Skip to content
Back to announcement

20250630_ADCP_Informasi Transaksi Afiliasi_31910007_lamp5.pdf

Asset transaction Needs review ADCP

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 81

Page 1
Laporan Penilaian Pendapat Kewajaran
         (Fairness Opinion)

  PT Adhi Commuter Properti Tbk
Page 2
No. Laporan      :     00401/2.0044-00/BS/03/0421/1/V/2025

Jakarta, 19 Mei 2025

Kepada Yth.
Direksi
PT Adhi Commuter Properti, Tbk
Jl. Pegantin Ali No. 88, Ciracas,
Kota Jakarta Timur, 13740

     Perihal     : Laporan Penilaian Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)

Dengan hormat,
Sehubungan dengan penunjukan kami sebagai Penilai Independen berdasarkan Proposal Penawaran
Nomor : 076/2.0044-00/ANA-P/SH/III/25 tanggal 17 Maret 2025 yang telah ditanda tangani direksi
PT Adhi Commuter Properti, Tbk pada tanggal 19 Maret 2025 dan Perjanjian Kerja (Kontrak)
Pekerjaan Jasa Kajian Opini Kewajaran (Fairness Opinion) Atas Transaksi Pinjaman Dana PT Adhi Karya
(Persero) Tbk Kepada PT Adhi Commuter Properti Tbk No. 114-3/077/III/2025 tanggal 18 Maret
2025, kami ditugaskan untuk melakukan penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
atas Pinjaman Dana dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk (<ADHI=) kepada PT Adhi Commuter
Properti Tbk (<ADCP/Perseroan=) (Shareholder Loan) secara penuh, maka bersama ini kami
sampaikan Laporan Penilaian Pendapat Kewajaran tersebut. Penilai tunduk pada Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tentang "Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan" dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang <Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha=.

Transaksi ini termasuk dalam kriteria transaksi yang terkait dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 42/POJK.04/2020 tentang "Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan" (<POJK 42
Tahun 2020=) yang ditetapkan pada tanggal 1 Juli 2020 oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa
Keuangan Republik Indonesia. Serta Transaksi ini tidak termasuk kedalam kriteria transaksi yang
terkait dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang <Transaksi Material
dan Perubahan Kegiatan Usaha= (<POJK 17 Tahun 2020=) yang ditetapkan pada tanggal 20 April
2020 oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia.

Karena Transaksi hanya termasuk dalam kriteria "Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan", maka laporan ini hanya akan digunakan untuk memenuhi ketentuan POJK 42 Tahun
2020.
Page 3
STATUS PENILAI
Kantor Jasa Penilai Publik Amin, Nirwan, Alfiantori dan Rekan (KJPP ANA & Rekan) adalah suatu
badan hukum yang berbentuk persekutuan yang telah memiliki Izin Usaha dari Menteri Keuangan
Nomor : 2.09.0044 melalui Surat Keputusan Menteri Keuangan RI, Nomor : 550/KM.1/2009, tanggal
10 Juni 2009. Persekutuan ini memiliki 25 (dua puluh lima) orang Rekan termasuk Pemimpin Rekan
yang semuanya merupakan Penilai Publik yang telah memiliki izin dari Menteri Keuangan.
Penilai adalah partner dari KJPP ANA & Rekan dengan kualifikasi sebagai berikut :

Nama Penilai                                 : Syaiful Hasan, S.E., Ak., CA., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
Nomor Anggota MAPPI                          : 03-S-01768
Nomor Izin Penilai Publik                    : B-1.15.00421
Klasifikasi Bidang Jasa                      : Penilai Bisnis (B)
Surat Keputusan Menteri Keuangan RI          : 155/KM.1/2015 tertanggal 27 Februari 2015
Nomor STTD Pasar Modal                       : STTD.PB-31/PJ-1/PM.02/2023
Nomor IKNB                                   : 126/NB.122/STTD.P/2018
KJPP ANA & Rekan adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan
Pasar Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan ini. Dalam melaksanakan penilaian
ini, KJPP ANA & Rekan bertindak secara objektif dan tidak memihak, menjunjung tinggi kebenaran
dan bersikap adil dalam hubungan profesional dan bisnis. KJPP ANA & Rekan juga bertindak secara
independen dalam penyusunan Laporan Penugasan ini tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak
terafiliasi dengan Pemberi Tugas, Objek Penugasan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan
Pemberi Tugas dan Objek Penugasan. KJPP ANA & Rekan juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan
untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama
sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.
KJPP ANA & Rekan melaksanakan penilaian dengan tenaga Penilai yang telah memenuhi persyaratan
pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh
pemerintah yaitu Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).

PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN
Pemberi Tugas
Nama Pemberi Tugas           : PT Adhi Commuter Properti Tbk
Jenis Usaha                  : Bidang Pengembangan Properti
Alamat Korespondensi         : Jalan Pengantin Alin No. 88, Ciracas, Kota Jakarata Timur, 13740
No. Telpon                   : +62 (21) 228 229 80
Faksimili                    : +62 (21) 228 229 81
Email                        : corsec@adcp.co.id, prod.tod@gmail.com, putupradityaap@gmail.com
Penanggung Jawab             : Bapak Miftakhu Rokhman
Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                     ii
Page 4
Pengguna Laporan
Nama Pemberi Tugas           : PT Adhi Commuter Properti Tbk
Jenis Usaha                  : Bidang Pengembangan Properti
Alamat Korespondensi         : Jalan Pengantin Alin No. 88, Ciracas, Kota Jakarata Timur, 13740
No. Telpon                   : +62 (21) 228 229 80
Faksimili                    : +62 (21) 228 229 81
Email                        : corsec@adcp.co.id, prod.tod@gmail.com, putupradityaap@gmail.com
Penanggung Jawab             : Bapak Miftakhu Rokhman

LATAR BELAKANG
PT Adhi Commuter Properti Tbk (<ADCP/Perseroan=) merupakan pengembang properti berkonsep
Transit Oriented Development (TOD) di Indonesia. ADCP merupakan salah satu anak usaha dari Badan
Usaha Milik Negara (BUMN), PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) dan bergerak di bidang Property,
Hospitality & Support Facilities. Bisnis ADCP berawal di Departemen Transit Oriented Development (TOD)
dari ADHI pada tahun 2015 dan berkembang menjadi entitas terpisah pada tahun 2018. PT Adhi
Commuter Properti didirikan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dalam menyediakan kawasan
hunian terintegrasi dan fasilitas pendukung di area sekitar jalur transportasi massal. Saat ini, pemegang
saham mayoritas masih dipegang oleh ADHI dengan besaran porsi kepemilikan sebanyak 90% dan
10% lainnya merupakan saham Publik.

Seiring dengan kegiatan usaha, ADCP telah menerima pencairan pendanaan atas pinjaman Dana Jangka
Pendek dari Induk Perusahaan kepada Anak Perusahaan (Shareholder Loan) secara penuh. Pinjaman ini
diberikan oleh ADHI kepada ADCP dengan nilai sebesar Rp82.000.000.000,- (delapan puluh dua miliar
rupiah). sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian Peminjaman Dana antara ADHI dan
ADCP, sebagaimana diatur dalam perjanjian Nomor 031-2/2025/039 dan Nomor 112-
1/3/ADCP/I/2025. Transaksi ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk mendukung kebutuhan
operasional ADCP yang masih memerlukan tambahan pendanaan dalam memperkuat modal kerja.

OBJEK PENILAIAN

Objek dalam penilaian Pendapat Kewajaran ini adalah Pemberian Pinjaman Dana dari ADHI kepada
ADCP (Shareholder Loan) secara penuh.

MAKSUD DAN TUJUAN PENILAIAN PENDAPAT KEWAJARAN

Tujuan dari analisis kewajaran ini adalah untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Transaksi berupa
Pemberian Pinjaman Dana dari ADHI kepada ADCP (Shareholder Loan) secara penuh, serta dalam
rangka memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan.


Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                    iii
Page 5
SIFAT DAN HUBUNGAN TRANSAKSI DENGAN PERATURAN
•    Transaksi Material
                                                                          PERHITUNGAN NILAI
         Keterangan                       PER 31 Desember 2024
                                                                                 MATERIAL
                                                                       Merupakan Transaksi Afiliasi
 Nilai Yang Ditransaksikan    Rp82.000.000.000,-                       melebihi Rp. 5 Miliar.

 Ekuitas ADCP                 Rp2.616.966.560.443-                     Nilai transaksi mencapai 3,13%
                                                                       ekuitas ADCP

Berdasarkan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material Dan Perubahan Kegiatan
Usaha, maka Transaksi tersebut tidak termasuk dalam kategori transaksi yang material.
•    Transaksi Afiliasi
Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 42/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan, dimana Pemberian Pinjaman Dana dari ADHI kepada
ADCP (Shareholder Loan) secara penuh, termasuk dalam kategori transaksi afiliasi sebagaimana Peraturan
tersebut di atas.
•    Benturan Kepentingan
Transaksi bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan
OJK No. 42/POJK.04/2020, mengingat dalam Transaksi tersebut tidak terdapat perbedaan antara
kepentingan ekonomis ADCP dengan kepentingan ekonomis Direktur, Komisaris dan Pemegang
Saham Utama ADCP yang dapat merugikan ADCP karena adanya Transaksi tersebut.

RUANG LINGKUP PENDAPAT KEWAJARAN
Ruang lingkup dari pekerjaan ini adalah melakukan penilaian terhadap kewajaran Transaksi, berupa
Pemberian Pinjaman Dana dari ADHI kepada ADCP (Shareholder Loan) secara penuh yang didasakan
pada analisis untuk memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui POJK No.
42/POJK.04/2020 dan POJK No.17/POJK.04/2020. Berdasarkan analisis materialitas dan afiliasi yang
dilakukan, Transaksi yang akan dilakukan oleh ADCP merupakan transaksi afiliasi namun bukan
merupakan transaksi material. Dimana nilai transaksi senilai Rp82.000.000.000,- (delapan puluh dua
miliar rupiah) tidak mencapai 20% dari ekuitas ADCP sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

PEDOMAN DAN STANDAR PENILAIAN
Laporan ini telah disusun sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
POJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis Di Pasar
Modal, dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang
Pedoman Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis Di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai
Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII – 2018, Edisi Revisi 2022.



Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                  iv
Page 6
TANGGAL PENILAIAN PENDAPAT KEWAJARAN

Tanggal penilaian atas analisis kewajaran Transaksi ini dilakukan pada tanggal 31 Desember 2024.

JENIS MATA UANG YANG DIGUNAKAN
Dalam penugasan ini satuan untuk mata uang yang digunakan adalah mata uang Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI) yaitu Indonesian Rupiah (IDR) dengan simbol Rp.

KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENT)
Dari tanggal Pendapat Kewajaran (cut off date) 31 Desember 2024 hingga laporan Pendapat Kewajaran
ini diterbitkan pada tanggal 19 Mei 2025 tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat
Kewajaran (Subsequent Event).

PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini, Kantor Jasa Penilai Publik Amin, Nirwan,
Alfiantori dan Rekan bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak
terafiliasi dengan ADCP ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan ADCP. Kantor Jasa Penilai Publik
Amin, Nirwan, Alfiantori dan Rekan juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi
terkait dengan penugasan ini.

SUMBER DATA DAN INFORMASI
Berikut data dan informasi yang digunakan dalam penyusunan Laporan Pendapatan Kewajaran:

1. Laporan keuangan konsolidasian ADCP per tanggal 31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh
   Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar dalam
   semua hal yang material, dengan laporan No. 00400/2.1030/AU.1/03/0181-1/1/IV/2020 tanggal
   01 April 2020.
2. Laporan keuangan konsolidasian ADCP per tanggal 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh
   Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar dalam
     semua hal yang material, dengan laporan No. 00283/2.1030/AU.1/03/0181-2/1/III/2021 tanggal
     30 Maret 2021.
3. Laporan keuangan konsolidasian ADCP per tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh
   Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar dalam
   semua hal yang material, dengan laporan No. 00325/2.1030/AU.1/03/0181-3/1/IV/2022 tanggal
   18 April 2022.
4. Laporan keuangan konsolidasian ADCP per tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh
   Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar dalam
   semua hal yang material, dengan laporan No. 00097/2.1030/AU.1/03/1680-1/1/II/2023 tanggal
   28 Februari 2023.

Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                    v
Page 7
5. Laporan keuangan konsolidasian ADCP per tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh
   Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar dalam
   semua hal yang material, dengan laporan No. 00099/2.1030/AU.1/03/1680-2/1/III/2024 tanggal
   04 Maret 2024.
6. Laporan keuangan konsolidasian ADCP per tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh
   Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar dalam
   semua hal yang material, dengan laporan No. 00078/2.1030/AU.1/03/1680-3/1/II/2025 tanggal
   28 Februari 2025.
7. Laporan Informasi Keuangan Konsolidasian Proforma yang disiapkan dan disampaikan oleh
     manajemen ADCP
8. Perjanjian Pinjaman Dana Pemegang Saham antara PT Adhi Karya (Persero), Tbk dan
   PT Adhi Commuter Properti, Tbk yang telah di tanda tangani tanggal 31 Januari 2025 dengan
   nomor perjanjian 031-2/2025/002 dan 112-1/3/ADCP/I/2025.
9. Proyeksi posisi keuangan, laba/rugi, dan Arus Kas (Konsolidasian) sebelum dan setelah transaksi
   periode 1 Januari 2025 hingga 31 Desember 2034 yang disusun dan disiapkan oleh manajemen
   ADCP.
10. Representation Letter yang disiapkan oleh manajemen ADCP kepada KJPP Amin, Nirwan, Alfiantori
     dan Rekan sehubungan dengan penugasan penilaian.
Seluruh data dan informasi yang digunakan dalam penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran ini
diperoleh dari Manajemen ADCP yang diwakili oleh Bapak Miftakhu Rokhman
(miftakhu.rokhman@adhi.co.id),         melalui       room     data     dengan        link
(https://drive.google.com/drive/folders/1qsytX38lUoiHUknQ6yNK2vN6mop5p25C) dan melalui
WhatsApp.

PENDEKATAN DAN METODE PENILAIAN

Penilaian kewajaran transaksi dilakukan dengan cara :

1. Analisis Transaksi, meliputi identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak yang bertransaksi,
   perjanjian dan persyaratan yang disepakati dalam transaksi; dan penilaian atas risiko dan manfaat dari
   transaksi yang akan dilakukan.
2. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Transaksi,
   Analisis Kualitatif meliputi hal-hal sebagai berikut riwayat perusahaan dan sifat kegiatan usaha;
   analisis industri dan lingkungan; analisis operasional dan prospek Perusahaan; alasan dilakukannya
   transaksi; dan keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif atas transaksi yang akan dilakukan.
   Analisis Kuantitatif meliputi hal-hal sebagai berikut
   - Penilaian terhadap dampak Transaksi pada laporan keuangan konsolidasian ADCP atas Transaksi
     Pemberian Pinjaman Dana dari ADHI kepada ADCP (Shareholder Loan) secara penuh.
Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                    vi
Page 8
   - Penilaian atas potensi pendapatan, aset, liabilitas, dan kondisi keuangan perusahaan, termasuk
     penilaian kinerja historis; penilaian arus kas; penilaian atas proyeksi keuangan yang diperoleh dari
     pihak manajemen pemberi tugas; analisis rasio keuangan; dan analisis laporan keuangan sebelum
     transaksi dan proforma laporan keuanan setelah transaksi dilakukan.

   - Melakukan analisis inkremental (incremental analysis) untuk mengukur nilai tambah dari transaksi
     dengan mempertimbangkan paling sedikit hal-hal sebagai berikut : kontribusi nilai tambah
     terhadap pemegang saham perusahaan sebagai akibat dari transaksi yang akan dilakukan,
     termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan perusahaan; biaya atau pendapatan yang
     relevan; informasi non keuangan yang relevan; prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan
      dalam menentukan rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain; dan hal
      material lainnya yang dapat memberikan keyakinan bagi Penilai Bisnis dalam memberikan opini
      kewajaran transaksi.
   - Melakukan analisis sensitivitas (sensitivity analysis) untuk mengukur keuntungan dan kerugian dari
     transaksi yang akan dilakukan (jika diperlukan).

3. Analisis atas Kewajaran Transaksi meliputi perbandingan antara suku bunga dengan suku bunga
   Transaksi; dan analisis untuk memastikan bahwa Transaksi layak dilakukan dan memberikan nilai
   tambah bagi pemegang saham.

   Analisis atas kewajaran Transaksi dilakukan melihat kemampuan pembayaran dalam mengembalikan
   pinjaman.

KESIMPULAN

Keputusan pemegang saham untuk melakukan Transaksi berupa Pemberian Pinjaman Dana dari ADHI
kepada ADCP (Shareholder Loan) secara penuh, menurut pendapat Penilai sudah tepat karena dengan
Pemberian Fasilitas Pinjaman tersebut, memberikan dampak positif bagi ADCP.

• Manfaat Transaksi

Beberapa manfaat yang akan diperoleh dengan dilaksanakannya transaksi adalah sebagai berikut :

 1.   Dana yang diperoleh akan digunakan untuk kebutuhan operasional ADCP, memastikan
      kelancaran operasional dan kegiatan bisnis, terutama dalam periode Triwulan I Tahun 2025.

 2.   Pinjaman ini akan digunakan untuk membiayai proyek penting yang dapat meningkatkan nilai
      properti dan potensi pendapatan di masa depan. Keberhasilan proyek ini dapat memberikan
      dampak positif pada laba bersih ADCP di masa yang akan datang.

 3.   Pinjaman ini akan digunakan untuk membiayai proyek penting yang dapat meningkatkan nilai
      properti dan potensi pendapatan di masa depan. Keberhasilan proyek ini dapat memberikan
      dampak positif pada laba bersih ADCP di masa yang akan datang.



Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                   vii
Page 9
 4. Melalui transaksi ini, ADCP menunjukkan transparansi dalam pengelolaan keuangan dan
    akuntabilitas kepada pemangku kepentingan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan
    investor dan kreditor terhadap ADCP.
Pertimbangan Atas Kewajaran Transaksi
• Manfaat atas Transaksi Pemberian Pinjaman oleh ADHI kepada ADCP antara lain.
   1. ADCP memperoleh dukungan finansial untuk keperluan operasional; dan.
   2. ADCP juga dapat melanjutkan pengembangan proyek yang sedang berjalan sehingga dapat
      menjaga kepercayaan investor dan pembeli dengan ketepatan jadwal serah terima yang sudah
      dicanangkan.
• Keuntungan yang diberikan dengan adanya Transaksi, antara lain :
   1. Memperoleh dana pinjaman secara cepat dengan bunga kompetitif dari shareholder sebesar
      Rp82.000.000.000,- (delapan puluh dua miliar rupiah).
  2. Merupakan bentuk pemberian dukungan finansial dari ADHI kepada ADCP, guna tujuan
     mendukung kegiatan operasional ADCP.
  3. Dukungan finansial tersebut diharapkan akan mendukung realisasi rencana operasional ADCP
     yang sudah dicanangkan sebelumnya.
• Berdasarkan hasil analisis nilai tambah atau inkremental diketahui bahwa Transaksi memberikan nilai
  tambah bagi ADCP, karena Transaksi Pinjaman yang diberikan oleh ADHI memperbaiki kondisi
  keuangan ADCP dan pinjaman tersebut utamanya akan digunakan untuk memperkuat modal kerja.
• Berdasarkan analisis perbandingan tarif bunga, tarif bunga atas fasilitas pinjaman yang diberikan oleh
  ADHI kepada ADCP tidak jauh berbeda dengan tarif bunga pinjaman pasar dari beberapa kelompok
  bank.

PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI
Berdasarkan hasil analisis terhadap Transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif, nilai transaksi serta
dampak positif bagi ADCP berdasarkan pertimbangan bisnis maka Transaksi berupa Pinjaman
Pemegang Saham PT Adhi Karya (Persero), Tbk Kepada PT Adhi Commuter Properti, Tbk
dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 42/POJK.04/2020
tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan adalah wajar.
Mengingat bahwa ada kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dan tanggal laporan ini disusun dengan
pelaksanaan Transaksi, maka opini di atas berlaku bila tidak ada perubahan yang memiliki dampak yang
signifikan terhadap kewajaran transaksi dan hubungan manajemen ADCP dengan pelaksana Transaksi,
yang meliputi kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, peraturan
Pemerintah Indonesia dan perubahan organisasi dan/atau manajemen ADCP setelah tanggal laporan ini
dikeluarkan. Pendapat Kewajaran atas Transaksi mungkin akan berbeda jika setelah laporan ini
dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut diatas.
Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                   viii
Page 10
BATASAN PENDAPAT KEWAJARAN

Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi ADCP dalam kaitannya dengan Transaksi
dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain, atau untuk kepentingan lain.

Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk menyetujui
Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi, dan tidak dapat digunakan
secara demikian oleh pemegang saham.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisa
dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara keseluruhan dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran ini.
Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi ekonomi dan peraturan yang ada pada saat
ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi pendapat Kewajaran kami
karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini
tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan dari
Kantor Jasa Penilai Publik Amin, Nirwan, Alfiantori dan Rekan.
Kami tegaskan bahwa kami tidak mengambil keuntungan, baik sekarang maupun di masa yang akan
datang, atas nilai saham yang diperoleh. Data faktual yang diproses disimpan dalam file kami untuk
keperluan referensi dikemudian hari apabila ada otorisasi tambahan yang memerlukan laporan terinci,
termasuk dokumentasi data ini atas permintaan tersedia untuk diperiksa.




Hormat kami,




Syaiful Hasan, S.E., Ak., CA., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
Rekan
Nomor Anggota MAPPI         :   03-S-01768
Nomor Izin Penilai Publik   :   B-1.15.00421
Klasifikasi Bidang Jasa     :   Penilaian Bisnis (B)
Nomor STTD Pasar Modal      :   STTD.PB-31/PJ-1/PM.02/2023
Nomor IKNB                  :   126/NB.122/STTD.P/2018




Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                 ix
Page 11
                                        PERNYATAAN PENILAI
Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Amin, Nirwan, Alfiantori dan Rekan adalah suatu badan hukum yang
berbentuk persekutuan yang telah memiliki Izin Usaha dari Menteri Keuangan Nomor : 2.09.0044
melalui Surat Keputusan Menteri Keuangan RI, Nomor : 550/KM.1/2009, tanggal 10 Juni 2009.
Persekutuan ini memiliki 25 (dua puluh lima) orang Rekan termasuk Pemimpin Rekan yang semuanya
merupakan Penilai Publik yang telah memiliki izin dari Menteri Keuangan.
Syaiful Hasan, S.E., Ak., CA., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.) yang bertindak sebagai penanggung jawab
dalam penugasan ini merupakan Rekan di KJPP ANA dan Rekan serta merupakan Penilai Publik sesuai
izin No. B-1.15.00421 dan terdaftar pada Kementerian Keuangan. Syaiful Hasan, S.E., Ak., CA.,
M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.) juga telah terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di OJK sesuai
dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PB-31/PJ-1/PM.02/2023
dan Industri Keuangan Non-Bank No. 126/NB.122/STTD.P/2018.

KJPP Amin, Nirwan, Alfiantori dan Rekan dengan ini menyatakan bahwa :

1.    Penugasan pekerjaan ini bersifat Independen sesuai dengan ketentuan independensi dalam
      Peraturan OJK No. VIII C 2 tentang <Independensi Penilai Yang Melakukan Kegiatan di Pasar
      Modal=.

2.    Perhitungan dan analisis dalam rangka Pemberian Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) telah
      dilakukan dengan benar.

3.    Penilai Bisnis bertanggungjawab atas Laporan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion).

4.    Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada Tanggal Penilaian
      (Cut Off Date), yaitu 31 Desmber 2024

5.    Analisis telah dilakukan untuk tujuan penilaian sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
      Penilaian Bisnis;

6.    Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan
      yang berlaku.

7.    Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan dalam laporan.

8.    Kesimpulan Pendapat Kewajaran telah sesuai dengan asumsi - asumsi dan kondisi pembatas; dan

9.    Data ekonomi dan industri dalam Laporan Penilaian Pendapat Kewajaran diperoleh dari berbagai
      sumber yang diyakini Penilai Bisnis dapat dipertanggungjawabkan.

10.   Tidak seorang pun selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam pelaksanaan
      inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana dinyatakan dalam laporan
      Penilaian ini.
Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                  x
Page 12
11.   Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh Penilai serta laporan Penilaian telah dibuat
      dengan      memenuhi       ketentuan   Peraturan   Otoritas   Jasa   Keuangan    (POJK)     Nomor
      35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 17/SEOJK.04/2020,
      serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII –
      2018, Edisi Revisi 2022.

12.   Seluruh tim yang terlibat dalam penugasan ini yang terdiri dari Penanggung Jawab, Reviewer,
      Penilai, dan Surveyor merupakan satu kesatuan tim yang berada di bawah koordinator Penilai
      Berizin atau Penanggung Jawab laporan penilaian.
Penanggung Jawab           : Rekan yang merupakan Penilai Publik, profesional yang telah memiliki
                             pengalaman sebagai Penilai untuk berbagai macam tujuan penilaian meliputi
                             berbagai jenis usaha yang berlokasi di berbagai wilayah di Indonesia. Penilai
                             Publik ini dalam penugasan Penilaian bertindak sebagai Pimpinan (Team
                             Leader) dan bertanggungjawab secara penuh atas pelaksanaan pekerjaan
                             penilaian mulai dari penerimaan penugasan sampai kepada penyampaian
                             laporan termasuk hasil penilaiannya dan berkewajiban menandatangani
                             Laporan Penilaian.
Reviewer                   : Penilai profesional anggota MAPPI yang kompeten dan memiliki keahlian
                             penilaian sesuai dengan lingkup penugasan penilaian. Reviewer bertugas
                             melakukan evaluasi terhadap data dan metode analisis yang dilakukan terkait
                             dengan penugasan serta evaluasi terhadap aspek redaksional, format dan
                             urutan pada Laporan Penilaian.
Penilai                    : Penilai merupakan profesional yang memiliki keahlian dibidangnya sesuai
                             dengan latar belakang pendidikannya dan pengalamannya. Penilai bertugas
                             melakukan proses investigasi, penerapan pendekatan penilaian, penyusunan
                             kertas kerja penilaian, dan pelaporan penilaian. Penilai bertanggung jawab
                             untuk memastikan proses inspeksi, penelaahan, perhitungan dan analisis
                             telah dilakukan dengan benar sesuai dengan lingkup penugasan yang telah
                             disepakati serta memastikan data-data yang digunakan telah sesuai.




Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                     xi
Page 13
Para Penilai yang terlibat dalam pelaksanaan penilaian ini adalah :

1.    Penanggung Jawab

      Syaiful Hasan, S.E., Ak., CA., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
      Nomor Anggota MAPPI         : 03-S-01768
      Nomor Izin Penilai Publik   : B-1.15.00421
      Klasifikasi Bidang Jasa     : Penilaian Bisnis (B)
      Nomor STTD Pasar Modal      : STTD.PB-31/PJ-1/PM.02/2023
      Nomor IKNB                  : 126/NB.122/STTD.P/2018            ……………………..

2.    Reviewer

      Iin Nur Indah Ilmiah S.E., Ak., CA.
      Nomor Anggota MAPPI         : 13-T-04702
      Nomor Register Penilai      : RMK-2017.01118                    ……………………..

3.    Penilai

      Afrian Satria, S.Si., MAPPI (Cert.)
      Nomor Anggota MAPPI         : 15-S-05941
      Nomor Register Penilai      : RMK-2020.03401                    ……………………..


      Prily Mustika Yana, S.Ak.
      Nomor Anggota MAPPI         : 19-P-09804
      Nomor Register Penilai      : RMK-2023.04593                    ……………………..




Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                              xii
Page 14
 LAPORAN PENILAIAN
PENDAPAT KEWAJARAN
  (FAIRNESS OPINION)



PT Adhi Commuter Properti Tbk
Page 15
                                                                     DAFTAR ISI

                                                                                                                                                     Halaman
Surat Pengantar ....................................................................................................................................................i
Pernyataan Penilai ............................................................................................................................................. x

DAFTAR ISI .............................................................................................................................. 1
DAFTAR TABEL ..................................................................................................................... 3
DAFTAR GAMBAR ................................................................................................................. 4
1. PENDAHULUAN ............................................................................................................... 5
   1.1. Status Penilai ...................................................................................................................................... 5
   1.2. Latar Belakang ................................................................................................................................... 5
   1.3. Tanggal Penilaian dan Masa Berlaku Laporan Penilaian ............................................................. 6
   1.4. Pemberi Tugas Dan Pengguna Laporan ........................................................................................ 6
   1.5. Objek Penilaian.................................................................................................................................. 7
   1.6. Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran ................................................................. 7
   1.7. Benturan Kepentingan Atas Transaksi yang Akan Dilakukan.................................................... 7
   1.8. Sumber Data, Informasi dan Prosedur yang digunakan .............................................................. 7
   1.9. Ruang Lingkup .................................................................................................................................. 9
   1.10. Asumsi – Asumsi Dan Kondisi Pembatas..................................................................................... 9
   1.11. Informasi Mengenai Hubungan Pihak Yang Akan Melakukan Transaksi ....................... 11
   1.12. Penilai Bisnis dan/atau Properti Serta Hasil Penilaian Yang Menjadi Dasar Dalam Pemberian
         Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Pinjam-Meminjam ......................................................... 11
   1.13. Tingkat Kedalaman Investigasi ..................................................................................................... 11
   1.14. Pernyataan Independensi Penilai .................................................................................................. 13
   1.15. Tanggung Jawab Penilai ................................................................................................................. 13
   1.16. Metodologi Pengkajian Transaksi Pinjam-Meminjam Dana..................................................... 13
   1.17. Penugasan Penilaian Profesional ................................................................................................... 13
   1.18. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)................................................. 14
   1.19. Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi ........................................................................... 14
2. ANALISIS TRANSAKSI ..................................................................................................... 15
   2.1. Identitas Pihak – Pihak Yang Bertransaksi .................................................................................. 15
   2.2. Transaksi ........................................................................................................................................... 15
   2.3. Sifat dan Hubungan Transaksi dengan Peraturan ...................................................................... 16
   2.4. Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Perusahaan terkait Transaksi .............................. 18
   2.5. Perjanjian dan Persyaratan Yang Disepakati Dalam Transaksi ................................................ 18
   2.6. Penilaian Atas Risiko Dan Manfaat Dari Transaksi Yang Akan Dilakukan ........................... 18
3. ANALISIS KUALITATIF ................................................................................................... 21
   3.1. Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha ........................................................................... 21
   3.2. Analisis Industri Dan Lingkungan ................................................................................................ 25
   3.3. Analisis Operasional Dan Prospek Perusahaan .......................................................................... 36
   3.4. Alasan Dilakukannya Transaksi..................................................................................................... 38
   3.5. Analisis Skema dan Para Pihak Terkait Transaksi ...................................................................... 38

Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                                                                                   1
Page 16
   3.6. Keuntungan Dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif Atas Transaksi Yang Akan Dilakukan38
   3.7. Analisis Dampak Leverage Keuangan dengan Industri yang Sejenis dan Sebanding ........... 39
   3.8. Analisis Dampak Likuiditas ........................................................................................................... 40
   3.9. Analisis Dampak Keuangan Perusahaan Jika Transaksi Gagal ................................................ 40
4. ANALISIS KUANTITATIF ............................................................................................... 41
   4.1. Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Liabilitas, Dan Kondisi Keuangan Perusahaan.. 41
   4.2. Analisis Yield Dari Transaksi Pinjam-Meminjam Dana .......................................................... 63
   4.3. Analisis Inkremental (Incremental Analysis) ................................................................................ 63
   4.4. Analisis Sensitivitas (Sensitivity Analysis) ...................................................................................... 66
   4.5. Analisis Atas Jaminan Yang Terkait Dengan Transaksi Pinjam-Meminjam Dana ................ 67
   4.6. Kesimpulan Pendapat Atas Kewajaran Transaksi ...................................................................... 67
   4.7. Penutup ............................................................................................................................................. 67




Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                                                                             2
Page 17
                                                           DAFTAR TABEL

                                                                                                                                                 Halaman

Tabel 2.1. Perhitungan Materialitas.....................................................................................................................16
Tabel 2.2. Hubungan Afiliasi Berdasarkan Kesamaan Direktur dan Komisaris ..........................................17
Tabel 3.1. Susunan Pemegang Saham ADHI....................................................................................................22
Tabel 3.2. Susunan Pengurus ADHI ..................................................................................................................22
Tabel 3.3. Struktur Entitas Anak ADHI ............................................................................................................23
Tabel 3.4. Susunan Pemegang Saham ADCP ...................................................................................................24
Tabel 3.5. Susunan Pengurus ADCP ..................................................................................................................24
Tabel 3.6. Rasio Solvabilitas Perusahaan Pembanding ....................................................................................39
Tabel 3.7. Rasio Solvabilitas atau Leverage atas Proyeksi Keuangan ...............................................................39
Tabel 3.8. Rasio Solvabilitas atau Leverage atas Proyeksi Keuangan (Lanjutan) ............................................40
Tabel 3.9. Rasio Likuiditas atas Proyeksi Keuangan ........................................................................................40
Tabel 3.10. Rasio Likuiditas atas Proyeksi Keuangan (sesuaikan) (Lanjutan) ..............................................40
Tabel 4.1. Kinerja Laba Rugi ADCP ..................................................................................................................42
Tabel 4.2. Kinerja Posisi Keuangan ADCP.......................................................................................................45
Tabel 4.3. Kinerja Arus Kas ADCP ...................................................................................................................47
Tabel 4.4. Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Transaski (Dalam Ribuan Rupiah) .....................................49
Tabel 4.5. Proyeksi Laba Rugi Sebelum Transaski (Dalam Ribuan Rupiah) ...............................................49
Tabel 4.6. Proyeksi Arus Kas Sebelum Transaski (Dalam Ribuan Rupiah) .................................................50
Tabel 4.7. Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Transaski (Dalam Ribuan Rupiah) .......................................50
Tabel 4.8. Proyeksi Laba Rugi Setelah Transaski (Dalam Ribuan Rupiah)...................................................51
Tabel 4.9. Proyeksi Arus Kas Setelah Transaski (Dalam Ribuan Rupiah) ....................................................51
Tabel 4.10. Analisa Rasio Keuangan ADCP .....................................................................................................52
Tabel 4.11. Analisa Rasio Keuangan ADCP .....................................................................................................53
Tabel 4.12. Analisa Rasio Keuangan ADCP .....................................................................................................55
Tabel 4.13. Laporan Laba (Rugi) Konsolidasian Proforma ADCP (Dalam Ribu Rupiah) ........................58
Tabel 4.14. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Proforma ADCP (Dalam Ribu Rupiah)................58
Tabel 4.15. Laporan Arus Kas Konsolidasian Proforma ADCP (Dalam Ribu Rupiah) ............................58
Tabel 4.16. Perputaran Modal Kerja...................................................................................................................59
Tabel 4.17. Rasio Kemampuan Pengembalian ADCP (%) .............................................................................60
Tabel 4.18. Analisis Kemampuan Pemberian Pinjaman (Dalam Ribu Rupiah) ...........................................61
Tabel 4.19. Perbandingan Suku Bunga Pinjaman Pasar ..................................................................................63
Tabel 4.20. Rentang Kewajaran Suku Bunga ....................................................................................................63
Tabel 4.21. Analisis Inkremental Laporan Laba (Rugi) (Dalam Ribu Rupiah) ............................................64
Tabel 4.22. Analisis Inkremental Laporan Posisi Keuangan (Dalam Ribu Rupiah) ....................................65
Tabel 4.23. Analisis Inkremental Laporan Perubahan Arus Kas ...................................................................65
Tabel 4.24. Analisis Sensitivitas ...........................................................................................................................66


Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                                                                        3
Page 18
                                                           DAFTAR GAMBAR

                                                                                                                                                       Halaman

Gambar 1.1. Dokumentasi Survey ......................................................................................................................12
Gambar 2.1. Hubungan berdasarkan Kepemilikan Saham .............................................................................16
Gambar 3.1. Indeks Bursa Global Triwulan IV 2024 ......................................................................................26
Gambar 3.2. Pertumbuhan dan Proyeksi PDB Indonesia...............................................................................27
Gambar 3.3. Pergerakan Nilai Tukar Rupiah ....................................................................................................28
Gambar 3.4. Inflasi ................................................................................................................................................29
Gambar 3.5. Suku Bunga Kredit; KMK, KI, KK ............................................................................................30
Gambar 3.6. Pertumbuhan Tahunan Indeks Permintaan Kategori Sewa (% yoy) ......................................32
Gambar 3.7. Pertumbuhan Tahunan Indeks Permintaan Kategori Jual (% yoy) ........................................32
Gambar 3.8. Pertumbuhan Triwulanan Indeks Permintaan Kategori Sewa (% qtq) ..................................33
Gambar 3.9. Pertumbuhan Triwulanan Indeks Permintaan Kategori Jual (% qtq) ....................................33
Gambar 3.10. Pertumbuhan Tahunan Indeks Pasokan Kategori Sewa (% yoy) .........................................33
Gambar 3.11. Pertumbuhan Tahunan Indeks Pasokan Kategori Jual (% yoy) ............................................33
Gambar 3.12. Pertumbuhan Triwulanan Indeks Pasokan Kategori Sewa (% qtq) .....................................34
Gambar 3.13. Pertumbuhan Triwulanan Indeks Pasokan Kategori Jual (% qtq) ........................................34
Gambar 3.14. Perkembangan Indeks Harga Kategori Sewa Tahunan (% yoy) ...........................................34
Gambar 3.15. Perkembangan Indeks Harga Kategori Jual Tahunan (% yoy)..............................................34
Gambar 3.16. Perkembangan Indeks Harga Kategori Sewa Triwulanan (% qtq) .......................................35
Gambar 3.17. Perkembangan Indeks Harga Kategori Jual Triwulanan (% qtq) ..........................................35
Gambar 3.18. Hubungan Pihak-pihak yang Bertransaksi................................................................................38




Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                                                                               4
Page 19
1.     PENDAHULUAN

1.1.   Status Penilai

Kantor Jasa Penilai Publik Amin, Nirwan, Alfiantori dan Rekan (KJPP ANA & Rekan) adalah suatu
badan hukum yang berbentuk persekutuan yang telah memiliki Izin Usaha dari Menteri Keuangan
Nomor : 2.09.0044 melalui Surat Keputusan Menteri Keuangan RI, Nomor : 550/KM.1/2009, tanggal
10 Juni 2009. Persekutuan ini memiliki 25 (dua puluh lima) orang Rekan termasuk Pemimpin Rekan
yang semuanya merupakan Penilai Publik yang telah memiliki izin dari Menteri Keuangan.

Penilai adalah partner dari KJPP ANA & Rekan dengan kualifikasi sebagai berikut :
Nama Penilai                             : Syaiful Hasan, S.E., Ak., CA., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
Nomor Anggota MAPPI                      : 03-S-01768
Nomor Izin Penilai Publik                : B-1.15.00421
Klasifikasi Bidang Jasa                  : Penilai Bisnis (B)
Surat Keputusan Menteri Keuangan RI      : 155/KM.1/2015 tertanggal 27 Februari 2015
Nomor STTD Pasar Modal                   : STTD.PB-31/PJ-1/PM.02/2023
Nomor IKNB                               : 126/NB.122/STTD.P/2018

KJPP ANA & Rekan adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan
Pasar Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan ini. Dalam melaksanakan penilaian
ini, KJPP ANA & Rekan bertindak secara objektif dan tidak memihak, menjunjung tinggi kebenaran
dan bersikap adil dalam hubungan profesional dan bisnis. KJPP ANA & Rekan juga bertindak secara
independen dalam penyusunan Laporan Penugasan ini tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak
terafiliasi dengan Pemberi Tugas, Objek Penugasan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan
Pemberi Tugas dan Objek Penugasan. KJPP ANA & Rekan juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan
untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama
sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.

KJPP ANA & Rekan melaksanakan penilaian dengan tenaga Penilai yang telah memenuhi persyaratan
pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh
pemerintah yaitu Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).

1.2. Latar Belakang

PT Adhi Commuter Properti Tbk (<ADCP=) merupakan pengembang properti berkonsep Transit
Oriented Development (TOD) di Indonesia. ADCP merupakan salah satu anak usaha dari Badan Usaha
Milik Negara (BUMN), PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) dan bergerak di bidang Property,
Hospitality & Support Facilities. Bisnis ADCP berawal di Departemen Transit Oriented Development (TOD)
dari ADHI pada tahun 2015 dan berkembang menjadi entitas terpisah pada tahun 2018. PT Adhi
Commuter Properti didirikan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dalam menyediakan kawasan
Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                  5
Page 20
hunian terintegrasi dan fasilitas pendukung di area sekitar jalur transportasi massal. Saat ini, pemegang
saham mayoritas masih dipegang oleh ADHI dengan besaran porsi kepemilikan sebanyak 90% dan
10% lainnya merupakan saham Publik.

Seiring dengan kegiatan usaha, ADCP telah menerima pencairan pendanaan atas pinjaman Dana Jangka
Pendek dari Induk Perusahaan kepada Anak Perusahaan (Shareholder Loan) secara penuh. Pinjaman ini
diberikan oleh ADHI kepada ADCP dengan nilai sebesar Rp82.000.000.000,- (delapan puluh dua miliar
rupiah). sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian Peminjaman Dana antara ADHI dan
ADCP, sebagaimana diatur dalam perjanjian Nomor 031-2/2025/039 dan Nomor 112-
1/3/ADCP/I/2025. Transaksi ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk mendukung kebutuhan
operasional ADCP yang masih memerlukan tambahan pendanaan dalam memperkuat modal kerja.

1.3. Tanggal Penilaian dan Masa Berlaku Laporan Penilaian

Tanggal penilaian atas analisis kewajaran Transaksi ini dilakukan pada tanggal 31 Desember 2024.
Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 35/2020 Pasal 7 No. 1 <Laporan Penilaian
Bisnis berlaku selama 6 (enam) bulan sejak Tanggal Penilaian=.

1.4. Pemberi Tugas Dan Pengguna Laporan

Pemberi Tugas
Nama Pemberi Tugas           : PT Adhi Commuter Properti Tbk
Jenis Usaha                  : Bidang Pengembangan Properti
Alamat Korespondensi         : Jalan Pengantin Alin No. 88, Ciracas, Kota Jakarata Timur, 13740
No. Telpon                   : +62 (21) 228 229 80
Faksimili                    : +62 (21) 228 229 81
Email                        : corsec@adcp.co.id, prod.tod@gmail.com, putupradityaap@gmail.com
Penanggung Jawab             : Bapak Miftakhu Rokhman

Pengguna Laporan
Nama Pemberi Tugas           : PT Adhi Commuter Properti Tbk
Jenis Usaha                  : Bidang Pengembangan Properti
Alamat Korespondensi         : Jalan Pengantin Alin No. 88, Ciracas, Kota Jakarata Timur, 13740
No. Telpon                   : +62 (21) 228 229 80
Faksimili                    : +62 (21) 228 229 81
Email                        : corsec@adcp.co.id, prod.tod@gmail.com, putupradityaap@gmail.com
Penanggung Jawab             : Bapak Miftakhu Rokhman




Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                    6
Page 21
1.5. Objek Penilaian

Objek penilaian dalam penilaian Pendapat Kewajaran ini adalah Pemberian Pinjaman Dana dari ADHI
kepada ADCP (Shareholder Loan) secara penuh.

1.6. Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran

Tujuan dari analisis kewajaran ini adalah untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Transaksi berupa
Pemberian Pinjaman Dana dari ADHI kepada ADCP (Shareholder Loan) secara penuh, serta dalam
rangka memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui POJK No. 42/POJK.04/2020 dan
POJK No.17/POJK.04/2020.

1.7. Benturan Kepentingan Atas Transaksi yang Akan Dilakukan

Transaksi bukan merupakan Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 42/POJK.04/2020, mengingat dalam Transaksi
tersebut tidak terdapat perbedaan antara kepentingan ekonomis ADHI dengan kepentingan ekonomis
Direktur, Komisaris dan Pemegang Saham Utama ADCP yang dapat merugikan ADCP karena adanya
Transaksi tersebut.

1.8. Sumber Data, Informasi dan Prosedur yang digunakan

1.8.1. Sumber Data dan Informasi

Berikut data dan informasi yang digunakan dalam penyusunan Laporan Pendapatan Kewajaran:

a.   Laporan keuangan konsolidasian ADCP per tanggal 31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh
     Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar dalam
     semua hal yang material, dengan laporan No. 00400/2.1030/AU.1/03/0181-1/1/IV/2020 tanggal
     01 April 2020.
b. Laporan keuangan konsolidasian ADCP per tanggal 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh
   Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar dalam
   semua hal yang material, dengan laporan No. 00283/2.1030/AU.1/03/0181-2/1/III/2021 tanggal
   30 Maret 2021.
c.   Laporan keuangan konsolidasian ADCP per tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh
     Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar dalam
     semua hal yang material, dengan laporan No. 00325/2.1030/AU.1/03/0181-3/1/IV/2022 tanggal
     18 April 2022.
d. Laporan keuangan konsolidasian ADCP per tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh
   Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar dalam
   semua hal yang material, dengan laporan No. 00097/2.1030/AU.1/03/1680-1/1/II/2023 tanggal
   28 Februari 2023.


Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                               7
Page 22
e.   Laporan keuangan konsolidasian ADCP per tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh
     Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar dalam
     semua hal yang material, dengan laporan No. 00099/2.1030/AU.1/03/1680-2/1/III/2024 tanggal
     04 Maret 2024.
f.   Laporan keuangan konsolidasian ADCP per tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh
     Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar dalam
     semua hal yang material, dengan laporan No. 00078/2.1030/AU.1/03/1680-3/1/II/2025 tanggal
     28 Februari 2025.
g.   Laporan Informasi Keuangan Konsolidasian Proforma yang disiapkan dan disampaikan oleh
     manajemen ADCP
h. Perjanjian Pinjaman Dana Pemegang Saham antara PT Adhi Karya (Persero), Tbk dan
   PT Adhi Commuter Properti, Tbk yang telah di tanda tangani tanggal 31 Januari 2025 dengan
   nomor perjanjian 031-2/2025/002 dan 112-1/3/ADCP/I/2025.
i.   Proyeksi posisi keuangan, laba/rugi, dan Arus Kas (Konsolidasian) sebelum dan setelah transaksi
     dari 1 Januari 2025 hingga 31 Desember 2034 yang disusun dan disiapkan oleh manajemen ADCP.
j.   Representation Letter yang disiapkan oleh manajemen ADCP kepada KJPP Amin, Nirwan, Alfiantori
     dan Rekan sehubungan dengan penugasan penilaian.
Seluruh data dan informasi yang digunakan dalam penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran ini
diperoleh dari Manajemen ADCP yang diwakili oleh Bapak Miftakhu Rokhman
(miftakhu.rokhman@adhi.co.id),         melalui       room     data      dengan       link
(https://drive.google.com/drive/folders/1qsytX38lUoiHUknQ6yNK2vN6mop5p25C) dan melalui
WhatsApp.
1.8.2. Prosedur Yang Digunakan

Laporan dan fakta yang terkandung dalam Laporan adalah berdasarkan informasi dan representasi yang
disediakan oleh ADCP dan dikompilasi oleh Penilai. Informasi yang terkandung dalam Laporan ini
adalah benar dan akurat dalam semua hal yang material, tidak menyesatkan, dan bahwa tidak ada fakta
lainnya, yang mana jika dihilangkan dapat membuat Laporan ini dan informasi atau pernyataan di
dalamnya menjadi menyesatkan. Selain itu informasi lainnya seperti informasi pasar, industri, dan data
lainnya yang diperoleh dari data riset dari domain publik baik berdasarkan media cetak dan elektronik
seperti Bank Indonesia, dan Bursa Efek Indonesia serta hasil analisis lain yang kami anggap relevan
dengan penugasan Pendapat Kewajaran.

Kami telah melakukan wawancara dan diskusi secara Online dengan manajemen Perseroan pada tanggal
26 Maret 2025 dengan perwakilan dari manajemen Perseroan yaitu Bapak Miftakhu Rokhman selaku
Perencanaan Bisnis dengan agenda pembahasan proyeksi konsolodasian Perseroan, sehubungan
dengan penugasan Pendapat Kewajaran.


Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                  8
Page 23
Dalam penyusunan laporan ini, telah dilakukan prosedur sebagai berikut: (i) ADCP telah diberikan
kesempatan untuk meminta dan me-review, dan telah menerima semua informasi yang diperlukan
untuk memeriksa kembali keakuratan informasi atau untuk melengkapi informasi di dalamnya (ii)
ADCP tidak bergantung kepada Penilai atau seseorang yang memiliki hubungan afiliasi dengan Penilai
atau pihak lain yang berafiliasi dengan Penilai sehubungan dengan pemeriksaan keakuratan informasi
atau keputusan. Penyampaian dari Laporan ini atau setiap negosiasi yang dibuat berdasarkan Laporan
ini, dalam kondisi apapun, tidak dapat diimplikasikan bahwa informasi yang terkandung adalah benar
setelah tanggal Laporan ini. Prosedur lain yang dilakukan Penilai adalah memeriksa dan menganalisa
seluruh Dokumen Transaksi, Laporan Keuangan, dan tiap bagian dari Transaksi dalam hal
kewajarannya.

1.9. Ruang Lingkup

Ruang lingkup dari pekerjaan ini adalah melakukan penilaian terhadap kewajaran Transaksi berupa
Pemberian Pinjaman Dana dari ADHI kepada ADCP (Shareholder Loan) secara penuh, yang didasakan
pada analisis untuk memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui POJK No.
42/POJK.04/2020 dan POJK No.17/POJK.04/2020.

Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
(POJK) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang
Pedoman Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis Di Pasar Modal, pemberian Pendapat
Kewajaran memperhatikan hal sebagai berikut :

    •   besaran dana dari objek transaksi;

    •   dampak keuangan dari transaksi pinjam-meminjam dana terhadap kepentingan perusahaan;

    •   pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen perusahaan terkait dengan transaksi
        pinjam-meminjam dana terhadap kepentingan pemegang saham.

1.10. Asumsi – Asumsi Dan Kondisi Pembatas

1). Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.

2). Penilai bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen yang digunakan dalam proses penilaian.

3). Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.

4). Proyeksi keuangan telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat
     oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).

5). Penilai bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan yang
    telah disesuaikan.



Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                 9
Page 24
6). Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
    rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perseroan.

7). Penilai bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan kesimpulan nilai akhir.

8). Penilai bisnis telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari pemberi tugas.

9). Dalam penyusunan pendapat kewajaran ini, penilai bisnis menggunakan beberapa asumsi,
    diantaranya yakni terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban perseroan dan semua pihak yang
     terlibat dalam Transaksi serta keakuratan informasi mengenai Transaksi yang diungkapkan oleh
     manajemen perseroan.

10). Laporan ini telah disusun sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa
     Keuangan POJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian
     Bisnis Di Pasar Modal, dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor
     17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis Di Pasar
     Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII
     – 2018, Edisi Revisi 2022.

11). Nilai yang kami laporkan adalah dalam mata uang Republik Indonesia (Rupiah).

12). Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak sah jika tidak dibubuhi tanda tangan pimpinan dan
     stempel/seal KJPP ANA & Rekan.

13). Syarat-syarat dan kondisi pembatas ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan (integral) dari
     Laporan Pendapat Kewajaran.

14). Penilai bisnis tidak melakukan proses due diligence terhadap entitas atau pihak-pihak yang melakukan
     Transaksi.

15). Analisis Pendapat Kewajaran atas aksi korporasi ini dipersiapkan dengan menggunakan data dan
     informasi sebagaimana yang telah diberikan. Seluruh perubahan atas data dan informasi dapat
     mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Maka dari itu, kami tidak
     bertanggungjawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat Kewajaran kami yang disebabkan
     perubahan data dan informasi tersebut.

16). Penilai bisnis tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Transaksi ini. Jasa-jasa yang
     kami berikan dalam kaitan dengan Transaksi ini hanya merupakan pemberian Pendapat Kewajaran
     atas Transaksi yang dilakukan dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami tidak
     melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan
     dari Transaksi tersebut.

17). Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi ini tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
     dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu
     atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
     kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan
Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                    10
Page 25
     atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam
     posisi untuk mendapatkan dan menganalisa suatu bentuk Transaksi-Transaksi lainnya diluar aksi
     korporasi yang ada.

1.11. Informasi Mengenai Hubungan Pihak Yang Akan Melakukan Transaksi

Pihak Pemberi Pinjaman :
   Nama Perusahaan         : PT Adhi Karya (Persero) Tbk
   Jenis Usaha             : Bidang Konstruksi
   Alamat                  : Jalan Raya Pasar Minggu KM. 18, Jakarta Selatan, 12510
   No. Telpon              : +62 21 797 5312
   Faksimili               :-
   Email                   : adhi@adhi.co.id
   Website                 : adhi.co.id
Pihak Penerima Pinjaman :
   Nama Perusahaan         : PT Adhi Commuter Properti Tbk
   Jenis Usaha             : Bidang Pengembangan Properti
   Alamat                  : Jalan Pengantin Alin No. 88, Ciracas, Kota Jakarata Timur, 13740
   No. Telpon              : +62 (21) 228 229 80
   Faksimili               : +62 (21) 228 229 81
   Email                   : corsec@adcp.co.id
   Website                 : adcp.co.id
Hubungan antara pemberi pinjaman dan penerima pinjaman merupakan hubungan afiliasi, sebagaimana
sesuai analisis pada sub bab 2.3. Sifat dan Hubungan Transaksi dengan Peraturan.

1.12. Penilai Bisnis dan/atau Properti Serta Hasil Penilaian Yang Menjadi Dasar Dalam
      Pemberian Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Pinjam-Meminjam

Dalam Pendapat Kewajaran ini kami tidak menggunakan hasil penilaian dari Penilai Bisnis maupun
Penilai Properti.

1.13. Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melakukan penugasan, tidak ada batas atau pembatasan dalam melakukan penelaahan,
perhitungan dan analisis.
Proyeksi keuangan disampaikan dalam format excel dengan link sehingga kami lakukan review yang
berhubungan dengan Transaksi Perseroan dan kami tidak bertanggung jawab atas akurasi data yang
terdapat dalam proyeksi keuangan, kesalahan penerapan asumsi atau perhitungan matematis, selain itu
kami juga tidak bertanggung jawab atas pencapaiannya serta proyeksi keuangan diluar Transaksi
Perseroan.
Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                 11
Page 26
Dalam melakukan penugasan kami telah melakukan inspeksi yang dilakukan pada 27 Maret 2025
terhadap kantor Perseroan, sesuai dengan penugasan yang diberikan. Dalam melakukan inspeksi kami
tidak mengalami keterbatasan untuk mengamati kegiatan operasional Perseroan. Selain melakukan
inspeksi, kami juga melakukan wawancara dengan manajemen. Berikut adalah pihak yang kami
wawancarai :
   No          Nama             Perusahaan               Jabatan                  Alamat Email
    1    Bapak Miftakhu            ADCP          Biro Perencanaan Bisnis   miftakhu.rokhman@adhi.co.id
         Rokhman
    2
    3

                                        Gambar 1.1. Dokumentasi Survey




                    Kantor ADCP                                        Lobi - Resepsionis




                      Ruang Kerja                                          Ruang Rapat

Berdasarkan hasil inspeksi dan wawanara yang telah dilakukan diketahui bahwa saat ini ADCP sangat
membutuhkan dukungan pendanaan yang akan digunakan untuk operasional (modal kerja), berdasarkan
informasi dari manajemen dan merujuk dari bussines plan ADCP yang disampaiakn Dimana pada tahun
ke dua proyeksi diperkirakan kas ADCP akan bernilai negative, hal tersebut menunjukan bahwa ADCP
membutuhkan pendanaan. Hal ini terjadi karena Cash Flow ADCP yang tidak cukup untuk mendanai
modal kerja. Selain itu, saat ini ADCP masih dalam keadaan penjualan yang kurang agresif, namun
ADCP masih memiliki lahan yang cukup untuk dapat diperjual belikan sehingga performa keuangan
ADCP kedepannya masih dalam kondisi positif.

Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                     12
Page 27
1.14. Pernyataan Independensi Penilai

Dalam mempersiapkan laporan Pendapat Kewajaran ini, KJPP ANA & Rekan bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan ADHI ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan ADCP. KJPP ANA & Rekan juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

1.15. Tanggung Jawab Penilai

Dalam batas kemampuan dan keyakinan KJPP ANA & Rekan sebagai penilai, KJPP ANA & Rekan
menyatakan bahwa semua perhitungan dan analisis yang dibuat dalam penyusunan Pendapat Kewajaran
telah dilakukan dengan benar dan KJPP ANA & Rekan bertanggung jawab atas Pendapat Kewajaran
yang diterbitkan.

1.16. Metodologi Pengkajian Transaksi Pinjam-Meminjam Dana

Dalam menyusun laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi pinjam-meminjam dana ini, metodologi
analisis mencakup hal–hal sebagai berikut :

1. Analisis pengaruh transaksi pinjam-meminjam dana terhadap keuangan perusahaan;

2. Identifikasi dan hubungan antara pihak dalam hal transaksi pinjam-meminjam dana;

3. Analisis perjanjian dan persyaratan yang disepakati oleh pihak dalam transaksi pinjam-meminjam
   dana;

4. Analisis likuiditas dari transaksi pinjam-meminjam dana;

5. Analisis manfaat dan risiko dari transaksi pinjam-meminjam dana;

6. Analisis kualitatif atas transaksi pinjam-meminjam dana;

7. Analisis kuantitatif atas transaksi pinjam-meminjam dana; dan

8. Analisis kelayakan rencana penggunaan dana atas transaksi pinjam-meminjam dana antara lain :

     a) Analisis kelayakan investasi;

     b) Analisis kelayakan pelunasan utang dan;

     c) Analisis faktor lain yang relevan.

1.17. Penugasan Penilaian Profesional

• Dalam menyusun laporan ini, KJPP ANA & Rekan mengandalkan keakuratan dan kelengkapan
  informasi yang disediakan oleh ADCP dan/atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia
  untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan untuk perhitungan dan
  analisis telah dilakukan dengan benar. KJPP ANA & Rekan tidak terlibat dan tidak melakukan audit
  ataupun verifikasi atas informasi yang disediakan tersebut.

Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                               13
Page 28
• Sebagai tambahan, kami tidak terlibat dalam diskusi dengan ADCP sehubungan dengan Transaksi
  tersebut dan kami tidak terlibat dalam komunikasi ataupun interaksi apapun dalam mencapai
  konsensus mengenai persyaratan dan kondisi Transaksi tersebut.

1.18. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)

Dari tanggal Pendapat Kewajaran (cut off date) 31 Desember 2025 hingga laporan Pendapat Kewajaran
ini diterbitkan pada tanggal 19 Mei 2025 tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat
Kewajaran (Subsequent Event).

1.19.   Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi

Laporan Pendapat Kewajaran bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.




Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                             14
Page 29
2.     ANALISIS TRANSAKSI

2.1. Identitas Pihak – Pihak Yang Bertransaksi
Pihak yang meminjamkan dana:
     Nama Perusahaan       : PT Adhi Karya (Persero), Tbk.
Pihak yang menerima pinjaman dana :
     Nama Perusahaan       : PT Adhi Commuter Properti, Tbk.

2.2. Transaksi
Transaksi adalah berupa Pemberian Pinjaman Dana dari ADHI kepada ADCP (Shareholder Loan) secara
penuh.

Ringkasan mengenai Transaksi
ADCP telah menerima pencairan pendanaan atas pinjaman Dana dari Induk Perusahaan kepada Anak
Perusahaan (Shareholder Loan) secara penuh. Pinjaman ini diberikan oleh ADHI kepada ADCP dengan
nilai sebesar Rp82.000.000.000,- (delapan puluh dua miliar rupiah) pada tanggal
31 Januari 2025, sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian Peminjaman Dana antara
ADHI dan ADCP, sebagaimana diatur dalam Nomor 031-2/2025/039 dan Nomor 112-
1/3/ADCP/I/2025.

Transaksi ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk mendukung kebutuhan operasional ADCP yang
masih memerlukan tambahan pendanaan. Dukungan ini bertujuan untuk memperkuat modal kerja.
Tantangan likuiditas yang dihadapi ADCP disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kondisi
makroekonomi, dinamika penjualan, dan produksi. Untuk mengatasi hal tersebut, ADCP telah
mengambil berbagai langkah proaktif, seperti mengoptimalkan potensi pemasukan kas (cash in),
meningkatkan efisiensi operasional, serta mempercepat proses penagihan piutang. Langkah-langkah ini
mencerminkan komitmen ADCP dalam menjaga keberlanjutan dan meningkatkan kinerja perusahaan.

Permohonan pinjaman Dana ini telah mendapatkan rekomendasi dari Komite Governance, Risk &
Compliance serta disetujui oleh pemegang saham mayoritas melalui Surat Keputusan Direksi ADHI
(selaku Pemegang Saham Mayoritas ADCP) tentang Persetujuan Pemberian Pinjaman Dana Jangka
Pendek kepada ADCP sebesar Rp82.000.000.000,- (delapan puluh dua miliar rupiah) yang akan
digunakan sebagai modal kerja, dengan tingkat bunga sebesar 9,02% per tahun. Jangka waktu perjanjian
ditetapkan sejak tanggal penandatanganan hingga 30 Juni 2025.




Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                               15
Page 30
2.3. Sifat dan Hubungan Transaksi dengan Peraturan

2.3.1. Transaksi Material

Berdasarkan nilai Transaksi sebesar Rp82.000.000.000,- (delapan puluh dua miliar rupiah) dibandingkan
dengan ekuitas Rp2.616.966.560.443,- untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2024 yang telah
diaudit oleh KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan nilai Transaksi adalah sebesar 3,13%
dengan rincian sebagai berikut :

Berdasarkan POJK No. 17/2020 Pasal 3 ayat (2) dalam hal transaksi berupa perolehan dan pelepasan
atas perusahaan atau segmen operasi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai atau objek
transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas, total aset, laba bersih, dan
pendapatan usaha Perseroan. Berikut adalah analisis materialitas sesuai Pasal 3 ayat (2) POJK No.
17/2020 :

                                         Tabel 2.1. Perhitungan Materialitas
                                                                             PERHITUNGAN NILAI
         Keterangan                        PER 31 Desember 2024
                                                                                    MATERIAL
                                                                          Merupakan Transaksi Afiliasi
 Nilai Yang Ditransaksikan     Rp82.000.000.000,-                         melebihi Rp. 5 Miliar.

                                                                          Nilai transaksi mencapai 3,13%
 Ekuitas ADCP                  Rp2.616.966.560.443-
                                                                          ekuitas ADCP

Berdasarkan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material Dan Perubahan Kegiatan
Usaha, maka Transaksi tersebut tidak termasuk dalam kategori transaksi yang material.

2.3.2. Transaksi Afiliasi

Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Republik Indonesia No. 42/POJK.04/2020
tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan, dimana Transaksi berupa Pemberian Pinjaman
Dana dari ADHI kepada ADCP (Shareholder Loan) secara penuh, termasuk dalam kategori transaksi
afiliasi sebagaimana Peraturan tersebut di atas. Hubungan afiliasi antara ADHI dan ADCP berdasarkan
kepemilikan saham dan kepengurusan, sebagaimana keterangan berikut dibawah ini:

                             Gambar 2.1. Hubungan berdasarkan Kepemilikan Saham



                                             90%




                                   Sumber: Manajemen ADCP




Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                     16
Page 31
Berdasarkan gambar tersebut ADHI merupakan pemegang saham pengendali ADCP dengan
kepemilikan sejumlah 20.000.000.000 (dua pulu miliar saham atau 90% dari seluruh modal ditempatkan
dan disetor penuh dalam ADCP).

Sedangkan afiliasi terkait dengan pengurus Perusahaan dapat disampaikan sebagai berikut:

               Tabel 2.2. Hubungan Afiliasi Berdasarkan Kesamaan Direktur dan Komisaris

                                                                            Jabatan
  No            Pihak Yang Menjabat
                                                           ADHI                             ADCP
   1     Komisaris Utama                       Dody Usodo Hargosuseno
   2     Komisaris                               Bob Arthur Lombogia
   3     Komisaris Independen                        Rustam Sofyan Sirait
   4     Komisaris Independen                        Hironimus Hilapok

   5     Komisaris Independen                        Erwin Moeslimin S
   6     Komisaris Independen                           Elan Suherlan
   7     Direktur Utama                         Entus Asnawi Mukhson
   8     Direktur Operasi 1                      Alloysius Suko Widigdo
   9     Direktur Operasi 2                              Harimawan
   10    Direktur Operasi 3                              Vera Kirana
   11    Direktur Keuangan                                Bani Iqbal
   12    Direktur Human Capital dan Legal        Ki Syahgolang Permata
   13    Direktur Manajemen Risiko dan                   Yan Arianto
         Kesisteman
   14    Komisaris Utama                                                                Herry Ardianto
   15    Komisaris                                                                      Achmad Afandi
   16    Komisaris Independen                                                         Wenry Anshory Putra
   18    Direktur Utama                                                                  Rizkan Firman
   19    Direktur Keuangan, Manajemen                                            Achmad Wachid Abdullah
         Resiko, dan HC
   20    Direktur Pemasaran dan Produksi                                                Farid Budiyanto
Sumber : Laporan Keuangan audit 2024 ADHI dan ADCP

Berdasarkan informasi di atas diketahui bahwa tidak terdapat hubungan afiliasi dari struktur
kepengurusan antara para pihak yang bertransaksi.

Transaksi tidak termasuk Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
Benturan Kepentingan.




Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                           17
Page 32
2.4. Pertimbangan Bisnis yang Digunakan oleh Perusahaan terkait Transaksi
Rencana Transaksi atas Pemberian pinjaman kepada ADCP oleh ADHI adalah untuk membantu
ADCP atas kebutuhan modal kerja dan bentuk dukungan ADHI terhadap usaha ADCP.

2.5. Perjanjian dan Persyaratan Yang Disepakati Dalam Transaksi
Berikut adalah ringkasan dari perjanjian pemberian pinjaman antara ADHI dan ADCP.
Fasilitas Pinjaman
Fasilitas pinjaman yang akan diberikan dengan jumlah pokok keseluruhan sebesar Rp82.000.000.000,-
(delapan puluh dua miliar rupiah).
Jangka Waktu (Periode Ketersediaan)
Jangka waktu ketersediaan fasilitas pinjaman dibagi dalam 2 tahap yaitu tahap 1 sebesar
Rp41.000.000.000,- (empat puluh satu miliar rupiah) pada Februari 2025 dengan syarat perjanjian di
tanda tangani dan ADCP telah menyampaikan surat permohonan pencairan. Tahap ke 2 di cairkan pada
Maret 2025 seebsar Rp41.000.000.000,- (empat puluh satu miliar rupiah) dengan syarat ADCP telah
menyampaikan surat permohonan pencairan.
Tanggal Pengakhiran
Jangka waktu pelunasan jumlah terhutang adalah 30 Juni setiap setiap tahunnya, selama 3 tahun hingga
2028 dengan rincian : 20% dari total pinjaman tahun 2026 ; 30% dari total pinjaman tahun 2027 ; 50%
dari total pinjaman tahun 2028.
Periode Bunga
Periode perhitungan bunga dilakukan secara persemester dimulai pada tanggal 26 sampai tanggal 25
tiga bulan berikutnya. Untuk setiap periode berlakunya bunga pinjaman, dilakukan secara harian atas
dasar pembagian tetap 360 hari dalam setahun dan dihitung dari fasilitas pinjaman yang belum dibayar
kembali, kecuali untuk perhitungan bunga pinjamn yang pertama kali, bunga pinjaman dihitung sejak
tanggal pencairan fasilitas pinjaman pertama kali sampai dengan 25 tiga bulan berikutnya.
Suku Bunga
Beban bunga yang disepakati adalah sebesar 9,02% (sembilan koma nol dua persen) per tahun.

2.6. Penilaian Atas Risiko Dan Manfaat Dari Transaksi Yang Akan Dilakukan
Risiko dan manfaat dari Transaksi ini adalah sebagai berikut :
- Manfaat
  •    Peningkatan Likuiditas dan Cash Flow
      a.   Pemenuhan Kewajiban Keuangan
           Pendanaan sebesar Rp82.000.000.000,- (delapan puluh dua miliar rupiah) akan digunakan
           ADCP untuk dapat mendukung modal kerja.

Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                               18
Page 33
     b.       Dukungan Operasional

              Dana yang diperoleh akan digunakan untuk kebutuhan operasional ADCP, memastikan
              kelancaran operasional dan kegiatan bisnis, terutama dalam periode Triwulan I Tahun 2025.

   • Dukungan Strategis
        a. Pendanaan Proyek LRT CITY
              Pinjaman ini akan digunakan untuk membiayai proyek penting yang dapat meningkatkan nilai
              properti dan potensi pendapatan di masa depan. Keberhasilan proyek ini dapat memberikan
              dampak positif pada laba bersih ADCP di masa yang akan datang.
        b. Peningkatan Infrastruktur
              Dengan dukungan finansial dari ADHI, ADCP dapat melanjutkan pengembangan yang
              berpotensi meningkatkan profitabilitas kedua entitas.

    •        Penguatan Hubungan Afiliasi
        a.     Dukungan Finansial dari Induk Perusahaan
               Perjanjian pinjaman ini mencerminkan hubungan afiliasi yang kuat antara ADCP dan ADHI.
               ADHI sebagai Induk Perusahaan menunjukkan komitmen untuk mendukung Anak
               Perusahaan dalam memenuhi kebutuhan modal kerja.
        b.     Sinergi dalam Pengembangan Bisnis
               Hubungan ini memungkinkan kedua perusahaan untuk bekerja sama dalam pengembangan
               proyek-proyek yang saling menguntungkan, meningkatkan nilai dan daya saing di pasar.

    •        Manfaat Keuangan Jangka Panjang
        a.     Proyeksi Peningkatan Pendapatan
               Meskipun pinjaman ini menambah beban bunga, keberhasilan proyek yang didanai dapat
               menghasilkan pendapatan tambahan yang signifikan, meningkatkan laba bersih di masa
               mendatang.
        b.     Peningkatan Aset
               Jika pengembangan kawasan berjalan sukses, aset yang dihasilkan dari proyek tersebut dapat
               meningkatkan total aset ADCP, yang pada gilirannya dapat meningkatkan posisi keuangan
               perusahaan.

    •        Komitmen untuk Kesehatan Financial
          a. Pengembalian Pinjaman yang Terencana
               ADCP berkomitmen untuk menggunakan seluruh penerimaan dari cash in operasional untuk
               membayar kembali fasilitas pinjaman. Ini menunjukkan keseriusan ADCP dalam menjaga
               kesehatan finansial dan memenuhi kewajiban.



Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                    19
Page 34
        b. Pengelolaan Risiko yang Baik
             Dengan adanya jaminan berupa aset properti, ADCP menunjukkan pengelolaan risiko yang
             baik. Selain itu, dari sisi Induk Perusahaan, ADHI juga memberikan kepercayaan lebih
             kepada ADCP mengenai kemampuan ADCP untuk memenuhi kewajiban pinjaman.

    •    Peningkatan Kepercayaan Investor
        a. Transparansi dan Akuntabilitas
             Melalui transaksi ini, ADCP menunjukkan transparansi dalam pengelolaan keuangan dan
             akuntabilitas kepada pemangku kepentingan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan
             kepercayaan investor dan kreditor terhadap ADCP.
        b. Potensi Investasi di Masa Depan
             Keberhasilan dalam proyek yang didanai dapat menarik minat investor baru dan
             meningkatkan kepercayaan terhadap ADCP di pasar

- Risiko :

   • Resiko gagal bayar sesuai dengan jangka waktu (timeline) dapat mengakibatkan meningkatnya
        beban bunga pinjaman sehingga dapat meningkatkan risiko likuiditas.

   • Jika terjadi gagal bayar maka aset yang dijaminkan milik ADCP akan menjadi milik ADHI,
     sehingga akan berdampak pada kepemilikan aset milik ADCP




Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                            20
Page 35
3.    ANALISIS KUALITATIF

3.1. Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha

3.1.1. PT Adhi Karya (Persero) Tbk, sebagai Pemberi Pinjaman

Nama Adhi Karya untuk pertama kalinya tercantum dalam Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum
dan Tenaga Kerja tanggal 11 Maret 1960. Kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 65
tahun 1961 Adhi Karya ditetapkan menjadi Perusahaan Negara Adhi Karya. Pada tahun itu juga,
berdasarkan PP yang sama Perusahaan Konstruksi bekas milik Belanda yang telah dinasionalisasikan,
Associate NV, dilebur ke dalam Perusahaan.

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (<Perseroan=) didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 1 tanggal 1 Juni
1974 dari Kartini Mulyadi, S.H., yang telah diubah dengan akta No. 2 tanggal 3 Desember 1974 dari
notaris yang sama. Akta Pendirian ini telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. Y.A.5/5/13 tanggal 17 Januari 1975,
dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 85 tanggal 24 Oktober 1975, Tambahan
No. 600.

Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No.
24 dari Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., tanggal 18 Mei 2022 mengenai perubahan anggaran dasar
Perseroan. Akta ini telah dilaporkan dan disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0035438.AH.01.02.TAHUN 2022 tanggal
26 Mei 2022.

Kantor pusat Perseroan berkedudukan di Jalan Raya Pasar Minggu Km.18, Jakarta. Pemerintah Negara
Republik Indonesia adalah pemegang saham utama dari Perseroan.

PT Adhi Karya (Persero) Tbk, secara resmi berdiri pada 1 Juni 1974. Perseroan bergerak dalam jasa
konstruksi, pembangunan infrastruktur, properti, real estate, dan EPC (engineering, procurement &
construction). Proyek-proyek infrastrukturnya mencakup jalan, jembatan, saluran irigasi, pembangkit listrik
dan pelabuhan, sementara proyek-proyek konstruksi bangunannya mencakup gedung pencakar langit,
hotel, rumah sakit dan sekolah.

Perseroan menunjukan kemampuannya sebagai perusahaan konstruksi terkemuka di Asia Tenggara
melalui daya saing dan pengalaman yang dibuktikan pada keberhasilan proyek konstruksi yang sudah
dijalankan.

Ruang lingkup bidang usaha Perseroan meliputi:

a. Konstruksi;

b. Konsultasi manajemen dan rekayasa industri (Engineering Procurement and Construction/EPC);

c. Penyelenggaraan prasarana dan sarana perkeretaapian;


Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                     21
Page 36
d. Investasi, perdagangan umum, jasa pengadaan barang, industri pabrikasi beton pracetak (precast), jasa
dalam bidang teknologi informasi, dan agro industri; dan

e. Properti, hotel, dan real estat.

Saat ini kegiatan utama Perseroan dan Entitas anak dalam bidang konstruksi, EPC, properti, real estat,
investasi infrastruktur, penyelenggaraan prasarana dan sarana perkeretaapian, jasa pengadaan barang
dan hotel. Perseroan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tanggal 11 Maret 1960.

Komposisi pemegang saham ADHI pada 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut :

                               Tabel 3.1. Susunan Pemegang Saham ADHI
                                                    Jumlah             Nilai                %
        Nama Pemegang Saham                         Saham             Nominal           Kepemilikan
                                                   (lembar)            (Rp.)              Saham
 Pemerintah Republik Indonesia
   - Seri A Dwiwarna                                           1                100             0,00%
   - Seri B                                        5.408.773.791    540.877.379.100            64,34%
 Direksi:
 Harimawan                                               337.900        33.790.000              0,00%
 PT Sumitomo Indonesia                             2.998.497.287   299.849.728.700             36,06%
 Jumlah                                            8.407.608.979   840.760.897.900            100,00%
Sumber : Laporan Keuangan audit 2024

Susunan pengurus Dewan Komisaris dan Direksi ADHI pada 31 Desember 2024 adalah sebagai
berikut:

                                      Tabel 3.2. Susunan Pengurus ADHI
                            Jabatan                                            Nama
Komisaris Utama                                               Dody Usodo Hargosuseno
Komisaris                                                     Bob Arthur Lombogia
Komisaris Independen                                          Rustam Sofyan Sirait
Komisaris Independen                                          Hironimus Hilapok
Komisaris Independen                                          Erwin Moeslimin S
Komisaris Independen                                          Elan Suherlan
Direktur Utama                                                Entus Asnawi Mukhson
Direktur Operasi 1                                            Alloysius Suko Widigdo
Direktur Operasi 2                                            Harimawan
Direktur Operasi 3                                            Vera Kirana
Direktur Keuangan                                             Bani Iqbal
Direktur Human Capital dan Legal                              Ki Syahgolang Permata
Direktur Manajemen Risiko dan Kesisteman                      Yan Arianto
Sumber : Laporan Keuangan audit 2024

ADHI memiliki penyertaan ke entitas anak, pada 31 Desember 2024 penyertaan yang dimiliki oleh
ADHI adalah sebagai berikut :



Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                   22
Page 37
                                        Tabel 3.3. Struktur Entitas Anak ADHI
                                     Perusahaan                            Kepemilikan
                 PT Adhi Commuter Properti, Tbk                                 90,00%
                 PT Adhi Persada Properti                                       99,94%
                 PT Adhi Persada Gedung                                         99,57%
                 PT Adhi Persada Beton                                          99,86%
                 PT Adhi Jalintim Riau                                          99,92%
                 PT Jalintim Adhi Abipraya                                      60,00%
                 PT Dumai Tirta Persada                                         51,00%
                 Sumber: Annual Repoert 2024

3.1.2. PT Adhi Commuter Properti, Tbk sebagai Penerima Pinjaman

PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) didirikan di Jakarta sesuai dengan akta pendirian No. 103
tertanggal 9 Maret 2018, dibuat dihadapan notaris Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H. Akta
pendirian tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Menteri No. AHU0018477.AH.01.01.Tahun 2018 tanggal
6 April 2018. Pada tanggal 2 Juli 2018, Entitas Induk Grup, PT Adhi Karya Tbk melakukan pemisahan
aset dan liabilitas milik Departemen Transit Oriented Development (TOD) dan Hotel kepada Grup, melalui
akta pemisahan No. 1 yang dibuat dihadapan notaris Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H.

Anggaran Dasar ADCP mengalami perubahan dengan Akta No. 207 tanggal 28 Juni 2022 dan telah
mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat
No. AHU014.3812.AH.01.11.Tahun 2022. Salah satu ketentuan terkait perubahan Anggaran dasar
menjadi PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebesar Rp1.999.990.000.000 dan Masyarakat/Public sebesar
Rp222.232.220.000.
Sesuai dengan Pasal 3 (tiga) anggaran dasar ADCP, maksud dan tujuan ADCP adalah melakukan usaha
dibidang properti dan real estat yaitu:

1. Pembangunan perkantoran, apartemen, perumahan, dan lain-lain;

2. Perdagangan yang berhubungan dengan usaha properti dan real estat;

3. Jasa agen properti dan real estat, jasa pengelolaan dan penyewaan gedung, dan lain-lain.

Kegiatan usaha yang dilakukan oleh ADCP sampai dengan 31 Oktober 2023 adalah pembangunan
apartemen, perdagangan yang berhubungan dengan usaha properti dan real estat, dan manajemen
perhotelan. ADCP memulai kegiatan usaha komersialnya pada tanggal 23 Mei 2018.

Kantor pusat ADCP berkedudukan di Jalan Pengantin Ali No. 88 Ciracas, Jakarta Timur Indonesia.
PT Adhi Karya (Persero) Tbk adalah pemegang saham utama dari Grup. Pemerintah Negara Republik
Indonesi adalah induk terakhir dari ADCP.




Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                 23
Page 38
Sebagai anak perusahaan PT Adhi Karya Tbk (Persero) Tbk, PT Adhi Commuter Properti Tbk.
(ADCP) dipercaya menjadi pengembang properti dengan konsep Transit Oriented Development (TOD)
pertama dan terbesar di Indonesia. ADCP mengembangkan berbagai proyek hunian dengan brand LRT
CITY, ADHI CITY, dan Member of LRT CITY, yang hadir di setiap titik Stasiun LRT, Commuter Line,
dan BRT. Proyek-proyek ini bertujuan untuk mendukung mobilitas masyarakat dengan
menghubungkan hunian dan transportasi massal secara efisien. Selain itu, ADCP juga mengembangkan
properti lainnya, seperti Kantor dan Komersial Area yang dirancang untuk menciptakan lingkungan
yang terintegrasi, nyaman, dan ramah lingkungan, sehingga memenuhi kebutuhan hunian dan area kerja
yang berkembang pesat di Kawasan perkotaan.

ADCP juga mengelola tiga hotel berbintang GranDhika di Jakarta, Medan, dan Semarang, serta
memiliki hotel budget seperti StayG, hotel budget yang menawarkan kenyamanan dengan harga
terjangkau, dan GPS (GrandDhika Property Service), yang menyediakan layanan manajemen untuk unit
apartemen yang disewakan. Dengan fasilitas premium, hotel-hotel ini dirancang untuk kenyamanan
tamu, baik untuk bisnis maupun rekreasi, serta mendukung pengembangan sektor pariwisata dan
ekonomi lokal.

ADCP juga memiliki lini bisnis dukungan komersial yang tersebar di berbagai kawasan dan hotel. Lini
ini meliputi pengelolaan area komersial yang mendukung mobilitas dan kebutuhan bisnis di sekitar
properti yang dikelola. Dengan menciptakan ruang kerja dan retail yang terintegrasi, nyaman, dan ramah
lingkungan, ADCP berkomitmen untuk menyediakan fasilitas yang mendukung pertumbuhan ekonomi
serta meningkatkan kualitas hidup di kawasan perkotaan.

Komposisi pemegang saham ADCP pada 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut :

                                   Tabel 3.4. Susunan Pemegang Saham ADCP
                                                  Jumlah              Nilai               %
        Nama Pemegang Saham                       Saham             Nominal           Kepemilikan
                                                 (lembar)           (Rp.000)            Saham
 PT Adhi Karya (Persero) Tbk                    19.999.900.000      1.999.990.000          90,00%
 Koperasi Adhi Sejahtera                               100.000             10.000           0,00%
 Masyarakat/Public                               2.222.222.200        222.222.220          10,00%
 Jumlah                                         22.222.222.200      2.222.222.220         100,00%
Sumber : Sumber : Laporan Keuangan audit 2024

Susunan pengurus Dewan Komisaris dan Direksi ADCP pada 31 Desember 2024 adalah sebagai
berikut:

                                    Tabel 3.5. Susunan Pengurus ADCP
                          Jabatan                                   Dijabat Oleh
      Dewan Komisaris :
      Komisaris Utama                               Herry Ardianto
      Komisaris                                     Achmad Afandi
      Komisaris Independen                          Wenry Anshory Putra

Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                 24
Page 39
                          Jabatan                                     Dijabat Oleh
      Dewan Direksi :
      Direktur Utama                                Rizkan Firman
      Direktur Keuangan, Managemen Risiko dan       Achmad Wachid Abdullah
     IHC
      Direktur Pemasaran dan Produksi               Farid Budiyanto
      Dewan Komisaris :
      Komisaris Utama                               Herry Ardianto
   Sumber : Laporan Keuangan audit 2024

ADCP memiliki anak usaha yaitu PT Mega Graha Citra Perkasa sebesar 99,99%.

3.2. Analisis Industri Dan Lingkungan

3.2.1. Kondisi Makro Ekonomi

3.2.1.1. Pertumbuhan Ekonomi Global

Divergensi pertumbuhan ekonomi dunia melebar dan ketidakpastian pasar keuangan global berlanjut.
Perekonomian Amerika Serikat (AS) tumbuh lebih kuat dari prakiraan didukung oleh stimulus fiskal
yang meningkatkan permintaan domestik dan kenaikan investasi di bidang teknologi yang mendorong
peningkatan produktivitas. Sebaliknya, ekonomi Eropa, Tiongkok, dan Jepang masih lemah dipengaruhi
oleh menurunnya keyakinan konsumen dan tertahannya produktivitas, sementara ekonomi India masih
tertahan akibat sektor manufaktur yang terbatas. Sejalan dengan itu, prospek pertumbuhan ekonomi
dunia 2025 diprakirakan lebih tinggi dari proyeksi sebelum menjadi 3,2%. Di sisi lain, arah kebijakan
Pemerintah dan bank sentral AS berpengaruh pada ketidakpastian pasar keuangan global. Kuatnya
ekonomi AS serta dampak kebijakan tarif menahan proses disinflasi di AS dan berdampak pada
menguatnya ekspektasi penurunan Fed Funds Rate (FFR) yang lebih terbatas. Kebijakan fiskal AS yang
lebih ekspansif mendorong yield US Treasury tetap tinggi, baik pada tenor jangka pendek maupun
jangka panjang. Bersamaan dengan ketegangan geopolitik yang meningkat, perkembangan tersebut
menyebabkan makin besarnya preferensi investor global untuk memindahkan portofolionya ke AS.
Indeks mata uang dolar AS naik tinggi makin menambah tekanan pelemahan berbagai mata uang dunia.
Berbagai perkembangan global ini memerlukan penguatan respons kebijakan dalam memitigasi dampak
rambatan global untuk tetap menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.




Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                25
Page 40
                           Gambar 3.1. Indeks Bursa Global Triwulan IV 2024




                    Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2024

3.2.1.2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh baik dengan kecenderungan lebih rendah dari prakiraan
sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2024 sedikit di bawah prakiraan dipengaruhi oleh lebih
rendahnya permintaan domestik, baik konsumsi maupun investasi. Secara keseluruhan, pertumbuhan
ekonomi 2024 diprakirakan sedikit di bawah titik tengah kisaran 4,7-5,5%. Pada 2025, pertumbuhan
ekonomi diperkirakan juga cenderung lebih rendah dari prakiraan sebelumnya. Ekspor diprakirakan
lebih rendah sehubungan dengan melambatnya permintaan negara-negara mitra dagang utama, kecuali
AS. Konsumsi rumah tangga juga masih lemah, khususnya golongan menengah ke bawah sehubungan
dengan belum kuatnya ekspektasi penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja. Pada saat yang sama,
dorongan investasi swasta juga belum kuat karena masih lebih besarnya kapasitas produksi dalam
memenuhi permintaan, baik domestik maupun ekspor. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan
ekonomi Indonesia 2025 mencapai kisaran 4,7-5,5%, sedikit lebih rendah dari prakiraan sebelumnya
4,8-5,6%. Dalam kaitan ini, Bank Indonesia terus mengoptimalkan bauran kebijakannya untuk tetap
menjaga stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Upaya tersebut
dilakukan melalui optimalisasi stimulus kebijakan makroprudensial dan akselerasi digital transaksi
pembayaran yang ditempuh Bank Indonesia dengan kebijakan stimulus fiskal Pemerintah. Lebih dari
itu, Bank Indonesia mendukung penuh implementasi program-program Pemerintah dalam Asta Cita,
termasuk untuk ketahanan pangan, pembiayaan ekonomi, serta akselerasi ekonomi dan keuangan
digital.




Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                             26
Page 41
                       Gambar 3.2. Pertumbuhan dan Proyeksi PDB Indonesia




                    Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2024
                    *Proyeksi Bank Indonesia

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap sehat sehingga mendukung ketahanan eksternal. Surplus
neraca perdagangan berlanjut pada Desember 2024 yang tercatat 2,2 miliar dolar AS dipengaruhi oleh
kinerja ekspor komoditas utama Indonesia yang kuat, seperti bahan bakar mineral, lemak dan minyak
hewan nabati, serta besi dan baja. Pekembangan ini mendukung transaksi berjalan 2024 tetap sehat dan
diprakirakan dalam kisaran defisit rendah 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB. Sementara itu, tingginya
ketidakpastian pasar keuangan global menurunkan aliran masuk modal asing ke instrumen keuangan
domestik dengan SBN dan SRBI masing-masing hanya mencatat inflows 19 juta dolar AS dan 288 juta
dolar AS pada awal tahun 2025 (hingga 13 Januari 2025). Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir
Desember 2024 tercatat tinggi sebesar 155,7 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor
atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar
kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Ke depan, NPI pada 2025 diprakirakan tetap sehat
seiring dengan surplus transaksi modal dan finansial yang berlanjut dan defisit transaksi berjalan yang
terjaga dalam kisaran defisit 0,5% sampai dengan 1,3% dari PDB. Surplus neraca transaksi modal dan
finansial didukung oleh aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap
prospek perekonomian domestik yang lebih baik dan imbal hasil investasi yang menarik.

3.2.1.3. Nilai Tukar Rupiah

Nilai tukar Rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global yang tinggi, didukung oleh kebijakan
stabilitas Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS pada Januari 2025 (hingga 14 Januari
2025) hanya melemah sebesar 1,00% (ptp) dari level nilai tukar akhir 2024. Perkembangan nilai tukar
Rupiah terhadap dolar AS juga relatif lebih baik dibandingkan dengan mata uang regional lainnya,
seperti rupee India, peso Filipina, dan baht Thailand yang masing-masing melemah sebesar 1,20%;
1,33%; dan 1,92%. Sebaliknya, nilai tukar Rupiah tercatat menguat terhadap mata uang kelompok
negara maju di luar dolar AS, dan stabil terhadap mata uang kelompok negara berkembang.
Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                   27
Page 42
Perkembangan tersebut sejalan dengan kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta didukung oleh aliran
masuk modal asing yang masih berlanjut, imbal hasil instrumen keuangan domestik yang menarik,
inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik. Seluruh instrumen
moneter akan terus dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui
optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI, untuk memperkuat investasi portofolio asing dan
mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah.

                               Gambar 3.3. Pergerakan Nilai Tukar Rupiah




                   Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2024

3.2.1.4. Inflasi

Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran sasarannya 2,5±1%, sejalan inflasi
IHK Desember 2024 yang tercatat 1,57% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang
terkendali pada level 2,26% (yoy) sejalan dengan konsistensi suku bunga kebijakan Bank Indonesia (BI-
Rate) untuk mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai sasarannya. Sementara itu, kelompok volatile food (VF)
mencatat inflasi 0,12% (yoy) didukung oleh peningkatan pasokan pangan seiring berlanjutnya musim
panen, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi TPIP/TPID melalui GNPIP. Secara spasial, inflasi
IHK di berbagai daerah juga terkendali dalam kisaran sasaran inflasi nasional.




Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                   28
Page 43
                                            Gambar 3.4. Inflasi




                  Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2024

Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti
diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas perekonomian
yang masih besar dan dapat merespons permintaan domestik, imported inflation yang terkendali sejalan
dengan kebijakan stabilitas nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif berkembangnya
digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi Bank
Indonesia dan Pemerintah Pusat dan Daerah. Bank Indonesia terus berkomitmen memperkuat
efektivitas kebijakan moneter guna menjaga inflasi tahun 2025 dan 2026 terkendali dalam sasaran
2,5±1%, dengan tetap mendukung upaya turut mendorong pertumbuhan ekonomi.

3.2.1.5. Perkembangan Moneter

Transmisi kebijakan moneter melalui jalur suku bunga berjalan baik dalam upaya turut mendukung
pertumbuhan ekonomi. Suku bunga pasar uang (IndONIA) bergerak di sekitar BI-Rate, yaitu 6,03%
pada 14 Januari 2025. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan tanggal 10 Januari 2025 tercatat
menarik untuk mendukung aliran masuk modal asing masing-masing pada level 7,06%; 7,10% dan
7,23%. Imbal hasil SBN tenor 2 tahun dan 10 tahun per 14 Januari 2025, masing-masing meningkat
menjadi 6,98% dan 7,25% sehingga juga tetap menjaga daya tarik imbal hasil instrumen keuangan
domestik di tengah berlanjutnya ketidakpastian global. Sementara itu, suku bunga perbankan tetap
terjaga ditopang likuiditas perbankan yang memadai serta efisiensi perbankan dalam pembentukan harga
yang makin baik dengan transparasi SBDK. Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada
Desember 2024 tercatat masing-masing sebesar 4,87% dan 9,20%, relatif stabil dibandingkan level
bulan sebelumnya.




Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                29
Page 44
Peran kredit/pembiayaan pada 2024 tetap kuat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan kredit pada 2024 mencapai 10,39% (yoy), berada dalam kisaran prakiraan Bank Indonesia
10-12%. Dari sisi penawaran, pertumbuhan kredit dipengaruhi oleh terjaganya minat penyaluran kredit
perbankan, berlanjutnya realokasi alat likuid ke kredit oleh perbankan, tersedianya dukungan pendanaan
dari pertumbuhan DPK, serta positifnya dampak KLM Bank Indonesia. Dari sisi permintaan,
pertumbuhan kredit didukung oleh kinerja usaha korporasi yang terjaga, di tengah konsumsi rumah
tangga yang terbatas. Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit modal kerja, kredit
investasi, dan kredit konsumsi, masing-masing sebesar 8,35% (yoy), 13,62% (yoy), dan 10,61% (yoy).
Pembiayaan syariah tumbuh sebesar 9,87% (yoy), sementara kredit UMKM tumbuh 3,37% (yoy). Ke
depan, pertumbuhan kredit diprakirakan meningkat dalam kisaran sasaran 11-13% pada 2025 sejalan
prospek pertumbuhan ekonomi yang tetap baik dan dukungan kebijakan makroprudensial Bank
Indonesia. Berbagai kebijakan insentif dari Pemerintah diprakirakan juga dapat mendorong permintaan
kredit lebih lanjut.

                             Gambar 3.5. Suku Bunga Kredit; KMK, KI, KK




                 Sumber: Laporan Kebijakan Moneter, Triwulan IV 2024

3.2.1.6. Industri Perbankan

Bank Indonesia terus memperkuat efektivitas implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas
Makroprudensial (KLM). Pada 2025, KLM diarahkann untuk mendorong kredit/pembiayaan
perbankan guna mendukung pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja. Mulai 1 Januari 2025,
insentif KLM telah disalurkan pada sektor-sektor yang mendukung pertumbuhan dan penciptaan
lapangan kerja, yaitu antara lain sektor pertanian, perdagangan dan manufaktur, transportasi,
pergudangan dan pariwisata dan ekonomi kreatif, konstruksi, real estate, dan perumahan rakyat, serta
UMKM, Ultra Mikro, dan hijau. Hingga minggu kedua Januari 2025, Bank Indonesia akan terus
mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan dan memperkuat sinergi dengan Pemerintah,
otoritas keuangan, Kementerian/Lembaga, perbankan, dan pelaku usaha.

Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                 30
Page 45
Ketahanan sistem keuangan terjaga baik. Likuiditas perbankan tetap memadai, tercermin dari rasio Alat
Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) pada Desember 2024 yang tinggi sebesar 25,59%. Rasio
kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada November 2024 tercatat tinggi sebesar
26,89%, tergolong kuat dalam menyerap risiko dan mendukung pertumbuhan kredit. Risiko kredit tetap
terkendali, tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perbankan pada
November 2024 yang terjaga rendah, sebesar 2,19% (bruto) dan 0,75% (neto). Hasil stress-test Bank
Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan yang tetap kuat dalam menghadapi berbagai risiko, serta
ditopang oleh kemampuan membayar dan profitabilitas korporasi yang terjaga. Bank Indonesia akan
terus memperkuat sinergi kebijakan bersama KSSK dalam memitigasi berbagai risiko yang berpotensi
mengganggu stabilitas sistem keuangan.

3.2.1.7. Keuangan Non Bank

Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada tahun 2024 tetap tumbuh didukung oleh sistem
pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Pembayaran digital mencapai 34,5 miliar transaksi atau
tumbuh 36,1% (yoy) yang didukung oleh seluruh komponennya. Volume transaksi pada aplikasi mobile
tumbuh sebesar 39,1% (yoy), demikian pula volume transaksi pada internet yang tumbuh sebesar 4,4%
(yoy) pada tahun 2024.

Di samping itu, volume transaksi pembayaran digital melalui QRIS tetap tumbuh pesat sebesar 175,2%
(yoy) didukung peningkatan jumlah pengguna dan merchant Pembayaran digital diproyeksikan meningkat
52,3% (yoy) pada tahun 2025. Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-
FAST mencapai 3,4 miliar transaksi atau tumbuh 62,4% (yoy) dengan nilai mencapi Rp8,9 triliun pada
tahun 2024. Volume transaksi nilai besar yang diproses melalui BI-RTGS mencapai 10,3 juta transaksi
atau tumbuh 3,1% (yoy) dengan nilai Rp126,3 ribu triliun, meningkat 17,6% (yoy) pada tahun 2024.
Pada tahun 2025, volume transaksi BI-FAST diprakirakan tumbuh 34,1% (yoy) dan nilai transaksi BI-
RTGS diprakirakan tumbuh 11,4% (yoy). Sementara itu, dari sisi pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal
Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 9,3% (yoy) menjadi Rp1.204,5 triliun pada akhir Desember 2024 dan
diprakirakan tumbuh 5,7% (yoy) pada tahun 2025.

Stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga, ditopang oleh struktur industri yang sehat dan infrastruktur
yang stabil. Dari sisi infrastruktur, stabilitas sistem pembayaran tercermin pada penyelenggaraan Sistem
Pembayaran Bank Indonesia (SPBI) yang lancar dan andal serta kecukupan pasokan uang dalam jumlah
dan kualitas yang memadai pada Desember 2024. Dari sisi struktur industri, interkoneksi antarpelaku
dalam sistem pembayaran terus menguat diikuti oleh ekosistem Ekonomi Keuangan Digital (EKD)
yang meluas. Transaksi pembayaran berbasis Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) juga
meningkat sejalan dengan perluasan tingkat adopsi. Bank Indonesia terus menjaga ketersediaan uang
Rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI), termasuk daerah Terdepan, Terluar, Terpencil (3T).



Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                   31
Page 46
3.2.2. Perkembangan Properti Komersial

3.2.2.1. Perkembangan Permintaan Properti Komersial

Indeks Permintaan Properti Komersial untuk kategori sewa pada triwulan IV 2024 secara tahunan sal
tumbuh sebesar 2,84% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan 4, 10% (yoy) pada triwulan III 2024
tas. Perkembangan tersebut terutama didorong penurunan pemintikan pada segmen apartemen pada
sewa, serta perlambatan permintaan pada segmen hotel dan convention hall Penurunan pada segmen
dapartemen sewa dipengaruhi oleh perlambatan permintaan di Bandung dan Surabaya, serta okat
berlanjutnya penurunan permintaan di Jakarta. Perlambatan permintaan segmen hotel terjadi d
mayoritas kota amatan, sedangkan perlambatan permintaan segmen convention hall terjadi di
Palembang Sementara itu, Indeks Permintaan Properti Komersial untuk kategori jual pada triwulan V
2024 tumbuh sebesar 0,35% (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya
sebesar 0,27% (yoy). Kondisi tersebut terutama didorong oleh peningkatan permintaan pada segmen
lahan industri di wilayah Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek) dan Semarang khususnya di bidang data
centerdan Food & Baverage(F&B) processing, serta pada segmen warehouse complex di Palembang.
  Gambar 3.6. Pertumbuhan Tahunan Indeks                    Gambar 3.7. Pertumbuhan Tahunan Indeks
     Permintaan Kategori Sewa (% yoy)                          Permintaan Kategori Jual (% yoy)




Sumber: Perkembangan Properti Komersial, Triwulan IV 2024

Indeks Permintaan Properti Komersial kategori sewa secara triwulanan tumbuh sebesar 0,88% (qtq),
lebih rendah dari kenaikan triwulan sebelumnya sebesar 2,57% (qtq). Perkembangan tersebut
disebabkan oleh penurunan permintaan pada segmen apartemen sewa di Jakarta dan Bandung, serta
perlambatan pada segmen hotel di mayoritas kota yang diamati, kecuali di Semarang dan Surabaya.
Perlambatan permintaan juga terjadi pada segmen convention hall di Jakarta dan Indeks Permintaan
Properti Komersial kategori sewa secara triwulanan tumbuh sebesar 0,88% (qtq), lebih rendah dari
kenaikan triwulan sebelumnya sebesar 2,57% (qtq). Perkembangan tersebut disebabkan oleh penurunan
permintaan pada segmen apartemen sewa di Jakarta dan Bandung, serta perlambatan pada segmen hotel
di mayoritas kota yang diamati, kecuali di Semarang dan Surabaya. Perlambatan permintaan juga terjadi
pada segmen convention hall di Jakarta dan.




Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                32
Page 47
Gambar 3.8. Pertumbuhan Triwulanan Indeks                   Gambar 3.9. Pertumbuhan Triwulanan Indeks
    Permintaan Kategori Sewa (% qtq)                            Permintaan Kategori Jual (% qtq)




Sumber: Perkembangan Properti Komersial, Triwulan IV 2024

3.2.2.2. Perkembangan Pasokan Properti Komersial

Indeks Pasokan Properti Komersial kategori sewa pada triwulan IV 2024 secara tahunan tumbuh
sebesar 2,89% (yoy), lebih tinggi dibandingkan kenaikan triwulan III 2024 sebesar 2,45% (yoy).
Kenaikan pasokan tersebut terjadi pada mayoritas segmen, kecuali apartemen sewa. Kenaikan pasokan
pada segmen ritel sewa terutama tercatat di Jakarta, Bodebek, dan Surabaya, sementara kenaikan
pasokan pada segmen hotel, terutama di Jakarta dan Bandung. Lebih lanjut, Indeks Pasokan Properti
Komersial kategori jual tercatat tumbuh relatif stabil sebesar 0,11% (yoy) dibandingkan pertumbuhan
pada triwulan sebelumnya.
 Gambar 3.10. Pertumbuhan Tahunan Indeks                    Gambar 3.11. Pertumbuhan Tahunan Indeks
     Pasokan Kategori Sewa (% yoy)                               Pasokan Kategori Jual (% yoy)




Sumber: Perkembangan Properti Komersial, Triwulan IV 2024

Secara triwulanan, Indeks Pasokan Properti Komersial kategori sewa tercatat meningkat dari sebesar
0,27% (qtq) pada triwulan III 2024 menjadi sebesar 0,56% (qtq) pada triwulan IV 2024. Peningkatan ini
terutama didorong oleh kenaikan pasokan pada segmen ritel sewa di Jakarta, Bodebek, dan Surabaya.
Sementara itu, Indeks Pasokan Properti Komersial kategori jual pada triwulan IV 2024 relatif tidak
mengalami perubahan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Kondisi ini didorong oleh relatif
stabilnya pasokan pada seluruh segmen kategori jual.




Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                 33
Page 48
    Gambar 3.12. Pertumbuhan Triwulanan                      Gambar 3.13. Pertumbuhan Triwulanan
    Indeks Pasokan Kategori Sewa (% qtq)                      Indeks Pasokan Kategori Jual (% qtq)




Sumber: Perkembangan Properti Komersial, Triwulan IV 2024

3.2.2.3. Perkembangan Harga Properti Komersial
Perkembangan permintaan properti komersial yang naik terbatas diikuti oleh perlambatan harga
properti komersial khususnya kategori sewa. Indeks Harga Properti Komersial untuk kategori sewa
pada triwulan IV 2024 tumbuh sebesar 0,93% (yoy), lebih rendah dibandingkan kenaikan pada triwulan
sebelumnya sebesar 2,09% (yoy). Perlambatan Indeks Harga tersebut dipengaruhi oleh perkembangan
harga segmen ritel sewa di Jakarta, Banten, Medan, dan Surabaya, segmen hotel di Jakarta, Medan,
Surabaya, dan Palembang, serta segmen convention hall di Jakarta. Pada kategori jual, perkembangan
Indeks Harga Properti Komersial juga melambat dari sebesar 0,40% (yoy) pada triwulan III 2024
menjadi sebesar 0, 19% (yoy) pada triwulan IV 2024. Perlambatan tersebut disebabkan penurunan harga
pada segmen perkantoran jual di Surabaya sebagai strategi menank konsumen. Sementara itu, harga
segmen lahan industri mengalami perlambatan di wilayah Bodebek dan Semarang.
 Gambar 3.14. Perkembangan Indeks Harga                     Gambar 3.15. Perkembangan Indeks Harga
     Kategori Sewa Tahunan (% yoy)                              Kategori Jual Tahunan (% yoy)




Sumber: Perkembangan Properti Komersial, Triwulan IV 2024

Secara triwulanan, Indeks Harga Properti Komersial untuk kategori sewa pada triwulan IV 2024
tumbuh sebesar 0,06% (qtq), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar
1,56% (qtq). Perlambatan tersebut disebabkan oleh penurunan harga pada segmen ritel sewa di Banten,
Bandung, Medan, dan Surabaya, serta perlambatan harga pada segmen hotel di mayoritas kota amatan.
Di sisi lain, Indeks Harga Properti Komersial untuk kategori jual pada triwulan IV 2024 tumbuh rendah
sebesar 0,02% (qtq), setelah pada triwulan sebelumnya tercatat kontraksi 0,03% (qtq). Peningkatan
tersebut didorong oleh peningkatan Indeks Harga pada segmen perkantoran jual di Surabaya, serta
segmen lahan industri di wilayah Bodebek.
Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                34
Page 49
    Gambar 3.16. Perkembangan Indeks Harga                  Gambar 3.17. Perkembangan Indeks Harga
       Kategori Sewa Triwulanan (% qtq)                        Kategori Jual Triwulanan (% qtq)




Sumber: Perkembangan Properti Komersial, Triwulan IV 2024

3.2.3. Kesimpulan Aspek Pasar

Mengacu pada perekonomian Indonesia serta kondisi pasar terkait pasar properti, maka dapat
disimpulkan bahwa prospek ekonomi nasional masih positif untuk jangka panjang dan untuk bisnis
yang dijalankan oleh ADCP.

3.2.4. Daftar Konsumen

Komponen pendapatan ADCP didominasi oleh pendapatan dari properti, pendapatan operasi bersama,
pendapatan hotel, dan pendapatan sewa. Konsumen ADCP adalah masyarakat yang membeli atau
menyewa kawasan hunian terintegrasi dan support facilities seperti perhotelan dan komersial pendukung.

3.2.5. Pesaing

Pesaing dari ADCP berdasarkan pada jenis bisnis utamanya yakni otomotif, antara lain :

     1. PT Wulandari Bangun Laksana Tbk
     2. PT Urban Jakarta Propertindo Tbk
     3. PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk
     4. PT Pikko Land Development Tbk
     5. PT Pollux Hotels Group Tbk.

3.2.6. Strategi

Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian manejemen ADCP untuk meningkatkan kinerjanya
sebagai berikut :

•     Mengoptimalkan land development.
•     Menambah land bank strategis melalui pengadaan dan bermitra sinergi dengan land owner.
•     Meningkatkan recurring income untuk sustainability.
•     Melakukan diversifikasi dan diferensiasi portofolio.

Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                 35
Page 50
•    Mengefektifkan perputaran modal.
•    Bermitra sinergis dengan lingkungan pemerintah daerah setempat.
•    Mengembangkan SDM yang berbudaya unggul dengan tingkat engagement yang tinggi.

3.3. Analisis Operasional Dan Prospek Perusahaan
3.3.1. Analisis Operasional
PT Adhi Commuter Properti (ADCP), pengembang properti berbasis transportasi massal pertama dan
terbesar di Indonesia, menghadirkan hunian dengan keunggulan aksesibilitas yang mempermudah
masyarakat menjalani aktivitas harian serta berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan perkotaan.
ADCP merupakan salah satu anak usaha perusahaan Milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
PT Adhi Karya (Persero), Tbk. yang bergerak dibidang Property, Hospitality & Support. Dimulai dari divisi
Transit Oriented Development (TOD) Adhi Karya di tahun 2015 dan berkembang menjadi entitas terpisah
pada tahun 2018.
PT Adhi Commuter Properti didirikan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dalam menyediakan
kawasan hunian terintegrasi dan support facilities di area sekitar jalur Light Rail Transit (LRT). Hunian
ADCP mengedepankan unsur connect, mixed-use, shift & transit, walkable dan densify, kawasan LRT City
akan menjadi solusi bagi masyarakat yang tidak hanya memberikan kenyamanan bertempat tinggal,
namun lebih dari itu, kawasan ini akan menjadi peradaban baru dalam kehidupan masyarakat kaum
urban.
ADCP mengembangkan berbagai proyek hunian dengan brand LRT CITY, ADHI CITY, dan Member
of LRT CITY, yang hadir di setiap titik Stasiun LRT, Commuter Line, dan BRT. Proyek-proyek ini
bertujuan untuk mendukung mobilitas masyarakat dengan menghubungkan hunian dan transportasi
massal secara efisien. Selain itu, ADCP juga mengembangkan properti lainnya, seperti Kantor dan
Komersial Area yang dirancang untuk menciptakan lingkungan yang terintegrasi, nyaman, dan ramah
lingkungan, sehingga memenuhi kebutuhan hunian dan area kerja yang berkembang pesat di Kawasan
perkotaan.
ADCP juga mengelola tiga hotel berbintang GranDhika di Jakarta, Medan, dan Semarang, serta
memiliki hotel budget seperti StayG, hotel budget yang menawarkan kenyamanan dengan harga
terjangkau, dan GPS (GrandDhika Property Service), yang menyediakan layanan manajemen untuk unit
apartemen yang disewakan. Dengan fasilitas premium, hotel-hotel ini dirancang untuk kenyamanan
tamu, baik untuk bisnis maupun rekreasi, serta mendukung pengembangan sektor pariwisata dan
ekonomi lokal.
ADCP juga memiliki lini bisnis dukungan komersial yang tersebar di berbagai kawasan dan hotel. Lini
ini meliputi pengelolaan area komersial yang mendukung mobilitas dan kebutuhan bisnis di sekitar
properti yang dikelola. Dengan menciptakan ruang kerja dan retail yang terintegrasi, nyaman, dan ramah
lingkungan, ADCP berkomitmen untuk menyediakan fasilitas yang mendukung pertumbuhan ekonomi
serta meningkatkan kualitas hidup di kawasan perkotaan.

Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                    36
Page 51
3.3.2. Prospek Usaha

Pertumbuhan sektor properti Indonesia pada tahun 2024 menunjukkan angka positif. CEO Leads
property, Hendra Hartono, menyampaikan bahwa data terbaru menunjukkan di kuartal pertama (Q1)
2024, Investasi pada sektor properti telah mencapai angka Rp 29,4 triliun. Angka ini merupakan
peningkatan sebesar 6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023. Hal ini menunjukkan
bahwa kepercayaan investor terhadap sektor properti di Indonesia masih tinggi.

Nilai investasi di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 22% dibandingkan kuartal pertama (Q1)
tahun lalu. Sektor properti sendiri, menyumbang sebesar 7% dari total investasi nasional sebesar
Rp401,5 triliun. Rumah tapak, retail, Industri dan logistik merupakan sektor yang memiliki pengaruh
besar terhadap pertumbuhan properti tahun ini. Untuk rumah tapak sendiri saat ini masih mendominasi
sektor hunian di Indonesia. Jika dibandingkan dengan kondominiumim, rumah tapak mencatat angka
penjualan yang lebih tinggi.

Indeks Transparansi Real Estate Global (GRETI) milik JLL dan LaSalle 2022-2024 dalam laporannya
menyatakan, bahwa Indonesia berada diperingkat 40 secara global dengan indeks transparansi 2,81, atau
masuk kedalam kategori semi-transparan. Dalam Indeks tersebut dikatakan, semakin transparan sektor
properti suatu negara, maka investasi properti yang diraih juga semakin banyak.

Berdasarkan hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) yang dilakukan Bank Indonesia, harga
properti residensial pada pasar primer triwulan II tahun 2024 terindikasi meningkat terbatas, tecermin
dari pertumbuhan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan II 2024 tercatat sebesar
1,76% (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan I 2024 sebesar 1,89%
(yoy). Dari sisi pembiayaan, menunjukkan Pembangunan property residensial yang khususnya
bersumber dari dana internal pengembang dengan pangsa sebesar 74,69%. Sedangkan dari sisi
konsumen, pembelian rumah primer mayoritas dilakukan melalui skema pembiayaan Kredit Pemilikan
Rumah (KPR), dengan pangsa sebesar 75,52% dari total pembiayaan.

Meskipun sektor lain cenderung melemah dan menghadapi tantangan, sebaliknya industri properti
justru terlihat optimis dan menunjukkan tanda-tanda kebangkitan di tengah berbagai upaya kebijakan
moneter yang mendukung, terutama ada segmen sewa dan jual-beli properti di beberapa kota besar di
Indonesia. Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Wirjiyo, mengumumkan penurunan BI Rate sebesar
25 basis poin menjadi 6%, dengan suku bunga Deposit Facility turun menjadi 5,25% dan Lending Facility
turun menjadi 6,75%. Hal tersebut dilakukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan
memastikan inflasi terkendali di kisaran target 2,5±1% pada 2024-2025, selain itu juga dapat
memberikan dorongan bagi pertumbuhan ekonomi. Dengan penurunan suku bunga ini, diharapkan
pasar properti akan kembali mengalami peningkatan dalam pengajuan KPR dan KPA di kuartal
keempat.

Sehingga dapat disimpulkan dengan mempertimbangkan kondisi pasar property dan prospek usaha
ADCP maka kedepannya ADCP masih terus konsiten melakukan perkembangan bisnis yang lebih baik.

Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                 37
Page 52
3.4. Alasan Dilakukannya Transaksi

Transaksi ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk mendukung kebutuhan operasional ADCP yang
masih memerlukan tambahan pendanaan. Dukungan ini bertujuan untuk memperkuat modal kerja.
Tantangan likuiditas yang dihadapi ADCP disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kondisi
makroekonomi, dinamika penjualan, dan produksi. Untuk mengatasi hal tersebut, ADCP telah
mengambil berbagai langkah proaktif, seperti mengoptimalkan potensi pemasukan kas (cash in),
meningkatkan efisiensi operasional, serta mempercepat proses penagihan piutang. Langkah-langkah ini
mencerminkan komitmen ADCP dalam menjaga keberlanjutan dan meningkatkan kinerja ADCP.

3.5. Analisis Skema dan Para Pihak Terkait Transaksi

Para pihak yang terkait secara langsung dalam Transaksi pinjam meminjam yang akan dilakukan adalah
ADHI dan ADCP, dimana ADHI memiliki 90,00% penyertaan saham pada ADCP, dengan gambaran
sebagai berikut :
                       Gambar 3.18. Hubungan Pihak-pihak yang Bertransaksi

                                                   ADHI


                                                          90,00%



                                                   ADCP


                                  Sumber: Audit Report 2024, diolah

Keterangan rancangan Transaksi :

1. ADHI memiliki 90,00% penyertaan saham di ADCP. Dimana ADCP adalah pihak yang terafiliasi
    dengan ADHI yang merupakan entitas anak usaha.

2. ADHI memberikan pinjaman kepada ADCP sebesar Rp82.000.000.000,- (delapan puluh dua miliar
   rupiah) yang akan digunakan untuk operasional ADCP.

3. Tidak terdapat perubahan struktur hubungan antara ADHI dengan ADCP sebelum adanya transaksi
   dan setelah adanya transkasi.

3.6. Keuntungan Dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif Atas Transaksi Yang Akan
     Dilakukan

Keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif dari Transaksi ini adalah sebagai berikut :

-   Keuntungan :

    • Memperoleh dana pinjaman secara cepat dengan bunga kompetitif dari shareholder sebesar
      Rp82.000.000.000,- (delapan puluh dua miliar rupiah)

Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                38
Page 53
   • Merupakan bentuk pemberian dukungan finansial dari ADHI kepada ADCP, guna mendukung
     kegiatan operasional ADCP.

   • Dukungan finansial tersebut diharapkan akan mendukung realisasi rencana operasional ADCP
     yang sudah dicanangkan sebelumnya.

Kerugian yang akan diperoleh ADCP dari Transaksi adalah apabila ADCP gagal melakukan
pembayaran pinjaman sesuai dengan schedule atau target yang telah disepakati. Maka akan terjadi
peningkatan beban bunga yang harus ditanggung ADCP berdampak kepada peforma keuangan
kedepannya. Selain itu jaminan yang telah disepakati maka akan menjadi milik ADHI, sehingga ADCP
kepemilikan aset ADCP akan berkurang.

3.7. Analisis Dampak Leverage Keuangan dengan Industri yang Sejenis dan Sebanding

Analisis dampak leverage dilakukan dengan laporan keuangan ADCP pada periode cut off, yang
dibandingkan dengan industri yang sejenis dan sebanding. Perusahaan pembanding ADCP adalah
perusahaan pengembang Property. Berikut perbandingan rasio ADCP dengan perusahaan pembanding,
adalah sebagai berikut :
                            Tabel 3.6. Rasio Solvabilitas Perusahaan Pembanding
                                                             Debt to Equity Ratio      Debt to Asset Ratio
                       Perusahaan                Ticker
                                                                           31 desember 2024
PT Kota Satu Properti Tbk                        SATU                     244,53%                   60,78%
PT Lippo Karawaci Tbk                            LPKR                      70,83%                   28,02%
PT Megapolitan Developments Tbk                  EMDE                      69,67%                   26,88%
PT Pembangunan Perumahan Properti Tbk            PPRO                     100,14%                   16,71%
PT Perintis Triniti Properti Tbk                 TRIN                      55,81%                   15,71%
PT Summarecon Agung Tbk                          SMRA                      50,44%                   19,91%
                      Rata-Rata Pembanding                                 98,57%                   28,00%
                       Median Pembanding                                   70,25%                   23,40%

PT Adhi Commuter Properti, Tbk                   ADCP                       72,51%                  27,82%

Berdasarkan rasio di atas diketahui bahwa rasio debt to equity dan debt to asset ratio hampir sama dari rata-
rata dan median perusahaan pembanding.

Berikut adalah analisis dampak leverage atau rasio solvabilitas atas pemberian pinjaman yang diterima
ADCP :
                   Tabel 3.7. Rasio Solvabilitas atau Leverage atas Proyeksi Keuangan

                  Keterangan                   2025          2026         2027         2028        2029
Rasio Solvabilitas
Debt to Equity Ratio                            70,45%       68,78%       65,55%       47,09%       45,38%
Debt to Asset Ratio                             26,80%       25,71%       23,92%       17,93%       17,65%




Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                       39
Page 54
           Tabel 3.8. Rasio Solvabilitas atau Leverage atas Proyeksi Keuangan (Lanjutan)

                   Keterangan                     2030          2031            2032         2033      2034
Rasio Solvabilitas
Debt to Equity Ratio                              42,92%           29,27%        26,23%      23,89%    21,70%
Debt to Asset Ratio                               17,06%           13,92%        13,57%      12,78%    11,94%

3.8. Analisis Dampak Likuiditas

Analisis dampak likuiditas dilakukan untuk melihat keuangan ADCP di masa yang akan datang untuk
memastikan bahwa pinjaman yang diberikan tidak mengurangi kinerja ADCP. Rasio likuiditas keuangan
ADCP pada periode tahun 2025 hingga 2034 adalah sebagai berikut :

                           Tabel 3.9. Rasio Likuiditas atas Proyeksi Keuangan

           Keterangan                   2025             2026           2027              2028        2029
Rasio Likuiditas
Current Ratio                           149,93%          142,54%            116,95%       125,36%     126,69%
Quick Ratio                             149,93%          142,54%            116,95%       125,36%     126,69%

                Tabel 3.10. Rasio Likuiditas atas Proyeksi Keuangan (sesuaikan) (Lanjutan)
           Keterangan                   2030             2031           2032              2033        2034
Rasio Likuiditas
Current Ratio                           128,68%          137,35%            149,58%       155,06%     161,87%
Quick Ratio                             128,68%          137,35%            149,58%       155,06%     161,87%

Berdasarkan rasio likuiditas di atas terlihat bahwa Transaksi atas penerimaan pinjaman ADCP dari
ADHI memberikan dampak yang baik utuk posisi likuiditas dimana kedepannya likuiditas Perseroan
menunjukan peningkatan.

3.9.     Analisis Dampak Keuangan Perusahaan Jika Transaksi Gagal

Bagian penting adalah perihal debitur lalai atau terlambat membayar kewajiban (bunga dan pokok
kredit). Dampak keuangan yang akan diperoleh ADHI berdampak pada penurunaan kinerja ADCP
secara konsolidasi. Terutama terkait aset yang menjadi jaminan atas pinjaman ini, akan menjadi milik
ADHI serta akan berdampak pada performa aset milik ADCP.




Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                              40
Page 55
4.    ANALISIS KUANTITATIF

4.1. Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Liabilitas, Dan Kondisi Keuangan Perusahaan

4.1.1. Penilaian Kinerja Historis
Tahap penting dalam melihat kinerja perusahaan dapat dilakukan melalui analisis vertikal dan horisontal
laporan keuangan beberapa tahun terakhir, yang secara komparatif akan menunjukkan tingkat
perkembangan atas pos-pos keuangan dan perkembangan pendapatan, maupun kemampuan mencapai
tingkat laba dalam suatu kurun waktu tertentu.
Dalam skala historis analisis vertikal dan horizontal akan memberikan gambaran empiris aktivitas usaha
yang tercermin dalam sajian kuantitatif pada laporan keuangan berupa neraca dan laporan laba rugi.
Data empiris tersebut menjadikan titik tolak dalam menyusun proyeksi ke depan sebagai kerangka
prediksi atas usaha yang dilakukan, setidak-tidaknya merupakan petunjuk dan arah dalam menyusun
asumsi berbagai proyeksi dalam perkembangan usaha.
Tinjauan keuangan historis ADCP didasarkan pada :
 1) Laporan keuangan konsolidasian ADCP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
    2019 yang telah diaudit oleh KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar
    dalam semua hal yang material Laporan No. 00400/2.1030/AU.1/03/0181-1/1/IV/2020 tanggal
    01 April 2020.
 2) Laporan keuangan konsolidasian ADCP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
    2020 yang telah diaudit oleh KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar
    dalam semua hal yang material Laporan No. 00283/2.1030/AU.1/03/0181-2/1/III/2021 tanggal
    30 Maret 2021.
 3) Laporan keuangan konsolidasian ADCP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
    2021 yang telah diaudit oleh KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar
    dalam semua hal yang material Laporan No. 00325/2.1030/AU.1/03/0181-3/1/IV/2022 tanggal
    18 April 2022.
 4) Laporan keuangan konsolidasian ADCP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
    2022 yang telah diaudit oleh KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar
    dalam semua hal yang material Laporan No. 00097/2.1030/AU.1/03/1680-1/1/II/2023 tanggal
    28 Februari 2023.
 5) Laporan keuangan konsolidasian ADCP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
    2023 yang telah diaudit oleh KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar
    dalam semua hal yang material Laporan No. 00099/2.1030/AU.1/03/1680-2/1/III/2024 tanggal
    04 Maret 2024.
 6) Laporan keuangan konsolidasian ADCP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
    2024 yang telah diaudit oleh KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini wajar
    dalam semua hal yang material Laporan No. 00078/2.1030/AU.1/03/1680-3/1/II/2025 tanggal
    28 Februari 2025.
Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                  41
Page 56
4.1.1.1. Penilaian Kinerja Laba Rugi

                                                  Tabel 4.1. Kinerja Laba Rugi ADCP
                                                                                                                                  (Dalam Ribuan Rupiah)
                                                      31 Des               31 Des           31 Des              31 Des              31 Des           31 Des
                             Uraian                    2019                 2020             2021                2022                2023             2024
                                                      Audited              Audited          Audited             Audited             Audited          Audited

Pendapatan Usaha
  Properti
  MT Haryono 27                                         243.202.898         421.495.583
  Royal Sentul Park                                      88.323.944          86.063.617       170.527.127         42.467.907          36.847.588        40.176.866
  Adhi City Sentul                                                                            134.156.514        200.310.977          69.144.063        48.653.109
  Cisauk Point                                           43.717.127                   -                          165.584.834          21.759.224         6.597.432
  Green Avenue                                           25.738.953                   -                                                        -
  Premier MTH                                            21.267.064                   -                                               42.708.360         1.052.146
  Eastern Green Lot 1                                    16.783.314         290.766.951      107.034.550          27.670.552          38.744.711        50.942.326
  Cikunir                                                         -                   -                -                   -                   -
  Sub Jumlah                                           439.033.300         798.326.151      411.718.192         436.034.270         209.203.946      147.421.879

  Operasi Bersama
  Urban Signature (JO ACP - UJP)                         126.646.156                   -                   -                 -
  LRT City Ciracas (JO ACP - UJP)                                                                                                    274.874.921
  Gateway Park (JO ACP - UJP)                           123.195.733         114.832.399        85.068.769          56.736.097         51.427.231        22.915.864
  Sub Jumlah                                           249.841.889         114.832.399        85.068.769          56.736.097        326.302.152        22.915.864

  Hotel
  Hotel GrandDhika Jakarta                               74.615.959           43.963.724      41.581.292           58.731.810         66.622.241       76.628.948
  Hotel GrandDhika Semarang                              23.098.778           10.383.070      12.831.314           21.451.691         24.185.360       25.325.433
  Hotel GrandDhika Medan                                 22.305.741            9.715.666      12.488.500           19.578.773         24.553.905       26.956.287
  Sub Jumlah                                           120.020.478           64.062.460       66.901.106          99.762.274        115.361.506      128.910.668

  Sewa
  MT Haryono 27                                                                                                       155.072             964.613          964.613
  Cisauk Point                                                                                                                            126.688          103.716
  Sub Jumlah                                                                                                         155.072           1.091.301        1.068.329

Jumlah Pendapatan Usaha                               808.895.668          977.221.010      563.688.066         592.687.714         651.958.904      300.316.740

Beban Pokok Pendapatan
  Properti
  MT Haryono 27                                         187.366.649         324.725.561                              724.222           29.412.404                -
  Royal Sentul Park                                      69.083.421          68.433.210       131.675.600         32.542.121           27.479.108       32.328.078
  Adhi City Sentul                                                                             86.607.768        127.185.975           41.454.127       20.346.205
  Cisauk Point                                           34.163.982                    -                         131.630.471           15.159.086        4.209.638
  Mega Graha Cipta Perkasa
  Green Avenue                                           20.010.184                   -
  Premier MTH                                            15.723.178                   -
  Eastern Green Lot 1                                    10.784.160         251.951.509        72.153.652          25.263.823          34.317.880       46.145.116
  Cikunir                                                         -                   -
  Sub Jumlah                                           337.131.574         645.110.280      290.437.020         317.346.611         147.822.605      103.029.036

  Operasi Bersama
  Urban Signature (JO ACP - UJP)                         85.516.569          84.990.681                    -                 -                 -                 -
  LRT City Ciracas (JO ACP - UJP)                                                                                                    205.412.488                 -
  Gateway Park (JO ACP - UJP)                            83.715.378                   -        58.259.133          45.674.386         48.884.206        18.172.244
  Sub Jumlah                                           169.231.947           84.990.681       58.259.133          45.674.386        254.296.694        18.172.244

  Hotel
  Hotel GrandDhika Jakarta                               56.345.457           43.830.947       42.400.758          46.091.666          44.338.472       50.116.927
  Hotel GrandDhika Semarang                              20.612.724           13.899.354       12.964.108          14.967.597          17.590.773       17.562.983
  Hotel GrandDhika Medan                                 19.939.016           13.751.657       12.819.431          15.378.498          16.258.384       19.028.449
  Sub Jumlah                                            96.897.197           71.481.958       68.184.298          76.437.761          78.187.629       86.708.359

Jumlah Beban Pokok Pendapatan                         603.260.719          801.582.919      416.880.452         439.458.758         480.306.928      207.909.639

LABA (RUGI) KOTOR                                     205.634.949          175.638.090      146.807.615         153.228.955         171.651.976       92.407.101

Beban Usaha
  Beban umum dan administrasi
  Pegawai                                                26.192.950          29.209.234        22.377.791         24.095.314           25.254.743       23.393.424
  Kantor                                                  2.150.509           2.785.303         2.347.551          3.260.560            6.276.961        5.522.563
  Penyusutan Aset Hak Guna                                        -           2.468.215         2.829.537          3.648.657            2.769.158        1.997.786
  Sewa Kendaraan                                          2.149.076                   -                                                                    106.718
  Pendidikan dan Pelatihan                                1.145.533             281.017           123.191            132.612              140.110          352.521
  Pemasaran                                                                                                                                                247.773
  Beban Kantor                                              618.434              328.334          837.237
  Jasa Profesional                                          362.702            1.095.577          759.385           1.388.280           1.816.884        4.660.130
  Pemeliharaan                                                2.523                    -
  Perizinan                                                       -               20.906         121.366             592.739
  Lain-lain (Masing-masing dibawah Rp100 Juta)              147.928               17.120          25.608              30.077             290.825           27.757
  Jumlah Beban umum dan administrasi                    32.769.654          36.205.704       29.421.667          33.148.239          36.548.682       36.308.672

  Beban Pajak Final                                       (8.147.747)        (14.016.368)     (10.599.928)       (14.332.605)         (13.496.782)      (4.365.276)

  Penghasilan (Beban) Lain-lain
  Keuntungan dari akuisisi                               16.657.395                    -
  Pengembalian Uang Muka Kerjasama Lahan                                                                                                                21.060.490
  Kenaikan Nilai Wajar Properti Investasi                                                                         23.900.454           37.501.955       11.754.468
  Penghasilan Pemulihan Penurunan Nilai Piutang                                                                                         2.386.145          666.614
  Penghasilan Unit Batal                                                                        8.676.321           9.722.271           2.382.213          792.585
  Penghasilan Sewa Lahan                                   3.727.850           8.903.076                -
  Penghasilan Bunga                                        2.127.256           1.564.832        2.172.325           1.585.045              63.082       12.872.726
  Pendapatan Lainnya                                                                                                                    5.628.038       12.558.863
  Beban Penyisihan Piutang                                            -       (1.703.180)      (1.848.833)            293.418
  Corporate Social Responsibility                               (79.692)         (54.370)         (78.855)           (136.398)           (328.612)        (228.678)
  Bagi Hasil atas Pemanfaatan Lahan Cisauk                                                                         (6.614.217)         (3.530.340)        (522.304)
  Bagi Hasil (Rugi) atas Pengelolaan Hotel                                                                        (23.221.735)        (31.597.795)     (35.477.419)
  Penyisihan Kerugian Kredit Ekspektasian                                                                                              (2.060.798)      (2.668.378)
  Beban Lainnya                                          (32.882.302)          6.082.648      27.725.841            3.400.378            (578.250)      (9.267.236)
  Jumlah Penghasilan (Beban) Lain-lain                 (10.449.494)         14.793.006       36.646.800           8.929.217           9.865.639       11.541.730

LABA (RUGI) SEBELUM KEUANGAN                          154.268.055          140.209.024      143.432.820         114.677.328         131.472.151       63.274.883

  Beban Keuangan                                          (1.842.919)         (7.164.445)     (13.069.191)         (9.657.466)        (14.232.873)     (18.624.996)

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                             152.425.136          133.044.579      130.363.628         105.019.862         117.239.278       44.649.888

Beban Pajak Penghasilan
  Perusahaan:
  Pajak Penghasilan Tangguhan                             (1.665.739)           206.603               (3.002)             (666)          (116.251)          27.755
  Pajak Penghasilan Kini                                    (447.592)                 -                    -                 -          1.190.178        1.770.506
  Entitas Anak:
  Pajak Penghasilan Tangguhan                                                                                                                                       -
  Pajak Penghasilan Kini                                                                                                                                       47.863

LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN               150.311.804          133.251.182      130.360.627         105.019.195         116.165.351       42.803.764

Sumber : Laporan Keuangan Audited ADCP
Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                                                                         42
Page 57
Segmmen pendapatan Perseroan berasal dari pendapatan properti, pendapatan operasi bersama,
pendapatan hotel, dan pendapatan sewa. Selama periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31
Desember 2024, pertumbuhan rata-rata pendapatan Perseroan cenderung mengalami penurunan yang
tercatat sebesar 12,06% pertahunnya. Penurunan tersebut dikarenakan menurunnya peda pendapatan
properti Perseroan dengan rata-rata 8,45% per tahun. Penurunan ini disebabkan karena minat daya beli
masyarakat atas penjualan appartemen cenderung menurun pasca Covid-19.

Dari struktur pendapatan Perseroan, dimana pendapatan properti mempunyai bobot dengan rata-rata
terbesar selama periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember 2024 dengan bobot sebesar
60,63% dari total pendapatan Perseroan. Bobot terendah Perseroan adalah pendapatan sewa, yang
memiliki bobot sebesar 0,09% dari total pendapatan Perseroan. Salah satu kenaikan tertinggi
pendapatan Perseroan adalah ada pada periode 31 Desember 2020, dengan jumlah kenaikan yang
tercatat sebesar 20,81% per tahunnya. Kenaikan tersebut dikarenakan adanya peningkatan pada
pendapatan properti sebesar 81,84% dari periode sebelumnya. Perseroan mencatatkan total pendapatan
pada periode 31 Desember 2024 sebesar Rp300.316.740.000,- atau mengalami penurunan tertinggi
selama masa historikal yaitu sebesar 53,94%.

Selama periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember 2024, beban pokok pendapatan
menunjukan pergerakan yang beragam. Pada akhir 2020 beban pokok pendapatan Perseroan mengalami
kenaikan sebesar 32,88%, kenaikan tersebut dikarenakan adanya peningkatan pada beban properti
sebesar 91,35% atau dengan jumlah saldo beban pokok pendapatan sebesar Rp801.582.919.000,-.
Penurunan beban pokok tertinggi terjadi pada akhir tahun 2024 sebesar 56,71% dibandingkan periode
sebelumnya, penurunan tersebut sejalan dengan turunnya pendapatan Perseroan pada tahun 2024. Saldo
beban pokok pendapatan yang dicatatkan oleh Perseroan pada periode 31 Desember 2024 yakni sebesar
Rp207.909.639.000,-.

Melihat dari bobot beban pokok pendapatan Perseroan tertinggi adalah pada periode 31 Desember
2020 yang mempunyai bobot sebesar 82,03% dari total pendapatan Perseroan atau dengan jumlah saldo
sebesar Rp801.582.919.000,-. Sedangkan bobot beban pokok pendapatan Perseroan terendah terjadi
pada periode 31 Desember 2024 yang mempunyai bobot sebesar 69,23% dari total pendapatan
Perseroan atau dengan jumlah saldo sebesar Rp207.909.639.000,-. Rata-rata bobot beban pokok
pendapatan Perseroan selama masa historikal yaitu sebesar 74,60% terhadap pendapatan.

Selama periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember 2024, pertumbuhan rata-rata beban
umum dan administrasi Perseroan mengalami peningkatan yang tercatat sebesar 2,80% pertahunnya
dengan rata-rata bobot beban usaha Perseroan selama masa historikal yaitu sebesar 6,04% terhadap
pendapatan. Beban umum dan administrasi Perseroan terdiri dari beban pegawai, beban kantor, beban
penyusutan aset hak guna, beban sewa kendaraan, beban pendidikan dan pelatihan, beban kantor,
beban jasa profesional, beban pemeliharaan, beban perizinan, dan lain-lain. Penyumbang terbesar dari
beban umum dan administrasi adalah beban pegawai dimana rata-rata bobot akun ini terhadap
pendapatan sebesar 4,32%. Pada periode 31 Desember 2024 Perseroan mengalami penurunan beban

Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                               43
Page 58
umum dan administrasi terendah yaitu sebesar 0,66%, penurunan ini terjadi karena adanya penurunan
lain-lain yaitu sebesar 90,46% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode yang berakhir
31 Desember 2024, Perseroan mencatatkan total beban umum dan administrasi sebesar
Rp36.308.672.000,-.

Pendapatan (beban) lain-lain terdiri dari keuntungan dari akuisisi, kenaikan nilai wajar properti investasi,
penghasilan pemulihan penurunan nilai piutang, penghasilan unit batal, penghasilan sewa lahan,
penghasilan bunga, pendapatan lainnya, beban penyisihan piutang, Corporate Social Responsibility, bagi
hasil atas pemanfaatan lahan cisauk, bagi hasil (rugi) atas pengelolaan hotel, penyisihan kerugian kredit
ekspektasian dan beban lainnya. Kenaikan nilai wajar properti investasi memiliki bobot terbesar dengan
rata-rata sebesar 2,28% terhadap pendapatan. Sedangkan penghasilan bunga mengalami rata-rata
pertumbuhan tertinggi pada pendapatan (beban) lain-lain selama masa historis yaitu sebesar 4039,12%.
Pendapatan (beban) lain-lain yang dicatatkan oleh Perseroan pada periode 31 Desember 2024 yakni
sebesar Rp11.541.730.000,- atau mengalami peningkatan sebesar 16,99% dari periode sebelumnya.

Selama periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember 2024, laba (rugi) Perseroan tahun
berjalan cenderung mengalami penurunan, dengan rata-rata penurunan sebesar 17,10%. Laba Perseroan
cenderung mengalami pertumbuhan fluktuatif selama 5 (lima) tahun terakhir. Pada periode 31
Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2022 Perseroan mengalami penurunan laba yang yaitu
masing-masing sebesar 11,35%, 2,17% dan 19,44% dibandingkan dengan tahun sebelumnya dengan
saldo laba masing-masing sebesar Rp133.251.182.000,-, Rp130.360.627.000,- dan Rp105.019.195.000,-.
Pada periode 31 Desember 2024, Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp42.803.764.000,- atau
mengalami persentase penurunan tertinggi selama masa historis yaitu sebesar 63,15% dari tahun
sebelumnya. Penurunan tersebut terjadi karena adanya penurunan pada pendapatan Perseroan sebesar
53,94% pada tahun tersebut




Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                      44
Page 59
4.1.1.2. Penilaian Kinerja Posisi Keuangan

                                                   Tabel 4.2. Kinerja Posisi Keuangan ADCP
                                                                                                                                   (Dalam Ribuan Rupiah)
                                                          31 Des              31 Des             31 Des            31 Des              31 Des            31 Des
                             Uraian                        2019                2020               2021              2022                2023              2024
                                                          Audited             Audited           Audited            Audited            Audited           Audited

Aset Lancar
  Kas dan Setara Kas                                        297.240.127          44.698.877         60.530.437        26.869.792        283.694.482        35.404.622
  Kas dan Setara Kas yang dibatasi penggunaannya                                                                                                          130.000.000
  Piutang usaha
     Pihak Berelasi                                           1.948.146             358.262          1.971.048         3.305.905             390.912           731.760
     Pihak Ketiga                                           131.717.819          41.967.072         39.725.761        26.343.854          18.863.036        27.582.989
  Pendapatan Akan Diterima
     Pihak Berelasi                                          146.373.957        210.045.299        125.479.679       100.296.681                   -                 -
     Pihak Ketiga                                             512.659.283        17.771.887         84.992.192        73.911.841          38.429.432        54.679.621
  Piutang lain-lain jangka pendek                                 95.745                  -                  -                 -                   -                 -
  Persediaan                                               1.775.868.800      2.779.218.533      3.233.978.347     3.156.184.555       3.072.471.609     3.383.923.512
  Uang Muka                                                   25.218.538         26.528.921         25.502.003        18.027.561          14.186.674         8.902.857
  Biaya Dibayar Dimuka                                         1.941.081          4.218.101          1.538.376         1.450.731           1.697.117         2.578.942
  Pajak dibayar di muka                                       89.399.763         73.867.330         61.603.662        31.229.673             850.115         1.871.810
Jumlah Aset Lancar                                       2.982.463.261      3.198.674.283      3.635.321.505     3.437.620.594       3.430.583.377     3.645.676.112

Aset Tidak Lancar
  Piutang lain-lain jangka panjang
     Pihak Berelasi                                            4.706.110          8.539.796         11.149.641        14.877.100           8.412.788         9.169.847
     Pihak Ketiga                                                      -            496.418            595.787           682.745          62.100.619        55.989.234
  Persediaan                                               1.375.637.447      1.439.760.881      2.258.450.447     2.589.018.254       2.664.234.342     2.674.175.374
  Properti Investasi                                                                                                  73.559.000         189.079.000       202.721.000
  Aset tetap                                                   3.488.443          3.065.457          1.915.911           766.364                   -                 -
  Aset Hak Guna - Bersih                                               -          1.508.870          1.737.699         1.283.966             835.971           341.995
  Aset Takberwujud                                                     -                  -          2.924.600         2.297.900           1.671.200         1.044.500
  Aset lain-lain                                                  20.000        24.161.123         66.578.349        200.918.558         286.897.723       231.942.776
Jumlah Aset Tidak Lancar                                 1.383.851.999      1.477.532.544      2.343.352.433     2.883.403.887       3.213.231.642     3.175.384.727

TOTAL ASET                                               4.366.315.260      4.676.206.827      5.978.673.938     6.321.024.481       6.643.815.019     6.821.060.839

Liabilitas jangka Pendek
  Utang Usaha
     Pihak Berelasi                                         974.204.573        644.884.674       1.159.401.716     1.153.307.673        578.459.236       579.703.923
     Pihak Ketiga                                           592.081.338        110.974.265         348.587.610       366.802.945        714.951.826       537.054.899
  Utang Pajak                                                10.233.745          4.805.753           6.151.604         3.817.091         37.596.826        43.915.762
  Liabilitas Pajak Tangguhan                                  1.665.739          1.459.136
  Beban Akrual                                               13.876.925        635.132.615        805.264.327       652.535.327         328.589.083       221.620.434
  Liabilitas Sewa                                                     -          1.532.025          2.043.360         2.461.225           1.340.818           793.109
  Pendapatan Diterima di Muka                                57.770.035        537.431.056        638.522.190       860.845.593         785.739.002       899.740.345
  Utang Obligasi Jangka Pendek                                        -                  -        489.027.919       204.520.643           8.988.388       101.837.965
  Utang Bank Jangka Pendek
  Utang Bank Bagian yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun                  -        130.000.000        70.000.000        300.800.000         85.707.250        123.500.000
  Liabilitas Jangka Pendek Lainnya                           199.151.011        327.382.244           131.095         33.950.398         33.069.998         22.251.541
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                          1.848.983.365      2.393.601.767      3.519.129.820     3.579.040.895       2.574.442.427     2.530.417.980

Liabilitas jangka Panjang
  Utang Obligasi Jangka Panjang                                        -                  -          8.930.114      110.020.718         592.470.699       493.007.557
  Sukuk Ijarah                                                                                                                          234.644.878       268.414.235
  Utang Bank Jangka Panjang                                 302.482.158        311.822.545        348.645.829       172.281.260         146.107.200       125.562.000
  Utang Lembaga Keuangan                                                                                                                126.912.759       126.492.500
  Utang Lain-lain                                                    -            947.695             310.590           221.357         393.727.706       658.825.699
  Liabilitas Pajak Tangguhan                                         -                  -           1.462.138         1.462.804           1.346.553         1.374.309
  Pinjaman dari Pihak Berelasi                                       -                  -                   -                 -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                          302.482.158        312.770.240        359.348.671       283.986.141        1.495.209.796     1.673.676.299

Total Liabilitas                                         2.151.465.523      2.706.372.007      3.878.478.492     3.863.027.036       4.069.652.223     4.204.094.279

Ekuitas
  Modal saham                                              2.000.000.000      2.000.000.000      2.000.000.000     2.222.222.220       2.222.222.220     2.222.222.220
  Tambahan Modal Disetor                                                                                              56.632.699          56.632.699        56.632.699
  Saldo Laba
    Ditentukan Penggunaannya                                           -         27.938.767        27.938.767         54.010.883          54.010.883        54.010.883
    Belum Ditentukan Penggunaannya                           214.849.737        (58.112.565)       72.248.012        125.122.958         241.288.320       284.092.039
  Kepentingan Nonpengendali                                            -              8.618             8.667              8.686               8.676             8.720
Jumlah Ekuitas                                           2.214.849.737      1.969.834.820      2.100.195.447     2.457.997.445       2.574.162.797     2.616.966.560

TOTAL LIABILITAS dan EKUITAS                             4.366.315.260      4.676.206.827      5.978.673.938     6.321.024.481       6.643.815.019     6.821.060.839


Sumber : Laporan Keuangan Audited ADCP

Perkembangan Posisi Keuangan Periode 31 Desember 2019 sampai dengan yang berakhir pada
31 Desember 2024

Posisi total aset, terjadi kenaikan total aset atau total aktiva dengan rata-rata kenaikan sebesar 9,69%
selama periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember 2024. Kenaikan total aset ini linier
dengan naiknya pertumbuhan total aset lancar dengan rata-rata kenaikan sebesar 4,31% dan aset tidak
lancar sebesar 19,74%. Pada 31 Desember 2024, Perseroan mencatatkan saldo total aset sebesar
Rp6.821.060.839.000,- atau mengalami kenaikan sebesar 2,67% dari tahun sebelumnya.


Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                                                                             45
Page 60
Aset lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember 2024 memiliki
bobot rata-rata terhadap total aset sebesar 59,50%. Aset lancar Perseroan terdiri dari kas dan setara kas,
piutang usaha pihak berelasi dan pihak ketiga, pendapatan akan diterima pihak berelasi dan pihak ketiga,
piutang lain-lain jangka pendek, persediaan, uang muka, biaya dibayar dimuka, dan pajak dibayar
dimuka. Pada periode 31 Desember 2024, jumlah aset lancar Perseroan adalah sebesar
Rp3.645.676.112.000,- atau mengalami kenaikan sebesar 6,27% dari periode sebelumnya.

Aset tidak lancar Perseroan selama periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember 2024
memiliki bobot rata-rata terhadap total aset sebesar 40,50%. Selama periode 31 Desember 2019 sampai
dengan 31 Desember 2024 aset tidak lancar Perseroan terdiri dari piutang lain-lain jangka panjang pihak
berelasi dan pihak ketiga, persediaan, properti investasi, aset tetap, aset hak guna, aset tak berwujud, dan
aset lain-lain. Pada periode 31 Desember 2024, Perseroan mencatatkan jumlah aset tidak lancar sebesar
Rp3.175.384.727.000,- atau mengalami penurunan sebesar 1,18% dari periode sebelumnya

Posisi total liabilitas, selama periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember 2024 terdapat
rata-rata peningkatan liabilitas lancar sebesar 9,68% per tahunnya. Liabilitas lancar terdiri dari utang
usaha pihak berelasi dan pihak ketiga, utang pajak, liabilitas pajak tangguhan, beban akrual, liabilitas
sewa, pendapatan diterima dimuka, utang obligasi jangka pendek, utang bank jangka pendek, utang
bank bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun, dan libailitas jangka pendek lainnya. Pada periode
31 Desember 2024, liabilitas lancar mengalami penurunan sebesar 1,71% dibandingkan periode
sebelumnya. Total liabilitas lancar Perseroan pada periode 31 Desember 2024 adalah sebesar
Rp2.530.417.980.000,-.

Selama periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember 2024 terdapat total rata-rata
peningkatan liabilitas tidak lancar sebesar 87,15% per tahunnya. Liabilitas tidak lancar terdiri dari utang
obligasi jangka panjang, sukuk ijarah, utang bank jangka panjang, utang lembaga keuangan, utang lain-
lain, liabilitas pajak tangguhan, dan pinjaman dari pihak berelasi. Pada periode 31 Desember 2024,
liabilitas tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 11,94% dibandingkan periode sebelumnya. Total
liabilitas tidak lancar Perseroan pada periode 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp1.673.676.299.000,-.

Posisi ekuitas, selama kurun waktu 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember 2024, yang
tercatat dengan bobot rata-rata sebesar 40,66% dari keseluruhan total liabilitas dan ekuitas. Laporan
keuangan selama periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember 2024 menunjukkan bahwa
ekuitas Perseroan mengalami kenaikan selama periode berlangsung dengan rata-rata sebesar 3,80% per
tahunnya. Ekuitas Perseroan terdiri dari modal saham, tambahan modal disetor, saldo laba ditentukan
penggunaannya dan belum ditentukan penggunaannya, dan kepentingan non pengendali. Pada periode
31 Desember 2024, ekuitas Perseroan mengalami peningkatan sebesar 1,66% dari tahun sebelumnya,
dengan mencatatkan jumlah saldo ekuitas sebesar Rp2.616.966.560.000,-.




Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                      46
Page 61
4.1.1.3. Penilaian Kinerja Arus Kas

                                                                 Tabel 4.3. Kinerja Arus Kas ADCP
                                                                                                                                             (Dalam Ribuan Rupiah)
                                                                      31 Des             31 Des            31 Des            31 Des             31 Des             31 Des
                             Uraian                                    2019               2020              2021              2022               2023               2024
                                                                      Audited            Audited          Audited            Audited            Audited           Audited

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
  Penerimaaan Kas Dari Pelanggan                                         692.128.160       468.665.960       774.055.461      874.266.121         723.027.214        556.137.559
  Penerimaan Restitusi Pajak                                                       -                 -        56.498.586          798.074                   -                  -
  (Peningkatan) Penurunan Rekening Bank yang Dibatasi Penggunaa                    -                 -                 -     (140.387.317)                  -                  -
  Penempatan ke Rekening Bank yang Dibatasi Penggunaannya                          -                 -                 -                -         (47.425.860)       (29.807.481)
  Penerimaan dari Rekening Bank yang Dibatasi Penggunaannya                        -                 -                 -                -         115.063.234         79.722.884
  Pembayaran kepada Pemasok dan Pihak Ketiga                            (646.435.341)     (627.446.099)     (938.016.327)    (536.818.562)       (763.453.092)      (609.797.203)
  Pembayaran Kepada Karyawan                                             (26.669.950)      (29.205.054)      (41.348.397)     (52.214.349)        (25.254.743)       (22.859.821)
  Pembayaran Bagi Hasil Hotel                                                      -                 -                 -                -                   -        (33.439.963)
  Penerimaan Bunga                                                         2.127.256         1.564.832         2.172.325                -                   -                  -
  Pembayaran Beban Pinjaman                                               (1.842.919)      (38.789.431)      (13.069.191)               -                   -                  -
  Pembayaran Pajak Penghasilan                                            (5.420.659)       (6.203.263)       (4.681.525)     (23.529.177)                  -         (4.750.612)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi                            13.886.547      (231.413.054)     (164.389.068)     122.114.790            1.956.752       (64.794.637)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
  Perolehan Aset Takberwujud                                                       -                 -        (3.133.500)                -                   -                 -
  Perolehan Aset Tetap                                                    (3.488.443)       (1.109.744)                -                 -                   -                 -
  Penempatan Kas dan Setara Kas Dibatasi Penggunaannya                             -                 -                 -                 -                   -      (130.000.000)
  Penerimaan Bunga                                                                 -                 -                 -                 -                   -         9.884.121
  Investasi pada Operasi Bersama                                         (18.912.477)      (18.836.643)                -                 -                   -                 -
  Pelepasan Saham Entitas Anak                                                                  11.000                 -                 -                   -                 -
  Akuisisi Entitas Anak Baru, Setelah Dikurangi Kas yang Diperoleh       (86.517.357)                -                 -                 -                   -                 -
  Penambahan Tanah Yang Belum Dikembangkan                              (779.791.660)     (130.800.214)     (289.856.043)     (216.185.968)        (75.216.087)       (7.945.394)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                        (888.709.937)     (150.735.601)     (292.989.543)     (216.185.968)        (75.216.087)     (128.061.273)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
  Penerimaan Utang Bank                                                  297.719.158      166.997.887       110.436.285        555.891.900        192.587.500        124.165.531
  Pembayaran Utang Bank                                                     (237.000)     (27.470.500)     (133.613.000)      (501.456.469)      (433.854.310)      (106.917.981)
  Penerimaan Utang Lembaga Keuangan                                                -                -                 -                  -        126.912.759          6.237.241
  Pembayaran Utang Lembaga Keuangan                                                -                -                 -                  -                  -         (6.657.500)
  Penerimaan Sukuk                                                                 -                -                 -                  -        233.270.000                  -
  Penerimaan Obligasi                                                              -                -       500.000.000        307.500.000        499.900.000                  -
  Pembayaran Obligasi                                                              -                -                 -       (491.000.000)      (205.500.000)        (9.000.000)
  Pembayaran Beban Pinjaman                                                        -                -                 -        (78.004.439)       (81.857.954)       (85.946.823)
  Pembayaran Ijarah                                                                -                -                 -                                     -         (3.604.600)
  Penerimaan Bunga                                                                 -                -                 -          1.585.045                  -                  -
  Penerimaan Penawaran Umum Perdana                                                -                -                 -        278.854.919                  -                  -
  Pembayaran Biaya Emisi Obligasi                                                  -                -        (2.500.000)        (3.517.106)                 -                  -
  Penyertaan Modal                                                       142.397.119                -                 -                  -                  -                  -
  Pembayaran Dividen                                                               -      (12.907.587)      (15.031.180)        (7.292.957)                 -                  -
  Pembayaran Liabilitas Sewa                                                       -       (2.445.060)       (2.547.031)        (2.150.360)        (1.373.970)        (1.424.818)
  Penerimaan Pinjaman Pihak Berelasi                                     615.442.073                -                 -                  -                  -         27.715.000
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan                        1.055.321.350      124.174.741       456.745.074         60.410.533        330.084.025        (55.433.951)

Kas dan Setara Kas Operasi Bersama                                         2.650.575         5.432.663        16.465.098                 -                   -                 -

Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas                                    183.148.534       (252.541.251)       15.831.560       (33.660.645)       256.824.690       (248.289.860)

Kas dan Setara Kas Awal Tahun/Periode                                   114.091.593       297.240.127         44.698.877      60.530.437         26.869.792       283.694.482

Kas dan Setara Kas Akhir Tahun/Periode                                297.240.127         44.698.877        60.530.437        26.869.792        283.694.482         35.404.622




Sumber : Laporan Keuangan Audited ADCP

Selama periode 31 Desember 2019 – 31 Desember 2024, kas yang diterima dan digunakan untuk
aktivitas operasi menunjukan pergerakan beragam. Pada tahun 2020 saldo arus kas dari aktivitas operasi
mencatatkan jumlah saldo negatif sebesar Rp231.413.054.000,- yang mana pada tahun sebelumnya
ADCP mencatatkan saldo positif arus kas dari aktivitas operasi pada tahun 2019 adalah sebesar
Rp13.886.547.000,-. Untuk periode 31 Desember 2021, arus kas dari aktivitas operasi kembali
menunjukkan saldo negatif sebesar Rp164.389.068.000,-. Saldo negatif tersebut disebabkan oleh
pembayaran kepada pemasok dan pihak ketiga yang mencatatkan jumlah saldo yang jauh lebih besar jika
dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni dengan jumlah saldo negatif sebesar Rp938.016.327.000,-
pada periode 31 Desember 2021, dibandingkan dengan periode 31 Desember 2020 mencatatkan
pembayaran kepada pemasok dan pihak ketiga sebesar Rp627.446.099.000,-. Untuk periode berikutnya
yakni 31 Desember 2022 aktivitas operasional mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun
sebelumnya. Peningkatan yang terjadi pada periode 31 Desember 2022 tersebut utamanya juga
disebabkan oleh peneriman kas dari pelanggan yaitu sebesar Rp874.266.121.000,- yang mengalami
peningkatan dibandingkan periode sebelumnya. Jumlah saldo arus kas dari aktivitas operasi pada
Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                                                                                       47
Page 62
periode 31 Desember 2022 sebesar Rp122.114.790.000,-. Pada periode 31 Desember 2023 aktivitas
operasional mengalami penurunan dibandingkan dengan periode 31 Desember 2022 namun tetap
menunjukkan saldo positif yaitu sebesar Rp1.956.752.000,-. Penurunan yang terjadi pada periode 31
Desember 2023 tersebut utamanya berasal dari penurunan penerimaan kas dari pelanggan dengan
jumlah saldo sebesar Rp723.027.214.000,- sejalan dengan naiknya pembayaran pada pemasok dan pihak
ketiga dengan jumlah saldo negatif tercatat sebesar Rp763.453.092.000,-. Pada periode 31 Desember
2024 aktivitas operasional ADCP mengalami penurunan kembali yaitu tercatat saldo negatif sebesar
Rp64.794.637.000,-. Penyebab utama untuk penurunan yang terjadi pada periode 31 Desember 2024
dikarenakan oleh turunnya penerimaan kas dari pelanggan dengan saldo yang tercatat sebesar
Rp556.137.559.000,- dan adanya pembayaran bagi hasil hotel sebesar Rp33.439.963.000,-.

Di sisi aktivitas investasi, dari periode 31 Desember 2019 hingga 31 Desember 2024 didominasi oleh
pengeluaran dibanding penerimaan. Penerimaan yang diperoleh dari aktivitas investasi terjadi di tahun
2020 sebesar Rp11.000.000,- dan tahun 2024 sebesar Rp9.884.121.000,- dimana penerimaan tersebut
pada masing-masing tahun dan periode berasal dari pelepasan saham entitas anak dan penerimaan
bunga. Pengeluaran aktivitas investasi di periode 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember 2024
mencatatkan jumlah masing-masing saldo sebesar Rp888.709.937.000,- untuk tahun 2019,
Rp150.735.601.000,- untuk tahun 2020, Rp292.989.543.000,- untuk tahun 2021, Rp216.185.968.000,-,
untuk tahun 2022, Rp75.216.087.000,- untuk tahun 2023, dan Rp128.061.273,- untuk tahun 2024
dimana pengeluaran terbesar pada masing-masing tahun tersebut digunakan untuk penambahan tanah
yang belum dikembangkan.

Arus kas dari aktivitas pendanaan selama periode 31 Desember 2019 – 31 Desember 2023 menunjukan
penerimaan di setiap tahunnya. Penerimaan terbesar atas aktivitas pendanaan terjadi di tahun 2019.
Saldo arus kas dari aktivitas pendanaan pada tahun 2019 tercatat sebesar Rp1.055.321.350.000,-, dimana
penerimaan pinjaman pihak berelasi diterima pada tahun tersebut sebesar Rp615.442.073.000,- yang
menyebabkan nominal penerimaan menjadi yang terbesar di antara periode lainnya. Sedangkan aktivitas
pendanaan ADCP periode 31 Desember 2024 menunjukkan banyaknya pembayaran pada periode
tersebut sehingga tercatat dengan saldo negatif sebesar Rp55.433.951.000,-.

4.1.2. Penilaian atas Proyeksi Keuangan

Proyeksi laporan keuangan Perseroan Tanpa dan Dengan Transaksi Perseroan untuk periode 2025-
2034 yang telah disiapkan oleh manajemen Perseroan yang diberikan kepada kami dalam format excel
dengan link.
Dalam menyusun Pendapat Kewajaran, kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disiapkan
oleh manajemen Perseroan, yang telah kami lakukan review secara terbatas yang berhubungan dengan
Rencana Transaksi Perseroan, namun kami tidak bertanggung jawab atas akurasi data yang terdapat
dalam proyeksi keuangan, kesalahan penerapan asumsi atau perhitungan matematis, selain itu kami juga
tidak bertanggung jawab atas pencapaiannya serta proyeksi keuangan diluar Rencana Transaksi ADCP.

Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                 48
Page 63
4.1.2.1. Proyeksi Sebelum Rencana Transaksi

Berikut proyeksi keuangan periode 31 Desember 2025 – 31 Desember 2034 dengan yang disusun oleh
manajemen ADCP :

         Tabel 4.4. Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Transaski (Dalam Ribuan Rupiah)
          Keterangan                    2025             2026             2027             2028            2029
Total Aset                        6.884.526.158       7.080.802.269    7.406.231.927    7.579.497.665   7.581.803.993

Total Liabilitas                  4.242.185.727       4.414.397.789    4.692.402.476    4.736.793.734   4.677.233.472

Total Ekuitas                     2.642.340.431       2.666.404.480    2.713.829.451    2.842.703.931   2.904.570.521

Total Liabilitas & Ekuitas        6.884.526.158       7.080.802.269    7.406.231.927    7.579.497.665   7.581.803.993

 Tabel 4.4. Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Transaski (Dalam Ribuan Rupiah) (Lanjutan)
          Keterangan                    2030             2031             2032             2033            2034
Total Aset                        7.726.076.387       7.337.774.479    7.231.967.358    7.328.421.142   7.454.266.061

Total Liabilitas                  4.701.415.797       3.889.662.676    3.531.614.706    3.450.443.550   3.395.066.314

Total Ekuitas                     3.024.660.590       3.448.111.802    3.700.352.652    3.877.977.592   4.059.199.747

Total Liabilitas & Ekuitas        7.726.076.387       7.337.774.479    7.231.967.358    7.328.421.142   7.454.266.061

                   Tabel 4.5. Proyeksi Laba Rugi Sebelum Transaski (Dalam Ribuan Rupiah)
             Keterangan                   2025             2026            2027             2028           2029
Pendapatan                              336.870.370      303.792.774     342.642.024      611.311.918    648.621.473

Beban Pokok Pendapatan                  245.366.824      217.870.210     246.919.750      415.858.430    480.255.217

Laba (Rugi) Kotor                        91.503.546       85.922.564      95.722.275      195.453.488    168.366.256

Beban Umum dan Administrasi              34.493.238       34.493.238      34.838.171       35.186.552     35.538.418

Beban Pajak Final                         5.888.363        4.941.710        6.052.410       4.993.294      5.789.316

Laba (Rugi) Sebelum Keuangan             51.121.945       46.487.615      54.831.694      155.273.642    127.038.522

Laba (Rugi) Sebelum Pajak                25.700.764       24.374.066      48.035.950      130.534.776     62.663.620

Laba (Rugi) Setelah Pajak                25.373.871       24.064.048      47.424.972      128.874.480     61.866.590

        Tabel 4.5. Proyeksi Laba Rugi Sebelum Transaski (Dalam Ribuan Rupiah) (Lanjutan)
             Keterangan                   2030             2031            2032             2033           2034
Pendapatan                          1.046.153.029        968.949.979     798.457.068      453.430.472    453.469.874

Beban Pokok Pendapatan                  629.998.815      463.339.025     468.247.521      199.549.336    195.724.198

Laba (Rugi) Kotor                       416.154.214      505.610.954     330.209.547      253.881.136    257.745.675

Beban Umum dan Administrasi              35.893.802       36.252.740      36.615.267       36.981.420     37.351.234

Beban Pajak Final                         3.753.643        2.128.585        2.109.344       1.831.645      1.255.321

Laba (Rugi) Sebelum Keuangan            376.506.769      467.229.629     291.484.936      215.068.071    219.139.120

Laba (Rugi) Sebelum Pajak               121.637.195      428.906.554     255.490.480      179.913.290    183.556.849

Laba (Rugi) Setelah Pajak               120.090.069      423.451.212     252.240.849      177.624.940    181.222.155



Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                                49
Page 64
                   Tabel 4.6. Proyeksi Arus Kas Sebelum Transaski (Dalam Ribuan Rupiah)
                Keterangan                        2025             2026            2027             2028           2029
Arus Kas dr Aktivitas Operasi                   (43.174.735)   114.385.214       199.706.371      422.091.494    41.806.148

Arus Kas dr Aktivitas Investasi                 (49.816.441)   (51.134.445)     (66.727.833)     (69.543.255)   (12.711.325)

Arus Kas dr Aktivitas Pendanaan                 (27.626.208)   (30.400.000)     (56.300.000)    (411.771.306)   (20.000.000)

Kenaikan (Penurunan) Arus Kas                  (120.617.385)     32.850.769       76.678.537     (59.223.066)     9.094.823

Kas Awal Tahun                                   35.404.622    (85.212.763)     (52.361.994)       24.316.543   (34.906.523)

Kas Akhir Tahun                                 (85.212.763)   (52.361.994)       24.316.543     (34.906.523)   (25.811.700)

         Tabel 4.6. Proyeksi Arus Kas Sebelum Transaski (Dalam Ribuan Rupiah) (Lanjutan)
                   Keterangan                      2030            2031                2032          2033          2034
Arus Kas dr Aktivitas Operasi                    65.211.092      357.615.250       63.086.107      84.816.831    99.410.145

Arus Kas dr Aktivitas Investasi                 (13.069.370)     (13.437.754)    (13.816.828)    (14.206.955)   (14.608.512)

Arus Kas dr Aktivitas Pendanaan                 (20.000.000)   (298.414.235)     (40.000.000)    (45.000.000)   (46.492.500)

Kenaikan (Penurunan) Arus Kas                    32.141.722       45.763.261        9.269.279      25.609.876    38.309.134

Kas Awal Tahun                                  (25.811.700)       6.330.021       52.093.283      61.362.562    86.972.438

Kas Akhir Tahun                                   6.330.021       52.093.283       61.362.562      86.972.438   125.281.572



4.1.2.2. Proyeksi Setelah Rencana Transaksi

Berikut proyeksi keuangan periode 31 Desember 2025 – 31 Desember 2034 dengan yang disusun oleh
manajemen ADCP :

          Tabel 4.7. Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Transaski (Dalam Ribuan Rupiah)
          Keterangan                    2025              2026                  2027              2028             2029
Total Aset                        6.978.487.896        7.154.628.085      7.454.142.266        7.649.692.119    7.655.806.533

Total Liabilitas                  4.324.185.727        4.479.997.789      4.733.402.476        4.736.793.734    4.677.233.472

Total Ekuitas                     2.654.302.169        2.674.630.295      2.720.739.790        2.912.898.385    2.978.573.060

Total Liabilitas & Ekuitas        6.978.487.896        7.154.628.085      7.454.142.266        7.649.692.119    7.655.806.533

  Tabel 4.7. Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Transaski (Dalam Ribuan Rupiah) (Lanjutan)
          Keterangan                    2030              2031                  2032              2033             2034
Total Aset                        7.804.020.294        7.419.797.702      7.318.212.673        7.419.036.322    7.549.404.052

Total Liabilitas                  4.701.415.797        3.889.662.676      3.531.614.706        3.450.443.550    3.395.066.314

Total Ekuitas                     3.102.604.497        3.530.135.025      3.786.597.967        3.968.592.772    4.154.337.738

Total Liabilitas & Ekuitas        7.804.020.294        7.419.797.702      7.318.212.673        7.419.036.322    7.549.404.052




Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                                        50
Page 65
                Tabel 4.8. Proyeksi Laba Rugi Setelah Transaski (Dalam Ribuan Rupiah)
           Keterangan                      2025                2026               2027               2028            2029
Pendapatan                              383.595.370       302.742.774        341.592.024          783.981.018     648.621.473

Beban Pokok Pendapatan                  272.209.762       214.391.286        243.319.064          524.428.123     476.398.072

Laba (Rugi) Kotor                       111.385.608       88.351.488            98.272.961        259.552.896     172.223.401

Beban Umum dan Administrasi             34.493.238        34.493.238            34.838.171        35.186.552      35.538.418

Beban Pajak Final                        5.888.363         4.941.710            6.052.410          4.993.294       5.789.316

Laba (Rugi) Sebelum Keuangan            71.004.007        48.916.539            57.382.380        219.373.049     130.895.667

Laba (Rugi) Sebelum Pajak               37.816.605        20.590.014            46.703.526        194.634.183     66.520.765

Laba (Rugi) Setelah Pajak               37.335.609        20.328.126            46.109.495        192.158.595     65.674.675

         Tabel 4.8. Proyeksi Laba Rugi Setelah Transaski (Dalam Ribuan Rupiah) (Lanjutan)
           Keterangan                      2030                2031               2032               2033            2034
Pendapatan                          1.046.153.029          968.949.979          798.457.068        453.430.472     453.469.874

Beban Pokok Pendapatan                   626.006.670       459.207.156          463.971.036        195.123.174     191.143.120

Laba (Rugi) Kotor                        420.146.359       509.742.824          334.486.033        258.307.299     262.326.753

Beban Umum dan Administrasi               35.893.802           36.252.740        36.615.267         36.981.420      37.351.234

Beban Pajak Final                          3.753.643            2.128.585         2.109.344          1.831.645       1.255.321

Laba (Rugi) Sebelum Keuangan             380.498.914       471.361.499          295.761.421        219.494.234     223.720.198

Laba (Rugi) Sebelum Pajak                125.629.340       433.038.423          259.766.965        184.339.453     188.137.927

Laba (Rugi) Setelah Pajak                124.031.437       427.530.528          256.462.941        181.994.805     185.744.966

                  Tabel 4.9. Proyeksi Arus Kas Setelah Transaski (Dalam Ribuan Rupiah)
               Keterangan                          2025               2026           2027             2028           2029
Arus Kas dr Aktivitas Operasi                 (31.212.997)       110.649.292      198.390.894       485.375.609    45.614.233

Arus Kas dr Aktivitas Investasi               (49.816.441)       (51.134.445)     (66.727.833)     (69.543.255)   (12.711.325)

Arus Kas dr Aktivitas Pendanaan                   54.373.792     (46.800.000)     (80.900.000)    (452.771.306)   (20.000.000)

Kenaikan (Penurunan) Arus Kas                 (26.655.647)        12.714.847       50.763.061      (36.938.951)    12.902.908

Kas Awal Tahun                                    35.404.622        8.748.975      21.463.822        72.226.882    35.287.931

Kas Akhir Tahun                                    8.748.975      21.463.822       72.226.882        35.287.931    48.190.839

          Tabel 4.9. Proyeksi Arus Kas Setelah Transaski (Dalam Ribuan Rupiah) (Lanjutan)
               Keterangan                          2030               2031            2032             2033          2034
Arus Kas dr Aktivitas Operasi                     69.152.460      361.694.566       67.308.199       89.186.697   103.932.956

Arus Kas dr Aktivitas Investasi               (13.069.370)        (13.437.754)     (13.816.828)    (14.206.955)   (14.608.512)

Arus Kas dr Aktivitas Pendanaan               (20.000.000)       (298.414.235)     (40.000.000)    (45.000.000)   (46.492.500)

Kenaikan (Penurunan) Arus Kas                     36.083.090       49.842.577       13.491.371       29.979.741    42.831.944

Kas Awal Tahun                                    48.190.839       84.273.929      134.116.506      147.607.877   177.587.619

Kas Akhir Tahun                                   84.273.929      134.116.506      147.607.877      177.587.619   220.419.563


Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                                           51
Page 66
 Asumsi yang digunakan dalam penyusunan proyeksi keuangan ADCP dengan adanya pemberian
 pinjaman kepada ADHI adalah sebagai berikut :
     • Total pinjaman yang diterima ADCP dari ADHI Sebesar Rp.82.000.000.000,- (delapan puluh
        dua miliar rupiah) dan diasumsikan akan lunas pada 2027.
     • Tarif bunga selama masa proyeksi adalah sebesar 9,02% per tahun.
     • Dalam pencatatan beban bunga, dimana pada proyeksi setelah transaksi ADCP mengeluarkan
        total biaya beban bunga SHL sebesar Rp17.826.306.000,- (tujuh belas miliar delapan ratus dua
           puluh enam juta tiga ratus enam ribu rupiah) selama 3 (tiga) tahun. Pembayaran beban Bunga
           ini dibayarkan menggunakan kas ADCP.

 4.1.3. Analisis Rasio Keuangan

 4.1.3.1. Analisis Kinerja Rasio Keuangan

                                      Tabel 4.10. Analisa Rasio Keuangan ADCP

   Analisis Rasio Keuangan              2019      2020      2021      2022      2023      2024      Average
RASIO LIKUIDITAS
Current Ratio                           161,30%   133,63%   103,30%   96,05%    133,26%   144,07%   128,60%

Quick Ratio                             161,30%   133,63%   103,30%   96,05%    133,26%   144,07%   128,60%

Working Capital To Total Aset Ratio     25,96%    17,22%     1,94%    -2,24%    12,89%    16,35%     12,02%


RASIO AKTIVITAS
Total Assets Turnover (X)                  0,19      0,21      0,09     0,09       0,10      0,04       0,12

Account Receivable Turnover (X)            6,05     23,09     13,52    19,99      33,86     10,61      17,85

Average Collection Period (Day)           60,31     15,81     27,00    18,26      10,78     34,41      27,76

Working Capital Turnover (X)               0,71      1,21      4,85    (4,19)      0,76      0,27       0,60


RASIO SOLVABILITAS
Total Debt to Equity Ratio              13,66%    22,48%    43,66%    32,05%    61,71%    72,51%     41,01%
Total Debt to Asset Ratio                6,93%     9,47%    15,34%    12,46%    23,91%    27,82%     15,99%


RASIO PROFITABILITAS
Gross Profit Margin                     25,42%    17,97%    26,04%    25,85%    26,33%    30,77%     25,40%

Net Profit Margin                       18,58%    13,64%    23,13%    17,72%    17,82%    14,25%     17,52%

Return On Asset                          3,44%     2,85%     2,18%     1,66%     1,75%     0,63%      2,08%

Return On Equity                         6,79%     6,76%     6,21%     4,27%     4,51%     1,64%      5,03%

 Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)
 Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana
 kemampuan Perseroan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Selama periode 31 Desember

 Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
 PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                     52
Page 67
2019 hingga 31 Desember 2024, rata-rata rasio lancar selama periode tersebut sebesar 128,60% atau
berada di atas 100,00%, yang berarti bahwa liabilitas lancar ADCP dapat ditutupi oleh aset lancarnya.
Quick ratio ADCP selama periode tersebut menunjukan rata-rata sebesar 128,60% berada di atas
100,00%, yang berarti bahwa aset lancar ADCP cukup likuid karena liabilitas lancar ADCP dapat
ditutupi oleh aset lancarnya. Untuk working capital to total aset ratio menunjukkan rasio dengan rata-rata 6
(enam) tahun terakhir sebesar 12,02%.
Rasio Aktivitas (Activity Ratio)
Rasio aktivitas (activity ratio) adalah rasio yang mengukur seberapa efektif Perseroan dalam
memanfaatkan semua sumber daya yang ada padanya. Selama periode 31 Desember 2019 sampai
dengan 31 Desember 2024, rata-rata total asset turnover ratio adalah sebesar 0,12 kali. Perputaran piutang
usaha rata-rata adalah sebanyak 17,85 kali dalam setahun atau selama 28 hari. Sedangkan perputaran
modal kerja (Working Capital Turnover) menunjukkan rata-rata sebesar 0,60 kali.

Rasio Solvabilitas (Solvability Ratio)
Rasio solvabilitas (solvency ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan Perseroan
untuk melunasi utang-utangnya dengan ekuitas atau aset yang dimiliki jika Perseroan dilikuidasi. Rasio
rata-rata total debt to equity ratio dan total debt to asset ratio Perseroan selama periode 31 Desember 2019
sampai dengan 31 Desember 2024 masing-masing adalah sebesar 41,01% dan 15,99%.

Rasio Profitabilitas (Profitability Ratio)
Rasio profitabilitas ini menunjukan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba. Perseroan
menghasilkan laba kotor (gross profit margin) dan laba bersih (net profit margin) dengan rata-rata masing-
masing sebesar 25,40% dan 17,52% dari total pendapatan Perseroan. Secara rata–rata return on asset dan
return on equity masing-masing sebesar 2,08% dan 5,03% selama periode 31 Desember 2019 sampai
dengan 31 Desember 2024.
4.1.3.2. Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi
                                      Tabel 4.11. Analisa Rasio Keuangan ADCP
         Analisis Rasio Keuangan               2025     2026      2027      2028       2029        2030
RASIO LIKUIDITAS
Current Ratio                                 146,17%   139,83%   115,59%   123,29%    124,47%     126,38%

Quick Ratio                                   146,17%   139,83%   115,59%   123,29%    124,47%     126,38%

Working Capital To Total Aset Ratio            16,80%   15,32%     7,41%    10,40%     10,79%       11,61%


RASIO AKTIVITAS
Total Assets Turnover (X)                        0,05      0,04      0,05       0,08      0,09         0,14

Account Receivable Turnover (X)                 10,20     11,50     21,40     16,22      19,11        27,68

Average Collection Period (Day)                 35,79     31,75     17,05     22,56      19,10        13,19

Working Capital Turnover (X)                     0,29      0,28      0,62       0,78      0,79         1,17

Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                      53
Page 68
         Analisis Rasio Keuangan            2025     2026      2027      2028      2029       2030


RASIO SOLVABILITAS
Total Debt to Equity Ratio                 70,77%    68,99%    65,71%    48,25%    46,53%      44,02%

Total Debt to Asset Ratio                  27,16%    25,98%    24,08%    18,10%    17,83%      17,23%


RASIO PROFITABILITAS
Gross Profit Margin                        27,16%    28,28%    27,94%    31,97%    25,96%      39,78%

Net Profit Margin                           7,53%     7,92%    13,84%    21,08%     9,54%      11,48%

Return On Asset                             0,37%     0,34%    0,64%      1,70%     0,82%       1,55%

Return On Equity                            0,96%     0,90%    1,75%      4,53%     2,13%       3,97%

                             Tabel 4.11. Analisa Rasio Keuangan ADCP (Lanjutan)
        Analisis Rasio Keuangan             2031     2032      2033      2034      Average (2025-2034)
RASIO LIKUIDITAS
Current Ratio                              134,52%   146,24%   151,50%   158,08%                136,61%

Quick Ratio                                134,52%   146,24%   151,50%   158,08%                136,61%

Working Capital To Total Aset Ratio         13,62%   16,51%     17,90%   19,58%                  13,99%


RASIO AKTIVITAS
Total Assets Turnover (X)                     0,13      0,11      0,06      0,06                     0,08

Account Receivable Turnover (X)              40,21     32,57     80,44     59,39                   31,87

Average Collection Period (Day)               9,08     11,24      4,54      6,15                   17,04

Working Capital Turnover (X)                  0,97      0,67      0,35      0,31                     0,62


RASIO SOLVABILITAS
Total Debt to Equity Ratio                  29,96%   26,84%     24,45%   22,21%                  44,77%

Total Debt to Asset Ratio                   14,08%   13,73%     12,94%   12,10%                  18,32%


RASIO PROFITABILITAS
Gross Profit Margin                         52,18%   41,36%     55,99%   56,84%                  38,75%

Net Profit Margin                           43,70%   31,59%     39,17%   39,96%                  22,58%

Return On Asset                              5,77%    3,49%      2,42%    2,43%                   1,95%

Return On Equity                            12,28%    6,82%      4,58%    4,46%                   4,24%

Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)
Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana
kemampuan Perseroan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Selama periode 31 Desember
2025 hingga 31 Desember 2034, rata-rata rasio lancar selama periode tersebut sebesar 136,61% atau
Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                  54
Page 69
berada di atas 100,00%, yang berarti bahwa liabilitas lancar ADCP dapat ditutupi oleh aset lancarnya.
Quick ratio ADCP selama periode tersebut menunjukan rata-rata sebesar 136,61% berada di atas
100,00%, yang berarti bahwa aset lancar ADCP cukup likuid karena liabilitas lancar ADCP dapat
ditutupi oleh aset lancarnya. Untuk working capital to total aset ratio menunjukkan rasio dengan rata-rata 10
tahun terakhir sebesar 13,99%.
Rasio Aktivitas (Activity Ratio)
Rasio aktivitas (activity ratio) adalah rasio yang mengukur seberapa efektif Perseroan dalam
memanfaatkan semua sumber daya yang ada padanya. Selama periode 31 Desember 2025 hingga
31 Desember 2034, rata-rata total asset turnover ratio adalah sebesar 0,08 kali. Perputaran piutang usaha
rata-rata adalah sebanyak 31,87 kali dalam setahun atau selama 18 hari. Sedangkan perputaran modal
kerja (Working Capital Turnover) menunjukkan rata-rata sebesar 0,62 kali.
Rasio Solvabilitas (Solvability Ratio)
Rasio solvabilitas (solvency ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan Perseroan
untuk melunasi utang-utangnya dengan ekuitas atau aset yang dimiliki jika Perseroan dilikuidasi. Rasio
rata-rata total debt to equity ratio dan total debt to asset ratio Perseroan selama periode 31 Desember 2025
hingga 31 Desember 2034 masing-masing adalah sebesar 44,77% dan 18,32%.
Rasio Profitabilitas (Profitability Ratio)
Rasio profitabilitas ini menunjukan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba. Perseroan
menghasilkan laba kotor (gross profit margin) dan laba bersih (net profit margin) dengan rata-rata masing-
masing sebesar 38,75% dan 22,58% dari total pendapatan Perseroan. Secara rata–rata return on asset dan
return on equity masing-masing sebesar 1,95% dan 4,24% selama periode 31 Desember 2025 sampai
dengan 31 Desember 2034.
4.1.3.3. Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi
                                      Tabel 4.12. Analisa Rasio Keuangan ADCP

         Analisis Rasio Keuangan                2025      2026      2027      2028       2029        2030
RASIO LIKUIDITAS
Current Ratio                                  149,93%    142,54%   116,95%   125,36%   126,69%     128,68%

Quick Ratio                                    149,93%    142,54%   116,95%   125,36%   126,69%     128,68%

Working Capital To Total Aset Ratio             17,92%    16,19%     8,00%    11,22%     11,66%      12,49%


RASIO AKTIVITAS
Total Assets Turnover (X)                          0,05      0,04      0,05      0,10       0,08        0,13

Account Receivable Turnover (X)                   11,61     11,46     21,34     20,81      19,11       27,68

Average Collection Period (Day)                   31,43     31,86     17,10     17,59      19,10       13,19

Working Capital Turnover (X)                       0,31      0,26      0,57      0,91       0,73        1,07




Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                       55
Page 70
         Analisis Rasio Keuangan            2025      2026      2027      2028      2029       2030
RASIO SOLVABILITAS
Total Debt to Equity Ratio                  70,45%    68,78%    65,55%    47,09%    45,38%      42,92%

Total Debt to Asset Ratio                   26,80%    25,71%    23,92%    17,93%    17,65%      17,06%


RASIO PROFITABILITAS
Gross Profit Margin                         29,04%    29,18%    28,77%    33,11%    26,55%      40,16%

Net Profit Margin                            9,73%     6,71%    13,50%    24,51%    10,13%      11,86%

Return On Asset                              0,54%     0,28%     0,62%     2,51%     0,86%       1,59%

Return On Equity                             1,41%     0,76%     1,69%     6,60%     2,20%       4,00%

                             Tabel 4.12. Analisa Rasio Keuangan ADCP (Lanjutan)

        Analisis Rasio Keuangan             2031     2032      2033      2034      Average (2025-2034)
RASIO LIKUIDITAS
Current Ratio                              137,35%   149,58%   155,06%   161,87%                139,40%

Quick Ratio                                137,35%   149,58%   155,06%   161,87%                139,40%

Working Capital To Total Aset Ratio         14,57%   17,49%    18,91%    20,59%                  14,90%


RASIO AKTIVITAS
Total Assets Turnover (X)                     0,13      0,11      0,06      0,06                    0,08

Account Receivable Turnover (X)              40,21     32,57     80,44     59,39                  32,46

Average Collection Period (Day)               9,08     11,24      4,54      6,15                  16,13

Working Capital Turnover (X)                  0,90      0,62      0,32      0,29                    0,60


RASIO SOLVABILITAS
Total Debt to Equity Ratio                  29,27%   26,23%    23,89%    21,70%                  44,12%

Total Debt to Asset Ratio                   13,92%   13,57%    12,78%    11,94%                  18,13%


RASIO PROFITABILITAS
Gross Profit Margin                         52,61%   41,89%    56,97%    57,85%                  39,61%

Net Profit Margin                           44,12%   32,12%    40,14%    40,96%                  23,38%

Return On Asset                              5,76%    3,50%     2,45%     2,46%                   2,06%

Return On Equity                            12,11%    6,77%     4,59%     4,47%                   4,46%

Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)

Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana
kemampuan Perseroan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Selama periode 31 Desember
2025 hingga 31 Desember 2034, rata-rata rasio lancar selama periode tersebut sebesar 139,40% atau

Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                  56
Page 71
berada di atas 100,00%, yang berarti bahwa liabilitas lancar ADCP dapat ditutupi oleh aset lancarnya.
Quick ratio ADCP selama periode tersebut menunjukan rata-rata sebesar 139,40% berada di atas
100,00%, yang berarti bahwa aset lancar ADCP cukup likuid karena liabilitas lancar ADCP dapat
ditutupi oleh aset lancarnya. Untuk working capital to total aset ratio menunjukkan rasio dengan rata-rata 10
tahun terakhir sebesar 14,90%.

Rasio Aktivitas (Activity Ratio)

Rasio aktivitas (activity ratio) adalah rasio yang mengukur seberapa efektif Perseroan dalam
memanfaatkan semua sumber daya yang ada padanya. Selama periode 31 Desember 2025 hingga 31
Desember 2034, rata-rata total asset turnover ratio adalah sebesar 0,08 kali. Perputaran piutang usaha rata-
rata adalah sebanyak 32,46 kali dalam setahun atau selama 17 hari. Sedangkan perputaran modal kerja
(Working Capital Turnover) menunjukkan rata-rata sebesar 0,60 kali.

Rasio Solvabilitas (Solvability Ratio)

Rasio solvabilitas (solvency ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan Perseroan
untuk melunasi utang-utangnya dengan ekuitas atau aset yang dimiliki jika Perseroan dilikuidasi. Rasio
rata-rata total debt to equity ratio dan total debt to asset ratio Perseroan selama periode 31 Desember 2025
hingga 31 Desember 2034 masing-masing adalah sebesar 44,12% dan 18,13%.

Rasio Profitabilitas (Profitability Ratio)
Rasio profitabilitas ini menunjukan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba. Perseroan
menghasilkan laba kotor (gross profit margin) dan laba bersih (net profit margin) dengan rata-rata masing-
masing sebesar 39,61% dan 23,38% dari total pendapatan Perseroan. Secara rata–rata return on asset dan
return on equity masing-masing sebesar 2,06% dan 4,46% selama periode 31 Desember 2025 sampai
dengan 31 Desember 2034.

4.1.4. Analisis Laporan Keuangan Sebelum Transaksi Dan Proforma Laporan Keuangan
       Setelah Transaksi Dilakukan

Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian ADCP atas Transaksi disusun berdasarkan asumsi, sebagai
berikut :

1. Penarikan pinjaman dilakuakan 2 kali penarikan sebesar Rp41.000.000.000,- pada Februari 2025
   dan Rp 41.000.000.000,- pada Maret 2025.

2. Atas Transaksi ADCP mencatatkan pinjaman tersebut kedalam utang lain-laian sebesar
     Rp82.000.000.000,- (delapan puluh dua miliar rupiah)

Berikut adalah proforma untuk Laporan Laba (Rugi) Konsolidasian, Laporan Posisi Keuangan dan
Laporan Arus Kas dengan menggunakan tahun buku audit 31 Desember 2024:




Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                       57
Page 72
    Tabel 4.13. Laporan Laba (Rugi) Konsolidasian Proforma ADCP (Dalam Ribu Rupiah)

                                                   Sebelum
                                                                                      Setelah Transaksi
                      Keterangan                  Transaksi           Penyesuaian
                                               31 Desember 2024                       31 Desember 2024
      Pendapatan                                       300.316.740                           300.316.740
      Beban Pokok Penjualan                            207.909.639                           207.909.639
      Laba (Rugi) Kotor                                 92.407.101                             92.407.101
      Beban Umum & Administrasi                         36.308.672                            36.308.672
      Beban Pajak Final                                (4.365.276)                            (4.365.276)
      Penghasilan (Beban) Lain-lain                     11.541.730                            11.541.730
      Laba (Rugi) Sebelum beban Keuangan                63.274.883                            63.274.883
      Beban Keuangan                                  (18.624.996)                           (18.624.996)
      Laba (Rugi) Sebelum Pajak                         44.649.888                            44.649.888
      Beban Pajak                                        1.846.124                             1.846.124
      Laba (Rugi) Bersih Tahun Berjalan                 42.803.764                            42.803.764

  Tabel 4.14. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Proforma ADCP (Dalam Ribu Rupiah)

                                          Sebelum Transaksi                            Setelah Transaksi
                Keterangan                                           Penyesuaian
                                          31 Desember 2024                             31 Desember 2024
   Aset Lancar                                    3.645.676.112          82.000.000           3.373.676.112
   Aset Tidak Lancar                              3.175.384.727                               3.175.384.727
   Total Aset                                     6.821.060.839          82.000.000           6.903.060.839
   Liabilitas Jangka Pendek                       2.530.417.980                               2.530.417.980
   Liabilitas Jangka Panjang                      1.673.676.299          82.000.000           1.755.676.299
   Total Liabilitas                               4.204.094.279          82.000.000           4.286.094.279
   Ekuitas                                        2.616.966.560                               2.616.966.560
   Total Liabilitas & Ekuitas                     6.821.060.839          82.000.000           6.903.060.839

       Tabel 4.15. Laporan Arus Kas Konsolidasian Proforma ADCP (Dalam Ribu Rupiah)

                                          Sebelum Transaksi                            Setelah Transaksi
                Keterangan                                           Penyesuaian
                                          31 Desember 2024                             31 Desember 2024
   Arus Kas dr Aktivitas Operasi                   (64.794.637)                                 (64.794.637)
   Arus Kas dr Aktivitas Investasi                (128.061.273)                                (128.061.273)
   Arus Kas dr Aktivitas Pendanaan                 (55.433.951)          82.000.000              26.566.049
   Kenaikan (Penurunan) Arus Kas                  (248.289.860)                                (166.289.860)
   Kas Awal Tahun                                  283.694.482                                  283.694.482
   Kas Akhir Tahun                                  35.404.622                                  117.404.622


Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                           58
Page 73
Berdasarkan Informasi Laporan Keuangan Konsolidasian Proforma ADCP periode 31 Desember 2024,
terlihat bahwa :
    1. ADCP menerima pinjaman sebesar Rp82.000.000.000,- (delapan puluh dua miliar rupiah).
    2. ADCP tidak membukukan biaya operasional atas pinjaman tersebut, dikarenakan pinjaman ini
       tidak terdapat biaya operasional.
    3. Pada posisi total aset lancar bertambah sebesar Rp82.000.000.000,-, sehingga total aset lancar
       dengan adanya Transaksi menjadi sebesar Rp3.373.676.112.000,-.
    4. Pada posisi total utang tidak lancar bertambah sebesar Rp82.000.000.000,-, sehingga total aset
       lancar dengan adanya Transaksi menjadi sebesar Rp1.755.676.299.,-.
    5. Tidak terdapat perubahan pada pos ekuitas karena pemberian pinjaman ini merupakan pinjaman
       untuk kebutuhan modal kerja, sehinga perubahan hanya terjadi dibagian sisi aset dan utang.
    6. Arus kas dari aktivitas pendanaan terdapat arus kas masuk sebesar Rp82.000.000.000,- yang
       merupakan penerimaan atas pinjaman yang diberikan oleh ADHI.

4.1.5. Analisis Kelayakan Penggunaan Dana
Dalam kondisi keuangan ADCP yang kurang baik, dimana ADCP sangat membutuhkan pendanaan
yang akan digunakan untuk keperluan modal kerja. Sehubungan dengan hal tersebut, ADHI
memberikan dana pinjaman yang cepat dengan persyaratan bunga yang lebih ringan dari pihak ketiga.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pinjaman diterima ADCP digunakan untuk kegiatan
operasional korporasi, agar ADCP dapat melakukan kegiatan usaha kedepannya.
4.1.5.1. Analisis Kelayakan Investasi
Analisis dilakukan dengan melihat perputaran atas modal kerja terhadap total aset ADCP:
                                         Tabel 4.16. Perputaran Modal Kerja

               Keterangan                  2025          2026          2027          2028          2029
   Sebelum Transaksi
   Working Capital To Total Aset Ratio       16,80%       15,32%         7,41%        10,40%        10,79%
   Account Receivable Turnover (X)            10,20         11,50         21,40         16,22         19,11
   Average Collection Period (Day)            35,79         31,75         17,05         22,56         19,10
   Account Payable Turnover (X)                   0,34          0,31          0,40          0,53          0,54
   Average Collection Period (Day)          1.076,91     1.176,25        921,91        687,02        678,02
   Setelah Transaksi
   Working Capital To Total Aset Ratio       17,92%       16,19%         8,00%        11,22%        11,66%
   Account Receivable Turnover (X)            11,61         11,46         21,34         20,81         19,11
   Average Collection Period (Day)            31,43         31,86         17,10         17,59         19,10
   Account Payable Turnover (X)                   0,39          0,31          0,39          0,68          0,54
   Average Collection Period (Day)           945,73      1.180,33        924,75        535,70        678,02

Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                           59
Page 74
                                      Tabel 4.16. Perputaran Modal Kerja (Lanjutan)
           Keterangan                      2030          2031          2032          2033          2034
Sebelum Transaksi
Working Capital To Total Aset Ratio          11,61%       13,62%        16,51%        17,90%        19,58%
Account Receivable Turnover (X)               27,68         40,21         32,57         80,44         59,39
Average Collection Period (Day)               13,19             9,08      11,24             4,54          6,15
Account Payable Turnover (X)                      0,90          0,80          0,67          0,40          0,42
Average Collection Period (Day)              403,56        457,50        548,36        914,83        878,16
Setelah Transaksi
Working Capital To Total Aset Ratio          12,49%       14,57%        17,49%        18,91%        20,59%
Account Receivable Turnover (X)               27,68         40,21         32,57         80,44         59,39
Average Collection Period (Day)               13,19             9,08      11,24             4,54          6,15
Account Payable Turnover (X)                      0,90          0,80          0,67          0,40          0,42
Average Collection Period (Day)              403,56        457,50        548,36        914,83        878,16

Berdasarkan perputaran diatas, terlihat bahwa dengan adanya pemberian pinjaman oleh ADHI dapat
meningkatkan modal kerja ADCP yang signifikan.

4.1.5.2. Analisis Kelayakan Pelunasan Utang

Analisis dilakukan dengan melihat kemampuan ADCP dalam mengembalikan dana pinjaman yang
diberikan oleh ADHI, berikut adalah proyeksi ADCP dengan adanya pinjaman dari ADHI :

                           Tabel 4.17. Rasio Kemampuan Pengembalian ADCP (%)

           Keterangan                       2025         2026          2027          2028          2029
Rasio Solvabilitas
Debt to Equity Ratio                         70,45%        68,78%        65,55%        47,09%        45,38%
Debt to Asset Ratio                          26,80%        25,71%        23,92%        17,93%        17,65%

                      Tabel 4.17. Rasio Kemampuan Pengembalian ADCP (%) (Lanjutan)

           Keterangan                       2030         2031          2032          2033          2034
Rasio Solvabilitas
Debt to Equity Ratio                         42,92%        29,27%        26,23%        23,89%        21,70%
Debt to Asset Ratio                          17,06%        13,92%        13,57%        12,78%        11,94%

Berdasarkan proyeksi yang disampaikan oleh manajemen, ADCP mampu melunasi pinjaman yang
diberikan oleh ADHI. Hal tersebut terlihat rasio solvabilitas terlihat bahwa rasio debt to equity dan debt to
asset rasio menunjukan penurunan disetiap tahunnya, yang berarti utang ADCP semakin berkurang.




Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                              60
Page 75
4.1.5.3. Analisis Atas Faktor Lain Yang Relevan

Analisis atas faktor lain yang relevan dilakukan terhadap kemampuan pemberian pinjaman. Analisis
dilakukan dengan melihat kemampuan ADHI dalam memberikan pinjaman kepada ADCP adalah
sebagai berikut:

           Tabel 4.18. Analisis Kemampuan Pemberian Pinjaman (Dalam Ribu Rupiah)
                                   Keterangan                            31 Desember 2024
  ASET
  Aset Lancar
  Kas dan Setara Kas                                                              2.243.830.554
  Piutang usaha                                                                   2.444.803.435
  Piutang Retensi                                                                 1.231.582.706
  Tagihan Bruto Pemberi Kerja                                                     7.872.888.189
  Persediaan                                                                      5.975.400.892
  Uang Muka                                                                         690.242.577
  Biaya Dibayar Dimuka                                                              245.441.162
  Pajak Dibayar Dimuka                                                              161.058.091
  Aset Keuangan dan Kontrak Konsesi - Bersih                                        360.191.414
  Aset Lancar Lain-lain                                                           1.292.918.501
  Jumlah Aset Lancar                                                             22.518.357.522

  Aset Tidak Lancar
  Aset Real Estate                                                                3.913.949.639
  Aset Keuangan dari Kontrak Konsesi-Bersih                                       1.254.872.972
  Investasi Pada Asosisasi                                                          189.422.484
  Investasi Pada Ventura Bersama                                                  2.762.746.413
  Properti Investasi                                                              1.281.109.600
  Aset Tetap                                                                      2.181.495.312
  Aset Hak Guna                                                                      32.510.191
  Investasi Jangka Panjang Lainnya                                                   26.879.852
  Aset Pajak Tangguhan                                                                3.660.560
  Aset Tidak Lancar Lainnya                                                         877.776.526
  Jumlah Aset Tidak Lancar                                                       12.524.423.550
  JUMLAH ASET                                                                    35.042.781.072

  LIABILITAS & EKUITAS
  Liabilitas Jangka Pendek
  Utang Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya                                         2.902.764.622
  Utang Usaha                                                                     7.303.545.612
  Utang Bruto SubKontraktor                                                       3.167.893.249
  Utang Pajak                                                                       620.143.575
  Uang Muka Pemberi Kerja                                                           820.408.825

Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                             61
Page 76
                                   Keterangan                               31 Desember 2024
  Pendapatan Diterima Dimuka                                                           979.031.522
  Beban Akrual                                                                       1.938.602.344
  Utang Retensi                                                                        553.141.742
  Utang Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya                                              187.257.465
  Utang Obligasi                                                                     1.387.460.237
  Liabilitas Jangka Pendek Lainnya                                                     161.796.479
  Liabilitas Imbalan Pasca Kerja                                                        27.383.712
  Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                                   20.049.429.384

  Liabilitas Jangka Panjang
  Utang Retensi                                                                        193.597.261
  Uang Muka Pemberi Kerja                                                               45.012.505
  Utang Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya                                            1.109.979.299
  Utang Obligasi                                                                     3.053.314.427
  sukuk                                                                                268.414.235
  Liabilitas Imbalan Pasca Kerja                                                       321.566.151
  Liabilitas Pajak Tangguhan                                                            36.458.173
  Liabilitas Jangka Panjang Lainnya                                                    289.819.450
  Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                                   5.318.161.500

  EKUITAS
  Modal Saham                                                                          840.760.898
  Tambahan Modal Disetor                                                             4.755.656.134
  Selisih Transaksi                                                                     71.328.744
  Saldo Laba                                                                         2.551.533.865
  Komponen Ekuitas Lainnya                                                             822.154.104
  Kepentingan Non-Pengendali                                                           633.756.443
  Jumlah Ekuitas                                                                     9.675.190.188

  JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS                                                       35.042.781.072

Kemampuan dalam memberikan pinjaman kepada ADCP dapat dilihat dari posisi aset lancar, untuk
akun kas, persediaan dan lain-lain yang memiliki sifat likuid, tetapi untuk melihat kemampuan secara
keseluruhan ditentukan juga oleh posisi total aset. Berdasarkan laporan keuangan tersebut dapat
disimpulkan bahwa besarnya aset ADHI periode 31 Desember 2024 adalah sebesar
Rp35.042.781.072.000,- dengan kas sebesar Rp2.243.830.554.000,-, hal ini menunjukan kemampuan
ADHI memberikan pinjaman senilai Rp82.000.000.000,- (delapan puluh dua miliar rupiah) ke ADCP.
Berdasarkan hal ini Manajemen ADCP yakin bahwa ADHI dapat mendukung strategi pengembangan
dan operasional bisnis ADCP dalam bentuk pinjaman yang diberikan.




Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                62
Page 77
4.1.6. Analisis Cash Management dan Financial Covenant

Cash Management
Kemampuan untuk menyelesaikan penerimaan atas pinjaman yang diberikan ADHI kepada ADCP perlu
dukung pengelolaan kas yang tepat. Berdasarkan proyeksi yang disampaikan, pelunasan pinjaman dari ADCP
berasal dari operasional ADCP. Hal ini menunjukan manajemen akan dapat mengelola kas dengan baik,
yang terlihat ADCP pada proyeksi setelah transaksi mampu melunasi pinajaman kepada ADHI.

Financial Covenant
Berdasarkan perjanjian pemberian pinjaman antara ADHI sebagai kreditur dan ADCP sebagai debitur
tidak terdapat financial covenant yang diatur dalam perjanjian pinjaman tersebut

4.2. Analisis Yield Dari Transaksi Pinjam-Meminjam Dana

Analisis yield dilakukan dengan membandingkan tarif bunga pinjaman yang diberikan dengan tarif bunga
pinjaman yang berlaku di pasar. Hal ini berdasarkan analisa dimana subtansi pinjaman merupakan
subsitusi pinjaman ADHI kepada ADCP dalam rangka untuk membantu ADCP dalam menjalankan
operasionalnya. Berikut perbandingan tarif bunga pinjaman dengan tarif bunga pinjaman Desember
2024 (sumber bunga pinjaman dari data Bank Indonesia) :

                        Tabel 4.19. Perbandingan Suku Bunga Pinjaman Pasar
      Kelompok Bank              Jenis Tingkat Suku Bunga Suku Bunga Pinjaman Rencana Transaksi
Bank Persero                              12 Bulan                      8,67%
Bank Pemerintah Daerah                    12 Bulan                      8,90%
Bank Swasta Nasional                      12 Bulan                      8,77%
Bnak Umum                                 12 Bulan                      8,62%
                           Rata-Rata                                    8,74%             9,02%

Berdasarkan tabel di atas, maka tarif bunga atas fasilitas pinjaman yang diberikan oleh ADHI kepada
ADCP berada di atas tarif bunga rata-rata pinjaman pasar dari beberapa kelompok bank. Hal tersebut
memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak. Berikut adalah tabel kewajaran suku bunga:

                               Tabel 4.20. Rentang Kewajaran Suku Bunga
  Rata – Rata Suku Bunga Pinjaman            Dibawah 7,5%       Rencana Transaski       Diatas 7,5%
                8,74%                           8,08%                9,02%                9,40%

Tarif bunga pinjaman atas Transaksi ADCP masih berada pada rentang kewajaran sesuai dengan
ketentuan POJK 35 tahun 2020 yakni sebesar +/- 7,5%.

4.3. Analisis Inkremental (Incremental Analysis)

4.3.1. Kontribusi Nilai Tambah

Analisis nilai tambah atau Incremental Ananlysis dilakukan dengan melihat dampak keuangan Tanpa
Transaksi dan Dengan Transaksi. Nilai tambah dari transaski ini dapa dilihat dari penjualan ADCP
terjadi peningkatan di tahun 2028 dengan nilai Rp. 272.669.100.000,- ini dapat diartikan bahwa
Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                 63
Page 78
pinjaman ini benar mampu memberikan perbaikan kepada modal kerja ADCP. Dengan penjualan yang
cukup baik kedepannya berdampak kepada aset ADCP yang tumbuh setiap tahunnya, sehingga dapat
disimpulkan bahwa transaski ini sangat memberikan manfaat yang besar kepada ADCP. Berikut analisis
incrementa ADCP terhadap Laporan Keuangan kondolidasian ADCP adalah sebagai berikut :

              Tabel 4.21. Analisis Inkremental Laporan Laba (Rugi) (Dalam Ribu Rupiah)
          Keterangan                       2025              2026              2027              2028              2029
Pendapatan Usaha                          46.725.000        (1.050.000)       (1.050.000)      172.669.100                    -
Beban Pokok Pendapatan                    26.842.938        (3.478.924)       (3.600.686)      108.569.693        (3.857.145)
Laba (Rugi) Bruto                         19.882.062         2.428.924         2.550.686        64.099.407         3.857.145
Beban Usaha
Beban umum dan administrasi                           -                 -                 -                 -                 -
Beban Pajak Final                                     -                 -                 -                 -                 -
Penghasilan (Beban) Lain-lain                         -                 -                 -                 -                 -
Laba (Rugi) Sbl Pajak
                                          19.882.062         2.428.924         2.550.686        64.099.407         3.857.145
Penghasilan
Pendapatan (Beban) Lain-Lain                          -                 -                 -                 -                 -
Bagi Hasil Pengelolaan Hotel                          -                 -                 -                 -                 -
Beban Keuangan                                        -                 -                 -                 -                 -
Bunga Sukuk                                           -                 -                 -                 -                 -
Bunga Financing                                       -                 -                 -                 -                 -
Bunga Utang SHL Baru                      (7.766.220)       (6.212.976)       (3.883.110)                   -                 -
Laba Sebelum Pajak                        12.115.842       (3.784.052)       (1.332.424)        64.099.407         3.857.145
Beban Pajak Penghasilan                    (154.104)          (45.487)          (41.563)         (815.292)          (49.060)
Laba Bersih Tahun Berjalan                11.961.738         3.530.780         3.226.213        63.284.115         3.808.085

    Tabel 4.21. Analisis Inkremental Laporan Laba (Rugi) (Dalam Ribu Rupiah) (Lanjutan)
          Keterangan                       2030              2031              2032              2033              2034
Pendapatan Usaha                             -                 -                 -                 -                 -
Beban Pokok Pendapatan                  (3.992.145)       (4.131.870)       (4.276.485)       (4.426.162)       (4.581.078)
Laba (Rugi) Bruto                       3.992.145         4.131.870         4.276.485         4.426.162         4.581.078
Beban Usaha
Beban umum dan administrasi                  -                 -                 -                 -                 -
Beban Pajak Final                            -                 -                 -                 -                 -
Penghasilan (Beban) Lain-lain                -                 -                 -                 -                 -
Laba (Rugi) Sbl Pajak
                                        3.992.145         4.131.870         4.276.485         4.426.162         4.581.078
Penghasilan
Pendapatan (Beban) Lain-Lain                 -                 -                 -                 -                 -
Bagi Hasil Pengelolaan Hotel                 -                 -                 -                 -                 -

Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                                          64
Page 79
             Keterangan                   2030                   2031                 2032               2033               2034
Beban Keuangan                                 -                     -                  -                  -                  -
Bunga Sukuk                                    -                     -                  -                  -                  -
Bunga Financing                                -                     -                  -                  -                  -
Bunga Utang SHL Baru                           -                     -                  -                  -                  -
Laba Sebelum Pajak                      3.992.145             4.131.870             4.276.485         4.426.162           4.581.078
Beban Pajak Penghasilan                  (50.777)              (52.554)             (54.393)           (56.297)            (58.268)
Laba Bersih Tahun Berjalan              3.941.368             4.079.316             4.222.092         4.369.865           4.522.811

         Tabel 4.22. Analisis Inkremental Laporan Posisi Keuangan (Dalam Ribu Rupiah)
         Keterangan                     2025                  2026                  2027               2028                2029
Total Aset                         93.961.738             73.825.816            47.910.339            70.194.454          74.002.539
Total Liabilitas                   82.000.000             65.600.000            41.000.000                        -                   -
Total Ekuitas                      11.961.738                 8.225.816             6.910.339         70.194.454          74.002.539
Total Liabilitas & Ekuitas         93.961.738             73.825.816            47.910.339            70.194.454          74.002.539

   Tabel 4.22. Analisis Inkremental Laporan Posisi Keuangan (Dalam Ribu Rupiah) (Lanjut)
         Keterangan                     2030                  2031                  2032               2033                2034
Total Aset                         77.943.907             82.023.223            86.245.315            90.615.180          95.137.991
Total Liabilitas                                    -                      -                 -                    -                   -
Total Ekuitas                      77.943.907             82.023.223            86.245.315            90.615.180          95.137.991
Total Liabilitas & Ekuitas         77.943.907             82.023.223            86.245.315            90.615.180          95.137.991

                     Tabel 4.23. Analisis Inkremental Laporan Perubahan Arus Kas
              Keterangan                           2025                  2026              2027           2028               2029
Arus Kas dr Aktivitas Operasi               11.961.738           (3.735.922)          (1.315.477)       63.284.115          3.808.085
Arus Kas dr Aktivitas Investasi                           -                     -                 -                   -                   -
Arus Kas dr Aktivitas Pendanaan             82.000.000          (16.400.000)         (24.600.000) (41.000.000)                            -
Kenaikan (Penurunan) Arus Kas               93.961.738          (20.135.922)         (25.915.477)       22.284.115          3.808.085
Kas Awal Tahun                                            -      93.961.738            73.825.816       47.910.339         70.194.454
Kas Akhir Tahun                             93.961.738           73.825.816            47.910.339       70.194.454         74.002.539

                Tabel 4.23. Analisis Inkremental Laporan Perubahan Arus Kas (Lanjutan)
              Keterangan                           2030                  2031              2032           2033               2034
Arus Kas dr Aktivitas Operasi                  3.941.368             4.079.316          4.222.092         4.369.865         4.522.811
Arus Kas dr Aktivitas Investasi                           -                     -                 -                   -                   -
Arus Kas dr Aktivitas Pendanaan                           -                     -                 -                   -                   -
Kenaikan (Penurunan) Arus Kas                  3.941.368             4.079.316          4.222.092         4.369.865         4.522.811
Kas Awal Tahun                              74.002.539           77.943.907            82.023.223       86.245.315         90.615.180
Kas Akhir Tahun                             77.943.907           82.023.223            86.245.315       90.615.180         95.137.991

Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                                                   65
Page 80
4.3.2. Biaya dan Pendapatan Relevan
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen ADCP, biaya yang mucul dari Transaksi adalah
biaya bunga (beban bunga yang harus dibayarkan ADCP kepada ADHI) dan tidak terdapat pendapatan
relevan atas Transaksi ADCP.
4.3.3. Informasi Non Keuangan Relevan
Tidak terdapat faktor-faktor lain yang relevan dan material yang diketahui dan diinformasikan pada
kami.

4.4. Analisis Sensitivitas (Sensitivity Analysis)
Analisa sensitivitas dilakukan dengan menguji sensitivitas tingkat tingkat suku bunga yang dinaikkan dan
atau diturunkan sebesar 5% guna melihat melihat beban bunga yang dibayarkan dan laba setelah pajak.
Adapun sensitivitas atas hal tersebut tercermin sebagai berikut :
                                        Tabel 4.24. Analisis Sensitivitas

          Keterangan                     2025          2026          2027          2028          2029
Beban Bunga
Normal                                  45.306.755    40.603.066    37.380.300    53.115.028    34.545.746
Turun 5%                                44.936.935    40.307.210    37.195.390    53.115.028    34.545.746
Naik 5%                                 45.676.575    40.898.922    37.565.210    53.115.028    34.545.746
Laba sebelum pajak
Normal                                  38.186.425    20.885.870    46.888.436   194.634.183    66.520.765
Turun 5%                                38.556.245    21.181.726    47.073.346   194.634.183    66.520.765
Naik 5%                                 37.816.605    20.590.014    46.703.526   194.634.183    66.520.765

                               Tabel 4.24. Analisis Sensitivitas (Lanjutan)

          Keterangan                     2030          2031          2032          2033          2034
Beban Bunga
Normal                              223.975.657        6.323.616     2.847.261      816.195          7.127
Turun 5%                            223.975.657        6.323.616     2.847.261      816.195          7.127
Naik 5%                             223.975.657        6.323.616     2.847.261      816.195          7.127
Laba sebelum pajak
Normal                              125.629.340      433.038.423   259.766.965   184.339.453   188.137.927
Turun 5%                            125.629.340      433.038.423   259.766.965   184.339.453   188.137.927
Naik 5%                             125.629.340      433.038.423   259.766.965   184.339.453   188.137.927

Berdasarkan tabel di atas, tingkat suku bunga tidak terlalu berpengaruh terahadap pembayaran beban
bunga.



Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                         66
Page 81
4.5. Analisis Atas Jaminan Yang Terkait Dengan Transaksi Pinjam-Meminjam Dana

Berdasarkan perjanjian Pinjam-Meminjam Dana terdapat jaminan berupa tanah, atas jaminan tersebut
KJPP tidak melakukan valuasi. Rincian Jaminan Sebagai Berikut:
             Lokasi                           Jenis Aset                       Luasan (M2)
Cikunir Hilaliyah                               Tanah                              3.032
Cikunir 2                                       Tanah                             41.281
Angrek Kadumangu                                Tanah                             22.323
Sentul Precast                                  Tanah                             49.538
Anggana                                         Tanah                             21.058
                                   Total                                         137.259

4.6. Kesimpulan Pendapat Atas Kewajaran Transaksi

Dengan mempertimbangkan analisis kewajaran atas Transaksi yang dilakukan meliputi analisis kualitatif,
analisis kuantitatif, dan analisis incremental serta analisis sensitivitas, maka dari segi ekonomis dan
keuangan, menurut pendapat kami, Transaksi pemberian pinjaman oleh ADHI kepada ADCP adalah
Wajar.

Kami tegaskan bahwa kami tidak mengambil keuntungan, baik sekarang maupun di masa yang akan
datang, atas nilai saham yang diperoleh. Data faktual yang diproses disimpan dalam file kami untuk
keperluan referensi di kemudian hari apabila ada otorisasi tambahan yang memerlukan laporan terinci,
termasuk dokumentasi. Data ini atas permintaan tersedia untuk diperiksa.

4.7. Penutup

Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan
sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan.

Kami menyatakan bahwa kami tidak ada hubungan afiliasi dengan ADHI dan entitas asosiasi baik
secara langsung maupun tidak langsung sebagaimana didefinisikan dalam Undang-undang Pasar Modal.




Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
PT Adhi Commuter Properti, Tbk.                                                                  67

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.86 MB
Published30 Jun 2025
Pages81
Characters244,147
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 87 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Adhi Commuter Properti Tbk · Nama Perusahaan p.1 ×221
linked person Amir Abadi Jusuf p.6 ×25
linked person Dody Usodo Hargosuseno · Komisaris Utama p.31 ×3
linked person Bob Arthur Lombogia · Komisaris p.31 ×3
linked person Rustam Sofyan Sirait · Komisaris Independen p.31 ×3
linked person Hironimus Hilapok · Komisaris Independen p.31 ×3
linked person Entus Asnawi Mukhson · Direktur Utama p.31 ×3
linked person Alloysius Suko Widigdo · Direktur Operasi 1 p.31 ×2
linked person Ki Syahgolang Permata · Direktur Human Capital dan Legal p.31 ×2
linked person Herry Ardianto · Komisaris Utama p.31 ×5
linked person Achmad Afandi · Komisaris p.31 ×3
linked person Wenry Anshory Putra · Komisaris Independen p.31 ×3
linked person Rizkan Firman · Direktur Utama p.31 ×3
linked person Achmad Wachid Abdullah p.31 ×2
linked person Farid Budiyanto p.31 ×2
linked org Wulandari Bangun Laksana Tbk p.49 ×2
linked org Urban Jakarta Propertindo Tbk p.49 ×2
linked org Pikko Land Development Tbk p.49 ×2
linked org Pollux Hotels Group Tbk. p.49 ×2
linked org Kota Satu Properti Tbk p.53 ×2
linked org Lippo Karawaci Tbk p.53 ×2
linked org Megapolitan Developments Tbk p.53 ×2
linked org Perintis Triniti Properti Tbk p.53 ×2
linked org Summarecon Agung Tbk p.53 ×2
possible org Adhi Karya (Persero) Tbk · Nama Perusahaan p.2 ×53
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×18
possible org Bursa Efek Indonesia p.22
possible person Erwin Moeslimin S · Komisaris Independen p.31 ×2
possible person Elan Suherlan · Komisaris Independen p.31 ×3
possible person Vera Kirana · Direktur Operasi 3 p.31 ×2
possible person Bani Iqbal · Direktur Keuangan p.31 ×3
possible person Yan Arianto · Direktur Manajemen Risiko dan Kesisteman p.31 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.35 ×2
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.36
possible — Harimawan · Direktur Operasi 2 p.36 ×2
possible org Pembangunan Perumahan p.53
possible org Bank Persero p.77
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.2 ×6
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Amin p.3 ×5
unresolved org Alfiantori dan Rekan p.3 ×9
unresolved org KJPP ANA & Rekan p.3 ×19
unresolved org KJPP ANA p.3 ×23
unresolved org Menteri Keuangan p.3 ×3
unresolved org Menteri Keuangan RI p.3 ×5
unresolved org Menteri Keuangan. Penilai p.3 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan p.3 ×2
unresolved org Penugasan. KJPP ANA & Rekan p.3 ×2
unresolved person Miftakhu Rokhman Pendapat Kewajaran p.3 ×2
unresolved person Miftakhu Rokhman LATAR BELAKANG PT Adhi Commuter p.4 ×4
unresolved org Milik Negara p.4 ×3
unresolved org Departemen Transit Oriented Development p.4 ×3
unresolved org Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf p.6 ×12
unresolved org Mawar & Rekan p.6 ×19
unresolved org KJPP Amin p.7 ×3
unresolved org Menteri Keuangan. Syaiful Hasan p.11
unresolved org KJPP ANA dan Rekan p.11
unresolved org Kementerian Keuangan. Syaiful Hasan p.11
unresolved person Penanggung Jawab Syaiful Hasan p.13 ×4
unresolved person Reviewer Iin Nur Indah Ilmiah S.E. p.13
unresolved person Penilai Afrian Satria p.13
unresolved person Miftakhu Rokhman Pengguna p.20
unresolved org Bank Indonesia p.22 ×25
unresolved person Miftakhu · Biro Perencanaan Bisnis p.26
unresolved org ADCP. KJPP ANA & Rekan p.27
unresolved org Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Kerja p.35
unresolved person Kartini Mulyadi p.35
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.35 ×3
unresolved person Ashoya Ratam p.35
unresolved — - Seri A Dwiwarna p.36
unresolved org PT Sumitomo p.36
unresolved org PT Sumitomo Indonesia p.36
unresolved org PT Adhi Persada Properti p.37
unresolved org PT Adhi Persada p.37
unresolved org PT Adhi Persada Beton p.37
unresolved org PT Adhi Jalintim Riau p.37
unresolved org PT Jalintim Adhi Abipraya p.37
unresolved org PT Dumai Tirta Persada p.37
unresolved person Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito p.37 ×4
unresolved org Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.37
unresolved org Menteri No. AHU p.37
unresolved person H. Anggaran Dasar ADCP p.37
unresolved org Koperasi Adhi Sejahtera p.38
unresolved — Masyarakat/Public p.38
unresolved org PT Mega Graha Citra Perkasa p.39
unresolved org Bank Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia p.41
unresolved org Pembangunan Perumahan Properti Tbk p.53 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.273 9230 ms 12 Sep 2026 22:37
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': 'Syaiful Hasan, S.E., Ak., CA., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '3.13'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result