Back to announcement
20260619_FITT_Rencana Transaksi Material Dengan Persetujuan RUPS_32102707_lamp5.pdf
Asset transaction Needs review FITTSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 68
Page 1
LAPORAN PENILAIAN
50,00% (5.000) Lembar Saham Penyertaan
PT Sheng Yue Hengli pada
PT Venturi Tambang Perkasa
Bidang Usaha : Jasa Kontraktor Tambang
Disiapkan untuk:
PT Hotel Fitra International Tbk
Page 2
DAFTAR ISI
HALAMAN
Daftar Isi---------------------------------------------------------------------------------------------------------------- i
Surat Pengantar ------------------------------------------------------------------------------------------------------ i
Pernyataan Penilai -------------------------------------------------------------------------------------------------- iv
Asumsi dan Pembatas ---------------------------------------------------------------------------------------------- vi
LAPORAN PENILAIAN
BAB I PENDAHULUAN ---------------------------------------------------------------------------------------- I-1
1.1. Latar Belakang ---------------------------------------------------------------------------------- I-1
1.2. Dasar Penugasan ------------------------------------------------------------------------------ I-1
1.3. Lingkup Penilaian ------------------------------------------------------------------------------- I-2
1.4. Pemberi Tugas ---------------------------------------------------------------------------------- I-2
1.5. Pengguna Laporan ---------------------------------------------------------------------------- I-2
1.6. Maksud dan Tujuan Penilaian --------------------------------------------------------------- I-2
1.7. Objek Penilaian --------------------------------------------------------------------------------- I-3
1.8. Kepemilikan Saham ---------------------------------------------------------------------------- I-3
1.9. Tanggal Efektif Penilaian --------------------------------------------------------------------- I-3
1.10. Tanggal Pelaporan ----------------------------------------------------------------------------- I-3
1.11. Premis Nilai -------------------------------------------------------------------------------------- I-3
1.12. Pernyataan Independensi Penilai----------------------------------------------------------- I-4
1.13. Kualifikasi Penilai ------------------------------------------------------------------------------- I-4
1.14. Dasar Penilaian dan Definisi Nilai ---------------------------------------------------------- I-4
1.15. Data dan Informasi ----------------------------------------------------------------------------- I-4
1.16. Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan ---------------------------------- I-5
1.17. Pendekatan Penilaian dan Alasan Penggunaannya ----------------------------------- I-5
1.18. Konfirmasi Penugasan Bersamaan (Berdekatan) -------------------------------------- I-7
1.19. Asumsi dan Asumsi Khusus ----------------------------------------------------------------- I-7
1.20. Definisi dan Istilah ------------------------------------------------------------------------------ I-7
BAB II GAMBARAN PERSEROAN -------------------------------------------------------------------------- II - 1
2.1. Gambaran Umum------------------------------------------------------------------------------- II - 1
2.2. Struktur Permodalan dan Pemegang Saham -------------------------------------------- II - 1
2.3. Organisasi Perusahaan ----------------------------------------------------------------------- II - 2
2.4. Perijinan dan Legalitas Perseroan---------------------------------------------------------- II - 2
2.5. Aspek Manajemen dan Usaha -------------------------------------------------------------- II - 2
2.5.1. Gambaran Manajemen -------------------------------------------------------------- II - 2
2.5.2. Sumber Daya Manusia -------------------------------------------------------------- II - 3
2.5.3. Kegiatan Usaha ----------------------------------------------------------------------- II - 3
2.6. Kinerja Keuangan------------------------------------------------------------------------------- II - 3
2.6.1. Realisasi Laba Rugi ------------------------------------------------------------------ II - 3
2.6.2. Realisasi Posisi Keuangan --------------------------------------------------------- II - 5
2.6.3. Realisasi Arus Kas -------------------------------------------------------------------- II - 6
2.6.4. Rasio – Rasio Keuangan ------------------------------------------------------------ II - 7
2.7. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian -------------------------------------------- II - 8
2.8. Hasil Pemeriksaan Atas Dokumen Hukum Yang Relevan --------------------------- II - 9
Page 3
2.9. Uraian Mengenai Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan ----------------------------------- II - 9
2.10. Hasil identifikasi atas aset non operasional ---------------------------------------------- II - 9
2.11. Data Industri, Data Pasar, Data Ekonomi dan Informasi Empiris ------------------- II - 9
2.12. Informasi Non Keuangan Yang Relevan Mengenai Objek Penilaian -------------- II - 10
2.13. Informasi Perpajakan -------------------------------------------------------------------------- II - 10
2.14. Uraian Mengenai Penyesuaian Data Laporan Keuangan ---------------------------- II - 10
2.15. Perbandingan Laporan Keuangan yang Sebanding ---------------------------------- II - 11
2.16. Perbandingan Informasi Keuangan Industri yang Sebanding ----------------------- II - 12
2.17. Informasi Kompensasi Bagi Pemegang Saham ----------------------------------------- II - 12
2.18. Informasi Mengenai Asuransi Karyawan Kunci ----------------------------------------- II - 12
2.19. Perbandingan Kinerja Objek Penilaian dengan Tren Industri Sebanding --------- II - 12
2.20. Analisa Pembahasan Manajemen ---------------------------------------------------------- II - 13
BAB III ASPEK MAKRO BISNIS dan PEMASARAN ----------------------------------------------------- III - 1
3.1. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia ---------------------------------------------------------- III - 1
3.2. Neraca Pembayaran Indonesia ------------------------------------------------------------- III - 2
3.3. Inflasi ---------------------------------------------------------------------------------------------- III - 3
3.4. Nilai Tukar Rupiah ------------------------------------------------------------------------------ III - 4
3.5. Perkembangan Industri Nikel ---------------------------------------------------------------- III - 5
3.6. Prospek Industri Jasa Kontraktor Tambang ---------------------------------------------- III - 7
BAB IV PENDEKATAN PENILAIAN -------------------------------------------------------------------------- IV - 1
4.1. Pendekatan Penilaian ------------------------------------------------------------------------- IV - 1
4.2. Pendekatan Penilaian yang digunakan --------------------------------------------------- IV - 7
BAB V PROYEKSI KEUANGAN ------------------------------------------------------------------------------ V-1
5.1. Business Plan ----------------------------------------------------------------------------------- V-1
5.2. Kegiatan Usaha --------------------------------------------------------------------------------- V-1
5.3. Proyeksi Laba Rugi ---------------------------------------------------------------------------- V-2
5.4. Proyeksi Posisi Keuangan -------------------------------------------------------------------- V-3
5.5. Proyeksi Arus Kas ------------------------------------------------------------------------------ V-4
5.6. Proyeksi Rasio Keuangan -------------------------------------------------------------------- V-5
BAB VI PENILAIAN SAHAM ------------------------------------------------------------------------------------ VI - 1
6.1. Penilaian dengan Pendekatan Pendapatan ---------------------------------------------- VI - 1
6.1.1 Penentuan Biaya Modal Ekuitas -------------------------------------------------- VI - 2
6.1.2 Tingkat Suku Bunga ------------------------------------------------------------------ VI - 3
6.1.3 Perhitungan Weighted Average Cost of Capital (WACC) ------------------- VI - 3
6.1.4 Indikasi Nilai Ekuitas ----------------------------------------------------------------- VI - 4
6.2. Penilaian dengan Pendekatan Aset -------------------------------------------------------- VI - 5
6.2.1 Perhitungan Biaya Ekuitas ---------------------------------------------------------- VI - 5
6.2.2 Nilai Pasar Aset Tetap --------------------------------------------------------------- VI - 5
6.2.3 Nilai Penyesuaian Posisi Keuangan Perusahaan ----------------------------- VI - 5
6.2.4 Nilai Pasar Saham VTP ------------------------------------------------------------- VI - 6
6.3. Discount for Lack of Marketability (DLOM ------------------------------------------------- VI - 7
6.4. Rekonsiliasi Nilai -------------------------------------------------------------------------------- VI - 8
6.5. Kesimpulan Nilai Pasar ------------------------------------------------------------------------ VI - 9
Lampiran :
- Realisasi Posisi Keuangan
- Proyeksi Posisi Keuangan
- Pendekatan Pendapatan
Page 4
No. : 00275/2.0053-00/BS/05/0095/1/VI/2026 Jakarta, 17 Juni 2026
Lamp. : Laporan Penilaian Saham
Kepada,
PT Hotel Fitra International Tbk
Jalan KH. Abdul Halim No. 88 RT. 005 RW. 008,
Kelurahan Majalengka Kulon,
Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka,
Provinsi Jawa Barat
Up. Yth.Direksi
Hal: Laporan Penilaian 50,00% Saham Penyertaan PT Sheng Yue
Hengli pada PT Venturi Tambang Perkasa
Dengan hormat,
Berdasarkan Proposal Penawaran Jasa Penilaian No. 129/P/Andesta/III/2026 tanggal
13 Maret 2026 oleh Kantor Jasa Penilai Publik Edi Andesta dan Rekan (“KJPP Andesta” /
“Kami”) yang ditujukan kepada PT. Hotel Fitra International Tbk (“FITT” / “Perseroan”)
yang telah disepakati oleh para pihak sebagai Surat Perjanjian Kerja, maka Kami selaku
penilai (Appraisers) yang bersifat Independen berdasarkan Surat Ijin Usaha Kantor Jasa
Penilai Publik dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 1/KM.1/2022, tanggal
03 Januari 2022 dan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) KEP-30/KS.13/2026 sebagai pribadi, maka kami menyatakan telah
meneliti dan menilai 50,00% saham Kepemilikan PT Sheng Yue Hengli (“SYH”) pada
PT Venturi Tambang Perkasa (“VTP”).
Kami telah melaksanakan pemeriksaan data laporan keuangan dan data-data lain
sehubungan dengan pekerjaan tersebut dan telah melakukan inspeksi lapangan dan analisa
pada tanggal 25 Maret 2026 s/d 17 Mei 2026 dan memperhatikan faktor-faktor utama yang
berpengaruh terhadap nilai, antara lain :
a. Data legalitas kepemilikan saham penyertaan dan laporan keuangan yang
bersangkutan.
b. Laporan Keuangan VTP per 31 Desember 2023, 2024 dan 2025 (Audited).
c. Tinjauan terhadap kondisi fundamental perusahaan yang menyangkut : sejarah singkat
perusahaan, struktur modal dan susunan pengurus, diskripsi bidang usaha dan kinerja
keuangan perusahaan serta memperhatikan kondisi makro yang ada.
d. Bisnis Plan.
e. Data-data lain sebagai informasi.
Page 5
Sebelumnya, kami telah menyusun dan menerbitkan Laporan penilaian saham 50,00% saham Kepemilikan SYH pada VTP dengan laporan No. 00235/2.0053- 00/BS/05/0095/1/V/2026 Tanggal 18 Mei 2026, Penerbitan laporan ini kembali didasarkan atas Perubahan dan/atau Tambahan Informasi Atas Surat Perubahan dan/atau Tambahan Informasi atas Rencana Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha PT Hotel Fitra International Tbk (Perseroan) no S-184/PM.211/2026 tanggal 9 Juni 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Adapun Perubahan dan/atau Tambahan Informasi pada laporan ini antara lain : 1) Pengungkapan opini dari Akuntan Publik 2) Pengungkapan kejadian penting setelah tanggal penilaian (subsequent event) 3) Pengungkapan analisis pembahasan manajemen 4) Penambahan penjelasan pada Analisa proyeksi rasio keuangan MAKSUD DAN TUJUAN PENILAIAN Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak manajemen, bahwa tujuan dari penilaian ini adalah mengungkapkan pendapat mengenai opini nilai pasar 50,00% saham Kepemilikan SYH pada VTP, yang akan dipergunakan untuk Transaksi Jual beli dalam rangka akusisi saham. DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN Dasar nilai yang sesuai untuk digunakan sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Penilaian Bisnis di Pasar Modal (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020) adalah “Nilai Pasar. Dalam penilaian usaha yang dalam hal ini berupa saham, didefinisikan sebagai : estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan. INDEPENDENSI PENILAI & BENTURAN KEPENTINGAN Dalam mempersiapkan Laporan Penilaian ini kami telah bertindak secara independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh indikasi nilai yang dihasilkan dari proses penilaian ini. Surat Pengantar Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP ii
Page 6
PENDEKATAN DAN METODE PENILAIAN YANG DIGUNAKAN
Dengan mempertimbangkan pendekatan-pendekatan yang lazim diterapkan dalam
penilaian saham pada perusahaan, karakteristik VTP sebagai perusahaan yang bergerak
dalam bidang jasa kontraktor tambang, maka menurut pendapat kami pendekatan yang
paling relevan dalam penilaian ini adalah dengan menggunakan Pendekatan Pendapatan
Metode DCF (Discounted Cash Flow) dan Pendekatan Aset Metode Penyesuaian Aset
Bersih (Adjusted Net Asset Method).
SUMBER DATA DAN INFORMASI
Sumber data primer diperoleh dari pihak manajemen VTP, sesuai laporan keuangan
perusahaan yang diterima adalah per 31 Desember 2023, 2024 dan 2025 (Audited).
Sedangkan Sumber data dan informasi sekunder berasal dari media cetak, elektronik,
internet, Badan Pusat Statistik, data base dan berbagai sumber data lainnya.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang
terkait dalam rangka menentukan nilai saham Perusahaan, maka kami berpendapat Opini
Nilai Pasar 50,00% saham VTP per tanggal 31 Desember 2025 adalah :
Rp. 47.838.229.781,-
Empat Puluh Tujuh Miliar Delapan Ratus Tiga Puluh Delapan Juta
Dua Ratus Dua Puluh Sembilan Ribu Tujuh Ratus Delapan Puluh Satu Rupiah
Kami menyatakan dengan sesungguhnya bahwa kami tidak mempunyai kepentingan baik
secara langsung maupun tidak langsung atas hasil dari penilaian yang telah kami
laksanakan, dan penilaian ini telah dilaksanakan sesuai dengan Standar penilaian Indonesia
dan Kode Etik Penilai Indonesia yang berlaku.
Hormat kami,
KJPP Edi Andesta dan Rekan
Ir. Edi Andesta MAPPI (Cert.)
Pemimpin Rekan
MAPPI 94-S-00411
Ijin Penilai PB-1.09.00095
Register RMK-2017.00091
Register Nomor KEP-30/KS.13/2026
Lisensi BPN No : 340/SK-600.PT.01.01/VII/2019
Klasifikasi Penilai Properti dan Bisnis
Surat Pengantar
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP iii
Page 7
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan
di bawah ini menerangkan bahwa :
1. Pernyataan, analisis, opini dan kesimpulan dalam laporan ini, sebatas pengetahuan
kami, adalah benar dan akurat dan kami bertanggung jawab atas laporan penilaian ini.
2. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap objek penilaian pada tanggal
penilaian (cut off date).
3. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan penilaian
usaha.
4. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
sebagai kesimpulan nilai.
5. Kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
6. Data ekonomi dan industri dalam laporan penilaian usaha diperoleh dari berbagai
sumber yang diyakini penilai properti/usaha dapat dipertanggungjawabkan.
7. Analisi, opini dan kesimpulan yang dinyatakan didalam Laporan Penilaian ini dibatasi
oleh asumsi dan batasan-batasan yang diungkapkan didalam Laporan Penilaian, yang
mana merupakan hasil analisis, opini dan kesimpulan Penilai yang tidak berpihak dan
tidak memiliki benturan kepentingan.
8. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang
terhadap properti/bisnis yang dinilai, maupun memiliki kepentingan pribadi atau
keberpihakan kepada pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan terhadap
properti/bisnis yang dinilai.
9. Penunjukan dalam penugasan ini tidak berhubungan dengan opini penilaian yang telah
disepakati sebelumnya dengan pemberi tugas.
10. Biaya jasa profesional tidak dikaitkan dengan besaran opini nilai, pencapaian hasil yang
dinyatakan, atau adanya kondisi yang terjadi kemudian (subsequent event) yang
berhubungan secara langsung dengan penggunaan yang dimaksud.
11. Penilai telah mengikuti persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan/
dilaksanakan Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
12. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan properti/bisnis
dan/atau jenis industri yang dinilai.
Surat Pengantar
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP iv
Page 8
13. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut :
- Identifikasi masalah (identifikasi, batasan, tujuan, objek, definisi dan tanggal
penilaian).
- Pengumpulan data dan wawancara.
- Analisis data.
- Estimasi dengan menggunakan Pendekatan Penilaian.
- Penulisan laporan.
13. Lingkup pekerjaan dan data-data yang diterima telah diungkapkan pada laporan.
14. Penilai atau pelaksana inspeksi (surveyor) telah melakukan inspeksi lapangan terhadap
properti/bisnis yang dinilai.
15. Tidak seorangpun selain yang bertandatangan dibawah ini, yang telah terlibat dalam
pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang
dinyatakan dalam laporan penilaian ini.
16. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penilaian telah
dibuat dengan memenuhi ketentuan Peraturan No. 35/POJK.04/2020.
Ir. Edi Andesta, MAPPI (Cert)
Pemimpin Rekan
MAPPI 94-S-00411
Ijin Penilai PB-1.09.00095
Register RMK-2017.00091 ..............................................
Ahmad Firdaus, S.Pd.
Pengendali Mutu
MAPPI 04-T-01814
Register RMK-2017.00718 ..............................................
Iqro Haikal Sulaiman, S.E.
Penilai
MAPPI 11-T-03175
Register RMK-2017.00719 ..............................................
Surat Pengantar
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP v
Page 9
ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS Penilaian ini berdasarkan asumsi-asumsi dan syarat-syarat pembatasan sebagai berikut: 1. Menghasilkan Laporan Penilaian Bisnis yang bersifat non-disclaimer opinion; 2. Mencerminkan bahwa Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses Penilaian; 3. Mencerminkan bahwa data dan informasi yang diperoleh berasal dari keakuratannya; 4. Menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen pencapaiannya (fiduciary duty); 5. Mencerminkan bahwa Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan; 6. Menghasilkan Laporan Penilaian Bisnis yang terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang perusahaan; 7. Mencerminkan bahwa Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Bisnis dan kesimpulan Nilai; dan 8. Mencerminkan bahwa Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas status hukum objek Penilaian dari pemberi tugas. Surat Pengantar Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP vi
Page 10
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
SYH sebagai pemegang saham VTP sebesar 50,00%, FITT berencana akan melakukan
akuisisi / pembelian terhadap seluruh penyertaan saham tersebut. Sehubungan dengan
rencana tersebut, maka manajemen FITT menunjuk KJPP Andesta sebagai penilai
independen untuk memberikan pendapat yang obyektif mengenai opini Nilai Pasar
50,00% penyertaan saham SYH pada VTP.
Dalam aplikasi penilaian untuk menentukan Nilai Pasar saham, komponen nilai disajikan
secara bersamaan dan terpadu. Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan dalam
penilaian meliputi :
a. Data legalitas akte pendirian dan akte perubahan
b. Laporan keuangan VTP 31 Desember 2023, 2024 dan 2025 (audited).
c. Tinjauan terhadap kondisi fundamental perusahaan yang menyangkut : sejarah
singkat perusahaan, struktur modal dan susunan pengurus, diskripsi bidang usaha
dan kinerja keuangan perusahaan serta memperhatikan kondisi makro yang ada.
d. Data-data lain sebagai informasi.
1.2. Dasar Penugasan
Sesuai surat penawaran Kami No. 129/P/Andesta/III/2026 tanggal 13 Maret 2026, penilaian
ini dilakukan atas permintaan FITT, yang selanjutnya dalam penugasan ini sebagai
Pemberi Tugas.
Penilaian dilakukan dengan berpedoman kepada Peraturan No. 35/POJK.04/2020,
dengan ruang lingkup antara lain meliputi; Verifikasi dan identifikasi data, pemeriksaan
data-data dan analisa, dan penyampaian pendapat atas Nilai Pasar Saham dalam bentuk
Laporan Penilaian.
Pendahuluan
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP I-1
Page 11
1.3. Lingkup Penilaian
Lingkup penilaian hanya mencakup penilaian saham 50,00% Saham Penyertaan SYH
pada VTP yang bergerak dalam bidang jasa kontraktor tambang per tanggal efektif
penilaian.
1.4. Pemberi Tugas
Pemberi tugas dengan data-data dapat diuraikan sebagai berikut :
Nama Perusahaan : PT Hotel Fitra International Tbk
Bidang Usaha : Industri Perhotelan
Alamat : Jalan KH. Abdul Halim No. 88 RT. 005 RW. 008
Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka
Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat
No. Telp : 0233 - 8292 888
Email : reservation@fitrahotel.co.id
Website : www.fitratbk.co.id
1.5. Pengguna Laporan
Pengguna laporan dengan data-data dapat diuraikan sebagai berikut :
Nama Perusahaan : PT Hotel Fitra International Tbk
Bidang Usaha : Industri Perhotelan
Alamat : Jalan KH. Abdul Halim No. 88 RT. 005 RW. 008
Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka,
Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat
No. Telp : 0233 - 8292 888
Email : reservation@fitrahotel.co.id
Website : www.fitratbk.co.id
1.6. Maksud Dan Tujuan Penilaian
Menurut infomasi yang diberikan kepada kami, bahwa maksud dari penilaian ini adalah
untuk mengungkapkan pendapat yang obyektif mengenai Opini Nilai Pasar 50,00%
Saham Penyertaan SYH pada VTP per tanggal 31 Desember 2025 dengan mata uang
Rupiah yang akan dipergunakan untuk kepentingan akuisisi / transaksi jual beli saham
dan oleh karenanya tidak direkomendasikan untuk penggunaan lainnya.
Pendahuluan
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP I-2
Page 12
1.7. Objek Penilaian
Objek penilaian dalam penugasan ini adalah nilai pasar saham 50,00% Saham
Penyertaan SYH pada VTP yang bergerak dalam bidang jasa kontraktor tambang.
1.8. Kepemilikan Saham
Berdasarkan Akta No. 03 tanggal 2 Januari 2023, pemegang saham VTP dapat dilihat
pada tabel di bawah ini :
Persentase Modal Disetor
No Pemegang Saham Jumlah Lembar
Kepemilikan (%) (Rp,-)
1 PT Sheng Yue Hengli 5.000 50,00% 5.000.000.000
2 PT Sentral Nikelindo Nusantara 5.000 50,00% 5.000.000.000
Total 10.000 100,00% 10.000.000.000
1.9. Tanggal Efektif Penilaian
Tanggal efektif penilaian (cut off date) adalah tanggal dimana hasil nilai ditetapkan dengan
kondisi dan syarat-syarat yang diberlakukan. Dalam Laporan Penilaian ini maka Nilai
Pasar diperhitungkan pada tanggal 31 Desember 2025. Tanggal ini sesuai laporan
keuangan terakhir yang tersedia dan dapat diperoleh dan diterima penilai sebagai dasar
untuk melakukan penilaian, yaitu laporan keuangan per 31 Desember 2025 (audited).
1.10. Tanggal Pelaporan
Tanggal pelaporan adalah tanggal dimana laporan penilaian ini disampaikan, oleh
karenanya sesuai dalam surat perjanjian kerja sama dan skedul pekerjaan, laporan ini
disampaikan pada tanggal 18 Mei 2026.
1.11. Premis Nilai
Asumsi yang digunakan adalah nilai pasar untuk saham sebesar 50,00% saham
penyertaan SYH pada VTP dengan asumsi perusahaan berjalan (going concern).
Pendahuluan
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP I-3
Page 13
1.12. Pernyataan Independensi Nilai
Dalam mempersiapkan Laporan Penilaian ini kami bertindak secara independen tanpa
adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas ataupun pihak-pihak yang
terafiliasi. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan
dengan penugasan ini.
1.13. Kualifikasi Penilai
Sesuai Keputusan Menteri Keuangan No. 1/KM.1/2022 tertanggal 3 Januari 2022 tentang
Izin Penilai, dimana Ir. Edi Andesta, MAPPI (Cert) ditetapkan dengan kualifikasi sebagai
penilai Bidang Jasa Penilaian Properti dan Bisnis (PB) dengan izin penilai publik
PB.1.09.00095 dan STTD OJK untuk penilaian Properti dan Usaha dengan Nomor KEP-
30/KS.13/2026.
1.14. Dasar Penilaian dan Definisi Nilai
Dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam penilaian ini sesuai Peraturan
35/POJK.04/2020 adalah “Nilai Pasar (Market Value)”, yang didefinisikan sebagai berikut:
Nilai Pasar (Market Value) adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil
penukaran aset atau liabilitas pada Tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat
membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan,
yang pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua Pihak masing-masing
bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan.
1.15. Data dan Informasi
Data-data dan informasi sebagai berikut :
a. Hasil Pelaksanaan Inspeksi
Setelah dilakukan wawancara dengan pihak managemen VTP, bidang usaha VTP
adalah jasa kontraktor tambang.
b. Sifat Pengendalian Objek Penilaian (controlling)
Sesuai dengan informasi dari pihak managemen, pengendali VTP adalah SYH.
Pendahuluan
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP I-4
Page 14
c. Tingkat Likuiditas Pasar Objek Penilaian (marketability)
Mengingat VTP adalah sebuah perusahaan tertutup, yang sahamnya tidak
diperjualbelikan di Pasar Modal, maka Objek Penilaian bersifat tidak likuid.
d. Informasi Identitas Pihak yang di Wawancarai.
Pihak-pihak yang di wawancarai pada pelaksanaan penilaian VTP adalah Wang Jun
sebagai Finance.
e. Dokumen dan Sumber Informasi.
Dokumen-dokumen yang digunakan dalam melakukan penilaian ini adalah
dokumen-dokumen yang berasal dari pihak manajemen sebagai data-data primer
berupa laporan keuangan VTP tahun 2023, 2024 dan 2025 (audited), sedangkan
data-data sekunder berasal dari media massa, internet, koran, BPS, Bursa Efek
Indonesia dan sumber data lainnya dapat dipercaya.
f. Jenis-Jenis Ekuitas dan Hak yang Melekat.
Ekuitas pada objek penilaian, terdiri dari modal disetor pemegang saham. Modal
disetor dari para pemegang saham mayoritas dan minoritas.
1.16. Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan
Informasi perkiraan dan pendapat yang diperoleh dari berbagai sumber seperti informasi
yang dipublikasikan dan data riset ataupun data yang diperoleh dari Pemerintah, dianggap
merupakan informasi yang relevan dan dapat dipercaya kebenarannya, oleh karenanya
tidak dilakukan verifikasi/pengecekan lebih lanjut.
1.17. Pendekatan Penilaian dan Alasan Penggunaannya
Penilaian saham VTP dilakukan dengan menggunakan 2 (Dua) pendekatan yaitu
berdasarkan Pendekatan Pendapatan Metode Discounted Cash Flow dan Pendekatan
Aset Metode Adjusted Net Asset Method Alasan-alasan pemilihan pendekatan pasar dan
pendekatan aset dalam penilaian ini adalah sebagai berikut:
a. Kami tidak menerapkan ”Pendekatan Pasar” karena kami tidak memperoleh data
pembanding di Bursa Efek Indonesia yang bergerak di bidang jasa kontraktor
tambang yang sebanding dengan Objek Penilaian, dengan demikian metode
perbandingan dengan perusahaan terbuka tidak dapat digunakan dalam penilaian
ini.
Pendahuluan
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP I-5
Page 15
b. Pada umumnya pertimbangan yang terpenting bagi pihak yang berniat membeli
suatu perusahaan adalah kemampuan perusahaan tersebut dalam menghasilkan
pendapatan dimasa depan. Oleh karena itu, metode-metode penilaian yang
didasarkan pada konsep hubungan antara pendapatan dan nilai, terutama metode
diskonto pendapatan ekonomi mendatang, umum digunakan dalam penilaian atas
ekuitas suatu perusahaan. VTP adalah Perusahaan yang bergerak dalam bidang
jasa kontraktor tambang, secara komersial beroperasi. Dengan demikian, metode-
metode penilaian yang didasarkan pada konsep hubungan antara pendapatan dan
nilai yaitu metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, metode kapitalisasi pendapatan
ekonomi mendatang, dan terutama metode diskonto pendapatan ekonomi atau
metode diskonto arus kas [discounted cash flow method] kami pandang dapat
digunakan dalam penilaian ini.
Alasan pendekatan ini digunakan karena Perusahaan merupakan entitas usaha jasa
kontraktor tambang yang telah beroperasi secara komersial dan menghasilkan
pendapatan secara berkelanjutan dari kegiatan operasional, Metode DCF digunakan
untuk mengestimasi nilai kini dari proyeksi arus kas masa depan yang diharapkan
akan dihasilkan oleh Perusahaan. Pendekatan ini dinilai paling representatif dalam
mencerminkan nilai Perusahaan sebagai entitas going concern, karena secara
langsung menangkap potensi manfaat ekonomi masa depan.
c. Pendekatan Aset (Asset Based Approach) dapat kami terapkan dalam laporan
penilaian ini karena VTP berbasis aset, serta dilakukan penilaian terhadap aset tetap
VTP dengan demikian Pendekatan Aset (Asset Based Approach) dapat digunakan.
Alasan pendekatan ini digunakan karena disamping menghasilkan arus kas, usaha
jasa kontraktor tambang merupakan bisnis yang bersifat asset based dengan
komponen aset tetap yang material. ekuitas suatu perusahaan dimana Nilai
perusahaan sangat bergantung pada nilai aset tetap
Setelah mempelajari secara seksama, kami berpendapat pendekatan yang relevan
dilakukan untuk menentukan nilai pasar saham VTP adalah Pendekatan Pendapatan
Metode DCF (Discounted Cash Flow) dan Pendekatan Aset Metode Adjusted Net Asset
Method.
Pendahuluan
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP I-6
Page 16
1.18. Konfirmasi Penugasan Bersamaan (Berdekatan)
Berdasarkan Informasi dari Pemberi Tugas, bahwa aset atau liabilitas yang menjadi objek
penilaian tidak sedang atau telah dinilai oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud, tujuan,
pengguna laporan dan tanggal penilaian yang sama atau berdekatan (dalam jangka waktu
tidak lebih dari dua bulan). KEPI 2018 Edisi VII-Tahun 2018 butir 5.8.C.4
1.19. Asumsi dan Asumsi Khusus
a. Kami berasumsi bahwa saham yang dinilai, tidak mempunyai masalah hukum dan
bahwa hak kepemilikannya adalah sah dan dapat dipasarkan.
b. Laporan harus digunakan secara keseluruhan yang tak terpisahkan dan
penggunaanya terbatas pada maksud dan tujuan penilaian ini saja. Laporan ini tidak
akan berlaku untuk maksud dan tujuan berbeda.
c. Tidak dibenarkan bilamana sebagian atau keseluruhan dari laporan dipublikasikan
dimedia cetak/elektronik sebelum mendapat persetujuan tertulis dari Kami sebagai
penilai dan pembuat laporan.
d. Penilai dibebaskan dari segala tuntutan dan kewajiban yang berkaitan dengan
penggunaan laporan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan dari laporan.
e. Dalam Penugasan ini, Pemberi Tugas telah mempelajari, mengetahui dan menyadari
sepenuhnya mengenai keberadaan KJPP Andesta.
f. Baik KJPP Andesta, maupun para penilai dan karyawan lainnya, sama sekali tidak
mempunyai kepentingan finansial terhadap Saham yang dinilai.
1.20. Definisi dan Istilah
Berdasarkan Peraturan No.35/POJK.04/2020, Definisi yang digunakan dalam penilaian
usaha adalah sebagai berikut:
a. Premis Nilai adalah asumsi Nilai yang berhubungan dengan suatu kondisi transaksi
yang dapat digunakan pada objek Penilaian.
b. Nilai Buku adalah:
1) Hasil kapitalisasi atas biaya perolehan aset, dikurangi akumulasi depresiasi,
deplesi, amortisasi atau penurunan nilai sebagaimana yang tercatat dalam
laporan keuangan; atau
2) Selisih antara total aset dikurangi dengan total liabilitas dari perusahaan
sebagaimana tercatat dalam laporan keuangan.
Pendahuluan
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP I-7
Page 17
c. Asumsi adalah sesuatu yang dianggap akan terjadi termasuk fakta, syarat, atau
keadaan yang mungkin dapat mempengaruhi objek Penilaian atau pendekatan
penilaian dan kewajarannya telah dianalisis oleh Penilai Bisnis sebagai bagian dari
proses Penilaian.
d. Pendekatan Pasar adalah Pendekatan Penilaian dengan cara membandingkan
objek Penilaian dengan objek lain yang sebanding dan sejenis serta telah tersedia
informasi harga transaksi atau penawaran.
e. Pendekatan Pendapatan adalah Pendekatan Penilaian dengan cara mengkonversi
manfaat ekonomis atau pendapatan yang diperkirakan akan dihasilkan oleh objek
Penilaian dengan tingkat diskonto tertentu.
f. Metode Penilaian adalah suatu cara atau rangkaian cara tertentu dalam melakukan
Penilaian.
g. Business Interest adalah kepemilikan dalam perusahaan yang antara lain meliputi
penyertaan dalam perusahaan, surat berharga, aset keuangan lainnya dan aset tak
berwujud.
h. Faktor Kapitalisasi adalah semua jenis rasio yang digunakan untuk mengkonversi
pendapatan menjadi suatu nilai.
i. Laporan Penilaian Bisnis adalah laporan tertulis yang dibuat oleh Penilai Bisnis
yang memuat pendapat Penilai Bisnis mengenai objek Penilaian serta menyajikan
informasi tentang proses Penilaian.
j. Diskon Tanpa Pengendalian (Discount for Lack of Control) adalah suatu jumlah
atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari Nilai suatu ekuitas sebagai
cerminan dari kurangnya tingkat pengendalian atas Objek penilaian.
k. Diskon Likuiditas Pasar (Discount For Lack of Marketability) adalah suatu jumlah
atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari Nilai suatu ekuitas sebagai
cerminan dari kurangnya likuiditas dari Objek penilaian.
l. Kelangsungan Usaha adalah suatu kondisi yang mencerminkan usaha yang
sedang beroperasi atau dalam konstruksi, atau suatu premis dalam Penilaian,
dimana Penilai Bisnis menganggap suatu perusahaan akan terus melanjutkan
operasinya secara berkelanjutan.
m. Kapitalisasi adalah:
1) Pengkonversian arus kas bersih atau penghasilan bersih lain, baik yang bersifat
aktual maupun perkiraan, selama periode tertentu yang ekuivalen dengan Nilai
aset pada suatu tanggal tertentu; atau
2) Pengakuan atas suatu pengeluaran modal.
Pendahuluan
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP I-8
Page 18
n. Premi Kendali (Premium for Control) adalah suatu jumlah atau persentase
tertentu yang merupakan penambah dari Nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari
tingkat pengendalian atau Objek penilaian
o. Kendali Mayoritas adalah tingkat kemampuan pengendalian suatu perseroan oleh
pemegang saham pengendali.
p. Tingkat Kapitalisasi adalah jumlah pembagi yang digunakan untuk mengkonversi
pendapatan menjadi Nilai.
q. Tingkat Imbal Balik (Rate of Return) adalah jumlah laba atau rugi dan/atau
perubahan nilai yang direalisasikan atau diharapkan dari suatu investasi yang
dinyatakan dalam persentase.
r. Tingkat Diskonto adalah suatu Tingkat Imbal Balik untuk mengkonversikan nilai di
masa depan ke nilai sekarang yang mencerminkan nilai waktu dari uang dan
ketidakpastian atau terealisasinya pendapatan ekonomi.
s. Arus Kas Bersih adalah jumlah kas yang:
1) Tersedia setelah terpenuhinya kebutuhan kas untuk kegiatan operasional;
2) Merupakan arus kas yang tersedia bagi penyedia modal yang terdiri dari utang
dan ekuitas ; dan
3) Telah bebas dari kewajiban untuk mempertahankan operasi saat ini dan untuk
mengantisipasi pertumbuhan perusahaan.
t. Nilai Terminal (Terminal Value) adalah Nilai dari jumlah arus kas untuk periode
setelah periode waktu tetap, dimana arus kas yang diterapkan dapat menggunakan
model ekuitas atau Modal Investasi.
Pendahuluan
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP I-9
Page 19
BAB II
GAMBARAN PERSEROAN
2.1 Gambaran Umum
VTP didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 03 tanggal 2 Januari 2023 dibuat oleh Notaris
Lailathul Hadiza, S.H., M.Kn., notaris di Kabupaten Serang yang telah mendapatkan
pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. AHU-0002157.AH.01.01.Tahun 2013 tanggal 11 Januari 2023.
Berdasarkan pasal 3 anggaran dasar, maksud dan tujuan VTP adalah menjalankan usaha
dalam bidang pertambangan dan perdagangan.
Sesuai Akta Pendirian, VTP berdomisili di Gold Coast Office Tower Liberty Lantai 21 unit
D, Kelurahan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Kota Administras Jakarta Utara,
Provinsi DKI Jakarta.
2.2 Struktur Permodalan dan Pemegang Saham
Berdasarkan Akta No. 03 tanggal 2 Januari 2023, pemegang saham VTP dapat dilihat
pada tabel di bawah ini :
Persentase Modal Disetor
No Pemegang Saham Jumlah Lembar
Kepemilikan (%) (Rp,-)
1 PT Sheng Yue Hengli 5.000 50,00% 5.000.000.000
2 PT Sentral Nikelindo Nusantara 5.000 50,00% 5.000.000.000
Total 10.000 100,00% 10.000.000.000
2.3 Organisasi Perusahaan
Berdasarkan Akta No. 03 tanggal 2 Januari 2023, susunan pengurus VTP adalah sebagai
berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Tn. Wang Jinge
Komisaris : Tn. Gao Shufang
Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP II - 1
Page 20
Direksi
Presiden Direktur : Tn. Gao Jinliang
Direktur : Tn. Wang Dezhou
2.4 Perijinan dan Legalitas Perseroan
a. Akta Notaris No. 03 tanggal 2 Januari 2023 dibuat oleh Notaris Lailathul Hadiza, S.H.,
M.Kn., notaris di Kabupaten Serang yang telah mendapatkan pengesahan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
0002157.AH.01.01.Tahun 2013 tanggal 11 Januari 2023.
b. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dengan No. 62.059.075.2-047.000 atas nama
PT. Venturi Tambang Perkasa yang diterbitkan KPP Pratama Jakarta Pluit.
c. Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan No. 1201230037275 atas nama PT. Venturi
Tambang Perkasa diterbitkan Lembaga OSS qq Kepala Badan Korrdinasi Penanaman
Modal tanggal 12 Januari 2023.
2.5 Aspek Manajemen dan Usaha
2.5.1. Gambaran Manajemen
Manajemen perusahaan merupakan bagian aktivitas perusahaan yang secara langsung
maupun tidak langsung akan memberikan kontribusi keberhasilan dalam menjalankan
usahanya, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Koordinasi semua sumber daya
melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan,
dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.
Dapat disimpulkan bahwa dalam manajemen harus ada: tujuan, proses, suatu keahlian,
pihak yg mengatur dan di atur.
Sesuai bidang usaha VTP sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa
kontraktor tambang. Maka Aktifitas saat ini ditangani oleh karyawan-karyawan inti dan
karyawan pendukung.
Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP II - 2
Page 21
2.5.2. Sumber Daya Manusia
Sumber Daya Manusia merupakan hal yang vital bagi VTP sebagai mitra untuk mencapai
keberhasilan setiap usaha dan kegiatannya. Perseroan menyadari bahwa kinerja usaha
Perseroan sangat terpengaruh dengan kondisi sumber daya manusia, sehingga kebijakan
manajemen sehubungan dengan peran sumber daya manusia antara lain diwujudkan dalam
pemenuhan peraturan-peraturan Pemerintah dalam hal ketenagakerjaan juga fasilitas
lainnya.
Fasilitas yang diberikan kepada karyawannya meliputi tunjangan perawatan dan pengobatan
kesehatan, program keluarga berencana, upah selama sakit, tunjangan kecelakaan kerja,
tunjangan kematian bukan kecelakaan kerja, istirahat mingguan dan harian, cuti hamil,
keselamatan kerja, pemberian fasilitas untuk pekerja dengan jabatan tertentu.
2.5.3. Kegiatan Usaha
VTP bergerak dalam bidang jasa kontraktor tambang. Pada saat ini, pendapatan
perseroan diperoleh dari usaha jasa kontraktor tambang.
2.6 Kinerja Keuangan
Berikut data-data laporan keuangan yang diterima:
a. Laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
diaudit oleh Akuntan Publik Annas Cahyadi, M.Sc, AK, CA, CPA, dari KAP Cahyadi
dan Adhi dengan opini wajar tanpa modifikasian. Dengan No
00042/2.1518/AU.2/02/1162-1/1/V/2026 Tanggal 4 Mei 2026.
b. Laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
diaudit oleh Akuntan Publik Annas Cahyadi, M.Sc, AK, CA, CPA, dari KAP Cahyadi
dan Adhi dengan opini wajar tanpa modifikasian. Dengan No
00043/2.1518/AU.2/02/1162-1/1/V/2026 Tanggal 4 Mei 2026.
c. Laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
diaudit oleh Akuntan Publik Annas Cahyadi, M.Sc, AK, CA, CPA, dari KAP Cahyadi
dan Adhi dengan opini wajar tanpa modifikasian. Dengan No
00044/2.1518/AU.2/02/1162-1/1/V/2026 Tanggal 4 Mei 2026.
VTP berdiri pada tahun 2023, saat ini VTP bergerak dalam bidang jasa kontraktor
tambang. Keuangan VTP selama pada tahun 2023 tercatat laba namun pada tahun 2024
VTP tercatat rugi yang disebabkan oleh naiknya biaya bio solar dan biaya pemeliharaan
alat berat, pada tahun 2025 VTP tercatat laba yang disebabkan oleh naiknya pendapatan
VTP.
Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP II - 3
Page 22
2.6.1. Realisasi Laba Rugi
Tabel 2.1 Realisasi Laba (Rugi) Perseroan
Realisasi Laba Rugi (Rp.)
Uraian 2023 2024 2025
Jan - Des Jan - Des Jan - Des
Audited Audited Audited
Pendapatan 80.000.005.737 96.179.613.608 128.375.662.048
Beban Pokok Penjualan - (1.525.048.424) -
Laba Kotor 80.000.005.737 94.654.565.184 128.375.662.048
Beban Usaha (69.612.380.736) (107.902.327.772) (22.751.549.872)
Laba (Rugi) Usaha 10.387.625.001 (13.247.762.588) 105.624.112.176
Pendapatan (Beban) lain-lain (400.000.029) - (19.742.635.880)
Laba (Rugi) sebelum Pajak 9.987.624.972 (13.247.762.588) 85.881.476.296
Pendapatan
Pendapatan pada tahun 2023 tercatat 80,0 miliar, pada tahun 2024 mengalami kenaikan
tercatat sebesar 96,1 miliar kemudian pada tahun 2025 pendapatan VTP Kembali
mengalami kenaikan tercatat menjadi 128,3 miliar.
Laba (Rugi) Usaha
Laba usaha pada tahun 2023 tercatat 10,3 miliar, pada tahun 2023 VTP mengalami rugi
usaha tercatat sebesar minus 107,9 miliar, hal ini disebabkan oleh naiknya biaya
pembelian solar dan biaya pemeliharaan alat berat. Pada tahun 2025 VTP tercatat laba
usaha sebesar 105,6 miliar yang disebabkan oleh naiknya pendapatan VTP.
Laba (Rugi) Bersih
Laba bersih pada tahun 2023 sebesar 9,9 miliar kemudian pada tahun 2024 VTP tercatat
rugi bersih menjadi 13,2 miliar kemudian pada tahun 2025 VTP tercatat membukukan
laba sebesar 85,8 miliar.
Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP II - 4
Page 23
2.6.2. Realisasi Posisi Keuangan
Realisasi Posisi Keuangan (Rp.)
Uraian 2023 2024 2025
Jan - Des Jan - Des Jan - Des
Audited Audited Audited
Aset Lancar 3.874.495.527 3.302.395.132 100.023.271.475
Aset Tetap 78.789.388.015 68.186.121.779 68.526.230.954
Total Aset 82.663.883.542 71.488.516.911 168.549.502.429
Liabilitas Jangka Pendek 62.676.258.570 64.748.654.527 75.928.163.750
Jumlah Ekuitas 19.987.624.972 6.739.862.384 92.621.338.679
Total Liabilitas & Ekuitas 82.663.883.542 71.488.516.911 168.549.502.429
Total Aset
Total Aset pada tahun 2023 tercatat sebesar 82,6 miliar, pada tahun 2024 total asset VTP
mengalami penurunan tercatat sebesar 71,4 miliar yang disebabkan oleh penurunan
asset tetap. Pada tahun 2025 total asset VTP mengalami kenaikan yang signikan tercatat
menjadi 168,5 miliar yang disebabkan oleh naiknya kas dan setara dan piutang usaha.
Total Liabilitas
Total liabilitas VTP hanya liabilitas jangka pendek yang mengalami kenaikan setiap tahun,
pada tahun pada tahun 2023 total liabilitas VTP tercatat sebesar 62,6 miliar kemudian
naik pada tahun 2024 menjadi 64,7 miliar yang disebabkan oleh naiknya pendapatan
diterima dimuka dan kewajiban pajak. Pada tahun 2025 total liabilitas VTP tercatat
Kembali mengalami kenaikan menjadi 75,9 miliar yang disebabkan oleh naiknya
kewajiban pajak.
Ekuitas
Ekuitas pada tahun 2023 tercatat sebesar 19,9 miliar kemudian turun pada tahun 2024
menjadi 6,7 miliar yang disebabkan oleh rugi tahun berjalan. Pada tahun 2025 total
ekuitas VTP mengalami kenaikan tercatat sebesar 92,6 miliar yang disebabkan oleh
naiknya laba tahun berjalan.
Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP II - 5
Page 24
2.6.3. Realisasi Arus Kas
Tabel 2.2 Realisasi Arus Kas
Realisasi Arus Kas (Rp.)
Uraian 2023 2024 2025
Jan - Des Jan - Des Jan - Des
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba Tahun Berjalan 9.987.624.972 (13.247.762.588) 85.881.476.296
Penyesuaian Untuk : Beban Penyusutan 6.036.741.877 10.603.266.237 11.868.129.241
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan)/Penurunan Piutang Usaha - - (40.811.243.241)
(Kenaikan)/Penurunan Pajak Dibayar Dimuka (2.779.891.828) 2.674.756.956 105.134.872
(Kenaikan)/Penurunan Piutang Kepada Pemegang Saham 10.000.000.000 - -
(Kenaikan)/Penurunan Piutang Lain-lain - - -
(Kenaikan)/Penurunan Uang Muka Pembelian - (2.564.700.000) 2.564.700.000
Kenaikan/(Penurunan) Kewajiban Usaha 60.396.611.842 (7.945.114.309) (2.975.604.216)
Kenaikan/(Penurunan) Beban Yang Masih Harus Dibayar 1.169.652.465 - -
Kenaikan/(Penurunan) Pendapatan Diterima Dimuka 1.109.994.263 5.440.628.895 -
Kenaikan/(Penurunan) Kewajiban Pajak - 4.576.881.370 14.155.113.439
Kenaikan/(Penurunan) Kewajiban Bank Jangka Panjang - - -
Arus Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan Untuk)
85.920.733.591 (462.043.439) 70.787.706.391
Aktivitas Operasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Pembelian/(penjualan) Aset Tetap (84.826.129.892) - (12.208.238.417)
Arus Kas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas Investasi (84.826.129.892) - (12.208.238.417)
KENAIKAN (PENURUNAN) KAS DAN SETARA KAS 1.094.603.699 (462.043.439) 58.579.467.974
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN - 1.094.603.699 632.560.260
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 1.094.603.699 632.560.260 59.212.028.234
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Arus kas bersih dari aktivitas operasi pada tahun 2023 tercatat sebesar 85,9 miliar
kemudian pada tahun 2024 tercatat rugi sebesar 462,0 juta yang disebabkan oleh rugi
tahun berjalan. Pada tahun 2025 arus kas operasi mengalami kenaikan tercatat sebesar
70,7 miliar yang disebabkan oleh laba tahun berjalan.
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Arus kas dari aktivitas investasi pada tahun 2023 tercatat digunakan sebesar 84,8 miliar,
kemudian pada tahun 2024 tidak ada aktivitas investasi. Pada tahun 2025 arus kas
investasi kembali digunakan sebesar 12,2 miliar arus kas investasi terutama berasal dari
perolehan aset tetap.
Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP II - 6
Page 25
2.6.4. Rasio-Rasio Keuangan
Rasio-rasio keuangan periode per tanggal 31 Desember 2023 sampai dengan
31 Desember 2025, dapat dilihat sebagai berikut :
Tabel 2.3 Rasio-rasio Keuangan
Rasio Keuangan
Uraian 2023 2024 2025
Audited Audited Audited
LIKUIDITAS (X)
Current Ratio 0,06 0,05 1,32
AKTVITAS (X)
Total Asset Turnover 0,97 1,35 0,76
SOLVABILITAS (x)
Total Debt to Equity Ratio 3,14 9,61 0,82
Total Debt to Total Assets Ratio 0,76 0,91 0,45
PROFITABILITAS (% )
Operating Margin 12,98% -13,77% 82,28%
Net Profit Margin -87,52% -13,77% 66,90%
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menggambarkan mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam
memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar. Secara rata-rata dapat
dilihat bahwa current ratio VTP selama periode 2023 - 2025 adalah sebesar 0,48x
pertahun.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mendayagunakan aset-
aset yang dimilikinya. Secara rata-rata dapat dilihat bahwa rasio perputaran aset VTP
selama periode 2023-2025 adalah sebesar 1,02x pertahun.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar semua
kewajiban (jangka pendek maupun jangka panjang) VTP. Rasio rata-rata Debt to Equity
Ratio selama tahun 2023-2025 adalah 4,52x dan Debt to Total Asset Ratio sebesar 0,7x.
Rasio Profitabiltas
Rasio profitabilitas menunjukkan operasional kemampuan suatu perusahaan dalam
mengelola aset-asetnya dengan tujuan akhir mengoptimalkan pengembalian yang dapat
diperoleh para penyedia kapital (capital providers). Operating margin rata-rata mencapai
27,16% dan net profit margin negatif 11,46%.
Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP II - 7
Page 26
2.7 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
Pada tanggal 12 Mei 2026 Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, berdasarkan
dengan akta no. 17 yang dibaut dihadap Lukita Purnamasari, SH, Magister Kenotarisan,
di Kota Bekasi. Rapat tersebut para pemegang saham sepakat mengambil keputusan
sebagai berikut:
1. Menyetujui pemberian dispensasi atas keterlambatan pelaksanaan Rapat Umum
Pemegang Saham Tahunan untuk tahun buku 31 Desember 2023, 31 Desember 2024,
dan 31 Desember 2025.
2. Menyetujui dan menerima laporan Direksi setelah diteliti oleh Dewan Komisaris untuk
tahun buku 31 Desember 2023, 31 Desember 2024, dan 31 Desember 2025.
3. Menyetujui dan mengesahkan atas laporan keuangan untuk tahun buku 31 Desember
2023, 31 Desember 2024, dan 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Cahyadi dan Adhi.
4. Memberi pembebasan dan pelunasan tanggung jawab sepenuhnya kepada seluruh
Dewan Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2023, 2024 dan 2025.
5. Menyetujui perubahan alamat Perseroan yang berkedudukan di Jakarta Utara dan
beralamat di Gold Coast Office Tower Liberty Lantai 21 unit D Kamal Utara Penjaringan
Jakarta Utara menjadi berkadudukan di Jakarta Utara dan beralamat Gold Office
Tower Eiffel Lantai 20F Jl Pantai Indah Kapuk Penjaringan Jakarta Utara 14470.
6. Menyetujui penggunaan laba bersih tahun 2025 sebesar Rp85.881.476.296 digunakan
untuk menutupi saldo laba ditahan sampai dengan tahun 2024 sebesar
Rp3.260.137.617, disisihkan sebagai cadangan sebesar Rp2.000.000.000 sesuai
dengan Pasal 70 ayat 1 UU Perseroan Terbatas, sebesar Rp80.000.000.000
pembagian deviden yang dikapitalisasi sebagai penambahan setoran modal saham,
dan sisanya sebesar Rp621.338.679 dikembalikan ke Perseroan sebagai laba ditahan.
7. Menyetujui meratifikasi penyetoran modal saham yang dilakukan oleh para pemegang
saham, melalui pemindahbukuan rekening atas nama PT Penta Dharma Karsa
sebesar Rp11.268.568.775, sesuai dengan surat pernyataan PT Penta Dharma Karsa
transfer tersebut diperuntukkan untuk setoran modal saham atas nama PT Sheng Yue
Hengli sebesar Rp5.000.000.000, setoran modal saham atas nama PT Sentral
Nikelindo Nusantara sebesar Rp5.000.000.000, dan sebesar Rp1.268.568.775
sebagai management fee atas pertambangan nikel.
Akta tersebut telah mendapatkan surat keputusan dari Menteri Hukum Republik Indonesia
tentang Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan berdasakan surat keputusan
No AHU-0033087.AH.01.02.Tahun 2026 tanggal 21 Mei 2026.
Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP II - 8
Page 27
2.8 Hasil Pemeriksaan Atas Dokumen Hukum Yang Relevan
Kami menerima salinan dokumen-dokumen hukum milik VTP, namun kami tidak
melakukan pengecekan keabsahan dari dokumen tersebut dan tidak ada dokumen-
dokumen hukum tersebut yang mempengaruhi hasil penilaian.
2.9 Uraian mengenai Tenaga Ahli dan hasil pekerjaan Tenaga Ahli dalam
hal Penilai Bisnis mendasarkan Penilaian-nya pada hasil kerja Tenaga
Ahli
Dalam penilaian ini kami tidak menggunakan tenaga ahli dan hasil pekerjaan tenaga ahli.
Dengan demikian tidak ada informasi mengenai tenaga ahli dan hasil pekerjaan tenaga
ahli.
2.10 Hasil identifikasi atas aset non operasional, kewajiban non
operasional, dan kelebihan atau kekurangan aset operasional
(excess or deficient ) yang terkait dan pengaruhnya terhadap penilaian
Aset Non Operasional adalah aset yang terpisahkan dari operasional perusahaan dan
terdiri atas aset yang akan dipakai pada masa yang akan datang (reserve aset), Aset
Surplus, atau Aset Investasi. Setelah dilakukan identifikasi, tidak terdapat asset non-
operasional pada VTP.
2.11 Data Industri, Data Pasar, Data Ekonomi, Dan Informasi Empiris Lainnya
Yang Mendukung Penilaian
a. Perkembangan Industri Jasa Kontraktor Tambang
Industri pertambangan Indonesia semakin memperkuat peran sebagai penopang
utama ketahanan energi dan ekonomi nasional. Komoditas batubara dan nikel
menjadi motor penggerak utama yang mendorong aktivitas sektor ini terus
meningkat. Berdasarkan dokumen Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik
(RUPTL) 2025-2034, kebutuhan listrik nasional diproyeksikan tumbuh rata-rata 5,3%
per tahun. Kondisi ini turut menjaga permintaan batubara tetap stabil sebagai sumber
utama pembangkit listrik di dalam negeri. Meski energi baru terbarukan terus
dikembangkan, batubara masih memegang peran strategis dalam bauran energi
nasional. Pada sisi lain, nikel semakin menegaskan posisi sebagai komoditas masa
depan, terutama dalam mendukung transisi energi global. Indonesia saat ini
menguasai sekitar 67% produksi nikel dunia, dan diproyeksikan meningkat menjadi
Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP II - 9
Page 28
74% pada 2035. Peningkatan aktivitas pada dua komoditas tersebut berdampak
langsung pada kebutuhan operasional tambang yang semakin besar dan kompleks.
Seiring meningkatnya skala dan kompleksitas operasional, perusahaan tambang
tidak lagi mampu menangani seluruh aktivitas secara mandiri. Peran kontraktor jasa
pertambangan pun menjadi semakin krusial.
b. Prospek Industri Jasa Kontraktor Tambang
Prospek industri pertambangan diperkirakan tetap solid dalam jangka panjang.
Pertumbuhan sektor energi konvensional masih stabil, sementara hilirisasi nikel terus
dipercepat. Produksi nikel global diproyeksikan mencapai 5 juta metrik ton pada 2035
dengan tingkat pertumbuhan tahunan sekitar 8%. Selain itu, Indonesia juga
menguasai sekitar 45% pangsa pasar pengolahan (refining) nikel dunia.
Pertumbuhan ini dipastikan akan meningkatkan kebutuhan terhadap jasa kontraktor
tambang yang mampu mendukung operasional secara efisien dan terintegrasi.
Perkembangan industri batubara dan nikel tidak terlepas dari kebijakan hilirisasi dan
kebutuhan energi global. Kedua komoditas ini tetap menjadi penopang utama dalam
memenuhi kebutuhan energi sekaligus mendukung transisi menuju energi yang lebih
bersih. Dengan fundamental industri yang kuat, kebutuhan operasional di sektor
pertambangan diperkirakan terus meningkat. Kondisi ini membuka peluang besar
bagi perusahaan jasa kontraktor tambang untuk memperluas peran dan
kontribusinya di masa depan.
2.12 Informasi Non Keuangan Yang Relevan Mengenai Objek Penilaian
VTP merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa kontraktor tambang yang
saat ini beroperasi secara komersial.
2.13 Informasi Perpajakan
Berdasarkan informasi dari pihak manajemen, tidak ada masalah perpajakan yang dapat
berpengaruh terhadap hasil penilaian.
2.14 Uraian mengenai penyesuaian (normalisasi) data laporan keuangan
serta pertimbangan yang mendasari setiap penyesuaian
(normalisasi) terhadap data laporan keuangan
Laporan keuangan yang disajikan sudah sesuai dengan fakta, tidak terdapat akun-akun
diluar usaha yang berpengaruh terhadap proyeksi keuangan, yang dapat mempengaruhi
hasil penilaian. Pada laporan ini tidak ada penyesuaian data laporan keuangan yang
dilakukan dikarenakan sudah sesuai pasar.
Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP II - 10
Page 29
2.15 Perbandingan Laporan Keuangan Yang Sebanding (common size)
Periode Yang Sesuai.
2023 2024 2025
Keterangan
Audited Audited Audited
Laba (Rugi)
Pendapatan 80.000.005.737 96.179.613.608 128.375.662.048
Perubahan Pendapatan 20,22% 33,47%
Beban Pokok Penjualan - (1.525.048.424) -
Laba Kotor 80.000.005.737 94.654.565.184 128.375.662.048
Beban Usaha (69.612.380.736) (107.902.327.772) (22.751.549.872)
Laba (Rugi) Usaha 10.387.625.001 (13.247.762.588) 105.624.112.176
Pendapatan (Beban) lain-lain (400.000.029) - (19.742.635.880)
Laba (Rugi) sebelum Pajak 9.987.624.972 (13.247.762.588) 85.881.476.296
Posisi Keuangan
Aset
Total Aset 82.663.883.542 71.488.516.911 168.549.502.429
Perubahan Aset -13,52% 135,77%
Liabilitas dan Ekuitas
Jumlah Liabilitas 62.676.258.570 64.748.654.527 75.928.163.750
Perubahan Liabilitas 3,31% 17,27%
Jumlah Ekuitas 19.987.624.972 6.739.862.384 92.621.338.679
Perubahan Ekuitas -66,28% 1274,23%
Pada perbandingan laporan keuangan tersebut diatas, dapat dilihat bahwa secara
pendapatan VTP tahun 2023 - 2025 mengalami kenaikan sebesar 20,22% pada tahun
2024 dan 33,47% pada tahun 2025. Laba Rugi usaha pada tahun 2023 - 2025 berfluktuasi
yaitu tahun 2024 mengalami penurunan, kemudian pada tahun 2025 VTP tercatat laba
usaha.
Total aset VTP tahun 2023 - 2025 tercatat berfluktuasi yaitu tahun 2023 mengalami
penurunan sebesar -13,52%, kemudian pada tahun 2025 mengalami kenaikan sebesar
135,77%. Liabilitas VTP tercatat mengalami kenaikan dari setiap tahun sebesar 3,31%
dan 17,27%. Ekuitas VTP selama 2023 – 2025 mengalami fluktuasi dimana pada tahun
2024 mengalami penurunan sebesar -66,28% namun pada tahun 2025 tercatat
mengalami kenaikan sebesar 1274,23%.
Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP II - 11
Page 30
2.16 Perbandingan Informasi Keuangan Industri Yang Sebanding (common
size) Periode Sesuai
VTP bergerak dibidang jasa kontraktor tambang. Dilihat di bursa pada saat ini, terdapat
perusahaan yang sebanding dengan VTP di Bursa Efek Indonesia yang telah
menawarkan sahamnya. Sehingga bisa dijadikan “benchmark” untuk usaha dibidang jasa
kontraktor tambang. Perbandingan dengan industri sebanding dapat dilihat pada sub bab
2.19.
2.17 Informasi Kompensasi Bagi Pemegang Saham
Menurut informasi pihak manajemen tidak ada kompensasi khusus bagi para pemegang
saham, diluar gaji serta fasilitas perusahaan yang sesuai dengan normal.
2.18 Informasi Mengenai Asuransi Karyawan Kunci
Berdasarkan informasi pihak manajemen serta laporan keuangan yang ada, tidak terdapat
informasi atas asuransi yang ditanggung perusahaan untuk karyawan kunci, dimana hal
ini telah terkonfirmasi di dalam laporan keuangan dengan tidak terdapatnya biaya atas
asuransi yang dibayarkan oleh VTP.
2.19 Perbandingan Kinerja Objek Penilaian Dengan Tren Industri Sebanding
Analisis Perbandingan Rasio Keuangan
PT Buma PT Darma Henwa PT Samindo
PT Petrosea Tbk
Internasional Tbk Tbk Resources Tbk Objek Penilaian
Uraian (PTRO) (DOID) (DEWA) (MYOH)
Audited Audited Audited Audited Audited
31 Desember 2025 31 Desember 2025 31 Desember 2025 31 Desember 2025 31 Desember 2025
dalam Ribu USD dalam USD dalam Ribu Rupiah dalam USD dalam Rupiah
Likuiditas (x)
- Aset Lancar 558.875 577.410.896 3.619.852.372 163.056.320 100.023.271.475
- Liabilitas Lancar 438.468 493.769.795 3.138.676.658 31.091.112 75.928.163.750
Current Ratio 1,27 1,17 1,15 5,24 1,32
Aktivitas (x)
- Penjualan 886.459 1.480.310.107 6.392.755.815 163.972.116 128.375.662.048
- Rata-rata total aset 1.225.074 1.557.306.318 12.634.617.256 224.981.391 120.019.009.670
Total Aset Turnover 0,72 0,95 0,51 0,73 1,07
Solvabilitas (x)
Debt To Equity Ratio (DER)
- Total Liabilitas 1.275.425 1.478.695.495 8.143.839.115 44.419.183 75.928.163.750
- Total Ekuitas 307.458 48.873.727 8.591.133.274 181.429.324 92.621.338.679
DER 4,15 30,26 0,95 0,24 0,82
Debt To Asset Ratio (DAR)
- Total Liabilitas 1.275.425 1.478.695.495 8.143.839.115 44.419.183 75.928.163.750
- Total Asset 1.582.883 1.527.569.222 16.734.972.389 225.848.507 168.549.502.429
DAR 0,81 0,97 0,49 0,20 0,45
Profitabilitas (%)
Operating Profit Margin (OPM)
- Laba Operasional/Laba Usaha 39.278 - 153.870.428 4.213.744.744 18.562.277 105.624.112.176
- Penjualan 886.459 1.480.310.107 6.392.755.815 163.972.116 128.375.662.048
OPM 4,43% -10,39% 65,91% 11,32% 82,28%
Net Profit Margin (NPM)
- Laba Bersih 35.006 - 127.606.470 4.306.761.262 14.993.927 85.881.476.296
- Penjualan 886.459 1.480.310.107 6.392.755.815 163.972.116 128.375.662.048
NPM 3,95% -8,62% 67,37% 9,14% 66,90%
Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP II - 12
Page 31
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menggambarkan mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam
memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar. Secara rata-rata dapat
dilihat bahwa current ratio pembanding sebesar 1,97x dan VTP sebesar 0,48x.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mendayagunakan aset-
aset yang dimilikinya. Secara rata-rata dapat dilihat bahwa total asset turnover
pembanding sebesar 2,39x dan VTP sebesar 1,02x.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar semua
liabilitas (jangka pendek maupun jangka panjang) Perseroan. Rasio rata-rata jumlah
liabilitas terhadap jumlah ekuitas (Debt to Equity Ratio / DER) rata-rata pembanding
memiliki DER sebesar 3,64x sedangkan VTP berada diatas rata-rata tersebut yaitu
sebesar 4,52x.
Rasio Profitabiltas
Rasio profitabilitas menunjukkan operasional kemampuan suatu perusahaan dalam
mengelola aset-asetnya dengan tujuan akhir mengoptimalkan pengembalian yang dapat
diperoleh para penyedia kapital (capital providers). Operating margin rata-rata
pembanding sebesar 10,24%, VTP sebesar 27,16% dan net profit margin pembanding
rata-rata 7,84% sedangkan VTP sebesar -11,46%.
Data yang digunakan pada analisis kinerja rasio keuangan telah disesuaikan mengacu
pada nominal akun yang tercantum di dalam laporan keuangan Audit pada masing-masing
entitas pembanding yang telah listed di bursa
2.20 Analisa Pembahasan Manajemen
VTP didirikan pada tahun 2023 dan beroperasi sejak tahun 2023, saat ini VTP menjadi
kontraktor tambang nikel di wilayah Luwuk, Provinsi Sulawesi Tengah. Potensi mobil listrik
di Indonesia pada tahun 2025 sangat besar. Tidak hanya itu, Indonesia juga berpeluang
menjadi pasar utama khususnya mobil listrik di Asia Tenggara. Pemerintah menargetkan
produksi 600 ribu unit mobil listrik per tahun pada 2030, dengan sebagian besar produksi
diperkirakan terjadi pada 2025. Selain itu, peningkatan adopsi mobil listrik diprediksi akan
didorong oleh meningkatnya kesadaran konsumen. Pemerintah menilai, sebanyak 70%
Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP II - 13
Page 32
konsumen Indonesia akan mempertimbangkan untuk membeli mobil listrik dalam
beberapa tahun ke depan karena berbagai manfaat yang ditawarkan. Sektor swasta dan
investasi asing juga berperan penting dalam mempercepat transisi ini, dengan
perusahaan global seperti Tesla dan Hyundai berencana meningkatkan investasi di
Indonesia. Tidak ketinggalan, peningkatan sektor pengembangan teknologi baterai dan
perluasan infrastruktur untuk pengisian daya tentunya akan mempercepat adopsi mobil
listrik di seluruh Indonesia. Indonesia saat ini menguasai sekitar 67% produksi nikel
didunia tentu hal ini memberikan prospek bagi kontraktor tambang dalam menjalankan
usahanya kedepan.
a. Analisis dan Pembahasan Mengenai Keuntungan dan Kerugian atas Kontrak
Usaha
PT Venturi Tambang Perkasa (“VTP”) menjalankan kegiatan usaha di bidang jasa
pertambangan melalui kontrak kerja sama dengan Penta. Pendapatan Perseroan
diperoleh dari jasa pengupasan lapisan tanah penutup (overburden removal),
pengangkutan batu bara, serta kegiatan penunjang operasional tambang lainnya
sesuai lingkup kontrak yang telah disepakati.
Keuntungan yang diperoleh dari kontrak-kontrak usaha Perseroan terutama berasal
dari kepastian volume pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak jangka
menengah hingga panjang, sehingga memberikan arus kas yang relatif stabil. Selain
itu, keberadaan kontrak dengan Penta sebagai perusahaan tambang besar
meningkatkan kredibilitas dan posisi tawar VTP di industri jasa pertambangan.
Efisiensi operasional melalui penggunaan alat berat modern serta pengalaman
tenaga kerja juga menjadi faktor yang memperkuat margin keuntungan dan daya
saing Perseroan.
Adapun risiko atau potensi kerugian atas kontrak usaha antara lain berasal dari
fluktuasi harga batu bara yang dapat memengaruhi volume produksi dan permintaan
jasa kontraktor. Selain itu, kenaikan biaya bahan bakar, suku cadang, dan biaya
perawatan alat berat dapat menekan profitabilitas. Risiko operasional seperti
keterlambatan produksi, kecelakaan kerja, maupun gangguan cuaca ekstrem juga
dapat berdampak pada pencapaian target kontrak. Persaingan dengan kontraktor
pertambangan lain yang menawarkan harga lebih kompetitif turut menjadi tantangan
bagi keberlanjutan kontrak usaha.
Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP II - 14
Page 33
b. Analisis dan Pembahasan Mengenai Aset dan Liabilitas di Luar Laporan Posisi
Keuangan (Kontinjensi)
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen dan dokumen yang tersedia
pada tanggal penilaian, tidak terdapat aset maupun liabilitas kontinjensi yang material
di luar yang telah dicatat dan diungkapkan dalam laporan posisi keuangan
Perseroan.
Apabila terdapat komitmen usaha yang timbul dari perjanjian kerja sama dengan
pihak ketiga, komitmen tersebut merupakan bagian dari kegiatan operasional normal
Perseroan dan tidak menimbulkan kewajiban kontinjensi yang material yang dapat
mempengaruhi nilai ekonomi Perseroan secara signifikan.
c. Analisis dan Pembahasan Mengenai Hasil Penjualan Produk atau Jasa pada
Periode Sebelumnya
Sejak mulai beroperasi, Perseroan telah menghasilkan pendapatan dari kegiatan
usaha jasa pertambangan yang meliputi pengupasan lapisan tanah penutup
(overburden removal), pengangkutan batu bara, serta layanan penunjang
operasional tambang lainnya sesuai kontrak dengan Penta.
Kinerja penjualan jasa Perseroan dipengaruhi oleh volume produksi batu bara yang
ditetapkan dalam kontrak, tingkat permintaan jasa kontraktor dari perusahaan
tambang, serta efektivitas strategi operasional yang diterapkan oleh Perseroan. Dari
perspektif industri pertambangan, kinerja penjualan jasa Perseroan juga dipengaruhi
oleh tren harga komoditas batu bara di pasar global, kebijakan energi nasional, serta
kondisi cuaca dan infrastruktur yang memengaruhi kelancaran kegiatan tambang.
Selain itu, keberadaan kontrak dengan Penta sebagai mitra utama memberikan
kepastian pendapatan dan memperkuat posisi Perseroan di industri jasa
pertambangan. Namun demikian, fluktuasi harga bahan bakar, biaya perawatan alat
berat, serta persaingan dengan kontraktor lain tetap menjadi faktor yang
memengaruhi tingkat profitabilitas dan keberlanjutan penjualan jasa Perseroan.
Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP II - 15
Page 34
d. Perbandingan Kinerja Saat Ini dengan Kinerja Historis Objek Penilaian
Sebagai perusahaan jasa pertambangan yang telah beroperasi secara komersial,
kinerja VTP dapat dievaluasi dari perkembangan pendapatan, laba usaha, laba
bersih, serta margin profitabilitas dari tahun ke tahun.
Berdasarkan laporan keuangan historis periode 2023–2025, pendapatan Perseroan
menunjukkan tren peningkatan signifikan, dari Rp80,00 miliar pada tahun 2023
menjadi Rp128,38 miliar pada tahun 2025. Pertumbuhan ini mencerminkan adanya
peningkatan aktivitas operasional dan volume pekerjaan jasa pertambangan sesuai
kontrak dengan Penta.
Namun demikian, kinerja laba usaha dan laba bersih menunjukkan fluktuasi yang
cukup tajam. Pada tahun 2023, Perseroan masih membukukan laba usaha sebesar
Rp10,39 miliar dengan margin operasi 12,98%. Tahun 2024 terjadi penurunan drastis
dengan rugi usaha Rp13,25 miliar dan margin operasi negatif -13,77%, yang
terutama disebabkan oleh kenaikan beban pegawai dan beban administrasi yang
menyerap sebagian besar pendapatan. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan
biaya yang signifikan terhadap profitabilitas.
Memasuki tahun 2025, kinerja Perseroan membaik secara luar biasa dengan laba
usaha Rp105,62 miliar dan margin operasi melonjak menjadi 82,28%. Laba bersih
tahun berjalan tercatat Rp85,88 miliar dengan net profit margin 66,90%. Peningkatan
ini terutama didorong oleh adanya pendapatan lain-lain yang signifikan serta efisiensi
biaya operasional dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, perbandingan kinerja saat ini dengan historis menunjukkan
bahwa VTP telah berhasil meningkatkan skala pendapatan dan profitabilitas secara
substansial, meskipun sempat mengalami tekanan biaya pada tahun 2024.
Tantangan utama yang masih perlu diperhatikan adalah menjaga konsistensi
efisiensi biaya dan memastikan keberlanjutan pendapatan lain-lain yang
berkontribusi besar terhadap laba bersih. Dengan pengelolaan operasional yang
lebih stabil, Perseroan berpotensi mempertahankan profitabilitas berkelanjutan di
masa mendatang.
Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP II - 16
Page 35
e. Perbandingan Kinerja Objek Penilaian dengan Tren Industri yang Sesuai
Dibandingkan dengan tren industri jasa kontraktor pertambangan, VTP memiliki
keunggulan kompetitif yang kuat pada aspek profitabilitas dan struktur permodalan
yang sehat. Namun, perusahaan perlu menjaga keberlanjutan pendapatan lain-lain
yang mendongkrak laba bersih, serta meningkatkan efisiensi aset agar kinerja lebih
seimbang dengan standar industri. Dengan strategi pengendalian biaya dan
optimalisasi aset, VTP berpotensi mempertahankan posisi kompetitif di tengah
persaingan industri pertambangan nasional.
Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP II - 17
Page 36
BAB III
ASPEK MAKRO BISNIS DAN PEMASARAN
3.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh lebih tinggi didukung berbagai kebijakan yang
ditempuh Pemerintah dan Bank Indonesia. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025
tercatat sebesar 5,39% (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan pada triwulan sebelumnya
sebesar 5,04% (yoy). Peningkatan ini terutama ditopang oleh permintaan domestik dari
konsumsi rumah tangga dan investasi sejalan dengan dampak positif berbagai stimulus
kebijakan Pemerintah dan bauran kebijakan Bank Indonesia. Dengan perkembangan ini,
pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan tahun 2025 sebesar 5,11% (yoy), lebih tinggi
dibandingkan dengan pertumbuhan pada 2024 sebesar 5,03% (yoy) dan diikuti dengan
perbaikan kualitas ketenagakerjaan. Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi diprakirakan
berlanjut pada triwulan I 2026. Konsumsi rumah tangga meningkat ditopang berbagai
program stimulus Pemerintah, pelonggaran kebijakan moneter, ekspektasi konsumen
yang terus membaik serta peningkatan kegiatan ekonomi pada berbagai Hari Besar
Keagamaan Nasional (HBKN) di triwulan I 2026 seperti Tahun Baru Imlek, Hari Suci
Nyepi, dan Idulfitri 1447 H. Investasi juga diprakirakan tumbuh lebih tinggi didorong oleh
investasi Pemerintah, termasuk hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA), serta perbaikan
keyakinan pelaku usaha yang masih berlanjut.
Tabel 3.1 Pertumbuhan Ekonomi
Sumber : Bank Indonesia
Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP III - 1
Page 37
3.2 Neraca Pembayaran Indonesia
Secara keseluruhan tahun 2025, perkembangan NPI menunjukan ketahanan sektor
eksternal yang tetap terjaga, di Tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan
global. Transaksi berjalan tahun 2025 mencatat defisit yang terkendali sebesar 1,5 miliar
dolar AS (0,1% dar PDB), lebih tinggi dibandingkan dengan defisit tahun 2024 sebesar
8,6 miiliar dolar AS (0,6% dari PDB). Perkembangan ini depengaruhi oleh peningkatan
surplus neraca perdagangan barang seiring dengan kinerja ekspor yang meningkat,
khususnya ekpor produk manufaktur. Selain itu, surplus neraca pendapatan sekunder
juga lebih tinggi dipengaruhi oleh meningkatnya penerimaan remitansi dari Pekerja Migran
Indonesia (PMI).
Sementara itu defisit neraca jasa meningkat didorong oleh kenaikan defisit jasa
telekomukasi sejalan dengan peningkatan kinerja sektor informasi dan komunikasi. Defisit
neraca pendapatan primer juga meningkat dipengaruhi oleh kenaikan pembayaran
deviden. Transaksi modal dan finasial tahun 2025 mencatat defisit sebesar 4,2 miliar dolar
AS didorong oleh keluarnya aliran modal asing pada investasi portfolio dan investasi
lainnya seiring dengan ketidakpastian pasar keungan global yang tinggi sepanjang tahun
2025. Posisi Cadangan devisa meningkat dari 155,7 miliar dolar AS pada akhir Desember
2024 menjadi 156,5 milair dolar AS pada akhir Desember 2025. Posisi cadangan devisa
tersebut setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Grafik 3.1 Neraca Pembayaran Indonesia
Sumber : Bank Indonesia.
Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP III - 2
Page 38
3.3 Inflasi
Stabilitas harga terjaga dengan inflasi yang rendah dalam kisaran sasaran 2,5±1% dan
mendukung stabilitas perekonomian. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Desember
2025 tercatat rendah sebesar 2,92% (yoy). Inflasi inti terjaga rendah sebesar 2,38% (yoy),
seiring konsistensi kebijakan suku bunga dalam menjangkar ekspektasi inflasi dalam
sasaran, kapasitas ekonomi yang masih besar, imported inflation yang terkendali sejalan
dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif dari
digitalisasi. Inflasi volatile food (VF) tercatat 6,21% (yoy).
Sementara itu, inflasi kelompok administered prices (AP) tercatat sebesar 1,93% (yoy),
sejalan dengan terbatasnya kebijakan penyesuaian harga yang diatur oleh Pemerintah.
Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK pada 2026 dan 2027 akan tetap terjaga
rendah dalam sasaran 2,5±1% didukung oleh komitmen Bank Indonesia untuk terus
konsisten memperkuat kebijakan moneter serta sinergi dengan Pemerintah dalam
pengendalian inflasi baik di pusat maupun di daerah.
Grafik 3.2 Inflasi Gabungan Kota IHK
Sumber : BPS, diolah
Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP III - 3
Page 39
3.4 Nilai Tukar Rupiah
Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah sempat meningkat akibat kebijakan tarif sepihak oleh
AS dan dinamika global lainnya, namun langkah stabilisasi Bank Indonesia berhasil
menahan pelemahan lebih dalam. Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah kembali tinggi
sejak akhir Agustus 2025 akibat faktor global, seperti penurunan FFR yang dinilai kurang
akomodatif (less dovish) dan government shutdown di AS, serta faktor domestik antara
lain berupa kerusuhan sosial dan kekhawatiran pasar atas melebarnya defisit fiskal.
Nilai tukar Rupiah hingga akhir Desember 2025 tercatat Rp16.675 per dolar AS, atau
melemah 3,48% dari posisi akhir Desember 2024. Secara keseluruhan, pergerakan
Rupiah relatif stabil dibandingkan dengan kelompok mata uang negara berkembang dan
lebih kuat dibandingkan dengan mata uang negara maju selain dolar AS. Stabilisasi nilai
tukar Rupiah tidak hanya ditopang oleh konsistensi kebijakan stabilisasi Bank Indonesia,
tetapi juga oleh peningkatan konversi valuta asing ke Rupiah oleh eksportir seiring dengan
penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam.
Grafik 3.3 Pergerakan Nilai Tukar Rupiah
Sumber : Bloomberg
Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP III - 4
Page 40
3.5 Perkembangan Industri Nikel
Nikel semakin terdepan dan berkembang pada 2021, karena banyak negara
membutuhkan nikel. Pada 2020 persediaan nikel dunia (nickel Reserves worldwide)
tercatat total 94 miliar metrik ton dan Indonesia paling tinggi dengan total 22,4%. Hal ini
bisa dikatakan bahwa Indonesia memiliki sumber nikel terbesar dari beberapa negara
yang tercatat di dunia yang memiliki nikel. Material bijih nikel sendiri dibagi menjadi dua
tipe, yaitu limonite dan saprolite. Di 2020 jumlah IUP (Izin Usaha Pertambangan) di
Indonesia ada sekitar 330 IUP yang terbagi atas 6 provinsi, yaitu Sulawesi Selatan,
Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat. Total sumber
daya 328 + 2 Kontrak Karya (KK). Nikel terbagi menjadi 2 total sumber, yaitu total sumber
daya dan total cadangan. Total sumber daya bijih nikel sebesar 13. 737, 19 juta wmt, jika
jadikan logam sebesar 143,1 juta wmt. Sedangkan total cadangan bijih nikel
sebesar 4.561,69 juta wmt, jika dijadikan logam sebesar 49,2 juta wmt. Badan Geologi
melakukan 2 macam pengelompokan, yaitu batas kadar 1,5% dan 1,7%. Tidak hanya itu,
Badan Geologi juga mengelompokan berdasarkan tipe material bijih nikel, namun tidak
semua perusahaan menyertakan tipe material bijih nikel.
Total sumber daya bijih nikel di 305 lokasi di Indonesia pada update Juli 2020 berjumlah
11.887 juta ton dengan total sumber daya logamnya 174 juta ton. Sedangkan total jumlah
cadangan bijih nikel 4.346 juta ton, total cadangan logamnya 68 juta ton yang terdapat di
305 lokasi IUP (Izin Usaha Pertambangan) di Indonesia. Masih di 2020, di Indonesia
terdapat pabrik pirometalurgy sebanyak 71 pabrik, dengan kriteria yang beroperasi
27 pabrik, tahap kontruksi 27 pabrik, tahap perencanaan 17 pabrik. Pabrik pirometalurgy
didominasi oleh FeNi dan NPI yang masih merupakan intermediate product. Sementara
pabrik hidrometalurgy yang menggunakan sistem High Pressure Acid Leach (HPAL)
sebanyak 10 pabrik, dengan kriteria yang sudah beroperasi 2 pabrik, tahap kontruksi
5 pabrik, dan tahap perencanaan 3 pabrik. Pabrik HPAL yang sudah beroperasi saat ini
baru pabrik yang menghasilkan produk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP). Industri
pengolahan nikel di Indonesia terdapat di 5 provinsi yang terbagi 2 kriteria perusahaan,
yaitu Producer Company dan Raw Material Company. Producer Company terdapat di 2
pulau, yaitu Pulau Sumatera yang lokasinya berada di Sumatera Selatan, dan Pulau Jawa
yaitu di DKI Jakarta dan Jawa Barat. Sementara Raw Material Company terdapat di
Provinsi Maluku Utara, Sulawesi Tengah, dan Banten.
Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP III - 5
Page 41
Harga nikel, yang diproyeksikan Bank Dunia menguat masing-masing 3% dan 6% pada
2025 dan 2026, diyakini akan berdampak positif terutama dari sisi pendapatan negara
serta peningkatan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA). Terlebih,
pemerintah telah mengeluarkan aturan bahwa perusahaan harus mengendapkan DHE
yang didapatkan dalam bentuk valuta asing atau foreign exchange selama minimal
3 bulan di dalam negeri. Pertumbuhan produksi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV)
dan baja nirkarat atau stainless steel tentu saja akan menaikkan permintaan terhadap
nikel, karena salah satu komponennya adalah mineral logam tersebut.
Sumber : Kementrian ESDM
Indonesia sebagai produsen utama nikel dunia, tentu akan diuntungkan dengan
pertumbuhan permintaan ini karena peningkatan permintaan tentu akan diikuti oleh
kenaikan harga nikel di pasar global. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
(ESDM) melaporkan total cadangan bijih nikel mencapai 5,32 miliar ton dan cadangan
logam nikel 56,11 juta ton per 2024, di mana Maluku Utara menjadi provinsi dengan jumlah
cadangan yang paling banyak. Kementerian ESDM memberikan perincian cadangan bijih
nikel mencapai 5,32 miliar ton ini terdiri dari 60% saprolit dan 40% limonit. Saprolit
merupakan nikel kadar tinggi dan banyak diolah melalui sistem rotary kiln electric
furnace (RKEF). Nikel ini menghasilkan produk berupa nickel pig iron (NPI), feronikel
(FeNi), atau nickel matte untuk bahan baku baja nirkarat. Sementara itu, limonit
merupakan nikel kadar rendah yang umumnya diolah melalui sistem high pressure acid
leaching (HPAL) untuk menghasilkan mixed hydroxide precipitate (MHP) yang dibutuhkan
untuk bahan baku baterai kendaraan listrik.
Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP III - 6
Page 42
Selain itu, menurut situs resmi International Energy Agency (IEA), 3 produsen nikel
terbesar pada 2030 dari sisi pertambangan diramal Indonesia (62%), Filipina (8%), dan
New Caledonia (6%). Sementara itu, dari sisi pemurnian atau smelter adalah Indonesia
(44%), China (21%) dan Jepang (6%). Harga nikel, yang menjadi salah satu komoditas
mineral logam andalan Indonesia, diproyeksikan menguat secara anual; masing-masing
3% pada 2025 dan 6% pada 2026, setelah anjlok dari rekor tertingginya pada 2022. Bank
Dunia atau World Bank (WB) dalam laporan Commodity Market Outlook teranyarnya
mengatakan proyeksi penguatan harga nikel terjadi seiring dengan permintaan global
yang diramal terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang, didukung ekspansi
produksi baja nirkarat dan baterai untuk EV. Bank Dunia mencatat rerata harga nikel
berada di level US$16.627/ton pada Januari - Maret 2024. Harganya sempat menguat ke
level US$18.416/ton pada April - Juni 2024 dan melemah kembali ke level US$16.235/ton
pada Juli - September 2024. Bank Dunia tersebut juga melaporkan harga nikel turun 12%
secara quarter to quarter (qtq) pada kuartal III-2024, tetapi sebagian pulih dalam beberapa
pekan terakhir menyusul langkah-langkah stimulus ekonomi di China.
3.6 Prospek Industri Jasa Kontraktor Tambang
Prospek industri pertambangan diperkirakan tetap solid dalam jangka panjang.
Pertumbuhan sektor energi konvensional masih stabil, sementara hilirisasi nikel terus
dipercepat. Produksi nikel global diproyeksikan mencapai 5 juta metrik ton pada 2035
dengan tingkat pertumbuhan tahunan sekitar 8%. Selain itu, Indonesia juga menguasai
sekitar 45% pangsa pasar pengolahan (refining) nikel dunia. Pertumbuhan ini dipastikan
akan meningkatkan kebutuhan terhadap jasa kontraktor tambang yang mampu
mendukung operasional secara efisien dan terintegrasi. Perkembangan industri batubara
dan nikel tidak terlepas dari kebijakan hilirisasi dan kebutuhan energi global. Kedua
komoditas ini tetap menjadi penopang utama dalam memenuhi kebutuhan energi
sekaligus mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih. Dengan fundamental
industri yang kuat, kebutuhan operasional di sektor pertambangan diperkirakan terus
meningkat. Kondisi ini membuka peluang besar bagi perusahaan jasa kontraktor tambang
untuk memperluas peran dan kontribusinya di masa depan.
Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP III - 7
Page 43
BAB IV PENDEKATAN PENILAIAN
4.1 Pendekatan Penilaian
Nilai Pasar atas saham perusahaan dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan (cara
umum dalam menentukan nilai dengan menggunakan satu atau lebih metode penilaian
spesifik) antara lain ;
a. Pendekatan Pasar
1) Metode Perbandingan dengan Perusahaan Terbuka (Guideline Publicly
Traded Company Method)
Metode perbandingan dengan perusahaan terbuka merupakan metode penilaian
yang didasarkan pada pendekatan perbandingan data pasar (market comparison
approach). Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan harga
yang telah atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan
sepadan. Nilai pasar dari perusahaan pembanding diambil dari pasar modal
(perusahaan terbuka/publik). Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah
sebagai berikut:
a) Perusahaan yang dapat digunakan sebagai perusahaan pembanding adalah
perusahaan yang telah memiliki harga pasar yang terjadi dalam jangka waktu
tidak lebih dari 6 (enam) bulan sebelum Tanggal Penilaian.
b) Penilai Usaha wajib memiliki keyakinan yang memadai untuk membuktikan
dan menjelaskan bahwa data harga pasar yang digunakan dalam Pendekatan
Pasar (Market Based Approach) dihasilkan dari suatu transaksi yang bersifat
wajar (arms-length transaction).
c) Penilaian dengan menggunakan Metode Pembanding PerusahaanTercatat di
Bursa Efek (Guideline Publicly Traded Company Method) hanya dapat
menghasilkan indikasi Nilai minoritas.
d) Perusahaan pembanding yang digunakan wajib merupakan perusahaan yang
tercatat di bursa efek dan sahamnya ditransaksikan selama 60 (enam puluh)
hari bursa dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari bursa terakhir sebelum
Tanggal Penilaian (Cut Off Date).
Pendekatan Penilaian
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP IV - 1
Page 44
e) Perusahaan pembanding yang digunakan wajib memenuhi kriteria sebagai
berikut:
1) industri, kegiatan usaha, produk, dan risiko usaha adalah sejenis;
2) karakteristik pertumbuhan (growth in sales and earnings) dan struktur
permodalan (capital structure) adalah sebanding
3) kinerja keuangan historis selama 5 (lima) tahun terakhir adalah
sebanding.
4) ukuran perusahaan (total assets) adalah sebanding; dan
5) pangsa pasar (market share) adalah sebanding.
f) Jumlah perusahaan pembanding yang digunakan paling sedikit 5 (lima)
perusahaan atau paling sedikit 8 (delapan) perusahaan dalam hal kriteria
sebagaimana dimaksud dalam angka 5) hanya terpenuhi paling sedikit 3 (tiga)
kriteria.
Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham
perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
perusahaan dengan rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding, seperti
rasio P/E (price/earning), P/SR (price/sales revenue), P/BV (price/book value of
equity) dan sebagainya.
Keterbatasan penggunaan pendekatan ini adalah karena data perusahaan
pedoman (pembanding) yang benar-benar sepadan sulit didapat, terutama yang
telah listed di pasar modal. Hal ini disebabkan data transaksi perusahaan
cenderung tertutup kalaupun ada hampir tidak mungkin terakses, karena sifat
kerahasiaannya.
b. Pendekatan Pendapatan (Income Approach)
Pendekatan ini merupakan pendekatan dapat digunakan untuk memperkirakan Nilai
dengan mengantisipasi dan mengkuantifikasi kemampuan Obyek Penilaian dalam
menghasilkan imbal balik (return) yang akan diterima dimasa datang yang relevan
digunakan untuk perusahaan dengan net cash flow yang dapat di proyeksi dengan
didasarkan pada kinerja waktu-waktu sebelumnya. Bila perusahaan masih dalam
masa pembangunan dan atau kemampulabaan (profitability) relatif rendah, maka
proyeksi-proyeksi pendapatan dan pengeluaran didasarkan kepada asumsi-asumsi
yang relatif banyak. Ada dua metode yang diterapkan dalam pendekatan ini, yaitu:
Pendekatan Penilaian
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP IV - 2
Page 45
Metode Diskonto Arus Kas (Discounted Cash Flow)
Dalam hal Penilai Usaha menggunakan Metode Diskonto Arus Kas (Discounted
Cash Flow Method), maka Penilai Usaha melakukan penelaahan atau penyesuaian
atas asumsi, keakuratan perhitungan dan kebijakan akuntansi yang digunakan dalam
menyusun proyeksi laporan keuangan. Metode Diskonto Arus Kas (Discounted Cash
Flow Method) hanya dapat digunakan untuk menilai perusahaan yang telah
melakukan kegiatan operasional selama satu tahun atau lebih.
Pendapatan yang dikapitalisasi dalam metode ini adalah pendapatan nominal yang
dianggap mewakili kemampuan perusahaan secara wajar dan proporsional dalam
menghasilkan pendapatan tersebut. Pendapatan normal tersebut dikonversi menjadi
nilai ekuitas dengan menggunakan tingkat kapitalisasi untuk ekuitas yang sesuai,
yang pada dasarnya adalah bunga bebas resiko ditambah dengan suatu premi untuk
meliput resiko yang melekat dengan penggunaan ekuitas tersebut pada perusahaan
yang dinilai. Tingkat kapitalisasi tersebut dapat diperoleh dengan mencari dan
mempertimbangkan perbandingan tingkat kapitalisasi yang pernah diaplikasikan
pada perusahaan yang sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang dinilai.
Salah satu tingkat kapitalisasi yang dapat digunakan adalah rasio Price/Earning dari
perusahaan sejenis yang telah tercatat di pasar modal.
Metode Proyeksi Pendapatan Ekonomis
Seperti juga metode kapitalisasi pendapatan ekonomi mendatang, metode ini
merupakan metode penilaian yang didasarkan pada pendekatan pendapatan
(income approach). Proyeksi pendapatan ekonomis digunakan untuk mengestimasi
aliran pendapatan ekonomis Obyek Penilaian dengan menggunakan Tingkat
Diskonto yang wajib disesuaikan dengan tingkat pendapatan ekonomis Obyek
Penilaian.
Tingkat Diskonto dan Tingkat Kapitalisasi yang ditetapkan oleh Penilai Usaha wajib
diuraikan dan digunakan dalam analisis proyeksi pendapatan ekonomis serta
mengungkapkannya dalam Laporan Penilaian Usaha.
Dalam membuat proyeksi pendapatan ekonomis, Penilai Usaha wajib:
1) menganalisis laporan keuangan Obyek Penilaian dan perusahaan pembanding
pada industri yang sama dalam kurun waktu paling kurang 3 (tiga) tahun
terakhir.
Pendekatan Penilaian
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP IV - 3
Page 46
2) melakukan penyesuaian atas laporan keuangan Obyek Penilaian, yang meliputi
neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas;
3) memperhatikan kondisi yang terjadi setelah Tanggal Penilaian (Cut Off Date)
yang dapat mempengaruhi proyeksi pendapatan ekonomis;
4) mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan usaha Obyek Penilaian sesuai
dengan tingkat pendapatan ekonomis yang dihasilkan oleh Obyek Penilaian dan
kepentingan usaha Obyek Penilaian;
5) melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan yang meliputi
neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas;
6) mempertimbangkan masa manfaat atau siklus usaha Obyek Penilaian; dan
7) Dalam hal pendapatan ekonomis Obyek Penilaian atau operasional Obyek
Penilaian tergantung pada faktor produksi utama yang memiliki masa manfaat
terbatas atau memiliki siklus tertentu maka proyeksi keuangan wajib disusun
selama masa manfaat atau mencerminkan sifat siklikal dari bisnis tersebut.
Setelah dilakukan penyesuaian laporan keuangan, maka Penilai Usaha wajib
menyajikan proyeksi pendapatan ekonomis dalam Laporan Penilaian Usaha, yang
mencakup dividen berdasarkan perkiraan dividend pay out ratio, arus kas, dan
Earning Before Interest, Tax, Depreciation, and Amortization (EBITDA). Periode
proyeksi pendapatan ekonomis wajib dilakukan dalam kurun waktu paling kurang 5
(lima) tahun kedepan, atau disesuaikan dengan sisa umur dari fasilitas produksi
utama Obyek Penilaian. Penilai Usaha dilarang mendasarkan proyeksi pendapatan
ekonomis hanya dengan menggunakan tren data historis.
c. Pendekatan Asset (Asset Based Approach)
Penilai Usaha yang menggunakan Pendekatan Aset (Asset Based Approach) dalam
penugasan penilaian profesional wajib memiliki keahlian dalam bidang penilaian
properti dan Penilaian Usaha. Dalam hal Penilai Usaha tidak memiliki keahlian dalam
bidang penilaian properti, maka Penilai Usaha wajib mengacu pada hasil penilaian
properti.
Pendekatan Aset (Asset Based Approach) dapat digunakan untuk memperoleh
indikasi Nilai dari Nilai suatu perusahaan, Nilai dari Modal yang Diinvestasikan
(Invested Capital), Nilai dari struktur permodalan (capital structure), dan/atau Nilai
Aset Bersih perusahaan (ekuitas).
Pendekatan Penilaian
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP IV - 4
Page 47
Indikasi nilai ekuitas atau estimasi Nilai Aset Bersih (Net Asset Value) diperoleh dari
selisih antara nilai aset termasuk Aset Takberwujud dengan nilai liabilitas, atas dasar
nilai yang disesuaikan (appraised value)
Pos-pos dalam laporan keuangan wajib disesuaikan untuk mencerminkan Nilai Pasar
(Market Value) pada Tanggal Penilaian (Cut Off Date). Penyesuaian untuk masing-
masing pos wajib diungkapkan di dalam Laporan Penilaian Usaha.
Pendekatan ini cocok digunakan untuk menilai perusahaan dengan karakteristik asset
based yang signifikan, dalam pendekatan ini ada dua metode yang dapat diterapkan,
yaitu;
1) Metode Penyesuaian Aset Bersih (Adjusted Net Asset Method)
Metode ini merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan
neraca (balance sheet approach). Dengan metode ini, nilai dari semua komponen
aset dan liabilitas (liabilities) harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali
untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti
kas/bank atau hutang bank).
Metode PAB wajib digunakan untuk menilai :
a) ekuitas suatu perusahaan dimana Nilai perusahaan sangat bergantung pada
Nilai aset tetap (a heavy based on fixed assetscompany), seperti perusahaan
real estat;
b) ekuitas dari Holding Company
c) perusahaan yang tidak memiliki riwayat pendapatan yang mempunyai
prospek positif, perusahaan yang memiliki pendapatan yang berfluktuasi,
atau perusahaan yang diragukan kemampuannya untuk melanjutkan operasi
yang bersifat going concern, seperti perusahaan yang baru berdiri (start up
company) atau perusahaan yang berada dalam kesulitan untuk memperoleh
pendapatan (trouble companies);
d) perusahaan yang memiliki dan/atau menguasai aset berwujud dalam jumlah
yang signifikan
e) perusahaan yang memiliki tenaga kerja yang memberikan nilai tambah relatif
kecil terhadap barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan; atau
f) perusahaan yang memiliki Aset Takberwujud dalam jumlah yang tidak
signifikan
Pendekatan Penilaian
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP IV - 5
Page 48
Penilaian atas aset tetap berwujud (fixed tangible assets) wajib dilakukan sesuai
dengan metode yang berlaku dalam penilaian properti sesuai dengan Premis Nilai
yang ditetapkan, maka Aset Takberwujud wajib diidentifikasi dan dinilai secara
individual.
2) Metode Kelebihan Pendapatan (Excess Earning Method)
Pada dasarnya, metode ini sama dengan metode penyesuaian nilai buku. Nilai
dari semua komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan nilai pasarnya terlebih
dahulu. Yang membedakan metode ini adalah dalam proses perhitungan aset tak
berwujud. Dalam hal Penilai Usaha menggunakan metode KKP, maka berlaku
ketentuan sebagai berikut:
a) Metode KKP wajib digunakan untuk menilai ekuitas perusahaan operasional
(operating company) dengan tingkat pertumbuhan pendapatan dan laba
yang relatif stabil.
b) Pendapatan suatu perusahaan yang digunakan merupakan hasil dari
produktivitas aset berwujud maupun tidak berwujud. Setiap kelebihan
pengembalian (excess return atau earning) yang diperoleh diatas
pengembalian normal (normal return) atas aset berwujud, diperhitungkan
sebagai pengembalian dari Aset Takberwujud secarakolektif.
c) Laporan laba rugi yang digunakan adalah:
(1) laporan laba rugi tahunan tahun terakhir;
(2) laporan laba rugi 12 (dua belas) bulan terakhir;
(3) rata-rata tertimbang dari paling kurang 5 (lima) tahun terakhir;
(4) proyeksi tahun berikutnya yang diyakini dapat dipertahankan dimasa
depan
d) Laporan laba rugi sebagaimana dimaksud dalam angka 3) wajib disesuaikan
dengan prinsip dan prosedur penyesuaian untuk memperoleh laba operasi
normal dari Obyek Penilaian.
e) Penilaian yang digunakan pada Metode KKP wajib didasarkan atas:
(1) nilai aset berwujud bersih (NABB)/net tangible asset value (NTAV);
(2) Tingkat Imbal Balik wajar (normal rate of return) dalam persentase untuk
NABB;
(3) jumlah imbal balik wajar (dalam rupiah) untuk NABB; atau
(4) laporan keuangan yang telah disesuaikan.
Pendekatan Penilaian
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP IV - 6
Page 49
f) Penentuan Tingkat Imbal Balik wajar (normal rate of return) untuk NABB
wajib sesuai dengan risiko yang melekat pada NABB tersebut dan
mencerminkan Tingkat Imbal Balik rata-rata tertimbang antara biaya ekuitas
dan biaya utang sesuai dengan kapasitas NABB dalam memperoleh
pinjaman (borrowing capacity).
g) Pendapatan ekonomi atau laba normal yang akan dikurangi dengan jumlah
imbal balik wajar atas NABB mencerminkan pendapatan ekonomi yang
diperkirakan akan dapat dipertahankan dimasa datang. Selisih antara
pendapatan ekonomi normal dan jumlah imbal balik atas NABB adalah
jumlah imbal balik atas aset berwujud.
h) Nilai ekuitas yang diperoleh dengan menambahkan nilai Aset Tak berwujud
(going concern value) terhadap NABB mencerminkan nilai ekuitas (common
stocks) secara keseluruhan.
Dalam metode kelebihan pendapatan, untuk menghitung nilai aset tak berwujud
terlebih dahulu dihitung nilai aset berwujud bersih (net tangible asset) dengan
mengurangkan nilai pasar Liabilitas dari nilai pasar aset berwujud (setelah semua
nilai pada neraca disesuaikan). Setelah itu diperkirakan nilai pendapatan yang
diharapkan (expected revenue) per tahun dari nilai aset berwujud bersih tersebut
dengan menggunakan tingkat pengembalian (rate of return) yang wajar. Sebagai
langkah selanjutnya perlu dihitung pendapatan normal (normalized earning) dari
perusahaan yang dinilai dengan menyesuaikan laporan laba (rugi). Selisih antara
pendapatan normal dengan pendapatan yang diharapkan merupakan kelebihan
pendapatan (excess earning) yang dihasilkan oleh aset berwujud bersih. Aset tak
berwujud kemudian dihitung dengan cara mengkapitalisasikan kelebihan
pendapatan tersebut dengan tingkat kapitalisasi (capitalization rate) yang sesuai.
Langkah akhir dari metode ini adalah dengan menghitung nilai pasar ekuitas
dengan menjumlahkan nilai aset berwujud bersih dan nilai aset tak berwujud.
Dalam hal Penilai Usaha menggunakan metode KKP, maka Aset Takberwujud
wajib dinilai secara kolektif (big pot theory of goodwill).
4.2 Pendekatan Penilaian yang digunakan
Penilaian saham VTP dilakukan dengan menggunakan 2 (Dua) pendekatan yaitu
berdasarkan Pendekatan Pendapatan Metode Discounted Cash Flow dan Pendekatan
Aset Metode Adjusted Net Asset Method Alasan-alasan pemilihan pendekatan pasar dan
pendekatan aset dalam penilaian ini adalah sebagai berikut:
Pendekatan Penilaian
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP IV - 7
Page 50
a. Kami tidak menerapkan ”Pendekatan Pasar” karena kami tidak memperoleh data
pembanding di Bursa Efek Indonesia yang bergerak di bidang jasa kontraktor
tambang yang sebanding dengan Objek Penilaian, dengan demikian metode
perbandingan dengan perusahaan terbuka tidak dapat digunakan dalam penilaian
ini.
b. Pada umumnya pertimbangan yang terpenting bagi pihak yang berniat membeli
suatu perusahaan adalah kemampuan perusahaan tersebut dalam menghasilkan
pendapatan dimasa depan. Oleh karena itu, metode-metode penilaian yang
didasarkan pada konsep hubungan antara pendapatan dan nilai, terutama metode
diskonto pendapatan ekonomi mendatang, umum digunakan dalam penilaian atas
ekuitas suatu perusahaan. VTP adalah Perusahaan yang bergerak dalam bidang
jasa kontraktor tambang, secara komersial beroperasi. Dengan demikian, metode-
metode penilaian yang didasarkan pada konsep hubungan antara pendapatan dan
nilai yaitu metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, metode kapitalisasi pendapatan
ekonomi mendatang, dan terutama metode diskonto pendapatan ekonomi atau
metode diskonto arus kas [discounted cash flow method] kami pandang dapat
digunakan dalam penilaian ini.
Alasan pendekatan ini digunakan karena Perusahaan merupakan entitas usaha jasa
kontraktor tambang yang telah beroperasi secara komersial dan menghasilkan
pendapatan secara berkelanjutan dari kegiatan operasional, Metode DCF digunakan
untuk mengestimasi nilai kini dari proyeksi arus kas masa depan yang diharapkan
akan dihasilkan oleh Perusahaan. Pendekatan ini dinilai paling representatif dalam
mencerminkan nilai Perusahaan sebagai entitas going concern, karena secara
langsung menangkap potensi manfaat ekonomi masa depan.
c. Pendekatan Aset (Asset Based Approach) dapat kami terapkan dalam laporan
penilaian ini karena VTP berbasis aset, serta dilakukan penilaian terhadap aset tetap
VTP dengan demikian Pendekatan Aset (Asset Based Approach) dapat digunakan.
Alasan pendekatan ini digunakan karena disamping menghasilkan arus kas, usaha
jasa kontraktor tambang merupakan bisnis yang bersifat asset based dengan
komponen aset tetap yang material. ekuitas suatu perusahaan dimana Nilai
perusahaan sangat bergantung pada nilai aset tetap
Setelah mempelajari secara seksama, kami berpendapat pendekatan yang relevan
dilakukan untuk menentukan nilai pasar saham VTP adalah Pendekatan Pendapatan
Metode DCF (Discounted Cash Flow) dan Pendekatan Aset Metode Adjusted Net Asset
Method.
Pendekatan Penilaian
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP IV - 8
Page 51
BAB V PROYEKSI KEUANGAN
5.1 Business Plan
Pedoman penilaian, pertama berdasarkan business plan VTP yang telah disusun pihak
manajemen untuk beberapa tahun kedepan, disamping itu proyeksi keuangan VTP juga
disusun berdasarkan data-data laporan keuangan yang disiapkan oleh pihak pemberi
tugas untuk tahun-tahun yang berakhir per 31 Desember 2023 - 2025 (audited).
Berdasarkan pendekatan dan metodologi penilaian yang akan dilakukan, maka kami
melakukan langkah-langkah sebagai berikut :
a. Melakukan tinjauan atas faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi
operasional VTP.
b. Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historikal VTP.
c. Melakukan tinjauan atas proyeksi keuangan VTP.
d. Melakukan diskusi dengan manajemen atas proyeksi keuangan VTP.
e. Membuat proyeksi keuangan yang akan digunakan dasar dalam penilaian saham
VTP dengan pendekatan DCF.
Langkah-langkah a dan b telah diungkapkan pada bab-bab sebelumnya, sedangkan hasil
diskusi dengan manajemen dimasukan kedalam proyeksi keuangan yang menjadi dasar
dalam melakukan penilaian. Pada bagian berikut akan diuraikan tinjauan proyeksi
keuangan.
5.2 Kegiatan Usaha
VTP adalah suatu perusahaan tertutup yang bergerak di bidang jasa kontraktor tambang,
saat ini VTP menjadi kontraktor tambang nikel di wilayah Luwuk, Sulawesi Tengah.
Proyeksi Keuangan
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP V-1
Page 52
5.3 Proyeksi Laba Rugi
Tabel 5.1 Proyeksi Laba Rugi
Proyeksi (Rp.)
Uraian 2026 2027 2028 2029 2030
Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des
Pendapatan 92.208.699.000 101.530.998.469 111.093.372.507 120.712.207.009 130.387.754.679
Laba Kotor 92.208.699.000 101.530.998.469 111.093.372.507 120.712.207.009 130.387.754.679
Beban Usaha (70.995.160.274) (79.320.960.950) (87.420.010.202) (97.022.026.034) (106.926.982.027)
Laba (Rugi) Usaha 21.213.538.726 22.210.037.519 23.673.362.304 23.690.180.976 23.460.772.652
Pendapatan (Beban) lain-lain (4.666.978.520) (4.886.208.254) (5.208.139.707) (5.211.839.815) (5.161.369.983)
Laba (Rugi) sebelum Pajak 16.546.560.206 17.323.829.265 18.465.222.597 18.478.341.161 18.299.402.668
Laba Bersih
Laba bersih pada tahun 2027 sebesar Rp. 17,3 miliar mengalami kenaikan sebesar 777,2
juta dari laba bersih pada tahun 2026 sebesar Rp. 16,5 miliar. Penyebab kenaikan laba
bersih adalah kenaikan pendapatan VTP.
Laba bersih pada tahun 2028 sebesar Rp. 18,4 miliar mengalami kenaikan sebesar 1,1
miliar dari laba bersih pada tahun 2027 sebesar Rp. 17,3 miliar. Penyebab kenaikan laba
bersih adalah kenaikan pendapatan VTP.
Laba bersih pada tahun 2029 sebesar Rp. 18,4 miliar mengalami kenaikan sebesar 13,1
juta dari laba bersih pada tahun 2028 sebesar Rp. 18,4 miliar. Penyebab kenaikan laba
bersih adalah kenaikan pendapatan VTP.
Laba bersih pada tahun 2030 sebesar Rp. 18,2 miliar mengalami penurunan sebesar
178,9 juta dari laba bersih tahun 2029 sebesar 18,4 miliar. Penyebab penurunan laba
bersih adalah naiknya biaya bio solar dan biaya pemeliharaan alat berat.
Proyeksi Keuangan
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP V-2
Page 53
5.4 Proyeksi Posisi Keuangan
Tabel 5.2 Proyeksi Posisi Keuangan
Proyeksi (Rp.)
Uraian 2026 2027 2028 2029 2030
Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des
Aset Lancar 77.055.944.487 95.493.758.878 115.497.546.255 136.273.683.121 157.451.367.486
Aset Tetap 68.845.601.713 68.644.972.472 67.886.903.231 66.559.130.310 64.649.120.228
Total Aset 145.901.546.200 164.138.731.350 183.384.449.486 202.832.813.431 222.100.487.714
Liabilitas Jangka Pendek 36.733.647.315 37.647.003.200 38.427.498.738 39.397.521.522 40.365.793.137
Ekuitas 109.167.898.885 126.491.728.150 144.956.950.747 163.435.291.908 181.734.694.577
Total Liabilitas & Ekuitas 145.901.546.200 164.138.731.350 183.384.449.486 202.832.813.431 222.100.487.714
Total Aset
Total aset pada tahun 2027 sebesar Rp. 164,1 miliar. Total aset pada tahun 2026 sebesar
Rp. 145,9 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 18,2 miliar. Penyebab kenaikan
tersebut adalah kenaikan pada akun kas dan setara kas.
Total aset pada tahun 2028 sebesar Rp. 183,3 miliar. Total aset pada tahun 2027 sebesar
Rp. 164,1 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 19,2 miliar. Penyebab kenaikan
tersebut adalah kenaikan pada akun kas dan setara kas.
Total aset pada tahun 2029 sebesar Rp. 202,8 miliar. Total aset pada tahun 2028 sebesar
Rp. 183,3 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 19,4 miliar. Penyebab kenaikan
tersebut adalah kenaikan pada akun kas dan setara kas.
Total aset pada tahun 2030 sebesar Rp. 222,1 miliar. Total aset pada tahun 2029 sebesar
Rp. 202,8 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 19,2 miliar. Penyebab kenaikan
tersebut adalah kenaikan pada akun kas dan setara kas.
Total Liabilitas dan Ekuitas
Total liabilitas dan ekuitas pada tahun 2027 sebesar Rp. 164,1 miliar. Total liabilitas dan
ekuitas pada tahun 2026 sebesar Rp. 145,9 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 18,2
miliar. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan pada akun kewajiban usaha dan
laba ditahan.
Total liabilitas dan ekuitas pada tahun 2028 sebesar Rp. 183,3 miliar. Total liabilitas dan
ekuitas pada tahun 2027 sebesar Rp. 164,1 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 19,2
miliar. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan pada akun kewajiban usaha dan
laba ditahan.
Proyeksi Keuangan
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP V-3
Page 54
Total liabilitas dan ekuitas pada tahun 2029 sebesar Rp. 202,8 miliar. Total liabilitas dan
ekuitas pada tahun 2028 sebesar Rp. 183,3 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 19,4
miliar. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan pada akun kewajiban usaha dan
laba ditahan.
Total liabilitas dan ekuitas pada tahun 2030 sebesar Rp. 222,1 miliar. Total liabilitas dan
ekuitas pada tahun 2029 sebesar Rp. 202,8 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 19,2
miliar. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan pada akun kewajiban usaha dan
laba ditahan.
5.5 Proyeksi Arus Kas
Tabel 5.3 Proyeksi Arus Kas
Proyeksi Arus Kas (Rp.)
Uraian 2026 2027 2028 2029 2030
Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
Laba Tahun Berjalan 16.546.560.206 17.323.829.265 18.465.222.597 18.478.341.161 18.299.402.668
Penyesuaian Untuk : Beban Penyusutan 12.680.629.241 13.512.629.241 14.362.933.241 15.231.943.929 16.120.072.852
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan)/Penurunan Piutang Usaha 10.496.054.529 (3.064.865.579) (3.044.002.268) (3.262.148.485) (3.181.001.974)
Kenaikan/(Penurunan) Kewajiban Usaha (39.194.516.435) 913.355.885 780.495.539 970.022.784 968.271.615
Arus Kas Bersih Diperoleh Dari
(Digunakan Untuk) Aktivitas Operasi 528.727.541 28.684.948.812 30.564.649.109 31.418.159.389 32.206.745.162
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
Pembelian/(penjualan) Aset Tetap (13.000.000.000) (13.312.000.000) (13.604.864.000) (13.904.171.008) (14.210.062.770)
Arus Kas Bersih Diperoleh Dari
(13.000.000.000) (13.312.000.000) (13.604.864.000) (13.904.171.008) (14.210.062.770)
Aktivitas Investasi
KENAIKAN (PENURUNAN) KAS DAN
(12.471.272.459) 15.372.948.812 16.959.785.109 17.513.988.381 17.996.682.392
SETARA KAS
KAS DAN SETARA KAS AWAL
59.212.028.234 46.740.755.775 62.113.704.587 79.073.489.695 96.587.478.076
TAHUN
KAS DAN SETARA KAS AKHIR
46.740.755.775 62.113.704.587 79.073.489.695 96.587.478.076 114.584.160.468
TAHUN
Arus Kas untuk Aktivitas Operasi
Arus kas proyeksi dari aktivitas operasi Perseroan pada 2027 sebesar Rp. 28,6 miliar naik
sebesar Rp. 28,1 miliar dibandingkan pada 2026 sebesar Rp. 528,7 juta. Kenaikan
disebabkan perubahan akun kewajiban usaha.
Arus kas proyeksi dari aktivitas operasi Perseroan pada 2028 sebesar Rp. 30,5 miliar naik
sebesar Rp. 1,8 miliar dibandingkan pada 2027 sebesar Rp. 28,6 miliar. Kenaikan
disebabkan laba tahun berjalan.
Proyeksi Keuangan
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP V-4
Page 55
Arus kas proyeksi dari aktivitas operasi Perseroan pada 2029 sebesar Rp. 31,4 miliar naik
sebesar Rp. 853,5 juta dibandingkan pada 2028 sebesar Rp. 30,5 miliar. Kenaikan
disebabkan laba tahun berjalan.
Arus kas proyeksi dari aktivitas operasi Perseroan pada 2030 sebesar Rp. 32,2 miliar
naik sebesar Rp. 788,5 juta dibandingkan pada 2029 sebesar Rp. 31,4 miliar. Kenaikan
disebabkan laba tahun berjalan.
Arus Kas untuk Aktivitas Investasi
Arus kas proyeksi yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan pada tanggal
2026 – 2030 dalam proyeksi diasumsikan untuk pembelian capex.
5.6 Rasio-Rasio Keuangan
Rasio-rasio keuangan periode 2026 sampai dengan 2030, dapat dilihat sebagai berikut :
Tabel 5.1 Rasio-rasio Keuangan
Proyeksi
Uraian 2026 2027 2028 2029 2030
Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des
LIKUIDITAS (X)
Current Ratio 2,10 2,54 3,01 3,46 3,90
AKTVITAS (X)
Total Asset Turnover 0,63 0,62 0,61 0,60 0,59
SOLVABILITAS (x)
Total Debt to Equity Ratio 0,34 0,30 0,27 0,24 0,22
Total Debt to Total Assets Ratio 0,25 0,23 0,21 0,19 0,18
PROFITABILITAS (%)
Operating Margin 23,01% 21,88% 21,31% 19,63% 17,99%
Net Profit Margin 17,94% 17,06% 16,62% 15,31% 14,03%
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menggambarkan mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam
memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
Secara rata-rata dapat dilihat bahwa current ratio VTP selama periode 2026 – 2030 adalah
sebesar 3,00x pertahun.
Proyeksi Keuangan
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP V-5
Page 56
Pada periode 2026 – 2030 current ratio VTP meningkat yang dikarenakan oleh adanya
peningkatan kas setara dari tahun ke tahun akibat dari peningkatan laba bersih VTP.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mendayagunakan aset-
aset yang dimilikinya. Secara rata-rata dapat dilihat bahwa rasio perputaran aset VTP
selama proyeksi periode 2026-2030 adalah sebesar 0,61x pertahun.
Rasio perputaran asset VTP terlihat mengalami penurunan dari tahun ke tahun walau
tidak signifkan, hal ini dikarenakan adanya peningkatan total asset dari adanya
penumpukan kas setara kas serta penambahan asset tetap, dengan kata lain peningkatan
Total asset memiliki pertumbuhan yang lebih signifikan dibandingkan dengan
pertumbuhan laba bersih.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar semua
kewajiban (jangka pendek maupun jangka panjang) VTP. Rasio rata-rata Debt to Equity
Ratio selama proyeksi tahun 2026-2030 adalah 0,27x dan Debt to Total Asset Ratio
sebesar 0,21.
Selama periode proyeksi 2026-2030 DER dan DAR VTP mengalami penurunan yang
diakibatkan oleh pertumbuhan liabilitas yang lebih rendah dibandingkan dengan
pertumbuhan ekuitas dan total asset akibat akumulasi laba bersih ditahan dalam bentuk
kas.
Rasio Profitabiltas
Rasio profitabilitas menunjukkan operasional kemampuan suatu perusahaan dalam
mengelola aset-asetnya dengan tujuan akhir mengoptimalkan pengembalian yang dapat
diperoleh para penyedia kapital (capital providers). Operating margin rata-rata mencapai
20,76% dan net profit margin 16,19%.
Selama periode proyeksi 2026-2030 walaupun secara nominal laba operasional dan laba
bersih meningkat, namun diakibatkan adanya pertumbuhan penjualan yang signifikan
diiringi dengan tingginya biaya operasional mengakibatkan rasio profitabilitas mengalami
penurunan tahun ke tahun.
Proyeksi Keuangan
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP V-6
Page 57
BAB VI PENILAIAN SAHAM
6.1 Penilaian dengan Pendekatan Pendapatan
Pada penilaian diskonto arus kas, terdapat 3 (tiga) pilihan arus kas untuk didiskonto, yaitu
dividen, arus kas bersih untuk ekuitas dan arus kas bersih untuk perusahaan.
Arus Kas Bersih (AKB) yang akan digunakan sebagai economic income yang didiskonto
untuk dijadikan indikasi nilai bisnis adalah AKB untuk perusahaan (Free Cash Flow to
Capital).
Pengertian AKB adalah jumlah kas yang tersedia setelah terpenuhinya kebutuhan kas
untuk kegiatan, merupakan arus kas yang tersedia bagi penyedia modal (utang dan
ekuitas) dan telah bebas dari kewajiban untuk mempertahankan operasi saat ini
(current operation) dan untuk mengantisipasi pertumbuhan perusahaan, yang dihitung
sebagai berikut :
Laba Bersih :
+/+ Depresiasi & Amortisasi
+/+ Interest (i x (1-T))
- / - Investment Outlays
+/ - Perubahan Modal Kerja
= AKB Untuk Perusahaan (Free Cash Flow to Capital)
Proyeksi AKB tersebut, kemudian didiskontokan dengan menggunakan faktor diskonto
yang menggambarkan tingkat pengembalian yang diharapkan investor (required rate of
return), setelah memperhitungkan risiko-risiko yang bersangkutan dengan proyeksi
pendapatan pada masa mendatang untuk menghasilkan nilai perusahaan. Setelah
diperoleh nilai perusahaan, nilai ekuitas dihitung dengan mengurangkan nilai perusahaan
dengan jumlah hutang yang dimiliki.
Dalam rangka penilaian saham ini, mengingat bahwa penilaian akan didasarkan pada
AKB untuk penyedia perusahaan, maka penentuan tingkat diskonto yang digunakan
berdasarkan Biaya Modal Rata-rata Tertimbang (Weighted Average Cost of Capital,
WACC) dengan formula adalah sebagai berikut :
Penilaian Saham
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP VI - 1
Page 58
WACC = [{e/(e+b)}x ke] + [{b/(e+b)} x kb x (1-t)]
Dimana :
WACC = biaya modal rata-rata tertimbang
e = nilai pasar ekuitas
b = nilai pasar hutang
ke = biaya modal untuk ekuitas
kb = biaya modal untuk hutang
t = tarif pajak
6.1.1 Penentuan Biaya Modal Ekuitas
Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Assets
Pricing Model (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas
risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistimatis dari sekuritas saham, dengan
formula adalah sebagai berikut :
Ke = Rf + (Rm-Rf) β + Rs
Dimana :
Ke = Tingkat Biaya Bunga Ekuitas
Rf = Tingkat Suku Bunga Bebas Risiko
ERPm = Equity Risk Premium
Beta (β) = Ukuran Risiko Sistematis
Rs = Specific Risk Premium
Tingkat Suku Bunga Bebas Risiko (Rf), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-
instrumen yang dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia,
instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk
jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 30 Desember
2025, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu obligasi Pemerintah RI berjangka
panjang (SUN) dalam mata uang Rupiah sesuai yang dikeluarkan Indonesia Bond Pricing
Agency (IBPA) sebagai acuan “Benchmark” SUN Tahun 30 Desember 2025 dengan tenor
30 tahun dan yang akan berakhir pada 30 Desember 2055 dengan tingkat yield 6,71%.
Penilaian Saham
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP VI - 2
Page 59
Equity Risk Premium, ERPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko
dengan tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity risk
premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk premium.
Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang
mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar
negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat premi risiko
sebesar 6,69%, yang diolah dari hasil riset Aswath Damodaran (New York University
Business School).
Relevered Beta (β), premi risiko tersebut masih harus dikalikan dengan β dari industri
yang bersangkutan, berdasarkan average β dari damodaran, maka didapat besarnya
Relevered β, sebesar : 1,30.
Default Spread, Pada perhitungan WACC, khususnya penentuan Tingkat Suku Bunga
Bebas Resiko, penilai menggunakan data yang bersumber dari Damodaran, dimana data
yang digunakan adalah Total Equity Risk Premium yang juga telah mempertimbangkan
resiko, Pada perhitungan WACC penilai juga memperhitungkan resiko lainnya termasuk
Specific Risk, untuk menghindari perhitungan ganda Cost of Equity perlu dikurangi
dengan Rating Based Default Spread yang bersumber dari data Damodaran juga sebesar
1,62%.
6.1.2 Tingkat Suku Bunga
Biaya hutang (cost of debt) pada tanggal Penilaian (Cut Off Date) sebesar 8,44% yang
berasal dari data tingkat bunga pinjaman rata-rata bank pemerintah dalam melaksanakan
fungsi pembiayaan. Adapun sumber data yang digunakan adalah Suku Bunga Dasar
Kredit (SBDK) yang diteribitkan oleh Bank Indonesia yang berlaku pada saat Penilaian.
6.1.3 Perhitungan Weighted Average Cost of Capital (WACC)
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan kekuatan dan kelebihan serta risiko
Perseroan, kami berpendapat bahwa tingkat diskonto sebesar 13,72% per tahun adalah
wajar untuk mendiskonto arus kas bersih dengan perhitungan sebagai berikut :
Penilaian Saham
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP VI - 3
Page 60
Tabel 6.1 Perhitungan Weighted Average Cost of Capital (WACC)
Weighted Average Cost of Capital
Equity Risk Premium (rm-rf)
6,69%
Company Risk Premium
x
10,41%
Leverage Beta (Equity Beta)
1,56
Company Specific Risk
0% Cost of equity (Ke)
+
Risk-Free Rate (rf) 15,51%
6,71%
Risk-Free Rate - Default Spread Weighted Cost of Equity
- x
5,09% 12,40%
Percentage of Total Capital
Country Default Spread
Supplied by Equity
1,62% 79,96%
Weighted Average Cost of Capital
+
13,72%
Percentage of Total Capital
Supplied by Debt
20,04%
Before-Tax Cost of Debt Weighted Cost of Debt
x
8,44% 1,32%
Before-Tax Operating Profit in % After-Tax Cost of Debt (Kd)
x
100% 6,58%
After-Tax Operating Profit in %
-
78,00%
Income Taxe Rate
22,00%
6.1.4 Indikasi Nilai Ekuitas
Dengan proyeksi keuangan dan tingkat diskonto yang digunakan maka diperoleh nilai
bersih Perseroan seperti yang terlihat pada tabel berikut dibawah ini.
Tabel 6.2 Indikasi Nilai Ekuitas/Saham
Enterprise Value 101.363.619.621
+/+ Cash and Cash Equivalent 59.212.028.234
Indikasi Nilai Ekuitas Sebelum DLOM 160.575.647.855
Penilaian Saham
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP VI - 4
Page 61
6.2 Penilaian dengan Pendekatan Aset
6.2.1 Perhitungan Biaya Ekuitas
Prinsip penilaian dengan metode Pendekatan Aset (Aset Based Approach) adalah
penyesuaian Nilai Pasar yang dilakukan atas nilai historis yang terdapat dalam posisi
keuangan. Adapun langkah-langkah penerapannya adalah :
a. Pada tahap pertama, mendapatkan posisi keuangan lengkap dengan penjelasan
serta informasi lain yang terkait dengan keperluan penilaian, sesuai kondisi pada saat
penilaian.
b. Menyesuaikan atau mengubah pos-pos atau item-item yang terdaftar dalam posisi
keuangan, baik aset lancar, aset tidak lancar, liabilitas jangka pendek, liabilitas
jangka panjang, menjadi refleksi nilai pasar.
c. Mengidentifikasi dan menilai item-item yang tidak terdaftar dalam posisi keuangan,
biasanya dalam bentuk aset tidak berwujud, misalnya : biaya pra-operasi, sistem
perangkat lunak, para karyawan profesional, uang jaminan, sistem pengendalian ISO
dan pelanggan tetap.
Mengurangi seluruh nilai aset berwujud dan tak berwujud sesuai perhitungan diatas
dengan kewajiban, untuk memperoleh nilai ekuitas per 31 Desember 2025.
6.2.2 Nilai Pasar Aset Tetap
Nilai Pasar aset tetap VTP per tanggal 31 Desember 2025, telah dilakukan penilaian oleh
KJPP Edi Andesta dan Rekan dengan nomor laporan aset yang telah dinilai yaitu Laporan
Penilaian Aset Tetap No. 00232/2.0053-00/PP/03/0506/1/V/2026, tanggal 18 Mei 2026.
Nilai Pasar atas aset berupa Alat Berat dan Kendaraan VTP adalah Rp 56.830.569.000,-
6.2.3 Nilai Penyesuaian Posisi Keuangan Perusahaan
Sesuai dengan tanggal efektif penilaian yang telah ditetapkan, penyesuaian laporan
keuangan dilakukan terhadap posisi keuangan VTP per tanggal 31 Desember 2025.
Rincian penyesuaian yang dilakukan adalah sebagai berikut :
a. Kas dan Setara Kas tercatat Rp. 59,2 miliar, terhadap akun ini tidak dilakukan
penyesuaian, karena kas dan setara kas pada prinsipnya telah mencerminkan nilai
nominal yang dapat direalisasikan secara penuh pada Tanggal Penilaian.
b. Piutang usaha tercatat Rp. 40,8 miliar, terhadap akun ini tidak dilakukan
penyesuaian, karena piutang usaha dicatat sebesar nilai yang dapat direalisasikan
Penilaian Saham
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP VI - 5
Page 62
bersih, setelah mempertimbangkan cadangan kerugian penurunan nilai, dan selain
itu tidak ditemukan kondisi material yang memerlukan penyesuaian.
c. Aset tetap, Alat Berat dan Kendaraan tercatat Rp. 68,5 miliar, terhadap akun ini
dilakukan penyesuaian dengan melakukan penilaian kembali, sehingga setelah
dilakukan penyesuaian, maka Nilai pasar aset tetap, alat berat dan kendaraan
menjadi sebesar Rp. 56,8 miliar, sesuai dengan laporan penilaian aset yang
dilakukan oleh KJPP Edi Andesta dan Rekan.
d. Pos-pos aset lainnya dan pos-pos liabilitas yang tercantum di posisi keuangan tidak
disesuaikan karena dianggap telah merefleksikan nilai pasarnya.
Penyesuaian hanya dilakukan pada aset tetap dikarenakan aset tetap dicatat dalam
laporan keuangan berdasarkan harga perolehan, sehingga nominal yang tercermin tidak
mencerminkan nilai pasar aset tetap pada tanggal penilaian.
Dengan penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan tersebut, total aset VTP yang tercatat
di posisi keuangan per tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp. 168,5 miliar, telah berubah
menjadi sebesar Rp. 156,8 miliar.
6.2.4 Nilai Pasar Saham VTP
Dari hasil penyesuaian terhadap posisi keuangan VTP per tanggal 31 Desember 2025
diatas, Indikasi nilai ekuitas diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset
dan hutang yang telah disesuaikan.
Nilai saham perusahaan tertutup biasanya dikenakan ”discount for lack of marketability”,
diskon ini dimaksudkan karena saham pada perusahaan tertutup relatif lebih sulit untuk
dikonversi menjadi dana cash, karena calon pembeli akan memerlukan waktu untuk
menilai kewajaran nilai saham tersebut, berbeda dengan perusahaan terbuka dimana nilai
saham pada waktu tersebut sudah merefleksikan nilai yang sebenarnya dari sahamnya.
Sehubungan dengan hal tersebut penilai memberikan ”discount for lack marketability”
terhadap indikasi nilai saham tersebut. Besarnya discount sangat tergantung kepada
kondisi dan jenis perusahaan atau bisnisnya. Sehubungan dengan hal tersebut penilai
menetapkan besarnya ”discount for lack of marketability” pada penilaian ini adalah 20%.
Selain potongan tersebut adanya opsi pemegang saham lain untuk membeli lebih dahulu
saham yang akan dijual, dan kalaupun pemegang saham lain tidak berminat membeli,
maka agak sulit untuk mencari investor lain untuk membeli saham tersebut, karena calon
investor belum tentu cocok dengan pemegang saham lainnya. Penyesuaian laporan
keuangan dan perhitungan nilai penyertaan saham dapat dilihat pada penyesuaian
sebagai berikut:
Penilaian Saham
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP VI - 6
Page 63
Tabel 6.3 Indikasi Nilai Ekuitas/Saham
Sebelum Setelah
Keterangan Penyesuaian
Penyesuaian Penyesuaian
LAPORAN POSISI KEUANGAN Des 2025 Des 2025
ASET
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 59.212.028.234 59.212.028.234
Piutang Usaha 40.811.243.241 40.811.243.241
Total Aset Lancar 100.023.271.475 - 100.023.271.475
Aset Tidak Lancar
Aset Tetap 68.526.230.954 (11.695.661.954) 56.830.569.000
Total Aset Tidak Lancar 68.526.230.954 (11.695.661.954) 56.830.569.000
TOTAL ASET 168.549.502.429 (11.695.661.954) 156.853.840.475
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Kewajiban Usaha 49.475.893.317 49.475.893.317
Beban Yang Masih Harus dibayar 1.169.652.465 1.169.652.465
Pendapatan Diterima Dimuka 6.550.623.159 6.550.623.159
Kewajiban Pajak 18.731.994.809 18.731.994.809
Total Liabilitas Jangka Pendek 75.928.163.750 - 75.928.163.750
Liabilitas Jangka Panjang
Total Liabilitas Jangka Panjang - - -
TOTAL LIABILITAS 75.928.163.750 - 75.928.163.750
EKUITAS
Modal Disetor 10.000.000.000 10.000.000.000
Laba Ditahan (3.260.137.617) (3.260.137.617)
Laba Tahun Berjalan 85.881.476.296 85.881.476.296
Selisih Penyesuaian - (11.695.661.954) (11.695.661.954)
TOTAL EKUITAS 92.621.338.679 (11.695.661.954) 80.925.676.725
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 168.549.502.429 (11.695.661.954) 156.853.840.475
Indikasi Nilai Pasar 100% Ekuitas, sebelum DLOM 80.925.676.725
6.3 Discount for Lack of Marketability (DLOM)
Discount For Lack Of Marketability (DLOM) mencerminkan pengurangan terhadap nilai
sebagai pengaruh dari tidak likuidnya obyek penilaian untuk diperdagangkan. Likuiditas
Perseroan dipengaruhi oleh hal-hal sebagai berikut :
a. Informasi mengenai kondisi obyek penilaian yang relevan untuk penentuan harga
masih tertutup.
b. Berdasarkan ketentuan yang disepakati oleh para pemilik obyek penilaian, pelepasan
hak milik harus dengan persetujuan pemilik yang lain dengan sangat prioritas pada
persetujuan pemilik saham mayoritas.
c. Perkembangan usaha Perseroan kedepannya.
Besarnya DLOM dipengaruhi oleh:
a. Besarnya pasar yang dapat mengakses kesempatan transaksi.
b. Besarnya minat terhadap obyek penilaian. Secara umum usaha jasa kontraktor
tambang pasarnya sudah banyak persaingan.
c. Biaya untuk melakukan tindakan yang diperlukan guna meyakinkan kebenaran dari
nilai obyek penilaian seperti audit, due diligence.
d. Lamanya waktu yang diperlukan untuk melakukan transaksi.
Penilaian Saham
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP VI - 7
Page 64
e. Biaya yang diperlukan untuk membuat obyek penilaian menjadi lebih likuid
diperdagangkan (go public). Untuk menjadi lebih likuid, selain keterbukaan informasi,
potensi bisnis juga menjadi pertimbangan, oleh karena itu ada kemungkinan bahwa
struktur atau model bisnis yang saat ini dijalani perlu dirombak, dan dalam kondisi ini
tidak menutup kemungkinan diperlukan bantuan dari pihak yang memiliki model bisnis
dan modal yang diperlukan untuk perombakan ini.
Diskon marketabilitas sebesar 30% masih dalam range sebagaimana diatur dalam POJK
35/2020. DLOM sebesar 30% diterapkan untuk mencerminkan keterbatasan likuiditas
saham Perseroan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif. Besaran tersebut ditetapkan
dengan mempertimbangkan referensi empiris dari restricted stock studies yang
menunjukkan kisaran diskon sekitar 20%–35%, di mana 30% berada pada tingkat
moderat dan konservatif. Penetapan ini juga mempertimbangkan karakteristik Perseroan
sebagai perusahaan jasa kontraktor tambang yang bersifat asset intensive dan
menghasilkan arus kas operasional, namun tetap memiliki keterbatasan dalam pengalihan
saham. Dengan demikian, DLOM 30% dinilai proporsional dan dapat
dipertanggungjawabkan dalam konteks estimasi Nilai Pasar.
Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, kami memperhitungkan diskon untuk
tidak likuidnya saham perseroan sebesar 30% dari indikasi nilai ekuitas.
6.4 Rekonsiliasi Nilai
Sesuai dengan konsep keuangan perusahaan, seseorang memiliki atau membeli aset
atau saham karena mengharapkan suatu aliran pendapatan (a stream of economic
income) yang dihasilkan oleh aset atau saham tersebut. Dari kedua pendekatan diatas
memberikan indikasi nilai yang berbeda:
Indikasi Nilai
Pendekatan Penilaian Metode
(Rp)
◦ Pendekatan Pendapatan Metode Discounted Cash Flow 160.575.647.855
◦ Pendekatan Aset Metode Adjusted Net Assets Method 80.925.676.725
Pendekatan DCF lebih besar dibandingkan pendekatan aset. Pada proses rekonsiliasi
pendekatan pendapatan diberikan bobot 70% untuk pendekatan aset diberikan bobot
30%, Dasar pertimbangan pemberian bobot 70% untuk DCF dan 30% untuk ANAM
dikarenakan VTP merupakan entitas yang bergerak dalam industri tambang dengan aset-
aset yang dimiliki merupakan alat berat dengan umur ekonomis yang cukup rendah
dengan tingkat risiko kerusakan yang cukup tinggi dan sulit dijual (Lokasi jauh dari pusat
kota/berlokasi di area tambang), sehingga pengenaan bobot pada sisi pendekatan aset
Penilaian Saham
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP VI - 8
Page 65
diberikan bobot yang lebih rendah dibandingkan dengan pendekatan pendapatan..
Adapun hasil rekonsiliasi nilai dapat dilihat sebagai berikut :
Indikasi Nilai Bobot
Indikasi Nilai
Pendekatan Penilaian Metode Bobot Nilai
(Rp)
(Rp)
◦ Pendekatan Pendapatan Metode Discounted Cash Flow 160.575.647.855 70% 112.402.953.498
◦ Pendekatan Aset Metode Adjusted Net Assets Method 80.925.676.725 30% 24.277.703.018
Indikasi Nilai Sebelum DLOM 136.680.656.516
DLOM 30% (41.004.196.955)
Nilai Pasar 100% Saham 95.676.459.561
Nilai Pasar 50,00% Saham 47.838.229.781
6.4. Kesimpulan Nilai Pasar 5.000 lembar (50,00%%) Saham penyertaan SYH
pada VTP
Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang
terkait dalam rangka menentukan nilai saham Perseroan, maka kami berpendapat Nilai
Pasar 5.000 lembar (50,00%) Saham penyertaan SYH pada VTP per tanggal
31 Desember 2025.
Nilai Pasar 5.000 lembar (50,00%) Saham penyertaan SYH pada VTP Per
31 Desember 2025 adalah :
Rp. 47.838.229.781,-
Empat Puluh Tujuh Miliar Delapan Ratus Tiga Puluh Delapan Juta
Dua Ratus Dua Puluh Sembilan Ribu Tujuh Ratus Delapan Puluh Satu Rupiah
Penilaian Saham
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP VI - 9
Page 66
Realisasi Posisi Keuangan
(dalam Rupiah)
2023 2024 2025
KETERANGAN
Audited Audited Audited
ASET
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 1.094.603.699 632.560.260 59.212.028.234
Piutang Usaha - - 40.811.243.241
Pajak Dibayar Dimuka 2.779.891.828 105.134.872 -
Uang Muka Pembelian - 2.564.700.000 -
Jumlah Aset Lancar 3.874.495.527 3.302.395.132 100.023.271.475
Aset Tetap - Bersih 78.789.388.015 68.186.121.779 68.526.230.954
Jumlah Aset Tidak Lancar 78.789.388.015 68.186.121.779 68.526.230.954
JUMLAH ASET 82.663.883.542 71.488.516.911 168.549.502.429
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Kewajiban Usaha 60.396.611.842 52.451.497.533 49.475.893.317
Beban Yang Masih Harus dibayar 1.169.652.465 1.169.652.465 1.169.652.465
Pendapatan Diterima Dimuka 1.109.994.263 6.550.623.159 6.550.623.159
Kewajiban Pajak - 4.576.881.370 18.731.994.809
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 62.676.258.570 64.748.654.527 75.928.163.750
Liabilitas Jangka Panjang
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang - - -
Jumlah Liabilitas 62.676.258.570 64.748.654.527 75.928.163.750
Ekuitas
Modal Saham 10.000.000.000 10.000.000.000 10.000.000.000
Laba Ditahan - 9.987.624.972 (3.260.137.617)
Laba Tahun Berjalan 9.987.624.972 (13.247.762.588) 85.881.476.296
Jumlah Ekuitas 19.987.624.972 6.739.862.384 92.621.338.679
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 82.663.883.542 71.488.516.911 168.549.502.429
Penilaian Saham
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP
Page 67
Proyeksi Posisi Keuangan
(dalam Rupiah)
KETERANGAN 2026 2027 2028 2029 2030
ASET
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 46.740.755.775 62.113.704.587 79.073.489.695 96.587.478.076 114.584.160.468
Piutang Usaha 30.315.188.712 33.380.054.291 36.424.056.560 39.686.205.044 42.867.207.018
Jumlah Aset Lancar 77.055.944.487 95.493.758.878 115.497.546.255 136.273.683.121 157.451.367.486
Aset Tetap - Bersih 68.845.601.713 68.644.972.472 67.886.903.231 66.559.130.310 64.649.120.228
Jumlah Aset Tidak Lancar 68.845.601.713 68.644.972.472 67.886.903.231 66.559.130.310 64.649.120.228
JUMLAH ASET 145.901.546.200 164.138.731.350 183.384.449.486 202.832.813.431 222.100.487.714
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Kewajiban Usaha 10.281.376.882 11.194.732.767 11.975.228.305 12.945.251.089 13.913.522.704
Beban Yang Masih Harus dibayar 1.169.652.465 1.169.652.465 1.169.652.465 1.169.652.465 1.169.652.465
Pendapatan Diterima Dimuka 6.550.623.159 6.550.623.159 6.550.623.159 6.550.623.159 6.550.623.159
Kewajiban Pajak 18.731.994.809 18.731.994.809 18.731.994.809 18.731.994.809 18.731.994.809
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 36.733.647.315 37.647.003.200 38.427.498.738 39.397.521.522 40.365.793.137
Liabilitas Jangka Panjang
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang - - - - -
Jumlah Liabilitas 36.733.647.315 37.647.003.200 38.427.498.738 39.397.521.522 40.365.793.137
Ekuitas
Modal Saham 10.000.000.000 10.000.000.000 10.000.000.000 10.000.000.000 10.000.000.000
Laba Ditahan 82.621.338.679 99.167.898.885 116.491.728.150 134.956.950.747 153.435.291.908
Laba Tahun Berjalan 16.546.560.206 17.323.829.265 18.465.222.597 18.478.341.161 18.299.402.668
Jumlah Ekuitas 109.167.898.885 126.491.728.150 144.956.950.747 163.435.291.908 181.734.694.577
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 145.901.546.200 164.138.731.350 183.384.449.486 202.832.813.431 222.100.487.714
Penilaian Saham
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP
Page 68
Indikasi Nilai Ekuitas/Saham - Pendekatan Pendapatan Metode Discounted Cash Flow
(dalam Rupiah)
KETERANGAN 2026 2027 2028 2029 2030
Earning Before Tax 21.213.538.726 22.210.037.519 23.673.362.304 23.690.180.976 23.460.772.652
-/- Tax (4.666.978.520) (4.886.208.254) (5.208.139.707) (5.211.839.815) (5.161.369.983)
+/+ Depreciation & Amortization 12.680.629.241 13.512.629.241 14.362.933.241 15.231.943.929 16.120.072.852
+/+ Interest ( 1 - Tax) - - - - -
-/- Capital Expenditure (13.000.000.000) (13.312.000.000) (13.604.864.000) (13.904.171.008) (14.210.062.770)
+/- Changes in Working Capital (28.698.461.906) (2.151.509.694) (2.263.506.730) (2.292.125.701) (2.212.730.359)
Unlevered Free Cash Flow (12.471.272.459) 15.372.948.812 16.959.785.109 17.513.988.381 17.996.682.392
DR 13,72%
Terminal Growth 0,00%
Cap. Rate 13,72%
Terminal Value 131.178.438.516
Discount Period 1 2 3 4 5
Discount Factor 0,8794 0,7733 0,6800 0,5979 0,5258
Present Value (10.966.721.780) 11.887.466.279 11.532.368.748 10.472.474.006 78.438.032.368
Enterprise Value 101.363.619.621
+/+ Cash and Cash Equivalent 59.212.028.234
Indikasi Nilai Ekuitas Sebelum DLOM 160.575.647.855
Penilaian Saham
Penilaian Saham 50,00% Saham Penyertaan SYH pada VTP
Names mentioned 40 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Sheng Yue Hengli
p.1 ×6
unresolved
org
PT Venturi Tambang Perkasa Bidang
p.1
unresolved
person
KH. Abdul Halim
p.4 ×3
unresolved
org
PT Venturi Tambang Perkasa
p.4 ×5
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Edi Andesta dan Rekan
p.4
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Edi Andesta
p.4
unresolved
org
KJPP Andesta
p.4 ×4
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.4 ×2
unresolved
org
Pusat Statistik
p.6
unresolved
org
KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.6 ×3
unresolved
org
KJPP Edi Andesta
p.6 ×6
unresolved
person
Ir. Edi Andesta MAPPI
· Pemimpin Rekan
p.6
unresolved
person
Iqro Haikal Sulaiman
p.8
unresolved
org
PT Sentral Nikelindo Nusantara
p.12 ×3
unresolved
person
Lailathul Hadiza
p.19 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.19 ×2
unresolved
person
Wang Jinge
p.19
unresolved
person
Gao Shufang Gambaran Perseroan Penilaian
p.19 ×2
unresolved
person
Gao Jinliang
p.20
unresolved
person
Wang Dezhou
p.20
unresolved
org
Korrdinasi Penanaman Modal
p.20
unresolved
person
Akuntan Publik Annas Cahyadi
p.21 ×3
unresolved
person
Lukita Purnamasari
p.26
unresolved
org
PT Penta Dharma Karsa
p.26 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum Republik Indonesia
p.26
unresolved
org
PT Buma
p.30
unresolved
org
PT Samindo
p.30
unresolved
org
Resources Tbk
p.30
unresolved
org
Bank Indonesia
p.36 ×10
unresolved
org
Bank Indonesia Aspek Makro Bisnis
p.36 ×2
unresolved
org
Geologi
p.40 ×2
unresolved
org
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
p.41
unresolved
org
Kementerian ESDM
p.41
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
13001 ms
12 Sep 2026 22:06
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}