Back to announcement
20240513_INDY_Laporan Informasi dan Fakta Material_31638260_lamp3.pdf
Other Text extracted INDYSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 92
Page 1
Graha STH
Jl. Mandala Raya No. 20, Jakarta 11440
Tel : 021 – 563 7373 (Hunting)
Fax : 021 – 563 6404
Email : sth@kjppsth.com
steftonhardi@indosat.net.id
Izin Usaha KJPP : No. 2.08.0007
Bidang Jasa : Penilaian Properti & Bisnis
Wilayah Kerja : Indonesia
PENDAPAT KEWAJARAN
ATAS TRANSAKSI
PENERBITAN SURAT UTANG
SEBESAR USD 350.000.000 OLEH
PT INDIKA ENERGY Tbk
PER 31 DESEMBER 2023
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 2
Graha STH
Jl. Mandala Raya No. 20, Jakarta 11440
Tel : 021 – 563 7373 (Hunting)
Fax : 021 – 563 6404
Jakarta, 7 Mei 2024 Email : sth@kjppsth.com
Izin Usaha KJPP : No. 2.08.0007
Bidang Jasa : Penilaian Properti & Bisnis
Kepada Yth Wilayah Kerja : Indonesia
Direksi
PT Indika Energy Tbk
Graha Mitra, Lantai 11
Jalan Jend. Gatot Subroto Kav.21,
Jakarta 12920
Dengan hormat,
Ref : File No. 00034/2.0007-00/BS/02/0490/1/V/2024
Penilaian Kewajaran Atas Transaksi Penerbitan Surat Utang dengan
Jumlah Pokok Sebesar USD350.000.000 oleh PT Indika Energy Tbk.
Menindaklanjuti Surat Perjanjian Kerja No. STH-065/PR.018/MW/II/2024, kami
sebagai Kantor Jasa Penilai Publik resmi berdasarkan Izin Usaha Kantor Penilai
Publik No.2.08.0007 dan Surat Izin Penilai Publik No. B-1.17.00490 yang
dikeluarkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia serta Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PB-39/PJ-1/PM.02/2023 yang
dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan, telah melakukan analisis kewajaran atas
rencana transaksi penerbitan surat utang oleh PT Indika Energy Tbk.
DEFINISI DAN SINGKATAN
Agen Jaminan Bersama berarti PT CIMB Niaga Tbk yang bertindak sebagai agen
jaminan bersama (common security agent) bagi pihak yang dijamin dalam Surat
Utang 2024, Surat Utang 2025, dan Surat Utang 2029.
Anak Perusahaan Penjamin berarti IIC, TPE, TIME, TPEC, dan TRIS, yang
sahamnya dimiliki seluruhnya oleh Perseroan baik secara langsung maupun tidak
langsung, yang memberikan jaminan untuk menjamin kewajiban pembayaran
Penerbit berdasarkan Surat Utang 2029.
Anak Perusahaan Yang Dibatasi berarti anak perusahaan Perseroan yang dimiliki
baik secara langsung maupun tidak langsung oleh Perseroan sebagaimana diatur di
dalam Indenture Surat Utang 2029.
ICPL berarti Indika Capital Pte Ltd.
ICRL berarti Indika Capital Resources Ltd.
IET berarti PT Indika Energy Trading.
IIC berarti PT Indika Inti Corpindo.
IIR berarti PT Indika Indonesia Resources.
1
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 3
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan berarti laporan keuangan
konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2023 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan dan ditandatangani
oleh Muhammad Irfan pada tanggal 28 Maret 2024 dengan pendapat wajar tanpa
pengecualian.
Kideco berarti PT Kideco Jaya Agung.
KPI berarti PT Kuala Pelabuhan Indonesia.
MEA berarti PT Mitra Energi Agung.
OJK berarti Otoritas Jasa Keuangan.
Penerbit berarti PT Indika Energy Tbk.
Perseroan berarti PT Indika Energy Tbk.
POJK 17 berarti Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020, ditetapkan tanggal
20 April 2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
POJK 35 dan SEOJK 17 berarti Peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2020,
ditetapkan tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal dan Surat Edaran OJK Nomor 17/SEOJK.04/2020, ditetapkan
tanggal 9 Agustus 2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
POJK 42 berarti Peraturan OJK Nomor 42/POJK.04/2020, ditetapkan tanggal
1 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
SBS berarti PT Sea Bridges Shipping.
Surat Utang 2024 berarti surat utang senior (Senior Notes) dalam jumlah sebesar
USD575.000.000 dengan bunga tetap sebesar 5,875% per tahun dan jatuh tempo
pada tahun 2024, yang diterbitkan oleh Indika Energy Capital III Pte. Ltd.
Surat Utang 2025 berarti surat utang senior (Senior Notes) dalam jumlah sebesar
USD450.000.000 dan obligasi tambahan sebesar USD225.000.000 dengan bunga
tetap sebesar 8,250% per tahun dan jatuh tempo pada tahun 2025, yang diterbitkan
oleh Indika Energy Capital IV Pte. Ltd.
Surat Utang 2029 berarti surat utang senior (Senior Notes) dalam jumlah sebesar
USD350.000.000 dengan bunga tetap sebesar 8,75% per tahun dan jatuh tempo
pada tahun 2029, yang diterbitkan oleh Penerbit dengan tanpa syarat dan tanpa
dapat ditarik kembali dijamin dengan jaminan oleh Anak Perusahaan Penjamin.
Tanggal Penilaian berarti tanggal 31 Desember 2023.
2
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 4
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Transaksi berarti transaksi penerbitan Surat Utang 2029 oleh Penerbit dalam jumlah
sebesar USD350.000.000 dan dengan bunga tetap sebesar 8,750% per tahun yang
dibayar setiap tengah tahunan oleh Penerbit, yang dijamin oleh Perseroan dan Anak
Perusahaan Penjamin.
TIME berarti PT Tripatra Multi Energi.
TPE berarti PT Tripatra Engineering.
TPEC berarti PT Tripatra Engineers and Constructors.
TRIL berarti Tripatra Investment Limited.
TRIS berarti Tripatra (Singapore) Pte. Ltd.
MAKSUD DAN TUJUAN PEMBERIAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS
TRANSAKSI
Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan per Tanggal Penilaian,
total ekuitas konsolidasian Perseroan adalah sebesar USD1.377.137.450, sehingga
penerbitan Surat Utang 2029 sebesar USD350.000.000 adalah setara dengan
25,42% dari total ekuitas konsolidasian Perseroan per Tanggal Penilaian. Dengan
demikian, oleh karena nilai transaksi adalah lebih besar dari 20% dari ekuitas
Perseroan, maka Transaksi merupakan transaksi material sebagaimana
didefinisikan dalam POJK 17.
Merujuk kepada POJK 17, untuk melakukan Transaksi, Perseroan perlu
menggunakan penilai untuk menentukan kewajaran Transaksi, mengumumkan
keterbukaan informasi terkait Transaksi kepada para Pemegang Saham pada paling
lambat 2 (dua) hari kerja setelah tanggal Transaksi, dan menyampaikan bukti
keterbukaan informasi beserta dokumen pendukungnya kepada OJK yang meliputi
laporan penilai dan dokumen pendukung lainnya. Jangka waktu antara Tanggal
Penilaian dan Transaksi wajib paling lama 6 (enam) bulan. Oleh karenanya,
Perseroan telah meminta kami untuk menyiapkan penilaian kewajaran guna
memenuhi ketentuan POJK 17.
Surat Utang 2029 ini dijamin dengan (i) jaminan perusahaan (corporate guarantee)
yang diberikan oleh Anak Perusahaan Penjamin, (ii) jaminan berupa gadai saham
yang diberikan oleh Perseroan dan Anak Perusahaan Penjamin (“Jaminan
Saham”), dimana jaminan-jaminan ini merupakan jaminan bersama (common
security) dengan Surat Utang 2025.
Transaksi dan pemberian jaminan atas Surat Utang 2029 merupakan satu kesatuan
rangkaian transaksi dan bukan merupakan suatu transaksi yang terpisah dan berdiri
sendiri.
3
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 5
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Pemberian jaminan perusahaan (corporate guarantee) oleh Anak Perusahaan
Penjamin dan pemberian gadai saham oleh Anak Perusahaan Penjamin atas
penerbitan Surat Utang 2029 yang dilakukan oleh Perseroan merupakan transaksi
afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam POJK 42, yang hanya cukup dilaporkan
kepada OJK paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah Transaksi karena transaksi
tersebut dilakukan antara Perseroan dengan Perusahaan Terkendali yang
sahamnya dimiliki paling sedikit 99% dari modal disetor Perusahaan Terkendali.
Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Transaksi bukan merupakan
transaksi yang mengandung benturan kepentingan.
Dengan demikian penilaian kewajaran ini diperlukan dalam rangka memenuhi
ketentuan sesuai POJK 17 sehubungan dengan rencana transaksi penerbitan Surat
Utang 2029.
PEDOMAN PENILAIAN
Dalam melakukan penilaian kewajaran ini kami berpedoman pada POJK 35 dan
SEOJK 17 serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI
& SPI) Edisi VII – 2018.
PEMBERI TUGAS
Pelaksanaan penilaian kewajaran Transaksi ini sebagai realisasi dari penugasan
untuk melakukan penilaian kewajaran dari Perseroan sesuai dengan Surat
Perjanjian Kerja No. STH-065/PR.018/MW/II/2024 tanggal 27 Februari 2024.
Adapun identitas lengkap dari pemberi tugas, yaitu Perseroan adalah sebagai
berikut:
Pemberi tugas : PT Indika Energy Tbk.
Alamat : Graha Mitra, Lantai 11
Jalan Jend. Gatot Subroto Kav.21,
Jakarta 12930
Telpon / Fax : 021 -25579888 / 021 -25579889
Email : corporate.secretary@indikaenergy.co.id
Bidang usaha : Melakukan kegiatan usaha dalam bidang perdagangan,
pembangunan, konstruksi, pertambangan, pengangkutan,
dan jasa serta penyertaan modal / investasi dalam
perusahaan lain.
RUANG LINGKUP PENILAIAN
Sesuai dengan penugasan yang diberikan, ruang lingkup penilaian yang kami
lakukan adalah pemberian pendapat kewajaran melalui analisis kewajaran, analisis
kualitatif dan analisis kuantitatif atas Transaksi.
4
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 6
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
TANGGAL PENILAIAN
Pemberian pendapat kewajaran ini dilakukan per tanggal 31 Desember 2023.
HASIL PELAKSANAAN INSPEKSI
Kami telah melakukan diskusi dan menyampaikan daftar pertanyaan kepada
manajemen Perseroan berkenaan dengan aspek-aspek tertentu dari kegiatan usaha
Perseroan.
PROSES PENILAIAN
Untuk dapat memberikan pendapat atas kewajaran Transaksi tersebut, sebagai
penilai independen kami telah mempelajari dan mempertimbangkan atas hal-hal
berikut :
Memorandum Penawaran (Offering Memorandum) tanggal 24 April 2024 atas
Surat Utang sejumlah USD350.000.000 yang akan jatuh tempo tanggal 7 Mei
2029 dengan bunga tetap sebesar 8,75% per tahun yang dibayar setiap tengah
tahunan, yang diterbitkan oleh Perseroan;
Akta Perubahan dan Penegasan Kembali Akta Perjanjian Gadai Saham No. 33
tanggal 9 November 2017, dibuat di hadapan Yualita, Widyadhari, S.H., M.Kn.
Notaris di Jakarta, sehubungan dengan gadai atas saham di PT Kideco Jaya
Agung yang diberikan oleh IIC untuk kepentingan Agen Jaminan Bersama;
Akta Perubahan dan Penegasan Kembali Akta Perjanjian Gadai Saham No. 36
tanggal 9 November 2017, dibuat di hadapan Yualita, Widyadhari, S.H., M.Kn.
Notaris di Jakarta, sehubungan dengan gadai atas saham di IIC yang diberikan
oleh Perseroan untuk kepentingan Agen Jaminan Bersama;
Akta Perubahan dan Penegasan Kembali Akta Perjanjian Gadai Saham No. 39
tanggal 9 November 2017, dibuat di hadapan Yualita, Widyadhari, S.H., M.Kn.
Notaris di Jakarta, sehubungan dengan gadai atas saham di TPE yang diberikan
oleh Perseroan untuk kepentingan Agen Jaminan Bersama;
Akta Perubahan dan Penegasan Kembali Akta Perjanjian Gadai Saham No. 42
tanggal 9 November 2017, dibuat di hadapan Yualita, Widyadhari, S.H., M.Kn.
Notaris di Jakarta, sehubungan dengan gadai atas saham di TPEC yang
diberikan oleh Perseroan untuk kepentingan Agen Jaminan Bersama;
Akta Perjanjian Gadai Saham No. 6 tanggal 7 Desember 2017, dibuat di hadapan
Yualita, Widyadhari, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta, sehubungan dengan gadai
atas saham di PT Kideco Jaya Agung yang diberikan oleh Perseroan untuk
kepentingan Agen Jaminan Bersama;
Akta Perjanjian Gadai Saham No. 10 tanggal 7 Maret 2018, dibuat di hadapan
Yualita, Widyadhari, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta, sehubungan dengan gadai
atas saham di TPEC yang diberikan oleh TIME untuk kepentingan Agen Jaminan
Bersama;
5
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 7
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Akta Perjanjian Gadai Saham No. 13 tanggal 7 Maret 2018, dibuat di hadapan
Yualita, Widyadhari, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta, sehubungan dengan gadai
atas saham di TPE yang diberikan oleh TIME untuk kepentingan Agen Jaminan
Bersama;
Akta Perjanjian Gadai Saham No. 16 tanggal 7 Maret 2018, dibuat di hadapan
Yualita, Widyadhari, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta, sehubungan dengan gadai
atas saham di TPEC yang diberikan oleh IIC untuk kepentingan Agen Jaminan
Bersama;
Akta Perjanjian Gadai Saham No. 19 tanggal 7 Maret 2018, dibuat di hadapan
Yualita, Widyadhari, S.H., M.Kn. Notaris di Jakarta, sehubungan dengan gadai
atas saham di TPE yang diberikan oleh IIC untuk kepentingan Agen Jaminan
Bersama;
Konfirmasi Jaminan dan Pembebanan Saham Tambahan Keenam antara TPEC
dan Agen Jaminan Bersama yang ditandatangani pada tanggal 7 Mei 2024;
Perjanjian Konfirmasi Jaminan antara Perseroan, IIC, dan TIME dengan Agen
Jaminan Bersama yang ditandatangani tanggal 7 Mei 2024;
Indenture yang ditandatangani oleh Perseroan, Anak Perusahaan Penjamin, dan
Trustee pada tanggal 7 Mei 2024;
Tambahan Perjanjian Kreditur antara Wali Amanat dan Agen Jaminan Bersama
yang ditandatangani pada tanggal 7 Mei 2024;
Surat Keterbukaan Informasi yang disusun oleh manajemen Perseroan;
Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2023 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Imelda &
Rekan dan ditandatangani oleh Muhammad Irfan pada tanggal 28 Maret 2024
dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2022 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Imelda &
Rekan dan ditandatangani oleh Muhammad Irfan pada tanggal 27 Maret 2023
dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2021 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Imelda &
Rekan dan ditandatangani oleh Alvin Ismanto pada tanggal 30 Maret 2022
dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2020 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Imelda &
Rekan dan ditandatangani oleh Alvin Ismanto pada tanggal 31 Maret 2021
dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
6
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 8
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2019 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Imelda &
Rekan dan ditandatangani oleh Alvin Ismanto pada tanggal 23 Maret 2020
dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;
Informasi Keuangan Konsolidasian Proforma per tanggal 31 Desember 2023
yang disiapkan oleh manajemen Perseroan;
Laporan Tahunan (Annual Report) Perseroan untuk tahun 2023;
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan, Laba Rugi dan Arus Kas Konsolidasian
Perseroan untuk periode 2024 sampai 2029 yang disusun oleh manajemen
Perseroan;
Laporan Keuangan Konsolidasian IIC yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
Publik Imelda & Rekan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2023 yang ditandatangani oleh Muhammad Irfan pada tanggal 29 April 2024;
Laporan Keuangan Kideco yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Imelda
& Rekan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
ditandatangani oleh Muhammad Irfan pada tanggal 19 Maret 2024;
Laporan Keuangan Konsolidasian TPEC yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
Publik Imelda & Rekan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2023 yang ditandatangani oleh Ronny Stewart pada tanggal 23 Maret 2024;
Laporan Keuangan TPE yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Imelda &
Rekan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
ditandatangani oleh Ronny Stewart pada tanggal 23 Maret 2024;
Laporan Keuangan Konsolidasian TRIS yang telah dilakukan prosedur audit
dalam rangka laporan keuangan konsolidasian TPEC untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023;
Laporan Keuangan Konsolidasian KPI yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
Publik Imelda & Rekan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2023 yang ditandatangani oleh Kasman pada tanggal 19 April 2024;
Laporan Keuangan Konsolidasian SBS yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
Publik Imelda & Rekan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2023 yang ditandatangani oleh Ronny Stewart pada tanggal 29 Februari 2024;
Laporan Keuangan Konsolidasian TRIL yang telah dilakukan prosedur audit
dalam rangka laporan keuangan konsolidasian TPEC untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023;
Laporan Keuangan Konsolidasian IIR yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
Publik Imelda & Rekan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2023 yang ditandatangani oleh Kasman pada tanggal 02 April 2024;
Laporan Keuangan Konsolidasian IET yang telah dilakukan prosedur audit dalam
rangka laporan keuangan konsolidasian IIR untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2023;
7
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 9
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Laporan Keuangan Konsolidasian MEA yang telah dilakukan prosedur audit
dalam rangka laporan keuangan konsolidasian IIR untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023;
Laporan Keuangan Konsolidasian ICPL yang telah dilakukan prosedur audit
dalam rangka laporan keuangan konsolidasian IIR untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023;
Laporan Keuangan Konsolidasian ICRL yang telah dilakukan prosedur audit
dalam rangka laporan keuangan konsolidasian IIR untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023;
Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan
Transaksi; dan
Review atas data dan informasi yang kami peroleh yang berkaitan Transaksi
tersebut yang kami anggap relevan.
ASUMSI ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
Dalam menyusun pendapat kewajaran atas Transaksi kami menggunakan beberapa
asumsi antara lain :
1. Laporan Pendapat Kewajaran yang dihasilkan oleh penilai bersifat non-disclaimer
opinion.
2. Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses
penilaian.
3. Data-data dan informasi yang diperoleh Penilai berasal dari sumber yang dapat
dipercaya keakuratannya dan bahwa seluruh data dan informasi tersebut adalah
benar.
4. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
dengan kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty).
5. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
keuangan yang telah disesuaikan.
6. Penilai menghasilkan Laporan Pendapat Kewajaran yang terbuka untuk publik,
kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi
operasional perusahaan.
7. Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan Kesimpulan
Pendapat Kewajaran.
8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari
Pemberi Tugas.
8
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 10
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Kami berpegang juga kepada surat pernyataan manajemen (management
representation letter) bahwa manajemen telah menyampaikan seluruh informasi
penting dan relevan dengan Rencana Transaksi dan sepanjang pengetahuan
manajemen Perseroan tidak ada faktor material yang belum diungkapkan dan dapat
menyesatkan.
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi ini kami telah
bertindak dengan independen tanpa adanya konflik kepentingan dan tidak terafiliasi
dengan Perseroan ataupun pihak-pihak lain yang terafiliasi.
Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk
memberikan keuntungan atau merugikan pada pihak manapun. Imbalan yang kami
terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran yang dihasilkan dari proses
analisis kewajaran ini.
LATAR BELAKANG TRANSAKSI
Transaksi merupakan salah satu dari beberapa opsi pembiayaan Perseroan guna
membiayai pembayaran Surat Utang 2025 dan rencana pendanaan untuk
melakukan ekspansi kegiatan usaha non-batu bara, khususnya dalam industri
kendaraan listrik dan energi terbarukan.
Salah satu dari skema pembiayaan yang tersedia adalah dengan penerbitan Surat
Utang 2029 sejumlah USD350.000.000.
Pada tanggal 22 Oktober 2020, Indika Energy Capital IV Pte. Ltd. (“IECPLIV”),
entitas anak yang secara tidak langsung sepenuhnya dimiliki oleh Perseroan,
menerbitkan obligasi sebesar USD450.000.000 yang jatuh tempo pada Oktober
2025. Pada tanggal 4 November 2020, IECPLIV menerbitkan obligasi tambahan
sebesar USD225.000.000, yang akan terkonsolidasi dan menjadi satu kesatuan
dengan obligasi sebesar USD450.000.000 yang dijelaskan di atas. Kedua Obligasi
tersebut akan disebut sebagai Surat Utang 2025 dalam laporan ini.
Surat Utang 2025 tercatat di Singapore Stock Exchange. Sehubungan dengan
penerbitan Surat Utang 2025, Bank of New York Mellon bertindak sebagai Wali
Amanat, sedangkan Perseroan, IIC, TIME, TPE, TPEC dan TRIS menjadi Anak
Perusahaan Penjamin.
IECPLIV mempunyai hak opsi untuk menarik seluruh atau sebagian Surat Utang
2025 tersebut. Selama periode sebelum tanggal 22 Oktober 2022, IECPLIV
mempunyai hak opsi untuk menarik sampai dengan 35% dari Surat Utang 2025
dengan dana dari hasil satu atau lebih penawaran saham, dengan harga sebesar
108,25%.
9
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 11
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Setiap saat sebelum tanggal 22 Oktober 2022, IECPLIV mempunyai hak opsi untuk
menarik seluruh Surat Utang 2025 pada harga 100% ditambah dengan premium
yang telah ditentukan dalam perjanjian obligasi. Pada tanggal 22 Oktober 2022 atau
setiap saat setelah tanggal tersebut, IECPLIV mempunyai hak opsi untuk menarik
sebagian atau seluruh Surat Utang 2025 dengan harga yang telah ditentukan dalam
perjanjian obligasi.
Pada tanggal 8 Juni 2022, IECPLIV mengumumkan telah melakukan penawaran
untuk pembelian kembali (“Tender Offer”) secara kas atas Surat Utang 2025 yang
diterbitkan oleh IECPLIV sampai dengan jumlah USD50.000.000. Batas akhir
Tender Offer adalah tanggal 7 Juli 2022, sedangkan tanggal pelunasan jatuh pada
tanggal 14 Juli 2022.
Pada tanggal 7 Juli 2022, IECPLIV membeli kembali Surat Utang sejumlah
USD56.571.000 dengan harga USD56.712.428. Tender Offer beserta dengan bunga
terutang atas Obligasi yang dibeli kembali, dilunasi pada tanggal 14 Juli 2022.
Pada tanggal 15 Juli 2022, IECPLIV telah membeli kembali dan membatalkan Surat
Utang 2025 sejumlah USD19.550.000, sehingga jumlah terutang Surat Utang 2025
setelah Tender Offer dan pembatalan adalah sebesar USD598.879.000. Pembatalan
Surat Utang 2025 berlaku efektif pada tanggal 3 Agustus 2022.
Selama kuartal keempat tahun 2022, IECPLIV secara langsung dan tidak langsung
melalui Perseroan, telah membeli kembali Surat Utang 2025 sejumlah
USD30.941.000 dari pasar terbuka dan telah mengatur pembatalan Surat Utang
2025 tersebut pada tanggal 6 Desember 2022. Pembatalan tersebut berlaku efektif
pada tanggal 9 Desember 2022 dan jumlah terutang Surat Utang 2025 setelah
pembatalan adalah USD567.938.000.
Pada tahun 2023, IECPL IV telah membeli kembali Surat Utang 2025 sejumlah
USD33.874.000 dari pasar terbuka dan telah mengatur pembatalan Surat Utang
2025 tersebut yang telah efektif pada tanggal 20 November 2023. Jumlah terutang
Surat Utang 2025 setelah pembatalan adalah USD 534.064.000.
Dengan pertimbangan bahwa adanya ketidakpastian atas perkembangan harga batu
bara di masa yang akan datang, Perseroan meyakini bahwa penerbitan Surat Utang
2029 dapat menjaga likuiditas dan posisi kas Perseroan. Hal ini didasarkan pada
pertimbangan bahwa secara umum penerbitan Surat Utang 2029, antara lain, akan
digunakan untuk melunasi sebagian Surat Utang 2025 dan untuk melakukan
ekspansi kegiatan usaha non-batubara.
Sehubungan dengan kondisi sebagaimana diuraikan diatas, manajemen Perseroan
akan menerbitkan Surat Utang 2029. Untuk itu Perseroan telah menerbitkan
Memorandum Penawaran (Offering Memorandum) sehubungan dengan penerbitan
Surat Utang 2029 tersebut.
10
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 12
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
METODOLOGI PENILAIAN KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI
Untuk mengumumkan Transaksi ini kepada publik, diperlukan penilaian kewajaran
dari penilai independen untuk melakukan analisis dan memberikan pendapat
kewajaran atas Transaksi.
Analisis Kewajaran atas Transaksi ini dilakukan dengan analisis transaksi, analisis
kualitatif (Qualitative Analysis) maupun analisis kuantitatif (Quantitative Analysis)
yang berupa analisis kinerja dan analisis inkremental sehingga dapat ditentukan
kewajaran Transaksi ditinjau dari dampak keuangan terhadap para pemegang
saham Perseroan.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap Transaksi yang telah kami lakukan dapat
kami sampaikan analisis atas Transaksi tersebut sebagai berikut :
A. Analisis Transaksi
A.1. Identifikasi dan Hubungan Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang terkait dalam Transaksi adalah sebagai berikut:
- Perseroan sebagai Penerbit Surat Utang 2029
- IIC, TIME, TPE, TPEC dan TRIS sebagai Anak Perusahaan Penjamin
Surat Utang 2029 diterbitkan oleh Perseroan dan dijamin dengan jaminan-jaminan
sebagai berikut:
- Jaminan perusahaan oleh Anak Perusahaan Penjamin
- Saham IIC yang dimiliki oleh Perseroan
- Saham TPE yang dimiliki oleh Perseroan, IIC dan TIME
- Saham TPEC yang dimiliki oleh Perseroan, IIC dan TIME
- Saham Kideco yang dimiliki oleh Perseroan dan IIC
- Saham TRIS yang dimiliki oleh TPEC
URAIAN SINGKAT TENTANG PERSEROAN
Pendirian Perseroan
Perseroan adalah perusahaan swasta yang didirikan dengan nama PT Dipta
Diwangkara berdasarkan Akta Pendirian No.31 tanggal 19 Oktober 2000 yang dibuat
di hadapan Hasanal Yani Ali Amin, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui
Surat Keputusan No. C-13115 HT.01.01.TH.2001 tanggal 18 Oktober 2001,
didaftarkan dalam Daftar Perusahaan Jakarta Selatan No. 200/BH.09.03/I/2002
tanggal 31 Januari 2002 dan telah diumumkan dalam Lembaran Berita Negara
Republik Indonesia No.53 Tambahan No.6412 tanggal 2 Juli 2002.
11
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 13
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Berdasarkan Akta No. 9 tanggal 13 Agustus 2004 dari Notaris yang sama, nama
Perseroan diubah dari PT Dipta Diwangkara menjadi PT Indika Inti Energi. Pada
tahun 2008, Perseroan berubah nama menjadi PT Indika Energy Tbk. sebagaimana
tercantum di dalam Akta No. 115 tanggal 25 Februari 2008 dan telah disetujui oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Surat Keputusan Nomor AHU-
11109.AH.01.Tahun 2008 tanggal 05 Maret 2008.
Anggaran Dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan, dimana
perubahan anggaran dasar terakhir dinyatakan perubahan dan pengangkatan
kembali susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah sebagaimana
tercantum di dalam Akta No. 11 tanggal 19 April 2023 yang dibuat oleh Notaris
Aryanti Artisari, S.H., M.KN, Notaris di Jakarta Selatan. Akta perubahan tersebut
telah diterima oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perusahaan No.
AHU-AH.01.09-0118385 tanggal 15 Mei 2023.
Berdasarkan Surat Bapepam dan LK No. S-3398/BL/2008 tertanggal 2 Juni 2008
tentang Pernyataan Efektif untuk Melakukan Penawaran Perdana Saham kepada
Publik (IPO), pendaftaran Perseroan sebagai perusahaan publik dinyatakan efektif.
Perseroan menawarkan saham kepada publik dalam IPO tersebut sebanyak
937.284.000 saham. Sejak 11 Juni 2008 saham Perseroan telah tercatat di Bursa
Efek Indonesia.
Perseroan berkedudukan di Jakarta dengan Kantor Pusat di Graha Mitra Lantai 3, Jl.
Jend. Gatot Subroto Kav. 21, Jakarta Selatan.
Izin-Izin Yang Diperoleh Perseroan
Untuk menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan telah memperoleh izin-izin dari
instansi yang terkait diantaranya adalah :
- NPWP No. 02.015.553.7-091.000.
- Nomor Induk Berusaha (NIB) Perseroan, yang dikeluarkan oleh Sistem Online
Single Submission Pemerintah Republik Indonesia dengan nomor
8120313151452.
Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham Perseroan
Modal dasar Perseroan adalah sebesar Rp. 1.700.000.000.000,00 yang terdiri dari
17.000.000.000 saham dengan nilai nominal Rp. 100 per saham. Dari modal dasar
tersebut telah ditempatkan dan disetor penuh sejumlah 5.210.192.000 saham
dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp. 521.019.200.000,00.
Susunan pemegang saham Perseroan per Tanggal Penilaian adalah sebagai
berikut:
12
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 14
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Modal
Jumlah Saham Kepemilikan
Pemegang Saham Disetor
(lembar) (%)
(Rp.)
PT Indika Inti Investindo 1.968.882.699 21.499.012 37,84
PT Teladan Resources 1.463.155.591 15.976.777 28,12
Agus Lasmono 10.156.000 110.897 0,20
Indracahya Basuki 1.403.500 15.325 0,03
M. Arsjad Rasjid P.M. 1.208.000 13.191 0,02
Azis Armand 1.208.000 13.191 0,02
PT Indika Mitra Holdiko 10 0,11 0,00
Masyarakat 1.756.678.200 18.903.816 33,76
Jumlah saham beredar 5.202.692.000 56.532.209 100,00
Saham treasuri 7.500.000 359.945 -
Jumlah modal
5.210.192.000 56.892.154 100,00
ditempatkan dan disetor
Susunan Pengurus Perseroan
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama : Agus Lasmono
Wakil Komisaris Utama : Richard Bruce Ness
Komisaris : Indracahya Basuki
Komisaris Independen : Farid Harianto
Komisaris Independen : Eko Putro Sandjojo
Dewan Direksi:
Direktur Utama : M. Arsjad Rasjid P.M.
Wakil Direktur Utama : Azis Armand
Direktur : Retina Rosabai
Direktur : Purbaja Pantja
Direktur : Kamen Kamenov Palatov
Kegiatan Usaha Perseroan
Kegiatan usaha Perseroan sesuai dengan Pasal 3 dari anggaran dasar Perseroan
adalah berusaha dalam bidang perdagangan, kontruksi dan real estat,
pertambangan dan penggalian, pengangkutan, pengadaan listrik, gas uap/air panas
dan udara dingin, dan jasa (aktivitas profesional ilmiah dan teknis). Pada saat ini
kegiatan usaha Perseroan adalah melakukan investasi dalam bentuk saham baik
secara langsung maupun tidak langsung kepada anak-anak perusahaannya.
13
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 15
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Investasi Perseroan pada entitas anak per Tanggal Penilaian
Perseroan melakukan investasi secara langsung maupun tidak langsung kepada
perusahaan-perusahaan dalam bentuk saham. Adapun bagan kepemilikan /
investasi Perseroan pada entitas anak maupun entitas asosiasi dapat dilihat dalam
Lampiran: Struktur Perusahaan.
URAIAN SINGKAT TENTANG IIC
Pendirian IIC
IIC merupakan suatu perseroan terbatas yang didirikan sebagai PT Rizki Insan
Pratama, berdasarkan Akta Pendirian No. 18 tanggal 20 April 1998, dibuat di
hadapan Miranti Tresnaning Timur, S.H., Notaris di Kabupaten Daerah Tingkat II
Bogor di Ciawi. Akta tersebut telah memperoleh pengesahan Menteri Kehakiman
Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-10019HT.01.01.Th.98
tanggal 30 Juli 1998, terdaftar dalam Daftar Perusahaan di Kantor Pendaftaran
Perusahaan Jakarta Pusat di bawah No. 866/BH 09.05/III/2000 tanggal 31 Maret
2000, dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 48 tanggal
17 Juni 2003, Tambahan No. 4724.
Pada tahun 2004, PT Rizki Insan Pratama berubah menjadi IIC sebagaimana
tercantum pada Akta No. 85 tanggal 19 Januari 2004, dibuat di hadapan Mellyani
Noor Shandra, S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah memperoleh pengesahan
dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, berdasarkan
Surat Keputusan Nomor C-06978HT.01.04.TH.2004 tanggal 23 Maret 2004.
Anggaran Dasar IIC telah beberapa kali mengalami perubahan, antara lain melalui
(i) Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 43 tanggal 06 Juni 2014
dibuat di hadapan Mellyani Noor Shandra, S.H., Notaris di Jakarta, mengenai
perubahan dari Pasal 11 ayat 2, Pasal 12 ayat 2 butir b, dan Pasal 14 ayat 3
Anggaran Dasar yang telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan
Data Perseroan No. AHU-03578.40.21.2014 tanggal 27 Juni 2014; dan terakhir
melalui (ii) Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 10 tanggal
24 Juni 2020 dibuat di hadapan Ungke Mulawanti, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten
Bekasi, mengenai (a) perubahan dan penyesuaian pada Pasal 3 Anggaran Dasar
mengenai maksud dan tujuan serta kegiatan usaha IIC; dan (b) perubahan susunan
Direksi dan Komisaris IIC dan terakhir melalui (iii) Akta Pernyataan Keputusan Para
Pemegang Saham No. 89 tanggal 26 Okteber 2023 dibuat di hadapan Ungke
Mulawanti, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Bekasi, mengenai perubahan susunan
Direksi dan Komisaris IIC.
Perubahan anggaran dasar ini telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia melalui surat penerimaan pemberitahuan perubahan
data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0179286 tanggal 30 Oktober 2023.
IIC berdomisili di Jakarta Selatan, dengan kantor pusat beralamat di Gedung Mitra
Lantai 4, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 21, Kel. Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta
Selatan.
14
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 16
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Susunan Pemegang Saham IIC
Susunan pemegang saham per Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut:
Jumlah
Modal Disetor Kepemilikan
Pemegang Saham Saham
(Rp.) (%)
(lembar)
PT Indika Energy Tbk 468.288 468.288.000.000 99,997
PT Indika Mitra Holdiko 12 12.000.000 0,003
Total 468.300 468.300.000.000 100,00
Susunan Pengurus IIC
Susunan pengurus IIC pada Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama : Agus Lasmono
Komisaris : M. Arsjad Rasjid P.M.
Komisaris : Azis Armand
Dewan Direksi:
Direktur Utama : Retina Rosabai
Direktur : Lucas Djunaidi
Kegiatan Usaha IIC
IIC bergerak dalam bidang usaha (i) perdagangan besar atas dasar balas (fee) atau
kontrak; (ii) aktivitas kantor pusat; dan (iii) aktivitas konsultasi manajemen lainnya.
Izin-Izin Yang Diperoleh IIC
1. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP): 01.847.116.9-073.000.
2. Surat Izin Usaha Perdagangan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik
Indonesia c.q. Lembaga Pengelola dan Penyelenggara OSS pada tanggal
10 Desember 2018, yang berlaku selama perusahaan melakukan kegiatan
operasional sesuai ketentuan perundang-undangan.
3. Nomor Induk Berusaha (NIB) No. 8120011291305 yang dikeluarkan oleh
Pemerintah Republik Indonesia c.q. Lembaga Pengelola dan Penyelenggara
OSS pada tanggal 10 Desember 2018, yang berlaku selama perusahaan
melakukan kegiatan operasional sesuai ketentuan perundang-undangan
15
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 17
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Investasi IIC Pada Entitas Anak dan Entitas Asosiasi
IIC melakukan investasi baik secara langsung maupun tidak langsung kepada
perusahaan-perusahaan asosiasi dalam bentuk saham dengan jumlah saham dan
Persentase kepemilikan sebagai berikut :
Kepemilikan Langsung:
Jenis Kepemilikan
Nama Perusahaan
usaha (%)
PT Kideco Jaya Agung (Kideco) Pertambangan 51
Indika Capital Pte Ltd (ICPL) Pemasaran & Investasi 100
PT Indika Indonesia Resources (IIR) Pertambangan 5,97
PT Tripatra Engineers and Constructors
Jasa Konstruksi 0,000092
(TPEC)
Jasa Konsultasi Kontruksi,
PT Tripatra Engineering (TPE) 0,000072
industri dan infrastruktur
Kepemilikan Tidak Langsung:
Jenis Kepemilikan
Nama Perusahaan usaha (%)
Melalui ICPL:
Indika Capital Resources Limited (ICRL) Pembiayaan 100
Melalui IIR:
PT Mitra Energi Agung (MEA) Pertambangan 60
Indika Capital Investments Pte. Ltd. (ICI) Investasi 100
Indika Energy Trading Pte Ltd. (IETPL) Perdagangan 60
PT Indika Energi Trading (IET) Perdagangan 100
URAIAN SINGKAT TENTANG KIDECO
Pendirian Kideco
Kideco adalah perusahaan swasta yang didirikan dalam rangka Undang Undang
Penanaman Modal Asing No.1 tahun 1967 dan No.11 tahun 1970, didirikan
berdasarkan Akta No.17 tanggal 7 September 1982, yang dibuat di hadapan
Soeleman Ardjasasmita, S.H., Notaris di Jakarta sebagaimana diubah dengan Akta
No. 36 tanggal 12 Oktober 1982 yang dibuat di hadapan Notaris yang sama dan
telah memperoleh pengesahan Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan
Surat Keputusan No. C2-2329.HT01.01.Th.82 tanggal 8 November 1982, terdaftar
dalam buku register di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta di bawah No. 4360 tanggal
12 November 1982, dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia
No. 53 tanggal 3 Juli 1984, Tambahan No. 655.
16
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 18
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Anggaran Dasar Kideco telah beberapa kali mengalami perubahan dengan
perubahan terakhir termuat dengan Akta No. 43 tanggal 27 Maret 2023, dibuat
dihadapan Ungke Mulawanti, S.H., M.Kn., Notaris di Bekasi, sehubungan dengan
perubahan Anggaran Dasar Perusahaan terkait hak atas saham dan rapat umum
pemegang saham. Akta tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia melalui Keputusan No. AHU-AH.01.03.0048860 tanggal 3 April 2023..
Kideco berkedudukan di Graha Mitra, Lantai 1, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 21,
Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Susunan Pemegang Saham Kideco
Susunan pemegang saham Kideco per Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut:
Jumlah Modal
Jumlah Saham Kepemilikan
Pemegang Saham Disetor
(lembar) (%)
(USD)
PT Indika Inti Corpindo 127.676 12.767.600 51
PT Indika Energy Tbk. 100.139 10.013.900 40
ST International Co. Ltd. 22.531 2.253.100 9
Total 250.346 25.034.600 100
Susunan Pengurus Kideco
Berdasarkan Akta Notaris No. 06 tanggal 22 April 2020, yang dibuat di hadapan
Ungke Mulawanti, S.H., M.Kn., Notaris di Bekasi, mengenai susunan direksi dan
komisaris, maka susunan direksi dan komisaris Kideco per Tanggal Penilaian adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris :
Komisaris Utama : Azis Armand
Komisaris : M. Arsjad Rasjid P.M.
Komisaris : Myung Chang Yong
Komisaris : (Purn) Drs. Suhardi Alius M.H
Komisaris : (Purn) Dodik Wijanarko, S.H., CFrA
Komisaris : Harry Ponto
Komisaris : Kamen Kamenov Palatov
Dewan Direksi :
Direktur Utama : Mochamad Kurnia Ariawan
Wakil Direktur Utama : Johanes Ispurnawan
Direktur : Togi Ottoman Bernard
Direktur : Anton Kristianto
Direktur : Ir. Edra Emilza
Direktur : Kim Il Soo
Direktur : Kang Seung Min
Direktur : Arif Kayanto
Direktur : Hengky Adikusuma Mahiso Putra
17
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 19
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Kegiatan Usaha Kideco
Kegiatan Usaha Kideco adalah eksplorasi, pengembangan dan penambangan
batubara yang meliputi area yang berlokasi di Kalimantan Timur, berdasarkan
Perjanjian Kerjasama Penambangan Batubara (Coal Contract of Work No.
J2/Ji.DU/40/82, tanggal 14 September 1982 sebagaimana diubah melalui
Amandemen No. J2/Ji.DU/41/82, tanggal 27 Juni 1997, dimana amandemen
tersebut dibuat untuk mengakomodir Keputusan Presiden No. 75/1996 tanggal
25 September 1996 (“Keppres 75/1996”). Keppres 75/1996 mengalihkan seluruh
hak dan kewajiban PTBA dalam Perjanjian Kerjasama Penambangan Batubara
kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Pertambangan dan Energi.).
Perjanjian Kerjasama Penambangan Batubara tersebut telah mendapatkan
perpanjangan menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Sebagai Kelanjutan
Operasi Kontrak/Perjanjian Kepada PT Kideco Jaya Agung berdasarkan
Keputusan Menteri Investasi / Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal No
14/1/IUP/PMA/2022 yang dikeluarkan pada tanggal 16 Desember 2022
Izin-izin yang diperoleh Kideco
1. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP): 01.060.102.9-091.000.
2. Nomor Induk Berusaha (NIB) : 8120108901876 yang dikeluarkan oleh
Lembaga Pengelola dan Penyelenggara OSS pada tanggal 17 September
2018.
3. Izin Usaha Pertambangan Khusus sebagai Kelanjutan Operasi Kontrak /
Perjanjian kepada PT Kideco Jaya Agung berdasarkan Keputusan
Menteri Investasi / Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal No
14/1/IUP/PMA/2022 yang dikeluarkan pada tanggal 16 Desember 2022.
Konsesi Pertambangan Kideco
Kideco memiliki konsesi pertambangan batubara berdasarkan Izin Usaha
Pertambangan Khusus (IUPK) Sebagai Kelanjutan Operasi Kontrak/Perjanjian
Kepada PT Kideco Jaya Agung berdasarkan Keputusan Menteri Investasi/Kepala
Badan Koordinasi Penanaman Modal No 14/1/IUP/PMA/2022 yang dikeluarkan pada
tanggal 16 Desember 2022. IUPK tersebut merupakan perpanjangan dari Kontrak
Kerjasama Batubara tanggal 14 September 1982 antara Kideco dengan PT
Tambang Batubara Bukit Asam (”PTBA”), dimana berdasarkan Keputusan Presiden
No. 75/1996 tanggal 25 September 1996, dan perubahan atas Kontrak Kerjasama
Batubara antara PTBA dengan Kideco tanggal 27 Juni 1997, semua hak dan
kewajiban PTBA berdasarkan Kontrak Kerjasama Batubara dialihkan ke Pemerintah
Republik Indonesia dan berlaku sejak tanggal 01 Juli 1997. IUPK Kideco diberikan
dengan jangka waktu sampai dengan tanggal 13 Maret 2033 dan dapat
diperpanjang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Konsesi
pertambangan batubara tersebut berlokasi di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan
Timur yang meliputi luas konsesi 33.887 hektar.
Berdasarkan hasil investigasi geologi, dalam konsesi pertambangan yang dikuasai
oleh Kideco sampai dengan saat ini terdapat 8 (enam) Area/Pit yang mengandung
deposit batubara yaitu area-area: Roto Utara, Roto Selatan A-F, Roto Selatan G
(Biu), Roto Tengah, Samarangau ABC, Sumarangau D, Susubang, dan Suwi.
18
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 20
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Dari Laporan Rencana Umur Masa Tambang PT Kideco Jaya Agung yang
dikeluarkan oleh RPM Global sebagai tenaga ahli teknis tambang independen
dengan Job No. ADV-JA-04093 yang dikeluarkan pada tanggal 3 April 2024,
dinyatakan bahwa sumberdaya batubara yang terkandung pada area-area
pertambangan tersebut dimuka adalah sebagai berikut :
Resources (Mt)
Area/Fit
Terukur Tertunjuk Terduga Total
Roto Selatan A-F 41 50 17 108
Roto Selatan G (Biu) 6 2 0 8
Roto Tengah 99 110 33 242
Samurangau ABC 360 221 136 717
Samurangau D 232 87 9 328
Suwi 0 4 3 7
Susubang 26 10 3 39
Total 764 484 201 1.449
Dari sumberdaya batubara yang dimiliki Kideco tersebut diatas, cadangan batubara
yang terdapat di area-area tersebut diatas adalah sebagai berikut:
Area/Fit Coal Reserve (Mt)
Terbukti Terduga Total
*)
Roto Utara
Roto Selatan A-F 20 2,9 22,9
Roto Selatan G (Biu) 0 0 0
Roto Tengah 0,4 3,1 3,5
Samurangau ABC 231 79,6 310,6
Samurangau D 113,5 12,3 125,8
Suwi 0 0 0
Susubang 4,7 0,7 5,4
Total 369,6 98,6 468,2
Catatan:
*)
Roto Utara, Roto South G dan Suwi tidak termasuk dalam area kerja RPM dalam
mengupdate coal reserve.
*)
Coal Resources dan Coal Reserve bukan perhitungan akurat karena merupakan
pembulatan.
*)
Coal Resources dan Coal Reserve diperkirakan dengan menggunakan topografi
pada akhir Desember 2023.
19
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 21
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Sifat Hubungan Perseroan dengan PT Runge Pincock Minarco dan Kompetensi
PT Runge Pincock Minarco
PT Runge Pincock Minarco adalah suatu badan yang bergerak sebagai tenaga ahli
teknis tambang independen yang merupakan perwakilan di negara Indonesia dari
RPM Global Holdings Ltd. RPM Global Holdings Ltd. merupakan ahli tambang
independen yang berasal dari Australia yang berdiri sejak tahun 1968 dan terdaftar
dalam Bursa Efek Australia (Australian Stock Exchange) pada tahun 2008. RPM
Global Holdings Ltd. sendiri memiliki 19 lokasi kantor yang tersebar di 12 negara
yang berbeda.
URAIAN SINGKAT TENTANG TPEC
Pendirian TPEC
TPEC merupakan suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Akta
Pendirian Perseroan Terbatas No. 121 tanggal 26 Agustus 1989, dibuat dihadapan
Kartini Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah memperoleh
pengesahan Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan
No. C2-4485.HT.01.01.Th.89 tanggal 18 Mei 1989 dan diumumkan dalam lembaran
Berita Negara RI No. 66 tanggal 18 Agustus 1989, Tambahan No. 1602.
Anggaran Dasar TPEC telah beberapa kali mengalami perubahan, diantaranya; (i)
Akta No. 05 tanggal 18 Desember 2015, dibuat di hadapan Marliansyah, S.H.,
Notaris di Jakarta mengenai perubahan kedudukan perusahaan. Perubahan tersebut
telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0948321.AH.01.02.Tahun 2015 tanggal 18
Desember 2015; (ii) Akta No. No. 30 tanggal 27 Desember 2017, dibuat di hadapan
Marliansyah, S.H., Notaris di Jakarta Selatan mengenai peningkatan modal dasar
dan modal ditingkatkan.
Perubahan tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
0027657.AH.01.02.Tahun 2017 tanggal 27 Desember 2017 dan telah diberitahukan
kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-
0205659 tanggal 27 Desember 2017; (iii) Akta No. 30 tanggal 20 Mei 2016, dibuat
dihadapan Yohannes Irson Purba, S.H., Notaris di Tangerang Selatan, mengenai
perubahan Pasal 9 dan Pasal 12 Anggaran Dasar Perseroan yang telah
diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-
AH.01.03-0052700 tanggal 30 Mei 2016; (iv) Akta No. 6 tanggal 31 Januari 2018,
dibuat dihadapan Ungke Mulawanti, S.H., M.Kn., Notaris di Bekasi, mengenai
peningkatan modal ditempatkan dan disetor. Perubahan tersebut telah diberitahukan
kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-
0092997 tanggal 03 Maret 2018; dan terakhir (v) Akta Perubahan Anggaran Dasar
No. 07 tanggal 24 April 2019, dibuat di hadapan Yohannes Irson Purba, S.H.,
Notaris di Kota Tangerang Selatan, mengenai perubahan maksud dan tujuan.
20
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 22
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Perubahan tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
0024507.AH.01.02.Tahun 2019 tanggal 8 Mei 2019.
Anggaran Dasar TPEC terakhir diubah berdasarkan Akta Perubahan Anggaran
Dasar No. 23 tanggal 6 Juli 2023, dibuat di hadapan Elisabeth Karina Leonita, S.H.,
M.Kn. Notaris di Kota Tangerang Selatan, mengenai perubahan susunan direksi dan
komisaris. Perubahan tersebut telah diberitahukan kepada Direktorat Jendral
Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan Surat Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-
AH.01.09-0142746 tanggal 12 Juli 2023.
TPEC berdomisili di Tangerang Selatan dengan kantor pusat beralamat di Indy
Bintaro Office Park, Gedung A, Jl. Boulevard Bintaro Jaya Blok B7/A6 Sektor VII,
CBD Bintaro Jaya, Kel. Pondok Jaya, Kec. Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.
Modal Saham TPEC
Susunan pemegang saham per Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham Modal Disetor Kepemilikan
Pemegang Saham
(lembar) (Rp.) (%)
PT Tripatra Multi Energi 560.154 560.154.000.000 51,270143
PT Indika Energy Tbk 532.399 532.399.000.000 48,7297653
PTIndika Inti Corpindo 1 1.000.000 0,000092
Total 1.092.554 1.092.554.000.000 100,00
Susunan Pengurus TPEC
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama : Kamen Kamenov Palatov
Komisaris : Dhira Nandana
Komisaris : Retina Rosabai
Komisaris : Farid Harianto
Komisaris : Hasnul Suhaimi
Direksi:
Direktur Utama : Raymond Naldi Rasfuldi
Direktur : Benny Julius Joesoep
Direktur : Suraji Nugroho
Direktur : Rizki Amelia
Direktur : Ananto Wardono
21
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 23
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Kegiatan Usaha TPEC
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar TPEC ruang lingkup kegiatan usaha TPEC
adalah menjalankan usaha dalam bidang konstruksi, industri, perdagangan besar,
konsultasi, informasi dan komunikasi. Pada saat ini TPEC juga melakukan investasi
pada saham-saham perusahaan. Dengan demikian Perusahaan sebagai “Operating
Holding Company”. TPEC mulai beroperasi komersial pada 26 Agustus 1988.
Izin-izin yang diperoleh TPEC
1. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) : 01.339.758.3.081.000
2. Surat Keterangan Domisili Usaha No. 145.41/40-Ekbang yang berlaku sampai
dengan tanggal 06 November 2020 dan dikeluarkan oleh Lurah Pondok Jaya,
3. Nomor Induk Berusaha (NIB) : 8120102902845 yang dikeluarkan oleh
Lembaga Pengelola dan Penyelenggara OSS pada tanggal 24 September
2018
4. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) yang dikeluarkan oleh Lembaga
Pengelola dan Penyelenggara OSS pada tanggal 08 Januari 2020
5. Izin Usaha Jasa Konstruksi yang dikeluarkan oleh Lembaga Pengelola dan
Penyelenggara OSS pada tanggal 08 Januari 2020.
Investasi TPEC Pada Anak Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi
TPEC melakukan investasi secara langsung dan tidak langsung kepada
perusahaan-perusahaan asosiasi dalam bentuk saham dengan jumlah saham dan
persentase kepemilikan sebagai berikut :
Kepemilikan
Investasi
(%)
Tripatra (Singapore) Pte. Ltd. (TRIS) 100
Tripatra Investments Limited (TRIL)
100
(melalui TRIS)
PT Kuala Pelabuhan Indonesia (KPI)
5
(melalui TRIS)
PT Cotrans Asia (Cotrans) 45
PT Sea Bridge Shipping (SBS) 46
22
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 24
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
URAIAN SINGKAT TENTANG TPE
Pendirian TPE
TPE merupakan suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Akta
Pendirian No.42 tanggal 10 Oktober 1973, dibuat dihadapan H Zamir Simon, S.H.,
Notaris di Jakarta, sebagaimana diperbaiki dengan (i) Akta No. 37 tanggal
12 Agustus 1974, dibuat di hadapan Makmur Fattah, BA, notaris pengganti H Zamir
Simon, S.H., yang berkedudukan di Jakarta, (ii) Akta No. 100 tanggal 24 Juni 1977
yang dibuat di hadapan H Zamir Simon, SH, Notaris di Jakarta dan (ii) Akta No. 58
tanggal 16 Januari 1984 yang dibuat di hadapan H Zamir Simon, S.H., Notaris di
Jakarta. Akta-akta tersebut telah memperoleh pengesahan Menteri Kehakiman
Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-694.HT.01.01.Th.84
tanggal 30 Januari 1984 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia
No. 39 tanggal 15 Mei 1984, Tambahan No. 500.
Anggaran dasar TPE telah mengalami beberapa kali perubahan, diantaranya
dengan (i) Akta No. 32 tanggal 20 Mei 2016 dari Yohanes Irson Purba, S.H., notaris
di Tangerang Selatan mengenai perubahan pemimpin rapat umum pemegang
saham dan kewewenangan direksi. Perubahan tersebut telah mendapatkan
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
Surat Penerimaan Pemberitahuan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-
0052852.Tahun 2016 tanggal 31 Mei 2016; (ii) Akta No. 27 tanggal 23 April 2018,
dibuat dihadapan notaris yang sama, mengenai perubahan masa jabatan direksi dan
dewan komisaris. Perubahan tersebut telah diberitahukan kepada Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0197666 tanggal
17 Mei 2018; dan terakhir (iii) Akta No. 08 tanggal 24 April 2019, dibuat dihadapan
notaris yang sama, mengenai perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha.
Perubahan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
0024532.AH.01.02.Tahun 2019 tanggal 08 Mei 2019.
Anggaran Dasar TPEC terakhir diubah berdasarkan Akta Perubahan Anggaran
Dasar No. 22 tanggal 6 Juli 2023, dibuat di hadapan Elisabeth Karina Leonita, S.H.,
M.Kn. Notaris di Kota Tangerang Selatan, mengenai perubahan susunan direksi dan
komisaris. Perubahan tersebut telah diberitahukan kepada Direktorat Jendral
Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan Surat Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-
AH.01.09-0142744 tanggal 13 Juli 2023.
TPE berdomisili di Tangerang Selatan dengan kantor pusat beralamat di Gedung
Indy Bintaro Office Park, Jl. Boulevard Bintaro Jaya Blok B7/A6 Sektor VII, Kota
Tangerang Selatan, Banten.
Modal Saham TPE
Susunan pemegang saham per Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut:
23
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 25
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Jumlah Saham Modal Disetor Kepemiikan
Pemegang Saham
(lembar) (Rp.) (%)
PT Tripatra Multi Energi 1.360.000 1.360.000.000 98,194946
PT Indika Energy Tbk 24.999 24.999.000 1,804982
PTIndika Inti Corpindo 1 1000 0,000072
Total 1.385.000 1.385.000.000 100,00
Susunan Pengurus TPE
Susunan direksi dan komisaris TPE per Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut :
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama : Kamen Kamenov Palatov
Komisaris : Dhira Nandana
Komisaris : Retina Rosabai
Komisaris : Farid Harianto
Komisaris : Hasnul Suhaimi
Direksi:
Direktur Utama : Raymond Naldi Rasfuldi
Direktur : Benny Julius Joesoep
Direktur : Suraji Nugroho
Direktur : Rizki Amelia
Direktur : Ananto Wardono
Kegiatan Usaha TPE
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar TPE, ruang lingkup kegiatan TPE meliputi
aktivitas konsultasi manajemen lainnya dan aktivitas keinsinyuran dan konsultasi
teknis yang berhubungan dengan itu. Perusahaan mulai beroperasi secara
komersial pada 10 Oktober 1973.
Izin-izin yang diperoleh TPE
1. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) : 01.309.875.1-081.000
2. Nomor Induk Berusaha (NIB) : 9120006110149 yang dikeluarkan oleh
Lembaga Pengelola dan Penyelenggara OSS pada tanggal 04 Januari 2019.
3. Izin Usaha Jasa Konstruksi dari Walikota Tangerang Selatan, DInas
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu No.
1.3674.1.00173.903502 pada tanggal 7 Oktober 2019
24
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 26
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Informasi Lain Tentang TPE
Pemegang Saham Mayoritas dari TPE
TPE tergabung dalam kelompok usaha Perseroan, karena pemegang saham
mayoritas TPE adalah Perseroan, dimana besarnya kepemilikan sahamnya di TPE
baik langsung maupun tidak langsung melalui TIME adalah sebanyak 1.384.999
lembar saham atau setara dengan kepemilikan 99,9999%.
URAIAN SINGKAT TENTANG TIME
Pendirian TIME
TIME merupakan suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Akta
Pendirian No. 169 tanggal 29 Oktober 2012, dibuat dihadapan Mellyani Noor
Shandra, S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah memperoleh pengesahan
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
Keputusan No. AHU-60338.AH.01.01.Tahun 2012 tanggal 27 November 2012.
Anggaran Dasar TIME telah diubah beberapa kali dengan perubahan terakhir
berdasarkan Akta No. 44 tanggal 8 September 2021, dibuat dihadapan Elizabeth
Karina Leonita, S.H., M.Kn., Notaris di Bogor, yang telah mendapatkan persetujuan
dari Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
0049060.AH.01.02.TAHUN 2021 tanggal 10 September 2021 dan telah didaftarkan
dalam Daftar Perseroan No. AHU-0155223.AH.01.11.Tahun 2021 tanggal 10
September 2021 dan susunan Direksi dan Dewan Komisaris terakhir berdasarkan
Akta No. 88 tanggal 21 April 2022, yang dibuat di hadapan Elizabeth Karina Leonita,
S.H., M.Kn., Notaris di Kota Bogor, yang telah diterima oleh Menkumham
berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No.
AHU-AH.01.09-0010512 tanggal 28 April 2022 dan telah didaftarkan dalam Daftar
Perseroan No. AHU-0086117.AH.01.11 Tahun 2022 tanggal 28 April 2022.
TIME berdomisili di Indy Bintaro Office Park, Gedung A, Jl. Boulevard Bintaro Jaya
Blok B7/A6 Sektor VI, CBD Bintaro Jaya, Kel. Pondok Jaya, Kec. Pondok Aren, Kota
Tangerang Selatan 15424.
Modal Saham TIME
Susunan pemegang saham per Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut:
Lembar
Modal Disetor Kepemiikan
Pemegang Saham Saham
(Rp.) (%)
(lembar)
PT Indika Energy Tbk 631.167 631.167.000.000 99,994
PT Indika Energy
40 40.000.000 0,006
Infrastructure
Total 631.207 631.207.000.000 100,00
25
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 27
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Susunan Pengurus TIME
Susunan Pengurus TIME per Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Komisaris : Kamen Kamenov Palatov
Direksi:
Direktur : Joseph Pangalila
Kegiatan Usaha TIME
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar TIME, ruang lingkup kegiatan TIME meliputi
perdagangan besar atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak, perdagangan besar
khusus lainnya, perdagangan besar berbagai macam barang, konstruksi gedung,
konstruksi jalan dan jalan rel, aktivitas penunjang pertambangan minyak bumi dan
gas alam, aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya,
ketenagalistrikan, pengelolaan air, pengelolaan dan pembuangan sampah, aktivitas
penunjang angkutan, real estat yang dimiliki sendiri atau disewa dan kawasan
pariwisata, aktivitas kantor pusat, aktivitas konsultasi manajemen, instalasi system
kelistrikan, air (pipa) dan instalasi konstruksi lainnya, dan aktivitas penyewaan dan
sewa guna tanpa hak opsi mesin, peralatan dan barang berwujud lainnya.
URAIAN SINGKAT TENTANG TRIS
Pendirian TRIS
TRIS merupakan suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum
Singapura dan dan tercatat sebagai perusahaan dengan No. 200602391C pada
tanggal 22 Pebruari 2006.
Anggaran dasar TRIS telah mengalami beberapa perubahan, diantaranya
berdasarkan Akta Keputusan Sirkuler Pemegang Saham tanggal 13 Maret 2019
dalam rangka peningkatan modal disetor.
Anggaran Dasar TRIS terakhir diubah berdasarkan Accounting and Corporate
Regulatory (ACRA) tanggal 28 September 2022 tentang perubahan susunan direksi
dan komisaris.
Perusahaan berdomisili di 7 Temasek Boulevard, #08-01, Suntec Tower One,
Singapore 038987.
Modal Saham TRIS
Susunan pemegang saham per Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut:
26
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 28
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Jumlah
Modal disetor Kepemilikan
Pemegang Saham Saham
(USD) (%)
(lembar)
PT Tripatra Engineers and Constructors 39.000.000 39.000.000 100
39.000.000 39.000.000 100
Susunan Pengurus TRIS
Susunan Pengurus TRIS per Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut:
Direksi:
Direktur : Charles Chai
Direktur : Purbaja Pantja
Direktur : Mohammad Mangkuningrat
Direktur : Azis Armand
Direktur : Gan Lee Teng
Direktur : Agnes Chen Meiyun
Kegiatan Usaha TRIS
Bergerak dalam bidang usaha investasi pada saham perusahaan (Investment
Holding Company). Penyertaan TRIS per Tanggal Penilaian adalah sebagai berikut:
Kepemilikan
Investasi Domisili Bidang usaha (%)
Tripatra Investments Investment Holding
British Virgin Island 100
Limited (TRIL) Company
PT Kuala Pelabuhan Operasi pelabuhan
Papua 5
Indonesia dan transportasi
A.2. Analisis Pokok-Pokok Perjanjian Pinjaman dan Persyaratan Yang
Disepakati
Dalam rangka penerbitan Surat Utang 2029, Perseroan telah mengumumkan
kepada masyarakat luas khususnya kepada para investor dalam bentuk
Memorandum Penawaran (Offering Memorandum) Surat Utang 2029 pada tanggal
24 April 2024.
Hal-hal yang diatur dalam penawaran pendahuluan Surat Utang 2029 tersebut
antara lain mengenai hal-hal sebagai berikut:
27
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 29
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Penerbit PT Indika Energy Tbk.
Nilai Surat Utang Sebesar USD350.000.000 dengan bunga tetap sebesar 8,75%
yang dibayarkan setiap tengah tahunan.
Bunga dan Tempo Pembayaran Tingkat suku bunga adalah sebesar 8,75% per tahun, yang akan
Bunga dibayarkan setiap 6 (enam) bulan.
Harga yang ditawarkan 100% dari nominal Surat Utang 2029.
Tanggal Jatuh Tempo 7 Mei 2029.
Pemberi Jaminan Pemberi Jaminan adalah Perseroan dan Anak Perusahaan
Penjamin,
Jaminan - Jaminan perusahaan (corporate guarantee) oleh Anak
Perusahaan Penjamin
- Saham IIC yang dimiliki oleh Perseroan
- Saham TPE yang dimiliki oleh Perseroan, IIC dan TIME
- Saham TPEC yang dimiliki oleh Perseroan, IIC dan TIME
- Saham Kideco yang dimiliki oleh Perseroan dan IIC
- Saham TRIS yang dimiliki oleh TPEC
Penggunaan Dana Dana yang diterima setelah dikurangi dengan biaya penerbitan,
komisi, dan biaya pengeluaran lainnya sehubungan dengan
penerbitan Surat Utang 2029, diantaranya untuk:
- pembelian kembali jumlah maksimum pokok terutang
sehubungan dengan Surat Utang 2025;
- pelunasan sisa jumlah terutang Surat Utang 2025 melalui
pembelian kembali pada pasar terbuka, penawaran tender
dan/atau pelunasan sebagaimana diatur dalam indenture Surat
Utang 2025;
- pendanaan pengeluaran modal Perseroan sehubungan dengan
pengembangan dan ekspansi kegiatan usaha non batubara.
Wali Amanat (Trustee) The Bank of New York Mellon
Pembatasan Pembatasan di dalam Indenture antara lain adalah:
- Pembatasan terkait utang baru dan penerbitan saham
preferen;
- Pembatasan untuk melakukan pembayaran yang dibatasi
(restricted payments);
- Pembatasan terkait hak jaminan (lien);
- Pembatasan sehubungan dengan larangan pembagian
dividen dan pembayaran lainnya yang dapat
mempengaruhi Anak Perusahaan Yang Dibatasi;
- Pembatasan untuk melakukan penjualan saham dan
penerbitan saham baru Kideco dan Anak Perusahaan
Yang Dibatasi;
- Pembatasan pemberian jaminan perusahaan oleh Anak
Perusahaan Yang Dibatasi;
- Pembatasan atas transaksi penjualan dan sewa beli
kembali;
- Pembatasan untuk melakukan pengalihan aset;
- Pembatasan untuk melakukan transaksi tertentu dengan
pemegang saham dan/atau afiliasi; dan
- Pembatasan atas kegiatan usaha Perseroan.
Pencatatan Surat Utang 2029 ini akan diperdagangkan di SGX-ST
dengan minimum lot tidak kurang dari SGD200.000
*) Anak Perusahaan Yang Dibatasi berarti anak perusahaan Perseroan yang lebih dari 50%
sahamnya dimiliki baik langsung maupun tidak langsung oleh Perseroan kecuali yang
ditentukan lain oleh Perseroan.
28
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 30
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
A.3. Risiko dan Manfaat dari Transaksi
Manfaat dan Keuntungan bagi Perseroan atas Transaksi
Penerbitan Surat Utang 2029 akan menjaga likuiditas dan posisi kas Perseroan
serta memperpanjang periode jatuh tempo utang Perseroan dengan skema
pembayaran Surat Utang 2029 pada akhir jatuh tempo (bullet payment).
Dengan pertimbangan bahwa, adanya ketidakpastian atas perkembangan harga
batubara di masa yang akan datang, Perseroan meyakini bahwa dengan
memperpanjang periode jatuh tempo utang Perseroan, maka Perseroan, atau
secara tidak langsung melalui anak usahanya, dapat melakukan diversifikasi usaha
ke sektor non-batubara .
Berikut ini penjabaran tentang manfaat-manfaat dari penerbitan Surat Utang 2025
bagi Perseroan:
a. Dengan dilakukannya Transaksi, maka kewajiban keuangan Perseroan yang
harus dipenuhi pada tahun 2025 atau pada saat jatuh temponya Surat Utang
2025 dapat diubah menjadi pembiayaan dengan jangka waktu yang lebih
panjang;
b. Dengan skema pembayaran pokok Surat Utang 2029 pada akhir periode jatuh
temponya (bullet payment), menjadikan Perseroan dapat menjaga likuiditasnya,
terutama pada saat jatuh temponya Surat Utang 2025;
c. Melalui Transaksi, Perseroan, atau secara tidak langsung melalui anak
perusahaannya, dapat melakukan ekspansi usaha atau diversifikasi usaha ke
sektor non-batubara;
d. Dana yang semula akan dipergunakan oleh Perseroan untuk melunasi Surat
Utang 2025 dalam waktu dekat dapat dipergunakan kembali, sehingga
penggunaan dana dapat difokuskan untuk membiayai kegiatan usaha Perseroan
dan anak-anak perusahaan Perseroan yang bergerak di bidang usaha non-
batubara; dan
e. Pendanaan melalui penerbitan Surat Utang 2029 merupakan alternatif
pembiayaan bagi Perseroan mengingat keterbatasan penyaluran pembiayaan
oleh perbankan yang dipengaruhi iklim usaha bidang batubara yang masih belum
pulih sepenuhnya.
Risiko yang mungkin timbul dari Transaksi
Disamping manfaat yang akan diperoleh Perseroan dengan melakukan Transaksi,
terdapat pula risiko-risiko yang mungkin dihadapi Perseroan. Risiko-risiko tersebut
berkaitan langsung dengan risiko Perseroan dalam menjalankan usahanya,
sehingga dapat mengganggu kegiatan operasional Perseroan.
29
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 31
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Risiko-risiko yang mungkin dihadapi Perseroan antara lain adalah :
- Risiko fluktuasi harga batubara yang signifikan dipengaruhi oleh banyak faktor
yang di luar kendali Perseroan
- Operasi penambangan batubara dan program ekspansi yang bergantung pada
kemampuan Perseroan untuk mendapatkan, mempertahankan dan memperbarui
izin dan persetujuan yang diperlukan dari Pemerintah
- Risiko operasional dan infrastruktur, cuaca buruk, bencana alam, perubahan iklim
serta semakin menurunnya cadangan batubara dapat mempengaruhi bisnis dan
prospek Perseroan secara negatif
- Risiko kondisi politik, militer dan ekonomi dunia
- Risiko peraturan atau kebijakan pemerintah sehubungan dengan batubara
- Risiko penurunan permintaan energi sebagai akibat dari perpajakan energi atau
perubahan pola belanja konsumen
- Risiko persaingan ketat, pasar yang sangat kompetitif membutuhkan sumber
daya, teknologi, dan tenaga yang terampil
- Bisnis Perseroan yang padat modal sehingga Perseroan mungkin mengalami
ketersediaan dana yang terbatas
- Risiko kepatuhan dan perbaikan lingkungan yang dapat berdampak buruk bagi
Perseroan
- Risiko fluktuasi nilai tukar mata uang asing
- Risiko fluktuasi ekonomi juga menjadi salah satu faktor risiko yang dapat
mempengaruhi turunnya harga batubara dan / atau meningkatnya biaya
operasional sehingga dapat mempengaruhi kondisi keuangan Perseroan.
- Ketidakstabilan politik dan sosial di Indonesia dapat merugikan bisnis Perseroan
- Risiko gagal bayar sehingga mengakibatkan Perseroan harus menanggung
jaminan saham
- Disamping itu, terdapat pula kemungkinan risiko yang berkaitan dengan
ketidakmampuan manajemen Perseroan dalam mengelola manajemen risiko
likuiditasnya di masa depan, yaitu kegagalan dalam membangun kerangka
manajemen risiko likuiditas, yang dapat menyebabkan terganggunya pembayaran
pokok utang dan bunga pada saat jatuh tempo.
B. Analisis Kualitatif
B.1. Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha
Perseroan adalah suatu kelompok usaha dengan segmen usaha dalam bidang
sumber daya energi, jasa energi, infrastruktur energi, logistik & infrastruktur, mineral,
bisnis hijau, kendaraan listrik, ventura digital, dan lain-lain.
30
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 32
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Perseroan terus berupaya meningkatkan efisiensi operasional dan menekan biaya
namun tetap mengedepankan layanan yang berkualitas dan bisnis yang
berkelanjutan. Kami juga terus memanfaatkan peluang penjualan silang intra-Grup
dan sentralisasi fungsi tertentu untuk meningkatkan integrasi kemampuan di seluruh
bisnis dan meningkatkan profitabilitas. Perseroan terus mengedepankan inisiatif
hijau yang ramah lingkungan dan menerapkan standar tinggi bahkan beyond
compliance di seluruh kegiatan operasional. Perseroan juga berkomitmen untuk
menjadi yang terdepan dalam memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar melalui
inisiatif di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Perseroan
senantiasa menerapkan praktik tata kelola perusahaan terbaik sesuai peraturan
yang berlaku. Perseroan terus mengedepankan inisiatif hijau yang ramah lingkungan
dan menerapkan standar tinggi bahkan beyond compliance di seluruh kegiatan
operasional. Perseroan juga berkomitmen untuk menjadi yang terdepan dalam
memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar melalui inisiatif di bidang pendidikan,
kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Perseroan senantiasa menerapkan praktik
tata kelola perusahaan terbaik sesuai peraturan yang berlaku.
B.2. Analisis Industri dan Lingkungan
TINJAUAN KONDISI PEREKONOMIAN INDONESIA
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang
2023 tumbuh sebesar 5,05% secara tahunan (year on year/yoy). Realisasi itu lebih
rendah dari pertumbuhan ekonomi tahun 2022 sebesar 5,31%. Kinerja ekonomi
sepanjang tahun 2023 tak lepas dari kinerja pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2023
yang sebesar 5,04% (yoy). Realisasi ini lebih pesat dibandingkan sebelumnya.
Secara lebih rinci, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2023 tercatat
sebesar 5,04%, lalu di kuartal II-2023 tumbuh sebesar 5,17%, dan pada kuartal III-
2023 tumbuh sebesar 5,04%. Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dalam
Kompas.com mengatakan, di tengah perlambatan ekonomi global dan menurunnya
harga komoditas unggulan, ekonomi Indonesia tetap tumbuh solid 5,05%. Adapun
pertumbuhan ekonomi sebesar 5,05% didapat dari produk domestik bruto (PDB)
atas dasar harga konstan (ADHK) sebesar Rp 12.301,4 triliun. Sementara itu, PDB
atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp 20.892 triliun. Amalia menyebutkan,
pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 turut dipengaruhi kondisi
perekonomian global. Pertumbuhan ekonomi tahun 2023 secara global diperkirakan
akan tetap tumbuh meskipun sedikit melambat. Imbas dari perlambatan ekonomi
tersebut, aktivitas perdagangan global pun melemah. Hal ini kemudian berimplikasi
terhadap sumber pertumbuhan ekonomi nasional yang berasal dari perdagangan
internasional. Dari dalam negeri, konsumsi rumah tangga masih terjaga. Hal ini
dipicu oleh laju inflasi yang terjaga di bawah 3%. Kebijakan pemerintah dalam
pengendalian inflasi, inflasi bulan Desember 2023 tercatat sebesar 2,61%, sejak
Juni 2023 selalu berada di bawah 4%.
Perekonomian Indonesia menunjukan kinerja positif dengan tumbuh kuat dan stabil
meski berada dalam situasi ekonomi global yang melambat dan penuh
ketidakpastian. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam
kemenkeu.go.id mengatakan bahwa Pemerintah merespons tanda-tanda
perlambatan ekonomi sebagai dampak dari pelemahan global melalui paket
kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah.
31
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 33
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Meski tahun 2023 pertumbuhan ekonomi dunia diproyeksikan melambat signifikan,
ekonomi Indonesia mencatatkan konsistensi tren pertumbuhan yang sangat baik,
ditopang oleh aktivitas permintaan domestik yang masih kuat, khususnya aktivitas
konsumsi dan investasi. Sepanjang tahun 2023, konsumsi masyarakat sebagai
kontributor utama perekonomian juga tumbuh sebesar 4,82% dan pengeluaran
Konsumsi Pemerintah (PKP) pada kuartal IV-2023 tumbuh positif sebesar 2,81%
setelah sempat terkontraksi pada kuartal sebelumnya. Dengan demikian, konsumsi
Pemerintah sepanjang tahun 2023 tumbuh sebesar 2,95%. Sementara,
pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi tercatat
sebesar 4,4% secara tahunan, atau menguat dibandingkan tahun sebelumnya.
Percepatan penyelesaian Proyek Strategis Nasional, aktivitas belanja modal
Pemerintah, hingga pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan sektor swasta turut
andil menjaga kinerja positif investasi. Selain itu, Kondisi infrastruktur yang semakin
meningkat, kinerja ekonomi makro yang sangat baik, serta stabilitas sosial politik
yang terjaga menjadi faktor utama menjaga keyakinan pelaku usaha untuk
berinvestasi.
Peningkatan mobilitas masyarakat juga telah mendorong pertumbuhan sektor
transportasi sepanjang tahun 2023. Sejalan dengan itu, sektor akomodasi dan
makan minum juga tumbuh positif sebesar 10,01% secara tahunan.
Penyelenggaraan berbagai event baik level nasional maupun internasional
mendorong daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisata. Peningkatan mobilitas
juga dipengaruhi oleh musim liburan nataru dan persiapan penyelenggaraan
pemilu. Dengan begitu, Pemerintah tetap akan terus memantau risiko perlambatan
perekonomian dunia yang diperkirakan masih berlanjut pada 2024. Dari sisi
domestik, inflasi yang diperkirakan relatif stabil, dampak dari penyelenggaraan
Pemilu 2024 terhadap konsumsi mayarakat maupun konsumsi Pemerintah, serta
kebijakan sektor perumahan yang sudah digulirkan Pemerintah pada kuartal IV-2023
akan menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi 2024. Berdasarkan dinamika
global dan potensi perekonomian domestik tersebut, perekonomian Indonesia
diperkirakan masih tumbuh kuat pada 2024, sebesar 5,2%. Sejalan dengan hal
tersebut, APBN 2024 berperan untuk meredam gejolak eksternal dan diarahkan
untuk mempercepat transformasi ekonomi secara inklusif dan berkelanjutan.
Tabel Indikator Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2019 – 2023
Indikasi Ekonomi 2019 2020 2021 2022 2023
Pertumbuhan PDB
5,02 -2,07 3,69 5,31 5,05
(yoy, %)
Nominal PDB
15.833,9 15.434,2 16.970,8 19.588,4 20.892,4
(Rp. Triliun)
Tingkat Inflasi .
3,02 1,68 1,87 5,51 2,61
(%, akhir tahun)
Suku Bunga BI (%) 5,00 3,75 3,50 5,50 6,00
Cadangan Devisa
129,2 135,9 144,9 137,2 146,4
(USD Miliar)
Nilai Tukar Rupiah
13.901 13.901 14.269 15.731 15.399
(Rp/USD, akhir tahun)
Sumber: BPS, Bank Indonesia dan sumber lainnya (diolah)
32
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 34
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20-21 Desember 2023
memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 6,00%, suku bunga Deposit
Facility sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%. Terhitung
mulai 21 Desember 2023, Bank Indonesia menggunakan nama BI-Rate sebagai
suku bunga kebijakan menggantikan BI 7-Day (Reverse) Repo Rate untuk
memperkuat komunikasi kebijakan moneter. Penggantian nama ini tidak mengubah
makna dan tujuan BI-Rate sebagai stance kebijakan moneter Bank Indonesia, serta
operasionalisasinya tetap mengacu pada transaksi reverse repo Bank Indonesia
tenor 7 (tujuh) hari. Keputusan mempertahankan BI-Rate pada level 6,00% tetap
konsisten dengan fokus kebijakan moneter yang pro-stability yaitu untuk penguatan
stabilisasi nilai tukar Rupiah serta langkah pre-emptive dan forward looking untuk
memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1% pada 2024. Sementara
itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap pro-growth untuk
mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kebijakan makroprudensial
longgar terus ditempuh untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan kepada
dunia usaha dan rumah tangga. Akselerasi digitalisasi sistem pembayaran juga terus
didorong untuk meningkatkan volume transaksi dan memperluas inklusi ekonomi-
keuangan digital, termasuk digitalisasi transaksi keuangan Pemerintah Pusat dan
Daerah.
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2023 diprakirakan mencatat surplus sehingga
mendukung ketahanan eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada
Desember 2023 yang tercatat 3,3 miliar dolar AS dipengaruhi oleh kinerja ekspor
komoditas utama Indonesia yang tetap kuat, seperti batu bara serta besi dan baja.
Perkembangan ini mendukung transaksi berjalan 2023 tetap sehat dan diprakirakan
dalam kisaran surplus 0,4% sampai dengan defisit 0,4% dari PDB. Posisi cadangan
devisa Indonesia pada akhir Desember 2023 tercatat meningkat menjadi 146,4 miliar
dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan
pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan
internasional sekitar 3 bulan impor. Pada tahun 2024, NPI diprakirakan tetap surplus
dengan defisit transaksi berjalan yang rendah dalam kisaran defisit 0,1% sampai
dengan defisit 0,9% dari PDB. Sementara itu, surplus neraca transaksi modal dan
finansial diprakirakan berlanjut didukung oleh aliran masuk modal asing sejalan
dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik yang
lebih baik dan imbal hasil investasi yang menarik.
Inflasi menurun dan terjaga dalam kisaran sasaran. Inflasi IHK Desember 2023
tercatat sebesar 2,61% (yoy) menurun dari tahun sebelumnya sebesar 5,51% (yoy)
sehingga berada dalam kisaran 3,0±1%. Penurunan inflasi dipengaruhi oleh
terjaganya berbagai komponen inflasi sebagai hasil nyata konsistensi kebijakan
moneter Bank Indonesia yang pro-stability serta sinergi erat kebijakan Bank
Indonesia dengan Pemerintah Pusat dan Daerah. Inflasi inti 2023 terjaga rendah
sebesar 1,80% (yoy) dipengaruhi oleh imported inflation yang rendah, ekspektasi
inflasi yang terjangkar dalam sasaran, dan kapasitas perekonomian yang masih
besar dan dapat merespons permintaan domestik. Inflasi volatile food juga terkendali
sebesar 6,73% (yoy) didukung oleh eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank
Indonesia dengan TPIP dan TPID melalui penguatan GNPIP di berbagai daerah
dalam mengendalikan harga pangan, termasuk dari dampak El Nino.
33
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 35
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Inflasi kelompok administered prices tercatat sebesar 1,72% (yoy), sejalan
minimalnya kebijakan penyesuaian harga komoditas yang diatur oleh Pemerintah.
Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan moneter yang pro-
stability dan mempererat sinergi kebijakan dengan Pemerintah guna memastikan
inflasi 2024 berada dalam kisaran 2,5±1%.
Nilai tukar rupiah menutup akhir tahun 2023 dengan menguat ke level Rp15.399 per
dolar AS. Mayoritas mata uang Asia juga perkasa di hadapan greenback.
Berdasarkan data Bloomberg, Jumat (29/12/2023), rupiah ditutup naik 0,12% atau
18,50 poin ke Rp15.399 per dolar AS, sementara indeks yang mengukur kekuatan
greenback melemah 0,09% atau 0,09 poin ke 101,13 pada 15.15 WIB. Mata uang
Asia seperti yen Jepang naik tipis 0,01%, yuan China terapresiasi 0,24%, ringgit
Malaysia menguat 0,44%, dolar Singapura naik 0,20%, dan dolar Hong Kong
menguat tipis 0,02%. Adapun won Korea Selatan melemah sendirian 0,18% di
hadapan dolar AS. Adapun 2023 merupakan tahun yang bergejolak untuk dolar AS.
Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap kuat didukung oleh sistem
pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Pada tahun 2023, nilai transaksi digital
banking tercatat Rp58.478,24 triliun atau tumbuh sebesar 13,48% (yoy) dan
diproyeksikan meningkat 9,11% (yoy) hingga mencapai Rp63.803,77 triliun pada
tahun 2024. Sementara nilai transaksi Uang Elektronik (UE) meningkat 43,45% (yoy)
sehingga mencapai Rp835,84 triliun dan diproyeksikan meningkat 25,77% (yoy)
hingga mencapai Rp1.051,24 triliun pada tahun 2024. Nominal transaksi QRIS
tercatat tumbuh 130,01% (yoy) dan mencapai Rp229,96 triliun, dengan jumlah
pengguna 45,78 juta dan jumlah merchant 30,41 juta yang sebagian besar
merupakan UMKM. Sementara itu, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu
ATM, kartu debit, dan kartu kredit mencapai Rp8.178,69 triliun atau turun sebesar
0,81% (yoy). Dari sisi pengelolaan uang Rupiah, jumlah Uang Kartal Yang
Diedarkan (UYD) pada Desember 2023 meningkat 7,33% (yoy) sehingga menjadi
Rp1.101,75 triliun.
Produk Domestik Bruto
Perekonomian Indonesia 2023 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto
(PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp20.892,4 triliun dan PDB per kapita
mencapai Rp75,0 juta atau US$4.919,7. Ekonomi Indonesia tahun 2023 tumbuh
sebesar 5,05%, lebih rendah dibanding capaian tahun 2022 yang mengalami
pertumbuhan sebesar 5,31%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha.
Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Transportasi dan
Pergudangan sebesar 13,96%; diikuti Jasa Lainnya sebesar 10,52%; dan
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 10,01%. Sementara itu, Industri
Pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh 4,64%. Sedangkan Pertanian,
Kehutanan, dan Perikanan serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil
dan Sepeda Motor masing-masing tumbuh sebesar 1,30% dan 4,85%. Struktur PDB
Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2023 tidak
menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh
Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 18,67%; diikuti oleh Perdagangan
Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 12,94%; Pertanian,
Kehutanan, dan Perikanan sebesar 12,53%; Pertambangan dan Penggalian sebesar
10,52%; serta Konstruksi sebesar 9,92%. Peranan kelima lapangan usaha tersebut
dalam perekonomian Indonesia mencapai 64,58%.
34
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 36
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Ekonomi Indonesia kuartal IV-2023 terhadap kuartal IV-2022 (y-on-y) tumbuh
sebesar 5,04%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan
usaha yang tumbuh signifikan adalah Transportasi dan Pergudangan sebesar
10,33%; diikuti Jasa Lainnya sebesar 10,15%; dan Pengadaan Listrik dan Gas
sebesar 8,68%. Sebagai lapangan usaha yang memiliki peran dominan, Industri
Pengolahan tumbuh sebesar 4,07%. Sedangkan Pertanian, Kehutanan, dan
Perikanan serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
masing-masing tumbuh sebesar 1,12% dan 4,09%. Ekonomi Indonesia pada kuartal
IV-2023 tumbuh sebesar 0,45% (q-to-q) dibanding kuartal III-2023. Hampir seluruh
lapangan usaha tumbuh positif. Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan,
Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib tumbuh signifikan sebesar 19,81%; diikuti
Jasa Pendidikan sebesar 14,46%; serta Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
sebesar 8,66%. Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh 0,51%.
Sementara untuk Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta Perdagangan Besar
dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor masing-masing mengalami kontraksi
sebesar 17,70% dan 0,27%.
Sumber: BPS
Dari sisi pengeluaran, ekonomi Indonesia tahun 2023 tumbuh sebesar 5,05%.
Pertumbuhan terjadi pada semua Komponen Pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi
terjadi pada Komponen PK-LNPRT sebesar 9,83%; diikuti Komponen Pengeluaran
Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 4,82%; Komponen Pembentukan Modal
Tetap Bruto (PMTB) sebesar 4,40%; Komponen PK-P sebesar 2,95%; dan
Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 1,32%. Sementara itu, Komponen
Impor Barang dan Jasa (yang merupakan faktor pengurang dalam PDB menurut
Pengeluaran) terkontraksi sebesar 1,65%. Struktur PDB Indonesia menurut
pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun 2023 t idak menunjukkan perubahan
yang berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Komponen PK-RT
yang mencakup lebih dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 53,18%; diikuti oleh
komponen PMTB sebesar 29,33%; Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar
21,75%; Komponen PK-P sebesar 7,45%; Komponen PK-LNPRT sebesar 1,25%;
dan Komponen Perubahan Inventori sebesar 1,19%. Sementara itu, Komponen
Impor Barang dan Jasa memiliki peran sebesar 19,57%.
35
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 37
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Ekonomi Indonesia kuartal IV-2023 terhadap kuartal IV-2022 tumbuh sebesar 5,04%
(y-on-y). Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen PK-LNPRT sebesar 18,11%;
diikuti Komponen PMTB sebesar 5,02%; Komponen PK-RT sebesar 4,47%;
Komponen PK-P sebesar 2,81%; serta Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar
1,64%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa terkontraksi sebesar
0,15%. Ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2023 dibanding kuartal III-2023 (q-to-q)
tumbuh sebesar 0,45%. Pertumbuhan terjadi pada semua Komponen Pengeluaran.
Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen PK-P sebesar 39,13%; diikuti oleh
Komponen PK-LNPRT; Komponen Ekspor Barang dan Jasa; dan Komponen PMTB
yang masing-masing tumbuh sebesar 11,75%; 5,75%; dan 2,57%. Sementara itu,
Komponen Impor Barang dan Jasa tumbuh sebesar 4,31%. Struktur perekonomian
Indonesia secara spasial selama tahun 2023 menurut kelompok pulau masih
disumbangkan oleh Pulau Jawa dengan kontribusi sebesar 57,05%; diikuti Sumatera
22,01%; Kalimantan 8,49%; Sulawesi 7,10%; Bali dan Nusa Tenggara 2,77%; serta
Maluku dan Papua 2,58%. Sedangkan kinerja pertumbuhan ekonomi tahun 2023 di
semua kelompok pulau tercatat kondusif walaupun dibayangi pelemahan ekonomi
global. Secara kumulatif pertumbuhan (c-to-c) tertinggi terjadi pada kelompok Pulau
Maluku dan Papua yang mencatat pertumbuhan sebesar 6,94%; diikuti Pulau
Sulawesi 6,37%; Pulau Kalimantan 5,43%; Pulau Jawa 4,96%; dan Pulau Sumatera
4,69%. Selanjutnya, kelompok provinsi di Pulau Bali dan Nusa Tenggara mencatat
pertumbuhan sebesar 4,00% (c-to-c).
PDB Menurut Lapangan Usaha
Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010
(triliun rupiah)
36
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 38
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha
(persen)
Sumber: www.bps.go.id
Perkembangan Ekspor Impor Indonesia
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, nilai ekspor Indonesia Desember 2023
mencapai USD22,41 miliar atau naik 1,89% dibanding ekspor November 2023.
Dibanding Desember 2022 nilai ekspor turun sebesar 5,76%. Ekspor nonmigas
Desember 2023 mencapai USD20,93 miliar, naik 1,06% dibanding November 2023,
dan turun 6,23% jika dibanding ekspor nonmigas Desember 2022. Secara kumulatif,
nilai ekspor Indonesia Januari - Desember 2023 mencapai USD258,82 miliar atau
turun 11,33% dibanding periode yang sama tahun 2022. Sementara ekspor
nonmigas mencapai USD242,90 miliar atau turun 11,9%. Peningkatan terbesar
ekspor nonmigas Desember 2023 terhadap November 2023 terjadi pada komoditas
bahan bakar mineral sebesar USD354,3 juta (10,07%), sedangkan penurunan
terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar USD583,7 juta
(22,52%). Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari -
Desember 2023 turun 9,26% dibanding periode yang sama tahun 2022, demikian
juga ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 10,04% dan ekspor
hasil pertambangan dan lainnya turun 20,68%. Ekspor nonmigas Desember 2023
terbesar adalah ke Tiongkok yaitu USD5,77 miliar, disusul Amerika Serikat USD2,07
miliar dan India USD1,83 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 46,16%.
37
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 39
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar
USD3,37 miliar dan USD1,30 miliar. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia
terbesar pada Januari - Desember 2023 berasal dari Jawa Barat dengan nilai
USD36,63 miliar (14,15%), diikuti Kalimantan Timur USD27,94 miliar (10,79%) dan
Jawa Timur USD22,43 miliar (8,66%).
Sumber : www.bps.go.id
Sedangkan untuk nilai impor Indonesia Desember 2023 mencapai USD19,11 miliar,
turun 2,45% dibandingkan November 2023 dan turun 3,81% dibandingkan
Desember 2022. Impor migas Desember 2023 senilai USD3,37 miliar, turun 3,33%
dibandingkan November 2023 atau naik 5,35% dibandingkan Desember 2022. Impor
nonmigas Desember 2023 senilai USD15,74 miliar, turun 2,26% dibandingkan
November 2023 dan turun 5,57% dibandingkan Desember 2022. Penurunan impor
golongan barang nonmigas terbesar Desember 2023 dibandingkan November 2023
adalah mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya senilai USD252,1 juta (11,42%).
Sementara peningkatan terbesar adalah bahan bakar mineral USD248,3 juta
(89,80%). Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari -
Desember 2023 adalah Tiongkok USD62,18 miliar (33,42%), Jepang USD16,44
miliar (8,84%), dan Thailand USD10,14 miliar (5,45%). Impor nonmigas dari ASEAN
USD31,05 miliar (16,69%) dan Uni Eropa USD14,02 miliar (7,53%). Menurut
golongan penggunaan barang, nilai impor Januari - Desember 2023 terhadap
periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada golongan barang
modal senilai USD2.828,9 juta (7,78%) dan barang konsumsi USD1.714,1 juta
(8,64%). Sementara impor bahan baku/penolong turun USD20.104,4 juta (11,09%).
Neraca perdagangan Indonesia Desember 2023 mengalami surplus USD3,31 miliar
terutama berasal dari sektor nonmigas USD5,20 miliar, namun tereduksi oleh defisit
sektor migas senilai USD1,89 miliar.
Inflasi dan IHSG
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada Desember 2023 terjadi inflasi year on
year (y-on-y) sebesar 2,61% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 116,56.
Inflasi tertinggi terjadi di Sumenep sebesar 5,08% dengan IHK sebesar 120,82 dan
terendah terjadi di Bandung sebesar 0,63% dengan IHK sebesar 116,16.
38
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 40
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya
seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan
tembakau sebesar 6,18%; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,78%;
kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,50%;
kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar
1,57%; kelompok kesehatan sebesar 1,94%; kelompok transportasi sebesar 1,27%;
kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,20%; kelompok
rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,69%; kelompok pendidikan sebesar
1,97%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,07%; dan
kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,55%. Tingkat inflasi month
to month (m-to-m) Desember 2023 sebesar 0,41% dan tingkat inflasi year to date (y-
to-d) Desember 2023 sebesar 2,61%. Tingkat inflasi y-on-y komponen inti Desember
2023 sebesar 1,80%, inflasi m-to-m sebesar 0,14%, dan inflasi y-to-d sebesar
1,80%.
Inflasi (2019-2023)
Sumber: BPS, BI
Sementara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah ke level
7.272,79 pada perdagangan akhir tahun, Jumat, (29/12/2023). Meskipun ditutup di
zona merah, IHSG masih menguat 6,16% secara year-to-date (ytd) dari posisi 2
Januari 2023 di level 6.850,98. Pada akhir tahun 2023, IHSG parkir di posisi
7.272,79 dengan terkoreksi 0,43% atau 31,09 poin dari penutupan perdagangan hari
sebelumnya. Indeks komposit bergerak di rentang 7.259 hingga 7.313 pada
perdagangan hari ini. Adapun, sebanyak 17,30 miliar saham diperdagangkan
dengan nilai transaksi sebesar Rp9,17 triliun dalam 869.452 kali transaksi.
Sebanyak 263 saham yang menguat, 273 saham yang melemah, dan 228 saham
stagnan. Kapitalisasi pasar tembus Rp11.708 triliun.
Direktur Utama BEI Iman Rachman dalam bisnis.com mengatakan, kinerja pasar
saham sepanjang 2023 mengalami fluktuasi, namun masih mencatatkan
pertumbuhan yang positif. BEI mencatat, terdapat rekor baru dari sisi kapitalisasi
pasar tertinggi sepanjang sejarah, yakni mencapai angka Rp11.762 triliun per
28 Desember 2023. Rekor baru lain juga tercatat dari sisi volume transaksi harian
tertinggi sepanjang sejarah, yakni sebesar 89 miliar lembar saham pada
31 Mei 2023.
39
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 41
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) tercatat berada pada posisi Rp10,75 triliun,
diikuti dengan volume transaksi harian di angka 19,8 miliar lembar saham dan
frekuensi transaksi harian mencapai 1,2 juta kali. Dari jajaran saham terlaris, saham
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) memimpin dengan nilai transaksi Rp751,9 miliar.
Diikuti saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dengan nilai
transaksi Rp532,7 miliar. Saham BBCA dan BBRI stagnan masing-masing di level
Rp9.400 dan Rp5.725. Adapun, dari jajaran emiten berkapitalisasi pasar jumbo atau
big cap, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) memimpin dengan
kenaikan 3,15% ke level Rp6.550 per saham. Disusul PT Astra International Tbk.
(ASII) yang naik 0,89% ke level Rp5.650 per saham pada perdagangan hari ini.
Sementara itu, dari jajaran top losers ada saham PT Bumi Benowo Sukses
Sejahtera Tbk. (BBSS) yang ambles 18,56% ke level Rp79 per saham. Diikuti
saham Prajogo Pangestu PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) turun 12,50%
ke level Rp5.250 per saham.
Head Customer Literation and Education dari Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi
dalam bisnis.com mengatakan, masih ada sederet pekerjaan rumah yang menanti
BEI maupun para anggota bursa lainnya pada 2024. Misalnya, memberikan literasi
dan inklusi keuangan dan memberikan program untuk menjangkau investor di
daerah untuk mendapatkan akses ke bursa. Dia memproyeksikan pertumbuhan dari
IHSG untuk tahun 2024 seiring dengan proyeksi pertumbuhan PDB diatas 5%, dan
juga berkaca dari pemilu 2009, 2014 dan 2019, IHSG alami kenaikan didorong net
foreign investor asing dan juga melonggarnya kebijakan moneter yang diproyeksi
pasar terjadi lebih cepat. Target IHSG untuk 2024 ke level 7.835 untuk skema
bullish, sedangkan bearish menilai potensi IHSG ke level 6.896. Macro Strategist
Samuel Sekuritas Indonesia, Lionel Priyadi menambahkan, faktor positif terhadap
IHSG pada 2024 adalah kemungkinan pemangkasan suku bunga di dalam negeri
maupun global. Sementara itu, yang menjadi faktor negatif untuk IHSG adalah
potensi melebarnya defisit neraca berjalan hingga -0,9% terhadap PDB Indonesia.
Lionel memproyeksikan prediksi IHSG untuk tahun 2024 konservatif di level 7.600.
Grafik Pertumbuhan IHSG
Sumber: finance.yahoo.com
40
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 42
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Prospek Perekonomian Indonesia
Di tengah pesimistis akan proyeksi pertumbuhan ekonomi global, pemerintah
Indonesia justru menaruh optimistis. Pemerintah dan DPR dalam Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sepakat mematok pertumbuhan ekonomi
pada 2024 di level 5,2%. Target pertumbuhan ekonomi Indonesia ini juga sejalan
dengan prediksi lembaga asing. Dalam 2024 Global Economics Outlook: The Last
Mile Morgan Stanley, yang dikutip dalam kontan.co.id memprediksi pertumbuhan
ekonomi Indonesia konsisten di kisaran 5% hingga 2025. Dalam proyeksi tersebut,
pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 diprediksi di level 5%, pada 2024 di
level 5,1% dan 2025 di level 5,2%. Sementara itu, Bank Dunia, dalam laporan
bertajuk East Asia and The Pacific Economic Upadete edisi Oktober 2023,
memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 berada di level
4,9%. Alasan World Bank memproyeksikan pertumbuhan di bawah 5% karena
adanya perlemahan harga komoditas global yang akan menekan ekspor dan
pendapatan Indonesia. Selain itu, Bank Dunia juga mengkhawatirkan perlambatan
ekonomi China yang berdampak pada ekonomi Indonesia. Karena China merupakan
salah satu tujuan ekspor terbesar Indonesia. Kemudian pada 2024 ini, Indonesia
memasuki tahun politik yang berpotensi menghambat aliran investasi masuk karena
investor masih wait and see.
Menurut laporan World Economic Outlook (WEO) yang diterbitkan IMF pada April
2023, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2023 mencapai 5% dan terus menguat
mencapai 5,1% untuk 2024. Tetapi pada laporan WEO edisi Juli 2023, angka
tersebut dipangkas menjadi 5%. Selanjutnya dalam WEO edisi Oktober 2023, IMF
melihat masih ada dampak dari ketidakpastian global yang salah satunya datang
dari kebijakan moneter Amerika Serikat (AS). Namun IMF tetap menilai, Indonesia
akan mengalami pemulihan ekonomi yang kuat seiring dengan meningkatnya
investasi, konsumsi, dan ekspor. IMF mengingatkan bahwa Indonesia masih
menghadapi tantangan struktural dan risiko eksternal, seperti ketidakpastian global,
tekanan inflasi, dan ketegangan geopolitik. Maka IMF merekomendasikan agar
Indonesia terus menjaga kebijakan makroekonomi yang kredibel, fleksibel, dan
koordinatif, serta mendorong reformasi struktural untuk meningkatkan daya saing.
Sedangkan The Organization for Economic Co-operation and Development (OECD)
lebih optimistis melihat perkembangan perekonomian Indonesia, yakni mencapai
5,1% pada 2024. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan pertumbuhan ekonomi 2023
yang sebesar 4,7%. Berdasarkan “Update Economic Outlook for Southeast Asia,
China, and India 2023” yang dikutip dalam kontan.co.id, pertumbuhan PDB riil
Indonesia akan stabil pada 2023 sebesar 4,7% dan pertumbuhan diproyeksikan
meningkat menjadi 5,1% pada 2024. Director of OECD Development Centre
Ragnheiður Elín Árnadóttir menyampaikan, negara-negara di Asia akan menghadapi
tantangan, terutama dari sisi global yang terus berlanjut. Permintaan domestik,
terutama konsumsi swasta yang kuat, akan tetap menjadi pendorong utama
pertumbuhan ekonomi di kawasan ini. OECD menyatakan bahwa pertumbuhan
ekonomi Indonesia akan didorong oleh permintaan komoditas ekspor utama dan
konsumsi yang tertunda sejak pandemi.
41
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 43
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Namun, OECD juga mengingatkan adanya risiko yang bisa mengganggu laju
pertumbuhan ekonomi Indonesia, seperti persoalan energi, pupuk, pangan, dan
ketegangan sosial menjelang Pemilu 2024. Kebijakan moneter yang ketat dan
dukungan untuk rumah tangga rentan diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi
Indonesia.
TINJAUAN INDUSTRI BATUBARA
Industri batubara merupakan salah satu sumber daya terpenting bagi Indonesia
mengingat kontribusinya yang sangat besar bagi pendapatan negara setiap
tahunnya. Pendapatan yang diperoleh dari komoditas ini sangat membantu
penerimaan negara yang sempat terganggu dengan pelemahan ekonomi global
akibat pandemi. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
melaporkan, nilai estimasi penerimaan negara bukan pajak (PNPB) subsektor
mineral dan Batubara (minerba) Indonesia mencapai Rp172,96 triliun pada 2023.
Angka itu melampaui target 2023 yang sebesar Rp146,07 triliun. Penetapan target
PNBP ini berdasarkan Perpres Nomor 75 tahun 2023 yang ditetapkan pada 10
November 2023. Namun jika dibandingkan dengan realisasi 2022, estimasi PNBP
masih lebih rendah. PNBP 2022 mencapai Rp183,50 triliun. Angka ini juga melonjak
dari rencana yang ditetapkan sebesar Rp101,84 triliun. Selama empat tahun
terakhir, PNBP minerba terbesar jatuh pada 2022. Sementara terkecil ada pada
2020 yang sebesar Rp34,70 triliun. Nilai itu juga tak melampaui targetnya yang
sebesar Rp35,93 triliun.
Pada salinan Keputusan Menteri ESDM Nomor 301.K/MB.01/MEM.B/2022 tentang
Rencana Pengelolaan Mineral dan Batubara Nasional 2022-2027, pemerintah
menerangkan alasan capaian 2020 yang tak melampaui target. Penurunan rencana
dan realisasi PNBP dari tahun sebelumnya terjadi pada 2020 dikarenakan pandemi
global Covid-19. Berdasarkan salinan keputusan tersebut, PNBP minerba terdiri dari
pendapatan royalti, penjualan hasil tambang (PHT), iuran tetap, dan PNBP lainnya.
Dibedah dari pos pemasukan tersebut, paling besar berasal dari pendapatan royalti.
Nilainya mencapai Rp29,77 triliun pada 2018; Rp25,89 triliun pada 2019; Rp20,75
triliun pada 2020; Rp43,76 triliun pada 2021; Rp41,14 triliun pada Juli 2022.
Realisasi terbesar kedua adalah dari penjualan hasil tambang. Rinciannya, Rp19,31
triliun pada 2018; Rp18,58 triliun pada 2019; Rp13,46 triliun pada 2020; Rp30,61
triliun pada 2021; dan Rp40,6 triliun pada Juli 2022. Di bawahnya ada pendapatan
iuran tetap. Rinciannya, Rp0,55 triliun pada 2018; Rp0,45 triliun pada 2019; Rp0,44
triliun pada 2020; Rp0,52 triliun pada 2021; dan Rp0,64 triliun pada Juli 2022.
Sementara PNBP lainnya hanya tercatat dua tahun, yakni sebesar Rp0,5 triliun pada
2021 dan 1,6 triliun pada Juli 2022.
Kinerja operasional sejumlah emiten tambang batubara berhasil tumbuh di tahun
2023, yang tercermin dari naiknya volume produksi dan penjualan. PT Bukit Asam
Tbk (PTBA) misalnya, produksi batubara PTBA pada Januari hingga Desember
2023 mencapai 41,9 juta ton. Angka ini tumbuh 13% dibanding tahun 2022 yang
sebesar 37,1 juta ton. Capaian produksi ini berhasil melampaui target produksi yang
dipasang PTBA, yakni sebesar 41 juta ton yang ditetapkan pada awal tahun 2023.
Kinerja produksi yang positif ini didukung oleh kontribusi kontraktor jasa
pertambangan dan cucu usaha PTBA yakni PT Satria Bahana Sarana (SBS)
sebesar 37,7 juta ton.
42
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 44
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Sedangkan sisanya sebesar 4,2 juta ton merupakan hasil produksi swakelola PTBA.
Kenaikan produksi ini seiring dengan peningkatan volume penjualan Batubara.
Penjualan batubara emiten pelat merah ini naik 16,9% menjadi 37 juta ton. Sebagai
perbandingan, penjualan Batubara pada 2022 sebesar 31,65 juta ton. Corporate
Secretary Bukit Asam Niko Chandra dalam kontan.co.id mengatakan, penjualan
ekspor PTBA sepanjang tahun lalu sebesar 15,6 juta ton atau naik 25% dibanding
tahun 2022. Sementara penjualan domestik tercatat sebesar 21,4 juta ton atau
tumbuh 12% secara tahunan alias year-on-year (Yoy). Pasar ekspor PTBA pada
2023 juga semakin beragam. Tercatat ada beberapa pasar baru yang berhasil
dioptimalkan, di antaranya adalah Vietnam, Filipina, Brunei Darussalam, hingga
Bangladesh.
Kinerja operasional PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga moncer di sepanjang
tahun 2023. Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava
mengatakan, BUMI memang masih menghitung realisasi final produksi tahun lalu.
Namun, diperkirakan volume produksi tahun lalu berada di kisaran 78 juta metrik ton
(MT). Realisasi tersebut naik 11,4% dari produksi di 2022 yang hanya 70 juta MT.
Menurut Dileep, salah satu faktor yang mendorong kenaikan produksi BUMI tahun
lalu adalah cuaca yang lebih kering. Namun kondisi pasar cukup menantang
terutama terkait harga batubara dan produksi dalam negeri yang lebih tinggi di pasar
China dan India. Adapun volume penjualan Batubara BUMI tahun lalu juga ditaksir
berada di rentang 78 juta MT. Kinerja operasional PT United Tractors Tbk (UNTR)
juga tumbuh. Per November 2023, UNTR melalui anak usahanya yakni PT Tuah
Turangga Agung (TTA) menjual 10,45 juta ton Batubara. Angka ini naik 14,24% dari
penjualan Batubara di periode yang sama tahun lalu yang hanya 9,15 juta ton.
Produksi Batubara
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan, realisasi
produksi batubara Indonesia mencapai 775 juta ton pada 2023. Angkanya naik
12,8% dibanding 2022 (year-on-year/yoy), sekaligus menjadi rekor produksi tertinggi
baru. Sepanjang 2023, batubara yang dimanfaatkan untuk ekspor mencapai 518 juta
ton, naik 11,4% (yoy). Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam katadata.co.id mengatakan,
peningkatan ini disebabkan karena demand energi yang meningkat dan pasokan
energi alternatif lainnya agak terganggu pasokannya. Kemudian 213 juta ton
batubara dimanfaatkan untuk Domestic Market Obligation (DMO) atau kebutuhan
dalam negeri. Realisasi ini melampaui target yang dipatok 177 juta ton. Arifin
menyebut, pemanfaatan batubara domestik meningkat, salah satunya karena ada
kenaikan permintaan listrik. Penyebab kedua peningkatan DMO karena adanya
proyek PLTU baru 35 gigawatt yang masih berlangsung untuk diselesaikan. Adapun
Kementerian ESDM mematok target produksi batubara 2024 sebanyak 710 juta ton,
dengan alokasi untuk kebutuhan domestik 181,28 juta ton.
Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra
Sinadia dalam cnbcindonesia.com menilai capaian produksi batubara 2023 tak
terlepas dari beberapa faktor. Mulai dari harga batubara yang cukup relatif baik
meskipun tidak semoncer 2022 serta permintaan dan faktor cuaca. Hendra
menambahkan, harga 2023 relatif positif, meski jika dibandingkan rerata harga 2022
ya tentu jauh karena harga 2022 itu exceptional tertinggi sepanjang sejarah.
Permintaan 2023 juga relatif bagus. Faktor cuaca juga mendukung.
43
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 45
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Selain itu kapasitas alat berat juga memadai. Jika merujuk data produksi dari tahun
ke tahun, realisasi produksi batubara pada 2023 telah mencapai rekor tertinggi
sepanjang sejarah. Capaian 2023 telah melampaui rekor produksi batubara 2022
sebesar 671,75 juta ton atau 101,32% dari rencana 663 juta ton. Berdasarkan data
BP Statistical Review 2022, produksi batubara RI pada 1981 terpantau masih sangat
minim yakni di sekitar 0,4 juta ton per tahun, lalu mulai meningkat ke 10,7 juta ton
pada 1990. Kemudian baru naik menembus angka 100 juta ton pada 2002. Pada
2002 produksi batubara RI mencapai 103,3 juta ton, lalu terus melonjak menjadi
216,9 juta ton pada 2007, dan 2011 naik kembali menjadi 353,3 juta ton. Sejak 2013,
produksi batubara RI terus melesat melampaui 400 juta ton per tahun. Lalu pada
2018 akhirnya bisa mencapai 557,8 juta ton, dan pada 2019 mencapai rekor tertinggi
saat itu 616,2 juta ton. Namun pada 2020 karena pandemi Covid-19 mulai melanda
dunia, produksi batubara RI pun turun menjadi 563,7 juta ton dan 2021 naik lagi
menjadi 614 juta ton. Jumlah data produksi ini bahkan masih ada pembaruan dan
bisa berpotensi semakin meningkat.
Realisasi Produksi dan Penjualan Batubara
Sumber: modi.esdm.go.id
Data MODI menunjukan, pemenuhan DMO oleh para pengusaha batubara dari
Januari hingga Mei 2023 masih berjalan baik. Realisasi DMO bulan Januari
mencapai 14,06 juta ton. Februari realisasi DMO tercatat 14,78 juta ton. Maret 15,72
juta ton. April sebesar 15,04 juta ton dan Mei 11,46 juta ton. Sejak Juni hingga
Desember, realisasi DMO tercatat 0. Sementara Badan Pusat Statistik (BPS)
melaporkan nilai total ekspor tahun lalu tercatat sebesar US$258,82 miliar. Dari total
tersebut, BPS mencatat batubara atau emas hitam sebagai komoditas yang
terbanyak diekspor. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini
dalam cnbcindonesia.com mengatakan komoditas yang paling banyak di ekspor oleh
Indonesia, yaitu bahan bakar mineral (HS 27) atau batubara dan turunannya dengan
porsi 22,99% dari total ekspor RI. Dengan nilai ekspor sebesar US$59,49 miliar
ekspor komoditas ini mengalami penurunan sebesar 16,20% dibandingkan 2022.
Menurut BPS, negara tujuan utama ekspor bahan bakar mineral secara berturut-
turut dikirim ke China dengan porsi 29,55% senilai US$17,58 miliar, disusul India
senilai US$7,54 miliar dengan porsi 12,67% dan Jepang sebesar US$6,67 miliar
atau 11,21%.
44
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 46
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Harga Batubara
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Harga
Batubara Acuan (HBA) Desember 2023 sebesar US$117,38 per ton. Harga tersebut
turun 16,03% dari acuan November 2023 yang sebesar US$139,80 per ton. Harga
acuan Desember 2023 merupakan harga penurunan yang kedelapan kalinya sejak
awal 2023. Pada Januari 2023, harga acuan batubara ditetapkan sebesar
US$305,21 per ton. Penurunan harga terdalam terjadi pada Mei 2023 yang menjadi
US$206,16 per ton atau ambles 22,28% dari April 2023 yang sebesar US$265,26
per ton.
Sementara kenaikan acuan HBA hanya terjadi empat kali sepanjang 2023. Tertinggi
terjadi pada November 2023 yang sebesar US$139,80 per ton atau naik 12,77% dari
Oktober 2023, yakni US$123,96 per ton. Adapun rincian HBA Desember 2023, di
antaranya HBA I yang sebesar US$85,92 per ton. Turun dari November 2023 yang
sebesar US$103,20 per ton. Lalu ada HBA II yang sebesar US$57,70 per ton pada
Desember 2023. Harga HBA II ini meningkat dari November 2023 yang sebesar
US$52,86. HBA III dikenakan US$34,18 per ton pada Desember 2023. Angka ini
juga naik dari November 2023 yang sebesar US$28,49.
Sebelumnya, HBA ditetapkan berdasarkan rata-rata indeks Indonesia Coal Index
(ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan
Platt's 5900, dengan kualitas yang disetarakan pada nilai kalori 6.322 kcal/kg GAR,
total moisture 8%, total sulphur 0,8%, dan ash 15%. HBA kini dihitung berdasarkan
rata-rata realisasi harga jual batubara satu bulan sebelumnya (proporsi 70%), serta
realisasi harga dua bulan sebelumnya (proporsi 30%).
HBA juga dibedakan menjadi empat kategori berdasarkan kualitas batubara, yakni:
- HBA: kesetaraan nilai kalor 6.322 kcal/kg GAR, total moisture 12,26%,
total sulphur 0,66%, dan ash 7,94%.
- HBA I: kesetaraan nilai kalor 5.300 kcal/kg GAR, total moisture 21,32%,
total sulphur 0,75%, dan ash 6,04%.
- HBA II: kesetaraan nilai kalor 4.100 kcal/kg GAR, total moisture 35,73%,
total sulphur 0,23%, dan ash 3,90%.
- HBA III: kesetaraan nilai kalor 3.400 kcal/kg GAR, total moisture 44,30%,
total sulphur 0,24%, dan ash 3,88%.
Harga acuan ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya
Mineral RI Nomor 447.K/MB.01/MEM.B/2023 tentang Harga Mineral Logam Acuan
dan Harga Batubara Acuan untuk Bulan Desember 2023, tanggal 20 Desember
2023.
45
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 47
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Grafik Perkembangan Harga Batubara Acuan (HBA)
2019 - 2023
350
300
250
US$ / Ton
200
150
100
50
0
Mei-19
Mei-20
Mei-21
Mei-22
Mei-23
Sep-19
Sep-21
Jul-22
Sep-22
Sep-23
Sep-20
Jan-19
Jul-19
Jan-20
Jul-20
Jan-21
Jul-21
Jan-22
Jan-23
Jul-23
Mar-19
Mar-20
Mar-21
Mar-22
Mar-23
Nop-19
Nop-20
Nop-21
Nop-22
Nop-23
Sumber: www.minerba.esdm.go.id
Pada Kamis (28/12/2023), harga batubara Newcastle untuk kontrak berjangka
Desember 2023 jatuh US$ 0,55 menjadi di US$ 145,45 per ton. Sedangkan kontrak
berjangka Januari 2024 turun US$ 1,9 menjadi US$ 138,1 per ton. Sementara itu,
kontrak berjangka Februari 2024 stagnan di US$ 136 per ton. Sementara itu, harga
batubara Rotterdam untuk kontrak berjangka Desember 2023 terpangkas US$ 0,25
menjadi US$ 117,25. Sementara itu, kontrak berjangka Januari 2024 berkurang US$
1,1 menjadi US$ 107,5. Serta, kontrak berjangka Februari 2024 terkoreksi US$ 1,5
menjadi US$ 103,1. India mengimpor 15,16 juta MT batubara termal untuk dicampur
dengan produk dalam negeri selama April-November pada tahun fiskal berjalan,
turun 44,3% dibandingkan tahun lalu, meskipun secara keseluruhan pembangkit
listrik berbasis batubara melonjak 11,2% dibandingkan tahun lalu pada periode yang
sama. Tahun fiskal India berlangsung dari April hingga Maret. Hal ini dapat
disebabkan oleh lemahnya permintaan batubara internasional di negara ini di tengah
membaiknya produksi batubara dalam negeri. Tenaga listrik yang dihasilkan
pembangkit listrik berbasis batubara dalam negeri pada periode yang sama
mencapai 779,1 miliar unit, naik 8,4% year on year. Khususnya, total pembangkit
listrik India selama periode April-November melonjak 7,71% pada tahun ini, lanjut
pernyataan itu.
Sementara produksi batubara Indonesia mencapai rekor tertinggi pada tahun ini dan
melampaui target pemerintah lantaran kuatnya permintaan global dan kondisi cuaca
yang mendukung. Meskipun harga batubara mengalami penurunan, lonjakan
produksi batubara sendiri telah mencolok dengan didorong oleh peningkatan
permintaan energi baik di tingkat global maupun domestik. Permintaan yang
meningkat tersebut terutama terlihat di era pasca-pandemi Covid-19, di mana
pertumbuhan ekonomi meningkatkan kebutuhan akan sumber daya energi. Direktur
Pembinaan Pengusahaan Batubara Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara
Kementerian ESDM Lana Saria dalam bisnis.com mengatakan bahwa meskipun
harga telah mengalami penurunan, harga dinilai masih relatif tinggi. Ketahanan
dalam dinamika harga menjadi penopang yang kuat bagi industri batubara di tengah
kondisi pasar yang terus berkembang. Menurut data bea cukai China, Indonesia,
yakni eksportir batubara termal terbesar di dunia, mengalami peningkatan
substansial sebesar 30% dari Januari - November 2023 pada impor batubara China.
Indonesia menerima 199,1 juta ton, atau 46,6% dari total impor batubara China
46
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 48
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Cadangan Batubara
Cadangan batubara di Indonesia masih sangat besar, berdasarkan data Badan
Geologi Kementerian ESDM, sumber daya batubara Indonesia masih 99,19 miliar
ton dan cadangan sebesar 35,02 miliar ton. Ezra Leonard Sibarani, Wakil Ketua
Umum Indonesia Mining Association (IMA) dalam kompas.com menyatakan, jika
produksi batubara Indonesia diasumsikan 700 juta ton per tahun, maka cadangan
batubara baru Indonesia diproyeksi akan habis 47-50 tahun ke depan. Kemudian,
jika batubara RI dipakai sendiri untuk kebutuhan dalam negeri dengan estimasi 200
jutaan ton per tahun, plus dengan kalkulasi tren peningkatan kendaraan listrik
(Electric Vehicle/EV), maka umur cadangan batubara Indonesia bisa sampai 150
tahun. Dengan demikian, "umur" batubara Ri masih panjang, bahkan diproyeksi
masih ada walau target dekarbonisasi atau target nol emisi (Net Zero Emission/NZE)
2060 tercapai. Untuk itu, Ezra memberikan sejumlah saran pemanfaatan batubara
RI, usai NZE 2060. Pertama, untuk "jembatan" transisi energi lantaran biaya transisi
energi sangat mahal. Ezra mengungkapkan saat ini tentangan dalam transisi energi
menuju pemanfaatan energi baru terbarukan adalah biaya yang dibutuhkan sangat
besar, mencapai Rp 3.500 triliun. Kebutuhan dana yang besar untuk mencapai
target dekarbonisasi atau Net Zero Emission (NZE) pada 2060 salah satunya untuk
memensiunkan banyak pembangkit listrik bertenaga batubara. Padahal, menurut
Ezra, pembangkit bisa tetap dioperasikan dengan menggunakan teknologi baru yang
lebih ramah lingkungan. Dia menambahkan, dengan masih adanya batubara dan
biaya yang mahal untuk transisi energi, kenapa tidak tetap memanfaatkan batubara.
Kedua, karena potensi batubara yang besar, IMA merekomendasikan untuk
mempertimbangkan apakah bisa menggunakan batubara lebih dari 2060. Hal itu
karena batubara mempunyai peran penting, biaya transisi energi dengan
memanfaatkan Energi Baru Terbarukan (EBT) sangat besar. Oleh sebab itu,
menurut Ezra, pemerintah perlu mempertimbangkan program jangka pendek dan
panjang untuk penggunaan batubara di PLTU secara bersih sambil
mempertimbangkan pembiayaan EBTKE secara bertahap.
Prospek Batubara
Kebutuhan batubara sebagai sumber energi masih dominan baik itu di Indonesia
maupun dunia. Setelah mengalami kenaikan produksi di tahun ini, pemerintah
memasang target produksi batubara menjadi lebih tinggi di 2024. Staf Khusus
Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara Irwandy Arif
dalam kontan.co.id menyatakan, saat ini ketergantungan Indonesia terhadap energi
fosil masih sangat tinggi. Pada bauran energi primer per-Agustus 2023, porsi
batubara masih 38,8%. Pada 2023 produksi batubara mencapai 695 juta ton dan
tahun 2024 produksi batubara ditargetkan 710 juta ton di mana kebutuhan dalam
negeri 220 juta.
Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi Mineral dan Batubara (Aspebindo),
Anggawira menyatakan di tahun ini permintaan batubara dari luar negeri cenderung
menurun karena musim dingin tidak terlalu dingin. Menurut dia, konsumsi batubara
sangat dinamis karena menyangkut berbagai situasi geopolitk.
47
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 49
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Tetapi dia memperkirakan ekonomi akan membaik di tahun ini sehingga konsumsi
dan harga batubara akan sedikit tumbuh. Tetapi mungkin harganya tidak terlalu
melonjak seperti waktu Covid-19 karena China sudah melakukan stok yang cukup
besar. Anggawira melihat, selain ekspor batubara ke China, pasar lain yang cukup
prospektif untuk dijajaki ialah ke Bangladesh dan India.
Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Hendra
Sinadia menyebut, proyeksi industri batubara di tahun depan dari sisi permintaan
ekspor masih cukup bagus. Permintaan untuk konsumsi domestik juga menguat. Di
sisi lain pasokan (supply) juga tinggi, sehingga diperkirakan pasar global batubara
termal dalam kondisi oversupply. Dalam kondisi tersebut harga akan tertekan.
Diperkirakan tahun 2024 harga akan melandai. Hendra menjelaskan lebih lanjut,
menurut banyak proyeksi harga batubara di 2024 kurang lebih seperti di level harga
September-November 2023. Pada periode tersebut, rerata Harga Batubara Acuan
(HBA) di US$ 131 per metrik ton. Maka itu, lanjut Hendra, prospek bisnis batubara di
tahun depan akan sangat tergantung pada harga komoditas dan biaya operasional
tambang. Menurutnya di saat harga terus melandai, biaya produksi tambang
batubara terus meningkat. Setiap tahunnya tambang akan semakin dalam
sehingga stripping ratio makin besar dan konsekuensinya biaya penambangan
meningkat. Selain itu, harga bahan bakar juga makin mahal. Tidak hanya itu, biaya
pertambangan juga terdampak dari regulas seperti penerapan kewajiban Devisa
Hasil Ekspor (DHE) dan nanti penerapan skema Mitra Instansi Pengelola
(MIP). Sebagai informasi, di 2022 tarif royalti diberlakukan bagi pemegang Izin
Usaha Pertambangan (IUP) yang tarifnya jauh lebih tinggi dengan tarif sebelumnya.
Juga bagi pemegang Izin Usaha Pertambangan Khusus-Operasi Produksi (IUPK-
OP) tarif royalti sangat tinggi.
B.3. Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan
Perseroan sebagai perusahaan induk investasi dengan portfolio di seluruh
Indonesia, khususnya di rantai energi, kami mensinergikan Sumber Daya, Jasa,
Infrastruktur Energi, dan Portofolio Terdiversifikasi menjadi rantai nilai yang lengkap
untuk menyediakan solusi energi guna memenuhi kebutuhan nasional dan global.
Melalui operasi perseroan di berbagai sektor energi, Perseroan mendukung
ketahanan energi nasional. Perseroan terus memperluas portofolionya dengan
memadukan investasi pada bisnis yang memiliki peluang pertumbuhan kuat, potensi
transformatif, dan prospek pemberdayaan masyarakat. Saat ini, Perseroan terlibat
dalam bidang logistik dan infrastruktur, mineral, solusi berbasis alam, energi
terbarukan, ekosistem kendaraan listrik, dan teknologi digital ,semuanya merupakan
bagian dari komitmen perseroan untuk memberi energi untuk Indonesia demi masa
depan yang berkelanjutan. Perseroan optimistis dapat mencapai perubahan yang
kami tuju. Indika Energy tidak bekerja sendiri. Perseroan adalah bagian dari
komunitas Indonesia yang luas, ambisius, dan didorong oleh keinginan untuk
memberikan dampak sosial dalam segala hal yang kita lakukan.
48
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 50
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Prospek Perseroan
Perseroan berfokus pada sumber daya energi, jasa energi, infrastruktur energi,
logisik dan infrastruktur, mineral, kesehatan, digital, dan bisnis hijau. Di bagian
sumber daya energi, Perseroan memiliki Kideco sebesar 91,0%, IET sebesar 100%,
ICI sebesar 100%. Di bagian jasa energi, Perseroan memiliki TPE dan TPEC
dengan kepemilikan sebesar 100%. Di bagian Infrastruktur energi, Perseroan
memiliki PT Cirebon Electric Power sebesar 20% dan PT Cirebon Energi Prasarana
sebesar 6,3%. Di bagian logistik dan Infrastruktur, Perseroan memiliki PT Interport
Mandiri Utama dan PT Kariangau Gapura Terminal Energi dengan kepemilikan
sebesar masing-masing sebesar 100%. Di bidang mineral, Perseroan memiliki
PT Masmindo Dwi Area, PT Perkasa Investama Mineral (Mekko), PT Rockgeo
Energi Nusantara masing-masing sebesar 100%. Di bagian kesehatan, Perseroan
memiliki PT Indika Medika Nusantara (IMAN) sebesar 100%. Di bagian digital,
Perseroan memiliki PT Indika Digital Teknologi (IDT) sebesar 100%. Di bidang bisnis
hijau (Green Business), Perseroan memiliki PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya
(EMITS) sebesar 51%, PT Ilectra Motor Group (IMG), PT Indika Multi Properti
(Indika Nature), PT Mitra Motor Group (MMG), PT Kalista Nusa Armada (Kalista)
dengan kepemilikan sebesar 100%. Pada tahun 2023, Perseroan melalui anak
perusahaannya PT Indika Multi Properti, telah mengakuisisi 46% saham PT Natura
Aromatik Nusantara, pengekspor minyak atsiri terbesar keempat di Indonesia,
dengan nilai US$11,5 juta. Perseroan memperoleh fasilitas kredit sebesar USD250
juta dengan jangka waktu 5 tahun untuk mendanai pengembangan proyek
Awakmas. Perusahaan mengumumkan dividen final tunai sebesar USD73,2 juta
atau setara dengan Rp.208 per saham (tidak termasuk dividen interim sebesar
USD40 juta yang dibayarkan pada bulan Agustus 2022) pada RUPST tanggal 19
April 2023 dan telah melakukan pembayaran pada tanggal 17 Mei 2023. PT Cirebon
Energi Prasarana, pembangkit listrik tenaga uap batubara dengan kapasitas 1.100
MW, beroperasi penuh dengan tercapainya Commercial Operation Date (COD). PT
Solusi Mobilitas Indonesia (SMI), PT Indika Energy Infrastructure (IEI) dan PT Ilectra
Motor Group (IMG) telah menandatangani perjanjian-perjanjian dengan Horizon
Ventures, Alpha JWC III, L.P. dan afiliasinya, HH-CTBC Partnership. L.P., dan
Brama One Ventures Limited untuk peningkatan modal di IMG oleh SMI dan IEI juga
dengan pinjaman yang dapat dikonversikan kepada IMG oleh para investor, dengan
jumlah mencapai US$45 juta. Tanggal jatuh tempo dari pinjaman yang dapat
dikonversikan 19 Mei 2028 dan dapat diperpanjang sampai dengan 2032.
Perusahaan melalui PT Kariangau Gapura Terminal Energy, menandatangani
perjanjian fasilitas kredit sebesar US$50 juta dengan PT DBS Indonesia pada
tanggal 20 September 2023. Perusahaan melalui Indika Energy Capital III Pte. Ltd.
telah membeli sebagian dari Surat Utang Senior 5,875% yang akan jatuh tempo
pada tahun 2024 dengan jumlah pokok keseluruhan sekitar US$29,3 juta di pasar
terbuka dan sebagian dari Surat Utang 8,25% yang akan jatuh tempo pada tahun
2025 dengan jumlah pokok keseluruhan US$33,9 juta Perusahaan melalui PT Indika
Indonesia Resources dan Indika Capital Investments Pte. Ltd. yang bertindak
sebagai penjual, telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat dengan PT
Petrindo Jaya Kreasi Tbk. untuk mendivestasikan 100% kepemilikan sahamnya di
PT Multi Tambangjaya Utama dan hak pemasaran yang dimiliki oleh ICI. Bank
Mandiri dan Perseroan menandatangani Nota Kesepahaman tentang Kerjasama
Penggunaan Layanan dan Produk Perbankan Digital serta Pembiayaan terkait
Transisi Energi.
49
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 51
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Perusahaan yang tergabung dalam konsorsium dengan InfraCo Asia Development
Pte Ltd. (InfraCo Asia) memenangkan tender kerja sama pembangunan pembangkit
listrik tenaga surya (PLTS) hibrida dengan baterai untuk Program De-dieselisasi PLN
Tahap I dengan total kapasitas pembangkit sebesar 102 MWp dan baterai
penyimpan daya sebesar 252 MWh di wilayah Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa
Tenggara (Klaster II). Perusahaan memperoleh fasilitas kredit sebesar US$300 juta
dari Bank Mandiri dan Bank BNI, dengan jangka waktu 5 tahun untuk manajemen
liabilitas. Indika Energy Capital IV Pte.Ltd. telah membeli sebagian dari Surat Utang
Senior 8,25% yang akan jatuh tempo pada tahun 2025 dengan jumlah pokok
keseluruhan sekitar US$33,9 juta di pasar terbuka.
Kekuatan Kompetitif
Kekuatan kompetitif yang dimiliki Perseroan antara lain:
Perusahaan energi skala besar terdiversifikasi di Indonesia
Bisnis batubara yang matang dengan kepemilikan ekuitas yang signifikan pada
perusahaan tambang ketiga terbesar di Indonesia
Perusahaan energi, pertambangan, dan jasa logistik terdepan yang terintegrasi
penuh
B.4. Alasan Dilakukannya Transaksi
Transaksi merupakan salah satu dari beberapa opsi pembiayaan Perseroan guna
membiayai pembayaran kembali Surat Utang 2025, dan rencana pendanaan untuk
melakukan ekspansi kegiatan usaha non-batu bara.
Salah satu dari skema pembiayaan yang tersedia adalah dengan penerbitan Surat
Utang 2029 dengan jumlah USD350.000.000.
Dengan pertimbangan bahwa adanya ketidakpastian atas perkembangan harga batu
bara di masa yang akan datang, Perseroan meyakini bahwa penerbitan Surat Utang
2029 dapat menjaga likuiditas dan posisi kas Perseroan. Hal ini didasarkan pada
pertimbangan bahwa secara umum penerbitan Surat Utang 2029, antara lain, akan
digunakan untuk melunasi sebagian Surat Utang 2025 dan untuk melakukan
ekspansi kegiatan usaha non-batubara.
Sehubungan dengan kondisi sebagaimana diuraikan diatas, manajemen Perseroan
akan menerbitkan Surat Utang 2029. Untuk itu Perseroan telah menerbitkan
Memorandum Penawaran (Offering Memorandum) sehubungan dengan penerbitan
Surat Utang 2029 tersebut.
B.5. Keuntungan dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif atas Transaksi
Manfaat dan Keuntungan bagi Perseroan atas Transaksi
Penerbitan Surat Utang 2029 akan menjaga likuiditas dan posisi kas Perseroan
serta memperpanjang periode jatuh tempo utang Perseroan dengan skema
pembayaran Surat Utang 2029 pada akhir jatuh tempo (bullet payment).
50
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 52
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Dengan pertimbangan bahwa, adanya ketidakpastian atas perkembangan harga
batubara di masa yang akan datang, Perseroan meyakini bahwa dengan
memperpanjang periode jatuh tempo utang Perseroan, atau secara tidak langsung
melalui anak usahanya, dapat melakukan diversifikasi usaha ke sektor non-
batubara.
Berikut ini penjabaran tentang manfaat-manfaat dari penerbitan Surat Utang 2025
bagi Perseroan:
a. Dengan dilakukannya Transaksi, maka kewajiban keuangan Perseroan yang
harus dipenuhi pada tahun 2025 atau pada saat jatuh temponya Surat Utang
2025 dapat diubah menjadi pembiayaan dengan jangka waktu yang lebih
panjang;
b. Dengan skema pembayaran pokok Surat Utang 2029 pada akhir periode jatuh
temponya (bullet payment), menjadikan Perseroan dapat menjaga likuiditasnya,
terutama pada saat jatuh temponya Surat Utang 2025;
c. Melalui Transaksi, Perseroan, atau secara tidak langsung melalui anak
perusahaannya, dapat melakukan ekspansi usaha atau diversifikasi usaha ke
sektor non batu bara;
d. Dana yang semula akan dipergunakan oleh Perseroan untuk melunasi Surat
Utang 2025 dalam waktu dekat dapat dipergunakan kembali, sehingga
penggunaan dana dapat difokuskan untuk membiayai kegiatan usaha Perseroan
dan anak-anak perusahaan Perseroan yang bergerak di bidang usaha non-
batubara; dan
e. Pendanaan melalui penerbitan Surat Utang 2029 merupakan alternatif
pembiayaan bagi Perseroan mengingat keterbatasan penyaluran pembiayaan
oleh perbankan yang dipengaruhi iklim usaha bidang batubara yang masih belum
pulih sepenuhnya.
Risiko yang mungkin timbul dari Transaksi
Disamping manfaat yang akan diperoleh Perseroan dengan melakukan Transaksi,
terdapat pula risiko-risiko yang mungkin dihadapi Perseroan. Risiko-risiko tersebut
berkaitan langsung dengan risiko Perseroan dalam menjalankan usahanya,
sehingga dapat mengganggu kegiatan operasional Perseroan.
Risiko-risiko yang mungkin dihadapi Perseroan antara lain adalah :
- Risiko fluktuasi harga batubara yang signifikan dipengaruhi oleh banyak faktor
yang di luar kendali Perseroan
- Operasi penambangan batubara dan program ekspansi yang bergantung pada
kemampuan Perseroan untuk mendapatkan, mempertahankan dan memperbarui
izin dan persetujuan yang diperlukan dari Pemerintah
- Risiko operasional dan infrastruktur, cuaca buruk, bencana alam, perubahan iklim
serta semakin menurunnya cadangan batubara dapat mempengaruhi bisnis dan
prospek Perseroan secara negatif
51
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 53
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
- Risiko kondisi politik, militer dan ekonomi dunia
- Risiko peraturan atau kebijakan pemerintah sehubungan dengan batubara
- Risiko penurunan permintaan energi sebagai akibat dari perpajakan energi atau
perubahan pola belanja konsumen
- Risiko persaingan ketat, pasar yang sangat kompetitif membutuhkan sumber
daya, teknologi, dan tenaga yang terampil
- Bisnis Perseroan yang padat modal sehingga Perseroan mungkin mengalami
ketersediaan dana yang terbatas
- Risiko kepatuhan dan perbaikan lingkungan yang dapat berdampak buruk bagi
Perseroan
- Risiko fluktuasi nilai tukar mata uang asing
- Risiko fluktuasi ekonomi juga menjadi salah satu faktor risiko yang dapat
mempengaruhi turunnya harga batubara dan / atau meningkatnya biaya
operasional sehingga dapat mempengaruhi kondisi keuangan Perseroan.
- Ketidakstabilan politik dan sosial di Indonesia dapat merugikan bisnis Perseroan
- Risiko gagal bayar sehingga mengakibatkan Perseroan harus menanggung
jaminan saham
- Disamping itu, terdapat pula kemungkinan risiko yang berkaitan dengan
ketidakmampuan manajemen Perseroan dalam mengelola manajemen risiko
likuiditasnya di masa depan, yaitu kegagalan dalam membangun kerangka
manajemen risiko likuiditas, yang dapat menyebabkan terganggunya pembayaran
pokok utang dan bunga pada saat jatuh tempo.
C. Analisis Kuantitatif
C.1. Penilaian Kinerja Historis Perseroan
Rasio 2019 2020 2021 2022 2023
Pendapatan (USD’000) 2.782.676 2.077.212 3.069.161 4.334.911 3.026.839
Laba (Rugi) bersih
4.992 (103.448) 63.317 510.776 151.043
Periode berjalan (USD'000)
Rasio Lancar 2,01 1,97 1,84 1,70 1,51
Rasio Utang Berbunga
1,45 1,96 1,65 0,81 0,78
Terhadap Ekuitas
Rasio laba bersih tahun berjalan
0,18 (4,98) 2,06 11,78 4,99
terhadap Pendapatan (%)
Rasio laba bersih tahun berjalan
0,48 (11,93) 7,16 38,11 10,97
terhadap Ekuitas (%)
52
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 54
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Dari tabel tersebut diatas memberikan gambaran bahwa :
Rasio lancar historis Perseroan menunjukkan bahwa Perseroan mampu memenuhi
liabilitas-liabilitas lancarnya dengan cukup baik. Angka rasio lancar yang berada
diatas 1 (satu) mengindikasikan kondisi yang cukup baik.
Rasio utang berbunga terhadap ekuitas menunjukkan bahwa Perseroan sejak tahun
2022 lebih banyak menggunakan ekuitasnya untuk pembiayaan usahanya, dimana
sejak tahun 2022 rasionya kurang dari 1 (satu).
Berdasarkan rasio laba bersih terhadap pendapatan dan rasio laba bersih terhadap
ekuitas menunjukkan bahwa Perseroan berada dalam kondisi rugi di tahun 2019 dan
2020. Pada tahun 2021 terjadi peningkatan pada rasio ini, seiring dengan adanya
peningkatan harga batubara. Rasio ini berada pada posisi tertinggi pada tahun 2022,
namun terjadi penurunan pada tahun 2023.
C.2. Analisis Berkaitan Dengan Penilaian Proyeksi Keuangan Perseroan
Dalam memberikan analisis kewajaran atas Transaksi yang akan dilakukan
Perseroan, kami juga melakukan analisis atas proyeksi keuangan konsolidasi
Perseroan dalam keadaan Tidak Melakukan Transaksi dan Melakukan Transaksi.
Asumsi-asumsi yang mendasari proyeksi adalah sebagai berikut :
a. Asumsi Untuk Proyeksi Dalam Kondisi Tidak Melakukan Transaksi
Dalam kondisi Tidak Melakukan Transaksi, diasumsikan bahwa per Tanggal
Penilaian belum ada Transaksi.
- Laporan Laba Rugi Komprehensif :
Pendapatan Perseroan diasumsikan sebagai berikut :
(dalam jutaan USD)
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Sumber energi (produsen
batubara, perdagangan 2.106,3 2.100,7 2.118,1 2.164,1 2.163,2 2.198,1
batubara)
Jasa energi
301,8 364,3 476,0 525,7 572,9 572,9
(EPC dan O&M)
Logistik dan infrastruktur 122,5 120,5 121,4 126,9 129,3 129,3
Mineral (emas, nikel, dll) 48,6 133,7 305,9 332,5 315,7 315,7
Kendaraan listrik 62,4 173,9 262,0 379,6 548,2 548,0
Bisnis hijau (energi terbarukan,
34,1 64,5 71,4 73,5 80,2 80,2
nature based solution)
Produk dan jasa digital 17,4 22,4 28,3 33,2 40,3 40,3
Lain-lain 25,4 25,5 25,6 25,8 26,0 26,0
Total 2.718,4 3.005,5 3.408,7 3.661,3 3.875,7 3.910,5
53
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 55
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Beban pokok penjualan diasumsikan sebagai berikut :
(dalam jutaan USD)
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Sumber energi
(produsen
batubara, 1.844,5 1.673,0 1.778,0 1.815,6 1.801,7 1.832,3
perdagangan
batubara)
Jasa energi (EPC
275,6 332,6 434,6 479,7 522,6 522,6
dan O&M)
Logistik dan
94,1 94,3 93,3 102,5 106,5 106,5
infratruktur
Mineral (emas,
41,5 97,5 189,3 215,7 234,9 207,7
nikel, dll)
Kendaraan listrik 60,2 157,2 220,3 302,2 413,4 413,4
Bisnis hijau (energi
terbarukan, nature 23,2 40,8 40,3 43,1 47,9 47,9
based solution)
Produk dan jasa
17,8 22,0 26,9 31,0 36,5 36,5
digital
Lain-lain 23,5 23,8 23,8 24,0 24,2 24,2
Total 2.380,5 2.441,3 2.806,5 3.013,7 3.187,6 3.191,0
Tarif pajak diperhitungkan dengan menggunakan tarif yang berlaku
pada industri dan sesuai dengan ketentuan usaha perusahaan dan
masing-masing entitas anaknya.
- Laporan Posisi Keuangan :
Rata-rata perputaran piutang 28 - 33 hari
Rata-rata pembayaran utang 43 - 45 hari
Rata-rata perputaran persediaan 6 - 10 hari
(dalam jutaan USD)
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Kas dan
711,43 113,90 426,86 510,83 632,09 874,43
setara kas
Aset lancar 1.222,01 600,11 844,15 1.036,28 1.187,00 1.445,02
Aset tidak lancar 2.389,75 2.511,47 2.380,90 2.434,67 2.402,68 2.393,58
Liabilitas lancar 797,49 747,70 743,83 838,91 875,98 858,62
Liabilitas tidak
1.446,87 826,20 718,20 581,63 400,47 307,12
lancar
54
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 56
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
b. Asumsi Untuk Proyeksi Dalam Kondisi Melakukan Transaksi
Dalam kondisi Melakukan Transaksi, diasumsikan bahwa per Tanggal Penilaian
telah dilakukan Transaksi.
- Laporan Laba Rugi Komprehensif :
Pendapatan Perseroan diasumsikan sebagai berikut :
(dalam jutaan USD)
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Sumber energi (produsen 2.106,3 2.100,7 2.118,1 2.164,1 2.163,2 2.198,1
batubara, perdagangan
batubara)
Jasa energi 301,8 364,3 476,0 525,7 572,9 572,9
(EPC dan O&M)
Logistik dan infratruktur 122,5 120,5 121,4 126,9 129,3 129,3
Mineral (emas, nikel, dll) 48,6 133,7 305,9 332,5 315,7 315,7
Kendaraan listrik 65,3 179,7 287,1 431,2 633,4 675,8
Bisnis hijau (energi 34,1 64,5 71,4 73,5 80,2 80,2
terbarukan, nature based
solution)
Produk dan jasa digital 17,4 22,4 28,3 33,2 40,3 40,3
Lain-lain 25,4 25,5 25,6 25,8 26,0 26,0
Total 2.721,3 3.011,3 3.433,9 3.712,9 3.961,0 4.038,3
Beban pokok penjualan diasumsikan sebagai berikut :
(dalam jutaan USD)
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Sumber energi 1.844,5 1.673,0 1.778,0 1.815,6 1.801,7 1.832,3
(produsen batubara,
perdagangan batubara)
Jasa energy 275,6 332,6 434,6 479,7 522,6 522,6
(EPC dan O&M)
Logistik dan infratruktur 94,1 94,3 93,3 102,5 106,5 106,5
Mineral (emas, nikel, dll) 41,5 97,5 189,3 215,7 234,9 207,7
Kendaraan listrik 63,0 169,2 239,4 328,3 446,6 453,6
Bisnis hijau (energi 23,2 40,8 40,3 43,1 47,9 47,9
terbarukan, nature
based solution)
Produk dan jasa digital 17,8 22,0 26,9 31,0 36,5 36,5
Lain-lain 23,5 23,8 23,8 24,0 24,2 24,2
Total 2.383,3 2.453,3 2.825,6 3.039,8 3.220,8 3.231,2
Tarif pajak diperhitungkan dengan menggunakan tarif yang berlaku
pada industri dan sesuai dengan ketentuan usaha perusahaan dan
masing-masing entitas anaknya.
55
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 57
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
- Laporan Posisi Keuangan :
Rata-rata perputaran piutang 28 - 33 hari
Rata-rata pembayaran utang 43 - 45 hari
Rata-rata perputaran persediaan 6 - 10 hari
(dalam jutaan USD)
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Kas dan
714,65 482,99 701,25 775,06 893,79 794,56
setara kas
Aset lancar 1.220,42 971,13 1.118,09 1.302,33 1.453,29 1.369,63
Aset tidak
2.403,16 2.586,62 2.442,19 2.486,51 2.444,92 2.422,53
lancar
Liabilitas
793,35 737,49 698,32 793,38 830,42 804,69
lancar
Liabilitas
1.447,28 1.270,89 1.123,25 976,60 775,52 278,47
tidak lancar
Pada tabel di bawah ini dapat dilihat perbandingan kondisi dan rasio keuangan
berdasarkan proyeksi Perseroan apabila Tidak Melakukan Transaksi dan Melakukan
Transaksi:
a. Tidak Melakukan Transaksi
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Kas dan
setara kas 711,43 113,90 426,86 510,83 632,09 874,43
(juta USD)
Aset lancar
1.222,01 600,11 844,15 1.036,28 1.187,00 1.445,02
(juta USD)
Aset tidak
Lancar 2.389,75 2.511,47 2.380,90 2.434,67 2.402,68 2.393,58
(juta USD)
Liabilitas lancar
797,49 747,70 743,83 838,91 875,98 858,62
(juta USD)
Liabilitas tidak
lancar 1.446,87 826,20 718,20 581,63 400,47 307,12
(juta USD)
Rasio likuiditas 1,53 0,80 1,13 1,24 1,36 1,68
Rasio EBITDA
terhadap 6,61 13,46 12,78 12,96 13,01 13,67
penjualan (%)
56
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 58
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
b. Melakukan Transaksi
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Kas dan
714,65 482,99 701,25 775,06 893,79 794,56
setara kas
Aset lancar 1.220,42 971,13 1.118,09 1.302,33 1.453,29 1.369,63
Aset tidak
2.403,16 2.586,62 2.442,19 2.486,51 2.444,92 2.422,53
lancar
Liabilitas
793,35 737,49 698,32 793,38 830,42 804,69
lancar
Liabilitas tidak
1.447,28 1.270,89 1.123,25 976,60 775,52 278,47
lancar
Rasio
1,54 1,32 1,60 1,64 1,75 1,70
likuiditas
Rasio EBITDA
terhadap 6,60 13,23 12,86 13,46 14,05 15,41
penjualan (%)
Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa secara keseluruhan proyeksi
keuangan Perseroan terlihat lebih baik pada kondisi Melakukan Transaksi.
Adapun Proyeksi Keuangan Perseroan dapat dilihat dalam Lampiran A-3 dan A-4
untuk kondisi Tidak Melakukan Transaksi dan Lampiran B-3 dan B-4 untuk kondisi
Melakukan Transaksi.
Analisis Arus Kas Bersih Perseroan
a. Arus Kas Perseroan Kondisi Tidak Melakukan Transaksi
PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
ARUS KAS BERSIH (NCF) DAN NILAI KINI ARUS KAS BERSIH (PV NCF)
KONDISI TIDAK MELAKUKAN RENCANA TRANSAKSI
(dalam US Dolar)
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Proyeksi Laba Bersih 12,806,129 155,122,389 253,167,788 288,042,706 326,352,026 360,334,936
Ditambah :
Penyusutan dan amortisasi 53,951,695 70,942,085 100,326,136 107,913,096 105,800,041 71,060,336
Beban bunga setelah pajak 71,217,507 71,909,720 27,145,819 25,920,212 16,137,816 12,215,353
Dikurangi :
Perubahan Modal Kerja
(diluar kas dan setara kas) 339,308,978 (25,406,046) 65,043,451 (13,076,044) 7,601,252 (33,034,771)
Capex (189,202,752) (134,773,983) (75,430,203) (88,744,611) (71,893,664) (64,321,111)
Arus Kas Bersih (NCF) 288,081,557 137,794,167 370,252,991 320,055,358 383,997,471 346,254,744
Discount Factor @ 7.89% 0.926850 0.859052 0.796213 0.737970 0.683988 0.633955
267,008,532 118,372,332 294,800,102 236,191,269 262,649,626 219,509,762
Nilai kini Arus Kas Bersih (PV NCF) per 31 Desember 2023 1,398,531,623
57
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 59
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
b. Arus Kas Perseroan Kondisi Melakukan Transaksi
PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
ARUS KAS BERSIH (NCF) DAN NILAI KINI ARUS KAS BERSIH (PV NCF)
KONDISI MELAKUKAN RENCANA TRANSAKSI
(dalam US Dolar)
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Proyeksi Laba Bersih 24,656,635 150,150,847 225,350,063 276,016,149 335,819,206 418,797,958
Ditambah :
Penyusutan dan amortisasi 55,704,181 80,837,402 110,221,453 117,808,413 115,695,358 80,955,653
Beban bunga setelah pajak 62,301,012 72,734,936 53,614,497 51,711,391 41,124,264 19,931,976
Dikurangi :
Perubahan Modal Kerja
(diluar kas dan setara kas) 346,294,077 (38,225,859) 32,121,939 (15,363,528) 4,808,358 (41,303,274)
Capex (203,222,642) (199,916,626) (75,430,203) (89,100,762) (72,193,664) (64,521,111)
Arus Kas Bersih (NCF) 285,733,263 65,580,700 345,877,749 341,071,662 425,253,522 413,861,202
Discount Factor @ 7.89% 0.926850 0.859052 0.796213 0.737970 0.683988 0.633955
264,832,016 56,337,221 275,392,226 251,700,672 290,868,266 262,369,182
Nilai kini Arus Kas Bersih (PV NCF) per 31 Desember 2023 1,401,499,582
Nilai Kini
Kondisi Arus Kas
Bersih
Melakukan Transaksi - dalam USD 1.401.499.582
Tidak Melakukan Transaksi - dalam USD 1.398.531.623
Selisih 2.967.960
Berdasarkan analisis arus kas bersih Perseroan seperti terlihat dalam tabel diatas,
nilai kini arus kas bersih Perseroan dalam kondisi Melakukan Transaksi lebih tinggi
sebesar USD2.967.960 dibandingkan dalam kondisi Tidak Melakukan Transaksi.
Adapun perhitungan Arus Kas Bersih Perseroan dapat dilihat dalam Lampiran A-5
untuk kondisi Tidak Melakukan Transaksi dan B-5 untuk kondisi Melakukan
Transaksi.
C.3. Analisis atas kemampuan penerima jaminan untuk melunasi transaksi
meminjam dana dan/atau penjaminan sampai saat jatuh tempo
Berdasarkan analisis kelayakan pelunasan utang (lampiran C) dapat disimpulkan
bahwa selama masa proyeksi Perseroan dapat mengembalikan dan atau
mengangsur seluruh pinjaman tepat waktu dan seluruh utang dapat dilunasi dengan
dana yang dimiliki.
58
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 60
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
C.4. Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana
Analisis Kelayakan Penerbitan Obligasi
Perseroan akan menerbitkan Surat Utang 2029. Sesuai dengan Memorandum
Penawaran untuk Surat Utang 2029, dana hasil penerbitan Surat Utang 2029,
setelah dikurangi dengan biaya penerbitan, komisi, dan biaya transaksi lainnya, akan
digunakan untuk:
- pembelian kembali jumlah maksimum pokok terutang sehubungan dengan Surat
Utang 2025;
- pelunasan sisa jumlah terutang Surat Utang 2025 melalui pembelian kembali
pada pasar terbuka, penawaran tender dan/atau pelunasan sebagaimana diatur
dalam indenture Surat Utang 2025;
- pendanaan pengeluaran modal Perseroan sehubungan dengan pengembangan
dan ekspansi kegiatan usaha non batubara.
Adapun manfaat-manfaat dari penerbitan Surat Utang 2029 bagi Perseroan antara
lain sebagai berikut:
a. Dengan dilakukannya Transaksi, maka kewajiban keuangan Perseroan yang
harus dipenuhi pada tahun 2025 atau pada saat jatuh temponya Surat Utang
2025 dapat diubah menjadi pembiayaan dengan jangka waktu yang lebih
panjang;
b. Dengan skema pembayaran pokok Surat Utang 2029 pada akhir periode jatuh
temponya (bullet payment), menjadikan Perseroan dapat menjaga likuiditasnya,
terutama pada saat jatuh temponya Surat Utang 2025;
c. Melalui Transaksi, Perseroan, atau secara tidak langsung melalui anak
perusahaannya, dapat melakukan ekspansi usaha atau diversifikasi usaha ke
sektor non batu bara;
d. Dana yang semula akan dipergunakan oleh Perseroan untuk melunasi Surat
Utang 2025 dalam waktu dekat dapat dipergunakan kembali, sehingga
penggunaan dana dapat difokuskan untuk membiayai kegiatan usaha Perseroan
dan anak-anak perusahaan Perseroan yang bergerak di bidang usaha non-
batubara; dan
e. Pendanaan melalui penerbitan Surat Utang 2029 merupakan alternatif
pembiayaan bagi Perseroan mengingat keterbatasan penyaluran pembiayaan
oleh perbankan yang dipengaruhi iklim usaha bidang batubara yang masih belum
pulih sepenuhnya.
Analisis Kelayakan Pelunasan Utang dan Likuiditas Perseroan
Dengan dana yang diperoleh dari penerbitan Surat Utang 2029, maka Perseroan
dapat membiayai pembayaran kembali sebagian Surat Utang 2025 dan rencana
pendanaan untuk melakukan ekspansi kegiatan usaha non-batu bara.
Dengan demikian Perseroan akan memiliki surat utang baru yaitu Surat Utang 2029
dengan jangka waktu pengembalian selama 5 tahun, yang lebih panjang dari Surat
Utang 2025 yang akan jatuh tempo dalam waktu 2 tahun.
59
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 61
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Dalam rangka pembiayaan untuk maksud yang telah disampaikan sebelumnya,
dapat juga dilaksanakan dengan menarik kredit dari lembaga keuangan (Bank).
Namun penarikan kredit dari bank lebih rumit dan tidak flexible dibanding dengan
penarikan pinjaman melalui penerbitan Surat Utang 2029. Di samping itu pada saat
meminjam kredit dari perbankan terdapat kewajiban pembayaran provisi kredit.
Perubahan kondisi perekonomian di masa depan akan mempengaruhi kemampuan
Perseroan dalam memperoleh pinjaman dengan tingkat bunga yang baik, dan hal ini
dapat mempengaruhi kondisi keuangan dan tingkat keuntungan Perseroan.
Berdasarkan tabel di bawah ini, terlihat bahwa terdapat kenaikan pada likuiditas
Perseroan dalam kondisi Melakukan Transaksi.
A. Tidak melakukan Transaksi
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Rasio Lancar 1,53 0,80 1,13 1,24 1,36 1,68
B. Melakukan Transaksi
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Rasio Lancar 1,54 1,32 1,60 1,64 1,75 1,70
Kami juga melakukan analisis kelayakan atas pelunasan utang seperti dapat dilihat
pada tabel dibawah ini:
(dalam jutaan USD)
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Arus kas bersih
sebelum pembayaran 732,57 (45,78) 206,23 143,05 179,97 258,59
utang
Kas awal 414,27 714,65 482,99 701,25 775,06 893,79
Kas tersedia untuk
1.146,84 668,87 689,23 844,30 955,04 1.152,37
pembayaran utang
Pembayaran utang
pokok (1,90) (179,71) - - - (349,50)
Obligasi
Pembayaran liabilitas
jangka panjang (127,97) (40,55) (116,48) (4,01) (5,94) (30,09)
lainnya
Selisih lebih 1.016,97 448,61 572,74 840,29 949,10 772,79
Berdasarkan analisis tersebut, terlihat bahwa Surat Utang 2029 ini dapat dilunasi
pada saat jatuh temponya. Perhitungan lebih lengkap dapat dilihat pada
Lampiran: C.
60
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 62
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
C.5. Analisis Laporan Keuangan Sebelum Transaksi dan Proforma Laporan
Keuangan Setelah Transaksi Dilakukan
Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai laporan posisi keuangan
konsolidasian Perseroan sebelum Transaksi dan proforma laporan posisi keuangan
konsolidasian Perseroan setelah Transaksi, dengan asumsi penerbitan Surat Utang
2029 dilakukan pada tanggal 31 Desember 2023.
Analisis ringkas mengenai kondisi dan pengaruh terhadap proforma laporan posisi
keuangan konsolidasian Perseroan adalah sebagai berikut:
- Penurunan aset lancar dari USD1.484.102.477 menjadi USD1.447.958.033
terutama sehubungan dengan pembayaran bunga yang jatuh tempo dalam
bulan April 2024.
- Penurunan liabilitas tidak lancar dari USD753.475.083 menjadi
USD749.426.146 karena penerbitan Surat Utang 2029 dan pembayaran
sebagian Surat Utang 2025.
Ikhtisar Data Keuangan Penting
Proforma Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
PT Indika Energy Tbk dan Entitas Anak
Pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dalam US Dolar)
PROFORMA
Sebelum
Keterangan Sesudah
Transaksi
Transaksi
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 449.204.420 414.271.481
Aset keuangan lainnya 133.654.475 132.453.493
Piutang usaha 343.610.145 343.610.145
Aset kontrak 19.506.377 19.506.377
Piutang lain-lain 32.372.076 32.361.553
Persediaan 51.339.007 51.339.007
Aset lancar lainnya 190.413.500 190.413.500
Aset tersedia untuk dijual 264.002.477 264.002.477
Jumlah Aset Lancar 1.484.102.477 1.447.958.033
Aset Tidak Lancar
Piutang lain-lain 25.454.737 25.454.737
Beban tangguhan
Investasi pada entitas asosiasi 264.581.258 264.581.258
Aset tetap 307.121.122 307.121.122
Aset hak guna 16.964.411 16.964.411
Aset tidak berwujud 36.761.135 36.761.135
Goodwill 649.164.208 649.164.208
Uang muka dan aset tidak lancar lainnya 326.463.845 326.463.845
Uang jaminan 2.489.197 2.489.197
Jumlah Aset Tidak Lancar 1.628.999.913 1.628.999.913
Jumlah Aset 3.113.102.390 3.076.957.946
61
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 63
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
PROFORMA
Sebelum
Keterangan Sesudah
Transaksi
Transaksi
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Lancar
Utang bank 58.409.213 58.409.213
Utang usaha 277.970.362 277.970.362
Liabilitas kontrak 10.572.038 10.572.038
Utang lain-lain 52.992.973 52.992.973
Utang pajak 15.518.704 15.518.704
Biaya masih harus dibayar 133.480.871 133.480.871
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam
satu tahun
Pinjaman jangka panjang 58.297.225 58.297.225
Liabilitas sewa pembiayaan 7.870.164 7.870.164
Utang obligasi - bersih 304.359.120 296.842.222
Liabilitas lancar lainnya 63.019.187 63.019.187
Jumlah Liabilitas Lancar 982.489.857 974.972.959
Liabilitas Tidak Lancar
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam satu tahun
Pinjaman jangka panjang 125.621.401 125.621.401
Liabilitas sewa pembiayaan 8.450.249 8.450.249
Utang obligasi - bersih 528.922.780 524.873.843
Utang jangka panjang - pihak ketiga 439.668 439.668
Liabilitas pajak tangguhan 12.253.706 12.253.706
Liabilitas derivatif 8.109.675 8.109.675
Liabilitas imbalan kerja 26.412.465 26.412.465
Liabilitas tidak lancar lainnya 43.265.139 43.265.139
Jumlah Liabilitas Tidak Lancar 753.475.083 749.426.146
Ekuitas 1.377.137.450 1.352.558.840
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 3.113.102.390 3.076.957.946
D. Analisis Inkremental
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap Transaksi yang telah kami lakukan, dapat
kami sampaikan sebagai berikut:
a. Atas dasar analisis arus kas bersih dan nilai kini arus kas bersih Perseroan
untuk kondisi Melakukan Transaksi dan kondisi Tidak Melakukan Transaksi,
dapat kami kemukakan sebagai berikut:
62
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 64
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Analisis Arus Kas Bersih (Net Cash Flow - NCF)
(dalam jutaan USD)
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Tidak
Melakukan 288,08 137,79 370,25 320,06 384,00 346,25
Transaksi
Melakukan
285,73 65,58 345,88 341,07 425,25 413,86
Transaksi
Kenaikan
(2,35) (72,21) (24,38 21,02 41,26 67,61
NCF
Analisis Nilai Kini Arus Kas Bersih (Present Value Net Cash Flow -
PVNCF)
Berdasarkan prediksi arus kas Perseroan sampai dengan tahun 2029, pada
kondisi Melakukan Transaksi, posisi kas Perseroan memberikan gambaran
yang lebih baik, dimana berdasarkan perhitungan Nilai Kini Arus Kas Bersih
(PVNCF) yang telah kami lakukan, nilai kini arus kas bersih dalam kondisi
Melakukan Transaksi adalah sebesar USD 1.401.499.582.
Sedangkan, untuk kondisi Tidak Melakukan Transaksi, Nilai Kini Arus Kas
Bersihnya adalah USD1.398.531.623, sehingga terdapat selisih lebih sebesar
USD2.967.960. Oleh karena itu berdasarkan analisis Nilai Kini Arus Kas
Bersih ini, Transaksi memberikan nilai tambah kepada Perseroan.
Untuk menghitung PVNCF digunakan faktor diskonto (Discount Factor) atas
dasar Cost of Capital (WACC).
Untuk menghitung Cost of Capital akan dihitung dengan rata-rata biaya capital
(Weighted Average Cost of Capital – WACC) dengan mendasarkan pada Cost of
Equity atas dasar perhitungan Capital Asset Pricing Model (CAPM), dengan
formula sebagai berikut:
E (Ri) = Rf + B (RPm)
E (Ri) = Tingkat balikan yang diharapkan (Cost of Equity)
Rf = Risk free rate
B = Beta
RPm = Equity risk premium
Ds = Default spread
Untuk menghitung Cost of Equity digunakan data-data sebagai berikut:
Tingkat bunga tanpa resiko (risk free rate) ditetapkan berdasarkan yield
Obligasi Pemerintah RI dalam USD yang akan jatuh tempo pada tanggal
11 Januari 2053 yang diperoleh dari Bond Supermart per 31 Desember
2023 sebesar 4,99%;
63
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 65
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Equity Risk Premium berdasarkan data dari Damodaran untuk Indonesia
tahun 2023 yang merupakan negara berkembang (emerging market)
sebesar 7,38% dan adanya Default Spread untuk Indonesia sebagai
negara berkembang (emerging market) sebesar 2,07% sebagai faktor
penyesuaian dari Risk Free Rate karena menggunakan Equity Risk
Premium dari Damodaran; dan
Besarnya beta didasarkan pada beta dari Damodaran untuk industri Coal
and Related Energy. Berdasarkan data tersebut, beta unleverednya
adalah sebesar 0,65 dan Debt to Equity Ratio sebesar 21,80%. Tingkat
pajak yang dipergunakan adalah 22%. Sehingga beta leverednya adalah
0,76.
Berdasarkan data-data tersebut, Cost of Equity adalah sebesar 8,51%.
Atas dasar Cost of Equity sebesar 8,51% dan dengan memperhitungkan biaya
bunga 6,73% serta rasio antara utang dan ekuitas (DER) sebesar 21,80%, maka
akan diperoleh Cost of Capital berdasarkan perhitungan WACC sebesar 7,89%.
Analisis NCF dan PVNCF dapat dilihat pada Lampiran A-5 dan B-5.
D.1. Kontribusi Nilai Tambah
Dengan dilakukannya Transaksi, maka manfaat yang diperoleh Perseroan dengan
Transaksi ini adalah dengan skema pembayaran pokok Obligasi pada akhir periode
jatuh tempo Obligasi (bullet payment), menjadikan Perseroan dapat menjaga
likuiditasnya.
Adapun dampak dari dilakukannya Transaksi terhadap proyeksi keuangan
Perseroan adalah sebagai berikut:
a. Tidak Melakukan Transaksi
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Kas dan setara kas
711,43 113,90 426,86 510,83 632,09 874,43
(juta USD)
Aset lancar (juta USD) 1.222,01 600,11 844,15 1.036,28 1.187,00 1.445,02
Aset tidak Lancar
2.389,75 2.511,47 2.380,90 2.434,67 2.402,68 2.393,58
(juta USD)
Liabilitas lancar
797,49 747,70 743,83 838,91 875,98 858,62
(juta USD)
Liabilitas tidak lancar
1.446,87 826,20 718,20 581,63 400,47 307,12
(juta USD)
Rasio likuiditas 1,53 0,80 1,13 1,24 1,36 1,68
Rasio EBITDA terhadap
6,61 13,46 12,78 12,96 13,01 13,67
penjualan (%)
64
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 66
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
b. Melakukan Transaksi
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Kas dan
714,65 482,99 701,25 775,06 893,79 794,56
setara kas
Aset lancar 1.220,42 971,13 1.118,09 1.302,33 1.453,29 1.369,63
Aset tidak
2.403,16 2.586,62 2.442,19 2.486,51 2.444,92 2.422,53
lancar
Liabilitas lancar 793,35 737,49 698,32 793,38 830,42 804,69
Liabilitas tidak
1.447,28 1.270,89 1.123,25 976,60 775,52 278,47
lancar
Rasio likuiditas 1,54 1,32 1,60 1,64 1,75 1,70
Rasio EBITDA
terhadap 6,60 13,23 12,86 13,46 14,05 15,41
penjualan (%)
Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa secara keseluruhan proyeksi
keuangan Perseroan terlihat lebih baik pada kondisi Melakukan Transaksi.
Adapun Proyeksi Keuangan Perseroan dapat dilihat dalam Lampiran A-3 dan A-4
untuk kondisi Tidak Melakukan Transaksi dan Lampiran B-3 dan B-4 untuk kondisi
Melakukan Transaksi.
Selain itu nilai tambah dari Transaksi dapat juga dilihat berdasarkan perbandingan
Nilai Kini Arus Kas Bersih Perseroan dalam kondisi Melakukan dan Tidak Melakukan
Transaksi, seperti dapat dilihat dalam tabel berikut:
Nilai Kini
Kondisi
Arus Kas Bersih
Melakukan Transaksi - dalam USD 1.401.499.582
Tidak Melakukan Transaksi - dalam USD 1.398.531.623
Selisih 2.967.960
Berdasarkan analisis arus kas bersih Perseroan seperti terlihat dalam tabel diatas,
nilai kini arus kas bersih Perseroan dalam kondisi Melakukan Transaksi lebih tinggi
sebesar USD2.967.960 dibandingkan dalam kondisi Tidak Melakukan Transaksi.
D.2. Biaya yang Relevan Dari Transaksi
Biaya yang relevan dari Transaksi adalah berupa biaya yang timbul dalam proses
dilaksanakannya Transaksi termasuk jasa profesional dan biaya publikasi di surat
kabar dalam rangka memenuhi POJK 17, serta biaya yang dikeluarkan untuk RUPS
dalam rangka permintaan persetujuan Transaksi.
65
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 67
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
D.3. Informasi Non Keuangan Yang Relevan
Dalam rangka pembiayaan Transaksi Pembelian Saham dapat juga dilaksanakan
dengan menarik kredit dari lembaga keuangan (Bank). Namun penarikan kredit dari
bank lebih rumit dan tidak fleksibel dibanding dengan penarikan pinjaman melalui
penerbitan surat utang. Di samping itu pada saat meminjam kredit dari perbankan
terdapat kewajiban pembayaran provisi kredit dan juga pembayaran cicilan pokok
sampai dengan jatuh temponya.
D.4. Prosedur Pengambilan Keputusan oleh Perseroan Dalam Menentukan
Rencana dan Nilai Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif Lain
Alternatif lain dari Transaksi dapat dilakukan melalui pinjaman dari perbankan. Akan
tetapi, pinjaman dari perbankan akan memerlukan jaminan, ditambah lagi dengan
adanya ketentuan pembayaran cicilan pokok pinjaman yang dapat mengganggu
likuiditas.
D.5. Hal-Hal Material Lainnya
Semua hal yang dapat memberikan keyakinan bagi Penilai Bisnis untuk memberikan
opini kewajaran sudah dinyatakan dalam laporan ini.
D.6. Analisis Atas Jaminan Yang Terkait Dengan Transaksi
Surat Utang 2029 dijamin dengan saham IIC yang dimiliki oleh Perseroan, saham
TPE dan TPEC yang dimiliki oleh Perseroan, IIC, dan TIME, saham Kideco yang
dimiliki oleh IIC dan Perseroan, dan saham TRIS yang dimiliki oleh TPEC, dimana
jaminan-jaminan ini merupakan jaminan bersama (common security) dengan Surat
Utang 2025.
Pemberian jaminan perusahaan (corporate guarantee) oleh Anak Perusahaan
Penjamin dan pemberian gadai saham oleh Anak Perusahaan Penjamin atas
penerbitan Surat Utang 2029 yang dilakukan oleh Perseroan merupakan transaksi
afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam POJK 42, yang hanya cukup dilaporkan
kepada OJK paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah Transaksi karena transaksi
tersebut dilakukan antara Perseroan dengan Perusahaan Terkendali yang
sahamnya dimiliki paling sedikit 99% dari modal disetor Perusahaan Terkendali.
Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Transaksi bukan merupakan
transaksi yang mengandung benturan kepentingan.
Jaminan Yang Dinilai
Sehubungan dengan pemberian jaminan berupa saham-saham perusahaan, berikut
ini adalah saham-saham yang dilakukan penilaiannya:
66
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 68
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Saham Yang Kepemilikan
Kepemilikan Oleh Lembar Saham
Dijaminkan (%)
IIC*) Perseroan 468.288 99,997
Kideco Perseroan 100.139 40,00
TPEC Perseroan & TIME 1.092.553 99,999
TPE Perseroan & TIME 1.384.999 99,999
TRIS TPEC 39.000.000 100
Total
*) Dalam melakukan penilaian saham IIC, dilakukan juga penilaian atas entitas anak maupun
entitas asosiasi IIC, termasuk saham IIC di Kideco, TPE, dan TPEC.
Hasil Penilaian
Jumlah nilai pasar saham-saham tersebut secara konsolidasian yang akan menjadi
jaminan penerbitan Surat Utang 2029 adalah sebesar USD1.375.113.654 dengan
rincian sebagai berikut:
(dalam USD)
Saham Yang Kepemilikan
Kepemilikan Oleh Lembar Saham Nilai Pasar
Dijaminkan (%)
IIC*) Perseroan 468.288 99,997 653.055.870
Kideco Perseroan 100.139 40,00 475.354.069
TPEC Perseroan & TIME 1.092.553 99,999 212.421.273
TPE Perseroan & TIME 1.384.999 99,999 18.565.471
TRIS TPEC 39.000.000 100 15.716.971
Total 1.375.113.654
*) Dalam melakukan penilaian saham IIC, dilakukan juga penilaian atas entitas anak maupun
entitas asosiasi IIC, termasuk saham IIC di Kideco, TPE, dan TPEC.
E. Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas yang kami lakukan dalam rangka mengukur keuntungan dan
kerugian dari Transaksi, dapat kami kemukakan sebagai berikut:
(dalam USD)
Coupon Laba Bersih
Rate 2024 2025 2026 2027 2028 2029
7.75% 26,843,916 153,650,497 228,849,713 279,515,799 339,318,856 420,256,145
8.25% 25,750,276 151,900,672 227,099,888 277,765,974 337,569,031 419,527,051
8.75% 24,656,635 150,150,847 225,350,063 276,016,149 335,819,206 418,797,958
9.25% 23,562,994 148,401,022 223,600,238 274,266,324 334,069,381 418,068,864
9.75% 22,469,354 146,651,197 221,850,413 272,516,499 332,319,556 417,339,770
Coupon
PVNCF
Rate
7.75% 1,404,518,182
8.25% 1,403,008,882
8.75% 1,401,499,582
9.25% 1,399,990,282
9.75% 1,398,480,982
67
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 69
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Dapat dilihat dalam tabel diatas, bahwa perubahan coupon rate sebesar 0,5% akan
mempengaruhi laba bersih Perseroan setiap tahunnya. Perubahan coupon rate
menjadi 7,75%, 8,25%, 9,25%, dan 9,75% secara berturut-turut menyebabkan rata-
rata kenaikan / penurunan laba bersih 2,57%, 1,28%, (1,28%), dan -2,57%.
Di samping itu, seperti telah dikemukakan sebelumnya, apabila Perseroan tidak
melakukan Transaksi, maka akan mempengaruhi likuiditas Perseroan seperti
disajikan dalam tabel berikut:
Rasio Likuiditas 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Tidak Melakukan Transaksi 1,53 0,80 1,13 1,24 1,36 1,68
Melakukan Transaksi 1,54 1,33 1,53 1,58 1,68 1,70
F. Analisis Kewajaran Transaksi
Atas dasar analisis transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif yang kami lakukan
terhadap Transaksi dapat kami simpulkan sebagai berikut:
1. Perseroan akan menerbitkan Surat Utang 2029. Dengan pertimbangan bahwa
adanya ketidakpastian atas perkembangan harga batu bara di masa yang akan
datang, Perseroan meyakini bahwa penerbitan Surat Utang 2029 dapat menjaga
likuiditas dan posisi kas Perseroan. Hal ini didasarkan pada pertimbangan
bahwa secara umum penerbitan Surat Utang 2029, antara lain, akan digunakan
untuk melunasi sebagian Surat Utang 2025 dan untuk melakukan ekspansi
kegiatan usaha non-batubara.
2. Transaksi merupakan transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam POJK
17. Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan per Tanggal
Penilaian, total ekuitas konsolidasian Perseroan adalah sebesar
USD1.377.137.450, sehingga penerbitan Surat Utang 2029 sebesar
USD350.000.000 adalah setara dengan 25,42% dari total ekuitas konsolidasian
Perseroan per Tanggal Penilaian. Dengan demikian, oleh karena nilai transaksi
adalah lebih besar dari 20% dari ekuitas Perseroan, maka Transaksi merupakan
transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam POJK 17. Merujuk kepada
POJK 17, untuk melakukan Transaksi, Perseroan perlu menggunakan penilai
untuk menentukan kewajaran Transaksi, mengumumkan keterbukaan informasi
terkait Transaksi kepada para Pemegang Saham pada paling lambat 2 (dua)
hari kerja setelah tanggal Transaksi, dan menyampaikan bukti keterbukaan
informasi beserta dokumen pendukungnya kepada OJK yang meliputi laporan
penilai dan dokumen pendukung lainnya. Jangka waktu antara Tanggal
Penilaian dan Transaksi wajib paling lama 6 (enam) bulan. Oleh karenanya,
Perseroan telah meminta kami untuk menyiapkan penilaian kewajaran guna
memenuhi ketentuan POJK 17.
3. Sesuai dengan Memorandum Penawaran untuk Surat Utang 2029, dana hasil
penerbitan Surat Utang 2029, setelah dikurangi dengan biaya penerbitan, komisi,
dan biaya transaksi lainnya, akan digunakan untuk: (i) pembelian kembali jumlah
maksimum pokok terutang sehubungan dengan Surat Utang 2025; (ii) pelunasan
sisa jumlah terutang Surat Utang 2025 melalui pembelian kembali pada pasar
terbuka, penawaran tender dan/atau pelunasan sebagaimana diatur dalam
indenture Surat Utang 2025; (iii) pendanaan pengeluaran modal Perseroan
sehubungan dengan pengembangan dan ekspansi kegiatan usaha non batubara.
68
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 70
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
4. Manfaat yang akan diperoleh Perseroan adalah sebagai berikut:
a. Dengan dilakukannya Transaksi, maka kewajiban keuangan Perseroan yang
harus dipenuhi pada tahun 2025 atau pada saat jatuh temponya Surat Utang
2025 dapat diubah menjadi pembiayaan dengan jangka waktu yang lebih
panjang;
b. Dengan skema pembayaran pokok Surat Utang 2029 pada akhir periode jatuh
temponya (bullet payment), menjadikan Perseroan dapat menjaga
likuiditasnya, terutama pada saat jatuh temponya Surat Utang 2025;
c. Melalui Transaksi, Perseroan, atau secara tidak langsung melalui anak
perusahaannya, dapat melakukan ekspansi usaha atau diversifikasi usaha ke
sektor non-batubara;
d. Dana yang semula akan dipergunakan oleh Perseroan untuk melunasi
sebagian Surat Utang 2025 dalam waktu dekat dapat dipergunakan kembali,
sehingga penggunaan dana dapat difokuskan untuk membiayai kegiatan
usaha Perseroan dan anak-anak perusahaan Perseroan yang bergerak di
bidang usaha non-batubara; dan
e. Pendanaan melalui penerbitan Surat Utang 2029 merupakan alternatif
pembiayaan bagi Perseroan mengingat keterbatasan penyaluran pembiayaan
oleh perbankan yang dipengaruhi iklim usaha bidang batubara yang masih
belum pulih sepenuhnya.
5. Surat Utang 2029 ini dijamin dengan (i) jaminan perusahaan (corporate
guarantee) yang diberikan oleh Anak Perusahaan Penjamin, (ii) jaminan berupa
gadai saham yang diberikan oleh Perseroan dan Anak Perusahaan Penjamin,
dimana jaminan-jaminan ini merupakan jaminan bersama (common security)
dengan Surat Utang 2025.Pemberian jaminan perusahaan (corporate guarantee)
oleh Anak Perusahaan Penjamin dan pemberian gadai saham oleh Anak
Perusahaan Penjamin atas penerbitan Surat Utang 2029 yang dilakukan oleh
Perseroan merupakan transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam POJK
42, yang hanya cukup dilaporkan kepada OJK paling lambat 2 (dua) hari kerja
setelah Transaksi karena transaksi tersebut dilakukan antara Perseroan dengan
Perusahaan Terkendali yang sahamnya dimiliki paling sedikit 99% dari modal
disetor Perusahaan Terkendali. Berdasarkan penjelasan dari manajemen
Perseroan, Transaksi bukan merupakan transaksi yang mengandung benturan
kepentingan.
Jumlah nilai pasar saham-saham secara konsolidasian yang akan menjadi salah
satu jaminan penerbitan Surat Utang 2029 adalah sebesar USD1.375.113.654
dengan rincian sebagai berikut:
(dalam USD)
Saham Yang Lembar Kepemilikan
Kepemilikan Oleh Nilai Pasar
Dijaminkan Saham (%)
IIC*) Perseroan 468.288 99,997 653.055.870
Kideco Perseroan 100.139 40,00 475.354.069
TPEC Perseroan & TIME 1.092.553 99,999 212.421.273
TPE Perseroan & TIME 1.384.999 99,999 18.565.471
TRIS TPEC 39.000.000 100 15.716.971
Total 1.375.113.654
*) Dalam melakukan penilaian saham IIC, dilakukan juga penilaian atas entitas anak maupun
entitas asosiasi IIC, termasuk saham IIC di Kideco, TPE, dan TPEC.
69
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 71
Page 72
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menyatakan bahwa:
1. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang
terhadap Penilaian yang dibuat, maupun memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan
kepada pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan terhadap Laporan Penilaian Bisnis
yang dibuat.
2. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan penilaian adalah benar sesuai
dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
3. Penilai memiliki pemahaman atas objek penilaian yang dinilai.
4. Kami bertanggungjawab atas Laporan Penilaian Bisnis yang kami lakukan.
5. Kami telah melakukan penugasan penilaian profesional sesuai dengan Tanggal Penilaian
(Cut Off Date).
6. Kami telah melakukan analisis untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
Penilaian Bisnis, opini dan kesimpulan dalam Laporan Penilaian Bisnis ini, sebatas
pengetahuan kami, adalah benar dan akurat.
7. Kami telah melakukan penugasan penilaian profesional sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
8. Kami telah menyajikan hasil Penilaian dalam penugasan penilaian profesional sebagai
Kesimpulan Penilaian.
9. Kami telah mengungkapkan lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis di dalam Laporan
Penilaian Bisnis.
10. Kesimpulan Penilaian telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
11. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Penilaian Bisnis berasal dari berbagai sumber
yang diyakini Penilai Bisnis dapat dipertanggungjawabkan.
12. Penunjukan dalam penugasan ini tidak berhubungan dengan opini Penilaian yang dibuat
yang telah disepakati sebelumnya dengan Pemberi Tugas.
13. Biaya jasa profesional tidak dikaitkan dengan penilaian yang dibuat, pencapaian hasil
yang dinyatakan, atau adanya kondisi yang terjadi kemudian (subsequent event) yang
berhubungan secara langsung dengan penggunaan yang dimaksud.
14. Penilai Bisnis telah mengikuti persyaratan pendidikan profesional yang
ditetapkan/dilaksanakan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
15. Penilai Bisnis memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan Penilaian yang
dibuat.
16. Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh Penilai, serta Laporan Penilaian Bisnis
telah dibuat dengan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII – SPI 2018 dan POJK 35.
17. Penilai melakukan inspeksi fisik maupun rapat dan diskusi secara daring dengan
manajemen sehubungan dengan objek penilaian yang dinilai.
18. Tidak seorangpun selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
pelaksanaan Penilaian, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang
dinyatakan dalam Laporan Penilaian Bisnis ini.
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 73
Page 74
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
ASUMSI-ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
Laporan Pendapat Kewajaran ini bergantung kepada asumsi-asumsi dan kondisi pembatas
sebagai berikut :
1. Laporan Pendapat Kewajaran yang dihasilkan oleh penilai bisnis bersifat non-
disclaimer opinion.
2. Penilai bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan
dalam proses penilaian.
3. Data-data dan informasi yang diperoleh Penilai Bisnis berasal dari sumber yang
dapat dipercaya keakuratannya
4. Penilai Bisnis menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
dengan kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty).
5. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran
proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
6. Penilai Bisnis menghasilkan Laporan Pendapat Kewajaran yang terbuka untuk
publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat
mempengaruhi operasional perusahaan.
7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan
Kesimpulan Pendapat Kewajaran
8. Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian
dari pemberi tugas.
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 75
LAMPIRAN B
LAMPIRAN PERHITUNGAN DENGAN KONDISI
TIDAK MELAKUKAN TRANSAKSI
Page 76
Lampiran : A - 1 (1)
PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI
PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2019 SAMPAI 2023
(dalam US Dollar)
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 568.633.705 651.193.109 867.404.826 1.155.539.134 449.204.420
Aset keuangan lainnya 56.824.861 57.163.835 55.124.177 25.367.386 133.654.475
Piutang usaha
Pihak berelasi 56.237.829 101.557.056 74.610.819 71.860.522
Pihak ketiga 456.726.904 360.796.718 411.219.647 462.464.072 343.610.145
Aset kontrak 5.745.976 1.692.846 1.798.930 4.919.983 19.506.377
Piutang lain-lain yang jatuh tempo dalam satu tahun
Pihak berelasi 29.826 16.661.810 - 2.621.962
Pihak ketiga 33.560.282 27.364.504 31.335.968 26.397.403 32.372.076
Aset derivatif 771.444 70.200 - -
Persediaan 48.158.284 41.756.773 43.740.074 60.591.597 51.339.007
Pajak dibayar dimuka 62.560.132 60.397.196 20.803.881 23.586.535 72.734.833
Aset lancar lainnya 142.177.603 75.460.690 137.685.266 169.488.788 117.678.667
Aset dimiliki untuk dijual - - 448.226.774 - 264.002.477
Total Aset Lancar 1.431.426.846 1.394.114.737 2.091.950.362 2.002.837.382 1.484.102.477
Aset Tidak Lancar
Aset keuangan tidak lancar lainnya 77.533.078 83.715.728 63.981.345 76.536.252 113.457.446
Piutang lain-lain setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam satu tahun
Pihak berelasi 11.767.152 10.405.449 10.213.675 20.585.854 20.375.957
Pihak ketiga 423.374 10.031.180 8.788.667 20.654.542 5.078.780
Klaim pengembalian pajak 21.625.283 9.883.327 66.769.765 25.576.353 23.526.588
Aset eksplorasi dan evaluasi 90.714.559 104.711.711 102.123.524
Properti pertambangan 11.303.291 29.903.659 5.707.631
Aktivitas pengupasan lapisan tanah 7.013.261 2.894.709 -
Beban tangguhan 22.535.650 25.880.163
Investasi pada entitas asosiasi 118.021.775 159.001.882 138.198.372 241.629.064 264.581.258
Investasi pada pengendalian bersama entitas - - -
Uang muka dan aset tidak lancar lainnya 41.691.080 38.303.431 43.414.007 53.055.812 56.066.952
Properti investasi - -
Aset tetap 682.687.983 613.990.323 239.328.940 220.651.079 307.121.122
Aset hak guna 62.531.520 3.832.851 3.826.429 16.964.411
Aset tidak berwujud 500.955.773 375.622.993 239.419.749 110.348.195 36.761.135
Goodwill 701.815.473 701.815.473 648.036.713 649.164.208 649.164.208
Uang jaminan 4.354.815 3.689.135 1.757.820 2.416.222 2.489.197
Hak penggunaan atas aset - -
Aset pajak tangguhan 1.324.783 4.717.516 26.753.724 29.080.571 25.581.704
Total Aset Tidak Lancar 2.184.736.219 2.099.588.120 1.599.526.739 1.591.034.660 1.628.999.913
Total Aset 3.616.163.065 3.493.702.857 3.691.477.101 3.593.872.042 3.113.102.390
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Lancar
Pinjaman bank jangka pendek 10.043.120 65.972.114 58.122.340 50.538.098 58.409.213
Utang usaha
Pihak berelasi 8.505.464 12.114.573 5.691.528 5.824.241
Pihak ketiga 328.602.275 323.301.431 291.896.466 336.723.273 277.970.362
Liabilitas kontrak 88.894.246 17.447.646 11.272.664 16.581.292 10.572.038
Utang lain-lain
Pihak berelasi - - -
Pihak ketiga 19.107.043 15.983.160 13.515.367 16.031.293 52.992.973
Utang pajak 80.236.407 62.531.520 304.333.276 544.149.673 15.518.704
Biaya masih harus dibayar 53.995.557 78.424.869 93.657.517 135.593.149 133.480.871
Uang muka pelanggan 11.228.965 7.225.184 5.794.196 7.186.845 15.643.267
Utang dividen 264.710 260.014 13.528 10.527 10.743
Liabilitas jangka panjang yang
jatuh tempo dalam satu tahun
- Pinjaman jangka panjang 83.507.303 88.579.716 67.500.000 50.156.453 58.297.225
- Liabilitas sewa pembiayaan 11.236.123 20.939.427 1.001.063 4.411.235 7.870.164
- Utang obligasi 15.789.923 14.934.201 15.552.951 11.720.490 304.359.120
Liabilitas lancar lainnya
Liabilitas terkait langsung dengan aset tidak lancar yang
dimiliki untuk dijual 267.413.000 47.365.177
Total Liabilitas Lancar 711.411.136 707.713.855 1.135.763.896 1.178.926.569 982.489.857
Liabilitas Tidak Lancar
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
- Pinjaman jangka panjang 267.742.958 251.453.384 81.568.303 91.225.010 105.528.870
- Pinjaman yang dapat dikonversikan 7.538.295 20.092.531
- Liabilitas sewa pembiayaan 25.676.760 30.004.937 2.651.336 1.401.770 8.450.249
- Utang obligasi - bersih 1.097.778.468 1.224.881.921 1.229.590.712 880.010.701 528.922.780
Utang jangka panjang - pihak ketiga - - - 8.160.737 -
Provisi rehabilitasi tambang, penutupan tambang, dan pembongkaran 30.497.779 33.032.580 35.241.633 38.687.331 43.265.139
Uang muka - - -
Liabilitas pajak tangguhan 227.785.162 156.335.479 88.590.083 25.127.407 12.253.706
Liabilitas kontinjensi 161.913.154 164.476.468 206.269.350 - -
Imbalan kerja & liabilitas tidak lancar lainnya 47.583.430 58.506.839 28.088.123 22.620.259 34.961.808
Total Liabilitas Tidak Lancar 1.858.977.711 1.918.691.608 1.671.999.540 1.074.771.510 753.475.083
TOTAL LIABILITAS 2.570.388.847 2.626.405.463 2.807.763.436 2.253.698.079 1.735.964.940
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 77
Lampiran : A - 1 (2)
PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI
PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2019 SAMPAI 2023
(dalam US Dollar)
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham
Modal dasar - 17.000 juta saham
Modal ditempatkan dan disetor -
5.210.192.000 saham 56.892.154 56.892.154 56.892.154 56.892.154 56.892.154
Tambahan modal disetor 253.826.135 253.826.135 253.826.135 253.826.135 253.826.135
Komponen ekuitas lainnya 27.779.765 14.283.807 34.379.226 (9.596.528) (12.469.090)
Selisih transaksi restrukturisasi entitas
sepengendali - -
Saldo laba
Dicadangkan 5.312.496 5.312.496 5.312.496 5.312.496 11.378.431
Tidak dicadangkan 506.862.251 355.269.018 412.988.522 882.849.440 923.214.754
Jumlah Ekuitas yang diatribusikan untuk induk 850.672.801 685.583.610 763.398.533 1.189.283.697 1.232.842.384
Kepentingan non pengendali 195.101.417 181.713.784 120.315.132 150.890.266 144.295.066
Total Ekuitas 1.045.774.218 867.297.394 883.713.665 1.340.173.963 1.377.137.450
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 3.616.163.065 3.493.702.857 3.691.477.101 3.593.872.042 3.113.102.390
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 78
Lampiran : A - 2
PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
PERHITUNGAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2019 SAMPAI 2023
(dalam US Dollar)
2019 2020 2021 2022 2023
PENDAPATAN
Penjualan bersih 2.782.676.420 2.077.212.345 3.069.161.119 4.334.910.725 3.026.839.190
2.782.676.420 2.077.212.345 3.069.161.119 4.334.910.725 3.026.839.190
BEBAN POKOK PENJUALAN
Beban pokok penjualan 2.355.974.951 1.823.333.756 2.151.039.318 2.884.098.670 2.474.863.205
2.355.974.951 1.823.333.756 2.151.039.318 2.884.098.670 2.474.863.205
LABA (RUGI) KOTOR 426.701.469 253.878.589 918.121.801 1.450.812.055 551.975.985
BEBAN USAHA 137.177.141 138.020.163 145.401.075 240.725.758 239.780.249
LABA (RUGI) USAHA 289.524.328 115.858.426 772.720.726 1.210.086.297 312.195.736
PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
- Bagian laba bersih entitas asosiasi dan
pengendalian bersama entitas 30.040.929 32.623.747 27.880.564 31.174.667 22.876.701
- Pendapatan investasi 16.100.236 11.423.964 4.270.293 9.302.646 20.195.064
- Beban keuangan (109.475.702) (119.509.218) (104.860.082) (103.531.626) (85.551.070)
- Penurunan nilai aset (2.965.737) (5.991.508) -
- Amortisasi dan penurunan nilai aset tidak berwujud (135.671.308) (135.626.774) (135.946.869) (136.071.528) (37.635.675)
- Beban pajak final (19.694.805) (9.179.477) (6.774.116) (8.875.640)
- Keuntungan dari revaluasi - - -
- Lain-lain - bersih (13.723.242) 11.223.654 (55.183.032) 8.252.412 6.349.878
(235.389.629) (215.035.612) (270.613.242) (199.749.069) (73.765.102)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 54.134.699 (99.177.186) 502.107.484 1.010.337.228 238.430.634
Beban pajak (49.142.265) (4.270.588) (294.689.659) (499.561.131) (87.387.543)
LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN
DARI OPERASI YANG DILANJUTKAN 4.992.434 (103.447.774) 207.417.825 510.776.097 151.043.091
LABA (RUGI) DARI OPERASI YANG DIHENTIKAN - (144.101.228) - -
LABA (RUGI)TAHUN BERJALAN 4.992.434 (103.447.774) 63.316.597 510.776.097 151.043.091
LABA (RUGI) YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk (18.160.152) (117.542.428) 57.719.504 452.676.558 119.683.800
Kepentingan non-pengendali 23.152.586 14.094.654 5.597.092 58.099.539 31.359.291
Jumlah 4.992.434 (103.447.774) 63.316.596 510.776.097 151.043.091
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 79
Lampiran : A - 3
PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
PROYEKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI
PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2024 SAMPAI 31 DESEMBER 2029
KONDISI TIDAK MELAKUKAN RENCANA TRANSAKSI
(dalam US Dollar)
31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 449.204.420 711.428.664 113.900.466 426.857.112 510.829.394 632.087.243 874.434.106
Aset keuangan lainnya 133.654.475 21.914.462 21.914.462 21.914.462 21.914.462 21.914.462 21.912.664
Piutang usaha 343.610.145 249.383.249 238.891.582 261.666.978 289.967.048 308.954.137 312.038.418
Aset kontrak 19.506.377 - - - - - -
Persediaan 51.339.007 39.709.116 49.801.190 58.708.885 77.402.900 91.370.451 91.954.201
Aset lancar lainnya 486.788.053 199.577.836 175.600.529 74.998.688 136.166.500 132.678.685 144.683.064
Total Aset Lancar 1.484.102.477 1.222.013.327 600.108.228 844.146.125 1.036.280.305 1.187.004.979 1.445.022.453
Aset Tidak Lancar
Aset keuangan tidak lancar lainnya 113.457.446 111.100.865 111.100.865 111.100.865 111.100.865 111.100.865 111.100.865
Piutang lain-lain setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam satu tahun 25.454.737 - - - - 0 -
Klaim pengembalian pajak 23.526.588 - - - - - -
Aset eksplorasi dan evaluasi 102.123.524 21.860.690 21.029.555 20.648.420 20.267.284 22.059.151 16.955.014
Properti pertambangan 5.707.631 158.169.845 176.017.609 170.973.387 163.122.146 150.766.765 147.878.782
Aktivitas pengupasan lapisan tanah -
Beban tangguhan - 324.926 324.926 324.926 324.926 324.926 324.926
Investasi pada entitas asosiasi dan pengendalian bersama 264.581.258 343.125.966 362.569.185 383.050.054 411.451.848 426.608.356 423.386.114
Properti investasi -
Aset tetap 307.121.122 455.800.223 520.464.145 496.400.237 478.063.777 444.989.424 439.082.224
Aset hak guna 16.964.411 5.889.808 5.889.808 5.889.808 5.889.808 5.889.808 5.889.808
Aset tidak berwujud 36.761.135 39.666.230 38.834.205 38.002.179 37.170.154 36.338.129 35.358.817
Goodwill 649.164.208 649.164.208 649.164.208 649.164.208 649.164.208 649.164.208 649.164.208
Uang muka dan aset tidak lancar lainnya 84.137.853 604.651.905 626.071.029 505.348.273 558.115.827 555.435.393 564.439.451
Total Aset Tidak Lancar 1.628.999.913 2.389.754.666 2.511.465.535 2.380.902.358 2.434.670.845 2.402.677.027 2.393.580.210
Total Aset 3.113.102.390 3.611.767.994 3.111.573.764 3.225.048.483 3.470.951.150 3.589.682.005 3.838.602.663
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Lancar
Utang bank 58.409.213 37.231.260 72.257.023 63.187.458 59.181.422 53.240.550 53.240.550
Utang usaha 277.970.362 296.012.513 293.168.433 333.852.605 368.350.392 391.256.023 395.023.910
Selisih tagihan kemajuan kontrak diatas
estimasi pendapatan 10.572.038 32.780.847 27.339.326 35.718.649 39.430.955 42.956.809 42.956.809
Utang lain-lain 52.992.973
Utang pajak 15.518.704 16.640.015 15.631.077 18.891.769 21.375.385 24.100.169 24.114.033
Biaya masih harus dibayar 133.480.871 91.223.617 84.456.552 108.859.723 119.219.616 128.834.496 128.829.147
Liabilitas sewa pembiayaan 7.870.164 1.280.391 1.280.391 1.280.391 1.280.391 1.280.391 1.280.391
Liabilitas lancar lainnya 425.675.532 322.316.800 253.569.693 182.036.602 230.074.889 234.312.689 213.172.128
Total Liabilitas Lancar 982.489.857 797.485.442 747.702.495 743.827.197 838.913.050 875.981.127 858.616.967
Liabilitas Tidak Lancar
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
- Pinjaman jangka panjang 125.621.401 631.821.151 568.146.628 595.107.903 412.451.024 225.938.016 165.938.016
- Liabilitas sewa pembiayaan 8.450.249 302.918 271.781 240.645 240.645 240.645 240.645
- Utang obligasi - bersih 528.922.780 529.288.399 (876.666) (340.000) 1 1 1
Utang jangka panjang - pihak ketiga - - - (0) (0) 0 0
Imbalan kerja & liabilitas tidak lancar lainnya 90.480.653 285.461.979 258.656.135 123.187.788 168.938.689 174.295.665 140.942.900
Total Liabilitas Tidak Lancar 753.475.083 1.446.874.447 826.197.878 718.196.336 581.630.358 400.474.326 307.121.561
TOTAL LIABILITAS 1.735.964.940 2.244.359.889 1.573.900.373 1.462.023.533 1.420.543.408 1.276.455.453 1.165.738.528
EKUITAS
Modal ditempatkan dan disetor penuh 56.892.154 56.892.154 56.892.154 56.892.154 56.892.154 56.892.154 56.892.154
Tambahan modal disetor 253.826.135 253.826.135 253.826.135 253.826.135 253.826.135 253.826.135 253.826.135
Komponen ekuitas lainnya (12.469.090) (12.469.090) (12.469.090) (12.469.090) (12.469.090) (12.469.090) (12.469.090)
Saldo laba 934.593.185 1.009.865.016 1.171.688.432 1.405.978.816 1.693.213.552 1.954.507.704 2.313.223.144
Jumlah Ekuitas yang diatribusikan untuk induk 1.232.842.384 1.308.114.215 1.469.937.631 1.704.228.015 1.991.462.751 2.252.756.903 2.611.472.343
Kepentingan non pengendali 144.295.066 59.293.890 67.735.760 58.796.935 58.944.991 60.469.649 61.391.791
Total Ekuitas 1.377.137.450 1.367.408.105 1.537.673.391 1.763.024.950 2.050.407.742 2.313.226.552 2.672.864.134
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS 3.113.102.390 3.611.767.994 3.111.573.764 3.225.048.483 3.470.951.150 3.589.682.005 3.838.602.663
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 80
Lampiran : A - 4
PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
PROYEKSI PERHITUNGAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2024 SAMPAI 31 DESEMBER 2029
KONDISI MELAKUKAN RENCANA TRANSAKSI
(dalam US Dollar)
2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029
PENDAPATAN -1% -10% 11% 13% 7% 6% 1%
Penjualan bersih 3.026.839.190 2.718.376.702 3.005.541.806 3.408.710.802 3.661.321.490 3.875.742.040 3.910.474.697
3.026.839.190 2.718.376.702 3.005.541.806 3.408.710.802 3.661.321.490 3.875.742.040 3.910.474.697
BEBAN POKOK PENJUALAN
Beban pokok penjualan 2.474.863.205 2.380.468.676 2.441.269.763 2.806.542.418 3.013.719.962 3.187.636.113 3.191.007.422
2.474.863.205 2.380.468.676 2.441.269.763 2.806.542.418 3.013.719.962 3.187.636.113 3.191.007.422
82% 88% 81% 82% 82% 82% 82%
LABA (RUGI) KOTOR 551.975.985 337.908.025 564.272.043 602.168.384 647.601.528 688.105.927 719.467.274
BEBAN USAHA 239.780.249 179.579.825 184.208.058 197.161.268 214.191.417 230.755.746 232.206.190
8% 7% 6% 6% 6% 6% 6%
LABA (RUGI) USAHA 312.195.736 158.328.200 380.063.985 405.007.116 433.410.112 457.350.181 487.261.085
10% 6% 13% 12% 12% 12% 12%
PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
- Bagian laba bersih entitas asosiasi dan
pengendalian bersama entitas 22.876.701 14.370.978 23.776.488 30.311.707 40.689.402 47.042.805 47.318.629
- Pendapatan bunga 20.195.064 918.053 804.769 377.468 412.953 54.065 350.216
- Beban keuangan (85.551.070) (91.304.496) (92.191.949) (34.802.332) (33.231.041) (20.689.508) (15.660.709)
- Penurunan nilai aset -
- Amortisasi dan penurunan nilai aset tidak berwujud (37.635.675) (832.025) (832.025) (832.025) (832.025) (832.025) (832.025)
- Beban pajak final -
- Keuntungan dari revaluasi -
- Lain-lain - bersih 6.349.878 5.943.564 (109.014) (104.546) (102.001) (102.167) (259.051)
(73.765.102) (70.903.926) (68.551.731) (5.049.727) 6.937.289 25.473.169 30.917.061
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 238.430.634 87.424.275 311.512.254 399.957.389 440.347.401 482.823.351 518.178.145
Manfaat / (Beban) pajak (87.387.543) (65.415.282) (121.922.719) (115.315.337) (120.510.775) (121.715.138) (122.924.161)
LABA (RUGI) SEBELUM KEPENTINGAN
NON-PENGENDALI 151.043.091 22.008.993 189.589.535 284.642.052 319.836.625 361.108.213 395.253.984
LABA (RUGI) DARI OPERASI YANG DIHENTIKAN - 12.595.296 - - - - -
LABA (RUGI)TAHUN BERJALAN 151.043.091 34.604.289 189.589.535 284.642.052 319.836.625 361.108.213 395.253.984
Kepentingan Non-pengendali 31.359.291 21.798.160 34.467.145 31.474.264 31.793.919 34.756.187 34.919.048
LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN 119.683.800 12.806.129 155.122.389 253.167.788 288.042.706 326.352.026 360.334.936
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 81
Lampiran : A - 5
PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
ARUS KAS BERSIH (NCF) DAN NILAI KINI ARUS KAS BERSIH (PV NCF)
KONDISI TIDAK MELAKUKAN RENCANA TRANSAKSI
(dalam US Dolar)
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Proyeksi Laba Bersih 12.806.129 155.122.389 253.167.788 288.042.706 326.352.026 360.334.936
Ditambah :
Penyusutan dan amortisasi 53.951.695 70.942.085 100.326.136 107.913.096 105.800.041 71.060.336
Beban bunga setelah pajak 71.217.507 71.909.720 27.145.819 25.920.212 16.137.816 12.215.353
Dikurangi :
Perubahan Modal Kerja
(diluar kas dan setara kas) 339.308.978 (25.406.046) 65.043.451 (13.076.044) 7.601.252 (33.034.771)
Capex (189.202.752) (134.773.983) (75.430.203) (88.744.611) (71.893.664) (64.321.111)
Arus Kas Bersih (NCF) 288.081.557 137.794.167 370.252.991 320.055.358 383.997.471 346.254.744
Discount Factor @ 7,89% 0,926850 0,859052 0,796213 0,737970 0,683988 0,633955
267.008.532 118.372.332 294.800.102 236.191.269 262.649.626 219.509.762
Nilai kini Arus Kas Bersih (PV NCF) per 31 Desember 2023 1.398.531.623
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 82
Lampiran : A - 6
PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
PERHITUNGAN DISCOUNT FACTOR
Cost Of Equity = (Tingkat bunga tanpa resiko- Default Spread) + beta x
(Equity risk premium) = 8,51%
WACC = 7,89%
WE = 82,10%
WD = 17,90%
Total Modal dan Hutang = 100,00%
Tingkat bunga bank - kredit investasi bank pemerintah = 6,73%
Equity risk premium = 7,38%
Default spread = 2,07%
Tingkat bunga tanpa resiko berdasarkan
yield obligasi Pemerintah untuk 30 tahun - US Dollar = 4,99%
Beta = 0,76
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 83
LAMPIRAN A
LAMPIRAN PERHITUNGAN DENGAN KONDISI
MELAKUKAN TRANSAKSI
Page 84
Lampiran : B - 1 (1)
PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI
PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2019 SAMPAI 2023
(dalam US Dollar)
31/12/2023
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 (PROFORMA)
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 568.633.705 651.193.109 867.404.826 1.155.539.134 414.271.481
Aset keuangan lainnya 56.824.861 57.163.835 55.124.177 25.367.386 132.453.493
Piutang usaha
Pihak berelasi 56.237.829 101.557.056 74.610.819 71.860.522 80.612.755
Pihak ketiga 456.726.904 360.796.718 411.219.647 462.464.072 262.997.390
Aset kontrak 5.745.976 1.692.846 1.798.930 4.919.983 19.506.377
Piutang lain-lain yang jatuh tempo dalam satu tahun
Pihak berelasi 29.826 16.661.810 - 2.621.962 -
Pihak ketiga 33.560.282 27.364.504 31.335.968 26.397.403 32.361.553
Aset derivatif 771.444 70.200 - -
Persediaan 48.158.284 41.756.773 43.740.074 60.591.597 51.339.007
Pajak dibayar dimuka 62.560.132 60.397.196 20.803.881 23.586.535 72.734.833
Aset lancar lainnya 142.177.603 75.460.690 137.685.266 169.488.788 117.678.667
Aset dimiliki untuk dijual - - 448.226.774 - 264.002.477
Total Aset Lancar 1.431.426.846 1.394.114.737 2.091.950.362 2.002.837.382 1.447.958.033
Aset Tidak Lancar
Aset keuangan tidak lancar lainnya 77.533.078 83.715.728 63.981.345 76.536.252 113.457.446
Piutang lain-lain setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam satu tahun
Pihak berelasi 11.767.152 10.405.449 10.213.675 20.585.854 20.375.957
Pihak ketiga 423.374 10.031.180 8.788.667 20.654.542 5.078.780
Klaim pengembalian pajak 21.625.283 9.883.327 66.769.765 25.576.353 23.526.588
Aset eksplorasi dan evaluasi 90.714.559 104.711.711 102.123.524
Properti pertambangan 11.303.291 29.903.659 5.707.631
Aktivitas pengupasan lapisan tanah 7.013.261 2.894.709 -
Beban tangguhan 22.535.650 25.880.163
Investasi pada entitas asosiasi 118.021.775 159.001.882 138.198.372 241.629.064 264.581.258
Investasi pada pengendalian bersama entitas - - -
Uang muka dan aset tidak lancar lainnya 41.691.080 38.303.431 43.414.007 53.055.812 56.066.952
Properti investasi - -
Aset tetap 682.687.983 613.990.323 239.328.940 220.651.079 307.121.122
Aset hak guna 62.531.520 3.832.851 3.826.429 16.964.411
Aset tidak berwujud 500.955.773 375.622.993 239.419.749 110.348.195 36.761.135
Goodwill 701.815.473 701.815.473 648.036.713 649.164.208 649.164.208
Uang jaminan 4.354.815 3.689.135 1.757.820 2.416.222 2.489.197
Aset tidak lancar lainnya - -
Aset pajak tangguhan 1.324.783 4.717.516 26.753.724 29.080.571 25.581.704
Total Aset Tidak Lancar 2.184.736.219 2.099.588.120 1.599.526.739 1.591.034.660 1.628.999.913
Total Aset 3.616.163.065 3.493.702.857 3.691.477.101 3.593.872.042 3.076.957.946
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Lancar
Pinjaman bank jangka pendek 10.043.120 65.972.114 58.122.340 50.538.098 58.409.213
Utang usaha
Pihak berelasi 8.505.464 12.114.573 5.691.528 5.824.241 4.077.079
Pihak ketiga 328.602.275 323.301.431 291.896.466 336.723.273 273.893.283
Liabilitas kontrak 88.894.246 17.447.646 11.272.664 16.581.292 10.572.038
Utang lain-lain
Pihak berelasi - - -
Pihak ketiga 19.107.043 15.983.160 13.515.367 16.031.293 52.992.973
Utang pajak 80.236.407 62.531.520 304.333.276 544.149.673 15.518.704
Biaya masih harus dibayar 53.995.557 78.424.869 93.657.517 135.593.149 133.480.871
Uang muka pelanggan 11.228.965 7.225.184 5.794.196 7.186.845 15.643.267
Utang dividen 264.710 260.014 13.528 10.527 10.743
Liabilitas jangka panjang yang
jatuh tempo dalam satu tahun
- Pinjaman jangka panjang 83.507.303 88.579.716 67.500.000 50.156.453 58.297.225
- Liabilitas sewa pembiayaan 11.236.123 20.939.427 1.001.063 4.411.235 7.870.164
- Utang obligasi 15.789.923 14.934.201 15.552.951 11.720.490 296.842.222
Liabilitas lancar lainnya
Liabilitas terkait langsung dengan aset tidak lancar yang dimiliki
untuk dijual 267.413.000 47.365.177
Total Liabilitas Lancar 711.411.136 707.713.855 1.135.763.896 1.178.926.569 974.972.959
Liabilitas Tidak Lancar
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
- Pinjaman jangka panjang 267.742.958 251.453.384 81.568.303 91.225.010 105.528.870
- Pinjaman yang dapat dikonversikan 7.538.295 20.092.531
- Liabilitas sewa pembiayaan 25.676.760 30.004.937 2.651.336 1.401.770 8.450.249
- Utang obligasi - bersih 1.097.778.468 1.224.881.921 1.229.590.712 880.010.701 524.873.843
Utang jangka panjang - pihak ketiga - - - 8.160.737 439.668
Provisi rehabilitasi tambang, penutupan tambang, dan pembongkaran 30.497.779 33.032.580 35.241.633 38.687.331 43.265.139
Uang muka - - -
Liabilitas pajak tangguhan 227.785.162 156.335.479 88.590.083 25.127.407 12.253.706
Liabilitas kontinjensi 161.913.154 164.476.468 206.269.350 -
Imbalan kerja & liabilitas tidak lancar lainnya 47.583.430 58.506.839 28.088.123 22.620.259 34.522.140
Total Liabilitas Tidak Lancar 1.858.977.711 1.918.691.608 1.671.999.540 1.074.771.510 749.426.146
TOTAL LIABILITAS 2.570.388.847 2.626.405.463 2.807.763.436 2.253.698.079 1.724.399.106
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 85
Lampiran : B - 1 (2)
PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI
PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2019 SAMPAI 2023
(dalam US Dollar)
31/12/2023
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 (PROFORMA)
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham
Modal dasar - 17.000 juta saham
Modal ditempatkan dan disetor -
5.210.192.000 saham 56.892.154 56.892.154 56.892.154 56.892.154 56.892.154
Tambahan modal disetor 253.826.135 253.826.135 253.826.135 253.826.135 253.826.135
Komponen ekuitas lainnya 27.779.765 14.283.807 34.379.226 (9.596.528) (12.469.090)
Selisih transaksi restrukturisasi entitas
sepengendali - -
Saldo laba
Dicadangkan 5.312.496 5.312.496 5.312.496 5.312.496 11.378.431
Tidak dicadangkan 506.862.251 355.269.018 412.988.522 882.849.440 898.636.144
Jumlah Ekuitas yang diatribusikan untuk induk 850.672.801 685.583.610 763.398.533 1.189.283.697 1.208.263.774
Kepentingan non pengendali 195.101.417 181.713.784 120.315.132 150.890.266 144.295.066
Total Ekuitas 1.045.774.218 867.297.394 883.713.665 1.340.173.963 1.352.558.840
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 3.616.163.065 3.493.702.857 3.691.477.101 3.593.872.042 3.076.957.946
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 86
Lampiran : A - 2
PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
PERHITUNGAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2019 SAMPAI 2023
(dalam US Dollar)
2019 2020 2021 2022 2023
PENDAPATAN
Penjualan bersih 2.782.676.420 2.077.212.345 3.069.161.119 4.334.910.725 3.026.839.190
2.782.676.420 2.077.212.345 3.069.161.119 4.334.910.725 3.026.839.190
BEBAN POKOK PENJUALAN
Beban pokok penjualan 2.355.974.951 1.823.333.756 2.151.039.318 2.884.098.670 2.474.863.205
2.355.974.951 1.823.333.756 2.151.039.318 2.884.098.670 2.474.863.205
LABA (RUGI) KOTOR 426.701.469 253.878.589 918.121.801 1.450.812.055 551.975.985
BEBAN USAHA 137.177.141 138.020.163 145.401.075 240.725.758 239.780.249
LABA (RUGI) USAHA 289.524.328 115.858.426 772.720.726 1.210.086.297 312.195.736
PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
- Bagian laba bersih entitas asosiasi dan
pengendalian bersama entitas 30.040.929 32.623.747 27.880.564 31.174.667 22.876.701
- Pendapatan investasi 16.100.236 11.423.964 4.270.293 9.302.646 20.706.051
- Beban keuangan (109.475.702) (119.509.218) (104.860.082) (103.531.626) (110.640.667)
- Penurunan nilai aset (2.965.737) (5.991.508) -
- Amortisasi dan penurunan nilai aset tidak berwujud (135.671.308) (135.626.774) (135.946.869) (136.071.528) (37.635.675)
- Beban pajak final (19.694.805) (9.179.477) (6.774.116) (8.875.640)
- Keuntungan dari revaluasi - - -
- Lain-lain - bersih (13.723.242) 11.223.654 (55.183.032) 8.252.412 6.349.878
(235.389.629) (215.035.612) (270.613.242) (199.749.069) (98.343.712)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 54.134.699 (99.177.186) 502.107.484 1.010.337.228 213.852.024
Beban pajak (49.142.265) (4.270.588) (294.689.659) (499.561.131) (87.387.543)
LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN
DARI OPERASI YANG DILANJUTKAN 4.992.434 (103.447.774) 207.417.825 510.776.097 126.464.481
LABA (RUGI) DARI OPERASI YANG DIHENTIKAN - (144.101.228) - -
LABA (RUGI)TAHUN BERJALAN 4.992.434 (103.447.774) 63.316.597 510.776.097 126.464.481
LABA (RUGI) YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk (18.160.152) (117.542.428) 57.719.504 452.676.558 95.105.190
Kepentingan non-pengendali 23.152.586 14.094.654 5.597.092 58.099.539 31.359.291
Jumlah 4.992.434 (103.447.774) 63.316.596 510.776.097 126.464.481
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 87
Lampiran : B - 3
PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
PROYEKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASI
PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2024 SAMPAI 31 DESEMBER 2029
KONDISI MELAKUKAN RENCANA TRANSAKSI
(dalam US Dollar)
31/12/2023
(PROFORMA) 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 414.271.481 714.649.996 482.991.588 701.251.021 775.063.912 893.789.582 794.558.975
Aset keuangan lainnya 132.453.493 21.914.462 21.914.462 21.914.462 21.914.462 21.914.462 21.912.664
Piutang usaha 343.610.145 245.206.734 234.952.237 259.320.064 289.788.234 311.543.333 318.126.724
Aset kontrak 19.506.377 - - - - - -
Persediaan 51.339.007 39.709.116 49.801.190 58.708.885 77.402.900 91.370.451 91.954.201
Aset lancar lainnya 486.777.530 198.941.906 181.470.712 76.895.235 138.157.547 134.669.732 143.074.302
Total Aset Lancar 1.447.958.033 1.220.422.214 971.130.189 1.118.089.667 1.302.327.056 1.453.287.561 1.369.626.866
Aset Tidak Lancar
Aset keuangan tidak lancar lainnya 113.457.446 112.903.489 112.903.489 112.903.489 112.903.489 112.903.489 112.903.489
Piutang lain-lain setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam satu tahun 25.454.737 - - - - 0 -
Klaim pengembalian pajak 23.526.588 - - - - - -
Aset eksplorasi dan evaluasi 102.123.524 21.860.690 21.029.555 20.648.420 20.267.284 22.059.151 16.955.014
Properti pertambangan 5.707.631 158.169.845 176.017.609 170.973.387 163.122.146 150.766.765 147.878.782
Aktivitas pengupasan lapisan tanah -
Beban tangguhan - 324.926 324.926 324.926 324.926 324.926 324.926
Investasi pada entitas asosiasi dan pengendalian bersama 264.581.258 343.125.966 362.569.185 383.050.054 411.451.848 426.608.356 423.386.114
Properti investasi -
Aset tetap 307.121.122 468.067.626 587.978.875 554.019.650 526.144.024 483.474.355 467.871.838
Aset hak guna 16.964.411 5.889.808 5.889.808 5.889.808 5.889.808 5.889.808 5.889.808
Aset tidak berwujud 36.761.135 39.666.230 38.834.205 38.002.179 37.170.154 36.338.129 35.358.817
Goodwill 649.164.208 649.132.425 649.132.425 649.132.425 649.132.425 649.132.425 649.132.425
Uang muka dan aset tidak lancar lainnya 84.137.853 604.015.974 631.941.212 507.244.820 560.106.874 557.426.439 562.830.689
Total Aset Tidak Lancar 1.628.999.913 2.403.156.980 2.586.621.290 2.442.189.159 2.486.512.980 2.444.923.846 2.422.531.904
Total Aset 3.076.957.946 3.623.579.194 3.557.751.479 3.560.278.826 3.788.840.036 3.898.211.406 3.792.158.770
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Lancar
Utang bank 58.409.213 37.231.260 22.257.023 13.187.458 9.181.422 3.240.550 3.240.550
Utang usaha 277.970.362 296.242.033 294.153.528 335.417.152 370.494.391 393.979.474 398.326.813
Selisih tagihan kemajuan kontrak diatas
estimasi pendapatan 10.572.038 32.780.847 27.339.326 35.718.649 39.430.955 42.956.809 42.956.809
Utang lain-lain 52.992.973
Utang pajak 15.518.704 16.640.015 15.631.077 18.891.769 21.375.385 24.100.169 24.114.033
Biaya masih harus dibayar 133.480.871 91.223.617 84.456.552 108.859.723 119.219.616 128.834.496 128.829.147
Liabilitas sewa pembiayaan 7.870.164 1.280.391 1.280.391 1.280.391 1.280.391 1.280.391 1.280.391
Liabilitas lancar lainnya 418.158.634 317.954.541 292.375.331 184.960.070 232.394.021 236.027.485 205.938.270
Total Liabilitas Lancar 974.972.959 793.352.702 737.493.227 698.315.211 793.376.180 830.419.374 804.686.012
Liabilitas Tidak Lancar
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
- Pinjaman jangka panjang 125.621.401 642.903.873 629.890.427 651.307.348 457.561.760 249.771.336 144.516.503
- Liabilitas sewa pembiayaan 8.450.249 302.918 271.781 240.645 240.645 240.645 240.645
- Utang obligasi - bersih 524.873.843 522.974.159 343.267.386 345.587.702 347.541.351 349.495.000 1
- Utang obligasi jatuh tempo 2024 - - - - - -
- Utang obligasi jatuh tempo 2025 184.099.001 0 0 1 1 1
- Utang obligasi jatuh tempo 2029 349.965.000 349.965.000 349.965.000 349.965.000 349.965.000 -
- Utang obligasi jatuh tempo 2030 - - - - - -
- Biaya emisi obligasi (11.089.841) (6.697.614) (4.377.299) (2.423.649) (470.000) -
Total utang obligasi - bersih
Utang jangka panjang - pihak ketiga 439.668 - - (0) (0) 0 0
Imbalan kerja & liabilitas tidak lancar lainnya 90.040.985 281.099.720 297.461.772 126.111.255 171.257.821 176.010.461 133.709.042
Total Liabilitas Tidak Lancar 749.426.146 1.447.280.671 1.270.891.366 1.123.246.949 976.601.576 775.517.441 278.466.190
TOTAL LIABILITAS 1.724.399.106 2.240.633.373 2.008.384.593 1.821.562.160 1.769.977.757 1.605.936.815 1.083.152.202
EKUITAS
Modal ditempatkan dan disetor penuh 56.892.154 56.892.154 56.892.154 56.892.154 56.892.154 56.892.154 56.892.154
Tambahan modal disetor 253.826.135 253.826.135 253.826.135 253.826.135 253.826.135 253.826.135 253.826.135
Komponen ekuitas lainnya (12.469.090) (12.469.090) (12.469.090) (12.469.090) (12.469.090) (12.469.090) (12.469.090)
Saldo laba 910.014.575 1.025.478.178 1.183.608.266 1.382.047.763 1.662.196.213 1.934.234.760 2.350.044.594
Jumlah Ekuitas yang diatribusikan untuk induk 1.208.263.774 1.323.727.377 1.481.857.465 1.680.296.962 1.960.445.412 2.232.483.959 2.648.293.793
Kepentingan non pengendali 144.295.066 59.218.444 67.509.421 58.419.704 58.416.867 59.790.633 60.712.774
Total Ekuitas 1.352.558.840 1.382.945.821 1.549.366.886 1.738.716.666 2.018.862.279 2.292.274.592 2.709.006.568
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS 3.076.957.946 3.623.579.194 3.557.751.479 3.560.278.826 3.788.840.036 3.898.211.406 3.792.158.770
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 88
Lampiran : B - 4
PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
PROYEKSI PERHITUNGAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2024 SAMPAI 31 DESEMBER 2029
KONDISI MELAKUKAN RENCANA TRANSAKSI
(dalam US Dollar)
2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029
PENDAPATAN -1% -10% 11% 14% 8% 7% 2%
Penjualan bersih 3.026.839.190 2.721.291.520 3.011.342.200 3.433.885.777 3.712.875.015 3.960.973.012 4.038.278.166
3.026.839.190 2.721.291.520 3.011.342.200 3.433.885.777 3.712.875.015 3.960.973.012 4.038.278.166
BEBAN POKOK PENJUALAN
Beban pokok penjualan 2.474.863.205 2.383.261.163 2.453.255.080 2.825.577.735 3.039.805.278 3.220.771.429 3.231.192.739
2.474.863.205 2.383.261.163 2.453.255.080 2.825.577.735 3.039.805.278 3.220.771.429 3.231.192.739
82% 88% 81% 82% 82% 81% 80%
LABA (RUGI) KOTOR 551.975.985 338.030.358 558.087.120 608.308.043 673.069.737 740.201.583 807.085.427
BEBAN USAHA 239.780.249 179.579.825 184.208.058 197.161.268 214.191.417 230.755.746 232.206.190
8% 7% 6% 6% 6% 6% 6%
LABA (RUGI) USAHA 312.195.736 158.450.533 373.879.063 411.146.775 458.878.320 509.445.837 574.879.238
10% 6% 12% 12% 12% 13% 14%
PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
- Bagian laba bersih entitas asosiasi dan
pengendalian bersama entitas 22.876.701 14.370.978 23.776.488 30.311.707 40.689.402 47.042.805 47.318.629
- Pendapatan bunga 20.706.051 918.053 804.769 377.468 412.953 54.065 350.216
- Beban keuangan (110.640.667) (79.873.092) (93.249.918) (68.736.535) (66.296.655) (52.723.415) (25.553.815)
- Penurunan nilai aset -
- Amortisasi dan penurunan nilai aset tidak berwujud (37.635.675) (832.025) (832.025) (832.025) (832.025) (832.025) (832.025)
- Beban pajak final -
- Keuntungan dari revaluasi -
- Lain-lain - bersih 6.349.878 5.943.564 (109.014) (104.546) (102.001) (102.167) (259.051)
(98.343.712) (59.472.522) (69.609.700) (38.983.930) (26.128.326) (6.560.738) 21.023.954
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 213.852.024 98.978.011 304.269.363 372.162.845 432.749.994 502.885.099 595.903.192
Manfaat / (Beban) pajak (87.387.543) (65.193.958) (119.802.263) (115.489.411) (125.090.819) (132.460.599) (142.186.186)
LABA (RUGI) SEBELUM KEPENTINGAN
NON-PENGENDALI 126.464.481 33.784.053 184.467.099 256.673.434 307.659.176 370.424.500 453.717.006
LABA (RUGI) DARI OPERASI YANG DIHENTIKAN - 12.595.296 - - - - -
LABA (RUGI)TAHUN BERJALAN 126.464.481 46.379.349 184.467.099 256.673.434 307.659.176 370.424.500 453.717.006
Kepentingan Non-pengendali 31.359.291 21.722.714 34.316.253 31.323.371 31.643.027 34.605.295 34.919.048
LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN 95.105.190 24.656.635 150.150.847 225.350.063 276.016.149 335.819.206 418.797.958
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 89
Lampiran : B - 5
PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
ARUS KAS BERSIH (NCF) DAN NILAI KINI ARUS KAS BERSIH (PV NCF)
KONDISI MELAKUKAN RENCANA TRANSAKSI
(dalam US Dolar)
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Proyeksi Laba Bersih 24.656.635 150.150.847 225.350.063 276.016.149 335.819.206 418.797.958
Ditambah :
Penyusutan dan amortisasi 55.704.181 80.837.402 110.221.453 117.808.413 115.695.358 80.955.653
Beban bunga setelah pajak 62.301.012 72.734.936 53.614.497 51.711.391 41.124.264 19.931.976
Dikurangi :
Perubahan Modal Kerja
(diluar kas dan setara kas) 346.294.077 (38.225.859) 32.121.939 (15.363.528) 4.808.358 (41.303.274)
Capex (203.222.642) (199.916.626) (75.430.203) (89.100.762) (72.193.664) (64.521.111)
Arus Kas Bersih (NCF) 285.733.263 65.580.700 345.877.749 341.071.662 425.253.522 413.861.202
Discount Factor @ 7,89% 0,926850 0,859052 0,796213 0,737970 0,683988 0,633955
264.832.016 56.337.221 275.392.226 251.700.672 290.868.266 262.369.182
Nilai kini Arus Kas Bersih (PV NCF) per 31 Desember 2023 1.401.499.582
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 90
Lampiran : B - 6
PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
PERHITUNGAN DISCOUNT FACTOR
Cost Of Equity = (Tingkat bunga tanpa resiko- Default Spread) + beta x
(Equity risk premium) = 8,51%
WACC = 7,89%
WE = 82,10%
WD = 17,90%
Total Modal dan Hutang = 100,00%
Tingkat bunga bank - kredit investasi bank pemerintah = 6,73%
Equity risk premium = 7,38%
Default spread = 2,07%
Tingkat bunga tanpa resiko berdasarkan
yield obligasi Pemerintah untuk 30 tahun - US Dollar = 4,99%
Beta = 0,76
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 91
Lampiran : C
PT INDIKA ENERGY Tbk DAN ENTITAS ANAK
ANALISIS KELAYAKAN PELUNASAN UTANG
(dalam US Dolar)
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Proyeksi Laba Bersih 24.656.635 150.150.847 225.350.063 276.016.149 335.819.206 418.797.958
Ditambah item non-kas:
Penyusutan dan amortisasi 55.704.181 80.837.402 110.221.453 117.808.413 115.695.358 80.955.653
Ditambah (Dikurangi) :
Perubahan Modal Kerja (diluar
kas dan setara kas) 346.294.077 (38.225.859) 32.121.939 (15.363.528) 4.808.358 (41.303.274)
Capex (203.222.642) (199.916.626) (75.430.203) (89.100.762) (72.193.664) (64.521.111)
Perubahan liabilitas berbunga lainnya 509.135.141 (38.623.793) (86.029.476) (146.311.637) (204.156.960) (135.344.048)
Arus kas bersih sebelum pembayaran utang 732.567.393 (45.778.029) 206.233.776 143.048.634 179.972.298 258.585.178
Kas Awal 414.271.481 714.649.996 482.991.588 701.251.021 775.063.912 893.789.582
Kas tersedia untuk pembayaran utang 1.146.838.873 668.871.967 689.225.364 844.299.655 955.036.210 1.152.374.761
Utang jatuh tempo
- Pembayaran bagian lancar
- Utang bank (21.177.953) (14.974.236) (9.069.566) (4.006.036) (5.940.872) -
- Liabilitas sewa pembiayaan (6.589.773) - - - - -
- Liabilitas lancar lainnya (100.204.094) (25.579.210) (107.415.261) - - (30.089.215)
- Pembayaran obligasi (1.899.684) (179.706.774) - - - (349.495.000)
Selisih lebih 1.016.967.369 448.611.747 572.740.537 840.293.619 949.095.338 772.790.546
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 92
Lampiran : D - Struktur Kepemilikan PT Indika Energy Tbk
PT Indika Energy Tbk.
(Indonesia)
100% 100% 50% 100%
PT Indika Inti PT Indika Energy PT Indika Mineral PT Solusi Mobilitas PT Indika Medika PT Indy Properti
100%
100%
PT Tripatra Multi
100%
50%
100%
Corpindo PT Indika Tenaga Baru Infrastructure Nusantara Indonesia
Energi Investindo Indonesia
(Indonesia) (Indonesia) (Indonesia) (Indonesia) (Indonesia) (Indonesia) (Indonesia)
(Indonesia)
Investment and Medical and Development, Services
Trading development and Motor industry, general
General Trading General Trading Management consultation Investment pharmaceutical industry and Trading
services trading and services
100%
51% PT Indika Multi Properti 50%
100%
(Indonesia)
100%
PT Kideco Jaya PT Tripatra PT Empat Mitra PT Interport Mandiri PT Bioneer Indika PT Indika Energy
51%
40% 2% 98%
100%
Nusantara
99,0%
Capital Pte.Ltd.
100%
Agung Engineering Indika Tenaga Surya Utama Constructions, real estate and PT Jaya Bumi Paser PT Ilectra Motor Group
(Indonesia) (Indonesia) (Indonesia) Resources Ltd. (Indonesia) Group
(Indonesia) trading
Exploration,
(Australia) Medical and pharmaceutical Financing
Consultation Services Consultation services Management services and distributor
Development, Mining and Forest concessionaries
Marketing of Coal for Construction, trading Investment Motor industry, general
industry and trading and services
100%
100%
Indika Energy
Infrastructure
Capital III Pte.Ltd.
75,0%
100%
PT Diva Perdana PT Bioneer Indika
100%
PT POSB PT Pusat Sarana
100%
Salu Siwa Pty. Ltd.
100%
PT Indika PT Sumber Multi PT Empat Mitra Pesona Diagnostik
6%
49% 100% Reksabumi Baruna PT Electra Mobilitas Financing
Indonesia PT Tripatra 51% Energi Penajam Indika Cahaya (Australia)
94% 49% Indonesia (Indonesia) Indonesia
Resources Engineers and (Indonesia) Forest concessionaries Medical and pharmaceutical
General trading Investment
100%
Mining and Trading
Constructors Hazardous waste Spesific port Motorcycle manufacturing Indika Energy
General trading
management management 75,0% Capital I Pte.Ltd.
96,0%
PT Telaga Mas
PT Indika Digital
100%
Provision of
25,0%
PT Mitra Energi PT Empat Mitra PT Masmindo Dwi Kalimantan PT Electra Distribusi Financing
PT Indika Empat PT Elang Mas
60%
Consultancy Services, Teknologi
100%
100% 100%
100%
Agung Construction Mitra Surya Indika Mentari PT Indika Multi Area Indonesia
Andalan Forest concessionaries
(Indonesia) Business and Trading
(Indonesia) (Indonesia) Niaga Digital Technology
(Indonesia) Dealership Motorcycle
(Indonesia) Gold Mining Services
Coal mining General trading General Trading
80,0%
Jasa bongkar muat
PT Sea Bridge PT Trisetia
100%
Hazardous waste
46%
PT Electra Auto
100%
PT Rockgeo Energi
100%
Shipping management Citragraha PT Zebra Cross
Indika Capital Indonesia
100%
PT Mitra Nusantara Teknologi
30%
Investments Domestic good 100% 100% 100% 100% Forest concessionaries
Samudra Dealership Motorcycle
Pte.Ltd. Mineral Ore trading Digital Technology
PT Indika Multi Energi Indika Power PT Mitra Baruna Indonesia
PT Indika Infrastruktur Services
100%
Nusantara
46,0%
Tripatra Pte.Ltd. Internasional Investindo Investments Pte.Ltd. PT Natura Aromatik
100%
Coal and mineral
(Indonesia) Investment PT Perkasa
trading and general (Singapore) Nusantara PT Mitra Motor
100%
PT Xapiens
100%
General Trading Investment Investment Investama Mineral (Indonesia) Group
15% Stevedoring Teknologi
PT Indika Logistic
100%
Investment Mineral Ore trading Essential oil industry Indonesia
85%
PT Multi 25% & Support Services Vehicle industry, general
Tambangjaya (Indonesia) trading and services
PT Prasarana Energi PT Cirebon Electric PT Interport Digital Technology
100%
Services
100%
100%
Utama Tripatra Indonesia 5% Power Mandiri Abadi PT Mekko Metal
15%
100%
Port operation PT Laras Ekosistem
Investments (Indonesia) Mining
60%
Coal mining Coal‐fired power plant Organik PT Foxconn Indika
100%
Limited General Trading Indika Ventures
Transportation Bauxite mining
Motor
PT Interport Pte.Ltd.
100%
management services Management
Indika Energy Investment 100% consultation and
Patimban Agung
60%
PT Cirebon Power 30%
wholesale trading
4 wheels manufacturing
Trading Pte.Ltd. Service (Indonesia) Digital Technology
65%
PT Prasarana Energi 5% 15% Services
5%
(Singapore) PT Kuala PT Kariangau Gapura PT Perkasa Alumina
100%
Cirebon
51%
Pelabuhan Operations and Terminal Energi Port operation Indonesia PT Energi Makmur
Trading 22,5%
Indonesia (Indonesia) Buana
100%
General Trading Maintenance of electrical PT Kalista Nusa
Smelter PT Narada Sahara
90% Armada
PT Cotrans Asia
54,8%
Port Operations 4 wheelers vehicle
25% Specific port management
(Indonesia) Kencana
PT Indika Energy distribution
10%
EV Rental, trading and
Trading PT Cirebon Energi batteryswapping station Digital Technology
100%
(Indonesia) Prasarana PT Jatim Gapura Coal transportation Services
and transhipment
Terminal Energi
100%
Trading PT Kalista Rotom
100%
Coal‐fired power plant (Indonesia) PT Industri Baterai
Orbita
Nusantara
Specific port management
EV Business rental and EV battery manufacture
99,99%
PT Citra Indah
99,92%
PT Citra Indah Prima
100%
Prima
100%
(Indonesia) PT Kalista Soter PT Manufaktur
(Indonesia)
Hastia Teknologi Baterai
Investment
Investment
EV Business rental and EV battery manufacture
trading
100%
PT Citra Indah
43,3%
PT Intan Prima
100%
Resources (Indonesia) PT Kalista Nayara
(Indonesia) Dayautama
Investment
Coal trading and EV Electricity sales and
electric supply installations
Energy Resources Energy Services Energy Infrastructure Minerals Green Business Other Portfolio
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Names mentioned 212 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.2
unresolved
org
PT CIMB Niaga Tbk
p.2
unresolved
org
Niaga Tbk
p.2
unresolved
org
Indika Capital Pte Ltd.
p.2 ×2
unresolved
org
Indika Capital Resources Ltd.
p.2 ×2
unresolved
org
PT Indika Energy Trading. IIC
p.2
unresolved
org
PT Indika Inti Corpindo. IIR
p.2
unresolved
org
PT Indika Indonesia Resources.
p.2 ×3
unresolved
org
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
p.3 ×70
unresolved
org
KJPP Stefanus Tonny Hardi
p.3 ×70
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan
p.3 ×13
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Imelda
p.3 ×8
unresolved
org
PT Kideco Jaya Agung. KPI
p.3
unresolved
org
PT Kuala Pelabuhan Indonesia. MEA
p.3
unresolved
org
PT Mitra Energi Agung.
p.3 ×2
unresolved
org
PT Sea Bridges Shipping. Surat Utang
p.3
unresolved
org
Indika Energy Capital III Pte. Ltd.
p.3 ×2
unresolved
org
Indika Energy Capital IV Pte. Ltd.
p.3 ×3
unresolved
org
PT Tripatra Multi Energi. TPE
p.4
unresolved
org
PT Tripatra Engineering. TPEC
p.4
unresolved
org
PT Tripatra Engineers
p.4 ×3
unresolved
org
Tripatra Investment Limited
p.4
unresolved
org
Pte. Ltd.
p.4 ×2
unresolved
person
Widyadhari
p.6 ×9
unresolved
org
PT Kideco Jaya Agung
p.6 ×7
unresolved
org
PT Dipta Diwangkara
p.12 ×2
unresolved
person
Hasanal Yani Ali Amin
· Notaris
p.12
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.12 ×14
unresolved
org
PT Indika Inti Energi.
p.13
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.13 ×2
unresolved
person
Aryanti Artisari
· Notaris
p.13
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.13 ×3
unresolved
org
Bapepam
p.13 ×2
unresolved
org
PT Indika Mitra Holdiko
p.14 ×2
unresolved
org
PT Rizki Insan Pratama
p.15 ×2
unresolved
person
Miranti Tresnaning Timur
· Notaris
p.15
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.15 ×4
unresolved
person
Mellyani Noor Shandra
· Notaris
p.15 ×5
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.15
unresolved
person
Ungke Mulawanti
· Notaris
p.15 ×9
unresolved
org
PT Tripatra Engineering
p.17
unresolved
org
Indika Capital Investments Pte. Ltd.
p.17 ×2
unresolved
org
Indika Energy Trading Pte Ltd.
p.17
unresolved
org
PT Indika Energi Trading
p.17
unresolved
person
Soeleman Ardjasasmita
· Notaris
p.17
unresolved
org
Pengadilan Negeri
p.17
unresolved
org
PT Indika Inti Corpindo
p.18
unresolved
org
ST International Co. Ltd.
p.18
unresolved
person
Dodik Wijanarko
p.18
unresolved
person
Ir. Edra Emilza
p.18
unresolved
org
Menteri Pertambangan dan Energi.
p.19
unresolved
org
Menteri Investasi
p.19 ×3
unresolved
org
Koordinasi Penanaman Modal
p.19 ×3
unresolved
org
PT Tambang Batubara Bukit Asam
p.19
unresolved
org
PT Runge Pincock Minarco
p.21 ×3
unresolved
org
RPM Global Holdings Ltd. RPM Global Holdings Ltd.
p.21
unresolved
org
RPM Global Holdings Ltd.
p.21
unresolved
person
Kartini Muljadi
· Notaris
p.21
unresolved
person
Marliansyah
· Notaris
p.21 ×3
unresolved
person
Yohannes Irson Purba
· Notaris
p.21 ×3
unresolved
person
Elisabeth Karina Leonita
· Notaris
p.22 ×3
unresolved
org
PT Tripatra Multi Energi
p.22 ×2
unresolved
org
Tripatra Investments Limited
p.23
unresolved
org
PT Kuala Pelabuhan Indonesia
p.23
unresolved
org
PT Cotrans Asia
p.23 ×2
unresolved
org
PT Sea Bridge Shipping
p.23
unresolved
person
H Zamir Simon
· Notaris
p.24 ×6
unresolved
person
Yohanes Irson Purba
p.24
unresolved
person
Elizabeth Karina Leonita
· Notaris
p.26 ×3
unresolved
—
British Virgin Island
p.28
unresolved
org
PT Kuala Pelabuhan
p.28
unresolved
—
Papua
p.28
unresolved
org
Pusat Statistik
p.32 ×4
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.32
unresolved
org
Kota Nusantara
p.33
unresolved
org
Bank Indonesia
p.33 ×9
unresolved
org
Chandra Asri Petrochemical Tbk.
p.41 ×2
unresolved
org
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
p.43 ×3
unresolved
org
Menteri ESDM
p.43
unresolved
org
PT Satria Bahana Sarana
p.43
unresolved
org
Menteri ESDM Arifin Tasrif
p.44
unresolved
org
Kementerian ESDM
p.44
unresolved
org
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI
p.46
unresolved
org
Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Lana Saria
p.47
unresolved
org
Geologi Kementerian ESDM
p.48
unresolved
org
PT Cirebon Electric Power
p.50
unresolved
org
PT Cirebon Energi Prasarana
p.50 ×2
unresolved
org
PT Interport Mandiri Utama
p.50
unresolved
org
PT Kariangau Gapura Terminal Energi
p.50
unresolved
org
PT Masmindo Dwi Area
p.50
unresolved
org
PT Perkasa Investama Mineral
p.50
unresolved
org
PT Rockgeo Energi Nusantara
p.50
unresolved
org
PT Indika Medika Nusantara
p.50
unresolved
org
PT Indika Digital Teknologi
p.50
unresolved
org
PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya
p.50
unresolved
org
PT Ilectra Motor Group
p.50 ×2
unresolved
org
PT Indika Multi Properti
p.50 ×3
unresolved
org
PT Kalista Nusa Armada
p.50
unresolved
org
PT Natura Aromatik Nusantara
p.50
unresolved
org
PT Solusi Mobilitas Indonesia
p.50
unresolved
org
PT Indika Energy Infrastructure
p.50
unresolved
org
Brama One Ventures Limited
p.50
unresolved
org
PT Kariangau Gapura Terminal Energy
p.50
unresolved
org
PT DBS Indonesia
p.50
unresolved
org
PT Multi Tambangjaya Utama
p.50
unresolved
org
InfraCo Asia Development Pte Ltd.
p.51
unresolved
org
PT Indika Inti
p.92
unresolved
org
PT Indika Mineral
p.92
unresolved
org
PT Solusi Mobilitas
p.92
unresolved
org
PT Indika Medika
p.92
unresolved
org
PT Indy Properti
p.92
unresolved
org
PT Tripatra Multi
p.92
unresolved
org
PT Indika Tenaga Baru
p.92
unresolved
org
PT Kideco Jaya
p.92
unresolved
org
PT Tripatra
p.92 ×3
unresolved
org
PT Interport Mandiri
p.92
unresolved
org
PT Bioneer Indika
p.92 ×2
unresolved
org
PT Jaya Bumi Paser
p.92
unresolved
org
PT Ilectra Motor
p.92
unresolved
org
Indika Energy Infrastructure Capital III Pte.Ltd.
p.92
unresolved
org
PT Diva Perdana
p.92
unresolved
org
PT POSB
p.92
unresolved
org
PT Pusat Sarana
p.92
unresolved
org
Salu Siwa Pty. Ltd.
p.92
unresolved
org
PT Indika
p.92
unresolved
org
PT Sumber Multi
p.92
unresolved
org
PT Electra Mobilitas
p.92
unresolved
org
PT Telaga Mas
p.92
unresolved
org
PT Indika Digital
p.92
unresolved
org
PT Masmindo Dwi
p.92
unresolved
org
PT Electra Distribusi
p.92
unresolved
org
PT Indika Empat
p.92
unresolved
org
PT Elang Mas
p.92
unresolved
org
PT Indika Multi
p.92
unresolved
org
PT Sea Bridge
p.92
unresolved
org
PT Trisetia
p.92
unresolved
org
PT Electra Auto
p.92
unresolved
org
PT Rockgeo Energi
p.92
unresolved
org
PT Zebra Cross Indika Capital
p.92
unresolved
org
Dealership Motorcycle Pte.Ltd.
p.92
unresolved
org
PT Indika Multi Energi
p.92
unresolved
org
PT Mitra Baruna
p.92
unresolved
org
PT Indika Infrastruktur
p.92
unresolved
org
Investments Pte.Ltd.
p.92
unresolved
org
PT Natura Aromatik
p.92
unresolved
org
PT Perkasa
p.92
unresolved
org
PT Xapiens
p.92
unresolved
org
PT Indika Logistic
p.92
unresolved
org
PT Multi
p.92
unresolved
org
PT Prasarana Energi
p.92 ×2
unresolved
org
PT Cirebon Electric
p.92
unresolved
org
PT Interport
p.92 ×2
unresolved
org
PT Mekko Metal
p.92
unresolved
org
PT Laras Ekosistem Investments
p.92
unresolved
org
PT Foxconn Indika
p.92
unresolved
org
PT Cirebon Power
p.92
unresolved
org
PT Kuala
p.92
unresolved
org
PT Kariangau Gapura
p.92
unresolved
org
PT Perkasa Alumina
p.92
unresolved
org
PT Energi Makmur Trading
p.92
unresolved
org
PT Kalista Nusa Smelter
p.92
unresolved
org
PT Narada Sahara
p.92
unresolved
org
PT Cirebon Energi
p.92
unresolved
org
PT Jatim Gapura
p.92
unresolved
org
PT Kalista Rotom
p.92
unresolved
org
PT Industri Baterai Orbita Nusantara Specific
p.92
unresolved
org
PT Citra Indah
p.92 ×3
unresolved
org
PT Kalista Soter
p.92
unresolved
org
PT Intan
p.92
unresolved
org
PT Kalista Nayara
p.92
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.