Back to announcement
Report202600603 - Des 25 Premier ETF LQ-45.pdf
Financial statement Text extracted R-LQ45XSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 37
Page 1
Reksa Dana Premier ETF LQ-45
Laporan keuangan
tanggal 31 Desember 2025
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut
beserta laporan auditor independen
Page 2
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Manajer Investasi
Surat Pernyataan Bank Kustodian
Laporan Auditor Independen
Laporan Keuangan
Laporan Posisi Keuangan 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain 2
Laporan Perubahan Aset Bersih 3
Laporan Arus Kas 4
Catatan atas Laporan Keuangan 5-27
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Laporan Auditor Independen Laporan No. : 00603/2.1133/AU.1/09/0305-3/1/III/2026 Pemegang Unit Penyertaan, Manajer Investasi dan Bank Kustodian Reksa Dana Premier ETF LQ-45 Opini Kami telah mengaudit laporan keuangan Reksa Dana Premier ETF LQ-45 (“Reksa Dana”), yang terdiri dari laporan posisi keuangan tanggal 31 Desember 2025, serta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan aset bersih, dan laporan arus kas, untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, serta catatan atas laporan keuangan, termasuk informasi kebijakan akuntansi material. Menurut opini kami, laporan keuangan terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan Reksa Dana tanggal 31 Desember 2025, serta kinerja keuangan dan arus kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Basis Opini Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia. Tanggung jawab kami menurut standar tersebut diuraikan lebih lanjut dalam paragraf Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan pada laporan kami. Kami independen terhadap Reksa Dana berdasarkan ketentuan etika yang relevan dalam audit kami atas laporan keuangan di Indonesia, dan kami telah memenuhi tanggung jawab etika lainnya berdasarkan ketentuan tersebut. Kami yakin bahwa bukti audit yang telah kami peroleh adalah cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi opini audit kami. Hal Audit Utama Hal audit utama adalah hal-hal yang, menurut pertimbangan profesional kami, merupakan hal yang paling material dalam audit kami atas laporan keuangan periode kini. Hal-hal tersebut disampaikan dalam konteks audit kami atas laporan keuangan secara keseluruhan, dan dalam merumuskan opini kami atas laporan keuangan terkait, kami tidak menyatakan suatu opini terpisah atas hal audit utama tersebut.
Page 7
Laporan Auditor Independen (lanjutan)
Laporan No. : 00603/2.1133/AU.1/09/0305-3/1/III/2026 (lanjutan)
Hal Audit Utama (lanjutan)
Hal Audit Utama yang teridentifikasi dalam audit kami diuraikan sebagai berikut:
Penilaian dan keberadaan Portofolio Efek
Portofolio efek merupakan bagian material dari Aset Reksa Dana pada tanggal 31 Desember
2025.
Kami fokus pada penilaian dan keberadaan atas portofolio efek. Jumlah portofolio efek Reksa
Dana adalah sebesar Rp 147.349.265.268 atau 98,49% dari total aset. Merujuk pada catatan 4
dalam laporan keuangan atas portofolio efek pada tanggal 31 Desember 2025.
Bagaimana audit kami merespon Hal Audit Utama
- Kami menilai kesesuaian kebijakan akuntansi yang diterapkan Reksa Dana dengan Standar
Akuntansi Keuangan.
- Kami melakukan uji pengendalian untuk menentukan efektivitas desain dan operasi
pengendalian intern atas transaksi portofolio efek.
- Kami membandingkan nilai wajar portofolio efek berdasarkan laporan keuangan yang kami
terima dari Bank Kustodian dan Manajer lnvestasi dengan harga kuotasi di pasar aktif atau
input lain selain harga kuotasian.
- Berdasarkan uji petik, kami memeriksa transaksi pembelian dan penjualan atas portofolio
efek Reksa Dana.
- Kami melakukan perhitungan matematis pendapatan investasi termasuk keuntungan atau
kerugian yang telah atau belum direalisasi.
- Kami juga menilai kecukupan pengungkapan terkait yang disajikan dalam catatan 2d, 3, 4,
dan 13 atas laporan keuangan.
Page 8
Laporan Auditor Independen (lanjutan) Laporan No. : 00603/2.1133/AU.1/09/0305-3/1/III/2026 (lanjutan) Tanggung Jawab Manajer Investasi dan Bank Kustodian dan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata Kelola terhadap Laporan Keuangan Manajer Investasi dan Bank Kustodian bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dan atas pengendalian internal yang dianggap perlu oleh Manajer Investasi dan Bank Kustodian untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan yang bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan. Dalam penyusunan laporan keuangan, Manajer Investasi dan Bank Kustodian bertanggung jawab untuk menilai kemampuan Reksa Dana dalam mempertahankan kelangsungan usahanya, mengungkapkan, sesuai dengan kondisinya, hal-hal yang berkaitan dengan kelangsungan usaha, dan menggunakan basis akuntansi kelangsungan usaha, kecuali Manajer Investasi dan Bank Kustodian memiliki intensi untuk melikuidasi Reksa Dana atau menghentikan operasi, atau tidak memiliki alternatif yang realistis selain melaksanakannya. Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bertanggung jawab untuk mengawasi proses pelaporan keuangan Reksa Dana. Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan Tujuan kami adalah untuk memeroleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan secara keseluruhan bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, dan untuk menerbitkan laporan auditor yang mencakup opini kami. Keyakinan memadai merupakan suatu tingkat keyakinan tinggi, namun bukan merupakan suatu jaminan bahwa audit yang dilaksanakan berdasarkan Standar Audit akan selalu mendeteksi kesalahan penyajian material ketika hal tersebut ada. Kesalahan penyajian dapat disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan dan dianggap material jika, baik secara individual maupun secara agregat, dapat diekspektasikan secara wajar akan memengaruhi keputusan ekonomi yang diambil oleh pengguna berdasarkan laporan keuangan tersebut.
Page 9
Laporan Auditor Independen (lanjutan)
Laporan No. : 00603/2.1133/AU.1/09/0305-3/1/III/2026 (lanjutan)
Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan (lanjutan)
Sebagai bagian dari suatu audit berdasarkan Standar Audit, kami menerapkan pertimbangan
profesional dan mempertahankan skeptisisme profesional selama audit. Kami juga:
• Mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian material dalam laporan
keuangan, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, mendesain dan
melaksanakan prosedur audit yang responsif terhadap risiko tersebut, serta memeroleh bukti
audit yang cukup dan tepat untuk menyediakan basis bagi opini kami. Risiko tidak
terdeteksinya kesalahan penyajian material yang disebabkan oleh kecurangan lebih tinggi
dari yang disebabkan oleh kesalahan, karena kecurangan dapat melibatkan kolusi,
pemalsuan, penghilangan secara sengaja, pernyataan salah, atau pengabaian pengendalian
internal.
• Memeroleh suatu pemahaman tentang pengendalian internal yang relevan dengan audit
untuk mendesain prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan
untuk tujuan menyatakan opini atas keefektivitasan pengendalian internal Reksa Dana.
• Mengevaluasi ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan serta kewajaran estimasi
akuntansi dan pengungkapan terkait yang dibuat oleh Manajer Investasi dan Bank Kustodian.
• Menyimpulkan ketepatan penggunaan basis akuntansi kelangsungan usaha oleh
Manajer Investasi dan Bank Kustodian dan, berdasarkan bukti audit yang diperoleh,
apakah terdapat suatu ketidakpastian material yang terkait dengan peristiwa atau
kondisi yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan Reksa Dana untuk
mempertahankan kelangsungan usahanya. Ketika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu
ketidakpastian material, kami diharuskan untuk menarik perhatian dalam laporan auditor
kami ke pengungkapan terkait dalam laporan keuangan atau, jika pengungkapan tersebut
tidak memadai, harus menentukan apakah perlu untuk memodifikasi opini kami.
Kesimpulan kami didasarkan pada bukti audit yang diperoleh hingga tanggal laporan
auditor kami. Namun, peristiwa atau kondisi masa depan dapat menyebabkan Reksa Dana
tidak dapat mempertahankan kelangsungan usaha.
• Mengevaluasi penyajian, struktur, dan isi laporan keuangan secara keseluruhan,
termasuk pengungkapannya, dan apakah laporan keuangan mencerminkan transaksi dan
peristiwa yang mendasarinya dengan suatu cara yang mencapai penyajian wajar.
Page 10
Laporan Auditor Independen (lanjutan) Laporan No. : 00603/2.1133/AU.1/09/0305-3/1/III/2026 (lanjutan) Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan (lanjutan) Kami mengomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola mengenai, antara lain, ruang lingkup dan saat yang direncanakan atas audit, serta temuan audit signifikan, termasuk setiap defisiensi signifikan dalam pengendalian internal yang teridentifikasi oleh kami selama audit. Kami juga memberikan suatu pernyataan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bahwa kami telah mematuhi ketentuan etika yang relevan mengenai independensi, dan mengomunikasikan seluruh hubungan, serta hal-hal lain yang dianggap secara wajar berpengaruh terhadap independensi kami, dan, jika relevan, pengamanan terkait. Dari hal-hal yang dikomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, kami menentukan hal-hal tersebut yang paling signifikan dalam audit atas laporan keuangan periode kini dan oleh karenanya menjadi hal audit utama. Kami menguraikan hal audit utama dalam laporan auditor kami, kecuali peraturan perundang-undangan melarang pengungkapan publik tentang hal tersebut atau ketika, dalam kondisi yang sangat jarang terjadi, kami menentukan bahwa suatu hal tidak boleh dikomunikasikan dalam laporan kami karena konsekuensi merugikan dari mengomunikasikan hal tersebut akan diekspektasikan secara wajar melebihi manfaat kepentingan publik atas komunikasi tersebut. Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan Santoso Chandra, S.E., M.M., Ak., CPA, CA Registrasi Akuntan Publik No. AP.0305 13 Maret 2026
Page 11
REKSA DANA PREMIER ETF LQ-45
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Per 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2025 2024
ASET
Portofolio efek
Efek bersifat ekuitas
(harga perolehan
Rp 147.988.607.703 pada tahun 2025
dan Rp 166.809.506.636 pada 2c,2d,3,
tahun 2024) 4,13 147.349.265.268 158.952.370.553
Total portofolio efek 147.349.265.268 158.952.370.553
Kas 2d,5 792.029.216 729.237.711
Piutang transaksi efek 2d,6 615.129.300 -
Piutang dividen 2d,2e,7 854.093.290 859.402.909
Piutang lain-lain 2d,8 - 97.052.670
TOTAL ASET 149.610.517.074 160.638.063.843
LIABILITAS
Uang muka diterima atas pemesanan
unit penyertaan 2d,9 102.745.250 -
Liabilitas atas pembelian kembali
unit penyertaan 2d,10 617.425.680 -
Utang transaksi efek 2d,11 - 96.223.573
Beban akrual 2d,2e,12 130.036.044 136.363.259
Utang pajak 2f,14a 63.360 3.425.180
Utang pajak lainnya 2f,14b - 106.205
TOTAL LIABILITAS 850.270.334 236.118.217
TOTAL NILAI ASET BERSIH 148.760.246.740 160.401.945.626
JUMLAH UNIT PENYERTAAN BEREDAR 15 144.700.000,0000 165.000.000,0000
NILAI ASET BERSIH
PER UNIT PENYERTAAN 1.028,0598 972,1330
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan secara keseluruhan.
1
Page 12
REKSA DANA PREMIER ETF LQ-45
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2025 2024
PENDAPATAN
Pendapatan Investasi
Pendapatan dividen 2d,2e 8.534.890.878 11.707.416.477
(Kerugian) keuntungan investasi yang telah
direalisasi 2d,2e (5.407.942.804) 32.766.166.821
Keuntungan (kerugian) investasi yang
belum direalisasi 2d,2e 7.217.793.648 (36.545.351.844)
Pendapatan lainnya 2d,2e,16 3.328.484 8.355.754
TOTAL PENDAPATAN 10.348.070.206 7.936.587.208
BEBAN
Beban Investasi
Beban pengelolaan investasi 2e,2h,17,20 (750.261.230) (1.453.957.594)
Beban kustodian 2e,18 (132.059.182) (255.922.129)
Lain-lain 2e,19 (319.351.253) (695.644.113)
Beban lainnya 2e (665.697) (1.671.151)
TOTAL BEBAN (1.202.337.362) (2.407.194.987)
LABA SEBELUM PAJAK 9.145.732.844 5.529.392.221
BEBAN PAJAK PENGHASILAN 2f,3,14c (63.360) (3.425.180)
LABA TAHUN BERJALAN 9.145.669.484 5.525.967.041
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN - -
PENGHASILAN KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN 9.145.669.484 5.525.967.041
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan secara keseluruhan.
2
Page 13
REKSA DANA PREMIER ETF LQ-45
LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Transaksi dengan Total Kenaikan
Pemegang Nilai Aset Total Nilai
Unit Penyertaan Bersih Aset Bersih
Saldo per 1 Januari 2024 279.893.721.121 470.865.846.484 750.759.567.605
Perubahan aset bersih pada
tahun 2024
Penghasilan komprehensif tahun berjalan - 5.525.967.041 5.525.967.041
Transaksi dengan pemegang
unit penyertaan
Penjualan unit penyertaan 73.326.126.660 - 73.326.126.660
Pembelian kembali unit penyertaan (669.209.715.680) - (669.209.715.680)
Saldo per 31 Desember 2024 (315.989.867.899) 476.391.813.525 160.401.945.626
Perubahan aset bersih pada
tahun 2025
Penghasilan komprehensif tahun berjalan - 9.145.669.484 9.145.669.484
Transaksi dengan pemegang
unit penyertaan
Penjualan unit penyertaan 46.798.222.540 - 46.798.222.540
Pembelian kembali unit penyertaan (67.585.590.910) - (67.585.590.910)
Saldo per 31 Desember 2025 (336.777.236.269) 485.537.483.009 148.760.246.740
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan secara keseluruhan.
3
Page 14
REKSA DANA PREMIER ETF LQ-45
LAPORAN ARUS KAS
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2025 2024
Arus kas dari aktivitas operasi
Pembelian efek bersifat ekuitas (46.390.709.858) (147.883.011.935)
Penjualan efek bersifat ekuitas 59.092.313.114 727.843.112.966
Penerimaan dividen 8.540.200.497 11.875.484.011
Penerimaan bunga jasa giro 3.328.484 8.355.754
Pembayaran jasa pengelolaan investasi (754.756.706) (1.724.470.792)
Pembayaran jasa kustodian (132.850.465) (303.537.214)
Pembayaran beban lain-lain (321.163.611) (705.937.826)
Pembayaran pajak kini (3.425.180) -
Kas bersih yang dihasilkan dari aktivitas operasi 20.032.936.275 589.109.994.964
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Penerimaan dari penjualan unit penyertaan 46.998.020.460 73.229.073.990
Pembayaran untuk pembelian kembali unit penyertaan (66.968.165.230) (669.538.963.490)
Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan (19.970.144.770) (596.309.889.500)
Kenaikan (penurunan) kas dan setara kas 62.791.505 (7.199.894.536)
Kas dan setara kas pada awal tahun 729.237.711 7.929.132.247
Kas dan setara kas pada akhir tahun 792.029.216 729.237.711
Kas dan setara kas terdiri dari:
Kas 792.029.216 729.237.711
Total kas dan setara kas 792.029.216 729.237.711
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan secara keseluruhan.
4
Page 15
REKSA DANA PREMIER ETF LQ-45
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
Reksa Dana Premier ETF LQ-45 (“Reksa Dana”) adalah Reksa Dana berbentuk Kontrak
Investasi Kolektif yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 8 tahun 1995 tentang
Pasar Modal dan Surat Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
No. KEP-22/PM/1996 tanggal 17 Januari 1996 yang telah diubah beberapa kali, terakhir dengan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 4 Tahun 2023 tanggal 31 Maret 2023 tentang Perubahan
Kedua atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 23/POJK.04/2016 tentang Reksa Dana berbentuk
Kontrak Investasi Kolektif, serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 49/POJK.04/2015 tanggal
29 Desember 2015 tentang Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang unit
penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek.
Kontrak Investasi Kolektif Reksa Dana antara PT Indo Premier Securities sebagai Manajer Investasi
dan Citibank, N.A., cabang Jakarta, sebagai Bank Kustodian, dituangkan dalam Akta No. 1 tanggal
3 Desember 2007 yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta. Kontrak Investasi
Kolektif Reksa Dana telah mengalami perubahan beberapa kali, diantaranya Akta Perubahan II
Kontrak Investasi Kolektif Reksa Dana No. 13 tanggal 16 Februari 2011 yang dibuat di hadapan
Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, tanggung jawab Manajer Investasi dialihkan kepada PT Indo
Premier Investment Management efektif 16 Februari 2011. Kemudian Akta penggantian Bank
Kustodian dan Perubahan VI Kontrak Investasi Kolektif Reksa Dana No. 53 tanggal 31 Agustus 2015
yang dibuat di hadapan Leolin Jayayanti, S.H.,, Notaris di Jakarta, sehubungan dengan penggantian
Bank Kustodian dari Citibank N.A., cabang Jakarta ke Deutsche Bank AG, cabang Jakarta dan telah
mendapat persetujuan dari Otorisasi Jasa Keuangan (dahulu Badan Pengawas Pasar Modal dan
Lembaga Keuangan) dengan Surat Keputusan No. S-913/PM.211/2015 tanggal 9 Juni 2015.
Perubahan terakhir dengan Akta Perubahan VII Kontrak Investasi Kolektif Reksa Dana No. 210
tanggal 25 Juni 2024 yang dibuat di hadapan Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta. Sesuai
dengan Perubahan atas Kontrak Investasi Kolektif, Manajer Investasi akan melakukan penawaran
umum atas unit penyertaan Reksa Dana secara terus menerus sampai dengan jumlah
100.000.000.000 (seratus miliar) unit penyertaan. Unit penyertaan Reksa Dana yang ditawarkan
pada hari pertama penawaran, sama dengan harga Nilai Aset Bersih per unit penyertaan pada
tanggal tersebut (lebih kurang sama dengan tingkat Indeks LQ-45 pada penutupan perdagangan
pada hari pertama penawaran).
PT Indo Premier Investment Management sebagai Manajer Investasi didukung oleh tenaga
profesional yang terdiri dari Komite Investasi dan Tim Pengelola Investasi. Komite Investasi akan
mengarahkan dan mengawasi Tim Pengelola Investasi dalam menjalankan kebijakan dan strategi
investasi sehari-hari sesuai dengan tujuan Investasi. Komite Investasi terdiri dari:
Ketua : Nixon Jacobus Silfanus
Anggota : Stefanus Noviono Darmosusilo
Sonny Thendian
Alexander Iskandar Salim
Tim Pengelola Investasi bertugas sebagai pelaksana harian atas kebijakan, strategi, dan eksekusi
investasi yang telah diformulasikan bersama dengan Komite Investasi. Tim Pengelola Investasi
terdiri dari:
Ketua : Annisa Ritonga
Anggota : Fadhilah Rania
Tujuan investasi Reksa Dana adalah memberikan hasil investasi yang setara dengan kinerja Indeks
LQ-45, dengan menggunakan pendekatan investasi pasif atau indeksasi. Sesuai dengan tujuan
investasinya untuk memberikan hasil investasi yang setara dengan kinerja Indeks, Manajer Investasi
melakukan investasi dengan komposisi sebagai berikut:
5
Page 16
REKSA DANA PREMIER ETF LQ-45
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (Lanjutan)
- Minimum 80% (delapan puluh persen) dan maksimum 100% (seratus persen) pada efek bersifat
ekuitas yang berasal dari kumpulan saham-saham yang terdaftar di Indeks LQ-45 dan;
- Minimum 0% (nol persen) dan maksimum 20% (dua puluh persen) pada instrumen pasar uang
dan kas.
Investasi pada saham-saham yang terdaftar dalam Indeks LQ-45 tersebut akan berjumlah sekurang-
kurangnya 80% (delapan puluh persen) dari keseluruhan saham yang terdaftar dalam Indeks LQ-45.
Sedangkan porsi tiap-tiap saham akan ditentukan secara prorata mengikuti bobot masing-masing
saham terhadap Indeks LQ-45, dimana pembobotan atas masing-masing saham adalah minimum
80% (delapan puluh persen) dan maksimum 120% (seratus dua puluh persen) dari bobot saham
yang bersangkutan dalam Indeks LQ-45.
Reksa Dana telah memperoleh pernyataan efektif berdasarkan Surat Keputusan Ketua Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. S-6349/BL/2007 pada tanggal
17 Desember 2007.
Transaksi unit penyertaan dan Nilai Aset Bersih per unit penyertaan dipublikasikan hanya pada hari-
hari bursa. Hari terakhir bursa di bulan Desember 2025 dan 2024 masing-masing adalah tanggal
30 Desember 2025 dan 2024. Laporan keuangan Reksa Dana untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Desember 2025 dan 2024 ini disajikan berdasarkan posisi aset bersih Reksa Dana masing-
masing pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.
Laporan keuangan Reksa Dana telah disetujui untuk diterbitkan oleh Manajer Investasi Reksa Dana
dan Bank Kustodian pada tanggal 13 Maret 2026. Manajer Investasi dan Bank Kustodian
bertanggung jawab atas laporan keuangan Reksa Dana sesuai dengan tugas dan tanggung jawab
masing-masing sebagai Manajer Investasi dan Bank Kustodian sebagaimana tercantum dalam
Kontrak Investasi Kolektif Reksa Dana serta menurut peraturan dan perundangan yang berlaku.
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
Berikut ini adalah dasar penyajian laporan keuangan dan kebijakan akuntansi material yang
diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan Reksa Dana.
a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan
Laporan keuangan disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, mencakup
Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan
Akuntan Indonesia.
Laporan keuangan juga disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 33/POJK.04/2020 tentang Penyusunan Laporan Keuangan Produk Investasi berbentuk
Kontrak Investasi Kolektif dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
No. 14/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Perlakuan Akuntansi Produk Investasi berbentuk
Kontrak Investasi Kolektif.
Laporan keuangan disusun berdasarkan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk
investasi pada aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Laporan keuangan disusun berdasarkan akuntansi berbasis akrual, kecuali laporan arus kas.
Laporan arus kas menyajikan informasi penerimaan dan pengeluaran yang diklasifikasikan ke
dalam aktivitas operasi dan pendanaan dengan menggunakan metode langsung. Untuk tujuan
laporan arus kas, kas dan setara kas mencakup kas di bank serta deposito berjangka yang jatuh
tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang.
6
Page 17
REKSA DANA PREMIER ETF LQ-45
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan (lanjutan)
Seluruh angka dalam laporan keuangan ini, kecuali dinyatakan secara khusus, dinyatakan dalam
Rupiah, yang juga merupakan mata uang fungsional Reksa Dana.
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
mengharuskan Manajer Investasi membuat estimasi dan asumsi yang memengaruhi kebijakan
akuntansi dan jumlah yang dilaporkan atas aset, liabilitas, pendapatan dan beban.
Walaupun estimasi dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik Manajer Investasi atas kejadian dan
tindakan saat ini, realisasi mungkin berbeda dengan jumlah yang diestimasi semula.
b. Nilai Aset Bersih Reksa Dana
Nilai Aset Bersih Reksa Dana dihitung dan ditentukan pada setiap akhir hari bursa dengan
menggunakan nilai pasar wajar.
Nilai Aset Bersih per unit penyertaan dihitung berdasarkan Nilai Aset Bersih Reksa Dana pada
setiap akhir hari bursa dibagi dengan jumlah unit penyertaan yang beredar.
c. Portofolio Efek
Portofolio efek terdiri dari efek bersifat ekuitas.
d. Instrumen Keuangan
Reksa Dana mengklasifikasikan instrumen keuangan dalam bentuk aset keuangan dan liabilitas
keuangan.
Reksa Dana menerapkan PSAK 109, yang mensyaratkan pengaturan instrumen keuangan terkait
klasifikasi dan pengukuran, penurunan nilai atas instrumen aset keuangan, dan akuntansi lindung
nilai. Dengan demikian, kebijakan akuntansi yang berlaku untuk periode pelaporan kini adalah
seperti tercantum di bawah ini.
Instrumen keuangan diakui pada saat Reksa Dana menjadi pihak dari ketentuan kontrak suatu
instrumen keuangan.
Aset Keuangan
Klasifikasi, Pengukuran dan Pengakuan
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan didasarkan pada model bisnis dan arus kas
kontraktual. Reksa Dana menilai apakah arus kas aset keuangan tersebut semata-mata dari
pembayaran pokok dan bunga. Aset keuangan diklasifikasikan dalam tiga kategori sebagai
berikut:
(i) Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi;
(ii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;
(iii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
Reksa Dana menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan tidak bisa
melakukan perubahan setelah penerapan awal tersebut.
7
Page 18
REKSA DANA PREMIER ETF LQ-45
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
d. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Aset Keuangan (lanjutan)
Klasifikasi, Pengukuran dan Pengakuan (lanjutan)
Reksa Dana mengklasifikasikan instrumen keuangan ke dalam klasifikasi tertentu yang
mencerminkan sifat dari informasi dan mempertimbangkan karakteristik dari instrumen keuangan
tersebut. Klasifikasi ini dapat dilihat pada tabel berikut:
Golongan (ditentukan oleh
Kategori yang didefinisikan oleh PSAK 109 Sub-golongan
Reksa Dana)
Aset keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui Portofolio efek Efek bersifat ekuitas
laba rugi
Aset keuangan Kas
Aset keuangan yang diukur
Piutang transaksi efek
pada biaya perolehan
Piutang dividen
diamortisasi
Piutang lain-lain
(i) Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi;
Klasifikasi ini berlaku untuk aset keuangan yang dikelola dalam model bisnis dimiliki untuk
mendapatkan arus kas kontraktual dan memiliki arus kas yang memenuhi kriteria "semata-
mata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang".
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi (jika ada) dan selanjutnya diukur pada
biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Pendapatan dari aset keuangan dalam kelompok aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dicatat di dalam laporan laba rugi dan dilaporkan sebagai
“Pendapatan bunga” dan “Pendapatan lainnya”.
Dalam hal terjadi penurunan nilai, penyisihan kerugian penurunan nilai dilaporkan sebagai
pengurang dari nilai tercatat dari aset keuangan dalam kelompok aset keuangan yang diukur
pada biaya perolehan diamortisasi, dan diakui dalam laba rugi.
(ii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;
Aset keuangan yang dikelompokkan ke dalam kategori ini diakui pada nilai wajarnya pada
saat pengakuan awal; biaya transaksi (jika ada) diakui secara langsung ke dalam laba rugi.
Keuntungan dan kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar dan penjualan aset
keuangan diakui di dalam laba rugi dan dicatat masing-masing sebagai
“Keuntungan/(kerugian) investasi yang belum direalisasi” dan "Keuntungan/(kerugian)
investasi yang telah direalisasi”.
Pendapatan dividen dari aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dicatat
di dalam laporan laba rugi dan dilaporkan sebagai “Pendapatan dividen”.
Pendapatan dividen dicatat sebagai bagian dari pendapatan sesuai dengan persyaratan
dalam kontrak, atau pada saat hak untuk memperoleh pembayaran atas dividen tersebut
telah ditetapkan.
8
Page 19
REKSA DANA PREMIER ETF LQ-45
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
d. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Aset Keuangan (lanjutan)
Pengakuan
Transaksi aset keuangan Reksa Dana diakui pada tanggal perdagangan.
Penurunan Nilai
Pada setiap periode pelaporan, Reksa Dana menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan
telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Reksa
Dana menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia
instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian tersebut
terhadap aset keuangan Reksa Dana.
Dalam melakukan penilaian, Reksa Dana membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi
atas instrumen keuangan pada saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi
atas instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta
ketersediaan informasi yang tersedia pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa
lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan
kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal.
Manajer Investasi berkeyakinan tidak terdapat penurunan nilai atas aset keuangan pada tanggal
31 Desember 2025.
Liabilitas Keuangan
Reksa Dana mengklasifikasikan liabilitas keuangannya sebagai liabilitas keuangan yang diukur
pada biaya perolehan diamortisasi.
Kategori yang didefinisikan oleh Golongan (ditentukan
Sub-golongan
PSAK 109 oleh Reksa Dana)
Uang muka diterima atas pemesanan
unit penyertaan
Liabilitas keuangan yang Liabilitas atas pembelian kembali unit
Liabilitas keuangan diukur pada biaya penyertaan
perolehan diamortisasi Utang transaksi efek
Beban akrual
Pada saat pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
diukur pada nilai wajar ditambah biaya transaksi (jika ada). Setelah pengakuan awal, Reksa Dana
mengukur seluruh liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga efektif.
9
Page 20
REKSA DANA PREMIER ETF LQ-45
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
d. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Penghentian Pengakuan
Aset keuangan dihentikan pengakuannya pada saat hak kontraktual Reksa Dana atas arus kas
yang berasal dari aset keuangan tersebut kedaluwarsa, yaitu ketika aset dialihkan kepada pihak
lain tanpa mempertahankan kontrol atau pada saat seluruh risiko dan manfaat telah ditransfer
secara substansial. Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas Reksa Dana
kedaluwarsa, dilepaskan atau dibatalkan.
Penentuan Nilai Wajar
Nilai wajar instrumen keuangan pada tanggal laporan posisi keuangan adalah berdasarkan harga
kuotasi di pasar aktif.
Apabila pasar untuk suatu instrumen keuangan tidak aktif, Reksa Dana menetapkan nilai wajar
dengan menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian meliputi penggunaan transaksi-transaksi
pasar yang wajar terkini antara pihak-pihak yang mengerti, berkeinginan, jika tersedia, referensi
atas nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara substansial sama, analisa arus kas yang
didiskonto dan model harga opsi.
Reksa Dana mengklasifikasikan pengukuran nilai wajar dengan menggunakan hierarki nilai wajar
yang mencerminkan signifikansi input yang digunakan untuk melakukan pengukuran. Hierarki
pengukuran nilai wajar memiliki level sebagai berikut:
1. Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik
(Level 1);
2. Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk aset
atau liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya
derivasi dari harga) (Level 2);
3. Input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi
(Level 3).
Level pada hierarki nilai wajar di mana pengukuran nilai wajar dikategorikan secara keseluruhan
ditentukan berdasarkan level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar
secara keseluruhan. Penilaian signifikansi suatu input tertentu dalam pengukuran nilai wajar
secara keseluruhan memerlukan pertimbangan dengan memperhatikan faktor-faktor spesifik atas
aset atau liabilitas tersebut.
Instrumen Keuangan Saling Hapus
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan total netonya dilaporkan pada laporan
posisi keuangan ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus
atas total yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk menyelesaikan secara neto, atau
untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara simultan.
Hak saling hapus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan dapat dipaksakan secara
hukum dalam situasi bisnis yang normal dan dalam peristiwa gagal bayar, peristiwa kepailitan
atau kebangkrutan Reksa Dana atau pihak lawan.
10
Page 21
REKSA DANA PREMIER ETF LQ-45
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
e. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan bunga dari instrumen keuangan diakui atas dasar akrual secara harian, sedangkan
pendapatan lainnya merupakan pendapatan yang bukan berasal dari kegiatan investasi,
termasuk di dalamnya pendapatan bunga atas jasa giro.
Pendapatan dividen diakui bila hak untuk menerima pembayaran ditetapkan. Dalam hal investasi
saham di pasar aktif, hak tersebut biasanya ditetapkan pada tanggal eks (ex-date).
Beban yang berhubungan dengan jasa pengelolaan investasi dan jasa kustodian dihitung dan
diakui secara akrual setiap hari, sedangkan beban lainnya merupakan beban yang tidak terkait
dengan kegiatan investasi dan biaya keuangan, termasuk di dalamnya beban atas pajak
penghasilan final dari pendapatan bunga atas jasa giro yang timbul dari kegiatan diluar investasi.
Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi akibat kenaikan atau penurunan harga pasar
(nilai wajar) serta keuntungan atau kerugian investasi yang telah direalisasi disajikan dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tahun berjalan. Keuntungan dan kerugian
yang telah direalisasi atas penjualan portofolio efek dihitung berdasarkan harga pokok yang
mengunakan metode rata-rata tertimbang.
f. Pajak Penghasilan
Beban pajak terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak diakui dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain, kecuali jika pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian
yang diakui di pendapatan komprehensif lain atau langsung diakui ke ekuitas. Dalam hal ini, pajak
tersebut masing-masing diakui dalam pendapatan komprehensif lain atau ekuitas.
Sesuai dengan peraturan pajak yang berlaku, pendapatan yang telah dikenakan pajak
penghasilan final tidak lagi dilaporkan sebagai pendapatan kena pajak, dan semua beban
sehubungan dengan pendapatan yang telah dikenakan pajak penghasilan final tidak dapat
dikurangkan. Tetapi, baik pendapatan maupun beban tersebut dipakai dalam perhitungan laba
rugi menurut akuntansi.
Untuk pajak penghasilan yang tidak bersifat final, beban pajak penghasilan tahun berjalan
ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung
berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak tahun mendatang yang timbul
dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar
pengenaan pajak aset dan liabilitas. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan
temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh
dikurangkan serta rugi fiskal yang belum terkompensasi, sepanjang besar kemungkinan dapat
dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak masa datang.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan dapat saling hapus apabila terdapat hak yang berkekuatan
hukum untuk melakukan saling hapus antara aset pajak kini dengan liabilitas pajak kini dan
apabila aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dikenakan oleh otoritas perpajakan yang
sama. Aset pajak kini dan liabilitas pajak kini akan saling hapus ketika Reksa Dana memiliki hak
yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus dan adanya niat untuk melakukan
penyelesaian saldo-saldo tersebut secara neto atau untuk merealisasikan dan menyelesaikan
liabilitas secara bersamaan.
Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau jika
mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan.
11
Page 22
REKSA DANA PREMIER ETF LQ-45
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
g. Informasi Segmen
Bentuk pelaporan segmen adalah segmen berdasarkan operasi Reksa Dana. Segmen operasi
adalah komponen investasi Reksa Dana yang dapat dibedakan berdasarkan jenis portofolio efek.
h. Transaksi dengan Pihak Berelasi
Reksa Dana melakukan transaksi dengan pihak berelasi sebagaimana didefinisikan dalam
PSAK 224 “Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi”. Jenis transaksi dan saldo dengan pihak
berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
i. Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
Standar akuntansi revisian berikut yang telah diterbitkan dan berlaku efektif mulai 1 Januari 2026
dan belum diterapkan secara dini oleh Reksa Dana:
- Amendemen PSAK 107 "Instrumen Keuangan" - Pengungkapan Klasifikasi dan Pengukuran
Instrumen Keuangan; Pengungkapan Keuntungan atau Kerugian pada Penghentian
Pengakuan; Pendahuluan; Pengungkapan Risiko Kredit; dan Pengungkapan Perbedaan
Tertunda antara Nilai Wajar dan Harga Transaksi;
- Amendemen PSAK 109 "Instrumen Keuangan" - Pengungkapan tentang Klasifikasi
dan Pengukuran Instrumen Keuangan; Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen
Keuangan - Penghentian Pengakuan Kewajiban Sewa; dan Harga Transaksi;
- Amendemen PSAK 207 "Laporan Arus Kas" - Metode Biaya.
Standar akuntansi revisian berikut yang telah diterbitkan dan berlaku efektif mulai 1 Januari 2027
dan belum diterapkan secara dini oleh Reksa Dana:
- PSAK 118 “Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan”.
Pada tanggal pengesahan laporan keuangan, Reksa Dana sedang mempertimbangkan implikasi
dari penerapan standar tersebut, terhadap laporan keuangan Reksa Dana.
3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI, DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG PENTING
Penyusunan laporan keuangan Reksa Dana mengharuskan Manajer Investasi membuat
pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah dan pengungkapan yang disajikan
dalam laporan keuangan. Namun demikian, ketidakpastian atas estimasi dan asumsi ini mungkin
dapat menyebabkan penyesuaian yang material atas nilai tercatat aset dan liabilitas di masa yang
akan datang.
Pertimbangan
Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Reksa Dana menentukan klasifikasi aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas
keuangan dengan menilai apakah aset dan liabilitas tersebut memenuhi definisi yang ditetapkan
dalam PSAK 109. Aset keuangan dan liabilitas keuangan dicatat sesuai dengan kebijakan akuntansi
Reksa Dana sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 2.
12
Page 23
REKSA DANA PREMIER ETF LQ-45
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI, DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG PENTING
(Lanjutan)
Pertimbangan (lanjutan)
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, Reksa Dana menilai apakah risiko kredit atas
instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan
penilaian tersebut, Reksa Dana mempertimbangkan perubahan risiko gagal bayar yang terjadi
selama umur instrumen keuangan. Dalam melakukan penilaian tersebut, Reksa Dana
membandingkan risiko gagal bayar yang terjadi pada tanggal pelaporan dengan risiko gagal bayar
pada saat pengakuan awal, serta mempertimbangkan informasi, termasuk informasi masa lalu,
kondisi saat ini, dan informasi bersifat perkiraan masa depan (forward-looking), yang wajar dan
terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan.
Reksa Dana mengukur cadangan kerugian sepanjang umurnya, jika risiko kredit atas instrumen
keuangan tersebut telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, jika tidak, maka Reksa
Dana mengukur cadangan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah kerugian kredit
ekspektasian 12 bulan. Suatu evaluasi yang bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah cadangan
kerugian kredit ekspektasian yang harus dibentuk, dilakukan secara berkala pada setiap periode
pelaporan. Oleh karena itu, saat dan besaran jumlah cadangan kerugian kredit ekspektasian yang
tercatat pada setiap periode dapat berbeda tergantung pada pertimbangan atas informasi yang
tersedia atau berlaku pada saat itu.
Pajak Penghasilan
Pertimbangan yang signifikan dibutuhkan untuk menentukan jumlah pajak penghasilan. Manajer
Investasi dapat membentuk pencadangan terhadap liabilitas pajak di masa depan sebesar jumlah
yang diestimasikan akan dibayarkan ke kantor pajak jika berdasarkan evaluasi pada tanggal laporan
posisi keuangan terdapat risiko pajak yang probable. Asumsi dan estimasi yang digunakan dalam
perhitungan pembentukan cadangan tersebut memiliki unsur ketidakpastian.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber utama lain dalam mengestimasi ketidakpastian
pada tanggal pelaporan yang mempunyai risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian
material terhadap nilai tercatat dalam laporan keuangan.
Penggunaan estimasi wajar merupakan bagian mendasar dalam penyiapan laporan keuangan dan
hal tersebut tidak mengurangi keandalan laporan keuangan.
Nilai Wajar Aset Keuangan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mensyaratkan pengukuran aset keuangan tertentu pada
nilai wajarnya, dan penyajian ini mengharuskan penggunaan estimasi. Komponen pengukuran nilai
wajar yang signifikan ditentukan berdasarkan bukti objektif yang dapat diverifikasi (seperti nilai tukar,
suku bunga), sedangkan saat dan besaran perubahan nilai wajar dapat menjadi berbeda karena
penggunaan metode penilaian yang berbeda.
13
Page 24
REKSA DANA PREMIER ETF LQ-45
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. PORTOFOLIO EFEK
Ikhtisar portofolio efek
Saldo portofolio efek pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025
Persentase
(%) terhadap
Harga perolehan Level total portofolio
Jenis efek Total saham rata-rata Nilai wajar hierarki efek
Efek bersifat ekuitas
Saham
PT Bank Central Asia Tbk 2.878.084 22.486.129.389 23.240.528.300 1 15,77
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 5.656.326 23.942.607.608 20.702.153.160 1 14,05
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 2.865.061 13.726.003.723 14.611.811.100 1 9,92
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk 3.782.460 13.173.104.790 13.162.960.800 1 8,93
PT Astra International Tbk 1.473.047 8.512.015.646 9.869.414.900 1 6,70
PT Amman Mineral Internasional Tbk 1.085.251 10.816.223.898 6.972.737.675 1 4,73
PT Barito Pacific Tbk 2.061.976 2.361.941.315 6.742.661.520 1 4,58
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 1.176.412 5.074.137.054 5.140.920.440 1 3,49
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk 71.052.066 4.735.499.574 4.547.332.224 1 3,09
PT Bumi Resources Tbk 8.757.249 1.278.193.726 3.205.153.134 1 2,18
PT United Tractors Tbk 105.631 2.634.493.176 3.116.114.500 1 2,11
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk 1.423.849 2.881.783.254 2.812.101.775 1 1,91
PT Indofood Sukses Makmur Tbk 342.939 2.327.948.757 2.323.411.725 1 1,58
PT Merdeka Copper Gold Tbk 939.103 2.388.823.711 2.141.154.840 1 1,45
PT Aneka Tambang Tbk 677.196 1.111.710.068 2.133.167.400 1 1,45
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk 452.911 2.483.951.776 2.042.628.610 1 1,39
PT Kalbe Farma Tbk 1.455.683 2.212.420.858 1.754.098.015 1 1,19
PT Perusahaan Gas Negara Tbk 843.601 1.344.116.664 1.611.277.910 1 1,09
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 183.769 1.838.858.830 1.506.905.800 1 1,02
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk 1.329.794 1.638.044.359 1.442.826.490 1 0,98
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk 169.299 1.461.807.589 1.439.041.500 1 0,98
PT Merdeka Battery Materials Tbk 2.361.506 1.445.975.496 1.346.058.420 1 0,91
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk
(d/h PT XL Axiata Tbk) 351.621 854.428.606 1.318.578.750 1 0,89
PT Unilever Indonesia Tbk 434.100 2.097.293.459 1.128.660.000 1 0,77
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk 389.243 763.547.681 1.019.816.660 1 0,69
PT Indosat Tbk 426.865 1.102.477.494 990.326.800 1 0,67
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk 545.519 1.172.715.979 987.389.390 1 0,67
PT Sarana Menara Nusantara Tbk 1.568.549 1.319.450.745 917.601.165 1 0,62
PT Vale Indonesia Tbk 173.640 728.603.584 898.587.000 1 0,61
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk 118.654 820.885.875 827.611.650 1 0,56
PT Mitra Adiperkasa Tbk 658.386 1.154.688.150 767.019.690 1 0,52
PT Bukit Asam Tbk 305.317 869.035.113 705.282.270 1 0,48
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk 264.801 1.767.403.861 699.074.640 1 0,48
PT Indo Tambangraya Megah Tbk 31.834 734.843.900 696.368.750 1 0,47
PT AKR Corporindo Tbk 529.603 746.465.858 667.299.780 1 0,45
PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk
(d/h PT Adaro Minerals Indonesia Tbk) 415.289 562.261.422 647.850.840 1 0,44
PT Medco Energi Internasional Tbk 477.510 476.802.280 642.250.950 1 0,44
PT Trimegah Bangun Persada Tbk 531.050 660.046.921 597.431.250 1 0,41
PT Ciputra Development Tbk 642.469 617.802.332 533.249.270 1 0,36
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 452.912 699.120.942 532.171.600 1 0,36
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk 367.539 463.808.887 413.481.375 1 0,28
PT Surya Citra Media Tbk 791.510 157.261.652 267.530.380 1 0,18
PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk 554.202 343.871.701 227.222.820 1 0,15
Total efek bersifat ekuitas 121.103.826 147.988.607.703 147.349.265.268 100,00
Total portofolio efek 147.349.265.268 100,00
14
Page 25
REKSA DANA PREMIER ETF LQ-45
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. PORTOFOLIO EFEK (Lanjutan)
Ikhtisar portofolio efek (lanjutan)
2024
Persentase
(%) terhadap
Harga perolehan Level total portofolio
Jenis efek Total saham rata-rata Nilai wajar hierarki efek
Efek bersifat ekuitas
Saham
PT Bank Central Asia Tbk 2.623.443 19.583.785.264 25.381.811.025 1 15,97
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 5.748.790 24.992.964.970 23.455.063.200 1 14,76
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 3.425.829 16.399.096.802 19.527.225.300 1 12,27
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk 4.423.037 15.844.969.469 11.986.430.270 1 7,54
PT Amman Mineral Internasional Tbk 1.234.948 12.931.466.896 10.466.184.300 1 6,58
PT Astra International Tbk 1.725.299 10.130.429.994 8.453.965.100 1 5,32
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 1.408.307 6.099.898.401 6.126.135.450 1 3,85
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk 70.613.374 4.629.435.135 4.942.936.180 1 3,11
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk 1.665.863 3.329.209.492 4.747.709.550 1 2,99
PT United Tractors Tbk 123.825 3.094.908.654 3.315.414.375 1 2,09
PT Indofood Sukses Makmur Tbk 397.891 2.642.550.132 3.063.760.700 1 1,93
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk 529.971 2.991.434.211 2.522.661.960 1 1,59
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 214.630 2.156.585.290 2.441.416.250 1 1,54
PT Kalbe Farma Tbk 1.776.480 2.769.454.570 2.416.012.800 1 1,52
PT Barito Pacific Tbk 2.398.907 2.309.125.087 2.206.994.440 1 1,39
PT Merdeka Copper Gold Tbk 1.286.129 3.401.935.043 2.077.098.335 1 1,31
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk 784.225 1.733.792.750 1.905.666.750 1 1,20
PT Perusahaan Gas Negara Tbk 987.298 1.560.643.536 1.569.803.820 1 0,99
PT Merdeka Battery Materials Tbk 2.993.271 1.928.554.715 1.370.918.118 1 0,86
PT Indosat Tbk 500.253 1.344.945.319 1.240.627.440 1 0,78
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk 179.959 1.664.101.994 1.223.721.200 1 0,77
PT Aneka Tambang Tbk 792.484 1.139.348.268 1.208.538.100 1 0,76
PT Sarana Menara Nusantara Tbk 1.812.802 1.626.863.478 1.187.385.310 1 0,75
PT Mitra Adiperkasa Tbk 764.417 1.414.958.172 1.077.827.970 1 0,68
PT Bank Syariah Indonesia Tbk 391.287 727.850.815 1.068.213.510 1 0,67
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk 140.335 1.696.656.557 1.038.479.000 1 0,65
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk 312.039 2.315.589.927 1.026.608.310 1 0,65
PT Indo Tambangraya Megah Tbk 37.973 881.034.285 1.013.879.100 1 0,64
PT Unilever Indonesia Tbk 523.367 2.822.628.369 986.546.795 1 0,62
PT Bukit Asam Tbk 356.616 1.042.676.469 980.694.000 1 0,62
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk
(d/h PT XL Axiata Tbk) 412.750 1.046.188.121 928.687.500 1 0,58
PT Bank Jago Tbk 348.361 2.225.597.988 846.517.230 1 0,53
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk 1.150.751 752.853.409 742.234.395 1 0,47
PT Jasa Marga (Persero) Tbk 170.053 941.656.666 736.329.490 1 0,46
PT Vale Indonesia Tbk 203.073 880.279.164 735.124.260 1 0,46
PT ESSA Industries Indonesia Tbk 879.987 796.496.434 712.789.470 1 0,45
PT AKR Corporindo Tbk 624.082 903.391.574 698.971.840 1 0,44
PT Medco Energi Internasional Tbk 596.015 570.308.237 655.616.500 1 0,41
PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk
(d/h PT Adaro Minerals Indonesia Tbk) 521.720 731.740.939 626.064.000 1 0,39
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 528.324 856.465.006 602.289.360 1 0,38
PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk 648.847 418.600.968 512.589.130 1 0,32
PT Summarecon Agung Tbk 772.672 506.895.872 378.609.280 1 0,24
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk 402.848 510.561.543 376.662.880 1 0,24
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido
Muncul Tbk 627.384 461.576.651 370.156.560 1 0,23
Total efek bersifat ekuitas 118.059.916 166.809.506.636 158.952.370.553 100,00
Total portofolio efek 158.952.370.553 100,00
15
Page 26
REKSA DANA PREMIER ETF LQ-45
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. KAS
2025 2024
Deutsche Bank AG, cabang Jakarta 587.102.346 727.930.481
PT Bank OCBC NISP Tbk 204.926.870 1.307.230
Total 792.029.216 729.237.711
6. PIUTANG TRANSAKSI EFEK
Akun ini merupakan piutang yang timbul atas penjualan efek bersifat ekuitas yang belum
terselesaikan pada tanggal laporan posisi keuangan. Saldo piutang transaksi efek pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebesar Rp 615.129.300, sedangkan pada tanggal 31 Desember 2024
adalah nihil.
Reksa Dana tidak membentuk penyisihan kerugian penurunan nilai atas piutang transaksi efek,
karena Manajer Investasi berpendapat bahwa seluruh piutang tersebut dapat ditagih.
7. PIUTANG DIVIDEN
Piutang dividen merupakan piutang atas pendapatan dividen yang belum terselesaikan dari PT Bank
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk, pada tanggal
31 Desember 2025 dan 2024. Saldo piutang dividen pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
masing-masing adalah sebesar Rp 854.093.290 dan Rp 859.402.909.
Reksa Dana tidak membentuk penyisihan kerugian penurunan nilai atas piutang dividen, karena
Manajer Investasi berpendapat bahwa seluruh piutang tersebut dapat ditagih.
8. PIUTANG LAIN-LAIN
Akun ini merupakan piutang atas uang muka pemesanan unit penyertaan yang akan diterima pada
tanggal penyelesaian transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan, Reksa Dana telah
menerbitkan dan mencatat unit penyertaan dan penyerahan unit penyertaan kepada pemesan akan
dilakukan pada tanggal penyelesaian transaksi. Saldo piutang lain-lain pada tanggal 31 Desember
2025 adalah nihil, sedangkan pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp 97.052.670.
Reksa Dana tidak membentuk penyisihan kerugian penurunan nilai atas piutang lain-lain, karena
Manajer Investasi berpendapat bahwa seluruh piutang tersebut dapat ditagih.
9. UANG MUKA DITERIMA ATAS PEMESANAN UNIT PENYERTAAN
Akun ini merupakan penerimaan uang muka atas pemesanan unit penyertaan yang diterima dari
agen penjual dan Manajer Investasi. Pada tanggal laporan posisi keuangan, Reksa Dana belum
menerbitkan dan menyerahkan unit penyertaan kepada pemesan sehingga belum tercatat sebagai
unit penyertaan beredar. Uang muka diterima atas pemesanan unit penyertaan ini disajikan sebagai
liabilitas. Saldo uang muka diterima atas pemesanan unit penyertaan pada tanggal 31 Desember
2025 adalah sebesar Rp 102.745.250, sedangkan pada tanggal 31 Desember 2024 adalah nihil,
yang semuanya diterima dari agen penjual.
10. LIABILITAS ATAS PEMBELIAN KEMBALI UNIT PENYERTAAN
Akun ini merupakan liabilitas atas pembelian kembali unit penyertaan yang belum terselesaikan pada
tanggal laporan posisi keuangan. Saldo liabilitas atas pembelian kembali unit penyertaan pada
tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar Rp 617.425.680, sedangkan pada tanggal 31 Desember
2024 adalah nihil.
16
Page 27
REKSA DANA PREMIER ETF LQ-45
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. UTANG TRANSAKSI EFEK
Akun ini merupakan utang yang timbul atas pembelian efek bersifat ekuitas yang belum terselesaikan
pada tanggal laporan posisi keuangan.
Saldo utang transaksi efek pada tanggal 31 Desember 2025 adalah nihil, sedangkan pada tanggal
31 Desember 2024 adalah sebesar Rp 96.223.573.
12. BEBAN AKRUAL
2025 2024
Beban pengelolaan investasi (catatan 17) 67.943.284 72.438.760
Beban kustodian (catatan 18) 11.959.214 12.750.497
Lain-lain 50.133.546 51.174.002
Total 130.036.044 136.363.259
13. PENGUKURAN NILAI WAJAR
Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif adalah berdasarkan kuotasi
harga pasar pada tanggal pelaporan. Pasar dianggap aktif apabila kuotasi harga tersedia sewaktu
waktu dan dapat diperoleh secara rutin dari bursa, pedagang atau perantara efek, badan penyedia
jasa penentuan harga kelompok industri, atau badan pengatur, dan harga tersebut mencerminkan
transaksi pasar yang aktual dan rutin dalam suatu transaksi yang wajar. Instrumen keuangan seperti
ini termasuk dalam hierarki level 1.
Nilai tercatat dan pengukuran nilai wajar menggunakan level 1 pada tanggal 31 Desember 2025 dan
2024 masing-masing adalah sebesar Rp 147.349.265.268 dan Rp 158.952.370.553.
14. PERPAJAKAN
a. Pajak Penghasilan
Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif adalah subjek pajak. Objek pajak penghasilan
terbatas hanya pada penghasilan yang diterima oleh Reksa Dana, sedangkan pembagian laba
yang dibayarkan Reksa Dana kepada pemegang unit penyertaan, termasuk keuntungan atas
pelunasan kembali unit penyertaan bukan merupakan objek pajak penghasilan.
Pada tanggal 5 Oktober 2020, Pemerintah telah mengesahkan Undang-Undang No. 11 tahun
2020 tentang Cipta Kerja (UU Omnibus Law) yang mulai berlaku efektif sejak tanggal
2 November 2020. Dengan berlakunya Undang-Undang ini, penghasilan dividen yang berasal
dari dalam negeri yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak Badan dalam negeri dikecualikan
dari Objek Pajak Penghasilan pasal 23.
Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Republik Indonesia
No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Aturan tersebut menetapkan tarif
pajak penghasilan wajib pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap sebesar 22% yang mulai
berlaku pada tahun pajak 2022 dan seterusnya, serta mengatur tentang kenaikan tarif PPN
umum secara bertahap, kenaikan dari 10% menjadi 11% mulai berlaku pada tanggal 1 April 2022
dan 12% mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2025. Kemudian sesuai dengan Peraturan Menteri
Keuangan No. 131 Tahun 2024 untuk PPN yang mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2025,
dihitung dengan cara mengalikan tarif 12% (dua belas persen) dengan Dasar Pengenaan Pajak
berupa nilai lain sebesar 11/12 (sebelas per dua belas).
17
Page 28
REKSA DANA PREMIER ETF LQ-45
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. PERPAJAKAN (Lanjutan)
a. Pajak Penghasilan (lanjutan)
Pendapatan investasi Reksa Dana yang merupakan objek pajak penghasilan final disajikan
dalam jumlah bruto sebelum pajak penghasilan final. Taksiran pajak penghasilan ditentukan
berdasarkan penghasilan kena pajak dalam tahun yang bersangkutan berdasarkan tarif pajak
yang berlaku.
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain dengan laba kena pajak yang dihitung oleh Reksa Dana untuk tahun-tahun yang berakhir
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
Laba sebelum pajak 9.145.732.844 5.529.392.221
Ditambah (dikurangi):
Beban yang tidak dapat dikurangkan 1.202.332.873 2.407.154.129
Pendapatan yang pajaknya bersifat final
- Bunga jasa giro (3.328.484) (8.355.754)
- Pendapatan dividen (8.534.890.878) (11.707.416.477)
- Kerugian (keuntungan) investasi yang telah
direalisasi 5.408.235.604 (32.750.556.421)
- (Keuntungan) kerugian investasi yang belum
direalisasi (7.217.793.648) 36.545.351.844
Laba kena pajak 288.311 15.569.542
Pajak penghasilan 63.360 3.425.180
Pajak dibayar di muka - -
Kurang bayar pajak 63.360 3.425.180
Dalam laporan keuangan ini, total penghasilan kena pajak didasarkan atas perhitungan
sementara, karena Reksa Dana belum menyampaikan SPT pajak penghasilan badan.
b. Utang Pajak Lainnya
Akun ini merupakan utang pajak penghasilan pasal 23 yang belum terselesaikan pada tanggal
laporan posisi keuangan.
c. Beban Pajak
2025 2024
Pajak kini 63.360 3.425.180
Pajak tangguhan - -
Total 63.360 3.425.180
d. Administrasi
Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Reksa Dana menghitung, menetapkan dan
membayar sendiri jumlah pajak yang terutang. Direktorat Jenderal Pajak dapat menetapkan dan
mengubah liabilitas pajak dalam batas waktu 5 (lima) tahun sejak terutangnya pajak.
18
Page 29
REKSA DANA PREMIER ETF LQ-45
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. UNIT PENYERTAAN BEREDAR
Jumlah unit penyertaan yang dimiliki oleh Pemodal dan Manajer Investasi pada tanggal 31 Desember
2025 dan 2024 masing-masing adalah sebagai berikut:
2025 2024
Unit Persentase (%) Unit Persentase (%)
Pemodal 144.700.000,0000 100,00 165.000.000,0000 100,00
Manajer Investasi - - - -
Total 144.700.000,0000 100,00 165.000.000,0000 100,00
16. PENDAPATAN LAINNYA
Akun ini merupakan pendapatan bunga dari jasa giro atas penempatan kas di bank.
17. BEBAN PENGELOLAAN INVESTASI
Beban ini merupakan imbalan kepada Manajer Investasi, maksimum sebesar 3% (tiga persen) per
tahun yang dihitung secara harian dari Nilai Aset Bersih Reksa Dana berdasarkan 365 (tiga ratus
enam puluh lima) hari per tahun atau 366 (tiga ratus enam puluh enam) hari per tahun untuk tahun
kabisat dan dibayarkan setiap bulan. Pemberian imbalan tersebut diatur berdasarkan ketentuan
Kontrak Investasi Kolektif. Beban pengelolaan investasi yang belum dibayarkan dicatat
pada beban akrual (Catatan 12). Beban pengelolaan investasi untuk tahun-tahun yang berakhir
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing adalah sebesar Rp 750.261.230 dan
Rp 1.453.957.594, yang dicatat dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
18. BEBAN KUSTODIAN
Beban ini merupakan imbalan jasa pengelolaan administrasi dan imbalan jasa penitipan atas
kekayaan Reksa Dana kepada Bank Kustodian, maksimum sebesar 0,15% (nol koma lima belas
persen) per tahun yang dihitung dari Nilai Aset Bersih Reksa Dana berdasarkan 365 (tiga ratus enam
puluh lima) hari per tahun atau 366 (tiga ratus enam puluh enam) hari per tahun untuk tahun kabisat
dan dibayar setiap bulan. Pemberian imbalan tersebut diatur berdasarkan ketentuan Kontrak
Investasi Kolektif. Beban kustodian yang belum dibayarkan dicatat pada beban akrual (Catatan 12).
Beban kustodian untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
masing-masing adalah sebesar Rp 132.059.182 dan Rp 255.922.129, yang dicatat dalam laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
19. BEBAN LAIN-LAIN
2025 2024
Biaya transaksi 155.362.012 470.672.663
Lain-lain 163.989.241 224.971.450
Total 319.351.253 695.644.113
19
Page 30
REKSA DANA PREMIER ETF LQ-45
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK-PIHAK BERELASI
Sifat Pihak-Pihak Berelasi
Pihak berelasi adalah perusahaan yang mempunyai keterkaitan kepengurusan secara langsung
maupun tidak langsung dengan Reksa Dana.
Manajer Investasi adalah pihak berelasi dengan Reksa Dana dan Bank Kustodian bukan merupakan
pihak berelasi sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Departemen Pengawas Pasar Modal 2A
No. Kep-04/PM.21/2014 tanggal 7 Oktober 2014.
Transaksi Pihak-Pihak Berelasi
Dalam kegiatan operasionalnya, Reksa Dana melakukan transaksi pembelian dan penjualan efek
dengan pihak-pihak yang berelasi yaitu PT Indo Premier Sekuritas. Transaksi-transaksi dengan
pihak-pihak berelasi dilakukan dengan persyaratan dan kondisi normal sebagaimana halnya bila
dilakukan dengan pihak ketiga.
a. Rincian pembelian dan penjualan dengan pihak-pihak berelasi untuk tahun-tahun yang berakhir
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing adalah sebagai berikut:
2025
Persentase (%)
terhadap total
pembelian/penjualan
Total portofolio efek
Pembelian 46.294.486.285 100,00
Penjualan 59.707.442.414 100,00
2024
Persentase (%)
terhadap total
pembelian/penjualan
Total portofolio efek
Pembelian 147.979.235.508 100,00
Penjualan 727.517.093.036 100,00
b. Transaksi Reksa Dana dengan Manajer Investasi untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal
31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025
Jasa pengelolaan investasi
Total keuntungan
(kerugian) atas
kepemilikan unit
penyertaan untuk
Maksimum masing-masing Total
Saldo unit persentase transaksi pembelian pendapatan
penyertaan Total fee (%) kembali lainnya
- 750.261.230 3 - -
20
Page 31
REKSA DANA PREMIER ETF LQ-45
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan)
Transaksi Pihak-Pihak Berelasi (lanjutan)
b. Transaksi Reksa Dana dengan Manajer Investasi untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal
31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut: (lanjutan)
2024
Jasa pengelolaan investasi
Total keuntungan
(kerugian) atas
kepemilikan unit
penyertaan untuk
Maksimum masing-masing Total
Saldo unit persentase transaksi pembelian pendapatan
penyertaan Total fee (%) kembali lainnya
- 1.453.957.594 3 - -
21. INFORMASI SEGMEN
Segmen operasi Reksa Dana dibagi berdasarkan jenis portofolio efek, yakni efek bersifat ekuitas.
Klasifikasi tersebut menjadi dasar pelaporan informasi segmen Reksa Dana.
Informasi segmen untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-
masing adalah sebagai berikut:
2025
Efek bersifat
ekuitas Lain-lain Jumlah
Laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain
Pendapatan investasi
Pendapatan dividen 8.534.890.878 - 8.534.890.878
Kerugian investasi yang telah direalisasi (5.407.942.804) - (5.407.942.804)
Keuntungan investasi yang belum
direalisasi 7.217.793.648 - 7.217.793.648
Pendapatan lainnya - 3.328.484 3.328.484
Total pendapatan 10.344.741.722 3.328.484 10.348.070.206
Total beban (1.201.263.778) (1.073.584) (1.202.337.362)
Laba sebelum pajak 9.143.477.944 2.254.900 9.145.732.844
Beban pajak penghasilan (63.360)
Laba tahun berjalan 9.145.669.484
21
Page 32
REKSA DANA PREMIER ETF LQ-45
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. INFORMASI SEGMEN (Lanjutan)
2024
Efek bersifat
ekuitas Lain-lain Jumlah
Laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain
Pendapatan investasi
Pendapatan dividen 11.707.416.477 - 11.707.416.477
Keuntungan investasi yang telah
direalisasi 32.766.166.821 - 32.766.166.821
Kerugian investasi yang belum direalisasi (36.545.351.844) - (36.545.351.844)
Pendapatan lainnya - 8.355.754 8.355.754
Total pendapatan 7.928.231.454 8.355.754 7.936.587.208
Total beban (2.404.143.889) (3.051.098) (2.407.194.987)
Laba sebelum pajak 5.524.087.565 5.304.656 5.529.392.221
Beban pajak penghasilan (3.425.180)
Laba tahun berjalan 5.525.967.041
2025
Efek bersifat
ekuitas Lain-lain Jumlah
Laporan Posisi Keuangan
Aset
Aset segmen 148.818.487.858 - 148.818.487.858
Aset yang tidak dialokasikan - 792.029.216 792.029.216
Total aset 148.818.487.858 792.029.216 149.610.517.074
Liabilitas
Liabilitas segmen - - -
Liabilitas yang tidak dialokasikan - 850.270.334 850.270.334
Total liabilitas - 850.270.334 850.270.334
22
Page 33
REKSA DANA PREMIER ETF LQ-45
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. INFORMASI SEGMEN (Lanjutan)
2024
Efek bersifat
ekuitas Lain-lain Jumlah
Laporan Posisi Keuangan
Aset
Aset segmen 159.811.773.462 - 159.811.773.462
Aset yang tidak dialokasikan - 826.290.381 826.290.381
Total aset 159.811.773.462 826.290.381 160.638.063.843
Liabilitas
Liabilitas segmen 96.223.573 - 96.223.573
Liabilitas yang tidak dialokasikan - 139.894.644 139.894.644
Total liabilitas 96.223.573 139.894.644 236.118.217
22. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Manajer Investasi mengelola instrumen keuangannya sesuai dengan komposisi yang disajikan
dalam kebijakan investasi. Aktivitas investasi Reksa Dana terpengaruh oleh berbagai jenis risiko
yang berkaitan dengan instrumen keuangan dan risiko pasar di mana Reksa Dana berinvestasi.
Risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan Reksa Dana adalah risiko kredit, risiko pasar,
risiko likuiditas dan manajemen risiko permodalan. Tujuan manajemen risiko Reksa Dana secara
keseluruhan adalah untuk secara efektif mengelola risiko-risiko tersebut dan meminimalkan dampak
yang tidak diharapkan pada kinerja keuangan Reksa Dana. Manajer Investasi dan Bank Kustodian
mereviu dan menyetujui semua kebijakan untuk mengelola setiap risiko, termasuk juga risiko
ekonomi dan risiko usaha Reksa Dana, yang dirangkum di bawah ini, dan juga memantau risiko
harga pasar yang timbul dari semua instrumen keuangan.
a. Risiko Kredit
Reksa Dana terekspos risiko kredit, yaitu risiko bahwa counterparty tidak akan mampu membayar
jumlah kewajiban secara penuh pada saat jatuh tempo, termasuk transaksi dengan pihak-pihak
seperti emiten, broker, Bank Kustodian dan bank.
Risiko kredit dikelola melalui kebijakan seperti: Manajer Investasi menghindari penyelesaian
perdagangan dengan metode Free of Payment (“FOP”); pelaksanaan pembayaran dan
penerimaan efek dipantau oleh tim operasional melalui prosedur rekonsiliasi kas dan efek secara
teratur; transaksi dilakukan dengan counterparty yang telah disetujui terlebih dahulu oleh komite
kredit Manajer Investasi.
23
Page 34
REKSA DANA PREMIER ETF LQ-45
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
a. Risiko Kredit (lanjutan)
Terhadap setiap counterparty dilakukan analisis kelayakan kredit setiap hari. Saldo kas hanya
ditempatkan pada bank terkemuka dengan peringkat kredit yang baik.
(i) Eksposur maksimum terhadap risiko kredit
Tabel berikut adalah eksposur maksimum terhadap risiko kredit untuk aset keuangan pada
laporan posisi keuangan:
2025 2024
Kas 792.029.216 729.237.711
Piutang transaksi efek 615.129.300 -
Piutang dividen 854.093.290 859.402.909
Piutang lain-lain - 97.052.670
Total 2.261.251.806 1.685.693.290
(ii) Kualitas kredit
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, aset-aset keuangan Reksa Dana dikategorikan
sebagai belum jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan nilai.
b. Risiko Pasar
Nilai wajar arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan yang dimiliki oleh Reksa Dana
dapat berfluktuasi karena perubahan harga pasar. Risiko pasar ini terdiri dari dua elemen: risiko
suku bunga dan risiko harga.
(i) Risiko suku bunga
a. Eksposur Reksa Dana terhadap risiko suku bunga
Mayoritas aset maupun liabilitas keuangan Reksa Dana tidak dikenakan bunga, oleh
karenanya Reksa Dana tidak menghadapi risiko secara signifikan yang diakibatkan
fluktuasi suku bunga pasar yang berlaku.
Reksa Dana dilarang terlibat dalam berbagai bentuk pinjaman, kecuali pinjaman jangka
pendek yang berkaitan dengan penyelesaian transaksi.
Tabel berikut ini menyajikan aset dan liabilitas keuangan Reksa Dana pada nilai tercatat,
yang dipisahkan menjadi aset/liabilitas dengan bunga mengambang dan tidak dikenakan
bunga:
24
Page 35
REKSA DANA PREMIER ETF LQ-45
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
b. Risiko Pasar (lanjutan)
(i) Risiko suku bunga (lanjutan)
a. Eksposur Reksa Dana terhadap risiko suku bunga (lanjutan)
2025
Bunga mengambang Tidak dikenakan
≤1 bulan bunga Total
Aset keuangan
Portofolio efek
Efek bersifat ekuitas - 147.349.265.268 147.349.265.268
Kas 792.029.216 - 792.029.216
Piutang transaksi efek - 615.129.300 615.129.300
Piutang dividen - 854.093.290 854.093.290
Total aset keuangan 792.029.216 148.818.487.858 149.610.517.074
Liabilitas keuangan
Uang muka diterima atas
pemesanan unit penyertaan - 102.745.250 102.745.250
Liabilitas atas pembelian kembali
unit penyertaan - 617.425.680 617.425.680
Beban akrual - 130.036.044 130.036.044
Total liabilitas keuangan - 850.206.974 850.206.974
Total repricing gap - bunga 792.029.216 792.029.216
2024
Bunga mengambang Tidak dikenakan
≤1 bulan bunga Total
Aset keuangan
Portofolio efek
Efek bersifat ekuitas - 158.952.370.553 158.952.370.553
Kas 729.237.711 - 729.237.711
Piutang dividen - 859.402.909 859.402.909
Piutang lain-lain - 97.052.670 97.052.670
Total aset keuangan 729.237.711 159.908.826.132 160.638.063.843
Liabilitas keuangan
Utang transaksi efek - 96.223.573 96.223.573
Beban akrual - 136.363.259 136.363.259
Total liabilitas keuangan - 232.586.832 232.586.832
Total repricing gap - bunga 729.237.711 729.237.711
b. Sensitivitas terhadap laba tahun berjalan
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, risiko suku bunga dianggap tidak signifikan
terhadap Reksa Dana karena sebagian besar aset dan liabilitas keuangan merupakan aset
dan liabilitas keuangan yang tidak dikenakan bunga.
25
Page 36
REKSA DANA PREMIER ETF LQ-45
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
b. Risiko Pasar (lanjutan)
(ii) Risiko harga
Instrumen investasi dalam portofolio Reksa Dana diukur dengan harga pasar wajar sehingga
risiko fluktuasi harga adalah salah satu risiko yang dihadapi oleh Reksa Dana.
Untuk mengelola risiko harga yang timbul dari investasi pada efek bersifat ekuitas, Reksa
Dana melakukan diversifikasi portofolionya. Diversifikasi portofolio dilakukan sesuai dengan
batasan yang ditentukan oleh kebijakan investasi Reksa Dana serta ketentuan yang berlaku.
Sensitivitas harga menunjukan dampak perubahan yang wajar dari harga pasar efek dalam
portofolio Reksa Dana terhadap jumlah aset bersih yang dapat diatribusikan kepada
pemegang unit, jumlah aset keuangan, dan liabilitas keuangan Reksa Dana. Sensitivitas suku
bunga menunjukkan dampak perubahan yang wajar dari suku bunga pasar, termasuk yield
dari efek dalam portofolio Reksa Dana, terhadap jumlah aset bersih yang dapat diatribusikan
kepada pemegang unit, jumlah aset keuangan, dan liabilitas keuangan Reksa Dana.
Sesuai dengan kebijakan Reksa Dana, Manajer Investasi melakukan analisis dan memantau
sensitivitas harga dan suku bunga secara regular.
c. Risiko Likuiditas
Nilai portofolio Reksa Dana pada tanggal dilakukannya penjualan kembali dan likuidasi Reksa
Dana dipengaruhi oleh likuiditas pasar efek-efek dalam portofolio Reksa Dana. Efek-efek yang
tidak likuid dapat memiliki nilai pasar wajar yang lebih rendah dari pada nilai efek-efek tersebut.
Jadwal jatuh tempo portofolio efek diungkapkan pada Catatan 4, sedangkan aset keuangan
lainnya dan liabilitas keuangan akan jatuh tempo dalam waktu kurang dari 1 (satu) tahun.
Tabel berikut ini menggambarkan analisis liabilitas keuangan Reksa Dana ke dalam kelompok
jatuh tempo yang relevan berdasarkan periode yang tersisa pada tanggal posisi keuangan
sampai dengan tanggal jatuh tempo kontrak. Total dalam tabel adalah arus kas kontraktual yang
tidak didiskontokan.
2025
Kurang dari
Lebih dari 3 bulan
1 bulan 1-3 bulan Total
Liabilitas keuangan
Uang muka diterima atas
pemesanan unit penyertaan 102.745.250 - - 102.745.250
Liabilitas atas pembelian
kembali unit penyertaan 617.425.680 - - 617.425.680
Beban akrual 130.036.044 - - 130.036.044
Total liabilitas keuangan 850.206.974 - - 850.206.974
2024
Kurang dari
Lebih dari 3 bulan
1 bulan 1-3 bulan Total
Liabilitas keuangan
Utang transaksi efek 96.223.573 - - 96.223.573
Beban akrual 136.363.259 - - 136.363.259
Total liabilitas keuangan 232.586.832 - - 232.586.832
26
Page 37
REKSA DANA PREMIER ETF LQ-45
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
(Dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
d. Manajemen Risiko Permodalan
Manajer Investasi memonitor modal atas dasar Nilai Aset Bersih yang diatribusikan kepada
pemegang unit penyertaan. Jumlah aset bersih yang diatribusikan kepada pemegang unit
penyertaan dapat berubah secara signifikan secara harian, di mana Reksa Dana bergantung
kepada pembelian kembali dan penjualan unit penyertaan atas kebijaksanaan dari pemegang
unit penyertaan secara harian. Tujuan Manajer Investasi ketika mengelola modal adalah untuk
menjaga kemampuan Reksa Dana untuk melanjutkan kelangsungan hidup dalam rangka
memberikan keuntungan bagi pemegang unit penyertaan dan mempertahankan basis modal
yang kuat untuk mendukung pengembangan kegiatan investasi Reksa Dana secara efisien.
Reksa Dana tidak tunduk pada persyaratan permodalan lain yang ditetapkan oleh pihak
eksternal.
23. RASIO-RASIO KEUANGAN
Berikut ini adalah ikhtisar rasio-rasio keuangan Reksa Dana. Rasio-rasio ini dihitung
berdasarkan Surat Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
No. KEP-99/PM/1996 tanggal 28 Mei 1996.
Rasio keuangan untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 (tidak
diaudit) adalah sebagai berikut:
2025 2024
Total hasil investasi (%) 5,75 (10,94)
Hasil investasi setelah memperhitungkan
beban pemasaran (%) 5,75 (10,94)
Biaya operasi (%) 0,81 0,84
Perputaran portofolio 0,31 0,52
Penghasilan kena pajak (%) - 0,28
Tujuan penyajian ikhtisar rasio keuangan Reksa Dana ini adalah semata-mata untuk membantu
memahami kinerja masa lalu dari Reksa Dana. Rasio-rasio ini seharusnya tidak dipertimbangkan
sebagai indikasi bahwa kinerja masa depan Reksa Dana akan sama dengan kinerja masa lalu.
27
Names mentioned 78 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Reksa Dana Premier ETF LQ-
p.1 ×3
unresolved
org
Bank Kustodian Reksa Dana Premier ETF LQ-
p.6
unresolved
org
Palilingan & Rekan
p.10
unresolved
org
Rekan Santoso Chandra
p.10
unresolved
person
CPA
p.10
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.15 ×2
unresolved
org
PT Indo Premier Securities
p.15
unresolved
person
Fathiah Helmi
· Notaris
p.15 ×3
unresolved
org
Reksa Dana
p.15 ×3
unresolved
org
PT Indo Premier Investment Management
p.15 ×2
unresolved
person
Leolin Jayayanti
p.15
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal
p.15
unresolved
person
Jimmy Tanal
· Notaris
p.15
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.16
unresolved
org
Reksa Dana Nilai Aset Bersih Reksa Dana
p.17
unresolved
org
PT Indah Kiat Pulp
p.24 ×2
unresolved
org
Paper Tbk
p.24 ×2
unresolved
org
Industries Indonesia Tbk
p.25
unresolved
org
PT Industri Jamu
p.25
unresolved
org
Farmasi Sido Muncul Tbk
p.25
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.27
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.28
unresolved
org
Departemen Pengawas Pasar Modal
p.30
unresolved
org
PT Indo Premier Sekuritas. Transaksi-transaksi
p.30
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.