Skip to content
Back to announcement

20260619_FITT_Rencana Transaksi Material Dengan Persetujuan RUPS_32102707_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review FITT

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 78

Page 1
    LAPORAN PENILAIAN
99,9998% (549.999) Lembar Saham Penyertaan
     PT Hotel Fitra International Tbk pada
         PT Bumi Majalengka Permai

        Bidang Usaha : Penyediaan Hotel
               Disiapkan untuk:
      PT Hotel Fitra International Tbk
Page 2
                                                          DAFTAR ISI
                                                                                                                        HALAMAN



Daftar Isi----------------------------------------------------------------------------------------------------------------          i
Surat Pengantar ------------------------------------------------------------------------------------------------------              i
Pernyataan Penilai --------------------------------------------------------------------------------------------------              v
Asumsi dan Pembatas ----------------------------------------------------------------------------------------------                vii

LAPORAN PENILAIAN

BAB I       PENDAHULUAN ----------------------------------------------------------------------------------------               I-1
            1.1. Latar Belakang ----------------------------------------------------------------------------------             I-1
            1.2. Dasar Penugasan ------------------------------------------------------------------------------                I-1
            1.3. Lingkup Penilaian -------------------------------------------------------------------------------             I-2
            1.4. Pemberi Tugas ----------------------------------------------------------------------------------              I-2
            1.5. Pengguna Laporan ----------------------------------------------------------------------------                 I-2
            1.6. Maksud dan Tujuan Penilaian ---------------------------------------------------------------                   I-2
            1.7. Objek Penilaian ---------------------------------------------------------------------------------             I-3
            1.8. Kepemilikan Saham ----------------------------------------------------------------------------                I-3
            1.9. Tanggal Efektif Penilaian ---------------------------------------------------------------------               I-3
            1.10. Tanggal Pelaporan -----------------------------------------------------------------------------              I-3
            1.11. Premis Nilai --------------------------------------------------------------------------------------          I-3
            1.12. Pernyataan Independensi Penilai-----------------------------------------------------------                   I-4
            1.13. Kualifikasi Penilai -------------------------------------------------------------------------------          I-4
            1.14. Dasar Penilaian dan Definisi Nilai ----------------------------------------------------------                I-4
            1.15. Data dan Informasi -----------------------------------------------------------------------------             I-4
            1.16. Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan ----------------------------------                          I-5
            1.17. Pendekatan Penilaian dan Alasan Penggunaannya -----------------------------------                            I-5
            1.18. Konfirmasi Penugasan Bersamaan (Berdekatan) --------------------------------------                           I-7
            1.19. Asumsi dan Asumsi Khusus -----------------------------------------------------------------                   I-7
            1.20. Definisi dan Istilah ------------------------------------------------------------------------------          I-7
BAB II      GAMBARAN PERSEROAN --------------------------------------------------------------------------                      II - 1
            2.1. Gambaran Umum-------------------------------------------------------------------------------                  II - 1
            2.2. Struktur Permodalan dan Pemegang Saham --------------------------------------------                           II - 1
            2.3. Organisasi Perusahaan -----------------------------------------------------------------------                 II - 2
            2.4. Perijinan dan Legalitas Perseroan----------------------------------------------------------                   II - 2
            2.5. Aspek Manajemen dan Usaha --------------------------------------------------------------                      II - 3
                 2.5.1. Gambaran Manajemen --------------------------------------------------------------                      II - 3
                 2.5.2. Sumber Daya Manusia --------------------------------------------------------------                     II - 4
                 2.5.3. Kegiatan Usaha -----------------------------------------------------------------------                 II - 4
            2.6. Kinerja Keuangan-------------------------------------------------------------------------------               II - 4
                 2.6.1. Realisasi Laba Rugi ------------------------------------------------------------------                 II - 5
                 2.6.2. Realisasi Posisi Keuangan ---------------------------------------------------------                    II - 6
                 2.6.3. Realisasi Arus Kas --------------------------------------------------------------------                II - 8
                 2.6.4. Rasio – Rasio Keuangan ------------------------------------------------------------                    II - 9
            2.7. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian --------------------------------------------                     II - 10
            2.8. Hasil Pemeriksaan Atas Dokumen Hukum Yang Relevan ---------------------------                               II - 10
Page 3
           2.9. Uraian Mengenai Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan -----------------------------------                      II - 11
           2.10. Hasil identifikasi atas aset non operasional ----------------------------------------------             II - 11
           2.11. Data Industri, Data Pasar, Data Ekonomi dan Informasi Empiris -------------------                       II - 11
           2.12. Informasi Non Keuangan Yang Relevan Mengenai Objek Penilaian --------------                             II - 12
           2.13. Informasi Perpajakan --------------------------------------------------------------------------         II - 12
           2.14. Uraian Mengenai Penyesuaian Data Laporan Keuangan ----------------------------                          II - 12
           2.15. Perbandingan Laporan Keuangan yang Sebanding ----------------------------------                         II - 13
           2.16. Perbandingan Informasi Keuangan Industri yang Sebanding -----------------------                         II - 14
           2.17. Informasi Kompensasi Bagi Pemegang Saham -----------------------------------------                      II - 14
           2.18. Informasi Mengenai Asuransi Karyawan Kunci -----------------------------------------                    II - 14
           2.19. Perbandingan Kinerja Objek Penilaian dengan Tren Industri Sebanding ---------                           II - 14
           2.20. Analisa Pembahasan Manajemen ----------------------------------------------------------                 II - 15
BAB III    ASPEK MAKRO BISNIS dan PEMASARAN -----------------------------------------------------                         III - 1
           3.1. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia ----------------------------------------------------------                  III - 1
           3.2. Neraca Pembayaran Indonesia -------------------------------------------------------------                 III - 2
           3.3. Inflasi ----------------------------------------------------------------------------------------------    III - 3
           3.4. Nilai Tukar Rupiah ------------------------------------------------------------------------------         III - 4
           3.5. Perkembangan Industri Pariwisata dan Perhotelan ------------------------------------                      III - 5
           3.6. Perkembangan Industri Pariwisata di Majalengka --------------------------------------                     III - 8
BAB IV PENDEKATAN PENILAIAN --------------------------------------------------------------------------                    IV - 1
       4.1. Pendekatan Penilaian -------------------------------------------------------------------------                IV - 1
       4.2. Pendekatan Penilaian yang digunakan ---------------------------------------------------                       IV - 7
BAB V      PROYEKSI KEUANGAN ------------------------------------------------------------------------------               V-1
           5.1. Business Plan -----------------------------------------------------------------------------------         V-1
           5.2. Kegiatan Usaha ---------------------------------------------------------------------------------          V-1
           5.3. Proyeksi Laba Rugi ----------------------------------------------------------------------------           V-2
           5.4. Proyeksi Posisi Keuangan --------------------------------------------------------------------             V-3
           5.5. Proyeksi Arus Kas ------------------------------------------------------------------------------          V-4
           5.6. Proyeksi Rasio Keuangan --------------------------------------------------------------------              V-5
BAB VI PENILAIAN SAHAM ------------------------------------------------------------------------------------               VI - 1
         6.1. Penilaian dengan Pendekatan Pendapatan ----------------------------------------------                       VI - 1
               6.1.1 Penentuan Biaya Modal Ekuitas --------------------------------------------------                     VI - 2
               6.1.2 Tingkat Suku Bunga ------------------------------------------------------------------                VI - 3
               6.1.3 Perhitungan Weighted Average Cost of Capital (WACC) -------------------                              VI - 3
               6.1.4 Indikasi Nilai Ekuitas -----------------------------------------------------------------             VI - 4
         6.2. Penilaian dengan Pendekatan Aset --------------------------------------------------------                   VI - 5
               6.2.1 Perhitungan Biaya Ekuitas ----------------------------------------------------------                 VI - 5
               6.2.2 Nilai Pasar Aset Tetap ---------------------------------------------------------------               VI - 5
               6.2.3 Nilai Penyesuaian Posisi Keuangan Perusahaan -----------------------------                           VI - 5
               6.2.4 Nilai Pasar Saham BMP -------------------------------------------------------------                  VI - 6
         6.3. Discount for Lack of Marketability (DLOM) ------------------------------------------------                  VI - 8
         6.4. Rekonsiliasi Nilai --------------------------------------------------------------------------------         VI - 9
         6.5. Kesimpulan Nilai Pasar ------------------------------------------------------------------------            VI - 10
Lampiran :
    -    Realisasi Posisi Keuangan
    -    Proyeksi Posisi Keuangan
    -    Pendekatan Pendapatan
Page 4
No.   : 00274/2.0053-00/BS/05/0095/1/VI/2026                      Jakarta, 17 Juni 2026
Lamp. : Laporan Penilaian Saham
Kepada,
PT Hotel Fitra International Tbk
Jalan KH. Abdul Halim No. 88 RT. 005 RW. 008,
Kelurahan Munjul, Kecamatan Majalengka,
Kabupaten Majalengka
Jawa Barat

Up. Yth.Direksi

Hal: Laporan Penilaian 99,9998% Saham Penyertaan PT Hotel
        Fitra International Tbk pada PT Bumi Majalengka Permai

Dengan hormat,
Berdasarkan Proposal Penawaran Jasa Penilaian No. 130/P/Andesta/III/2026 tanggal 16 Maret
2026 oleh Kantor Jasa Penilai Publik Edi Andesta dan Rekan (“KJPP Andesta” / “Kami”)
yang ditujukan kepada PT Hotel Fitra International Tbk (“FITT” / “Perseroan”) yang telah
disepakati oleh para pihak sebagai Surat Perjanjian Kerja, maka Kami selaku penilai
(Appraisers) yang bersifat Independen berdasarkan Surat Ijin Usaha Kantor Jasa Penilai
Publik dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 1/KM.1/2022, tanggal 03 Januari
2022 dan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) Nomor KEP-30/KS.13/2026 sebagai pribadi, maka kami menyatakan telah
meneliti dan menilai 99,9998% saham penyertaan PT Hotel Fitra International Tbk (“FITT”)
pada PT Bumi Majalengka Permai (“BMP”).

Kami telah melaksanakan pemeriksaan data laporan keuangan dan data-data lain
sehubungan dengan pekerjaan tersebut dan telah melakukan inspeksi lapangan dan analisa
pada tanggal 25 Maret 2026 s/d 17 Mei 2026 dan memperhatikan faktor-faktor utama yang
berpengaruh terhadap nilai, antara lain :
a. Data legalitas kepemilikan saham penyertaan dan laporan keuangan yang
   bersangkutan.
b. Laporan Keuangan BMP per 31 Desember 2020, 2021, 2022, 2023, 2024 dan 2025
   (Audited).
c. Tinjauan terhadap kondisi fundamental perusahaan yang menyangkut : sejarah singkat
   perusahaan, struktur modal dan susunan pengurus, diskripsi bidang usaha dan kinerja
   keuangan perusahaan serta memperhatikan kondisi makro yang ada.
d. Bisnis Plan.
e. Data-data lain sebagai informasi.
Page 5
Sebelumnya, kami telah menyusun dan menerbitkan Laporan penilaian saham 99,9998%
saham BMP dengan laporan No. 00234/2.0053-00/BS/05/0095/1/V/2026 Tanggal 18 Mei
2026, Penerbitan laporan ini kembali didasarkan atas Perubahan dan/atau Tambahan
Informasi Atas Surat Perubahan dan/atau Tambahan Informasi atas Rencana Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha PT Hotel Fitra International Tbk (Perseroan) no S-
184/PM.211/2026 tanggal 9 Juni 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Adapun
Perubahan dan/atau Tambahan Informasi pada laporan ini Adalah:
1)   Pengungkapan opini dari Akuntan Publik
2)   Pengungkapan analisis pembahasan manajemen
3)   Penambahan penjelasan pada Analisa proyeksi rasio keuangan


MAKSUD DAN TUJUAN PENILAIAN
Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak manajemen, bahwa tujuan dari penilaian ini
adalah mengungkapkan pendapat mengenai opini nilai pasar 99,9998% saham BMP, yang
akan dipergunakan untuk Transaksi Jual beli dalam rangka divestasi saham kepemilikan
FITT pada BMP.


DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN
Dasar nilai yang sesuai untuk digunakan sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Penilaian Bisnis di Pasar Modal
(Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020) adalah “Nilai Pasar. Dalam penilaian usaha yang
dalam hal ini berupa saham, didefinisikan sebagai : estimasi sejumlah uang yang dapat
diperoleh atau dibayar untuk penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian,
antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu
transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua pihak
masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa
paksaan.


TANGGAL EFEKTIF PENILAIAN
Tanggal efektif penilaian (cut off date) adalah tanggal dimana hasil nilai ditetapkan dengan
kondisi dan syarat-syarat yang diberlakukan. Dalam Laporan Penilaian ini maka Nilai Pasar
diperhitungkan pada tanggal 31 Desember 2025. Tanggal ini sesuai laporan keuangan
terakhir yang tersedia dan dapat diperoleh dan diterima penilai sebagai dasar untuk
melakukan penilaian, yaitu laporan keuangan per 31 Desember 2025 (audited).




Surat Pengantar
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                   ii
Page 6
INDEPENDENSI PENILAI & BENTURAN KEPENTINGAN
Dalam mempersiapkan Laporan Penilaian ini kami telah bertindak secara independen tanpa
adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas ataupun pihak-pihak yang
terafiliasi dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau
keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Penilaian ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pada pihak manapun. Imbalan
yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh indikasi nilai yang dihasilkan
dari proses penilaian ini.

PENDEKATAN DAN METODE PENILAIAN YANG DIGUNAKAN
Dengan mempertimbangkan pendekatan-pendekatan yang lazim diterapkan dalam
penilaian saham pada perusahaan, karakteristik BMP sebagai perusahaan yang bergerak
dalam bidang jasa penyediaan hotel, maka menurut pendapat kami pendekatan yang paling
relevan dalam penilaian ini adalah dengan menggunakan Pendekatan Pendapatan Metode
DCF (Discounted Cash Flow) dan Pendekatan Aset Metode Penyesuaian Aset Bersih
(Adjusted Net Asset Method).

SUMBER DATA DAN INFORMASI

Sumber data primer diperoleh dari pihak manajemen BMP, sesuai laporan keuangan
perusahaan yang diterima adalah per 31 Desember 2020, 2021, 2022, 2023, 2024 dan 2025.
Sedangkan Sumber data dan informasi sekunder berasal dari media cetak, elektronik,
internet, Badan Pusat Statistik, data base dan berbagai sumber data lainnya.




Surat Pengantar
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                 iii
Page 7
KESIMPULAN

Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang
terkait dalam rangka menentukan nilai saham Perusahaan, maka kami berpendapat Opini
Nilai Pasar 99,9998% saham penyertaan FITT pada BMP per tanggal 31 Desember 2025
adalah :


                            Rp. 21.399.114.000,-
            Dua Puluh Satu Miliar Tiga Ratus Sembilan Puluh Sembilan Juta
                          Seratus Empat Belas Ribu Rupiah

Kami menyatakan dengan sesungguhnya bahwa kami tidak mempunyai kepentingan baik
secara langsung maupun tidak langsung atas hasil dari penilaian yang telah kami
laksanakan, dan penilaian ini telah dilaksanakan sesuai dengan Standar penilaian Indonesia
dan Kode Etik Penilai Indonesia yang berlaku.

Hormat kami,
KJPP Edi Andesta dan Rekan




Ir. Edi Andesta MAPPI (Cert.)
Pemimpin Rekan
MAPPI 94-S-00411
Ijin Penilai PB-1.09.00095
Register RMK-2017.00091
Register Nomor KEP-30/KS.13/2026
Lisensi BPN No : 340/SK-600.PT.01.01/VII/2019
Klasifikasi Penilai Properti dan Bisnis




Surat Pengantar
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                iv
Page 8
                                     PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan
di bawah ini menerangkan bahwa :

1. Pernyataan, analisis, opini dan kesimpulan dalam laporan ini, sebatas pengetahuan
   kami, adalah benar dan akurat dan kami bertanggung jawab atas laporan penilaian ini.

2. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap objek penilaian pada tanggal
   penilaian (cut off date).

3. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan penilaian
   usaha.

4. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
   sebagai kesimpulan nilai.

5. Kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.

6. Data ekonomi dan industri dalam laporan penilaian usaha diperoleh dari berbagai
   sumber yang diyakini penilai properti/usaha dapat dipertanggungjawabkan.

7. Analisi, opini dan kesimpulan yang dinyatakan didalam Laporan Penilaian ini dibatasi
   oleh asumsi dan batasan-batasan yang diungkapkan didalam Laporan Penilaian, yang
   mana merupakan hasil analisis, opini dan kesimpulan Penilai yang tidak berpihak dan
   tidak memiliki benturan kepentingan.

8. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang
   terhadap properti/bisnis yang dinilai, maupun memiliki kepentingan pribadi atau
   keberpihakan kepada pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan terhadap
   properti/bisnis yang dinilai.

9. Penunjukan dalam penugasan ini tidak berhubungan dengan opini penilaian yang telah
   disepakati sebelumnya dengan pemberi tugas.

10. Biaya jasa profesional tidak dikaitkan dengan besaran opini nilai, pencapaian hasil yang
    dinyatakan, atau adanya kondisi yang terjadi kemudian (subsequent event) yang
    berhubungan secara langsung dengan penggunaan yang dimaksud.

11. Penilai telah mengikuti persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan/
    dilaksanakan Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).

12. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan properti/bisnis
    dan/atau jenis industri yang dinilai.
Surat Pengantar
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                   v
Page 9
13. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut :

     - Identifikasi masalah (identifikasi, batasan, tujuan, objek, definisi dan tanggal
       penilaian).
     - Pengumpulan data dan wawancara.
     - Analisis data.
     - Estimasi dengan menggunakan Pendekatan Penilaian.
     - Penulisan laporan.


13. Lingkup pekerjaan dan data-data yang diterima telah diungkapkan pada laporan.

14. Penilai atau pelaksana inspeksi (surveyor) telah melakukan inspeksi lapangan terhadap
    properti/bisnis yang dinilai.

15. Tidak seorangpun selain yang bertandatangan dibawah ini, yang telah terlibat dalam
    pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang
    dinyatakan dalam laporan penilaian ini.

16. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penilaian telah
    dibuat dengan memenuhi ketentuan Peraturan No. 35/POJK.04/2020.

    Ir. Edi Andesta, MAPPI (Cert)
    Pemimpin Rekan
    MAPPI 94-S-00411
    Ijin Penilai PB-1.09.00095
    Register RMK-2017.00091                                  ..............................................

    Ahmad Firdaus, S.Pd.
    Pengendali Mutu
    MAPPI 04-T-01814
    Register RMK-2017.00718                                  ..............................................

    Iqro Haikal Sulaiman, S.E.
    Penilai
    MAPPI 11-T-03175
    Register RMK-2017.00719                                  ..............................................


Surat Pengantar
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                                 vi
Page 10
                                      ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS

Penilaian ini berdasarkan asumsi-asumsi dan syarat-syarat pembatasan sebagai berikut:
1. Menghasilkan Laporan Penilaian Bisnis yang bersifat non-disclaimer opinion;
2. Mencerminkan bahwa Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen yang
   digunakan dalam proses Penilaian;
3. Mencerminkan bahwa data dan informasi yang diperoleh berasal dari keakuratannya;
4. Menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
   kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen pencapaiannya (fiduciary
   duty);
5. Mencerminkan bahwa Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan
   kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan;
6. Menghasilkan Laporan Penilaian Bisnis yang terbuka untuk publik, kecuali terdapat
   informasi yang bersifat rahasia yang perusahaan;
7. Mencerminkan bahwa Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Bisnis
   dan kesimpulan Nilai; dan
8. Mencerminkan bahwa Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas status hukum
   objek Penilaian dari pemberi tugas.




Surat Pengantar
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                             vii
Page 11
    BAB I                PENDAHULUAN


1.1.     Latar Belakang

         FITT sebagai pemegang saham BMP sebesar 99,9998%, FITT berencana akan
         melakukan divestasi terhadap seluruh penyertaan saham tersebut. Sehubungan dengan
         rencana tersebut, maka manajemen FITT menunjuk KJPP Andesta sebagai penilai
         independen untuk memberikan pendapat yang obyektif mengenai opini Nilai Pasar
         99,9998% penyertaan saham FITT pada BMP.

         Dalam aplikasi penilaian untuk menentukan Nilai Pasar saham, komponen nilai disajikan
         secara bersamaan dan terpadu. Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan dalam
         penilaian meliputi :

         a.   Data legalitas akte pendirian dan akte perubahan
         b.   Laporan keuangan BMP 31 Desember 2020, 2021, 2022, 2023, 2024 dan 2025
              (audited).
         c.   Tinjauan terhadap kondisi fundamental perusahaan yang menyangkut : sejarah
              singkat perusahaan, struktur modal dan susunan pengurus, diskripsi bidang usaha
              dan kinerja keuangan perusahaan serta memperhatikan kondisi makro yang ada.
         d.   Data-data lain sebagai informasi.


1.2.     Dasar Penugasan
         Sesuai surat penawaran Kami No. 130/P/Andesta/III/2026 tanggal 16 Maret 2026, penilaian
         ini dilakukan atas permintaan FITT, yang selanjutnya dalam penugasan ini sebagai
         Pemberi Tugas.

         Penilaian dilakukan dengan berpedoman kepada Peraturan No. 35/POJK.04/2020,
         dengan ruang lingkup antara lain meliputi; Verifikasi dan identifikasi data, pemeriksaan
         data-data dan analisa, dan penyampaian pendapat atas Nilai Pasar Saham dalam bentuk
         Laporan Penilaian.




Pendahuluan
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                      I-1
Page 12
1.3.     Lingkup Penilaian
         Lingkup penilaian hanya mencakup penilaian saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT
         pada BMP yang bergerak dalam bidang jasa penyediaan hotel per tanggal efektif
         penilaian.

1.4.     Pemberi Tugas
         Pemberi tugas dengan data-data dapat diuraikan sebagai berikut :

         Nama Perusahaan             : PT Hotel Fitra International Tbk
         Bidang Usaha                : Industri Perhotelan
         Alamat                      : Jalan KH. Abdul Halim No. 88 RT. 005 RW. 008
                                       Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan          Majalengka
                                       Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat
         No. Telp                    : 0233 - 8292 888
         Email                       : reservation@fitrahotel.co.id
         Website                     : www.fitratbk.co.id

1.5.     Pengguna Laporan
         Pengguna laporan dengan data-data dapat diuraikan sebagai berikut :

         Nama Perusahaan             : PT Hotel Fitra International Tbk
         Bidang Usaha                : Industri Perhotelan
         Alamat                      : Jalan KH. Abdul Halim No. 88 RT. 005 RW. 008
                                       Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka,
                                       Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat
         No. Telp                    : 0233 - 8292 888
         Email                       : reservation@fitrahotel.co.id
         Website                     : www.fitratbk.co.id


1.6.     Maksud Dan Tujuan Penilaian

         Menurut infomasi yang diberikan kepada kami, bahwa maksud dari penilaian ini adalah
         untuk mengungkapkan pendapat yang obyektif mengenai Opini Nilai Pasar 99,9998%
         Saham Penyertaan FITT pada BMP per tanggal 31 Desember 2025 dengan mata uang
         Rupiah yang akan dipergunakan untuk kepentingan divestasi saham dan oleh karenanya
         tidak direkomendasikan untuk penggunaan lainnya.

Pendahuluan
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                     I-2
Page 13
1.7.     Objek Penilaian
         Objek penilaian dalam penugasan ini adalah nilai pasar saham 99,9998% Saham
         Penyertaan FITT pada BMP yang bergerak dalam bidang penyediaan hotel.


1.8.     Kepemilikan Saham

         Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, pemegang saham BMP dapat
         dilihat pada tabel di bawah ini :

                                                                    Persentase (%)   Modal Disetor
           No         Pemegang Saham               Lembar Saham
                                                                     Kepemilikan         (Rp)
           1    PT Hotel Fitra Internasional Tbk          549.999        99,9998%     54.999.900.000
           2    Siti Rahayu                                     1         0,0002%            100.000
                          Total                           550.000          100,00%    55.000.000.000


1.9.     Tanggal Efektif Penilaian
         Tanggal efektif penilaian (cut off date) adalah tanggal dimana hasil nilai ditetapkan dengan
         kondisi dan syarat-syarat yang diberlakukan. Dalam Laporan Penilaian ini maka Nilai
         Pasar diperhitungkan pada tanggal 31 Desember 2025. Tanggal ini sesuai laporan
         keuangan terakhir yang tersedia dan dapat diperoleh dan diterima penilai sebagai dasar
         untuk melakukan penilaian, yaitu laporan keuangan per 31 Desember 2025 (audited).

1.10. Tanggal Pelaporan
         Tanggal pelaporan adalah tanggal dimana laporan penilaian ini disampaikan, oleh
         karenanya sesuai dalam surat perjanjian kerja sama dan skedul pekerjaan, laporan ini
         disampaikan pada tanggal 18 Mei 2026.

1.11. Premis Nilai
         Asumsi yang digunakan adalah nilai pasar untuk saham mayoritas sebesar 99,9998%
         saham penyertaan FITT pada BMP dengan asumsi perusahaan berjalan (going concern).




Pendahuluan
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                          I-3
Page 14
1.12. Pernyataan Independensi Nilai
         Dalam mempersiapkan Laporan Penilaian ini kami bertindak secara independen tanpa
         adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas ataupun pihak-pihak yang
         terafiliasi. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan
         dengan penugasan ini.

1.13. Kualifikasi Penilai
         Sesuai Keputusan Menteri Keuangan No. 1/KM.1/2022 tertanggal 3 Januari 2022 tentang
         Izin Penilai, dimana Ir. Edi Andesta, MAPPI (Cert) ditetapkan dengan kualifikasi sebagai
         penilai Bidang Jasa Penilaian Properti dan Bisnis (PB) dengan izin penilai publik
         PB.1.09.00095 dan STTD OJK untuk penilaian Properti dan Usaha dengan Nomor KEP-
         30/KS.13/2026.

1.14. Dasar Penilaian dan Definisi Nilai

         Dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam penilaian ini sesuai Peraturan
         35/POJK.04/2020 adalah “Nilai Pasar (Market Value)”, yang didefinisikan sebagai berikut:

         Nilai Pasar (Market Value) adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil
         penukaran aset atau liabilitas pada Tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat
         membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan,
         yang pemasarannya dilakukan secara layak, di mana kedua Pihak masing-masing
         bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan.


1.15. Data dan Informasi
         Data-data dan informasi sebagai berikut :

         a.   Hasil Pelaksanaan Inspeksi
              Setelah dilakukan wawancara dengan pihak managemen BMP, bidang usaha
              penyediaan hotel.

         b.   Sifat Pengendalian Objek Penilaian (controlling)
              Sesuai dengan struktur modal saham BMP, di mana FITT sebagai mayoritas, maka
              pengendali objek penilaian adalah FITT.



Pendahuluan
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                      I-4
Page 15
         c.    Tingkat Likuiditas Pasar Objek Penilaian (marketability)

               Mengingat BMP adalah sebuah perusahaan tertutup, yang sahamnya tidak
               diperjualbelikan di Pasar Modal, maka Objek Penilaian bersifat tidak likuid.

          d. Informasi Identitas Pihak yang di Wawancarai.

               Pihak-pihak yang di wawancarai pada pelaksanaan penilaian BMP adalah Bapak
               Steve Mulyono sebagai Direktur.

          e. Dokumen dan Sumber Informasi.

               Dokumen-dokumen yang digunakan dalam melakukan penilaian ini adalah
               dokumen-dokumen yang berasal dari pihak manajemen sebagai data-data primer
               berupa laporan keuangan BMP tahun 2020, 2021, 2022, 2023, 2024 dan 2025
               (audited), sedangkan data-data sekunder berasal dari media massa, internet, koran,
               BPS, Bursa Efek Indonesia dan sumber data lainnya dapat dipercaya.

          f.   Jenis-Jenis Ekuitas dan Hak yang Melekat.

               Ekuitas pada objek penilaian, terdiri dari modal disetor pemegang saham. Modal
               disetor dari para pemegang saham mayoritas dan minoritas.

1.16. Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

         Informasi perkiraan dan pendapat yang diperoleh dari berbagai sumber seperti informasi
         yang dipublikasikan dan data riset ataupun data yang diperoleh dari Pemerintah, dianggap
         merupakan informasi yang relevan dan dapat dipercaya kebenarannya, oleh karenanya
         tidak dilakukan verifikasi/pengecekan lebih lanjut.

1.17. Pendekatan Penilaian dan Alasan Penggunaannya

         Penilaian saham BMP dilakukan dengan menggunakan 2 (Dua) pendekatan yaitu
         berdasarkan Pendekatan Pendapatan Metode Discounted Cash Flow dan Pendekatan
         Aset Metode Adjusted Net Asset Method Alasan-alasan pemilihan pendekatan pasar dan
         pendekatan aset dalam penilaian ini adalah sebagai berikut:

         a.    Kami tidak menerapkan ”Pendekatan Pasar” karena kami tidak memperoleh data
               pembanding di Bursa Efek Indonesia yang bergerak di bidang hotel yang sebanding
               dengan Objek Penilaian, dengan demikian metode perbandingan dengan
               perusahaan terbuka tidak dapat digunakan dalam penilaian ini.

Pendahuluan
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                      I-5
Page 16
         b.   Pada umumnya pertimbangan yang terpenting bagi pihak yang berniat membeli
              suatu perusahaan adalah kemampuan perusahaan tersebut dalam menghasilkan
              pendapatan dimasa depan. Oleh karena itu, metode-metode penilaian yang
              didasarkan pada konsep hubungan antara pendapatan dan nilai, terutama metode
              diskonto pendapatan ekonomi mendatang, umum digunakan dalam penilaian atas
              ekuitas suatu perusahaan. BMP adalah Perusahaan yang bergerak dalam bidang
              perhotelan, secara komersial beroperasi. Dengan demikian, metode-metode
              penilaian yang didasarkan pada konsep hubungan antara pendapatan dan nilai yaitu
              metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, metode kapitalisasi pendapatan ekonomi
              mendatang, dan terutama metode diskonto pendapatan ekonomi atau metode
              diskonto arus kas [discounted cash flow method] kami pandang dapat digunakan
              dalam penilaian ini.

              Alasan pendekatan ini digunakan karena Perusahaan merupakan entitas usaha
              perhotelan yang telah beroperasi secara komersial dan menghasilkan pendapatan
              secara berkelanjutan dari kegiatan operasional, Metode DCF digunakan untuk
              mengestimasi nilai kini dari proyeksi arus kas masa depan yang diharapkan akan
              dihasilkan oleh Perusahaan. Pendekatan ini dinilai paling representatif dalam
              mencerminkan nilai Perusahaan sebagai entitas going concern, karena secara
              langsung menangkap potensi manfaat ekonomi masa depan.

         c.   Pendekatan Aset (Asset Based Approach) dapat kami terapkan dalam laporan
              penilaian ini karena BMP berbasis aset, serta dilakukan penilaian terhadap aset tetap
              BMP dengan demikian Pendekatan Aset (Asset Based Approach) dapat digunakan.

              Alasan pendekatan ini digunakan karena disamping menghasilkan arus kas, usaha
              perhotelan merupakan bisnis yang bersifat asset based dengan komponen aset
              tetap yang material. ekuitas suatu perusahaan dimana Nilai perusahaan sangat
              bergantung pada nilai aset tetap

         Setelah mempelajari secara seksama, kami berpendapat pendekatan yang relevan
         dilakukan untuk menentukan nilai pasar saham BMP adalah Pendekatan Pendapatan
         Metode DCF (Discounted Cash Flow) dan Pendekatan Aset Metode Adjusted Net Asset
         Method.




Pendahuluan
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                       I-6
Page 17
1.18. Konfirmasi Penugasan Bersamaan (Berdekatan)
         Berdasarkan Informasi dari Pemberi Tugas, bahwa aset atau liabilitas yang menjadi objek
         penilaian tidak sedang atau telah dinilai oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud, tujuan,
         pengguna laporan dan tanggal penilaian yang sama atau berdekatan (dalam jangka waktu
         tidak lebih dari dua bulan). KEPI 2018 Edisi VII-Tahun 2018 butir 5.8.C.4

1.19. Asumsi dan Asumsi Khusus

         a. Kami berasumsi bahwa saham yang dinilai, tidak mempunyai masalah hukum dan
            bahwa hak kepemilikannya adalah sah dan dapat dipasarkan.
         b. Laporan harus digunakan secara keseluruhan yang tak terpisahkan dan
            penggunaanya terbatas pada maksud dan tujuan penilaian ini saja. Laporan ini tidak
            akan berlaku untuk maksud dan tujuan berbeda.
         c. Tidak dibenarkan bilamana sebagian atau keseluruhan dari laporan dipublikasikan
            dimedia cetak/elektronik sebelum mendapat persetujuan tertulis dari Kami sebagai
            penilai dan pembuat laporan.
         d. Penilai dibebaskan dari segala tuntutan dan kewajiban yang berkaitan dengan
            penggunaan laporan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan dari laporan.
         e. Dalam Penugasan ini, Pemberi Tugas telah mempelajari, mengetahui dan menyadari
            sepenuhnya mengenai keberadaan KJPP Andesta.
         f.   Baik KJPP Andesta, maupun para penilai dan karyawan lainnya, sama sekali tidak
              mempunyai kepentingan finansial terhadap Saham yang dinilai.


1.20. Definisi dan Istilah

         Berdasarkan Peraturan No.35/POJK.04/2020, Definisi yang digunakan dalam penilaian
         usaha adalah sebagai berikut:

         a.   Premis Nilai adalah asumsi Nilai yang berhubungan dengan suatu kondisi transaksi
              yang dapat digunakan pada objek Penilaian.
         b.   Nilai Buku adalah:
              1) Hasil kapitalisasi atas biaya perolehan aset, dikurangi akumulasi depresiasi,
                 deplesi, amortisasi atau penurunan nilai sebagaimana yang tercatat dalam
                 laporan keuangan; atau
              2) Selisih antara total aset dikurangi dengan total liabilitas dari perusahaan
                 sebagaimana tercatat dalam laporan keuangan.

Pendahuluan
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                         I-7
Page 18
         c.   Asumsi adalah sesuatu yang dianggap akan terjadi termasuk fakta, syarat, atau
              keadaan yang mungkin dapat mempengaruhi objek Penilaian atau pendekatan
              penilaian dan kewajarannya telah dianalisis oleh Penilai Bisnis sebagai bagian dari
              proses Penilaian.
         d.   Pendekatan Pasar adalah Pendekatan Penilaian dengan cara membandingkan
              objek Penilaian dengan objek lain yang sebanding dan sejenis serta telah tersedia
              informasi harga transaksi atau penawaran.
         e.   Pendekatan Pendapatan adalah Pendekatan Penilaian dengan cara mengkonversi
              manfaat ekonomis atau pendapatan yang diperkirakan akan dihasilkan oleh objek
              Penilaian dengan tingkat diskonto tertentu.
         f.   Metode Penilaian adalah suatu cara atau rangkaian cara tertentu dalam melakukan
              Penilaian.
         g.   Business Interest adalah kepemilikan dalam perusahaan yang antara lain meliputi
              penyertaan dalam perusahaan, surat berharga, aset keuangan lainnya dan aset tak
              berwujud.
         h.   Faktor Kapitalisasi adalah semua jenis rasio yang digunakan untuk mengkonversi
              pendapatan menjadi suatu nilai.
         i.   Laporan Penilaian Bisnis adalah laporan tertulis yang dibuat oleh Penilai Bisnis
              yang memuat pendapat Penilai Bisnis mengenai objek Penilaian serta menyajikan
              informasi tentang proses Penilaian.
         j.   Diskon Tanpa Pengendalian (Discount for Lack of Control) adalah suatu jumlah
              atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari Nilai suatu ekuitas sebagai
              cerminan dari kurangnya tingkat pengendalian atas Objek penilaian.
         k.   Diskon Likuiditas Pasar (Discount For Lack of Marketability) adalah suatu jumlah
              atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari Nilai suatu ekuitas sebagai
              cerminan dari kurangnya likuiditas dari Objek penilaian.
         l.   Kelangsungan Usaha adalah suatu kondisi yang mencerminkan usaha yang
              sedang beroperasi atau dalam konstruksi, atau suatu premis dalam Penilaian,
              dimana Penilai Bisnis menganggap suatu perusahaan akan terus melanjutkan
              operasinya secara berkelanjutan.
         m. Kapitalisasi adalah:
              1) Pengkonversian arus kas bersih atau penghasilan bersih lain, baik yang bersifat
                 aktual maupun perkiraan, selama periode tertentu yang ekuivalen dengan Nilai
                 aset pada suatu tanggal tertentu; atau
              2) Pengakuan atas suatu pengeluaran modal.

Pendahuluan
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                      I-8
Page 19
         n.   Premi Kendali (Premium for Control) adalah suatu jumlah atau persentase
              tertentu yang merupakan penambah dari Nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari
              tingkat pengendalian atau Objek penilaian
         o.   Kendali Mayoritas adalah tingkat kemampuan pengendalian suatu perseroan oleh
              pemegang saham pengendali.
         p.   Tingkat Kapitalisasi adalah jumlah pembagi yang digunakan untuk mengkonversi
              pendapatan menjadi Nilai.
         q.   Tingkat Imbal Balik (Rate of Return) adalah jumlah laba atau rugi dan/atau
              perubahan nilai yang direalisasikan atau diharapkan dari suatu investasi yang
              dinyatakan dalam persentase.
         r.   Tingkat Diskonto adalah suatu Tingkat Imbal Balik untuk mengkonversikan nilai di
              masa depan ke nilai sekarang yang mencerminkan nilai waktu dari uang dan
              ketidakpastian atau terealisasinya pendapatan ekonomi.
         s.   Arus Kas Bersih adalah jumlah kas yang:
              1)    Tersedia setelah terpenuhinya kebutuhan kas untuk kegiatan operasional;
              2)    Merupakan arus kas yang tersedia bagi penyedia modal yang terdiri dari utang
                    dan ekuitas ; dan
              3)    Telah bebas dari kewajiban untuk mempertahankan operasi saat ini dan untuk
                    mengantisipasi pertumbuhan perusahaan.
         t.   Nilai Terminal (Terminal Value) adalah Nilai dari jumlah arus kas untuk periode
              setelah periode waktu tetap, dimana arus kas yang diterapkan dapat menggunakan
              model ekuitas atau Modal Investasi.




Pendahuluan
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                       I-9
Page 20
      BAB II
                         GAMBARAN PERSEROAN


2.1      Gambaran Umum

         BMP didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 02 tanggal 09 Desember 2013 dibuat oleh
         Notaris Muhammad Hanafi S.H., notaris di Jakarta yang telah mendapatkan pengesahan
         dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
         No. AHU-02739.AH.01.01.Tahun 2014 tanggal 20 Januari 2014. Akta perusahaan telah
         mengalami perubahan, terakhir dengan Akta No. 12 tanggal 20 Juni 2019 oleh Notaris
         Rudy Siswanto S.H., mengenai pernyataan keputusan para pemegang saham secara
         edaran. Akta perubahan ini telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Hukum dan
         Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-
         0096462.AH.01.11.Tahun 2019 tanggal 21 Juni 2019.

         Berdasarkan pasal 3 anggaran dasar, maksud dan tujuan BMP adalah menjalankan
         usaha dalam bidang jasa penyediaan penginapan (hotel dan transit hotel), jasa
         pengelolaan hotel meliputi aspek pemasaran, operasional dan pemeliharaan hotel, baik
         berupa piranti lunak maupun piranti keras, perdagangan, pembangunan (kontraktor) guna
         memborong segala pekerjaan bangunan dan pekerjaan umum, industri, pengangkutan
         darat, percetakan dan perbengkelan.

         BMP berdomisili di Jalan KH. Abdul Halim No. 88 RT.005 RW.008 Kelurahan Majalengka
         Kulon, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.


2.2      Struktur Permodalan dan Pemegang Saham

         Berdasarkan Akta No. 12 tanggal 20 Juni 2019, pemegang saham BMP dapat dilihat pada
         tabel di bawah ini :


                                                                    Persentase (%)   Modal Disetor
           No         Pemegang Saham               Lembar Saham
                                                                     Kepemilikan         (Rp)
           1    PT Hotel Fitra Internasional Tbk          549.999        99,9998%     54.999.900.000
           2    Siti Rahayu                                     1         0,0002%            100.000
                          Total                           550.000          100,00%    55.000.000.000


Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                          II - 1
Page 21
2.3      Organisasi Perusahaan

         Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, susunan pengurus BMP adalah
         sebagai berikut:

         Dewan Komisaris

         Komisaris                             : Tn. Joni Rizal

         Direksi

         Direksi                               : Tn. Steve Mulyono


2.4      Perijinan dan Legalitas Perseroan

         a. Akta Pendirian No. 2 tanggal 9 Desember 2013 dari Notaris Muhammad Hanafi, S.H,
            notaris di Kota Jakarta Selatan. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
            Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
            02737.AH.01.01.Tahun 2014 tanggal 20 Januari 2014.
         b. Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT. Bumi Majalengka Permai No.
            15 tanggal 11 Februari 2016 dari Notaris Benediktus Andy Widyanto, S.H, notaris di
            Kota Tangerang Selatan. Akta telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi
            Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam
            Surat Pemberitahuan dengan No. AHU-AH.01.03-0023438 pada tanggal
            15 Februari 2016.
         c. Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT. Bumi Majalengka Permai No.
            26 tanggal 16 Februari 2016 dari Notaris Benediktus Andy Widyanto, S.H, notaris di
            Kota Tangerang Selatan.
         d. Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Secara Edaran PT. Bumi
            Majalengka Permai No. 17 tanggal 18 April 2018 dari Notaris Rudy Siswanto, S.H,
            notaris di Jakarta Utara.
         e. Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT. Bumi Majalengka Permai No. 25 tanggal 24
            April 2018 dari Notaris Rudy Siswanto, S.H, notaris di Jakarta Utara. Akta telah
            diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum
            dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Pemberitahuan dengan No.
            AHU-AH.01.03-0165813 pada tanggal 26 April 2018.




Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                    II - 2
Page 22
         f. Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Secara Edaran PT. Bumi
            Majalengka Permai No. 25 tanggal 24 April 2018 dari Notaris Rudy Siswanto, S.H,
            notaris di Jakarta Utara. Akta telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi
            Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam
            Surat Pemberitahuan dengan No. AHU-AH.01.03-0165813 pada tanggal
            26 April 2018.
         g. Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Secara Edaran PT. Bumi
            Majalengka Permai No. 49 tanggal 26 Desember 2018 dari Notaris Rudy Siswanto,
            S.H, notaris di Jakarta Utara.
         h. Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Secara Edaran PT. Bumi
            Majalengka Permai No. 16 tanggal 27 Maret 2019 dari Notaris Rudy Siswanto, S.H,
            notaris di Jakarta Utara. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
            Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
            0017184.AH.01.02.Tahun 2019 tanggal 28 Maret 2019.
         i. Akta terakhir yang buat yaitu Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham
            Secara Edaran PT. Bumi Majalengka Permai No. 12 tanggal 20 Juni 2019 dari Notaris
            Rudy Siswanto, S.H, notaris di Jakarta Utara. Akta telah diterima dan dicatat dalam
            Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
            Republik Indonesia dalam Surat Pemberitahuan dengan No. AHU-AH.01.03-0289195
            pada tanggal 21 Juni 2019.
         j. Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan No. 9120206410013 atas nama PT. Bumi
            Majalengka Permai diterbitkan Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik
            Indonesia tanggal 1 April 2019.


2.5      Aspek Manajemen dan Usaha

2.5.1. Gambaran Manajemen
         Manajemen perusahaan merupakan bagian aktivitas perusahaan yang secara langsung
         maupun tidak langsung akan memberikan kontribusi keberhasilan dalam menjalankan
         usahanya, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Koordinasi semua sumber daya
         melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan,
         dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.
         Dapat disimpulkan bahwa dalam manajemen harus ada: tujuan, proses, suatu keahlian,
         pihak yg mengatur dan di atur.

         Sesuai bidang usaha penyediaan hotel yang bergerak dalam bidang penyediaan hotel.
         Maka Aktifitas saat ini ditangani oleh karyawan-karyawan inti dan karyawan pendukung.
Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                   II - 3
Page 23
2.5.2. Sumber Daya Manusia

         Sumber Daya Manusia merupakan hal yang vital bagi BMP sebagai mitra untuk mencapai
         keberhasilan setiap usaha dan kegiatannya. Perseroan menyadari bahwa kinerja usaha
         Perseroan sangat terpengaruh dengan kondisi sumber daya manusia, sehingga kebijakan
         manajemen sehubungan dengan peran sumber daya manusia antara lain diwujudkan dalam
         pemenuhan peraturan-peraturan Pemerintah dalam hal ketenagakerjaan juga fasilitas
         lainnya.

         Fasilitas yang diberikan kepada karyawannya meliputi tunjangan perawatan dan pengobatan
         kesehatan, program keluarga berencana, upah selama sakit, tunjangan kecelakaan kerja,
         tunjangan kematian bukan kecelakaan kerja, istirahat mingguan dan harian, cuti hamil,
         keselamatan kerja, pemberian fasilitas untuk pekerja dengan jabatan tertentu.


2.5.3. Kegiatan Usaha

         BMP bergerak dalam bidang penyediaan hotel. Pada saat ini, pendapatan perseroan
         diperoleh dari usaha pengelolaan hotel.


2.6      Kinerja Keuangan
         Berikut data-data laporan keuangan yang diterima:
         a. Laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
            diaudit oleh Akuntan Publik Drs Moch. Chaeroni, Ak, CA, BKP, CPA dari KAP Drs.
            Chaeroni & Rekan dengan Opini Tanpa Modifikasian. Dengan No
            00046/2.0713/AU.1/05/0163-1/1/IV/2021 Tanggal 22 April 2021.
         b. Laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
            diaudit oleh Akuntan Publik Dulgani SE, AK, CPA, CA dari KAP Dra. Suhartati &
            Rekan      dengan     opini    Opini   Tanpa     Modifikasian.  Dengan     No
            00038/2.0119/AU.1/05/0165-1/1/III/2022 Tanggal 10 Maret 2022.
         c. Laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
            diaudit oleh Akuntan Publik Dulgani SE, AK, CPA, CA dari KAP Dra. Suhartati &
            Rekan      dengan     opini    Opini   Tanpa     Modifikasian.  Dengan     No
            00074/2.0119/AU.1/05/0165-2/1/III/2023 Tanggal 24 Maret 2023.
         d. Laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
            diaudit oleh Akuntan Publik Dulgani SE, AK, CPA, CA dari KAP Dra. Suhartati &
            Rekan dengan Opini Tanpa Modifikasian. Dengan No 00028/2.0119/AU.1/05/0165-
            03/1/II/2024 Tanggal 19 Februari 2024.
Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                    II - 4
Page 24
             e. Laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
                diaudit oleh Akuntan Publik Dulgani SE, AK, CPA, CA dari KAP Dra. Suhartati &
                Rekan dengan Opini Tanpa Modifikasian. Dengan No 00149/2.0119/AU.1/05/0165-
                4/1/IV/2025 Tanggal 16 April 2025.
             f. Laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 yang
                diaudit oleh Akuntan Publik Drs. Liasta Karo Karo Surbakti, CPA dari KAP Liasta,
                Nirwan, Syafrudin & Rekan dengan Opini Tanpa Modifikasian. Dengan No
                00082/2.0887/AU.1/05/0299-1/1/IV/2026 Tanggal 28 April 2026.

             BMP berdiri pada tahun 2013 dengan nama PT Bumi Majalengka Permai. Pada saat ini
             Perusahaan terutama bergerak dalam bidang jasa penyediaan hotel Keuangan BMP
             selama 6 tahun terakhir mengalami rugi bersih yang berfluktuatif dimana pada tahun 2021
             mengalami penurunan dari tahun 2020 kemudian pada tahun 2022 mengalami
             peningkatan, pada tahun 2023 kembali mengalami kenaikan dan pada tahun 2024 - 2025
             kembali mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena beban usaha dan beban lain-
             lain yang mengalami peningkatan.


2.6.1. Realisasi Laba Rugi
             Tabel 2.1 Realisasi Laba (Rugi) Perseroan
                                                                      Realisasi Laba Rugi (Rp.)
               Uraian               2020              2021              2022              2023              2024              2025
                                  Jan - Des         Jan - Des         Jan - Des         Jan - Des         Jan - Des         Jan - Des
                                   Audited           Audited           Audited           Audited           Audited           Audited
Pendapatan                        5.397.369.104     8.759.873.774    10.495.281.006    11.833.525.237    13.341.819.400     8.936.188.578
Beban Pokok Penjualan            (4.987.831.971)   (5.601.599.020)   (6.533.624.876)   (7.652.017.865)   (9.123.616.754)   (7.121.875.150)
Laba Kotor                          409.537.133     3.158.274.754     3.961.656.130     4.181.507.372     4.218.202.646     1.814.313.428
Beban Usaha                      (5.555.752.197)   (4.981.678.527)   (5.303.009.431)   (6.080.800.145)   (6.198.441.035)   (5.068.657.557)
Laba (Rugi) Usaha                (5.146.215.064)   (1.823.403.773)   (1.341.353.301)   (1.899.292.773)   (1.980.238.389)   (3.254.344.129)
Pendapatan (Beban) lain-lain     (2.083.159.220)   (2.093.382.852)   (3.114.421.667)   (3.123.424.831)   (2.268.590.539)   (1.311.346.999)
Laba (Rugi) sebelum Pajak        (7.229.374.284)   (3.916.786.625)   (4.455.774.968)   (5.022.717.604)   (4.248.828.928)   (4.565.691.128)
Taksiran Pajak                      92.924.636         2.988.761         (6.037.322)      18.935.698        24.578.358         989.768.186
Laba Bersih                      (7.136.449.648)   (3.913.797.864)   (4.461.812.290)   (5.003.781.906)   (4.224.250.570)   (3.575.922.942)

             Pendapatan

             Pendapatan pada tahun 2020 tercatat 5,39 miliar, pada tahun 2021 mengalami kenaikan
             tercatat sebesar 8,75 miliar, pada tahun 2022 tercatat naik menjadi 10,49 miliar dan tahun
             2023 naik kembali menjadi 11,83 miliar, pada tahun 2024 mengalami kenaikan menjadi
             13,34 miliar dan pada 2025 tercatat pendapatan BMP turun menjadi 8,93 miliar. Penyebab
             utama penurunan tersebut adalah penurunan pendapatan hotel.

Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                                               II - 5
Page 25
             Rugi Usaha

             Rugi usaha pada tahun 2020 tercatat 5,14 miliar, pada tahun 2021 menjadi 1,82 miliar,
             pada tahun 2022 tercatat mengalami penurunan menjadi 1,34 miliar namun naik pada
             tahun 2023 menjadi 1,90 miliar, pada tahun 2024 naik menjadi 1,98 miliar dan 2025
             mengalami kenaikan menjadi 3,25 miliar. Penyebab utama peningkatan rugi usaha
             tersebut adalah penurunan pendapatan hotel.

             Rugi Bersih

             Rugi bersih pada tahun 2020 sebesar 7,13 miliar kemudian turun pada tahun 2021
             menjadi 3,91 miliar kemudian naik pada tahun 2022 menjadi 4,46 miliar, pada tahun 2023
             mengalami kenaikan menjadi 5,00 miliar, tahun 2024 turun menjadi 4,22 miliar dan pada
             2025 turun menjadi 3,57 miliar. Penyebab utama peningkatan rugi bersih tersebut adalah
             penurunan pendapatan hotel.

2.6.2. Realisasi Posisi Keuangan
                                                                  Realisasi Posisi Keuangan (Rp.)
                 Uraian            2020             2021               2022             2023             2024                 2025
                                 Jan - Des        Jan - Des          Jan - Des        Jan - Des        Jan - Des            Jan - Des
                                  Audited          Audited            Audited          Audited          Audited              Audited

Aset Lancar                      1.124.834.953    2.524.690.466     3.171.167.793    2.225.066.444    2.030.948.649     1.658.926.986
Aset Tetap                      59.388.262.292   55.662.664.163    56.853.786.339   53.010.404.352   49.228.068.358    45.916.442.479
Aset Lain-lain                    147.263.171      142.860.207         97.336.086       70.408.139      91.639.916      4.317.129.102
Total Aset                      60.660.360.416   58.330.214.836    60.122.290.218   55.305.878.935   51.350.656.923    51.892.498.567


Liabilitas Jangka Pendek         6.743.121.705    5.479.437.394     5.055.700.639    6.552.863.554    9.833.518.885     5.505.392.377
Liabilitas Jangka Panjang       24.391.335.004   27.212.464.578    33.745.536.752   32.273.136.995   29.249.645.072    34.329.304.343
Jumlah Ekuitas                  29.525.903.707   25.638.312.864    21.321.052.827   16.479.878.386   12.267.492.966    12.057.801.847
Total Liabilitas & Ekuitas      60.660.360.416   58.330.214.836    60.122.290.218   55.305.878.935   51.350.656.923    51.892.498.567


             Total Aset

             Total Aset pada tahun 2020 tercatat sebesar 60,66 miliar, pada tahun 2021 mengalami
             penurunan tercatat sebesar 58,33 miliar, pada tahun 2022 tercatat mengalami kenaikan
             menjadi 60,12 miliar kemudian pada tahun 2023 tercatat turun menjadi 55,30 miliar, pada
             tahun 2024 tercatat turun menjadi 51,35 miliar dan pada 2025 mengalami kenaikan
             menjadi 51,89 miliar. Penyebab utama penurunan tersebut adalah penurunan kas dan
             setara kas, meskipun pada tahun 2025 sedikit mengalami kenaikan yang disebabkan oleh
             bertambahnya asset pajak tangguhan.


Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                                            II - 6
Page 26
         Total Liabilitas

         Total liabilitas pada tahun pada tahun 2020 sebesar 31,13 miliar kemudian naik pada
         tahun 2021 menjadi 32,69 miliar, pada tahun 2022 tercatat mengalami kenaikan menjadi
         38,80 miliar kemudian naik pada tahun 2023 menjadi 38,82 miliar, pada tahun 2024
         mengalami kenaikan menjadi 39,08 miliar dan pada 2025 naik menjadi 39,83 miliar.
         Penyebab utama peningkatan tersebut adalah peningkatan utang pihak berelasi.

         Ekuitas

         Ekuitas pada tahun 2020 sebesar 29,52 miliar kemudian turun pada tahun 2021 menjadi
         25,63 miliar, pada tahun 2022 tercatat mengalami penurunan menjadi 21,32 miliar, pada
         tahun 2023 turun menjadi 16,47 miliar, pada tahun 2024 mengalami penurunan menjadi
         12,26 miliar dan pada 2025 turun menjadi 12,05 miliar.




Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                   II - 7
Page 27
2.6.3. Realisasi Arus Kas
          Tabel 2.2 Realisasi Arus Kas
                                                                          Realisasi Arus Kas (Rp.)
             Uraian                   2020               2021               2022              2023              2024              2025
                                    Jan - Des          Jan - Des          Jan - Des        Jan - Des          Jan - Des         Jan - Des

ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
Penerimaan Kas dari Pelanggan       7.234.357.353     7.587.259.004     10.201.924.361    11.843.178.489    13.238.917.582     9.064.596.306
Pembayaran Kas dari Pemasok
                                    (1.930.782.779)   (5.024.056.706)   (5.717.364.714)   (6.571.459.516)   (8.903.026.692)   (4.835.275.785)
dan Pihak Lainnya
Pembayaran       Kas     Kepada
                                    (2.188.336.718)   (2.369.561.997)   (2.770.490.076)   (2.839.178.785)   (2.867.103.190)   (2.839.900.128)
Karyawan
Penerimaan (Pembayaran) Kas :
Penghasilan Bunga                       10.450.438         7.334.072        14.544.477        12.397.018        12.010.101         6.651.201
Beban Keuangan                      (2.572.613.597)   (2.237.956.658)   (3.313.786.297)   (3.261.169.922)   (2.282.365.334)   (1.313.291.726)
Beban Pajak                           (390.665.114)      (14.544.437)      (68.068.575)     (207.856.156)     (140.513.900)   (1.088.636.925)
Lainnya                                379.003.939       137.239.734       184.820.153       125.348.073         1.764.694                 -
Arus Kas Bersih Diperoleh Dari
(Digunakan Untuk) Aktivitas           541.413.522     (1.914.286.988)   (1.468.420.671)     (898.740.799)     (940.316.739)   (1.005.857.057)
Operasi

ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
Perolehan Aset Tetap                (6.711.514.400)    (267.125.980)    (4.946.346.852)     (288.999.731)     (125.953.900)         (55.676.475)
Arus Kas Bersih Diperoleh Dari
                                    (6.711.514.400)    (267.125.980)    (4.946.346.852)     (288.999.731)     (125.953.900)         (55.676.475)
Aktivitas Investasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Penerimaan Utang Bank               6.241.600.000                 -                  -                 -                 -                 -
Pembayaran Utang Bank                (900.000.000)     (810.000.000)    (1.080.000.000)   (3.720.000.000)   (5.400.000.000)   (9.300.000.000)
Pembayaran       Utang       Sewa
                                     (227.791.550)     (167.095.828)        (8.856.955)                -                  -
Pembiayaan
Penerimaan Pinjaman Dari Pihak
                                                 -    4.500.000.000      8.000.000.000     4.150.000.000     6.630.000.000    11.310.000.000
Berelasi
Penerimaan           Pembayaran
                                                 -       27.000.000                  -      (100.000.000)     (450.000.000)   (1.110.000.000)
Pinjaman Dari Pihak Berelasi
Pemberiaan Pinjaman Kepada
Pihak Berelasi                        (27.000.000)                 -                 -                 -                  -                   -

Arus Kas Bersih Diperoleh Dari
                                    5.086.808.450     3.549.904.172      6.911.143.045      330.000.000       780.000.000          900.000.000
Aktivitas Pendanaan
KENAIKAN (PENURUNAN) KAS
                                    (1.083.292.428)   1.368.491.204       496.375.522       (857.740.530)     (286.270.639)        (161.533.532)
DAN SETARA KAS
KAS DAN SETARA KAS AWAL
                                    1.870.401.672       787.109.244      2.155.600.448     2.651.975.970     1.794.235.440     1.507.964.801
TAHUN
KAS DAN SETARA KAS AKHIR
                                      787.109.244     2.155.600.448      2.651.975.970     1.794.235.440     1.507.964.801     1.346.431.269
TAHUN

          Arus Kas dari Aktivitas Operasi

          Arus kas bersih dari aktivitas operasi pada tahun 2020 tercatat sebesar 541,41 juta. Pada
          tahun 2021 arus kas operasi mengalami penurunan dan digunakan sebesar 1,91 miliar,
          kemudian pada tahun 2022 masih digunakan sebesar 1,46 miliar. Pada tahun 2023 arus
          kas operasi yang digunakan tercatat sebesar 898,74 juta dan pada tahun 2024 sebesar
Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                                                   II - 8
Page 28
           940,31 juta. Pada tahun 2025 arus kas operasi tercatat kembali digunakan sebesar 1,00
           miliar. Penurunan arus kas operasi terutama disebabkan peningkatan pembayaran
           kepada pemasok, pembayaran beban keuangan, serta pembayaran utang bank.

           Arus Kas dari Aktivitas Investasi

           Arus kas dari aktivitas investasi pada tahun 2020 tercatat digunakan sebesar 6,71 miliar,
           kemudian pada tahun 2021 digunakan sebesar 267,12 juta. Pada tahun 2022 arus kas
           investasi kembali digunakan sebesar 4,94 miliar, pada tahun 2023 sebesar 288,99 juta,
           dan pada tahun 2024 sebesar 125,95 juta. Pada tahun 2025 arus kas investasi tercatat
           digunakan sebesar 55,67 juta. Penggunaan arus kas investasi terutama berasal dari
           perolehan aset tetap.

           Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

           Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan pada tahun 2020 tercatat sebesar 5,08 miliar,
           kemudian pada tahun 2021 sebesar 3,54 miliar dan pada tahun 2022 meningkat menjadi
           6,91 miliar. Pada tahun 2023 arus kas pendanaan tercatat sebesar 330,00 juta, kemudian
           pada tahun 2024 sebesar 780,00 juta dan pada 2025 meningkat menjadi 900,00 juta.
           Kenaikan arus kas pendanaan terutama disebabkan oleh penerimaan pinjaman dari pihak
           berelasi, meskipun terdapat pembayaran utang bank yang cukup signifikan.

2.6.4. Rasio-Rasio Keuangan

           Rasio-rasio keuangan periode per tanggal 31 Desember 2020 sampai dengan
           31 Desember 2025, dapat dilihat sebagai berikut :

           Tabel 2.3 Rasio-rasio Keuangan
                                                                        Rasio Keuangan
              Uraian                2020             2021             2022            2023            2024                 2025
                                   Audited          Audited          Audited        Audited          Audited              Audited

AKTVITAS (X)
Total Asset Turnover                         0,09             0,15          0,17              0,21             0,26                 0,17

SOLVABILITAS (x)
Total Debt to Equity Ratio                   1,05             1,28         1,82            2,36            3,19                 3,30
Total Debt to Total Assets Ratio             0,51             0,56         0,65            0,70            0,76                 0,77

PROFITABILITAS (% )
Operating Margin                       -95,35%         -20,82%          -12,78%         -16,05%         -14,84%              -36,42%
Net Profit Margin                     -233,94%         -44,71%          -42,46%         -42,44%         -31,85%              -51,09%




Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                                          II - 9
Page 29
         Rasio Aktivitas
         Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mendayagunakan aset-
         aset yang dimilikinya. Secara rata-rata dapat dilihat bahwa rasio perputaran aset BMP
         selama periode 2020-2025 adalah sebesar 0,19x pertahun.

         Rasio Solvabilitas
         Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar semua
         kewajiban (jangka pendek maupun jangka panjang) BPM. Rasio rata-rata Debt to Equity
         Ratio selama tahun 2020-2025 adalah 2,39x dan Debt to Total Asset Ratio sebesar 0,69x.

         Rasio Profitabiltas
         Rasio profitabilitas menunjukkan operasional kemampuan suatu perusahaan dalam
         mengelola aset-asetnya dengan tujuan akhir mengoptimalkan pengembalian yang dapat
         diperoleh para penyedia kapital (capital providers). Operating margin rata-rata mencapai
         negatif 20,18% dan net profit margin negatif 42,51%.


2.7      Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)

         Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal
         diterbitkannya laporan ini, terdapat kejadian penting dalam 31 Desember 2025, yang
         dapat berpengaruh signifikan terhadap hasil penilaian.


2.8      Hasil Pemeriksaan Atas Dokumen Hukum Yang Relevan

         Kami menerima salinan dokumen-dokumen hukum milik BMP, namun kami tidak
         melakukan pengecekan keabsahan dari dokumen tersebut dan tidak ada dokumen-
         dokumen hukum tersebut yang mempengaruhi hasil penilaian.




Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                    II - 10
Page 30
2.9      Uraian mengenai Tenaga Ahli dan hasil pekerjaan Tenaga Ahli dalam
         hal Penilai Bisnis mendasarkan Penilaian-nya pada hasil kerja Tenaga
         Ahli

         Dalam penilaian ini kami tidak menggunakan tenaga ahli dan hasil pekerjaan tenaga ahli.
         Dengan demikian tidak ada informasi mengenai tenaga ahli dan hasil pekerjaan tenaga
         ahli.


2.10 Hasil identifikasi atas aset non operasional, kewajiban non
     operasional, dan kelebihan atau kekurangan aset operasional
     (excess or deficient ) yang terkait dan pengaruhnya terhadap penilaian

         Aset Non Operasional adalah aset yang terpisahkan dari operasional perusahaan dan
         terdiri atas aset yang akan dipakai pada masa yang akan datang (reserve aset), Aset
         Surplus, atau Aset Investasi. Setelah dilakukan identifikasi, tidak terdapat asset non-
         operasional pada BMP.


2.11 Data Industri, Data Pasar, Data Ekonomi, Dan Informasi Empiris Lainnya
     Yang Mendukung Penilaian

         a.   Perkembangan Industri Hotel

              Pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia
              pada periode Desember 2025 mencapai 1,41 juta kunjungan meningkat 17,25% dari
              dibandingkan November 2025 dan naik 14,43% dibandingkan bulan yang sama di
              tahun sebelumnya. Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang periode
              januari – Desember 2025 tercatat sebesar 15,39 kunjungan. Perkembangan
              pariwisata secara umum akan memicu meningkatnya pembangunan hotel dan resort
              di berbagai kawasan Indonesia. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi
              bintang di Indonesia pada September 2025 rata-rata sebesar 42,13%, angka ini naik
              2,16% dibandingkan bulan sebelumnya. TPK gabungan hotel bintang dan
              nonbintang di Kabupaten Majalengka pada September 2025 tercatat sebesar 44%,
              lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 37,55% atau naik 6,45 poin.
              Peningkatan terjadi pada TPK hotel bintang pada Desember 2025 tercatat sebesar
              47,39%, naik dibandingkan 39,51% atau naik sebesar 7,88 poin dari bulan
              sebelumnya.

Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                   II - 11
Page 31
         b.   Prospek Industri Hotel

              Peningkatan TPK merupakan indikasi tingginya permintaan fasilitas akomodasi yang
              disebabkan oleh meningkatnya aktivitas wisata, kegiatan publik serta pelaksanaan
              event di daerah Majalengka. Hal tersebut menunjukkan bahwa hotel bintang masih
              menjadi pilihan utama karena menawarkan kenyamanan, fasilitas lengkap, serta
              lokasi strategis. Peningkatan juga sejalan dengan meningkatnya permintaan
              akomodasi dari tamu yang datang untuk menghadiri kegiatan resmi, rapat, maupun
              event berskala besar di Kabupaten Majalengka. Potensi terus berkembangnya hotel
              di Majalengka ditandai dengan adanya persaingan industri hotel, bumi perkemahan,
              villa, dan pondok wisata di Majalengka. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
              Majalengka mencatat terdapat hotel atau penginapan baik hotel bintang dan non
              bintang sebanyak 32 di Majalengka. Faktor ketersediaan infrastruktur turut menjadi
              pendorong industri ini diantaranya Bandara Internasional Kertajati serta dua ruas
              jalan tol Cipali dan Cisumdawu.


2.12 Informasi Non Keuangan Yang Relevan Mengenai Objek Penilaian

         BMP merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa penyediaan hotel yang
         saat ini beroperasi secara komersial.


2.13 Informasi Perpajakan
         Berdasarkan informasi dari pihak manajemen, tidak ada masalah perpajakan yang dapat
         berpengaruh terhadap hasil penilaian.


2.14 Uraian mengenai penyesuaian (normalisasi) data laporan keuangan
     serta pertimbangan yang mendasari            setiap penyesuaian
     (normalisasi) terhadap data laporan keuangan

         Laporan keuangan yang disajikan sudah sesuai dengan fakta, tidak terdapat akun-akun
         diluar usaha yang berpengaruh terhadap proyeksi keuangan, yang dapat mempengaruhi
         hasil penilaian. Pada laporan ini tidak ada penyesuaian data laporan keuangan yang
         dilakukan dikarenakan sudah sesuai pasar.




Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                   II - 12
Page 32
2.15      Perbandingan Laporan Keuangan Yang Sebanding (common size)
          Periode Yang Sesuai.
                                  2020             2021            2022              2023            2024               2025
       Keterangan
                                Audited           Audited         Audited           Audited         Audited          Audited
Laba (Rugi)
Pendapatan                      5.397.369.104   8.759.873.774    10.495.281.006 11.833.525.237    13.341.819.400   8.936.188.578
    Perubahan Pendapatan                              62,30%            19,81%          12,75%          12,75%           -33,02%
Beban Pokok Penjualan          (4.987.831.971) (5.601.599.020)   (6.533.624.876) (7.652.017.865) (9.123.616.754) (7.121.875.150)
Laba Kotor                       409.537.133    3.158.274.754    3.961.656.130    4.181.507.372   4.218.202.646    1.814.313.428
Beban Usaha                    (5.555.752.197) (4.981.678.527)   (5.303.009.431) (6.080.800.145) (6.198.441.035) (5.068.657.557)
Laba (Rugi) Usaha              (5.146.215.064) (1.823.403.773)   (1.341.353.301) (1.899.292.773) (1.980.238.389) (3.254.344.129)
Pendapatan (Beban) lain-lain   (2.083.159.220) (2.093.382.852)   (3.114.421.667) (3.123.424.831) (2.268.590.539) (1.311.346.999)
Laba (Rugi) sebelum Pajak      (7.229.374.284) (3.916.786.625)   (4.455.774.968) (5.022.717.604) (4.248.828.928) (4.565.691.128)
Taksiran Pajak                    92.924.636        2.988.761       (6.037.322)     18.935.698       24.578.358     989.768.186
Laba Bersih                    (7.136.449.648) (3.913.797.864)   (4.461.812.290) (5.003.781.906) (4.224.250.570) (3.575.922.942)
Posisi Keuangan
Aset
Total Aset                     60.660.360.416 58.330.214.836     60.122.290.218 55.305.878.935    51.350.656.923 51.892.498.567
    Perubahan Aset                                    -3,84%             3,07%          -8,01%            -7,15%         1,06%
Liabilitas dan Ekuitas
Jumlah Liabilitas              31.134.456.709 32.691.901.972     38.801.237.391 38.826.000.549    39.083.163.957 39.834.696.720
    Perubahan Liabilitas                              5,00%             18,69%          0,06%             0,66%           1,92%
Jumlah Ekuitas                 29.525.903.707 25.638.312.864     21.321.052.827 16.479.878.386    12.267.492.966 12.057.801.847
    Perubahan Ekuitas                               -13,17%            -16,84%        -22,71%           -25,56%          -1,71%

          Pada perbandingan laporan keuangan tersebut diatas, dapat dilihat bahwa secara
          pendapatan BMP tahun 2020 - 2025 mengalami kenaikan, namun pada 2025 pendapatan
          BMP menurun sebesar 33,02%. Rugi usaha pada tahun 2020 - 2025 berfluktuasi yaitu
          tahun 2020 - 2022 mengalami penurunan, kemudian pada tahun 2023 - 2025 rugi usaha
          BMP mengalami kenaikan.

          Total aset BMP tahun 2020 - 2025 tercatat berfluktuasi yaitu tahun 2021 mengalami
          penurunan sebesar -3,84%, kemudian mengalami kenaikan sebesar 3,07% pada tahun
          2022, namun pada tahun 2023 - 2024 tercatat BMP mengalami penurunan total aset
          sebesar -8,01%, -7,15% namun pada tahun 2025 total asset BMP mengalami kenaikan
          sebesar 1,06%. Liabilitas BMP tercatat mengalami kenaikan dari tahun 2020 – 2025
          sebesar 5,00%, 18,69%, 0,06%, 0,66% dan 1,92%. Ekuitas BMP selama 5 tahun terakhir
          mengalami penurunan dengan penurunan pada sebesar -13,17%, -16,84%, -22,71%, -
          25,56% dan -1,71%.




Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                                       II - 13
Page 33
2.16 Perbandingan Informasi Keuangan Industri Yang Sebanding (common
     size) Periode Sesuai

           BMP bergerak dibidang jasa penyediaan hotel. Dilihat di bursa pada saat ini, terdapat
           perusahaan yang sebanding dengan BMP di Bursa Efek Indonesia yang telah
           menawarkan sahamnya. Sehingga bisa dijadikan “benchmark” untuk usaha dibidang jasa
           penyediaan hotel. Perbandingan dengan industri sebanding dapat dilihat pada sub bab
           2.19.


2.17 Informasi Kompensasi Bagi Pemegang Saham

           Menurut informasi pihak manajemen tidak ada kompensasi khusus bagi para pemegang
           saham, diluar gaji serta fasilitas perusahaan yang sesuai dengan normal.


2.18       Informasi Mengenai Asuransi Karyawan Kunci

           Berdasarkan informasi pihak manajemen serta laporan keuangan yang ada, Asuransi
           yang ditanggung oleh perusahaan adalah BPJS dan asuransi kesehatan bagi karyawan
           kunci.

2.19       Perbandingan Kinerja Objek Penilaian Dengan Tren Industri Sebanding

                                                                 Analisis Rasio Keuangan
              Uraian
                                   CTRA          SMRA             PWON            LPKR            JSPT           Objek Penilaian


AKTVITAS (X)
Total Asset Turnover                      0,23            0,23           0,19              0,26          0,36                0,19


SOLVABILITAS (x)
Total Debt to Equity Ratio                0,42       147,17              0,37              0,60          1,16                2,39
Total Debt to Total Assets Ratio          0,21        59,67              0,25              0,32          0,54                0,69


PROFITABILITAS (% )
Operating Margin                      40,80%         49,33%           52,96%          11,17%        65,04%                -20,18%
Net Profit Margin                     19,12%         12,50%           33,23%          11,50%         -5,16%               -42,51%



           Rasio Aktivitas
           Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mendayagunakan aset-
           aset yang dimilikinya. Secara rata-rata dapat dilihat bahwa total asset turnover
           pembanding sebesar 0,25x dan BMP sebesar 0,19x.

Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                                         II - 14
Page 34
         Rasio Solvabilitas

         Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar semua
         liabilitas (jangka pendek maupun jangka panjang) Perseroan. Rasio rata-rata jumlah
         liabilitas terhadap jumlah ekuitas (Debt to Equity Ratio / DER) rata-rata pembanding
         memiliki DER sebesar 29,94x sedangkan BMP berada dibawah rata-rata tersebut yaitu
         sebesar 2,39x.

         Rasio Profitabiltas

         Rasio profitabilitas menunjukkan operasional kemampuan suatu perusahaan dalam
         mengelola aset-asetnya dengan tujuan akhir mengoptimalkan pengembalian yang dapat
         diperoleh para penyedia kapital (capital providers). Operating margin rata-rata mencapai
         43,86%, BMP sebesar -20,18% dan net profit margin rata-rata 14,24% sedangkan BMP
         sebesar -42,51%.


2.20     Analisa Pembahasan Manajemen

         BMP didirikan pada tahun 2013 dan beroperasi sejak tahun 2019 dengan nama PT. Bumi
         Majalengka Permai dan menjalankan usaha di bidang jasa penyediaan hotel. BMP
         mengelola hotel bintang 3 Fitra Hotel Majalengka dengan berbagai jenis kamar serta
         fasilitas ruang meeting. Selain itu, Fitra Hotel merupakan pelopor dan satu-satunya Hotel
         di Majalengka yang menyediakan fasilitas kids club lengkap dengan playground indoor
         yang aman dan menyenangkan untuk anak-anak.
         Keunggulan dari Fitra Hotel diantaranya dari segi aksesibilitas sebagai berikut :
          a. 5 Menit Waktu Tempuh Jalan Kaki ke Masjid, Islamic Centre Majalengka, dan Alun-
             alun Kota.
          b. 5 Menit Waktu Tempuh Kendaraan ke Universitas dan Pusat Pemerintahan Daerah
             Majalengka.
          c. 10 Menit Waktu Tempuh Kendaraan ke Pusat Perbelanjaan, dan salah satu tujuan
             wisata dan olahraga paralayang.
          d. Akses Tol Cisumdawu ke arah Bandung • Akses Tol Cipali ke arah Jakarta.
          e. ± 20 Menit Bandara Kertajati dan
          f.   ± 50 Menit Pelabuhan Cirebon.



Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                      II - 15
Page 35
         Industri perhotelan di Majalengka mengalami tren positif ditandai dengan pertumbuhan
         TPK hotel bintang dan non bintang yang menunjukkan adanya pemulihan serta
         pertumbuhan yang stabil dipengaruhi oleh aktivitas wisatawan. Perbaikan TKP sejalan
         dengan meningkatnya permintaan akomodasi dari tamu yang datang untuk menghadiri
         kegiatan resmi, rapat, maupun event berskala besar di Kabupaten Majalengka. Festival
         daerah dan event di Majalengka merupakan salah satu pendorong peningkatan okupansi
         hotel serta berdampak luas pada perekonomian dan pariwisata Majalengka. Meskipun
         demikian, peningkatan TPK harus diimbangi dengan kualitas layanan yang berkelanjutan.
         Saat ini, Majalengka memiliki potensi besar dari sektor pariwisata serta infrastruktur
         dimana aksesibilitas berupa Bandara Kertajati, Tol dan perkembangan kawasan wisata
         menjadi potensi untuk industri hotel di Majalengka semakin berkembang.

          a. Analisis dan Pembahasan Mengenai Keuntungan dan Kerugian atas Kontrak
             Usaha

              PT Bumi Majalengka Permai ("BMP") menjalankan kegiatan usaha di bidang jasa
              penyediaan akomodasi perhotelan melalui pengelolaan Fitra Hotel Majalengka yang
              mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2019. Pendapatan Perseroan
              diperoleh dari penyewaan kamar hotel, penyewaan ruang pertemuan (meeting
              room), penjualan makanan dan minuman, serta layanan penunjang lainnya.

              Keuntungan yang diperoleh dari kontrak-kontrak usaha Perseroan terutama berasal
              dari peningkatan tingkat hunian kamar, penyelenggaraan kegiatan rapat dan acara,
              serta pemanfaatan fasilitas hotel oleh pelanggan korporasi, instansi pemerintah,
              maupun pelanggan individu. Selain itu, keberadaan fasilitas kids club dan playground
              indoor memberikan nilai tambah yang membedakan Perseroan dari hotel sejenis di
              wilayah Majalengka sehingga berpotensi meningkatkan daya tarik pasar dan loyalitas
              pelanggan.

              Adapun risiko atau potensi kerugian atas kontrak usaha antara lain berasal dari
              fluktuasi tingkat okupansi hotel, perubahan kondisi ekonomi yang mempengaruhi
              daya beli masyarakat, meningkatnya persaingan usaha perhotelan, perubahan pola
              perjalanan wisata dan bisnis, serta kenaikan biaya operasional yang dapat
              mempengaruhi tingkat profitabilitas Perseroan.




Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                     II - 16
Page 36
          b. Analisis dan Pembahasan Mengenai Aset dan Liabilitas di Luar Laporan Posisi
             Keuangan (Kontinjensi)

              Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen dan dokumen yang tersedia
              pada tanggal penilaian, tidak terdapat aset maupun liabilitas kontinjensi yang material
              di luar yang telah dicatat dan diungkapkan dalam laporan posisi keuangan
              Perseroan.

              Apabila terdapat komitmen usaha yang timbul dari perjanjian kerja sama dengan
              pihak ketiga, komitmen tersebut merupakan bagian dari kegiatan operasional normal
              Perseroan dan tidak menimbulkan kewajiban kontinjensi yang material yang dapat
              mempengaruhi nilai ekonomi Perseroan secara signifikan.

          c. Analisis dan Pembahasan Mengenai Hasil Penjualan Produk atau Jasa pada
             Periode Sebelumnya

              Sejak mulai beroperasi, Perseroan telah menghasilkan pendapatan dari kegiatan
              usaha perhotelan yang meliputi jasa penyewaan kamar, penyewaan ruang
              pertemuan, penjualan makanan dan minuman, serta jasa penunjang lainnya.

              Kinerja penjualan jasa Perseroan dipengaruhi oleh tingkat okupansi kamar, jumlah
              kegiatan rapat dan acara yang diselenggarakan, tingkat kunjungan wisatawan
              maupun pelaku perjalanan bisnis ke Kabupaten Majalengka, serta efektivitas strategi
              pemasaran yang diterapkan oleh Perseroan. Dari perspektif pariwisata, kinerja
              penjualan jasa Perseroan dipengaruhi oleh tingkat kunjungan wisatawan ke
              Kabupaten Majalengka, baik wisatawan yang melakukan perjalanan rekreasi,
              kunjungan keluarga, maupun perjalanan bisnis. Kabupaten Majalengka memiliki
              sejumlah destinasi wisata alam, religi, dan budaya yang menjadi daya tarik bagi
              pengunjung dari wilayah sekitar maupun luar daerah sehingga turut mendukung
              kebutuhan akan layanan akomodasi.

          d. Perbandingan Kinerja Saat Ini dengan Kinerja Historis Objek Penilaian

              Sebagai perusahaan yang telah beroperasi secara komersial sejak tahun 2019,
              kinerja Perseroan dapat dievaluasi berdasarkan perkembangan pendapatan, laba
              usaha, laba bersih, tingkat hunian kamar, serta indikator operasional lainnya dari
              tahun ke tahun.



Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                        II - 17
Page 37
              Secara umum, kinerja Perseroan menunjukkan kemampuan untuk mempertahankan
              operasional usaha dan memenuhi kebutuhan pasar akomodasi di wilayah
              Majalengka. Evaluasi atas kinerja historis menunjukkan bahwa keberlangsungan
              usaha Perseroan didukung oleh diversifikasi sumber pendapatan yang berasal dari
              penyewaan kamar, fasilitas pertemuan, dan layanan pendukung lainnya. Kinerja
              pada periode berjalan perlu dianalisis lebih lanjut dengan memperhatikan
              perkembangan pendapatan dan profitabilitas dibandingkan periode-periode
              sebelumnya.

              Berdasarkan laporan keuangan historis Perseroan periode 2020–2025, kinerja usaha
              menunjukkan perkembangan yang fluktuatif. Pendapatan Perseroan mengalami
              peningkatan dari Rp5,40 miliar pada tahun 2020 menjadi Rp13,34 miliar pada tahun
              2024 atau tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sekitar
              25,4%. Peningkatan tersebut menunjukkan adanya perbaikan aktivitas operasional
              dan peningkatan permintaan terhadap layanan yang disediakan Perseroan setelah
              periode pandemi.

              Meskipun demikian, Perseroan masih membukukan rugi usaha dan rugi bersih
              selama periode pengamatan. Rugi bersih tercatat sebesar Rp7,14 miliar pada tahun
              2020, kemudian membaik menjadi Rp3,91 miliar pada tahun 2021. Namun pada
              periode berikutnya rugi bersih kembali berfluktuasi dan tercatat sebesar Rp3,58 miliar
              pada tahun 2025.

              Belum tercapainya laba bersih terutama disebabkan oleh tingginya beban pokok
              penjualan dan beban usaha yang masih menyerap sebagian besar pendapatan
              Perseroan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun Perseroan telah berhasil
              meningkatkan pendapatan usaha, efisiensi operasional dan optimalisasi
              pemanfaatan aset masih menjadi faktor penting dalam upaya meningkatkan
              profitabilitas.

              Secara keseluruhan, perbandingan kinerja saat ini dengan kinerja historis
              menunjukkan bahwa Perseroan telah mampu meningkatkan skala pendapatan
              dibandingkan periode awal operasionalnya. Namun demikian, Perseroan masih
              menghadapi tantangan dalam mencapai tingkat profitabilitas yang berkelanjutan
              sehingga diperlukan upaya peningkatan pendapatan dan efisiensi biaya untuk
              mendukung kinerja usaha di masa mendatang.



Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                       II - 18
Page 38
          e. Perbandingan Kinerja Objek Penilaian dengan Tren Industri yang Sesuai

              Industri perhotelan nasional menunjukkan tren pertumbuhan yang didukung oleh
              peningkatan mobilitas masyarakat, pertumbuhan aktivitas bisnis, penyelenggaraan
              kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), serta pemulihan
              sektor pariwisata. Pada tingkat regional, pengembangan infrastruktur di Kabupaten
              Majalengka, termasuk keberadaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB)
              Kertajati, berpotensi meningkatkan kebutuhan terhadap jasa akomodasi dan fasilitas
              pertemuan.

              Dibandingkan dengan tren industri perhotelan, Perseroan memiliki posisi yang
              kompetitif di wilayah operasionalnya melalui pengelolaan hotel berbintang tiga yang
              dilengkapi fasilitas ruang pertemuan dan fasilitas ramah keluarga berupa kids club
              dan playground indoor. Faktor-faktor tersebut memberikan keunggulan kompetitif
              yang dapat mendukung kemampuan Perseroan dalam mempertahankan dan
              meningkatkan pangsa pasar di tengah persaingan industri perhotelan.




Gambaran Perseroan
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                    II - 19
Page 39
      BAB III
                          ASPEK MAKRO BISNIS DAN PEMASARAN


3.1      Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
         Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh lebih tinggi didukung berbagai kebijakan yang
         ditempuh Pemerintah dan Bank Indonesia. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025
         tercatat sebesar 5,39% (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan pada triwulan sebelumnya
         sebesar 5,04% (yoy). Peningkatan ini terutama ditopang oleh permintaan domestik dari
         konsumsi rumah tangga dan investasi sejalan dengan dampak positif berbagai stimulus
         kebijakan Pemerintah dan bauran kebijakan Bank Indonesia. Dengan perkembangan ini,
         pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan tahun 2025 sebesar 5,11% (yoy), lebih tinggi
         dibandingkan dengan pertumbuhan pada 2024 sebesar 5,03% (yoy) dan diikuti dengan
         perbaikan kualitas ketenagakerjaan. Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi diprakirakan
         berlanjut pada triwulan I 2026. Konsumsi rumah tangga meningkat ditopang berbagai
         program stimulus Pemerintah, pelonggaran kebijakan moneter, ekspektasi konsumen
         yang terus membaik serta peningkatan kegiatan ekonomi pada berbagai Hari Besar
         Keagamaan Nasional (HBKN) di triwulan I 2026 seperti Tahun Baru Imlek, Hari Suci
         Nyepi, dan Idulfitri 1447 H. Investasi juga diprakirakan tumbuh lebih tinggi didorong oleh
         investasi Pemerintah, termasuk hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA), serta perbaikan
         keyakinan pelaku usaha yang masih berlanjut.

         Tabel 3.1 Pertumbuhan Ekonomi




         Sumber : Bank Indonesia

Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                      III - 1
Page 40
3.2      Neraca Pembayaran Indonesia

         Secara keseluruhan tahun 2025, perkembangan NPI menunjukan ketahanan sektor
         eksternal yang tetap terjaga, di Tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan
         global. Transaksi berjalan tahun 2025 mencatat defisit yang terkendali sebesar 1,5 miliar
         dolar AS (0,1% dar PDB), lebih tinggi dibandingkan dengan defisit tahun 2024 sebesar
         8,6 miiliar dolar AS (0,6% dari PDB). Perkembangan ini depengaruhi oleh peningkatan
         surplus neraca perdagangan barang seiring dengan kinerja ekspor yang meningkat,
         khususnya ekpor produk manufaktur. Selain itu, surplus neraca pendapatan sekunder
         juga lebih tinggi dipengaruhi oleh meningkatnya penerimaan remitansi dari Pekerja Migran
         Indonesia (PMI).

         Sementara itu defisit neraca jasa meningkat didorong oleh kenaikan defisit jasa
         telekomukasi sejalan dengan peningkatan kinerja sektor informasi dan komunikasi. Defisit
         neraca pendapatan primer juga meningkat dipengaruhi oleh kenaikan pembayaran
         deviden. Transaksi modal dan finasial tahun 2025 mencatat defisit sebesar 4,2 miliar dolar
         AS didorong oleh keluarnya aliran modal asing pada investasi portfolio dan investasi
         lainnya seiring dengan ketidakpastian pasar keungan global yang tinggi sepanjang tahun
         2025. Posisi Cadangan devisa meningkat dari 155,7 miliar dolar AS pada akhir Desember
         2024 menjadi 156,5 milair dolar AS pada akhir Desember 2025. Posisi cadangan devisa
         tersebut setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
         Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

         Grafik 3.1 Neraca Pembayaran Indonesia




         Sumber : Bank Indonesia.


Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                      III - 2
Page 41
3.3      Inflasi

         Stabilitas harga terjaga dengan inflasi yang rendah dalam kisaran sasaran 2,5±1% dan
         mendukung stabilitas perekonomian. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Desember
         2025 tercatat rendah sebesar 2,92% (yoy). Inflasi inti terjaga rendah sebesar 2,38% (yoy),
         seiring konsistensi kebijakan suku bunga dalam menjangkar ekspektasi inflasi dalam
         sasaran, kapasitas ekonomi yang masih besar, imported inflation yang terkendali sejalan
         dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif dari
         digitalisasi. Inflasi volatile food (VF) tercatat 6,21% (yoy).

         Sementara itu, inflasi kelompok administered prices (AP) tercatat sebesar 1,93% (yoy),
         sejalan dengan terbatasnya kebijakan penyesuaian harga yang diatur oleh Pemerintah.
         Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK pada 2026 dan 2027 akan tetap terjaga
         rendah dalam sasaran 2,5±1% didukung oleh komitmen Bank Indonesia untuk terus
         konsisten memperkuat kebijakan moneter serta sinergi dengan Pemerintah dalam
         pengendalian inflasi baik di pusat maupun di daerah.

         Grafik 3.2 Inflasi Gabungan Kota IHK




         Sumber : BPS, diolah




Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                      III - 3
Page 42
3.4      Nilai Tukar Rupiah

         Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah sempat meningkat akibat kebijakan tarif sepihak oleh
         AS dan dinamika global lainnya, namun langkah stabilisasi Bank Indonesia berhasil
         menahan pelemahan lebih dalam. Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah kembali tinggi
         sejak akhir Agustus 2025 akibat faktor global, seperti penurunan FFR yang dinilai kurang
         akomodatif (less dovish) dan government shutdown di AS, serta faktor domestik antara
         lain berupa kerusuhan sosial dan kekhawatiran pasar atas melebarnya defisit fiskal.

         Nilai tukar Rupiah hingga akhir Desember 2025 tercatat Rp16.675 per dolar AS, atau
         melemah 3,48% dari posisi akhir Desember 2024. Secara keseluruhan, pergerakan
         Rupiah relatif stabil dibandingkan dengan kelompok mata uang negara berkembang dan
         lebih kuat dibandingkan dengan mata uang negara maju selain dolar AS. Stabilisasi nilai
         tukar Rupiah tidak hanya ditopang oleh konsistensi kebijakan stabilisasi Bank Indonesia,
         tetapi juga oleh peningkatan konversi valuta asing ke Rupiah oleh eksportir seiring dengan
         penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam.

         Grafik 3.3 Pergerakan Nilai Tukar Rupiah




         Sumber : Bloomberg




Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                      III - 4
Page 43
3.5      Perkembangan Industri Pariwisata dan Perhotelan

         Pariwisata merupakan salah satu sektor yang semakin penting sejalan dengan
         perkembangan dan kontribusi yang diberikan melalui penerimaan devisa, pendapatan
         daerah, pengembangan wilayah, maupun penyerapan investasi dan tenaga kerja.
         Pariwisata dapat dan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi dan penciptaan
         lapangan kerja. Sektor pariwisata memberikan kontribusi dalam perekonomian dilihat dari
         aktivitas wisatawan yang datang menghabiskan sejumlah uang untuk transportasi,
         membeli produk atau jasa serta kegiatan rekreasi lainnya. Kegiatan tersebut memberikan
         efek langsung pada bisnis dan perekonomian yang dapat terlihat dari pendapatan upah
         tenaga kerja sektor pariwisata dan pajak yang dibayarkan. Penyerapan tenaga kerja pada
         sektor pariwisata dari tahun 2017 – 2019 terus mengalami kenaikan. Pada tahun 2019,
         serapan tenaga kerja sektor pariwisata mencapai 13 juta orang naik 3,17% dibandingkan
         dengn tahun 2019. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah pekerja pada industri
         pariwisata dalam proporsi terhadap total pekerja tahun 2017 sebesar 10,53%, 2018
         sebesar 11,17% dan 2019 sebesar 11,83%. Namun, pandemi yang menghantam
         Indonesia pada tahun 2020 menyebabkan penurunan jumlah wisatawan sehingga tenaga
         kerja di sektor pariwisata ikut terdampak mengalami penurunan mencapai 409 ribu tenaga
         kerja. Pemerintah terus berupaya untuk mengoptimalkan pembangunan sektor pariwisata
         agar jumlah wisatawan membaik pasca pandemi serta melakukan pengembangan
         mencakup infrastruktur, kesiapan sumber daya Masyarakat.

         Indonesia memiliki 10 destinasi wisata prioritas yaitu Danau Toba, Tanjung Kelayang,
         Mandalika, Wakatobi, Pulau Morotai, Kepulauan Seribu, Tanjung Lesung, dan Borobudur
         Pada tahun 2021 memiliki lima destinasi super prioritas yaitu Mandalika, Borobudur,
         Labuan Bajo, Danau Toba dan Likupang. Pariwisata Indonesia tercatat terus berkembang
         sejalan dengan peningkatan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara ke Indonesia
         pada tahun 2017 - 2019 mengalami peningkatan dari total 14,04 juta kunjungan (2017)
         menjadi 16,27 juta kunjungan (2019). Namun, pada tahun 2020 dan terus berlanjut sampai
         dengan 2021 mengalami penurunan yang signifikan masing-masing tercatat 4,05 juta
         kunjungan (2020) dan 1,56 juta kunjungan (2021). Penurunan jumlah wisatawan
         mancanegara dikarenakan adanya Pandemi Covid-19 yang membatasi mobilitas
         masyarakat. Total kunjungan tahun 2020 turun 75,10% dibanding tahun 2019. Pada tahun
         2021, tercatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mengalami penurunan sebesar
         61,57% dari total kunjungan tahun 2020. Kemudian pada tahun 2022 – 2024 terjadi
         peningkatan jumlah kunjungan seiring dengan berakhirnya pandemi Covid-19 dari
         sebanyak 5,89 juta kunjungan (2022) menjadi 13,90 juta kunjungan 2024.

Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                   III - 5
Page 44
         Grafik    : Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia 2017 –
         September 2025




         Sumber: Badan Pusat Statistik Indonesia

         Pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada periode
         September 2025 mencapai 1,39 juta kunjungan meningkat 9,04% dari September 2024,
         namun menurun dibandingkan dengan bulan Agustus 2025 sebesar 7,33% dari total
         kunjungan sebesar 1,51 juta kunjungan. Total jumlah kunjungan wisman ke Indonesia
         pada periode Januari-September 2025 tercatat sebesar 11,43 juta kunjungan meningkat
         dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Berikut ini merupakan
         perkembangan jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia.

         Kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia dihitung dari 3 pintu masuk yakni pintu
         masuk udara, pintu masuk laut dan pintu masuk darat. Berdasarkan jenis pintu masuk,
         jumlah kunjungan wisman pada September 2025 yang melalui pintu masuk utama
         sebanyak 1,22 juta kunjungan dan pintu masuk perbatasan sebanyak 175,75 ribu
         kunjungan. Jumlah kunjungan yang melalui pintu masuk utama didominasi oleh wisman
         dengan moda angkutan udara sebesar 81,74%, wisman dengan moda angkutan laut dan
         darat masing-masing hanya sebesar 14,95% dan 3,31%. Bandara Ngurah Rai-Bali dan
         Soekarno Hatta-Banten tercatat menjadi pintu masuk utama moda angkutan udara
         dengan kunjungan wisman terbanyak di bulan September 2025. Pelabuhan Batam dan
         Tanjung Uban di Provinsi Kepulauan Riau tercatat menjadi pintu masuk utama moda
         angkutan laut dengan kunjungan wisman terbanyak. Selanjutnya, pintu masuk Atambua
         (Nusa Tenggara Timur), Lintas Batas Jayapura (Papua), dan Entikong (Kalimantan Barat)
         tercatat sebagai pintu masuk utama moda angkutan darat dengan kunjungan wisman
         terbanyak di bulan September 2025.

Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                 III - 6
Page 45
         Sementara itu, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) Indonesia periode
         Januari-September 2025 tercatat sebesar 901,90 juta perjalanan, meningkat 18,99%
         dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 757,96 juta perjalanan. Hal
         tersebut menunjukkan perbaikan kondisi untuk perjalanan wisnus di Indonesia. Arus
         perjalanan wisata didominasi di Pulau Jawa mencapai 64,21% dari total perjalanan
         wisnus. Pulau Jawa masih menjadi tujuan utama per Provinsi Jawa Barat mencatatkan
         jumlah perjalanan wisnus tertinggi pada September 2025 sebesar 17,20 juta perjalanan
         atau 18,23% dari total perjalanan di Indonesia.

         Perkembangan pariwisata secara umum akan memicu meningkatnya pembangunan hotel
         dan resort di berbagai kawasan Indonesia. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel
         klasifikasi bintang di Indonesia pada September 2025 rata-rata sebesar 38,20%, lebih
         rendah dibandingkan September 2024 atau turun 4,83%. TKP hotel dibedakan menjadi
         TPK hotel bintang dan non bintang yang masing-masing mencatatkan TPK sebesar
         50,16% dan 25,38% pada September 2025. Selain itu, TPK berdasarkan klasifikasi hotel
         tertinggi pada September 2025 tercatat pada hotel bintang 5 sebesar 57,11%, sedangkan
         TPK terendah tercatat pada hotel nonbintang sebesar 25,38%. Jika dibandingkan dengan
         kondisi bulan September 2024 seluruh klasifikasi hotel mengalami penurunan kecuali
         hotel bintang 5 yang mengalami sedikit kenaikan.

         Secara spasial, TPK hotel bintang positif hanya terjadi di lima provinsi dengan
         pertumbuhan tertinggi yaitu Provinsi Papua Tengah, Bali, dan Papua Pegunungan,
         masing-masing naik sebesar 6,61% poin; 1,83% poin; dan 1,63% poin. Sedangkan TPK
         hotel non bintang yang mencatatkan pertumbuhan positif sebanyak 10 provinsi dengan
         TPK tertinggi yaitu Provinsi Banten naik 4,84% poin, diikuti oleh Sumatra Selatan naik
         2,79% poin dan Papua Pegunungan naik 2,53% poin dibanding September 2024.




Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                  III - 7
Page 46
3.6      Perkembangan Industri Pariwisata di Majalengka

         Pariwisata merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam mendorong
         pertumbuhan ekonomi daerah. Perkembangan jumlah wisatawan yang datang, baik
         domestik maupun mancanegara, menjadi gambaran nyata atas daya tarik suatu daerah
         sekaligus potensi yang dimiliki untuk mendukung aktivitas ekonomi, budaya, maupun
         social masyarakat. Kabupaten Majalengka, dengan dukungan infrastruktur Bandara
         Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, memiliki peluang besar untuk meningkatkan
         arus kunjungan wisatawan, khususnya dari mancanegara. Perkembangan wisatawan
         mancanegara yang datang melalui pintu kedatangan Bandara Kertajati Kabupaten
         Majalengka sepanjang tahun 2025 menunjukkan pola yang berfluktuasi. Pada bulan
         Desember 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 210
         kunjungan, mengalami peningkatan dibandingkan bulan November 2025 yang mencapai
         181 kunjungan. Peningkatan ini berkaitan dengan meningkatnya mobilitas internasional
         pada momentum libur akhir tahun dan perayaan Natal serta Tahun Baru (Nataru), yang
         mendorong aktivitas perjalanan lintas negara. Secara kumulatif, kunjungan wisatawan
         mancanegara melalui Bandara Kertajati selama tahun 2025 sempat mencapai puncaknya
         pada bulan Juni 2025 dengan jumlah 513 kunjungan, sebelum mengalami penurunan
         pada periode Juli hingga Oktober 2025, dengan jumlah terendah terjadi pada Oktober
         2025 sebanyak 151 kunjungan. Memasuki dua bulan terakhir tahun 2025, jumlah
         kunjungan kembali menunjukkan tren peningkatan, mencerminkan adanya perbaikan arus
         kedatangan wisatawan mancanegara menjelang akhir tahun melalui Bandara Kertajati
         Kabupaten Majalengka.

         Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara menurut kebangsaan yang datang melalui
         Bandara Kertajati Kabupaten Majalengka pada Desember 2025 tercatat sebanyak 210
         kunjungan, mengalami peningkatan 16,02 persen dibandingkan November 2025 yang
         berjumlah 181 kunjungan. Berdasarkan kebangsaan, wisatawan asal Singapura masih
         mendominasi dengan 174 kunjungan, meningkat signifikan sebesar 112,20 persen
         dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 82 kunjungan. Kunjungan wisatawan asal
         Malaysia juga mengalami peningkatan tajam dari 3 kunjungan pada November 2025
         menjadi 22 kunjungan pada Desember 2025, atau tumbuh sebesar 633,33 persen.
         Sementara itu, kunjungan dari Amerika Serikat meningkat dari 1 menjadi 4 kunjungan,
         dan wisatawan asal Australia naik dari 1 menjadi 2 kunjungan pada periode yang sama.
         Di sisi lain, beberapa kebangsaan menunjukkan penurunan maupun tidak adanya
         kunjungan pada Desember 2025. Wisatawan asal Jepang, Tiongkok, dan India yang pada
         November 2025 masih tercatat melakukan kunjungan, pada Desember 2025 tidak tercatat
         adanya kunjungan. Adapun kunjungan wisatawan dari beberapa negara lain seperti
Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                III - 8
Page 47
         Filipina, Inggris, serta sejumlah negara Eropa dan Timur Tengah tercatat relatif kecil atau
         tidak menunjukkan aktivitas kunjungan pada periode tersebut, mencerminkan bahwa
         peningkatan kunjungan wisman pada Desember 2025 terutama didorong oleh wisatawan
         dari kawasan Asia Tenggara, khususnya Singapura dan Malaysia.

         Grafik : Jumlah Kunjungan Wisman Majelengka Januari 2024 – Desember 2025




         Sumber: Badan Pusat Statistik Majalengka


         Kunjungan wisatawan nusantara ke Kabupaten Majalengka pada bulan Desember 2025
         tercatat sebanyak 258.448 kunjungan, mengalami peningkatan dibandingkan bulan
         November 2025 yang berjumlah 248.598 kunjungan. Secara umum, peningkatan ini
         mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat pada periode libur akhir tahun, baik untuk
         keperluan wisata, kunjungan keluarga, maupun perjalanan lainnya. Kondisi tersebut turut
         mendorong meningkatnya aktivitas pergerakan wisatawan domestik ke Kabupaten
         Majalengka. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, sebagian besar daerah asal
         wisatawan menunjukkan peningkatan jumlah kunjungan pada Desember 2025. Kenaikan
         terutama berasal dari wilayah-wilayah dengan kedekatan geografis dan aksesibilitas yang
         baik menuju Majalengka, seperti kawasan Ciayumajakuning dan Bandung Raya. Hal ini
         mengindikasikan bahwa faktor jarak, konektivitas antarwilayah, serta momentum libur
         akhir tahun masih menjadi pendorong utama peningkatan kunjungan wisatawan
         nusantara. Berdasarkan daerah asal, lima kabupaten/kota terbesar penyumbang
         wisatawan nusantara ke Kabupaten Majalengka di luar Provinsi Jawa Barat pada
         Desember 2025 adalah Kabupaten Cirebon dengan 42.112 kunjungan, diikuti Kabupaten
         Sumedang sebanyak 29.614 kunjungan, Kabupaten Indramayu sebesar 25.482
         kunjungan, Kota Bandung dengan 16.143 kunjungan, serta Kabupaten Bandung yang
         mencapai 13.890 kunjungan. Dominasi daerah-daerah tersebut menunjukkan kuatnya
         pergerakan wisatawan regional yang didukung oleh kedekatan wilayah, kemudahan akses
         transportasi, serta meningkatnya intensitas perjalanan masyarakat menjelang akhir tahun.
Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                       III - 9
Page 48
         Grafik : Jumlah Kunjungan Wisnus ke Majelengka Januari 2024 – Desember 2025
         (ribu perjalanan)




         Sumber: Badan Pusat Statistik Majalengka


         Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Kabupaten Majalengka pada bulan Desember
         2025 tidak terlepas dari tingginya arus kunjungan selama momentum libur Natal dan
         Tahun Baru (Nataru). Kondisi ini semakin diperkuat oleh aktivitas paket meeting instansi
         pemerintah serta semarak penyelenggaraan berbagai event di akhir tahun, seperti Konser
         Musik Marema Festival, Majalengka Yanlik Festival, Pasar Bumi Pakuwon, hingga
         kegiatan Malam Refleksi Tahun Baru 2026, yang turut mendorong meningkatnya
         permintaan akomodasi di wilayah tersebut. Berdasarkan klasifikasinya, TPK hotel bintang
         pada Desember 2025 tercatat sebesar 47,39 persen, meningkat 8,03 poin dibandingkan
         Desember 2024 yang mencapai 39,36 persen, serta naik 7,88 poin dibandingkan
         November 2025 yang sebesar 39,51 persen. Sementara itu, TPK hotel nonbintang
         mencapai 37,90 persen, mengalami kenaikan 6,41 poin secara tahunan dari 31,49 persen
         pada Desember 2024, dan meningkat 3,88 poin dibandingkan bulan sebelumnya yang
         tercatat 34,02 persen. Secara keseluruhan, TPK hotel bintang dan nonbintang di
         Kabupaten Majalengka pada Desember 2025 tercatat sebesar 44,00 persen, meningkat
         7,44 poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan naik 6,45 poin
         dibandingkan November 2025. Peningkatan tersebut mencerminkan membaiknya kinerja
         sektor perhotelan di Kabupaten Majalengka, yang didukung oleh meningkatnya kunjungan
         wisata, perjalanan masyarakat, serta berbagai aktivitas dan agenda yang berlangsung
         menjelang akhir tahun.




Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                   III - 10
Page 49
         Tabel : Tingkat Penghunian Hotel (TPK) di Kabupaten Majalengka, Desember 2025




         Sumber: Badan Pusat Statistik Majalengka


         Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Kabupaten Majalengka selama
         periode Desember 2024 hingga Desember 2025 menunjukkan dinamika yang fluktuatif.
         Pada Desember 2024, TPK hotel bintang dan nonbintang tercatat sebesar 36,56 persen,
         yang kemudian mengalami penurunan pada awal tahun 2025. Penurunan tersebut terjadi
         secara bertahap hingga mencapai titik terendah pada Maret 2025 dengan TPK sebesar
         26,81 persen, mencerminkan melemahnya permintaan akomodasi setelah periode libur
         akhir tahun.

         Grafik : Perkembangan TPK Hotel Bintang dan Non Bintang Majalengka, Desember
         2024 – Desember 2025




         Sumber: Badan Pusat Statistik Majalengka




Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                               III - 11
Page 50
         Memasuki April 2025, TPK kembali menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan
         hingga mencapai 40,35 persen. Kenaikan ini sejalan dengan mulai meningkatnya aktivitas
         perjalanan masyarakat, kegiatan dinas, serta pergerakan wisatawan pada triwulan kedua
         tahun 2025. Namun demikian, pada periode Mei hingga Juli 2025, tingkat hunian kembali
         mengalami fluktuasi dengan kecenderungan menurun, seiring berkurangnya intensitas
         perjalanan dan belum optimalnya aktivitas pariwisata. Pada periode Agustus hingga
         November 2025, TPK hotel di Kabupaten Majalengka Kembali menunjukkan tren
         perbaikan secara bertahap. TPK hotel bintang dan nonbintang meningkat dari 36,60
         persen pada Agustus 2025 menjadi 37,55 persen pada November 2025. Kondisi ini
         mengindikasikan mulai pulihnya permintaan kamar hotel menjelang akhir tahun, seiring
         meningkatnya aktivitas perjalanan, pertemuan, serta kegiatan masyarakat. Puncak TPK
         dalam kurun waktu setahun terakhir terjadi pada Desember 2025, dengan capaian 44,00
         persen, meningkat cukup signifikan dibandingkan Desember 2024 maupun bulan-bulan
         sebelumnya sepanjang tahun 2025. Peningkatan tersebut terjadi pada seluruh klasifikasi
         hotel, baik hotel bintang yang mencapai 47,39 persen maupun hotel nonbintang sebesar
         37,90 persen. Secara umum, perkembangan ini mencerminkan penguatan kinerja sektor
         perhotelan di Kabupaten Majalengka, yang didorong oleh tingginya mobilitas masyarakat,
         peningkatan kunjungan wisata, serta berbagai aktivitas pada periode libur akhir tahun.

         Potensi terus berkembangnya hotel di Majalengka ditandai dengan adanya persaingan
         industri hotel, bumi perkemahan, villa, dan pondok wisata di Majalengka. Dinas
         Kebudayaan dan Pariwisata Majalengka mencatat terdapat hotel atau penginapan baik
         hotel bintang dan non bintang sebanyak 32 di Majalengka. Faktor ketersediaan
         infrastruktur turut menjadi pendorong industri ini diantaranya Bandara Internasional
         Kertajati serta dua ruas jalan tol Cipali dan Cisumdawi. Berikut ini merupakan data hotel
         atau penginapan di Kabupaten Majalengka.

         Tabel : Daftar Hotel/Penginapan di Kabupaten Majalengka 2020 - 2024
           No                   Nama Hotel                                   Alamat      Tahun
            1     Hotel Paraland                          Munjul-Majalengka              2020
            2     Wisma Puspa Indah                       Komplek Puspa Indah CGS        2020
            3     Hotel Tidar Jaya                        JL. Kartini MJL                2020
            4     Hotel Noni Syariah                      JL. Jend. A.Yani               2020
            5     Penginapan Sederhana Baru               JL. KH. Abdul Halim            2020
            6     Penginapan Hikmah                       JL. Siti Armilah               2020
            7     Hotel Puri Elsas                        JL. Pemuda                     2020
            8     Hotel Fitra                             JL. KH. ABDUL HALIM            2020
            9     Hotel Putra Jaya                        JL. KH. ABDUL HALIM            2020

Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                    III - 12
Page 51
           No                    Nama Hotel                                      Alamat              Tahun
           10      Hotel Green Garden                            JL. KH. ABDUL HALIM                 2020
           11      Penginapan Saputra                            JL. PASAR BALONG KDP                2020
           12      Penginapan Pamily                             JL. PASAR BALONG KDP                2020
           13      Hotel Nusa Indah                              JL. RAYA BARAT KDP                  2020
           14      Hotel Libra                                   JL. BRAWIJAYA KDP                   2020
           15      Cideres Holiday Homesy                        JL. KESATUAN 28 GANDASARI-          2020
                                                                 KASOKANDEL
           16      Hotel Aluky                                   JL. JATIBARANG-KADIPATEN            2020
           17      Hotel Pelangi                                 JL. MAJALENGKA-KADIPATEN            2020
           18      Kolonial Guest House                          JL. BRAWIJAYA KDP                   2021
           19      OYO 2944 Sukawana Travel Hub                  SUKAWANA -DAWUAN                    2021
                   Residence
           20      Redoorz Syariah Near Rsud                     JL. KESATUAN 8 DS. GANDU -          2021
                   Cideres                                       DAWUAN
           21      Redoorz Plus Near Rsud Cideres                JL. PUSPA INDAH 1 NO. 25 CIGASONG   2021
           22      Oyo 3112 Wisma Dirmayo                        JL. PEMUDA 91 MAJALENGKA KULON      2021
           23      Hotel Horison Kertajati                       JL. JATIBARANG-KADIPATEN            2021
           24      Cemara Guest House Syariah                    JL. JATIBARANG-KADIPATEN            2021
           25      Hotel Amelia                                  JL. KADIPATEN                       2021
           26      Hotel Arya                                    JL. RAYA SILIWANGI-KADIPATEN        2022
           27      Hotel Summerville                             JL. SITI ARMILAH NO 52A             2022
                                                                 MAJALENGKA WETAN
           28      Hotel Bima                                    JL. KH. ABDUL HALIM NO 121          2022
                                                                 LEUWISEENG-KDP
           29      Hotel Green Garden                            JL. KH. ABDUL HALIM                 2023
           30      Hotel Achiera                                 DESA SUTAWANGI-KEC.JATIWANGI        2023
           31      Hotel Fieris                                  Jl. KERTAJATI-KADIPATEN NO.180      2023
           32      Penginapan Hikmah                             JL. SITI ARMILAH                    2023
         Sumber: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majalengka, 2024


         Perusahaan yang memiliki hotel di Majalengka perlu strategi untuk meningkatkan
         okupansi hotel. Selain itu, fokus pendapatan lainnya dapat berasal dari penyewaan
         convention hall, banquet, breakfast, food and beverage, laundry dan lainnya. Okupansi
         hotel tentunya sejalan dengan potensi wisata dikawasan tersebut, maka sesuai dengan
         rencana hadirnya Umrah Park diharapkan potensi wisata dan perekonomian Majalengka
         dapat meningkat. Kertajati Umrah Park merupakan Kawasan religi terpadu yang
         mengoptimalkan data guna dan hasil guna property milik pemerintah daerah Majalengka
         seluas 9,3 hektar. Pengembangan lahan total 4 hektar akan dijadikan pelatihan manasik
         haji dan dilengkapi fasilitas masjid, restoran, pusat kuliner, area bazzar, gedung serba
         guna dan tempat wisata. Aksesibilitas berupa Bandara Kertajati dan tol serta
         perkembangan kawasan wisata menjadi peluang untuk industri hotel di Majalengka.

Aspek Makro Bisnis dan Pemasaran
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                               III - 13
Page 52
  BAB IV               PENDEKATAN PENILAIAN


4.1      Pendekatan Penilaian

         Nilai Pasar atas saham perusahaan dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan (cara
         umum dalam menentukan nilai dengan menggunakan satu atau lebih metode penilaian
         spesifik) antara lain ;

         a. Pendekatan Pasar

              1) Metode Perbandingan dengan Perusahaan Terbuka (Guidline Publicly
                 Traded Company Method)

                  Metode perbandingan dengan perusahaan terbuka merupakan metode penilaian
                  yang didasarkan pada pendekatan perbandingan data pasar (market comparison
                  approach). Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan harga
                  yang telah atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan
                  sepadan. Nilai pasar dari perusahaan pembanding diambil dari pasar modal
                  (perusahaan terbuka/publik). Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah
                  sebagai berikut:
                  a) Perusahaan yang dapat digunakan sebagai perusahaan pembanding adalah
                     perusahaan yang telah memiliki harga pasar yang terjadi dalam jangka waktu
                     tidak lebih dari 6 (enam) bulan sebelum Tanggal Penilaian.
                  b) Penilai Usaha wajib memiliki keyakinan yang memadai untuk membuktikan
                     dan menjelaskan bahwa data harga pasar yang digunakan dalam Pendekatan
                     Pasar (Market Based Approach) dihasilkan dari suatu transaksi yang bersifat
                     wajar (arms-length transaction).
                  c) Penilaian dengan menggunakan Metode Pembanding PerusahaanTercatat di
                     Bursa Efek (Guideline Publicly Traded Company Method) hanya dapat
                     menghasilkan indikasi Nilai minoritas.
                  d) Perusahaan pembanding yang digunakan wajib merupakan perusahaan yang
                     tercatat di bursa efek dan sahamnya ditransaksikan selama 60 (enam puluh)
                     hari bursa dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari bursa terakhir sebelum
                     Tanggal Penilaian (Cut Off Date).


Pendekatan Penilaian
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                     IV - 1
Page 53
                  e) Perusahaan pembanding yang digunakan wajib memenuhi kriteria sebagai
                     berikut:
                        1) industri, kegiatan usaha, produk, dan risiko usaha adalah sejenis;
                        2) karakteristik pertumbuhan (growth in sales and earnings) dan struktur
                           permodalan (capital structure) adalah sebanding
                        3) kinerja keuangan historis selama 5 (lima) tahun terakhir adalah
                           sebanding.
                        4) ukuran perusahaan (total assets) adalah sebanding; dan
                        5) pangsa pasar (market share) adalah sebanding.
                  f) Jumlah perusahaan pembanding yang digunakan paling sedikit 5 (lima)
                     perusahaan atau paling sedikit 8 (delapan) perusahaan dalam hal kriteria
                     sebagaimana dimaksud dalam angka 5) hanya terpenuhi paling sedikit 3 (tiga)
                     kriteria.
                  Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham
                  perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
                  perusahaan dengan rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding, seperti
                  rasio P/E (price/earning), P/SR (price/sales revenue), P/BV (price/book value of
                  equity) dan sebagainya.

                  Keterbatasan penggunaan pendekatan ini adalah karena data perusahaan
                  pedoman (pembanding) yang benar-benar sepadan sulit didapat, terutama yang
                  telah listed di pasar modal. Hal ini disebabkan data transaksi perusahaan
                  cenderung tertutup kalaupun ada hampir tidak mungkin terakses, karena sifat
                  kerahasiaannya.

         b. Pendekatan Pendapatan (Income Approach)

              Pendekatan ini merupakan pendekatan dapat digunakan untuk memperkirakan Nilai
              dengan mengantisipasi dan mengkuantifikasi kemampuan Obyek Penilaian dalam
              menghasilkan imbal balik (return) yang akan diterima dimasa datang yang relevan
              digunakan untuk perusahaan dengan net cash flow yang dapat di proyeksi dengan
              didasarkan pada kinerja waktu-waktu sebelumnya. Bila perusahaan masih dalam
              masa pembangunan dan atau kemampulabaan (profitability) relatif rendah, maka
              proyeksi-proyeksi pendapatan dan pengeluaran didasarkan kepada asumsi-asumsi
              yang relatif banyak. Ada dua metode yang diterapkan dalam pendekatan ini, yaitu:




Pendekatan Penilaian
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                         IV - 2
Page 54
              Metode Diskonto Arus Kas (Discounted Cash Flow)

              Dalam hal Penilai Usaha menggunakan Metode Diskonto Arus Kas (Discounted
              Cash Flow Method), maka Penilai Usaha melakukan penelaahan atau penyesuaian
              atas asumsi, keakuratan perhitungan dan kebijakan akuntansi yang digunakan dalam
              menyusun proyeksi laporan keuangan. Metode Diskonto Arus Kas (Discounted Cash
              Flow Method) hanya dapat digunakan untuk menilai perusahaan yang telah
              melakukan kegiatan operasional selama satu tahun atau lebih.

              Pendapatan yang dikapitalisasi dalam metode ini adalah pendapatan nominal yang
              dianggap mewakili kemampuan perusahaan secara wajar dan proporsional dalam
              menghasilkan pendapatan tersebut. Pendapatan normal tersebut dikonversi menjadi
              nilai ekuitas dengan menggunakan tingkat kapitalisasi untuk ekuitas yang sesuai,
              yang pada dasarnya adalah bunga bebas resiko ditambah dengan suatu premi untuk
              meliput resiko yang melekat dengan penggunaan ekuitas tersebut pada perusahaan
              yang dinilai. Tingkat kapitalisasi tersebut dapat diperoleh dengan mencari dan
              mempertimbangkan perbandingan tingkat kapitalisasi yang pernah diaplikasikan
              pada perusahaan yang sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang dinilai.
              Salah satu tingkat kapitalisasi yang dapat digunakan adalah rasio Price/Earning dari
              perusahaan sejenis yang telah tercatat di pasar modal.

              Metode Proyeksi Pendapatan Ekonomis

              Seperti juga metode kapitalisasi pendapatan ekonomi mendatang, metode ini
              merupakan metode penilaian yang didasarkan pada pendekatan pendapatan
              (income approach). Proyeksi pendapatan ekonomis digunakan untuk mengestimasi
              aliran pendapatan ekonomis Obyek Penilaian dengan menggunakan Tingkat
              Diskonto yang wajib disesuaikan dengan tingkat pendapatan ekonomis Obyek
              Penilaian.

              Tingkat Diskonto dan Tingkat Kapitalisasi yang ditetapkan oleh Penilai Usaha wajib
              diuraikan dan digunakan dalam analisis proyeksi pendapatan ekonomis serta
              mengungkapkannya dalam Laporan Penilaian Usaha.

              Dalam membuat proyeksi pendapatan ekonomis, Penilai Usaha wajib:
              1)    menganalisis laporan keuangan Obyek Penilaian dan perusahaan pembanding
                    pada industri yang sama dalam kurun waktu paling kurang 3 (tiga) tahun
                    terakhir.



Pendekatan Penilaian
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                     IV - 3
Page 55
              2)    melakukan penyesuaian atas laporan keuangan Obyek Penilaian, yang meliputi
                    neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas;
              3)    memperhatikan kondisi yang terjadi setelah Tanggal Penilaian (Cut Off Date)
                    yang dapat mempengaruhi proyeksi pendapatan ekonomis;
              4)    mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan usaha Obyek Penilaian sesuai
                    dengan tingkat pendapatan ekonomis yang dihasilkan oleh Obyek Penilaian dan
                    kepentingan usaha Obyek Penilaian;
              5)    melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan yang meliputi
                    neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas;
              6)    mempertimbangkan masa manfaat atau siklus usaha Obyek Penilaian; dan
              7)    Dalam hal pendapatan ekonomis Obyek Penilaian atau operasional Obyek
                    Penilaian tergantung pada faktor produksi utama yang memiliki masa manfaat
                    terbatas atau memiliki siklus tertentu maka proyeksi keuangan wajib disusun
                    selama masa manfaat atau mencerminkan sifat siklikal dari bisnis tersebut.
              Setelah dilakukan penyesuaian laporan keuangan, maka Penilai Usaha wajib
              menyajikan proyeksi pendapatan ekonomis dalam Laporan Penilaian Usaha, yang
              mencakup dividen berdasarkan perkiraan dividend pay out ratio, arus kas, dan
              Earning Before Interest, Tax, Depreciation, and Amortization (EBITDA). Periode
              proyeksi pendapatan ekonomis wajib dilakukan dalam kurun waktu paling kurang 5
              (lima) tahun kedepan, atau disesuaikan dengan sisa umur dari fasilitas produksi
              utama Obyek Penilaian. Penilai Usaha dilarang mendasarkan proyeksi pendapatan
              ekonomis hanya dengan menggunakan tren data historis.

         c. Pendekatan Asset (Asset Based Approach)

              Penilai Usaha yang menggunakan Pendekatan Aset (Asset Based Approach) dalam
              penugasan penilaian profesional wajib memiliki keahlian dalam bidang penilaian
              properti dan Penilaian Usaha. Dalam hal Penilai Usaha tidak memiliki keahlian dalam
              bidang penilaian properti, maka Penilai Usaha wajib mengacu pada hasil penilaian
              properti.

              Pendekatan Aset (Asset Based Approach) dapat digunakan untuk memperoleh
              indikasi Nilai dari Nilai suatu perusahaan, Nilai dari Modal yang Diinvestasikan
              (Invested Capital), Nilai dari struktur permodalan (capital structure), dan/atau Nilai
              Aset Bersih perusahaan (ekuitas).


Pendekatan Penilaian
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                       IV - 4
Page 56
              Indikasi nilai ekuitas atau estimasi Nilai Aset Bersih (Net Asset Value) diperoleh dari
              selisih antara nilai aset termasuk Aset Takberwujud dengan nilai liabilitas, atas dasar
              nilai yang disesuaikan (appraised value)

              Pos-pos dalam laporan keuangan wajib disesuaikan untuk mencerminkan Nilai Pasar
              (Market Value) pada Tanggal Penilaian (Cut Off Date). Penyesuaian untuk masing-
              masing pos wajib diungkapkan di dalam Laporan Penilaian Usaha.

              Pendekatan ini cocok digunakan untuk menilai perusahaan dengan karakteristik asset
              based yang signifikan, dalam pendekatan ini ada dua metode yang dapat diterapkan,
              yaitu;

              1) Metode Penyesuaian Aset Bersih (Adjusted Net Asset Method)
                  Metode ini merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan
                  neraca (balance sheet approach). Dengan metode ini, nilai dari semua komponen
                  aset dan liabilitas (liabilities) harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali
                  untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti
                  kas/bank atau hutang bank).
                  Metode PAB wajib digunakan untuk menilai :
                  a) ekuitas suatu perusahaan dimana Nilai perusahaan sangat bergantung pada
                      Nilai aset tetap (a heavy based on fixed assetscompany), seperti perusahaan
                      real estat;
                  b)    ekuitas dari Holding Company
                  c)    perusahaan yang tidak memiliki riwayat pendapatan yang mempunyai
                        prospek positif, perusahaan yang memiliki pendapatan yang berfluktuasi,
                        atau perusahaan yang diragukan kemampuannya untuk melanjutkan operasi
                        yang bersifat going concern, seperti perusahaan yang baru berdiri (start up
                        company) atau perusahaan yang berada dalam kesulitan untuk memperoleh
                        pendapatan (trouble companies);
                  d)    perusahaan yang memiliki dan/atau menguasai aset berwujud dalam jumlah
                        yang signifikan
                  e)    perusahaan yang memiliki tenaga kerja yang memberikan nilai tambah relatif
                        kecil terhadap barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan; atau
                  f)    perusahaan yang memiliki Aset Takberwujud dalam jumlah yang tidak
                        signifikan



Pendekatan Penilaian
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                        IV - 5
Page 57
                  Penilaian atas aset tetap berwujud (fixed tangible assets) wajib dilakukan sesuai
                  dengan metode yang berlaku dalam penilaian properti sesuai dengan Premis Nilai
                  yang ditetapkan, maka Aset Takberwujud wajib diidentifikasi dan dinilai secara
                  individual.


              2) Metode Kelebihan Pendapatan (Excess Earning Method)
                  Pada dasarnya, metode ini sama dengan metode penyesuaian nilai buku. Nilai
                  dari semua komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan nilai pasarnya terlebih
                  dahulu. Yang membedakan metode ini adalah dalam proses perhitungan aset tak
                  berwujud. Dalam hal Penilai Usaha menggunakan metode KKP, maka berlaku
                  ketentuan sebagai berikut:
                  a)    Metode KKP wajib digunakan untuk menilai ekuitas perusahaan operasional
                        (operating company) dengan tingkat pertumbuhan pendapatan dan laba
                        yang relatif stabil.
                  b)    Pendapatan suatu perusahaan yang digunakan merupakan hasil dari
                        produktivitas aset berwujud maupun tidak berwujud. Setiap kelebihan
                        pengembalian (excess return atau earning) yang diperoleh diatas
                        pengembalian normal (normal return) atas aset berwujud, diperhitungkan
                        sebagai pengembalian dari Aset Takberwujud secarakolektif.
                  c)    Laporan laba rugi yang digunakan adalah:
                        (1) laporan laba rugi tahunan tahun terakhir;
                        (2) laporan laba rugi 12 (dua belas) bulan terakhir;
                        (3) rata-rata tertimbang dari paling kurang 5 (lima) tahun terakhir;
                        (4) proyeksi tahun berikutnya yang diyakini dapat dipertahankan dimasa
                            depan
                  d)    Laporan laba rugi sebagaimana dimaksud dalam angka 3) wajib disesuaikan
                        dengan prinsip dan prosedur penyesuaian untuk memperoleh laba operasi
                        normal dari Obyek Penilaian.
                  e)    Penilaian yang digunakan pada Metode KKP wajib didasarkan atas:
                        (1) nilai aset berwujud bersih (NABB)/net tangible asset value (NTAV);
                        (2) Tingkat Imbal Balik wajar (normal rate of return) dalam persentase untuk
                            NABB;
                        (3) jumlah imbal balik wajar (dalam rupiah) untuk NABB; atau
                        (4) laporan keuangan yang telah disesuaikan.
Pendekatan Penilaian
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                        IV - 6
Page 58
                  f)    Penentuan Tingkat Imbal Balik wajar (normal rate of return) untuk NABB
                        wajib sesuai dengan risiko yang melekat pada NABB tersebut dan
                        mencerminkan Tingkat Imbal Balik rata-rata tertimbang antara biaya ekuitas
                        dan biaya utang sesuai dengan kapasitas NABB dalam memperoleh
                        pinjaman (borrowing capacity).
                  g)    Pendapatan ekonomi atau laba normal yang akan dikurangi dengan jumlah
                        imbal balik wajar atas NABB mencerminkan pendapatan ekonomi yang
                        diperkirakan akan dapat dipertahankan dimasa datang. Selisih antara
                        pendapatan ekonomi normal dan jumlah imbal balik atas NABB adalah
                        jumlah imbal balik atas aset berwujud.
                  h)    Nilai ekuitas yang diperoleh dengan menambahkan nilai Aset Tak berwujud
                        (going concern value) terhadap NABB mencerminkan nilai ekuitas (common
                        stocks) secara keseluruhan.

                  Dalam metode kelebihan pendapatan, untuk menghitung nilai aset tak berwujud
                  terlebih dahulu dihitung nilai aset berwujud bersih (net tangible asset) dengan
                  mengurangkan nilai pasar Liabilitas dari nilai pasar aset berwujud (setelah semua
                  nilai pada neraca disesuaikan). Setelah itu diperkirakan nilai pendapatan yang
                  diharapkan (expected revenue) per tahun dari nilai aset berwujud bersih tersebut
                  dengan menggunakan tingkat pengembalian (rate of return) yang wajar. Sebagai
                  langkah selanjutnya perlu dihitung pendapatan normal (normalized earning) dari
                  perusahaan yang dinilai dengan menyesuaikan laporan laba (rugi). Selisih antara
                  pendapatan normal dengan pendapatan yang diharapkan merupakan kelebihan
                  pendapatan (excess earning) yang dihasilkan oleh aset berwujud bersih. Aset tak
                  berwujud kemudian dihitung dengan cara mengkapitalisasikan kelebihan
                  pendapatan tersebut dengan tingkat kapitalisasi (capitalization rate) yang sesuai.
                  Langkah akhir dari metode ini adalah dengan menghitung nilai pasar ekuitas
                  dengan menjumlahkan nilai aset berwujud bersih dan nilai aset tak berwujud.
                  Dalam hal Penilai Usaha menggunakan metode KKP, maka Aset Takberwujud
                  wajib dinilai secara kolektif (big pot theory of goodwill).

4.2      Pendekatan Penilaian yang digunakan
         Penilaian saham BMP dilakukan dengan menggunakan 2 (Dua) pendekatan yaitu
         berdasarkan Pendekatan Pendapatan Metode Discounted Cash Flow dan Pendekatan
         Aset Metode Adjusted Net Asset Method Alasan-alasan pemilihan pendekatan pasar dan
         pendekatan aset dalam penilaian ini adalah sebagai berikut:


Pendekatan Penilaian
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                       IV - 7
Page 59
         a.   Kami tidak menerapkan ”Pendekatan Pasar” karena kami tidak memperoleh data
              pembanding di Bursa Efek Indonesia yang bergerak di bidang hotel yang sebanding
              dengan Objek Penilaian, dengan demikian metode perbandingan dengan
              perusahaan terbuka tidak dapat digunakan dalam penilaian ini.

         b.   Pada umumnya pertimbangan yang terpenting bagi pihak yang berniat membeli
              suatu perusahaan adalah kemampuan perusahaan tersebut dalam menghasilkan
              pendapatan dimasa depan. Oleh karena itu, metode-metode penilaian yang
              didasarkan pada konsep hubungan antara pendapatan dan nilai, terutama metode
              diskonto pendapatan ekonomi mendatang, umum digunakan dalam penilaian atas
              ekuitas suatu perusahaan. BMP adalah Perusahaan yang bergerak dalam bidang
              perhotelan, secara komersial beroperasi. Dengan demikian, metode-metode
              penilaian yang didasarkan pada konsep hubungan antara pendapatan dan nilai yaitu
              metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, metode kapitalisasi pendapatan ekonomi
              mendatang, dan terutama metode diskonto pendapatan ekonomi atau metode
              diskonto arus kas [discounted cash flow method] kami pandang dapat digunakan
              dalam penilaian ini.

              Alasan pendekatan ini digunakan karena Perusahaan merupakan entitas usaha
              perhotelan yang telah beroperasi secara komersial dan menghasilkan pendapatan
              secara berkelanjutan dari kegiatan operasional, Metode DCF digunakan untuk
              mengestimasi nilai kini dari proyeksi arus kas masa depan yang diharapkan akan
              dihasilkan oleh Perusahaan. Pendekatan ini dinilai paling representatif dalam
              mencerminkan nilai Perusahaan sebagai entitas going concern, karena secara
              langsung menangkap potensi manfaat ekonomi masa depan.

         c.   Pendekatan Aset (Asset Based Approach) dapat kami terapkan dalam laporan
              penilaian ini karena BMP berbasis aset, serta dilakukan penilaian terhadap aset tetap
              BMP dengan demikian Pendekatan Aset (Asset Based Approach) dapat digunakan.

              Alasan pendekatan ini digunakan karena disamping menghasilkan arus kas, usaha
              perhotelan merupakan bisnis yang bersifat asset based dengan komponen aset
              tetap yang material. ekuitas suatu perusahaan dimana Nilai perusahaan sangat
              bergantung pada nilai aset tetap

         Setelah mempelajari secara seksama, kami berpendapat pendekatan yang relevan
         dilakukan untuk menentukan nilai pasar saham BMP adalah Pendekatan Pendapatan
         Metode DCF (Discounted Cash Flow) dan Pendekatan Aset Metode Adjusted Net Asset
         Method.
Pendekatan Penilaian
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                      IV - 8
Page 60
   BAB V               PROYEKSI KEUANGAN


5.1      Business Plan
         Pedoman penilaian, pertama berdasarkan business plan BMP yang telah disusun pihak
         manajemen untuk beberapa tahun kedepan, disamping itu proyeksi keuangan BMP juga
         disusun berdasarkan data-data laporan keuangan yang disiapkan oleh pihak pemberi
         tugas untuk tahun-tahun yang berakhir per 31 Desember 2020 – 2025 (audited).

         Berdasarkan pendekatan dan metodologi penilaian yang akan dilakukan, maka kami
         melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

         a.   Melakukan tinjauan atas faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi
              operasional BMP.
         b.   Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historikal BMP.
         c.   Melakukan tinjauan atas proyeksi keuangan BMP.
         d.   Melakukan diskusi dengan manajemen atas proyeksi keuangan BMP.
         e.   Membuat proyeksi keuangan yang akan digunakan dasar dalam penilaian saham
              BMP dengan pendekatan DCF.

         Langkah-langkah a dan b telah diungkapkan pada bab-bab sebelumnya, sedangkan hasil
         diskusi dengan manajemen dimasukan kedalam proyeksi keuangan yang menjadi dasar
         dalam melakukan penilaian. Pada bagian berikut akan diuraikan tinjauan proyeksi
         keuangan.


5.2      Kegiatan Usaha

         BMP adalah suatu perusahaan tertutup yang bergerak di bidang penyediaan hotel dengan
         mengelola hotel bintang 3 Fitra Hotel Majalengka dengan total 113 kamar. Sebagai
         perusahaan yang berusaha di bidang perhotelan.




Proyeksi Keuangan
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                 V-1
Page 61
5.3      Proyeksi Laba Rugi

         Tabel 5.1 Proyeksi Laba Rugi

                                                                            Proyeksi (Rp.)

                       Uraian               2026              2027              2028              2029              2030

                                          Jan - Des         Jan - Des         Jan - Des         Jan - Des         Jan - Des

         Pendapatan                     14.451.446.309    16.022.354.770    16.363.770.505    18.045.690.399    19.884.339.922

         Beban Pokok Penjualan          (7.944.872.862)   (9.101.497.671)   (9.310.459.310) (10.197.958.924) (11.155.973.864)

         Laba Kotor                      6.506.573.447     6.920.857.099     7.053.311.196     7.847.731.475     8.728.366.059

         Beban Usaha                    (5.202.913.303)   (5.662.855.614)   (5.790.567.363)   (6.074.020.565)   (6.371.735.104)

         Laba (Rugi) Usaha               1.303.660.143     1.258.001.485     1.262.743.833     1.773.710.910     2.356.630.955

         Pendapatan (Beban) lain-lain   (1.263.651.021)   (1.226.395.931)   (1.217.531.912)   (1.206.989.186)   (1.193.546.464)

         Laba (Rugi) sebelum Pajak         40.009.122        31.605.554         45.211.921      566.721.724      1.163.084.490

         Taksiran Pajak                            -                 -                 -                 -                  -

         Laba Bersih                        40.009.122        31.605.554        45.211.921       566.721.724     1.163.084.490


         Laba Bersih

         Laba bersih pada tahun 2027 sebesar Rp. 31,6 juta. Laba bersih pada tahun 2026
         sebesar Rp. 40,0 juta, mengalami penurunan sebesar Rp. 8,4 juta. Penyebab penurunan
         tersebut adalah penurunan pendapatan BMP.
         Laba bersih pada tahun 2028 sebesar Rp. 45,2 juta. Laba bersih pada tahun 2027
         sebesar Rp. 31,6 juta, mengalami kenaikan sebesar Rp. 13,6 juta. Penyebab kenaikan
         tersebut adalah kenaikan pendapatan BMP.
         Laba bersih pada tahun 2029 sebesar Rp. 566,7 juta. Laba bersih pada tahun 2028
         sebesar Rp. 45,2 juta, mengalami kenaikan sebesar Rp. 521,5 juta. Penyebab kenaikan
         tersebut adalah kenaikan pendapatan BMP.
         Laba bersih pada tahun 2030 sebesar Rp. 1,1 miliar. Laba bersih pada tahun 2029
         sebesar Rp. 566,7 juta, mengalami kenaikan sebesar Rp. 596,3 juta. Penyebab kenaikan
         tersebut adalah kenaikan pendapatan BMP.




Proyeksi Keuangan
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                                                    V-2
Page 62
5.4      Proyeksi Posisi Keuangan

         Tabel 5.2 Proyeksi Posisi Keuangan

                                                                          Proyeksi (Rp.)

                          Uraian          2026              2027              2028             2029             2030

                                         Jan - Des        Jan - Des         Jan - Des        Jan - Des        Jan - Des

         Aset Lancar                    7.072.860.906     8.585.912.400   10.416.951.620    12.795.218.622   15.772.317.216

         Aset Tetap                    44.868.658.388   43.588.403.652    42.012.722.777    40.421.695.267   38.842.896.892

         Aset Lain-lain                    70.408.139       70.408.139        70.408.139       70.408.139       70.408.139

         Total Aset                    52.011.927.433   52.244.724.192    52.500.082.536    53.287.322.028   54.685.622.247

         Liabilitas Jangka Pendek       5.456.308.352     5.456.308.352     5.456.308.352    5.456.308.352    5.456.308.352

         Liabilitas Jangka Panjang     34.355.053.780   34.453.490.652    34.560.882.744    34.678.646.180   34.811.107.577

         Ekuitas                       12.200.565.301   12.334.925.187    12.482.891.440    13.152.367.496   14.418.206.319

         Total Liabilitas & Ekuitas    52.011.927.433   52.244.724.192    52.500.082.536    53.287.322.028   54.685.622.247


         Total Aset
         Total aset pada tahun 2027 sebesar Rp. 52,2 miliar. Total aset pada tahun 2026 sebesar
         Rp. 52,0 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 232,7 juta. Penyebab kenaikan tersebut
         adalah kenaikan pada akun kas dan setara kas dan setara kas.
         Total aset pada tahun 2028 sebesar Rp. 52,5 miliar. Total aset pada tahun 2027 sebesar
         Rp. 52,2 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 255,3 juta. Penyebab kenaikan tersebut
         adalah kenaikan pada akun kas dan setara kas dan setara kas.
         Total aset pada tahun 2029 sebesar Rp. 53,2 miliar. Total aset pada tahun 2028 sebesar
         Rp. 52,5 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 787,2 juta. Penyebab kenaikan tersebut
         adalah kenaikan pada akun kas dan setara kas.
         Total aset pada tahun 2030 sebesar Rp. 54,6 miliar. Total aset pada tahun 2029 sebesar
         Rp. 53,2 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 1,3 miliar. Penyebab kenaikan tersebut
         adalah kenaikan pada akun kas dan setara kas.

         Total Liabilitas dan Ekuitas
         Total liabilitas dan ekuitas pada tahun 2027 sebesar Rp. 52,2 miliar. Total liabilitas dan
         ekuitas pada tahun 2026 sebesar Rp. 52,0 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 232,7
         juta. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan pada akun liabilitas imbalan kerja.


Proyeksi Keuangan
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                                             V-3
Page 63
         Total liabilitas dan ekuitas pada tahun 2028 sebesar Rp. 52,5 miliar. Total liabilitas dan
         ekuitas pada tahun 2027 sebesar Rp. 52,2 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 255,3
         juta. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan pada liabilitas imbalan kerja.
         Total liabilitas dan ekuitas pada tahun 2029 sebesar Rp. 53,2 miliar. Total liabilitas dan
         ekuitas pada tahun 2028 sebesar Rp. 52,5 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 787,2
         juta. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan pada akun liabilitas imbalan kerja.
         Total liabilitas dan ekuitas pada tahun 2030 sebesar Rp. 54,6 miliar. Total liabilitas dan
         ekuitas pada tahun 2029 sebesar Rp. 53,2 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp. 1,3
         miliar. Penyebab kenaikan tersebut adalah kenaikan pada akun liabilitas imbalan kerja.


5.5      Proyeksi Arus Kas

         Tabel 5.3 Proyeksi Arus Kas
                                                                        Proyeksi Arus Kas (Rp.)

                         Uraian             2026             2027               2028               2029               2030

                                           Jan - Des        Jan - Des         Jan - Des           Jan - Des         Jan - Des



         ARUS KAS DARI AKTIVITAS
         OPERASI
         Laba Bersih                       142.763.454      134.359.886        147.966.253        669.476.056      1.265.838.822

         Depresiasi                       1.167.035.518    1.759.840.484     1.821.227.021     1.897.960.191       1.962.464.227

         Perubahan Modal Kerja

           Piutang Usaha                   (178.324.151)     (44.671.495)       14.295.987         (49.316.184)      (61.306.954)

           Persediaan                       (11.679.715)        (888.650)         (897.537)           (906.512)                 -

           Pencadangan Imbalan Kerja        25.749.437       98.436.872        107.392.092        117.763.436       132.461.397

           Aset Pajak Tangguhan           4.246.720.963                  -                -                   -                 -

           Utang Pajak                                 -                 -                -                   -                 -

           Utang Lain-lain                  (49.084.025)                 -                -                   -                 -
         Arus Kas Bersih Diperoleh Dari
         (Digunakan Untuk) Aktivitas      5.343.181.481    1.947.077.098     2.089.983.815     2.634.976.988       3.299.457.493
         Operasi

         ARUS KAS DARI AKTIVITAS
         INVESTASI
         Perolehan Aset Tetap              (119.251.426)    (479.585.749)     (245.546.145)       (306.932.682)     (383.665.852)
         Arus Kas Bersih Diperoleh Dari
                                           (119.251.426)    (479.585.749)     (245.546.145)       (306.932.682)     (383.665.852)
         Aktivitas Investasi
         KENAIKAN (PENURUNAN) KAS         5.223.930.054    1.467.491.349     1.844.437.670     2.328.044.306       2.915.791.641
         DAN SETARA KAS
         KAS DAN SETARA KAS AWAL
                                          1.346.431.269    6.570.361.323     8.037.852.672     9.882.290.342      12.210.334.648
         TAHUN
         KAS DAN SETARA KAS AKHIR
                                          6.570.361.323    8.037.852.672     9.882.290.342    12.210.334.648      15.126.126.288
         TAHUN


Proyeksi Keuangan
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                                                      V-4
Page 64
         Arus Kas untuk Aktivitas Operasi
         Arus kas proyeksi dari aktivitas operasi Perseroan pada 2027 sebesar Rp. 1,9 miliar turun
         sebesar Rp. 3,3 miliar dibandingkan pada 2026 sebesar Rp. 5,3 miliar. Penurunan
         tersebut adalah akun asset pajak tangguhan.
         Arus kas proyeksi dari aktivitas operasi Perseroan pada 2028 sebesar Rp. 2,0 miliar naik
         sebesar Rp. 142,9 juta dibandingkan pada 2027 sebesar Rp. 1,9 miliar. Kenaikan
         disebabkan laba bersih, depresiasi dan pencadangan imbalan kerja.
         Arus kas proyeksi dari aktivitas operasi Perseroan pada 2029 sebesar Rp. 2,6 miliar naik
         sebesar Rp. 544,9 juta dibandingkan pada 2028 sebesar minus Rp. 2,0 miliar. Kenaikan
         disebabkan laba bersih, depresiasi dan pencadangan imbalan kerja.
         Arus kas proyeksi dari aktivitas operasi Perseroan pada 2030 sebesar Rp. 3,2 miliar naik
         sebesar Rp. 664,4 juta dibandingkan pada 2029 sebesar Rp. 2,6 miliar. Kenaikan
         disebabkan laba bersih, depresiasi dan pencadangan imbalan kerja.

         Arus Kas untuk Aktivitas Investasi
         Arus kas proyeksi yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan pada tanggal
         2026 – 2030 dalam proyeksi diasumsikan untuk pembelian capex.


5.6      Rasio-Rasio Keuangan

         Rasio-rasio keuangan periode 2026 sampai dengan 2030, dapat dilihat sebagai berikut :

         Tabel 5.1 Rasio-rasio Keuangan
                                                                            Proyeksi

                       Uraian                2026            2027            2028            2029            2030

                                            Jan - Des       Jan - Des       Jan - Des       Jan - Des       Jan - Des


         AKTVITAS (X)

         Total Asset Turnover                        0,28            0,31            0,31            0,34            0,36


         SOLVABILITAS (x)

         Total Debt to Equity Ratio                  3,26            3,24            3,21            3,05            2,79

         Total Debt to Total Assets Ratio            0,77            0,76            0,76            0,75            0,74


         PROFITABILITAS (% )

         Operating Margin                           9,02%           7,85%           7,72%           9,83%        11,85%

         Net Profit Margin                          0,28%           0,20%           0,28%           3,14%           5,85%


Proyeksi Keuangan
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                                                     V-5
Page 65
         Rasio Aktivitas
         Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mendayagunakan aset-
         aset yang dimilikinya. Secara rata-rata dapat dilihat bahwa rasio perputaran aset BMP
         selama proyeksi periode 2026-2030 adalah sebesar 0,32x pertahun.


         Rasio Solvabilitas
         Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar semua
         kewajiban (jangka pendek maupun jangka panjang) BPM. Rasio rata-rata Debt to Equity
         Ratio selama proyeksi tahun 2026-2030 adalah 3,11x dan Debt to Total Asset Ratio
         sebesar 0,76x.

         Rasio Profitabiltas
         Rasio profitabilitas menunjukkan operasional kemampuan suatu perusahaan dalam
         mengelola aset-asetnya dengan tujuan akhir mengoptimalkan pengembalian yang dapat
         diperoleh para penyedia kapital (capital providers). Operating margin rata-rata mencapai
         9,25% dan net profit margin 1,95%.




Proyeksi Keuangan
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                     V-6
Page 66
   BAB VI              PENILAIAN SAHAM

6.1      Penilaian dengan Pendekatan Pendapatan

         Pada penilaian diskonto arus kas, terdapat 3 (tiga) pilihan arus kas untuk didiskonto, yaitu
         dividen, arus kas bersih untuk ekuitas dan arus kas bersih untuk perusahaan.

         Arus Kas Bersih (AKB) yang akan digunakan sebagai economic income yang didiskonto
         untuk dijadikan indikasi nilai bisnis adalah AKB untuk perusahaan (Free Cash Flow to
         Capital).

         Pengertian AKB adalah jumlah kas yang tersedia setelah terpenuhinya kebutuhan kas
         untuk kegiatan, merupakan arus kas yang tersedia bagi penyedia modal (utang dan
         ekuitas) dan telah bebas dari kewajiban untuk mempertahankan operasi saat ini
         (current operation) dan untuk mengantisipasi pertumbuhan perusahaan, yang dihitung
         sebagai berikut :

         Laba Bersih :
         +/+ Depresiasi & Amortisasi
         +/+ Interest (i x (1-T))
         - / - Investment Outlays
         +/ - Perubahan Modal Kerja
         = AKB Untuk Perusahaan (Free Cash Flow to Capital)

         Proyeksi AKB tersebut, kemudian didiskontokan dengan menggunakan faktor diskonto
         yang menggambarkan tingkat pengembalian yang diharapkan investor (required rate of
         return), setelah memperhitungkan risiko-risiko yang bersangkutan dengan proyeksi
         pendapatan pada masa mendatang untuk menghasilkan nilai perusahaan. Setelah
         diperoleh nilai perusahaan, nilai ekuitas dihitung dengan mengurangkan nilai perusahaan
         dengan jumlah hutang yang dimiliki.

         Dalam rangka penilaian saham ini, mengingat bahwa penilaian akan didasarkan pada
         AKB untuk penyedia perusahaan, maka penentuan tingkat diskonto yang digunakan
         berdasarkan Biaya Modal Rata-rata Tertimbang (Weighted Average Cost of Capital,
         WACC) dengan formula adalah sebagai berikut :



Penilaian Saham
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                        VI - 1
Page 67
         WACC = [{e/(e+b)}x ke] + [{b/(e+b)} x kb x (1-t)]
         Dimana :
         WACC =             biaya modal rata-rata tertimbang
         e        =         nilai pasar ekuitas
         b        =         nilai pasar hutang
         ke       =         biaya modal untuk ekuitas
         kb       =         biaya modal untuk hutang
         t        =         tarif pajak

6.1.1 Penentuan Biaya Modal Ekuitas

         Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Assets
         Pricing Model (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas
         risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistimatis dari sekuritas saham, dengan
         formula adalah sebagai berikut :

         Ke = Rf + (Rm-Rf) β + Rs

         Dimana :
         Ke           =    Tingkat Biaya Bunga Ekuitas
         Rf           =    Tingkat Suku Bunga Bebas Risiko
         ERPm         =    Equity Risk Premium
         Beta (β)     =    Ukuran Risiko Sistematis
         Rs           =    Specific Risk Premium

         Tingkat Suku Bunga Bebas Risiko (Rf), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-
         instrumen yang dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia,
         instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk
         jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 30 Desember
         2025, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu obligasi Pemerintah RI berjangka
         panjang (SUN) dalam mata uang Rupiah sesuai yang dikeluarkan Indonesia Bond Pricing
         Agency (IBPA) sebagai acuan “Benchmark” SUN Tahun 30 Desember 2025 dengan tenor
         30 tahun dan yang akan berakhir pada 30 Desember 2055 dengan tingkat yield 6,71%.




Penilaian Saham
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                    VI - 2
Page 68
         Equity Risk Premium, ERPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko
         dengan tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity risk
         premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
         seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk premium.
         Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang
         mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar
         negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat premi risiko
         sebesar 6,69%, yang diolah dari hasil riset Aswath Damodaran (New York University
         Business School).

         Relevered Beta (β), premi risiko tersebut masih harus dikalikan dengan β dari industri
         yang bersangkutan, berdasarkan average β dari damodaran, maka didapat besarnya
         Relevered β, sebesar : 0,71.

         Default Spread, Pada perhitungan WACC, khususnya penentuan Tingkat Suku Bunga
         Bebas Resiko, penilai menggunakan data yang bersumber dari Damodaran, dimana data
         yang digunakan adalah Total Equity Risk Premium yang juga telah mempertimbangkan
         resiko, Pada perhitungan WACC penilai juga memperhitungkan resiko lainnya termasuk
         Specific Risk, untuk menghindari perhitungan ganda Cost of Equity perlu dikurangi
         dengan Rating Based Default Spread yang bersumber dari data Damodaran juga sebesar
         1,62%.

6.1.2 Tingkat Suku Bunga

         Biaya hutang (cost of debt) pada tanggal Penilaian (Cut Off Date) sebesar 8,44% yang
         berasal dari data tingkat bunga pinjaman rata-rata bank pemerintah dalam melaksanakan
         fungsi pembiayaan. Adapun sumber data yang digunakan adalah Suku Bunga Dasar
         Kredit (SBDK) yang diteribitkan oleh Bank Indonesia yang berlaku pada saat Penilaian.

6.1.3 Perhitungan Weighted Average Cost of Capital (WACC)

         Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan kekuatan dan kelebihan serta risiko
         Perseroan, kami berpendapat bahwa tingkat diskonto sebesar 8,83% per tahun adalah
         wajar untuk mendiskonto arus kas bersih dengan perhitungan sebagai berikut :




Penilaian Saham
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                  VI - 3
Page 69
         Tabel 6.1 Perhitungan Weighted Average Cost of Capital (WACC)

                                              WACC

                    Cost of Equity

                    Risk free rate                           6,71%
                    Market risk premium                      6,69%
                    Levered Beta                              0,71
                    Specific Risk                            0,00%
                     (-) Default Spread                      1,62%
                    Cost of Equity                           9,85%




                    Cost of Debt
                    Investment Credit                        8,44%
                    Tax                                     22,00%
                    Cost of Debt                             6,58%




                    Capital Structure
                    Debt to Total capitalization            31,21%
                    Equity to Total capitalization          68,79%

                    WACC                                     8,83%



6.1.4 Indikasi Nilai Ekuitas

         Dengan proyeksi keuangan dan tingkat diskonto yang digunakan maka diperoleh nilai
         bersih Perseroan seperti yang terlihat pada tabel berikut dibawah ini.

         Tabel 6.2 Indikasi Nilai Ekuitas/Saham

         Enterprise Value                                  60.897.191.350
         (+) Cash and Cash Equivalent                       1.346.431.269
         (-) Debt                                         (39.033.100.000)
         Indikasi Nilai Ekuitas Sebelum DLOM               23.210.522.619




Penilaian Saham
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                              VI - 4
Page 70
6.2      Penilaian dengan Pendekatan Aset

6.2.1 Perhitungan Biaya Ekuitas
         Prinsip penilaian dengan metode Pendekatan Aset (Aset Based Approach) adalah
         penyesuaian Nilai Pasar yang dilakukan atas nilai historis yang terdapat dalam posisi
         keuangan. Adapun langkah-langkah penerapannya adalah :

         a.   Pada tahap pertama, mendapatkan posisi keuangan lengkap dengan penjelasan
              serta informasi lain yang terkait dengan keperluan penilaian, sesuai kondisi pada saat
              penilaian.
         b.   Menyesuaikan atau mengubah pos-pos atau item-item yang terdaftar dalam posisi
              keuangan, baik aset lancar, aset tidak lancar, liabilitas jangka pendek, liabilitas
              jangka panjang, menjadi refleksi nilai pasar.
         c.   Mengidentifikasi dan menilai item-item yang tidak terdaftar dalam posisi keuangan,
              biasanya dalam bentuk aset tidak berwujud, misalnya : biaya pra-operasi, sistem
              perangkat lunak, para karyawan profesional, uang jaminan, sistem pengendalian ISO
              dan pelanggan tetap.

         Mengurangi seluruh nilai aset berwujud dan tak berwujud sesuai perhitungan diatas
         dengan kewajiban, untuk memperoleh nilai ekuitas per 31 Desember 2025.

6.2.2 Nilai Pasar Aset Tetap
         Nilai Pasar aset tetap BMP per tanggal 31 Desember 2025, telah dilakukan penilaian oleh
         KJPP Edi Andesta dan Rekan dengan nomor laporan aset yang telah dinilai yaitu Laporan
         Penilaian Aset Tetap No. 00230/2.0053-00/PI/03/0506/1/V/2026, tanggal 18 Mei 2026.
         Nilai Pasar atas aset berupa Tanah Bangunan, Sarana Pelengkap, Mekanikal Elektrikal,
         Fixture Furniture & Equipment (FFE) dan Kendaraan BMP adalah Rp 64.146.000.000,-.

6.2.3 Nilai Penyesuaian Posisi Keuangan Perusahaan

         Sesuai dengan tanggal efektif penilaian yang telah ditetapkan, penyesuaian laporan
         keuangan dilakukan terhadap posisi keuangan BMP per tanggal 31 Desember 2025.
         Rincian penyesuaian yang dilakukan adalah sebagai berikut :
          a. Kas dan Setara Kas tercatat Rp. 1,34 miliar, terhadap akun ini tidak dilakukan
             penyesuaian, karena kas dan setara kas pada prinsipnya telah mencerminkan nilai
             nominal yang dapat direalisasikan secara penuh pada Tanggal Penilaian.


Penilaian Saham
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                       VI - 5
Page 71
          b. Piutang usaha tercatat Rp. 232,62 juta, terhadap akun ini tidak dilakukan
             penyesuaian, karena piutang usaha dicatat sebesar nilai yang dapat direalisasikan
             bersih, setelah mempertimbangkan cadangan kerugian penurunan nilai, dan selain
             itu tidak ditemukan kondisi material yang memerlukan penyesuaian.
          c. Persediaan tercatat Rp 77,18 juta, terhadap akun ini tidak dilakukan penyesuaian,
             karena persediaan bersifat jangka pendek, perputaran cepat, dan tidak mengalami
             apresiasi nilai seperti tanah. Sepanjang tidak terdapat persediaan usang yang
             material, nilai tercatat dianggap telah mencerminkan nilai pasar.
          d. Aset tetap, Tanah Bangunan, Sarana Pelengkap, Mekanikal Elektrikal, FFE dan
             Kendaraan tercatat Rp. 45,91 miliar, terhadap akun ini dilakukan penyesuaian
             dengan melakukan penilaian kembali, sehingga setelah dilakukan penyesuaian,
             maka Nilai pasar aset tetap, peralatan dan perlengkapan operasi menjadi sebesar
             Rp. 64,14 miliar, sesuai dengan laporan penilaian aset yang dilakukan oleh KJPP Edi
             Andesta dan Rekan.
          e. Aset pajak tangguhan tercatat Rp 4,31 miliar, terhadap akun ini tidak dilakukan
             penyesuaian, karena sudah mencerminkan nilai pasar.
          f.   Pos-pos aset lainnya dan pos-pos liabilitas yang tercantum di posisi keuangan tidak
               disesuaikan karena dianggap telah merefleksikan nilai pasarnya.

         Penyesuaian hanya dilakukan pada aset tetap dikarenakan aset tetap dicatat dalam
         laporan keuangan berdasarkan harga perolehan, sehingga nominal yang tercermin tidak
         mencerminkan nilai pasar aset tetap pada tanggal penilaian.

         Dengan penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan tersebut, total aset BMP yang tercatat
         di posisi keuangan per tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp. 51,89 miliar, telah berubah
         menjadi sebesar Rp. 70,12 miliar.


6.2.4 Nilai Pasar Saham BMP
         Dari hasil penyesuaian terhadap posisi keuangan BMP per tanggal 31 Desember 2025
         diatas, Indikasi nilai ekuitas diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset
         dan hutang yang telah disesuaikan.

         Nilai saham perusahaan tertutup biasanya dikenakan ”discount for lack of marketability”,
         diskon ini dimaksudkan karena saham pada perusahaan tertutup relatif lebih sulit untuk
         dikonversi menjadi dana cash, karena calon pembeli akan memerlukan waktu untuk
         menilai kewajaran nilai saham tersebut, berbeda dengan perusahaan terbuka dimana nilai
         saham pada waktu tersebut sudah merefleksikan nilai yang sebenarnya dari sahamnya.
Penilaian Saham
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                        VI - 6
Page 72
         Sehubungan dengan hal tersebut penilai memberikan ”discount for lack marketability”
         terhadap indikasi nilai saham tersebut. Besarnya discount sangat tergantung kepada
         kondisi dan jenis perusahaan atau bisnisnya. Sehubungan dengan hal tersebut penilai
         menetapkan besarnya ”discount for lack of marketability” pada penilaian ini adalah 20%.
         Selain potongan tersebut adanya opsi pemegang saham lain untuk membeli lebih dahulu
         saham yang akan dijual, dan kalaupun pemegang saham lain tidak berminat membeli,
         maka agak sulit untuk mencari investor lain untuk membeli saham tersebut, karena calon
         investor belum tentu cocok dengan pemegang saham lainnya. Penyesuaian laporan
         keuangan dan perhitungan nilai penyertaan saham dapat dilihat pada penyesuaian
         sebagai berikut:

         Tabel 6.3 Indikasi Nilai Ekuitas/Saham
                                                                                                                   (dalam Rupiah)

                         Keterangan                  Sebelum Penyesuaian             Penyesuaian          Setelah Penyesuaian

         LAPORAN POSISI KEUANGAN                          Des 2025                                              Des 2025
         ASET
         Aset Lancar
         Kas dan Setara Kas                                      1.346.431.269                                      1.346.431.269
         Piutang Usaha                                            232.627.681                                         232.627.681
         Persediaan                                                  77.185.316                                        77.185.316
         Pajak Dibayar Dimuka                                         2.682.720                                         2.682.720
         Jumlah Aset Lancar                                      1.658.926.986                     -                1.658.926.986


         Aset Tidak Lancar
         Aset Pajak Tangguhan                                    4.317.129.102                                      4.317.129.102
         Aset Tetap                                            45.916.442.479           18.229.557.521             64.146.000.000
         Jumlah Aset Tidak Lancar                              50.233.571.581           18.229.557.521             68.463.129.102
         JUMLAH ASET                                           51.892.498.567           18.229.557.521             70.122.056.088


         LIABILITAS DAN EKUITAS
         Liabilitas Jangka Pendek
         Utang Lain-lain                                             49.084.025                                        49.084.025
         Utang Pajak                                              112.203.940                                         112.203.940
         Biaya Yang Masih Harus Dibayar                           256.004.412                                         256.004.412
         Utang Bank - Bagian jatuh tempo dalam setahun           5.088.100.000                                      5.088.100.000
         Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                         5.505.392.377                     -                5.505.392.377


         Liabilitas Jangka Panjang
         Utang Bank                                              1.015.000.000                                      1.015.000.000
         Utang Pemegang Saham                                  32.930.000.000                                      32.930.000.000
         Liabilitas Imbalan Kerja                                 384.304.343                                         384.304.343
         Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                      34.329.304.343                      -               34.329.304.343
         Jumlah Liabilitas                                     39.834.696.720                      -               39.834.696.720


         Ekuitas
         Modal Saham -Nilai nominal Rp100.000 per saham, modal dasar
                                                                55.000.000.000
                                                                     1.400.000 saham ditempatkan dan disetor 550.00055.000.000.000
                                                                                                                     saham
         Penghasilan Komprehensif Lain                            430.360.218                      -                  430.360.218
         Defisit                                              (43.372.558.371)                                   (43.372.558.371)
         Penyesuaian                                                                    18.229.557.521             18.229.557.521
         Jumlah Ekuitas                                        12.057.801.847                      -               30.287.359.368
         JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                         51.892.498.567                      -               70.122.056.088
         Jumlah Ekuitas                                                                                           30.287.359.368


         Indikasi Nilai 100% Ekuitas, sebelum DLOM                                                               30.287.359.368




Penilaian Saham
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                                                              VI - 7
Page 73
6.3      Discount for Lack of Marketability (DLOM)
         Discount For Lack Of Marketability (DLOM) mencerminkan pengurangan terhadap nilai
         sebagai pengaruh dari tidak likuidnya obyek penilaian untuk diperdagangkan. Likuiditas
         Perseroan dipengaruhi oleh hal-hal sebagai berikut :

         a. Informasi mengenai kondisi obyek penilaian yang relevan untuk penentuan harga
            masih tertutup.
         b. Berdasarkan ketentuan yang disepakati oleh para pemilik obyek penilaian, pelepasan
            hak milik harus dengan persetujuan pemilik yang lain dengan sangat prioritas pada
            persetujuan pemilik saham mayoritas.
         c. Perkembangan usaha Perseroan kedepannya.
         Besarnya DLOM dipengaruhi oleh:
         a. Besarnya pasar yang dapat mengakses kesempatan transaksi.
         b. Besarnya minat terhadap obyek penilaian. Secara umum usaha hotel pasarnya sudah
            banyak persaingan.
         c. Biaya untuk melakukan tindakan yang diperlukan guna meyakinkan kebenaran dari
            nilai obyek penilaian seperti audit, due diligence.
         d. Lamanya waktu yang diperlukan untuk melakukan transaksi.
         e. Biaya yang diperlukan untuk membuat obyek penilaian menjadi lebih likuid
            diperdagangkan (go public). Untuk menjadi lebih likuid, selain keterbukaan informasi,
            potensi bisnis juga menjadi pertimbangan, oleh karena itu ada kemungkinan bahwa
            struktur atau model bisnis yang saat ini dijalani perlu dirombak, dan dalam kondisi ini
            tidak menutup kemungkinan diperlukan bantuan dari pihak yang memiliki model bisnis
            dan modal yang diperlukan untuk perombakan ini.
         Diskon marketabilitas sebesar 20% masih dalam range sebagaimana diatur dalam POJK
         35/2020. DLOM sebesar 20% diterapkan untuk mencerminkan keterbatasan likuiditas
         saham Perseroan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif. Besaran tersebut ditetapkan
         dengan mempertimbangkan referensi empiris dari restricted stock studies yang
         menunjukkan kisaran diskon sekitar 20%–35%, di mana 20% berada pada tingkat
         moderat dan konservatif. Penetapan ini juga mempertimbangkan karakteristik Perseroan
         sebagai perusahaan perhotelan yang bersifat asset intensive dan menghasilkan arus kas
         operasional, namun tetap memiliki keterbatasan dalam pengalihan saham. Dengan
         demikian, DLOM 20% dinilai proporsional dan dapat dipertanggungjawabkan dalam
         konteks estimasi Nilai Pasar.

         Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, kami memperhitungkan diskon untuk
         tidak likuidnya saham perseroan sebesar 20% dari indikasi nilai ekuitas.


Penilaian Saham
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                      VI - 8
Page 74
         Persentase DLOM yang digunakan adalah sebesar 20,00%, Saham Perseroan tidak
         tercatat dan tidak diperdagangkan di bursa efek sehingga tidak tersedia pasar aktif. Selain
         itu Besaran DLOM sebesar 20% ditetapkan dengan mempertimbangkan bahwa,
         Perseroan merupakan perusahaan yang masih menjalankan kegiatan usaha secara
         berkelanjutan (going concern), memiliki aset operasional yang jelas, serta memiliki
         pendapatan usaha yang relatif stabil dari kegiatan operasional hotel

6.4      Rekonsiliasi Nilai

         Sesuai dengan konsep keuangan perusahaan, seseorang memiliki atau membeli aset
         atau saham karena mengharapkan suatu aliran pendapatan (a stream of economic
         income) yang dihasilkan oleh aset atau saham tersebut. Dari kedua pendekatan diatas
         memberikan indikasi nilai yang berbeda:

               Pendekatan                      Metode                Indikasi Nilai


         Pendekatan Pendapatan   Metode Discounted Cash Flow                   23.210.522.619

         Pendekatan Aset         Metode Adjusted Net Assets Method             30.287.359.368




         Pendekatan DCF lebih besar dibandingkan pendekatan aset. Pada proses rekonsiliasi
         pendekatan pendapatan diberikan bobot 50% untuk pendekatan aset diberikan bobot
         50%, dikarenakan tingkat keyakinan kami terhadap kedua pendekatan tersebut sama
         besarnya, Dalam penilaian PT Bumi Majalengka Permai, Penilai menggunakan
         Pendekatan Pendapatan melalui Metode Discounted Cash Flow (DCF) dan Pendekatan
         Aset melalui Metode Adjusted Net Assets Method (ANAM). Masing-masing pendekatan
         diberikan bobot sebesar 50%. Pemberian bobot yang sama didasarkan pada
         pertimbangan bahwa kedua pendekatan tersebut memiliki tingkat relevansi yang relatif
         setara dalam mencerminkan nilai ekonomi Perseroan pada tanggal penilaian.
         Pendekatan Pendapatan dianggap relevan karena Perseroan merupakan entitas yang
         telah menjalankan kegiatan usaha secara komersial melalui pengelolaan Fitra Hotel
         Majalengka dan memiliki kemampuan menghasilkan pendapatan dari kegiatan
         operasional hotel. Oleh karena itu, nilai Perseroan tidak hanya ditentukan oleh aset yang
         dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan aset tersebut dalam menghasilkan manfaat ekonomi
         di masa mendatang sebagaimana tercermin dalam proyeksi arus kas. Di sisi lain,
         Pendekatan Aset juga dipandang relevan mengingat kegiatan usaha perhotelan
         merupakan bisnis yang bersifat asset based, dimana sebagian besar nilai ekonomi
         perusahaan didukung oleh aset tetap berupa bangunan hotel, fasilitas pendukung,
         peralatan operasional, serta aset lainnya yang digunakan dalam kegiatan usaha. Adapun
         hasil rekonsiliasi nilai dapat dilihat sebagai berikut :
Penilaian Saham
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                         VI - 9
Page 75
               Pendekatan                      Metode                           Indikasi Nilai             Bobot     Total


         Pendekatan Pendapatan   Metode Discounted Cash Flow                              23.210.522.619      50%   11.605.261.309

         Pendekatan Aset         Metode Adjusted Net Assets Method                        30.287.359.368      50%   15.143.679.684


                                                                     Indikasi Nilai Sebelum DLOM                    26.748.940.993

                                                                     DLOM                                           (5.349.788.199)

                                                                    Indikasi 100% Nilai Saham                       21.399.152.795
                                                           99,9998% Indikasi 99,9998% Nilai Saham                   21.399.113.887
                                                                    Pembulatan                                      21.399.114.000
                                                                    Nilai Pasar Per Lembar Saham                         38.907,55



6.4.     Kesimpulan Nilai Pasar 549.999 lembar (99,9998%) Saham penyertaan
         FITT pada BMP

         Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang
         terkait dalam rangka menentukan nilai saham Perseroan, maka kami berpendapat Nilai
         Pasar 549.999 lembar (99,9998%) Saham penyertaan FITT pada BMP per tanggal
         31 Desember 2025.

         Nilai Pasar 549.999 lembar (99,9998%) Saham penyertaan FITT pada BMP Per
         31 Desember 2025 adalah :


                                           Rp. 21.399.114.000,-
                       Dua Puluh Satu Miliar Tiga Ratus Sembilan Puluh Sembilan Juta
                                     Seratus Empat Belas Ribu Rupiah




Penilaian Saham
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP                                                                  VI - 10
Page 76
Realisasi Posisi Keuangan
                                                                                                                                                 (dalam Rupiah)
                                                2020               2021               2022               2023               2024                2025
              KETERANGAN
                                               Audited            Audited            Audited            Audited            Audited            Audited
ASET
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas                              787.109.244      2.155.600.448      2.651.975.970      1.794.235.440      1.507.964.801      1.346.431.269
Piutang Usaha                                   259.710.717        285.694.201        358.476.343        335.222.965        361.035.409        232.627.681
Piutang Lain-lain                                27.000.000          5.380.000          7.092.000          8.494.000                  -                -
Persediaan                                       51.014.992         78.015.817        153.623.480         87.114.039        159.265.719         77.185.316
Pajak Dibayar Dimuka                                      -                  -                  -                  -          2.682.720          2.682.720
Jumlah Aset Lancar                            1.124.834.953      2.524.690.466      3.171.167.793      2.225.066.444      2.030.948.649      1.658.926.986

Aset Tidak Lancar
Aset Pajak Tangguhan                            147.263.171        142.860.207         97.336.086         70.408.139         91.639.916      4.317.129.102
Aset Tetap - Bersih                          59.388.262.292     55.662.664.163     56.853.786.339     53.010.404.352     49.228.068.358     45.916.442.479
Jumlah Aset Tidak Lancar                     59.535.525.463     55.805.524.370     56.951.122.425     53.080.812.491     49.319.708.274     50.233.571.581
JUMLAH ASET                                  60.660.360.416     58.330.214.836     60.122.290.218     55.305.878.935     51.350.656.923     51.892.498.567

LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha                                   1.236.173.633         92.980.079         19.999.959                  -                  -                -
Utang Lain-lain                               1.488.768.289        342.137.003        121.562.500        107.962.374         30.873.000         49.084.025
Utang Pajak                                      58.736.678        140.821.142        141.102.124        191.358.504        153.847.419        112.203.940
Biaya Yang Masih Harus Dibayar                1.092.347.277      1.354.642.215      1.053.036.056        853.542.676        348.798.466        256.004.412
Utang Bank - Bagian jatuh tempo dalam setahun 2.700.000.000      3.540.000.000      3.720.000.000      5.400.000.000      9.300.000.000      5.088.100.000
Utang Sewa Pembiayaan -Bagian jatuh tempo dalam 167.095.828
                                                setahun              8.856.955                  -                  -                -                  -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek               6.743.121.705      5.479.437.394      5.055.700.639      6.552.863.554      9.833.518.885      5.505.392.377

Liabilitas Jangka Panjang
Utang Bank                                   23.713.100.000     22.063.100.000     20.803.100.000     15.403.100.000      6.103.100.000      1.015.000.000
Utang Sewa Pembiayaan                             8.856.955                  -                  -                  -                  -                -
Utang Pemegang Saham                                      -      4.500.000.000     12.500.000.000     16.550.000.000     22.730.000.000     32.930.000.000
Liabilitas Imbalan Kerja                        669.378.049        649.364.578        442.436.752        320.036.995        416.545.072        384.304.343
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang             24.391.335.004     27.212.464.578     33.745.536.752     32.273.136.995     29.249.645.072     34.329.304.343
Jumlah Liabilitas                            31.134.456.709     32.691.901.972     38.801.237.391     38.826.000.549     39.083.163.957     39.834.696.720

Ekuitas
Modal Saham                                   55.000.000.000     55.000.000.000     55.000.000.000     55.000.000.000     55.000.000.000     55.000.000.000
Penghasilan Komprehensif Lain                    (17.626.004)         8.581.018        153.133.270        315.740.736        327.605.886        430.360.218
Defisit                                      (25.456.470.289)   (29.370.268.154)   (33.832.080.443)   (38.835.862.350)   (43.060.112.920)   (43.372.558.371)
Jumlah Ekuitas                                29.525.903.707     25.638.312.864     21.321.052.827     16.479.878.386     12.267.492.966     12.057.801.847
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                 60.660.360.416     58.330.214.836     60.122.290.218     55.305.878.935     51.350.656.923     51.892.498.567
Penilaian Saham
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP
Page 77
Proyeksi Neraca
                                                                                                                                   (dalam Rupiah)

               KETERANGAN                             2026              2027               2028               2029               2030
ASET
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas                                  6.570.361.323     8.037.852.672      9.882.290.342     12.210.334.648     15.126.126.288
Piutang Usaha                                         410.951.832       455.623.327        441.327.340        490.643.523        551.950.477
Persediaan                                             88.865.031        89.753.681         90.651.218         91.557.730         91.557.730
Pajak Dibayar Dimuka                                    2.682.720         2.682.720          2.682.720          2.682.720          2.682.720
Jumlah Aset Lancar                                  7.072.860.906     8.585.912.400     10.416.951.620     12.795.218.622     15.772.317.216

Aset Tidak Lancar
Aset Pajak Tangguhan                                   70.408.139         70.408.139         70.408.139         70.408.139         70.408.139
  Aset Tetap - Biaya Perolehan                     78.322.218.864     78.801.804.613     79.047.350.759     79.354.283.440     79.737.949.292
  Aset Tetap - Akumulasi Depresiasi               (33.453.560.477)   (35.213.400.961)   (37.034.627.982)   (38.932.588.173)   (40.895.052.400)
Aset Tetap - Bersih                                44.868.658.388     43.588.403.652     42.012.722.777     40.421.695.267     38.842.896.892
Jumlah Aset Tidak Lancar                           44.939.066.527     43.658.811.791     42.083.130.916     40.492.103.406     38.913.305.031
JUMLAH ASET                                        52.011.927.433     52.244.724.192     52.500.082.536     53.287.322.028     54.685.622.247

LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Pajak                                           112.203.940       112.203.940        112.203.940        112.203.940        112.203.940
Biaya Yang Masih Harus Dibayar                        256.004.412       256.004.412        256.004.412        256.004.412        256.004.412
Utang Bank - Bagian jatuh tempo dalam setahun       5.088.100.000     5.088.100.000      5.088.100.000      5.088.100.000      5.088.100.000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                     5.456.308.352     5.456.308.352      5.456.308.352      5.456.308.352      5.456.308.352

Liabilitas Jangka Panjang
Utang Bank                                          1.015.000.000     1.015.000.000      1.015.000.000      1.015.000.000      1.015.000.000
Utang Pemegang Saham                               32.930.000.000    32.930.000.000     32.930.000.000     32.930.000.000     32.930.000.000
Liabilitas Imbalan Kerja                              410.053.780       508.490.652        615.882.744        733.646.180        866.107.577
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                   34.355.053.780    34.453.490.652     34.560.882.744     34.678.646.180     34.811.107.577
Jumlah Liabilitas                                  39.811.362.132    39.909.799.004     40.017.191.096     40.134.954.532     40.267.415.929

Ekuitas
Modal Saham                                        55.000.000.000     55.000.000.000     55.000.000.000     55.000.000.000     55.000.000.000
Penghasilan Komprehensif Lain                         430.360.218        430.360.218        430.360.218        430.360.218        430.360.218
Defisit                                           (43.229.794.917)   (43.095.435.031)   (42.947.468.778)   (42.277.992.722)   (41.012.153.899)
Jumlah Ekuitas                                     12.200.565.301     12.334.925.187     12.482.891.440     13.152.367.496     14.418.206.319
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                      52.011.927.433     52.244.724.192     52.500.082.536     53.287.322.028     54.685.622.247

Penilaian Saham
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP
Page 78
Indikasi Nilai Ekuitas/Saham - Pendekatan Pendapatan Metode Discounted Cash Flow
                                                                                                                                                    (dalam Rupiah)

                   Keterangan                             2026              2027              2028              2029               2030

   EBT                                                   40.009.122         31.605.554        45.211.921       566.721.724       1.163.084.490
   ( +) Interest * (1-Tax)                              982.027.800        982.027.800       982.027.800       982.027.800         982.027.800
   ( - ) Tax                                                    -                  -                 -                 -                   -
   ( +) D&A                                           1.167.035.518      1.759.840.484     1.821.227.021     1.897.960.191       1.962.464.227
   ( - ) Capex                                         (119.251.426)      (479.585.749)     (245.546.145)     (306.932.682)       (383.665.852)
   (+-) Working Capital                               4.033.382.509         52.876.727       120.790.542        67.540.740          71.154.443
   Free Cash Flow to the Firm (FCFF)                 6.103.203.522       2.346.764.817     2.723.711.138     3.207.317.774      3.795.065.109     3.920.302.257
   Terminal Value

   Discount Rate                                                 8,83%
   Perpetuity Growth Rate                                        3,30%
   Capitalization Rate                                           5,53%
   Terminal Value                                                                                                              70.876.033.375

   Periods                                                           1                 2                 3                 4                  5
   Discount Factor                                               0,919             0,844             0,776             0,713              0,655
   Present Value of FCFF                              5.607.953.382      1.981.356.632     2.113.005.723     2.286.273.380      48.908.602.233
   SUM of PV of FCFF                               60.897.191.350

   Enterprise Value                                 60.897.191.350
   (+) Cash and Cash Equivalent                      1.346.431.269
   (-) Debt                                        (39.033.100.000)
   Indikasi Nilai Ekuitas Sebelum DLOM              23.210.522.619




Penilaian Saham
Penilaian Saham 99,9998% Saham Penyertaan FITT pada BMP

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.28 MB
Published19 Jun 2026
Pages78
Characters198,135
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 44 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Hotel Fitra International Tbk · Nama Perusahaan p.1 ×19
linked person Siti Rahayu p.13 ×2
linked person Joni Rizal p.21
linked org Pemerintah RI p.67
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.4 ×3
possible org Bursa Efek Indonesia p.15 ×4
unresolved org PT Bumi Majalengka Permai Bidang p.1
unresolved person KH. Abdul Halim p.4 ×10
unresolved org PT Bumi Majalengka Permai p.4 ×15
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Edi Andesta dan Rekan p.4
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Edi Andesta p.4
unresolved org KJPP Andesta p.4 ×4
unresolved org Menteri Keuangan p.4 ×2
unresolved org Pusat Statistik p.6 ×2
unresolved org KJPP Edi Andesta dan Rekan p.7 ×3
unresolved org KJPP Edi Andesta p.7 ×6
unresolved person Ir. Edi Andesta MAPPI · Pemimpin Rekan p.7
unresolved person Iqro Haikal Sulaiman p.9
unresolved org Hotel Fitra Internasional Tbk p.13 ×4
unresolved person Steve Mulyono · Direktur p.15 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.20 ×2
unresolved org Kementerian p.20
unresolved person Muhammad Hanafi p.21
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.21
unresolved person Benediktus Andy Widyanto p.21 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.21 ×4
unresolved person Rudy Siswanto p.21 ×6
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia p.22
unresolved person Akuntan Publik Drs Moch. Chaeroni p.23 ×2
unresolved person BKP p.23
unresolved org Drs. Chaeroni & Rekan p.23
unresolved person Drs. Chaeroni p.23
unresolved person CPA p.23 ×4
unresolved org Dra. Suhartati & Rekan p.23 ×4
unresolved person Dra. Suhartati p.23 ×7
unresolved person Akuntan Publik Drs. Liasta Karo Karo Surbakti p.24 ×2
unresolved org Liasta p.24
unresolved org Syafrudin & Rekan p.24
unresolved org Bank Indonesia p.39 ×10
unresolved org Bank Indonesia Aspek Makro Bisnis p.39 ×2
unresolved org Pusat Statistik Indonesia Pertumbuhan p.44
unresolved org Pusat Statistik Majalengka Kunjungan p.47
unresolved org Pusat Statistik Majalengka Tingkat Penghunian Kamar p.48
unresolved org Pusat Statistik Majalengka Perkembangan Tingkat Penghunian Kamar p.49

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 12348 ms 12 Sep 2026 22:06
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result