Back to announcement
LKT_RD Capital ETF IDX ESG_Leaders_2025.pdf
Financial statement Text extracted XCEGSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 31
Page 1
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS Laporan Keuangan Beserta Laporan Auditor Independen Pada Tanggal Dan Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2025
Page 2
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
LAPORAN KEUANGAN
BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
PADA TANGGAL DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2025
Daftar Isi
Halaman
Surat Pernyataan Manajer Investasi
Surat Pernyataan Bank Kustodian
Laporan Auditor Independen
Laporan Keuangan
Laporan Posisi Keuangan ................................................................................................ 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain ................................................ 2
Laporan Perubahan Aset Bersih…………………………………………………………… ... 3
Laporan Arus Kas ............................................................................................................. 4
Catatan atas Laporan Keuangan ..................................................................................... 5 - 23
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
aporan Auditor Independen Laporan No. XXXX/T&T-GA/RT/2014 Pemegang Unit Penyertaan, Manajer Investasi dan Bank Kustodian Reksa Dana Reksa Dana Terproteksi Batavia Proteksi Andalan1 Kami telah mengaudit laporan keuanganReksa Dana TerproteksiBatavia Proteksi Andalan1 (“Reksa Dana”) yang terdiri dari laporan posisi keuangan tanggal 31 Desember 2013, serta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan aset neto yang dapat diatribusikan kepada pemegang unit penyertaan dan laporan arus kas untuk periode sejak tanggal 25Februari 2013 (tanggal efektif) sampai dengan tanggal 31 Desember 2013, dan suatu ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan dan informasi penjelasan lainnya. Tanggung jawab Manajer Investasi dan Bank Kustodian Reksa Dana atas laporan keuangan Manajer Investasi dan Bank Kustodian Reksa Dana bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan ini sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dan atas pengendalian internal yang dianggap perlu oleh Manajer Investasi dan Bank Kustodian Reksa Dana untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan yang bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan. Tanggung jawab auditor Tanggung jawab kami adalah untuk menyatakan suatu opini atas laporan keuangan ini berdasarkan audit kami. Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami untuk mematuhi ketentuan etika serta merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari kesalahan penyajian material. Suatu audit melibatkan pelaksanaan prosedur untuk memperoleh bukti audit tentang angka-angka dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Prosedur yang dipilih bergantung pada pertimbangan auditor, termasuk penilaian atas risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan. Dalam melakukan penilaian risiko tersebut, auditor mempertimbangkan pengendalian internal yang relevan dengan penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan entitas untuk merancang prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk tujuan menyatakan opini atas keefektivitasan pengendalian internal entitas. Suatu audit juga mencakup pengevaluasian atas ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan dan kewajaran estimasi akuntansi
Page 7
yang dibuat oleh Manajer Investasi dan Bank Kustodian Reksa Dana, serta pengevaluasian atas penyajian laporan keuangansecara keseluruhan. Kami yakin bahwa bukti audit yang telah kami peroleh adalah cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi opini audit kami.
Page 8
Opini Menurut opini kami, laporn keuangan terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan Reksa Dana TerproteksiBatavia Proteksi Andalan1tanggal 31 Desember 2013, serta kinerja keuangan dan arus kasuntuk periode sejak tanggal 25 Februari 2013(tanggal efektif) sampai dengantanggal 31 Desember 2013 sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Tjahjadi & Tamara Roy Tamara, SE, Ak, CPA Izin Akuntan Publik No. AP.0169 7 Maret 2014
Page 9
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
LAPORAN POSISI KEUANGAN
31 DESEMBER 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Desember 2025 31 Desember 2024
ASET
Portofolio efek
Efek bersifat ekuitas 2,4 10.273.095.945 9.987.799.404
Kas di bank 2,5 97.978.868 97.455.760
Piutang dividen 6 54.271.398 48.945.060
Piutang lain-lain 7 - 1.371.658
JUMLAH ASET 10.425.346.211 10.135.571.882
LIABILITAS
Utang pajak 2,18a 150.000 13.457
Beban akrual 2,8 25.720.321 41.619.382
JUMLAH LIABILITAS 25.870.321 41.632.839
NILAI ASET BERSIH
Jumlah kenaikan nilai aktiva bersih 9 10.399.475.890 10.093.939.043
Penghasilan komprehensif lain - -
JUMLAH NILAI ASET BERSIH 10.399.475.890 10.093.939.043
JUMLAH UNIT PENYERTAAN BEREDAR 2,9 94.500.000 98.600.000
NILAI ASET BERSIH PER UNIT PENYERTAAN 110,0474 102,3726
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan secara keseluruhan.
1
Page 10
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Desember 2025 31 Desember 2024
PENDAPATAN
Pendapatan investasi
Pendapatan dividen 10 614.329.437 374.693.432
Keuntungan (kerugian) investasi
yang telah direalisasi 11 (143.305.203) 1.349.538.950
Keuntungan (kerugian) investasi
yang belum direalisasi 12 525.581.809 (1.932.897.309)
Pendapatan lainnya 13 887.912 1.574.639
JUMLAH PENDAPATAN - BERSIH 997.493.955 (207.090.288)
BEBAN
Beban investasi
Beban pengelolaan investasi 14 58.219.427 59.308.310
Beban kustodian 15 11.643.885 11.861.662
Beban lain-lain 16 92.068.784 105.694.119
Beban lainnya 17 177.582 314.928
JUMLAH BEBAN 162.109.678 177.179.018
LABA (RUGI) SEBELUM
BEBAN PAJAK PENGHASILAN 835.384.277 (384.269.306)
BEBAN PAJAK PENGHASILAN
Pajak kini 18b - -
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 835.384.277 (384.269.306)
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN - -
PENGHASILAN KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN 835.384.277 (384.269.306)
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan secara keseluruhan.
2
Page 11
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Transaksi dengan Jumlah Kenaikan Penghasilan
Pemegang (Penurunan) Komprehensif Jumlah Nilai
Unit Penyertaan Nilai Aset Bersih Lain Aset Bersih
Saldo per 1 Januari 2024 10.481.021.066 885.196.553 - 11.366.217.620
Perubahan aset bersih pada tahun 2024
Penghasilan komprehensif tahun berjalan - (384.269.306) - (384.269.306 )
Penjualan unit penyertaan 2.264.877.687 - - 2.264.877.687
Pembelian kembali unit penyertaan (3.152.886.958) - - (3.152.886.958 )
Penghasilan komprehensif lain - - - -
Saldo per 31 Desember 2024 9.593.011.796 500.927.247 - 10.093.939.043
Perubahan aset bersih pada tahun 2025
Penghasilan komprehensif tahun berjalan - 835.384.277 - 835.384.277
Penjualan unit penyertaan 643.743.081 - - 643.743.081
Pembelian kembali unit penyertaan (1.173.590.511) - - (1.173.590.511)
Penghasilan komprehensif lain - - - -
Saldo per 31 Desember 2025 9.063.164.366 1.336.311.524 - 10.399.475.890
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan secara keseluruhan.
3
Page 12
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
LAPORAN ARUS KAS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2025 31 Desember 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dividen 614.329.437 325.748.372
Pembelian dan penjualan portofolio efek bersih 96.980.065 725.665.132
Pembayaran biaya investasi (177.872.196) (177.150.985)
Penerimaan lainnya 2.259.570 202.981
Kas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas Operasi 535.696.876 874.465.500
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penjualan unit penyertaan 638.416.743 (3.152.886.958 )
Pembelian kembali unit penyertaan (1.173.590.511) 2.264.877.687
Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Pendanaan (535.173.768) (888.009.271)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DI BANK 523.108 (13.543.771)
KAS DI BANK PADA AWAL TAHUN 97.455.760 110.999.530
KAS DI BANK PADA AKHIR TAHUN 97.978.868 97.455.760
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan secara keseluruhan.
4
Page 13
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PADA TANGGAL DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
Informasi Umum
Reksa Dana Indeks Capital ETF IDX ESG Leaders (“Reksa Dana”) adalah adalah Reksa Dana
berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 8 Tahun 1995
tentang Pasar Modal dan Surat Keputusan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) d/h Badan
Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) No. KEP-22/PM/1996 tanggal 17 Januari 1996 yang telah diubah
beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 4 Tahun 2023 tanggal 31 Maret
2023 tentang perubahan kedua atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan 23/POJK.04/2016 tentang
Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Nomor 49/POJK.04/2020 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang Unit
Penyertaannya Diperdagangkan di Bursa Efek.
Kontrak Investasi Kolektif Reksa Dana antara PT Capital Asset Management sebagai Manajer
Investasi dan PT Bank KEB Hana Indonesia, sebagai Bank Kustodian dituangkan dalam Akta No. 08
tanggal 23 Februari 2022 di hadapan Pratiwi Handayani, S.H., Notaris di Kota Administrasi Jakarta
Pusat.
Reksa Dana telah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai dengan
Surat No. S-352/PM.21/2022 pada tanggal 14 April 2022.
Tujuan investasi Reksa Dana adalah memperoleh pertumbuhan hasil investasi yang setara dengan
kinerja Indeks IDX ESG Leaders yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia.
Manajer Investasi akan menginvestasikan Reksa Dana dengan target komposisi investasi
berdasarkan Kontrak Investasi Kolektif sebagai berikut:
a. Minimum 80% (delapan puluh persen) dan maksimum 100% (seratus persen) dari Nilai Aktiva
Bersih pada Efek Bersifat ekuitas yang diterbitkan oleh korporasi yang ditawarkan melalui
Penawaran Umum dan/atau diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia yang berasal dari kumpulan
Efek yang terdaftar di Indeks IDX ESG Leaders.
b. Minimum 0% (nol persen) dan maksimum 20% (dua puluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih pada
instrumen pasar uang dalam negeri yang memiliki jatuh tempo tidak lebih dari 1 (satu) tahun
dan/atau deposito.
Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
Jumlah unit penyertaan yang ditawarkan oleh Reksa Dana sesuai dengan Kontrak Investasi Kolektif
adalah minimum 100.000.000 (seratus juta) unit penyertaan dengan ketentuan tidak lebih kecil dari
jumlah yang setara dengan Rp10.000.000.000 (sepuluh miliar Rupiah) sampai dengan jumlah
maksimum 10.000.000.000 (sepuluh miliar) unit penyertaan. Setiap unit penyertaan mempunyai nilai
aset bersih awal disesuaikan dengan nilai saham-saham Indeks IDX ESG Leaders pada tanggal
penyerahan yang pertama kali yang ditetapkan oleh Manajer Investasi. Selanjutnya harga setiap Unit
Penyertaan Reksa Dana berdasarkan harga pasar di Bursa Efek Indonesia. Unit Penyertaan Reksa
Dana yang ditawarkan oleh Manajer Investasi tersebut akan diambil oleh Dealer Partisipan dan/atau
Sponsor (jika ada) berdasarkan jumlah Satuan Kreasi sesuai dengan mekanisme penciptaan Unit
Penyertaan Reksa Dana.
Komite Investasi dan Tim Pengelola Investasi
PT Capital Asset Management sebagai Manajer Investasi didukung oleh tenaga profesional yang
terdiri dari Komite Investasi dan Tim Pengelola Investasi. Komite Investasi akan mengarahkan dan
mengawasi Tim Pengelola Investasi dalam menjalankan kebijakan dan strategi investasi sesuai
dengan tujuan investasi. Tim Pengelola Investasi bertugas sebagai pelaksana harian atas
kebijaksanaan, strategi, dan eksekusi investasi yang telah diformulasikan bersama dengan Komite
Investasi.
5
Page 14
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PADA TANGGAL DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
Komite Investasi dan Tim Pengelola Investasi (lanjutan)
Susunan Komite Investasi dan Tim Pengelola Investasi pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
adalah sebagai berikut:
Komite Investasi Tim Pengelola Investasi
Ketua : Darwin Ketua : Wisnu Karto
Anggota : Ngadiran TH Anggota : Desmon Roy B. Silitonga
Anggota : Yo Hendrik Anggota : Muhammad Yasir
Sesuai dengan Kontrak Investasi Kolektif, jangka waktu berdirinya Reksa Dana adalah sejak
ditetapkan sesuai surat pernyataan efektif dari Dewan Komisioner OJK. Reksa Dana dapat
dibubarkan berdasarkan pada persyaratan dan kondisi tertentu antara lain nilai aktiva bersih Reksa
Dana di bawah Rp10.000.000.000 (sepuluh miliar Rupiah) selama 120 (seratus dua puluh) hari bursa
berturut-turut.
Laporan Keuangan
Transaksi unit penyertaan dan nilai aset bersih per unit penyertaan dipublikasikan hanya pada hari-
hari bursa. Hari terakhir bursa di bulan Desember 2025 dan 2024 masing-masing adalah tanggal
30 Desember 2025 dan 30 Desember 2024. Laporan keuangan Reksa Dana untuk tahun-tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 disajikan berdasarkan posisi aset bersih Reksa
Dana pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.
Laporan keuangan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025 telah diselesaikan dan diotorisasi
untuk penerbitan pada tanggal 2 Maret 2026 oleh Manajer Investasi dan Bank Kustodian yang
bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan masing-masing sebagai
Manajer Investasi dan Bank Kustodian sebagaimana tercantum dalam Kontrak Investasi Kolektif
Reksa Dana serta menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
Kebijakan akuntansi yang material yang diterapkan secara konsisten dalam penyusunan laporan
keuangan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan
Laporan keuangan disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) di
Indonesia, yang terdiri dari Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (ISAK) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan
Akuntan Indonesia (IAI) dan Dewan Standar Akuntansi Syariah IAI serta peraturan OJK
No. 33/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020, mengenai “Penyusunan Laporan Keuangan Produk
Invetasi Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif” dan Salinan Surat Edaran OJK Republik Indonesia
No. 14/SEOJK.04/2020 tanggal 8 Juli 2020, mengenai “Pedoman Perlakuan Akuntansi Produk
Investasi Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif”.
Laporan keuangan disusun berdasarkan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali beberapa
akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana diuraikan dalam kebijakan
akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan keuangan ini disusun dengan metode akrual, kecuali
laporan arus kas.
6
Page 15
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PADA TANGGAL DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan (lanjutan)
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas
dalam aktivitas operasi dan pendanaan. Aktivitas investasi tidak dikelompokkan terpisah karena
aktivitas investasi adalah aktivitas operasi utama Reksa Dana.
Mata uang pelaporan yang digunakan untuk penyusunan dan penyajian laporan keuangan Reksa
Dana adalah mata uang Rupiah (Rp) yang juga merupakan mata uang fungsional Reksa Dana. Angka-
angka di laporan keuangan adalah dalam Rupiah, kecuali jumlah unit penyertaan beredar atau jumlah
lain yang dinyatakan secara khusus.
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
mengharuskan Manajer Investasi membuat estimasi dan asumsi yang memengaruhi kebijakan
akuntansi dan jumlah yang dilaporkan atas aset, liabilitas, pendapatan, dan beban.
Walaupun estimasi dibuat berdasarkan pengetahuan Manajer Investasi atas kejadian dan tindakan
saat ini, realisasi mungkin berbeda dengan jumlah yang diestimasi semula.
Perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”)
Penerapan dari standar dan amendemen terhadap standar akuntansi, yang berlaku efektif sejak
tanggal 1 Januari 2025 berikut tidak menyebabkan perubahan signifikan atas kebijakan akuntansi
Reksa Dana dan tidak memberikan dampak yang material terhadap jumlah yang dilaporkan di laporan
keuangan pada periode berjalan:
• PSAK 117, “Kontrak Asuransi”.
• Amendemen PSAK 221, “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing - Kekurangan Ketertukaran”.
Amendemen atas standar yang telah diterbitkan, namun berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai
pada 1 Januari 2026, adalah sebagai berikut:
• PSAK 107, “Instrumen Keuangan” - Pengungkapan Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen
Keuangan; Pengungkapan Keuntungan atau Kerugian pada Penghentian Pengakuan;
Pendahuluan; Pengungkapan Risiko Kredit; dan Pengungkapan Perbedaan Tertunda Antara Nilai
Wajar dan Harga Transaksi.
• Amendemen PSAK 109, “Instrumen Keuangan” - Pengungkapan tentang Klasifikasi dan
Pengungkapan Instrumen Keuangan; Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen Keuangan -
Penghentian Pengakuan Kewajiban Sewa; dan Harga Transaksi.
• Amandemen PSAK 207, “Laporan Arus Kas” - Metode Biaya.
Standar baru dan Amendemen di atas berlaku efektif mulai 1 Januari 2026, dengan penerapan dini
diperkenankan.
Standar baru yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada
1 Januari 2027, tetapi penerapan dini diperkenankan, adalah sebagai berikut:
• PSAK 118, “Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan”.
Pada tanggal penyelesaian laporan keuangan ini, Reksa Dana sedang mempelajari dampak yang
mungkin timbul dari penerapan standar baru dan amendemen pada laporan keuangan Reksa Dana.
Transaksi dengan Pihak Berelasi
Reksa Dana menerapkan PSAK 224, ”Pengungkapan pihak-pihak berelasi”. PSAK revisi ini
mensyaratkan pengungkapan hubungan, transaksi dan saldo pihak-pihak berelasi, termasuk
komitmen dalam laporan keuangan.
Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi telah diungkapkan dalam
catatan atas laporan keuangan Reksa Dana.
7
Page 16
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PADA TANGGAL DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
Transaksi dengan Pihak Berelasi (lanjutan)
Sesuai dengan Keputusan Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A No.KEP-04/PM.21/2014
tanggal 7 Oktober 2014 tentang Pihak Berelasi terkait Pengelolaan Reksa Dana Berbentuk Kontrak
Investasi Kolektif, PT Capital Asset Management, Manajer Investasi, adalah pihak berelasi Reksa
Dana.
Nilai Aset Bersih Reksa Dana
Nilai aset bersih Reksa Dana dihitung dan ditentukan pada setiap akhir hari bursa dengan
menggunakan nilai pasar wajar.
Nilai aset bersih per unit penyertaan dihitung berdasarkan nilai aset bersih Reksa Dana pada setiap
akhir hari bursa dibagi dengan total unit penyertaan yang beredar.
Portofolio Efek
Portofolio efek terdiri dari efek ekuitas.
Kas di Bank
Kas di bank merupakan saldo kas yang dimiliki Reksa Dana dan dikelola oleh Bank Kustodian yang
merupakan simpanan yang sewaktu-waktu bisa dicairkan.
Instrumen Keuangan
Reksa Dana menerapkan PSAK 109 “Instrumen Keuangan”: pengakuan dan pengukuran, mengenai
pengaturan instrumen keuangan terkait klasifikasi dan pengukuran, penurunan nilai atas aset
keuangan dan akuntansi lindung nilai.
a. Klasifikasi, Pengukuran dan Pengakuan
Aset Keuangan
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan didasarkan pada model bisnis dan arus kas kontraktual.
Reksa Dana menilai apakah arus kas aset keuangan tersebut semata-mata dari pembayaran pokok
dan bunga. Aset keuangan diklasifikasikan dalam tiga kategori sebagai berikut:
- Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi;
- Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi; dan
- Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
Reksa Dana menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan tidak bisa
melakukan perubahan setelah penerapan awal tersebut.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Reksa Dana hanya memiliki aset keuangan sebagai
berikut:
(1) Aset Keuangan Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi
Klasifikasi ini berlaku jika memenuhi kriteria berikut:
- Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
- Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu
yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
8
Page 17
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PADA TANGGAL DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
Instrumen Keuangan (lanjutan)
a. Klasifikasi, Pengukuran dan Pengakuan (lanjutan)
Aset Keuangan (lanjutan)
(1) Aset Keuangan Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat
pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi
kumulatif menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal
dan nilai jatuh temponya, dan dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, kategori ini meliputi portofolio efek dalam
instrumen pasar uang, kas di bank dan piutang bunga.
(2) Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar melalui Laba Rugi
Aset keuangan yang tidak memiliki kriteria biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari perubahan
nilai wajar dan penjualan aset keuangan diakui di dalam laporan laba rugi dan dicatat masing-
masing sebagai “Keuntungan/(kerugian) investasi yang belum direalisasi” dan
"Keuntungan/(kerugian) investasi yang telah direalisasi”.
Pendapatan bunga dari aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dicatat di
dalam laporan laba rugi dan dilaporkan sebagai “Pendapatan bunga”.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Reksa Dana tidak memiliki portofolio efek untuk
kategori ini.
Pengakuan
Transaksi aset keuangan Reksa Dana diakui pada tanggal perdagangan.
Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas
Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas Reksa Dana diklasifikasikan berdasarkan substansi
perjanjian kontraktual serta definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Kebijakan akuntansi
yang diterapkan atas instrumen keuangan tersebut diungkapkan berikut ini.
Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan diklasifikasikan dalam kategori berikut:
- Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi; dan
- Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain.
Liabilitas Keuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi
Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat
pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif
menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh
temponya.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, kategori ini meliputi beban akrual.
9
Page 18
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PADA TANGGAL DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
Instrumen Keuangan (lanjutan)
a. Klasifikasi, Pengukuran dan Pengakuan (lanjutan)
Instrumen Ekuitas
Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas
setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya.
Suatu instrumen keuangan yang mempunyai fitur opsi jual, yang mencakup kewajiban kontraktual
bagi penerbit untuk membeli kembali atau menebus instrumen dan menyerahkan kas atau aset
keuangan lain pada saat eksekusi opsi jual, dan memenuhi definisi liabilitas keuangan
diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas jika memiliki semua fitur berikut:
(a) Memberikan hak kepada pemegangnya atas bagian pro-rata aset bersih entitas;
(b) Instrumen berada dalam kelompok instrumen yang merupakan sub-ordinat dari semua
kelompok instrumen lain;
(c) Seluruh instrumen keuangan dalam kelompok memiliki fitur yang identik;
(d) Instrumen tidak termasuk kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau aset keuangan
lain kepada entitas lain selain kewajiban untuk membeli kembali; dan
(e) Jumlah arus kas yang diekspektasikan dihasilkan dari instrumen selama umur instrumen
didasarkan secara substansial pada laba rugi penerbit.
b. Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan
posisi keuangan jika, dan hanya jika, Reksa Dana saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum
untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk
menyelesaikan secara bersih atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya
secara simultan. Hak saling hapus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan dapat
dipaksakan secara hukum dalam situasi bisnis yang normal dan dalam peristiwa gagal bayar,
peristiwa kepailitan atau kebangkrutan Reksa Dana atau pihak lawan.
c. Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap periode pelaporan, Reksa Dana menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan
telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Reksa Dana
menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen
keuangan daripada perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian.
Dalam melakukan penilaian, Reksa Dana membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi
atas instrumen keuangan pada saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas
instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta
ketersediaan informasi yang tersedia pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa
lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan
kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal.
Manajer Investasi berkeyakinan tidak terdapat penurunan nilai atas aset keuangan pada tanggal
31 Desember 2025.
10
Page 19
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PADA TANGGAL DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
Instrumen Keuangan (lanjutan)
d. Penghentian Pengakuan
Aset Keuangan
Aset keuangan (atau bagian dari aset keuangan atau kelompok aset keuangan serupa) dihentikan
pengakuannya jika:
a) Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir;
b) Reksa Dana tetap memiliki hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan tersebut, namun
juga menanggung kewajiban kontraktual untuk membayar kepada pihak ketiga atas arus kas
yang diterima tersebut secara penuh tanpa adanya penundaan yang signifikan berdasarkan
suatu kesepakatan; atau
c) Reksa Dana telah mentransfer haknya untuk menerima arus kas dari aset keuangan dan
(i) telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, atau
(ii) secara substansial tidak mentransfer atau tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas
aset keuangan, namun telah mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut.
Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas keuangan tersebut berakhir, dibatalkan,
atau telah kadaluwarsa.
e. Penentuan Nilai Wajar
Nilai wajar instrumen keuangan pada tanggal laporan posisi keuangan adalah berdasarkan harga
kuotasi di pasar aktif.
Apabila pasar untuk suatu instrumen keuangan tidak aktif, Reksa Dana menetapkan nilai wajar
dengan menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian meliputi penggunaan transaksi-transaksi
pasar yang wajar terkini antara pihak-pihak yang mengerti, berkeinginan, jika tersedia, referensi
atas nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara substansial sama, analisa arus kas yang
didiskonto dan model harga opsi.
Reksa Dana mengklasifikasikan pengukuran nilai wajar dengan menggunakan hierarki nilai wajar
yang mencerminkan signifikansi input yang digunakan untuk melakukan pengukuran. Hierarki nilai
wajar memiliki level sebagai berikut:
1) Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik
(Level 1);
2) Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk aset
atau liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung
(misalnya derivasi dari harga) (Level 2); dan
3) Input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data yang dapat diobservasi
(Level 3).
Level pada hierarki nilai wajar dimana pengukuran nilai wajar dikategorikan secara keseluruhan
ditentukan berdasarkan input level terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar
secara keseluruhan. Penilaian signifikansi suatu input tertentu dalam pengukuran nilai wajar secara
keseluruhan memerlukan pertimbangan dengan memperhatikan faktor-faktor spesifik atas aset
atau liabilitas tersebut.
11
Page 20
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PADA TANGGAL DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan diakui ketika kemungkinan besar manfaat ekonomi masa depan akan mengalir ke
Reksa Dana dan manfaat ini dapat diukur secara andal.
Pendapatan bunga dari efek utang diakui secara akrual berdasarkan proporsi waktu, nilai nominal dan
tingkat bunga yang berlaku. Sedangkan pendapatan lainnya merupakan pendapatan yang bukan
berasal dari kegiatan investasi, termasuk di dalamnya pendapatan bunga atas jasa giro.
Amortisasi diskonto/premium atas nilai wajar efek utang dan sukuk disajikan dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain.
Beban yang berhubungan dengan jasa pengelolaan investasi, jasa kustodian dan beban lain-lain
dihitung dan diakui secara akrual setiap hari berdasarkan nilai aset bersih Reksa Dana.
Pajak Penghasilan
Pajak penghasilan Reksa Dana diatur dalam Surat Edaran Direktorat Jendral Pajak
No. SE-18/PJ.42/1996 tanggal 30 April 1996 tentang Pajak Penghasilan atas Usaha Reksa Dana,
serta ketentuan pajak yang berlaku. Objek pajak penghasilan terbatas hanya pada penghasilan yang
diterima oleh Reksa Dana, sedangkan pembelian kembali (pelunasan) unit penyertaan dan
pembagian laba (pembagian uang tunai) yang dibayarkan Reksa Dana kepada pemegang unit bukan
merupakan objek pajak penghasilan.
Pajak Kini
Pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung
berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Pajak Penghasilan Final
Pendapatan yang telah dikenakan pajak penghasilan final tidak lagi dilaporkan sebagai pendapatan
kena pajak, dan semua beban sehubungan dengan pendapatan yang telah dikenakan pajak
penghasilan final tidak boleh dikurangkan.
Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang menyediakan tambahan informasi mengenai
posisi keuangan Reksa Dana pada tanggal laporan posisi keuangan (peristiwa penyesuaian), jika
ada, telah tercermin dalam laporan keuangan. Peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang
tidak memerlukan penyesuaian (peristiwa non-penyesuaian), apabila jumlahnya material, telah
diungkapkan dalam laporan keuangan.
3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Reksa Dana, seperti yang diungkapkan dalam catatan 2 atas
laporan keuangan, Manajer Investasi harus membuat pertimbangan, estimasi, dan asumsi atas nilai
tercatat aset dan liabilitas yang tidak tersedia oleh sumber-sumber lain. Estimasi dan asumsi
berdasarkan pada pengalaman historis dan faktor lain yang dipertimbangkan relevan.
Manajer Investasi berkeyakinan bahwa pengungkapan berikut telah mencakup ikhtisar pertimbangan,
estimasi, dan asumsi signifikan yang dibuat oleh Manajer Investasi yang berdampak terhadap jumlah-
jumlah yang dilaporkan serta pengungkapan dalam laporan keuangan.
12
Page 21
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PADA TANGGAL DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI (lanjutan)
Pertimbangan
Pertimbangan berikut dibuat oleh Manajer Investasi dalam proses implementasi kebijakan akuntansi
Reksa Dana yang memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah-jumlah yang diakui dalam
laporan keuangan:
Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Reksa Dana menentukan klasifikasi aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas
keuangan dengan menilai apakah aset dan liabilitas tersebut memenuhi definisi yang ditetapkan
dalam PSAK 109 aset keuangan dan liabilitas keuangan dicatat sesuai dengan kebijakan akuntansi
Reksa Dana sebagaimana diungkapkan dalam catatan 2.
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan
Cadangan kerugian penurunan nilai dipelihara pada jumlah yang dianggap memadai untuk menutup
kemungkinan tidak tertagihnya aset keuangan. Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, Reksa
Dana secara spesifik menelaah apakah telah terdapat bukti objektif bahwa suatu aset keuangan telah
mengalami penurunan nilai (tak tertagih).
Cadangan yang dibentuk adalah berdasarkan pengalaman penagihan masa lalu dan faktor lainnya
yang mungkin memengaruhi kolektibilitas antara lain kemungkinan kesulitan likuiditas atau kesulitan
keuangan yang signifikan yang dialami oleh debitur atau penundaan pembayaran yang signifikan.
Jika terdapat bukti objektif penurunan nilai, maka saat dan besaran jumlah yang dapat ditagih
diestimasi berdasarkan pengalaman dan kerugian masa lalu. Cadangan kerugian penurunan nilai
dibentuk atas akun-akun yang diidentifikasikan secara spesifik telah mengalami penurunan nilai.
Suatu evaluasi atas piutang yang bertujuan untuk menentukan jumlah cadangan yang harus dibentuk
dilakukan secara berkala sepanjang tahun. Oleh karena itu, saat dan besaran jumlah cadangan
kerugian penurunan nilai yang tercatat pada saat periode dapat berbeda tergantung pada
pertimbangan dan estimasi yang digunakan.
Pajak Penghasilan
Pertimbangan yang signifikan dibutuhkan untuk menentukan jumlah pajak penghasilan. Terdapat
sejumlah transaksi dan perhitungan yang menimbulkan ketidakpastian penentuan jumlah pajak
penghasilan karena interpretasi atas peraturan pajak yang berbeda.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber utama lain dalam mengestimasi ketidakpastian
pada tanggal pelaporan yang mempunyai risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian
material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode selanjutnya diungkapkan di bawah ini.
Manajer Investasi mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia saat laporan
keuangan disusun. Keadaan dan asumsi yang ada tentang perkembangan masa depan dapat
berubah karena perubahan kondisi pasar yang timbul di luar kendali Manajer Investasi. Perubahan
tersebut tercermin dalam asumsi ketika terjadi.
13
Page 22
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PADA TANGGAL DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI (lanjutan)
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mensyaratkan pengukuran aset keuangan dan liabilitas
keuangan tertentu pada nilai wajarnya dan penyajian ini mengharuskan penggunaan estimasi.
Komponen pengukuran nilai wajar yang signifikan ditentukan berdasarkan bukti objektif yang dapat
diverifikasi (seperti nilai tukar dan suku bunga), sedangkan saat dan besaran perubahan nilai wajar
dapat menjadi berbeda karena penggunaan metode penilaian yang berbeda.
4. PORTOFOLIO EFEK
Ikhtisar Portofolio Efek
Saldo portofolio efek pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut
31 Desember 2025
Persentase
Jumlah Lembar Harga Perolehan Terhadap Jumlah
Jenis Efek Saham Rata-rata Nilai Wajar Portofolio Efek
Saham
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 341,145 1,748,811,684 1,739,839,500 16.94%
PT Bank Central Asia Tbk 181,440 1,584,472,404 1,465,128,000 14.26%
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 395,955 1,787,724,779 1,449,195,300 14.11%
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 328,860 1,147,124,408 1,144,432,800 11.14%
PT Bank Negara Indonesia Tbk 174,825 864,234,699 763,985,250 7.44%
PT Goto Gojek Tokopedia Tbk 10,610,460 692,847,555 679,069,440 6.61%
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk 594,405 478,905,217 644,929,425 6.28%
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk 252,315 278,632,851 283,854,375 2.76%
PT Jasa Marga (Persero) Tbk 80,325 331,076,657 273,908,250 2.67%
PT Unilever Indonesia Tbk 73,710 229,716,167 191,646,000 1.87%
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk 100,170 168,391,089 191,324,700 1.86%
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk 207,900 128,342,111 145,530,000 1.42%
PT Xlsmart Telecom Sejahtera Tbk 31,185 67,189,936 116,943,750 1.14%
PT Akr Corporindo Tbk 85,995 112,457,946 108,353,700 1.05%
PT Surya Citra Media Tbk 309,960 57,781,103 104,766,480 1.02%
PT Map Aktif Adiperkasa Tbk 144,585 95,404,092 96,871,950 0.94%
PT Sarana Menara Nusantara Tbk 156,870 141,652,457 91,768,950 0.89%
PT Ciputra Development Tbk 105,840 105,366,256 87,847,200 0.86%
PT Mitra Adiperkasa Tbk 73,710 107,994,509 85,872,150 0.84%
PT Pakuwon Jati Tbk 247,590 105,870,293 83,685,420 0.81%
PT Cisarua Mountain Dairy Tbk 13,230 71,811,264 74,749,500 0.73%
PT Erajaya Swasembada Tbk 171,990 77,711,405 70,171,920 0.68%
PT Avia Avian Tbk 129,465 58,350,354 65,379,825 0.64%
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk 24,570 64,116,828 64,864,800 0.63%
PT Bumi Serpong Damai Tbk 62,370 60,490,244 56,444,850 0.55%
PT Bukalapak.Com Tbk 341,145 57,312,360 53,900,910 0.52%
PT Ace Hardware Indonesia Tbk 109,620 76,698,933 44,944,200 0.44%
PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk 71,820 51,518,736 38,782,800 0.38%
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk 16,065 44,149,804 38,234,700 0.37%
PT Kawasan Industri Jababeka Tbk 79,380 15,161,580 16,669,800 0.16%
Jumlah 15.516.900 10.811.317.721 10.273.095.945 100%
14
Page 23
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PADA TANGGAL DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. PORTOFOLIO EFEK (lanjutan)
Ikhtisar Portofolio Efek (lanjutan)
31 Desember 2024
Persentase
Jumlah Lembar Harga Perolehan Terhadap Jumlah
Jenis Efek Saham Rata-rata Nilai Wajar Portofolio Efek
Saham
PT Bank Central Asia Tbk 156,774 1,374,864,530 1,516,788,450 15.19%
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 367,778 1,717,745,475 1,500,534,240 15.02%
PT Goto Gojek Tokopedia Tbk 20,703,042 1,344,416,913 1,449,212,940 14.51%
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 195,228 1,058,567,456 1,112,799,600 11.14%
PT Bank Negara Indonesia Tbk 196,214 1,013,030,020 853,530,900 8.55%
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk 262,276 1,014,996,704 710,767,960 7.12%
PT Jasa Marga (Persero) Tbk 75,922 313,647,233 328,742,260 3.29%
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk 524,552 482,262,862 258,079,584 2.58%
PT Unilever Indonesia Tbk 118,320 412,100,744 223,033,200 2.23%
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk 236,640 270,841,035 221,258,400 2.22%
PT Bumi Serpong Damai Tbk 200,158 196,782,167 189,149,310 1.89%
PT Barito Pacific Tbk 199,172 175,298,931 183,238,240 1.83%
PT Mitra Adiperkasa Tbk 112,404 165,241,869 158,489,640 1.59%
PT Ciputra Development Tbk 150,858 162,861,599 147,840,840 1.48%
PT Erajaya Swasembada Tbk 347,072 158,112,222 140,217,088 1.40%
PT Cisarua Mountain Dairy Tbk 25,636 140,873,070 138,434,400 1.39%
PT Sarana Menara Nusantara Tbk 162,690 153,982,818 106,561,950 1.07%
PT Pakuwon Jati Tbk 250,444 117,784,640 99,676,712 1.00%
PT Surya Citra Media Tbk 583,712 109,110,614 97,479,904 0.98%
PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk 108,460 78,915,538 85,683,400 0.86%
PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk 136,068 100,132,864 80,280,120 0.80%
PT Akr Corporindo Tbk 55,216 75,420,058 61,841,920 0.62%
PT Astra Otoparts Tbk 20,706 45,746,400 47,623,800 0.48%
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk 18,734 51,992,893 47,584,360 0.48%
PT Media Nusantara Citra Tbk 162,690 105,019,189 44,902,440 0.45%
PT Avia Avian Tbk 111,418 52,185,648 44,567,200 0.45%
PT Bank Cimb Niaga Tbk 23,664 45,242,700 40,938,720 0.41%
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk 18,734 41,131,292 39,341,400 0.39%
PT Global Mediacom Tbk 169,592 44,128,284 31,035,336 0.31%
PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk 28,594 29,167,223 28,165,090 0.28%
Jumlah 25.722.768 11.051.602.989 9.987.799.404 100%
15
Page 24
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PADA TANGGAL DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. KAS DI BANK
Akun ini merupakan saldo kas berupa rekening giro yang ditempatkan pada pihak ketiga yaitu
PT Bank KEB Hana Indonesia (Bank Kustodian) pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-
masing adalah sebesar Rp97.978.868 dan Rp97.455.760.
6. PIUTANG DIVIDEN
Akun ini merupakan piutang atas dividen pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing
adalah sebesar Rp54.271.398 dan Rp48.945.060.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kedaaan akun piutang dividen pada akhir tahun, Reksa Dana
berkeyakinan bahwa seluruh piutang tersebut dapat tertagih, sehingga tidak dibentuk cadangan
kerugian penurunan nilai ats piutang dividen. Seluruh piutang dividen merupakan piutang pihak ketiga.
7. PIUTANG LAIN-LAIN
Akun ini merupakan piutang atas transaksi efek senilai Rp1.371.658 pada tanggal 31 Desember 2024.
8. BEBAN AKRUAL
Akun ini terdiri dari:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Pengelolaan investasi 5.404.521 4.952.176
Kustodian 1.080.904 990.435
Lain-lain 19.234.896 35.676.771
Jumlah 25.720.321 41.619.382
9. UNIT PENYERTAAN BEREDAR
31 Desember 2025
Persentase
Nilai Terhadap
Aset Jumlah Unit
Pemegang Unit Penyertaan Unit Penyertaan Bersih Penyertaan
Pemodal Lainnya 94.500.000 10.399.475.890 100,00%
Jumlah 94.500.000 10.399.475.890 100,00%
31 Desember 2024
Persentase
Nilai Terhadap
Aset Jumlah Unit
Pemegang Unit Penyertaan Unit Penyertaan Bersih Penyertaan
Pemodal Lainnya 98.600.000 10.093.939.043 100,00%
Jumlah 98.600.000 10.093.939.043 100,00%
16
Page 25
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PADA TANGGAL DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. PENDAPATAN DIVIDEN
Akun ini merupakan pendapatan dividen yang diperoleh Reksa Dana untuk tahun yang berakhir
31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing adalah sebesar Rp614.329.437 dan Rp374.693.432.
11. KEUNTUNGAN (KERUGIAN) INVESTASI YANG TELAH DIREALISASI
Akun ini merupakan keuntungan/(kerugian) dari penjualan portofolio efek untuk tahun yang berakhir
31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing adalah sebesar (Rp143.305.203) dan Rp1.349.538.950.
12. KEUNTUNGAN (KERUGIAN) INVESTASI YANG BELUM DIREALISASI
Akun ini merupakan kenaikan/(penurunan) nilai wajar atau harga pasar portofolio efek yang belum
direalisasi untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing adalah sebesar
Rp525.581.809 dan (Rp1.932.897.309).
13. PENDAPATAN LAINNYA
Akun ini merupakan pendapatan atas jasa giro yang diperoleh Reksa Dana untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp887.912 dan Rp1.574.639.
14. BEBAN PENGELOLAAN INVESTASI
Beban ini merupakan imbalan atas jasa penanganan transaksi biasa kepada PT Capital Asset
Management sebagai Manajer Investasi - Pihak berelasi, sebesar maksimum 1% (satu persen) per
tahun dari nilai aset neto yang dapat diatribusikan kepada pemegang unit yang dihitung secara harian
dan dibayarkan setiap bulan, atas beban tersebut dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar
11% (sebelas persen). Pemberian imbalan tersebut diatur berdasarkan Kontrak Investasi Kolektif
antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian. Beban pengelolaan investasi yang belum dibayar
dibukukan pada akun ”Beban Akrual” (Catatan 8).
Beban pengelolaan investasi untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing
adalah sebesar Rp58.219.427 dan Rp59.308.310.
15. BEBAN KUSTODIAN
Beban ini merupakan imbalan atas jasa penanganan tarnsaksi investasi, penitipan kekayaan, dan
adminitrasi yang berkaitan dengan kekayaan Reksa Dana, pencatatan transaksi penjualan dam
pembelian kembali unit pernyataan serta biaya yang berkaitan dengn akun pemegang unit penyertaan
kepada PT Bank KEB Hana Indonesia sebagai Bank Kustodian maksimum sebesar 0,10% (nol koma
sepuluh persen) per tahun dihitung secara harian dan dibayarkan setiap bulan dan atas beban
tersebut dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11% (sebelas persen). Pemberian
imbalan tersebut diatur berdasarkan Kontrak Investasi Kolektif antara Manajer Investasi dan Bank
Kustodian. Beban kustodian yang belum dibayar dibukukan pada akun ”Beban Akrual” (Catatan 8).
Beban kustodian untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing adalah
sebesar Rp11.643.885 dan Rp11.861.662.
17
Page 26
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PADA TANGGAL DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. BEBAN LAIN-LAIN
Akun ini terdiri dari:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Beban transaksi 19.046.129 35.229.209
Beban audit 16.650.000 13.875.000
Beban lain-lain 56.372.655 56.589.910
Jumlah 92.068.784 105.694.119
17. BEBAN LAINNYA
Akun ini merupakan beban pajak penghasilan final atas jasa giro untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing dalah sebesar Rp177.582 dan Rp314.928.
18. PERPAJAKAN
a. Utang Pajak
Akun ini merupakan utang pajak penghasilan pasal 23 pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
masing-masing adalah sebesar Rp150.000 dan Rp13.457.
b. Pajak Kini
Pendapatan investasi Reksa Dana yang merupakan objek pajak penghasilan final disajikan dalam
jumlah bruto sebelum pajak penghasilan final. Taksiran pajak penghasilan ditentukan berdasarkan
penghasilan kena pajak dalam tahun yang bersangkutan berdasrkan tarif pajak yang berlaku.
Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan, sebagaimana disajikan dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan laba kena pajak untuk tahun yang
berakhir 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan menurut
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain 835.384.277 (384.269.306)
Perbedaan tetap:
Penghasilan/transaksi yang tidak termasuk
objek pajak dan/atau yang telah dikenakan pajak
bersifat final :
Pendapatan investasi:
Dividen (614.329.437 ) (374.693.432)
Keuntungan investasi
yang telah direalisasi 143.305.203 (1.349.538.950)
Kerugian (keuntungan) investasi
yang belum direalisasi (525.581.809 ) 1.932.897.309
Pendapatan lainnya:
Jasa giro (887.912 ) (1.574.639)
Beban untuk mendapatkan, menagih dan
memelihara penghasilan/transaksi yang tidak
termasuk objek pajak dan/atau yang telah
dikenakan pajak bersifat final 162.109.678 177.179.018
Laba kena pajak - -
18
Page 27
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PADA TANGGAL DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. PERPAJAKAN (lanjutan)
b. Pajak Kini (lanjutan)
Laba kena pajak dan beban pajak menjadi dasar Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan yang
disampaikan Reksa Dana kepada Kantor Pelayanan Pajak. Perhitungan pajak penghasilan badan
tahun 2025 akan dilaporkan selambat-lambatnya pada akhir April 2026.
Laba kena pajak dan beban pajak Reksa Dana tahun 2024 sesuai dengan Surat Pemberitahuan
Tahunan yang disampaikan kepada Kantor Pelayanan Pajak.
c. Pajak Penghasilan Final
Akun ini merupakan beban pajak penghasilan final atas bunga dari jasa giro yang disajikan pada
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada beban lain-lain
(Catatan 17) untuk untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar
Rp177.582.
Berdasarkan Peraturan Pemerintahan No. 123 Tahun 2015 dan peraturan pelaksanaannya, bunga
dari instrumen pasar uang dan /atau rekening giro yang diterima dan/atau diperoleh wajib pajak
Reksa Dana yang terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dikenakan tarif sebesar 20%.
d. Pajak Tangguhan
Pada tanggal 31 Desember 2025, Reksa Dana tidak mempunyai perbedaan temporer yang
berdampak terhadap pengakuan aset dan liabilitas pajak tangguhan.
e. Administrasi
Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Reksa Dana menghitung, menetapkan dan
membayar sendiri jumlah pajak yang terutang (self assessment system). Direktorat Jenderal Pajak
dapat menetapkan dan mengubah liabilitas pajak dalam batas waktu lima tahun sejak tanggal
terutangnya pajak.
19. SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK-PIHAK BERELASI
Sifat Pihak Berelasi
Pihak berelasi adalah perusahaan yang mempunyai keterkaitan kepengurusan secara langsung
maupun tidak langsung dengan Reksa Dana.
PT Capital Asset Management adalah Manajer Investasi Reksa Dana yang merupakan pihak berelasi.
Transaksi Pihak Berelasi
Dalam kegiatan usahanya, Reksa Dana melakukan transaksi tertentu dengan pihak berelasi. Transaksi-
transaksi dengan pihak berelasi dilakukan dengan persyaratan dan kondisi normal sebagaimana halnya
bila dilakukan dengan pihak ketiga. Saldo dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain yang timbul dari transaksi dengan pihak berelasi tersebut dijelaskan
dalam akun “Beban Akrual” (Catatan 8) dan “Beban Pengelolaan Investasi” (Catatan 14).
19
Page 28
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PADA TANGGAL DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
Transaksi Reksa Dana yang signifikan dengan pihak berelasi tersebut adalah sebagai berikut:
Persentase Terhadap Jumlah
Manajer Investasi Liabilitas/Beban
31 Desember 31 Desember 31 Desember 31 Desember
2025 2024 2025 2024
Laporan Posisi Keuangan
Beban akrual -
Jasa pengelolaan investasi 5.404.521 4.952.176 20,89% 11,89%
Laporan Laba Rugi dan
Penghasilan Komprehensif Lain
Beban pengelolaan investasi 58.219.427 59.308.310 35,91% 33,47%
20. RASIO KEUANGAN
Ikhtisar rasio keuangan dihitung berdasarkan formula yang ditetapkan dalam Surat Keputusan Ketua
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. KEP-99/PM/1996 tanggal 28 Mei 1996
tentang Informasi dalam Ikhtisar Keuangan Singkat Reksa Dana dan lampiran POJK
No. 25/POJK.04/2020 tanggal 23 April 2020 tentang Pedoman Bentuk dan Isi Prospektus dalam
Rangka Penawaran Umum Reksa Dana.
Ikhtisar rasio keuangan Reksa Dana untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
2024 adalah sebagai berikut:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Jumlah hasil investasi 7,50% (4,98%)
Hasil investasi setelah memperhitungkan
biaya pemasaran 1,23% (9,61%)
Biaya operasi 1,54% 1,65%
Perputaran portofolio 1 : 0,36 1 : 0,62
Persentase penghasilan kena pajak 0,00% 0,00%
Tujuan penyajian ikhtisar rasio keuangan Reksa Dana ini adalah semata-mata untuk membantu
memahami kinerja masa lalu dari Reksa Dana. Rasio-rasio ini seharusnya tidak dipertimbangkan
sebagai indikasi bahwa kinerja masa depan akan sama dengan kinerja masa lalu.
21. PENGUKURAN NILAI WAJAR
Nilai wajar keuangan diperdagangkan pasar aktif adalah berdasarkan kuotasi harga pasar pada
tanggal pelaporan. Pasar dianggap aktif apabila kuotasi harga tersedia sewaktu-waktu dan dapat
diperoleh secara rutin dari bursa, pedagang atau perantara efek, badan penyedia jasa penentuan
harga kelompok industri, atau badan pengatur, dan harga tersebut mencerminkan transaksi pasar
yang aktual dan rutin dalam suatu transaksi yang wajar. lnstrumen keuangan seperti ini termasuk
dalam hierarki Level 1.
Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan menggunakan
teknik penilaian. Teknik penilaian ini memaksimalkan penggunaan data pasar yang dapat diobservasi
yang tersedia dan sesedikit mungkin mengandalkan estimasi spesifik yang dibuat oleh Manajer
lnvestasi. Karena seluruh input signifikan yang dibutuhkan untuk menentukan nilai wajar dapat
diobservasi, maka instrumen tersebut termasuk dalam hierarki Level 2.
20
Page 29
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PADA TANGGAL DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. PENGUKURAN NILAI WAJAR (lanjutan)
Pengukuran nilai wajar portofolio efek Reksa Dana adalah sebagai berikut:
31 Desember 2025 31 Desember 2024
Nilai tercatat 10.273.095.945 9.987.799.404
Pengukuran nilai wajar menggunakan:
Level 1 10.273.095.945 9.987.799.404
Level 2 - -
Jumlah 10.273.095.945 9.987.799.404
22. MANAJEMEN RISIKO
Manajer Investasi mengelola instrumen keuangannya sesuai dengan komposisi yang disajikan dalam
kebijakan investasi. Aktivitas investasi Reksa Dana terpengaruh oleh berbagai jenis risiko yang
berkaitan dengan instrumen keuangan dan risiko pasar di mana Reksa Dana berinvestasi.
Risiko Berkurangnya Nilai Aset Bersih Setiap Unit Penyertaan
Nilai Unit Penyertaan Reksa Dana dapat berfluktuasi akibat kenaikan atau penurunan Nilai Aset
Bersih (NAB). Penurunan NAB ini dapat disebabkan oleh perubahan harga efek dalam portofolio,
biaya-biaya yang dikenakan setiap kali investor melakukan pembelian dan penjualan kembali, serta
dalam hal terjadinya wanprestasi oleh pihak-pihak terkait.
Risiko Wanprestasi
Manajer Investasi akan berusaha memberikan hasil investasi terbaik kepada Pemegang Unit
Penyertaan. Namun, dalam kondisi luar biasa (force majeure), dimana bank atau pihak yang dijadikan
investasi oleh Reksa Dana atau pihak lainnya yang berhubungan dengan Reksa Dana mengalami
wanprestasi (default) dalam memenuhi kewajibannya.
Risiko Perubahan Peraturan
Perubahan yang terjadi pada peraturan perundang-undangan yang berlaku dan kebijakan di bidang
perpajakan serta kebijakan-kebijakan Pemerintah terutama di bidang ekonomi makro yang
berhubungan dengan Efek bersifat ekuitas dapat mempengaruhi tingkat pengembalian dan hasil
investasi yang akan diterima oleh Reksa Dana dan berakibat pada berkurangnya hasil investasi yang
mungkin diperoleh oleh Pemegang Unit Penyertaan.
Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas dapat terjadi apabila terdapat penjualan kembali secara serentak oleh para pemodal
(redemption rush) dan Manajer Investasi mengalami kesulitan untuk menjual portofolio dalam jumlah
besar dengan segera.
Setelah memberitahukan secara tertulis OJK dengan tembusan kepada Bank Kustodian, Manajer
Investasi dapat menolak pembelian kembali (pelunasan) atau menginstruksikan Agen Penjualan Efek
Reksa Dana yang ditunjuk oleh Manager Investasi (jika ada) untuk melakukan penolakan pembelian
kembali (pelunasan) apabila terjadi hal-hal sebagai berikut:
1. Bursa Efek dimana sebagian besar Portofolio Efek Reksa Dana diperdagangkan ditutup.
2. Perdagangan Efek atas sebagian besar Portofolio Reksa Dana di Bursa Efek dihentikan.
3. Keadaan Darurat.
21
Page 30
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PADA TANGGAL DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Risiko Likuiditas (lanjutan)
Jadwal jatuh tempo portofolio efek diungkapkan pada catatan 4, sedangkan aset keuangan lainnya
dan liabilitas keuangan akan jatuh tempo dalam waktu kurang dari 1 tahun. Pada tanggal 31
Desember 2025 dan 31 Desember 2024 analisis aset keuangan dan liabilitas keuangan Reksa Dana
berdasarkan jatuh tempo dari tanggal laporan posisi keuangan sampai dengan tanggal jatuh tempo
diungkapkan dalam tabel sebagai berikut :
31 Desember 2025
Tiga Bulan
Kurang dari Sampai Dengan
Tiga Bulan Satu Tahun Jumlah
Aset keuangan
Kas di bank 97.978.868 - 97.978.868
Piutang dividen 54.271.398 - 54.271.398
Piutang lain-lain - - -
Jumlah 152.250.266 - 152.250.266
Liabilitas keuangan
Beban akrual 25.720.321 - 25.720.321
Jumlah 25.720.321 - 25.720.321
31 Desember 2024
Tiga Bulan
Kurang dari Sampai Dengan
Tiga Bulan Satu Tahun Jumlah
Aset keuangan
Kas di bank 97.455.760 - 97.455.760
Piutang dividen 48.945.060 - 48.945.060
Piutang lain-lain 1.371.658 - 1.371.658
Jumlah 147.772.478 - 147.772.478
Liabilitas keuangan
Beban akrual 41.619.382 - 41.619.382
Jumlah 41.619.382 - 41.619.382
Risiko Pembubaran dan Likuidasi
Dalam hal Reksa Dana diperintahkan oleh OJK untuk dibubarkan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku; atau total Nilai Aset Bersih kurang dari Rp10.000.000.000
(sepuluh miliar Rupiah) selama 120 (seratus dua puluh) Hari Bursa berturut-turut, maka sesuai
dengan ketentuan POJK Tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif Pasal 45 huruf c
dan d serta Pasal 28.1. butir (ii) dan (iii) dari Kontrak Investasi Kolektif Reksa Dana, Manajer Investasi
wajib melakukan pembubaran dan likuidasi sehingga hal ini akan mempengaruhi hasil investasi Reksa
Dana.
Risiko Perubahan Kondisi Ekonomi dan Politik
Perubahan atau memburuknya kondisi perekonomian dan politik di dalam maupun di luar negeri atau
perubahan peraturan dapat mempengaruhi perspektif pendapatan, yang dapat pula berdampak pada
kinerja bank atau pihak dimana Reksa Dana melakukan investasi. Hal ini akan juga mempengaruhi
kinerja portofolio investasi Reksa Dana.
22
Page 31
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
PADA TANGGAL DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan)
Analisa Sensitivitas
Analisa sensitivitas diterapkan pada variabel risiko pasar yang memengaruhi kinerja Reksa Dana,
yakni harga dan suku bunga. Sensitivitas harga menunjukkan dampak perubahan yang wajar dari
harga pasar efek dalam portofolio efek Reksa Dana terhadap jumlah aset bersih, jumlah aset
keuangan, dan jumlah liabilitas keuangan Reksa Dana. Sensitivitas suku bunga menunjukkan dampak
perubahan yang wajar dari suku bunga pasar, termasuk yield dari efek dalam portofolio efek
Reksa Dana, terhadap jumlah aset bersih, jumlah aset keuangan, dan jumlah liabilitas keuangan
Reksa Dana.
Sesuai dengan kebijakan Reksa Dana, Manajer Investasi melakukan analisa serta memantau
sensitivitas harga secara reguler.
23
Names mentioned 55 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank Kustodian Reksa Dana Reksa Dana Terproteksi Batavia
p.6
unresolved
org
Bank Kustodian Reksa Dana
p.6 ×4
unresolved
person
Tamara Roy Tamara
p.8
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal
p.13
unresolved
org
BAPEPAM
p.13
unresolved
org
Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif
p.13 ×3
unresolved
person
Pratiwi Handayani
· Notaris
p.13
unresolved
org
Departemen Pengawasan Pasar Modal
p.16
unresolved
org
Reksa Dana Nilai
p.16
unresolved
org
Telekomunikasi Indonesia Tbk
p.22 ×2
unresolved
org
Com Tbk
p.22
unresolved
org
Ace Hardware Indonesia Tbk
p.22 ×2
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.27
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.28
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.