Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 27
Page 1
Reksa Dana BRI ETF Indonesia Top 40 Laporan Keuangan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
Page 2
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
DAFTAR ISI
Halaman
Laporan Auditor Independen
Surat Pernyataan tentang Tanggung Jawab atas Laporan Keuangan Reksa Dana BRI
ETF Indonesia Top 40 untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan
2024 yang ditandatangani oleh
- PT BRI Manajemen Investasi sebagai Manajer Investasi
- PT Bank Central Asia Tbk sebagai Bank Kustodian
LAPORAN KEUANGAN - Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan
2024
Laporan Posisi Keuangan 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain 2
Laporan Perubahan Aset Bersih 3
Laporan Arus Kas 4
Catatan atas Laporan Keuangan 5
Page 3
MIRAWATI SENSI IDRIS MOORE
Registered Public Accountants
Business License No. 1353/KM.l/2016
Inti land Tower, 8th Floor
JI. Jenderal Sudirman, Kav 32
Jakarta -10220
INDONESIA
T +62-21-570 Slll
F +62-21-572 2737
Laporan Auditor lndependen
No. 00048/2 .1090/AU .1 /09/0148-5/1/11/2026
Pemegang Unit Penyertaan, Manajer lnvestasi, dan Bank Kustodian
Reksa Dana BRI ETF Indonesia Top 40
Opini
Kami telah mengaudit laporan keuangan Reksa Dana BR I ETF Indonesia Top 40 (Reksa Dana), yang
terdiri dari laporan posisi keuangan tanggal 31 Desember 2025, serta laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan aset bersih, dan laporan arus kas untuk tahun
yang berakhir pada tanggal tersebut, serta catatan atas laporan keuangan, termasuk informasi
kebijakan akuntansi material.
Menurut opini kami, laporan keuangan terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang
material, posisi keuangan Reksa Dana tanggal 31 Desember 2025, serta kinerja keuangan dan arus
kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia.
Basis Opini
Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh lnstitut Akuntan
Publik Indonesia. Tanggung jawab kami menurut standar tersebut diuraikan lebih lanjut dalam
paragraf Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan pada laporan kami. Kami
independen terhadap Reksa Dana berdasarkan ketentuan etika yang relevan dalam audit kami atas
laporan keuangan di Indonesia, dan kami telah memenuhi tanggung jawab etika lainnya berdasarkan
ketentuan tersebut. Kami yakin bahwa bukti audit yang telah kami peroleh adalah cukup dan tepat
untuk menyediakan suatu basis bagi opini audit kami.
Hal Audit Utama
Hal audit utama adalah hal-hal yang , menurut pertimbangan profesional kam i, merupakan hal yang
paling signifikan dalam audit kami atas laporan keuangan periode kini. Hal-ha/ tersebut disampaikan
dalam konteks audit kami atas laporan keuangan secara keseluruhan, dan dalam merumuskan opini
kami atas laporan keuangan terkait, kami tidak menyatakan suatu opin i terpisah atas hal audit utama
terse but.
Penilaian Portofolio Efek
Lihat Catatan 2 (informasi keb ijakan akuntansi material), Catatan 3 (penggunaan estimasi,
pertimbangan, dan asumsi), Catatan 4 (portofolio efek dalam efek ekuitas) , Catatan 7 (pengukuran
nilai wajar), dan Catatan 15 (tujuan dan kebijakan pengelolaan dana pemegang unit penyertaan dan
manajemen risiko keuangan), atas laporan keuangan.
An independent member of
Moore Global Network Limited -
members in principal cities throughout the world
Page 4
MIRAWATI SENSI IDRIS MOORE
Pada tanggal 31 Desember 2025 , portofolio efek Reksa Dana adalah sebesar Rp 32.704.122.560
atau 100% merupakan aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Kami fokus pada
penilaian investasi ini karena ini merupakan elemen utama dari nilai aset bersih Reksa Dana, oleh
karena itu, kami menentukan hal ini sebagai hal audit utama.
Kami telah melakukan prosedur berikut untuk merespons hal audit utama ini:
• Kami memperoleh pemahaman tentang syarat-syarat, ketentuan dan tujuan investasi dari
Kontrak lnvestasi Kolektif Reksa Dana.
• Kami memperoleh pemahaman atas pengendalian internal dan proses penelaahan Reksa Dana
atas penilaian investasi pada portofolio efek.
• Kami menguji klasifikasi investasi portofolio efek Reksa Dana untuk memastikan apakah
klasifikasi atas investasi tersebut telah sesuai dengan persyaratan Standar Akuntansi Keuangan
di Indonesia.
• Kami menguji penilaian portofolio efek tersebut, dengan membandingkan jumlah nilai wajar
dengan harga kuotasian di pasar aktif.
• Kami membandingkan catatan portofolio efek yang dikelola oleh Reksa Dana dengan catatan
portofolio efek dari kustodian efek serta mendapatkan rekonsiliasi atas perbedaan yang
ditemukan.
Tanggung Jawab Manajer lnvestasi dan Bank Kustodian terhadap Laporan Keuangan
Manajer lnvestasi dan Bank Kustodian bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar
laporan keuangan tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dan atas
pengendalian internal yang dianggap perlu oleh Manajer lnvestasi dan Bank Kustodian untuk
memungkinkan penyusunan laporan keuangan yang bebas dari kesalahan penyajian material, baik
yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.
Dalam penyusunan laporan keuangan, Manajer lnvestasi dan Bank Kustodian bertanggung jawab
untuk menilai kemampuan Reksa Dana dalam mempertahankan kelangsungan usahanya,
mengungkapkan, sesuai dengan kondisinya, hal-hal yang berkaitan dengan kelangsungan usaha,
dan menggunakan basis akuntansi kelangsungan usaha, kecuali Manajer lnvestasi dan Bank
Kustodian memiliki intensi untuk melikuidasi Reksa Dana atau menghentikan operasi , atau tidak
memiliki alternatif yang realistis selain melaksanakannya.
Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan
Tujuan kami adalah untuk memeroleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan secara
keseluruhan bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan
maupun kesalahan, dan untuk menerbitkan laporan auditor yang mencakup opini kami. Keyakinan
memadai merupakan suatu tingkat keyakinan tinggi, namun bukan merupakan suatu jaminan bahwa
audit yang dilaksanakan berdasarkan Standar Audit akan selalu mendeteksi kesalahan penyajian
material ketika hal tersebut ada. Kesalahan penyajian dapat disebabkan oleh kecurangan maupun
kesalahan dan dianggap material jika, baik secara individual maupun secara agregat, dapat
diekspektasikan secara wajar akan memengaruhi keputusan ekonomi yang diambil oleh pengguna
berdasarkan laporan keuangan tersebut.
Sebagai bagian dari suatu audit berdasarkan Standar Audit, kami menerapkan pertimbangan
profesional dan mempertahankan skeptisisme profesional selama audit. Kami juga:
• Mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan, baik
yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, mendesain dan melaksanakan prosedur
audit yang responsif terhadap risiko tersebut, serta memeroleh bukti audit yang cukup dan tepat
untuk menyediakan basis bagi opini kami. Risiko tidak terdeteksinya kesalahan penyajian
material yang disebabkan oleh kecurangan lebih tinggi dari yang disebabkan oleh kesalahan,
karena kecurangan dapat melibatkan kolusi, pemalsuan, penghilangan secara sengaja,
pernyataan salah, atau pengabaian pengendalian internal.
• Memeroleh suatu pemahaman tentang pengendalian internal yang relevan dengan audit untuk
mendesain prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk tujuan
menyatakan opini atas keefektivitasan pengendalian internal Reksa Dana.
- ii -
Page 5
MIRAWATI SENSI IDRIS MOORE
• Mengevaluasi ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan serta kewajaran estimasi akuntansi
dan pengungkapan terkait yang dibuat oleh Manajer lnvestasi dan Bank Kustodian.
• Menyimpulkan ketepatan penggunaan basis akuntansi kelangsungan usaha oleh Manajer
lnvestasi dan Bank Kustodian dan, berdasarkan bukti audit yang diperoleh, apakah terdapat
suatu ketidakpastian material yang terkait dengan peristiwa atau kondisi yang dapat
menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan Reksa Dana untuk mempertahankan
kelangsungan usahanya. Ketika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu ketidakpastian
material, kami diharuskan untuk menarik perhatian dalam laporan auditor kami ke pengungkapan
terkait dalam laporan keuangan atau, jika pengungkapan tersebut tidak memadai, harus
menentukan apakah perlu untuk memodifikasi opini kami. Kesimpulan kami didasarkan pada
bukti audit yang diperoleh hingga tanggal laporan auditor kami. Namun, peristiwa atau kondisi
masa depan dapat menyebabkan Reksa Dana tidak dapat mempertahankan kelangsungan
usaha.
• Mengevaluasi penyajian, struktur, dan isi laporan keuangan secara keseluruhan, termasuk
pengungkapannya, dan apakah laporan keuangan mencerminkan transaksi dan peristiwa yang
mendasarinya dengan suatu cara yang mencapai penyajian wajar.
Kami mengomunikasikan kepada Manajer lnvestasi dan Bank Kustodian mengenai, antara lain , ruang
lingkup dan saat yang direncanakan atas audit, serta temuan audit signifikan, termasuk setiap
defisiensi signifikan dalam pengendalian internal yang teridentifikasi oleh kami selama audit.
Kami juga memberikan suatu pernyataan kepada Manajer lnvestasi dan Bank Kustodian bahwa kami
telah mematuhi ketentuan etika yang relevan mengenai independensi, dan mengomunikasikan
seluruh hubungan , serta hal-hal lain yang dianggap secara wajar berpengaruh terhadap independensi
kami, dan, jika relevan, pengamanan terkait.
Dari hal-hal yang dikomunikasikan kepada Manajer lnvestasi dan Bank Kustodian, kami menentukan
hal-hal tersebut yang paling signifikan dalam audit atas laporan keuangan periode kini dan oleh
karenanya menjadi hal audit utama. Kami menguraikan hal audit utama dalam laporan auditor kami,
kecuali peraturan perundang-undangan melarang pengungkapan publik tentang hal tersebut atau
ketika, dalam kondisi yang sangat jarang terjadi, kami menentukan bahwa suatu hal tidak boleh
dikomunikasikan dalam laporan kami karena konsekuensi merugikan dari mengomun ikasikan hal
tersebut akan diekspektasikan secara wajar melebihi manfaat kepentingan publik atas komunikasi
terse but.
MIRAWATI SENSI IDRIS
Yelly Warsono
lzin Akuntan Publik No. AP .0148
12 Februari 2026
- iii -
Page 6
Page 7
Page 8
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
Laporan Posisi Keuangan
31 Desember 2025 dan 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2025 2024
ASET
Portofolio efek dalam efek ekuitas
(biaya perolehan Rp 30.795.672.032
dan Rp 94.669.751.810 masing-masing
pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024) 4 32.704.122.560 91.912.741.875
Kas di bank 5 2.245.284.192 8.318.173.955
Piutang dividen 133.760.665 394.631.754
Piutang lain-lain - 32.273
JUMLAH ASET 35.083.167.417 100.625.579.857
LIABILITAS
Beban akrual 6 102.555.297 66.730.932
Utang lain-lain 610.500 450.855
JUMLAH LIABILITAS 103.165.797 67.181.787
NILAI ASET BERSIH 34.980.001.620 100.558.398.070
JUMLAH UNIT PENYERTAAN BEREDAR 8 72.400.000,0000 219.300.000,0000
NILAI ASET BERSIH PER UNIT PENYERTAAN 483,1492 458,5426
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
-1-
Page 9
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2025 2024
PENDAPATAN
Pendapatan Investasi
Pendapatan dividen 4.446.455.712 4.962.802.476
Keuntungan (kerugian) investasi
yang telah direalisasi 9 (2.915.344.403) 2.961.993.957
Keuntungan (kerugian) investasi
yang belum direalisasi 9 4.665.460.463 (11.853.410.971)
Pendapatan Lainnya 10 147.674.554 137.149.155
JUMLAH PENDAPATAN (KERUGIAN) - BERSIH 6.344.246.326 (3.791.465.383)
BEBAN
Beban Investasi
Beban pengelolaan investasi 11 716.569.255 757.187.738
Beban kustodian 12 169.683.600 179.302.055
Beban lain-lain 13 334.184.752 318.128.507
Beban Lainnya 29.534.911 27.429.831
JUMLAH BEBAN 1.249.972.518 1.282.048.131
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 5.094.273.808 (5.073.513.514)
BEBAN PAJAK 14 - -
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 5.094.273.808 (5.073.513.514)
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN - -
JUMLAH PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN 5.094.273.808 (5.073.513.514)
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
-2-
Page 10
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
Laporan Perubahan Aset Bersih
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Transaksi dengan Kenaikan
Pemegang Unit (Penurunan) Jumlah Nilai
Penyertaan Nilai Aset Bersih Aset Bersih
Saldo pada tanggal 1 Januari 2024 39.842.272.788 68.208.097.164 108.050.369.952
Perubahan aset bersih pada tahun 2024
Rugi komprehensif tahun berjalan - (5.073.513.514) (5.073.513.514)
Transaksi dengan pemegang unit penyertaan
Penjualan unit penyertaan 44.943.469.140 - 44.943.469.140
Pembelian kembali unit penyertaan (47.361.927.508) - (47.361.927.508)
Distribusi kepada pemegang
unit penyertaan - - -
Saldo pada tanggal 31 Desember 2024 37.423.814.420 63.134.583.650 100.558.398.070
Perubahan aset bersih pada tahun 2025
Penghasilan komprehensif tahun berjalan - 5.094.273.808 5.094.273.808
Transaksi dengan pemegang unit penyertaan
Penjualan unit penyertaan 241.970.701 - 241.970.701
Pembelian kembali unit penyertaan (70.914.640.959) - (70.914.640.959)
Distribusi kepada pemegang
unit penyertaan - - -
Saldo pada tanggal 31 Desember 2025 (33.248.855.838) 68.228.857.458 34.980.001.620
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
-3-
Page 11
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
Laporan Arus Kas
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2025 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan bunga - bersih 118.139.643 109.719.324
Penerimaan dividen 4.707.326.801 4.754.681.269
Hasil penjualan portofolio efek ekuitas 112.404.200.919 90.398.062.668
Pembelian portofolio efek ekuitas (51.445.465.544) (92.189.702.519)
Penerimaan dari (pengeluaran untuk) piutang lain-lain 32.273 (32.273)
Pembayaran beban investasi (1.184.453.597) (1.305.463.625)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi 64.599.780.495 1.767.264.844
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan dari penjualan unit penyertaan 241.970.701 44.943.469.140
Pembayaran untuk pembelian kembali unit penyertaan (70.914.640.959) (47.361.927.508)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (70.672.670.258) (2.418.458.368)
PENURUNAN BERSIH KAS DI BANK (6.072.889.763) (651.193.524)
KAS DI BANK AWAL TAHUN 8.318.173.955 8.969.367.479
KAS DI BANK AKHIR TAHUN 2.245.284.192 8.318.173.955
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.
-4-
Page 12
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
1. Umum
Reksa Dana BRI ETF Indonesia Top 40 adalah reksa dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif
bersifat terbuka berdasarkan Undang-Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995 sebagaimana
diubah dengan Undang-Undang No. 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor
Keuangan dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 23/POJK.04/2016 tanggal
13 Juni 2016 mengenai “Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif” yang telah diubah
dengan Peraturan OJK No. 2/POJK.04/2020 tanggal 8 Januari 2020 dan Peraturan OJK
No. 4 Tahun 2023 tanggal 30 Maret 2023 serta Peraturan OJK No. 49/POJK.04/2015
tanggal 23 Desember 2015 mengenai “Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang Unit
Penyertaannya Diperdagangkan di Bursa Efek”.
Kontrak Investasi Kolektif Reksa Dana antara PT Danareksa Investment Management sebagai
Manajer Investasi dan PT Bank Central Asia Tbk sebagai Bank Kustodian dituangkan dalam Akta
No. 28 tanggal 8 Maret 2018 dari Leolin Jayayanti, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta. Kontrak ini telah
diubah beberapa kali.
Perubahan terakhir Kontrak Investasi Kolektif didokumentasikan dalam Addendum I No. 09
tanggal 16 April 2024 dari Leny, S.H., M.Kn., notaris di Kabupaten Bekasi, mengenai perubahan
nama Manajer Investasi semula bernama PT Danareksa Investment Management menjadi PT BRI
Manajemen Investasi, perubahan nama Reksa Dana semula bernama Reksa Dana Danareksa
ETF Indonesia Top 40 menjadi Reksa Dana BRI ETF Indonesia Top 40, dan perubahan alamat
Manajer Investasi.
PT BRI Manajemen Investasi sebagai Manajer Investasi didukung oleh tenaga profesional yang
terdiri dari Komite Investasi dan Tim Pengelola Investasi. Komite Investasi akan mengarahkan dan
mengawasi Tim Pengelola Investasi dalam menjalankan kebijakan dan strategi investasi sehari-
hari sesuai dengan tujuan investasi. Komite Investasi terdiri dari:
Ketua : Herman Tjahjadi
Anggota : Ira Irmalia Sjam
Tim Pengelola Investasi bertugas sebagai pelaksana harian atas kebijaksanaan, strategi, dan
eksekusi investasi yang telah diformulasikan bersama dengan Komite Investasi. Tim Pengelola
Investasi terdiri dari:
Ketua : Asti Raniasari
Anggota : Julianto Wongso
Suci Mulyanti
M. Ayub Famila Perdana
Muhammad Naufal Yunas
Reksa Dana berkedudukan di Gedung BRI II Lantai 25, Jl. Jend. Sudirman Kav. 44-46, Jakarta
10210.
Jumlah unit penyertaan yang ditawarkan oleh Reksa Dana sesuai dengan Kontrak Investasi
Kolektif adalah minimum 20.000.000 unit penyertaan dengan ketentuan tidak lebih kecil dari
jumlah yang setara dengan Rp 10.000.000.000 dan maksimum 5.000.000.000 unit penyertaan.
Harga penawaran umum perdana per unit penyertaan adalah Rp 500 per unit.
Reksa Dana memperoleh pernyataan efektif berdasarkan surat Kepala Departemen Pengawasan
Pasar Modal 2A atas nama Dewan Komisioner OJK No. S-343/PM.21/2018 tanggal
9 April 2018.
-5-
Page 13
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Reksa Dana yang diwakili oleh PT BRI Manajemen Investasi sebagai Manajer Investasi
mendaftarkan unit penyertaan Reksa Dana di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)
sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Pendaftaran Unit Penyertaan di KSEI
No. SP-005/ETF/KSEI/0318 tanggal 23 Maret 2018.
Pada tanggal 23 April 2018, Reksa Dana mencatatkan dan memperdagangkan unit penyertaan
Reksa Dana pada Bursa Efek Indonesia berdasarkan surat No. S-02289/BEI.PP2/04-2018 tanggal
17 April 2018. Jumlah unit penyertaan Reksa Dana yang dicatatkan pertama kali adalah sebanyak
20.000.000 unit penyertaan.
Sesuai dengan Kontrak Investasi Kolektif, tujuan investasi Reksa Dana adalah untuk memberikan
hasil investasi yang maksimal dalam jangka panjang melalui pengelolaan portofolio secara aktif
pada saham-saham berkapitalisasi besar dan likuid.
Sesuai dengan Kontrak Investasi Kolektif, kekayaan Reksa Dana akan diinvestasikan minimum
80% dan maksimum 100% pada efek bersifat ekuitas yang diperdagangkan di Indonesia, serta
minimum 0% dan maksimum 20% pada instrumen pasar uang dalam negeri yang memiliki jatuh
tempo tidak lebih dari 1 (satu) tahun dan/atau deposito; sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku di Indonesia.
Laporan keuangan Reksa Dana untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2025 dan 2024 ini
disajikan berdasarkan nilai aset bersih Reksa Dana masing-masing pada tanggal 31 Desember
2025 dan 2024.
Laporan keuangan Reksa Dana untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025 diselesaikan dan
diotorisasi untuk penerbitan pada tanggal 12 Februari 2026 oleh Manajer Investasi dan Bank
Kustodian yang bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan masing-
masing sebagai Manajer Investasi dan Bank Kustodian sebagaimana tercantum dalam Kontrak
Investasi Kolektif Reksa Dana BRI ETF Indonesia Top 40, serta menurut peraturan dan
perundangan yang berlaku atas laporan keuangan Reksa Dana tersebut.
2. Informasi Kebijakan Akuntansi Material
a. Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan
Laporan keuangan disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia, meliputi pernyataan dan interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Dewan Standar Akuntansi Syariah
IAI serta Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020 tentang “Penyusunan
Laporan Keuangan Produk Investasi Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif” dan Surat Edaran
OJK No. 14/SEOJK.04/2020 tanggal 8 Juli 2020 tentang “Pedoman Perlakuan Akuntansi
Produk Investasi Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif”.
Dasar pengukuran laporan keuangan ini adalah biaya perolehan (historical cost), kecuali
beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana diuraikan dalam
kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan keuangan ini disusun dengan
metode akrual, kecuali laporan arus kas.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan
arus kas dalam aktivitas operasi dan pendanaan. Aktivitas investasi tidak dikelompokkan
terpisah karena aktivitas investasi adalah aktivitas operasi utama Reksa Dana.
-6-
Page 14
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan untuk tahun yang
berakhir 31 Desember 2025 adalah konsisten dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan
dalam penyusunan laporan keuangan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2024.
Mata uang yang digunakan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan adalah mata
uang Rupiah (Rp) yang juga merupakan mata uang fungsional Reksa Dana.
b. Nilai Aset Bersih Reksa Dana
Nilai aset bersih Reksa Dana dihitung dan ditentukan pada setiap akhir hari bursa dengan
menggunakan nilai pasar wajar.
Nilai aset bersih per unit penyertaan dihitung berdasarkan nilai aset bersih Reksa Dana pada
setiap akhir hari bursa dibagi dengan jumlah unit penyertaan yang beredar.
c. Portofolio Efek
Portofolio efek terdiri dari efek ekuitas.
d. Instrumen Keuangan
Pembelian atau penjualan yang reguler atas instrumen keuangan diakui pada tanggal
perdagangan.
Reksa Dana menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 109,
Instrumen Keuangan, mengenai pengaturan instrumen keuangan terkait klasifikasi dan
pengukuran, penurunan nilai atas aset keuangan dan akuntansi lindung nilai.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Reksa Dana memiliki instrumen keuangan dalam
kategori aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, serta liabilitas keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi.
Aset Keuangan
Reksa Dana mengklasifikasikan aset keuangan sesuai dengan PSAK No. 109, Instrumen
Keuangan, sehingga setelah pengakuan awal aset keuangan diukur pada biaya perolehan
diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain atau nilai wajar melalui laba
rugi, dengan menggunakan dua dasar, yaitu:
(a) Model bisnis Reksa Dana dalam mengelola aset keuangan; dan
(b) Karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan.
(1) Aset Keuangan Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut
terpenuhi:
(a) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset
keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
(b) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal
tertentu yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok
terutang.
-7-
Page 15
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat
pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan
amortisasi kumulatif menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih
antara nilai awal dan nilai jatuh temponya, dan dikurangi dengan cadangan kerugian
penurunan nilai.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, kategori ini meliputi kas di bank, piutang
dividen, dan piutang lain-lain.
(2) Aset Keuangan Diukur pada Nilai Wajar melalui Laba Rugi
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi kecuali aset keuangan tersebut
diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dicatat pada laporan posisi
keuangan pada nilai wajarnya. Perubahan nilai wajar langsung diakui dalam laba rugi.
Bunga yang diperoleh dicatat sebagai pendapatan bunga, sedangkan pendapatan
dividen dicatat sebagai bagian dari pendapatan sesuai dengan persyaratan dalam
kontrak, atau pada saat hak untuk memperoleh pembayaran atas dividen tersebut telah
ditetapkan.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, kategori ini meliputi portofolio efek dalam
efek ekuitas.
Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas
Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas Reksa Dana diklasifikasikan berdasarkan
substansi perjanjian kontraktual serta definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan atas instrumen keuangan tersebut diungkapkan berikut
ini.
Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 109 diklasifikasikan sebagai berikut: (i) liabilitas
keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi, (ii) liabilitas keuangan yang diukur dengan
nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan komprehensif lain. Reksa Dana
menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.
Liabilitas Keuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi
Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat
pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi
kumulatif menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal
dan nilai jatuh temponya.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, kategori ini meliputi beban akrual.
Instrumen Ekuitas
Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu
entitas setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya.
-8-
Page 16
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Suatu instrumen keuangan yang mempunyai fitur opsi jual, yang mencakup kewajiban
kontraktual bagi penerbit untuk membeli kembali atau menebus instrumen dan menyerahkan
kas atau aset keuangan lain pada saat eksekusi opsi jual, dan memenuhi definisi liabilitas
keuangan diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas jika memiliki semua fitur berikut:
a) memberikan hak kepada pemegangnya atas bagian prorata aset neto entitas,
b) instrumen berada dalam kelompok instrumen yang merupakan subordinat dari semua
kelompok instrumen lain,
c) seluruh instrumen keuangan dalam kelompok memiliki fitur yang identik,
d) instrumen tidak termasuk kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau aset
keuangan lain kepada entitas lain selain kewajiban untuk membeli kembali, dan
e) jumlah arus kas yang diekspektasikan dihasilkan dari instrumen selama umur instrumen
didasarkan secara substansial pada laba rugi penerbit.
Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya disajikan dalam
laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, Reksa Dana saat ini memiliki hak yang
berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut;
dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Reklasifikasi Aset Keuangan
Sesuai dengan ketentuan PSAK No. 109, Instrumen Keuangan, Reksa Dana mereklasifikasi
seluruh aset keuangan dalam kategori yang terpengaruh jika, dan hanya jika, Reksa Dana
mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan tersebut. Sedangkan, liabilitas
keuangan tidak direklasifikasi.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap tanggal pelaporan, Reksa Dana menilai apakah risiko kredit dari instrumen
keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan
penilaian, Reksa Dana menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi
sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah kerugian
kredit ekspektasian. Dalam melakukan penilaian, Reksa Dana membandingkan antara risiko
gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat tanggal pelaporan dengan risiko
gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan
mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau
usaha pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan
perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit
sejak pengakuan awal.
Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan
(1) Aset Keuangan
Aset keuangan (atau bagian dari aset keuangan atau kelompok aset keuangan serupa)
dihentikan pengakuannya jika:
a) hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir;
-9-
Page 17
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
b) Reksa Dana tetap memiliki hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan
tersebut, namun juga menanggung kewajiban kontraktual untuk membayar kepada
pihak ketiga atas arus kas yang diterima tersebut secara penuh tanpa adanya
penundaan yang signifikan berdasarkan suatu kesepakatan; atau
c) Reksa Dana telah mentransfer haknya untuk menerima arus kas dari aset
keuangan dan (i) telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat
atas aset keuangan, atau (ii) secara substansial tidak mentransfer atau tidak
memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, namun telah mentransfer
pengendalian atas aset keuangan tersebut.
(2) Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas keuangan tersebut berakhir,
dibatalkan, atau telah kadaluarsa.
e. Pengukuran Nilai Wajar
Pengukuran nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau
mengalihkan liabilitas akan terjadi di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau, jika
tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas
tersebut.
Reksa Dana harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan
pada tanggal pengukuran.
Reksa Dana memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan
meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Seluruh aset dan liabilitas dikategorikan dalam hirarki nilai wajar sebagai berikut:
• Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas
yang identik;
• Level 2 - teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap
pengukuran nilai wajar dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
• Level 3 - teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap
pengukuran nilai wajar tidak dapat diobservasi.
Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan
keuangan, maka Reksa Dana menentukan apakah terdapat transfer di antara level hirarki
dengan menilai kembali pengkategorian pada setiap akhir periode pelaporan.
f. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan bunga diakui berdasarkan proporsi waktu dalam laba rugi, termasuk pendapatan
dari kas di bank.
Pendapatan dari pembagian hak (dividen, saham bonus, dan hak lain yang dibagikan) oleh
emiten diakui pada tanggal ex (ex-date).
Keuntungan atau kerugian investasi yang belum direalisasi akibat kenaikan atau penurunan
harga pasar (nilai wajar) serta keuntungan atau kerugian investasi yang telah direalisasi
disajikan dalam laba rugi. Keuntungan dan kerugian yang telah direalisasi neto atas
penjualan portofolio efek dihitung berdasarkan harga pokok yang menggunakan metode
rata-rata tertimbang.
- 10 -
Page 18
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Beban investasi termasuk pajak penghasilan final diakui secara akrual dan harian.
g. Transaksi Pihak Berelasi
Sesuai dengan Keputusan Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A
No. Kep-04/PM.21/2014 tanggal 7 Oktober 2014 tentang Pihak Berelasi terkait Pengelolaan
Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif, PT BRI Manajemen Investasi, Manajer
Investasi, adalah pihak berelasi Reksa Dana.
h. Pajak Penghasilan
Pajak penghasilan Reksa Dana diatur dalam Surat Edaran Direktorat Jenderal Pajak
No. SE-18/PJ.42/1996 tanggal 30 April 1996 tentang Pajak Penghasilan atas Usaha Reksa
Dana, serta ketentuan pajak yang berlaku. Objek pajak penghasilan terbatas hanya pada
penghasilan yang diterima oleh Reksa Dana, sedangkan pembelian kembali unit penyertaan
dan pembagian laba kepada pemegang unit penyertaan bukan merupakan objek pajak
penghasilan.
Pajak Kini
Pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang
dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
i. Informasi Segmen
Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam
penyusunan dan penyajian laporan keuangan.
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal komponen-komponen Reksa
Dana yang secara berkala dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional dalam
rangka alokasi sumber daya ke dalam segmen dan penilaian kinerja Reksa Dana.
j. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang menyediakan tambahan
informasi mengenai posisi keuangan Reksa Dana pada tanggal laporan posisi keuangan
(peristiwa penyesuai), jika ada, telah tercermin dalam laporan keuangan. Peristiwa-peristiwa
yang terjadi setelah periode pelaporan yang tidak memerlukan penyesuaian (peristiwa non-
penyesuai), apabila jumlahnya material, telah diungkapkan dalam laporan keuangan.
3. Penggunaan Estimasi, Pertimbangan, dan Asumsi
Dalam penerapan kebijakan akuntansi, seperti yang diungkapkan dalam Catatan 2 atas laporan
keuangan, Reksa Dana harus membuat estimasi, pertimbangan, dan asumsi atas nilai tercatat
aset dan liabilitas yang tidak tersedia oleh sumber-sumber lain. Estimasi dan asumsi tersebut
berdasarkan pengalaman historis dan faktor lain yang dipertimbangkan relevan.
Pengungkapan berikut mencakup ikhtisar estimasi, pertimbangan, dan asumsi signifikan yang
berpengaruh terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan serta pengungkapan dalam laporan
keuangan.
- 11 -
Page 19
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pertimbangan
Pertimbangan-pertimbangan berikut dibuat dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Reksa
Dana yang memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah-jumlah yang diakui dalam
laporan keuangan:
a. Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Reksa Dana menentukan klasifikasi aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan
liabilitas keuangan dengan menilai apakah aset dan liabilitas tersebut memenuhi kriteria yang
ditetapkan dalam PSAK No. 109. Aset keuangan dan liabilitas keuangan dicatat sesuai
dengan kebijakan akuntansi Reksa Dana sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 2.
b. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, Reksa Dana menilai apakah risiko kredit atas
instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika
melakukan penilaian tersebut, Reksa Dana mempertimbangkan perubahan risiko gagal bayar
yang terjadi selama umur instrumen keuangan. Dalam melakukan penilaian tersebut, Reksa
Dana membandingkan risiko gagal bayar yang terjadi pada tanggal pelaporan dengan risiko
gagal bayar pada saat pengakuan awal, serta mempertimbangkan informasi, termasuk
informasi masa lalu, kondisi saat ini, dan informasi bersifat perkiraan masa depan (forward-
looking), yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan.
Reksa Dana mengukur cadangan kerugian sepanjang umurnya, jika risiko kredit atas
instrumen keuangan tersebut telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, jika
tidak, maka Reksa Dana mengukur cadangan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut
sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan. Suatu evaluasi yang bertujuan untuk
mengidentifikasi jumlah cadangan kerugian kredit ekspektasian yang harus dibentuk,
dilakukan secara berkala pada setiap periode pelaporan. Oleh karena itu, saat dan besaran
jumlah cadangan kerugian kredit ekspektasian yang tercatat pada setiap periode dapat
berbeda tergantung pada pertimbangan atas informasi yang tersedia atau berlaku pada saat
itu.
c. Pajak Penghasilan
Pertimbangan yang signifikan dibutuhkan untuk menentukan jumlah pajak penghasilan.
Terdapat sejumlah transaksi dan perhitungan yang menimbulkan ketidakpastian penentuan
jumlah pajak penghasilan karena interpretasi atas peraturan pajak yang berbeda. Jika hasil
pemeriksaan pajak berbeda dengan jumlah yang sebelumnya telah dibukukan, maka selisih
tersebut akan berdampak terhadap aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan dalam periode
dimana hasil pemeriksaan tersebut terjadi.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber utama lain dalam mengestimasi ketidakpastian
pada tanggal pelaporan yang mempunyai risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian
material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode berikutnya diungkapkan di bawah
ini. Estimasi dan asumsi didasarkan pada parameter yang tersedia saat laporan keuangan
disusun. Kondisi yang ada dan asumsi mengenai perkembangan masa depan dapat berubah
karena perubahan situasi pasar yang berada di luar kendali Reksa Dana. Perubahan tersebut
tercermin dalam asumsi ketika keadaan tersebut terjadi.
- 12 -
Page 20
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Nilai Wajar Aset Keuangan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mensyaratkan pengukuran aset keuangan tertentu
pada nilai wajarnya, dan penyajian ini mengharuskan penggunaan estimasi. Komponen
pengukuran nilai wajar yang signifikan ditentukan berdasarkan bukti obyektif yang dapat
diverifikasi (seperti nilai tukar, suku bunga), sedangkan saat dan besaran perubahan nilai wajar
dapat menjadi berbeda karena penggunaan metode penilaian yang berbeda.
Nilai wajar portofolio efek diungkapkan pada Catatan 7.
4. Portofolio Efek dalam Efek Ekuitas
2025
Jumlah Harga Persentase
lembar perolehan Jumlah terhadap jumlah
Jenis efek saham rata-rata harga pasar portofolio efek
%
Aset Keuangan Diukur pada Nilai Wajar
melalui Laba Rugi
Saham
PT Bank Central Asia Tbk 367.792 8.367 2.969.920.400 9,08
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 788.436 4.396 2.885.675.760 8,82
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk 821.740 3.191 2.859.655.200 8,74
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 506.076 5.121 2.580.987.600 7,89
PT Astra International Tbk 379.376 5.498 2.541.819.200 7,77
PT Barito Pacific Tbk 445.260 1.108 1.456.000.200 4,45
PT Bumi Resources Minerals Tbk 1.254.692 431 1.380.161.200 4,22
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 252.676 4.592 1.104.194.120 3,38
PT Merdeka Copper Gold Tbk 432.952 2.468 987.130.560 3,02
PT Vale Indonesia Tbk 188.964 3.533 977.888.700 2,99
PT Aneka Tambang Tbk 307.700 2.105 969.255.000 2,96
PT Timah Tbk 296.116 1.045 920.920.760 2,82
PT United Tractors Tbk 29.684 24.479 875.678.000 2,68
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk 328.696 1.815 861.183.520 2,63
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk 166.520 5.006 751.005.200 2,30
PT Unilever Indonesia Tbk 257.744 2.690 670.134.400 2,05
PT Amman Mineral Internasional Tbk 101.360 8.746 651.238.000 1,99
PT Kalbe Farma Tbk 539.380 1.577 649.952.900 1,99
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk 312.768 2.598 617.716.800 1,89
PT Indofood Sukses Makmur Tbk 83.984 6.797 568.991.600 1,74
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk 64.436 8.433 547.706.000 1,67
PT Perusahaan Gas Negara Tbk 245.436 1.577 468.782.760 1,43
PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk 49.232 7.668 358.162.800 1,10
PT AKR Corporindo Tbk 275.120 1.398 346.651.200 1,06
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 40.544 10.930 332.460.800 1,02
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk 177.380 2.289 321.057.800 0,98
PT Indosat Tbk 133.940 2.405 310.740.800 0,95
PT Bank Syariah Indonesia Tbk 136.112 2.498 303.529.760 0,93
PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk 396.028 910 287.120.300 0,88
PT Mitra Adiperkasa Tbk 241.816 1.621 281.715.640 0,86
PT Triputra Agro Persada Tbk 183.896 1.748 275.844.000 0,84
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 177.380 1.390 208.421.500 0,64
PT Midi Utama Indonesia Tbk 531.416 450 207.252.240 0,63
PT Wismilak Inti Makmur Tbk 120.908 1.560 199.498.200 0,61
PT Astra Otoparts Tbk 65.160 2.660 175.280.400 0,54
PT Bumi Serpong Damai Tbk 179.552 1.115 162.494.560 0,50
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk 68.056 2.520 161.973.280 0,50
PT Medco Energi Internasional Tbk 120.184 1.332 161.647.480 0,49
PT Ciputra Development Tbk 192.584 1.129 159.844.720 0,49
PT Bank Jago Tbk 78.192 2.812 154.429.200 0,47
Jumlah 32.704.122.560 100,00
- 13 -
Page 21
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
2024
Jumlah Harga Persentase
lembar perolehan Jumlah terhadap jumlah
Jenis efek saham rata-rata harga pasar portofolio efek
%
Aset Keuangan Diukur pada Nilai Wajar
melalui Laba Rugi
Saham
PT Bank Central Asia Tbk 993.429 8.278 9.611.425.575 10,46
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 2.149.140 4.562 8.768.491.200 9,54
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.480.275 5.241 8.437.567.500 9,18
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk 1.912.296 3.278 5.182.322.160 5,64
PT Astra International Tbk 942.990 5.356 4.620.651.000 5,03
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk 1.425.450 2.660 4.062.532.500 4,42
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 311.406 10.911 3.542.243.250 3,85
PT Amman Mineral Internasional Tbk 337.722 10.331 2.862.193.950 3,11
PT United Tractors Tbk 92.106 24.052 2.466.138.150 2,68
PT Kalbe Farma Tbk 1.765.365 1.661 2.400.896.400 2,61
PT Bank Syariah Indonesia Tbk 870.621 2.203 2.376.795.330 2,59
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk 978.078 2.599 2.376.729.540 2,59
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk 33.596.760 67 2.351.773.200 2,56
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk 480.267 5.335 2.286.070.920 2,49
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 524.127 4.891 2.279.952.450 2,48
PT Indofood Sukses Makmur Tbk 256.581 6.610 1.975.673.700 2,15
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk 203.949 5.960 1.728.467.775 1,88
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk 100.878 10.824 1.614.048.000 1,76
PT Mayora Indah Tbk 576.759 2.581 1.603.390.020 1,74
PT Indosat Tbk 633.777 2.406 1.571.766.960 1,71
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk 804.831 1.704 1.561.372.140 1,70
PT Barito Pacific Tbk 1.682.031 1.049 1.547.468.520 1,68
PT XL Axiata Tbk 684.216 2.321 1.539.486.000 1,67
PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk 1.701.768 868 1.344.396.720 1,46
PT Merdeka Copper Gold Tbk 817.989 2.703 1.321.052.235 1,44
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk 184.212 9.270 1.252.641.600 1,36
PT Ciputra Development Tbk 1.230.273 1.130 1.205.667.540 1,31
PT AKR Corporindo Tbk 973.692 1.591 1.090.535.040 1,19
PT Mitra Adiperkasa Tbk 756.585 1.628 1.066.784.850 1,16
PT Aneka Tambang Tbk 662.286 1.610 1.009.986.150 1,10
PT Midi Utama Indonesia Tbk 2.258.790 470 971.279.700 1,06
PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk 162.282 7.915 969.634.950 1,05
PT Timah Tbk 903.516 933 966.762.120 1,05
PT Bank Jago Tbk 313.599 3.008 762.045.570 0,83
PT Perusahaan Gas Negara Tbk 471.495 1.455 749.677.050 0,82
PT Bukit Asam Tbk 228.072 2.826 627.198.000 0,68
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk 157.896 3.684 519.477.840 0,57
PT Medco Energi Internasional Tbk 462.723 1.317 508.995.300 0,55
PT Jasa Marga (Persero) Tbk 116.229 4.785 503.271.570 0,55
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk 37.281 8.300 275.879.400 0,30
Jumlah 91.912.741.875 100,00
Nilai tercatat efek ekuitas pada laporan keuangan adalah sebesar nilai wajarnya.
Reksa Dana mengklasifikasikan pengukuran nilai wajar efek ekuitas dengan menggunakan hirarki
nilai wajar Level 1 (Catatan 7).
Aktivitas perdagangan dan harga pasar saham sangat fluktuatif dan tergantung kepada kondisi
pasar modal. Nilai realisasi dari saham tersebut dapat berbeda secara signifikan dengan harga
pasar masing-masing pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.
- 14 -
Page 22
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
5. Kas di Bank
Akun ini merupakan kas di PT Bank Central Asia Tbk (Bank Kustodian).
6. Beban Akrual
2025 2024
Jasa pengelolaan investasi (pihak berelasi) (Catatan 11) 51.059.425 66.030.932
Jasa kustodian (Catatan 12) 12.090.872 -
Lainnya 39.405.000 700.000
Jumlah 102.555.297 66.730.932
Lainnya terutama merupakan beban akrual atas jasa profesional.
7. Pengukuran Nilai Wajar
Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif adalah berdasarkan kuotasi
harga pasar pada tanggal pelaporan. Pasar dianggap aktif apabila kuotasi harga tersedia sewaktu-
waktu dan dapat diperoleh secara rutin dari bursa, pedagang atau perantara efek, badan penyedia
jasa penentuan harga kelompok industri, atau badan pengatur, dan harga tersebut mencerminkan
transaksi pasar yang aktual dan rutin dalam suatu transaksi yang wajar. Instrumen keuangan
seperti ini termasuk dalam hirarki Level 1.
Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan menggunakan
teknik penilaian. Teknik penilaian ini memaksimalkan penggunaan data pasar yang dapat
diobservasi yang tersedia dan sesedikit mungkin mengandalkan estimasi spesifik yang dibuat oleh
Manajer Investasi. Karena seluruh input signifikan yang dibutuhkan untuk menentukan nilai wajar
dapat diobservasi, maka instrumen tersebut termasuk dalam hirarki Level 2.
Pengukuran nilai wajar portofolio efek Reksa Dana adalah sebagai berikut:
2025 2024
Nilai tercatat 32.704.122.560 91.912.741.875
Pengukuran nilai wajar menggunakan:
Level 1 32.704.122.560 91.912.741.875
Level 2 - -
Level 3 - -
Jumlah 32.704.122.560 91.912.741.875
- 15 -
Page 23
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
8. Unit Penyertaan Beredar
Jumlah unit penyertaan yang dimiliki oleh pemodal dan Manajer Investasi, pihak berelasi, adalah
sebagai berikut:
2025 2024
Persentase Unit Persentase Unit
% %
Pemodal 100,00 72.400.000,0000 100,00 219.300.000,0000
Manajer Investasi
(pihak berelasi) - - - -
Jumlah 100,00 72.400.000,0000 100,00 219.300.000,0000
Tidak terdapat pembelian kembali unit penyertaan yang dimiliki oleh Manajer Investasi, pihak
berelasi, masing-masing untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2025 dan 2024.
9. Keuntungan (Kerugian) Investasi yang Telah dan Belum Direalisasi
2025 2024
Keuntungan (kerugian) investasi
yang telah direalisasi atas:
Efek ekuitas (2.915.344.403) 2.961.993.957
Keuntungan (kerugian) investasi
yang belum direalisasi atas:
Efek ekuitas 4.665.460.463 (11.853.410.971)
10. Pendapatan Lainnya
Akun ini merupakan pendapatan atas kas di bank.
11. Beban Pengelolaan Investasi
Akun ini merupakan imbalan kepada PT BRI Manajemen Investasi sebagai Manajer Investasi,
pihak berelasi, sebesar maksimum 3,00% per tahun dari nilai aset bersih yang dihitung secara
harian berdasarkan 365 hari kalender per tahun dan dibayarkan setiap bulan. Pemberian imbalan
tersebut diatur berdasarkan Kontrak Investasi Kolektif antara Manajer Investasi dan Bank
Kustodian. Beban pengelolaan investasi yang belum dibayar dibukukan pada akun Beban Akrual
(Catatan 6).
Beban pengelolaan investasi untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
masing-masing sebesar Rp 716.569.255 dan Rp 757.187.738.
- 16 -
Page 24
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
12. Beban Kustodian
Akun ini merupakan imbalan atas jasa penanganan transaksi investasi, penitipan kekayaan dan
administrasi yang berkaitan dengan kekayaan Reksa Dana, pencatatan transaksi penjualan dan
pembelian kembali unit penyertaan, serta biaya yang berkaitan dengan akun pemegang unit
penyertaan kepada PT Bank Central Asia Tbk sebagai Bank Kustodian sebesar maksimum 0,20%
per tahun dari nilai aset bersih yang dihitung secara harian berdasarkan 365 hari kalender dan
dibayarkan setiap bulan. Pemberian imbalan tersebut diatur berdasarkan Kontrak Investasi Kolektif
antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian. Beban kustodian yang belum dibayar dibukukan
pada akun Beban Akrual (Catatan 6).
Beban kustodian untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing
sebesar Rp 169.683.600 dan Rp 179.302.055.
13. Beban Lain-lain
2025 2024
Beban transaksi 230.322.451 231.244.407
Lainnya 103.862.301 86.884.100
Jumlah 334.184.752 318.128.507
14. Pajak Penghasilan
a. Pajak Kini
Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak menurut laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain dengan laba kena pajak adalah sebagai berikut:
2025 2024
Laba (rugi) sebelum pajak menurut
laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain 5.094.273.808 (5.073.513.514)
Perbedaan tetap:
Beban investasi 1.249.972.518 1.282.048.131
Pendapatan bunga atas kas di bank (147.674.554) (137.149.155)
Pendapatan dividen (4.446.455.712) (4.962.802.476)
Kerugian (keuntungan) investasi yang
telah direalisasi 2.915.344.403 (2.961.993.957)
Kerugian (keuntungan) investasi yang
belum direalisasi (4.665.460.463) 11.853.410.971
Jumlah (5.094.273.808) 5.073.513.514
Laba kena pajak - -
Laba kena pajak dan beban pajak Reksa Dana menjadi dasar Surat Pemberitahuan Tahunan
yang disampaikan kepada Kantor Pelayanan Pajak.
- 17 -
Page 25
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Laba kena pajak dan beban pajak Reksa Dana tahun 2024 sesuai dengan Surat
Pemberitahuan Tahunan yang disampaikan kepada Kantor Pelayanan Pajak.
Reksa Dana tidak memiliki utang pajak pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.
Surat Pemberitahuan Tahunan dilaporkan berdasarkan perhitungan Reksa Dana (self-
assessment). Kantor Pajak dapat melakukan pemeriksaan atas perhitungan pajak tersebut
sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang mengenai Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan.
b. Pajak Tangguhan
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, tidak terdapat perbedaan temporer yang
berdampak terhadap pengakuan aset dan liabilitas pajak tangguhan.
15. Tujuan dan Kebijakan Pengelolaan Dana Pemegang Unit Penyertaan dan Manajemen Risiko
Keuangan
Pengelolaan Dana Pemegang Unit Penyertaan
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Reksa Dana memiliki nilai aset bersih masing-masing
sebesar Rp 34.980.001.620 dan Rp 100.558.398.070 yang diklasifikasikan sebagai ekuitas.
Tujuan Reksa Dana dalam mengelola nilai aset bersih adalah untuk memberikan hasil investasi
yang maksimal dalam jangka panjang melalui pengelolaan portofolio secara aktif pada saham-
saham berkapitalisasi besar dan likuid dan untuk mengelola risiko likuiditas yang timbul dari
pembelian kembali unit penyertaan. Dalam pengelolaan pembelian kembali unit penyertaan,
Reksa Dana secara teratur memantau tingkat penjualan dan pembelian kembali secara harian dan
menerapkan pembatasan sebesar 10% dari total unit penyertaan Reksa Dana yang beredar pada
hari bursa diterimanya permohonan penjualan kembali tersebut.
Tidak terdapat perubahan dalam kebijakan dan prosedur selama tahun berjalan terkait dengan
pendekatan Reksa Dana terhadap nilai aset bersih.
Manajemen Risiko Keuangan
Risiko-risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan yang dimiliki Reksa Dana adalah risiko
harga, risiko kredit, dan risiko likuiditas. Kegiatan operasional Reksa Dana dijalankan secara
berhati-hati dengan mengelola risiko-risiko tersebut agar tidak menimbulkan potensi kerugian bagi
Reksa Dana.
Risiko Harga
Risiko harga adalah risiko nilai wajar atau arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan
akan berfluktuasi karena perubahan harga pasar (selain yang timbul dari risiko suku bunga), baik
perubahan-perubahan tersebut disebabkan oleh faktor khusus pada individu penerbit instrumen
keuangan, atau faktor yang mempengaruhi instrumen keuangan sejenis yang diperdagangkan di
pasar.
Reksa Dana menghadapi risiko harga yang timbul dari portofolio efek yaitu efek ekuitas.
Manajer Investasi mengelola risiko harga Reksa Dana sesuai dengan tujuan dan kebijakan
investasi Reksa Dana serta memonitor posisi pasar keseluruhan secara harian.
- 18 -
Page 26
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Analisa Sensitivitas
Analisa sensitivitas diterapkan pada variabel risiko pasar yang mempengaruhi kinerja Reksa
Dana, yakni harga. Sensitivitas harga menunjukkan dampak perubahan yang wajar dari harga
pasar efek dalam portofolio efek Reksa Dana terhadap jumlah nilai aset bersih, jumlah aset
keuangan, dan jumlah liabilitas keuangan Reksa Dana.
Sesuai dengan kebijakan Reksa Dana, Manajer Investasi melakukan analisa serta memantau
sensitivitas harga secara reguler.
Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko bahwa Reksa Dana akan mengalami kerugian yang timbul dari emiten
atau pihak lawan akibat gagal memenuhi kewajiban kontraktualnya. Manajer Investasi
berpendapat bahwa tidak terdapat risiko kredit yang terkonsentrasi secara signifikan kepada suatu
emiten atau sekelompok emiten. Kebijakan Reksa Dana atas risiko kredit adalah meminimalkan
eksposur dari pihak-pihak yang memiliki risiko kegagalan yang tinggi dengan cara hanya
bertransaksi untuk instrumen pihak-pihak yang memenuhi standar kredit sebagaimana ditetapkan
dalam Kontrak Investasi Kolektif Reksa Dana. Manajer Investasi secara terus menerus memantau
kelayakan kredit dari pihak-pihak yang menerbitkan instrumen tersebut dengan cara melakukan
evaluasi secara berkala atas peringkat kredit, laporan keuangan, dan siaran pers.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada tanggal laporan posisi keuangan adalah sebesar
nilai tercatat aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
dan aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko kerugian yang timbul karena Reksa Dana tidak memiliki arus kas
yang cukup untuk memenuhi kewajibannya.
Dalam pengelolaan risiko likuiditas, Manajer Investasi memantau dan menjaga jenis dan jumlah
portofolio efek yang bersifat likuid yang dianggap memadai untuk melakukan pembayaran atas
transaksi perolehan kembali unit penyertaan dan membiayai operasional Reksa Dana.
Jadwal jatuh tempo aset keuangan selain portofolio efek dan liabilitas keuangan adalah
kurang dari 1 tahun.
16. Informasi Segmen
Selama tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2025 dan 2024, aset Reksa Dana diinvestasikan
hanya pada efek ekuitas, sehingga informasi segmen pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
tidak disajikan.
17. Perjanjian dan Ikatan
PT BRI Manajemen Investasi dan PT Indo Premier Sekuritas (Dealer Partisipan) mengadakan
perjanjian kerjasama dalam hal melakukan pembelian atau penjualan unit penyertaan pada
tanggal 5 Maret 2018. Jangka waktu perjanjian adalah 12 bulan dan apabila tidak ada
pemberitahuan, perjanjian akan diperpanjang secara otomatis untuk jangka waktu yang sama.
- 19 -
Page 27
REKSA DANA BRI ETF INDONESIA TOP 40
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
18. Informasi lainnya
Ikhtisar rasio keuangan disusun berdasarkan formula yang ditetapkan dalam Surat Keputusan
Ketua Bapepam No. Kep-99/PM/1996 tentang Informasi dalam Ikhtisar Keuangan Singkat Reksa
Dana tanggal 28 Mei 1996 dan Lampiran POJK No. 25/POJK.04/2020 tentang Pedoman Bentuk
dan Isi Prospektus Dalam Rangka Penawaran Umum Reksa Dana tanggal 23 April 2020.
Berikut adalah tabel ikhtisar rasio keuangan Reksa Dana untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Desember 2025 dan 2024:
2025 2024
Total hasil investasi 5,37% (7,74%)
Hasil investasi setelah memperhitungkan biaya pemasaran 5,37% (7,74%)
Biaya operasi 1,30% 1,26%
Perputaran portofolio 0,54 : 1 0,89 : 1
Persentase penghasilan kena pajak - -
Tujuan tabel ini adalah semata-mata untuk membantu memahami kinerja masa lalu dari Reksa
Dana. Tabel ini seharusnya tidak dipertimbangkan sebagai indikasi bahwa kinerja masa depan
akan sama dengan kinerja masa lalu.
19. Perubahan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
Telah diterbitkan namun belum berlaku efektif
Standar baru dan amendemen standar akuntansi keuangan yang telah diterbitkan yang bersifat
wajib untuk tahun buku yang dimulai pada atau setelah:
1 Januari 2026
- Amendemen PSAK No. 109, “Instrumen Keuangan” dan PSAK No. 107, “Instrumen
Keuangan: Pengungkapan” tentang klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan
- Amendemen PSAK No. 109, “Instrumen Keuangan” dan PSAK No. 107, “Instrumen
Keuangan: Pengungkapan” tentang kontrak yang mengacu pada listrik bergantung alam
1 Januari 2027
- PSAK No. 118, “Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan”
Sampai dengan tanggal otorisasi atas laporan keuangan, Reksa Dana masih mempelajari dampak
yang mungkin timbul dari penerapan standar baru dan amendemen terhadap laporan keuangan
Reksa Dana.
********
- 20 -
Names mentioned 72 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Reksa Dana BRI ETF Indonesia Top
p.1 ×5
unresolved
org
PT BRI Manajemen Investasi
p.2 ×7
unresolved
org
Bank Kustodian Reksa Dana BRI ETF Indonesia Top
p.3
unresolved
org
Reksa Dana BR I ETF Indonesia Top
p.3
unresolved
org
Moore Global Network Limited
p.3
unresolved
org
Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif
p.12 ×3
unresolved
person
Leolin Jayayanti
p.12
unresolved
person
Leny
p.12
unresolved
org
Reksa Dana Danareksa ETF Indonesia Top
p.12
unresolved
person
Herman Tjahjadi
· Ketua
p.12
unresolved
person
Ira Irmalia Sjam
· Anggota
p.12
unresolved
person
Asti Raniasari
· Ketua
p.12
unresolved
person
Julianto Wongso
· Anggota
p.12
unresolved
org
Departemen Pengawasan Pasar Modal
p.12 ×2
unresolved
org
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
p.13
unresolved
org
Reksa Dana Nilai
p.14
unresolved
person
Direktorat Jenderal Pajak No. SE-
p.18
unresolved
org
PT Indah Kiat Pulp
p.20 ×2
unresolved
org
Paper Tbk
p.20 ×2
unresolved
org
PT Indo Premier Sekuritas
p.26
unresolved
org
Bapepam
p.27 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.