Back to announcement
20240429_SFAN_Laporan Informasi dan Fakta Material_31630775_lamp2.pdf
Financial statement Text extracted SFANSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 63
Page 1
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk Dan Entitas Anak Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir Pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan pada tanggal 31 Desember 2023 (Diaudit)
Page 2
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Direksi dan Dewan Komisaris tentang Tanggung Jawab atas Laporan
Keuangan PT Surya Fajar Capital Tbk dan anak perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak
Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) serta Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN - Pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan
31 Desember 2023 (Diaudit) serta Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 3
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 5
Laporan Arus Kas Konsolidasian 7
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 8
Page 3
Page 4
Page 5
PT SURYA FAJAR CAPITAL DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Maret 2024 31 Desember 2023
ASET
Kas dan setara kas 5 41.237.684.036 44.593.011.188
Deposito berjangka yang dibatasi
pencairannya 6 30.562.500.000 30.500.000.000
Piutang Transaksi Perantara
perdagangan efek - pihak ketiga 7 62.200.413.724 101.237.068.862
Piutang lain-lain - pihak ketiga 8 2.340.611.186 1.187.005.368
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 536.571.405 437.080.060
Pajak dibayar dimuka 9 195.574.958 121.399.933
Portofollio efek 10 90.427.909.310 115.476.654.066
Investasi entitas asosiasi 11 402.466.180 741.300.129
Aset pajak tangguhan 30 5.230.058.356 5.230.058.356
Aset tetap - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan masing-masing sebesar
Rp 19.807.807.193 dan Rp 18.807.775.323
pada tanggal 31 Maret 2024
dan 31 Desember 2023 12 4.793.243.826 6.023.352.251
Aset takberwujud - setelah dikurangi
akumulasi amortisasi masing-masing sebesar
Rp 10.015.387.492 dan Rp 9.435.971.187 pada
tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 13 12.531.024.165 13.110.440.470
Aset lain-lain 6.106.114.194 6.065.468.928
JUMLAH ASET 256.564.171.340 324.722.839.611
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan konsolidasian
1
Page 6
PT SURYA FAJAR CAPITAL DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Maret 2024 31 Desember 2023
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang usaha - pihak ketiga 14 468.705.994 860.381.218
Utang transaksi perantara perdagangan efek -
pihak ketiga 15 60.874.456.210 89.861.013.989
Utang lain-lain 16
Pihak berelasi 32 74.173.000 -
Pihak ketiga 395.155.014 286.802.772
Utang pajak 17 199.913.637 810.798.497
Beban akrual 572.315.827 535.473.841
Pendapatan diterima dimuka - 454.954.061
Liabilitas sewa 970.870.815 1.517.468.468
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 29 3.300.285.391 3.300.285.391
66.855.875.887 97.627.178.237
Jumlah Liabilitas
EKUITAS
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan
kepada Pemilik Entitas Induk
Modal saham
Modal dasar - 3.400.000.000 saham dengan nilai
nominal Rp 100 per saham
Modal ditempatkan dan disetor - 1.359.934.021 saham 19 135.993.402.100 135.993.402.100
Tambahan modal disetor - bersih 20 55.374.203.699 55.374.203.699
Selisih nilai transaksi dengan kepentingan nonpengendali 8.079.316.454 8.079.316.454
Ekuitas pada keuntungan belum direalisasi
atas kenaikan nilai investasi yang diukur
pada nilai wajar melalui komprehensif lain 10 (6.807.084.647) 13.609.473.357
Saldo laba (defisit)
Ditentukan penggunaannya 22 3.000.000.000 3.000.000.000
Tidak ditentukan penggunannya (45.292.028.963) (26.484.590.269)
Jumlah Ekuitas yang Dapat
Distribusikan kepada Pemilik Entitas Induk 150.347.808.643 189.571.805.341
Kepentingan Nonpengendali 23 39.360.486.810 37.523.856.033
Jumlah Ekuitas 189.708.295.453 227.095.661.374
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 256.564.171.340 324.722.839.611
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan konsolidasian
2
Page 7
PT SURYA FAJAR CAPITAL DAN ENTITAS ANAK
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan
31 Maret 2023 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2024 31 Maret 2023 31 Desember 2023
Catatan (Tidak diaudit) (Tidak diaudit) (Diaudit)
PENDAPATAN USAHA 24,32 (4.220.684.840) 25.104.625.446 14.578.849.955
BEBAN POKOK PENDAPATAN 25 (19.770.632) (83.656.286) (601.469.636)
LABA (RUGI) KOTOR (4.240.455.472) 25.020.969.160 13.977.380.319
BEBAN USAHA 26,32 (10.026.945.336) (10.009.670.022) (44.024.744.886)
LABA (RUGI) USAHA (14.267.400.808) 15.011.299.138 (30.047.364.567)
Penghasilan lainnya 27 715.291.625 439.154.011 12.490.326.135
Beban lainnya 28 (3.024.297.122) (287.397.527) (762.299.858)
Bagian rugi bersih entitas asosiasi 11 (338.833.949) (521.478.890) (1.616.359.236)
Beban keuangan (55.567.664) (66.991.604) (381.710.786)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK (16.970.807.917) 14.574.585.128 (20.317.408.312)
MANFAAT PAJAK 30
Pajak kini - - -
Pajak tangguhan - - 3.090.952.081
Manfaat Pajak - bersih - - 3.090.952.081
LABA (RUGI) SETELAH PAJAK (16.970.807.917) 14.574.585.128 (17.226.456.231)
PENGHASILAN (RUGI)
KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi
Keuntungan (kerugian) belum direalisasi
atas kenaikan nilai investasi yang diukur
melalui penghasilan komprehensif lain 10 (20.416.558.004) 13.445.471.600 10.910.412.458
Pengukuran kembali liabilitas
imbalan pasti 29 - - (93.832.526)
Pajak terkait 30 - - 40.613.173
Bagian rugi komprehensif
entitas asosiasi 11 - - (30.593.422)
PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF
LAIN - SETELAH PAJAK (20.416.558.004) 13.445.471.600 10.826.599.683
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF (37.387.365.921) 28.020.056.728 (6.399.856.548)
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan konsolidasian
3
Page 8
PT SURYA FAJAR CAPITAL DAN ENTITAS ANAK
Laporan Laba/(Rugi) dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan
31 Maret 2023 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2024 31 Maret 2023 31 Desember 2023
Catatan (Tidak diaudit) (Tidak diaudit) (Diaudit)
JUMLAH RUGI TAHUN/PERIODE BERJALAN
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN
KEPADA:
Pemilik entitas induk (18.807.438.694) 14.947.365.836 (14.159.861.419)
Kepentingan nonpengendali 1.836.630.777 (372.780.708) (3.066.594.812)
(16.970.807.917) 14.574.585.128 (17.226.456.231)
JUMLAH RUGI TAHUN/PERIODE BERJALAN
KOMPREHENSIF YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk (39.223.996.698) 28.392.837.436 (3.347.399.067)
Kepentingan nonpengendali 1.836.630.777 (372.780.708) (3.052.457.481)
(37.387.365.921) 28.020.056.728 (6.399.856.548)
RUGI PER SAHAM DASAR 31 (13,83) 10,99 (10,41)
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan konsolidasian
4
Page 9
PT SURYA FAJAR CAPITAL TBK DAN ENTITAS ANAK
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Ekuitas Yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk
Ekuitas pada
Keuntungan
Selisih Nilai
Belum Direalisasi
Tambahan Modal Transaksi dengan
Modal Disetor Atas Kenaikan Saldo Laba Jumlah
Disetor - bersih Kepentingan
Nilai Investasi Kepentingan
Nonpengendali Jumlah Ekuitas
yang Diukur pada Nonpengendali
Nilai Wajar Melalui
Penghasilan
Komprehensif
Lain Ditentukan Tidak Ditentukan
Penggunaannya Penggunaannya
Saldo pada tanggal 1 Januari 2023 135.993.402.100 55.374.203.699 1.706.074.927 2.699.060.899 3.000.000.000 (12.226.778.744) 186.545.962.881 6.460.262.641 193.006.225.522
Rugi komprehensif - - - - - (14.159.861.419) (14.159.861.419) (3.066.594.812) (17.226.456.231)
Penghasilan (Rugi) komprehensif lain
Pengukuran kembali liabilitas
imbalan pasti - bersih - - - - - (67.356.684) (67.356.684) 14.137.331 (53.219.353)
Bagian rugi komprehensif lain entita asosiasi - - - - - (30.593.422) (30.593.422) - (30.593.422)
Ekuitas pada keuntungan belum direalisasi
atas kenaikan nilai investasi yang diukur
melalui penghasilan komprehensif lain - - - 10.910.412.458 - - 10.910.412.458 - 10.910.412.458
Jumlah rugi komprehensif - - - 10.910.412.458 - (14.257.811.525) (3.347.399.067) (3.052.457.481) (6.399.856.548)
Transaksi dengan pemilik
Selisih nilai transaksi
dengan kepentingan nonpengendali - - 6.373.241.527 - - - 6.373.241.527 (6.373.241.527) -
Setoran modal saham entitas anak dari
kepentingan nonpengendali - - - - - - - 40.489.292.400 40.489.292.400
Jumlah transaksi dengan pemilik - - 6.373.241.527 - - - 6.373.241.527 34.116.050.873 40.489.292.400
Saldo pada tanggal 31 Desember 2023 135.993.402.100 55.374.203.699 8.079.316.454 13.609.473.357 3.000.000.000 (26.484.590.269) 189.571.805.341 37.523.856.034 227.095.661.374
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan konsolidasian
6
Page 10
PT SURYA FAJAR CAPITAL TBK DAN ENTITAS ANAK
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian
Untuk Periode 9 (Sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Ekuitas Yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk
Ekuitas pada
Keuntungan
Selisih Nilai
Belum Direalisasi
Tambahan Modal Transaksi dengan
Modal Disetor Atas Kenaikan Saldo Laba Jumlah
Disetor - bersih Kepentingan
Nilai Investasi Kepentingan
Nonpengendali Jumlah Ekuitas
yang Diukur pada Nonpengendali
Nilai Wajar Melalui
Penghasilan
Komprehensif
Lain Ditentukan Tidak Ditentukan
Penggunaannya Penggunaannya
Saldo pada tanggal 31 Desember 2023 135.993.402.100 55.374.203.699 8.079.316.454 13.609.473.357 3.000.000.000 (26.484.590.269) 189.571.805.341 37.523.856.034 227.095.661.374
Rugi komprehensif
Rugi tahun berjalan - - - - - (18.807.438.694) (18.807.438.694) 1.836.630.777 (16.970.807.917)
Ekuitas pada kerugian belum direalisasi
atas kenaikan nilai investasi yang diukur
melalui penghasilan komprehensif lain - - - (20.416.558.004) - - (20.416.558.004) - (20.416.558.004)
Jumlah rugi komprehensif - - - (20.416.558.004) - (18.807.438.694) (39.223.996.698) 1.836.630.777 (37.387.365.921)
Saldo pada tanggal 31 Maret 2024 135.993.402.100 55.374.203.699 8.079.316.454 (6.807.084.647) 3.000.000.000 (45.292.028.963) 150.347.808.643 39.360.486.811 189.708.295.453
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan konsolidasian
7
Page 11
PT SURYA FAJAR CAPITAL TBK DAN ENTITAS ANAK
Laporan Arus Kas Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan
31 Maret 2023 (Tidak Diaudit) dan yang besrakhir pada Tanggal 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret (Tidak Diaudit) 31 Desember
2024 2023 2023
(3 Bulan) (3 Bulan) (12 Bulan)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
Penerimaan dari jasa manajemen - 862.500.000 4.362.500.000
Penerimaan penghasilan dividen dan bunga 2.759.026 1.859.340.001 2.035.051.004
Penerimaan (pembayaran) dari nasabah - bersih 42.014.646.919 (170.552.757) (19.448.847.263)
Penerimaan dari
komisi perantara perdagangan efek 1.224.515.484 18.905.246.397 6.934.914.701
Penerimaan jasa penjamin emisi
dan penjualan efek 1.748.130.000 3.209.000.000 6.909.000.000
Penerimaan (pembayaran) dari
lembaga kliring dan penjaminan - bersih (31.964.549.561) - 34.102.236.873
Perolehan portofolio efek - - (8.331.395.968)
Penjualan portofolio efek - - 8.029.105.168
Penerimaan dari komisi transaksi 549.501.655 549.995.231 3.673.180.307
Pembayaran kepada karyawan (4.843.389.516) (4.433.742.098) (19.555.589.609)
Pembayaran lainnya - bersih (8.861.534.295) (1.665.652.406) (13.929.257.858)
Kas Bersih Diperoleh dari
(Digunakan untuk) Aktivitas Operasi (129.920.288) 19.116.134.368 4.780.897.355
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
Penerimaan dari (pemberiaan kepada)
piutang lainnya - - 18.880.020.000
Perolehan:
Portofolio efek - diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi (3.500.300.000) (645.010.000) (42.896.277.900)
Portofolio efek - diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain (1.000.000.000) - (57.683.503.400)
Penjualan:
Portofolio efek - diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi 499.820.000 - 5.171.572.000
Portofolio efek - diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain 999.905.169 - 47.010.429.900
Perolehan aset tetap (25.811.775) (685.739.740) (1.324.867.318)
Hasil penjualan aset tetap - - 20.000.000
Perolehan aset tak berwujud - - (426.985.657)
Pembayaran jaminan dan deposit - - 27.870.000
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Investasi (3.026.386.606) (1.330.749.740) (31.221.742.375)
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan konsolidasian
8
Page 12
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret (Tidak Diaudit) 31 Desember
2024 2023 2023
(3 Bulan) (3 Bulan) (12 Bulan)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Penerimaan (pembayaran) utang lain - lain 182.525.242 56.868.808 (26.600.473.898)
Pembayaran liabilitas sewa (304.317.973) (562.439.443) (1.815.517.572)
Pembayaran atas bunga liabilitas sewa (14.727.527) (27.801.241) (126.023.839)
Penerimaan dari kepentingan nonpengendali
pada entitas anak - - 40.489.292.400
Kas Bersih Diperoleh dari
(Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan (136.520.258) (533.371.876) 11.947.277.091
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH -
KAS DAN SETARA KAS (3.292.827.152) 17.252.012.752 (14.493.567.929)
KAS DAN SETARA KAS
AWAL TAHUN/PERIODE 44.593.011.188 59.586.579.117 59.586.579.117
Perubahan pada dana yang dibatasi
penggunaannya (62.500.000) - (500.000.000)
KAS DAN SETARA KAS
AKHIR TAHUN/PERIODE 41.237.684.036 76.838.591.869 44.593.011.188
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan konsolidasian
9
Page 13
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
1. Umum
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Surya Fajar Capital Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan Akta No. 12 tanggal 5 April 2016, yang
dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta Utara. Akta Pendirian tersebut telah
memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusannya No. AHU-0017288.AH.01.01.TAHUN 2016 tanggal 5 April 2016 dan telah diumumkan dan
dimuat dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 63 Tambahan No. 62036 tanggal 9 Agustus 2016.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 16
tanggal 9 Mei 2023, yang dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta Utara,
mengenai penyesuaian maksud, tujuan serta kegiatan usaha Perusahaan sesuai dengan Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2020. Penyesuaian Anggaran Dasar tersebut telah memperoleh
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya
No. AHU-0026143.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 11 Mei 2023.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama bergerak di
bidang jasa, konsultasi manajemen dan bisnis, serta perdagangan dan keuangan baik langsung maupun melalui
anak usaha.
Perusahaan dan Entitas Anak disebut sebagai Grup. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada
tahun 2016. Perusahaan berkedudukan di Jakarta Selatan. Kantor pusat Perusahaan beralamat di Satrio
Tower Building Lantai 14 Unit 5, Jl. Prof. Dr. Satrio Blok C4 No. 5, Kelurahan Kuningan Timur, Kecamatan
Setiabudi, Jakarta Selatan 12950.
Pemegang saham akhir Grup adalah PT Surya Fajar Corpora yang berkedudukan di Indonesia.
b. Penawaran Umum Saham
Pada tanggal 13 Juni 2019, Perusahaan memperoleh Surat Pernyataan Efektif dari Ketua Otoritas Jasa
Keuangan atau OJK dengan Suratnya No. S-70/D.04/2019 untuk melakukan penawaran umum perdana
212.500.000 saham Perusahaan kepada masyarakat dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan harga
penawaran sebesar Rp 188 per saham dimana melekat Waran Seri I sebanyak-banyaknya 297.500.000
Saham Biasa Atas Nama (“Saham”) dengan nilai nominal sebesar Rp 100 per saham dan ditawarkan
dengan Harga Pelaksanaan Rp 235 per saham. Pada tanggal 19 Juni 2019, seluruh saham telah tercatat di
Bursa Efek Indonesia.
Berdasarkan Akta No. 79 tanggal 7 September 2020, yang dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E.,
M.Kn., Notaris di Jakarta Utara, pemegang saham menyetujui penerbitan Waran Seri I sebanyak
297.500.000 dan berdasarkan laporan Biro Administrasi Efek No. OPR220/AJK/062020 tanggal 2 Juni 2020
dan No. OPR-253/AJK/062020 tanggal 22 Juni 2020 perihal berakhirnya masa pelaksanaan Waran Seri I
Perusahaan dengan jumlah pelaksanaan waran menjadi saham adalah masing-masing sebanyak
67.762.341 saham dan 229.671.680 saham dengan nilai nominal Rp 100 atau seluruhnya sebesar Rp
29.743.392.100.
Pada tanggal, 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, seluruh saham Perusahaan masing-masing sejumlah
1.359.934.021 saham, dengan nilai nominal Rp 100 (dalam Rupiah penuh) per saham telah tercatat di Bursa
Efek Indonesia.
c. Entitas Anak yang Dikonsolidasikan
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, entitas anak yang dikonsolidasikan termasuk
persentase kepemilikan Perusahaan adalah sebagai berikut:
10
Page 14
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Jumlah aset
Entitas Anak/ Kepemilikan (sebelum eliminasi)
31 Maret 31 Desember 31 Maret 31 Desember Lokasi Usaha
2024 2023 2024 2023 Utama Jenis Usaha
% %
Kepemilikan langsung :
Jasa perdagangan
PT Surya Fajar Sekuritas (SFS) 99,99% 99,99% 160.041.100.851 198.725.637.156 Jakarta
efek
PT Surya Fajar Investama (SFI) 99,99% 99,99% 12.986.632.201 22.348.588.683 Jakarta Manajer investasi
PT Digitalisasi Perangkat Indonesia
51,95% 51,95% 48.968.215.426 45.230.926.548 Jakarta
(DPI) Konsultasi Manajemen
Layanan urun-dana
(crowd-funding)
PT Surya Fajar Urun Dana (SFUND) 92,5% 92,5% 4.553.261.493 5.658.352.682 Jakarta melalui penawaran
saham berbasis
teknologi informasi
Kepemilikan tidak langsung:
Entitas anak DPI
Penyedia jasa
PT Mareco Prima Mandiri (MPM) 99,11% 99,11% 7.474.198.414 9.257.900.992 Jakarta
pembayaran
Layanan pinjam
PT Bursa Akselerasi Indonesia (BAI) 99,99% 99,99% 5.716.296.616 6.660.639.933 Jakarta meminjam uang
berbasis teknologi
99,90% 99,90% 5.766.200.325 3.084.956.051 Jakarta Konsultasi manajemen
PT Mitra Usaha Indofund (MUI)
PT Surya Fajar Urun Dana (SFUND)
Berdasarkan Akta No. 19 tanggal 8 September 2023 yang dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn.,
notaris di Jakarta, SFUND meningkatkan modal ditempatkan dan disetor dari Rp 10.000.000.000 menjadi
sebesar Rp 15.000.000.000 yang diambil bagian secara proposional oleh Perusahaan sebesar Rp
4.625.000.000.
Perubahan ini telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran
Dasar No. AHU-AH.01.03-0118112 tanggal 15 September 2023.
PT Digitalisasi Perangkat Indonesia (DPI)
Berdasarkan Akta No. 205 tanggal 23 Juni 2022 yang dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn.,
notaris di Jakarta, DPI meningkatkan modal disetor dari Rp 12.250.000.000 menjadi sebesar Rp
27.250.000.000 yang diambil bagian oleh Perusahaan sebesar Rp 13.500.000.000. Hal ini menyebabkan
penyertaan Grup pada DPI bertambah sebesar Rp 616.065.796 yang dibukukan pada akun ”Selisih Nilai
Transaksi dengan Kepentingan Nonpengendali”.
Perubahan ini telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran
Dasar No. AHU-AH.01.03-0255996 tanggal 25 Juni 2022.
Berdasarkan Akta No. 7 tanggal 1 November 2022 yang dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn.,
notaris di Jakarta, DPI, melakukan peningkatan modal dasar sebesar Rp 45.000.000.000 menjadi sebesar
Rp 100.000.000.000 dan meningkatkan modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp 27.250.000.000 menjadi
Rp 40.000.000.000. Modal ditempatkan dan disetor Rp 4.251.744.000 telah disetor oleh Perusahaan
sehingga kepemilikan Perusahaan menurun menjadi sebesar 74,22%. Hal ini menyebabkan penyertaan
Grup pada DPI bertambah sebesar Rp 3.042.932.477 yang dibukukan pada akun ”Selisih Nilai Transaksi
dengan Kepentingan Nonpengendali”.
Perubahan ini telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Keputusannya No. AHU-0079349.AH.01.02 TAHUN 2022 tanggal 2 November 2022.
11
Page 15
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Berdasarkan Akta No. 86 tanggal 20 Desember 2023 yang dibuat di hadapan Humberg Lie, SH., SE., M.Kn.,
notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujui keputusan peningkatan modal ditempatkan dan
disetor dari Rp 40.000.000.000 setara dengan 400.000.000 saham menjadi Rp 57.142.860.000 setara
dengan 571.428.600 saham yang telah disetor oleh kepentingan nonpengendali sehingga kepemilikan
Perusahaan menurun menjadi sebesar 51,95%. Hal ini menyebabkan penyertaan Grup pada DPI
bertambah sebesar Rp 6.447.543.334 yang dibukukan pada akun ”Selisih Nilai Transaksi dengan
Kepentingan Nonpengendali”.
Perubahan ini telah diterima dan dicatat oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data No. AHU-AH.01.03-0160664 tanggal
21 Desember 2023.
PT Mareco Prima Mandiri (MPM)
Berdasarkan Akta No. 27 tanggal 5 November 2022 yang dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn.,
notaris di Jakarta, MPM menyetujui untuk menerbitkan saham baru Seri C dengan nilai nominal per lembar
saham sebesar Rp 2 dan menyetujui melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari Rp
16.041.650.000 menjadi sebesar Rp 26.041.650.000. Dari modal ditempatkan dan disetor telah disetor
sebesar Rp 10.000.000.000 oleh DPI dan mengakuisisi 7.500.000 lembar saham Seri A dan 72.915.500
lembar saham Seri B dari Jacksan Lee, Novi Setiawati dan Harianto Zheng, pemegang saham Perusahaan
sebesar Rp 456.080.000, sehingga kepemilikan naik menjadi sebesar 98,37%. Hal ini menyebabkan
penyertaan Grup pada MPM berkurang sebesar Rp 1.268.002.968 yang dibukukan pada akun ”Selisih Nilai
Transaksi dengan Kepentingan Nonpengendali”
Perubahan ini telah diterima dan dicatat oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH. 01.03-
0311014 tanggal 8 November 2022.
Berdasarkan Akta No. 59 tanggal 21 Juni 2023 yang dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn.,
notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujui untuk melakukan peningkatan modal dasar sebesar
Rp 30.000.000.000 menjadi sebesar Rp 60.000.000.000 dan meningkatkan modal ditempatkan dan disetor
sebesar Rp 26.041.650.000 menjadi Rp 36.041.650.000. Dari modal ditempatkan dan disetor telah disetor
sebagian sebesar Rp 10.000.000.000 pada 5.000.000.000 lembar saham Seri C oleh DPI, sehingga
kepemilikan naik menjadi sebesar 99,11%. Hal ini menyebabkan penyertaan Grup pada MPM berkurang
sebesar Rp 74.301.807 yang dibukukan pada akun ”Selisih Nilai Transaksi dengan Kepentingan
Nonpengendali”.
Perubahan ini telah diterima dan dicatat oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-
0083332 tanggal 26 Juni 2023.
PT Bursa Akselerasi Indonesia (BAI)
Berdasarkan Akta No. 44 tanggal 23 Juni 2022 yang dibuat di hadapan Rini Yulianti, S.H., Notaris di
Jakarta, DPI mengakuisisi masing-masing 13.500 lembar saham dan 1.499 lembar saham BAI dari
Perusahaan dan Ryan Filbert Wijaya, pemegang saham BAI, dan membayar masing-masing sejumlah
Rp 13.500.000.000 dan Rp 1.499.000.000, mencerminkan kepemilikan sebesar 99,99%.
Hal ini menyebabkan penyertaan Grup pada BAI berkurang sebesar Rp 574.956.173 yang dibukukan pada
akun ”Selisih Nilai Transaksi dengan Kepentingan Nonpengendali”.
Perubahan ini telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data No. AHU-
AH.01.09-0025307 tanggal 23 Juni 2022.
PT Mitra Usaha Indofund (MUI)
Berdasarkan Akta No. 56 tanggal 12 Maret 2021, yang dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn.,
Notaris di Jakarta, MUI mengeluarkan saham dalam portepel dan meningkatkan modal disetor dan modal
ditempatkan sebesar Rp 1.000.000.000 menjadi sebesar Rp 5.000.000.000 yang diambil bagian secara
proposional oleh Perusahaan dan BAI. Perubahan ini telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum
12
Page 16
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
dan Hak Asasi Manusia dengan Surat Keputusannya No. AHU-0016023.AH.01.02.TAHUN 2021 tanggal 16
Maret 2021 dan telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran
Dasar No. AHU-AH.01.03-0165901 tanggal 16 Maret 2021.
Berdasarkan Akta No. 8 tanggal 2 November 2022, yang dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E.,
M.Kn., Notaris di Jakarta Utara, BAI setuju untuk menjual 4.995 saham di MUI (mewakili 99,90%) kepada
DPI dengan harga jual sebesar Rp4.995.000.000,-. Perubahan ini diterima dan dicatat dalam dalam
Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam
Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data No. AHU-AH.01.09-0072135 tanggal 2 November 2022.
d. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, susunan pengurus Perusahaan berdasarkan Rapat
Umum Pemegang Saham yang diadakan tanggal 6 September 2022 yang dinyatakan kembali dalam Akta
No. 14 tanggal 6 September 2022, yang dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., Notaris di Jakarta
Utara, adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama dan Independen : Harun Pandapotan
Komisaris : Arwani Pranajaya
Direksi
Direktur Utama : Ivo Rustandi
Direktur : Rico Lesmana Sulistyo
Perubahan ini diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data No. AHU-
AH.01.09-0053130 tanggal 9 September 2022.
Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris Perusahaan No. 023/SFC-CORP/V/2023 tanggal 19 Mei
2023, susunan Komite Audit Perusahaan adalah sebagai berikut:
Ketua : Harun Pandapotan
Anggota : Herlina Sitorus
Sary
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Meilin Arifin adalah Internal Audit Perusahaan sesuai
dengan Surat Keputusan Dewan Komisaris Perusahaan No. 0003/SFC-IPO/II/2019 tertanggal 15 Februari
2019.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Marianto adalah Sekretaris Perusahaan sesuai
dengan Surat Penunjukan No. 002/SFC-IPO/VIII/2022 tertanggal 19 Agustus 2022.
Personel manajemen kunci Perusahaan terdiri dari anggota Dewan Komisaris dan Direksi.
Jumlah rata-rata karyawan Perusahaan (tidak diaudit) masing-masing adalah 20 dan 21 karyawan pada 31
Maret 2024 dan 31 Desember 2023. Jumlah rata-rata karyawan Grup (tidak diaudit) masing-masing adalah
127 dan 114 karyawan pada 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
e. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian PT Surya Fajar Capital Tbk dan entitas anak untuk tahun yang berakhir
31 Maret 2024 telah diselesaikan dan diotorisasi untuk terbit oleh Direksi Perusahaan pada tanggal
29 April 2024. Direksi Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan
konsolidasian tersebut.
13
Page 17
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting
a. Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan dengan menggunakan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia, meliputi pernyataan dan interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Dewan Standar Akuntansi Syariah IAI.
Laporan keuangan konsolidasian juga disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan OJK
No. 20/POJK 04/2021 tentang “Penyusunan Laporan Keuangan Perusahaan Efek” dan SEOJK
No. 25/SEOJK.04/2021 tentang “Pedoman Perlakuan Akuntansi Perusahaan Efek” untuk tahun
yang berakhir 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
Dasar pengukuran laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali
beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana diuraikan dalam kebijakan
akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan keuangan konsolidasian ini disusun dengan metode
akrual, kecuali laporan arus kas.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan
mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun
yang berakhir 31 Maret 2024 adalah konsisten dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam
penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2023.
Mata uang yang digunakan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian adalah
mata uang Rupiah (Rupiah) yang juga merupakan mata uang fungsional Grup.
b. Prinsip Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas-entitas (termasuk
entitas terstruktur) yang dikendalikan oleh Perusahaan dan Entitas Anak (Grup). Pengendalian
diperoleh apabila Grup memiliki seluruh hal berikut ini:
kekuasaan atas investee;
eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan
kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi
jumlah imbal hasil Grup.
Pengkonsolidasian entitas anak dimulai pada saat Grup memperoleh pengendalian atas entitas anak
dan berakhir pada saat Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Secara khusus, penghasilan
dan beban entitas anak yang diakuisisi atau dilepaskan selama tahun berjalan termasuk dalam laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sejak tanggal Grup memperoleh
pengendalian sampai dengan tanggal Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak.
Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas dalam intra kelompok usaha
terkait dengan transaksi antar entitas dalam Grup dieliminasi secara penuh dalam laporan keuangan
konsolidasian. Laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada
pemilik Perusahaan dan kepentingan nonpengendali (KNP) meskipun hal tersebut mengakibatkan
KNP memiliki saldo defisit.
KNP disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan dalam
ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan
kepada pemilik Perusahaan.
Transaksi dengan KNP yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi
ekuitas. Selisih antara nilai wajar imbalan yang dialihkan dengan bagian relatif atas nilai tercatat aset
bersih entitas anak yang diakuisisi dicatat di ekuitas. Keuntungan atau kerugian dari pelepasan kepada
KNP juga dicatat di ekuitas.
14
Page 18
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
c. Kombinasi Bisnis
Entitas Tidak Sepengendali
Kombinasi bisnis, kecuali kombinasi bisnis entitas sepengendali, dicatat dengan menggunakan metode
akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi diukur pada nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur
pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan jumlah setiap KNP pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap
kombinasi bisnis, pihak pengakuisisi mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi pada nilai wajar atau
sebesar proporsi kepemilikan KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi.
Ketika melakukan akuisisi atas sebuah bisnis, Grup mengklasifikasikan dan menentukan aset
keuangan yang diperoleh dan liabilitas keuangan yang diambil alih berdasarkan pada persyaratan
kontraktual, kondisi ekonomi dan kondisi terkait lain yang ada pada tanggal akuisisi.
Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, pada tanggal akuisisi pihak
pengakuisisi mengukur kembali nilai wajar kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada pihak
yang diakuisisi dan mengakui keuntungan atau kerugian yang dihasilkan dalam laba rugi.
Pada tanggal akuisisi, goodwill awalnya diukur pada harga perolehan yang merupakan selisih lebih
nilai agregat dari imbalan yang dialihkan dan jumlah yang diakui untuk KNP atas aset bersih
teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Jika nilai agregat tersebut lebih kecil dari
nilai wajar aset neto entitas anak yang diakuisisi, selisih tersebut diakui dalam laba rugi.
Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada jumlah tercatat dikurangi akumulasi kerugian penurunan
nilai. Untuk tujuan uji penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak
tanggal akuisisi, dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas (“UPK”) dari Perusahaan dan/atau
entitas anak yang diharapkan akan menerima manfaat dari sinergi kombinasi tersebut, terlepas dari
apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi dialokasikan ke UPK tersebut.
Jika goodwill telah dialokasikan pada suatu UPK dan operasi tertentu atas UPK tersebut dihentikan,
maka goodwill yang diasosiasikan dengan operasi yang dihentikan tersebut termasuk dalam jumlah
tercatat operasi tersebut ketika menentukan keuntungan atau kerugian dari pelepasan. Goodwill yang
dilepaskan tersebut diukur berdasarkan nilai relatif operasi yang dihentikan dan porsi UPK yang
ditahan.
Entitas Sepengendali
Transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, berupa pengalihan bisnis yang dilakukan dalam
rangka reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu kelompok usaha yang sama, bukan
merupakan perubahan kepemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi tersebut diakui
pada jumlah tercatat berdasarkan metode penyatuan kepemilikan.
Selisih antara jumlah imbalan yang dialihkan dan jumlah tercatat dari setiap kombinasi bisnis entitas
sepengendali disajikan dalam akun tambahan modal disetor pada bagian ekuitas dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian.
Entitas yang melepas bisnis, dalam pelepasan bisnis entitas sepengendali, mengakui selisih antara
imbalan yang diterima dan jumlah tercatat bisnis yang dilepas dalam akun tambahan modal disetor
pada bagian ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
d. Penjabaran Mata Uang Asing
Mata Uang Fungsional dan Pelaporan
Akun-akun yang tercakup dalam laporan keuangan setiap entitas dalam Grup diukur menggunakan
mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana entitas beroperasi (mata uang fungsional).
Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional
Perusahaan dan mata uang penyajian Grup.
15
Page 19
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Transaksi dan Saldo
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang fungsional menggunakan kurs pada
tanggal transaksi. Keuntungan atau kerugian selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dan
dari penjabaran pada kurs akhir tahun atas aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing diakui
dalam laba rugi. Aset nonmoneter yang diukur pada nilai wajar dijabarkan menggunakan kurs pada
tanggal nilai wajar ditentukan. Selisih penjabaran akun ekuitas dan akun nonmoneter serupa yang
diukur pada nilai wajar diakui dalam laba rugi.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, kurs konversi yakni kurs tengah Bank Indonesia
yang digunakan oleh Grup adalah masing-masing sebesar Rp 15.853 dan Rp 15.416 per 1 Dolar
Amerika Serikat.
e. Transaksi Pihak Berelasi
Orang atau entitas dikategorikan sebagai pihak berelasi Grup apabila memenuhi definisi pihak berelasi
berdasarkan PSAK No. 7 “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”. Semua transaksi signifikan dengan
pihak berelasi telah diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian.
f. Kas dan Setara Kas
Kas terdiri dari kas dan bank. Setara kas adalah semua investasi yang bersifat jangka pendek dan
sangat likuid yang dapat segera dikonversikan menjadi kas dengan jatuh tempo dalam waktu 3 (Tiga)
bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya, dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi
pencairannya.
g. Deposito Berjangka yang Dibatasi Pencairannya
Deposito berjangka yang jatuh temponya kurang dari 3 (Tiga) bulan pada saat penempatan namun
dijaminkan, atau dibatasi pencairannya, dan deposito berjangka yang jatuh temponya lebih dari 3 (Tiga)
bulan pada saat penempatan disajikan sebagai "Deposito berjangka yang dibatasi pencairannya".
h. Instrumen Keuangan
Grup menerapkan PSAK No. 71, Instrumen Keuangan, yang menggantikan PSAK No. 55, Instrumen
Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, mengenai pengaturan instrumen keuangan terkait klasifikasi
dan pengukuran, penurunan nilai atas instrumen keuangan.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, instrumen keuangan Grup terdiri dari aset dan
liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain dan aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba
rugi sehingga kebijakan akuntansi terkait dengan liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi
tidak diungkapkan.
Aset Keuangan
Grup mengklasifikasikan aset keuangan sesuai dengan PSAK No. 71, Instrumen Keuangan, sehingga
setelah pengakuan awal aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain atau nilai wajar melalui laba rugi, dengan menggunakan dua dasar, yaitu:
a) Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan; dan,
b) Karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan.
16
Page 20
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
1. Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
a) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
b) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang
semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan
awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif
menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh
temponya, dan dikurangi dengan cadangan kerugian ekspetasian.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, kategori ini meliputi kas dan setara kas,
deposito berjangka yang dibatasi pencairannya, piutang transaksi perantara perdagangan efek,
piutang kegiatan penjaminan emisi efek, piutang lain-lain, dan setoran jaminan dan jaminan dalam
akun aset lain-lain yang dimiliki oleh Grup.
2. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika kedua kondisi
berikut terpenuhi:
a) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan
mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
b) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang
semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan berupa instrumen ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain selanjutnya diukur pada nilai wajar, dengan keuntungan atau kerugian yang
belum direalisasi diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Saat aset keuangan tersebut
dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi, akumulasi keuntungan atau kerugian direklasifikasi
ke saldo laba.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, kategori ini meliputi sebagian investasi Grup
dalam portofolio efek.
3. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi kecuali aset keuangan tersebut diukur pada
biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dicatat pada laporan posisi keuangan
pada nilai wajarnya. Perubahan nilai wajar langsung diakui dalam laba rugi. Bunga yang diperoleh
dicatat sebagai pendapatan bunga, sedangkan pendapatan dividen dicatat sebagai bagian dari
pendapatan lain-lain sesuai dengan persyaratan dalam kontrak, atau pada saat hak untuk
memperoleh pembayaran atas dividen tersebut telah ditetapkan.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, kategori ini meliputi sebagian investasi Grup
dalam Portofolio efek.
17
Page 21
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas
Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas Grup diklasifikasikan berdasarkan substansi perjanjian
kontraktual serta definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Kebijakan akuntansi yang
diterapkan atas instrumen keuangan tersebut diungkapkan berikut ini.
Instrumen Ekuitas
Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas setelah
dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas dicatat sejumlah hasil yang diterima, setelah
dikurangkan dengan biaya penerbitan langsung.
Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 71 diklasifikasikan sebagai berikut: (i) liabilitas keuangan
yang diukur dengan biaya diamortisasi, (ii) liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui
laba rugi atau melalui penghasilan komprehensif lain. Grup menentukan klasifikasi liabilitas keuangan
pada saat pengakuan awal.
Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang,
termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dan selanjutnya diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Amortisasi suku bunga
efektif disajikan sebagai bagian dari beban keuangan dalam laba rugi.
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan
awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan
métode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, kategori ini meliputi utang lembaga kliring dan
penjaminan, utang nasabah, utang lain-lain dan beban akrual yang dimiliki oleh Grup.
Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, Grup saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan berniat untuk menyelesaikan
secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Reklasifikasi Instrumen Keuangan
Sesuai dengan ketentuan PSAK No. 71, Instrumen Keuangan, Grup mereklasifikasi seluruh aset
keuangan dalam kategori yang terpengaruh, jika dan hanya jika, Grup mengubah model bisnis untuk
pengelolaan aset keuangan tersebut. Sedangkan, liabilitas keuangan tidak direklasifikasi.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Grup selalu mengakui kerugian kredit ekspektasian (KKE) sepanjang umur untuk piutang usaha.
Kerugian kredit ekspektasian atas aset keuangan diestimasi menggunakan pendekatan tingkat
kerugian berdasarkan pengalaman kerugian kredit historis Grup, disesuaikan dengan kondisi ekonomi
umum dan penilaian baik atas kondisi kini maupun perkiraan masa depan pada tanggal pelaporan,
termasuk nilai waktu atas uang jika tepat.
18
Page 22
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Untuk semua instrumen keuangan lainnya, Grup mengakui KKE sepanjang umur ketika telah ada
peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal. Jika sebaliknya, risiko kredit pada
instrumen keuangan tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, Grup mengukur
penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah KKE 12 bulan. Penilaian apakah
KKE sepanjang umur harus diakui didasarkan pada peningkatan signifikan dalam kemungkinan
terjadinya atau pada risiko gagal bayar sejak pengakuan awal dan bukan didasarkan bukti aset
keuangan yang mengalami kerugian kredit pada tanggal pelaporan atau kejadian gagal bayar
sebenarnya. KKE sepanjang umur merupakan kerugian kredit ekspektasian yang timbul dari seluruh
kemungkinan peristiwa gagal bayar selama perkiraan umur instrumen keuangan.
Sebaliknya, KKE 12 bulan mewakili porsi KKE sepanjang umur yang timbul dari peristiwa gagal bayar
pada instrumen keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan.
Penilaian apakah KKE sepanjang umur harus diakui didasarkan pada peningkatan signifikan dalam
kemungkinan terjadinya atau pada risiko gagal bayar sejak pengakuan awal dan bukan didasarkan
bukti aset keuangan yang mengalami kerugian kredit pada tanggal pelaporan atau kejadian gagal bayar
sebenarnya. KKE sepanjang umur merupakan kerugian kredit ekspektasian yang timbul dari seluruh
kemungkinan peristiwa gagal bayar selama perkiraan umur instrumen keuangan. Sebaliknya, KKE 12
bulan mewakili porsi KKE sepanjang umur yang timbul dari peristiwa gagal bayar pada instrumen
keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan
1. Aset Keuangan
Aset keuangan (atau bagian dari aset keuangan atau kelompok aset keuangan serupa) dihentikan
pengakuannya jika:
a. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir;
b. Grup tetap memiliki hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan tersebut, namun juga
menanggung liabilitas kontraktual untuk membayar kepada pihak ketiga atas arus kas yang
diterima tersebut secara penuh tanpa adanya penundaan yang signifikan berdasarkan suatu
kesepakatan; atau
c. Grup telah mentransfer haknya untuk menerima arus kas dari aset keuangan dan (i) telah
mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, atau (ii)
secara substansial tidak mentransfer atau tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset
keuangan, namun telah mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut.
2. Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas keuangan tersebut berakhir, dibatalkan,
atau telah kadaluarsa.
i. Pengukuran Nilai Wajar
Pengukuran nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan
liabilitas akan terjadi:
di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau;
jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungakan untuk aset atau liabilitas
tersebut.
Grup harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan pada tanggal
pengukuran.
19
Page 23
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan
terbaiknya, atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut
dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Ketika Grup menggunakan teknik penilaian, maka Grup memaksimalkan penggunaan input yang dapat
diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Seluruh aset dan liabilitas yang mana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut diukur atau diungkapkan,
dikategorikan dalam hirarki nilai wajar sebagai berikut:
Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik;
Level 2 - teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai
wajar dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
Level 3 - teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai
wajar tidak dapat diobservasi.
Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan keuangan
konsolidasian, maka Grup menentukan apakah telah terjadi transfer di antara level hirarki dengan
menilai kembali pengkategorian level nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan.
j. Transaksi Portofolio Efek
Transaksi pembelian dan penjualan portofolio efek baik untuk nasabah maupun untuk sendir diakui
dalam laporan keuangan Perusahaan dan entitas anaknya pada saat timbulnya perkatan atas transaksi
portofolio efek.
Pembelian portofolio efek untuk nasabah pemilik rekening dicatat sebagai piutang nasabah dan utang
lembaga kliring dan penjaminan, sedangkan penjualan portofolio efek dicatat sebagai utang pada
nasabah dan piutang dari lembaga kliring dan penjaminan.
Nasabah pemilik rekening dan nasabah kelembagaan yang memiliki rekening efek melakukan
penyelesaian nilai transaksi secara neto untuk piutang dan utang yang jatuh tempo di hari yang sama,
oleh karena penyajian piutang dan utang disajikan secara neto.
Nasabah kelembagaan yang tidak memiliki rekening efek melakukan penyelesaian transaksi secara
bruto, oleh karena itu sejak 1 Januari 2022 penyajian piutang dan utang untuk nasabah disajikan secara
bruto.
Penerimaan dana dari nasabah pemilik rekening dalam rangka pembelian portofolio efek dan
pembayaran dan penerimaan atas transaksi pembelian dan penjualan untuk nasabah dicatat pada
rekening nasabah.
Pada tanggal penyelesaian, pembelian portofolio efek yang tidak dapat diselesaikan dicatat sebagai
akun gagal terima" dan disajikan di laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai liabilitas. Transaksi
penjualan portofolio efek yang tidak dapat diselesaikan dicatat sebagai "akun gagal serah dan disajikan
di laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai aset.
Penerimaan uang pemesanan portofolio efek dalam rangka penjaminan emisi portofolio efek diakui dan
disajikan tersendiri sebagai aset dan liabilitas.
Piutang transaksi repo diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan dan
amortisasi.
20
Page 24
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
k. Investasi pada Entitas Asosiasi
Hasil usaha dan aset dan liabilitas entitas asosiasi dicatat dalam laporan keuangan konsolidasian
menggunakan metode ekuitas. Dalam penerapan metode ekuitas, Grup memilih untuk menerapkan
pengukuran nilai wajar untuk entitas asosiasi, yang memenuhi definisi dari entitas investasi dan memiliki
harga kuotasian.
Dalam metode ekuitas, pengakuan awal investasi pada entitas asosiasi diakui pada laporan posisi
keuangan konsolidasian sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk mengakui bagian
Grup atas laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dari entitas asosiasi. Jika bagian Grup atas rugi
entitas asosiasi adalah sama dengan atau melebihi kepentingannya pada entitas asosiasi, maka Grup
menghentikan pengakuannya atas rugi lebih lanjut. Kerugian lebih lanjut diakui hanya jika Grup memiliki
kewajiban konstruktif atau hukum atau melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi.
Investasi pada entitas asosiasi dicatat menggunakan metode ekuitas sejak tanggal investasi tersebut
memenuhi definisi entitas asosiasi. Pada saat perolehan investasi, setiap selisih lebih antara biaya
perolehan investasi dengan bagian Grup atas nilai wajar neto aset dan liabilitas teridentifikasi dari
investee diakui sebagai goodwill, yang termasuk dalam nilai tercatat investasi. Setiap selisih lebih
bagian Grup atas nilai wajar neto aset dan liabilitas teridentifikasi terhadap biaya perolehan investasi
langsung diakui dalam laba rugi pada periode perolehan investasi.
Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menentukan apakah terdapat penurunan nilai yang harus diakui
atas investasi Grup pada entitas asosiasi.
Ketika entitas dalam Grup melakukan transaksi dengan entitas asosiasi milik Grup, keuntungan atau
kerugian yang dihasilkan dari transaksi tersebut diakui dalam laporan keuangan konsolidasian Grup
hanya sebatas kepentingan para pihak dalam asosiasi yang tidak terkait dengan Grup.
l. Biaya Dibayar Dimuka
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan
metode garis lurus
m. Aset Tetap
Kepemilikan Langsung
Aset tetap dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, tetapi tidak termasuk biaya perawatan sehari-hari,
dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada.
Biaya perolehan awal aset tetap meliputi harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian
yang tidak boleh dikreditkan dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa
aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan sesuai dengan tujuan penggunaan yang ditetapkan.
Beban-beban yang timbul setelah aset tetap digunakan, seperti beban perbaikan dan pemeliharaan,
dibebankan ke laba rugi pada saat terjadinya. Apabila beban-beban tersebut menimbulkan peningkatan
manfaat ekonomis di masa datang dari penggunaan aset tetap tersebut yang dapat melebihi kinerja
normalnya, maka beban-beban tersebut dikapitalisasi sebagai tambahan biaya perolehan aset tetap.
Penyusutan dihitung berdasarkan metode garis lurus (straight-line method) selama masa manfaat aset
tetap sebagai berikut:
Tahun
Peralatan kantor 4
Komputer 4
Kendaraan 8
21
Page 25
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Nilai tercatat aset tetap ditelaah kembali dan dilakukan penurunan nilai apabila terdapat peristiwa atau
perubahan kondisi tertentu yang mengindikasikan nilai tercatat tersebut tidak dapat dipulihkan
sepenuhnya.
Dalam setiap inspeksi yang signifikan, biaya inspeksi diakui dalam jumlah tercatat aset tetap sebagai
suatu penggantian apabila memenuhi kriteria pengakuan. Biaya inspeksi signifikan yang dikapitalisasi
tersebut diamortisasi selama periode sampai dengan saat inspeksi signifikan berikutnya.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat
ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau
kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap diakui dalam laba rugi pada tahun
terjadinya penghentian pengakuan.
Nilai residu, umur manfaat, serta metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan dilakukan
penyesuaian apabila hasil telaah berbeda dengan estimasi sebelumnya.
n. Transaksi Sewa
Grup menerapkan PSAK No. 73 yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa sehubungan dengan
sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai ‘sewa operasi’.
Sebagai Penyewa
Pada tanggal permulaan kontrak, Grup menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung, sewa.
Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk
mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan
imbalan.
Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian,
Perusahaan harus menilai apakah:
- Grup memiliki hak untuk mendapatkan secara subtansial seluruh manfaat ekonomi dari
penggunaan aset identifikasian; dan
- Grup memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Grup memiliki hak ini ketika
Grup memiliki hak untuk pengambilan keputusan yang relevan tentang bagaimana dan untuk tujuan
apa aset digunakan telah ditentukan sebelumnya dan:
1. Grup memiliki hak untuk mengoperasikan aset;
2. Grup telah mendesain aset sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan apa aset akan
digunakan selama periode penggunaan.
Pada tanggal awal dimulainya kontrak atau pada tanggal penilaian kembali atas kontrak yang
mengandung sebuah komponen sewa, Grup mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing
komponen sewa berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa dan harga tersendiri agregat
dari komponen nonsewa.
Pada tanggal awal permulaan sewa, Grup mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak-guna
diukur pada biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan
dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan.
Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga
tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan,
didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut
tidak dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya, Grup
menggunakan suk bunga pinjaman inkremental sebagai tingkat bunga diskonto.
Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran berikut ini:
- pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi;
22
Page 26
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
- jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dengan jaminan nilai residual
- penalti karena penghentian awal sewa kecuali jika Grup cukup pasti untuk tidak menghentikan
lebih awal.
Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian pokok dan biaya keuangan. Biaya keuangan
dibebankan pada laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik
yang konstan atas saldo liabilitas untuk setiap periode.
Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Grup pada akhir masa sewa atau jika biaya
perolehan aset hak-guna merefleksikan Grup akan mengeksekusi opsi beli, maka Grup menyusutkan
aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar. Jika tidak, maka Grup
menyusutkan aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur
manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
Sewa Jangka Pendek
Grup memutuskan untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka pendek
yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang. Grup mengakui pembayaran sewa atas sewa tersebut
sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
o. Aset Takberwujud
Perangkat Lunak
Biaya yang dibayarkan atas biaya perolehan piranti lunak komputer, ditangguhkan dan diamortisasi
menggunakan garis lurus.
Amortisasi dihitung berdasarkan metode garis lurus (straight-line method) selama masa manfaat aset
takberwujud sebagai berikut:
Tahun
Aset takberwujud 4
Penyertaan Saham
Investasi dengan persentase kepemilikan di bawah 20% dan tidak memiliki pengaruh signifikan yang
diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang dimiliki untuk dijual dicatat pada nilai wajar melalui laba
rugi. Penyertaan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki umur tidak terbatas dan nilai perolehan
merupakan nilai yang dianggap mendekati nilai wajar.
Goodwill
Goodwill diuji penurunan nilainya setiap tahun dan dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi dengan
akumulasi penurunan nilai. Penurunan nilai goodwill tidak dapat dipulihkan. Keuntungan atau kerugian
yang diakui pada saat pelepasan entitas anak harus memperhitungkan nilai tercatat goodwill dari entitas
anak yang dijual tersebut.
Goodwill dialokasikan ke unit penghasil kas (UPK) untuk tujuan uji penurunan nilai. Alokasi dilakukan
ke UPK atau kelompok UPK yang diharapkan akan mendapat manfaat dari kombinasi bisnis yang
menimbulkan goodwill tersebut.
p. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan tahunan, Grup menelaah apakah terdapat indikasi suatu aset
mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat uji tahunan penurunan nilai
aset perlu dilakukan, maka Grup membuat estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dinyatakan
mengalami penurunan nilai dan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi. Dalam menghitung nilai
23
Page 27
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
pakai, estimasi arus kas masa depan bersih didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat
diskonto sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik
atas aset.
Penelaahan dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan untuk mengetahui apakah terdapat
indikasi bahwa rugi penurunan nilai aset yang telah diakui dalam periode sebelumnya mungkin tidak ada
lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka Grup mengestimasi jumlah
terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang diakui dalam periode sebelumnya akan
dipulihkan apabila nilai tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun nilai tercatat, neto
setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut
pada tahun-tahun sebelumnya. Setelah pemulihan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di
periode mendatang untuk mengalokasikan nilai tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya,
dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.
q. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Grup menerapkan PSAK No. 72 yang mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah
analisa sebagai berikut:
1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji
dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke
pelanggan.
3. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu
entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika
imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Grup
membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas
diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah
jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak.
4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual
berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak
dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang
diharapkan ditambah marjin.
5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang
atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki pengendalian atas barang
atau jasa tersebut).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan 2 cara, yakni:
a. Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
b. Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke (pelanggan). Untuk kewajiban
pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Perusahaan memilih ukuran penyelesaian
yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya
kewajiban pelaksanaan.
Pendapatan jasa diakui pada saat pemberian jasa.
Pendapatan komisi sebagai perantara pedagang portofolio efek diakui pada saat transaksi terjadi.
Jasa penjaminan emisi portofolio efek diakui pada saat aktivitas penjaminan emisi secara substansi telah
selesai dan jumlah pendapatan telah ditentukan.
Provisi dan komisi lainnya yang tidak terkait dengan kegiatan perolehan instrument keuangan dan jangka
waktu tertentu yang jumlahnya signifikan, diterima dimuka dan diamortisasi menggunakan metode garis
lurus sesuai dengan jangka waktu transaksi yang bersangkutan.
Pendapatan bunga dan beban bunga dari instrumen keuangan diakui dalam laba rugi secara akrual
menggunakan metode suku bunga efektif.
24
Page 28
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pendapatan dan beban lainnya masing-masing diakui pada saat terjadinya dan sesuai dengan masa
manfaatnya (accrual basis).
r. Imbalan Kerja
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang merupakan imbalan pasca-kerja manfaat pasti yang dibentuk
tanpa pendanaan khusus dan didasarkan pada masa kerja dan jumlah penghasilan karyawan pada saat
pensiun yang dihitung menggunakan metode Projected Unit Credit. Pengukuran kembali liabilitas
imbalan pasti langsung diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dan penghasilan
komprehensif lain pada periode terjadinya dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi, namun menjadi
bagian dari saldo laba. Biaya liabilitas imbalan pasti lainnya terkait dengan program imbalan pasti diakui
dalam laba rugi.
Pada tanggal 2 Februari 2021, Pemerintah mengundangkan dan memberlakukan Peraturan Pemerintah
Nomor 35 Tahun 2021 (PP 35/2021) untuk melaksanakan ketentuan Pasal 81 dan Pasal 185 (b) UU
No. 11/2020 mengenai Cipta Kerja yang bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja yang seluas-
luasnya.
Presiden Republik Indonesia telah menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.
2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja (Perppu Cipta Kerja 2/2022) pada tanggal 30 Desember 2022 yang
merupakan pelaksanaan dari Putusan MK No. 91/PUU-XVIII/2020. Dengan berlakunya Perppu ini, UU
No. 11/2020 tentang Cipta Kerja dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Perppu Cipta Kerja 2/2022 telah
ditetapkan menjadi Undang-Undang pada tanggal 31 Maret 2023 berdasarkan Undang-Undang No. 6
Tahun 2023.
s. Pajak Penghasilan
Pajak Kini
Pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung
berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan diakui sebagai liabilitas jika terdapat perbedaan temporer kena pajak yang timbul dari
perbedaan antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan jumlah tercatatnya pada tanggal
pelaporan.
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal
yang dapat dikompensasikan. Aset pajak tangguhan diakui dan direviu pada setiap tanggal pelaporan
atau diturunkan jumlah tercatatnya, sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak tersedia untuk
pemanfaatan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal yang dapat dikompensasikan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku
ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (atau peraturan pajak) yang
telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.
Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus jika dan hanya jika, terdapat hak yang
dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini
dan pajak tangguhan tersebut terkait dengan entitas kena pajak yang sama dan dikenakan oleh otoritas
perpajakan yang sama.
t. Rekening Efek
Rekening efek dimiliki oleh nasabah Grup Efek dalam kaitannya dengan transaksi jual beli Efek oleh
nasabah. Rekening efek berisi catatan mengenai efek dan dana yang dititipkan nasabah kepada Grup
Efek. Rekening efek nasabah tidak memenuhi kriteria pengakuan aset keuangan oleh Grup, sehingga
tidak dicatat dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, namun dicatat pada buku pembantu dana
dan buku pembantu efek.
25
Page 29
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
u. Laba/Rugi per Saham
Rugi per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun/periode yang
bersangkutan.
v. Informasi Operasi
lnformasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan
penyajian laporan keuangan konsolidasian.
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal komponen-komponen Grup yang secara
berkala dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya ke
dalam segmen dan penilaian kinerja Grup.
w. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang menyediakan tambahan informasi
mengenai posisi keuangan konsolidasian Grup pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian
(peristiwa penyesuai), jika ada, telah tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian. Peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang tidak memerlukan penyesuaian (peristiwa non-
penyesuian), apabila jumlahnya material, telah diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian.
3. Standar Akuntansi Keuangan Baru dan Penyesuaian atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Perubahan Pernyataan Standar Akuntasi Keuangan (PSAK)
Diterapkan pada tahun 2023
Penerapan standar akuntansi keuangan revisi berikut, yang berlaku efektif 1 Januari 2023, relevan bagi
Grup namun tidak menyebabkan perubahan signifikan atas kebijakan akuntansi Grup dan tidak berdampak
material terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan konsolidasian:
- Amandemen PSAK No. 1, Penyajian Laporan Keuangan tentang Pengungkapan Kebijakan Akuntansi
yang Mengubah Istilah “Signifikan” menjadi “Material” dan memberi Penjelasan mengenai Kebijakan
Akuntansi Material
- Amendemen PSAK No. 16, Aset Tetap tentang Hasil sebelum Penggunaan yang Diintensikan
- Amandemen PSAK No. 25, Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan tentang
Definisi dari Estimasi Akuntansi
- Amandemen PSAK No. 46, Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas yang
timbul dari Transaksi Tunggal
Telah diterbitkan namun belum berlaku efektif
Amandemen standar akuntansi keuangan yang telah diterbitkan, yang berlaku efektif sejak tanggal:
1 Januari 2024
- Amendemen PSAK No. 1, Penyajian Laporan Keuangan tentang Pengungkapan Kebijakan Akuntansi
yang Mengubah istilah “Signfikan” menjadi “Material” dan Memberi Penjelasan mengenai Kebijakan
Akuntansi Material
- Amendemen PSAK No. 1, tentang Penyajian laporan Keuangan terkait Klasifikasi Liabilitas sebagai
Jangka Pendek dan Jangka Panjang
- Amandemen PSAK No. 73 tentang Sewa terkait Liabilitas Sewa pada Transaksi Jual dan Sewa-balik
26
Page 30
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, Grup masih mempelajari dampak yang
mungkin timbul dari penerapan amendemen PSAK tersebut dan dampak dari penerapan amendemen PSAK
tersebut pada laporan keuangan konsolidasian belum dapat ditentukan.
Mulai tanggal 1 Januari 2024, referensi terhadap masing-masing PSAK dan ISAK akan diubah sebagaimana
diumumkan oleh DSAK-IAI.
4. Penggunaan Estimasi, Pertimbangan dan Asumsi Manajemen
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Grup, seperti yang diungkapkan dalam Catatan 2 pada laporan
keuangan konsolidasian, manajemen harus membuat estimasi, pertimbangan, dan asumsi atas nilai tercatat
aset dan liabilitas yang tidak tersedia oleh sumber-sumber lain. Estimasi dan asumsi tersebut, berdasarkan
pengalaman historis dan faktor lain yang dipertimbangkan relevan.
Manajemen berkeyakinan bahwa pengungkapan berikut telah mencakup ikhtisar estimasi, pertimbangan
dan asumsi signifikan yang dibuat oleh manajemen, yang berpengaruh terhadap jumlah-jumlah yang
dilaporkan serta pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasian.
Pertimbangan
Pertimbangan-pertimbangan berikut dibuat oleh manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi
Grup yang memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan konsolidasian:
a. Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anak adalah mata uang lingkungan ekonomi utama
dimana masing-masing entitas beroperasi. Mata uang tersebut adalah yang paling mempengaruhi harga
jual barang dan jasa, dan mata uang dari negara yang kekuatan persaingan dan peraturannya sebagian
besar menentukan harga jual barang dan jasa entitas, dan merupakan mata uang yang mana dana dari
aktivitas pendanaan dihasilkan.
b. Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Grup menentukan klasifikasi aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan
dengan menilai apakah aset dan liabilitas tersebut memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam PSAK No.
71. Aset keuangan dan liabilitas keuangan dicatat sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup sebagaimana
diungkapkan dalam Catatan 2.
c. Aset Keuangan yang Tidak Memiliki Kuotasi Harga di Pasar Aktif
Grup mengukur seluruh aset keuangan berupa investasi dalam instrumen ekuitas pada nilai wajarnya.
Akan tetapi, pada keadaan terbatas, biaya perolehan dapat merupakan estimasi nilai wajar yang tepat.
Hal tersebut dapat terjadi jika informasi yang terkini tidak tersedia untuk mengukur nilai wajar, atau
terdapat rentang kemungkinan yang cukup besar atas nilai wajar, dimana biaya perolehan yang
merupakan estimasi terbaik nilai wajar berada dalam rentang tersebut.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, manajemen Grup memutuskan untuk mengukur
investasi aset keuangan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain yang diungkapkan dalam
Catatan 11 pada biaya perolehan, karena informasi yang terkini tidak tersedia untuk mengukur nilai
wajarnya dan dampaknya tidak material terhadap laporan keuangan konsolidasian Grup.
d. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan
Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam menghitung kerugian kredit ekspektasian
untuk piutang usaha. Oleh karena itu, Grup tidak menelusuri perubahan risiko kredit, melainkan
mengakui penyisihan kerugian berdasarkan kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya pada
setiap tanggal pelaporan.
Untuk pendekatan umum, pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, Grup menilai apakah risiko kredit
atas instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan
penilaian tersebut, Grup mempertimbangkan perubahan risiko gagal bayar yang terjadi selama umur
27
Page 31
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
instrumen keuangan. Dalam melakukan penilaian tersebut, Grup membandingkan risiko gagal bayar
yang terjadi pada tanggal pelaporan dengan risiko gagal bayar pada saat pengakuan awal, serta
mempertimbangkan informasi, termasuk informasi masa lalu, kondisi saat ini, dan informasi bersifat
perkiraan masa depan (forward-looking), yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya
berlebihan.
Grup mengukur cadangan kerugian sepanjang umurnya, jika risiko kredit atas instrumen keuangan
tersebut telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, jika tidak, maka Grup mengukur
cadangan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan.
Suatu evaluasi yang bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah cadangan kerugian ekspektasian yang
harus dibentuk, dilakukan secara berkala pada setiap periode pelaporan. Oleh karena itu, saat dan
besaran jumlah cadangan kerugian ekspektasian yang tercatat pada setiap periode dapat berbeda
tergantung pada pertimbangan atas informasi yang tersedia atau berlaku pada saat itu.
Nilai tercatat aset keuangan Grup yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, pinjaman diberikan dan
piutang dan aset keuangan yang tersedia untuk dijual Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember
2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pada biaya perolehan diamortisasi
Kas dan setara kas 41.237.684.036 44.593.011.188
Deposito berjangka yang dibatasi penggunaanya 30.562.500.000 30.500.000.000
Piutang transaksi perantara perdagangan efek 62.200.413.724 101.237.068.862
Piutang lain-lain 2.340.611.186 1.187.005.368
Setoran jaminan dalam "aset lain-lain" 2.500.000.000 2.500.000.000
Jaminan dalam akun "aset lain-lain" 890.138.423 849.493.157
Jumlah 139.731.347.369 180.866.578.575
e. Transaksi Sewa
Grup Sebagai Penyewa
Grup telah menandatangani sejumlah perjanjian sewa ruangan. Grup menentukan bahwa sewa tersebut
memenuhi kriteria pengakuan dan pengukuran aset hak-guna dan liabilitas sewa sesuai dengan PSAK
No. 73, Sewa.
f. Pajak Penghasilan
Pertimbangan yang signifikan dibutuhkan untuk menentukan jumlah pajak penghasilan. Terdapat
sejumlah transaksi dan perhitungan yang menimbulkan ketidakpastian penentuan jumlah pajak
penghasilan karena interpretasi atas peraturan pajak yang berbeda. Jika hasil pemeriksaan pajak
berbeda dengan jumlah yang sebelumnya telah dibukukan, maka selisih tersebut akan berdampak
terhadap aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan dalam periode dimana hasil pemeriksaan tersebut
terjadi.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber utama lain dalam mengestimasi ketidakpastian pada
tanggal pelaporan yang mempunyai risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian material
terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup
mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia saat laporan keuangan konsolidasian
disusun. Kondisi yang ada dan asumsi mengenai perkembangan masa depan dapat berubah karena
28
Page 32
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
perubahan situasi pasar yang berada di luar kendali Grup. Perubahan tersebut tercermin dalam asumsi
ketika keadaan tersebut terjadi.
a. Nilai Wajar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mensyaratkan pengukuran aset keuangan dan liabilitas
keuangan tertentu pada nilai wajarnya dan penyajian ini mengharuskan penggunaan estimasi.
Komponen pengukuran nilai wajar yang signifikan ditentukan berdasarkan bukti-bukti obyektif yang dapat
diverifikasi (seperti nilai tukar, suku bunga), sedangkan saat dan besaran perubahan nilai wajar dapat
menjadi berbeda karena penggunaan metode penilaian yang berbeda. Nilai wajar aset keuangan
diungkapkan pada Catatan 18.
b. Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap
Masa manfaat dari masing-masing aset tetap Grup diestimasi berdasarkan jangka waktu aset tersebut
diharapkan tersedia untuk digunakan. Estimasi tersebut didasarkan pada penilaian kolektif berdasarkan
bidang usaha yang sama, evaluasi teknis internal dan pengalaman dengan aset sejenis. Estimasi masa
manfaat setiap aset ditelaah secara berkala dan diperbarui jika estimasi berbeda dari perkiraan
sebelumnya yang disebabkan karena pemakaian, usang secara teknis atau komersial serta keterbatasan
hak atau pembatasan lainnya terhadap penggunaanaaset. Dengan demikian, hasil operasi di masa
mendatang mungkin dapat terpengaruh secara signifikan oleh perubahan dalam jumlah dan waktu
terjadinya biaya karena perubahan yang disebabkan oleh faktor- faktor yang disebutkan di atas.
Penurunan estimasi masa manfaat ekonomis setiap aset tetap akan menyebabkan kenaikan beban
penyusutan dan penurunan nilai tercatat aset tetap.
Nilai tercatat aset tetap Grup Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing
sebesar Rp 4.793.243.826 dan Rp 6.023.352.251 (Catatan 12).
c. Penurunan Nilai Goodwill dan Aset Takberwujud Lainnya
Aset takberwujud, selain goodwill, diuji penurunan nilai apabila indikasi penurunan nilai telah terjadi.
Untuk goodwill, uji penurunan nilai wajib dilakukan sedikitnya setahun sekali tanpa memperhatikan
apakah telah terjadi indikasi penurunan nilai. Penentuan nilai pakai aset takberwujud membutuhkan
estimasi arus kas yang diharapkan akan dihasilkan dari pemakaian berkelanjutan dan pelepasan akhir
atas aset tersebut (UPK) serta tingkat diskonto yang tepat untuk menghitung nilai kini.
Manajemen berkeyakinan bahwa asumsi- asumsi yang digunakan dalam estimasi nilai pakai dalam
laporan keuangan konsolidasian adalah tepat dan wajar, namun demikian, perubahan signifikan dalam
asumsi-asumsi tersebut dapat berdampak signifikan pada jumlah nilai terpulihkan dan jumlah kerugian
penurunan nilai yang terjadi mungkin berdampak material pada hasil operasi Grup.
Nilai tercatat goodwill Grup pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masingmasing sebesar
Rp 2.715.975.771.
Nilai tercatat aset takberwujud Grup pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-
masing sebesar Rp 12.531.024.165 dan Rp 13.110.440.470
d. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Penelaahan atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai aset tertentu.
Penentuan nilai wajar aset membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan akan dihasilkan dari
pemakaian berkelanjutan dan pelepasan akhir atas aset tersebut. Perubahan signifikan dalam asumsi-
asumsi yang digunakan untuk menentukan nilai wajar dapat berdampak signifikan pada nilai terpulihkan
dan jumlah kerugian penurunan nilai yang terjadi mungkin berdampak material pada hasil operasi Grup.
Nilai tercatat aset non-keuangan Grup Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
29
Page 33
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Aset tetap - bersih 4.793.243.826 6.023.352.251
Aset takberwujud - bersih 2.666.024.165 3.245.440.470
Jumlah 7.459.267.991 9.268.792.721
e. Imbalan Kerja Jangka Panjang
Penentuan liabilitas imbalan kerja jangka panjang dipengaruhi oleh asumsi tertentu yang digunakan oleh
aktuaris dalam menghitung jumlah tersebut. Asumsi-asumsi tersebut dijelaskan dalam Catatan 29 dan
mencakup, antara lain, tingkat kenaikan gaji, dan tingkat diskonto yang ditentukan dengan mengacu
pada imbal hasil pasar atas bunga obligasi korporasi berkualitas tinggi dalam mata uang yang sama
dengan mata uang pembayaran imbalan dan memiliki jangka waktu yang mendekati estimasi jangka
waktu liabilitas imbalan kerja jangka panjang tersebut.
Hasil aktual yang berbeda dengan asumsi Grup dibukukan pada penghasilan komprehensif lain dan
dengan demikian, berdampak pada jumlah penghasilan komprehensif lain yang diakui dan liabilitas yang
tercatat pada periode-periode mendatang. Manajemen berkeyakinan bahwa asumsi-asumsi yang
digunakan adalah tepat dan wajar, namun demikian, perbedaan signifikan pada hasil aktual, atau
perubahan signifikan dalam asumsi-asumsi tersebut dapat berdampak signifikan pada jumlah liabilitas
imbalan kerja jangka panjang.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, liabilitas imbalan kerja jangka panjang adalah
sebesar Rp 3.300.285.391 (Catatan 29).
f. Aset Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara nilai tercatat aset dan liabilitas
pada laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak jika kemungkinan besar jumlah laba kena pajak
akan memadai untuk pemanfaatan perbedaan temporer yang diakui. Estimasi manajemen yang
signifikan diperlukan untuk menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang diakui berdasarkan
kemungkinan waktu terealisasinya dan jumlah laba kena pajak pada masa mendatang serta strategi
perencanaan pajak masa depan.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, saldo aset pajak tangguhan adalah sebesar
Rp 5.230.058.356.
30
Page 34
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
5. Kas dan Setara Kas
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Kas 17.000.000 33.700.000
Bank - Pihak ketiga
PT Bank Mandiri (Persero Tbk) 5.435.330.797 5.085.258.622
PT Bank Mayapada Internasional Tbk 1.127.008.703 2.237.254.091
PT Bank Central Asia Tbk 546.611.015 392.833.796
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 457.392.901 538.473.502
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk 149.642.225 294.992.759
PT Bank CIMB Niaga Tbk 64.053.367 60.178.012
PT Bank Mega Tbk 57.943.665 58.197.441
PT Bank JTrust Indonesia Tbk 17.692.679 17.977.449
PT Bank DBS Indonesia 9.394.600 9.944.600
PT Bank Permata Tbk 4.000.893 -
PT Bank Sinarmas Tbk 700.000 910.916
PT Bank Nationalnobu Tbk 913.191 790.000
Subjumlah 7.870.684.036 8.696.811.188
Subjumlah 7.887.684.036 8.730.511.188
Deposito berjangka - pihak ketiga
PT Allo Bank Indonesia Tbk 24.000.000.000 18.500.000.000
PT Bank BTPN Tbk 4.800.000.000 2.500.000.000
PT Bank Nationalnobu Tbk 3.000.000.000 -
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.550.000.000 14.800.000.000
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk - 62.500.000
Subjumlah 33.350.000.000 35.862.500.000
Jumlah 41.237.684.036 44.593.011.188
Berikut adalah besaran tingkat bunga dan jangka waktu penempatan deposito berjangka:
2023 2022
Tingkat bunga 2% - 6% 2%
Jatuh tempo 3 Hari 5 Hari
Berdasarkan mata uang:
2024 2023
Rupiah 41.197.111.725 44.552.861.604
Dolar Amerika Serikat (Catatan 36) 40.572.311 40.149.584
Jumlah 41.237.684.036 44.593.011.188
31
Page 35
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
6. Deposito Berjangka yang Dibatasi Pencairannya
Deposito berjangka yang dibatasi pencairannya terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Rupiah - Pihak ketiga
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 20.000.000.000 20.000.000.000
PT Allo Bank Indonesia Tbk 10.000.000.000 10.000.000.000
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 562.500.000 500.000.000
Jumlah 30.562.500.000 30.500.000.000
2024 2023
Suku bunga rata-rata per tahun 2,25% - 6,00% 2,25% - 6,00%
Deposito berjangka di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Allo Bank Indonesia Tbk dan PT Bank Mega Tbk
dijaminkan untuk menambah trading limit kepada PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).
7. Piutang Transaksi Perantara Perdagangan Efek – Pihak Ketiga
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Piutang nasabah 40.971.131.268 68.842.989.166
Piutang dari lembaga kliring dan penjaminan 21.229.282.456 32.394.079.696
Jumlah 62.200.413.724 101.237.068.862
a. Piutang nasabah
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Piutang nasabah pemilik rekening reguler 25.595.946.827 18.343.527.616
Piutang nasabah kelembagaan reguler 15.375.184.441 50.499.461.550
Jumlah 40.971.131.268 68.842.989.166
Piutang nasabah pemilik rekening adalah piutang atas transaksi dengan nasabah pemilik rekening efek
pada Grup. Piutang nasabah kelembagaan adalah piutang atas transaksi dengan nasabah yang tidak
memiliki rekening efek pada Grup.
Piutang marjin merupakan saldo piutang nasabah sehubungan dengan transaksi margin yang dilakukan
oleh Perusahaan dengan tingkat bunga sebesar 18% per tahun dan adanya jaminan awal sejumlah dana
dan/atau efek yang wajib disetor nasabah kepada Grup sebagai jaminan pembiayaan pada saat pembukaan
rekening efek pembiayaan transaksi marjin pada tanggal 31 Maret 2024.
Seluruh saldo piutang nasabah belum jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan nilai
Pada umumnya, seluruh piutang nasabah diselesaikan dalam waktu singkat, biasanya dalam waktu 2 (dua)
hari sejak tanggal perdagangan. Oleh karena itu, Grup tidak membentuk cadangan kerugian penurunan
nilai pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 karena manajemen berkeyakinan bahwa seluruh
piutang tersebut dapat ditagih.
32
Page 36
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko terkonsentrasi secara signifikan atas piutang dari pihak
ketiga.
b. Piutang dari Lembaga Kliring dan Penjaminan
Akun ini merupakan tagihan kepada PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) terkait dengan penjualan
efek.
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Piutang transaksi bursa 19.988.227.400 21.168.805.400
Uang jaminan 1.241.055.056 11.225.274.296
Jumlah 21.229.282.456 32.394.079.696
Uang jaminan merupakan dana agunan kas yang diwajibkan oleh KPEI sebagai jaminan transaksi yang
dilakukan Perusahaan dengan suku bunga masing-masing sebesar 6,75% dan 4,10% pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
8. Piutang Lain-lain
Piutang lain - lain terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Peer to peer lending 2.129.885.173 1.129.885.173
PT Ionpay Networks (Nicepay Indonesia) 150.812.502 16.460.950
PT Rintis Sejahtera 41.260.364 28.708.496
PT Artajasa Elektronik 17.286.147 10.750.170
Lain - lain 1.367.000 1.200.579
Jumlah 2.340.611.186 1.187.005.368
Berdasarkan evaluasi manajemen terhadap kolektibilitas saldo piutang lain-lain pada tanggal 31 Maret 2024
dan 31 Desember 2023, manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang dapat tertagih sehingga tidak
diperlukan penyisihan atas penurunan nilai piutang lain-lain.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, tidak ada piutang lain-lain yang digunakan sebagai
jaminan.
9. Pajak Dibayar Dimuka
Akun ini merupakan Pajak Pertambahan Nilai - Bersih masing-masing sebesar Rp 195.574.958 dan
Rp 121.399.933 pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
33
Page 37
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
10. Portofolio efek
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Entitas anak
Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
PT Venteny Fortuna International Tbk 17.014.724.000 31.628.608.000
PT Bank KB Bukopin Tbk 10.793.672.000 11.361.760.000
PT Ulima Nitra Tbk 9.750.000.000 5.400.000.000
PT Allo Bank Indonesia Tbk 6.273.175.500 -
PT Indo Boga Sukses Tbk 5.645.500.000 2.935.660.000
PT Bukalapak.com Tbk 4.613.260.800 6.555.686.400
PT Forza Land Indonesia Tbk 1.388.053.850 1.388.053.850
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk 820.533.000 1.466.541.000
PT Kawasan Industri Jababeka Tbk 680.462.500 729.455.800
PT Media Nusantara Citra Tbk 338.000.000 386.000.000
PT Ace Hardware Indonesia Tbk 308.000.000 252.000.000
PT Bundamedik Tbk 224.900.000 211.900.000
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 223.559.600 211.550.200
PT Gudang Garam Tbk 139.300.000 142.275.000
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk 91.520.000 90.880.000
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk 65.400.000 88.500.000
PT Autopedia Sukses Lestari Tbk 49.050.000 43.650.000
PT Bukit Asam Tbk 29.700.000 24.400.000
PT Dana Brata Luhur Tbk 27.475.000 27.300.000
PT Astra International Tbk 24.720.000 27.120.000
PT Perusahaan Gas Negara Tbk 13.600.000 11.300.000
PT Astra Agro Lestari Tbk 10.350.000 10.537.500
PT Kalbe Farma Tbk 9.587.500 10.465.000
PT PP Presisi Tbk 8.300.000 7.900.000
PT Aneka Tambang Tbk 200.000 213.125
PT Medco Energi Internasional Tbk 25.740 20.790
PT Bumi Resources Minerals Tbk 6.900 7.820
PT Kota Satu Properti Tbk 1.251 900
PT Intan Baru Prana Tbk 1.520 1.440
Subjumlah 58.543.079.161 63.011.786.825
34
Page 38
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Cadangan kerugian penurunan nilai (306.636.383) (306.636.383)
Subjumlah 58.236.442.778 62.705.150.442
Reksadana
Victoria Campuran Dinamis 9.562.622.944 9.726.196.866
Subjumlah 67.799.065.722 72.431.347.308
Induk
Diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan Komprehensif lain
PT Venteny Fortuna International Tbk 21.081.558.700 42.459.190.400
PT SLJ Global Tbk 289.111.800 343.014.000
PT Indofood Sukses Makmur Tbk 31.875.000 32.250.000
Subjumlah 21.402.545.500 42.834.454.400
Reksadana
Victoria Campuran Dinamis 1.213.730.367 198.493.814
Danamas Stabil 10.483.313 10.342.492
Shinhan Fixed Income Fund 1.018.982 1.013.962
Shinhan Equity Growth 1.065.426 1.002.090
Subjumlah 1.226.298.088 210.852.358
Subjumlah 22.628.843.588 43.045.306.758
Jumlah 90.427.909.310 115.476.654.066
Diukur pada Nilai Wajar melalui Laba Rugi (FVPL)
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, portofolio efek pada nilai wajar melalui laba rugi
merupakan portofolio yang dimiliki oleh PT Surya Fajar Sekuritas (SFS), PT Surya Fajar Urun Dana (SFUD),
PT Digitalisasi Perangkat Indonesia, PT Mitra Usaha Indofund dan PT Mareco Prima mandiri (MPM), entitas
anak.
Pada 31 Desember 2023, entitas anak membeli sejumlah reksadana baru dan menjual seluruh kepemilikan
sahamnya di PT Petrosea Tbk dan PT Trans Power Marine Tbk.
Jumlah biaya perolehan dan nilai wajar portofolio efek yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi adalah
sebesar Rp 90.642.986.851 dan Rp 67.799.065.722 Pada tanggal 31 Maret 2024 dan Rp 86.460.198.747
dan Rp 72.431.347.308 pada tanggal 31 Desember 2023.
35
Page 39
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar melalui Penghasilan Komprehensif Lain (FVOCI)
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, portofolio efek pada nilai wajar melalu penghasilan
komprehensif lain merupakan efek ekuitas yang dimiliki oleh Perusahaan.
Pada 31 Desember 2023, Perusahaan membeli sejumlah reksadana baru.
Jumlah biaya perolehan dan nilai wajar portofolio efek yang diukur pada nilai wajar melalui Penghasilan
komprehensif lain adalah sebesar Rp 29.435.833.401 dan Rp 22.628.843.588 pada tanggal 31 Maret 2024
dan Rp 29.435.833.401 dan Rp 43.045.306.758 pada tanggal 31 Desember 2023
Perubahan nilai wajar atas keuntungan belum direalisasi dari aset keuangan tersedia untuk dijual pada ekuitas
di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo awal tahun 13.609.473.357 2.699.060.899
Keuntungan (kerugian) belum
direalisasi tahun berjalan (20.416.558.004) 10.910.412.458
Saldo akhir tahun (6.807.084.647) 13.609.473.357
Tidak terdapat portofolio efek yang dijadikan jaminan Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
11. Investasi Entitas Asosiasi
Nilai tercatat investasi pada entitas asosiasi sebagai berikut:
Persentase Kepemilikan
Lokasi Bisnis Bidang usaha 31 Maret 2024 31 Desember 2023 31 Maret 2024 31 Desember 2023
Investasi saham
Metode Ekuitas
PT Tourindo Guide Indonesia Tbk Jakarta 24,52% 24,75% 741.300.129 10.889.062.500
Bidang Perjalanan Wisata
Akumulasi bagian rugi
entitas asosiasi (338.833.949) (8.500.809.713)
Bagian rugi tahun berjalan (1.616.359.236)
Bagian penghasilan (rugi)
komprehensif tahun berjalan (30.593.422)
Saldo akhir (338.833.949) (10.147.762.371)
Bersih 402.466.180 741.300.129
Berdasarkan Surat No. S-02448/BEI.PP2/ 03-2022 tanggal 18 Maret 2022 perihal Pemberitahuan Hasil
Pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), kepemilikan
perusahaan menurun menjadi sebesar 24,92% dari sebelumnya 26,16%.
Berdasarkan Surat No. S-07784/BEI.PP2/ 09-2022 tanggal 15 September 2022 perihal Persetujuan
Pencatatan Saham Dalam Rangka Pelaksanaan Management and Employee Stock Option Plan (MESOP),
sehingga kepemilikan perusahaan menurun menjadi sebesar 24,86% dari sebelumnya 24,92%.
Berdasarkan Surat No. S-00644/BEI.PP2/01-2023 tanggal 17 Januari 2023 perihal Persetujuan Pencatatan
Saham Dalam Rangka Pelaksanaan Management and Employee Stock Option Plan (MESOP), sehingga
kepemilikan perusahaan menurun menjadi sebesar 24,75% dari sebelumnya 24,86%.
36
Page 40
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Berdasarkan Surat No. S-00631/BEI.PP2/01-2024 tanggal 22 Januari 2024 perihal Persetujuan Pencatatan
Saham Dalam Rangka Pelaksanaan Management and Employee Stock Option Plan (MESOP), sehingga
kepemilikan perusahaan menurun menjadi sebesar 24,52% dari sebelumnya 24,75%.
12. Aset Tetap
Akun ini terdiri dari:
Perubahan selama tahun 2024
1 Januari 2024 Penambahan Pengurangan 31 Maret 2024
Biaya Perolehan
Pemilikan langsung
Peralatan kantor 7.741.062.593 1.037.000 - 7.742.099.593
Komputer 9.088.952.891 24.774.775 - 9.113.727.666
Kendaraan 2.394.356.008 - - 2.394.356.008
Aset hak-guna 5.606.756.082 - 255.888.330 5.350.867.752
Jumlah 24.831.127.574 25.811.775 255.888.330 24.601.051.019
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan langsung
Peralatan kantor 6.827.496.918 308.932.163 - 7.136.429.081
Komputer 6.556.550.189 323.774.711 - 6.880.324.900
Kendaraan 1.571.296.107 74.823.625 - 1.646.119.732
Aset hak-guna 3.852.432.109 345.621.903 53.120.532 4.144.933.480
Jumlah 18.807.775.323 1.053.152.402 53.120.532 19.807.807.193
Nilai Tercatat 6.023.352.251 4.793.243.826
Perubahan selama tahun 2023
1 Januari 2023 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2023
Biaya Perolehan
Pemilikan langsung
Peralatan kantor 7.821.065.225 46.934.968 126.937.600 7.741.062.593
Komputer 7.975.020.541 1.277.932.350 164.000.000 9.088.952.891
Kendaraan 2.394.356.008 - - 2.394.356.008
Aset hak-guna 7.423.900.243 1.756.658.487 3.573.802.648 5.606.756.082
Jumlah 25.614.342.017 3.081.525.805 3.864.740.248 24.831.127.574
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan langsung
Peralatan kantor 5.478.376.790 1.476.057.728 126.937.600 6.827.496.918
Komputer 5.290.668.828 1.412.798.028 146.916.667 6.556.550.189
Kendaraan 1.272.001.611 299.294.496 - 1.571.296.107
Aset hak-guna 5.610.924.439 1.815.310.318 3.573.802.648 3.852.432.109
Jumlah 17.651.971.668 5.003.460.570 3.847.656.915 18.807.775.323
Nilai Tercatat 7.962.370.349 6.023.352.251
37
Page 41
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Beban penyusutan dialokasikan pada beban usaha (Catatan 26).
Pengurangan aset hak-guna untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2023 sehubungan dengan selesainya
periode masa sewa.
Pengurangan tahun yang berakhir 31 Desember 2023, merupakan penjualan aset tetap dengan perincian
sebagai berikut:
31 Desember 2023
Harga jual 20.000.000
Nilai tercatat 17.083.333
Keuntungan penjualan aset tetap (Catatan 27) 2.916.667
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, tidak ada aset tetap yang digunakan sebagai jaminan.
Pada tanggal 31 Maret 2023 dan 31 Desember 2023, aset tetap telah diasuransikan kepada PT Asuransi Astra
Buana, pihak ketiga, dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp 2.130.000.000. Manajemen berpendapat
bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset dipertanggungkan.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan
nilai atas aset tetap.
13. Aset Takberwujud
Aset takberwujud terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Penyertahaan saham 9.865.000.000 9.865.000.000
Perangkat lunak 2.666.024.165 3.245.440.470
Jumlah 12.531.024.165 13.110.440.470
a. Penyertaan Saham
Perusahaan memiliki penyertaan saham pada PT Bursa Efek Indonesia sebesar Rp 9.865.000.000 dan
Rp 2.500.000.000 pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 yang merupakan syarat keanggotaan bursa .
Sesuai dengan Keputusan Rapat Pemegang Saham Tahunan PT Bursa Efek Indonesia Tahun 2023 dan Akta
No. 2 tanggal 1 September 2023 perihal peningkatan modal PT Bursa Efek Indonesia (PT BEI) dimana nilai
nominal saham PT BEI ditingkatkan dari sebelumnya sebesar Rp 135.000.000 per lembar saham menjadi
sebesar Rp 7.500.000.000 per lembar saham. Modal dasar PT BEI ditingkatkan dari sebelumnya Rp
27.000.000.000 menjadi sebesar Rp 1.500.000.000.000 dan modal ditempatkan dan disetor penuh meningkat
dari sebelumnya Rp 13.905.000.000 menjadi Rp 772.500.000.000. Kenaikan nilai nominal saham tersebut
dicatat sebagai pendapatan dividen (Catatan 27).
38
Page 42
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
b. Perangkat Lunak
Perubahan selama tahun 2024
1 Januari 2024 Penambahan Pengurangan 31 Maret 2024
Biaya Perolehan
Perangkat lunak 12.681.411.657 - - 12.681.411.657
Akumulasi Penyusutan
Perangkat lunak 9.435.971.187 579.416.305 - 10.015.387.492
Nilai Tercatat 3.245.440.470 2.666.024.165
Perubahan selama tahun 2023
1 Januari 2023 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2023
Biaya Perolehan
Perangkat lunak 12.243.926.000 437.485.657 - 12.681.411.657
Akumulasi Penyusutan
Perangkat lunak 6.944.535.081 2.491.436.106 - 9.435.971.187
Nilai Tercatat 5.299.390.919 3.245.440.470
Beban amortisasi dialokasikan pada beban usaha (Catatan 26).
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, tidak ada aset takberwujud yang digunakan sebagai
jaminan.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan
nilai atas aset takberwujud.
39
Page 43
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
14. Utang Usaha – Pihak Ketiga
Utang usaha – Pihak ketiga terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Utang pajak atas transaksi penjualan saham 250.811.157 488.826.216
Utang transaksi bursa 169.062.140 321.439.909
Utang dana jaminan 48.832.697 50.115.093
Jumlah 468.705.994 860.381.218
Akun ini merupakan saldo utang terkait jasa transaksi dan dana jaminan atas penjualan efek kepada PT Bursa
Efek Indonesia.
15. Utang Transaksi Perantara Perdagangan Efek – Pihak Ketiga
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Utang lembaga kliring dan penjaminan 25.575.755.400 68.705.102.200
Utang nasabah 35.298.700.810 21.155.911.789
Jumlah 60.874.456.210 89.861.013.989
a. Utang Lembaga kliring dan penjaminan
Akun ini merupakan tagihan kepada PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) terkait dengan
transaksi perdagangan efek masing-masing sebesar Rp 25.575.755.400
dan Rp 68.705.102.200 pada tanggal 31 Maret 2023 dan 31 Desember 2023.
b. Utang nasabah
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Utang nasabah pemilik rekening
Reguler 19.930.373.760 21.105.019.739
Utang nasabah kelembagaan
Reguler 15.368.327.050 50.892.050
Jumlah 35.298.700.810 21.155.911.789
40
Page 44
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Utang nasabah pemilik rekening adalah utang atas transaksi dengan nasabah pemilik rekening efek pada
Grup. Utang nasabah kelembagaan adalah utang atas transaksi dengan nasabah yang tidak memiliki
rekening efek pada Grup.
Nilai wajar liabilitas keuangan dicatat sebesar biaya perolehan diamortisasi dalam laporan keuangan
konsolidasian yang mendekati nilai tercatatnya karena jatuh temponya dalam waktu singkat, biasanya
dalam waktu 2 (dua) hari dari tanggal perdagangan.
16. Utang lain-lain
Utang lain-lain terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak berelasi (Catatan 32) 74.173.000 -
Pihak ketiga
Lain-lain 395.155.014 286.802.772
Subjumlah 395.155.014 286.802.772
Jumlah 469.328.014 286.802.772
Berdasarkan Perjanjian Fasilitas Pendanaan No. SP-018/PEI.LCC/07-2022 tanggal 2 Agustus 2022, Entitas
Anak (SFS) memperoleh fasilitas pendanaan untuk transaksi margin efek dari PT Pendanaan Efek Indonesia.
Jangka waktu fasilitas pinjaman ini sampai dengan 2 Agustus 2023 dengan suku bunga pinjaman sebesar 18%
per tahun.
Pada tahun 2023, Perusahaan membayar pelunasan pinjaman kepada PT Pendanaan Efek Indonesia dan
PT Utama Digital Kapital.
17. Utang Pajak
Utang pajak terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pajak kini (Catatan 30)
Entitas anak - -
Pajak penghasilan
Pasal 21 77.308.658 143.910.948
Pasal 4(2) 52.563.950 55.432.340
Pasal 23/26 48.567.054 82.190.744
Pajak pertambahan nilai 21.473.975 529.264.465
Jumlah 199.913.637 810.798.497
Besarnya pajak yang terutang ditetapkan berdasarkan perhitungan pajak yang dilakukan sendiri oleh wajib
pajak (self-assessment). Kantor Pajak dapat melakukan pemeriksaan atas perhitungan pajak dalam jangka
waktu tertentu setelah terutangnya pajak, sebagaimana diatur dalam Undang-undang yang berlaku.
41
Page 45
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
18. Pengukuran Nilai Wajar
Tabel berikut menyajikan pengukuran nilai wajar aset tertentu Grup:
31 Maret 2024
Pengukuran nilai wajar menggunakan
Harga kustodian Input signifikan yang Input signifikan yang
dalam pasar aktif dapat di observasi tidak dapat diobservasi
Nilai Tercatat (Level 1) (Level 2) (Level 3)
Pada biaya perolehan
diamortisasi
Setoran jaminan 2.500.000.000 - - 2.500.000.000
Jaminan 890.138.423 - - 890.138.423
Aset yang diukur pada nilai wajar:
Aset keuangan pada nilai wajar
melalui laba rugi
Portofollio efek 47.247.060.582 47.247.060.582 - -
Aset keuangan tersedia untuk
dijual
Portofollio efek 22.628.843.588 22.628.843.588 - -
31 Desember 2023
Pengukuran nilai wajar menggunakan
Harga kustodian Input signifikan yang Input signifikan yang
dalam pasar aktif dapat di observasi tidak dapat diobservasi
Nilai Tercatat (Level 1) (Level 2) (Level 3)
Pada biaya perolehan
diamortisasi
Setoran jaminan 2.500.000.000 - - 2.500.000.000
Jaminan 849.493.157 - - 849.493.157
Aset yang diukur pada nilai wajar:
Aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi
Portofollio efek 72.431.347.308 72.431.347.308 - -
Aset keuangn yang diukur pada
nilai wajar melalui penghasilan
penghasilan komprehensif lain
Portofollio efek 43.045.306.758 43.045.306.758 - -
Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif adalah berdasarkan kuotasi harga pasar
pada tanggal pelaporan. Pasar dianggap aktif apabila kuotasi harga tersedia sewaktu-waktu dan dapat
diperoleh secara rutin dari bursa, pedagang efek atau perantara efek, badan penyedia jasa penentuan harga
kelompok industri atau badan pengatur, dan harga tersebut mencerminkan transaksi pasar yang aktual dan
rutin dalam suatu transaksi yang wajar. Kuotasi harga pasar yang digunakan untuk aset keuangan yang dimiliki
oleh Grup adalah harga penawaran (bid price) terkini. Instrumen keuangan seperti ini termasuk dalam hirarki
Level 1. Nilai wajar investasi pada portofolio efek diukur berdasarkan kuotasi harga pasar terakhir yang
dipublikasikan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
Jika satu atau lebih input signifikan tidak diambil dari data pasar yang dapat diobservasi, maka instrumen
tersebut termasuk dalam hirarki Level 3. Nilai wajar setoran jaminan dan jaminan diestimasi mengunakan suku
bunga pinjaman Grup.
19. Modal Saham
Sesuai dengan daftar pemegang saham yang dikeluarkan oleh PT Adimitra Jasa Korpora (Biro Administrasi
Efek Perusahaan), susunan pemegang saham Perusahaan adalah sebagai berikut:
42
Page 46
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2024
Jumlah modal
Persentase ditempatkan dan
Nama pemegang saham Jumlah saham kepemilikan(%) disetor
PT Surya Fajar Corpora
(d.h PT Bumi Tirta Rahayu) 968.754.430 71,24% 96.875.443.000
Steffen 60.000.000 4,41% 6.000.000.000
Ivo Rustandi - Direktur Utama 10.000 0,00% 1.000.000
Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) 331.169.591 24,35% 33.116.959.100
Jumlah 1.359.934.021 100,00% 135.993.402.100
31 Desember 2023
Jumlah modal
Persentase ditempatkan dan
Nama pemegang saham Jumlah saham kepemilikan(%) disetor
PT Surya Fajar Corpora
(d.h PT Bumi Tirta Rahayu) 968.799.430 71,24% 96.879.943.000
Steffen 60.000.000 4,41% 6.000.000.000
Ivo Rustandi - Direktur Utama 10.000 0,00% 1.000.000
Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) 331.124.591 24,35% 33.112.459.100
Jumlah 1.359.934.021 100,00% 135.993.402.100
Manajemen Permodalan
Tujuan utama dari pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan bahwa Grup mempertahankan rasio
modal yang sehat dalam rangka mendukung bisnis dan memaksimalkan nilai pemegang saham. Grup tidak
diwajibkan untuk memenuhi syarat-syarat modal tertentu.
Grup mengelola struktur modal dan membuat penyesuaian terhadap struktur modal sehubungan dengan
perubahan kondisi ekonomi.
20. Tambahan Modal Disetor - Bersih
Tambahan modal disetor Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 berasal dari:
31 Maret 2024 &
31 Desember 2023
Agio saham dari penawaran umum perdana - Bersih 16.981.471.500
Hasil Konversi Waran Seri I 40.153.592.835
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali (1.760.860.636)
Jumlah 55.374.203.699
43
Page 47
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
21. Selisih Nilai Transaksi dengan Kepentingan Nonpengendali
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo awal tahun 8.079.316.454 1.706.074.927
Mutasi tahun berjalan - 6.373.241.527
Jumlah 8.079.316.454 8.079.316.454
Berdasarkan Akta No. 86 tanggal 20 Desember 2023 yang dibuat di hadapan Humberg Lie, SH., SE., M.Kn.,
notaris di Jakarta, para pemegang saham DPI menyetujui keputusan peningkatan modal ditempatkan dan
disetor dari Rp 40.000.000.000 setara dengan 400.000.000 saham menjadi Rp 57.142.860.000 setara dengan
571.428.600 saham, yang telah disetor oleh kepentingan nonpengendali, sehingga kepemilikan Perusahaan
menurun menjadi sebesar 51,95%.
Hal ini menyebabkan penyertaan Grup pada DPI bertambah sebesar Rp 6.447.543.334 yang dibukukan pada
akun ”Selisih Nilai Transaksi dengan Kepentingan Nonpengendali”.
Berdasarkan Akta No. 59 tanggal 21 Juni 2023 yang dibuat di hadapan Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., notaris
di Jakarta, para pemegang saham MPM menyetujui untuk melakukan peningkatan modal dasar sebesar Rp
30.000.000.000 menjadi sebesar Rp 60.000.000.000 dan meningkatkan modal ditempatkan dan disetor
sebesar Rp 26.041.650.000 menjadi Rp 36.041.650.000. Dari modal ditempatkan dan disetor telah disetor
sebesar Rp 10.000.000.000 pada 5.000.000.000 lembar saham Seri C oleh DPI, sehingga kepemilikan naik
menjadi sebesar 99,11%. Hal ini menyebabkan penyertaan Grup pada MPM berkurang sebesar Rp 74.301.807
yang dibukukan pada akun ”Selisih Nilai Transaksi dengan Kepentingan Nonpengendali”.
22. Cadangan Umum
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 11 Maret 2019, para pemegang saham
Perusahaan menyetujui pembentukan cadangan umum sebesar Rp 3.000.000.000.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 saldo cadangan umum adalah sebesar Rp 3.000.000.000.
Cadangan umum tersebut dibentuk sehubungan dengan ketentuan dalam Undang-Undang Republik Indonesia
No. 40/2007 tentang Perusahaan Terbatas, yang mewajibkan Perusahaan untuk membentuk cadangan umum
sedikitnya 20% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor. Tidak terdapat batas waktu yang ditetapkan atas
pemenuhan kewajiban tersebut.
23. Kepentingan Nonpengendali
Akun ini merupakan bagian kepemilikan nonpengendali atas aset bersih entitas anak, dengan rincian sebagai
berikut:
44
Page 48
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Aset Bersih
31 Maret 2024
Saldo laba
Modal saham (Defisit) Jumlah
Kepemilikan langsung:
PT Surya Fajar Sekuritas 1.000.000 36.036 963.964
PT Surya Fajar Urun Dana 1.125.000.000 814.483.745 310.516.255
PT Surya Fajar Investama 1.000.000 480.970 519.030
PT Digitalisasi Perangkat Indonesia 57.142.860.000 18.155.561.838 38.987.298.162
Kepemilikan tidak langsung:
Entitas anak DPI
PT Mareco Prima Mandiri 3.111.244.500 3.050.380.701 60.863.799
PT Bursa Akselerasi Indonesia 1.000.000 674.400 325.600
Jumlah 61.382.104.500 22.021.617.690 39.360.486.810
Aset Bersih
31 Desember 2023
Saldo laba
Modal saham (Defisit) Jumlah
Kepemilikan langsung:
PT Surya Fajar Sekuritas 1.000.000 52.937 1.052.937
PT Surya Fajar Urun Dana 1.125.000.000 (753.122.482) 371.877.518
PT Surya Fajar Investama 1.000.000 (107.165) 892.835
PT Digitalisasi Perangkat Indonesia 27.456.160.000 9.615.896.160 37.072.056.160
Kepemilikan tidak langsung:
Entitas anak DPI
PT Mareco Prima Mandiri 3.012.495.000 (2.934.892.021) 77.602.979
PT Bursa Akselerasi Indonesia 1.000.000 (626.396) 373.604
Jumlah 31.596.655.000 5.927.201.033 37.523.856.033
24. Pendapatan Usaha
Rincian dari pendapatan usaha Grup adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Maret 2023 31 Desember 2023
Pendapatan dari kontrak
dengan pelanggan 4.002.812.741 7.198.328.239 21.608.457.405
Pendapatan (beban) hasil investasi (8.223.497.581) 17.906.297.207 (7.029.607.450)
Jumlah (4.220.684.840) 25.104.625.446 14.578.849.955
45
Page 49
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
a. Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
31 Maret 2024 31 Maret 2023 31 Desember 2023
Pendapatan kegiatan penjamin
emisi dan penjualan efek
Komisi
Komisitransaksi
penjaminan 1.748.130.000 3.209.000.000 5.579.000.000
Keuntungan
Jasa manajemen
direalisasi atas - 855.000.000
Jasa agen pengatur - 285.000.000
Jasa agen penjualan - 190.000.000
Subjumlah 1.748.130.000 3.209.000.000 6.909.000.000
Pendapatan komisi perantara
perdagangan efek 1.224.515.484 2.490.351.258 6.934.914.701
Jasa manajemen - 862.500.000 4.362.500.000
Komisi pinjam meminjam 977.914.993 549.995.231 2.995.039.581
Lain-lain 52.252.264 86.481.750 407.003.123
Subjumlah 1.030.167.257 1.498.976.981 7.764.542.704
Jumlah 4.002.812.741 7.198.328.239 21.608.457.405
b. Pendapatan (beban) dari hasil Investasi
31 Maret 2024 31 Maret 2023 31 Desember 2023
Pendapatan dari transaksi
beli efek dengan janji jual
kembali - 1.121.586.577 1.418.918.919
Bunga pembiayaan
penyelesaian transaksi marjin - 338.553.444 445.090.368
Pendapatan dividen 11.787.688 2.106.264 140.674.195
Pendapatan bunga nasabah 2.759.026 29.155.801 30.367.522
Keuntungan terealisasi atas
perdagangan fixed income 180.810.000 - -
Keuntungan (kerugian) direalisasi
atas perdagangan efek - bersih - - (1.632.528.800)
Kerugian belum direalisasi atas
perdagangan efek - bersih (8.418.854.295) 16.414.895.121 (7.432.129.654)
Jumlah (8.223.497.581) 17.906.297.207 (7.029.607.450)
Pendapatan usaha melebihi 10% dari jumlah pendapatan usaha Grup adalah sebagai berikut:
46
Page 50
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2024 31 Maret 2023 31 Desember 2023
Persentase Persentase Persentase
terhadap terhadap terhadap
jumlah jumlah jumlah
Jumlah penjualan Jumlah penjualan Jumlah penjualan
PT Venteny Fortuna International Tbk - 0,00% - 0,00% 3.500.000.000 24,01%
PT Additon Karya Sembada Tbk - 0,00% - 0,00% 2.500.000.000 17,15%
PT Arsy Buana Travelindo Tbk - 0,00% - 0,00% 1.900.000.000 13,03%
PT Pijar Nusa Pasifik - 0,00% - 0,00% 1.500.000.000 10,29%
Pendapatan kepada pihak berelasi mewakili 0,00% dan 0,11% dari jumlah pendapatan usaha masing-
masing pada 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 (Catatan 32).
25. Beban Pokok Pendapatan
Beban pokok pendapatan terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Maret 2023 31 Desember 2023
Payment Point Online Bank 12.993.132 83.009.286 280.406.065
Jasa transfer 6.777.500 647.000 46.803.787
Jasa profesional - - 274.259.784
Jumlah 19.770.632 83.656.286 601.469.636
Tidak ada jasa profesional yang diberikan oleh pihak-pihak tertentu yang melebihi 10% dari total pendapatan
Grup.
26. Beban Usaha
Beban usaha terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Maret 2023 31 Desember 2023
(Tidak diaudit) (Tidak diaudit) (Diaudit)
Gaji dan tunjangan 4.843.389.516 4.433.742.098 19.555.589.609
Pemasaran 991.852.435 1.275.012.639 4.705.552.866
Penyusutan (Catatan 12) 1.127.976.027 1.380.018.678 5.003.460.570
Utilitas 779.908.211 705.857.557 4.721.290.969
Amortisasi (Catatan 13) 579.416.304 622.799.526 2.491.436.106
Jasa profesional 280.897.290 381.063.115 2.517.673.354
Perijinan 588.883.082 500.444.280 1.330.986.340
Umum dan perlengkapan kantor 335.251.189 320.387.160 987.944.599
Pajak 100.683.196 168.435.178 834.325.315
Sewa 157.701.060 97.385.000 60.492.700
Imbalan kerja jangka panjang - - 940.740.440
Lain-lain 240.987.026 124.524.791 875.252.018
Jumlah 10.026.945.336 10.009.670.022 44.024.744.886
47
Page 51
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Beban usaha kepada pihak berelasi mewakili 2,40% dan 0,81% dari jumlah beban usaha masing-masing untuk
tahun yang berakhir tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 (Catatan 32).
27. Penghasilan Lainnya
Penghasilan lainnya terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Maret 2023 31 Desember 2023
Penghasilan dividen saham atas
atas penyertaan di PT Bursa
Efek Indonesia (Catatan 13) - - 7.365.000.000
Keuntungan sudah direlisasi dari
kenaikan wajar efek yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi 244.831 - 2.865.695.130
Penghasilan bunga 642.178.882 367.937.914 1.945.998.511
Keuntungan penjualan
aset tetap (Catatan 12) - - 2.916.667
Lain - lain 72.867.912 71.216.096 310.715.827
Jumlah 715.291.625 439.154.011 12.490.326.135
28. Beban Lainnya
Beban lainnya terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Maret 2023 31 Desember 2023
Kerugian belum direalisasi dari
penjualan investasi 3.013.856.291 - -
Keuntungan direalisasi dari
penjualan investasi - 279.800.063 344.949.105
Cadangan kerugian penurunan
nilai (Catatan 10) - 306.636.383
Lain - lain 10.440.831 7.597.464 110.714.370
Jumlah 3.024.297.122 287.397.527 762.299.858
29. Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang
Besarnya imbalan pasca kerja dihitung berdasarkan ketentuan yang berlaku
Perhitungan aktuaria terakhir atas liabilitas imbalan kerja jangka panjang dilakukan oleh Kantor Konsultan
Aktuaria Agus Susanto, aktuaris independen, tertanggal 5 Februari 2024 untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2023.
Jumlah karyawan Grup yang berhak atas imbalan kerja jangka panjang tersebut sebanyak 114 karyawan
pada tanggal 31 Desember 2023.
Jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
sehubungan dengan imbalan pasti adalah sebagai berikut:
48
Page 52
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2023
Biaya jasa kini 730.766.102
Biaya bunga neto 209.974.338
Komponen biaya imbalan pasti yang diakui di laba rugi 940.740.440
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti:
Kerugian (Keuntungan) aktuarial yang timbul dari:
Perubahan asumsi keuangan 101.606.111
Penyesuaian pengalaman (7.773.585)
Komponen biaya imbalan kerja
jangka panjang pasti diakui dalam komprehensif lain 93.832.526
Bersih 1.034.572.966
Alokasi biaya imbalan pasti yang diakui di laba rugi adalah sebagai berikut:
31 Desember 2022
Beban usaha 940.740.440
penghasilan lainnya -
Jumlah 940.740.440
Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pasti diakui dalam penghasilan komprehensif lain.
Mutasi nilai kini kewajiban imbalan pasti adalah sebagai berikut:
31 Desember 2023
Saldo awal tahun 2.271.412.425
Beban imbalan kerja (catatan 26) 940.740.440
Pembayaran manfaat (5.700.000)
Penghasilan komprehensif lain 93.832.526
Saldo akhir tahun 3.300.285.391
Asumsi-asumsi aktuarial utama yang digunakan dalam perhitungan imbalan kerja jangka panjang:
31 Desember 2023
Tingkat diskonto 6,76%
Tingkat kenaikan gaji 5,00%
Usia pensiun 55
Analisa sensitivitas dari perubahan asumsi-asumsi utama terhadap liabilitas imbalan kerja jangka panjang
adalah sebagai berikut:
49
Page 53
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2023
Dampak Terhadap Liabilitas Imbalan Pasti
Perubahan Asumsi Kenaikan Asumsi Penurunan Asumsi
Tingkat diskonto 1% (181.236.810) 202.428.980
Tingkat pertumbuhan gaji 1% 189.809.483 (173.144.250)
30. Pajak Penghasilan
Penghasilan pajak Grup terdiri dari:
31 Desember 2023
Pajak kini
Entitas anak -
Pajak tangguhan
Perusahaan 379.588.417
Entitas anak 2.711.363.664
Bersih 3.090.952.081
Pajak Kini
Rekonsiliasi antara rugi sebelum pajak menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian dengan rugi fiskal adalah sebagai berikut:
31 Desember 2023
Rugi sebelum pajak menurut
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian (20.317.408.312)
Laba sebelum pajak
Entitas Anak 16.707.157.868
Rugi sebelum pajak Perusahaan (3.610.250.444)
Perbedaan temporer:
Perbedaan penyusutan komersial dan fiskal 500.697.903
Beban imbalan kerja jangka panjang 223.076.423
Liabilitas sewa (444.233.832)
Subjumlah 279.540.494
Perbedaan tetap:
Bagian rugi bersih entitas asosiasi 1.616.359.236
Donasi 225.425.999
Penyusutan 149.647.248
Beban pajak 112.258.021
Kerugian direalisasi dari penjualan investasi' (41.629.900)
Penghasilan bunga (177.212.055)
50
Page 54
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2023
Subjumlah 1.884.848.549
Rugi fiskal Perusahaan (1.445.861.401)
Kerugian fiskal tahun:
2022 (3.164.323.553)
2021 (2.932.080.308)
2020 (1.699.579.744)
Akumulasi rugi fiskal (9.241.845.006)
Pada tanggal 7 Oktober 2021, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia mengesahkan Undang-Undang
Harmonisasi Peraturan Perpajakan, yang antara lain menetapkan tarif pajak penghasilan badan sebesar 22%
untuk tahun pajak 2022 dan seterusnya
Grup telah menerapkan penyesuaian atas tarif pajak yang berlaku dalam perhitungan pajak kininya.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan Grup pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 telah dihitung dengan
menggunakan tarif pajak yang diperkirakan berlaku pada saat direalisasi..
Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2023, Perusahaan mengalami rugi fiskal sehingga tidak terdapat
taksiran pajak kini.
Pajak Tangguhan
Rincian aset (liabilitas) pajak tangguhan Grup adalah sebagai berikut:
Dikreditkan (Dibebankan) ke
Penghasilan
komprehensif
1 Januari 2023 Laba rugi lain 31 Desember 2023
Perusahaan
Aset pajak tangguhan:
Rugi fiskal 1.715.116.393 318.089.508 - 2.033.205.901
Liabilitas imbalan
kerja jangka
panjang 121.849.804 49.076.813 9.998.264 180.924.881
Aset hak-guna 427.980.240 (332.584.643) - 95.395.597
Liabilitas pajak tangguhan:
Liabilitas sewa (442.738.182) 345.006.739 - (97.731.443)
Subjumlah 1.822.208.255 379.588.417 9.998.264 2.211.794.936
51
Page 55
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Dikreditkan (Dibebankan) ke
Penghasilan
komprehensif
1 Januari 2023 Laba rugi lain 31 Desember 2023
Entitas Anak
Aset pajak tangguhan:
Rugi fiskal - 2.499.083.255 - 2.499.083.255
Aset hak-guna 322.756.103 233.623.431 - 556.379.534
Liabilitas imbalan -
kerja jangka panjang 290.289.761 228.233.323 30.614.909 549.137.903
Liabilitas pajak tangguhan:
Liabilitas sewa (336.760.927) (249.576.345) - (586.337.272)
Subjumlah 276.284.937 2.711.363.664 30.614.909 3.018.263.420
Aset pajak tangguhan 2.098.493.192 3.090.952.081 40.613.173 5.230.058.356
Rugi fiskal dapat dikompensasikan dalam laba fiskal pada masa 5 (lima) tahun mendatang sejak kerugian fiskal
terjadi. Manajemen memperkirakan bahwa akumulasi kerugian fiskal Perusahaan pada tahun 2022 dapat
dikompensasikan dengan laba fiskal masa mendatang.
31. Rugi Per Saham
Perhitungan rugi per saham dasar berdasarkan pada informasi berikut :
31 Maret 2024 31 Maret 2023 31 Desember 2023
Rugi per saham dasar
Dari jumlah laba rugi
tahun/periode berjalan yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk (18.807.438.694) 14.947.365.836 (14.159.861.419)
Rata-rata tertimbang saham biasa untuk
perhitungan rugi per saham dasar 1.359.934.021 1.359.934.021 1.359.934.021
Jumlah rugi per saham dasar
yang dapat diatribusikan kepada
pemegang saham pemilik entitas induk (13,83) 10,99 (10,41)
32. Sifat dan Transaksi Hubungan Berelasi
Sifat Pihak Berelasi
- PT Surya Fajar Corpora merupakan pemegang saham Perusahaan.
- PT Venteny Fortuna International Tbk merupakan pemegang saham dari entitas anak dari Perusahaan yaitu
PT Digitalisasi Perangkat Indonesia.
- PT Tourindo Guide Indonesia Tbk adalah entitas asosiasi Perusahaan dan pengurus sama dengan Grup.
- PT Pigijo Travelindo Sakti merupakan entitas anak dari PT Tourindo Guide Indonesia Tbk
52
Page 56
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Transaksi dengan Pihak Berelasi
a. Rincian transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
Persentase terhadap
Jumlah Aset/Liabilitas/Beban/
Pendapatan Usaha
31 Maret 31 Maret 31 Desember
31 Desember 2023
2024 2024 2023
Liabilitas
Utang lain-lain
PT Venteny Fortuna International Tbk 74.173.000 - 0,11% 0,73%
74.173.000 - 0,11% 0,73%
Pendapatan usaha
Pendapatan kegiatan perantara
perdagangan efek
PT Surya Fajar Corpora 4.047.743 15.989.344 0,00% 0,11%
4.047.743 15.989.344 0,00% 0,11%
Beban usaha
Pemasaran
PT Tourindo Guide Indonesia Tbk 29.404.000 46.080.000 0,29% 0,10%
Lain-lain
PT Tourindo Guide Indonesia Tbk 3.950.000 295.494.400 0,04% 0,67%
PT Pigijo Travelindo Sakti 207.578.133 18.425.000 2,07% 0,04%
240.932.133 359.999.400 2,40% 0,81%
b. Grup memberikan kompensasi kepada karyawan kunci. Imbalan yang diberikan kepada direksi dan
anggota manajemen kunci lainnya untuk periode 2024 dan tahun 2023 sebagai berikut:
Persentase terhadap
Jumlah Beban Gaji dan Tunjangan
31 Maret 31 Maret 31 Desember
31 Desember 2023
2024 2024 2023
Gaji dan tunjangan 1.217.780.000 4.744.837.000 25,14% 24,26%
33. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan
Aktivitas Grup terpengaruh berbagai risiko keuangan: risiko pasar (termasuk risiko mata uang dan risiko harga),
risiko kredit dan risiko likuiditas. Program manajemen risiko Grup secara keseluruhan difokuskan pada pasar
keuangan yang tidak dapat diprediksi dan Grup berusaha untuk meminimalkan dampak yang berpotensi
merugikan kinerja keuangan Grup.
Manajemen risiko merupakan tanggung jawab Direksi. Direksi bertugas menentukan prinsip dasar kebijakan
manajemen risiko Grup secara keseluruhan serta kebijakan pada area tertentu seperti risiko mata uang asing,
risiko harga, risiko kredit dan risiko likuiditas.
Risiko Pasar
53
Page 57
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
a. Risiko Mata Uang Asing
Grup terpengaruh risiko nilai tukar mata uang asing yang timbul dari berbagai eksposur mata uang, terutama
terhadap Dolar Amerika Serikat. Risiko nilai tukar mata uang asing timbul dari transaksi komersial yang akan
diselesaikan di masa depan serta aset dan liabilitas yang diakui.
Manajemen telah menetapkan kebijakan yang mengharuskan Grup mengelola risiko nilai tukar mata uang
asing terhadap mata uang fungsionalnya.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, jika mata uang Rupiah melemah/ menguat sebesar
10% terhadap Dolar Amerika Serikat dengan variabel lain konstan, laba setelah pajak untuk tahun berjalan
akan lebih tinggi/rendah sebesar Rp 4.057.231 dan Rp 4.014.958 terutama diakibatkan keuntungan
(kerugian) dari penjabaran aset keuangan.
b. Risiko Harga
Grup terpengaruh risiko harga efek ekuitas karena Grup memiliki investasi yang diklasifikasikan sebagai
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dan tersedia untuk
dijual, namun Grup tidak rentan terhadap risiko harga komoditas.
Untuk mengelola risiko harga yang timbul dari investasi efek ekuitas, Grup melakukan diversifikasi portofolio.
Diversifikasi portofolio dilakukan sesuai dengan batasan yang ditentukan oleh Grup.
Grup memiliki investasi pada saham entitas lain yang diperdagangkan di bursa dengan Indeks Harga Saham
Gabungan (IHSG).
Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko bahwa Grup akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan atau pihak lawan
akibat gagal memenuhi kewajiban kontraktualnya. Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko kredit
yang terkonsentrasi secara signifikan. Grup mengendalikan risiko kredit dengan cara melakukan hubungan
usaha dengan pihak lain yang memiliki kredibilitas, menetapkan kebijakan verifikasi dan otorisasi transaksi
nasabah, serta memantau kolektibilitas piutang secara berkala untuk mengurangi jumlah piutang tak tertagih.
Berikut adalah eksposur maksimum laporan posisi keuangan konsolidasian yang terkait risiko kredit Pada
tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Aset keuangan pada nilai wajar
melalui laba rugi
Portofolio efek 47.247.060.582 72.431.347.308
Pada biaya perolehan diamortisasi
Kas dan setara kas 41.220.684.036 44.559.311.188
Deposito berjangka yang dibatasi
penggunaannya 30.500.000.000 30.500.000.000
Piutang transaksi perantara
perdagangan efek 62.200.413.724 101.237.068.862
Piutang lain-lain 2.340.309.186 1.187.005.368
Setoran jaminan dalam "aset lain-lain" 2.500.000.000 2.500.000.000
Jaminan dalam akun "aset lain-lain" 890.138.423 849.493.157
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain
Portofolio efek 22.628.843.588 43.045.306.758
Aset takberwujud penyertaan saham 9.865.000.000 9.865.000.000
Jumlah 219.392.449.539 306.174.532.641
54
Page 58
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko kerugian yang timbul karena Grup memiliki arus kas yang cukup untuk memenuhi
liabilitasnya.
Dalam pengelolaan risiko likuiditas, manajemen memantau dan menjaga jumlah kas dan setara kas yang
dianggap memadai untuk membiayai operasional Grup dan untuk mengatasi dampak fluktuasi arus kas.
Manajemen juga melakukan evaluasi berkala atas proyeksi arus kas dan arus kas aktual, termasuk jadwal jatuh
tempo utang dan terus-menerus melakukan penelaahan pasar keuangan untuk mendapatkan sumber
pendanaan yang optimal.
Berikut adalah jadwal jatuh tempo liabilitas keuangan konsolidasian berdasarkan pembayaran kontraktual yang
tidak didiskontokan (tidak termasuk estimasi pembayaran bunga hingga jatuh tempo):
31 Maret 2024
<= 1 tahun 1-2 tahun 3-5 tahun > 5 tahun Jumlah
Liabilitas keuangan
yang diukur pada
biaya perolehan
diamortisasi
Utang usaha 468.705.994 - - - 468.705.994
Utang transaksi perantara
perdagangan efek 60.874.456.210 - - - 60.874.456.210
Utang lain-lain 469.328.014 - - - 469.328.014
Beban akrual 572.315.827 - 572.315.827
Liabilitas sewa 970.870.816 - - 970.870.816
Jumlah 63.355.676.860 - - - 63.355.676.860
31 Desember 2023
<= 1 tahun 1-2 tahun 3-5 tahun > 5 tahun Jumlah
Liabilitas keuangan
yang diukur pada
biaya perolehan
diamortisasi
Utang usaha 860.381.218 - - - 860.381.218
Utang transaksi perantara
perdagangan efek 89.861.013.989 - - - 89.861.013.989
Utang lain-lain 286.802.772 - - - 286.802.772
Beban akrual 535.473.841 535.473.841
Liabilitas sewa 1.502.466.180 67.487.280 - - 1.569.953.460
Jumlah 93.046.138.000 67.487.280 - - 93.113.625.280
34. Ikatan, Perjanjian Penting dan Perijinan
a. Perjanjian Pinjaman
Pada tanggal 31 Maret 2024, Grup menandatangani perjanjian penerimaan pinjaman dari pihak ketiga
sebagai berikut:
Pemberi Tanggal Bunga Ket erangan unt uk
Perusahaan Jumlah Jat uh Tempo Tipe Tujuan
Pinjaman Perjanjian per t ahun pengakuan bunga
PT Tekno Bersama Indonesia DPI 10.000.000.000 22 Juni 2023 22 Juni 2024 Pinjaman M odal kerja 3,00% Set elah 6 bulan
55
Page 59
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pinjaman ini telah dilunasi oleh entitas Anak pada 20 Desember 2023.
b. Perjanjian Sewa – Grup sebagai Penyewa
Grup menandatangani beberapa perjanjian sewa sebagai berikut:
Pihak dalam perjanjian Item yang disewa Periode perjanjian
PT Mandrasekar Lestari Sewa kantor Februari 2018 - Januari 2025
Nilai tercatat aset hak-guna diungkapkan pada Catatan 12.
Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian menyajikan saldo berikut berkaitan
dengan sewa:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Beban penyusutan aset hak-guna 420.445.529 1.815.310.318
Beban bunga atas liabilitas sewa 19.044.009 129.559.358
Beban berkaitan dengan
sewa jangka pendek 157.701.060 60.492.700
597.190.598 2.005.362.376
Jumlah pengeluaran kas untuk sewa selama tahun yang berakhir 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
adalah sebesar Rp 304.317.973 dan Rp 1.815.517.572.
Jumlah komitmen sewa untuk sewa jangka pendek yang dicatat sebagai beban dengan dasar garis lurus
masing- masing sebesar Rp 157.701.060 dan Rp 60.492.700 pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember
2023.
35. Informasi Segmen
Segmen operasi dilaporkan sesuai dengan pelaporan internal kepada pembuat keputusan operasional, yang
bertanggung jawab atas alokasi sumber daya ke masing-masing segmen yang dilaporkan serta menilai kinerja
masing-masing segmen tersebut. Grup memiliki 4 (empat) segmen yang dilaporkan meliputi perantara
pedagang efek, layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi, layanan berbasis pembayaran elektronik
dan jasa konsultan.
31 Maret 2024
Perantara pedagang Layanan pinjam Layanan berbasis
Jasa konsultan
dan penjamin emisi meminjam uang pembayaran Jumlah
efek berbasis teknologi elektronik
Laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif
l konsolidasian
Pendapatan usaha (5.225.140.556) 977.914.993 - 26.540.723 (4.220.684.840)
Beban pokok pendapatan - - - (19.770.632) (19.770.632)
Laba kotor (5.225.140.556) 977.914.993 - 6.770.091 (4.240.455.472)
Beban usaha
Gaji dan tunjangan (1.756.954.365) (1.034.448.656) (1.400.510.320) (651.476.175) (4.843.389.516)
Penyusutan (511.378.137) (10.348.482) (495.414.467) (110.834.941) (1.127.976.027)
56
Page 60
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2024
Perantara pedagang Layanan pinjam Layanan berbasis
Jasa konsultan
dan penjamin emisi meminjam uang pembayaran Jumlah
efek berbasis teknologi elektronik
Beban usaha
Utilitas (455.261.039) (36.050.190) (121.320.814) (167.276.168) (779.908.211)
Pemasaran (765.138.763) (181.643.212) (35.223.626) (15.846.834) (997.852.435)
Jasa profesional (10.804.140) (34.623.150) (143.170.000) (86.300.000) (274.897.290)
Amortisasi (66.394.638) (187.500.000) (161.247.915) (164.273.751) (579.416.304)
Perijinan (212.440.323) - (291.238.677) - (503.679.000)
Umum dan perlengkapan kantor (195.901.296) (8.699.888) (101.775.876) (28.874.084) (335.251.144)
Pajak (59.925.838) - (26.951.465) - (86.877.303)
Sewa (53.198.800) (74.445.560) (5.306.700) (24.750.000) (157.701.060)
Lain-lain (51.549.086) (68.389.694) (187.074.098) (32.984.123) (339.997.001)
Jumlah beban usaha (4.138.946.425) (1.636.148.832) (2.969.233.957) (1.282.616.076) (10.026.945.292)
Rugi usaha (9.364.086.981) (658.233.839) (2.969.233.957) (1.275.845.985) (14.267.400.764)
Penghasilan (Beban)
lain-lain- bersih -
Laba (rugi) sebelum pajak (9.364.086.981) (658.233.839) (2.969.233.957) (1.275.845.985) (14.267.400.764)
Penghasilan (beban) pajak - bersih 505.384.214 22.548.334 (2.641.496.038) (589.843.662) (2.703.407.153)
Laba (rugi) setelah pajak (8.858.702.767) (635.685.506) (5.610.729.996) (1.865.689.648) (16.970.807.917)
Penghasilan (rugi)
komprehensif lain - - (20.416.558.004) - (20.416.558.004)
Jumlah penghasilan (rugi)
komprehensif (8.858.702.767) (635.685.506) (26.027.288.000) (1.865.689.648) (37.387.365.921)
Laporan posisi
keuangan konsolidasian
Aset segmen *) 158.977.115.476 3.789.187.407 81.063.016.089 7.309.219.055 251.138.538.027
Liabilitas segmen *) 63.589.648.907 776.353.023 1.638.197.300 651.763.017 66.655.962.247
*) Aset segmen tidak termasuk aset pajak tangguhan dan pajak dibayar dimuka sedangkan liabilitas segmen tidak termasuk liabilitas pajak tangguhan dan
utang pajak
31 Maret 2023
Perantara pedagang Layanan pinjam Layanan berbasis
Jasa konsultan
dan penjamin emisi meminjam uang pembayaran Jumlah
efek berbasis teknologi elektronik
Laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif
l konsolidasian
Pendapatan usaha 23.605.648.465 549.995.231 862.500.000 86.481.750 25.104.625.446
Beban pokok pendapatan - - - (83.656.286) (83.656.286)
Laba kotor 23.605.648.465 549.995.231 862.500.000 2.825.464 25.020.969.160
Beban usaha
Gaji dan tunjangan (1.659.797.611) (781.365.989) (1.306.866.710) (685.711.788) (4.433.742.098)
Pemasaran (1.256.828.375) (4.186.043) (9.081.534) (4.916.687) (1.275.012.639)
Penyusutan (538.799.991) (57.765.355) (571.269.708) (212.183.624) (1.380.018.678)
Utilitas (487.254.627) (28.462.140) (116.984.953) (73.155.837) (705.857.557)
Amortisasi (91.694.526) (187.500.000) (179.331.249) (164.273.751) (622.799.526)
Jasa profesional (67.500.000) (119.000.615) (116.562.500) (78.000.000) (381.063.115)
Umum dan perlengkapan kantor (179.050.090) (16.726.664) (93.081.068) (31.529.338) (320.387.160)
Perijinan (121.705.603) (62.500.000) (291.238.677) (25.000.000) (500.444.280)
Pajak (158.832.224) - (6.064.954) (3.537.999) (168.435.178)
Sewa (55.796.400) (11.466.000) (5.372.600) (24.750.000) (97.385.000)
Lain-lain (78.252.384) (14.611.008) (24.018.800) (7.642.599) (124.524.791)
Jumlah beban usaha (4.695.511.831) (1.283.583.814) (2.719.872.753) (1.310.701.624) (10.009.670.022)
Rugi usaha 18.910.136.634 (733.588.583) (1.857.372.753) (1.307.876.160) 15.011.299.138
Penghasilan (Beban)
lain-lain- bersih 288.609.978 11.136.639 (742.986.494) 6.525.867 (436.714.010)
57
Page 61
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2023
Perantara pedagang Layanan pinjam Layanan berbasis
Jasa konsultan
dan penjamin emisi meminjam uang pembayaran Jumlah
efek berbasis teknologi elektronik
Laba (rugi) sebelum pajak 19.198.746.613 (722.451.944) (2.600.359.247) (1.301.350.293) 14.574.585.128
Penghasilan (beban) pajak - bersih - - -
Laba (rugi) setelah pajak 19.198.746.613 (722.451.944) (2.600.359.247) (1.301.350.293) 14.574.585.128
Penghasilan (rugi)
komprehensif lain - - - - -
Jumlah penghasilan (rugi)
komprehensif 19.198.746.613 (722.451.944) (2.600.359.247) (1.301.350.293) 14.574.585.128
Laporan posisi
keuangan konsolidasian
Aset segmen *) 254.475.411.606 7.768.356.871 86.941.392.054 3.932.824.572 353.117.985.103
Liabilitas segmen *) 127.850.624.449 1.262.877.736 3.881.365.294 827.597.615 133.822.465.094
*) Aset segmen tidak termasuk aset pajak tangguhan dan pajak dibayar dimuka sedangkan liabilitas segmen tidak termasuk liabilitas pajak tangguhan dan
utang pajak
31 Desember 2023
Perantara pedagang Layanan pinjam Layanan berbasis
Jasa konsultan
dan penjamin emisi meminjam uang pembayaran Jumlah
efek berbasis teknologi elektronik
Laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif
l konsolidasian
Pendapatan usaha 6.814.307.251 2.995.039.581 4.362.500.000 407.003.123 14.578.849.955
Beban pokok pendapatan - - (274.259.784) (327.209.852) (601.469.636)
Laba kotor 6.814.307.251 2.995.039.581 4.088.240.216 79.793.271 13.977.380.319
Beban usaha
Gaji dan tunjangan (7.350.661.106) (3.856.503.988) (4.799.625.789) (3.548.798.726) (19.555.589.609)
Penyusutan (2.055.232.678) (68.475.993) (2.113.872.066) (765.879.833) (5.003.460.570)
Utilitas (3.439.095.421) (183.494.139) (518.485.151) (580.216.258) (4.721.290.969)
Pemasaran (4.301.456.078) (308.969.953) (36.760.000) (58.366.835) (4.705.552.866)
Jasa profesional (378.800.000) (659.953.354) (1.059.570.000) (419.350.000) (2.517.673.354)
Amortisasi (365.505.686) (750.000.000) (717.325.000) (658.605.420) (2.491.436.106)
Perijinan (837.532.088) (120.000.000) (345.954.252) (27.500.000) (1.330.986.340)
Umum dan perlengkapan kantor (425.635.328) (48.736.077) (385.213.521) (128.359.673) (987.944.599)
Imbalan kerja jangka panjang (495.551.791) (146.597.881) (283.160.616) (15.430.152) (940.740.440)
Pajak (345.974.047) (2.486.397) (214.233.914) (271.630.957) (834.325.315)
Sewa (27.126.200) (2.939.600) (24.203.400) (6.223.500) (60.492.700)
Lain-lain (397.897.780) (56.375.171) (283.241.498) (137.737.569) (875.252.018)
Jumlah beban usaha (20.420.468.203) (6.204.532.553) (10.781.645.207) (6.618.098.923) (44.024.744.886)
Rugi usaha (13.606.160.952) (3.209.492.972) (6.693.404.991) (6.538.305.652) (30.047.364.567)
lain-lain- bersih 8.754.122.901 59.104.924 174.952.745 741.775.685 9.729.956.255
Rugi sebelum pajak (4.852.038.051) (3.150.388.048) (6.518.452.246) (5.796.529.967) (20.317.408.312)
Penghasilan (beban) pajak - bersih 771.312.062 1.906.615.303 383.322.600 29.702.116 3.090.952.081
Rugi setelah pajak (4.080.725.989) (1.243.772.745) (6.135.129.646) (5.766.827.851) (17.226.456.231)
Penghasilan (rugi)
komprehensif lain (58.104.559) (5.986.278) 10.831.150.912 59.539.608 10.826.599.683
Jumlah penghasilan (rugi)
komprehensif (4.138.830.548) (1.249.759.023) 4.696.021.266 (5.707.288.243) (6.399.856.548)
58
Page 62
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2023
Perantara pedagang Layanan pinjam Layanan berbasis
Jasa konsultan
dan penjamin emisi meminjam uang pembayaran Jumlah
efek berbasis teknologi elektronik
Laporan posisi
keuangan konsolidasian
Aset segmen *) 197.661.651.781 4.741.167.046 78.532.584.708 38.435.977.787 319.371.381.322
Liabilitas segmen *) 93.101.861.079 999.199.709 2.071.193.613 644.125.339 96.816.379.740
*) Aset segmen tidak termasuk aset pajak tangguhan dan pajak dibayar dimuka sedangkan liabilitas segmen tidak termasuk liabilitas pajak tangguhan dan
utang pajak
36. Aset Moneter dalam Mata Uang Asing
Tabel berikut mengungkapkan jumlah aset moneter Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Mata uang asing Ekuivalen Rp Mata uang asing Ekuivalen Rp
Aset
Kas dan setara kas USD 2.559,28 40.572.311 USD 2.604,41 40.149.584
Jumlah Aset 40.572.311 40.149.584
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, kurs konversi yang digunakan Grup diungkapkan pada
Catatan 2 atas laporan keuangan konsolidasian.
37. Pengungkapan Tambahan Laporan Arus Kas Konsolidasi
Aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak mempengaruhi kas:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Perolehan aset takberwujud
yang berasal dari dividen saham - 7.365.000.000
Perolehan aset hak-guna yang berasal
dari liabilitas sewa - 1.756.658.487
Perolehan aset takberwujud yang berasal
dari uang muka pembeliaan - 10.500.000
38. Rekonsiliasi Liabiltas Konsolidasian Yang Timbul dari Aktivitas Pendanaan
Tabel berikut menjelaskan perubahan pada liabilitas Grup yang timbul dari aktivitas pendanaan, yang meliputi
perubahan terkait kas dan nonkas:
59
Page 63
PT SURYA FAJAR CAPITAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 3 (Tiga) bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit), 31 Maret 2023 (Tidak diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Arus kas Perubahan
1 Januari 2024 31 Maret 2024
pendanaan nonkas
Utang lain-lain 286.802.772 182.525.242 469.328.014
Liabilitas Sewa 1.517.468.468 (304.317.973) (242.279.681) 970.870.815
Jumlah liabilitas
dari aktivitas
pendanaan 1.804.271.240 (121.792.731) (242.279.681) 1.440.198.829
Arus kas Perubahan
1 Januari 2023 31 Desember 2023
pendanaan nonkas
Utang lain-lain 26.887.276.670 (26.600.473.898) - 286.802.772
Liabilitas Sewa 1.576.327.553 (1.815.517.572) 1.756.658.487 1.517.468.468
Jumlah liabilitas
dari aktivitas
pendanaan 28.463.604.223 (28.415.991.470) 1.756.658.487 1.804.271.240
39. Rekening Efek
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, PT Surya Fajar Sekuritas (SFS), entitas anak, mengelola
efek dan dana nasabah dalam Rekening Efek masing-masing sebesar Rp 8.067.040.685.822 dan
Rp 7.884.554.304.738. Akun liabilitas kepada nasabah yang terkait tidak diakui dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian Grup, tetapi dilaporkan pada saat penyusunan Laporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan kepada
Otoritas Jasa Keuangan.
********
60
Names mentioned 90 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT SURYA FAJAR CAPITAL DAN ENTITAS ANAK
p.5 ×4
unresolved
person
Humberg Lie
· Notaris
p.13 ×19
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.13 ×3
unresolved
org
PT Surya Fajar Sekuritas
p.14 ×5
unresolved
org
PT Surya Fajar Investama
p.14 ×3
unresolved
org
PT Surya Fajar Urun Dana
p.14 ×5
unresolved
org
PT Mareco Prima Mandiri
p.14 ×4
unresolved
org
PT Bursa Akselerasi Indonesia
p.14 ×4
unresolved
org
PT Mitra Usaha Indofund
p.14 ×3
unresolved
org
Kementerian
p.14 ×3
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.15 ×6
unresolved
person
Rini Yulianti
· Notaris
p.15
unresolved
org
Menteri
p.15
unresolved
org
Bank Indonesia
p.19 ×5
unresolved
org
Persero Tbk
p.34
unresolved
org
PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia
p.35 ×5
unresolved
org
KPEI
p.35 ×4
unresolved
org
PT Ionpay Networks
p.36
unresolved
org
PT Rintis Sejahtera
p.36
unresolved
org
PT Artajasa Elektronik
p.36
unresolved
org
Forza Land Indonesia Tbk
p.37 ×2
unresolved
org
Ace Hardware Indonesia Tbk
p.37 ×2
unresolved
org
Gudang Garam Tbk
p.37 ×2
unresolved
org
PT Mareco Prima
p.38
unresolved
org
Tourindo Guide Indonesia Tbk
p.39 ×10
unresolved
org
PT Asuransi Astra Buana
p.41
unresolved
org
PT Utama Digital Kapital.
p.44
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Korpora
p.45
unresolved
—
(d.h PT Bumi Tirta Rahayu)
p.46 ×2
unresolved
org
PT Bumi Tirta Rahayu
p.46 ×2
unresolved
—
Masyarakat (masing-masing dibawah 5%)
p.46 ×2
unresolved
org
Additon Karya Sembada Tbk
p.50 ×2
unresolved
org
PT Pijar Nusa Pasifik
p.50
unresolved
org
PT Tekno Bersama Indonesia
p.58
unresolved
org
PT Mandrasekar Lestari
p.59
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.