Skip to content
Back to announcement

20240701_INDY_Laporan Informasi dan Fakta Material_31677252_lamp5.pdf

Other Text extracted INDY

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 92

Page 1
                                                       Graha STH
                                                       Jl. Mandala Raya No. 20, Jakarta 11440
                                                       Tel        : 021 – 563 7373 (Hunting)
                                                       Fax        : 021 – 563 6404
                                                       Email      : sth@kjppsth.com
                                                                    steftonhardi@indosat.net.id
                                                       Izin Usaha KJPP : No. 2.08.0007
                                                       Bidang Jasa        : Penilaian Properti & Bisnis
                                                       Wilayah Kerja      : Indonesia




                PENILAIAN KEWAJARAN
                     ATAS TRANSAKSI
             PENERBITAN SURAT UTANG
          SEBESAR USD 455.000.000 OLEH
                 PT INDIKA ENERGY Tbk
                PER 31 DESEMBER 2023




Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 2
                                                                              Graha STH
                                                                              Jl. Mandala Raya No. 20, Jakarta 11440
                                                                              Tel        : 021 – 563 7373 (Hunting)
                                                                              Fax        : 021 – 563 6404
Jakarta, 27 Juni 2024                                                         Email      : sth@kjppsth.com
                                                                              Izin Usaha KJPP : No. 2.08.0007
                                                                              Bidang Jasa       : Penilaian Properti & Bisnis
Kepada Yth                                                                    Wilayah Kerja     : Indonesia

Direksi
PT Indika Energy Tbk
Graha Mitra, Lantai 11
Jalan Jend. Gatot Subroto Kav.21,
Jakarta 12920

Dengan hormat,
Ref : File No. 00048/2.0007-00/BS/02/0490/1/VI/2024
      Penilaian Kewajaran Atas Transaksi Penerbitan Surat Utang dengan
      Jumlah Pokok Sebesar USD455.000.000 oleh PT Indika Energy Tbk.


Menindaklanjuti Surat Perjanjian Kerja No. STH-129/PR.043/MW/VI/2024, kami
sebagai Kantor Jasa Penilai Publik resmi berdasarkan Izin Usaha Kantor Penilai
Publik No.2.08.0007 dan Surat Izin Penilai Publik No. B-1.17.00490 yang
dikeluarkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia serta Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PB-39/PJ-1/PM.02/2023 yang
dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan, telah melakukan analisis kewajaran atas
rencana transaksi penerbitan surat utang oleh PT Indika Energy Tbk.

DEFINISI DAN SINGKATAN
Agen Jaminan Bersama berarti PT CIMB Niaga Tbk yang bertindak sebagai agen
jaminan bersama (common security agent) bagi pihak yang dijamin dalam Surat
Utang 2024, Surat Utang 2025, dan Surat Utang 2029.

Anak Perusahaan Penjamin berarti IIC, TPE, TIME, TPEC, dan TRIS, yang
sahamnya dimiliki seluruhnya oleh Perseroan baik secara langsung maupun tidak
langsung, yang memberikan jaminan untuk menjamin kewajiban pembayaran
Penerbit berdasarkan Surat Utang 2029.

Anak Perusahaan Yang Dibatasi berarti anak perusahaan Perseroan yang dimiliki
baik secara langsung maupun tidak langsung oleh Perseroan sebagaimana diatur di
dalam Indenture Surat Utang 2029.

ICPL berarti Indika Capital Pte Ltd.

ICRL berarti Indika Capital Resources Ltd.

IET berarti PT Indika Energy Trading.

IIC berarti PT Indika Inti Corpindo.

IIR berarti PT Indika Indonesia Resources.



                                                                                                              1

                           Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 3
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan berarti laporan keuangan
konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2023 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan dan ditandatangani
oleh Muhammad Irfan pada tanggal 28 Maret 2024 dengan pendapat wajar tanpa
pengecualian.

Kideco berarti PT Kideco Jaya Agung.

KPI berarti PT Kuala Pelabuhan Indonesia.

MEA berarti PT Mitra Energi Agung.

Memorandum Penawaran Awal berarti Offering Memorandum tanggal 24 April
2024 atas Surat Utang Awal.

Memorandum Informasi berarti Information Memorandum tanggal 26 Juni 2024
atas Surat Utang Tambahan.

OJK berarti Otoritas Jasa Keuangan.

Penerbit berarti PT Indika Energy Tbk.

Perseroan berarti PT Indika Energy Tbk.

POJK 17 berarti Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020, ditetapkan tanggal
20 April 2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

POJK 35 dan SEOJK 17 berarti Peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2020,
ditetapkan tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal dan Surat Edaran OJK Nomor 17/SEOJK.04/2020, ditetapkan
tanggal 9 Agustus 2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal.

POJK 42 berarti Peraturan OJK Nomor 42/POJK.04/2020, ditetapkan tanggal
1 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
SBS berarti PT Sea Bridges Shipping.

Sekuritas berarti Surat Utang 2029 dan Jaminan.

Surat Utang 2024 berarti surat utang senior (Senior Notes) dalam jumlah sebesar
USD575.000.000 dengan bunga tetap sebesar 5,875% per tahun dan jatuh tempo
pada tahun 2024, yang diterbitkan oleh Indika Energy Capital III Pte. Ltd.

Surat Utang 2025 berarti surat utang senior (Senior Notes) dalam jumlah sebesar
USD450.000.000 dan obligasi tambahan sebesar USD225.000.000 dengan bunga
tetap sebesar 8,250% per tahun dan jatuh tempo pada tahun 2025, yang diterbitkan
oleh Indika Energy Capital IV Pte. Ltd.




                                                                                        2

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 4
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Surat Utang Awal berarti surat utang senior (Senior Notes) dalam jumlah sebesar
USD350.000.000 dengan bunga tetap sebesar 8,75% per tahun dan jatuh tempo
pada tahun 2029, yang diterbitkan oleh Penerbit dengan tanpa syarat dan tanpa
dapat ditarik kembali dijamin dengan jaminan oleh Anak Perusahaan Penjamin.

Surat Utang Tambahan berarti surat utang senior (Senior Notes) dalam jumlah
sebesar USD105.000.000 dengan bunga tetap sebesar 8,75% per tahun dan jatuh
tempo pada tahun 2029, yang diterbitkan oleh Penerbit, dan merupakan satu
kesatuan dengan Surat Utang Awal.

Surat Utang 2029 berarti Surat Utang Awal dan Surat Utang Tambahan secara
bersama-sama, dengan jumlah total USD455.000.000.

Tanggal Penilaian berarti tanggal 31 Desember 2023.

Tanggal Penyelesaian berarti tanggal dan waktu penyerahan dan pembayaran
Sekuitas.

Transaksi berarti transaksi penerbitan Surat Utang 2029 oleh Penerbit dalam jumlah
sebesar USD455.000.000 dan dengan bunga tetap sebesar 8,750% per tahun yang
dibayar setiap tengah tahunan oleh Penerbit, yang dijamin oleh Perseroan dan Anak
Perusahaan Penjamin.

TIME berarti PT Tripatra Multi Energi.

TPE berarti PT Tripatra Engineering.

TPEC berarti PT Tripatra Engineers and Constructors.

TRIL berarti Tripatra Investment Limited.

TRIS berarti Tripatra (Singapore) Pte. Ltd.



MAKSUD DAN            TUJUAN          PEMBERIAN             PENDAPAT             KEWAJARAN   ATAS
TRANSAKSI

Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan per Tanggal Penilaian,
total ekuitas konsolidasian Perseroan adalah sebesar USD1.377.137.450, sehingga
penerbitan Surat Utang 2029 sebesar USD455.000.000 adalah setara dengan
33,04% dari total ekuitas konsolidasian Perseroan per Tanggal Penilaian. Dengan
demikian, oleh karena nilai transaksi adalah lebih besar dari 20% dari ekuitas
Perseroan, maka Transaksi merupakan transaksi material sebagaimana
didefinisikan dalam POJK 17.




                                                                                                3

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 5
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Merujuk kepada POJK 17, untuk melakukan Transaksi, Perseroan perlu
menggunakan penilai untuk menentukan kewajaran Transaksi, mengumumkan
keterbukaan informasi terkait Transaksi kepada para Pemegang Saham pada paling
lambat 2 (dua) hari kerja setelah tanggal Transaksi, dan menyampaikan bukti
keterbukaan informasi beserta dokumen pendukungnya kepada OJK yang meliputi
laporan penilai dan dokumen pendukung lainnya. Jangka waktu antara Tanggal
Penilaian dan Transaksi wajib paling lama 6 (enam) bulan. Oleh karenanya,
Perseroan telah meminta kami untuk menyiapkan penilaian kewajaran guna
memenuhi ketentuan POJK 17.

Jaminan yang diberikan untuk kepentingan Surat Utang Tambahan yang diterbitkan
ini merupakan satu kesatuan dan bukan merupakan suatu transaksi yang terpisah
dan berdiri sendiri dari jaminan yang diberikan untuk penerbitan Surat Utang Awal.
Adapun jaminan-jaminan yang diberikan adalah (i) jaminan perusahaan (corporate
guarantee) yang diberikan oleh Anak Perusahaan Penjamin, (ii) jaminan berupa
gadai saham yang diberikan oleh Perseroan dan Anak Perusahaan Penjamin
(“Jaminan Saham”), dimana jaminan-jaminan ini merupakan jaminan bersama
(common security) dengan Surat Utang 2025.

Transaksi dan pemberian jaminan atas Surat Utang 2029 merupakan satu kesatuan
rangkaian transaksi dan bukan merupakan suatu transaksi yang terpisah dan berdiri
sendiri.

Pemberian jaminan perusahaan (corporate guarantee) oleh Anak Perusahaan
Penjamin dan pemberian gadai saham oleh Anak Perusahaan Penjamin atas
penerbitan Surat Utang 2029 yang dilakukan oleh Perseroan merupakan transaksi
afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam POJK 42, yang hanya cukup dilaporkan
kepada OJK paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah Transaksi karena transaksi
tersebut dilakukan antara Perseroan dengan Perusahaan Terkendali yang
sahamnya dimiliki paling sedikit 99% dari modal disetor Perusahaan Terkendali.
Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Transaksi bukan merupakan
transaksi yang mengandung benturan kepentingan.

Dengan demikian penilaian kewajaran ini diperlukan dalam rangka memenuhi
ketentuan sesuai POJK 17 sehubungan dengan rencana transaksi penerbitan Surat
Utang 2029.


PEDOMAN PENILAIAN
Dalam melakukan penilaian kewajaran ini kami berpedoman pada POJK 35 dan
SEOJK 17 serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI
& SPI) Edisi VII – 2018.


PEMBERI TUGAS

Pelaksanaan penilaian kewajaran Transaksi ini sebagai realisasi dari penugasan
untuk melakukan penilaian kewajaran dari Perseroan sesuai dengan Surat
Perjanjian Kerja No. STH-129/PR.043/MW/VI/2024 tanggal 14 Juni 2024.



                                                                                        4

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 6
    KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Adapun identitas lengkap dari pemberi tugas, yaitu Perseroan adalah sebagai
berikut:

Pemberi tugas             : PT Indika Energy Tbk.
Alamat                    : Graha Mitra, Lantai 11
                            Jalan Jend. Gatot Subroto Kav.21,
                            Jakarta 12930
Telpon / Fax              : 021 -25579888 / 021 -25579889
Email                     : corporate.secretary@indikaenergy.co.id
Bidang usaha              : Melakukan kegiatan usaha dalam bidang perdagangan,
                            pembangunan, konstruksi, pertambangan, pengangkutan,
                            dan jasa serta penyertaan modal / investasi dalam
                            perusahaan lain.


RUANG LINGKUP PENILAIAN

Sesuai dengan penugasan yang diberikan, ruang lingkup penilaian yang kami
lakukan adalah pemberian pendapat kewajaran melalui analisis kewajaran, analisis
kualitatif dan analisis kuantitatif atas Transaksi.


TANGGAL PENILAIAN
Pemberian pendapat kewajaran ini dilakukan per tanggal 31 Desember 2023.


HASIL PELAKSANAAN INSPEKSI
Kami telah melakukan diskusi dan menyampaikan daftar pertanyaan kepada
manajemen Perseroan berkenaan dengan aspek-aspek tertentu dari kegiatan usaha
Perseroan.


PROSES PENILAIAN
Untuk dapat memberikan pendapat atas kewajaran Transaksi tersebut, sebagai
penilai independen kami telah mempelajari dan mempertimbangkan atas hal-hal
berikut :
   Memorandum Penawaran Awal;
   Perjanjian Pembelian Surat Utang Tambahan;

   Memorandum Informasi;

   Akta Perubahan dan Penegasan Kembali Akta Perjanjian Gadai Saham No. 33
    tanggal 9 November 2017, dibuat di hadapan Yualita, Widyadhari, S.H., M.Kn.
    Notaris di Jakarta, sehubungan dengan gadai atas saham di PT Kideco Jaya
    Agung yang diberikan oleh IIC untuk kepentingan Agen Jaminan Bersama;




                                                                                          5

                           Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 7
    KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



   Akta Perubahan dan Penegasan Kembali Akta Perjanjian Gadai Saham No. 36
    tanggal 9 November 2017, dibuat di hadapan Yualita, Widyadhari, S.H., M.Kn.
    Notaris di Jakarta, sehubungan dengan gadai atas saham di IIC yang diberikan
    oleh Perseroan untuk kepentingan Agen Jaminan Bersama;
   Akta Perubahan dan Penegasan Kembali Akta Perjanjian Gadai Saham No. 39
    tanggal 9 November 2017, dibuat di hadapan Yualita, Widyadhari, S.H., M.Kn.
    Notaris di Jakarta, sehubungan dengan gadai atas saham di TPE yang diberikan
    oleh Perseroan untuk kepentingan Agen Jaminan Bersama;
   Akta Perubahan dan Penegasan Kembali Akta Perjanjian Gadai Saham No. 42
    tanggal 9 November 2017, dibuat di hadapan Yualita, Widyadhari, S.H., M.Kn.
    Notaris di Jakarta, sehubungan dengan gadai atas saham di TPEC yang
    diberikan oleh Perseroan untuk kepentingan Agen Jaminan Bersama;
   Akta Perjanjian Gadai Saham No. 6 tanggal 7 Desember 2017, dibuat di hadapan
    Yualita, Widyadhari, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta, sehubungan dengan gadai
    atas saham di PT Kideco Jaya Agung yang diberikan oleh Perseroan untuk
    kepentingan Agen Jaminan Bersama;
   Akta Perjanjian Gadai Saham No. 10 tanggal 7 Maret 2018, dibuat di hadapan
    Yualita, Widyadhari, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta, sehubungan dengan gadai
    atas saham di TPEC yang diberikan oleh TIME untuk kepentingan Agen Jaminan
    Bersama;

   Akta Perjanjian Gadai Saham No. 13 tanggal 7 Maret 2018, dibuat di hadapan
    Yualita, Widyadhari, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta, sehubungan dengan gadai
    atas saham di TPE yang diberikan oleh TIME untuk kepentingan Agen Jaminan
    Bersama;

   Akta Perjanjian Gadai Saham No. 16 tanggal 7 Maret 2018, dibuat di hadapan
    Yualita, Widyadhari, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta, sehubungan dengan gadai
    atas saham di TPEC yang diberikan oleh IIC untuk kepentingan Agen Jaminan
    Bersama;

   Akta Perjanjian Gadai Saham No. 19 tanggal 7 Maret 2018, dibuat di hadapan
    Yualita, Widyadhari, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta, sehubungan dengan gadai
    atas saham di TPE yang diberikan oleh IIC untuk kepentingan Agen Jaminan
    Bersama;

   Konfirmasi Jaminan dan Pembebanan Saham Tambahan Keenam antara TPEC
    dan Agen Jaminan Bersama yang ditandatangani pada tanggal 7 Mei 2024;

   Perjanjian Konfirmasi Jaminan antara Perseroan, IIC, dan TIME dengan Agen
    Jaminan Bersama yang ditandatangani tanggal 7 Mei 2024;

   Indenture yang ditandatangani oleh Perseroan, Anak Perusahaan Penjamin, dan
    Trustee pada tanggal 7 Mei 2024 (“Indenture”);

   Tambahan Perjanjian Kreditur antara Wali Amanat dan Agen Jaminan Bersama
    yang ditandatangani pada tanggal 7 Mei 2024;



                                                                                          6

                           Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 8
    KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



   Surat Keterbukaan Informasi yang disusun oleh manajemen Perseroan;

   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2023 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Imelda &
    Rekan dan ditandatangani oleh Muhammad Irfan pada tanggal 28 Maret 2024
    dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2022 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Imelda &
    Rekan dan ditandatangani oleh Muhammad Irfan pada tanggal 27 Maret 2023
    dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2021 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Imelda &
    Rekan dan ditandatangani oleh Alvin Ismanto pada tanggal 30 Maret 2022
    dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2020 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Imelda &
    Rekan dan ditandatangani oleh Alvin Ismanto pada tanggal 31 Maret 2021
    dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2019 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Imelda &
    Rekan dan ditandatangani oleh Alvin Ismanto pada tanggal 23 Maret 2020
    dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;
   Informasi Keuangan Konsolidasian Proforma per tanggal 31 Desember 2023
    yang disiapkan oleh manajemen Perseroan;
   Laporan Tahunan (Annual Report) Perseroan untuk tahun 2023;
   Proyeksi Laporan Posisi Keuangan, Laba Rugi dan Arus Kas Konsolidasian
    Perseroan untuk periode 2024 sampai 2029 yang disusun oleh manajemen
    Perseroan;
   Laporan Keuangan Konsolidasian IIC yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
    Publik Imelda & Rekan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
    2023 yang ditandatangani oleh Muhammad Irfan pada tanggal 29 April 2024;
   Laporan Keuangan Kideco yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Imelda
    & Rekan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
    ditandatangani oleh Muhammad Irfan pada tanggal 19 Maret 2024;
   Laporan Keuangan Konsolidasian TPEC yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
    Publik Imelda & Rekan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
    2023 yang ditandatangani oleh Ronny Stewart pada tanggal 23 Maret 2024;
   Laporan Keuangan TPE yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Imelda &
    Rekan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
    ditandatangani oleh Ronny Stewart pada tanggal 23 Maret 2024;




                                                                                          7

                           Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 9
    KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



   Laporan Keuangan Konsolidasian TRIS yang telah dilakukan prosedur audit
    dalam rangka laporan keuangan konsolidasian TPEC untuk tahun yang berakhir
    pada tanggal 31 Desember 2023;
   Laporan Keuangan Konsolidasian KPI yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
    Publik Imelda & Rekan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
    2023 yang ditandatangani oleh Kasman pada tanggal 19 April 2024;
   Laporan Keuangan Konsolidasian SBS yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
    Publik Imelda & Rekan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
    2023 yang ditandatangani oleh Ronny Stewart pada tanggal 29 Februari 2024;
   Laporan Keuangan Konsolidasian TRIL yang telah dilakukan prosedur audit
    dalam rangka laporan keuangan konsolidasian TPEC untuk tahun yang berakhir
    pada tanggal 31 Desember 2023;
   Laporan Keuangan Konsolidasian IIR yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
    Publik Imelda & Rekan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
    2023 yang ditandatangani oleh Kasman pada tanggal 02 April 2024;
   Laporan Keuangan Konsolidasian IET yang telah dilakukan prosedur audit dalam
    rangka laporan keuangan konsolidasian IIR untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2023;
   Laporan Keuangan Konsolidasian MEA yang telah dilakukan prosedur audit
    dalam rangka laporan keuangan konsolidasian IIR untuk tahun yang berakhir
    pada tanggal 31 Desember 2023;
   Laporan Keuangan Konsolidasian ICPL yang telah dilakukan prosedur audit
    dalam rangka laporan keuangan konsolidasian IIR untuk tahun yang berakhir
    pada tanggal 31 Desember 2023;
   Laporan Keuangan Konsolidasian ICRL yang telah dilakukan prosedur audit
    dalam rangka laporan keuangan konsolidasian IIR untuk tahun yang berakhir
    pada tanggal 31 Desember 2023;
   Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan
    Transaksi; dan
   Review atas data dan informasi yang kami peroleh yang berkaitan Transaksi
    tersebut yang kami anggap relevan.


ASUMSI ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS

Dalam menyusun pendapat kewajaran atas Transaksi kami menggunakan beberapa
asumsi antara lain :
1. Laporan Pendapat Kewajaran yang dihasilkan oleh penilai bersifat non-disclaimer
   opinion.
2. Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses
   penilaian.



                                                                                          8

                           Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 10
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



3. Data-data dan informasi yang diperoleh Penilai berasal dari sumber yang dapat
   dipercaya keakuratannya dan bahwa seluruh data dan informasi tersebut adalah
   benar.
4. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
   mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
   dengan kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty).
5. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
   keuangan yang telah disesuaikan.
6. Penilai menghasilkan Laporan Pendapat Kewajaran yang terbuka untuk publik,
   kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi
   operasional perusahaan.
7. Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan Kesimpulan
   Pendapat Kewajaran.
8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari
   Pemberi Tugas.

Kami berpegang juga kepada surat pernyataan manajemen (management
representation letter) bahwa manajemen telah menyampaikan seluruh informasi
penting dan relevan dengan Rencana Transaksi dan sepanjang pengetahuan
manajemen Perseroan tidak ada faktor material yang belum diungkapkan dan dapat
menyesatkan.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi ini kami telah
bertindak dengan independen tanpa adanya konflik kepentingan dan tidak terafiliasi
dengan Perseroan ataupun pihak-pihak lain yang terafiliasi.

Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk
memberikan keuntungan atau merugikan pada pihak manapun. Imbalan yang kami
terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran yang dihasilkan dari proses
analisis kewajaran ini.


LATAR BELAKANG TRANSAKSI

Transaksi merupakan salah satu dari beberapa opsi pembiayaan Perseroan guna
membiayai pembayaran Surat Utang 2025 dan rencana pendanaan untuk
melakukan ekspansi kegiatan usaha non-batu bara, khususnya dalam industri
kendaraan listrik dan energi terbarukan.

Salah satu dari skema pembiayaan yang tersedia adalah dengan penerbitan Surat
Utang 2029.




                                                                                        9

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 11
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Pada tanggal 22 Oktober 2020, Indika Energy Capital IV Pte. Ltd. (“IECPLIV”),
entitas anak yang secara tidak langsung sepenuhnya dimiliki oleh Perseroan,
menerbitkan obligasi sebesar USD450.000.000 yang jatuh tempo pada Oktober
2025. Pada tanggal 4 November 2020, IECPLIV menerbitkan obligasi tambahan
sebesar USD225.000.000, yang akan terkonsolidasi dan menjadi satu kesatuan
dengan obligasi sebesar USD450.000.000 yang dijelaskan di atas. Kedua Obligasi
tersebut akan disebut sebagai Surat Utang 2025 dalam laporan ini.

Surat Utang 2025 tercatat di Singapore Stock Exchange. Sehubungan dengan
penerbitan Surat Utang 2025, Bank of New York Mellon bertindak sebagai Wali
Amanat, sedangkan Perseroan, IIC, TIME, TPE, TPEC dan TRIS menjadi Anak
Perusahaan Penjamin.

IECPLIV mempunyai hak opsi untuk menarik seluruh atau sebagian Surat Utang
2025 tersebut. Selama periode sebelum tanggal 22 Oktober 2022, IECPLIV
mempunyai hak opsi untuk menarik sampai dengan 35% dari Surat Utang 2025
dengan dana dari hasil satu atau lebih penawaran saham, dengan harga sebesar
108,25%.

Setiap saat sebelum tanggal 22 Oktober 2022, IECPLIV mempunyai hak opsi untuk
menarik seluruh Surat Utang 2025 pada harga 100% ditambah dengan premium
yang telah ditentukan dalam perjanjian obligasi. Pada tanggal 22 Oktober 2022 atau
setiap saat setelah tanggal tersebut, IECPLIV mempunyai hak opsi untuk menarik
sebagian atau seluruh Surat Utang 2025 dengan harga yang telah ditentukan dalam
perjanjian obligasi.

Pada tanggal 8 Juni 2022, IECPLIV mengumumkan telah melakukan penawaran
untuk pembelian kembali (“Tender Offer”) secara kas atas Surat Utang 2025 yang
diterbitkan oleh IECPLIV sampai dengan jumlah USD50.000.000. Batas akhir
Tender Offer adalah tanggal 7 Juli 2022, sedangkan tanggal pelunasan jatuh pada
tanggal 14 Juli 2022.

Pada tanggal 7 Juli 2022, IECPLIV membeli kembali Surat Utang sejumlah
USD56.571.000 dengan harga USD56.712.428. Tender Offer beserta dengan bunga
terutang atas Obligasi yang dibeli kembali, dilunasi pada tanggal 14 Juli 2022.

Pada tanggal 15 Juli 2022, IECPLIV telah membeli kembali dan membatalkan Surat
Utang 2025 sejumlah USD19.550.000, sehingga jumlah terutang Surat Utang 2025
setelah Tender Offer dan pembatalan adalah sebesar USD598.879.000. Pembatalan
Surat Utang 2025 berlaku efektif pada tanggal 3 Agustus 2022.

Selama kuartal keempat tahun 2022, IECPLIV secara langsung dan tidak langsung
melalui Perseroan, telah membeli kembali Surat Utang 2025 sejumlah
USD30.941.000 dari pasar terbuka dan telah mengatur pembatalan Surat Utang
2025 tersebut pada tanggal 6 Desember 2022. Pembatalan tersebut berlaku efektif
pada tanggal 9 Desember 2022 dan jumlah terutang Surat Utang 2025 setelah
pembatalan adalah USD567.938.000.




                                                                                        10

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 12
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Pada tahun 2023, IECPL IV telah membeli kembali Surat Utang 2025 sejumlah
USD33.874.000 dari pasar terbuka dan telah mengatur pembatalan Surat Utang
2025 tersebut yang telah efektif pada tanggal 20 November 2023. Jumlah terutang
Surat Utang 2025 setelah pembatalan adalah USD 534.064.000.

Dengan pertimbangan bahwa adanya ketidakpastian atas perkembangan harga batu
bara di masa yang akan datang, Perseroan meyakini bahwa penerbitan Surat Utang
2029 dapat menjaga likuiditas dan posisi kas Perseroan. Hal ini didasarkan pada
pertimbangan bahwa secara umum penerbitan Surat Utang 2029, antara lain, akan
digunakan untuk melunasi sebagian Surat Utang 2025 dan untuk melakukan
ekspansi kegiatan usaha non-batubara.

Pada tanggal 24 April 2024, Perseroan telah menerbitkan Surat Utang Awal, yang
ditawarkan kepada investor di luar wilayah Indonesia. Penerbitan Surat Utang Awal
ini telah diumumkan Perseroan pada Keterbukaan Informasi tanggal 13 Mei 2024
kepada para pemegang saham Perseroan. Kemudian, pada tanggal 26 Juni 2024,
Perseroan kembali menerbitkan Surat Utang Tambahan berdasarkan Memorandum
Informasi, yang bersama-sama membentuk suatu kesatuan dengan Surat Utang
Awal sehingga jumlah pokok Surat Utang 2029 menjadi sebesar USD455.000.000.

Sehubungan dengan kondisi sebagaimana diuraikan diatas, manajemen Perseroan
akan menerbitkan Surat Utang 2029.


METODOLOGI PENILAIAN KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI
Untuk mengumumkan Transaksi ini kepada publik, diperlukan penilaian kewajaran
dari penilai independen untuk melakukan analisis dan memberikan pendapat
kewajaran atas Transaksi.

Analisis Kewajaran atas Transaksi ini dilakukan dengan analisis transaksi, analisis
kualitatif (Qualitative Analysis) maupun analisis kuantitatif (Quantitative Analysis)
yang berupa analisis kinerja dan analisis inkremental sehingga dapat ditentukan
kewajaran Transaksi ditinjau dari dampak keuangan terhadap para pemegang
saham Perseroan.

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap Transaksi yang telah kami lakukan dapat
kami sampaikan analisis atas Transaksi tersebut sebagai berikut :

A. Analisis Transaksi

A.1. Identifikasi dan Hubungan Pihak-Pihak Yang Bertransaksi

Pihak-pihak yang terkait dalam Transaksi adalah sebagai berikut:

- Perseroan sebagai Penerbit Surat Utang 2029
- IIC, TIME, TPE, TPEC dan TRIS sebagai Anak Perusahaan Penjamin

Jaminan yang diberikan untuk kepentingan Surat Utang Tambahan yang diterbitkan
ini merupakan satu kesatuan dan bukan merupakan suatu transaksi yang terpisah
dan berdiri sendiri dari jaminan yang diberikan untuk penerbitan Surat Utang Awal.


                                                                                        11

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 13
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Adapun jaminan-jaminan yang diberikan adalah sebagai berikut:

- Jaminan perusahaan oleh Anak Perusahaan Penjamin
- Saham IIC yang dimiliki oleh Perseroan
- Saham TPE yang dimiliki oleh Perseroan, IIC dan TIME
- Saham TPEC yang dimiliki oleh Perseroan, IIC dan TIME
- Saham Kideco yang dimiliki oleh Perseroan dan IIC
- Saham TRIS yang dimiliki oleh TPEC


URAIAN SINGKAT TENTANG PERSEROAN

Pendirian Perseroan

Perseroan adalah perusahaan swasta yang didirikan dengan nama PT Dipta
Diwangkara berdasarkan Akta Pendirian No.31 tanggal 19 Oktober 2000 yang dibuat
di hadapan Hasanal Yani Ali Amin, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui
Surat Keputusan No. C-13115 HT.01.01.TH.2001 tanggal 18 Oktober 2001,
didaftarkan dalam Daftar Perusahaan Jakarta Selatan No. 200/BH.09.03/I/2002
tanggal 31 Januari 2002 dan telah diumumkan dalam Lembaran Berita Negara
Republik Indonesia No.53 Tambahan No.6412 tanggal 2 Juli 2002.

Berdasarkan Akta No. 9 tanggal 13 Agustus 2004 dari Notaris yang sama, nama
Perseroan diubah dari PT Dipta Diwangkara menjadi PT Indika Inti Energi. Pada
tahun 2008, Perseroan berubah nama menjadi PT Indika Energy Tbk. sebagaimana
tercantum di dalam Akta No. 115 tanggal 25 Februari 2008 dan telah disetujui oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Surat Keputusan Nomor
AHU-11109.AH.01.Tahun 2008 tanggal 05 Maret 2008.

Anggaran Dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan, dimana
perubahan anggaran dasar terakhir dinyatakan perubahan dan pengangkatan
kembali susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah sebagaimana
tercantum di dalam Akta No. 11 tanggal 19 April 2023 yang dibuat oleh Notaris
Aryanti Artisari, S.H., M.KN, Notaris di Jakarta Selatan. Akta perubahan tersebut
telah diterima oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perusahaan No.
AHU-AH.01.09-0118385 tanggal 15 Mei 2023.

Berdasarkan Surat Bapepam dan LK No. S-3398/BL/2008 tertanggal 2 Juni 2008
tentang Pernyataan Efektif untuk Melakukan Penawaran Perdana Saham kepada
Publik (IPO), pendaftaran Perseroan sebagai perusahaan publik dinyatakan efektif.
Perseroan menawarkan saham kepada publik dalam IPO tersebut sebanyak
937.284.000 saham. Sejak 11 Juni 2008 saham Perseroan telah tercatat di Bursa
Efek Indonesia.

Perseroan berkedudukan di Jakarta dengan Kantor Pusat di Graha Mitra Lantai 3, Jl.
Jend. Gatot Subroto Kav. 21, Jakarta Selatan.


                                                                                        12

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 14
    KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Izin-Izin Yang Diperoleh Perseroan
Untuk menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan telah memperoleh izin-izin dari
instansi yang terkait diantaranya adalah :

-   NPWP No. 02.015.553.7-091.000.
-   Nomor Induk Berusaha (NIB) Perseroan, yang dikeluarkan oleh Sistem Online
    Single Submission Pemerintah Republik Indonesia dengan nomor
    8120313151452.


Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham Perseroan
Modal dasar Perseroan adalah sebesar Rp. 1.700.000.000.000,00 yang terdiri dari
17.000.000.000 saham dengan nilai nominal Rp. 100 per saham. Dari modal dasar
tersebut telah ditempatkan dan disetor penuh sejumlah 5.210.192.000 saham
dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp. 521.019.200.000,00.

Susunan pemegang saham Perseroan per Tanggal Penilaian adalah sebagai
berikut:
                                                                      Modal
                                        Jumlah Saham                            Kepemilikan
    Pemegang Saham                                                    Disetor
                                          (lembar)                                 (%)
                                                                       (Rp.)
PT Indika Inti Investindo                 1.968.882.699              21.499.012      37,84
PT Teladan Resources                      1.463.155.591              15.976.777            28,12
Agus Lasmono                                  10.156.000                 110.897             0,20
Indracahya Basuki                               1.403.500                  15.325            0,03
M. Arsjad Rasjid P.M.                           1.208.000                  13.191            0,02
Azis Armand                                     1.208.000                  13.191            0,02
PT Indika Mitra Holdiko                                      10                0,11          0,00
Masyarakat                                1.756.678.200              18.903.816            33,76
Jumlah saham beredar                      5.202.692.000              56.532.209           100,00
Saham treasuri                                  7.500.000                359.945                -
Jumlah modal
                                          5.210.192.000              56.892.154           100,00
ditempatkan dan disetor

Susunan Pengurus Perseroan

Dewan Komisaris:
Komisaris Utama                                          :              Agus Lasmono
Wakil Komisaris Utama                                    :              Richard Bruce Ness
Komisaris                                                :              Indracahya Basuki
Komisaris Independen                                     :              Farid Harianto
Komisaris Independen                                     :              Eko Putro Sandjojo


                                                                                                    13

                           Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 15
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Dewan Direksi:
Direktur Utama                                         :              M. Arsjad Rasjid P.M.
Wakil Direktur Utama                                   :              Azis Armand
Direktur                                               :              Retina Rosabai
Direktur                                               :              Purbaja Pantja
Direktur                                               :              Kamen Kamenov Palatov


Kegiatan Usaha Perseroan
Kegiatan usaha Perseroan sesuai dengan Pasal 3 dari anggaran dasar Perseroan
adalah berusaha dalam bidang perdagangan, kontruksi dan real estat,
pertambangan dan penggalian, pengangkutan, pengadaan listrik, gas uap/air panas
dan udara dingin, dan jasa (aktivitas profesional ilmiah dan teknis). Pada saat ini
kegiatan usaha Perseroan adalah melakukan investasi dalam bentuk saham baik
secara langsung maupun tidak langsung kepada anak-anak perusahaannya.


Investasi Perseroan pada entitas anak per Tanggal Penilaian
Perseroan melakukan investasi secara langsung maupun tidak langsung kepada
perusahaan-perusahaan dalam bentuk saham. Adapun bagan kepemilikan /
investasi Perseroan pada entitas anak maupun entitas asosiasi dapat dilihat dalam
Lampiran: Struktur Perusahaan.


URAIAN SINGKAT TENTANG IIC
Pendirian IIC
IIC merupakan suatu perseroan terbatas yang didirikan sebagai PT Rizki Insan
Pratama, berdasarkan Akta Pendirian No. 18 tanggal 20 April 1998, dibuat di
hadapan Miranti Tresnaning Timur, S.H., Notaris di Kabupaten Daerah Tingkat II
Bogor di Ciawi. Akta tersebut telah memperoleh pengesahan Menteri Kehakiman
Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-10019HT.01.01.Th.98
tanggal 30 Juli 1998, terdaftar dalam Daftar Perusahaan di Kantor Pendaftaran
Perusahaan Jakarta Pusat di bawah No. 866/BH 09.05/III/2000 tanggal 31 Maret
2000, dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 48 tanggal
17 Juni 2003, Tambahan No. 4724.

Pada tahun 2004, PT Rizki Insan Pratama berubah menjadi IIC sebagaimana
tercantum pada Akta No. 85 tanggal 19 Januari 2004, dibuat di hadapan Mellyani
Noor Shandra, S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah memperoleh pengesahan
dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, berdasarkan
Surat Keputusan Nomor C-06978HT.01.04.TH.2004 tanggal 23 Maret 2004.

Anggaran Dasar IIC telah beberapa kali mengalami perubahan, antara lain melalui
(i) Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 43 tanggal 06 Juni 2014
dibuat di hadapan Mellyani Noor Shandra, S.H., Notaris di Jakarta, mengenai
perubahan dari Pasal 11 ayat 2, Pasal 12 ayat 2 butir b, dan Pasal 14 ayat 3
Anggaran Dasar yang telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi


                                                                                              14

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 16
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Manusia Republik Indonesia dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan
Data Perseroan No. AHU-03578.40.21.2014 tanggal 27 Juni 2014; dan terakhir
melalui (ii) Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 10 tanggal
24 Juni 2020 dibuat di hadapan Ungke Mulawanti, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten
Bekasi, mengenai (a) perubahan dan penyesuaian pada Pasal 3 Anggaran Dasar
mengenai maksud dan tujuan serta kegiatan usaha IIC; dan (b) perubahan susunan
Direksi dan Komisaris IIC dan terakhir melalui (iii) Akta Pernyataan Keputusan Para
Pemegang Saham No. 89 tanggal 26 Okteber 2023 dibuat di hadapan Ungke
Mulawanti, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Bekasi, mengenai perubahan susunan
Direksi dan Komisaris IIC.

Perubahan anggaran dasar ini telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia melalui surat penerimaan pemberitahuan perubahan
data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0179286 tanggal 30 Oktober 2023.

IIC berdomisili di Jakarta Selatan, dengan kantor pusat beralamat di Gedung Mitra
Lantai 4, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 21, Kel. Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta
Selatan.


Susunan Pemegang Saham IIC

Susunan pemegang saham per Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut:

                                          Jumlah
                                                               Modal Disetor            Kepemilikan
     Pemegang Saham                       Saham
                                                                  (Rp.)                    (%)
                                         (lembar)
  PT Indika Energy Tbk                    468.288             468.288.000.000                 99,997
  PT Indika Mitra Holdiko                     12                      12.000.000               0,003
              Total                       468.300             468.300.000.000                 100,00


Susunan Pengurus IIC

Susunan pengurus IIC pada Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris:

Komisaris Utama                 : Agus Lasmono
Komisaris                       : M. Arsjad Rasjid P.M.
Komisaris                       : Azis Armand

Dewan Direksi:

Direktur Utama                  : Retina Rosabai
Direktur                        : Lucas Djunaidi



                                                                                                       15

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 17
     KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Kegiatan Usaha IIC
IIC bergerak dalam bidang usaha (i) perdagangan besar atas dasar balas (fee) atau
kontrak; (ii) aktivitas kantor pusat; dan (iii) aktivitas konsultasi manajemen lainnya.

Izin-Izin Yang Diperoleh IIC
1.      Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP): 01.847.116.9-073.000.
2.      Surat Izin Usaha Perdagangan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik
        Indonesia c.q. Lembaga Pengelola dan Penyelenggara OSS pada tanggal
        10 Desember 2018, yang berlaku selama perusahaan melakukan kegiatan
        operasional sesuai ketentuan perundang-undangan.
3.      Nomor Induk Berusaha (NIB) No. 8120011291305 yang dikeluarkan oleh
        Pemerintah Republik Indonesia c.q. Lembaga Pengelola dan Penyelenggara
        OSS pada tanggal 10 Desember 2018, yang berlaku selama perusahaan
        melakukan kegiatan operasional sesuai ketentuan perundang-undangan

Investasi IIC Pada Entitas Anak dan Entitas Asosiasi

IIC melakukan investasi baik secara langsung maupun tidak langsung kepada
entitas anak dan entitas asosiasi dalam bentuk saham dengan jumlah saham dan
persentase kepemilikan sebagai berikut :

Kepemilikan Langsung:

                                                                 Jenis                     Kepemilikan
               Nama Perusahaan
                                                                usaha                          (%)
 PT Kideco Jaya Agung (Kideco)                              Pertambangan                              51
 Indika Capital Pte Ltd (ICPL)                           Pemasaran & Investasi                      100
 PT Indika Indonesia Resources (IIR)                        Pertambangan                            6,53
 PT Tripatra Engineers and
                                                              Jasa Konstruksi                  0,000092
 Constructors (TPEC)
                                                       Jasa Konsultasi Kontruksi,
 PT Tripatra Engineering (TPE)                                                                 0,000072
                                                        industri dan infrastruktur

Kepemilikan Tidak Langsung:

                                                                         Jenis             Kepemilikan
                    Nama Perusahaan                                      usaha                 (%)
 Melalui ICPL:
 Indika Capital Resources Limited (ICRL)                             Pembiayaan                     100
 Melalui IIR:
 PT Mitra Energi Agung (MEA)                                       Pertambangan                      60
 Indika Capital Investments Pte. Ltd. (ICI)                          Investasi                      100
 Indika Energy Trading Pte Ltd. (IETPL)                            Perdagangan                       60
 PT Indika Energi Trading (IET)                                    Perdagangan                      100




                                                                                                         16

                            Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 18
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



URAIAN SINGKAT TENTANG KIDECO
Pendirian Kideco
Kideco adalah perusahaan swasta yang didirikan dalam rangka Undang Undang
Penanaman Modal Asing No.1 tahun 1967 dan No.11 tahun 1970, didirikan
berdasarkan Akta No.17 tanggal 7 September 1982, yang dibuat di hadapan
Soeleman Ardjasasmita, S.H., Notaris di Jakarta sebagaimana diubah dengan Akta
No. 36 tanggal 12 Oktober 1982 yang dibuat di hadapan Notaris yang sama dan
telah memperoleh pengesahan Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan
Surat Keputusan No. C2-2329.HT01.01.Th.82 tanggal 8 November 1982, terdaftar
dalam buku register di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta di bawah No. 4360 tanggal
12 November 1982, dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia
No. 53 tanggal 3 Juli 1984, Tambahan No. 655.
Anggaran Dasar Kideco telah beberapa kali mengalami perubahan dengan
perubahan terakhir termuat dengan Akta No. 43 tanggal 27 Maret 2023, dibuat
dihadapan Ungke Mulawanti, S.H., M.Kn., Notaris di Bekasi, sehubungan dengan
perubahan Anggaran Dasar Perusahaan terkait hak atas saham dan rapat umum
pemegang saham. Akta tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia melalui Keputusan No. AHU-AH.01.03.0048860 tanggal 3 April 2023..

Kideco berkedudukan di Graha Mitra, Lantai 1, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 21,
Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan.


Susunan Pemegang Saham Kideco
Susunan pemegang saham Kideco per Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut:

                                      Jumlah Saham          Jumlah Modal Disetor        Kepemilikan
      Pemegang Saham
                                        (lembar)                   (USD)                   (%)

 PT Indika Inti Corpindo                       127.676                     12.767.600             51
 PT Indika Energy Tbk.                         100.139                     10.013.900             40
 ST International Co. Ltd.                      22.531                      2.253.100              9
             Total                             250.346                     25.034.600            100


Susunan Pengurus Kideco
Berdasarkan Akta Notaris No. 06 tanggal 22 April 2020, yang dibuat di hadapan
Ungke Mulawanti, S.H., M.Kn., Notaris di Bekasi, mengenai susunan direksi dan
komisaris, maka susunan direksi dan komisaris Kideco per Tanggal Penilaian adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris :
Komisaris Utama                         :    Azis Armand
Komisaris                               :    M. Arsjad Rasjid P.M.
Komisaris                               :    Myung Chang Yong
Komisaris                               :    (Purn) Drs. Suhardi Alius M.H
Komisaris                               :    (Purn) Dodik Wijanarko, S.H., CFrA
Komisaris                               :    Harry Ponto
Komisaris                               :    Kamen Kamenov Palatov


                                                                                                       17

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 19
     KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Dewan Direksi :
Direktur Utama                            :      Mochamad Kurnia Ariawan
Wakil Direktur Utama                      :      Johanes Ispurnawan
Direktur                                  :      Togi Ottoman Bernard
Direktur                                  :      Anton Kristianto
Direktur                                  :      Ir. Edra Emilza
Direktur                                  :      Kim Il Soo
Direktur                                  :      Kang Seung Min
Direktur                                  :      Arif Kayanto
Direktur                                  :      Hengky Adikusuma Mahiso Putra


Kegiatan Usaha Kideco
Kegiatan Usaha Kideco adalah eksplorasi, pengembangan dan penambangan
batubara yang meliputi area yang berlokasi di Kalimantan Timur, berdasarkan
Perjanjian Kerjasama Penambangan Batubara (Coal Contract of Work No.
J2/Ji.DU/40/82, tanggal 14 September 1982 sebagaimana diubah melalui
Amandemen No. J2/Ji.DU/41/82, tanggal 27 Juni 1997, dimana amandemen
tersebut dibuat untuk mengakomodir Keputusan Presiden No. 75/1996 tanggal
25 September 1996 (“Keppres 75/1996”). Keppres 75/1996 mengalihkan seluruh
hak dan kewajiban PTBA dalam Perjanjian Kerjasama Penambangan Batubara
kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Pertambangan dan Energi.).
Perjanjian Kerjasama Penambangan Batubara tersebut telah mendapatkan
perpanjangan menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Sebagai Kelanjutan
Operasi Kontrak/Perjanjian Kepada PT Kideco Jaya Agung berdasarkan
Keputusan Menteri Investasi / Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal No
14/1/IUP/PMA/2022 yang dikeluarkan pada tanggal 16 Desember 2022

Izin-izin yang diperoleh Kideco
1.      Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP): 01.060.102.9-091.000.
2.      Nomor Induk Berusaha (NIB) : 8120108901876 yang dikeluarkan oleh
        Lembaga Pengelola dan Penyelenggara OSS pada tanggal 17 September
        2018.
3.      Izin Usaha Pertambangan Khusus sebagai Kelanjutan Operasi Kontrak /
        Perjanjian kepada PT Kideco Jaya Agung berdasarkan Keputusan
        Menteri Investasi / Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal No
        14/1/IUP/PMA/2022 yang dikeluarkan pada tanggal 16 Desember 2022.

Konsesi Pertambangan Kideco
Kideco memiliki konsesi pertambangan batubara berdasarkan Izin Usaha
Pertambangan Khusus (IUPK) Sebagai Kelanjutan Operasi Kontrak/Perjanjian
Kepada PT Kideco Jaya Agung berdasarkan Keputusan Menteri Investasi/Kepala
Badan Koordinasi Penanaman Modal No 14/1/IUP/PMA/2022 yang dikeluarkan pada
tanggal 16 Desember 2022. IUPK tersebut merupakan perpanjangan dari Kontrak
Kerjasama Batubara tanggal 14 September 1982 antara Kideco dengan
PT Tambang Batubara Bukit Asam (”PTBA”), dimana berdasarkan Keputusan
Presiden No. 75/1996 tanggal 25 September 1996, dan perubahan atas Kontrak


                                                                                           18

                            Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 20
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Kerjasama Batubara antara PTBA dengan Kideco tanggal 27 Juni 1997, semua hak
dan kewajiban PTBA berdasarkan Kontrak Kerjasama Batubara dialihkan ke
Pemerintah Republik Indonesia dan berlaku sejak tanggal 01 Juli 1997. IUPK Kideco
diberikan dengan jangka waktu sampai dengan tanggal 13 Maret 2033 dan dapat
diperpanjang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Konsesi
pertambangan batubara tersebut berlokasi di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan
Timur yang meliputi luas konsesi 33.887 hektar.

Berdasarkan hasil investigasi geologi, dalam konsesi pertambangan yang dikuasai
oleh Kideco sampai dengan saat ini terdapat 8 (enam) Area/Pit yang mengandung
deposit batubara yaitu area-area: Roto Utara, Roto Selatan A-F, Roto Selatan G
(Biu), Roto Tengah, Samarangau ABC, Sumarangau D, Susubang, dan Suwi.
Dari Laporan Rencana Umur Masa Tambang PT Kideco Jaya Agung yang
dikeluarkan oleh RPM Global sebagai tenaga ahli teknis tambang independen
dengan Job No. ADV-JA-04093 yang dikeluarkan pada tanggal 3 April 2024,
dinyatakan bahwa sumberdaya batubara yang terkandung pada area-area
pertambangan tersebut dimuka adalah sebagai berikut :

                                                              Resources (Mt)
          Area/Fit
                                      Terukur            Tertunjuk             Terduga   Total

Roto Selatan A-F                         41                   50                  17      108
Roto Selatan G (Biu)                      6                    2                   0       8
Roto Tengah                              99                  110                  33      242
Samurangau ABC                          360                  221                 136      717
Samurangau D                            232                   87                  9       328
Suwi                                      0                   4                   3        7
Susubang                                 26                   10                  3       39
Total                                   764                  484                 201     1.449

Dari sumberdaya batubara yang dimiliki Kideco tersebut diatas, cadangan batubara
yang terdapat di area-area tersebut diatas adalah sebagai berikut:

          Area/Fit                                           Coal Reserve (Mt)
                                        Terbukti                     Terduga             Total
            *)
Roto Utara
Roto Selatan A-F                            20                           2,9              22,9
Roto Selatan G (Biu)                         0                            0                0
Roto Tengah                                0,4                           3,1              3,5
Samurangau ABC                             231                          79,6             310,6
Samurangau D                              113,5                         12,3             125,8
Suwi                                         0                            0                0
Susubang                                   4,7                           0,7              5,4
Total                                     369,6                         98,6             468,2




                                                                                                 19

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 21
     KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Catatan:
*)
 Roto Utara, Roto South G dan Suwi tidak termasuk dalam area kerja RPM dalam
mengupdate coal reserve.
*)
 Coal Resources dan Coal Reserve bukan perhitungan akurat karena merupakan
pembulatan.
*)
 Coal Resources dan Coal Reserve diperkirakan dengan menggunakan topografi
pada akhir Desember 2023.


Sifat Hubungan Perseroan dengan PT Runge Pincock Minarco dan Kompetensi
PT Runge Pincock Minarco
PT Runge Pincock Minarco adalah suatu badan yang bergerak sebagai tenaga ahli
teknis tambang independen yang merupakan perwakilan di negara Indonesia dari
RPM Global Holdings Ltd. RPM Global Holdings Ltd. merupakan ahli tambang
independen yang berasal dari Australia yang berdiri sejak tahun 1968 dan terdaftar
dalam Bursa Efek Australia (Australian Stock Exchange) pada tahun 2008. RPM
Global Holdings Ltd. sendiri memiliki 19 lokasi kantor yang tersebar di 12 negara
yang berbeda.


URAIAN SINGKAT TENTANG TPEC
Pendirian TPEC
TPEC merupakan suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Akta
Pendirian Perseroan Terbatas No. 121 tanggal 26 Agustus 1989, dibuat dihadapan
Kartini Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah memperoleh
pengesahan Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan
No. C2-4485.HT.01.01.Th.89 tanggal 18 Mei 1989 dan diumumkan dalam lembaran
Berita Negara RI No. 66 tanggal 18 Agustus 1989, Tambahan No. 1602.

Anggaran Dasar TPEC telah beberapa kali mengalami perubahan, diantaranya; (i)
Akta No. 05 tanggal 18 Desember 2015, dibuat di hadapan Marliansyah, S.H.,
Notaris di Jakarta mengenai perubahan kedudukan perusahaan. Perubahan tersebut
telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0948321.AH.01.02.Tahun 2015 tanggal 18
Desember 2015; (ii) Akta No. No. 30 tanggal 27 Desember 2017, dibuat di hadapan
Marliansyah, S.H., Notaris di Jakarta Selatan mengenai peningkatan modal dasar
dan modal ditingkatkan.

Perubahan tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
0027657.AH.01.02.Tahun 2017 tanggal 27 Desember 2017 dan telah diberitahukan
kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-
0205659 tanggal 27 Desember 2017; (iii) Akta No. 30 tanggal 20 Mei 2016, dibuat
dihadapan Yohannes Irson Purba, S.H., Notaris di Tangerang Selatan, mengenai


                                                                                           20

                            Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 22
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



perubahan Pasal 9 dan Pasal 12 Anggaran Dasar Perseroan yang telah
diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-
AH.01.03-0052700 tanggal 30 Mei 2016; (iv) Akta No. 6 tanggal 31 Januari 2018,
dibuat dihadapan Ungke Mulawanti, S.H., M.Kn., Notaris di Bekasi, mengenai
peningkatan modal ditempatkan dan disetor. Perubahan tersebut telah diberitahukan
kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-
0092997 tanggal 03 Maret 2018; dan terakhir (v) Akta Perubahan Anggaran Dasar
No. 07 tanggal 24 April 2019, dibuat di hadapan Yohannes Irson Purba, S.H.,
Notaris di Kota Tangerang Selatan, mengenai perubahan maksud dan tujuan.
Perubahan tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
0024507.AH.01.02.Tahun 2019 tanggal 8 Mei 2019.

Anggaran Dasar TPEC terakhir diubah berdasarkan Akta Perubahan Anggaran
Dasar No. 23 tanggal 6 Juli 2023, dibuat di hadapan Elisabeth Karina Leonita, S.H.,
M.Kn. Notaris di Kota Tangerang Selatan, mengenai perubahan susunan direksi dan
komisaris. Perubahan tersebut telah diberitahukan kepada Direktorat Jendral
Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan Surat Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-
AH.01.09-0142746 tanggal 12 Juli 2023.

TPEC berdomisili di Tangerang Selatan dengan kantor pusat beralamat di Indy
Bintaro Office Park, Gedung A, Jl. Boulevard Bintaro Jaya Blok B7/A6 Sektor VII,
CBD Bintaro Jaya, Kel. Pondok Jaya, Kec. Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.


Modal Saham TPEC

Susunan pemegang saham per Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut:

                                      Jumlah Saham                 Modal Disetor        Kepemilikan
    Pemegang Saham
                                        (lembar)                       (Rp.)                (%)
PT Tripatra Multi Energi                 560.154                  560.154.000.000         51,270143
PT Indika Energy Tbk                      532.399                 532.399.000.000        48,7297653
PTIndika Inti Corpindo                       1                       1.000.000             0,000092
            Total                       1.092.554                1.092.554.000.000           100,00


Susunan Pengurus TPEC

Dewan Komisaris:
Komisaris Utama                   :      Kamen Kamenov Palatov
Komisaris                         :      Dhira Nandana
Komisaris                         :      Retina Rosabai
Komisaris                         :      Farid Harianto
Komisaris                         :      Hasnul Suhaimi


                                                                                                 21

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 23
     KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Direksi:
Direktur Utama                       :      Raymond Naldi Rasfuldi
Direktur                             :      Benny Julius Joesoep
Direktur                             :      Suraji Nugroho
Direktur                             :      Rizki Amelia
Direktur                             :      Ananto Wardono


Kegiatan Usaha TPEC

Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar TPEC ruang lingkup kegiatan usaha TPEC
adalah menjalankan usaha dalam bidang konstruksi, industri, perdagangan besar,
konsultasi, informasi dan komunikasi. Pada saat ini TPEC juga melakukan investasi
pada saham-saham perusahaan. Dengan demikian Perusahaan sebagai “Operating
Holding Company”. TPEC mulai beroperasi komersial pada 26 Agustus 1988.


Izin-izin yang diperoleh TPEC

1.      Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) : 01.339.758.3.081.000
2.      Surat Keterangan Domisili Usaha No. 145.41/40-Ekbang yang berlaku sampai
        dengan tanggal 06 November 2020 dan dikeluarkan oleh Lurah Pondok Jaya,
3.      Nomor Induk Berusaha (NIB) : 8120102902845 yang dikeluarkan oleh
        Lembaga Pengelola dan Penyelenggara OSS pada tanggal 24 September
        2018
4.      Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) yang dikeluarkan oleh Lembaga
        Pengelola dan Penyelenggara OSS pada tanggal 08 Januari 2020
5.      Izin Usaha Jasa Konstruksi yang dikeluarkan oleh Lembaga Pengelola dan
        Penyelenggara OSS pada tanggal 08 Januari 2020.


Investasi TPEC Pada Entitas Anak dan Entitas Asosiasi

TPEC melakukan investasi secara langsung dan tidak langsung kepada
perusahaan-perusahaan asosiasi dalam bentuk saham dengan jumlah saham dan
persentase kepemilikan sebagai berikut :

                                                                                           Kepemilikan
                                    Investasi
                                                                                              (%)
Tripatra (Singapore) Pte. Ltd. (TRIS)                                                              100
Tripatra Investments Limited (TRIL)
                                                                                                   100
(melalui TRIS)
PT Kuala Pelabuhan Indonesia (KPI)
                                                                                                     5
(melalui TRIS)
PT Sea Bridge Shipping (SBS)                                                                        46


                                                                                                         22

                            Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 24
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



URAIAN SINGKAT TENTANG TPE

Pendirian TPE

TPE merupakan suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Akta
Pendirian No.42 tanggal 10 Oktober 1973, dibuat dihadapan H Zamir Simon, S.H.,
Notaris di Jakarta, sebagaimana diperbaiki dengan (i) Akta No. 37 tanggal
12 Agustus 1974, dibuat di hadapan Makmur Fattah, BA, notaris pengganti H Zamir
Simon, S.H., yang berkedudukan di Jakarta, (ii) Akta No. 100 tanggal 24 Juni 1977
yang dibuat di hadapan H Zamir Simon, SH, Notaris di Jakarta dan (ii) Akta No. 58
tanggal 16 Januari 1984 yang dibuat di hadapan H Zamir Simon, S.H., Notaris di
Jakarta. Akta-akta tersebut telah memperoleh pengesahan Menteri Kehakiman
Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-694.HT.01.01.Th.84
tanggal 30 Januari 1984 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia
No. 39 tanggal 15 Mei 1984, Tambahan No. 500.

Anggaran dasar TPE telah mengalami beberapa kali perubahan, diantaranya
dengan (i) Akta No. 32 tanggal 20 Mei 2016 dari Yohanes Irson Purba, S.H., notaris
di Tangerang Selatan mengenai perubahan pemimpin rapat umum pemegang
saham dan kewewenangan direksi. Perubahan tersebut telah mendapatkan
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
Surat Penerimaan Pemberitahuan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-
0052852.Tahun 2016 tanggal 31 Mei 2016; (ii) Akta No. 27 tanggal 23 April 2018,
dibuat dihadapan notaris yang sama, mengenai perubahan masa jabatan direksi dan
dewan komisaris. Perubahan tersebut telah diberitahukan kepada Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0197666 tanggal
17 Mei 2018; dan terakhir (iii) Akta No. 08 tanggal 24 April 2019, dibuat dihadapan
notaris yang sama, mengenai perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha.
Perubahan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
0024532.AH.01.02.Tahun 2019 tanggal 08 Mei 2019.

Anggaran Dasar TPEC terakhir diubah berdasarkan Akta Perubahan Anggaran
Dasar No. 22 tanggal 6 Juli 2023, dibuat di hadapan Elisabeth Karina Leonita, S.H.,
M.Kn. Notaris di Kota Tangerang Selatan, mengenai perubahan susunan direksi dan
komisaris. Perubahan tersebut telah diberitahukan kepada Direktorat Jendral
Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan Surat Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-
AH.01.09-0142744 tanggal 13 Juli 2023.

TPE berdomisili di Tangerang Selatan dengan kantor pusat beralamat di Gedung
Indy Bintaro Office Park, Jl. Boulevard Bintaro Jaya Blok B7/A6 Sektor VII, Kota
Tangerang Selatan, Banten.


Modal Saham TPE

Susunan pemegang saham per Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut:



                                                                                        23

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 25
     KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan




                                      Jumlah Saham                 Modal Disetor           Kepemiikan
      Pemegang Saham
                                        (lembar)                      (Rp.)                   (%)

PT Tripatra Multi Energi                          1.360.000          1.360.000.000           98,194946
PT Indika Energy Tbk                                24.999                24.999.000          1,804982
PTIndika Inti Corpindo                                      1                      1000       0,000072
              Total                               1.385.000          1.385.000.000              100,00

Susunan Pengurus TPE

Susunan direksi dan komisaris TPE per Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut :

Dewan Komisaris:

Komisaris Utama                              :        Kamen Kamenov Palatov
Komisaris                                    :        Dhira Nandana
Komisaris                                    :        Retina Rosabai
Komisaris                                    :        Farid Harianto
Komisaris                                    :        Hasnul Suhaimi

Direksi:

Direktur Utama                                :       Raymond Naldi Rasfuldi
Direktur                                      :       Benny Julius Joesoep
Direktur                                      :       Suraji Nugroho
Direktur                                      :       Rizki Amelia
Direktur                                      :       Ananto Wardono


Kegiatan Usaha TPE

Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar TPE, ruang lingkup kegiatan TPE meliputi
aktivitas konsultasi manajemen lainnya dan aktivitas keinsinyuran dan konsultasi
teknis yang berhubungan dengan itu. Perusahaan mulai beroperasi secara
komersial pada 10 Oktober 1973.


Izin-izin yang diperoleh TPE

1.      Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) : 01.309.875.1-081.000
2.      Nomor Induk Berusaha (NIB) : 9120006110149 yang dikeluarkan oleh
        Lembaga Pengelola dan Penyelenggara OSS pada tanggal 04 Januari 2019.
3.      Izin Usaha Jasa Konstruksi dari Walikota Tangerang Selatan, DInas
        Penanaman     Modal    dan    Pelayanan    Terpadu Satu Pintu No.
        1.3674.1.00173.903502 pada tanggal 7 Oktober 2019




                                                                                                         24

                            Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 26
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Informasi Lain Tentang TPE

Pemegang Saham Mayoritas dari TPE

TPE tergabung dalam kelompok usaha Perseroan, karena pemegang saham
mayoritas TPE adalah Perseroan, dimana besarnya kepemilikan sahamnya di TPE
baik langsung maupun tidak langsung melalui TIME adalah sebanyak 1.384.999
lembar saham atau setara dengan kepemilikan 99,9999%.


URAIAN SINGKAT TENTANG TIME

Pendirian TIME

TIME merupakan suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Akta
Pendirian No. 169 tanggal 29 Oktober 2012, dibuat dihadapan Mellyani Noor
Shandra, S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah memperoleh pengesahan
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
Keputusan No. AHU-60338.AH.01.01.Tahun 2012 tanggal 27 November 2012.
Anggaran Dasar TIME telah diubah beberapa kali dengan perubahan terakhir
berdasarkan Akta No. 44 tanggal 8 September 2021, dibuat dihadapan Elizabeth
Karina Leonita, S.H., M.Kn., Notaris di Bogor, yang telah mendapatkan persetujuan
dari    Menkumham         berdasarkan       Surat     Keputusan      No.     AHU-
0049060.AH.01.02.TAHUN 2021 tanggal 10 September 2021 dan telah didaftarkan
dalam Daftar Perseroan No. AHU-0155223.AH.01.11.Tahun 2021 tanggal
10 September 2021 dan susunan Direksi dan Dewan Komisaris terakhir berdasarkan
Akta No. 88 tanggal 21 April 2022, yang dibuat di hadapan Elizabeth Karina Leonita,
S.H., M.Kn., Notaris di Kota Bogor, yang telah diterima oleh Menkumham
berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No.
AHU-AH.01.09-0010512 tanggal 28 April 2022 dan telah didaftarkan dalam Daftar
Perseroan No. AHU-0086117.AH.01.11 Tahun 2022 tanggal 28 April 2022.

TIME berdomisili di Indy Bintaro Office Park, Gedung A, Jl. Boulevard Bintaro Jaya
Blok B7/A6 Sektor VI, CBD Bintaro Jaya, Kel. Pondok Jaya, Kec. Pondok Aren, Kota
Tangerang Selatan 15424.

Modal Saham TIME
Susunan pemegang saham per Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut:

                                             Lembar
                                                                 Modal Disetor          Kepemiikan
     Pemegang Saham                          Saham
                                                                    (Rp.)                  (%)
                                            (lembar)
PT Indika Energy Tbk                            631.167         631.167.000.000              99,994
PT Indika Energy
                                                         40             40.000.000            0,006
Infrastructure
              Total                             631.207         631.207.000.000              100,00




                                                                                                     25

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 27
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan




Susunan Pengurus TIME

Susunan Pengurus TIME per Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris:
Komisaris                                  :       Kamen Kamenov Palatov

Direksi:
Direktur                                   :       Joseph Pangalila


Kegiatan Usaha TIME
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar TIME, ruang lingkup kegiatan TIME meliputi
perdagangan besar atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak, perdagangan besar
khusus lainnya, perdagangan besar berbagai macam barang, konstruksi gedung,
konstruksi jalan dan jalan rel, aktivitas penunjang pertambangan minyak bumi dan
gas alam, aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya,
ketenagalistrikan, pengelolaan air, pengelolaan dan pembuangan sampah, aktivitas
penunjang angkutan, real estat yang dimiliki sendiri atau disewa dan kawasan
pariwisata, aktivitas kantor pusat, aktivitas konsultasi manajemen, instalasi sistem
kelistrikan, air (pipa) dan instalasi konstruksi lainnya, dan aktivitas penyewaan dan
sewa guna tanpa hak opsi mesin, peralatan dan barang berwujud lainnya.



URAIAN SINGKAT TENTANG TRIS

Pendirian TRIS

TRIS merupakan suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum
Singapura dan dan tercatat sebagai perusahaan dengan No. 200602391C pada
tanggal 22 Pebruari 2006.
Anggaran dasar TRIS telah mengalami beberapa perubahan, diantaranya
berdasarkan Akta Keputusan Sirkuler Pemegang Saham tanggal 13 Maret 2019
dalam rangka peningkatan modal disetor.

Anggaran Dasar TRIS terakhir diubah berdasarkan Accounting and Corporate
Regulatory (ACRA) tanggal 28 September 2022 tentang perubahan susunan direksi
dan komisaris.
Perusahaan berdomisili di 7 Temasek Boulevard, #08-01, Suntec Tower One,
Singapore 038987.


Modal Saham TRIS

Susunan pemegang saham per Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut:


                                                                                        26

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 28
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



                                                       Jumlah
                                                                         Modal disetor    Kepemilikan
           Pemegang Saham                              Saham
                                                                            (USD)             (%)
                                                      (lembar)
PT Tripatra Engineers and Constructors              39.000.000             39.000.000             100

                                                    39.000.000             39.000.000             100



Susunan Pengurus TRIS

Susunan Pengurus TRIS per Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut:

Direksi:

Direktur       : Charles Chai
Direktur       : Purbaja Pantja
Direktur       : Mohammad Mangkuningrat
Direktur       : Azis Armand


Kegiatan Usaha TRIS

Bergerak dalam bidang usaha investasi pada saham perusahaan (Investment
Holding Company). Penyertaan TRIS per Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut:

                                                                                         Kepemilikan
       Investasi                      Domisili                 Bidang usaha                  (%)
Tripatra Investments                                        Investment Holding
                             British Virgin Island                                                100
Limited (TRIL)                                                  Company
PT Kuala Pelabuhan                                          Operasi pelabuhan
                                       Papua                                                           5
Indonesia                                                    dan transportasi




A.2. Analisis Pokok-Pokok Perjanjian Pinjaman dan Persyaratan Yang
     Disepakati

Dalam rangka penerbitan Surat Utang 2029, Perseroan telah mengumumkan
kepada masyarakat luas khususnya kepada para investor dalam bentuk
Memorandum Penawaran Awal pada tanggal 24 April 2024 sehubungan dengan
Surat Utang Awal dan Memorandum Informasi pada tanggal 26 Juni 2024
sehubungan dengan Surat Utang Tambahan, yang termasuk dan mensuplementasi
Memorandum Penawaran Awal.

Hal-hal yang diatur dalam Memorandum Informasi antara lain mengenai hal-hal
sebagai berikut:




                                                                                                       27

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 29
   KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Penerbit                               PT Indika Energy Tbk.
Surat Utang Tambahan                   Surat    Utang    Senior     dengan    jumlah   pokok     sebesar
                                       USD105.000.000 dengan bunga sebesar 8,75% yang akan jatuh
                                       tempo di tahun 2029, yang akan dikonsolidasikan dengan, dan
                                       membentuk suatu seri yang sama dengan Surat Utang Awal.
                                       Persyaratan dalam Surat Utang Tambahan ini adalah sama dengan
                                       Surat Utang Awal, kecuali untuk tanggal penerbitan dan harga
                                       penerbitan.
Harga                                  100% dari jumlah pokok Surat Utang Tambahan, ditambah bunga
                                       yang terutang dari Surat Utang Tambahan dari dan pada 7 Mei
                                       2024 hingga (tetapi tidak termasuk) Tanggal Penyelesaian.
Tanggal Jatuh Tempo                    7 Mei 2029.
                                  Surat Utang Tambahan akan dikenakan bunga mulai dan termasuk
Suku  Bunga        Surat    Utang
                                  tanggal 7 Mei 2024 pada tingkat bunga 8,75% per tahun, yang
Tambahan
                                  terhutang setiap enam bulan.
Tanggal Pembayaran          Bunga Pada tanggal 7 Mei dan 7 November setiap tahunnya, yang dimulai
Surat Utang Tambahan              pada tanggal 7 November 2024.
Pemberi Jaminan                   Pemberi Jaminan adalah Perseroan dan Anak Perusahaan
                                  Penjamin.
Jaminan                                -   Jaminan perusahaan (corporate guarantee) oleh Anak
                                           Perusahaan Penjamin
                                       -   Saham IIC yang dimiliki oleh Perseroan
                                       -   Saham TPE yang dimiliki oleh Perseroan, IIC dan TIME
                                       -   Saham TPEC yang dimiliki oleh Perseroan, IIC dan TIME
                                       -   Saham Kideco yang dimiliki oleh Perseroan dan IIC
                                       -   Saham TRIS yang dimiliki oleh TPEC
Penggunaan Dana
                                       Dana yang diterima setelah dikurangi dengan biaya penerbitan,
                                       komisi, dan biaya pengeluaran lainnya sehubungan dengan
                                       penerbitan Surat Utang Tambahan, akan dipergunakan untuk
                                       menebus sisa Surat Utang 2025 yang masih beredar melalui
                                       pembelian kembali pada pasar terbuka, penawaran tender,
                                       dan/atau penebusan sebagaimana diizinkan berdasarkan indenture
                                       yang mengatur Surat Utang 2025.
Wali Amanat (Trustee)                  The Bank of New York Mellon
Pembatasan                             Antara lain:
                                       - Pembatasan terkait utang baru dan penerbitan saham
                                           preferen;
                                       - Pembatasan untuk mengumumkan deviden atas modal saham
                                           atau membeli atau menebus modal saham;
                                       - Pembatasan untuk melakukan investasi atau pembayaran
                                           yang dibatasi lainnya;
                                       - Pembatasan untuk menerbitkan atau menjual saham Anak
                                           Perusahaan Yang Dibatasi;
                                       - Pembatasan untuk menjamin suatu utang;
                                       - Pembatasan untuk melakukan penjualan aset;
                                       - Pembatasan terkait hak jaminan (lien);
                                       - Pembatasan atas transaksi penjualan dan sewa beli kembali;
                                       - Pembatasan untuk mengadakan perjanjian yang membatasi
                                           kemampuan Anak Perusahaan Yang Dibatasi untuk membayar
                                           deviden dan mengalihkan aset atau membuat pinjaman antar
                                           perusahaan;
                                       - Pembatasan untuk mengadakan transaksi dengan pemegang
                                           saham ataupun afiliasi;
                                       - Pembatasan untuk melakukan konsolidasi atau merger; atau
                                       - Pembatasan untuk terlibat dalam aktivitas usaha yang
                                           berbeda.


                                                                                                   28

                           Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 30
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan


Denominasi                            Surat Utang Tambahan akan diterbitkan hanya dalam bentuk
                                      terdaftar lengkap, tanpa kupon, dalam pecahan USD250.000 dan
                                      kelipatan USD1.000.
Pencatatan                            Permohonan akan diajukan ke SGX-ST untuk pencatatan dan
                                      penawaran Surat Utang Tambahan di SGX-ST. Tunduk pada
                                      persetujuan dari SGX-ST, Surat Utang Tambahan akan
                                      diperdagangkan di SGX-ST dalam minimum lot tidak kurang dari
                                      SGD250.000 (atau yang setara dengan mata uang lainnya) selama
                                      Surat Utang Tambahan tercatat di SGX-ST.



A.3. Risiko dan Manfaat dari Transaksi

Manfaat dan Keuntungan bagi Perseroan atas Transaksi

Penerbitan Surat Utang 2029 akan menjaga likuiditas dan posisi kas Perseroan
serta memperpanjang periode jatuh tempo utang Perseroan dengan skema
pembayaran Surat Utang 2029 pada akhir jatuh tempo (bullet payment).

Dengan pertimbangan bahwa, adanya ketidakpastian atas perkembangan harga
batubara di masa yang akan datang, Perseroan meyakini bahwa dengan
memperpanjang periode jatuh tempo utang Perseroan, maka Perseroan, atau
secara tidak langsung melalui anak usahanya, dapat melakukan diversifikasi usaha
ke sektor non-batubara .

Berikut ini penjabaran tentang manfaat-manfaat dari penerbitan Surat Utang 2029
bagi Perseroan:

a. Dengan dilakukannya Transaksi, maka kewajiban keuangan Perseroan yang
   harus dipenuhi pada tahun 2025 atau pada saat jatuh temponya Surat Utang
   2025 dapat diubah menjadi pembiayaan dengan jangka waktu yang lebih
   panjang;
b. Dengan skema pembayaran pokok Surat Utang 2029 pada akhir periode jatuh
   temponya (bullet payment), menjadikan Perseroan dapat menjaga likuiditasnya,
   terutama pada saat jatuh temponya Surat Utang 2025;
c. Melalui Transaksi, Perseroan, atau secara tidak langsung melalui anak
   perusahaannya, dapat melakukan ekspansi usaha atau diversifikasi usaha ke
   sektor non-batubara;
d. Dana yang semula akan dipergunakan oleh Perseroan untuk melunasi Surat
   Utang 2025 dalam waktu dekat dapat dipergunakan kembali, sehingga
   penggunaan dana dapat difokuskan untuk membiayai kegiatan usaha Perseroan
   dan anak-anak perusahaan Perseroan yang bergerak di bidang usaha non-
   batubara; dan
e. Pendanaan melalui penerbitan Surat Utang 2029 merupakan alternatif
   pembiayaan bagi Perseroan mengingat keterbatasan penyaluran pembiayaan
   oleh perbankan yang dipengaruhi iklim usaha bidang batubara.




                                                                                               29

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 31
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Risiko yang mungkin timbul dari Transaksi
Disamping manfaat yang akan diperoleh Perseroan dengan melakukan Transaksi,
terdapat pula risiko-risiko yang mungkin dihadapi Perseroan. Risiko-risiko tersebut
berkaitan langsung dengan risiko Perseroan dalam menjalankan usahanya,
sehingga dapat mengganggu kegiatan operasional Perseroan.

Risiko-risiko yang mungkin dihadapi Perseroan antara lain adalah :
- Risiko fluktuasi harga batubara yang signifikan dipengaruhi oleh banyak faktor
  yang di luar kendali Perseroan
- Operasi penambangan batubara dan program ekspansi yang bergantung pada
  kemampuan Perseroan untuk mendapatkan, mempertahankan dan memperbarui
  izin dan persetujuan yang diperlukan dari Pemerintah
- Risiko operasional dan infrastruktur, cuaca buruk, bencana alam, perubahan iklim
  serta semakin menurunnya cadangan batubara dapat mempengaruhi bisnis dan
  prospek Perseroan secara negatif
- Risiko kondisi politik, militer dan ekonomi dunia
- Risiko peraturan atau kebijakan pemerintah sehubungan dengan batubara
- Risiko penurunan permintaan energi sebagai akibat dari perpajakan energi atau
  perubahan pola belanja konsumen
- Risiko persaingan ketat, pasar yang sangat kompetitif membutuhkan sumber
  daya, teknologi, dan tenaga yang terampil
- Bisnis Perseroan yang padat modal sehingga Perseroan mungkin mengalami
  ketersediaan dana yang terbatas
- Risiko kepatuhan dan perbaikan lingkungan yang dapat berdampak buruk bagi
  Perseroan
- Risiko fluktuasi nilai tukar mata uang asing
- Risiko fluktuasi ekonomi juga menjadi salah satu faktor risiko yang dapat
  mempengaruhi turunnya harga batubara dan / atau meningkatnya biaya
  operasional sehingga dapat mempengaruhi kondisi keuangan Perseroan.
- Ketidakstabilan politik dan sosial di Indonesia dapat merugikan bisnis Perseroan
- Risiko gagal bayar sehingga mengakibatkan Perseroan harus menanggung
  jaminan saham
- Disamping itu, terdapat pula kemungkinan risiko yang berkaitan dengan
  ketidakmampuan manajemen Perseroan dalam mengelola manajemen risiko
  likuiditasnya di masa depan, yaitu kegagalan dalam membangun kerangka
  manajemen risiko likuiditas, yang dapat menyebabkan terganggunya pembayaran
  pokok utang dan bunga pada saat jatuh tempo.




                                                                                        30

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 32
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



B. Analisis Kualitatif
B.1. Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha
Perseroan adalah suatu kelompok usaha dengan segmen usaha dalam bidang
sumber daya energi, jasa energi, infrastruktur energi, logistik & infrastruktur, mineral,
bisnis hijau, kendaraan listrik, ventura digital, dan lain-lain.
Perseroan terus berupaya meningkatkan efisiensi operasional dan menekan biaya
namun tetap mengedepankan layanan yang berkualitas dan bisnis yang
berkelanjutan. Perseroan juga terus memanfaatkan peluang penjualan silang intra-
Grup dan sentralisasi fungsi tertentu untuk meningkatkan integrasi kemampuan di
seluruh bisnis dan meningkatkan profitabilitas. Perseroan terus mengedepankan
inisiatif hijau yang ramah lingkungan dan menerapkan standar tinggi bahkan beyond
compliance di seluruh kegiatan operasional. Perseroan juga berkomitmen untuk
menjadi yang terdepan dalam memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar melalui
inisiatif di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Perseroan
senantiasa menerapkan praktik tata kelola perusahaan terbaik sesuai peraturan
yang berlaku. Perseroan terus mengedepankan inisiatif hijau yang ramah lingkungan
dan menerapkan standar tinggi bahkan beyond compliance di seluruh kegiatan
operasional. Perseroan juga berkomitmen untuk menjadi yang terdepan dalam
memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar melalui inisiatif di bidang pendidikan,
kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Perseroan senantiasa menerapkan praktik
tata kelola perusahaan terbaik sesuai peraturan yang berlaku.


B.2. Analisis Industri dan Lingkungan
TINJAUAN KONDISI PEREKONOMIAN INDONESIA
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang
2023 tumbuh sebesar 5,05% secara tahunan (year on year/yoy). Realisasi itu lebih
rendah dari pertumbuhan ekonomi tahun 2022 sebesar 5,31%. Kinerja ekonomi
sepanjang tahun 2023 tak lepas dari kinerja pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2023
yang sebesar 5,04% (yoy). Realisasi ini lebih pesat dibandingkan sebelumnya.
Secara lebih rinci, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2023 tercatat
sebesar 5,04%, lalu di kuartal II-2023 tumbuh sebesar 5,17%, dan pada kuartal III-
2023 tumbuh sebesar 5,04%. Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dalam
Kompas.com mengatakan, di tengah perlambatan ekonomi global dan menurunnya
harga komoditas unggulan, ekonomi Indonesia tetap tumbuh solid 5,05%. Adapun
pertumbuhan ekonomi sebesar 5,05% didapat dari produk domestik bruto (PDB)
atas dasar harga konstan (ADHK) sebesar Rp 12.301,4 triliun. Sementara itu, PDB
atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp 20.892 triliun. Amalia menyebutkan,
pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 turut dipengaruhi kondisi
perekonomian global. Pertumbuhan ekonomi tahun 2023 secara global diperkirakan
akan tetap tumbuh meskipun sedikit melambat. Imbas dari perlambatan ekonomi
tersebut, aktivitas perdagangan global pun melemah. Hal ini kemudian berimplikasi
terhadap sumber pertumbuhan ekonomi nasional yang berasal dari perdagangan
internasional. Dari dalam negeri, konsumsi rumah tangga masih terjaga. Hal ini
dipicu oleh laju inflasi yang terjaga di bawah 3%. Kebijakan pemerintah dalam
pengendalian inflasi, inflasi bulan Desember 2023 tercatat sebesar 2,61%, sejak
Juni 2023 selalu berada di bawah 4%.


                                                                                        31

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 33
     KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



  Perekonomian Indonesia menunjukan kinerja positif dengan tumbuh kuat dan stabil
  meski berada dalam situasi ekonomi global yang melambat dan penuh
  ketidakpastian. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam
  kemenkeu.go.id mengatakan bahwa Pemerintah merespons tanda-tanda
  perlambatan ekonomi sebagai dampak dari pelemahan global melalui paket
  kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah. Meski tahun 2023 pertumbuhan
  ekonomi dunia diproyeksikan melambat signifikan, ekonomi Indonesia mencatatkan
  konsistensi tren pertumbuhan yang sangat baik, ditopang oleh aktivitas permintaan
  domestik yang masih kuat, khususnya aktivitas konsumsi dan investasi. Sepanjang
  tahun 2023, konsumsi masyarakat sebagai kontributor utama perekonomian juga
  tumbuh sebesar 4,82% dan pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PKP) pada kuartal
  IV-2023 tumbuh positif sebesar 2,81% setelah sempat terkontraksi pada kuartal
  sebelumnya. Dengan demikian, konsumsi Pemerintah sepanjang tahun 2023
  tumbuh sebesar 2,95%. Sementara, pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto
  (PMTB) atau investasi tercatat sebesar 4,4% secara tahunan, atau menguat
  dibandingkan tahun sebelumnya. Percepatan penyelesaian Proyek Strategis
  Nasional, aktivitas belanja modal Pemerintah, hingga pembangunan Ibu Kota
  Nusantara (IKN) dan sektor swasta turut andil menjaga kinerja positif investasi.
  Selain itu, Kondisi infrastruktur yang semakin meningkat, kinerja ekonomi makro
  yang sangat baik, serta stabilitas sosial politik yang terjaga menjadi faktor utama
  menjaga keyakinan pelaku usaha untuk berinvestasi.

  Peningkatan mobilitas masyarakat juga telah mendorong pertumbuhan sektor
  transportasi sepanjang tahun 2023. Sejalan dengan itu, sektor akomodasi dan
  makan minum juga tumbuh positif sebesar 10,01% secara tahunan.
  Penyelenggaraan berbagai event baik level nasional maupun internasional
  mendorong daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisata. Peningkatan mobilitas
  juga dipengaruhi oleh musim liburan nataru dan persiapan penyelenggaraan
  pemilu. Dengan begitu, Pemerintah tetap akan terus memantau risiko perlambatan
  perekonomian dunia yang diperkirakan masih berlanjut pada 2024. Dari sisi
  domestik, inflasi yang diperkirakan relatif stabil, dampak dari penyelenggaraan
  Pemilu 2024 terhadap konsumsi mayarakat maupun konsumsi Pemerintah, serta
  kebijakan sektor perumahan yang sudah digulirkan Pemerintah pada kuartal IV-2023
  akan menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi 2024. Berdasarkan dinamika
  global dan potensi perekonomian domestik tersebut, perekonomian Indonesia
  diperkirakan masih tumbuh kuat pada 2024, sebesar 5,2%. Sejalan dengan hal
  tersebut, APBN 2024 berperan untuk meredam gejolak eksternal dan diarahkan
  untuk mempercepat transformasi ekonomi secara inklusif dan berkelanjutan.
              Tabel Indikator Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2019 – 2023

         Indikasi Ekonomi                    2019             2020             2021          2022       2023

Pertumbuhan PDB (yoy, %)                     5,02            -2,07            3,69            5,31       5,05
Nominal PDB (Rp. Triliun)                  15.833,9         15.434,2        16.970,8        19.588,4   20.892,4
Tingkat Inflasi (%, akhir tahun)             3,02             1,68            1,87            5,51       2,61
Suku Bunga BI (%)                            5,00             3,75            3,50            5,50       6,00
Cadangan Devisa (USD Miliar)                129,2            135,9           144,9           137,2      146,4
Nilai Tukar Rupiah
                                            13.901           13.901          14.269         15.731     15.399
(Rp/USD, akhir tahun)
                     Sumber: BPS, Bank Indonesia dan sumber lainnya (diolah)



                                                                                                           32

                             Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 34
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20-21 Desember 2023
memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 6,00%, suku bunga Deposit
Facility sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%. Terhitung
mulai 21 Desember 2023, Bank Indonesia menggunakan nama BI-Rate sebagai
suku bunga kebijakan menggantikan BI 7-Day (Reverse) Repo Rate untuk
memperkuat komunikasi kebijakan moneter. Penggantian nama ini tidak mengubah
makna dan tujuan BI-Rate sebagai stance kebijakan moneter Bank Indonesia, serta
operasionalisasinya tetap mengacu pada transaksi reverse repo Bank Indonesia
tenor 7 (tujuh) hari. Keputusan mempertahankan BI-Rate pada level 6,00% tetap
konsisten dengan fokus kebijakan moneter yang pro-stability yaitu untuk penguatan
stabilisasi nilai tukar Rupiah serta langkah pre-emptive dan forward looking untuk
memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1% pada 2024. Sementara
itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap pro-growth untuk
mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kebijakan makroprudensial
longgar terus ditempuh untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan kepada
dunia usaha dan rumah tangga. Akselerasi digitalisasi sistem pembayaran juga terus
didorong untuk meningkatkan volume transaksi dan memperluas inklusi ekonomi-
keuangan digital, termasuk digitalisasi transaksi keuangan Pemerintah Pusat dan
Daerah.

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2023 diprakirakan mencatat surplus sehingga
mendukung ketahanan eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada
Desember 2023 yang tercatat 3,3 miliar dolar AS dipengaruhi oleh kinerja ekspor
komoditas utama Indonesia yang tetap kuat, seperti batu bara serta besi dan baja.
Perkembangan ini mendukung transaksi berjalan 2023 tetap sehat dan diprakirakan
dalam kisaran surplus 0,4% sampai dengan defisit 0,4% dari PDB. Posisi cadangan
devisa Indonesia pada akhir Desember 2023 tercatat meningkat menjadi 146,4 miliar
dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan
pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan
internasional sekitar 3 bulan impor. Pada tahun 2024, NPI diprakirakan tetap surplus
dengan defisit transaksi berjalan yang rendah dalam kisaran defisit 0,1% sampai
dengan defisit 0,9% dari PDB. Sementara itu, surplus neraca transaksi modal dan
finansial diprakirakan berlanjut didukung oleh aliran masuk modal asing sejalan
dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik yang
lebih baik dan imbal hasil investasi yang menarik.

Inflasi menurun dan terjaga dalam kisaran sasaran. Inflasi IHK Desember 2023
tercatat sebesar 2,61% (yoy) menurun dari tahun sebelumnya sebesar 5,51% (yoy)
sehingga berada dalam kisaran 3,0±1%. Penurunan inflasi dipengaruhi oleh
terjaganya berbagai komponen inflasi sebagai hasil nyata konsistensi kebijakan
moneter Bank Indonesia yang pro-stability serta sinergi erat kebijakan Bank
Indonesia dengan Pemerintah Pusat dan Daerah. Inflasi inti 2023 terjaga rendah
sebesar 1,80% (yoy) dipengaruhi oleh imported inflation yang rendah, ekspektasi
inflasi yang terjangkar dalam sasaran, dan kapasitas perekonomian yang masih
besar dan dapat merespons permintaan domestik. Inflasi volatile food juga terkendali
sebesar 6,73% (yoy) didukung oleh eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank
Indonesia dengan TPIP dan TPID melalui penguatan GNPIP di berbagai daerah
dalam mengendalikan harga pangan, termasuk dari dampak El Nino.




                                                                                        33

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 35
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Inflasi kelompok administered prices tercatat sebesar 1,72% (yoy), sejalan
minimalnya kebijakan penyesuaian harga komoditas yang diatur oleh Pemerintah.
Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan moneter yang pro-
stability dan mempererat sinergi kebijakan dengan Pemerintah guna memastikan
inflasi 2024 berada dalam kisaran 2,5±1%.

Nilai tukar rupiah menutup akhir tahun 2023 dengan menguat ke level Rp15.399 per
dolar AS. Mayoritas mata uang Asia juga perkasa di hadapan greenback.
Berdasarkan data Bloomberg, Jumat (29/12/2023), rupiah ditutup naik 0,12% atau
18,50 poin ke Rp15.399 per dolar AS, sementara indeks yang mengukur kekuatan
greenback melemah 0,09% atau 0,09 poin ke 101,13 pada 15.15 WIB. Mata uang
Asia seperti yen Jepang naik tipis 0,01%, yuan China terapresiasi 0,24%, ringgit
Malaysia menguat 0,44%, dolar Singapura naik 0,20%, dan dolar Hong Kong
menguat tipis 0,02%. Adapun won Korea Selatan melemah sendirian 0,18% di
hadapan dolar AS. Adapun 2023 merupakan tahun yang bergejolak untuk dolar AS.
Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap kuat didukung oleh sistem
pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Pada tahun 2023, nilai transaksi digital
banking tercatat Rp58.478,24 triliun atau tumbuh sebesar 13,48% (yoy) dan
diproyeksikan meningkat 9,11% (yoy) hingga mencapai Rp63.803,77 triliun pada
tahun 2024. Sementara nilai transaksi Uang Elektronik (UE) meningkat 43,45% (yoy)
sehingga mencapai Rp835,84 triliun dan diproyeksikan meningkat 25,77% (yoy)
hingga mencapai Rp1.051,24 triliun pada tahun 2024. Nominal transaksi QRIS
tercatat tumbuh 130,01% (yoy) dan mencapai Rp229,96 triliun, dengan jumlah
pengguna 45,78 juta dan jumlah merchant 30,41 juta yang sebagian besar
merupakan UMKM. Sementara itu, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu
ATM, kartu debit, dan kartu kredit mencapai Rp8.178,69 triliun atau turun sebesar
0,81% (yoy). Dari sisi pengelolaan uang Rupiah, jumlah Uang Kartal Yang
Diedarkan (UYD) pada Desember 2023 meningkat 7,33% (yoy) sehingga menjadi
Rp1.101,75 triliun.

Produk Domestik Bruto

Perekonomian Indonesia 2023 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto
(PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp20.892,4 triliun dan PDB per kapita
mencapai Rp75,0 juta atau US$4.919,7. Ekonomi Indonesia tahun 2023 tumbuh
sebesar 5,05%, lebih rendah dibanding capaian tahun 2022 yang mengalami
pertumbuhan sebesar 5,31%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha.
Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Transportasi dan
Pergudangan sebesar 13,96%; diikuti Jasa Lainnya sebesar 10,52%; dan
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 10,01%. Sementara itu, Industri
Pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh 4,64%. Sedangkan Pertanian,
Kehutanan, dan Perikanan serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil
dan Sepeda Motor masing-masing tumbuh sebesar 1,30% dan 4,85%. Struktur PDB
Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2023 tidak
menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh
Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 18,67%; diikuti oleh Perdagangan
Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 12,94%; Pertanian,
Kehutanan, dan Perikanan sebesar 12,53%; Pertambangan dan Penggalian sebesar
10,52%; serta Konstruksi sebesar 9,92%. Peranan kelima lapangan usaha tersebut
dalam perekonomian Indonesia mencapai 64,58%.


                                                                                        34

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 36
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Ekonomi Indonesia kuartal IV-2023 terhadap kuartal IV-2022 (y-on-y) tumbuh
sebesar 5,04%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan
usaha yang tumbuh signifikan adalah Transportasi dan Pergudangan sebesar
10,33%; diikuti Jasa Lainnya sebesar 10,15%; dan Pengadaan Listrik dan Gas
sebesar 8,68%. Sebagai lapangan usaha yang memiliki peran dominan, Industri
Pengolahan tumbuh sebesar 4,07%. Sedangkan Pertanian, Kehutanan, dan
Perikanan serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
masing-masing tumbuh sebesar 1,12% dan 4,09%. Ekonomi Indonesia pada kuartal
IV-2023 tumbuh sebesar 0,45% (q-to-q) dibanding kuartal III-2023. Hampir seluruh
lapangan usaha tumbuh positif. Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan,
Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib tumbuh signifikan sebesar 19,81%; diikuti
Jasa Pendidikan sebesar 14,46%; serta Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
sebesar 8,66%. Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh 0,51%.
Sementara untuk Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta Perdagangan Besar
dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor masing-masing mengalami kontraksi
sebesar 17,70% dan 0,27%.




                                            Sumber: BPS

Dari sisi pengeluaran, ekonomi Indonesia tahun 2023 tumbuh sebesar 5,05%.
Pertumbuhan terjadi pada semua Komponen Pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi
terjadi pada Komponen PK-LNPRT sebesar 9,83%; diikuti Komponen Pengeluaran
Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 4,82%; Komponen Pembentukan Modal
Tetap Bruto (PMTB) sebesar 4,40%; Komponen PK-P sebesar 2,95%; dan
Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 1,32%. Sementara itu, Komponen
Impor Barang dan Jasa (yang merupakan faktor pengurang dalam PDB menurut
Pengeluaran) terkontraksi sebesar 1,65%. Struktur PDB Indonesia menurut
pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun 2023 t idak menunjukkan perubahan
yang berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Komponen PK-RT
yang mencakup lebih dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 53,18%; diikuti oleh
komponen PMTB sebesar 29,33%; Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar
21,75%; Komponen PK-P sebesar 7,45%; Komponen PK-LNPRT sebesar 1,25%;
dan Komponen Perubahan Inventori sebesar 1,19%. Sementara itu, Komponen
Impor Barang dan Jasa memiliki peran sebesar 19,57%.


                                                                                        35

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 37
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Ekonomi Indonesia kuartal IV-2023 terhadap kuartal IV-2022 tumbuh sebesar 5,04%
(y-on-y). Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen PK-LNPRT sebesar 18,11%;
diikuti Komponen PMTB sebesar 5,02%; Komponen PK-RT sebesar 4,47%;
Komponen PK-P sebesar 2,81%; serta Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar
1,64%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa terkontraksi sebesar
0,15%. Ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2023 dibanding kuartal III-2023 (q-to-q)
tumbuh sebesar 0,45%. Pertumbuhan terjadi pada semua Komponen Pengeluaran.
Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen PK-P sebesar 39,13%; diikuti oleh
Komponen PK-LNPRT; Komponen Ekspor Barang dan Jasa; dan Komponen PMTB
yang masing-masing tumbuh sebesar 11,75%; 5,75%; dan 2,57%. Sementara itu,
Komponen Impor Barang dan Jasa tumbuh sebesar 4,31%. Struktur perekonomian
Indonesia secara spasial selama tahun 2023 menurut kelompok pulau masih
disumbangkan oleh Pulau Jawa dengan kontribusi sebesar 57,05%; diikuti Sumatera
22,01%; Kalimantan 8,49%; Sulawesi 7,10%; Bali dan Nusa Tenggara 2,77%; serta
Maluku dan Papua 2,58%. Sedangkan kinerja pertumbuhan ekonomi tahun 2023 di
semua kelompok pulau tercatat kondusif walaupun dibayangi pelemahan ekonomi
global. Secara kumulatif pertumbuhan (c-to-c) tertinggi terjadi pada kelompok Pulau
Maluku dan Papua yang mencatat pertumbuhan sebesar 6,94%; diikuti Pulau
Sulawesi 6,37%; Pulau Kalimantan 5,43%; Pulau Jawa 4,96%; dan Pulau Sumatera
4,69%. Selanjutnya, kelompok provinsi di Pulau Bali dan Nusa Tenggara mencatat
pertumbuhan sebesar 4,00% (c-to-c).

                          PDB Menurut Lapangan Usaha
                 Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010
                                  (triliun rupiah)




                                                                                        36

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 38
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



                  Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha
                                    (persen)




                                      Sumber: www.bps.go.id


Perkembangan Ekspor Impor Indonesia

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, nilai ekspor Indonesia Desember 2023
mencapai USD22,41 miliar atau naik 1,89% dibanding ekspor November 2023.
Dibanding Desember 2022 nilai ekspor turun sebesar 5,76%. Ekspor nonmigas
Desember 2023 mencapai USD20,93 miliar, naik 1,06% dibanding November 2023,
dan turun 6,23% jika dibanding ekspor nonmigas Desember 2022. Secara kumulatif,
nilai ekspor Indonesia Januari - Desember 2023 mencapai USD258,82 miliar atau
turun 11,33% dibanding periode yang sama tahun 2022. Sementara ekspor
nonmigas mencapai USD242,90 miliar atau turun 11,9%. Peningkatan terbesar
ekspor nonmigas Desember 2023 terhadap November 2023 terjadi pada komoditas
bahan bakar mineral sebesar USD354,3 juta (10,07%), sedangkan penurunan
terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar USD583,7 juta
(22,52%). Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari -
Desember 2023 turun 9,26% dibanding periode yang sama tahun 2022, demikian
juga ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 10,04% dan ekspor
hasil pertambangan dan lainnya turun 20,68%. Ekspor nonmigas Desember 2023
terbesar adalah ke Tiongkok yaitu USD5,77 miliar, disusul Amerika Serikat USD2,07
miliar dan India USD1,83 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 46,16%.

                                                                                        37

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 39
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar
USD3,37 miliar dan USD1,30 miliar. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia
terbesar pada Januari - Desember 2023 berasal dari Jawa Barat dengan nilai
USD36,63 miliar (14,15%), diikuti Kalimantan Timur USD27,94 miliar (10,79%) dan
Jawa Timur USD22,43 miliar (8,66%).




                                      Sumber : www.bps.go.id

Sedangkan untuk nilai impor Indonesia Desember 2023 mencapai USD19,11 miliar,
turun 2,45% dibandingkan November 2023 dan turun 3,81% dibandingkan
Desember 2022. Impor migas Desember 2023 senilai USD3,37 miliar, turun 3,33%
dibandingkan November 2023 atau naik 5,35% dibandingkan Desember 2022. Impor
nonmigas Desember 2023 senilai USD15,74 miliar, turun 2,26% dibandingkan
November 2023 dan turun 5,57% dibandingkan Desember 2022. Penurunan impor
golongan barang nonmigas terbesar Desember 2023 dibandingkan November 2023
adalah mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya senilai USD252,1 juta (11,42%).
Sementara peningkatan terbesar adalah bahan bakar mineral USD248,3 juta
(89,80%). Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari -
Desember 2023 adalah Tiongkok USD62,18 miliar (33,42%), Jepang USD16,44
miliar (8,84%), dan Thailand USD10,14 miliar (5,45%). Impor nonmigas dari ASEAN
USD31,05 miliar (16,69%) dan Uni Eropa USD14,02 miliar (7,53%). Menurut
golongan penggunaan barang, nilai impor Januari - Desember 2023 terhadap
periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada golongan barang
modal senilai USD2.828,9 juta (7,78%) dan barang konsumsi USD1.714,1 juta
(8,64%). Sementara impor bahan baku/penolong turun USD20.104,4 juta (11,09%).
Neraca perdagangan Indonesia Desember 2023 mengalami surplus USD3,31 miliar
terutama berasal dari sektor nonmigas USD5,20 miliar, namun tereduksi oleh defisit
sektor migas senilai USD1,89 miliar.


Inflasi dan IHSG

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada Desember 2023 terjadi inflasi year on
year (y-on-y) sebesar 2,61% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 116,56.
Inflasi tertinggi terjadi di Sumenep sebesar 5,08% dengan IHK sebesar 120,82 dan
terendah terjadi di Bandung sebesar 0,63% dengan IHK sebesar 116,16.


                                                                                        38

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 40
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya
seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan
tembakau sebesar 6,18%; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,78%;
kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,50%;
kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar
1,57%; kelompok kesehatan sebesar 1,94%; kelompok transportasi sebesar 1,27%;
kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,20%; kelompok
rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,69%; kelompok pendidikan sebesar
1,97%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,07%; dan
kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,55%. Tingkat inflasi month
to month (m-to-m) Desember 2023 sebesar 0,41% dan tingkat inflasi year to date (y-
to-d) Desember 2023 sebesar 2,61%. Tingkat inflasi y-on-y komponen inti Desember
2023 sebesar 1,80%, inflasi m-to-m sebesar 0,14%, dan inflasi y-to-d sebesar
1,80%.
                                        Inflasi (2019-2023)




                                          Sumber: BPS, BI

Sementara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah ke level
7.272,79 pada perdagangan akhir tahun, Jumat, (29/12/2023). Meskipun ditutup di
zona merah, IHSG masih menguat 6,16% secara year-to-date (ytd) dari posisi 2
Januari 2023 di level 6.850,98. Pada akhir tahun 2023, IHSG parkir di posisi
7.272,79 dengan terkoreksi 0,43% atau 31,09 poin dari penutupan perdagangan hari
sebelumnya. Indeks komposit bergerak di rentang 7.259 hingga 7.313 pada
perdagangan hari ini. Adapun, sebanyak 17,30 miliar saham diperdagangkan
dengan nilai transaksi sebesar Rp9,17 triliun dalam 869.452 kali transaksi.
Sebanyak 263 saham yang menguat, 273 saham yang melemah, dan 228 saham
stagnan. Kapitalisasi pasar tembus Rp11.708 triliun.

Direktur Utama BEI Iman Rachman dalam bisnis.com mengatakan, kinerja pasar
saham sepanjang 2023 mengalami fluktuasi, namun masih mencatatkan
pertumbuhan yang positif. BEI mencatat, terdapat rekor baru dari sisi kapitalisasi
pasar tertinggi sepanjang sejarah, yakni mencapai angka Rp11.762 triliun per
28 Desember 2023. Rekor baru lain juga tercatat dari sisi volume transaksi harian
tertinggi sepanjang sejarah, yakni sebesar 89 miliar lembar saham pada
31 Mei 2023.


                                                                                        39

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 41
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) tercatat berada pada posisi Rp10,75 triliun,
diikuti dengan volume transaksi harian di angka 19,8 miliar lembar saham dan
frekuensi transaksi harian mencapai 1,2 juta kali. Dari jajaran saham terlaris, saham
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) memimpin dengan nilai transaksi Rp751,9 miliar.
Diikuti saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dengan nilai
transaksi Rp532,7 miliar. Saham BBCA dan BBRI stagnan masing-masing di level
Rp9.400 dan Rp5.725. Adapun, dari jajaran emiten berkapitalisasi pasar jumbo atau
big cap, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) memimpin dengan
kenaikan 3,15% ke level Rp6.550 per saham. Disusul PT Astra International Tbk.
(ASII) yang naik 0,89% ke level Rp5.650 per saham pada perdagangan hari ini.
Sementara itu, dari jajaran top losers ada saham PT Bumi Benowo Sukses
Sejahtera Tbk. (BBSS) yang ambles 18,56% ke level Rp79 per saham. Diikuti
saham Prajogo Pangestu PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) turun 12,50%
ke level Rp5.250 per saham.

Head Customer Literation and Education dari Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi
dalam bisnis.com mengatakan, masih ada sederet pekerjaan rumah yang menanti
BEI maupun para anggota bursa lainnya pada 2024. Misalnya, memberikan literasi
dan inklusi keuangan dan memberikan program untuk menjangkau investor di
daerah untuk mendapatkan akses ke bursa. Dia memproyeksikan pertumbuhan dari
IHSG untuk tahun 2024 seiring dengan proyeksi pertumbuhan PDB diatas 5%, dan
juga berkaca dari pemilu 2009, 2014 dan 2019, IHSG alami kenaikan didorong net
foreign investor asing dan juga melonggarnya kebijakan moneter yang diproyeksi
pasar terjadi lebih cepat. Target IHSG untuk 2024 ke level 7.835 untuk skema
bullish, sedangkan bearish menilai potensi IHSG ke level 6.896. Macro Strategist
Samuel Sekuritas Indonesia, Lionel Priyadi menambahkan, faktor positif terhadap
IHSG pada 2024 adalah kemungkinan pemangkasan suku bunga di dalam negeri
maupun global. Sementara itu, yang menjadi faktor negatif untuk IHSG adalah
potensi melebarnya defisit neraca berjalan hingga -0,9% terhadap PDB Indonesia.
Lionel memproyeksikan prediksi IHSG untuk tahun 2024 konservatif di level 7.600.

                                   Grafik Pertumbuhan IHSG




                                  Sumber: finance.yahoo.com




                                                                                        40

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 42
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Prospek Perekonomian Indonesia

Di tengah pesimistis akan proyeksi pertumbuhan ekonomi global, pemerintah
Indonesia justru menaruh optimistis. Pemerintah dan DPR dalam Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sepakat mematok pertumbuhan ekonomi
pada 2024 di level 5,2%. Target pertumbuhan ekonomi Indonesia ini juga sejalan
dengan prediksi lembaga asing. Dalam 2024 Global Economics Outlook: The Last
Mile Morgan Stanley, yang dikutip dalam kontan.co.id memprediksi pertumbuhan
ekonomi Indonesia konsisten di kisaran 5% hingga 2025. Dalam proyeksi tersebut,
pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 diprediksi di level 5%, pada 2024 di
level 5,1% dan 2025 di level 5,2%. Sementara itu, Bank Dunia, dalam laporan
bertajuk East Asia and The Pacific Economic Upadete edisi Oktober 2023,
memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 berada di level
4,9%. Alasan World Bank memproyeksikan pertumbuhan di bawah 5% karena
adanya perlemahan harga komoditas global yang akan menekan ekspor dan
pendapatan Indonesia. Selain itu, Bank Dunia juga mengkhawatirkan perlambatan
ekonomi China yang berdampak pada ekonomi Indonesia. Karena China merupakan
salah satu tujuan ekspor terbesar Indonesia. Kemudian pada 2024 ini, Indonesia
memasuki tahun politik yang berpotensi menghambat aliran investasi masuk karena
investor masih wait and see.

Menurut laporan World Economic Outlook (WEO) yang diterbitkan IMF pada April
2023, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2023 mencapai 5% dan terus menguat
mencapai 5,1% untuk 2024. Tetapi pada laporan WEO edisi Juli 2023, angka
tersebut dipangkas menjadi 5%. Selanjutnya dalam WEO edisi Oktober 2023, IMF
melihat masih ada dampak dari ketidakpastian global yang salah satunya datang
dari kebijakan moneter Amerika Serikat (AS). Namun IMF tetap menilai, Indonesia
akan mengalami pemulihan ekonomi yang kuat seiring dengan meningkatnya
investasi, konsumsi, dan ekspor. IMF mengingatkan bahwa Indonesia masih
menghadapi tantangan struktural dan risiko eksternal, seperti ketidakpastian global,
tekanan inflasi, dan ketegangan geopolitik. Maka IMF merekomendasikan agar
Indonesia terus menjaga kebijakan makroekonomi yang kredibel, fleksibel, dan
koordinatif, serta mendorong reformasi struktural untuk meningkatkan daya saing.

Sedangkan The Organization for Economic Co-operation and Development (OECD)
lebih optimistis melihat perkembangan perekonomian Indonesia, yakni mencapai
5,1% pada 2024. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan pertumbuhan ekonomi 2023
yang sebesar 4,7%. Berdasarkan “Update Economic Outlook for Southeast Asia,
China, and India 2023” yang dikutip dalam kontan.co.id, pertumbuhan PDB riil
Indonesia akan stabil pada 2023 sebesar 4,7% dan pertumbuhan diproyeksikan
meningkat menjadi 5,1% pada 2024. Director of OECD Development Centre
Ragnheiður Elín Árnadóttir menyampaikan, negara-negara di Asia akan menghadapi
tantangan, terutama dari sisi global yang terus berlanjut. Permintaan domestik,
terutama konsumsi swasta yang kuat, akan tetap menjadi pendorong utama
pertumbuhan ekonomi di kawasan ini. OECD menyatakan bahwa pertumbuhan
ekonomi Indonesia akan didorong oleh permintaan komoditas ekspor utama dan
konsumsi yang tertunda sejak pandemi.




                                                                                        41

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 43
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Namun, OECD juga mengingatkan adanya risiko yang bisa mengganggu laju
pertumbuhan ekonomi Indonesia, seperti persoalan energi, pupuk, pangan, dan
ketegangan sosial menjelang Pemilu 2024. Kebijakan moneter yang ketat dan
dukungan untuk rumah tangga rentan diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi
Indonesia.


TINJAUAN INDUSTRI BATUBARA
Industri batubara merupakan salah satu sumber daya terpenting bagi Indonesia
mengingat kontribusinya yang sangat besar bagi pendapatan negara setiap
tahunnya. Pendapatan yang diperoleh dari komoditas ini sangat membantu
penerimaan negara yang sempat terganggu dengan pelemahan ekonomi global
akibat pandemi. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
melaporkan, nilai estimasi penerimaan negara bukan pajak (PNPB) subsektor
mineral dan Batubara (minerba) Indonesia mencapai Rp172,96 triliun pada 2023.
Angka itu melampaui target 2023 yang sebesar Rp146,07 triliun. Penetapan target
PNBP ini berdasarkan Perpres Nomor 75 tahun 2023 yang ditetapkan pada 10
November 2023. Namun jika dibandingkan dengan realisasi 2022, estimasi PNBP
masih lebih rendah. PNBP 2022 mencapai Rp183,50 triliun. Angka ini juga melonjak
dari rencana yang ditetapkan sebesar Rp101,84 triliun. Selama empat tahun
terakhir, PNBP minerba terbesar jatuh pada 2022. Sementara terkecil ada pada
2020 yang sebesar Rp34,70 triliun. Nilai itu juga tak melampaui targetnya yang
sebesar Rp35,93 triliun.

Pada salinan Keputusan Menteri ESDM Nomor 301.K/MB.01/MEM.B/2022 tentang
Rencana Pengelolaan Mineral dan Batubara Nasional 2022-2027, pemerintah
menerangkan alasan capaian 2020 yang tak melampaui target. Penurunan rencana
dan realisasi PNBP dari tahun sebelumnya terjadi pada 2020 dikarenakan pandemi
global Covid-19. Berdasarkan salinan keputusan tersebut, PNBP minerba terdiri dari
pendapatan royalti, penjualan hasil tambang (PHT), iuran tetap, dan PNBP lainnya.
Dibedah dari pos pemasukan tersebut, paling besar berasal dari pendapatan royalti.
Nilainya mencapai Rp29,77 triliun pada 2018; Rp25,89 triliun pada 2019; Rp20,75
triliun pada 2020; Rp43,76 triliun pada 2021; Rp41,14 triliun pada Juli 2022.
Realisasi terbesar kedua adalah dari penjualan hasil tambang. Rinciannya, Rp19,31
triliun pada 2018; Rp18,58 triliun pada 2019; Rp13,46 triliun pada 2020; Rp30,61
triliun pada 2021; dan Rp40,6 triliun pada Juli 2022. Di bawahnya ada pendapatan
iuran tetap. Rinciannya, Rp0,55 triliun pada 2018; Rp0,45 triliun pada 2019; Rp0,44
triliun pada 2020; Rp0,52 triliun pada 2021; dan Rp0,64 triliun pada Juli 2022.
Sementara PNBP lainnya hanya tercatat dua tahun, yakni sebesar Rp0,5 triliun pada
2021 dan 1,6 triliun pada Juli 2022.

Kinerja operasional sejumlah emiten tambang batubara berhasil tumbuh di tahun
2023, yang tercermin dari naiknya volume produksi dan penjualan. PT Bukit Asam
Tbk (PTBA) misalnya, produksi batubara PTBA pada Januari hingga Desember
2023 mencapai 41,9 juta ton. Angka ini tumbuh 13% dibanding tahun 2022 yang
sebesar 37,1 juta ton. Capaian produksi ini berhasil melampaui target produksi yang
dipasang PTBA, yakni sebesar 41 juta ton yang ditetapkan pada awal tahun 2023.
Kinerja produksi yang positif ini didukung oleh kontribusi kontraktor jasa
pertambangan dan cucu usaha PTBA yakni PT Satria Bahana Sarana (SBS)
sebesar 37,7 juta ton.


                                                                                        42

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 44
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Sedangkan sisanya sebesar 4,2 juta ton merupakan hasil produksi swakelola PTBA.
Kenaikan produksi ini seiring dengan peningkatan volume penjualan Batubara.
Penjualan batubara emiten pelat merah ini naik 16,9% menjadi 37 juta ton. Sebagai
perbandingan, penjualan Batubara pada 2022 sebesar 31,65 juta ton. Corporate
Secretary Bukit Asam Niko Chandra dalam kontan.co.id mengatakan, penjualan
ekspor PTBA sepanjang tahun lalu sebesar 15,6 juta ton atau naik 25% dibanding
tahun 2022. Sementara penjualan domestik tercatat sebesar 21,4 juta ton atau
tumbuh 12% secara tahunan alias year-on-year (Yoy). Pasar ekspor PTBA pada
2023 juga semakin beragam. Tercatat ada beberapa pasar baru yang berhasil
dioptimalkan, di antaranya adalah Vietnam, Filipina, Brunei Darussalam, hingga
Bangladesh.

Kinerja operasional PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga moncer di sepanjang
tahun 2023. Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava
mengatakan, BUMI memang masih menghitung realisasi final produksi tahun lalu.
Namun, diperkirakan volume produksi tahun lalu berada di kisaran 78 juta metrik ton
(MT). Realisasi tersebut naik 11,4% dari produksi di 2022 yang hanya 70 juta MT.
Menurut Dileep, salah satu faktor yang mendorong kenaikan produksi BUMI tahun
lalu adalah cuaca yang lebih kering. Namun kondisi pasar cukup menantang
terutama terkait harga batubara dan produksi dalam negeri yang lebih tinggi di pasar
China dan India. Adapun volume penjualan Batubara BUMI tahun lalu juga ditaksir
berada di rentang 78 juta MT. Kinerja operasional PT United Tractors Tbk (UNTR)
juga tumbuh. Per November 2023, UNTR melalui anak usahanya yakni PT Tuah
Turangga Agung (TTA) menjual 10,45 juta ton Batubara. Angka ini naik 14,24% dari
penjualan Batubara di periode yang sama tahun lalu yang hanya 9,15 juta ton.

Produksi Batubara

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan, realisasi
produksi batubara Indonesia mencapai 775 juta ton pada 2023. Angkanya naik
12,8% dibanding 2022 (year-on-year/yoy), sekaligus menjadi rekor produksi tertinggi
baru. Sepanjang 2023, batubara yang dimanfaatkan untuk ekspor mencapai 518 juta
ton, naik 11,4% (yoy). Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam katadata.co.id mengatakan,
peningkatan ini disebabkan karena demand energi yang meningkat dan pasokan
energi alternatif lainnya agak terganggu pasokannya. Kemudian 213 juta ton
batubara dimanfaatkan untuk Domestic Market Obligation (DMO) atau kebutuhan
dalam negeri. Realisasi ini melampaui target yang dipatok 177 juta ton. Arifin
menyebut, pemanfaatan batubara domestik meningkat, salah satunya karena ada
kenaikan permintaan listrik. Penyebab kedua peningkatan DMO karena adanya
proyek PLTU baru 35 gigawatt yang masih berlangsung untuk diselesaikan. Adapun
Kementerian ESDM mematok target produksi batubara 2024 sebanyak 710 juta ton,
dengan alokasi untuk kebutuhan domestik 181,28 juta ton.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra
Sinadia dalam cnbcindonesia.com menilai capaian produksi batubara 2023 tak
terlepas dari beberapa faktor. Mulai dari harga batubara yang cukup relatif baik
meskipun tidak semoncer 2022 serta permintaan dan faktor cuaca. Hendra
menambahkan, harga 2023 relatif positif, meski jika dibandingkan rerata harga 2022
ya tentu jauh karena harga 2022 itu exceptional tertinggi sepanjang sejarah.
Permintaan 2023 juga relatif bagus. Faktor cuaca juga mendukung.


                                                                                        43

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 45
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Selain itu kapasitas alat berat juga memadai. Jika merujuk data produksi dari tahun
ke tahun, realisasi produksi batubara pada 2023 telah mencapai rekor tertinggi
sepanjang sejarah. Capaian 2023 telah melampaui rekor produksi batubara 2022
sebesar 671,75 juta ton atau 101,32% dari rencana 663 juta ton. Berdasarkan data
BP Statistical Review 2022, produksi batubara RI pada 1981 terpantau masih sangat
minim yakni di sekitar 0,4 juta ton per tahun, lalu mulai meningkat ke 10,7 juta ton
pada 1990. Kemudian baru naik menembus angka 100 juta ton pada 2002. Pada
2002 produksi batubara RI mencapai 103,3 juta ton, lalu terus melonjak menjadi
216,9 juta ton pada 2007, dan 2011 naik kembali menjadi 353,3 juta ton. Sejak 2013,
produksi batubara RI terus melesat melampaui 400 juta ton per tahun. Lalu pada
2018 akhirnya bisa mencapai 557,8 juta ton, dan pada 2019 mencapai rekor tertinggi
saat itu 616,2 juta ton. Namun pada 2020 karena pandemi Covid-19 mulai melanda
dunia, produksi batubara RI pun turun menjadi 563,7 juta ton dan 2021 naik lagi
menjadi 614 juta ton. Jumlah data produksi ini bahkan masih ada pembaruan dan
bisa berpotensi semakin meningkat.

                        Realisasi Produksi dan Penjualan Batubara




                                      Sumber: modi.esdm.go.id


Data MODI menunjukan, pemenuhan DMO oleh para pengusaha batubara dari
Januari hingga Mei 2023 masih berjalan baik. Realisasi DMO bulan Januari
mencapai 14,06 juta ton. Februari realisasi DMO tercatat 14,78 juta ton. Maret 15,72
juta ton. April sebesar 15,04 juta ton dan Mei 11,46 juta ton. Sejak Juni hingga
Desember, realisasi DMO tercatat 0. Sementara Badan Pusat Statistik (BPS)
melaporkan nilai total ekspor tahun lalu tercatat sebesar US$258,82 miliar. Dari total
tersebut, BPS mencatat batubara atau emas hitam sebagai komoditas yang
terbanyak diekspor. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini
dalam cnbcindonesia.com mengatakan komoditas yang paling banyak di ekspor oleh
Indonesia, yaitu bahan bakar mineral (HS 27) atau batubara dan turunannya dengan
porsi 22,99% dari total ekspor RI. Dengan nilai ekspor sebesar US$59,49 miliar
ekspor komoditas ini mengalami penurunan sebesar 16,20% dibandingkan 2022.
Menurut BPS, negara tujuan utama ekspor bahan bakar mineral secara berturut-
turut dikirim ke China dengan porsi 29,55% senilai US$17,58 miliar, disusul India
senilai US$7,54 miliar dengan porsi 12,67% dan Jepang sebesar US$6,67 miliar
atau 11,21%.




                                                                                        44

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 46
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Harga Batubara

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Harga
Batubara Acuan (HBA) Desember 2023 sebesar US$117,38 per ton. Harga tersebut
turun 16,03% dari acuan November 2023 yang sebesar US$139,80 per ton. Harga
acuan Desember 2023 merupakan harga penurunan yang kedelapan kalinya sejak
awal 2023. Pada Januari 2023, harga acuan batubara ditetapkan sebesar
US$305,21 per ton. Penurunan harga terdalam terjadi pada Mei 2023 yang menjadi
US$206,16 per ton atau ambles 22,28% dari April 2023 yang sebesar US$265,26
per ton.

Sementara kenaikan acuan HBA hanya terjadi empat kali sepanjang 2023. Tertinggi
terjadi pada November 2023 yang sebesar US$139,80 per ton atau naik 12,77% dari
Oktober 2023, yakni US$123,96 per ton. Adapun rincian HBA Desember 2023, di
antaranya HBA I yang sebesar US$85,92 per ton. Turun dari November 2023 yang
sebesar US$103,20 per ton. Lalu ada HBA II yang sebesar US$57,70 per ton pada
Desember 2023. Harga HBA II ini meningkat dari November 2023 yang sebesar
US$52,86. HBA III dikenakan US$34,18 per ton pada Desember 2023. Angka ini
juga naik dari November 2023 yang sebesar US$28,49.

Sebelumnya, HBA ditetapkan berdasarkan rata-rata indeks Indonesia Coal Index
(ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan
Platt's 5900, dengan kualitas yang disetarakan pada nilai kalori 6.322 kcal/kg GAR,
total moisture 8%, total sulphur 0,8%, dan ash 15%. HBA kini dihitung berdasarkan
rata-rata realisasi harga jual batubara satu bulan sebelumnya (proporsi 70%), serta
realisasi harga dua bulan sebelumnya (proporsi 30%).

HBA juga dibedakan menjadi empat kategori berdasarkan kualitas batubara, yakni:

   -   HBA: kesetaraan nilai kalor 6.322 kcal/kg GAR, total moisture 12,26%,
       total sulphur 0,66%, dan ash 7,94%.

   -   HBA I: kesetaraan nilai kalor 5.300 kcal/kg GAR, total moisture 21,32%,
       total sulphur 0,75%, dan ash 6,04%.

   -   HBA II: kesetaraan nilai kalor 4.100 kcal/kg GAR, total moisture 35,73%,
       total sulphur 0,23%, dan ash 3,90%.

   -   HBA III: kesetaraan nilai kalor 3.400 kcal/kg GAR, total moisture 44,30%,
       total sulphur 0,24%, dan ash 3,88%.

Harga acuan ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya
Mineral RI Nomor 447.K/MB.01/MEM.B/2023 tentang Harga Mineral Logam Acuan
dan Harga Batubara Acuan untuk Bulan Desember 2023, tanggal 20 Desember
2023.




                                                                                        45

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 47
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan




                           Grafik Perkembangan Harga Batubara Acuan (HBA)
                                            2019 - 2023
                     350
                     300
                     250
         US$ / Ton



                     200
                     150
                     100
                      50
                       0
                           Mei-19




                           Mei-20




                           Mei-21




                           Mei-22




                           Mei-23
                           Sep-19




                           Sep-21




                             Jul-22
                           Sep-22




                           Sep-23
                           Sep-20
                            Jan-19


                             Jul-19


                            Jan-20


                             Jul-20


                            Jan-21


                             Jul-21


                            Jan-22




                            Jan-23


                             Jul-23
                           Mar-19




                           Mar-20




                           Mar-21




                           Mar-22




                           Mar-23
                           Nop-19




                           Nop-20




                           Nop-21




                           Nop-22




                           Nop-23
                                  Sumber: www.minerba.esdm.go.id

Pada Kamis (28/12/2023), harga batubara Newcastle untuk kontrak berjangka
Desember 2023 jatuh US$ 0,55 menjadi di US$ 145,45 per ton. Sedangkan kontrak
berjangka Januari 2024 turun US$ 1,9 menjadi US$ 138,1 per ton. Sementara itu,
kontrak berjangka Februari 2024 stagnan di US$ 136 per ton. Sementara itu, harga
batubara Rotterdam untuk kontrak berjangka Desember 2023 terpangkas US$ 0,25
menjadi US$ 117,25. Sementara itu, kontrak berjangka Januari 2024 berkurang US$
1,1 menjadi US$ 107,5. Serta, kontrak berjangka Februari 2024 terkoreksi US$ 1,5
menjadi US$ 103,1. India mengimpor 15,16 juta MT batubara termal untuk dicampur
dengan produk dalam negeri selama April-November pada tahun fiskal berjalan,
turun 44,3% dibandingkan tahun lalu, meskipun secara keseluruhan pembangkit
listrik berbasis batubara melonjak 11,2% dibandingkan tahun lalu pada periode yang
sama. Tahun fiskal India berlangsung dari April hingga Maret. Hal ini dapat
disebabkan oleh lemahnya permintaan batubara internasional di negara ini di tengah
membaiknya produksi batubara dalam negeri. Tenaga listrik yang dihasilkan
pembangkit listrik berbasis batubara dalam negeri pada periode yang sama
mencapai 779,1 miliar unit, naik 8,4% year on year. Khususnya, total pembangkit
listrik India selama periode April-November melonjak 7,71% pada tahun ini, lanjut
pernyataan itu.

Sementara produksi batubara Indonesia mencapai rekor tertinggi pada tahun ini dan
melampaui target pemerintah lantaran kuatnya permintaan global dan kondisi cuaca
yang mendukung. Meskipun harga batubara mengalami penurunan, lonjakan
produksi batubara sendiri telah mencolok dengan didorong oleh peningkatan
permintaan energi baik di tingkat global maupun domestik. Permintaan yang
meningkat tersebut terutama terlihat di era pasca-pandemi Covid-19, di mana
pertumbuhan ekonomi meningkatkan kebutuhan akan sumber daya energi. Direktur
Pembinaan Pengusahaan Batubara Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara
Kementerian ESDM Lana Saria dalam bisnis.com mengatakan bahwa meskipun
harga telah mengalami penurunan, harga dinilai masih relatif tinggi. Ketahanan
dalam dinamika harga menjadi penopang yang kuat bagi industri batubara di tengah
kondisi pasar yang terus berkembang. Menurut data bea cukai China, Indonesia,
yakni eksportir batubara termal terbesar di dunia, mengalami peningkatan
substansial sebesar 30% dari Januari - November 2023 pada impor batubara China.
Indonesia menerima 199,1 juta ton, atau 46,6% dari total impor batubara China


                                                                                             46

                              Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 48
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Cadangan Batubara

Cadangan batubara di Indonesia masih sangat besar, berdasarkan data Badan
Geologi Kementerian ESDM, sumber daya batubara Indonesia masih 99,19 miliar
ton dan cadangan sebesar 35,02 miliar ton. Ezra Leonard Sibarani, Wakil Ketua
Umum Indonesia Mining Association (IMA) dalam kompas.com menyatakan, jika
produksi batubara Indonesia diasumsikan 700 juta ton per tahun, maka cadangan
batubara baru Indonesia diproyeksi akan habis 47-50 tahun ke depan. Kemudian,
jika batubara RI dipakai sendiri untuk kebutuhan dalam negeri dengan estimasi 200
jutaan ton per tahun, plus dengan kalkulasi tren peningkatan kendaraan listrik
(Electric Vehicle/EV), maka umur cadangan batubara Indonesia bisa sampai 150
tahun. Dengan demikian, "umur" batubara Ri masih panjang, bahkan diproyeksi
masih ada walau target dekarbonisasi atau target nol emisi (Net Zero Emission/NZE)
2060 tercapai. Untuk itu, Ezra memberikan sejumlah saran pemanfaatan batubara
RI, usai NZE 2060. Pertama, untuk "jembatan" transisi energi lantaran biaya transisi
energi sangat mahal. Ezra mengungkapkan saat ini tentangan dalam transisi energi
menuju pemanfaatan energi baru terbarukan adalah biaya yang dibutuhkan sangat
besar, mencapai Rp 3.500 triliun. Kebutuhan dana yang besar untuk mencapai
target dekarbonisasi atau Net Zero Emission (NZE) pada 2060 salah satunya untuk
memensiunkan banyak pembangkit listrik bertenaga batubara. Padahal, menurut
Ezra, pembangkit bisa tetap dioperasikan dengan menggunakan teknologi baru yang
lebih ramah lingkungan. Dia menambahkan, dengan masih adanya batubara dan
biaya yang mahal untuk transisi energi, kenapa tidak tetap memanfaatkan batubara.
Kedua, karena potensi batubara yang besar, IMA merekomendasikan untuk
mempertimbangkan apakah bisa menggunakan batubara lebih dari 2060. Hal itu
karena batubara mempunyai peran penting, biaya transisi energi dengan
memanfaatkan Energi Baru Terbarukan (EBT) sangat besar. Oleh sebab itu,
menurut Ezra, pemerintah perlu mempertimbangkan program jangka pendek dan
panjang untuk penggunaan batubara di PLTU secara bersih sambil
mempertimbangkan pembiayaan EBTKE secara bertahap.



Prospek Batubara

Kebutuhan batubara sebagai sumber energi masih dominan baik itu di Indonesia
maupun dunia. Setelah mengalami kenaikan produksi di tahun ini, pemerintah
memasang target produksi batubara menjadi lebih tinggi di 2024. Staf Khusus
Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara Irwandy Arif
dalam kontan.co.id menyatakan, saat ini ketergantungan Indonesia terhadap energi
fosil masih sangat tinggi. Pada bauran energi primer per-Agustus 2023, porsi
batubara masih 38,8%. Pada 2023 produksi batubara mencapai 695 juta ton dan
tahun 2024 produksi batubara ditargetkan 710 juta ton di mana kebutuhan dalam
negeri 220 juta.

Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi Mineral dan Batubara (Aspebindo),
Anggawira menyatakan di tahun ini permintaan batubara dari luar negeri cenderung
menurun karena musim dingin tidak terlalu dingin. Menurut dia, konsumsi batubara
sangat dinamis karena menyangkut berbagai situasi geopolitk.



                                                                                        47

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 49
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Tetapi dia memperkirakan ekonomi akan membaik di tahun ini sehingga konsumsi
dan harga batubara akan sedikit tumbuh. Tetapi mungkin harganya tidak terlalu
melonjak seperti waktu Covid-19 karena China sudah melakukan stok yang cukup
besar. Anggawira melihat, selain ekspor batubara ke China, pasar lain yang cukup
prospektif untuk dijajaki ialah ke Bangladesh dan India.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Hendra
Sinadia menyebut, proyeksi industri batubara di tahun depan dari sisi permintaan
ekspor masih cukup bagus. Permintaan untuk konsumsi domestik juga menguat. Di
sisi lain pasokan (supply) juga tinggi, sehingga diperkirakan pasar global batubara
termal dalam kondisi oversupply. Dalam kondisi tersebut harga akan tertekan.
Diperkirakan tahun 2024 harga akan melandai. Hendra menjelaskan lebih lanjut,
menurut banyak proyeksi harga batubara di 2024 kurang lebih seperti di level harga
September-November 2023. Pada periode tersebut, rerata Harga Batubara Acuan
(HBA) di US$ 131 per metrik ton. Maka itu, lanjut Hendra, prospek bisnis batubara di
tahun depan akan sangat tergantung pada harga komoditas dan biaya operasional
tambang. Menurutnya di saat harga terus melandai, biaya produksi tambang
batubara terus meningkat. Setiap tahunnya tambang akan semakin dalam
sehingga stripping ratio makin besar dan konsekuensinya biaya penambangan
meningkat. Selain itu, harga bahan bakar juga makin mahal. Tidak hanya itu, biaya
pertambangan juga terdampak dari regulas seperti penerapan kewajiban Devisa
Hasil Ekspor (DHE) dan nanti penerapan skema Mitra Instansi Pengelola
(MIP). Sebagai informasi, di 2022 tarif royalti diberlakukan bagi pemegang Izin
Usaha Pertambangan (IUP) yang tarifnya jauh lebih tinggi dengan tarif sebelumnya.
Juga bagi pemegang Izin Usaha Pertambangan Khusus-Operasi Produksi (IUPK-
OP) tarif royalti sangat tinggi.



B.3. Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan

Perseroan sebagai perusahaan induk investasi dengan portfolio di seluruh
Indonesia, khususnya di rantai energi, Perseroan mensinergikan Sumber Daya,
Jasa, Infrastruktur Energi, dan Portofolio Terdiversifikasi menjadi rantai nilai yang
lengkap untuk menyediakan solusi energi guna memenuhi kebutuhan nasional dan
global.

Melalui operasi Perseroan di berbagai sektor energi, Perseroan mendukung
ketahanan energi nasional. Perseroan terus memperluas portofolionya dengan
memadukan investasi pada bisnis yang memiliki peluang pertumbuhan kuat, potensi
transformatif, dan prospek pemberdayaan masyarakat. Saat ini, Perseroan terlibat
dalam bidang logistik dan infrastruktur, mineral, solusi berbasis alam, energi
terbarukan, ekosistem kendaraan listrik, dan teknologi digital ,semuanya merupakan
bagian dari komitmen Perseroan untuk memberi energi untuk Indonesia demi masa
depan yang berkelanjutan. Perseroan optimistis dapat mencapai perubahan yang
dituju Perseroan. Perseroan tidak bekerja sendiri. Perseroan adalah bagian dari
komunitas Indonesia yang luas, ambisius, dan didorong oleh keinginan untuk
memberikan dampak sosial dalam segala hal yang dilakukan.




                                                                                        48

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 50
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Prospek Perseroan
Perseroan berfokus pada sumber daya energi, jasa energi, infrastruktur energi,
logisik dan infrastruktur, mineral, kesehatan, digital, dan bisnis hijau. Di bagian
sumber daya energi, Perseroan memiliki Kideco sebesar 91,0%, IET sebesar 100%,
ICI sebesar 100%. Di bagian jasa energi, Perseroan memiliki TPE dan TPEC
dengan kepemilikan sebesar 100%. Di bagian Infrastruktur energi, Perseroan
memiliki PT Cirebon Electric Power sebesar 20% dan PT Cirebon Energi Prasarana
sebesar 6,3%. Di bagian logistik dan Infrastruktur, Perseroan memiliki PT Interport
Mandiri Utama dan PT Kariangau Gapura Terminal Energi dengan kepemilikan
sebesar masing-masing sebesar 100%. Di bidang mineral, Perseroan memiliki
PT Masmindo Dwi Area, PT Perkasa Investama Mineral (Mekko), PT Rockgeo
Energi Nusantara masing-masing sebesar 100%. Di bagian kesehatan, Perseroan
memiliki PT Indika Medika Nusantara (IMAN) sebesar 100%. Di bagian digital,
Perseroan memiliki PT Indika Digital Teknologi (IDT) sebesar 100%. Di bidang bisnis
hijau (Green Business), Perseroan memiliki PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya
(EMITS) sebesar 51%, PT Ilectra Motor Group (IMG), PT Indika Multi Properti
(Indika Nature), PT Mitra Motor Group (MMG), PT Kalista Nusa Armada (Kalista)
dengan kepemilikan sebesar 100%. Pada tahun 2023, Perseroan melalui anak
perusahaannya PT Indika Multi Properti, telah mengakuisisi 46% saham PT Natura
Aromatik Nusantara, pengekspor minyak atsiri terbesar keempat di Indonesia,
dengan nilai US$11,5 juta. Perseroan memperoleh fasilitas kredit sebesar USD250
juta dengan jangka waktu 5 tahun untuk mendanai pengembangan proyek
Awakmas.

Perusahaan mengumumkan dividen final tunai sebesar USD73,2 juta atau setara
dengan Rp.208 per saham (tidak termasuk dividen interim sebesar USD40 juta yang
dibayarkan pada bulan Agustus 2022) pada RUPST tanggal 19 April 2023 dan telah
melakukan pembayaran pada tanggal 17 Mei 2023. PT Cirebon Energi Prasarana,
pembangkit listrik tenaga uap batubara dengan kapasitas 1.100 MW, beroperasi
penuh dengan tercapainya Commercial Operation Date (COD) pada tanggal 19 Mei
2023. PT Solusi Mobilitas Indonesia (SMI), PT Indika Energy Infrastructure (IEI) dan
PT Ilectra Motor Group (IMG) telah menandatangani perjanjian-perjanjian dengan
Horizon Ventures, Alpha JWC III, L.P. dan afiliasinya, HH-CTBC Partnership. L.P.,
dan Brama One Ventures Limited untuk peningkatan modal di IMG oleh SMI dan IEI
juga dengan pinjaman yang dapat dikonversikan kepada IMG oleh para investor,
dengan jumlah mencapai US$45 juta. Tanggal jatuh tempo dari pinjaman yang dapat
dikonversikan 19 Mei 2028 dan dapat diperpanjang sampai dengan 2032.
Perusahaan melalui PT Kariangau Gapura Terminal Energy, menandatangani
perjanjian fasilitas kredit sebesar US$50 juta dengan PT DBS Indonesia pada
tanggal 20 September 2023. Perusahaan melalui Indika Energy Capital III Pte. Ltd.
telah membeli sebagian dari Surat Utang Senior 5,875% yang akan jatuh tempo
pada tahun 2024 dengan jumlah pokok keseluruhan sekitar US$29,3 juta di pasar
terbuka dan sebagian dari Surat Utang 8,25% yang akan jatuh tempo pada tahun
2025 dengan jumlah pokok keseluruhan US$33,9 juta Perusahaan melalui PT Indika
Indonesia Resources dan Indika Capital Investments Pte. Ltd. yang bertindak
sebagai penjual, telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat dengan
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. untuk mendivestasikan 100% kepemilikan sahamnya
di PT Multi Tambangjaya Utama dan hak pemasaran yang dimiliki oleh ICI.



                                                                                        49

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 51
    KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Bank Mandiri dan Perseroan menandatangani Nota Kesepahaman tentang
Kerjasama Penggunaan Layanan dan Produk Perbankan Digital serta Pembiayaan
terkait Transisi Energi.

Perusahaan yang tergabung dalam konsorsium dengan InfraCo Asia Development
Pte Ltd. (InfraCo Asia) memenangkan tender kerja sama pembangunan pembangkit
listrik tenaga surya (PLTS) hibrida dengan baterai untuk Program De-dieselisasi PLN
Tahap I dengan total kapasitas pembangkit sebesar 102 MWp dan baterai
penyimpan daya sebesar 252 MWh di wilayah Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa
Tenggara (Klaster II). Perusahaan memperoleh fasilitas kredit sebesar US$300 juta
dari Bank Mandiri dan Bank BNI, dengan jangka waktu 5 tahun untuk manajemen
liabilitas.


Kekuatan Kompetitif

Kekuatan kompetitif yang dimiliki Perseroan antara lain:

   Perusahaan energi skala besar terdiversifikasi di Indonesia

   Bisnis batubara yang matang dengan kepemilikan ekuitas yang signifikan pada
    perusahaan tambang ketiga terbesar di Indonesia

   Perusahaan energi, pertambangan, dan jasa logistik terdepan yang terintegrasi
    penuh


B.4. Alasan Dilakukannya Transaksi

Transaksi merupakan salah satu dari beberapa opsi pembiayaan Perseroan guna
membiayai pembayaran kembali Surat Utang 2025, dan rencana pendanaan untuk
melakukan ekspansi kegiatan usaha non-batu bara.

Salah satu dari skema pembiayaan yang tersedia adalah dengan penerbitan Surat
Utang 2029.

Dengan pertimbangan bahwa adanya ketidakpastian atas perkembangan harga batu
bara di masa yang akan datang, Perseroan meyakini bahwa penerbitan Surat Utang
2029 dapat menjaga likuiditas dan posisi kas Perseroan. Hal ini didasarkan pada
pertimbangan bahwa secara umum penerbitan Surat Utang 2029, antara lain, akan
digunakan untuk melunasi sebagian Surat Utang 2025 dan untuk melakukan
ekspansi kegiatan usaha non-batubara.

Sehubungan dengan kondisi sebagaimana diuraikan diatas, manajemen Perseroan
menerbitkan Surat Utang 2029. Untuk itu Perseroan telah menerbitkan
Memorandum Penawaran Awal dan Memorandum Informasi.




                                                                                          50

                           Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 52
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



B.5. Keuntungan dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif atas Transaksi

Manfaat dan Keuntungan bagi Perseroan atas Transaksi

Penerbitan Surat Utang 2029 akan menjaga likuiditas dan posisi kas Perseroan
serta memperpanjang periode jatuh tempo utang Perseroan dengan skema
pembayaran Surat Utang 2029 pada akhir jatuh tempo (bullet payment).

Dengan pertimbangan bahwa, adanya ketidakpastian atas perkembangan harga
batubara di masa yang akan datang, Perseroan meyakini bahwa dengan
memperpanjang periode jatuh tempo utang, Perseroan atau secara tidak langsung
melalui anak usahanya, dapat melakukan diversifikasi usaha ke sektor non-
batubara.

Berikut ini penjabaran tentang manfaat-manfaat dari penerbitan Surat Utang 2029
bagi Perseroan:

a. Dengan dilakukannya Transaksi, maka kewajiban keuangan Perseroan yang
   harus dipenuhi pada tahun 2025 atau pada saat jatuh temponya Surat Utang
   2025 dapat diubah menjadi pembiayaan dengan jangka waktu yang lebih
   panjang;

b. Dengan skema pembayaran pokok Surat Utang 2029 pada akhir periode jatuh
   temponya (bullet payment), menjadikan Perseroan dapat menjaga likuiditasnya,
   terutama pada saat jatuh temponya Surat Utang 2025;

c. Melalui Transaksi, Perseroan atau secara tidak langsung melalui anak
   perusahaannya, dapat melakukan ekspansi usaha atau diversifikasi usaha ke
   sektor non-batu bara;

d. Dana yang semula akan dipergunakan oleh Perseroan untuk melunasi Surat
   Utang 2025 dalam waktu dekat dapat dipergunakan kembali, sehingga
   penggunaan dana dapat difokuskan untuk membiayai kegiatan usaha Perseroan
   dan anak-anak perusahaan Perseroan yang bergerak di bidang usaha non-
   batubara; dan

e. Pendanaan melalui penerbitan Surat Utang 2029 merupakan alternatif
   pembiayaan bagi Perseroan mengingat keterbatasan penyaluran pembiayaan
   oleh perbankan yang dipengaruhi iklim usaha bidang batubara.


Risiko yang mungkin timbul dari Transaksi

Disamping manfaat yang akan diperoleh Perseroan dengan melakukan Transaksi,
terdapat pula risiko-risiko yang mungkin dihadapi Perseroan. Risiko-risiko tersebut
berkaitan langsung dengan risiko Perseroan dalam menjalankan usahanya,
sehingga dapat mengganggu kegiatan operasional Perseroan.




                                                                                        51

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 53
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Risiko-risiko yang mungkin dihadapi Perseroan antara lain adalah :

- Risiko fluktuasi harga batubara yang signifikan dipengaruhi oleh banyak faktor
  yang di luar kendali Perseroan

- Operasi penambangan batubara dan program ekspansi yang bergantung pada
  kemampuan Perseroan untuk mendapatkan, mempertahankan dan memperbarui
  izin dan persetujuan yang diperlukan dari Pemerintah

- Risiko operasional dan infrastruktur, cuaca buruk, bencana alam, perubahan iklim
  serta semakin menurunnya cadangan batubara dapat mempengaruhi bisnis dan
  prospek Perseroan secara negatif

- Risiko kondisi politik, militer dan ekonomi dunia

- Risiko peraturan atau kebijakan pemerintah sehubungan dengan batubara

- Risiko penurunan permintaan energi sebagai akibat dari perpajakan energi atau
  perubahan pola belanja konsumen

- Risiko persaingan ketat, pasar yang sangat kompetitif membutuhkan sumber
  daya, teknologi, dan tenaga yang terampil

- Bisnis Perseroan yang padat modal sehingga Perseroan mungkin mengalami
  ketersediaan dana yang terbatas

- Risiko kepatuhan dan perbaikan lingkungan yang dapat berdampak buruk bagi
  Perseroan

- Risiko fluktuasi nilai tukar mata uang asing

- Risiko fluktuasi ekonomi juga menjadi salah satu faktor risiko yang dapat
  mempengaruhi turunnya harga batubara dan / atau meningkatnya biaya
  operasional sehingga dapat mempengaruhi kondisi keuangan Perseroan.

- Ketidakstabilan politik dan sosial di Indonesia dapat merugikan bisnis Perseroan

- Risiko gagal bayar sehingga mengakibatkan Perseroan harus menanggung
  jaminan saham

- Disamping itu, terdapat pula kemungkinan risiko yang berkaitan dengan
  ketidakmampuan manajemen Perseroan dalam mengelola manajemen risiko
  likuiditasnya di masa depan, yaitu kegagalan dalam membangun kerangka
  manajemen risiko likuiditas, yang dapat menyebabkan terganggunya pembayaran
  pokok utang dan bunga pada saat jatuh tempo.




                                                                                        52

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 54
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



C. Analisis Kuantitatif

C.1. Penilaian Kinerja Historis Perseroan

              Rasio                         2019           2020           2021            2022        2023
Pendapatan (USD’000)                    2.782.676       2.077.212      3.069.161        4.334.911   3.026.839
Laba (Rugi) bersih
                                           4.992        (103.448)        63.317         510.776     151.043
Periode berjalan (USD'000)
Rasio Lancar                                2,01           1,97           1,84            1,70        1,51
Rasio Utang Berbunga
                                            1,45           1,96           1,65            0,81        0,78
Terhadap Ekuitas
Rasio laba bersih tahun berjalan
                                            0,18          (4,98)          2,06           11,78        4,99
terhadap Pendapatan (%)
Rasio laba bersih tahun berjalan
                                            0,48         (11,93)          7,16           38,11       10,97
terhadap Ekuitas (%)

Dari tabel tersebut diatas memberikan gambaran bahwa :
Rasio lancar historis Perseroan menunjukkan bahwa Perseroan mampu memenuhi
liabilitas-liabilitas lancarnya dengan cukup baik. Angka rasio lancar yang berada
diatas 1 (satu) mengindikasikan kondisi yang cukup baik.

Rasio utang berbunga terhadap ekuitas menunjukkan bahwa Perseroan sejak tahun
2022 lebih banyak menggunakan ekuitasnya untuk pembiayaan usahanya, dimana
sejak tahun 2022 rasionya kurang dari 1 (satu).

Berdasarkan rasio laba bersih terhadap pendapatan dan rasio laba bersih terhadap
ekuitas menunjukkan bahwa Perseroan berada dalam kondisi rugi di tahun 2019 dan
2020. Pada tahun 2021 terjadi peningkatan pada rasio ini, seiring dengan adanya
peningkatan harga batubara. Rasio ini berada pada posisi tertinggi pada tahun 2022,
namun terjadi penurunan pada tahun 2023.


C.2. Analisis Berkaitan Dengan Penilaian Proyeksi Keuangan Perseroan

Dalam memberikan analisis kewajaran atas Transaksi yang akan dilakukan
Perseroan, kami juga melakukan analisis atas proyeksi keuangan konsolidasi
Perseroan dalam keadaan Tidak Melakukan Transaksi dan Melakukan Transaksi.

Asumsi-asumsi yang mendasari proyeksi adalah sebagai berikut :

a. Asumsi Untuk Proyeksi Dalam Kondisi Tidak Melakukan Transaksi
   Dalam kondisi Tidak Melakukan Transaksi, diasumsikan bahwa per Tanggal
   Penilaian belum ada Transaksi.

       - Laporan Laba Rugi Komprehensif :




                                                                                                             53

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 55
        KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



                    Pendapatan Perseroan diasumsikan sebagai berikut :

                                                                                                     (dalam jutaan USD)
                                            2024          2025          2026           2027           2028      2029
Sumber energi (produsen
batubara, perdagangan                       2.106,3      2.100,7        2.118,1       2.164,1         2.163,2   2.198,1
batubara)
Jasa energi
                                             301,8          364,3         476,0          525,7          572,9    572,9
(EPC dan O&M)
Logistik dan infrastruktur                   122,5          120,5         121,4          126,9          129,3    129,3
Mineral (emas, nikel, dll)                     48,6         133,7         305,9          332,5          315,7    315,7
Kendaraan listrik                              62,4         173,9         262,0          379,6          548,2    548,0
Bisnis hijau (energi terbarukan,
                                               34,1          64,5           71,4          73,5           80,2      80,2
nature-based solution)
Produk dan jasa digital                        17,4          22,4           28,3          33,2           40,3      40,3
Lain-lain                                      25,4          25,5           25,6          25,8           26,0      26,0
Total                                       2.718,4      3.005,5        3.408,7       3.661,3         3.875,7   3.910,5

                    Beban pokok penjualan diasumsikan sebagai berikut :

                                                                                                     (dalam jutaan USD)
                                            2024         2025           2026           2027           2028      2029
Sumber energi (produsen
batubara, perdagangan                       1.844,5     1.673,0        1.778,0         1.815,6       1.801,7    1.832,3
batubara)
Jasa energi (EPC dan O&M)                    275,6         332,6          434,6          479,7         522,6     522,6
Logistik dan infratruktur                      94,1         94,3           93,3          102,5         106,5     106,5
Mineral (emas, nikel, dll)                     41,5         97,5          189,3          215,7         234,9     207,7
Kendaraan listrik                              60,2        157,2          220,3          302,2         413,4     413,4
Bisnis hijau (energi terbarukan,
                                               23,2         40,8           40,3               43,1      47,9      47,9
nature-based solution)
Produk dan jasa digital                        17,8         22,0           26,9               31,0      36,5      36,5
Lain-lain                                      23,5         23,8           23,8               24,0      24,2      24,2
Total                                       2.380,5     2.441,3        2.806,5         3.013,7       3.187,6    3.191,0

                    Tarif pajak diperhitungkan dengan menggunakan tarif yang berlaku
                     pada industri dan sesuai dengan ketentuan usaha perusahaan dan
                     masing-masing entitas anaknya.

            -   Laporan Posisi Keuangan :
                    Rata-rata perputaran piutang 28 - 33 hari

                    Rata-rata pembayaran utang 43 - 45 hari

                    Rata-rata perputaran persediaan 6 - 10 hari



                                                                                                                 54

                               Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 56
      KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



                                                                                              (dalam jutaan USD)
                                   2024          2025           2026           2027            2028           2029
   Kas dan setara kas              711,43        113,90          426,86          510,83        632,09         874,43
   Aset lancar                  1.222,01         600,11          844,15                       1.187,00
                                                                             1.036,28                       1.445,02
   Aset tidak lancar            2.389,75       2.511,47
                                                              2.380,90       2.434,67         2.402,68      2.393,58
   Liabilitas lancar              797,49         747,70         743,83         838,91           875,98        858,62
   Liabilitas tidak lancar      1.446,87         826,20         718,20         581,63           400,47        307,12

   b. Asumsi Untuk Proyeksi Dalam Kondisi Melakukan Transaksi
       Dalam kondisi Melakukan Transaksi, diasumsikan bahwa per Tanggal Penilaian
       telah dilakukan Transaksi.

          -   Laporan Laba Rugi Komprehensif :
                  Pendapatan Perseroan diasumsikan sebagai berikut :
                                                                                                   (dalam jutaan USD)
                                          2024         2025           2026           2027            2028       2029
Sumber energi
(produsen batubara,                       2.106,3     2.100,7        2.118,1         2.164,1        2.163,2     2.198,1
perdagangan batubara)
Jasa energi
                                           301,8         364,3          476,0          525,7         572,9           572,9
(EPC dan O&M)
Logistik dan infratruktur                  122,5         120,5          121,4          126,9         129,3           129,3
Mineral (emas, nikel, dll)                  48,6         133,7          305,9          332,5         315,7           315,7
Kendaraan listrik                           65,3         179,7          287,1          431,2         633,4           675,8
Bisnis hijau (energi terbarukan,
                                             34,1         64,5            71,4              73,5       80,2           80,2
nature-based solution)
Produk dan jasa digital                      17,4        22,4           28,3            33,2           40,3        40,3
Lain-lain                                    25,4        25,5           25,6            25,8           26,0        26,0
Total                                     2.721,3     3.011,3        3.433,9         3.712,9        3.961,0     4.038,3

                  Beban pokok penjualan diasumsikan sebagai berikut :
                                                                                                   (dalam jutaan USD)
                                          2024         2025           2026           2027            2028       2029
Sumber energi
(produsen batubara,                       1.844,5     1.673,0        1.778,0         1.815,6        1.801,7     1.832,3
perdagangan batubara)
Jasa energy
                                           275,6         332,6          434,6          479,7         522,6           522,6
(EPC dan O&M)
Logistik dan infratruktur                    94,1         94,3           93,3          102,5         106,5           106,5
Mineral (emas, nikel, dll)                   41,5         97,5          189,3          215,7         234,9           207,7
Kendaraan listrik                            63,0        169,2          239,4          328,3         446,6           453,6
Bisnis hijau (energi terbarukan,
                                             23,2         40,8            40,3              43,1       47,9           47,9
nature-based solution)
Produk dan jasa digital                      17,8        22,0           26,9            31,0           36,5        36,5
Lain-lain                                    23,5        23,8           23,8            24,0           24,2        24,2
Total                                     2.383,3     2.453,3        2.825,6         3.039,8        3.220,8     3.231,2



                                                                                                                     55

                             Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 57
    KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



                  Tarif pajak diperhitungkan dengan menggunakan tarif yang berlaku
                   pada industri dan sesuai dengan ketentuan usaha perusahaan dan
                   masing-masing entitas anaknya.


        -     Laporan Posisi Keuangan :
                  Rata-rata perputaran piutang 28 - 33 hari
                  Rata-rata pembayaran utang 43 - 45 hari
                  Rata-rata perputaran persediaan 6 - 10 hari
                                                                                            (dalam jutaan USD)
                                  2024           2025           2026           2027          2028        2029

 Kas dan setara kas                 721,0        574,69         784,37         850,96         962,48     756,77

 Aset lancar                   1.221,58       1.065,96       1.201,23       1.378,25         1.521,0    1.330,89

 Aset tidak
                                 2.398,0      2.589,75       2.442,21       2.486,54        2.444,95    2.421,58
 lancar

 Liabilitas lancar                 793,17        737,31         698,13         793,19         830,24     804,73

 Liabilitas tidak lancar       1.461,73       1.375,71       1.228,06       1.081,42          880,34     278,51


 Pada tabel di bawah ini dapat dilihat perbandingan kondisi dan rasio keuangan
 berdasarkan proyeksi Perseroan apabila Tidak Melakukan Transaksi dan Melakukan
 Transaksi:

 a. Tidak Melakukan Transaksi

                            2024            2025             2026            2027             2028        2029
Kas dan setara kas
                            711,43           113,90           426,86           510,83          632,09      874,43
(juta USD)
Aset lancar
                           1.222,01          600,11           844,15        1.036,28         1.187,00    1.445,02
(juta USD)
Aset tidakLancar
                           2.389,75       2.511,47         2.380,90         2.434,67         2.402,68    2.393,58
(juta USD)
Liabilitas lancar
                            797,49           747,70           743,83           838,91          875,98      858,62
(juta USD)
Liabilitas tidak lancar
                           1.446,87          826,20           718,20           581,63          400,47      307,12
(juta USD)
Rasio likuiditas               1,53             0,80             1,13             1,24           1,36        1,68
Rasio EBITDA
terhadap penjualan             6,61           13,46            12,78            12,96           13,01       13,67
(%)




                                                                                                                56

                             Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 58
        KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



   b. Melakukan Transaksi


                                           2024               2025                   2026              2027                 2028                  2029

Kas dan Setara kas
                                              721,0           574,69                  784,37             850,96                962,48             756,77
(juta USD)
Aset lancar
                                       1.221,58           1.065,96                 1.201,23           1.378,25                 1.521,0          1.330,89
(juta USD)
Aset tidak          Lancar
                                           2.398,0        2.589,75                 2.442,21           2.486,54             2.444,95             2.421,58
(juta USD)
Liabilitas lancar
                                            793,17            737,31                  698,13             793,19                830,24             804,73
(juta USD)
Liabilitas tidak Lancar
                                       1.461,73           1.375,71                 1.228,06           1.081,42                 880,34             278,51
(juta USD)
Rasio likuiditas                               1,54                 1,45                 1,72                  1,74                  1,83               1,65
Rasio EBITDA
Terhadap penjualan                             6,60            13,23                   12,86               13,46                14,05                  15,41
(%)

   Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa secara keseluruhan proyeksi
   keuangan Perseroan terlihat lebih baik pada kondisi Melakukan Transaksi.

   Adapun Proyeksi Keuangan Perseroan dapat dilihat dalam Lampiran A-3 dan A-4
   untuk kondisi Tidak Melakukan Transaksi dan Lampiran B-3 dan B-4 untuk kondisi
   Melakukan Transaksi.


   Analisis Arus Kas Bersih Perseroan

   a.      Arus Kas Perseroan Kondisi Tidak Melakukan Transaksi

                                                 PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                       ARUS KAS BERSIH (NCF) DAN NILAI KINI ARUS KAS BERSIH (PV NCF)
                                              KONDISI TIDAK MELAKUKAN RENCANA TRANSAKSI
                                                                           (dalam US Dolar)


                   Keterangan                          2024             2025            2026            2027            2028             2029


             Proyeksi Laba Bersih                     12,806,129     155,122,389      253,167,788     288,042,706     326,352,026      360,334,936

             Ditambah :
             Penyusutan dan amortisasi                53,951,695      70,942,085      100,326,136     107,913,096     105,800,041       71,060,336
             Beban bunga setelah pajak                71,217,507      71,909,720       27,145,819      25,920,212      16,137,816       12,215,353

             Dikurangi :
             Perubahan Modal Kerja
             (diluar kas dan setara kas)             339,308,978      (25,406,046)      65,043,451    (13,076,044)      7,601,252       (33,034,771)
             Capex                                  (189,202,752)    (134,773,983)     (75,430,203)   (88,744,611)    (71,893,664)      (64,321,111)


             Arus Kas Bersih (NCF)                   288,081,557     137,794,167      370,252,991     320,055,358     383,997,471      346,254,744

             Discount Factor @             7.89%       0.926850         0.859052         0.796213       0.737970        0.683988            0.633955

                                                     267,008,532     118,372,332      294,800,102     236,191,269     262,649,626      219,509,762

             Nilai kini Arus Kas Bersih (PV NCF) per 31 Desember 2023                                                                 1,398,531,623




                                                                                                                                                       57

                                           Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 59
     KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



b.      Arus Kas Perseroan Kondisi Melakukan Transaksi

                                              PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                    ARUS KAS BERSIH (NCF) DAN NILAI KINI ARUS KAS BERSIH (PV NCF)
                                              KONDISI MELAKUKAN RENCANA TRANSAKSI
                                                                     (dalam US Dolar)


                Keterangan                          2024            2025           2026           2027           2028            2029


          Proyeksi Laba Bersih                      5.316.003    147.176.009     216.162.563    266.828.649    326.631.705     414.969.833

          Ditambah :
          Penyusutan dan amortisasi                55.704.181     80.837.402     110.221.453    117.808.413    115.695.358      80.955.653
          Beban bunga setelah pajak                77.386.705     75.055.310      60.780.747     58.877.641     48.290.514      22.917.913

          Dikurangi :
          Perubahan Modal Kerja
          (diluar kas dan setara kas)             367.696.098     (46.513.003)    35.228.270    (15.363.528)     4.808.358      (40.100.439)
          Capex                                  (203.222.642)   (199.916.626)   (75.430.203)   (89.100.762)   (72.193.664)     (64.521.111)


          Arus Kas Bersih (NCF)                   302.880.345     56.639.092     346.962.830    339.050.412    423.232.272     414.221.849

          Discount Factor @             7,89%       0,926850        0,859052       0,796213       0,737970       0,683988         0,633955

                                                  280.724.796     48.655.916     276.256.182    250.209.050    289.485.755     262.597.816

          Nilai kini Arus Kas Bersih (PV NCF) per 31 Desember 2023                                                            1.407.929.514




                                                                                                                  Nilai Kini
                                                        Kondisi                                                      Arus Kas
                                                                                                                        Bersih
          Melakukan Transaksi - dalam USD                                                                         1.407.929.514

          Tidak Melakukan Transaksi - dalam USD                                                                   1.398.531.623

          Selisih                                                                                                         9.397.892

Berdasarkan analisis arus kas bersih Perseroan seperti terlihat dalam tabel diatas,
nilai kini arus kas bersih Perseroan dalam kondisi Melakukan Transaksi lebih tinggi
sebesar USD 9.397.892 dibandingkan dalam kondisi Tidak Melakukan Transaksi.

Adapun perhitungan Arus Kas Bersih Perseroan dapat dilihat dalam Lampiran A-5
untuk kondisi Tidak Melakukan Transaksi dan B-5 untuk kondisi Melakukan
Transaksi.


C.3. Analisis atas kemampuan penerima jaminan untuk melunasi transaksi
     meminjam dana dan/atau penjaminan sampai saat jatuh tempo
Berdasarkan analisis kelayakan pelunasan utang (lampiran C) dapat disimpulkan
bahwa selama masa proyeksi Perseroan dapat mengembalikan dan atau
mengangsur seluruh pinjaman tepat waktu dan seluruh utang dapat dilunasi dengan
dana yang dimiliki.




                                                                                                                                               58

                                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 60
    KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



C.4. Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana

Analisis Kelayakan Penerbitan Obligasi

Perseroan akan menerbitkan Surat Utang 2029. Sesuai dengan Memorandum
Penawaran Awal dan Memorandum Informasi, dana hasil penerbitan Surat Utang
2029, setelah dikurangi dengan biaya penerbitan, komisi, dan biaya transaksi
lainnya, akan digunakan untuk:
-   pembelian kembali jumlah maksimum pokok terutang sehubungan dengan Surat
    Utang 2025;
-   pelunasan sisa jumlah terutang Surat Utang 2025 melalui pembelian kembali
    pada pasar terbuka, penawaran tender dan/atau pelunasan sebagaimana diatur
    dalam indenture Surat Utang 2025;
-   pendanaan pengeluaran modal Perseroan sehubungan dengan pengembangan
    dan ekspansi kegiatan usaha non-batubara.

Adapun manfaat-manfaat dari penerbitan Surat Utang 2029 bagi Perseroan antara
lain sebagai berikut:

a. Dengan dilakukannya Transaksi, maka kewajiban keuangan Perseroan yang
   harus dipenuhi pada tahun 2025 atau pada saat jatuh temponya Surat Utang
   2025 dapat diubah menjadi pembiayaan dengan jangka waktu yang lebih
   panjang;
b. Dengan skema pembayaran pokok Surat Utang 2029 pada akhir periode jatuh
   temponya (bullet payment), menjadikan Perseroan dapat menjaga likuiditasnya,
   terutama pada saat jatuh temponya Surat Utang 2025;

c. Melalui Transaksi, Perseroan, atau secara tidak langsung melalui anak
   perusahaannya, dapat melakukan ekspansi usaha atau diversifikasi usaha ke
   sektor non-batubara;
d. Dana yang semula akan dipergunakan oleh Perseroan untuk melunasi Surat
   Utang 2025 dalam waktu dekat dapat dipergunakan kembali, sehingga
   penggunaan dana dapat difokuskan untuk membiayai kegiatan usaha Perseroan
   dan anak-anak perusahaan Perseroan yang bergerak di bidang usaha non-
   batubara; dan
e. Pendanaan melalui penerbitan Surat Utang 2029 merupakan alternatif
   pembiayaan bagi Perseroan mengingat keterbatasan penyaluran pembiayaan
   oleh perbankan yang dipengaruhi iklim usaha bidang batubara.


Analisis Kelayakan Pelunasan Utang dan Likuiditas Perseroan
Dengan dana yang diperoleh dari Transaksi, maka Perseroan dapat membiayai
pembayaran kembali sebagian Surat Utang 2025 dan rencana pendanaan untuk
melakukan ekspansi kegiatan usaha non-batu bara.
Dengan demikian Perseroan akan memiliki surat utang baru yaitu Surat Utang 2029
dengan jangka waktu pengembalian selama 5 tahun, yang lebih panjang dari Surat
Utang 2025 yang akan jatuh tempo dalam waktu 2 tahun.


                                                                                          59

                           Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 61
   KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Dalam rangka pembiayaan untuk maksud yang telah disampaikan sebelumnya,
dapat juga dilaksanakan dengan menarik kredit dari lembaga keuangan (Bank).
Namun penarikan kredit dari bank pada umumnya tidak memiliki fitur bullet payment
dan Perseroan dihadapkan pada fluktuasi suku bunga fluktuatif jika dibanding
dengan penarikan pinjaman melalui penerbitan Surat Utang 2029 dengan bullet
payment di belakang dan suku bunga tetap sepanjang periode Surat Utang 2029.
Perubahan kondisi perekonomian di masa depan akan mempengaruhi kemampuan
Perseroan dalam memperoleh pinjaman dengan tingkat bunga yang baik, dan hal ini
dapat mempengaruhi kondisi keuangan dan tingkat keuntungan Perseroan.

Berdasarkan tabel di bawah ini, terlihat bahwa terdapat kenaikan pada likuiditas
Perseroan dalam kondisi Melakukan Transaksi.

A. Tidak melakukan Transaksi

                             2024           2025           2026            2027           2028        2029
 Rasio Lancar                    1,53           0,80           1,13           1,24           1,36           1,68

B. Melakukan Transaksi

                             2024           2025           2026            2027           2028        2029
 Rasio Lancar                    1,54           1,45           1,72           1,74           1,83           1,65

Kami juga melakukan analisis kelayakan atas pelunasan utang seperti dapat dilihat
pada tabel dibawah ini:
                                                                                       (dalam jutaan USD)

                             2024           2025           2026            2027           2028        2029

Arus   kas   bersih
sebelum pembayaran            734,63        (31,46)         307,57           86,43         167,15     286,05
utang

Kas awal                      406,66         720,96         574,69         784,37          850,96     962,48

Kas tersedia untuk
                           1.141,29          689,50         882,26         870,79        1.018,12    1.248,52
pembayaran utang
Pembayaran    utang
pokok                          (0,95)       (89,34)                 -              -             -    (455,0)
Obligasi
Pembayaran liabilitas
jangka     panjang          (128,66)        (40,55)       (116,48)          (4,01)          (5,94)    (29,86)
lainnya
Selisih lebih              1.011,69          559,61         765,77         866,79        1.012,17     764,17


Berdasarkan analisis tersebut, terlihat bahwa Surat Utang 2029 ini dapat dilunasi
pada saat jatuh temponya. Perhitungan lebih lengkap dapat dilihat pada Lampiran:
C.



                                                                                                              60

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 62
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



C.5. Analisis Laporan Keuangan Sebelum Transaksi dan Proforma Laporan
     Keuangan Setelah Transaksi Dilakukan
Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai laporan posisi keuangan
konsolidasian Perseroan sebelum Transaksi dan proforma laporan posisi keuangan
konsolidasian Perseroan setelah Transaksi, dengan asumsi (1) penerbitan Surat
Utang 2029 dilakukan pada tanggal 31 Desember 2023, dan (2) hasil penerbitan
Surat Utang 2029 digunakan untuk melunasi sebagian Surat Utang 2025, termasuk
bunga terutang serta biaya-biaya lainnya yang terkait langsung dengan penerbitan
Surat Utang 2029.

Analisis ringkas mengenai kondisi dan pengaruh terhadap proforma laporan posisi
keuangan konsolidasian Perseroan adalah sebagai berikut:
   -   Penurunan aset lancar dari USD1.484.102.477 menjadi USD1.457.274.909
       terutama sehubungan dengan pembayaran kembali sebagian Surat Utang
       2025 (termasuk bunga terutang) dan bunga yang jatuh tempo dalam bulan
       April 2024.

   -   Penurunan liabilitas lancar dari USD982.489.857 menjadi USD975.474.137
       sehubungan dengan adanya pembayaran bunga yang harus dibayar.

   -   Kenaikan   liabilitas  tidak lancar dari USD753.475.083  menjadi
       USD763.106.812 karena penerbitan Surat Utang 2029 dan pembayaran
       sebagian Surat Utang 2025.

   -   Penurunan ekuitas dari USD1.377.137.450 menjadi USD1.347.693.874
       terutama oleh karena adanya pembayaran bunga.

                             Ikhtisar Data Keuangan Penting
                    Proforma Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
                         PT Indika Energy Tbk dan Entitas Anak
                            Pada Tanggal 31 Desember 2023

                                                                                        (Dalam US Dolar)
                                                                                          PROFORMA
                                                                     Sebelum
       Keterangan                                                                          Sesudah
                                                                     Transaksi
                                                                                           Transaksi
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                                     449.204.420         406.659.375
Aset keuangan lainnya                                                  133.654.475         149.382.475
Piutang usaha                                                          343.610.145         343.610.145
Aset kontrak                                                            19.506.377          19.506.377
Piutang lain-lain                                                       32.372.076          32.361.553
Persediaan                                                              51.339.007          51.339.007
Aset lancar lainnya                                                    190.413.500         190.413.500
Aset tersedia untuk dijual                                            264.002.477          264.002.477
Jumlah Aset Lancar                                                   1.484.102.477       1.457.274.909




                                                                                                      61

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 63
 KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



                                                                                       PROFORMA
                                                                    Sebelum
      Keterangan                                                                        Sesudah
                                                                    Transaksi
                                                                                        Transaksi
Aset Tidak Lancar
Piutang lain-lain                                                     25.454.737         25.454.737
Investasi pada entitas asosiasi                                      264.581.258       264.581.258
Aset tetap                                                           307.121.122       307.121.122
Aset hak guna                                                         16.964.411        16.964.411
Aset tidak berwujud                                                   36.761.135        36.761.135
Goodwill                                                             649.164.208       649.164.208
Uang muka dan aset tidak lancar lainnya                               326.463.845       326.463.845
Uang jaminan                                                            2.489.197         2.489.197
Jumlah Aset Tidak Lancar                                            1.628.999.913      1.628.999.913

Jumlah Aset                                                         3.113.102.390      3.086.274.822
 LIABILITAS DAN EKUITAS
 Liabilitas Lancar
 Utang bank                                                           58.409.213        58.409.213
 Utang usaha                                                          277.970.362       277.970.362
 Liabilitas kontrak                                                   10.572.038        10.572.038
 Utang lain-lain                                                      52.992.973        52.992.973
 Utang pajak                                                          15.518.704        15.518.704
 Biaya masih harus dibayar                                           133.480.871       133.480.871
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam
satu tahun
          Pinjaman jangka panjang                                     58.297.225        58.297.225
          Liabilitas sewa pembiayaan                                   7.870.164         7.870.164
Utang obligasi - bersih                                               304.359.120       297.343.400
Liabilitas lancar lainnya                                             63.019.187        63.019.187
Jumlah Liabilitas Lancar                                             982.489.857       975.474.137

Liabilitas Tidak Lancar
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam satu tahun
Pinjaman jangka panjang                                               105.528.870       105.528.870
Pinjaman yang dapat dikonversikan                                      20.092.531        20.092.531
Liabilitas sewa pembiayaan                                              8.450.249         8.450.249
Utang obligasi - bersih                                               528.922.780       538.554.509
Utang jangka panjang - pihak ketiga                                      439.668           439.668
Liabilitas pajak tangguhan                                            12.253.706        12.253.706
Liabilitas derivatif                                                   8.109.675         8.109.675
Liabilitas imbalan kerja                                              26.412.465        26.412.465
Liabilitas tidak lancar lainnya                                       43.265.139        43.265.139
Jumlah Liabilitas Tidak Lancar                                        753.475.083       763.106.812

Ekuitas                                                             1.377.137.450      1.347.693.874

Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                                       3.113.102.390      3.086.274.822



                                                                                                    62

                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 64
   KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



D. Analisis Inkremental

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap Transaksi yang telah kami lakukan, dapat
kami sampaikan sebagai berikut:

   a. Atas dasar analisis arus kas bersih dan nilai kini arus kas bersih Perseroan
      untuk kondisi Melakukan Transaksi dan kondisi Tidak Melakukan Transaksi,
      dapat kami kemukakan sebagai berikut:

        Analisis Arus Kas Bersih (Net Cash Flow - NCF)
                                                                                         (dalam jutaan USD)
                          2024           2025            2026            2027            2028       2029
Tidak Melakukan
                             288,08        137,79          370,25          320,06         384,00      346,25
Transaksi
Melakukan Transaksi          302,88          56,64         346,96          339,05         423,23      414,22

Kenaikan NCF
                              14,80        (81,15)         (23,29)           18,99         39,23       67,97


        Analisis Nilai Kini Arus Kas Bersih (Present Value Net Cash Flow -
        PVNCF)
        Berdasarkan prediksi arus kas Perseroan sampai dengan tahun 2029, pada
        kondisi Melakukan Transaksi, posisi kas Perseroan memberikan gambaran
        yang lebih baik, dimana berdasarkan perhitungan Nilai Kini Arus Kas Bersih
        (PVNCF) yang telah kami lakukan, nilai kini arus kas bersih dalam kondisi
        Melakukan Transaksi adalah sebesar USD 1.407.929.514.

        Sedangkan, untuk kondisi Tidak Melakukan Transaksi, Nilai Kini Arus Kas
        Bersihnya adalah USD1.398.531.623, sehingga terdapat selisih lebih sebesar
        USD 9.397.892. Oleh karena itu berdasarkan analisis Nilai Kini Arus Kas
        Bersih ini, Transaksi memberikan nilai tambah kepada Perseroan.

        Untuk menghitung PVNCF digunakan faktor diskonto (Discount Factor) atas
        dasar Cost of Capital (WACC).

   Untuk menghitung Cost of Capital akan dihitung dengan rata-rata biaya capital
   (Weighted Average Cost of Capital – WACC) dengan mendasarkan pada Cost of
   Equity atas dasar perhitungan Capital Asset Pricing Model (CAPM), dengan
   formula sebagai berikut:

                                         E (Ri) = Rf + B (RPm)

          E (Ri)         =    Tingkat balikan yang diharapkan (Cost of Equity)
          Rf             =    Risk free rate
          B              =    Beta
          RPm            =    Equity risk premium
          Ds             =    Default spread



                                                                                                           63

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 65
       KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



        Untuk menghitung Cost of Equity digunakan data-data sebagai berikut:

                   Tingkat bunga tanpa resiko (risk free rate) ditetapkan berdasarkan yield
                    Obligasi Pemerintah RI dalam USD yang akan jatuh tempo pada tanggal
                    11 Januari 2053 yang diperoleh dari Bond Supermart per 31 Desember
                    2023 sebesar 4,99%;
                   Equity Risk Premium berdasarkan data dari Damodaran untuk Indonesia
                    tahun 2023 yang merupakan negara berkembang (emerging market)
                    sebesar 7,38% dan adanya Default Spread untuk Indonesia sebagai
                    negara berkembang (emerging market) sebesar 2,07% sebagai faktor
                    penyesuaian dari Risk Free Rate karena menggunakan Equity Risk
                    Premium dari Damodaran; dan
                   Besarnya beta didasarkan pada beta dari Damodaran untuk industri Coal
                    and Related Energy. Berdasarkan data tersebut, beta unleverednya
                    adalah sebesar 0,65 dan Debt to Equity Ratio sebesar 21,80%. Tingkat
                    pajak yang dipergunakan adalah 22%. Sehingga beta leverednya adalah
                    0,76.
             Berdasarkan data-data tersebut, Cost of Equity adalah sebesar 8,51%.

        Atas dasar Cost of Equity sebesar 8,51% dan dengan memperhitungkan biaya
        bunga 6,73% serta rasio antara utang dan ekuitas (DER) sebesar 21,80%, maka
        akan diperoleh Cost of Capital berdasarkan perhitungan WACC sebesar 7,89%.
         Analisis NCF dan PVNCF dapat dilihat pada Lampiran A-5 dan B-5.


    D.1. Kontribusi Nilai Tambah
    Dengan dilakukannya Transaksi, maka manfaat yang diperoleh Perseroan dengan
    Transaksi ini adalah dengan skema pembayaran pokok Obligasi pada akhir periode
    jatuh tempo Obligasi (bullet payment), menjadikan Perseroan dapat menjaga
    likuiditasnya.

    Adapun dampak dari dilakukannya Transaksi terhadap proyeksi keuangan
    Perseroan adalah sebagai berikut:
    a. Tidak Melakukan Transaksi
                                 2024            2025             2026           2027         2028       2029
Kas dan setara kas
                                  711,43           113,90          426,86         510,83       632,09     874,43
(juta USD)
Aset lancar (juta USD)          1.222,01           600,11          844,15       1.036,28      1.187,00   1.445,02
Aset tidak Lancar
                                2.389,75         2.511,47       2.380,90        2.434,67      2.402,68   2.393,58
(juta USD)
Liabilitas lancar
                                  797,49           747,70          743,83         838,91       875,98     858,62
(juta USD)
Liabilitas tidak lancar
                                1.446,87           826,20          718,20         581,63       400,47     307,12
(juta USD)
Rasio likuiditas                     1,53             0,80            1,13           1,24        1,36        1,68
Rasio EBITDA terhadap
                                     6,61            13,46          12,78          12,96        13,01      13,67
penjualan (%)


                                                                                                           64

                               Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 66
      KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



   b. Melakukan Transaksi
                                  2024            2025            2026            2027        2028       2029
Kas dan setara kas
                                     721,0         574,69          784,37          850,96      962,48     756,77
(juta USD)
Aset lancar (juta USD)           1.221,58        1.065,96        1.201,23        1.378,25      1.521,0   1.330,89
Aset tidak Lancar
                                   2.398,0       2.589,75        2.442,21        2.486,54     2.444,95   2.421,58
(juta USD)
Liabilitas lancar (juta USD)       793,17          737,31          698,13          793,19      830,24     804,73
Liabilitas tidak Lancar
                                 1.461,73        1.375,71        1.228,06       1.081,42       880,34     278,51
(juta USD)
Rasio likuiditas                      1,54            1,45            1,72            1,74       1,83        1,65
Rasio EBITDA
                                      6,60           13,23          12,86           13,46       14,05      15,41
terhadap penjualan (%)

   Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa secara keseluruhan proyeksi
   keuangan Perseroan terlihat lebih baik pada kondisi Melakukan Transaksi.

   Adapun Proyeksi Keuangan Perseroan dapat dilihat dalam Lampiran A-3 dan A-4
   untuk kondisi Tidak Melakukan Transaksi dan Lampiran B-3 dan B-4 untuk kondisi
   Melakukan Transaksi.

   Selain itu nilai tambah dari Transaksi dapat juga dilihat berdasarkan perbandingan
   Nilai Kini Arus Kas Bersih Perseroan dalam kondisi Melakukan dan Tidak Melakukan
   Transaksi, seperti dapat dilihat dalam tabel berikut:
                                                                                          Nilai Kini
                                      Kondisi
                                                                                       Arus Kas Bersih
    Melakukan Transaksi - dalam USD                                                           1.407.929.514
    Tidak Melakukan Transaksi - dalam USD                                                     1.398.531.623
    Selisih                                                                                        9.397.892

   Berdasarkan analisis arus kas bersih Perseroan seperti terlihat dalam tabel diatas,
   nilai kini arus kas bersih Perseroan dalam kondisi Melakukan Transaksi lebih tinggi
   sebesar USD 9.397.892 dibandingkan dalam kondisi Tidak Melakukan Transaksi.


   D.2. Biaya yang Relevan Dari Transaksi
   Biaya yang relevan dari Transaksi adalah berupa biaya yang timbul dalam proses
   dilaksanakannya Transaksi termasuk jasa profesional.

   D.3. Informasi Non Keuangan Yang Relevan
   Dalam rangka pembiayaan untuk maksud yang telah disampaikan sebelumnya,
   dapat juga dilaksanakan dengan menarik kredit dari lembaga keuangan (Bank).
   Namun penarikan kredit dari bank pada umumnya tidak memiliki fitur bullet payment
   dan Perseroan dihadapkan pada fluktuasi suku bunga fluktuatif jika dibanding
   dengan penarikan pinjaman melalui penerbitan Surat Utang 2029 dengan bullet
   payment di belakang dan suku bunga tetap sepanjang periode Surat Utang 2029.


                                                                                                            65

                               Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 67
     KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



D.4. Prosedur Pengambilan Keputusan oleh Perseroan Dalam Menentukan
     Rencana dan Nilai Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif Lain
Alternatif lain dari Transaksi dapat dilakukan melalui pinjaman dari perbankan. Akan
tetapi, pinjaman dari perbankan umumnya tidak memiliki fitur bullet payment dan
memiliki suku bunga fluktuatif.


D.5. Hal-Hal Material Lainnya
Semua hal yang dapat memberikan keyakinan bagi Penilai Bisnis untuk memberikan
opini kewajaran sudah dinyatakan dalam laporan ini.


D.6. Analisis Atas Jaminan Yang Terkait Dengan Transaksi
Jaminan yang diberikan untuk kepentingan Surat Utang Tambahan yang diterbitkan
ini merupakan satu kesatuan dan bukan merupakan suatu transaksi yang terpisah
dan berdiri sendiri dari jaminan yang diberikan untuk penerbitan Surat Utang Awal.
Adapun jaminan-jaminan yang diberikan adalah saham IIC yang dimiliki oleh
Perseroan, saham TPE dan TPEC yang dimiliki oleh Perseroan, IIC, dan TIME,
saham Kideco yang dimiliki oleh IIC dan Perseroan, dan saham TRIS yang dimiliki
oleh TPEC, dimana jaminan-jaminan ini merupakan jaminan bersama (common
security) dengan Surat Utang 2024 dan Surat Utang 2025 serta beberapa pinjaman
sindikasi Perseroan.

Pemberian jaminan perusahaan (corporate guarantee) oleh Anak Perusahaan
Penjamin dan pemberian gadai saham oleh Anak Perusahaan Penjamin atas
penerbitan Surat Utang 2029 yang dilakukan oleh Perseroan merupakan transaksi
afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam POJK 42, yang hanya cukup dilaporkan
kepada OJK paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah Transaksi karena transaksi
tersebut dilakukan antara Perseroan dengan Perusahaan Terkendali yang
sahamnya dimiliki paling sedikit 99% dari modal disetor Perusahaan Terkendali.
Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Transaksi bukan merupakan
transaksi yang mengandung benturan kepentingan.


Jaminan Yang Dinilai
Sehubungan dengan pemberian jaminan berupa saham-saham perusahaan, berikut
ini adalah saham-saham yang dilakukan penilaiannya:

      Saham Yang                                                                           Kepemilikan
                             Kepemilikan Oleh                Lembar Saham
      Dijaminkan                                                                               (%)
          IIC*)                  Perseroan                        468.288                    99,997
        Kideco                   Perseroan                        100.139                     40,00
         TPEC                 Perseroan & TIME                   1.092.553                   99,999
          TPE                 Perseroan & TIME                   1.384.999                   99,999
         TRIS                       TPEC                        39.000.000                     100
                                              Total
*)      Dalam melakukan penilaian saham IIC, dilakukan juga penilaian atas entitas anak maupun
        entitas asosiasi IIC, termasuk saham IIC di Kideco, TPE, dan TPEC.




                                                                                                         66

                            Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 68
     KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Hasil Penilaian

Jumlah nilai pasar saham-saham tersebut secara konsolidasian yang akan menjadi
jaminan penerbitan Surat Utang 2029 adalah sebesar USD1.375.113.654 dengan
rincian sebagai berikut:
                                                                                                    (dalam USD)
 Saham Yang                                                               Kepemilikan
                      Kepemilikan Oleh            Lembar Saham                                 Nilai Pasar
 Dijaminkan                                                                   (%)
     IIC*)                Perseroan                    468.288              99,997              653.055.870
    Kideco                Perseroan                    100.139               40,00              475.354.069
    TPEC              Perseroan & TIME                1.092.553             99,999              212.421.273
     TPE              Perseroan & TIME                1.384.999             99,999               18.565.471
     TRIS                   TPEC                     39.000.000               100                15.716.971
                                    Total                                                     1.375.113.654
*)      Dalam melakukan penilaian saham IIC, dilakukan juga penilaian atas entitas anak maupun
        entitas asosiasi IIC, termasuk saham IIC di Kideco, TPE, dan TPEC.


E. Analisis Sensitivitas

Analisis sensitivitas yang kami lakukan dalam rangka mengukur keuntungan dan
kerugian dari Transaksi, dapat kami kemukakan sebagai berikut:
                                                                                                    (dalam USD)
 Coupon                                                 Laba Bersih
  Rate                  2024          2025               2026        2027                  2028            2029
   7,75%           8.174.336   151.725.659        220.712.213 271.378.299           331.181.355     416.865.520
   8,25%           6.745.170   149.450.834        218.437.388 269.103.474           328.906.530     415.917.676
   8,75%           5.316.003   147.176.009        216.162.563 266.828.649           326.631.705     414.969.833
   9,25%           3.886.836   144.901.184        213.887.738 264.553.824           324.356.880     414.021.989
   9,75%           2.457.670   142.626.359        211.612.913 262.278.999           322.082.055     413.074.145

 Coupon
                 PVNCF
  Rate
   7,75%      1.411.856.803
   8,25%      1.409.893.159
   8,75%      1.407.929.514
   9,25%      1.405.965.870
   9,75%      1.404.002.226

Dapat dilihat dalam tabel diatas, bahwa perubahan coupon rate sebesar 0,5% akan
mempengaruhi laba bersih Perseroan setiap tahunnya. Perubahan coupon rate
menjadi 7,75%, 8,25%, 9,25%, dan 9,75% secara berturut-turut menyebabkan rata-
rata kenaikan / penurunan laba bersih 10,42%, 5,21%, (5,21%), dan -10,42%.

Di samping itu, seperti telah dikemukakan sebelumnya, apabila Perseroan tidak
melakukan Transaksi, maka akan mempengaruhi likuiditas Perseroan seperti
disajikan dalam tabel berikut:
          Rasio Likuiditas               2024        2025         2026         2027        2028        2029
     Tidak Melakukan Transaksi             1,53        0,80         1,13         1,24        1,36        1,68
     Melakukan Transaksi                   1,54        1,45         1,72         1,74        1,83        1,65



                                                                                                                67

                            Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 69
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



F. Analisis Kewajaran Transaksi
Atas dasar analisis transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif yang kami lakukan
terhadap Transaksi dapat kami simpulkan sebagai berikut:
1. Perseroan telah menerbitkan Surat Utang 2029. Dengan pertimbangan bahwa
   adanya ketidakpastian atas perkembangan harga batu bara di masa yang akan
   datang, Perseroan meyakini bahwa penerbitan Surat Utang 2029 dapat menjaga
   likuiditas dan posisi kas Perseroan. Hal ini didasarkan pada pertimbangan
   bahwa secara umum penerbitan Surat Utang 2029, antara lain, akan digunakan
   untuk melunasi sebagian Surat Utang 2025 dan untuk melakukan ekspansi
   kegiatan usaha non-batubara.
2. Transaksi merupakan transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam POJK
   17. Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan per Tanggal
   Penilaian,   total   ekuitas  konsolidasian     Perseroan   adalah    sebesar
   USD1.377.137.450, sehingga penerbitan Surat Utang 2029 sebesar
   USD455.000.000 adalah setara dengan 33,04% dari total ekuitas konsolidasian
   Perseroan per Tanggal Penilaian. Dengan demikian, oleh karena nilai transaksi
   adalah lebih besar dari 20% dari ekuitas Perseroan, maka Transaksi merupakan
   transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam POJK 17. Merujuk kepada
   POJK 17, untuk melakukan Transaksi, Perseroan perlu menggunakan penilai
   untuk menentukan kewajaran Transaksi, mengumumkan keterbukaan informasi
   terkait Transaksi kepada para Pemegang Saham pada paling lambat 2 (dua)
   hari kerja setelah tanggal Transaksi, dan menyampaikan bukti keterbukaan
   informasi beserta dokumen pendukungnya kepada OJK yang meliputi laporan
   penilai dan dokumen pendukung lainnya. Jangka waktu antara Tanggal
   Penilaian dan Transaksi wajib paling lama 6 (enam) bulan. Oleh karenanya,
   Perseroan telah meminta kami untuk menyiapkan penilaian kewajaran guna
   memenuhi ketentuan POJK 17.
3. Sesuai dengan Memorandum Penawaran Awal dan Memorandum Informasi,
   dana hasil penerbitan Surat Utang Awal dan Surat Utang Tambahan, setelah
   dikurangi dengan biaya penerbitan, komisi, dan biaya transaksi lainnya, akan
   digunakan untuk: (i) pembelian kembali jumlah maksimum pokok terutang
   sehubungan dengan Surat Utang 2025; (ii) pelunasan sisa jumlah terutang Surat
   Utang 2025 melalui pembelian kembali pada pasar terbuka, penawaran tender
   dan/atau pelunasan sebagaimana diatur dalam indenture Surat Utang 2025; (iii)
   pendanaan pengeluaran modal Perseroan sehubungan dengan pengembangan
   dan ekspansi kegiatan usaha non-batubara.
4. Manfaat yang akan diperoleh Perseroan adalah sebagai berikut:
   a. Dengan dilakukannya Transaksi, maka kewajiban keuangan Perseroan yang
      harus dipenuhi pada tahun 2025 atau pada saat jatuh temponya Surat Utang
      2025 dapat diubah menjadi pembiayaan dengan jangka waktu yang lebih
      panjang;
   b. Dengan skema pembayaran pokok Surat Utang 2029 pada akhir periode jatuh
      temponya (bullet payment), menjadikan Perseroan dapat menjaga
      likuiditasnya, terutama pada saat jatuh temponya Surat Utang 2025;
   c. Melalui Transaksi, Perseroan, atau secara tidak langsung melalui anak
      perusahaannya, dapat melakukan ekspansi usaha atau diversifikasi usaha ke
      sektor non-batubara;


                                                                                        68

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 70
     KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



      d. Dana yang semula akan dipergunakan oleh Perseroan untuk melunasi
         sebagian Surat Utang 2025 dalam waktu dekat dapat dipergunakan kembali,
         sehingga penggunaan dana dapat difokuskan untuk membiayai kegiatan
         usaha Perseroan dan anak-anak perusahaan Perseroan yang bergerak di
         bidang usaha non-batubara; dan
      e. Pendanaan melalui penerbitan Surat Utang 2029 merupakan alternatif
         pembiayaan bagi Perseroan mengingat keterbatasan penyaluran pembiayaan
         oleh perbankan yang dipengaruhi iklim usaha bidang batubara.
5. Jaminan yang diberikan untuk kepentingan Surat Utang Tambahan yang
   diterbitkan ini merupakan satu kesatuan dan bukan merupakan suatu transaksi
   yang terpisah dan berdiri sendiri dari jaminan yang diberikan untuk penerbitan
   Surat Utang Awal. Adapun jaminan-jaminan yang diberikan adalah (i) jaminan
   perusahaan (corporate guarantee) yang diberikan oleh Anak Perusahaan
   Penjamin, (ii) jaminan berupa gadai saham yang diberikan oleh Perseroan dan
   Anak Perusahaan Penjamin, dimana jaminan-jaminan ini merupakan jaminan
   bersama (common security) dengan Surat Utang 2024, Surat Utang 2025 dan
   beberapa pinjaman sindikasi Perseroan. Pemberian jaminan perusahaan
   (corporate guarantee) oleh Anak Perusahaan Penjamin dan pemberian gadai
   saham oleh Anak Perusahaan Penjamin atas penerbitan Surat Utang 2029 yang
   dilakukan oleh Perseroan merupakan transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan
   dalam POJK 42, yang hanya cukup dilaporkan kepada OJK paling lambat 2 (dua)
   hari kerja setelah Transaksi karena transaksi tersebut dilakukan antara
   Perseroan dengan Perusahaan Terkendali yang sahamnya dimiliki paling sedikit
   99% dari modal disetor Perusahaan Terkendali. Berdasarkan penjelasan dari
   manajemen Perseroan, Transaksi bukan merupakan transaksi yang
   mengandung benturan kepentingan.
     Jumlah nilai pasar saham-saham secara konsolidasian yang akan menjadi salah
     satu jaminan penerbitan Surat Utang 2029 adalah sebesar USD1.375.113.654
     dengan rincian sebagai berikut:
                                                                                             (dalam USD)
        Saham Yang                                        Lembar            Kepemilikan
                           Kepemilikan Oleh                                                Nilai Pasar
        Dijaminkan                                        Saham                 (%)
            IIC*)              Perseroan                  468.288             99,997         653.055.870
          Kideco               Perseroan                  100.139              40,00         475.354.069
           TPEC             Perseroan & TIME             1.092.553            99,999         212.421.273
            TPE             Perseroan & TIME             1.384.999            99,999          18.565.471
           TRIS                   TPEC                  39.000.000              100           15.716.971
                                        Total                                              1.375.113.654
*)      Dalam melakukan penilaian saham IIC, dilakukan juga penilaian atas entitas anak maupun
        entitas asosiasi IIC, termasuk saham IIC di Kideco, TPE, dan TPEC.

6. Berdasarkan proyeksi arus kas Perseroan dalam lima tahun ke depan (tahun
   2024 – 2029), dengan dilakukannya Transaksi, posisi keuangan Perseroan
   memberikan gambaran yang lebih sehat, dimana dalam kondisi Melakukan
   Transaksi, nilai kini arus kas bersih Perseroan lebih tinggi sebesar USD
   9.397.892 dibandingkan dalam kondisi Tidak Melakukan Transaksi, seperti dapat
   dilihat dalam tabel nilai kini arus kas bersih berikut ini:



                                                                                                         69

                            Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 71

          
Page 72
File No – STH – 2012 – 106 – B
    KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan




                                        PERNYATAAN PENILAI


Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menyatakan bahwa:

 1. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang
     terhadap Penilaian yang dibuat, maupun memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan
     kepada pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan terhadap Laporan Penilaian Bisnis
     yang dibuat.
 2. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan penilaian adalah benar sesuai
     dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
 3. Kami bertanggungjawab atas Laporan Penilaian Bisnis yang kami lakukan.
 4. Kami telah melakukan penugasan penilaian profesional sesuai dengan Tanggal Penilaian
     (Cut Off Date).
 5. Kami telah melakukan analisis untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
     Penilaian Bisnis, opini dan kesimpulan dalam Laporan Penilaian Bisnis ini, sebatas
     pengetahuan kami, adalah benar dan akurat.
 6. Kami telah melakukan penugasan penilaian profesional sesuai dengan peraturan
     perundang-undangan yang berlaku.
 7. Kami telah menyajikan hasil Penilaian dalam penugasan penilaian profesional sebagai
     Kesimpulan Penilaian.
 8. Kami telah mengungkapkan lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis di dalam Laporan
     Penilaian Bisnis.
 9. Kesimpulan Penilaian telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
 10. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Penilaian Bisnis berasal dari berbagai sumber
     yang diyakini Penilai Bisnis dapat dipertanggungjawabkan.
 11. Penilai    Bisnis   telah    mengikuti    persyaratan   pendidikan   profesional   yang
     ditetapkan/dilaksanakan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
 12. Penilai Bisnis memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan Penilaian yang
     dibuat.
 13. Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh Penilai, serta Laporan Penilaian Bisnis
     telah dibuat dengan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
     Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII – SPI 2018 dan POJK 35.
 14. Penilai melakukan inspeksi fisik maupun rapat dan diskusi secara daring dengan
     manajemen sehubungan dengan objek penilaian yang dinilai.
 15. Tidak seorangpun selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
     pelaksanaan Penilaian, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang
     dinyatakan dalam Laporan Penilaian Bisnis ini.




                                                                                            1

                           Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 73

          
Page 74
    KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan




                          ASUMSI-ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS



Laporan Penilaian Usaha ini bergantung kepada asumsi-asumsi dan kondisi pembatas sebagai
berikut :

 1. Laporan Penilaian Usaha yang dihasilkan oleh Penilai Usaha bersifat non-disclaimer
    opinion.

 2. Penilai Usaha telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
    dalam proses penilaian.

 3. Data-data dan informasi yang diperoleh Penilai Usaha berasal dari sumber yang dapat
    dipercaya keakuratannya.

 4. Penyesuaian atas proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen, mencerminkan
    kewajaran dan kemampuan untuk pencapaiannya.

 5. Penilai Usaha bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
    keuangan, selama tidak ada penyimpangan dalam pelaksanaannya.

 6. Laporan Penilaian Usaha ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat
    rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.

 7. Penilai Usaha bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Usaha dan Kesimpulan
    Penilaian Usaha.

 8. Informasi atas status hukum obyek penilaian dari pemberi tugas dianggap benar dan dapat
    dipercaya, Penilai Usaha tidak bertanggung jawab jika ternyata informasi yang diberikan
    itu terbukti tidak sesuai dengan hal yang sesungguhnya.

 9. Penilai Usaha menerima data yang disampaikan oleh perusahaan pada dasarnya adalah
    data yang benar dan merefleksikan kegiatan usaha dan kondisi keuangan yang
    sebenarnya dari perusahaan.

 10. Penilai Usaha menganggap bahwa semua informasi dan data dari manajemen tersebut
     adalah benar, lengkap dan dapat diandalkan dan tidak ada yang tidak terungkap yang
     akan mempengaruhi hasil yang diperoleh dari penilaian usaha ini.

 11. Penilai Usaha telah melakukan penelaahan atas informasi dan data yang digunakan
     dalam proses penilaian saham ini dan telah menyampaikan daftar pertanyaan kepada
     perusahaan berkenaan dengan aspek-aspek tertentu dari kegiatan usaha perusahaan.
     Demikian pula Penilai Usaha telah mewawancara pejabat-pejabat kunci di perusahaan.
     Dalam penilaian usaha inipun Penilai Usaha mempertimbangkan pula informasi yang
     diperoleh dari jawaban atas daftar pertanyaan dan jawaban wawancara dari pejabat kunci
     tersebut.

 12. Informasi keuangan prospektif yang digunakan dalam penilaian ini merupakan informasi
     keuangan prospektif yang dibuat oleh manajemen dan telah dilakukan penelaahan serta
     dilakukan penyesuaian bila diperlukan sesuai dengan praktek-praktek penilaian yang
     lazim.


                           Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 75
   KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan




13. Hasil yang dicantumkan dalam Laporan Penilaian Usaha ini serta setiap nilai lain dalam
    Laporan yang merupakan bagian dari bisnis yang dinilai hanya berlaku sesuai dengan
    maksud dan tujuan penilaian. Hasil Penilaian Usaha ini tidak boleh digunakan untuk tujuan
    penilaian lain yang dapat mengakibatkan terjadinya kesalahan.

14. Laporan Penilaian Usaha ini harus digunakan secara keseluruhan yang tidak terpisahkan
    dan penggunaannya terbatas pada maksud dan tujuan penilaian ini saja. Laporan ini tidak
    akan berlaku untuk maksud dan tujuan berbeda.

15. Laporan ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data yang telah
    diberikan oleh manajemen perusahaan.

16. Penilai Usaha tidak melakukan penelitian terhadap keabsahan dokumen-dokumen yang
    terkait dengan penilaian, oleh karenanya Penilai Usaha tidak menjamin kebenaran atau
    keabsahannya.

17. Pembatalan, penundaan maupun revisi surat penugasan dapat dilakukan Penilai terkait
    perbedaan maupun penyimpangan informasi yang telah disampaikan pemberi tugas.

18. Penilai Usaha juga berpegang kepada surat pernyataan manajemen (management
    representation letter) bahwa manajemen telah menyampaikan seluruh informasi penting
    dan relevan dengan penilaian saham sepanjang pengetahuan manajeman Perusahaan
    tidak ada faktor material yang belum diungkapkan dan dapat menyesatkan.

19. Penilai Usaha dibebaskan dari setiap tuntutan, kewajiban, beban dan biaya yang timbul
    atau yang terjadi akibat penggunaan laporan yang tidak sesuai dengan maksud dan
    tujuan dari laporan, kesalahan data maupun informasi yang diberikan pemberi tugas
    sehubungan dengan jasa yang diberikan.

20. Penilai Usaha tidak memiliki tanggung jawab kepada pihak ketiga, selama tidak
    menyimpang dari peraturan dan hukum yang berlaku.

21. Apabila di kemudian hari ada tuntutan dari pihak Pemberi Tugas / Pihak Ketiga, yang
    disebabkan oleh kekurang sempurnaan ataupun ketidakhati-hatian Penilai dalam
    melaksanakan penugasan ini, maka tuntutan ganti rugi kepada Penilai adalah tidak
    melebihi dari fee penugasan ini.

22. Apabila di kemudian hari ada permintaan dari pihak manapun yang bukan diakibatkan oleh
    kesalahan Penilai dan/atau Penilai harus memberikan keterangan atau memenuhi
    panggilan pihak berwajib, maka biaya yang ditimbulkan akan ditagihkan kepada Pemberi
    Tugas sesuai dengan biaya dan tenaga penilai yang dikeluarkan oleh Penilai.




                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 76
           LAMPIRAN A
LAMPIRAN PERHITUNGAN DENGAN KONDISI
 TIDAK MELAKUKAN RENCANA TRANSAKSI
Page 77
                                                                                                                                             Lampiran : A - 1 (1)

                                                               PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                                               LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI
                                                             PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2019 SAMPAI 2023
                                                                           (dalam US Dollar)

                                                                               31-Dec-19       31-Dec-20        31-Dec-21        31-Dec-22          31-Dec-23
ASET
Aset Lancar
 Kas dan setara kas                                                             568.633.705     651.193.109      867.404.826     1.155.539.134      449.204.420
 Aset keuangan lainnya                                                           56.824.861      57.163.835       55.124.177        25.367.386      133.654.475
 Piutang usaha
  Pihak berelasi                                                                 56.237.829     101.557.056       74.610.819       71.860.522
  Pihak ketiga                                                                  456.726.904     360.796.718      411.219.647      462.464.072       343.610.145

 Aset kontrak                                                                     5.745.976        1.692.846        1.798.930        4.919.983       19.506.377
 Piutang lain-lain yang jatuh tempo dalam satu tahun
  Pihak berelasi                                                                     29.826       16.661.810                -       2.621.962
  Pihak ketiga                                                                   33.560.282       27.364.504      31.335.968       26.397.403        32.372.076
 Aset derivatif                                                                     771.444           70.200                -                -
 Persediaan                                                                      48.158.284       41.756.773      43.740.074       60.591.597        51.339.007
 Pajak dibayar dimuka                                                            62.560.132       60.397.196      20.803.881       23.586.535        72.734.833
 Aset lancar lainnya                                                            142.177.603       75.460.690     137.685.266      169.488.788       117.678.667
 Aset dimiliki untuk dijual                                                                -                -    448.226.774                 -      264.002.477
Total Aset Lancar                                                             1.431.426.846    1.394.114.737    2.091.950.362    2.002.837.382     1.484.102.477
Aset Tidak Lancar
Aset keuangan tidak lancar lainnya                                               77.533.078       83.715.728       63.981.345      76.536.252       113.457.446
Piutang lain-lain setelah dikurangi bagian
 yang jatuh tempo dalam satu tahun
   Pihak berelasi                                                                11.767.152       10.405.449       10.213.675      20.585.854        20.375.957
   Pihak ketiga                                                                     423.374       10.031.180        8.788.667      20.654.542         5.078.780
Klaim pengembalian pajak                                                         21.625.283        9.883.327       66.769.765      25.576.353        23.526.588
Aset eksplorasi dan evaluasi                                                                                       90.714.559     104.711.711       102.123.524
Properti pertambangan                                                                                              11.303.291      29.903.659         5.707.631
Aktivitas pengupasan lapisan tanah                                                                                  7.013.261       2.894.709                  -
Beban tangguhan                                                                  22.535.650       25.880.163
Investasi pada entitas asosiasi                                                 118.021.775      159.001.882      138.198.372     241.629.064       264.581.258
Investasi pada pengendalian bersama entitas                                                -                -                -
Uang muka dan aset tidak lancar lainnya                                          41.691.080       38.303.431       43.414.007      53.055.812        56.066.952
Properti investasi                                                                                          -                -
Aset tetap                                                                      682.687.983      613.990.323      239.328.940     220.651.079       307.121.122
Aset hak guna                                                                                     62.531.520        3.832.851       3.826.429        16.964.411
Aset tidak berwujud                                                             500.955.773      375.622.993      239.419.749     110.348.195        36.761.135
Goodwill                                                                        701.815.473      701.815.473      648.036.713     649.164.208       649.164.208
Uang jaminan                                                                      4.354.815        3.689.135        1.757.820       2.416.222         2.489.197
Hak penggunaan atas aset                                                                                    -                -
Aset pajak tangguhan                                                              1.324.783        4.717.516       26.753.724       29.080.571        25.581.704
Total Aset Tidak Lancar                                                       2.184.736.219    2.099.588.120    1.599.526.739    1.591.034.660     1.628.999.913

Total Aset                                                                    3.616.163.065    3.493.702.857    3.691.477.101    3.593.872.042     3.113.102.390
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Lancar
Pinjaman bank jangka pendek                                                      10.043.120       65.972.114       58.122.340      50.538.098        58.409.213
Utang usaha
  Pihak berelasi                                                                  8.505.464      12.114.573        5.691.528        5.824.241
  Pihak ketiga                                                                  328.602.275     323.301.431      291.896.466      336.723.273       277.970.362

  Liabilitas kontrak                                                             88.894.246       17.447.646       11.272.664      16.581.292        10.572.038
 Utang lain-lain
   Pihak berelasi                                                                          -                -               -
  Pihak ketiga                                                                   19.107.043       15.983.160      13.515.367       16.031.293        52.992.973
 Utang pajak                                                                     80.236.407       62.531.520     304.333.276      544.149.673        15.518.704
 Biaya masih harus dibayar                                                       53.995.557       78.424.869      93.657.517      135.593.149       133.480.871
 Uang muka pelanggan                                                             11.228.965        7.225.184       5.794.196        7.186.845        15.643.267
 Utang dividen                                                                      264.710          260.014          13.528           10.527            10.743
 Liabilitas jangka panjang yang
   jatuh tempo dalam satu tahun
    - Pinjaman jangka panjang                                                    83.507.303       88.579.716       67.500.000      50.156.453        58.297.225
    - Liabilitas sewa pembiayaan                                                 11.236.123       20.939.427        1.001.063       4.411.235         7.870.164
    - Utang obligasi                                                             15.789.923       14.934.201       15.552.951      11.720.490       304.359.120
 Liabilitas lancar lainnya
 Liabilitas terkait langsung dengan aset tidak lancar yang
dimiliki untuk dijual                                                                                             267.413.000                        47.365.177
 Total Liabilitas Lancar                                                        711.411.136     707.713.855     1.135.763.896    1.178.926.569      982.489.857

Liabilitas Tidak Lancar
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi
  bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
   - Pinjaman jangka panjang                                                    267.742.958     251.453.384        81.568.303      91.225.010       105.528.870
   - Pinjaman yang dapat dikonversikan                                                                                              7.538.295        20.092.531
  - Liabilitas sewa pembiayaan                                                   25.676.760       30.004.937        2.651.336       1.401.770         8.450.249
  - Utang obligasi - bersih                                                   1.097.778.468    1.224.881.921    1.229.590.712     880.010.701       528.922.780
Utang jangka panjang - pihak ketiga                                                        -                -                -      8.160.737                  -
Provisi rehabilitasi tambang, penutupan tambang, dan pembongkaran                30.497.779       33.032.580       35.241.633      38.687.331        43.265.139
Uang muka                                                                                  -                -                -
Liabilitas pajak tangguhan                                                      227.785.162      156.335.479       88.590.083       25.127.407       12.253.706
Liabilitas kontinjensi                                                          161.913.154      164.476.468      206.269.350               -                  -
Imbalan kerja & liabilitas tidak lancar lainnya                                  47.583.430       58.506.839       28.088.123       22.620.259       34.961.808
Total Liabilitas Tidak Lancar                                                 1.858.977.711    1.918.691.608    1.671.999.540    1.074.771.510      753.475.083
TOTAL LIABILITAS                                                              2.570.388.847    2.626.405.463    2.807.763.436    2.253.698.079     1.735.964.940




                                   Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 78
                                                                                                                              Lampiran : A - 1 (2)

                                                  PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                                  LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI
                                                PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2019 SAMPAI 2023
                                                              (dalam US Dollar)

                                                                  31-Dec-19       31-Dec-20       31-Dec-21       31-Dec-22          31-Dec-23
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham
Modal dasar - 17.000 juta saham
Modal ditempatkan dan disetor -
  5.210.192.000 saham                                               56.892.154      56.892.154      56.892.154      56.892.154        56.892.154
Tambahan modal disetor                                             253.826.135     253.826.135     253.826.135     253.826.135       253.826.135
Komponen ekuitas lainnya                                            27.779.765      14.283.807      34.379.226      (9.596.528)      (12.469.090)
Selisih transaksi restrukturisasi entitas
  sepengendali                                                                                -               -
 Saldo laba
 Dicadangkan                                                         5.312.496       5.312.496       5.312.496        5.312.496        11.378.431
 Tidak dicadangkan                                                 506.862.251     355.269.018     412.988.522      882.849.440       923.214.754
Jumlah Ekuitas yang diatribusikan untuk induk                      850.672.801     685.583.610     763.398.533    1.189.283.697     1.232.842.384
 Kepentingan non pengendali                                        195.101.417     181.713.784     120.315.132      150.890.266       144.295.066
Total Ekuitas                                                    1.045.774.218     867.297.394     883.713.665    1.340.173.963     1.377.137.450

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                     3.616.163.065    3.493.702.857   3.691.477.101   3.593.872.042     3.113.102.390




                               Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 79
                                                                                                                                       Lampiran : A - 2

                                                  PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
                                               PERHITUNGAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASI
                                        UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2019 SAMPAI 2023
                                                                (dalam US Dollar)

                                                                       2019            2020             2021             2022               2023

PENDAPATAN
Penjualan bersih                                                   2.782.676.420    2.077.212.345    3.069.161.119    4.334.910.725      3.026.839.190
                                                                   2.782.676.420    2.077.212.345    3.069.161.119    4.334.910.725      3.026.839.190
BEBAN POKOK PENJUALAN
Beban pokok penjualan                                              2.355.974.951    1.823.333.756    2.151.039.318    2.884.098.670      2.474.863.205
                                                                   2.355.974.951    1.823.333.756    2.151.039.318    2.884.098.670      2.474.863.205

LABA (RUGI) KOTOR                                                    426.701.469     253.878.589      918.121.801     1.450.812.055        551.975.985

BEBAN USAHA                                                          137.177.141     138.020.163      145.401.075      240.725.758         239.780.249

LABA (RUGI) USAHA                                                    289.524.328     115.858.426      772.720.726     1.210.086.297        312.195.736

PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
- Bagian laba bersih entitas asosiasi dan
  pengendalian bersama entitas                                        30.040.929       32.623.747       27.880.564       31.174.667         22.876.701
- Pendapatan investasi                                                16.100.236       11.423.964        4.270.293        9.302.646         20.195.064
- Beban keuangan                                                    (109.475.702)    (119.509.218)    (104.860.082)    (103.531.626)       (85.551.070)
- Penurunan nilai aset                                                (2.965.737)      (5.991.508)                -
- Amortisasi dan penurunan nilai aset tidak berwujud                (135.671.308)    (135.626.774)    (135.946.869)    (136.071.528)       (37.635.675)
- Beban pajak final                                                  (19.694.805)      (9.179.477)      (6.774.116)      (8.875.640)
- Keuntungan dari revaluasi                                                     -                -                -
- Lain-lain - bersih                                                 (13.723.242)      11.223.654      (55.183.032)       8.252.412          6.349.878
                                                                    (235.389.629)    (215.035.612)    (270.613.242)    (199.749.069)       (73.765.102)

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                                             54.134.699      (99.177.186)    502.107.484     1.010.337.228        238.430.634

Beban pajak                                                          (49.142.265)      (4.270.588)    (294.689.659)    (499.561.131)       (87.387.543)

LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN
DARI OPERASI YANG DILANJUTKAN                                          4.992.434     (103.447.774)    207.417.825      510.776.097         151.043.091

LABA (RUGI) DARI OPERASI YANG DIHENTIKAN                                                        -     (144.101.228)               -                  -

LABA (RUGI)TAHUN BERJALAN                                              4.992.434     (103.447.774)     63.316.597      510.776.097         151.043.091

LABA (RUGI) YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
 Pemilik entitas induk                                               (18.160.152)    (117.542.428)     57.719.504      452.676.558         119.683.800
 Kepentingan non-pengendali                                           23.152.586       14.094.654       5.597.092       58.099.539          31.359.291
 Jumlah                                                                4.992.434     (103.447.774)     63.316.596      510.776.097         151.043.091




                                  Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 80
                                                                                                                                                                           Lampiran : A - 3

                                                                   PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                                              PROYEKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI
                                                           PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2024 SAMPAI 31 DESEMBER 2029
                                                                KONDISI TIDAK MELAKUKAN RENCANA TRANSAKSI
                                                                                   (dalam US Dollar)

                                                                  31-Dec-23        31-Dec-24           31-Dec-25        31-Dec-26        31-Dec-27        31-Dec-28           31-Dec-29
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                                 449.204.420      711.428.664         113.900.466      426.857.112      510.829.394      632.087.243         874.434.106
Aset keuangan lainnya                                              133.654.475       21.914.462          21.914.462       21.914.462       21.914.462       21.914.462          21.912.664
Piutang usaha                                                      343.610.145      249.383.249         238.891.582      261.666.978      289.967.048      308.954.137         312.038.418
Aset kontrak                                                        19.506.377                 -                   -                -                -                -                   -
Persediaan                                                          51.339.007       39.709.116          49.801.190       58.708.885       77.402.900       91.370.451          91.954.201
Aset lancar lainnya                                                486.788.053      199.577.836         175.600.529       74.998.688      136.166.500      132.678.685         144.683.064
Total Aset Lancar                                                 1.484.102.477    1.222.013.327        600.108.228      844.146.125     1.036.280.305    1.187.004.979      1.445.022.453
Aset Tidak Lancar
Aset keuangan tidak lancar lainnya                                 113.457.446      111.100.865         111.100.865      111.100.865      111.100.865      111.100.865         111.100.865
Piutang lain-lain setelah dikurangi bagian
  yang jatuh tempo dalam satu tahun                                  25.454.737                -                   -                -                -               0                    -
 Klaim pengembalian pajak                                            23.526.588                -                   -                -                -                -                   -
 Aset eksplorasi dan evaluasi                                       102.123.524      21.860.690          21.029.555       20.648.420       20.267.284       22.059.151          16.955.014
 Properti pertambangan                                                5.707.631     158.169.845         176.017.609      170.973.387      163.122.146      150.766.765         147.878.782
 Aktivitas pengupasan lapisan tanah                                            -
Beban tangguhan                                                                -        324.926             324.926          324.926          324.926          324.926             324.926
Investasi pada entitas asosiasi dan pengendalian bersama            264.581.258     343.125.966         362.569.185      383.050.054      411.451.848      426.608.356         423.386.114
Properti investasi                                                             -
Aset tetap                                                          307.121.122      455.800.223         520.464.145      496.400.237      478.063.777      444.989.424        439.082.224
Aset hak guna                                                        16.964.411        5.889.808           5.889.808        5.889.808        5.889.808        5.889.808          5.889.808
Aset tidak berwujud                                                  36.761.135       39.666.230          38.834.205       38.002.179       37.170.154       36.338.129         35.358.817
Goodwill                                                            649.164.208      649.164.208         649.164.208      649.164.208      649.164.208      649.164.208        649.164.208
Uang muka dan aset tidak lancar lainnya                              84.137.853      604.651.905         626.071.029      505.348.273      558.115.827      555.435.393        564.439.451
Total Aset Tidak Lancar                                           1.628.999.913    2.389.754.666       2.511.465.535    2.380.902.358    2.434.670.845    2.402.677.027      2.393.580.210

Total Aset                                                        3.113.102.390    3.611.767.994       3.111.573.764    3.225.048.483    3.470.951.150    3.589.682.005      3.838.602.663
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Lancar
Utang bank                                                          58.409.213       37.231.260          72.257.023       63.187.458       59.181.422       53.240.550          53.240.550
Utang usaha                                                        277.970.362      296.012.513         293.168.433      333.852.605      368.350.392      391.256.023         395.023.910
Selisih tagihan kemajuan kontrak diatas
 estimasi pendapatan                                                10.572.038        32.780.847         27.339.326       35.718.649       39.430.955       42.956.809          42.956.809
Utang lain-lain                                                     52.992.973
Utang pajak                                                         15.518.704       16.640.015          15.631.077       18.891.769       21.375.385       24.100.169          24.114.033
Biaya masih harus dibayar                                          133.480.871       91.223.617          84.456.552      108.859.723      119.219.616      128.834.496         128.829.147
Liabilitas sewa pembiayaan                                           7.870.164        1.280.391           1.280.391        1.280.391        1.280.391        1.280.391           1.280.391
Liabilitas lancar lainnya                                          425.675.532      322.316.800         253.569.693      182.036.602      230.074.889      234.312.689         213.172.128
Total Liabilitas Lancar                                            982.489.857      797.485.442         747.702.495      743.827.197      838.913.050      875.981.127         858.616.967

Liabilitas Tidak Lancar
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi
  bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
   - Pinjaman jangka panjang                                       125.621.401       631.821.151        568.146.628      595.107.903      412.451.024      225.938.016         165.938.016
  - Liabilitas sewa pembiayaan                                       8.450.249           302.918            271.781          240.645          240.645          240.645             240.645
  - Utang obligasi - bersih                                        528.922.780       529.288.399           (876.666)        (340.000)                1               1                   1
Utang jangka panjang - pihak ketiga                                           -                 -                  -               (0)              (0)              0                   0
Imbalan kerja & liabilitas tidak lancar lainnya                     90.480.653       285.461.979        258.656.135      123.187.788      168.938.689      174.295.665         140.942.900
Total Liabilitas Tidak Lancar                                      753.475.083     1.446.874.447        826.197.878      718.196.336      581.630.358      400.474.326         307.121.561
TOTAL LIABILITAS                                                  1.735.964.940    2.244.359.889       1.573.900.373    1.462.023.533    1.420.543.408    1.276.455.453      1.165.738.528

EKUITAS
Modal ditempatkan dan disetor penuh                                  56.892.154       56.892.154          56.892.154       56.892.154       56.892.154       56.892.154         56.892.154
Tambahan modal disetor                                              253.826.135      253.826.135         253.826.135      253.826.135      253.826.135      253.826.135        253.826.135
Komponen ekuitas lainnya                                            (12.469.090)     (12.469.090)        (12.469.090)     (12.469.090)     (12.469.090)     (12.469.090)       (12.469.090)
Saldo laba                                                          934.593.185    1.009.865.016       1.171.688.432    1.405.978.816    1.693.213.552    1.954.507.704      2.313.223.144
Jumlah Ekuitas yang diatribusikan untuk induk                     1.232.842.384    1.308.114.215       1.469.937.631    1.704.228.015    1.991.462.751    2.252.756.903      2.611.472.343
 Kepentingan non pengendali                                         144.295.066       59.293.890          67.735.760       58.796.935       58.944.991       60.469.649         61.391.791
Total Ekuitas                                                     1.377.137.450    1.367.408.105       1.537.673.391    1.763.024.950    2.050.407.742    2.313.226.552      2.672.864.134
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS                                                           3.113.102.390    3.611.767.994       3.111.573.764    3.225.048.483    3.470.951.150    3.589.682.005      3.838.602.663




                                                  Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 81
                                                                                                                                                                       Lampiran : A - 4

                                                            PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
                                                    PROYEKSI PERHITUNGAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASI
                                            UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2024 SAMPAI 31 DESEMBER 2029
                                                              KONDISI MELAKUKAN RENCANA TRANSAKSI
                                                                               (dalam US Dollar)


                                                                 2023            2024                2025             2026             2027             2028                2029

PENDAPATAN                                                               -1%            -10%                 11%              13%               7%               6%                 1%
Penjualan bersih                                              3.026.839.190    2.718.376.702       3.005.541.806    3.408.710.802    3.661.321.490    3.875.742.040      3.910.474.697
                                                              3.026.839.190    2.718.376.702       3.005.541.806    3.408.710.802    3.661.321.490    3.875.742.040      3.910.474.697
BEBAN POKOK PENJUALAN
Beban pokok penjualan                                         2.474.863.205    2.380.468.676       2.441.269.763    2.806.542.418    3.013.719.962    3.187.636.113      3.191.007.422
                                                              2.474.863.205    2.380.468.676       2.441.269.763    2.806.542.418    3.013.719.962    3.187.636.113      3.191.007.422
                                                                        82%              88%                 81%              82%              82%              82%                82%
LABA (RUGI) KOTOR                                               551.975.985      337.908.025         564.272.043      602.168.384      647.601.528      688.105.927        719.467.274

BEBAN USAHA                                                    239.780.249      179.579.825         184.208.058      197.161.268      214.191.417      230.755.746         232.206.190
                                                                        8%               7%                  6%               6%               6%               6%                  6%
LABA (RUGI) USAHA                                              312.195.736      158.328.200         380.063.985      405.007.116      433.410.112      457.350.181         487.261.085
                                                                       10%               6%                 13%              12%              12%              12%                 12%
PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
- Bagian laba bersih entitas asosiasi dan
   pengendalian bersama entitas                                  22.876.701       14.370.978          23.776.488       30.311.707       40.689.402       47.042.805         47.318.629
- Pendapatan bunga                                               20.195.064          918.053             804.769          377.468          412.953           54.065            350.216
- Beban keuangan                                                (85.551.070)     (91.304.496)        (92.191.949)     (34.802.332)     (33.231.041)     (20.689.508)       (15.660.709)
- Penurunan nilai aset                                                     -
- Amortisasi dan penurunan nilai aset tidak berwujud            (37.635.675)       (832.025)           (832.025)        (832.025)        (832.025)        (832.025)           (832.025)
- Beban pajak final                                                        -
- Keuntungan dari revaluasi                                                -
- Lain-lain - bersih                                              6.349.878        5.943.564            (109.014)        (104.546)       (102.001)        (102.167)           (259.051)
                                                                (73.765.102)     (70.903.926)        (68.551.731)      (5.049.727)      6.937.289       25.473.169          30.917.061

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                                      238.430.634       87.424.275         311.512.254      399.957.389      440.347.401      482.823.351         518.178.145

Manfaat / (Beban) pajak                                         (87.387.543)     (65.415.282)      (121.922.719)    (115.315.337)    (120.510.775)    (121.715.138)       (122.924.161)

LABA (RUGI) SEBELUM KEPENTINGAN
  NON-PENGENDALI                                               151.043.091       22.008.993         189.589.535      284.642.052      319.836.625      361.108.213         395.253.984

LABA (RUGI) DARI OPERASI YANG DIHENTIKAN                                  -      12.595.296                    -                -                -                -                  -

LABA (RUGI)TAHUN BERJALAN                                      151.043.091       34.604.289         189.589.535      284.642.052      319.836.625      361.108.213         395.253.984

Kepentingan Non-pengendali                                      31.359.291       21.798.160          34.467.145       31.474.264       31.793.919       34.756.187          34.919.048

LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN                              119.683.800       12.806.129         155.122.389      253.167.788      288.042.706      326.352.026         360.334.936




                                             Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 82
                                                                                                                    Lampiran : A - 5

                                        PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
                              ARUS KAS BERSIH (NCF) DAN NILAI KINI ARUS KAS BERSIH (PV NCF)
                                     KONDISI TIDAK MELAKUKAN RENCANA TRANSAKSI
                                                           (dalam US Dolar)


      Keterangan                          2024            2025           2026           2027           2028              2029


Proyeksi Laba Bersih                    12.806.129     155.122.389     253.167.788    288.042.706    326.352.026       360.334.936

Ditambah :
Penyusutan dan amortisasi               53.951.695      70.942.085     100.326.136    107.913.096    105.800.041        71.060.336
Beban bunga setelah pajak               71.217.507      71.909.720      27.145.819     25.920.212     16.137.816        12.215.353

Dikurangi :
Perubahan Modal Kerja
(diluar kas dan setara kas)             339.308.978     (25.406.046)    65.043.451    (13.076.044)     7.601.252        (33.034.771)
Capex                                  (189.202.752)   (134.773.983)   (75.430.203)   (88.744.611)   (71.893.664)       (64.321.111)


Arus Kas Bersih (NCF)                  288.081.557     137.794.167     370.252.991    320.055.358    383.997.471       346.254.744

Discount Factor @             7,89%       0,926850        0,859052       0,796213       0,737970       0,683988           0,633955

                                       267.008.532     118.372.332     294.800.102    236.191.269    262.649.626       219.509.762

Nilai kini Arus Kas Bersih (PV NCF) per 31 Desember 2023                                                              1.398.531.623




                                Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 83
                                                                                    Lampiran : A - 6

                     PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         PERHITUNGAN DISCOUNT FACTOR

Cost Of Equity = (Tingkat bunga tanpa resiko- Default Spread) + beta x
(Equity risk premium)                                                  =                  8,51%



WACC                                                                           =          7,89%


WE                                                                             =         82,10%
WD                                                                             =         17,90%


Total Modal dan Hutang                                                         =        100,00%

Tingkat bunga bank - kredit investasi bank pemerintah                          =          6,73%
Equity risk premium                                                            =          7,38%
Default spread                                                                 =          2,07%
Tingkat bunga tanpa resiko berdasarkan
yield obligasi Pemerintah untuk 30 tahun - US Dollar                           =          4,99%
Beta                                                                           =           0,76




                     Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 84
           LAMPIRAN B
LAMPIRAN PERHITUNGAN DENGAN KONDISI
    MELAKUKAN RENCANA TRANSAKSI
Page 85
                                                                                                                                                    Lampiran : B - 1 (1)

                                                                        PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                                                        LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI
                                                                      PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2019 SAMPAI 2023
                                                                                    (dalam US Dollar)

                                                                                                                                                          31/12/2023
                                                                                      31-Dec-19         31-Dec-20       31-Dec-21       31-Dec-22       (PROFORMA)
ASET
Aset Lancar
 Kas dan setara kas                                                                     568.633.705      651.193.109     867.404.826    1.155.539.134       406.659.375
 Aset keuangan lainnya                                                                   56.824.861       57.163.835      55.124.177       25.367.386       149.382.475
 Piutang usaha
  Pihak berelasi                                                                         56.237.829      101.557.056      74.610.819      71.860.522         80.612.755
  Pihak ketiga                                                                          456.726.904      360.796.718     411.219.647     462.464.072        262.997.390

 Aset kontrak                                                                             5.745.976        1.692.846       1.798.930       4.919.983         19.506.377
 Piutang lain-lain yang jatuh tempo dalam satu tahun
  Pihak berelasi                                                                             29.826       16.661.810               -       2.621.962                  -
  Pihak ketiga                                                                           33.560.282       27.364.504      31.335.968      26.397.403         32.361.553
 Aset derivatif                                                                             771.444           70.200               -               -
 Persediaan                                                                              48.158.284       41.756.773      43.740.074      60.591.597         51.339.007
 Pajak dibayar dimuka                                                                    62.560.132       60.397.196      20.803.881      23.586.535         72.734.833
 Aset lancar lainnya                                                                    142.177.603       75.460.690     137.685.266     169.488.788        117.678.667
 Aset dimiliki untuk dijual                                                                       -                -     448.226.774               -        264.002.477
Total Aset Lancar                                                                     1.431.426.846     1.394.114.737   2.091.950.362   2.002.837.382     1.457.274.909
Aset Tidak Lancar
Aset keuangan tidak lancar lainnya                                                       77.533.078       83.715.728      63.981.345      76.536.252        113.457.446
Piutang lain-lain setelah dikurangi bagian
 yang jatuh tempo dalam satu tahun
   Pihak berelasi                                                                        11.767.152       10.405.449      10.213.675      20.585.854         20.375.957
   Pihak ketiga                                                                             423.374       10.031.180       8.788.667      20.654.542          5.078.780
Klaim pengembalian pajak                                                                 21.625.283        9.883.327      66.769.765      25.576.353         23.526.588
Aset eksplorasi dan evaluasi                                                                                              90.714.559     104.711.711        102.123.524
Properti pertambangan                                                                                                     11.303.291      29.903.659          5.707.631
Aktivitas pengupasan lapisan tanah                                                                                         7.013.261       2.894.709                  -
Beban tangguhan                                                                          22.535.650        25.880.163
Investasi pada entitas asosiasi                                                         118.021.775       159.001.882     138.198.372    241.629.064        264.581.258
Investasi pada pengendalian bersama entitas                                                       -                 -               -
Uang muka dan aset tidak lancar lainnya                                                  41.691.080        38.303.431      43.414.007     53.055.812         56.066.952
Properti investasi                                                                                                  -               -
Aset tetap                                                                              682.687.983       613.990.323     239.328.940    220.651.079        307.121.122
Aset hak guna                                                                                              62.531.520       3.832.851      3.826.429         16.964.411
Aset tidak berwujud                                                                     500.955.773       375.622.993     239.419.749    110.348.195         36.761.135
Goodwill                                                                                701.815.473       701.815.473     648.036.713    649.164.208        649.164.208
Uang jaminan                                                                              4.354.815         3.689.135       1.757.820      2.416.222          2.489.197
 Aset tidak lancar lainnya                                                                                          -               -                                 -
Aset pajak tangguhan                                                                      1.324.783         4.717.516      26.753.724      29.080.571        25.581.704
Total Aset Tidak Lancar                                                               2.184.736.219     2.099.588.120   1.599.526.739   1.591.034.660     1.628.999.913

Total Aset                                                                            3.616.163.065     3.493.702.857   3.691.477.101   3.593.872.042     3.086.274.822
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Lancar
Pinjaman bank jangka pendek                                                              10.043.120       65.972.114      58.122.340      50.538.098         58.409.213
Utang usaha
  Pihak berelasi                                                                          8.505.464       12.114.573       5.691.528       5.824.241          4.077.079
  Pihak ketiga                                                                          328.602.275      323.301.431     291.896.466     336.723.273        273.893.283

  Liabilitas kontrak                                                                     88.894.246       17.447.646      11.272.664      16.581.292         10.572.038
 Utang lain-lain
   Pihak berelasi                                                                                 -                -               -
   Pihak ketiga                                                                          19.107.043       15.983.160      13.515.367      16.031.293         52.992.973
 Utang pajak                                                                             80.236.407       62.531.520     304.333.276     544.149.673         15.518.704
 Biaya masih harus dibayar                                                               53.995.557       78.424.869      93.657.517     135.593.149        133.480.871
 Uang muka pelanggan                                                                     11.228.965        7.225.184       5.794.196       7.186.845         15.643.267
 Utang dividen                                                                              264.710          260.014          13.528          10.527             10.743
 Liabilitas jangka panjang yang
   jatuh tempo dalam satu tahun
    - Pinjaman jangka panjang                                                            83.507.303       88.579.716      67.500.000      50.156.453         58.297.225
    - Liabilitas sewa pembiayaan                                                         11.236.123       20.939.427       1.001.063       4.411.235          7.870.164
    - Utang obligasi                                                                     15.789.923       14.934.201      15.552.951      11.720.490        297.343.400
 Liabilitas lancar lainnya
 Liabilitas terkait langsung dengan aset tidak lancar yang dimiliki
untuk dijual                                                                                                              267.413.000                        47.365.177
 Total Liabilitas Lancar                                                                711.411.136      707.713.855    1.135.763.896   1.178.926.569       975.474.137

Liabilitas Tidak Lancar
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi
  bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
   - Pinjaman jangka panjang                                                            267.742.958      251.453.384      81.568.303      91.225.010        105.528.870
   - Pinjaman yang dapat dikonversikan                                                                                                     7.538.295         20.092.531
  - Liabilitas sewa pembiayaan                                                           25.676.760        30.004.937       2.651.336      1.401.770          8.450.249
  - Utang obligasi - bersih                                                           1.097.778.468     1.224.881.921   1.229.590.712    880.010.701        538.554.509
Utang jangka panjang - pihak ketiga                                                               -                 -               -      8.160.737            439.668
Provisi rehabilitasi tambang, penutupan tambang, dan pembongkaran                        30.497.779        33.032.580      35.241.633     38.687.331         43.265.139
Uang muka                                                                                         -                 -               -
Liabilitas pajak tangguhan                                                              227.785.162       156.335.479      88.590.083      25.127.407        12.253.706
Liabilitas kontinjensi                                                                  161.913.154       164.476.468     206.269.350             -
Imbalan kerja & liabilitas tidak lancar lainnya                                          47.583.430        58.506.839      28.088.123      22.620.259        34.522.140
Total Liabilitas Tidak Lancar                                                         1.858.977.711     1.918.691.608   1.671.999.540   1.074.771.510       763.106.812
TOTAL LIABILITAS                                                                      2.570.388.847     2.626.405.463   2.807.763.436   2.253.698.079     1.738.580.948




                                       Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 86
                                                                                                                               Lampiran : B - 1 (2)

                                                   PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                                   LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI
                                                 PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2019 SAMPAI 2023
                                                               (dalam US Dollar)

                                                                                                                                     31/12/2023
                                                                 31-Dec-19         31-Dec-20       31-Dec-21       31-Dec-22       (PROFORMA)
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham
Modal dasar - 17.000 juta saham
Modal ditempatkan dan disetor -
  5.210.192.000 saham                                               56.892.154       56.892.154      56.892.154      56.892.154         56.892.154
Tambahan modal disetor                                             253.826.135      253.826.135     253.826.135     253.826.135        253.826.135
Komponen ekuitas lainnya                                            27.779.765       14.283.807      34.379.226      (9.596.528)       (12.469.090)
Selisih transaksi restrukturisasi entitas
  sepengendali                                                                                 -               -
 Saldo laba
 Dicadangkan                                                         5.312.496        5.312.496       5.312.496        5.312.496        11.378.431
 Tidak dicadangkan                                                 506.862.251      355.269.018     412.988.522      882.849.440       893.771.178
Jumlah Ekuitas yang diatribusikan untuk induk                      850.672.801      685.583.610     763.398.533    1.189.283.697     1.203.398.808
 Kepentingan non pengendali                                        195.101.417      181.713.784     120.315.132      150.890.266       144.295.066
Total Ekuitas                                                    1.045.774.218      867.297.394     883.713.665    1.340.173.963     1.347.693.874

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                     3.616.163.065     3.493.702.857   3.691.477.101   3.593.872.042     3.086.274.822




                                  Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 87
                                                                                                                                             Lampiran : B - 2

                                                        PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
                                                     PERHITUNGAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASI
                                              UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2019 SAMPAI 2023
                                                                       (dalam US Dollar)

                                                                            2019             2020             2021             2022               2023

PENDAPATAN
Penjualan bersih                                                         2.782.676.420     2.077.212.345    3.069.161.119    4.334.910.725      3.026.839.190
                                                                         2.782.676.420     2.077.212.345    3.069.161.119    4.334.910.725      3.026.839.190
BEBAN POKOK PENJUALAN
Beban pokok penjualan                                                    2.355.974.951     1.823.333.756    2.151.039.318    2.884.098.670      2.474.863.205
                                                                         2.355.974.951     1.823.333.756    2.151.039.318    2.884.098.670      2.474.863.205

LABA (RUGI) KOTOR                                                          426.701.469      253.878.589      918.121.801     1.450.812.055       551.975.985

BEBAN USAHA                                                                137.177.141      138.020.163      145.401.075      240.725.758        239.780.249

LABA (RUGI) USAHA                                                          289.524.328      115.858.426      772.720.726     1.210.086.297       312.195.736

PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
- Bagian laba bersih entitas asosiasi dan
  pengendalian bersama entitas                                              30.040.929       32.623.747       27.880.564       31.174.667          22.876.701
- Pendapatan investasi                                                      16.100.236       11.423.964        4.270.293        9.302.646          20.605.090
- Beban keuangan                                                          (109.475.702)    (119.509.218)    (104.860.082)    (103.531.626)       (115.404.672)
- Penurunan nilai aset                                                      (2.965.737)      (5.991.508)               -
- Amortisasi dan penurunan nilai aset tidak berwujud                      (135.671.308)    (135.626.774)    (135.946.869)    (136.071.528)        (37.635.675)
- Beban pajak final                                                        (19.694.805)      (9.179.477)      (6.774.116)      (8.875.640)
- Keuntungan dari revaluasi                                                          -                -                -
- Lain-lain - bersih                                                       (13.723.242)      11.223.654      (55.183.032)       8.252.412           6.349.878
                                                                          (235.389.629)    (215.035.612)    (270.613.242)    (199.749.069)       (103.208.678)

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                                                   54.134.699       (99.177.186)    502.107.484     1.010.337.228       208.987.058

Beban pajak                                                                (49.142.265)       (4.270.588)   (294.689.659)    (499.561.131)        (87.387.543)

LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN
DARI OPERASI YANG DILANJUTKAN                                                4.992.434     (103.447.774)     207.417.825      510.776.097        121.599.515

LABA (RUGI) DARI OPERASI YANG DIHENTIKAN                                                               -     (144.101.228)               -                  -

LABA (RUGI)TAHUN BERJALAN                                                    4.992.434     (103.447.774)      63.316.597      510.776.097        121.599.515

LABA (RUGI) YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
 Pemilik entitas induk                                                     (18.160.152)    (117.542.428)      57.719.504      452.676.558         90.240.224
 Kepentingan non-pengendali                                                 23.152.586       14.094.654        5.597.092       58.099.539         31.359.291
 Jumlah                                                                      4.992.434     (103.447.774)      63.316.596      510.776.097        121.599.515




                                     Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 88
                                                                                                                                                                              Lampiran : B - 3

                                                                   PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                                              PROYEKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI
                                                           PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2024 SAMPAI 31 DESEMBER 2029
                                                                  KONDISI MELAKUKAN RENCANA TRANSAKSI
                                                                                    (dalam US Dollar)

                                                                   31/12/2023
                                                                 (PROFORMA)         31-Dec-24           31-Dec-25        31-Dec-26         31-Dec-27         31-Dec-28           31-Dec-29
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                                  406.659.375      720.962.088         574.688.508      784.366.295       850.964.324       962.475.134         756.773.459
Aset keuangan lainnya                                               149.382.475       21.914.462          21.914.462       21.914.462        21.914.462        21.914.462          21.912.664
Piutang usaha                                                       343.610.145      245.206.734         234.952.237      259.320.064       289.788.234       311.543.333         318.126.724
Aset kontrak                                                         19.506.377                 -                   -                -                 -                 -                   -
Persediaan                                                           51.339.007       39.709.116          49.801.190       58.708.885        77.402.900        91.370.451          91.954.201
Aset lancar lainnya                                                 486.777.530      193.785.398         184.601.349       76.919.541       138.181.853       134.694.037         142.122.335
Total Aset Lancar                                                  1.457.274.909    1.221.577.799       1.065.957.746    1.201.229.246     1.378.251.774     1.521.997.417      1.330.889.382
Aset Tidak Lancar
Aset keuangan tidak lancar lainnya                                  113.457.446      112.903.489         112.903.489      112.903.489       112.903.489       112.903.489         112.903.489
Piutang lain-lain setelah dikurangi bagian
  yang jatuh tempo dalam satu tahun                                   25.454.737                -                   -                -                 -                0                    -
 Klaim pengembalian pajak                                             23.526.588                -                   -                -                 -                 -                   -
 Aset eksplorasi dan evaluasi                                        102.123.524      21.860.690          21.029.555       20.648.420        20.267.284        22.059.151          16.955.014
 Properti pertambangan                                                 5.707.631     158.169.845         176.017.609      170.973.387       163.122.146       150.766.765         147.878.782
 Aktivitas pengupasan lapisan tanah                                             -
Beban tangguhan                                                                 -        324.926             324.926          324.926           324.926           324.926             324.926
Investasi pada entitas asosiasi dan pengendalian bersama             264.581.258     343.125.966         362.569.185      383.050.054       411.451.848       426.608.356         423.386.114
Properti investasi                                                              -
Aset tetap                                                           307.121.122      468.067.626         587.978.875      554.019.650       526.144.024       483.474.355        467.871.838
Aset hak guna                                                         16.964.411        5.889.808           5.889.808        5.889.808         5.889.808         5.889.808          5.889.808
Aset tidak berwujud                                                   36.761.135       39.666.230          38.834.205       38.002.179        37.170.154        36.338.129         35.358.817
Goodwill                                                             649.164.208      649.132.425         649.132.425      649.132.425       649.132.425       649.132.425        649.132.425
Uang muka dan aset tidak lancar lainnya                               84.137.853      598.859.466         635.071.849      507.269.125       560.131.180       557.450.745        561.878.722
Total Aset Tidak Lancar                                            1.628.999.913    2.398.000.473       2.589.751.927    2.442.213.465     2.486.537.286     2.444.948.151      2.421.579.936

Total Aset                                                         3.086.274.822    3.619.578.271       3.655.709.673    3.643.442.711     3.864.789.059     3.966.945.569      3.752.469.318
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Lancar
Utang bank                                                           58.409.213       37.231.260          22.257.023       13.187.458         9.181.422         3.240.550           3.240.550
Utang usaha                                                         277.970.362      296.242.033         294.153.528      335.417.152       370.494.391       393.979.474         398.326.813
Selisih tagihan kemajuan kontrak diatas
 estimasi pendapatan                                                 10.572.038        32.780.847          27.339.326       35.718.649        39.430.955       42.956.809          42.956.809
Utang lain-lain                                                      52.992.973
Utang pajak                                                          15.518.704       16.640.015          15.631.077       18.891.769        21.375.385        24.100.169          24.114.033
Biaya masih harus dibayar                                           133.480.871       91.223.617          84.456.552      108.859.723       119.219.616       128.834.496         128.829.147
Liabilitas sewa pembiayaan                                            7.870.164        1.280.391           1.280.391        1.280.391         1.280.391         1.280.391           1.280.391
Liabilitas lancar lainnya                                           418.659.812      317.772.249         292.193.039      184.777.779       232.211.729       235.845.193         205.982.540
Total Liabilitas Lancar                                             975.474.137      793.170.411         737.310.936      698.132.919       793.193.889       830.237.082         804.730.282

Liabilitas Tidak Lancar
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi
  bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
   - Pinjaman jangka panjang                                        125.621.401      642.903.873         629.890.427      651.307.348       457.561.760       249.771.336         144.516.503
  - Liabilitas sewa pembiayaan                                        8.450.249          302.918             271.781          240.645           240.645           240.645             240.645
  - Utang obligasi - bersih                                         538.554.509      537.608.160         448.267.386      450.587.702       452.541.351       454.495.001                   1
      - Utang obligasi jatuh tempo 2024                                                         -                   -                -                 -                 -                   -
      - Utang obligasi jatuh tempo 2025                                               93.733.001                   0                0                 1                 1                   1
      - Utang obligasi jatuh tempo 2029                                              454.965.000         454.965.000      454.965.000       454.965.000       454.965.000                    -
      - Utang obligasi jatuh tempo 2030                                                         -                   -                -                 -                 -                   -
      - Biaya emisi obligasi                                                         (11.089.841)         (6.697.614)      (4.377.299)       (2.423.649)         (470.000)                   -
      Total utang obligasi - bersih
Utang jangka panjang - pihak ketiga                                     439.668                  -                   -               (0)               (0)              0                   0
Imbalan kerja & liabilitas tidak lancar lainnya                      90.040.985       280.917.429         297.279.481      125.928.964       171.075.529      175.828.169         133.753.311
Total Liabilitas Tidak Lancar                                       763.106.812     1.461.732.379       1.375.709.074    1.228.064.658     1.081.419.285      880.335.150         278.510.459
TOTAL LIABILITAS                                                   1.738.580.948    2.254.902.790       2.113.020.010    1.926.197.577     1.874.613.174     1.710.572.232      1.083.240.741

EKUITAS
Modal ditempatkan dan disetor penuh                                   56.892.154       56.892.154          56.892.154       56.892.154        56.892.154        56.892.154         56.892.154
Tambahan modal disetor                                               253.826.135      253.826.135         253.826.135      253.826.135       253.826.135       253.826.135        253.826.135
Komponen ekuitas lainnya                                             (12.469.090)     (12.469.090)        (12.469.090)     (12.469.090)      (12.469.090)      (12.469.090)       (12.469.090)
Saldo laba                                                           905.149.609    1.007.207.838       1.176.931.043    1.360.576.231     1.633.509.820     1.898.333.505      2.310.266.604
Jumlah Ekuitas yang diatribusikan untuk induk                      1.203.398.808    1.305.457.037       1.475.180.242    1.658.825.430     1.931.759.019     2.196.582.704      2.608.515.803
 Kepentingan non pengendali                                          144.295.066       59.218.444          67.509.421       58.419.704        58.416.867        59.790.633         60.712.774
Total Ekuitas                                                      1.347.693.874    1.364.675.481       1.542.689.663    1.717.245.133     1.990.175.886     2.256.373.337      2.669.228.577
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS                                                            3.086.274.822    3.619.578.271       3.655.709.673    3.643.442.711     3.864.789.059     3.966.945.569      3.752.469.318




                                                  Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 89
                                                                                                                                                                        Lampiran : B - 4

                                                             PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
                                                     PROYEKSI PERHITUNGAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASI
                                             UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2024 SAMPAI 31 DESEMBER 2029
                                                               KONDISI MELAKUKAN RENCANA TRANSAKSI
                                                                                (dalam US Dollar)


                                                                 2023              2024               2025             2026             2027             2028                2029

PENDAPATAN                                                                -1%            -10%                 11%              14%               8%               7%                 2%
Penjualan bersih                                               3.026.839.190    2.721.291.520       3.011.342.200    3.433.885.777    3.712.875.015    3.960.973.012      4.038.278.166
                                                               3.026.839.190    2.721.291.520       3.011.342.200    3.433.885.777    3.712.875.015    3.960.973.012      4.038.278.166
BEBAN POKOK PENJUALAN
Beban pokok penjualan                                          2.474.863.205    2.383.261.163       2.453.255.080    2.825.577.735    3.039.805.278    3.220.771.429      3.231.192.739
                                                               2.474.863.205    2.383.261.163       2.453.255.080    2.825.577.735    3.039.805.278    3.220.771.429      3.231.192.739
                                                                         82%              88%                 81%              82%              82%              81%                80%
LABA (RUGI) KOTOR                                                551.975.985      338.030.358         558.087.120      608.308.043      673.069.737      740.201.583        807.085.427

BEBAN USAHA                                                     239.780.249      179.579.825         184.208.058      197.161.268      214.191.417      230.755.746         232.206.190
                                                                         8%               7%                  6%               6%               6%               6%                  6%
LABA (RUGI) USAHA                                               312.195.736      158.450.533         373.879.063      411.146.775      458.878.320      509.445.837         574.879.238
                                                                        10%               6%                 12%              12%              12%              13%                 14%
PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
- Bagian laba bersih entitas asosiasi dan
   pengendalian bersama entitas                                   22.876.701       14.370.978          23.776.488       30.311.707       40.689.402       47.042.805         47.318.629
- Pendapatan bunga                                                20.605.090          918.053             804.769          377.468          412.953           54.065            350.216
- Beban keuangan                                                (115.404.672)     (99.213.724)        (96.224.756)     (77.924.035)     (75.484.155)     (61.910.915)       (29.381.940)
- Penurunan nilai aset                                                      -
- Amortisasi dan penurunan nilai aset tidak berwujud             (37.635.675)        (832.025)          (832.025)        (832.025)        (832.025)        (832.025)           (832.025)
- Beban pajak final                                                         -
- Keuntungan dari revaluasi                                                 -
- Lain-lain - bersih                                               6.349.878        5.943.564            (109.014)        (104.546)        (102.001)        (102.167)          (259.051)
                                                                (103.208.678)     (78.813.154)        (72.584.538)     (48.171.430)     (35.315.826)     (15.748.238)        17.195.829

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                                       208.987.058       79.637.379         301.294.525      362.975.344      423.562.494      493.697.599         592.075.067

Manfaat / (Beban) pajak                                          (87.387.543)     (65.193.958)      (119.802.263)    (115.489.411)    (125.090.819)    (132.460.599)       (142.186.186)

LABA (RUGI) SEBELUM KEPENTINGAN
  NON-PENGENDALI                                                121.599.515       14.443.421         181.492.262      247.485.934      298.471.676      361.237.000         449.888.881

LABA (RUGI) DARI OPERASI YANG DIHENTIKAN                                   -      12.595.296                    -                -                -                -                  -

LABA (RUGI)TAHUN BERJALAN                                       121.599.515       27.038.717         181.492.262      247.485.934      298.471.676      361.237.000         449.888.881

Kepentingan Non-pengendali                                       31.359.291       21.722.714          34.316.253       31.323.371       31.643.027       34.605.295          34.919.048

LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN                                90.240.224         5.316.003        147.176.009      216.162.563      266.828.649      326.631.705         414.969.833




                                             Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 90
                                                                                                                    Lampiran : B - 5

                                        PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
                              ARUS KAS BERSIH (NCF) DAN NILAI KINI ARUS KAS BERSIH (PV NCF)
                                        KONDISI MELAKUKAN RENCANA TRANSAKSI
                                                           (dalam US Dolar)


      Keterangan                          2024            2025           2026           2027           2028              2029


Proyeksi Laba Bersih                     5.316.003     147.176.009     216.162.563    266.828.649    326.631.705       414.969.833

Ditambah :
Penyusutan dan amortisasi               55.704.181      80.837.402     110.221.453    117.808.413    115.695.358        80.955.653
Beban bunga setelah pajak               77.386.705      75.055.310      60.780.747     58.877.641     48.290.514        22.917.913

Dikurangi :
Perubahan Modal Kerja
(diluar kas dan setara kas)             367.696.098     (46.513.003)    35.228.270    (15.363.528)     4.808.358        (40.100.439)
Capex                                  (203.222.642)   (199.916.626)   (75.430.203)   (89.100.762)   (72.193.664)       (64.521.111)


Arus Kas Bersih (NCF)                  302.880.345      56.639.092     346.962.830    339.050.412    423.232.272       414.221.849

Discount Factor @             7,89%       0,926850        0,859052       0,796213       0,737970       0,683988           0,633955

                                       280.724.796      48.655.916     276.256.182    250.209.050    289.485.755       262.597.816

Nilai kini Arus Kas Bersih (PV NCF) per 31 Desember 2023                                                              1.407.929.514




                                Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 91
                                                                                    Lampiran : B - 6

                     PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         PERHITUNGAN DISCOUNT FACTOR

Cost Of Equity = (Tingkat bunga tanpa resiko- Default Spread) + beta x
(Equity risk premium)                                                  =                  8,51%



WACC                                                                           =          7,89%


WE                                                                             =         82,10%
WD                                                                             =         17,90%


Total Modal dan Hutang                                                         =        100,00%

Tingkat bunga bank - kredit investasi bank pemerintah                          =          6,73%
Equity risk premium                                                            =          7,38%
Default spread                                                                 =          2,07%
Tingkat bunga tanpa resiko berdasarkan
yield obligasi Pemerintah untuk 30 tahun - US Dollar                           =          4,99%
Beta                                                                           =           0,76




                     Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 92
                                                                                                                                      Lampiran : C

                                               PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                               ANALISIS KELAYAKAN PELUNASAN UTANG
                                                              (dalam US Dolar)


                       Keterangan                      2024             2025            2026            2027            2028             2029


Proyeksi Laba Bersih                                    5.316.003    147.176.009     216.162.563     266.828.649      326.631.705      414.969.833

Ditambah item non-kas:
Penyusutan dan amortisasi                             55.704.181      80.837.402     110.221.453     117.808.413      115.695.358       80.955.653


Ditambah (Dikurangi) :
Perubahan Modal Kerja (diluar
kas dan setara kas)                                   367.696.098     (46.513.003)     35.228.270     (15.363.528)       4.808.358      (40.100.439)
Capex                                                (203.222.642)   (199.916.626)    (75.430.203)    (89.100.762)     (72.193.664)     (64.521.111)
Perubahan liabilitas berbunga lainnya                 509.135.141     (13.044.583)     21.385.785    (193.745.588)    (207.790.424)    (105.254.833)

Arus kas bersih sebelum pembayaran utang             734.628.781      (31.460.801)   307.567.868      86.427.183      167.151.334      286.049.103

Kas Awal                                             406.659.375     720.962.088     574.688.508     784.366.295      850.964.324      962.475.134

Kas tersedia untuk pembayaran utang                 1.141.288.157    689.501.287     882.256.376     870.793.478     1.018.115.658    1.248.524.236

Utang jatuh tempo
- Pembayaran bagian lancar
  - Utang bank                                        (21.177.953)    (14.974.236)     (9.069.566)     (4.006.036)      (5.940.872)               -
  - Liabilitas sewa pembiayaan                         (6.589.773)              -               -               -                -                -
  - Liabilitas lancar lainnya                        (100.887.563)    (25.579.210)   (107.415.261)              -                -      (29.862.654)
- Pembayaran obligasi                                    (946.349)    (89.340.774)              -               -                -     (454.495.000)

Selisih lebih                                       1.011.686.519    559.607.067     765.771.550     866.787.442     1.012.174.787     764.166.583




                                 Professional Services in Valuation and Financial Consultancy

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.84 MB
Published1 Jul 2024
Pages92
Characters295,966
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 150 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org INDIKA ENERGY Tbk p.1 ×104
linked person Agus Lasmono p.14 ×3
linked person Indracahya Basuki p.14 ×2
linked person M. Arsjad Rasjid P.M. p.14 ×4
linked person Richard Bruce Ness p.14
linked person Farid Harianto p.14 ×3
linked person Eko Putro Sandjojo p.14
linked person Retina Rosabai p.15 ×4
linked person Purbaja Pantja p.15 ×2
linked person Kamen Kamenov p.15 ×5
linked org ST International p.18
linked person Myung Chang Yong p.18
linked person Johanes Ispurnawan p.19
linked org Bukit Asam p.19 ×4
linked person Hasnul Suhaimi p.22 ×2
linked org Bank Central Asia Tbk. p.41 ×2
linked org Amman Mineral Internasional Tbk. p.41 ×2
linked org Astra International Tbk. p.41 ×2
linked org Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk. p.41 ×2
linked person Dileep Srivastava p.44
linked org United Tractors Tbk p.44 ×2
linked org PT Tuah Turangga Agung p.44
linked person Lana Saria p.47
linked org Petrindo Jaya Kreasi Tbk. p.50 ×2
linked org Bank Mandiri p.51 ×3
linked org Pemerintah RI p.65
possible person Gatot Subroto p.2 ×5
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.13 ×4
possible org Bursa Efek Indonesia p.13
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.14 ×5
possible org PT Indika Inti Investindo p.14
possible org PT Teladan Resources p.14
possible person Drs. Suhardi Alius M. p.18 ×2
possible person Sri Mulyani p.33
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. p.41 ×2
possible person Prajogo Pangestu p.41
possible org Samuel Sekuritas Indonesia p.41
possible — Morgan Stanley p.42
possible person Niko Chandra p.44
possible org Bumi Resources Tbk p.44 ×2
possible person Irwandy Arif p.48
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.2
unresolved org PT CIMB Niaga Tbk p.2
unresolved org Niaga Tbk p.2
unresolved org Indika Capital Pte Ltd. p.2 ×2
unresolved org Indika Capital Resources Ltd. p.2 ×2
unresolved org PT Indika Energy Trading. IIC p.2
unresolved org PT Indika Inti Corpindo. IIR p.2
unresolved org PT Indika Indonesia Resources. p.2 ×3
unresolved org KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan p.3 ×70
unresolved org KJPP Stefanus Tonny Hardi p.3 ×71
unresolved org Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan p.3 ×13
unresolved org Kantor Akuntan Publik Imelda p.3 ×8
unresolved org PT Kideco Jaya Agung. KPI p.3
unresolved org PT Kuala Pelabuhan Indonesia. MEA p.3
unresolved org PT Mitra Energi Agung. Memorandum Penawaran Awal p.3
unresolved org PT Sea Bridges Shipping. Sekuritas p.3
unresolved org Indika Energy Capital III Pte. Ltd. p.3 ×2
unresolved org Indika Energy Capital IV Pte. Ltd. p.3 ×2
unresolved org PT Tripatra Multi Energi. TPE p.4
unresolved org PT Tripatra Engineering. TPEC p.4
unresolved org PT Tripatra Engineers p.4 ×3
unresolved org Tripatra Investment Limited p.4
unresolved org Pte. Ltd. p.4 ×2
unresolved person Widyadhari p.6 ×9
unresolved org PT Kideco Jaya Agung p.6 ×7
unresolved org PT Dipta Diwangkara p.13 ×2
unresolved person Hasanal Yani Ali Amin · Notaris p.13
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.13 ×13
unresolved org PT Indika Inti Energi. p.13
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.13 ×2
unresolved person Aryanti Artisari · Notaris p.13
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.13 ×3
unresolved org Bapepam p.13 ×2
unresolved org PT Indika Mitra Holdiko p.14 ×2
unresolved org PT Rizki Insan Pratama p.15 ×2
unresolved person Miranti Tresnaning Timur · Notaris p.15
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.15 ×4
unresolved person Mellyani Noor Shandra · Notaris p.15 ×5
unresolved org Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.15
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi p.15
unresolved person Ungke Mulawanti · Notaris p.16 ×9
unresolved org PT Tripatra Engineering p.17
unresolved org PT Mitra Energi Agung p.17
unresolved org Indika Capital Investments Pte. Ltd. p.17 ×2
unresolved org Indika Energy Trading Pte Ltd. p.17
unresolved org PT Indika Energi Trading p.17
unresolved person Soeleman Ardjasasmita · Notaris p.18
unresolved org Pengadilan Negeri p.18
unresolved org PT Indika Inti Corpindo p.18
unresolved org ST International Co. Ltd. p.18
unresolved person Dodik Wijanarko p.18
unresolved person Ir. Edra Emilza p.19
unresolved org Menteri Pertambangan dan Energi. p.19
unresolved org Menteri Investasi p.19 ×3
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal p.19 ×3
unresolved org PT Tambang Batubara Bukit Asam p.19
unresolved org PT Runge Pincock Minarco p.21 ×3
unresolved org RPM Global Holdings Ltd. RPM Global Holdings Ltd. p.21
unresolved org RPM Global Holdings Ltd. p.21
unresolved person Kartini Muljadi · Notaris p.21
unresolved person Marliansyah · Notaris p.21 ×3
unresolved person Yohannes Irson Purba · Notaris p.21 ×3
unresolved person Elisabeth Karina Leonita · Notaris p.22 ×3
unresolved org PT Tripatra Multi Energi p.22 ×2
unresolved org Tripatra Investments Limited p.23
unresolved org PT Kuala Pelabuhan Indonesia p.23
unresolved org PT Sea Bridge Shipping p.23
unresolved person H Zamir Simon · Notaris p.24 ×6
unresolved person Yohanes Irson Purba p.24
unresolved person Elizabeth Karina Leonita · Notaris p.26 ×3
unresolved — British Virgin Island p.28
unresolved org PT Kuala Pelabuhan p.28
unresolved — Papua p.28
unresolved org Pusat Statistik p.32 ×4
unresolved org Menteri Keuangan p.33
unresolved org Kota Nusantara p.33
unresolved org Bank Indonesia p.33 ×9
unresolved org Chandra Asri Petrochemical Tbk. p.41 ×2
unresolved org Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral p.43 ×3
unresolved org Menteri ESDM p.43
unresolved org PT Satria Bahana Sarana p.43
unresolved org Menteri ESDM Arifin Tasrif p.44
unresolved org Kementerian ESDM p.44
unresolved org Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI p.46
unresolved org Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Lana Saria p.47
unresolved org Geologi Kementerian ESDM p.48
unresolved org PT Cirebon Electric Power p.50
unresolved org PT Cirebon Energi Prasarana p.50 ×2
unresolved org PT Interport Mandiri Utama p.50
unresolved org PT Kariangau Gapura Terminal Energi p.50
unresolved org PT Masmindo Dwi Area p.50
unresolved org PT Perkasa Investama Mineral p.50
unresolved org PT Rockgeo Energi Nusantara p.50
unresolved org PT Indika Medika Nusantara p.50
unresolved org PT Indika Digital Teknologi p.50
unresolved org PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya p.50
unresolved org PT Ilectra Motor Group p.50 ×2
unresolved org PT Indika Multi Properti p.50 ×2
unresolved org PT Kalista Nusa Armada p.50
unresolved org PT Natura Aromatik Nusantara p.50
unresolved org PT Solusi Mobilitas Indonesia p.50
unresolved org PT Indika Energy Infrastructure p.50
unresolved org Brama One Ventures Limited p.50
unresolved org PT Kariangau Gapura Terminal Energy p.50
unresolved org PT DBS Indonesia p.50
unresolved org PT Multi Tambangjaya Utama p.50
unresolved org InfraCo Asia Development Pte Ltd. p.51
unresolved org B KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan p.72

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result