Skip to content
Back to announcement

20260619_FITT_Rencana Transaksi Material Dengan Persetujuan RUPS_32102707_lamp7.pdf

Asset transaction Needs review FITT

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 67

Page 1
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS
     Studi Kelayakan Bisnis Terkait Penambahan
                     Bidang Usaha
   KBLI 64200 (Aktivitas Perusahaan Holding) dan
 KBLI 70209 (Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya)

                   Disiapkan Untuk:
         PT Hotel Fitra International Tbk
Page 2
                                                             DAFTAR ISI
                                                                                                                                        Hal
Halaman Judul
Daftar Isi
Bab I – Pendahuluan............................................................................................................          2
1.1        Latar Belakang..........................................................................................................      3
1.2        Kualifikasi Penilai ......................................................................................................    4
1.3        Identitas Pemberi Tugas ...........................................................................................           5
1.4        Identitas Pengguna Laporan .....................................................................................              5
1.5        Objek Studi Kelayakan Bisnis ...................................................................................              5
1.6        Tanggal Studi Kelayakan Bisnis ...............................................................................                5
1.7        Tanggal Laporan Studi Kelayakan ............................................................................                  6
1.8        Mata Uang yang digunakan ......................................................................................               6
1.9        Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan .......................................................................                     6
1.10       Sifat dan Sumber Informasi ......................................................................................             6
1.11       Metode Penyusunan Laporan Studi Kelayakan ........................................................                            6
1.12       Asumsi dan Kondisi Pembatas .................................................................................                 8
1.13       Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi ..........................................................                       8
1.14       Batasan atau Pengecualian atas Tanggung Jawab Kepada Pihak Selain
           Pemberi Tugas ............ ……………………………………………………………………                                                                         8
1.15       Pernyataan Tertulis dari Pemberi Tugas mengenai Kebenaran dan Sifat Informasi
           yang Diberikan .........................................................................................................      9
1.16       Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan ..............................................................                       9
Bab II – Gambaran Perseroan & Data Informasi................................................................                            10
2.1.       Informasi Keuangan dan Informasi Lainnnya……………………………………………                                                                    10
2.2.       Profil PT Hotel Fitra International Tbk…………………………………………….….…                                                                 11
2.3.       Bidang Usaha……….………………………………………………………………………                                                                                   12
Page 3
2.4.       Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan………………………………                                                           13
2.5.       Susunan Manajemen dan Struktur Organisasi……………………………………………. 14
2.6.       Legalitas dan Perizinan……………………………………………………………………                                                                      14
2.7.       Tenaga Kerja………….……………………………………………………………………                                                                            16
2.8.       Tinjauan Kinerja Keuangan………………………………………………………………                                                                      16
2.9.       Produk dan Layanan………………………………………………………………………                                                                          22
2.10.      Teknologi Yang Digunakan…………………………………………………………………… 22
2.11.      Peraturan Perundang-undangan Yang Terkait……………………………………………. 22
2.12.      Gambaran Perekonomian dan Industri……………………………………………………… 23
Bab III – Analisis Kelayakan................................................................................................      32
3.1.       Aspek Pasar……………………..…………………………………………………………                                                                            32
3.2.       Aspek Teknis……………………………………………………………………………….                                                                            34
3.3.       Aspek Pola Bisnis….………………………………………………………………………                                                                         36
3.4.       Aspek Model Manajemen…………………..…………………………………………….                                                                       39
3.5.       Aspek Keuangan ………………………………………………………………….………                                                                           42
Bab IV – Kesimpulan ...........................................................................................................   57
4.1.       Analisis Kelayakan Aspek Pasar………………………………………………………….                                                                  57
4.2.       Analisis Kelayakan Aspek Teknis………………………………………………………….                                                                 58
4.3.       Analisis Kelayakan Aspek Pola Bisnis….…………………………………………………. 59
4.4.       Analisis Kelayakan Aspek Model Manajemen……………………………………………. 60
4.5.       Analisis Kelayakan Aspek Keuangan……..………………………………………………. 60
4.6.       Kesimpulan Studi Kelayakan Bisnis……..……………………………………………….                                                               61
4.7.       Distribusi Laporan Studi Kelayakan Bisnis……..……………………………………….                                                          62
Pernyataan Penilai…………………………………………..………………………………………… 63
Asumsi dan Syarat Pembatas…………………………………………………………………….                                                                             64
Page 4
No: 00276/2.0053-00/BS/07/0095/1/VI/2026                                   Jakarta, 17 Juni 2026

Kepada,
PT Hotel Fitra International Tbk
Jalan KH. Abdul Halim No. 88 RT. 005 RW. 008,
Kelurahan Majalengka Kulon,
Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka,
Jawa Barat

U.p. : Yth Bapak / Ibu Direksi


Hal       : Laporan Studi Kelayakan Bisnis Terkait Perubahan Kegiatan
            Usaha KBLI 64200 (Aktivitas Perusahaan Holding) dan KBLI
            70209 (Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya)
Dengan hormat,
Sehubungan dengan penugasan yang diberikan kepada Kantor Jasa Penilai Publik Edi Andesta dan
Rekan (“KJPP Andesta”/“Kami”), oleh manajemen PT Hotel Fitra International Tbk
(“Perseroan”/”FITT”) untuk memberikan Pendapat Studi Kelayakan Bisnis sebagai Penilai Independen,
sesuai proposal penawaran jasa Studi Kelayakan Bisnis No. 132/P-Andesta/III/2026, tanggal 16 Maret
2026, maka dengan ini Kami sebagai KJPP resmi, berdasarkan Surat Ijin Usaha Kantor Jasa Penilai
Publik dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 1/KM.1/2022, tanggal 3 Januari 2022, surat izin
usaha No 2.09.0053, tanggal 15 Juli 2009 dan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. STTD-PPB-01/PJ-1/PM.02/2023 (Penilai Properti dan Penilai
Usaha) menyampaikan pendapat atas Studi Kelayakan Bisnis terkait Rencana Perubahan Bidang
Usaha KBLI 64200 Aktifitas Perusahaan Holding dan KBLI 70209 (Aktivitas Konsultasi Manajemen
Lainnya).

Sebelumnya kami telah menerbitkan laporan studi kelayakan bisnis terkait perubahan kegiatan usaha
KBLI 64200 (Aktivitas Perusahaan Holding) Dan KBLI 70209 (Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya)
dengan No. 00240/2.0053-00/BS/05/0095/1/V/2026 tanggal 20 Mei 2026, sehubungan dengan surat
Otoritas Jasa Keuangan No. S-184/PM.211/2026 tanggal 9 Juni 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan
(OJK)perihal Perubahan dan/atau Tambahan Informasi Atas Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan
Usaha KBLI FITT, dengan perubahan sesuai dengan surat OJK tersebut di atas dan atas perubahan-
perubahan tersebut tidak mempengaruhi terhadap opini pada studi kelayakan. Adapun Perubahan
dan/atau Tambahan Informasi pada laporan ini Adalah:
Page 5
     1) Penyesuaian atas analisis pangsa pasar menyesuaikan kepada KBLI Holding dan KBLI
        Konsultasi Management.
     2) Penyesuaian atas analisis pesaing usaha dengan penambahan narasi terperinci terkait dengan
        posisi FITT di pasar industri sejenis dan peluangnya dalam persaingan dengan kompetitor
        dalam bidang usaha sejenis.
     3) Penyesuaian atas analisis aspek teknis terkait dengan ketersediaan kualitas dan sumber daya,
        dengan menambahkan informasi atas ketersediaan tenaga ahli dan penyesuaian atas struktur
        organisasi atas rencana transaksi perubahan kegiatan usaha.
     4) Penyesuaian atas aspek pola bisnis, terkait dengan kemampuan pesaing dalam meniru produk
        dimana terdapat penambahan analisis yang lebih mendalam terkait dengan bagaimana cara
        FITT dalam menghadapi persaingan terhadap kompetitor sejenis.
     5) Penyesuaian atas aspek keuangan dengan menambahkan informasi atas proyeksi keuangan
        FITT sebelum dilakukan transaksi yang mencakup proyeksi Laporan Laba Rugi, Laporan Posisi
        Keuangan, Laporan Arus Kas, dan Laporan Rasio Keuangan.
     6) Penambahan informasi atas Proyeksi Rasio Keuangan setelah Transaksi dilakukan.
     7) Penambahan informasi terkait dengan hasil analisis atas Modal Kerja, Biaya Operasional dan
        Biaya Bahan Baku Mentah.




PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                     2
Page 6
I.        Pendahuluan

1.1       Latar Belakang
          FITT didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 34 tanggal 24 Januari 2014 dibuat oleh Notaris
          Muhammad Hanafi S.H, Notaris di Jakarta dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri
          Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
          0021306.AH.01.09.Tahun 2014 tanggal 12 Maret 2014. Akta perubahan terakhir yaitu Akta No.
          15 dari Rudy Siswanto S.H., Notaris di Jakarta Utara, tanggal 17 Juli 2024, yang telah diterima
          dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan
          Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana ternyata dalam Surat Penerimaan
          Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan No. AHU-AH.01.03-0175047 tanggal
          23 Juli 2024. Modal dasar Perusahaan sebesar Rp200.000.000.000 yang terbagi atas
          2.000.000.000 saham dan masing-masing saham bernilai nominal sebesar Rp100 dari modal
          dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor sebanyak 1.304.272.051 lembar saham dengan
          nilai nominal seluruhnya sebesar Rp130.427.205.100. Perusahaan berdomisili di Jl. KH. Abdul
          Halim No. 88 RT. 005 RW. 008, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka,
          Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat.

          Berdasarkan pasal 3 anggaran dasar, maksud dan tujuan FITT adalah berusaha dalam bidang
          konstruksi gedung, berusaha dalam bidang penyediaan akomodasi, berusaha dalam bidang
          real estat, berusaha dalam bidang aktivitas olahraga dan rekreasi lainnya. Untuk mencapai
          maksud dan tujuan tersebut FITT dapat melaksanakan kegitan usaha berikut:

          a. Kegiatan usaha utama yaitu menjalankan kegiatan hotel bintang lima, menjalankan
             kegiatan usaha hotel bintang empat, menjalankan kegiatan usaha hotel bintang tiga,
             menjalankan kegiatan usaha hotel bintang dua, menjalankan kegiatan usaha hotel bintang
             satu, menjalankan kegiatan usaha hotel melati, menjalankan kegiatan usaha vila,
             menjalankan kegiatan usaha apartemen hotel, menjalankan kegiatan usaha penyediaan
             akomodasi jangka pendek lainnya.
          b. Kegiatan usaha penunjang yang mendukung kegiatan usaha utama Perseroaan yaitu
             menjalankan kegiatan usaha konstruksi gedung penginapan, menjalankan kegiatan usaha
             real estat yang dimiliki sendiri atau disewa, menjalankan kegiatan usaha kawasan
             pariwisata.




PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                          3
Page 7
          FITT juga merupakan Holding Company yang memiliki kepemilikan saham secara langsung
          pada perusahaan anak yaitu PT. Bumi Majalengka Permai (“BMP”) serta PT. Fitra Amanah
          Wisata (“FAW”) dan tidak terlibat langsung dalam pengelolaan bisnis perseroan. Sebagai
          Upaya untuk meningkatkan kapasitas perusahaan, FITT perlu menambah kegiatan usahanya
          dan melakukan penyesuaian terhadap kode klasifikasi resmi untuk mengklasifikasikan jenis
          bidang usaha perusahaan di Indonesia dengan menambahkankan Klasifikasi Baku Lapangan
          Usaha Indonesia (KBLI) dalam menjalankan bisnisnya sebagai berikut:

          KBLI yang akan ditambahkan:
           No.                        Nama KBLI                                  Kode KBLI
           1.    Aktivitas Perusahaan Holding                                      64200
           2     Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya                            70209

          Dengan rencana perubahan kegiatan usaha pada FITT diatas sesuai Pasal 31, POJK
          No.17/POJK.04/2020, dan Peraturan Perundang-undangan yang mengatur mengenai
          Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI 2020), maka atas rencana tersebut
          Perseroan memerlukan adanya Laporan Studi Kelayakan Bisnis yang disusun dan diterbitkan
          oleh Kantor Jasa Penilai Publik Independen dengan klasifikasi Penilai Bisnis. Untuk
          penyusunan Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini, Perseroan telah menunjuk KJPP Andesta
          sesuai penugasan dengan kesepakatan yang telah dituangkan dalam Surat Proposal
          Penawaran No. 132/P-Andesta/III/2026, tanggal 16 Maret 2026.
1.2       Kualifikasi Penilai
          Penilai adalah partner dari KJPP Andesta dengan kualifikasi sebagai berikut :
          Nama Penilai                            : Ir. Edi Andesta, Mappi (Cert.)
          No Izin Penilai                         : PB-1.09.00095
          No. STTD Penunjang Pasar Modal          : STTD.PBB-01/PM.2/2018
          No. MAPPI                               : 94-S-0411
          Klasifikasi Izin                        : Penilai Properti dan Bisnis

          KJPP Andesta dalam posisi untuk memberikan penilaian objektif dan tidak memihak. Penilai
          tidak ada keterlibatan material atau benturan kepentingan baik aktual maupun bersifat
          potensial dengan subjek dan atau objek penilaian. Penilai memiliki kompetensi untuk
          melakukan studi kelayakan. Penilai dapat menggunakan atau tidak menggunakan tenaga ahli
          atau penilai lain di luar KJPP Andesta sesuai dengan kebutuhan penugasan dengan seizin dari
          Pemberi Tugas.

PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                      4
Page 8
          Dalam menjalankan tugas profesinya, tanggung jawab Penilai sebagai individu harus
          dipisahkan dari Penilai sebagai Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Sehingga tanggung jawab
          Penilai sebagai individu tidak menjadi tanggung jawab KJPP secara keseluruhan (SPI Edisi
          VII 2018, KEPI butir 5.8.8.3).

1.3       Identitas Pemberi Tugas
          Nama Perusahaan               : PT Hotel Fitra International Tbk
          Jenis Usaha                   : Industri Pengelolaan Hotel dan Pariwisata
          Alamat                        : Jalan KH. Abdul Halim No. 88 RT. 005 RW. 008, Kelurahan
                                           Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka,
                                           Provinsi Jawa Barat
          No. Telp                       : 0233 - 8292 888
          Email                          : corsec.hotelfitra@gmail.com
          Website                        : www.fitratbk.co.id
1.4       Identitas Pengguna Laporan
          Nama Perusahaan               : PT Hotel Fitra International Tbk
          Jenis Usaha                   : Industri Pengelolaan Hotel dan Pariwisata
          Alamat                        : Jalan KH. Abdul Halim No. 88 RT. 005 RW. 008, Kelurahan
                                           Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka,
                                           Provinsi Jawa Barat
          No. Telp                       : 0233 - 8292 888
          Email                          : corsec.hotelfitra@gmail.com
          Website                        : www.fitratbk.co.id

1.5       Objek Studi Kelayakan Bisnis
          Obyek Studi Kelayakan Bisnis adalah perubahan bidang usaha FITT berupa KBLI Aktifitas
          Perusahaan Holding (KBLI 64200) dan Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (KBLI 70209).


1.6       Tanggal Studi Kelayakan Bisnis
          Tanggal efektif studi kelayakan bisnis (cut off date) adalah tanggal dimana hasil nilai ditetapkan
          dengan kondisi dan syarat-syarat yang diberlakukan. Dalam Laporan studi kelayakan bisnis ini
          maka kelayakan diperhitungkan pada tanggal 31 Desember 2025. Tanggal ini sesuai laporan
          keuangan terakhir yang tersedia dan dapat diperoleh dan diterima penilai sebagai dasar untuk
          melakukan studi kelayakan, yaitu laporan keuangan per 31 Desember 2025 (Audited).



PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                             5
Page 9
1.7       Tanggal Laporan Studi Kelayakan

          Tanggal pelaporan adalah tanggal dimana laporan penilaian ini disampaikan, oleh karenanya
          sesuai dalam surat perjanjian kerja sama dan skedul pekerjaan, laporan ini disampaikan pada
          tanggal 17 Juni 2026

1.8       Mata Uang yang digunakan
          Mata uang yang digunakan dalam penilaian ini adalah mata uang Rupiah (Rp.).

1.9       Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
          Maksud dan tujuan dari penugasan Studi Kelayakan Bisnis ini adalah untuk mengetahui
          kelayakan usaha sehubungan dengan perubahan bidang usaha yaitu KBLI Aktifitas
          Perusahaan Holding (KBLI 64200) dan Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (KBLI 70209),
          serta sebagai syarat pemenuhan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
          No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan Kegiatan Usaha (POJK
          No.17/2020), dan bukan untuk kepentingan perbankan ataupun kepentingan lainnya.

1.10 Sifat dan Sumber Informasi
          Data-data objek Studi Kelayakan berasal dari pihak pemberi tugas, sedangkan data-data
          primer bersumber dari hasil survei lapangan dan data-data sekunder barasal dari hasil riset,
          informasi yang dipublikasikan dan maupun berasal dari intansi pemerintah. Terhadap data-
          data primer penilai melakukan verifikasi dan validasi atas data-data yang digunakan, sehingga
          akurasi hasil Study Kelayakan dapat dipertanggung jawabkan.

1.11 Metode Penyusunan Laporan Studi Kelayakan
          Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa
          Keuangan No. 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian
          Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17
          /SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
          Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018 yang disusun oleh Masyarakat
          Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), dan
          peraturan yang terkait. Struktur penyusunan Laporan studi kelayakan dirinci sebagai berikut:
          a. Melakukan pengumpulan data.
          b. Melakukan identifikasi dan anilisis terhadap data yang diterima.
          c. Melakukan wawancara dengan pihak manajemen FITT untuk mengetahui detail tentang
               bisnis yang dijalankan dan proses rencana bisnis kedepan.

PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                        6
Page 10
          d.    Melakukan analisa Study Kelayakan dengan menggunakan metode yang relevan atas
                analisa yang dilakukan.
          e.    Studi meliputi :

               1) Melakukan analisa kelayakan pasar meliputi:
                  • Kondisi pasar, seperti pangsa pasar, kesinambungan, dan potensi pasar
                    •     Pesaing usaha
                    •     Strategi Pemasaran

               2) Melakukan analisa kelayakan teknis meliputi:
                    •     Kapasitas
                    •     Ketersediaan dan kualitas sumber daya pekerja dan ahli professional
                    •     Proses operasi/proses bisnis

               3) Melakukan analisa kelayakan pola bisnis meliputi:
                    •     Keungulan kompetitif karena keunikan dari pola bisnis
                    •     Kemampuan pesaing untuk meniru produk
                    •     Kemampuan untuk menciptakan nilai

               4) Melakukan analisa kelayakan model manajemen meliputi:
                    •     Ketersediaan tenaga kerja
                    •     Manajemen kekayaan intelektual
                    •     Manajemen Resiko
                    •     Kapasitas dan kemampuan manajemen
                    •     Kesesuian struktur organisasi dan manajemen

               5) Melakukan analisa kelayakan keuangan meliputi:
                  • Biaya Pendirian (Start Up Cost)
                    •     Modal kerja
                    •     Sumber pembiayaan
                    •     Struktur pendapatan
                    •     Biaya operasional
                    •     Beban usaha
                    •     Proyeksi laporan keuangan
                    •     Analisis Titik Impas
                    •     Analisis Rasio Keuangan (Likuiditas, Solvabilitas, dan Profitabilitas)
                    •     Tingkat imbalan balik investasi
                    •     Analisis Kelayakan

PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                      7
Page 11
1.12 Asumsi dan Kondisi Pembatas
          Perbedaan Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan
          ini adalah:
          1. Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
          2. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam studi
               kelayakan.
          3. Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan dan
               kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang diperoleh dari
               informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami
               anggap relevan.
          4. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen dengan
               mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary
               duty).
          5. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran proyeksi
               keuangan yang telah disesuaikan.
          6. Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
               rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
          7. Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang dihasilkan.
          8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari pemberi
               tugas.

1.13 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
          Dilarang menyebarluaskan pernyataan atau laporan Studi Kelayakan Bisnis ini baik secara
          keseluruhan, sebagian, atau sebagai referensi, nilai yang terdapat didalamnya, maupun nama
          dan afiliasi tenaga ahli dari penilai, tanpa persetujuan tertulis dari KJPP Andesta.

1.14 Batasan atau Pengecualian atas Tanggung Jawab Kepada Pihak Selain
     Pemberi Tugas
          Penilai tidak memiliki tanggungjawab kepada pihak ketiga, selama tidak menyimpang dari
          peraturan dan hukum yang berlaku.




PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                      8
Page 12
1.15 Pernyataan Tertulis dari Pemberi Tugas mengenai Kebenaran dan Sifat
     Informasi yang Diberikan
          Bahwa dalam penugasan ini seluruh informasi yang diberikan kepada kami adalah benar
          sesuai Surat Pernyataan (management representation letter) Pemberi Tugas, mengenai
          seluruh informasi penting dan relevan berkenaan dan sepanjang pengetahuan Pemberi Tugas
          tidak ada faktor material yang belum diungkapkan dan menyesatkan.

1.16 Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan
          Dari tanggal Penilaian Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan
          tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang terjadi selama periode
          tersebut.




PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                          9
Page 13
II.       Gambaran Perseroan & Data Informasi

2.1       Informasi Keuangan dan Informasi Lainnya
           a. Data Keuangan Perseroan

               1) Laporan Keuangan FITT untuk periode yang berakhir 31 Desember 2021 yang telah
                  diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Akuntan Publik Dra Suhartati & Rekan, yang telah
                  di tandatangani oleh akuntan publik Dulgani sebagaimana tertuang dalam laporannya
                  No. 00061/2.01119/AU.1/05/0165-1/1/III/2022 tanggal 25 Maret 2022 dengan opini
                  wajar tanpa modifikasian;

               2) Laporan Keuangan FITT untuk periode yang berakhir 31 Desember 2022 yang telah
                  diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Akuntan Publik Dra Suhartati & Rekan, yang telah
                  di tandatangani oleh akuntan publik Dulgani sebagaimana tertuang dalam laporannya
                  No.00084/2.0119/AU-1/05/0165-2/1/III/2023 tanggal 30 Maret 2023 dengan opini wajar
                  tanpa modifikasian;

               3) Laporan Keuangan FITT untuk periode yang berakhir 31 Desember 2023 yang telah
                  diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Akuntan Publik Dra Suhartati & Rekan, yang telah
                  di tandatangani oleh akuntan publik Dulgani sebagaimana tertuang dalam laporannya
                  No. 00029/2.0119/AU.01/05/0165-03/1/II/2024 tanggal 20 Februari 2024 dengan opini
                  wajar tanpa modifikasian;

               4) Laporan Keuangan FITT untuk periode yang berakhir 31 Desember 2024 yang telah
                  diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Akuntan Publik Dra Suhartati & Rekan, yang telah
                  di tandatangani oleh akuntan publik Dulgani sebagaimana tertuang dalam laporannya
                  No.00099/2.0119/AU.1/05/0165-4/1/III/2025 tanggal 28 Maret 2025 dengan opini wajar
                  tanpa modifikasian;

               5) Laporan Keuangan FITT untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025 yang telah
                  diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Akuntan Publik Liasta, Nirwan, Syarifuddin &
                  Rekan, yang telah di tandatangani oleh akuntan publik Liasta Karo Karo Surbakti
                  sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00087/2.0887/AU.1/05/0299-
                  1/1//IV/2026 tanggal 28 April 2026 dengan opini wajar tanpa modifikasian;

           b. Data dan Informasi Lainnya

               1) Wawancara dan diskusi dengan manajemen Pemberi Tugas sehubungan dengan
                  penugasan studi kelayakan bisnis dalam rangka memperoleh informasi yang relevan
                  yang diwakili oleh Ibu Guo Jingjing sebagai Manajer Keuangan;
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                     10
Page 14
               2) Prospektus Perseroan;

               3) www.bi.go.id;

               4) Proyeksi keuangan terkait Proyeksi keuangan terkait perubahan KBLI Oktober s.d
                  Desember 2025 - 2030 yang disediakan oleh manajemen Perseroan;

               5) Website Bank Indonesia;

               6) Website BPS;

2.2       Profil PT Hotel Fitra International Tbk
          FITT didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 34 tanggal 24 Januari 2014 dibuat oleh Notaris
          Muhammad Hanafi S.H, Notaris di Jakarta dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri
          Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
          0021306.AH.01.09.Tahun 2014 tanggal 12 Maret 2014. Akta perubahan terakhir yaitu Akta No.
          15 dari Rudy Siswanto S.H., Notaris di Jakarta Utara, tanggal 17 Juli 2024, yang telah diterima
          dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan
          Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana ternyata dalam Surat Penerimaan
          Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan No. AHU-AH.01.03-0175047 tanggal
          23 Juli 2024. Modal dasar Perusahaan sebesar Rp200.000.000.000 yang terbagi atas
          2.000.000.000 saham dan masing-masing saham bernilai nominal sebesar Rp100 dari modal
          dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor sebanyak 1.304.272.051 lembar saham dengan
          nilai nominal seluruhnya sebesar Rp130.427.205.100. Perusahaan berdomisili di Jl. KH. Abdul
          Halim No. 88 RT. 005 RW. 008, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka,
          Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat.

          Visi Misi FITT

          Visi : Menjadikan Perseroan sebagai perusahaan manajemen perhotelan yang kompeten di
          Indonesia, dengan prinsip utama memberikan pelayanan yang terbaik untuk tamu dengan
          harga yang terjangkau.

          Misi :
          a. Menjadikan Perseroan sebagai pelopor dan panutan hotel berbintang di kelasnya.
          b. Harga yang bersaing dan terjangkau, sehingga dapat dinikmati oleh setiap golongan.
          c. Bersama-sama dengan pemerintah bertekad untuk memajukan pariwisata local dan
             menciptakan pertumbuhan ekonomi.
          d. SDM yang berbakat, kreatif, inovatif dan bertumbuh Bersama.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                         11
Page 15
          FITT merupakan perusahaan induk dari 2 anak perusahaan sebagai berikut:
          a. PT. Bumi Majalengka Permai (“BMP”) yang berfokus terhadap Pengelolaan Management
             Hotel.
          b. PT. Fitra Amanah Wisata (“FAW”) yang berfokus terhadap Wisata Religi Manasik Umrah
             dan Haji Travel.

2.3       Bidang Usaha
          Kegiatan usaha yang dijalankan Perseroan berdasarkan pasal 3 anggaran dasar adalah
          berusaha dalam bidang konstruksi gedung, berusaha dalam bidang penyediaan akomodasi,
          berusaha dalam bidang real estat, berusaha dalam bidang aktivitas olahraga dan rekreasi
          lainnya. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut Perseroaan dapat melaksanakan kegitan
          usaha berikut:
          a. Kegiatan usaha utama yaitu menjalankan kegiatan hotel bintang lima, menjalankan
             kegiatan usaha hotel bintang empat, menjalankan kegiatan usaha hotel bintang tiga,
             menjalankan kegiatan usaha hotel bintang dua, menjalankan kegiatan usaha hotel bintang
             satu, menjalankan kegiatan usaha hotel bintang melati, menjalankan kegiatan usaha vila,
             menjalankan kegiatan usaha apartemen hotel, menjalankan kegiatan usaha penyediaan
             akomodasi jangka pendek lainnya.
          b. Kegiatan usaha penunjang yang mendukung kegiatan usaha utama Perseroaan yaitu
             menjalankan kegiatan usaha konstruksi gedung penginapan, menjalankan kegiatan usaha
             real estat yang dimiliki sendiri atau disewa, menjalankan kegiatan usaha kawasan
             pariwisata.

          Sebagai perusahaan induk (holding company) yang tidak melakukan kegiatan operasional
          secara langsung, FITT menjalankan kegiatan usahanya melalui entitas anak, yaitu BMP dan
          FAW. Ringkasan profil dan kegiatan usaha dari masing-masing entitas anak tersebut adalah
          sebagai berikut:
          a. BMP mengelola hotel bintang 3 Fitra Hotel Majalengka, terdiri dari 3 lantai dengan total
             113 kamar. Jenis kamar di Fitra Hotel Majalengka yaitu Executive Deluxe Room dengan
             luas 25 m2, Fitra Suite dengan luas 28 m2 dan Superior dengan luas 18 m2. Fasilitas lainnya
             yaitu 3 ruang meeting berkapasitas 100 seat, area parkir serta lounge & restaurant
             berkapasitas 80 pax. Selain itu, Fitra Hotel merupakan pelopor dan satu-satunya Hotel di
             Majalengka yang menyediakan fasilitas kids club lengkap dengan playground indoor yang
             aman dan menyenangkan untuk anak-anak.



PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                        12
Page 16
               Keunggulan dari Fitra Hotel diantaranya dari segi aksesibilitas sebagai berikut:
               1) 5 Menit Waktu Tempuh Jalan Kaki ke Masjid, Islamic Centre Majalengka, dan Alun-
                  alun Kota.
               2) 5 Menit Waktu Tempuh Kendaraan ke Universitas dan Pusat Pemerintahan Daerah
                  Majalengka.
               3) 10 Menit Waktu Tempuh Kendaraan ke Pusat Perbelanjaan, dan salah satu tujuan
                  wisata dan olahraga paralayang.
               4) Akses Tol Cisumdawu ke arah Bandung • Akses Tol Cipali ke arah Jakarta.
               5) ± 20 Menit Bandara Kertajati dan
               6) ± 50 Menit Pelabuhan Cirebon.

          b. FAW merupakan perusahaan yang berlum beroperasi secara komersial dengan izin
             kegiatan usaha yaitu wisata religi dan tour travel haji selain itu usaha lainnya berupa
             penyediaan hotel dan penginapan bagi jamaah haji serta manajemen pengelolaan wisata
             religi manasik umrah yang propesional, amanah dan berkah. Perusahaan memiliki
             pengetahuan di bidang tour & travel secara internasional. FAW bertekad untuk
             memberikan harga terjangkau dengan pelayanan yang terbaik bagi calon haji atau hajah.
             Produk yang ditawarkan oleh FAW sebagai berikut:
               1) Hotel dan penginapan bagi jamaah berupa hotel maupun asrama haji yang nyaman
                  dan berkualitas. Bekerjasama dengan penginapan lokal untuk turut membangun
                  perekonomian penduduk lokal setempat.
               2) Umrah park (manasik umroh) yaitu pengembangan & manajemen wisata religi manasik
                  umrah yang berskala internasional dengan standar internasional di Indonesia,
                  khususnya di wilayah Provinsi Jawa Barat.

2.4       Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan
          Berdasarkan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2025, susunan pemegang saham
          FITT adalah sebagai berikut :

                                                                        Persentase
                      Pemegang Saham                Lembar Saham                       Jumlah
                                                                        Kepemilikan
            PT Jinlong Resources Invesment            1.032.461.756         79,16% 103.246.175.600
            Masyarakat                                  271.810.295         20,84% 27.181.029.500
            Jumlah                                    1.304.272.051        100,00% 130.427.205.100


PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                     13
Page 17
2.5       Susunan Manajemen dan Stuktur Organisasi
          Susunan Direksi dan Dewan Komisaris FITT berdasarkan laporan keuangan audit per 31
          Desember 2025 adalah sebagai berikut:

          Dewan Komisaris
          Komisaris                             : Ny. Siti Rahayu
          Komisaris Independen                  : Ny. Ida Haerani

          Direksi
          Direktur Utama                        : Tn. Joni Rizal
          Direktur                              : Tn. Tomi Tris
          Direktur                              : Tn. Sukino

          Berikut struktur organisasi sehubungan dengan kegiatan operasional FITT:




          Sumber: Manajemen FITT

2.6       Legalitas dan Perizinan
          Legalitas dan Perizinan yang telah dimiliki FITT adalah sebagai berikut:
          a. Akta Pendirian Perseroan Terbatas PT Hotel Fitra Syariah No. 34 tanggal 24 Januari 2014
             oleh Muhammad Hanafi, S.H., Notaris di Jakarta Selatan.
          b. Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT. Hotel Fitra Internasional No. 23
             tanggal 16 Februari 2016 oleh B. Andy Widyanto, S.H., Notaris di Tangerang Selatan.


PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                    14
Page 18
          c. Akta Keputusan Para Pemegang Saham Secara Edaran PT. Hotel Fitra Internasional No.
             19 tanggal 23 April 2018 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di Jakarta Utara
          d. Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT. Hotel Fitra Internasional, Tbk No. 7 tanggal 10 Juli
             2018 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di Jakarta Utara.
          e. Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT. Hotel Fitra Internasional, Tbk No. 18 tanggal 24
             Juli 2018 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di Jakarta Utara.
          f.   Akta Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham Penawaran Umum Perdana PT. Hotel
               Fitra Internasional, Tbk No. 19 tanggal 24 Juli 2018 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di
               Jakarta Utara.
          g. Akta Pernyataan Penerbitan Waran Seri-I Penawaran Umum PT. Hotel Fitra Internasional
             Tbk No. 20 tanggal 24 Juli 2018 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di Jakarta Utara.
          h. Akta Pengelolaan Administrasi Waran Seri-I PT. Hotel Fitra Internasional Tbk No. 21
             tanggal 24 Juli 2018 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di Jakarta Utara.
          i.   Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT. Hotel Fitra Internasional, Tbk No. 9 tanggal 12
               September 2018 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di Jakarta Utara.
          j.   Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT. Hotel Fitra Internasional No. 17 tanggal 14 Februari
               2019 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di Jakarta Utara.
          k. Akta Perjanjian Penjaminan Emisi Efek Penawaran Umum Perdana PT. Hotel Fitra
             Internasional No. 24 tanggal 20 Februari 2019 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di Jakarta
             Utara.
          l.   Akta Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham Penawaran Umum Perdana PT. Hotel
               Fitra Internasional No. 25 tanggal 20 Februari 2019 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di
               Jakarta Utara.
          m. Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Secara Edaran PT. Hotel Fitra
             Internasional, Tbk No. 15 tanggal 27 Maret 2019 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di
             Jakarta Utara.
          n. Akta Pernyataan Dewan Komisaris Tentang Kepastian Jumlah Saham dan Perubahaan
             Anggaran Dasar Dalam Rangka Penawaran Umum Perdana PT. Hotel Fitra Internasional
             Tbk No. 5 tanggal 18 Juni 2019 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di Jakarta Utara.
          o. Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT. Hotel Fitra Internasional,
             Tbk No. 23 tanggal 24 Agustus 2020 oleh Dr. Erny Kencanawati S.H., M.Kn., Notaris di
             Bandung.



PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                        15
Page 19
          p. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar PT. Hotel Fitra
             Internasional, Tbk No. 25 tanggal 18 Agustus 2021 oleh Dr. Erny Kencanawati S.H., M.Kn.,
             Notaris di Bandung.
          q. Akta Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT. Hotel Fitra Internasional, Tbk No. 33
             tanggal 30 Agustus 2021 oleh Dr. Erny Kencanawati S.H., M.Kn., Notaris di Bandung.
          r.   Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT. Hotel Fitra Internasional,
               Tbk No. 12 tanggal 20 Juni 2022 oleh Dr. Erny Kencanawati S.H., M.Kn., Notaris di
               Bandung.
          s. Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT. Hotel Fitra Internasional,
             Tbk No. 15 tanggal 26 Juni 2023 oleh Dr. Erny Kencanawati S.H., M.Kn., Notaris di
             Bandung.
          t.   Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT. Hotel Fitra
               Internasional, Tbk No. 16 tanggal 26 Juni 2023 oleh Dr. Erny Kencanawati S.H., M.Kn.,
               Notaris di Bandung.
          u. Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT. Hotel Fitra
             Internasional, Tbk No. 6 tanggal 15 Maret 2024 oleh Dr. Erny Kencanawati S.H., M.Kn.,
             Notaris di Bandung.
          v. Nomor Induk Berusaha (NIB) No. 9120201271193, dikeluarkan oleh Menteri
             Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, tanggal 19 Februari 2019.
          w. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 03.346.647.5-077.000 atas nama PT. Hotel Fitra
             International Tbk.
          x. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) No. 517/01.PB-B/II-DPMPTSP/2019 Tanggal 28
             Februari 2019 diterbitkam Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
             Pemerintah Kabupaten Majalengka.

2.7       Tenaga Kerja
          Sesuai dengan laporan keuangan Audit periode 31 Desember 2025 jumlah karyawan sebanyak
          68 orang (25 karyawan tetap, 22 karyawan kontrak serta 21 karyawan harian).

2.8       Tinjauan Kinerja Keuangan
          Analisis kinerja keuangan historis FITT didasarkan atas Laporan Keuangan periode 2021,
          2022, 2023, 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Dra. Suhartati dan Rekan. Dan
          periode 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Liasta, Nirwan,
          Syafruddin dan Rekan.

PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                      16
Page 20
          Tinjauan Posisi Keuangan
                                                                                          (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                   2021          2022           2023       2024          2025
                                                  1 Jan -       1 Jan -        1 Jan -    1 Jan -       1 Jan -
              LAPORAN POSISI KEUANGAN
                                                  31 Des        31 Des         31 Des     31 Des        31 Des
                                                                              AUDITED
           ASET
           Aset Lancar
               Kas dan Setara Kas                  10.328         3.777          2.860     42.684        34.198
               Piutang Usaha                          286           358            335        361           233
               Piutang Lain-lain - Pihak Ketiga         5             7              8              -             -
               Persediaan                              78           154             87        159            77
               Pajak Dibayar Dimuka                         -             -           -          4            4
               Uang Muka                                    -       628          1.356       9.706       41.356
           Jumlah aset lancar                      10.698         4.924          4.647     52.915        75.869
           Aset Tidak Lancar
               Aset pajak tangguhan                   205           159            151        188         6.278
               Aset Tetap                          55.663        56.854         53.010     49.228        45.916
           Jumlah aset tidak lancar                55.868        57.013         53.162     49.416        52.195
           JUMLAH ASET                             66.566        61.937         57.808    102.331       128.063
           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           Liabilitas Jangka Pendek
               Utang Usaha                             93            20               -             -             -
               Utang Lain-lain - Pihak Ketiga         342           122            108          31          487
               Utang Pajak                            141           142            198        155           117
               Biaya Yang Masih Harus Dibayar       1.355         1.053            854        349           276
               Utang Bank - Jatuh Tempo dalam
               1 Tahun                              3.540         3.720          5.400       9.300        5.088
               Utang pemegang saham                     9             -          7.000       8.000       22.000
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek          5.479         5.056         13.560     17.834        27.968
           Liabilitas Jangka Panjang
               Utang Sewa                                   -             -           -             -    20.668
               Utang Bank                          22.063        20.803         15.403       6.103        1.015
               Imbalan pasca kerja                    934           724            688        855           934
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang        22.997        21.528         16.091       6.958       22.617
           JUMLAH LIABILITAS                       28.477        26.584         29.651     24.793        50.585
           EKUITAS
               Modal saham                         70.359        72.613         72.613    130.427       130.427
               Tambahan modal disetor              (7.272)       (6.416)        (6.416)    (7.115)       (7.115)
               Defisit                            (24.998)      (30.845)       (38.039)   (45.794)      (45.853)
               Jumlah Ekuitas Yang Dapat
               Diatribusikan

PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                                 17
Page 21
                                                      2021          2022           2023       2024        2025
                                                     1 Jan -       1 Jan -        1 Jan -    1 Jan -     1 Jan -
              LAPORAN POSISI KEUANGAN
                                                     31 Des        31 Des         31 Des     31 Des      31 Des
                                                                                 AUDITED
                    Kepada Pemilik Entitas Induk      38.089        35.353         28.158     77.519      77.459
               Kepentingan Non-Pengendali                      -             -         (0)         19         19
           JUMLAH EKUITAS                             38.089        35.353         28.158     77.538      77.479
           JUMLAH LIABILITAS DAN
                                                      66.566        61.937         57.808    102.331     128.063
           EKUITAS
          Sumber: Laporan Keuangan Audit FITT Tahun 2021 –2025, diolah

          Aset

          Selama periode historis 2021 – 2025, total aset Perseroan mengalami peningkatan dengan
          CAGR 17,77%. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan kas dan setara kas serta uang muka
          yang dimiliki Perseroan.

          Liabilitas

          Total liabilitas Perseroan selama periode historis 2021 – 2025 menunjukkan peningkatan
          dengan CAGR sebesar 15,45%. Kenaikan liabilitas Perseroan sebagian besar sehubungan
          dengan utang pemegang saham yang mengalami peningkatan setiap tahunnya.

          Ekuitas

          Selama periode historis 2021 – 2025, ekuitas Perseroan mengalami peningkatan dengan
          CAGR 19,4%. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan pada setoran modal Perseroan.

          Tinjauan Laba (Rugi)
                                                                                             (Dalam Jutaan Rupiah)

                                                      2021          2022           2023       2024        2025
                                                     1 Jan -       1 Jan -        1 Jan -    1 Jan -     1 Jan -
                   LAPORAN LABA RUGI
                                                     31 Des        31 Des         31 Des     31 Des      31 Des
                                                                                 AUDITED
           Pendapatan                                  8.760        10.495         11.834     13.342       8.936
           Beban pokok pendapatan                     (5.602)       (6.534)        (7.652)    (9.124)     (7.122)
           Laba (rugi) kotor                           3.158         3.962          4.182       4.218      1.814
           Beban Usaha                                (6.336)       (6.863)        (8.336)    (9.493)     (7.085)
           Pendapatan (Beban) Lain-lain
               Pendapatan Jasa Giro                        14             54           18        196         182
               Pendapatan Lain-lain                      137             185          125           2           6
               Bunga Pinjaman Bank                    (2.211)       (3.306)        (3.254)    (2.278)     (1.313)
               Bunga Sewa Pembiayaan                     (20)            (1)             -          -          -
               Pajak Bunga                                (3)          (11)            (4)       (39)        (36)
               Administrasi Bank                          (8)            (8)           (9)        (7)         (8)
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                                  18
Page 22
                                                      2021          2022           2023       2024          2025
                                                     1 Jan -       1 Jan -        1 Jan -    1 Jan -       1 Jan -
                   LAPORAN LABA RUGI
                                                     31 Des        31 Des         31 Des     31 Des        31 Des
                                                                                 AUDITED
               Bunga Pinjaman Pemegang
               Saham                                    (161)                -      (118)       (424)         (625)
           Rugi sebelum pajak                         (5.430)       (5.988)        (7.395)    (7.826)       (7.065)
           Manfaat (beban) pajak
               Pajak kini                                      -             -           -             -             -
               Pajak tangguhan                              8            (6)           38         44         1.529
           Rugi tahun berjalan                        (5.422)       (5.994)        (7.357)    (7.781)       (5.535)
          Sumber: Laporan Keuangan Audit FITT Tahun 2021 –2025, diolah

          Pendapatan

          Pendapatan Perseroan selama periode historis 2021 – 2025 mengalami peningkatan sebesar
          CAGR 7,99%. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan pendapatan Perseroan pada
          penyediaan jasa layanan hotel.

          Beban Pokok Pendapatan

          Beban pokok pendapatan Perseroan menunjukkan kenaikan dari tahun 2021 – 2025 dengan
          CAGR sebesar 14,11%. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan pada beban terkait usaha
          perhotelan.

          Rugi Tahun Berjalan

          Perseroan mencatatkan rugi tahun berjalan selama periode historis 2021 – 2025 dengan
          peningkatan CAGR sebesar 8,01%. Hal ini dikarenakan oleh meningkatnya beban beban lain-
          lain.

          Tinjauan Arus Kas
                                                                                                   (Dalam Rupiah)
                                                      2021          2022           2023       2024          2025
                                                     1 Jan -       1 Jan -        1 Jan -    1 Jan -       1 Jan -
                    LAPORAN ARUS KAS
                                                     31 Des        31 Des         31 Des     31 Des        31 Des
                                                                                 AUDITED
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS
           OPERASI
           Penerimaan Kas Dari Pelanggan               7.587        10.202         11.843     13.239         9.065
           Pembayaran Kas Kepada Pemasok
           dan Pihak Ketiga                           (5.530)       (6.974)        (8.554)   (18.541)       (6.384)
           Pembayaran Kas Kepada Karyawan             (3.185)       (3.637)        (3.668)    (3.691)       (3.651)
           Penerimaan (Pembayaran):
               Penghasilan Bunga                           11            44            14        157           140
               Beban Keuangan                         (2.501)       (3.415)        (3.380)    (2.710)       (1.846)

PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                                    19
Page 23
                                                      2021          2022           2023       2024          2025
                                                     1 Jan -       1 Jan -        1 Jan -    1 Jan -       1 Jan -
                    LAPORAN ARUS KAS
                                                     31 Des        31 Des         31 Des     31 Des        31 Des
                                                                                 AUDITED
               Beban Pajak                               (24)         (131)         (288)     (1.241)       (1.210)
              Operasional Lainnya                        137           185            125          2                 -
           Arus kas bersih digunakan untuk
           aktivitas operasi                          (3.505)       (3.727)        (3.908)   (12.785)       (3.887)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS
           INVESTASI
              Perolehan Aset Dalam Pengerjaan                  -             -           -             -    (9.245)
               Perolehan Aset Tetap                     (267)       (4.946)         (289)       (126)          (56)
           Arus kas bersih aktivitas investasi          (267)       (4.946)         (289)       (126)       (9.301)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS
           PENDANAAN
           Tambahan Modal Disetor Yang
           Berasal Dari
              Penerbitan Saham Baru                   14.296         3.110               -    50.834                 -
           Biaya Emisi Saham                            (710)         (980)              -      (699)                -
           Pembayaran Utang Bank                        (167)           (9)        (3.720)    (5.400)       (9.300)
           Penerimaan Pinjaman dari Pihak
           Berelasi                                   (1.000)                -      7.000      8.000        14.002
           Arus kas bersih diperoleh dari
           aktivitas pendanaan                        12.419         2.121          3.280     52.735         4.702
           PENURUNAN KAS DAN SETARA
           KAS                                         8.647        (6.552)         (917)     39.824        (8.485)
           KAS DAN SETARA KAS AWAL
           TAHUN                                       1.682        10.328          3.777      2.860        42.684
           SALDO AKHIR KAS DAN SETARA
           KAS                                        10.328         3.777          2.860     42.684        34.198
          Sumber: Laporan Keuangan Audit FITT Tahun 2021 – September 2025, diolah

          Arus Kas dari Aktivitas Operasi

          Arus kas dari aktivitas operasi Perseroan selama periode historis 2021 sampai dengan 2025,
          mencatatkan arus kas negatif dan di tahun 2024 mencatatkan peningkatan tertinggi. Hal ini
          dikarenakan adanya peningkatan pembayaran kas kepada pemasok dan pihak ketiga di tahun
          tersebut.

          Arus Kas dari Aktivitas Investasi

          Arus kas dari aktivitas investasi selama periode historis selalu mencatatkan kegiatan investasi
          yang terjadi selama periode historis 2021 – 2025 terkait penambahan aset tetap dan untuk
          perolehan pekerjaan proyek Kertajati Umrah Park.




PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                                   20
Page 24
          Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

          Arus kas dari aktivitas pendanaan Perseroan selama periode historis tahun 2021 – 2025
          sebagian besar terkait dengan pembiayaan untuk kebutuhan modal kerja operasional
          Perseroan. Di periode awal tahun 2024, Perseroan memperoleh penerbitan saham baru.

          Rasio Keuangan

          Rasio Likuiditas
                                                  2021       2022       2023       2024       2025
                     RASIO LIKUIDITAS            1 Jan -    1 Jan -    1 Jan -    1 Jan -    1 Jan -
                                                 31 Des     31 Des     31 Des     31 Des     31 Des
           Current Ratio (x)                         1,95       0,97       0,34       2,97       2,71
           Quick Ratio (x)                          1,94       0,82       0,24       2,41        1,23
           Cash Ratio (x)                           1,88       0,75       0,21       2,39        1,22

          ✓ Rasio lancar Perseroan pada tahun 2021 – 2025 rata-rata menunjukkan angka di atas 1,
            hal ini menunjukkan bahwa Perseroan memiliki tingkat likuiditas sehat dalam melunasi
            liabilitas jangka pendeknya menggunakan aset lancar.

          Rasio Solvabilitas
                                                  2021       2022       2023       2024       2025
                   RASIO SOLVABILITAS            1 Jan -    1 Jan -    1 Jan -    1 Jan -    1 Jan -
                                                 31 Des     31 Des     31 Des     31 Des     31 Des
           Debt To Equity Ratio (x)                  0,67       0,69       0,99       0,30       0,36
           Debt To Asset Ratio (x)                  0,38       0,40       0,48       0,23        0,22

          ✓ Utang berbunga terhadap ekuitas terlihat mengalami penurunan periode historis dari tahun
            2021 sampai dengan 2025, hal ini menunjukan adanya perbaikan pada struktur modal
            Perseroan yang lebih kuat pada ekuitas yang dimiliki Perseroan dibandingkan fasilitas
            utang berbunga yang digunakan.

          Rasio Profitabilitas

           Rasio Profitabilitas                  2021        2022       2023       2024       2025
           Gross Profit Margin                  36,05%       37,75%     35,34%     31,62%     19,41%
           Operating Profit Margin              -61,98%     -57,05%    -62,49%    -58,66%    -89,43%
           Net Profit Margin                    -61,89%     -57,11%    -62,17%    -58,32%    -88,91%
           Return On Asset                      -8,15%      -9,68%     -12,73%    -7,60%     -5,73%
           Return On Equity                     -14,23%     -16,95%    -26,13%    -10,04%    -7,87%

          ✓ Selama periode historis margin keuntungan dari kegiatan operasional menunjukkan hasil
            yang negatif. Hal ini menunjukan bahwa Perseroan memiliki kinerja yang kurang baik
            sebagai perusahaan dibidang penyediaan hotel.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                        21
Page 25
2.9       Produk dan Layanan
          FITT merupakan Holding Company yang memiliki kepemilikan saham secara langsung pada
          perusahaan anak yaitu BMP serta FAW dan tidak terlibat langsung dalam pengelolaan bisnis
          perseroan. Sebagai perusahaan yang berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan, FITT
          tidak hanya berfokus pada pencapaian kinerja ekonomi, tetapi juga secara aktif menjalankan
          tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), dengan tujuan mendorong kemajuan industri
          sekaligus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi masyarakat.

2.10 Teknologi yang Digunakan
          Dalam rangka perubahan kegiatan usaha dengan KBLI 64200 (Aktivitas Perusahaan Holding)
          dan KBLI 70209 (Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya), Perseroan tidak memerlukan
          teknologi khusus yang bersifat operasional. Sebagai perusahaan holding, aktivitas utama
          Perseroan lebih berfokus pada pengelolaan investasi dan koordinasi strategis dengan entitas
          anak.

2.11 Peraturan Perundang-undangan yang Terkait
          Beberapa peraturan perundangan-undangan yang terkait dengan pengembangan proyek
          kegiatan usaha Perseroan, antara lain adalah:
           1. Peraturan perundang-undangan terkait penilaian adalah Undang-undang Nomor 7 Tahun
              2021 Tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.
           2. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 59/PMK.03/2022 tentang Perubahan atas PMK
              No. 231/PMK.03/2019 tentang Tata Cara Pendaftaran Penghapusan NPWP, Pengukuhan
              dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, serta Pemotongan dan/atau
              Pemungutan, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak Bagi Instansi Pemerintah.
           3. POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan Kegiatan
              Usaha.
           4. POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum
              Pemegang Saham Perusahaan Terbuka.
           5. Peraturan BPS Nomor 2 Tahun 2020 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
              Indonesia.
           6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 Tentang
              Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.




PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                     22
Page 26
2.12 Gambaran Perekonomian dan Industri
          Perekonomian Dunia

          Pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan sebesar 3,1% pada tahun 2026 dan 3,2% pada
          tahun 2027, lebih lambat dari laju pertumbuhan pada tahun 2024-2025 sekitar 3,4%, lebih
          lambat dari rata-rata historisnya selama tahun 2000–2019 sebesar 3,7 persen. Perkiraan untuk
          tahun 2026 turun sebesar 0,2 poin persentase dan perkiraan untuk tahun 2027 tidak mengalami
          perubahan. Pertumbuhan global diperkirakan akan direvisi ke atas apabila tidak ada perang.
          Oleh karena itu, proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2026 sebagian besar mencerminkan
          gangguan akibat konflik di Timur Tengah, sebagian diimbangi oleh dampak dari penurunan
          tarif. Perang di Timur Tengah semakin mendorong kondisi dan perkiraan perekonomian global
          memburuk. Penurunan pertumbuhan ekonomi global didorong harga minyak dan komoditas
          dunia yang meningkat dan diikuti disrupsi rantai pasok perdagangan antarnegara. Imbal hasil
          (yield) US Treasury juga mengalami peningkatan disebabkan dampak prakiraan defisit fiskal
          Amerika Serikat (AS) yang lebih besar. Aliran modal global terus bergeser ke safe-haven
          assets terutama pasar uang AS sejalan dengan meningkatnya preferensi investor terhadap
          aset aman. Indeks dolar AS terhadap mata uang negara maju (DXY) terus menguat,
          sedangkan mata uang emerging markets makin tertekan. Di eropa pertumbuhan diperkirakan
          akan menurun dari 1,4% pada tahun 2025 menjadi 1,1% pada tahun 2026 dan 1,2% pada
          tahun 2027. Tekanan pada perekonomian dipengaruhi kenaikan harga energi sejak invasi
          Rusia ke Ukraina serta ditambah dengan dampak negatif dari konflik Timur Tengah.

          Inflasi utama global diperkirakan akan meningkat menjadi 4,4% pada tahun 2026 dan menurun
          menjadi 3,7% pada tahun 2027. Hal tersebut mencerminkan perkiraan kenaikan harga energi
          dan pangan. Perbedaan inflasi terjadi di berbagai negara diantaranya inflasi inti AS
          diperkirakan kembali pada sasaran inflasi 2% pada tahun 2027. Sementara itu, inflasi akan
          mencapai 4% pada tahun 2027 di Inggris Raya didorong efek kenaikan energi dan tekanan
          pada pasar tenaga kerja terutama pada pertumbuhan upah. Di Jepang, inflasi akan melambat
          pada tahun 2026 dan akan kembali pada sasaran inflasi pada tahun 2027 dipengaruhi harga
          pangan dan komoditas yang sudah mereda. Inflasi di Tiongkok diproyeksikan mulai naik dari
          tingkat inflasi yang rendah, sementara inflasi di India diperkirakan akan kembali mendekati
          sasaran inflasi setelah harga pangan yang menurun.




PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                      23
Page 27
                                                Perkembangan Ekonomi Global (%)




           Sumber: website IMF

          Perekonomian Indonesia

          Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 5,39% (yoy), lebih tinggi dari
          pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 5,04% (yoy). Peningkatan ini terutama
          ditopang oleh permintaan domestik dari konsumsi rumah tangga dan investasi sejalan dengan
          dampak positif berbagai stimulus kebijakan Pemerintah dan bauran kebijakan Bank Indonesia.
          Dengan perkembangan ini, pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan tahun 2025 sebesar
          5,11% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada 2024 sebesar 5,03% (yoy)
          dan diikuti dengan perbaikan kualitas ketenagakerjaan.



PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                    24
Page 28
          Tabel : Pertumbuhan Ekonomi Dari Sisi Pengeluaran
                      Komponen                             2024               2024                            2025                               2025
                                                     III           IV                        I           II             III        IV
           Konsumasi Rumah Tangga                  4,91           4,98       4,94          4,95        4,97            4,89       5,11            4,98
           Konsumsi Lembaga Nonprofit              11,46          6,06       12,48         3,07        7,82            3,76       5,90            5,13
           yang Melayani Rumah Tangga
           Konsumsi Pemerintah                     4,62           4,17        6,61        -1,37       -0,33        5,66          4,55            2,50
           Investasi (PMTDB)                       5,16           5,03        4,61        2,12        6,99         5,04          6,12            5,09
           Investasi Bangunan                      6,02           5,26        5,51        1,35        4,89         3,02          3,74            3,25
           Investigasi Non Bangunan                2,96           4,40        2,23        4,32        12,93        10,34         12,39           10,12
           Ekspor                                  8,79           7,63        6,51        6,44        10,95        9,14          3,25            7,03
           Impor                                   11,92          10,36       7,95        4,00        11,48        0,86          3,96            4,77
           PDB                                     4,95           5,02        5,03        4,87        5,12         5,04          5,39            5,11
          Sumber : Badan Pusat Statistik

          Pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh LU kecuali Pertambangan dan Penggalian; serta
          Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang yang masing masing
          terkontraksi sebesar 1,31% dan 0,51%. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah
          Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,98%, diikuti noleh Jasa Lainnya sebesar 8,71%.
          Sementara itu, Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan terhadap perekonomian
          Indonesia tumbuh sebesar 5,40%.

          Grafik : PDB Menurut Lapangan Usaha
                                 PDB Menurut Lapangan Usaha (%)

                                                                                                              11,36%
                                                                                                      8,98%            8,71%
                                                                                              7,92%
                                       6,07%                                                                                                            6,51%
                4,89% 5,40%    5,23%                   5,14% 5,81%                                                                              5,62%
                                                                     3,89% 3,95%

                                               0,72%                                                                           1,06%

                                                                                                                                       -0,51%
                                                                                     -1,31%
                   Industri   Perdagangan;      Pertanian,      Konstruksi   Pertambangan & Transportasi dan Jasa Lainnya Pengadaan Air,          Lainnya
                 Pengolahan   Reparasi Mobil   Kehutanan, &                    Penggalian     Pegudangan                     Pengelolaan
                                 & Motor        Perikanan                                                                  Sampah, Limbah
                                                              Triw II-2024           Triw II-2025            Triw III -2025 dan Daur Ulang

            Sumber : BPS

          Secara spasial, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tercatat di seluruh wilayah Indonesia
          terutama di Jawa dan Sulawesi dan Bali. Kelompok provinsi di Pulau Sulawesi mencatat
          pertumbuhan tertinggi sebesar 6,23%, diikuti oleh Pulau Jawa sebesar 5,30%, Pulau Bali dan
          Nusa Tenggara sebesar 4,87%, Pulau Sumatera sebesar 4,81%, dan Pulau Kalimantan
          sebesar 4,79%. Sementara itu, kelompok provinsi di Pulau Maluku dan Papua mencatat
          pertumbuhan terendah, yakni sebesar 1,44%.


PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                                                                             25
Page 29
          Kinerja positif ekonomi Indonesia terus berlanjut pada 2025, dan diprakirakan akan lebih tinggi
          pada 2026 dan 2027. Kinerja ekspor nonmigas meningkat dipengaruhi front-loading ekspor ke
          AS sebagai respons antisipasi eksportir terhadap kebijakan tarif AS, di samping kenaikan
          ekspor produk pertanian dan manufaktur, khususnya komoditas minyak kelapa sawit (Crude
          Palm Oil, CPO) ke India seiring penurunan bea impor. Kenaikan pertumbuhan ekonomi juga
          ditopang oleh permintaan domestik, khususnya investasi swasta dan realisasi sejumlah
          program prioritas Pemerintah, termasuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di
          berbagai daerah. Konsumsi rumah tangga juga tumbuh baik seiring tingginya mobilitas
          masyarakat, meskipun terbatasnya ketersediaan lapangan kerja.

          Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi diprakirakan
          berlanjut pada triwulan I 2026. Konsumsi rumah tangga meningkat ditopang berbagai program
          stimulus Pemerintah, pelonggaran kebijakan moneter, ekspektasi konsumen yang terus
          membaik serta peningkatan kegiatan ekonomi pada berbagai Hari Besar Keagamaan Nasional
          (HBKN) di triwulan I 2026 seperti Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, dan Idulfitri 1447 H.
          Investasi juga diprakirakan tumbuh lebih tinggi didorong oleh investasi Pemerintah, termasuk
          hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA), serta perbaikan keyakinan pelaku usaha yang masih
          berlanjut. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 dan 2027 akan
          mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya menjadi masing-masing dalam kisaran 4,9–
          5,7% dan 5,1–5,9%.

          Neraca Pembayaran Indonesia

          Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap sehat di tengah ketidakpastian global. Pada triwulan
          IV 2025, NPI diprakirakan tetap baik didukung neraca perdagangan yang tetap mencatat
          surplus pada Desember 2025 sebesar 2,5 miliar dolar AS, ditopang terutama oleh ekspor
          berbasis sumber daya alam. Perkembangan ini mendorong tetap rendahnya defisit transaksi
          berjalan pada 2025 kisaran defisit 0,5% sampai dengan surplus 0,3% dari PDB. Pada triwulan
          I 2026, neraca perdagangan diprakirakan kembali mencatat surplus ditopang oleh membaiknya
          ekspor nonmigas. Sementara itu, aliran investasi portofolio asing pada triwulan I 2026 (hingga
          13 Februari 2026) mencatat net inflows sebesar 1,6 miliar dolar AS terutama ditopang aliran
          modal asing yang cukup besar ke SRBI dan SBN, sedangkan aliran modal pada saham
          mencatat outflows. Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi
          sebesar 154,6 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,1 bulan impor
          dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan
          internasional sekitar 3 bulan impor.




PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                         26
Page 30
          Tabel : Neraca Perdagangan Indonesia
                                  2023                                  2024*                                  2025
     Komponen
                         III      IV       Total        I       II       III      IV     Total     I*      II*       III*    IV**   Total**
 Transaksi Berjalan     -1,3     -1,4       -2,0      -2,4     -3,0     -2,0     -1,2     -8,7    -0,2    -2,8      4,0      -2,5     -1,5
 A. Barang              10,2     11,4       46,3       9,3     10,0     9,2      11,3     39,8    13,0    10,6      16,1     10,2     49,8
 Ekspor, fob            63,5     65,9      257,7      61,9     62,3     67,5     71,3    263,1    65,9    68,0      73,9     72,6    280,4
 Impor, fob            -53,3    -54,5     -211,4     -52,6    -52,3    -58,3    -60,0   -223,3   -53,0   -57,4     -57,8    -62,4   -230,6
 a. Non migas           16,0     17,7       67,8      15,1     15,2     14,7     17,8     62,7    18,8    15,7      20,9     16,4     71,8
 b. Migas               -5,4     -5,9      -19,9      -5,5     -4,6     -4,4     -5,1    -19,6    -4,7    -4,2      -4,8     -5,7    -19,5
 B. Jasa-jasa           -3,9     -4,8      -17,7      -4,2     -5,0     -4,2     -5,2    -18,6    -5,5    -5,5      -4,3     -4,9    -19,8
 C. Pendapatan          -8,8     -9,3      -36,0      -8,8     -9,4     -8,5     -9,0    -35,9    -9,3    -9,8      -9,4     -9,6    -38,2
 Primer
 D. Pendapatan            1,3       1,3       5,4       1,3       1,4     1,5     1,7    6,0      1,6     1,7       1,7      1,8     6,7
 Sekunder
 Transaksi Modal         -0,5     10,8        9,9      -2,4       2,6     8,0     9,4   17,7     -0,4    -5,2       -8,1     8,3     -4,2
 dan Finansial
 1. Investasi             2,7       3,4      14,4       4,9       2,3     5,1     3,4   15,7      2,5     2,6       2,5      2,8     14,1
 Langsung
 2. Investasi            -3,0       4,9       2,2      -2,1       3,2     9,8    -2,5    8,3      1,0    -8,1       -7,1     4,6     -9,4
 Portofolio
 3. Investasi Lainnya    -0,1       2,4      -6,9      -4,8      -3,3    -7,2     8,5    -6,7     -4,2     0,3      -3,4     0,7     -9,2
 Neraca Keseluruhan      -1,5       8,6       6,3      -6,0      -0,6     5,9     7,9     7,2     -0,8    -6,7      -6,4     6,1     -7,8
 *Cadangan Devisa       134,9 146,4         146,4     140,4 140,2 149,9 155,7           155,7    157,1   152,6     148,7    156,5   156,5
 Dalam bulan impor        6,0       6,5       6,5       6,2       6,1     6,4     6,5     6,5      6,5     6,1      6,0      6,2      6,2
 dan pembayaran
 ULN pemerintah
 *Transaksi Berjalan     -0,4      -0,4      -0,1      -0,7      -0,9    -0,6    -0,3    -0,6    -0,1    -0,8       1,1     -0,7     -0,1
 (%PDB)
            Sumber : Bank Indonesia. *Angka sementara; ** Angka sangat sementara

          Inflasi

          Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada 2025 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1%,
          tercatat sebesar 2,92% (yoy), masih berada dalam kisaran sasaran meskipun lebih tinggi dari
          inflasi 2024 sebesar 1,57% (yoy). Perkembangan ini ditopang inflasi inti yang terjaga rendah
          sebesar 2,38% (yoy) dengan andil terhadap inflasi IHK sebesar 1,53% (yoy). Perkembangan
          inflasi inti tersebut terutama disumbang oleh kenaikan harga emas global, di tengah perbaikan
          permintaan yang masih gradual dan ekspektasi inflasi yang terjaga. Secara spasial, inflasi IHK
          yang terkendali tecermin dari sebagian besar provinsi yang berada dalam rentang sasaran
          nasional. Inflasi VF pada 2025 tercatat 6,21% (yoy) meningkat dibandingkan dengan capaian
          2024 sebesar 0,12% (yoy). Berbagai sinergi kebijakan pengendalian inflasi VF ditempuh Bank
          Indonesia dan Pemerintah Pusat-Daerah pada 2025 melalui forum Tim Pengendalian Inflasi
          Pusat (TPIP) dan Daerah (TPID). Sinergi tersebut secara umum mencakup upaya menjaga
          keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi serta upaya memperkuat
          efektivitas komunikasi dalam menjaga ekspektasi pelaku ekonomi. Sementara itu, kelompok
          administered price (AP) mengalami inflasi sebesar 1,93% (yoy), meningkat dari Desember
          2024 yang sebesar 0,56% (yoy) maupun November 2025 yang sebesar 1,58% (yoy).
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                                                       27
Page 31
          Secara spasial, inflasi tahunan IHK Desember 2025 meningkat di seluruh wilayah tercatat 29
          provinsi berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1%, sementara itu tujuh provinsi
          berada di atas sasaran inflasi nasional dan dua provinsi lainnya di bawah sasaran inflasi
          nasional. Inflasi tahunan tertinggi tercatat di Aceh sebesar 6,71% (yoy), Sumatera Barat 5,15%
          (yoy), dan Riau sebesar 4,88% (yoy). Inflasi IHK pada tahun 2026 dan 2027 diperkirakan
          berada dalam sasaran 2,5±1%, dipengaruhi oleh prospek harga komoditas global yang
          mengalami peningkatan.

          Grafik : Inflasi Indonesia

                                                Inflasi Indonesia




           Sumber: Badan Pusat Statistik

          Nilai Tukar Rupiah

          Nilai tukar Rupiah pada 20 Januari 2026 tercatat sebesar Rp16.945 per dolar AS, melemah
          1,53% (ptp) bila dibandingkan dengan level akhir Desember 2025. Pelemahan nilai tukar
          tersebut dipengaruhi aliran keluar modal asing akibat meningkatnya ketidakpastian pasar
          keuangan global. Selain itu, kenaikan permintaan valas oleh perbankan dan korporasi domestik
          sejalan dengan kegiatan ekonomi turut memengaruhi kinerja Rupiah. Dalam upaya menjaga
          stabilitas nilai tukar Rupiah, Bank Indonesia menempuh intensitas langkah stabilisasi melalui
          intervensi di pasar NDF baik di off-shore maupun on-shore (DNDF) dan pasar spot. Respons
          kebijakan ini dapat menjaga volatilitas nilai tukar Rupiah dan tetap konsisten dengan upaya
          pencapaian sasaran inflasi 2,5±1% pada tahun 2026.

PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                        28
Page 32
          Suku Bunga

          Kebijakan moneter Bank Indonesia terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi
          lebih tinggi dengan menjaga stabilitas tinggi dengan tetap menjaga stabilitas perekonomian.
          Kebijakan moneter ditempuh melalui penurunan suku bunga BI-rate, stabilisasi nilai tukar
          Rupiah, dan ekspansi likuiditas moneter. Sejak September 2024, BI-rate telah turun sebesar
          150 bps, yaitu 25 bps pada September 2024 dan 125 bps selama tahun 2025 menjadi 4,75%
          hingga Desember 2025, yang merupakan level terendah sejak tahun 2022. Kebijakan
          stasbilisasi ilai tukar Rupiah terus diperkuat dengan intervensi di pasar off-shore melalui NDF
          dan intervensi di pasar domestik melalui pasar spot, DNDF, serta pembelian SBN di pasar
          sekunder. Ekspansi likuiditas Rupiah juga ditempuh Bank Indonesia melalui penurunan posisi
          instrumen moneter SRBI dari Rp916,97 trliun pada awal tahun 2025 menjadi Rp730,90 triliun
          pada akhir tahun 2025, serta berlanjut turun menjadi Rp694,04 triliun pada 20 Januari 2026.
          Bank Indonesia juga membeli SBN sebagai bentuk sinergi erat antara kebijakan moneter dan
          kebijakan fiskal, yang pada 2026 hingga 20 Januari 2026 mencapai Rp23,69 triliun, termasuk
          pembelian di pasar sekunder sebesar Rp13,21 triliun. Pembelian SBN di pasar sekunde
          dilakukan sesuai mekanisme pasar, terukur, transparan, dan konsisten dengan program
          moneter dalam menjaga stabilitas perekonomian sehingga dapat terus menjaga kredibilitas
          kebijakan moneter.

          Grafik : Suku Bunga Kebijakan BI dan IndONIA

                                         Suku Bunga Kebijakan BI dan IndONIA




           Sumber: Bank Indonesia

PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                         29
Page 33
          Prospek Industri Holding Company di Bursa Indonesia
          Holding company di Bursa Efek Indonesia memiliki peran sentral dalam mengonsolidasikan
          aset lintas sektor dan menciptakan efisiensi manajerial. Struktur kepemilikan yang terintegrasi
          memungkinkan entitas holding untuk mengoptimalkan alokasi modal, memperkuat daya saing,
          serta memberikan akses yang lebih luas bagi investor terhadap sektor-sektor strategis.
          Kapitalisasi pasar BEI yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir mencerminkan
          kepercayaan investor terhadap instrumen investasi yang mampu menawarkan diversifikasi
          risiko sekaligus potensi pertumbuhan jangka panjang. Dalam konteks tersebut, holding
          company dipandang sebagai salah satu pilar penting dalam memperkuat ekosistem pasar
          modal Indonesia.
          Prospek ke depan menunjukkan bahwa holding dengan portofolio di sektor energi terbarukan,
          teknologi hijau, pangan, dan logistik akan memperoleh momentum pertumbuhan yang
          signifikan. Kebijakan pemerintah terkait transisi energi, program makan bergizi gratis, serta
          pembangunan perumahan rakyat menjadi katalis utama bagi sektor-sektor tersebut. Di sisi lain,
          sektor konsumsi domestik tetap menjadi tulang punggung, didukung oleh daya beli masyarakat
          yang relatif stabil. Holding yang mampu mengintegrasikan portofolio tradisional seperti batu
          bara dan kelapa sawit dengan sektor baru berbasis keberlanjutan akan memiliki posisi
          kompetitif yang lebih kuat dalam menghadapi perubahan paradigma investasi global.
          Meski peluang pertumbuhan terbuka lebar, holding company tetap menghadapi tantangan
          berupa volatilitas harga komoditas, ketidakpastian ekonomi global, serta kompleksitas
          pengelolaan entitas anak. Dalam hal ini, tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel
          menjadi faktor penentu keberhasilan. OJK menekankan pentingnya keterbukaan informasi,
          pengendalian risiko, serta laporan penilaian independen dalam setiap transaksi material.
          Dengan penerapan prinsip tata kelola yang konsisten, holding company tidak hanya mampu
          menjaga kepercayaan investor, tetapi juga berperan sebagai katalisator dalam memperkuat
          integritas dan daya tarik pasar modal Indonesia.
          Selain prospek sektor dan posisi strategis di pasar modal, keunggulan utama dari struktur
          holding company adalah fleksibilitas dalam pengelolaan portofolio. Holding mampu melakukan
          konsolidasi keuangan, sehingga laporan keuangan grup lebih transparan dan efisien untuk
          kepentingan regulator maupun investor. Dari sisi operasional, holding dapat mengoptimalkan
          alokasi modal antar entitas anak, memanfaatkan sinergi bisnis, serta menekan biaya melalui
          shared services (misalnya fungsi keuangan, SDM, dan teknologi). Keunggulan lainnya adalah
          kemampuan holding untuk melakukan restrukturisasi portofolio secara cepat, baik melalui
          akuisisi maupun divestasi, sehingga lebih adaptif terhadap dinamika pasar.



PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                        30
Page 34
          Holding juga memberikan nilai tambah bagi investor karena menawarkan diversifikasi risiko
          yang lebih luas dibandingkan investasi pada satu entitas tunggal. Dengan kepemilikan lintas
          sektor, holding dapat menyeimbangkan fluktuasi kinerja dari masing-masing entitas anak. Hal
          ini menjadikan holding sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, sekaligus memberikan
          peluang pertumbuhan dari sektor-sektor baru yang sedang berkembang.
          Dari perspektif tata kelola, holding company memungkinkan penerapan standar pengendalian
          internal yang lebih konsisten di seluruh entitas anak. Dengan adanya struktur pengawasan
          terpusat, holding dapat memastikan kepatuhan terhadap regulasi OJK dan BEI, sekaligus
          meningkatkan kredibilitas di mata investor institusional maupun publik. Kombinasi antara
          efisiensi, diversifikasi, dan tata kelola yang kuat menjadikan holding company sebagai model
          bisnis yang berdaya tahan tinggi dalam menghadapi siklus ekonomi maupun perubahan
          kebijakan.




PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                      31
Page 35
III. Analisis Kelayakan
          Analisis Kelayakan Bisnis pada bab ini didasarkan pada cakupan atau Lingkup Penugasan
          yang diberikan Perseroan, di mana fokus utama pengembangan usaha yang terdiri dari
          perubahan kegiatan usaha yaitu KBLI 64200 (Aktifitas Perusahaan Holding) dan KBLI 70209
          (Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya). Hal ini sesuai dengan konfirmasi Perseroan yang
          telah disesuaikan dengan rencana proyeksi keuangan terkait aktivitas perusahaan holding dan
          jasa konsultasi manajemen yang diberikan oleh Manajemen Perseroan sebagai rencana bisnis
          jangka panjang.

3.1       Aspek Pasar
          Dalam analisis kelayakan pada Aspek Pasar, KJPP Andesta melakukan evaluasi dan tinjauan
          beberapa variabel yang menjadi bagian dari Aspek Pasar, antara lain:
          a. Pangsa Pasar dan Kesinambungan untuk kegiatan usaha pada aktivitas perusahaan
             holding dari pasar tersebut;
          b. Potensi Pasar, Sasaran Pasar dan Potensi Nilai Pasar;
          c. Kompetisi dan pelaku di industri yang sejenis;
          d. Strategi pemasaran

          3.1.1 Pangsa dan Kesinambungan (Sustainability) dari Pasar
          Pangsa Pasar

          Perekonomian Indonesia tercatat mengalami pertumbuhan dan proyeksi kedepan tetap
          tumbuh positif dengan target pertumbuhan yang meningkat setiap tahunnya. Hal tersebut juga
          mendorong meningkatnya aktivitas investasi serta ekspansi bisnis yang membutuhkan
          perusahaan holding serta jasa konsultasi manajemen agar memberikan dukungan bagi para
          pengembang usaha. Proses bisnis yang kompleks mendorong perusahaan memiliki strategi
          pengelolaan investasi yang efektif, struktur grup perusahaan yang optimal, pengelolaan serta
          pengambilan keputusan yang strategis. Aktivitas perusahaan holding memiliki peranan penting
          bagi entitas anak usaha diantaranya untuk menciptakan sinergi atarperusahaan sehingga
          meningkatkan nilai perusahaan secara keseluruhan.

          Dengan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi nasional, prospek aktivitas investasi
          kedepan, serta kebutuhan akan pengelolaan investasi dan konsultasi manajemen, FITT yang
          menjalankan operasional melalui entitas anak nantinya diberbagai industri memiliki peluang
          untuk mengembangkan kegiatan usaha sebagai perusahaan holding. Rencana Perseroan
          kedepan diantaranya untuk melakukan diversifikasi usaha melalui penambahan entitas anak
          lainnya dengan akuisisi perusahaan target bidang industri pertambangan dinilai dapat
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                      32
Page 36
          memperluas pendapatan, serta menciptakan sinergi antar lini usaha guna mendukung
          pertumbuhan jangka panjang Perseroan.

          Kesinambungan (Sustainability)

          Dalam menjalankan kegiatan usaha Aktivitas Perusahaan Holding nantinya FITT melakukan
          investasi pada perusahaan dengan bidang usaha yang beragam, sehingga perluasan usaha
          tersebut dilakukan untuk memiliki anak perusahaan yang memungkinkan dari berbagai sektor
          industri guna menjaga kesinambungan kegiatan usaha FITT.

          3.1.2 Potensi Pasar, Sasaran dan Potensi Nilai Pasar
          Berdasarkan data informasi manajemen, FITT berencana melakukan investasi pada
          perusahaan yang menawarkan peluang atau potensi untuk menciptakan nilai tambah. Sektor
          industri yang saat ini memiliki potensi bertumbuh sejalan dengan pembangunan perekonomian
          Indonesi yaitu sektor jasa pertambangan khususnya komoditas nikel yang juga memiliki
          aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya. Investasi tersebut diproyeksikan
          akan mencatatkan laba bersih tahun 2030 sebesar Rp29,94 miliar (Proyeksi). Hal tersebut
          menjadi potensi penambahan nilai pasar bagi FITT.

          3.1.3 Pesaing Usaha
          Rencana perubahan kegiatan usaha FITT berupa aktifitas perusahaan holding tentunya tidak
          terlepas dari kompetitor. Berdasarkan informasi dari manajemen FITT untuk saat ini
          perusahaan sejenis di Indonesia yang dapat dijadikan referensi secara umum bergerak di
          industri yang sama dan memiliki kegiatan usaha yang sebanding dengan FITT berdasarkan
          data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha sebagai
          perusahaan investasi tercatat di bursa sebagai berikut:

            No                                    Nama Perusahaan
            1.    PT. Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG)
            2.    PT. Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA)
            3.    PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM)
            4.    PT. MNC Kapital Indonesia Tbk. (BCAP)
            5.    PT. Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET)
            6.    PT. MNC Asia Holding Tbk (BHIT)
            7.    PT. Charnic Capital Tbk. (NICK)
          Sumber: Bursa Efek Indonesia




PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                   33
Page 37
          Kegiatan usaha perusahaan holding di Indonesia merupakan industri yang kompetitif dengan
          persaingan yang berbeda dibandingkan dengan perusahaan penghasil produk atau penyedia
          jasa. Perusahaan holding mencatatkan keberhasilan secara umum didasarkan pada
          kemampuan perusahan mengidenfikasi peluang investasi, mengakusisi perusahaan,
          mengembangkan perusahaan dalam kelompok bisnisnya. Terdapat banyak perusahaan
          holding dan investasi di Indonesia yang memiliki nilai aset, skala usaha, jaringan bisnis dan
          diversifikasi investasi diberbagai sektor yang lebih besar dari Perseroan. Meskipun demikian,
          peluang investasi masih terus berkembang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional,
          transformasi berbagai sektor industri, serta adanya perusahaan yang membutuhkan dukungan
          modal dan pengelolaan usaha. Maka, peluang Perseroan tetap besar untuk berkembang
          dengan strategi investasi yang tepat dan fokus pada perusahaan yang memiliki peluang
          pertumbuhan yang baik. Selain itu, peluang memberikan layanan yang terintegrasi antara
          investasi yang dilakukan dengan pengembangan bisnis masih besar. Hal ini membertikan
          peluang bagi Perseroan untuk menjalankan dan mengembangkan kegiatan usaha secara
          berkelanjutan.

          3.1.4 Strategi Pemasaran
          Sebagai perusahaan holding, saat ini Perseroan tidak melakukan kegiatan pemasaran produk
          secara langsung karena tidak menghasilkan produk maupun jasa yang ditujukan kepada
          konsumen. Seluruh aktivitas pemasaran terkait produk atau jasa akan dijalankan oleh entitas
          anak sesuai dengan bidang usahanya, sementara Perseroan berfokus pada pengelolaan
          investasi.

3.2       Aspek Teknis
          Dalam analisis kelayakan pada Aspek Teknis, KJPP Andesta melakukan evaluasi dan tinjauan
          beberapa variabel yang menjadi bagian dari Aspek teknis, antara lain:

         3.2.1 Kapasitas Bisnis Perseroan
          FITT sebagai perusahaan holding memiliki kapasitas yang memadai dalam mendukung
          kegiatan usaha entitas anak di bidang real estate. Saat ini FITT memiliki kepemilikan saham
          langsung pada BMP dan FAW, dimana BMP sudah beroperasi secara komersial bergerak
          dalam industri penyediaan perhotelan sehingga FITT dapat dianggap perusahaan induk yang
          berpengalaman. Kapasitas tersebut tercermin diantaranya dari pengalaman manajemen lebih
          dari 8 tahun dalam industri. Selain itu, Perseroan memberikan dukungan finansial untuk
          kelancaran aktivitas pengembangan proyek yang dijalankan oleh entitas anak. Perseroan juga
          memastikan bahwa entitas anak memiliki sumber daya manusia, perizinan, dan infrastruktur
          yang lengkap untuk melaksanakan kegiatan usaha secara berkesinambungan. Dengan
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                       34
Page 38
          kombinasi pengalaman, dukungan finansial, dan sistem pengelolaan yang terstruktur,
          Perseroan memiliki kapasitas yang memadai nuntuk mendukung keberhasilan pengembangan
          proyek melalui entitas anaknya.

          3.2.2 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
          Bahan Baku Mentah

          Dalam rencana perubahan kegiatan usaha, FITT tidak memerlukan bahan baku mentah karena
          kegiatan usaha yang dijalankan bersifat holding dan pengelolaan investasi, bukan manufaktur
          atau produksi, sehingga tidak melibatkan proses pengolahan bahan baku secara langsung.

          Pekerja dan Tenaga Ahli

          Jumlah personil atau tenaga ahli yang dialokasikan untuk kegiatan usaha baru pada prinsipnya
          tidak akan mengalami pengurangan karena tenaga kerja yang ada pada Perseroan saat ini,
          sejak semula memang berfokus pada fungsi strategis pengelolaan investasi serta
          koordinasi.Namun Perseroan berencana akan menambah beberapa posisi manajemen dan
          pendukung sesuai dengan kebutuhan perusahaan terbuka dan ketentuan peraturan yang
          berlaku dan juga penambahan tenaga ahli baru sebagai personel pada Departemen Investasi.

          Struktur Organisasi Perseroan yang direncanakan akan dilakukan penambahan di beberapa
          posisi manajemen dan pendukung sebagaimana berikut:




PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                      35
Page 39
          Kualifikasi dan kapabilitas personil Perseroan antara lain sebagai berikut:
             Departemen /      Jumlah           Kualifikasi                                                     Rata-Rata
                                                                  Sertifikasi & Keahlian Utama
             Fungsi            Personel         Pendidikan Min.                                                 Pengalaman


             Departemen
                               1 orang          S-2 Magister      BSMR and Overseas Training                    Minimal 8 tahun
             Investasi


             Departemen                                           Keahlian dalam    bidang     Keuangan   dan
                               1 orang          S-1 Sarjana                                                     Minimal 6 tahun
             Keuangan                                             Akuntansi


                                                                  Keahlian dalam    bidang     Keuangan   dan
             Komite Audit      2 orang          S-1 Sarjana                                                     Minimal 6 tahun
                                                                  Akuntansi


             Komite
             Nominasi &        1 orang          S-1 Sarjana       Keahlian dalam bidang Sumber Daya Manusia     Minimal 6 tahun
             Remunerasi


             Corporate                                            Keahlian dalam Good Corporate Governance
                               1 orang          S-2 Magister                                                    Minimal 8 tahun
             Secretary                                            (GCG)


             Audit                                                Keahlian dalam Good Corporate Governance
                               1 orang          S-1 Sarjana                                                     Minimal 6 tahun
             Internal                                             (GCG)




         3.2.3 Proses Produksi dan/atau Operasional
          Sebagai perusahaan holding, saat ini FITT tidak menghasilkan produk sehingga tidak memiliki
          alur proses produksi tersendiri.

         3.2.4 Alur dan Flow Chart
          Dalam menjalankan bisnis pada kegiatan usaha aktivitas holding, FITT tidak menghasilkan
          produk sehingga tidak memiliki alur dan flow chart tersendiri.

         3.2.5 Proses Bisnis Entitas Anak
          FITT menjalankan kegiatan usaha di bidang konstruksi gedung, berusaha dalam bidang
          penyediaan akomodasi, berusaha dalam bidang real estat, berusaha dalam bidang aktivitas
          olahraga dan rekreasi lainnya melalui entitas anak, dengan mengelola Fitra Hotel yang
          merupakan hotel berbintang skala nasional di provinsi Jawa Barat.

3.3       Aspek Pola Bisnis
         3.3.1 Kegiatan Usaha Utama
          Berdasarkan pasal 3 anggaran dasar, maksud dan tujuan FITT adalah berusaha dalam bidang
          konstruksi gedung, berusaha dalam bidang penyediaan akomodasi, berusaha dalam bidang
          real estat, berusaha dalam bidang aktivitas olahraga dan rekreasi lainnya. Untuk mencapai
          maksud dan tujuan tersebut FITT dapat melaksanakan kegitan usaha berikut:

PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                                                36
Page 40
          a. Kegiatan usaha utama yaitu menjalankan kegiatan hotel bintang lima, menjalankan
             kegiatan usaha hotel bintang empat, menjalankan kegiatan usaha hotel bintang tiga,
             menjalankan kegiatan usaha hotel bintang dua, menjalankan kegiatan usaha hotel bintang
             satu, menjalankan kegiatan usaha hotel melati, menjalankan kegiatan usaha vila,
             menjalankan kegiatan usaha apartemen hotel, menjalankan kegiatan usaha penyediaan
             akomodasi jangka pendek lainnya.
          b. Kegiatan usaha penunjang yang mendukung kegiatan usaha utama Perseroaan yaitu
             menjalankan kegiatan usaha konstruksi gedung penginapan, menjalankan kegiatan usaha
             real estat yang dimiliki sendiri atau disewa, menjalankan kegiatan usaha kawasan
             pariwisata.

          FITT juga merupakan Holding Company yang memiliki kepemilikan saham secara langsung
          pada perusahaan anak yaitu BMP serta FAW dan tidak terlibat langsung dalam pengelolaan
          bisnis perseroan.

          3.3.2 Keunggulan Kompetitif
          FITT dalam upaya menjalankan kegiatan usaha aktivitas perusahaan holding memiliki
          keunggulan kompetitif dan terus mengembangkan keunggulan kompetitifnya dengan
          meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh FITT. Sumber daya manusia
          yang kompeten dibidangnya merupakan salah satu kunci keberhasilan untuk mencapai tujuan
          perusahaan. Manajemen dalam menjalankan usahanya memiliki track record sebagai
          perusahaan induk dengan kepemilikan saham langsung pada BMP dan FAW sehingga FITT
          dapat dianggap perusahaan investasi yang berpengalaman. Selain itu, aktifitas perusahaan
          holding juga akan didukung dengan rencana melakukan investasi pada perusahaan sektor
          lainnya dengan mempertimbangkan potensi pasar guna meningkatkan daya saing FITT.

         3.3.3 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk
          Jumlah pesaing bisnis yang memiliki karakter bisnis yang sama dengan FITT tergolong tinggi,
          yang dibuktikan dengan banyaknya perusahaan dengan aktivitas holding di Indonesia.
          Terdapat sejumlah perusahaan holding dan investasi yang mFOemiliki model bisnis serupa
          dengan Perseroan. Perusahaan-perusahaan tersebut melakukan investasi pada sektor usaha
          yang sama atau menargetkan perusahaan yang memiliki prospek pertumbuhan yang
          menjanjikan kedepan. Kemungkinan persaingan dengan bidang usaha perusahaan investasi
          atau perusahaan holding cukup besar dimana perusahaan lain dapat melakukan investasi pada
          perusahaan lain yang diperkirakan memiliki potensi pasar yang baik. Kegiatan usaha ini tidak
          menghasilkan produk sehingga pesaing yang memiliki dana investasi dapat melakukan
          penyertaan saham dan menjadi perusahaan induk. Hal tersebut membuat persaingan menjadi
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                      37
Page 41
          kompetitif. Upaya untuk tetap bertahan ditengah persaingan yang kompetitif dilakukan oleh
          FITT dan entitas anak dengan penerapan strategi layanan terbaik untuk konsumen dan
          memitigasi risiko sebelum menentukan investasi yang akan dilakukan oleh FITT. Dalam
          menghadapi persaingan tersebut, Perseroan berencana menerapkan strategi yang berfokus
          pada selektivitas investasi, penguatan tata kelola perusahaan, optimalisasi sinergi pada entitas
          anak, serta pengembangan jaringan bisnis untuk memperoleh akses terhadap peluang
          investasi yang potensial. Selain itu perusahaan akan mengedepankan kompetensi sumber
          daya manusia agar mendorong terciptanya nilai tambah bagi perusahaan.

         3.3.4 Kemampuan untuk Menciptakan Nilai
          Kemampuan menciptakan nilai dengan posisi FITT sebagai perusahaan induk yang memiliki
          fokus dalam mengelola investasi dan mendukung usaha entitas anak dapat melalui aspek
          berikut:

          a.    Pengembangan kegiatan usaha entitas anak
                Dalam menjalankan usaha aktivitas perusahaan dan entitas anak, FITT senantiasa
                berupaya untuk memberikan kontribusi bagi peningkatan dan penguatan daya saing
                entitas anak agar menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan.

          b.    Diversifikasi sumber pendapatan
                Ditengah ketidakpastian pasar yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan, maka
                diversifikasi sumber pendapatan dengan melakukan investasi pada entitas anak
                diberbagai jenis industri, diharapkan dapat menciptakan stabilitas, dan daya saing dalam
                jangka panjang bagi FITT.

          c.    Peningkatan kinerja keuangan
                Dalam perubahan usaha aktivitas perusahaan holding dapat memberikan tambahan
                sumber pendapatan dan meningkatkan kinerja keuangan konsolidasi bagi FITT.
                Selanjutnya, dari atas manfaat tersebut maka perubahan kegiatan usaha tersebut mampu
                memberikan nilai tambah untuk FITT.

          Ketiga hal tersebut memberikan kontribusi positif terhadap penciptaan nilai, baik bagi
          Perseroan maupun pemegang saham. Dukungan modal ke entitas anak juga akan
          memperkuat daya saing, serta meningkatkan kinerja keuangan.




PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                         38
Page 42
3.4       Aspek Model Manajemen
          3.4.1 Ketersediaan Tenaga Kerja
          Untuk perubahan kegiatan usaha sebagai aktifitas perusahaan holding, maka terkait
          kebutuhan tenaga kerja berdasarkan evaluasi dengan manajemen FITT disampaikan bahwa:

           a. FITT memiliki track record sebagai perusahaan induk dengan kepemilikan saham
              langsung pada BMP dan FAW sehingga FITT dapat dianggap perusahaan investasi yang
              berpengalaman.
           b. Pada periode 2025, Perseroan memiliki 5 karyawan di tingkat holding yang berfokus pada
              fungsi strategis pengelolaan investasi serta koordinasi. Sehubungan dengan rencana
              perubahan kegiatan usaha, Perseroan akan mengoptimalkan tenaga kerja yang telah ada
              untuk memenuhi kebutuhan manajemen dan sumber daya manusianya.

          3.4.2 Kekayaan Intelektual (Intellectual Property)
          Menurut UU yang telah disahkan oleh DPR-RI pada tanggal 21 Maret 1997, Hak Atas
          Kekayaaan Intelektual adalah hak-hak secara hukum yang berhubungan dengan
          permasalahan hasil penemuan dan kreativitas seseorang atau beberapa orang yang
          berhubungan dengan perlindungan permasalahan reputasi dalam bidang komersial
          (commercial reputation) dan tindakan/jasa dalam bidang komersial (goodwill).

          Rencana perubahan bisnis sebagai objek kelayakan dalam laporan ini, tidak ada aset tak
          berwujud yang terlibat di dalamnya dan dikategorikan sebagai Kekayaan Intelektual, karena
          merupakan kegiatan usaha perdagangan yang berjalan umum atau sesuai dengan orderan
          dari pelanggan yang membutuhkan.

         3.4.3 Manajemen Risiko
          Kegiatan usaha Perseroan tidak luput dari risiko atau ketidakpastian dalam proses dan
          pelaksanaan operasionalnya. Unsur ketidakpastian tersebut dapat menjadi semakin besar
          akibat perubahan iklim bisnis yang semakin cepat dan kompleks, sehingga menjadi risiko bisnis
          yang tidak mungkin dihindari, namun wajib dikelola melalui mekanisme Manajemen Risiko.
          Manajemen telah mengkaji dan mengeluarkan kebijakan untuk mengelola setiap risiko
          tersebut. Perseroan menerapkan kebijakan manajemen risiko akan mengurangi pengaruh
          ketidakpastian pasar terhadap kinerja keuangan perusahaan.

          Berikut adalah beberapa ringkasan kebijakan dan praktik manajemen risiko untuk perubahan
          kegiatan usaha aktivitas perusahaan holding:


PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                       39
Page 43
          a. Mitigasi Risiko Ekonomi, Sosial Politik:
               1) Perusahaan melakukan pemantauan terhadap perubahan kebijakan pemerintah,
                  kondisi sosial, dan indikator ekonomi makro yang berpotensi mempengaruhi kinerja
                  investasi. Pengendalian risiko dilakukan dengan melakukan penyesuaian terhadap
                  strategi investasi berdasarkan kondisi ekonomi.
          b. Mengurangi Risiko Ketergantungan pada Kegiatan Usaha dan Pendapatan Perusahaan
             Anak:
               1) Melakukan diversifikasi eksposur risiko dengan investasi pada beberapa sektor agar
                  meminimalisir risiko yang dihadapi oleh setiap perusahaan anak.
               2) Perusahaan dapat melakukan berbagai strategi dalam menghadapi penurunan kinerja
                  pada perusahaan anak dengan melakukan divestasi atau restrukturisasi usaha agar
                  pendapatan perusahaan tetap baik.
          c. Mitigasi Risiko Kepatuhan dan Regulasi:
               1) Perusahaan menjaga kepatuhan regulasi, mengikuti perkembangan peraturan hukum
                  dan perundang-undangan yang berlaku sehubungan dengan kegiatan usaha
               2) Perusahaan dapat melakukan analisis dampak kebijakan atas investasi guna menjaga
                  nilai investasi dalam menghadapi ketidakpastian eksternal. Mempertahankan fokus
                  pada kualitas produk dan layanan yang diberikan.
          d. Mitigasi Risiko Sumber Daya Manusia:
               1) Melakukan berbagai program pelatihan dan pengembangan untuk manajemen.
               2) Melakukan evaluasi atas kinerja manajemen secara berkala.
          e. Mitigasi Risiko Investasi dan Pengembangan Usaha:
               1) Menetapkan evaluasi setelah kegiatan investasi pada perusahaan anak dilakukan.
               2) Melakukan proses investasi yanag ketat berdasarkan analisis yang kuat dengan due
                  diligence atau uji tuntas yang mendalam serta studi kelayakan sebelum menentukan
                  investasi pada suatu perusahaan.

         3.4.4 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
          Rencana perubahan kegiatan usaha merupakan rencana yang telah dipertimbangkan oleh
          dewan komisaris dan dewan direksi sebagai rencana yang diyakini dapat memberikan
          kontribusi positif bagi kinerja operasional dan kinerja keuangan Perseroan. Dalam perubahan
          kegiatan usaha aktivitas perusahaan holding, secara keseluruhan FITT saat ini telah memiliki

PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                      40
Page 44
          Manajemen dengan kapasitas dan kemampuan yang telah teruji. Manajemen memiliki track
          record sebagai perusahaan induk dengan kepemilikan saham langsung pada BMP dan FAW
          sehingga FITT dapat dianggap perusahaan investasi yang berpengalaman.

         3.4.5 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen
          Struktur organisasi dan manajemen eksisting FITT sehubungan adanya rencana perubahan
          kegiatan usaha sebagai aktifitas perusahaan holding sebagai berikut:




          Sumber: Manajemen FITT

          Perseroan memerlukan perubahan terhadap struktur manajemen untuk mendukung
          operasional perubahan kegiatan usaha baru. Hal ini seperti yang telah dijabarkan pada sub
          bab di atas terkait kapasitas dan kemampuan Manajemen, di mana FITT yang telah memiliki 2
          perusahaan anak dan berperan sebagai perusahaan induk. Jumlah personil atau tenaga ahli
          yang dialokasikan untuk kegiatan usaha baru pada prinsipnya tidak akan mengalami
          pengurangan karena tenaga kerja yang ada pada Perseroan saat ini, sejak semula memang
          berfokus pada fungsi strategis pengelolaan investasi serta koordinasi.Namun Perseroan
          berencana akan menambah beberapa posisi manajemen dan pendukung sesuai dengan
          kebutuhan perusahaan terbuka dan ketentuan peraturan yang berlaku dan juga penambahan
          tenaga ahli baru sebagai personel pada Departemen Investasi.




PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                   41
Page 45
3.5       Aspek Keuangan
          Aspek keuangan adalah salah satu aspek yang dikaji dalam studi kelayakan. Kajian ini
          menganalisis besaran investasi dan pendapatan pertahunnya sehingga didapatkan suatu
          kesimpulan apakah suatu proyek/rencana layak dilaksanakan ataupun tidak.
          Dalam studi kelayakan ini, Penilai mengkaji beberapa hal, diantaranya kebutuhan investasi,
          proyeksi keuangan, penentuan tingkat diskonto (discount rate), dan kelayakan investasi.

          3.5.1 Biaya Pendirian (Start Up Costs)
          Belanja modal merupakan investasi awal yang dikeluarkan FITT terkait dengan perubahan
          kegiatan usaha aktivitas perusahaan holding yang dianggarkan untuk rencana penyertaan
          saham pada PT Venturi Tambang Perkasa (VTP) yang bergerak dalam industri pertambangan
          dengan estimasi rencana nilai investasi sebesar Rp 95.676.459.561.

         3.5.2 Sumber Pembiayaan
          Sumber pembiayaan perubahan kegiatan usaha berasal dari modal sendiri yang didapatkan
          dari hasil divestasi atas kepemilikan saham perusahaan anak eksisting yakni BMP dan FAW
          serta pendapatan yang diterima atas pelunasan utang dari anak usaha FAW. Besaran estimasi
          dana yang dapat dikumpulkan atas hasil divestasi dan penerimaan dana dari piutang dengan
          total mencapai Rp 67.913.667.000,-.

         3.5.3 Analisis Proyeksi Sebelum Perubahan Kegiatan Usaha
          Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Sebelum Perubahan Kegiatan Usaha

          Berdasarkan asumsi yang mendasari penyusunan atas review proyeksi Laporan Posisi
          Keuangan, prospektif Laporan Posisi Keuangan tahun 2026 – 2030 sebelum perubahan
          kegiatan usaha adalah sebagai berikut:




PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                    42
Page 46
                                                (dalam Rupiah)




PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII               43
Page 47
          Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif Sebelum Perubahan Kegiatan Usaha

          Berdasarkan asumsi yang mendasari penyusunan atas review proyeksi Laporan Laba Rugi
          Komprehensif, prospektif Laporan Laba Rugi Komprehensif periode tahun 2026 – 2030
          sebelum perubahan kegiatan usaha adalah sebagai berikut:
                                                                                     (dalam Rupiah)




          Proyeksi Laporan Laba Arus Kas Sebelum Perubahan Kegiatan Usaha

          Berdasarkan asumsi yang mendasari penyusunan atas review proyeksi Laporan Arus Kas,
          prospektif Laporan Arus Kas periode tahun 2026 – 2030 sebelum perubahan kegiatan usaha
          adalah sebagai berikut:
                                                                                     (dalam Rupiah)




PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                  44
Page 48
          Proyeksi Rasio Keuangan Sebelum Perubahan Kegiatan Usaha
          Rasio keuangan sebelum perubahan kegiatan usaha adalah sebagai berikut:
                               Rasio Keuangan         2026     2027     2028     2029      2030
           Rasio Likuiditas
           Cash Ratio                                   1,73     1,83     0,56      0,76     1,10
           Quick Ratio                                  2,62     2,79     2,95      3,09     3,24
           Current Ratio                                2,62     2,79     2,95      3,09     3,24
           Rasio Solvabilitas
           Debt To Equity Ratio                         0,33     0,31     0,29      0,28     0,27
           Debt To Asset Ratio                          0,25     0,24     0,23      0,22     0,22
           Rasio Profitabilitas
           Net Profit Margin                         28,90%    27,10%   24,56%   23,05%    21,48%
           Return On Equity                           -0,42%    0,58%    1,78%    3,30%     4,64%
           Return On Assets                           -0,31%    0,42%    1,29%    2,44%     3,47%


          Setelah melakukan analisis terhadap proyeksi rasio keuangan sebelum perubahan kegiatan
          usaha, selanjutnya dilakukan analisis terhadap proyeksi keuangan Perseroan setelah
          pelaksanaan perubahan kegiatan usaha. Proyeksi tersebut disusun dengan tujuan untuk
          memberikan gambaran mengenai dampak perubahan kegiatan usaha terhadap kondisi
          keuangan Perseroan selama periode proyeksi.

         3.5.4 Analisis Proyeksi Keuangan dan Asumsi
          Kajian aspek keuangan menganalisis besaran investasi dan arus kas bersih pertahunnya
          sehingga didapatkan suatu kesimpulan apakah suatu proyek/rencana kegiatan usaha baru
          layak dilaksanakan ataupun tidak. Asumsi dan prospektif keuangan yang terbentuk merupakan
          proyeksi keuangan yang telah mendasarkan asumsi melalui penyesuaian variabel makro dan
          variabel umum lainnya sesuai kegiatan usaha yang menjadi objek kajian kelayakan, kondisi
          dan informasi terkini operasional Perseroan, kajian industri dan target pencapaian oleh
          manajemen Perseroan sesuai hasil diskusi dan komunikasi oleh manajemen Perseroan terkait
          kemampuan pencapaiannya dan disetujui oleh manajemen Perseroan dan atau Pemberi
          Tugas.

          a. Asumsi Umum

          Berikut ini adalah asumsi keuangan yang digunakan untuk prospektif proyeksi keuangan
          proyek atau rencana perubahan kegiatan usaha Aktivitas Perusahaan Holding (KBLI 64200)
          dan Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (KBLI 70209) yang akan dijalankan Perseroan
          dalam bentuk Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi Komprehensif, untuk jangka
          waktu tahun 2026 – 2030.

PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                       45
Page 49
          Asumsi umum adalah asumsi yang bersumber dari data pasar yang diyakini valid sebagai
          standar dasar penyesuaian dalam review proyeksi keuangan untuk diterapkan selama periode
          proyeksi, sebagaimana antara lain adalah sebagai berikut:

           1)     Pertumbuhan Inflasi           : 2,51% Rata-rata pertumbuhan inflasi 5 tahun kedepan yang
                                                  bersumber dari proyeksi inflasi yang diterbitkan oleh
                                                  International Monetary Fund, World Economic Outlook
                                                  Database, April 2025.
           2) Pajak Badan Perusahaan : 22%

          b. Asumsi Proyeksi Laporan Keuangan

          Proyeksi Keuangan yang digunakan dalam analisis merupakan proyeksi konsolidasi FITT
          dengan adanya rencana divestasi atas entitas anak usaha eksisting yaitu BMP dan FAW serta
          telah mempertimbangkan adanya rencana akuisisi terhadap VTP. Berikut adalah asumsi yang
          digunakan untuk penyusunan proyeksi Laporan Keuangan atas proyek atau rencana
          perubahan kegiatan usaha Aktivitas Perusahaan Holding (KBLI 64200) dan Aktivitas
          Konsultasi Manajemen Lainnya (KBLI 70209) yang akan dijalankan Perseroan untuk tahun
          2026 – 2030:
           1) Belanja modal merupakan investasi awal yang dikeluarkan Perseroan terkait dengan
              perubahan kegiatan usaha aktivitas perusahaan holding dengan rencana investasi pada
              VTP. Belanja modal yang dilakukan mempertimbangkan kapasitas dan kemampuan yang
              telah dikonfirmasi dan diterima sebagai asumsi yang wajar bagi Perseroan;
           2) Peningkatan Laba dari FITT selaku entitas induk (Stand Alone) akibat adanya penerimaan
              dividen sebesar porsi yang diterima dengan asumsi porsi dividen payout ratio dari entitas
              anak sebesar 60% dari laba tahun sebelumnya.

          Proyeksi Laporan Posisi Keuangan

          Berdasarkan asumsi yang mendasari penyusunan atas review proyeksi Laporan Posisi
          Keuangan, prospektif Laporan Posisi Keuangan tahun 2026 – 2030 adalah sebagai berikut:




PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                          46
Page 50
                                                                                                                                (dalam Rupiah)
                                                     2026                2027                2028                2029                2030
                      URAIAN                    1 Jan - 31 Des      1 Jan - 31 Des      1 Jan - 31 Des      1 Jan - 31 Des      1 Jan - 31 Des
                                                   Forecast            Forecast            Forecast            Forecast            Forecast
LAPORAN POSISI KEUANGAN
ASET
Aset Lancar
   Kas dan Setara Kas                            49.599.843.592      61.867.060.198      74.241.095.875      87.129.887.620     100.713.358.679
   Deposito                                                   -                   -                   -                   -                   -
   Piutang Usaha                                 50.525.314.521      55.633.423.819      60.706.760.933      66.143.675.074      71.445.345.030
   Piutang Lain-lain - Pihak Ketiga                           -                   -                   -                   -                   -
   Persediaan                                                 -                   -                   -                   -                   -
   Pajak Dibayar Dimuka                               1.682.602           1.682.602           1.682.602           1.682.602           1.682.602
   Uang Muka                                     32.930.000.000      32.930.000.000      32.930.000.000      32.930.000.000      32.930.000.000
Jumlah aset lancar                              133.056.840.715     150.432.166.619     167.879.539.409     186.205.245.296     205.090.386.311
Aset Tidak Lancar
   Aset pajak tangguhan                           1.961.054.660       1.961.054.660       1.961.054.660       1.961.054.660       1.961.054.660
   Aset Tetap                                    73.776.560.236      78.451.422.851      82.546.631.349      86.544.337.711      89.900.598.317
Jumlah aset tidak lancar                         75.737.614.895      80.412.477.510      84.507.686.009      88.505.392.371      91.861.652.977
JUMLAH ASET                                     208.794.455.610     230.844.644.129     252.387.225.418     274.710.637.666     296.952.039.287

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
   Utang Usaha                                    25.032.408.863     27.482.026.283      29.898.478.669      32.478.758.335      34.977.124.361
   Utang Lain-lain - Pihak Ketiga                              -                  -                   -                   -                   -
   Pendapatan Diterima Dimuka                      5.492.651.613      6.047.958.691       6.617.566.436       7.190.537.397       7.766.886.625
   Utang Pajak                                    18.734.898.518     18.734.898.518      18.734.898.518      18.734.898.518      18.734.898.518
   Biaya Yang Masih Harus Dibayar                    925.864.158      1.016.467.223       1.105.843.626       1.201.279.446       1.293.685.557
   Utang Bank - Jatuh Tempo dalam 1 Tahun                      -                  -                   -                   -                   -
   Utang pemegang saham                              586.333.000        586.333.000         586.333.000         586.333.000         586.333.000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                   50.772.156.152     53.867.683.715      56.943.120.249      60.191.806.695      63.358.928.061
Liabilitas Jangka Panjang
   Utang Sewa                                                  -                  -                   -                   -                   -
   Utang Bank                                                  -                  -                   -                   -                   -
   Imbalan pasca kerja                               549.546.937        549.546.937         549.546.937         549.546.937         549.546.937
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                     549.546.937        549.546.937         549.546.937         549.546.937         549.546.937
JUMLAH LIABILITAS                                 51.321.703.089     54.417.230.652      57.492.667.186      60.741.353.632      63.908.474.998

EKUITAS
  Modal saham                                   130.427.205.100     130.427.205.100     130.427.205.100     130.427.205.100     130.427.205.100
  Tambahan modal disetor                          2.370.237.600       2.370.237.600       2.370.237.600       2.370.237.600       2.370.237.600
  Saldo Defisit                                  20.255.742.489      29.346.040.915      47.906.345.491      66.215.687.084      84.844.887.549
  Laba (Rugi) Tahun Berjalan                     26.645.085.853      27.519.349.843      27.287.079.434      27.824.979.359      28.002.833.057
  Jumlah Ekuitas Yang Dapat Diatribusikan
     Kepada Pemilik Entitas Induk               179.698.271.042     189.662.833.457     207.990.867.625     226.838.109.143     245.645.163.306
  Kepentingan Non-Pengendali                     (22.225.518.521)    (13.235.419.981)    (13.096.309.394)    (12.868.825.109)    (12.601.599.016)
JUMLAH EKUITAS                                  157.472.752.521     176.427.413.477     194.894.558.232     213.969.284.034     233.043.564.290
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                   208.794.455.610     230.844.644.129     252.387.225.418     274.710.637.666     296.952.039.287




PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                                                     47
Page 51
           Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif

           Berdasarkan asumsi yang mendasari penyusunan atas review proyeksi Laporan Laba Rugi
           Komprehensif, prospektif Laporan Laba Rugi Komprehensif periode tahun 2026 – 2030 adalah
           sebagai berikut:
                                                                                                                                          (dalam Rupiah)
                                                          2026                 2027                 2028                 2029                 2030
                    URAIAN                           1 Jan - 31 Des       1 Jan - 31 Des       1 Jan - 31 Des       1 Jan - 31 Des       1 Jan - 31 Des
                                                        Forecast             Forecast             Forecast             Forecast             Forecast
PROYEKSI LAPORAN LABA RUGI

Pendapatan                                             92.208.699.000     101.530.998.469      111.093.372.507      120.712.207.009      130.387.754.679
Beban pokok pendapatan                                              -                   -                    -                    -                    -
Laba (rugi) kotor                                      92.208.699.000     101.530.998.469      111.093.372.507      120.712.207.009      130.387.754.679

Beban Usaha                                          (111.753.013.140)    (122.778.742.520)    (134.493.308.278)    (145.271.633.160)    (156.594.845.254)
Pendapatan (Beban) Lain-lain
   Pendapatan (Beban) Giro                                  1.855.130           1.855.130            1.855.130            1.855.130            1.855.130
   Pendapatan (Beban) Lain-lain                        54.326.705.737      57.058.742.941       58.913.152.087       60.778.174.159       62.653.856.144
   Bunga Pinjaman Bank                                              -                   -                    -                    -                    -
   Bunga Sewa Pembiayaan
   Pajak Bunga                                                (371.025)           (243.098)            (243.098)            (243.098)            (243.098)
   Administrasi Bank                                        (1.014.800)         (1.014.800)          (1.014.800)          (1.014.800)          (1.014.800)
   Bunga Pinjaman Pemegang Saham                         (625.000.033)                   -                    -                    -                    -
Laba (Rugi) sebelum pajak                              34.157.860.869      35.811.596.122       35.513.813.547       36.219.345.239       36.447.362.801

Manfaat (beban) pajak
   Pajak kini                                           (8.052.271.604)     (8.292.246.279)      (8.226.734.113)      (8.394.365.881)      (8.444.529.744)
   Pajak tangguhan                                         539.496.587                   -                    -                    -                    -
Laba (Rugi) tahun berjalan                             26.645.085.853      27.519.349.843       27.287.079.434       27.824.979.359       28.002.833.057

Penghasilan (Kerugian) Komprehensif Lain
   Pengukuran Kembali Imbalan Pasti                                 -                      -                    -                    -                    -
   Keuntungan (Kerugian) Pelepasan Investasi Saham    (37.316.133.000)
   Pajak Atas Penghasilan Terkait                                   -                   -                    -                    -                    -
Laba (Rugi) Komprehensif Tahun Berjalan               (10.671.047.147)     27.519.349.843       27.287.079.434       27.824.979.359       28.002.833.057

Laba (Rugi) Tahun Berjalan Yang Dapat Diatribusikan Kepada:
   Pemilik Entitas Induk                               (24.934.336.219)    12.819.458.711       12.703.323.507       12.944.058.024       13.032.984.873
   Kepentingan Non-Pengendali                           14.274.481.479     14.699.891.132       14.583.755.927       14.880.921.334       14.969.848.183
Laba (Rugi) Tahun Berjalan                            (10.659.854.740)     27.519.349.843       27.287.079.434       27.824.979.359       28.002.833.057

Laba (Rugi) Komprehensif Yang Dapat Diatribusikan Kepada:
   Pemilik Entitas Induk                             (24.934.336.219)      12.819.458.711       12.703.323.507       12.944.058.024       13.032.984.873
   Kepentingan Non-Pengendali                         14.274.481.479       14.699.891.132       14.583.755.927       14.880.921.334       14.969.848.183
Laba (Rugi) Komprehensif Tahun Berjalan              (10.659.854.740)      27.519.349.843       27.287.079.434       27.824.979.359       28.002.833.057




PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                                                              48
Page 52
             Proyeksi Laporan Laba Arus Kas

             Berdasarkan asumsi yang mendasari penyusunan atas review proyeksi Laporan Arus Kas,
             prospektif Laporan Arus Kas periode tahun 2026 – 2030 adalah sebagai berikut:
                                                                                                                                              (dalam Rupiah)
                                                           2026                 2027                    2028               2029                    2030
                    URAIAN                            1 Jan - 31 Des       1 Jan - 31 Des          1 Jan - 31 Des     1 Jan - 31 Des          1 Jan - 31 Des
                                                         Forecast             Forecast                Forecast           Forecast                Forecast
PROYEKSI LAPORAN ARUS KAS
ARUS KAS AKTIVITAS OPERASI
Laba Bersih                                             26.645.085.853      27.519.349.843          27.287.079.434     27.824.979.359          28.002.833.057

Penyusutan                                               7.749.670.718       8.637.137.385           9.509.655.501      9.906.464.646          10.853.802.164

Perubahan Modal Kerja:
(kenaikan) penurunan Piutang Usaha                      (9.714.071.280)     (5.108.109.298)         (5.073.337.114)    (5.436.914.141)          (5.301.669.956)
(kenaikan) penurunan Persediaan                                      -                   -                       -                  -                        -
(kenaikan) penurunan Pajak Dibayar Dimuka                            -                   -                       -                  -                        -
kenaikan (penurunan) Utang Usaha                       (24.443.484.454)      2.449.617.420           2.416.452.386      2.580.279.666            2.498.366.026
kenaikan (penurunan) Utang Lain-lain                     2.249.750.000                   -                       -                  -                        -
kenaikan (penurunan) Biaya Yang Masih Harus Dibayar       (243.788.307)         90.603.065              89.376.403         95.435.820               92.406.111
kenaikan (penurunan) Pendapatan Diterima Dimuka         (1.057.971.546)        555.307.078             569.607.746        572.970.961              576.349.228
Arus Kas Neto Diperoleh Dari (Untuk) Aktivitas Operasi   1.185.190.984     34.143.905.493          34.798.834.356     35.543.216.310           36.722.086.630

ARUS KAS AKTIVITAS INVESTASI
Pendapatan Atas Divestasi                                67.913.667.000                  -                       -                  -                       -
Investasi Saham                                         (46.500.000.000)                 -                       -                  -                       -
Perolehan Aset Tetap                                    (13.000.000.000)   (13.312.000.000)        (13.604.864.000)   (13.904.171.008)        (14.210.062.770)
Arus Kas Neto Diperoleh Dari (Untuk) Aktivitas Investasi 8.413.667.000     (13.312.000.000)        (13.604.864.000)   (13.904.171.008)        (14.210.062.770)

ARUS KAS AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran Hutang Kepada Pemegang Saham                (21.413.667.000)                  -                       -                  -                       -
Pembayaran Dividen                                                   -      (8.564.688.887)         (8.819.934.679)    (8.750.253.556)         (8.928.552.801)
Arus Kas Neto Diperoleh Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan
                                                      (21.413.667.000)      (8.564.688.887)         (8.819.934.679)    (8.750.253.556)         (8.928.552.801)

Kenaikan (Penurunan) Kas                               (11.814.809.016)    12.267.216.606          12.374.035.677     12.888.791.745           13.583.471.059
Kas Awal Tahun                                          61.414.652.608     49.599.843.592          61.867.060.198     74.241.095.875           87.129.887.620
Kas Akhir Tahun                                         49.599.843.592     61.867.060.198          74.241.095.875     87.129.887.620          100.713.358.679


        Proyeksi Rasio Keuangan
        Rasio keuangan setelah rencana transaksi adalah sebagai berikut:
                                Rasio Keuangan                              2026            2027           2028        2029            2030
          Rasio Likuiditas
          Cash Ratio                                                           0,98           1,15             1,30       1,45           1,59
          Quick Ratio                                                          2,62           2,79             2,95       3,09           3,24
          Current Ratio                                                        2,62           2,79             2,95       3,09           3,24
          Rasio Solvabilitas
          Debt To Equity Ratio                                                 0,33           0,31             0,29       0,28           0,27
          Debt To Asset Ratio                                                  0,25           0,24             0,23       0,22           0,22
          Rasio Profitabilitas
          Net Profit Margin                                                 28,90%          27,10%         24,56%     23,05%           21,48%
          Return On Equity                                                  16,92%          15,60%         14,00%     13,00%           12,02%
          Return On Assets                                                  12,76%          11,92%         10,81%     10,13%            9,43%


PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                                                                   49
Page 53
        Tingkat Diskonto
        Tingkat Faktor diskonto yang digunakan adalah Weighted Average Cost of Capital yang dihitung
        dengan rumus sebagai berikut.

                                       WACC = (Kd*(1-t)* % Debt) + (Ke* % Equity)

        Keterangan:
        WACC = Weighted average cost of capital (tingkat biaya tertimbang atas modal)
        Kd       = Cost of debt (tingkat bunga hutang perusahaan)
        Ke       = The required rate of return (biaya ekuitas)
        T        = Tax rate (tarif pajak)
        % Debt = Proportion of Debt in the Capital structure (proporsi hutang dalam struktur kapital)
        % Equity = Proportion of Equity in the Capital structure (proporsi ekuitas dalam struktur kapital)
        Berikut adalah asumsi yang digunakan untuk mengestimasi tingkat diskonto yang akan
        digunakan dalam Studi Kelayakan.

        Cost of Debt (tingkat biaya hutang)

        Tingkat biaya hutang (cost of debt) diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-faktor sebagai
        berikut:
         • Rata-rata tertimbang tingkat suku bunga efektif atas dana pinjaman investasi yang akan
             digunakan yaitu sebesar 8,44%.
         • Tingkat pajak yang digunakan adalah sebesar 22,00% berdasarkan tingkat pajak korporasi
             di Indonesia (Undang-undang Nomor 1 Tahun 2020 - PPh Badan).
         •    Dengan pertimbangan faktor-faktor tersebut, maka tingkat biaya hutang (cost of debt) yang
              diaplikasikan dalam laporan ini adalah sebagai berikut:
              Kd = i x ((1-T)
              Kd = 8,44% x (1-22,00%) = 6,58%

        Cost of Equity (biaya modal untuk ekuitas)

        Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan Model CAPM (Capital Asset Pricing
        Model). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah premium untuk
        menutup risiko sistematis dari sekuritas saham, dengan formula sebagai berikut:

                                                Ke = Rf + (Rm – Rf) β + Rs
                                                Ke = Rf + (Rp x β) + Rs

        Keterangan:
        Rf       = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
        Rm       = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                          50
Page 54
        Rp          = market risk premium untuk pasar ekuitas secara keseluruhan
        β           = ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari responsivitas
                      pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar
        Rs          = tingkat kembalian tambahan spesifik untuk Perusahaan

        Tingkat biaya modal untuk ekuitas diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut:

        Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
        memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat
        dipilih adalah tingkat bunga Surat Utang Negara (most active government bond). Dalam Studi
        Kelayakan Perseroan digunakan Surat Utang Negara dengan yield sebesar 6,71% untuk tenor
        selama 30 tahun. Angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian bebas risiko (Rf).
        Sumber: Indonesia Government Bond Yield yang diterbtikan Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), 31 Desember 2025


        Rp (Market Risk Premium - MRP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
        tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas.
        Premi risiko pasar (Rm-Rf) atau MRP ditentukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar modal
        Indonesia sebagai pasar modal yang emerging. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Aswath
        Damodaran per Juli 2025, diprediksi market risk premium adalah sebesar 7,03%.

        Beta (β), adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan dikalikan dengan
        market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium. Untuk memperoleh faktor Beta yang sesuai
        dan akan digunakan dalam perhitungan Nilai Pasar, kami menggunakan beta pembanding berdasarkan
        penelitian yang dilakukan Aswath Damodaran dalam industri Investments & Asset Management per
        Januari 2026 yaitu rata-rata sebesar 0,68.

        Rs (Specific Company Risk Premium). Sebagian dari risiko yang dihadapi oleh Indonesia telah tercermin
        dalam perhitungan equity risk premium namun belum mencerminkan risiko yang berkaitan dengan
        karakteristik spesifik yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Melihat kondisi saat ini dan rencana usaha
        yang diproyeksikan oleh Perseroan, maka kami berpendapat tidak perlu ditambahkan adanya premi
        risiko.




PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                                            51
Page 55
        Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas Perseroan adalah:

                                                                     WACC

                               Cost of Equity
                               Risk free rate                                                               6,71%
                               Market risk premium                                                          7,03%
                               Levered Beta                                                                  0,68
                               Specific Risk                                                                0,00%
                                (-) Default Spread                                                          1,87%
                               Cost of Equity                                                               9,61%


                               Cost of Debt
                               Investment Credit                                                            8,44%
                               Tax                                                                         22,00%
                               Cost of Debt                                                                 6,58%
                               Capital Structure
                               Debt to Total capitalization                                                47,21%
                               Equity to Total capitalization                                              52,79%
                               WACC                                                                         8,18%


         3.5.5 Analisis Modal Kerja, Biaya Operasional, Biaya Bahan Baku Mentah
          Sehubungan dengan rencana perubahan kegiatan usaha, Perseroan telah menyusun proyeksi
          kebutuhan modal kerja dan biaya operasional untuk periode tahun 2026–2030. Analisis ini
          bertujuan untuk menggambarkan kecukupan modal kerja, efektivitas pengelolaan aset dan
          liabilitas lancar, serta estimasi biaya operasional yang diperlukan dengan rincian sebagai
          berikut:

                                           2026                  2027                2028                 2029                 2030
                  URAIAN              1 Jan - 31 Des       1 Jan - 31 Des        1 Jan - 31 Des       1 Jan - 31 Des       1 Jan - 31 Des
                                         Forecast               Forecast           Forecast             Forecast             Forecast
           Analisis Modal Kerja
               Piutang Usaha          50.525.314.521       55.633.423.819        60.706.760.933       66.143.675.074       71.445.345.030
               Utang Usaha            25.032.408.863       27.482.026.283        29.898.478.669       32.478.758.335       34.977.124.361
               Utang Lain-lain                         -                     -                    -                    -                    -
               Biaya Yang Masih
               Harus Dibayar             925.864.158        1.016.467.223         1.105.843.626        1.201.279.446        1.293.685.557
               Pendapatan
               Diterima Dimuka         5.492.651.613        6.047.958.691         6.617.566.436        7.190.537.397        7.766.886.625
           Turnover Rasio
               Piutang Usaha                        100                    191                192                  192                  193
               Utang Usaha                          41                     78                 75                   75                   76


PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                                                         52
Page 56
                                         2026                       2027                  2028                   2029                     2030
                  URAIAN             1 Jan - 31 Des          1 Jan - 31 Des         1 Jan - 31 Des        1 Jan - 31 Des              1 Jan - 31 Des
                                        Forecast                   Forecast             Forecast                Forecast                Forecast
               Utang Lain-lain                      1                          -                     -                       -                         -
               Biaya Yang Masih
               Harus Dibayar                        2                         3                     3                        3                        3
               Pendapatan
               Diterima Dimuka                      11                        21                   21                      21                      21
           Analisis Biaya Operasional
              Biaya Operasional 111.753.013.140             122.778.742.520        134.493.308.278       145.271.633.160          156.594.845.254
              Pertumbuhan
                                           19%                             10%                   10%                       8%                      8%
              Biaya Operasional


          Terkait dengan biaya bahan baku dikarenakan FITT merupakan perusahaan holding tidak
          dibutuhkan adanya biaya terkait dengan bahan baku mentah maka tidak analisis tambahan.

         3.5.6 Analisis Titik Impas (Break Even Point Analysis)
          Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak memperoleh
          laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha dikatakan impas jika jumlah
          pendapatan (revenue) sama dengan jumlah biaya, atau apabila laba kontribusi hanya dapat
          digunakan untuk menutup biaya tetap saja. BEP dapat diformulasikan sebagai berikut:

                                                        Total Biaya Tetap
                                     BEP =
                                                          Total Biaya Variabel
                                                   (1 − (                      ))
                                                               Penjualan

          Nilai BEP mencerminkan pendapatan minimal yang diperlukan agar terjadi BEP Perhitungan
          BEP pada proyeksi atas adalah sebagai berikut:

          Analisis break even point sebelum transaksi

                                                             2026                  2027                  2028                    2029                      2030
                                    Rata-rata
                                                               1                    2                     3                       4                         5

          Total Biaya Tetap                              111.753.013.140      122.778.742.520      134.493.308.278         145.271.633.160       156.594.845.254
          Total Biaya Variabel                             8.678.657.461        8.293.504.177        8.227.992.011           8.395.623.779         8.445.787.642
          Pendapatan                                     146.535.404.737      158.589.741.410      170.006.524.593         181.490.381.168       193.041.610.823



          BEP (Rp)                141.150.595.431        118.788.331.617      129.553.802.446      141.333.584.601         152.317.750.536       163.759.507.954
          BEP % Rata-rata                  83,40%                                      81,69%               83,13%                  83,93%                84,83%


          BEP kegiatan usaha aktvitas perusahaan holding selama periode proyeksi akan dicapai rata-
          rata pada pendapatan sebesar Rp 141,15 miliar, atau rata-rata sebesar 83,40% dari
          pendapatan atas Penjualan dan Pendapatan Incentive.

PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                                                                    53
Page 57
         3.5.7 Analisis Profitabilitas (Overall Profitability)
          Analisis profitabilitas atas perubahan kegiatan usaha ditampilkan pada tabel berikut ini:

          Analisis profitabilitas (overall profitability)
                                                      2026                   2027                      2028                2029                    2030

                                                        1                         2                     3                    4                         5

          Gross Profit Margin (GPM)                          100,00%                  100,00%               100,00%              100,00%                   100,00%
          EBITDA Margin                                       46,13%                   43,78%                40,53%               38,21%                    36,28%
          EBIT Margin                                         37,72%                   35,27%                31,97%                30,00%                   27,95%
          Net Profit Margin (NPM)                             28,90%                   27,10%                24,56%                23,05%                   21,48%


          Analisis profitabilitias ini bertujuan untuk kemampuan yang dimiliki Perusahaan untuk
          menghasilkan sebuah laba.

          Berdasarkan proyeksi keuangan perubahan kegiatan usaha aktvitas perusahaan holding
          sebelum transaksi, selama periode proyeksi rata-rata margin laba bersih periode berjalan
          adalah sebesar 25,02%..

         3.5.8 Tingkat Imbal Balik Investasi (Overall Return On Invesment)
          Dengan ROI, Perseroan dapat mengetahui seberapa efisien perusahaan guna memanfaatkan
          aktiva untuk kegiatan operasional dan dapat memberikan informasi ukuran profitabilitas
          Perseroan. Formula dalam perhitungan ROI adalah:

                                                    Net Return on Investment
                                       ROI =                                 𝑥 100%
                                                        Cost of Invesment
          Net Return on Investment dimaksud adalah keuntungan bersih yang diperoleh selama periode
          proyeksi. Cost of Investment dimaksud adalah investasi (CAPEX) yang dikeluarkan selama
          periode proyeksi.
          Analisis Tingkat Imbal Balik Investasi atas perubahan kegiatan usaha ditampilkan pada tabel
          berikut ini:
                                                                   2026                   2027              2028            2029                2030

                                                0                      1                   2                  3              4                    5

          Present Value Of Cash Flow      (95.676.459.561)     (10.471.018.688)       17.801.367.705   16.741.674.124   15.801.082.657      290.232.731.564
          Net Return On Investment        234.429.377.801
          Cost of Investment               95.676.459.561

          ROI (X)                                     2,45




PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                                                                  54
Page 58
              Berdasarkan perhitungan total keuntungan bersih terhadap total CAPEX selama periode
              proyeksi, maka dihasilkan rata-rata ROI sebelum transaksi dari rencana perubahan kegiatan
              usaha aktvitas perusahaan holding yang dilakukan oleh Perseroan sebesar 2,46 x.

             3.5.9 Analisis Kelayakan Keuangan Proyek
             Berdasarkan proyeksi Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Laba Rugi Komprehensif untuk
             Tahun 2026 – 2030, dihasilkan Arus Kas Bebas (Free Cash Flow) proyek atas kegiatan usaha
             baru yang selanjutnya dengan menggunakan tingkat diskonto berdasarkan perhitungan WACC
             ditambah dengan Terminal Value (Nilai Kekal) dengan menggunakan pertumbuhan sebesar
             2,51% maka diperoleh hasil perhitungan IRR di atas WACC dan PI di atas 1 sebagaimana
             ditunjukan pada tabel berikut:

             Analisis Kelayakan Keuangan Proyek

                                                                2026              2027               2028               2029               2030

                                              0                  1                  2                  3                  4                  5
EBT                                                         34.157.860.869     35.811.596.122     35.513.813.547     36.219.345.239     36.447.362.801
( - ) Pajak                                                 (7.512.775.016)    (8.292.246.279)    (8.226.734.113)    (8.394.365.881)    (8.444.529.744)
( + ) Bunga (1-T)                22%                           487.500.026                -                  -                  -                  -
( + ) Penyusutan & Amortisasi                                7.749.670.718      8.637.137.385      9.509.655.501      9.906.464.646     10.853.802.164
( - ) Capex                                                (13.000.000.000)   (13.312.000.000)   (13.604.864.000)   (13.904.171.008)   (14.210.062.770)
( - ) Perubahan Modal Kerja                                (33.209.565.587)    (2.012.581.734)    (1.997.900.580)    (2.188.227.695)    (2.134.548.591)
Nilai Investasi                         (95.676.459.561)



Unlevered Arus kas Bersih               (95.676.459.561)   (11.327.308.990)   20.831.905.493     21.193.970.356     21.639.045.302      22.512.023.860    23.077.931.116
WACC                            8,18%
Perpetuity Growth               2,51%
Cap. Rate (Of Terminal Value)   5,66%

Terminal Value                                                                                                                         407.455.301.409
Discount Period                                     -                  1,00              2,00               3,00               4,00               5,00
Discount Factor                                  1,0000             0,9244            0,8545             0,7899             0,7302              0,6750
Nilai Kini Arus Kas Bersih              (95.676.459.561)   (10.471.018.688)   17.801.367.705     16.741.674.124     15.801.082.657     290.232.731.564
Net Present Value                       234.429.377.801
IRR                                              40,05%
Profitability Index (PI)                           3,45
                                                   5,00 Tahun
Payback Period
                                                   1,00 Bulan


          Dengan menggunakan asumsi proyeksi keuangan jangka panjang yang telah dilakukan evaluasi
          dan penyesuaian, menunjukkan bahwa rencana transaksi diperoleh gambaran variabel yang
          positif antara lain:
            a. Internal Rate of Return (IRR) > Tingkat Diskonto
                   IRR yang dihasilkan adalah sebesar 40,05% yang berarti di atas tingkat discount rate yang
                   sebesar 8,18%.
            b. Net Present Value (NPV) ≥ 0
                   NPV yang dihasilkan menunjukkan angka yang positif yaitu sebesar Rp234.429.377.801.

PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                                                                             55
Page 59
         c. Profitability Index (PI) > 1
              PI yang diperoleh adalah sebesar 3,45 yang berarti lebih besar dari 1.
         d. Payback Period (PP)
              PP yang dihasilkan sebesar 5,10 yang berarti diperoleh dalam waktu 5 tahun 1 bulan.

          Berdasarkan hasil parameter kelayakan investasi di atas maka Rencana Transaksi adalah
          "Layak" dikarenakan seluruh parameter Kelayakan Keuangan di atas menunjukan hasil yang
          lebih baik dari batasan minimum kelayakan.


3.5.10 Analisis Sensitivitas
          Untuk menguji kepekaan usaha terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya, maka
          berikut ini disajikan analisis sensitivitas terhadap kelayakan usaha, yaitu antara lain:
           1. Penurunan Pendapatan dengan simulasi perubahan kondisi penurunan sebesar 5,00%,
               10,00%, 15,00%, dan 20,00%.
           2. Peningkatan Struktur biaya dengan simulasi perubahan kondisi peningkatan sebesar
               5,00%, 10,00%, 15,00%, dan 20,00%.

          Berdasarkan simulasi tersebut di atas, di dapatkan hasil sebagaimana pada tabel berikut:
                                                Kondisi Normal                                   Perubahan Kondisi
                        Keterangan
                                                     0%                 5%                 10%                15%                       20%
           A Penurunan Pendapatan
             NPV                                234.429.377.801    132.984.200.854      31.539.023.907      (69.906.153.039,40)   (171.351.329.986,13)
             IRR                                         40,05%             28,96%              14,21%                 -11,62%                    N/A
             PI                                            3,45               2,39                1,33                    0,27                  (0,79)
             Payback Period (Tahun)                            5                  7                  12                     N/A                   N/A
             Payback Period (Bulan)                            1                  1                   9                     N/A                   N/A

           B Peningkatan Biaya
             NPV                                234.429.377.801    112.458.592.298    (9.512.193.205,49)   (131.482.978.708,62)   (253.453.764.211,75)
             IRR                                         40,05%             26,36%                6,13%                    N/A                    N/A
             PI                                            3,45               2,18                 0,90                  (0,37)                 (1,65)
             Payback Period (Tahun)                            5                  8                   16                   N/A                    N/A
             Payback Period (Bulan)                            1                  6                   12                   N/A                    N/A


          Berdasarkan analisis sensitivitas, pada kondisi normal NPV yang dihasilkan adalah sebesar
          Rp234,43 miliar, jika terjadi perubahan terhadap Pendapatan, dimana pendapatan turun
          sampai dengan 20,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar Negatif Rp171,35 miliar.
          Apabila terjadi perubahan terhadap struktur biaya, dimana Peningkatan struktur biaya sampai
          dengan 20,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar Negatif Rp253,45 miliar.




PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                                                          56
Page 60
IV. Kesimpulan

4.1       Analisis Kelayakan Aspek Pasar
          Perekonomian Indonesia tercatat mengalami pertumbuhan dan proyeksi kedepan tetap
          tumbuh positif dengan target pertumbuhan yang meningkat setiap tahunnya. Prospek ke depan
          menunjukkan bahwa holding dengan portofolio di sektor energi terbarukan, teknologi hijau,
          pangan, dan logistik akan memperoleh momentum pertumbuhan yang signifikan. Kebijakan
          pemerintah terkait transisi energi, program makan bergizi gratis, serta pembangunan
          perumahan rakyat menjadi katalis utama bagi sektor-sektor tersebut. Di sisi lain, sektor
          konsumsi domestik tetap menjadi tulang punggung, didukung oleh daya beli masyarakat yang
          relatif stabil. Holding yang mampu mengintegrasikan portofolio tradisional seperti batu bara dan
          kelapa sawit dengan sektor baru berbasis keberlanjutan akan memiliki posisi kompetitif yang
          lebih kuat dalam menghadapi perubahan paradigma investasi global.

          Selain prospek sektor dan posisi strategis di pasar modal, keunggulan utama dari struktur
          holding company adalah fleksibilitas dalam pengelolaan portofolio. Holding mampu melakukan
          konsolidasi keuangan, sehingga laporan keuangan grup lebih transparan dan efisien untuk
          kepentingan regulator maupun investor. Dari sisi operasional, holding dapat mengoptimalkan
          alokasi modal antar entitas anak, memanfaatkan sinergi bisnis, serta menekan biaya melalui
          shared services (misalnya fungsi keuangan, SDM, dan teknologi). Keunggulan lainnya adalah
          kemampuan holding untuk melakukan restrukturisasi portofolio secara cepat, baik melalui
          akuisisi maupun divestasi, sehingga lebih adaptif terhadap dinamika pasar.

          Holding juga memberikan nilai tambah bagi investor karena menawarkan diversifikasi risiko
          yang lebih luas dibandingkan investasi pada satu entitas tunggal. Dengan kepemilikan lintas
          sektor, holding dapat menyeimbangkan fluktuasi kinerja dari masing-masing entitas anak. Hal
          ini menjadikan holding sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, sekaligus memberikan
          peluang pertumbuhan dari sektor-sektor baru yang sedang berkembang.

          Rencana perubahan kegiatan usaha FITT berupa aktifitas perusahaan holding tentunya tidak
          terlepas dari kompetitor. Berdasarkan informasi dari manajemen FITT untuk saat ini
          perusahaan sejenis di Indonesia yang dapat dijadikan referensi secara umum bergerak di
          industri yang sama dan memiliki kegiatan usaha yang sebanding dengan FITT berdasarkan
          data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha sebagai
          perusahaan investasi tercatat di bursa sebagai berikut:




PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                          57
Page 61
           No                                      Nama Perusahaan
            1.     PT. Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG)
            2.     PT. Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA)
            3.     PT. Provident Investasi Bersama Tbk (PALM)
            4.     PT. MNC Kapital Indonesia Tbk. (BCAP)
            5.     PT. Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET)
            6.     PT. MNC Asia Holding Tbk (BHIT)
            7.     PT. Charnic Capital Tbk. (NICK)
          Sumber: Bursa Efek Indonesia

          FITT berencana melakukan investasi pada perusahaan yang menawarkan peluang atau
          potensi untuk menciptakan nilai tambah. Sektor industri yang saat ini memiliki potensi
          bertumbuh sejalan dengan pembangunan perekonomian Indonesi yaitu sektor jasa
          pertambangan khususnya komoditas nikel, yang juga memiliki aktivitas penunjang
          pertambangan dan penggalian lainnya. Investasi tersebut diproyeksikan akan mencatatkan
          laba bersih tahun 2030 sebesar Rp29,94 miliar (Proyeksi). Hal tersebut menjadi potensi
          penambahan nilai pasar bagi FITT.

          Dengan analisis pasar tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Perubahan Kegiatan
          Usaha pada aspek kelayakan pasar adalah layak.

4.2       Analisis Kelayakan Aspek Teknis
          FITT sebagai perusahaan holding memiliki kapasitas yang memadai dalam mendukung
          kegiatan usaha entitas anak di bidang real estate. Saat ini FITT memiliki kepemilikan saham
          langsung pada BMP dan FAW, dimana BMP sudah beroperasi secara komersial bergerak
          dalam industri penyedian perhotelan sehingga FITT dapat dianggap perusahaan induk yang
          berpengalaman. Kapasitas tersebut tercermin diantaranya dari pengalaman manajemen lebih
          dari 8 tahun dalam industri. Selain itu, Perseroan memberikan dukungan finansial untuk
          kelancaran aktivitas pengembangan proyek yan dijalankan oleh entitas anak. Perseroan juga
          memastikan bahwa entitas anak memiliki sumber daya manusia, perizinan, dan infrastruktur
          yang lengkap untuk melaksanakan kegiatan usaha secara berkesinambungan. Dengan
          kombinasi pengalaman, dukungan finansial, dan sistem pengelolaan yang terstruktur,
          Perseroan memiliki kapasitas yang memadai nuntuk mendukung keberhasilan pengembangan
          proyek-proyek real estate melalui entitas anaknya.

          Jumlah personil atau tenaga ahli yang dialokasikan untuk kegiatan usaha baru pada prinsipnya
          tidak akan mengalami pengurangan karena tenaga kerja yang ada pada Perseroan saat ini,
          sejak semula memang berfokus pada fungsi strategis pengelolaan investasi serta koordinasi.

PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                      58
Page 62
          Namun Perseroan berencana akan menambah beberapa posisi manajemen dan pendukung
          sesuai dengan kebutuhan perusahaan terbuka dan ketentuan peraturan yang berlaku dan juga
          penambahan tenaga ahli baru sebagai personel pada Departemen Investasi.

          Dengan analisis teknis tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Perubahan Kegiatan
          Usaha pada aspek kelayakan teknis adalah layak.

4.3       Analisis Kelayakan Aspek Pola Bisnis
          FITT dalam upaya menjalankan kegiatan usaha aktivitas perusahaan holding memiliki
          keunggulan kompetitif dan terus mengembangkan keunggulan kompetitifnya dengan
          meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh FITT. Sumber daya manusia
          yang kompeten dibidangnya merupakan salah satu kunci keberhasilan untuk mencapai tujuan
          perusahaan. Manajemen dalam menjalankan usahanya memiliki track record sebagai
          perusahaan induk dengan kepemilikan saham langsung pada BMP dan FAW sehingga FITT
          dapat dianggap perusahaan investasi yang berpengalaman. Selain itu, aktifitas perusahaan
          holding juga akan didukung dengan rencana melakukan investasi pada perusahaan sektor
          lainnya dengan mempertimbangkan potensi pasar guna meningkatkan daya saing FITT.

          Jumlah pesaing bisnis yang memiliki karakter bisnis yang sama dengan FITT jumlahnya
          banyak, karena sudah banyak perusahaan aktivitas holding di Indonesia. Kemungkinan
          persaingan dengan bidang usaha perusahaan investasi atau perusahaan holding cukup besar
          dimana perusahaan lain dapat melakukan investasi pada perusahaan lain yang diperkirakan
          memiliki potensi pasar yang baik. Kegiatan usaha ini tidak menghasilkan produk sehingga
          pesaing yang memiliki dana investasi dapat melakukan penyertaan saham dan menjadi
          perusahaan induk. Hal tersebut membuat pesiangan menjadi kompetitif. Upaya untuk tetap
          bertahan ditengah persaingan yang kompetitif dilakukan oleh FITT dan entitas anak dengan
          penerapan strategi layanan terbaik untuk konsumen dan memitigasi risiko sebelum
          menentukan investasi yang akan dilakukan oleh FITT.

          Kemampuan menciptakan nilai dengan posisi FITT sebagai 59erusahaan induk yang memiliki
          59erus dalam mengelola investasi dan mendukung usaha entitas anak dapat melalui aspek
          pengembangan kegiatan usaha entitas anak, diversifikasi sumber pendapatan dan
          peningkatan kinerja keuangan.

          Dengan analisis pola bisnis tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Perubahan Kegiatan
          Usaha pada aspek kelayakan pola bisnis 59erusa layak.




PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                  59
Page 63
4.4       Analisis Kelayakan Aspek Model Manajemen
          Untuk perubahan kegiatan usaha sebagai aktifitas 60erusahaan holding, maka terkait
          kebutuhan tenaga kerja berdasarkan evaluasi dengan manajemen FITT disampaikan bahwa
          FITT memiliki track record sebagai 60erusahaan induk dengan kepemilikan saham langsung
          pada BMP dan FAW sehingga FITT dapat dianggap 60erusahaan investasi yang
          berpengalaman.

          Pada periode 30 September 2025, Perseroan memiliki 5 karyawan di tingkat holding yang
          berfokus pada fungsi strategis pengelolaan investasi serta koordinasi. Sehubungan dengan
          rencana perubahan kegiatan usaha, Perseroan akan mengoptimalkan tenaga kerja yang telah
          ada untuk memenuhi kebutuhan manajemen dan sumber daya manusianya. Jumlah personil
          atau tenaga ahli yang dialokasikan untuk kegiatan usaha baru pada prinsipnya tidak akan
          mengalami pengurangan karena tenaga kerja yang ada pada Perseroan saat ini, sejak semula
          memang berfokus pada fungsi strategis pengelolaan investasi serta koordinasi.Namun
          Perseroan berencana akan menambah beberapa posisi manajemen dan pendukung sesuai
          dengan kebutuhan perusahaan terbuka dan ketentuan peraturan yang berlaku dan juga
          penambahan tenaga ahli baru sebagai personel pada Departemen Investasi.

          Perseroan memiliki manajemen risiko yang terukur dengan melakukan pemetaan risiko dan
          kendali atas setiap risiko serta upaya dalam melakukan eliminasi risiko untuk industri terkait
          FITT. Kebijakan dan praktik manajemen risiko FITT diantaranya Risiko Ekonomi, Sosial Politik,
          Risiko Ketergantungan pada Kegiatan Usaha dan Pendapatan Perusahaan Anak, Risiko
          Kepatuhan dan Regulasi, Risiko Sumber Daya Manusia dan Risiko Investasi dan
          Pengembangan Usaha.

          Dengan analisis model manajemen tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Perubahan
          Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan model manajemen adalah layak.

4.5       Analisis Kelayakan Aspek Keuangan
          Dengan menggunakan asumsi proyeksi keuangan jangka panjang yang telah dilakukan
          evaluasi dan penyesuaian, menunjukkan bahwa rencana transaksi diperoleh gambaran
          variabel yang positif antara lain:
           a. Internal Rate of Return (IRR) > Tingkat Diskonto
                IRR yang dihasilkan adalah sebesar 40,05% yang berarti di atas tingkat discount rate yang
                sebesar 8,18%.
           b. Net Present Value (NPV) ≥ 0
                NPV yang dihasilkan menunjukkan angka yang positif yaitu sebesar Rp234.429.377.801.

PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                         60
Page 64
           c. Profitability Index (PI) > 1
                PI yang diperoleh adalah sebesar 3,45 yang berarti lebih besar dari 1.
           d. Payback Period (PP)
                PP yang dihasilkan sebesar 5,10 yang berarti diperoleh dalam waktu 5 tahun 1 bulan.
          Berdasarkan hasil parameter kelayakan investasi maka Rencana Transaksi adalah "Layak"
          dikarenakan seluruh parameter Kelayakan Keuangan di atas menunjukan hasil yang lebih baik
          saat transaksi dilakukan.
4.6       Kesimpulan Studi Kelayakan Bisnis
          Berdasarkan analisis aspek kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis,
          kelayakan model manajemen, dan kelayakan keuangan dapat disimpulkan bahwa perubahan
          kegiatan usaha Aktifitas Perusahaan Holding (KBLI 64200) dan Aktivitas Konsultasi
          Manajemen Lainnya (KBLI 70209) adalah Layak.




PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                         61
Page 65
4.7       Distribusi Laporan Studi Kelayakan Bisnis
          Studi Kelayakan Bisnis ini disusun berdasarkan kondisi ekonomi dan peraturan yang ada pada
          saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Studi Kelayakan
          Bisnis Kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Studi Kelayakan Bisnis ini.
          Studi Kelayakan Bisnis ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang
          dari KJPP Andesta.

          Kami menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Kami tidak mempunyai kepentingan, baik
          secara langsung maupun tidak langsung atas opini Pendapat Studi Kelayakan Bisnis yang
          telah Kami laksanakan, dan Studi Kelayakan Bisnis ini telah dilaksanakan sesuai dengan
          Standar Penilaian Indonesia dan Kode Etik Penilai Indonesia yang berlaku.


          Hormat Kami,
          KJPP Edi Andesta dan Rekan




          Ir. Edi Andesta, MAPPI (Cert)
          Pimpinan Rekan
          MAPPI 94-S-00411
          Izin Penilai Publik PB-1.09.00095
          Register RMK-2017.00091
          Register OJK Nomor KEP-30/KS.13/2026
          Lisensi BPN No. PP1.0095.23
          Klasifikasi: Penilai Properti dan Bisnis




PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                         62
Page 66
Pernyataan Penilai
Dalam batas kemampuan dan keyakinan sebagai Penilai, Kami yang bertanda tangan dibawah ini
menyatakan bahwa :

1. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang
    diuraikan didalamnya adalah benar sesuai dengan fakta dan pemahaman terbaik Penilai.
    Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat pembatas yang mempengaruhi analisis,
    pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan ini.
2. Laporan ini telah disusun sesuai dengan ketentuan-ketentuan didalam Peraturan
    No. 35/POJK.04/2020, Standar Penilai Indonesia (SPI), dan Kode Etik Penilai (KEPI). tentang
    Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Usaha di Pasar Modal serta tunduk pada
    ketentuan-ketentuan yang berlaku.
3. Kami sebagai Penilai tidak mempunyai kepentingan baik secara langsung maupun tidak secara
    langsung terhadap objek Studi Kelayakan Bisnis.
4. Penugasan penilaian professional telah dilakukan terhadap objek Studi Kelayakan Bisnis pada
    tanggal Studi Kelayakan Bisnis (cut off date).
5. Analisis telah dilakukan untuk maksud dan tujuan sebagaimana telah diungkap dalam laporan
    Studi Kelayakan Bisnis.
6. Opini Studi Kelayakan Bisnis yang dihasilkan dalam penugasan Studi Kelayakan Bisnis
    professional telah disajikan sebagai kesimpulan akhir.
7. Lingkup penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan dalam laporan Studi Kelayakan
    Bisnis.
8. Kesimpulan Studi Kelayakan Bisnis telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
9. Data ekonomi dan industri dalam laporan Studi Kelayakan Bisnis diperoleh dari berbagai sumber
    yang diyakini oleh Penilai dan dapat dipertanggungjawabkan.
10. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan Studi Kelayakan Bisnis, telah
    menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan laporan Studi Kelayakan Bisnis.

Penilai :

Ir. Edi Andesta, MAPPI (Cert)
Pemimpin Rekan
MAPPI 94-S-00411
Register : RMK-2017.00091                                           ........………………………….

Ahmad Firdaus S.Pd
Pengendali Mutu
MAPPI 04-T-01814
Register : RMK-2017.00718                                           ........………………………….

Iqro Haikal Sulaiman SE
Penilai
MAPPI 11-T-03175
Register : RMK-2017.00719                                           ........………………………….
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                63
Page 67
Asumsi dan Syarat Pembatas
Studi Kelayakan Bisnis ini berdasarkan atas asumsi-asumsi dan syarat-syarat pembatasan sebagai
berikut:
1. Bahwa semua pernyataan dan keterangan yang tercantum dalam laporan ini adalah benar dan
    sesuai dengan pengetahuan serta itikad baik dari Penilai.
2. Bahwa dengan dilandasi itikad baik, semua dokumen yang diberikan atau diperlihatkan oleh
   Pemberi Tugas dan pihak ketiga kepada Kami dalam rangka Studi Kelayakan Bisnis ini adalah
   sah, benar, lengkap dan sesuai dengan kenyataan sebenarnya dan bahwa dokumen-dokumen
   yang diberikan kepada Kami dalam bentuk foto copy, turunan dan/atau salinan adalah sesuai
   dengan aslinya dan dokumen tersebut adalah sah, benar, lengkap serta sesuai dengan kenyataan
   sebenarnya dan Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
   dalam proses Studi Kelayakan Bisnis.
3. Data ekonomi dan industri dalam laporan Studi Kelayakan Bisnis, diperoleh dari berbagai sumber
   yang diyakini oleh Penilai dan dapat dipertanggungjawabkan.
4. Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran
   proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary
   duty).
5. Kami bertanggungjawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan Bisnis dan kewajaran proyeksi
   keuangan.
6. Kami bertanggungjawab atas laporan Studi Kelayakan Bisnis dan kesimpulan nilai akhir.
7. Laporan Studi Kelayakan ini bersifat terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
   rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
8. Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek Studi Kelayakan Bisnis dari Pemberi
   Tugas.
9. Kecuali dinyatakan secara tegas didalam penugasan Studi Kelayakan Bisnis ini, tidak dapat
   diasumsikan bahwa Kami berkewajiban dan telah melakukan pemeriksaan legalitas atas bisnis
   objek Studi Kelayakan Bisnis.
10. Bukan merupakan tanggung jawab Kami atas segala tuntutan dan kewajiban yang berkaitan
    dengan penggunaan laporan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan dari laporan ini.
11. Dalam Penugasan ini, Pemberi tugas telah mempelajari, mengetahui dan menyadari sepenuhnya
    mengenai keberadaan KJPP Andesta.
12. Baik KJPP Andesta, maupun para penilai dan karyawan lainnya, sama sekali tidak mempunyai
    kepentingan finansial terhadap objek Studi Kelayakan Bisnis.
13. Kecuali dinyatakan lain, Nilai dicantumkan dalam mata uang Rupiah, demikian juga analisis dan
    perhitungan yang digunakan sebagai dasar penilaian berdasarkan mata uang Rupiah.
14. Baik KJPP Andesta, maupun para Penilai dan karyawannya, oleh karena Studi Kelayakan Bisnis
    ini tidaklah diwajibkan memberikan kesaksian atau kehadirannya dalam pengadilan/Dewan
    Arbitrasi atau instansi Pemerintah lainnya, kecuali ada perjanjian sebelumnya.
15. Laporan ini dianggap sah apabila tertera cap (seal) dan tanda tangan Pimpinan Rekan.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII                                                     64

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.76 MB
Published19 Jun 2026
Pages67
Characters182,016
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 60 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Hotel Fitra International Tbk · Nama Perusahaan p.1 ×143
linked org Jinlong Resources p.16
linked person Siti Rahayu p.17
linked person Ida Haerani p.17
linked person Joni Rizal p.17
linked person Tomi Tris p.17
linked org Pemerintah Kabupaten p.19
linked org Sinar Mas Multiartha Tbk p.36 ×5
linked org Provident Investasi Bersama Tbk p.36 ×5
linked org MNC Kapital Indonesia Tbk. p.36 ×5
linked org MNC Asia Holding Tbk p.36 ×5
linked org Charnic Capital Tbk. p.36 ×5
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.4 ×5
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.25
possible org Bursa Efek Indonesia p.33 ×5
possible org Saratoga Investama Sedaya Tbk p.36 ×5
possible org Perusahaan p.49
unresolved person KH. Abdul Halim p.4 ×5
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Edi Andesta dan Rekan p.4
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Edi Andesta p.4
unresolved org KJPP Andesta p.4 ×12
unresolved org Menteri Keuangan p.4 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.6 ×2
unresolved org Kementerian p.6 ×2
unresolved org PT. Bumi Majalengka Permai p.7 ×2
unresolved org PT. Fitra Amanah Wisata p.7 ×2
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.9
unresolved — Tanggung Jawab Kepada Pihak Selain Pemberi Tug · Penilai p.11
unresolved org Kantor Akuntan Publik Akuntan Publik Dra Suhartati & Rekan p.13 ×4
unresolved org Kantor Akuntan Publik Akuntan Publik Dra Suhartati p.13 ×4
unresolved person Dra Suhartati p.13 ×5
unresolved org Kantor Akuntan Publik Akuntan Publik Liasta p.13
unresolved org Syarifuddin & Rekan p.13
unresolved person Guo Jingjing p.13
unresolved org Bank Indonesia p.14 ×9
unresolved org PT Jinlong Resources Invesment p.16
unresolved person Sukino Berikut p.17
unresolved org PT Hotel Fitra Syariah p.17
unresolved person Muhammad Hanafi · Notaris p.17
unresolved org PT. Hotel Fitra Internasional p.17 ×23
unresolved person B. Andy Widyanto · Notaris p.17
unresolved person Rudy Siswanto · Notaris p.18 ×23
unresolved person Dr. Erny Kencanawati S.H. · Notaris p.18 ×20
unresolved org Menteri Investasi p.19
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal p.19
unresolved org Pemerintah Kabupaten Majalengka. p.19
unresolved org Kantor Akuntan Publik Dra. Suhartati dan Rekan p.19
unresolved org Kantor Akuntan Publik Dra. Suhartati p.19
unresolved org Kantor Akuntan Publik Liasta p.19
unresolved org Syafruddin dan Rekan p.19
unresolved org Pusat Statistik Pertumbuhan p.28
unresolved org Pusat Statistik Nilai Tukar Rupiah Nilai p.31
unresolved org Departemen Investasi. Struktur Organisasi p.38
unresolved org PT Venturi Tambang Perkasa p.45
unresolved org Departemen Investasi. p.62 ×2
unresolved org KJPP Edi Andesta dan Rekan p.65
unresolved org Rekan Ir. Edi Andesta p.65
unresolved person Ir. Edi Andesta, MAPPI (Cert) · Pimpinan Rekan p.65 ×5
unresolved — KEPI · Penilai p.66

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.273 12458 ms 12 Sep 2026 22:06
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': 'Ir. Edi Andesta, Mappi (Cert.)',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': '2025-12-31',
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result