Back to announcement
20260619_FITT_Rencana Transaksi Material Dengan Persetujuan RUPS_32102707_lamp7.pdf
Asset transaction Needs review FITTSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 67
Page 1
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS
Studi Kelayakan Bisnis Terkait Penambahan
Bidang Usaha
KBLI 64200 (Aktivitas Perusahaan Holding) dan
KBLI 70209 (Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya)
Disiapkan Untuk:
PT Hotel Fitra International Tbk
Page 2
DAFTAR ISI
Hal
Halaman Judul
Daftar Isi
Bab I – Pendahuluan............................................................................................................ 2
1.1 Latar Belakang.......................................................................................................... 3
1.2 Kualifikasi Penilai ...................................................................................................... 4
1.3 Identitas Pemberi Tugas ........................................................................................... 5
1.4 Identitas Pengguna Laporan ..................................................................................... 5
1.5 Objek Studi Kelayakan Bisnis ................................................................................... 5
1.6 Tanggal Studi Kelayakan Bisnis ............................................................................... 5
1.7 Tanggal Laporan Studi Kelayakan ............................................................................ 6
1.8 Mata Uang yang digunakan ...................................................................................... 6
1.9 Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan ....................................................................... 6
1.10 Sifat dan Sumber Informasi ...................................................................................... 6
1.11 Metode Penyusunan Laporan Studi Kelayakan ........................................................ 6
1.12 Asumsi dan Kondisi Pembatas ................................................................................. 8
1.13 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi .......................................................... 8
1.14 Batasan atau Pengecualian atas Tanggung Jawab Kepada Pihak Selain
Pemberi Tugas ............ …………………………………………………………………… 8
1.15 Pernyataan Tertulis dari Pemberi Tugas mengenai Kebenaran dan Sifat Informasi
yang Diberikan ......................................................................................................... 9
1.16 Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan .............................................................. 9
Bab II – Gambaran Perseroan & Data Informasi................................................................ 10
2.1. Informasi Keuangan dan Informasi Lainnnya…………………………………………… 10
2.2. Profil PT Hotel Fitra International Tbk…………………………………………….….… 11
2.3. Bidang Usaha……….……………………………………………………………………… 12
Page 3
2.4. Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan……………………………… 13 2.5. Susunan Manajemen dan Struktur Organisasi……………………………………………. 14 2.6. Legalitas dan Perizinan…………………………………………………………………… 14 2.7. Tenaga Kerja………….…………………………………………………………………… 16 2.8. Tinjauan Kinerja Keuangan……………………………………………………………… 16 2.9. Produk dan Layanan……………………………………………………………………… 22 2.10. Teknologi Yang Digunakan…………………………………………………………………… 22 2.11. Peraturan Perundang-undangan Yang Terkait……………………………………………. 22 2.12. Gambaran Perekonomian dan Industri……………………………………………………… 23 Bab III – Analisis Kelayakan................................................................................................ 32 3.1. Aspek Pasar……………………..………………………………………………………… 32 3.2. Aspek Teknis………………………………………………………………………………. 34 3.3. Aspek Pola Bisnis….……………………………………………………………………… 36 3.4. Aspek Model Manajemen…………………..……………………………………………. 39 3.5. Aspek Keuangan ………………………………………………………………….……… 42 Bab IV – Kesimpulan ........................................................................................................... 57 4.1. Analisis Kelayakan Aspek Pasar…………………………………………………………. 57 4.2. Analisis Kelayakan Aspek Teknis…………………………………………………………. 58 4.3. Analisis Kelayakan Aspek Pola Bisnis….…………………………………………………. 59 4.4. Analisis Kelayakan Aspek Model Manajemen……………………………………………. 60 4.5. Analisis Kelayakan Aspek Keuangan……..………………………………………………. 60 4.6. Kesimpulan Studi Kelayakan Bisnis……..………………………………………………. 61 4.7. Distribusi Laporan Studi Kelayakan Bisnis……..………………………………………. 62 Pernyataan Penilai…………………………………………..………………………………………… 63 Asumsi dan Syarat Pembatas……………………………………………………………………. 64
Page 4
No: 00276/2.0053-00/BS/07/0095/1/VI/2026 Jakarta, 17 Juni 2026
Kepada,
PT Hotel Fitra International Tbk
Jalan KH. Abdul Halim No. 88 RT. 005 RW. 008,
Kelurahan Majalengka Kulon,
Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka,
Jawa Barat
U.p. : Yth Bapak / Ibu Direksi
Hal : Laporan Studi Kelayakan Bisnis Terkait Perubahan Kegiatan
Usaha KBLI 64200 (Aktivitas Perusahaan Holding) dan KBLI
70209 (Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya)
Dengan hormat,
Sehubungan dengan penugasan yang diberikan kepada Kantor Jasa Penilai Publik Edi Andesta dan
Rekan (“KJPP Andesta”/“Kami”), oleh manajemen PT Hotel Fitra International Tbk
(“Perseroan”/”FITT”) untuk memberikan Pendapat Studi Kelayakan Bisnis sebagai Penilai Independen,
sesuai proposal penawaran jasa Studi Kelayakan Bisnis No. 132/P-Andesta/III/2026, tanggal 16 Maret
2026, maka dengan ini Kami sebagai KJPP resmi, berdasarkan Surat Ijin Usaha Kantor Jasa Penilai
Publik dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 1/KM.1/2022, tanggal 3 Januari 2022, surat izin
usaha No 2.09.0053, tanggal 15 Juli 2009 dan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. STTD-PPB-01/PJ-1/PM.02/2023 (Penilai Properti dan Penilai
Usaha) menyampaikan pendapat atas Studi Kelayakan Bisnis terkait Rencana Perubahan Bidang
Usaha KBLI 64200 Aktifitas Perusahaan Holding dan KBLI 70209 (Aktivitas Konsultasi Manajemen
Lainnya).
Sebelumnya kami telah menerbitkan laporan studi kelayakan bisnis terkait perubahan kegiatan usaha
KBLI 64200 (Aktivitas Perusahaan Holding) Dan KBLI 70209 (Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya)
dengan No. 00240/2.0053-00/BS/05/0095/1/V/2026 tanggal 20 Mei 2026, sehubungan dengan surat
Otoritas Jasa Keuangan No. S-184/PM.211/2026 tanggal 9 Juni 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan
(OJK)perihal Perubahan dan/atau Tambahan Informasi Atas Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan
Usaha KBLI FITT, dengan perubahan sesuai dengan surat OJK tersebut di atas dan atas perubahan-
perubahan tersebut tidak mempengaruhi terhadap opini pada studi kelayakan. Adapun Perubahan
dan/atau Tambahan Informasi pada laporan ini Adalah:
Page 5
1) Penyesuaian atas analisis pangsa pasar menyesuaikan kepada KBLI Holding dan KBLI
Konsultasi Management.
2) Penyesuaian atas analisis pesaing usaha dengan penambahan narasi terperinci terkait dengan
posisi FITT di pasar industri sejenis dan peluangnya dalam persaingan dengan kompetitor
dalam bidang usaha sejenis.
3) Penyesuaian atas analisis aspek teknis terkait dengan ketersediaan kualitas dan sumber daya,
dengan menambahkan informasi atas ketersediaan tenaga ahli dan penyesuaian atas struktur
organisasi atas rencana transaksi perubahan kegiatan usaha.
4) Penyesuaian atas aspek pola bisnis, terkait dengan kemampuan pesaing dalam meniru produk
dimana terdapat penambahan analisis yang lebih mendalam terkait dengan bagaimana cara
FITT dalam menghadapi persaingan terhadap kompetitor sejenis.
5) Penyesuaian atas aspek keuangan dengan menambahkan informasi atas proyeksi keuangan
FITT sebelum dilakukan transaksi yang mencakup proyeksi Laporan Laba Rugi, Laporan Posisi
Keuangan, Laporan Arus Kas, dan Laporan Rasio Keuangan.
6) Penambahan informasi atas Proyeksi Rasio Keuangan setelah Transaksi dilakukan.
7) Penambahan informasi terkait dengan hasil analisis atas Modal Kerja, Biaya Operasional dan
Biaya Bahan Baku Mentah.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 2
Page 6
I. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
FITT didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 34 tanggal 24 Januari 2014 dibuat oleh Notaris
Muhammad Hanafi S.H, Notaris di Jakarta dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
0021306.AH.01.09.Tahun 2014 tanggal 12 Maret 2014. Akta perubahan terakhir yaitu Akta No.
15 dari Rudy Siswanto S.H., Notaris di Jakarta Utara, tanggal 17 Juli 2024, yang telah diterima
dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana ternyata dalam Surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan No. AHU-AH.01.03-0175047 tanggal
23 Juli 2024. Modal dasar Perusahaan sebesar Rp200.000.000.000 yang terbagi atas
2.000.000.000 saham dan masing-masing saham bernilai nominal sebesar Rp100 dari modal
dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor sebanyak 1.304.272.051 lembar saham dengan
nilai nominal seluruhnya sebesar Rp130.427.205.100. Perusahaan berdomisili di Jl. KH. Abdul
Halim No. 88 RT. 005 RW. 008, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka,
Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat.
Berdasarkan pasal 3 anggaran dasar, maksud dan tujuan FITT adalah berusaha dalam bidang
konstruksi gedung, berusaha dalam bidang penyediaan akomodasi, berusaha dalam bidang
real estat, berusaha dalam bidang aktivitas olahraga dan rekreasi lainnya. Untuk mencapai
maksud dan tujuan tersebut FITT dapat melaksanakan kegitan usaha berikut:
a. Kegiatan usaha utama yaitu menjalankan kegiatan hotel bintang lima, menjalankan
kegiatan usaha hotel bintang empat, menjalankan kegiatan usaha hotel bintang tiga,
menjalankan kegiatan usaha hotel bintang dua, menjalankan kegiatan usaha hotel bintang
satu, menjalankan kegiatan usaha hotel melati, menjalankan kegiatan usaha vila,
menjalankan kegiatan usaha apartemen hotel, menjalankan kegiatan usaha penyediaan
akomodasi jangka pendek lainnya.
b. Kegiatan usaha penunjang yang mendukung kegiatan usaha utama Perseroaan yaitu
menjalankan kegiatan usaha konstruksi gedung penginapan, menjalankan kegiatan usaha
real estat yang dimiliki sendiri atau disewa, menjalankan kegiatan usaha kawasan
pariwisata.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 3
Page 7
FITT juga merupakan Holding Company yang memiliki kepemilikan saham secara langsung
pada perusahaan anak yaitu PT. Bumi Majalengka Permai (“BMP”) serta PT. Fitra Amanah
Wisata (“FAW”) dan tidak terlibat langsung dalam pengelolaan bisnis perseroan. Sebagai
Upaya untuk meningkatkan kapasitas perusahaan, FITT perlu menambah kegiatan usahanya
dan melakukan penyesuaian terhadap kode klasifikasi resmi untuk mengklasifikasikan jenis
bidang usaha perusahaan di Indonesia dengan menambahkankan Klasifikasi Baku Lapangan
Usaha Indonesia (KBLI) dalam menjalankan bisnisnya sebagai berikut:
KBLI yang akan ditambahkan:
No. Nama KBLI Kode KBLI
1. Aktivitas Perusahaan Holding 64200
2 Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya 70209
Dengan rencana perubahan kegiatan usaha pada FITT diatas sesuai Pasal 31, POJK
No.17/POJK.04/2020, dan Peraturan Perundang-undangan yang mengatur mengenai
Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI 2020), maka atas rencana tersebut
Perseroan memerlukan adanya Laporan Studi Kelayakan Bisnis yang disusun dan diterbitkan
oleh Kantor Jasa Penilai Publik Independen dengan klasifikasi Penilai Bisnis. Untuk
penyusunan Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini, Perseroan telah menunjuk KJPP Andesta
sesuai penugasan dengan kesepakatan yang telah dituangkan dalam Surat Proposal
Penawaran No. 132/P-Andesta/III/2026, tanggal 16 Maret 2026.
1.2 Kualifikasi Penilai
Penilai adalah partner dari KJPP Andesta dengan kualifikasi sebagai berikut :
Nama Penilai : Ir. Edi Andesta, Mappi (Cert.)
No Izin Penilai : PB-1.09.00095
No. STTD Penunjang Pasar Modal : STTD.PBB-01/PM.2/2018
No. MAPPI : 94-S-0411
Klasifikasi Izin : Penilai Properti dan Bisnis
KJPP Andesta dalam posisi untuk memberikan penilaian objektif dan tidak memihak. Penilai
tidak ada keterlibatan material atau benturan kepentingan baik aktual maupun bersifat
potensial dengan subjek dan atau objek penilaian. Penilai memiliki kompetensi untuk
melakukan studi kelayakan. Penilai dapat menggunakan atau tidak menggunakan tenaga ahli
atau penilai lain di luar KJPP Andesta sesuai dengan kebutuhan penugasan dengan seizin dari
Pemberi Tugas.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 4
Page 8
Dalam menjalankan tugas profesinya, tanggung jawab Penilai sebagai individu harus
dipisahkan dari Penilai sebagai Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Sehingga tanggung jawab
Penilai sebagai individu tidak menjadi tanggung jawab KJPP secara keseluruhan (SPI Edisi
VII 2018, KEPI butir 5.8.8.3).
1.3 Identitas Pemberi Tugas
Nama Perusahaan : PT Hotel Fitra International Tbk
Jenis Usaha : Industri Pengelolaan Hotel dan Pariwisata
Alamat : Jalan KH. Abdul Halim No. 88 RT. 005 RW. 008, Kelurahan
Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka,
Provinsi Jawa Barat
No. Telp : 0233 - 8292 888
Email : corsec.hotelfitra@gmail.com
Website : www.fitratbk.co.id
1.4 Identitas Pengguna Laporan
Nama Perusahaan : PT Hotel Fitra International Tbk
Jenis Usaha : Industri Pengelolaan Hotel dan Pariwisata
Alamat : Jalan KH. Abdul Halim No. 88 RT. 005 RW. 008, Kelurahan
Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka,
Provinsi Jawa Barat
No. Telp : 0233 - 8292 888
Email : corsec.hotelfitra@gmail.com
Website : www.fitratbk.co.id
1.5 Objek Studi Kelayakan Bisnis
Obyek Studi Kelayakan Bisnis adalah perubahan bidang usaha FITT berupa KBLI Aktifitas
Perusahaan Holding (KBLI 64200) dan Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (KBLI 70209).
1.6 Tanggal Studi Kelayakan Bisnis
Tanggal efektif studi kelayakan bisnis (cut off date) adalah tanggal dimana hasil nilai ditetapkan
dengan kondisi dan syarat-syarat yang diberlakukan. Dalam Laporan studi kelayakan bisnis ini
maka kelayakan diperhitungkan pada tanggal 31 Desember 2025. Tanggal ini sesuai laporan
keuangan terakhir yang tersedia dan dapat diperoleh dan diterima penilai sebagai dasar untuk
melakukan studi kelayakan, yaitu laporan keuangan per 31 Desember 2025 (Audited).
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 5
Page 9
1.7 Tanggal Laporan Studi Kelayakan
Tanggal pelaporan adalah tanggal dimana laporan penilaian ini disampaikan, oleh karenanya
sesuai dalam surat perjanjian kerja sama dan skedul pekerjaan, laporan ini disampaikan pada
tanggal 17 Juni 2026
1.8 Mata Uang yang digunakan
Mata uang yang digunakan dalam penilaian ini adalah mata uang Rupiah (Rp.).
1.9 Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Maksud dan tujuan dari penugasan Studi Kelayakan Bisnis ini adalah untuk mengetahui
kelayakan usaha sehubungan dengan perubahan bidang usaha yaitu KBLI Aktifitas
Perusahaan Holding (KBLI 64200) dan Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (KBLI 70209),
serta sebagai syarat pemenuhan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan Kegiatan Usaha (POJK
No.17/2020), dan bukan untuk kepentingan perbankan ataupun kepentingan lainnya.
1.10 Sifat dan Sumber Informasi
Data-data objek Studi Kelayakan berasal dari pihak pemberi tugas, sedangkan data-data
primer bersumber dari hasil survei lapangan dan data-data sekunder barasal dari hasil riset,
informasi yang dipublikasikan dan maupun berasal dari intansi pemerintah. Terhadap data-
data primer penilai melakukan verifikasi dan validasi atas data-data yang digunakan, sehingga
akurasi hasil Study Kelayakan dapat dipertanggung jawabkan.
1.11 Metode Penyusunan Laporan Studi Kelayakan
Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan No. 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17
/SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018 yang disusun oleh Masyarakat
Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), dan
peraturan yang terkait. Struktur penyusunan Laporan studi kelayakan dirinci sebagai berikut:
a. Melakukan pengumpulan data.
b. Melakukan identifikasi dan anilisis terhadap data yang diterima.
c. Melakukan wawancara dengan pihak manajemen FITT untuk mengetahui detail tentang
bisnis yang dijalankan dan proses rencana bisnis kedepan.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 6
Page 10
d. Melakukan analisa Study Kelayakan dengan menggunakan metode yang relevan atas
analisa yang dilakukan.
e. Studi meliputi :
1) Melakukan analisa kelayakan pasar meliputi:
• Kondisi pasar, seperti pangsa pasar, kesinambungan, dan potensi pasar
• Pesaing usaha
• Strategi Pemasaran
2) Melakukan analisa kelayakan teknis meliputi:
• Kapasitas
• Ketersediaan dan kualitas sumber daya pekerja dan ahli professional
• Proses operasi/proses bisnis
3) Melakukan analisa kelayakan pola bisnis meliputi:
• Keungulan kompetitif karena keunikan dari pola bisnis
• Kemampuan pesaing untuk meniru produk
• Kemampuan untuk menciptakan nilai
4) Melakukan analisa kelayakan model manajemen meliputi:
• Ketersediaan tenaga kerja
• Manajemen kekayaan intelektual
• Manajemen Resiko
• Kapasitas dan kemampuan manajemen
• Kesesuian struktur organisasi dan manajemen
5) Melakukan analisa kelayakan keuangan meliputi:
• Biaya Pendirian (Start Up Cost)
• Modal kerja
• Sumber pembiayaan
• Struktur pendapatan
• Biaya operasional
• Beban usaha
• Proyeksi laporan keuangan
• Analisis Titik Impas
• Analisis Rasio Keuangan (Likuiditas, Solvabilitas, dan Profitabilitas)
• Tingkat imbalan balik investasi
• Analisis Kelayakan
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 7
Page 11
1.12 Asumsi dan Kondisi Pembatas
Perbedaan Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan
ini adalah:
1. Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam studi
kelayakan.
3. Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan dan
kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang diperoleh dari
informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami
anggap relevan.
4. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen dengan
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary
duty).
5. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran proyeksi
keuangan yang telah disesuaikan.
6. Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
7. Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang dihasilkan.
8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari pemberi
tugas.
1.13 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
Dilarang menyebarluaskan pernyataan atau laporan Studi Kelayakan Bisnis ini baik secara
keseluruhan, sebagian, atau sebagai referensi, nilai yang terdapat didalamnya, maupun nama
dan afiliasi tenaga ahli dari penilai, tanpa persetujuan tertulis dari KJPP Andesta.
1.14 Batasan atau Pengecualian atas Tanggung Jawab Kepada Pihak Selain
Pemberi Tugas
Penilai tidak memiliki tanggungjawab kepada pihak ketiga, selama tidak menyimpang dari
peraturan dan hukum yang berlaku.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 8
Page 12
1.15 Pernyataan Tertulis dari Pemberi Tugas mengenai Kebenaran dan Sifat
Informasi yang Diberikan
Bahwa dalam penugasan ini seluruh informasi yang diberikan kepada kami adalah benar
sesuai Surat Pernyataan (management representation letter) Pemberi Tugas, mengenai
seluruh informasi penting dan relevan berkenaan dan sepanjang pengetahuan Pemberi Tugas
tidak ada faktor material yang belum diungkapkan dan menyesatkan.
1.16 Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan
Dari tanggal Penilaian Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan
tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang terjadi selama periode
tersebut.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 9
Page 13
II. Gambaran Perseroan & Data Informasi
2.1 Informasi Keuangan dan Informasi Lainnya
a. Data Keuangan Perseroan
1) Laporan Keuangan FITT untuk periode yang berakhir 31 Desember 2021 yang telah
diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Akuntan Publik Dra Suhartati & Rekan, yang telah
di tandatangani oleh akuntan publik Dulgani sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00061/2.01119/AU.1/05/0165-1/1/III/2022 tanggal 25 Maret 2022 dengan opini
wajar tanpa modifikasian;
2) Laporan Keuangan FITT untuk periode yang berakhir 31 Desember 2022 yang telah
diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Akuntan Publik Dra Suhartati & Rekan, yang telah
di tandatangani oleh akuntan publik Dulgani sebagaimana tertuang dalam laporannya
No.00084/2.0119/AU-1/05/0165-2/1/III/2023 tanggal 30 Maret 2023 dengan opini wajar
tanpa modifikasian;
3) Laporan Keuangan FITT untuk periode yang berakhir 31 Desember 2023 yang telah
diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Akuntan Publik Dra Suhartati & Rekan, yang telah
di tandatangani oleh akuntan publik Dulgani sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00029/2.0119/AU.01/05/0165-03/1/II/2024 tanggal 20 Februari 2024 dengan opini
wajar tanpa modifikasian;
4) Laporan Keuangan FITT untuk periode yang berakhir 31 Desember 2024 yang telah
diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Akuntan Publik Dra Suhartati & Rekan, yang telah
di tandatangani oleh akuntan publik Dulgani sebagaimana tertuang dalam laporannya
No.00099/2.0119/AU.1/05/0165-4/1/III/2025 tanggal 28 Maret 2025 dengan opini wajar
tanpa modifikasian;
5) Laporan Keuangan FITT untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025 yang telah
diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Akuntan Publik Liasta, Nirwan, Syarifuddin &
Rekan, yang telah di tandatangani oleh akuntan publik Liasta Karo Karo Surbakti
sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00087/2.0887/AU.1/05/0299-
1/1//IV/2026 tanggal 28 April 2026 dengan opini wajar tanpa modifikasian;
b. Data dan Informasi Lainnya
1) Wawancara dan diskusi dengan manajemen Pemberi Tugas sehubungan dengan
penugasan studi kelayakan bisnis dalam rangka memperoleh informasi yang relevan
yang diwakili oleh Ibu Guo Jingjing sebagai Manajer Keuangan;
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 10
Page 14
2) Prospektus Perseroan;
3) www.bi.go.id;
4) Proyeksi keuangan terkait Proyeksi keuangan terkait perubahan KBLI Oktober s.d
Desember 2025 - 2030 yang disediakan oleh manajemen Perseroan;
5) Website Bank Indonesia;
6) Website BPS;
2.2 Profil PT Hotel Fitra International Tbk
FITT didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 34 tanggal 24 Januari 2014 dibuat oleh Notaris
Muhammad Hanafi S.H, Notaris di Jakarta dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
0021306.AH.01.09.Tahun 2014 tanggal 12 Maret 2014. Akta perubahan terakhir yaitu Akta No.
15 dari Rudy Siswanto S.H., Notaris di Jakarta Utara, tanggal 17 Juli 2024, yang telah diterima
dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana ternyata dalam Surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan No. AHU-AH.01.03-0175047 tanggal
23 Juli 2024. Modal dasar Perusahaan sebesar Rp200.000.000.000 yang terbagi atas
2.000.000.000 saham dan masing-masing saham bernilai nominal sebesar Rp100 dari modal
dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor sebanyak 1.304.272.051 lembar saham dengan
nilai nominal seluruhnya sebesar Rp130.427.205.100. Perusahaan berdomisili di Jl. KH. Abdul
Halim No. 88 RT. 005 RW. 008, Kelurahan Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka,
Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat.
Visi Misi FITT
Visi : Menjadikan Perseroan sebagai perusahaan manajemen perhotelan yang kompeten di
Indonesia, dengan prinsip utama memberikan pelayanan yang terbaik untuk tamu dengan
harga yang terjangkau.
Misi :
a. Menjadikan Perseroan sebagai pelopor dan panutan hotel berbintang di kelasnya.
b. Harga yang bersaing dan terjangkau, sehingga dapat dinikmati oleh setiap golongan.
c. Bersama-sama dengan pemerintah bertekad untuk memajukan pariwisata local dan
menciptakan pertumbuhan ekonomi.
d. SDM yang berbakat, kreatif, inovatif dan bertumbuh Bersama.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 11
Page 15
FITT merupakan perusahaan induk dari 2 anak perusahaan sebagai berikut:
a. PT. Bumi Majalengka Permai (“BMP”) yang berfokus terhadap Pengelolaan Management
Hotel.
b. PT. Fitra Amanah Wisata (“FAW”) yang berfokus terhadap Wisata Religi Manasik Umrah
dan Haji Travel.
2.3 Bidang Usaha
Kegiatan usaha yang dijalankan Perseroan berdasarkan pasal 3 anggaran dasar adalah
berusaha dalam bidang konstruksi gedung, berusaha dalam bidang penyediaan akomodasi,
berusaha dalam bidang real estat, berusaha dalam bidang aktivitas olahraga dan rekreasi
lainnya. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut Perseroaan dapat melaksanakan kegitan
usaha berikut:
a. Kegiatan usaha utama yaitu menjalankan kegiatan hotel bintang lima, menjalankan
kegiatan usaha hotel bintang empat, menjalankan kegiatan usaha hotel bintang tiga,
menjalankan kegiatan usaha hotel bintang dua, menjalankan kegiatan usaha hotel bintang
satu, menjalankan kegiatan usaha hotel bintang melati, menjalankan kegiatan usaha vila,
menjalankan kegiatan usaha apartemen hotel, menjalankan kegiatan usaha penyediaan
akomodasi jangka pendek lainnya.
b. Kegiatan usaha penunjang yang mendukung kegiatan usaha utama Perseroaan yaitu
menjalankan kegiatan usaha konstruksi gedung penginapan, menjalankan kegiatan usaha
real estat yang dimiliki sendiri atau disewa, menjalankan kegiatan usaha kawasan
pariwisata.
Sebagai perusahaan induk (holding company) yang tidak melakukan kegiatan operasional
secara langsung, FITT menjalankan kegiatan usahanya melalui entitas anak, yaitu BMP dan
FAW. Ringkasan profil dan kegiatan usaha dari masing-masing entitas anak tersebut adalah
sebagai berikut:
a. BMP mengelola hotel bintang 3 Fitra Hotel Majalengka, terdiri dari 3 lantai dengan total
113 kamar. Jenis kamar di Fitra Hotel Majalengka yaitu Executive Deluxe Room dengan
luas 25 m2, Fitra Suite dengan luas 28 m2 dan Superior dengan luas 18 m2. Fasilitas lainnya
yaitu 3 ruang meeting berkapasitas 100 seat, area parkir serta lounge & restaurant
berkapasitas 80 pax. Selain itu, Fitra Hotel merupakan pelopor dan satu-satunya Hotel di
Majalengka yang menyediakan fasilitas kids club lengkap dengan playground indoor yang
aman dan menyenangkan untuk anak-anak.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 12
Page 16
Keunggulan dari Fitra Hotel diantaranya dari segi aksesibilitas sebagai berikut:
1) 5 Menit Waktu Tempuh Jalan Kaki ke Masjid, Islamic Centre Majalengka, dan Alun-
alun Kota.
2) 5 Menit Waktu Tempuh Kendaraan ke Universitas dan Pusat Pemerintahan Daerah
Majalengka.
3) 10 Menit Waktu Tempuh Kendaraan ke Pusat Perbelanjaan, dan salah satu tujuan
wisata dan olahraga paralayang.
4) Akses Tol Cisumdawu ke arah Bandung • Akses Tol Cipali ke arah Jakarta.
5) ± 20 Menit Bandara Kertajati dan
6) ± 50 Menit Pelabuhan Cirebon.
b. FAW merupakan perusahaan yang berlum beroperasi secara komersial dengan izin
kegiatan usaha yaitu wisata religi dan tour travel haji selain itu usaha lainnya berupa
penyediaan hotel dan penginapan bagi jamaah haji serta manajemen pengelolaan wisata
religi manasik umrah yang propesional, amanah dan berkah. Perusahaan memiliki
pengetahuan di bidang tour & travel secara internasional. FAW bertekad untuk
memberikan harga terjangkau dengan pelayanan yang terbaik bagi calon haji atau hajah.
Produk yang ditawarkan oleh FAW sebagai berikut:
1) Hotel dan penginapan bagi jamaah berupa hotel maupun asrama haji yang nyaman
dan berkualitas. Bekerjasama dengan penginapan lokal untuk turut membangun
perekonomian penduduk lokal setempat.
2) Umrah park (manasik umroh) yaitu pengembangan & manajemen wisata religi manasik
umrah yang berskala internasional dengan standar internasional di Indonesia,
khususnya di wilayah Provinsi Jawa Barat.
2.4 Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan
Berdasarkan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2025, susunan pemegang saham
FITT adalah sebagai berikut :
Persentase
Pemegang Saham Lembar Saham Jumlah
Kepemilikan
PT Jinlong Resources Invesment 1.032.461.756 79,16% 103.246.175.600
Masyarakat 271.810.295 20,84% 27.181.029.500
Jumlah 1.304.272.051 100,00% 130.427.205.100
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 13
Page 17
2.5 Susunan Manajemen dan Stuktur Organisasi
Susunan Direksi dan Dewan Komisaris FITT berdasarkan laporan keuangan audit per 31
Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris : Ny. Siti Rahayu
Komisaris Independen : Ny. Ida Haerani
Direksi
Direktur Utama : Tn. Joni Rizal
Direktur : Tn. Tomi Tris
Direktur : Tn. Sukino
Berikut struktur organisasi sehubungan dengan kegiatan operasional FITT:
Sumber: Manajemen FITT
2.6 Legalitas dan Perizinan
Legalitas dan Perizinan yang telah dimiliki FITT adalah sebagai berikut:
a. Akta Pendirian Perseroan Terbatas PT Hotel Fitra Syariah No. 34 tanggal 24 Januari 2014
oleh Muhammad Hanafi, S.H., Notaris di Jakarta Selatan.
b. Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT. Hotel Fitra Internasional No. 23
tanggal 16 Februari 2016 oleh B. Andy Widyanto, S.H., Notaris di Tangerang Selatan.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 14
Page 18
c. Akta Keputusan Para Pemegang Saham Secara Edaran PT. Hotel Fitra Internasional No.
19 tanggal 23 April 2018 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di Jakarta Utara
d. Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT. Hotel Fitra Internasional, Tbk No. 7 tanggal 10 Juli
2018 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di Jakarta Utara.
e. Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT. Hotel Fitra Internasional, Tbk No. 18 tanggal 24
Juli 2018 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di Jakarta Utara.
f. Akta Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham Penawaran Umum Perdana PT. Hotel
Fitra Internasional, Tbk No. 19 tanggal 24 Juli 2018 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di
Jakarta Utara.
g. Akta Pernyataan Penerbitan Waran Seri-I Penawaran Umum PT. Hotel Fitra Internasional
Tbk No. 20 tanggal 24 Juli 2018 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di Jakarta Utara.
h. Akta Pengelolaan Administrasi Waran Seri-I PT. Hotel Fitra Internasional Tbk No. 21
tanggal 24 Juli 2018 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di Jakarta Utara.
i. Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT. Hotel Fitra Internasional, Tbk No. 9 tanggal 12
September 2018 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di Jakarta Utara.
j. Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT. Hotel Fitra Internasional No. 17 tanggal 14 Februari
2019 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di Jakarta Utara.
k. Akta Perjanjian Penjaminan Emisi Efek Penawaran Umum Perdana PT. Hotel Fitra
Internasional No. 24 tanggal 20 Februari 2019 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di Jakarta
Utara.
l. Akta Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham Penawaran Umum Perdana PT. Hotel
Fitra Internasional No. 25 tanggal 20 Februari 2019 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di
Jakarta Utara.
m. Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Secara Edaran PT. Hotel Fitra
Internasional, Tbk No. 15 tanggal 27 Maret 2019 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di
Jakarta Utara.
n. Akta Pernyataan Dewan Komisaris Tentang Kepastian Jumlah Saham dan Perubahaan
Anggaran Dasar Dalam Rangka Penawaran Umum Perdana PT. Hotel Fitra Internasional
Tbk No. 5 tanggal 18 Juni 2019 oleh Rudy Siswanto, S.H., Notaris di Jakarta Utara.
o. Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT. Hotel Fitra Internasional,
Tbk No. 23 tanggal 24 Agustus 2020 oleh Dr. Erny Kencanawati S.H., M.Kn., Notaris di
Bandung.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 15
Page 19
p. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar PT. Hotel Fitra
Internasional, Tbk No. 25 tanggal 18 Agustus 2021 oleh Dr. Erny Kencanawati S.H., M.Kn.,
Notaris di Bandung.
q. Akta Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT. Hotel Fitra Internasional, Tbk No. 33
tanggal 30 Agustus 2021 oleh Dr. Erny Kencanawati S.H., M.Kn., Notaris di Bandung.
r. Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT. Hotel Fitra Internasional,
Tbk No. 12 tanggal 20 Juni 2022 oleh Dr. Erny Kencanawati S.H., M.Kn., Notaris di
Bandung.
s. Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT. Hotel Fitra Internasional,
Tbk No. 15 tanggal 26 Juni 2023 oleh Dr. Erny Kencanawati S.H., M.Kn., Notaris di
Bandung.
t. Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT. Hotel Fitra
Internasional, Tbk No. 16 tanggal 26 Juni 2023 oleh Dr. Erny Kencanawati S.H., M.Kn.,
Notaris di Bandung.
u. Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT. Hotel Fitra
Internasional, Tbk No. 6 tanggal 15 Maret 2024 oleh Dr. Erny Kencanawati S.H., M.Kn.,
Notaris di Bandung.
v. Nomor Induk Berusaha (NIB) No. 9120201271193, dikeluarkan oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, tanggal 19 Februari 2019.
w. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 03.346.647.5-077.000 atas nama PT. Hotel Fitra
International Tbk.
x. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) No. 517/01.PB-B/II-DPMPTSP/2019 Tanggal 28
Februari 2019 diterbitkam Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Pemerintah Kabupaten Majalengka.
2.7 Tenaga Kerja
Sesuai dengan laporan keuangan Audit periode 31 Desember 2025 jumlah karyawan sebanyak
68 orang (25 karyawan tetap, 22 karyawan kontrak serta 21 karyawan harian).
2.8 Tinjauan Kinerja Keuangan
Analisis kinerja keuangan historis FITT didasarkan atas Laporan Keuangan periode 2021,
2022, 2023, 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Dra. Suhartati dan Rekan. Dan
periode 31 Desember 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Liasta, Nirwan,
Syafruddin dan Rekan.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 16
Page 20
Tinjauan Posisi Keuangan
(Dalam Jutaan Rupiah)
2021 2022 2023 2024 2025
1 Jan - 1 Jan - 1 Jan - 1 Jan - 1 Jan -
LAPORAN POSISI KEUANGAN
31 Des 31 Des 31 Des 31 Des 31 Des
AUDITED
ASET
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 10.328 3.777 2.860 42.684 34.198
Piutang Usaha 286 358 335 361 233
Piutang Lain-lain - Pihak Ketiga 5 7 8 - -
Persediaan 78 154 87 159 77
Pajak Dibayar Dimuka - - - 4 4
Uang Muka - 628 1.356 9.706 41.356
Jumlah aset lancar 10.698 4.924 4.647 52.915 75.869
Aset Tidak Lancar
Aset pajak tangguhan 205 159 151 188 6.278
Aset Tetap 55.663 56.854 53.010 49.228 45.916
Jumlah aset tidak lancar 55.868 57.013 53.162 49.416 52.195
JUMLAH ASET 66.566 61.937 57.808 102.331 128.063
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha 93 20 - - -
Utang Lain-lain - Pihak Ketiga 342 122 108 31 487
Utang Pajak 141 142 198 155 117
Biaya Yang Masih Harus Dibayar 1.355 1.053 854 349 276
Utang Bank - Jatuh Tempo dalam
1 Tahun 3.540 3.720 5.400 9.300 5.088
Utang pemegang saham 9 - 7.000 8.000 22.000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 5.479 5.056 13.560 17.834 27.968
Liabilitas Jangka Panjang
Utang Sewa - - - - 20.668
Utang Bank 22.063 20.803 15.403 6.103 1.015
Imbalan pasca kerja 934 724 688 855 934
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 22.997 21.528 16.091 6.958 22.617
JUMLAH LIABILITAS 28.477 26.584 29.651 24.793 50.585
EKUITAS
Modal saham 70.359 72.613 72.613 130.427 130.427
Tambahan modal disetor (7.272) (6.416) (6.416) (7.115) (7.115)
Defisit (24.998) (30.845) (38.039) (45.794) (45.853)
Jumlah Ekuitas Yang Dapat
Diatribusikan
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 17
Page 21
2021 2022 2023 2024 2025
1 Jan - 1 Jan - 1 Jan - 1 Jan - 1 Jan -
LAPORAN POSISI KEUANGAN
31 Des 31 Des 31 Des 31 Des 31 Des
AUDITED
Kepada Pemilik Entitas Induk 38.089 35.353 28.158 77.519 77.459
Kepentingan Non-Pengendali - - (0) 19 19
JUMLAH EKUITAS 38.089 35.353 28.158 77.538 77.479
JUMLAH LIABILITAS DAN
66.566 61.937 57.808 102.331 128.063
EKUITAS
Sumber: Laporan Keuangan Audit FITT Tahun 2021 –2025, diolah
Aset
Selama periode historis 2021 – 2025, total aset Perseroan mengalami peningkatan dengan
CAGR 17,77%. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan kas dan setara kas serta uang muka
yang dimiliki Perseroan.
Liabilitas
Total liabilitas Perseroan selama periode historis 2021 – 2025 menunjukkan peningkatan
dengan CAGR sebesar 15,45%. Kenaikan liabilitas Perseroan sebagian besar sehubungan
dengan utang pemegang saham yang mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Ekuitas
Selama periode historis 2021 – 2025, ekuitas Perseroan mengalami peningkatan dengan
CAGR 19,4%. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan pada setoran modal Perseroan.
Tinjauan Laba (Rugi)
(Dalam Jutaan Rupiah)
2021 2022 2023 2024 2025
1 Jan - 1 Jan - 1 Jan - 1 Jan - 1 Jan -
LAPORAN LABA RUGI
31 Des 31 Des 31 Des 31 Des 31 Des
AUDITED
Pendapatan 8.760 10.495 11.834 13.342 8.936
Beban pokok pendapatan (5.602) (6.534) (7.652) (9.124) (7.122)
Laba (rugi) kotor 3.158 3.962 4.182 4.218 1.814
Beban Usaha (6.336) (6.863) (8.336) (9.493) (7.085)
Pendapatan (Beban) Lain-lain
Pendapatan Jasa Giro 14 54 18 196 182
Pendapatan Lain-lain 137 185 125 2 6
Bunga Pinjaman Bank (2.211) (3.306) (3.254) (2.278) (1.313)
Bunga Sewa Pembiayaan (20) (1) - - -
Pajak Bunga (3) (11) (4) (39) (36)
Administrasi Bank (8) (8) (9) (7) (8)
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 18
Page 22
2021 2022 2023 2024 2025
1 Jan - 1 Jan - 1 Jan - 1 Jan - 1 Jan -
LAPORAN LABA RUGI
31 Des 31 Des 31 Des 31 Des 31 Des
AUDITED
Bunga Pinjaman Pemegang
Saham (161) - (118) (424) (625)
Rugi sebelum pajak (5.430) (5.988) (7.395) (7.826) (7.065)
Manfaat (beban) pajak
Pajak kini - - - - -
Pajak tangguhan 8 (6) 38 44 1.529
Rugi tahun berjalan (5.422) (5.994) (7.357) (7.781) (5.535)
Sumber: Laporan Keuangan Audit FITT Tahun 2021 –2025, diolah
Pendapatan
Pendapatan Perseroan selama periode historis 2021 – 2025 mengalami peningkatan sebesar
CAGR 7,99%. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan pendapatan Perseroan pada
penyediaan jasa layanan hotel.
Beban Pokok Pendapatan
Beban pokok pendapatan Perseroan menunjukkan kenaikan dari tahun 2021 – 2025 dengan
CAGR sebesar 14,11%. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan pada beban terkait usaha
perhotelan.
Rugi Tahun Berjalan
Perseroan mencatatkan rugi tahun berjalan selama periode historis 2021 – 2025 dengan
peningkatan CAGR sebesar 8,01%. Hal ini dikarenakan oleh meningkatnya beban beban lain-
lain.
Tinjauan Arus Kas
(Dalam Rupiah)
2021 2022 2023 2024 2025
1 Jan - 1 Jan - 1 Jan - 1 Jan - 1 Jan -
LAPORAN ARUS KAS
31 Des 31 Des 31 Des 31 Des 31 Des
AUDITED
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
Penerimaan Kas Dari Pelanggan 7.587 10.202 11.843 13.239 9.065
Pembayaran Kas Kepada Pemasok
dan Pihak Ketiga (5.530) (6.974) (8.554) (18.541) (6.384)
Pembayaran Kas Kepada Karyawan (3.185) (3.637) (3.668) (3.691) (3.651)
Penerimaan (Pembayaran):
Penghasilan Bunga 11 44 14 157 140
Beban Keuangan (2.501) (3.415) (3.380) (2.710) (1.846)
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 19
Page 23
2021 2022 2023 2024 2025
1 Jan - 1 Jan - 1 Jan - 1 Jan - 1 Jan -
LAPORAN ARUS KAS
31 Des 31 Des 31 Des 31 Des 31 Des
AUDITED
Beban Pajak (24) (131) (288) (1.241) (1.210)
Operasional Lainnya 137 185 125 2 -
Arus kas bersih digunakan untuk
aktivitas operasi (3.505) (3.727) (3.908) (12.785) (3.887)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
Perolehan Aset Dalam Pengerjaan - - - - (9.245)
Perolehan Aset Tetap (267) (4.946) (289) (126) (56)
Arus kas bersih aktivitas investasi (267) (4.946) (289) (126) (9.301)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Tambahan Modal Disetor Yang
Berasal Dari
Penerbitan Saham Baru 14.296 3.110 - 50.834 -
Biaya Emisi Saham (710) (980) - (699) -
Pembayaran Utang Bank (167) (9) (3.720) (5.400) (9.300)
Penerimaan Pinjaman dari Pihak
Berelasi (1.000) - 7.000 8.000 14.002
Arus kas bersih diperoleh dari
aktivitas pendanaan 12.419 2.121 3.280 52.735 4.702
PENURUNAN KAS DAN SETARA
KAS 8.647 (6.552) (917) 39.824 (8.485)
KAS DAN SETARA KAS AWAL
TAHUN 1.682 10.328 3.777 2.860 42.684
SALDO AKHIR KAS DAN SETARA
KAS 10.328 3.777 2.860 42.684 34.198
Sumber: Laporan Keuangan Audit FITT Tahun 2021 – September 2025, diolah
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Arus kas dari aktivitas operasi Perseroan selama periode historis 2021 sampai dengan 2025,
mencatatkan arus kas negatif dan di tahun 2024 mencatatkan peningkatan tertinggi. Hal ini
dikarenakan adanya peningkatan pembayaran kas kepada pemasok dan pihak ketiga di tahun
tersebut.
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Arus kas dari aktivitas investasi selama periode historis selalu mencatatkan kegiatan investasi
yang terjadi selama periode historis 2021 – 2025 terkait penambahan aset tetap dan untuk
perolehan pekerjaan proyek Kertajati Umrah Park.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 20
Page 24
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Arus kas dari aktivitas pendanaan Perseroan selama periode historis tahun 2021 – 2025
sebagian besar terkait dengan pembiayaan untuk kebutuhan modal kerja operasional
Perseroan. Di periode awal tahun 2024, Perseroan memperoleh penerbitan saham baru.
Rasio Keuangan
Rasio Likuiditas
2021 2022 2023 2024 2025
RASIO LIKUIDITAS 1 Jan - 1 Jan - 1 Jan - 1 Jan - 1 Jan -
31 Des 31 Des 31 Des 31 Des 31 Des
Current Ratio (x) 1,95 0,97 0,34 2,97 2,71
Quick Ratio (x) 1,94 0,82 0,24 2,41 1,23
Cash Ratio (x) 1,88 0,75 0,21 2,39 1,22
✓ Rasio lancar Perseroan pada tahun 2021 – 2025 rata-rata menunjukkan angka di atas 1,
hal ini menunjukkan bahwa Perseroan memiliki tingkat likuiditas sehat dalam melunasi
liabilitas jangka pendeknya menggunakan aset lancar.
Rasio Solvabilitas
2021 2022 2023 2024 2025
RASIO SOLVABILITAS 1 Jan - 1 Jan - 1 Jan - 1 Jan - 1 Jan -
31 Des 31 Des 31 Des 31 Des 31 Des
Debt To Equity Ratio (x) 0,67 0,69 0,99 0,30 0,36
Debt To Asset Ratio (x) 0,38 0,40 0,48 0,23 0,22
✓ Utang berbunga terhadap ekuitas terlihat mengalami penurunan periode historis dari tahun
2021 sampai dengan 2025, hal ini menunjukan adanya perbaikan pada struktur modal
Perseroan yang lebih kuat pada ekuitas yang dimiliki Perseroan dibandingkan fasilitas
utang berbunga yang digunakan.
Rasio Profitabilitas
Rasio Profitabilitas 2021 2022 2023 2024 2025
Gross Profit Margin 36,05% 37,75% 35,34% 31,62% 19,41%
Operating Profit Margin -61,98% -57,05% -62,49% -58,66% -89,43%
Net Profit Margin -61,89% -57,11% -62,17% -58,32% -88,91%
Return On Asset -8,15% -9,68% -12,73% -7,60% -5,73%
Return On Equity -14,23% -16,95% -26,13% -10,04% -7,87%
✓ Selama periode historis margin keuntungan dari kegiatan operasional menunjukkan hasil
yang negatif. Hal ini menunjukan bahwa Perseroan memiliki kinerja yang kurang baik
sebagai perusahaan dibidang penyediaan hotel.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 21
Page 25
2.9 Produk dan Layanan
FITT merupakan Holding Company yang memiliki kepemilikan saham secara langsung pada
perusahaan anak yaitu BMP serta FAW dan tidak terlibat langsung dalam pengelolaan bisnis
perseroan. Sebagai perusahaan yang berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan, FITT
tidak hanya berfokus pada pencapaian kinerja ekonomi, tetapi juga secara aktif menjalankan
tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), dengan tujuan mendorong kemajuan industri
sekaligus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi masyarakat.
2.10 Teknologi yang Digunakan
Dalam rangka perubahan kegiatan usaha dengan KBLI 64200 (Aktivitas Perusahaan Holding)
dan KBLI 70209 (Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya), Perseroan tidak memerlukan
teknologi khusus yang bersifat operasional. Sebagai perusahaan holding, aktivitas utama
Perseroan lebih berfokus pada pengelolaan investasi dan koordinasi strategis dengan entitas
anak.
2.11 Peraturan Perundang-undangan yang Terkait
Beberapa peraturan perundangan-undangan yang terkait dengan pengembangan proyek
kegiatan usaha Perseroan, antara lain adalah:
1. Peraturan perundang-undangan terkait penilaian adalah Undang-undang Nomor 7 Tahun
2021 Tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.
2. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 59/PMK.03/2022 tentang Perubahan atas PMK
No. 231/PMK.03/2019 tentang Tata Cara Pendaftaran Penghapusan NPWP, Pengukuhan
dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, serta Pemotongan dan/atau
Pemungutan, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak Bagi Instansi Pemerintah.
3. POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan Kegiatan
Usaha.
4. POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum
Pemegang Saham Perusahaan Terbuka.
5. Peraturan BPS Nomor 2 Tahun 2020 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
Indonesia.
6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 Tentang
Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 22
Page 26
2.12 Gambaran Perekonomian dan Industri
Perekonomian Dunia
Pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan sebesar 3,1% pada tahun 2026 dan 3,2% pada
tahun 2027, lebih lambat dari laju pertumbuhan pada tahun 2024-2025 sekitar 3,4%, lebih
lambat dari rata-rata historisnya selama tahun 2000–2019 sebesar 3,7 persen. Perkiraan untuk
tahun 2026 turun sebesar 0,2 poin persentase dan perkiraan untuk tahun 2027 tidak mengalami
perubahan. Pertumbuhan global diperkirakan akan direvisi ke atas apabila tidak ada perang.
Oleh karena itu, proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2026 sebagian besar mencerminkan
gangguan akibat konflik di Timur Tengah, sebagian diimbangi oleh dampak dari penurunan
tarif. Perang di Timur Tengah semakin mendorong kondisi dan perkiraan perekonomian global
memburuk. Penurunan pertumbuhan ekonomi global didorong harga minyak dan komoditas
dunia yang meningkat dan diikuti disrupsi rantai pasok perdagangan antarnegara. Imbal hasil
(yield) US Treasury juga mengalami peningkatan disebabkan dampak prakiraan defisit fiskal
Amerika Serikat (AS) yang lebih besar. Aliran modal global terus bergeser ke safe-haven
assets terutama pasar uang AS sejalan dengan meningkatnya preferensi investor terhadap
aset aman. Indeks dolar AS terhadap mata uang negara maju (DXY) terus menguat,
sedangkan mata uang emerging markets makin tertekan. Di eropa pertumbuhan diperkirakan
akan menurun dari 1,4% pada tahun 2025 menjadi 1,1% pada tahun 2026 dan 1,2% pada
tahun 2027. Tekanan pada perekonomian dipengaruhi kenaikan harga energi sejak invasi
Rusia ke Ukraina serta ditambah dengan dampak negatif dari konflik Timur Tengah.
Inflasi utama global diperkirakan akan meningkat menjadi 4,4% pada tahun 2026 dan menurun
menjadi 3,7% pada tahun 2027. Hal tersebut mencerminkan perkiraan kenaikan harga energi
dan pangan. Perbedaan inflasi terjadi di berbagai negara diantaranya inflasi inti AS
diperkirakan kembali pada sasaran inflasi 2% pada tahun 2027. Sementara itu, inflasi akan
mencapai 4% pada tahun 2027 di Inggris Raya didorong efek kenaikan energi dan tekanan
pada pasar tenaga kerja terutama pada pertumbuhan upah. Di Jepang, inflasi akan melambat
pada tahun 2026 dan akan kembali pada sasaran inflasi pada tahun 2027 dipengaruhi harga
pangan dan komoditas yang sudah mereda. Inflasi di Tiongkok diproyeksikan mulai naik dari
tingkat inflasi yang rendah, sementara inflasi di India diperkirakan akan kembali mendekati
sasaran inflasi setelah harga pangan yang menurun.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 23
Page 27
Perkembangan Ekonomi Global (%)
Sumber: website IMF
Perekonomian Indonesia
Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 5,39% (yoy), lebih tinggi dari
pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 5,04% (yoy). Peningkatan ini terutama
ditopang oleh permintaan domestik dari konsumsi rumah tangga dan investasi sejalan dengan
dampak positif berbagai stimulus kebijakan Pemerintah dan bauran kebijakan Bank Indonesia.
Dengan perkembangan ini, pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan tahun 2025 sebesar
5,11% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada 2024 sebesar 5,03% (yoy)
dan diikuti dengan perbaikan kualitas ketenagakerjaan.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 24
Page 28
Tabel : Pertumbuhan Ekonomi Dari Sisi Pengeluaran
Komponen 2024 2024 2025 2025
III IV I II III IV
Konsumasi Rumah Tangga 4,91 4,98 4,94 4,95 4,97 4,89 5,11 4,98
Konsumsi Lembaga Nonprofit 11,46 6,06 12,48 3,07 7,82 3,76 5,90 5,13
yang Melayani Rumah Tangga
Konsumsi Pemerintah 4,62 4,17 6,61 -1,37 -0,33 5,66 4,55 2,50
Investasi (PMTDB) 5,16 5,03 4,61 2,12 6,99 5,04 6,12 5,09
Investasi Bangunan 6,02 5,26 5,51 1,35 4,89 3,02 3,74 3,25
Investigasi Non Bangunan 2,96 4,40 2,23 4,32 12,93 10,34 12,39 10,12
Ekspor 8,79 7,63 6,51 6,44 10,95 9,14 3,25 7,03
Impor 11,92 10,36 7,95 4,00 11,48 0,86 3,96 4,77
PDB 4,95 5,02 5,03 4,87 5,12 5,04 5,39 5,11
Sumber : Badan Pusat Statistik
Pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh LU kecuali Pertambangan dan Penggalian; serta
Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang yang masing masing
terkontraksi sebesar 1,31% dan 0,51%. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah
Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,98%, diikuti noleh Jasa Lainnya sebesar 8,71%.
Sementara itu, Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan terhadap perekonomian
Indonesia tumbuh sebesar 5,40%.
Grafik : PDB Menurut Lapangan Usaha
PDB Menurut Lapangan Usaha (%)
11,36%
8,98% 8,71%
7,92%
6,07% 6,51%
4,89% 5,40% 5,23% 5,14% 5,81% 5,62%
3,89% 3,95%
0,72% 1,06%
-0,51%
-1,31%
Industri Perdagangan; Pertanian, Konstruksi Pertambangan & Transportasi dan Jasa Lainnya Pengadaan Air, Lainnya
Pengolahan Reparasi Mobil Kehutanan, & Penggalian Pegudangan Pengelolaan
& Motor Perikanan Sampah, Limbah
Triw II-2024 Triw II-2025 Triw III -2025 dan Daur Ulang
Sumber : BPS
Secara spasial, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tercatat di seluruh wilayah Indonesia
terutama di Jawa dan Sulawesi dan Bali. Kelompok provinsi di Pulau Sulawesi mencatat
pertumbuhan tertinggi sebesar 6,23%, diikuti oleh Pulau Jawa sebesar 5,30%, Pulau Bali dan
Nusa Tenggara sebesar 4,87%, Pulau Sumatera sebesar 4,81%, dan Pulau Kalimantan
sebesar 4,79%. Sementara itu, kelompok provinsi di Pulau Maluku dan Papua mencatat
pertumbuhan terendah, yakni sebesar 1,44%.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 25
Page 29
Kinerja positif ekonomi Indonesia terus berlanjut pada 2025, dan diprakirakan akan lebih tinggi
pada 2026 dan 2027. Kinerja ekspor nonmigas meningkat dipengaruhi front-loading ekspor ke
AS sebagai respons antisipasi eksportir terhadap kebijakan tarif AS, di samping kenaikan
ekspor produk pertanian dan manufaktur, khususnya komoditas minyak kelapa sawit (Crude
Palm Oil, CPO) ke India seiring penurunan bea impor. Kenaikan pertumbuhan ekonomi juga
ditopang oleh permintaan domestik, khususnya investasi swasta dan realisasi sejumlah
program prioritas Pemerintah, termasuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di
berbagai daerah. Konsumsi rumah tangga juga tumbuh baik seiring tingginya mobilitas
masyarakat, meskipun terbatasnya ketersediaan lapangan kerja.
Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi diprakirakan
berlanjut pada triwulan I 2026. Konsumsi rumah tangga meningkat ditopang berbagai program
stimulus Pemerintah, pelonggaran kebijakan moneter, ekspektasi konsumen yang terus
membaik serta peningkatan kegiatan ekonomi pada berbagai Hari Besar Keagamaan Nasional
(HBKN) di triwulan I 2026 seperti Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, dan Idulfitri 1447 H.
Investasi juga diprakirakan tumbuh lebih tinggi didorong oleh investasi Pemerintah, termasuk
hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA), serta perbaikan keyakinan pelaku usaha yang masih
berlanjut. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 dan 2027 akan
mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya menjadi masing-masing dalam kisaran 4,9–
5,7% dan 5,1–5,9%.
Neraca Pembayaran Indonesia
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap sehat di tengah ketidakpastian global. Pada triwulan
IV 2025, NPI diprakirakan tetap baik didukung neraca perdagangan yang tetap mencatat
surplus pada Desember 2025 sebesar 2,5 miliar dolar AS, ditopang terutama oleh ekspor
berbasis sumber daya alam. Perkembangan ini mendorong tetap rendahnya defisit transaksi
berjalan pada 2025 kisaran defisit 0,5% sampai dengan surplus 0,3% dari PDB. Pada triwulan
I 2026, neraca perdagangan diprakirakan kembali mencatat surplus ditopang oleh membaiknya
ekspor nonmigas. Sementara itu, aliran investasi portofolio asing pada triwulan I 2026 (hingga
13 Februari 2026) mencatat net inflows sebesar 1,6 miliar dolar AS terutama ditopang aliran
modal asing yang cukup besar ke SRBI dan SBN, sedangkan aliran modal pada saham
mencatat outflows. Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi
sebesar 154,6 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,1 bulan impor
dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan
internasional sekitar 3 bulan impor.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 26
Page 30
Tabel : Neraca Perdagangan Indonesia
2023 2024* 2025
Komponen
III IV Total I II III IV Total I* II* III* IV** Total**
Transaksi Berjalan -1,3 -1,4 -2,0 -2,4 -3,0 -2,0 -1,2 -8,7 -0,2 -2,8 4,0 -2,5 -1,5
A. Barang 10,2 11,4 46,3 9,3 10,0 9,2 11,3 39,8 13,0 10,6 16,1 10,2 49,8
Ekspor, fob 63,5 65,9 257,7 61,9 62,3 67,5 71,3 263,1 65,9 68,0 73,9 72,6 280,4
Impor, fob -53,3 -54,5 -211,4 -52,6 -52,3 -58,3 -60,0 -223,3 -53,0 -57,4 -57,8 -62,4 -230,6
a. Non migas 16,0 17,7 67,8 15,1 15,2 14,7 17,8 62,7 18,8 15,7 20,9 16,4 71,8
b. Migas -5,4 -5,9 -19,9 -5,5 -4,6 -4,4 -5,1 -19,6 -4,7 -4,2 -4,8 -5,7 -19,5
B. Jasa-jasa -3,9 -4,8 -17,7 -4,2 -5,0 -4,2 -5,2 -18,6 -5,5 -5,5 -4,3 -4,9 -19,8
C. Pendapatan -8,8 -9,3 -36,0 -8,8 -9,4 -8,5 -9,0 -35,9 -9,3 -9,8 -9,4 -9,6 -38,2
Primer
D. Pendapatan 1,3 1,3 5,4 1,3 1,4 1,5 1,7 6,0 1,6 1,7 1,7 1,8 6,7
Sekunder
Transaksi Modal -0,5 10,8 9,9 -2,4 2,6 8,0 9,4 17,7 -0,4 -5,2 -8,1 8,3 -4,2
dan Finansial
1. Investasi 2,7 3,4 14,4 4,9 2,3 5,1 3,4 15,7 2,5 2,6 2,5 2,8 14,1
Langsung
2. Investasi -3,0 4,9 2,2 -2,1 3,2 9,8 -2,5 8,3 1,0 -8,1 -7,1 4,6 -9,4
Portofolio
3. Investasi Lainnya -0,1 2,4 -6,9 -4,8 -3,3 -7,2 8,5 -6,7 -4,2 0,3 -3,4 0,7 -9,2
Neraca Keseluruhan -1,5 8,6 6,3 -6,0 -0,6 5,9 7,9 7,2 -0,8 -6,7 -6,4 6,1 -7,8
*Cadangan Devisa 134,9 146,4 146,4 140,4 140,2 149,9 155,7 155,7 157,1 152,6 148,7 156,5 156,5
Dalam bulan impor 6,0 6,5 6,5 6,2 6,1 6,4 6,5 6,5 6,5 6,1 6,0 6,2 6,2
dan pembayaran
ULN pemerintah
*Transaksi Berjalan -0,4 -0,4 -0,1 -0,7 -0,9 -0,6 -0,3 -0,6 -0,1 -0,8 1,1 -0,7 -0,1
(%PDB)
Sumber : Bank Indonesia. *Angka sementara; ** Angka sangat sementara
Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada 2025 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1%,
tercatat sebesar 2,92% (yoy), masih berada dalam kisaran sasaran meskipun lebih tinggi dari
inflasi 2024 sebesar 1,57% (yoy). Perkembangan ini ditopang inflasi inti yang terjaga rendah
sebesar 2,38% (yoy) dengan andil terhadap inflasi IHK sebesar 1,53% (yoy). Perkembangan
inflasi inti tersebut terutama disumbang oleh kenaikan harga emas global, di tengah perbaikan
permintaan yang masih gradual dan ekspektasi inflasi yang terjaga. Secara spasial, inflasi IHK
yang terkendali tecermin dari sebagian besar provinsi yang berada dalam rentang sasaran
nasional. Inflasi VF pada 2025 tercatat 6,21% (yoy) meningkat dibandingkan dengan capaian
2024 sebesar 0,12% (yoy). Berbagai sinergi kebijakan pengendalian inflasi VF ditempuh Bank
Indonesia dan Pemerintah Pusat-Daerah pada 2025 melalui forum Tim Pengendalian Inflasi
Pusat (TPIP) dan Daerah (TPID). Sinergi tersebut secara umum mencakup upaya menjaga
keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi serta upaya memperkuat
efektivitas komunikasi dalam menjaga ekspektasi pelaku ekonomi. Sementara itu, kelompok
administered price (AP) mengalami inflasi sebesar 1,93% (yoy), meningkat dari Desember
2024 yang sebesar 0,56% (yoy) maupun November 2025 yang sebesar 1,58% (yoy).
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 27
Page 31
Secara spasial, inflasi tahunan IHK Desember 2025 meningkat di seluruh wilayah tercatat 29
provinsi berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1%, sementara itu tujuh provinsi
berada di atas sasaran inflasi nasional dan dua provinsi lainnya di bawah sasaran inflasi
nasional. Inflasi tahunan tertinggi tercatat di Aceh sebesar 6,71% (yoy), Sumatera Barat 5,15%
(yoy), dan Riau sebesar 4,88% (yoy). Inflasi IHK pada tahun 2026 dan 2027 diperkirakan
berada dalam sasaran 2,5±1%, dipengaruhi oleh prospek harga komoditas global yang
mengalami peningkatan.
Grafik : Inflasi Indonesia
Inflasi Indonesia
Sumber: Badan Pusat Statistik
Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah pada 20 Januari 2026 tercatat sebesar Rp16.945 per dolar AS, melemah
1,53% (ptp) bila dibandingkan dengan level akhir Desember 2025. Pelemahan nilai tukar
tersebut dipengaruhi aliran keluar modal asing akibat meningkatnya ketidakpastian pasar
keuangan global. Selain itu, kenaikan permintaan valas oleh perbankan dan korporasi domestik
sejalan dengan kegiatan ekonomi turut memengaruhi kinerja Rupiah. Dalam upaya menjaga
stabilitas nilai tukar Rupiah, Bank Indonesia menempuh intensitas langkah stabilisasi melalui
intervensi di pasar NDF baik di off-shore maupun on-shore (DNDF) dan pasar spot. Respons
kebijakan ini dapat menjaga volatilitas nilai tukar Rupiah dan tetap konsisten dengan upaya
pencapaian sasaran inflasi 2,5±1% pada tahun 2026.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 28
Page 32
Suku Bunga
Kebijakan moneter Bank Indonesia terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi
lebih tinggi dengan menjaga stabilitas tinggi dengan tetap menjaga stabilitas perekonomian.
Kebijakan moneter ditempuh melalui penurunan suku bunga BI-rate, stabilisasi nilai tukar
Rupiah, dan ekspansi likuiditas moneter. Sejak September 2024, BI-rate telah turun sebesar
150 bps, yaitu 25 bps pada September 2024 dan 125 bps selama tahun 2025 menjadi 4,75%
hingga Desember 2025, yang merupakan level terendah sejak tahun 2022. Kebijakan
stasbilisasi ilai tukar Rupiah terus diperkuat dengan intervensi di pasar off-shore melalui NDF
dan intervensi di pasar domestik melalui pasar spot, DNDF, serta pembelian SBN di pasar
sekunder. Ekspansi likuiditas Rupiah juga ditempuh Bank Indonesia melalui penurunan posisi
instrumen moneter SRBI dari Rp916,97 trliun pada awal tahun 2025 menjadi Rp730,90 triliun
pada akhir tahun 2025, serta berlanjut turun menjadi Rp694,04 triliun pada 20 Januari 2026.
Bank Indonesia juga membeli SBN sebagai bentuk sinergi erat antara kebijakan moneter dan
kebijakan fiskal, yang pada 2026 hingga 20 Januari 2026 mencapai Rp23,69 triliun, termasuk
pembelian di pasar sekunder sebesar Rp13,21 triliun. Pembelian SBN di pasar sekunde
dilakukan sesuai mekanisme pasar, terukur, transparan, dan konsisten dengan program
moneter dalam menjaga stabilitas perekonomian sehingga dapat terus menjaga kredibilitas
kebijakan moneter.
Grafik : Suku Bunga Kebijakan BI dan IndONIA
Suku Bunga Kebijakan BI dan IndONIA
Sumber: Bank Indonesia
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 29
Page 33
Prospek Industri Holding Company di Bursa Indonesia
Holding company di Bursa Efek Indonesia memiliki peran sentral dalam mengonsolidasikan
aset lintas sektor dan menciptakan efisiensi manajerial. Struktur kepemilikan yang terintegrasi
memungkinkan entitas holding untuk mengoptimalkan alokasi modal, memperkuat daya saing,
serta memberikan akses yang lebih luas bagi investor terhadap sektor-sektor strategis.
Kapitalisasi pasar BEI yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir mencerminkan
kepercayaan investor terhadap instrumen investasi yang mampu menawarkan diversifikasi
risiko sekaligus potensi pertumbuhan jangka panjang. Dalam konteks tersebut, holding
company dipandang sebagai salah satu pilar penting dalam memperkuat ekosistem pasar
modal Indonesia.
Prospek ke depan menunjukkan bahwa holding dengan portofolio di sektor energi terbarukan,
teknologi hijau, pangan, dan logistik akan memperoleh momentum pertumbuhan yang
signifikan. Kebijakan pemerintah terkait transisi energi, program makan bergizi gratis, serta
pembangunan perumahan rakyat menjadi katalis utama bagi sektor-sektor tersebut. Di sisi lain,
sektor konsumsi domestik tetap menjadi tulang punggung, didukung oleh daya beli masyarakat
yang relatif stabil. Holding yang mampu mengintegrasikan portofolio tradisional seperti batu
bara dan kelapa sawit dengan sektor baru berbasis keberlanjutan akan memiliki posisi
kompetitif yang lebih kuat dalam menghadapi perubahan paradigma investasi global.
Meski peluang pertumbuhan terbuka lebar, holding company tetap menghadapi tantangan
berupa volatilitas harga komoditas, ketidakpastian ekonomi global, serta kompleksitas
pengelolaan entitas anak. Dalam hal ini, tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel
menjadi faktor penentu keberhasilan. OJK menekankan pentingnya keterbukaan informasi,
pengendalian risiko, serta laporan penilaian independen dalam setiap transaksi material.
Dengan penerapan prinsip tata kelola yang konsisten, holding company tidak hanya mampu
menjaga kepercayaan investor, tetapi juga berperan sebagai katalisator dalam memperkuat
integritas dan daya tarik pasar modal Indonesia.
Selain prospek sektor dan posisi strategis di pasar modal, keunggulan utama dari struktur
holding company adalah fleksibilitas dalam pengelolaan portofolio. Holding mampu melakukan
konsolidasi keuangan, sehingga laporan keuangan grup lebih transparan dan efisien untuk
kepentingan regulator maupun investor. Dari sisi operasional, holding dapat mengoptimalkan
alokasi modal antar entitas anak, memanfaatkan sinergi bisnis, serta menekan biaya melalui
shared services (misalnya fungsi keuangan, SDM, dan teknologi). Keunggulan lainnya adalah
kemampuan holding untuk melakukan restrukturisasi portofolio secara cepat, baik melalui
akuisisi maupun divestasi, sehingga lebih adaptif terhadap dinamika pasar.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 30
Page 34
Holding juga memberikan nilai tambah bagi investor karena menawarkan diversifikasi risiko
yang lebih luas dibandingkan investasi pada satu entitas tunggal. Dengan kepemilikan lintas
sektor, holding dapat menyeimbangkan fluktuasi kinerja dari masing-masing entitas anak. Hal
ini menjadikan holding sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, sekaligus memberikan
peluang pertumbuhan dari sektor-sektor baru yang sedang berkembang.
Dari perspektif tata kelola, holding company memungkinkan penerapan standar pengendalian
internal yang lebih konsisten di seluruh entitas anak. Dengan adanya struktur pengawasan
terpusat, holding dapat memastikan kepatuhan terhadap regulasi OJK dan BEI, sekaligus
meningkatkan kredibilitas di mata investor institusional maupun publik. Kombinasi antara
efisiensi, diversifikasi, dan tata kelola yang kuat menjadikan holding company sebagai model
bisnis yang berdaya tahan tinggi dalam menghadapi siklus ekonomi maupun perubahan
kebijakan.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 31
Page 35
III. Analisis Kelayakan
Analisis Kelayakan Bisnis pada bab ini didasarkan pada cakupan atau Lingkup Penugasan
yang diberikan Perseroan, di mana fokus utama pengembangan usaha yang terdiri dari
perubahan kegiatan usaha yaitu KBLI 64200 (Aktifitas Perusahaan Holding) dan KBLI 70209
(Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya). Hal ini sesuai dengan konfirmasi Perseroan yang
telah disesuaikan dengan rencana proyeksi keuangan terkait aktivitas perusahaan holding dan
jasa konsultasi manajemen yang diberikan oleh Manajemen Perseroan sebagai rencana bisnis
jangka panjang.
3.1 Aspek Pasar
Dalam analisis kelayakan pada Aspek Pasar, KJPP Andesta melakukan evaluasi dan tinjauan
beberapa variabel yang menjadi bagian dari Aspek Pasar, antara lain:
a. Pangsa Pasar dan Kesinambungan untuk kegiatan usaha pada aktivitas perusahaan
holding dari pasar tersebut;
b. Potensi Pasar, Sasaran Pasar dan Potensi Nilai Pasar;
c. Kompetisi dan pelaku di industri yang sejenis;
d. Strategi pemasaran
3.1.1 Pangsa dan Kesinambungan (Sustainability) dari Pasar
Pangsa Pasar
Perekonomian Indonesia tercatat mengalami pertumbuhan dan proyeksi kedepan tetap
tumbuh positif dengan target pertumbuhan yang meningkat setiap tahunnya. Hal tersebut juga
mendorong meningkatnya aktivitas investasi serta ekspansi bisnis yang membutuhkan
perusahaan holding serta jasa konsultasi manajemen agar memberikan dukungan bagi para
pengembang usaha. Proses bisnis yang kompleks mendorong perusahaan memiliki strategi
pengelolaan investasi yang efektif, struktur grup perusahaan yang optimal, pengelolaan serta
pengambilan keputusan yang strategis. Aktivitas perusahaan holding memiliki peranan penting
bagi entitas anak usaha diantaranya untuk menciptakan sinergi atarperusahaan sehingga
meningkatkan nilai perusahaan secara keseluruhan.
Dengan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi nasional, prospek aktivitas investasi
kedepan, serta kebutuhan akan pengelolaan investasi dan konsultasi manajemen, FITT yang
menjalankan operasional melalui entitas anak nantinya diberbagai industri memiliki peluang
untuk mengembangkan kegiatan usaha sebagai perusahaan holding. Rencana Perseroan
kedepan diantaranya untuk melakukan diversifikasi usaha melalui penambahan entitas anak
lainnya dengan akuisisi perusahaan target bidang industri pertambangan dinilai dapat
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 32
Page 36
memperluas pendapatan, serta menciptakan sinergi antar lini usaha guna mendukung
pertumbuhan jangka panjang Perseroan.
Kesinambungan (Sustainability)
Dalam menjalankan kegiatan usaha Aktivitas Perusahaan Holding nantinya FITT melakukan
investasi pada perusahaan dengan bidang usaha yang beragam, sehingga perluasan usaha
tersebut dilakukan untuk memiliki anak perusahaan yang memungkinkan dari berbagai sektor
industri guna menjaga kesinambungan kegiatan usaha FITT.
3.1.2 Potensi Pasar, Sasaran dan Potensi Nilai Pasar
Berdasarkan data informasi manajemen, FITT berencana melakukan investasi pada
perusahaan yang menawarkan peluang atau potensi untuk menciptakan nilai tambah. Sektor
industri yang saat ini memiliki potensi bertumbuh sejalan dengan pembangunan perekonomian
Indonesi yaitu sektor jasa pertambangan khususnya komoditas nikel yang juga memiliki
aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya. Investasi tersebut diproyeksikan
akan mencatatkan laba bersih tahun 2030 sebesar Rp29,94 miliar (Proyeksi). Hal tersebut
menjadi potensi penambahan nilai pasar bagi FITT.
3.1.3 Pesaing Usaha
Rencana perubahan kegiatan usaha FITT berupa aktifitas perusahaan holding tentunya tidak
terlepas dari kompetitor. Berdasarkan informasi dari manajemen FITT untuk saat ini
perusahaan sejenis di Indonesia yang dapat dijadikan referensi secara umum bergerak di
industri yang sama dan memiliki kegiatan usaha yang sebanding dengan FITT berdasarkan
data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha sebagai
perusahaan investasi tercatat di bursa sebagai berikut:
No Nama Perusahaan
1. PT. Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG)
2. PT. Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA)
3. PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM)
4. PT. MNC Kapital Indonesia Tbk. (BCAP)
5. PT. Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET)
6. PT. MNC Asia Holding Tbk (BHIT)
7. PT. Charnic Capital Tbk. (NICK)
Sumber: Bursa Efek Indonesia
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 33
Page 37
Kegiatan usaha perusahaan holding di Indonesia merupakan industri yang kompetitif dengan
persaingan yang berbeda dibandingkan dengan perusahaan penghasil produk atau penyedia
jasa. Perusahaan holding mencatatkan keberhasilan secara umum didasarkan pada
kemampuan perusahan mengidenfikasi peluang investasi, mengakusisi perusahaan,
mengembangkan perusahaan dalam kelompok bisnisnya. Terdapat banyak perusahaan
holding dan investasi di Indonesia yang memiliki nilai aset, skala usaha, jaringan bisnis dan
diversifikasi investasi diberbagai sektor yang lebih besar dari Perseroan. Meskipun demikian,
peluang investasi masih terus berkembang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional,
transformasi berbagai sektor industri, serta adanya perusahaan yang membutuhkan dukungan
modal dan pengelolaan usaha. Maka, peluang Perseroan tetap besar untuk berkembang
dengan strategi investasi yang tepat dan fokus pada perusahaan yang memiliki peluang
pertumbuhan yang baik. Selain itu, peluang memberikan layanan yang terintegrasi antara
investasi yang dilakukan dengan pengembangan bisnis masih besar. Hal ini membertikan
peluang bagi Perseroan untuk menjalankan dan mengembangkan kegiatan usaha secara
berkelanjutan.
3.1.4 Strategi Pemasaran
Sebagai perusahaan holding, saat ini Perseroan tidak melakukan kegiatan pemasaran produk
secara langsung karena tidak menghasilkan produk maupun jasa yang ditujukan kepada
konsumen. Seluruh aktivitas pemasaran terkait produk atau jasa akan dijalankan oleh entitas
anak sesuai dengan bidang usahanya, sementara Perseroan berfokus pada pengelolaan
investasi.
3.2 Aspek Teknis
Dalam analisis kelayakan pada Aspek Teknis, KJPP Andesta melakukan evaluasi dan tinjauan
beberapa variabel yang menjadi bagian dari Aspek teknis, antara lain:
3.2.1 Kapasitas Bisnis Perseroan
FITT sebagai perusahaan holding memiliki kapasitas yang memadai dalam mendukung
kegiatan usaha entitas anak di bidang real estate. Saat ini FITT memiliki kepemilikan saham
langsung pada BMP dan FAW, dimana BMP sudah beroperasi secara komersial bergerak
dalam industri penyediaan perhotelan sehingga FITT dapat dianggap perusahaan induk yang
berpengalaman. Kapasitas tersebut tercermin diantaranya dari pengalaman manajemen lebih
dari 8 tahun dalam industri. Selain itu, Perseroan memberikan dukungan finansial untuk
kelancaran aktivitas pengembangan proyek yang dijalankan oleh entitas anak. Perseroan juga
memastikan bahwa entitas anak memiliki sumber daya manusia, perizinan, dan infrastruktur
yang lengkap untuk melaksanakan kegiatan usaha secara berkesinambungan. Dengan
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 34
Page 38
kombinasi pengalaman, dukungan finansial, dan sistem pengelolaan yang terstruktur,
Perseroan memiliki kapasitas yang memadai nuntuk mendukung keberhasilan pengembangan
proyek melalui entitas anaknya.
3.2.2 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
Bahan Baku Mentah
Dalam rencana perubahan kegiatan usaha, FITT tidak memerlukan bahan baku mentah karena
kegiatan usaha yang dijalankan bersifat holding dan pengelolaan investasi, bukan manufaktur
atau produksi, sehingga tidak melibatkan proses pengolahan bahan baku secara langsung.
Pekerja dan Tenaga Ahli
Jumlah personil atau tenaga ahli yang dialokasikan untuk kegiatan usaha baru pada prinsipnya
tidak akan mengalami pengurangan karena tenaga kerja yang ada pada Perseroan saat ini,
sejak semula memang berfokus pada fungsi strategis pengelolaan investasi serta
koordinasi.Namun Perseroan berencana akan menambah beberapa posisi manajemen dan
pendukung sesuai dengan kebutuhan perusahaan terbuka dan ketentuan peraturan yang
berlaku dan juga penambahan tenaga ahli baru sebagai personel pada Departemen Investasi.
Struktur Organisasi Perseroan yang direncanakan akan dilakukan penambahan di beberapa
posisi manajemen dan pendukung sebagaimana berikut:
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 35
Page 39
Kualifikasi dan kapabilitas personil Perseroan antara lain sebagai berikut:
Departemen / Jumlah Kualifikasi Rata-Rata
Sertifikasi & Keahlian Utama
Fungsi Personel Pendidikan Min. Pengalaman
Departemen
1 orang S-2 Magister BSMR and Overseas Training Minimal 8 tahun
Investasi
Departemen Keahlian dalam bidang Keuangan dan
1 orang S-1 Sarjana Minimal 6 tahun
Keuangan Akuntansi
Keahlian dalam bidang Keuangan dan
Komite Audit 2 orang S-1 Sarjana Minimal 6 tahun
Akuntansi
Komite
Nominasi & 1 orang S-1 Sarjana Keahlian dalam bidang Sumber Daya Manusia Minimal 6 tahun
Remunerasi
Corporate Keahlian dalam Good Corporate Governance
1 orang S-2 Magister Minimal 8 tahun
Secretary (GCG)
Audit Keahlian dalam Good Corporate Governance
1 orang S-1 Sarjana Minimal 6 tahun
Internal (GCG)
3.2.3 Proses Produksi dan/atau Operasional
Sebagai perusahaan holding, saat ini FITT tidak menghasilkan produk sehingga tidak memiliki
alur proses produksi tersendiri.
3.2.4 Alur dan Flow Chart
Dalam menjalankan bisnis pada kegiatan usaha aktivitas holding, FITT tidak menghasilkan
produk sehingga tidak memiliki alur dan flow chart tersendiri.
3.2.5 Proses Bisnis Entitas Anak
FITT menjalankan kegiatan usaha di bidang konstruksi gedung, berusaha dalam bidang
penyediaan akomodasi, berusaha dalam bidang real estat, berusaha dalam bidang aktivitas
olahraga dan rekreasi lainnya melalui entitas anak, dengan mengelola Fitra Hotel yang
merupakan hotel berbintang skala nasional di provinsi Jawa Barat.
3.3 Aspek Pola Bisnis
3.3.1 Kegiatan Usaha Utama
Berdasarkan pasal 3 anggaran dasar, maksud dan tujuan FITT adalah berusaha dalam bidang
konstruksi gedung, berusaha dalam bidang penyediaan akomodasi, berusaha dalam bidang
real estat, berusaha dalam bidang aktivitas olahraga dan rekreasi lainnya. Untuk mencapai
maksud dan tujuan tersebut FITT dapat melaksanakan kegitan usaha berikut:
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 36
Page 40
a. Kegiatan usaha utama yaitu menjalankan kegiatan hotel bintang lima, menjalankan
kegiatan usaha hotel bintang empat, menjalankan kegiatan usaha hotel bintang tiga,
menjalankan kegiatan usaha hotel bintang dua, menjalankan kegiatan usaha hotel bintang
satu, menjalankan kegiatan usaha hotel melati, menjalankan kegiatan usaha vila,
menjalankan kegiatan usaha apartemen hotel, menjalankan kegiatan usaha penyediaan
akomodasi jangka pendek lainnya.
b. Kegiatan usaha penunjang yang mendukung kegiatan usaha utama Perseroaan yaitu
menjalankan kegiatan usaha konstruksi gedung penginapan, menjalankan kegiatan usaha
real estat yang dimiliki sendiri atau disewa, menjalankan kegiatan usaha kawasan
pariwisata.
FITT juga merupakan Holding Company yang memiliki kepemilikan saham secara langsung
pada perusahaan anak yaitu BMP serta FAW dan tidak terlibat langsung dalam pengelolaan
bisnis perseroan.
3.3.2 Keunggulan Kompetitif
FITT dalam upaya menjalankan kegiatan usaha aktivitas perusahaan holding memiliki
keunggulan kompetitif dan terus mengembangkan keunggulan kompetitifnya dengan
meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh FITT. Sumber daya manusia
yang kompeten dibidangnya merupakan salah satu kunci keberhasilan untuk mencapai tujuan
perusahaan. Manajemen dalam menjalankan usahanya memiliki track record sebagai
perusahaan induk dengan kepemilikan saham langsung pada BMP dan FAW sehingga FITT
dapat dianggap perusahaan investasi yang berpengalaman. Selain itu, aktifitas perusahaan
holding juga akan didukung dengan rencana melakukan investasi pada perusahaan sektor
lainnya dengan mempertimbangkan potensi pasar guna meningkatkan daya saing FITT.
3.3.3 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk
Jumlah pesaing bisnis yang memiliki karakter bisnis yang sama dengan FITT tergolong tinggi,
yang dibuktikan dengan banyaknya perusahaan dengan aktivitas holding di Indonesia.
Terdapat sejumlah perusahaan holding dan investasi yang mFOemiliki model bisnis serupa
dengan Perseroan. Perusahaan-perusahaan tersebut melakukan investasi pada sektor usaha
yang sama atau menargetkan perusahaan yang memiliki prospek pertumbuhan yang
menjanjikan kedepan. Kemungkinan persaingan dengan bidang usaha perusahaan investasi
atau perusahaan holding cukup besar dimana perusahaan lain dapat melakukan investasi pada
perusahaan lain yang diperkirakan memiliki potensi pasar yang baik. Kegiatan usaha ini tidak
menghasilkan produk sehingga pesaing yang memiliki dana investasi dapat melakukan
penyertaan saham dan menjadi perusahaan induk. Hal tersebut membuat persaingan menjadi
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 37
Page 41
kompetitif. Upaya untuk tetap bertahan ditengah persaingan yang kompetitif dilakukan oleh
FITT dan entitas anak dengan penerapan strategi layanan terbaik untuk konsumen dan
memitigasi risiko sebelum menentukan investasi yang akan dilakukan oleh FITT. Dalam
menghadapi persaingan tersebut, Perseroan berencana menerapkan strategi yang berfokus
pada selektivitas investasi, penguatan tata kelola perusahaan, optimalisasi sinergi pada entitas
anak, serta pengembangan jaringan bisnis untuk memperoleh akses terhadap peluang
investasi yang potensial. Selain itu perusahaan akan mengedepankan kompetensi sumber
daya manusia agar mendorong terciptanya nilai tambah bagi perusahaan.
3.3.4 Kemampuan untuk Menciptakan Nilai
Kemampuan menciptakan nilai dengan posisi FITT sebagai perusahaan induk yang memiliki
fokus dalam mengelola investasi dan mendukung usaha entitas anak dapat melalui aspek
berikut:
a. Pengembangan kegiatan usaha entitas anak
Dalam menjalankan usaha aktivitas perusahaan dan entitas anak, FITT senantiasa
berupaya untuk memberikan kontribusi bagi peningkatan dan penguatan daya saing
entitas anak agar menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan.
b. Diversifikasi sumber pendapatan
Ditengah ketidakpastian pasar yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan, maka
diversifikasi sumber pendapatan dengan melakukan investasi pada entitas anak
diberbagai jenis industri, diharapkan dapat menciptakan stabilitas, dan daya saing dalam
jangka panjang bagi FITT.
c. Peningkatan kinerja keuangan
Dalam perubahan usaha aktivitas perusahaan holding dapat memberikan tambahan
sumber pendapatan dan meningkatkan kinerja keuangan konsolidasi bagi FITT.
Selanjutnya, dari atas manfaat tersebut maka perubahan kegiatan usaha tersebut mampu
memberikan nilai tambah untuk FITT.
Ketiga hal tersebut memberikan kontribusi positif terhadap penciptaan nilai, baik bagi
Perseroan maupun pemegang saham. Dukungan modal ke entitas anak juga akan
memperkuat daya saing, serta meningkatkan kinerja keuangan.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 38
Page 42
3.4 Aspek Model Manajemen
3.4.1 Ketersediaan Tenaga Kerja
Untuk perubahan kegiatan usaha sebagai aktifitas perusahaan holding, maka terkait
kebutuhan tenaga kerja berdasarkan evaluasi dengan manajemen FITT disampaikan bahwa:
a. FITT memiliki track record sebagai perusahaan induk dengan kepemilikan saham
langsung pada BMP dan FAW sehingga FITT dapat dianggap perusahaan investasi yang
berpengalaman.
b. Pada periode 2025, Perseroan memiliki 5 karyawan di tingkat holding yang berfokus pada
fungsi strategis pengelolaan investasi serta koordinasi. Sehubungan dengan rencana
perubahan kegiatan usaha, Perseroan akan mengoptimalkan tenaga kerja yang telah ada
untuk memenuhi kebutuhan manajemen dan sumber daya manusianya.
3.4.2 Kekayaan Intelektual (Intellectual Property)
Menurut UU yang telah disahkan oleh DPR-RI pada tanggal 21 Maret 1997, Hak Atas
Kekayaaan Intelektual adalah hak-hak secara hukum yang berhubungan dengan
permasalahan hasil penemuan dan kreativitas seseorang atau beberapa orang yang
berhubungan dengan perlindungan permasalahan reputasi dalam bidang komersial
(commercial reputation) dan tindakan/jasa dalam bidang komersial (goodwill).
Rencana perubahan bisnis sebagai objek kelayakan dalam laporan ini, tidak ada aset tak
berwujud yang terlibat di dalamnya dan dikategorikan sebagai Kekayaan Intelektual, karena
merupakan kegiatan usaha perdagangan yang berjalan umum atau sesuai dengan orderan
dari pelanggan yang membutuhkan.
3.4.3 Manajemen Risiko
Kegiatan usaha Perseroan tidak luput dari risiko atau ketidakpastian dalam proses dan
pelaksanaan operasionalnya. Unsur ketidakpastian tersebut dapat menjadi semakin besar
akibat perubahan iklim bisnis yang semakin cepat dan kompleks, sehingga menjadi risiko bisnis
yang tidak mungkin dihindari, namun wajib dikelola melalui mekanisme Manajemen Risiko.
Manajemen telah mengkaji dan mengeluarkan kebijakan untuk mengelola setiap risiko
tersebut. Perseroan menerapkan kebijakan manajemen risiko akan mengurangi pengaruh
ketidakpastian pasar terhadap kinerja keuangan perusahaan.
Berikut adalah beberapa ringkasan kebijakan dan praktik manajemen risiko untuk perubahan
kegiatan usaha aktivitas perusahaan holding:
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 39
Page 43
a. Mitigasi Risiko Ekonomi, Sosial Politik:
1) Perusahaan melakukan pemantauan terhadap perubahan kebijakan pemerintah,
kondisi sosial, dan indikator ekonomi makro yang berpotensi mempengaruhi kinerja
investasi. Pengendalian risiko dilakukan dengan melakukan penyesuaian terhadap
strategi investasi berdasarkan kondisi ekonomi.
b. Mengurangi Risiko Ketergantungan pada Kegiatan Usaha dan Pendapatan Perusahaan
Anak:
1) Melakukan diversifikasi eksposur risiko dengan investasi pada beberapa sektor agar
meminimalisir risiko yang dihadapi oleh setiap perusahaan anak.
2) Perusahaan dapat melakukan berbagai strategi dalam menghadapi penurunan kinerja
pada perusahaan anak dengan melakukan divestasi atau restrukturisasi usaha agar
pendapatan perusahaan tetap baik.
c. Mitigasi Risiko Kepatuhan dan Regulasi:
1) Perusahaan menjaga kepatuhan regulasi, mengikuti perkembangan peraturan hukum
dan perundang-undangan yang berlaku sehubungan dengan kegiatan usaha
2) Perusahaan dapat melakukan analisis dampak kebijakan atas investasi guna menjaga
nilai investasi dalam menghadapi ketidakpastian eksternal. Mempertahankan fokus
pada kualitas produk dan layanan yang diberikan.
d. Mitigasi Risiko Sumber Daya Manusia:
1) Melakukan berbagai program pelatihan dan pengembangan untuk manajemen.
2) Melakukan evaluasi atas kinerja manajemen secara berkala.
e. Mitigasi Risiko Investasi dan Pengembangan Usaha:
1) Menetapkan evaluasi setelah kegiatan investasi pada perusahaan anak dilakukan.
2) Melakukan proses investasi yanag ketat berdasarkan analisis yang kuat dengan due
diligence atau uji tuntas yang mendalam serta studi kelayakan sebelum menentukan
investasi pada suatu perusahaan.
3.4.4 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
Rencana perubahan kegiatan usaha merupakan rencana yang telah dipertimbangkan oleh
dewan komisaris dan dewan direksi sebagai rencana yang diyakini dapat memberikan
kontribusi positif bagi kinerja operasional dan kinerja keuangan Perseroan. Dalam perubahan
kegiatan usaha aktivitas perusahaan holding, secara keseluruhan FITT saat ini telah memiliki
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 40
Page 44
Manajemen dengan kapasitas dan kemampuan yang telah teruji. Manajemen memiliki track
record sebagai perusahaan induk dengan kepemilikan saham langsung pada BMP dan FAW
sehingga FITT dapat dianggap perusahaan investasi yang berpengalaman.
3.4.5 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen
Struktur organisasi dan manajemen eksisting FITT sehubungan adanya rencana perubahan
kegiatan usaha sebagai aktifitas perusahaan holding sebagai berikut:
Sumber: Manajemen FITT
Perseroan memerlukan perubahan terhadap struktur manajemen untuk mendukung
operasional perubahan kegiatan usaha baru. Hal ini seperti yang telah dijabarkan pada sub
bab di atas terkait kapasitas dan kemampuan Manajemen, di mana FITT yang telah memiliki 2
perusahaan anak dan berperan sebagai perusahaan induk. Jumlah personil atau tenaga ahli
yang dialokasikan untuk kegiatan usaha baru pada prinsipnya tidak akan mengalami
pengurangan karena tenaga kerja yang ada pada Perseroan saat ini, sejak semula memang
berfokus pada fungsi strategis pengelolaan investasi serta koordinasi.Namun Perseroan
berencana akan menambah beberapa posisi manajemen dan pendukung sesuai dengan
kebutuhan perusahaan terbuka dan ketentuan peraturan yang berlaku dan juga penambahan
tenaga ahli baru sebagai personel pada Departemen Investasi.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 41
Page 45
3.5 Aspek Keuangan
Aspek keuangan adalah salah satu aspek yang dikaji dalam studi kelayakan. Kajian ini
menganalisis besaran investasi dan pendapatan pertahunnya sehingga didapatkan suatu
kesimpulan apakah suatu proyek/rencana layak dilaksanakan ataupun tidak.
Dalam studi kelayakan ini, Penilai mengkaji beberapa hal, diantaranya kebutuhan investasi,
proyeksi keuangan, penentuan tingkat diskonto (discount rate), dan kelayakan investasi.
3.5.1 Biaya Pendirian (Start Up Costs)
Belanja modal merupakan investasi awal yang dikeluarkan FITT terkait dengan perubahan
kegiatan usaha aktivitas perusahaan holding yang dianggarkan untuk rencana penyertaan
saham pada PT Venturi Tambang Perkasa (VTP) yang bergerak dalam industri pertambangan
dengan estimasi rencana nilai investasi sebesar Rp 95.676.459.561.
3.5.2 Sumber Pembiayaan
Sumber pembiayaan perubahan kegiatan usaha berasal dari modal sendiri yang didapatkan
dari hasil divestasi atas kepemilikan saham perusahaan anak eksisting yakni BMP dan FAW
serta pendapatan yang diterima atas pelunasan utang dari anak usaha FAW. Besaran estimasi
dana yang dapat dikumpulkan atas hasil divestasi dan penerimaan dana dari piutang dengan
total mencapai Rp 67.913.667.000,-.
3.5.3 Analisis Proyeksi Sebelum Perubahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Sebelum Perubahan Kegiatan Usaha
Berdasarkan asumsi yang mendasari penyusunan atas review proyeksi Laporan Posisi
Keuangan, prospektif Laporan Posisi Keuangan tahun 2026 – 2030 sebelum perubahan
kegiatan usaha adalah sebagai berikut:
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 42
Page 46
(dalam Rupiah) PT Hotel Fitra International Tbk Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 43
Page 47
Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif Sebelum Perubahan Kegiatan Usaha
Berdasarkan asumsi yang mendasari penyusunan atas review proyeksi Laporan Laba Rugi
Komprehensif, prospektif Laporan Laba Rugi Komprehensif periode tahun 2026 – 2030
sebelum perubahan kegiatan usaha adalah sebagai berikut:
(dalam Rupiah)
Proyeksi Laporan Laba Arus Kas Sebelum Perubahan Kegiatan Usaha
Berdasarkan asumsi yang mendasari penyusunan atas review proyeksi Laporan Arus Kas,
prospektif Laporan Arus Kas periode tahun 2026 – 2030 sebelum perubahan kegiatan usaha
adalah sebagai berikut:
(dalam Rupiah)
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 44
Page 48
Proyeksi Rasio Keuangan Sebelum Perubahan Kegiatan Usaha
Rasio keuangan sebelum perubahan kegiatan usaha adalah sebagai berikut:
Rasio Keuangan 2026 2027 2028 2029 2030
Rasio Likuiditas
Cash Ratio 1,73 1,83 0,56 0,76 1,10
Quick Ratio 2,62 2,79 2,95 3,09 3,24
Current Ratio 2,62 2,79 2,95 3,09 3,24
Rasio Solvabilitas
Debt To Equity Ratio 0,33 0,31 0,29 0,28 0,27
Debt To Asset Ratio 0,25 0,24 0,23 0,22 0,22
Rasio Profitabilitas
Net Profit Margin 28,90% 27,10% 24,56% 23,05% 21,48%
Return On Equity -0,42% 0,58% 1,78% 3,30% 4,64%
Return On Assets -0,31% 0,42% 1,29% 2,44% 3,47%
Setelah melakukan analisis terhadap proyeksi rasio keuangan sebelum perubahan kegiatan
usaha, selanjutnya dilakukan analisis terhadap proyeksi keuangan Perseroan setelah
pelaksanaan perubahan kegiatan usaha. Proyeksi tersebut disusun dengan tujuan untuk
memberikan gambaran mengenai dampak perubahan kegiatan usaha terhadap kondisi
keuangan Perseroan selama periode proyeksi.
3.5.4 Analisis Proyeksi Keuangan dan Asumsi
Kajian aspek keuangan menganalisis besaran investasi dan arus kas bersih pertahunnya
sehingga didapatkan suatu kesimpulan apakah suatu proyek/rencana kegiatan usaha baru
layak dilaksanakan ataupun tidak. Asumsi dan prospektif keuangan yang terbentuk merupakan
proyeksi keuangan yang telah mendasarkan asumsi melalui penyesuaian variabel makro dan
variabel umum lainnya sesuai kegiatan usaha yang menjadi objek kajian kelayakan, kondisi
dan informasi terkini operasional Perseroan, kajian industri dan target pencapaian oleh
manajemen Perseroan sesuai hasil diskusi dan komunikasi oleh manajemen Perseroan terkait
kemampuan pencapaiannya dan disetujui oleh manajemen Perseroan dan atau Pemberi
Tugas.
a. Asumsi Umum
Berikut ini adalah asumsi keuangan yang digunakan untuk prospektif proyeksi keuangan
proyek atau rencana perubahan kegiatan usaha Aktivitas Perusahaan Holding (KBLI 64200)
dan Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (KBLI 70209) yang akan dijalankan Perseroan
dalam bentuk Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi Komprehensif, untuk jangka
waktu tahun 2026 – 2030.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 45
Page 49
Asumsi umum adalah asumsi yang bersumber dari data pasar yang diyakini valid sebagai
standar dasar penyesuaian dalam review proyeksi keuangan untuk diterapkan selama periode
proyeksi, sebagaimana antara lain adalah sebagai berikut:
1) Pertumbuhan Inflasi : 2,51% Rata-rata pertumbuhan inflasi 5 tahun kedepan yang
bersumber dari proyeksi inflasi yang diterbitkan oleh
International Monetary Fund, World Economic Outlook
Database, April 2025.
2) Pajak Badan Perusahaan : 22%
b. Asumsi Proyeksi Laporan Keuangan
Proyeksi Keuangan yang digunakan dalam analisis merupakan proyeksi konsolidasi FITT
dengan adanya rencana divestasi atas entitas anak usaha eksisting yaitu BMP dan FAW serta
telah mempertimbangkan adanya rencana akuisisi terhadap VTP. Berikut adalah asumsi yang
digunakan untuk penyusunan proyeksi Laporan Keuangan atas proyek atau rencana
perubahan kegiatan usaha Aktivitas Perusahaan Holding (KBLI 64200) dan Aktivitas
Konsultasi Manajemen Lainnya (KBLI 70209) yang akan dijalankan Perseroan untuk tahun
2026 – 2030:
1) Belanja modal merupakan investasi awal yang dikeluarkan Perseroan terkait dengan
perubahan kegiatan usaha aktivitas perusahaan holding dengan rencana investasi pada
VTP. Belanja modal yang dilakukan mempertimbangkan kapasitas dan kemampuan yang
telah dikonfirmasi dan diterima sebagai asumsi yang wajar bagi Perseroan;
2) Peningkatan Laba dari FITT selaku entitas induk (Stand Alone) akibat adanya penerimaan
dividen sebesar porsi yang diterima dengan asumsi porsi dividen payout ratio dari entitas
anak sebesar 60% dari laba tahun sebelumnya.
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Berdasarkan asumsi yang mendasari penyusunan atas review proyeksi Laporan Posisi
Keuangan, prospektif Laporan Posisi Keuangan tahun 2026 – 2030 adalah sebagai berikut:
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 46
Page 50
(dalam Rupiah)
2026 2027 2028 2029 2030
URAIAN 1 Jan - 31 Des 1 Jan - 31 Des 1 Jan - 31 Des 1 Jan - 31 Des 1 Jan - 31 Des
Forecast Forecast Forecast Forecast Forecast
LAPORAN POSISI KEUANGAN
ASET
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 49.599.843.592 61.867.060.198 74.241.095.875 87.129.887.620 100.713.358.679
Deposito - - - - -
Piutang Usaha 50.525.314.521 55.633.423.819 60.706.760.933 66.143.675.074 71.445.345.030
Piutang Lain-lain - Pihak Ketiga - - - - -
Persediaan - - - - -
Pajak Dibayar Dimuka 1.682.602 1.682.602 1.682.602 1.682.602 1.682.602
Uang Muka 32.930.000.000 32.930.000.000 32.930.000.000 32.930.000.000 32.930.000.000
Jumlah aset lancar 133.056.840.715 150.432.166.619 167.879.539.409 186.205.245.296 205.090.386.311
Aset Tidak Lancar
Aset pajak tangguhan 1.961.054.660 1.961.054.660 1.961.054.660 1.961.054.660 1.961.054.660
Aset Tetap 73.776.560.236 78.451.422.851 82.546.631.349 86.544.337.711 89.900.598.317
Jumlah aset tidak lancar 75.737.614.895 80.412.477.510 84.507.686.009 88.505.392.371 91.861.652.977
JUMLAH ASET 208.794.455.610 230.844.644.129 252.387.225.418 274.710.637.666 296.952.039.287
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha 25.032.408.863 27.482.026.283 29.898.478.669 32.478.758.335 34.977.124.361
Utang Lain-lain - Pihak Ketiga - - - - -
Pendapatan Diterima Dimuka 5.492.651.613 6.047.958.691 6.617.566.436 7.190.537.397 7.766.886.625
Utang Pajak 18.734.898.518 18.734.898.518 18.734.898.518 18.734.898.518 18.734.898.518
Biaya Yang Masih Harus Dibayar 925.864.158 1.016.467.223 1.105.843.626 1.201.279.446 1.293.685.557
Utang Bank - Jatuh Tempo dalam 1 Tahun - - - - -
Utang pemegang saham 586.333.000 586.333.000 586.333.000 586.333.000 586.333.000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 50.772.156.152 53.867.683.715 56.943.120.249 60.191.806.695 63.358.928.061
Liabilitas Jangka Panjang
Utang Sewa - - - - -
Utang Bank - - - - -
Imbalan pasca kerja 549.546.937 549.546.937 549.546.937 549.546.937 549.546.937
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 549.546.937 549.546.937 549.546.937 549.546.937 549.546.937
JUMLAH LIABILITAS 51.321.703.089 54.417.230.652 57.492.667.186 60.741.353.632 63.908.474.998
EKUITAS
Modal saham 130.427.205.100 130.427.205.100 130.427.205.100 130.427.205.100 130.427.205.100
Tambahan modal disetor 2.370.237.600 2.370.237.600 2.370.237.600 2.370.237.600 2.370.237.600
Saldo Defisit 20.255.742.489 29.346.040.915 47.906.345.491 66.215.687.084 84.844.887.549
Laba (Rugi) Tahun Berjalan 26.645.085.853 27.519.349.843 27.287.079.434 27.824.979.359 28.002.833.057
Jumlah Ekuitas Yang Dapat Diatribusikan
Kepada Pemilik Entitas Induk 179.698.271.042 189.662.833.457 207.990.867.625 226.838.109.143 245.645.163.306
Kepentingan Non-Pengendali (22.225.518.521) (13.235.419.981) (13.096.309.394) (12.868.825.109) (12.601.599.016)
JUMLAH EKUITAS 157.472.752.521 176.427.413.477 194.894.558.232 213.969.284.034 233.043.564.290
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 208.794.455.610 230.844.644.129 252.387.225.418 274.710.637.666 296.952.039.287
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 47
Page 51
Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
Berdasarkan asumsi yang mendasari penyusunan atas review proyeksi Laporan Laba Rugi
Komprehensif, prospektif Laporan Laba Rugi Komprehensif periode tahun 2026 – 2030 adalah
sebagai berikut:
(dalam Rupiah)
2026 2027 2028 2029 2030
URAIAN 1 Jan - 31 Des 1 Jan - 31 Des 1 Jan - 31 Des 1 Jan - 31 Des 1 Jan - 31 Des
Forecast Forecast Forecast Forecast Forecast
PROYEKSI LAPORAN LABA RUGI
Pendapatan 92.208.699.000 101.530.998.469 111.093.372.507 120.712.207.009 130.387.754.679
Beban pokok pendapatan - - - - -
Laba (rugi) kotor 92.208.699.000 101.530.998.469 111.093.372.507 120.712.207.009 130.387.754.679
Beban Usaha (111.753.013.140) (122.778.742.520) (134.493.308.278) (145.271.633.160) (156.594.845.254)
Pendapatan (Beban) Lain-lain
Pendapatan (Beban) Giro 1.855.130 1.855.130 1.855.130 1.855.130 1.855.130
Pendapatan (Beban) Lain-lain 54.326.705.737 57.058.742.941 58.913.152.087 60.778.174.159 62.653.856.144
Bunga Pinjaman Bank - - - - -
Bunga Sewa Pembiayaan
Pajak Bunga (371.025) (243.098) (243.098) (243.098) (243.098)
Administrasi Bank (1.014.800) (1.014.800) (1.014.800) (1.014.800) (1.014.800)
Bunga Pinjaman Pemegang Saham (625.000.033) - - - -
Laba (Rugi) sebelum pajak 34.157.860.869 35.811.596.122 35.513.813.547 36.219.345.239 36.447.362.801
Manfaat (beban) pajak
Pajak kini (8.052.271.604) (8.292.246.279) (8.226.734.113) (8.394.365.881) (8.444.529.744)
Pajak tangguhan 539.496.587 - - - -
Laba (Rugi) tahun berjalan 26.645.085.853 27.519.349.843 27.287.079.434 27.824.979.359 28.002.833.057
Penghasilan (Kerugian) Komprehensif Lain
Pengukuran Kembali Imbalan Pasti - - - - -
Keuntungan (Kerugian) Pelepasan Investasi Saham (37.316.133.000)
Pajak Atas Penghasilan Terkait - - - - -
Laba (Rugi) Komprehensif Tahun Berjalan (10.671.047.147) 27.519.349.843 27.287.079.434 27.824.979.359 28.002.833.057
Laba (Rugi) Tahun Berjalan Yang Dapat Diatribusikan Kepada:
Pemilik Entitas Induk (24.934.336.219) 12.819.458.711 12.703.323.507 12.944.058.024 13.032.984.873
Kepentingan Non-Pengendali 14.274.481.479 14.699.891.132 14.583.755.927 14.880.921.334 14.969.848.183
Laba (Rugi) Tahun Berjalan (10.659.854.740) 27.519.349.843 27.287.079.434 27.824.979.359 28.002.833.057
Laba (Rugi) Komprehensif Yang Dapat Diatribusikan Kepada:
Pemilik Entitas Induk (24.934.336.219) 12.819.458.711 12.703.323.507 12.944.058.024 13.032.984.873
Kepentingan Non-Pengendali 14.274.481.479 14.699.891.132 14.583.755.927 14.880.921.334 14.969.848.183
Laba (Rugi) Komprehensif Tahun Berjalan (10.659.854.740) 27.519.349.843 27.287.079.434 27.824.979.359 28.002.833.057
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 48
Page 52
Proyeksi Laporan Laba Arus Kas
Berdasarkan asumsi yang mendasari penyusunan atas review proyeksi Laporan Arus Kas,
prospektif Laporan Arus Kas periode tahun 2026 – 2030 adalah sebagai berikut:
(dalam Rupiah)
2026 2027 2028 2029 2030
URAIAN 1 Jan - 31 Des 1 Jan - 31 Des 1 Jan - 31 Des 1 Jan - 31 Des 1 Jan - 31 Des
Forecast Forecast Forecast Forecast Forecast
PROYEKSI LAPORAN ARUS KAS
ARUS KAS AKTIVITAS OPERASI
Laba Bersih 26.645.085.853 27.519.349.843 27.287.079.434 27.824.979.359 28.002.833.057
Penyusutan 7.749.670.718 8.637.137.385 9.509.655.501 9.906.464.646 10.853.802.164
Perubahan Modal Kerja:
(kenaikan) penurunan Piutang Usaha (9.714.071.280) (5.108.109.298) (5.073.337.114) (5.436.914.141) (5.301.669.956)
(kenaikan) penurunan Persediaan - - - - -
(kenaikan) penurunan Pajak Dibayar Dimuka - - - - -
kenaikan (penurunan) Utang Usaha (24.443.484.454) 2.449.617.420 2.416.452.386 2.580.279.666 2.498.366.026
kenaikan (penurunan) Utang Lain-lain 2.249.750.000 - - - -
kenaikan (penurunan) Biaya Yang Masih Harus Dibayar (243.788.307) 90.603.065 89.376.403 95.435.820 92.406.111
kenaikan (penurunan) Pendapatan Diterima Dimuka (1.057.971.546) 555.307.078 569.607.746 572.970.961 576.349.228
Arus Kas Neto Diperoleh Dari (Untuk) Aktivitas Operasi 1.185.190.984 34.143.905.493 34.798.834.356 35.543.216.310 36.722.086.630
ARUS KAS AKTIVITAS INVESTASI
Pendapatan Atas Divestasi 67.913.667.000 - - - -
Investasi Saham (46.500.000.000) - - - -
Perolehan Aset Tetap (13.000.000.000) (13.312.000.000) (13.604.864.000) (13.904.171.008) (14.210.062.770)
Arus Kas Neto Diperoleh Dari (Untuk) Aktivitas Investasi 8.413.667.000 (13.312.000.000) (13.604.864.000) (13.904.171.008) (14.210.062.770)
ARUS KAS AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran Hutang Kepada Pemegang Saham (21.413.667.000) - - - -
Pembayaran Dividen - (8.564.688.887) (8.819.934.679) (8.750.253.556) (8.928.552.801)
Arus Kas Neto Diperoleh Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan
(21.413.667.000) (8.564.688.887) (8.819.934.679) (8.750.253.556) (8.928.552.801)
Kenaikan (Penurunan) Kas (11.814.809.016) 12.267.216.606 12.374.035.677 12.888.791.745 13.583.471.059
Kas Awal Tahun 61.414.652.608 49.599.843.592 61.867.060.198 74.241.095.875 87.129.887.620
Kas Akhir Tahun 49.599.843.592 61.867.060.198 74.241.095.875 87.129.887.620 100.713.358.679
Proyeksi Rasio Keuangan
Rasio keuangan setelah rencana transaksi adalah sebagai berikut:
Rasio Keuangan 2026 2027 2028 2029 2030
Rasio Likuiditas
Cash Ratio 0,98 1,15 1,30 1,45 1,59
Quick Ratio 2,62 2,79 2,95 3,09 3,24
Current Ratio 2,62 2,79 2,95 3,09 3,24
Rasio Solvabilitas
Debt To Equity Ratio 0,33 0,31 0,29 0,28 0,27
Debt To Asset Ratio 0,25 0,24 0,23 0,22 0,22
Rasio Profitabilitas
Net Profit Margin 28,90% 27,10% 24,56% 23,05% 21,48%
Return On Equity 16,92% 15,60% 14,00% 13,00% 12,02%
Return On Assets 12,76% 11,92% 10,81% 10,13% 9,43%
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 49
Page 53
Tingkat Diskonto
Tingkat Faktor diskonto yang digunakan adalah Weighted Average Cost of Capital yang dihitung
dengan rumus sebagai berikut.
WACC = (Kd*(1-t)* % Debt) + (Ke* % Equity)
Keterangan:
WACC = Weighted average cost of capital (tingkat biaya tertimbang atas modal)
Kd = Cost of debt (tingkat bunga hutang perusahaan)
Ke = The required rate of return (biaya ekuitas)
T = Tax rate (tarif pajak)
% Debt = Proportion of Debt in the Capital structure (proporsi hutang dalam struktur kapital)
% Equity = Proportion of Equity in the Capital structure (proporsi ekuitas dalam struktur kapital)
Berikut adalah asumsi yang digunakan untuk mengestimasi tingkat diskonto yang akan
digunakan dalam Studi Kelayakan.
Cost of Debt (tingkat biaya hutang)
Tingkat biaya hutang (cost of debt) diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-faktor sebagai
berikut:
• Rata-rata tertimbang tingkat suku bunga efektif atas dana pinjaman investasi yang akan
digunakan yaitu sebesar 8,44%.
• Tingkat pajak yang digunakan adalah sebesar 22,00% berdasarkan tingkat pajak korporasi
di Indonesia (Undang-undang Nomor 1 Tahun 2020 - PPh Badan).
• Dengan pertimbangan faktor-faktor tersebut, maka tingkat biaya hutang (cost of debt) yang
diaplikasikan dalam laporan ini adalah sebagai berikut:
Kd = i x ((1-T)
Kd = 8,44% x (1-22,00%) = 6,58%
Cost of Equity (biaya modal untuk ekuitas)
Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan Model CAPM (Capital Asset Pricing
Model). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah premium untuk
menutup risiko sistematis dari sekuritas saham, dengan formula sebagai berikut:
Ke = Rf + (Rm – Rf) β + Rs
Ke = Rf + (Rp x β) + Rs
Keterangan:
Rf = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
Rm = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 50
Page 54
Rp = market risk premium untuk pasar ekuitas secara keseluruhan
β = ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari responsivitas
pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar
Rs = tingkat kembalian tambahan spesifik untuk Perusahaan
Tingkat biaya modal untuk ekuitas diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut:
Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat
dipilih adalah tingkat bunga Surat Utang Negara (most active government bond). Dalam Studi
Kelayakan Perseroan digunakan Surat Utang Negara dengan yield sebesar 6,71% untuk tenor
selama 30 tahun. Angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian bebas risiko (Rf).
Sumber: Indonesia Government Bond Yield yang diterbtikan Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), 31 Desember 2025
Rp (Market Risk Premium - MRP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas.
Premi risiko pasar (Rm-Rf) atau MRP ditentukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar modal
Indonesia sebagai pasar modal yang emerging. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Aswath
Damodaran per Juli 2025, diprediksi market risk premium adalah sebesar 7,03%.
Beta (β), adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan dikalikan dengan
market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium. Untuk memperoleh faktor Beta yang sesuai
dan akan digunakan dalam perhitungan Nilai Pasar, kami menggunakan beta pembanding berdasarkan
penelitian yang dilakukan Aswath Damodaran dalam industri Investments & Asset Management per
Januari 2026 yaitu rata-rata sebesar 0,68.
Rs (Specific Company Risk Premium). Sebagian dari risiko yang dihadapi oleh Indonesia telah tercermin
dalam perhitungan equity risk premium namun belum mencerminkan risiko yang berkaitan dengan
karakteristik spesifik yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Melihat kondisi saat ini dan rencana usaha
yang diproyeksikan oleh Perseroan, maka kami berpendapat tidak perlu ditambahkan adanya premi
risiko.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 51
Page 55
Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas Perseroan adalah:
WACC
Cost of Equity
Risk free rate 6,71%
Market risk premium 7,03%
Levered Beta 0,68
Specific Risk 0,00%
(-) Default Spread 1,87%
Cost of Equity 9,61%
Cost of Debt
Investment Credit 8,44%
Tax 22,00%
Cost of Debt 6,58%
Capital Structure
Debt to Total capitalization 47,21%
Equity to Total capitalization 52,79%
WACC 8,18%
3.5.5 Analisis Modal Kerja, Biaya Operasional, Biaya Bahan Baku Mentah
Sehubungan dengan rencana perubahan kegiatan usaha, Perseroan telah menyusun proyeksi
kebutuhan modal kerja dan biaya operasional untuk periode tahun 2026–2030. Analisis ini
bertujuan untuk menggambarkan kecukupan modal kerja, efektivitas pengelolaan aset dan
liabilitas lancar, serta estimasi biaya operasional yang diperlukan dengan rincian sebagai
berikut:
2026 2027 2028 2029 2030
URAIAN 1 Jan - 31 Des 1 Jan - 31 Des 1 Jan - 31 Des 1 Jan - 31 Des 1 Jan - 31 Des
Forecast Forecast Forecast Forecast Forecast
Analisis Modal Kerja
Piutang Usaha 50.525.314.521 55.633.423.819 60.706.760.933 66.143.675.074 71.445.345.030
Utang Usaha 25.032.408.863 27.482.026.283 29.898.478.669 32.478.758.335 34.977.124.361
Utang Lain-lain - - - - -
Biaya Yang Masih
Harus Dibayar 925.864.158 1.016.467.223 1.105.843.626 1.201.279.446 1.293.685.557
Pendapatan
Diterima Dimuka 5.492.651.613 6.047.958.691 6.617.566.436 7.190.537.397 7.766.886.625
Turnover Rasio
Piutang Usaha 100 191 192 192 193
Utang Usaha 41 78 75 75 76
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 52
Page 56
2026 2027 2028 2029 2030
URAIAN 1 Jan - 31 Des 1 Jan - 31 Des 1 Jan - 31 Des 1 Jan - 31 Des 1 Jan - 31 Des
Forecast Forecast Forecast Forecast Forecast
Utang Lain-lain 1 - - - -
Biaya Yang Masih
Harus Dibayar 2 3 3 3 3
Pendapatan
Diterima Dimuka 11 21 21 21 21
Analisis Biaya Operasional
Biaya Operasional 111.753.013.140 122.778.742.520 134.493.308.278 145.271.633.160 156.594.845.254
Pertumbuhan
19% 10% 10% 8% 8%
Biaya Operasional
Terkait dengan biaya bahan baku dikarenakan FITT merupakan perusahaan holding tidak
dibutuhkan adanya biaya terkait dengan bahan baku mentah maka tidak analisis tambahan.
3.5.6 Analisis Titik Impas (Break Even Point Analysis)
Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak memperoleh
laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha dikatakan impas jika jumlah
pendapatan (revenue) sama dengan jumlah biaya, atau apabila laba kontribusi hanya dapat
digunakan untuk menutup biaya tetap saja. BEP dapat diformulasikan sebagai berikut:
Total Biaya Tetap
BEP =
Total Biaya Variabel
(1 − ( ))
Penjualan
Nilai BEP mencerminkan pendapatan minimal yang diperlukan agar terjadi BEP Perhitungan
BEP pada proyeksi atas adalah sebagai berikut:
Analisis break even point sebelum transaksi
2026 2027 2028 2029 2030
Rata-rata
1 2 3 4 5
Total Biaya Tetap 111.753.013.140 122.778.742.520 134.493.308.278 145.271.633.160 156.594.845.254
Total Biaya Variabel 8.678.657.461 8.293.504.177 8.227.992.011 8.395.623.779 8.445.787.642
Pendapatan 146.535.404.737 158.589.741.410 170.006.524.593 181.490.381.168 193.041.610.823
BEP (Rp) 141.150.595.431 118.788.331.617 129.553.802.446 141.333.584.601 152.317.750.536 163.759.507.954
BEP % Rata-rata 83,40% 81,69% 83,13% 83,93% 84,83%
BEP kegiatan usaha aktvitas perusahaan holding selama periode proyeksi akan dicapai rata-
rata pada pendapatan sebesar Rp 141,15 miliar, atau rata-rata sebesar 83,40% dari
pendapatan atas Penjualan dan Pendapatan Incentive.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 53
Page 57
3.5.7 Analisis Profitabilitas (Overall Profitability)
Analisis profitabilitas atas perubahan kegiatan usaha ditampilkan pada tabel berikut ini:
Analisis profitabilitas (overall profitability)
2026 2027 2028 2029 2030
1 2 3 4 5
Gross Profit Margin (GPM) 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
EBITDA Margin 46,13% 43,78% 40,53% 38,21% 36,28%
EBIT Margin 37,72% 35,27% 31,97% 30,00% 27,95%
Net Profit Margin (NPM) 28,90% 27,10% 24,56% 23,05% 21,48%
Analisis profitabilitias ini bertujuan untuk kemampuan yang dimiliki Perusahaan untuk
menghasilkan sebuah laba.
Berdasarkan proyeksi keuangan perubahan kegiatan usaha aktvitas perusahaan holding
sebelum transaksi, selama periode proyeksi rata-rata margin laba bersih periode berjalan
adalah sebesar 25,02%..
3.5.8 Tingkat Imbal Balik Investasi (Overall Return On Invesment)
Dengan ROI, Perseroan dapat mengetahui seberapa efisien perusahaan guna memanfaatkan
aktiva untuk kegiatan operasional dan dapat memberikan informasi ukuran profitabilitas
Perseroan. Formula dalam perhitungan ROI adalah:
Net Return on Investment
ROI = 𝑥 100%
Cost of Invesment
Net Return on Investment dimaksud adalah keuntungan bersih yang diperoleh selama periode
proyeksi. Cost of Investment dimaksud adalah investasi (CAPEX) yang dikeluarkan selama
periode proyeksi.
Analisis Tingkat Imbal Balik Investasi atas perubahan kegiatan usaha ditampilkan pada tabel
berikut ini:
2026 2027 2028 2029 2030
0 1 2 3 4 5
Present Value Of Cash Flow (95.676.459.561) (10.471.018.688) 17.801.367.705 16.741.674.124 15.801.082.657 290.232.731.564
Net Return On Investment 234.429.377.801
Cost of Investment 95.676.459.561
ROI (X) 2,45
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 54
Page 58
Berdasarkan perhitungan total keuntungan bersih terhadap total CAPEX selama periode
proyeksi, maka dihasilkan rata-rata ROI sebelum transaksi dari rencana perubahan kegiatan
usaha aktvitas perusahaan holding yang dilakukan oleh Perseroan sebesar 2,46 x.
3.5.9 Analisis Kelayakan Keuangan Proyek
Berdasarkan proyeksi Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Laba Rugi Komprehensif untuk
Tahun 2026 – 2030, dihasilkan Arus Kas Bebas (Free Cash Flow) proyek atas kegiatan usaha
baru yang selanjutnya dengan menggunakan tingkat diskonto berdasarkan perhitungan WACC
ditambah dengan Terminal Value (Nilai Kekal) dengan menggunakan pertumbuhan sebesar
2,51% maka diperoleh hasil perhitungan IRR di atas WACC dan PI di atas 1 sebagaimana
ditunjukan pada tabel berikut:
Analisis Kelayakan Keuangan Proyek
2026 2027 2028 2029 2030
0 1 2 3 4 5
EBT 34.157.860.869 35.811.596.122 35.513.813.547 36.219.345.239 36.447.362.801
( - ) Pajak (7.512.775.016) (8.292.246.279) (8.226.734.113) (8.394.365.881) (8.444.529.744)
( + ) Bunga (1-T) 22% 487.500.026 - - - -
( + ) Penyusutan & Amortisasi 7.749.670.718 8.637.137.385 9.509.655.501 9.906.464.646 10.853.802.164
( - ) Capex (13.000.000.000) (13.312.000.000) (13.604.864.000) (13.904.171.008) (14.210.062.770)
( - ) Perubahan Modal Kerja (33.209.565.587) (2.012.581.734) (1.997.900.580) (2.188.227.695) (2.134.548.591)
Nilai Investasi (95.676.459.561)
Unlevered Arus kas Bersih (95.676.459.561) (11.327.308.990) 20.831.905.493 21.193.970.356 21.639.045.302 22.512.023.860 23.077.931.116
WACC 8,18%
Perpetuity Growth 2,51%
Cap. Rate (Of Terminal Value) 5,66%
Terminal Value 407.455.301.409
Discount Period - 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
Discount Factor 1,0000 0,9244 0,8545 0,7899 0,7302 0,6750
Nilai Kini Arus Kas Bersih (95.676.459.561) (10.471.018.688) 17.801.367.705 16.741.674.124 15.801.082.657 290.232.731.564
Net Present Value 234.429.377.801
IRR 40,05%
Profitability Index (PI) 3,45
5,00 Tahun
Payback Period
1,00 Bulan
Dengan menggunakan asumsi proyeksi keuangan jangka panjang yang telah dilakukan evaluasi
dan penyesuaian, menunjukkan bahwa rencana transaksi diperoleh gambaran variabel yang
positif antara lain:
a. Internal Rate of Return (IRR) > Tingkat Diskonto
IRR yang dihasilkan adalah sebesar 40,05% yang berarti di atas tingkat discount rate yang
sebesar 8,18%.
b. Net Present Value (NPV) ≥ 0
NPV yang dihasilkan menunjukkan angka yang positif yaitu sebesar Rp234.429.377.801.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 55
Page 59
c. Profitability Index (PI) > 1
PI yang diperoleh adalah sebesar 3,45 yang berarti lebih besar dari 1.
d. Payback Period (PP)
PP yang dihasilkan sebesar 5,10 yang berarti diperoleh dalam waktu 5 tahun 1 bulan.
Berdasarkan hasil parameter kelayakan investasi di atas maka Rencana Transaksi adalah
"Layak" dikarenakan seluruh parameter Kelayakan Keuangan di atas menunjukan hasil yang
lebih baik dari batasan minimum kelayakan.
3.5.10 Analisis Sensitivitas
Untuk menguji kepekaan usaha terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya, maka
berikut ini disajikan analisis sensitivitas terhadap kelayakan usaha, yaitu antara lain:
1. Penurunan Pendapatan dengan simulasi perubahan kondisi penurunan sebesar 5,00%,
10,00%, 15,00%, dan 20,00%.
2. Peningkatan Struktur biaya dengan simulasi perubahan kondisi peningkatan sebesar
5,00%, 10,00%, 15,00%, dan 20,00%.
Berdasarkan simulasi tersebut di atas, di dapatkan hasil sebagaimana pada tabel berikut:
Kondisi Normal Perubahan Kondisi
Keterangan
0% 5% 10% 15% 20%
A Penurunan Pendapatan
NPV 234.429.377.801 132.984.200.854 31.539.023.907 (69.906.153.039,40) (171.351.329.986,13)
IRR 40,05% 28,96% 14,21% -11,62% N/A
PI 3,45 2,39 1,33 0,27 (0,79)
Payback Period (Tahun) 5 7 12 N/A N/A
Payback Period (Bulan) 1 1 9 N/A N/A
B Peningkatan Biaya
NPV 234.429.377.801 112.458.592.298 (9.512.193.205,49) (131.482.978.708,62) (253.453.764.211,75)
IRR 40,05% 26,36% 6,13% N/A N/A
PI 3,45 2,18 0,90 (0,37) (1,65)
Payback Period (Tahun) 5 8 16 N/A N/A
Payback Period (Bulan) 1 6 12 N/A N/A
Berdasarkan analisis sensitivitas, pada kondisi normal NPV yang dihasilkan adalah sebesar
Rp234,43 miliar, jika terjadi perubahan terhadap Pendapatan, dimana pendapatan turun
sampai dengan 20,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar Negatif Rp171,35 miliar.
Apabila terjadi perubahan terhadap struktur biaya, dimana Peningkatan struktur biaya sampai
dengan 20,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar Negatif Rp253,45 miliar.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 56
Page 60
IV. Kesimpulan
4.1 Analisis Kelayakan Aspek Pasar
Perekonomian Indonesia tercatat mengalami pertumbuhan dan proyeksi kedepan tetap
tumbuh positif dengan target pertumbuhan yang meningkat setiap tahunnya. Prospek ke depan
menunjukkan bahwa holding dengan portofolio di sektor energi terbarukan, teknologi hijau,
pangan, dan logistik akan memperoleh momentum pertumbuhan yang signifikan. Kebijakan
pemerintah terkait transisi energi, program makan bergizi gratis, serta pembangunan
perumahan rakyat menjadi katalis utama bagi sektor-sektor tersebut. Di sisi lain, sektor
konsumsi domestik tetap menjadi tulang punggung, didukung oleh daya beli masyarakat yang
relatif stabil. Holding yang mampu mengintegrasikan portofolio tradisional seperti batu bara dan
kelapa sawit dengan sektor baru berbasis keberlanjutan akan memiliki posisi kompetitif yang
lebih kuat dalam menghadapi perubahan paradigma investasi global.
Selain prospek sektor dan posisi strategis di pasar modal, keunggulan utama dari struktur
holding company adalah fleksibilitas dalam pengelolaan portofolio. Holding mampu melakukan
konsolidasi keuangan, sehingga laporan keuangan grup lebih transparan dan efisien untuk
kepentingan regulator maupun investor. Dari sisi operasional, holding dapat mengoptimalkan
alokasi modal antar entitas anak, memanfaatkan sinergi bisnis, serta menekan biaya melalui
shared services (misalnya fungsi keuangan, SDM, dan teknologi). Keunggulan lainnya adalah
kemampuan holding untuk melakukan restrukturisasi portofolio secara cepat, baik melalui
akuisisi maupun divestasi, sehingga lebih adaptif terhadap dinamika pasar.
Holding juga memberikan nilai tambah bagi investor karena menawarkan diversifikasi risiko
yang lebih luas dibandingkan investasi pada satu entitas tunggal. Dengan kepemilikan lintas
sektor, holding dapat menyeimbangkan fluktuasi kinerja dari masing-masing entitas anak. Hal
ini menjadikan holding sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, sekaligus memberikan
peluang pertumbuhan dari sektor-sektor baru yang sedang berkembang.
Rencana perubahan kegiatan usaha FITT berupa aktifitas perusahaan holding tentunya tidak
terlepas dari kompetitor. Berdasarkan informasi dari manajemen FITT untuk saat ini
perusahaan sejenis di Indonesia yang dapat dijadikan referensi secara umum bergerak di
industri yang sama dan memiliki kegiatan usaha yang sebanding dengan FITT berdasarkan
data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha sebagai
perusahaan investasi tercatat di bursa sebagai berikut:
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 57
Page 61
No Nama Perusahaan
1. PT. Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG)
2. PT. Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA)
3. PT. Provident Investasi Bersama Tbk (PALM)
4. PT. MNC Kapital Indonesia Tbk. (BCAP)
5. PT. Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET)
6. PT. MNC Asia Holding Tbk (BHIT)
7. PT. Charnic Capital Tbk. (NICK)
Sumber: Bursa Efek Indonesia
FITT berencana melakukan investasi pada perusahaan yang menawarkan peluang atau
potensi untuk menciptakan nilai tambah. Sektor industri yang saat ini memiliki potensi
bertumbuh sejalan dengan pembangunan perekonomian Indonesi yaitu sektor jasa
pertambangan khususnya komoditas nikel, yang juga memiliki aktivitas penunjang
pertambangan dan penggalian lainnya. Investasi tersebut diproyeksikan akan mencatatkan
laba bersih tahun 2030 sebesar Rp29,94 miliar (Proyeksi). Hal tersebut menjadi potensi
penambahan nilai pasar bagi FITT.
Dengan analisis pasar tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Perubahan Kegiatan
Usaha pada aspek kelayakan pasar adalah layak.
4.2 Analisis Kelayakan Aspek Teknis
FITT sebagai perusahaan holding memiliki kapasitas yang memadai dalam mendukung
kegiatan usaha entitas anak di bidang real estate. Saat ini FITT memiliki kepemilikan saham
langsung pada BMP dan FAW, dimana BMP sudah beroperasi secara komersial bergerak
dalam industri penyedian perhotelan sehingga FITT dapat dianggap perusahaan induk yang
berpengalaman. Kapasitas tersebut tercermin diantaranya dari pengalaman manajemen lebih
dari 8 tahun dalam industri. Selain itu, Perseroan memberikan dukungan finansial untuk
kelancaran aktivitas pengembangan proyek yan dijalankan oleh entitas anak. Perseroan juga
memastikan bahwa entitas anak memiliki sumber daya manusia, perizinan, dan infrastruktur
yang lengkap untuk melaksanakan kegiatan usaha secara berkesinambungan. Dengan
kombinasi pengalaman, dukungan finansial, dan sistem pengelolaan yang terstruktur,
Perseroan memiliki kapasitas yang memadai nuntuk mendukung keberhasilan pengembangan
proyek-proyek real estate melalui entitas anaknya.
Jumlah personil atau tenaga ahli yang dialokasikan untuk kegiatan usaha baru pada prinsipnya
tidak akan mengalami pengurangan karena tenaga kerja yang ada pada Perseroan saat ini,
sejak semula memang berfokus pada fungsi strategis pengelolaan investasi serta koordinasi.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 58
Page 62
Namun Perseroan berencana akan menambah beberapa posisi manajemen dan pendukung
sesuai dengan kebutuhan perusahaan terbuka dan ketentuan peraturan yang berlaku dan juga
penambahan tenaga ahli baru sebagai personel pada Departemen Investasi.
Dengan analisis teknis tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Perubahan Kegiatan
Usaha pada aspek kelayakan teknis adalah layak.
4.3 Analisis Kelayakan Aspek Pola Bisnis
FITT dalam upaya menjalankan kegiatan usaha aktivitas perusahaan holding memiliki
keunggulan kompetitif dan terus mengembangkan keunggulan kompetitifnya dengan
meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh FITT. Sumber daya manusia
yang kompeten dibidangnya merupakan salah satu kunci keberhasilan untuk mencapai tujuan
perusahaan. Manajemen dalam menjalankan usahanya memiliki track record sebagai
perusahaan induk dengan kepemilikan saham langsung pada BMP dan FAW sehingga FITT
dapat dianggap perusahaan investasi yang berpengalaman. Selain itu, aktifitas perusahaan
holding juga akan didukung dengan rencana melakukan investasi pada perusahaan sektor
lainnya dengan mempertimbangkan potensi pasar guna meningkatkan daya saing FITT.
Jumlah pesaing bisnis yang memiliki karakter bisnis yang sama dengan FITT jumlahnya
banyak, karena sudah banyak perusahaan aktivitas holding di Indonesia. Kemungkinan
persaingan dengan bidang usaha perusahaan investasi atau perusahaan holding cukup besar
dimana perusahaan lain dapat melakukan investasi pada perusahaan lain yang diperkirakan
memiliki potensi pasar yang baik. Kegiatan usaha ini tidak menghasilkan produk sehingga
pesaing yang memiliki dana investasi dapat melakukan penyertaan saham dan menjadi
perusahaan induk. Hal tersebut membuat pesiangan menjadi kompetitif. Upaya untuk tetap
bertahan ditengah persaingan yang kompetitif dilakukan oleh FITT dan entitas anak dengan
penerapan strategi layanan terbaik untuk konsumen dan memitigasi risiko sebelum
menentukan investasi yang akan dilakukan oleh FITT.
Kemampuan menciptakan nilai dengan posisi FITT sebagai 59erusahaan induk yang memiliki
59erus dalam mengelola investasi dan mendukung usaha entitas anak dapat melalui aspek
pengembangan kegiatan usaha entitas anak, diversifikasi sumber pendapatan dan
peningkatan kinerja keuangan.
Dengan analisis pola bisnis tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Perubahan Kegiatan
Usaha pada aspek kelayakan pola bisnis 59erusa layak.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 59
Page 63
4.4 Analisis Kelayakan Aspek Model Manajemen
Untuk perubahan kegiatan usaha sebagai aktifitas 60erusahaan holding, maka terkait
kebutuhan tenaga kerja berdasarkan evaluasi dengan manajemen FITT disampaikan bahwa
FITT memiliki track record sebagai 60erusahaan induk dengan kepemilikan saham langsung
pada BMP dan FAW sehingga FITT dapat dianggap 60erusahaan investasi yang
berpengalaman.
Pada periode 30 September 2025, Perseroan memiliki 5 karyawan di tingkat holding yang
berfokus pada fungsi strategis pengelolaan investasi serta koordinasi. Sehubungan dengan
rencana perubahan kegiatan usaha, Perseroan akan mengoptimalkan tenaga kerja yang telah
ada untuk memenuhi kebutuhan manajemen dan sumber daya manusianya. Jumlah personil
atau tenaga ahli yang dialokasikan untuk kegiatan usaha baru pada prinsipnya tidak akan
mengalami pengurangan karena tenaga kerja yang ada pada Perseroan saat ini, sejak semula
memang berfokus pada fungsi strategis pengelolaan investasi serta koordinasi.Namun
Perseroan berencana akan menambah beberapa posisi manajemen dan pendukung sesuai
dengan kebutuhan perusahaan terbuka dan ketentuan peraturan yang berlaku dan juga
penambahan tenaga ahli baru sebagai personel pada Departemen Investasi.
Perseroan memiliki manajemen risiko yang terukur dengan melakukan pemetaan risiko dan
kendali atas setiap risiko serta upaya dalam melakukan eliminasi risiko untuk industri terkait
FITT. Kebijakan dan praktik manajemen risiko FITT diantaranya Risiko Ekonomi, Sosial Politik,
Risiko Ketergantungan pada Kegiatan Usaha dan Pendapatan Perusahaan Anak, Risiko
Kepatuhan dan Regulasi, Risiko Sumber Daya Manusia dan Risiko Investasi dan
Pengembangan Usaha.
Dengan analisis model manajemen tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Perubahan
Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan model manajemen adalah layak.
4.5 Analisis Kelayakan Aspek Keuangan
Dengan menggunakan asumsi proyeksi keuangan jangka panjang yang telah dilakukan
evaluasi dan penyesuaian, menunjukkan bahwa rencana transaksi diperoleh gambaran
variabel yang positif antara lain:
a. Internal Rate of Return (IRR) > Tingkat Diskonto
IRR yang dihasilkan adalah sebesar 40,05% yang berarti di atas tingkat discount rate yang
sebesar 8,18%.
b. Net Present Value (NPV) ≥ 0
NPV yang dihasilkan menunjukkan angka yang positif yaitu sebesar Rp234.429.377.801.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 60
Page 64
c. Profitability Index (PI) > 1
PI yang diperoleh adalah sebesar 3,45 yang berarti lebih besar dari 1.
d. Payback Period (PP)
PP yang dihasilkan sebesar 5,10 yang berarti diperoleh dalam waktu 5 tahun 1 bulan.
Berdasarkan hasil parameter kelayakan investasi maka Rencana Transaksi adalah "Layak"
dikarenakan seluruh parameter Kelayakan Keuangan di atas menunjukan hasil yang lebih baik
saat transaksi dilakukan.
4.6 Kesimpulan Studi Kelayakan Bisnis
Berdasarkan analisis aspek kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis,
kelayakan model manajemen, dan kelayakan keuangan dapat disimpulkan bahwa perubahan
kegiatan usaha Aktifitas Perusahaan Holding (KBLI 64200) dan Aktivitas Konsultasi
Manajemen Lainnya (KBLI 70209) adalah Layak.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 61
Page 65
4.7 Distribusi Laporan Studi Kelayakan Bisnis
Studi Kelayakan Bisnis ini disusun berdasarkan kondisi ekonomi dan peraturan yang ada pada
saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Studi Kelayakan
Bisnis Kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Studi Kelayakan Bisnis ini.
Studi Kelayakan Bisnis ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang
dari KJPP Andesta.
Kami menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Kami tidak mempunyai kepentingan, baik
secara langsung maupun tidak langsung atas opini Pendapat Studi Kelayakan Bisnis yang
telah Kami laksanakan, dan Studi Kelayakan Bisnis ini telah dilaksanakan sesuai dengan
Standar Penilaian Indonesia dan Kode Etik Penilai Indonesia yang berlaku.
Hormat Kami,
KJPP Edi Andesta dan Rekan
Ir. Edi Andesta, MAPPI (Cert)
Pimpinan Rekan
MAPPI 94-S-00411
Izin Penilai Publik PB-1.09.00095
Register RMK-2017.00091
Register OJK Nomor KEP-30/KS.13/2026
Lisensi BPN No. PP1.0095.23
Klasifikasi: Penilai Properti dan Bisnis
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 62
Page 66
Pernyataan Penilai
Dalam batas kemampuan dan keyakinan sebagai Penilai, Kami yang bertanda tangan dibawah ini
menyatakan bahwa :
1. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang
diuraikan didalamnya adalah benar sesuai dengan fakta dan pemahaman terbaik Penilai.
Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat pembatas yang mempengaruhi analisis,
pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan ini.
2. Laporan ini telah disusun sesuai dengan ketentuan-ketentuan didalam Peraturan
No. 35/POJK.04/2020, Standar Penilai Indonesia (SPI), dan Kode Etik Penilai (KEPI). tentang
Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Usaha di Pasar Modal serta tunduk pada
ketentuan-ketentuan yang berlaku.
3. Kami sebagai Penilai tidak mempunyai kepentingan baik secara langsung maupun tidak secara
langsung terhadap objek Studi Kelayakan Bisnis.
4. Penugasan penilaian professional telah dilakukan terhadap objek Studi Kelayakan Bisnis pada
tanggal Studi Kelayakan Bisnis (cut off date).
5. Analisis telah dilakukan untuk maksud dan tujuan sebagaimana telah diungkap dalam laporan
Studi Kelayakan Bisnis.
6. Opini Studi Kelayakan Bisnis yang dihasilkan dalam penugasan Studi Kelayakan Bisnis
professional telah disajikan sebagai kesimpulan akhir.
7. Lingkup penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan dalam laporan Studi Kelayakan
Bisnis.
8. Kesimpulan Studi Kelayakan Bisnis telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
9. Data ekonomi dan industri dalam laporan Studi Kelayakan Bisnis diperoleh dari berbagai sumber
yang diyakini oleh Penilai dan dapat dipertanggungjawabkan.
10. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan Studi Kelayakan Bisnis, telah
menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan laporan Studi Kelayakan Bisnis.
Penilai :
Ir. Edi Andesta, MAPPI (Cert)
Pemimpin Rekan
MAPPI 94-S-00411
Register : RMK-2017.00091 ........………………………….
Ahmad Firdaus S.Pd
Pengendali Mutu
MAPPI 04-T-01814
Register : RMK-2017.00718 ........………………………….
Iqro Haikal Sulaiman SE
Penilai
MAPPI 11-T-03175
Register : RMK-2017.00719 ........………………………….
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 63
Page 67
Asumsi dan Syarat Pembatas
Studi Kelayakan Bisnis ini berdasarkan atas asumsi-asumsi dan syarat-syarat pembatasan sebagai
berikut:
1. Bahwa semua pernyataan dan keterangan yang tercantum dalam laporan ini adalah benar dan
sesuai dengan pengetahuan serta itikad baik dari Penilai.
2. Bahwa dengan dilandasi itikad baik, semua dokumen yang diberikan atau diperlihatkan oleh
Pemberi Tugas dan pihak ketiga kepada Kami dalam rangka Studi Kelayakan Bisnis ini adalah
sah, benar, lengkap dan sesuai dengan kenyataan sebenarnya dan bahwa dokumen-dokumen
yang diberikan kepada Kami dalam bentuk foto copy, turunan dan/atau salinan adalah sesuai
dengan aslinya dan dokumen tersebut adalah sah, benar, lengkap serta sesuai dengan kenyataan
sebenarnya dan Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
dalam proses Studi Kelayakan Bisnis.
3. Data ekonomi dan industri dalam laporan Studi Kelayakan Bisnis, diperoleh dari berbagai sumber
yang diyakini oleh Penilai dan dapat dipertanggungjawabkan.
4. Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran
proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary
duty).
5. Kami bertanggungjawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan Bisnis dan kewajaran proyeksi
keuangan.
6. Kami bertanggungjawab atas laporan Studi Kelayakan Bisnis dan kesimpulan nilai akhir.
7. Laporan Studi Kelayakan ini bersifat terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
8. Kami telah memperoleh informasi atas status hukum objek Studi Kelayakan Bisnis dari Pemberi
Tugas.
9. Kecuali dinyatakan secara tegas didalam penugasan Studi Kelayakan Bisnis ini, tidak dapat
diasumsikan bahwa Kami berkewajiban dan telah melakukan pemeriksaan legalitas atas bisnis
objek Studi Kelayakan Bisnis.
10. Bukan merupakan tanggung jawab Kami atas segala tuntutan dan kewajiban yang berkaitan
dengan penggunaan laporan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan dari laporan ini.
11. Dalam Penugasan ini, Pemberi tugas telah mempelajari, mengetahui dan menyadari sepenuhnya
mengenai keberadaan KJPP Andesta.
12. Baik KJPP Andesta, maupun para penilai dan karyawan lainnya, sama sekali tidak mempunyai
kepentingan finansial terhadap objek Studi Kelayakan Bisnis.
13. Kecuali dinyatakan lain, Nilai dicantumkan dalam mata uang Rupiah, demikian juga analisis dan
perhitungan yang digunakan sebagai dasar penilaian berdasarkan mata uang Rupiah.
14. Baik KJPP Andesta, maupun para Penilai dan karyawannya, oleh karena Studi Kelayakan Bisnis
ini tidaklah diwajibkan memberikan kesaksian atau kehadirannya dalam pengadilan/Dewan
Arbitrasi atau instansi Pemerintah lainnya, kecuali ada perjanjian sebelumnya.
15. Laporan ini dianggap sah apabila tertera cap (seal) dan tanda tangan Pimpinan Rekan.
PT Hotel Fitra International Tbk
Studi Kelayakan Bisnis Terkai Perubahan KBLII 64
Names mentioned 60 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
KH. Abdul Halim
p.4 ×5
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Edi Andesta dan Rekan
p.4
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Edi Andesta
p.4
unresolved
org
KJPP Andesta
p.4 ×12
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.4 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.6 ×2
unresolved
org
Kementerian
p.6 ×2
unresolved
org
PT. Bumi Majalengka Permai
p.7 ×2
unresolved
org
PT. Fitra Amanah Wisata
p.7 ×2
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.9
unresolved
—
Tanggung Jawab Kepada Pihak Selain Pemberi Tug
· Penilai
p.11
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Akuntan Publik Dra Suhartati & Rekan
p.13 ×4
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Akuntan Publik Dra Suhartati
p.13 ×4
unresolved
person
Dra Suhartati
p.13 ×5
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Akuntan Publik Liasta
p.13
unresolved
org
Syarifuddin & Rekan
p.13
unresolved
person
Guo Jingjing
p.13
unresolved
org
Bank Indonesia
p.14 ×9
unresolved
org
PT Jinlong Resources Invesment
p.16
unresolved
person
Sukino Berikut
p.17
unresolved
org
PT Hotel Fitra Syariah
p.17
unresolved
person
Muhammad Hanafi
· Notaris
p.17
unresolved
org
PT. Hotel Fitra Internasional
p.17 ×23
unresolved
person
B. Andy Widyanto
· Notaris
p.17
unresolved
person
Rudy Siswanto
· Notaris
p.18 ×23
unresolved
person
Dr. Erny Kencanawati S.H.
· Notaris
p.18 ×20
unresolved
org
Menteri Investasi
p.19
unresolved
org
Koordinasi Penanaman Modal
p.19
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Majalengka.
p.19
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Dra. Suhartati dan Rekan
p.19
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Dra. Suhartati
p.19
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Liasta
p.19
unresolved
org
Syafruddin dan Rekan
p.19
unresolved
org
Pusat Statistik Pertumbuhan
p.28
unresolved
org
Pusat Statistik Nilai Tukar Rupiah Nilai
p.31
unresolved
org
Departemen Investasi. Struktur Organisasi
p.38
unresolved
org
PT Venturi Tambang Perkasa
p.45
unresolved
org
Departemen Investasi.
p.62 ×2
unresolved
org
KJPP Edi Andesta dan Rekan
p.65
unresolved
org
Rekan Ir. Edi Andesta
p.65
unresolved
person
Ir. Edi Andesta, MAPPI (Cert)
· Pimpinan Rekan
p.65 ×5
unresolved
—
KEPI
· Penilai
p.66
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.273
12458 ms
12 Sep 2026 22:06
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': 'Ir. Edi Andesta, Mappi (Cert.)',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': '2025-12-31',
'value': None}