Skip to content
Back to announcement

RD BRI ETF Indonesia Top 40.pdf

Financial statement Text extracted XDIF

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 28

Page 1
Reksa Dana BRI ETF Indonesia Top 40
(dahulu Reksa Dana Danareksa ETF Indonesia Top 40)

Laporan Keuangan
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
Page 2
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
(dahulu Reksa Dana Danareksa ETF Indonesia Top 40)
DAFTAR ISI



                                                                                Halaman

Laporan Auditor Independen

Surat Pernyataan tentang Tanggung Jawab atas Laporan Keuangan Reksa Dana BRI
ETF Indonesia Top 40 (dahulu Reksa Dana Danareksa ETF Indonesia Top 40) untuk
Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023 yang ditandatangani oleh
- PT BRI Manajemen Investasi sebagai Manajer Investasi
- PT Bank Central Asia Tbk sebagai Bank Kustodian

LAPORAN KEUANGAN - Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan
  2023

  Laporan Posisi Keuangan                                                          1

  Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain                              2

  Laporan Perubahan Aset Bersih                                                    3

  Laporan Arus Kas                                                                 4

  Catatan atas Laporan Keuangan                                                    5
Page 3
MIRAWATI SENSI IDRIS                                                                               MOORE
Registered Public Accountants
Business License No. 1353/KM.l/2016
Inti land Tower, 8th Floor
JI. Jenderal Sudirman, Kav 32
Jakarta - 10220
INDONESIA

T +62-21-570 8lll
F +62-21-572 2737




                                      Laporan Auditor lndependen


   No. 00244/2.1090/AU.1/09/0148-4/1/111/2025

  Pemegang Unit Penyertaan, Manajer lnvestasi, dan Bank Kustodian
  Reksa Dana BRI ETF Indonesia Top 40
  (dahulu Reksa Dana Danareksa ETF Indonesia Top 40)


  Opini

  Kami telah mengaudit laporan keuangan Reksa Dana BRI ETF Indonesia Top 40 (dahulu Reksa
  Dana Danareksa ETF Indonesia Top 40) (Reksa Dana), yang terdiri dari laporan posisi keuangan
  tanggal 31 Desember 2024, serta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan
  perubahan aset bersih, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, serta
  catatan atas laporan keuangan, termasuk informasi kebijakan akuntansi material.

  Menurut opini kami, laporan keuangan terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang
  material, posisi keuangan Reksa Dana tanggal 31 Desember 2024, serta kinerja keuangan dan arus
  kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi
  Keuangan di Indonesia.

  Basis Opini

  Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh lnstitut Akuntan
  Publik Indonesia. Tanggung jawab kami menurut standar tersebut diuraikan lebih lanjut dalam
  paragraf Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan pada laporan kami. Kami
  independen terhadap Reksa Dana berdasarkan ketentuan etika yang relevan dalam audit kami atas
  laporan keuangan di Indonesia, dan kami telah memenuhi tanggung jawab etika lainnya berdasarkan
  ketentuan tersebut. Kami yakin bahwa bukti audit yang telah kami peroleh adalah cukup dan tepat
  untuk menyediakan suatu basis bagi opini audit kami.

  Hal Audit Utama

  Hal audit utama adalah hal-hal yang, menurut pertimbangan profesional kami, merupakan hal yang
  paling signifikan dalam audit kami atas laporan keuangan periode kini. Hal-hal tersebut disampaikan
  dalam konteks audit kami atas laporan keuangan secara keseluruhan, dan dalam merumuskan opini
  kami atas laporan keuangan terkait, kami tidak menyatakan suatu opini terpisah atas hal audit utama
  tersebut.

  Penilaian Portofolio Efek

 Lihat Catatan 2 (informasi kebijakan akuntansi material), Catatan 3 (penggunaan estimasi,
 pertimbangan, dan asumsi), Catatan 4 (portofolio efek dalam efek ekuitas), Catatan 7 (pengukuran
 nilai wajar), dan Catatan 15 (tujuan dan kebijakan pengelolaan dana pemegang unit penyertaan dan
 manajemen risiko keuangan), atas laporan keuangan.




                                                                                      An independent member of
                                                                                   Moore Global Network Limited -
                                                                   members in principal cities throughout the world
Page 4
MIRAWATI SENSI IDRIS                                                                          MOORE


 Pada tanggal 31 Desember 2024, portofolio efek Reksa Dana adalah sebesar Rp 91 .912.741 .875
 atau 100% merupakan aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Kami fokus pada
 penilaian investasi ini karena ini merupakan elemen utama dari nilai aset bersih Reksa Dana, oleh
 karena itu, kami menentukan hal ini sebagai hal audit utama.

 Kami telah melakukan prosedur berikut untuk merespons hal audit utama ini:

 •   Kami memperoleh pemahaman tentang syarat-syarat, ketentuan dan tujuan investasi dari
     Kontrak lnvestasi Kolektif Reksa Dana.
 •   Kami memperoleh pemahaman atas pengendalian internal dan proses penelaahan Reksa Dana
     atas penilaian investasi pada efek.
 •   Kami menguji klasifikasi investasi portofolio efek Reksa Dana untuk memastikan apakah
     klasifikasi atas investasi tersebut telah sesuai dengan persyaratan Standar Akuntansi Keuangan
     di Indonesia.
 •   Kami menguji penilaian portofolio efek tersebut, dengan membandingkan jumlah nilai wajar
     dengan harga kuotasian di pasar aktif.
 •   Kami membandingkan catatan portofolio efek yang dikelola oleh Reksa Dana dengan catatan
     portofolio efek dari kustodian efek serta mendapatkan rekonsiliasi atas perbedaan yang
     ditemukan.

 Tanggung Jawab Manajer lnvestasi dan Bank Kustodian terhadap Laporan Keuangan

 Manajer lnvestasi dan Bank Kustodian bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar
 laporan keuangan tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dan atas
 pengendalian internal yang dianggap perlu oleh Manajer lnvestasi dan Bank Kustodian untuk
 memungkinkan penyusunan laporan keuangan yang bebas dari kesalahan penyajian material, baik
 yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.

 Dalam penyusunan laporan keuangan, Manajer lnvestasi dan Bank Kustodian bertanggung jawab
 untuk menilai kemampuan Reksa Dana dalam mempertahankan kelangsungan usahanya,
 mengungkapkan, sesuai dengan kondisinya, hal-hal yang berkaitan dengan kelangsungan usaha,
 dan menggunakan basis akuntansi kelangsungan usaha, kecuali Manajer lnvestasi dan Bank
 Kustodian memiliki intensi untuk melikuidasi Reksa Dana atau menghentikan operasi, atau tidak
 memiliki alternatif yang realistis selain melaksanakannya.

 Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan

 Tujuan kami adalah untuk memeroleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan secara
 keseluruhan bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan
 maupun kesalahan, dan untuk menerbitkan laporan auditor yang mencakup opini kami. Keyakinan
 memadai merupakan suatu tingkat keyakinan tinggi, namun bukan merupakan suatu jaminan bahwa
 audit yang dilaksanakan berdasarkan Standar Audit akan selalu mendeteksi kesalahan penyajian
 material ketika hal tersebut ada. Kesalahan penyajian dapat disebabkan oleh kecurangan maupun
 kesalahan dan dianggap material jika, baik secara individual maupun secara agregat, dapat
 diekspektasikan secara wajar akan memengaruhi keputusan ekonomi yang diambil oleh pengguna
 berdasarkan laporan keuangan tersebut.

Sebagai bagian dari suatu audit berdasarkan Standar Audit, kami menerapkan pertimbangan
profesional dan mempertahankan skeptisisme profesional selama audit. Kami juga:
• Mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan, baik
    yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, mendesain dan melaksanakan prosedur
    audit yang responsif terhadap risiko tersebut, serta memeroleh bukti audit yang cukup dan tepat
    untuk menyediakan basis bagi opini kami. Risiko tidak terdeteksinya kesalahan penyajian
    material yang disebabkan oleh kecurangan lebih tinggi dari yang disebabkan oleh kesalahan,
    karena kecurangan dapat melibatkan kolusi, pemalsuan, penghilangan secara sengaja,
    pernyataan salah, atau pengabaian pengendalian internal.
• Memeroleh suatu pemahaman tentang pengendalian internal yang relevan dengan audit untuk
    mendesain prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk tujuan
    menyatakan opini atas keefektivitasan pengendalian internal Reksa Dana.

                                               - ii -
Page 5
MIRAWATI SENSI IDRIS                                                                         MOORE


 •   Mengevaluasi ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan serta kewajaran estimasi akuntansi
     dan pengungkapan terkait yang dibuat oleh Manajer lnvestasi dan Bank Kustodian.
 •   Menyimpulkan ketepatan penggunaan basis akuntansi kelangsungan usaha oleh Manajer
     lnvestasi dan Bank Kustodian dan, berdasarkan bukti audit yang diperoleh, apakah terdapat
     suatu ketidakpastian material yang terkait dengan peristiwa atau kondisi yang dapat
     menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan Reksa Dana untuk mempertahankan
     kelangsungan usahanya. Ketika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu ketidakpastian
     material, kami diharuskan untuk menarik perhatian dalam laporan auditor kami ke pengungkapan
     terkait dalam laporan keuangan atau, jika pengungkapan tersebut tidak memadai, harus
     menentukan apakah perlu untuk memodifikasi opini kami. Kesimpulan kami didasarkan pada
     bukti audit yang diperoleh hingga tanggal laporan auditor kami. Namun, peristiwa atau kondisi
     masa depan dapat menyebabkan Reksa Dana tidak dapat mempertahankan kelangsungan
     usaha.
 •   Mengevaluasi penyajian, struktur, dan isi laporan keuangan secara keseluruhan, termasuk
     pengungkapannya, dan apakah laporan keuangan mencerminkan transaksi dan peristiwa yang
     mendasarinya dengan suatu cara yang mencapai penyajian wajar.

 Kami mengomunikasikan kepada Manajer lnvestasi dan Bank Kustodian mengenai, antara lain, ruang
 lingkup dan saat yang direncanakan atas audit, serta temuan audit signifikan, termasuk setiap
 defisiensi signifikan dalam pengendalian internal yang teridentifikasi oleh kami selama audit.

 Kami juga memberikan suatu pernyataan kepada Manajer lnvestasi dan Bank Kustodian bahwa kami
 telah mematuhi ketentuan etika yang relevan mengenai independensi, dan mengomunikasikan
 seluruh hubungan, serta hal-hal lain yang dianggap secara wajar berpengaruh terhadap independensi
 kami, dan, jika relevan, pengamanan terkait.

 Dari hal-hal yang dikomunikasikan kepada Manajer lnvestasi dan Bank Kustodian, kami menentukan
 hal-hal tersebut yang paling signifikan dalam audit atas laporan keuangan periode kini dan oleh
 karenanya menjadi hal audit utama. Kami menguraikan hal audit utama dalam laporan auditor kami,
 kecuali peraturan perundang-undangan melarang pengungkapan publik tentang hal tersebut atau
 ketika, dalam kondisi yang sangat jarang terjadi, kami menentukan bahwa suatu hal tidak boleh
 dikomunikasikan dalam laporan kami karena konsekuensi merugikan dari mengomunikasikan hal
 tersebut akan diekspektasikan secara wajar melebihi manfaat kepentingan publik atas komunikasi
 tersebut.


 MIRAWATI SENSI IDRIS




Yelly Warsono
lzin Akuntan Publik No. AP.0148

14 Maret 2025




                                              - iii -
Page 6

          
Page 7

          
Page 8
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
(dahulu Reksa Dana Danareksa ETF Indonesia Top 40)
Laporan Posisi Keuangan
31 Desember 2024 dan 2023
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)



                                                       Catatan              2024                      2023

ASET

Portofolio efek dalam efek ekuitas
  (biaya perolehan Rp 94.669.751.810
  dan Rp 89.916.118.002 masing-masing
  pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023)                  4              91.912.741.875            99.012.519.038

Kas di bank                                                5               8.318.173.955             8.969.367.479

Piutang dividen                                                              394.631.754                  186.510.547

Piutang lain-lain                                                                   32.273                          -

JUMLAH ASET                                                              100.625.579.857           108.168.397.064

LIABILITAS

Beban akrual                                               6                  66.730.932                  118.027.112

Utang lain-lain                                                                    450.855                          -

JUMLAH LIABILITAS                                                             67.181.787                  118.027.112

NILAI ASET BERSIH                                                        100.558.398.070           108.050.369.952

JUMLAH UNIT PENYERTAAN BEREDAR                             8            219.300.000,0000          217.400.000,0000

NILAI ASET BERSIH PER UNIT PENYERTAAN                                           458,5426                    497,0118




Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.


                                                     -1-
Page 9
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
(dahulu Reksa Dana Danareksa ETF Indonesia Top 40)
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)



                                                       Catatan              2024                      2023

PENDAPATAN
Pendapatan Investasi
  Pendapatan dividen                                                       4.962.802.476             3.642.224.826
  Keuntungan (kerugian) investasi
    yang telah direalisasi                                 9               2.961.993.957             (3.909.398.981)
  Keuntungan (kerugian) investasi
    yang belum direalisasi                                  9            (11.853.410.971)            5.417.893.740
Pendapatan Lainnya                                         10                137.149.155               108.971.397

JUMLAH PENDAPATAN (KERUGIAN) - BERSIH                                      (3.791.465.383)           5.259.690.982

BEBAN
Beban Investasi
  Beban pengelolaan investasi                              11                757.187.738                  595.356.213
  Beban kustodian                                          12                179.302.055                  140.980.351
  Beban lain-lain                                          13                318.128.507                  257.820.756
Beban Lainnya                                                                 27.429.831                   21.794.280

JUMLAH BEBAN                                                               1.282.048.131             1.015.951.600

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                                                  (5.073.513.514)           4.243.739.382

BEBAN PAJAK                                                14                           -                           -

LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                                                 (5.073.513.514)           4.243.739.382

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN                                                           -                           -

JUMLAH PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF
  TAHUN BERJALAN                                                           (5.073.513.514)           4.243.739.382




Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.


                                                     -2-
Page 10
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
(dahulu Reksa Dana Danareksa ETF Indonesia Top 40)
Laporan Perubahan Aset Bersih
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)


                                               Transaksi dengan          Kenaikan
                                                Pemegang Unit          (Penurunan)          Jumlah Nilai
                                                  Penyertaan         Nilai Aset Bersih      Aset Bersih

Saldo pada tanggal 1 Januari 2023                  9.034.807.443       63.964.357.782       72.999.165.225

Perubahan aset bersih pada tahun 2023

Penghasilan komprehensif tahun berjalan                         -       4.243.739.382        4.243.739.382
Transaksi dengan pemegang unit penyertaan
   Penjualan unit penyertaan                      39.687.454.048                     -      39.687.454.048
   Pembelian kembali unit penyertaan              (8.879.988.703)                    -      (8.879.988.703)
   Distribusi kepada pemegang
      unit penyertaan                                           -                    -                     -

Saldo pada tanggal 31 Desember 2023               39.842.272.788       68.208.097.164      108.050.369.952

Perubahan aset bersih pada tahun 2024

Rugi komprehensif tahun berjalan                                -      (5.073.513.514)       (5.073.513.514)
Transaksi dengan pemegang unit penyertaan
   Penjualan unit penyertaan                      44.943.469.140                     -      44.943.469.140
   Pembelian kembali unit penyertaan             (47.361.927.508)                    -     (47.361.927.508)
   Distribusi kepada pemegang
      unit penyertaan                                           -                    -                     -

Saldo pada tanggal 31 Desember 2024               37.423.814.420       63.134.583.650      100.558.398.070




Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.



                                                 -3-
Page 11
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
(dahulu Reksa Dana Danareksa ETF Indonesia Top 40)
Laporan Arus Kas
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)



                                                                          2024                  2023

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan bunga - bersih                                                 109.719.324            87.177.117
Penerimaan dividen                                                      4.754.681.269         3.455.714.279
Hasil penjualan portofolio efek ekuitas                                90.398.062.668        44.484.253.288
Pembelian portofolio efek ekuitas                                     (92.189.702.519)      (71.927.143.315)
Pengeluaran untuk piutang lain-lain                                           (32.273)                    -
Pembayaran beban investasi                                             (1.305.463.625)         (965.067.789)
Pembayaran pajak penghasilan                                                        -           (11.307.340)

Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
  Aktivitas Operasi                                                     1.767.264.844       (24.876.373.760)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan dari penjualan unit penyertaan                              44.943.469.140        39.687.454.048
Pembayaran untuk pembelian kembali unit penyertaan                    (47.361.927.508)       (8.879.988.923)

Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
  Aktivitas Pendanaan                                                  (2.418.458.368)       30.807.465.125

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DI BANK                                  (651.193.524)        5.931.091.365

KAS DI BANK AWAL TAHUN                                                  8.969.367.479         3.038.276.114

KAS DI BANK AKHIR TAHUN                                                 8.318.173.955         8.969.367.479




Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.

                                                 -4-
Page 12
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
(dahulu Reksa Dana Danareksa ETF Indonesia Top 40)
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)


1.   Umum

     Reksa Dana BRI ETF Indonesia Top 40 (dahulu Reksa Dana Danareksa ETF Indonesia Top 40)
     (Reksa Dana) adalah reksa dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif bersifat terbuka
     berdasarkan Undang-Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995 sebagaimana diubah dengan
     Undang-Undang No. 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan dan
     Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 23/POJK.04/2016 tanggal 13 Juni 2016 mengenai
     “Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif” yang telah diubah dengan Peraturan OJK
     No. 2/POJK.04/2020 tanggal 8 Januari 2020 dan Peraturan OJK No. 4 Tahun 2023 tanggal
     30 Maret 2023 serta Peraturan OJK No. 49/POJK.04/2015 tanggal 23 Desember 2015 mengenai
     “Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang Unit Penyertaannya Diperdagangkan di
     Bursa Efek”.

     Kontrak Investasi Kolektif Reksa Dana antara PT Danareksa Investment Management sebagai
     Manajer Investasi dan PT Bank Central Asia Tbk sebagai Bank Kustodian dituangkan dalam Akta
     No. 28 tanggal 8 Maret 2018 dari Leolin Jayayanti, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta. Kontrak ini telah
     diubah beberapa kali.

     Perubahan terakhir Kontrak Investasi Kolektif didokumentasikan dalam Addendum I No. 09
     tanggal 16 April 2024 dari Leny, S.H., M.Kn., notaris di Kabupaten Bekasi, mengenai perubahan
     nama Manajer Investasi semula bernama PT Danareksa Investment Management menjadi PT BRI
     Manajemen Investasi, perubahan nama Reksa Dana semula bernama Reksa Dana Danareksa
     ETF Indonesia Top 40 menjadi Reksa Dana BRI ETF Indonesia Top 40, dan perubahan alamat
     Manajer Investasi.

     PT BRI Manajemen Investasi sebagai Manajer Investasi didukung oleh tenaga profesional yang
     terdiri dari Komite Investasi dan Tim Pengelola Investasi. Komite Investasi akan mengarahkan dan
     mengawasi Tim Pengelola Investasi dalam menjalankan kebijakan dan strategi investasi sehari-
     hari sesuai dengan tujuan investasi. Komite Investasi terdiri dari:

     Ketua : Tina Meilina
     Anggota : Upik Susiyawati
               Ira Irmalia Sjam

     Tim Pengelola Investasi bertugas sebagai pelaksana harian atas kebijakan, strategi, dan eksekusi
     investasi yang telah diformulasikan bersama dengan Komite Investasi. Tim Pengelola Investasi
     terdiri dari:

     Ketua : Herman Tjahjadi, CFA, FRM
     Anggota : Barkah Supriadi
               Julianto Wongso
               M. Ayub Famila Perdana
               Suci Mulyanti

     Reksa Dana berkedudukan di Gedung BRI II Lantai 22, Jl. Jend. Sudirman Kav. 44-46, Jakarta
     10210.

     Jumlah unit penyertaan yang ditawarkan oleh Reksa Dana sesuai dengan Kontrak Investasi
     Kolektif adalah minimum 20.000.000 unit penyertaan dengan ketentuan tidak lebih kecil dari
     jumlah yang setara dengan Rp 10.000.000.000 dan maksimum 5.000.000.000 unit penyertaan.
     Harga penawaran umum perdana per unit penyertaan adalah Rp 500 per unit.




                                                  -5-
Page 13
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
(dahulu Reksa Dana Danareksa ETF Indonesia Top 40)
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)


     Reksa Dana memperoleh pernyataan efektif berdasarkan surat Kepala Departemen Pengawasan
     Pasar Modal 2A atas nama Dewan Komisioner OJK No. S-343/PM.21/2018 tanggal
     9 April 2018.

     Reksa Dana yang diwakili oleh PT BRI Manajemen Investasi sebagai Manajer Investasi
     mendaftarkan unit penyertaan Reksa Dana di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)
     sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Pendaftaran Unit Penyertaan di KSEI
     No. SP-005/ETF/KSEI/0318 tanggal 23 Maret 2018.

     Pada tanggal 23 April 2018, Reksa Dana mencatatkan dan memperdagangkan unit penyertaan
     Reksa Dana pada Bursa Efek Indonesia berdasarkan surat No. S-02289/BEI.PP2/04-2018 tanggal
     17 April 2018. Jumlah unit penyertaan Reksa Dana yang dicatatkan pertama kali adalah sebanyak
     20.000.000 unit penyertaan.

     Sesuai dengan Kontrak Investasi Kolektif, tujuan investasi Reksa Dana adalah untuk memberikan
     hasil investasi yang maksimal dalam jangka panjang melalui pengelolaan portofolio secara aktif
     pada saham-saham berkapitalisasi besar dan likuid.

     Sesuai dengan Kontrak Investasi Kolektif, kekayaan Reksa Dana akan diinvestasikan minimum
     80% dan maksimum 100% pada efek bersifat ekuitas yang diperdagangkan di Indonesia, serta
     minimum 0% dan maksimum 20% pada instrumen pasar uang dalam negeri yang memiliki jatuh
     tempo tidak lebih dari 1 (satu) tahun dan/atau deposito; sesuai dengan peraturan perundang-
     undangan yang berlaku di Indonesia.

     Transaksi unit penyertaan dan nilai aset bersih per unit penyertaan dipublikasikan hanya pada
     hari-hari bursa, dimana hari terakhir bursa di Bursa Efek Indonesia pada bulan Desember 2024
     dan 2023 masing-masing adalah tanggal 30 Desember 2024 dan 29 Desember 2023. Laporan
     keuangan Reksa Dana untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2024 dan 2023 ini disajikan
     berdasarkan nilai aset bersih Reksa Dana masing-masing pada tanggal 31 Desember 2024 dan
     2023.

     Laporan keuangan Reksa Dana untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2024 diselesaikan dan
     diotorisasi untuk penerbitan pada tanggal 14 Maret 2025 oleh Manajer Investasi dan Bank
     Kustodian yang bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan masing-
     masing sebagai Manajer Investasi dan Bank Kustodian sebagaimana tercantum dalam Kontrak
     Investasi Kolektif Reksa Dana BRI ETF Indonesia Top 40, serta menurut peraturan dan
     perundangan yang berlaku atas laporan keuangan Reksa Dana tersebut.


2.   Informasi Kebijakan Akuntansi Material

     a.   Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan

          Laporan keuangan disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
          Indonesia, meliputi pernyataan dan interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar
          Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Dewan Standar Akuntansi Syariah
          IAI serta Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020 tentang “Penyusunan
          Laporan Keuangan Produk Investasi Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif” dan Surat Edaran
          OJK No. 14/SEOJK.04/2020 tanggal 8 Juli 2020 tentang “Pedoman Perlakuan Akuntansi
          Produk Investasi Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif”.




                                               -6-
Page 14
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
(dahulu Reksa Dana Danareksa ETF Indonesia Top 40)
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)


         Dasar pengukuran laporan keuangan ini adalah biaya perolehan (historical cost), kecuali
         beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana diuraikan dalam
         kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan keuangan ini disusun dengan
         metode akrual, kecuali laporan arus kas.

         Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan
         arus kas dalam aktivitas operasi dan pendanaan. Aktivitas investasi tidak dikelompokkan
         terpisah karena aktivitas investasi adalah aktivitas operasi utama Reksa Dana.

         Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan untuk tahun yang
         berakhir 31 Desember 2024 adalah konsisten dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan
         dalam penyusunan laporan keuangan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2023.

         Mata uang yang digunakan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan adalah mata
         uang Rupiah (Rp) yang juga merupakan mata uang fungsional Reksa Dana.

    b.   Nilai Aset Bersih Reksa Dana

         Nilai aset bersih Reksa Dana dihitung dan ditentukan pada setiap akhir hari bursa dengan
         menggunakan nilai pasar wajar.

         Nilai aset bersih per unit penyertaan dihitung berdasarkan nilai aset bersih Reksa Dana pada
         setiap akhir hari bursa dibagi dengan jumlah unit penyertaan yang beredar.

    c.   Portofolio Efek

         Portofolio efek terdiri dari efek ekuitas.

    d.   Instrumen Keuangan

         Pembelian atau penjualan yang reguler atas instrumen keuangan diakui pada tanggal
         perdagangan.

         Reksa Dana menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 109,
         Instrumen Keuangan, mengenai pengaturan instrumen keuangan terkait klasifikasi dan
         pengukuran, penurunan nilai atas aset keuangan dan akuntansi lindung nilai.

         Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Reksa Dana memiliki instrumen keuangan dalam
         kategori aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, aset keuangan yang
         diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, serta liabilitas keuangan yang diukur pada biaya
         perolehan diamortisasi.

         Aset Keuangan

         Reksa Dana mengklasifikasikan aset keuangan sesuai dengan PSAK No. 109, Instrumen
         Keuangan, sehingga setelah pengakuan awal aset keuangan diukur pada biaya perolehan
         diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain atau nilai wajar melalui laba
         rugi, dengan menggunakan dua dasar, yaitu:

         (a) Model bisnis Reksa Dana dalam mengelola aset keuangan; dan
         (b) Karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan.




                                                      -7-
Page 15
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
(dahulu Reksa Dana Danareksa ETF Indonesia Top 40)
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)


        (1) Aset Keuangan Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi

             Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut
             terpenuhi:

            (a) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset
                keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
            (b) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal
                tertentu yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok
                terutang.

             Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat
             pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan
             amortisasi kumulatif menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih
             antara nilai awal dan nilai jatuh temponya, dan dikurangi dengan cadangan kerugian
             penurunan nilai.

             Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, kategori ini meliputi kas di bank, piutang
             dividen, dan piutang lain-lain.

        (2) Aset Keuangan Diukur pada Nilai Wajar melalui Laba Rugi

             Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi kecuali aset keuangan tersebut
             diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui penghasilan
             komprehensif lain.

             Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dicatat pada laporan posisi
             keuangan pada nilai wajarnya. Perubahan nilai wajar langsung diakui dalam laba rugi.
             Bunga yang diperoleh dicatat sebagai pendapatan bunga, sedangkan pendapatan
             dividen dicatat sebagai bagian dari pendapatan sesuai dengan persyaratan dalam
             kontrak, atau pada saat hak untuk memperoleh pembayaran atas dividen tersebut telah
             ditetapkan.

             Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, kategori ini meliputi portofolio efek dalam
             efek ekuitas.

        Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas

        Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas Reksa Dana diklasifikasikan berdasarkan
        substansi perjanjian kontraktual serta definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas.
        Kebijakan akuntansi yang diterapkan atas instrumen keuangan tersebut diungkapkan berikut
        ini.

        Liabilitas Keuangan

        Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 109 diklasifikasikan sebagai berikut: (i) liabilitas
        keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi, (ii) liabilitas keuangan yang diukur dengan
        nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan komprehensif lain. Reksa Dana
        menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.




                                                -8-
Page 16
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
(dahulu Reksa Dana Danareksa ETF Indonesia Top 40)
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)


        Liabilitas Keuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi

        Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat
        pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi
        kumulatif menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal
        dan nilai jatuh temponya.

        Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, kategori ini meliputi beban akrual.

        Instrumen Ekuitas

        Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu
        entitas setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya.

        Suatu instrumen keuangan yang mempunyai fitur opsi jual, yang mencakup kewajiban
        kontraktual bagi penerbit untuk membeli kembali atau menebus instrumen dan menyerahkan
        kas atau aset keuangan lain pada saat eksekusi opsi jual, dan memenuhi definisi liabilitas
        keuangan diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas jika memiliki semua fitur berikut:

        a) memberikan hak kepada pemegangnya atas bagian prorata aset neto entitas,

        b) instrumen berada dalam kelompok instrumen yang merupakan subordinat dari semua
           kelompok instrumen lain,

        c) seluruh instrumen keuangan dalam kelompok memiliki fitur yang identik,

        d) instrumen tidak termasuk kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau aset
           keuangan lain kepada entitas lain selain kewajiban untuk membeli kembali, dan

        e) jumlah arus kas yang diekspektasikan dihasilkan dari instrumen selama umur instrumen
           didasarkan secara substansial pada laba rugi penerbit.

        Saling Hapus Instrumen Keuangan

        Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya disajikan dalam
        laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, Reksa Dana saat ini memiliki hak yang
        berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut;
        dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan
        menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

        Reklasifikasi Aset Keuangan

        Sesuai dengan ketentuan PSAK No. 109, Instrumen Keuangan, Reksa Dana mereklasifikasi
        seluruh aset keuangan dalam kategori yang terpengaruh jika, dan hanya jika, Reksa Dana
        mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan tersebut. Sedangkan, liabilitas
        keuangan tidak direklasifikasi.




                                               -9-
Page 17
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
(dahulu Reksa Dana Danareksa ETF Indonesia Top 40)
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)


         Penurunan Nilai Aset Keuangan

         Pada setiap tanggal pelaporan, Reksa Dana menilai apakah risiko kredit dari instrumen
         keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan
         penilaian, Reksa Dana menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi
         sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah kerugian
         kredit ekspektasian. Dalam melakukan penilaian, Reksa Dana membandingkan antara risiko
         gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat tanggal pelaporan dengan risiko
         gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan
         mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau
         usaha pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan
         perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit
         sejak pengakuan awal.

         Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan

         (1) Aset Keuangan

              Aset keuangan (atau bagian dari aset keuangan atau kelompok aset keuangan serupa)
              dihentikan pengakuannya jika:

              a)   hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir;

              b)   Reksa Dana tetap memiliki hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan
                   tersebut, namun juga menanggung kewajiban kontraktual untuk membayar kepada
                   pihak ketiga atas arus kas yang diterima tersebut secara penuh tanpa adanya
                   penundaan yang signifikan berdasarkan suatu kesepakatan; atau

              c)   Reksa Dana telah mentransfer haknya untuk menerima arus kas dari aset
                   keuangan dan (i) telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat
                   atas aset keuangan, atau (ii) secara substansial tidak mentransfer atau tidak
                   memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, namun telah mentransfer
                   pengendalian atas aset keuangan tersebut.

         (2) Liabilitas Keuangan

              Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas keuangan tersebut berakhir,
              dibatalkan, atau telah kadaluarsa.

    e.   Pengukuran Nilai Wajar

         Pengukuran nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau
         mengalihkan liabilitas akan terjadi di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau, jika
         tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas
         tersebut.

         Reksa Dana harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan
         pada tanggal pengukuran.

         Reksa Dana memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan
         meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.




                                                 - 10 -
Page 18
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
(dahulu Reksa Dana Danareksa ETF Indonesia Top 40)
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)


         Seluruh aset dan liabilitas dikategorikan dalam hirarki nilai wajar sebagai berikut:

         •   Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas
             yang identik;
         •   Level 2 - teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap
             pengukuran nilai wajar dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
         •   Level 3 - teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap
             pengukuran nilai wajar tidak dapat diobservasi.

         Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan
         keuangan, maka Reksa Dana menentukan apakah terdapat transfer di antara level hirarki
         dengan menilai kembali pengkategorian pada setiap akhir periode pelaporan.

    f.   Pengakuan Pendapatan dan Beban

         Pendapatan bunga diakui berdasarkan proporsi waktu dalam laba rugi, termasuk pendapatan
         dari jasa giro.

         Pendapatan dari pembagian hak (dividen, saham bonus, dan hak lain yang dibagikan) oleh
         emiten diakui pada tanggal ex (ex-date).

         Keuntungan atau kerugian investasi yang belum direalisasi akibat kenaikan atau penurunan
         harga pasar (nilai wajar) serta keuntungan atau kerugian investasi yang telah direalisasi
         disajikan dalam laba rugi. Keuntungan dan kerugian yang telah direalisasi neto atas
         penjualan portofolio efek dihitung berdasarkan harga pokok yang menggunakan metode
         rata-rata tertimbang.

         Beban investasi termasuk pajak penghasilan final diakui secara akrual dan harian.

    g.   Transaksi Pihak Berelasi

         Sesuai dengan Keputusan Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A
         No. Kep-04/PM.21/2014 tanggal 7 Oktober 2014 tentang Pihak Berelasi terkait Pengelolaan
         Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif, PT BRI Manajemen Investasi, Manajer
         Investasi, adalah pihak berelasi Reksa Dana.

    h.   Pajak Penghasilan

         Pajak penghasilan Reksa Dana diatur dalam Surat Edaran Direktorat Jenderal Pajak
         No. SE-18/PJ.42/1996 tanggal 30 April 1996 tentang Pajak Penghasilan atas Usaha Reksa
         Dana, serta ketentuan pajak yang berlaku. Objek pajak penghasilan terbatas hanya pada
         penghasilan yang diterima oleh Reksa Dana, sedangkan pembelian kembali unit penyertaan
         dan pembagian laba kepada pemegang unit penyertaan bukan merupakan objek pajak
         penghasilan.

         Pajak Kini

         Pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang
         dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.




                                                  - 11 -
Page 19
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
(dahulu Reksa Dana Danareksa ETF Indonesia Top 40)
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)


     i.   Informasi Segmen

          Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam
          penyusunan dan penyajian laporan keuangan.

          Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal komponen-komponen Reksa
          Dana yang secara berkala dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional dalam
          rangka alokasi sumber daya ke dalam segmen dan penilaian kinerja Reksa Dana.

          Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, seluruh kekayaan Reksa Dana diinvestasikan
          dalam efek ekuitas. Dengan demikian, segmen operasi Reksa Dana hanya terdiri dari satu
          segmen.

     j.   Peristiwa Setelah Periode Pelaporan

          Peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang menyediakan tambahan
          informasi mengenai posisi keuangan Reksa Dana pada tanggal laporan posisi keuangan
          (peristiwa penyesuai), jika ada, telah tercermin dalam laporan keuangan. Peristiwa-peristiwa
          yang terjadi setelah periode pelaporan yang tidak memerlukan penyesuaian (peristiwa non-
          penyesuai), apabila jumlahnya material, telah diungkapkan dalam laporan keuangan.


3.   Penggunaan Estimasi, Pertimbangan, dan Asumsi

     Dalam penerapan kebijakan akuntansi, seperti yang diungkapkan dalam Catatan 2 atas laporan
     keuangan, Reksa Dana harus membuat estimasi, pertimbangan, dan asumsi atas nilai tercatat
     aset dan liabilitas yang tidak tersedia oleh sumber-sumber lain. Estimasi dan asumsi tersebut
     berdasarkan pengalaman historis dan faktor lain yang dipertimbangkan relevan.

     Pengungkapan berikut mencakup ikhtisar estimasi, pertimbangan, dan asumsi signifikan yang
     berpengaruh terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan serta pengungkapan dalam laporan
     keuangan.

     Pertimbangan

     Pertimbangan-pertimbangan berikut dibuat dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Reksa
     Dana yang memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah-jumlah yang diakui dalam
     laporan keuangan:

     a.   Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

          Reksa Dana menentukan klasifikasi aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan
          liabilitas keuangan dengan menilai apakah aset dan liabilitas tersebut memenuhi kriteria yang
          ditetapkan dalam PSAK No. 109. Aset keuangan dan liabilitas keuangan dicatat sesuai
          dengan kebijakan akuntansi Reksa Dana sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 2.




                                                 - 12 -
Page 20
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
(dahulu Reksa Dana Danareksa ETF Indonesia Top 40)
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)


    b.   Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan

         Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, Reksa Dana menilai apakah risiko kredit atas
         instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika
         melakukan penilaian tersebut, Reksa Dana mempertimbangkan perubahan risiko gagal bayar
         yang terjadi selama umur instrumen keuangan. Dalam melakukan penilaian tersebut, Reksa
         Dana membandingkan risiko gagal bayar yang terjadi pada tanggal pelaporan dengan risiko
         gagal bayar pada saat pengakuan awal, serta mempertimbangkan informasi, termasuk
         informasi masa lalu, kondisi saat ini, dan informasi bersifat perkiraan masa depan (forward-
         looking), yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan.

         Reksa Dana mengukur cadangan kerugian sepanjang umurnya, jika risiko kredit atas
         instrumen keuangan tersebut telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, jika
         tidak, maka Reksa Dana mengukur cadangan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut
         sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan. Suatu evaluasi yang bertujuan untuk
         mengidentifikasi jumlah cadangan kerugian kredit ekspektasian yang harus dibentuk,
         dilakukan secara berkala pada setiap periode pelaporan. Oleh karena itu, saat dan besaran
         jumlah cadangan kerugian kredit ekspektasian yang tercatat pada setiap periode dapat
         berbeda tergantung pada pertimbangan atas informasi yang tersedia atau berlaku pada saat
         itu.

    c.   Pajak Penghasilan

         Pertimbangan yang signifikan dibutuhkan untuk menentukan jumlah pajak penghasilan.
         Terdapat sejumlah transaksi dan perhitungan yang menimbulkan ketidakpastian penentuan
         jumlah pajak penghasilan karena interpretasi atas peraturan pajak yang berbeda. Jika hasil
         pemeriksaan pajak berbeda dengan jumlah yang sebelumnya telah dibukukan, maka selisih
         tersebut akan berdampak terhadap aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan dalam periode
         dimana hasil pemeriksaan tersebut terjadi.

    Estimasi dan Asumsi

    Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber utama lain dalam mengestimasi ketidakpastian
    pada tanggal pelaporan yang mempunyai risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian
    material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode berikutnya diungkapkan di bawah
    ini. Estimasi dan asumsi didasarkan pada parameter yang tersedia saat laporan keuangan
    disusun. Kondisi yang ada dan asumsi mengenai perkembangan masa depan dapat berubah
    karena perubahan situasi pasar yang berada di luar kendali Reksa Dana. Perubahan tersebut
    tercermin dalam asumsi ketika keadaan tersebut terjadi.

    Nilai Wajar Aset Keuangan

    Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mensyaratkan pengukuran aset keuangan tertentu
    pada nilai wajarnya, dan penyajian ini mengharuskan penggunaan estimasi. Komponen
    pengukuran nilai wajar yang signifikan ditentukan berdasarkan bukti obyektif yang dapat
    diverifikasi (seperti nilai tukar, suku bunga), sedangkan saat dan besaran perubahan nilai wajar
    dapat menjadi berbeda karena penggunaan metode penilaian yang berbeda.

    Nilai wajar portofolio efek diungkapkan pada Catatan 7.




                                                - 13 -
Page 21
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
(dahulu Reksa Dana Danareksa ETF Indonesia Top 40)
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)


4.   Portofolio Efek dalam Efek Ekuitas

                                                                                2024
                                                   Jumlah         Harga                                    Persentase
                                                   lembar       perolehan                Jumlah         terhadap jumlah
                       Jenis efek                  saham         rata-rata             harga pasar       portofolio efek
                                                                                                               %
     Aset Keuangan Diukur pada Nilai Wajar
       melalui Laba Rugi
       Saham
          PT Bank Central Asia Tbk                    993.429           8.278           9.611.425.575             10,46
          PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk    2.149.140           4.562           8.768.491.200              9,54
          PT Bank Mandiri ( Persero ) Tbk           1.480.275           5.241           8.437.567.500              9,18
          PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk         1.912.296           3.278           5.182.322.160              5,64
          PT Astra International Tbk                  942.990           5.356           4.620.651.000              5,03
          PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk             1.425.450           2.660           4.062.532.500              4,42
          PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk           311.406          10.911           3.542.243.250              3,85
          PT Amman Mineral Internasional Tbk          337.722          10.331           2.862.193.950              3,11
          PT United Tractors Tbk                       92.106          24.052           2.466.138.150              2,68
          PT Kalbe Farma Tbk                        1.765.365           1.661           2.400.896.400              2,61
          PT Bank Syariah Indonesia Tbk               870.621           2.203           2.376.795.330              2,59
          PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
             (dahulu PT Adaro Energy
             Indonesia Tbk)                           978.078           2.599           2.376.729.540               2,59
          PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk              33.596.760              67           2.351.773.200               2,56
          PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk           480.267           5.335           2.286.070.920               2,49
          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk      524.127           4.891           2.279.952.450               2,48
          PT Indofood Sukses Makmur Tbk               256.581           6.610           1.975.673.700               2,15
          PT Adaro Andalan Indonesia Tbk              203.949           5.960           1.728.467.775               1,88
          PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk               100.878          10.824           1.614.048.000               1,76
          PT Mayora Indah Tbk                         576.759           2.581           1.603.390.020               1,74
          PT Indosat Tbk                              633.777           2.406           1.571.766.960               1,71
          PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk              804.831           1.704           1.561.372.140               1,70
          PT Barito Pacific Tbk                     1.682.031           1.049           1.547.468.520               1,68
          PT XL Axiata Tbk                            684.216           2.321           1.539.486.000               1,67
          PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk           1.701.768             868           1.344.396.720               1,46
          PT Merdeka Copper Gold Tbk                  817.989           2.703           1.321.052.235               1,44
          PT Indah Kiat Pulp And Paper Tbk            184.212           9.270           1.252.641.600               1,36
          PT Ciputra Development Tbk                1.230.273           1.130           1.205.667.540               1,31
          PT AKR Corporindo Tbk                       973.692           1.591           1.090.535.040               1,19
          PT Mitra Adiperkasa Tbk                     756.585           1.628           1.066.784.850               1,16
          PT Aneka Tambang Tbk                        662.286           1.610           1.009.986.150               1,10
          PT Midi Utama Indonesia Tbk               2.258.790             470             971.279.700               1,06
          PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk            162.282           7.915             969.634.950               1,05
          PT Timah Tbk                                903.516             933             966.762.120               1,05
          PT Bank Jago Tbk                            313.599           3.008             762.045.570               0,83
          PT Perusahaan Gas Negara Tbk                471.495           1.455             749.677.050               0,82
          PT Bukit Asam Tbk                           228.072           2.826             627.198.000               0,68
          PT Semen Indonesia (Persero) Tbk            157.896           3.684             519.477.840               0,57
          PT Medco Energi Internasional Tbk           462.723           1.317             508.995.300               0,55
          PT Jasa Marga (Persero) Tbk                 116.229           4.785             503.271.570               0,55
          PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk           37.281           8.300             275.879.400               0,30

       Jumlah                                                                          91.912.741.875            100,00




                                                     - 14 -
Page 22
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
(dahulu Reksa Dana Danareksa ETF Indonesia Top 40)
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                               2023
                                                  Jumlah         Harga                                    Persentase
                                                  lembar       perolehan                Jumlah         terhadap jumlah
                     Jenis efek                    saham        rata-rata             harga pasar       portofolio efek
                                                                                                              %
    Aset Keuangan Diukur pada Nilai Wajar
      melalui Laba Rugi
      Saham
         PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk    1.932.686           4.485          11.064.627.350             11,17
         PT Bank Central Asia Tbk                  1.110.914           7.388          10.442.591.600             10,55
         PT Bank Mandiri (Persero) Tbk             1.695.720           4.513          10.259.106.000             10,35
         PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk         2.247.916           3.666           8.879.268.200              8,97
         PT Astra International Tbk                1.210.918           6.037           6.841.686.700              6,91
         PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk    1.032.650           4.198           5.550.493.750              5,61
         PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk             1.095.696           2.352           3.210.389.280              3,24
         PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk           467.410           5.670           2.348.735.250              2,37
         PT Bank Jago Tbk                            791.336           2.234           2.294.874.400              2,32
         PT Adaro Energy Indonesia Tbk               932.646           2.308           2.219.697.480              2,24
         PT Merdeka Copper Gold Tbk                  817.424           2.806           2.207.044.800              2,23
         PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk           195.660          10.005           2.069.104.500              2,09
         PT Kalbe Farma Tbk                        1.269.616           1.788           2.044.081.760              2,06
         PT Chandra Asri Pacific Tbk                 336.970           2.573           1.769.092.500              1,79
         PT Jasa Marga (Persero) Tbk                 345.666           4.402           1.683.393.420              1,70
         PT Indofood Sukses Makmur Tbk               258.706           6.774           1.668.653.700              1,69
         PT Sarana Menara Nusantara Tbk            1.602.238             972           1.586.215.620              1,60
         PT Semen Indonesia (Persero) Tbk            236.966           7.077           1.516.582.400              1,53
         PT Indosat Tbk                              160.876           8.109           1.508.212.500              1,52
         PT United Tractors Tbk                       65.220          24.602           1.475.602.500              1,49
         PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk          156.528          10.619           1.471.363.200              1,49
         PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk              176.094           9.740           1.465.982.550              1,48
         PT Mitra Adiperkasa Tbk                     760.900           1.675           1.362.011.000              1,38
         PT Aneka Tambang Tbk                        723.942           1.729           1.234.321.110              1,25
         PT XL Axiata Tbk                            606.546           2.265           1.213.092.000              1,23
         PT Medco Energi Internasional Tbk         1.041.346           1.206           1.202.754.630              1,21
         PT Bank Syariah Indonesia Tbk               673.940           1.462           1.172.655.600              1,18
         PT Ciputra Development Tbk                  910.906           1.101           1.065.760.020              1,08
         PT AKR Corporindo Tbk                       680.462           1.470           1.003.681.450              1,01
         PT Mayora Indah Tbk                         391.320           2.662             974.386.800              0,98
         PT Ace Hardware Indonesia Tbk             1.204.396             825             867.165.120              0,88
         PT Bukalapak.com Tbk                      3.906.678             292             843.842.448              0,85
         PT Bukit Asam Tbk                           319.578           2.939             779.770.320              0,79
         PT Tower Bersama Infrastructure Tbk         367.406           2.109             767.878.540              0,78
         PT Barito Pacific Tbk                       476.106           1.253             633.220.980              0,64
         PT Trimegah Bangun Persada Tbk              530.456           1.060             530.456.000              0,54
         PT Unilever Indonesia Tbk                   141.310           4.262             498.824.300              0,50
         PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk             67.394           7.725             491.976.200              0,50
         PT Midi Utama Indonesia Tbk               1.082.652             485             465.540.360              0,47
         PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk            115.222           2.861             328.382.700              0,33

      Jumlah                                                                          99.012.519.038            100,00



    Nilai tercatat efek ekuitas pada laporan keuangan adalah sebesar nilai wajarnya.

    Reksa Dana mengklasifikasikan pengukuran nilai wajar efek ekuitas dengan menggunakan hirarki
    nilai wajar Level 1 (Catatan 7).

    Aktivitas perdagangan dan harga pasar saham sangat fluktuatif dan tergantung kepada kondisi
    pasar modal. Nilai realisasi dari saham tersebut dapat berbeda secara signifikan dengan harga
    pasar masing-masing pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.




                                                     - 15 -
Page 23
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
(dahulu Reksa Dana Danareksa ETF Indonesia Top 40)
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)


5.   Kas di Bank

     Akun ini merupakan kas di PT Bank Central Asia Tbk (Bank Kustodian).


6.   Beban Akrual

                                                                     2024                2023

     Jasa pengelolaan investasi (pihak berelasi) (Catatan 11)        66.030.932         67.607.626
     Jasa kustodian (Catatan 12)                                              -         16.009.486
     Lainnya                                                            700.000         34.410.000

     Jumlah                                                          66.730.932        118.027.112

     Lainnya merupakan beban akrual atas jasa profesional.


7.   Pengukuran Nilai Wajar

     Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif adalah berdasarkan kuotasi
     harga pasar pada tanggal pelaporan. Pasar dianggap aktif apabila kuotasi harga tersedia sewaktu-
     waktu dan dapat diperoleh secara rutin dari bursa, pedagang atau perantara efek, badan penyedia
     jasa penentuan harga kelompok industri, atau badan pengatur, dan harga tersebut mencerminkan
     transaksi pasar yang aktual dan rutin dalam suatu transaksi yang wajar. Instrumen keuangan
     seperti ini termasuk dalam hirarki Level 1.

     Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan menggunakan
     teknik penilaian. Teknik penilaian ini memaksimalkan penggunaan data pasar yang dapat
     diobservasi yang tersedia dan sesedikit mungkin mengandalkan estimasi spesifik yang dibuat oleh
     Manajer Investasi. Karena seluruh input signifikan yang dibutuhkan untuk menentukan nilai wajar
     dapat diobservasi, maka instrumen tersebut termasuk dalam hirarki Level 2.

     Pengukuran nilai wajar portofolio efek Reksa Dana adalah sebagai berikut:

                                                                    2024                2023

     Nilai tercatat                                             91.912.741.875       99.012.519.038

     Pengukuran nilai wajar menggunakan:
       Level 1                                                  91.912.741.875       99.012.519.038
       Level 2                                                               -                    -
       Level 3                                                               -                    -

     Jumlah                                                     91.912.741.875       99.012.519.038




                                                  - 16 -
Page 24
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
(dahulu Reksa Dana Danareksa ETF Indonesia Top 40)
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)


8.   Unit Penyertaan Beredar

     Jumlah unit penyertaan yang dimiliki oleh pemodal dan Manajer Investasi, pihak berelasi, adalah
     sebagai berikut:

                                             2024                                     2023
                            Persentase                 Unit          Persentase                 Unit
                                %                                        %

     Pemodal                      100,00        219.300.000,0000          100,00         217.400.000,0000
     Manajer Investasi
        (pihak berelasi)                 -                     -                  -                       -

     Jumlah                       100,00        219.300.000,0000          100,00         217.400.000,0000

     Tidak terdapat pembelian kembali unit penyertaan yang dimiliki oleh Manajer Investasi, pihak
     berelasi, masing-masing untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2024 dan 2023.


9.   Keuntungan (Kerugian) Investasi yang Telah dan Belum Direalisasi

                                                                       2024                     2023

     Keuntungan (kerugian) investasi
        yang telah direalisasi atas:
        Efek ekuitas                                                2.961.993.957            (3.909.398.981)

     Keuntungan (kerugian) investasi
        yang belum direalisasi atas:
        Efek ekuitas                                               (11.853.410.971)          5.417.893.740




10. Pendapatan Lainnya

     Akun ini merupakan pendapatan atas jasa giro.


11. Beban Pengelolaan Investasi

     Akun ini merupakan imbalan kepada PT BRI Manajemen Investasi sebagai Manajer Investasi,
     pihak berelasi, sebesar maksimum 3,00% per tahun dari nilai aset bersih yang dihitung secara
     harian berdasarkan 365 hari kalender per tahun dan dibayarkan setiap bulan. Pemberian imbalan
     tersebut diatur berdasarkan Kontrak Investasi Kolektif antara Manajer Investasi dan Bank
     Kustodian. Beban pengelolaan investasi yang belum dibayar dibukukan pada akun Beban Akrual
     (Catatan 6).

     Beban pengelolaan investasi untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
     masing-masing sebesar Rp 757.187.738 dan Rp 595.356.213.




                                                    - 17 -
Page 25
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
(dahulu Reksa Dana Danareksa ETF Indonesia Top 40)
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)


12. Beban Kustodian

    Akun ini merupakan imbalan atas jasa penanganan transaksi investasi, penitipan kekayaan dan
    administrasi yang berkaitan dengan kekayaan Reksa Dana, pencatatan transaksi penjualan dan
    pembelian kembali unit penyertaan, serta biaya yang berkaitan dengan akun pemegang unit
    penyertaan kepada PT Bank Central Asia Tbk sebagai Bank Kustodian sebesar maksimum 0,20%
    per tahun dari nilai aset bersih yang dihitung secara harian berdasarkan 365 hari kalender dan
    dibayarkan setiap bulan. Pemberian imbalan tersebut diatur berdasarkan Kontrak Investasi Kolektif
    antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian. Beban kustodian yang belum dibayar dibukukan
    pada akun Beban Akrual (Catatan 6).

    Beban kustodian untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing
    sebesar Rp 179.302.055 dan Rp 140.980.351.


13. Beban Lain-lain

                                                                   2024                  2023

    Beban transaksi                                                231.244.407          173.815.822
    Lainnya                                                         86.884.100           84.004.934

    Jumlah                                                         318.128.507          257.820.756


14. Pajak Penghasilan

    a.   Pajak Kini

         Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak menurut laporan laba rugi dan penghasilan
         komprehensif lain dengan laba kena pajak adalah sebagai berikut:

                                                                  2024                  2023

         Laba (rugi) sebelum pajak menurut
           laporan laba rugi dan penghasilan
           komprehensif lain                                   (5.073.513.514)       4.243.739.382

         Perbedaan tetap:
           Beban investasi                                      1.282.048.131         1.015.951.600
           Pendapatan bunga atas jasa giro                       (137.149.155)         (108.971.397)
           Pendapatan dividen                                  (4.962.802.476)       (3.642.224.826)
           Kerugian (keuntungan) investasi yang
              telah direalisasi                                (2.961.993.957)       3.909.398.981
           Kerugian (keuntungan) investasi yang
              belum direalisasi                                11.853.410.971        (5.417.893.740)

             Jumlah                                             5.073.513.514        (4.243.739.382)

         Laba kena pajak                                                     -                    -




                                                  - 18 -
Page 26
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
(dahulu Reksa Dana Danareksa ETF Indonesia Top 40)
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)


         Laba kena pajak dan beban pajak Reksa Dana menjadi dasar Surat Pemberitahuan Tahunan
         yang disampaikan kepada Kantor Pelayanan Pajak.

         Laba kena pajak dan beban pajak Reksa Dana tahun 2023 sesuai dengan Surat
         Pemberitahuan Tahunan yang disampaikan kepada Kantor Pelayanan Pajak.

         Reksa Dana tidak memiliki utang pajak pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.

         Surat Pemberitahuan Tahunan dilaporkan berdasarkan perhitungan Reksa Dana (self-
         assessment). Kantor Pajak dapat melakukan pemeriksaan atas perhitungan pajak tersebut
         sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang mengenai Ketentuan Umum dan Tata Cara
         Perpajakan.

    b.   Pajak Tangguhan

         Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, tidak terdapat perbedaan temporer yang
         berdampak terhadap pengakuan aset dan liabilitas pajak tangguhan.


15. Tujuan dan Kebijakan Pengelolaan Dana Pemegang Unit Penyertaan dan Manajemen Risiko
    Keuangan

    Pengelolaan Dana Pemegang Unit Penyertaan

    Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Reksa Dana memiliki nilai aset bersih masing-masing
    sebesar Rp 100.558.398.070 dan Rp 108.050.369.952 yang diklasifikasikan sebagai ekuitas.

    Tujuan Reksa Dana dalam mengelola nilai aset bersih adalah untuk memberikan hasil investasi
    yang maksimal dalam jangka panjang melalui pengelolaan portofolio secara aktif pada saham-
    saham berkapitalisasi besar dan likuid dan untuk mengelola risiko likuiditas yang timbul dari
    pembelian kembali unit penyertaan. Dalam pengelolaan pembelian kembali unit penyertaan,
    Reksa Dana secara teratur memantau tingkat penjualan dan pembelian kembali secara harian dan
    menerapkan pembatasan sebesar 10% dari total unit penyertaan Reksa Dana yang beredar pada
    hari bursa diterimanya permohonan penjualan kembali tersebut.

    Tidak terdapat perubahan dalam kebijakan dan prosedur selama tahun berjalan terkait dengan
    pendekatan Reksa Dana terhadap nilai aset bersih.

    Manajemen Risiko Keuangan

    Risiko-risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan yang dimiliki Reksa Dana adalah risiko
    harga, risiko kredit, dan risiko likuiditas. Kegiatan operasional Reksa Dana dijalankan secara
    berhati-hati dengan mengelola risiko-risiko tersebut agar tidak menimbulkan potensi kerugian bagi
    Reksa Dana.

    Risiko Harga

    Risiko harga adalah risiko nilai wajar atau arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan
    akan berfluktuasi karena perubahan harga pasar (selain yang timbul dari risiko suku bunga), baik
    perubahan-perubahan tersebut disebabkan oleh faktor khusus pada individu penerbit instrumen
    keuangan, atau faktor yang mempengaruhi instrumen keuangan sejenis yang diperdagangkan di
    pasar.

    Reksa Dana menghadapi risiko harga yang timbul dari portofolio efek yaitu efek ekuitas.



                                               - 19 -
Page 27
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
(dahulu Reksa Dana Danareksa ETF Indonesia Top 40)
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)


    Manajer Investasi mengelola risiko harga Reksa Dana sesuai dengan tujuan dan kebijakan
    investasi Reksa Dana serta memonitor posisi pasar keseluruhan secara harian.

    Analisa Sensitivitas

    Analisa sensitivitas diterapkan pada variabel risiko pasar yang mempengaruhi kinerja Reksa
    Dana, yakni harga. Sensitivitas harga menunjukkan dampak perubahan yang wajar dari harga
    pasar efek dalam portofolio efek Reksa Dana terhadap jumlah nilai aset bersih, jumlah aset
    keuangan, dan jumlah liabilitas keuangan Reksa Dana.

    Sesuai dengan kebijakan Reksa Dana, Manajer Investasi melakukan analisa serta memantau
    sensitivitas harga secara reguler.

    Risiko Kredit

    Risiko kredit adalah risiko bahwa Reksa Dana akan mengalami kerugian yang timbul dari emiten
    atau pihak lawan akibat gagal memenuhi kewajiban kontraktualnya. Manajer Investasi
    berpendapat bahwa tidak terdapat risiko kredit yang terkonsentrasi secara signifikan kepada suatu
    emiten atau sekelompok emiten. Kebijakan Reksa Dana atas risiko kredit adalah meminimalkan
    eksposur dari pihak-pihak yang memiliki risiko kegagalan yang tinggi dengan cara hanya
    bertransaksi untuk instrumen pihak-pihak yang memenuhi standar kredit sebagaimana ditetapkan
    dalam Kontrak Investasi Kolektif Reksa Dana. Manajer Investasi secara terus menerus memantau
    kelayakan kredit dari pihak-pihak yang menerbitkan instrumen tersebut dengan cara melakukan
    evaluasi secara berkala atas peringkat kredit, laporan keuangan, dan siaran pers.

    Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada tanggal laporan posisi keuangan adalah sebesar
    nilai tercatat aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
    dan aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

    Risiko Likuiditas

    Risiko likuiditas adalah risiko kerugian yang timbul karena Reksa Dana tidak memiliki arus kas
    yang cukup untuk memenuhi kewajibannya.

    Dalam pengelolaan risiko likuiditas, Manajer Investasi memantau dan menjaga jenis dan jumlah
    portofolio efek yang bersifat likuid yang dianggap memadai untuk melakukan pembayaran atas
    transaksi perolehan kembali unit penyertaan dan membiayai operasional Reksa Dana.

    Jadwal jatuh tempo aset selain portofolio efek dan liabilitas adalah kurang dari 1 tahun.


16. Perjanjian dan Ikatan

    PT Danareksa Investment Management (sekarang PT BRI Manajemen Investasi) dan PT Indo
    Premier Sekuritas (Dealer Partisipan) mengadakan perjanjian kerjasama dalam hal melakukan
    pembelian atau penjualan unit penyertaan pada tanggal 5 Maret 2018. Jangka waktu perjanjian
    adalah 12 bulan dan apabila tidak ada pemberitahuan, perjanjian akan diperpanjang secara
    otomatis untuk jangka waktu yang sama.




                                                 - 20 -
Page 28
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
(dahulu Reksa Dana Danareksa ETF Indonesia Top 40)
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)


17. Informasi lainnya

    Ikhtisar rasio keuangan disusun berdasarkan formula yang ditetapkan dalam Surat Keputusan
    Ketua Bapepam No. Kep-99/PM/1996 tentang Informasi dalam Ikhtisar Keuangan Singkat Reksa
    Dana tanggal 28 Mei 1996 dan Lampiran POJK No. 25/POJK.04/2020 tentang Pedoman Bentuk
    dan Isi Prospektus Dalam Rangka Penawaran Umum Reksa Dana tanggal 23 April 2020.

    Berikut adalah tabel ikhtisar rasio keuangan Reksa Dana untuk tahun-tahun yang berakhir
    31 Desember 2024 dan 2023:

                                                                           2024            2023

    Total hasil investasi                                                  (7,74%)           3,08%

    Hasil investasi setelah memperhitungkan biaya pemasaran                (7,74%)           3,08%

    Biaya operasi                                                            1,26%           1,27%

    Perputaran portofolio                                                   0,89 : 1        0,56 : 1

    Persentase penghasilan kena pajak                                              -               -

    Tujuan tabel ini adalah semata-mata untuk membantu memahami kinerja masa lalu dari Reksa
    Dana. Tabel ini seharusnya tidak dipertimbangkan sebagai indikasi bahwa kinerja masa depan
    akan sama dengan kinerja masa lalu.


18. Standar Akuntansi Keuangan Baru

    Penerapan standar akuntansi keuangan revisi berikut, yang berlaku efektif 1 Januari 2024, relevan
    bagi Reksa Dana namun tidak menyebabkan perubahan material terhadap jumlah-jumlah yang
    dilaporkan dalam laporan keuangan:

    -   Amendemen PSAK No. 201, “Penyajian Laporan Keuangan” terkait Liabilitas Jangka Panjang
        dengan Kovenan

    -   Amendemen PSAK No. 201, Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas
        sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang

    Mulai tanggal 1 Januari 2024, referensi terhadap masing-masing PSAK dan Interpretasi Standar
    Akuntansi Keuangan (ISAK) telah diubah sebagaimana diumumkan oleh Dewan Standar
    Akuntansi Keuangan IAI.




                                              ********




                                               - 21 -

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.98 MB
Published17 Mar 2025
Pages28
Characters78,005
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 71 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Bank Central Asia Tbk p.2 ×17
linked org Bank Mandiri ( Persero ) Tbk p.21 ×5
linked org Astra International Tbk p.21 ×5
linked org Sumber Alfaria Trijaya Tbk p.21 ×5
linked org Indofood CBP Sukses Makmur Tbk p.21 ×5
linked org Amman Mineral Internasional Tbk p.21 ×2
linked org United Tractors Tbk p.21 ×5
linked org Kalbe Farma Tbk p.21 ×5
linked org Bank Syariah Indonesia Tbk p.21 ×5
linked org Adaro Energy Indonesia Tbk p.21 ×5
linked org GoTo Gojek Tokopedia Tbk p.21 ×2
linked org Charoen Pokphand Indonesia Tbk p.21 ×5
linked org Indofood Sukses Makmur Tbk p.21 ×5
linked org Adaro Andalan Indonesia Tbk p.21 ×2
linked org Pantai Indah Kapuk Dua Tbk p.21 ×2
linked org Mayora Indah Tbk p.21 ×5
linked org Japfa Comfeed Indonesia Tbk p.21 ×2
linked org XL Axiata Tbk p.21 ×5
linked org Aspirasi Hidup Indonesia Tbk p.21 ×2
linked org Ciputra Development Tbk p.21 ×5
linked org AKR Corporindo Tbk p.21 ×5
linked org Mitra Adiperkasa Tbk p.21 ×5
linked org Aneka Tambang Tbk p.21 ×5
linked org Midi Utama Indonesia Tbk p.21 ×5
linked org Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk p.21 ×5
linked org Bank Jago Tbk p.21 ×5
linked org Perusahaan Gas Negara Tbk p.21 ×2
linked org Bukit Asam Tbk p.21 ×5
linked org Medco Energi Internasional Tbk p.21 ×5
linked org Jasa Marga (Persero) Tbk p.21 ×5
linked org Indocement Tunggal Prakarsa Tbk p.21 ×5
linked org Sarana Menara Nusantara Tbk p.22 ×2
linked org Trimegah Bangun Persada Tbk p.22 ×2
linked org Unilever Indonesia Tbk p.22 ×2
linked org Mitra Keluarga Karyasehat Tbk p.22 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.12
possible org Bursa Efek Indonesia p.13 ×2
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk p.21 ×5
possible org Telkom Indonesia (Persero) Tbk p.21 ×5
possible org Alamtri Resources Indonesia Tbk p.21 ×2
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk p.21 ×4
possible org Indosat Tbk p.21 ×4
possible org Barito Pacific Tbk p.21 ×5
possible org Merdeka Copper Gold Tbk p.21 ×5
possible org Timah Tbk p.21 ×2
possible org Semen Indonesia (Persero) Tbk p.21 ×5
possible org Chandra Asri Pacific Tbk p.22 ×2
possible org PT Bukalapak. p.22
possible org Tower Bersama Infrastructure Tbk p.22 ×2
unresolved org Reksa Dana BRI ETF Indonesia Top p.1 ×6
unresolved org Reksa Dana Danareksa ETF Indonesia Top p.1 ×27
unresolved org PT BRI Manajemen Investasi p.2 ×7
unresolved org Bank Kustodian Reksa Dana BRI ETF Indonesia Top p.3
unresolved org Moore Global Network Limited p.3
unresolved org Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif p.12 ×3
unresolved person Leolin Jayayanti p.12
unresolved person Leny p.12
unresolved person Tina Meilina · Ketua p.12
unresolved person Upik Susiyawati · Anggota p.12
unresolved person Herman Tjahjadi · Ketua p.12
unresolved person Barkah Supriadi · Anggota p.12
unresolved org Departemen Pengawasan Pasar Modal p.13 ×2
unresolved org PT Kustodian Sentral Efek Indonesia p.13
unresolved org Reksa Dana Nilai p.14
unresolved person Direktorat Jenderal Pajak No. SE- p.18
unresolved org Indah Kiat Pulp And Paper Tbk p.21 ×2
unresolved org PT Indah Kiat Pulp p.22
unresolved org Paper Tbk p.22
unresolved org Ace Hardware Indonesia Tbk p.22 ×2
unresolved org PT Indo Premier Sekuritas p.27
unresolved org Bapepam p.28 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 5

FinancialStatement-2024-Tahunan-XDIF.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result