Skip to content
Back to announcement

20240513_INDY_Laporan Informasi dan Fakta Material_31638260_lamp3.pdf

Other Text extracted INDY

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 92

Page 1
                                                       Graha STH
                                                       Jl. Mandala Raya No. 20, Jakarta 11440
                                                       Tel        : 021 – 563 7373 (Hunting)
                                                       Fax        : 021 – 563 6404
                                                       Email      : sth@kjppsth.com
                                                                    steftonhardi@indosat.net.id
                                                       Izin Usaha KJPP : No. 2.08.0007
                                                       Bidang Jasa        : Penilaian Properti & Bisnis
                                                       Wilayah Kerja      : Indonesia




                PENDAPAT KEWAJARAN
                     ATAS TRANSAKSI
             PENERBITAN SURAT UTANG
          SEBESAR USD 350.000.000 OLEH
                 PT INDIKA ENERGY Tbk
                PER 31 DESEMBER 2023




Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 2
                                                                              Graha STH
                                                                              Jl. Mandala Raya No. 20, Jakarta 11440
                                                                              Tel        : 021 – 563 7373 (Hunting)
                                                                              Fax        : 021 – 563 6404
Jakarta, 7 Mei 2024                                                           Email      : sth@kjppsth.com
                                                                              Izin Usaha KJPP : No. 2.08.0007
                                                                              Bidang Jasa       : Penilaian Properti & Bisnis
Kepada Yth                                                                    Wilayah Kerja     : Indonesia

Direksi
PT Indika Energy Tbk
Graha Mitra, Lantai 11
Jalan Jend. Gatot Subroto Kav.21,
Jakarta 12920

Dengan hormat,
Ref : File No. 00034/2.0007-00/BS/02/0490/1/V/2024
      Penilaian Kewajaran Atas Transaksi Penerbitan Surat Utang dengan
      Jumlah Pokok Sebesar USD350.000.000 oleh PT Indika Energy Tbk.


Menindaklanjuti Surat Perjanjian Kerja No. STH-065/PR.018/MW/II/2024, kami
sebagai Kantor Jasa Penilai Publik resmi berdasarkan Izin Usaha Kantor Penilai
Publik No.2.08.0007 dan Surat Izin Penilai Publik No. B-1.17.00490 yang
dikeluarkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia serta Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PB-39/PJ-1/PM.02/2023 yang
dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan, telah melakukan analisis kewajaran atas
rencana transaksi penerbitan surat utang oleh PT Indika Energy Tbk.

DEFINISI DAN SINGKATAN
Agen Jaminan Bersama berarti PT CIMB Niaga Tbk yang bertindak sebagai agen
jaminan bersama (common security agent) bagi pihak yang dijamin dalam Surat
Utang 2024, Surat Utang 2025, dan Surat Utang 2029.

Anak Perusahaan Penjamin berarti IIC, TPE, TIME, TPEC, dan TRIS, yang
sahamnya dimiliki seluruhnya oleh Perseroan baik secara langsung maupun tidak
langsung, yang memberikan jaminan untuk menjamin kewajiban pembayaran
Penerbit berdasarkan Surat Utang 2029.

Anak Perusahaan Yang Dibatasi berarti anak perusahaan Perseroan yang dimiliki
baik secara langsung maupun tidak langsung oleh Perseroan sebagaimana diatur di
dalam Indenture Surat Utang 2029.

ICPL berarti Indika Capital Pte Ltd.

ICRL berarti Indika Capital Resources Ltd.

IET berarti PT Indika Energy Trading.

IIC berarti PT Indika Inti Corpindo.

IIR berarti PT Indika Indonesia Resources.



                                                                                                              1

                           Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 3
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan berarti laporan keuangan
konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2023 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan dan ditandatangani
oleh Muhammad Irfan pada tanggal 28 Maret 2024 dengan pendapat wajar tanpa
pengecualian.

Kideco berarti PT Kideco Jaya Agung.

KPI berarti PT Kuala Pelabuhan Indonesia.

MEA berarti PT Mitra Energi Agung.

OJK berarti Otoritas Jasa Keuangan.

Penerbit berarti PT Indika Energy Tbk.

Perseroan berarti PT Indika Energy Tbk.

POJK 17 berarti Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020, ditetapkan tanggal
20 April 2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

POJK 35 dan SEOJK 17 berarti Peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2020,
ditetapkan tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal dan Surat Edaran OJK Nomor 17/SEOJK.04/2020, ditetapkan
tanggal 9 Agustus 2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal.

POJK 42 berarti Peraturan OJK Nomor 42/POJK.04/2020, ditetapkan tanggal
1 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
SBS berarti PT Sea Bridges Shipping.

Surat Utang 2024 berarti surat utang senior (Senior Notes) dalam jumlah sebesar
USD575.000.000 dengan bunga tetap sebesar 5,875% per tahun dan jatuh tempo
pada tahun 2024, yang diterbitkan oleh Indika Energy Capital III Pte. Ltd.

Surat Utang 2025 berarti surat utang senior (Senior Notes) dalam jumlah sebesar
USD450.000.000 dan obligasi tambahan sebesar USD225.000.000 dengan bunga
tetap sebesar 8,250% per tahun dan jatuh tempo pada tahun 2025, yang diterbitkan
oleh Indika Energy Capital IV Pte. Ltd.

Surat Utang 2029 berarti surat utang senior (Senior Notes) dalam jumlah sebesar
USD350.000.000 dengan bunga tetap sebesar 8,75% per tahun dan jatuh tempo
pada tahun 2029, yang diterbitkan oleh Penerbit dengan tanpa syarat dan tanpa
dapat ditarik kembali dijamin dengan jaminan oleh Anak Perusahaan Penjamin.

Tanggal Penilaian berarti tanggal 31 Desember 2023.




                                                                                        2

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 4
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Transaksi berarti transaksi penerbitan Surat Utang 2029 oleh Penerbit dalam jumlah
sebesar USD350.000.000 dan dengan bunga tetap sebesar 8,750% per tahun yang
dibayar setiap tengah tahunan oleh Penerbit, yang dijamin oleh Perseroan dan Anak
Perusahaan Penjamin.

TIME berarti PT Tripatra Multi Energi.

TPE berarti PT Tripatra Engineering.

TPEC berarti PT Tripatra Engineers and Constructors.

TRIL berarti Tripatra Investment Limited.

TRIS berarti Tripatra (Singapore) Pte. Ltd.



MAKSUD DAN            TUJUAN          PEMBERIAN             PENDAPAT             KEWAJARAN   ATAS
TRANSAKSI

Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan per Tanggal Penilaian,
total ekuitas konsolidasian Perseroan adalah sebesar USD1.377.137.450, sehingga
penerbitan Surat Utang 2029 sebesar USD350.000.000 adalah setara dengan
25,42% dari total ekuitas konsolidasian Perseroan per Tanggal Penilaian. Dengan
demikian, oleh karena nilai transaksi adalah lebih besar dari 20% dari ekuitas
Perseroan, maka Transaksi merupakan transaksi material sebagaimana
didefinisikan dalam POJK 17.

Merujuk kepada POJK 17, untuk melakukan Transaksi, Perseroan perlu
menggunakan penilai untuk menentukan kewajaran Transaksi, mengumumkan
keterbukaan informasi terkait Transaksi kepada para Pemegang Saham pada paling
lambat 2 (dua) hari kerja setelah tanggal Transaksi, dan menyampaikan bukti
keterbukaan informasi beserta dokumen pendukungnya kepada OJK yang meliputi
laporan penilai dan dokumen pendukung lainnya. Jangka waktu antara Tanggal
Penilaian dan Transaksi wajib paling lama 6 (enam) bulan. Oleh karenanya,
Perseroan telah meminta kami untuk menyiapkan penilaian kewajaran guna
memenuhi ketentuan POJK 17.

Surat Utang 2029 ini dijamin dengan (i) jaminan perusahaan (corporate guarantee)
yang diberikan oleh Anak Perusahaan Penjamin, (ii) jaminan berupa gadai saham
yang diberikan oleh Perseroan dan Anak Perusahaan Penjamin (“Jaminan
Saham”), dimana jaminan-jaminan ini merupakan jaminan bersama (common
security) dengan Surat Utang 2025.

Transaksi dan pemberian jaminan atas Surat Utang 2029 merupakan satu kesatuan
rangkaian transaksi dan bukan merupakan suatu transaksi yang terpisah dan berdiri
sendiri.




                                                                                                3

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 5
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Pemberian jaminan perusahaan (corporate guarantee) oleh Anak Perusahaan
Penjamin dan pemberian gadai saham oleh Anak Perusahaan Penjamin atas
penerbitan Surat Utang 2029 yang dilakukan oleh Perseroan merupakan transaksi
afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam POJK 42, yang hanya cukup dilaporkan
kepada OJK paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah Transaksi karena transaksi
tersebut dilakukan antara Perseroan dengan Perusahaan Terkendali yang
sahamnya dimiliki paling sedikit 99% dari modal disetor Perusahaan Terkendali.
Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Transaksi bukan merupakan
transaksi yang mengandung benturan kepentingan.

Dengan demikian penilaian kewajaran ini diperlukan dalam rangka memenuhi
ketentuan sesuai POJK 17 sehubungan dengan rencana transaksi penerbitan Surat
Utang 2029.


PEDOMAN PENILAIAN
Dalam melakukan penilaian kewajaran ini kami berpedoman pada POJK 35 dan
SEOJK 17 serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI
& SPI) Edisi VII – 2018.


PEMBERI TUGAS

Pelaksanaan penilaian kewajaran Transaksi ini sebagai realisasi dari penugasan
untuk melakukan penilaian kewajaran dari Perseroan sesuai dengan Surat
Perjanjian Kerja No. STH-065/PR.018/MW/II/2024 tanggal 27 Februari 2024.

Adapun identitas lengkap dari pemberi tugas, yaitu Perseroan adalah sebagai
berikut:

Pemberi tugas           : PT Indika Energy Tbk.
Alamat                  : Graha Mitra, Lantai 11
                          Jalan Jend. Gatot Subroto Kav.21,
                          Jakarta 12930
Telpon / Fax            : 021 -25579888 / 021 -25579889
Email                   : corporate.secretary@indikaenergy.co.id
Bidang usaha            : Melakukan kegiatan usaha dalam bidang perdagangan,
                          pembangunan, konstruksi, pertambangan, pengangkutan,
                          dan jasa serta penyertaan modal / investasi dalam
                          perusahaan lain.


RUANG LINGKUP PENILAIAN

Sesuai dengan penugasan yang diberikan, ruang lingkup penilaian yang kami
lakukan adalah pemberian pendapat kewajaran melalui analisis kewajaran, analisis
kualitatif dan analisis kuantitatif atas Transaksi.




                                                                                        4

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 6
    KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



TANGGAL PENILAIAN
Pemberian pendapat kewajaran ini dilakukan per tanggal 31 Desember 2023.


HASIL PELAKSANAAN INSPEKSI
Kami telah melakukan diskusi dan menyampaikan daftar pertanyaan kepada
manajemen Perseroan berkenaan dengan aspek-aspek tertentu dari kegiatan usaha
Perseroan.


PROSES PENILAIAN
Untuk dapat memberikan pendapat atas kewajaran Transaksi tersebut, sebagai
penilai independen kami telah mempelajari dan mempertimbangkan atas hal-hal
berikut :
   Memorandum Penawaran (Offering Memorandum) tanggal 24 April 2024 atas
    Surat Utang sejumlah USD350.000.000 yang akan jatuh tempo tanggal 7 Mei
    2029 dengan bunga tetap sebesar 8,75% per tahun yang dibayar setiap tengah
    tahunan, yang diterbitkan oleh Perseroan;
   Akta Perubahan dan Penegasan Kembali Akta Perjanjian Gadai Saham No. 33
    tanggal 9 November 2017, dibuat di hadapan Yualita, Widyadhari, S.H., M.Kn.
    Notaris di Jakarta, sehubungan dengan gadai atas saham di PT Kideco Jaya
    Agung yang diberikan oleh IIC untuk kepentingan Agen Jaminan Bersama;
   Akta Perubahan dan Penegasan Kembali Akta Perjanjian Gadai Saham No. 36
    tanggal 9 November 2017, dibuat di hadapan Yualita, Widyadhari, S.H., M.Kn.
    Notaris di Jakarta, sehubungan dengan gadai atas saham di IIC yang diberikan
    oleh Perseroan untuk kepentingan Agen Jaminan Bersama;
   Akta Perubahan dan Penegasan Kembali Akta Perjanjian Gadai Saham No. 39
    tanggal 9 November 2017, dibuat di hadapan Yualita, Widyadhari, S.H., M.Kn.
    Notaris di Jakarta, sehubungan dengan gadai atas saham di TPE yang diberikan
    oleh Perseroan untuk kepentingan Agen Jaminan Bersama;
   Akta Perubahan dan Penegasan Kembali Akta Perjanjian Gadai Saham No. 42
    tanggal 9 November 2017, dibuat di hadapan Yualita, Widyadhari, S.H., M.Kn.
    Notaris di Jakarta, sehubungan dengan gadai atas saham di TPEC yang
    diberikan oleh Perseroan untuk kepentingan Agen Jaminan Bersama;
   Akta Perjanjian Gadai Saham No. 6 tanggal 7 Desember 2017, dibuat di hadapan
    Yualita, Widyadhari, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta, sehubungan dengan gadai
    atas saham di PT Kideco Jaya Agung yang diberikan oleh Perseroan untuk
    kepentingan Agen Jaminan Bersama;
   Akta Perjanjian Gadai Saham No. 10 tanggal 7 Maret 2018, dibuat di hadapan
    Yualita, Widyadhari, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta, sehubungan dengan gadai
    atas saham di TPEC yang diberikan oleh TIME untuk kepentingan Agen Jaminan
    Bersama;



                                                                                          5

                           Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 7
    KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan




   Akta Perjanjian Gadai Saham No. 13 tanggal 7 Maret 2018, dibuat di hadapan
    Yualita, Widyadhari, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta, sehubungan dengan gadai
    atas saham di TPE yang diberikan oleh TIME untuk kepentingan Agen Jaminan
    Bersama;
   Akta Perjanjian Gadai Saham No. 16 tanggal 7 Maret 2018, dibuat di hadapan
    Yualita, Widyadhari, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta, sehubungan dengan gadai
    atas saham di TPEC yang diberikan oleh IIC untuk kepentingan Agen Jaminan
    Bersama;
   Akta Perjanjian Gadai Saham No. 19 tanggal 7 Maret 2018, dibuat di hadapan
    Yualita, Widyadhari, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta, sehubungan dengan gadai
    atas saham di TPE yang diberikan oleh IIC untuk kepentingan Agen Jaminan
    Bersama;
   Konfirmasi Jaminan dan Pembebanan Saham Tambahan Keenam antara TPEC
    dan Agen Jaminan Bersama yang ditandatangani pada tanggal 7 Mei 2024;
   Perjanjian Konfirmasi Jaminan antara Perseroan, IIC, dan TIME dengan Agen
    Jaminan Bersama yang ditandatangani tanggal 7 Mei 2024;
   Indenture yang ditandatangani oleh Perseroan, Anak Perusahaan Penjamin, dan
    Trustee pada tanggal 7 Mei 2024;
   Tambahan Perjanjian Kreditur antara Wali Amanat dan Agen Jaminan Bersama
    yang ditandatangani pada tanggal 7 Mei 2024;
   Surat Keterbukaan Informasi yang disusun oleh manajemen Perseroan;
   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2023 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Imelda &
    Rekan dan ditandatangani oleh Muhammad Irfan pada tanggal 28 Maret 2024
    dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2022 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Imelda &
    Rekan dan ditandatangani oleh Muhammad Irfan pada tanggal 27 Maret 2023
    dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2021 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Imelda &
    Rekan dan ditandatangani oleh Alvin Ismanto pada tanggal 30 Maret 2022
    dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2020 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Imelda &
    Rekan dan ditandatangani oleh Alvin Ismanto pada tanggal 31 Maret 2021
    dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;




                                                                                          6

                           Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 8
    KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2019 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Imelda &
    Rekan dan ditandatangani oleh Alvin Ismanto pada tanggal 23 Maret 2020
    dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;
   Informasi Keuangan Konsolidasian Proforma per tanggal 31 Desember 2023
    yang disiapkan oleh manajemen Perseroan;
   Laporan Tahunan (Annual Report) Perseroan untuk tahun 2023;
   Proyeksi Laporan Posisi Keuangan, Laba Rugi dan Arus Kas Konsolidasian
    Perseroan untuk periode 2024 sampai 2029 yang disusun oleh manajemen
    Perseroan;
   Laporan Keuangan Konsolidasian IIC yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
    Publik Imelda & Rekan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
    2023 yang ditandatangani oleh Muhammad Irfan pada tanggal 29 April 2024;
   Laporan Keuangan Kideco yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Imelda
    & Rekan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
    ditandatangani oleh Muhammad Irfan pada tanggal 19 Maret 2024;
   Laporan Keuangan Konsolidasian TPEC yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
    Publik Imelda & Rekan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
    2023 yang ditandatangani oleh Ronny Stewart pada tanggal 23 Maret 2024;
   Laporan Keuangan TPE yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Imelda &
    Rekan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
    ditandatangani oleh Ronny Stewart pada tanggal 23 Maret 2024;
   Laporan Keuangan Konsolidasian TRIS yang telah dilakukan prosedur audit
    dalam rangka laporan keuangan konsolidasian TPEC untuk tahun yang berakhir
    pada tanggal 31 Desember 2023;
   Laporan Keuangan Konsolidasian KPI yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
    Publik Imelda & Rekan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
    2023 yang ditandatangani oleh Kasman pada tanggal 19 April 2024;
   Laporan Keuangan Konsolidasian SBS yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
    Publik Imelda & Rekan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
    2023 yang ditandatangani oleh Ronny Stewart pada tanggal 29 Februari 2024;
   Laporan Keuangan Konsolidasian TRIL yang telah dilakukan prosedur audit
    dalam rangka laporan keuangan konsolidasian TPEC untuk tahun yang berakhir
    pada tanggal 31 Desember 2023;
   Laporan Keuangan Konsolidasian IIR yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
    Publik Imelda & Rekan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
    2023 yang ditandatangani oleh Kasman pada tanggal 02 April 2024;
   Laporan Keuangan Konsolidasian IET yang telah dilakukan prosedur audit dalam
    rangka laporan keuangan konsolidasian IIR untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2023;



                                                                                          7

                           Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 9
    KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



   Laporan Keuangan Konsolidasian MEA yang telah dilakukan prosedur audit
    dalam rangka laporan keuangan konsolidasian IIR untuk tahun yang berakhir
    pada tanggal 31 Desember 2023;
   Laporan Keuangan Konsolidasian ICPL yang telah dilakukan prosedur audit
    dalam rangka laporan keuangan konsolidasian IIR untuk tahun yang berakhir
    pada tanggal 31 Desember 2023;
   Laporan Keuangan Konsolidasian ICRL yang telah dilakukan prosedur audit
    dalam rangka laporan keuangan konsolidasian IIR untuk tahun yang berakhir
    pada tanggal 31 Desember 2023;
   Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan
    Transaksi; dan
   Review atas data dan informasi yang kami peroleh yang berkaitan Transaksi
    tersebut yang kami anggap relevan.


ASUMSI ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS

Dalam menyusun pendapat kewajaran atas Transaksi kami menggunakan beberapa
asumsi antara lain :
1. Laporan Pendapat Kewajaran yang dihasilkan oleh penilai bersifat non-disclaimer
   opinion.

2. Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses
   penilaian.

3. Data-data dan informasi yang diperoleh Penilai berasal dari sumber yang dapat
   dipercaya keakuratannya dan bahwa seluruh data dan informasi tersebut adalah
   benar.

4. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
   mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
   dengan kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty).

5. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
   keuangan yang telah disesuaikan.

6. Penilai menghasilkan Laporan Pendapat Kewajaran yang terbuka untuk publik,
   kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi
   operasional perusahaan.

7. Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan Kesimpulan
   Pendapat Kewajaran.

8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari
   Pemberi Tugas.




                                                                                          8

                           Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 10
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Kami berpegang juga kepada surat pernyataan manajemen (management
representation letter) bahwa manajemen telah menyampaikan seluruh informasi
penting dan relevan dengan Rencana Transaksi dan sepanjang pengetahuan
manajemen Perseroan tidak ada faktor material yang belum diungkapkan dan dapat
menyesatkan.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi ini kami telah
bertindak dengan independen tanpa adanya konflik kepentingan dan tidak terafiliasi
dengan Perseroan ataupun pihak-pihak lain yang terafiliasi.

Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk
memberikan keuntungan atau merugikan pada pihak manapun. Imbalan yang kami
terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran yang dihasilkan dari proses
analisis kewajaran ini.


LATAR BELAKANG TRANSAKSI

Transaksi merupakan salah satu dari beberapa opsi pembiayaan Perseroan guna
membiayai pembayaran Surat Utang 2025 dan rencana pendanaan untuk
melakukan ekspansi kegiatan usaha non-batu bara, khususnya dalam industri
kendaraan listrik dan energi terbarukan.

Salah satu dari skema pembiayaan yang tersedia adalah dengan penerbitan Surat
Utang 2029 sejumlah USD350.000.000.

Pada tanggal 22 Oktober 2020, Indika Energy Capital IV Pte. Ltd. (“IECPLIV”),
entitas anak yang secara tidak langsung sepenuhnya dimiliki oleh Perseroan,
menerbitkan obligasi sebesar USD450.000.000 yang jatuh tempo pada Oktober
2025. Pada tanggal 4 November 2020, IECPLIV menerbitkan obligasi tambahan
sebesar USD225.000.000, yang akan terkonsolidasi dan menjadi satu kesatuan
dengan obligasi sebesar USD450.000.000 yang dijelaskan di atas. Kedua Obligasi
tersebut akan disebut sebagai Surat Utang 2025 dalam laporan ini.

Surat Utang 2025 tercatat di Singapore Stock Exchange. Sehubungan dengan
penerbitan Surat Utang 2025, Bank of New York Mellon bertindak sebagai Wali
Amanat, sedangkan Perseroan, IIC, TIME, TPE, TPEC dan TRIS menjadi Anak
Perusahaan Penjamin.

IECPLIV mempunyai hak opsi untuk menarik seluruh atau sebagian Surat Utang
2025 tersebut. Selama periode sebelum tanggal 22 Oktober 2022, IECPLIV
mempunyai hak opsi untuk menarik sampai dengan 35% dari Surat Utang 2025
dengan dana dari hasil satu atau lebih penawaran saham, dengan harga sebesar
108,25%.




                                                                                        9

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 11
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Setiap saat sebelum tanggal 22 Oktober 2022, IECPLIV mempunyai hak opsi untuk
menarik seluruh Surat Utang 2025 pada harga 100% ditambah dengan premium
yang telah ditentukan dalam perjanjian obligasi. Pada tanggal 22 Oktober 2022 atau
setiap saat setelah tanggal tersebut, IECPLIV mempunyai hak opsi untuk menarik
sebagian atau seluruh Surat Utang 2025 dengan harga yang telah ditentukan dalam
perjanjian obligasi.

Pada tanggal 8 Juni 2022, IECPLIV mengumumkan telah melakukan penawaran
untuk pembelian kembali (“Tender Offer”) secara kas atas Surat Utang 2025 yang
diterbitkan oleh IECPLIV sampai dengan jumlah USD50.000.000. Batas akhir
Tender Offer adalah tanggal 7 Juli 2022, sedangkan tanggal pelunasan jatuh pada
tanggal 14 Juli 2022.

Pada tanggal 7 Juli 2022, IECPLIV membeli kembali Surat Utang sejumlah
USD56.571.000 dengan harga USD56.712.428. Tender Offer beserta dengan bunga
terutang atas Obligasi yang dibeli kembali, dilunasi pada tanggal 14 Juli 2022.

Pada tanggal 15 Juli 2022, IECPLIV telah membeli kembali dan membatalkan Surat
Utang 2025 sejumlah USD19.550.000, sehingga jumlah terutang Surat Utang 2025
setelah Tender Offer dan pembatalan adalah sebesar USD598.879.000. Pembatalan
Surat Utang 2025 berlaku efektif pada tanggal 3 Agustus 2022.

Selama kuartal keempat tahun 2022, IECPLIV secara langsung dan tidak langsung
melalui Perseroan, telah membeli kembali Surat Utang 2025 sejumlah
USD30.941.000 dari pasar terbuka dan telah mengatur pembatalan Surat Utang
2025 tersebut pada tanggal 6 Desember 2022. Pembatalan tersebut berlaku efektif
pada tanggal 9 Desember 2022 dan jumlah terutang Surat Utang 2025 setelah
pembatalan adalah USD567.938.000.

Pada tahun 2023, IECPL IV telah membeli kembali Surat Utang 2025 sejumlah
USD33.874.000 dari pasar terbuka dan telah mengatur pembatalan Surat Utang
2025 tersebut yang telah efektif pada tanggal 20 November 2023. Jumlah terutang
Surat Utang 2025 setelah pembatalan adalah USD 534.064.000.

Dengan pertimbangan bahwa adanya ketidakpastian atas perkembangan harga batu
bara di masa yang akan datang, Perseroan meyakini bahwa penerbitan Surat Utang
2029 dapat menjaga likuiditas dan posisi kas Perseroan. Hal ini didasarkan pada
pertimbangan bahwa secara umum penerbitan Surat Utang 2029, antara lain, akan
digunakan untuk melunasi sebagian Surat Utang 2025 dan untuk melakukan
ekspansi kegiatan usaha non-batubara.

Sehubungan dengan kondisi sebagaimana diuraikan diatas, manajemen Perseroan
akan menerbitkan Surat Utang 2029. Untuk itu Perseroan telah menerbitkan
Memorandum Penawaran (Offering Memorandum) sehubungan dengan penerbitan
Surat Utang 2029 tersebut.




                                                                                        10

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 12
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



METODOLOGI PENILAIAN KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI
Untuk mengumumkan Transaksi ini kepada publik, diperlukan penilaian kewajaran
dari penilai independen untuk melakukan analisis dan memberikan pendapat
kewajaran atas Transaksi.

Analisis Kewajaran atas Transaksi ini dilakukan dengan analisis transaksi, analisis
kualitatif (Qualitative Analysis) maupun analisis kuantitatif (Quantitative Analysis)
yang berupa analisis kinerja dan analisis inkremental sehingga dapat ditentukan
kewajaran Transaksi ditinjau dari dampak keuangan terhadap para pemegang
saham Perseroan.

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap Transaksi yang telah kami lakukan dapat
kami sampaikan analisis atas Transaksi tersebut sebagai berikut :


A. Analisis Transaksi
A.1. Identifikasi dan Hubungan Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang terkait dalam Transaksi adalah sebagai berikut:
- Perseroan sebagai Penerbit Surat Utang 2029
- IIC, TIME, TPE, TPEC dan TRIS sebagai Anak Perusahaan Penjamin

Surat Utang 2029 diterbitkan oleh Perseroan dan dijamin dengan jaminan-jaminan
sebagai berikut:

- Jaminan perusahaan oleh Anak Perusahaan Penjamin
- Saham IIC yang dimiliki oleh Perseroan
- Saham TPE yang dimiliki oleh Perseroan, IIC dan TIME
- Saham TPEC yang dimiliki oleh Perseroan, IIC dan TIME
- Saham Kideco yang dimiliki oleh Perseroan dan IIC
- Saham TRIS yang dimiliki oleh TPEC


URAIAN SINGKAT TENTANG PERSEROAN
Pendirian Perseroan
Perseroan adalah perusahaan swasta yang didirikan dengan nama PT Dipta
Diwangkara berdasarkan Akta Pendirian No.31 tanggal 19 Oktober 2000 yang dibuat
di hadapan Hasanal Yani Ali Amin, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui
Surat Keputusan No. C-13115 HT.01.01.TH.2001 tanggal 18 Oktober 2001,
didaftarkan dalam Daftar Perusahaan Jakarta Selatan No. 200/BH.09.03/I/2002
tanggal 31 Januari 2002 dan telah diumumkan dalam Lembaran Berita Negara
Republik Indonesia No.53 Tambahan No.6412 tanggal 2 Juli 2002.




                                                                                        11

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 13
    KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Berdasarkan Akta No. 9 tanggal 13 Agustus 2004 dari Notaris yang sama, nama
Perseroan diubah dari PT Dipta Diwangkara menjadi PT Indika Inti Energi. Pada
tahun 2008, Perseroan berubah nama menjadi PT Indika Energy Tbk. sebagaimana
tercantum di dalam Akta No. 115 tanggal 25 Februari 2008 dan telah disetujui oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Surat Keputusan Nomor AHU-
11109.AH.01.Tahun 2008 tanggal 05 Maret 2008.

Anggaran Dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan, dimana
perubahan anggaran dasar terakhir dinyatakan perubahan dan pengangkatan
kembali susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah sebagaimana
tercantum di dalam Akta No. 11 tanggal 19 April 2023 yang dibuat oleh Notaris
Aryanti Artisari, S.H., M.KN, Notaris di Jakarta Selatan. Akta perubahan tersebut
telah diterima oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perusahaan No.
AHU-AH.01.09-0118385 tanggal 15 Mei 2023.

Berdasarkan Surat Bapepam dan LK No. S-3398/BL/2008 tertanggal 2 Juni 2008
tentang Pernyataan Efektif untuk Melakukan Penawaran Perdana Saham kepada
Publik (IPO), pendaftaran Perseroan sebagai perusahaan publik dinyatakan efektif.
Perseroan menawarkan saham kepada publik dalam IPO tersebut sebanyak
937.284.000 saham. Sejak 11 Juni 2008 saham Perseroan telah tercatat di Bursa
Efek Indonesia.

Perseroan berkedudukan di Jakarta dengan Kantor Pusat di Graha Mitra Lantai 3, Jl.
Jend. Gatot Subroto Kav. 21, Jakarta Selatan.


Izin-Izin Yang Diperoleh Perseroan

Untuk menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan telah memperoleh izin-izin dari
instansi yang terkait diantaranya adalah :

-   NPWP No. 02.015.553.7-091.000.

-   Nomor Induk Berusaha (NIB) Perseroan, yang dikeluarkan oleh Sistem Online
    Single Submission Pemerintah Republik Indonesia dengan nomor
    8120313151452.


Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham Perseroan

Modal dasar Perseroan adalah sebesar Rp. 1.700.000.000.000,00 yang terdiri dari
17.000.000.000 saham dengan nilai nominal Rp. 100 per saham. Dari modal dasar
tersebut telah ditempatkan dan disetor penuh sejumlah 5.210.192.000 saham
dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp. 521.019.200.000,00.

Susunan pemegang saham Perseroan per Tanggal Penilaian adalah sebagai
berikut:




                                                                                          12

                           Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 14
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



                                                                    Modal
                                      Jumlah Saham                            Kepemilikan
   Pemegang Saham                                                   Disetor
                                        (lembar)                                 (%)
                                                                     (Rp.)
PT Indika Inti Investindo               1.968.882.699              21.499.012      37,84
PT Teladan Resources                    1.463.155.591              15.976.777            28,12
Agus Lasmono                                10.156.000                 110.897             0,20
Indracahya Basuki                             1.403.500                  15.325            0,03
M. Arsjad Rasjid P.M.                         1.208.000                  13.191            0,02
Azis Armand                                   1.208.000                  13.191            0,02
PT Indika Mitra Holdiko                                    10                0,11          0,00
Masyarakat                              1.756.678.200              18.903.816            33,76

Jumlah saham beredar                    5.202.692.000              56.532.209           100,00

Saham treasuri                                7.500.000                359.945                -
Jumlah             modal
                                        5.210.192.000              56.892.154           100,00
ditempatkan dan disetor

Susunan Pengurus Perseroan

Dewan Komisaris:

Komisaris Utama                                        :              Agus Lasmono
Wakil Komisaris Utama                                  :              Richard Bruce Ness
Komisaris                                              :              Indracahya Basuki
Komisaris Independen                                   :              Farid Harianto
Komisaris Independen                                   :              Eko Putro Sandjojo

Dewan Direksi:

Direktur Utama                                         :              M. Arsjad Rasjid P.M.
Wakil Direktur Utama                                   :              Azis Armand
Direktur                                               :              Retina Rosabai
Direktur                                               :              Purbaja Pantja
Direktur                                               :              Kamen Kamenov Palatov


Kegiatan Usaha Perseroan

Kegiatan usaha Perseroan sesuai dengan Pasal 3 dari anggaran dasar Perseroan
adalah berusaha dalam bidang perdagangan, kontruksi dan real estat,
pertambangan dan penggalian, pengangkutan, pengadaan listrik, gas uap/air panas
dan udara dingin, dan jasa (aktivitas profesional ilmiah dan teknis). Pada saat ini
kegiatan usaha Perseroan adalah melakukan investasi dalam bentuk saham baik
secara langsung maupun tidak langsung kepada anak-anak perusahaannya.



                                                                                                  13

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 15
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Investasi Perseroan pada entitas anak per Tanggal Penilaian
Perseroan melakukan investasi secara langsung maupun tidak langsung kepada
perusahaan-perusahaan dalam bentuk saham. Adapun bagan kepemilikan /
investasi Perseroan pada entitas anak maupun entitas asosiasi dapat dilihat dalam
Lampiran: Struktur Perusahaan.


URAIAN SINGKAT TENTANG IIC
Pendirian IIC
IIC merupakan suatu perseroan terbatas yang didirikan sebagai PT Rizki Insan
Pratama, berdasarkan Akta Pendirian No. 18 tanggal 20 April 1998, dibuat di
hadapan Miranti Tresnaning Timur, S.H., Notaris di Kabupaten Daerah Tingkat II
Bogor di Ciawi. Akta tersebut telah memperoleh pengesahan Menteri Kehakiman
Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-10019HT.01.01.Th.98
tanggal 30 Juli 1998, terdaftar dalam Daftar Perusahaan di Kantor Pendaftaran
Perusahaan Jakarta Pusat di bawah No. 866/BH 09.05/III/2000 tanggal 31 Maret
2000, dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 48 tanggal
17 Juni 2003, Tambahan No. 4724.

Pada tahun 2004, PT Rizki Insan Pratama berubah menjadi IIC sebagaimana
tercantum pada Akta No. 85 tanggal 19 Januari 2004, dibuat di hadapan Mellyani
Noor Shandra, S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah memperoleh pengesahan
dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, berdasarkan
Surat Keputusan Nomor C-06978HT.01.04.TH.2004 tanggal 23 Maret 2004.

Anggaran Dasar IIC telah beberapa kali mengalami perubahan, antara lain melalui
(i) Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 43 tanggal 06 Juni 2014
dibuat di hadapan Mellyani Noor Shandra, S.H., Notaris di Jakarta, mengenai
perubahan dari Pasal 11 ayat 2, Pasal 12 ayat 2 butir b, dan Pasal 14 ayat 3
Anggaran Dasar yang telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan
Data Perseroan No. AHU-03578.40.21.2014 tanggal 27 Juni 2014; dan terakhir
melalui (ii) Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 10 tanggal
24 Juni 2020 dibuat di hadapan Ungke Mulawanti, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten
Bekasi, mengenai (a) perubahan dan penyesuaian pada Pasal 3 Anggaran Dasar
mengenai maksud dan tujuan serta kegiatan usaha IIC; dan (b) perubahan susunan
Direksi dan Komisaris IIC dan terakhir melalui (iii) Akta Pernyataan Keputusan Para
Pemegang Saham No. 89 tanggal 26 Okteber 2023 dibuat di hadapan Ungke
Mulawanti, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Bekasi, mengenai perubahan susunan
Direksi dan Komisaris IIC.

Perubahan anggaran dasar ini telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia melalui surat penerimaan pemberitahuan perubahan
data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0179286 tanggal 30 Oktober 2023.

IIC berdomisili di Jakarta Selatan, dengan kantor pusat beralamat di Gedung Mitra
Lantai 4, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 21, Kel. Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta
Selatan.


                                                                                        14

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 16
     KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Susunan Pemegang Saham IIC

Susunan pemegang saham per Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut:

                                             Jumlah
                                                                  Modal Disetor            Kepemilikan
        Pemegang Saham                       Saham
                                                                     (Rp.)                    (%)
                                            (lembar)
     PT Indika Energy Tbk                    468.288             468.288.000.000                 99,997
     PT Indika Mitra Holdiko                     12                      12.000.000               0,003
                 Total                       468.300             468.300.000.000                 100,00


Susunan Pengurus IIC

Susunan pengurus IIC pada Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris:

Komisaris Utama                    : Agus Lasmono
Komisaris                         : M. Arsjad Rasjid P.M.
Komisaris                         : Azis Armand

Dewan Direksi:

Direktur Utama                    : Retina Rosabai
Direktur                          : Lucas Djunaidi


Kegiatan Usaha IIC
IIC bergerak dalam bidang usaha (i) perdagangan besar atas dasar balas (fee) atau
kontrak; (ii) aktivitas kantor pusat; dan (iii) aktivitas konsultasi manajemen lainnya.


Izin-Izin Yang Diperoleh IIC
1.      Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP): 01.847.116.9-073.000.
2.      Surat Izin Usaha Perdagangan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik
        Indonesia c.q. Lembaga Pengelola dan Penyelenggara OSS pada tanggal
        10 Desember 2018, yang berlaku selama perusahaan melakukan kegiatan
        operasional sesuai ketentuan perundang-undangan.
3.      Nomor Induk Berusaha (NIB) No. 8120011291305 yang dikeluarkan oleh
        Pemerintah Republik Indonesia c.q. Lembaga Pengelola dan Penyelenggara
        OSS pada tanggal 10 Desember 2018, yang berlaku selama perusahaan
        melakukan kegiatan operasional sesuai ketentuan perundang-undangan




                                                                                                          15

                            Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 17
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Investasi IIC Pada Entitas Anak dan Entitas Asosiasi

IIC melakukan investasi baik secara langsung maupun tidak langsung kepada
perusahaan-perusahaan asosiasi dalam bentuk saham dengan jumlah saham dan
Persentase kepemilikan sebagai berikut :

Kepemilikan Langsung:

                                                                 Jenis                   Kepemilikan
           Nama Perusahaan
                                                                 usaha                       (%)
 PT Kideco Jaya Agung (Kideco)                             Pertambangan                               51

 Indika Capital Pte Ltd (ICPL)                        Pemasaran & Investasi                       100

 PT Indika Indonesia Resources (IIR)                        Pertambangan                         5,97
 PT Tripatra Engineers and Constructors
                                                           Jasa Konstruksi                   0,000092
 (TPEC)
                                                    Jasa Konsultasi Kontruksi,
 PT Tripatra Engineering (TPE)                                                               0,000072
                                                     industri dan infrastruktur

Kepemilikan Tidak Langsung:

                                                                     Jenis              Kepemilikan
                Nama Perusahaan                                      usaha                  (%)
  Melalui ICPL:
  Indika Capital Resources Limited (ICRL)                        Pembiayaan                      100
  Melalui IIR:
  PT Mitra Energi Agung (MEA)                                  Pertambangan                       60
  Indika Capital Investments Pte. Ltd. (ICI)                       Investasi                     100
  Indika Energy Trading Pte Ltd. (IETPL)                        Perdagangan                       60
  PT Indika Energi Trading (IET)                                Perdagangan                      100



URAIAN SINGKAT TENTANG KIDECO

Pendirian Kideco

Kideco adalah perusahaan swasta yang didirikan dalam rangka Undang Undang
Penanaman Modal Asing No.1 tahun 1967 dan No.11 tahun 1970, didirikan
berdasarkan Akta No.17 tanggal 7 September 1982, yang dibuat di hadapan
Soeleman Ardjasasmita, S.H., Notaris di Jakarta sebagaimana diubah dengan Akta
No. 36 tanggal 12 Oktober 1982 yang dibuat di hadapan Notaris yang sama dan
telah memperoleh pengesahan Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan
Surat Keputusan No. C2-2329.HT01.01.Th.82 tanggal 8 November 1982, terdaftar
dalam buku register di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta di bawah No. 4360 tanggal
12 November 1982, dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia
No. 53 tanggal 3 Juli 1984, Tambahan No. 655.



                                                                                                       16

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 18
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Anggaran Dasar Kideco telah beberapa kali mengalami perubahan dengan
perubahan terakhir termuat dengan Akta No. 43 tanggal 27 Maret 2023, dibuat
dihadapan Ungke Mulawanti, S.H., M.Kn., Notaris di Bekasi, sehubungan dengan
perubahan Anggaran Dasar Perusahaan terkait hak atas saham dan rapat umum
pemegang saham. Akta tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia melalui Keputusan No. AHU-AH.01.03.0048860 tanggal 3 April 2023..

Kideco berkedudukan di Graha Mitra, Lantai 1, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 21,
Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan.


Susunan Pemegang Saham Kideco
Susunan pemegang saham Kideco per Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut:

                                                                Jumlah Modal
                                  Jumlah Saham                                          Kepemilikan
     Pemegang Saham                                                Disetor
                                    (lembar)                                                (%)
                                                                   (USD)
 PT Indika Inti Corpindo                      127.676                 12.767.600                 51
 PT Indika Energy Tbk.                        100.139                 10.013.900                 40
 ST International Co. Ltd.                     22.531                  2.253.100                  9
            Total                             250.346                 25.034.600                100


Susunan Pengurus Kideco
Berdasarkan Akta Notaris No. 06 tanggal 22 April 2020, yang dibuat di hadapan
Ungke Mulawanti, S.H., M.Kn., Notaris di Bekasi, mengenai susunan direksi dan
komisaris, maka susunan direksi dan komisaris Kideco per Tanggal Penilaian adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris :
Komisaris Utama                        :     Azis Armand
Komisaris                              :     M. Arsjad Rasjid P.M.
Komisaris                              :     Myung Chang Yong
Komisaris                              :     (Purn) Drs. Suhardi Alius M.H
Komisaris                              :     (Purn) Dodik Wijanarko, S.H., CFrA
Komisaris                              :     Harry Ponto
Komisaris                              :     Kamen Kamenov Palatov
Dewan Direksi :
Direktur Utama                         :      Mochamad Kurnia Ariawan
Wakil Direktur Utama                   :      Johanes Ispurnawan
Direktur                               :      Togi Ottoman Bernard
Direktur                               :      Anton Kristianto
Direktur                               :      Ir. Edra Emilza
Direktur                               :      Kim Il Soo
Direktur                               :      Kang Seung Min
Direktur                               :      Arif Kayanto
Direktur                               :      Hengky Adikusuma Mahiso Putra



                                                                                                      17

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 19
     KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Kegiatan Usaha Kideco
Kegiatan Usaha Kideco adalah eksplorasi, pengembangan dan penambangan
batubara yang meliputi area yang berlokasi di Kalimantan Timur, berdasarkan
Perjanjian Kerjasama Penambangan Batubara (Coal Contract of Work No.
J2/Ji.DU/40/82, tanggal 14 September 1982 sebagaimana diubah melalui
Amandemen No. J2/Ji.DU/41/82, tanggal 27 Juni 1997, dimana amandemen
tersebut dibuat untuk mengakomodir Keputusan Presiden No. 75/1996 tanggal
25 September 1996 (“Keppres 75/1996”). Keppres 75/1996 mengalihkan seluruh
hak dan kewajiban PTBA dalam Perjanjian Kerjasama Penambangan Batubara
kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Pertambangan dan Energi.).
Perjanjian Kerjasama Penambangan Batubara tersebut telah mendapatkan
perpanjangan menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Sebagai Kelanjutan
Operasi Kontrak/Perjanjian Kepada PT Kideco Jaya Agung berdasarkan
Keputusan Menteri Investasi / Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal No
14/1/IUP/PMA/2022 yang dikeluarkan pada tanggal 16 Desember 2022

Izin-izin yang diperoleh Kideco
1.      Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP): 01.060.102.9-091.000.
2.      Nomor Induk Berusaha (NIB) : 8120108901876 yang dikeluarkan oleh
        Lembaga Pengelola dan Penyelenggara OSS pada tanggal 17 September
        2018.
3.      Izin Usaha Pertambangan Khusus sebagai Kelanjutan Operasi Kontrak /
        Perjanjian kepada PT Kideco Jaya Agung berdasarkan Keputusan
        Menteri Investasi / Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal No
        14/1/IUP/PMA/2022 yang dikeluarkan pada tanggal 16 Desember 2022.

Konsesi Pertambangan Kideco
Kideco memiliki konsesi pertambangan batubara berdasarkan Izin Usaha
Pertambangan Khusus (IUPK) Sebagai Kelanjutan Operasi Kontrak/Perjanjian
Kepada PT Kideco Jaya Agung berdasarkan Keputusan Menteri Investasi/Kepala
Badan Koordinasi Penanaman Modal No 14/1/IUP/PMA/2022 yang dikeluarkan pada
tanggal 16 Desember 2022. IUPK tersebut merupakan perpanjangan dari Kontrak
Kerjasama Batubara tanggal 14 September 1982 antara Kideco dengan PT
Tambang Batubara Bukit Asam (”PTBA”), dimana berdasarkan Keputusan Presiden
No. 75/1996 tanggal 25 September 1996, dan perubahan atas Kontrak Kerjasama
Batubara antara PTBA dengan Kideco tanggal 27 Juni 1997, semua hak dan
kewajiban PTBA berdasarkan Kontrak Kerjasama Batubara dialihkan ke Pemerintah
Republik Indonesia dan berlaku sejak tanggal 01 Juli 1997. IUPK Kideco diberikan
dengan jangka waktu sampai dengan tanggal 13 Maret 2033 dan dapat
diperpanjang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Konsesi
pertambangan batubara tersebut berlokasi di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan
Timur yang meliputi luas konsesi 33.887 hektar.

Berdasarkan hasil investigasi geologi, dalam konsesi pertambangan yang dikuasai
oleh Kideco sampai dengan saat ini terdapat 8 (enam) Area/Pit yang mengandung
deposit batubara yaitu area-area: Roto Utara, Roto Selatan A-F, Roto Selatan G
(Biu), Roto Tengah, Samarangau ABC, Sumarangau D, Susubang, dan Suwi.


                                                                                           18

                            Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 20
     KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Dari Laporan Rencana Umur Masa Tambang PT Kideco Jaya Agung yang
dikeluarkan oleh RPM Global sebagai tenaga ahli teknis tambang independen
dengan Job No. ADV-JA-04093 yang dikeluarkan pada tanggal 3 April 2024,
dinyatakan bahwa sumberdaya batubara yang terkandung pada area-area
pertambangan tersebut dimuka adalah sebagai berikut :

                                                                 Resources (Mt)
             Area/Fit
                                         Terukur            Tertunjuk             Terduga   Total

 Roto Selatan A-F                           41                   50                  17      108
 Roto Selatan G (Biu)                        6                    2                   0       8
 Roto Tengah                                99                  110                  33      242
 Samurangau ABC                            360                  221                 136      717
 Samurangau D                              232                   87                  9       328
 Suwi                                        0                   4                   3        7
 Susubang                                   26                   10                  3       39
 Total                                     764                  484                 201     1.449

Dari sumberdaya batubara yang dimiliki Kideco tersebut diatas, cadangan batubara
yang terdapat di area-area tersebut diatas adalah sebagai berikut:

             Area/Fit                                           Coal Reserve (Mt)
                                           Terbukti                     Terduga             Total
               *)
 Roto Utara
 Roto Selatan A-F                              20                           2,9              22,9
 Roto Selatan G (Biu)                           0                            0                0
 Roto Tengah                                  0,4                           3,1              3,5
 Samurangau ABC                               231                          79,6             310,6
 Samurangau D                                113,5                         12,3             125,8
 Suwi                                           0                            0                0
 Susubang                                     4,7                           0,7              5,4
 Total                                       369,6                         98,6             468,2


Catatan:
*)
 Roto Utara, Roto South G dan Suwi tidak termasuk dalam area kerja RPM dalam
mengupdate coal reserve.
*)
 Coal Resources dan Coal Reserve bukan perhitungan akurat karena merupakan
pembulatan.
*)
 Coal Resources dan Coal Reserve diperkirakan dengan menggunakan topografi
pada akhir Desember 2023.




                                                                                                    19

                            Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 21
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Sifat Hubungan Perseroan dengan PT Runge Pincock Minarco dan Kompetensi
PT Runge Pincock Minarco
PT Runge Pincock Minarco adalah suatu badan yang bergerak sebagai tenaga ahli
teknis tambang independen yang merupakan perwakilan di negara Indonesia dari
RPM Global Holdings Ltd. RPM Global Holdings Ltd. merupakan ahli tambang
independen yang berasal dari Australia yang berdiri sejak tahun 1968 dan terdaftar
dalam Bursa Efek Australia (Australian Stock Exchange) pada tahun 2008. RPM
Global Holdings Ltd. sendiri memiliki 19 lokasi kantor yang tersebar di 12 negara
yang berbeda.


URAIAN SINGKAT TENTANG TPEC
Pendirian TPEC
TPEC merupakan suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Akta
Pendirian Perseroan Terbatas No. 121 tanggal 26 Agustus 1989, dibuat dihadapan
Kartini Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah memperoleh
pengesahan Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan
No. C2-4485.HT.01.01.Th.89 tanggal 18 Mei 1989 dan diumumkan dalam lembaran
Berita Negara RI No. 66 tanggal 18 Agustus 1989, Tambahan No. 1602.

Anggaran Dasar TPEC telah beberapa kali mengalami perubahan, diantaranya; (i)
Akta No. 05 tanggal 18 Desember 2015, dibuat di hadapan Marliansyah, S.H.,
Notaris di Jakarta mengenai perubahan kedudukan perusahaan. Perubahan tersebut
telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0948321.AH.01.02.Tahun 2015 tanggal 18
Desember 2015; (ii) Akta No. No. 30 tanggal 27 Desember 2017, dibuat di hadapan
Marliansyah, S.H., Notaris di Jakarta Selatan mengenai peningkatan modal dasar
dan modal ditingkatkan.

Perubahan tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
0027657.AH.01.02.Tahun 2017 tanggal 27 Desember 2017 dan telah diberitahukan
kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-
0205659 tanggal 27 Desember 2017; (iii) Akta No. 30 tanggal 20 Mei 2016, dibuat
dihadapan Yohannes Irson Purba, S.H., Notaris di Tangerang Selatan, mengenai
perubahan Pasal 9 dan Pasal 12 Anggaran Dasar Perseroan yang telah
diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-
AH.01.03-0052700 tanggal 30 Mei 2016; (iv) Akta No. 6 tanggal 31 Januari 2018,
dibuat dihadapan Ungke Mulawanti, S.H., M.Kn., Notaris di Bekasi, mengenai
peningkatan modal ditempatkan dan disetor. Perubahan tersebut telah diberitahukan
kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-
0092997 tanggal 03 Maret 2018; dan terakhir (v) Akta Perubahan Anggaran Dasar
No. 07 tanggal 24 April 2019, dibuat di hadapan Yohannes Irson Purba, S.H.,
Notaris di Kota Tangerang Selatan, mengenai perubahan maksud dan tujuan.



                                                                                        20

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 22
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Perubahan tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
0024507.AH.01.02.Tahun 2019 tanggal 8 Mei 2019.

Anggaran Dasar TPEC terakhir diubah berdasarkan Akta Perubahan Anggaran
Dasar No. 23 tanggal 6 Juli 2023, dibuat di hadapan Elisabeth Karina Leonita, S.H.,
M.Kn. Notaris di Kota Tangerang Selatan, mengenai perubahan susunan direksi dan
komisaris. Perubahan tersebut telah diberitahukan kepada Direktorat Jendral
Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan Surat Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-
AH.01.09-0142746 tanggal 12 Juli 2023.

TPEC berdomisili di Tangerang Selatan dengan kantor pusat beralamat di Indy
Bintaro Office Park, Gedung A, Jl. Boulevard Bintaro Jaya Blok B7/A6 Sektor VII,
CBD Bintaro Jaya, Kel. Pondok Jaya, Kec. Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.


Modal Saham TPEC

Susunan pemegang saham per Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut:

                                      Jumlah Saham                   Modal Disetor      Kepemilikan
    Pemegang Saham
                                        (lembar)                        (Rp.)              (%)
 PT Tripatra Multi Energi                  560.154                 560.154.000.000        51,270143

 PT Indika Energy Tbk                      532.399                 532.399.000.000       48,7297653

 PTIndika Inti Corpindo                        1                        1.000.000          0,000092

            Total                        1.092.554                1.092.554.000.000          100,00



Susunan Pengurus TPEC

Dewan Komisaris:
Komisaris Utama                   :      Kamen Kamenov Palatov
Komisaris                         :      Dhira Nandana
Komisaris                         :      Retina Rosabai
Komisaris                         :      Farid Harianto
Komisaris                         :      Hasnul Suhaimi

Direksi:
Direktur Utama                    :      Raymond Naldi Rasfuldi
Direktur                          :      Benny Julius Joesoep
Direktur                          :      Suraji Nugroho
Direktur                          :      Rizki Amelia
Direktur                          :      Ananto Wardono




                                                                                                21

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 23
     KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan




Kegiatan Usaha TPEC

Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar TPEC ruang lingkup kegiatan usaha TPEC
adalah menjalankan usaha dalam bidang konstruksi, industri, perdagangan besar,
konsultasi, informasi dan komunikasi. Pada saat ini TPEC juga melakukan investasi
pada saham-saham perusahaan. Dengan demikian Perusahaan sebagai “Operating
Holding Company”. TPEC mulai beroperasi komersial pada 26 Agustus 1988.


Izin-izin yang diperoleh TPEC

1.      Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) : 01.339.758.3.081.000

2.      Surat Keterangan Domisili Usaha No. 145.41/40-Ekbang yang berlaku sampai
        dengan tanggal 06 November 2020 dan dikeluarkan oleh Lurah Pondok Jaya,

3.      Nomor Induk Berusaha (NIB) : 8120102902845 yang dikeluarkan oleh
        Lembaga Pengelola dan Penyelenggara OSS pada tanggal 24 September
        2018

4.      Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) yang dikeluarkan oleh Lembaga
        Pengelola dan Penyelenggara OSS pada tanggal 08 Januari 2020

5.      Izin Usaha Jasa Konstruksi yang dikeluarkan oleh Lembaga Pengelola dan
        Penyelenggara OSS pada tanggal 08 Januari 2020.


Investasi TPEC Pada Anak Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi

TPEC melakukan investasi secara langsung dan tidak langsung kepada
perusahaan-perusahaan asosiasi dalam bentuk saham dengan jumlah saham dan
persentase kepemilikan sebagai berikut :

                                                                                           Kepemilikan
                                    Investasi
                                                                                              (%)

Tripatra (Singapore) Pte. Ltd. (TRIS)                                                              100

Tripatra Investments Limited (TRIL)
                                                                                                   100
(melalui TRIS)
PT Kuala Pelabuhan Indonesia (KPI)
                                                                                                     5
(melalui TRIS)
PT Cotrans Asia (Cotrans)                                                                           45

PT Sea Bridge Shipping (SBS)                                                                        46




                                                                                                         22

                            Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 24
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



URAIAN SINGKAT TENTANG TPE

Pendirian TPE

TPE merupakan suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Akta
Pendirian No.42 tanggal 10 Oktober 1973, dibuat dihadapan H Zamir Simon, S.H.,
Notaris di Jakarta, sebagaimana diperbaiki dengan (i) Akta No. 37 tanggal
12 Agustus 1974, dibuat di hadapan Makmur Fattah, BA, notaris pengganti H Zamir
Simon, S.H., yang berkedudukan di Jakarta, (ii) Akta No. 100 tanggal 24 Juni 1977
yang dibuat di hadapan H Zamir Simon, SH, Notaris di Jakarta dan (ii) Akta No. 58
tanggal 16 Januari 1984 yang dibuat di hadapan H Zamir Simon, S.H., Notaris di
Jakarta. Akta-akta tersebut telah memperoleh pengesahan Menteri Kehakiman
Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-694.HT.01.01.Th.84
tanggal 30 Januari 1984 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia
No. 39 tanggal 15 Mei 1984, Tambahan No. 500.

Anggaran dasar TPE telah mengalami beberapa kali perubahan, diantaranya
dengan (i) Akta No. 32 tanggal 20 Mei 2016 dari Yohanes Irson Purba, S.H., notaris
di Tangerang Selatan mengenai perubahan pemimpin rapat umum pemegang
saham dan kewewenangan direksi. Perubahan tersebut telah mendapatkan
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
Surat Penerimaan Pemberitahuan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-
0052852.Tahun 2016 tanggal 31 Mei 2016; (ii) Akta No. 27 tanggal 23 April 2018,
dibuat dihadapan notaris yang sama, mengenai perubahan masa jabatan direksi dan
dewan komisaris. Perubahan tersebut telah diberitahukan kepada Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0197666 tanggal
17 Mei 2018; dan terakhir (iii) Akta No. 08 tanggal 24 April 2019, dibuat dihadapan
notaris yang sama, mengenai perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha.
Perubahan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
0024532.AH.01.02.Tahun 2019 tanggal 08 Mei 2019.

Anggaran Dasar TPEC terakhir diubah berdasarkan Akta Perubahan Anggaran
Dasar No. 22 tanggal 6 Juli 2023, dibuat di hadapan Elisabeth Karina Leonita, S.H.,
M.Kn. Notaris di Kota Tangerang Selatan, mengenai perubahan susunan direksi dan
komisaris. Perubahan tersebut telah diberitahukan kepada Direktorat Jendral
Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan Surat Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-
AH.01.09-0142744 tanggal 13 Juli 2023.

TPE berdomisili di Tangerang Selatan dengan kantor pusat beralamat di Gedung
Indy Bintaro Office Park, Jl. Boulevard Bintaro Jaya Blok B7/A6 Sektor VII, Kota
Tangerang Selatan, Banten.


Modal Saham TPE

Susunan pemegang saham per Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut:



                                                                                        23

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 25
     KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan




                                      Jumlah Saham                 Modal Disetor           Kepemiikan
      Pemegang Saham
                                        (lembar)                      (Rp.)                   (%)

PT Tripatra Multi Energi                          1.360.000          1.360.000.000           98,194946
PT Indika Energy Tbk                                24.999                24.999.000          1,804982
PTIndika Inti Corpindo                                      1                      1000       0,000072
              Total                               1.385.000          1.385.000.000              100,00

Susunan Pengurus TPE

Susunan direksi dan komisaris TPE per Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut :

Dewan Komisaris:

Komisaris Utama                              :        Kamen Kamenov Palatov
Komisaris                                    :        Dhira Nandana
Komisaris                                    :        Retina Rosabai
Komisaris                                    :        Farid Harianto
Komisaris                                    :        Hasnul Suhaimi

Direksi:

Direktur Utama                                :       Raymond Naldi Rasfuldi
Direktur                                      :       Benny Julius Joesoep
Direktur                                      :       Suraji Nugroho
Direktur                                      :       Rizki Amelia
Direktur                                      :       Ananto Wardono


Kegiatan Usaha TPE

Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar TPE, ruang lingkup kegiatan TPE meliputi
aktivitas konsultasi manajemen lainnya dan aktivitas keinsinyuran dan konsultasi
teknis yang berhubungan dengan itu. Perusahaan mulai beroperasi secara
komersial pada 10 Oktober 1973.


Izin-izin yang diperoleh TPE

1.      Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) : 01.309.875.1-081.000
2.      Nomor Induk Berusaha (NIB) : 9120006110149 yang dikeluarkan oleh
        Lembaga Pengelola dan Penyelenggara OSS pada tanggal 04 Januari 2019.
3.      Izin Usaha Jasa Konstruksi dari Walikota Tangerang Selatan, DInas
        Penanaman     Modal    dan    Pelayanan    Terpadu Satu Pintu No.
        1.3674.1.00173.903502 pada tanggal 7 Oktober 2019




                                                                                                         24

                            Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 26
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Informasi Lain Tentang TPE

Pemegang Saham Mayoritas dari TPE

TPE tergabung dalam kelompok usaha Perseroan, karena pemegang saham
mayoritas TPE adalah Perseroan, dimana besarnya kepemilikan sahamnya di TPE
baik langsung maupun tidak langsung melalui TIME adalah sebanyak 1.384.999
lembar saham atau setara dengan kepemilikan 99,9999%.


URAIAN SINGKAT TENTANG TIME

Pendirian TIME

TIME merupakan suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Akta
Pendirian No. 169 tanggal 29 Oktober 2012, dibuat dihadapan Mellyani Noor
Shandra, S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah memperoleh pengesahan
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
Keputusan No. AHU-60338.AH.01.01.Tahun 2012 tanggal 27 November 2012.
Anggaran Dasar TIME telah diubah beberapa kali dengan perubahan terakhir
berdasarkan Akta No. 44 tanggal 8 September 2021, dibuat dihadapan Elizabeth
Karina Leonita, S.H., M.Kn., Notaris di Bogor, yang telah mendapatkan persetujuan
dari    Menkumham         berdasarkan       Surat     Keputusan      No.     AHU-
0049060.AH.01.02.TAHUN 2021 tanggal 10 September 2021 dan telah didaftarkan
dalam Daftar Perseroan No. AHU-0155223.AH.01.11.Tahun 2021 tanggal 10
September 2021 dan susunan Direksi dan Dewan Komisaris terakhir berdasarkan
Akta No. 88 tanggal 21 April 2022, yang dibuat di hadapan Elizabeth Karina Leonita,
S.H., M.Kn., Notaris di Kota Bogor, yang telah diterima oleh Menkumham
berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No.
AHU-AH.01.09-0010512 tanggal 28 April 2022 dan telah didaftarkan dalam Daftar
Perseroan No. AHU-0086117.AH.01.11 Tahun 2022 tanggal 28 April 2022.

TIME berdomisili di Indy Bintaro Office Park, Gedung A, Jl. Boulevard Bintaro Jaya
Blok B7/A6 Sektor VI, CBD Bintaro Jaya, Kel. Pondok Jaya, Kec. Pondok Aren, Kota
Tangerang Selatan 15424.

Modal Saham TIME
Susunan pemegang saham per Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut:
                                             Lembar
                                                                 Modal Disetor          Kepemiikan
     Pemegang Saham                          Saham
                                                                    (Rp.)                  (%)
                                            (lembar)
PT Indika Energy Tbk                            631.167         631.167.000.000              99,994
PT Indika Energy
                                                         40             40.000.000            0,006
Infrastructure
              Total                             631.207         631.207.000.000              100,00




                                                                                                     25

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 27
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan




Susunan Pengurus TIME

Susunan Pengurus TIME per Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris:
Komisaris                                  :       Kamen Kamenov Palatov

Direksi:
Direktur                                   :       Joseph Pangalila


Kegiatan Usaha TIME
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar TIME, ruang lingkup kegiatan TIME meliputi
perdagangan besar atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak, perdagangan besar
khusus lainnya, perdagangan besar berbagai macam barang, konstruksi gedung,
konstruksi jalan dan jalan rel, aktivitas penunjang pertambangan minyak bumi dan
gas alam, aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya,
ketenagalistrikan, pengelolaan air, pengelolaan dan pembuangan sampah, aktivitas
penunjang angkutan, real estat yang dimiliki sendiri atau disewa dan kawasan
pariwisata, aktivitas kantor pusat, aktivitas konsultasi manajemen, instalasi system
kelistrikan, air (pipa) dan instalasi konstruksi lainnya, dan aktivitas penyewaan dan
sewa guna tanpa hak opsi mesin, peralatan dan barang berwujud lainnya.



URAIAN SINGKAT TENTANG TRIS

Pendirian TRIS

TRIS merupakan suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum
Singapura dan dan tercatat sebagai perusahaan dengan No. 200602391C pada
tanggal 22 Pebruari 2006.
Anggaran dasar TRIS telah mengalami beberapa perubahan, diantaranya
berdasarkan Akta Keputusan Sirkuler Pemegang Saham tanggal 13 Maret 2019
dalam rangka peningkatan modal disetor.

Anggaran Dasar TRIS terakhir diubah berdasarkan Accounting and Corporate
Regulatory (ACRA) tanggal 28 September 2022 tentang perubahan susunan direksi
dan komisaris.
Perusahaan berdomisili di 7 Temasek Boulevard, #08-01, Suntec Tower One,
Singapore 038987.


Modal Saham TRIS

Susunan pemegang saham per Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut:


                                                                                        26

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 28
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



                                                       Jumlah
                                                                         Modal disetor    Kepemilikan
           Pemegang Saham                              Saham
                                                                            (USD)             (%)
                                                      (lembar)
PT Tripatra Engineers and Constructors              39.000.000             39.000.000             100

                                                    39.000.000             39.000.000             100



Susunan Pengurus TRIS

Susunan Pengurus TRIS per Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut:

Direksi:

Direktur       : Charles Chai
Direktur       : Purbaja Pantja
Direktur       : Mohammad Mangkuningrat
Direktur       : Azis Armand
Direktur       : Gan Lee Teng
Direktur       : Agnes Chen Meiyun


Kegiatan Usaha TRIS

Bergerak dalam bidang usaha investasi pada saham perusahaan (Investment
Holding Company). Penyertaan TRIS per Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut:
                                                                                         Kepemilikan
       Investasi                      Domisili                 Bidang usaha                  (%)
Tripatra Investments                                        Investment Holding
                             British Virgin Island                                                100
Limited (TRIL)                                                  Company
PT Kuala Pelabuhan                                          Operasi pelabuhan
                                       Papua                                                           5
Indonesia                                                    dan transportasi




A.2. Analisis Pokok-Pokok Perjanjian Pinjaman dan Persyaratan Yang
Disepakati

Dalam rangka penerbitan Surat Utang 2029, Perseroan telah mengumumkan
kepada masyarakat luas khususnya kepada para investor dalam bentuk
Memorandum Penawaran (Offering Memorandum) Surat Utang 2029 pada tanggal
24 April 2024.

Hal-hal yang diatur dalam penawaran pendahuluan Surat Utang 2029 tersebut
antara lain mengenai hal-hal sebagai berikut:




                                                                                                       27

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 29
     KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Penerbit                                 PT Indika Energy Tbk.
Nilai Surat Utang                        Sebesar USD350.000.000 dengan bunga tetap sebesar 8,75%
                                         yang dibayarkan setiap tengah tahunan.
Bunga dan Tempo Pembayaran               Tingkat suku bunga adalah sebesar 8,75% per tahun, yang akan
Bunga                                    dibayarkan setiap 6 (enam) bulan.
Harga yang ditawarkan                    100% dari nominal Surat Utang 2029.
Tanggal Jatuh Tempo                      7 Mei 2029.
Pemberi Jaminan                          Pemberi Jaminan adalah Perseroan dan Anak Perusahaan
                                         Penjamin,
Jaminan                                  -  Jaminan perusahaan (corporate guarantee) oleh Anak
                                            Perusahaan Penjamin
                                         - Saham IIC yang dimiliki oleh Perseroan
                                         - Saham TPE yang dimiliki oleh Perseroan, IIC dan TIME
                                         - Saham TPEC yang dimiliki oleh Perseroan, IIC dan TIME
                                         - Saham Kideco yang dimiliki oleh Perseroan dan IIC
                                         - Saham TRIS yang dimiliki oleh TPEC
Penggunaan Dana                          Dana yang diterima setelah dikurangi dengan biaya penerbitan,
                                         komisi, dan biaya pengeluaran lainnya sehubungan dengan
                                         penerbitan Surat Utang 2029, diantaranya untuk:
                                         - pembelian kembali jumlah maksimum pokok terutang
                                             sehubungan dengan Surat Utang 2025;
                                         - pelunasan sisa jumlah terutang Surat Utang 2025 melalui
                                             pembelian kembali pada pasar terbuka, penawaran tender
                                             dan/atau pelunasan sebagaimana diatur dalam indenture Surat
                                             Utang 2025;
                                         - pendanaan pengeluaran modal Perseroan sehubungan dengan
                                             pengembangan dan ekspansi kegiatan usaha non batubara.
Wali Amanat (Trustee)                    The Bank of New York Mellon
Pembatasan                               Pembatasan di dalam Indenture antara lain adalah:
                                         - Pembatasan terkait utang baru dan penerbitan saham
                                            preferen;
                                         - Pembatasan untuk melakukan pembayaran yang dibatasi
                                            (restricted payments);
                                         - Pembatasan terkait hak jaminan (lien);
                                         - Pembatasan sehubungan dengan larangan pembagian
                                            dividen dan pembayaran lainnya yang dapat
                                            mempengaruhi Anak Perusahaan Yang Dibatasi;
                                         - Pembatasan untuk melakukan penjualan saham dan
                                            penerbitan saham baru Kideco dan Anak Perusahaan
                                            Yang Dibatasi;
                                         - Pembatasan pemberian jaminan perusahaan oleh Anak
                                            Perusahaan Yang Dibatasi;
                                         - Pembatasan atas transaksi penjualan dan sewa beli
                                            kembali;
                                         - Pembatasan untuk melakukan pengalihan aset;
                                         - Pembatasan untuk melakukan transaksi tertentu dengan
                                            pemegang saham dan/atau afiliasi; dan
                                         - Pembatasan atas kegiatan usaha Perseroan.
Pencatatan                               Surat Utang 2029 ini akan diperdagangkan di SGX-ST
                                         dengan minimum lot tidak kurang dari SGD200.000
*)      Anak Perusahaan Yang Dibatasi berarti anak perusahaan Perseroan yang lebih dari 50%
        sahamnya dimiliki baik langsung maupun tidak langsung oleh Perseroan kecuali yang
        ditentukan lain oleh Perseroan.




                                                                                                   28

                            Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 30
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



A.3. Risiko dan Manfaat dari Transaksi

Manfaat dan Keuntungan bagi Perseroan atas Transaksi

Penerbitan Surat Utang 2029 akan menjaga likuiditas dan posisi kas Perseroan
serta memperpanjang periode jatuh tempo utang Perseroan dengan skema
pembayaran Surat Utang 2029 pada akhir jatuh tempo (bullet payment).

Dengan pertimbangan bahwa, adanya ketidakpastian atas perkembangan harga
batubara di masa yang akan datang, Perseroan meyakini bahwa dengan
memperpanjang periode jatuh tempo utang Perseroan, maka Perseroan, atau
secara tidak langsung melalui anak usahanya, dapat melakukan diversifikasi usaha
ke sektor non-batubara .

Berikut ini penjabaran tentang manfaat-manfaat dari penerbitan Surat Utang 2025
bagi Perseroan:

a. Dengan dilakukannya Transaksi, maka kewajiban keuangan Perseroan yang
   harus dipenuhi pada tahun 2025 atau pada saat jatuh temponya Surat Utang
   2025 dapat diubah menjadi pembiayaan dengan jangka waktu yang lebih
   panjang;
b. Dengan skema pembayaran pokok Surat Utang 2029 pada akhir periode jatuh
   temponya (bullet payment), menjadikan Perseroan dapat menjaga likuiditasnya,
   terutama pada saat jatuh temponya Surat Utang 2025;
c. Melalui Transaksi, Perseroan, atau secara tidak langsung melalui anak
   perusahaannya, dapat melakukan ekspansi usaha atau diversifikasi usaha ke
   sektor non-batubara;
d. Dana yang semula akan dipergunakan oleh Perseroan untuk melunasi Surat
   Utang 2025 dalam waktu dekat dapat dipergunakan kembali, sehingga
   penggunaan dana dapat difokuskan untuk membiayai kegiatan usaha Perseroan
   dan anak-anak perusahaan Perseroan yang bergerak di bidang usaha non-
   batubara; dan
e. Pendanaan melalui penerbitan Surat Utang 2029 merupakan alternatif
   pembiayaan bagi Perseroan mengingat keterbatasan penyaluran pembiayaan
   oleh perbankan yang dipengaruhi iklim usaha bidang batubara yang masih belum
   pulih sepenuhnya.


Risiko yang mungkin timbul dari Transaksi

Disamping manfaat yang akan diperoleh Perseroan dengan melakukan Transaksi,
terdapat pula risiko-risiko yang mungkin dihadapi Perseroan. Risiko-risiko tersebut
berkaitan langsung dengan risiko Perseroan dalam menjalankan usahanya,
sehingga dapat mengganggu kegiatan operasional Perseroan.




                                                                                        29

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 31
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Risiko-risiko yang mungkin dihadapi Perseroan antara lain adalah :
- Risiko fluktuasi harga batubara yang signifikan dipengaruhi oleh banyak faktor
  yang di luar kendali Perseroan
- Operasi penambangan batubara dan program ekspansi yang bergantung pada
  kemampuan Perseroan untuk mendapatkan, mempertahankan dan memperbarui
  izin dan persetujuan yang diperlukan dari Pemerintah
- Risiko operasional dan infrastruktur, cuaca buruk, bencana alam, perubahan iklim
  serta semakin menurunnya cadangan batubara dapat mempengaruhi bisnis dan
  prospek Perseroan secara negatif
- Risiko kondisi politik, militer dan ekonomi dunia
- Risiko peraturan atau kebijakan pemerintah sehubungan dengan batubara
- Risiko penurunan permintaan energi sebagai akibat dari perpajakan energi atau
  perubahan pola belanja konsumen
- Risiko persaingan ketat, pasar yang sangat kompetitif membutuhkan sumber
  daya, teknologi, dan tenaga yang terampil
- Bisnis Perseroan yang padat modal sehingga Perseroan mungkin mengalami
  ketersediaan dana yang terbatas
- Risiko kepatuhan dan perbaikan lingkungan yang dapat berdampak buruk bagi
  Perseroan
- Risiko fluktuasi nilai tukar mata uang asing
- Risiko fluktuasi ekonomi juga menjadi salah satu faktor risiko yang dapat
  mempengaruhi turunnya harga batubara dan / atau meningkatnya biaya
  operasional sehingga dapat mempengaruhi kondisi keuangan Perseroan.
- Ketidakstabilan politik dan sosial di Indonesia dapat merugikan bisnis Perseroan
- Risiko gagal bayar sehingga mengakibatkan Perseroan harus menanggung
  jaminan saham
- Disamping itu, terdapat pula kemungkinan risiko yang berkaitan dengan
  ketidakmampuan manajemen Perseroan dalam mengelola manajemen risiko
  likuiditasnya di masa depan, yaitu kegagalan dalam membangun kerangka
  manajemen risiko likuiditas, yang dapat menyebabkan terganggunya pembayaran
  pokok utang dan bunga pada saat jatuh tempo.


B. Analisis Kualitatif
B.1. Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha

Perseroan adalah suatu kelompok usaha dengan segmen usaha dalam bidang
sumber daya energi, jasa energi, infrastruktur energi, logistik & infrastruktur, mineral,
bisnis hijau, kendaraan listrik, ventura digital, dan lain-lain.



                                                                                        30

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 32
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Perseroan terus berupaya meningkatkan efisiensi operasional dan menekan biaya
namun tetap mengedepankan layanan yang berkualitas dan bisnis yang
berkelanjutan. Kami juga terus memanfaatkan peluang penjualan silang intra-Grup
dan sentralisasi fungsi tertentu untuk meningkatkan integrasi kemampuan di seluruh
bisnis dan meningkatkan profitabilitas. Perseroan terus mengedepankan inisiatif
hijau yang ramah lingkungan dan menerapkan standar tinggi bahkan beyond
compliance di seluruh kegiatan operasional. Perseroan juga berkomitmen untuk
menjadi yang terdepan dalam memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar melalui
inisiatif di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Perseroan
senantiasa menerapkan praktik tata kelola perusahaan terbaik sesuai peraturan
yang berlaku. Perseroan terus mengedepankan inisiatif hijau yang ramah lingkungan
dan menerapkan standar tinggi bahkan beyond compliance di seluruh kegiatan
operasional. Perseroan juga berkomitmen untuk menjadi yang terdepan dalam
memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar melalui inisiatif di bidang pendidikan,
kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Perseroan senantiasa menerapkan praktik
tata kelola perusahaan terbaik sesuai peraturan yang berlaku.


B.2. Analisis Industri dan Lingkungan
TINJAUAN KONDISI PEREKONOMIAN INDONESIA
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang
2023 tumbuh sebesar 5,05% secara tahunan (year on year/yoy). Realisasi itu lebih
rendah dari pertumbuhan ekonomi tahun 2022 sebesar 5,31%. Kinerja ekonomi
sepanjang tahun 2023 tak lepas dari kinerja pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2023
yang sebesar 5,04% (yoy). Realisasi ini lebih pesat dibandingkan sebelumnya.
Secara lebih rinci, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2023 tercatat
sebesar 5,04%, lalu di kuartal II-2023 tumbuh sebesar 5,17%, dan pada kuartal III-
2023 tumbuh sebesar 5,04%. Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dalam
Kompas.com mengatakan, di tengah perlambatan ekonomi global dan menurunnya
harga komoditas unggulan, ekonomi Indonesia tetap tumbuh solid 5,05%. Adapun
pertumbuhan ekonomi sebesar 5,05% didapat dari produk domestik bruto (PDB)
atas dasar harga konstan (ADHK) sebesar Rp 12.301,4 triliun. Sementara itu, PDB
atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp 20.892 triliun. Amalia menyebutkan,
pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 turut dipengaruhi kondisi
perekonomian global. Pertumbuhan ekonomi tahun 2023 secara global diperkirakan
akan tetap tumbuh meskipun sedikit melambat. Imbas dari perlambatan ekonomi
tersebut, aktivitas perdagangan global pun melemah. Hal ini kemudian berimplikasi
terhadap sumber pertumbuhan ekonomi nasional yang berasal dari perdagangan
internasional. Dari dalam negeri, konsumsi rumah tangga masih terjaga. Hal ini
dipicu oleh laju inflasi yang terjaga di bawah 3%. Kebijakan pemerintah dalam
pengendalian inflasi, inflasi bulan Desember 2023 tercatat sebesar 2,61%, sejak
Juni 2023 selalu berada di bawah 4%.

Perekonomian Indonesia menunjukan kinerja positif dengan tumbuh kuat dan stabil
meski berada dalam situasi ekonomi global yang melambat dan penuh
ketidakpastian. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam
kemenkeu.go.id mengatakan bahwa Pemerintah merespons tanda-tanda
perlambatan ekonomi sebagai dampak dari pelemahan global melalui paket
kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah.


                                                                                        31

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 33
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Meski tahun 2023 pertumbuhan ekonomi dunia diproyeksikan melambat signifikan,
ekonomi Indonesia mencatatkan konsistensi tren pertumbuhan yang sangat baik,
ditopang oleh aktivitas permintaan domestik yang masih kuat, khususnya aktivitas
konsumsi dan investasi. Sepanjang tahun 2023, konsumsi masyarakat sebagai
kontributor utama perekonomian juga tumbuh sebesar 4,82% dan pengeluaran
Konsumsi Pemerintah (PKP) pada kuartal IV-2023 tumbuh positif sebesar 2,81%
setelah sempat terkontraksi pada kuartal sebelumnya. Dengan demikian, konsumsi
Pemerintah sepanjang tahun 2023 tumbuh sebesar 2,95%. Sementara,
pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi tercatat
sebesar 4,4% secara tahunan, atau menguat dibandingkan tahun sebelumnya.
Percepatan penyelesaian Proyek Strategis Nasional, aktivitas belanja modal
Pemerintah, hingga pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan sektor swasta turut
andil menjaga kinerja positif investasi. Selain itu, Kondisi infrastruktur yang semakin
meningkat, kinerja ekonomi makro yang sangat baik, serta stabilitas sosial politik
yang terjaga menjadi faktor utama menjaga keyakinan pelaku usaha untuk
berinvestasi.

Peningkatan mobilitas masyarakat juga telah mendorong pertumbuhan sektor
transportasi sepanjang tahun 2023. Sejalan dengan itu, sektor akomodasi dan
makan minum juga tumbuh positif sebesar 10,01% secara tahunan.
Penyelenggaraan berbagai event baik level nasional maupun internasional
mendorong daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisata. Peningkatan mobilitas
juga dipengaruhi oleh musim liburan nataru dan persiapan penyelenggaraan
pemilu. Dengan begitu, Pemerintah tetap akan terus memantau risiko perlambatan
perekonomian dunia yang diperkirakan masih berlanjut pada 2024. Dari sisi
domestik, inflasi yang diperkirakan relatif stabil, dampak dari penyelenggaraan
Pemilu 2024 terhadap konsumsi mayarakat maupun konsumsi Pemerintah, serta
kebijakan sektor perumahan yang sudah digulirkan Pemerintah pada kuartal IV-2023
akan menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi 2024. Berdasarkan dinamika
global dan potensi perekonomian domestik tersebut, perekonomian Indonesia
diperkirakan masih tumbuh kuat pada 2024, sebesar 5,2%. Sejalan dengan hal
tersebut, APBN 2024 berperan untuk meredam gejolak eksternal dan diarahkan
untuk mempercepat transformasi ekonomi secara inklusif dan berkelanjutan.

          Tabel Indikator Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2019 – 2023

      Indikasi Ekonomi              2019             2020            2021             2022      2023

   Pertumbuhan PDB
                                    5,02             -2,07            3,69            5,31      5,05
   (yoy, %)
   Nominal PDB
                                  15.833,9        15.434,2         16.970,8         19.588,4   20.892,4
   (Rp. Triliun)
   Tingkat Inflasi .
                                    3,02             1,68             1,87            5,51      2,61
   (%, akhir tahun)
   Suku Bunga BI (%)                5,00             3,75             3,50            5,50      6,00
   Cadangan Devisa
                                    129,2           135,9            144,9            137,2     146,4
   (USD Miliar)
   Nilai Tukar Rupiah
                                   13.901           13.901          14.269           15.731    15.399
   (Rp/USD, akhir tahun)
              Sumber: BPS, Bank Indonesia dan sumber lainnya (diolah)



                                                                                                          32

                           Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 34
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20-21 Desember 2023
memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 6,00%, suku bunga Deposit
Facility sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%. Terhitung
mulai 21 Desember 2023, Bank Indonesia menggunakan nama BI-Rate sebagai
suku bunga kebijakan menggantikan BI 7-Day (Reverse) Repo Rate untuk
memperkuat komunikasi kebijakan moneter. Penggantian nama ini tidak mengubah
makna dan tujuan BI-Rate sebagai stance kebijakan moneter Bank Indonesia, serta
operasionalisasinya tetap mengacu pada transaksi reverse repo Bank Indonesia
tenor 7 (tujuh) hari. Keputusan mempertahankan BI-Rate pada level 6,00% tetap
konsisten dengan fokus kebijakan moneter yang pro-stability yaitu untuk penguatan
stabilisasi nilai tukar Rupiah serta langkah pre-emptive dan forward looking untuk
memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1% pada 2024. Sementara
itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap pro-growth untuk
mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kebijakan makroprudensial
longgar terus ditempuh untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan kepada
dunia usaha dan rumah tangga. Akselerasi digitalisasi sistem pembayaran juga terus
didorong untuk meningkatkan volume transaksi dan memperluas inklusi ekonomi-
keuangan digital, termasuk digitalisasi transaksi keuangan Pemerintah Pusat dan
Daerah.

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2023 diprakirakan mencatat surplus sehingga
mendukung ketahanan eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada
Desember 2023 yang tercatat 3,3 miliar dolar AS dipengaruhi oleh kinerja ekspor
komoditas utama Indonesia yang tetap kuat, seperti batu bara serta besi dan baja.
Perkembangan ini mendukung transaksi berjalan 2023 tetap sehat dan diprakirakan
dalam kisaran surplus 0,4% sampai dengan defisit 0,4% dari PDB. Posisi cadangan
devisa Indonesia pada akhir Desember 2023 tercatat meningkat menjadi 146,4 miliar
dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan
pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan
internasional sekitar 3 bulan impor. Pada tahun 2024, NPI diprakirakan tetap surplus
dengan defisit transaksi berjalan yang rendah dalam kisaran defisit 0,1% sampai
dengan defisit 0,9% dari PDB. Sementara itu, surplus neraca transaksi modal dan
finansial diprakirakan berlanjut didukung oleh aliran masuk modal asing sejalan
dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik yang
lebih baik dan imbal hasil investasi yang menarik.

Inflasi menurun dan terjaga dalam kisaran sasaran. Inflasi IHK Desember 2023
tercatat sebesar 2,61% (yoy) menurun dari tahun sebelumnya sebesar 5,51% (yoy)
sehingga berada dalam kisaran 3,0±1%. Penurunan inflasi dipengaruhi oleh
terjaganya berbagai komponen inflasi sebagai hasil nyata konsistensi kebijakan
moneter Bank Indonesia yang pro-stability serta sinergi erat kebijakan Bank
Indonesia dengan Pemerintah Pusat dan Daerah. Inflasi inti 2023 terjaga rendah
sebesar 1,80% (yoy) dipengaruhi oleh imported inflation yang rendah, ekspektasi
inflasi yang terjangkar dalam sasaran, dan kapasitas perekonomian yang masih
besar dan dapat merespons permintaan domestik. Inflasi volatile food juga terkendali
sebesar 6,73% (yoy) didukung oleh eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank
Indonesia dengan TPIP dan TPID melalui penguatan GNPIP di berbagai daerah
dalam mengendalikan harga pangan, termasuk dari dampak El Nino.




                                                                                        33

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 35
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Inflasi kelompok administered prices tercatat sebesar 1,72% (yoy), sejalan
minimalnya kebijakan penyesuaian harga komoditas yang diatur oleh Pemerintah.
Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan moneter yang pro-
stability dan mempererat sinergi kebijakan dengan Pemerintah guna memastikan
inflasi 2024 berada dalam kisaran 2,5±1%.

Nilai tukar rupiah menutup akhir tahun 2023 dengan menguat ke level Rp15.399 per
dolar AS. Mayoritas mata uang Asia juga perkasa di hadapan greenback.
Berdasarkan data Bloomberg, Jumat (29/12/2023), rupiah ditutup naik 0,12% atau
18,50 poin ke Rp15.399 per dolar AS, sementara indeks yang mengukur kekuatan
greenback melemah 0,09% atau 0,09 poin ke 101,13 pada 15.15 WIB. Mata uang
Asia seperti yen Jepang naik tipis 0,01%, yuan China terapresiasi 0,24%, ringgit
Malaysia menguat 0,44%, dolar Singapura naik 0,20%, dan dolar Hong Kong
menguat tipis 0,02%. Adapun won Korea Selatan melemah sendirian 0,18% di
hadapan dolar AS. Adapun 2023 merupakan tahun yang bergejolak untuk dolar AS.
Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap kuat didukung oleh sistem
pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Pada tahun 2023, nilai transaksi digital
banking tercatat Rp58.478,24 triliun atau tumbuh sebesar 13,48% (yoy) dan
diproyeksikan meningkat 9,11% (yoy) hingga mencapai Rp63.803,77 triliun pada
tahun 2024. Sementara nilai transaksi Uang Elektronik (UE) meningkat 43,45% (yoy)
sehingga mencapai Rp835,84 triliun dan diproyeksikan meningkat 25,77% (yoy)
hingga mencapai Rp1.051,24 triliun pada tahun 2024. Nominal transaksi QRIS
tercatat tumbuh 130,01% (yoy) dan mencapai Rp229,96 triliun, dengan jumlah
pengguna 45,78 juta dan jumlah merchant 30,41 juta yang sebagian besar
merupakan UMKM. Sementara itu, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu
ATM, kartu debit, dan kartu kredit mencapai Rp8.178,69 triliun atau turun sebesar
0,81% (yoy). Dari sisi pengelolaan uang Rupiah, jumlah Uang Kartal Yang
Diedarkan (UYD) pada Desember 2023 meningkat 7,33% (yoy) sehingga menjadi
Rp1.101,75 triliun.

Produk Domestik Bruto

Perekonomian Indonesia 2023 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto
(PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp20.892,4 triliun dan PDB per kapita
mencapai Rp75,0 juta atau US$4.919,7. Ekonomi Indonesia tahun 2023 tumbuh
sebesar 5,05%, lebih rendah dibanding capaian tahun 2022 yang mengalami
pertumbuhan sebesar 5,31%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha.
Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Transportasi dan
Pergudangan sebesar 13,96%; diikuti Jasa Lainnya sebesar 10,52%; dan
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 10,01%. Sementara itu, Industri
Pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh 4,64%. Sedangkan Pertanian,
Kehutanan, dan Perikanan serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil
dan Sepeda Motor masing-masing tumbuh sebesar 1,30% dan 4,85%. Struktur PDB
Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2023 tidak
menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh
Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 18,67%; diikuti oleh Perdagangan
Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 12,94%; Pertanian,
Kehutanan, dan Perikanan sebesar 12,53%; Pertambangan dan Penggalian sebesar
10,52%; serta Konstruksi sebesar 9,92%. Peranan kelima lapangan usaha tersebut
dalam perekonomian Indonesia mencapai 64,58%.


                                                                                        34

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 36
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Ekonomi Indonesia kuartal IV-2023 terhadap kuartal IV-2022 (y-on-y) tumbuh
sebesar 5,04%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan
usaha yang tumbuh signifikan adalah Transportasi dan Pergudangan sebesar
10,33%; diikuti Jasa Lainnya sebesar 10,15%; dan Pengadaan Listrik dan Gas
sebesar 8,68%. Sebagai lapangan usaha yang memiliki peran dominan, Industri
Pengolahan tumbuh sebesar 4,07%. Sedangkan Pertanian, Kehutanan, dan
Perikanan serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
masing-masing tumbuh sebesar 1,12% dan 4,09%. Ekonomi Indonesia pada kuartal
IV-2023 tumbuh sebesar 0,45% (q-to-q) dibanding kuartal III-2023. Hampir seluruh
lapangan usaha tumbuh positif. Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan,
Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib tumbuh signifikan sebesar 19,81%; diikuti
Jasa Pendidikan sebesar 14,46%; serta Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
sebesar 8,66%. Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh 0,51%.
Sementara untuk Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta Perdagangan Besar
dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor masing-masing mengalami kontraksi
sebesar 17,70% dan 0,27%.




                                            Sumber: BPS

Dari sisi pengeluaran, ekonomi Indonesia tahun 2023 tumbuh sebesar 5,05%.
Pertumbuhan terjadi pada semua Komponen Pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi
terjadi pada Komponen PK-LNPRT sebesar 9,83%; diikuti Komponen Pengeluaran
Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 4,82%; Komponen Pembentukan Modal
Tetap Bruto (PMTB) sebesar 4,40%; Komponen PK-P sebesar 2,95%; dan
Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 1,32%. Sementara itu, Komponen
Impor Barang dan Jasa (yang merupakan faktor pengurang dalam PDB menurut
Pengeluaran) terkontraksi sebesar 1,65%. Struktur PDB Indonesia menurut
pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun 2023 t idak menunjukkan perubahan
yang berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Komponen PK-RT
yang mencakup lebih dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 53,18%; diikuti oleh
komponen PMTB sebesar 29,33%; Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar
21,75%; Komponen PK-P sebesar 7,45%; Komponen PK-LNPRT sebesar 1,25%;
dan Komponen Perubahan Inventori sebesar 1,19%. Sementara itu, Komponen
Impor Barang dan Jasa memiliki peran sebesar 19,57%.


                                                                                        35

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 37
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Ekonomi Indonesia kuartal IV-2023 terhadap kuartal IV-2022 tumbuh sebesar 5,04%
(y-on-y). Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen PK-LNPRT sebesar 18,11%;
diikuti Komponen PMTB sebesar 5,02%; Komponen PK-RT sebesar 4,47%;
Komponen PK-P sebesar 2,81%; serta Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar
1,64%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa terkontraksi sebesar
0,15%. Ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2023 dibanding kuartal III-2023 (q-to-q)
tumbuh sebesar 0,45%. Pertumbuhan terjadi pada semua Komponen Pengeluaran.
Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen PK-P sebesar 39,13%; diikuti oleh
Komponen PK-LNPRT; Komponen Ekspor Barang dan Jasa; dan Komponen PMTB
yang masing-masing tumbuh sebesar 11,75%; 5,75%; dan 2,57%. Sementara itu,
Komponen Impor Barang dan Jasa tumbuh sebesar 4,31%. Struktur perekonomian
Indonesia secara spasial selama tahun 2023 menurut kelompok pulau masih
disumbangkan oleh Pulau Jawa dengan kontribusi sebesar 57,05%; diikuti Sumatera
22,01%; Kalimantan 8,49%; Sulawesi 7,10%; Bali dan Nusa Tenggara 2,77%; serta
Maluku dan Papua 2,58%. Sedangkan kinerja pertumbuhan ekonomi tahun 2023 di
semua kelompok pulau tercatat kondusif walaupun dibayangi pelemahan ekonomi
global. Secara kumulatif pertumbuhan (c-to-c) tertinggi terjadi pada kelompok Pulau
Maluku dan Papua yang mencatat pertumbuhan sebesar 6,94%; diikuti Pulau
Sulawesi 6,37%; Pulau Kalimantan 5,43%; Pulau Jawa 4,96%; dan Pulau Sumatera
4,69%. Selanjutnya, kelompok provinsi di Pulau Bali dan Nusa Tenggara mencatat
pertumbuhan sebesar 4,00% (c-to-c).

                          PDB Menurut Lapangan Usaha
                 Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010
                                  (triliun rupiah)




                                                                                        36

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 38
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



                  Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha
                                    (persen)




                                      Sumber: www.bps.go.id


Perkembangan Ekspor Impor Indonesia

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, nilai ekspor Indonesia Desember 2023
mencapai USD22,41 miliar atau naik 1,89% dibanding ekspor November 2023.
Dibanding Desember 2022 nilai ekspor turun sebesar 5,76%. Ekspor nonmigas
Desember 2023 mencapai USD20,93 miliar, naik 1,06% dibanding November 2023,
dan turun 6,23% jika dibanding ekspor nonmigas Desember 2022. Secara kumulatif,
nilai ekspor Indonesia Januari - Desember 2023 mencapai USD258,82 miliar atau
turun 11,33% dibanding periode yang sama tahun 2022. Sementara ekspor
nonmigas mencapai USD242,90 miliar atau turun 11,9%. Peningkatan terbesar
ekspor nonmigas Desember 2023 terhadap November 2023 terjadi pada komoditas
bahan bakar mineral sebesar USD354,3 juta (10,07%), sedangkan penurunan
terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar USD583,7 juta
(22,52%). Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari -
Desember 2023 turun 9,26% dibanding periode yang sama tahun 2022, demikian
juga ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 10,04% dan ekspor
hasil pertambangan dan lainnya turun 20,68%. Ekspor nonmigas Desember 2023
terbesar adalah ke Tiongkok yaitu USD5,77 miliar, disusul Amerika Serikat USD2,07
miliar dan India USD1,83 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 46,16%.

                                                                                        37

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 39
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar
USD3,37 miliar dan USD1,30 miliar. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia
terbesar pada Januari - Desember 2023 berasal dari Jawa Barat dengan nilai
USD36,63 miliar (14,15%), diikuti Kalimantan Timur USD27,94 miliar (10,79%) dan
Jawa Timur USD22,43 miliar (8,66%).




                                      Sumber : www.bps.go.id

Sedangkan untuk nilai impor Indonesia Desember 2023 mencapai USD19,11 miliar,
turun 2,45% dibandingkan November 2023 dan turun 3,81% dibandingkan
Desember 2022. Impor migas Desember 2023 senilai USD3,37 miliar, turun 3,33%
dibandingkan November 2023 atau naik 5,35% dibandingkan Desember 2022. Impor
nonmigas Desember 2023 senilai USD15,74 miliar, turun 2,26% dibandingkan
November 2023 dan turun 5,57% dibandingkan Desember 2022. Penurunan impor
golongan barang nonmigas terbesar Desember 2023 dibandingkan November 2023
adalah mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya senilai USD252,1 juta (11,42%).
Sementara peningkatan terbesar adalah bahan bakar mineral USD248,3 juta
(89,80%). Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari -
Desember 2023 adalah Tiongkok USD62,18 miliar (33,42%), Jepang USD16,44
miliar (8,84%), dan Thailand USD10,14 miliar (5,45%). Impor nonmigas dari ASEAN
USD31,05 miliar (16,69%) dan Uni Eropa USD14,02 miliar (7,53%). Menurut
golongan penggunaan barang, nilai impor Januari - Desember 2023 terhadap
periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada golongan barang
modal senilai USD2.828,9 juta (7,78%) dan barang konsumsi USD1.714,1 juta
(8,64%). Sementara impor bahan baku/penolong turun USD20.104,4 juta (11,09%).
Neraca perdagangan Indonesia Desember 2023 mengalami surplus USD3,31 miliar
terutama berasal dari sektor nonmigas USD5,20 miliar, namun tereduksi oleh defisit
sektor migas senilai USD1,89 miliar.


Inflasi dan IHSG

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada Desember 2023 terjadi inflasi year on
year (y-on-y) sebesar 2,61% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 116,56.
Inflasi tertinggi terjadi di Sumenep sebesar 5,08% dengan IHK sebesar 120,82 dan
terendah terjadi di Bandung sebesar 0,63% dengan IHK sebesar 116,16.


                                                                                        38

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 40
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya
seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan
tembakau sebesar 6,18%; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,78%;
kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,50%;
kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar
1,57%; kelompok kesehatan sebesar 1,94%; kelompok transportasi sebesar 1,27%;
kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,20%; kelompok
rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,69%; kelompok pendidikan sebesar
1,97%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,07%; dan
kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,55%. Tingkat inflasi month
to month (m-to-m) Desember 2023 sebesar 0,41% dan tingkat inflasi year to date (y-
to-d) Desember 2023 sebesar 2,61%. Tingkat inflasi y-on-y komponen inti Desember
2023 sebesar 1,80%, inflasi m-to-m sebesar 0,14%, dan inflasi y-to-d sebesar
1,80%.
                                        Inflasi (2019-2023)




                                          Sumber: BPS, BI

Sementara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah ke level
7.272,79 pada perdagangan akhir tahun, Jumat, (29/12/2023). Meskipun ditutup di
zona merah, IHSG masih menguat 6,16% secara year-to-date (ytd) dari posisi 2
Januari 2023 di level 6.850,98. Pada akhir tahun 2023, IHSG parkir di posisi
7.272,79 dengan terkoreksi 0,43% atau 31,09 poin dari penutupan perdagangan hari
sebelumnya. Indeks komposit bergerak di rentang 7.259 hingga 7.313 pada
perdagangan hari ini. Adapun, sebanyak 17,30 miliar saham diperdagangkan
dengan nilai transaksi sebesar Rp9,17 triliun dalam 869.452 kali transaksi.
Sebanyak 263 saham yang menguat, 273 saham yang melemah, dan 228 saham
stagnan. Kapitalisasi pasar tembus Rp11.708 triliun.

Direktur Utama BEI Iman Rachman dalam bisnis.com mengatakan, kinerja pasar
saham sepanjang 2023 mengalami fluktuasi, namun masih mencatatkan
pertumbuhan yang positif. BEI mencatat, terdapat rekor baru dari sisi kapitalisasi
pasar tertinggi sepanjang sejarah, yakni mencapai angka Rp11.762 triliun per
28 Desember 2023. Rekor baru lain juga tercatat dari sisi volume transaksi harian
tertinggi sepanjang sejarah, yakni sebesar 89 miliar lembar saham pada
31 Mei 2023.


                                                                                        39

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 41
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) tercatat berada pada posisi Rp10,75 triliun,
diikuti dengan volume transaksi harian di angka 19,8 miliar lembar saham dan
frekuensi transaksi harian mencapai 1,2 juta kali. Dari jajaran saham terlaris, saham
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) memimpin dengan nilai transaksi Rp751,9 miliar.
Diikuti saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dengan nilai
transaksi Rp532,7 miliar. Saham BBCA dan BBRI stagnan masing-masing di level
Rp9.400 dan Rp5.725. Adapun, dari jajaran emiten berkapitalisasi pasar jumbo atau
big cap, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) memimpin dengan
kenaikan 3,15% ke level Rp6.550 per saham. Disusul PT Astra International Tbk.
(ASII) yang naik 0,89% ke level Rp5.650 per saham pada perdagangan hari ini.
Sementara itu, dari jajaran top losers ada saham PT Bumi Benowo Sukses
Sejahtera Tbk. (BBSS) yang ambles 18,56% ke level Rp79 per saham. Diikuti
saham Prajogo Pangestu PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) turun 12,50%
ke level Rp5.250 per saham.

Head Customer Literation and Education dari Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi
dalam bisnis.com mengatakan, masih ada sederet pekerjaan rumah yang menanti
BEI maupun para anggota bursa lainnya pada 2024. Misalnya, memberikan literasi
dan inklusi keuangan dan memberikan program untuk menjangkau investor di
daerah untuk mendapatkan akses ke bursa. Dia memproyeksikan pertumbuhan dari
IHSG untuk tahun 2024 seiring dengan proyeksi pertumbuhan PDB diatas 5%, dan
juga berkaca dari pemilu 2009, 2014 dan 2019, IHSG alami kenaikan didorong net
foreign investor asing dan juga melonggarnya kebijakan moneter yang diproyeksi
pasar terjadi lebih cepat. Target IHSG untuk 2024 ke level 7.835 untuk skema
bullish, sedangkan bearish menilai potensi IHSG ke level 6.896. Macro Strategist
Samuel Sekuritas Indonesia, Lionel Priyadi menambahkan, faktor positif terhadap
IHSG pada 2024 adalah kemungkinan pemangkasan suku bunga di dalam negeri
maupun global. Sementara itu, yang menjadi faktor negatif untuk IHSG adalah
potensi melebarnya defisit neraca berjalan hingga -0,9% terhadap PDB Indonesia.
Lionel memproyeksikan prediksi IHSG untuk tahun 2024 konservatif di level 7.600.

                                   Grafik Pertumbuhan IHSG




                                  Sumber: finance.yahoo.com




                                                                                        40

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 42
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Prospek Perekonomian Indonesia

Di tengah pesimistis akan proyeksi pertumbuhan ekonomi global, pemerintah
Indonesia justru menaruh optimistis. Pemerintah dan DPR dalam Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sepakat mematok pertumbuhan ekonomi
pada 2024 di level 5,2%. Target pertumbuhan ekonomi Indonesia ini juga sejalan
dengan prediksi lembaga asing. Dalam 2024 Global Economics Outlook: The Last
Mile Morgan Stanley, yang dikutip dalam kontan.co.id memprediksi pertumbuhan
ekonomi Indonesia konsisten di kisaran 5% hingga 2025. Dalam proyeksi tersebut,
pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 diprediksi di level 5%, pada 2024 di
level 5,1% dan 2025 di level 5,2%. Sementara itu, Bank Dunia, dalam laporan
bertajuk East Asia and The Pacific Economic Upadete edisi Oktober 2023,
memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 berada di level
4,9%. Alasan World Bank memproyeksikan pertumbuhan di bawah 5% karena
adanya perlemahan harga komoditas global yang akan menekan ekspor dan
pendapatan Indonesia. Selain itu, Bank Dunia juga mengkhawatirkan perlambatan
ekonomi China yang berdampak pada ekonomi Indonesia. Karena China merupakan
salah satu tujuan ekspor terbesar Indonesia. Kemudian pada 2024 ini, Indonesia
memasuki tahun politik yang berpotensi menghambat aliran investasi masuk karena
investor masih wait and see.

Menurut laporan World Economic Outlook (WEO) yang diterbitkan IMF pada April
2023, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2023 mencapai 5% dan terus menguat
mencapai 5,1% untuk 2024. Tetapi pada laporan WEO edisi Juli 2023, angka
tersebut dipangkas menjadi 5%. Selanjutnya dalam WEO edisi Oktober 2023, IMF
melihat masih ada dampak dari ketidakpastian global yang salah satunya datang
dari kebijakan moneter Amerika Serikat (AS). Namun IMF tetap menilai, Indonesia
akan mengalami pemulihan ekonomi yang kuat seiring dengan meningkatnya
investasi, konsumsi, dan ekspor. IMF mengingatkan bahwa Indonesia masih
menghadapi tantangan struktural dan risiko eksternal, seperti ketidakpastian global,
tekanan inflasi, dan ketegangan geopolitik. Maka IMF merekomendasikan agar
Indonesia terus menjaga kebijakan makroekonomi yang kredibel, fleksibel, dan
koordinatif, serta mendorong reformasi struktural untuk meningkatkan daya saing.

Sedangkan The Organization for Economic Co-operation and Development (OECD)
lebih optimistis melihat perkembangan perekonomian Indonesia, yakni mencapai
5,1% pada 2024. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan pertumbuhan ekonomi 2023
yang sebesar 4,7%. Berdasarkan “Update Economic Outlook for Southeast Asia,
China, and India 2023” yang dikutip dalam kontan.co.id, pertumbuhan PDB riil
Indonesia akan stabil pada 2023 sebesar 4,7% dan pertumbuhan diproyeksikan
meningkat menjadi 5,1% pada 2024. Director of OECD Development Centre
Ragnheiður Elín Árnadóttir menyampaikan, negara-negara di Asia akan menghadapi
tantangan, terutama dari sisi global yang terus berlanjut. Permintaan domestik,
terutama konsumsi swasta yang kuat, akan tetap menjadi pendorong utama
pertumbuhan ekonomi di kawasan ini. OECD menyatakan bahwa pertumbuhan
ekonomi Indonesia akan didorong oleh permintaan komoditas ekspor utama dan
konsumsi yang tertunda sejak pandemi.




                                                                                        41

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 43
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Namun, OECD juga mengingatkan adanya risiko yang bisa mengganggu laju
pertumbuhan ekonomi Indonesia, seperti persoalan energi, pupuk, pangan, dan
ketegangan sosial menjelang Pemilu 2024. Kebijakan moneter yang ketat dan
dukungan untuk rumah tangga rentan diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi
Indonesia.


TINJAUAN INDUSTRI BATUBARA
Industri batubara merupakan salah satu sumber daya terpenting bagi Indonesia
mengingat kontribusinya yang sangat besar bagi pendapatan negara setiap
tahunnya. Pendapatan yang diperoleh dari komoditas ini sangat membantu
penerimaan negara yang sempat terganggu dengan pelemahan ekonomi global
akibat pandemi. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
melaporkan, nilai estimasi penerimaan negara bukan pajak (PNPB) subsektor
mineral dan Batubara (minerba) Indonesia mencapai Rp172,96 triliun pada 2023.
Angka itu melampaui target 2023 yang sebesar Rp146,07 triliun. Penetapan target
PNBP ini berdasarkan Perpres Nomor 75 tahun 2023 yang ditetapkan pada 10
November 2023. Namun jika dibandingkan dengan realisasi 2022, estimasi PNBP
masih lebih rendah. PNBP 2022 mencapai Rp183,50 triliun. Angka ini juga melonjak
dari rencana yang ditetapkan sebesar Rp101,84 triliun. Selama empat tahun
terakhir, PNBP minerba terbesar jatuh pada 2022. Sementara terkecil ada pada
2020 yang sebesar Rp34,70 triliun. Nilai itu juga tak melampaui targetnya yang
sebesar Rp35,93 triliun.

Pada salinan Keputusan Menteri ESDM Nomor 301.K/MB.01/MEM.B/2022 tentang
Rencana Pengelolaan Mineral dan Batubara Nasional 2022-2027, pemerintah
menerangkan alasan capaian 2020 yang tak melampaui target. Penurunan rencana
dan realisasi PNBP dari tahun sebelumnya terjadi pada 2020 dikarenakan pandemi
global Covid-19. Berdasarkan salinan keputusan tersebut, PNBP minerba terdiri dari
pendapatan royalti, penjualan hasil tambang (PHT), iuran tetap, dan PNBP lainnya.
Dibedah dari pos pemasukan tersebut, paling besar berasal dari pendapatan royalti.
Nilainya mencapai Rp29,77 triliun pada 2018; Rp25,89 triliun pada 2019; Rp20,75
triliun pada 2020; Rp43,76 triliun pada 2021; Rp41,14 triliun pada Juli 2022.
Realisasi terbesar kedua adalah dari penjualan hasil tambang. Rinciannya, Rp19,31
triliun pada 2018; Rp18,58 triliun pada 2019; Rp13,46 triliun pada 2020; Rp30,61
triliun pada 2021; dan Rp40,6 triliun pada Juli 2022. Di bawahnya ada pendapatan
iuran tetap. Rinciannya, Rp0,55 triliun pada 2018; Rp0,45 triliun pada 2019; Rp0,44
triliun pada 2020; Rp0,52 triliun pada 2021; dan Rp0,64 triliun pada Juli 2022.
Sementara PNBP lainnya hanya tercatat dua tahun, yakni sebesar Rp0,5 triliun pada
2021 dan 1,6 triliun pada Juli 2022.

Kinerja operasional sejumlah emiten tambang batubara berhasil tumbuh di tahun
2023, yang tercermin dari naiknya volume produksi dan penjualan. PT Bukit Asam
Tbk (PTBA) misalnya, produksi batubara PTBA pada Januari hingga Desember
2023 mencapai 41,9 juta ton. Angka ini tumbuh 13% dibanding tahun 2022 yang
sebesar 37,1 juta ton. Capaian produksi ini berhasil melampaui target produksi yang
dipasang PTBA, yakni sebesar 41 juta ton yang ditetapkan pada awal tahun 2023.
Kinerja produksi yang positif ini didukung oleh kontribusi kontraktor jasa
pertambangan dan cucu usaha PTBA yakni PT Satria Bahana Sarana (SBS)
sebesar 37,7 juta ton.


                                                                                        42

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 44
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Sedangkan sisanya sebesar 4,2 juta ton merupakan hasil produksi swakelola PTBA.
Kenaikan produksi ini seiring dengan peningkatan volume penjualan Batubara.
Penjualan batubara emiten pelat merah ini naik 16,9% menjadi 37 juta ton. Sebagai
perbandingan, penjualan Batubara pada 2022 sebesar 31,65 juta ton. Corporate
Secretary Bukit Asam Niko Chandra dalam kontan.co.id mengatakan, penjualan
ekspor PTBA sepanjang tahun lalu sebesar 15,6 juta ton atau naik 25% dibanding
tahun 2022. Sementara penjualan domestik tercatat sebesar 21,4 juta ton atau
tumbuh 12% secara tahunan alias year-on-year (Yoy). Pasar ekspor PTBA pada
2023 juga semakin beragam. Tercatat ada beberapa pasar baru yang berhasil
dioptimalkan, di antaranya adalah Vietnam, Filipina, Brunei Darussalam, hingga
Bangladesh.

Kinerja operasional PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga moncer di sepanjang
tahun 2023. Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava
mengatakan, BUMI memang masih menghitung realisasi final produksi tahun lalu.
Namun, diperkirakan volume produksi tahun lalu berada di kisaran 78 juta metrik ton
(MT). Realisasi tersebut naik 11,4% dari produksi di 2022 yang hanya 70 juta MT.
Menurut Dileep, salah satu faktor yang mendorong kenaikan produksi BUMI tahun
lalu adalah cuaca yang lebih kering. Namun kondisi pasar cukup menantang
terutama terkait harga batubara dan produksi dalam negeri yang lebih tinggi di pasar
China dan India. Adapun volume penjualan Batubara BUMI tahun lalu juga ditaksir
berada di rentang 78 juta MT. Kinerja operasional PT United Tractors Tbk (UNTR)
juga tumbuh. Per November 2023, UNTR melalui anak usahanya yakni PT Tuah
Turangga Agung (TTA) menjual 10,45 juta ton Batubara. Angka ini naik 14,24% dari
penjualan Batubara di periode yang sama tahun lalu yang hanya 9,15 juta ton.

Produksi Batubara

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan, realisasi
produksi batubara Indonesia mencapai 775 juta ton pada 2023. Angkanya naik
12,8% dibanding 2022 (year-on-year/yoy), sekaligus menjadi rekor produksi tertinggi
baru. Sepanjang 2023, batubara yang dimanfaatkan untuk ekspor mencapai 518 juta
ton, naik 11,4% (yoy). Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam katadata.co.id mengatakan,
peningkatan ini disebabkan karena demand energi yang meningkat dan pasokan
energi alternatif lainnya agak terganggu pasokannya. Kemudian 213 juta ton
batubara dimanfaatkan untuk Domestic Market Obligation (DMO) atau kebutuhan
dalam negeri. Realisasi ini melampaui target yang dipatok 177 juta ton. Arifin
menyebut, pemanfaatan batubara domestik meningkat, salah satunya karena ada
kenaikan permintaan listrik. Penyebab kedua peningkatan DMO karena adanya
proyek PLTU baru 35 gigawatt yang masih berlangsung untuk diselesaikan. Adapun
Kementerian ESDM mematok target produksi batubara 2024 sebanyak 710 juta ton,
dengan alokasi untuk kebutuhan domestik 181,28 juta ton.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra
Sinadia dalam cnbcindonesia.com menilai capaian produksi batubara 2023 tak
terlepas dari beberapa faktor. Mulai dari harga batubara yang cukup relatif baik
meskipun tidak semoncer 2022 serta permintaan dan faktor cuaca. Hendra
menambahkan, harga 2023 relatif positif, meski jika dibandingkan rerata harga 2022
ya tentu jauh karena harga 2022 itu exceptional tertinggi sepanjang sejarah.
Permintaan 2023 juga relatif bagus. Faktor cuaca juga mendukung.


                                                                                        43

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 45
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Selain itu kapasitas alat berat juga memadai. Jika merujuk data produksi dari tahun
ke tahun, realisasi produksi batubara pada 2023 telah mencapai rekor tertinggi
sepanjang sejarah. Capaian 2023 telah melampaui rekor produksi batubara 2022
sebesar 671,75 juta ton atau 101,32% dari rencana 663 juta ton. Berdasarkan data
BP Statistical Review 2022, produksi batubara RI pada 1981 terpantau masih sangat
minim yakni di sekitar 0,4 juta ton per tahun, lalu mulai meningkat ke 10,7 juta ton
pada 1990. Kemudian baru naik menembus angka 100 juta ton pada 2002. Pada
2002 produksi batubara RI mencapai 103,3 juta ton, lalu terus melonjak menjadi
216,9 juta ton pada 2007, dan 2011 naik kembali menjadi 353,3 juta ton. Sejak 2013,
produksi batubara RI terus melesat melampaui 400 juta ton per tahun. Lalu pada
2018 akhirnya bisa mencapai 557,8 juta ton, dan pada 2019 mencapai rekor tertinggi
saat itu 616,2 juta ton. Namun pada 2020 karena pandemi Covid-19 mulai melanda
dunia, produksi batubara RI pun turun menjadi 563,7 juta ton dan 2021 naik lagi
menjadi 614 juta ton. Jumlah data produksi ini bahkan masih ada pembaruan dan
bisa berpotensi semakin meningkat.

                        Realisasi Produksi dan Penjualan Batubara




                                      Sumber: modi.esdm.go.id


Data MODI menunjukan, pemenuhan DMO oleh para pengusaha batubara dari
Januari hingga Mei 2023 masih berjalan baik. Realisasi DMO bulan Januari
mencapai 14,06 juta ton. Februari realisasi DMO tercatat 14,78 juta ton. Maret 15,72
juta ton. April sebesar 15,04 juta ton dan Mei 11,46 juta ton. Sejak Juni hingga
Desember, realisasi DMO tercatat 0. Sementara Badan Pusat Statistik (BPS)
melaporkan nilai total ekspor tahun lalu tercatat sebesar US$258,82 miliar. Dari total
tersebut, BPS mencatat batubara atau emas hitam sebagai komoditas yang
terbanyak diekspor. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini
dalam cnbcindonesia.com mengatakan komoditas yang paling banyak di ekspor oleh
Indonesia, yaitu bahan bakar mineral (HS 27) atau batubara dan turunannya dengan
porsi 22,99% dari total ekspor RI. Dengan nilai ekspor sebesar US$59,49 miliar
ekspor komoditas ini mengalami penurunan sebesar 16,20% dibandingkan 2022.
Menurut BPS, negara tujuan utama ekspor bahan bakar mineral secara berturut-
turut dikirim ke China dengan porsi 29,55% senilai US$17,58 miliar, disusul India
senilai US$7,54 miliar dengan porsi 12,67% dan Jepang sebesar US$6,67 miliar
atau 11,21%.




                                                                                        44

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 46
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Harga Batubara

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Harga
Batubara Acuan (HBA) Desember 2023 sebesar US$117,38 per ton. Harga tersebut
turun 16,03% dari acuan November 2023 yang sebesar US$139,80 per ton. Harga
acuan Desember 2023 merupakan harga penurunan yang kedelapan kalinya sejak
awal 2023. Pada Januari 2023, harga acuan batubara ditetapkan sebesar
US$305,21 per ton. Penurunan harga terdalam terjadi pada Mei 2023 yang menjadi
US$206,16 per ton atau ambles 22,28% dari April 2023 yang sebesar US$265,26
per ton.

Sementara kenaikan acuan HBA hanya terjadi empat kali sepanjang 2023. Tertinggi
terjadi pada November 2023 yang sebesar US$139,80 per ton atau naik 12,77% dari
Oktober 2023, yakni US$123,96 per ton. Adapun rincian HBA Desember 2023, di
antaranya HBA I yang sebesar US$85,92 per ton. Turun dari November 2023 yang
sebesar US$103,20 per ton. Lalu ada HBA II yang sebesar US$57,70 per ton pada
Desember 2023. Harga HBA II ini meningkat dari November 2023 yang sebesar
US$52,86. HBA III dikenakan US$34,18 per ton pada Desember 2023. Angka ini
juga naik dari November 2023 yang sebesar US$28,49.

Sebelumnya, HBA ditetapkan berdasarkan rata-rata indeks Indonesia Coal Index
(ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan
Platt's 5900, dengan kualitas yang disetarakan pada nilai kalori 6.322 kcal/kg GAR,
total moisture 8%, total sulphur 0,8%, dan ash 15%. HBA kini dihitung berdasarkan
rata-rata realisasi harga jual batubara satu bulan sebelumnya (proporsi 70%), serta
realisasi harga dua bulan sebelumnya (proporsi 30%).

HBA juga dibedakan menjadi empat kategori berdasarkan kualitas batubara, yakni:

   -   HBA: kesetaraan nilai kalor 6.322 kcal/kg GAR, total moisture 12,26%,
       total sulphur 0,66%, dan ash 7,94%.

   -   HBA I: kesetaraan nilai kalor 5.300 kcal/kg GAR, total moisture 21,32%,
       total sulphur 0,75%, dan ash 6,04%.

   -   HBA II: kesetaraan nilai kalor 4.100 kcal/kg GAR, total moisture 35,73%,
       total sulphur 0,23%, dan ash 3,90%.

   -   HBA III: kesetaraan nilai kalor 3.400 kcal/kg GAR, total moisture 44,30%,
       total sulphur 0,24%, dan ash 3,88%.

Harga acuan ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya
Mineral RI Nomor 447.K/MB.01/MEM.B/2023 tentang Harga Mineral Logam Acuan
dan Harga Batubara Acuan untuk Bulan Desember 2023, tanggal 20 Desember
2023.




                                                                                        45

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 47
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan




                           Grafik Perkembangan Harga Batubara Acuan (HBA)
                                            2019 - 2023
                     350
                     300
                     250
         US$ / Ton



                     200
                     150
                     100
                      50
                       0
                           Mei-19




                           Mei-20




                           Mei-21




                           Mei-22




                           Mei-23
                           Sep-19




                           Sep-21




                             Jul-22
                           Sep-22




                           Sep-23
                           Sep-20
                            Jan-19


                             Jul-19


                            Jan-20


                             Jul-20


                            Jan-21


                             Jul-21


                            Jan-22




                            Jan-23


                             Jul-23
                           Mar-19




                           Mar-20




                           Mar-21




                           Mar-22




                           Mar-23
                           Nop-19




                           Nop-20




                           Nop-21




                           Nop-22




                           Nop-23
                                  Sumber: www.minerba.esdm.go.id

Pada Kamis (28/12/2023), harga batubara Newcastle untuk kontrak berjangka
Desember 2023 jatuh US$ 0,55 menjadi di US$ 145,45 per ton. Sedangkan kontrak
berjangka Januari 2024 turun US$ 1,9 menjadi US$ 138,1 per ton. Sementara itu,
kontrak berjangka Februari 2024 stagnan di US$ 136 per ton. Sementara itu, harga
batubara Rotterdam untuk kontrak berjangka Desember 2023 terpangkas US$ 0,25
menjadi US$ 117,25. Sementara itu, kontrak berjangka Januari 2024 berkurang US$
1,1 menjadi US$ 107,5. Serta, kontrak berjangka Februari 2024 terkoreksi US$ 1,5
menjadi US$ 103,1. India mengimpor 15,16 juta MT batubara termal untuk dicampur
dengan produk dalam negeri selama April-November pada tahun fiskal berjalan,
turun 44,3% dibandingkan tahun lalu, meskipun secara keseluruhan pembangkit
listrik berbasis batubara melonjak 11,2% dibandingkan tahun lalu pada periode yang
sama. Tahun fiskal India berlangsung dari April hingga Maret. Hal ini dapat
disebabkan oleh lemahnya permintaan batubara internasional di negara ini di tengah
membaiknya produksi batubara dalam negeri. Tenaga listrik yang dihasilkan
pembangkit listrik berbasis batubara dalam negeri pada periode yang sama
mencapai 779,1 miliar unit, naik 8,4% year on year. Khususnya, total pembangkit
listrik India selama periode April-November melonjak 7,71% pada tahun ini, lanjut
pernyataan itu.

Sementara produksi batubara Indonesia mencapai rekor tertinggi pada tahun ini dan
melampaui target pemerintah lantaran kuatnya permintaan global dan kondisi cuaca
yang mendukung. Meskipun harga batubara mengalami penurunan, lonjakan
produksi batubara sendiri telah mencolok dengan didorong oleh peningkatan
permintaan energi baik di tingkat global maupun domestik. Permintaan yang
meningkat tersebut terutama terlihat di era pasca-pandemi Covid-19, di mana
pertumbuhan ekonomi meningkatkan kebutuhan akan sumber daya energi. Direktur
Pembinaan Pengusahaan Batubara Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara
Kementerian ESDM Lana Saria dalam bisnis.com mengatakan bahwa meskipun
harga telah mengalami penurunan, harga dinilai masih relatif tinggi. Ketahanan
dalam dinamika harga menjadi penopang yang kuat bagi industri batubara di tengah
kondisi pasar yang terus berkembang. Menurut data bea cukai China, Indonesia,
yakni eksportir batubara termal terbesar di dunia, mengalami peningkatan
substansial sebesar 30% dari Januari - November 2023 pada impor batubara China.
Indonesia menerima 199,1 juta ton, atau 46,6% dari total impor batubara China


                                                                                             46

                              Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 48
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Cadangan Batubara

Cadangan batubara di Indonesia masih sangat besar, berdasarkan data Badan
Geologi Kementerian ESDM, sumber daya batubara Indonesia masih 99,19 miliar
ton dan cadangan sebesar 35,02 miliar ton. Ezra Leonard Sibarani, Wakil Ketua
Umum Indonesia Mining Association (IMA) dalam kompas.com menyatakan, jika
produksi batubara Indonesia diasumsikan 700 juta ton per tahun, maka cadangan
batubara baru Indonesia diproyeksi akan habis 47-50 tahun ke depan. Kemudian,
jika batubara RI dipakai sendiri untuk kebutuhan dalam negeri dengan estimasi 200
jutaan ton per tahun, plus dengan kalkulasi tren peningkatan kendaraan listrik
(Electric Vehicle/EV), maka umur cadangan batubara Indonesia bisa sampai 150
tahun. Dengan demikian, "umur" batubara Ri masih panjang, bahkan diproyeksi
masih ada walau target dekarbonisasi atau target nol emisi (Net Zero Emission/NZE)
2060 tercapai. Untuk itu, Ezra memberikan sejumlah saran pemanfaatan batubara
RI, usai NZE 2060. Pertama, untuk "jembatan" transisi energi lantaran biaya transisi
energi sangat mahal. Ezra mengungkapkan saat ini tentangan dalam transisi energi
menuju pemanfaatan energi baru terbarukan adalah biaya yang dibutuhkan sangat
besar, mencapai Rp 3.500 triliun. Kebutuhan dana yang besar untuk mencapai
target dekarbonisasi atau Net Zero Emission (NZE) pada 2060 salah satunya untuk
memensiunkan banyak pembangkit listrik bertenaga batubara. Padahal, menurut
Ezra, pembangkit bisa tetap dioperasikan dengan menggunakan teknologi baru yang
lebih ramah lingkungan. Dia menambahkan, dengan masih adanya batubara dan
biaya yang mahal untuk transisi energi, kenapa tidak tetap memanfaatkan batubara.
Kedua, karena potensi batubara yang besar, IMA merekomendasikan untuk
mempertimbangkan apakah bisa menggunakan batubara lebih dari 2060. Hal itu
karena batubara mempunyai peran penting, biaya transisi energi dengan
memanfaatkan Energi Baru Terbarukan (EBT) sangat besar. Oleh sebab itu,
menurut Ezra, pemerintah perlu mempertimbangkan program jangka pendek dan
panjang untuk penggunaan batubara di PLTU secara bersih sambil
mempertimbangkan pembiayaan EBTKE secara bertahap.



Prospek Batubara

Kebutuhan batubara sebagai sumber energi masih dominan baik itu di Indonesia
maupun dunia. Setelah mengalami kenaikan produksi di tahun ini, pemerintah
memasang target produksi batubara menjadi lebih tinggi di 2024. Staf Khusus
Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara Irwandy Arif
dalam kontan.co.id menyatakan, saat ini ketergantungan Indonesia terhadap energi
fosil masih sangat tinggi. Pada bauran energi primer per-Agustus 2023, porsi
batubara masih 38,8%. Pada 2023 produksi batubara mencapai 695 juta ton dan
tahun 2024 produksi batubara ditargetkan 710 juta ton di mana kebutuhan dalam
negeri 220 juta.
Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi Mineral dan Batubara (Aspebindo),
Anggawira menyatakan di tahun ini permintaan batubara dari luar negeri cenderung
menurun karena musim dingin tidak terlalu dingin. Menurut dia, konsumsi batubara
sangat dinamis karena menyangkut berbagai situasi geopolitk.




                                                                                        47

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 49
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Tetapi dia memperkirakan ekonomi akan membaik di tahun ini sehingga konsumsi
dan harga batubara akan sedikit tumbuh. Tetapi mungkin harganya tidak terlalu
melonjak seperti waktu Covid-19 karena China sudah melakukan stok yang cukup
besar. Anggawira melihat, selain ekspor batubara ke China, pasar lain yang cukup
prospektif untuk dijajaki ialah ke Bangladesh dan India.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Hendra
Sinadia menyebut, proyeksi industri batubara di tahun depan dari sisi permintaan
ekspor masih cukup bagus. Permintaan untuk konsumsi domestik juga menguat. Di
sisi lain pasokan (supply) juga tinggi, sehingga diperkirakan pasar global batubara
termal dalam kondisi oversupply. Dalam kondisi tersebut harga akan tertekan.
Diperkirakan tahun 2024 harga akan melandai. Hendra menjelaskan lebih lanjut,
menurut banyak proyeksi harga batubara di 2024 kurang lebih seperti di level harga
September-November 2023. Pada periode tersebut, rerata Harga Batubara Acuan
(HBA) di US$ 131 per metrik ton. Maka itu, lanjut Hendra, prospek bisnis batubara di
tahun depan akan sangat tergantung pada harga komoditas dan biaya operasional
tambang. Menurutnya di saat harga terus melandai, biaya produksi tambang
batubara terus meningkat. Setiap tahunnya tambang akan semakin dalam
sehingga stripping ratio makin besar dan konsekuensinya biaya penambangan
meningkat. Selain itu, harga bahan bakar juga makin mahal. Tidak hanya itu, biaya
pertambangan juga terdampak dari regulas seperti penerapan kewajiban Devisa
Hasil Ekspor (DHE) dan nanti penerapan skema Mitra Instansi Pengelola
(MIP). Sebagai informasi, di 2022 tarif royalti diberlakukan bagi pemegang Izin
Usaha Pertambangan (IUP) yang tarifnya jauh lebih tinggi dengan tarif sebelumnya.
Juga bagi pemegang Izin Usaha Pertambangan Khusus-Operasi Produksi (IUPK-
OP) tarif royalti sangat tinggi.



B.3. Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan

Perseroan sebagai perusahaan induk investasi dengan portfolio di seluruh
Indonesia, khususnya di rantai energi, kami mensinergikan Sumber Daya, Jasa,
Infrastruktur Energi, dan Portofolio Terdiversifikasi menjadi rantai nilai yang lengkap
untuk menyediakan solusi energi guna memenuhi kebutuhan nasional dan global.

Melalui operasi perseroan di berbagai sektor energi, Perseroan mendukung
ketahanan energi nasional. Perseroan terus memperluas portofolionya dengan
memadukan investasi pada bisnis yang memiliki peluang pertumbuhan kuat, potensi
transformatif, dan prospek pemberdayaan masyarakat. Saat ini, Perseroan terlibat
dalam bidang logistik dan infrastruktur, mineral, solusi berbasis alam, energi
terbarukan, ekosistem kendaraan listrik, dan teknologi digital ,semuanya merupakan
bagian dari komitmen perseroan untuk memberi energi untuk Indonesia demi masa
depan yang berkelanjutan. Perseroan optimistis dapat mencapai perubahan yang
kami tuju. Indika Energy tidak bekerja sendiri. Perseroan adalah bagian dari
komunitas Indonesia yang luas, ambisius, dan didorong oleh keinginan untuk
memberikan dampak sosial dalam segala hal yang kita lakukan.




                                                                                        48

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 50
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Prospek Perseroan
Perseroan berfokus pada sumber daya energi, jasa energi, infrastruktur energi,
logisik dan infrastruktur, mineral, kesehatan, digital, dan bisnis hijau. Di bagian
sumber daya energi, Perseroan memiliki Kideco sebesar 91,0%, IET sebesar 100%,
ICI sebesar 100%. Di bagian jasa energi, Perseroan memiliki TPE dan TPEC
dengan kepemilikan sebesar 100%. Di bagian Infrastruktur energi, Perseroan
memiliki PT Cirebon Electric Power sebesar 20% dan PT Cirebon Energi Prasarana
sebesar 6,3%. Di bagian logistik dan Infrastruktur, Perseroan memiliki PT Interport
Mandiri Utama dan PT Kariangau Gapura Terminal Energi dengan kepemilikan
sebesar masing-masing sebesar 100%. Di bidang mineral, Perseroan memiliki
PT Masmindo Dwi Area, PT Perkasa Investama Mineral (Mekko), PT Rockgeo
Energi Nusantara masing-masing sebesar 100%. Di bagian kesehatan, Perseroan
memiliki PT Indika Medika Nusantara (IMAN) sebesar 100%. Di bagian digital,
Perseroan memiliki PT Indika Digital Teknologi (IDT) sebesar 100%. Di bidang bisnis
hijau (Green Business), Perseroan memiliki PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya
(EMITS) sebesar 51%, PT Ilectra Motor Group (IMG), PT Indika Multi Properti
(Indika Nature), PT Mitra Motor Group (MMG), PT Kalista Nusa Armada (Kalista)
dengan kepemilikan sebesar 100%. Pada tahun 2023, Perseroan melalui anak
perusahaannya PT Indika Multi Properti, telah mengakuisisi 46% saham PT Natura
Aromatik Nusantara, pengekspor minyak atsiri terbesar keempat di Indonesia,
dengan nilai US$11,5 juta. Perseroan memperoleh fasilitas kredit sebesar USD250
juta dengan jangka waktu 5 tahun untuk mendanai pengembangan proyek
Awakmas. Perusahaan mengumumkan dividen final tunai sebesar USD73,2 juta
atau setara dengan Rp.208 per saham (tidak termasuk dividen interim sebesar
USD40 juta yang dibayarkan pada bulan Agustus 2022) pada RUPST tanggal 19
April 2023 dan telah melakukan pembayaran pada tanggal 17 Mei 2023. PT Cirebon
Energi Prasarana, pembangkit listrik tenaga uap batubara dengan kapasitas 1.100
MW, beroperasi penuh dengan tercapainya Commercial Operation Date (COD). PT
Solusi Mobilitas Indonesia (SMI), PT Indika Energy Infrastructure (IEI) dan PT Ilectra
Motor Group (IMG) telah menandatangani perjanjian-perjanjian dengan Horizon
Ventures, Alpha JWC III, L.P. dan afiliasinya, HH-CTBC Partnership. L.P., dan
Brama One Ventures Limited untuk peningkatan modal di IMG oleh SMI dan IEI juga
dengan pinjaman yang dapat dikonversikan kepada IMG oleh para investor, dengan
jumlah mencapai US$45 juta. Tanggal jatuh tempo dari pinjaman yang dapat
dikonversikan 19 Mei 2028 dan dapat diperpanjang sampai dengan 2032.
Perusahaan melalui PT Kariangau Gapura Terminal Energy, menandatangani
perjanjian fasilitas kredit sebesar US$50 juta dengan PT DBS Indonesia pada
tanggal 20 September 2023. Perusahaan melalui Indika Energy Capital III Pte. Ltd.
telah membeli sebagian dari Surat Utang Senior 5,875% yang akan jatuh tempo
pada tahun 2024 dengan jumlah pokok keseluruhan sekitar US$29,3 juta di pasar
terbuka dan sebagian dari Surat Utang 8,25% yang akan jatuh tempo pada tahun
2025 dengan jumlah pokok keseluruhan US$33,9 juta Perusahaan melalui PT Indika
Indonesia Resources dan Indika Capital Investments Pte. Ltd. yang bertindak
sebagai penjual, telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat dengan PT
Petrindo Jaya Kreasi Tbk. untuk mendivestasikan 100% kepemilikan sahamnya di
PT Multi Tambangjaya Utama dan hak pemasaran yang dimiliki oleh ICI. Bank
Mandiri dan Perseroan menandatangani Nota Kesepahaman tentang Kerjasama
Penggunaan Layanan dan Produk Perbankan Digital serta Pembiayaan terkait
Transisi Energi.


                                                                                        49

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 51
    KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Perusahaan yang tergabung dalam konsorsium dengan InfraCo Asia Development
Pte Ltd. (InfraCo Asia) memenangkan tender kerja sama pembangunan pembangkit
listrik tenaga surya (PLTS) hibrida dengan baterai untuk Program De-dieselisasi PLN
Tahap I dengan total kapasitas pembangkit sebesar 102 MWp dan baterai
penyimpan daya sebesar 252 MWh di wilayah Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa
Tenggara (Klaster II). Perusahaan memperoleh fasilitas kredit sebesar US$300 juta
dari Bank Mandiri dan Bank BNI, dengan jangka waktu 5 tahun untuk manajemen
liabilitas. Indika Energy Capital IV Pte.Ltd. telah membeli sebagian dari Surat Utang
Senior 8,25% yang akan jatuh tempo pada tahun 2025 dengan jumlah pokok
keseluruhan sekitar US$33,9 juta di pasar terbuka.

Kekuatan Kompetitif
Kekuatan kompetitif yang dimiliki Perseroan antara lain:
   Perusahaan energi skala besar terdiversifikasi di Indonesia
   Bisnis batubara yang matang dengan kepemilikan ekuitas yang signifikan pada
    perusahaan tambang ketiga terbesar di Indonesia
   Perusahaan energi, pertambangan, dan jasa logistik terdepan yang terintegrasi
    penuh


B.4. Alasan Dilakukannya Transaksi

Transaksi merupakan salah satu dari beberapa opsi pembiayaan Perseroan guna
membiayai pembayaran kembali Surat Utang 2025, dan rencana pendanaan untuk
melakukan ekspansi kegiatan usaha non-batu bara.

Salah satu dari skema pembiayaan yang tersedia adalah dengan penerbitan Surat
Utang 2029 dengan jumlah USD350.000.000.

Dengan pertimbangan bahwa adanya ketidakpastian atas perkembangan harga batu
bara di masa yang akan datang, Perseroan meyakini bahwa penerbitan Surat Utang
2029 dapat menjaga likuiditas dan posisi kas Perseroan. Hal ini didasarkan pada
pertimbangan bahwa secara umum penerbitan Surat Utang 2029, antara lain, akan
digunakan untuk melunasi sebagian Surat Utang 2025 dan untuk melakukan
ekspansi kegiatan usaha non-batubara.

Sehubungan dengan kondisi sebagaimana diuraikan diatas, manajemen Perseroan
akan menerbitkan Surat Utang 2029. Untuk itu Perseroan telah menerbitkan
Memorandum Penawaran (Offering Memorandum) sehubungan dengan penerbitan
Surat Utang 2029 tersebut.


B.5. Keuntungan dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif atas Transaksi

Manfaat dan Keuntungan bagi Perseroan atas Transaksi

Penerbitan Surat Utang 2029 akan menjaga likuiditas dan posisi kas Perseroan
serta memperpanjang periode jatuh tempo utang Perseroan dengan skema
pembayaran Surat Utang 2029 pada akhir jatuh tempo (bullet payment).

                                                                                          50

                           Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 52
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Dengan pertimbangan bahwa, adanya ketidakpastian atas perkembangan harga
batubara di masa yang akan datang, Perseroan meyakini bahwa dengan
memperpanjang periode jatuh tempo utang Perseroan, atau secara tidak langsung
melalui anak usahanya, dapat melakukan diversifikasi usaha ke sektor non-
batubara.

Berikut ini penjabaran tentang manfaat-manfaat dari penerbitan Surat Utang 2025
bagi Perseroan:

a. Dengan dilakukannya Transaksi, maka kewajiban keuangan Perseroan yang
   harus dipenuhi pada tahun 2025 atau pada saat jatuh temponya Surat Utang
   2025 dapat diubah menjadi pembiayaan dengan jangka waktu yang lebih
   panjang;
b. Dengan skema pembayaran pokok Surat Utang 2029 pada akhir periode jatuh
   temponya (bullet payment), menjadikan Perseroan dapat menjaga likuiditasnya,
   terutama pada saat jatuh temponya Surat Utang 2025;
c. Melalui Transaksi, Perseroan, atau secara tidak langsung melalui anak
   perusahaannya, dapat melakukan ekspansi usaha atau diversifikasi usaha ke
   sektor non batu bara;
d. Dana yang semula akan dipergunakan oleh Perseroan untuk melunasi Surat
   Utang 2025 dalam waktu dekat dapat dipergunakan kembali, sehingga
   penggunaan dana dapat difokuskan untuk membiayai kegiatan usaha Perseroan
   dan anak-anak perusahaan Perseroan yang bergerak di bidang usaha non-
   batubara; dan
e. Pendanaan melalui penerbitan Surat Utang 2029 merupakan alternatif
   pembiayaan bagi Perseroan mengingat keterbatasan penyaluran pembiayaan
   oleh perbankan yang dipengaruhi iklim usaha bidang batubara yang masih belum
   pulih sepenuhnya.

Risiko yang mungkin timbul dari Transaksi

Disamping manfaat yang akan diperoleh Perseroan dengan melakukan Transaksi,
terdapat pula risiko-risiko yang mungkin dihadapi Perseroan. Risiko-risiko tersebut
berkaitan langsung dengan risiko Perseroan dalam menjalankan usahanya,
sehingga dapat mengganggu kegiatan operasional Perseroan.

Risiko-risiko yang mungkin dihadapi Perseroan antara lain adalah :

- Risiko fluktuasi harga batubara yang signifikan dipengaruhi oleh banyak faktor
  yang di luar kendali Perseroan
- Operasi penambangan batubara dan program ekspansi yang bergantung pada
  kemampuan Perseroan untuk mendapatkan, mempertahankan dan memperbarui
  izin dan persetujuan yang diperlukan dari Pemerintah
- Risiko operasional dan infrastruktur, cuaca buruk, bencana alam, perubahan iklim
  serta semakin menurunnya cadangan batubara dapat mempengaruhi bisnis dan
  prospek Perseroan secara negatif


                                                                                        51

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 53
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



- Risiko kondisi politik, militer dan ekonomi dunia
- Risiko peraturan atau kebijakan pemerintah sehubungan dengan batubara
- Risiko penurunan permintaan energi sebagai akibat dari perpajakan energi atau
  perubahan pola belanja konsumen
- Risiko persaingan ketat, pasar yang sangat kompetitif membutuhkan sumber
  daya, teknologi, dan tenaga yang terampil
- Bisnis Perseroan yang padat modal sehingga Perseroan mungkin mengalami
  ketersediaan dana yang terbatas
- Risiko kepatuhan dan perbaikan lingkungan yang dapat berdampak buruk bagi
  Perseroan
- Risiko fluktuasi nilai tukar mata uang asing
- Risiko fluktuasi ekonomi juga menjadi salah satu faktor risiko yang dapat
  mempengaruhi turunnya harga batubara dan / atau meningkatnya biaya
  operasional sehingga dapat mempengaruhi kondisi keuangan Perseroan.
- Ketidakstabilan politik dan sosial di Indonesia dapat merugikan bisnis Perseroan
- Risiko gagal bayar sehingga mengakibatkan Perseroan harus menanggung
  jaminan saham
- Disamping itu, terdapat pula kemungkinan risiko yang berkaitan dengan
  ketidakmampuan manajemen Perseroan dalam mengelola manajemen risiko
  likuiditasnya di masa depan, yaitu kegagalan dalam membangun kerangka
  manajemen risiko likuiditas, yang dapat menyebabkan terganggunya pembayaran
  pokok utang dan bunga pada saat jatuh tempo.


C. Analisis Kuantitatif

C.1. Penilaian Kinerja Historis Perseroan

               Rasio                        2019           2020           2021            2022        2023

Pendapatan (USD’000)                    2.782.676       2.077.212      3.069.161        4.334.911   3.026.839

Laba (Rugi) bersih
                                           4.992        (103.448)        63.317         510.776     151.043
Periode berjalan (USD'000)
Rasio Lancar                                2,01           1,97           1,84            1,70        1,51

Rasio Utang Berbunga
                                            1,45           1,96           1,65            0,81        0,78
Terhadap Ekuitas

Rasio laba bersih tahun berjalan
                                            0,18          (4,98)          2,06           11,78        4,99
terhadap Pendapatan (%)

Rasio laba bersih tahun berjalan
                                            0,48         (11,93)          7,16           38,11       10,97
terhadap Ekuitas (%)



                                                                                                             52

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 54
      KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



   Dari tabel tersebut diatas memberikan gambaran bahwa :
   Rasio lancar historis Perseroan menunjukkan bahwa Perseroan mampu memenuhi
   liabilitas-liabilitas lancarnya dengan cukup baik. Angka rasio lancar yang berada
   diatas 1 (satu) mengindikasikan kondisi yang cukup baik.

   Rasio utang berbunga terhadap ekuitas menunjukkan bahwa Perseroan sejak tahun
   2022 lebih banyak menggunakan ekuitasnya untuk pembiayaan usahanya, dimana
   sejak tahun 2022 rasionya kurang dari 1 (satu).

   Berdasarkan rasio laba bersih terhadap pendapatan dan rasio laba bersih terhadap
   ekuitas menunjukkan bahwa Perseroan berada dalam kondisi rugi di tahun 2019 dan
   2020. Pada tahun 2021 terjadi peningkatan pada rasio ini, seiring dengan adanya
   peningkatan harga batubara. Rasio ini berada pada posisi tertinggi pada tahun 2022,
   namun terjadi penurunan pada tahun 2023.


   C.2. Analisis Berkaitan Dengan Penilaian Proyeksi Keuangan Perseroan

   Dalam memberikan analisis kewajaran atas Transaksi yang akan dilakukan
   Perseroan, kami juga melakukan analisis atas proyeksi keuangan konsolidasi
   Perseroan dalam keadaan Tidak Melakukan Transaksi dan Melakukan Transaksi.

   Asumsi-asumsi yang mendasari proyeksi adalah sebagai berikut :

   a. Asumsi Untuk Proyeksi Dalam Kondisi Tidak Melakukan Transaksi
       Dalam kondisi Tidak Melakukan Transaksi, diasumsikan bahwa per Tanggal
       Penilaian belum ada Transaksi.

           - Laporan Laba Rugi Komprehensif :
                  Pendapatan Perseroan diasumsikan sebagai berikut :
               
                                                                                               (dalam jutaan USD)
                                          2024          2025          2026           2027         2028     2029
Sumber energi (produsen
batubara, perdagangan                     2.106,3      2.100,7        2.118,1       2.164,1      2.163,2   2.198,1
batubara)
Jasa energi
                                           301,8          364,3         476,0          525,7       572,9    572,9
(EPC dan O&M)
Logistik dan infrastruktur                 122,5          120,5         121,4          126,9       129,3    129,3
Mineral (emas, nikel, dll)                  48,6          133,7         305,9          332,5       315,7    315,7
Kendaraan listrik                           62,4          173,9         262,0          379,6       548,2    548,0
Bisnis hijau (energi terbarukan,
                                             34,1          64,5           71,4          73,5        80,2     80,2
nature based solution)
Produk dan jasa digital                      17,4         22,4           28,3          33,2         40,3      40,3
Lain-lain                                    25,4         25,5           25,6          25,8         26,0      26,0
Total                                     2.718,4      3.005,5        3.408,7       3.661,3      3.875,7   3.910,5




                                                                                                            53

                             Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 55
    KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



                  Beban pokok penjualan diasumsikan sebagai berikut :

                                                                                          (dalam jutaan USD)
                                2024           2025          2026          2027            2028       2029
    Sumber energi
    (produsen
    batubara,                   1.844,5      1.673,0        1.778,0       1.815,6          1.801,7    1.832,3
    perdagangan
    batubara)
    Jasa energi (EPC
                                  275,6         332,6         434,6          479,7          522,6      522,6
    dan O&M)
    Logistik dan
                                   94,1          94,3           93,3         102,5          106,5      106,5
    infratruktur
    Mineral (emas,
                                   41,5          97,5         189,3          215,7          234,9      207,7
    nikel, dll)
    Kendaraan listrik              60,2         157,2         220,3          302,2          413,4      413,4
    Bisnis hijau (energi
    terbarukan, nature             23,2          40,8           40,3           43,1           47,9      47,9
    based solution)
    Produk dan jasa
                                   17,8          22,0           26,9           31,0           36,5      36,5
    digital
    Lain-lain                      23,5         23,8           23,8          24,0             24,2       24,2
    Total                       2.380,5      2.441,3        2.806,5       3.013,7          3.187,6    3.191,0

                  Tarif pajak diperhitungkan dengan menggunakan tarif yang berlaku
                   pada industri dan sesuai dengan ketentuan usaha perusahaan dan
                   masing-masing entitas anaknya.

        -    Laporan Posisi Keuangan :
                  Rata-rata perputaran piutang 28 - 33 hari

                  Rata-rata pembayaran utang 43 - 45 hari

                  Rata-rata perputaran persediaan 6 - 10 hari

                                                                                          (dalam jutaan USD)
                         2024           2025          2026             2027                2028          2029

Kas dan
                         711,43         113,90         426,86            510,83              632,09       874,43
setara kas
Aset lancar            1.222,01         600,11         844,15          1.036,28            1.187,00     1.445,02

Aset tidak lancar      2.389,75      2.511,47        2.380,90          2.434,67            2.402,68     2.393,58

Liabilitas lancar        797,49         747,70         743,83            838,91              875,98       858,62
Liabilitas tidak
                       1.446,87         826,20         718,20            581,63              400,47       307,12
lancar



                                                                                                                54

                           Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 56
   KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



 b. Asumsi Untuk Proyeksi Dalam Kondisi Melakukan Transaksi

    Dalam kondisi Melakukan Transaksi, diasumsikan bahwa per Tanggal Penilaian
    telah dilakukan Transaksi.


       -   Laporan Laba Rugi Komprehensif :

               Pendapatan Perseroan diasumsikan sebagai berikut :
                                                              (dalam jutaan USD)
                             2024     2025     2026      2027      2028      2029
Sumber energi (produsen     2.106,3   2.100,7  2.118,1   2.164,1   2.163,2   2.198,1
batubara, perdagangan
batubara)
Jasa energi                   301,8     364,3    476,0     525,7     572,9     572,9
(EPC dan O&M)
Logistik dan infratruktur     122,5     120,5    121,4     126,9     129,3     129,3
Mineral (emas, nikel, dll)     48,6     133,7    305,9     332,5     315,7     315,7
Kendaraan listrik              65,3     179,7    287,1     431,2     633,4     675,8
Bisnis hijau (energi           34,1      64,5     71,4      73,5      80,2      80,2
terbarukan, nature based
solution)
Produk dan jasa digital        17,4      22,4     28,3      33,2      40,3      40,3
Lain-lain                      25,4      25,5     25,6      25,8      26,0      26,0
Total                       2.721,3   3.011,3  3.433,9   3.712,9   3.961,0   4.038,3

              Beban pokok penjualan diasumsikan sebagai berikut :
                                                              (dalam jutaan USD)
                           2024      2025     2026      2027       2028     2029
Sumber energi              1.844,5   1.673,0  1.778,0  1.815,6     1.801,7  1.832,3
(produsen batubara,
perdagangan batubara)
Jasa energy                  275,6     332,6    434,6    479,7       522,6    522,6
(EPC dan O&M)
Logistik dan infratruktur     94,1      94,3     93,3    102,5       106,5    106,5
Mineral (emas, nikel, dll)    41,5      97,5    189,3    215,7       234,9    207,7
Kendaraan listrik             63,0     169,2    239,4    328,3       446,6    453,6
Bisnis hijau (energi          23,2      40,8     40,3     43,1        47,9     47,9
terbarukan, nature
based solution)
Produk dan jasa digital       17,8      22,0     26,9     31,0        36,5     36,5
Lain-lain                     23,5      23,8     23,8     24,0        24,2     24,2
Total                      2.383,3   2.453,3  2.825,6  3.039,8     3.220,8  3.231,2

               Tarif pajak diperhitungkan dengan menggunakan tarif yang berlaku
                pada industri dan sesuai dengan ketentuan usaha perusahaan dan
                masing-masing entitas anaknya.




                                                                                         55

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 57
   KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



       -   Laporan Posisi Keuangan :
               Rata-rata perputaran piutang 28 - 33 hari
               Rata-rata pembayaran utang 43 - 45 hari
               Rata-rata perputaran persediaan 6 - 10 hari
                                                                                   (dalam jutaan USD)
                      2024             2025          2026            2027            2028           2029
   Kas dan
                       714,65          482,99         701,25          775,06             893,79      794,56
   setara kas
   Aset lancar       1.220,42          971,13      1.118,09         1.302,33        1.453,29        1.369,63

   Aset tidak
                     2.403,16      2.586,62        2.442,19         2.486,51        2.444,92        2.422,53
   lancar
   Liabilitas
                       793,35          737,49         698,32          793,38             830,42      804,69
   lancar
   Liabilitas
                     1.447,28      1.270,89        1.123,25           976,60             775,52      278,47
   tidak lancar

Pada tabel di bawah ini dapat dilihat perbandingan kondisi dan rasio keuangan
berdasarkan proyeksi Perseroan apabila Tidak Melakukan Transaksi dan Melakukan
Transaksi:

a. Tidak Melakukan Transaksi

                      2024          2025           2026             2027                 2028          2029
Kas dan
setara kas            711,43           113,90       426,86            510,83              632,09        874,43
(juta USD)
Aset lancar
                    1.222,01           600,11       844,15         1.036,28              1.187,00     1.445,02
(juta USD)
Aset tidak
Lancar              2.389,75      2.511,47        2.380,90         2.434,67              2.402,68     2.393,58
(juta USD)
Liabilitas lancar
                      797,49           747,70       743,83            838,91              875,98        858,62
(juta USD)
Liabilitas tidak
lancar              1.446,87           826,20       718,20            581,63              400,47        307,12
(juta USD)
Rasio likuiditas         1,53            0,80          1,13              1,24                1,36          1,68
Rasio EBITDA
terhadap                 6,61           13,46         12,78             12,96              13,01         13,67
penjualan (%)




                                                                                                               56

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 58
     KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



b. Melakukan Transaksi


                                 2024              2025                 2026                2027                  2028              2029

 Kas dan
                                  714,65             482,99              701,25             775,06                893,79              794,56
 setara kas

 Aset lancar                  1.220,42               971,13           1.118,09             1.302,33           1.453,29             1.369,63

 Aset tidak
                              2.403,16            2.586,62            2.442,19             2.486,51           2.444,92             2.422,53
 lancar
 Liabilitas
                                  793,35             737,49              698,32             793,38                830,42              804,69
 lancar
 Liabilitas tidak
                              1.447,28            1.270,89            1.123,25              976,60                775,52              278,47
 lancar
 Rasio
                                        1,54               1,32              1,60                 1,64               1,75                   1,70
 likuiditas
 Rasio EBITDA
 terhadap                               6,60          13,23                 12,86                13,46             14,05                15,41
 penjualan (%)

Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa secara keseluruhan proyeksi
keuangan Perseroan terlihat lebih baik pada kondisi Melakukan Transaksi.

Adapun Proyeksi Keuangan Perseroan dapat dilihat dalam Lampiran A-3 dan A-4
untuk kondisi Tidak Melakukan Transaksi dan Lampiran B-3 dan B-4 untuk kondisi
Melakukan Transaksi.


Analisis Arus Kas Bersih Perseroan

a.      Arus Kas Perseroan Kondisi Tidak Melakukan Transaksi

                                              PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                    ARUS KAS BERSIH (NCF) DAN NILAI KINI ARUS KAS BERSIH (PV NCF)
                                           KONDISI TIDAK MELAKUKAN RENCANA TRANSAKSI
                                                                      (dalam US Dolar)


                Keterangan                          2024             2025           2026            2027             2028            2029


          Proyeksi Laba Bersih                     12,806,129     155,122,389     253,167,788     288,042,706      326,352,026     360,334,936

          Ditambah :
          Penyusutan dan amortisasi                53,951,695      70,942,085     100,326,136     107,913,096      105,800,041      71,060,336
          Beban bunga setelah pajak                71,217,507      71,909,720      27,145,819      25,920,212       16,137,816      12,215,353

          Dikurangi :
          Perubahan Modal Kerja
          (diluar kas dan setara kas)             339,308,978      (25,406,046)    65,043,451      (13,076,044)      7,601,252      (33,034,771)
          Capex                                  (189,202,752)    (134,773,983)   (75,430,203)     (88,744,611)    (71,893,664)     (64,321,111)


          Arus Kas Bersih (NCF)                   288,081,557     137,794,167     370,252,991     320,055,358      383,997,471     346,254,744

          Discount Factor @             7.89%       0.926850         0.859052       0.796213         0.737970        0.683988         0.633955

                                                  267,008,532     118,372,332     294,800,102     236,191,269      262,649,626     219,509,762

          Nilai kini Arus Kas Bersih (PV NCF) per 31 Desember 2023                                                                1,398,531,623




                                                                                                                                                   57

                                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 59
     KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



b.      Arus Kas Perseroan Kondisi Melakukan Transaksi

                                            PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                  ARUS KAS BERSIH (NCF) DAN NILAI KINI ARUS KAS BERSIH (PV NCF)
                                            KONDISI MELAKUKAN RENCANA TRANSAKSI
                                                                   (dalam US Dolar)


              Keterangan                          2024            2025           2026           2027           2028             2029


        Proyeksi Laba Bersih                     24,656,635    150,150,847     225,350,063    276,016,149    335,819,206      418,797,958

        Ditambah :
        Penyusutan dan amortisasi                55,704,181     80,837,402     110,221,453    117,808,413    115,695,358       80,955,653
        Beban bunga setelah pajak                62,301,012     72,734,936      53,614,497     51,711,391     41,124,264       19,931,976

        Dikurangi :
        Perubahan Modal Kerja
        (diluar kas dan setara kas)             346,294,077     (38,225,859)    32,121,939    (15,363,528)     4,808,358       (41,303,274)
        Capex                                  (203,222,642)   (199,916,626)   (75,430,203)   (89,100,762)   (72,193,664)      (64,521,111)


        Arus Kas Bersih (NCF)                   285,733,263     65,580,700     345,877,749    341,071,662    425,253,522      413,861,202

        Discount Factor @             7.89%       0.926850        0.859052       0.796213       0.737970       0.683988          0.633955

                                                264,832,016     56,337,221     275,392,226    251,700,672    290,868,266      262,369,182

        Nilai kini Arus Kas Bersih (PV NCF) per 31 Desember 2023                                                             1,401,499,582




                                                                                                                 Nilai Kini
                                                         Kondisi                                                    Arus Kas
                                                                                                                       Bersih
          Melakukan Transaksi - dalam USD                                                                        1.401.499.582

          Tidak Melakukan Transaksi - dalam USD                                                                  1.398.531.623

          Selisih                                                                                                           2.967.960

Berdasarkan analisis arus kas bersih Perseroan seperti terlihat dalam tabel diatas,
nilai kini arus kas bersih Perseroan dalam kondisi Melakukan Transaksi lebih tinggi
sebesar USD2.967.960 dibandingkan dalam kondisi Tidak Melakukan Transaksi.

Adapun perhitungan Arus Kas Bersih Perseroan dapat dilihat dalam Lampiran A-5
untuk kondisi Tidak Melakukan Transaksi dan B-5 untuk kondisi Melakukan
Transaksi.


C.3. Analisis atas kemampuan penerima jaminan untuk melunasi transaksi
     meminjam dana dan/atau penjaminan sampai saat jatuh tempo
Berdasarkan analisis kelayakan pelunasan utang (lampiran C) dapat disimpulkan
bahwa selama masa proyeksi Perseroan dapat mengembalikan dan atau
mengangsur seluruh pinjaman tepat waktu dan seluruh utang dapat dilunasi dengan
dana yang dimiliki.




                                                                                                                                              58

                                        Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 60
    KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



C.4. Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana

Analisis Kelayakan Penerbitan Obligasi

Perseroan akan menerbitkan Surat Utang 2029. Sesuai dengan Memorandum
Penawaran untuk Surat Utang 2029, dana hasil penerbitan Surat Utang 2029,
setelah dikurangi dengan biaya penerbitan, komisi, dan biaya transaksi lainnya, akan
digunakan untuk:
-   pembelian kembali jumlah maksimum pokok terutang sehubungan dengan Surat
    Utang 2025;
-   pelunasan sisa jumlah terutang Surat Utang 2025 melalui pembelian kembali
    pada pasar terbuka, penawaran tender dan/atau pelunasan sebagaimana diatur
    dalam indenture Surat Utang 2025;
-   pendanaan pengeluaran modal Perseroan sehubungan dengan pengembangan
    dan ekspansi kegiatan usaha non batubara.

Adapun manfaat-manfaat dari penerbitan Surat Utang 2029 bagi Perseroan antara
lain sebagai berikut:

a. Dengan dilakukannya Transaksi, maka kewajiban keuangan Perseroan yang
   harus dipenuhi pada tahun 2025 atau pada saat jatuh temponya Surat Utang
   2025 dapat diubah menjadi pembiayaan dengan jangka waktu yang lebih
   panjang;
b. Dengan skema pembayaran pokok Surat Utang 2029 pada akhir periode jatuh
   temponya (bullet payment), menjadikan Perseroan dapat menjaga likuiditasnya,
   terutama pada saat jatuh temponya Surat Utang 2025;

c. Melalui Transaksi, Perseroan, atau secara tidak langsung melalui anak
   perusahaannya, dapat melakukan ekspansi usaha atau diversifikasi usaha ke
   sektor non batu bara;
d. Dana yang semula akan dipergunakan oleh Perseroan untuk melunasi Surat
   Utang 2025 dalam waktu dekat dapat dipergunakan kembali, sehingga
   penggunaan dana dapat difokuskan untuk membiayai kegiatan usaha Perseroan
   dan anak-anak perusahaan Perseroan yang bergerak di bidang usaha non-
   batubara; dan
e. Pendanaan melalui penerbitan Surat Utang 2029 merupakan alternatif
   pembiayaan bagi Perseroan mengingat keterbatasan penyaluran pembiayaan
   oleh perbankan yang dipengaruhi iklim usaha bidang batubara yang masih belum
   pulih sepenuhnya.


Analisis Kelayakan Pelunasan Utang dan Likuiditas Perseroan
Dengan dana yang diperoleh dari penerbitan Surat Utang 2029, maka Perseroan
dapat membiayai pembayaran kembali sebagian Surat Utang 2025 dan rencana
pendanaan untuk melakukan ekspansi kegiatan usaha non-batu bara.
Dengan demikian Perseroan akan memiliki surat utang baru yaitu Surat Utang 2029
dengan jangka waktu pengembalian selama 5 tahun, yang lebih panjang dari Surat
Utang 2025 yang akan jatuh tempo dalam waktu 2 tahun.

                                                                                          59

                           Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 61
   KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Dalam rangka pembiayaan untuk maksud yang telah disampaikan sebelumnya,
dapat juga dilaksanakan dengan menarik kredit dari lembaga keuangan (Bank).
Namun penarikan kredit dari bank lebih rumit dan tidak flexible dibanding dengan
penarikan pinjaman melalui penerbitan Surat Utang 2029. Di samping itu pada saat
meminjam kredit dari perbankan terdapat kewajiban pembayaran provisi kredit.
Perubahan kondisi perekonomian di masa depan akan mempengaruhi kemampuan
Perseroan dalam memperoleh pinjaman dengan tingkat bunga yang baik, dan hal ini
dapat mempengaruhi kondisi keuangan dan tingkat keuntungan Perseroan.

Berdasarkan tabel di bawah ini, terlihat bahwa terdapat kenaikan pada likuiditas
Perseroan dalam kondisi Melakukan Transaksi.

A. Tidak melakukan Transaksi

                             2024           2025           2026            2027           2028        2029
 Rasio Lancar                    1,53           0,80           1,13           1,24           1,36           1,68

B. Melakukan Transaksi

                             2024           2025           2026            2027           2028        2029
 Rasio Lancar                    1,54           1,32           1,60           1,64           1,75           1,70

Kami juga melakukan analisis kelayakan atas pelunasan utang seperti dapat dilihat
pada tabel dibawah ini:
                                                                                       (dalam jutaan USD)

                             2024           2025           2026            2027           2028        2029

Arus   kas   bersih
sebelum pembayaran            732,57        (45,78)         206,23         143,05          179,97     258,59
utang

Kas awal                      414,27         714,65         482,99         701,25          775,06     893,79

Kas tersedia untuk
                           1.146,84          668,87         689,23         844,30          955,04    1.152,37
pembayaran utang
Pembayaran    utang
pokok                          (1,90)      (179,71)                 -              -             -   (349,50)
Obligasi
Pembayaran liabilitas
jangka     panjang          (127,97)        (40,55)       (116,48)          (4,01)          (5,94)    (30,09)
lainnya
Selisih lebih              1.016,97          448,61         572,74         840,29          949,10     772,79


Berdasarkan analisis tersebut, terlihat bahwa Surat Utang 2029 ini dapat dilunasi
pada saat jatuh temponya. Perhitungan lebih lengkap dapat dilihat pada
Lampiran: C.




                                                                                                              60

                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 62
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



C.5. Analisis Laporan Keuangan Sebelum Transaksi dan Proforma Laporan
     Keuangan Setelah Transaksi Dilakukan
Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai laporan posisi keuangan
konsolidasian Perseroan sebelum Transaksi dan proforma laporan posisi keuangan
konsolidasian Perseroan setelah Transaksi, dengan asumsi penerbitan Surat Utang
2029 dilakukan pada tanggal 31 Desember 2023.

Analisis ringkas mengenai kondisi dan pengaruh terhadap proforma laporan posisi
keuangan konsolidasian Perseroan adalah sebagai berikut:
   -   Penurunan aset lancar dari USD1.484.102.477 menjadi USD1.447.958.033
       terutama sehubungan dengan pembayaran bunga yang jatuh tempo dalam
       bulan April 2024.
   -   Penurunan liabilitas tidak lancar dari USD753.475.083 menjadi
       USD749.426.146 karena penerbitan Surat Utang 2029 dan pembayaran
       sebagian Surat Utang 2025.
                             Ikhtisar Data Keuangan Penting
                    Proforma Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
                         PT Indika Energy Tbk dan Entitas Anak
                            Pada Tanggal 31 Desember 2023
                                                                                        (Dalam US Dolar)
                                                                                          PROFORMA
                                                                     Sebelum
       Keterangan                                                                          Sesudah
                                                                     Transaksi
                                                                                           Transaksi
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                                     449.204.420         414.271.481
Aset keuangan lainnya                                                  133.654.475         132.453.493
Piutang usaha                                                          343.610.145        343.610.145
Aset kontrak                                                            19.506.377         19.506.377
Piutang lain-lain                                                       32.372.076          32.361.553
Persediaan                                                              51.339.007         51.339.007
Aset lancar lainnya                                                    190.413.500        190.413.500
Aset tersedia untuk dijual                                            264.002.477         264.002.477
Jumlah Aset Lancar                                                   1.484.102.477       1.447.958.033

Aset Tidak Lancar
Piutang lain-lain                                                      25.454.737          25.454.737
Beban tangguhan
Investasi pada entitas asosiasi                                       264.581.258         264.581.258
Aset tetap                                                            307.121.122         307.121.122
Aset hak guna                                                          16.964.411          16.964.411
Aset tidak berwujud                                                    36.761.135          36.761.135
Goodwill                                                              649.164.208         649.164.208
Uang muka dan aset tidak lancar lainnya                                326.463.845         326.463.845
Uang jaminan                                                             2.489.197           2.489.197
Jumlah Aset Tidak Lancar                                             1.628.999.913       1.628.999.913

Jumlah Aset                                                          3.113.102.390       3.076.957.946


                                                                                                      61

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 63
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



                                                                                        PROFORMA
                                                                     Sebelum
       Keterangan                                                                        Sesudah
                                                                     Transaksi
                                                                                         Transaksi
 LIABILITAS DAN EKUITAS
 Liabilitas Lancar
 Utang bank                                                            58.409.213        58.409.213
 Utang usaha                                                           277.970.362       277.970.362
 Liabilitas kontrak                                                    10.572.038        10.572.038
 Utang lain-lain                                                       52.992.973        52.992.973
 Utang pajak                                                           15.518.704        15.518.704
 Biaya masih harus dibayar                                            133.480.871       133.480.871
 Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam
 satu tahun
          Pinjaman jangka panjang                                      58.297.225        58.297.225
          Liabilitas sewa pembiayaan                                    7.870.164         7.870.164
 Utang obligasi - bersih                                               304.359.120       296.842.222
 Liabilitas lancar lainnya                                             63.019.187        63.019.187
 Jumlah Liabilitas Lancar                                             982.489.857       974.972.959

 Liabilitas Tidak Lancar
 Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian
 yang jatuh tempo dalam satu tahun
 Pinjaman jangka panjang                                               125.621.401       125.621.401
 Liabilitas sewa pembiayaan                                              8.450.249         8.450.249
 Utang obligasi - bersih                                               528.922.780       524.873.843
 Utang jangka panjang - pihak ketiga                                      439.668           439.668
 Liabilitas pajak tangguhan                                            12.253.706        12.253.706
 Liabilitas derivatif                                                   8.109.675         8.109.675
 Liabilitas imbalan kerja                                              26.412.465        26.412.465
 Liabilitas tidak lancar lainnya                                       43.265.139        43.265.139
 Jumlah Liabilitas Tidak Lancar                                        753.475.083       749.426.146

 Ekuitas                                                             1.377.137.450      1.352.558.840

 Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                                       3.113.102.390      3.076.957.946




D. Analisis Inkremental

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap Transaksi yang telah kami lakukan, dapat
kami sampaikan sebagai berikut:

   a. Atas dasar analisis arus kas bersih dan nilai kini arus kas bersih Perseroan
      untuk kondisi Melakukan Transaksi dan kondisi Tidak Melakukan Transaksi,
      dapat kami kemukakan sebagai berikut:




                                                                                                     62

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 64
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



     Analisis Arus Kas Bersih (Net Cash Flow - NCF)
                                                                             (dalam jutaan USD)

                   2024             2025          2026            2027            2028         2029
Tidak
Melakukan            288,08          137,79         370,25          320,06            384,00    346,25
Transaksi
Melakukan
                     285,73           65,58         345,88          341,07            425,25    413,86
Transaksi
Kenaikan
                      (2,35)        (72,21)         (24,38           21,02             41,26      67,61
NCF


     Analisis Nilai Kini Arus Kas Bersih (Present Value Net Cash Flow -
     PVNCF)
     Berdasarkan prediksi arus kas Perseroan sampai dengan tahun 2029, pada
     kondisi Melakukan Transaksi, posisi kas Perseroan memberikan gambaran
     yang lebih baik, dimana berdasarkan perhitungan Nilai Kini Arus Kas Bersih
     (PVNCF) yang telah kami lakukan, nilai kini arus kas bersih dalam kondisi
     Melakukan Transaksi adalah sebesar USD 1.401.499.582.
     Sedangkan, untuk kondisi Tidak Melakukan Transaksi, Nilai Kini Arus Kas
     Bersihnya adalah USD1.398.531.623, sehingga terdapat selisih lebih sebesar
     USD2.967.960. Oleh karena itu berdasarkan analisis Nilai Kini Arus Kas
     Bersih ini, Transaksi memberikan nilai tambah kepada Perseroan.

     Untuk menghitung PVNCF digunakan faktor diskonto (Discount Factor) atas
     dasar Cost of Capital (WACC).

Untuk menghitung Cost of Capital akan dihitung dengan rata-rata biaya capital
(Weighted Average Cost of Capital – WACC) dengan mendasarkan pada Cost of
Equity atas dasar perhitungan Capital Asset Pricing Model (CAPM), dengan
formula sebagai berikut:


                                      E (Ri) = Rf + B (RPm)

         E (Ri)       =    Tingkat balikan yang diharapkan (Cost of Equity)
         Rf           =    Risk free rate
         B            =    Beta
         RPm          =    Equity risk premium
         Ds           =    Default spread

Untuk menghitung Cost of Equity digunakan data-data sebagai berikut:

         Tingkat bunga tanpa resiko (risk free rate) ditetapkan berdasarkan yield
          Obligasi Pemerintah RI dalam USD yang akan jatuh tempo pada tanggal
          11 Januari 2053 yang diperoleh dari Bond Supermart per 31 Desember
          2023 sebesar 4,99%;


                                                                                                          63

                       Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 65
      KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



              Equity Risk Premium berdasarkan data dari Damodaran untuk Indonesia
               tahun 2023 yang merupakan negara berkembang (emerging market)
               sebesar 7,38% dan adanya Default Spread untuk Indonesia sebagai
               negara berkembang (emerging market) sebesar 2,07% sebagai faktor
               penyesuaian dari Risk Free Rate karena menggunakan Equity Risk
               Premium dari Damodaran; dan
              Besarnya beta didasarkan pada beta dari Damodaran untuk industri Coal
               and Related Energy. Berdasarkan data tersebut, beta unleverednya
               adalah sebesar 0,65 dan Debt to Equity Ratio sebesar 21,80%. Tingkat
               pajak yang dipergunakan adalah 22%. Sehingga beta leverednya adalah
               0,76.
           Berdasarkan data-data tersebut, Cost of Equity adalah sebesar 8,51%.

       Atas dasar Cost of Equity sebesar 8,51% dan dengan memperhitungkan biaya
       bunga 6,73% serta rasio antara utang dan ekuitas (DER) sebesar 21,80%, maka
       akan diperoleh Cost of Capital berdasarkan perhitungan WACC sebesar 7,89%.
       Analisis NCF dan PVNCF dapat dilihat pada Lampiran A-5 dan B-5.


   D.1. Kontribusi Nilai Tambah

   Dengan dilakukannya Transaksi, maka manfaat yang diperoleh Perseroan dengan
   Transaksi ini adalah dengan skema pembayaran pokok Obligasi pada akhir periode
   jatuh tempo Obligasi (bullet payment), menjadikan Perseroan dapat menjaga
   likuiditasnya.

   Adapun dampak dari dilakukannya Transaksi terhadap proyeksi keuangan
   Perseroan adalah sebagai berikut:
   a. Tidak Melakukan Transaksi

                               2024            2025            2026            2027         2028       2029

Kas dan setara kas
                                711,43           113,90         426,86         510,83        632,09     874,43
(juta USD)
Aset lancar (juta USD)        1.222,01           600,11         844,15       1.036,28       1.187,00   1.445,02
Aset tidak Lancar
                              2.389,75        2.511,47       2.380,90        2.434,67       2.402,68   2.393,58
(juta USD)
Liabilitas lancar
                                797,49           747,70         743,83         838,91        875,98     858,62
(juta USD)
Liabilitas tidak lancar
                              1.446,87           826,20         718,20         581,63        400,47     307,12
(juta USD)
Rasio likuiditas                   1,53             0,80           1,13           1,24         1,36        1,68
Rasio EBITDA terhadap
                                   6,61           13,46          12,78           12,96        13,01      13,67
penjualan (%)




                                                                                                         64

                             Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 66
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



b. Melakukan Transaksi

                       2024           2025            2026            2027              2028       2029
Kas dan
                        714,65         482,99          701,25           775,06           893,79     794,56
setara kas
Aset lancar           1.220,42         971,13        1.118,09        1.302,33           1.453,29   1.369,63

Aset tidak
                      2.403,16        2.586,62       2.442,19        2.486,51           2.444,92   2.422,53
lancar
Liabilitas lancar       793,35         737,49          698,32           793,38           830,42     804,69

Liabilitas tidak
                      1.447,28        1.270,89       1.123,25           976,60           775,52     278,47
lancar
Rasio likuiditas           1,54           1,32             1,60            1,64            1,75       1,70

Rasio EBITDA
terhadap                   6,60          13,23           12,86           13,46            14,05      15,41
penjualan (%)

Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa secara keseluruhan proyeksi
keuangan Perseroan terlihat lebih baik pada kondisi Melakukan Transaksi.

Adapun Proyeksi Keuangan Perseroan dapat dilihat dalam Lampiran A-3 dan A-4
untuk kondisi Tidak Melakukan Transaksi dan Lampiran B-3 dan B-4 untuk kondisi
Melakukan Transaksi.

Selain itu nilai tambah dari Transaksi dapat juga dilihat berdasarkan perbandingan
Nilai Kini Arus Kas Bersih Perseroan dalam kondisi Melakukan dan Tidak Melakukan
Transaksi, seperti dapat dilihat dalam tabel berikut:

                                                                                     Nilai Kini
                                Kondisi
                                                                                  Arus Kas Bersih
 Melakukan Transaksi - dalam USD                                                         1.401.499.582
 Tidak Melakukan Transaksi - dalam USD                                                   1.398.531.623
 Selisih                                                                                      2.967.960

Berdasarkan analisis arus kas bersih Perseroan seperti terlihat dalam tabel diatas,
nilai kini arus kas bersih Perseroan dalam kondisi Melakukan Transaksi lebih tinggi
sebesar USD2.967.960 dibandingkan dalam kondisi Tidak Melakukan Transaksi.


D.2. Biaya yang Relevan Dari Transaksi
Biaya yang relevan dari Transaksi adalah berupa biaya yang timbul dalam proses
dilaksanakannya Transaksi termasuk jasa profesional dan biaya publikasi di surat
kabar dalam rangka memenuhi POJK 17, serta biaya yang dikeluarkan untuk RUPS
dalam rangka permintaan persetujuan Transaksi.




                                                                                                          65

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 67
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



D.3. Informasi Non Keuangan Yang Relevan

Dalam rangka pembiayaan Transaksi Pembelian Saham dapat juga dilaksanakan
dengan menarik kredit dari lembaga keuangan (Bank). Namun penarikan kredit dari
bank lebih rumit dan tidak fleksibel dibanding dengan penarikan pinjaman melalui
penerbitan surat utang. Di samping itu pada saat meminjam kredit dari perbankan
terdapat kewajiban pembayaran provisi kredit dan juga pembayaran cicilan pokok
sampai dengan jatuh temponya.


D.4. Prosedur Pengambilan Keputusan oleh Perseroan Dalam Menentukan
     Rencana dan Nilai Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif Lain

Alternatif lain dari Transaksi dapat dilakukan melalui pinjaman dari perbankan. Akan
tetapi, pinjaman dari perbankan akan memerlukan jaminan, ditambah lagi dengan
adanya ketentuan pembayaran cicilan pokok pinjaman yang dapat mengganggu
likuiditas.


D.5. Hal-Hal Material Lainnya

Semua hal yang dapat memberikan keyakinan bagi Penilai Bisnis untuk memberikan
opini kewajaran sudah dinyatakan dalam laporan ini.


D.6. Analisis Atas Jaminan Yang Terkait Dengan Transaksi

Surat Utang 2029 dijamin dengan saham IIC yang dimiliki oleh Perseroan, saham
TPE dan TPEC yang dimiliki oleh Perseroan, IIC, dan TIME, saham Kideco yang
dimiliki oleh IIC dan Perseroan, dan saham TRIS yang dimiliki oleh TPEC, dimana
jaminan-jaminan ini merupakan jaminan bersama (common security) dengan Surat
Utang 2025.

Pemberian jaminan perusahaan (corporate guarantee) oleh Anak Perusahaan
Penjamin dan pemberian gadai saham oleh Anak Perusahaan Penjamin atas
penerbitan Surat Utang 2029 yang dilakukan oleh Perseroan merupakan transaksi
afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam POJK 42, yang hanya cukup dilaporkan
kepada OJK paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah Transaksi karena transaksi
tersebut dilakukan antara Perseroan dengan Perusahaan Terkendali yang
sahamnya dimiliki paling sedikit 99% dari modal disetor Perusahaan Terkendali.
Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Transaksi bukan merupakan
transaksi yang mengandung benturan kepentingan.



Jaminan Yang Dinilai

Sehubungan dengan pemberian jaminan berupa saham-saham perusahaan, berikut
ini adalah saham-saham yang dilakukan penilaiannya:



                                                                                        66

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 68
     KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



       Saham Yang                                                                          Kepemilikan
                              Kepemilikan Oleh                Lembar Saham
       Dijaminkan                                                                              (%)
           IIC*)                  Perseroan                        468.288                   99,997
          Kideco                  Perseroan                        100.139                    40,00
          TPEC                Perseroan & TIME                    1.092.553                  99,999
           TPE                Perseroan & TIME                    1.384.999                  99,999
           TRIS                     TPEC                         39.000.000                    100
                                              Total
*)      Dalam melakukan penilaian saham IIC, dilakukan juga penilaian atas entitas anak maupun
        entitas asosiasi IIC, termasuk saham IIC di Kideco, TPE, dan TPEC.


Hasil Penilaian

Jumlah nilai pasar saham-saham tersebut secara konsolidasian yang akan menjadi
jaminan penerbitan Surat Utang 2029 adalah sebesar USD1.375.113.654 dengan
rincian sebagai berikut:
                                                                                                  (dalam USD)
 Saham Yang                                                               Kepemilikan
                      Kepemilikan Oleh           Lembar Saham                                 Nilai Pasar
 Dijaminkan                                                                   (%)
     IIC*)                Perseroan                    468.288              99,997             653.055.870
    Kideco                Perseroan                    100.139               40,00             475.354.069
    TPEC              Perseroan & TIME                1.092.553             99,999             212.421.273
     TPE              Perseroan & TIME                1.384.999             99,999              18.565.471
     TRIS                   TPEC                     39.000.000               100               15.716.971
                                    Total                                                    1.375.113.654
*)      Dalam melakukan penilaian saham IIC, dilakukan juga penilaian atas entitas anak maupun
        entitas asosiasi IIC, termasuk saham IIC di Kideco, TPE, dan TPEC.


E. Analisis Sensitivitas

Analisis sensitivitas yang kami lakukan dalam rangka mengukur keuntungan dan
kerugian dari Transaksi, dapat kami kemukakan sebagai berikut:
                                                                                                  (dalam USD)
 Coupon                                       Laba Bersih
  Rate                 2024        2025        2026        2027                            2028          2029
   7.75%         26,843,916 153,650,497 228,849,713 279,515,799                     339,318,856   420,256,145
   8.25%         25,750,276 151,900,672 227,099,888 277,765,974                     337,569,031   419,527,051
   8.75%         24,656,635 150,150,847 225,350,063 276,016,149                     335,819,206   418,797,958
   9.25%         23,562,994 148,401,022 223,600,238 274,266,324                     334,069,381   418,068,864
   9.75%         22,469,354 146,651,197 221,850,413 272,516,499                     332,319,556   417,339,770

 Coupon
                 PVNCF
  Rate
   7.75%      1,404,518,182
   8.25%      1,403,008,882
   8.75%      1,401,499,582
   9.25%      1,399,990,282
   9.75%      1,398,480,982




                                                                                                            67

                            Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 69
  KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



Dapat dilihat dalam tabel diatas, bahwa perubahan coupon rate sebesar 0,5% akan
mempengaruhi laba bersih Perseroan setiap tahunnya. Perubahan coupon rate
menjadi 7,75%, 8,25%, 9,25%, dan 9,75% secara berturut-turut menyebabkan rata-
rata kenaikan / penurunan laba bersih 2,57%, 1,28%, (1,28%), dan -2,57%.

Di samping itu, seperti telah dikemukakan sebelumnya, apabila Perseroan tidak
melakukan Transaksi, maka akan mempengaruhi likuiditas Perseroan seperti
disajikan dalam tabel berikut:
      Rasio Likuiditas                2024        2025         2026         2027        2028     2029
 Tidak Melakukan Transaksi              1,53        0,80         1,13         1,24        1,36     1,68
 Melakukan Transaksi                    1,54        1,33         1,53         1,58        1,68     1,70


F. Analisis Kewajaran Transaksi
Atas dasar analisis transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif yang kami lakukan
terhadap Transaksi dapat kami simpulkan sebagai berikut:
1. Perseroan akan menerbitkan Surat Utang 2029. Dengan pertimbangan bahwa
   adanya ketidakpastian atas perkembangan harga batu bara di masa yang akan
   datang, Perseroan meyakini bahwa penerbitan Surat Utang 2029 dapat menjaga
   likuiditas dan posisi kas Perseroan. Hal ini didasarkan pada pertimbangan
   bahwa secara umum penerbitan Surat Utang 2029, antara lain, akan digunakan
   untuk melunasi sebagian Surat Utang 2025 dan untuk melakukan ekspansi
   kegiatan usaha non-batubara.
2. Transaksi merupakan transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam POJK
   17. Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan per Tanggal
   Penilaian,   total   ekuitas  konsolidasian     Perseroan   adalah   sebesar
   USD1.377.137.450, sehingga penerbitan Surat Utang 2029 sebesar
   USD350.000.000 adalah setara dengan 25,42% dari total ekuitas konsolidasian
   Perseroan per Tanggal Penilaian. Dengan demikian, oleh karena nilai transaksi
   adalah lebih besar dari 20% dari ekuitas Perseroan, maka Transaksi merupakan
   transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam POJK 17. Merujuk kepada
   POJK 17, untuk melakukan Transaksi, Perseroan perlu menggunakan penilai
   untuk menentukan kewajaran Transaksi, mengumumkan keterbukaan informasi
   terkait Transaksi kepada para Pemegang Saham pada paling lambat 2 (dua)
   hari kerja setelah tanggal Transaksi, dan menyampaikan bukti keterbukaan
   informasi beserta dokumen pendukungnya kepada OJK yang meliputi laporan
   penilai dan dokumen pendukung lainnya. Jangka waktu antara Tanggal
   Penilaian dan Transaksi wajib paling lama 6 (enam) bulan. Oleh karenanya,
   Perseroan telah meminta kami untuk menyiapkan penilaian kewajaran guna
   memenuhi ketentuan POJK 17.
3. Sesuai dengan Memorandum Penawaran untuk Surat Utang 2029, dana hasil
   penerbitan Surat Utang 2029, setelah dikurangi dengan biaya penerbitan, komisi,
   dan biaya transaksi lainnya, akan digunakan untuk: (i) pembelian kembali jumlah
   maksimum pokok terutang sehubungan dengan Surat Utang 2025; (ii) pelunasan
   sisa jumlah terutang Surat Utang 2025 melalui pembelian kembali pada pasar
   terbuka, penawaran tender dan/atau pelunasan sebagaimana diatur dalam
   indenture Surat Utang 2025; (iii) pendanaan pengeluaran modal Perseroan
   sehubungan dengan pengembangan dan ekspansi kegiatan usaha non batubara.


                                                                                                          68

                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 70
     KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan



4. Manfaat yang akan diperoleh Perseroan adalah sebagai berikut:
     a. Dengan dilakukannya Transaksi, maka kewajiban keuangan Perseroan yang
        harus dipenuhi pada tahun 2025 atau pada saat jatuh temponya Surat Utang
        2025 dapat diubah menjadi pembiayaan dengan jangka waktu yang lebih
        panjang;
     b. Dengan skema pembayaran pokok Surat Utang 2029 pada akhir periode jatuh
        temponya (bullet payment), menjadikan Perseroan dapat menjaga
        likuiditasnya, terutama pada saat jatuh temponya Surat Utang 2025;
     c. Melalui Transaksi, Perseroan, atau secara tidak langsung melalui anak
        perusahaannya, dapat melakukan ekspansi usaha atau diversifikasi usaha ke
        sektor non-batubara;
     d. Dana yang semula akan dipergunakan oleh Perseroan untuk melunasi
        sebagian Surat Utang 2025 dalam waktu dekat dapat dipergunakan kembali,
        sehingga penggunaan dana dapat difokuskan untuk membiayai kegiatan
        usaha Perseroan dan anak-anak perusahaan Perseroan yang bergerak di
        bidang usaha non-batubara; dan
     e. Pendanaan melalui penerbitan Surat Utang 2029 merupakan alternatif
        pembiayaan bagi Perseroan mengingat keterbatasan penyaluran pembiayaan
        oleh perbankan yang dipengaruhi iklim usaha bidang batubara yang masih
        belum pulih sepenuhnya.
5. Surat Utang 2029 ini dijamin dengan (i) jaminan perusahaan (corporate
   guarantee) yang diberikan oleh Anak Perusahaan Penjamin, (ii) jaminan berupa
   gadai saham yang diberikan oleh Perseroan dan Anak Perusahaan Penjamin,
   dimana jaminan-jaminan ini merupakan jaminan bersama (common security)
   dengan Surat Utang 2025.Pemberian jaminan perusahaan (corporate guarantee)
   oleh Anak Perusahaan Penjamin dan pemberian gadai saham oleh Anak
   Perusahaan Penjamin atas penerbitan Surat Utang 2029 yang dilakukan oleh
   Perseroan merupakan transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam POJK
   42, yang hanya cukup dilaporkan kepada OJK paling lambat 2 (dua) hari kerja
   setelah Transaksi karena transaksi tersebut dilakukan antara Perseroan dengan
   Perusahaan Terkendali yang sahamnya dimiliki paling sedikit 99% dari modal
   disetor Perusahaan Terkendali. Berdasarkan penjelasan dari manajemen
   Perseroan, Transaksi bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan
   kepentingan.
     Jumlah nilai pasar saham-saham secara konsolidasian yang akan menjadi salah
     satu jaminan penerbitan Surat Utang 2029 adalah sebesar USD1.375.113.654
     dengan rincian sebagai berikut:
                                                                                             (dalam USD)
        Saham Yang                                        Lembar            Kepemilikan
                           Kepemilikan Oleh                                                Nilai Pasar
        Dijaminkan                                        Saham                 (%)
            IIC*)              Perseroan                  468.288             99,997         653.055.870
          Kideco               Perseroan                  100.139              40,00         475.354.069
           TPEC             Perseroan & TIME             1.092.553            99,999         212.421.273
            TPE             Perseroan & TIME             1.384.999            99,999          18.565.471
           TRIS                   TPEC                  39.000.000              100           15.716.971
                                        Total                                              1.375.113.654
*)      Dalam melakukan penilaian saham IIC, dilakukan juga penilaian atas entitas anak maupun
        entitas asosiasi IIC, termasuk saham IIC di Kideco, TPE, dan TPEC.


                                                                                                         69

                            Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 71

          
Page 72
    KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan




                                        PERNYATAAN PENILAI


Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menyatakan bahwa:

 1. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang
     terhadap Penilaian yang dibuat, maupun memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan
     kepada pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan terhadap Laporan Penilaian Bisnis
     yang dibuat.
 2. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan penilaian adalah benar sesuai
     dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
 3. Penilai memiliki pemahaman atas objek penilaian yang dinilai.
 4. Kami bertanggungjawab atas Laporan Penilaian Bisnis yang kami lakukan.
 5. Kami telah melakukan penugasan penilaian profesional sesuai dengan Tanggal Penilaian
     (Cut Off Date).
 6. Kami telah melakukan analisis untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
     Penilaian Bisnis, opini dan kesimpulan dalam Laporan Penilaian Bisnis ini, sebatas
     pengetahuan kami, adalah benar dan akurat.
 7. Kami telah melakukan penugasan penilaian profesional sesuai dengan peraturan
     perundang-undangan yang berlaku.
 8. Kami telah menyajikan hasil Penilaian dalam penugasan penilaian profesional sebagai
     Kesimpulan Penilaian.
 9. Kami telah mengungkapkan lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis di dalam Laporan
     Penilaian Bisnis.
 10. Kesimpulan Penilaian telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
 11. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Penilaian Bisnis berasal dari berbagai sumber
     yang diyakini Penilai Bisnis dapat dipertanggungjawabkan.
 12. Penunjukan dalam penugasan ini tidak berhubungan dengan opini Penilaian yang dibuat
     yang telah disepakati sebelumnya dengan Pemberi Tugas.
 13. Biaya jasa profesional tidak dikaitkan dengan penilaian yang dibuat, pencapaian hasil
     yang dinyatakan, atau adanya kondisi yang terjadi kemudian (subsequent event) yang
     berhubungan secara langsung dengan penggunaan yang dimaksud.
 14. Penilai    Bisnis   telah    mengikuti    persyaratan   pendidikan   profesional   yang
     ditetapkan/dilaksanakan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
 15. Penilai Bisnis memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan Penilaian yang
     dibuat.
 16. Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh Penilai, serta Laporan Penilaian Bisnis
     telah dibuat dengan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
     Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII – SPI 2018 dan POJK 35.
 17. Penilai melakukan inspeksi fisik maupun rapat dan diskusi secara daring dengan
     manajemen sehubungan dengan objek penilaian yang dinilai.
 18. Tidak seorangpun selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
     pelaksanaan Penilaian, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang
     dinyatakan dalam Laporan Penilaian Bisnis ini.




                               Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 73

          
Page 74
   KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan




                         ASUMSI-ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS



Laporan Pendapat Kewajaran ini bergantung kepada asumsi-asumsi dan kondisi pembatas
sebagai berikut :

   1. Laporan Pendapat Kewajaran yang dihasilkan oleh penilai bisnis bersifat non-
      disclaimer opinion.

   2. Penilai bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan
      dalam proses penilaian.

   3. Data-data dan informasi yang diperoleh Penilai Bisnis berasal dari sumber yang
      dapat dipercaya keakuratannya

   4. Penilai Bisnis menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
      mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
      dengan kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty).

   5. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran
      proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.

   6. Penilai Bisnis menghasilkan Laporan Pendapat Kewajaran yang terbuka untuk
      publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat
      mempengaruhi operasional perusahaan.

   7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan
      Kesimpulan Pendapat Kewajaran

   8. Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian
      dari pemberi tugas.




                          Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 75
           LAMPIRAN B
LAMPIRAN PERHITUNGAN DENGAN KONDISI
     TIDAK MELAKUKAN TRANSAKSI
Page 76
                                                                                                                                             Lampiran : A - 1 (1)

                                                               PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                                               LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI
                                                             PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2019 SAMPAI 2023
                                                                           (dalam US Dollar)

                                                                               31-Dec-19       31-Dec-20        31-Dec-21        31-Dec-22          31-Dec-23
ASET
Aset Lancar
 Kas dan setara kas                                                             568.633.705     651.193.109      867.404.826     1.155.539.134      449.204.420
 Aset keuangan lainnya                                                           56.824.861      57.163.835       55.124.177        25.367.386      133.654.475
 Piutang usaha
  Pihak berelasi                                                                 56.237.829     101.557.056       74.610.819       71.860.522
  Pihak ketiga                                                                  456.726.904     360.796.718      411.219.647      462.464.072       343.610.145

 Aset kontrak                                                                     5.745.976        1.692.846        1.798.930        4.919.983       19.506.377
 Piutang lain-lain yang jatuh tempo dalam satu tahun
  Pihak berelasi                                                                     29.826       16.661.810                -       2.621.962
  Pihak ketiga                                                                   33.560.282       27.364.504      31.335.968       26.397.403        32.372.076
 Aset derivatif                                                                     771.444           70.200                -                -
 Persediaan                                                                      48.158.284       41.756.773      43.740.074       60.591.597        51.339.007
 Pajak dibayar dimuka                                                            62.560.132       60.397.196      20.803.881       23.586.535        72.734.833
 Aset lancar lainnya                                                            142.177.603       75.460.690     137.685.266      169.488.788       117.678.667
 Aset dimiliki untuk dijual                                                                -                -    448.226.774                 -      264.002.477
Total Aset Lancar                                                             1.431.426.846    1.394.114.737    2.091.950.362    2.002.837.382     1.484.102.477
Aset Tidak Lancar
Aset keuangan tidak lancar lainnya                                               77.533.078       83.715.728       63.981.345      76.536.252       113.457.446
Piutang lain-lain setelah dikurangi bagian
 yang jatuh tempo dalam satu tahun
   Pihak berelasi                                                                11.767.152       10.405.449       10.213.675      20.585.854        20.375.957
   Pihak ketiga                                                                     423.374       10.031.180        8.788.667      20.654.542         5.078.780
Klaim pengembalian pajak                                                         21.625.283        9.883.327       66.769.765      25.576.353        23.526.588
Aset eksplorasi dan evaluasi                                                                                       90.714.559     104.711.711       102.123.524
Properti pertambangan                                                                                              11.303.291      29.903.659         5.707.631
Aktivitas pengupasan lapisan tanah                                                                                  7.013.261       2.894.709                  -
Beban tangguhan                                                                  22.535.650       25.880.163
Investasi pada entitas asosiasi                                                 118.021.775      159.001.882      138.198.372     241.629.064       264.581.258
Investasi pada pengendalian bersama entitas                                                -                -                -
Uang muka dan aset tidak lancar lainnya                                          41.691.080       38.303.431       43.414.007      53.055.812        56.066.952
Properti investasi                                                                                          -                -
Aset tetap                                                                      682.687.983      613.990.323      239.328.940     220.651.079       307.121.122
Aset hak guna                                                                                     62.531.520        3.832.851       3.826.429        16.964.411
Aset tidak berwujud                                                             500.955.773      375.622.993      239.419.749     110.348.195        36.761.135
Goodwill                                                                        701.815.473      701.815.473      648.036.713     649.164.208       649.164.208
Uang jaminan                                                                      4.354.815        3.689.135        1.757.820       2.416.222         2.489.197
Hak penggunaan atas aset                                                                                    -                -
Aset pajak tangguhan                                                              1.324.783        4.717.516       26.753.724       29.080.571        25.581.704
Total Aset Tidak Lancar                                                       2.184.736.219    2.099.588.120    1.599.526.739    1.591.034.660     1.628.999.913

Total Aset                                                                    3.616.163.065    3.493.702.857    3.691.477.101    3.593.872.042     3.113.102.390
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Lancar
Pinjaman bank jangka pendek                                                      10.043.120       65.972.114       58.122.340      50.538.098        58.409.213
Utang usaha
  Pihak berelasi                                                                  8.505.464      12.114.573        5.691.528        5.824.241
  Pihak ketiga                                                                  328.602.275     323.301.431      291.896.466      336.723.273       277.970.362

  Liabilitas kontrak                                                             88.894.246       17.447.646       11.272.664      16.581.292        10.572.038
 Utang lain-lain
   Pihak berelasi                                                                          -                -               -
  Pihak ketiga                                                                   19.107.043       15.983.160      13.515.367       16.031.293        52.992.973
 Utang pajak                                                                     80.236.407       62.531.520     304.333.276      544.149.673        15.518.704
 Biaya masih harus dibayar                                                       53.995.557       78.424.869      93.657.517      135.593.149       133.480.871
 Uang muka pelanggan                                                             11.228.965        7.225.184       5.794.196        7.186.845        15.643.267
 Utang dividen                                                                      264.710          260.014          13.528           10.527            10.743
 Liabilitas jangka panjang yang
   jatuh tempo dalam satu tahun
    - Pinjaman jangka panjang                                                    83.507.303       88.579.716       67.500.000      50.156.453        58.297.225
    - Liabilitas sewa pembiayaan                                                 11.236.123       20.939.427        1.001.063       4.411.235         7.870.164
    - Utang obligasi                                                             15.789.923       14.934.201       15.552.951      11.720.490       304.359.120
 Liabilitas lancar lainnya
 Liabilitas terkait langsung dengan aset tidak lancar yang
dimiliki untuk dijual                                                                                             267.413.000                        47.365.177
 Total Liabilitas Lancar                                                        711.411.136     707.713.855     1.135.763.896    1.178.926.569      982.489.857

Liabilitas Tidak Lancar
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi
  bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
   - Pinjaman jangka panjang                                                    267.742.958     251.453.384        81.568.303      91.225.010       105.528.870
   - Pinjaman yang dapat dikonversikan                                                                                              7.538.295        20.092.531
  - Liabilitas sewa pembiayaan                                                   25.676.760       30.004.937        2.651.336       1.401.770         8.450.249
  - Utang obligasi - bersih                                                   1.097.778.468    1.224.881.921    1.229.590.712     880.010.701       528.922.780
Utang jangka panjang - pihak ketiga                                                        -                -                -      8.160.737                  -
Provisi rehabilitasi tambang, penutupan tambang, dan pembongkaran                30.497.779       33.032.580       35.241.633      38.687.331        43.265.139
Uang muka                                                                                  -                -                -
Liabilitas pajak tangguhan                                                      227.785.162      156.335.479       88.590.083       25.127.407       12.253.706
Liabilitas kontinjensi                                                          161.913.154      164.476.468      206.269.350               -                  -
Imbalan kerja & liabilitas tidak lancar lainnya                                  47.583.430       58.506.839       28.088.123       22.620.259       34.961.808
Total Liabilitas Tidak Lancar                                                 1.858.977.711    1.918.691.608    1.671.999.540    1.074.771.510      753.475.083
TOTAL LIABILITAS                                                              2.570.388.847    2.626.405.463    2.807.763.436    2.253.698.079     1.735.964.940




                                   Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 77
                                                                                                                              Lampiran : A - 1 (2)

                                                  PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                                  LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI
                                                PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2019 SAMPAI 2023
                                                              (dalam US Dollar)

                                                                  31-Dec-19       31-Dec-20       31-Dec-21       31-Dec-22          31-Dec-23
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham
Modal dasar - 17.000 juta saham
Modal ditempatkan dan disetor -
  5.210.192.000 saham                                               56.892.154      56.892.154      56.892.154      56.892.154        56.892.154
Tambahan modal disetor                                             253.826.135     253.826.135     253.826.135     253.826.135       253.826.135
Komponen ekuitas lainnya                                            27.779.765      14.283.807      34.379.226      (9.596.528)      (12.469.090)
Selisih transaksi restrukturisasi entitas
  sepengendali                                                                                -               -
 Saldo laba
 Dicadangkan                                                         5.312.496       5.312.496       5.312.496        5.312.496        11.378.431
 Tidak dicadangkan                                                 506.862.251     355.269.018     412.988.522      882.849.440       923.214.754
Jumlah Ekuitas yang diatribusikan untuk induk                      850.672.801     685.583.610     763.398.533    1.189.283.697     1.232.842.384
 Kepentingan non pengendali                                        195.101.417     181.713.784     120.315.132      150.890.266       144.295.066
Total Ekuitas                                                    1.045.774.218     867.297.394     883.713.665    1.340.173.963     1.377.137.450

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                     3.616.163.065    3.493.702.857   3.691.477.101   3.593.872.042     3.113.102.390




                               Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 78
                                                                                                                                       Lampiran : A - 2

                                                  PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
                                               PERHITUNGAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASI
                                        UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2019 SAMPAI 2023
                                                                (dalam US Dollar)

                                                                       2019            2020             2021             2022               2023

PENDAPATAN
Penjualan bersih                                                   2.782.676.420    2.077.212.345    3.069.161.119    4.334.910.725      3.026.839.190
                                                                   2.782.676.420    2.077.212.345    3.069.161.119    4.334.910.725      3.026.839.190
BEBAN POKOK PENJUALAN
Beban pokok penjualan                                              2.355.974.951    1.823.333.756    2.151.039.318    2.884.098.670      2.474.863.205
                                                                   2.355.974.951    1.823.333.756    2.151.039.318    2.884.098.670      2.474.863.205

LABA (RUGI) KOTOR                                                    426.701.469     253.878.589      918.121.801     1.450.812.055        551.975.985

BEBAN USAHA                                                          137.177.141     138.020.163      145.401.075      240.725.758         239.780.249

LABA (RUGI) USAHA                                                    289.524.328     115.858.426      772.720.726     1.210.086.297        312.195.736

PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
- Bagian laba bersih entitas asosiasi dan
  pengendalian bersama entitas                                        30.040.929       32.623.747       27.880.564       31.174.667         22.876.701
- Pendapatan investasi                                                16.100.236       11.423.964        4.270.293        9.302.646         20.195.064
- Beban keuangan                                                    (109.475.702)    (119.509.218)    (104.860.082)    (103.531.626)       (85.551.070)
- Penurunan nilai aset                                                (2.965.737)      (5.991.508)                -
- Amortisasi dan penurunan nilai aset tidak berwujud                (135.671.308)    (135.626.774)    (135.946.869)    (136.071.528)       (37.635.675)
- Beban pajak final                                                  (19.694.805)      (9.179.477)      (6.774.116)      (8.875.640)
- Keuntungan dari revaluasi                                                     -                -                -
- Lain-lain - bersih                                                 (13.723.242)      11.223.654      (55.183.032)       8.252.412          6.349.878
                                                                    (235.389.629)    (215.035.612)    (270.613.242)    (199.749.069)       (73.765.102)

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                                             54.134.699      (99.177.186)    502.107.484     1.010.337.228        238.430.634

Beban pajak                                                          (49.142.265)      (4.270.588)    (294.689.659)    (499.561.131)       (87.387.543)

LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN
DARI OPERASI YANG DILANJUTKAN                                          4.992.434     (103.447.774)    207.417.825      510.776.097         151.043.091

LABA (RUGI) DARI OPERASI YANG DIHENTIKAN                                                        -     (144.101.228)               -                  -

LABA (RUGI)TAHUN BERJALAN                                              4.992.434     (103.447.774)     63.316.597      510.776.097         151.043.091

LABA (RUGI) YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
 Pemilik entitas induk                                               (18.160.152)    (117.542.428)     57.719.504      452.676.558         119.683.800
 Kepentingan non-pengendali                                           23.152.586       14.094.654       5.597.092       58.099.539          31.359.291
 Jumlah                                                                4.992.434     (103.447.774)     63.316.596      510.776.097         151.043.091




                                  Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 79
                                                                                                                                                                           Lampiran : A - 3

                                                                   PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                                              PROYEKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI
                                                           PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2024 SAMPAI 31 DESEMBER 2029
                                                                KONDISI TIDAK MELAKUKAN RENCANA TRANSAKSI
                                                                                   (dalam US Dollar)

                                                                  31-Dec-23        31-Dec-24           31-Dec-25        31-Dec-26        31-Dec-27        31-Dec-28           31-Dec-29
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                                 449.204.420      711.428.664         113.900.466      426.857.112      510.829.394      632.087.243         874.434.106
Aset keuangan lainnya                                              133.654.475       21.914.462          21.914.462       21.914.462       21.914.462       21.914.462          21.912.664
Piutang usaha                                                      343.610.145      249.383.249         238.891.582      261.666.978      289.967.048      308.954.137         312.038.418
Aset kontrak                                                        19.506.377                 -                   -                -                -                -                   -
Persediaan                                                          51.339.007       39.709.116          49.801.190       58.708.885       77.402.900       91.370.451          91.954.201
Aset lancar lainnya                                                486.788.053      199.577.836         175.600.529       74.998.688      136.166.500      132.678.685         144.683.064
Total Aset Lancar                                                 1.484.102.477    1.222.013.327        600.108.228      844.146.125     1.036.280.305    1.187.004.979      1.445.022.453
Aset Tidak Lancar
Aset keuangan tidak lancar lainnya                                 113.457.446      111.100.865         111.100.865      111.100.865      111.100.865      111.100.865         111.100.865
Piutang lain-lain setelah dikurangi bagian
  yang jatuh tempo dalam satu tahun                                  25.454.737                -                   -                -                -               0                    -
 Klaim pengembalian pajak                                            23.526.588                -                   -                -                -                -                   -
 Aset eksplorasi dan evaluasi                                       102.123.524      21.860.690          21.029.555       20.648.420       20.267.284       22.059.151          16.955.014
 Properti pertambangan                                                5.707.631     158.169.845         176.017.609      170.973.387      163.122.146      150.766.765         147.878.782
 Aktivitas pengupasan lapisan tanah                                            -
Beban tangguhan                                                                -        324.926             324.926          324.926          324.926          324.926             324.926
Investasi pada entitas asosiasi dan pengendalian bersama            264.581.258     343.125.966         362.569.185      383.050.054      411.451.848      426.608.356         423.386.114
Properti investasi                                                             -
Aset tetap                                                          307.121.122      455.800.223         520.464.145      496.400.237      478.063.777      444.989.424        439.082.224
Aset hak guna                                                        16.964.411        5.889.808           5.889.808        5.889.808        5.889.808        5.889.808          5.889.808
Aset tidak berwujud                                                  36.761.135       39.666.230          38.834.205       38.002.179       37.170.154       36.338.129         35.358.817
Goodwill                                                            649.164.208      649.164.208         649.164.208      649.164.208      649.164.208      649.164.208        649.164.208
Uang muka dan aset tidak lancar lainnya                              84.137.853      604.651.905         626.071.029      505.348.273      558.115.827      555.435.393        564.439.451
Total Aset Tidak Lancar                                           1.628.999.913    2.389.754.666       2.511.465.535    2.380.902.358    2.434.670.845    2.402.677.027      2.393.580.210

Total Aset                                                        3.113.102.390    3.611.767.994       3.111.573.764    3.225.048.483    3.470.951.150    3.589.682.005      3.838.602.663
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Lancar
Utang bank                                                          58.409.213       37.231.260          72.257.023       63.187.458       59.181.422       53.240.550          53.240.550
Utang usaha                                                        277.970.362      296.012.513         293.168.433      333.852.605      368.350.392      391.256.023         395.023.910
Selisih tagihan kemajuan kontrak diatas
 estimasi pendapatan                                                10.572.038        32.780.847         27.339.326       35.718.649       39.430.955       42.956.809          42.956.809
Utang lain-lain                                                     52.992.973
Utang pajak                                                         15.518.704       16.640.015          15.631.077       18.891.769       21.375.385       24.100.169          24.114.033
Biaya masih harus dibayar                                          133.480.871       91.223.617          84.456.552      108.859.723      119.219.616      128.834.496         128.829.147
Liabilitas sewa pembiayaan                                           7.870.164        1.280.391           1.280.391        1.280.391        1.280.391        1.280.391           1.280.391
Liabilitas lancar lainnya                                          425.675.532      322.316.800         253.569.693      182.036.602      230.074.889      234.312.689         213.172.128
Total Liabilitas Lancar                                            982.489.857      797.485.442         747.702.495      743.827.197      838.913.050      875.981.127         858.616.967

Liabilitas Tidak Lancar
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi
  bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
   - Pinjaman jangka panjang                                       125.621.401       631.821.151        568.146.628      595.107.903      412.451.024      225.938.016         165.938.016
  - Liabilitas sewa pembiayaan                                       8.450.249           302.918            271.781          240.645          240.645          240.645             240.645
  - Utang obligasi - bersih                                        528.922.780       529.288.399           (876.666)        (340.000)                1               1                   1
Utang jangka panjang - pihak ketiga                                           -                 -                  -               (0)              (0)              0                   0
Imbalan kerja & liabilitas tidak lancar lainnya                     90.480.653       285.461.979        258.656.135      123.187.788      168.938.689      174.295.665         140.942.900
Total Liabilitas Tidak Lancar                                      753.475.083     1.446.874.447        826.197.878      718.196.336      581.630.358      400.474.326         307.121.561
TOTAL LIABILITAS                                                  1.735.964.940    2.244.359.889       1.573.900.373    1.462.023.533    1.420.543.408    1.276.455.453      1.165.738.528

EKUITAS
Modal ditempatkan dan disetor penuh                                  56.892.154       56.892.154          56.892.154       56.892.154       56.892.154       56.892.154         56.892.154
Tambahan modal disetor                                              253.826.135      253.826.135         253.826.135      253.826.135      253.826.135      253.826.135        253.826.135
Komponen ekuitas lainnya                                            (12.469.090)     (12.469.090)        (12.469.090)     (12.469.090)     (12.469.090)     (12.469.090)       (12.469.090)
Saldo laba                                                          934.593.185    1.009.865.016       1.171.688.432    1.405.978.816    1.693.213.552    1.954.507.704      2.313.223.144
Jumlah Ekuitas yang diatribusikan untuk induk                     1.232.842.384    1.308.114.215       1.469.937.631    1.704.228.015    1.991.462.751    2.252.756.903      2.611.472.343
 Kepentingan non pengendali                                         144.295.066       59.293.890          67.735.760       58.796.935       58.944.991       60.469.649         61.391.791
Total Ekuitas                                                     1.377.137.450    1.367.408.105       1.537.673.391    1.763.024.950    2.050.407.742    2.313.226.552      2.672.864.134
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS                                                           3.113.102.390    3.611.767.994       3.111.573.764    3.225.048.483    3.470.951.150    3.589.682.005      3.838.602.663




                                                  Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 80
                                                                                                                                                                       Lampiran : A - 4

                                                            PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
                                                    PROYEKSI PERHITUNGAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASI
                                            UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2024 SAMPAI 31 DESEMBER 2029
                                                              KONDISI MELAKUKAN RENCANA TRANSAKSI
                                                                               (dalam US Dollar)


                                                                 2023            2024                2025             2026             2027             2028                2029

PENDAPATAN                                                               -1%            -10%                 11%              13%               7%               6%                 1%
Penjualan bersih                                              3.026.839.190    2.718.376.702       3.005.541.806    3.408.710.802    3.661.321.490    3.875.742.040      3.910.474.697
                                                              3.026.839.190    2.718.376.702       3.005.541.806    3.408.710.802    3.661.321.490    3.875.742.040      3.910.474.697
BEBAN POKOK PENJUALAN
Beban pokok penjualan                                         2.474.863.205    2.380.468.676       2.441.269.763    2.806.542.418    3.013.719.962    3.187.636.113      3.191.007.422
                                                              2.474.863.205    2.380.468.676       2.441.269.763    2.806.542.418    3.013.719.962    3.187.636.113      3.191.007.422
                                                                        82%              88%                 81%              82%              82%              82%                82%
LABA (RUGI) KOTOR                                               551.975.985      337.908.025         564.272.043      602.168.384      647.601.528      688.105.927        719.467.274

BEBAN USAHA                                                    239.780.249      179.579.825         184.208.058      197.161.268      214.191.417      230.755.746         232.206.190
                                                                        8%               7%                  6%               6%               6%               6%                  6%
LABA (RUGI) USAHA                                              312.195.736      158.328.200         380.063.985      405.007.116      433.410.112      457.350.181         487.261.085
                                                                       10%               6%                 13%              12%              12%              12%                 12%
PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
- Bagian laba bersih entitas asosiasi dan
   pengendalian bersama entitas                                  22.876.701       14.370.978          23.776.488       30.311.707       40.689.402       47.042.805         47.318.629
- Pendapatan bunga                                               20.195.064          918.053             804.769          377.468          412.953           54.065            350.216
- Beban keuangan                                                (85.551.070)     (91.304.496)        (92.191.949)     (34.802.332)     (33.231.041)     (20.689.508)       (15.660.709)
- Penurunan nilai aset                                                     -
- Amortisasi dan penurunan nilai aset tidak berwujud            (37.635.675)       (832.025)           (832.025)        (832.025)        (832.025)        (832.025)           (832.025)
- Beban pajak final                                                        -
- Keuntungan dari revaluasi                                                -
- Lain-lain - bersih                                              6.349.878        5.943.564            (109.014)        (104.546)       (102.001)        (102.167)           (259.051)
                                                                (73.765.102)     (70.903.926)        (68.551.731)      (5.049.727)      6.937.289       25.473.169          30.917.061

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                                      238.430.634       87.424.275         311.512.254      399.957.389      440.347.401      482.823.351         518.178.145

Manfaat / (Beban) pajak                                         (87.387.543)     (65.415.282)      (121.922.719)    (115.315.337)    (120.510.775)    (121.715.138)       (122.924.161)

LABA (RUGI) SEBELUM KEPENTINGAN
  NON-PENGENDALI                                               151.043.091       22.008.993         189.589.535      284.642.052      319.836.625      361.108.213         395.253.984

LABA (RUGI) DARI OPERASI YANG DIHENTIKAN                                  -      12.595.296                    -                -                -                -                  -

LABA (RUGI)TAHUN BERJALAN                                      151.043.091       34.604.289         189.589.535      284.642.052      319.836.625      361.108.213         395.253.984

Kepentingan Non-pengendali                                      31.359.291       21.798.160          34.467.145       31.474.264       31.793.919       34.756.187          34.919.048

LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN                              119.683.800       12.806.129         155.122.389      253.167.788      288.042.706      326.352.026         360.334.936




                                             Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 81
                                                                                                                    Lampiran : A - 5

                                        PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
                              ARUS KAS BERSIH (NCF) DAN NILAI KINI ARUS KAS BERSIH (PV NCF)
                                     KONDISI TIDAK MELAKUKAN RENCANA TRANSAKSI
                                                           (dalam US Dolar)


      Keterangan                          2024            2025           2026           2027           2028              2029


Proyeksi Laba Bersih                    12.806.129     155.122.389     253.167.788    288.042.706    326.352.026       360.334.936

Ditambah :
Penyusutan dan amortisasi               53.951.695      70.942.085     100.326.136    107.913.096    105.800.041        71.060.336
Beban bunga setelah pajak               71.217.507      71.909.720      27.145.819     25.920.212     16.137.816        12.215.353

Dikurangi :
Perubahan Modal Kerja
(diluar kas dan setara kas)             339.308.978     (25.406.046)    65.043.451    (13.076.044)     7.601.252        (33.034.771)
Capex                                  (189.202.752)   (134.773.983)   (75.430.203)   (88.744.611)   (71.893.664)       (64.321.111)


Arus Kas Bersih (NCF)                  288.081.557     137.794.167     370.252.991    320.055.358    383.997.471       346.254.744

Discount Factor @             7,89%       0,926850        0,859052       0,796213       0,737970       0,683988           0,633955

                                       267.008.532     118.372.332     294.800.102    236.191.269    262.649.626       219.509.762

Nilai kini Arus Kas Bersih (PV NCF) per 31 Desember 2023                                                              1.398.531.623




                                Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 82
                                                                                    Lampiran : A - 6

                     PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         PERHITUNGAN DISCOUNT FACTOR

Cost Of Equity = (Tingkat bunga tanpa resiko- Default Spread) + beta x
(Equity risk premium)                                                  =                  8,51%



WACC                                                                           =          7,89%


WE                                                                             =         82,10%
WD                                                                             =         17,90%


Total Modal dan Hutang                                                         =        100,00%

Tingkat bunga bank - kredit investasi bank pemerintah                          =          6,73%
Equity risk premium                                                            =          7,38%
Default spread                                                                 =          2,07%
Tingkat bunga tanpa resiko berdasarkan
yield obligasi Pemerintah untuk 30 tahun - US Dollar                           =          4,99%
Beta                                                                           =           0,76




                     Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 83
           LAMPIRAN A
LAMPIRAN PERHITUNGAN DENGAN KONDISI
        MELAKUKAN TRANSAKSI
Page 84
                                                                                                                                              Lampiran : B - 1 (1)

                                                                  PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                                                  LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI
                                                                PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2019 SAMPAI 2023
                                                                              (dalam US Dollar)

                                                                                                                                                    31/12/2023
                                                                                  31-Dec-19       31-Dec-20       31-Dec-21       31-Dec-22       (PROFORMA)
ASET
Aset Lancar
 Kas dan setara kas                                                                568.633.705     651.193.109     867.404.826    1.155.539.134       414.271.481
 Aset keuangan lainnya                                                              56.824.861      57.163.835      55.124.177       25.367.386       132.453.493
 Piutang usaha
  Pihak berelasi                                                                    56.237.829     101.557.056      74.610.819      71.860.522         80.612.755
  Pihak ketiga                                                                     456.726.904     360.796.718     411.219.647     462.464.072        262.997.390

 Aset kontrak                                                                        5.745.976       1.692.846       1.798.930       4.919.983         19.506.377
 Piutang lain-lain yang jatuh tempo dalam satu tahun
  Pihak berelasi                                                                        29.826      16.661.810               -       2.621.962                  -
  Pihak ketiga                                                                      33.560.282      27.364.504      31.335.968      26.397.403         32.361.553
 Aset derivatif                                                                        771.444          70.200               -               -
 Persediaan                                                                         48.158.284      41.756.773      43.740.074      60.591.597         51.339.007
 Pajak dibayar dimuka                                                               62.560.132      60.397.196      20.803.881      23.586.535         72.734.833
 Aset lancar lainnya                                                               142.177.603      75.460.690     137.685.266     169.488.788        117.678.667
 Aset dimiliki untuk dijual                                                                  -               -     448.226.774               -        264.002.477
Total Aset Lancar                                                                 1.431.426.846   1.394.114.737   2.091.950.362   2.002.837.382     1.447.958.033
Aset Tidak Lancar
Aset keuangan tidak lancar lainnya                                                  77.533.078      83.715.728      63.981.345      76.536.252        113.457.446
Piutang lain-lain setelah dikurangi bagian
  yang jatuh tempo dalam satu tahun
   Pihak berelasi                                                                   11.767.152      10.405.449      10.213.675      20.585.854         20.375.957
   Pihak ketiga                                                                        423.374      10.031.180       8.788.667      20.654.542          5.078.780
Klaim pengembalian pajak                                                            21.625.283       9.883.327      66.769.765      25.576.353         23.526.588
Aset eksplorasi dan evaluasi                                                                                        90.714.559     104.711.711        102.123.524
Properti pertambangan                                                                                               11.303.291      29.903.659          5.707.631
Aktivitas pengupasan lapisan tanah                                                                                   7.013.261       2.894.709                  -
Beban tangguhan                                                                     22.535.650       25.880.163
Investasi pada entitas asosiasi                                                    118.021.775      159.001.882     138.198.372    241.629.064        264.581.258
Investasi pada pengendalian bersama entitas                                                  -                -               -
Uang muka dan aset tidak lancar lainnya                                             41.691.080       38.303.431      43.414.007     53.055.812         56.066.952
Properti investasi                                                                                            -               -
Aset tetap                                                                         682.687.983      613.990.323     239.328.940    220.651.079        307.121.122
Aset hak guna                                                                                        62.531.520       3.832.851      3.826.429         16.964.411
Aset tidak berwujud                                                                500.955.773      375.622.993     239.419.749    110.348.195         36.761.135
Goodwill                                                                           701.815.473      701.815.473     648.036.713    649.164.208        649.164.208
Uang jaminan                                                                         4.354.815        3.689.135       1.757.820      2.416.222          2.489.197
 Aset tidak lancar lainnya                                                                                    -               -
Aset pajak tangguhan                                                                  1.324.783       4.717.516      26.753.724      29.080.571        25.581.704
Total Aset Tidak Lancar                                                           2.184.736.219   2.099.588.120   1.599.526.739   1.591.034.660     1.628.999.913

Total Aset                                                                        3.616.163.065   3.493.702.857   3.691.477.101   3.593.872.042     3.076.957.946
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Lancar
Pinjaman bank jangka pendek                                                         10.043.120      65.972.114      58.122.340      50.538.098         58.409.213
Utang usaha
  Pihak berelasi                                                                     8.505.464      12.114.573       5.691.528       5.824.241          4.077.079
  Pihak ketiga                                                                     328.602.275     323.301.431     291.896.466     336.723.273        273.893.283

  Liabilitas kontrak                                                                88.894.246      17.447.646      11.272.664      16.581.292         10.572.038
 Utang lain-lain
  Pihak berelasi                                                                             -               -               -
   Pihak ketiga                                                                     19.107.043      15.983.160      13.515.367      16.031.293         52.992.973
 Utang pajak                                                                        80.236.407      62.531.520     304.333.276     544.149.673         15.518.704
 Biaya masih harus dibayar                                                          53.995.557      78.424.869      93.657.517     135.593.149        133.480.871
 Uang muka pelanggan                                                                11.228.965       7.225.184       5.794.196       7.186.845         15.643.267
 Utang dividen                                                                         264.710         260.014          13.528          10.527             10.743
 Liabilitas jangka panjang yang
   jatuh tempo dalam satu tahun
    - Pinjaman jangka panjang                                                       83.507.303      88.579.716      67.500.000      50.156.453         58.297.225
    - Liabilitas sewa pembiayaan                                                    11.236.123      20.939.427       1.001.063       4.411.235          7.870.164
    - Utang obligasi                                                                15.789.923      14.934.201      15.552.951      11.720.490        296.842.222
 Liabilitas lancar lainnya
 Liabilitas terkait langsung dengan aset tidak lancar yang dimiliki
untuk dijual                                                                                                        267.413.000                        47.365.177
 Total Liabilitas Lancar                                                           711.411.136     707.713.855    1.135.763.896   1.178.926.569       974.972.959

Liabilitas Tidak Lancar
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi
  bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
   - Pinjaman jangka panjang                                                       267.742.958     251.453.384      81.568.303      91.225.010        105.528.870
   - Pinjaman yang dapat dikonversikan                                                                                               7.538.295         20.092.531
   - Liabilitas sewa pembiayaan                                                      25.676.760      30.004.937       2.651.336      1.401.770          8.450.249
   - Utang obligasi - bersih                                                      1.097.778.468   1.224.881.921   1.229.590.712    880.010.701        524.873.843
Utang jangka panjang - pihak ketiga                                                           -               -               -      8.160.737            439.668
Provisi rehabilitasi tambang, penutupan tambang, dan pembongkaran                    30.497.779      33.032.580      35.241.633     38.687.331         43.265.139
Uang muka                                                                                     -               -               -
Liabilitas pajak tangguhan                                                          227.785.162     156.335.479      88.590.083      25.127.407        12.253.706
Liabilitas kontinjensi                                                              161.913.154     164.476.468     206.269.350             -
Imbalan kerja & liabilitas tidak lancar lainnya                                      47.583.430      58.506.839      28.088.123      22.620.259        34.522.140
Total Liabilitas Tidak Lancar                                                     1.858.977.711   1.918.691.608   1.671.999.540   1.074.771.510       749.426.146
TOTAL LIABILITAS                                                                  2.570.388.847   2.626.405.463   2.807.763.436   2.253.698.079     1.724.399.106




                                              Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 85
                                                                                                                                Lampiran : B - 1 (2)

                                                    PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                                    LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI
                                                  PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2019 SAMPAI 2023
                                                                (dalam US Dollar)

                                                                                                                                      31/12/2023
                                                                    31-Dec-19       31-Dec-20       31-Dec-21       31-Dec-22       (PROFORMA)
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham
Modal dasar - 17.000 juta saham
Modal ditempatkan dan disetor -
  5.210.192.000 saham                                                 56.892.154      56.892.154      56.892.154      56.892.154         56.892.154
Tambahan modal disetor                                               253.826.135     253.826.135     253.826.135     253.826.135        253.826.135
Komponen ekuitas lainnya                                              27.779.765      14.283.807      34.379.226      (9.596.528)       (12.469.090)
Selisih transaksi restrukturisasi entitas
  sepengendali                                                                                  -               -
 Saldo laba
 Dicadangkan                                                            5.312.496      5.312.496       5.312.496        5.312.496        11.378.431
 Tidak dicadangkan                                                    506.862.251    355.269.018     412.988.522      882.849.440       898.636.144
Jumlah Ekuitas yang diatribusikan untuk induk                         850.672.801    685.583.610     763.398.533    1.189.283.697     1.208.263.774
 Kepentingan non pengendali                                           195.101.417    181.713.784     120.315.132      150.890.266       144.295.066
Total Ekuitas                                                       1.045.774.218    867.297.394     883.713.665    1.340.173.963     1.352.558.840

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                        3.616.163.065   3.493.702.857   3.691.477.101   3.593.872.042     3.076.957.946




                                         Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 86
                                                                                                                                            Lampiran : A - 2

                                                      PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
                                                   PERHITUNGAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASI
                                            UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2019 SAMPAI 2023
                                                                     (dalam US Dollar)

                                                                            2019            2020             2021             2022               2023

PENDAPATAN
Penjualan bersih                                                         2.782.676.420    2.077.212.345    3.069.161.119    4.334.910.725      3.026.839.190
                                                                         2.782.676.420    2.077.212.345    3.069.161.119    4.334.910.725      3.026.839.190
BEBAN POKOK PENJUALAN
Beban pokok penjualan                                                    2.355.974.951    1.823.333.756    2.151.039.318    2.884.098.670      2.474.863.205
                                                                         2.355.974.951    1.823.333.756    2.151.039.318    2.884.098.670      2.474.863.205

LABA (RUGI) KOTOR                                                         426.701.469      253.878.589      918.121.801     1.450.812.055       551.975.985

BEBAN USAHA                                                               137.177.141      138.020.163      145.401.075      240.725.758        239.780.249

LABA (RUGI) USAHA                                                         289.524.328      115.858.426      772.720.726     1.210.086.297       312.195.736

PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
- Bagian laba bersih entitas asosiasi dan
  pengendalian bersama entitas                                              30.040.929      32.623.747       27.880.564       31.174.667         22.876.701
- Pendapatan investasi                                                      16.100.236      11.423.964        4.270.293        9.302.646         20.706.051
- Beban keuangan                                                          (109.475.702)   (119.509.218)    (104.860.082)    (103.531.626)      (110.640.667)
- Penurunan nilai aset                                                      (2.965.737)     (5.991.508)               -
- Amortisasi dan penurunan nilai aset tidak berwujud                      (135.671.308)   (135.626.774)    (135.946.869)    (136.071.528)        (37.635.675)
- Beban pajak final                                                        (19.694.805)     (9.179.477)      (6.774.116)      (8.875.640)
- Keuntungan dari revaluasi                                                          -               -                -
- Lain-lain - bersih                                                       (13.723.242)     11.223.654      (55.183.032)       8.252.412           6.349.878
                                                                          (235.389.629)   (215.035.612)    (270.613.242)    (199.749.069)        (98.343.712)

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                                                  54.134.699       (99.177.186)    502.107.484     1.010.337.228       213.852.024

Beban pajak                                                                (49.142.265)      (4.270.588)   (294.689.659)    (499.561.131)        (87.387.543)

LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN
DARI OPERASI YANG DILANJUTKAN                                                4.992.434    (103.447.774)     207.417.825      510.776.097        126.464.481

LABA (RUGI) DARI OPERASI YANG DIHENTIKAN                                                              -     (144.101.228)               -                  -

LABA (RUGI)TAHUN BERJALAN                                                    4.992.434    (103.447.774)      63.316.597      510.776.097        126.464.481

LABA (RUGI) YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
 Pemilik entitas induk                                                     (18.160.152)   (117.542.428)      57.719.504      452.676.558         95.105.190
 Kepentingan non-pengendali                                                 23.152.586      14.094.654        5.597.092       58.099.539         31.359.291
 Jumlah                                                                      4.992.434    (103.447.774)      63.316.596      510.776.097        126.464.481




                                            Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 87
                                                                                                                                                                             Lampiran : B - 3

                                                                   PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                                              PROYEKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI
                                                           PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2024 SAMPAI 31 DESEMBER 2029
                                                                  KONDISI MELAKUKAN RENCANA TRANSAKSI
                                                                                    (dalam US Dollar)

                                                                   31/12/2023
                                                                 (PROFORMA)         31-Dec-24           31-Dec-25        31-Dec-26         31-Dec-27        31-Dec-28           31-Dec-29
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                                  414.271.481      714.649.996         482.991.588      701.251.021       775.063.912      893.789.582         794.558.975
Aset keuangan lainnya                                               132.453.493       21.914.462          21.914.462       21.914.462        21.914.462       21.914.462          21.912.664
Piutang usaha                                                       343.610.145      245.206.734         234.952.237      259.320.064       289.788.234      311.543.333         318.126.724
Aset kontrak                                                         19.506.377                 -                   -                -                 -                -                   -
Persediaan                                                           51.339.007       39.709.116          49.801.190       58.708.885        77.402.900       91.370.451          91.954.201
Aset lancar lainnya                                                 486.777.530      198.941.906         181.470.712       76.895.235       138.157.547      134.669.732         143.074.302
Total Aset Lancar                                                  1.447.958.033    1.220.422.214        971.130.189     1.118.089.667     1.302.327.056    1.453.287.561      1.369.626.866
Aset Tidak Lancar
Aset keuangan tidak lancar lainnya                                  113.457.446      112.903.489         112.903.489      112.903.489       112.903.489      112.903.489         112.903.489
Piutang lain-lain setelah dikurangi bagian
  yang jatuh tempo dalam satu tahun                                   25.454.737                -                   -                -                 -               0                    -
 Klaim pengembalian pajak                                             23.526.588                -                   -                -                 -                -                   -
 Aset eksplorasi dan evaluasi                                        102.123.524      21.860.690          21.029.555       20.648.420        20.267.284       22.059.151          16.955.014
 Properti pertambangan                                                 5.707.631     158.169.845         176.017.609      170.973.387       163.122.146      150.766.765         147.878.782
 Aktivitas pengupasan lapisan tanah                                             -
Beban tangguhan                                                                 -        324.926             324.926          324.926           324.926          324.926             324.926
Investasi pada entitas asosiasi dan pengendalian bersama             264.581.258     343.125.966         362.569.185      383.050.054       411.451.848      426.608.356         423.386.114
Properti investasi                                                              -
Aset tetap                                                           307.121.122      468.067.626         587.978.875      554.019.650       526.144.024      483.474.355        467.871.838
Aset hak guna                                                         16.964.411        5.889.808           5.889.808        5.889.808         5.889.808        5.889.808          5.889.808
Aset tidak berwujud                                                   36.761.135       39.666.230          38.834.205       38.002.179        37.170.154       36.338.129         35.358.817
Goodwill                                                             649.164.208      649.132.425         649.132.425      649.132.425       649.132.425      649.132.425        649.132.425
Uang muka dan aset tidak lancar lainnya                               84.137.853      604.015.974         631.941.212      507.244.820       560.106.874      557.426.439        562.830.689
Total Aset Tidak Lancar                                            1.628.999.913    2.403.156.980       2.586.621.290    2.442.189.159     2.486.512.980    2.444.923.846      2.422.531.904

Total Aset                                                         3.076.957.946    3.623.579.194       3.557.751.479    3.560.278.826     3.788.840.036    3.898.211.406      3.792.158.770
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Lancar
Utang bank                                                           58.409.213       37.231.260          22.257.023       13.187.458         9.181.422        3.240.550           3.240.550
Utang usaha                                                         277.970.362      296.242.033         294.153.528      335.417.152       370.494.391      393.979.474         398.326.813
Selisih tagihan kemajuan kontrak diatas
 estimasi pendapatan                                                 10.572.038        32.780.847          27.339.326       35.718.649       39.430.955       42.956.809          42.956.809
Utang lain-lain                                                      52.992.973
Utang pajak                                                          15.518.704       16.640.015          15.631.077       18.891.769        21.375.385       24.100.169          24.114.033
Biaya masih harus dibayar                                           133.480.871       91.223.617          84.456.552      108.859.723       119.219.616      128.834.496         128.829.147
Liabilitas sewa pembiayaan                                            7.870.164        1.280.391           1.280.391        1.280.391         1.280.391        1.280.391           1.280.391
Liabilitas lancar lainnya                                           418.158.634      317.954.541         292.375.331      184.960.070       232.394.021      236.027.485         205.938.270
Total Liabilitas Lancar                                             974.972.959      793.352.702         737.493.227      698.315.211       793.376.180      830.419.374         804.686.012

Liabilitas Tidak Lancar
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi
  bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
   - Pinjaman jangka panjang                                        125.621.401      642.903.873         629.890.427      651.307.348       457.561.760      249.771.336         144.516.503
  - Liabilitas sewa pembiayaan                                        8.450.249          302.918             271.781          240.645           240.645          240.645             240.645
  - Utang obligasi - bersih                                         524.873.843      522.974.159         343.267.386      345.587.702       347.541.351      349.495.000                   1
      - Utang obligasi jatuh tempo 2024                                                         -                   -                -                 -                -                   -
      - Utang obligasi jatuh tempo 2025                                              184.099.001                   0                0                 1                1                   1
      - Utang obligasi jatuh tempo 2029                                              349.965.000         349.965.000      349.965.000       349.965.000      349.965.000                    -
      - Utang obligasi jatuh tempo 2030                                                         -                   -                -                 -                -                   -
      - Biaya emisi obligasi                                                         (11.089.841)         (6.697.614)      (4.377.299)       (2.423.649)        (470.000)                   -
      Total utang obligasi - bersih
Utang jangka panjang - pihak ketiga                                     439.668                  -                   -               (0)              (0)              0                   0
Imbalan kerja & liabilitas tidak lancar lainnya                      90.040.985       281.099.720         297.461.772      126.111.255      171.257.821      176.010.461         133.709.042
Total Liabilitas Tidak Lancar                                       749.426.146     1.447.280.671       1.270.891.366    1.123.246.949      976.601.576      775.517.441         278.466.190
TOTAL LIABILITAS                                                   1.724.399.106    2.240.633.373       2.008.384.593    1.821.562.160     1.769.977.757    1.605.936.815      1.083.152.202

EKUITAS
Modal ditempatkan dan disetor penuh                                   56.892.154       56.892.154          56.892.154       56.892.154        56.892.154       56.892.154         56.892.154
Tambahan modal disetor                                               253.826.135      253.826.135         253.826.135      253.826.135       253.826.135      253.826.135        253.826.135
Komponen ekuitas lainnya                                             (12.469.090)     (12.469.090)        (12.469.090)     (12.469.090)      (12.469.090)     (12.469.090)       (12.469.090)
Saldo laba                                                           910.014.575    1.025.478.178       1.183.608.266    1.382.047.763     1.662.196.213    1.934.234.760      2.350.044.594
Jumlah Ekuitas yang diatribusikan untuk induk                      1.208.263.774    1.323.727.377       1.481.857.465    1.680.296.962     1.960.445.412    2.232.483.959      2.648.293.793
 Kepentingan non pengendali                                          144.295.066       59.218.444          67.509.421       58.419.704        58.416.867       59.790.633         60.712.774
Total Ekuitas                                                      1.352.558.840    1.382.945.821       1.549.366.886    1.738.716.666     2.018.862.279    2.292.274.592      2.709.006.568
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS                                                            3.076.957.946    3.623.579.194       3.557.751.479    3.560.278.826     3.788.840.036    3.898.211.406      3.792.158.770




                                                  Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 88
                                                                                                                                                                        Lampiran : B - 4

                                                             PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
                                                     PROYEKSI PERHITUNGAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASI
                                             UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2024 SAMPAI 31 DESEMBER 2029
                                                               KONDISI MELAKUKAN RENCANA TRANSAKSI
                                                                                (dalam US Dollar)


                                                                 2023              2024               2025             2026             2027             2028                2029

PENDAPATAN                                                                -1%            -10%                 11%              14%               8%               7%                 2%
Penjualan bersih                                               3.026.839.190    2.721.291.520       3.011.342.200    3.433.885.777    3.712.875.015    3.960.973.012      4.038.278.166
                                                               3.026.839.190    2.721.291.520       3.011.342.200    3.433.885.777    3.712.875.015    3.960.973.012      4.038.278.166
BEBAN POKOK PENJUALAN
Beban pokok penjualan                                          2.474.863.205    2.383.261.163       2.453.255.080    2.825.577.735    3.039.805.278    3.220.771.429      3.231.192.739
                                                               2.474.863.205    2.383.261.163       2.453.255.080    2.825.577.735    3.039.805.278    3.220.771.429      3.231.192.739
                                                                         82%              88%                 81%              82%              82%              81%                80%
LABA (RUGI) KOTOR                                                551.975.985      338.030.358         558.087.120      608.308.043      673.069.737      740.201.583        807.085.427

BEBAN USAHA                                                     239.780.249      179.579.825         184.208.058      197.161.268      214.191.417      230.755.746         232.206.190
                                                                         8%               7%                  6%               6%               6%               6%                  6%
LABA (RUGI) USAHA                                               312.195.736      158.450.533         373.879.063      411.146.775      458.878.320      509.445.837         574.879.238
                                                                        10%               6%                 12%              12%              12%              13%                 14%
PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
- Bagian laba bersih entitas asosiasi dan
   pengendalian bersama entitas                                   22.876.701       14.370.978          23.776.488       30.311.707       40.689.402       47.042.805         47.318.629
- Pendapatan bunga                                                20.706.051          918.053             804.769          377.468          412.953           54.065            350.216
- Beban keuangan                                                (110.640.667)     (79.873.092)        (93.249.918)     (68.736.535)     (66.296.655)     (52.723.415)       (25.553.815)
- Penurunan nilai aset                                                      -
- Amortisasi dan penurunan nilai aset tidak berwujud             (37.635.675)        (832.025)          (832.025)        (832.025)        (832.025)        (832.025)           (832.025)
- Beban pajak final                                                         -
- Keuntungan dari revaluasi                                                 -
- Lain-lain - bersih                                               6.349.878        5.943.564            (109.014)        (104.546)        (102.001)        (102.167)          (259.051)
                                                                 (98.343.712)     (59.472.522)        (69.609.700)     (38.983.930)     (26.128.326)      (6.560.738)        21.023.954

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                                       213.852.024       98.978.011         304.269.363      372.162.845      432.749.994      502.885.099         595.903.192

Manfaat / (Beban) pajak                                          (87.387.543)     (65.193.958)      (119.802.263)    (115.489.411)    (125.090.819)    (132.460.599)       (142.186.186)

LABA (RUGI) SEBELUM KEPENTINGAN
  NON-PENGENDALI                                                126.464.481       33.784.053         184.467.099      256.673.434      307.659.176      370.424.500         453.717.006

LABA (RUGI) DARI OPERASI YANG DIHENTIKAN                                   -      12.595.296                    -                -                -                -                  -

LABA (RUGI)TAHUN BERJALAN                                       126.464.481       46.379.349         184.467.099      256.673.434      307.659.176      370.424.500         453.717.006

Kepentingan Non-pengendali                                       31.359.291       21.722.714          34.316.253       31.323.371       31.643.027       34.605.295          34.919.048

LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN                                95.105.190       24.656.635         150.150.847      225.350.063      276.016.149      335.819.206         418.797.958




                                             Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 89
                                                                                                                    Lampiran : B - 5

                                        PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
                              ARUS KAS BERSIH (NCF) DAN NILAI KINI ARUS KAS BERSIH (PV NCF)
                                        KONDISI MELAKUKAN RENCANA TRANSAKSI
                                                           (dalam US Dolar)


      Keterangan                          2024            2025           2026           2027           2028              2029


Proyeksi Laba Bersih                    24.656.635     150.150.847     225.350.063    276.016.149    335.819.206       418.797.958

Ditambah :
Penyusutan dan amortisasi               55.704.181      80.837.402     110.221.453    117.808.413    115.695.358        80.955.653
Beban bunga setelah pajak               62.301.012      72.734.936      53.614.497     51.711.391     41.124.264        19.931.976

Dikurangi :
Perubahan Modal Kerja
(diluar kas dan setara kas)             346.294.077     (38.225.859)    32.121.939    (15.363.528)     4.808.358        (41.303.274)
Capex                                  (203.222.642)   (199.916.626)   (75.430.203)   (89.100.762)   (72.193.664)       (64.521.111)


Arus Kas Bersih (NCF)                  285.733.263      65.580.700     345.877.749    341.071.662    425.253.522       413.861.202

Discount Factor @             7,89%       0,926850        0,859052       0,796213       0,737970       0,683988           0,633955

                                       264.832.016      56.337.221     275.392.226    251.700.672    290.868.266       262.369.182

Nilai kini Arus Kas Bersih (PV NCF) per 31 Desember 2023                                                              1.401.499.582




                                Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 90
                                                                                    Lampiran : B - 6

                     PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
                         PERHITUNGAN DISCOUNT FACTOR

Cost Of Equity = (Tingkat bunga tanpa resiko- Default Spread) + beta x
(Equity risk premium)                                                  =                  8,51%



WACC                                                                           =          7,89%


WE                                                                             =         82,10%
WD                                                                             =         17,90%


Total Modal dan Hutang                                                         =        100,00%

Tingkat bunga bank - kredit investasi bank pemerintah                          =          6,73%
Equity risk premium                                                            =          7,38%
Default spread                                                                 =          2,07%
Tingkat bunga tanpa resiko berdasarkan
yield obligasi Pemerintah untuk 30 tahun - US Dollar                           =          4,99%
Beta                                                                           =           0,76




                     Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 91
                                                                                                                                    Lampiran : C

                                              PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                              ANALISIS KELAYAKAN PELUNASAN UTANG
                                                             (dalam US Dolar)


                       Keterangan                     2024             2025            2026            2027            2028            2029


Proyeksi Laba Bersih                                 24.656.635     150.150.847     225.350.063     276.016.149     335.819.206      418.797.958

Ditambah item non-kas:
Penyusutan dan amortisasi                            55.704.181      80.837.402     110.221.453     117.808.413     115.695.358       80.955.653


Ditambah (Dikurangi) :
Perubahan Modal Kerja (diluar
kas dan setara kas)                                  346.294.077     (38.225.859)     32.121.939     (15.363.528)      4.808.358      (41.303.274)
Capex                                               (203.222.642)   (199.916.626)    (75.430.203)    (89.100.762)    (72.193.664)     (64.521.111)
Perubahan liabilitas berbunga lainnya                509.135.141     (38.623.793)    (86.029.476)   (146.311.637)   (204.156.960)    (135.344.048)

Arus kas bersih sebelum pembayaran utang            732.567.393      (45.778.029)   206.233.776     143.048.634     179.972.298      258.585.178

Kas Awal                                            414.271.481     714.649.996     482.991.588     701.251.021     775.063.912      893.789.582

Kas tersedia untuk pembayaran utang                1.146.838.873    668.871.967     689.225.364     844.299.655     955.036.210     1.152.374.761

Utang jatuh tempo
- Pembayaran bagian lancar
  - Utang bank                                       (21.177.953)    (14.974.236)     (9.069.566)     (4.006.036)     (5.940.872)               -
  - Liabilitas sewa pembiayaan                        (6.589.773)              -               -               -               -                -
  - Liabilitas lancar lainnya                       (100.204.094)    (25.579.210)   (107.415.261)              -               -      (30.089.215)
- Pembayaran obligasi                                 (1.899.684)   (179.706.774)              -               -               -     (349.495.000)

Selisih lebih                                      1.016.967.369    448.611.747     572.740.537     840.293.619     949.095.338      772.790.546




                                 Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 92
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   Lampiran : D - Struktur Kepemilikan PT Indika Energy Tbk

                                                                                                                                                                                                                        PT Indika Energy Tbk.
                                                                                                                                                                                                                             (Indonesia)

                         100%                                                                            100%                                     50%                                                                                              100%
PT Indika Inti                                                                                                                                                                                                                 PT Indika Energy                                                                                 PT Indika Mineral                                                                                        PT Solusi Mobilitas                                                 PT Indika Medika                                     PT Indy Properti




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   100%




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           100%
                                                                                      PT Tripatra Multi




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         100%
                                                                                                                          50%




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 100%
 Corpindo                                                                                                                         PT Indika Tenaga Baru                                                                         Infrastructure                                                                                                                                                                                                                                                                   Nusantara                                           Indonesia
                                                                                           Energi                                                                                                                                                                                                                                   Investindo                                                                                               Indonesia
    (Indonesia)                                                                                                                        (Indonesia)                                                                                (Indonesia)                                                                                             (Indonesia)                                                                                               (Indonesia)                                                          (Indonesia)                                      (Indonesia)
                                                                                           (Indonesia)
Investment and                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   Medical and                                      Development, Services
                                                                                                                                                                                                                             Trading development and                                                                                                                                                                                      Motor industry, general
General Trading                                                                          General Trading                          Management consultation                                                                                                                                                                                 Investment                                                                                                                                                        pharmaceutical industry                                    and Trading
                                                                                                                                                                                                                                      services                                                                                                                                                                                             trading and services




                                                                                                                                                                                                                                                                    100%
                                                                                                                                                    51%                                                                                                                     PT Indika Multi Properti                                                                                                                                                                                                                                   50%
                                                                                                                                                                                                                                                  100%
                                                                                                                                                                                                                                                                                  (Indonesia)




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           100%
            PT Kideco Jaya                                       PT Tripatra                                                         PT Empat Mitra                                                                          PT Interport Mandiri                                                                                                                                                                                                                                                                PT Bioneer Indika                                PT Indika Energy
51%




                                          40%       2%                                  98%




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  100%
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               Nusantara




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                99,0%
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   Capital Pte.Ltd.




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            100%
                Agung                                            Engineering                                                       Indika Tenaga Surya                                                                               Utama                                  Constructions, real estate and                                                                               PT Jaya Bumi Paser                                            PT Ilectra Motor                                               Group
                   (Indonesia)                                     (Indonesia)                                                         (Indonesia)                                                                                                                                                                                           Resources Ltd.                                  (Indonesia)                                                     Group
                                                                                                                                                                                                                                  (Indonesia)                                          trading
          Exploration,
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               (Australia)                                                                                                                                                Medical and pharmaceutical                                      Financing
                                                          Consultation Services                                                      Consultation services                                                                   Management services and                                                                                                                                                                                                                                                              distributor
          Development, Mining and                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         Forest concessionaries
          Marketing of Coal                                 for Construction,                                                                                                                                                       trading                                                                                                      Investment                                                                                           Motor industry, general
                                                               industry and                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            trading and services




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   100%
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                100%
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Indika Energy
                                                              Infrastructure
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Capital III Pte.Ltd.




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               75,0%




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          100%
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           PT Diva Perdana                                                                                                               PT Bioneer Indika




                                                                                                                                                                                                                                   100%
                                                                                                                                                                                                                                              PT POSB                                             PT Pusat Sarana




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          100%
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             Salu Siwa Pty. Ltd.




                                                                                                                                                                                                                                                                                          100%
                   PT Indika                                                                               PT Sumber Multi                                PT Empat Mitra                                                                                                                                                                                                                       Pesona                                                                                                                       Diagnostik
6%




                                                                                                                                        49%      100%                                                                                        Reksabumi                                                 Baruna                                                                                                                                                       PT Electra Mobilitas                                                                                          Financing
                  Indonesia                                      PT Tripatra            51%                Energi Penajam                                  Indika Cahaya                                                                                                                                                                         (Australia)
                                          94% 49%                                                                                                                                                                                            Indonesia                                              (Indonesia)                                                                                                                                                          Indonesia
                  Resources                                     Engineers and                                                                                (Indonesia)                                                                                                                                                                                                                 Forest concessionaries                                                                                                    Medical and pharmaceutical
                                                                                                                General trading                                                                                                                                                                                                                       Investment




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   100%
            Mining and Trading
                                                                Constructors                                                                                                                                                               Hazardous waste                                           Spesific port                                                                                                                                                  Motorcycle manufacturing                                                                                 Indika Energy
                                                                                                                                                             General trading
                                                                                                                                                                                                                                            management                                               management                                                75,0%                                                                                                                                                                                                        Capital I Pte.Ltd.




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               96,0%
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PT Telaga Mas
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            PT Indika Digital




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          100%
                                                              Provision of




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  25,0%
                  PT Mitra Energi                                                                                                                        PT Empat Mitra                                                                                                                                                                      PT Masmindo Dwi                                 Kalimantan                                                             PT Electra Distribusi                                                                                         Financing
                                                                                                            PT Indika Empat                                                                                                                                                                         PT Elang Mas
          60%




                                                          Consultancy Services,                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Teknologi




                                                                                                                                                                                                                                                                                          100%
                                                                                                                                       100%      100%




                                                                                                                                                                                                                                   100%
                       Agung                                  Construction                                    Mitra Surya                                Indika Mentari                                                                   PT Indika Multi                                                                                         Area                                                                                                                   Indonesia
                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Andalan                                                                           Forest concessionaries
                    (Indonesia)                           Business and Trading
                                                                                                              (Indonesia)                                  (Indonesia)                                                                         Niaga                                                                                                                                                                                                                                                             Digital Technology
                                                                                                                                                                                                                                                                                                     (Indonesia)                                                                                                                                                      Dealership Motorcycle
                                                                                                                                                                                                                                            (Indonesia)                                                                                               Gold Mining                                                                                                                                                     Services
                        Coal mining                                                                             General trading                              General Trading




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                80,0%
                                                                                                                                                                                                                                                                                                   Jasa bongkar muat
                                                                         PT Sea Bridge                                                                                                                                                                                                                                                                                                         PT Trisetia




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    100%
                                                                                                                                                                                                                                           Hazardous waste
                                                                46%




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             PT Electra Auto




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  100%
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             PT Rockgeo Energi




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 100%
                                                                           Shipping                                                                                                                                                         management                                                                                                                                         Citragraha                                                                                                                   PT Zebra Cross
                    Indika Capital                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Indonesia
          100%




                                                                                                                                                                                                                                                                                                       PT Mitra                                  Nusantara                                                                                                                                                                    Teknologi




                                                                                                                                                                                                                                                                                          30%
                     Investments                                          Domestic good                                                  100%                                    100%                                 100%                                100%                                                                                                                           Forest concessionaries
                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Samudra                                                                                                                                                             Dealership Motorcycle
                       Pte.Ltd.                                                                                                                                                                                                                                                                                                               Mineral Ore trading                                                                                                                                                           Digital Technology
                                                                                                                     PT Indika Multi Energi                                                        Indika Power                                  PT Mitra Baruna                                      Indonesia
                                                                                                                                                        PT Indika Infrastruktur                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Services
                                                                100%




                                                                                                                                                                                                                                                    Nusantara




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                46,0%
                                                                        Tripatra Pte.Ltd.                                 Internasional                       Investindo                       Investments Pte.Ltd.                                                                                                                                                                      PT Natura Aromatik




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 100%
                     Coal and mineral
                                                                                                                                                                                                                                                   (Indonesia)                                        Investment                                PT Perkasa
                   trading and general                                     (Singapore)                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Nusantara                                                  PT Mitra Motor




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             100%
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               PT Xapiens




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  100%
                                                                                                                           General Trading                       Investment                              Investment                                                                                                                         Investama Mineral                                (Indonesia)                                                     Group
                                      15%                                                                                                                                                                                                           Stevedoring                                                                                                                                                                                                                                                                Teknologi
                                                                                                                                                                                                                                                                                                   PT Indika Logistic




                                                                                                                                                                                                                                                                                          100%
                                                                            Investment                                                                                                                                                                                                                                                        Mineral Ore trading                           Essential oil industry                                                                                                             Indonesia
          85%




                      PT Multi                                                                                                            25%                                                                                                                                                     & Support Services                                                                                                                                  Vehicle industry, general
                    Tambangjaya                                                                                                                                                                                                                                                                       (Indonesia)                                                                                                                                       trading and services
                                                                                                                      PT Prasarana Energi                                      PT Cirebon Electric                                          PT Interport                                                                                                                                                                                                                                                                     Digital Technology




                                                                                                                                                                                                                                   100%
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Services
                                                                              100%




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               100%
                       Utama                                                            Tripatra                           Indonesia                                  5%             Power                                                  Mandiri Abadi                                                                                                PT Mekko Metal
                                                                                                                                                                                                              15%




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                100%
                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Port operation                                                                      PT Laras Ekosistem
                                                                                      Investments                                                                                                                                            (Indonesia)                                                                                                     Mining




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              60%
                        Coal mining                                                                                                                                             Coal‐fired power plant                                                                                                                                                                                         Organik                                                                 PT Foxconn Indika




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  100%
                                                                                        Limited                            General Trading                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Indika Ventures
                                                                                                                                                                                                                                            Transportation                                                                                                 Bauxite mining
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Motor
                                                                                                                                                                                                                                                                                                    PT Interport                                                                                                                                                                                                                Pte.Ltd.




                                                                                                                                                                                                                                                                                           100%
                                                                                                                                                                                                                                          management services                                                                                                                                  Management
                   Indika Energy                                                         Investment                                      100%                                                                                                                                                                                                                                                consultation and
                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Patimban Agung
          60%




                                                                                                                                                                                PT Cirebon Power                                                                                                                                                                         30%
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             wholesale trading
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      4 wheels manufacturing
                  Trading Pte.Ltd.                                                                                                                                                   Service                                                                                                        (Indonesia)                                                                                                                                                                                                              Digital Technology




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               65%
                                                                                                                      PT Prasarana Energi                            5%                                       15%                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 Services
                                                                              5%




                    (Singapore)                                                         PT Kuala                                                                                                                                                 PT Kariangau Gapura                                                                                   PT Perkasa Alumina




                                                                                                                                                                                                                                          100%
                                                                                                                            Cirebon




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              51%
                                                                                       Pelabuhan                                                                                   Operations and                                                  Terminal Energi                                   Port operation                                         Indonesia                                                                                                  PT Energi Makmur
                          Trading                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            22,5%
                                                                                       Indonesia                                                                                                                                                     (Indonesia)                                                                                                                                                                                                            Buana




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  100%
                                                                                                                           General Trading                                     Maintenance of electrical                                                                                                                                                                                      PT Kalista Nusa
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               Smelter                                                                                                                                                     PT Narada Sahara
                                          90%                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Armada
                                                                                                                                                                                                                                                                                                   PT Cotrans Asia




                                                                                                                                                                                                                                                                                          54,8%
                                                                                      Port Operations                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      4 wheelers vehicle
                                                                                                                                          25%                                                                                                    Specific port management
                                                                                                                                                                                                                                                                                                     (Indonesia)                                                                                                                                                                                                               Kencana
                        PT Indika Energy                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      distribution
                  10%




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            EV Rental, trading and
                             Trading                                                                                    PT Cirebon Energi                                                                                                                                                                                                                                                  batteryswapping station                                                                                                           Digital Technology
                                                                                                                                                                                                                                          100%

                          (Indonesia)                                                                                       Prasarana                                                                                                              PT Jatim Gapura                                 Coal transportation                                                                                                                                                                                                            Services
                                                                                                                                                                                                                                                                                                   and transhipment
                                                                                                                                                                                                                                                   Terminal Energi




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               100%
                                Trading                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               PT Kalista Rotom




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             100%
                                                                                                                        Coal‐fired power plant                                                                                                       (Indonesia)                                                                                                                                                                                      PT Industri Baterai
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           Orbita
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Nusantara
                                                                                                                                                                                                                                                 Specific port management
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      EV Business rental and                         EV battery manufacture
                                                99,99%




                                                         PT Citra Indah
 99,92%




                 PT Citra Indah                              Prima




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               100%
                     Prima




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       100%
                                                          (Indonesia)                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  PT Kalista Soter                                              PT Manufaktur
                  (Indonesia)
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           Hastia                                                   Teknologi Baterai
                                                                Investment
                    Investment
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      EV Business rental and                                   EV battery manufacture
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             trading
                                                         100%




                                                                       PT Citra Indah
43,3%




                    PT Intan                                               Prima




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               100%
                   Resources                                            (Indonesia)                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     PT Kalista Nayara
                  (Indonesia)                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              Dayautama
                                                                         Investment
                 Coal trading and                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       EV Electricity sales and
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      electric supply installations


                  Energy Resources                                                                                                               Energy Services                                                                                 Energy Infrastructure                                                                           Minerals                                                                               Green Business                                                                                            Other Portfolio




                                                                                                                                                                                           Professional Services in Valuation and Financial Consultancy

File

File Open PDF
Source IDX
Size4.29 MB
Published13 May 2024
Pages92
Characters362,750
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 212 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org INDIKA ENERGY Tbk p.1 ×121
linked person Agus Lasmono p.14 ×3
linked person Indracahya Basuki p.14 ×2
linked person M. Arsjad Rasjid P.M. p.14 ×4
linked person Richard Bruce Ness p.14
linked person Farid Harianto p.14 ×3
linked person Eko Putro Sandjojo p.14
linked person Retina Rosabai p.14 ×4
linked person Purbaja Pantja p.14 ×2
linked person Kamen Kamenov p.14 ×5
linked org ST International p.18
linked person Myung Chang Yong p.18
linked person Johanes Ispurnawan p.18
linked org Bukit Asam p.19 ×4
linked person Hasnul Suhaimi p.22 ×2
linked org Bank Central Asia Tbk. p.41 ×2
linked org Amman Mineral Internasional Tbk. p.41 ×2
linked org Astra International Tbk. p.41 ×2
linked org Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk. p.41 ×2
linked person Dileep Srivastava p.44
linked org United Tractors Tbk p.44 ×2
linked org PT Tuah Turangga Agung p.44
linked person Lana Saria p.47
linked org Petrindo Jaya Kreasi Tbk. p.50 ×2
linked org Bank Mandiri p.50 ×3
linked org Pemerintah RI p.64
possible person Gatot Subroto p.2 ×5
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.12 ×4
possible org Bursa Efek Indonesia p.13
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.13 ×5
possible org PT Indika Inti Investindo p.14
possible org PT Teladan Resources p.14
possible person Drs. Suhardi Alius M. p.18 ×2
possible person Sri Mulyani p.32
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. p.41 ×2
possible person Prajogo Pangestu p.41
possible org Samuel Sekuritas Indonesia p.41
possible — Morgan Stanley p.42
possible person Niko Chandra p.44
possible org Bumi Resources Tbk p.44 ×2
possible person Irwandy Arif p.48
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.2
unresolved org PT CIMB Niaga Tbk p.2
unresolved org Niaga Tbk p.2
unresolved org Indika Capital Pte Ltd. p.2 ×2
unresolved org Indika Capital Resources Ltd. p.2 ×2
unresolved org PT Indika Energy Trading. IIC p.2
unresolved org PT Indika Inti Corpindo. IIR p.2
unresolved org PT Indika Indonesia Resources. p.2 ×3
unresolved org KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan p.3 ×70
unresolved org KJPP Stefanus Tonny Hardi p.3 ×70
unresolved org Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan p.3 ×13
unresolved org Kantor Akuntan Publik Imelda p.3 ×8
unresolved org PT Kideco Jaya Agung. KPI p.3
unresolved org PT Kuala Pelabuhan Indonesia. MEA p.3
unresolved org PT Mitra Energi Agung. p.3 ×2
unresolved org PT Sea Bridges Shipping. Surat Utang p.3
unresolved org Indika Energy Capital III Pte. Ltd. p.3 ×2
unresolved org Indika Energy Capital IV Pte. Ltd. p.3 ×3
unresolved org PT Tripatra Multi Energi. TPE p.4
unresolved org PT Tripatra Engineering. TPEC p.4
unresolved org PT Tripatra Engineers p.4 ×3
unresolved org Tripatra Investment Limited p.4
unresolved org Pte. Ltd. p.4 ×2
unresolved person Widyadhari p.6 ×9
unresolved org PT Kideco Jaya Agung p.6 ×7
unresolved org PT Dipta Diwangkara p.12 ×2
unresolved person Hasanal Yani Ali Amin · Notaris p.12
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.12 ×14
unresolved org PT Indika Inti Energi. p.13
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.13 ×2
unresolved person Aryanti Artisari · Notaris p.13
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.13 ×3
unresolved org Bapepam p.13 ×2
unresolved org PT Indika Mitra Holdiko p.14 ×2
unresolved org PT Rizki Insan Pratama p.15 ×2
unresolved person Miranti Tresnaning Timur · Notaris p.15
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.15 ×4
unresolved person Mellyani Noor Shandra · Notaris p.15 ×5
unresolved org Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.15
unresolved person Ungke Mulawanti · Notaris p.15 ×9
unresolved org PT Tripatra Engineering p.17
unresolved org Indika Capital Investments Pte. Ltd. p.17 ×2
unresolved org Indika Energy Trading Pte Ltd. p.17
unresolved org PT Indika Energi Trading p.17
unresolved person Soeleman Ardjasasmita · Notaris p.17
unresolved org Pengadilan Negeri p.17
unresolved org PT Indika Inti Corpindo p.18
unresolved org ST International Co. Ltd. p.18
unresolved person Dodik Wijanarko p.18
unresolved person Ir. Edra Emilza p.18
unresolved org Menteri Pertambangan dan Energi. p.19
unresolved org Menteri Investasi p.19 ×3
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal p.19 ×3
unresolved org PT Tambang Batubara Bukit Asam p.19
unresolved org PT Runge Pincock Minarco p.21 ×3
unresolved org RPM Global Holdings Ltd. RPM Global Holdings Ltd. p.21
unresolved org RPM Global Holdings Ltd. p.21
unresolved person Kartini Muljadi · Notaris p.21
unresolved person Marliansyah · Notaris p.21 ×3
unresolved person Yohannes Irson Purba · Notaris p.21 ×3
unresolved person Elisabeth Karina Leonita · Notaris p.22 ×3
unresolved org PT Tripatra Multi Energi p.22 ×2
unresolved org Tripatra Investments Limited p.23
unresolved org PT Kuala Pelabuhan Indonesia p.23
unresolved org PT Cotrans Asia p.23 ×2
unresolved org PT Sea Bridge Shipping p.23
unresolved person H Zamir Simon · Notaris p.24 ×6
unresolved person Yohanes Irson Purba p.24
unresolved person Elizabeth Karina Leonita · Notaris p.26 ×3
unresolved — British Virgin Island p.28
unresolved org PT Kuala Pelabuhan p.28
unresolved — Papua p.28
unresolved org Pusat Statistik p.32 ×4
unresolved org Menteri Keuangan p.32
unresolved org Kota Nusantara p.33
unresolved org Bank Indonesia p.33 ×9
unresolved org Chandra Asri Petrochemical Tbk. p.41 ×2
unresolved org Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral p.43 ×3
unresolved org Menteri ESDM p.43
unresolved org PT Satria Bahana Sarana p.43
unresolved org Menteri ESDM Arifin Tasrif p.44
unresolved org Kementerian ESDM p.44
unresolved org Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI p.46
unresolved org Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Lana Saria p.47
unresolved org Geologi Kementerian ESDM p.48
unresolved org PT Cirebon Electric Power p.50
unresolved org PT Cirebon Energi Prasarana p.50 ×2
unresolved org PT Interport Mandiri Utama p.50
unresolved org PT Kariangau Gapura Terminal Energi p.50
unresolved org PT Masmindo Dwi Area p.50
unresolved org PT Perkasa Investama Mineral p.50
unresolved org PT Rockgeo Energi Nusantara p.50
unresolved org PT Indika Medika Nusantara p.50
unresolved org PT Indika Digital Teknologi p.50
unresolved org PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya p.50
unresolved org PT Ilectra Motor Group p.50 ×2
unresolved org PT Indika Multi Properti p.50 ×3
unresolved org PT Kalista Nusa Armada p.50
unresolved org PT Natura Aromatik Nusantara p.50
unresolved org PT Solusi Mobilitas Indonesia p.50
unresolved org PT Indika Energy Infrastructure p.50
unresolved org Brama One Ventures Limited p.50
unresolved org PT Kariangau Gapura Terminal Energy p.50
unresolved org PT DBS Indonesia p.50
unresolved org PT Multi Tambangjaya Utama p.50
unresolved org InfraCo Asia Development Pte Ltd. p.51
unresolved org PT Indika Inti p.92
unresolved org PT Indika Mineral p.92
unresolved org PT Solusi Mobilitas p.92
unresolved org PT Indika Medika p.92
unresolved org PT Indy Properti p.92
unresolved org PT Tripatra Multi p.92
unresolved org PT Indika Tenaga Baru p.92
unresolved org PT Kideco Jaya p.92
unresolved org PT Tripatra p.92 ×3
unresolved org PT Interport Mandiri p.92
unresolved org PT Bioneer Indika p.92 ×2
unresolved org PT Jaya Bumi Paser p.92
unresolved org PT Ilectra Motor p.92
unresolved org Indika Energy Infrastructure Capital III Pte.Ltd. p.92
unresolved org PT Diva Perdana p.92
unresolved org PT POSB p.92
unresolved org PT Pusat Sarana p.92
unresolved org Salu Siwa Pty. Ltd. p.92
unresolved org PT Indika p.92
unresolved org PT Sumber Multi p.92
unresolved org PT Electra Mobilitas p.92
unresolved org PT Telaga Mas p.92
unresolved org PT Indika Digital p.92
unresolved org PT Masmindo Dwi p.92
unresolved org PT Electra Distribusi p.92
unresolved org PT Indika Empat p.92
unresolved org PT Elang Mas p.92
unresolved org PT Indika Multi p.92
unresolved org PT Sea Bridge p.92
unresolved org PT Trisetia p.92
unresolved org PT Electra Auto p.92
unresolved org PT Rockgeo Energi p.92
unresolved org PT Zebra Cross Indika Capital p.92
unresolved org Dealership Motorcycle Pte.Ltd. p.92
unresolved org PT Indika Multi Energi p.92
unresolved org PT Mitra Baruna p.92
unresolved org PT Indika Infrastruktur p.92
unresolved org Investments Pte.Ltd. p.92
unresolved org PT Natura Aromatik p.92
unresolved org PT Perkasa p.92
unresolved org PT Xapiens p.92
unresolved org PT Indika Logistic p.92
unresolved org PT Multi p.92
unresolved org PT Prasarana Energi p.92 ×2
unresolved org PT Cirebon Electric p.92
unresolved org PT Interport p.92 ×2
unresolved org PT Mekko Metal p.92
unresolved org PT Laras Ekosistem Investments p.92
unresolved org PT Foxconn Indika p.92
unresolved org PT Cirebon Power p.92
unresolved org PT Kuala p.92
unresolved org PT Kariangau Gapura p.92
unresolved org PT Perkasa Alumina p.92
unresolved org PT Energi Makmur Trading p.92
unresolved org PT Kalista Nusa Smelter p.92
unresolved org PT Narada Sahara p.92
unresolved org PT Cirebon Energi p.92
unresolved org PT Jatim Gapura p.92
unresolved org PT Kalista Rotom p.92
unresolved org PT Industri Baterai Orbita Nusantara Specific p.92
unresolved org PT Citra Indah p.92 ×3
unresolved org PT Kalista Soter p.92
unresolved org PT Intan p.92
unresolved org PT Kalista Nayara p.92

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result