Back to announcement
20260615_BUKK_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_32101458_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review BUKKSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 156
Page 1
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Y DR
2026
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
REVISI STUDI KELAYAKAN RENCANA PENAMBAHAN KLASIFIKASI
BAKU LAPANGAN USAHA INDONESIA (KBLI)
PT BUKAKA TEKNIK UTAMA TBK
Kantor Pusat:
Jalan KH. Guru Amin KM.17 No.12A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 2
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Y DR
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
No. Laporan : 00002/2.0138-00/JL/10/0423/1/VI/2026 Jakarta, 08 Juni 2026
Kepada Yth.
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Jl. Raya Narogong Bekasi Km 19,5 RT 003 RW 002,
Kel. Limusnunggal, Kec. Cileungsi
Kab. Bogor, Provinsi Jawa Barat, 16820
Perihal : Revisi Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
Indonesia (KBLI) PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Dengan hormat,
Memenuhi permintaan manajemen PT Bukaka Teknik Utama Tbk (“Bukaka atau Perseroan atau Perusahaan”)
sebagaimana yang kami terima, bahwa manajemen Bukaka telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Yufrizal,
Deny Kamal dan Rekan (“KJPP YDR”) dengan Penawaran Jasa KJPP YDR Nomor: 01/YDR-B/PNR-JL/III/2026
tanggal 12 Maret 2026 yang telah disetujui dan ditandatangani oleh Bukaka, untuk melakukan Pekerjaan Studi
Kelayakan Rencana Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) sesuai dengan
Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2025, yaitu penambahan kegiatan aktivitas usaha Klasifikasi
Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) berupa Reparasi dan Pemeliharaan Motor Listrik, Generator dan
Transformator (KBLI 2025 No. 33141), Industri Pompa Lainnya, Kompresor, Keran, Dan Klep/Katup (KBLI
2025 No. 28130), Reparasi dan Pemeliharaan Peralatan Listrik Lainnya (KBLI 2025 No. 33149),
Pemasangan Perlengkapan Mekanikal Bangunan (KBLI 2025 No. 43291), Konstruksi Bangunan Prasarana
Sumber Daya Air (KBLI 2025 No. 42911), Aktivitas Penunjang Pertambangan Dan Penggalian Lainnya (KBLI
2025 No.09900), Aktivitas Enjinering dan Konsultasi Teknis Terkait Lainnya (KBLI 2025 No. 71109), Konstruksi
Konvensional Gedung Hunian (KBLI 2025 No. 41011), Konstruksi Konvensional Gedung Perkantoran (KBLI
2025 No. 41012), Konstruksi Konvensional Gedung Hiburan dan Olahraga (KBLI 2025 No. 41018),
Konstruksi Jalan Pada Permukaan Tanah (KBLI 2025 No.42101), Konstruksi Khusus Lainnya (KBLI 2025 No.
43909), Konstruksi Terowongan (KBLI 2025 No. 42104), Penyiapan Lahan (KBLI 2025 No. 43120),
Pemasangan dan Rekayasa Struktur Bangunan (KBLI 2025 No. 43901), Penyewaan Alat Konstruksi dengan
Operator (KBLI 2025 No.43905), Pengecatan (KBLI 2025 No. 43303), Konstruksi Konvensional Gedung
Pendidikan (KBLI 2025 No. 41016), Jasa Pengujian Teknis (KBLI 2025 No.71204), Aktivitas Perusahaan Induk
(KBLI 2025 No. 64210).
Laporan ini merupakan revisi atas Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) PT Bukaka Teknik Utama Tbk sebelumnya yaitu Laporan No.
00001/2.0138-00/JL/10/0423/1/V/2026, tanggal 08 Mei 2026. Kami menyatakan bahwa membatalkan
laporan sebelumnya. Alasan diterbitkannya laporan revisi ini adalah untuk memenuhi permintaan manajemen
PT Bukaka Teknik Utama Tbk dalam hal memberikan tanggapan atas Surat Otoritas Jasa Keuangan No. S-
126/PM.212/2026, tanggal 02 Juni 2026, perihal Perubahan dan/atau Tambahan Informasi atas Perubahan
Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk.
KJPP YDR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang memiliki izin berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan
Republik Indonesia Nomor: 921/KM.1/2016 dengan nomor izin usaha 2.16.0138 tertanggal 2 September 2016.
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 3
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Y DR
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
1. Latar Belakang Penugasan
PT Bukaka Teknik Utama Tbk merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (public
company) yang didirikan di Indonesia. Bidang usaha Perseroan meliputi bidang rekayasa, pengadaan dan
konstruksi. PT. Bukaka Teknik Utama Tbk berdomisili di Cileungsi - Bogor dengan kantor di Jl. Raya
Narogong Bekasi Km. 19.5 RT 003 RW 002, Kel. Limusnunggal, Kec. Cileungsi, Kab. Bogor, Provinsi Jawa
Barat, 16820 dengan nomor telepon (021) 8232323, nomor faksimili (021) 8231150, alamat email:
corsec@bukaka, dan alamat website https://www.bukaka.com.
Berdasarkan informasi yang kami terima dari manajemen Perseroan, PT Bukaka Teknik Utama Tbk
berencana untuk menambah kegiatan aktivitas usaha dikarenakan adanya peluang pasar, persaingan, dan
potensi pertumbuhan. Untuk memanfatkan peluang pasar, persaingan, dan potensi pertumbuhan,
Perseroan membutuhkan penambahan aktivitas usaha selain kegiatan usaha utama Perseroan, yaitu
penambahan kegiatan aktivitas usaha Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) berupa
Reparasi dan Pemeliharaan Motor Listrik, Generator dan Transformator (KBLI 2025 No. 33141),
Industri Pompa Lainnya, Kompresor, Keran, Dan Klep/Katup (KBLI 2025 No. 28130), Reparasi dan
Pemeliharaan Peralatan Listrik Lainnya (KBLI 2025 No. 33149), Pemasangan Perlengkapan
Mekanikal Bangunan (KBLI 2025 No. 43291), Konstruksi Bangunan Prasarana Sumber Daya Air (KBLI
2025 No. 42911), Aktivitas Penunjang Pertambangan Dan Penggalian Lainnya (KBLI 2025 No.09900),
Aktivitas Enjinering dan Konsultasi Teknis Terkait Lainnya (KBLI 2025 No. 71109), Konstruksi
Konvensional Gedung Hunian (KBLI 2025 No. 41011), Konstruksi Konvensional Gedung Perkantoran
(KBLI 2025 No. 41012), Konstruksi Konvensional Gedung Hiburan dan Olahraga (KBLI 2025 No.
41018), Konstruksi Jalan Pada Permukaan Tanah (KBLI 2025 No.42101), Konstruksi Khusus Lainnya
(KBLI 2025 No. 43909), Konstruksi Terowongan (KBLI 2025 No. 42104), Penyiapan Lahan (KBLI 2025
No. 43120), Pemasangan dan Rekayasa Struktur Bangunan (KBLI 2025 No. 43901), Penyewaan Alat
Konstruksi dengan Operator (KBLI 2025 No.43905), Pengecatan (KBLI 2025 No. 43303), Konstruksi
Konvensional Gedung Pendidikan (KBLI 2025 No. 41016), Jasa Pengujian Teknis (KBLI 2025 No.71204),
Aktivitas Perusahaan Induk (KBLI 2025 No. 64210).
Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Rencana Perseroan akan mengakibatkan terjadinya
penambahan kegiatan usaha penunjang Perseroan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha Utama” (“POJK No.17/2020”), mengingat bahwa Rencana Transaksi akan mengakibatkan
terjadinya penambahan aktivitas usaha penunjang Perseroan yaitu Reparasi dan Pemeliharaan Motor
Listrik, Generator dan Transformator (KBLI 2025 No. 33141), Industri Pompa Lainnya, Kompresor,
Keran, Dan Klep/Katup (KBLI 2025 No. 28130), Reparasi dan Pemeliharaan Peralatan Listrik Lainnya
(KBLI 2025 No. 33149), Pemasangan Perlengkapan Mekanikal Bangunan (KBLI 2025 No. 43291),
Konstruksi Bangunan Prasarana Sumber Daya Air (KBLI 2025 No. 42911), Aktivitas Penunjang
Pertambangan Dan Penggalian Lainnya (KBLI 2025 No.09900), Aktivitas Enjinering dan Konsultasi
Teknis Terkait Lainnya (KBLI 2025 No. 71109), Konstruksi Konvensional Gedung Hunian (KBLI 2025
No. 41011), Konstruksi Konvensional Gedung Perkantoran (KBLI 2025 No. 41012), Konstruksi
Konvensional Gedung Hiburan dan Olahraga (KBLI 2025 No. 41018), Konstruksi Jalan Pada
Permukaan Tanah (KBLI 2025 No.42101), Konstruksi Khusus Lainnya (KBLI 2025 No. 43909),
Konstruksi Terowongan (KBLI 2025 No. 42104), Penyiapan Lahan (KBLI 2025 No. 43120), Pemasangan
dan Rekayasa Struktur Bangunan (KBLI 2025 No. 43901), Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 4
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Y DR
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
(KBLI 2025 No.43905), Pengecatan (KBLI 2025 No. 43303), Konstruksi Konvensional Gedung Pendidikan
(KBLI 2025 No. 41016), Jasa Pengujian Teknis (KBLI 2025 No.71204), Aktivitas Perusahaan Induk (KBLI
2025 No. 64210).
Untuk transaksi yang menyebabkan terjadinya Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang, Peraturan POJK
No.17/2020 mensyaratkan adanya laporan studi kelayakan tentang penambahan kegiatan usaha
penunjang yang disusun oleh penilai independen. Dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi dan
untuk memenuhi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Peraturan POJK No.17/2020, maka Perseroan
perlu menunjuk penilai untuk melaksanakan penyusunan studi kelayakan atas Rencana Penambahan
Kegiatan Penunjang Usaha (“Studi Kelayakan”).
Oleh karena itu, Bukaka telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Yufrizal Deny Kamal dan Rekan
(“KJPP YDR”) untuk melakukan Pekerjaan Kajian Studi Kelayakan tersebut dengan Penawaran Jasa
Nomor: 01/YDR-B/PNR-JL/III/2026 tanggal 12 Maret 2026.
2. Status Penilai
Konsultan yang menandatangani laporan Penilaian ini merupakan Konsultan dengan Kompetensi dan
klasifikasi Penilaian Bisnis bersertifikat MAPPI dan sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
dengan perizinan sebagai berikut:
Nama : Ir. Mahrani, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
No. Izin Penilai Publik : B-1.15.00423
No. Izin Penilai KI : 26-P/KI. Ekraf-0014
No. MAPPI : 98-S-01056
No. RMK : RMK-2017.00379
No. STTD OJK (Pasar Modal) : STTD.PB-40/PJ-1/PM.02/2023
No. STTD OJK (IKNB) : 342/PD.021/STTD-P/2025
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
YDR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar Modal serta
memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan ini.
Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan ini kami bertindak secara profesional tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas, objek studi kelayakan ataupun pihak-
pihak yang terafiliasi dengan pemberi tugas dan objek studi kelayakan. YDR juga tidak memiliki
kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini
Laporan studi kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.
3. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Nama Pemberi Tugas : PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Bidang Usaha : Rekayasa, pengadaan dan konstruksi
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 5
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Y DR
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
Alamat : Jl. Raya Narogong Bekasi Km. 19.5 RT 003 RW 002,
Kel. Limusnunggal, Kec. Cileungsi Kab. Bogor,
Provinsi Jawa Barat, 16820
Telepon/Fax : 021-8232323/021-8231150
Email : corsec@bukaka.com
Website : www.bukaka.com
4. Objek Studi Kelayakan dan Kepemilikan
Yang dimaksud Objek Studi Kelayakan adalah analisis atas rencana penambahan kegiatan usaha
dengan penambahan 20 KBLI pada Pasal 3 Anggaran Dasar perusahaan yang akan dilakukan oleh
PT Bukaka Teknik Utama Tbk yaitu:
No. Kode KBLI 2025 Keterangan
1. 33141 Reparasi dan Pemeliharaan Motor Listrik, Generator dan Transformator
2. 28130 Industri Pompa Lainnya, Kompresor, Keran dan Klep/Katup
3. 33149 Reparasi dan Pemeliharaan Peralatan Listrik Lainnya
4. 43291 Pemasangan Perlengkapan Mekanikal Bangunan
5. 42911 Konstruksi Bangunan Prasarana Sumber Daya Air
6. 09900 Aktivitas Penunjang Pertambangan dan Penggalian Lainnya
7. 71109 Aktivitas Enjinering dan Konsultasi Teknis Terkait Lainnya
8. 41011 Konstruksi Konvensional Gedung Hunian
9. 41012 Konstruksi Konvensional Gedung Perkantoran
10. 41018 Konstruksi Konvensional Gedung Hiburan dan Olahraga
11. 42101 Konstruksi Jalan Pada Permukaan Tanah
12. 43909 Konstruksi Khusus Lainnya
13. 42104 Konstruksi Terowongan
14. 43120 Penyiapan Lahan
15. 43901 Pemasangan dan Rekayasa Struktur Bangunan
16. 43905 Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator
17. 43303 Pengecatan
18. 41016 Konstruksi Konvensional Gedung Pendidikan
19. 71204 Jasa Pengujian Teknis
20. 64210 Aktivitas Perusahaan Induk
5. Jenis Mata Uang yang Digunakan
Laporan studi kelayakan ini dinyatakan dalam mata uang Rupiah. YDR tidak bertanggung jawab atas
penggunaan Nilai Tukar selain yang tercantum pada laporan ini.
6. Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan Kajian Studi Kelayakan atas rencana PT Bukaka
Teknik Utama Tbk yang akan melakukan penambahan kegiatan usaha dengan penambahan 20 KBLI
pada Pasal 3 Anggaran Dasar perusahaan. Studi ini juga bertujuan untuk mengkaji prospek usaha
dari PT Bukaka Teknik Utama Tbk ditinjau dari berbagai aspek yang meliputi aspek kelayakan pasar,
aspek teknis, aspek kelayakan Pola Bisnis, aspek Model Manajemen, serta aspek keuangan dengan
memperkirakan tingkat kemampulabaan dari operasional rencana pengembangan bisnis ini, sehingga
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 6
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Y DR
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
Pimpinan PT Bukaka Teknik Utama Tbk dapat menyetujui atas usulan penambahan kegiatan usaha
dengan penambahan 20 KBLI pada Pasal 3 Anggaran Dasar perusahaan tersebut.
Laporan ini disusun dalam rangka memenuhi ketentuan yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Republik Indonesia (“POJK”) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha. Peraturan tersebut mensyaratkan adanya laporan studi kelayakan atas
perubahan kegiatan usaha yang disusun oleh penilai. Laporan tidak digunakan di luar konteks atau
tujuan tersebut dan bukan untuk kepentingan perpajakan.
7. Tanggal Studi Kelayakan
Tanggal efektif studi kelayakan adalah 31 Desember 2025, dimana batas tersebut diambil atas dasar
pertimbangan kepentingan pemberi tugas dan tujuan studi kelayakan. Berdasarkan Pasal 6 ayat 2 (dua)
POJK No. 17/POJK.04/2020 bahwa masa berlaku di Studi Kelayakan adalah selama 6 (enam) bulan sejak
tanggal analisis dalam Studi Kelayakan. Sehingga masa berlaku laporan berakhir pada 30 Juni 2026.
8. Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan
Dalam melakukan studi kelayakan ini, YDR juga menggunakan informasi dari beberapa sumber informasi
yang relevan dan handal, yaitu:
• Data internal perusahaan terkait dengan studi kelayakan.
• Proyeksi keuangan Bukaka untuk tahun 2026 sampai dengan 2030.
• Proyeksi keuangan BUKAKA atas penambahan kegiatan usaha untuk tahun 2026 sampai dengan
2030 yang disediakan manajemen Perseroan.
• Laporan keuangan PT Bukaka Teknik Utama Tbk Dan Entitas Anak (“Grup”) Nomor:
00049/3.0360/AU.1/03/1806-4/1/III/2026 dikeluarkan tanggal 27 Maret 2026, yang telah diaudit per
31 Desember 2025 oleh Akuntan Publik Rahman Akbar, CPA dari Kantor Akuntan Publik (“KAP”)
Rama Wendra (McMillan Woods) dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
• Laporan keuangan PT Bukaka Teknik Utama Tbk Dan Entitas Anak (“Grup”) Nomor:
00036/3.0360/AU.1/03/1806-3/1/III/2025 dikeluarkan tanggal 25 Maret 2025, yang telah diaudit per
31 Desember 2024 oleh Akuntan Publik Rahman Akbar, CPA dari Kantor Akuntan Publik (“KAP”)
Rama Wendra (McMillan Woods) dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
• Laporan keuangan PT Bukaka Teknik Utama Tbk Nomor: 00044/3.0360/AU.1/03/1806-2/1/IV/2024
dikeluarkan tanggal 4 April 2024, yang telah diaudit per 31 Desember 2023 oleh Akuntan Publik
Rahman Akbar, CPA dari Kantor Akuntan Publik (“KAP”) Rama Wendra (McMillan Woods) dengan
opini wajar dalam semua hal yang material.
• Laporan keuangan PT Bukaka Teknik Utama Tbk Nomor: 00025/3.0360/AU.1/03/1806-1/1/III/2023
dikeluarkan tanggal 21 Maret 2023, yang telah diaudit per 31 Desember 2022 oleh Akuntan Publik
Rahman Akbar, CPA dari Kantor Akuntan Publik (“KAP”) Rama Wendra (McMillan Woods) dengan
opini wajar dalam semua hal yang material.
• Laporan keuangan PT Bukaka Teknik Utama Tbk Nomor: 00007/2.0900/AU.1/03/0199-1/1/III/2022
dikeluarkan tanggal 28 Maret 2022, yang telah diaudit per 31 Desember 2021 oleh Kantor Akuntan
Publik (“KAP”) Suganda Akna Suhri & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 7
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Y DR
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
• Laporan keuangan PT Bukaka Teknik Utama Tbk Nomor: 00022/3.0360/AU.1/03/0202-2/1/III/2021
dikeluarkan tanggal 9 Maret 2021, yang telah diaudit per 31 Desember 2020 oleh Akuntan Publik
(“KAP”) Rahman Akbar, CPA dari Kantor Akuntan Publik Rama Wendra (McMillan Woods) dengan
opini wajar dalam semua hal yang material.
• Legalitas Perseroan.
• Data-data yang diperoleh dari S&P Capital IQ dan Damodaran.
• Data-data ekonomi yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari instansi terkait seperti
Bank Indonesia.
• Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan penugasan Studi
Kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha.
• Representation Letter No. 010/BTU-LGL/V/2026, tanggal 6 Mei 2026, sehubungan dengan Penugasan
Penilaian Studi Kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha.
• Data-data lain sebagai pendukung.
YDR telah menerima proyeksi keuangan dimana proyeksi keuangan merupakan data yang telah ditelaah
kewajarannya terlebih dahulu yakni melakukan analisis kewajaran atas proyeksi yang disampaikan.
9. Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
Laporan studi kelayakan ini ditujukan terkait POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang transaksi material dan
perubahan kegiatan usaha yang dihasilkan sehingga untuk setiap publikasi terhadap keseluruhan atau
sebagian dari laporan, atau referensi yang dipublikasikan, termasuk referensi mengenai laporan keuangan
perusahaan/objek studi kelayakan, dan/atau laporan direksi/pimpinan perusahaan/objek studi kelayakan,
dan/atau pernyataan atau kajian lainnya atau pernyataan/edaran apapun dari perusahaan/objek studi
kelayakan dapat diakses oleh publik sesuai dengan keperluan atas Rencana Transaksi tersebut. Tanda
tangan Penilai Publik dan cap YDR yang resmi merupakan syarat mutlak laporan studi kelayakan yang
dihasilkan.
10. Konfirmasi Bahwa Studi Kelayakan dilakukan berdasarkan OJK, SPI dan KEPI
Studi kelayakan ini dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor
35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”)
Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi Tahun 2020.
11. Metodologi
Metodologi yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan berdasarkan POJK
No.35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia
(“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi Tahun 2020 ini adalah:
Pengumpulan Data
• Pengumpulan data-data primer atas rencana penambahan kegiatan usaha meliputi data-data rencana
investasi dan rencana usaha serta data-data lainnya yang relevan. Data-data primer ini diperoleh
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 8
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Y DR
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
secara langsung melalui wawancara dengan berbagai pihak, terutama dari manajemen Bukaka pada
saat dilakukan investigasi lapangan.
• Pengumpulan data sekunder yang diperoleh dari berbagai instansi atau pihak ketiga dalam bentuk
angka-angka statistik dan berbagai data pendukung yang relevan dengan tujuan penugasan seperti
analisis makro ekonomi, analisis industri dan analisis manajemen risiko, untuk mengevaluasi
pengaruh dari faktor tersebut di masa mendatang.
Analisis Kelayakan
Melakukan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha yang mengacu pada Pasal V SEOJK
No.17/SEOJK.04/2020 meliputi:
a. Kelayakan Pasar; Analisis kelayakan pasar dilakukan terhadap analisis kondisi pasar, seperti
pangsa pasar, kesinambungan (sustainability), potensi pasar, sasaran, dan potensi nilai pasar,
pesaing usaha, dan strategi pemasaran.
b. Kelayakan Teknis; Analisis kelayakan teknis dilakukan terhadap analisis Ketersediaan dan Kualitas
Sumber Daya; Proses Bisnis Kegiatan Usaha Baru.
c. Kelayakan Pola Bisnis; Analisis kelayakan pola bisnis dilakukan terhadap analisis Keunggulan
Kompetitif Bukaka, Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk Bukaka; Kemampuan Untuk
Menciptakan Nilai Penambahan Kegiatan Usaha.
d. Kelayakan Model Manajemen; Analisis kelayakan model manajemen dilakukan terhadap analisis
ketersediaan tenaga kerja, manajemen kekayaan intelektual, manajemen risiko, kapasitas dan
kemampuan manajemen, dan kesesuaian struktur organisasi dan manajemen.
e. Kelayakan Keuangan; Analisis kelayakan keuangan dilakukan terhadap analisis keuangan seperti
analisis titik impas (Break Even Analysis), Analisis Profitabilitas (Overall Profitability), Tingkat
Balikan Investasi (Overall Return on Investment), Analisis Kelayakan Finansial dengan Net Present
Value (“NPV”), Internal Rate of Return (“IRR”), Payback Period, Profitability Index dan analisis
sensitivitas.
12. Pernyataan Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan kami bertindak secara profesional tanpa adanya benturan
kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas ataupun pihak- pihak yang terafiliasi dengan
pemberi tugas.
KJPP Yufrizal, Deny Kamal dan Rekan (“YDR”) juga tidak memiliki benturan kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan ini tidak dilakukan untuk memberikan
keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak
dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 9
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Y DR
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
13. Asumsi dan Kondisi Pembatas
1. Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. YDR telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses studi kelayakan
penambahan kegiatan usaha ini.
3. Dalam menyusun laporan ini, data dan informasi yang diperoleh YDR baik yang disediakan oleh
manajemen Bukaka dan/atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan
informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan berasal dari sumber yang dapat dipercaya
keakuratannya.
4. YDR menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh Bukaka serta telah disesuaikan
sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary
duty).
5. YDR bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kewajaran proyeksi keuangan yang telah
disesuaikan.
6. Laporan Studi Kelayakan ini bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
7. YDR Bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan Kesimpulan nilai akhir yang dihasilkan.
8. YDR telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari pemberi tugas.
14. Tanda Tangan Pimpinan dan Cap Perusahaan Yang Resmi Merupakan Syarat Mutlak Sahnya
Laporan Studi Kelayakan Yang Terlampir
Tanda tangan pimpinan dan cap perusahaan yang resmi merupakan syarat mutlak sahnya laporan studi
kelayakan yang terlampir.
15. Konfirmasi Bahwa Objek Studi Tidak Sedang atau Telah Dinilai Dalam Jangka Waktu 2 (dua) Bulan
Dengan ini, Pemberi Tugas memberikan konfirmasi bahwa objek studi kelayakan tidak sedang atau telah
dianalisis oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud, tujuan, pengguna laporan dan tanggal studi yang sama
atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari dua bulan). Apabila Pemberi Tugas terbukti
memberikan informasi yang tidak benar, maka Laporan Studi Kelayakan dinyatakan tidak berlaku.
Tidak ada KJPP berizin selain KJPP YDR yang diminta oleh Pemberi Tugas dalam waktu yang bersamaan
untuk melakukan studi kelayakan atas objek yang dimaksud, sampai Laporan Studi Kelayakan diterbitkan.
16. Tingkat Kedalaman Investigasi
• Inspeksi.
Dalam penugasan ini, kami telah melakukan investigasi dengan melakukan Inspeksi terhadap
Perseroan dan melakukan wawancara dengan Pemberi Tugas, maupun pihak lain yang relevan guna
mengumpulkan data dan informasi yang relevan untuk mendapatkan keyakinan yang memadai terkait
dengan maksud dan tujuan penugasan. Dalam melakukan inspeksi kami tidak mengalami keterbatasan
untuk mengamati kegiatan operasional Perseroan.
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 10
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Y DR
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
• Penelaahan
Dari hasil inspeksi maupun wawancara dan data / informasi yang diterima maka setelah dilakukan
penelaahan, kami tidak menemui data atau informasi yang tidak jelas dan tidak dapat ditelaah
kewajarannya berdasarkan klarifikasi dari Manajemen Perseroan dan/atau pihak terkait lainnya.
Berikut adalah pihak yang diwawancara dalam hubungannya dengan penugasan yaitu:
Nama Jabatan Perusahaan
Irsal kamarudin Direktur utama Bukaka
Didin Saepudin Direktur Bukaka
Hariri Legal Bukaka
M. Rizki Eka Y. Legal Bukaka
Farikhin Aziz Marketing Bukaka
Salim Marketing Bukaka
17. Hal Lain yang Penting untuk Diungkapkan
Dalam penugasan ini KJPP YDR bertindak sebagai konsultan penyusunan kajian kelayakan bagi Bukaka.
Penugasan ini bukanlah merupakan jasa penilaian tetapi adalah jasa lainnya yaitu sebagai konsultan
penyusunan kajian kelayakan. Sebagai informasi dalam penugasan ini KJPP YDR telah bekerja secara
profesional dan kolaboratif dengan manajemen Bukaka. KJPP YDR menolak bertanggung jawab atas
kerugian akibat kesalahan penggunaan isi dokumen ini, validitas data/informasi dari pihak ketiga, ataupun
kesalahpahaman interpretasi atas informasi di dalam dokumen ini. Hasil pekerjaan ini dapat digunakan
sebagai bahan perkembangan dan masukan bagi Manajemen Bukaka dalam rencana Penambahan
Kegiatan Usaha Bukaka dan oleh karenanya tidak membatasi atau mengurangi kewenangan yang dimiliki
oleh Manajemen Bukaka jika memutuskan hal lain.
Semua informasi yang terkandung di dalam dokumen laporan ini telah dicek dan disetujui oleh Bukaka.
Hasil pekerjaan telah dipaparkan secara lengkap dan menyeluruh kepada Bukaka. Penerima atau
pemegang dokumen ini dilarang mendistribusikan, mereplikasi atau mempublikasi sebagian atau seluruh
dokumen ini tanpa izin dari Bukaka.
18. Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan
Dari tanggal Studi Kelayakan, yaitu per tanggal 31 Desember 2025 sampai dengan tanggal penerbitan
laporan ini, tidak terdapat kejadian penting dalam perseroan yang dapat berpengaruh signifikan terhadap
hasil studi kelayakan.
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 11
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Y DR
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
19. Analisis Kelayakan
a. Kelayakan Pasar
Dari Kajian Kelayakan Pasar, dapat disampaikan bahwa:
Prospek pasar industri yang masih positif, dimana industri konstruksi Indonesia masih memiliki prospek
yang baik sejalan dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur nasional, termasuk jalan, jembatan,
gedung, fasilitas publik, prasarana sumber daya air, fasilitas industri, energi, dan infrastruktur
pendukung pertambangan. Sektor konstruksi juga masih berperan penting terhadap perekonomian
nasional, antara lain melalui kontribusi terhadap PDB, penyerapan tenaga kerja, dan keterkaitannya
dengan sektor pendukung lainnya. Dalam dokumen kajian, sektor konstruksi tercatat memberikan
kontribusi sebesar 9,48% terhadap PDB pada triwulan III/2025, serta didukung oleh kebutuhan investasi
infrastruktur nasional yang masih besar.
Kebutuhan pasar sesuai dengan kompetensi Perseroan, dimana penambahan kegiatan usaha masih
memiliki keterkaitan dengan kompetensi utama Perseroan, yaitu konstruksi, manufaktur teknik, struktur
baja, peralatan industri, jasa enjiniring, pekerjaan mekanikal, jasa pengujian teknis, serta aktivitas
penunjang proyek. Dengan demikian, penambahan kegiatan usaha tidak mengubah arah usaha
Perseroan secara fundamental, melainkan memperluas ruang lingkup usaha yang masih sejalan
dengan kegiatan Perseroan saat ini.
Perseroan telah memiliki basis pelanggan yang kuat. Perseroan telah memiliki pelanggan dari berbagai
sektor strategis, antara lain energi, ketenagalistrikan, telekomunikasi, konstruksi, pertambangan,
minyak dan gas, transportasi, serta infrastruktur publik. Pelanggan Perseroan mencakup BUMN,
perusahaan swasta nasional, pemerintah, dan mitra internasional, antara lain:
• Segmen Steel Tower: PT Centratama Menara Indonesia, PT Andisi, Amman Mineral, PT Poso
Energy, PT LEN Industri (Persero), TBEA Co., Ltd., Edotco, PT Waskita Karya (Persero), PT
Siemens Energy, PT Nokia Solutions and Networks Indonesia, dan pelanggan lainnya.
• Segmen Steel Bridge: CV Bogo Mamberamo Permai, PT Erabaru Timur Lestari, Waskita Abipraya
JO, PT Persada Nusantara Prima, PT Vale Indonesia Tbk, PT Hutama Karya Infrastruktur, WIKA–
SPT KSO, dan pelanggan lainnya.
• Segmen Boarding Bridge: EM Power Engineering Co., Ltd. – Thailand, ANA Motor Service Co., Ltd.
– Jepang, dan PT Brantas Abipraya (Persero).
• Segmen Oil and Gas: PT Pertamina Hulu Rokan, PT Pertamina EP, TAC Pertamina, JOB
Pertamina, PT Chevron Pacific Indonesia, PT Tripatra Engineers and Constructors, dan PT Modern
Widya Technical.
• Sektor ketenagalistrikan, telekomunikasi, dan infrastruktur: PT Perusahaan Listrik Negara (Persero),
PT Huawei Tech Investment, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, PT Dayamitra Telekomunikasi,
PT Hutama Karya, PT Pembangunan Perumahan, dan PT Vale Indonesia.
Basis pelanggan tersebut menunjukkan bahwa Perseroan telah memiliki rekam jejak dalam melayani
pelanggan dengan kebutuhan produk teknik, konstruksi, struktur baja, peralatan industri, serta layanan
pendukung proyek. Hal ini menjadi salah satu dasar yang mendukung rencana penambahan kegiatan
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 12
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Y DR
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
usaha, karena kegiatan yang ditambahkan masih berkaitan dengan kebutuhan pelanggan lama maupun
calon pelanggan baru.
Terdapat peluang proyek yang telah diidentifikasi, dimana rencana penambahan kegiatan usaha
didukung oleh sejumlah peluang proyek yang relevan dengan bidang usaha Perseroan, antara lain:
• Pekerjaan Pemborongan Menara Berlian Gedung;
• EPC Project – Transfer Point, Mine Office Extension & MEM Workshop;
• Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Sistem Tata Air Pompa Ancol Beserta
Kelengkapannya;
• Pekerjaan Pembangunan Hunian BI Karawang;
• Corrugated Steel Plate;
• Pembangunan Kelas Bersama Universitas Padjadjaran;
• Pengadaan dan Pemasangan Struktur Baja Facade dan Space Frame Stadion Sudiang Kota
Makassar; dan
• Steel Tower Test Tower Punagaya–Bantaeng 150 kV Switching Section II Project.
Peluang proyek tersebut menunjukkan bahwa pasar yang disasar Perseroan mencakup konstruksi
gedung, fasilitas industri, fasilitas pertambangan, prasarana sumber daya air, fasilitas pendidikan,
fasilitas olahraga, struktur baja, serta infrastruktur ketenagalistrikan. Dengan demikian, penambahan
kegiatan usaha memberikan ruang bagi Perseroan untuk memperluas portofolio proyek yang masih
sejalan dengan pengalaman dan kapabilitas Perseroan.
Penambahan kegiatan usaha memperluas akses tender dan layanan kepada pelanggan. Penambahan
KBLI memberikan fleksibilitas bagi Perseroan untuk mengikuti tender atau proyek yang mensyaratkan
kesesuaian bidang usaha dengan lingkup pekerjaan. Selain itu, penambahan kegiatan usaha juga
memungkinkan Perseroan memberikan layanan yang lebih lengkap kepada pelanggan eksisting, mulai
dari pekerjaan konstruksi, instalasi, pemeliharaan, rekayasa teknis, penyewaan alat konstruksi, hingga
jasa pengujian teknis.
Penambahan kegiatan usaha mendukung kesinambungan dan diversifikasi pendapatan Perseroan.
Dengan cakupan kegiatan usaha yang lebih luas, Perseroan dapat memperluas portofolio usaha,
meningkatkan diversifikasi sumber pendapatan, serta mengurangi ketergantungan pada satu jenis
produk atau satu segmen proyek tertentu. Hal ini mendukung kesinambungan usaha Perseroan dalam
jangka menengah dan panjang.
Strategi pemasaran Perseroan diarahkan pada pasar yang relevan, antara lain dengan menjaga
hubungan dengan kementerian, BUMN, pemerintah daerah, dan pelaku usaha infrastruktur;
memperluas kerjasama dengan perusahaan swasta nasional dan internasional; memperkuat jaringan
pada sektor airport, pelabuhan, energi, konstruksi, dan pertambangan; menjajaki peluang proyek
dengan skema KPBU; serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pemasaran dan teknis.
Berdasarkan hal tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha pada aspek
pasar adalah layak.
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 13
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Y DR
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
b. Kelayakan Teknis
Berdasarkan hasil kajian teknis, rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan didukung oleh
keterkaitan rencana penambahan KBLI dengan kompetensi Perseroan, adanya peluang proyek yang
telah diidentifikasi, kesiapan proses tender/kontrak, ketersediaan sumber daya teknis, serta
pengalaman Perseroan dalam pekerjaan konstruksi, struktur baja, mekanikal, elektrikal, prasarana
sumber daya air, aktivitas penunjang pertambangan, dan jasa pengujian teknis.
Rencana penambahan kegiatan usaha memiliki dasar proyek yang jelas, dimana Perseroan telah
mengidentifikasi sejumlah peluang pekerjaan yang relevan dengan penambahan KBLI. Proyek-proyek
tersebut mencakup pekerjaan gedung, fasilitas pertambangan, sistem tata air, struktur baja, fasilitas
pendidikan, fasilitas olahraga, corrugated steel plate, serta pengujian steel tower. Beberapa proyek
yang menjadi dasar rencana penambahan kegiatan usaha antara lain:
• Pekerjaan Pemborongan Menara Berlian Gedung;
• EPC Project – Transfer Point, Mine Office Extension & MEM Workshop;
• Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Sistem Tata Air Pompa Ancol Beserta
Kelengkapannya;
• Pekerjaan Pembangunan Hunian BI Karawang;
• Corrugated Steel Plate;
• Pembangunan Kelas Bersama Universitas Padjadjaran;
• Pengadaan dan Pemasangan Struktur Baja Facade dan Space Frame Stadion Sudiang Kota
Makassar; dan
• Steel Tower Test Tower Punagaya–Bantaeng 150 kV Switching Section II Project.
Proses tender dan dokumen pendukung telah tersedia untuk beberapa proyek utama, sehingga rencana
penambahan kegiatan usaha tidak hanya bersifat administratif, tetapi memiliki hubungan dengan
kebutuhan proyek yang sedang dan/atau akan diikuti Perseroan. Untuk proyek Pembangunan Sistem
Tata Air Pompa Ancol, dokumen kualifikasi mencantumkan lingkup pekerjaan meliputi pekerjaan
pendahuluan, SMKK, struktur rumah pompa, arsitektur, mekanikal, elektrikal, sanitasi dan plumbing,
dengan jangka waktu pelaksanaan 720 hari kalender sejak SPMK serta HPS sebesar
Rp202.193.716.717,24. Untuk proyek PT Vale Indonesia, proses tender mencakup pra-kualifikasi
CSMS, evaluasi teknis dan komersial, serta pemisahan dokumen non-komersial dan komersial.
RAB dan estimasi pekerjaan telah disusun berdasarkan lingkup proyek dan dokumen pendukung,
dengan total estimasi nilai pekerjaan sebesar sekitar Rp1.583,93 miliar. Estimasi tersebut berasal dari
beberapa proyek yang telah diidentifikasi, antara lain EPC Project – Transfer Point, Mine Office
Extension & MEM Workshop sebesar Rp484,27 miliar; Menara Berlian Gedung sebesar Rp274,63
miliar; Sistem Tata Air Pompa Ancol sebesar Rp202,20 miliar; Pembangunan Kelas Bersama
Universitas Padjadjaran sebesar Rp170,00 miliar; Stadion Sudiang Kota Makassar sebesar Rp162,45
miliar; Hunian BI Karawang sebesar Rp150,00 miliar; Corrugated Steel Plate sebesar Rp137,39 miliar;
dan Steel Tower Test Tower Punagaya–Bantaeng sebesar Rp3,33 miliar.
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 14
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Y DR
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
Spesifikasi teknis pekerjaan telah mengacu pada kebutuhan masing-masing proyek, antara lain
spesifikasi struktur, material, standar mutu, metode kerja, alat, tenaga kerja, serta pengujian teknis.
Untuk pekerjaan struktur baja, Perseroan memiliki pengalaman dan referensi dokumen pekerjaan yang
mensyaratkan penyediaan tenaga kerja, termasuk tukang las bersertifikat, bahan, peralatan,
pengiriman, fabrikasi, ereksi, temporary bracing, pengecatan dasar, sambungan, sertifikat pabrik,
sertifikat tukang las, gambar kerja, serta dokumen hasil pengujian. Untuk proyek Hunian BI Karawang,
spesifikasi struktur mencakup beton cast in situ dan beton pracetak, pembesian, baja profil, baut,
angkur, waterproofing, dan fireproofing, termasuk penggunaan mutu beton Fc’ 30 MPa sampai Fc’ 45
MPa, baja profil ASTM A36, baut ASTM A325, dan angkur ASTM A370.
Ketersediaan mesin dan teknologi dinilai memadai, dimana penambahan kegiatan usaha pada
prinsipnya tidak memerlukan pengadaan teknologi khusus yang berbeda secara material dari teknologi
yang telah digunakan Perseroan. Perseroan akan menggunakan mesin, peralatan kerja, perangkat
lunak desain, alat inspeksi, alat pengujian, serta teknologi pendukung yang telah tersedia atau lazim
digunakan dalam kegiatan konstruksi dan manufaktur teknik. Mesin dan teknologi yang digunakan
mencakup antara lain insulation tester, CNC machining, welding machine, excavator, concrete pump,
drilling rig, AutoCAD, SAP2000, BIM, project management tools, tower crane, asphalt finisher, hydraulic
jack, grouting machine, bulldozer, lifting crane, airless spray machine, universal testing machine, NDT
equipment, ERP, dan financial management system.
Ketersediaan tenaga ahli dan SDM teknis juga dinilai memadai, karena Perseroan memiliki tenaga ahli
internal yang berpengalaman pada proyek konstruksi gedung, jembatan, steel tower, pembangkit listrik,
fasilitas pertambangan, oil and gas, mechanical engineering, serta proyek infrastruktur nasional dan
internasional. Perseroan juga memiliki personel bersertifikasi pada bidang elektrikal bangunan gedung,
geoteknik, manajemen konstruksi, manajemen proyek, manajemen mutu konstruksi, teknik bangunan
gedung, teknik bendungan besar, teknik jalan, teknik jembatan, teknik mekanikal, PLTMGU, PLTS,
quantity surveyor, serta ahli sistem manajemen mutu konstruksi.
Dalam pelaksanaan konstruksi, tenaga ahli internal berperan dalam perencanaan, enjinering,
pengawasan, pengendalian mutu, manajemen proyek, dan keselamatan kerja. Adapun tenaga
pelaksana lapangan seperti mandor, tukang, operator alat, helper, pekerja sipil, pekerja mekanikal,
pekerja elektrikal, welder, fitter, rigger, dan painter dapat dipenuhi secara project based melalui
kombinasi tenaga kerja internal, tenaga kerja kontrak, sub kontraktor, vendor spesialis, maupun tenaga
eksternal. Meskipun demikian, pengendalian pekerjaan tetap berada di bawah koordinasi Perseroan
melalui project manager, site manager, engineer, supervisor, QA/QC, HSE, dan tenaga ahli internal.
Berdasarkan hal tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha pada aspek
teknis ini adalah layak.
c. Kelayakan Pola Bisnis
Berdasarkan hasil kajian pola bisnis, rencana penambahan kegiatan usaha didukung oleh kesesuaian
penambahan kegiatan usaha dengan bisnis eksisting Perseroan, dimana dari aspek pola bisnis,
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 15
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Y DR
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
Perseroan memiliki keunggulan kompetitif, kemampuan dalam menghadapi persaingan, serta potensi
penciptaan nilai dari perluasan kegiatan usaha.
Penambahan kegiatan usaha masih sejalan dengan pola bisnis Perseroan, dimana Bukaka pada
dasarnya telah bergerak pada bidang konstruksi dan non-konstruksi, termasuk manufaktur teknik,
struktur baja, steel tower, steel bridge, boarding bridge, pompa, galvanis, special purpose vehicle,
offshore maintenance services, serta road construction equipment. Penambahan KBLI yang
direncanakan tidak mengubah arah usaha Perseroan secara fundamental, melainkan memperluas
cakupan kegiatan yang masih berkaitan dengan kompetensi dan pengalaman Perseroan di bidang
konstruksi, struktur baja, peralatan teknik, pekerjaan mekanikal, pekerjaan elektrikal, dan jasa
pendukung proyek.
Perseroan memiliki keunggulan kompetitif yang dapat mendukung kegiatan usaha baru, antara lain
tingkat komponen dalam negeri (“TKDN”) yang cukup tinggi, kualitas produk, pengalaman proyek,
reputasi sebagai penyedia produk teknik dan konstruksi, serta komitmen pelayanan kepada pelanggan.
Produk dan layanan Perseroan yang telah memiliki posisi pasar mencakup antara lain Steel Tower,
Steel Bridge, Boarding Bridge, Pompa, Galvanis, Special Purpose Vehicle, Offshore Maintenance
Services, dan Road Construction Equipment. Dengan pengalaman tersebut, Perseroan memiliki dasar
yang kuat untuk memperluas layanan kepada pelanggan lama maupun pelanggan baru.
Kualitas produk dan layanan menjadi bagian penting dari pola bisnis Perseroan, dimana Perseroan
tidak hanya menawarkan produk atau pekerjaan fisik, tetapi juga layanan yang mencakup rekayasa,
pengadaan, fabrikasi, konstruksi, instalasi, pemeliharaan, pengujian teknis, serta layanan purna jual.
Dengan pendekatan tersebut, Perseroan dapat memberikan solusi yang lebih terintegrasi kepada
pelanggan, sehingga tidak hanya bersaing dari sisi harga, tetapi juga dari sisi kualitas, keandalan,
ketepatan waktu, kemampuan teknis, dan dukungan layanan.
Kemampuan pesaing untuk meniru produk tetap menjadi risiko bisnis, mengingat industri konstruksi
merupakan sektor yang kompetitif dan memiliki banyak pelaku usaha. Namun, risiko tersebut dapat
dimitigasi melalui penguatan diferensiasi teknis, penyempurnaan desain, peningkatan kualitas,
pengendalian mutu, sertifikasi teknis, perlindungan kekayaan intelektual apabila dimungkinkan,
pengamanan data teknis dan rahasia dagang, serta penguatan hubungan jangka panjang dengan
pelanggan. Selain itu, Perseroan dapat memperkuat model bisnis berbasis solusi terintegrasi, sehingga
yang ditawarkan tidak hanya berupa produk fisik, tetapi juga paket layanan engineering, fabrikasi,
instalasi, testing, commissioning, pemeliharaan, dan dukungan teknis.
Rencana penambahan kegiatan usaha memiliki kemampuan untuk menciptakan nilai, karena dapat
membuka peluang kegiatan usaha baru, menambah sumber pendapatan baru, dan meningkatkan
kinerja keuangan Perseroan. Penambahan KBLI memberikan ruang bagi Perseroan untuk mengikuti
proyek yang mensyaratkan kesesuaian bidang usaha, memperluas portofolio proyek, meningkatkan
diversifikasi pendapatan, serta memperkuat sinergi antar segmen usaha. Dalam kajian pola bisnis,
penambahan kegiatan usaha dipandang dapat memberikan kontribusi positif dan nilai tambah bagi
Perseroan serta pemegang saham.
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 16
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Y DR
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
Analisis SWOT menunjukkan bahwa Perseroan memiliki dasar bisnis yang cukup kuat, dengan
kekuatan berupa nama dan pengalaman sebagai perusahaan konstruksi, teknologi dalam teknik
bangunan, tenaga kerja terampil, reputasi kualitas dan keandalan, serta jaringan pemasok yang
mendukung efisiensi pengadaan material. Peluang usaha berasal dari proyek pemerintah, investasi
pada proyek pembangkit listrik, serta pemanfaatan jaringan klien grup. Namun demikian, Perseroan
tetap perlu memperhatikan kelemahan dan ancaman, seperti kebutuhan diversifikasi bisnis, persaingan
dari perusahaan yang lebih besar dan mapan, perubahan regulasi, perlambatan ekonomi,
perkembangan teknologi, dan munculnya kompetitor sejenis.
Berdasarkan hal tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha pada aspek
bisnis adalah layak.
d. Kelayakan Model Manajemen
Berdasarkan hasil kajian model manajemen, rencana penambahan kegiatan usaha didukung oleh
struktur organisasi dan manajemen yang telah berjalan, ketersediaan tenaga kerja, kapasitas tenaga
ahli, pengalaman manajemen proyek, serta kemampuan Perseroan dalam mengelola kegiatan usaha
yang beragam melalui sumber daya internal dan dukungan tenaga kerja berbasis proyek.
Perseroan telah memiliki struktur manajemen dan organ perusahaan yang memadai, yang terdiri dari
Dewan Komisaris dan Direksi. Berdasarkan informasi laporan keuangan audit per 31 Desember 2025,
susunan Dewan Komisaris Perseroan terdiri dari Komisaris Utama, Komisaris, dan Komisaris
Independen, sedangkan Direksi terdiri dari Direktur Utama dan beberapa Direktur yang membawahi
fungsi strategis Perseroan. Struktur tersebut mendukung pengawasan, pengambilan keputusan, dan
pelaksanaan operasional Perseroan dalam menjalankan kegiatan usaha eksisting maupun rencana
penambahan kegiatan usaha.
Ketersediaan tenaga kerja Perseroan dinilai memadai, dimana jumlah karyawan yang dipekerjakan
Perseroan sampai Desember 2025 mencapai 1.729 orang, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang
berjumlah 1.611 orang. Komposisi karyawan tersebut tersebar berdasarkan tingkat pendidikan dan
jabatan, mulai dari S2, S1/D4, D3, D1/D2, SMU, SMP, dan SD, serta berdasarkan jabatan seperti
general manager, manager, kepala bagian, kepala seksi, asisten, foreman, kepala regu, dan anggota.
Kapasitas dan kemampuan manajemen didukung oleh tenaga ahli yang relevan dengan penambahan
KBLI, antara lain tenaga ahli di bidang manajemen proyek, perencanaan struktur, mechanical
engineering, hydropower, civil & structure, teknik jalan, teknik jembatan, teknik bangunan gedung,
geoteknik, teknik bendungan besar, teknik mekanikal, elektrikal, manajemen mutu konstruksi, dan K3
konstruksi. Beberapa tenaga ahli Perseroan memiliki pengalaman pada proyek OKI and Pulp Paper
Mill, proyek di India, Stasiun KCIC Halim, LG Baterai Karawang, proyek tower PLN, Merangin
Hydroelectric Power Plant, proyek bandara di Jepang, Thailand, dan India, PLTA Merangin, PLTA
Malea, serta pekerjaan jembatan dan tol.
Pemenuhan SDM untuk kegiatan konstruksi dilakukan secara fleksibel dan terkendali, dimana tenaga
ahli internal digunakan untuk fungsi perencanaan, engineering, manajemen proyek, pengawasan,
quality control, HSE, dan pengendalian teknis. Untuk tenaga pelaksana lapangan seperti mandor,
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 17
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Y DR
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
tukang, operator alat, helper, welder, fitter, rigger, painter, dan tenaga kerja proyek lainnya, Perseroan
dapat memenuhinya melalui tenaga kerja internal, tenaga kerja kontrak, vendor spesialis,
subkontraktor, atau tenaga eksternal sesuai kebutuhan proyek. Pola ini umum dalam industri konstruksi
dan memungkinkan Perseroan menjaga efisiensi biaya serta fleksibilitas jumlah tenaga kerja sesuai
skala dan jadwal proyek.
Manajemen proyek Perseroan telah memiliki alur kerja yang jelas, dimana setelah ditetapkan sebagai
pemenang tender, Perseroan akan membentuk tim proyek yang terdiri dari Tim Manajemen Proyek,
Tim Rekayasa Proyek, Tim Pengadaan, Tim Pelaksanaan Konstruksi, dan Pengawas Proyek. Posisi
utama yang disiapkan meliputi Project Manager, Project Control, PLC & HMI Engineer, Mechanical
Engineer, Instrument & Control Engineer, Electrical Engineer, QA/QC, dan HSE. Tim Manajemen
Proyek bertugas menyusun program kerja, prosedur komunikasi, strategi pengadaan, strategi
pelaksanaan, rencana pelatihan operasional, serta jadwal pekerjaan. Tim rekayasa melakukan
pengecekan perhitungan, gambar, dan dokumen teknis, sedangkan tim pengadaan bertanggung jawab
atas pemesanan material, peralatan, dan subkontrak.
Manajemen Hak Atas Kekayaan Intelektual juga telah diperhatikan, dimana Perseroan memiliki merek
“BUKAKA”. Untuk kegiatan usaha baru, Perseroan belum memiliki hak kekayaan intelektual khusus
yang terpisah. Namun demikian, perlindungan atas merek, desain, dokumen teknis, metode kerja, data
engineering, serta informasi proprietary dapat tetap dikelola melalui pengendalian internal, dokumentasi
teknis, kerahasiaan informasi, dan pengamanan know-how Perseroan.
Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan menjadi bagian dari model manajemen
Perseroan, dimana Perseroan akan menjalankan rencana penambahan kegiatan usaha dengan
memperhatikan ketentuan yang berlaku, termasuk ketentuan terkait perizinan berusaha, KBLI, jasa
konstruksi, pengadaan, keselamatan dan kesehatan kerja, lingkungan, ketenagakerjaan, perpajakan,
serta ketentuan lain yang relevan dengan karakteristik masing-masing proyek. Dalam proyek
pemerintah maupun swasta, pemenuhan dokumen administrasi, kualifikasi teknis, SBU, NIB, sertifikasi,
dan persyaratan tender menjadi bagian dari tata kelola pelaksanaan proyek.
Berdasarkan uraian tersebut, tenaga kerja internal yang dimiliki Perseroan saat ini dinilai telah
memenuhi kebutuhan kompetensi utama yang memadai untuk mendukung pelaksanaan rencana
penambahan kegiatan usaha. Adapun penggunaan tenaga kerja eksternal, subkontraktor, vendor
spesialis, atau tenaga lapangan lainnya bersifat sebagai dukungan pelaksanaan proyek dan akan
disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pekerjaan.
Berdasarkan hal tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha pada aspek
manajemen adalah layak.
e. Kelayakan Keuangan
Proyeksi keuangan atas rencana penambahan kegiatan usaha disusun berdasarkan proyek-proyek
yang telah diidentifikasi oleh Perseroan, yaitu :
• Pekerjaan Pemborongan Menara Berlian Gedung,
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 18
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Y DR
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
• EPC Project – Transfer Point, Mine Office Extension & MEM Workshop,
• Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Sistem Tata Air Pompa Ancol Beserta
Kelengkapannya,
• Pekerjaan Pembangunan Hunian BI Karawang,
• Corrugated Steel Plate,
• Pembangunan Kelas Bersama Universitas Padjadjaran,
• Pengadaan dan Pemasangan Struktur Baja Facade dan Space Frame Stadion Sudiang Kota
Makassar, dan
• Steel Tower Test Tower Punagaya–Bantaeng 150 kV Switching Section II Project.
Berdasarkan hasil analisis, penambahan kegiatan usaha memberikan dampak positif terhadap proyeksi
laba rugi Perseroan. Berdasarkan proyeksi inkremental setelah dan sebelum penambahan kegiatan
usaha, terdapat tambahan pendapatan kontrak konstruksi dan non-konstruksi sebesar Rp1.088,50
miliar pada tahun 2026 dan Rp495,44 miliar pada tahun 2027. Sejalan dengan peningkatan pendapatan
tersebut, beban kontrak konstruksi dan non-konstruksi juga meningkat sebesar Rp978,75 miliar pada
tahun 2026 dan Rp445,90 miliar pada tahun 2027. Setelah memperhitungkan beban pajak,
penambahan kegiatan usaha diproyeksikan memberikan tambahan laba bersih sebesar Rp80,90 miliar
pada tahun 2026 dan Rp36,41 miliar pada tahun 2027.
Dari sisi posisi keuangan, penambahan kegiatan usaha berdampak pada perubahan beberapa akun
utama, terutama kas dan setara kas, piutang usaha, utang usaha, dan saldo laba. Kas dan setara kas
diproyeksikan menurun sebesar Rp28,85 miliar pada tahun 2026 karena kebutuhan modal kerja awal
proyek, kemudian meningkat menjadi Rp67,78 miliar pada tahun 2027 dan Rp117,32 miliar pada tahun
2028. Piutang usaha pihak ketiga diproyeksikan sebesar Rp1.088,50 miliar pada tahun 2026 dan
Rp495,44 miliar pada tahun 2027, kemudian menjadi nihil pada tahun 2028 sejalan dengan asumsi
piutang telah tertagih. Utang usaha diproyeksikan sebesar Rp978,75 miliar pada tahun 2026 dan
Rp445,90 miliar pada tahun 2027, kemudian menjadi nihil pada tahun 2028 sejalan dengan asumsi
kewajiban terkait proyek telah diselesaikan. Saldo laba diproyeksikan meningkat sebesar Rp80,90 miliar
pada tahun 2026 dan menjadi Rp117,32 miliar pada tahun 2027 dan seterusnya.
Tingkat diskonto yang digunakan dalam analisis adalah Cost of Equity sebesar 12,31%. Penentuan
tingkat diskonto dilakukan dengan pendekatan Capital Asset Pricing Model (“CAPM”), dengan
mempertimbangkan risk free rate sebesar 5,49%, equity risk premium sebesar 7,03%, country default
spread sebesar 1,87%, dan beta sebesar 1,32. Tingkat diskonto tersebut digunakan untuk
mendiskontokan manfaat ekonomis inkremental dari rencana penambahan kegiatan usaha.
(dalam ribuan rupiah)
Present Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
31 Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Outlays (Initial Investment)
Capital Expenditure 0 0 0 0 0
Perubahan Modal Kerja
Bersih -109.749.819 0 0 0 0
Jumlah Outlays -109.749.819 0 0 0 0
Proceeds
Laba bersih 80.904.617 36.414.841 0 0 0
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 19
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Y DR
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
Present Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
31 Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Add: beban bukan tunai 0 0 0 0 0
Jumlah Prooceds 80.904.617 36.414.841 0 0 0
Periode proyeksi (Tahun) 1 2 3 4 5
Discount Factor (CoE) 12,31% 0,890 0,793 0,706 0,628 0,560
Jumlah Free Cash Flow -28.845.202 36.414.841 0 0 0
Present Value -25.683.070 28.868.561 0 0 0
Analisis Kelayakan Inkremental
1. NPV 3.185.490
2. IRR 26,24%
3. Profitability Index (PI) 1,07
4. Payback period 1 Tahun 9,5 Bulan
Hasil analisis kelayakan menunjukkan indikator yang positif, yaitu:
• Net Present Value (NPV) sebesar Rp3.185.490.000;
• Internal Rate of Return (IRR) sebesar 26,24%;
• Profitability Index (PI) sebesar 1,07; dan
• Payback Period selama 1 tahun 9,5 bulan.
Berdasarkan indikator kelayakan keuangan diatas, rencana penambahan kegiatan usaha Bukaka
menghasilkan NPV bernilai positif, IRR lebih tinggi dari tingkat diskonto 12,31%, PI lebih besar dari 1,
dan periode pengembalian investasi selama 1 Tahun 9,5 bulan.
Analisis sensitivitas juga telah dilakukan terhadap variabel utama, yaitu penurunan laba bersih,
penurunan pendapatan, serta peningkatan beban kontrak konstruksi dan non-konstruksi. Berdasarkan
hasil sensitivitas, proyek masih layak sepanjang penurunan laba bersih tidak melebihi sekitar 3,16%,
penurunan pendapatan tidak melebihi sekitar 0,24%, dan peningkatan beban kontrak konstruksi dan
non-konstruksi tidak melebihi sekitar 0,26%, dengan asumsi variabel lain tetap (ceteris paribus).
Berdasarkan hal tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha pada aspek
keuangan adalah layak.
f. Kesimpulan
Analisis sudah dilakukan terhadap rencana penambahan kegiatan usaha PT bukaka Teknik Utama Tbk
dan sudah menggambarkan atas masing - masing KBLI yang akan ditambahkan.
Dengan demikian, berdasarkan kajian, evaluasi, Analisis Kelayakan Pasar, Analisis Kelayakan Teknis,
Analisis Kelayakan Pola Bisnis, Analisis Kelayakan Model Manajemen, dan Analisis Kelayakan
Keuangan, serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat
terpenuhi, dapat disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
adalah layak.
Kesimpulan akhir di atas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki dampak material
terhadap Studi Kelayakan Usaha. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak terbatas pada,
perubahan kondisi baik secara internal maupun secara eksternal yaitu kondisi pasar dan perekonomian,
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 20
Page 21
Page 22
Page 23
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ..............................................................................................................................................................i
DAFTAR TABEL .....................................................................................................................................................iii
DAFTAR GRAFIK ...................................................................................................................................................iv
DAFTAR GAMBAR ..................................................................................................................................................v
BAB I PENDAHULUAN ...........................................................................................................................................1
1.1. Latar Belakang Penugasan.....................................................................................................................1
1.2. Status Penilai ..........................................................................................................................................2
1.3. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ..................................................................................3
1.4. Objek Studi Kelayakan dan Kepemilikan ................................................................................................3
1.5. Jenis Mata Uang yang Digunakan ..........................................................................................................3
1.6. Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan .....................................................................................................4
1.7. Tanggal Efektif Studi Kelayakan .............................................................................................................4
1.8. Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan ..............................................................................4
1.9. Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi .......................................................................................4
1.10.Konfirmasi bahwa Studi Kelayakan dilakukan berdasarkan OJK, SPI dan KEPI ...................................5
1.11.Metodologi Studi Kelayakan ...................................................................................................................5
1.12.Pernyataan Independensi Penilai ...........................................................................................................6
1.13.Asumsi dan Kondisi Pembatas ...............................................................................................................6
1.14.Tanda Tangan Pimpinan dan Cap Perusahaan Yang Resmi Merupakan Syarat Mutlak Sahnya
Laporan Studi Kelayakan Yang Terlampir ..............................................................................................6
1.15. Tingkat Kedalaman Investigasi ...............................................................................................................6
1.16. Hal Lain yang Penting untuk Diungkapkan .............................................................................................7
BAB II ANALISIS INTERNAL PEMBERI TUGAS ...................................................................................................8
2.1. Gambaran Umum Pemberi Tugas ..........................................................................................................8
2.2. Aktivitas Usaha .....................................................................................................................................11
2.3. Susunan Pemegang Saham .................................................................................................................13
2.4. Susunan Komisaris dan Direksi ............................................................................................................14
2.5. Perizinan-Perizinan dan Legalitas ........................................................................................................14
2.6. Analisis Kinerja Keuangan Historis .......................................................................................................15
BAB III KAJIAN EKONOMI MAKRO.....................................................................................................................25
3.1. Tinjauan Ekonomi Makro ......................................................................................................................25
3.2. Kesimpulan Kelayakan Pasar dari Aspek Ekonomi Makro ...................................................................36
BAB IV ANALISA KELAYAKAN PASAR .............................................................................................................37
4.1. Kondisi Pasar ........................................................................................................................................37
4.1.1. Perkembangan Industri Konstruksi di Indonesia ..................................................................................37
4.1.1. Perkembangan Industri Pertambangan dan Penggalian di Indonesia ..................................................42
4.2. Pangsa Pasar .......................................................................................................................................44
4.3. Peluang Pasar dari Penambahan KBLI ................................................................................................47
4.4. Kesinambungan ....................................................................................................................................48
4.5. Potensi Pasar ........................................................................................................................................50
4.6. Sasaran .................................................................................................................................................56
4.7. Potensi Nilai Pasar ................................................................................................................................58
4.8. Pesaing Usaha ......................................................................................................................................58
4.8.1. Pesaing Usaha Perseroan Bidang Jasa Konstruksi .............................................................................58
4.8.2. Pesaing Usaha Perseroan Bidang Aktivitas Penunjang Pertambangan dan Penggalian Lainnya .......61
4.9. Strategi Pemasaran ..............................................................................................................................63
4.10. Kesimpulan Kelayakan Pasar ...............................................................................................................64
BAB V ANALISA KELAYAKAN TEKNIS ..............................................................................................................65
i
Page 24
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
5.1. Rencana Perseroan ..............................................................................................................................65
5.2. Rencana Pelaksanaan Pekerjaan.........................................................................................................67
5.2.1. Proses Tender, Kontrak dan Rencana Pekerjaan ................................................................................67
5.2.2. RAB dan Spesifikasi Pekerjaan ............................................................................................................70
5.3. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya .............................................................................................77
5.4. Proses Bisnis Penambahan KBLI .........................................................................................................81
5.5. Kesimpulan Kelayakan Teknis ..............................................................................................................82
BAB VI ANALISA KELAYAKAN POLA BISNIS ...................................................................................................83
6.1 Keunggulan Kompetitif ..........................................................................................................................83
6.2 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk..........................................................................................84
6.3 Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai ..................................................................................................86
6.4 Analisa SWOT ......................................................................................................................................87
6.5 Kesimpulan Kelayakan Pola Bisnis.......................................................................................................88
BAB VII ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN ...................................................................................89
7.1. Ketersediaan Tenaga Kerja ..................................................................................................................89
7.2. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen atas Penambahan KBLI .......................................................90
7.3. Manajemen Hak Atas Kekayaan Intelektual .........................................................................................98
7.4. Peraturan Perundang-undangan yang Terkait ......................................................................................99
7.5. Analisis Manajemen Risiko ...................................................................................................................99
7.6. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ............................................................................................103
7.7. Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen ..............................................................................104
7.8. Kesimpulan Kelayakan Model Manajemen .........................................................................................106
BAB VIII ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN ................................................................................................107
8.1. Asumsi-asumsi Proyeksi Keuangan ...................................................................................................107
8.1.1. Proyeksi Pekerjaan Pemborongan Menara Berlian Gedung ..............................................................107
8.1.2. Proyeksi EPC Project – Transfer Point, Mine Office Extension & MEM Workshop ............................107
8.1.3. Proyeksi Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Sistem Tata Air Pompa Ancol Beserta
Kelengkapannya .................................................................................................................................108
8.1.4. Proyeksi Pekerjaan Pembangunan Hunian BI Karawang ..................................................................108
8.1.5. Proyeksi Corrugated Steel Plate .........................................................................................................108
8.1.6. Proyeksi Pembangunan Kelas Bersama Universitas Padjadjaran .....................................................108
8.1.7. Proyeksi Pengadaan dan Pemasangan Struktur Baja Facade dan Space Frame Stadion Sudiang
Kota Makassar ....................................................................................................................................109
8.1.8. Proyeksi Steel Tower Test Tower Punagaya–Bantaeng 150 kV Switching Section II Project ...........109
8.1.9. Dasar Penyusunan Proyeksi dan Asumsi Going Concern .................................................................110
8.1.10. Penelaahan Penilai dan Penyesuaian atas Proyeksi Manajemen ......................................................110
8.1.11. Dasar Penggunaan Rencana Proyek dalam Penyusunan Proyeksi Keuangan dan Analisis Studi
Kelayakan ...........................................................................................................................................111
8.2. Biaya Investasi, Biaya Operasional, dan Sumber Pendanaan Penambahan Kegiatan Usaha ..........113
8.2.1. Biaya Investasi Penambahan Kegiatan Usaha ...................................................................................113
8.2.2. Biaya Operasional Penambahan Kegiatan Usaha .............................................................................115
8.2.3. Sumber Pendanaan Penambahan Kegiatan Usaha ...........................................................................116
8.3. Proyeksi Laba Rugi .............................................................................................................................116
8.4. Proyeksi Posisi Keuangan ..................................................................................................................117
8.5. Inkremental Proyeksi Laba Rugi .........................................................................................................120
8.6. Inkremental Proyeksi Posisi Keuangan ..............................................................................................121
8.6.1. Penjelasan Atas Proyeksi Inkremental Liabilitas Pajak Tangguhan ...................................................124
8.7. Cut Off Date dalam Analisis Studi Kelayakan .....................................................................................124
8.8. Penetapan Tingkat Diskonto ...............................................................................................................124
8.9. Analisis Kelayakan Proyek..................................................................................................................127
8.10. Analisis Sensitivitas Kelayakan Penambahan KBLI baru ...................................................................128
8.11. Kesimpulan Kelayakan Keuangan ......................................................................................................129
ii
Page 25
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
DAFTAR TABEL
Tabel 1 - 1 : Rencana Penambahan KBLI ................................................................................................................................ 3
Tabel 1 - 2 : Pihak yang Diwawancara ..................................................................................................................................... 7
Tabel 2 - 1 : Status atas Proyek Penambahan Kegiatan Usaha ............................................................................................ 10
Tabel 2 - 2 : Susunan Pemegang Saham Bukaka ................................................................................................................. 13
Tabel 2 - 3: Kinerja Laba Rugi Historis .................................................................................................................................. 15
Tabel 2 - 4: Laporan Posisi Keuangan Bukaka ..................................................................................................................... 16
Tabel 2 - 5: Laporan Arus Kas Bukaka .................................................................................................................................. 19
Tabel 2 - 6: Analisis Rasio Keuangan Bukaka ....................................................................................................................... 19
Tabel 2 - 7: Analisis Vertikal Laba Rugi Bukaka .................................................................................................................... 21
Tabel 2 - 8: Analisis Vertikal Laporan Posisi Keuangan Bukaka ........................................................................................... 22
Tabel 2 - 9: Analisis Horizontal Laba Rugi Bukaka ................................................................................................................ 23
Tabel 2 - 10: Analisis Horizontal Laporan Posisi Keuangan Bukaka ..................................................................................... 24
Tabel 3 - 1: Pertumbuhan PDB Dunia .................................................................................................................................... 25
Tabel 3 - 2: Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran ........................................................... 27
Tabel 3 - 3: Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha .................................................... 27
Tabel 3 - 4: Neraca Pembayaran Indonesia ........................................................................................................................... 28
Tabel 4 - 1 : Indikator Konstruksi Hasil Survei Perusahaan Konstruksi Triwulanan, Triwulan III/2024-Triwulan II/2025 ......... 39
Tabel 4 - 2 : Produksi Domestik Bruto (PDB) Sektor Konstruksi, Triwulan I/2024-Triwulan III/2025 ...................................... 40
Tabel 4 - 3: Banyaknya Perusahaan Konstruksi Menurut Provinsi, 2023-2025 ...................................................................... 40
Tabel 4 - 4: Ringkasan Statistik Konstruksi, 2023 dan 2024 .................................................................................................. 41
Tabel 4 - 5 : Pesaing PT Bukaka Teknik Utama Tbk .............................................................................................................. 59
Tabel 4 - 6 : Strategi Menghadapi Pesaing Perseroan di Bidang Konstruksi ......................................................................... 60
Tabel 4 - 7 : Kompetitor PT Bukaka Teknik Utama Tbk di Bidang Penunjang Pertambangan dan Penggalian Lainnya ........ 61
Tabel 4 - 8 : Strategi Menghadapi Pesaing Perseroan di Bidang Penunjang Pertambangan dan Penggalian Lainnya ......... 62
Tabel 5 - 1 : Outline Spesifikasi Struktur Pekerjaan Pembangunan Hunian BI Karawang ..................................................... 72
Tabel 5 - 2 : Rekapitulasi RAB Pekerjaan EPC Project – PT Vale Indonesia ......................................................................... 73
Tabel 5 - 3 : Lingkup Pekerjaan Steel Tower Test Tower Punagaya-Bantaeng 150kV Switching Section II Project .............. 77
Tabel 5 - 4 : Mesin dan Teknologi Penambahan Kegiatan Usaha .......................................................................................... 79
Tabel 7 - 1 : Komposisi Karyawan berdasarkan Pendidikan dan Jabatan .............................................................................. 89
Tabel 7 - 2 : Pemenuhan SDM Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ............................................................................... 96
Tabel 8 - 1 : Proyeksi Laba Rugi dengan penambahan kegiatan usaha .............................................................................. 116
Tabel 8 - 2 : Proyeksi Laba Rugi sebelum penambahan kegiatan usaha ............................................................................. 116
Tabel 8 - 3 : Proyeksi Posisi Keuangan dengan penambahan kegiatan usaha .................................................................... 117
Tabel 8 - 4 : Proyeksi Posisi Keuangan sebelum Penambahan Kegiatan Usaha ................................................................. 118
Tabel 8 - 5 : Inkremental Proyeksi Laba Rugi setelah dan sebelum penambahan kegiatan usaha ...................................... 120
Tabel 8 - 6 : Inkremental Proyeksi Posisi Keuangan ............................................................................................................ 121
Tabel 8 - 7 : Beta Perusahaan Pembanding ......................................................................................................................... 126
Tabel 8 - 8 : Cost of Equity ................................................................................................................................................... 126
Tabel 8 - 9 : Analisa Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha Bukaka .............................................................................. 127
Tabel 8 - 10 : Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Penurunan Laba Bersih (Laba Bersih setelah proyek dikurangi Laba
Bersih sebelum proyek) ........................................................................................................................................................ 128
Tabel 8 - 11 : Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Penurunan Pendapatan (Pendapatan setelah proyek dikurangi
Pendapatan sebelum proyek) ............................................................................................................................................... 128
Tabel 8 - 12 : Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Penambahan atau Inkremental Beban Kontrak Konstruksi dan Non
Konstruksi (Beban Kontrak setelah proyek dikurangi Beban Kontrak sebelum proyek) ....................................................... 129
iii
Page 26
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
DAFTAR GRAFIK
Grafik 3 - 1: Indeks Ketidakpastian Global .............................................................................................................25
Grafik 3 - 2: Inflasi Global .......................................................................................................................................26
Grafik 3 - 3: Yield UST 10Y dan JGB 10Y serta Indeks Saham AS .......................................................................26
Grafik 3 - 4: Aliran Modal ke Negara Berkembang .................................................................................................26
Grafik 3 - 5: Neraca Perdagangan..........................................................................................................................29
Grafik 3 - 6: Aliran Modal Asing ..............................................................................................................................29
Grafik 3 - 7: Cadangan Devisa ...............................................................................................................................29
Grafik 3 - 8: Rupiah vs Negara Kawasan ...............................................................................................................30
Grafik 3 - 9: Ekspektasi Inflasi ................................................................................................................................31
Grafik 3 - 10: Inflasi IHK dan Komponen ................................................................................................................31
Grafik 3 - 11: Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA ......................................................................32
Grafik 3 - 12: Suku Bunga Perbankan ....................................................................................................................32
Grafik 3 - 13: Perkembangan Kredit dan DPK........................................................................................................33
Grafik 3 - 14: Perkembangan Rasio AL/DPK Perbankan .......................................................................................34
Grafik 3 - 15: Rasio Kredit Bermasalah (NPL)........................................................................................................34
Grafik 3 - 16: Nilai Transaksi Digital Banking dan Nilai Transaksi Uang Elektronik ...............................................35
Grafik 3 - 17: Nilai dan Volume Transaksi QRIS dan Nilai Transaksi ATM/Debit dan Kartu Kredit .......................35
Grafik 3 - 18: Uang yang Diedarkan .......................................................................................................................36
Grafik 4 - 1 : Nilai Konstruksi yang diselesaikan, 2023 dan 2024 ..........................................................................42
iv
Page 27
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3 - 1: Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan IV 2025 ........................................................................28
Gambar 4 - 1 : Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Atas dasar Harga berlaku Menurut Lapangan
Usaha, Triwulan III-2025 ...............................................................................................................37
Gambar 5 - 1: Alur Operasional Kegiatan Usaha Perseroan ................................................................................81
Gambar 7 - 1: Struktur Korporasi ........................................................................................................................104
Gambar 7 - 2: Struktur Organisasi.......................................................................................................................105
v
Page 28
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Penugasan
PT. Bukaka Teknik Utama Tbk merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
(public company) yang didirikan di Indonesia. Bidang usaha Perseroan meliputi bidang rekayasa,
pengadaan dan konstruksi. PT. Bukaka Teknik Utama Tbk berdomisili di Cileungsi - Bogor dengan kantor
di Jl. Raya Narogong Bekasi Km. 19.5 RT 003 RW 002, Kel. Limusnunggal, Kec. Cileungsi, Kab. Bogor,
Provinsi Jawa Barat, 16820 dengan nomor telepon (021) 8232323, nomor faksimili (021) 8231150, alamat
email: legal@bukaka.com, dan alamat website https://www.bukaka.com.
Berdasarkan informasi yang kami terima dari manajemen Perseroan, PT. Bukaka Teknik Utama Tbk
berencana untuk menambah kegiatan aktivitas usaha dikarenakan adanya peluang pasar, persaingan,
dan potensi pertumbuhan. Untuk memanfaatkan peluang pasar, persaingan, dan potensi pertumbuhan,
Perseroan membutuhkan penambahan aktivitas usaha selain kegiatan usaha utama Perseroan, yaitu :
1. Konstruksi Konvensional Gedung Hunian (KBLI 2025 No. 41011)
2. Konstruksi Konvensional Gedung Perkantoran (KBLI 2025 No. 41012)
3. Konstruksi Konvensional Gedung Pendidikan (KBLI 2025 No. 41016)
4. Konstruksi Konvensional Gedung Hiburan dan Olahraga (KBLI 2025 No. 41018)
5. Konstruksi Jalan Pada Permukaan Tanah (KBLI 2025 No. 42101)
6. Konstruksi Terowongan (KBLI 2025 No. 42104)
7. Konstruksi Bangunan Prasarana Sumber Daya Air (KBLI 2025 No. 42911)
8. Industri Pompa Lainnya, Kompresor, Keran dan Klep/Katup (KBLI 2025 No. 28130)
9. Reparasi dan Pemeliharaan Motor Listrik, Generator dan Transformator (KBLI 2025 No. 33141)
10. Reparasi dan Pemeliharaan Peralatan Listrik Lainnya (KBLI 2025 No. 33149)
11. Penyiapan Lahan (KBLI 2025 No. 43120)
12. Pemasangan Perlengkapan Mekanikal Bangunan (KBLI 2025 No. 43291)
13. Pengecatan (KBLI 2025 No. 43303)
14. Pemasangan dan Rekayasa Struktur Bangunan (KBLI 2025 No. 43901)
15. Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator (KBLI 2025 No. 43905)
16. Konstruksi Khusus Lainnya (KBLI 2025 No. 43909)
17. Aktivitas Enjinering dan Konsultasi Teknis Terkait Lainnya (KBLI 2025 No. 71109)
18. Jasa Pengujian Teknis (KBLI 2025 No. 71204)
19. Aktivitas Penunjang Pertambangan dan Penggalian Lainnya (KBLI 2025 No. 09900)
20. Aktivitas Perusahaan Induk (KBLI 2025 No. 64210)
Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Rencana Perseroan akan mengakibatkan terjadinya
penambahan kegiatan usaha penunjang Perseroan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha Utama” (“POJK No.17/2020”), mengingat bahwa Rencana Transaksi akan
mengakibatkan terjadinya penambahan aktivitas usaha penunjang Perseroan yaitu Reparasi dan
Pemeliharaan Motor Listrik, Generator dan Transformator (KBLI 2025 No. 33141), Industri Pompa
Lainnya, Kompresor, Keran, Dan Klep/Katup (KBLI 2025 No. 28130), Reparasi dan Pemeliharaan
Peralatan Listrik Lainnya (KBLI 2025 No. 33149), Pemasangan Perlengkapan Mekanikal Bangunan
(KBLI 2025 No. 43291), Konstruksi Bangunan Prasarana Sumber Daya Air (KBLI 2025 No. 42911),
Aktivitas Penunjang Pertambangan Dan Penggalian Lainnya (KBLI 2025 No.09900), Aktivitas
Enjinering dan Konsultasi Teknis Terkait Lainnya (KBLI 2025 No. 71109), Konstruksi Konvensional
1
Page 29
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Gedung Hunian (KBLI 2025 No. 41011), Konstruksi Konvensional Gedung Perkantoran (KBLI 2025
No. 41012), Konstruksi Konvensional Gedung Hiburan dan Olahraga (KBLI 2025 No. 41018),
Konstruksi Jalan Pada Permukaan Tanah (KBLI 2025 No.42101), Konstruksi Khusus Lainnya (KBLI
2025 No. 43909), Konstruksi Terowongan (KBLI 2025 No. 42104), Penyiapan Lahan (KBLI 2025 No.
43120), Pemasangan dan Rekayasa Struktur Bangunan (KBLI 2025 No. 43901), Penyewaan Alat
Konstruksi dengan Operator (KBLI 2025 No.43905), Pengecatan (KBLI 2025 No. 43303), Konstruksi
Konvensional Gedung Pendidikan (KBLI 2025 No. 41016), Jasa Pengujian Teknis (KBLI 2025 No.71204),
Aktivitas Perusahaan Induk (KBLI 2025 No. 64210).
Untuk transaksi yang menyebabkan terjadinya Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang, Peraturan
POJK No.17/2020 mensyaratkan adanya laporan studi kelayakan tentang penambahan kegiatan usaha
penunjang yang disusun oleh penilai independen. Dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi dan
untuk memenuhi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Peraturan POJK No.17/2020, maka Perseroan
perlu menunjuk penilai untuk melaksanakan penyusunan studi kelayakan atas Rencana Penambahan
Kegiatan Penunjang Usaha (“Studi Kelayakan”)
Oleh karena itu, Bukaka telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Yufrizal Deny Kamal dan Rekan
(“KJPP YDR”) untuk melakukan Pekerjaan Kajian Studi tersebut dengan Penawaran Jasa Nomor:
01/YDR-B/PNR-JL/III/2026 tanggal 12 Maret 2026.
1.2. Status Penilai
Konsultan yang menandatangani laporan Penilaian ini merupakan Konsultan dengan Kompetensi dan
klasifikasi Penilaian Bisnis bersertifikat MAPPI dan sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
dengan perizinan sebagai berikut:
Nama : Ir. Mahrani, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
No. Izin Penilai Publik : B-1.15.00423
No. Izin Penilai KI : 26-P/KI. Ekraf-0014
No. MAPPI : 98-S-01056
No. RMK : RMK-2017.00379
No. STTD OJK (Pasar Modal) : STTD.PB-40/PJ-1/PM.02/2023
No. STTD OJK (IKNB) : 342/PD.021/STTD-P/2025
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
YDR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar Modal serta
memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan ini.
Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan ini kami bertindak secara profesional tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas, objek studi kelayakan ataupun pihak-
pihak yang terafiliasi dengan pemberi tugas dan objek studi kelayakan. YDR juga tidak memiliki
kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini
Laporan studi kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.
Untuk transaksi yang menyebabkan terjadinya Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang, Peraturan
POJK No.17/2020 mensyaratkan adanya laporan studi kelayakan tentang penambahan kegiatan usaha
penunjang yang disusun oleh penilai independen. Dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi dan
untuk memenuhi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Peraturan POJK No.17/2020, maka Perseroan
2
Page 30
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
perlu menunjuk penilai untuk melaksanakan penyusunan studi kelayakan atas Rencana Penambahan
Kegiatan Penunjang Usaha (“Studi Kelayakan”).
1.3. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Nama Pemberi Tugas : PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Bidang Usaha : Rekayasa, pengadaan dan konstruksi
Alamat : Jl. Raya Narogong Bekasi Km. 19.5 RT 003 RW 002
Kel. Limusnunggal, Kec. Cileungsi Kab. Bogor
Provinsi Jawa Barat, 16820
No. Telp/Fax : 021-8232323/021-8231150
Email : legal@bukaka.com
Website : www.bukaka.com
1.4. Objek Studi Kelayakan dan Kepemilikan
Yang dimaksud Objek Studi Kelayakan adalah analisis atas rencana penambahan kegiatan usaha
dengan penambahan 20 KBLI pada Pasal 3 Anggaran Dasar perusahaan yang akan dilakukan oleh PT
Bukaka Teknik Utama Tbk yaitu:
Tabel 1 - 1 : Rencana Penambahan KBLI
No. Kode KBLI 2025 Keterangan
1 33141 Reparasi dan Pemeliharaan Motor Listrik, Generator dan Transformator
2 28130 Industri Pompa Lainnya, Kompresor, Keran dan Klep/Katup
3 33149 Reparasi dan Pemeliharaan Peralatan Listrik Lainnya
4 43291 Pemasangan Perlengkapan Mekanikal Bangunan
5 42911 Konstruksi Bangunan Prasarana Sumber Daya Air
6 09900 Aktivitas Penunjang Pertambangan dan Penggalian Lainnya
7 71109 Aktivitas Enjinering dan Konsultasi Teknis Terkait Lainnya
8 41011 Konstruksi Konvensional Gedung Hunian
9 41012 Konstruksi Konvensional Gedung Perkantoran
10 41018 Konstruksi Konvensional Gedung Hiburan dan Olahraga
11 42101 Konstruksi Jalan Pada Permukaan Tanah
12 43909 Konstruksi Khusus Lainnya
13 42104 Konstruksi Terowongan
14 43120 Penyiapan Lahan
15 43901 Pemasangan dan Rekayasa Struktur Bangunan
16 43905 Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator
17 43303 Pengecatan
18 41016 Konstruksi Konvensional Gedung Pendidikan
19 71204 Jasa Pengujian Teknis
20 64210 Aktivitas Perusahaan Induk
1.5. Jenis Mata Uang yang Digunakan
Laporan studi kelayakan ini dinyatakan dalam mata uang Rupiah. YDR tidak bertanggung jawab atas
penggunaan Nilai Tukar selain yang tercantum pada laporan ini.
3
Page 31
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
1.6. Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan Pendapat Kelayakan atas rencana PT Bukaka Teknik
Utama Tbk yang akan melakukan penambahan kegiatan usaha dengan penambahan KBLI pada Pasal 3
Anggaran Dasar perusahaan dalam kaitannya memberikan pendapat kelayakan untuk kepentingan pasar
modal dan tidak digunakan di luar konteks atau tujuan penugasan tersebut.
Studi ini juga bertujuan untuk mengkaji prospek usaha dari Bukaka ditinjau dari berbagai aspek yang
meliputi aspek kelayakan pasar, aspek teknis, aspek kelayakan Pola Bisnis, aspek Model Manajemen,
serta aspek keuangan dengan memperkirakan tingkat kemampulabaan dari operasional rencana
pengembangan bisnis ini, Laporan ini disusun dalam rangka memenuhi ketentuan yang diatur dalam
POJK No. 17/2020, yang mensyaratkan adanya laporan studi kelayakan atas perubahan kegiatan usaha
yang disusun oleh penilai.
1.7. Tanggal Efektif Studi Kelayakan
Tanggal efektif studi kelayakan adalah 31 Desember 2025, dimana batas tersebut diambil atas dasar
pertimbangan kepentingan pemberi tugas dan tujuan studi kelayakan. Berdasarkan Pasal 6 ayat 2 (dua)
POJK No. 17/POJK.04/2020 bahwa masa berlaku di Studi Kelayakan adalah selama 6 (enam) bulan
sejak tanggal analisis dalam Studi Kelayakan. Sehingga masa berlaku laporan berakhir pada 30 Juni
2026.
1.8. Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan
Dalam melakukan studi kelayakan ini, YDR juga menggunakan informasi dari beberapa sumber informasi
yang relevan dan handal, yaitu:
• Data internal perusahaan terkait dengan studi kelayakan
• Proyeksi keuangan atas penambahan kegiatan usaha
• Data-data yang diperoleh dari S&P Capital IQ dan Damodaran
• Data-data ekonomi yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari instansi terkait
seperti Bank Indonesia
• Data-data lain sebagai pendukung
YDR telah menerima proyeksi keuangan dimana proyeksi keuangan merupakan data yang telah ditelaah
kewajarannya terlebih dahulu yakni melakukan analisis kewajaran atas proyeksi yang disampaikan.
1.9. Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
Laporan studi kelayakan ini ditujukan terkait POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang transaksi material dan
perubahan kegiatan usaha yang dihasilkan sehingga untuk setiap publikasi terhadap keseluruhan atau
sebagian dari laporan, atau referensi yang dipublikasikan, termasuk referensi mengenai laporan
keuangan perusahaan/objek studi kelayakan, dan/atau laporan direksi/pimpinan perusahaan/objek studi
kelayakan, dan/atau pernyataan atau kajian lainnya atau pernyataan/edaran apapun dari
perusahaan/objek studi kelayakan dapat diakses oleh publik sesuai dengan keperluan atas Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha tersebut. Tanda tangan Penilai Publik dan cap YDR yang resmi merupakan
syarat mutlak laporan studi kelayakan yang dihasilkan.
4
Page 32
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
1.10. Konfirmasi bahwa Studi Kelayakan dilakukan berdasarkan OJK, SPI dan KEPI
Studi kelayakan ini dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor
35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian
Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi Tahun 2020.
1.11. Metodologi Studi Kelayakan
Metodologi yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan berdasarkan POJK
No.35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian
Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi Tahun 2020 ini adalah:
Pengumpulan Data
• Pengumpulan data-data primer atas rencana penambahan kegiatan usaha meliputi data-data rencana
investasi dan rencana usaha serta data-data lainnya yang relevan. Data-data primer ini diperoleh
secara langsung melalui wawancara dengan berbagai pihak, terutama dari manjemen Bukaka pada
saat dilakukan investigasi lapangan.
• Pengumpulan data sekunder yang diperoleh dari berbagai instansi atau pihak ketiga dalam bentuk
angka-angka statistik dan berbagai data pendukung yang relevan dengan tujuan penugasan seperti
analisis makro ekonomi, analisis industri dan analisis manajemen risiko, untuk mengevaluasi
pengaruh dari faktor tersebut di masa mendatang.
Analisis Kelayakan
Melakukan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha yang mengacu pada Pasal V SEOJK
No.17/SEOJK.04/2020 meliputi:
a. Kelayakan Pasar; Analisis kelayakan pasar dilakukan terhadap analisis kondisi pasar, seperti
pangsa pasar, kesinambungan (sustainability), potensi pasar, sasaran, dan potensi nilai pasar,
pesaing usaha, dan strategi pemasaran.
b. Kelayakan Teknis; Analisis kelayakan teknis dilakukan terhadap analisis Ketersediaan dan Kualitas
Sumber Daya; Proses Bisnis Kegiatan Usaha Baru.
c. Kelayakan Pola Bisnis; Analisis kelayakan pola bisnis dilakukan terhadap analisis Keunggulan
Kompetitif Bukaka, Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk Bukaka; Kemampuan Untuk
Menciptakan Nilai Penambahan Kegiatan Usaha.
d. Kelayakan Model Manajemen; Analisis kelayakan model manajemen dilakukan terhadap analisis
ketersediaan tenaga kerja, manajemen kekayaan intelektual, manajemen risiko, kapasitas dan
kemampuan manajemen, dan kesesuaian struktur organisasi dan manajemen.
e. Kelayakan Keuangan; Analisis kelayakan keuangan dilakukan terhadap analisis keuangan seperti
analisis titik impas (Break Even Analysis), Analisis Profitabilitas (Overall Profitability), Tingkat
Balikan Investasi (Overall Return on Investment), Analisis Kelayakan Finansial dengan Net Present
Value (“NPV”), Internal Rate of Return (“IRR”), Payback Period, Profitability Index dan analisis
5
Page 33
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
sensitivitas.
Kesimpulan Hasil Kelayakan
Memberikan Kesimpulan hasil studi kelayakan penambahan kegiatan usaha.
1.12. Pernyataan Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan kami bertindak secara profesional tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas ataupun pihak- pihak yang terafiliasi
dengan pemberi tugas.
KJPP Yufrizal, Deny Kamal dan Rekan (“YDR”) juga tidak memiliki benturan kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan ini tidak dilakukan untuk memberikan
keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak
dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.
1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas
1. Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion
2. YDR telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses studi kelayakan
penambahan kegiatan usaha ini;
3. Dalam menyusun laporan ini, data dan informasi yang diperoleh YDR baik yang disediakan oleh
manajemen Bukaka dan/atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan
informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan berasal dari sumber yang dapat
dipercaya keakuratannya.
4. YDR menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh Bukaka serta telah disesuaikan
sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan pencapaiannya
(fiduciary duty).
5. YDR bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kewajaran proyeksi keuangan yang telah
disesuaikan.
6. Laporan Studi Kelayakan ini bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
7. YDR Bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan Kesimpulan nilai akhir yang dihasilkan.
8. YDR telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari pemberi tugas.
1.14. Tanda Tangan Pimpinan dan Cap Perusahaan Yang Resmi Merupakan Syarat Mutlak Sahnya
Laporan Studi Kelayakan Yang Terlampir
Tanda tangan pimpinan dan cap perusahaan yang resmi merupakan syarat mutlak sahnya laporan studi
kelayakan yang terlampir.
1.15. Tingkat Kedalaman Investigasi
• Inspeksi.
Dalam penugasan ini, kami telah melakukan investigasi dengan melakukan Inspeksi terhadap
Perseroan dan melakukan wawancara dengan Pemberi Tugas, maupun pihak lain yang relevan
guna mengumpulkan data dan informasi yang relevan untuk mendapatkan keyakinan yang
6
Page 34
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
memadai terkait dengan maksud dan tujuan penugasan. Dalam melakukan inspeksi kami tidak
mengalami keterbatasan untuk mengamati kegiatan operasional Perseroan.
• Penelaahan
Dari hasil inspeksi maupun wawancara dan data / informasi yang diterima maka setelah dilakukan
penelaahan, kami tidak menemui data atau informasi yang tidak jelas dan tidak dapat ditelaah
kewajarannya berdasarkan klarifikasi dari Manajemen Perseroan dan/atau pihak terkait lainnya.
Berikut adalah pihak yang diwawancara dalam hubungannya dengan penugasan yaitu:
Tabel 1 - 2 : Pihak yang Diwawancara
Nama Jabatan Perusahaan
Irsal kamarudin Direktur utama Bukaka
Didin Saepudin Direktur Bukaka
Hariri Legal Bukaka
M. Rizki Eka Y. Legal Bukaka
Farikhin Aziz Marketing Bukaka
Salim Marketing Bukaka
Mulyadi Marketing Bukaka
Azzam Marketing Bukaka
1.16. Hal Lain yang Penting untuk Diungkapkan
Dalam penugasan ini KJPP YDR bertindak sebagai konsultan penyusunan kajian kelayakan bagi Bukaka.
Penugasan ini bukanlah merupakan jasa penilaian tetapi adalah jasa lainnya yaitu sebagai konsultan
penyusunan kajian kelayakan. Sebagai informasi dalam penugasan ini KJPP YDR telah bekerja secara
profesional dan kolaboratif dengan tim Bukaka. KJPP YDR menolak bertanggung jawab atas kerugian
akibat kesalahan penggunaan isi dokumen ini, validitas data/informasi dari pihak ketiga, ataupun
kesalahpahaman interpretasi atas informasi di dalam dokumen ini. Hasil pekerjaan ini dapat digunakan
sebagai bahan perkembangan dan masukan bagi Manajemen Bukaka dalam rencana Penambahan
Kegiatan Usaha Bukaka dan oleh karenanya tidak membatasi atau mengurangi kewenangan yang dimiliki
oleh Manajemen Bukaka jika memutuskan hal lain.
Semua informasi yang terkandung di dalam dokumen laporan ini telah dicek dan disetujui oleh Bukaka.
Hasil pekerjaan telah dipaparkan secara lengkap dan menyeluruh kepada Bukaka. Penerima atau
pemegang dokumen ini dilarang mendistribusikan, mereplikasi atau mempublikasi sebagian atau seluruh
dokumen ini tanpa izin dari Bukaka.
7
Page 35
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
BAB II
ANALISIS INTERNAL PEMBERI TUGAS
2.1. Gambaran Umum Pemberi Tugas
PT Bukaka Teknik Utama Tbk (“Bukaka atau Perusahaan atau Perseroan”) didirikan sesuai dengan
Undang-Undang Penanaman Modal Dalam Negeri No.6 tahun 1968 Undang-Undang No.12 tahun 1970
berdasarkan Akta No.149 tanggal 25 Oktober 1978 oleh Notaris Haji Bebasa Daeng Lalo, S.H. Akta
pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.Y.A
5/242/7 tanggal 21 Mei 1979 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.33 Tambahan
No.251 tanggal 22 April 1980.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, dengan menyesuaikan UU PT
tahun 2007 dengan Akta No.16 tanggal 5 November 2008 oleh Notaris Masnah Sari S.H., dan telah
mendapat pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No.AHU-06525.AH.01.02 Tahun 2009.
Pada tahun 2010, Anggaran Dasar Perusahaan diubah sehubungan peningkatan modal dasar dari
Rp200.000.000 menjadi sebesar Rp2.000.000.000 dan modal ditempatkan dan disetor penuh ditingkatkan
dari Rp70.306.000 menjadi Rp1.320.226.000 melalui konversi utang Perusahaan kepada kreditor
sebanyak 2.499.840 saham baru Hak Tanpa Memesan Efek Terlebih Dahulu (HTMETD). Persetujuan atas
penambahan modal tanpa HTMETD dan peningkatan modal ini telah diaktakan dengan Akta No.7 tanggal
3 Desember 2010 dari Sripati Marliza, S.H., Notaris di Jakarta. Perubahan ini telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.AHU 60234.AH.01.02
Tahun 2010 tanggal 27 Desember 2010.
Tahun 2011, Anggaran Dasar Perusahaan diubah kembali sehubungan dengan penurunan modal dasar,
modal ditempatkan dan disetor penuh serta nilai nominal saham. Modal dasar yang awalnya
Rp2.000.000.000 diturunkan menjadi Rp1.352.000.000 terbagi atas 4.000.000.000 (angka penuh) saham.
Modal ditempatkan dan disetor diturunkan dari semula sebesar Rp1.320.226.000 menjadi Rp892.472.776.
Penurunan modal disetor dilakukan melalui kuasi reorganisasi dengan cara menurunkan nilai nominal
saham dari sebelumnya Rp500 (angka penuh) menjadi Rp338 (angka penuh) per saham. Perubahan telah
diaktakan dengan Akta No.20 tanggal 15 Desember 2011 Notaris H. Fedris S.H., di Bogor, dan telah
mendapat pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
Keputusan No.AHU- 08119.AH.01.02 tanggal 16 Februari 2012 Pada tanggal 30 April 2015, Perusahaan
melakukan perubahan anggaran dasar sehubungan dengan peningkatan modal dasar dari semula
sebanyak 4.000.000.000 (angka penuh) saham atau seluruhnya berjumlah Rp1.352.000.000 menjadi
sebanyak 10.000.000.000 (angka penuh) saham atau seluruhnya berjumlah Rp3.380.000.000 dengan nilai
nominal Rp338 (angka penuh) per saham. Perubahan tersebut telah diaktakan dengan Akta No.26 dibuat
di hadapan Notaris H. Fedris S.H., di Bogor dan telah mendapat pengesahan Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-0935289.AH.01.02 tanggal 15
Mei 2015.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir Anggaran
Dasar Perusahaan adalah sebagaimana dimuat dalam Akta Petikan Berita Acara Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa No.9 tanggal 18 Juni 2025 yang dibuat di hadapan Notaris Egi Anggiawati Padli, S.H.,
M.Kn., Notaris di Kabupaten Bogor mengenai perubahan kegiatan usaha Perusahaan. Perubahan ini telah
8
Page 36
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
disetujui oleh Menteri Hukum Republik Indonesia No.AHU- 0149838.AH.01.11 Tahun 2025 tanggal 4 Juli
2025.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, PT Bukaka Teknik Utama Tbk menjalankan kegiatan
usaha utama dalam bidang konstruksi, industri pengolahan, bidang pertambangan dan penggalian, bidang
perdagangan besar, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor, pembangkit tenaga Listrik dan
kegiatan usaha penunjang lainnya.
PT Bukaka Teknik Utama Tbk (Perseroan) didirikan pada tahun 1978 sebagai bengkel perakitan kendaraan
pemadam kebakaran, dan sejak itu berkembang menjadi perusahaan rekayasa teknik berskala nasional
yang mengkhususkan diri pada penyediaan produk dan jasa sektor infrastruktur. Dengan pengalaman lebih
dari empat dekade, Perseroan terus memperkuat fondasi bisnisnya melalui ekspansi ke berbagai lini,
termasuk energi, transportasi, dan komunikasi. Perseroan juga terlibat dalam berbagai proyek strategis
nasional dan internasional, menunjukkan kemampuannya dalam menghadirkan solusi teknik berkualitas
tinggi secara konsisten.
Secara spesifik, produk dan jasa utama yang dihasilkan oleh Perseroan meliputi menara baja (steel tower),
jembatan baja (steel bridge), pembangkit listrik (power generation), garbarata (boarding bridge), struktur
baja (steel structure), peralatan konstruksi jalan, kendaraan khusus (special purpose vehicles), galvanisasi
baja, pemeliharaan fasilitas lepas pantai, peralatan migas (oil & gas equipment), dan pembangkit listrik
tenaga air.
PT Bukaka Teknik Utama Tbk menetapkan visi perusahaan untuk menjadi perusahaan Indonesia
terkemuka yang bergerak di bidang engineering, procurement, construction, energy, dan investment di
tingkat global. Visi ini mencerminkan komitmen jangka panjang Perseroan dalam menjadikan dirinya
sebagai pelaku utama industri infrastruktur nasional dengan daya saing internasional. Visi tersebut juga
menunjukkan ambisi Perseroan untuk tidak hanya menguasai pasar domestik, tetapi juga memperluas
jangkauan dan reputasi di kancah global melalui keunggulan teknis dan inovasi berkelanjutan.
Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, Perseroan merumuskan misi strategis yang terdiri dari beberapa
pilar utama. Pertama, merekrut sumber daya manusia yang kompeten dan profesional guna mendorong
keunggulan operasional. Kedua, memberikan kepuasan dan nilai tambah bagi seluruh pemangku
kepentingan. Ketiga, menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dalam seluruh aspek kegiatan
usaha. Terakhir, Perseroan berkomitmen menjadi entitas yang kompetitif, modern, inovatif, dan peduli
terhadap lingkungan. Seluruh misi tersebut menjadi pedoman strategis dalam mendukung pertumbuhan
usaha yang berkelanjutan dan bertanggung jawab di tengah dinamika industri konstruksi dan manufaktur
nasional.
Dalam rangka pengembangan usaha, Bukaka mempelajari peluang usaha baru dan menciptakan
kerjasama berdasarkan kondisi pasar yang berkembang saat ini serta dalam rangka memperluas portofolio
perusahaan, yaitu dengan rencana Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang
baru, yang akan dikembangkan oleh Bukaka dengan tujuan untuk memperoleh pendapat pihak independen
mengenai kelayakan pelaksanaan proyek tersebut ditinjau dari berbagai aspek terkait secara komprehensif,
memperoleh pendapat berdasarkan praktik terbaik (best practice) proyek Penambahan Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dalam peningkatan pendapatan usaha serta dalam rangka memenuhi
Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.
Sehubungan dengan hal-hal tersebut, KJPP YDR ditunjuk oleh Bukaka untuk melakukan Pekerjaan Kajian
Studi Kelayakan Rencana Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yaitu:
9
Page 37
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
1. Konstruksi Konvensional Gedung Hunian (KBLI 2025 No. 41011)
2. Konstruksi Konvensional Gedung Perkantoran (KBLI 2025 No. 41012)
3. Konstruksi Konvensional Gedung Pendidikan (KBLI 2025 No. 41016)
4. Konstruksi Konvensional Gedung Hiburan dan Olahraga (KBLI 2025 No. 41018)
5. Konstruksi Jalan Pada Permukaan Tanah (KBLI 2025 No. 42101)
6. Konstruksi Terowongan (KBLI 2025 No. 42104)
7. Konstruksi Bangunan Prasarana Sumber Daya Air (KBLI 2025 No. 42911)
8. Industri Pompa Lainnya, Kompresor, Keran dan Klep/Katup (KBLI 2025 No. 28130)
9. Reparasi dan Pemeliharaan Motor Listrik, Generator dan Transformator (KBLI 2025 No. 33141)
10. Reparasi dan Pemeliharaan Peralatan Listrik Lainnya (KBLI 2025 No. 33149)
11. Penyiapan Lahan (KBLI 2025 No. 43120)
12. Pemasangan Perlengkapan Mekanikal Bangunan (KBLI 2025 No. 43291)
13. Pengecatan (KBLI 2025 No. 43303)
14. Pemasangan dan Rekayasa Struktur Bangunan (KBLI 2025 No. 43901)
15. Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator (KBLI 2025 No. 43905)
16. Konstruksi Khusus Lainnya (KBLI 2025 No. 43909)
17. Aktivitas Enjinering dan Konsultasi Teknis Terkait Lainnya (KBLI 2025 No. 71109)
18. Jasa Pengujian Teknis (KBLI 2025 No. 71204)
19. Aktivitas Penunjang Pertambangan dan Penggalian Lainnya (KBLI 2025 No. 09900)
20. Aktivitas Perusahaan Induk (KBLI 2025 No. 64210)
Adapun Proyek dengan status akan/sedang dilakukan sehubungan penambahan KBLI ini Adalah sebagai
berikut :
Tabel 2 - 1 : Status atas Proyek Penambahan Kegiatan Usaha
No Pekerjaan Status
1 Pekerjaan Pemborongan Menara Berlian Gedung - Bangunan gedung bertingkat 27, Akan
Pemilik Tender: PT Berlian Global Investindo Dilakukan
2 EPC Project - Transfer Point, Mine Office Extention & MEM Workshop, Lokasi: Sedang
Sorowako, Pemilik Tender: PT Vale Indonesia Dilakukan
3 Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Sistem Tata Air Pompa Ancol Akan
Beserta Kelengkapannya, Pemilik Tender: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Dilakukan
4 Pekerjaan Pembangunan Hunian BI Karawang, Pemilik Tender: Smart E-Proc PT PP Akan
Gedung. Dilakukan
5 Sedang
CSP (Corrugated Steel Plate)
Dilakukan
6 Pembangunan Kelas Bersama - Universitas Padjadjaran (Gedung Kelas Bersama 10 Akan
Lantai & Graha Unpad Jatinangor 1500) Dilakukan
7 Pengadaan dan Pemasangan Struktur Baja Facade dan Space Frame Stadion Akan
Sudiang Kota Makassar Dilakukan
8 Steel Tower (Test Tower Punagaya-Bantaeng 150kV Switching Section II Project), Sedang
Pemilik Tender : PT. Twink Indonesia. Dilakukan
Sumber: Manajemen Perseroan
Saat ini Bukaka beralamat di Jalan Raya Narogong Bekasi KM 19,5 RT. 003 RW. 002, Kelurahan
Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor – Jawa Barat 16820. Dengan kantor perwakilan
beralamat di EightyEight@Kasablanka Office Tower, Tower A Unit 21 E-F, Jl. Casablanca Kav. 88 – Jakarta
Selatan. Perseroan juga memiliki 2 site plant di Balikpapan dan Duri.
10
Page 38
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
2.2. Aktivitas Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, PT Bukaka Teknik Utama Tbk menjalankan kegiatan
usaha utama dalam bidang konstruksi, industri pengolahan, bidang pertambangan dan penggalian, bidang
perdagangan besar, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor, pembangkit tenaga Listrik dan
kegiatan usaha penunjang lainnya yang difokuskan pada penyediaan produk serta layanan untuk
pembangunan infrastruktur strategis nasional dan internasional. Produk-produk utama yang dikembangkan
Perseroan meliputi menara transmisi, jembatan rangka baja, garbarata (boarding bridge), kendaraan
khusus, serta sistem peralatan transportasi. Selain itu, Bukaka juga memiliki kapabilitas dalam
pembangunan pembangkit listrik tenaga mini hidro, peralatan untuk sektor minyak dan gas, serta
penyediaan layanan galvanisasi logam yang mendukung ketahanan dan keawetan struktur baja.
Kegiatan usaha Perseroan tidak hanya mencakup produksi manufaktur, tetapi juga layanan instalasi dan
pemeliharaan, yang memungkinkan Perseroan berperan secara menyeluruh dalam siklus proyek
konstruksi. Dalam sektor energi, Perseroan melalui entitas anak dan entitas asosiasinya turut
mengembangkan dan mengoperasikan proyek-proyek pembangkit listrik, seperti PLTM (Pembangkit Listrik
Tenaga Minihidro), serta investasi dalam sektor pertambangan dan pengolahan mineral. Dengan struktur
usaha terintegrasi ini, Bukaka mampu mendukung kebutuhan proyek nasional yang menuntut efisiensi,
kualitas tinggi, serta waktu pelaksanaan yang tepat.
Selain kegiatan utama, Bukaka juga memiliki sejumlah kegiatan usaha penunjang yang memperkuat rantai
bisnisnya. Kegiatan tersebut antara lain meliputi jasa penyewaan alat berat, penyediaan solusi logistik
untuk proyek konstruksi, serta ekspansi usaha ke pasar internasional melalui ekspor produk teknik ke
negara mitra strategis, seperti India dan kawasan Timur Tengah. Dengan cakupan usaha yang luas dan
terdiversifikasi, Perseroan menempatkan diri sebagai mitra strategis pemerintah dan swasta.
Dalam rangka mencapai maksud dan tujuan tersebut, berdasarkan Akta Petikan Berita Acara Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa No.9 tanggal 18 Juni 2025 yang dibuat di hadapan Notaris Egi Anggiawati
Padli, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Bogor mengenai perubahan kegiatan usaha Perusahaan.
Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum Republik Indonesia No.AHU- 0149838.AH.01.11 Tahun
2025 tanggal 4 Juli 2025, Perseroan dapat menjalankan kegiatan usaha sebagai berikut:
a. Kegiatan Usaha Utama:
1. Konstruksi Bangunan Sipil Elektrikal (42204)
2. Konstruksi Gedung Industri (41013)
3. Konstruksi Bangunan Sipil Jalan (42101)
4. Konstruksi Bangunan Sipil Jembatan, Jalan Layang, FlyOver dan Underpass (42102)
5. Konstruksi Bangunan Sipil Minyak dan Gas Bumi (42915)
6. Konstruksi Bangunan Pelabuhan Bukan Perikanan (42912)
7. Konstruksi Gedung Kesehatan (41015)
8. Konstruksi Gedung Lainnya (41019)
9. Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Pengolahan Produk Kimia, Petrokimia, Farmasi, dan Industri
Lainnya (42916)
10. Pemasangan Kerangka Baja (43901)
11. Instalasi Listrik (43211)
12. Instalasi Minyak dan Gas (43223)
13. Industri Konstruksi Berat Siap Pasang dari Baja untuk Bangunan (25113)
11
Page 39
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
14. Industri Barang dari Logam Siap Pasang untuk Konstruksi Lainnya (25119)
15. Industri Tangki, Tandon Air dan Wadah dari Logam (25120)
16. Industri Generator Uap, Bukan Ketel Pemanas (25130)
17. Industri Penempaan, Pengepresan, Pencetakan dan Pembentukan Logam / Metalurgi Bubuk (25910)
18. Jasa Industri untuk Berbagai Pengerjaan Khusus Logam dan Barang dari Logam (25920)
19. Industri Mesin Pembangkit Listrik (27112)
20. Industri Peralatan Listrik Lainnya (27900)
21. Industri Bearing, Roda Gigi dan Elemen Penggerak Mesin (28140)
22. Industri Mesin Uap, Turbin dan Kincir (28111)
23. Industri Mesin untuk Keperluan Umum Lainnya YTDL (28199)
24. Industri Mesin Penambangan, Penggalian dan Konstruksi (28240)
25. Industri Mesin Pertanian dan Kehutanan (28210)
26. Industri Komponen dan Suku Cadang Mesin dan Turbin (28113)
27. Industri Bangunan Lepas Pantai dan Bangunan Terapung (30112)
28. Industri Peralatan, Perlengkapan dan Bagian Kapal (30113)
29. Industri Peralatan untuk Pelindung Keselamatan (32904)
30. Industri Kendaraan Bermotor Roda Empat atau Lebih (29101)
31. Industri Penggergajian Kayu (16101)
32. Pertambangan Minyak Bumi (06100)
33. Pertambangan Gas Alam (06201)
34. Pengusahaan Tenaga Panas Bumi (06202)
35. Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam (09100)
36. Perdagangan Besar Atas Dasar Balas Jasa/Fee atau Kontrak (46100)
37. Perdagangan Besar Mesin, Peralatan dan Perlengkapan Lainnya (46599)
38. Perdagangan Besar Barang Logam untuk Bahan Konstruksi (46631)
39. Pembangkitan Tenaga Listrik (35101)
b. Kegiatan Usaha Penunjang:
1. Industri Penggergajian Kayu (16101)
2. Reparasi Mesin untuk Keperluan Khusus (33122)
3. Jasa Instalasi Konstruksi Navigasi Laut, Sungai dan Udara (43214)
4. Instalasi Pendingin dan Ventilasi Udara (43224)
5. Angkutan Bermotor untuk Barang Khusus (49432)
6. Real Estat yang Dimiliki Sendiri atau Disewa (68111)
7. Aktivitas Penyediaan Tenaga Kerja Waktu Tertentu (78200)
8. Penyediaan Sumber Daya Manusia dan Manajemen Fungsi Sumber Daya Manusia (78300)
9. Jasa Penunjang Pertanian Lainnya (01619)
10. Jasa Penunjang Peternakan Lainnya (01629)
11. Jasa Penunjang Kehutanan Lainnya (02409)
Kegiatan bisnis perseroan juga dikelola oleh sepuluh entitas anaknya yang terdiri dari:
1. PT Bukaka Forging Industries, yang berfokus pada kegiatan usaha manufaktur komponen otomotif.
2. PT Bukaka Energi, yang menekuni bidang pembangkit tenaga listrik.
3. PT Bukaka Mega Investama, yang bergerak di bidang jasa, perdagangan, pembangunan, industri,
pertambangan serta pertanian. Melalui anak usaha ini, Perseroan juga telah menginvestasikan modal
sebesar 46,61% di PT Kerinci Merangin Hydro, sebuah perusahaan yang akan membangun
12
Page 40
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas 350 MW, yang juga merupakan salah satu
PLTA terbesar di Tanah Air.
4. PT Bukaka Teknik Utama Balikpapan, yang bergerak di bidang Oil and Gas Services, baik onshore
maupun offshore.
5. PT Baja Titian Utama, yang bergerak di bidang Konstruksi dan perdagangan besar.
6. PT Bukaka Three D Private Limited, India, pengembangan Export Garbarata.
7. Bukaka International LLC, Oman, pengembangan Oil & Gas Equipment.
8. PT Mandiri Energi Terbarukan, bergerak di bidang Pembangkit Listrik Tenaga Air.
9. PT Pembangkit Energi Terbarukan, bergerak dibidang Pembangkit Listrik Tenaga Air.
10. PT Mutiara Cita Medika, bergerak dibidang jasa Kesehatan.
Dalam rangka memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham secara berkelanjutan, secara
konsisten Perseroan melakukan ekspansi bisnis ke berbagai bidang, salah satunya dengan melakukan
penyertaan saham di PT Poso Energy, PT Malea Energy, PT Bumi Mineral Sulawesi, PT Kerinci Merangin
Hydro dan lainnya sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Pembangkit Listrik Tenaga Air dan
Penambangan Nikel/Smelter
Pada tahun 2025 Kegiatan usaha Perseroan Adalah sebagai berikut :
• Mendirikan anak Perusahaan bernama PT Bhara Seva Konstruksi untuk berusaha di bidang Aktivitas
Penyewaan dan Sewa Alat Konstruksi.
• Mendirikan anak Perusahaan bernama Bukaka Oil and Gas Private Limited untuk berusaha di bidang
pembuatan, perbaikan dan penyedia peralatan serta produk yang berkaitan dengan industri minyak
dan gas bumi yang berkedudukan dan didirikan di India.
• PT Bukaka Teknik Utama Tbk telah menyelesaikan pembangunan Workshop Facility di Nizwa
Industrial City, Oman, yang siap beroperasi penuh pada tahun 2026 sebagai manufaktur Artificial Lift.
• PT Bukaka Teknik Utama Tbk secara aktif memulai ekspansi bisnis ke kawasan Timur Tengah dan
Afrika Utara (MENA), diantaranya Kuwait dan Libya, dengan fokus pada solusi Artificial Lift dan Flow
Assurance Technology.
• PT Bukaka Teknik Utama Tbk berpartisipasi aktif sebagai exhibitor dan speaker (OPES Talk) dalam
event minyak dan gas terbesar di Oman, Oman Petroleum & Energy Show (OPES) 2025, yang
diselenggarakan pada 12–14 Mei 2025 di Muscat.
• Di sektor infrastruktur, Bukaka Three D Private Limited saat ini tengah menjalankan project PBB
(Passenger Boarding Bridge) dengan 100% Made in India manufacturing sebanyak 56 unit untuk
bandara milik Airport Authority of India (AAI), sebagai wujud kepercayaan terhadap kapabilitas
manufaktur lokal Bukaka di India.
2.3. Susunan Pemegang Saham
Berdasarkan laporan keuangan audit Bukaka per 31 Desember 2025, susunan pemegang saham Bukaka
adalah sebagai berikut:
Tabel 2 - 2 : Susunan Pemegang Saham Bukaka
Pemegang Saham Jumlah Saham Persentase Jumlah Modal Disetor
Suhaeli Kalla 800.651.790 30,32% 270.620.305.020
Solihin Jusuf Kalla 789.812.604 29,91% 266.956.660.152
Ir. Achmad Kalla 674.951.762 25,56% 228.133.695.556
Masyarakat 364.188.544 13,80% 123.095.727.872
Jumlah 2.640.452.000 100,00% 892.472.776.000
Sumber: Laporan Keuangan Audit Bukaka Per 31 Desember 2025
13
Page 41
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
2.4. Susunan Komisaris dan Direksi
Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Bukaka berdasarkan informasi dari Laporan Keuangan
Audit Bukaka per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Suhaeli Kalla
Komisaris : Solihin Jusuf Kalla
Komisaris Independen : Erwin Kurniadi
Dewan Direksi
Direktur Utama : Irsal Kamarudin
Direktur : Abdullah Afifuddin Suhaeli
Direktur : Teguh Wicaksana Sari
Direktur : Didin Saepudin
Direktur : Budi Hartono
Direktur : Ade Nurkholis
2.5. Perizinan-Perizinan dan Legalitas
Data dan dokumen legalitas yang kami terima dalam rangka penyusunan laporan studi kelayakan ini adalah
sebagai berikut:
1. Akta Pendirian No.149 tanggal 25 Oktober 1978 oleh Notaris Haji Bebasa Daeng Lalo, S.H. Akta
pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No.Y.A 5/242/7 tanggal 21 Mei 1979.
2. Akta Perubahan nomor 16 tanggal 5 November 2008 oleh Ny, Masnah Sari, S.H., oleh notaris di
Bogor mengenai Perubahan Anggaran Dasar. Akta ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan nomor AHU-007736.AH.01.09.Tahun
2009 tanggal 6 Maret 2009.
3. Akta Perubahan nomor 25 tanggal 21 Juli 2020 oleh Egi Anggiawati Padli, S.H., M.Kn, oleh notaris
di Kabupaten Bogor mengenai perubahan Pasal 9, Pasal 10, Pasal 11, Pasal 12, Pasal 13, Pasal
14, Pasal 15, PT Bukaka Teknik Utama Tbk. Akta ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan nomor AHU-0134433.AH.01.11. Tahun
2020 tanggal 14 Agustus 2020.
4. Akta Perubahan nomor 28 tanggal 25 Mei 2021 oleh Egi Anggiawati Padli, S.H., M.Kn, oleh notaris
di Kabupaten Bogor mengenai Perubahan Anggaran Dasar. Akta ini telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan nomor AHU-
0104841.AH.01.11. Tahun 2021 tanggal 25 Juni 2021.
5. Akta Perubahan nomor 9 tanggal 12 Juni 2024 oleh Egi Anggiawati Padli, S.H., M.Kn, oleh notaris
di Kabupaten Bogor mengenai Perubahan Pengangkatan Kembali, PT Bukaka Teknik Utama Tbk.
Akta ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
Surat Keputusan nomor AHU-AH.01.09-0217127 pada tanggal 24 Juni 2024.
6. Akta Petikan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perusahaan No.7 tanggal 18
Juni 2025 oleh Notaris Egi Anggiawati Padli, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Bogor tentang
penetapan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan dan telah mendapat persetujuan dari
Menteri Hukum Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data
Perseroan No.AHU-AH.01.09-0306013 Tahun 2025 Tanggal 3 Juli 2025.
14
Page 42
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
7. Akta Petikan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No.9 tanggal 18 Juni 2025
yang dibuat di hadapan Notaris Egi Anggiawati Padli, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Bogor
mengenai perubahan kegiatan usaha Perusahaan. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri
Hukum Republik Indonesia No.AHU-0149838.AH.01.11 Tahun 2025 tanggal 4 Juli 2025.
8. Nomor Induk Berusaha (NIB) nomor 9120008241544 yang dikeluarkan oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal pada tanggal 22 Februari 2023.
9. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) nomor 01.315.811.8-054.000.
2.6. Analisis Kinerja Keuangan Historis
Tinjauan Laba Rugi
Tabel 2 - 3: Kinerja Laba Rugi Historis
(Dalam Ribuan Rupiah)
Periode Historis
KETERANGAN 2021 2022 2023 2024 2025
Audited Audited Audited Audited Audited
Pendapatan dari kontrak konstruksi dan -
3.858.936.726 4.146.850.937 5.128.345.025 6.280.698.282 3.940.576.336
konstruksi
Beban 3.127.359.658 3.458.639.887 4.163.595.379 5.135.149.368 2.862.994.800
Laba Kotor 731.577.068 688.211.050 964.749.646 1.145.548.914 1.077.581.536
Beban Administrasi dan Umum
Beban penjualan (9.526.465) (12.658.583) (16.432.239) -16.562.783 -30.343.056
Beban umum dan administrasi (136.741.887) (134.091.902) (205.124.344) -369.320.880 -268.343.428
Beban keuangan (115.563.376) (62.810.501) (68.425.496) -210.026.155 -487.331.761
Bagian laba/(rugi) perusahaan asosiasi 73.063.825 54.556.870 209.549.884 209.517.712 264.152.680
Pendapatan (beban) lainnya 24.338.447 26.750.968 (45.907.631) 10.375.181 -47.844.166
Total Beban Administrasi dan Umum (164.429.456) (128.253.148) (126.339.826) (376.016.925) (569.709.731)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 567.147.612 559.957.902 838.409.820 769.531.989 507.871.805
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan (85.053.430) (97.679.914) (127.389.304) -139.191.101 -245.865.653
LABA TAHUN BERJALAN 482.094.182 462.277.988 711.020.516 630.340.888 262.006.152
PENYESUAIAN PROFORMA (98.205.397) 48.980.110
LABA TAHUN BERJALAN SEBELUM EFEK
PENYESUAIAN LABA ENTITAS YANG
532.135.491 310.986.262
BERGABUNG
PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:
Surplus revaluasian 1.326.281.089
Keuntungan/(kerugian) aktuarial (5.386.502) 11.576.259 (321.562) 57.285.913 -359.362
Bagian penghasilan komprehensif lain
entitas asosiasi 87.337 1.217.015 (3.973.582) 534.159 -737.774
Pajak penghasilan terkait 1.185.031 -2546777 70.743 -12.579.973 89.444
PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN (4.114.134) 10.246.497 (4.224.401) 45.240.099 1.325.273.397
LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 477.980.048 472.524.485 706.796.115 577.375.590 1.636.259.659
Berdasarkan data laporan keuangan historis PT Bukaka Teknik Utama Tbk selama periode 2021 hingga
2025, terlihat adanya fluktuasi kinerja pada sisi pendapatan, beban usaha, dan laba periode berjalan.
Pendapatan perusahaan mengalami kenaikan 7,46% pada 2022 sebesar Rp4,15 triliun, dan melonjak
tajam 23,65% di tahun 2023 ke Rp5,13 triliun. Pada 2024, pendapatan mengalami kenaikan signifikan
sebesar 22,47%, naik ke Rp6,28 triliun. Namun Pada 2025, pendapatan mengalami penurunan yang
signifikan dibanding tahun 2024 sebesar 37,26%, turun ke Rp3,94 triliun. Penurunan tajam ini
kemungkinan dipengaruhi oleh berkurangnya volume proyek atau adanya keterlambatan realisasi kontrak
baru yang berdampak langsung terhadap pendapatan operasional perusahaan.
15
Page 43
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Pada sisi beban usaha, pola pergerakan cenderung mengikuti tren pendapatan, meskipun dalam beberapa
tahun perubahannya tidak simetris. Beban usaha meningkat sebesar 10,60% di 2022, dan kembali naik
20,38% pada 2023. Pada tahun 2024 beban usaha mengalami kenaikan tercatat sebesar 23,33% menjadi
Rp5,13 triliun, seiring dengan kenaikan pendapatan Namun, tahun 2025 mencatat penurunan beban usaha
paling signifikan sebesar 44,25% menjadi Rp2,86 triliun, seiring dengan penurunan pendapatan.
Penurunan ini menunjukkan bahwa perusahaan melakukan efisiensi operasional atau pengurangan biaya
sebagai respons terhadap penurunan pendapatan. Strategi pengendalian biaya ini menjadi faktor penting
dalam menjaga profitabilitas perusahaan.
Laba Sebelum Pajak
Selama periode historis yaitu 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025, rata-rata laba
sebelum pajak terhadap pendapatan sebesar 12,98%, dimana porsi terbesar pada beban umum dan
administrasi. Dimana beban umum dan administrasi cenderung mengalami kenaikan, adapun di tahun 2025
terdapat penurunan yang disebabkan adanya efisiensi terhadap biaya gaji dan tunjangan, biaya keperluan
kantor, biaya representasi, biaya perawatan aset kantor, sumbangan sosial dan beban kerugian piutang.
Laba Bersih Tahun Berjalan
Berdasarkan data laporan keuangan historis PT Bukaka Teknik Utama Tbk selama periode 2021 hingga
2025, terlihat adanya fluktuasi kinerja pada sisi pendapatan, beban usaha, dan laba periode berjalan.
Pendapatan perusahaan mengalami kenaikan 7,46% pada 2022 sebesar Rp4,15 triliun, dan melonjak
tajam 23,65% di tahun 2023 ke Rp5,13 triliun. Pada 2024, pendapatan mengalami kenaikan signifikan
sebesar 22,47%, naik ke Rp6,28 triliun. Namun Pada 2025, pendapatan mengalami penurunan yang
signifikan dibanding tahun 2024 sebesar 37,26%, turun ke Rp3,94 triliun. Penurunan tajam ini
kemungkinan dipengaruhi oleh berkurangnya volume proyek atau adanya keterlambatan realisasi kontrak
baru yang berdampak langsung terhadap pendapatan operasional perusahaan.
Tinjauan Posisi Keuangan
Tabel 2 - 4: Laporan Posisi Keuangan Bukaka
(Dalam Ribuan Rupiah)
Periode Historis
KETERANGAN 2021 2022 2023 2024 2025
Audited Audited Audited Audited Audited
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 586.852.180 513.535.195 504.103.549 418.904.326 766.370.180
Deposito yang dibatasi
2.287.495 2.267.757 11.642.757 163.468.104 295.757.423
penggunaannya
Piutang usaha
Pihak ketiga - setelah
dikurangi cadangan 276.108.931 324.470.379 289.180.341 321.742.783 390.776.238
penurunan nilai
Pihak berelasi 94.818.317 47.331.642 10.509.520 14.070.819 51.411.641
Piutang retensi 24.034.600 23.545.775 4.715.812 12.207.826 9.762.708
Tagihan bruto pemberi kerja
22.643.784 5.534.087 3.709.551
atas kontrak konstruksi
Aset keuangan dari kontrak
394.191.342 2.107.835.186
konsesi
Piutang lain-lain 1.607.918 1.224.166 1.073.047 2.516.418 1.994.625
Persediaan - setelah dikurangi
16
Page 44
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Periode Historis
KETERANGAN 2021 2022 2023 2024 2025
Audited Audited Audited Audited Audited
cadangan penurunan nilai 670.012.584 763.491.414 585.804.951 648.774.279 506.180.362
Uang muka dan beban dibayar
401.117.641 453.468.598 273.252.776 259.476.516 250.259.707
dimuka
Pajak dibayar dimuka 36.556.416 117.267.234 259.994.664 233.606.360 157.754.847
Jumlah Aset Lancar 2.116.039.866 2.252.136.247 1.940.277.417 2.468.958.773 4.541.812.468
Aset Tidak Lancar
Uang muka dan beban dibayar
209.415.597 137.317.782 371.603.837 147.807.293 100.195.165
dimuka
Piutang pihak yang berelasi -
1.806.250 1.750.000 1.750.000 7.855.704 7.517.185
bersih
Pinjaman direksi dan
2.445.399 2.379.973 2.689.625 1.553.946 1.949.237
karyawan
Aset keuangan dari kontrak
- 618.795.386 1.895.575.256 15.319.283.881 14.986.356.916
konsesi
Investasi pada perusahaan
1.904.989.382 2.294.611.267 3.234.439.569 2.580.186.647 2.811.145.209
asosiasi
Aset hak guna 17.375.168
Aset pajak tangguhan 51.115.037 49.124.351 60.087.828
Aset tetap • setelah dikurangi
932.264.018 894.660.626 865.867.718 1.352.439.728 2.816.874.100
akumulasi penyusutan
Goodwill 1.232.277 1.232.277 1.232.277 - 13.720.045
Aset lain-lain 7.162.516 7.356.358 6.165.003 9.175.823 9.276.355
Jumlah Aset Tidak Lancar 3.110.430.476 4.007.228.020 6.439.411.113 19.418.303.022 20.764.409.380
JUMLAH ASET 5.226.470.342 6.259.364.267 8.379.688.530 21.887.261.795 25.306.221.848
Periode Historis
KETERANGAN 2021 2022 2021 2024 2025
Audited Audited Audited Audited Audited
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank dan lembaga
633.013.147 758.977.474 634.065.764 465.675.240 361.744.482
keuangan lainnya
Utang usaha 460.580.521 449.562.020 441.793.964 689.736.424 743.368.546
Utang lancar lainnya 6.610.563 2.659.721 3.126.140 5.374.541 980.998
Utang pajak 30.411.459 36.713.754 46.899.534 58.460.609 25.067.182
Uang muka pelanggan 284.163.469 127.535.354 144.489.235 111.770.378 105.501.990
Beban masih harus dibayar 329.764.289 374.104.912 562.261.149 610.693.801 616.374.960
Utang yang jatuh tempo dalam
satu tahun:
Utang lain-lain - - - -
Utang pihak yang berelasi - - - 18.227.019 20.979.407
Pinjaman bank - - 87.514.212 219.456.000 827.466.681
Utang sewa pembiayaan 19.540.894 12.039.494 12.849.449 10.208.022 14.183.268
Liabilitas Sewa 656.005
Jumlah Liabilitas Jangka
1.764.084.342 1.761.592.729 1.932.999.447 2.189.602.034 2.716.323.519
Pendek
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak yang berelasi 2.824.911 2.692.990 160.388.523 258.997.734 140.761.208
Utang jangka panjang- setelah
dikurangi bagian yang jatuh
tempo kurang dari satu tahun:
Utang lain-lain 3.218.519 10.942.612 9.465.173 9.702.228 15.625.423
Pinjaman bank - 538.155.285 1.648.865.993 12.417.927.925 13.460.530.755
Utang sewa pembiayaan 12.974.504 5.805.342 13.751.321 3.701.379 22.807.343
17
Page 45
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Periode Historis
KETERANGAN 2021 2022 2021 2024 2025
Audited Audited Audited Audited Audited
Liabilitas sewa - 16.960.849
Liabilitas pajak tangguhan 58.081.860 219.967.189
Liabilitas imbalan kerja
124.748.043 112.074.324 80.090.964 14.045.813 17.540.066
karyawan
Jumlah Liabilitas Jangka
143.765.977 669.670.553 1.912.561.974 12.762.456.939 13.894.192.833
Panjang
Jumlah Liabilitas 1.907.850.319 2.431.263.282 3.845.561.421 14.952.058.973 16.610.516.352
Ekuitas
Modal saham 892.472.776 892.472.776 892.472.776 892.472.776 892.472.776
Agio saham 689.146 689.146 689.146 689.146 689.146
Transaksi dengan kepentingan
165.010 165.010 165.010 165.010 165.010
non pengendali
Tambahan modal disetor
1.347.763 40.196.097 40.196.097 40.095.547 135.355.862
lainnya
Komponen lainnya dari ekuitas (14.552) 543.591 844.874 1.358.384 8.397.855
Ekuitas bisnis yang bergabung 1.642.673.304 -
Pendapatan komprehensif
(58.762.654) (48.516.159) (52.740.067) (9.136.630) 1.319.667.628
lainnya
Saldo laba 2.467.345.077 2.917.846.364 3.608.684.003 4.329.302.201 4.795.424.728
Jumlah Saldo Laba 3.303.242.566 3.803.396.825 4.490.311.839 6.897.619.738 7.152.173.005
Kepentingan non pengendali 15.377.457 24.704.160 43.815.270 37.583.084 1.543.532.491
Jumlah Ekuitas 3.318.620.023 3.828.100.985 4.534.127.109 6.935.202.822 8.695.705.496
JUMLAH LIABILITAS DAN
5.226.470.342 6.259.364.267 8.379.688.530 21.887.261.795 25.306.221.848
EKUITAS
Aset
Pergerakan total aset PT Bukaka Teknik Utama Tbk menunjukkan tren pertumbuhan tahunan yang
impresif. Dari tahun 2021 ke 2022, total aset meningkat sebesar 19,74% menjadi Rp6,26 triliun, dan naik
sebesar 33,87% mencapai Rp8,38 triliun di tahun 2023. Pada 2024, aset melonjak tajam sebesar
161,19%, menjadi Rp21,88 triliun dan pada 2025, aset kembali naik sebesar 15,62%, menjadi Rp25,30
triliun Kenaikan yang konsisten ini mencerminkan ekspansi usaha yang aktif dan strategi investasi yang
agresif dalam memperkuat posisi perusahaan di sektor manufaktur dan infrastruktur.
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas perusahaan mengalami fluktuasi yang sepanjang lima tahun terakhir. Dari tahun 2021 ke 2022,
liabilitas naik 27,43% menjadi Rp2,43 triliun. Tahun 2023 mencatat kenaikan sebesar 58,17%, diikuti
dengan kenaikan yang cukup signifikan pada 2024 sebesar 288,81%, menjadi Rp14,92 triliun. Tahun
2025 liabilitas Perusahaan mencatat kenaikan sebesar 11,09% sehingga menjadi Rp16,61 triliun.
Perubahan ini menandakan fleksibilitas perusahaan dalam pengelolaan struktur utang yang disesuaikan
dengan kebutuhan ekspansi dan strategi pendanaan jangka menengah.
Dari sisi ekuitas, tren pertumbuhan juga terlihat konsisten dengan peningkatan nilai perusahaan. Tahun
2022 mencatat kenaikan ekuitas sebesar 15,35%, yaitu sebesar Rp3,82 triliun, yang kemudian naik
kembali 18,44% pada 2023. Nilai ekuitas kembali naik 52,96% pada 2024, lalu tumbuh sebesar 25,39%
pada 2025 menjadi Rp8,69 triliun. Kenaikan ini mengindikasikan akumulasi laba ditahan dan peningkatan
kekuatan modal perusahaan, serta mencerminkan kinerja keuangan yang membaik secara menyeluruh.
18
Page 46
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Tinjauan Arus Kas
Tabel 2 - 5: Laporan Arus Kas Bukaka
(Dalam Ribuan Rupiah)
KETERANGAN 2021 2022 2023 2024 2025
Audited Audited Audited Audited Audited
Arus kas bersih diperoleh dari
589.471.617 205.700.816 1.096.643.732 208.138.784 287.028.428
Aktivitas Operasi
Arus kas bersih dipergunakan
(516.122.970) (924.803.437) (2.303.408.657) (3.577.775.132) (763.453.610)
untuk Aktivitas Investasi
Arus kas bersih dipergunakan
(218.458.990) 638.811.295 1.207.847.091 3.338.068.737 (936.947.250)
untuk Aktivitas Pendanaan
Kenaikan bersih kas dan setara
(145.110.343) (80.291.326) 1.082.166 (31.567.611) 477.627.568
kas
Kas dan setara kas pada awal
(363.538.355) (508.617.720) (581.934.705) 602.124.293 418.904.326
tahun
Kas dan setara kas akhir tahun (508.617.720) (581.934.705) (591.366.351) 418.904.326 766.370.180
Arus kas dari aktivitas operasi
Kegiatan aktivitas ini diperoleh dari penerimaan pelanggan serta pembayaran-pembayaran. Adapun
tahun 2025 kas dari aktivitas operasi yang diterima oleh Perusahaan cukup tinggi yaitu sebesar
Rp 287.028.428 ribu yang disebabkan meningkatnya adanya laba yang diterima.
Arus kas dari aktivitas investasi
Tahun 2025 perusahaan menunjukkan adanya kas keluar dari aktivitas investasi sebesar Rp 763.453.610
ribu.
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Tahun 2025 perusahaan menunjukkan adanya kas keluar dari aktivitas pendanaan sebesar Rp
936.947.250 ribu.
Rasio Keuangan
Tabel 2 - 6: Analisis Rasio Keuangan Bukaka
(Dalam Ribuan Rupiah)
2021 2022 2023 2024 2025
Keterangan
31 Des 31 Des 31 Des 31 Des 31 Des
Rasio Solvabilitas
Net Debt to Equity Ratio 0,6 X 0,6 X 0,8X 0,8X 1,9X
Rasio Profitabilitas
Margin Laba Usaha 14,7% 13,5% 16,3% 12,3% 12,9%
Margin Laba Bersih 12,5% 11,1% 13,9% 10,0% 6,6%
ROA (2025 disetahunkan) 9,1% 7,5% 8,4% 2,6% 6,5%
ROE (2025 disetahunkan) 14,4% 12,3% 15,6% 8,3% 18,8%
Rasio Likuiditas
Rasio Kas 0,31 0,21 0,13 0,03 0,05
19
Page 47
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
2021 2022 2023 2024 2025
Keterangan
31 Des 31 Des 31 Des 31 Des 31 Des
Rasio Lancar 1,20 1,28 1,00 1,13 1,67
Rasio Cepat 0,82 0,85 0,70 0,83 1,49
Berdasarkan data rasio keuangan dari tahun 2021 hingga 2025, dapat dilakukan analisis terhadap tiga
aspek utama, yaitu solvabilitas, profitabilitas, dan likuiditas perusahaan.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas yang tercermin dari Net Debt to Equity Ratio menunjukkan kecenderungan peningkatan
leverage selama periode pengamatan. Rasio ini tercatat sebesar 0,6x pada tahun 2021 dan 2022,
kemudian meningkat menjadi 0,8x pada tahun 2023 dan 2024, serta naik cukup signifikan menjadi 1,9x
pada tahun 2025. Secara rata-rata, Net Debt to Equity Ratio selama periode 2021–2025 berada pada
kisaran 0,94x. Kondisi ini mengindikasikan bahwa porsi utang bersih terhadap ekuitas cenderung
meningkat, khususnya pada tahun 2025, sehingga struktur permodalan perusahaan menjadi lebih agresif
dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian, meskipun perusahaan masih menunjukkan
kapasitas ekuitas yang memadai, peningkatan rasio ini tetap perlu dicermati karena dapat mencerminkan
kenaikan eksposur terhadap risiko pendanaan dan beban kewajiban.
Rasio Profitabilitas
Dari sisi profitabilitas, kinerja perusahaan menunjukkan fluktuasi dengan kecenderungan melemah pada
beberapa indikator, meskipun masih terdapat kemampuan menghasilkan laba usaha yang relatif terjaga.
Margin Laba Usaha berada pada kisaran 12,3% hingga 16,3%, dengan rata-rata sekitar 13,9%, di mana
level tertinggi tercatat pada tahun 2023 sebesar 16,3% sebelum menurun menjadi 12,3% pada tahun
2024 dan sedikit membaik menjadi 12,9% pada tahun 2025.
Sementara itu, Margin Laba Bersih menunjukkan tren penurunan yang lebih nyata, dari 12,5% pada tahun
2021, 11,1% pada tahun 2022, meningkat ke 13,9% pada tahun 2023, lalu turun menjadi 10,0% pada
tahun 2024 dan 6,6% pada tahun 2025, dengan rata-rata sekitar 10,8% selama periode pengamatan.
ROA tercatat sebesar 9,1% pada tahun 2021, 7,5% pada tahun 2022, 8,4% pada tahun 2023, turun ke
2,6% pada tahun 2024, dan menjadi 6,5% pada tahun 2025 (disetahunkan). Adapun ROE tercatat
sebesar 14,4% pada tahun 2021, 12,3% pada tahun 2022, 15,6% pada tahun 2023, 8,3% pada tahun
2024, dan meningkat menjadi 18,8% pada tahun 2025 (disetahunkan). Secara umum, data tersebut
menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba atas penjualan, aset, dan
ekuitas mengalami fluktuasi, dengan tekanan yang cukup terlihat pada margin laba bersih dan ROA,
sementara ROE pada tahun 2025 menunjukkan pemulihan yang cukup kuat.
Rasio Likuiditas
Dari sisi likuiditas, posisi kas perusahaan menunjukkan pelemahan sepanjang periode 2021–2025. Rasio
Kas menurun dari 0,31 pada tahun 2021 menjadi 0,21 pada tahun 2022, 0,13 pada tahun 2023, dan 0,03
pada tahun 2024, sebelum sedikit meningkat menjadi 0,05 pada tahun 2025. Di sisi lain, Rasio Lancar
dan Rasio Cepat menunjukkan pola yang lebih berfluktuasi. Rasio Lancar tercatat sebesar 1,20 pada
tahun 2021, meningkat menjadi 1,28 pada tahun 2022, turun ke 1,00 pada tahun 2023, kemudian naik
menjadi 1,13 pada tahun 2024 dan 1,67 pada tahun 2025. Rasio Cepat tercatat sebesar 0,82 pada tahun
2021, 0,85 pada tahun 2022, 0,70 pada tahun 2023, 0,83 pada tahun 2024, dan meningkat menjadi 1,49
20
Page 48
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
pada tahun 2025. Secara rata-rata, Rasio Lancar berada pada kisaran 1,26x dan Rasio Cepat sekitar
0,94x. Hal ini menunjukkan bahwa, walaupun kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban
jangka pendek sempat tertekan pada tahun 2023–2024 dan posisi kas relatif terbatas, kondisi likuiditas
secara umum menunjukkan perbaikan pada tahun 2025.
Secara keseluruhan, PT Bukaka Teknik Utama Tbk. menunjukkan profil keuangan yang masih cukup
memadai, namun dengan dinamika yang perlu dicermati lebih lanjut. Dari aspek solvabilitas, peningkatan
Net Debt to Equity Ratio, terutama pada tahun 2025, mengindikasikan kenaikan leverage perusahaan.
Dari aspek profitabilitas, margin laba usaha relatif terjaga, namun margin laba bersih dan ROA
menunjukkan tekanan dibandingkan level awal periode, meskipun ROE pada tahun 2025 memperlihatkan
pemulihan. Sementara itu, dari aspek likuiditas, posisi kas masih terbatas, tetapi rasio lancar dan rasio
cepat menunjukkan perbaikan pada tahun 2025. Oleh karena itu, pengelolaan struktur permodalan,
penguatan kualitas laba, dan pemeliharaan kecukupan likuiditas tetap menjadi aspek penting yang perlu
diperhatikan guna menjaga kesinambungan kinerja keuangan perusahaan
Common Size Laporan Keuangan Periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025
Berikut common size/analisis vertikal dan horizontal laporan keuangan periode 31 Desember 2021
sampai dengan 31 Desember 2025.
Analisis Vertikal
Analisis vertikal pada dasarnya adalah bagian dari analisis laporan keuangan dengan cara menyajikan
kembali laporan keuangan dalam bentuk persentase, dimana laporan laba rugi dinyatakan dalam bentuk
persentase terhadap pendapatan, sedangkan laporan posisi keuangan dinyatakan dalam persentase
terhadap total aset maupun liabilitas dan ekuitas.
Tabel 2 - 7: Analisis Vertikal Laba Rugi Bukaka
(Dalam Ribuan Rupiah)
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025
Pendapatan dari kontrak konstruksi dan non
100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 62,74%
konstruksi
Beban dari kontrak konstruksi dan non konstruksi 81,04% 83,40% 81,19% 81,76% 45,58%
Laba Kotor 18,96% 16,60% 18,81% 18,24% 17,16%
Beban Administrasi dan Umum
Beban penjualan -0,25% -0,31% -0,32% -0,26% -0,48%
Beban umum dan administrasi -3,54% -3,23% -4,00% -5,88% -4,27%
Beban keuangan -2,99% -1,51% -1,33% -3,34% -7,76%
Bagian laba/(rugi) perusahaan asosiasi 1,89% 1,32% 4,09% 3,34% 4,21%
Pendapatan (beban) lainnya 0,63% 0,65% -0,90% 0,17% -0,76%
Total Beban Administrasi dan Umum -4,26% -3,09% -2,46% -5,99% -9,07%
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 14,70% 13,50% 16,35% 12,25% 8,09%
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan -2,20% -2,36% -2,48% -2,22% -3,91%
LABA TAHUN BERJALAN 12,49% 11,15% 13,86% 10,04% 4,17%
PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:
Keuntungan/(kerugian) aktuarial -0,14% 0,28% -0,01% 0,91% -0,01%
21
Page 49
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025
Bagian penghasilan komprehensif lain
entitas asosiasi 0,00% 0,03% -0,08% 0,01% -0,01%
Pajak penghasilan terkait 0,03% -0,06% 0,00% -0,20% 0,00%
PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN -0,11% 0,25% -0,08% 0,72% 21,10%
LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 12,39% 11,39% 13,78% 9,19% 26,05%
Tabel 2 - 8: Analisis Vertikal Laporan Posisi Keuangan Bukaka
(Dalam Ribuan Rupiah)
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 11,23% 8,20% 6,02% 1,91% 3,50%
Deposito yang dibatasi penggunaannya 0,04% 0,04% 0,14% 0,75% 1,35%
Piutang usaha
Pihak ketiga - setelah dikurangi cadangan penurunan nilai 5,28% 5,18% 3,45% 1,47% 1,79%
Pihak berelasi 1,81% 0,76% 0,13% 0,06% 0,23%
Piutang retensi 0,46% 0,38% 0,06% 0,06% 0,04%
Tagihan bruto pemberi kerja atas kontrak konstruksi 0,43% 0,09% 0,00% 1,80% 9,63%
Piutang lain-lain 0,03% 0,02% 0,01% 0,01% 0,01%
Persediaan - setelah dikurangi
cadangan penurunan nilai 12,82% 12,20% 6,99% 2,96% 2,31%
Uang muka dan beban dibayar dimuka 7,67% 7,24% 3,26% 1,19% 1,14%
Pajak dibayar dimuka 0,70% 1,87% 3,10% 1,07% 0,72%
Jumlah Aset Lancar 40,49% 35,98% 23,15% 11,28% 20,75%
Aset Tidak Lancar
Uang muka dan beban dibayar dimuka 4,01% 2,19% 4,43% 0,68% 0,46%
Piutang pihak yang berelasi - bersih 0,03% 0,03% 0,02% 0,04% 0,03%
Pinjaman direksi dan karyawan 0,05% 0,04% 0,03% 0,01% 0,01%
Aset keuangan dari kontrak konsesi 0,00% 9,89% 22,62% 69,99% 68,47%
Investasi pada perusahaan asosiasi 36,45% 36,66% 38,60% 11,79% 12,84%
Aset pajak tangguhan 0,98% 0,78% 0,72% 0,00% 0,00%
Aset tetap • setelah dikurangi akumulasi penyusutan 17,84% 14,29% 10,33% 6,18% 12,87%
Goodwill 0,02% 0,02% 0,01% 0,00% 0,06%
Aset lain-lain 0,14% 0,12% 0,07% 0,04% 0,04%
Jumlah Aset Tidak Lancar 59,51% 64,02% 76,85% 88,72% 94,87%
JUMLAH ASET 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 115,62%
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank dan lembaga keuangan lainnya 12,11% 12,13% 7,57% 2,13% 1,65%
Utang usaha 8,81% 7,18% 5,27% 3,15% 3,40%
Utang lancar lainnya 0,13% 0,04% 0,04% 0,02% 0,00%
Utang pajak 0,58% 0,59% 0,56% 0,27% 0,11%
Uang muka pelanggan 5,44% 2,04% 1,72% 0,51% 0,48%
Beban masih harus dibayar 6,31% 5,98% 6,71% 2,79% 2,82%
Utang yang jatuh tempo dalam satu tahun:
Utang lain-lain 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Utang pihak yang berelasi 0,00% 0,00% 0,00% 1,00% 3,78%
Pinjaman bank 0,00% 0,00% 1,04% 0,08% 0,10%
Utang sewa pembiayaan 0,37% 0,19% 0,15% 0,05% 0,06%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 33,75% 28,14% 23,07% 10,00% 12,41%
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak yang berelasi 0,05% 0,04% 1,91% 1,18% 0,64%
Utang jangka panjang- setelah dikurangi bagian yang jatuh
tempo kurang dari satu tahun:
22
Page 50
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Keterangan 2021 2022 2023 2024 2025
Utang lain-lain 0,06% 0,17% 0,11% 0,04% 0,07%
Pinjaman bank 0,00% 8,60% 19,68% 56,74% 61,50%
Utang sewa pembiayaan 0,25% 0,09% 0,16% 0,02% 0,10%
Liabilitas imbalan kerja karyawan 2,39% 1,79% 0,96% 0,06% 0,08%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 2,75% 10,70% 22,82% 58,31% 63,48%
Jumlah Liabilitas 36,50% 38,84% 45,89% 68,31% 75,89%
Ekuitas
Modal saham 17,08% 14,26% 10,65% 4,08% 4,08%
Agio saham 0,01% 0,01% 0,01% 0,00% 0,00%
Transaksi dengan kepentingan non pengendali 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Tambahan modal disetor lainnya 0,03% 0,64% 0,48% 0,18% 0,62%
Komponen lainnya dari ekuitas 0,00% 0,01% 0,01% 0,01% 0,04%
Pendapatan komprehensif lainnya -1,12% -0,78% -0,63% -0,04% 6,03%
Saldo laba 47,21% 46,62% 43,06% 19,78% 21,91%
Jumlah Saldo Laba 63,20% 60,76% 53,59% 31,51% 32,68%
Kepentingan non pengendali 0,29% 0,39% 0,52% 0,17% 7,05%
Jumlah Ekuitas 63,50% 61,16% 54,11% 31,69% 39,73%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 115,62%
Analisis Horizontal
Analisis horizontal pada dasarnya adalah bagian dari analisis laporan keuangan dengan cara
membandingkan data keuangan dari dua atau lebih periode yang berbeda untuk melihat perubahan
nominal maupun persentase dari setiap pos akun. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengidentifikasi
tren pertumbuhan, penurunan, atau anomali dalam kinerja keuangan perusahaan dari waktu ke waktu.
Analisis ini biasanya diterapkan pada laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan guna mengevaluasi
konsistensi, stabilitas, serta arah perkembangan keuangan perusahaan.
Tabel 2 - 9: Analisis Horizontal Laba Rugi Bukaka
(Dalam Ribuan Rupiah)
Keterangan 2022 2023 2024 2025
Pendapatan dari kontrak konstruksi dan non konstruksi 7,46% 23,67% 22,47% -37,26%
Beban dari kontrak konstruksi dan non konstruksi 10,59% 20,38% 23,33% -44,25%
Laba Kotor -5,93% 40,18% 18,74% -5,93%
Beban Administrasi dan Umum
Beban penjualan 32,88% 29,81% 0,79% 83,20%
Beban umum dan administrasi -1,94% 52,97% 80,05% -27,34%
Beban keuangan -45,65% 8,94% 206,94% 132,03%
Bagian laba/(rugi) perusahaan asosiasi -25,33% 284,09% -0,02% 26,08%
Pendapatan (beban) lainnya 9,91% -271,61% -122,60% -561,14%
Total Beban Administrasi dan Umum -22,00% -1,49% 197,62% 51,51%
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN -1,27% 49,73% -8,22% -34,00%
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan 14,85% 30,42% 9,26% 76,64%
LABA TAHUN BERJALAN -4,11% 53,81% -11,35% -58,43%
PENYESUAIAN PROFORMA
LABA TAHUN BERJALAN SEBELUM EFEK
PENYESUAIAN LABA ENTITAS YANG BERGABUNG
PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:
Surplus revaluasian
Keuntungan/(kerugian) aktuarial -314,91% -102,78% 17714,89% -99,37%
23
Page 51
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Keterangan 2022 2023 2024 2025
Bagian penghasilan komprehensif lain
entitas asosiasi 1293,47% -426,50% -113,44% -238,12%
Pajak penghasilan terkait -314,91% -102,78% -17882,64% -100,71%
PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN -349,06% -141,23% -1170,92% 2829,42%
LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN -1,14% 49,58% -18,31% 183,40%
Tabel 2 - 10: Analisis Horizontal Laporan Posisi Keuangan Bukaka
(Dalam Ribuan Rupiah)
Keterangan 2022 2023 2024 2025
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas -12,49% -1,84% -16,90% 82,95%
Deposito yang dibatasi penggunaannya -0,86% 413,40% 1304,03% 80,93%
Piutang usaha
Pihak ketiga - setelah dikurangi cadangan penurunan nilai 17,52% -10,88% 11,26% 21,46%
Pihak berelasi -50,08% -77,80% 33,89% 265,38%
Piutang retensi -2,03% -79,97% 158,87% -20,03%
Tagihan bruto pemberi kerja atas kontrak konstruksi -75,56% -100,00% #DIV/0! #DIV/0!
Aset keuangan dari kontrak konsesi
Piutang lain-lain -23,87% -12,34% 134,51% -20,74%
Persediaan - setelah dikurangi
cadangan penurunan nilai 13,95% -23,27% 10,75% -21,98%
Uang muka dan beban dibayar dimuka 13,05% -39,74% -5,04% -3,55%
Pajak dibayar dimuka 220,78% 121,71% -10,15% -32,47%
Jumlah Aset Lancar
6,43% -13,85% 27,25% 83,96%
Aset Tidak Lancar
Uang muka dan beban dibayar dimuka -34,43% 170,62% -60,22% -32,21%
Piutang pihak yang berelasi - bersih -3,11% 0,00% 348,90% -4,31%
Pinjaman direksi dan karyawan -2,68% 13,01% -42,22% 25,44%
Aset keuangan dari kontrak konsesi 206,33% 708,16% -2,17%
Investasi pada perusahaan asosiasi 20,45% 40,96% -20,23% 8,95%
Aset hak guna
Aset pajak tangguhan -3,89% 22,32% -100,00% #DIV/0!
Aset tetap • setelah dikurangi akumulasi penyusutan -4,03% -3,22% 56,19% 108,28%
Goodwill 0,00% 0,00% -100,00% #DIV/0!
Aset lain-lain 2,71% -16,19% 48,84% 1,10%
Jumlah Aset Tidak Lancar
28,83% 60,69% 201,55% 6,93%
JUMLAH ASET
19,76% 33,87% 161,19% 15,62%
24
Page 52
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
BAB III
KAJIAN EKONOMI MAKRO
3.1. Tinjauan Ekonomi Makro
Perekonomian Global dan Domestik
Perekonomian dunia masih dalam tren melambat dengan ketidakpastian yang meningkat. Pertumbuhan
ekonomi Amerika Serikat (AS) pada 2026 diprakirakan meningkat dipengaruhi dorongan investasi sektor
teknologi termasuk artificial intelligence (AI) dan stimulus pemotongan pajak. Pertumbuhan ekonomi
Jepang, Tiongkok, dan India pada 2026 diprakirakan melambat akibat pelemahan permintaan domestik
dan ekspor di tengah investasi Al yang juga meningkat.
Tabel 3 - 1: Pertumbuhan PDB Dunia
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2025
Grafik 3 - 1: Indeks Ketidakpastian Global
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2025
Dari pasar keuangan global, ruang penurunan Fed Funds Rate (FFR) berkurang dan disertai masih
tingginya yield UST sejalan defisit fiskal AS yang masih besar. Ketidakpastian pasar keuangan global
juga meningkat terutama dipicu oleh kebijakan tarif resiprokal AS serta meluasnya eskalasi ketegangan
geopolitik. Perkembangan ini mendorong penguatan indeks mata uang dolar AS terhadap mata uang
negara maju (DXY) dan mengakibatkan peningkatan aliran modal ke emerging market (EM) tertahan.
25
Page 53
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Grafik 3 - 2: Inflasi Global
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2025
Grafik 3 - 3: Yield UST 10Y dan JGB 10Y serta Indeks Saham AS
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2025
Grafik 3 - 4: Aliran Modal ke Negara Berkembang
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2025
26
Page 54
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan makin perlu ditingkatkan agar sesuai dengan kapasitas
perekonomian. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 diprakirakan lebih tinggi ditopang oleh kenaikan
permintaan domestik sejalan dengan membaiknya keyakinan pelaku ekonomi dan peningkatan stimulus
fiskal.
Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), LU utama seperti LU lndustri Pengolahan, LU Perdagangan Besar
dan Eceran, serta LU lnformasi dan Komunikasi menunjukkan kinerja positif. Secara spasial,
pertumbuhan ekonomi yang tinggi tercatat di wilayah Bali-Nusa Tenggara (Balinusra), diikuti Jawa dan
Kalimantan didorong kenaikan permintaan domestik.
Tabel 3 - 2: Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2025
Dari domestik, Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan melalui penguatan bauran
kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi dengan kebijakan stimulus
fiskal dan sektor riil Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun 2025 diprakirakan berada di kisaran 4,7-5,5%. Pada 2026,
pertumbuhan ekonomi diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,9-5,7%. NPI 2025 diprakirakan tetap
berdaya tahan dengan transaksi berjalan yang masih sehat dalam kisaran defisit 0,5% sampai dengan
surplus 0,3% dari PDB.
Tabel 3 - 3: Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2025
27
Page 55
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Gambar 3 - 1: Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan IV 2025
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2025
Neraca Pembayaran Indonesia
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) perlu terus diperkuat di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
NPI triwulan IV 2025 diprakirakan tetap baik ditopang neraca perdagangan yang pada November 2025
kembali mencatat surplus sebesar 2,7 miliar dollar AS didukung oleh ekspor nonmigas berbasis sumber
daya alam seperti logam mulia dan perhiasan/permata, nikel dan barang daripadanya, serta bahan bakar
mineral.
Sementara itu, aliran modal triwulan IV 2025 mencatat net inflows terutama ditopang kenaikan cukup
tinggi pada bulan Desember 2025 yang bersumber dari penerbitan global bond, setelah sebelumnya pada
bulan Oktober dan November 2025 ercatat rendah sejalan dengan ketidakpastian global yang masih
tinggi. Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Desember 2025 meningkat menjadi sebesar 156,5 miliar
dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar
negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Tabel 3 - 4: Neraca Pembayaran Indonesia
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2025
28
Page 56
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Grafik 3 - 5: Neraca Perdagangan
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2025
Grafik 3 - 6: Aliran Modal Asing
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2025
Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Desember 2025 meningkat menjadi sebesar 156,5 miliar dolar
AS, setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Grafik 3 - 7: Cadangan Devisa
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2025
29
Page 57
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Nilai Tukar Rupiah
Kebijakan nilai tukar Bank Indonesia terus diperkuat untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dari
dampak peningkatan ketidakpastian global. Nilai tukar Rupiah pada 20 Januari 2026 tercatat sebesar
Rp16.945 per dolar AS, melemah 1,53% (ptp) bila dibandingkan dengan level akhir Desember 2025.
Pelemahan nilai tukar tersebut dipengaruhi aliran keluar modal asing akibat meningkatnya ketidakpastian
pasar keuangan global. Selain itu, kenaikan permintaan valas oleh perbankan dan korporasi domestik
sejalan dengan kegiatan ekonomi turut memengaruhi kinerja Rupiah. Guna menjaga stabilitas nilai tukar
Rupiah, Bank Indonesia menempuh intensitas langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar NDF baik di
off-shore maupun on-shore (DNDF) dan pasar spot. Respons kebijakan ini dapat menjaga volatilitas nilai
tukar Rupiah dan tetap konsisten dengan upaya pencapaian sasaran inflasi 2,5±1% pada 2026.
Grafik 3 - 8: Rupiah vs Negara Kawasan
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2025
Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2025 terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%, dengan lnflasi IHK
Desember 2025 sebesar 2,92% (yoy). lnflasi inti tetap terjaga rendah sebesar 2,38% (yoy), sejalan
pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga kebijakan
moneter Bank Indonesia dalam menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya dan imported
inflation yang tetap terkendali. Inflasi kelompok administered prices (AP) terjaga rendah sebesar 1,93%
(yoy). Sementara itu, inflasi kelompok volatile food (VF) masih relatif tinggi sebesar 6,21 % (yoy)
disumbang terutama oleh komoditas bawang merah seiring pasokan yang terbatas akibat gangguan
cuaca dan kenaikan harga benih.
Bank Indonesia meyakini inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap terjaga rendah dalam sasaran 2,5±1%.
lnflasi inti diprakirakan tetap rendah seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas
ekonomi yang masih besar, imported inflation yang terkendali, dan dampak positif dari digitalisasi.
Sementara itu, inflasi VF diprakirakan tetap terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi oleh
Tim Pengendalian lnflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) dan penguatan implementasi Program Ketahanan
Pangan Nasional.
30
Page 58
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Grafik 3 - 9: Ekspektasi Inflasi
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2025
Grafik 3 - 10: Inflasi IHK dan Komponen
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2025
Suku Bunga
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20-21 Januari 2026 memutuskan untuk
mempertahankan Bl-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga
Lending Facilitysebesar 5,50%. Keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan saat ini pada upaya
stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak meningkatnya ketidakpastian global guna mendukung
pencapaian sasaran inflasi 2026-2027 dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter
dan kebijakan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini dan tetap mencermati ruang penurunan
suku bunga Bl-Rate lebih lanjut dengan prakiraan inflasi 2026-2027 yang terkendali dalam sasaran
2,5±1%, serta turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Kebijakan makroprudensial Bank
Indonesia tetap diarahkan untuk mendorong pertumbuhan (pro-growth) termasuk dengan meningkatkan
31
Page 59
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
efektivitas kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) untuk mempercepat penurunan suku
bunga dan meningkatkan pertumbuhan kredit/pembiayaan ke sektor riil, khususnya sektor-sektor prioritas
Pemerintah.
Kebijakan moneter Bank Indonesia terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi
dengan tetap menjaga stabilitas perekonomian. Kebijakan moneter ditempuh melalui penurunan suku
bunga Bl-Rate, stabilisasi nilai tukar Rupiah, dan ekspansi likuiditas moneter. Sejak September 2024, Bl-
Rate telah turun sebesar 150 bps, yaitu 25 bps pada September 2024 dan 125 bps selama tahun 2025
menjadi 4,75% hingga Desember 2025, yang merupakan level terendah sejak tahun 2022. Kebijakan
stabilisasi nilai tukar Rupiah terus diperkuat dengan intervensi di pasar off-shore melalui NDF dan
intervensi di pasar domestik melalui pasar spot, DNDF, serta pembelian SBN di pasar sekunder.
Ekspansi likuiditas Rupiah juga ditempuh Bank Indonesia melalui penurunan posisi instrumen moneter
SRBI dari Rp916,97 triliun pada awal tahun 2025 menjadi Rp730,90 triliun pada akhir tahun 2025, serta
berlanjut turun menjadi Rp694,04 triliun pada 20 Januari 2026. Bank Indonesia juga membeli SBN
sebagai bentuk sinergi erat antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal, yang pada 2026 (hingga 20
Januari 2026) mencapai Rp23,69 triliun, termasuk pembelian di pasar sekunder sebesar Rp 13,21 triliun.
Pembelian SBN di pasar sekunder dilakukan sesuai mekanisme pasar, terukur, transparan, dan konsisten
dengan program moneter dalam menjaga stabilitas perekonomian sehingga dapat terus menjaga
kredibilitas kebijakan moneter.
Grafik 3 - 11: Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2025
Grafik 3 - 12: Suku Bunga Perbankan
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2025
32
Page 60
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Penguatan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) dan akselerasi digitalisasi sistem
pembayaran terus ditempuh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. lmplementasi penguatan KLM
yang berlaku pada 16 Desember 2025 diarahkan untuk mempercepat penurunan suku bunga
kredit/pembiayaan perbankan, melalui, peningkatan besaran insentif bagi bank yang lebih cepat
menurunkan suku bunga kredit baru sejalan dengan penurunan suku bunga kebijakan Bank Indonesia.
Hingga minggu pertama Januari 2026, total insentif KLM mencapai Rp397,9 triliun, yang disalurkan
kepada kelompok bank BUMN sebesar Rp182,9 triliun, BUSN sebesar Rp174, 7 triliun, BPD sebesar
Rp33,1 triliun, dan KCBA sebesar Rp7,2 triliun. Secara sektoral, insentif KLM disalurkan kepada sector-
sektor prioritas yang mencakup sektor Pertanian, lndustri, dan Hilirisasi, sektor Jasa termasuk Ekonomi
Kreatif, sektor Konstruksi, Real Estate, dan Perumahan, serta sektor UMKM, Koperasi, lnklusi, dan
Berkelanjutan.
Kredit perbankan pada 2025 tumbuh sebesar 9,69% (yoy), berada dalam kisaran prakiraan Bank
Indonesia sebesar 8-11 % (yoy). Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit investasi,
kredit modal kerja, dan kredit konsumsi pada 2025 masing-masing sebesar 21,06% (yoy), 4,52% (yoy),
dan 6,58% (yoy). Capaian tersebut sejalan dengan upaya Bl untuk menurunkan suku bunga dan
memperkuat kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) serta realisasi program prioritas.
Pemerintah di tengah kondisi makro dan keuangan yang terjaga. Sementara dari sisi permintaan, pelaku
usaha perlu terus didorong untuk melakukan ekspansi usaha dengan memanfaatkan fasilitas pinjaman
yang belum digunakan (undisbursed loan) yang tercatat masih cukup besar pada Desember 2025, yaitu
mencapai Rp2.439,2 triliun atau 22, 12% dari plafon kredit yang tersedia. Dari sisi penawaran, kapasitas
pembiayaan bank tetap memadai ditopang oleh rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK)
sebesar 28,57% dan DPK yang tumbuh tinggi sebesar 13,83% (yoy) pada Desember 2025. Selainitu,
minat penyaluran kredit perbankan terus membaik, tecermin dari persyaratan pemberian kredit (lending
requirement) yang semakin longgar, kecuali pada segmen kredit konsumsi dan UMKM akibat masih
tingginya risiko kredit pada kedua segmen tersebut.
Grafik 3 - 13: Perkembangan Kredit dan DPK
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2025
Ketahanan sistem keuangan terjaga baik didukung likuiditas perbankan yang memadai, kapasitas
permodalan yang terjaga pada level tinggi, dan risiko kredit yang rendah. Rasio kecukupan modal (Capital
Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada November 2025 tercatat tinggi sebesar 26,05%, tergolong kuat
dalam menyerap risiko dan mendukung pertumbuhan kredit. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing
Loan/NPL) perbankan secara agregat tetap rendah sebesar 2,21% (bruto) dan 0,86% (neto) pada
November 2025. Hasil stress testBank Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan yang tetap kuat
33
Page 61
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
dalam menghadapi berbagai risiko, ditopang oleh kemampuan bayar dan profitabilitas korporasi yang
terjaga.
Pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital pada triwulan IV 2025 tetap tinggi didukung oleh
sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Volume transaksi pembayaran digital mencapai 14,26
miliar transaksi atau tumbuh 39,21% (yoy) pada triwulan IV 2025 didukung oleh perluasan akseptasi
pembayaran digital. Volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh
sebesar 12, 10% (yoy) dan 15, 10% (yoy), termasuk transaksi ORIS yang terus tumbuh tinggi mencapai
139,99% (yoy). Kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant. Dari
sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui Bl-FAST mencapai 1.358,65 juta transaksi
atau tumbuh 30,44% (yoy) dengan nilai transaksi mencapai Rp3.442,26 triliun pada triwulan IV 2025.
Sementara itu, volume transaksi nilai besar yang di proses melalui BI-RTGS tercatat sebanyak 2,88 juta
transaksi atau tumbuh 3,82% (yoy), dengan nilai sebesar Rp65.069,78 triliun pada triwulan IV 2025. Dari
sisi pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 12,90% (yoy) menjadi Rp1
.359,94 triliun pada triwulan IV 2025
Grafik 3 - 14: Perkembangan Rasio AL/DPK Perbankan
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2025
Grafik 3 - 15: Rasio Kredit Bermasalah (NPL)
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2025
Stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga ditopang oleh infrastruktur yang stabil dan struktur industri
yang sehat. lnfrastruktur yang stabil tecermin pada penyelenggaraan Sistem Pembayaran Bank Indonesia
34
Page 62
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
(SPBI) dan sistem pembayaran industri yang lancar dan andal serta kecukupan pasokan uang dalam
jumlah dan kualitas yang memadai pada triwulan IV 2025.
Struktur industri yang sehat tergambar pada interkoneksi antarpelaku dalam sistem pembayaran yang
terus menguat dan diikuti oleh ekosistem Ekonomi Keuangan Digital (EKD) yang meluas. Perluasan
adopsi Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) mendukung penguatan interkoneksi, tecermin
dari transaksi pembayaran berbasis SNAP yang terus meningkat. Ke depan, Bank Indonesia akan terus
memastikan keamanan dan keandalan infrastruktur SPBI, baik ritel maupun wholesale, serta infrastruktur
sistem pembayaran industri.
Selain itu, struktur industri sistem pembayaran akan terus diperkuat, khususnya pada aspek manajemen
risiko dan keandalan infrastruktur teknologi pelaku industri, sejalan dengan implementasi Peraturan
Bank Indonesia Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pengaturan lndustri Sistem Pembayaran (PBI PISP).
Bank Indonesia konsisten menjaga ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas
yang layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk daerah
Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) serta untuk pemenuhan kebutuhan uang dalam rangka Hari Besar
Keagamaan Nasional (HBKN).
Grafik 3 - 16: Nilai Transaksi Digital Banking dan Nilai Transaksi Uang Elektronik
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2025
Grafik 3 - 17: Nilai dan Volume Transaksi QRIS dan Nilai Transaksi ATM/Debit dan Kartu Kredit
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2025
35
Page 63
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Grafik 3 - 18: Uang yang Diedarkan
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2025
3.2. Kesimpulan Kelayakan Pasar dari Aspek Ekonomi Makro
Berdasarkan hasil kajian, evaluasi, dan analisis terhadap aspek ekonomi makro, dengan
mempertimbangkan kondisi perekonomian nasional, perkembangan industri, kebijakan pemerintah,
tingkat inflasi, suku bunga, nilai tukar, serta faktor-faktor eksternal lainnya yang dapat memengaruhi
kegiatan usaha Perseroan, maka rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan dari aspek ekonomi
makro adalah layak.
36
Page 64
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
BAB IV
ANALISA KELAYAKAN PASAR
4.1. Kondisi Pasar
4.1.1. Perkembangan Industri Konstruksi di Indonesia
Pembangunan infrastruktur merupakan mobil penggerak pembangunan nasional. Keberadaan infrastruktur
yang memadai akan berkontribusi pada kelancaran produksi maupun distribusi barang dan jasa yang dapat
meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara dan meningkatkan pemerataan ekonomi di berbagai wilayah.
Pembangunan infrastruktur merupakan bagian integral dari pembangunan kelembagaan dan
perekonomian yang bertumpu pada peningkatan produktivitas.
Saat ini, pemerintah berfokus pada meningkatkan investasi, baik investasi dalam negeri maupun luar negeri
guna menaikkan ekspansi ekonomi Indonesia. Khususnya investasi di bidang infrastruktur dalam rangka
peningkatan konektivitas di seluruh Indonesia. Pembangunan infrastruktur di Indonesia menjadi salah satu
faktor meningkatnya peran sektor konstruksi terhadap perekonomian Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari
besarnya kontribusi sektor konstruksi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 9,48% pada triwulan
III/2025.
Peran sektor konstruksi berkaitan erat dengan penyerapan tenaga kerja, penanaman modal, jumlah proyek
infrastruktur dan bangunan, hubungan timbal balik dengan sektor-sektor pendukung, bahkan menjadi
fasilitator dalam pergerakan dan pertumbuhan barang dan jasa. Pemerataan pembangunan untuk semua
sektor juga didukung oleh sektor konstruksi antara lain ketahanan pangan di tiap daerah, pemenuhan
kebutuhan listrik dan energi nasional, peningkatan sarana pendidikan dan kesehatan, akses jalan yang
memadai untuk pengangkutan barang dan jasa, dan peningkatan daya tarik pariwisata.
Gambar 4 - 1 : Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto Atas dasar Harga berlaku Menurut Lapangan Usaha,
Triwulan III-2025
Sumber: Badan Pusat Statistik (Konstrusi dalam Angka-2025)
Industri konstruksi Indonesia tengah berada di jalur pertumbuhan positif. Menurut BCI Central, pasar
konstruksi diperkirakan akan tumbuh 5,48% pada 2025, didorong oleh permintaan yang stabil di sektor
bangunan. Selain itu, pemerintah juga memproyeksikan kebutuhan investasi infrastruktur nasional periode
2025–2029 mencapai US$ 625,37 miliar (Rp10.162 triliun), mencakup proyek konektivitas, pengendalian
banjir, dan pasokan air. Sektor ini pun menjadi penyerap tenaga kerja signifikan, dengan 13,8 juta orang
per tahun atau 9,6% dari total angkatan kerja nasional, menurut riset LPEM FEB UI.
37
Page 65
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Industri konstruksi Indonesia sedang berada dalam momentum penting. Data Badan Pusat Statistik
mencatat konstruksi menyumbang lebih dari sepuluh persen pada Produk Domestik Bruto kuartal akhir
2024. Kontribusi besar ini diperkuat oleh proyeksi pertumbuhan jangka panjang yang menempatkan
Indonesia sebagai pasar konstruksi terbesar di Asia Tenggara. Laporan ASEAN Briefing memperkirakan
nilai pasar konstruksi Indonesia dapat melampaui 535 miliar dolar Amerika pada 2030. Pendorong utama
datang dari pembangunan infrastruktur, perumahan, energi, dan kawasan industri yang terus berkembang
seiring kebutuhan populasi dan urbanisasi.
Pemerintah memegang peranan besar dalam menjaga akselerasi ini. Pagu anggaran Kementerian PUPR
tahun 2025 mencapai 75,63 triliun rupiah, kemudian diperkuat menjadi 116,23 triliun rupiah melalui
pembahasan RAPBN. Fokus utamanya meliputi pembangunan infrastruktur ketahanan pangan, ketahanan
energi, renovasi sarana pendidikan, serta keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara. Belanja
infrastruktur ini bukan hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka peluang luas bagi
kontraktor nasional. Sejumlah proyek prioritas yang tercatat dalam Komite Percepatan Penyediaan
Infrastruktur Prioritas memperlihatkan arah kebijakan jelas. Proyek transportasi, ketenagalistrikan, energi,
dan jalan tol menjadi tulang punggung. Skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha semakin
digalakkan untuk menutup kebutuhan pembiayaan. Kontraktor dituntut tidak hanya menyiapkan kapasitas
teknis, tetapi juga memahami model pembiayaan dan mitigasi risiko yang terkait.
Beberapa faktor kunci yang mendorong pertumbuhan industri konstruksi di Indonesia antara lain:
• Pembangunan Infrastruktur Indonesia terus berinvestasi dalam proyek-proyek infrastruktur besar seperti
jalan tol, bandara, pelabuhan, dan jalur kereta api. Inisiatif pemerintah ini membuka peluang signifikan bagi
perusahaan konsultan dan kontraktor konstruksi.
• Pertumbuhan Ekonomi Dengan prediksi pertumbuhan ekonomi yang stabil di atas 5% per tahun, permintaan
akan properti komersial dan residensial diperkirakan akan terus meningkat. Hal ini menciptakan peluang
bagi pengembangan gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, rumah sakit, dan proyek-proyek konstruksi
lainnya.
• Peningkatan Investasi Investasi asing dan domestik yang terus mengalir ke Indonesia turut mendorong
pembangunan berbagai fasilitas baru, menciptakan proyek-proyek potensial bagi industri konstruksi.
• Kebijakan Pemerintah yang Mendukung Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan berbagai kebijakan
untuk mempermudah proses bisnis di sektor konstruksi, termasuk penyederhanaan perizinan dan prosedur
pembangunan.
• Inovasi Teknologi Adopsi teknologi baru seperti Building Information Modeling (BIM), konstruksi modular,
dan bangunan hijau membuka peluang baru dan meningkatkan efisiensi dalam industri ini
Ibu Kota Nusantara menjadi katalis utama. Pembangunan kawasan inti pusat pemerintahan telah berjalan
dengan berbagai paket pekerjaan fisik, mulai dari gedung kementerian, perumahan ASN, jaringan jalan,
hingga fasilitas dasar seperti SPAM dan sanitasi. Kontraktor yang terlibat mendapatkan kesempatan
strategis untuk menunjukkan kemampuan dalam proyek skala besar dan kompleks yang menjadi etalase
pembangunan nasional.
Perkembangan teknologi juga menjadi syarat. Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Bina Marga
telah menerbitkan pedoman implementasi Building Information Modeling untuk pekerjaan jalan, jembatan,
underpass, dan terowongan. Dengan aturan ini, kontraktor wajib menyiapkan standar BIM internal, mulai
dari template model, kode objek, hingga protokol koordinasi. Lebih dari seratus proyek pemerintah sudah
menerapkan BIM sehingga kompetensi ini menjadi kunci untuk memenangkan tender.
38
Page 66
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Selain inovasi digital, tren global menuntut pembangunan berkelanjutan. Green Building Council Indonesia
aktif mengkampanyekan sertifikasi Greenship dan Net Zero untuk gedung baru maupun eksisting. IFC
melalui EDGE mendorong pengembang membuktikan efisiensi energi, air, dan material. Kontraktor yang
mampu mengintegrasikan standar hijau sejak tahap desain akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan
investor dan akses pembiayaan internasional. Dorongan dekarbonisasi memberi peluang baru sekaligus
tantangan. Kontraktor harus mampu menyesuaikan spesifikasi material, efisiensi energi, dan manajemen
limbah konstruksi. Regulasi dan kesadaran publik membuat standar ini bukan lagi pilihan, melainkan
kebutuhan. Penerapan konsep hijau juga berpotensi membuka akses pasar baru, terutama dari investor
global yang semakin memperhatikan aspek ESG.
Meski prospek cerah, tantangan tetap nyata. Volatilitas harga material akibat fluktuasi nilai tukar dan
perubahan suku bunga dapat mengganggu margin proyek. Kontraktor harus menyiapkan strategi lindung
nilai, menyusun klausul eskalasi harga yang transparan, serta menjaga likuiditas dengan pengaturan termin
pembayaran yang realistis. Selain itu, kesiapan tenaga kerja menjadi faktor penting. Data BPS
menunjukkan sektor konstruksi menyerap lebih dari delapan juta tenaga kerja, tetapi sebagian besar masih
membutuhkan sertifikasi resmi. Program pelatihan dan sertifikasi kompetensi harus dipercepat agar
produktivitas meningkat seiring kompleksitas proyek.
Peluang di segmen perumahan tetap besar, mengingat backlog yang tinggi dan urbanisasi yang cepat.
Infrastruktur transportasi dan energi akan terus menjadi prioritas, sejalan dengan strategi pemerintah untuk
memperkuat konektivitas dan transisi energi. Kawasan industri baru, termasuk data center dan fasilitas
logistik, akan membuka ruang bagi kontraktor spesialis. Semua ini menegaskan bahwa kontraktor perlu
membangun kapabilitas lintas disiplin dan beradaptasi dengan standar global.
Tabel 4 - 1 : Indikator Konstruksi Hasil Survei Perusahaan Konstruksi Triwulanan, Triwulan III/2024-Triwulan II/2025
Sumber: Badan Pusat Statistik (Konstrusi dalam Angka-2025).
39
Page 67
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Tabel 4 - 2 : Produksi Domestik Bruto (PDB) Sektor Konstruksi, Triwulan I/2024-Triwulan III/2025
Sumber: Badan Pusat Statistik (Konstrusi dalam Angka-2025)
Tabel 4 - 3: Banyaknya Perusahaan Konstruksi Menurut Provinsi, 2023-2025
Sumber: Badan Pusat Statistik
40
Page 68
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Keberadaan perusahaan konstruksi di Indonesia merupakan hal yang penting terkait proyek pembangunan
fasilitas dan infrastruktur yang masih terus ditingkatkan. Pada tahun 2025, terdapat 199.006 perusahaan
konstruksi yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Dari data di atas, jika diamati, lokasinya
perusahaan- perusahaan konstruksi tersebut masih terpusat di Pulau Jawa. Pada tahun 2025 tercatat
sebanyak 80.534 perusahaan.
Tabel 4 - 4: Ringkasan Statistik Konstruksi, 2023 dan 2024
Sumber : Badan Pusat Statistik dalam Konstruksi Dalam Angka-2025
Dari data Badan Pusat Statistik dalam Konstruksi Dalam Angka-2025, Nilai Konstruksi yang diselesaikan
pada tahun 2023 sebesar 1.612.404 miliar dan tahun 2024 sebesar 1.730.3798 miliar, dengan laju
pertumbuhan sebesar 7,32%. yang terdiri dari :
• Konstruksi Gedung pada pada tahun 2023 sebesar 542.351 miliar dan tahun 2024 sebesar 584.881
miliar.
• Konstruksi Bangunan Sipil pada pada tahun 2023 sebesar 920.188 miliar dan tahun 2024 sebesar
985.190 miliar.
• Konstruksi Khusus pada pada tahun 2023 sebesar 149.865 miliar dan tahun 2024 sebesar 160.308
miliar.
Salah satu indikator penting yang mencerminkan fluktuasi aktivitas konstruksi di Indonesia adalah Indeks
Nilai Konstruksi yang Diselesaikan. Indeks ini memberikan gambaran perkembangan realisasi fisik pekerjaan
konstruksi yang berhasil diselesaikan dalam satu triwulan pada suatu wilayah tertentu, sehingga menjadi
indikator utama dalam menilai dinamika sektor konstruksi.
41
Page 69
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Pergerakan dan fluktuasi Indeks Nilai Konstruksi yang diselesaikan dapat diamati lebih lanjut pada gambar
berikut, yang memberikan visualisasi tren jangka pendek dan panjang, sekaligus menjadi referensi untuk
analisis dinamika sektor konstruksi di Indonesia.
Grafik 4 - 1 : Nilai Konstruksi yang diselesaikan, 2023 dan 2024
Sumber: Indikator Konstruksi, Triwulan IV-2024
Pada triwulan IV tahun 2023, indeks nilai konstruksi yang diselesaikan tercatat sebesar 168,49, sementara
pada triwulan IV tahun 2024, nilainya meningkat menjadi 183,52. Peningkatan ini mencerminkan
pertumbuhan sebesar 8,92 persen secara tahunan (y-on-y), yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam
nilai konstruksi yang diselesaikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Secara triwulanan (q-to-q), indeks nilai konstruksi yang diselesaikan pada triwulan IV tahun 2024 juga
mengalami pertumbuhan sebesar 5,07 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ini lebih
tinggi dibandingkan dengan q-to-q pada triwulan IV tahun 2023, yang tercatat sebesar 4,61 persen,
mencerminkan akselerasi positif dalam sektor konstruksi.
Kesimpulannya, industri konstruksi Indonesia memasuki fase transformasi menuju 2030. Pertumbuhan pasar
yang signifikan, dukungan kebijakan, implementasi teknologi digital, serta standar hijau menjadi kombinasi
yang menuntut kesiapan tinggi. Kontraktor tidak hanya harus fokus pada kemampuan teknis, tetapi juga
memahami dinamika regulasi, pembiayaan, dan tren global. Dengan strategi yang tepat, industri konstruksi
Indonesia berpeluang menjadi pemain utama di kawasan sekaligus menopang agenda pembangunan
nasional.
4.1.1. Perkembangan Industri Pertambangan dan Penggalian di Indonesia
Industri pertambangan di Indonesia merupakan salah satu sektor strategis yang memiliki peranan penting
dalam pembentukan aktivitas ekonomi nasional, baik melalui kontribusinya terhadap ekspor, penerimaan
negara, penyerapan tenaga kerja, maupun penyediaan bahan baku bagi sektor industri lanjutan. Struktur
industri ini mencakup kegiatan eksplorasi, penambangan, pengolahan, pengangkutan, serta kegiatan
42
Page 70
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
penunjang pertambangan untuk berbagai komoditas, antara lain batubara, nikel, tembaga, bauksit, timah,
emas, dan mineral lainnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan industri pertambangan di Indonesia menunjukkan
kecenderungan menuju penguatan nilai tambah dalam negeri. Sektor ini tidak lagi dipandang semata sebagai
kegiatan ekstraksi sumber daya, melainkan semakin terintegrasi dengan agenda hilirisasi, pengolahan
mineral, pembangunan fasilitas pemurnian, serta pengembangan rantai pasok industri berbasis sumber daya
alam. Dengan demikian, posisi industri pertambangan semakin erat kaitannya dengan perkembangan sektor
industri, energi, infrastruktur, dan manufaktur berbasis mineral. Karakteristik industri pertambangan juga
menunjukkan bahwa sektor ini merupakan industri yang padat modal, padat risiko, dan sangat dipengaruhi
oleh faktor eksternal, seperti harga komoditas global, kebijakan pemerintah, kondisi geopolitik, biaya energi,
kesiapan infrastruktur, serta aspek lingkungan dan sosial. Oleh karena itu, dinamika industri pertambangan
pada umumnya ditentukan tidak hanya oleh ketersediaan cadangan, tetapi juga oleh efisiensi operasional,
kemampuan pengelolaan risiko, keberlanjutan izin usaha, dan akses terhadap pasar.
Industri pertambangan di Indonesia, khususnya sektor minyak bumi, gas, dan batubara, mencatatkan
capaian positif sepanjang semester I-2025 berdasarkan target APBN 2025. Catatan kinerja ini melahirkan
harapan bagi perkembangan industri pertambangan pada tahun ini. Menurut catatan Kementerian Energi
dan Sumber Daya Mineral (ESDM), hasil tambang minyak bumi, gas, dan batubara masih sesuai dengan
target kinerja. Pada sektor minyak bumi, misalnya, produksi minyak bumi di Indonesia secara rata-rata
mencapai 602.400 barel per hari (MBOPD) hingga semester I-2025. Capaian ini mendekati target dalam
Undang-Undang Nomor 63 Tahun 2024 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun
Anggaran 2025, yakni sebesar 605.000 barel per hari. Artinya, hingga Juni 2025, rata-rata produksi minyak
bumi di Indonesia telah mencapai 99,5 persen.
Tren Komoditas Mineral 2025
Nikel tetap menjadi komoditas paling strategis dalam tren pertambangan Indonesia 2025-2026. Dengan
pertumbuhan industri baterai kendaraan listrik global, permintaan akan bijih nikel berkualitas tinggi terus
meningkat. Indonesia, sebagai penghasil nikel terbesar di dunia, mendominasi pasar dengan produksi
mencapai 40% dari total produksi global. Namun, kebijakan pemerintah yang melarang ekspor bijih nikel
mentah mendorong industri untuk fokus pada pemrosesan nilai tambah. Nickel Pig Iron (NPI), ferronickel,
dan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) menjadi area pertumbuhan utama. Smelter Indonesia
dengan kapasitas produksi yang terus berkembang membutuhkan pasokan bijih nikel saprolite (Ni 1.5-2.0%)
dan limonite (Ni 0.8-1.2%) yang konsisten dan berkualitas. Harga nikel 2025 diprediksi akan berfluktuasi
dipengaruhi oleh dinamika permintaan EV global dan stabilitas pasokan dari produsen utama lainnya seperti
Filipina dan Myanmar. Supplier lokal yang dapat menjamin konsistensi kuantitas dan kualitas akan memiliki
keunggulan kompetitif signifikan.
Pasir Silika dengan kandungan SiO2 tinggi (99.74%) terus mengalami pertumbuhan permintaan di berbagai
sektor. Industri kaca float, panel surya, keramik, dan konstruksi adalah konsumen utama yang tidak
menunjukkan tanda-tanda penurunan. Tren pertambangan Indonesia menunjukkan bahwa pasar domestik
semakin ketat dalam hal spesifikasi teknis dan mesh grade yang dibutuhkan. Supplier yang dapat
menyediakan berbagai variasi ukuran butir (8-200 mesh) dengan konsistensi tinggi akan menjadi mitra pilihan
bagi industri manufaktur nasional. Ekspor pasir silika juga terus berkembang, khususnya ke pasar Asia
Tenggara dan Asia Selatan, membuka peluang pertumbuhan volume yang signifikan di tahun-tahun
mendatang.
43
Page 71
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Permintaan Aluminium Ingot grade ADC12 dan A7 terus meningkat seiring dengan pertumbuhan industri
foundry dan die casting di Indonesia. Sektor otomotif, elektronik, dan industri berat menciptakan demand
yang berkelanjutan untuk material ini. Di tahun 2025-2026, ekspektasinya adalah peningkatan investasi
dalam industri manufaktur advanced yang memerlukan material berkualitas premium. Trader mineral yang
dapat menyediakan aluminium ingot dengan standar internasional akan menjadi supplier strategis bagi
industri ini.
Pasir Zirkon dengan kandungan ZrO2 65%+ memiliki aplikasi spesifik dalam industri keramik premium,
refraktori, dan coating. Meskipun volume pasarnya lebih kecil dibanding produk lain, margin keuntungan
relatif lebih tinggi. Tren komoditas mineral 2025 untuk zirkon menunjukkan peningkatan permintaan dari
sektor keramik tile dan industri aerospace, membuka peluang pertumbuhan bagi supplier dengan spesialisasi
produk ini.
Tantangan dan Risiko Industri Pertambangan 2025-2026
Regulasi Lingkungan yang Semakin Ketat. Komitmen Indonesia terhadap target net-zero emissions akan
menghasilkan regulasi lingkungan yang lebih ketat. Perusahaan tambang yang tidak siap untuk memenuhi
standar baru ini akan menghadapi risiko operasional yang serius. Namun, perusahaan yang proaktif
mengadopsi praktik sustainability akan mendapatkan akses ke market premium dan partnership dengan
buyer internasional yang semakin peduli dengan aspek ESG (Environmental, Social, Governance).
Kompetisi Global dan Price Pressure. Dengan membukanya pasar global dan kompetisi dari produsen
mineral di negara lain, tekanan harga akan terus ada. Efisiensi operasional dan inovasi dalam proses
produksi menjadi kunci untuk mempertahankan margin keuntungan.
Ketergantungan pada Investasi Infrastruktur. Pertumbuhan industri tambang sangat tergantung pada
infrastruktur transportasi dan logistik yang memadai. Investasi pemerintah dalam pelabuhan, jalan, dan
dermaga akan menentukan efisiensi supply chain secara keseluruhan
4.2. Pangsa Pasar
PT Bukaka Teknik Utama Tbk merupakan perusahaan yang memiliki pengalaman panjang dalam bidang
manufaktur, konstruksi, rekayasa teknik, serta penyediaan produk dan layanan pendukung infrastruktur.
Kegiatan usaha Perseroan selama ini berkaitan erat dengan penyediaan produk teknik seperti steel tower,
steel bridge, boarding bridge, peralatan minyak dan gas, struktur baja, serta berbagai produk dan jasa
konstruksi lainnya yang digunakan dalam proyek-proyek infrastruktur strategis.
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Bukaka telah memiliki basis pelanggan yang berasal dari berbagai
sektor strategis, antara lain sektor energi, ketenagalistrikan, telekomunikasi, konstruksi, pertambangan,
minyak dan gas, transportasi, serta infrastruktur publik. Pelanggan Perseroan tidak hanya berasal dari
perusahaan swasta nasional, tetapi juga BUMN, pemerintah, dan mitra internasional. Hal ini menunjukkan
bahwa produk dan layanan Bukaka telah memiliki rekam jejak penggunaan pada berbagai proyek berskala
nasional maupun internasional.
4.2.1. Pelanggan Segmen Steel Tower
Pada segmen Steel Tower, Perseroan telah melayani pelanggan dari sektor telekomunikasi, energi,
kelistrikan, konstruksi, dan infrastruktur transmisi. Pelanggan pada segmen ini antara lain:
44
Page 72
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
• PT Centratama Menara Indonesia;
• PT Andisi;
• Amman Mineral;
• PT Poso Energy;
• PT LEN Industri (Persero);
• TBEA Co., Ltd.;
• Edotco;
• PT Dian Karya;
• Indisi;
• Pendekar Konstruksi Persada;
• PT Waskita Karya (Persero);
• PT Siemens Energy;
• PT Nokia Solutions and Networks Indonesia;
• Sangkan; dan
• Link Net.
Keberadaan pelanggan tersebut menunjukkan bahwa Perseroan telah memiliki pengalaman dalam
penyediaan struktur menara dan produk pendukung infrastruktur untuk sektor-sektor yang membutuhkan
standar teknis tinggi, khususnya pada proyek telekomunikasi, energi, dan transmisi.
4.2.2. Pelanggan Segmen Steel Bridge
Pada segmen Steel Bridge, pelanggan Perseroan berasal dari perusahaan BUMN, kontraktor nasional,
swasta nasional, serta perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan dan infrastruktur. Pelanggan pada
segmen ini antara lain:
• CV Bogo Mamberamo Permai;
• PT Erabaru Timur Lestari;
• Waskita Abipraya JO;
• WG–Pelita KSO;
• PT Persada Nusantara Prima;
• PT Vale Indonesia Tbk;
• PT Hutama Karya Infrastruktur;
• WIKA–SPT KSO;
• PT Duta Irindo;
• CV Putra Tama Abadi; dan
• CV Tri Puma.
Daftar pelanggan tersebut memperlihatkan bahwa Perseroan telah memiliki pengalaman dalam penyediaan
produk dan pekerjaan struktur baja untuk proyek jembatan, pekerjaan sipil, dan infrastruktur transportasi. Hal
ini menjadi salah satu dasar yang mendukung perluasan kegiatan usaha Perseroan di bidang konstruksi.
45
Page 73
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
4.2.3. Pelanggan Segmen Boarding Bridge
Pada segmen Boarding Bridge, Perseroan telah melayani pelanggan dari pasar domestik dan internasional,
khususnya untuk kebutuhan fasilitas bandar udara dan infrastruktur transportasi udara. Pelanggan pada
segmen ini antara lain:
• EM Power Engineering Co., Ltd. – Thailand;
• ANA Motor Service Co., Ltd. – Jepang; dan
• PT Brantas Abipraya (Persero).
Keberadaan pelanggan internasional pada segmen ini menunjukkan bahwa produk Perseroan telah
memperoleh penerimaan di luar pasar domestik. Hal ini memperkuat posisi Bukaka sebagai produsen dan
penyedia produk infrastruktur transportasi yang memiliki daya saing regional.
4.2.4. Pelanggan Segmen Oil and Gas
Pada segmen Oil and Gas, Perseroan memiliki pelanggan dari perusahaan BUMN dan perusahaan besar di
sektor minyak dan gas. Pelanggan pada segmen ini antara lain:
• PT Pertamina Hulu Rokan;
• PT Pertamina EP;
• TAC Pertamina;
• JOB Pertamina;
• PT Chevron Pacific Indonesia;
• PT Tripatra Engineers and Constructors; dan
• PT Modern Widya Technical.
Pelanggan pada segmen ini menunjukkan bahwa Perseroan memiliki pengalaman dalam mendukung
kebutuhan sektor minyak dan gas, baik melalui penyediaan peralatan, komponen, jasa teknik, maupun
layanan pendukung lainnya. Hal ini relevan dengan penambahan KBLI aktivitas penunjang pertambangan
dan penggalian lainnya.
4.2.5. Pelanggan dari Sektor Ketenagalistrikan, Telekomunikasi, dan Infrastruktur
Selain pelanggan berdasarkan segmen utama di atas, Perseroan juga memiliki hubungan usaha dengan
sejumlah perusahaan besar lainnya yang bergerak pada sektor ketenagalistrikan, telekomunikasi, konstruksi,
dan infrastruktur, antara lain:
• PT Perusahaan Listrik Negara (Persero);
• PT Centratama Menara Indonesia;
• PT Huawei Tech Investment;
• PT Tower Bersama Infrastructure Tbk;
• PT Dayamitra Telekomunikasi;
• PT Tasei Pulau Intan;
• PT Murinda Iron Steel;
• PT Hutama Karya;
• PT Pembangunan Perumahan; dan
46
Page 74
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
• PT Vale Indonesia.
Basis pelanggan tersebut menunjukkan bahwa Bukaka telah memiliki pengalaman kerja sama dengan
perusahaan-perusahaan besar yang memiliki kebutuhan terhadap produk teknik, konstruksi, struktur baja,
peralatan industri, serta layanan pendukung proyek. Dengan demikian, penambahan KBLI ini memiliki
keterkaitan yang kuat dengan rekam jejak pelanggan dan kegiatan usaha Perseroan yang telah berjalan.
4.3. Peluang Pasar dari Penambahan KBLI
Dengan penambahan KBLI, Perseroan menyasar pangsa pasar pada proyek-proyek yang masih berkaitan
dengan kompetensi inti Perseroan, khususnya konstruksi, struktur baja, infrastruktur, fasilitas industri, dan
aktivitas penunjang pertambangan. Beberapa peluang proyek yang menjadi sasaran Perseroan antara lain:
1. Pekerjaan Pemborongan Menara Berlian Gedung
Proyek bangunan gedung bertingkat 27 lantai dengan pemilik tender PT Berlian Global Investindo.
2. EPC Project – Transfer Point, Mine Office Extension & MEM Workshop
Proyek berlokasi di Sorowako dengan pemilik tender PT Vale Indonesia. Proyek ini berkaitan dengan
fasilitas pendukung operasional pertambangan dan industri.
3. Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Sistem Tata Air Pompa Ancol Beserta Kelengkapannya
Proyek dengan pemilik tender Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang berkaitan dengan infrastruktur
sumber daya air dan pengendalian tata air.
4. Pekerjaan Pembangunan Hunian BI Karawang
Proyek dengan pemilik tender melalui Smart E-Proc PT PP Gedung, yang berkaitan dengan
pembangunan gedung hunian.
5. CSP (Corrugated Steel Plate)
Produk dan pekerjaan struktur baja yang dapat digunakan untuk kebutuhan konstruksi, drainase,
infrastruktur jalan, jembatan kecil, dan fasilitas pendukung lainnya.
6. Pembangunan Kelas Bersama Universitas Padjadjaran
Meliputi Gedung Kelas Bersama 10 lantai dan Graha Unpad Jatinangor 1.500, yang berkaitan dengan
pembangunan fasilitas pendidikan.
7. Pengadaan dan Pemasangan Struktur Baja Facade dan Space Frame Stadion Sudiang Kota Makassar
Proyek yang berkaitan dengan pekerjaan struktur baja untuk fasilitas olahraga dan infrastruktur publik.
8. Steel Tower Test Tower Punagaya–Bantaeng 150 kV Switching Section II Project
Proyek dengan pemilik tender PT Twink Indonesia, yang berkaitan dengan infrastruktur ketenagalistrikan
dan transmisi.
Berdasarkan basis pelanggan eksisting dan peluang proyek yang disasar tersebut, penambahan KBLI
konstruksi dan aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya dinilai memiliki dasar pasar yang
relevan. Penambahan KBLI tersebut memberikan fleksibilitas bagi Perseroan untuk mengikuti tender atau
proyek yang mensyaratkan kesesuaian KBLI dengan lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan.
47
Page 75
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Dengan pengalaman dalam melayani pelanggan BUMN, swasta nasional, pemerintah, dan mitra
internasional, Perseroan memiliki posisi yang relatif baik untuk memperluas kegiatan usaha pada sektor
konstruksi dan aktivitas penunjang pertambangan. Hal ini juga didukung oleh kondisi Indonesia sebagai
negara berkembang yang masih membutuhkan pembangunan infrastruktur, fasilitas industri, energi,
pertambangan, dan fasilitas publik secara berkelanjutan.
Secara keseluruhan, pangsa pasar atas penambahan KBLI ini mencakup pasar konstruksi gedung,
konstruksi infrastruktur, fasilitas industri, struktur baja, sistem tata air, proyek ketenagalistrikan, serta
pekerjaan pendukung pada sektor pertambangan dan penggalian. Dengan rekam jejak pelanggan yang telah
terbentuk, kemampuan manufaktur dan rekayasa teknik, serta pengalaman proyek nasional dan
internasional, Perseroan memiliki dasar yang memadai untuk menangkap peluang pasar dari penambahan
kegiatan usaha tersebut.
4.4. Kesinambungan
Di tengah dinamika perekonomian global dan nasional, sektor infrastruktur Indonesia masih memiliki prospek
pertumbuhan yang relatif kuat. Sebagai negara berkembang, Indonesia masih membutuhkan pembangunan
infrastruktur secara berkelanjutan, baik dalam bentuk jalan, jembatan, gedung, fasilitas publik, prasarana
sumber daya air, fasilitas industri, infrastruktur energi, maupun fasilitas pendukung sektor pertambangan dan
penggalian. Kebutuhan tersebut memberikan ruang bagi perusahaan yang memiliki kompetensi teknis,
pengalaman proyek, kapasitas manufaktur, serta kemampuan konstruksi dan rekayasa seperti PT Bukaka
Teknik Utama Tbk.
Bukaka merupakan salah satu perusahaan konstruksi, manufaktur teknik, dan jasa penunjang konstruksi
yang telah memiliki pengalaman panjang di Indonesia. Perseroan memiliki rekam jejak dalam penyediaan
produk dan layanan untuk proyek-proyek infrastruktur strategis, antara lain melalui produk steel tower, steel
bridge, boarding bridge, struktur baja, peralatan industri, peralatan minyak dan gas, serta layanan teknik
lainnya. Dengan pengalaman tersebut, Perseroan memiliki posisi yang memadai untuk memperluas cakupan
kegiatan usaha, baik untuk melayani pelanggan eksisting maupun membuka peluang pasar baru yang masih
selaras dengan kompetensi inti Perseroan.
Rencana penambahan kegiatan usaha melalui KBLI 2025 yang meliputi bidang reparasi dan pemeliharaan
peralatan listrik, industri pompa, kompresor, keran dan klep/katup, pemasangan perlengkapan mekanikal
bangunan, konstruksi prasarana sumber daya air, aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian,
aktivitas enjinering dan konsultasi teknis, konstruksi gedung, konstruksi jalan, konstruksi terowongan,
konstruksi khusus, penyiapan lahan, pemasangan dan rekayasa struktur bangunan, penyewaan alat
konstruksi dengan operator, pengecatan, jasa pengujian teknis, serta aktivitas perusahaan induk merupakan
langkah strategis Perseroan untuk memperkuat kesinambungan usaha.
Penambahan KBLI tersebut tidak dimaksudkan sebagai perubahan arah usaha yang terlepas dari kegiatan
Perseroan saat ini, melainkan sebagai perluasan ruang lingkup usaha yang masih memiliki keterkaitan
dengan kemampuan dan pengalaman Perseroan. Sebagian besar kegiatan yang ditambahkan memiliki
hubungan langsung dengan rantai nilai usaha Perseroan, mulai dari rekayasa teknik, manufaktur peralatan,
konstruksi, instalasi, pemeliharaan, pengujian teknis, hingga dukungan terhadap proyek infrastruktur dan
sektor pertambangan. Dengan demikian, penambahan kegiatan usaha tersebut dapat memperkuat posisi
Perseroan sebagai penyedia solusi teknik dan konstruksi yang lebih terintegrasi.
48
Page 76
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Dari sisi pasar, penambahan KBLI memberikan fleksibilitas bagi Perseroan untuk mengikuti peluang tender
atau proyek yang mensyaratkan kesesuaian bidang usaha dengan lingkup pekerjaan. Dalam praktiknya,
banyak proyek pemerintah, BUMN, swasta nasional, maupun mitra internasional mensyaratkan kesesuaian
KBLI sebagai bagian dari kelengkapan administrasi dan kualifikasi peserta tender. Oleh karena itu,
penambahan KBLI dapat membuka akses Perseroan terhadap peluang pasar baru yang sebelumnya belum
dapat diikuti secara optimal karena keterbatasan cakupan kegiatan usaha yang tercantum dalam perizinan
atau anggaran dasar.
Selain membuka peluang pasar baru, penambahan KBLI juga dapat meningkatkan kemampuan Perseroan
dalam memberikan layanan yang lebih lengkap kepada pelanggan eksisting. Pelanggan Perseroan yang
selama ini berasal dari sektor konstruksi, energi, ketenagalistrikan, telekomunikasi, pertambangan, minyak
dan gas, serta infrastruktur memiliki kebutuhan yang tidak hanya terbatas pada pengadaan produk, tetapi
juga mencakup pekerjaan pendukung seperti instalasi, konstruksi, pemeliharaan, rekayasa teknis, pengujian,
penyewaan alat konstruksi, dan pekerjaan lapangan lainnya. Dengan cakupan KBLI yang lebih sesuai,
Perseroan dapat menawarkan solusi yang lebih menyeluruh dan meningkatkan nilai tambah kepada
pelanggan.
Secara operasional, rencana penambahan kegiatan usaha tersebut juga mendukung diversifikasi sumber
pendapatan Perseroan. Perseroan tidak hanya bergantung pada satu jenis produk atau satu segmen proyek,
tetapi dapat mengembangkan pendapatan dari berbagai aktivitas yang saling melengkapi, seperti konstruksi
infrastruktur, pekerjaan mekanikal, jasa teknis, aktivitas penunjang pertambangan, perawatan peralatan,
serta pengelolaan portofolio usaha melalui aktivitas perusahaan induk. Diversifikasi ini diharapkan dapat
memperkuat ketahanan usaha Perseroan terhadap fluktuasi permintaan pada masing-masing sektor.
Dalam konteks kesinambungan usaha, penambahan KBLI juga sejalan dengan kebutuhan Perseroan untuk
terus beradaptasi terhadap dinamika pasar. Industri konstruksi dan infrastruktur terus berkembang mengikuti
kebutuhan pembangunan nasional, perkembangan teknologi, perubahan standar teknis, serta kebutuhan
efisiensi proyek. Oleh karena itu, Perseroan perlu memiliki cakupan kegiatan usaha yang cukup luas namun
tetap relevan dengan kompetensi yang dimiliki, sehingga dapat merespons peluang usaha secara lebih cepat
dan tepat.
Dengan adanya penambahan KBLI tersebut, Perseroan diharapkan dapat:
1. Memperluas akses terhadap peluang proyek baru
Penambahan KBLI memberikan ruang bagi Perseroan untuk mengikuti proyek-proyek konstruksi,
infrastruktur, sumber daya air, fasilitas industri, dan aktivitas penunjang pertambangan yang relevan
dengan kemampuan Perseroan.
2. Meningkatkan layanan kepada pelanggan eksisting
Perseroan dapat menyediakan layanan yang lebih lengkap kepada pelanggan lama, tidak hanya dalam
bentuk produk teknik atau fabrikasi, tetapi juga instalasi, konstruksi, pemeliharaan, pengujian teknis, dan
dukungan proyek lainnya.
3. Memperkuat posisi Perseroan sebagai penyedia solusi terintegrasi
Dengan cakupan usaha yang lebih luas, Perseroan dapat memperkuat perannya sebagai mitra strategis
dalam proyek infrastruktur, energi, pertambangan, dan konstruksi.
49
Page 77
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
4. Mendukung diversifikasi pendapatan
Penambahan kegiatan usaha memungkinkan Perseroan memperoleh sumber pendapatan tambahan dari
kegiatan yang masih berkaitan dengan rantai bisnis utama.
5. Meningkatkan daya saing dalam proses tender
Kesesuaian KBLI dengan lingkup pekerjaan dapat memperkuat posisi Perseroan dalam mengikuti
tender pemerintah, BUMN, swasta nasional, maupun proyek internasional.
6. Menjaga kesinambungan usaha jangka panjang
Dengan memperluas kegiatan usaha yang tetap sejalan dengan kompetensi inti, Perseroan dapat
menjaga relevansi bisnis dan meningkatkan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan
pasar.
Dengan mempertimbangkan pengalaman, kapasitas, serta rekam jejak Perseroan, penambahan KBLI
tersebut dinilai memiliki keterkaitan yang kuat dengan kegiatan usaha Bukaka yang telah berjalan.
Penambahan ini tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan aspek administratif, tetapi juga sebagai strategi
untuk memperluas peluang pasar, memperkuat layanan kepada pelanggan, meningkatkan fleksibilitas
usaha, dan mendukung kesinambungan pertumbuhan Perseroan ke depan.
Secara keseluruhan, rencana penambahan kegiatan usaha tersebut mencerminkan langkah Perseroan
untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan konstruksi, manufaktur teknik, dan jasa
penunjang konstruksi yang memiliki peran penting dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Dengan
tetap memperhatikan kompetensi inti, pengalaman proyek, serta kebutuhan pelanggan, Perseroan
diharapkan dapat memanfaatkan penambahan KBLI ini untuk mendukung pertumbuhan usaha yang
berkelanjutan dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan infrastruktur nasional.
4.5. Potensi Pasar
Berdasarkan data makroekonomi yang digunakan Perseroan, laporan World Economic Outlook Dana
Moneter Internasional atau International Monetary Fund (“IMF”) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi
global tahun 2026 sebesar 3,1% dan tahun 2027 sebesar 3,2%. Proyeksi tersebut mencerminkan adanya
perlambatan ekonomi global yang dipengaruhi oleh dinamika geopolitik, tekanan inflasi, volatilitas harga
komoditas, serta kondisi keuangan global yang masih menghadapi ketidakpastian. Untuk Indonesia, IMF
memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,0% pada tahun 2026, dengan inflasi diperkirakan
mencapai 3,0% dan tingkat pengangguran sebesar 4,9%.
Meskipun kondisi global masih diwarnai ketidakpastian, Indonesia sebagai negara berkembang masih
memiliki kebutuhan pembangunan infrastruktur yang besar dan berkelanjutan. Kebutuhan tersebut tidak
hanya terbatas pada pembangunan jalan, jembatan, gedung, dan fasilitas publik, tetapi juga mencakup
infrastruktur sumber daya air, fasilitas industri, fasilitas pendidikan, fasilitas energi, fasilitas pertambangan,
bangunan pendukung kegiatan ekonomi, serta prasarana penunjang lainnya. Dengan karakteristik geografis
Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki kondisi tanah, iklim, topografi, dan kebutuhan
infrastruktur yang berbeda di setiap wilayah, industri konstruksi di Indonesia memiliki bentuk dan jenis
pekerjaan yang sangat beragam.
Keberagaman tersebut memberikan peluang bagi PT Bukaka Teknik Utama Tbk untuk memperluas cakupan
layanan melalui penambahan KBLI yang tetap berkaitan dengan kompetensi Perseroan di bidang manufaktur
teknik, konstruksi, rekayasa struktur, peralatan industri, jasa pemeliharaan, serta jasa pendukung proyek.
Sebagai salah satu perusahaan konstruksi dan jasa penunjang konstruksi yang memiliki pengalaman
50
Page 78
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
panjang di Indonesia, Perseroan memiliki posisi yang relevan untuk menangkap peluang pasar dari
kebutuhan pembangunan nasional, baik yang berasal dari pemerintah, BUMN, swasta nasional, maupun
mitra internasional.
Dalam konteks tersebut, potensi pasar atas penambahan kegiatan usaha Perseroan dapat dijelaskan
sebagai berikut:
1. Reparasi dan Pemeliharaan Motor Listrik, Generator dan Transformator (KBLI 2025 No. 33141)
Kebutuhan terhadap motor listrik, generator, dan transformator terus meningkat sejalan dengan
pembangunan infrastruktur energi, fasilitas industri, gedung komersial, fasilitas publik, kawasan
pertambangan, serta proyek ketenagalistrikan. Peralatan tersebut merupakan komponen penting dalam
menjaga keandalan operasional suatu fasilitas, sehingga membutuhkan layanan reparasi dan pemeliharaan
secara berkala.
Penambahan KBLI ini memberikan peluang bagi Perseroan untuk menyediakan layanan purna jual,
pemeliharaan, dan perbaikan peralatan listrik kepada pelanggan lama maupun pelanggan baru. Hal ini
relevan dengan pengalaman Bukaka dalam penyediaan produk teknik, peralatan industri, dan proyek energi,
sehingga Perseroan dapat memperluas nilai layanan tidak hanya pada tahap produksi atau konstruksi, tetapi
juga pada tahap pemeliharaan aset pelanggan.
2. Industri Pompa Lainnya, Kompresor, Keran, dan Klep/Katup (KBLI 2025 No. 28130)
Pompa, kompresor, keran, dan klep/katup merupakan peralatan utama yang banyak digunakan dalam proyek
industri, sumber daya air, minyak dan gas, pertambangan, fasilitas pengolahan, sistem tata air, serta
infrastruktur utilitas. Indonesia yang memiliki kebutuhan pembangunan fasilitas air, drainase, pengendalian
banjir, industri, dan energi memberikan peluang pasar yang luas bagi penyedia peralatan mekanikal tersebut.
Bagi Perseroan, KBLI ini memiliki hubungan langsung dengan kompetensi manufaktur dan rekayasa teknik.
Perseroan dapat memanfaatkan pengalaman dalam pembuatan peralatan industri dan peralatan pendukung
proyek untuk menyediakan produk atau komponen yang dibutuhkan dalam sistem perpompaan, kompresi,
dan pengendalian aliran fluida, baik untuk proyek pemerintah maupun swasta.
3. Reparasi dan Pemeliharaan Peralatan Listrik Lainnya (KBLI 2025 No. 33149)
Sejalan dengan meningkatnya pembangunan gedung, fasilitas industri, infrastruktur publik, dan proyek
energi, kebutuhan terhadap peralatan listrik yang andal semakin besar. Peralatan listrik yang digunakan
dalam fasilitas konstruksi dan industri membutuhkan pemeliharaan untuk menjaga kinerja, keselamatan, dan
umur ekonomis aset.
Penambahan KBLI ini membuka peluang bagi Perseroan untuk menyediakan layanan pemeliharaan dan
perbaikan atas peralatan listrik lainnya, baik yang berkaitan dengan proyek yang dikerjakan Perseroan
maupun proyek pelanggan eksisting. Kegiatan ini mendukung kesinambungan layanan Perseroan setelah
pekerjaan konstruksi atau pengadaan selesai dilakukan.
4. Pemasangan Perlengkapan Mekanikal Bangunan (KBLI 2025 No. 43291)
Pembangunan gedung dan fasilitas industri di Indonesia tidak hanya membutuhkan pekerjaan struktur, tetapi
juga instalasi perlengkapan mekanikal seperti sistem utilitas, peralatan mekanikal, instalasi pendukung
operasional gedung, dan komponen teknis lainnya. Dengan semakin kompleksnya kebutuhan gedung
51
Page 79
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
modern, pekerjaan mekanikal menjadi bagian penting dalam memastikan bangunan dapat berfungsi secara
optimal.
Penambahan KBLI ini memberikan peluang bagi Perseroan untuk memperluas layanan pada pekerjaan
instalasi mekanikal bangunan, khususnya pada proyek gedung industri, fasilitas perkantoran, fasilitas publik,
workshop, dan proyek infrastruktur yang membutuhkan dukungan mekanikal. Hal ini melengkapi kompetensi
Perseroan dalam bidang konstruksi dan rekayasa teknik.
5. Konstruksi Bangunan Prasarana Sumber Daya Air (KBLI 2025 No. 42911)
Indonesia memiliki karakteristik geografis yang sangat beragam, mulai dari wilayah pesisir, dataran rendah,
kawasan pegunungan, daerah aliran sungai, hingga wilayah dengan intensitas hujan tinggi. Kondisi tersebut
menciptakan kebutuhan besar terhadap pembangunan dan perbaikan prasarana sumber daya air, seperti
bendung, saluran air, sistem pengendalian banjir, pompa air, drainase, dan fasilitas tata air lainnya.
Penambahan KBLI ini memberikan peluang bagi Perseroan untuk berpartisipasi dalam proyek prasarana
sumber daya air, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah, pemerintah pusat, BUMN, maupun
sektor swasta. Kebutuhan terhadap sistem tata air yang baik juga semakin penting dalam mendukung
kawasan perkotaan, kawasan industri, pelabuhan, fasilitas publik, dan proyek infrastruktur lainnya.
6. Aktivitas Penunjang Pertambangan dan Penggalian Lainnya (KBLI 2025 No. 09900)
Sektor pertambangan di Indonesia masih menjadi salah satu sektor strategis, khususnya dengan adanya
kebutuhan terhadap mineral, batu bara, nikel, dan komoditas lainnya yang mendukung industri pengolahan,
energi, serta ekspor. Kegiatan pertambangan membutuhkan berbagai fasilitas pendukung seperti jalan
tambang, workshop, mine office, transfer point, struktur baja, peralatan mekanikal, serta pekerjaan konstruksi
dan pemeliharaan.
Dengan penambahan KBLI ini, Perseroan memiliki peluang untuk memberikan layanan pendukung pada
proyek pertambangan dan penggalian, khususnya yang berkaitan dengan konstruksi fasilitas, penyediaan
peralatan, pekerjaan struktur, serta dukungan teknis. Hal ini relevan dengan pengalaman Perseroan dalam
melayani pelanggan dari sektor pertambangan dan industri, termasuk kebutuhan proyek yang memiliki
standar teknis tinggi.
7. Aktivitas Enjinering dan Konsultasi Teknis Terkait Lainnya (KBLI 2025 No. 71109)
Industri konstruksi modern tidak hanya membutuhkan pelaksanaan fisik, tetapi juga perencanaan, rekayasa,
konsultasi teknis, desain, perhitungan struktur, dan pemilihan metode kerja yang tepat. Dengan semakin
kompleksnya proyek infrastruktur, kebutuhan terhadap jasa enjinering dan konsultasi teknis akan terus
meningkat.
Penambahan KBLI ini memberikan peluang bagi Perseroan untuk memperkuat perannya dalam tahap awal
proyek, termasuk perencanaan teknis, rekayasa struktur, evaluasi desain, dan penyusunan solusi teknis yang
sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Bagi Bukaka, aktivitas enjinering merupakan bagian yang sangat
relevan dengan pengalaman Perseroan dalam produk struktur baja, jembatan, menara, peralatan industri,
dan fasilitas proyek.
52
Page 80
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
8. Konstruksi Konvensional Gedung Hunian (KBLI 2025 No. 41011)
Pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan kebutuhan hunian yang terus meningkat memberikan peluang pada
pembangunan gedung hunian, baik dalam bentuk apartemen, rumah susun, hunian karyawan, maupun
fasilitas tempat tinggal pendukung kawasan industri dan proyek. Indonesia sebagai negara berkembang
masih membutuhkan penyediaan hunian yang layak dan terjangkau di berbagai wilayah.
Penambahan KBLI ini memberikan peluang bagi Perseroan untuk masuk ke pekerjaan konstruksi gedung
hunian, khususnya apabila proyek tersebut membutuhkan struktur baja, pekerjaan teknik, fabrikasi, atau
integrasi dengan fasilitas industri dan infrastruktur pendukung. Hal ini juga dapat mendukung peluang proyek
dari pelanggan lama yang membutuhkan pembangunan fasilitas hunian bagi tenaga kerja atau kawasan
operasional.
9. Konstruksi Konvensional Gedung Perkantoran (KBLI 2025 No. 41012)
Pembangunan gedung perkantoran masih menjadi bagian dari kebutuhan pengembangan bisnis, kawasan
industri, proyek energi, proyek pertambangan, dan fasilitas pendukung pemerintahan maupun swasta.
Gedung perkantoran tidak hanya dibutuhkan di kota besar, tetapi juga di kawasan industri, kawasan proyek,
pelabuhan, dan pusat kegiatan ekonomi baru.
Dengan KBLI ini, Perseroan dapat memperluas peluang untuk mengerjakan proyek gedung perkantoran
yang masih berkaitan dengan kebutuhan pelanggan eksisting, termasuk BUMN, swasta, kontraktor utama,
dan perusahaan industri. Pekerjaan tersebut dapat dikombinasikan dengan kemampuan Perseroan dalam
struktur baja, instalasi, mekanikal, dan rekayasa teknis.
10. Konstruksi Konvensional Gedung Hiburan dan Olahraga (KBLI 2025 No. 41018)
Pembangunan fasilitas hiburan dan olahraga, seperti stadion, arena olahraga, gedung serbaguna, dan
fasilitas publik lainnya, merupakan bagian dari kebutuhan pembangunan daerah dan peningkatan kualitas
fasilitas masyarakat. Proyek jenis ini sering membutuhkan struktur bentang lebar, space frame, facade, dan
pekerjaan baja khusus.
Penambahan KBLI ini relevan dengan kemampuan Perseroan dalam pekerjaan struktur baja dan rekayasa
bangunan. Perseroan dapat memanfaatkan pengalaman pada pekerjaan struktur untuk mendukung proyek
fasilitas olahraga dan hiburan, termasuk pekerjaan facade, space frame, rangka baja, serta elemen
konstruksi khusus lainnya.
11. Konstruksi Jalan Pada Permukaan Tanah (KBLI 2025 No. 42101)
Sebagai negara kepulauan dengan wilayah yang luas, Indonesia masih membutuhkan pembangunan dan
peningkatan jaringan jalan untuk mendukung konektivitas antar wilayah, distribusi logistik, pengembangan
kawasan industri, pertambangan, perkebunan, dan pariwisata. Jalan merupakan infrastruktur dasar yang
menjadi penghubung bagi kegiatan ekonomi.
Penambahan KBLI ini memberikan peluang bagi Perseroan untuk terlibat dalam pembangunan jalan, baik
sebagai pelaksana konstruksi maupun penyedia struktur dan komponen pendukung. Hal ini juga relevan
dengan kebutuhan proyek pelanggan di sektor pertambangan, industri, energi, dan infrastruktur yang sering
membutuhkan akses jalan operasional.
53
Page 81
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
12. Konstruksi Khusus Lainnya (KBLI 2025 No. 43909)
Industri konstruksi memiliki banyak jenis pekerjaan khusus yang tidak selalu dapat dikategorikan sebagai
pekerjaan konstruksi umum. Pekerjaan khusus tersebut dapat mencakup pekerjaan struktur tertentu,
pekerjaan teknis dengan metode khusus, pekerjaan pendukung proyek industri, dan konstruksi yang
membutuhkan keahlian spesifik.
Penambahan KBLI ini memberikan fleksibilitas bagi Perseroan untuk menangkap peluang proyek yang
membutuhkan keahlian konstruksi khusus. Dengan pengalaman Bukaka dalam fabrikasi, struktur baja,
jembatan, menara, boarding bridge, dan peralatan industri, Perseroan memiliki dasar kompetensi untuk
menawarkan solusi pada pekerjaan konstruksi yang bersifat khusus dan teknis.
13. Konstruksi Terowongan (KBLI 2025 No. 42104)
Kebutuhan pembangunan infrastruktur di Indonesia semakin kompleks, termasuk kebutuhan terhadap
terowongan untuk transportasi, jalan, pengaliran air, utilitas, proyek energi, dan fasilitas pendukung tertentu.
Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari pegunungan, kawasan berbukit, dan wilayah dengan kontur
tanah yang beragam dapat menciptakan kebutuhan terhadap konstruksi terowongan pada proyek tertentu.
Dengan penambahan KBLI ini, Perseroan dapat memperluas cakupan pekerjaan pada proyek infrastruktur
yang membutuhkan dukungan konstruksi berat, struktur, dan rekayasa teknis. Kegiatan ini dapat mendukung
pengembangan proyek jalan, sumber daya air, energi, dan pertambangan.
14. Penyiapan Lahan (KBLI 2025 No. 43120)
Indonesia memiliki karakteristik tanah dan kontur wilayah yang sangat beragam di setiap pulau, mulai dari
tanah subur, lahan rawa, tanah berbukit, tanah aluvial, kawasan pesisir, hingga daerah pegunungan. Kondisi
tersebut menyebabkan setiap proyek konstruksi membutuhkan tahapan penyiapan lahan yang tepat agar
pembangunan dapat dilakukan secara aman, efisien, dan sesuai dengan target teknis pelanggan.
Penambahan KBLI Penyiapan Lahan memberikan peluang bagi Perseroan untuk menyediakan layanan awal
sebelum pelaksanaan konstruksi, seperti pembersihan lahan, perataan, pematangan area, dan pekerjaan
persiapan lainnya. Kegiatan ini penting karena kualitas penyiapan lahan akan memengaruhi kelancaran
proses konstruksi, stabilitas struktur, efisiensi waktu, serta keberhasilan proyek secara keseluruhan.
15. Pemasangan dan Rekayasa Struktur Bangunan (KBLI 2025 No. 43901)
Pekerjaan pemasangan dan rekayasa struktur bangunan merupakan salah satu bidang yang sangat relevan
dengan kompetensi Bukaka. Banyak proyek di Indonesia membutuhkan struktur baja, rangka bangunan,
jembatan, menara, space frame, dan elemen struktur lainnya yang memerlukan perencanaan serta
pemasangan yang presisi.
Penambahan KBLI ini memberikan peluang bagi Perseroan untuk memperkuat posisinya dalam pekerjaan
struktur bangunan, baik untuk gedung, fasilitas industri, stadion, jembatan, maupun infrastruktur lainnya.
Dengan pengalaman dalam steel bridge, steel tower, dan struktur baja, Perseroan dapat menawarkan
layanan yang lebih terintegrasi mulai dari fabrikasi sampai pemasangan.
54
Page 82
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
16. Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator (KBLI 2025 No. 43905)
Proyek konstruksi membutuhkan alat berat dan alat konstruksi yang memadai agar pekerjaan dapat
diselesaikan secara tepat waktu dan efisien. Di Indonesia, kebutuhan alat konstruksi sangat dipengaruhi oleh
banyaknya proyek infrastruktur, kondisi lokasi proyek yang beragam, serta kebutuhan pelaksanaan
pekerjaan yang memerlukan alat khusus dan operator berpengalaman.
Penambahan KBLI ini memberikan peluang bagi Perseroan untuk menyediakan layanan penyewaan alat
konstruksi dengan operator, baik untuk mendukung proyek internal maupun proyek pelanggan. Kegiatan ini
dapat menjadi sumber pendapatan tambahan dan sekaligus memperkuat kemampuan Perseroan dalam
memberikan solusi proyek yang lebih lengkap.
17. Pengecatan (KBLI 2025 No. 43303)
Pengecatan dalam industri konstruksi dan manufaktur tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi
juga sebagai perlindungan terhadap korosi, cuaca, kelembaban, dan kondisi lingkungan yang ekstrem. Hal
ini sangat penting bagi struktur baja, jembatan, menara, fasilitas industri, pelabuhan, dan peralatan luar
ruang.
Penambahan KBLI ini memberikan peluang bagi Perseroan untuk menyediakan pekerjaan finishing dan
proteksi permukaan, khususnya pada produk berbasis baja dan logam. Dengan demikian, Perseroan dapat
memberikan nilai tambah kepada pelanggan melalui peningkatan daya tahan dan umur pakai struktur atau
peralatan yang digunakan.
18. Konstruksi Konvensional Gedung Pendidikan (KBLI 2025 No. 41016)
Indonesia masih membutuhkan pengembangan fasilitas pendidikan, baik melalui pembangunan gedung
sekolah, kampus, ruang kelas, laboratorium, maupun fasilitas pendukung pendidikan lainnya. Peningkatan
kualitas pendidikan dan pemerataan akses pendidikan mendorong kebutuhan pembangunan gedung
pendidikan di berbagai daerah.
Penambahan KBLI ini memberikan peluang bagi Perseroan untuk terlibat dalam proyek konstruksi gedung
pendidikan, terutama yang membutuhkan struktur bangunan yang kuat, efisien, dan dapat diselesaikan
dengan standar teknis yang baik. Hal ini juga sejalan dengan peluang proyek seperti pembangunan kelas
bersama universitas atau fasilitas pendidikan berskala besar.
19. Jasa Pengujian Teknis (KBLI 2025 No. 71204)
Dalam proyek konstruksi, manufaktur, energi, dan pertambangan, pengujian teknis menjadi bagian penting
untuk memastikan kualitas, keamanan, dan kesesuaian standar. Pengujian dapat dilakukan terhadap
material, struktur, komponen, peralatan, maupun hasil pekerjaan konstruksi.
Penambahan KBLI ini memberikan peluang bagi Perseroan untuk memperkuat layanan quality control dan
technical assurance kepada pelanggan. Kegiatan ini mendukung kebutuhan proyek yang menuntut
kepatuhan terhadap standar teknis, keselamatan, dan mutu, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan
pelanggan terhadap produk dan layanan Perseroan.
55
Page 83
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
20. Aktivitas Perusahaan Induk (KBLI 2025 No. 64210)
Seiring dengan perkembangan usaha dan kepemilikan Perseroan pada berbagai entitas anak dan entitas
asosiasi, aktivitas perusahaan induk menjadi penting untuk mendukung pengelolaan portofolio usaha,
pengawasan investasi, dan koordinasi strategis antar unit usaha. Hal ini relevan bagi Perseroan yang
memiliki kegiatan usaha terdiversifikasi pada sektor konstruksi, manufaktur, energi, pertambangan, dan jasa
pendukung.
Penambahan KBLI ini memberikan landasan bagi Perseroan untuk mengelola aktivitas holding secara lebih
terstruktur. Dengan pengelolaan perusahaan induk yang baik, Perseroan dapat memperkuat sinergi antar
entitas, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, serta mendukung pertumbuhan usaha secara
berkelanjutan.
Berdasarkan uraian di atas, penambahan KBLI Perseroan memiliki potensi pasar yang relevan dengan
kebutuhan pembangunan Indonesia sebagai negara berkembang. Keberagaman bentuk konstruksi di
Indonesia, mulai dari gedung, jalan, jembatan, terowongan, prasarana sumber daya air, fasilitas pendidikan,
fasilitas industri, fasilitas pertambangan, hingga pekerjaan struktur khusus, memberikan peluang bagi
Perseroan untuk memperluas cakupan layanan dan meningkatkan partisipasi dalam proyek-proyek strategis.
Kondisi geografis Indonesia yang beragam juga menciptakan kebutuhan konstruksi yang berbeda di setiap
wilayah, sehingga memerlukan penyedia jasa yang memiliki kemampuan teknis, pengalaman lapangan, serta
fleksibilitas dalam memberikan solusi. Dengan pengalaman Bukaka dalam manufaktur teknik, struktur baja,
konstruksi, peralatan industri, dan layanan pendukung proyek, penambahan KBLI tersebut dapat
memperkuat posisi Perseroan dalam menangkap peluang pasar baru maupun memberikan layanan
tambahan kepada pelanggan eksisting.
Dengan demikian, rencana penambahan kegiatan usaha tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi
juga memiliki dasar pasar yang jelas. Penambahan KBLI dapat meningkatkan fleksibilitas Perseroan dalam
mengikuti tender, memperluas portofolio jasa, meningkatkan diversifikasi pendapatan, dan memperkuat
kesinambungan usaha Perseroan di tengah kebutuhan pembangunan infrastruktur nasional yang masih
berkelanjutan.
4.6. Sasaran
Rencana penambahan kegiatan usaha (KBLI 2025) difokuskan pada instrumentasi dan kontrol, sasaran
pasar utamanya adalah proyek-proyek besar di berbagai sektor, terutama Pelanggan yang sudah ada dan
pelanggan baru yang membutuhkan jasa konstruksi yang andal antara lain:
1. Pekerjaan Pemborongan Menara Berlian Gedung
Penambahan kegiatan usaha Konstruksi Konvensional Gedung Perkantoran (KBLI 2025 No.41012),
Pengecatan (KBLI 2025 No.43303), Penyiapan Lahan (KBLI 2025 No.43120), Aktivitas Enjineering dan
Konsultasi Teknis Terkait Lainnya (KBLI 2025 No.71109), Pemasangan dan Rekayasa Struktur
Bangunan (KBLI 2025 No.43901), Reparasi dan Pemeliharaan Motor Listrik, Generator dan
Transformator (KBLI 2025 No.33141) dan Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator (KBLI 2025
No.43905) adalah proyek bangunan gedung bertingkat 27 lantai dengan pemilik tender PT Berlian Global
Investindo yang berlokasi di Jln. Raya Prapen No.39 – Surabaya, Provinsi Jawa Timur – Indonesia,
dengan target nominal proyek mencapai Rp274.625.027.000,-
56
Page 84
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
2. EPC Project – Transfer Point, Mine Office Extension & MEM Workshop
Penambahan kegiatan usaha Aktivitas Penunjang Pertambangan dan Penggalian Lainnya (KBLI 2025
No.09900), Konstruksi Jalan pada Permukaan Tanah (KBLI 2025 No. 42101), Konstruksi Khusus Lainnya
(KBLI 2025 No. 43909), Reparasi dan Pemeliharaan Peralatan Listrik Lainnya (KBLI 2025 No. 33149),
Pemasangan Perlengkapan Mekanikal Bangunan (KBLI 2025 No. 43291) adalah untuk melaksanakan
proyek pembangunan Transfer Point, Mine Office Extension & MEM Workshop dengan pemilik tender PT
Vale Indonesia yang berlokasi di Sorowako. Proyek ini berkaitan dengan fasilitas pendukung operasional
pertambangan dan industri, dengan target nominal proyek mencapai Rp484.275.000.000,-.
3. Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Sistem Tata Air Pompa Ancol Beserta Kelengkapannya
Penambahan kegiatan usaha Konstruksi Bangunan Prasarana Sumber Daya Air (KBLI 2025 No. 42911),
Konstruksi Khusus Lainnya (KBLI 2025 No.43909), Industri Pompa Lainnya, Kompresor, Keran dan
Klep/Katup (KBLI 2025 No.28130) adalah proyek Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pembangunan
Sistem Tata Air Pompa Ancol Beserta Kelengkapannya dengan pemilik tender Pemerintah Provinsi DKI
Jakarta yang berlokasi di Ancol, Jakarta Utara, dengan nilai proyek mencapai Rp202.200.000.000,-.
4. Pekerjaan Pembangunan Hunian BI Karawang
Penambahan kegiatan usaha Konstruksi Konvensional Gedung Hunian (KBLI 2025 No.41011) adalah
proyek Pekerjaan Pembangunan Hunian BI Karawang dengan tender yang diajukan melalui Smart E-
Proc PT PP Gedung yang berlokasi di Karawang dengan nilai proyek mencapai Rp150.000.000.000,-.
5. CSP (Corrugated Steel Plate)
Penambahan kegiatan usaha Konstruksi Terowongan (KBLI 2025 No.42104) dan Konstruksi Khusus
Lainnya (KBLI 2025 No.43909) merupakan proyek pembuatan Corrugated Steel Plate yang merupakan
salah satu penunjang untuk kebutuhan konstruksi, drainase, infrastruktur jalan, jembatan kecil, dan
fasilitas pendukung lainnya dengan nilai proyek mencapai Rp137.390.000.000,-.
6. Pembangunan Kelas Bersama Universitas Padjadjaran
Penambahan kegiatan usaha Konstruksi Konvensional Gedung Pendidikan (KBLI 2025 No.41016),
Penyiapan Lahan (KBLI 2025 No.43120), Pengecatan (KBLI 2025 No.43303) dan Aktivitas Enjineering
dan Konsultasi Teknis Terkait Lainnya (KBLI 2025 No.71109) merupakan penambahan kegiatan usaha
untuk pekerjaan yang meliputi pelaksanaan pengadaan Desain (DED) dan/atau Pembangunan Kelas
Bersama pada Universitas Padjadjaran berupa Pembangunan Gedung Kelas Bersama 10 lantai dan
Graha Unpad Jatinangor 1.500 yang berlokasi di dalam Kampus Unpad Jatinangor dengan nilai proyek
mencapai Rp170.000.000.000,-.
7. Pengadaan dan Pemasangan Struktur Baja Facade dan Space Frame Stadion Sudiang Kota Makassar
Penambahan kegiatan usaha Konstruksi Konvensional Gedung Hiburan dan Olahraga (KBLI 2025
No.41018) dan Pemasangan dan Rekayasa Struktur Bangunan (KBLI 2025 No.43901) merupakan
penambahan kegiatan usaha untuk proyek Pengadaan dan Pemasangan Struktur Baja Facade dan
Space Frame Stadion Sudiang Kota Makassar yang merupakan proyek yang diadakan oleh Kementerian
Pekerjaan Umum dan pelaksanaan tender dilakukan melalui KSO (Wika Gedung-Bumi Karsa-Wika KSO)
yang berlokasi di Stadion Sudiang Kota Makassar dengan nilai proyek mencapai Rp162.448.169.220,-.
8. Steel Tower Test Tower Punagaya–Bantaeng 150 kV Switching Section II Project
Penambahan kegiatan usaha Pengujian Teknis (KBLI 2025 No. 71204) merupakan penambahan
kegiatan usaha yang bertujuan untuk menjalankan proyek jasa Steel Tower, Test Tower Punagaya–
Bantaeng 150 kV Switching Section II Project yang merupakan proyek dari PT Twink Indonesia yang
57
Page 85
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
berlokasi di kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan dengan nilai proyek mencapai
Rp3.000.000.000,-.
Seiring dengan perkembangan usaha dan kepemilikan PT Bukaka Teknik Utama Tbk (“Perseroan”) pada
berbagai entitas anak, entitas asosiasi, dan investasi strategis, penambahan kegiatan usaha Aktivitas
Perusahaan Induk (KBLI 2025 No. 64210) menjadi relevan untuk mendukung pengelolaan portofolio usaha
Perseroan secara lebih terstruktur.
Sasaran pasar dari kegiatan ini tidak ditujukan langsung kepada konsumen akhir, melainkan kepada entitas
anak, entitas asosiasi, perusahaan investasi, dan unit usaha dalam kelompok usaha Perseroan. Melalui
fungsi sebagai perusahaan induk, Perseroan dapat melakukan pengawasan, koordinasi strategis,
pengelolaan investasi, serta optimalisasi sinergi antar entitas yang bergerak pada sektor konstruksi,
manufaktur, energi, minyak dan gas, pertambangan, perdagangan, dan jasa pendukung.
Saat ini, Perseroan memiliki sejumlah entitas anak dan investasi strategis, antara lain PT Bukaka Forging
Industries, PT Bukaka Energi, PT Bukaka Mega Investama, PT Bukaka Teknik Utama Balikpapan, PT Baja
Titian Utama, PT Bukaka Three D Private Limited di India, Bukaka International LLC di Oman, PT Mandiri
Energi Terbarukan, PT Pembangkit Energi Terbarukan, serta PT Mutiara Cita Medika. Selain itu, Perseroan
juga memiliki penyertaan saham pada beberapa perusahaan strategis seperti PT Poso Energy, PT Malea
Energy, PT Bumi Mineral Sulawesi, dan PT Kerinci Merangin Hydro yang bergerak di bidang pembangkit
listrik tenaga air, pertambangan nikel, dan smelter.
Dengan adanya penambahan KBLI Aktivitas Perusahaan Induk, Perseroan dapat lebih fokus dalam
mengelola dua segmen besar kegiatan usahanya, yaitu segmen konstruksi dan segmen non-konstruksi.
Segmen konstruksi mencakup kegiatan infrastruktur, struktur baja, peralatan teknik, dan jasa pendukung
konstruksi, sedangkan segmen non-konstruksi mencakup pembangkit listrik, energi, minyak dan gas,
pertambangan, investasi, serta kegiatan pendukung lainnya.
Dengan demikian, sasaran pasar dari Aktivitas Perusahaan Induk adalah pengelolaan dan pengembangan
ekosistem usaha grup Bukaka secara menyeluruh, agar seluruh entitas dalam kelompok usaha Perseroan
dapat berjalan lebih terarah, efisien, dan selaras dengan strategi pertumbuhan Perseroan.
4.7. Potensi Nilai Pasar
Berdasarkan estimasi nilai proyek atas penambahan KBLI yang akan dilaksanakan oleh Bukaka,
diproyeksikan Perseroan dapat menerima peningkatan pendapatan sebesar Rp1.583.938.196.220, Atas
adanya kontribusi pendapatan dari penambahan kegiatan usaha, menjadi potensi penambahan pada nilai
pasar bagi Perseroan.
4.8. Pesaing Usaha
4.8.1. Pesaing Usaha Perseroan Bidang Jasa Konstruksi
Dalam bidang jasa konstruksi, Perseroan menghadapi persaingan dari perusahaan-perusahaan konstruksi
nasional, baik yang berstatus BUMN, perusahaan terbuka, maupun perusahaan swasta yang bergerak pada
segmen konstruksi gedung, infrastruktur, pekerjaan sipil, EPC, konstruksi industrial, pekerjaan fondasi, serta
pekerjaan penunjang konstruksi lainnya. Karakteristik persaingan dalam industri ini dipengaruhi oleh
kapasitas teknis, pengalaman proyek, kemampuan pendanaan, rekam jejak penyelesaian pekerjaan,
58
Page 86
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
ketersediaan sumber daya manusia teknis, kepemilikan atau akses terhadap alat berat, serta kemampuan
memenuhi standar kualitas, keselamatan kerja, dan ketentuan pengadaan proyek.
Secara umum, perusahaan konstruksi berskala besar memiliki keunggulan dalam hal pengalaman proyek,
kapasitas pendanaan, akses terhadap proyek-proyek strategis, serta kemampuan melaksanakan pekerjaan
dengan nilai kontrak besar. Sementara itu, perusahaan konstruksi berskala menengah atau spesialis masih
memiliki ruang bersaing pada proyek yang lebih spesifik, seperti konstruksi gedung, pekerjaan fondasi,
pekerjaan sipil, konstruksi industrial, pekerjaan baja, mekanikal-elektrikal, atau subkontrak dari kontraktor
utama. Dengan demikian, tingkat persaingan pada bidang jasa konstruksi dapat dikategorikan cukup tinggi,
terutama pada proyek yang memiliki persyaratan teknis, administratif, permodalan, serta rekam jejak
pengalaman yang ketat.
Beberapa pelaku usaha yang dapat dipandang sebagai pesaing Perseroan dimana perusahaan-perusahaan
tersebut memiliki cakupan usaha yang relatif sebanding dalam industri jasa konstruksi, meskipun terdapat
perbedaan dalam skala usaha, spesialisasi pekerjaan, jenis proyek, wilayah operasi, serta sumber
pendapatan utama antara lain sebagai berikut:
Tabel 4 - 5 : Pesaing PT Bukaka Teknik Utama Tbk
No. Perusahaan Ruang Lingkup Usaha yang Relevan Keterangan Persaingan
Salah satu kontraktor besar nasional
Konstruksi gedung, infrastruktur, EPC,
1 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan pengalaman proyek infrastruktur
industri beton, dan proyek strategis
skala besar.
Konstruksi gedung, infrastruktur, EPC, Pesaing utama pada proyek pemerintah,
2 PT PP (Persero) Tbk
properti, dan investasi infrastruktur BUMN, dan swasta berskala besar.
Memiliki pengalaman besar pada proyek
Jalan tol, jembatan, gedung,
3 PT Waskita Karya (Persero) Tbk infrastruktur nasional, khususnya jalan tol
bendungan, dan infrastruktur lainnya
dan pekerjaan sipil besar.
Konstruksi gedung, transportasi, EPC, Pesaing pada proyek konstruksi sipil,
4 PT Adhi Karya (Persero) Tbk
properti, dan infrastruktur gedung, dan transportasi perkotaan.
Kuat pada proyek infrastruktur nasional,
Infrastruktur jalan, jembatan, jalan tol,
5 PT Hutama Karya (Persero) terutama jalan tol dan proyek strategis
dan EPC
pemerintah.
Gedung, sipil, irigasi, jalan, jembatan, Berkompetisi pada proyek konstruksi
6 PT Nindya Karya
dan infrastruktur pemerintah dan pekerjaan sipil umum.
Bendungan, sumber daya air, gedung, Pesaing kuat pada proyek sumber daya air
7 PT Brantas Abipraya (Persero)
jalan, dan infrastruktur dan konstruksi sipil.
Konstruksi infrastruktur, jalan, gedung,
PT Jaya Konstruksi Manggala Relevan sebagai pesaing jasa konstruksi
8 mekanikal-elektrikal, dan perdagangan
Pratama Tbk sipil dan infrastruktur perkotaan.
aspal
Konstruksi gedung bertingkat,
Pesaing utama pada segmen konstruksi
9 PT Total Bangun Persada Tbk komersial, perkantoran, hotel, dan
gedung premium dan high-rise building.
properti
Konstruksi gedung, hotel, pabrik, Berkompetisi pada proyek konstruksi
10 PT Nusa Raya Cipta Tbk
infrastruktur ringan, dan pekerjaan sipil swasta, komersial, dan industrial.
Konstruksi gedung, pekerjaan fondasi, Relevan pada konstruksi gedung, fondasi,
11 PT Acset Indonusa Tbk
struktur, dan infrastruktur dan proyek teknik sipil kompleks.
Fondasi, bore pile, retaining wall, dan Pesaing spesialis pada pekerjaan fondasi
12 PT Indonesia Pondasi Raya Tbk
pekerjaan struktur bawah dan substructure.
Pesaing pada pekerjaan sipil, cut and fill,
Jasa konstruksi, pekerjaan sipil, alat
13 PT PP Presisi Tbk infrastruktur, serta pekerjaan berbasis alat
berat, mining services, dan infrastruktur
berat.
PT Paramita Bangun Sarana Konstruksi bangunan industri, pabrik, Relevan sebagai pesaing pada segmen
14
Tbk gudang, dan fasilitas produksi konstruksi industrial dan fasilitas produksi.
Konstruksi gedung, apartemen, hotel, Pesaing pada segmen konstruksi gedung
15 PT Totalindo Eka Persada Tbk
dan properti komersial dan proyek properti.
59
Page 87
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
No. Perusahaan Ruang Lingkup Usaha yang Relevan Keterangan Persaingan
PT Berdikari Pondasi Perkasa Fondasi, ground improvement, dan Pesaing spesialis pada pekerjaan fondasi
16
Tbk pekerjaan struktur bawah dan konstruksi bawah tanah.
Infrastruktur, jembatan, konstruksi baja, Relevan pada pekerjaan konstruksi baja,
17 PT Bukaka Teknik Utama Tbk
peralatan jalan, dan EPC tertentu jembatan, dan infrastruktur teknik.
Konstruksi gedung, sipil, dan pekerjaan Pesaing pada proyek konstruksi skala
18 PT Lancartama Sejati Tbk
penunjang konstruksi menengah dan pekerjaan sipil umum.
Strategi dalam Menghadapi Persaingan Bidang Konstruksi
Dalam menghadapi tingkat persaingan yang cukup tinggi pada bidang jasa konstruksi, Perseroan perlu
menerapkan strategi usaha yang berfokus pada penguatan kompetensi teknis, efisiensi biaya, pengelolaan
risiko proyek, serta peningkatan kualitas pelaksanaan pekerjaan. Industri konstruksi memiliki karakteristik
persaingan yang dipengaruhi oleh rekam jejak proyek, kemampuan pendanaan, ketepatan waktu
penyelesaian pekerjaan, kualitas hasil pekerjaan, kepatuhan terhadap aspek keselamatan kerja, serta
kemampuan Perseroan dalam memenuhi persyaratan tender dan kebutuhan pemberi kerja. Oleh karena itu,
strategi Perseroan perlu diarahkan untuk menjaga daya saing sekaligus memitigasi risiko penurunan margin
akibat kompetisi harga.
Beberapa strategi yang dapat dilakukan Perseroan dalam menghadapi persaingan bidang konstruksi antara
lain sebagai berikut :
Tabel 4 - 6 : Strategi Menghadapi Pesaing Perseroan di Bidang Konstruksi
No. Strategi Penjelasan
Perseroan dapat memfokuskan sumber daya pada jenis pekerjaan konstruksi yang
Penguatan spesialisasi dan sesuai dengan pengalaman, keahlian teknis, dan rekam jejak Perseroan, sehingga
1
kompetensi teknis tidak hanya bersaing berdasarkan harga, tetapi juga berdasarkan kualitas, keandalan,
dan kemampuan penyelesaian proyek.
Perseroan perlu menerapkan proses seleksi tender secara lebih disiplin dengan
Selektivitas dalam mengikuti mempertimbangkan tingkat profitabilitas, risiko teknis, risiko pembayaran, kapasitas
2
tender sumber daya, dan kesesuaian proyek dengan kompetensi Perseroan. Hal ini penting
untuk menghindari proyek dengan margin rendah atau risiko pelaksanaan yang tinggi.
Perseroan dapat meningkatkan pengendalian biaya melalui perencanaan kebutuhan
material, tenaga kerja, alat berat, subkontraktor, dan jadwal pelaksanaan secara lebih
3 Efisiensi biaya proyek
terukur. Efisiensi ini dapat membantu menjaga margin usaha di tengah tekanan
persaingan harga.
Perseroan perlu memperkuat sistem manajemen proyek, termasuk pengendalian
jadwal, biaya, mutu, keselamatan kerja, dan administrasi kontrak. Pengelolaan proyek
4 Penguatan manajemen proyek
yang baik dapat mengurangi risiko keterlambatan, pembengkakan biaya, klaim, serta
penalti dari pemberi kerja.
Perseroan dapat menjaga hubungan jangka panjang dengan pemilik proyek, BUMN,
Pengembangan hubungan pemerintah, pengembang swasta, dan pihak pemberi kerja lainnya melalui konsistensi
5
dengan pemberi kerja kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, serta pelayanan purna proyek yang baik.
Hubungan yang kuat dapat meningkatkan peluang perolehan proyek berulang.
Perseroan dapat mempertimbangkan diversifikasi proyek ke beberapa segmen yang
masih memiliki prospek, seperti infrastruktur, konstruksi industrial, fasilitas energi,
6 Diversifikasi segmen proyek pekerjaan sipil, mekanikal-elektrikal, konstruksi baja, atau proyek penunjang
pertambangan. Diversifikasi ini dapat mengurangi ketergantungan pada satu segmen
pasar tertentu.
Perseroan dapat menjalin kerja sama dengan kontraktor utama, penyedia teknologi,
pemasok material, sub kontraktor spesialis, maupun pihak pembiayaan untuk
7 Penguatan kemitraan strategis
meningkatkan kapasitas pelaksanaan proyek. Kemitraan strategis juga dapat
membantu Perseroan mengikuti proyek dengan skala yang lebih besar.
60
Page 88
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
No. Strategi Penjelasan
Perseroan perlu memastikan ketersediaan tenaga kerja teknis, manajer proyek,
Peningkatan kualitas SDM dan engineer, dan tenaga ahli yang memiliki kompetensi serta sertifikasi sesuai kebutuhan
8
sertifikasi proyek. Hal ini penting untuk memenuhi persyaratan tender dan menjaga kualitas
pelaksanaan pekerjaan.
Perseroan dapat menerapkan teknologi seperti Building Information Modeling (BIM),
Pemanfaatan teknologi
9 sistem monitoring proyek, digital project management, dan perencanaan berbasis data
konstruksi
untuk meningkatkan efisiensi, akurasi perencanaan, dan pengendalian proyek.
Perseroan perlu memperkuat fungsi administrasi kontrak, dokumentasi perubahan
Penguatan pengelolaan kontrak pekerjaan, klaim tambahan pekerjaan, serta pengendalian termin pembayaran.
10
dan klaim Strategi ini penting untuk menjaga arus kas dan mengurangi risiko sengketa
kontraktual.
4.8.2. Pesaing Usaha Perseroan Bidang Aktivitas Penunjang Pertambangan dan Penggalian Lainnya
Dalam industri aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya, persaingan usaha terutama
berasal dari perusahaan-perusahaan yang bergerak pada jasa kontraktor pertambangan, pengupasan
lapisan tanah penutup, penggalian, pengangkutan material tambang, penyediaan alat berat, pekerjaan sipil
tambang, serta jasa teknis dan operasional pendukung kegiatan pertambangan. Karakteristik persaingan
dalam industri ini relatif tinggi karena pelaku usaha umumnya memerlukan kapasitas alat berat yang
memadai, tenaga kerja teknis berpengalaman, kemampuan manajemen proyek, rekam jejak keselamatan
kerja, serta kemampuan pendanaan untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan investasi peralatan.
Secara umum, perusahaan dengan skala besar memiliki keunggulan berupa kapasitas armada alat berat,
pengalaman proyek, hubungan kontraktual dengan pemilik tambang, sistem keselamatan kerja, serta
kemampuan pembiayaan. Sementara itu, pelaku usaha berskala menengah atau baru umumnya masih dapat
bersaing pada proyek-proyek yang lebih spesifik, pekerjaan subkontrak, jasa pendukung teknis, pekerjaan
sipil tambang, atau layanan berbasis kebutuhan khusus dari pemilik konsesi pertambangan. Dengan
demikian, tingkat persaingan dalam industri ini dapat dikategorikan cukup tinggi, terutama pada proyek
dengan nilai kontrak besar dan persyaratan teknis, operasional, serta keselamatan kerja yang ketat
Perseroan memiliki beberapa kompetitor, diantaranya yang apabila dilihat dari perusahaan yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia baik swasta maupun pemerintah dalam industri yang berkaitan dengan Konstruksi
pada Aktivitas Penunjang Pertambangan dan Penggalian Lainnya, diantaranya:
Tabel 4 - 7 : Kompetitor PT Bukaka Teknik Utama Tbk di Bidang Penunjang Pertambangan dan Penggalian Lainnya
No. Perusahaan Ruang Lingkup Usaha yang Relevan Keterangan Persaingan
Kontraktor pertambangan, overburden Salah satu pemain terbesar di jasa
1 PT Pamapersada Nusantara removal, coal getting, hauling, dan mine kontraktor pertambangan, khususnya
services batubara.
Alat berat, kontraktor tambang melalui
Memiliki ekosistem kuat dari penyediaan
2 PT United Tractors Tbk PAMA, dan jasa pendukung
alat berat sampai jasa kontraktor tambang.
pertambangan
Kontrak pertambangan, rekayasa, Pesaing kuat pada jasa pertambangan
3 PT Petrosea Tbk konstruksi, logistik, dan jasa pendukung terintegrasi dan proyek berbasis kontrak
tambang jangka panjang.
Jasa kontraktor pertambangan,
PT Delta Dunia Makmur Tbk / PT Salah satu kontraktor tambang besar
4 pengupasan tanah, penambangan, dan
Bukit Makmur Mandiri Utama dengan skala operasi nasional.
pengangkutan
Kontraktor pertambangan, pengupasan
Berkompetisi pada segmen jasa
5 PT Darma Henwa Tbk lapisan tanah, coal hauling, dan mine
operasional tambang batubara.
operation
61
Page 89
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
No. Perusahaan Ruang Lingkup Usaha yang Relevan Keterangan Persaingan
Jasa pertambangan batubara,
Berfokus pada jasa pertambangan dengan
6 PT Samindo Resources Tbk overburden removal, coal getting,
kontrak pada tambang batubara.
hauling, dan road maintenance
Jasa pertambangan, pekerjaan sipil
Relevan terutama pada segmen nikel dan
7 PT Hillcon Tbk tambang, pengangkutan, dan
mineral, selain batubara.
penunjang pertambangan mineral
Memiliki cakupan usaha jasa
PT ABM Investama Tbk / PT Kontraktor pertambangan, jasa energi,
8 pertambangan dan pendukung energi
Cipta Kridatama logistik, dan operasional tambang
yang cukup luas.
Jasa kontraktor pertambangan, Kuat pada jasa pertambangan batubara,
9 PT Saptaindra Sejati overburden removal, coal hauling, dan terutama dalam ekosistem grup energi
mining services besar.
Kontraktor pertambangan, pengupasan Salah satu kontraktor tambang besar yang
10 PT Putra Perkasa Abadi
tanah, penggalian, dan hauling berkembang pesat di Indonesia.
Kontraktor pertambangan, civil works, Pesaing pada segmen jasa pertambangan
11 PT Madhani Talatah Nusantara
earthmoving, dan mining services dan pekerjaan tanah skala besar.
Kontraktor pertambangan, hauling, Berkompetisi pada segmen kontraktor
12 PT Ricobana Abadi pengupasan tanah, dan jasa pendukung tambang batubara dan jasa operasional
tambang tambang.
Relevan untuk jasa penunjang
Mining contractor, hauling, port
13 PT Kalimantan Prima Persada pertambangan terintegrasi dari pit sampai
management, dan coal logistics
logistik.
Jasa kontraktor pertambangan, operasi Pemain internasional dengan pengalaman
14 PT Thiess Contractors Indonesia
tambang, dan jasa teknis pertambangan panjang pada proyek tambang besar.
Pesaing pada kontrak pertambangan
Mining contractor, mine development,
15 PT Macmahon Mining Services berskala besar, terutama mineral dan
dan jasa operasional tambang
batubara.
Strategi dalam Menghadapi Persaingan Bidang Aktivitas Penunjang Pertambangan Dan Penggalian
Lainnya.
Dalam menghadapi persaingan pada bidang aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya,
Perseroan perlu menerapkan strategi yang berfokus pada penguatan kemampuan teknis, efisiensi
operasional, keandalan armada dan peralatan, kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja, serta
kemampuan memenuhi kebutuhan operasional pemilik tambang secara tepat waktu dan berkelanjutan.
Karakteristik industri ini menuntut pelaku usaha untuk memiliki kapasitas peralatan yang memadai, tenaga
kerja berpengalaman, sistem manajemen proyek yang baik, serta kemampuan menjaga kesinambungan
layanan di lokasi tambang yang umumnya memiliki kompleksitas operasional tinggi.
Beberapa strategi yang dapat diterapkan Perseroan antara lain sebagai berikut:
Tabel 4 - 8 : Strategi Menghadapi Pesaing Perseroan di Bidang Penunjang Pertambangan dan Penggalian Lainnya
No. Strategi Penjelasan
Perseroan perlu memastikan bahwa tenaga kerja, operator, teknisi, dan manajemen
Penguatan kompetensi teknis lapangan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan jasa penunjang
1
dan operasional pertambangan, termasuk pemahaman atas kondisi lapangan, standar keselamatan,
dan target produksi klien.
Perseroan perlu menjaga tingkat kesiapan alat, kendaraan operasional, dan
Pemeliharaan dan kesiapan
2 peralatan pendukung melalui program preventive maintenance, monitoring utilisasi
alat kerja
alat, serta perencanaan penggantian suku cadang secara memadai.
Perseroan dapat meningkatkan efisiensi melalui pengendalian konsumsi bahan
3 Efisiensi biaya operasional bakar, optimalisasi tenaga kerja, pengaturan jadwal kerja, manajemen logistik, serta
pemilihan metode kerja yang lebih produktif tanpa menurunkan kualitas layanan.
Perseroan perlu memilih kontrak atau proyek yang sesuai dengan kapasitas,
Selektivitas dalam memperoleh pengalaman, dan kemampuan pendanaan Perseroan, dengan mempertimbangkan
4
kontrak risiko lokasi, risiko pembayaran, durasi kontrak, margin, serta kebutuhan investasi
alat.
62
Page 90
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
No. Strategi Penjelasan
Perseroan perlu menjaga kepatuhan terhadap aspek keselamatan dan kesehatan
Penguatan standar K3 dan kerja, lingkungan, serta ketentuan teknis di sektor pertambangan. Rekam jejak
5
kepatuhan regulasi keselamatan yang baik dapat menjadi salah satu keunggulan kompetitif dalam
memperoleh kontrak baru.
Perseroan dapat memperkuat daya saing melalui ketepatan waktu pelaksanaan
Peningkatan kualitas layanan pekerjaan, respons cepat terhadap kebutuhan operasional klien, pelaporan
6
kepada pemilik tambang pekerjaan yang transparan, serta kemampuan menyelesaikan pekerjaan sesuai
target yang disepakati.
Perseroan dapat mengembangkan cakupan layanan, antara lain pekerjaan
Diversifikasi jasa penunjang pengupasan tanah, pengangkutan material, penyediaan alat berat, pekerjaan sipil
7
pertambangan tambang, perawatan jalan tambang, logistik tambang, atau jasa teknis lainnya sesuai
kebutuhan pasar.
Perseroan dapat menjalin kerja sama dengan pemilik tambang, kontraktor utama,
8 Kemitraan strategis pemasok alat berat, penyedia suku cadang, lembaga pembiayaan, dan sub
kontraktor spesialis untuk memperkuat kapasitas pelaksanaan proyek.
Perseroan perlu memperhatikan mekanisme termin pembayaran, eskalasi biaya,
Penguatan manajemen kontrak
9 perubahan lingkup pekerjaan, serta dokumentasi pekerjaan tambahan agar risiko
dan arus kas
keterlambatan pembayaran dan sengketa kontrak dapat diminimalkan.
Perseroan dapat menggunakan sistem monitoring alat, pelaporan digital, fleet
Pemanfaatan teknologi
10 management, GPS tracking, dan analisis produktivitas untuk meningkatkan efisiensi,
operasional
transparansi, serta pengendalian kinerja operasional di lapangan.
4.9. Strategi Pemasaran
Kegiatan pemasaran memiliki peran penting dalam membangun kesadaran publik luas akan produk dan jasa
yang dihasilkan oleh Perseroan dan entitas anaknya, baik produk konstruksi maupun non konstruksi. Berikut
strategi pemasaran yang dilakukan:
• Menjalin hubungan baik dan kerja sama saling menguntungkan dengan stakeholder pembangunan
infrastruktur nasional di antaranya adalah Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Usaha Milik Negara
bidang Konstruksi dan Pengelolaan Sarana Prasarana Umum, ketenagalistrikan maupun Energi sesuai
dengan lini bisnis Perseroan.
• Menjalin kerja sama dengan badan/ lembaga/ perusahaan asing yang bergerak di bidang pengelolaan
airport dan Pelabuhan internasional untuk pemasaran produk Passenger Boarding Bridge maupun
Passenger Boarding Bridge Seaport.
• Memperluas kerjasama dan membangun network dengan perusahaan swasta nasional maupun
internasional yang selaras dengan bisnis Perseroan.
• Mendaftarkan diri menjadi anggota pada beberapa asosiasi/perkumpulan pada bidang-bidang usaha
yang menjadi unit bisnis Perseroan seperti asosiasi di bidang ketenagalistrikan, jasa konstruksi,
konstruksi rancang bangun dan lain sebagainya.
• Identifikasi dan penjajakan Perseroan untuk berpartisipasi dalam proyek infrastruktur dengan skema
KPBU (kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha).
• Meningkatkan kapasitas internal Perseroan terutama sumber daya manusia di bidang pemasaran agar
mampu secara efektif memasarkan produk Perseroan kepada calon konsumen potensial dengan tepat
sasaran dengan mengikuti beberapa pelatihan, seminar maupun workshop yang sesuai dengan tujuan
tersebut.
• Meningkatkan kapasitas internal dengan merekrut tenaga ahli yang mahir di bidang yang dibutuhkan.
Dengan kombinasi strategi ini, Perseroan mampu menjalankan bisnisnya dengan lebih dinamis dan berdaya
saing tinggi, serta berpotensi untuk meraih proyek- proyek yang signifikan dalam industri yang bersangkutan.
63
Page 91
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
4.10. Kesimpulan Kelayakan Pasar
Berdasarkan hasil kajian, evaluasi, dan analisis terhadap pangsa pasar, potensi pasar, sasaran pasar,
kesinambungan usaha, pesaing usaha, serta strategi pemasaran Perseroan, dengan syarat asumsi-asumsi yang
digunakan dalam Studi Kelayakan ini dapat terpenuhi, maka rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan dari
aspek kelayakan pasar adalah layak.
64
Page 92
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
BAB V
ANALISA KELAYAKAN TEKNIS
5.1. Rencana Perseroan
Dalam rangka mendukung pengembangan kegiatan usaha dan memperluas cakupan pelayanan kepada
pelanggan, PT Bukaka Teknik Utama Tbk (“Perseroan”) berencana melakukan penambahan beberapa
kegiatan usaha berdasarkan KBLI 2025. Penambahan kegiatan usaha tersebut dilakukan dengan
mempertimbangkan kompetensi, pengalaman, serta kapabilitas Perseroan yang selama ini telah bergerak
di bidang konstruksi, manufaktur teknik, struktur baja, peralatan industri, jasa penunjang konstruksi, serta
layanan pendukung proyek infrastruktur.
Rencana penambahan KBLI tersebut tidak dimaksudkan sebagai perubahan arah usaha yang terlepas dari
kegiatan Perseroan saat ini, melainkan sebagai perluasan ruang lingkup usaha yang masih memiliki
keterkaitan dengan kegiatan operasional dan portofolio proyek Perseroan. Dengan penambahan KBLI
dimaksud, Perseroan diharapkan memiliki fleksibilitas yang lebih besar untuk mengikuti peluang tender,
memenuhi persyaratan administrasi proyek, serta memberikan layanan yang lebih lengkap kepada
pelanggan, baik pelanggan eksisting maupun calon pelanggan baru.
Adapun rencana kegiatan Perseroan atas penambahan KBLI tersebut antara lain dikaitkan dengan
beberapa peluang proyek yang telah diidentifikasi oleh Perseroan sebagai berikut:
1. Pekerjaan Pemborongan Menara Berlian Gedung
Penambahan kegiatan usaha Konstruksi Konvensional Gedung Perkantoran (KBLI 2025 No.41012),
Pengecatan (KBLI 2025 No.43303), Penyiapan Lahan (KBLI 2025 No.43120), Aktivitas Enjineering dan
Konsultasi Teknis Terkait Lainnya (KBLI 2025 No.71109), Pemasangan dan Rekayasa Struktur
Bangunan (KBLI 2025 No.43901), Reparasi dan Pemeliharaan Motor Listrik, Generator dan
Transformator (KBLI 2025 No.33141) dan Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator (KBLI 2025
No.43905) adalah penambahan kegiatan usaha untuk melaksanakan proyek bangunan gedung
bertingkat 27 lantai dengan pemilik tender PT Berlian Global Investindo yang berlokasi di Jln. Raya
Prapen No.39 – Surabaya, Provinsi Jawa Timur – Indonesia, dengan target nominal proyek mencapai
Rp274.625.027.000,-
2. EPC Project – Transfer Point, Mine Office Extension & MEM Workshop
Penambahan kegiatan usaha Aktivitas Penunjang Pertambangan dan Penggalian Lainnya (KBLI 2025
No.09900), Konstruksi Jalan pada Permukaan Tanah (KBLI 2025 No. 42101), Konstruksi Khusus
Lainnya (KBLI 2025 No. 43909), Reparasi dan Pemeliharaan Peralatan Listrik Lainnya (KBLI 2025 No.
33149), Pemasangan Perlengkapan Mekanikal Bangunan (KBLI 2025 No. 43291) adalah untuk
melaksanakan proyek pembangunan Transfer Point, Mine Office Extension & MEM Workshop dengan
pemilik tender PT Vale Indonesia yang berlokasi di Sorowako. Proyek ini berkaitan dengan fasilitas
pendukung operasional pertambangan dan industri, dengan target nominal proyek mencapai
Rp484.275.000.000,-.
3. Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Sistem Tata Air Pompa Ancol Beserta
Kelengkapannya
Penambahan kegiatan usaha Konstruksi Bangunan Prasarana Sumber Daya Air (KBLI 2025 No.
42911), Konstruksi Khusus Lainnya (KBLI 2025 No.43909), Industri Pompa Lainnya, Kompresor, Keran
dan Klep/Katup (KBLI 2025 No.28130) adalah proyek Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pembangunan
65
Page 93
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Sistem Tata Air Pompa Ancol Beserta Kelengkapannya dengan pemilik tender Pemerintah Provinsi DKI
Jakarta yang berlokasi di Ancol, Jakarta Utara, dengan nilai proyek mencapai Rp202.200.000.000,-.
4. Pekerjaan Pembangunan Hunian BI Karawang
Penambahan kegiatan usaha Konstruksi Konvensional Gedung Hunian (KBLI 2025 No.41011) adalah
proyek Pekerjaan Pembangunan Hunian BI Karawang dengan tender yang diajukan melalui Smart E-
Proc PT PP Gedung yang berlokasi di Karawang dengan nilai proyek mencapai Rp150.000.000.000,-.
5. Corrugated Steel Plate
Penambahan kegiatan usaha Konstruksi Terowongan (KBLI 2025 No.42104) dan Konstruksi Khusus
Lainnya (KBLI 2025 No.43909) merupakan proyek pembuatan Corrugated Steel Plate yang merupakan
salah satu penunjang untuk kebutuhan konstruksi, drainase, infrastruktur jalan, jembatan kecil, dan
fasilitas pendukung lainnya dengan nilai proyek mencapai Rp137.390.000.000,-.
6. Pembangunan Kelas Bersama Universitas Padjadjaran
Penambahan kegiatan usaha Konstruksi Konvensional Gedung Pendidikan (KBLI 2025 No.41016),
Penyiapan Lahan (KBLI 2025 No.43120), Pengecatan (KBLI 2025 No.43303) dan Aktivitas Enjineering
dan Konsultasi Teknis Terkait Lainnya (KBLI 2025 No.71109) merupakan penambahan kegiatan usaha
untuk pekerjaan yang meliputi pelaksanaan pengadaan Desain (DED) dan/atau Pembangunan Kelas
Bersama pada Universitas Padjadjaran berupa Pembangunan Gedung Kelas Bersama 10 lantai dan
Graha Unpad Jatinangor 1.500 yang berlokasi di dalam Kampus Unpad Jatinangor dengan nilai proyek
mencapai Rp170.000.000.000,-.
7. Pengadaan dan Pemasangan Struktur Baja Facade dan Space Frame Stadion Sudiang Kota Makassar
Penambahan kegiatan usaha Konstruksi Konvensional Gedung Hiburan dan Olahraga (KBLI 2025
No.41018) dan Pemasangan dan Rekayasa Struktur Bangunan (KBLI 2025 No.43901) merupakan
penambahan kegiatan usaha untuk proyek Pengadaan dan Pemasangan Struktur Baja Facade dan
Space Frame Stadion Sudiang Kota Makassar yang merupakan proyek yang diadakan oleh
Kementerian Pekerjaan Umum dan pelaksanaan tender dilakukan melalui KSO (Wika Gedung-Bumi
Karsa-Wika KSO) yang berlokasi di Stadion Sudiang Kota Makassar dengan nilai proyek mencapai
Rp162.448.169.220,-.
8. Steel Tower Test Tower Punagaya–Bantaeng 150 kV Switching Section II Project
Penambahan kegiatan usaha Pengujian Teknis (KBLI 2025 No. 71204) merupakan penambahan
kegiatan usaha yang bertujuan untuk menjalankan proyek jasa Steel Tower, Test Tower Punagaya–
Bantaeng 150 kV Switching Section II Project yang merupakan proyek dari PT Twink Indonesia yang
berlokasi di kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan dengan nilai proyek mencapai
Rp3.000.000.000,-.
Seiring dengan perkembangan usaha dan kepemilikan PT Bukaka Teknik Utama Tbk (“Perseroan”) pada
berbagai entitas anak, entitas asosiasi, dan investasi strategis, penambahan kegiatan usaha Aktivitas
Perusahaan Induk (KBLI 2025 No. 64210) menjadi relevan untuk mendukung pengelolaan portofolio usaha
Perseroan secara lebih terstruktur. Sasaran pasar dari kegiatan ini tidak ditujukan langsung kepada
konsumen akhir, melainkan kepada entitas anak, entitas asosiasi, perusahaan investasi, dan unit usaha
dalam kelompok usaha Perseroan. Melalui fungsi sebagai perusahaan induk, Perseroan dapat melakukan
pengawasan, koordinasi strategis, pengelolaan investasi, serta optimalisasi sinergi antar entitas yang
bergerak pada sektor konstruksi, manufaktur, energi, minyak dan gas, pertambangan, perdagangan, dan
jasa pendukung.
66
Page 94
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Saat ini, Perseroan memiliki sejumlah entitas anak dan investasi strategis, antara lain PT Bukaka Forging
Industries, PT Bukaka Energi, PT Bukaka Mega Investama, PT Bukaka Teknik Utama Balikpapan, PT Baja
Titian Utama, PT Bukaka Three D Private Limited di India, Bukaka International LLC di Oman, PT Mandiri
Energi Terbarukan, PT Pembangkit Energi Terbarukan, serta PT Mutiara Cita Medika. Selain itu, Perseroan
juga memiliki penyertaan saham pada beberapa perusahaan strategis seperti PT Poso Energy, PT Malea
Energy, PT Bumi Mineral Sulawesi, dan PT Kerinci Merangin Hydro yang bergerak di bidang pembangkit
listrik tenaga air, pertambangan nikel, dan smelter.
Dengan adanya penambahan KBLI Aktivitas Perusahaan Induk, Perseroan dapat lebih fokus dalam
mengelola dua segmen besar kegiatan usahanya, yaitu segmen konstruksi dan segmen non-konstruksi.
Segmen konstruksi mencakup kegiatan infrastruktur, struktur baja, peralatan teknik, dan jasa pendukung
konstruksi, sedangkan segmen non-konstruksi mencakup pembangkit listrik, energi, minyak dan gas,
pertambangan, investasi, serta kegiatan pendukung lainnya.
Dengan demikian, rencana dari Aktivitas Perusahaan Induk adalah pengelolaan dan pengembangan
ekosistem usaha grup Bukaka secara menyeluruh, agar seluruh entitas dalam kelompok usaha Perseroan
dapat berjalan lebih terarah, efisien, dan selaras dengan strategi pertumbuhan Perseroan.
5.2. Rencana Pelaksanaan Pekerjaan
5.2.1. Proses Tender, Kontrak dan Rencana Pekerjaan
Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha, Perseroan telah mengidentifikasi sejumlah
peluang proyek yang relevan dengan kompetensi dan pengalaman Perseroan di bidang konstruksi,
rekayasa teknik, pekerjaan struktur, prasarana sumber daya air, aktivitas penunjang pertambangan, serta
jasa pengujian teknis. Proyek-proyek tersebut menjadi dasar bagi Perseroan untuk memperluas cakupan
kegiatan usaha melalui penambahan KBLI, sekaligus memberikan fleksibilitas dalam mengikuti proses
tender, memenuhi persyaratan administrasi, dan melaksanakan pekerjaan sesuai lingkup yang
dipersyaratkan oleh pemberi kerja.
Adapun proses tender dan rencana pelaksanaan pekerjaan atas beberapa proyek yang menjadi sasaran
Perseroan adalah sebagai berikut:
1. Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Sistem Tata Air Pompa Ancol Beserta
Kelengkapannya
Proyek ini merupakan pekerjaan konstruksi pembangunan sistem tata air pompa Ancol beserta
kelengkapannya yang berlokasi di Ancol, Jakarta Utara. Pemberi pekerjaan proyek ini adalah
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Prosedur tender dilakukan melalui mekanisme pengadaan barang/jasa pemerintah dengan mengacu
pada Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta
perubahannya dan aturan turunannya. Dokumen penawaran disusun untuk membantu peserta tender
dalam menyiapkan data kualifikasi dan kelengkapan administrasi yang dipersyaratkan dalam proses
pengadaan.
Nilai HPS (harga perhitungan sendiri), yang mencakup RAB dan jasa konstruksi, adalah sebesar
Rp202.200.000.000. Adapun proses tender telah sampai pada tahap selesai pemasukan dokumen
secara elektronik melalui Dokumen No. 10086485000.
67
Page 95
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
2. Pekerjaan Pembangunan Hunian BI Karawang
Proyek ini merupakan pekerjaan pembangunan hunian BI Karawang yang berlokasi di Karawang.
Pemilik tender adalah Smart E-Proc PT PP Gedung.
Prosedur tender dilakukan berdasarkan dokumen spesifikasi teknis sesuai standar prosedur PT PP
Gedung, yang mencakup antara lain dokumen DOR, lingkup pekerjaan, resume STC dan GTC, gambar,
spesifikasi teknis, schedule, RAB/BQ, serta formulir perhitungan TKDN.
Nilai harga perhitungan sendiri, yang mencakup RAB dan jasa konstruksi, adalah sebesar
Rp150.000.000.000. Proses tender dilakukan melalui sistem Smart E-Proc PT PP Gedung.
3. EPC Project – Transfer Point, Mine Office Extension & MEM Workshop
Proyek ini merupakan pekerjaan EPC Project – Transfer Point, Mine Office Extension & MEM Workshop
yang berlokasi di Sorowako. Pemilik tender proyek ini adalah PT Vale Indonesia. Proyek tersebut
berkaitan dengan pembangunan fasilitas pendukung operasional pertambangan dan industri.
Prosedur tender dilakukan melalui tahapan pra-kualifikasi, termasuk pemenuhan dokumen Contractor
Safety Management System (CSMS). Dokumen pra-kualifikasi CSMS dapat dikirimkan terlebih dahulu
sebelum batas pengumpulan proposal melalui email IGP.Procurement.Receiving.Cell@Vale.com
dengan subjek TE#1060R2 Procurement & Construction IGP Sorowako Limonite Ore, untuk kemudian
dilakukan proses review oleh panitia tender. Apabila terdapat kekurangan pemenuhan persyaratan,
panitia tender akan menyampaikan kepada masing-masing peserta untuk dilakukan perbaikan.
Nilai harga perhitungan sendiri, yang mencakup RAB dan jasa konstruksi, adalah sebesar
Rp484.275.000.000. Proses tender telah memasuki tahap Pre-Bid Meeting TE#00001060R2
Procurement & Construction IGP Sorowako Limonite Ore. Berdasarkan hasil Minutes of Meeting
(“MOM”), PT Vale Indonesia (“PTVI”) menyampaikan bahwa pemenuhan KBLI bersifat wajib
(mandatory), namun PTVI masih memberikan kesempatan kepada kontraktor untuk melengkapi
persyaratan administrasi tersebut sampai dengan tahap award tender, sebagaimana telah
diinformasikan dalam informasi lelang.
Berdasarkan informasi manajemen, bahwasannya PT Bukaka Teknik Utama Tbk segera membutuhkan
FS Penambahan KBLI sebagai salah satu prasyarat pemenuhan KBLI proyek tersebut.
4. Pekerjaan Pemborongan Menara Berlian Gedung
Proyek ini merupakan pekerjaan pemborongan pembangunan Menara Berlian Gedung, yaitu bangunan
gedung bertingkat 27 lantai dengan luas bangunan sekitar 25.086,11 m². Lokasi proyek berada di Jln.
Raya Prapen No. 39, Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Pemilik tender adalah PT Berlian
Global Investindo.
Prosedur tender atau proses awal kerja sama dilakukan melalui dokumen Pra Memorandum of
Understanding (Pra-MoU) Nomor: 01/BTC/PRA MOU-CED/MOU/X/2025. Nilai proyek, yang mencakup
RAB dan jasa konstruksi, adalah sebesar Rp274.625.027.000.
Saat ini proses pekerjaan/tender telah berjalan secara paralel melalui tahapan Pra-MoU, sebagaimana
tercantum dalam dokumen Pra Memorandum of Understanding Nomor: 01/BTC/PRA MOU-
CED/X/2025.
68
Page 96
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
5. Pembangunan Kelas Bersama Universitas Padjadjaran
Proyek ini merupakan pekerjaan pembangunan fasilitas pendidikan berupa Pembangunan Kelas
Bersama Universitas Padjadjaran, yang mencakup Gedung Kelas Bersama 10 lantai dan Graha Unpad
Jatinangor 1.500. Lokasi rencana proyek berada di dalam kawasan Kampus Universitas Padjadjaran,
Jatinangor. Pemilik tender adalah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi – Universitas
Padjadjaran.
Prosedur tender direncanakan melalui mekanisme E-Procurement Universitas Padjadjaran. Nilai
proyek, yang mencakup RAB dan jasa konstruksi, diperkirakan sebesar Rp170.000.000.000.
Proses pekerjaan atau tender saat ini masih berada pada tahap awal. Undangan tender direncanakan
dikirimkan pada bulan Februari 2026, dan proyek masih dalam tahap penyusunan Detailed Engineering
Design (DED), yang selanjutnya akan menjadi dasar penyusunan RAB.
6. Pengadaan dan Pemasangan Struktur Baja Facade dan Space Frame Stadion Sudiang Kota Makassar
Proyek ini merupakan pekerjaan pengadaan dan pemasangan struktur baja facade dan space frame
Stadion Sudiang Kota Makassar yang berlokasi di Makassar. Pemilik tender adalah Kementerian
Pekerjaan Umum, dengan pelaksanaan tender melalui KSO Wika Gedung–Bumi Karsa–Wika KSO.
Prosedur tender dilakukan melalui mekanisme lelang pada sistem e-procurement Kementerian
Pekerjaan Umum melalui KSO terkait. Nilai proyek, yang mencakup RAB dan jasa konstruksi, adalah
sebesar Rp162.448.169.220.
Saat ini proses tender masih berlangsung melalui e-proc Kementerian Pekerjaan Umum dengan
pelaksanaan melalui KSO Wika Gedung–Bumi Karsa–Wika KSO.
7. Corrugated Steel Plate
Proyek Corrugated Steel Plate merupakan peluang pekerjaan yang berkaitan dengan penyediaan
produk atau komponen struktur baja bergelombang yang dapat digunakan untuk kebutuhan konstruksi,
drainase, infrastruktur jalan, jembatan kecil, terowongan, dan fasilitas pendukung lainnya. Produk ini
memiliki karakteristik sebagai elemen struktur baja yang mendukung kebutuhan konstruksi sipil dan
infrastruktur, khususnya pada pekerjaan yang membutuhkan material dengan kekuatan, fleksibilitas
pemasangan, serta efisiensi waktu pelaksanaan.
Dalam kaitannya dengan pengalaman Perseroan pada pekerjaan struktur baja, Bukaka telah memiliki
rekam jejak dalam pelaksanaan pekerjaan Steel Structure Works, antara lain melalui
kontrak/subkontrak dengan PT Daiwa Tetra Manunggal Konstruksi untuk proyek PT Daiwa Manunggal
Logistik Properti – New Logistic Center Project. Berdasarkan dokumen Sub Contract Document for Steel
Structure Works, Bukaka bertindak sebagai Subcontractor untuk pekerjaan struktur baja pada proyek
tersebut. Dokumen tersebut juga mencantumkan nilai kontrak sebesar Rp137.390.000.000 termasuk
PPN, dengan ruang lingkup pekerjaan berupa Building Works for Daiwa Manunggal Logistic Center
Phase 2 Project.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa Perseroan telah memiliki kapabilitas dalam pekerjaan
struktur baja, termasuk pekerjaan yang membutuhkan fabrikasi, pemasangan, dan pengelolaan proyek
struktur baja dalam skala komersial/industrial. Dengan demikian, rencana pengembangan pekerjaan
69
Page 97
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Corrugated Steel Plate dinilai masih memiliki keterkaitan dengan pengalaman dan kompetensi
Perseroan pada bidang konstruksi khusus, struktur baja, serta pekerjaan baja siap pasang untuk
kebutuhan infrastruktur.
Informasi terkait pemilik tender dan prosedur tender untuk peluang Corrugated Steel Plate saat ini masih
dalam tahap identifikasi. Namun demikian, berdasarkan pengalaman Perseroan pada pekerjaan
struktur baja serta adanya rekam jejak kontrak pekerjaan dengan PT Daiwa Tetra Manunggal
Konstruksi, kegiatan ini memiliki dasar teknis yang relevan dengan kemampuan Perseroan. Nilai
estimasi pekerjaan yang digunakan dalam kajian adalah sebesar Rp137.390.000.000.
8. Steel Tower Test Tower Punagaya–Bantaeng 150 kV Switching Section II Project
Proyek ini merupakan pekerjaan Steel Tower Test Tower Punagaya–Bantaeng 150 kV Switching
Section II Project yang berlokasi di Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan. Pemilik pekerjaan
adalah PT Twink Indonesia.
Nilai proyek, yang mencakup RAB dan jasa konstruksi, adalah sebesar Rp3.000.000.000. Proses
pekerjaan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Kerja No. 001/SPK-PMO/26-IF10015/2026 tanggal 13
Februari 2026, dengan nomor kontrak PO/PST/2602/00037.
Berdasarkan estimasi tersebut, rencana penambahan KBLI memiliki potensi nilai pekerjaan yang material
bagi Perseroan. Realisasi nilai pekerjaan tetap akan bergantung pada hasil tender, negosiasi komersial,
penandatanganan kontrak, jadwal pelaksanaan, progres pekerjaan, termin pembayaran, serta pemenuhan
persyaratan teknis dan administratif dari masing-masing pemberi kerja.
5.2.2. RAB dan Spesifikasi Pekerjaan
Rencana Anggaran Biaya (“RAB”) dan Spesifikasi pekerjaan disusun dengan memperhatikan dokumen
tender dan informasi yang disampaikan oleh penyedia pekerjaan, RAB disusun dengan
mempertimbangkan lingkup pekerjaan, volume pekerjaan, spesifikasi teknis, kebutuhan material,
kebutuhan tenaga kerja, peralatan, durasi pelaksanaan, metode kerja, biaya mobilisasi dan demobilisasi,
biaya sub kontraktor/vendor apabila diperlukan, serta komponen pajak sesuai ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan dokumen dan informasi yang tersedia, estimasi nilai pekerjaan atas proyek-proyek yang
menjadi dasar rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan adalah sebagai berikut:
1. Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Sistem Tata Air Pompa Ancol Beserta
Kelengkapannya
Sesuai dengan Dokumen Kualifikasi No.260/PN.01.01 tanggal 26 September 2025 untuk Pengadaan
Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Sistem Tata Air Pompa Ancol beserta kelengkapannya sesuai
Kelompok Kerja (Pokja) Tertentu 7, Unit Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa Balaikota, Badan
Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa Provinsi DKI Jakarta, Tahun Anggaran 2025. Uraian singkat dan
lingkup pekerjaan mencakup Pekerjaan sebagaimana tercantum dalam Spesifikasi Umum yaitu :
• Pekerjaan Pendahuluan
• Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi
• Pekerjaan Struktur Rumah Pompa
• Pekerjaan Arsitektur Rumah Pompa
70
Page 98
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
• Pekerjaan Mekanikal Rumah Pompa
• Pekerjaan Elektrikal Rumah Pompa
• Pekerjaan Sanitasi dan Plumbing
Dengan Lokasi pekerjaan: Ancol Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Gambar 5 - 1 : Peta Lokasi peningkatan Pompa Ancol
Sumber : Dokumen Tender Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Sistem Tata Air Pompa Ancol
Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan: 720 (tujuh ratus dua puluh) hari kalender sejak SPMK. Dengan
keterangan sumber dana dimana Pekerjaan ini dibiayai dari sumber pendanaan: APBD 2025-2027
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tertuang dalam DPA Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)
Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2025 Nomor 086/P-DPA/2025 Tanggal 28 April
2025. Dengan Pagu Anggaran sebesar Rp. 202.193.716.800,00 (Dua ratus dua miliar seratus sembilan
puluh tiga juta tujuh ratus enam belas ribu delapan ratus rupiah) dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS)
sebesar Rp. 202.193.716.717,24 (Dua ratus dua miliar seratus sembilan puluh tiga juta tujuh ratus enam
belas ribu tujuh ratus tujuh belas koma dua puluh empat rupiah).
Dengan kualifikasi persyaratan yaitu peserta yang berbadan usaha harus memiliki perizinan berusaha
di bidang Jasa Konstruksi. Memiliki NIB dan SIUJK untuk KBLI 2017; atau NIB berbasis resiko dan
Sertifikat Standar yang telah terverifikasi sesuai dengan SBU yang dipersyaratkan. Dalam hal sertifikat
standar belum terverifikasi, peserta menyampaikan NIB, sertifikat standar belum terverifikasi dan
tangkapan layar laman OSS yang mencantumkan bahwa sertifikat standar sedang menunggu verifikasi;
Memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) dengan Kualifikasi Usaha Besar, serta disyaratkan sub bidang
klasifikasi/layanan, Memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) dengan Kualifikasi Usaha Besar serta
disyaratkan sub klasifikasi Jasa Pelaksana Konstruksi Saluran Air, Pelabuhan, Dam dan Prasarana
Sumber Daya Air Lainnya (SI001) KBLI 2017 atau sub klasifikasi Konstruksi Bangunan Prasarana
Sumber Daya Air (BS010) KBLI 2020. Mempunyai status valid keterangan wajib pajak berdasarkan
hasil konfirmasi status wajib pajak; Memiliki akta pendirian perusahaan dan akta perubahan perusahaan
71
Page 99
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
(apabila ada perubahan) dan memiliki pengalaman paling kurang 1 (satu) Pekerjaan Konstruksi dalam
kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir, baik di lingkungan pemerintah atau swasta termasuk pengalaman
subkontrak.
2. Pekerjaan Hunian BI Karawang
Sesuai dengan dokumen permintaan penawaran harga melalui Smart E-Proc PT PP Gedung, proyek
Pekerjaan Pembangunan Hunian BI Karawang merupakan pekerjaan baja/konstruksi pada area proyek
gedung pemerintah dan swasta yang berlokasi di Karawang. Dokumen yang menjadi dasar penawaran
mencakup DOR, lingkup pekerjaan, resume STC/GTC, gambar, spesifikasi teknis, schedule, RAB/BQ,
serta formulir perhitungan TKDN. Nilai estimasi pekerjaan adalah sebesar Rp150.000.000.000,-.
Dari sisi spesifikasi, pekerjaan ini harus mematuhi dan mengikuti dokumen spesifikasi teknis pekerjaan
baja struktural no. SP-PTW-S-06 10 00 dimana uraian atas outline spesifikasi struktur yang mencakup
penggunaan beton cast in situ dan beton pracetak, pembesian, baja profil, baut, angkur, waterproofing,
dan fireproofing. Material struktur utama antara lain mencakup mutu beton Fc' 30 MPa sampai dengan
Fc' 45 MPa sesuai elemen pekerjaan, pembesian BJTP-280 dan BJTS-420B, baja profil ASTM A36
dengan Fy 250 MPa, baut ASTM A325, serta angkur ASTM A370. Spesifikasi tersebut menunjukkan
bahwa pekerjaan membutuhkan pengendalian mutu material, pemasangan struktur, koordinasi gambar
kerja, serta pengawasan teknis yang memadai.
Tabel 5 - 1 : Outline Spesifikasi Struktur Pekerjaan Pembangunan Hunian BI Karawang
Sumber : Dokumen Tender Pekerjaan Hunian BI Karawang
72
Page 100
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
3. EPC Project – Transfer Point, Mine Office Extension & MEM Workshop
Berdasarkan dokumen Pre-Bid Meeting TE#00001060R2 Procurement & Construction IGP Sorowako
Limonite Ore tanggal 4 Juli 2025, proyek EPC Project – Transfer Point, Mine Office Extension & MEM
Workshop merupakan proyek PT Vale Indonesia yang berlokasi di Sorowako dan berkaitan dengan
pembangunan fasilitas pendukung operasional pertambangan dan industri. Proses tender dilakukan
melalui evaluasi teknis dan evaluasi komersial, dengan pemisahan dokumen non-komersial dan
dokumen komersial.
Dari sisi teknis, pekerjaan mencakup fasilitas Transfer Point, Mine Office Extension, dan MEM
Workshop, termasuk pekerjaan sipil, struktur, akses/jalan, instalasi mekanikal, pekerjaan elektrikal,
pekerjaan pendukung operasional tambang, serta koordinasi dengan item yang disuplai oleh pemberi
kerja. Berdasarkan hasil klarifikasi, beberapa pekerjaan seperti dust collector disuplai oleh PTVI namun
pemasangan dilakukan oleh kontraktor, PHO parsial dimungkinkan, serta terdapat dokumen tambahan
seperti revisi remarks BOQ, list long lead item, standard scaffolding, DED MOE, dan approved
manufacture list. Nilai estimasi pekerjaan yang digunakan dalam kajian adalah sebesar
Rp484.275.000.000,-.
Berikut adalah rekapitulasi RAB yang disampaikan oleh manajemen Bukaka kepada PTVI atas rencana
pekerjaan EPC Project :
Tabel 5 - 2 : Rekapitulasi RAB Pekerjaan EPC Project – PT Vale Indonesia
Sumber : Dokumen Prakualifikasi Tender Pekerjaan EPC Project – PT Vale Indonesia
73
Page 101
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
4. Pekerjaan Pemborongan Menara Berlian Gedung
Berdasarkan dokumen Pra Memorandum of Understanding (Pra-MoU) Nomor 01/BTC/PRA MOU-
CED/X/2025, proyek Pekerjaan Pemborongan Menara Berlian Gedung merupakan pekerjaan
pembangunan Menara Berlian Building yang berlokasi di Jln. Raya Prapen No. 39, Surabaya, Provinsi
Jawa Timur. Pemilik proyek adalah PT Berlian Global Investindo (Berlians Group). Nilai proyek
dianggarkan sebesar Rp274.625.027.000,-.
Lingkup pekerjaan adalah Pekerjaan Fisik Standart dan Non Fisik Standart, dimana Pekerjaan Non
Fisik Standart terdiri dari peningkatan mutu arsitektur, site development, mekanikal elektrikal, elevator
dan eskalator dengan nilai anggaran per masing – masing pekerjaan adalah sebagai berikut :
Gambar 5 - 2 : Anggaran Pembangunan Menara Berlian Gedung
Sumber : Dokumen TPra-MoU Pekerjaan Menara Berlian Gedung
Dokumen Pra-MoU menunjukkan bahwa proyek direncanakan sebagai pekerjaan gedung bertingkat,
dengan tahapan persiapan awal pada 24 November 2025 dan pelaksanaan kegiatan ditargetkan dapat
dimulai pada 9 Januari 2026 sampai dengan 19 Juni 2027 dimana Jangka waktu Pelaksanaan
Pekerjaan akan dihitung sejak 14 hari diterbitkannya SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja). Berdasarkan
informasi manajemen, proyek ini merupakan bangunan gedung bertingkat 27 lantai dengan luas
bangunan sekitar 25.086,11 m2.
5. Pembangunan Kelas Bersama Universitas Padjadjaran
Berdasarkan Surat Undangan/Permintaan Mengikuti Tender Nomor 340/UN6.WR2/TU.00/2026 tanggal
2 Februari 2026 dari Universitas Padjadjaran, Perseroan diundang untuk mengikuti proses tender
Pembangunan Kelas Bersama. Lingkup pekerjaan mencakup Desain (DED) dan/atau Pembangunan
Gedung Kelas Bersama, dengan sumber dana berasal dari Universitas Padjadjaran dan metode
pemilihan berupa tender cepat/seleksi.
Rencana proyek mencakup pembangunan Gedung Kelas Bersama 10 lantai dan Graha Unpad
Jatinangor 1.500, dengan titik rencana lokasi berada di dalam Kampus Universitas Padjadjaran,
Jatinangor. Dokumen tender dapat diperoleh melalui e-procurement Unpad atau Universitas
Padjadjaran, dan peserta tender diwajibkan memenuhi persyaratan administrasi dan teknis
74
Page 102
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
sebagaimana tercantum dalam Dokumen Pemilihan/Dokumen Tender. Nilai estimasi pekerjaan yang
digunakan dalam kajian adalah sebesar Rp170.000.000.000,-.
Konsep desain dan Lokasi pekerjaan tertuang pada dokumen undangan sebagai berikut :
Gambar 5 - 3 : Konsep Desain dan Lokasi Pekerjaan Gedung Kelas Bersama 10 lantai & Graha Unpad Jatinangor
1500
Sumber : Dokumen Undangan Pekerjaan Pembangunan Kelas Bersama dan Graha Unpad Jatinangor 1500
75
Page 103
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Berdasarkan informasi manajemen Bukaka, proses pembuatan DED dan RAB masih dalam tahap
diskusi dengan pihak manajemen Universitas Padjadjaran untuk dapat menyesuaikan dengan
permintaan pelanggan.
6. Pengadaan dan Pemasangan Struktur Baja Facade dan Space Frame Stadion Sudiang Kota Makassar
Berdasarkan Surat Penawaran Harga PT Bukaka Teknik Utama Tbk Nomor 3439.2/BTU/JBT-
MRK/ABD/IX/2025 tanggal 26 September 2025 kepada WEGE–Bumi Karsa–WIKA KSO, proyek ini
mencakup pengadaan dan pemasangan struktur baja facade dan space frame Stadion Sudiang Kota
Makassar. Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari proyek pembangunan Stadion Sudiang Kota
Makassar yang pelaksanaannya dilakukan melalui KSO terkait.
Lingkup pekerjaan Bukaka meliputi supply material plat/profil SS400/BJPS 400, fabrikasi, bolt/nut A325,
anchor bolt tanam/embedded, chemical anchor, pekerjaan grouting, hot dipped galvanized dan painting
4 layer untuk struktur baja, hot dipped galvanize untuk space frame, pengujian material plat/profil baja
dan baut, penyediaan metode pekerjaan, serta erection struktur baja. Pekerjaan erection juga
mencakup penyediaan bedeng pekerja dan gudang, tenaga kerja, mobile crane 100 ton, hyap crane 7
ton, manlift, truk service, genset, tools, total station, peralatan K3, serta asuransi tenaga kerja.
Spesifikasi teknis utama mencakup material baja untuk struktur box girder utama yang mengacu pada
JIS G3101 SS400/BJPS 400 dengan Fy minimum 250 MPa dan Fu 400 MPa, serta baut/mur ASTM
A325/JIS B1181 grade 8.8 hot dipped galvanized. Nilai penawaran sebelum PPN adalah sebesar
Rp146.349.702.000,- dan setelah PPN 11% menjadi Rp162.448.169.220,-. Harga bersifat unit price,
dengan waktu pelaksanaan 8,5 bulan setelah kontrak ditandatangani dan uang muka diterima.
7. Corrugated Steel Plate
Proyek Corrugated Steel Plate merupakan peluang pekerjaan yang berkaitan dengan penyediaan
produk atau komponen struktur baja bergelombang yang dapat digunakan untuk kebutuhan konstruksi,
drainase, infrastruktur jalan, jembatan kecil, terowongan, dan fasilitas pendukung lainnya. Produk ini
memiliki karakteristik sebagai elemen struktur baja yang mendukung kebutuhan konstruksi sipil dan
infrastruktur, terutama untuk pekerjaan yang membutuhkan kekuatan material, fleksibilitas
pemasangan, efisiensi waktu, dan daya tahan struktur.
Sebagai dasar pengalaman teknis yang relevan, Perseroan telah memiliki rekam jejak dalam pekerjaan
Steel Structure Works melalui kontrak/subkontrak dengan PT Daiwa Tetra Manunggal Konstruksi untuk
proyek PT Daiwa Manunggal Logistik Properti – New Logistic Center Project. Berdasarkan dokumen
Sub Contract Document for Steel Structure Works, Bukaka bertindak sebagai subcontractor untuk
pekerjaan Building Works for Daiwa Manunggal Logistic Center Phase 2 Project. Dokumen subkontrak
tersebut mencantumkan nilai pekerjaan sebesar Rp124.900.000.000,- ditambah PPN
Rp12.490.000.000,- sehingga total nilai kontrak sebesar Rp137.390.000.000,-.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa Perseroan memiliki kemampuan dalam pekerjaan struktur
baja, fabrikasi, erection, pengendalian mutu, dan pengelolaan pekerjaan struktur berskala industrial.
Oleh karena itu, rencana pengembangan pekerjaan Corrugated Steel Plate dinilai masih memiliki
keterkaitan yang kuat dengan kompetensi Perseroan dalam bidang konstruksi khusus, struktur baja,
pekerjaan terowongan, serta pekerjaan baja siap pasang untuk kebutuhan infrastruktur. Nilai estimasi
pekerjaan yang digunakan dalam kajian adalah sebesar Rp137.390.000.000,-.
76
Page 104
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
8. Steel Tower Test Tower Punagaya–Bantaeng 150 kV Switching Section II Project
Berdasarkan Surat Perintah Kerja No. 001/SPK-PMO/26-IF10015/2026 tanggal 13 Februari 2026 dan
Surat Pesanan/PO No. PO/PST/2602/00037 dari PT Twink Indonesia, proyek Steel Tower Test Tower
Punagaya–Bantaeng 150 kV Switching Section II Project merupakan pekerjaan standard test untuk
proyek Punagaya–Bantaeng 150 kV Switching Seksi 2. Lokasi proyek berada di Kabupaten Bantaeng,
Provinsi Sulawesi Selatan.
Lingkup pekerjaan dalam PO mencakup desain/general arrangement/testing programme, pengadaan
load cell dan kalibrasi load cell pra dan pasca tes, erection tower U11, rigging, pengadaan sling dan
winch, pemasangan load cell dan penyetelan alat test, dismantling load cell dan peralatan tes,
dismantling tower U11, dokumentasi, report, serta jasa pengelasan.
Berikut adalah informasi pekerjaan test tower :
Tabel 5 - 3 : Lingkup Pekerjaan Steel Tower Test Tower Punagaya-Bantaeng 150kV Switching Section II Project
Sumber : Dokumen Surat Perintah Kerja Pekerjaan Test Tower Punagaya - Bantaeng
Nilai pekerjaan dalam PO adalah sebesar Rp3.000.000.000,- ditambah PPN sebesar Rp330.000.000,-
sehingga total nilai pekerjaan sebesar Rp3.330.000.000,-.
5.3. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
• Bahan Baku Mentah
Dalam rencana penambahan kegiatan usaha yang meliputi Reparasi dan Pemeliharaan Motor Listrik,
Generator dan Transformator (KBLI 2025 No. 33141), Industri Pompa Lainnya, Kompresor, Keran dan
Klep/Katup (KBLI 2025 No. 28130), Reparasi dan Pemeliharaan Peralatan Listrik Lainnya (KBLI 2025
No. 33149), Pemasangan Perlengkapan Mekanikal Bangunan (KBLI 2025 No. 43291), Konstruksi
Bangunan Prasarana Sumber Daya Air (KBLI 2025 No. 42911), Aktivitas Penunjang Pertambangan dan
77
Page 105
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Penggalian Lainnya (KBLI 2025 No. 09900), Aktivitas Enjinering dan Konsultasi Teknis Terkait Lainnya
(KBLI 2025 No. 71109), Konstruksi Konvensional Gedung Hunian (KBLI 2025 No. 41011), Konstruksi
Konvensional Gedung Perkantoran (KBLI 2025 No. 41012), Konstruksi Konvensional Gedung Hiburan
dan Olahraga (KBLI 2025 No. 41018), Konstruksi Jalan pada Permukaan Tanah (KBLI 2025 No. 42101),
Konstruksi Khusus Lainnya (KBLI 2025 No. 43909), Konstruksi Terowongan (KBLI 2025 No. 42104),
Penyiapan Lahan (KBLI 2025 No. 43120), Pemasangan dan Rekayasa Struktur Bangunan (KBLI 2025
No. 43901), Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator (KBLI 2025 No. 43905), Pengecatan (KBLI
2025 No. 43303), Konstruksi Konvensional Gedung Pendidikan (KBLI 2025 No. 41016), Jasa Pengujian
Teknis (KBLI 2025 No. 71204), serta Aktivitas Perusahaan Induk (KBLI 2025 No. 64210), Perseroan
pada prinsipnya tidak terlibat secara langsung dalam kegiatan pengolahan bahan baku mentah.
Kegiatan usaha yang akan dijalankan Perseroan lebih berfokus pada penyediaan produk teknik,
pekerjaan konstruksi, jasa rekayasa, pemasangan, pemeliharaan, pengujian teknis, serta aktivitas
pendukung proyek. Dengan demikian, kebutuhan sumber daya Perseroan lebih banyak berkaitan
dengan material konstruksi, komponen teknik, peralatan mekanikal dan elektrikal, suku cadang, alat
kerja, serta tenaga ahli yang diperlukan dalam pelaksanaan proyek, bukan bahan baku mentah yang
harus diolah sejak tahap awal.
Dalam pelaksanaannya, apabila terdapat kebutuhan material seperti baja, logam, komponen mesin,
peralatan listrik, cat, bahan konstruksi, maupun perlengkapan mekanikal, Perseroan akan memperoleh
material tersebut dari pemasok atau vendor yang memenuhi standar kualitas, spesifikasi teknis, dan
persyaratan proyek. Oleh karena itu, risiko terkait ketersediaan bahan baku mentah relatif terbatas,
karena Perseroan tidak bergantung pada proses eksplorasi, ekstraksi, atau pengolahan awal bahan
mentah sebagai bagian utama dari kegiatan usaha yang ditambahkan.
Dengan pendekatan tersebut, ketersediaan sumber daya untuk mendukung penambahan KBLI lebih
ditentukan oleh kemampuan Perseroan dalam mengelola rantai pasok, memilih pemasok yang
kompeten, menjaga kualitas material, serta memastikan kesesuaian spesifikasi teknis dengan
kebutuhan proyek. Hal ini sejalan dengan karakteristik usaha Perseroan sebagai perusahaan
konstruksi, manufaktur teknik, rekayasa, dan jasa penunjang konstruksi yang berfokus pada
penyediaan solusi teknis dan pelaksanaan proyek, bukan pada pengolahan bahan baku mentah.
• Mesin dan Teknologi yang Digunakan
Dalam rencana penambahan kegiatan usaha yang meliputi Reparasi dan Pemeliharaan Motor Listrik,
Generator dan Transformator (KBLI 2025 No. 33141), Industri Pompa Lainnya, Kompresor, Keran dan
Klep/Katup (KBLI 2025 No. 28130), Reparasi dan Pemeliharaan Peralatan Listrik Lainnya (KBLI 2025
No. 33149), Pemasangan Perlengkapan Mekanikal Bangunan (KBLI 2025 No. 43291), Konstruksi
Bangunan Prasarana Sumber Daya Air (KBLI 2025 No. 42911), Aktivitas Penunjang Pertambangan dan
Penggalian Lainnya (KBLI 2025 No. 09900), Aktivitas Enjinering dan Konsultasi Teknis Terkait Lainnya
(KBLI 2025 No. 71109), Konstruksi Konvensional Gedung Hunian (KBLI 2025 No. 41011), Konstruksi
Konvensional Gedung Perkantoran (KBLI 2025 No. 41012), Konstruksi Konvensional Gedung Hiburan
dan Olahraga (KBLI 2025 No. 41018), Konstruksi Jalan pada Permukaan Tanah (KBLI 2025 No. 42101),
Konstruksi Khusus Lainnya (KBLI 2025 No. 43909), Konstruksi Terowongan (KBLI 2025 No. 42104),
Penyiapan Lahan (KBLI 2025 No. 43120), Pemasangan dan Rekayasa Struktur Bangunan (KBLI 2025
No. 43901), Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator (KBLI 2025 No. 43905), Pengecatan (KBLI
2025 No. 43303), Konstruksi Konvensional Gedung Pendidikan (KBLI 2025 No. 41016), Jasa Pengujian
Teknis (KBLI 2025 No. 71204), serta Aktivitas Perusahaan Induk (KBLI 2025 No. 64210), Perseroan
78
Page 106
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
pada prinsipnya tidak memerlukan pengadaan teknologi khusus yang bersifat baru atau berbeda secara
material dari teknologi yang telah digunakan dalam kegiatan usaha Perseroan saat ini.
Rencana penambahan kegiatan usaha tersebut masih memiliki keterkaitan dengan kompetensi dan
aktivitas Perseroan yang telah berjalan, khususnya di bidang konstruksi, manufaktur teknik, fabrikasi
baja, peralatan mekanikal, pekerjaan elektrikal, jasa enjinering, instalasi, pemeliharaan, pengujian
teknis, serta dukungan proyek. Oleh karena itu, mesin, peralatan, dan teknologi yang akan digunakan
dalam pelaksanaan kegiatan usaha tambahan pada umumnya merupakan mesin, peralatan kerja,
sistem desain, perangkat lunak teknik, alat inspeksi, alat pengujian, serta teknologi pendukung
operasional yang telah tersedia atau lazim digunakan dalam kegiatan usaha Perseroan.
Dengan demikian, penambahan KBLI tidak menimbulkan kebutuhan investasi teknologi yang signifikan
di luar kemampuan dan sumber daya yang telah dimiliki Perseroan. Apabila dalam pelaksanaan proyek
tertentu diperlukan peralatan khusus, Perseroan dapat memenuhinya melalui penggunaan aset yang
telah tersedia, pengadaan tambahan secara selektif, sewa alat, kerja sama dengan vendor, atau
pemanfaatan dukungan dari mitra kerja yang memenuhi standar teknis dan keselamatan proyek.
Secara umum, mesin dan teknologi yang digunakan dalam penambahan kegiatan usaha Perseroan
dapat diringkas sebagai berikut :
Tabel 5 - 4 : Mesin dan Teknologi Penambahan Kegiatan Usaha
Kode
No. Penambahan KBLI Mesin dan Teknologi
KBLI 2025
Insulation tester (megger), winding
Reparasi dan Pemeliharaan Motor Listrik, machine, vibration analyzer, thermal
1. 33141
Generator dan Transformator imaging camera, oil test kit,
transformator, alignment tools
CNC machining, balancing machine,
Industri Pompa Lainnya, Kompresor, Keran dan pressure test bench, flow meter,
2. 28130
Klep/Katup calibration system, CAD/CAM design
software
Multimeter digital, oscilloscope, relay
Reparasi dan Pemeliharaan Peralatan Listrik
3. 33149 test kit, electrical calibration tools,
Lainnya
diagnostic software
Welding machine, pipe threading
machine, lifting equipment, HVAC
4. 43291 Pemasangan Perlengkapan Mekanikal Bangunan
tools, building management system
(BMS)
Excavator, dredger, concrete pump,
5. 42911 Konstruksi Bangunan Prasarana Sumber Daya Air water level monitoring system,
geotechnical instruments
Drilling rig, mud pump, compressor,
Aktivitas Penunjang Pertambangan dan heavy equipment (dump truck,
6. 9900
Penggalian Lainnya excavator), GPS tracking dan fleet
management system
Software desain (AutoCAD,
Aktivitas Enjinering dan Konsultasi Teknis Terkait SAP2000), BIM (building information
7. 71109
Lainnya modelling), GIS, project management
tools (Primavera/MS Project)
Concrete mixer, tower crane,
8. 41011 Konstruksi Konvensional Gedung Hunian scaffolding system, formwork system,
BIM
Tower crane, hoist, concrete pump,
9. 41012 Konstruksi Konvensional Gedung Perkantoran steel fabrication tools, BIM dan
project scheduling software
Struktur baja fabrication tools, sound
Konstruksi Konvensional Gedung Hiburan dan
10. 41018 dan lightning system integration, BIM,
Olahraga
lifting equipment
79
Page 107
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Kode
No. Penambahan KBLI Mesin dan Teknologi
KBLI 2025
Asphalt finisher, tandem roller, motor
11. 42101 Konstruksi Jalan Pada Permukaan Tanah
grader, batching plant, soil compactor
Hydraulic jack, grouting machine,
12. 43909 Konstruksi Khusus Lainnya
core drill, shotcrete machine
Tunnel boring machine (TBM), rock
13. 42104 Konstruksi Terowongan drill, shotcrete robot, ventilation
system, monitoring system
Bulldozer, excavator, land clearing
14. 43120 Penyiapan Lahan equipment, GPS survey tools, drone
mapping
Welding equipment, structural
15. 43901 Pemasangan dan Rekayasa Struktur Bangunan analysis software, lifting crane, stress
analysis tools
Crane, excavator, forklift, manlift, fleet
16. 43905 Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator
management system
Airless spray machine, compressor,
surface preparation tools
17. 43303 Pengecatan
(sandblasting), coating thickness
gauge
Concrete tools, scaffolding, finishing
18. 41016 Konstruksi Konvensional Gedung Pendidikan
tools, BIM
Universal testing machine (UTM),
19. 71204 Jasa Pengujian Teknis NDT (ultrasonic, radiography), soil
test kit, calibration equipment
Enterprise resource planning (ERP),
20. 64210 Aktivitas Perusahaan Induk financial management system, data
analytics tools, corporate dashboard
• Tenaga Ahli dan Sumber Daya Manusia
Ketersediaan tenaga ahli dan sumber daya manusia merupakan salah satu faktor utama dalam
mendukung kelayakan teknis rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan. Kegiatan konstruksi,
pekerjaan struktur baja, pekerjaan mekanikal-elektrikal, prasarana sumber daya air, aktivitas penunjang
pertambangan, pengujian teknis, serta pengelolaan proyek membutuhkan kombinasi antara tenaga ahli
internal yang memiliki kompetensi teknis dan sertifikasi, serta tenaga pelaksana lapangan yang
disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing proyek.
Berdasarkan informasi manajemen, Perseroan telah memiliki tenaga ahli internal yang berpengalaman
pada proyek konstruksi gedung, jembatan, steel tower, pembangkit listrik, fasilitas pertambangan, oil
and gas, mechanical engineering, serta proyek infrastruktur nasional dan internasional.
Perseroan juga memiliki personel internal bersertifikasi dalam berbagai klasifikasi keahlian yang relevan
dengan penambahan kegiatan usaha, antara lain elektrikal bangunan gedung, geoteknik, manajemen
konstruksi, manajemen proyek, manajemen mutu konstruksi, teknik bangunan gedung, teknik
bendungan besar, teknik jalan, teknik jembatan, teknik mekanikal, PLTMGU, PLTS, quantity surveyor,
ahli elektrikal konstruksi bangunan gedung, ahli sistem manajemen mutu konstruksi, dan ahli geoteknik.
Dalam pelaksanaan konstruksi, selain tenaga ahli profesional yang berperan dalam perencanaan,
enjinering, pengawasan, pengendalian mutu, manajemen proyek, dan keselamatan kerja, Perseroan
juga membutuhkan tenaga kerja pelaksana lapangan seperti mandor, tukang, operator alat, helper,
pekerja sipil, pekerja mekanikal, pekerja elektrikal, welder, fitter, rigger, painter, dan tenaga lapangan
lainnya. Tenaga kerja pelaksana tersebut pada umumnya bersifat project based dan dapat dipenuhi
melalui kombinasi tenaga kerja internal, tenaga kerja kontrak, subkontraktor, vendor spesialis, maupun
tenaga kerja eksternal sesuai kebutuhan proyek.
80
Page 108
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Meskipun sebagian tenaga kerja pelaksana berasal dari pihak eksternal, pengendalian pekerjaan tetap
dilakukan oleh Perseroan melalui project manager, site manager, engineer, supervisor, QA/QC, HSE,
dan tenaga ahli internal. Dengan demikian, aspek perencanaan, pengawasan, pengendalian mutu,
pengendalian waktu, keselamatan kerja, serta kepatuhan terhadap spesifikasi teknis tetap berada di
bawah koordinasi dan tanggung jawab Perseroan.
Berdasarkan uraian tersebut, ketersediaan SDM Perseroan dinilai memadai untuk mendukung rencana
penambahan kegiatan usaha. Perseroan memiliki tenaga ahli internal yang relevan, personel
bersertifikasi, pengalaman proyek, serta fleksibilitas untuk memenuhi kebutuhan tenaga pelaksana
lapangan melalui pola kerja berbasis proyek, subkontraktor, vendor spesialis, atau tenaga eksternal
yang memenuhi persyaratan teknis dan keselamatan kerja.
5.4. Proses Bisnis Penambahan KBLI
Gambar 5 - 1: Alur Operasional Kegiatan Usaha Perseroan
Sumber: Manajemen Perseroan, diolah
Setelah diumumkan sebagai pemenang tender, Perseroan akan segera membentuk dan menetapkan
tenaga ahli dan personel utama dengan kualifikasi sesuai dengan persyaratan yang diminta oleh
perusahaan pelanggan dengan membentuk Tim.
Manajemen Proyek, Tim Rekayasa Proyek, Tim Pengadaan, Tim Pelaksanaan Konstruksi, dan Pengawas
Proyek, yang terdiri dari posisi-posisi sebagai berikut:
• Project Manager (PM)
• Project Control (PC)
• PLC & HMI Engineer
• Mechanical Engineer
• Instrument & Control Engineer
• Electrical Engineer
• QA/QC
• HSE man
Tim Manajemen Proyek bertanggung jawab untuk melaksanakan koordinasi internal untuk menyusun
program menyeluruh, prosedur komunikasi, strategi pengadaan barang, strategi pelaksanaan konstruksi,
rencana pelatihan operasi sistem dan urutan kerja yang dituangkan dalam jadwal dan sesuai waktu yang
81
Page 109
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
telah disepakati. Kemudian Tim Rekayasa akan melakukan pengecekan hasil perhitungan, gambar, dan
dokumen lain yang setelah diverifikasi oleh document engineer baru dapat diimplementasikan. Selanjutnya
dilakukan pengadaan bahan, material, peralatan dan sub kontrak yang diperlukan oleh Tim Pengadaan
Proyek yang bertanggung jawab memesan dan menerima alat dan bahan dari vendor yang sudah ada
dalam vendor list.
Selanjutnya, Tim Pelaksanaan Konstruksi akan menangani dan melaksanakan pekerjaan konstruksi secara
keseluruhan hingga tahap uji coba dan uji operasi (testing & commissioning), sesuai dengan rencana yang
telah ditentukan seperti yang tertuang dalam jadwal pelaksanaan. Tim Pelaksana Konstruksi diharuskan
untuk selalu mendahulukan keselamatan dan kesehatan kerja serta keamanan lingkungan, dengan tidak
melupakan mutu/kualitas hasil pekerjaan. Selama masa kontrak, pengawas proyek akan bertanggung
jawab untuk selalu memonitor dan mengontrol kegiatan proyek.
5.5. Kesimpulan Kelayakan Teknis
Berdasarkan hasil kajian, evaluasi, dan analisis terhadap aspek teknis, rencana penambahan kegiatan
usaha Perseroan dinilai memiliki kesesuaian dengan pengalaman, kompetensi, sumber daya, peralatan,
teknologi, serta kemampuan pelaksanaan pekerjaan yang dimiliki Perseroan. Penambahan kegiatan usaha
tersebut juga didukung oleh rencana proyek yang relevan dengan bidang usaha Perseroan, termasuk
kegiatan konstruksi, enjinering, mekanikal, pengujian teknis, penyewaan alat konstruksi dengan operator,
serta kegiatan pendukung lainnya. Dengan mempertimbangkan kesiapan teknis, ketersediaan sumber
daya, proses pelaksanaan pekerjaan, dan asumsi-asumsi yang digunakan dalam Studi Kelayakan ini, maka
rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan dari aspek kelayakan teknis adalah layak.
82
Page 110
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
BAB VI
ANALISA KELAYAKAN POLA BISNIS
6.1 Keunggulan Kompetitif
Pada dasarnya Bukaka merupakan perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi dan non konstruksi
yang dimana penambahan kegiatan usaha utama ini masih sejalan dengan bisnis Bukaka yang sedang
berlangsung saat ini. Pengalaman jangka panjang di industri eksisting selama ini dapat memberikan
keunggulan kompetitif bagi Bukaka dalam menjalankan kegiatan bisnis dalam penambahan kegiatan
usaha utama ini.
Keunggulan kompetitif yang dimiliki Perseroan adalah sebagai berikut:
1. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi
Perseroan memiliki dan menjual beberapa produk unggulan dengan nilai TKDN cukup tinggi, sehingga
produk Perseroan dapat bersaing dan lebih berpotensi memenuhi kriteria untuk proyek-proyek yang
mengharuskan tingkat TKDN tertentu.
Adapun produk unggulan tersebut seperti :
• Segmen Steel Tower adalah kegiatan usaha manufaktur dan konstruksi jaringan transmisi
tegangan tinggi dan ekstra tinggi di Indonesia, serta tower telekomunikasi.
• Segmen usaha Steel Bridge, Perseroan mengerjakan kegiatan Engineering, Procurement,
Fabrikasi, Konstruksi dan penyewaan alat-alat khusus konstruksi.
• Perseroan telah membangun reputasi unggul sebagai satu-satunya produsen garbarata di
Indonesia dan bahkan termasuk dalam lima produsen garbarata terkenal di dunia.
• Segmen Pompa merupakan salah satu bidang usaha yang telah ditekuni Perseroan selama lebih
dari tiga decade
• Galvanis yang merupakan salah satu metode perlindungan baja terhadap korosi, dengan lapisan
zinc.
• Special Purpose Vehicle di Indonesia dimana kendaraan yang diproduksi dijamin dengan
pengawasan ketat terhadap keamanannya serta cara pengoperasiannya yang mudah.
• Segmen bisnis Offshore Maintenance Services, menyediakan kebutuhan konstruksi dan
perawatan di industri minyak dan gas dengan menyiapkan desain, konstruksi, fabrikasi, instalasi,
dan perawatan.
• Segmen usaha Road Construction Equipment (RCE), Perseroan menghasilkan produk-produk
seperti Asphalt Mixing Plant, Stone Crushing Plant Concrete Batching Plant, Asphalt Patch Mixer,
Asphalt Sprayer, Asphalt Distributor, Aggregate Blending Machine serta Road Maintenance Truck.
2. Kualitas Produk
Produk yang dimiliki dan dijual Perseroan memiliki efisiensi penggunaan yang spesifik, mudah dirakit
dan digunakan, berkualitas tinggi buatan dari negara Jerman serta Italia, yang dijual dengan harga
relatif kompetitif.
3. Komitmen Layanan Kepuasan Pelanggan
Perseroan berkomitmen dalam menjaga hubungan baik dengan pelanggan seperti memberikan
produk yang berkualitas, pengiriman yang tepat waktu, serta layanan purna jual dan services.
83
Page 111
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Selain keunggulan kompetitif Perseroan yang telah dimiliki saat ini, keunggulan kompetitif Perseroan
terkait kegiatan usaha baru adalah efisiensi operasional. Perseroan telah memiliki pengalaman dan SDM
yang kompeten untuk menjalankan proyek dengan cara yang paling hemat biaya dan waktu namun
dengan tetap mempertahankan standar kualitas yang tinggi. Efisiensi ini akan dicapai dengan
manajemen proyek yang efektif serta penggunaan teknologi yang meningkatkan perencanaan dan
pengelolaan proyek. Perseroan juga memiliki komitmen dalam memahami kebutuhan unik dari
pelanggan sehingga dapat memberikan pelayanan yang sangat sesuai dengan kebutuhan dan
permintaan pelanggan.
Keunggulan kompetitif Bukaka pada dasarnya dapat dipandang sebagai faktor pendukung prospek
usaha. Akan tetapi, keunggulan dimaksud perlu dibuktikan melalui kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan perolehan kontrak, menjaga utilisasi kapasitas, dan mempertahankan profitabilitas pada
tingkat yang wajar. Dengan demikian, keunggulan kompetitif tidak cukup dinilai hanya dari karakter
usaha, tetapi juga dari bukti realisasi manfaat ekonominya.
6.2 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk
Industri konstruksi adalah sektor yang sangat kompetitif, dengan banyak perusahaan yang menawarkan
berbagai layanan dan proyek di seluruh Indonesia. Mengingat banyaknya pesaing yang sudah mapan
dalam industri ini, Bukaka harus berinovasi dan menciptakan keunikan dalam setiap proyek yang
dikerjakan. Untuk itu, Bukaka berkomitmen untuk menghadirkan desain yang kreatif, penggunaan
material ramah lingkungan, serta penerapan teknologi terbaru dalam setiap tahap konstruksi.
Dengan fokus pada kualitas, keamanan, dan ketepatan waktu, Bukaka berusaha untuk memberikan nilai
tambah yang signifikan bagi para pelaku kepentingan. Inovasi dalam proses konstruksi, seperti
penerapan metode Building Information Modeling (BIM), akan membantu Bukaka untuk meningkatkan
efisiensi dan mengurangi biaya, sekaligus menghasilkan bangunan yang berkualitas tinggi. Selain itu,
Bukaka akan memperhatikan kebutuhan pasar dengan menyesuaikan penawaran produk dan layanan
sesuai dengan tren terkini di industri, sehingga mampu bersaing dengan pesaing yang ada dan menarik
minat pelanggan baru. Dengan strategi ini. Bukaka bertujuan untuk menjadi pemimpin dalam industri
konstruksi di Indonesia dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Dalam kaitannya dengan risiko kemampuan pesaing untuk meniru produk, Bukaka pada prinsipnya
dapat melakukan sejumlah langkah mitigasi yang tidak hanya berfokus pada perlindungan atas produk
secara fisik, tetapi juga pada penguatan keunggulan yang lebih sulit direplikasi oleh pesaing.
Berdasarkan analisis Penilai, mitigasi yang efektif pada umumnya perlu diarahkan agar Perseroan tidak
semata-mata bersaing pada bentuk atau spesifikasi dasar produk, melainkan pada keseluruhan nilai
tambah yang melekat pada kemampuan rekayasa, kualitas, keandalan, pelayanan, dan integrasi solusi
kepada pelanggan.
Upaya mitigasi yang dapat dilakukan oleh Perseroan diantaranya sebagai berikut:
• Meningkatkan diferensiasi teknis produk melalui penyempurnaan desain, peningkatan kinerja,
penyesuaian spesifikasi sesuai kebutuhan pelanggan, serta inovasi yang berkelanjutan. Dengan
adanya pengembangan produk secara terus-menerus, pesaing pada umumnya akan menghadapi
tingkat kesulitan yang lebih tinggi untuk meniru produk secara setara, karena proses imitasi tidak
hanya menyalin bentuk produk, tetapi juga harus mengejar perkembangan teknis yang dilakukan
84
Page 112
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Perseroan.
• Penguasaan proses produksi dan pengendalian mutu. Dalam praktiknya, pesaing mungkin dapat
meniru bentuk dasar suatu produk, namun belum tentu mampu menghasilkan kualitas, presisi,
konsistensi, dan reliabilitas yang sama. Oleh karena itu, penguatan standard operating procedure,
quality control, quality assurance, sertifikasi teknis, serta dokumentasi proses produksi yang baik
dapat menjadi lapisan perlindungan tidak langsung yang memperbesar hambatan imitasi.
• Memperkuat perlindungan hukum atas kekayaan intelektual, sepanjang dimungkinkan sesuai
karakteristik produk dan proses usaha Perseroan. Perlindungan tersebut dapat berupa pendaftaran
paten, desain industri, merek, hak cipta atas gambar teknik tertentu, maupun pengamanan atas
rahasia dagang. Dalam hal perlindungan formal tidak sepenuhnya tersedia atau tidak mencakup
seluruh aspek produk, Perseroan tetap dapat menerapkan pengamanan internal atas data teknis,
formula desain, metode kerja, serta informasi manufaktur yang bersifat proprietary agar tidak mudah
diakses atau digunakan oleh pihak lain.
• Penguatan hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Dalam banyak kasus, pelanggan tidak
hanya mempertimbangkan produknya semata, tetapi juga mempertimbangkan keandalan pemasok,
kemampuan dukungan teknis, ketepatan waktu, jaminan purna jual, dan rekam jejak pelaksanaan.
Dengan memperkuat relasi usaha, layanan purna jual, dukungan teknis, dan responsivitas terhadap
kebutuhan pelanggan, Bukaka dapat mengurangi risiko berpindahnya pelanggan kepada produk
tiruan yang mungkin secara harga lebih kompetitif namun belum terbukti setara dari sisi kualitas dan
layanan.
• Mengembangkan model bisnis berbasis solusi terintegrasi, sehingga yang ditawarkan kepada pasar
bukan hanya produk sebagai barang, tetapi juga paket nilai yang mencakup engineering, fabrikasi,
instalasi, pengujian, commissioning, pemeliharaan, dan dukungan teknis. Pendekatan ini penting
karena pesaing mungkin lebih mudah meniru produk secara fisik dibanding meniru keseluruhan
sistem layanan dan kemampuan implementasi yang terintegrasi. Dengan demikian, sumber
keunggulan Perseroan menjadi lebih luas dan lebih sulit direplikasi.
• Peningkatan efisiensi biaya dan kecepatan inovasi. Dalam kondisi tertentu, walaupun pesaing
mampu meniru produk, Perseroan masih dapat mempertahankan daya saing apabila mampu
memproduksi secara lebih efisien, menjaga lead time yang lebih baik, dan lebih cepat menghadirkan
pengembangan produk berikutnya. Oleh karena itu, investasi pada peningkatan proses, otomasi
tertentu, penguatan rantai pasok, serta pengembangan kapabilitas riset dan pengembangan dapat
menjadi bagian penting dari strategi mitigasi.
• Melakukan segmentasi pasar secara selektif, dengan lebih berfokus pada segmen-segmen yang
menuntut spesifikasi teknis tinggi, keandalan, sertifikasi, pengalaman pelaksanaan, dan dukungan
teknis yang kuat. Pada segmen tersebut, keputusan pelanggan pada umumnya tidak semata-mata
ditentukan oleh harga, sehingga risiko substitusi oleh produk tiruan relatif dapat ditekan. Sebaliknya,
pada segmen yang lebih standar dan sensitif terhadap harga, Perseroan perlu menerapkan
pendekatan yang lebih hati-hati karena hambatan imitasi umumnya lebih rendah.
• Dari perspektif tata kelola internal, mitigasi juga dapat dilakukan melalui pengamanan sumber daya
manusia kunci dan know-how perusahaan. Mengingat sebagian kemampuan yang sulit ditiru sering
kali melekat pada pengalaman teknis, keterampilan tim engineering, dan pengetahuan praktis dalam
85
Page 113
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
pelaksanaan proyek, maka kebijakan retensi tenaga ahli, pembatasan akses informasi sensitif,
perjanjian kerahasiaan, dan sistem transfer pengetahuan yang terkelola dengan baik menjadi
penting untuk menjaga agar keunggulan teknis Perseroan tidak mudah berpindah ke pesaing.
6.3 Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai
Dengan adanya penambahan Kode Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang baru, Bukaka
berkomitmen untuk memperluas kegiatan usahanya dalam sektor konstruksi. Bukaka memiliki
kemampuan yang kuat untuk mengelola proyek Reparasi dan Pemeliharaan Motor Listrik, Generator
dan Transformator (KBLI 2025 No. 33141), Industri Pompa Lainnya, Kompresor, Keran, Dan
Klep/Katup (KBLI 2025 No. 28130), Reparasi dan Pemeliharaan Peralatan Listrik Lainnya (KBLI
2025 No. 33149), Pemasangan Perlengkapan Mekanikal Bangunan (KBLI 2025 No. 43291),
Konstruksi Bangunan Prasarana Sumber Daya Air (KBLI 2025 No. 42911), Aktivitas Penunjang
Pertambangan Dan Penggalian Lainnya (KBLI 2025 No.09900), Aktivitas Enjinering dan Konsultasi
Teknis Terkait Lainnya (KBLI 2025 No. 71109), Konstruksi Konvensional Gedung Hunian (KBLI 2025
No. 41011), Konstruksi Konvensional Gedung Perkantoran (KBLI 2025 No. 41012), Konstruksi
Konvensional Gedung Hiburan dan Olahraga (KBLI 2025 No. 41018), Konstruksi Jalan Pada
Permukaan Tanah (KBLI 2025 No.42101), Konstruksi Khusus Lainnya (KBLI 2025 No. 43909),
Konstruksi Terowongan (KBLI 2025 No. 42104), Penyiapan Lahan (KBLI 2025 No. 43120),
Pemasangan dan Rekayasa Struktur Bangunan (KBLI 2025 No. 43901), Penyewaan Alat Konstruksi
dengan Operator (KBLI 2025 No.43905), Pengecatan (KBLI 2025 No. 43303), Konstruksi Konvensional
Gedung Pendidikan (KBLI 2025 No. 41016), Jasa Pengujian Teknis (KBLI 2025 No.71204), dan Aktivitas
Perusahaan Induk (KBLI 2025 No. 64210).
Dengan rencana penambahan kegiatan usaha ini, Bukaka bertekad untuk mengambil bagian aktif dalam
memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Melalui proyek-proyek ini, Bukaka akan menjawab
kebutuhan masyarakat yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Dalam melakukan semua kegiatan ini,
BUKAKA akan tetap mengedepankan prinsip kualitas, keamanan, dan ketepatan waktu dalam setiap
proyek yang dikerjakan. Ini juga akan menjadi langkah strategis bagi Bukaka untuk memasuki segmen-
segmen pasar baru, sehingga memperkuat posisinya sebagai salah satu kontraktor terkemuka di
Indonesia.
Dengan keunggulan kompetitif yang sudah dimiliki, Perseroan dapat menciptakan nilai yang diantaranya:
• Menambahan kegiatan usaha baru
Teknologi dalam kegiatan usaha konstruksi yang semakin berkembang pesat akan memberikan
dampak positif terhadap potensi pasar yang berkelanjutan. Hal ini akan berdampak pada permintaan
beragamnya jasa instalasi dan konstruksi infrastruktur sehingga Perseroan berpeluang untuk
mengembangkan kegiatan usahanya lebih luas lagi dengan mempertimbangkan permintaan yang
berkesinambungan dari pasar.
• Menambah sumber pendapatan baru
Permintaan yang berkesinambungan dari pasar dapat dimanfaatkan oleh Perseroan atas
penambahan kegiatan usaha yang akan dijalankan sehingga dapat menambah sumber pendapatan
baru bagi Perseroan.
86
Page 114
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
• Meningkatkan kinerja keuangan Perseroan
Penjualan atas penambahan kegiatan usaha yang dijalankan Perseroan akan menghasilkan laba
bagi Perseroan sehingga akan meningkatkan kinerja keuangan Perseroan.
Ketiga hal di atas dapat memberikan kontribusi yang positif dan nilai tambah bagi Perseroan. Dengan
bertambahnya segmen usaha tersebut Perseroan mengharapkan terciptanya suatu sinergi yang dapat
memberikan kontribusi positif dengan adanya penambahan KBLI tersebut. Rencana penambahan
kegiatan usaha baru yang dilakukan Perseroan akan meningkatkan kinerja keuangan Perseroan dan
memberikan nilai tambah investasi bagi para pemegang saham Perseroan.
6.4 Analisa SWOT
Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity and threat) terdiri atas faktor internal yang bisa dikontrol
dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin sulit dikontrol. Kedua sisi dianalisis supaya dapat
disusun suatu strategi sehingga tercapai keberhasilan dan mempunyai daya saing.Dari faktor internal
bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan (strength and weakness) sedangkan dari faktor eksternal
berupa peluang dan ancaman (opportunity and threat).
Berikut adalah analisa SWOT Bukaka setelah penambahan Kegiatan Usaha:
• Strengths
1. Nama yang kuat dan pengalaman yang kaya sebagai perusahan konstruksi
2. Teknologi canggih dalam teknik bangunan
3. Tenaga kerja yang terampil
4. Reputasi yang kuat dalam hal kualitas dan keandalan.
5. memiliki jaringan pemasok yang kuat untuk memastikan pengadaan material yang hemat biaya.
• Weakness
1. Bisnis kurang terdiversifikasi.
2. Tidak ada pendapatan berkelanjutan.
3. Kurangnya paparan atas rencana proyek pemerintah.
• Opportunities
1. Proyek pemerintah dapat menambah nilai perolehan kontrak Bukaka di masa depan.
2. Pemerintah melakukan investasi lebih ke proyek pembangkit listrik, oleh karena itu Bukaka
memiliki peluang untuk pengembangan proyek di sektor energi.
3. Bukaka memiliki kesempatan menggunakan jaringan klien dari grup.
• Threats
1. Perubahan peraturan yang dapat meningkatkan biaya operasional.
2. Kemerosotan ekonomi yang mempengaruhi investasi konstruksi.
3. Lonjakan persaingan, terutama dari perusahaan yang lebih besar dan mapan.
4. Kemajuan teknologi dalam industri ini juga dapat menjadi ancaman yang besar.
5. Munculnya kompetitor yang bergerak di bidang sejenis.
87
Page 115
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
6.5 Kesimpulan Kelayakan Pola Bisnis
Berdasarkan hasil kajian, evaluasi, dan analisis terhadap aspek pola bisnis, yang mencakup keunggulan
kompetitif Perseroan, kemampuan pesaing untuk meniru produk dan/atau jasa, kemampuan Perseroan
dalam menciptakan nilai tambah, serta kesesuaian rencana penambahan kegiatan usaha dengan strategi
dan kompetensi Perseroan, maka rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan dari aspek kelayakan
pola bisnis adalah layak.
88
Page 116
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
BAB VII
ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN
7.1. Ketersediaan Tenaga Kerja
Untuk kelancaran dan keseimbangan dalam aktivitas Perusahaan dibutuhkan sumber daya manusia
dengan kemampuan dan pengalaman yang sesuai dengan bidang yang telah ditetapkan dalam struktur
organisasi perusahaan. Bukaka telah memiliki sumber daya manusia berkualitas untuk manajemen
Perusahaan dengan latar belakang pendidikan serta penuh dengan pengalaman di bidang masing-masing
yang ditempatkan dalam posisi strategis Perusahaan. Latar pendidikan dan pengalaman personil tersebut
telah membentuk profesionalisme mereka dalam kemampuan atau skill individu yang berperan penting
dalam mengatur dan menjaga harmonisasi Perusahaan.
Berikut susunan Direksi dan Dewan Komisaris Bukaka Hingga 31 Desember 2025 beserta profil nya:
Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Bukaka berdasarkan informasi dari Laporan Keuangan
Audit Bukaka per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Suhaeli Kalla
Komisaris : Solihin Jusuf Kalla
Komisaris Independen : Erwin Kurniadi
Dewan Direksi
Direktur Utama : Irsal Kamarudin
Direktur : Abdullah Afifuddin Suhaeli
Direktur : Teguh Wicaksana Sari
Direktur : Didin Saepudin
Direktur : Budi Hartono
Direktur : Ade Nurkholis
Karyawan merupakan aset penting bagi Perseroan, oleh karena itu Perseroan sangat memperhatikan
kesejahteraan karyawan dengan mematuhi regulasi yang berlaku dan memperhatikan keamanan serta
kenyamanan dalam bekerja. Perseroan menggunakan tenaga kerja yang sudah ada baik tenaga ahli,
tenaga produksi, tenaga sales & marketing dan tenaga finance & accounting untuk penambahan kegiatan
usaha baru, yang dialokasikan sesuai dengan kompleksitas proyek.
Jumlah karyawan yang dipekerjakan oleh Perseroan sampai Desember 2025 mencapai 1.729 orang,
meningkat dibandingkan karyawan yang dipekerjakan di tahun 2024 yang berjumlah 1.611 orang.
Tabel 7 - 1 : Komposisi Karyawan berdasarkan Pendidikan dan Jabatan
Berdasarkan
2025 2024 Berdasarkan Jabatan 2025 2024
Pendidikan
S2 29 26 General Manager 8 8
S1/D4 600 504 Manager 12 15
D3 125 106 Kepala Bagian 25 20
D1/D2 20 23 Kepala Seksi 55 57
SMU 873 896 Asisten 358 272
SMP 61 41 Foreman 264 215
89
Page 117
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Berdasarkan
2025 2024 Berdasarkan Jabatan 2025 2024
Pendidikan
SD 21 15 Kepala Regu 357 360
Anggota 650 664
Jumlah 1.729 1.611 Jumlah 1.729 1.611
Sumber: Manajemen Perseroan
7.2. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen atas Penambahan KBLI
Dalam rencana penambahan KBLI baru ini diperlukan tenaga kerja yang berkompeten dibidangnya dalam
kaitannya dengan penambahan KBLI baru. Tenaga ahli mencerminkan pentingnya kontribusi dalam
membawa pengetahuan mendalam dan pengalaman praktis untuk menyediakan berbagai solusi bagi
proyek yang sedang berjalan di Perseroan. Bersumber dari manajemen Perseroan, beberapa tenaga ahli
terkait penambahan kegiatan usaha memiliki rincian riwayat hidup sebagai berikut:
1. Nama : Heri Winarto, S.T.
Usia : 48 tahun
Pendidikan terakhir : Fakultas Teknik Sipil Universitas 17 Agustus 1945, Lulus
Tahun 2006
Pengalaman kerja lima : • (Juni 2024-sekarang) PT. Bukaka Teknik Utama sebagai
(5) tahun terakhir Project Manager Proyek OKI and Pulp paper Mill,
Sumatera Selatan
• (Oktober 2024-Februari 2025) PT. Bukaka Teknik Utama
sebagai Project Manager, SRP Window Magic, India
• (November 2023-Agustus 2024) PT. Bukaka Teknik
Utama sebagai Project Manager, SRP ONGC, India
• (Oktober 2022-Agustus 2023) PT. Bukaka Teknik Utama
sebagai Construction Manager, Proyek Stasiun KCIC
Halim, Jakarta
• (February 2022-September 2023) PT. Bukaka Teknik
Utama sebagai Project Manager, Proyek LG Baterai
Karawang
• (Juli 2021-Januari 2022) PT. Bukaka Teknik Utama
sebagai Project Manager, Proyek Kerry Taste KIIC
Karawang
• (Oktober 2019-Februari 2022) PT. Bukaka Teknik Utama
sebagai Project Manager, Proyek Eclat Textile Indonesia,
Kendal
90
Page 118
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Pelatihan dan sertifikasi : • (2025) SKK Manajemen Proyek Jenjang 9, oleh Lembaga
• Sertifikasi Profesi Kompetensi Konstruksi Mandiri
• (2023) ISO 9001:2015 oleh Bukaka Learning Center
• (2023) ISO 37001:2016 oleh Bukaka Learning Center
• (2023) Scrum and Agile oleh Bukaka Learning Center
• (2023) Project Management Basic oleh Bukaka Learning
Center
• (2022) SKK Ahli Teknik Bangunan Gedung Jenjang 9,
oleh Lembaga Sertifikat Profesi Astekindo Konstruksi
Mandiri
• (2022) Problem Solving and Decision Making, oleh
Bukaka Learning Center
2. Nama : Nanang Sugiarto, S.T.
Usia : 46 tahun
Pendidikan terakhir : Fakultas Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh November,
lulus Tahun 2004
Pengalaman kerja lima : • (Januari-Februari 2025) PT Bukaka Teknik Utama,
(5) tahun terakhir sebagai Perencana Struktur Penggantian Tower 150Kv
Proyek Batu Hijau CCPP-1 Transmission & Distribution
PT Amman Mineral Nusa Tenggara
• (September 2024-Oktober 2024) PT Bukaka Teknik
Utama, sebagai Perencana Struktur Tower LPS 35M
Proyek Fabrication & Erection Structure LPS Tahap III
Pertamina Refinery III
• (Juli 2023-Desember 2023) PT Bukaka Teknik Utama,
sebagai Perencana Struktur Tower 150Kv Pekerjaan
Pembangunan SUTT 150Kv Serang-Serang
Selatan/Baros PT PLN UIP JBB
• (Agustus 2022-Maret 2023) PT Bukaka Teknik Utama,
sebagai Perencana Struktur Tower 150Kv Merangin
Hydroelectric Power Plant 350MV PT Kerinci Merangin
Hidro
• (Januari 2022-April 2022) PT Bukaka Teknik Utama,
sebagai Koordinator Pelaksana Tes Tower 500Kv Proyek
Desain, Suplai dan Pemasangan Transmisi 500Kv Muara
Tawar, Bekasi, PT PLN UIP JBB
• (Juli 2021-Agustus 2021) PT Bukaka Teknik Utama,
sebagai Koordinator Pelaksana Tes Steel Pole Type DSP
150Kv Proyek Incomer GI 150Kv Muara Tawar, Bekasi,
PT PLN UIP JBB
91
Page 119
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Pelatihan dan sertifikasi : • (2023) Transform Tower Design with OpenTower Bentley
• (2022) SKK Ahli Teknik Bangunan Gedung Jenjang 9, oleh
LSP Asosiasi Tenaga Ahli Konstruksi Indonesia
• (2022) SKK Ahli Madya Geoteknik Jenjang 8, oleh
Lembaga Sertifikat Profesi Astekindo Konstruksi Mandiri
• (2021) Awareness Sistem Manajemen Lab ISO 17024:
2017 oleh Ruma Mutu Indonesia
• (2021) Internal Auditor Sistem Manajemen Lab ISO 17024:
2017 oleh Ruma Mutu Indonesia
3. Nama : Dailana Sakti Iriawan
Usia : 33 Tahun
Pendidikan terakhir : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin, Universitas Pasundan,
Lulus tahun 2014
Pengalaman kerja lima : • (Mei 2025-sekarang) PT. Bukaka Teknik Utama,
(5) tahun terakhir sebagai Mechanical Engineer Proyek EPCI Jaringan
Listrik PLN PT EMP Riau
• (Maret 2025-April 2025) PT. Bukaka Teknik Utama,
sebagai Mechanical Engineer, Mobil Pemadam
Kebakaran 5000L, Pelindo, Pontianak
• (Januari 2025-Februari 2025) PT. Bukaka Teknik
Utama sebagai Mechanical Engineer, Mobil Distribusi
Aspal, Pelindo, Pontianak
• (Desember 2024) PT. Bukaka Teknik Utama, sebagai
Mechanical Engineer, Proyek Hanggar Pondok Cabe
• (November 2024) PT. Bukaka Teknik Utama, sebagai
Mechanical Engineer, Proyek Bridge Astara,
Tangerang
• (Oktober 2024) PT. Bukaka Teknik Utama, sebagai
Mechanical Engineer, Proyek Piping Pelindo, Benoa
Bali
• (Juni 2024-sekarang) PT. Bukaka Teknik Utama
sebagai Site Engineer, Maintenance Bandara Dhoho
Kediri
• (Januari 2024-Februari 2024) PT. Bukaka Teknik
Utama, sebagai Mechanical Engineer, Proyek PBB
Glass Saga Airport, Jepang
• (Januari 2023-Februari 2023) PT. Bukaka Teknik
Utama, sebagai Mechanical Engineer, Ubon
Ratchathani Airport, Thailand
• (November 2023-Desember 2022) PT. Bukaka Teknik
Utama, sebagai Mechanical Engineer, Sendai V Airport,
Jepang
• (Juli 2022-Agustus 2022) PT. Bukaka Teknik Utama,
sebagai Mechanical Engineer, Ahmedabad
International Airport (Adani), India
92
Page 120
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Pelatihan dan sertifikasi : • (2025) Leadership, oleh Next Leader
• (2025) API Spec 11E Pumping Unit 20th Edition, oleh
Bukaka Learning Center
• (2025) API Spec Q1 10th Edition, oleh Bukaka Learning
Center
• (2024) Integrated ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001
Based On ISO 19011, oleh Yosi Trianggono, Asta
Consultant
• (2023) Awareness SMK3, oleh WQA
• (2023) Awareness ISO 37001:2016, oleh Robere
• (2023) Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bahaya
Kebakaran, oleh Damkar Kabupaten Bogor
• (2023) SKK Ahli Madya Teknik Mekanikal Jenjang 8, oleh
Lembaga Sertifikasi Kompetensi Petakindo Konstruksi
Mandiri
• (2022) Awareness ISO 45001, oleh Bukaka Learning
Center
• (2022) Ahli Muda K3 Konstruksi, oleh PT Upaya Riksa
Patra
• (2021) Refreshment ISO 9001:2015, oleh Bukaka
Learning Center
4. Nama : SM Subarjo
Usia : 60 Tahun
Pendidikan terakhir : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil, Institut Teknologi
Bandung, lulus tahun 1991
Pengalaman kerja lima : • (2021-2025) PT Bukaka Teknik Utama sebagai GM
(5) tahun terakhir Operational & Technical Pembangunan PLTA Merangin
350 MW
• (2019-2021) PT Bukaka Teknik Utama sebagai GM
Operational & Technical Pembangunan PLTA Malea
Pelatihan dan sertifikasi : • (2025) Green Hydrogen, Germany Training Days
• (2024) Observer (Assessor) for Hydropower Sustainable
Standard (HSS) Assessment in Asahan 3 HPP
• (2024) Participant in Accredited Assesor Training of
Hydropower Sustainable Standard (HSS)
• (2024) Internal Assessor of Hydropower Sustainable
Standard oleh Hydropower Sustainable Alliance
• (2024) Participant in 10th World Water Forum, Bali,
Indonesia
• (2023) Participant in World Hydropower Congress, Bali,
Indonesia
5. Nama : Indra
Usia : 41 Tahun
Pendidikan terakhir : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil, Universitas Diponegoro
(UNDIP), Lulus tahun 2007
93
Page 121
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Pengalaman kerja lima : • (Januari 2024 - Sekarang) PT Bukaka Teknik Utama sebagai
(5) tahun terakhir Civil & Structure Department Head, Divisi Engineering
• (Januari 2022 - Desember 2023) PT Bukaka Teknik Utama
sebagai Manajer Teknik Proyek Penggantian dan atau
duplikasi Jembatan CH di Pulau Jawa
• (April 2021 - Desember 2021) PT Bukaka Teknik Utama
sebagai Engineer Leader Proyek Pengadaan dan
Pemasangan Struktur Atas Jembatan Steel Box Girder
Ciujung Toll Jakarta-Merak
• (April 2020 - Desember 2021) PT Bukaka Teknik Utama
sebagai Engineer Leader Proyek Pengadaan dan
Pemasangan Struktur Atas Jembatan I Girder Batang
Serangan Toll Binjai Brandan
Pelatihan dan sertifikasi : • (2025) Capacity Building Value for Money oleh IIGF Institute
• (2024) Training Kerjasama Pemerintah dengan Badan
Usaha (KPBU) oleh IIGF Institute
• (2024) Leadership for Department Head oleh Next Leader
Consulting
• (2024) Training Master Improvement Story & Strategy For
Management oleh Bukaka Learning Center
• (2024) Ahli Madya Teknik Jalan oleh HPJI
• (2024) Ahli Madya Teknik Jembatan oleh HPJI
• (2024) Ahli Madya K3 Konstruksi oleh ATAKI
6. Nama : M.Hanif Najib
Usia : 36 tahun
Pendidikan terakhir : Fakultas Teknik Sipil Universitas Sumatera Utara, lulus Tahun
2010
Pengalaman kerja lima : • (Januari-Februari 2025) PT Bukaka Teknik Utama, sebagai
(5) tahun terakhir Perencana Struktur Penggantian Tower 150Kv Proyek Batu
Hijau CCPP-1 Transmission & Distribution PT Amman Mineral
Nusa Tenggara
• (September 2024-Oktober 2024) PT Bukaka Teknik Utama,
sebagai Perencana Struktur Tower LPS 35M Proyek
Fabrication & Erection Structure LPS Tahap III Pertamina
Refinery III
• (Juli 2023-Desember 2023) PT Bukaka Teknik Utama, sebagai
Perencana Struktur Tower 150Kv Pekerjaan Pembangunan
SUTT 150Kv Serang-Serang Selatan/Baros PT PLN UIP JBB
• (Januari 2022-April 2022) PT Bukaka Teknik Utama, sebagai
Pelaksana Tes Tower 500Kv Proyek Desain, Suplai dan
Pemasangan Transmisi 500Kv Muara Tawar, Bekasi, PT PLN
UIP JBB
• (Juli 2021-Agustus 2021) PT Bukaka Teknik Utama, sebagai
Pelaksana Tes Steel Pole Type DSP 150Kv Proyek Incomer
GI 150Kv Muara Tawar, Bekasi, PT PLN UIP JBB
Pelatihan dan sertifikasi : • (2023) Transform Tower Design with OpenTower Bentley
• (2022) SKK Ahli Teknik Bangunan Gedung Jenjang 9, oleh
LSP Asosiasi Tenaga Ahli Konstruksi Indonesia
94
Page 122
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
• (2022) SKK Ahli Muda Geoteknik Jenjang 7, oleh Lembaga
Sertifikat Profesi Astekindo Konstruksi Mandiri
• (2021) Awareness Sistem Manajemen Lab ISO 17024: 2017
oleh Ruma Mutu Indonesia
• (2024) Sertifikat Kompetensi Insinyur Profesional Madya, oleh
Persatuan Insinyur Indonesia
7. Nama : Mulyadi
Usia : 35 Tahun
Pendidikan terakhir : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro, Universitas Mercu Buana,
lulus tahun 2017
Pengalaman kerja lima : • (2025) PT Bukaka Teknik Utama, sebagai Project Electrical
(5) tahun terakhir Engineer Konstruksi Peremajaan Jaringan Kelistrikan dan
Genset,
• (2023-2024) PT Bukaka Teknik Utama, sebagai Project
Electrical Engineer Konstruksi SUTT 150KV Tigaraksa, PT
PLN
• (2022-2023) PT Bukaka Teknik Utama, sebagai Project
Electrical Engineer Konstruksi SUTT 150KV Kendawangan-
Marau Section 1, PT PLN
• (2018-2021) PT Bukaka Teknik Utama, sebagai Project
Electrical Engineer Konstruksi SUTT 150KV Jatigedong-
Ngimbang, PT PLN
Pelatihan dan sertifikasi : • (2024) Financial Management, Bukaka Learning Center
• (2023) Awareness ISO 37001:2016, Bukaka Learning Center
8. Nama : Endra Satya Prihandito
Usia : 39 tahun
Pendidikan terakhir : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin, Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta, lulus tahun 2009
Pengalaman kerja lima : • (2025-sekarang) PT Bukaka Teknik Utama sebagai General
(5) tahun terakhir Manager Project Supply Spare Part Pumping Unit, Medco
Oman LLC
• (2025-sekarang) PT Bukaka Teknik Utama sebagai General
Manager Project Supply Beam Pump Major Overhaul, Medco
Oman LLC
• (Oktober 2022-Agustus 2023) PT Bukaka Teknik Utama
sebagai Project Coordinator, Proyek Stasiun KCIC Halim,
Jakarta
• (February 2022-September 2023) PT Bukaka Teknik Utama
sebagai Project Coordinator, Proyek LG Baterai Karawang
• (Juli 2021-Januari 2022) PT Bukaka Teknik Utama sebagai
Project Coordinator, Proyek Kerry Taste KIIC Karawang
• (Oktober 2019-Februari 2022) PT Bukaka Teknik Utama
sebagai Project Coordinator, Proyek Eclat Textile Indonesia,
Kendal
Selain tenaga ahli utama tersebut, Perseroan juga telah memiliki dukungan SDM internal bersertifikasi
dalam berbagai bidang keahlian yang relevan dengan rencana penambahan kegiatan usaha. Berikut
adalah pemenuhan SDM dalam rencana penambahan kegiatan usaha :
95
Page 123
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Tabel 7 - 2 : Pemenuhan SDM Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Internal/
No. Nama Personil Klasifikasi Jenjang Masa Berlaku Eksternal
Perusahaan
1 Andi Kuswandi Elektrikal Bangunan Gedung Level 8 06 Oktober 2030 Internal
2 Ikhsanul Islah Purwo Wicaksono Elektrikal Bangunan Gedung Level 7 06 Oktober 2030 Internal
3 M. Hanif Najib Geoteknik Level 7 28 November 2027 Internal
4 Nanang Sugiarto Geoteknik Level 8 05 Desember 2027 Internal
5 Muhammad Samsul Hidayat Geoteknik Level 7 13 Desember 2027 Internal
6 Endra Satya Prihandito Manajemen Konstruksi Level 9 10 Agustus 2028 Internal
7 M. Syahriar Fakhrurrozi Manajemen Konstruksi Level 9 04 Agustus 2028 Internal
8 Muhamad Rizky Aditya Manajemen Konstruksi Level 8 07 Agustus 2028 Internal
9 Sunardi Manajemen Konstruksi Level 9 12 Oktober 2028 Internal
10 Adi Pradana Listyo Putro Manajemen Mutu Konstruksi Level 8 30 Maret 2029 Internal
11 Andri Hermanto Manajemen Mutu Konstruksi Level 9 30 Maret 2029 Internal
12 Mohamad Fuad Zamroni Manajemen Mutu Konstruksi Level 9 30 Maret 2029 Internal
13 Muhammad Lutfi Adnan Manajemen Mutu Konstruksi Level 9 16 Maret 2029 Internal
14 Tika Insani Putrisia Manajemen Mutu Konstruksi Level 7 30 Maret 2029 Internal
15 Akhmadi Susanto Manajemen Proyek Level 9 06 Oktober 2030 Internal
16 Heri Winarto Manajemen Proyek Level 9 24 Januari 2030 Internal
17 Hernawan Fajar Sulisriyanto Manajemen Proyek Level 8 27 Januari 2030 Internal
18 Mirfa Fauzan Manajemen Proyek Level 8 19 Januari 2030 Internal
19 Mohammad Marzuki Manajemen Proyek Level 8 06 Oktober 2030 Internal
20 Mulyadi Manajemen Proyek Level 8 06 Oktober 2030 Internal
21 Ramdhani Ridwan Permana Manajemen Proyek Level 8 06 Oktober 2030 Internal
22 Teguh Indrawan Manajemen Proyek Level 8 19 Januari 2030 Internal
23 Herry Adike Quantity Surveyor Level 8 06 Oktober 2030 Internal
24 Heri Winarto Teknik Bangunan Gedung Level 9 11 Agustus 2027 Internal
25 M. Hanif Najib Teknik Bangunan Gedung Level 9 13 Juni 2027 Internal
26 Nanang Sugiarto Teknik Bangunan Gedung Level 9 13 Juni 2027 Internal
27 Muhammad Samsul Hidayat Teknik Bangunan Gedung Level 8 06 Oktober 2030 Internal
28 Faruq Assegaf Teknik Bendungan Besar Level 8 24 Januari 2030 Internal
29 Muhammad Fadli Fathoni Teknik Bendungan Besar Level 8 24 Januari 2030 Internal
30 SM Subarjo Teknik Bendungan Besar Level 9 05 Oktober 2028 Internal
31 Fachrizal Teknik Jalan Level 9 06 Oktober 2028 Internal
32 Ahmad Bahrul Musyafa' Fathoni Teknik Jembatan Level 8 06 Desember 2028 Internal
33 Indra Teknik Jembatan Level 9 26 September 2028 Internal
34 Vishnu Dewa Putra Teknik Jembatan Level 8 06 Desember 2028 Internal
35 Wawan Septiawan Teknik Jembatan Level 8 06 Desember 2028 Internal
36 Ari Kurniadi Bratasurya Teknik Mekanikal Level 9 26 Juni 2028 Internal
37 Dailana Sakti Iriawan Teknik Mekanikal Level 8 19 Juni 2028 Internal
38 Endra Satya Prihandito Teknik Mekanikal Level 9 09 Agustus 2028 Internal
39 Kholiq Ridwan Teknik Mekanikal Level 8 06 Oktober 2030 Internal
40 M. Agus Mandala Putra Teknik Mekanikal Level 7 21 Juni 2028 Internal
41 Ari Kurniadi Bratasurya PLTMGU - 22 Juli 2028 Internal
42 Mohamad Fuad Zamroni PLTMGU - 22 Juli 2028 Internal
43 Mohammad Marzuki PLTMGU - 22 Juli 2028 Internal
44 Mulyadi PLTMGU - 22 Juli 2028 Internal
45 Ramdhani Ridwan Permana PLTMGU - 22 Juli 2028 Internal
46 Rizky Adam Abdullah PLTMGU - 22 Juli 2028 Internal
47 Andi Kuswandi PLTS - 3 Oktober 2028 Internal
48 Ikhsanul Islah Purwo Wicaksono PLTS - 3 Oktober 2028 Internal
49 Mohamad Fuad Zamroni PLTS - 3 Oktober 2028 Internal
50 Mohammad Marzuki PLTS - 3 Oktober 2028 Internal
51 Mulyadi PLTS - 3 Oktober 2028 Internal
52 Suci Maretta Salim PLTS - 3 Oktober 2028 Internal
96
Page 124
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Internal/
No. Nama Personil Klasifikasi Jenjang Masa Berlaku Eksternal
Perusahaan
53 Ramdhani Ridwan Permana Ahli Elektrikal Konstruksi Level 9 26 November 2030 Internal
Bangunan Gedung
54 Hoesnaeri Ahli Sistem Manajemen Mutu Level 9 26 November 2030 Internal
Konstruksi
55 Mukhtar Dzaki Ramadhan Ahli Madya Sistem Manajemen Level 8 26 November 2030 Internal
Mutu Konstruksi
56 Bayu Tirta Dewangga Ahli Geoteknik Level 9 4 Desember 2030 Internal
57 Raffel Muna Prawira Ahli Madya Geoteknik Level 8 4 Desember 2030 Internal
58 Andrea Astrial Pavandro Ahli Utama Bidang Keahlian Level 9 4 Desember 2030 Internal
Teknik Mekanikal
Dengan dukungan tenaga ahli tersebut, Perseroan memiliki kemampuan untuk menjalankan
penambahan kegiatan usaha secara lebih terukur, khususnya pada bidang reparasi dan pemeliharaan
peralatan listrik, industri pompa dan peralatan mekanikal, pemasangan perlengkapan mekanikal,
konstruksi sumber daya air, aktivitas penunjang pertambangan, enjinering dan konsultasi teknis,
konstruksi gedung, konstruksi jalan, konstruksi khusus, konstruksi terowongan, penyiapan lahan,
pemasangan struktur bangunan, penyewaan alat konstruksi dengan operator, pengecatan, jasa
pengujian teknis, serta aktivitas perusahaan induk.
Kecukupan kompetensi tenaga kerja internal Perseroan didukung oleh keberadaan tenaga ahli utama
yang memiliki pengalaman pada bidang manajemen proyek, perencanaan struktur, teknik sipil, teknik
mekanikal, teknik elektrikal, konstruksi bangunan gedung, jembatan, infrastruktur, pembangkit listrik,
serta proyek nasional dan internasional. Selain itu, Perseroan juga telah memiliki tenaga ahli internal
bersertifikasi yang mencakup bidang elektrikal bangunan gedung, geoteknik, manajemen konstruksi,
manajemen mutu konstruksi, manajemen proyek, quantity surveyor, teknik bangunan gedung, teknik
bendungan besar, teknik jalan, teknik jembatan, teknik mekanikal, PLTMGU, PLTS, ahli elektrikal
konstruksi bangunan gedung, sistem manajemen mutu konstruksi, dan keahlian teknis lainnya.
Dengan komposisi dan kompetensi tenaga kerja internal tersebut, Perseroan dinilai telah memiliki
kapasitas yang memadai untuk menjalankan fungsi utama dalam rencana penambahan kegiatan usaha,
khususnya pada aspek perencanaan, pengelolaan proyek, pengawasan teknis, pengendalian mutu,
pengendalian waktu, keselamatan kerja, koordinasi pelaksanaan, serta pengendalian pekerjaan
konstruksi dan non-konstruksi. Oleh karena itu, pada tahap awal rencana penambahan kegiatan usaha,
Perseroan tidak memerlukan pembentukan struktur sumber daya manusia baru secara signifikan,
melainkan dapat mengoptimalkan tenaga kerja internal yang telah tersedia, dengan tetap melakukan
penambahan, pelatihan, atau sertifikasi lanjutan apabila dibutuhkan sesuai dengan karakteristik proyek
dan persyaratan pemberi kerja.
Dalam pelaksanaan kegiatan konstruksi, selain membutuhkan tenaga ahli profesional yang memiliki
kompetensi teknis, sertifikasi, dan pengalaman proyek, Perseroan juga membutuhkan tenaga kerja
pelaksana lapangan, seperti mandor, tukang, operator alat, helper, pekerja sipil, pekerja mekanikal,
pekerja elektrikal, welder, fitter, rigger, painter, dan tenaga lapangan lainnya. Tenaga kerja pelaksana
tersebut pada umumnya bersifat project based dan dapat dipenuhi melalui kombinasi antara tenaga kerja
internal Perseroan, tenaga kerja kontrak, subkontraktor, vendor spesialis, maupun tenaga kerja eksternal
yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing proyek.
97
Page 125
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Meskipun sebagian tenaga kerja pelaksana dapat berasal dari pihak eksternal, pengendalian pekerjaan
tetap dilakukan oleh Perseroan melalui tenaga ahli internal, project manager, site manager, engineer,
quality control, safety officer, supervisor, dan personel manajemen proyek yang dimiliki Perseroan.
Dengan demikian, tenaga kerja eksternal berperan sebagai pelaksana pekerjaan lapangan, sedangkan
aspek perencanaan, pengawasan, pengendalian mutu, pengendalian waktu, keselamatan kerja, serta
kepatuhan terhadap spesifikasi teknis tetap berada di bawah koordinasi dan tanggung jawab Perseroan.
Pemenuhan tenaga kerja eksternal dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan pengalaman,
kompetensi, rekam jejak, kemampuan teknis, serta kesesuaian dengan standar keselamatan dan mutu
proyek. Untuk pekerjaan tertentu yang memerlukan keahlian khusus, seperti pengelasan, pemasangan
struktur baja, pekerjaan mekanikal, elektrikal, pengecatan khusus, pengujian teknis, atau pengoperasian
alat berat, Perseroan dapat menggunakan tenaga kerja bersertifikat, vendor spesialis, atau subkontraktor
yang telah memenuhi persyaratan teknis proyek.
Dengan pola tersebut, Perseroan tidak harus memiliki seluruh tenaga kerja pelaksana konstruksi secara
permanen. Perseroan tetap dapat menjaga efisiensi biaya dan fleksibilitas operasional dengan
menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan volume pekerjaan dan jadwal proyek. Di sisi lain,
keberadaan tenaga ahli internal Perseroan memastikan bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga
pelaksana eksternal tetap terkendali, sesuai spesifikasi, memenuhi standar mutu, dan dilaksanakan
dengan memperhatikan aspek keselamatan kerja.
Berdasarkan uraian tersebut, tenaga kerja internal yang dimiliki Perseroan saat ini dinilai telah memenuhi
kebutuhan kompetensi utama yang memadai untuk mendukung pelaksanaan rencana penambahan
kegiatan usaha. Adapun penggunaan tenaga kerja eksternal, subkontraktor, vendor spesialis, atau
tenaga lapangan lainnya bersifat sebagai dukungan pelaksanaan proyek dan akan disesuaikan dengan
kebutuhan masing-masing pekerjaan.
7.3. Manajemen Hak Atas Kekayaan Intelektual
1. Merek Bukaka dengan nomor pendaftaran IDM000268845 kelas 6 terkait perpanjangan waktu
perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 19 Desember 2028 oleh Direktor
Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
2. Merek Bukaka dengan nomor pendaftaran IDM000268844 kelas 7 terkait perpanjangan waktu
perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 19 Desember 2028 oleh Direktor
Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum danHak Asasi Manusia Republik Indonesia.
3. Merek Bukaka dengan nomor pendaftaran IDM000268843 kelas 8 terkait perpanjangan waktu
perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 19 Desember 2028 oleh Direktor
Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum danHak Asasi Manusia Republik Indonesia.
4. Merek Bukaka dengan nomor pendaftaran IDM000268842 kelas 9 terkait perpanjangan waktu
perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 19 Desember 2028 oleh Direktor
Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum danHak Asasi Manusia Republik Indonesia.
5. Merek Bukaka dengan nomor pendaftaran IDM000268839 kelas 11 terkait perpanjangan waktu
perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 19 Desember 2028 oleh Direktor
Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
6. Merek Bukaka dengan nomor pendaftaran IDM000277233 kelas 37 terkait perpanjangan waktu
perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 19 Desember 2028 oleh Direktor
Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum danHak Asasi Manusia Republik Indonesia.
98
Page 126
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
7. Merek Bukaka dengan nomor pendaftaran IDM000261058 kelas 12 terkait perpanjangan waktu
perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 19 Desember 2028 oleh Direktor
Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum danHak Asasi Manusia Republik Indonesia.
Sementara ini perseroan tidak/belum memiliki HAKI untuk kegiatan usaha baru.
7.4. Peraturan Perundang-undangan yang Terkait
Beberapa peraturan perundangan-undangan yang terkait dengan pengembangan proyek dan
penambahan kegiatan usaha Perseroan, antara lain adalah:
1. Undang-Undang Perseroan Terbatas No 40 Tahun 2007;
2. Peraturan perundang-undangan terkait penilaian adalah Undang-undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang
Harmonisasi Peraturan Perpajakan.
3. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 59/PMK.03/2022 tentang Perubahan atas PMK No.
231/PMK.03/2019 tentang Tata Cara Pendaftaran Penghapusan NPWP, Pengukuhan dan Pencabutan
Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, serta Pemotongan dan/atau Pemungutan, Penyetoran, dan
Pelaporan Pajak Bagi Instansi Pemerintah.
4. POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
5. POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham
Perusahaan Terbuka.
6. Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia.
7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perizinan
Berusaha Berbasis Risiko.
8. PP 28 Tahun 2025 tentang regulasi yang mengatur kerangka perizinan berusaha berbasis risiko dan
pemenuhan persyaratan perizinan sesuai klasifikasi kegiatan usaha/KBLI.
7.5. Analisis Manajemen Risiko
Risiko adalah suatu peristiwa yang mungkin terjadi dan memiliki dampak terhadap aktivitas operasional
maupun target dari perusahaan. Untuk mengatasi ataupun meminimalkan risiko yang akan muncul, maka
perlu dilakukan pengelolaan atau manajemen terhadap risiko yang dilaksanakan oleh semua pihak dalam
perusahaan, dimulai dengan proses identifikasi kejadian potensial yang mungkin muncul selama
operasional perusahaan hingga diperoleh berbagai strategi sebagai mitigasi risiko-risiko dari kejadian
potensial tersebut. Sistem Manajemen Risiko dilakukan Perseroan secara proaktif sebagai upaya mencapai
pertumbuhan keuangan maupun operasional yang sehat dan berkelanjutan. Pengelolaan Risiko Perseroan
diawasi secara ketat salah satunya dengan melakukan identifikasi terhadap seluruh faktor risiko utama yang
ada di setiap lini usaha serta mengukur risiko tersebut dan potensi dampaknya sesuai ketentuan dan tata
cara Perusahaan.
Kemungkinan risiko-risiko yang dapat terjadi selama operasional Perseroan beserta rencana mitigasi oleh
perusahaan adalah sebagai berikut:
Risiko Kredit
Risiko kredit sebagian besar berasal dari piutang usaha yang diberikan kepada pelanggan dari penjualan
produk-produk barang dan jasa. Risiko ini mengandung potensi kerugian keuangan bagi Perseroan. Untuk
itu, kebijakan Perseroan terkait pengelolaan risiko kredit pelanggan dilakukan dengan cara memantau
kondisi saldo piutang pelanggan secara teratur serta menetapkan batasan kredit bagi semua pelanggan
99
Page 127
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
dengan memperhatikan kriteria penilaian secara internal.
Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing
Bisnis Perseroan terekspos pada risiko mata uang asing yang timbul akibat fluktuasi nilai wajar atau arus
kas masa mendatang dari suatu instrument keuangan yang disebabkan oleh perubahan dari nilai tukar mata
uang asing. Pengelolaan yang dilakukan oleh Perseroan adalah dengan cara memantau fluktuasi mata
uang secara berkala.
Risiko Tingkat Suku Bunga
Bisnis Perseroan terekspos pada risiko Tingkat suku bunga yang timbul karena adanya fluktuasi nilai wajar
atau arus kas masa mendatang dari suatu instrumen keuangan yang disebabkan oleh perubahan suku
bunga pasar. Dampak perubahan dalam tingkat suku bunga terhadap Perseroan dapat diminimalisir karena
Perseroan memiliki utang bank jangka pendek dengan tingkat suku bunga tetap.
Risiko Harga
Bisnis Perseroan terekspos pada risiko yang timbul akibat perubahan harga bahan baku, yaitu baja,
mengingat baja merupakan salah satu komoditas yang diperdagangkan secara internasional sehingga
harganya cenderung mengalami fluktuasi. Sebagai langkah mitigasinya, Perseroan telah menjalin kerja
sama dengan pemasok besar bahan baku/ material sesuai dengan kebutuhan bisnis Perseroan.
Risiko Likuiditas
Bisnis Perseroan dapat terekspos pada Risiko likuiditas yang timbul akibat Perseroan tidak dapat memenuhi
liabilitasnya pada saat jatuh tempo. Perseroan berkewajiban menjaga keseimbangan arus kas untuk
menjaga ketersediaan dana yang ukup untuk memenuhi kebutuhan pembayaran liabilitas yang jatuh tempo.
Sebagai Langkah mitigasinya, Perseroan senantiasa melakukan evaluasi dan pengawasan yang ketat atas
arus kas masuk (cash-in) dan arus kas keluar (cashout). Perseroan mempergunakan dana yang diperoleh
dari pelunasan piutang dari pelanggan yang memiliki jangka waktu kredit satu bulan untuk melunasi liabilitas
jangka pendek maupun jangka panjang yang jatuh tempo.
Selain risiko di atas risiko-risiko yang dapat terjadi selama operasional Perseroan beserta rencana mitigasi
oleh perusahaan adalah sebagai berikut:
Risiko Modal
Pada dasarnya hampir semua bidang bisnis memerlukan adanya modal penunjang bisnis, bisnis ini dapat
dikatakan sebagai bisnis yang membutuhkan modal yang cukup mengingat hasil dari bisnis ini pun juga
sangat menguntungkan. Estimasi modal yang salah seperti perhitungan volume pekerjaan atau kebutuhan
material yang tidak akurat. Keterlambatan pembayaran dari pemberi kerja (owner) juga menjadi tantangan
besar, terutama jika perseroan bergantung pada skema pembayaran bertahap. Selain itu, fluktuasi harga
material konstruksi atau bahan bakar dapat meningkatkan biaya operasional secara signifikan, sehingga
memengaruhi margin keuntungan.
Untuk memitigasi risiko modal, Perseroan perlu menjaga struktur permodalan yang sehat dan seimbang
antara penggunaan ekuitas, utang, dan pendanaan internal. Pengelolaan modal dilakukan dengan
mempertimbangkan kemampuan arus kas, kebutuhan investasi, tingkat leverage yang wajar, serta
kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban keuangan secara tepat waktu. Juga melalui
penyusunan rencana pendanaan yang terukur, pengendalian belanja modal, optimalisasi penggunaan kas
operasional, serta evaluasi berkala terhadap kebutuhan modal kerja dan investasi. Selain itu, Perseroan
perlu memastikan bahwa setiap penggunaan dana memiliki dasar proyeksi yang memadai, termasuk
100
Page 128
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
mempertimbangkan skenario konservatif apabila terjadi penurunan pendapatan, kenaikan biaya
pendanaan, atau keterlambatan realisasi proyek.
Dalam hal kebutuhan pendanaan eksternal diperlukan, Perseroan perlu mempertimbangkan sumber
pendanaan dengan biaya modal yang kompetitif dan jangka waktu yang sesuai dengan karakteristik proyek
atau aset yang dibiayai. Perseroan juga perlu menjaga rasio keuangan utama, seperti debt to equity ratio,
debt service coverage ratio, dan interest coverage ratio, agar tetap berada pada tingkat yang dapat diterima
oleh kreditur maupun investor.
Risiko Persaingan
Salah satu tantangan utama dalam usaha ini, yang dapat mempengaruhi peluang memenangkan proyek
dan keberlangsungan bisnis. Risiko terhadap persaingan harga, persaingan kualitas, persaingan teknologi
dan inovasi, persaingan relasi dan jejaring, persaingan kapasitas, persaingan lokasi dan persaingan
branding dan reputasi.
Untuk memitigasi risiko persaingan, Perseroan perlu menjaga keunggulan kompetitif melalui peningkatan
kualitas layanan, ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan, efisiensi biaya, serta penguatan hubungan
dengan pelanggan utama dan mitra strategis. Perseroan juga perlu melakukan pemantauan secara berkala
terhadap perkembangan industri, strategi pesaing, perubahan harga pasar, serta kebutuhan pelanggan,
sehingga Perseroan dapat menyesuaikan strategi usaha secara lebih responsif. Perseroan dapat
memperkuat diferensiasi usaha melalui peningkatan kapabilitas teknis, pengembangan produk atau layanan
yang lebih spesifik, peningkatan standar operasional, serta pemanfaatan pengalaman dan rekam jejak
proyek yang telah dimiliki. Diferensiasi tersebut penting agar Perseroan tidak hanya bersaing berdasarkan
harga, tetapi juga berdasarkan kualitas, keandalan, kapasitas pelaksanaan, dan reputasi usaha. Perseroan
juga perlu menjaga efisiensi operasional dan disiplin dalam penetapan harga agar tetap mampu
mempertahankan margin usaha yang wajar.
Risiko Aset
Perseroan sering kali menggunakan alat berat dan peralatan lainnya yang rentan terhadap kerusakan,
pencurian, atau kehilangan. Ketidaksesuaian spesifikasi material yang diterima dari pemasok juga dapat
berdampak pada kualitas pekerjaan dan menyebabkan kerugian tambahan karena harus mengganti
material yang tidak memenuhi standar.
Untuk memitigasi risiko aset, Perseroan perlu melakukan pengelolaan aset secara tertib, terdokumentasi,
dan sesuai dengan kebutuhan operasional. Perseroan juga perlu melakukan inventarisasi dan rekonsiliasi
aset secara periodik antara catatan akuntansi, dokumen kepemilikan, dan kondisi fisik aset di lapangan.
Dalam hal terdapat aset yang sudah tidak produktif, mengalami penurunan manfaat ekonomis, atau tidak
lagi mendukung kegiatan usaha, Perseroan perlu melakukan evaluasi atas opsi perbaikan, penggantian,
optimalisasi pemanfaatan, atau pelepasan aset.
Risiko Tenaga Ahli
Kurangnya tenaga kerja berpengalaman, terutama untuk posisi penting seperti insinyur atau supervisor,
dapat memperlambat proyek dan menurunkan kualitas hasil pekerjaan. Selain itu, rotasi tenaga kerja yang
tinggi atau kekurangan tenaga kerja di lokasi tertentu dapat mengganggu jadwal proyek. Kesalahan teknis
akibat kurangnya pelatihan atau pengawasan juga menjadi ancaman yang signifikan.
101
Page 129
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Untuk memitigasi risiko tenaga ahli, Perseroan perlu memastikan ketersediaan sumber daya manusia yang
memiliki kompetensi, pengalaman, serta sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan operasional dan
pengembangan usaha. Menyusun perencanaan kebutuhan tenaga ahli secara berkala, termasuk pemetaan
posisi kunci, rencana suksesi, dan strategi retensi bagi tenaga kerja yang memiliki keahlian khusus. Juga
menjaga kesinambungan kapasitas tenaga ahli melalui dokumentasi standar kerja, prosedur operasional,
dan basis pengetahuan yang memadai.
Risiko Lingkungan
Usaha Perseroan sering dihadapkan pada kondisi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, panas berlebihan,
atau angin kencang, yang dapat menghentikan aktivitas di lapangan. Selain itu, proyek yang tidak
memperhatikan dampak lingkungan, seperti pengelolaan limbah atau kebisingan, dapat menimbulkan
konflik dengan masyarakat sekitar atau dikenakan sanksi oleh pihak berwenang.
Untuk memitigasi risiko lingkungan, Perseroan perlu memastikan bahwa seluruh kegiatan usaha
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup,
termasuk pemenuhan perizinan, persetujuan lingkungan, serta standar pengelolaan dan pemantauan
lingkungan yang berlaku. Menerapkan prosedur operasional yang memperhatikan aspek lingkungan, antara
lain melalui pengelolaan limbah, pengendalian emisi, efisiensi penggunaan energi dan air, serta penerapan
standar keselamatan dan kesehatan kerja yang relevan. Selain itu, pelaksanaan inspeksi, audit internal,
dan evaluasi berkala terhadap kepatuhan lingkungan perlu dilakukan. Dalam hal terdapat potensi dampak
lingkungan yang signifikan, Perseroan perlu menyiapkan langkah mitigasi, rencana tanggap darurat, serta
mekanisme komunikasi dengan pemangku kepentingan terkait, termasuk masyarakat sekitar dan instansi
berwenang.
Risiko terkait Peraturan Pemerintah
Perseroan harus beradaptasi dengan perubahan regulasi pemerintah, seperti kebijakan baru tentang pajak,
persyaratan keselamatan kerja, atau aturan lingkungan. Kompleksitas birokrasi dalam pengurusan izin
proyek juga sering kali menyebabkan penundaan. Di sisi lain, ketidakstabilan ekonomi, seperti inflasi atau
kenaikan suku bunga, dapat memengaruhi biaya material dan pembiayaan proyek.
Untuk memitigasi risiko terkait perubahan atau penerapan peraturan pemerintah, Perseroan perlu
melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan regulasi yang relevan dengan kegiatan
usaha. Perseroan juga perlu memastikan bahwa seluruh kegiatan usaha telah dilaksanakan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk pemenuhan dokumen perizinan,
pelaporan berkala, serta kewajiban administratif kepada instansi terkait. Dalam hal terdapat perubahan
regulasi yang berdampak terhadap kegiatan usaha, Perseroan perlu melakukan penyesuaian atas
kebijakan internal, prosedur operasional, kontrak kerja sama, dan rencana bisnis secara tepat waktu. Selain
itu, Perseroan dapat memitigasi risiko regulasi melalui konsultasi dengan penasihat hukum, konsultan pajak,
konsultan teknis, atau pihak profesional lainnya yang relevan
Risiko Operasional
Kesalahan dalam manajemen proyek, seperti jadwal yang tidak realistis atau alokasi sumber daya yang
tidak efisien, dapat menyebabkan keterlambatan dan pembengkakan biaya. Gangguan rantai pasok, seperti
keterlambatan pengiriman material atau ketidaksesuaian stok dengan kebutuhan proyek, juga menjadi
kendala operasional yang sering dihadapi. Risiko keselamatan kerja, seperti kecelakaan di lokasi proyek,
dapat menimbulkan biaya tambahan serta masalah hukum.
102
Page 130
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Untuk memitigasi risiko operasional, Perseroan perlu menerapkan sistem pengendalian internal, prosedur
operasional standar, serta mekanisme pengawasan yang memadai atas seluruh aktivitas usaha.
Pengelolaan tersebut mencakup perencanaan kegiatan operasional, pengendalian biaya, pemantauan
kualitas pekerjaan, pengelolaan jadwal pelaksanaan, serta evaluasi berkala terhadap efektivitas proses
bisnis. Perseroan juga perlu memastikan bahwa setiap aktivitas operasional didukung oleh sumber daya
manusia, aset, teknologi, dan sistem kerja yang memadai. Hal ini dapat dilakukan melalui penyusunan
standar kerja yang terdokumentasi, pemeliharaan aset secara berkala, pelatihan karyawan, serta
penerapan sistem pelaporan internal yang memungkinkan manajemen mengidentifikasi potensi kendala
operasional secara dini. Selain itu, Perseroan perlu menyiapkan rencana kontinjensi untuk mengantisipasi
gangguan operasional, seperti keterlambatan pasokan, kerusakan peralatan, gangguan sistem,
keterbatasan tenaga kerja, maupun perubahan kondisi pasar.
Risiko Keuangan
Perseroan dapat menghadapi risiko arus kas yang tidak stabil akibat pembayaran yang terlambat dari
pemberi kerja. Kesalahan dalam pengelolaan anggaran atau ketergantungan pada pinjaman bank untuk
pendanaan operasional dapat meningkatkan risiko keuangan. Selain itu, proyek yang berjalan lebih lama
dari jadwal dapat mengurangi profitabilitas karena biaya tetap yang terus berjalan.
Untuk memitigasi risiko keuangan, Perseroan perlu menerapkan pengelolaan keuangan yang prudent
melalui perencanaan arus kas, pengendalian biaya, serta pemantauan posisi likuiditas, solvabilitas, dan
profitabilitas secara berkala.
Perseroan juga perlu menyusun proyeksi keuangan secara konservatif dengan mempertimbangkan
berbagai skenario, termasuk potensi penurunan pendapatan, kenaikan biaya operasional, perubahan
tingkat suku bunga, fluktuasi nilai tukar, maupun keterlambatan penerimaan kas dari pelanggan. Selain itu,
evaluasi terhadap struktur pendanaan perlu dilakukan secara berkala agar komposisi antara utang, ekuitas,
dan pendanaan internal tetap berada pada tingkat yang sehat dan sesuai dengan kemampuan arus kas
Perseroan.
Upaya Perseroan dalam mencegah dan meminimalisir dampak maupun kerugian akibat potensi risiko
utama adalah dengan menerapkan strategi mitigasi risiko yang efektif dengan identifikasi, evaluasi, dan
pengendalian risiko yang sesuai.
7.6. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
Melihat pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan Perseroan sebelumnya, Perseroan berkapasitas dan
mampu dalam membentuk serta menetapkan tenaga ahli dan personel utama dengan kualifikasi sesuai
dengan persyaratan yang diminta oleh perusahaan pelanggan. Dalam implementasinya, Perseroan mampu
membentuk Tim Manajemen Proyek, Tim Rekayasa Proyek, Tim Pengadaan, Tim Pelaksanaan Konstruksi,
dan Pengawas Proyek, yang terorganisir agar pekerjaan terstruktur dengan hasil yang baik dan memuaskan
pelanggan. Seluruh tenaga yang terdapat dalam tim adalah tenaga ahli dan/atau teknisi yang berkompeten
serta telah berpengalaman & mempunyai reputasi yang baik selama empat dekade dalam melaksanakan
proyek-proyek nasional dan internasional.
Berdasarkan kapasitas dan kemampuan manajemen Perseroan yang sukses dalam menjalankan proyek-
proyek nasional dan internasional yang telah diselesaikan sebelumnya, ditambah dengan ketersediaan
tenaga ahli dan tim yang terorganisir, menunjukkan bahwa manajemen Perseroan akan mampu
103
Page 131
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
menjalankan kegiatan usaha baru yakni Reparasi dan Pemeliharaan Motor Listrik, Generator dan
Transformator (KBLI 2025 No. 33141), Industri Pompa Lainnya, Kompresor, Keran, Dan Klep/Katup
(KBLI 2025 No. 28130), Reparasi dan Pemeliharaan Peralatan Listrik Lainnya (KBLI 2025 No. 33149),
Pemasangan Perlengkapan Mekanikal Bangunan (KBLI 2025 No. 43291), Konstruksi Bangunan
Prasarana Sumber Daya Air (KBLI 2025 No. 42911), Aktivitas Penunjang Pertambangan Dan
Penggalian Lainnya (KBLI 2025 No.09900), Aktivitas Enjinering dan Konsultasi Teknis Terkait Lainnya
(KBLI 2025 No. 71109), Konstruksi Konvensional Gedung Hunian (KBLI 2025 No. 41011), Konstruksi
Konvensional Gedung Perkantoran (KBLI 2025 No. 41012), Konstruksi Konvensional Gedung Hiburan
dan Olahraga (KBLI 2025 No. 41018), Konstruksi Jalan Pada Permukaan Tanah (KBLI 2025
No.42101), Konstruksi Khusus Lainnya (KBLI 2025 No. 43909), Konstruksi Terowongan (KBLI 2025 No.
42104), Penyiapan Lahan (KBLI 2025 No. 43120), Pemasangan dan Rekayasa Struktur Bangunan (KBLI
2025 No. 43901), Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator (KBLI 2025 No.43905), Pengecatan (KBLI
2025 No. 43303), Konstruksi Konvensional Gedung Pendidikan (KBLI 2025 No. 41016), Jasa Pengujian
Teknis (KBLI 2025 No.71204), dan Aktivitas Perusahaan Induk (KBLI 2025 No. 64210), karena memiliki
kapasitas kemampuan yang akan memberikan hasil yang baik dan memuaskan.
7.7. Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen
Berikut adalah struktur organisasi Perseroan adalah sebagai berikut:
Gambar 7 - 1: Struktur Korporasi
Sumber: Manajemen Perseroan
104
Page 132
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Gambar 7 - 2: Struktur Organisasi
Sumber: Manajemen Perseroan
Saat ini, Perseroan telah memiliki komisaris dan direksi yang cukup memadai untuk mendukung kegiatan
usaha barunya yaitu Reparasi dan Pemeliharaan Motor Listrik, Generator dan Transformator (KBLI
2025 No. 33141), Industri Pompa Lainnya, Kompresor, Keran, Dan Klep/Katup (KBLI 2025 No. 28130),
Reparasi dan Pemeliharaan Peralatan Listrik Lainnya (KBLI 2025 No. 33149), Pemasangan
Perlengkapan Mekanikal Bangunan (KBLI 2025 No. 43291), Konstruksi Bangunan Prasarana Sumber
Daya Air (KBLI 2025 No. 42911), Aktivitas Penunjang Pertambangan Dan Penggalian Lainnya (KBLI
2025 No.09900), Aktivitas Enjinering dan Konsultasi Teknis Terkait Lainnya (KBLI 2025 No. 71109),
Konstruksi Konvensional Gedung Hunian (KBLI 2025 No. 41011), Konstruksi Konvensional Gedung
Perkantoran (KBLI 2025 No. 41012), Konstruksi Konvensional Gedung Hiburan dan Olahraga (KBLI
2025 No. 41018), Konstruksi Jalan Pada Permukaan Tanah (KBLI 2025 No.42101), Konstruksi Khusus
Lainnya (KBLI 2025 No. 43909), Konstruksi Terowongan (KBLI 2025 No. 42104), Penyiapan Lahan (KBLI
2025 No. 43120), Pemasangan dan Rekayasa Struktur Bangunan (KBLI 2025 No. 43901), Penyewaan
Alat Konstruksi dengan Operator (KBLI 2025 No.43905), Pengecatan (KBLI 2025 No. 43303), Konstruksi
Konvensional Gedung Pendidikan (KBLI 2025 No. 41016), Jasa Pengujian Teknis (KBLI 2025 No.71204),
dan Aktivitas Perusahaan Induk (KBLI 2025 No. 64210). Perseroan telah memperhatikan dan
mempertimbangkan susunan manajemen yang lengkap dengan adanya pembagian konsentrasi manajerial
di bidang utama yaitu finansial, operasional dan pemasaran. Menurut keterangan manajemen, pada
penambahan kegiatan usaha baru tidak ada perubahan/penambahan struktur organisasi. Tetapi,
mengoptimalkan dengan struktur yang ada.
105
Page 133
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
7.8. Kesimpulan Kelayakan Model Manajemen
Berdasarkan hasil kajian, evaluasi, dan analisis terhadap aspek model manajemen, yang mencakup
ketersediaan tenaga kerja, kapasitas dan kemampuan manajemen, kesesuaian struktur organisasi,
pengelolaan Hak Atas Kekayaan Intelektual, manajemen risiko, serta kesiapan Perseroan dalam
menjalankan kegiatan usaha yang akan ditambahkan, maka rencana penambahan kegiatan usaha
Perseroan dari aspek kelayakan model manajemen adalah layak.
106
Page 134
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
BAB VIII
ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN
8.1. Asumsi-asumsi Proyeksi Keuangan
Kami telah menganalisis laporan keuangan historis Bukaka, dengan memperhatikan kondisi eksisting saat
ini serta perkiraan perkembangan kondisi dimasa akan datang yang dapat berpengaruh terhadap kinerja
keuangan Bukaka guna melihat kewajaran pencapaiannya.
Berdasarkan rencana pekerjaan proyek yang telah teridentifikasi dari perusahaan untuk penambahan
kegiatan usaha penambahan KBLI yaitu :
• Pekerjaan Pemborongan Menara Berlian Gedung;
• EPC Project – Transfer Point, Mine Office Extension & MEM Workshop;
• Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Sistem Tata Air Pompa Ancol Beserta Kelengkapannya;
• Pekerjaan Pembangunan Hunian BI Karawang;
• Corrugated Steel Plate;
• Pembangunan Kelas Bersama Universitas Padjadjaran;
• Pengadaan dan Pemasangan Struktur Baja Facade dan Space Frame Stadion Sudiang Kota Makassar;
dan
• Steel Tower Test Tower Punagaya–Bantaeng 150 kV Switching Section II Project.
Maka berikut adalah business plan yang disampaikan oleh manajemen atas masing – masing rencana
penambahan KBLI :
8.1.1. Proyeksi Pekerjaan Pemborongan Menara Berlian Gedung
Keterangan Estimasi Nilai (Rp 000)
Estimasi Nilai Kontrak 100% 274.625.027
Rincian
Estimasi Biaya Bahan Baku (Konstruksi & Non Konstruksi) 55% 151.043.765
Estimasi Biaya Tenaga Pelaksana Lapangan 30% 82.387.508
Estimasi Biaya Kontingensi 5% 13.731.251
Estimasi Keuntungan (Konstruksi & Non Konstruksi) 10% 27.462.503
Estimasi Waktu Pekerjaan Completion
Tahun 1 60%
Tahun 2 40%
Total 100%
8.1.2. Proyeksi EPC Project – Transfer Point, Mine Office Extension & MEM Workshop
Keterangan Estimasi Nilai (Rp 000)
Estimasi Nilai Kontrak 100% 484.275.000
Rincian
Estimasi Biaya Bahan Baku (Konstruksi & Non Konstruksi) 55% 266.351.250
Estimasi Biaya Tenaga Pelaksana Lapangan 30% 145.282.500
Estimasi Biaya Kontingensi 5% 24.213.750
Estimasi Keuntungan (Konstruksi & Non Konstruksi) 10% 48.427.500
Estimasi Waktu Pekerjaan Completion
Tahun 1 60%
Tahun 2 40%
Total 100%
107
Page 135
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
8.1.3. Proyeksi Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Sistem Tata Air Pompa Ancol Beserta
Kelengkapannya
Keterangan Estimasi Nilai (Rp 000)
HPS 100% 202.200.000
Rincian
Estimasi Biaya Bahan Baku (Konstruksi & Non Konstruksi) 55% 111.210.000
Estimasi Biaya Tenaga Pelaksana Lapangan 30% 60.660.000
Estimasi Biaya Kontingensi 5% 10.110.000
Estimasi Keuntungan (Konstruksi & Non Konstruksi) 10% 20.220.000
Estimasi Waktu Pekerjaan Completion
Tahun 1 60%
Tahun 2 40%
Total 100%
8.1.4. Proyeksi Pekerjaan Pembangunan Hunian BI Karawang
Keterangan Estimasi Nilai (Rp 000)
Estimasi Nilai Kontrak 100% 150.000.000
Rincian
Estimasi Biaya Bahan Baku (Konstruksi & Non Konstruksi) 55% 82.500.000
Estimasi Biaya Tenaga Pelaksana Lapangan 30% 45.000.000
Estimasi Biaya Kontingensi 5% 7.500.000
Estimasi Keuntungan (Konstruksi & Non Konstruksi) 10% 15.000.000
Estimasi Waktu Pekerjaan Completion
Tahun 1 60%
Tahun 2 40%
Total 100%
8.1.5. Proyeksi Corrugated Steel Plate
Keterangan Estimasi Nilai (Rp 000)
Estimasi Nilai Kontrak 100% 137.390.000
Rincian
Estimasi Biaya Bahan Baku (Konstruksi & Non Konstruksi) 55% 75.564.500
Estimasi Biaya Tenaga Pelaksana Lapangan 30% 41.217.000
Estimasi Biaya Kontingensi 5% 6.869.500
Estimasi Keuntungan (Konstruksi & Non Konstruksi) 10% 13.739.000
Estimasi Waktu Pekerjaan Completion
Tahun 1 100%
Total 100%
8.1.6. Proyeksi Pembangunan Kelas Bersama Universitas Padjadjaran
Keterangan Estimasi Nilai (Rp 000)
Estimasi Nilai Kontrak 100% 170.000.000
Rincian
Estimasi Biaya Bahan Baku (Konstruksi & Non Konstruksi) 55% 93.500.000
Estimasi Biaya Tenaga Pelaksana Lapangan 30% 51.000.000
Estimasi Biaya Kontingensi 5% 8.500.000
Estimasi Keuntungan (Konstruksi & Non Konstruksi) 10% 17.000.000
Estimasi Waktu Pekerjaan Completion
Tahun 1 70%
Tahun 2 30%
Total 100%
108
Page 136
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
8.1.7. Proyeksi Pengadaan dan Pemasangan Struktur Baja Facade dan Space Frame Stadion Sudiang
Kota Makassar
Keterangan Estimasi Nilai (Rp 000)
Estimasi Nilai Kontrak 100% 162.448.169
Rincian
Estimasi Biaya Bahan Baku (Konstruksi & Non Konstruksi) 55% 89.346.493
Estimasi Biaya Tenaga Pelaksana Lapangan 30% 48.734.451
Estimasi Biaya Kontingensi 5% 8.122.408
Estimasi Keuntungan (Konstruksi & Non Konstruksi) 10% 16.244.817
Estimasi Waktu Pekerjaan Completion
Tahun 1 100%
Total 100%
8.1.8. Proyeksi Steel Tower Test Tower Punagaya–Bantaeng 150 kV Switching Section II Project
Keterangan Estimasi Nilai (Rp 000)
Estimasi Nilai Kontrak 100% 3.000.000
Rincian
Estimasi Biaya Pengerjaan (Konstruksi & Non Konstruksi) 50% 1.500.000
Estimasi Biaya Kontingensi 10% 300.000
Estimasi Keuntungan (Konstruksi & Non Konstruksi) 40% 1.200.000
Estimasi Waktu Pekerjaan Completion
Tahun 1 100%
Total 100%
Selanjutnya dari business plan yang disampaikan manajemen atas adanya rencana penambahan kegiatan
usaha atas pekerjaan proyek yang telah teridentifikasi, dengan memperhatikan kondisi eksisting saat ini serta
perkiraan perkembangan kondisi dimasa akan datang yang dapat berpengaruh terhadap kinerja keuangan
Bukaka guna melihat kewajaran pencapaiannya, maka berikut asumsi – asumsi yang digunakan untuk
membentuk proyeksi keuangan perusahaan sebelum dan sesudah adanya penambahan kegiatan usaha :
1. Periode proyeksi eksplisit terhitung mulai 01 Januari 2026 sampai dengan 31 Desember 2030.
2. Pendapatan diproyeksikan sesuai dengan business plan yang kami terima dari Pemberi Tugas.
3. Rata-rata Beban Kontrak Konstruksi dan Non Konstruksi selama periode proyeksi adalah sebesar 80%.
4. Beban Kontrak Konstruksi dan Non Konstruksi atas atas proyek yang teridentifikasi sehubungan dengan
penambahan kegiatan usaha adalah berdasarkan progres penyelesaian pekerjaan.
5. Beban Usaha diproyeksikan sesuai dengan business plan yang kami terima dari Pemberi Tugas.
6. Tarif pajak penghasilan diasumsikan yaitu tarif PPh Final sebesar 2,65% memperhatikan peraturan atau
regulasi yang berlaku.
7. Asumsi perputaran usaha yang membentuk proyeksi keuangan sebelum adanya penambahan kegiatan
usaha diproyeksikan sesuai dengan business plan yang kami terima dari Pemberi Tugas.
8. Asumsi perputaran piutang usaha atas proyek yang teridentifikasi sehubungan dengan penambahan
kegiatan usaha menggunakan skema penagihan kepada pemberi kerja yang dilakukan setelah
penyelesaian pekerjaan (invoice issued upon completion of work).
9. Asumsi perputaran utang usaha atas proyek yang teridentifikasi sehubungan dengan penambahan
kegiatan usaha menggunakan skema pembayaran kepada pemasok/vendor/subkontraktor yang
dilakukan setelah penyelesaian pekerjaan atau setelah tagihan diterima sesuai progres penyelesaian
pekerjaan (payable upon completion of work or upon receipt of invoice based on work progress).
109
Page 137
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
8.1.9. Dasar Penyusunan Proyeksi dan Asumsi Going Concern
Dalam penyusunan proyeksi keuangan Studi Kelayakan ini, Penilai menggunakan asumsi bahwa
Perseroan tetap melanjutkan kegiatan usahanya secara berkelanjutan selama periode proyeksi. Asumsi
tersebut digunakan dalam penyusunan proyeksi laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan Perseroan
sebelum dan sesudah adanya rencana penambahan kegiatan usaha.
Namun demikian, perlu diklarifikasi bahwa dampak inkremental dari rencana penambahan kegiatan usaha
tidak disusun berdasarkan asumsi bahwa seluruh kegiatan usaha baru akan menghasilkan tambahan
pendapatan secara berulang sepanjang seluruh periode proyeksi. Dampak inkremental tersebut disusun
berdasarkan proyek-proyek yang telah teridentifikasi oleh Perseroan pada tanggal penilaian, dengan
memperhatikan business plan, dokumen pengadaan proyek yang tersedia, serta estimasi waktu
penyelesaian masing-masing pekerjaan.
Berdasarkan asumsi tersebut, tambahan pendapatan dan beban kontrak konstruksi dan non-konstruksi
atas rencana penambahan kegiatan usaha diproyeksikan terjadi pada tahun 2026 dan 2027, sejalan
dengan estimasi waktu penyelesaian proyek-proyek yang menjadi dasar proyeksi. Setelah tahun 2027,
tidak terdapat tambahan inkremental atas pendapatan dan beban kontrak konstruksi dan non-konstruksi
pada tahun 2028 sampai dengan 2030, karena proyek-proyek yang menjadi dasar proyeksi penambahan
kegiatan usaha diasumsikan telah selesai sesuai dengan periode penyelesaian pekerjaan.
Dengan demikian, tidak adanya tambahan inkremental pada tahun 2028 sampai dengan 2030 tidak
dimaksudkan sebagai indikasi bahwa Perseroan tidak melanjutkan kegiatan usahanya. Perseroan tetap
diasumsikan beroperasi secara berkelanjutan, sedangkan proyeksi inkremental hanya mencerminkan
dampak keuangan dari proyek-proyek yang telah teridentifikasi sehubungan dengan rencana penambahan
kegiatan usaha pada tanggal penilaian.
Proyeksi keuangan dalam Studi Kelayakan ini juga tidak disusun berdasarkan asumsi likuidasi,
penghentian usaha, atau kondisi dimana perseroan tidak mampu melanjutkan kegiatan operasionalnya.
Realisasi proyeksi tetap bergantung pada terpenuhinya asumsi-asumsi utama yang digunakan, termasuk
keberhasilan Perseroan memperoleh dan/atau melaksanakan proyek yang telah teridentifikasi,
penyelesaian pekerjaan sesuai jadwal, kemampuan mengelola biaya proyek, ketersediaan modal kerja,
kemampuan penagihan kepada pemberi kerja, serta tidak adanya perubahan material atas kondisi
ekonomi, industri, regulasi, dan faktor lain yang dapat memengaruhi kegiatan usaha Perseroan.
8.1.10. Penelaahan Penilai dan Penyesuaian atas Proyeksi Manajemen
Proyeksi keuangan dalam Studi Kelayakan ini disusun berdasarkan business plan, informasi proyek, dan
asumsi-asumsi yang disampaikan oleh Manajemen Perseroan. Informasi tersebut antara lain mencakup
nilai proyek yang telah teridentifikasi, estimasi waktu penyelesaian pekerjaan, struktur biaya proyek,
estimasi pendapatan, estimasi beban kontrak konstruksi dan non-konstruksi, beban usaha, tarif pajak, serta
asumsi perputaran piutang usaha dan utang usaha.
Penilai telah melakukan penelaahan atas kewajaran asumsi proyeksi dengan memperhatikan kondisi
historis Perseroan, karakteristik proyek yang teridentifikasi, dokumen pengadaan proyek yang tersedia,
struktur biaya yang disampaikan oleh Manajemen Perseroan, serta pola biaya historis Perseroan.
Penelaahan tersebut dilakukan untuk menilai apakah asumsi yang digunakan masih wajar dan relevan
dengan tujuan penugasan serta rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan.
110
Page 138
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Dalam penyusunan proyeksi keuangan, terdapat penyesuaian yang dilakukan oleh Penilai terhadap
penyajian proyeksi Manajemen, khususnya dalam membentuk proyeksi sebelum dan sesudah
penambahan kegiatan usaha serta proyeksi inkremental. Penyesuaian tersebut dilakukan agar dampak
keuangan yang disajikan hanya mencerminkan tambahan manfaat dan beban yang relevan dengan
rencana penambahan kegiatan usaha, serta tidak mencampurkan dampak dari kegiatan usaha eksisting
Perseroan yang tidak berkaitan langsung dengan penambahan KBLI.
Penyesuaian yang dilakukan Penilai terutama mencakup penyajian dampak penambahan kegiatan usaha
dalam bentuk proyeksi inkremental, pengelompokan proyek yang relevan dengan rencana penambahan
KBLI, penyesuaian periode pengakuan pendapatan dan beban sesuai estimasi progres penyelesaian
pekerjaan, serta penelaahan kewajaran struktur biaya berdasarkan data historis Perseroan dan dokumen
pengadaan proyek yang tersedia.
Dengan demikian, proyeksi keuangan yang digunakan dalam Studi Kelayakan ini merupakan hasil
penelaahan Penilai atas business plan dan asumsi yang disampaikan oleh Manajemen Perseroan.
Sepanjang asumsi Manajemen dinilai wajar dan didukung oleh dokumen serta data yang relevan, asumsi
tersebut digunakan dalam proyeksi. Namun, apabila diperlukan untuk tujuan analisis, Penilai melakukan
penyesuaian pada penyajian, pengelompokan, dan perhitungan agar proyeksi yang digunakan
mencerminkan dampak yang relevan dari rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan.
8.1.11. Dasar Penggunaan Rencana Proyek dalam Penyusunan Proyeksi Keuangan dan Analisis Studi
Kelayakan
Penyusunan proyeksi keuangan dalam Studi Kelayakan ini menggunakan periode proyeksi eksplisit sejak
tanggal 1 Januari 2026 sampai dengan 31 Desember 2030. Periode tersebut digunakan untuk
menggambarkan kondisi keuangan Perseroan sebelum dan sesudah adanya rencana penambahan
kegiatan usaha, serta untuk menilai dampak inkremental yang timbul dari proyek-proyek yang telah
teridentifikasi.
Dalam penyusunan proyeksi keuangan, penilai menggunakan rencana proyek yang telah teridentifikasi
oleh perseroan sebagai dasar pembentukan proyeksi sebelum dan sesudah adanya rencana penambahan
kegiatan usaha. Rencana proyek tersebut disusun berdasarkan informasi yang disampaikan oleh
manajemen perseroan, business plan, serta dokumen-dokumen pendukung yang tersedia pada tanggal
penilaian, antara lain dokumen tender, dokumen penawaran, HPS/RAB, permintaan penawaran harga, Pra-
MoU, SPK/kontrak, dan/atau dokumen pendukung proyek lainnya yang relevan.
Penilai melakukan penelaahan atas kewajaran data tersebut dan melakukan penyesuaian pada penyajian
proyeksi, khususnya untuk membedakan kondisi sebelum penambahan kegiatan usaha, setelah
penambahan kegiatan usaha, serta dampak inkremental dari rencana penambahan kegiatan usaha.
Berdasarkan data dan dokumen yang disampaikan oleh Manajemen Perseroan, proyek-proyek yang
menjadi dasar proyeksi penambahan kegiatan usaha diproyeksikan memberikan dampak keuangan pada
tahun 2026 dan 2027. Oleh karena itu, peningkatan pendapatan dan beban kontrak konstruksi dan non-
konstruksi antara proyeksi sebelum dan sesudah penambahan kegiatan usaha hanya tercermin pada tahun
2026 dan 2027.
Pada tahun 2028 sampai dengan 2030, tidak terdapat perbedaan saldo pos Pendapatan Kontrak
Konstruksi dan Non-Konstruksi serta Beban Kontrak Konstruksi dan Non-Konstruksi antara proyeksi
111
Page 139
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
sebelum dan sesudah penambahan kegiatan usaha, karena berdasarkan data dan dokumen yang
disampaikan Manajemen Perseroan, proyek-proyek yang menjadi dasar proyeksi inkremental diasumsikan
telah selesai pada tahun 2026 dan 2027. Dengan demikian, proyeksi tahun 2028 sampai dengan 2030 tidak
menunjukkan tambahan dampak inkremental dari rencana penambahan kegiatan usaha.
Akun Pendapatan Kontrak Konstruksi dan Non-Konstruksi serta Beban Kontrak Konstruksi dan Non-
Konstruksi mengacu pada nomenklatur akun dalam laporan keuangan historis Perseroan yang telah
diaudit. Dalam proyeksi sebelum penambahan kegiatan usaha, akun tersebut mencerminkan pendapatan
dan beban langsung dari kegiatan usaha eksisting perseroan. Dalam proyeksi setelah penambahan
kegiatan usaha, akun tersebut mencerminkan pendapatan dan beban eksisting Perseroan ditambah
dengan pendapatan dan beban dari proyek-proyek yang telah teridentifikasi sehubungan dengan rencana
penambahan kegiatan usaha.
Penilai telah mengidentifikasi dan menelaah proyek-proyek tersebut berdasarkan dokumen yang tersedia.
Namun demikian, penggunaan rencana proyek tersebut sebagai dasar proyeksi tidak dimaksudkan sebagai
jaminan bahwa seluruh proyek pasti akan diperoleh, dimenangkan, atau dilaksanakan oleh Perseroan.
Realisasi proyeksi sangat bergantung pada kemampuan manajemen perseroan dalam memenuhi asumsi-
asumsi yang digunakan dalam proyeksi, termasuk keberhasilan memperoleh pekerjaan, penyelesaian
proses pengadaan, penandatanganan kontrak final, pelaksanaan pekerjaan, pengelolaan biaya, serta
penagihan kepada pemberi kerja.
Dalam penugasan ini, Penilai memperoleh surat pernyataan manajemen (management representation
letter) yang menyatakan bahwa data, informasi, dokumen, dan keterangan yang diberikan kepada penilai
adalah benar, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan pengetahuan manajemen
perseroan. Berdasarkan surat pernyataan tersebut, penilai menggunakan data dan informasi yang
disampaikan oleh manajemen perseroan sebagai salah satu dasar dalam menyusun asumsi proyeksi dan
melakukan analisis kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha perseroan.
Penilai tidak melakukan audit, pemeriksaan hukum, uji tuntas legal, ataupun konfirmasi independen secara
langsung kepada pemberi kerja, pemilik proyek, pemasok, vendor, subkontraktor, dan/atau pihak ketiga
lainnya, kecuali secara khusus dinyatakan lain dalam laporan. Dengan demikian, penilai tidak memberikan
jaminan atas kepastian diperolehnya proyek, kepastian pelaksanaan proyek, maupun ketercapaian
proyeksi keuangan. Tanggung jawab penilai terbatas pada penelaahan kewajaran asumsi dan analisis
kelayakan berdasarkan data, informasi, dokumen pendukung, serta representasi manajemen perseroan
yang tersedia pada tanggal penilaian.
Penilai juga tidak memiliki kewenangan untuk mengendalikan keputusan bisnis manajemen perseroan
setelah tanggal penilaian, termasuk apabila manajemen memutuskan untuk tidak melanjutkan, menunda,
mengubah, atau tidak melaksanakan rencana penambahan kegiatan usaha dan/atau rencana proyek yang
menjadi dasar proyeksi. Oleh karena itu, pendapat kelayakan dalam laporan ini harus dibaca dengan
memperhatikan asumsi-asumsi, kondisi pembatas, dan ketergantungan pada data serta representasi
manajemen perseroan.
Penilai menyatakan bahwa dalam penugasan ini, penilai bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Bukaka ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan
Bukaka. Penilai juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan lain terkait dengan penugasan ini
selain fee penugasan yang kami terima. Laporan Studi Kelayakan ini tidak ditujukan untuk memberikan
112
Page 140
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi
oleh nilai yang dihasilkan.
8.2. Biaya Investasi, Biaya Operasional, dan Sumber Pendanaan Penambahan Kegiatan Usaha
Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan, Penilai telah melakukan penelaahan
terhadap kebutuhan biaya investasi, biaya operasional, dan sumber pendanaan yang relevan dengan
rencana proyek yang telah teridentifikasi oleh Perseroan. Berdasarkan informasi dan business plan yang
disampaikan oleh Manajemen Perseroan, rencana penambahan kegiatan usaha terutama berkaitan dengan
peluang pekerjaan proyek konstruksi dan non-konstruksi yang telah teridentifikasi, yaitu :
• Pekerjaan Pemborongan Menara Berlian Gedung;
• EPC Project – Transfer Point, Mine Office Extension & MEM Workshop;
• Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Sistem Tata Air Pompa Ancol Beserta Kelengkapannya;
• Pekerjaan Pembangunan Hunian BI Karawang;
• Corrugated Steel Plate;
• Pembangunan Kelas Bersama Universitas Padjadjaran;
• Pengadaan dan Pemasangan Struktur Baja Facade dan Space Frame Stadion Sudiang Kota Makassar;
dan
• Steel Tower Test Tower Punagaya–Bantaeng 150 kV Switching Section II Project.
Daftar proyek tersebut telah digunakan sebagai dasar penyusunan proyeksi keuangan sebelum dan sesudah
adanya rencana penambahan kegiatan usaha.
8.2.1. Biaya Investasi Penambahan Kegiatan Usaha
Berdasarkan karakteristik rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan, biaya investasi tidak berupa
pembelian aset tetap baru secara material, seperti pembangunan pabrik baru, pembelian tanah, bangunan,
atau mesin produksi utama baru. Kegiatan usaha yang akan ditambahkan terutama ditujukan untuk
memperluas cakupan kegiatan Perseroan agar selaras dengan peluang pekerjaan yang telah
teridentifikasi, sehingga kebutuhan investasi lebih banyak melekat pada kebutuhan modal kerja proyek,
kesiapan sumber daya, penggunaan peralatan yang telah dimiliki, serta dukungan operasional untuk
pelaksanaan pekerjaan. Dengan demikian, dalam proyeksi keuangan, tidak terdapat tambahan investasi
aset tetap secara material yang secara khusus diatribusikan sebagai belanja modal atas penambahan
kegiatan usaha baru.
Adapun nilai ekonomi proyek yang menjadi dasar proyeksi penambahan kegiatan usaha adalah sebagai
berikut:
1. Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Sistem Tata Air Pompa Ancol Beserta
Kelengkapannya
Proyek ini merupakan pekerjaan konstruksi pembangunan sistem tata air pompa Ancol beserta
kelengkapannya yang berlokasi di Ancol, Jakarta Utara. Pemberi pekerjaan proyek ini adalah
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Nilai HPS (harga perhitungan sendiri), yang mencakup RAB dan jasa
konstruksi, adalah sebesar Rp202.200.000.000. Adapun proses tender telah sampai pada tahap selesai
pemasukan dokumen secara elektronik melalui Dokumen No. 10086485000.
113
Page 141
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
2. Pekerjaan Pembangunan Hunian BI Karawang
Proyek ini merupakan pekerjaan pembangunan hunian BI Karawang yang berlokasi di Karawang.
Pemilik tender adalah Smart E-Proc PT PP Gedung. Nilai harga perhitungan sendiri, yang mencakup
RAB dan jasa konstruksi, adalah sebesar Rp150.000.000.000. Proses tender dilakukan melalui sistem
Smart E-Proc PT PP Gedung.
3. EPC Project – Transfer Point, Mine Office Extension & MEM Workshop
Proyek ini merupakan pekerjaan EPC Project – Transfer Point, Mine Office Extension & MEM Workshop
yang berlokasi di Sorowako. Pemilik tender proyek ini adalah PT Vale Indonesia. Proyek tersebut
berkaitan dengan pembangunan fasilitas pendukung operasional pertambangan dan industri. Nilai
harga perhitungan sendiri, yang mencakup RAB dan jasa konstruksi, adalah sebesar
Rp484.275.000.000. Proses tender telah memasuki tahap Pre-Bid Meeting TE#00001060R2
Procurement & Construction IGP Sorowako Limonite Ore.
4. Pekerjaan Pemborongan Menara Berlian Gedung
Proyek ini merupakan pekerjaan pemborongan pembangunan Menara Berlian Gedung, yaitu bangunan
gedung bertingkat 27 lantai dengan luas bangunan sekitar 25.086,11 m². Lokasi proyek berada di Jln.
Raya Prapen No. 39, Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Pemilik tender adalah PT Berlian
Global Investindo. Prosedur tender atau proses awal kerja sama dilakukan melalui dokumen Pra
Memorandum of Understanding (Pra-MoU) Nomor: 01/BTC/PRA MOU-CED/MOU/X/2025. Nilai proyek,
yang mencakup RAB dan jasa konstruksi, adalah sebesar Rp274.625.027.000.
5. Pembangunan Kelas Bersama Universitas Padjadjaran
Proyek ini merupakan pekerjaan pembangunan fasilitas pendidikan berupa Pembangunan Kelas
Bersama Universitas Padjadjaran, yang mencakup Gedung Kelas Bersama 10 lantai dan Graha Unpad
Jatinangor 1.500. Lokasi rencana proyek berada di dalam kawasan Kampus Universitas Padjadjaran,
Jatinangor. Pemilik tender adalah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi – Universitas
Padjadjaran. Prosedur tender direncanakan melalui mekanisme E-Procurement Universitas
Padjadjaran. Nilai proyek, yang mencakup RAB dan jasa konstruksi, diperkirakan sebesar
Rp170.000.000.000.
6. Pengadaan dan Pemasangan Struktur Baja Facade dan Space Frame Stadion Sudiang Kota Makassar
Proyek ini merupakan pekerjaan pengadaan dan pemasangan struktur baja facade dan space frame
Stadion Sudiang Kota Makassar yang berlokasi di Makassar. Pemilik tender adalah Kementerian
Pekerjaan Umum, dengan pelaksanaan tender melalui KSO Wika Gedung–Bumi Karsa–Wika KSO.
Prosedur tender dilakukan melalui mekanisme lelang pada sistem e-procurement Kementerian
Pekerjaan Umum melalui KSO terkait. Nilai proyek, yang mencakup RAB dan jasa konstruksi, adalah
sebesar Rp162.448.169.220.
7. Corrugated Steel Plate
Proyek Corrugated Steel Plate merupakan peluang pekerjaan yang berkaitan dengan penyediaan
produk atau komponen struktur baja bergelombang yang dapat digunakan untuk kebutuhan konstruksi,
drainase, infrastruktur jalan, jembatan kecil, terowongan, dan fasilitas pendukung lainnya. Produk ini
114
Page 142
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
memiliki karakteristik sebagai elemen struktur baja yang mendukung kebutuhan konstruksi sipil dan
infrastruktur, khususnya pada pekerjaan yang membutuhkan material dengan kekuatan, fleksibilitas
pemasangan, serta efisiensi waktu pelaksanaan. Dalam kaitannya dengan pengalaman Perseroan
pada pekerjaan struktur baja, Bukaka telah memiliki rekam jejak dalam pelaksanaan pekerjaan Steel
Structure Works, antara lain melalui kontrak/subkontrak dengan PT Daiwa Tetra Manunggal Konstruksi
untuk proyek PT Daiwa Manunggal Logistik Properti – New Logistic Center Project. Berdasarkan
dokumen Sub Contract Document for Steel Structure Works, Bukaka bertindak sebagai Subcontractor
untuk pekerjaan struktur baja pada proyek tersebut. Dokumen tersebut juga mencantumkan nilai
kontrak sebesar Rp137.390.000.000 termasuk PPN, dengan ruang lingkup pekerjaan berupa Building
Works for Daiwa Manunggal Logistic Center Phase 2 Project.
8. Steel Tower Test Tower Punagaya–Bantaeng 150 kV Switching Section II Project
Proyek ini merupakan pekerjaan Steel Tower Test Tower Punagaya–Bantaeng 150 kV Switching
Section II Project yang berlokasi di Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan. Pemilik pekerjaan
adalah PT Twink Indonesia. Nilai proyek, yang mencakup RAB dan jasa konstruksi, adalah sebesar
Rp3.000.000.000. Proses pekerjaan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Kerja No. 001/SPK-
PMO/26-IF10015/2026 tanggal 13 Februari 2026, dengan nomor kontrak PO/PST/2602/00037.
Berdasarkan nilai proyek tersebut, total nilai proyek yang menjadi dasar business plan penambahan
kegiatan usaha adalah sekitar Rp1.583.938.196 ribu atau sekitar Rp1,58 triliun. Nilai tersebut bukan
merupakan biaya investasi aset tetap Perseroan, melainkan nilai pekerjaan proyek yang menjadi dasar
estimasi pendapatan, beban kontrak, kebutuhan modal kerja, dan potensi laba atas rencana penambahan
kegiatan usaha.
8.2.2. Biaya Operasional Penambahan Kegiatan Usaha
Biaya operasional atas rencana penambahan kegiatan usaha terutama terdiri dari biaya yang berhubungan
langsung dengan pelaksanaan proyek, yaitu biaya bahan baku konstruksi dan non-konstruksi, biaya tenaga
pelaksana lapangan, biaya kontingensi, serta biaya operasional lain yang diperlukan dalam pelaksanaan
pekerjaan. Berdasarkan business plan Manajemen Perseroan, sebagian besar proyek menggunakan
asumsi struktur biaya sebagai berikut:
• estimasi biaya bahan baku konstruksi dan non-konstruksi sebesar 55% dari nilai proyek;
• estimasi biaya tenaga pelaksana lapangan sebesar 30% dari nilai proyek;
• estimasi biaya kontingensi sebesar 5% dari nilai proyek;
• estimasi keuntungan konstruksi dan non-konstruksi sebesar 10% dari nilai proyek.
Struktur biaya tersebut mengacu pada business plan yang disampaikan oleh Manajemen Perseroan
dengan memperhatikan dokumen-dokumen pengadaan proyek yang tersedia, antara lain dokumen tender,
dokumen penawaran, HPS/RAB, permintaan penawaran harga, SPK/kontrak, dan/atau dokumen
pendukung proyek lainnya yang relevan. Selain itu, beban kontrak atas proyek yang teridentifikasi
sehubungan dengan penambahan kegiatan usaha dihitung berdasarkan progres penyelesaian pekerjaan.
Penilai juga memperhatikan rata-rata beban operasional Perseroan berdasarkan data historis 5 tahun
terakhir periode 2021–2025, yaitu sebesar sekitar 80%. Berdasarkan pertimbangan tersebut, estimasi biaya
operasional atas penambahan kegiatan usaha dinilai masih relevan dan sesuai dengan karakteristik
proyek, pola biaya historis, serta struktur biaya yang lazim pada pekerjaan konstruksi dan non-konstruksi
Perseroan. Dengan demikian, biaya operasional penambahan kegiatan usaha tidak diproyeksikan sebagai
115
Page 143
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
beban tetap baru yang bersifat permanen, melainkan sebagai biaya proyek yang melekat pada
pelaksanaan pekerjaan yang telah teridentifikasi dan diakui sesuai dengan progres penyelesaian
pekerjaan.
8.2.3. Sumber Pendanaan Penambahan Kegiatan Usaha
Sumber pendanaan atas rencana penambahan kegiatan usaha terutama berasal dari modal kerja internal
Perseroan, pola penagihan proyek, serta skema pembayaran kepada pemasok, vendor, dan/atau
subkontraktor sesuai progres penyelesaian pekerjaan. Berdasarkan asumsi yang digunakan dalam
proyeksi, perputaran piutang usaha atas proyek yang teridentifikasi menggunakan skema penagihan
kepada pemberi kerja setelah penyelesaian pekerjaan atau setelah invoice diterbitkan sesuai progres
pekerjaan. Sementara itu, perputaran utang usaha menggunakan skema pembayaran kepada pemasok,
vendor, atau subkontraktor setelah penyelesaian pekerjaan atau setelah tagihan diterima sesuai progres
penyelesaian pekerjaan.
Dengan demikian, rencana penambahan kegiatan usaha tidak diasumsikan membutuhkan tambahan
pinjaman bank baru atau pendanaan eksternal khusus dalam bentuk belanja modal aset tetap. Kebutuhan
pendanaan lebih diarahkan pada pengelolaan modal kerja proyek. Berdasarkan hal tersebut, sumber
pendanaan penambahan kegiatan usaha dapat disimpulkan berasal dari kombinasi antara pengelolaan
modal kerja proyek, pemanfaatan hubungan komersial dengan pemberi kerja dan pemasok/vendor, serta
kapasitas keuangan internal Perseroan. Tidak terdapat asumsi tambahan belanja modal aset tetap baru
yang material maupun tambahan fasilitas pinjaman bank khusus yang digunakan secara langsung untuk
membiayai rencana penambahan kegiatan usaha.
8.3. Proyeksi Laba Rugi
Tabel 8 - 1 : Proyeksi Laba Rugi dengan penambahan kegiatan usaha
(Dalam Ribuan Rupiah)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
2026 2027 2028 2029 2030
Pendapatan Kontrak Konstruksi
& Non-Konstruksi 5.133.520.686 4.647.677.052 4.262.293.336 4.375.266.706 4.491.234.470
Beban Kontrak Konstruksi &
Non-Konstruksi -4.215.162.175 -3.768.091.942 -3.410.251.737 -3.500.641.488 -3.593.427.046
LABA (RUGI) KOTOR 918.358.510 879.585.110 852.041.599 874.625.218 897.807.424
BEBAN USAHA
Beban penjualan -15.421.812 -15.830.572 -16.250.166 -16.680.881 -17.123.013
Beban umum dan administrasi -189.848.391 -194.880.380 -200.045.744 -205.348.016 -210.790.827
Beban keuangan -487.331.761 -487.331.761 -487.331.761 -487.331.761 -487.331.761
Bagian laba/(rugi) perusahaan
asosiasi 140.236.078 143.953.078 147.768.597 151.685.249 155.705.712
Pendapatan (beban) lainnya -5.406.817 -5.550.126 -5.697.234 -5.848.241 -6.003.250
LABA OPERASIONAL 360.585.808 319.945.349 290.485.292 311.101.568 332.264.284
Beban (Manfaat) Penghasilan -136.038.298 -123.163.442 -112.950.773 -115.944.568 -119.017.713
LABA (RUGI) BERSIH 224.547.509 196.781.907 177.534.519 195.157.000 213.246.571
Tabel 8 - 2 : Proyeksi Laba Rugi sebelum penambahan kegiatan usaha
(Dalam Ribuan Rupiah)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
2026 2027 2028 2029 2030
Pendapatan Kontrak Konstruksi
& Non-Konstruksi 4.045.022.500 4.152.237.041 4.262.293.336 4.375.266.706 4.491.234.470
Beban Kontrak Konstruksi & -3.236.413.808 -3.322.195.932 -3.410.251.737 -3.500.641.488 -3.593.427.046
116
Page 144
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
2026 2027 2028 2029 2030
Non-Konstruksi
LABA (RUGI) KOTOR 808.608.692 830.041.109 852.041.599 874.625.218 897.807.424
BEBAN USAHA
Beban penjualan -15.421.812 -15.830.572 -16.250.166 -16.680.881 -17.123.013
Beban umum dan administrasi -189.848.391 -194.880.380 -200.045.744 -205.348.016 -210.790.827
Beban keuangan -487.331.761 -487.331.761 -487.331.761 -487.331.761 -487.331.761
Bagian laba/(rugi) perusahaan
asosiasi 140.236.078 143.953.078 147.768.597 151.685.249 155.705.712
Pendapatan (beban) lainnya -5.406.817 -5.550.126 -5.697.234 -5.848.241 -6.003.250
LABA OPERASIONAL 250.835.989 270.401.348 290.485.292 311.101.568 332.264.284
Beban (Manfaat) Penghasilan -107.193.096 -110.034.282 -112.950.773 -115.944.568 -119.017.713
LABA (RUGI) BERSIH 143.642.893 160.367.066 177.534.519 195.157.000 213.246.571
8.4. Proyeksi Posisi Keuangan
Tabel 8 - 3 : Proyeksi Posisi Keuangan dengan penambahan kegiatan usaha
(Dalam Ribuan Rupiah)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
2026 2027 2028 2029 2030
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 392.038.628 764.724.930 1.103.708.440 1.412.022.673 1.739.804.853
Deposito yang dibatasi penggunaannya 295.757.423 295.757.423 295.757.423 295.757.423 295.757.423
Piutang Usaha:
Pihak ketiga - setelah dikurangi
cadangan penurunan nilai 1.376.971.931 790.750.770 303.968.575 312.025.354 319.420.555
Pihak berelasi 43.137.199 44.159.579 45.454.233 46.659.012 47.764.860
Piutang retensi 13.952.926 14.283.619 14.702.381 15.092.072 15.449.764
Tagihan bruto pemberi kerja atas kontrak
konstruksi 10.980.594 11.240.841 11.570.396 11.877.073 12.158.567
Aset keuangan dari kontrak konsesi 2.107.835.186 2.107.835.186 2.107.835.186 2.107.835.186 2.107.835.186
Piutang lain lain 1.478.821 1.513.870 1.558.253 1.599.555 1.637.465
Persediaan - setelah dikurangi cadangan
penurunan nilai 569.311.443 582.804.489 599.890.945 615.791.235 630.385.883
Uang muka dan beban dibayar dimuka 300.466.053 307.587.291 316.605.026 324.996.738 332.699.370
Pajak dibayar dimuka 134.033.566 137.210.248 141.232.929 144.976.350 148.412.383
Jumlah aset lancar 5.245.963.769 5.057.868.246 4.942.283.787 5.288.632.670 5.651.326.308
Aset tidak lancar
Uang muka dan Beban dibayar dimuka 168.922.014 172.925.574 177.995.345 182.713.165 187.043.584
Piutang pihak yang berelasi - bersih 3.551.305 3.635.473 3.742.057 3.841.241 3.932.281
Pinjaman direksi dan karyawan 2.001.604 2.049.044 2.109.117 2.165.019 2.216.332
Aset keuangan dari kontrak konsesi 14.986.356.916 14.986.356.916 14.986.356.916 14.986.356.916 14.986.356.916
Investasi pada perusahaan asosiasi 2.811.145.209 2.811.145.209 2.811.145.209 2.811.145.209 2.811.145.209
Aset hak guna 17.375.168 17.375.168 17.375.168 17.375.168 17.375.168
Aset pajak tangguhan 0 0 0 0 0
Aset tetap - Perolehan 4.241.028.114 4.241.028.114 4.241.028.114 4.241.028.114 4.241.028.114
Ak. Depresiasi 1.554.097.304 1.684.040.594 1.813.983.884 1.943.927.174 2.073.870.464
Aset Tetap - bersih 2.686.930.810 2.556.987.520 2.427.044.230 2.297.100.940 2.167.157.650
Goodwill 13.720.045 13.720.045 13.720.045 13.720.045 13.720.045
Aset lain - lain 6.995.629 7.161.430 7.371.387 7.566.767 7.746.105
Jumlah aset tidak lancar 20.696.998.700 20.571.356.379 20.446.859.472 20.321.984.471 20.196.693.290
117
Page 145
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
2026 2027 2028 2029 2030
JUMLAH ASET 25.942.962.470 25.629.224.625 25.389.143.259 25.610.617.141 25.848.019.598
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank dan lembaga keuangan lainnya 361.744.482 361.744.482 361.744.482 361.744.482 361.744.482
Utang usaha 1.375.128.306 851.670.408 417.670.748 428.741.237 438.902.680
Utang lancar lainnya 2.633.592 2.696.010 2.775.050 2.848.604 2.916.118
Utang pajak 26.893.712 27.531.110 28.338.258 29.089.372 29.778.809
Uang muka pelanggan 114.657.231 117.374.681 120.815.830 124.018.090 126.957.398
Beban masih harus dibayar 348.858.056 357.126.216 367.596.315 377.339.566 386.282.756
Utang yang jatuh tempo dalam satu tahun:
Utang lain-lain 0 0 0 0 0
Utang pihak yang berelasi 20.979.407 20.979.407 20.979.407 20.979.407 20.979.407
Pinjaman bank 827.466.681 827.466.681 827.466.681 827.466.681 827.466.681
Utang sewa pembiayaan 14.183.268 14.183.268 14.183.268 14.183.268 14.183.268
Liabilitas Sewa 656.005 656.005 656.005 656.005 656.005
Jumlah liabilitas jangka pendek 3.093.200.739 2.581.428.267 2.162.226.044 2.187.066.712 2.209.867.604
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak yang berelasi 140.761.208 140.761.208 140.761.208 140.761.208 140.761.208
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo kurang dari satu tahun :
Utang lain-lain 15.625.423 15.625.423 15.625.423 15.625.423 15.625.423
Pinjaman bank 13.460.530.755 13.460.530.755 13.460.530.755 13.460.530.755 13.460.530.755
Utang sewa pembiayaan 22.807.343 22.807.343 22.807.343 22.807.343 22.807.343
Liabilitas sewa 16.960.849 16.960.849 16.960.849 16.960.849 16.960.849
Liabilitas pajak tangguhan 219.967.189 219.967.189 219.967.189 219.967.189 219.967.189
Liabilitas imbalan kerja karyawan 52.855.958 54.108.678 55.695.017 57.171.230 58.526.225
Jumlah liabilitas jangka panjang 13.929.508.725 13.930.761.445 13.932.347.784 13.933.823.997 13.935.178.992
Total liabilitas 17.022.709.464 16.512.189.712 16.094.573.828 16.120.890.709 16.145.046.596
EKUITAS
Modal disetor 892.472.776 892.472.776 892.472.776 892.472.776 892.472.776
Agio saham 689.146 689.146 689.146 689.146 689.146
Transaksi dengan kepentingan non pengendali 165.010 165.010 165.010 165.010 165.010
Tambahan modal disetor lainnya 135.355.862 135.355.862 135.355.862 135.355.862 135.355.862
Komponen lainnya dari ekuitas 8.397.855 8.397.855 8.397.855 8.397.855 8.397.855
Ekuitas bisnis yang bergabung 0 0 0 0 0
Pendapatan komprehensif lainnya 0 0 0 0 0
Saldo laba 6.339.639.865 6.536.421.772 6.713.956.291 6.909.113.291 7.122.359.862
Kepentingan non pengendali 1.543.532.491 1.543.532.491 1.543.532.491 1.543.532.491 1.543.532.491
Jumlah Ekuitas 8.920.253.005 9.117.034.912 9.294.569.431 9.489.726.431 9.702.973.002
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 25.942.962.470 25.629.224.625 25.389.143.259 25.610.617.141 25.848.019.598
Tabel 8 - 4 : Proyeksi Posisi Keuangan sebelum Penambahan Kegiatan Usaha
(Dalam Ribuan Rupiah)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
2026 2027 2028 2029 2030
ASET
Aset Lancar
118
Page 146
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
2026 2027 2028 2029 2030
Kas dan setara kas 420.883.830 696.949.474 986.388.983 1.294.703.216 1.622.485.396
Deposito yang dibatasi penggunaannya 295.757.423 295.757.423 295.757.423 295.757.423 295.757.423
Piutang Usaha:
Pihak ketiga - setelah dikurangi
cadangan penurunan nilai 288.473.746 295.310.759 303.968.575 312.025.354 319.420.555
Pihak berelasi 43.137.199 44.159.579 45.454.233 46.659.012 47.764.860
Piutang retensi 13.952.926 14.283.619 14.702.381 15.092.072 15.449.764
Tagihan bruto pemberi kerja atas kontrak
konstruksi 10.980.594 11.240.841 11.570.396 11.877.073 12.158.567
Aset keuangan dari kontrak konsesi 2.107.835.186 2.107.835.186 2.107.835.186 2.107.835.186 2.107.835.186
Piutang lain lain 1.478.821 1.513.870 1.558.253 1.599.555 1.637.465
Persediaan - setelah dikurangi cadangan
penurunan nilai 569.311.443 582.804.489 599.890.945 615.791.235 630.385.883
Uang muka dan beban dibayar dimuka 300.466.053 307.587.291 316.605.026 324.996.738 332.699.370
Pajak dibayar dimuka 134.033.566 137.210.248 141.232.929 144.976.350 148.412.383
Jumlah aset lancar 4.186.310.786 4.494.652.779 4.824.964.330 5.171.313.213 5.534.006.851
Aset tidak lancar
Uang muka dan Beban dibayar dimuka 168.922.014 172.925.574 177.995.345 182.713.165 187.043.584
Piutang pihak yang berelasi - bersih 3.551.305 3.635.473 3.742.057 3.841.241 3.932.281
Pinjaman direksi dan karyawan 2.001.604 2.049.044 2.109.117 2.165.019 2.216.332
Aset keuangan dari kontrak konsesi 14.986.356.916 14.986.356.916 14.986.356.916 14.986.356.916 14.986.356.916
Investasi pada perusahaan asosiasi 2.811.145.209 2.811.145.209 2.811.145.209 2.811.145.209 2.811.145.209
Aset hak guna 17.375.168 17.375.168 17.375.168 17.375.168 17.375.168
Aset pajak tangguhan 0 0 0 0 0
Aset tetap - Perolehan 4.241.028.114 4.241.028.114 4.241.028.114 4.241.028.114 4.241.028.114
Ak. Depresiasi 1.554.097.304 1.684.040.594 1.813.983.884 1.943.927.174 2.073.870.464
Aset Tetap - bersih 2.686.930.810 2.556.987.520 2.427.044.230 2.297.100.940 2.167.157.650
Goodwill 13.720.045 13.720.045 13.720.045 13.720.045 13.720.045
Aset lain - lain 6.995.629 7.161.430 7.371.387 7.566.767 7.746.105
Jumlah aset tidak lancar 20.696.998.700 20.571.356.379 20.446.859.472 20.321.984.471 20.196.693.290
JUMLAH ASET 24.883.309.486 25.066.009.158 25.271.823.802 25.493.297.683 25.730.700.140
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank dan lembaga keuangan lainnya 361.744.482 361.744.482 361.744.482 361.744.482 361.744.482
Utang usaha 396.379.939 405.774.398 417.670.748 428.741.237 438.902.680
Utang lancar lainnya 2.633.592 2.696.010 2.775.050 2.848.604 2.916.118
Utang pajak 26.893.712 27.531.110 28.338.258 29.089.372 29.778.809
Uang muka pelanggan 114.657.231 117.374.681 120.815.830 124.018.090 126.957.398
Beban masih harus dibayar 348.858.056 357.126.216 367.596.315 377.339.566 386.282.756
Utang yang jatuh tempo dalam satu tahun:
Utang lain-lain 0 0 0 0 0
Utang pihak yang berelasi 20.979.407 20.979.407 20.979.407 20.979.407 20.979.407
Pinjaman bank 827.466.681 827.466.681 827.466.681 827.466.681 827.466.681
Utang sewa pembiayaan 14.183.268 14.183.268 14.183.268 14.183.268 14.183.268
Liabilitas Sewa 656.005 656.005 656.005 656.005 656.005
Jumlah liabilitas jangka pendek 2.114.452.372 2.135.532.258 2.162.226.044 2.187.066.712 2.209.867.604
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak yang berelasi 140.761.208 140.761.208 140.761.208 140.761.208 140.761.208
119
Page 147
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
2026 2027 2028 2029 2030
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo kurang dari satu tahun :
Utang lain-lain 15.625.423 15.625.423 15.625.423 15.625.423 15.625.423
Pinjaman bank 13.460.530.755 13.460.530.755 13.460.530.755 13.460.530.755 13.460.530.755
Utang sewa pembiayaan 22.807.343 22.807.343 22.807.343 22.807.343 22.807.343
Liabilitas sewa 16.960.849 16.960.849 16.960.849 16.960.849 16.960.849
Liabilitas pajak tangguhan 219.967.189 219.967.189 219.967.189 219.967.189 219.967.189
Liabilitas imbalan kerja karyawan 52.855.958 54.108.678 55.695.017 57.171.230 58.526.225
Jumlah liabilitas jangka panjang 13.929.508.725 13.930.761.445 13.932.347.784 13.933.823.997 13.935.178.992
Total liabilitas 16.043.961.097 16.066.293.703 16.094.573.828 16.120.890.709 16.145.046.596
EKUITAS
Modal disetor 892.472.776 892.472.776 892.472.776 892.472.776 892.472.776
Agio saham 689.146 689.146 689.146 689.146 689.146
Transaksi dengan kepentingan non pengendali 165.010 165.010 165.010 165.010 165.010
Tambahan modal disetor lainnya 135.355.862 135.355.862 135.355.862 135.355.862 135.355.862
Komponen lainnya dari ekuitas 8.397.855 8.397.855 8.397.855 8.397.855 8.397.855
Ekuitas bisnis yang bergabung 0 0 0 0 0
Pendapatan komprehensif lainnya 0 0 0 0 0
Saldo laba 6.258.735.249 6.419.102.315 6.596.636.834 6.791.793.834 7.005.040.405
Kepentingan non pengendali 1.543.532.491 1.543.532.491 1.543.532.491 1.543.532.491 1.543.532.491
Jumlah Ekuitas 8.839.348.389 8.999.715.455 9.177.249.974 9.372.406.974 9.585.653.545
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 24.883.309.486 25.066.009.158 25.271.823.802 25.493.297.683 25.730.700.140
8.5. Inkremental Proyeksi Laba Rugi
Tabel 8 - 5 : Inkremental Proyeksi Laba Rugi setelah dan sebelum penambahan kegiatan usaha
(Dalam Ribuan Rupiah)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
2026 2027 2028 2029 2030
Pendapatan Kontrak Konstruksi &
Non-Konstruksi 1.088.498.185 495.440.011 0 0 0
Beban Kontrak Konstruksi & Non-
Konstruksi -978.748.367 -445.896.010 0 0 0
LABA (RUGI) KOTOR 109.749.819 49.544.001 0 0 0
BEBAN USAHA
Beban penjualan 0 0 0 0 0
Beban umum dan administrasi 0 0 0 0 0
Beban keuangan 0 0 0 0 0
Bagian laba/(rugi) perusahaan asosiasi 0 0 0 0 0
Pendapatan (beban) lainnya 0 0 0 0 0
LABA OPERASIONAL 109.749.819 49.544.001 0 0 0
Beban (Manfaat) Penghasilan -28.845.202 -13.129.160 0 0 0
LABA (RUGI) BERSIH 80.904.617 36.414.841 0 0 0
Berdasarkan Inkremental proyeksi laba rugi setelah dan sebelum penambahan kegiatan usaha atas
penambahan kegiatan usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk, maka terdapat inkremental pada beberapa
akun proyeksi laporan laba rugi perusahaan yaitu :
120
Page 148
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Pendapatan Kontrak Konstruksi & Non-Konstruksi
Terdapat peningkatan akun pendapatan Kontrak Konstruksi & Non Konstruksi dimana pada tahun 2026
terjadi peningkatan sebesar Rp1.088 miliar dan peningkatan pada tahun 2027 sebesar Rp495 miliar.
Beban Kontrak Konstruksi & Non-Konstruksi
Terdapat peningkatan akun Beban Kontrak Konstruksi & Non Konstruksi dimana pada tahun 2026 terjadi
peningkatan biaya sebesar Rp978 miliar dan peningkatan pada tahun 2027 sebesar Rp445 miliar.
Laba (Rugi) Kotor
Terdapat peningkatan akun Laba (Rugi) Kotor dimana pada tahun 2026 terjadi peningkatan sebesar Rp109
miliar dan peningkatan pada tahun 2027 sebesar Rp49 miliar.
Laba Operasional
Terdapat peningkatan akun Laba (Rugi) Operasional dimana pada tahun 2026 terjadi peningkatan sebesar
Rp109 miliar dan peningkatan pada tahun 2027 sebesar Rp49 miliar.
Beban (Manfaat) Penghasilan
Terdapat peningkatan akun Beban (Manfaat) penghasilan dimana pada tahun 2026 terjadi peningkatan
beban sebesar Rp28 miliar dan meningkat pada tahun 2027 sebesar Rp13 miliar.
Laba (Rugi) Bersih
Terdapat peningkatan akun Laba (Rugi) Bersih dimana pada tahun 2026 terjadi peningkatan sebesar Rp80
miliar dan meningkat pada tahun 2027 sebesar Rp36 miliar.
8.6. Inkremental Proyeksi Posisi Keuangan
Penyesuaian pada inkremental laporan posisi keuangan memperhatikan proyeksi laporan posisi keuangan
perusahaan sebelum adanya penambahan kegiatan usaha dan dibandingkan dengan proyeksi laporan posisi
keuangan setelah adanya penambahan kegiatan usaha Perseroan yang disajikan sebagai berikut :
Tabel 8 - 6 : Inkremental Proyeksi Posisi Keuangan
(Dalam Ribuan Rupiah)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
2026 2027 2028 2029 2030
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas -28.845.202 67.775.456 117.319.457 117.319.457 117.319.457
Deposito yang dibatasi penggunaannya 0 0 0 0 0
Piutang Usaha: 0 0 0 0 0
Pihak ketiga - setelah dikurangi
cadangan penurunan nilai 1.088.498.185 495.440.011 0 0 0
Pihak berelasi 0 0 0 0 0
Piutang retensi 0 0 0 0 0
Tagihan bruto pemberi kerja atas kontrak
konstruksi 0 0 0 0 0
Aset keuangan dari kontrak konsesi 0 0 0 0 0
Piutang lain lain 0 0 0 0 0
Persediaan - setelah dikurangi cadangan
penurunan nilai 0 0 0 0 0
Uang muka dan beban dibayar dimuka 0 0 0 0 0
Pajak dibayar dimuka 0 0 0 0 0
Jumlah aset lancar 1.059.652.984 563.215.467 117.319.457 117.319.457 117.319.457
121
Page 149
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
2026 2027 2028 2029 2030
Aset tidak lancar
Uang muka dan Beban dibayar dimuka 0 0 0 0 0
Piutang pihak yang berelasi - bersih 0 0 0 0 0
Pinjaman direksi dan karyawan 0 0 0 0 0
Aset keuangan dari kontrak konsesi 0 0 0 0 0
Investasi pada perusahaan asosiasi 0 0 0 0 0
Aset hak guna 0 0 0 0 0
Aset pajak tangguhan 0 0 0 0 0
Aset tetap - Perolehan 0 0 0 0 0
Ak. Depresiasi 0 0 0 0 0
Aset Tetap - bersih 0 0 0 0 0
Goodwill 0 0 0 0 0
Aset lain - lain 0 0 0 0 0
Jumlah aset tidak lancar 0 0 0 0 0
JUMLAH ASET 1.059.652.984 563.215.467 117.319.457 117.319.457 117.319.457
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank dan lembaga keuangan lainnya 0 0 0 0 0
Utang usaha 978.748.367 445.896.010 0 0 0
Utang lancar lainnya 0 0 0 0 0
Utang pajak 0 0 0 0 0
Uang muka pelanggan 0 0 0 0 0
Beban masih harus dibayar 0 0 0 0 0
Utang yang jatuh tempo dalam satu tahun:
Utang lain-lain 0 0 0 0 0
Utang pihak yang berelasi 0 0 0 0 0
Pinjaman bank 0 0 0 0 0
Utang sewa pembiayaan 0 0 0 0 0
Liabilitas Sewa 0 0 0 0 0
Jumlah liabilitas jangka pendek 978.748.367 445.896.010 0 0 0
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak yang berelasi 0 0 0 0 0
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo kurang dari satu tahun : 0 0 0 0 0
Utang lain-lain 0 0 0 0 0
Pinjaman bank 0 0 0 0 0
Utang sewa pembiayaan 0 0 0 0 0
Liabilitas sewa 0 0 0 0 0
Liabilitas pajak tangguhan 0 0 0 0 0
Liabilitas imbalan kerja karyawan 0 0 0 0 0
Jumlah liabilitas jangka panjang 0 0 0 0 0
Total liabilitas 978.748.367 445.896.010 0 0 0
EKUITAS
Modal disetor 0 0 0 0 0
Agio saham 0 0 0 0 0
Transaksi dengan kepentingan non pengendali 0 0 0 0 0
122
Page 150
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
2026 2027 2028 2029 2030
Tambahan modal disetor lainnya 0 0 0 0 0
Komponen lainnya dari ekuitas 0 0 0 0 0
Ekuitas bisnis yang bergabung 0 0 0 0 0
Pendapatan komprehensif lainnya 0 0 0 0 0
Saldo laba 80.904.617 117.319.457 117.319.457 117.319.457 117.319.457
Kepentingan non pengendali 0 0 0 0 0
Jumlah Ekuitas 80.904.617 117.319.457 117.319.457 117.319.457 117.319.457
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 1.059.652.984 563.215.467 117.319.457 117.319.457 117.319.457
Berdasarkan Inkremental proyeksi posisi keuangan setelah dan sebelum penambahan kegiatan usaha atas
penambahan kegiatan usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk, maka terdapat inkremental pada beberapa
akun proyeksi posisi keuangan perusahaan yaitu :
Kas dan Setara Kas
Berdasarkan proyeksi inkremental atas rencana penambahan kegiatan usaha, akun Kas dan Setara Kas
pada tahun 2026 diproyeksikan mengalami penurunan sebesar Rp28 miliar. Penurunan tersebut terutama
dipengaruhi oleh kebutuhan modal kerja pada tahap awal pelaksanaan proyek yang telah diidentifikasi oleh
Perseroan. Pada tahun-tahun berikutnya, saldo Kas dan Setara Kas diproyeksikan menjadi sebesar Rp67
miliar pada tahun 2027 dan sebesar Rp117 miliar pada tahun 2028, sejalan dengan asumsi penerimaan kas
dari proyek dan pola penyelesaian kewajiban operasional yang digunakan dalam proyeksi. Dengan demikian,
perubahan saldo Kas dan Setara Kas tersebut merupakan dampak inkremental yang diproyeksikan dari
pelaksanaan proyek sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan.
Piutang Usaha Pihak Ketiga – Setelah dikurangi cadangan penurunan nilai
Berdasarkan proyeksi inkremental atas rencana penambahan kegiatan usaha, akun Piutang Usaha Pihak
Ketiga – Setelah dikurangi cadangan penurunan nilai menunjukkan saldo sebesar Rp1.088 miliar pada tahun
2026 dan Rp495 miliar pada tahun 2027. Saldo tersebut terutama berasal dari piutang usaha yang timbul
sehubungan dengan pelaksanaan proyek yang telah diidentifikasi oleh Perseroan. Selanjutnya, saldo piutang
usaha menurun pada tahun 2027 dan menjadi nihil pada tahun 2028, sejalan dengan asumsi bahwa piutang
atas proyek tersebut telah tertagih seluruhnya sesuai dengan pola penagihan dan penerimaan kas yang
digunakan dalam proyeksi.
Utang Usaha
Berdasarkan proyeksi inkremental atas rencana penambahan kegiatan usaha, akun Utang Usaha
diasumsikan mencerminkan saldo sebesar Rp978 miliar pada tahun 2026 dan Rp445 miliar pada tahun 2027.
Saldo tersebut terutama berasal dari kewajiban operasional yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan
proyek yang telah diidentifikasi oleh Perseroan, termasuk kewajiban kepada pemasok, vendor, atau pihak
ketiga terkait. Selanjutnya, saldo utang usaha menurun pada tahun 2027 dan menjadi nihil pada tahun 2028,
sejalan dengan asumsi bahwa seluruh kewajiban usaha terkait proyek telah diselesaikan sesuai dengan pola
pembayaran dan penyelesaian pekerjaan yang digunakan dalam proyeksi.
Saldo Laba
Berdasarkan proyeksi inkremental atas rencana penambahan kegiatan usaha, akun Saldo Laba
menunjukkan saldo sebesar Rp80 miliar pada tahun 2026 dan Rp117 miliar pada tahun 2027. Peningkatan
saldo laba tersebut terutama mencerminkan akumulasi laba bersih yang dihasilkan dari pelaksanaan proyek
yang telah diidentifikasi oleh Perseroan sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha. Pada
123
Page 151
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
tahun-tahun berikutnya, saldo laba diasumsikan tetap mencerminkan akumulasi hasil usaha dari proyek,
sepanjang tidak terdapat distribusi dividen atau penyesuaian ekuitas lainnya dalam periode proyeksi.
8.6.1. Penjelasan Atas Proyeksi Inkremental Liabilitas Pajak Tangguhan
Dalam proyeksi laporan posisi keuangan, akun Liabilitas Pajak Tangguhan diproyeksikan tidak mengalami
perubahan selama periode 2026 sampai dengan 2030. Asumsi tersebut digunakan karena rencana
penambahan kegiatan usaha tidak diproyeksikan menimbulkan tambahan perbedaan temporer material
yang berdampak langsung terhadap pengakuan liabilitas pajak tangguhan Perseroan.
Kenaikan pendapatan yang timbul dari rencana penambahan kegiatan usaha terutama berasal dari
pendapatan kontrak konstruksi dan non-konstruksi atas proyek-proyek yang telah teridentifikasi.
Berdasarkan asumsi proyeksi, tambahan pendapatan tersebut dikenakan pajak dengan memperhatikan
karakteristik perpajakan yang relevan, yaitu menggunakan asumsi tarif PPh Final sebesar 2,65%. Dengan
demikian, dampak pajak atas tambahan pendapatan proyek telah tercermin pada akun Beban (Manfaat)
Penghasilan dalam proyeksi laba rugi, bukan melalui perubahan akun liabilitas pajak tangguhan. Asumsi
tarif PPh Final sebesar 2,65% juga telah dinyatakan dalam asumsi proyeksi keuangan Perseroan.
Selain itu, dalam proyeksi inkremental laporan posisi keuangan, rencana penambahan kegiatan usaha tidak
menimbulkan tambahan aset tetap, aset hak guna, investasi pada perusahaan asosiasi, atau pos lain yang
secara langsung menimbulkan perbedaan temporer baru yang material. Dampak inkremental rencana
penambahan kegiatan usaha terutama tercermin pada akun aset lancar dan liabilitas jangka pendek, yaitu
piutang usaha, utang usaha, kas dan setara kas, serta saldo laba yang timbul dari pelaksanaan proyek.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, saldo Liabilitas Pajak Tangguhan diasumsikan tetap selama periode
proyeksi 2026 sampai dengan 2030, karena tidak terdapat dasar yang memadai untuk memproyeksikan
perubahan liabilitas pajak tangguhan secara material akibat rencana penambahan kegiatan usaha. Apabila
di kemudian hari terdapat transaksi, aset, kewajiban, atau perbedaan temporer baru yang material, maka
pengaruhnya terhadap pajak tangguhan perlu dievaluasi kembali sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan dan ketentuan perpajakan yang berlaku.
8.7. Cut Off Date dalam Analisis Studi Kelayakan
Dalam melakukan Analisis Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha ini, kami menggunakan cut off date
31 Desember 2025 di mana batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
dilaksanakan studi kelayakan penambahan Kegiatan Usaha.
8.8. Penetapan Tingkat Diskonto
Penentuan Biaya Modal untuk Ekuitas
Penentuan biaya modal untuk ekuitas mengikuti peraturan POJK 35/2020 dimana tingkat diskonto untuk
ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset Pricing Model (CAPM). Model ini menyatakan
bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah premium unutk menutup risiko sistematis dari
sekuritas saham. Dengan formula sebagai berikut:
Ke = Rf + ß (Rm-Rf) Ke = Rf + ß Rp
Di mana :
Rf = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
ß = risiko sistimatis
Rm = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
124
Page 152
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Rp = selisih antara Rm dengan Rf
Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki
kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat
bunga obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
Terkait dengan tanggal Studi Kelayakan yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2025, maka instrumen bebas
risiko yang dipilih didasarkan pada obligasi Pemerintah dengan bunga tetap yang dikeluarkan oleh
Pemerintah, yaitu Government Bond dalam mata uang rupiah yang bersumber dari S&P Capital IQ dengan
tenor 5 tahun adalah sebesar 5,49%, maka yield tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian bebas
risiko (Rf). Menurut kami Government Bond dalam mata uang rupiah yang bersumber dari S&P Capital IQ
dengan tenor 5 tahun, dimana tenor 5 tahun merupakan tenor government Bond terpendek yang tersedia dan
tenor tersebut sudah dapat merefleksikan secara wajar tingkat balikan investasi bebas risiko (Rf) untuk Objek
Studi Kelayakan dengan memperhatikan proyeksi yang disampaikan manajemen sehingga angka tersebut
akan digunakan sebagai tingkat kembalian bebas risiko (Rf).
Rp (Equity Risk Premium - ERP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium memasukkan premi
untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk
menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutkan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat
diskonto yang mengakomodasi perubahan- perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar
negara berkembang (emerging market).
Premi risiko pasar (Rm-Rf) ditentukan dengan menggunakan hasil riset/studi terkini dari Aswath Damodaran
1 Januari 2026 yang memprediksi bahwa risk premium untuk pasar negara berkembang (emerging market)
seperti Indonesia adalah 7,06% dengan Country Default Spread sebesar 1,87%.
ß (Beta) Beta merupakan pengukur tingkat kepekaan pengembalian saham terhadap pengembalian pasar
saham secara keseluruhan (seperti index yang dikeluarkan oleh S&P 500 atau IHSG). Untuk Bukaka kami
menggunakan Beta dari industri pada sektor yang sama yang terdapat di Bursa Efek Indonesia.
Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk menghitung
cost of equity Bukaka, dimana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara ini dilakukan untuk
menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing perusahaan terhadap beta. Perusahaan yang
sama dengan leverage yang berbeda akan memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh karena itu
pengaruh leverage yang ada di tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.
Unlevered beta dihitung dengan formula sebagai berikut :
𝛽𝐿
𝛽𝑢 =
(1 + (1 − 𝑇)𝑥𝐷𝐸𝑅
T = Tarif Pajak Penghasilan Badan
DER = Debt to equity ratio
βL = Beta levered. yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara obyektif
dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian
portofolio pasar apabila dibandingkan dengan portofolio pasar dengan pengaruh hutang
βu = Beta unlevered. yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara obyektif
125
Page 153
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian
portofolio pasar apabila dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa pengaruh hutang
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian di-
relevered dengan tingkat leverage yang berlaku dipasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
mendiskonto tersebut dengan formula sebagai berikut:
Tabel 8 - 7 : Beta Perusahaan Pembanding
Nama Perusahaan Ticker Beta Unlevered
PT Indonesia Pondasi Raya Tbk IDPR 0,42
PT Jasa Marga (Persero) Tbk JSMR 0,38
PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk JKON 0,60
PT Nusa Konstruksi EnjiniringTbk DGIK 0,34
PT Nusa Raya Cipta Tbk NRCA 1,77
PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk BDKR 0,30
PT Pratama Widya Tbk PTPW 0,73
PT Surya Semesta Internusa Tbk SSIA 0,81
PT Total Bangun Persada Tbk TOTL 0,98
PT Benteng Api Technic Tbk BATR 0,24
Average 0,66
Selanjutnya rata-rata beta unlevered perusahaan pembanding yang diperoleh yaitu sebesar 0,66
kemudian di-levered-kan kembali dengan menggunakan tingkat leverage (DER) market yaitu sebesar
101,1% dengan formula sebagai berikut:
𝛽𝐿 = 𝛽𝑢 × (1 + (1 − 𝑇)𝑥𝐷𝐸𝑅)
Dengan persamaan tersebut diatas dan berdasarkan rata-rata beta unlevered dari perusahaan
pembanding yaitu sebesar 0,66, dengan tarif pajak sebesar 0% (nol) dan DER sebesar 101,1% % maka
diperoleh beta levered perusahaan sebesar 1,32.
Sesuai dengan AKB yang digunakan, yaitu arus kas bersih untuk ekuitas (Free Cash Flow to Equity),
maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan biaya modal ekuitas.
Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas adalah
Tabel 8 - 8 : Cost of Equity
Keterangan Jumlah
Risk Free Rate (Rf) 5,49%
Equity Risk Premium (Rpm) 7,03%
CDS 1,87%
β (Beta) 1,32
Cost of Equity 12,31%
Sumber: Data Olahan
Berdasarkan perhitungan diatas, maka Cost Of Equity yang digunakan dalam Studi Kelayakan ini adalah
12,31%, menurut kami merupakan tingkat diskonto yang wajar.
126
Page 154
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
8.9. Analisis Kelayakan Proyek
Analisa kelayakan proyek, dilakukan dengan membandingkan antara pengorbanan ekonomis yang
dilakukan Bukaka dalam kaitannya penambahan kegiatan usaha atas proyek – proyek yang teridentifikasi
oleh perusahaan.
Kelayakan dari Penambahan Kegiatan Usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang diantisipasi dimasa
mendatang dari Penambahan Kegiatan Usaha yang dihitung dari selisih dari Free Cash Flow To Equity
Bukaka sebelum penambahan, dengan Free Cash Flow To Equity setelah penambahan.
Tabel 8 - 9 : Analisa Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha Bukaka
(Dalam Ribuan Rupiah)
Present Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
31 Des 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Outlays (Initial Investment)
Capital Expenditure 0 0 0 0 0
Perubahan Modal Kerja Bersih -109.749.819 0 0 0 0
Jumlah Outlays -109.749.819 0 0 0 0
Proceeds
Laba bersih 80.904.617 36.414.841 0 0 0
Add: beban bukan tunai 0 0 0 0 0
Jumlah Prooceds 80.904.617 36.414.841 0 0 0
Periode proyeksi (Tahun) 1 2 3 4 5
Discount Factor (CoE) 12,31% 0,890 0,793 0,706 0,628 0,560
Jumlah Free Cash Flow -28.845.202 36.414.841 0 0 0
Present Value -25.683.070 28.868.561 0 0 0
Analisis Kelayakan Inkremental
1. NPV 3.185.490
2. IRR 26,24%
3. Profitability Index (PI) 1,07
4. Payback period 1 Tahun 9,5 Bulan
Berdasarkan analisis kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha dengan mempertimbangkan asumsi-asumsi
yang telah dilakukan diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut :
▪ Net Present Value (NPV) : Rp 3.185.490.000,-
▪ Internal Rate of Return (IRR) : 26,24%
▪ Profitability Index (PI) : 1,07
▪ Payback Period (PP) : 1 Tahun 9,5 Bulan
Analisis Net Present Value (NPV)
Berdasarkan perhitungan dan analisis yang dilakukan terhadap rencana penambahan kegiatan usaha ini,
Hasil perhitungan NPV pada discount rate 12,31% menunjukkan nilai "Positif" sebesar Rp3.185.490.000
dengan demikian proyek ini Layak.
Analisis Internal Rate of Return (IRR)
Dalam penambahan bidang usaha baru ini, perseroan tidak ada penambahan investasi baru, akan tetapi
membutuhkan modal kerja bersih atas pengerjaan proyek yang teridentifikasi sehingga IRR atas rencana
127
Page 155
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
penambahan kegiatan usaha ini adalah 26,24% lebih tinggi dibandingkan discount rate sebesar 12,31%,
dengan demikian proyek ini Layak.
Analisis Payback Period
Berdasarkan perhitungan dan analisis yang dilakukan atas penambahan kegiatan usaha baru payback period
dapat dicapai dalam jangka waktu 1 Tahun 9,5 Bulan.
Analisis Profitability Index (PI).
Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan pada indikator PI menunjukkan nilai 1,07 pada discount rate
sebesar 12,31% atau lebih "besar" dari 1 (satu). Dengan demikian, penambahan kegiatan usaha perseroan
ini menguntungkan.
8.10. Analisis Sensitivitas Kelayakan Penambahan KBLI baru
Analisis sensitivitas bertujuan untuk mengetahui seberapa sensitif proyeksi kinerja proyek atas setiap
perubahan variable penting yang dipilih dimana akan mempengaruhi kelayakan proyek. Hasil analisis
sensitivitas proyek ini adalah sebagai berikut:
Tabel 8 - 10 : Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Penurunan Laba Bersih (Laba Bersih setelah proyek
dikurangi Laba Bersih sebelum proyek)
(Dalam Ribuan Rupiah)
Skenario Perubahan Penurunan Laba Bersih
VARIABEL
0% -1% -3,160% -5%
2026 80.904.617 80.095.570 78.350.499 76.859.386
2027 36.414.841 36.050.692 35.265.243 34.594.099
2028 0 0 0 0
2029 0 0 0 0
2030 0 0 0 0
NPV 3.185.490 2.176.450 0 -1.859.713
Break even
Kelayakan Layak Layak Tidak Layak
Point
Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penurunan Laba Bersih yang memberikan
informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Breakeven saat Penurunan Laba Bersih mengalami penurunan
maksimal sebesar 3,16%, dan proyek menjadi tidak layak saat penurunan perubahan laba bersih melampaui
3,16%, dengan catatan variable lain tetap (ceteris paribus).
Tabel 8 - 11 : Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Penurunan Pendapatan (Pendapatan setelah proyek
dikurangi Pendapatan sebelum proyek)
(Dalam Ribuan Rupiah)
Skenario Perubahan Penurunan Pendapatan
VARIABEL
0% -0,1% -0,24% -0,5%
2026 1.088.498.185 1.087.409.687 1.085.882.958 1.083.055.694
2027 495.440.011 494.944.571 494.249.666 492.962.811
2028 0 0 0 0
2029 0 0 0 0
2030 0 0 0 0
NPV 3.185.490 1.859.640 0 -3.443.762
Break even
Kelayakan Layak Layak Tidak Layak
Point
128
Page 156
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk
Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penurunan Pendapatan yang memberikan
informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Breakeven saat Penurunan Pendapatan mengalami penurunan
maksimal sebesar 0,24%, dan proyek menjadi tidak layak saat penurunan perubahan pendapatan melampaui
0,24%, dengan catatan variable lain tetap (ceteris paribus).
Tabel 8 - 12 : Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Penambahan atau Inkremental Beban Kontrak Konstruksi
dan Non Konstruksi (Beban Kontrak setelah proyek dikurangi Beban Kontrak sebelum proyek)
(Dalam Ribuan Rupiah)
Skenario Perubahan Penambahan atau Inkremental beban Kontrak
VARIABEL Konstruksi & Non Konstruksi
0% 0,1% 0,26% 0,5%
2026 -978.748.367 -979.727.115 -981.293.616 -983.642.109
2027 -445.896.010 -446.341.906 -447.055.569 -448.125.490
2028 0 0 0 0
2029 0 0 0 0
2030 0 0 0 0
NPV 3.185.490 1.960.544 0 -2.939.242
Break even
Kelayakan Layak Layak Tidak Layak
Point
Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penambahan Beban Kontrak Konstruksi dan
Non Konstruksi setelah Penambahan Usaha yang memberikan informasi, bahwa proyek akan mencapai titik
Breakeven saat Beban Kontrak Konstruksi dan Non Konstruksi setelah Penambahan Usaha mengalami
peningkatan maksimal sebesar 0,26%, dan proyek menjadi tidak layak saat peningkatan Beban Kontrak
Konstruksi dan Non Konstruksi setelah Penambahan Usaha melampaui 0,26%, dengan catatan variable lain
tetap (ceteris paribus).
8.11. Kesimpulan Kelayakan Keuangan
Berdasarkan hasil kajian, evaluasi, dan analisis terhadap aspek kelayakan keuangan, dengan
mempertimbangkan asumsi-asumsi proyeksi keuangan, kebutuhan investasi, biaya operasional, sumber
pendanaan, proyeksi laporan laba rugi, proyeksi laporan posisi keuangan, analisis inkremental, tingkat
diskonto, serta indikator kelayakan investasi yang digunakan dalam Studi Kelayakan ini, maka rencana
penambahan kegiatan usaha Perseroan dari aspek kelayakan keuangan adalah layak.
129
Names mentioned 150 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
KH. Guru Amin Km.
p.1 ×20
unresolved
org
KJPP YUFRIZAL
p.1 ×108
unresolved
org
DENY KAMAL dan REKAN
p.1 ×22
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Yufrizal
p.2
unresolved
org
KJPP YDR
p.2 ×12
unresolved
org
Pusat Statistik
p.2 ×8
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.2
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.3 ×3
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Yufrizal Deny Kamal dan Rekan
p.4 ×2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Yufrizal Deny Kamal
p.4 ×2
unresolved
person
Ir. Mahrani
p.4 ×4
unresolved
—
Izin Penilai KI
p.4 ×2
unresolved
—
MAPPI
p.4 ×2
unresolved
—
RMK
p.4 ×2
unresolved
—
STTD
p.4 ×2
unresolved
—
STTD OJK (IKNB)
p.4 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan dan Pasar Modal
p.4 ×2
unresolved
person
Akuntan Publik Rahman Akbar
p.6 ×5
unresolved
org
Suganda Akna Suhri & Rekan
p.6
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Rama Wendra
p.7
unresolved
org
Bank Indonesia
p.7 ×21
unresolved
person
Didin Saepudin
· Direktur
p.10 ×3
unresolved
person
Bukaka
· Direktur
p.10 ×2
unresolved
—
Hariri
· Legal
p.10 ×2
unresolved
—
M. Rizki Eka Y.
· Legal
p.10 ×2
unresolved
—
Farikhin Aziz
· Marketing
p.10 ×2
unresolved
—
Salim
· Marketing
p.10 ×2
unresolved
org
PT Andisi
p.11 ×2
unresolved
org
PT Poso Energy
p.11 ×5
unresolved
org
PT LEN Industri (Persero)
p.11 ×2
unresolved
org
TBEA Co., Ltd.
p.11 ×2
unresolved
org
PT Siemens Energy
p.11 ×2
unresolved
org
PT Nokia Solutions
p.11 ×2
unresolved
org
PT Erabaru Timur Lestari
p.11 ×2
unresolved
org
PT Persada Nusantara Prima
p.11 ×2
unresolved
org
PT Hutama Karya Infrastruktur
p.11 ×2
unresolved
org
EM Power Engineering Co., Ltd.
p.11 ×2
unresolved
org
ANA Motor Service Co., Ltd.
p.11 ×2
unresolved
org
PT Brantas Abipraya (Persero)
p.11 ×3
unresolved
org
PT Pertamina Hulu Rokan
p.11 ×2
unresolved
org
PT Pertamina EP
p.11 ×2
unresolved
org
PT Chevron Pacific Indonesia
p.11 ×2
unresolved
org
PT Tripatra Engineers
p.11 ×2
unresolved
org
PT Modern Widya Technical.
p.11
unresolved
org
PT Huawei Tech Investment
p.11 ×2
unresolved
org
Teknik Utama Tbk
p.19
unresolved
—
Azzam
· Marketing
p.34
unresolved
person
Haji Bebasa Daeng Lalo
p.35 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.35 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.35 ×8
unresolved
person
Sripati Marliza
p.35
unresolved
person
H. Fedris S.H.
p.35 ×2
unresolved
person
Egi Anggiawati Padli
· Notaris
p.35 ×10
unresolved
org
Menteri Hukum Republik Indonesia
p.36 ×4
unresolved
org
PT Berlian Global Investindo
p.37 ×5
unresolved
org
Pemerintah Provinsi DKI
p.37 ×5
unresolved
org
PT. Twink Indonesia.
p.37 ×5
unresolved
org
PT Bukaka Forging Industries
p.39 ×3
unresolved
org
PT Bukaka Energi
p.39 ×3
unresolved
org
PT Bukaka Teknik Utama Balikpapan
p.40 ×3
unresolved
org
PT Baja Titian Utama
p.40 ×3
unresolved
org
PT Bukaka Three D Private Limited
p.40 ×4
unresolved
org
Bukaka International LLC
p.40 ×3
unresolved
org
PT Mandiri Energi Terbarukan
p.40 ×3
unresolved
org
PT Pembangkit Energi Terbarukan
p.40 ×3
unresolved
org
PT Mutiara Cita Medika
p.40
unresolved
org
PT Bhara Seva Konstruksi
p.40
unresolved
org
Gas Private Limited
p.40
unresolved
person
Masnah Sari
p.41
unresolved
org
Menteri Investasi
p.42
unresolved
org
Koordinasi Penanaman Modal
p.42
unresolved
org
Kementerian PUPR
p.65 ×2
unresolved
org
Kota Nusantara. Belanja
p.65
unresolved
org
Kota Nusantara
p.65
unresolved
org
Direktorat Jenderal Bina Marga
p.65
unresolved
org
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
p.70
unresolved
org
PT Dian Karya
p.72
unresolved
org
PT Duta Irindo
p.72
unresolved
org
PT Modern Widya Technical. Pelanggan
p.73
unresolved
org
PT Tasei Pulau Intan
p.73
unresolved
org
PT Murinda Iron Steel
p.73
unresolved
org
Kementerian Pekerjaan Umum
p.84 ×6
unresolved
org
PT Mutiara Cita Medika. Selain
p.85 ×2
unresolved
org
PT Nindya Karya
p.86
unresolved
org
PT Jaya Konstruksi Manggala
p.86
unresolved
org
Pratama Tbk
p.86
unresolved
org
PT Saptaindra Sejati
p.89
unresolved
org
PT Putra Perkasa Abadi
p.89
unresolved
org
PT Madhani Talatah Nusantara
p.89
unresolved
org
PT Ricobana Abadi
p.89
unresolved
org
PT Kalimantan Prima Persada
p.89
unresolved
org
PT Thiess Contractors Indonesia
p.89
unresolved
org
PT Macmahon Mining Services
p.89
unresolved
org
Milik Negara
p.90
unresolved
org
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Prosedur
p.94
unresolved
org
PT Berlian Global Investindo. Prosedur
p.95
unresolved
org
Kementerian Pendidikan Tinggi
p.96
unresolved
org
PT Daiwa Tetra Manunggal Konstruksi
p.96 ×3
unresolved
org
PT Daiwa Manunggal Logistik Properti
p.96 ×2
unresolved
org
PT Twink Indonesia. Nilai
p.97
unresolved
org
Pelayanan Pengadaan Barang
p.97
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.182
27795 ms
12 Sep 2026 22:10
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '35'}