Back to announcement
LKT_RD Capital ETF IDX ESG_Leaders_2024.pdf
Financial statement Text extracted XCEGSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 28
Page 1
REKSA DANA INDEKS
CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
Laporan Keuangan
Tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
Beserta Laporan Auditor Independen
Page 2
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
Laporan Keuangan
Tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
Beserta Laporan Auditor Independen
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Manajer Investasi
Surat Pernyataan Bank Kustodian
Laporan Auditor Independen
Laporan Posisi Keuangan 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain 2
Laporan Perubahan Aset Bersih Yang Dapat Didistribusikan
Kepada Pemegang Unit Penyertaan 3
Laporan Arus Kas 4
Catatan Atas Laporan Keuangan 5 - 20
**********
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Hal Audit Utama (Lanjutan)
Oleh karena itu, audit kami mencakup pelaksanaan prosedur yang didesain untuk
merespons penilaian kami atas risiko kesalahan penyajian material dalam laporan
keuangan terlampir. Hasil dari prosedur audit kami, termasuk prosedur yang
dilakukan untuk merespons hal audit utama di bawah ini, menyediakan basis bagi
opini kami terhadap laporan keuangan terlampir.
Portofolio Efek
Seperti diuraikan dalam Catatan 4 atas laporan keuangan terlampir, pada tanggal 31
Desember 2024 Reksa Dana mencatat portofolio efek yang terdiri dari efek bersifat
ekuitas sebesar total Rp 9.987.799.404,- atau sekitar 98,54% dari jumlah aset Reksa
Dana, dan diklasifikasikan sebagai aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi.
Dalam merespon hal audit utama yang teridentifikasi, kami melakukan prosedur
audit sebagai berikut:
1. Kami memeriksa informasi yang relevan atas portofolio e fek ekuitas, dengan
membandingkan data yang tersedia bagi publik, yaitu dengan membandingkan
antara nilai wajar efek ekuitas terhadap harga penutupan Bursa Efek
Indonesia (BEI) per 30 Desember 2024.
2. Kami telah melakukan pengujian yang memadai terkait dengan penjualan dan
pembelian efek ekuitas selama tahun berjalan, serta melakukan penelusuran
ke dokumen pendukung;
3. Kami memeriksa ketepatan pengakuan keuntungan atau kerugian atas
perdagangan efek ekuitas yang diakui manajemen;
4. Kami memeriksa akurasi matematis nilai portofolio efek ekuitas;
5. Kami mengevaluasi kecukupan pengungkapan terkait pada catatan atas
laporan keuangan terlampir.
Tanggung Jawab Manajer Investasi dan Bank Kustodian atas Tata Kelola
terhadap Laporan Keuangan
Manajer Investasi bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan
keuangan ini dan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dan atas
pengendalian internal yang dianggap perlu oleh Manajer Investasi dan Bank
Kustodian untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan yang bebas dari
kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun
kesalahan.
Dalam penyusunan laporan keuangan, Manajer Investasi bertanggung jawab untuk
menilai kemampuan Reksa Dana dalam mempertahankan kelangsungan usahanya,
mengungkapkan sesuai dengan kondisinya, hal-hal yang berkaitan dengan
kelangsungan usaha, dan menggunakan basis akuntansi kelangsungan usaha,
kecuali Manajer Investasi memiliki atensi untuk melikuidasi Reksa Dana atau
menghentikan operasi, atau tidak memiliki alternatif yang realistis selain
melaksanakannya.
Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bertanggung jawab untuk mengawasi
proses pelaporan keuangan Reksa Dana.
Page 7
Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan
Tujuan kami adalah untuk memeroleh keyakinan memadai tentang apakah laporan
keuangan secara keseluruhan bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang
disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, dan untuk menerbitkan laporan
auditor yang mencakup opini kami. Keyakinan memadai merupakan suatu tingkat
keyakinan tinggi, namun bukan merupakan suatu jaminan bahwa audit yang
dilaksanakan berdasarkan Standar Audit akan selalu mendeteksi kesalahan
penyajian material ketika hal tersebut ada. Kesalahan penyajian dapat disebabkan
oleh kecurangan maupun kesalahan dan dianggap material jika, baik secara
individual maupun secara agregat, dapat diekspektasikan secara wajar akan
memengaruhi keputusan ekonomi yang diambil oleh pengguna berdasarkan laporan
keuangan tersebut.
Sebagai bagian dari suatu audit berdasarkan Standar Audit, kami menerapkan
pertimbangan profesional dan mempertahankan skeptisme profesional selama audit.
Kami juga:
• Mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian material dalam
laporan keuangan, baik disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan,
mendesain dan melaksanakan prosedur audit yang responsif terhadap risiko
tersebut, serta memeroleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk
menyediakan basis bagi opini kami. Risiko tidak terdeteksinya kesalahan
penyajian material disebabkan oleh kecurangan lebih tinggi dari yang
disebabkan oleh kesalahan, karena kecurangan dapat melibatkan kolusi,
pemalsuan, penghilangan secara sengaja, pernyataan salah, atau pengabaian
pengendalian internal.
• Memperoleh suatu pemahaman tentang pengendalian internal yang relevan
dengan audit untuk mendesain prosedur audit yang tepat sesuai dengan
kondisinya, tetapi bukan untuk tujuan menyatakan opini atas keefektivitasan
pengendalian internal Reksa Dana.
• Mengevaluasi ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan serta kewajaran
estimasi akuntansi dan pengungkapan terkait yang dibuat oleh manajemen.
• Menyimpulkan ketepatan penggunaan basis akuntansi kelangsungan usaha
oleh manajemen dan, berdasarkan bukti audit yang diperoleh, apakah terdapat
suatu ketidakpastian material terkait dengan peristiwa atau kondisi yang
dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan Reksa Dana untuk
mempertahankan kelangsungan usahanya. Ketika kami menyimpulkan bahwa
terdapat suatu ketidakpastian material, kami diharuskan untuk menarik
perhatian dalam laporan auditor kami ke pengungkapan terkait dalam laporan
keuangan atau, jika pengungkapan tersebut tidak memadai, harus
menentukan apakah perlu untuk memodifikasi opini kami. Kesimpulan kami
didasarkan pada bukti audit yang diperoleh hingga tanggal laporan auditor
kami. Namun, peristiwa atau kondisi masa depan dapat menyebabkan Reksa
Dana tidak dapat mempertahankan kelangsungan usaha.
Page 8
Page 9
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Per 31 Desember 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2024 2023
ASET
Portofolio Efek
Efek Bersifat Ekuitas 2,4 9.987.799.404 11.296.822.895
Kas dan Setara Kas 2,5 97.455.760 110.999.530
Piutang Dividen 6 48.945.060 -
Piutang Lain-lain 7 1.371.658 -
JUMLAH ASET 10.135.571.882 11.407.822.425
LIABILITAS
Utang Pajak 2,8 13.457 10.074
Beban Akrual 2,9 41.619.382 41.594.731
TOTAL LIABILITAS 41.632.839 41.604.805
NILAI ASET BERSIH
Total Kenaikan Nilai Aktiva Bersih 10 10.093.939.043 11.366.217.620
Penghasilan Komprehensif Lain - -
TOTAL NILAI ASET BERSIH 10.093.939.043 11.366.217.620
JUMLAH UNIT PENYERTAAN YANG BEREDAR 8 98.600.000,0000 105.500.000,0000
NILAI ASET BERSIH PER UNIT PENYERTAAN 102,3726 107,7367
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
secara keseluruhan
1
Page 10
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2024 2023
PENDAPATAN
Pendapatan Investasi
Pendapatan Dividen 11 374.693.432 310.703.933
Keuntungan (Kerugian) Investasi yang
Telah Direalisasi 12 1.349.538.950 (100.416.731)
Keuntungan (Kerugian) Investasi yang
Belum Direalisasi 13 (1.932.897.309) 1.262.083.255
Pendapatan Lainnya 14 1.574.639 978.470
TOTAL PENDAPATAN (207.090.288) 1.473.348.927
BEBAN
Beban Investasi
Beban Pengelolaan Investasi 15 59.308.310 59.685.089
Beban Kustodian 16 11.861.662 11.937.018
Beban Lain-lain 17 105.694.119 112.028.813
Beban Lainnya 18 314.928 195.694
TOTAL BEBAN 177.179.018 183.846.614
LABA (RUGI) USAHA (384.269.306) 1.289.502.313
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (384.269.306) 1.289.502.313
Beban (Penghasilan) pajak 19 - -
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN (384.269.306) 1.289.502.313
Penghasilan Komprehensif Lain - -
PENGHASILAN KOMPREHENSIF (384.269.306) 1.289.502.313
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
secara keseluruhan
2
Page 11
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMEGANG UNIT PENYERTAAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Total
Transaksi
Kenaikan Penghasilan
Dengan Total Nilai Aset
(Penurunan) Komprehensif
Pemegang Unit Bersih
Nilai Aset Lain
Penyertaan
Bersih
Saldo per 1 Januari 2023 10.992.164.859 (404.305.760) - 10.587.859.099
Laba tahun berjalan - 1.289.502.313 - 1.289.502.313
Penjualan Unit Penyertaan - - - -
Pembelian Kembali Unit Penyertaan (511.143.793) - - (511.143.793)
Penghasilan Komprehensif Lainnya - - - -
Saldo per 31 Desember 2023 10.481.021.066 885.196.553 - 11.366.217.620
Laba tahun berjalan - (384.269.306) - (384.269.306)
Penjualan Unit Penyertaan 2.264.877.687 - - 2.264.877.687
Pembelian Kembali Unit Penyertaan (3.152.886.958) - - (3.152.886.958)
Penghasilan Komprehensif Lainnya - - - -
Saldo per 31 Desember 2024 9.593.011.796 500.927.247 - 10.093.939.043
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
3
Page 12
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2024 2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Dividen 325.748.372 310.703.933
Pembelian dan Penjualan Portofolio Efek, Bersih 725.665.132 401.562.175
Pembayaran Biaya Investasi (177.150.985) (198.234.526)
Penerimaan Lainnya 202.981 978.470
Total Bersih Arus Kas Digunakan untuk Aktivitas Operasi 874.465.500 515.010.052
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penjualan Unit Penyertaan (3.152.886.958) 2.047.763.336
Pembelian Kembali Unit Penyertaan 2.264.877.687 (2.558.907.128)
Total Arus Kas Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan (888.009.271) (511.143.792)
KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (13.543.771) 3.866.259
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 110.999.530 107.133.271-
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 97.455.760 110.999.530
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
secara keseluruhan
4
Page 13
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
Reksa Dana Indexs Capital ETF IDX ESG Leaders (“Reksa Dana”) adalah Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi
Kolektif yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal dan Surat Keputusan Ketua
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) d/h Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) No. KEP-22/PM/1996 tanggal 17 Januari
1996 yang telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 4 Tahun 2023 tanggal 31
Maret 2023 tentang perubahan kedua atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan 23/POJK.04/2016 tentang Reksa Dana
berbentuk Kontrak Investasi Kolektif dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 49/POJK.04/2020 tentang Reksa
Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang Unit Penyertaannya Diperdagangkan di Bursa Efek.
Kontrak Investasi Kolektif Reksa Dana antara PT Capital Asset Management sebagai Manajer Investasi dan PT Bank
KEB Hana Indonesia, sebagai Bank Kustodian dituangkan dalam Akta No. 08 tanggal 23 Februari 2022 di hadapan
Pratiwi Handayani, S.H., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Pusat.
Reksa Dana telah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai dengan Surat No. S-
352/PM.21/2022 pada tanggal 14 April 2022.
Tujuan investasi Reksa Dana adalah memperoleh pertumbuhan hasil investasi yang setara dengan kinerja Indeks IDX
ESG Leaders yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia.
Manajer Investasi akan menginvestasikan Reksa Dana dengan target komposisi investasi berdasarkan perubahan
Kontrak Investasi Kolektif sebagai berikut:
a. Minimum 80% (delapan puluh persen) dan maksimum 100% (seratus persen) dari Nilai Aktiva Bersih pada Efek
Bersifat ekuitas yang diterbitkan oleh korporasi yang ditawarkan melalui Penawaran Umum dan/atau
diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia yang berasal dari kumpulan Efek yang terdaftar di Indeks IDX ESG
Leaders.
b. Minimum 0% (nol persen) dan maksimum 20% (dua puluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih pada instrumen
pasar uang dalam negeri yang memiliki jatuh tempo tidak lebih dari 1 (satu) tahun dan/atau deposito.
Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
Jumlah unit penyertaan yang ditawarkan oleh Reksa Dana sesuai dengan Kontrak Investasi Kolektif adalah minimum
100.000.000 (seratus juta) unit penyertaan dengan ketentuan tidak lebih kecil dari jumlah yang setara dengan Rp
10.000.000.000 (sepuluh miliar Rupiah) sampai dengan jumlah maksimum 10.000.000.000 (sepuluh miliar) unit
penyertaan. Setiap unit penyertaan mempunyai nilai aset bersih awal disesuaikan dengan nilai saham-saham
Indeks IDX ESG Leaders pada tanggal penyerahan yang pertama kali yang ditetapkan oleh Manajer Investasi.
PT Capital Asset Management sebagai Manajer Investasi didukung oleh tenaga profesional yang terdiri dari Komite
Investasi dan Tim Pengelola Investasi. Komite Investasi akan mengarahkan dan mengawasi Tim Pengelola
Investasi dalam menjalankan kebijakan dan strategi investasi sehari-hari sesuai dengan tujuan investasi. Komite
Investasi terdiri dari:
Ketua : Darwin
Anggota : Ngadiran Th
: Yo Hendrik
Tim Pengelola Investasi bertugas sebagai pelaksana harian atas kebijakan, strategi, dan eksekusi investasi yang
telah diformulasikan bersama dengan Komite Investasi. Tim Pengelola Investasi terdiri dari:
Ketua : Wisnu Karto
Anggota : Desmon Silitonga
Muhammad Yasir
Sesuai dengan Kontrak Investasi Kolektif, jangka waktu berdirinya Reksa Dana adalah sejak ditetapkan sesuai surat
pernyataan efektif dari Dewan Komisioner OJK. Reksa Dana dapat dibubarkan berdasarkan pada persyaratan dan
kondisi tertentu antara lain nilai aktiva bersih Reksa Dana di bawah Rp 10.000.000.000 (sepuluh miliar Rupiah) selama
120 (seratus dua puluh) hari bursa berturut-turut.
Transaksi unit penyertaan dan nilai aset bersih per unit penyertaan dipublikasikan hanya pada hari-hari bursa. Hari
terakhir bursa di bulan Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah tanggal 30 Desember 2024 dan 29 Desember
2023. Laporan keuangan Reksa Dana untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
disajikan berdasarkan posisi aset bersih Reksa Dana pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.
5
Page 14
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM - lanjutan
Laporan keuangan telah disetujui untuk diterbitkan oleh Manajer Investasi dan Bank Kustodian Reksa Dana pada tanggal
12 Maret 2025. Manajer Investasi dan Bank Kustodian bertanggung jawab atas laporan keuangan Reksa Dana sesuai
dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing sebagai Manajer Investasi dan Bank Kustodian sebagaimana
tercantum dalam Kontrak Investasi Kolektif Reksa Dana serta menurut peraturan dan perundangan yang berlaku.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
Berikut ini adalah dasar penyajian laporan keuangan dan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan
keuangan Reksa Dana.
a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan
Laporan keuangan disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, meliputi
pernyataan dan interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia
(IAI) dan Peraturan Regulator Pasar Modal Nomor X.D.1 “Laporan Reksa Dana”, yang telah diperbarui dengan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor: 33/POJK.4/2020 tentang Penyusunan Laporan Keuangan Produk Invetasi
Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif dan Surat Edaran OJK Nomor: 14/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Perlakuan
Akuntansi Produk Investasi KIK.
Laporan keuangan disusun berdasarkan konsep biaya perolehan (historical cost ), kecuali beberapa akun tertentu
disusun berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun
tersebut. Laporan keuangan ini disusun dengan metode akrual, kecuali laporan arus kas.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam
aktivitas operasi dan pendanaan. Aktivitas investasi tidak dikelompokkan terpisah karena aktivitas investasi adalah
aktivitas operasi utama Reksa Dana.
Mata uang pelaporan yang digunakan untuk penyusunan dan penyajian laporan keuangan Reksa Dana adalah mata
uang Rupiah (Rp) yang juga merupakan mata uang fungsional Reksa Dana. Angka-angka di laporan keuangan
adalah dalam Rupiah, kecuali jumlah unit penyertaan beredar atau jumlah lain yang dinyatakan secara khusus.
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan Manajer
Investasi membuat estimasi dan asumsi yang memengaruhi kebijakan akuntansi dan jumlah yang dilaporkan atas
aset, liabilitas, pendapatan, dan beban.
Walaupun estimasi dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik Manajer Investasi atas kejadian dan tindakan saat ini,
realisasi mungkin berbeda dengan jumlah yang diestimasi semula.
b. Nilai Aset Bersih Reksa Dana
Nilai aset bersih Reksa Dana dihitung dan ditentukan pada setiap akhir hari bursa dengan menggunakan nilai pasar
wajar.
Nilai aset bersih per unit penyertaan dihitung berdasarkan nilai aset bersih Reksa Dana pada setiap akhir hari bursa
dibagi dengan jumlah unit penyertaan yang beredar.
c. Portofolio Efek
Portofolio efek terdiri dari efek bersifat ekuitas.
d. Kas
Kas meliputi kas di bank yang bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan Reksa Dana.
6
Page 15
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI - lanjutan
e. Instrumen Keuangan
Reksa Dana menerapkan PSAK 109, yang mensyaratkan pengaturan instrumen keuangan terkait klasifikasi dan
pengukuran, penurunan nilai atas instrumen aset keuangan, dan akuntansi lindung nilai. Dengan demikian, kebijakan
akuntansi yang berlaku untuk periode pelaporan kini adalah seperti tercantum di bawah ini.
Instrumen keuangan diakui pada saat Reksa Dana menjadi pihak dari ketentuan kontrak suatu instrumen keuangan.
Klasifikasi, Pengukuran, dan Pengakuan Aset Keuangan
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan didasarkan pada model bisnis dan arus kas kontraktual. Reksa Dana
menilai apakah arus kas aset keuangan tersebut semata-mata dari pembayaran pokok dan bunga. Aset keuangan
diklasifikasikan dalam tiga kategori sebagai berikut:
- Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi;
- Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;
- Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
Reksa Dana menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan tidak bisa melakukan
perubahan setelah penerapan awal tersebut.
Pada tanggal 31 Desember 2024, Reksa Dana memiliki Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi, liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi;
- Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi;
Klasifikasi ini berlaku untuk aset keuangan yang dikelola dalam model bisnis dimiliki untuk mendapatkan arus
kas dan memiliki arus kas yang memenuhi kriteria "semata-mata dari pembayaran pokok dan bunga".
Pada pengakuan awal, piutang yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan, diakui sebesar
harga transaksi. Aset keuangan lainnya awalnya diakui sebesar nilai wajar dikurangi biaya transaksi yang
terkait. Aset keuangan ini selanjutnya diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode
suku bunga efektif. Keuntungan atau kerugian pada penghentian atau modifikasi aset keuangan yang dicatat
pada biaya perolehan diamortisasi diakui pada laba rugi.
- Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;
Klasifikasi ini berlaku untuk aset keuangan. Dalam semua kasus, biaya transaksi dibebankan pada laba rugi.
- Investasi ekuitas yang dimiliki untuk diperdagangkan atau dimana pilihan penghasilan komprehensif lain
tidak berlaku. Keuntungan atau kerugian nilai wajar dan penghasilan dividen terkait diakui pada laba rugi.
- Instrumen utang yang tidak memiliki kriteria biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain. Keuntungan atau kerugian nilai wajar selanjutnya akan dicatat pada laba
rugi.
Penghentian Pengakuan Aset Keuangan
Aset keuangan dihentikan pengakuannya pada saat hak kontraktual Reksa Dana atas arus kas yang berasal dari aset
keuangan tersebut kedaluwarsa, yaitu ketika aset dialihkan kepada pihak lain tanpa mempertahankan kontrol atau
pada saat seluruh risiko dan manfaat telah ditransfer secara substansial. Liabilitas keuangan dihentikan
pengakuannya jika liabilitas Reksa Dana kedaluwarsa, atau dilepaskan atau dibatalkan.
7
Page 16
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI - lanjutan
e. Instrumen Keuangan - lanjutan
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap periode pelaporan, Reksa Dana menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah meningkat
secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Reksa Dana menggunakan perubahan atas
risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah
kerugian kredit ekspektasian. Dalam melakukan penilaian, Reksa Dana membandingkan antara risiko gagal bayar
yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas
instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi
yang tersedia pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas
kondisi ekonomi di masa depan yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal.
Reksa Dana menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian yang
menggunakan cadangan kerugian kredit ekspektasian seumur hidup untuk seluruh saldo piutang dan piutang lain-lain
dan aset kontrak tanpa komponen pendanaan yang signifikan dan pendekatan umum untuk aset keuangan lainnya.
Pendekatan umum termasuk penelaahan perubahan signifikan risiko kredit sejak terjadinya. Penelaahan kerugian
kredit ekspektasian termasuk asumsi mengenai risiko gagal bayar dan tingkat kerugian ekspektasian. Untuk piutang,
dalam pengkajian juga mempertimbangkan penggunaan peningkatan kredit. Untuk mengukur kerugian kredit
ekspektasian, piutang telah dikelompokkan berdasarkan karakteristik risiko kredit dan jatuh tempo yang serupa.
Liabilitas Keuangan
Reksa Dana mengklasifikasikan liabilitas keuangannya sebagai kategori: (i) liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi, dan (ii) liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Pada tanggal 31
Desember 2024, Reksa Dana hanya memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Biaya perolehan diamortisasi dengan mendiskontokan nilai liabilitas menggunakan suku bunga efektif, kecuali
dampak dari pendiskontoan tidak signifikan. Suku bunga efektif adalah tingkat diskonto yang menghasilkan arus kas
di masa datang dari nilai tercatat saat pengakuan awal. Dampak bunga dari penerapan metode suku bunga efektif
diakui dalam laba rugi.
Pada saat pengakuan awal, utang usaha, akrual, liabilitas keuangan jangka pendek lainnya, dan pinjaman diukur
sebesar nilai wajar dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan langsung. Setelah pengakuan awal, liabilitas
keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Penentuan Nilai Wajar
Nilai wajar instrumen keuangan pada tanggal laporan posisi keuangan adalah berdasarkan harga kuotasi di pasar
aktif.
Apabila pasar untuk suatu instrumen keuangan tidak aktif, Reksa Dana menetapkan nilai wajar dengan menggunakan
teknik penilaian. Teknik penilaian meliputi penggunaan transaksi-transaksi pasar yang wajar terkini antara pihak-pihak
yang mengerti, berkeinginan, jika tersedia, referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara substansial
sama, analisis arus kas yang didiskonto dan model harga opsi.
Reksa Dana mengklasifikasikan pengukuran nilai wajar dengan menggunakan hierarki nilai wajar yang mencerminkan
signifikansi input yang digunakan untuk melakukan pengukuran. Hierarki pengukuran nilai wajar memiliki tingkat
sebagai berikut:
1. Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (Tingkat 1);
2. Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam tingkat 1 yang dapat di observasi untuk aset atau liabilitas,
baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya derivasi dari harga) (Tingkat 2);
3. Input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat di observasi (Tingkat 3).
Tingkat pada hierarki nilai wajar dimana pengukuran nilai wajar dikategorikan secara keseluruhan ditentukan
berdasarkan input tingkat terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan. Penilaian
signifikansi suatu input tertentu dalam pengukuran nilai wajar secara keseluruhan memerlukan pertimbangan dengan
memerhatikan faktor-faktor spesifik atas aset atau liabilitas tersebut.
8
Page 17
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI - lanjutan
e. Instrumen Keuangan - lanjutan
Instrumen Keuangan Saling Hapus
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan total neto-nya dilaporkan pada laporan posisi keuangan
ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas total yang telah diakui tersebut dan
adanya niat untuk menyelesaian secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara
simultan. Hak saling hapus tidak kontingensi atas peristiwa di masa depan dan dapat dipaksakan secara hukum
dalam situasi bisnis yang normal dan dalam peristiwa gagal bayar atau peristiwa kepailitan atau kebangkrutan Reksa
Dana atau pihak lawan.
f. Pendapatan dan Beban
Pendapatan bunga dari instrumen keuangan diakui secara akrual berdasarkan proporsi waktu, nilai nominal, dan
tingkat bunga yang berlaku. Sedangkan pendapatan lainnya merupakan pendapatan yang bukan berasal dari
kegiatan investasi, termasuk di dalamnya pendapatan bunga atas jasa giro.
Pendapatan dividen diakui bila hak untuk menerima pembayaran ditetapkan. Dalam hal investasi saham di pasar
aktif, hak tersebut biasanya ditetapkan pada tanggal eks (ex-date ).
Beban diakui secara akrual. Beban yang berhubungan dengan jasa pengelolaan, jasa kustodian, jasa agen penjual,
dan beban lain-lain, dihitung dan diakui secara akrual setiap hari berdasarkan nilai aset bersih Reksa Dana,
sedangkan beban lainnya merupakan beban yang yang tidak terkait dengan kegiatan investasi dan biaya keuangan
termasuk di dalamnya beban atas pajak penghasilan final dari pendapatan bunga atas jasa giro yang timbul dari
kegiatan diluar investasi.
Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi akibat kenaikan atau penurunan harga pasar (nilai wajar) serta
keuntungan atau kerugian investasi yang telah direalisasi disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain tahun berjalan. Keuntungan dan kerugian yang telah direalisasi atas penjualan portofolio efek
dihitung berdasarkan harga pokok yang menggunakan metode rata-rata tertimbang.
g. Pajak Penghasilan
Beban pajak terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain, kecuali jika pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian yang diakui di pendapatan
komprehensif lain atau langsung diakui ke ekuitas. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui dalam
pendapatan komprehensif lain atau ekuitas.
Sesuai dengan peraturan pajak yang berlaku, pendapatan yang telah dikenakan pajak penghasilan final tidak lagi
dilaporkan sebagai pendapatan kena pajak dan semua beban sehubungan dengan pendapatan yang telah dikenakan
pajak penghasilan final tidak dapat dikurangkan. Di sisi lain, baik pendapatan maupun beban tersebut dipakai dalam
perhitungan laba rugi menurut akuntansi.
Pajak penghasilan yang tidak bersifat final, beban pajak penghasilan tahun berjalan ditentukan berdasarkan laba
kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak tahun mendatang yang timbul dari perbedaan
jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas.
Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui
untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan serta rugi fiskal yang belum terkompensasi sepanjang besar
kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak masa datang.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan dapat saling hapus apabila terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus antara aset pajak kini dengan liabilitas pajak kini dan apabila aset dan liabilitas pajak
penghasilan tangguhan dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama. Aset pajak kini dan liabilitas pajak kini akan
saling hapus ketika Reksa Dana memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus dan adanya
niat untuk melakukan penyelesaian saldo-saldo tersebut secara neto atau untuk merealisasikan dan menyelesaikan
liabilitas secara bersamaan.
9
Page 18
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI - lanjutan
g. Pajak Penghasilan - lanjutan
Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan keberatan
pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan.
h. Transaksi dengan Pihak Berelasi
Reksa Dana melakukan transaksi dengan pihak berelasi sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 224
“Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”. Jenis transaksi dan saldo dengan pihak berelasi diungkapkan dalam catatan
atas laporan keuangan.
3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI, DAN ASUMSI SIGNIFIKAN OLEH MANAJEMEN - lanjutan
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Reksa Dana, seperti yang diungkapkan dalam catatan 2 atas laporan keuangan,
Manajer Investasi harus membuat pertimbangan, estimasi, dan asumsi atas nilai tercatat aset dan liabilitas yang tidak
tersedia oleh sumber-sumber lain. Estimasi dan asumsi berdasarkan pada pengalaman historis dan faktor lain yang
dipertimbangkan relevan.
Manajer Investasi berkeyakinan bahwa pengungkapan berikut telah mencakup ikhtisar pertimbangan, estimasi, dan
asumsi signifikan yang dibuat oleh Manajer Investasi yang berdampak terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan serta
pengungkapan dalam laporan keuangan.
a. Penggunaan Pertimbangan
Pertimbangan-pertimbangan berikut dibuat dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Reksa Dana yang memiliki
dampak yang paling signifikan terhadap jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan keuangan:
Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional Reksa Dana adalah mata uang lingkungan ekonomi utama dimana Reksa Dana beroperasi.
Mata uang tersebut, antara lain, adalah yang paling memengaruhi nilai portofolio efek dan unit penyertaan, mata uang
dari negara yang kekuatan persaingan dan peraturannya sebagian besar menentukan nilai portofolio efek dan unit
penyertaan dan merupakan mata uang dimana dana dari aktivitas pendanaan dihasilkan.
Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Reksa Dana menentukan klasifikasi aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan
menilai apakah aset dan liabilitas tersebut memenuhi definisi yang ditetapkan dalam PSAK No. 109 aset keuangan
dan liabilitas keuangan dicatat sesuai dengan kebijakan akuntansi Reksa Dana sebagaimana diungkapkan dalam
catatan 2.
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan
Cadangan kerugian penurunan nilai dipelihara pada jumlah yang dianggap memadai untuk menutup kemungkinan
tidak tertagihnya aset keuangan. Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, Reksa Dana secara spesifik
menelaah apakah telah terdapat bukti objektif bahwa suatu aset keuangan telah mengalami penurunan nilai (tak
tertagih).
Cadangan yang dibentuk adalah berdasarkan pengalaman penagihan masa lalu dan faktor lainnya yang mungkin
memengaruhi kolektibilitas antara lain kemungkinan kesulitan likuiditas atau kesulitan keuangan yang signifikan yang
dialami oleh debitur atau penundaan pembayaran yang signifikan.
Jika terdapat bukti objektif penurunan nilai, maka saat dan besaran jumlah yang dapat ditagih diestimasi berdasarkan
pengalaman dan kerugian masa lalu. Cadangan kerugian penurunan nilai dibentuk atas akun-akun yang
diidentifikasikan secara spesifik telah mengalami penurunan nilai. Suatu evaluasi atas piutang yang bertujuan untuk
menentukan jumlah cadangan yang harus dibentuk dilakukan secara berkala sepanjang tahun. Oleh karena itu, saat
dan besaran jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang tercatat pada saat periode dapat berbeda tergantung
pada pertimbangan dan estimasi yang digunakan.
10
Page 19
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI, DAN ASUMSI SIGNIFIKAN OLEH MANAJEMEN - lanjutan
a. Penggunaan Pertimbangan - lanjutan
Pajak Penghasilan
Pertimbangan yang signifikan dibutuhkan untuk menentukan jumlah pajak penghasilan. Terdapat sejumlah transaksi
dan perhitungan yang menimbulkan ketidakpastian penentuan jumlah pajak penghasilan karena interpretasi atas
peraturan pajak yang berbeda.
b. Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber utama lain dalam mengestimasi ketidakpastian pada tanggal
pelaporan yang mempunyai risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat
aset dan liabilitas dalam periode selanjutnya diungkapkan di bawah ini. Manajer Investasi mendasarkan asumsi dan
estimasi pada parameter yang tersedia saat laporan keuangan disusun. Keadaan dan asumsi yang ada tentang
perkembangan masa depan dapat berubah karena perubahan kondisi pasar yang timbul di luar kendali Manajer
Investasi. Perubahan tersebut tercermin dalam asumsi ketika terjadi.
Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mensyaratkan pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan tertentu
pada nilai wajarnya dan penyajian ini mengharuskan penggunaan estimasi. Komponen pengukuran nilai wajar yang
signifikan ditentukan berdasarkan bukti objektif yang dapat diverifikasi (seperti nilai tukar dan suku bunga),
sedangkan saat dan besaran perubahan nilai wajar dapat menjadi berbeda karena penggunaan metode penilaian
yang berbeda.
11
Page 20
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. PORTOFOLIO EFEK
31 Desember 2024
Persentase
Jumlah Harga % Terhadap
Jatuh Level Peringkat Lembar Perolehan Nilai Total Portofolio
Jenis efek Tempo Hierarki Efek Saham Rata-rata Wajar Efek
Saham
PT Ace Hardware Indonesia Tbk - 1 - 108.460 78.915.538 85.683.400 0,86%
PT AKR Corporindo Tbk - 1 - 55.216 75.420.058 61.841.920 0,62%
PT Astra Otopats Tbk - 1 - 20.706 45.746.400 47.623.800 0,48%
PT Avia Avian Tbk - 1 - 111.418 52.185.648 44.567.200 0,45%
PT Bank Central Asia Tbk - 1 - 156.774 1.374.864.530 1.516.788.450 15,19%
PT Bank Negara Indonesia Tbk - 1 - 196.214 1.013.030.020 853.530.900 8,55%
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk - 1 - 367.778 1.717.745.475 1.500.534.240 15,02%
PT Bank Mandiri ( Persero ) Tbk - 1 - 195.228 1.058.567.456 1.112.799.600 11,14%
PT Global Medacom Tbk - 1 - 169.592 44.128.284 31.035.336 0,31%
PT Bank CIMB Niaga Tbk - 1 - 23.664 45.242.700 40.938.720 0,41%
PT Barito Pacific Tbk - 1 - 199.172 175.298.931 183.238.240 1,83%
PT Bumi Serpong Damai Tbk - 1 - 200.158 196.782.167 189.149.310 1,89%
PT Cisarua Mountain Dairy Tbk - 1 - 25.636 140.873.070 138.434.400 1,39%
PT Ciputra Development Tbk - 1 - 150.858 162.861.599 147.840.840 1,48%
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk - 1 - 524.552 482.262.862 258.079.584 2,58%
PT Erajaya Swasembada Tbk - 1 - 347.072 158.112.222 140.217.088 1,40%
PT Goto Gojek Tokopedia Tbk - 1 - 20.703.042 1.344.416.913 1.449.212.940 14,51%
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk - 1 - 136.068 100.132.864 80.280.120 0,80%
PT Jasa Marga (Persero) Tbk - 1 - 75.922 313.647.233 328.742.260 3,29%
PT Mitra Adiperkasa Tbk - 1 - 112.404 165.241.869 158.489.640 1,59%
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk - 1 - 18.734 51.992.893 47.584.360 0,48%
PT Media Nusantara Citra Tbk - 1 - 162.690 105.019.189 44.902.440 0,45%
PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk - 1 - 28.594 29.167.223 28.165.090 0,28%
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk - 1 - 236.640 270.841.035 221.258.400 2,22%
PT Pakuwon Jati Tbk - 1 - 250.444 117.784.640 99.676.712 1,00%
PT Surya Citra Media Tbk - 1 - 583.712 109.110.614 97.479.904 0,98%
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk - 1 - 18.734 41.131.292 39.341.400 0,39%
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk - 1 - 262.276 1.014.996.704 710.767.960 7,12%
PT Sarana Menara Nusantara Tbk - 1 - 162.690 153.982.818 106.561.950 1,07%
PT Unilever Indonesia Tbk - 1 - 118.320 412.100.744 223.033.200 2,23%
Total efek bersifat ekuitas 25.722.768 11.051.602.989 9.987.799.404 100%
12
Page 21
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. PORTOFOLIO EFEK - lanjutan
31 Desember 2023
Persentase
Jumlah Harga % Terhadap
Jatuh Level Peringkat Lembar Perolehan Nilai Total Portofolio
Jenis efek Tempo Hierarki Efek Saham Rata-rata Wajar Efek
Saham
PT Ace Hardware Indonesia Tbk - 1 - 127.655 88.245.077 91.911.600 0,81%
PT AKR Corporindo Tbk - 1 - 40.090 51.249.208 59.132.750 0,52%
PT Adi Sarana Armada Tbk - 1 - 33.760 49.363.827 26.670.400 0,24%
PT Bank Central Asia Tbk - 1 - 183.570 1.553.047.032 1.725.558.000 15,27%
PT Bank Negara Indonesia Tbk - 1 - 90.730 426.375.717 487.673.750 4,32%
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk - 1 - 302.785 1.465.198.180 1.733.444.125 15,34%
PT BFI Finance Indonesia Tbk - 1 - 41.145 49.810.800 49.579.725 0,44%
PT Bank Mandiri ( Persero ) Tbk - 1 - 178.295 869.748.569 1.078.684.750 9,55%
PT Global Medacom Tbk - 1 - 198.340 54.767.135 53.155.120 0,47%
PT Barito Pacific Tbk - 1 - 152.975 124.156.369 203.456.750 1,80%
PT Bumi Serpong Damai Tbk - 1 - 206.780 195.361.642 223.322.400 1,98%
PT Bukalapak.com Tbk - 1 - 370.305 91.147.116 79.985.880 0,71%
PT Ciputra Development Tbk - 1 - 160.360 162.521.858 187.621.200 1,66%
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk - 1 - 471.585 575.315.814 278.235.150 2,46%
PT Erajaya Swasembada Tbk - 1 - 262.695 124.652.919 111.908.070 0,99%
PT Goto Gojek Tokopedia Tbk - 1 - 10.487.755 1.215.454.819 901.946.930 7,98%
PT Jasa Marga (Persero) Tbk - 1 - 65.410 229.661.600 318.546.700 2,82%
PT Mitra Adiperkasa Tbk - 1 - 118.160 161.799.885 211.506.400 1,87%
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk - 1 - 30.595 83.730.518 87.195.750 0,77%
PT Media Nusantara Citra Tbk - 1 - 192.010 157.624.316 74.115.860 0,66%
PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk - 1 - 41.145 41.967.900 43.202.250 0,38%
PT Pakuwon Jati Tbk - 1 - 214.165 105.311.047 97.230.910 0,86%
PT RMK Energy Tbk - 1 - 6.330 4.594.312 3.766.350 0,03%
PT Surya Citra Media Tbk - 1 - 528.555 114.733.898 89.854.350 0,80%
PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk - 1 - 123.435 101.326.310 64.803.375 0,57%
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk - 1 - 27.430 63.634.090 57.328.700 0,51%
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk - 1 - 253.200 1.062.596.754 1.000.140.000 8,85%
PT Sarana Menara Nusantara Tbk - 1 - 123.435 130.234.328 122.200.650 1,08%
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk - 1 - 278.520 622.391.508 1.462.230.000 12,94%
PT Unilever Indonesia Tbk - 1 - 105.500 451.706.622 372.415.000 3,30%
Total efek bersifat ekuitas 15.416.715 10.427.729.171 11.296.822.895 100%
13
Page 22
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. KAS DAN SETARA KAS
2024 2023
Akun ini merupakan rekening giro pada:
PT Bank KEB Hana Indonesia 97.455.760 110.999.530
Jumlah 97.455.760 110.999.530
6. PIUTANG DIVIDEN
Akun ini merupakan piutang atas dividen senilai Rp48.945.060 dan Rp0 masing masing pada tanggal 31 Desember 2024
dan 2023.
7. PIUTANG LAIN-LAIN
Akun ini merupakan piutang atas transaksi efek senilai Rp1.371.658 dan Rp0 masing masing pada tanggal 31 Desember
2024 dan 2023.
8. UTANG PAJAK
2024 2023
PPh Pasal 23 13.457 10.074
13.457 10.074
9. BEBAN AKRUAL
2024 2023
Pengelolaan investasi 4.952.176 5.258.839
Kustodian 990.435 1.051.768
Lain-lain 35.676.771 35.284.125
Jumlah 41.619.382 41.594.731
10. UNIT PENYERTAAN BEREDAR
31 Desember 2024
Nilai Persentase
Unit Aset terhadap Total
Pemegang Unit Penyertaan Penyertaan Bersih Unit Penyertaan
Pemodal Lainnya 98.600.000,0000 10.093.939.043 100%
Jumlah 98.600.000,0000 10.093.939.043 100%
31 Desember 2023
Nilai Persentase
Unit Aset terhadap Total
Pemegang Unit Penyertaan penyertaan Bersih Unit Penyertaan
Pemodal Lainnya 105.500.000,0000 11.366.217.620 100%
Jumlah 105.500.000,0000 11.366.217.620 100%
11. PENDAPATAN DIVIDEN
Merupakan saldo pendapatan dividen. Jumlah untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
masing-masing sebesar Rp374.693.432 dan Rp310.703.933.
12. KEUNTUNGAN (KERUGIAN) INVESTASI YANG TELAH DI REALISASI
Merupakan keuntungan (kerugian) dari penjualan portofolio efek. Jumlah untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp1.349.538.950 dan (Rp110.416.731).
14
Page 23
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. KEUNTUNGAN (KERUGIAN) INVESTASI YANG BELUM DI REALISASI
Merupakan kenaikan (penurunan) nilai wajar atau harga pasar portofolio efek yang belum direalisasi. Kenaikan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing sebesar (Rp1.932.897.309) dan Rp1.262.083.255.
14. PENDAPATAN LAINNYA
Merupakan pendapatan atas jasa giro. Jumlah untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
dan 2023 masing-masing sebesar Rp1.574.639 dan Rp978.470.
15. BEBAN PENGELOLAAN INVESTASI
Akun ini merupakan imbalan kepada PT Capital Asset Management sebagai Manajer Investasi, pihak berelasi, sebesar
maksimum 1% (satu persen) per tahun dari nilai aset neto yang dapat diatribusikan kepada pemegang unit yang dihitung
secara harian dan dibayarkan setiap bulan, atas beban tersebut dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11%
(sebelas persen). Pemberian imbalan tersebut diatur berdasarkan Kontrak Investasi Kolektif antara Manajer Investasi dan
Bank Kustodian. Beban pengelolaan investasi yang belum dibayar dibukukan pada akun Beban Akrual (Catatan 9).
Jumlah untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp59.308.310 dan 31 Desember 2023
sebesar Rp59.685.089.
16. BEBAN KUSTODIAN
Merupakan imbalan jasa yang dibayarkan kepada PT Bank KEB Hana Indonesia, sebagai Bank Kustodian maksimum
sebesar 0,10% (nol koma sepuluh persen) per tahun dihitung secara harian dan dibayarkan setiap bulan dan atas beban
tersebut dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11% (sebelas persen). Pemberian imbalan tersebut diatur
berdasarkan Kontrak Investasi Kolektif antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian. Beban kustodian yang belum dibayar
dibukukan pada akun Beban Akrual (Catatan 9).
Jumlah untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp11.861.662 dan pada 31 Desember
2023 sebesar Rp11.937.018.
17. BEBAN LAIN-LAIN
2024 2023
Beban transaksi 35.229.209 34.346.386
Beban audit 13.875.000 13.875.000
Beban lain-lain 56.589.910 63.807.427
Jumlah 105.694.119 112.028.813
18. BEBAN LAINNYA
Merupakan beban pajak giro. Jumlah untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp314.928 dan
31 Desember 2023 sebesar Rp195.694.
19. PERPAJAKAN
a. Pajak Penghasilan
Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif adalah subjek pajak. Objek pajak penghasilan terbatas hanya pada
penghasilan yang diterima oleh Reksa Dana, sedangkan pembagian laba yang dibayarkan Reksa Dana kepada
pemegang unit penyertaan, termasuk keuntungan atas pelunasan kembali unit penyertaan bukan merupakan objek
pajak penghasilan.
Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 7/2021 tentang Perubahan Kelima atas Undang-Undang No. 7
Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan dan Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2009 yang diterbitkan pada tanggal 9
Februari 2009, dan telah direvisi dengan Peraturan Pemerintah No. 100 Tahun 2013 yang diterbitkan pada tanggal 31
Desember 2013 mengenai pajak penghasilan atas bunga dan/atau diskonto dari efek bersifat utang yang diterima
dan/atau diperoleh oleh wajib pajak. Reksa Dana akan dikenakan pajak penghasilan final sebesar 5% (lima persen)
sejak 1 Januari 2014 hingga 31 Desember 2020; dan 10% (sepuluh persen) untuk tahun 2021 dan seterusnya.
15
Page 24
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PERPAJAKAN - lanjutan
a. Pajak Penghasilan - lanjutan
Selanjutnya pada tanggal 30 Agustus 2021 berlaku Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 91 Tahun 2021
tentang perubahan ketiga atas Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2009 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan
Berupa Bunga Obligasi, namun tidak ada perubahan atas tarif pajak penghasilan atas penghasilan bunga obligasi yang
diterapkan dan/atau diperoleh wajib pajak Reksa Dana.
Berdasarkan Peratuan Pemerintah No. 123 Tahun 2015 dan peraturan pelaksanaannya, bunga dari instrumen pasar
uang dan/atau rekening giro yang diterima dan/atau diperoleh wajib pajak Reksa Dana yang terdaftar pada Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) dikenakan dengan tarif sebesar 20%.
Berdasarkan Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Omnibus Law ) yang mulai berlaku efektif
sejak tanggal 2 November 2020 dan diberlakukannya Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2022 tanggal 20 Desember
2022 tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang Pajak Penghasilan yang merupakan turunan dari Undang-Undang No.
7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan yang merupakan perubahan kelima atas Undang-Undang No.
7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan Dividen yang berasal dari dalam negeri yang diterima atau
diperoleh wajib pajak badan dalam negeri dikecualikan dari objek pajak penghasilan.
Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan yang
merupakan perubahan kelima atas Undang-Undang No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan dan Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia No. 55 Tahun 2022 tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang Pajak Penghasilan, tarif
pajak penghasilan yang diterapkan atas penghasilan kena pajak bagi wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha
tetap sebesar 22% (dua puluh dua persen) yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022, sesuai dengan ketentuan
Undang-Undang Nomor 7 tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.
Sesuai Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah tersebut, Reksa Dana menghitung pajak penghasilan badan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 menggunakan tarif sebesar 22%.
Pendapatan investasi Reksa Dana yang merupakan objek pajak penghasilan final disajikan dalam jumlah bruto sebelum
pajak penghasilan final. Taksiran pajak penghasilan ditentukan berdasarkan penghasilan kena pajak dalam tahun yang
bersangkutan berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Rekonsiliasi antara (rugi) laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan laba
kena pajak yang dihitung oleh Reksa Dana untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
adalah sebagai berikut:
2024 2023
Laba (rugi) sebelum pajak menurut laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain (384.269.306) 1.289.502.313
Perbedaan temporer: - -
Perbedaan yang tidak dapat diperhitungkan menurut fiskal:
Pendapatan dividen (374.693.432) (310.703.933)
Keuntungan investasi yang telah direalisasi (1.349.538.950) 100.416.731
Kerugian investasi yang belum direalisasi 1.932.897.309 (1.262.083.255)
Jasa giro (1.574.639) (978.470)
Beban pengelolaan investasi 115.866.666 116.040.616
Kustodian 11.861.662 11.937.018
Audit fee 13.875.000 13.875.000
Pajak final 4.331.590 2.997.013
Pajak jasa giro 314.928 195.694
Beban transaksi 30.897.619 31.349.373
Administrasi bank 31.500 37.100
Beban lain-lain 54 7.414.800
Jumlah 384.269.306 (1.289.502.313)
Estimasi rugi pajak tahun berjalan - -
b. Administrasi
Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Reksa Dana menghitung, menetapkan dan membayar sendiri jumlah
pajak yang terutang (self assessment system). Direktorat Jenderal Pajak dapat menetapkan dan mengubah liabilitas
pajak dalam batas waktu lima tahun sejak tanggal terutangnya pajak.
16
Page 25
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK-PIHAK BERELASI
Transaksi Pihak Berelasi
Dalam kegiatan usahanya, Reksa Dana juga mengadakan transaksi tertentu dengan pihak-pihak berelasi. Transaksi-
transaksi tersebut meliputi antara lain:
PT Capital Asset Management merupakan Manajer Investasi dari Reksa Dana Indeks Capital ETF IDX ESG Leaders.
Reksa Dana melakukan transaksi pembiayaan pengelolaan investasi dengan Manajer Investasi (catatan 9 dan 15).
2024 2023
Liabilitas
Jasa pengelolaan investasi 4.952.176 5.258.839
Persentase terhadap jumlah liabilitas 11,89% 12,64%
Beban Investasi
Beban pengelolaan investasi 59.308.310 59.685.089
Persentase terhadap jumlah beban 33,47% 32,46%
21. INSTRUMEN KEUANGAN
a. Klasifikasi Instrumen Keuangan
Reksa Dana mengklasifikasikan instrumen keuangan ke dalam klasifikasi tertentu yang mencerminkan sifat dari
informasi dan mempertimbangkan karakteristik dari instrumen keuangan tersebut.
Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
2024
Diukur Pada Nilai
Diukur Pada Nilai Wajar Melalui
Wajar Melalui Biaya Perolehan Penghasilan
Laporan Rugi Laba Diamortisasi Komprehensif Lain Jumlah
Aset Keuangan
Portofolio efek 9.987.799.404 - - 9.987.799.404
Kas - 97.455.760 - 97.455.760
Piutang dividen - 48.945.060 - 48.945.060
Piutang lain-lain - 1.371.658 - 1.371.658
Jumlah 9.987.799.404 97.455.760 - 10.135.571.882
Liabilitas Keuangan
Beban akrual - 41.619.382 - 41.619.382
Jumlah - 41.619.382 - 41.619.382
2023
Diukur Pada Nilai
Diukur Pada Nilai Wajar Melalui
Wajar Melalui Biaya Perolehan Penghasilan
Laporan Rugi Laba Diamortisasi Komprehensif Lain Jumlah
Aset Keuangan
Portofolio efek 11.296.822.895 - - 11.296.822.895
Kas - 110.999.530 - 110.999.530
Jumlah 11.296.822.895 110.999.530 - 11.407.822.425
Liabilitas Keuangan
Beban akrual - 41.594.731 - 41.594.731
Jumlah - 41.594.731 - 41.594.731
17
Page 26
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. INSTRUMEN KEUANGAN - lanjutan
b. Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Nilai wajar adalah nilai dimana suatu instrumen keuangan dapat dipertukarkan antara pihak yang memahami dan
berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar dan bukan merupakan nilai penjualan akibat kesulitan keuangan atau
likuidasi yang dipaksakan. Nilai wajar diperoleh dari kuotasi harga atau model arus kas diskonto.
Nilai tercatat dan pengukuran nilai wajar portofolio efek Reksa Dana pada tanggal 31 Desember 2024 dan
2023 adalah sebagai berikut:
2024
Estimasi nilai wajar
Nilai tercatat Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3
Aset Keuangan
Aset keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui
laporan rugi laba
Portofolio efek
Efek bersifat ekuitas 9.987.799.404 9.987.799.404 - -
Jumlah 9.987.799.404 9.987.799.404 - -
2023
Estimasi nilai wajar
Nilai tercatat Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3
Aset Keuangan
Aset keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui
laporan rugi laba
Portofolio efek
Efek bersifat ekuitas 11.296.822.895 11.296.822.895 - -
Jumlah 11.296.822.895 11.296.822.895 - -
22. MANAJEMEN RISIKO
Manajer Investasi mengelola instrumen keuangannya sesuai dengan komposisi yang disajikan dalam kebijakan investasi.
Aktivitas investasi Reksa Dana terpengaruh oleh berbagai jenis risiko yang berkaitan dengan instrumen keuangan dan risiko
pasar di mana Reksa Dana berinvestasi.
a. Risiko Berkurangnya Nilai Aset Bersih Setiap Unit Penyertaan
Nilai Unit Penyertaan Reksa Dana dapat berfluktuasi akibat kenaikan atau penurunan Nilai Aset Bersih (NAB).
Penurunan NAB ini dapat disebabkan oleh perubahan harga efek dalam portofolio, biaya-biaya yang dikenakan setiap
kali investor melakukan pembelian dan penjualan kembali, serta dalam hal terjadinya wanprestasi oleh pihak-pihak
terkait.
b. Risiko Wanprestasi
Manajer Investasi akan berusaha memberikan hasil investasi terbaik kepada Pemegang Unit Penyertaan. Namun,
dalam kondisi luar biasa (force majeure), dimana bank atau pihak yang dijadikan investasi oleh Reksa Dana atau pihak
ainnya yang berhubungan dengan Reksa Dana mengalami wanprestasi (default ) dalam memenuhi kewajibannya.
c. Risiko Perubahan Peraturan
Perubahan yang terjadi pada peraturan perundang-undangan yang berlaku dan kebijakan di bidang perpajakan serta
kebijakan-kebijakan Pemerintah terutama di bidang ekonomi makro yang berhubungan dengan Efek bersifat ekuitas
dapat mempengaruhi tingkat pengembalian dan hasil investasi yang akan diterima oleh Reksa Dana dan berakibat pada
berkurangnya hasil investasi yang mungkin diperoleh oleh Pemegang Unit Penyertaan.
18
Page 27
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. MANAJEMEN RISIKO - lanjutan
d. Risiko Pembubaran dan Likuidasi
Reksa Dana diperintahkan oleh OJK untuk dibubarkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
atau total Nilai Aset Bersih kurang dari Rp10.000.000.000 (sepuluh miliar Rupiah) selama 120 (seratus dua puluh) Hari
Bursa berturut-turut, maka sesuai dengan ketentuan POJK Tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif
Pasal 45 huruf c dan d serta Pasal 28.1. butir (ii) dan (iii) dari Kontrak Investasi Kolektif Reksa Dana, Manajer Investasi
wajib melakukan pembubaran dan likuidasi sehingga hal ini akan mempengaruhi hasil investasi Reksa Dana.
e. Risiko Perubahan Kondisi Ekonomi dan Politik
Perubahan atau memburuknya kondisi perekonomian dan politik di dalam maupun di luar negeri atau
perubahan peraturan dapat mempengaruhi perspektif pendapatan, yang dapat pula berdampak pada kinerja bank
atau pihak dimana Reksa Dana melakukan investasi. Hal ini akan juga mempengaruhi kinerja portofolio investasi Reksa
Dana.
f. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas ini dapat terjadi apabila terdapat penjualan kembali secara serentak oleh para pemodal
(redemption rush) dan Manajer Investasi mengalami kesulitan untuk menjual portofolio dalam jumlah besar dengan
segera.
Kebutuhan likuiditas Reksa Dana secara khusus timbul dari kebutuhan untuk menyediakan kas yang cukup untuk
membiayai penjualan kembali unit penyertaan dan membayar pembagian keuntungan kepada pemegang
unit penyertaan. Dalam mengelola risiko likuiditas, Manajer Investasi memantau dan menjaga tingkat likuiditas
yang memadai untuk membiayai operasionalnya dan menginvestasikan dari sebagian besar asetnya dalam pasar aktif
dan dapat dicairkan setiap saat. Efek yang dimiliki Reksa Dana dapat dicairkan setiap saat dan sebagian besar
terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Selain itu Manajer Investasi secara rutin mengevaluasi koreksi arus kas dan
arus kas aktual serta mencocokkan profil jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan.
Jadwal jatuh tempo portofolio efek diungkapkan pada catatan 4, sedangkan aset keuangan lainnya dan liabilitas
keuangan akan jatuh tempo dalam waktu kurang dari 1 tahun. Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
analisis aset keuangan dan liabilitas keuangan Reksa Dana berdasarkan jatuh tempo dari tanggal laporan posisi
keuangan sampai dengan tanggal jatuh tempo diungkapkan dalam tabel sebagai berikut :
2024
Tiga Bulan
Kurang Dari Sampai Dengan
Tiga Bulan Satu Tahun Jumlah
Aset Keuangan
Kas dan Setara Kas 97.455.760 - 97.455.760
Piutang Dividen 48.945.060 - 48.945.060
Piutang Lain-lain 1.371.658 - 1.371.658
Jumlah 147.772.478 - 97.455.760
Liabilitas Keuangan
Beban Akrual 41.619.382 - 41.619.382
Jumlah 41.619.382 - 41.619.382
19
Page 28
REKSA DANA INDEKS CAPITAL ETF IDX ESG LEADERS
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. MANAJEMEN RISIKO - lanjutan
f. Risiko Likuiditas - lanjutan
2023
Tiga Bulan
Kurang Dari Sampai Dengan
Tiga Bulan Satu Tahun Jumlah
Aset Keuangan
Kas dan Setara Kas 110.999.530 - 110.999.530
Jumlah 110.999.530 - 110.999.530
Liabilitas Keuangan
Beban Akrual 41.594.731 - 41.594.731
Jumlah 41.594.731 - 41.594.731
23. RASIO KEUANGAN
Berikut ini adalah tabel ikhtisar rasio keuangan Reksa Dana untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
dan 31 Desember 2023:
2024 2023
Beban investasi -4,98% 12,24%
Perputaran portofolio 1 : 0,62 1 : 0,00
Persentase penghasilan kena pajak 0,00% 0,00%
Tujuan informasi ini adalah semata-mata untuk membantu memahami kinerja masa lalu dari Reksa Dana. Informasi ini
seharusnya tidak dipertimbangkan sebagai indikasi bahwa kinerja masa depan akan sama dengan kinerja masa lalu.
20
Names mentioned 51 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Reksa Dana Indexs Capital ETF IDX ESG Leaders
p.13
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal
p.13
unresolved
org
BAPEPAM
p.13
unresolved
person
Pratiwi Handayani
· Notaris
p.13
unresolved
org
Bank Kustodian Reksa Dana
p.14
unresolved
org
Reksa Dana Nilai
p.14
unresolved
org
Ace Hardware Indonesia Tbk
p.20 ×4
unresolved
org
Astra Otopats Tbk
p.20 ×2
unresolved
org
Global Medacom Tbk
p.20 ×4
unresolved
org
PT Industri Jamu
p.20
unresolved
org
Farmasi Sido Muncul Tbk
p.20
unresolved
org
Telekomunikasi Indonesia Tbk
p.20 ×4
unresolved
org
Chandra Asri Petrochemical Tbk
p.21 ×2
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.24
unresolved
org
Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif
p.27
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.