY RATIOS
Debt to Equity 53,77% 87,17% 68,38% 116,72% 77,83% 63,80% 77,95%
Debt to Assets 29,73% 42,15% 36,85% 50,58% 38,67% 35,13% 38,85%
Sumber: laporan keuangan audit 31 Desember tahun 2020-2024 dan Jan-Jun 2025 (diolah)
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |15
Page 28
3. ASPEK PASAR
3.1. Tinjauan Ekonomi
3.1.1. Indeks Harga Saham Gabungan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 30 Juni 2025 ditutup pada level 6.927,68 di akhir sesi
perdagangan. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, terdapat sembilan sektor yang mencatatkan
kenaikan. Sektor barang baku mencatatkan kinerja terbaik dengan kenaikan 3,33%, diikuti oleh sektor
barang konsumen non-primer yang naik 2,16%, serta sektor transportasi dan logistik yang menguat
1,86%. Sementara itu, terdapat dua sektor yang mengalami penurunan yaitu sektor teknologi yang
mencatatkan koreksi sebesar 0,51% dan sektor keuangan yang melemah 0,48%. Frekuensi perdagangan
saham dalam negeri tercatat 1,15 juta transaksi, dengan volume perdagangan mencapai 20,82 miliar
saham, dan nilai total transaksi sebesar Rp13,63 triliun. Berdasarkan data dari RTI Business, terdapat
357 saham yang ditutup menguat, 228 saham melemah, dan 205 saham stagnan. Berikut pergerakan
IHSG akhir bulan Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025:
Grafik 1. IHSG Per 31 Desember Tahun 2020 – 2024 dan Per 30 Juni 2025
IHSG
7.500,00 7.323,59
7.200,00
6.927,68
6.900,00 7.079,90
6.850,62
6.600,00
6.581,48
6.300,00
6.000,00
5.979,07
5.700,00
5.400,00
2020 2021 2022 2023 2024 30-Jun-25
Close Price
Sumber: Yahoo Finance
3.1.2. Nilai Tukar Rupiah
Kurs tengah Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat pada 30 Juni 2025 berada pada level Rp16.233,00.
Berikut pergerakan nilai tukar kurs tengah Rupiah dari per 31 Desember tahun 2020-2024 dan per 30 Juni
2025:
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |16
Page 29
Grafik 2. Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Per 31 Desember Tahun 2020-2024 dan Per 30 Juni 2025
Kurs Tengah BI
16.500,00
16.162,00
16.000,00 15.731,00
16.233,00
15.500,00
15.439,00
15.000,00
14.500,00
14.105,00
14.000,00 14.269,00
13.500,00
13.000,00
2020 2021 2022 2023 2024 30-Jun-25
Kurs Tengah BI/ BI Middle Rate
Sumber: Bank Indonesia
3.1.3. Suku Bunga
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dilaksanakan pada 17–18 Juni 2025 memutuskan
untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar
4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,25%. Keputusan ini didasarkan pada masih terjaganya
proyeksi inflasi tahun 2025 dan 2026 dalam kisaran target 2,5±1%, serta stabilitas nilai tukar Rupiah yang
sejalan dengan kondisi fundamental ekonomi di tengah ketidakpastian global. Selain itu, kebijakan ini
juga mempertimbangkan perlunya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik. Bank
Indonesia akan terus mencermati potensi penurunan suku bunga BI-Rate untuk mendorong
pertumbuhan ekonomi, tanpa mengesampingkan stabilitas inflasi dan nilai tukar. Bank Indonesia juga
akan mengoptimalkan kebijakan makroprudensial akomodatif melalui strategi untuk memperkuat
pertumbuhan kredit dan meningkatkan fleksibilitas likuiditas perbankan. Bank Indonesia terus
memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dalam rangka menjaga stabilitas makroekonomi dan
mendorong pertumbuhan ekonomi, sejalan dengan pelaksanaan program Asta Cita Pemerintah. Selain
itu, Bank Indonesia juga memperdalam koordinasi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK)
untuk memastikan stabilitas sistem keuangan nasional tetap terjaga. Bank Indonesia juga memperkuat
dan memperluas kerja sama internasional di area kebanksentralan, termasuk konektivitas sistem
pembayaran dan transaksi menggunakan mata uang lokal, serta memfasilitasi penyelenggaraan promosi
investasi dan perdagangan di sektor prioritas bekerja sama dengan instansi terkait.
3.1.4. Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Juni 2025 berada pada angka 1,87%. Berdasarkan Grafik
3, tingkat inflasi cenderung mengalami peningkatan signifikan dari tahun 2021 ke 2022, tetapi pada tahun
2023 dan 2024 mengalami penurunan. Berikut merupakan Grafik inflasi bulan Desember tahun 2020-
2024 dan Juni 2025:
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |17
Page 30
Grafik 3. Inflasi Periode Desember 2020-2024 dan Juni 2025
Inflasi
6,00% 5,51%
5,00%
4,00%
3,00%
2,61%
2,00% 1,87%
1,87%
1,68% 1,57%
1,00%
0,00%
Des-2020 Des-2021 Des-22 Des-23 Des-24 Jun-25
Sumber: Bank Indonesia
3.2. Tinjauan Industri Fiber Optik
Kapal CLV Bentang Bahari merupakan kapal yang akan digunakan untuk operasional Perseroan dalam
menggelar fiber optik di bawah laut dan dapat disewakan kepada perusahaan lain yang membutuhkan
kapal untuk kegiatan penggelaran fiber optik bawah laut. Dengan demikian, potensi tersewanya kapal
Bentang Bahari akan berbanding lurus dengan peningkatan aktifitas bisnis terkait kabel optik bawah laut.
Pasar serat optik mengalami pertumbuhan yang pesat seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan
konektivitas data yang cepat, stabil, dan berkapasitas tinggi di berbagai sektor, mulai dari
telekomunikasi, industri, hingga layanan publik. Teknologi ini menjadi tulang punggung infrastruktur
digital modern, mendukung perkembangan layanan internet broadband, jaringan 5G, dan sistem
komunikasi jarak jauh lainnya.
Grafik 4. Pangsa Pasar Serat Optik Global
Sumber: Precedence Research, 2024
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |18
Page 31
Pasar serat optik global mencapai USD10,04 miliar pada tahun 2024 dan USD10,74 miliar pada tahun
2025. Pasar serat optik global diperkirakan akan meningkat dari tahun 2025 menjadi sekitar USD 19,64
miliar pada tahun 2034 dengan CAGR sebesar 6,94% dari tahun 2025 hingga 2034.
Grafik 5. Pangsa Pasar Serat Optik di Asia Pasifik
Sumber: Precedence Research, 2024
Pangsa pasar serat optik di Asia Pasifik adalah sebesar USD3,01 miliar pada tahun 2024 dan
diproyeksikan akan mencapai sekitar USD 5,99 miliar pada tahun 2034, tumbuh dengan CAGR sebesar
7,12% dari tahun 2025 hingga 2034.
Grafik 6. Pangsa Pasar Serat Optik Berdasarkan Wilayah
Sumber: Precedence Research, 2024
Berdasarkan pembagian wilayah, pangsa pasar serat optik didominasi oleh Asia Pasifik sebesar 29%,
kemudian disusul oleh Amerika Utara sebesar 27%, dan Eropa sebesar 24%. Asia Pasifik mendominasi
pasar serat optik global dalam hal pendapatan pada tahun 2024 seiring meningkatnya adopsi serat optik
di sektor IT dan telekomunikasi. Selain itu, wilayah ini menunjukkan peluang pertumbuhan yang sangat
menguntungkan dengan akan tetap mempertahankan dominasi pasarnya di tahun-tahun mendatang.
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |19
Page 32
Wilayah Asia Pasifik memberikan prospek pertumbuhan yang tinggi untuk pengembangan teknologi baru,
sehingga mendorong permintaan serat optik yang tinggi. Meningkatnya pembangunan infrastruktur dan
industrialisasi menciptakan peluang pertumbuhan yang sangat besar untuk penerapan kabel serat optik
di berbagai sektor industri. World Bank memperkirakan bahwa Asia Pasifik perlu melakukan investasi
sebesar USD1,7 triliun per tahun dari tahun 2016 hingga 2030 dalam pembangunan infrastruktur untuk
mempertahankan pertumbuhan ekonominya. Hal ini mendorong masuknya dana swasta secara
signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Kawasan Asia Pasifik diprediksi akan berkembang pesat selama periode 2025 hingga 2034. Posisi pasar
di kawasan Asia-Pasifik semakin diperkuat oleh tingginya tingkat penetrasi sektor IT & telekomunikasi
yang terus meningkat. Selain itu, meluasnya penggunaan serat optik dalam industri medis mempercepat
pembangunan di negara-negara seperti Jepang, Tiongkok, dan India, serta mempercepat pertumbuhan
pasar secara global.
Faktor utama yang berkontribusi terhadap pertumbuhan pasar serat optik adalah terdapat beberapa
pemain kuat di bidang serat optik. Selain itu, faktor lainnya adalah:
• Pengembangan Smart City yang bergantung pada serat optik untuk mendukung ekosistem IoT dan
sistem manajemen lalu lintas cerdas (intelligent traffic management systems);
• Dalam bidang kesehatan, serat optik digunakan dalam aplikasi seperti endoskopi, operasi laser, dan
sensor biomedis;
• Dalam bidang kedirgantaraan militer, serat optik menyediakan transmisi data berkecepatan tinggi
yang aman untuk sistem misi kritis/darurat;
• Ekspansi pusat data (data center) melibatkan serat optik yang melayani pusat data skala besar, yang
memungkinkan layanan cloud ultra cepat.
Beberapa perusahaan penyedia serat optik secara global adalah sebagai berikut:
Tabel 7. Perusahaan Global Penyedia Serat Optik
Perusahaan Negara Produk Fitur Unggulan
SMF-28 Ultra Optical Redaman rendah, kekuatan tinggi, tidak
Corning Inc. Amerika
Fiber sensitif terhadap tekukan
Compact design, kepadatan serat tinggi,
Prysmian Group Italia FlexTube Fiber Cable
pemasangan fleksibel
Penyambungan multi-fiber dengan desain
Furukawa Electric Jepang FITEL Fusion Splicer
yang kokoh
Latensi sangat rendah, ideal untuk jaringan
Sterlite Tech India Stellar Fiber
5G dan FTTH
Lanmark Optical Tahan terhadap api dengan suhu tinggi
Nexans Perancis
Fiber Cable dengan kinerja transfer data yang sangat baik
Sumber: Precedence Research, 2024
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |20
Page 33
Sementara itu, di Indonesia terdapat beberapa produsen kabel serat optik adalah sebagai berikut:
Tabel 8. Perusahaan Penyedia Serat Optik di Indonesia
Perusahaan Deskripsi
PT Communication Cabel System ADSS, Repeater & Repeaterless, Figure 8, Central Loose Tube,
Indonesia Tbk (CCSI) ADSS FRP Armor Anti-Rodent, FTTH, Duct Non-Metallic, Duct
Metallic, Flare Flex, Direct Buried Single & Double Jacket.
PT Jembo Cable Company Tbk Single Mode Jelly Loose Tube Fiber Optic – Aerial (Figure 8),
Fiber Optic Duct Application, Dry Type Single Core Per Tube
(SCPT) Duct Application, Dry Type Single Core Per Tube (SCPT)
– Aerial (Figure 8), dan sebagainya
PT Yangtze Optics Indonesia (YOI) Optical Transceiver untuk kebutuhan jaringan dan Submarine
Cable untuk pembangunan jaringan bawah laut
PT ZTT Cable Indonesia ADSS, Duct Cable, Anti-rodent atau Anti-termite Cable, dan
sebagainya
Sumber: Kompasiana, 2025
Peluang Pasar:
Peningkatan Data Center. Pusat data seringkali membutuhkan bandwidth yang besar untuk memproses
dan menyimpan data, pertumbuhan pusat data telah meningkatkan permintaan serat optik, sehingga
mendorong pasar serat optik. Kebutuhan akan teknologi serat optik untuk mengelola peningkatan
transfer data semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan pusat data akan kapasitas
yang lebih besar. Teknologi serat optik menawarkan metode yang cepat dan aman untuk
mentransmisikan data dalam jumlah besar. Selain itu, karena kabel serat optik lebih fleksibel, lebih
ringan, dan mampu membawa lebih banyak data daripada kabel tembaga, peningkatan jumlah fasilitas
data telah meningkatkan permintaan akan peralatan dan layanan serat optik yang sangat terspesialisasi,
seperti transceiver optik dan kabel, untuk memastikan pengoperasian pusat data yang optimal.
Perluasan Pemasangan Jaringan Komunikasi 5G. Adopsi 5G yang meluas di negara-negara maju dan
berkembang akan memberikan peluang yang menguntungkan bagi para penyedia serat optik di pasar.
Penggunaan serat optik sangat penting bagi pengembangan infrastruktur 5G. Serat optik ini mampu
mentransmisikan data dalam jumlah besar dengan cepat antara dua lokasi. Penyedia layanan
telekomunikasi sangat menekankan pemasangan stasiun pangkalan 5G yang lebih baru seiring dengan
terus dikomersialkannya layanan 5G untuk mendapatkan keunggulan kompetitif di pasar.
Pertumbuhan pasar serat optik Indonesia cukup stabil, didorong oleh meningkatnya permintaan
konektivitas pita lebar berkecepatan tinggi dan infrastruktur digital. Meningkatnya fokus pemerintah
terhadap digitalisasi, proyek kota pintar, dan penerapan jaringan 5G merupakan pendorong utama.
Permintaan kabel serat optik, konektor, dan peralatan terkait terus meningkat seiring dengan perluasan
jaringan telekomunikasi dan digitalisasi perusahaan. Baik pelaku lokal maupun internasional secara aktif
berekspansi untuk memenuhi kebutuhan konektivitas yang terus meningkat di wilayah perkotaan
maupun pedesaan.
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |21
Page 34
Grafik 7. Pertumbuhan Pangsa Pasar Serat Optik di Indonesia
Sumber: 6W Research
Pasar Serat Optik Indonesia diperkirakan akan tumbuh dengan CAGR yang signifikan sebesar 13,15%
selama periode proyeksi 2025-2029. Beberapa faktor pendorong utama mendorong pertumbuhan pasar
serat optik Indonesia yang pesat diantaranya meningkatnya penetrasi internet dan investasi pemerintah
dalam infrastruktur telekomunikasi. Selain itu, adopsi 5G yang semakin cepat dan meningkatnya
permintaan akan jaringan bandwidth tinggi dan latensi rendah merupakan faktor pendorong utama
lainnya yang mendukung pertumbuhan pasar. Lebih lanjut, meningkatnya kebutuhan akan solusi serat
optik canggih dalam inisiatif kota pintar, pusat data, dan komputasi awan semakin membentuk dinamika
pasar.
Pasar Serat Optik Indonesia menghadapi beberapa tantangan meskipun pertumbuhannya stabil. Isu-isu
seperti tingginya biaya pemasangan serat optik, kondisi geografis yang sulit termasuk wilayah terpencil
dan kepulauan, serta persaingan dari teknologi nirkabel dan satelit menjadi tantangan besar. Selain itu,
terbatasnya tenaga kerja terampil untuk instalasi dan pemeliharaan, serta masalah keamanan
infrastruktur, menghambat pertumbuhan pasar yang pesat di seluruh wilayah. Selain itu, sensitivitas
harga yang rendah dari usaha kecil juga memperlambat pertumbuhan pasar.
Beberapa tren utama yang dapat membentuk pasar serat optik Indonesia adalah meningkatnya adopsi
kabel serat berkapasitas tinggi dan multi-inti, integrasi serat optik dengan jaringan 5G dan IoT. Selain itu,
meningkatnya fokus pada material ramah lingkungan dan berkelanjutan karena meningkatnya
kepedulian terhadap lingkungan semakin mendukung pertumbuhan pasar.
Pemain terkemuka di pasar serat optik Indonesia mendominasi melalui inovasi teknologi, rangkaian
produk yang luas, jaringan distribusi yang kuat, dan kualitas tepercaya, termasuk Furukawa Electric,
Corning Incorporated, Prysmian Group, Sumitomo Electric Industries, dan YOFC.
3.3. Potensi dan Sasaran Pasar
Perseroan secara konsisten mengembangkan prospek usaha berkelanjutan melalui analisis mendalam
terhadap berbagai aspek, termasuk tren industri, tingkat persaingan, kemajuan teknologi, serta kebijakan
ekonomi dan regulasi yang berlaku. Pada tahun 2025, Perseroan berencana merealisasikan proyek
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |22
Page 35
strategis pembangunan backbone kabel serat optik internasional yang menghubungkan Jakarta dan
Singapura, sebagai langkah krusial dalam memperluas konektivitas antarnegara. Selain itu, Perseroan
juga memprioritaskan pengembangan infrastruktur serat optik domestik di wilayah Jawa, Kalimantan,
Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur guna mendorong pemerataan akses digital di seluruh Indonesia.
Pada segmen pemeliharaan, Perseroan memanfaatkan pertumbuhan organik dari lini usaha
pengembang, sekaligus membuka peluang baru melalui penawaran jasa pemeliharaan kabel serat optik
kepada pelanggan eksternal, termasuk layanan perbaikan kabel bawah laut. Perseroan juga berupaya
memperluas portofolio proyek dengan mengamankan kontrak pekerjaan kabel laut guna menarik
pelanggan potensial. Upaya ini diharapkan tidak hanya mendorong peningkatan pendapatan, tetapi juga
memperkuat posisi Perseroan di tengah persaingan ketat industri telekomunikasi.
Pada tahun 2025, Perseroan melihat adanya peluang signifikan seiring meningkatnya kebutuhan
infrastruktur digital yang didorong oleh perkembangan teknologi 5G, IoT, serta percepatan digitalisasi di
sektor publik dan swasta. Dukungan regulasi pemerintah dalam memperluas akses internet hingga ke
wilayah terpencil juga menjadi potensi strategis bagi Perseroan. Melalui kemitraan global, peningkatan
kualitas layanan pemeliharaan, dan optimalisasi proyek infrastruktur, Perseroan yakin mampu
memperkuat daya saing, memperluas pangsa pasar, serta meneguhkan posisinya sebagai salah satu
pemain utama di industri telekomunikasi dan infrastruktur digital.
Fokus utama Perseroan di tahun 2025 adalah keberlanjutan bisnis melalui optimalisasi aset yang
dimiliki, termasuk penyelesaian proyek konversi Kapal Bentang Bahari yang diharapkan dapat
memperluas jangkauan layanan dan memperkuat daya saing Perseroan di pasar. Di sisi lain, transformasi
digital juga tetap menjadi prioritas dalam meningkatkan efisiensi operasional dan transparansi
perusahaan. Selain itu, Perseroan akan terus menjalankan prinsip GCG, dengan menitikberatkan pada
transparansi, akuntabilitas, serta inovasi berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan yang lebih stabil
dan bertanggung jawab di masa depan.
Berikut adalah Potensi Sumber Pendapatan Bentang Bahari
a. Layanan Pemasangan Kabel
Target Pasar: Pemilik kabel yang ingin memasang kabel mereka, termasuk proyek milik kami sendiri
maupun proyek pelanggan lainnya.
b. Layanan Perbaikan Kabel
Target Pasar: Pemilik kabel yang ingin memperbaiki kabel mereka, termasuk kabel milik kami sendiri
maupun kabel pelanggan lainnya, dengan prioritas pada kabel yang sering mengalami gangguan
(cable cut).
c. Layanan PLIB
Target Pasar: Pemilik kabel yang ingin menanam kabel di dasar laut karena tingginya insiden cable
cut dan kondisi kabel yang belum terkubur.
d. Layanan Survei Laut
Target Pasar: Pemilik kabel yang ingin melakukan survei laut sebelum melakukan pemasangan
kabel.
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |23
Page 36
3.4. Pesaing Usaha
Perseroan dari sisi penyewaan laying vessel akan secara langsung bersaing dengan beberapa
perusahaan sejenis yang memiliki cable laying vessel berbendera Indonesia, yaitu:
Tabel 9. Pesain Usaha Penyewaan Laying Vessel
Perusahaan Deskripsi
PT Optic Marine Indonesia • Kapal CS Ile de Re (Built 1982, Rebuilt 2002)
• Kapal CS Teneo (Built 1980, Rebuilt 1992)
Consortium Telkom Infra & Prima • Kapal CS Prima Nusantara X (Built 2014, Conv 2024)
Navalink • Kapal CS Navalink Polaris (Built 1993)
PT Limin Marine & Offshore Kapal CS Limin Venture (Built 1982)
PT Sarana Global Indonesia Kapal CS Pacific Guardian (Built 1984)
ASEAN Cableship Pte Ltd (ACPL) Kapal CS ASEAN Explorer (Built 2002)
PT Bina Nusantara Perkasa Kapal CS Nusantara Explorer (Built 1996)
Sumber: manajemen Perseroan
3.5. Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran yang telah dijalankan Perseroan ditunjukkan sebagai berikut.
1. Memperluas pangsa pasar, terutama di jaringan kabel bawah laut;
2. Memperkuat kerja sama dengan operator telekomunikasi;
3. Meningkatkan standar mutu pengelolaan dan pemeliharaan kabel milik Perseroan sendiri ataupun
milik pelanggan;
4. Mengoptimalkan keunggulan jasa yang dimiliki oleh Perseroan, terutama sistem network operation
center (NOC), base camp, dan sistem patroli; dan
5. Mencari peluang untuk mendapatkan kontrak-kontrak baru melalui berbagai inovasi dan
pengembangan produk dan jasa.
Selain itu, strategi pertumbuhan Perseroan difokuskan pada 3 proyek utama yang bertujuan untuk
memperkuat infrastruktur telekomunikasi dan meningkatkan daya saing bisnis:
a. Proyek Rising-8, yang mencakup:
• Pelaksanaan proyek sesuai dengan jadwal perencanaan guna memastikan kelancaran
operasional; dan
• Pencarian prospek penjualan baru untuk proyek Rising-8, guna memperluas jangkauan bisnis dan
meningkatkan pendapatan.
b. Proyek Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Indonesia Tengah, dengan fokus pada:
• Perancangan segmen SKKL yang prospektif di wilayah Indonesia Tengah untuk meningkatkan
konektivitas;
• Mencari pelanggan potensial untuk setiap segmen guna memastikan keberlanjutan bisnis; dan
• Mengamankan komitmen penjualan berdasarkan prioritas dan preferensi pelanggan untuk
memastikan optimalisasi penggunaan infrastruktur
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |24
Page 37
c. Proyek Kapal Bentang Bahari, yang berfokus pada:
• Pelaksanaan konversi kapal sesuai dengan jadwal perencanaan agar siap digunakan dalam proyek
pemasangan kabel;
• Mengembangkan skenario terbaik untuk pemanfaatan Bentang Bahari sebelum pemasangan kabel
Rising-8 guna meningkatkan efisiensi operasional; dan
• Memastikan Kapal Bentang Bahari melaksanakan proyek Rising-8 tepat waktu untuk menjaga
keandalan layanan Perseroan.
3.6. Target Pasar
Perseroan berfokus pada industri penyedia utama pembangunan, penjualan dan pemeliharaan jaringan
telekomunikasi kabel serat optik dimana Perseroan telah memiliki pengalaman dengan lebih 10.000 km
kabel serat optik terpasang dan infrastruktur telah masuk dalam portofolio pekerjaan Perseroan.
Beberapa proyek lainnya yang pernah dilakukan oleh Perseroan adalah sebagai berikut:
Tabel 10. Proyek-Proyek Perseroan
Masa
Pemberi Kerja Lingkup Pekerjaan Tanggal Kontrak
Kontrak
PT Mora Telematika Sistem Kabel Serat Optik Jakarta- 22 Juni 2018 15 tahun
Indonesia Tbk Surabaya
PT Link Net Tbk Sistem Kabel Serat Optik Jakarta- 5 September 15 tahun
Bandung, Jakarta-Surabaya 2017
PT Mega Akses Persada Sistem Kabel Serat Optik Dumai- 15 Desember 15 tahun
Medan 2017
PT XL Axiata Tbk Pemeliharaan dan Pencegahan Kabel 12 Agustus 2024 Satu kali
Laut Sungailiat biaya
PT Iforte Solusi Infotek Perjanjian atas 2 Core Fiber Optik 20 Desember 15 tahun
pada Sistem Jaringan Telekomunikasi 2022
Kabel Laut Jakarta – Singapura
PT Indosat Tbk Pemeliharaan dan Perbaikan Sistem 24 Juni 2021 PO per
Komunikasi Kabel Laut Jakarta- tahun, dapat
Surabaya diperpanjang
PT Inti Bangun Sejahtera Pemeliharaan dan Perbaikan Jaringan 1 April 2019 15 tahun
Kabel Serat Optik Inti Bangun
Sejahtera
PT Supra Primatama Sistem Kabel Serat Optik Jakarta- 20 Desember 15 tahun
Nusantara Surabaya 2024
PT Global Inti Pusat Operasi Jaringan Jakarta- 27 Februari 2018 15 tahun
Corporatama Bangka- Batam-Singapore
Vocus Pte, Ltd ASC Marine Patrol Cable Route Year 1 8 Maret 2019 15 tahun
PT Parsaoran Global Sistem Kabel Serat Optik Jakarta- 30 Mei 2024 15 tahun
Datatrans Surabaya
PT Aplikanusa Perjanjian penyediaan sewa kabel 8 November 2019 10 tahun
Lintasarta fiber optik core Inner Bintan & Batam
Center
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |25
Page 38
Masa
Pemberi Kerja Lingkup Pekerjaan Tanggal Kontrak
Kontrak
PT Jaringan Komunikasi
Perjanjian penyediaan kabel fiber 16 April 2021 15 tahun
optik core UJB
Agora Communications Penjualan Kabel FO Jakarta-Bangka- 1 November 2020 Sampai
Pte Ltd Batam, Batam-Singapore pekerjaan
selesai
PT NAP Info Lintas Nusa Pengawasan Kabel bawah laut NAP 28 Februari 2019 Mulai 2019,
Info 3 tahun
PT Surya Teknika Perjanjian penyediaan kabel fiber 5 Agustus 2021 15 tahun
Pratama optik core Inner Batam
PT Persada Data Perjanjian penyediaan kabel fiber 16 November 15 tahun
Multimedia optik core Ultimate Java Backbone - 2023
Lamongan
PT Remala Abadi Perjanjian penyediaan kabel fiber 20 Oktober 2023 15 tahun
optik core Ultimate Java Backbone
PT Sumber Data Perjanjian penyediaan kabel fiber 23 April 2024 10 tahun
Indonesia optik core Batam-Bintan
PT Super Sistem Ultima Perjanjian penyediaan kabel fiber 14 Agustus 2024 15 tahun
optik core Jakarta-Surabaya-Tj. Pakis
PT Trans Indonesia Perjanjian Kerjasama Infrastruktur 28 Agustus 2023 15 tahun
Superkoridor Telekomunikasi SKKL Jayabaya
PT Telkom Infrastruktur Pemeliharaan dan Perbaikan Sistem 29 Juli 2024 15 tahun
Indonesia Komunikasi Kabel Laut Batam Bangka
Jakarta Singapore
PT Solnet Indonesia Perjanjian penyediaan kabel fiber 25 Februari 2025 15 tahun
optik core secara IRU Jaringan
Telekomunikasi UJB
PT Remala Abadi Tbk Perjanjian IRU 2 Core Sistem Kabel 18 Juni 2025 15 tahun
Laut Jakarta-Batam
PT Palapa Ring Barat Pemeliharaan Palapa Ring Barat 19 November 5 tahun
2024
Telkom Malaysia Berhad Pemeliharaan Sistem Kabel Jakarta 26 Februari 2016 15 tahun
Bangka-Batam-Singapura
PT Telekomunikasi Pemeliharaan dan Perbaikan Sistem 14 Juli 2023 1 tahun
Indonesia Tbk Komunikasi Kabel Laut Batam Bangka
Jakarta Singapore
Sumber: laporan tahunan Perseroan
Segmentasi Target Pasar CLV Bentang Bahari
Dalam konteks komersialisasi CLV Bentang Bahari, Perseroan telah mengidentifikasi segmentasi target
pasar yang spesifik untuk layanan instalasi dan perbaikan kabel bawah laut. Calon konsumen potensial
untuk CLV Bentang Bahari dikategorikan berdasarkan tingkat prioritas strategis dan potensi volume bisnis
sebagai berikut:
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |26
Page 39
a. Target Pasar Primer
Target pasar primer merupakan segmen strategis utama Perseroan dengan karakteristik perusahaan
yang memiliki kebutuhan backbone connectivity skala nasional dan regional, kontrak investasi
infrastruktur jangka panjang hingga 15 tahun, serta kapasitas finansial yang kuat untuk proyek-proyek
strategis. Segmen ini mencakup operator telekomunikasi domestik dan regional yang belum masuk
dalam portofolio Perseroan, perusahaan penyedia layanan broadband terkemuka, perusahaan
hyperscale carriers global untuk mendukung ekspansi layanan cloud computing dan platform digital,
serta sektor data center yang membutuhkan konektivitas untuk international traffic dan infrastruktur
jaringan berkualitas tinggi.
Tabel 11. Target Pasar Primer CLV Bentang Bahari
Target Pasar Primer
Sektor Perusahaan Target
Operator Telekomunikasi • PT Telkom Indonesia Tbk
• PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison)
• PT XL Axiata Tbk (XL Axiata)
• PT Smartfren Telecom Tbk (Smartfren)
• PT Hutchison 3 Indonesia (3 Indonesia)
Penyedia Layanan Broadband • PT Supra Primatama Nusantara (Biznet
Networks)
• PT Eka Mas Republik (MyRepublic Indonesia)
• PT Cyberindo Aditama (CBN)
• PT First Media Tbk
• PT Mora Telematika Indonesia Tbk
(Moratelindo)
Hyperscale Carriers Global • PT Google Indonesia (Google)
• Meta Platforms, Inc. (Meta)
• PT Amazon Web Services Indonesia (AWS
Indonesia)
• PT Microsoft Indonesia
Data Center • K2 Strategic Pte Ltd
• ST Telemedia Global Data Centres (STT GDC)
• PT DCI Indonesia Tbk
• PT Ekagrata Data Gemilang (EDGE DC)
• Keppel Data Centres Pte Ltd
• Princeton Digital Group
Sumber: Database Internal Perseroan
b. Target Pasar Sekunder
Target pasar sekunder terdiri dari institusi pemerintahan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta
perusahaan swasta yang menjalankan proyek konektivitas strategis nasional dan operasi lepas pantai.
Karakteristik dari target pasar sekunder yaitu menggunakan alokasi pendanaan dari APBN/APBD atau
corporate investment untuk keamanan operasional dengan fokus pada reliability dan security, serta
compliance terhadap regulasi nasional dan internasional. Segmen ini memerlukan solusi kabel bawah
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |27
Page 40
laut untuk mendukung monitoring dan supervisory control systems, komunikasi strategis antar fasilitas,
serta integrasi operasional di wilayah kepulauan dan lepas pantai.
Tabel 12. Target Pasar Sekunder CLV Bentang Bahari
Target Pasar Sekunder
Sektor Perusahaan Target
Institusi Pemerintah • BAKTI Kominfo
• Kementerian Pertahanan RI
• BPH Migas (Badan Pengatur Hilir Minyak dan
Gas Bumi)
• Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya
Mineral)
Oil & Gas • PT Pertamina (Persero)
• PT Chevron Pacific Indonesia
• PTT Exploration and Production Public
Company Limited (PTTEP Indonesia)
• British Petroleum (BP) Indonesia
• PT Shell Indonesia
• PT TotalEnergies EP (Indonesia)
• PT Medco Energi Internasional Tbk
• PT Energi Mega Persada Tbk
Sumber: Database Internal Perseroan
c. Target Pasar Tersier
Target pasar tersier adalah segmen yang memiliki karakteristik peluang kerjasama strategis dalam
proyek-proyek yang membutuhkan teknologi kabel bawah laut serta layanan instalasi yang mutakhir.
Segmen ini umumnya berperan sebagai kontraktor spesialis atau mitra strategis dalam proyek-proyek
berskala menengah dengan kebutuhan spesifik terhadap layanan instalasi dan perbaikan kabel bawah
laut.
Tabel 13. Target Pasar Tersier CLV Bentang Bahari
Target Pasar Tersier
Sektor Perusahaan Target
Kontraktor EPC Oil & Gas • PT Meindo Elang Indah
• PT Timas Suplindo
• PT JGC Indonesia
• PT Subsea7 Indonesia
• PT McDermott Indonesia
Sumber: Database Internal Perseroan
Roadmap Komersialisasi CLV Bentang Bahari
Berdasarkan timeline yang telah ditetapkan, komersialisasi Cable Laying Vessel (CLV) Bentang Bahari
akan dilaksanakan melalui empat milestone strategis sebagai berikut:
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |28
Page 41
• Milestone 01: Penggelaran SKKL Rising 8 - Fase inisiasi komersialisasi pada rute Jakarta - Batam
dengan kapasitas 1.076 km yang dijadwalkan pada Q4 2025. Proyek ini menjadi tahap awal
operasionalisasi CLV Bentang Bahari untuk memvalidasi kemampuan teknis dan operasional kapal
dalam skala komersial.
• Milestone 02: Penggelaran SKKL milik Pelanggan - Transisi ke model B2B melalui penggelaran proyek
SKKL milik pelanggan (PT Mora Telematika Indonesia Tbk - Moratelindo) di wilayah Nusa Tenggara yang
dijadwalkan pada Q1 2026. Milestone ini menandai ekspansi ke segmen pasar komersial.
• Milestone 03: Penggelaran SKKL Indonesia Tengah (1st Phase) - Implementasi proyek internal pada
koridor Sanur - Makassar dengan kapasitas 1.247 km yang dijadwalkan pada Q2-Q4 2026. Fase ini
merepresentasikan konsolidasi aset untuk pengembangan infrastruktur telekomunikasi strategis
perusahaan di kawasan Indonesia Tengah.
• Milestone 04: Penggelaran SKKL Indonesia Tengah (2nd Phase) - Finalisasi roadmap komersialisasi
melalui penggelaran koridor Selayar - Luwuk sepanjang 1.367 km pada Q1 2027. Milestone terakhir ini
mengkonsolidasikan posisi strategis perusahaan dalam ekosistem instalasi kabel bawah laut di
kawasan Indonesia Tengah dan Timur.
Keseluruhan roadmap dirancang untuk mencapai utilisasi optimal CLV Bentang Bahari dengan total
kapasitas penggelaran 3.690+ km kabel laut dalam periode 18 bulan operasional, menciptakan fondasi
yang solid untuk pertumbuhan keberlanjutan dalam industri infrastruktur kabel bawah laut.
3.7. Pemasok dan Pelanggan Utama
Rencana Penambahan KBLI terkait dengan penyewaan CLV Bentang Bahari yang telah dimiliki oleh
Perseroan. Perseroan juga telah memiliki kru terkait dengan operasional CLV Bentang Bahari. Dengan
demikian tidak terdapat pemasok utama lain terkait Rencana Penambahan KBLI.
Dari sisi pelanggan utama, Perseroan akan menawarkan penyewaan CLV Bentang Bahari kepada
penyedia infrastruktur kabel serat optik bawah laut lainnya seperti:
• PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk;
• PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk;
• PT Indosat Tbk;
• PT XL Axiata Tbk;
• PT Mora Telematika Indonesia Tbk (Moratelindo);
• PT Varuna Cahaya Sentosa;
• PT Infra Solution International;
• PT NAP Info Lintas Nusa;
• PT Supra Primatama Nusantara (Biznet);
• PT Aplikanusa Lintasarta, dan sebagainya.
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |29
Page 42
4. ASPEK TEKNIS
4.1. Kapasitas Segmen Usaha Chartered Vessel
Bentang Bahari adalah DP2 Cable Laying Vessel (CLV) yang dirancang khusus untuk memenuhi
meningkatnya kebutuhan akan infrastruktur kabel bawah laut yang andal di Asia Tenggara dan wilayah
lainnya. Kapal ini dimiliki dan dioperasikan oleh Perseroan. Bentang Bahari memegang peran penting
dalam memperkuat konektivitas digital melalui layanan pemasangan dan perbaikan kabel bawah laut.
Awalnya dibangun sebagai kapal pendukung lepas pantai di bawah bendera Norwegia, Bentang Bahari
menjalani konversi penuh dan klasifikasi ulang pada tahun 2025 untuk berfungsi sebagai kapal khusus
pemasangan kabel. Transformasi ini mencakup pemasangan peralatan penanganan kabel berspesifikasi
tinggi, sistem navigasi dan pemposisian canggih, serta area khusus untuk splicing, pemantauan, dan
operasi (Remotely Operated Vehicle) ROV. Proses konversi tersebut sejalan dengan misi baru kapal ini
yaitu memberikan layanan pemasangan dan perbaikan kabel dengan presisi, baik di perairan dangkal
maupun laut dalam, termasuk di wilayah dengan risiko tinggi dan permintaan besar.
Sebagai kapal yang diklasifikasikan oleh (Det Norske Veritas) DNV, Bentang Bahari mematuhi standar
internasional di bidang maritim dan lingkungan, sehingga menjamin keselamatan, kinerja, dan
keandalan. Kapal ini dilengkapi dengan sistem Dynamic Positioning DP2 yang memungkinkan operasi
stabil tanpa jangkar dan mempertahankan posisi secara presisi, yang sangat penting selama proses
pemasangan dan perbaikan kabel bawah laut.
Kapal ini meningkatkan kemampuan end-to-end Perseroan, mendukung transisi perusahaan dari
kontraktor EPC menjadi penyedia layanan infrastruktur bawah laut terintegrasi penuh. Bentang Bahari
memungkinkan Perseroan untuk menangani proyek kabel bawah laut berskala besar dan dengan tingkat
kompleksitas teknis yang tinggi, mulai dari perencanaan dan survei rute hingga pemasangan,
penanaman, inspeksi, dan perbaikan.
Gambar 1. Kapal Bentang Bahari
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |30
Page 43
Konversi Bentang Bahari
Transformasi Bentang Bahari dari kapal pendukung lepas pantai Skandi Sotra menjadi Cable Laying
Vessel (CLV) yang dirancang khusus didasarkan pada studi kelayakan dan arsitektur kapal yang
komprehensif yang dilakukan oleh Saltwater Engineering (Belanda). Konversi ini bukan sekadar retrofit,
melainkan sebuah transformasi rekayasa berskala penuh yang mengubah struktur, fungsi, dan klasifikasi
kapal untuk memenuhi persyaratan ketat operasi pemasangan kabel modern.
Redesain kapal meningkatkan panjang keseluruhan dari 85,65 meter menjadi 94,65 meter, sehingga
memberikan ruang dek yang lebih luas untuk peralatan kabel berat, tangki kabel berkapasitas besar,
serta akomodasi tambahan bagi hingga 54 personel. Struktur haluan yang didesain ulang juga
menghasilkan peningkatan section modulus, memperkuat kekuatan longitudinal lebih dari 40%,
sekaligus mempertahankan batas momen lentur (bending moment) dan gaya geser (shear force) yang
aman pada semua kondisi operasional.
Dari perspektif stabilitas, kapal ini menjalani serangkaian penilaian menyeluruh yang mencakup
stabilitas utuh (intact stability) dan stabilitas saat mengalami kerusakan (damage stability), untuk
memastikan kepatuhan terhadap 2008 Intact Stability Code dan SOLAS Part B. Konfigurasi kapal
mendukung kapasitas hingga 1.500 km kabel serat optik tipe SA dengan pelindung tunggal (single-
armored), baik yang menggunakan repeater maupun tanpa repeater, dengan beban kabel maksimum
2.300 ton sehingga mampu memenuhi lingkup proyek telekomunikasi yang kompleks.
Secara internal, tata letak kapal dioptimalkan untuk meningkatkan efisiensi operasional. Fasilitas utama
mencakup ruang kontrol kabel terpusat dengan visibilitas penuh terhadap dek kabel, ruang kerja terpisah
untuk proses jointing dan pengujian, serta akses yang efisien antara tangki kabel, area splicing, dan
peralatan dek. Sistem penanganan ROV, A-frame, derek, dan plough winch ditempatkan dengan hati-hati
untuk memastikan kegiatan pemasangan, inspeksi, dan perbaikan kabel berlangsung aman dan lancar.
Selain itu, proses konversi kapal ini mematuhi ketentuan IMO MARPOL, termasuk kewajiban penerapan
Ship Energy Efficiency Management Plan (SEEMP) karena gross tonnage kapal melebihi 5.000. Meskipun
saat ini belum tunduk pada indeks kinerja EEXI atau CII, kapal ini telah dirancang agar siap menghadapi
potensi perkembangan regulasi di masa depan terkait efisiensi energi.
Spesifikasi Utama Bentang Bahari
Bentang Bahari dilengkapi dengan teknologi DP-2 serta berbagai peralatan canggih, termasuk ROV, LCE,
DOHB, A-Frame, dan Plough. Dengan memanfaatkan kapabilitas tersebut, kapal ini akan
dikomersialisasikan melalui penawaran layanan yang berfokus pada proyek-proyek potensial bernilai
tinggi yang akan datang. Berikut adalah spesifikasi utama CLV Bentang Bahari, sebuah kapal peletakan
kabel modern yang dirancang untuk mendukung operasi pemasangan kabel lepas pantai yang efisien dan
andal:
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |31
Page 44
Tabel 14. Spesifikasi Utama Bentang Bahari
Classification Det Norske Veritas (DNV)
Flag Indonesia
DP Control DP Class-II, Kongberg KPOS-21
Vessel Type DP2 Cable Laying Vessel
Length Overall 94.65 meters
Breadth Moulded 19.70 meters
Maximum Draft 6.10 meters
Gross Tonnage 5.861 tons
Cable Load Capacity 2.356 tons
Cable Equipment Royal IHC
ROV Working Class ROV CT-2
Plough Royal IHC – Multi-depth Fibre Optic Cable Plough
A-Frame AiCraness SWL 30 Ton
Accomodation Up to 54 personnels
Propulsion Diesel-electric, 2x2600 kW Azimuth Thrusters
Bollard Pull Approx. 72-88 Ton
Endurance 45 days
Maximum Speed 14 Knots
DP Control System Kongsberg KPOS-221 (Class 2 AUTR)
Sumber: manajemen Perseroan
4.2. Ketersediaan Bahan Baku
Tidak terdapat bahan baku terkait Rencana Penambahan KBLI yang akan dijalankan oleh Perseroan.
4.3. Ketersediaan Sumber Daya Manusia dan Tenaga Ahli
Perseroan memiliki 110 orang tenaga kerja (tidak termasuk Entitas Anak) yang terdiri dari 79 laki-laki
dengan komposisi 71,82% dan 31 perempuan dengan komposisi 28,18%. Perseroan memiliki tenaga
kerja yang sudah mengikuti pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan
pengetahuan sehingga dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan lebih efektif. Perseroan
dan Entitas Anak mengikutsertakan karyawan dalam berbagai pendidikan dan pelatihan sebagai berikut:
Tabel 15. Pelatihan Sumber Daya Manusia
Jumlah
Nama Pelatihan Tempat Waktu Pelaksanaan Jabatan
Peserta
Training Teknis PT Accalls Wahana 27 Februari-1 Maret 20 Staf
Pemeliharaan dan Indonesia 2024
Instalasi AC Split
Training Leadership Trisamitra Group 07-08 Mei 2024 20 Supervisor & Manager
Essential
Training Ms. Excel for Trisamitra Group 23 & 25 Juli 2024 20 Staf sampai dengan
Intermediate Advance Kepala Divisi
Sumber: laporan tahunan Perseroan
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |32
Page 45
Dalam mendukung operasional kapal khusus pemasangan kabel serat optik bawah laut, Perseroan
memiliki tenaga kerja crew marine sebanyak 21 orang dan project crew sebanyak 21 orang yang
kompeten, berpengalaman, dan memiliki sertifikasi keahlian khusus. Jumlah crew akan menyesuaikan
dengan kebutuhan operasional kapal saat akan menjalankan suatu project. Kedua kelompok ini memiliki
peran yang saling melengkapi untuk menjamin kelancaran, keselamatan, dan mutu hasil pekerjaan di
lapangan. Perseroan juga mengikutsertakan karyawan dan crew kapal dalam pelatihan yang berkaitan
dengan project penggelaran kabel bawah laut yaitu pelatihan B1-Power Feed Equipment, Rising-8, dan
Training Software MakaiLay. Perseroan memiliki beberapa tenaga ahli bersertifikasi atau kompeten untuk
marine crew dan project crew yaitu:
Tabel 16. Informasi Tenaga Ahli
Marine Crew
1. Nama : Kaharuddin
Jabatan : Master
No. Sertifikat : 6200020438N10214
2. Nama : Edwin Kurnia Bahar
Jabatan : Chief Officer DPO
No. Sertifikat : 6201289532N20119
3. Nama : Muhammad Datsir
Jabatan : Chief Engineer
No. Sertifikat : 6200025982T10105
4. Nama : Prehono Budi Siswanto
Jabatan : Electro-Technical Officer
No. Sertifikat : 6200570334E1021
Project Crew
1. Nama : Eddy Azwar
Jabatan : OIM / Engineer In Charge Master
No. Sertifikat : 6200091628N10117
2. Nama : Ismaryanshah Amir
Jabatan : DOIM
No. Sertifikat : 6201318863N10422
3. Nama : Andhika Kusumadarma
Jabatan : Party Chief Surveyor
No. Sertifikat : 6200025982T10105
Sumber: manajemen Perseroan
Berkaitan dengan Rencana Penambahan KBLI, Perseroan tidak melakukan penambahan sumber daya
manusia. Namun demikian, Perseroan tetap membuka kemungkinan penambahan tenaga kerja di masa
mendatang seiring dengan peningkatan volume dan kompleksitas proyek yang dikerjakan.
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |33
Page 46
4.4. Proses Produksi
Berikut adalah alur proses penyewaan kapal Bentang Bahari:
Gambar 2. Flow Chart Penyewaan Kapal
Sumber: manajemen Perseroan
Flowchart ini menjelaskan alur proses penyewaan kapal Bentang Bahari mulai dari permintaan awal
sampai dengan pengembalian kapal. Berikut penjelasannya:
1. Start
Proses dimulai ketika customer meminta informasi terkait kapal.
2. Perseroan memberikan informasi
Perseroan mengirimkan data kapal yang dibutuhkan, termasuk jadwal ketersediaan kapal.
3. Diskusi harga dan jangka waktu sewa
Customer dan Perseroan melakukan diskusi untuk menentukan harga dan jangka waktu penyewaan
kapal.
4. Kesepakatan
• Jika tidak sepakat, maka proses berhenti (End).
• Jika sepakat, lanjut ke pembuatan kontrak.
5. Kontrak perjanjian sewa kapal
Customer dan Perseroan membuat kontrak perjanjian sewa kapal.
6. Pembayaran DP
Customer melakukan pembayaran uang muka (DP).
7. Proses penyewaan kapal berjalan
Kapal mulai digunakan sesuai dengan perjanjian.
8. Complain
• Jika ada keluhan, maka bagian maintenance melakukan perbaikan, setelah itu kembali ke proses
penyewaan
• Jika tidak ada keluhan, proses berlanjut ke tahap berikutnya.
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |34
Page 47
9. Jangka waktu penyewaan selesai
Masa sewa kapal berakhir sesuai kontrak.
10. Perpanjang
• Jika YA, maka proses kembali ke penyewaan kapal.
• Jika TIDAK, lanjut ke pengembalian kapal.
11. Pengembalian kapal dan pelunasan
Customer mengembalikan kapal serta melakukan pelunasan pembayaran.
12. End
Proses penyewaan kapal selesai.
Berikut adalah alur penggelaran SKKL Perseroan:
Gambar 3. Flow Chart Penggelaran SKKL
Sumber: manajemen Perseroan
Flowchart operasional di atas menjelaskan alur penggelaran SKKL yang dilakukan oleh Perseroan dalam
menjalankan proyek. Analisis alur kerja adalah sebagai berikut:
1. Start: Ini adalah titik awal dari keseluruhan proses.
2. Desktop Study: Tahap awal ini melibatkan studi dan analisis dari data yang sudah ada berupa
perencanaan jalur yang akan dibuat.
3. Perizinan: Setelah studi awal, proses selanjutnya adalah mengurus semua izin yang diperlukan untuk
proyek.
4. Marine Survey: Setelah izin didapatkan, survei laut dilakukan untuk memetakan jalur kabel dan
mendapatkan gambaran kondisi dasar laut tempat kabel akan digelar.
5. Pengadaan Material: Proses ini melibatkan pembelian semua material yang dibutuhkan untuk
instalasi kabel.
6. Penggelaran Kabel Laut: Ini adalah tahap utama di mana kabel dipasang di dasar laut.
7. Uji Terima: Setelah kabel terpasang, dilakukan pengujian untuk memastikan sistem berfungsi dengan
baik.
8. Serah Terima Dengan Customer: Setelah pengujian berhasil, proyek diserahkan kepada pelanggan.
9. End: Ini adalah titik akhir dari seluruh proses penggelaran SKKL.
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |35
Page 48
5. ASPEK POLA BISNIS
5.1. Keunggulan Kompetitif
Perseroan memiliki sejumlah keunggulan strategis yang memperkuat posisinya sebagai penyedia
layanan infrastruktur telekomunikasi terkemuka di Indonesia. Kepemilikan kapal Bentang Bahari menjadi
salah satu keunggulan strategis Perseroan dalam mendukung kegiatan pembangunan dan pemeliharaan
kabel serat optik bawah laut. Kapal ini dirancang khusus dan dilengkapi dengan peralatan modern untuk
instalasi, penarikan, dan perbaikan kabel, sehingga memungkinkan Perseroan menjalankan proyek
secara mandiri tanpa ketergantungan pada penyedia jasa pihak ketiga.
Dengan dukungan kru dan teknisi berpengalaman, Bentang Bahari mampu beroperasi di berbagai kondisi
perairan, termasuk wilayah dengan tantangan geografis tinggi, serta memastikan penyelesaian pekerjaan
secara efisien dan tepat waktu. Kapabilitas ini tidak hanya memberikan nilai tambah dalam menjaga
keandalan jaringan bawah laut Perseroan, tetapi juga membuka peluang komersialisasi melalui
penyewaan jasa untuk proyek eksternal.
Keberadaan Bentang Bahari memperkuat daya saing Perseroan di industri telekomunikasi dengan
menghadirkan layanan infrastruktur yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Hal ini sekaligus meningkatkan
reputasi Perseroan sebagai mitra terpercaya dalam penyediaan solusi konektivitas, baik di tingkat
nasional maupun internasional.
Bentang Bahari dirancang dengan standar keselamatan dan efisiensi yang tinggi. Tersertifikasi oleh
organisasi internasional Det Norske Veritas (DNV), hal ini memastikan Bentang Bahari mempertahankan
kualitas tertinggi, menjalani proses pengujian yang ketat, dan secara konsisten berkinerja baik di segala
kondisi. Bentang Bahari dilengkapi dengan peralatan pemasangan kabel berteknologi tinggi terbaru
seperti ROV CT-2, Plough, A-Frame, Linear Cable Engine, Cable Drum Engine, yang dirancang untuk
meningkatkan presisi, kecepatan, dan efisiensi dalam pemasangan kabel bawah laut.
Bentang Bahari memiliki keunggulan melalui kombinasi teknologi canggih, efisiensi operasional, dan
standar keselamatan yang tinggi, antara lain:
1. Sistem Dynamic Positioning DP2: Memungkinkan kapal tetap stabil dan berada di posisi yang tepat
dalam kondisi laut yang menantang tanpa perlu berlabuh, sehingga memastikan penempatan kabel
secara akurat;
2. Kapasitas Muatan Kabel Besar: Dengan kapasitas kabel hingga 2.356 ton, kapal ini mampu
menangani proyek berskala besar secara efisien;
3. Peralatan Kabel Canggih: Dilengkapi dengan Royal IHC 30T Cable Drum Engine (CDE), 20T Linear
Cable Engine (LCE), dan 4T Draw-Off Hold Back (DOHB), semuanya memiliki fitur constant tension
dan berbagai mode kontrol untuk memastikan penanganan kabel yang lancar dan aman;
4. Peralatan Bawah Laut Lengkap: Dilengkapi dengan Royal IHC fibre optic cable plough yang mampu
membuat parit hingga kedalaman 2,2 meter (dapat diperpanjang), serta Working Class ROV (CT-2)
untuk inspeksi dan dukungan bawah air hingga kedalaman 3.000 meter;
5. Kru yang Terlatih Baik: Diawaki oleh tim profesional yang terlatih dalam operasi kelautan serta teknik
khusus pemasangan kabel;
6. Kepatuhan terhadap Standar Internasional: Tersertifikasi penuh oleh DNV, memastikan kepatuhan
terhadap standar keselamatan, operasional, dan lingkungan global.
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |36
Page 49
Perseroan telah mendapatkan Sertifikasi ISO berikut:
• ISO 9001:2015 tentang Quality Management System periode 26 Oktober 2022 - 25 Oktober 2025;
• ISO 14001:2015 tentang Environmental Management System periode 12 Maret 2024 - 11 Maret 2025;
• ISO 45001:2018 tentang Occupational Health & Safety Management System periode 12 Maret 2024 -
11 Maret 2025;
• ISO 37001:2016 tentang Anti Bribery Management System periode 11 Januari 2023 - 10 Januari 2026.
5.2. Kemampuan Pesaing Meniru Produk
Perseroan lebih dikenal sebagai penyedia jasa infrastruktur telekomunikasi, khususnya jaringan serat
optik, sehingga pasar belum mengasosiasikan merek Perseroan dengan layanan pelayaran barang
umum. Perubahan persepsi ini memerlukan upaya edukasi dan promosi yang konsisten untuk
membangun kepercayaan di segmen pasar baru. Perseroan akan bersaing dengan kompetitor yang
sudah terlebih dahulu masuk pada industri penyewaan cable laying vessel.
Tantangan untuk memasarkan produk atau jasa Perseroan terkait Rencana Penambahan KBLI adalah
persaingan di industri angkutan laut barang umum, baik domestik maupun internasional, tergolong ketat
dengan dominasi pemain lama yang telah memiliki armada besar, jaringan pelabuhan luas, serta
hubungan bisnis yang mapan dengan pelanggan. Kondisi ini membuat Perseroan perlu memiliki strategi
diferensiasi yang jelas agar mampu bersaing secara efektif. Selain itu, ketersediaan fasilitas bongkar
muat, gudang, dan jaringan agen pelabuhan di dalam maupun luar negeri akan sangat mempengaruhi
efektivitas pemasaran jasa ini. Dalam menghadapi tantangan tersebut, Perseroan memiliki keunggulan
yaitu Perseroan memiliki kapal CLV Bentang Bahari yang merupakan salah satu kapal modern di
Indonesia untuk operasi bawah laut, dilengkapi peralatan Remotely Operated Vehicle (ROV), Plough, A-
Frame, dan Linear Cable Engine (LCE).
5.3. Kemampuan Menciptakan Nilai
Perseroan memiliki pengalaman dan track record yang baik terutama dalam bidang industri infrastruktur
telekomunikasi. Perseroan juga senantiasa untuk melaksanakan Tata Kelola Perusahaan yang baik
dengan berpegang teguh pada perilaku beretika, akuntabilitas, transparansi, dan keberlanjutan.
Perseroan menerapkan 5 (lima) nilai perusahaan yaitu:
1. Team Work: membangun kerja sama dan kolaborasi antar karyawan untuk menghasilkan sinergi yang
positif bagi perusahaan.
2. Result Oriented: Menciptakan ide dan terobosan baru untuk mendorong peningkatan kualitas kinerja
yang berorientasi pada hasil.
3. Integrity & Loyalty: Memiliki keunggulan etika moral sebagai jati diri dan dengan penuh pengabdian
menjunjung tinggi nilai-nilai perusahaan.
4. Accountable: Melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara profesional untuk setiap tindakan dan
keputusan yang diambil.
5. Service Excellence: Memberikan kinerja terbaik dan meningkatkan kualitas pelayanan yang prima bagi
kepuasan pelanggan
Melalui Rencana Penambahan KBLI, Perseroan dapat menciptakan nilai tambah (added value) terutama
melalui optimalisasi pemanfaatan aset dan sumber daya yang telah dimiliki. Kapal CLV Bentang Bahari
dan tim teknis kelautan yang selama ini beroperasi untuk proyek pemasangan kabel bawah laut dapat
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |37
Page 50
dimanfaatkan pula untuk kegiatan angkutan barang umum, khususnya pada periode di luar jadwal proyek
telekomunikasi.
Potensi nilai tambah juga muncul dari diversifikasi pendapatan. Dengan masuk ke sektor pelayaran
barang umum, Perseroan tidak hanya bergantung pada pendapatan dari proyek infrastruktur
telekomunikasi, tetapi juga memperoleh sumber pendapatan baru yang memiliki jangkauan pasar luas,
baik domestik maupun internasional. Selain itu, kegiatan ini dapat memberikan sinergi operasional
melalui integrasi layanan logistik laut dengan kebutuhan proyek internal maupun pihak ketiga.
Pengalaman Perseroan dalam manajemen proyek skala besar, pengaturan logistik, serta kepatuhan
terhadap regulasi maritim menjadi modal untuk menawarkan layanan yang andal dan terstandar tinggi,
sehingga memperkuat reputasi di sektor kelautan. Ke depan, keberhasilan diversifikasi ini berpotensi
meningkatkan daya saing dan valuasi perusahaan, memperluas jejaring mitra bisnis, serta membuka
peluang kolaborasi strategis dengan operator pelabuhan, perusahaan logistik, dan pemilik kargo di
berbagai negara.
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |38
Page 51
6. ASPEK MODEL MANAJEMEN
6.1. Ketersediaan Tenaga Kerja
Ketersediaan tenaga kerja menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas tim pelaksana. Perseroan
senantiasa mengutamakan kebijaksanaan dalam penempatan tenaga kerja, khususnya bagi karyawan
yang memiliki pengalaman dan kompetensi sesuai bidangnya. Dalam menjalankan kegiatan usaha,
Perseroan telah memiliki sumber daya manusia yang kompeten dan bepengalaman untuk menjalankan
kegiatan usahanya. Saat ini, Perseroan memiliki 110 orang tenaga kerja (tidak termasuk Entitas Anak)
yang terdiri dari 79 laki-laki dengan komposisi 71,82% dan 31 perempuan dengan komposisi 28,18%.
Dari jumlah tersebut, 76 orang (69,09%) berstatus sebagai pegawai tetap, sedangkan 34 orang (30,91%)
merupakan pegawai tidak tetap. Berdasarkan tingkat pendidikan, 26 orang (25%) memiliki latar belakang
pendidikan non-akademi. Sementara itu, jika dilihat dari rentang usia, terdapat 54 orang berusia 26–35
tahun dan 50 orang berusia 36–45 tahun.
Terkait dengan Rencana Penambahan KBLI, Perseroan tidak melakukan penambahan tenaga kerja
karena jumlah tenaga kerja Perseroan yang dimiliki saat ini sudah mencukupi untuk melaksanakan
Rencana Penambahan KBLI. Namun demikian, Perseroan tetap membuka kemungkinan penambahan
teanga kerja di masa mendatang seiring dengan peningkatan volume dan kompleksitas proyek yang
dikerjakan. Berikut komposisi tenaga kerja berdasarkan jenjang manajemen dan tingkat pendidikan:
Tabel 17. Komposisi Tenaga Kerja Berdasarkan Jabatan
Uraian Jumlah %
Komisaris dan Direktur 6 5,45
General Manager 5 4,55
Manager 15 13,64
Staf 84 76,36
Jumlah 110 100,00
Sumber: manajemen Perseroan
Tabel 18. Komposisi Tenaga Kerja Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Uraian Jumlah %
Pasca Sarjana 8 7,27
Sarjana 61 55,45
Akademi (Diploma 1- Diploma 3) 15 13,64
Non Akademi 26 23,64
Jumlah 110 100,00
Sumber: manajemen Perseroan
6.2. Manajemen Kekayaan Intelektual
Berdasarkan informasi manajemen, tidak terdapat Hak Kekayaan Intelektual yang secara khusus
berkaitan dengan Rencana Penambahan KBLI.
6.3. Manajemen Risiko
Kegiatan usaha Perseroan memiliki risiko-risiko sebagai berikut adalah:
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |39
Page 52
Risiko Kredit
Risiko kredit adalag risiko dimana Perseroan dan Entitas Anak akan mengalamai kerugian yang timbul jika
pelanggan atau rekanan gagal dalam memenuhi kewajiban kontraktualnya. Aset keuangan yang
menyebabkan kelompok usaha berpotensi menanggung risiko kredit terutama terdiri dari kas dan setara
kas, piutang usaha, investasi jangka pendek, tagihan bruto kepada pemberi kerja, dan piutang lain-lain
dengan eksposur maksimum sebesar jumlah tercatat dari setiap instrumen tersebut. Tidak ada
konsentrasi risiko kredit yang signifikan dalam kelompok usaha. Untuk meminimalisir risiko kredit,
Perseroan hanya melakukan transaksi dengan pihak ketiga yang memiliki nama baik dan terpercaya serta
dilakukan pemantauan secara berkala.
Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko dimana posisi arus kas Perseroan menunjukkan pendapatan jangka pendek
tidak cukup untuk menutupi pengeluaran jangka pendek. Perseroan mengelola risiko likuiditas dengan
mempertahankan kas dan setara kas dalam jumlah yang memadai untuk memenuhi komitmen
operasional secara normal. Selain itu, Perseroan secara rutin mengevaluasi proyeksi dan realisasi arus
kas, serta memantau jadwal jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan. Perseroan telah memiliki prosedur
dalam pengelolaan risiko likuiditas. Pengelolaan dan pemantauan secara berkala terhadap risiko
likuiditas.
Risiko Suku Bunga
Risiko tingkat bunga adalah risiko dimana arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan
berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar. Perseroan mengelola risiko suku bunga dengan
menentukan suku bunga tetap yang telah dinegosiasikan oleh Perseroan untuk setiap jenis pinjaman.
Risiko Bisnis atau Strategi
Risiko bisnis atau strategi merupakan risiko yang timbul akibat kurang memadai atau kegagalan dalam
perencanaan atau pelaksanaan strategi, ketidaktepatan dalam keputusan bisnis, dan/atau kurang
responsif dalam perubahan lingkungan eksternal. Perseroan telah menyusun rencana secara
berkesinambungan untuk mencapai visi dan misi serta posisi strategis dalam industri besi bekas. Dalam
penerapan dan pengelolaan risiko strategis, Perseroan telah melakukan proses penyusunan,
implementasi, dan pemantauan secara berkala terhadap rencana strategis.
Risiko Operasional
Kegiatan usaha Perseroan sangat bergantung pada penggunaan bahan bakar gas dan pengenaan harga
beli gas dalam mata uang USD yang dibayarkan oleh Perseroan dalam Rupiah, sehingga apabila
terjadinya fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap USD, dapat mempengaruhi biaya produksi dan
profitabilitas Perseroan. Merupakan risiko yang timbul akibat kurang memadai atau kegagalan proses
internal, seperti antara lain kesalahan manusia, kegagalan sistem, dan/atau peristiwa eksternal yang
mempengaruhi operasional. Perseroan telah memiliki kerangka kebijakan dan prosedur operasional
kerja yang memadai serta dalam keberlansungan usaha operasional. Seluruh proses telah dikelola
dengan baik, dengan prosedur internal dan pemantauan secara berkala.
Risiko Persaingan Usaha
Perseroan menghadapi persaingan yang ketat dan jika Perseroan gagal bersaing secara efektif, Perseroan
dapat kehilangan pangsa pasar serta hasil operasi Perseroan dapat terpengaruh secara negatif. Untuk
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |40
Page 53
meminimalisir risiko persaingan usaha, Perseroan melakukan efisiensi dalam hal penggunaan bahan
bakar, sehingga biaya produksi dapat ditekan, profitabilitas dapat tetap terjaga, dan Perseroan tetap
mampu mempertahankan pasarnya dengan harga
jual yang kompetitif.
Risiko Kenaikan Harga dan Ketersediaan Bahan Baku
Apabila bahan baku utama yang digunakan Perseroan tidak tersedia di pasar, maka hal tersebut dapat
menyebabkan terganggunya proses produksi dan kegiatan operasional Perseroan. Selain itu, apabila
terjadi kenaikan harga pembelian bahan baku utama, maka dapat berdampak pada kenaikan harga
pokok produksi dan dapat mengurangi profitabilitas Perseroan. Untuk meminimalisir risiko ini, Perseroan
menjalin kerja sama dengan beberapa pemasok bahan baku utama, sehingga Perseroan tidak memiliki
ketergantungan dengan pemasok tertentu.
Risiko Gangguan dan Kerusakan pada Fasilitas Produksi
Gangguan dan kerusakan pada fasilitas produksi dapat menyebabkan Perseroan mengalami kehilangan
pendapatan yang pada akhirnya akan mengganggu kinerja, kondisi keuangan, dan prospek Perseroan ke
depannya. Untuk meminimalisir risiko ini, Perseroan secara rutin melakukan perawatan terhadap mesin-
mesin, yang bertujuan untuk meminimalisasi kerusakan yang dapat menyebabkan terganggunya proses
produksi. Selain itu, Perseroan juga mengasuransikan mesin-mesin produksi tersebut untuk
meminimalisasi kerugian akibat kerusakan mesin yang mungkin terjadi di masa depan.
Risiko Perkembangan Teknologi
Perubahan teknologi akan meningkatkan daya saing bagi perusahaan yang siap memanfaatkan
perubahan teknologi dan sebaliknya akan menurunkan daya saing bagi perusahaan yang lambat atau
kurang mampu beradaptasi terhadap perubahan teknologi. Untuk meminimalisir risiko ini, Perseroan
mengikuti perkembangan teknologi mesin-mesin yang diinformasikan oleh para pemasok mesin, serta
aktif mengikuti perkembangan pasar.
Risiko Terkait Investasi atau Aksi Korporasi yang Dilakukan Perseroan
Hal-hal yang dapat mempengaruhi Perseroan untuk melakukan aksi korporasi antara lain kondisi
ekonomi, adanya investasi baru, dan peluang bisnis yang dapat mendukung kegiatan usaha Perseroan
saat ini, serta prospek industri di masa yang akan datang. Sebelum mengambil keputusan dalam
melakukan suatu investasi, Perseroan selalu terlebih dahulu melakukan analisa dan uji kelayakan, agar
dapat menghitung keuntungan dan kerugian yang mungkin terjadi.
Risiko Hukum
Perseroan dapat terlibat dalam sengketa dan proses hukum, termasuk yang berhubungan dengan produk
Perseroan, sengketa buruh atau sengketa perjanjian atau lainnya yang dapat berdampak material dan
merugikan terhadap reputasi, operasional, dan kinerja keuangan Perseroan. Untuk meminimalisir risiko
ini, Perseroan selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan dan berusaha semaksimal mungkin agar
segala keputusan yang diambil tidak berpotensi menimbulkan konflik dengan para pemangku
kepentingan Perseroan. Perseroan juga dikelola oleh unit legal dan compliance serta melakukan kajian
atau memperhatikan potensi eksposur risiko hukum.
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |41
Page 54
Risiko Perubahan Kebijakan atau Peraturan Pemerintah
Pemerintah dapat mengeluarkan peraturan atau ketentuan yang secara langsung maupun tidak langsung
dapat berdampak pada kegiatan usaha Perseroan yang dilakukan pada saat ini. Apabila hal tersebut
terjadi dan Perseroan tidak mampu mengantisipasi segala perubahannya, maka dapat berdampak pada
kegiatan operasional Perseroan. Untuk meminimalisir risiko ini, Perseroan berupaya untuk selalu aktif
dalam asosiasi industri agar dapat mengetahui informasi lebih cepat dan terus melakukan perbaikan
internal Perseroan melalui inovasi dan efisiensi lebih lanjut.
Risiko Terkait Ketentuan Negara Lain
Perseroan secara langsung maupun tidak langsung juga akan mengalami peningkatan risiko apabila
terjadi perubahan ketentuan pada negara lain yang memberikan dampak negatif bagi perekonomian
nasional. Untuk meminimalisir risiko ini, Perseroan mengawasi kondisi ekonomi global maupun nasional,
untuk memastikan Perseroan dapat merumuskan strategi yang tepat dan fleksibel untuk beradaptasi
dengan perubahan yang ada.
Risiko Kondisi Pasar Modal Indonesia
Jika dibandingkan dengan Pasae Modal di negara-negara maju, Pasare modal Indonesia masih cenderung
kurang likuid dan memiliki volatilitas yang tinggi sehingga terjaganya harga dan likuiditas saham
Perseroan tidak dapat diprediksi. Untuk meminimalisir risiko ini, Perseroan memberikan perlindungan
kepada investor dan pasar secara wajar, teratur dan efisien. Dalam hal ini, Perseroan mengungkapkan
risiko (risk disclosure) untuk dipublikasikan secara transparan kepada investor sebagai bentuk
pengelolaan risiko yang baik dalam perusahaan.
6.4. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
Identitas dan pengalaman dari manajemen Perseroan adalah sebagai berikut:
Nama : P. Sartono
Posisi : Komisaris Utama
Pengalaman kerja : • Pegawai Negeri Sipil Departemen Kehakiman (1968-1972)
• Staf Kantor Pusat Perum Telkom Bandung (1972)
• Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (1973-1985)
• Kepala Bagian Hukum dan Perikatan PT Telkom Indonesia (1985-
1986)
• Kepala Sub. Dit Hukum dan Hubungan Internasional PT Telkom
Indonesia (1986-1991)
• Sekretaris Perusahaan PT Telkom Indonesia (1991-1995)
• Direktur Utama dan Komisaris PT Telekomindo Primabhakti (Group
Rajawali Corporation) dan Komisaris PT Excelmindo Pratama Tbk (XL
Axiata) (1995-2002)
• Komisaris Independen PT Telkom Indonesia Tbk (2002-2010)
• Senior Advisor Dewan Komisaris PT Telkom Indonesia Tbk (2011-
2017).
Nama : Nelly Henry
Posisi : Komisaris Independen
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |42
Page 55
Pengalaman kerja : • Assistant Vice President (April 1991 – Juni 2000) dan Senior Legal
Officer (Mei 1991 – Juni 1992) BDNI Medan
• Branch Manager Sarijaya Securities Medan (Juli 2000 – Desember
2002)
• Branch Manager & Assistant Vice President Bank Bumiputera Cabang
Medan (Februari 2003 – May 2006)
• Branch Head & Vice President Citibank NA Medan (Juni 2006 – Juni
2010)
• Sales Head Commercial Banking & Sr Vice President di Citibank NA
Jakarta (Januari 2010 – Juli 2016)
• Director of SME & Wholesale Bank MNC Jakarta (September 2016 –
Desember 2017)
• Executive Director Chief Operational Officer for Strategy and Planning
for SME Business Bank DBS Indonesia (Oktober 2018 – April 2019)
Nama : Agung Sampurna
Posisi : Komisaris Independen
Pengalaman kerja : • Chief of CAD/CAM Engineering Computing Systems Department
Indonesia Aircraft Industry (1979-1988)
• Operational Director Nusantara System Internasional Inc (1989 –
1997)
• Assistant VP Business Development PT Trafindo Perkasa Tbk (1997–
2001).
• Chief Executive Officer PT Prisma Sentra Telekomunikasi (2001-2002)
• Corporate Affairs Director Iforte Group (2002-2019)
• Senior Advisor PT Aman Cermat Cepat (2019-2021).
Nama : Titus Dondi Patria A
Posisi : Direktur Utama
Pengalaman kerja : • Bussiness Development PT Telekomindo Primabhakti (1996)
• New Service Marketing Analyst PT Telkom (1993)
• Memiliki beberapa jabatan penting di PT XL Axiata, yaitu:
• Manager – Inter Carrier Relation (1998);
• Project Manager – Internet & Leased Line Service (2000);
• Senior Account Manager Busol (2004);
• General Manager (GM) Inter Carrier Relation (2005);
• Vice President (VP) – Enterprise and Carrier (2008);
• VP – Retail Sales Region East (2013);
• Retail Sales Region Jabodetabek (2014); dan
• Caretaker Chief Commercial Officer (April – September 2016)
Nama : Dani Samsul Ependi
Posisi : Direktur Operasional
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |43
Page 56
Pengalaman kerja : • Budget Assistant Manager, Financial Department PT Telekomindo
Primabhakti (1995)
• Finance and Administration Manager, Card Issuer Division PT
Telekomindo Primabhakti (1996)
• Finance and Accounting Manager PT Sarana Primaraya Telemindo
(1998)
• Finance and Accountant Senior Manager PT Multisaka Mitra (2000)
• Marketing Controller PT Bentoel Prima (2002)
• Corporate Finance Controller PT Mora Telematika Indonesia (2007)
• Direktur Keuangan PT Mora Telematika Indonesia (2009)
• Direktur Keuangan Perseroan (2013)
Nama : Vidcy Octory
Posisi : Direktur Keuangan
Pengalaman kerja : • SME – Management Trainee (2005)
• Manager PT Bank Danamon Indonesia Tbk Medan, Sumatera Utara
(2006)
• Asisten Wakil Direktur Citibank N.A. Indonesia (2011)
6.5. Struktur Kepemilikan Saham
Berikut merupakan struktur kepemilikan saham Perseroan:
Gambar 4. Alur Kepemilikan Saham
Sumber: manajemen Perseroan
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |44
Page 57
7. ASPEK KEUANGAN
7.1. Rencana Manajemen
Saat ini Perseroan telah memiliki kapal penggelaran kabel fiber optik bawah laut, yaitu Cable Laying
Vessel (CLV) Bentang Bahari. Kapal ini sudah berbendera Indonesia dan sudah selesai dilakukan konversi
dari kapal supply ke kapal penggelar kabel fiber optik bawah laut. Untuk mengakomodir perkembangan
atau pertumbuhan usaha Perseroan di masa depan, terutama dalam hal komersialisasi CLV Bentang
Bahari kepada pihak ketiga serta operasional penggelaran Sistem Komunikasi Kabel Bawah Laut (SKKL),
maka diperlukan SIUPAL (Surat Izin Usaha Perusahaan Angkutan Laut) guna keperluan tersebut.
Penambahan KBLI 50131 Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Umum dan KBLI 50141 Angkutan
Laut Luar Negeri untuk Barang Umum ke dalam NIB Perseroan dibutuhkan sebagai dasar dalam
pengurusan SIUPAL tersebut.
7.2. Asumsi Pada Proyeksi Keuangan
Asumsi yang digunakan dalam analisis proyeksi keuangan adalah sebagai berikut:
• Analisis aspek keuangan didasarkan pada proyeksi yang telah disusun manajemen Perseroan;
• Dengan Rencana Penambahan KBLI, Perseroan mengestimasi bahwa tahun 2026-2027 kapal akan
disewa selama 30 hari per tahun, tahun 2028-2031 kapal akan disewa selama 60 hari per tahun, dan
tahun 2032 kapal akan disewa selama 90 hari per tahun dengan tarif harian selama tahun 2026-2032
sebesar USD 60.000;
• Rata-rata persentase Harga Pokok Pendapatan terhadap Pendapatan bersih Dengan Rencana
Penambahan KBLI adalah sebesar 44,83% sedangkan Tanpa Rencana Penambahan KBLI adalah
sebesar 45,00%.
Tabel 19. Asumsi Proyeksi Charter Vessel
Contractor 2025 2026 2027 2028
Charter Vessel - Target 29.219.400.000 29.219.400.000 58.438.800.000
Grand Total - 29.219.400.000 29.219.400.000 58.438.800.000
Contractor 2029 2030 2031 2032
Charter Vessel - Target 58.438.800.000 58.438.800.000 58.438.800.000 87.658.200.000
Grand Total 58.438.800.000 58.438.800.000 58.438.800.000 87.658.200.000
Sumber: manajemen Perseroan
7.3. Biaya Pendirian dan Investasi
Tidak terdapat investasi tambahan yang spesifik terkait Rencana Penambahan KBLI karena kapal yang
akan disewakan sudah dimiliki oleh Perseroan dan sudah dilakukan renovasi.
7.4. Biaya Operasional
Sehubungan dengan Rencana Penambahan KBLI, maka manajemen telah mengestimasikan biaya
operasional selama masa proyeksi baik sebelum dan sesudah Rencana Penambahan KBLI sebagai
berikut (dalam jutaan Rupiah penuh):
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |45
Page 58
Tabel 20. Biaya Operasional
Operating Expense 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032
Setelah Rencana Penambahan KBLI 130.800 184.258 191.143 206.309 203.397 208.538 222.596 216.803
Sebelum Rencana Penambahan KBLI 130.800 180.314 187.199 198.420 195.508 200.649 214.707 204.969
Selisih - 3.945 3.945 7.889 7.889 7.889 7.889 11.834
Sumber: data olahan
Biaya operasional terdiri dari biaya untuk segmen developer business, managed service business, dan
charter vessel yang berkaitan dengan kegiatan penyewaan kapal Bentang Bahari.
7.5. Biaya Bahan Baku
Tidak terdapat bahan baku terkait Rencana Penambahan KBLI yang akan dijalankan oleh Perseroan.
7.6. Analisis Titik Impas (Break Even Point)
Titik impas atau break even point (BEP) adalah kondisi suatu perusahaan yang tidak menerima laba dan
tidak mengalami rugi atau dikatakan suatu perusahaan impas. Dengan kata lain, antara pendapatan dan
biaya pada kondisi yang sama. Analisis titik impas adalah teknik analisa untuk mempelajari hubungan
antara volume penjualan dan profitabilitas dan analisis ini menunjukkan besarnya keuntungan atau
kerugian perusahaan jika penjualan melampaui atau berada di bawah titik impas. Formula BEP dalam
Rupiah adalah sebagai berikut:
𝐹𝑖𝑥𝑒𝑑 𝐶𝑜𝑠𝑡
𝐵𝐸𝑃 (𝑅𝑢𝑝𝑖𝑎ℎ) = 𝐶𝑜𝑛𝑡𝑟𝑖𝑏𝑢𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑀𝑎𝑟𝑔𝑖𝑛
𝑅𝑒𝑣𝑒𝑛𝑢𝑒
Sehubungan dengan Rencana Penambahan KBLI, maka analisis titik impas selama masa proyeksi adalah
sebagai berikut (dalam Rupiah penuh):
Tabel 21. Analisis Titik Impas
PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION
Jul-Dec 2025 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Revenue 286.705.003.534 855.364.643.822 914.482.328.602 900.241.959.872
COGS (129.017.251.590) (383.940.109.720) (410.543.067.871) (403.160.921.942)
Depreciation
Contribution Margin 157.687.751.944 471.424.534.102 503.939.260.731 497.081.037.930
Fixed Cost 112.419.555.085 292.014.910.825 304.206.265.629 314.388.630.237
Contribution Margin Ratio 0,55 0,55 0,55 0,55
BEP (Rupiah) 204.399.191.064 529.839.268.260 552.033.302.118 569.375.645.116
%BEP 71,29% 61,94% 60,37% 63,25%
PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION
31-Dec-29 31-Dec-30 31-Dec-31 31-Dec-32
Revenue 868.831.374.975 897.077.050.855 1.013.170.064.257 982.222.526.929
COGS (389.026.158.739) (401.736.712.885) (453.978.568.916) (439.078.197.118)
Depreciation
Contribution Margin 479.805.216.236 495.340.337.970 559.191.495.342 543.144.329.811
Fixed Cost 305.819.126.382 297.924.538.034 325.512.489.534 289.887.405.349
Contribution Margin Ratio 0,55 0,55 0,55 0,55
BEP (Rupiah) 553.777.331.044 539.550.780.483 589.779.194.937 524.232.555.103
%BEP 63,74% 60,15% 58,21% 53,37%
Sumber: data olahan
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |46
Page 59
Berdasarkan perhitungan tabel di atas, titik impas berada pada rentang 53,27% - 67,02% atau rata-rata
titik impas tercapai pada angka 61,54%.
7.7. Sumber Pendanaan
Tidak terdapat penambahan pendanaan selama masa proyeksi terkait Rencana Penambahan KBLI
mengingat Perseroan tidak melakukan penambahan investasi atau capex.
7.8. Analisis Tingkat Diskonto
Tingkat diskonto dalam analisis kelayakan keuangan akan menggunakan biaya modal tertimbang atau
weighted average cost of capital (WACC).
Risk Free Rate (Rf)
Risk free rate merupakan tingkat imbal hasil atas instrumen-instrumen keuangan yang dianggap tidak
memiliki risiko gagal bayar. Pada penilaian ini, instrumen keuangan yang digunakan sebagai acuan risk
free rate adalah obligasi pemerintah Republik Indonesia dengan yield per tanggal studi kelayakan
menggunakan tenor terpanjang yaitu 30 (tiga puluh) tahun dalam mata uang Rupiah dikarenakan
Perseroan beroperasi secara berkelanjutan.
Market Premium Risk (RPm)
Market premium risk merupakan selisih antara tingkat imbal hasil antara instrumen keuangan yang
memiliki risiko dengan instrumen keuangan yang relatif tidak memiliki risiko. Dengan demikian dapat
diartikan juga sebagai tingkat imbal hasil tambahan yang diinginkan investor untuk berinvestasi pada
suatu instrumen keuangan yang lebih berisiko. Kami menggunakan data market premium risk hasil
penelitian Aswath Damodaran yang diperbarui tanggal 1 Juli 2025.
Beta (β)
Beta merupakan tolak ukur volatilitas atas suatu saham terhadap pasar secara keseluruhan. Kami
menggunakan data unlevered beta hasil penelitian Aswath Damodaran yang diperbarui tanggal 5 Januari
2025 untuk emerging market sektor Telecom Services sebesar 0,60 yang kemudian akan dilakukan
penyesuaian terhadap tarif pajak di Indonesia (beta relevered). Relevered beta setelah disesuaikan
adalah sebesar 0,84.
Rating Based Default Spread (CDS)
Rating based default spread menggunakan hasil penelitian Aswath Damodaran yang diperbarui tanggal 1
Juli 2025 yang digunakan untuk melakukan penyesuaian atas biaya modal ekuitas.
Cost of Debt (Kd)
Biaya hutang atau tingkat imbal hasil dari sumber pendanaan yang berasal dari hutang yang dikorelasikan
dengan tingkat suku bunga pinjaman Bank Persero dalam mata uang Rupiah untuk pinjaman baik modal
kerja ataupun investasi. Data menggunakan hasil statistik Bank Indonesia sesuai bulan tanggal penilaian.
Tarif Pajak (t)
Tarif pajak penghasilan badan yang digunakan adalah 0% sesuai dengan ketentuan perpajakan yang
berlaku, di mana objek pajak terkait dikenakan pajak penghasilan final dengan tarif 2,65% berdasarkan
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2022.
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |47
Page 60
Cost of Equity (Ke)
Biaya ekuitas merupakan tingkat imbal hasil yang diharapkan dari sumber pendanaan ekuitas. Formula
perhitungan biaya ekuitas adalah sebagai berikut:
Ke = Rf + (β x RPm) – CDS
Tingkat Diskonto
Tingkat diskonto digunakan untuk mendiskonto arus kas bersih yang dihasilkan di masa mendatang ke
nilai kini atau per tanggal studi kelayakan. Tingkat diskonto yang digunakan untuk mendiskonto arus kas
untuk kapital (free cash flow to firm atau FCFF) adalah WACC (Weighted Average Cost of Capital).
Perhitungan WACC adalah sebagai berikut:
Tabel 22. WACC
Variables Factor Informations
COST OF EQUITY
Indonesia risk free rate (Rf) 7,03% Yield rate on 30 year IDR Government Bonds in Indonesia per Jun 30,
2025
Indonesia risk equity premium 7,03% Based on Damodaran
Comparable Company leverage beta 0,84 Based on unlevered Damodaran
Country Default Spread 1,87% Based on Damodaran
Required rate of return on equity (CAPM) 11,05%
COST OF DEBT
Return on debt 8,96% Based on state owned bank lending interest rate for investment
(IDR) Jun, 2025 (source: Bank Indonesia)
Tax 0,00%
After tax cost of debt 8,96%
DEBT TO EQUITY RATIO
Debt 28,46% Based on Damodaran Industry DER
Equity 71,54%
WACC 10,46%
Sumber: diolah dari berbagai sumber
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |48
Page 61
7.9. Analisis Profitabilitas dan Overall Return on Investment
Analisa profitabilitas sebagai parameter Perseroan dalam menghasilkan laba adalah sebagai berikut:
Tabel 23. Analisis Profitabilitas Dengan Rencana Penambahan KBLI
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
JUL-DEC 2025 FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031 FY2032
Gross profit margin 55,00% 55,11% 55,11% 55,22% 55,22% 55,22% 55,19% 55,30%
Operating profit margin 31,09% 31,95% 34,20% 32,30% 31,81% 31,97% 33,22% 33,22%
Net profit margin 15,79% 20,97% 21,84% 20,29% 20,03% 22,01% 23,06% 25,78%
Return on investment 2,04% 6,58% 7,52% 6,47% 5,83% 6,31% 7,57% 8,98%
Return on equity 3,77% 12,99% 12,63% 10,36% 8,98% 9,25% 9,86% 9,66%
Sumber: Data olahan
Dengan adanya rencana penambahan KBLI, rata-rata gross profit margin Perseroan selama masa proyeksi adalah sebesar 55,17%, net profit margin sebesar
21,22%, return on investment sebesar 6,41%, dan return on equity sebesar 9,69%.
Tabel 24. Analisis Profitabilitas Tanpa Rencana Penambahan KBLI
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
JUL-DEC 2025 FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031 FY2032
Gross profit margin 55,00% 55,00% 55,00% 55,00% 55,00% 55,00% 55,00% 55,00%
Operating profit margin 31,09% 31,50% 33,85% 31,43% 30,87% 31,07% 32,51% 32,09%
Net profit margin 15,79% 20,22% 21,17% 18,77% 18,43% 20,60% 21,89% 24,18%
Return on investment 2,04% 6,15% 7,12% 5,69% 5,13% 5,70% 7,05% 8,13%
Return on equity 3,77% 12,20% 12,04% 9,22% 8,01% 8,48% 9,31% 8,78%
Sumber: Data olahan
Tanpa adanya rencana penambahan KBLI, rata-rata gross profit margin Perseroan selama masa proyeksi adalah sebesar 55,00%, net profit margin sebesar
20,13%, return on investment sebesar 5,88%, dan return on equity sebesar 8,98%.
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |49
Page 62
7.10. Proyeksi Perubahan Modal Kerja Bersih
Analisis perubahan modal kerja bersih periode 6 bulan Juli-Desember 2025 dan periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2026-2032 (dalam Rupiah, kecuali
dinyatakan lain) adalah sebagai berikut:
Tabel 25. Proyeksi Perubahan Modal Kerja Bersih Perseroan Dengan Penambahan KBLI
AUDIT PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION
Jun-25 Des-25 DEC 2026 DEC 2027 DEC 2028 DEC 2029 DEC 2030 DEC 2031 DEC 2032
Piutang usaha 59.136.039.899 59.730.209.069 178.200.967.463 190.517.151.792 187.550.408.307 181.006.536.453 186.891.052.261 211.077.096.720 204.629.693.110
Tagihan bruto kepada pemberi kerja 443.573.267.889 465.713.847.568 491.550.514.568 538.215.983.568 683.925.064.568 809.460.260.568 960.001.291.111 1.106.639.247.281 1.338.381.185.137
Persediaan 580.185.452.030 547.244.974.635 532.237.434.056 566.192.615.371 444.975.554.117 534.161.232.167 526.149.146.073 776.927.714.549 564.294.513.934
Uang muka dan biaya dibayar di muka 5.149.945.007 5.149.945.007 5.149.945.007 5.149.945.007 5.149.945.007 5.149.945.007 5.149.945.007 5.149.945.007 5.149.945.007
Pajak dibayar di muka 2.381.653.523 2.381.653.523 2.381.653.523 2.381.653.523 2.381.653.523 2.381.653.523 2.381.653.523 2.381.653.523 2.381.653.523
Piutang lain-lain 145.316.810.296 145.316.810.296 145.316.810.296 145.316.810.296 145.316.810.296 145.316.810.296 145.316.810.296 145.316.810.296 145.316.810.296
Total Current Assets 1.235.743.168.644 1.225.537.440.098 1.354.837.324.913 1.447.774.159.557 1.469.299.435.818 1.677.476.438.015 1.825.889.898.271 2.247.492.467.377 2.260.153.801.007
Utang usaha 48.758.538.101 5.017.337.562 14.931.004.267 15.965.563.751 15.678.480.298 15.128.795.062 15.623.094.390 17.654.722.125 17.075.263.221
Utang lain-lain - 848.442.880 848.442.880 848.442.880 848.442.880 848.442.880 848.442.880 848.442.880 848.442.880
Akrual 56.150.337.952 55.301.895.072 55.301.895.072 55.301.895.072 55.301.895.072 55.301.895.072 55.301.895.072 55.301.895.072 55.301.895.072
Utang pajak 21.210.643.085 21.210.643.085 21.210.643.085 21.210.643.085 21.210.643.085 21.210.643.085 21.210.643.085 21.210.643.085 21.210.643.085
Liabilitas imbalan pascakerja 13.057.377.098 13.579.672.182 13.579.672.182 14.122.859.069 14.122.859.069 14.122.859.069 14.687.773.432 14.687.773.432 14.687.773.432
Total Current Liabilities 139.176.896.236 95.957.990.781 105.871.657.486 107.449.403.857 107.162.320.404 106.612.635.168 107.671.848.859 109.703.476.593 109.124.017.690
Perubahan aset lancar 10.205.728.546 (129.299.884.816) (92.936.834.644) (21.525.276.261) (208.177.002.197) (148.413.460.257) (421.602.569.106) (12.661.333.631)
Perubahan liabilitas jangka pendek (43.218.905.455) 9.913.666.705 1.577.746.371 (287.083.453) (549.685.236) 1.059.213.691 2.031.627.735 (579.458.903)
Perubahan modal kerja bersih (33.013.176.909) (119.386.218.111) (91.359.088.273) (21.812.359.714) (208.726.687.432) (147.354.246.566) (419.570.941.371) (13.240.792.534)
Sumber: Data Olahan
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |50
Page 63
Tabel 26. Proyeksi Perubahan Modal Kerja Bersih Perseroan Tanpa Penambahan KBLI
AUDIT PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION
JAN-JUN 2025 JUL-DEC 2025 DEC 2026 DEC 2027 DEC 2028 DEC 2029 DEC 2030 DEC 2031 DEC 2032
Piutang usaha 59.136.039.899 59.730.209.069 172.113.592.463 184.429.776.792 175.375.658.307 168.831.786.453 174.716.302.261 198.902.346.720 186.367.568.110
Tagihan bruto kepada pemberi kerja 443.573.267.889 465.713.847.568 491.550.514.568 538.215.983.568 683.925.064.568 809.460.260.568 960.001.291.111 1.106.639.247.281 1.338.381.185.137
Persediaan 580.185.452.030 547.244.974.635 532.237.434.056 566.192.615.371 444.975.554.117 534.161.232.167 526.149.146.073 776.927.714.549 564.294.513.934
Uang muka dan biaya dibayar di muka 5.149.945.007 5.149.945.007 5.149.945.007 5.149.945.007 5.149.945.007 5.149.945.007 5.149.945.007 5.149.945.007 5.149.945.007
Pajak dibayar di muka 2.381.653.523 2.381.653.523 2.381.653.523 2.381.653.523 2.381.653.523 2.381.653.523 2.381.653.523 2.381.653.523 2.381.653.523
Piutang lain-lain 145.316.810.296 145.316.810.296 145.316.810.296 145.316.810.296 145.316.810.296 145.316.810.296 145.316.810.296 145.316.810.296 145.316.810.296
Total Current Assets 1.235.743.168.644 1.225.537.440.098 1.348.749.949.913 1.441.686.784.557 1.457.124.685.818 1.665.301.688.015 1.813.715.148.271 2.235.317.717.377 2.241.891.676.007
Utang usaha 48.758.538.101 5.017.337.562 14.457.541.767 15.492.101.251 14.731.555.298 14.181.870.062 14.676.169.390 16.707.797.125 15.654.875.721
Utang lain-lain - 848.442.880 848.442.880 848.442.880 848.442.880 848.442.880 848.442.880 848.442.880 848.442.880
Akrual 56.150.337.952 55.301.895.072 55.301.895.072 55.301.895.072 55.301.895.072 55.301.895.072 55.301.895.072 55.301.895.072 55.301.895.072
Utang pajak 21.210.643.085 21.210.643.085 21.210.643.085 21.210.643.085 21.210.643.085 21.210.643.085 21.210.643.085 21.210.643.085 21.210.643.085
Liabilitas imbalan pascakerja 13.057.377.098 13.579.672.182 13.579.672.182 14.122.859.069 14.122.859.069 14.122.859.069 14.687.773.432 14.687.773.432 14.687.773.432
Total Current Liabilities 139.176.896.236 95.957.990.781 105.398.194.986 106.975.941.357 106.215.395.404 105.665.710.168 106.724.923.859 108.756.551.593 107.703.630.190
Perubahan aset lancar 10.205.728.546 (123.212.509.816) (92.936.834.644) (15.437.901.261) (208.177.002.197) (148.413.460.257) (421.602.569.106) (6.573.958.631)
Perubahan liabilitas jangka pendek (43.218.905.455) 9.440.204.205 1.577.746.371 (760.545.953) (549.685.236) 1.059.213.691 2.031.627.735 (1.052.921.403)
Perubahan modal kerja bersih (33.013.176.909) (113.772.305.611) (91.359.088.273) (16.198.447.214) (208.726.687.432) (147.354.246.566) (419.570.941.371) (7.626.880.034)
Sumber: Data Olahan
7.11. Analisis Kelayakan Investasi
Analisa kelayakan keuangan dilakukan dengan menggunakan indikator yaitu Net Present Value (NPV) dan Profitability Index (PI) (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan
lain) sebagai berikut:
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |51
Page 64
Tabel 27. Analisis Kelayakan Investasi
FCFF (WITH PROJECT)
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection TERMINAL
30-Jun-25
Jul-Dec 2025 FY 2026 FY 2027 FY 2028 FY 2029 FY 2030 FY 2031 FY 2032 VALUE
Earning after tax 45.268.196.858 179.409.623.277 199.732.995.102 182.692.407.693 173.986.089.854 197.415.799.936 233.679.005.807 253.256.924.462 258.322.062.951
(+) Depreciation 31.158.427.138 65.558.740.987 66.911.856.827 69.248.435.842 70.576.624.692 71.904.813.542 70.290.045.677 68.675.277.813 70.048.783.369
(+) Interest (1-t) 38.623.028.892 71.133.504.001 101.110.145.736 81.053.074.178 79.941.489.924 78.799.089.924 73.505.862.500 48.294.575.000 49.260.466.500
(+/-) Changes in working capital (33.013.176.909) (119.386.218.111) (91.359.088.273) (21.812.359.714) (208.726.687.432) (147.354.246.566) (419.570.941.371) (13.240.792.534) (13.505.608.384)
(-) Capex (75.805.697.746) (14.250.000.000) (14.250.000.000) (14.250.000.000) (14.250.000.000) (14.250.000.000) (14.250.000.000) (14.250.000.000) (71.449.759.036)
FCFF 6.230.778.233 182.465.650.155 262.145.909.392 296.931.557.999 101.527.517.038 186.515.456.837 (56.346.027.386) 342.735.984.741 3.461.118.597.386
Year-n 0,50 1,50 2,50 3,50 4,50 5,50 6,50 7,50 7,50
Discount factor 0,9515 0,8614 0,7799 0,7061 0,6392 0,5787 0,5239 0,4743 0,4743
PV FCFF 5.928.535.499 157.179.720.075 204.441.349.340 209.648.747.368 64.897.795.026 107.937.229.351 (29.520.927.691) 162.568.599.700 1.641.698.650.925
NPV 2.524.779.699.593
FCFF (WITHOUT PROJECT)
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection TERMINAL
30-Jun-25
Jul-Dec 2025 FY 2026 FY 2027 FY 2028 FY 2029 FY 2030 FY 2031 FY 2032 VALUE
Earning after tax 45.268.196.858 167.083.906.377 187.407.278.202 158.040.973.893 149.334.656.054 172.764.366.136 209.027.572.007 216.279.773.762 220.605.369.237
(+) Depreciation 31.158.427.138 65.558.740.987 66.911.856.827 69.248.435.842 70.576.624.692 71.904.813.542 70.290.045.677 68.675.277.813 70.048.783.369
(+) Interest (1-t) 38.623.028.892 71.133.504.001 101.110.145.736 81.053.074.178 79.941.489.924 78.799.089.924 73.505.862.500 48.294.575.000 49.260.466.500
(+/-) Changes in working capital (33.013.176.909) (113.772.305.611) (91.359.088.273) (16.198.447.214) (208.726.687.432) (147.354.246.566) (419.570.941.371) (7.626.880.034) (7.779.417.634)
(-) Capex (75.805.697.746) (14.250.000.000) (14.250.000.000) (14.250.000.000) (14.250.000.000) (14.250.000.000) (14.250.000.000) (14.250.000.000) (71.449.759.036)
FCFF 6.230.778.233 175.753.845.755 249.820.192.492 277.894.036.699 76.876.083.238 161.864.023.037 (80.997.461.186) 311.372.746.541 3.082.806.247.195
Year-n 0,50 1,50 2,50 3,50 4,50 5,50 6,50 7,50 7,50
Discount factor 0,9515 0,8614 0,7799 0,7061 0,6392 0,5787 0,5239 0,4743 0,4743
PV FCFF 5.928.535.499 151.398.031.654 194.828.816.379 196.207.291.295 49.140.257.124 93.671.347.536 (42.436.358.085) 147.692.199.371 1.462.255.254.965
NPV 2.258.685.375.737
INCREMENTAL FCFF
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection TERMINAL
30-Jun-25
Jul-Dec 2025 FY 2026 FY 2027 FY 2028 FY 2029 FY 2030 FY 2031 FY 2032 VALUE
Earning after tax - 12.325.716.900 12.325.716.900 24.651.433.800 24.651.433.800 24.651.433.800 24.651.433.800 36.977.150.700 37.716.693.714
(+) Depreciation - - - - - - - - -
(+) Interest (1-t) - - - - - - - - -
(+/-) Changes in working capital - (5.613.912.500) - (5.613.912.500) - - - (5.613.912.500) (5.726.190.750)
(-) Capex - - - - - - - - -
FCFF - 6.711.804.400 12.325.716.900 19.037.521.300 24.651.433.800 24.651.433.800 24.651.433.800 31.363.238.200 378.312.350.191
Year-n 0,50 1,50 2,50 3,50 4,50 5,50 6,50 7,50 7,50
Discount factor 0,9515 0,8614 0,7799 0,7061 0,6392 0,5787 0,5239 0,4743 0,4743
PV FCFF - 5.781.688.421 9.612.532.961 13.441.456.073 15.757.537.902 14.265.881.815 12.915.430.394 14.876.400.329 179.443.395.961
NPV 266.094.323.857
Profitability Index 8,18
Sumber: Data Olahan
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |52
Page 65
Net Present Value (NPV)
Net Present Value merupakan selisih antara cash inflow dengan cash outflow dari suatu proyek dengan
memperhitungkan nilai waktu uang. Berdasarkan tabel di atas, NPV menunjukkan nilai positif dengan
demikian Rencana Penambahan KBLI tersebut layak untuk dilaksanakan.
Internal Rate of Return (IRR)
Analisis IRR tidak dilakukan karena tidak terdapat capex atau investasi tambahan yang umum digunakan
dalam perhitungan IRR.
Profitability Index (PI)
Indeks profitabilitas sebesar 8,18 kali yang menunjukkan bahwa nilai sekarang dari arus kas masuk lebih
tinggi dibandingkan arus kas keluar, sehingga Rencana Penambahan KBLI memberikan kontribusi positif.
Umumnya suatu rencana proyek dikategorikan layak untuk dilaksanakan jika profitability index
menghasilkan nilai lebih dari 1.
7.12. Nilai Terminal
Nilai terminal digunakan untuk mengakomodir arus kas bersih di luar masa proyeksi. Pertumbuhan kekal
diasumsikan konservatif sebesar 2% dengan mempertimbangkan di atas tingkat inflasi sebesar 1,87%
pada bulan Juni 2025. Capex pada terminal value digunakan untuk mengakomodir kebutuhan capex
Perseroan secara keseluruhan. Pada masa proyeksi tahun 2025-2032 tidak terdapat capex spesifik yang
ditujukan terkait Rencana Penambahan KBLI.
7.13. Analisis Sensitivity
Analisis sensitivitas menggunakan faktor perubahan jumlah hari sewa kapal per tahun dan pengaruh
terhadap NPV dan PI. Berikut adalah analisis sensitivitas (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 28. Analisis Sensitivity
Jumlah Hari Sewa Tercapai 100,00% 80,00% 60,00% 40,00%
Inkremental NPV 266.094.323.857 212.875.459.085 159.656.594.314 106.437.729.543
Inkremental Profitability Index 8,18 8,18 8,18 8,18
Sumber: Data Olahan
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |53
Page 66
8. KESIMPULAN
Berdasarkan analisis dan metodologi yang telah dilakukan, maka didapatkan kesimpulan sebagai
berikut:
1. Berdasarkan penelaahan aspek legalitas dan hukum, Perseroan telah memiliki perizinan pokok dan
dokumen operasional lainnya untuk melakukan kegiatan komersialnya sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku. Rencana Penambahan KBLI juga dilakukan sebagai salah satu
syarat mendapatkan SIUPAL yang diperlukan untuk dapat menyewakan CLV Bentang Bahari;
2. Berdasarkan penelaahan aspek pasar, Rencana Penambahan KBLI akan memperluas jangkauan
layanan dan memperkuat daya saing Perseroan di pasar. Dalam konteks komersialisasi CLV Bentang
Bahari, target pasar Perseroan untuk layanan instalasi dan perbaikan kabel bawah laut dikategorikan
berdasarkan tingkat prioritas strategis dan potensi volume bisnis;
3. Berdasarkan penelaahan aspek teknis, Perseroan memiliki kapasitas kemampuan serta jumlah
tenaga ahli dan tenaga kerja yang kompeten, berpengalaman, dan bersertifikasi keahlian khusus.
Perseroan merupakan kontraktor fiber optic bawah laut yang berpengalaman dan memiliki tambahan
keunggulan yaitu memiliki CLV Bentang Bahari yang merupakan salah satu kapal modern di Indonesia
untuk operasi bawah laut, dilengkapi peralatan Remotely Operated Vehicle (ROV), Plough, A-Frame,
dan Linear Cable Engine (LCE);
4. Berdasarkan penelaahan aspek pola bisnis, Rencana Penambahan KBLI akan menambah nilai dari
Perseroan dengan komersialisasi melalui penyewaan CLV Bentang Bahari yang akan menambah
potensi pendapatan dan laba Perseroan;
5. Berdasarkan penelaahan aspek modal manajemen, Perseroan dan manajemen Perseroan telah
memiliki tim operasional yang berpengalaman dan bersertifikasi keahlian khusus dalam menjalankan
Rencana Penambahan KBLI. Perseroan juga telah melakukan mitigasi atas risiko-risiko yang dapat
mempengaruhi kinerja operasional;
6. Berdasarkan analisis aspek keuangan, Rencana Penambahan KBLI akan menghasilkan NPV positif ,
analisis PI menunjukkan bahwa nilai sekarang dari arus kas masuk jauh lebih tinggi dibandingkan arus
kas keluar, dan analisis ROI menunjukkan adanya return bagi Perseroan;
7. Berdasarkan hasil analisis terhadap aspek pasar, aspek pola bisnis, aspek teknis, aspek model
manajemen, aspek keuangan, Rencana Penambahan KBLI yang akan dijalankan oleh Perseroan
adalah layak.
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |54
Page 67
9. LAMPIRAN
1. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Dengan Rencana Penambahan KBLI;
2. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Rencana Penambahan KBLI;
3. Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Dengan Rencana Penambahan KBLI;
4. Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Tanpa Rencana Penambahan KBLI;
5. Proyeksi Arus Kas Dengan Rencana Penambahan KBLI;
6. Proyeksi Arus Kas Tanpa Rencana Penambahan KBLI;
7. Proyeksi Analisis Rasio dengan Rencana Penambahan KBLI;
8. Proyeksi Analisis Rasio tanpa Rencana Penambahan KBLI;
9. Analisis Kelayakan;
10. Beta (Damodaran);
11. Country Risk Premium (Damodaran);
12. Tingkat Suku Bunga Bank Bulan Juni 2025;
13. Indonesia Government Securities Yield Curve per 30 Juni 2025
10. REFERENSI
1. Damodaran (beta dan country risk premium);
2. Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII Tahun 2018 (KEPI & SPI Edisi
VII-2018) dan Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 330, dan Petunjuk Teknis Khusus SPI Penilaian Dalam
Kondisi Bencana Covid-19 yang dikeluarkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI);
3. PER-08/PJ/2020 tanggal 21 April 2020 tentang Penghitungan Angsuran Pajak Penghasilan Untuk
Tahun Pajak Berjalan Sehubungan Dengan Penyesuaian Tarif Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan;
4. www.phei.co.id (Indonesia Bonds Pricing Agency);
5. www.bi.go.id (data suku bunga dan inflasi);
6. Media lainnya.
Laporan Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk |55
Page 68
LAMPIRAN
Page 69
Lampiran 1
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Dengan Penambahan KBLI
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28 31-Des-29 31-Des-30 31-Des-31 31-Des-32
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 259.923.464.898 688.875.544.392 578.116.868.956 779.919.184.416 788.065.211.530 841.239.550.738 434.292.660.851 208.144.070.592
Aset yang Dibatasi Penggunaannya 1.813.306.163 1.813.306.163 1.813.306.163 1.813.306.163 1.813.306.163 1.813.306.163 1.813.306.163 1.813.306.163
Piutang Usaha 59.730.209.069 178.200.967.463 190.517.151.792 187.550.408.307 181.006.536.453 186.891.052.261 211.077.096.720 204.629.693.110
Tagihan Bruto Kepada Pemberi Kerja 465.713.847.568 491.550.514.568 538.215.983.568 683.925.064.568 809.460.260.568 960.001.291.111 1.106.639.247.281 1.338.381.185.137
Persediaan 547.111.287.435 532.103.746.856 566.058.928.171 444.841.866.917 534.027.544.967 526.015.458.873 776.794.027.349 564.160.826.734
Uang Muka dan Biaya Dibayar di Muka 5.149.945.007 5.149.945.007 5.149.945.007 5.149.945.007 5.149.945.007 5.149.945.007 5.149.945.007 5.149.945.007
Pekerjaan dalam proses - - - - - - - -
Pajak Dibayar Di Muka 2.381.653.523 2.381.653.523 2.381.653.523 2.381.653.523 2.381.653.523 2.381.653.523 2.381.653.523 2.381.653.523
TOTAL ASET LANCAR 1.341.823.713.662 1.900.075.677.972 1.882.253.837.181 2.105.581.428.901 2.321.904.458.212 2.523.492.257.676 2.538.147.936.895 2.324.660.680.266
ASET TIDAK LANCAR
Piutang Lain-lain 145.316.810.296 145.316.810.296 145.316.810.296 145.316.810.296 145.316.810.296 145.316.810.296 145.316.810.296 145.316.810.296
Investasi pada Entitas Asosiasi 1.372.996.940 1.372.996.940 1.372.996.940 1.372.996.940 1.372.996.940 1.372.996.940 1.372.996.940 1.372.996.940
Pekerjaan dalam Proses 133.687.200 133.687.200 133.687.200 133.687.200 133.687.200 133.687.200 133.687.200 133.687.200
Aset Tetap - Bersih 730.402.473.320 679.093.732.332 626.431.875.505 571.433.439.663 515.106.814.971 457.452.001.428 401.411.955.751 346.986.677.938
Aset Hak Guna - Bersih 1.584.725.475 1.584.725.475 1.584.725.475 1.584.725.475 1.584.725.475 1.584.725.475 1.584.725.475 1.584.725.475
Aset Takberwujud - Bersih 349.512.784 349.512.784 349.512.784 349.512.784 349.512.784 349.512.784 349.512.784 349.512.784
TOTAL ASET TIDAK LANCAR 879.160.206.015 827.851.465.027 775.189.608.200 720.191.172.358 663.864.547.666 606.209.734.123 550.169.688.446 495.744.410.633
TOTAL ASET 2.220.983.919.677 2.727.927.142.999 2.657.443.445.380 2.825.772.601.259 2.985.769.005.877 3.129.701.991.799 3.088.317.625.341 2.820.405.090.900
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha 5.017.337.562 14.931.004.267 15.965.563.751 15.678.480.298 15.128.795.062 15.623.094.390 17.654.722.125 17.075.263.221
Utang Lain-Lain 848.442.880 848.442.880 848.442.880 848.442.880 848.442.880 848.442.880 848.442.880 848.442.880
Akrual 55.301.895.072 55.301.895.072 55.301.895.072 55.301.895.072 55.301.895.072 55.301.895.072 55.301.895.072 55.301.895.072
Liabilitas Kontrak 66.689.944.897 66.689.944.897 66.689.944.897 66.689.944.897 66.689.944.897 66.689.944.897 66.689.944.897 66.689.944.897
Utang Pajak 21.210.643.085 21.210.643.085 21.210.643.085 21.210.643.085 21.210.643.085 21.210.643.085 21.210.643.085 21.210.643.085
Pinjaman: 119.382.027.705 119.382.027.705 34.382.027.705 34.382.027.705 34.382.027.705 - - -
- Pinjaman Bank
- Pinjaman dari lembaga keuangan non-bank
Utang Jangka Panjang yang Jatuh Tempo dalam
Satu Tahun:
- Liabilitas Sewa 1.927.207.374 1.546.732.924 636.168.361 - - - - -
- Pinjaman Bank 218.604.113.569 185.247.706.168 13.440.000.000 13.440.000.000 20.160.000.000 33.600.000.000 33.600.000.000 22.400.000.000
- Utang Obligasi - Bersih 167.862.423.260 - - - - - - -
TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK 656.844.035.404 465.158.396.997 208.474.685.751 207.551.433.937 213.721.748.701 193.274.020.324 195.305.648.059 183.526.189.155
LIABLITAS JANGKA PANJANG
Utang Jangka Panjang-setelah Dikurangi Long-
Term Loan-Net of Bagian Jatuh Tempo dalam Satu
Tahun:
- Utang Obligasi - Bersih 243.075.436.026 730.485.000.000 730.485.000.000 730.485.000.000 730.485.000.000 730.485.000.000 486.990.000.000 -
- Liabilitas Sewa 2.182.999.352 636.266.428 98.067 98.067 98.067 98.067 98.067 98.067
- Pinjaman Bank 103.283.592.598 136.640.000.000 123.200.000.000 109.760.000.000 89.600.000.000 56.000.000.000 22.400.000.000 0
Liabilitas Imbalan Kerja 13.579.672.182 13.579.672.182 14.122.859.069 14.122.859.069 14.122.859.069 14.687.773.432 14.687.773.432 14.687.773.432
TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG 362.121.700.158 881.340.938.610 867.807.957.136 854.367.957.136 834.207.957.136 801.172.871.499 524.077.871.499 14.687.871.499
TOTAL LIABILITAS 1.018.965.735.562 1.346.499.335.608 1.076.282.642.887 1.061.919.391.073 1.047.929.705.837 994.446.891.823 719.383.519.557 198.214.060.654
EKUITAS
Modal Saham 284.126.283.800 284.126.283.800 284.126.283.800 284.126.283.800 284.126.283.800 284.126.283.800 284.126.283.800 284.126.283.800
Tambahan Modal Disetor 116.134.958.433 116.134.958.433 116.134.958.433 116.134.958.433 116.134.958.433 116.134.958.433 116.134.958.433 116.134.958.433
Komponen Ekuitas Lainnya 3.990.172.568 3.990.172.568 3.990.172.568 3.990.172.568 3.990.172.568 3.990.172.568 3.990.172.568 3.990.172.568
Saldo Laba Belum Ditentukan Penggunaannya 795.601.394.519 975.011.017.797 1.174.744.012.898 1.357.436.420.591 1.531.422.510.445 1.728.838.310.382 1.962.517.316.189 2.215.774.240.651
Total Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada
Pemilik Entitas Induk 1.199.852.809.320 1.379.262.432.598 1.578.995.427.699 1.761.687.835.392 1.935.673.925.246 2.133.089.725.183 2.366.768.730.990 2.620.025.655.452
Kepentingan Non-Pengendali 2.165.374.794 2.165.374.794 2.165.374.794 2.165.374.794 2.165.374.794 2.165.374.794 2.165.374.794 2.165.374.794
TOTAL EKUITAS 1.202.018.184.114 1.381.427.807.392 1.581.160.802.493 1.763.853.210.186 1.937.839.300.040 2.135.255.099.977 2.368.934.105.784 2.622.191.030.246
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 2.220.983.919.677 2.727.927.142.999 2.657.443.445.380 2.825.772.601.259 2.985.769.005.877 3.129.701.991.799 3.088.317.625.341 2.820.405.090.900
Page 70
Lampiran 2
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Penambahan KBLI
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28 31-Des-29 31-Des-30 31-Des-31 31-Des-32
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 259.923.464.898 682.163.739.992 559.079.347.656 741.844.141.816 725.338.735.130 753.861.640.538 322.263.316.851 64.751.488.392
Aset yang Dibatasi Penggunaannya 1.813.306.163 1.813.306.163 1.813.306.163 1.813.306.163 1.813.306.163 1.813.306.163 1.813.306.163 1.813.306.163
Piutang Usaha 59.730.209.069 172.113.592.463 184.429.776.792 175.375.658.307 168.831.786.453 174.716.302.261 198.902.346.720 186.367.568.110
Tagihan Bruto Kepada Pemberi Kerja 465.713.847.568 491.550.514.568 538.215.983.568 683.925.064.568 809.460.260.568 960.001.291.111 1.106.639.247.281 1.338.381.185.137
Persediaan 547.111.287.435 532.103.746.856 566.058.928.171 444.841.866.917 534.027.544.967 526.015.458.873 776.794.027.349 564.160.826.734
Uang Muka dan Biaya Dibayar di Muka 5.149.945.007 5.149.945.007 5.149.945.007 5.149.945.007 5.149.945.007 5.149.945.007 5.149.945.007 5.149.945.007
Pekerjaan dalam proses - - - - - - - -
Pajak Dibayar Di Muka 2.381.653.523 2.381.653.523 2.381.653.523 2.381.653.523 2.381.653.523 2.381.653.523 2.381.653.523 2.381.653.523
TOTAL ASET LANCAR 1.341.823.713.662 1.887.276.498.572 1.857.128.940.881 2.055.331.636.301 2.247.003.231.812 2.423.939.597.476 2.413.943.842.895 2.163.005.973.066
ASET TIDAK LANCAR
Piutang Lain-lain 145.316.810.296 145.316.810.296 145.316.810.296 145.316.810.296 145.316.810.296 145.316.810.296 145.316.810.296 145.316.810.296
Investasi pada Entitas Asosiasi 1.372.996.940 1.372.996.940 1.372.996.940 1.372.996.940 1.372.996.940 1.372.996.940 1.372.996.940 1.372.996.940
Pekerjaan dalam Proses 133.687.200 133.687.200 133.687.200 133.687.200 133.687.200 133.687.200 133.687.200 133.687.200
Aset Tetap - Bersih 730.402.473.320 679.093.732.332 626.431.875.505 571.433.439.663 515.106.814.971 457.452.001.428 401.411.955.751 346.986.677.938
Aset Hak Guna - Bersih 1.584.725.475 1.584.725.475 1.584.725.475 1.584.725.475 1.584.725.475 1.584.725.475 1.584.725.475 1.584.725.475
Aset Takberwujud - Bersih 349.512.784 349.512.784 349.512.784 349.512.784 349.512.784 349.512.784 349.512.784 349.512.784
TOTAL ASET TIDAK LANCAR 879.160.206.015 827.851.465.027 775.189.608.200 720.191.172.358 663.864.547.666 606.209.734.123 550.169.688.446 495.744.410.633
TOTAL ASET 2.220.983.919.677 2.715.127.963.599 2.632.318.549.080 2.775.522.808.659 2.910.867.779.477 3.030.149.331.599 2.964.113.531.341 2.658.750.383.700
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha 5.017.337.562 14.457.541.767 15.492.101.251 14.731.555.298 14.181.870.062 14.676.169.390 16.707.797.125 15.654.875.721
Utang Lain-Lain 848.442.880 848.442.880 848.442.880 848.442.880 848.442.880 848.442.880 848.442.880 848.442.880
Akrual 55.301.895.072 55.301.895.072 55.301.895.072 55.301.895.072 55.301.895.072 55.301.895.072 55.301.895.072 55.301.895.072
Liabilitas Kontrak 66.689.944.897 66.689.944.897 66.689.944.897 66.689.944.897 66.689.944.897 66.689.944.897 66.689.944.897 66.689.944.897
Utang Pajak 21.210.643.085 21.210.643.085 21.210.643.085 21.210.643.085 21.210.643.085 21.210.643.085 21.210.643.085 21.210.643.085
Pinjaman: 119.382.027.705 119.382.027.705 34.382.027.705 34.382.027.705 34.382.027.705 - - -
- Pinjaman Bank
- Pinjaman dari lembaga keuangan non-bank
Utang Jangka Panjang yang Jatuh Tempo dalam Satu
Tahun:
- Liabilitas Sewa 1.927.207.374 1.546.732.924 636.168.361 - - - - -
- Pinjaman Bank 218.604.113.569 185.247.706.168 13.440.000.000 13.440.000.000 20.160.000.000 33.600.000.000 33.600.000.000 22.400.000.000
- Utang Obligasi - Bersih 167.862.423.260 - - - - - - -
TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK 656.844.035.404 464.684.934.497 208.001.223.251 206.604.508.937 212.774.823.701 192.327.095.324 194.358.723.059 182.105.801.655
LIABLITAS JANGKA PANJANG
Utang Jangka Panjang-setelah Dikurangi Long-Term
Loan-Net of Bagian Jatuh Tempo dalam Satu Tahun:
- Utang Obligasi - Bersih 243.075.436.026 730.485.000.000 730.485.000.000 730.485.000.000 730.485.000.000 730.485.000.000 486.990.000.000 -
- Liabilitas Sewa 2.182.999.352 636.266.428 98.067 98.067 98.067 98.067 98.067 98.067
- Pinjaman Bank 103.283.592.598 136.640.000.000 123.200.000.000 109.760.000.000 89.600.000.000 56.000.000.000 22.400.000.000 0
Liabilitas Imbalan Kerja 13.579.672.182 13.579.672.182 14.122.859.069 14.122.859.069 14.122.859.069 14.687.773.432 14.687.773.432 14.687.773.432
TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG 362.121.700.158 881.340.938.610 867.807.957.136 854.367.957.136 834.207.957.136 801.172.871.499 524.077.871.499 14.687.871.499
TOTAL LIABILITAS 1.018.965.735.562 1.346.025.873.108 1.075.809.180.387 1.060.972.466.073 1.046.982.780.837 993.499.966.823 718.436.594.557 196.793.673.154
EKUITAS
Modal Saham 284.126.283.800 284.126.283.800 284.126.283.800 284.126.283.800 284.126.283.800 284.126.283.800 284.126.283.800 284.126.283.800
Tambahan Modal Disetor 116.134.958.433 116.134.958.433 116.134.958.433 116.134.958.433 116.134.958.433 116.134.958.433 116.134.958.433 116.134.958.433
Komponen Ekuitas Lainnya 3.990.172.568 3.990.172.568 3.990.172.568 3.990.172.568 3.990.172.568 3.990.172.568 3.990.172.568 3.990.172.568
Saldo Laba Belum Ditentukan Penggunaannya 795.601.394.519 962.685.300.897 1.150.092.579.098 1.308.133.552.991 1.457.468.209.045 1.630.232.575.182 1.839.260.147.189 2.055.539.920.951
Total Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada
Pemilik Entitas Induk 1.199.852.809.320 1.366.936.715.698 1.554.343.993.899 1.712.384.967.792 1.861.719.623.846 2.034.483.989.983 2.243.511.561.990 2.459.791.335.752
Kepentingan Non-Pengendali 2.165.374.794 2.165.374.794 2.165.374.794 2.165.374.794 2.165.374.794 2.165.374.794 2.165.374.794 2.165.374.794
TOTAL EKUITAS 1.202.018.184.114 1.369.102.090.492 1.556.509.368.693 1.714.550.342.586 1.863.884.998.640 2.036.649.364.777 2.245.676.936.784 2.461.956.710.546
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 2.220.983.919.677 2.715.127.963.599 2.632.318.549.080 2.775.522.808.659 2.910.867.779.477 3.030.149.331.599 2.964.113.531.341 2.658.750.383.700
Page 71
Lampiran 3
Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Dengan Penambahan KBLI
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
Jul-Dec 2025 FY 2026 FY 2027 FY 2028 FY 2029 FY 2030 FY 2031 FY 2032
PENDAPATAN 286.705.003.534 855.364.643.822 914.482.328.602 900.241.959.872 868.831.374.975 897.077.050.855 1.013.170.064.257 982.222.526.929
BEBAN POKOK PENDAPATAN (129.017.251.590) (383.940.109.720) (410.543.067.871) (403.160.921.942) (389.026.158.739) (401.736.712.885) (453.978.568.916) (439.078.197.118)
LABA KOTOR 157.687.751.944 471.424.534.102 503.939.260.731 497.081.037.930 479.805.216.236 495.340.337.970 559.191.495.342 543.144.329.811
Beban Umum dan Administrasi (68.556.999.409) (198.113.767.903) (191.143.371.189) (206.309.100.425) (203.396.860.314) (208.538.215.407) (222.596.004.352) (216.803.318.948)
LABA USAHA 89.130.752.535 273.310.766.199 312.795.889.542 290.771.937.505 276.408.355.923 286.802.122.563 336.595.490.989 326.341.010.863
Beban Keuangan (38.623.028.892) (71.133.504.001) (101.110.145.736) (81.053.074.178) (79.941.489.924) (78.799.089.924) (73.505.862.500) (48.294.575.000)
Laba (Rugi) Selisih Kurs 3.477.452.675 - - - - - - -
Bagian atas keuntungan bersih entitas (61.238.376) - - - - - - -
Pendapatan (Beban) Lain-lain - Bersih (1.058.058.490) (100.475.859) 12.281.033.003 (3.170.043.697) 543.255.293 13.185.309.146 (2.561.615.979) 1.239.385.563
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN DAN
BEBAN PAJAK FINAL 52.865.879.452 202.076.786.339 223.966.776.810 206.548.819.629 197.010.121.291 221.188.341.784 260.528.012.510 279.285.821.425
Beban Pajak Final (7.597.682.594) (22.667.163.061) (24.233.781.708) (23.856.411.937) (23.024.031.437) (23.772.541.848) (26.849.006.703) (26.028.896.964)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 45.268.196.858 179.409.623.277 199.732.995.102 182.692.407.693 173.986.089.854 197.415.799.936 233.679.005.807 253.256.924.462
Beban Pajak Penghasilan Kini - - - - - - - -
LABA TAHUN BERJALAN 45.268.196.858 179.409.623.277 199.732.995.102 182.692.407.693 173.986.089.854 197.415.799.936 233.679.005.807 253.256.924.462
Page 72
Lampiran 4
Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Tanpa Penambahan KBLI
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
Jul-Dec 2025 FY 2026 FY 2027 FY 2028 FY 2029 FY 2030 FY 2031 FY 2032
PENDAPATAN 286.705.003.534 826.145.243.822 885.262.928.602 841.803.159.872 810.392.574.975 838.638.250.855 954.731.264.257 894.564.326.929
BEBAN POKOK PENDAPATAN (129.017.251.590) (371.765.359.720) (398.368.317.871) (378.811.421.942) (364.676.658.739) (377.387.212.885) (429.629.068.916) (402.553.947.118)
LABA KOTOR 157.687.751.944 454.379.884.102 486.894.610.731 462.991.737.930 445.715.916.236 461.251.037.970 525.102.195.342 492.010.379.811
Beban Umum dan Administrasi (68.556.999.409) (194.169.148.903) (187.198.752.189) (198.419.862.425) (195.507.622.314) (200.648.977.407) (214.706.766.352) (204.969.461.948)
LABA USAHA 89.130.752.535 260.210.735.199 299.695.858.542 264.571.875.505 250.208.293.923 260.602.060.563 310.395.428.989 287.040.917.863
Beban Keuangan (38.623.028.892) (71.133.504.001) (101.110.145.736) (81.053.074.178) (79.941.489.924) (78.799.089.924) (73.505.862.500) (48.294.575.000)
Laba (Rugi) Selisih Kurs 3.477.452.675 - - - - - - -
Bagian atas keuntungan bersih entitas asosiasi (61.238.376) - - - - - - -
Pendapatan (Beban) Lain-lain - Bersih (1.058.058.490) (100.475.859) 12.281.033.003 (3.170.043.697) 543.255.293 13.185.309.146 (2.561.615.979) 1.239.385.563
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN DAN BEBAN
PAJAK FINAL 52.865.879.452 188.976.755.339 210.866.745.810 180.348.757.629 170.810.059.291 194.988.279.784 234.327.950.510 239.985.728.425
Beban Pajak Final (7.597.682.594) (21.892.848.961) (23.459.467.608) (22.307.783.737) (21.475.403.237) (22.223.913.648) (25.300.378.503) (23.705.954.664)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 45.268.196.858 167.083.906.377 187.407.278.202 158.040.973.893 149.334.656.054 172.764.366.136 209.027.572.007 216.279.773.762
Beban Pajak Penghasilan Kini - - - - - - - -
LABA TAHUN BERJALAN 45.268.196.858 167.083.906.377 187.407.278.202 158.040.973.893 149.334.656.054 172.764.366.136 209.027.572.007 216.279.773.762
Page 73
Lampiran 5
Proyeksi Arus Kas Dengan Penambahan KBLI
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
Jul-Dec 2025 FY 2026 FY 2027 FY 2028 FY 2029 FY 2030 FY 2031 FY 2032
AKTIVITAS OPERASI
Laba bersih setelah pajak 45.268.196.858 179.409.623.277 199.732.995.102 182.692.407.693 173.986.089.854 197.415.799.936 233.679.005.807 253.256.924.462
(+) Penyusutan dan amortisasi 31.158.427.138 65.558.740.987 66.911.856.827 69.248.435.842 70.576.624.692 71.904.813.542 70.290.045.677 68.675.277.813
Arus kas sebelum perubahan modal kerja 76.426.623.996 244.968.364.265 266.644.851.929 251.940.843.535 244.562.714.546 269.320.613.478 303.969.051.485 321.932.202.274
(Peningkatan) penurunan Piutang usaha (594.169.170) (118.470.758.394) (12.316.184.329) 2.966.743.485 6.543.871.853 (5.884.515.808) (24.186.044.459) 6.447.403.610
(Peningkatan) penurunan Tagihan bruto kepada pemberi kerja (22.140.579.679) (25.836.667.000) (46.665.469.000) (145.709.081.000) (125.535.196.000) (150.541.030.543) (146.637.956.171) (231.741.937.856)
(Peningkatan) penurunan Persediaan 32.940.477.395 15.007.540.578 (33.955.181.315) 121.217.061.254 (89.185.678.050) 8.012.086.094 (250.778.568.476) 212.633.200.615
Peningkatan (penurunan) Utang usaha (43.741.200.539) 9.913.666.705 1.034.559.484 (287.083.453) (549.685.236) 494.299.328 2.031.627.735 (579.458.903)
Peningkatan (penurunan) Utang lain-lain 848.442.880 - - - - - - -
Peningkatan (penurunan) Akrual (848.442.880) - - - - - - -
Peningkatan (penurunan) Liabilitas imbalan kerja 522.295.084 - 543.186.887 - - 564.914.363 - -
Arus kas dihasilkan (digunakan) - Aktivitas Operasi 43.413.447.087 125.582.146.154 175.285.763.656 230.128.483.821 35.836.027.114 121.966.366.912 - 115.601.889.886 308.691.409.741
AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (75.805.697.746) (14.250.000.000) (14.250.000.000) (14.250.000.000) (14.250.000.000) (14.250.000.000) (14.250.000.000) (14.250.000.000)
Arus kas dihasilkan (digunakan) - Aktivitas Investasi (75.805.697.746) (14.250.000.000) (14.250.000.000) (14.250.000.000) (14.250.000.000) (14.250.000.000) (14.250.000.000) (14.250.000.000)
AKTIVITAS PENDANAAN
Perubahan Pinjaman - jangka pendek 57.342.700.807 - (85.000.000.000) - - (34.382.027.705) - -
Perubahan Liabilitas sewa - jangka pendek (789.464.870) (380.474.450) (910.564.562) (636.168.361) - - - -
Perubahan Pinjaman bank - jangka pendek 179.534.079.464 (33.356.407.402) (171.807.706.168) - 6.720.000.000 13.440.000.000 - (11.200.000.000)
Perubahan Utang pembiayaan konsumen - jangka pendek (2.054.828.327) - - - - - - -
Perubahan Pinjaman dari lembaga keuangan non bank - jangka pendek (238.625.000.000) - - - - - - -
Perubahan Utang obligasi - jangka pendek - (167.862.423.260) - - - - - -
Perubahan Utang obligasi - jangka panjang 243.075.436.026 487.409.563.974 - - - - (243.495.000.000) (486.990.000.000)
Perubahan Utang pembiayaan konsumen - jangka panjang (3.134.765.597) - - - - - - -
Perubahan Liabilitas sewa - jangka panjang 2.182.999.352 (1.546.732.924) (636.168.361) - - - - -
Perubahan Pinjaman bank - jangka panjang 57.143.829.638 33.356.407.402 (13.440.000.000) (13.440.000.000) (20.160.000.000) (33.600.000.000) (33.600.000.000) (22.400.000.000)
Perubahan Pinjaman dari lembaga keuangan non bank - jangka panjang (176.375.000.000) - - - - - - -
Arus kas dihasilkan (digunakan) - Aktivitas Pendanaan 118.299.986.493 317.619.933.340 (271.794.439.092) (14.076.168.361) (13.440.000.000) (54.542.027.705) (277.095.000.000) (520.590.000.000)
Perubahan arus kas bersih 85.907.735.835 428.952.079.494 (110.758.675.436) 201.802.315.460 8.146.027.114 53.174.339.207 (406.946.889.886) (226.148.590.259)
Kas dan setara kas awal periode 174.015.729.063 259.923.464.898 688.875.544.392 578.116.868.956 779.919.184.416 788.065.211.530 841.239.550.738 434.292.660.851
Kas dan setara kas akhir periode 259.923.464.898 688.875.544.392 578.116.868.956 779.919.184.416 788.065.211.530 841.239.550.738 434.292.660.851 208.144.070.592
Page 74
Lampiran 6
Proyeksi Arus Kas Tanpa Penambahan KBLI
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
Jul-Dec 2025 FY 2026 FY 2027 FY 2028 FY 2029 FY 2030 FY 2031 FY 2032
AKTIVITAS OPERASI
Laba bersih setelah pajak 45.268.196.858 167.083.906.377 187.407.278.202 158.040.973.893 149.334.656.054 172.764.366.136 209.027.572.007 216.279.773.762
(+) Penyusutan dan amortisasi 31.158.427.138 65.558.740.987 66.911.856.827 69.248.435.842 70.576.624.692 71.904.813.542 70.290.045.677 68.675.277.813
Arus kas sebelum perubahan modal kerja 76.426.623.996 232.642.647.365 254.319.135.029 227.289.409.735 219.911.280.746 244.669.179.678 279.317.617.685 284.955.051.574
(Peningkatan) penurunan Piutang usaha (594.169.170) (112.383.383.394) (12.316.184.329) 9.054.118.485 6.543.871.853 (5.884.515.808) (24.186.044.459) 12.534.778.610
(Peningkatan) penurunan Tagihan bruto kepada pemberi kerja (22.140.579.679) (25.836.667.000) (46.665.469.000) (145.709.081.000) (125.535.196.000) (150.541.030.543) (146.637.956.171) (231.741.937.856)
(Peningkatan) penurunan Persediaan 32.940.477.395 15.007.540.578 (33.955.181.315) 121.217.061.254 (89.185.678.050) 8.012.086.094 (250.778.568.476) 212.633.200.615
Peningkatan (penurunan) Utang usaha (43.741.200.539) 9.440.204.205 1.034.559.484 (760.545.953) (549.685.236) 494.299.328 2.031.627.735 (1.052.921.403)
Peningkatan (penurunan) Utang lain-lain 848.442.880 - - - - - - -
Peningkatan (penurunan) Akrual (848.442.880) - - - - - - -
Peningkatan (penurunan) Liabilitas imbalan kerja 522.295.084 - 543.186.887 - - 564.914.363 - -
Arus kas dihasilkan (digunakan) - Aktivitas Operasi 43.413.447.087 118.870.341.754 162.960.046.756 211.090.962.521 11.184.593.314 97.314.933.112 - 140.253.323.686 277.328.171.541
AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (75.805.697.746) (14.250.000.000) (14.250.000.000) (14.250.000.000) (14.250.000.000) (14.250.000.000) (14.250.000.000) (14.250.000.000)
Arus kas dihasilkan (digunakan) - Aktivitas Investasi (75.805.697.746) (14.250.000.000) (14.250.000.000) (14.250.000.000) (14.250.000.000) (14.250.000.000) (14.250.000.000) (14.250.000.000)
AKTIVITAS PENDANAAN
Perubahan Pinjaman - jangka pendek 57.342.700.807 - (85.000.000.000) - - (34.382.027.705) - -
Perubahan Liabilitas sewa - jangka pendek (789.464.870) (380.474.450) (910.564.562) (636.168.361) - - - -
Perubahan Pinjaman bank - jangka pendek 179.534.079.464 (33.356.407.402) (171.807.706.168) - 6.720.000.000 13.440.000.000 - (11.200.000.000)
Perubahan Utang pembiayaan konsumen - jangka pendek (2.054.828.327) - - - - - - -
Perubahan Pinjaman dari lembaga keuangan non bank - jangka
pendek (238.625.000.000) - - - - - - -
Perubahan Utang obligasi - jangka pendek - (167.862.423.260) - - - - - -
Perubahan Utang obligasi - jangka panjang 243.075.436.026 487.409.563.974 - - - - (243.495.000.000) (486.990.000.000)
Perubahan Utang pembiayaan konsumen - jangka panjang (3.134.765.597) - - - - - - -
Perubahan Liabilitas sewa - jangka panjang 2.182.999.352 (1.546.732.924) (636.168.361) - - - - -
Perubahan Pinjaman bank - jangka panjang 57.143.829.638 33.356.407.402 (13.440.000.000) (13.440.000.000) (20.160.000.000) (33.600.000.000) (33.600.000.000) (22.400.000.000)
Perubahan Pinjaman dari lembaga keuangan non bank - jangka
panjang (176.375.000.000) - - - - - - -
Arus kas dihasilkan (digunakan) - Aktivitas Pendanaan 118.299.986.493 317.619.933.340 (271.794.439.092) (14.076.168.361) (13.440.000.000) (54.542.027.705) (277.095.000.000) (520.590.000.000)
Perubahan arus kas bersih 85.907.735.835 422.240.275.094 (123.084.392.336) 182.764.794.160 (16.505.406.686) 28.522.905.407 (431.598.323.686) (257.511.828.459)
Kas dan setara kas awal periode 174.015.729.063 259.923.464.898 682.163.739.992 559.079.347.656 741.844.141.816 725.338.735.130 753.861.640.538 322.263.316.851
Kas dan setara kas akhir periode 259.923.464.898 682.163.739.992 559.079.347.656 741.844.141.816 725.338.735.130 753.861.640.538 322.263.316.851 64.751.488.392
Page 75
Lampiran 7
Proyeksi Analisis Rasio Dengan Rencana Penambahan KBLI
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Average
Jul-Dec 2025 FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031 FY2032 Projection
LIQUIDITY RATIOS
Current ratio 2,04 4,08 9,03 10,14 10,86 13,06 13,00 12,67 9,36
Quick ratio 1,21 2,94 6,31 8,00 8,37 10,33 9,02 9,59 6,97
Cash ratio 0,40 1,48 2,77 3,76 3,69 4,35 2,22 1,13 2,48
PROFITABILITY RATIOS
Gross profit margin 55,00% 55,11% 55,11% 55,22% 55,22% 55,22% 55,19% 55,30% 55,17%
Net profit margin 15,79% 20,97% 21,84% 20,29% 20,03% 22,01% 23,06% 25,78% 21,22%
ACTIVITY RATIOS
Acc. Receivable turnover 5 5 5 5 5 5 5 5 5
Inventory turnover 1 0 1 1 1 1 1 1 1
Acc. Payable turnover 26 26 26 26 26 26 26 26 26
Days of Acc. Receivable 75 75 75 75 75 75 75 75 75
Days of Inventory 473 1485 531 390 477 487 696 447 623
Days of Acc. Payable 14 14 14 14 14 14 14 14 14
SOLVENCY RATIOS
Debt to Equity 71,24% 84,98% 57,06% 50,35% 45,13% 38,41% 22,92% 0,85% 46,37%
Debt to Assets 38,56% 43,03% 33,95% 31,43% 29,29% 26,20% 17,58% 0,79% 27,60%
Page 76
Lampiran 8
Proyeksi Analisis Rasio Tanpa Rencana Penambahan KBLI
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Average
Jul-Dec 2025 FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031 FY2032 Projection
LIQUIDITY RATIOS
Current ratio 2,04 4,06 8,93 9,95 10,56 12,60 12,42 11,88 9,06
Quick ratio 1,21 2,92 6,21 7,80 8,05 9,87 8,42 8,78 6,66
Cash ratio 0,40 1,47 2,69 3,59 3,41 3,92 1,66 0,36 2,19
PROFITABILITY RATIOS
Gross profit margin 55,00% 55,00% 55,00% 55,00% 55,00% 55,00% 55,00% 55,00% 55,00%
Net profit margin 15,79% 20,22% 21,17% 18,77% 18,43% 20,60% 21,89% 24,18% 20,13%
ACTIVITY RATIOS
Acc. Receivable turnover 5 5 5 5 5 5 5 5 5
Inventory turnover 1 0 1 1 1 1 0 1 1
Acc. Payable turnover 26 26 26 26 26 26 26 26 26
Days of Acc. Receivable 37 75 75 75 75 75 75 75 70
Days of Inventory 473 1485 548 402 508 519 741 473 644
Days of Acc. Payable 7 14 14 14 14 14 14 14 13
SOLVENCY RATIOS
Debt to Equity 71,24% 85,75% 57,96% 51,80% 46,92% 40,27% 24,18% 0,91% 47,38%
Debt to Assets 38,56% 43,24% 34,27% 32,00% 30,05% 27,06% 18,32% 0,84% 28,04%
Page 77
Lampiran 9 Analisis Kelayakan
Page 78
Lampiran 10
Beta (Damodaran)
Date updated: 05-Jan-25 YouTube Video explaining
Created by: Aswath Damodaran, adamodar@stern.nyu.edu estimation choices and process.
What is this data? Beta, Unlevered beta and other risk measures Emerging Markets
Home Page: http://www.damodaran.com
Data website: https://pages.stern.nyu.edu/~adamodar/New_Home_Page/data.html
Companies in each industry: https://pages.stern.nyu.edu/~adamodar/pc/datasets/indname.xls
Variable definitions: https://pages.stern.nyu.edu/~adamodar/New_Home_Page/datafile/variable.htm
Do you want to use marginal or effective tax rates in unlevering betas? Marginal
If marginal tax rate, enter the marginal tax rate to use 24,71%
Effective Unlevered beta corrected Standard deviation of
Industry Name Number of firms Beta D/E Ratio Tax rate Unlevered beta Cash/Firm value for cash HiLo Risk equity
Telecom. Services 137 0,78 39,78% 15,60% 0,60 7,38% 0,65 0,3109 32,65%
Page 79
Lampiran 11
Country Risk Premium (Damodaran)
Country and Equity Risk Premiums
Date of update: 1-Jul-25
Enter the current risk premium for a mature equity market 4,21% Implied ERP for S&P 500 with adjusted dollar riskfree rate (for US Aa1 rating
Do you want to adjust the country default spread for the additional volatility of the equity market to get to a country premium? Yes
If yes, enter the multiplier to use on the default spread (See worksheet for volatility numbers for selected emerging markets) 1,50 See "Relative Equity Volatilty" worksheet
Rating-based Default Total Equity Risk Sovereign CDS, net of Total Equity Risk Country Risk
Country Africa Moody's rating Spread Premium Country Risk Premium Swiss CDS Premium2 Premium3
Indonesia Asia Baa2 1,87% 7,03% 2,82% 1,17% 5,97% 1,76%
Page 80
Lampiran 12
Tingkat Suku Bunga Bank Bulan Juni 2025
I.26 SUKU BUNGA PINJAMAN RUPIAH YANG I.26 INTEREST RATE OF RUPIAH LOANS
DIBERIKAN BY GROUP OF BANKS AND TYPE OF LOANS
(Persen Per Tahun) (Percent Per Annum)
2025
KELOMPOK BANK DAN JENIS PINJAMAN GROUP OF BANKS AND TYPE OF LOANS
Jan Feb Mar Apr May Jun
1 Bank Persero State Banks 1
2 Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 8,69 8,80 8,82 8,83 8,83 8,81 Working Capital Loans 2
3 Pinjaman Investasi Yang Diberikan 9,22 9,11 9,09 9,02 9,02 8,96 Investment Loans 3
4 Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 9,08 9,06 9,04 9,04 9,01 8,98 Consumer Loans 4
5 Bank Pemerintah Daerah Regional Government Banks 5
6 Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 8,81 8,81 8,81 8,85 8,86 8,84 Working Capital Loans 6
7 Pinjaman Investasi Yang Diberikan 8,91 8,93 8,93 8,88 8,89 8,88 Investment Loans 7
8 Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 10,37 10,37 10,36 10,37 10,38 10,38 Consumer Loans 8
9 Bank Swasta Nasional Private National Banks 9
10 Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 8,65 8,62 8,60 8,58 8,55 8,52 Working Capital Loans 10
11 Pinjaman Investasi Yang Diberikan 8,10 8,10 8,06 8,06 8,02 7,97 Investment Loans 11
12 Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 11,83 11,86 11,84 11,93 11,99 12,04 Consumer Loans 12
Kantor Cabang dari Bank yang Berkedudukan di
13 Branch Offices of Foreign Banks 13
Luar Negeri
14 Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 6,65 6,74 6,67 6,58 6,41 6,74 Working Capital Loans 14
15 Pinjaman Investasi Yang Diberikan 8,47 8,40 8,38 8,38 8,38 8,08 Investment Loans 15
16 Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 43,82 41,78 41,23 41,17 41,30 41,98 Consumer Loans 16
17 Bank Umum Commercial Banks 17
18 Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 8,62 8,67 8,66 8,66 8,64 8,62 Working Capital Loans 18
19 Pinjaman Investasi Yang Diberikan 8,66 8,62 8,58 8,56 8,54 8,49 Investment Loans 19
20 Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 10,41 10,40 10,39 10,42 10,44 10,45 Consumer Loans 20
Page 81
Lampiran 13 Indonesia Government Securities Yield Curve per 30 Juni 2025
Names mentioned 125 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki dan Rekan
p.2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki
p.2
unresolved
org
PT Ketrosden TriasmitraTbk
p.2
unresolved
—
Faks
p.2 ×2
unresolved
org
Studi Kelayakan PT Ketrosden Triasmitra Tbk
p.2 ×2
unresolved
org
KJPP Herman Meirizki dan Rekan
p.3 ×2
unresolved
org
KJPP Herman Meirizki
p.3 ×4
unresolved
org
Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan
p.3 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.3 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.3 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.5 ×15
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja
p.15 ×3
unresolved
person
Muhammad Rizal
p.15 ×3
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Hendrawinata Hanny Erwin
p.16 ×2
unresolved
person
Leknor Joni
p.16 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Kanaka
p.16
unresolved
person
Yoyo Sukaryo Djenal
p.16
unresolved
person
Pudji Redjeki Irawati
p.17
unresolved
person
Akta Notaris Dr. Sugih Haryati
· Notaris
p.17 ×6
unresolved
org
PT Fajar Sejahtera Mandiri
p.17
unresolved
org
PT Gema Lintas Buana
p.17
unresolved
org
PT Triasmitra Multiniaga Internasional
p.19
unresolved
org
Menteri Investasi dan Hilirisasi
p.21
unresolved
org
Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
p.21 ×2
unresolved
org
Menteri Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
p.21 ×5
unresolved
org
Menteri Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Sumber
p.21
unresolved
org
Corning Inc.
p.32
unresolved
org
PT Communication Cabel System
p.33
unresolved
org
Indonesia Tbk
p.33 ×3
unresolved
org
PT Yangtze Optics Indonesia
p.33
unresolved
org
PT ZTT Cable Indonesia
p.33
unresolved
org
PT Optic Marine Indonesia
p.36
unresolved
org
PT Limin Marine
p.36
unresolved
org
PT Sarana Global Indonesia
p.36
unresolved
org
ASEAN Cableship Pte Ltd
p.36
unresolved
org
PT Bina Nusantara Perkasa
p.36
unresolved
org
PT Mora Telematika Sistem Kabel Serat Optik
p.37
unresolved
org
PT Mega Akses Persada Sistem Kabel Serat Optik
p.37
unresolved
org
PT Inti Bangun Sejahtera Pemeliharaan
p.37
unresolved
org
PT Supra Primatama Sistem Kabel Serat Optik
p.37
unresolved
org
PT Parsaoran Global Sistem Kabel Serat Optik
p.37
unresolved
org
PT NAP Info Lintas Nusa
p.38 ×2
unresolved
org
PT Super Sistem Ultima
p.38
unresolved
org
PT Trans Indonesia
p.38
unresolved
org
PT Telkom Infrastruktur
p.38
unresolved
org
PT Solnet Indonesia
p.38
unresolved
org
Remala Abadi Tbk
p.38 ×3
unresolved
org
PT Palapa Ring Barat
p.38
unresolved
org
PT Hutchison
p.39
unresolved
org
PT Supra Primatama Nusantara
p.39 ×2
unresolved
org
PT Eka Mas Republik
p.39
unresolved
org
PT Cyberindo Aditama
p.39
unresolved
org
PT Google Indonesia
p.39
unresolved
org
PT Amazon Web Services Indonesia
p.39
unresolved
org
PT Microsoft Indonesia Data Center
p.39
unresolved
org
Keppel Data Centres Pte Ltd
p.39
unresolved
org
Milik Negara
p.39
unresolved
org
Kementerian Pertahanan RI
p.40
unresolved
org
Pengatur Hilir Minyak
p.40
unresolved
org
Kementerian ESDM
p.40
unresolved
org
PT Chevron Pacific Indonesia
p.40
unresolved
org
PT Shell Indonesia
p.40
unresolved
org
PT TotalEnergies EP
p.40
unresolved
org
PT Meindo Elang Indah
p.40
unresolved
org
PT Timas Suplindo
p.40
unresolved
org
PT JGC Indonesia
p.40
unresolved
org
PT Subsea
p.40
unresolved
org
PT McDermott Indonesia Sumber
p.40
unresolved
org
PT Varuna Cahaya Sentosa
p.41
unresolved
org
PT Infra Solution International
p.41
unresolved
org
PT Accalls Wahana
p.44
unresolved
person
Excel
p.44
unresolved
org
Departemen Kehakiman
p.54
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi
p.54
unresolved
org
PT Telekomindo Primabhakti
p.54 ×4
unresolved
org
Group Rajawali Corporation
p.54
unresolved
org
Excelmindo Pratama Tbk
p.54 ×2
unresolved
org
Bank Bumiputera Cabang Medan
p.55
unresolved
org
Bank MNC
p.55
unresolved
org
Operational Director Nusantara System Internasional Inc
p.55
unresolved
org
Trafindo Perkasa Tbk
p.55 ×2
unresolved
org
PT Prisma Sentra Telekomunikasi
p.55
unresolved
org
PT Aman Cermat Cepat
p.55
unresolved
org
PT Telkom
p.55
unresolved
org
PT Sarana Primaraya Telemindo
p.56
unresolved
org
PT Multisaka Mitra
p.56
unresolved
org
PT Bentoel Prima
p.56
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.182
10208 ms
12 Sep 2026 22:36
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': '2025-06-30',
'value': None}